Issuu on Google+

1

SENIN 4 NOVEMBER 2013 NO.0232 | TAHUN II Koran Madura

SENIN

4 NOVEMBER 2013

g PAMANGGHI

Denda Oleh : MH. Said Abdullah

Anggota DPR RI, asal Madura

istimewa

SILATURAHMI KE PONPES LANGITAN. Mantan Wapres Jusuf Kalla yang juga sebagai Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) berbincang dengan Ulama kharismatis dari Sarang, Rembang, Jawa Tengah, dan pendiri Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Kyai Maimoen Zubair di Pondok Pesantren Langitan, Tuban, Jawa Timur, Sabtu (3/11). Kedatangan Ketua Umum Palang Merah (PMI) itu dalam rangka Silaturahmi Alumni dan santri Pondok Pesantren Langitan serta haul 2 tahun wafatnya Pengasuh PP Al-Anwar Sarang Rembang.

Arsenal Jaga TAhta Berita di hal 8

KPK Incar Istri Akil JAKARTA-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melakukan pengembangan dugaan aliran dana hasil korupsi yang dilakukan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar termasuk dugaan aliran dana ke CV Ratu Semagat milik istrinya, Ratu Rita. Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan jika terbukti menampung uang dugaan korupsi tersebut, maka perusahaan istirnya tersebut bisa dijerat dengan Pasal 5 Undang-Undang nomor 8 tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). “Dalam konstruksi TPPU, penerima aliran dana kalau dengan sengaja menerima transfer padahal tahu berasal dari Tipikor maka dia bisa dijerat,” ujar Johan Budi di Jakarta, Minggu (3/11). Sejumlah rekening milik Akil dan keluarganya juga sudah dibekukan oleh KPK. Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan adanya kejanggalan dalam transaksi keuangan perusahaan milik istri Akil, Ratu Rita, CV Ratu Sumagat. Diduga Akil melakukan TPPU di perusahaan yang diatasnamakan istrinya itu.

Johan menambahkan, saat penyidikan ditemukan bukti uang Akil berlabuh di perusahaan yang beroperasi di Pontianak itu, maka KPK harus membuktikan aliran dana itu berkaitan dengan tugas jabatan Akil di MK atau tidak.. “Kalau ada kaitannya, baru dilihat apa dilakukan dengan sengaja, apa mereka yang teri-

Dalam konstruksi TPPU, penerima aliran dana kalau dengan sengaja menerima transfer padahal tahu berasal dari Tipikor maka dia bisa dijerat

Johan Budi

Juru Bicara KPK ma mengetahui,” tandasnya. KPK sendiri, kata Johan, belum menyimpulkan ada tidaknya duit Akil yang berasal dari hasil rasuah, bersemayam di perusahaan itu. “Sampai hari ini belum ada kesimpulan kasus ini berkaitan dengan perusahaan,” sebutnya. Meski begitu, tak berarti KPK tak sama sekali menemukan aliran dana Akil ke perusahaan itu. Sebab, laporan hasil analisa Pusat Pelaporan dan

Analisa Transaksi Keuangan (LHA PPATK) menemukan ada banyak setoran yang masuk ke rekening CV RS, yang diduga berasal dari pihak bersengketa di MK. “Tapi (itu) harus dibuktikan apa berkaitan sama Akil atau nggak. (Jika berkaitan) bisa dijerat,” tegasnya. Kuasa hukum Akil Mochtar, Tamsil Sjoekoer, membantah Akil memiliki 15 rekening dan istri memiliki 5 rekening di sejumlah bank dengan transaksi tidak layak sebagaimana temuan Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKH). Menurutnya, Akil hanya memiliki enam rekening dengan saldo kurang Rp 10 miliar dan dua deposito senilai Rp 2,5 miliar. Sementara, istri Akil, Ratu Rita, memiliki dua rekening bersaldo sekitar Rp 300 juta dan rekening perusahaannya, CV Ratu Sumagat, sebesar Rp 40 miliar. “Istrinya enggak 5 rekening. Rekening istrinya yang disita cuma dua rekening. Ada juga rekening anaknya yang dibekukan,” kata Tamsil saat dihubungi, Jumat (1/11). “Kalau rekening pribadi punya ibu Akil sekitar Rp 300 juta, enggak sampai Rp miliaran. Dan saya sudah lihat isi rekeningnya. Kalau rekening CV itu atas nama perusahaan, tapi memang perusahaan itu yang mengdalikan Ibu Akil. Kalau enggak salah seluruh isi rekeningnya Rp 40 M. CV itu bergerak di bidang umum, mulai pertambangan, arwana, sewa alat berat, dan lainnya,” ungkapnya. (gam/abd)

TES CPNS KEMENDIKBUD

Nyaris 50.000 Orang Memperebutkan 4.183 Lowongan JAKARTA- Sebanyak 47.978 orang mengikuti tes kompetensi dasar dalam seleksi calon pegawai negeri sipil di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk memperebutkan 4.183 lowongan. “Jadi ada 47.978 orang yang dinyatakan lolos administrasi sehingga berhak ikut tes CPNS untuk memperebutkan 4.183 lowongan,” kata Kepala Biro Kepegawaian Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Toto Supriyatno kepada Antara di Jakarta, Minggu. Dia mengatakan sejumlah orang tersebut mendaftar untuk 174 unit kerja di Kemendikbud. Unit kerja itu menurut dia antara lain 13 unit utama, 64 Unit Pelaksana Teknis, dan 97 Perguruan Tinggi Negeri.”Sebenarnya kebutuhan pegawai lebih dari 4.183 orang,” ujarnya. Namun dia mengatakan jumlah peserta itu merupakan kategori umum karena ada dari jalur honorer yang

tesnya diselenggarakan masing-masing unit kerja. Toto menjelaskan TKD terdiri dari tiga hal yaitu wawasan kebangsaan,

intelegensia umum, dan karakteristik pribadi. Dia menilai Kemendikbud menginginkan para calon pegawainya

tersebut harus memahami dan mengamalkan empat pilar kebangsaan. Hal itu menurut dia sangat penting untuk bisa menjalankan tugas dengan penuh dedikasi dan integritas dalam semangat kebangsaan. “Tes mengenai wawasan kebangsaan sangat positif karena mereka harus paham sejarah Indonesia dan kondisi kontemporer kebangsaan saat ini,” ujarnya. Toto menjelaskan setelah TKD, para peserta yang lolos akan mengikuti Tes Kompetensi Bidang yang direncanakan pada akhir bulan November 2013. TKB itu menurut dia untuk mengetahui kemampuan bidang masing-masing peserta berdasarkan kebutuhan. “Misalnya untuk lowongan dosen, peserta harus ikut tes psikotes, kemampuan presentasi dan wawancara yang dibutuhkan ketika yang bersangkutan mengajar,” katanya. Tes CPNS di Kemendikbud dilakukan serentak di seluruh unit kerja di seluruh Indonesia. Di Kantor Pusat Kemendikbud Jakarta, tes dimulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB. (ant/bud)

WACANA rencana pemberlakuan denda kepada pengendara mobil dan sepeda motor yang menerobos jalur Busway di Ibukota Jakarta menegaskan kompleksitas kedisiplinan berlalu lintas di tengah masyarakat. Tergambar sekali betapa persoalan ketertiban berlalu lintas di negeri ini amat sangat parah. Berbagai upaya aparat hukum untuk mengatur lalu lintas sering terkendala sikap masyarakat yang tetap saja melakukan berbagai pelanggaran disamping tentu juga kadang karena inkonsistensi aparat penegak hukum sendiri. Di Jakarta, terkait kasus jalur Busway jauh sebelum rencana pemberlakuan denda, aparat sudah melakukan berbagai langkah. Misalnya, pernah pada setiap persimpangan ditaruh portal yang dibuka tutup saat Bus datang dengan harapan tak ada pengendara motor maupun mobil yang menerobos masuk menggunakan jalur Busway. Namun upaya itu gagal karena tetap saja selain Bus, kendaraan lain seenaknya masuk. Ketaktekunan petugas juga menjadi problem. Penjagaan kadang ada kadang tak ada. Bisa jadi ini terkait juga dengan problem anggaran. Lalu, pernah di beberapa jalur Busway pembatasnya dibuat lebih tinggi hingga sekitar setengah Berbagai meter. Namun, upaya aparat upaya yang sudah hukum untuk pasti menguras mengatur lalu anggaran yang tak lintas sering kecil itu, tak efektif. terkendala Pengendara mobil sikap dan motor pribadi masyarakat tetap saja menerobos, masuk melalui persimpangan jalan. Lagi-lagi di sini menggambarkan betapa ketakdisiplinan masyarakat sudah sampai pada tingkatan yang sangat menghawatirkan dalam berlalu lintas. Bahkan secara obyektif ketidakdisiplinan itu sudah sangat berbahaya karena terbukti makin meningkatkan tingkat resiko kematian berlalu lintas di negeri ini. Masyarakat Indonesia tentu masih ingat saat arus mudik lebaran tahun ini dan tahun-tahun sebelumnya. Angka kecelakaan sangat luar biasa tinggi, mendekati seribu orang yang meninggal dunia, dalam durasi waktu sangat pendek. Begitu luar biasanya tingkat korban kecelakaan lalu lintas di negeri ini Badan Kesehatan Dunia (WHO) sempat memberikan sorotan. WHO melansir, kecelakaan lalu lintas di negeri ini, menjadi pembunuh terbesar ketiga, di bawah penyakit jantung koroner dan tuberculosis/TBC. Data WHO tahun 2011 menyebutkan, sebanyak 67 persen korban kecelakaan lalu lintas berada pada usia produktif , yakni 22 – 50 tahun. Terdapat sekitar 400.000 korban di bawah usia 25 tahun yang meninggal di jalan raya, dengan rata-rata angka kematian 1.000 anakanak dan remaja setiap harinya. Kecelakaan lalu lintas merpakan fakta autentik penyebab utama kematian anak-anak di dunia, dengan rentang usia 10-24 tahun. Dengan paparan sederhana ini, persoalan ketaktertiban lalu lintas tak hanya menyebabkan ketaknyamanan dalam bentuk kemacaten, terganggunya aktivitas keseharian. Resiko lebih serius membentang di depan mata dalam bentuk kematian pengguna maupun masyarakat pejalan kaki dan lainnya. Makin terasa nilai penting tertib berlalu lintas di negeri ini. Tentu kita harus tetap optimis dengan langkah-langkah aparat hukum di DKI Jakarta untuk memberlakukan denda, betapapun pengalaman penertiban sebelumnya praktis kurang berhasil. Namun di sini, yang perlu mendapat catatan, karena terkait denda, kedisiplinan juga sangat dituntut dari aparat penegak hukum. Jangan sampai ada kompromi-kompromi penyelesaian di tengah ja- lan sehingga pemberlakuan denda, mengalami nasib sama seperti yang terjadi sebelumnya. =

Ayah “Berdasarkan hasil Tes ternyata bapak bukan yang bertanggungjawab atas kehamilan seorang wanita. Ternyata secara medis bapak mandul. Jadi bapak bebas dari tuduhan hukum,” jelas Matrawi pada seorang pria yang sedang berurusan dengan hukum. “Alhamdulillah saya bebas dari hukum,” kata pria paruh baya itu. Tapi tiba-tiba ia menangis sesegukan. “Lho kenapa bapak kok menangis,” tanya Matrawi heran. “Saya senang bebas dari hukum karena ternyata saya mandul. Saya kini bingung, siapa sebenarnya ayah tiga anak dari istri saya, yang ada di rumah,” ungkapnya, sedih.

TIDAK TERBIT

Cak Munali

Sehubungan cuti bersama 1 Muharram 1435 H. Koran Madura akan kembali terbit tanggal 6 Oktober 2013. Harap maklum.


2

NASIONAL

SENIN 4 NOVEMBER 2013 NO.0232 | TAHUN II

Tiket Capres Demokrat Belum Cukup Aman JAKARTA-Pemilu 2014 nanti menjadi ujian terberat bagi Partai Demokrat. Jika di Pemilu 2009, partai berlambang mercy ini hadir sebagai salah satu partai besar, jelang Pemilu 2014 elektabilitas partai penguasa tersebut terus jatuh terpuruk. Bahkan hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) terbaru menemukan tren partai yang didirikan SBY itu terancam tidak bisa mencapai syarat untuk mengajukan capres sendiri. “Tren dukungan yang terus merosot ini juga akan menyulitkan partai Demokrat. Selain kalah pamor dibandingkan dengan capres dari papan tengah lainnya (Prabowo dan Wiranto). Kondisi ini membuat pertarungan satu tiket capres dari partai menengah

makin sengit,” kata peneliti Ardian Sopa di kantor LSI, Jakarta, Minggu (3/11). Survei LSI didasarkan dari hasil wawancara 1.200 responden dengan metode sampling multistage random sampling dan margin error sebesar 2,9%.

Sebelumnya, tingkat elektabilitas partai Demokrat terus turun. Pada survei LSI bulan Oktober 2012, elektabilitas sebesar 14%, Maret 2013 turun ke angka 11,7 % hingga akhirnya anjlok hingga 9,8%. Menurut LSI elektabilitas Demokrat telah merosot dibawah 10 persen, yakni 9,8 persen. Tidak seperti dua parpol yang elektabilitasnya diatas 15 persen dan mendekati 20 persen, yakni PDI Perjuangan dan Golkar. “Dua partai ini tetap menjadi poros utama dan memimpin koalisi capres pemilu 2014,” kata dia. Dia menjelaskan, jika Demokrat gagal meraih suara lebih dari 15 persen, pertarun-

gan merebut tiket capres 2014 dengan parpol papan tengah

lainnya makin imbang. Sebab, parpol papan tengah potensial lainnya siap menyalip dan bertarung merebut tiket pencapresan tersebut. Dia pun memprediksi mungkin akan lahir poros tengah jilid dua, namun dengan komposisi yang berbeda dengan poros tengah di tahun 2004 yang berhasil mengalahkan Golkar dan PDI Perjuangan. “Dengan tren dukungan Demokrat yang terus merosot, tiket capres Demokrat tentunya belum aman,” cetusnya. Setidaknya ada empat partai dari poros tengah (partai papan tengah) yang akan diprediksi mampu bersaing meraih elektabilitas tinggi de-

ngan Demokrat. Padahal dari hasil survei LSI sebelumnya, Partai Demokrat berada di posisi tiga setelah Golkar dan PDI Perjuangan. “Tren dukungan yang merosot, tiket capres Demokrat tentunya belum aman. Karena partai politik papan tengah potensial lainnya siap menyalip dan bertarung (Gerindra, PAN, Hanura, Nasdem),” lanjut dia. Lebih jauh Ardian menerangkan, tren dukungan yang terus merosot ini juga akan menyulitkan Demokrat untuk sementara waktu hingga pileg 2014 membangun komunikasi politik dengan parpol lainnya. Karena, parpol lain masih dalam posisi “wait dan see”

dalam membangun komunikasi politik dengan koalisi dalam pilpres nanti. “Apalagi saat ini 11 kandidat capres peserta konvensi Demokrat masih kalah pamor dibanding dengan kandidat capres dari partai lainnya,” terangnya. Ardian pun menekankan, selain kalah pamor dan ketokohan, capres peserta konvensi Demokrat juga kalah pengalaman politik dibanding capres dari papan tengah lainnya, seperti Prabowo Subianto dan Wiranto. “Kondisi ini akan membuat pertarungan 1 tiket capres 2014 di antara partai papan tengah makin sengit,” pungkasnya. (gam/ abd)

POSISI KABARESKRIM

JELANG PEMILU 2014

Jadi Rebutan Elit Polri

Kemendagri Diklaim Biang Kerok Tingginya Golput

JAKARTA- Indonesian Police Watch (IPW) meminta kepolisian menggelar uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test dalam memilih Kepala Badan Reserse Kriminal Markas Besar Polri. Hal ini diklaim penting dan tepat untuk menghindari konflik internal sejumlah kelompok yang ingin menggadang calonnya sendiri. “Dengan adanya fit and proper test, penunjukan Kabareskrim tidak lagi atas dasar suka atau tidak suka pimpinan Polri, melainkan berdasarkan kualitas dan profesional kinerja sang calon,” kata Ketua Presidium IPW, Neta S Pane di Jakarta, Minggu (3/11). Seperti diketahui, sudah seminggu jabatan Kabareskrim dibiarkan kosong, setelah Kabareskrim Sutarman dilantik menjadi Kapolri. Wakapolri Komjen Oegroseno pernah mengatakan, Kabreskrim baru akan diumumkan pada Selasa pekan lalu, tapi hingga kini belum juga diumumkan. “Sepertinya ada tarik menarik yang tajam di elit Polri dalam menentukan Kabareskrim baru” urai dia. Pantauan IPW, kata Neta, menunjukkan ada tiga kekuatan di elit Polri, yang “bertarung” untuk saling menggolkan Kabareskrim jagoannya. Sehingga terjadi tarik menarik yang tajam di internal Polri. “Tarik menarik ini kian riuh tatkala unsur ekternal Polri mencoba ikut mempengaruhi situasi agar calonnya juga gol sebagai Kabareskrim,” tegasnya. Neta berpendapat nama calon Kabareskrim yang digadang-gadang setidaknya ada lima, Komjen Badroddin Haiti, Irjen Anas Yusuf, Irjen Arief Wahyudunadi, Irjen Suhardi Alius, dan Irjen Ronny Sompie. Kelima calon ini merupakan perwira Polri yang cukup berpengalaman di bidang reserse. (gam/abd)

JAKARTA- Komite Pemilih Indonesia (Tepi) memperkirakan angka golongan putih (golput) pada pemilu 2014 masih tinggi. Tingginya angka golput ini disebabkan data Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) yang dijadikan basis penyusunan Daftar Pemilih Tetap (DPT) sering bermasalah. “Salah satu tingkat golput yang tinggi, lantaran DPT yang tidak baik. Jadi, data Kemendagri ini biang keroknya, baik itu dalam pemilu untuk memilih anggota dewan atau pun pemilu eksekutif,” ujar Koordinator Tepi Jeirry Sumampow di Jakarta, Minggu (3/11).

JAKARTA-Sinergi Masyarakat Untuk Demokrasi Indonesia (SIGMA) meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk kembali menunda jadwal penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) karena sampai saat ini, lembaga penyelenggara pemilu itu belum juga mampu memperbaiki daftar pemilih yang bermasalah. Demikian disampaikan Direktur Eksekutif SIGMA, Said Salahudin dalam keterangan pers, Minggu (03/11). Rencananya, KPU akan mengumumkan secara resmi soal DPT pada hari ini, Senin (4/11). PDI Perjuangan dan Partai NasDem menyajikan sejumlah fakta terkait daftar pemilih yang akan segera ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Baik PDI Perjuangan maupun NasDem sama-sama menyarankan agar penetapan DPT diundur karena data yang disajikan KPU masih banyak kelemahan. Misalnya, data demografi penduduk banyak

Menurut Jeirry, amat disayangkan jika kekisruhan DPT semuanya dilontarkan dan ditimpakan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU). “Seharusnya tidak begitu. Sumber DPT adalah DP4 (Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu) dari Kemendagri,” tegas Jeirry. Untuk pemilu 2014 mendatang, Jeirry menilai KPU terlihat belum percaya diri. Hal ini lantaran buruknya fenomena penyelenggaraan pemilu pada 2004 dan 2009 soal data pemilih.”Ini menjadi trauma. Dulu banyak yang mengeluh

lantaran banyak penduduk tidak masuk ke DPT. Sekarang KPU tak mau masuk ke sana, kalau tak masuk DPT nantinya ada daftar pemilih khusus,” jelas Jeirry. “Orang masih bisa bertambah. Di hari H orang bisa ke TPS dengan menggunakan paspor, KTP dan identitas lainnya. Sehingga semakin kecil tingkat problem DPT kita,” tandasnya. Sementara itu, penetapan Daftar Pemilihan Tetap (DPT) yang akan diumumkan hari ini (Senin, 4/11) masih memiliki kendala. Ketua Perludem Didik Supriyanto mengatakan sedikitnya sudah dua kali proses DPT telah mengalami penundaan. Pertama, penundaan penetapan DPT di tingkat kabupaten atau kota tidak sesuai jadwal. Kedua, penundaan penetapan rekapitulasi DPT secara nasional oleh KPU pada tanggal 23 Oktober 2013, diundur atas rekomendasi Bawaslu hingga tanggal 4 November 2014. “Kami melihat terhambatnya DPT karena masalah sistem, masalah sistem pendataan, dan masalah operasional,” ujar Didik Supriyanto dalam jumpa pers di Cikini, Jakarta, Minggu (3/11). Perludem meminta KPU, Bawaslu, dan partai politik untuk mengoptimalkan keberadaan DPT 2014. Selain itu menurut Didik, partai politik hanya beberapa saja yang komplain mengenai kisruh DPT. “Sebenarnya kita ingin dengar partai politik, tidak benar juga kalau partai tidak memiliki data,” kata Didik. Menurutnya, data pemilih itu sudah diberikan ke level kecamatan. “Permasalahannya kan partai ini tidak komplain. Salah satu contoh di Kalimantan Timur dia dapat kok data pemilih sementara pengurus kecamatan. Partai lain tidak ada yang peduli,” ujar Didik. (gam/abd)

memanfaatkan karut-marut DPT sebagai senjata untuk mengajukan sengketa hasil Pemilu di MK, misalnya. Sebab, merujuk pendapat hukum 9 Hakim Konstitusi yang tertuang melalui Putusan PHPU No.108-109 tahun 2009, keberatan terkait DPT adalah materi keberatan yang harus ditolak (void) atau setidaktidaknya tidak dapat diterima. Soal pemilih ganda, lanjut Said misalnya, tidak ada kaitannya dengan parpol atau caleg mana yang akan diuntungkan. Tidak dengan sendirinya seseorang yang terdaftar lebih dari 1 kali dalam DPT dapat menggunakan hak pilihnya lebih dari 1 kali. “Karena di TPS ada pengawasan yang melibatkan banyak unsur, mulai dari pengawas Pemilu, pemantau Pemilu, masyarakat, serta perwakilan parpol yang menjadi saksi,” tegasnya. Ketua DPR RI Marzuki Alie juga meminta agar pengumuman DPT ditunda terlebih dahulu, tanpa harus meng-

ganggu proses pemilu itu sendiri. Sebab, perbaikan dan kejujuran atas DPT itu untuk mengembalikan kepercayaan rakyat terhadap kualitas pemilu dan demokrasi lima tahunan itu. Marzuki Alie sendiri mengaku belum memiliki EKTP, karena KTP lama masih berlaku. “Jadi, sebaiknya KPU, Bawaslu, dan DPR menuntaskan DPT terlebih dahulu sebelum ditetapkannya DPT. Itu penting, karena DPT itu akan menentukan kualitas demokrasi,” tegas dia. Menurut Marzuki, 10,8 juta atau 14 juta DPT yang bermasalah tersebut sangat besar dan bisa mempengaruhi hasil pemilu. Karena itu dia meminta KPU Bawaslu, dan Kemendagri mengajak DPR RI untuk mencari solusi terbaik sebelum ditetapkan. “Soal apakah Mendagri Gamawan Fauzi siap mundur dengan DPT dan E-KTP yang bermasalah dan belum tuntas ini, maka itu tanyakan saja ke Mendagri” ujarnya. (gam/aji)

Salah satu tingkat golput yang tinggi, lantaran DPT yang tidak baik. Jadi, data Kemendagri ini biang keroknya, baik itu dalam pemilu untuk memilih anggota dewan atau pun pemilu eksekutif

Jeirry Sumampow Koordinator Tepi

ant/yudhi mahatma

MASALAH PENETAPAN DPT PEMILU 2014. Ketua Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Didik Sipriyanto memaparkan temuan masalah penetapan DPT Pemilu 2014, Jakarta, Minggu (3/11). Perludem menyatakan bahwa penetapan Daftar Pemilih Tetap Pemilu 2014 merupakan kewenangan KPU Kabupaten/Kota, DPT ditetapkan bedasarkan daftar pemilih sementara hasil perbaikan (DPSHP), sesuai dengan UU No.8 tahun 2012 pasal 38 ay.1 tentang Pemilu.

yang tidak akurat, seperti data orang yang sudah meninggal namun masih tercantum dalam DPT, adanya nama pemilih ganda, hingga ada nama DPT fiktif.. Menurut Said penundaan dimaksudkan supaya KPU bisa terus melakukan perbaikan agar DPT yang dihasilkan nantinya benar-benar akurat. “Sepanjang penundaan tidak berdampak pada terganggunya persiapan logistik Pemilu, apa alasannya DPT harus buru-buru ditetapkan?,” tanya Said. Namun demikian, ujar Said, penundaan bukan berarti tanpa batasan waktu. KPU, Bawaslu, Peserta Pemilu, dan perwakilan pemilih perlu menyepakati bersama batas waktunya agar ada kepastian hukum. Dia pun berpendapat dalam masa penundaan itu nantinya setiap pihak diharapkan bisa memberikan temuan data pemilih yang masih bermasalah kepada KPU. “Tidak boleh lagi hanya asal ngomong tanpa disertai

DATA PEMILIH TETAP

Jangan Paksa Segera Ditetapkan

data. Nah, masa penundaan itu nantinya sekaligus menjadi kesempatan terakhir

bagi parpol untuk memperjuangkan hak memilih kepada konstituennya,” lanjutnya.

Lebih jauh Said berpendapat parpol harus membuang jauh-jauh pikiran untuk


3

SENIN 4 NOVEMBER 2013 NO.0232 | TAHUN II SENIN 4 NOVEMBER 2013 NO.0232 | TAHUN II

Liputan Khusus

illustrasi

Di Bawah Bayang-bayang Spionase AS I

NFORMASI rahasia yang “dibocorkan” mantan konsultan Badan Keamanan Nasional (NSA) AS Edward Snowden bahwa terdapat 90 negara, termasuk Indonesia, yang disadap oleh badan intelijen AS dan Australia, memunculkan indikasi bahwa Indonesia merupakan sasaran penyadapan.

Indonesia adalah bangsa yang besar, baik dari luas wilayah maupun jumlah penduduknya, letak geografisnya juga amat strategis. Indonesia tumbuh sebagai negara demokrasi terbesar ketiga setelah Amerika Serikat dan India. Indonesia juga merupakan negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia. Belum lagi dinamika di Tanah Air tak jarang menjadi perhatian dunia internasional dan banyak kepentingan asing di negeri ini seperti penanam modal asing atau perwakilan asing. Kondisi geopolitik dan geostrategis seperti itu tak heran bila menjadikan Indonesia sebagai sasaran penyadapan bagi pihak asing yang memiliki berbagai kepentingan di Indonesia. Mereka selalu ingin tahu lebih dahulu atas berbagai hal yang terjadi di

Indonesia termasuk berbagai kecenderungan yang bakal terjadi. Mantan petinggi Badan Intelijen Stategis (BAIS) TNI Mayjen (Purn) Glenny Kairupan menyatakan bahwa Indonesia memang menjadi sasaran penyadapan oleh berbagai kalangan asing karena Indonesia sangat strategis. Apalagi saat ini merupakan era “perang teknologi”. Bangsa yang unggul dalam teknologi, termasuk teknologi penyadapan, bisa mendapatkan informasi dan pengetahuan yang lebih banyak dibandingkan dengan negara lain. Perwira tinggi di Direktorat B Urusan Luar Negeri BAIS TNI itu menyatakan perlu kemampuan untuk melakukan pengamanan dan menangkal penyadapan. “Kita juga mesti mampu untuk

melakukan ‘jamming’ dan mengganggu komunikasi pihak yang menyadap,” katanya. Ia menceritakan sewaktu era pemerintahan Presiden Soeharto, pengamanan terkait pembicaraan rahasia dan penting seorang kepala negara dilakukan oleh BAIS TNI. Ia tidak tahu apakah kini masih berlaku seperti itu. Pensiunan perwira tinggi yang seangkatan dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat di Akademi Militer Nasional Angkatan 1973 itu mengakui bahwa London terkenal dalam dunia sadap-menyadap dalam kaitan intelijen dan diplomatik, sehingga tidak mengherankan muncul peristiwa yang menimpa kepala negara Asia, termasuk terhadap Presiden Yudhoyono. Mengenai bagaimana mengantisipasinya, ia mengemukakan pentingnya simpul-simpul pengamanan presiden meyakinkan bahwa pembicaraan melalui telepon hendaknya dilakukan hanya untuk yang disebutnya “berjanji untuk bertemu di suatu tempat”. “Jadi, pembicaraan telepon tidak pada konten atau substansi strat-

egis, itu paling tidak upaya untuk menghindari substansi pembicaraan strategis disadap,” katanya. Dalam perspektif lain, Ketua Komisi I DPR RI Mahfudz Siddiq menilai penyadapan atas Presiden Yudhoyono di London pada KTT G20 1-2 April 2009 terjadi lewat satelit karena selama ini Indonesia masih menyewa satelit untuk sistem komunikasi kenegaraan. “Penyadapan terhadap sistem komunikasi kenegaraan kita sangat rawan. Karena sistem proteksi intersepsi masih belum maksimal. Misalnya saja kita masih sewa satelit swasta untuk sistem komunikasiinformasi,” ujarnya. Situasi itu sangat memungkinkan jika komunikasi kenegaraan Indonesia disalahgunakan oleh pihak lain untuk kepentingan tertentu. Menjadi urgen bagi Indonesia untuk menata kembali keamanan sistem komunikasi-informasi kenegaraannya, termasuk harus memiliki satelit khusus yang dikontrol negara, ujarnya. Dalam dunia keamanan sangat dimungkinkan sebuah negara menyadap negara lainnya. Namun

3 hal itu tidak disadari oleh semua pihak khususnya Indonesia. Bahkan bukan tidak mungkin komunikasi Presiden SBY tidak hanya disadap oleh intelejen Inggris saja. “Ini warning penting. Saya mengusulkan pemerintah Indonesia segera mengadakan satelit khusus untuk sektor pertahanan dan keamanan dan khususnya sistem komunikasi lembagalembaga tinggi negara,” katanya. Dari kasus penyadapan itu tampaknya perlu pembenahan ke dalam, misalnya, prosedur dan ketetapan keamanan Presiden dievaluasi sehingga penyadapan tersebut bisa dihindari. Selain itu juga perlu mengoptimalkan peran Lembaga Sandi Negara dalam menangkal berbagai kegiatan yang patut diduga berupa penyadapan. Lembaga Sandi Negara, ujarnya, mempunyai sejumlah tugas pokok, antara lain, menetapkan kebijaksanaan pelaksanaan di bidang persandian negara sesuai dan berdasarkan kebijaksanaan umum pemerintah. Selain itu juga mengatur, mengkoordinasikan dan mengendalikan hubungan persandian dan kegiatankegiatan badan-badan persandian terutama dalam pengamanan dan pemberitaan rahasia negara. Selain memiliki tugas mengamankan informasi rahasia negara, Lembaga Sandi Negara juga memiliki tugas lain, yaitu memperoleh informasi melalui analisis informasi rahasia pihak asing. Informasi tersebut diperoleh dengan melakukan kegiatan intelijen sinyal. Kegiatan memperoleh informasi asing tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan salah satu fungsi intelijen, yaitu fungsi penyelidikan. Sehingga Lemsaneg memiliki dua misi utama yaitu penjaminan keamanan informasi, dan intelijen sinyal. Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Norman Marciano menegaskan saat seorang kepala negara melakukan kunjungan ke suatu negara maka yang bersangkutan seharusnya mendapatkan jaminan keamanan, tidak hanya dalam melakukan kegiatannya, namun juga keamanan informasi. Informasi penyadapan ini membuat Indonesia berupaya semaksimal mungkin untuk mengevaluasi sistem pengamanan sehingga tidak terjadi kebocoran yang tidak perlu. Perkembangan teknologi yang sangat cepat dasawarsa ini menuntut kecakapan khusus untuk mengimbangi agar informasi negara tidak dengan mudah bocor. Terpenting memang Indonesia tidak perlu membalas penyadapan dengan aksi penyadapan, lanjut dia. Sebagai negara bersahabat, penyadapan sebenarnya tidak perlu dilakukan karena persahabatan tumbuh berdasarkan sikap saling percaya dan diplomasi yang berjalan baik. (ant/bud)

PENYADAPAN

Pengamat Apresiasi Sikap Pemerintah JAKARTA- Pengamat Hubungan Internasional Hikmahanto Juwana mengapresiasi sikap Pemerintah Indonesia yang melayangkan surat protes dan meminta penjelasan dari Amerika Serikat dan Australia terkait kabar penyadapan. “Tindakan Menlu (Marty) Natalegawa dengan melayangkan surat protes dan meminta penjelasan dari dua negara yang menyadap sudah tepat. Kini Indonesia menunggu tanggapan resmi dari kedua negara,” kata Hikmahanto di Jakarta, Minggu. Ia mengatakan, bila Indonesia menganggap penjelasan resmi sudah memadai maka isu penyadapan akan selesai sampai situ. Namun, tambah dia, bila Indonesia tidak puas dengan penjelasan dari AS dan Ausralia maka Indonesia dapat melakukan tindakan pengusiran atau persona nongrata atas sejumlah diplomat yang bertugas di Kedubes AS dan Australia di Jakarta. “Bahkan pemerintah Indonesia dapat memanggil pulang Dubes Indonesia di Amerika dan Australia, bahkan memperkecil diplomat yang bertugas di pewakilan kedua negara,” katanya. Sikap itu, kata dia, diambil sebelum tindakan keras berupa pemutusan hubungan diplomatik. “Semua akan bergantung pada bagaimna reaksi pemerintah Indonesia terhadap insiden penyadapan,”

ujarnya. Pemerintah Jerman dan Brazil, kata dia, telah mengungkap kemarahannya dengan mengusulkan ke PBB tentang draf resolusi terkait hak privasi. Lebih lanjut ia mengatakan jika terkuaknya penyadapan oleh AS dan Australia bukan didasarkan

Bahkan pemerintah Indonesia dapat memanggil pulang Dubes Indonesia di Amerika dan Australia, bahkan memperkecil diplomat yang bertugas di pewakilan kedua negara

Hikmahanto Juwana Pengamat

atas hasil kerja dari BIN melainkan pengkhinatan yang dilakukan oleh mantan pegawai kontrak Badan Keamanan Nasional (NSA), Edward Snowden. Snowden, kata dia, telah mengungkapkan penyadapan yang dilakukan oleh AS di Jerman, China, Malaysia, bahkan Indonesia. Ia menilai tindakan penyadapan dilakukan untuk mengumpulkan informasi secara ilegal sehingga pemerintah AS atau Australia dapat

mengetahui terlebih dahulu serta mengantisipasi kebijakan yang akan dibuat oleh pemerintah Indonesia. “Penyadapan dianggap tidak sehat dalam melakukan hubungan internasional karena didasarkan pada kecurigaan dan keinginan untuk terlebih dahulu tentang kebijakan yang diambil oleh pemerintah dari negara yang akan disadap,” katanya. Penyadapan, kata Hikmahanto, juga dianggap bertentangan dengan hukum internasional karena tindakan tersebut tidak sesuai dengan norma yang diatur dalam Konvensi tentang Hubungan Diplomatik. Sang Whistelblower Sementara itu sanga Whistelblower, Edward Snowden kini dikabarkan berada di Rusia. Menurut anggota parlemen Jerman dari oposisi Christian Stroebele --yang bertemu dengan mantan kontraktor Badan Keamanan Nasional (NSA) AS tersebut pada Kamis (31/10)-- Snowden bersedia membantu Berlin dalam penyelidikannya mengenai kemungkinan tindakan mata-mata AS di Jerman. “Saya sangat ingin berbicara dengan anda di negara anda ketika situasi dapat diselesaikan, dan terima kasih atas upaya anda untuk menegakkan hukum internasional yang melindungi kita semua,” kata Snowden di dalam surat yang ditujukan kepada Merkel, Parlemen Jerman dan jaksa federal Jerman. Snowden mengatakan Pemerintah AS terus memperlakukan per-

istimewa

WHISTEL BLOWER. Sejak berbicara ke publik bahwa Amerika Serikat menyadap kurang lebih 90 negara, wajah Edward Snoden menghiasai halaman depan berbagai surat kabar di seluruh penjuru dunia dan menjadi topik pembicaraan diberbagai media jejaring sosial. bedaan pendapat sebagai pembelotan dan berusaha memidanakan orang yang berpidato politik dengan tuntutan berat tanpa memberi orang itu kesempatan untuk membela diri. Ia juga menyampaikan keyakinan bahwa dengan dukungan masyarakat internasional buat dia, Pemerintah AS akan meninggalkan prilakunya yang berbahaya. Menurut Peskov, bahan yang diperoleh media Jerman tidak berasal dari Rusia, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Sabtu malam. Snowden sebelumnya telah mengatakan ia telah menyerahkan

semua arsipnya kepada wartawan saat ia berada di Hong Kong dan sama sekali tak memiliki ke informasi tersebut lagi, kata Kommersant. Stroebele menyatakan Snowden siap melakukan perjalanan ke Jerman untuk bersaksi atau bersaksi di Rusia. Namun, Pengacara Snowden Anatoly Kucherena mengatakan kepada media Rusia pada Jumat bahwa tak mungkin bagi Snowden untuk meninggalkan Rusia untuk ditanyai oleh jaksa penuntut umum Jerman tapi ia dapat memberi kesaksian di dalam Wilayah Rusia. (ant/kus)


4

LINTAS JATIM

SENIN 4 NOVEMBER 2013 NO.0232 | TAHUN II

BALAP SEPEDA

Pebalap Iran Menangi Etape Terpanjang Tour Ijen

ant /sahlan kurniawan

PANGANTAN JHAMANG. Sejumlah pebalap berusaha saling mendahului pada Road Race di Sirkuit Senggol Tulungagung, Jatim, Minggu (3/10). Road Race Bupati Cap yang diikuti oleh ratusan pebalap motor dari Jatim dan Jateng tersebut digelar dengan tujuan mencari bibit pebalap muda potensial.

KRIMINAL

Polisi Tangkap Pencuri Dua Kodi Gembok SURABAYA - Pemuda berinisial ST (17) warga Tambak Mayor Surabaya, ditangkap polisi karena mencuri dua Kodi gembok di sebuah toko yang berada di Jl. Pasar Turi Surabaya milik Janudin Rustan (42) warga Darmo Baru Barat Surabaya. Kapolsek Bubutan, Kompol Suryo Hapsoro mengatakan, penangkapan bermula dari adanya laporan dari security, bahwa sering terjadi barang hilang di toko tersebut. Kemudian anggota reskrim Polsek Bubutan melakukan penyelidikan dan penjebakan terhadap tersangka. "Setelah mengetahui gerak-gerik tersangka, kami langsung melakukan penjebakan saat tersangka akan melakukan aksi pencurian. Kami kepung, dan akhirnya tersangka ST dapat kami tangkap," kata Kompol Suryo Hapsoro kepada wartawan,

Minggu (3/11). Dia menambahkan, saat melakukan aksinya, tersangka ST dibantu rekannya yang merupakan karyawan toko tersebut. "Saat upaya penangkapan, rekan tersangka lainnya yang berinisial SYF berhasil melarikan diri. Kami sudah mengantongi identitasnya, dan kami tetapkan sebagai DPO. Anggota saya sedang melakukan upaya pengejaran," kata dia. Suryo menambahkan, menurut pengakuan tersangka, pencurian ini kedua kalinya dilakukan di toko yang sama. Dengan cara bekerjasama dengan karyawan toko yang saat ini buron, tersangka mengambil gembok dan membawa keluar melalui atas toko. Polisi berhasil mengamankan barang bukti dua kodi gembok pintu hasil pencurian. (ddy)

BANYUWANGI - Pebalap dari tim Tabriz Petrochemical Iran Pourseyedigolakhair Mirsa memenangi etape kedua dan terpanjang pada lomba balap sepeda internasional "Banyuwangi Tour de Ijen 2013" yang menempuh jarak sejauh 190 kilometer, Minggu (3/11). Pourseyedigolakhair menyentuh garis finis pertama di kawasan obyek wisata Pantai Pulau Merah, Kecamatan Pesanggaran, dengan catatan waktu tercepat 4 jam 56 menit 48 detik. Posisi kedua ditempati pebalap tim Aisan Racing Jepang Masakazu Ito yang terpaut 1 menit 04 detik dan John Kronborg Ebsen (Danish District Denmark) dengan selisih waktu 1 menit 09 detik. Balapan etape kedua sudah berlangsung sengit sejak dilepas Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dari depan Stadion Bajulmati di Kecamatan Wongsorejo. Sejumlah pebalap sudah langsung melepaskan diri dari rombongan saat memasuki kilometer 10, di antaranya Edmund Hollands (Eddy Hollands Australia), Jimmy Pranata (PSN Irlandia), Loh Sea Keong (OCBC Singapura), Rosdi Mohd Nur

Umardi (Terengganu Malaysia), dan Khairul Fajrin Bagus (Jatayu Jawa Tengah). Namun, pebalap terdepan bisa dikejar rombongan pebalap di belakangnya setelah intermediate sprint pertama di kilometer 31,1 di depan kantor Pemkab Banyuwangi yang menempatkan Loh Sea Keong di posisi terdepan. Pertarungan ketat mulai terjadi saat memasuki medan tanjakan di Kecamatan Licin dan Kabat, dimana para "climber" Tabriz seperti Ghader Mizbani dan Saeid Safarzadeh, kemudian Takaeaki Ayabe dan Yoshimtsu Hiratsuka (Aisan), serta John Ebsen Kronborg (Danish District) mulai unjuk kemampuan. Tidak ketinggalan pebalap gaek Tonton Susanto (BRCC Banyuwangi), Fito Bakdo Prilanji (CCN Brunei), serta dua pebalap RTS Santic yakni Rahim Emami dan Amir Zargari juga memanaskan persaingan rute tanjakan. Akan tetapi, pebalap Tabriz Pourseyedigolakhair Mirsa justru tampil mengejutkan dan melesat sendiri pada 10 kilometer terakhir menjelang finis untuk memenangi etape kedua. (ant/dik)

Jemaah Haji Didominasi Kelas Menengah ke Bawah SURABAYA - Mayoritas haji asal Jawa Timur bukan dari kalangan orang kaya, tetapi warga biasa seperti petani, ibu rumah tangga, pegawai negeri sipil, pelajar, pedagang, swasta, anggota TNI/Polri, dan lainnya. "Mungkin yang bisa dianggap dari kelompok kaya adalah kalangan BUMN, tapi jumlahnya hanya 1,13 persen," kata Sekretaris PPIH Debarkasi Surabaya HM Asyhuri di Surabaya, Minggu (3/11). Ia menjelaskan haji asal Jatim tahun 2013 berjumlah 28.448 orang yang meliputi swasta sebanyak 9.060 orang atau 31,85 persen, ibu rumah tangga sebanyak 5.390 orang atau 18,95 persen. Kemudian petani sebanyak 5.118 orang atau 17,99 persen, PNS sebanyak 4.685 orang (16,47 persen), pedagang 2.231 orang (7,84 persen), dan pelajar 519 orang (1,82 persen). Dari kalangan TNI/Polri

mencapai 304 orang atau 1,07 persen dan kelompok lain-lain sebanyak 820 orang atau 2,88 persen. "Satu lagi dari kalangan BUMN sebanyak 321 orang atau 1,13 persen," katanya. Menurut dia, data haji di Jatim dari tahun ke tahun juga menunjukkan data yang hampir sama dengan dominasi kalangan swasta, petani, PNS, ibu rumah tangga, dan pedagang. "Kalangan swasta itu bisa nelayan, tukang becak, dan sejenisnya, sedangkan pedagang juga umumnya pedagang kecil di pasar, pracangan (pedagang kelontong). Jadi, 90 persen lebih orang tak mampu," katanya.

Namun, katanya, jika kalangan swasta dianggap mampu dan ditambah dengan kalangan BUMN, maka jumlahnya pun mencapai 9.381 orang atau 32,98 persen. "Artinya, haji Jatim berasal dari kalangan yang tidak mampu masih berjumlah 67,02 persen orang atau hampir 70 persen, padahal kalangan swasta umumnya juga bukan swasta kelas atas," katanya. Ia mencontohkan di Jawa Timur pada musim haji 2013 ada tukang becak, juru parkir, pemulung, pedagang rongsokan, loper koran, dan kalangan miskin lainnya yang menunaikan ibadah haji. "Mereka bisa menunaikan ibadah haji dengan berbagai cara, seperti menabung selama 10-20 tahun, bahkan tukang becak itu menabung selama 26 tahun atau pemulung yang menabung hampir 20 tahun," katanya. (ant/edy/dik)

ant/m risyal hidayat

KEDATANGAN JEMAAH HAJI. Jemaah haji yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) pertama asal Debarkasi Surabaya tiba di Bandara Internasional Juanda Surabaya, di Sidoarjo, Jatim beberapa hari yang lalu.

ANTISIPASI TINDAK KRIMINAL

PENDIDIKAN

Polrestabes Surabaya Tingkatkan Razia

SMAN 18 Terapkan Rapor Berbasis Online

SURABAYA - Mengantisipasi maraknya tindak kriminal dalam kota, Polrestabes Surabaya melakukan langkah pencegahan dengan menggelar razia di Jl kedung cuwek sisi timur. Razia dengan sasaran utama sajam dan narkoba tersebut, mengerahkan se-

SURABAYA - Sekolah Menengah Umum (SMU) 18 Surabaya mulai menerapkan hasil studi (rapor) berbasis pendidikan karakter dan siap menuju sistem online guna melaksanakan sistem kurikulum pendidikan 2013. Sistem laporan hasil belajar ini berbeda dengan sebelumnya, karena kali ini orang tua siswa akan menerima sebanyak 7 lembar dengan berbagai penilaian. “Orang tua akan menerima rapor mulai dari hasil pelajaran hingga penelian sikap siswa yang berhubungan dengan tuhannya maupun hubungan sosial, dan kami siap online jika sudah ada intruksi dari dinas pendidikan. Namun, untuk sementara rapor bisa dilihat melalui LAN (Local Area Network),” ujar Wakil Kepala Bidang Akademik SMUN 18 Surabaya, Mamik Suparmi, Minggu (3/11). Mamik Suparmi menjelaskan, sistim penerimaan rapor tersebut mulai diterapkan pada rapor sisipan pada bulan November dan rapor akhir semester pada bulan Desember 2013. “Sekolah SMUN 18 adalah salah satu sekolah sasaran kurikulum 2013, hal ini bertujuan agar

Razia malam ini merupakan tindakan rutin untuk mengantisipasi tindak kriminalitas, dimana biasanya kejahatan itu sendiri dimulai dari jalanan, oleh karena itu kami melakukan tindak pencegahan,”

Sudamiran

Kabag ops Polrestabes Surabaya banyak 185 petugas, kebanyakan pengendara yang tidak menggunakan Helm, khususnya anak muda. Salah satu pengendara motor, Bagas (15) warga bulak rukem timur, mencoba melarikan

diri akibat tidak menggunakan helm, akibatnya Bagas jatuh. Beruntung, Bagas tidak mengalami luka yang berarti, petugas langsung mengamankannya dan memberi pertolongan pertama. "Kami memberinya pengobatan pertama, dia bermaksud menghindari petugas dan terjatuh," terang Kabag ops Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran. Meski tidak menghasilkan target utama, petugas dapat mengamankan 46 orang yang tidak mendapat identitas, 45 tilang dari bebagai pelanggaran, serta 4 kendaraan yang tidak dilengkapai surat surat hingga kendaraannya diangkat ke Mapolrestabes. "Razia malam ini merupakan tindakan rutin untuk mengantisipasi tindak kriminalitas, dimana biasanya kejahatan itu sendiri dimulai dari jalanan, oleh karena itu kami melakukan tindak pencegahan," terang Sudamiran. Diharapkan, dengan rutinitas razia di jalanan, angka kejahatan bisa berkurang,terutama pencurian dengan kekerasan dan peredaran narkoba. (ddy)

ATRAKSI TONG SETAN. Pengendara sepeda motor melibatkan pengendara sepeda melakukan atraksi Tong Setan di pasar malam Alun-alun Kabupaten Ponorogo, Jatim, Sabtu kemarin.

ant/fikri yusuf

melalui proses pendidikan ini anak dilatih dengan kreatif, karena penilaian nanti mirip dengan perguruan tinggi,” jelasnya. Mamik Suparmi menambahkan, rapor ini nantinya akan berisi dengan berbagai diskripsi penilaian para guru, penilaian antar teman dengan berbagai catatan ulangan dan akan dimasukkan pada porto folio anak, “Jadi orang tua siswa akan menerima sebanyak 7 lembar rapor, orang tua akan mengetahui hasil pendidikan dan sikap sikap siswa di sekolah,”tegasnya Sementara itu, Kepala SMUN 18, Suwandi mengatakan ia tidak pernah merasa kesulitan dalam menerapkan kurikulum 2013 di SMUN 18 sebab banyak dibantu dengan kualitas para pengajar maupun berbagai masukan para pengawas maupun komite sekolah yang memberikan saran untuk peningkatan mutu sekolah. “Semua sekolah memang berkeinginan menjadikan Surabaya sebagai barometer pendidikan di Jawa Timur, sehingga semua memacu kinerjanya dan meningkatkan mutu pendidikan termasuk SMUN 18”, tandasnya. (han)


LINTAS JATIM

5

SENIN 4 NOVEMBER 2013 NO.0232 | TAHUN II

WACANA CALON PRESIDEN

PILWAWALI

Hatta Rajasa Belum Mau Bicara Pilpres

Pemilihan Bisa Molor

Sudirjo

Sekretaris Panlih Wawali SURABAYA – Pemilihan Wakil Walikota Surabaya terancam molor sebab Panitia Pemilihan Wakil Walikota (Panlih Wawali) Surabaya lebih mementingkan penuntasan pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2014 dibandingkan menggelar Pilwali Rabu (6/11) mendatang. Sekretaris Panlih Wawali, Sudirjo mengatakan, memang Panlih lebih memilih membahas RAPBD Surabaya 2014 daripada menggelar Pilwawali secara mendadak. Apaalgi kesiapan Panlih dalam Pilwawali itu juga belum siap benar. “Sampai saat ini, belum ada kepastian rencana Pilwawali pada tanggal 6 November bisa dilaksanakan. Sebab, berdasarkan perkiraan yang dibuat Panlih, paling lambat pemilihan baru bisa dilangsungkan pada tanggal 15 November. Itu yang saya rasakan,” jelas Sudirjo, Minggu (3/11). Sudirjo menyebutkan, mulai saat ini sebenarnya anggota DPRD Surabaya sedang disibukkan dalam membahas RAPBD Surabaya tahun 2014. Sehingga, menurutnya sangat riskan jika pemilihan dipaksakan pada tanggal tersebut. “Tanggal tersebut adalah sibuk-sibuknya membahas APBD. Nanti pas pemilihan terus nggak kuorum dimasalahkan lagi,” ujarnya. Pembahasan APBD 2014, kata Sudirjo, dinilainya cukup penting karena menyangkut hajat hidup seluruh warga Surabaya. Sebab belajar pada pengalaman tahun sebelumnya, akibat terlambatnya pengesahan APBD Kota Surabaya, ternyata memiliki efek yang luar biasa terhadap penyerapan anggaran dalam satu tahun. Menurut Sudirjo, Pilwawali dilakukan lebih cepat sebenarnya juga cukup baik. Tapi ia khawatir jika persiapan yang dilakukan tidak sempurna justru akan menjadi masalah baru. Apalagi alat peraga pemilihan wawali juga belum disiapkan Panlih. Senada dengan Sudirjo, Ketua Panlih Eddie Budi Prabowo juga mengaku, heran dengan penetapan 6 November sebagai hari Pilwawali. “Saya minta ini direvisi, karena Panlih sendiri belum menyiapkan berbagai kebutuhan untuk penyelenggaran Pilwawali tersebut,” ujarnya. (ara)

han/koran madura

SEPI. Pipa siluman sering mengeluarkan cairan warna hitam pekat diambil dari jarak jauh yang diduga berasal dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo, Surabaya. Pipa berdiameter sekitar 25 centimeter yang menjorok ke dalam bibir sungai atau Kali Lamong yang lokasinya masuk wilayah Dukun Gendong, Romokalisari, Surabaya.

Pencemaran di Kali Lamong Semakin Parah KJPL Desak Pempus Cabut Gelar Kota Adipura Surabaya SURABAYA - Kota Surabaya tidak layak meraih penghargaan Adipura karena diduga melakukan pencemaran di Kali Lamong. Penilaian tersebut diberikan oleh Komunitas Jurnalis Peduli Lingkungan (KJPL) Indonesia karena organisasi wartawan tersebut menemukan adanya sejumlah pipa 'siluman' pembuangan limbah berbahaya, yang diduga berasal dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo Surabaya ke Kali Lamong, hingga mengakibatkan pencemaran di kawasan tersebut.

Ketua KJPL Indonesia Teguh Ardi Srianto kemarin mengungkapkan dari pengamatan lapangan dan investigasi yang dilakukan Tim KJPL Indonesia selama dua bulan di Kawasan Pantai Utara Surabaya, khususnya di Kali Lamong dan Pulau Galang, di perbatasan Surabaya dan Gresik, ditemukan beberapa kondisi yang sangat memprihatinkan dan segera perlu mendapatkan penanganan serta penindakan dari para pemangku kebijakan yang mengawasi dan melakukan pengelolaan lingkungan hidup di kawasan Pantai Utara Surabaya. "Kami menemukan “pipa siluman” yang diduga berasal dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo, Surabaya," kata Teguh. Teguh menceritakan, saat itu timnya hendak melakukan pemantauan dan pengambilan gambar kondisi mangrove dan burung di pantai utara Surabaya. Pada saat melintas di sepanjang Kali Lamong, khususnya di sekitar Dukun Gendong Romokalisari Surabaya, timnya terkejut karena menemukan pipa berdiameter sekitar 25 centimeter yang menjorok ke dalam bibir sungai atau Kali Lamong, yang lokasinya masuk wilayah Dukun Gendong, Romokalisari, Surabaya dan berseberangan dengan wilayah Desa Prambangan, Kebomas, Kabupaten Gresik. Dari temuan itu, Tim KJPL Indonesia berusaha menelusuri pangkal dari pipa yang terlihat dari bibir Kali Lamong, dan diduga kuat, pipa itu berasal dari Kawasan TPA Benowo, yang masuk wilayah

Kota Surabaya. “Pipa Siluman” itu ditanam dengan kedalaman sekitar 50 centimeter ke dalam tanah, memanjang ke arah TPA Benowo, sekitar 1,5 km dari lokasi bibir Kali Lamong," ujarnya. Menurut Teguh, beberapa saksi mata mengatakan baik nelayan maupun warga disekitar mengungkapkan, ke-

Teguh Ardi Srianto Ketua KJPL Indonesia

beradaan pipa siluman itu ternyata sudah lama dan masyarakat di sekitar lokasi tidak tahu harus melapor kemana. Mereka juga menyaksikan sendiri beberapa kali “pipa siluman” itu mengeluarkan cairan warna hitam pekat di kali Lamong. Akibat dari pembuangan cairan itu, ikan di kali Lamong banyak yang mati, bahkan sampai empat hari, kondisi air di kali Lamong warnanya hitam pekat dan mengakibatkan para nelayan di pantai utara Surabaya dan kawasan Gresik, tidak bisa melaut untuk mencari ikan, karena airnya tercemar. "Satu di antara nelayan di sekitar lokasi mengatakan, se-

lain mencemari Kali Lamong, cairan yang keluar dari “pipa siluman” itu juga mengakibatkan bau yang tidak sedap, waktu terhirup. Biasanya pembuangan cairan limbah dilakukan pada malam hari dan waktu kondisi air laut sedang pasang, sehingga cairan yang keluar dari pipa itu, tidak terlihat karena kondisi gelap,” ungkap Teguh. Dengan kondisi yang ada, KJPL Indonesia mendesak semua pemangku kebijakan untuk serius dan segera mengambil sikap tegas pada para pelaku pencemaran yang ada di Kali Lamong dan Kawasan Pesisir Utara Surabaya. “Kalau kondisi ini terus dibiarkan, maka kondisi lingkungan di Pesisir Utara Surabaya akan semakin rusak dan terancam,” tambahnya. Teguh juga menyayangkan dengan lambatnya pengawasan yang dilakukan Badan Lingkungan Hidup (BLH) baik Surabaya, Gresik dan Jawa Timur, yang terkesan tidak melakukan upaya kontrol yang jelas dan tegas sesuai dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup . Dalam aturan itu sudah jelas tugas dan fungsi BLH, diantraranya adalah melakukan pemantauan dan pengawasan pada Upaya Kelola Lingkungan (UKL) dan Upaya Pengawasan Lingkungan (UPL), tapi dengan temuan Tim KJPL, jelas ini ada kelalaian dan lemahnya pengawasan. KJPL Indonesia, secara resmi juga minta pada BLH untuk mengusut menindak langsung pelaku pencemaran dan perusakan Kualitas Air di Kali Lamong, sekaligus meneliti kandungan racun dan zat berbahaya lain, yang dibuang dari “pipa siluman” yang ditemujan di bibir Kali Lamong. Selain itu, KJPL Indonesia minta pada Dinas Perikanan dan Kelautan baik di tingkat Kota Surabaya dan Kabupaten Gresik juga Provinsi Jawa Timur, untuk mendampingi secara serius nasib dari para nelayan dan

petambak di sekitar Kali Lamong yang kehidupan dan pencaharian mereka terancam akibat pencemaran dan perusakan lingkungan yang terjadi di Kali Lamong. Dari hasil temuan itu, KJPL Indonesia minta pada pemerintah untuk bisa mempertimbangkan lagi operasional dari TPA Benowo yang diduga melakukan pelanggaran, dengan membuang limbah di Kali Lamong. “Kalau itu terbukti, maka kami mendesak TPA Benowo ditutup dan pengelolanya disanksi tegas, termasuk kemungkinan pencabutan Adipura Kencana yang disandang Surabaya, juga perlu dipertimbangkan,” tegas Teguh. Dijelaskan Teguh, kondisi itu benar-benar menampar warga Surabaya yang dikenal sangat tinggi kepeduliannya pada lingkungan dan upayaupaya perbaikan lingkungan hidup lainnya.Pencabutan Adipura yang sudah diterima Surabaya sangat perlu dilakukan, kalau TPA Benowo yang jadi satu-satunya TPA warga Surabaya untuk membuang sampahnya, ternyata mencemari dan merusak lingkungan. “Satu diantara kriteria penilaian sebuah wilayah dapat Adipura atau tidak adalah keberadaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), di TPAnya. Jadi kalau TPA melanggar, maka Adipura yang sudah diterima harus ditarik pemerintah atas nama undang-undang,” tukas Teguh. Sementara Dinas Kebersihan dan Pertamanan Surabaya berjanji akan melakukan pengecekan ke lokasi. Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya Chalid Buchari mengatakan, dari pengecekan di lokasi, nanti hasilnya akan disampaikan ke masyarakat. Sayangnya, hasil dari pantauan yang dilakukan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Surabaya, sampai sekarang tidak pernah disampaikan ke masyarakat, khususnya tentang temuan “pipa siluman” yang ada di sekitar Kali Lamong. (han)

PELINDO III ROGOH RATUSAN MILIAR RUPIAH

Antisipasi Peningkatan Pertumbuhan Pelabuhan Banjarmasin SURABAYA – Dalam rangka mendukung program Pemerintah RI terhadap proyek Masterplan Percepatan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) di Kalimantan Selatan, PT Pelindo III (Persero) telah menyelesaikan pembangunan terminal peti kemas dan dermaga Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. Dalam program MP3EI tersebut, Pelabuhan memegang peranan penting dalam aspek konektivitas dengan menekankan pembangunan yang terintegrasi antara sistem

transportasi, logistik, serta komunikasi dan informasi untuk membuka akses daerah. Dalam menunjang program tersebut, beberapa proyek pembangunan untuk peningkatan infrastruktur pelabuhan. General Manager PT Pelindo III (Persero), Toto Heli Yanto menjelaskan bahwa perkembangan pelayanan pelabuhan trisakti sebelumnya hanya dapat beroperasi selama 8 jam karena faktor kedalaman alur sungai Barito yang hanya mengandalkan pasang surut. Namun kini dengan adanya pemeliharaan alur Barito maka

kapal dapat beroperasi keluar dan masuk pelabuhan selama 24 jam nonstop. Hal tak lepas adanya sinergi antara PT Pelindo III dengan Pemerintah Daerah Kalimantan Selatan yang membentuk anak perusahaan untuk pengelola alur sungai Barito yang kedalamannya terbatas. Toto Heli Yanto lebih lanjut merinci, keseluruhan proyek yang dibangun Pelindo III merupakan proyek vital dari perusahaan dalam rangka mendukung visinya mamacu integrasi logistik nasional. Beberapa proyek

pembangunan infrastruktur telah dibangun di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, diantaranya Perpanjangan dermaga petikemas sepanjang 265 meter x 36,5 meter dengan struktur beton, dengan nilai proyek mencapai Rp. 78,49 miliar. Selanjutnya pembangunan lapangan penumpukan stockpile batubara seluas 1,9 Ha, dengan struktur fullplate concrete, dengan nilai proyek mencapai Rp. 43,15 miliar dan perpanjangan dermaga sepanjang 96 meter dan peningkatan container yard (CY) muat seluas 2 Ha, yang memakan

biaya sekitar Rp. 54 miliar. Pembangunan proyek infrastruktur tersebut merupakan suatu kebutuhan yang mendesak bagi operasional pelabuhan guna menunjang pelayanan dalam melayani arus barang yang cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Kepala Humas PT Pelindo III Edi Priyanto, membenarkan bahwa perekonomian di Kalimantan Selatan sedang menggeliat, pertumbuhan arus barang yang melalui pelabuhan Banjarmasin menunjukkan peningkatan yang signifikan. (ara)

SURABAYA - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Amanat Nasional (PAN) Hatta Rajasa belum mau bicara Pemilihan Presiden RI periode 2014-2019 yang dijadwalkan pada Juli tahun depan. "Saat ini kami masih konsentrasi untuk pemenangan Pemilihan Legislatif, 9 April 2014. Sehingga kami belum mau bahas pemilihan presiden dulu," ujar Hatta Rajasa ketika ditemui di sela Rapat Koordinasi DPW-DPD PAN se-Jatim di Surabaya, Minggu (3/11). Menurut dia, partainya masih akan melihat hasil suara yang didapat pada pelaksanaan Pemilu Legislatif mendatang. Jika dinilai berhasil dan layak mencalonkan diri maka Hatta Rajasa dipastikan maju dari partai berlambang matahari bersinar itu. Demikian juga ketika disinggung dengan wacana koalisi politik dengan Partai Demokrat. Kuatnya wacana tersebut karena kedua petinggi partai yang juga masing-masing ketua umum merupakan keluarga atau masih "besan". "Koalisi bisa dengan siapa saja dan itu nanti dibahas setelah Pemilu berakhir. Kami masih konsentrasi perolehan suara terlebih dahulu," kata Menteri Koordinator Perekonomian tersebut. Sementara itu, ketika disinggung tentang hasil riset terbaru Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang mewacanakan duet Joko Widodo-Hatta Rajasa (Jokowi-Hatta) sebagai capres-cawapres ideal nasionalis-Islam dari "poros tengah II", Hatta tak berkomentar. "Itukan masih wacana saja. Tidak apa-apa kalau muncul, tapi semua masih menunggu ada waktunya," kata dia. Sebelumnya di Jakarta, Peneliti LSI Ardian Sopa mengatakan, pasangan Jokowi-Hatta dari poros tengah masih bersifat wacana karena hanya akan terwujud jika Partai Demokrat tidak memperoleh mitra koalisi dan tiket capres, karena suaranya di bawah 15 persen. Ardian menjelaskan, dengan hasil survei itu, masih terbuka lahirnya poros tengah II yang mendapat sisa satu tiket capres dan cawapres 2014. LSI memprediksi bahwa capres yang diusung poros tengah adalah tokoh nasionalis, dan cawapresnya berasal dari tokoh Islam. Sesuai survei LSI bahwa tokoh nasionalis parpol papan tengah dipilih responden yaitu Joko Widodo (38,3 persen), Prabowo Subianto (11,1 persen), Wiranto (10 persen). Sedangkan posisi cawapres dari parpol Islam, yaitu Hatta Rajasa (31,3 persen), Yusril Ihza Mahendra (15,2 persen), Muhaimin Iskandar (11,8 persen), Suryadhama Ali (10,7 persen) dan Anis Matta (7,5 persen). Survei LSI itu diadakan pada 12 September-5 Oktober 2013, di 33 Provinsi dengan menggunakan 1.200 responden. Metodenya "multistage random sampling", estimasi kesalahan sekitar 2,9 persen. Survei itu juga menggunakan instrumen kuesioner dengan wawancara tatap muka. (ant/fqh/dik)

PENDIDIKAN

Jatim Kembangkan Sekolah Mini di Ponpes SURABAYA - Sekitar 200 pondok pesantren yang tersebar di 38 kabupaten/ kota di provinsi Jawa Timur akan dibangun oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai bentuk komitmen kepedulian pendidikan santri. "Tahap awal ini masih sekitar 200 pondok pesantren. Ke depan, kami akan lebih meningkatkannya," ujar Gubernur Jawa Timur Soekarwo di sela-sela sambutan Pengajian Akbar Memperingati HUT ke-68 Provinsi Jawa Timur di Kompleks Tugu Pahlawan Surabaya, Minggu (3/11). Soekarwo berharap, sekolah-sekolah tersebut yang berdiri di pondok pesantren kedepan akan ada kelas santri-santri yang lebih mendapatkan ilmu agama serta bekal ketrampilan. Dihadapan sekitar 50 ribu jamaah Al Khidmah dari berbagai daerah di Jawa Timur, gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo tersebut mengatakan, bahwa para santri akan secara langsung bisa manfaatkan program tersebut hingga akhirnya terjun dan mengabdi ke masyarakat. Pakde menambahkan, para santri akan menempuh pendidikan umum sambil belajar di pondok pesantren selama kurang lebih tiga tahun. "SMA Mini ini penting karena orang yang berakhlak

baik itu harus terampil sehingga tidak mudah tertipu atau dimamfaatkan orang lain untuk kegiatan negatif," imbuhnya Menurut Pakde, saat ini model pendidikan di Pondok Pesantren merupakan terbaik di dunia. Selain mendapat ilmu dunia, para siswa juga mendapat ilmu agama sebagai bekal di akhirat. Sementara itu, pengajian akbar kali ini sudah memasuki tahun ketiga yang dilakukan di Komplek Tugu Pahlawan, Jalan Pahlawan Surabaya. Pada kesempatan tersebut, selain Gubernur Soekarwo, juga hadir Wakil Gubernur Saifullah Yusuf. Total lebih dari 50 ribu jamaah Al-Khidmah dari berbagai daerah mengikuti pangajian beserta istighosah itu. "Ini merupakan cita-cita dari Pendiri Al-Khidmah, yakni KH Asrori yang juga pengasuh Ponpes Al Fitroh, Kedinding Surabaya. Saya ucapkan terima kasih kepada gubernur dan wakil gebernur memfasilitasi pengajian ini dan menjadi agenda rutin setiap tahunnya," kata Ketua Panitia Pengajian Akbar, Arif Afandi Arif menjelaskan, pengajian akbar sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT karena Provinsi Jatim selalu diberi keberkahan dan menjadi wilayah aman, nyaman dan diridhoi. (ara)

ara/koranmadura

PENGAJIAN. Gubernur Jatim, Soekarwo dan Wakil Gubernur Jatim, Saifullah Yusuf di acara Pengajian Akbar Memperingati HUT ke-68 Provinsi Jawa Timur di Kompleks Tugu Pahlawan Surabaya, Minggu (3/11).


6

PROBOLINGGO

SENIN 4 NOVEMBER 2013 NO.0232| TAHUN II

HARGA ANJLOK

Petani Membagikan Tomat Secara Gratis

GRATIS, Petani di wilayah Sukapura Kabupaten Probolinggo membagikan puluhan ton tomat kepada warga akibat harga anjlok.

Bahaya Longsor Mengancam

Bekas Tanah Galian C Jadi Lahan Tak Berfungsi PROBOLINGGO - Puluhan hektar tanah bekas galian C (tambang pasir dan batu) di Desa Boto, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo kini kondisinya memprihatinkan. Bahkan, puluhan hektar tanah tersebut jadi lahan tidak berfungsi. Disinyalir kondisi tanah bekas galian C tersebut terancam longsor jika musim penghujan. “Tanah itu bisa longsor kalau musim hujan,” ujar seorang warga setempat yang mengaku bernama Tofan kepada wartawan, Minggu (3/11). Ancaman longsor itu karena melihat kondisi bekas tanah galian itu terlihat terjal. Untungnya, lokasi tambang itu jauh dari pemukiman warga setempat. “Kalau lokasi tambang itu dekat dengan pemukiman, maka itu sebuah ancaman bagi warga setempat,” tandasnya. Tofan menjelaskan, selain eks tambang galian C itu kini tak berfungsi, juga dinilai merusak tata lingkungan yang ada. Lihat saja, bekas tanah galian tersebut kini berubah jurang-jurang yang

terjal yang sangat membahayakan warga sekitar. Berdasarkan data, di Desa Boto itu sudah bertahun-tahun lamanya menjadi areal tambang galian C. Bahkan, hasil tambang itu dibuat pengurukan di sejumlah proyek. Tak hanya proyek di Probolinggo, namun juga Pasuruan dan Surabaya tanah urukannya dipasok dari daerah tersebut. Beruntung, Pemkab Probolinggo segera menghentikan aktifitas penambangan tersebut. “Kalau pemerintah tidak segera menghentikan penambangan itu, bisa-bisa semua lahan di Desa Boto jadi lahan penambangan,” ujar warga lainnya, Munari. Melihat rusaknya lahan penambangan tersebut, warga kini merasa kapok untuk menyewakan lahannya untuk dijadikan lahan penambangan. Selain sangat berbahaya, bekas penambangan itu tidak bisa difungsikan lagi. “Lahan yang sudah digali, tidak bisa ditanami lagi. Karena sudah menjadi jurang yang terjal,” pungkasnya. (ugi).

Tes CPNS

Ada Pegawai Honorer yang Terpaksa Tak Ikuti Ujian PROBOLINGGO - Sebanyak 586 pegawai honorer K2 Kabupaten Probolinggo, secara resmi mengikuti tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2013 Minggu (3/11) kemarin di gedung Sasana Krida Kota Kraksaan. Dalam pelaksanaan tersebut, diikuti oleh pegawai honorer K2 dari seluruh SKPD. Menurut, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Probolinggo, Sigit Sumarsono melalui Kabid Pengembangan dan Diklat, Sugeng Agus Purnomo, mengatakan, untuk Pegawai K2 dari golongan honorer yakni sebanyak 601 orang akan tetapi 15 orang pegawai honorer secara terpaksa tidak dapat mengikuti ujian . Tidak diikutkannya dalam tes tersebut, kata Sugeng Agus Purnomo, karena beberapa alasan. Yakni 3 orang meninggal dunia, 1 orang melakukan ibadah haji dan 11 orang pegawai K2 karena dicoret akibat tidak aktifnya kerja atau sudah berhenti dari kepegawaian. “Jadi yang ikut tes hanya 586 pegawai K2 saja,” katanya. Ia menambahkan, materi ujian yang diteskan kepada para pegawai K2 meliputi tes kompetensi dasar dan kompetensi bidang. Namun untuk soal ujian ini merupa-

kan berkas rahasia yang dipegang langsung oleh Badan Kepegawaian Nasioal (BKN). “Materinya merupakan hal yang sangat dirahasiakan, dan BKD Kabupaten hanya panitia lokal saja,” terang Sugeng Agus Purnomo. Untuk peserta tes, lanjut Sugeng Agus Purnomo, mereka diberikan Lembar Jawaban Komputer (LJK), dan mengisinya dengan pensil khusus, yakni 2B. “Jika tidak menggunakan pensil tersebut maka jawaban yang dipilihnya tidak bisa dibaca computer saat dilakukan pengoreksian,”ucapnya. Dia juga mengatakan, LJK tersebut akan dikirim ke pemerintah pusat melalu BKD Jawa Timur. Secara otomatis jawabannya tidak akan mengendap di BKD Kabupaten Probolinggo. “Karena ini sudah merupakan ketentuan tes CPNS, jadi pelaksanaanya benar-benar steril,”tegas Sugeng Agus Purnomo. Demikian juga, kata Sugeng Agus Purnomo, dalam ujian CPNS tersebut, dipantau langsung oleh Inspektorat Kabupaten Probolinggo, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) BKN Provinsi dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). ”Ini juga berlaku disemua daerah di Indonesia” pungkasnya. (fud)

POROBOLINGGO – Sejumlah petani sayuran jenis tomat di wilayah Sukapura Kabupaten Probolinggo mengeluh, menyusul anjloknya harga tomat dalam beberapa pekan terakhir ini. Penurunan harga tomat nyaris terjadi setiap hari. Petani terpaksa membagikan hasil panennya kepada warga secara gratis karena harganya terus anjlok hingga Rp.300/Kg. Saat ini, tomat di tangan petani hanya dihargai tengkulak sekitar Rp 200 hingga Rp 300 per kilogram. Jauh melorot dibandingkan harga sebelumnya yang antara Rp 2.000 hingga Rp 3.000 per kilogram. Para petani menilai, anjloknya harga tomat saat ini terbilang tak wajar. Sebab penurunan harganya terus terjadi nyaris setiap hari. Bahkan dalam satu hari, kadang terjadi dua kali penurunan harga. “Pemerintah seharusnya menjaga kestabilan harga seperti halnya yang dilakukan bagi komoditi lainnya, termasuk sembilan kebutuhan pokok masyarakat (sembako),”ujar

Totok Hariyanto, koordinator Petani Tomat Sukapura Kabupaten Probolinggo, Minggu (3/11). Totok Hariyanto mengungkapkan harga tomat di tingkat produsen di wilayah Sukapura hanya dihargai pedagang Rp 200 – Rp.300 / kg. Rata-rata petani tomat, katanya, merugi besar, sebab harga benar-benar jauh di bawah normal. “Harga tomat normalnya Rp2.000,00 sampai Rp3.000,00/kg di tingkat petani,” katanya. Petani di wilayah Sukapura Kabupaten Probolinggo, dalam dua pekan terakhir ini mengalami kerugian. Sebelum panen, harga tomat di sana sempat mencapai Rp 3.000/kg, ketika harga tomat di pasar Rp 5.000/kg. “Daripada harga terus turun sementara tomat melimpah, lebih baik kami bagikan saja kepada warga,” ucapnya dengan tersenyum. Selama ini, lanjut dia, hasil panen dijual kepada pedagang yang datang langsung membeli, dan juga dijual petani di pasar-pasar di ibu kota provin-

si.

Tapi, sejak harga tomat turun hingga mencapai Rp 300/kg di sana, banyak petani memilih untuk tidak memanen, meski sudah waktunya dipanen. “Stok banyak, tapi pembeli kurang. “Bapak lihat sendiri tomat itu mudah membusuk, karena tidak laku,”ucap Totok Hariyanto. Pengakuan serupa juga dikatakan petani tomat lainnya, Dewi Kurniati. Dia terpaksa membagikan tomat kepada warga masyarakat karena kalau disimpan akan busuk. “Saya juga akan mengganti tanaman tomat dengan tanaman lain yang harganya sekarang masih tinggi,” tuturnya. Hasil tomat dari wilayah Sukapura Kabupaten Probolinggo dijual ke pasarpasar tradisional di Kabupaten/Kota Probolinggo. Saat ini diperkirakan terdapat sekitar ratusan petani tomat yang sedang memanen hasil pertaniannya, namun mereka mengaku resah karena harga anjlok seperti dituturkan Totok Hariyanto dan Dewi Kurniati. (hud).

Harga Kacang Hijau Meroket PROBOLINGGO - Mahalnya harga kacang hijau sejak beberapa bulan lalu. Membuat pedagang kecambah di Kota Probolinggo menjerit atas mahalnya harga bahan baku tersebut. Pedagang berharap agar pemerintah turun tangan menghadapi persoalan ini. Menurut, salah satu pedagang kecambah dipasar baru Kota Probolinggo, Wiwin (30), mengatakan mahalnya harga kacang hijau beberapa bulan terkahir, membuat dirinya sedikit terkendala dalam penjualan kecambahnya dibandingkan dengan harga kacang hijau yang cenderung normal. Menurutnya, harga kacang hijau sekarang mencapai harga Rp 18 ribu untuk yang super, sedangkan kacang hijau biasa harganya Rp 16 ribu perkilonya. Kenaikan harga kacang tersebut lanjut dia, sudah mulai naik sebelum harga BBM dianikkan beberapa bulan kemarin, dari harga biasa kacang hijau ini hanya Rp 11.ribu untuk tipe yang super

, harga kacang hijau biasa Rp 8,5 ribu/kilogramnya.“Kenaikan harga kecang hijau ini sudah lebih dari lima bulanan,” terang Wiwin,, kepada wartawan, Minggu (3/11). Dengan mahalnya harga kecang hijau tersebut, kata Wiwin, mengaku sedikit mengalami kesulitan dalam penjualan bisnis kecambahnya. Karena ketika kecambah tersebut harganya dinaikkan pembeli tidak mau. “Setiap hari, saya bisa menjual kecambah hanya 3 - 4 Kg. Tetapi sebelum harga kacang hijau naik, dirinya bisa menjulan 6-7 kilogram perhari. Kalau membuat terlalau banyak mas, kecambah yang

saya jual tidak laku. Jadi terpaksa saya mengurangi jumlah produksi kecambah dari kacang hijau,” tandasnya. Harga kecambah yang dijualnya menurut dia, harga yang dipatok Rp 8,5 ribu. Sebelum harga kacang hijau naik menjual kecambah supernya senilai Rp 8 ribu. Sedangkan kecambah yang biasa dia hanya menjualnya dengan harga Rp 7 ribu saja. “Dengan kenaikan harga penjualan iti pembeli sudah ramai dan enggan untuk membeli kecambah kepada saya,” tutur ibu yang mengaku menggeluti bisnis kecambah tersebut merupakan warisan nenek moyangnya. Dampak sepinya pembeli kecambah dipasaran, karena mengalami penurunan omset. Dalam seharinya hanya mendapatkan keuntungan Rp. 40 ribu . Sedangkan sebelum kacang hijau naik, bisa meraup keuntungan sebesar Rp 80 ribu rupiah perharinya.

Bahkan, keuntungan yang didapatkan mengalami penurunan sampai 50 persen. Dan, berharap kepada pemerintah agar dapat mengendalikan harga kacang hijau untuk kembali normal. Karena pedagang kecambah mengalami kesulitan jika harga kacang hijau tetap seperti ini.”Minimal harga kacang hijau sama dengan harga kedelai,” terang

Wiwin. Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Perdagangan, Industri, dan Energi Mineral (DISPERINDAG) Kota Probolinggo, Drs.Zainullah, MM, belum bisa dimintai keterangan terkait dengan mahalnya harga kacang hijau. Karena masih mengikuti pelatihan diklat kepemimpinan diluar kota.(fud).

Seremonial

Kota Probolinggo Mendeklarasikan Kota Layak Anak PROBOLINGGO – Anak merupakan investasi masa depan suatu bangsa. Untuk itulah masa depan mereka menjadi tanggung jawab bersama, terutama dalam menciptakan suatu lingkungan tumbuh kembang yang tepat bagi mereka agar nantinya mereka mampu meraih cita-citanya. Demikian dikatakan, Kepala Bappeda Kota Probolinggo, Ir. Sanusi Sapuwan, MT, saat memberikan sambutan Deklarasi Kota Probolinggo Kota Layak Anak, di depan halaman Pemkot Probolinggo, Sabtu (2/11). Sanusi Sapuwan mengatakan, sebagai upaya mentransformasi hak anak ke dalam proses pembangunan, pemerintah Kota Probolinggo mengembangkan kebijakan kota layak anak (KLA). Adapun tujuannya untuk mempercepat implementasi Konvensi Hak Anak (KHA) dari kerangka hukum ke dalam definisi, strategi, dan intervensi pembangunan seperti kebijakan, institusi, dan program yang layak anak. Ia menjelaskan, kota layak anak adalah dimana anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal serta terlindungi dari kekerasan dan diskriminasi. Sistem pembangunan Kota Probolinggo yang mengintegrasikan komitmen dan sumber daya pemerintah, masyarakat serta dunia usaha yang terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan dalam kebijakan. Program dan kegiatan ini untuk pemenuhan hak-hak anak. “Kota Layak Anak un-

tuk mewujudkan Indonesia Layak Anak. Tujuan untuk

dimensi wilayah kota.“Anak adalah bagian dari masa kini

masyarakat, dan dunia usaha terencana secara menyeluruh

membangun inisiatif pemerintahan yang mengarah pada upaya transformasi Konvensi Hak-hak Anak,” papar Sanusi Sapuwan. Sanusi Sapuwan menambahkan, dibentuknya KLA untuk membangun inisiatif Pemkot Probolinggo yang mengarah pada upaya transformasi Konvensi Hak-hak Anak dari kerangka hukum ke dalam definisi, strategi, dan intervensi pembangunan. Hal itu diwujudkan dalam bentuk kebijakan, program dan kegiatan pembangunan dalam upaya pemenuhan hak-hak anak, pada suatu

dan pemilik masa depan. Lindungi mereka dan penuhi hak-haknya,” tandasnya. Sementara itu, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana, Jawa Timur, mengungkapkan dengan adanya program KLA ini, maka komitmen dan kebijakan seluruh elemen, terutama pemerintah dalam mewujudkan program dan kegiatan untuk pemenuhan hak-hak anak bisa terpenuhi. “Pemenuhan hak anak itu bisa direalisasikan jika sistem pembangunan kabupaten/kota terintegrasi antara komitmen pemerintah,

dan berkelanjutan,” ujarnya. Adapun tujuan KLA ini, lanjut dia, untuk membangun inisiatif pemerintahan kabupaten/kota yang mengarah pada upaya transformasi konversi hak-hak anak. Hal itu ditinjau dari kerangka hukum ke dalam definisi strategi dan intervensi pembangunan dalam bentuk kebijakan program dan kegiatan pembangunan yang ditujukan untuk pemenuhan hak-hak anak. “Perlunya KLA ini, karena sepertiga dari total penduduk Jawa Timur adalah anak-anak. Anak menjadi modal dan

investasi SDM masa depan, sebagai generasi penerus bangsa. Anak harus berkualitas agar tidak menjadi beban pembangunan,”ucap Kepala BPPKB Jawa Timur. Secara terpisah, Wakil Walikota Bandyk Soetrisno, menegaskan sebagai salah satu Kota Layak Anak, Kota Probolinggo mengupayakan sistem pembangunan berbasis hak anak melalui pengintegrasian komitmen dan sumberdaya pemerintah, masyarakat dan dunia usaha yang terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan dalam kebijakan, program dan kegiatan untuk menjamin terpenuhinya hak anak. “Anak merupakan asset yang sangat penting, generasi penerus masa depan bangsa, penentu kualitas sumber daya manusia ( SDM ) Indonesia yang akan menjadi pilar utama pembangunan nasional, sehingga perlu mendapat perlindungan dan perhatian sungguh – sungguh dari semua elemen masyarakat,” tegas orang nomor dua di Kota Probolinggo ini. Menurutnya, kunci sukses untuk mewujudkan kota layak bagi anak adalah adanya keikhlasan dan ketulusan orang dewasa mengutamakan kepentingan terbaik anak. Kepentingan anak harus menjadi pertimbangan utama dalam proses penyusunan dan perencanaan pembangunan. Sehingga, hasil pembangunan dapat optimal untuk mempersiapkan suatu generasi yang tangguh. (adv/hud).


OPINI

Langkah Guru yang Dilematis

salam songkem

Refleksi Muharram

H

ari ini merupakan hari tutup tahun bulan Dzulhijjah 1434 H. Dan Selasa besok 1 Muharram 1435 H, merupakan lembaran baru dalam tahun hijriyah. Bila dibiarkan berlalu begitu saja, maka pergeseran tahun dalam islam itu akan berjalan tanpa bekas. Namun apabila direnungkan lebih mendalam maka akan timbul refleksi Muharram, yang akan sangat bermanfaat dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara yang berdaulat. Pergantian tahun dalam islam menampakkan semangat evaluasi diri untuk mengganti kehidupan yang lebih baik daripada tahun yang sudah dilalui. Tidak hanya evaluasi diri, tapi juga evaluasi di sektor pemerintahan, kenegaraan, perpolitikan, perekonomian, penegakan hukum, dan sebagainya. Di sektor pemerintahan, Indonesia memiliki masalah sistem birokrasi yang perlu dibenahi. Diantaranya mengenai uang pensiun yang membebani negara. Makin tahun semakin banyak jumlah pensiun, jumlah uang negara yang terkuras untuk mendanai kehidupan para pensiun pun semakin menjulang. Padahal mereka sudah tidak bekerja lagi pada pemerintahan Indonesia. Saat ini saja, tiap tahun, negara harus mengeluarkan uang pensiun sebesar Rp 60 triliun dengan 4,7 juta pensiun. Pada 2025 mendatang, negara harus menyediakan dana pensiun sebesar Rp 175 triliun dengan perkiraan ledakan 139 ribu pensiun pertahun, kata Wakil Menteri PAN & RB, Eko Pra¬sojo. Apabila masalah ini tidak diavaluasi, maka belasan tahun yang akan datang, negara akan bangkrut. Masalah ini diperkeruh dengan sistem neoliberalisme pada perpolitikan tanah air. Banyaknya jumlah parpol baik yang berbasiskan agama, nasionalis, dan sebagainya, ternyata tidak membawa perbaikan, bahkan justeru membuat Indonesia makin carut marut. Kasus pelanggaran tipikor, suap, dan masalah hukum lainnya, yang menimpa petinggi negara ini, cukup menjadi bukti carut marut Indonesia yang salah satunya diakibatkan oleh buruknya sistem perpolitikan tanah air. Akibat banyak tindak pidana korupsi di Indonesia, maka uang negara tidak bisa dinikmati oleh rakyat Indonesia. Sehingga jurang terjal antara yang miskin dan yang kaya semakin kentara. Evaluasi dan perbaikan di berbagai sektor yang disebutkan itu menjadi kebutuhan yang mendesak. Kecuali memang mendambakan Indonesia ini betul-betul terjerambab dalam kebangkrutan. Karena itulah, awal tahun hijriyah (1 Muharram) merupakan taiming yang tepat untuk mengawali perjalanan di berbagai sektor kehidupan menjadi lebih baik di masa yang akan datang. (*)

Masa Depan Anak

A

nak-anak bangsa, seperti tak lagi berpikir bagaimana masa depan peradaban. Negara bagi sebagian besar mereka melenyap. Negara dalam otak kecil anak bangsa telah membuat jurangnya sendiri. Karena itu anak-anak bangsa menciptakan dunianya sendiri yang ego, tak peduli, dan nekat. Itulah potret generasi bangsa hari ini. Mereka seperti anak tiri peradaban karena bapak bangsa dianggap tidak lagi peduli. Anak-anak kaget ketika warga republik saat ini memiliki utang sebesar Rp. 8,5 juta per kepala lalu dikalikan jumlah penduduk sebesar 250 juta jiwa. Lebih dari 1000 orang pantas diduga telah melakukan korupsi di Indonesia dengan nominal mulai dari puluhan, ratusan juta, miliaran hingga triliunan rupiah. Ini yang ditemukan. Seperti gunung es, angka yang lebih pasti patutlah diduga lebih banyak dari itu. Maka dari itu, kemiskinan yang mengancam anak-anak bangsa masa depan justru dipicu oleh anak-anak bangsa yang jauh lebih tua tetapi tidak dewasa bagaimana menatap masa depan bangsa dan anak-anaknya juga. Itu dari sisi korupsi yang memiskinkan negara. Belum lagi soal tambang di negeri ini yang dikuasai asing. Emas misalnya, 90% dikuasai Freeport dan Newmont. Konstitusi yang menyebut bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya digunakan untuk sebesarbesarnya kemakmuran rakyat hanya menjadi narasi. Selebihnya, negara dan anak bangsa masa depan hanya gigit jari karena kebijakan generasi pendahulunya melacurkan konstitusi bernegara. Pada mulanya, Freeport hanya merupakan perusahaan tambang yang kecil. Tetapi setelah mengeruk Grasberg di Papua, menjadi tambang terbesar di dunia sejak tahun 2007. Keuntungan yang dikeruk dari perusahaan berbasis Amerika itu mencapai US$ 6,555 miliar dan menjadi cadangan emas terbesar di dunia. Indonesia kembali gigit jari. Begitu pula, produksi minyak nasional Indonesia yang satu juta barel per hari sekarang ini sudah didominasi korporasi asing. Hal yang sama juga terjadi pada laut Indonesia. Sedikitnya 46,8% dikuasai kapal berbendera asing. Di luar itu, 50% perbankan nasional juga dikuasai oleh asing, telekomunikasi lebih mengerikan. Dengan kenyataan ini, Indonesia semakin tidak berdaulat dan rakyat semakin miskin. Maka, apalagi yang bisa dimiliki bangsa ini bila semua tersungkur ke luar negeri? Jelas sekali negara secara de facto sudah tidak berdaulat. Anak-anak bangsa hari ini dan masa depan pelan tapi pasti menerima getahnya. Padahal, Indonesia itu sebenarnya hebat tetapi dibuat tidak cekat oleh sejumlah orang yang hanya memikirkan kepentingan sesaat. Semua perlu merenungkan nasib bangsa masa depan dengan berpijak kepada kondisi bangsa hari ini yang morat-marit. Revolusi mungkin terlalu beresiko tetapi memulai dari sendiri dan keluarga, jauh lebih baik dari bermimpi. (*)

A

7

SENIN 4 NOVEMBER 2013 NO. 0232 | TAHUN II

Dewasa ini, tidak sedikit orang yang menghujat tentang kondisi kehidupan seorang guru, yang dinilai tidak jauh berbeda dengan rakyat jelata. Walaupun hakikatnya pemerintah sudah mengapresiasi penuh peran guru, ada yang PNS ataupun berupa sertifikasi. Namun, sudah menjadi rahasia umum kalau perhatian pemerintah tidak sekeras perjuangan guru, yang bersedia mempertaruhkan jiwa raga demi kecerdasan bangsa.

T

idak jauh berbeda, dari pihak siswa atas bayangan orang tua juga kian merajai. Pemerintah, siswa dan orang tua tidak ada yang berpihak terhadap guru. Akhirnya, posisi guru kian dilematis. Sesungguhnya, guru memang harus mengabdikan diri penuh terhadap dunia pendidikan. Disamping pengabdian merupakan salah satu tri dharma perguruan tinggi, namun pengabdian guru merupakan mutlak kewajiban atas ilmu yang dimiliki. Agama pun memperkenankan untuk mengamalkan ilmunya, bukan justru diendapkan di dirinya sendiri (Onani intelektual). Dengan demikian, tidak seutuhnya seorang guru harus diberi perhatian istimewa oleh pemerintah. Yang seacara umum berupa gelar ataupun pangkat, yang justru itu hanya menjadi koleksi rumah yang tiada arti. Toh banyak penghargaan yang berdalih pencitraan. Seperti pemberian Gelar Pahlawan Nasional kepada dua tokoh proklamator Indonesia, Soekarno-Hatta di akhir tahun lalu. Cukup

irasional jika penghargaan itu baru diberikan, padahal jasanya sangat sifnifikan. Guru dalam istilah Jawa berarti digugu lan ditiru. Dan sangat pantas gelar pahlawan tanpa tanda jasa disematkan dalam dirinya. Toh hakikanya guru tidak perlu diberi tanda-tanda khusus. Apalagi sebuah gelar. Inilah keistimewaan guru, karena cerdas atau tidaknya bangsa tergantung sentuhan sang guru. Dan Imam Ghozali pun menegaskan bahwa pekerjaan paling mulia adalah menjadi guru. Lebih jelasnya, guru menjadi pintu pengetahuan dan sumber panutan para murid. Sebab, Pepatah berkata bahwa guru kencing berdiri murid kencing berlari. Artinya jika guru bertindak amoral, maka murid akan lebih bertindak arogan. Begitupun jika menganut teori pepatah tadi, seharusnya jika guru rajin dan cerdas, maka sudah selayaknya muridnya menjadi jenius. Eksistensi guru memang menempati strata paling sentral. Guru bah oasis di tengah hamparan luasnya gurun, yang segala mahkluk bergantung terhadap mata air tersebut. Memang wajar guru diagungkan. Kita dapat menelisik kesuksesan Jepang sekarang. Sebab, dulu setelah Heroshima dan Nagasaki dibom, Kaisar jepang justru menanyakan jumlah guru yang tersisa. Sebab, itu akan menentukan kemajuan Jepang kedepan. Posisi Dilematis Hakikat guru memang jelas, yaitu meminimalisir kebodohan bangsa. Namun, mengapa bangsa ini masih tertinggal. Lambat tahun, pamor negeri semakin luntur. Bahkan, seperti ada penjajahan modern di bumi pertiwi ini. Dulu Indonesia yang terkenal dengan sebutan Macan Asia, sekarang lebih identik dengan sebutan Budak Asia. Lantas, dimanakah peran guru? Upaya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) M. Nuh untuk memperbaiki pendidikan negeri memang sudah cukup menguras keringat. Salah satunya dengan merubah kurikulum pendidikan Nasional. Walaupun toh masih banyak kerancuan birokrasi, potretnya pun sangat jelas tergambar ketika pelaksanaan UN tahun ini yang terlihat banyak kerancuan. Bahkan sesuai dengan hasil konvensi UN 26-27 september lalu, itupun hanya membahas menge-

nai pelaksanan, bukan fokus terhadap substansi UN. Menyoal tentang sistem, hakikatnya semua sama. Tidak ada sistem yang sempurna, pasti ada titik kelemahan. Karena itu, baik-buruknya sistem tergantung managernya. Nah, dengan inilah peran guru akan nampak. Sebaik-baiknya sistem dan sebagusbagusnya materi ilmu pengetahuan, namun yang menjadi mediator tidak mumpuni ataupun tidak berkualitas, maka akan mempengaruhi kadar ilmu yang disampaikan. Oleh sebab itu, agar bangsa ini benar-benar cerdas lahiriyah maupun bathiniyah, maka guru ideal harus dioptimalkan. Yaitu guru yang berkompeten dengan landasan profetik (Dr. Asnawi). Diantaranya, Shidiq “Jujur” (Authentique), Amanah “dapat dipercaya” (Credible dan Capable), Thablig “menyampaikan” (proaktif), Fathonah “cerdas” (smart dan visioner). Ya, semua itu memang harapan bangsa. Memiliki guru profesional yang multi talenta baik dalam hal spiritual, emosional, maupun intelektual. Diakui, realitanya memang berbanding terbalik. Sedikit banyak guru mengalami degradasi, dan mereka mengalami disorientasi. Mengajar diniati untuk mengisi waktu luang, atau memburu lembaran uang, atau bahkan karena unsur keterpaksaan. Entah, apresiasi dari pemerintah yang dirasa jauh dari harapan atau memang nilai kesakralan guru mulai terkikis. Alhasil, wajar jika guru niatannya lebih condong ke materi. Mengajar tidak didasari dengan ketulusan yang mendasar. Mengajar hanya mengisi jam tuntutan. Dan realitanya memang demikian. Lebih parahnya lagi, murid pun asyik dengan kebiasaan yang tidak logis tersebut. Diakui ataupun tidak, baik pihak guru atau murid, le-

bih gemar meminimalisir waktu (datang telat, pulang cepat). Lagi-lagi pihak yang paling dirugikan adalah murid. Karena guru sudah salah niatan, jadi pengajarannya pun juga asal-asalan. Proses pengajaran tidak dilakuakan dengan niatan tulus memberantas kebodohan. Akhirnya, banyak perlakuan amoral bahkan kriminalitas dipertontonkan oleh sang guru. Hal ini memang menjadi PR berat bagi Mendikbud, seharusnya yang pertama dan utama untuk dibenahi bukanlah kurikulum. Namun kualitas dan kapabilitas seorang guru. Memang benar guru merupakan pekerjaan mulia, dengar gelarnya pahlawan tanda jasa. Namun seiring bergulirnya waktu dan sesuai dengan realita di lapangan, bahwa guru lebih condong sebagai “Pahlawan Penjual Jasa”. Dan fenomena ini sangat memperjelas bangsa Indonesia sebagai negara materialistik. Secara terstruktur bangsa ini telah menghilangkan kearifan lokal, dan segalanya diukur dengan uang. Padahal, hadis Nabi menjelaskan bahwa kelak sang guru mendapat penghargaan paling berharga.“Orang yang berilmu yang mengamalkan dan mengajarkan ilmunya diagungkan di kerajaan langit”. Namun, apakah hal tersebut dapat diraih jika orientasi atau bahkan metodenya salah. Padahal ilmu merupakan cahaya penerang, jika hidup tanpa ilmu maka akan tersesat. Dan itu merupakan hukum alam. Oleh karena itu, dapat ditarik benang merahnya bahwa beban guru sangatlah berat. Dan dampaknya akan berat pula jika sekarang guru menjadi pahlawan penjual jasa. Untukmenyikapi problematika pendidikan bangsa memang harus kerja ekstra, karena permasalahannya sangat kompleks. Dari pemerintah tidak sepenuhnya mendukung langkah guru, dari siswa dan orang tuanya sekarang lebih identik bersifat manja. Akhirnya, guru dipandang sebelah mata. Maka wajar, guru sekarang dilema. Wallahu a’lam bhi al-shawab.= *) Mahasiswa Ahwal al-Syahsiyah FSEI IAIN Walisongo Semarang dan Peraih Beasiswa Unggulan Monash Institute

Dari Simbol ke Etika Kekuasaan

Surat Edaran (SE) yang menginstruksikan pegawai di lingkungan pemerintahan daerah kabupaten Sumenep untuk menggunakan pakaian keraton menyambut hari jadi Sumenep yang ke-744, hari Rabu kemarin (30/10) berlangsung sukses.

M

eski SE ini sempat ditolak DPRD Sumenep, secara pribadi saya malah mengapresiasi. Penggunaan pakaian keraton adalah cara bupati –meski baru sebatas simbolik—untuk menghadirkan kembali identitas lokal (kemaduraan). Penegasan identitas kemaduraan ini menemukan maknanya di tengah gempuran globalisasi yang menjadikan kita linglung memaknainya. Di samping memberikan apresiasi, saya harus memberikan catatan kritis. Pertama, kenapa mesti pakaian keraton? Kenapa tidak sarong - songko’ untuk laki-laki, serta samper - kalambhi tebba’- dungkodung untuk perempuan? Pilihan terhadap simbol sarat de-

ngan makna. Pakaian keraton menghadirkan kesan elitis. Pakaian keraton simbol kebangsawanan. Simbol ini menegasikan kedekatan, sebaliknya menegaskan jarak antara pemimpin dan rakyatnya. Sementara sarong-songko’ dan samper - kalambhi tebba’- dungkodung adalah pakaian rakyat. Simbol ini menghadirkan kedekatan dengan rakyat, meski sekali lagi dalam taraf simbolik. Tetapi ketimbang pakaian keraton tentu akan lebih populis pakaian ini. Kedua, sejatinya penegasan identitas kemaduraan tidak cukup sekedar melalui simbol pakaian. Secara subtansial identitas kemaduraan harus merujuk kepada kebudayaan sebagai pandangan hidup. Itulah isi. Bukan sekedar kulit. Pemerintahan Sumenep dibangun di atas peradaban santri. Geneologi raja-raja Sumenep dahulu bisa dilacak pada wali songo. Tentu ini bukan dalam arti kekeluargaan semata, tetapi meliputi geneologi keilmuan berikut peradabannya, termasuk karakter keagamaannya yang berhaluan ahlussunnah waljama’ah. Peradaban santri itulah yang menjadikan Sumenep dahulu menjadi tempat belajar etika kekuasaan, misalnya orang-orang Bugis-Makassar, sebagaimana pernah disampaikan oleh Ahmad Baso, penulis buku Pesantren Studies dalam dialog di kantor PCNU Sumenep beberapa bulan lalu. Saya meyakini, etika kekuasaan yang dikembangkan perintahan Sumenep dahulu bukan sekedar ditumpuk menjadi ilmu, teori, atau teks mati. Etika kekuasan pasti dijadikan alas bagi segenap kebi-

Kekuasaan perlu dilandasi etika, sebagaimana dicontohkan oleh raja-raja Sumenep dahulu, agar kekuasaan tidak melayani dirinya sendiri. jakan pemerintah untuk memberikan jaminan keamanan, keadilan, dan kesejahteraan rakyatnya. Di samping menjadi tempat belajar etika kekuasaan, Sumenep dahulu juga menjadi tempat orang luar belajar sastra Jawa. Raffles menulis buku the History of Java berhutang budi sama Sultan Abdurrahman sebagai irforman kuncinya. Sekelas Rafles, bule dan penjajah, “tunduk” pada Sultan Abdurrahman. Bandingkan dengan sekarang, Asing dengan mudah bisa menaklukkan Sumenep melalui eksplorasi Migas yang tak jelas sumbangannya bagi kesejahteraan warga Sumenep sendiri. Ketiga, biar lebih substantif dan berkesimbungan, Pemda Sumenep perlu memiliki strategi kebudayaan sebagai alas membangun Sumenep. Pembangunan apapun di Sumenep harus diletakkan dalam matra kebudayaan, bukan melulu dihitung dari angka-angka ekonomis. Pembangunan yang tuna-budaya, hanya akan mengasingkan Sumenep dari identitas kuturalnya. Pelibatan tokoh agama dan budayawan dalam merumuskan

strategi kebudayaan sebagai alas pembangunan di Sumenep menjadi niscaya. Peradaban yang pernah dimiliki oleh pemerintahan Sumenep dahulu bisa direvitalisasi dan direaktulisasi dalam konteks kekinian. Poinnya, bagaimana pembangunan dikelola untuk menjamin keamanan, keadilan, dan kesejahteraan warga Sumenep tanpa kehilangan identitas kebudayaannya. Cita ini tentu saja lebih dari sekedar penegasan identitas simbolik, seperti memakai pakaian keraton itu. Kekuasaan perlu dilandasi etika, sebagaimana dicontohkan oleh raja-raja Sumenep dahulu, agar kekuasaan tidak melayani dirinya sendiri.= *) Peminat Kebudayaan Madura. Tinggal di Sumenep - Madura.

Menerima tulisan dalam bentuk opini, puisi, cerpen, dan resensi buku. panjang tulisan 5000 karakter (opini dan cerpen) dan 3500 karakter (resensi buku). Tulisan dikirimkan dengan disertai foto terbaru ke alamat email Koran Madura: opini.koranmadura@ gmail.com

Pemimpin Redaksi Abrari (Non Aktif), Wakil Pemimpin Redaksi Zeinul Ubbadi, Redaktur Ahli M. Husein, Redaktur Pelaksana Abdur Rahem, M. Kamil Akhyari, Sekretaris Redaksi Benazir Nafilah, Admin Indriani Y.M, Tata Letak Didik Fatlurrahman, Novemri Habib Hamisi, Desain Grafis Ach. Sunandar, Khoiril Anwar, Fotografer Mahardika Surya Abriyanto (Non Aktif), Website Hairil Anwar, Biro Sumenep M. Hayat (Kepala) Syah A. Latief, Syamsuni, Junaidi, Biro Pamekasan G. Mujtaba (Kepala), Muhammad Fauzi, Ali Syahroni Biro Sampang Miftahul Ulum (Kepala), Ryan H, Junaidi, Biro Bangkalan Moh. Ridwan (Kepala), Doni Harianto, Biro Surabaya Hana Diman (Kepala), Ari Armadianto, Joeli Hidayati, Dedy Bashori, Biro Probolinggo M. Hisbullah H (Kepala), Sugianto, Mahfud Hidayatullah, Biro Jakarta Gatti (Kepala), Satya, Cahyono, Willy Kontributor FL. Wati (Bali) Anwar Anggasoeta (Yogyakarta) Ahmad Sahidah (Malaysia), Manajer Pemasaran Moh. Rasul Accounting Ekskutif Husnan (Sumenep), Mohammad Muslim (Pamekasan), G. A. Semeru (Surabaya) Penerbit PT. Koran Madura, Komisaris Rasul Djunaidi, Direktur Utama Abrari, Direktur Keuangan Fety Fathiyah, Alamat Redaksi Jl. Adirasa 07 Kolor Sumenep, email koranmadura@ymail.com, opini.koranmadura@gmail.com, Telepon/Fax (0328) 6770024, No. Rekening BRI 009501000029560, NPWP 316503077608000 http:// www.koranmadura.com/ | Wartawan Koran Madura dibekali ID Card (kartu pengenal) dan tidak diperkenankan menerima imbalan berupa apapun dari narasumber


OL AHRAGA

88

SENIN 4 NOPEMBER 2013 NO. 0232 | TAHUN II

SENIN 4 NOPEMBER 2013

Bungkam Liverpool, Arsenal Jaga Tahta LONDON - Kemenenangan 2-0 Arsenal atas Liverpool pada lanjutan Liga Utama Inggris di Stadion Emirates pada Minggu (3/11) dini hari WIB mengokohkan klub London Utara itu di puncak klasemen sementara dengan torehan 25 poin. Mereka menjauh lima angka dari Chelsea yang bertengger di tempat kedua dengan 20 angka karena pada laga sebelumnya anak-anak asuh Jose Mourinho itu takluk 0-2 dari tuan rumah Newacastle United di St James Park. Sementara Liverpool tetap terpaku di tempat ketiga dengan 20 poin tapi kalah selisih gol dari “The Blues”. Pada laga di Emirates itu, gol pertama Arsenal ke gawang Liverpool dicetak oleh Santi Cazorla pada menit ke-19. Berawal dari aksi Bacary Sagna yang melepaskan umpan silang dari sisi kanan ke kotak penalti Liverpool. Umpan tersebut disambut Santi Cazorla dengan sundulan, namun tandukkannya masih mengenai tiang. Untungnya, bola pantul masih bisa dikejar pemain internasional Spanyol itu dan melepaskan tendangan kaki kanan yang menaklukkan Simon Mignolet di bawah mistar gawang Liverpool. Kedudukan 1-0 ini bertahan hingga turun minum. Sedangkan gol kedua “The Gunners” dibuat Aaron Ramsey pada menit ke-58. Setelah menerima operan dari Mesut Oezil, Ram-

sey menahan bola sejenak sebelum akhirnya melepaskan tendangan keras kaki kanan ke arah pojok atas gawang Liverpool. Mignolet tidak bisa menjangkau bola tendangan Ramsey dan gawangnya pun bobol lagi. Kedudukan 2-0 ini bertahan hingga peluit panjang dibunyikan. Ini adalah kemenangan kedelapan Arsenal di liga musim ini. Hasil terburuk mereka sejauh ini adalah ketika ditundukkan Aston Villa di laga pembuka musim di Stadion Emirates. Kekalahan ini ternyata melahirkan efek kejut untuk tim gudang peluru itu. Menanggapi kemenenangan atas Liverpool ini, pelatih Arsenal Arsene Wenger sangat bangga. Apalagi, kemenangan ini diraih secara meyakinkan melawan sebuah tim bagus. “Ini adalah kemenangan meyakinkan melawan tim yang bagus. Ini adalah yang kami mau. Tentu saja semua orang menunggu bagaimana kami akan bermain hari ini. Dan tentu saja kami menjawabnya dengan permainan yang baik,” kata Wenger Sedangkan pelatih Liverpool Brendan Rodgers mengakui, Arsenal tampil menawan pada laga tersebut dan layak memenangkan pertandingan. Meskipun, dia sendiri juga memuji penampilan anak-anak asuhnya. “Saya pikir, tim terbaik menang. Mereka mengontrol jalannya

8.8

SANTI CAZORLA

8.2

Gol Offside Pelanggaran Sepak Pojok Throw-in Dribble Tekel

45% Umpan Sukses

85%

Menang Bola Atas

54%

Penguasaan Bola

Umpan Sukses

TAMU MENANG Juan Vargas disambut gembira rekan-rekannya setelah mencetak gol ke gawang AC Milan. Sementara Ricardo Kaka (depan) tertunduk lesu setelah timnya kalah dari tamunya itu. AC Milan harus menelan pil pahit setelah kalah 0-2 dari Fiorentina.

LIVEONTV Sabtu, 09 November 2013 LIGA PRIMER INGGRIS Chelsea vs West Bromwich Albion 22:00 WIB di Indosiar Liverpool vs Fulham 22:00 WIB di Bein Sport 1 LA LIGA Real Madrid vs Real Sociedad 22:00 WIB di RCTI Minggu, 10 November 2013 SERIE A Catania vs Udinese 00:00 WIB di TVRI Jadwal tayang sewaktu-waktu bisa berubah.

juga akan dipergunakan demi memupuk kekompakan dalam usaha meraih hasil lebih baik di lagalaga berikutnya, terutama saat bertandang ke Camp Nou untuk menantang Barcelona pada ajang Liga Champions tengah pekan ini. Montella Puas Sementara itu pelatih Fiorentina mengaku puas dengan hasil yang diraih timnya. Menurut mantan pemain AS Roma ini, kemenangan tersebut layak diraih anak-anak asuhnya. “Malam ini kami pantas mendapat kemenangan dengan penampilan yang luar biasa dan pemain yang nyetel dengan tim seperti Vargas,” ujar Montella. Dia menambahkan, “Kami mengambil keuntungan dari se-

0 1 19 10 25 7 21

mua yang kami miliki dan para pemain menunjukkan profesionalisme. Kami tidak boleh melihat ke belakang atau ke depan, hanya saat ini. Ini adalah momen yang di mana tim bisa saja mencari alibi, tapi sebaliknya tim mencari kemenangan.” “Kami memaksa publik San Siro untuk tidak sabar, karena kami tidak memberi kesempatan pada Milan dan seiring waktu berlalu, mereka mulai menggerutu. Milan tidak pernah terlihat bisa kembali ke permainan, karena Fiorentina terlihat berada dalam kendali penuh, bahkan ketika kami sedikit lelah di babak kedua dan tidak banyak menyerang balik,” kata mantan pelatih Catania ini. (Espn/aji)

Gol Offside Pelanggaran Sepak Pojok Throw-in Dribble Tekel

0 4 7 5 23 9 28

Arsenal: 1-Wojciech Szczesny; 3-Bacary Sagna, 4-Per Mertesacker, 6-Laurent Koscielny, 28-Kieran Gibbs (Vermaelen 78); 7-Tomas Rosicky (Monreal 72), 8-Mikel Arteta, 11-Mesut Oezil, 16-Aaron Ramsey, 19-Santi Cazorla (Jenkinson 84); 12-Olivier Giroud

55%

Milan Kandas di Giuseppe Meazza

MILAN - AC Milan lagi-lagi menelan kekalahan di kandang sendiri saat menjamu Fiorentina di Liga Serie A Italia pada Minggu (3/11) dini hari WIB kemarin di San Siro. Menanggapi ini, pelatih Milan Massimiliano Allegri mengaku, ini adalah momen terburuknya sejak melatih Milan sejak 2010. Milan takluk dari anak-anak asuh Vincenzo Montella dengan skor 0-2. Milan tertinggal di menit ke-27 saat Juan Vargas menjebol gawang Gabriel. Skor 1-0 untuk keunggulan Fiorentina bertahan hingga babak pertama usai. Di babak kedua, Milan masih kesulitan menembus pertahanan Fiorentina. Tim tamu kemudian justru menggandakan keunggulan lewat gol Borja Valero dan bertahan hingga laga usai. Allegri tak bisa menyembunyikan kekesalannya. “Ketika keadaan berjalan buruk, ada banyak alasannya. Tim tak bisa bermain seburuk yang mereka lakukan malam ini, ” tutur Allegri. Dengan hasil ini, Milan turun ke posisi 10 dengan 12 poin dari 11 pertandingan. Sementara Fiorentina naik ke urutan empat dengan 21 angka. Allegri menyikapi kekalahan ini dengan menggelar pemusatan latihan mulai Minggu (3/11) kemarin. Pemusatan latihan itu

DUA BINTANG. Santi Cazorla (kiri) menyambut Aaron Ramsey yang merayakan golnya ke gawang Liverpool. Pada laga antara Arsenal vs Liverpool, keduanya mencetak masing-masing satu gol dan membawa kemenangan untuk timnya dengan skor 2-0.

STATISTIK PERTANDINGAN 2 1 11 3 25 15 31

MANOFTHEMATCH AARON RAMSEY

2 0 12 3 20 3 31

85%

Menang Bola Atas

46%

Penguasaan Bola

Liverpool: 22-Simon Mignolet; 4-Kolo Toure, 17-Mamadou Sakho, 37-Martin Skrtel; 8-Steven Gerrard, 14-Jordan Henderson, 20-Aly Cissokho (Coutinho 46), 21-Lucas, 38-John Flanagan (Victor Moses 68); 7-Luis Suarez, 15-Daniel Sturridge

pertandingan, tapi kami sendiri punya beberapa peluang bagus,” kata Rodgers. MU Menang Sementara itu pada laga terpisah di Craven Cottage, beberapa jam sebelumnya, Manchester United (MU) menyikat tuan rumah Fulham dengan skor meyakinkan 3-1. Ketiga gol MU itu tercipta di babak pertama. ‘Setan Merah’ bahkan hanya butuh waktu 22 menit untuk tiga kali menjebol gawang Maarten Stekelenburg, masingmasing lewat Antonio Valencia (9’), Robin van Persie (20’), dan Wayne Rooney (22’). Pelatih MU David Moyes puas dengan penampilan yang ditunjukkan oleh MU di awal pertandingan itu. Dia senang dengan determinasi yang ditunjukkan oleh Rooney dkk. sejak awal laga. “Kami senang kami memetik tiga poin karena di Craven Cottage tidak pernah mudah. Itu adalah penampilan yang bagus, khususnya 20 menit pertama, karena kami memulai dengan sangat baik dan para pemain menempatkan kami di posisi yang sangat bagus,” kata Moyes. Dia melanjutkan, “Kami tampak seperti benar-benar siap untuk melibas mereka. Kami mencetak tiga gol dan menciptakan beberapa peluang jadi saya harus katakan saya sangat senang dengan bagian itu.” (Sky sports/aji)

Bale-Ronaldo Cemerlang MADRID - Meski tidak mencetak gol, Gareth Bale kembali tampil ciamik saat Real Madrid menang tipis 3-2 atas Rayo Vallecano pada laga di Campo de Futbol de Vallecas, Minggu (3/11) dini hari WIB. Pasalnya, dia menyumbang dua asis masingmasing untuk satu gol Cristiano Ronaldo dan Karim Benzema. Ronaldo sendiri juga bermain gemilang karena mencetak dua gol pada laga ini. Cristiano Ronaldo mampu membawa Los Merengues unggul cepat di menit ketiga. Mendapatkan bola sodoran dari Luka Modric, Ronaldo mampu menyisir sisi kiri lalu melepaskan tendangan terarah. Madrid pun unggul 1-0. Sebenarnya, Vallecano mampu mencetak gol penyeimbang pada menit ke-28 lewat kaki Iago Falque, tapi tak disahkan oleh wasit sebab Jonathan Viera sudah berdiri di posisi “off side”. Karim Benzema mampu membawa Madrid menjauh dengan gol yang dicetaknya pada menit ke-31. Gol sundulan kepala itu merupakan hasil umpan silang Bale dari sayap kanan. Kalau saja, Benzema tidak menjangkau bola itu, masih ada Ronaldo di belakangnya yang siap menyambar bola ke gawang Vallecano. Kedudukan 2-0 ini bertahan hingga waktu jeda datang Pada babak kedua, ketika pertandingan baru berjalan tiga menit, tepatnya menit ke-48, Madrid lagi-lagi menambah gol. Lewat satu serangan balik, Bale yang menusuk kotal penalti dari sisi kanan mampu mengirim umpan dengan kaki kiri bagian luar dari sudut sempit ke mulut gawang yang langsung disambar kaki kanan Ronaldo untuk membawa timnya unggul tiga gol tanpa balas. Empat menit berselang, Vallecano baru mampu memperkecil ketinggalan mereka lewat titik putih akibat pelanggaran Pepe kepada Vierra di kotak penalti. Viera yang mengeksekusi sendiri tendangan penalti mampu mengantarkan Vallecano untuk mengubah posisi menjadi 3-1.

Di menit ke-55, Vallecano kembali mencapatkan tendangan 12 pas. Kali ini Marcelo melakukan pelanggaran atas Joaquin Larrivey dan wasit pun menunjuk titip putih. Viera kembali menjadi algojo, Vallecano pun merubah skor manjadi 3-2. Bueno tak mau ketinggalan untuk mengancam gawang Diego Lopez. Meneruskan umpan Viera di menit ke-65, sepakannya masih bisa ditepis Diego Lopez. Tiga belas menit berselang, Madrid membalas mengancam lewat Pepe. Pemain Portugal kelahiran Brasil ini hampir saja menjebol gawang Vallecano di menit ke-78. Sundulannya menyambut umpan silang Luka Modric masih menyamping. Bahkan Ronaldo nyaris membukukan hat-trick keduanya pekan ini pada menit ke-83. Tapi sepakannya meneruskan umpan Gareth Bale masih bisa ditepis, bola rebound yang kembali mengarah padanya tapi juga masih bisa diamankan oleh Ruben. Dalam babak kedua ini, Vallecano mampu menguasai jalannya pertandingan. Mereka membukukan penguasaan bola sebanyak 60 persen dan 23 kali melakukan sepakan, enam di antaranya tepat sasaran, tapi cuma dua berbuah gol. Sementara itu, Madrid cuma melakukan 11 kali sepakan ke gawang, lima menemui bidang, dan tiga berbuah gol. Hingga akhir laga Madrid tetap unggul 3-2. Dengan tambahan tiga angka ini, Madrid tetap bertengger di posisi tiga klasemen dengan raihan 28 angka. Sementara Vallecano yang mengoleksi sembilan poin ada di posisi juru kunci. Sehari sebelumnya, rival abadi mereka Barcelona hanya menang tipis 1-0 atas tim sekota, Espanyol berkat gol tunggal Alexis Sanchez pada laga di Camp Nou. Kemenangan ini cukup menjaga kesempurnaan El Barca musim ini dengan belum pernah terkalahkan. Mereka kokoh di puncak klasemen sementara dengan 34 poin. (espn/aji)

RAYO VALLECANO Gol Offside Pelanggaran Sepak Pojok Throw-in Dribble Tekel

2 3 13 6 28 6 11

49% Umpan Sukses

78%

Menang Bola Atas

59%

Penguasaan Bola

REAL MADRID 3 Gol 3 Offside Pelanggaran 12 Sepak Pojok 1 27 Throw-in 6 Dribble 25 Tekel

51% Umpan Sukses

71%

Menang Bola Atas

41%

Penguasaan Bola

Andre Villas-Boas: Jermain Defoe Tidak Akan Pergi LONDON - Pelatih Tottenham Hotspur Andre Villas-Boas menegaskan bahwa strikernya Jermain Defoe tidak akan meninggalkan klub untuk bergabung dengan Toronto FC yang bermain di Major League Soccer (MLS), kompetisi sepakbola Amerika Serikat, yang kini dilatih mantan teman satu timnya di Tottenham, Ryan Nelsen. Nelsen bermain bersama Defoe di White Hart Lane dua tahun silam. Kemarin, Nelsen menegaskan bahwa dia sangat ingin membawa Defoe ke Toronto FC. Apalagi kon-

trak Defoe di Spurs tersisa 18 bulan dan dia tidak menjadi pilihan utama Villas-Boas di lini depan Tottenham musim ini. Tempat Defoe di barisan depan Tottenham digantikan oleh pemain yang baru direkrut musim ini dari Valencia, Roberto Soldado dengan harga 26 juta pound. Soldado menjadi pilihan utama di Liga Utama Inggris. Sedangkan, Defoe hanya dipasang sebagai starter di Piala Liga dan Liga Europa. Meski demikian, pelatih asal Portugal itu memastikan bahwa

Defoe tidak akan dijual. “Saya sudah baca di media massa bahwa dia diminati oleh Toronto FC, tetapi saya ingin sang pemain tetap bertahan hingga kontraknya habis. Pada akhirnya, pemain itu sendiri sudah komit dengan klub ini dan klub pun komit dengan sang pemain,” kata Villas-Boas. Belum lama ini, Defoe pernah menungkapkan rasa frustrasinya karena tidak mendapat kesempatan bermain lebih banyak di klub. Padahal, dia butuh waktu bermain lebih banyak guna mendapat satu tempat

di Tim Nasional (Timnas) Inggris pada Piala Dunia 2014 mendatang. Villas-Boas sangat yakin pemain 31 tahun ini akan berjuang keras dan bisa merebut kembali tempatnya di tim utama “The Lilywhites. “Saya kira dia sangat bahagia bukan hanya karena apa yang dia capai tetapi juga karena senyuman di wajahnya. Dia memulai musim ini dengan lebih baik dibandingkan tahun lalu. Jumlah gol yang sudah dicetaknya pun sangat mengagumkan,” tutup Villas-Boas.(aji)


Taneyan Lanjang SENIN 4 NOVEMBER 2013 NO.0232 | TAHUN II

SENIN

4 NOVEMBER 2013

1 9

PENERTIBAN

Tempat Tak Etis Tak Bisa Ditolerir

acunk budi/for koran madura

BANGUNAN TUA SUMENEP. Pengendara sedang melintas di depan bangunan tua sisa peninggalan Belanda sepanjang 11 kilometer yang ada di lokasi pembuatan garam di kecamatan Kalianget. Bangunan tersebut terlihat semraut karena sampai saat ini tidak dirawat.

UPT Diduga Pungli Dana BOS Hampir Merata di 29 Sekolah Dasar SUMENEP – Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di Kecamatan Sapeken ditengarai menjadi pungutan liar (pungli). Bantuan BOS diduga dipungli oleh oknum UPT (unit pelaksana teknis) Kecamatan Sapeken. Pungutan itu diperkirakan mencapai Rp 2,8 juta per lembaga.

Lilis Yuliati Ningsih

Herbal Lilis

B

Herbalis

ermanfaat bagi yang lain adalah kunci kehidupan. Ungkapan itu sepetinya menjadi spirit bagi Lilis Yuliati Ningsih, perempuan kelahiran 04 Juli 1989. Seolah ungkapan itu menyelimuti aktivitas kesehariannya. Sebab, setiap detik dan jam, energinya disisikan untuk masyarakat yang ingin hidup sehat. Bagi Lilis, sehat itu mahal harganya. Dapat dibayangkan jika orang itu tidak sehat, mereka lemah dan tidak berguna. Oleh karena itu, Lilis membuka terapi alternatif dengan cara pengobatan herbal, yaitu pengobatan yang tidak meninggalkan efek bagi pasien. Dengan bermodalkan semangat dan modal sedikit dalam membuka terapi alternatif dengan pengobatan herbal, baginya tak jadi halangan, ia ingin menjadi mandiri dan membantu orang untuk hidup sehat. “Saya menekuni dunia herbal saat semester 6. Pada saat masih kuliah saya memang punya impian untuk membuka klinik herbal. Motivasi saya hanya satu, agar setiap orang menghargai nafas yang mereka miliki, karena kesehatan itu mahal,” ucapnya. Perempuan berparas ayu dan masih lajang tersebut memang mampu menginspirasi orang-orang di sampingnya. Karena tak mudah bagi siapapun membangun usaha di Surabaya dengan hanya bermodalkan semangat dengan modal sedikit, pula tanpa membebek pada orangtua. Tetapi tak apa, karena semua hal dimula dari proses. Bagi lulusan Ekonomi Syariah di STIS SBI Surabaya 2012 tersebut yang penting bisa bermanfaat bagi orang lain. Dan ternyata semangat yang membaja itu sudah terbayar. Selain dapat gaji dari hasil usahanya itu, kurang lebih dari penghasilan usaha herbal itu setiap bulan dapat 1,5 juta rupiah, lebih besar dari gajinya Rp 1.350.000. “Impian saya dari proses dan usaha yang saya lakukan di Surabaya bisa saya tularkan di Sumenep. Saya ingin nanti buka klinik herbal di Sumenep. Itulah impian saya, walaupun dalam 1 atau 2 tahun ke depan saya masih di Surabaya, tetapi, suatu saat gagasan rumah sehat untuk rakyat saya ingin dirikan di Sumenep,” ungkapnya. (sym)

Informasinya, pungutan liar itu hampir terjadi di 29 lembaga pendidikan SD. Pungutan yang ditarik ini besarannya mulai Rp 1,7 juta, Rp 2 juta, hingga Rp 2,8 juta. Alasan pungutan itu katanya untuk supervisi dan pembinaan, pembuatan proposal rehap, proposal kegiatan Ramadhan, penyusunan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan), pengadaan buku panduan pramuka, tim auditor dan untuk dipergunkan biaya operasional kantor UPT setempat. SDN Pagerungan Kecil II mengaku dipungut Rp 2.852.250. Rinciannnya, untuk supervisi dan pembinaan sebesar Rp 425 ribu, proposal usulan rehab sebesar Rp 600 ribu, proposal kegiatan Ramadhan Rp 150 ribu. Kemudian, untuk penyusuan KTSP sebesar Rp 150 ribu, buku panduan pramuka Rp 100 ribu, tarakhir operasional kantor UPT sebesar Rp 427.500. Besaran pungutan antar lembaga nominalnya tidak sama. Buhari Muslim, salah satu guru di Kecamatan Sapeken, menjelaskan, pungutan dari pihak UPT memang terkesan dipaksakan. Sebab, tidak sesuai dengan juknis peruntukan BOS. “Yang namanya UPT meminta ke lembaga, tentu saja diberikan. Mereka kan tidak berani. Kami sangat kecewa dengan tindakan tersebut,”

katanya. Bahkan, sambung dia, pihak UPT ada kalanya meminta dana BOS itu sebelum cari. Yakni, dengan cara memotong gaji kepala sekolah (kasek). Ini sudah meresahkan para guru. ”Ini cukup meresahkan. Cukup berani pihak UPT, dari saking ambisinya untuk menerima dana BOS itu, meski gaji harus dipotong,” ujarnya.

Yang namanya UPT meminta ke lembaga, tentu saja diberikan. Mereka kan tidak berani. Kami sangat kecewa dengan tindakan tersebut,”

Buhari Muslim Guru

Salah satu GTT di Sapeken ini mengungkapkan, langkah yang dilakukan pihak UPT jelas mengarah kepada tindak pidana korupsi. Sebab, perbuatan itu tidak sesuai dengan aturan yang ada. ”Tidak hanya itu, unsur kerugian negara hampir dipastikan ada. Karena dana yang dipakai

itu dari uang negara yang tidak sesuai peruntukkanya,” ucapnya. Adanya pelanggaran itu, terang dia, pihaknya sudah melaporkan masalah ini ke inspektorat dan dinas pendidikan (disdik). ”Kami hanya menunggu reaksi dari pihak terkait. Supaya ada kejelasan, pejabat yang diduga melakukan perbuatan pelangaran hendaknya diproses secara maksimal, jangan ada kesan dibiarkan,” tuturnya. Sementara Kepala UPT Pendidikan Kecamatan Sapeken Jailani membantah. Sebab, menurutnya, penggunaan dana BOS itu sudah sesuai kesepakatan kepala sekolah. ”Tidak mungkin kami melakukan sesuatu, tanpa ada kesepakatan,” katanya kepada Koran Madura melalui sambungan telepon. Dia mengungkapkan, untuk melakukan pembinaan ke lembaga pendidikan terkait penggunaan yang benar tentang BOS, tidak ada dananya. Makanya, untuk transportasi diambilkan dari dana BOS. ”Kami mau menggunakan dana apa, masak menggunakan gaji tentu saja tidak mungkin. Termasuk, operasional UPT juga tidak anggaran,” ungkapnya. Menurut Jailani, memang peruntukan itu tidak ada dalam juknis. Kendati demikian, pihaknya sudah melakukan rembuk dengan kepala sekolahnya. “Kami tidak memaksa. Sebutkan saja sekolah yang protes, akan kami kembalikan menggunakan gaji kami. Kami juga tidak sembarangan juga menggunakan itu, biaya transportasi di pulau mahal, tidak sama dengan daratan,” ujarnya. (edy/yat)

ant/saiful bahri

KASUR PASIR. Seoarang bapak dan dua anaknya, tidur diatas kasur pasir, di Desa Legung, Batang-Batang, Sumenep, Jatim. Warga di daerah itu menggunakan pasir sebagai alas tidur karena selain diyakini dapat menyehatkan badan, juga karena lebih sejuk dibanding menggunakan kasur biasa.

PAMEKASAN - Bupati Pamekasan Achmad Syafii mengatakan tidak akan memberi toleransi (keringanan) bagi usaha-usaha yang mengandung unsur kemaksiatan di wilayahnya. Menurutnya, setiap usaha yang diyakini bisa mengandung unsur kemaksiatan, seperti usaha perhotelan, rumah tinggal (kos), maupun warung malam, harus mengikuti aturan yang sudah diberlakukan. Bupati mengancam akan mengambil kembali tanah negara yang digunakan sebagai tempat usaha yang mengandung unsur maksiat, seperti pasar, jalur hijau, dan tempat lain yang merupakan tanah negara. “Tanah negara itu merupakan hak negara untuk kepentingan masyarakat luas. Jika digunakan untuk kepentingan usaha maksiat seperti prostitusi dan usaha menjual minuman keras, kami akan mengambil kembali lahan itu,” katanya. Ia mengaku sudah memiliki informasi data tempat-tempat yang seringkali menjadi lokasi maskisat berupa prostitusi dan perselingkuhan. Dirinya akan berkoordinasi dengan beberapa pihak yang memiliki keterkaitan dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban untuk melakukan upaya penertiban di tempat-tempat tersebut. “Data sudah masuk ke saya tempat-tempat mana saja yang biasa dijadikan tempat maksiat tersebut, Insyaalah saya akan turun sendiri untuk menertibkan lokasi maksiat tersebut,” jelas Bupati. Syafii mengatakan langkah tegas itu dianggap perlu untuk dilakukan demi menjaga keamanan di wilayahnya dan menjaga citra daerah yang dipimpinnya sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai-nilai agama. Ia menyesalkan sikap sebagian pemilik usaha di wilayahnya yang lebih mementingkan aspek ekonomi pribadi daripada ikut menjaga ketertiban. Sebab perbuatan maksiat telah merusak nama baik Pamekasan. “Para pelacur itu bukan warga Pamekasan. Tapi keberadaan mereka di sini karena difasilitasi warga Pamekasan,” katanya. Berita sebelumnya, awal pekan lalu, Satuan Polisi Pamong Praja Pamekasan mengamankan dua remaja asal Kabupaten Jombang yang nyaris dipekerjakan sebagai pelacur di sebuah tempat kos di Jalan Veteran. Sayangnya, pemilik tempat kos yang berinisial RZ, yang diduga berperan sebagai mucikari berhasil melarikan diri. Saat dimintai keterangan, keduanya mengaku masih dua hari berada di Pamekasan untuk mencari pekerjaan. Saat mencari tempat kos, mereka ditunjukkan di Jalan Veteran dan ternyata keduanya akan dijual sebagai pelacur. Tempat kos tersebut memang meresahkan masyarakat, karena sering kedatangan pengunjung yang diduga merupakan lelaki hidung belang dan kerapkali dijadikan tempat perselingkuhan. (awa/muj/rah)

SIDALIH

KPUD Tetapkan 1.102 DPT BANGKALAN - KPUD Bangkalan dalam Rapat Pleno Terbuka Penetapan Hasil Verifikasi dan Perbaikan DPT Pemilihan Umum Angota DPR, DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten yang dihadiri seluruh pimpinan parpol peserta pemilu 2014 dan Pan- FAUZAN JAKFAR waslu kembali me- Ketua KPUD Bangkalan masukkan 1.102 DPT yang dicoret oleh KPU Pusat. Sebab hasil verifikasi faktual ribuan DPT tersebut benar adanya di lapangan. Ketua KPUD Bangkalan, Fauzan Djakfar menyatakan setelah dilakukan kroscek ulang oleh panitia pemungutan suara (PPS) dan panitia pemilihan kecamatan (PPK) di lapangan, jumlah DPT yang sempat dicoret oleh KPU Pusat secara faktual data secara nama dan alamat memang benar-benar ada. “Setelah menerjunkan PPK dan PPS melakukan verifikasi ulang ke bawah, secara faktual tetap ada orangnya. Maka dari itu, panwascam dan PPK merekemondasikan agar dimasukkan kembali,” terangnya. Dengan dicoretnya 1.102 DPT itu dengan melalui sistem data pemilih (Sidalih) oleh KPU Pusat, sempat menghilangkan DPT di 11kecamatan dan 23 desa serta 32 TPS. Berdasarkan verifikasi ulang yang dilakukan PPS, PPK, dan Panwascam ditemukan salah satunya di Desa Telaga Biru Kecamatan Tanjung Bumi. Namun, setalah divirifikasi ulang, dari jumlah 1.102 DPT yang sempat hilang itu telah kembali masuk sebagai pemilih tetap di Pemilu 2014 mendatang. Selain itu, KPUD Bangkalan fokus memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) ke portal Sidalih milik KPU pusat yang dianggap invalid. Fauzan menambahkan rapat pleno terbuka kali ini merupakan pleno ketiga dalam penetapan DPT Bangkalan. Pada rapat pleno pertama, 11 September 2013 lalu, DPT ditetapkan sebanyak 960.785 pemilih. Di pleno kedua, 13 Oktober 2013, ditetapkan 956.742 pemilih.(dn/rah)


10

SUMENEP

SENIN 4 NOPEMBER 2013 NO. 0232 | TAHUN II

Sejumlah bocah “Pangantan Jhamang” diarak menuju makam leluhur yang dikeramatkan guna mengikuti ritual perjodohan, di Desa Juruan Daya, batu Putih, Sumenep, Jatim. Pangantan jhamang atau perjodohan yang dilakukan antar kerabat sejak usia dini untuk mempererat tali kekerabatan itu, merupakan adat istiadat di sejumlah daerah di kabupaten itu yang tak jarang menimbulkan perpecahan antar keluarga karena setelah dewasa bocah yang ditunangkan itu, memilih jodohnya sendiri.

Bupati Pastikan Tidak Ada Intervensi

KRIMINAL

DPO Curanmor Ditangkap

Seorang Peserta Tes CPNS Melahirkan

SUMENEP – Bupati Sumenep A. Busyro Karim memastikan tak ada intervensi dalam pelulusan peserta tes CPNS. Pelulusan tes CPNS bukan wewenang pemerintah kabupaten melainkan dari pusat, bahkan soal tes pun juga didroping dari pusat. ”Jadi, soal calo di daerah itu tidak ada pengaruhnya. Kami sudah buat aturan terkait dengan calo PNS. Dalam SE Bupati itu sudah jelas dan ditegaskan bahwa jangan pernah percaya pada siapapun yang menyanggupi bisa lulus, dan Bupati saja tidak tahu berapa jatah untuk Kabupaten Sumenep, apalagi soal nama-nama yang lulus,” katanya, Minggu (3/11). Mantan ketua DPRD dua periode itu mengatakan apabila ada pihak yang masih percaya dengan calo, pihaknya meminta untuk ditindak tegas. Sebab, oknum tersebut merupakan pembohong besar. “Mohon hukum bertindak tegas jika terpaksa ditemukan calocalo PNS. Dan saya sangat berterimakasih jika ada orang yang membawa para calo-calo ke kejaksaan atau ke kepolisian,” tegasnya. Peserta tes CPNS tenaga honorer kategori II di lingkungan Pemkab Sumenep diikuti sebanyak 2106

Sejumlah tenaga honorer mengikuti tes CPNS Katagori 2 (K2) yang dilaksanakan secara serentak. Badan Kepegawaian Negara menyebutkan, jumlah peserta yang mengikuti tes CPNS K2 melonjak menjadi sekitar 750 ribu menjelang pelaksanaan tes dari awalnya sebanyak sekitar 650 ribu tenaga honorer yang diusulkan.

orang. Namun 28 di antaranya tidak mengambil nomor tes. Seleksi tersebut dilaksanakan di 103 ruang yang tersebar di 5 lokasi berbeda, yakni SMA 1, SMP 1, 2, 3, dan SD Pabian. Pelaksanaan tes CPNS berlangsung aman dan tidak banyak kendala. Itu terungkap dari hasil inspeksi mendadak (sidak) Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Hadi Soetarto bersama Kepala BKPP Titik Suryati, Asisten Administrasi Umum Ahmad Aminullah, Kepala Dinas Pendidikan A. Shadik, serta beberapa pejabat lainnya. Melahirkan Pelaksanaan tes calon pegawai negeri sipil (CPNS)

di SMAN 1 Sumenep tibatiba gempar. Pasalnya, salah satu peserta ujian, Dewi Heni Pertama Ekawati, sakit perut karena mau melahirkan. Peserta dengan nomor peserta 6507-2201680-9 langsung dibawa ke rumah sakit untuk diberi pertolongan. Informasinya, Dewi Heni Pertama Ekawati peserta tes tenaga medis. Dewi memang sedang hamil tua. Rencananya akan dicaisar hari itu juga. Namun, tak disangka Dewi harus melahirkan lebih awal. Akibatnya, ruangan tes berubah menjadi panik. Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Sumenep, Titik Suryati, membenarkan

adanya salah satu peserta yang akan melahirkan saat ujian tengah berlangsung. “Waktu itu masih mata uji kompetensi dasar. Tiba-tiba peserta yang hamil tua ini mengeluh perutnya sakit dan ternyata mulai mengalami kontraksi,” katanya. Karena itu, lanjut Titik, panitia pun langsung melarikan peserta tersebut ke Rumah Sakit Islam (RSI) Kalianget, untuk ditangani lebih lanjut. “Tidak mungkin dipaksa terus mengerjakan soal ujian. Kasihan juga. Kan sudah hampir melahirkan. Prediksi mau melahirkan lebih awal,” ujarnya. Lebih lanjut Titik menerangkan, setelah peserta tersebut dibawa ke RSI Kalianget, panitia dan penga-

was sempat datang ke rumah sakit untuk memberikan soal mata uji kompetensi. ”Diharapkan bisa mengerjakan kelanjutan ujian di rumah sakit. Tapi karena sudah mau melahirkan, ya sudah, tidak jadi. Soal dibawa kembali ke posko,” urainya. Menurut Titik, peserta tersebut tidak serta merta dinyatakan gugur. Namun pihaknya akan mengirimkan LJK ke pusat apa adanya, sesuai yang telah dikerjakan peserta. “Kami tidak menyatakan peserta tersebut gugur, ya. Kami hanya menyampaikan apa adanya LJK yang sudah dikerjakan oleh peserta. Keputusannya kan kewenangan pusat. Kami hanya pelaksana tes di sini,” terangnya. (edy/sym/yat)

secara substansial menurut kami masih belum bisa disosialisasikan,” ucap politisi PKNU ini. Ketika ditanya lebih jauh apa yang masih perlu diperbaiki dan diselaraskan, kata Husin, ada beberapa konsideran yang membahayakan terhadap posisi RTRW, khusunya teriat tata ruang kota di Sumenep. Kekhawatiran tersebut, sambung Husin, ada beberapa lokasi yang ada di RTRW itu akan

dicaplok oleh pemerintah provinsi. Oleh karena itu, masih perlu diselaraskan. Sementara Kepala Bappeda Idris enggan banyak berkomentar terkait penilaian sosialisasi oleh baleg. Pihaknya mengaku itu merupakan wilayah bagian hukum. ”Kami hanya menjalankan saja. Untuk masalah yang lain silakan tanyakan kepada Kabag Hukum,” ungkapnya. (sym/yat)

PERUNDANG-UNDANGAN

Baleg Sesalkan Sosialisasi RTRW SUMENEP - Sosialisasi Peratuan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang dilakukan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menuai protes. Alasanya, perda itu sampai detik ini belum mendapat penyelarasan dari Badan Legislasi (baleg) DPRD Sumenep. Anggota Baleg Moh. Husin menjelaskan, sosialisasi RTRW itu terkesan di-

paksakan dan terburu-buru. Sebab, pihaknya belum melakukan penyelarasan akhir terkait perda tersebut. ”Belum ada penyelerasan. Karena itu, perda tersebut belum layak untuk disosialisasikan kepada publik,” katanya. Menurut Husin, masih ada beberapa item yang perlu diselaraskan. Terutama terkait masalah wilayah pemprov dengan daerah. ”Itu perlu ada penyeler-

asan, supaya tidak ada pencaplokan wilayah. Sedangkan penyelarasan akhir itu masih ada di Baleg. Kami tidak habis pikir mengapa sudah disosialisikan,” ujarnya. Untuk itu, terang dia, sosialisasi yang dilakukan oleh bappeda masih cacat hukum. Itu karena RTRW itu masih berada di meja baleg sampai detik ini. ”Penyelarasannya belum selesai, karena ada beberapa hal yang

SUMENEP – Pelarian K (inisial, laki-laki), tersangka curanmor (pencurian kendaraan bermotor) yang sempat masuk daftar pencarian orang (DPO) akhirnya harus berakhir di balik jeruji besi. Warga Desa Bataal Timur, Kecamatan Ganding, itu dibekuk Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor Sumenep di Desa Bragung, Kecamatan Gulukguluk, Sabtu (2/11) sore. Dia dibekuk saat hendak ikut sabung ayam. Informasinya, K masuk DPO sejak sekitar tiga bulan lalu. Polisi menetapkan sebagai tersangka pelaku curanmor karena dianggap terlibat dalam pencurian sepeda motor di depan kantor KUA Kecamatan Saronggi beberapa waktu lalu. Ia ditetapkan sebagai tersangka karena alat bukti yang dikantongi polisi sudah cukup. Namun keberadaanya tidak terendus, dan polisi tidak berhasil menangkap. Akhirnya, polisi memasukkan dalam DPO. Sabtu sore polisi berhasil mengendus tersangka berada di Desa Bragung. Polisi mendapatkan laporan keberadaan K dari warga. Dari laporan tersebut, satreskrim langsung terjun ke lapangan. Polisi langsung melakukan penangkapan, dan menggiring tersangka ke Markas Polres Sumenep. Kapolres Sumenep AKBP Marjoko menjelaskan, K memang sudah lama menjadi incaran kepolisian. Hanya saja, baru kali ini pihaknya berhasil melakukan penangKami sudah kapan. ”Kami sudah berhasil berhasil menangkap menangkap DPO curanmor yang DPO curanmor dianggap meresahkan yang dianggap masyarakat. Ini semua meresahkan berkat kerjasama masyarakat. Ini masyarakat,” kata Marjoko. semua berkat K ditangkap karena kerjasama diduga mengambil masyarakat. kendaraan Honda Supra X tahun 2003 AKBP Marjoko milik Juhari, warga Kapolres Sumenep Desa Pagar Batu, Kecamata Bluto, yang di parkir di depan kantor KUA Kecamatan Saronggi. Semua alat bukti memang mengarah kepada warga Bataal Timur itu. ”Sejak ditetapkan tersangka sudah kami lakukan pengejaran, dan baru berhasil sekarang,” ucapnya Ditanya soal keterlibatannya dalam aksi curanmor lain, perwira dengan dua melati di pundak ini belum bisa menjelaskan secara detail. Sebab, pihaknya masih melakukan serangkaian penyidikan. ”Kami belum memastikan hal itu. Lihat saja perkembangan penyidikan. Kalau memang ditemukan ada bukti keterlibatan curanmor lain, pasti akan dijerat pasal lain,” ucapnya. Menurut Marjoko, penangkapan terhadap K merupakan langkah awal untuk menguak aksi curanmor yang lain. ”Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, kami langsung membawa tersangka ke Polres. Selain itu, kami masih akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut, siapa tahu ada keterlibatan pelaku lain dalam kasus pencurian kendaraan bermotor itu,” ungkapnya. Akibat perbuatannya, K terancam Pasal 362 KUHP tentang Tindak Pidana Pencurian dengan ancaman kurangan penjara di atas lima tahun. ”Nanti kalau berkas BAP (berita acara pemeriksaan) sudah lengkap, kami tinggal melimpahkan ke kejaksaan. Intinya, saat ini masih penyidikan lebih lanjut,” ungkapnya. (edy/yat)


SUMENEP

11

SENIN 4 NOPEMBER 2013 NO. 0232 | TAHUN II

Harga BBM di Kepulauan Masih Mahal SUMENEP – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menekan harga bahan bakar minyak (BBM) di kepulauan belum membuahkan hasil. Harga BBM di daerah kepulauan masih mahal, bahkan cenderung naik. Kabar terakhir, harga BBM jenis premium di Sapeken sudah menembus harga Rp 25 ribu per liter. Padahal, sebelumnya masih di bawah Rp 20 ribu. Sedangkan untuk Kepulauan Masalembu mencapai Rp 20 ribu. Untuk Kepulauan Kangean sudah tembus Rp 25 ribu perliter. Hamsuri, warga Pulau Sepanjang, Kecamatan/ Kepuluan Sapeken, menjelaskan, harga BBM bersubsidi di daerah kepuluan Sumenep masih melambung tinggi. Bahkan, harganya cukup meroket dibandingkan hari-hari sebelumnya. ”Harga BBM di kepulauan sudah tidak bisa ditekan. Ini cukup kami sesalkan,” katanya kepada Koran Madura. Dia mengungkapkan, semakin mahalnya harga BBM akibat pasokan BBM yang tidak lancar. Bahkan, keberadaan BBM di kepulauan nyaris habis. ”Sudah hukum ekonomi, apabila barang habis maka harga akan terus melambung tinggi. Masalah ini merupakan klasik bagi kepulauan,” terangnya.

ADMINISTRASI PERNIKAHAN

Kankemenag Tak Lagi Kekurangan Buku Nikah SUMENEP – Setelah satu minggu mengalami kekosongan buku nikah, akhirnya Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Sumenep bisa bernafas lega. Kemenag RI memberikan bantuan buku nikah sebanyak 3000 eksemplar. Warga yang hendak menikah tidak lagi harus menunggu untuk mendapatkan buku nikah. ”Setelah sempat kosong sekitar 1 minggu, sekarang kami sudah lega karena sudah ada kiriman 3000 buku nikah dari pusat,” kata kepala Seksi Bimas Islam Kemenang Sumenep, Abd. Azis. Ribuan buku nikah itu sudah didistribusikan ke 27 KUA yang ada di sejumlah kecamatan di Sumenep. Sedangkan jumlah masing-masing KUA itu tidak sama, disesuaikan dengan kebutuhannya. “Yang jelas semua buku nikah sudah kami distribusikan ke KUA yang lain. Kemarin kami sempat mengalami kekosongan. Buku nikah yang ada sekarang insya Allah cukup sampai akhir tahun,” ujarnya. Azis menambahkan, selama terjadi kekosongan buku nikah, bagi pasangan yang melangsungkan akad nikah hanya diberi surat keterangan dari KUA setempat. Surat keterangan tersebut menerangkan jika kedua belah pihak telah sah menikah. “Keterangan itu bersifat sementara saja sebelum mendapatkan buku nikah. Namun, karena sudah ada tinggal diberikan saja,” bebernya. Kejadian kekurangan buku nikah merupakan kejadian pertama di Sumenep. Itu karena keterlambatan pengiriman dari Kementerian Agama RI. Hal itu juga terjadi di kabupaten lain di luar Sumenep. “Tapi bisa juga memang ada kenaikan grafik pernikahan. Untuk Sumenep, kebutuhan buku nikah dalam setahun berkisar 8 ribu-9 ribu buku nikah. Biasanya buku nikah itu tidak dikirim sekaligus, melainkan 2-3 kali setahun,” pungkasnya. (edy/yat)

LOWONGAN KERJA Grup PJTKI resmi, terbesar & terpercaya butuh banyak tenaga :

Hal yang sama diungkapkan anggota DPRD asal kepulauan, Badrul Aini. Badrul menganggap pemkab cukup lamban mengatasi masalah BBM di kepulauan. Buktinya, sudah lebih satu bulan harga mengalami kenaikan cukup tinggi. Namun, sampai detik ini tidak bisa teratasi. ”Pemkab jangan

berpangku tangan melihat ini. Ini masalah nasib kepulauan,” ungkapnya. Akibat kelangkaan BBM, aktivitas masyarakat kepulauan menjadi buntu. Bahkan, ada beberapa guru malah tidak mengajar karena BBM mahal. ”Makanya, pemkab kami kira harus mengambil langkah darurat untuk BBM

kepulauan. Sehingga, bisa teratasi dengan maksimal,” ungkap politisi PBB ini. Dia menuturkan, masyarakat kepulauan sudah menjerit. Dan, saat ini masyarakat kepulauan sudah tidak butuh janji dan tebar pesona belaka. ”Kami minta ayo perjuangkan hak-hak rakyat kepulauan. Supaya

masyarakat kepulauan tidak terus menangis. Kami tunggu ketegasan dari Pemkab Sumenep,” tuturnya. Kepala Bidang Perekonomian (Kabag Perekonimian) Setkab Sumenep, Moh. Hanafi, saat Koran Madura menghubungi melalui telepon selulurnya tidak aktif. (edy/yat)

1. KONSTRUKSI / BANGUNAN (Tukang & Helper) 2. PENATA RUMAH TANGGA (PRT), BABY SITTER & PERAWAT LANSIA 3. SUPIR, CLEANING SERVICE & BEBERAPA POSISI LAIN KETENTUAN

• Tujuan TIMUR TENGAH (ARAB SAUDI, Qatar Dubai, dll), SINGAPORE, HONGKONG & TAIWAN • TANPA BIAYA/GRATIS (2), Biaya Proses (1 & 3) dapat dibayar 3X • Uang Saku PRT (2) Rp 2 s/d 7 juta ( TERBESAR !!!) • Berkesempatan ibadah HAJI (1 & 3) Pendaftaran: 021-8366 6869 / 0815 85 696969 / 0823 12 116116

Butuh banyak Perekrut/Sponsor daerah

TRADISI Kedatangan tahun baru biasanya ditandai dengan berbagai kemeriahan, seperti pesta kembang api, keramaian tiupan terompet, maupun berbagai arak-arakan di malam pergantian tahun. Beberapa daerah di Indonesia pada tahun baru Islam juga memiliki beberapa tradisi. Apa saja? Jawa Saat malam 1 Suro (1 Muharram) tiba, masyarakat Jawa umumnya melakukan ritual tirakatan, lek-lekan (tidak tidur semalam suntuk), dan tuguran (perenungan diri sambil berdoa). Bahkan sebagian orang memilih menyepi untuk bersemedi di tempat sakaral seperti puncak gunung, tepi laut, pohon besar, atau di makam keramat. Ritual 1 Suro telah dikenal masyarakat Jawa sejak masa pemerintahan Sultan Agung (1613-1645 Masehi). Saat itu masyarakat Jawa masih mengikuti sistem penanggalan Tahun Saka yang diwarisi dari tradisi Hindu. Sementara itu umat Islam pada masa Sultan Agung menggunakan sistem kalender hijriah. Sebagai upaya memperluas ajaran Islam di tanah Jawa, kemudian Sultan Agung memadukan antara tradisi Jawa dan Islam dengan menetapkan 1 Muharram sebagai tahun baru Jawa. Bagi masyarakat Jawa, bulan Suro sebagai awal tahun Jawa juga dianggap sebagai bulan yang sakral atau suci, bulan yang tepat untuk melakukan renungan, tafakur, dan introspeksi untuk mendekatkan dengan Yang Maha Kuasa. Cara yang biasa digunakan masyarakat Jawa untuk berinstrospeksi adalah dengan lelaku, yaitu mengendalikan hawa nafsu. Lelaku malam 1 Suro, tepat pada pukul 24.00 saat pergantian tahun Jawa, diadakan secara serempak di Kraton Ngayogyakarta dan Surakarta Hadiningrat sebagai pusat kebudayaan Jawa. Di Kraton Surakarta Hadiningrat kirab malam 1 Suro dipimpin oleh Kebo Bule Kyai Slamet sebagai Cucuking Lampah. Kebo Bule merupakan hewan kesayangan Susuhunan yang dianggap keramat. Di belakang Kebo Bule barisan berikutnya adalah para putra Sentana Dalem (kerabat keraton) yang membawa pusaka, kemudian diikuti masyarakat Solo dan sekitarnya seperti Karanganyar, Boyolali, Sragen dan Wonogiri. Sementara itu di Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat memperingati Malam 1 Suro dengan cara mengarak benda pusaka mengelilingi benteng kraton yang diikuti oleh

Tradisi Tahun Baru Islam dalam urusan dan manis dalam ketakwaan kepada Allah.

Makasar Ada tradisi unik warga Makassar menyambut pergantian tahun Islam atau Hijriyah. Setiap tanggal 1 Muharram, para ibu rumah tangga pasti menyerbu toko perlengkapan rumah tangga untuk berbelanja. Sejumlah toko peralatan rumah tangga biasanya kebanjiran pembeli. Sebagian besar pengunjung ibu rumah tangga membeli berbagai peralatan yang berfungsi menampung seperti gelas, mangkuk, gayung, ember dan baskom. Kebiasaan ini sudah dilakukan sejak puluhan tahun. Kebiasaan berburu alatalat rumah tangga tepat pada pergantian tahun baru Islam turun-temurun menjadi tradisi di keluarganya. Harapannya agar

ribuan warga Yogyakarta dan sekitarnya. Selama melakukan ritual mubeng beteng tidak diperkenankan untuk berbicara seperti halnya orang sedang bertapa. Inilah yang dikenal dengan istilah tapa mbisu mubeng beteng. Selain di Kraton, ritual 1 Suro juga di-

adakan oleh kelompok-kelompok penganut aliran kepercayaan Kejawen yang masih banyak dijumpai di pedesaan. Mereka menyambut datangnya tahun baru Jawa dengan tirakatan atau selamatan. Sepanjang bulan Suro masyarakat Jawa meyakini untuk terus bersikap eling (ingat) dan waspada. Eling artinya manusia harus tetap ingat siapa dirinya dan dimana kedudukannya sebagai ciptaan Tuhan. Sedangkan waspada berarti manusia juga harus terjaga dan waspada dari godaan yang menyesatkan. Karenanya dapat dipahami jika kemudian masyarakat Jawa pantang melakukan hajatan pernikahan selama bulan Suro. Pesta pernikahan yang biasanya berlangsung dengan penuh gemerlap dianggap tidak selaras dengan lelaku yang harus dijalani selama bulan Suro. Terlepas dari mitos yang beredar dalam masyarakat Jawa berkaitan dengan bulan

Suro, namun harus diakui bersama bahwa introspeksi menjelang pergantian tahun memang diperlukan agar lebih mawas diri. Banjarmasin Warga Tapin, Banjarmasin, menyambut Tahun Baru Islam 1434 Hijriyah dengan cara minum susu putih yang merupakan tradisi di Tapin. Tradisi minum susu putih sambut tahun baru Islam itu biasanya dilakukan setelah salat subuh di ruang induk masjid. Puluhan jamaah salat subuh mengikuti tradisi minum susu sambut tahun baru Islam tersebut. Tradisi minum susu menyambut tahun baru Islam itu sudah berlangsung puluhan tahun yang digelar badan pengelola Masjid Baiturahmah. Filosofi dari minum susu supaya selama perjalanan satu tahun ke depan, hidup selalu manis. Artinya, manis segi kesehatan, manis kesejahteraan, manis

mendapat berkah dan memperoleh lebih banyak rejeki di tahun baru. Yang unik, setiap wadah yang dibeli itu tidak cukup satu, namun bisa hingga beberapa buah. Misalnya gayung berukuran kecil bisa dibeli hingga lima buah. Untuk benda berukuran besar seperti baskom dan ember, dibeli hingga tiga buah. Bagi penjual atau pemilik toko, pergantian tahun Hijriyah adalah hal yang paling ditunggu-tunggu. Tak heran jika para pemilik toko meraup untung besar pada pergantian tahun tersebut. Biasanya, perburuan alat-alat dapur ini berlangsung selama 10 hari. Sebab, para pemburu alat-alat dapur ini mempercayai, kesempatan untuk berbelanja itu sampai tanggal 10 Muharram. (diolah dari berbagai sumber)


12

PAMEKASAN

SENIN 4 NOVEMBER 2013 NO.0232| TAHUN II

KARAPAN SAPI

178 Polisi Amankan Karapan Sapi Rekeng PAMEKASAN - Sebanyak 178 personel dari jajaran Polres Pamekasan di Pulau Madura, Jawa Timur, amankan festival budaya karapan sapi menggunakan pola kekerasan di stadion kota setempat pada Minggu (3/11). Menurut Kapolres Pamekasan AKBP Nanang Chadarusman, Sabtu, ke-178 personel tersebut gabungan dari berbagai satuan, seperti Reserse Kriminal, Samapta, Lalu Lintas, juga Intelijen dan Keamanan. “Jumlah personel yang kami terjunkan itu sengaja dalam jumlah banyak, sebagai upaya untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan,” kata Kapolres Nanang Chadarusman di Pamekasan. Karapan sapi itu menggunakan pola kekerasan, yakni penunggang atau jokinya melengkapi diri dengan rekeng, alat pemukul berukuran pendek yang dipasang paku untuk memacu pasangan sapi agar larinya cepat dan lebih awal sampai garis finis. Oleh pemerintah pusat, karapan sapi yang dinilai bernuansa penyiksaan terhadap hewan itu dilarang, akan tetapi sebagian pengerap di Pamekasan tetap menginginkan kegiatan tahunan tersebut tetap digelar. Untuk mengakomodir keinginan sebagian pemilik sapi karapan itu, Pemprov Jatim melalui Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) IV Pamekasan akhirnya tetap mengizinkan kegiatan tersebut digelar, namun memperebutkan Piala Gubernur. Bukan lagi piala bergilir Presiden RI.

Menurut Panitia Karapan Sapi dari Bakorwil IV Pamekasan, Hasan Mursi, kegiatan tersebut tahun ini digelar dua versi, yakni yang menggunakan pola kekerasan itu dan yang tanpa disertai penyiksaan terhadap hewan dilaksanakan di sebuah lapangan di Bangkalan. Menurut Panitia Karapan Sapi dari Bakorwil IV Pamekasan, Hasan Mursi, kegiatan tersebut tahun ini digelar dua versi, yakni yang menggunakan pola kekerasan itu dan yang tanpa disertai penyiksaan terhadap hewan dilaksanakan di sebuah lapangan di Bangkalan. Kedua jenis karapan sapi itu, baik yang menggunakan pola kekerasan ataupun yang tanpa alat pemukul berpaku, sama-sama memperebutkan piala gubernur. “Karapan sapi dengan kekerasan digelar di Pamekasan, atas keinginan sebagian pemilik hewan pacuan tersebut,” kata Hasan Mursi menjelaskan. Atas dasar itu, maka Polres Pamekasan lebih memperketat pengamanannya guna mengantisipasi berbagai kemungkinan yang bisa terjadi. Sedangkan personel kepolisian yang diterjunkan pada pelaksanaan karapan sapi tanpa kekerasan di Kabupaten Bangkalan hanya 20 orang. “Ini sesuai dengan permintaan panitia pelaksana karapan sapi,” kata Kapolres Bangkalan AKBP Sulistijono. Pengamanan karapan sapi tanpa kekerasan di Bangkalan itu tidak perlu diperketat, karena diperkirakan akan berlangsung lancar, tanpa hambatan dari pihak lain. Disamping itu, karapan sapi tanpa kekerasan yang digelar di Kabupaten Bangkalan itu murni merupakan kegiatan budaya. Karapan sapi di Pulau Madura sendiri menjadi dua versi, setelah adanya seruan dari kalangan budayawan, tokoh masyarakat dan para ulama Madura, agar tidak mengguna-

kan praktik kekerasan. Para tokoh Madura minta, agar masyarakat mengembalikan versi karapan sapi pada aslinya, tanpa kekerasan. Karapan sapi di Pulau Garam itu menjadi dua versi sejak 2012, namun saat itu masih memperebutkan piala bergilir Presiden RI. Berdasarkan kesepakatan semula antara pemerintah dengan para pemilik sapi karapan, kegiatan tersebut digelar tanpa kekerasan sesuai aslinya, sebagai hazanah budaya masyarakat Madura. Efektifitas Dua Pola Kejuaraan Kerapan Sapi Piala President di Madura, Jawa Timur, akhirnya digelar dengan dua pola, yakni dengan menggunakan rekeng (kekerasan) dan pakkopak (tanpa kekerasan). Kerapan dengan pola rekeng dilaksanakan di Stadion R. Soenarto, Pamekasan sedang pola kopak digelar di Stadion Bangkalan. Efektifitas pelaksanaan dua pola itu setidaknya dapat menghindari perselisihan lebih tajam diantara sesama para pemilik sapi kerap. Pelaksanaan kejuaraan adu cepat sapi Madura dengan dua pola itu merupakan kesepakatan Pencinta Olah Raga Kerapan Sapi (Porkesap) dalam pertemuan di Bakorwil Madura, di Pamekasan, Rabu (30/10), setelah tidak ada kesepakatan antara Bakorwil yang ingin menghapus pola kekerasan dalam kerapan sapi dengan sebagian anggota Porkesap yang mengancam akan memboikot kejuaraan itu jika pemerintah memaksa menghapus pola rekeng. Untuk kejuaraan pola rekeng, diikuti 24 pasang sapi kerap. Masing-masing kabupaten di Madura, yakni Kabupaten Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep, mengirimkan enam pasang sapi hasil seleksi tingkat kabupaten. Kepala Bakorwil Madura, Eddy Santoso mengatakan untuk sementara pihaknya terpaksa menggelar kerapan sapi dengan dua pola sambil menunggu keputusan Presiden RI soal pola mana yang akan digunakan pada tahuntahun berikutnya. “Kami sudah berkirim surat ke Presiden soal adanya dualisme pola kerapan sapi di Madura. Kami minta agar ada kepastian dari beliau soal pola mana yang akan digunakan dalam kejuaraan ini,” katanya. Munculnya dua pola dalam kerapan sapi di Madura itu berawal dari fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pamekasan yang menyatakan pelaksanaan kerapan sapi di Madura haram karena terdapat unsur penyiksaan terhadap binatang. Fatwa yang dikeluarkan pada 2011 lalu itu menyebabkan tidak adanya gelar kejuaraan kerapan sapi piala presiden pada 2012 lalu dan tertundanya kejuaraan yang sama tahun ini. Seharusnya, kerapan sapi piala presiden digelar bersamaan dengan acara Semalam di Madura yang biasa digelar akhir Oktober. Selain itu, fatwa tersebut memunculkan ide dari sebagian pelaku kerapan sapi untuk kembali ke pola awal, tanpa kekerasan yakni dengan memacu sapi dengan beramai-ramai membunyikan kentongan. Ide itu mendapat dukungan dari Gubernur Jawa Timur yang menyatakan menghapus pola rekeng dalam pelaksanaan kerapan sapi di segala tingkatan. Dalam sejarahnya, kerapan sapi yang awalnya hanya untuk mengisi kekosongan kegiatan pasca musim panen, tidak menggunakan rekeng (tongkat kecil terbuat dari kayu yang beri paku). Belakangan, alat tersebut menjadi populer digunakan dalam setiap kejuaraan. Bahkan, sebagian pengerap menolak jika alat yang kemudian menjadi salah satu pola dalam kerapan sapi itu dihilangkan. (muj/ant/rah)

PIALA PRESIDEN PAKEM LAMA. Joki memacu sepasang sapi kerapan dalam grand final karapan sapi, memperebutkan piala Presiden, di Stadion Soenarto Hadiwidjojo, Pamekasan, Jatim, Minggu (3/11). Karapan sapi piala Presiden digelar menjadi dua bagian yakni, karapan dengan pakem lama (kekerasan) bertempat di Pamekasan dan non kekerasan yang dipusatkan di Bangkalan.

Kepala SDN Bajang I Kembalikan Dana BSM Bupati : Kasus Pemotongan BSM Perlu Terus Ditelusuri PAMEKASAAN – Kepala SD Negeri Bajang1, Kecamatan Pakong, Kabupaten Pamekasan, Ahmad, akhirnya mengembalikan Dana Bantuan Siswa Miskin (BSM) sebesar Rp 400 ribu tiap siswa, yang dipungut tanpa persetujuan wali murid. Dana itu dikembalikan, setelah sejumlah wali murid mendatangi sekolah dan memprotes pungutan itu. Ahmad mengembalikan dana BSM itu kepada masingmasing siswa penerima melalui orang tua masing-masing, sebesar Rp 405 ribu. Pengembalian dana BSM disaksikan oleh komite sekolah di salah satu ruangan SDN Bajang I, baru-baru ini. Dalam kesempatan itu, Ahmad juga meminta maaf kepada wali murid dan komite sekolah, karena pihaknya tidak ada niat untuk memotong dana BSM milik siswanya sendiri. Sebab, dana itu rencananya akan digunakan untuk membeli seragam batik untuk semua siswanya yang saat ini sudah lusuh.

Ia mengaku khilaf dan minta maaf kepada para wali murid, karena rencana pembelian seragam itu, belum sempat dibicarakan dengan wali murid. “Ini hanya kesalahpamahan, antara kami selaku pihak sekolah dengan orang tua siswa, yang anaknya menerima BSM. Atas kesalahpahaman ini, kami mohon maaf kepada orang tua murid dan masyarakat Bajang,” katanya. Ia menjelaskan pada Senin (28/11) lalu, sebanyak 44 siswanya dari kelas I hingga VI, menerima BSM sebesar Rp 425 ribu, yang diterima di kantor Cabang Dinas Pendidikan

(Disdik) Pakong. Dari uang sebesar Rp 425 ribu disisakan Rp 20 ribu buat tabungan. Kemudian uang Rp 405 ribu dipegang sekolah untuk diserahkan kepada wali murid. Sedang uang Rp 5 ribu yang diberikan kepada siswa itu bukan dari BSM, tapi diambilkan dari dana bantuan operasional sekolah (BOS). Rencananya, sebelum uang itu diserahkan kepada wali murid, pihak sekolah akan mengundang wali murid ke sekolah yang dijadwalkan Jumat (1/11). Namun, sehari sebelumnya Kamis (31/10), wali murid keburu melabrak sekolah. Rencana pertemuan dengan wali murid itu, untuk membahas rencana program pembelian seragam batik. Ia mengakui undangan pertemuan itu sudah dicetak dan siap disebar. Pertemuan dimaksud tidak bisa segera terlaksana karena pihak sekolah masih sibuk dengan kegiatan pendidikan. Sementara Subairi, salah

seorang wali murid mengaku bersyukur dana BSM bantuan pemerintah sudah diserahkan sekolah utuh tanpa dipotong. Ia berharap kejadian ini tidak terulang kembali di masa mendatang. Menurutnya, pemotongan itu sangat merugikan siswa penerima, karena kalau dibelikan seragam dan dibagi rata, dipastikan anak orang mampu menerima bantuan. Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Taman Kanak-Kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD), Disdik Pamekasan, Prama Jaya, yang dimintai konfirmasi mengatakan dana BSM untuk siswa SDN Bajang I sudah diserahkan utuh kepada siswa yang bersangkutan, tanpa ada potongan. “Tadi kami sudah mendapat laporan dari pihak Cabang Disdik Pakong, jika dana BSM itu sudah dikembalikan,” katanya. Seperti diberitakan sebelumnya, sekitar 44 wali murid terdiri atas pria dan wanita mendatangi SDN Bajang I.

Mereka memprotes pemotongan dana BSM yang seharusnya siswa mendapatkan dana BSM sebesar Rp 405 ribu, namun yang diterima siswa hanya Rp 5 ribu. Sedang Rp 400 ribu diambil pihak sekolah dengan alasan untuk pembelian seragam sekolah. Sementara itu, Bupati Pamekasan, Achmad Syafii mengatakan masih akan mendalami kasus pemotongan dana BSM tersebut. Jika terbukti melanggar maka kepala sekolah akan disanksi. Sebab dalam aturan BSM itu tidak boleh dipotong. “Ini harus ditelusuri oleh Dinas terkait, kenapa dia melakukan pemotongan. Tentu tidak cukup hanya dikembalikan. Kalau nanti terbukti melanggar, tentu ada sanksi,” katanya. Lebih lanjut Syafii menjelaskan bantuan tersebut untuk siswa miskin, dan tidak boleh ada pemotongan dengan alasan apapun, termasuk untuk membeli seragam. (uzi/muj/ rah)

GURU NGAJI

DPRD Setuju Anggaran Tunjangan Dinaikkan PAMEKASAN – Wakil Ketua DPRD Pamekasan, Khairul Kalam menyatakan setuju anggaran tunjangan untuk guru ngaji di wilayah itu dinaikkan. Hal itu, menurut dia, karena nilai tunjangan yang harus mereka terima saat ini dinilai sangat kecil dan tidak sebanding dengan besarnya jasa yang mereka berikan. Tahun ini, besar tunjangan untuk guru ngaji itu sebesar Rp 200 ribu perorang selama satu tahun. Rencananya, besar tunjangan itu akan dinaikkan mulai tahun depan menjadi sebesar Rp 400 ribu perorang selama satu tahun. Dengan rencana kenaikan itu, maka jumlah penerima program tersebut yang sebelumnya sebanyak 7 ribu orang akan berkurang menjadi sekitar 5 ribu orang guru ngaji. Pengurangan itu disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Pamekasan. Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan, Khairul Kalam mengatakan rencana penaikan nilai tunjangan bagi

guru ngaji itu merupakan langkah positif yang harus didukung semua pihak. Ia juga menyatakan mendukung langkah dilakukannya pengurangan penerima tunjangan, karena harus disesuaikan dengan kemampuan dana yang dimiliki pemerintah serta jumlah sebenarnya guru ngaji di wilayah itu. “Penurunan itu bukan karena dikurangi, tapi karena verifikasi ulang data penerima itu masih banyak kesalahan. Panitia program tersebut harus benar-benar teliti, untuk menentukan guru ngaji yang sebenarnya, sehingga program itu benar-benar tepat sasaran,” katanya. Khairul menyatakan pihaknya banyak menemukan penerima bantuan itu yang salah sasaran, baik penerima fiktif ataupun nama ganda. Sehingga dipastikan penerima program itu akan berkurang setelah dilakukan penyesuaian melalui verifikasi ulang. Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Pamekasan, Amirusshaleh mengatakan rencana kenaikan itu dari Rp 200

perorang pertahun menjadi Rp 400 ribu perorang pertahun. Dengan kenaikan nilai bantuan tersebut sangat dimungkinkan akan terjadi pengurangan penerima bantuan. Selain disebabkan keterbatasan kemampuan keuangan daerah sehingga akan dilakukan penyesuaian, juga disebabkan verifikasi ulang dan perbaikan data dari data sebelumnya. Verifikasi itu akan dilakukan secara maksimal untuk memastikan pengurangan itu sesuai dengan kondisi yang ada. Amirusshaleh menjelaskan ada beberapa ketentuan guru ngaji yang berhak mendapatkan bantuan itu, antara lain guru ngaji bukan seorang yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan memiliki santri binaan minimal 10 orang. Ia mengakui pada pencairan bantuan tersebut beberapa waktu lalu masih banyak kesalahan data penerima, akibat terjadinya kesalahan saat verifikasi, sehingga masih ditemukan nama ganda dan nama guru ngaji fiktif.(oni/ muj/rah)


PAMEKASAN

13

SENIN 4 NOVEMBER 2013 NO.0232| TAHUN II

Penyelidikan Kasus NRG Tak Serius Seharusnya Kejari juga Tahan Mantan Kepala Kemenag PAMEKASAN - Kejaksaan Negeri (Kejari) Pamekasan menyatakan sedang menyelidiki kasus dugaan pungutan sebesar Rp 500 ribu terhadap 711 orang guru yang mengikuti program sertifikasi di lingkungan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Pamekasan 2011 lalu. Hanya saja, penyelidikan kasus pungli tersebut diduga kuat tidak serius, karena penyelidikan tersebut diperkirakan akan berlangsung selama setahun, atau bahkan lebih. Selain diduga melibatkan Kepala Seksi Madrasah dan Pendidikan Dasar (Mapenda) yang saat itu dijabat Juhairiyah, juga diduga melibatkan mantan Kepala Kantor Kemenag Normaluddin. Juhairiyah sudah ditahan Kejaksaan dalam kasus penyalahgunaan dana Blockgrant senilai Rp 7,1 miliar. Kepala Seksi Pidana Khusus, Kejari Pamekasan, Samiadji Zakariya mengatakan kasus dugaan pungutan dana bagi guru sertifikasi itu dikeluhkan sejumlah guru dan saat ini sedang dalam tahap penyelidikan. “Penyelidikan kasus ini tidak serta merta menghentikan penanganan kasus yang saat ini berjalan yang diduga tersangkanya adalah orang yang sama,” katanya. Kasus penarikan dana dalam penerbitan Nomor Registrasi Guru (NRG) itu menjadi salah satu perhatian Kejari karena diduga melibatkan banyak guru sebagai korbannya. Selain itu, kuat dugaan kasus tersebut dilakukan oleh pengambil kebijakan di lingkungan Kantor Kemenag

Pamekasan. Hanya saja, ia belum bisa memastikan berapa lama waktu yang dibutuhkan dalam menyelidiki kasus itu karena pihaknya masih harus meminta keterangan saksi dan mengumpulkan bukti-bukti. “Bisa jadi dalam menangani kasus korupsi, kami membutuhkan waktu satu tahun untuk menetapkan tersangka. Sebab kasus ini harus ditangani secara serius dan sungguhsungguh,” jelasnya. Sebelumnya, sejumlah aktivis mahasiswa melaporkan sejumlah pihak yang diduga mengkoordinir penarikan uang ke masing-masing guru yang mengikuti program sertifikasi untuk penerbitan NRG. Uang yang ditarik dari para guru itu diduga disetorkan ke salah satu pejabat Kantor Kemenag Pamekasan. Alasan yang digunakan dalam penarikan dana itu untuk mempermudah dan mempercepat proses penerbitan NRG. Sementara itu sejumlah guru yang tergabung dalam Persatuan Guru Pamekasan, menyatakan penarikan dana itu semestinya tidak dilaku-

kan karena penerbitan NRG itu bersifat cuma-cuma. Koordinator Persatuan Guru Pamekasan, Zainal Abidin meminta agar Kejari setempat segera menuntaskan penanganan kasus itu tanpa pandang bulu. Dalam hitungannya, dengan jumlah guru yang mengajukan program sertifikasi mencapai 711 orang, maka

dana yang terkumpul dari penarikan liar itu mencapai Rp 355.5 juta. Tuntut Normaluddin Ditahan Sementara itu, sejumlah aktivis mahasiswa menilai seharusnya Kejaksaan Negeri Pamekasan tidak hanya menahan mantan Kepala Mapenda, Juhairiyah, dalam kasus penyalahgunaan dana blockgrant. Juga mantan Kepala Kantor Kemenag setempat, Normaluddin seharusnya diseret

ke dalam sel tahanan. Mereka menilai Juhairiyah tidak mungkin bekerja sendirian tanpa keterlibatan atasannya dan pihak-pihak lain di Kantor Kemenag Pamekasan. Setidaknya, pimpinannya ikut terlibat, karena mengetahui dan mendiamkan terjadinya kasus tersebut. “Perbuatan yang dilakukan Juhairiyah tidak bisa berjalan

mulus, jika tidak mendapat persetujuan dari pimpinannya, yakni Normaluddin,” kata juru bicara para aktivis, Maimun. Menurutnya, mantan Kasi Mapenda itu hanya sebagai pelaksana di lapangan yang mengkoordinir pemotongan dana hibah bantuan pemerintah pusat itu. Sedang cetusan awal tindakan tersebut dipastikan berasal dari pimpinannya, sehingga tidak ada alasan bagi Kejari untuk tidak melibatkan Normaluddin dalam

kasus itu. Kepala Kejaksaan Negeri Pamekasan, Sudiarto mengatakan saat ini pihaknya tengah mencari bukti penguat untuk menetapkan mantan Kepala Kemenag Pamekasan, Normaluddin sebagai tersangka salain Juhairiyah yang sudah ditahan beberapa waktu lalu. Saat ini bukti-bukti yang berhasil didapat masih mengarah kepada keterlibatan Juhairiyah, sementara bukti yang mengarah pada keterlibatan Normaluddin masih terus dicari. “Dalam kasus ini kami harus berhati-hati, dan harus mengedepankan bukti maupun fakta untuk menetapkan status tersangka pada seseorang,” kata Sudiharto. Ia menolak anggapan bahwa Kejari sengaja mengorbankan Juhairiyah dengan mengabaikan dugaan keterlibatan mantan pimpinannya yang saat ini sudah menjabat sebagai Kepala Kantor Kemenag Lumajang itu. Menurut Sudiharto, penanganan kasus itu saat ini sedang berjalan, dan penyidik masih akan mengembangkannya untuk melihat kemungkinan adanya tersangka lain. Seperti yang diketahui, wanita yang kini menjadi guru di Kabupaten Sampang itu, ditahan Kejari dalam kasus dugaan pemotongan dana blockgrant untuk beberapa lembaga pendidikan di lingkungan Kemenag Pamekasan. Ia dititipkan di Lapas Pamekasan, untuk memudahkan proses penyidikan. (awa/muj/rah)

TES CPNS. Polisi menjaga pelaksanaan ujian Calon Pegawai Negeri Sipil CPNS), hari pertama, di SDN Bugih 3, Pamekasan, Jatim, Minggu (3/11). Jumlah CPNS di Kabupaten itu, mencapai 2.600 lebih, dari jalur umum dan Kategori Dua (K2).

Iklan Bisnis, Iklan Baris Bergambar SEGERA PROMOSIKAN BISNIS ANDA 1

RABU 17 JULI 2013 NO.0161 | TAHUN II Koran Madura

RABU

17 JULI 2013

Harga Eceran Rp 3.500,- Langganan Rp 70.000,-

g PAMANGGHI

Kalah Oleh : Benazir Nafilah

Kolumnis, tinggal di Sumenep

Bersyukur dengan apa yang ada pada diri, memang sulit. Terutama terkait keberadaan fisik. Selalu saja ada rasa tak puas, merasa kurang ini, kurang itu dan sebagainya. Ini terutama dirasakan oleh mereka yang merasa penampilan fisik di atas segalanya. Menganggap orang lain, hanya akan tertarik pada penampilan fisik. Perasaan itu, makin mengemuka terutama bila yang bersangkutan seorang selebrity, yang mengandalkan penampilan permukaan fisik. Bukan pada kualitas kemampuan pada bidang yang ditekuni. Seorang penyanyi, yang suaranya paspasan, paling mudah terjebak ketakpuasan fisik. Maklum saja, ia ingin penonton lebih memperhatikan fisiknya ketimbang suaranya, yang memang kurang memadai. Yang ironis lagi, banyak artis yang

Rp.

350 PERBULAN

.000

Seorang honorer melintas di dekat papan peringatan ujian saat akan mengikuti tes CPNS Katagori 2 (K2) secara serentak di lokasi ujian SMP Negeri 1 Palu, Sulawesi Tengah. Badan Kepegawaian Negara menyebutkan, jumlah peserta yang mengikuti tes CPNS K2 melonjak menjadi sekitar 750 ribu menjelang pelaksanaan tes dari awalnya sebanyak sekitar 650 ribu tenaga honorer yang diusulkan.

TES CPNS

LJK Dikembalikan ke Jakarta PAMEKASAN - Panitia Pelaksana Tes rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Pamekasan memastikan telah mengembalikan Lembar Jawab Komputer (LJK) hasil tes tersebut ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) di Jakarta sesaat setelah pelaksanaan ujian dinyatakan selesai, Minggu (3/11). Dipastikan hari ini juga LJK yang dikembalikan itu sudah tiba di Jakarta dan diterima oleh panitia nasional di Kemen PAN-RB. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pamekasan, Lukman Hedi Mahdia menjelaskan setelah semua lembar soal tes beserta bungkusnya dibakar, maka semua LJK langsung dikirim ke Jakarta melalui Bandara Juanda, Surabaya. Dua orang pejabat Pamekasan menyertai pengiriman LJK itu hingga diterima oleh kepanitiaan rekrutmen CPNS tingkat nasional. Kedua pejabat itu antara lain, Sekretaris Daerah, Alwi Beq selaku ketua panitia rekrutmen CPNS Pamekasan, didampingi Kepala BKAD, Lukman Hedi Mehdia. Turut serta pula dalam pengiriman itu, seorang staf Inspektorat Kabupaten dan seorang petugas kepolisian dari Polres Pamekasan. Untuk diketahui, tahun ini peserta tes CPNS di Pamekasan berjumlah 2.708 orang. Mereka terdiri dari 1.265 peserta melalui jalur umum dan 1.443 peserta dari jalur tenaga honorer kategori dua (K-2). Formasi untuk jalur umum yang akan diambil hanyalah 50 orang. Sebanyak 43 untuk mengisi pos guru kelas dan 7 orang untuk guru produktif. Sedang jalur K-2 belum diketahui berapa jumlah yang akan diambil dan di formasi apa karena hasilnya menunggu hasil tes tersebut. Sementara peserta dari jalur K-2, terdiri dari tenaga guru sebanyak 585 orang, tenaga kesehatan 42 orang, dan tenaga teknis berjumlah 816 orang. Pelaksanaan tes ditempatkan di 141 ruangan sekolah. Jalur umum menggunakan 64 ruangan. Sedang

peserta tenaga honorer K-2 menggunakan 77 ruangan, yang ditempatkan di empat gedung sekolah. Ratusan Polisi Sementara pelaksanaan tes CPNS yang dilangsungkan pada hari Minggu kemaren mendapat pengamanan ratusan personel kepolisian dari jajaran Polres Pamekasan, Madura, Jawa Timur. “Ada sekitar 100 personel yang kami terjunkan khusus mengamankan pelaksanaan rekrutmen CPNS yang digelar di Pamekasan kali ini,” kata Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polres Pamekasan Kompol Wuriyanto. Ia menjelaskan pengamanan dalam jumlah banyak itu sengaja dilakukan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang tidak diinginkan petugas, seperti kebocoran soal, praktik perjokian, ataupun bentuk pelanggaran hukum lainnya. Para personel polisi dari jajaran Polres Pamekasan itu bertugas memantau lokasi pelaksanaan tes CPNS di sejumlah lembaga pendidikan, serta mengawal distribusi soal, termasuk mereka juga akan mengawal pengembalian naskah soal dari Pamekasan ke Surabaya. “Dengan cara memperketat pengamanan seperti itu, kami berharap bisa mempersempit ruang gerak oknum yang hendak melakukan praktik penyimpangan,” katanya menjelaskan. Pelaksanaan rekrutmen CPNS di lingkungan Pemkab Pamekasan kali ini digelar di sejumlah lembaga pendidikan di Kabupaten Pamekasan. Seperti di SMA Negeri 1, 2, 3 dan SMA Negeri 4 Pamekasan. Lembaga pendidikan lainnya yang juga ditempati tes CPNS ialah di SMK Negeri 3 Pamekasan, SMP Negeri 5, SDN Lawangan Daya dan SD Negeri 3 Kelurahan Bugih, Pamekasan. “Pelaksanaan tes mulai pukul 08.00 WIB dan sejauh pemantauan yang dilakukan petugas kepolisian di lapangan, berlangsung dengan aman,” kata Kabag Ops Polres Pamekasan Kompol Wuriyanto menjelaskan. (oni/muj/ant/rah)

Satu Hati untuk Bangs a

HUBUNGI: SUMENEP : 081939363544 (HOSNAN) PAMEKASAN : 087850600243 (MUSLIM) SAMPANG : 087775094464 (ULUM) BANGKALAN : 087750670878 (RIDWAN) SURABAYA : 081235249119 (ARI)


14 KUALITAS BERAS MISKIN

Raskin yang Jelek Jangan Diterima SAMPANG – Koordinator Lapangan Penyaluran Raskin Kecamatan Pangarengan Uud menyarankan penerima raskin untuk tidak menerima bantuan beras untuk rakyat miskin jika kualitasnya jelek. Distribusi raskin ke Desa Pangarengan dan Gulbung Kecamatan Pangarengan, Sabtu (23/10) dikeluhkan oleh penerima dan kepala desa setempat. Menurutnya, kualitas raskin menurun dibandingkan tahun lalu. Uud menjelaskan, beras yang didistribusikan oleh bulog pada bulan Oktober memang banyak dikeluhkan oleh kepala desa karena kualitasnya kurang bagus. Sebagai korlap untuk pendistribusian, bulan kemarin memang

tidak diambilkan dari Bulog Sampang, namun diambilkan dari Kecamatan Torjun karena digudang Bulog Sampang sudah tidak ada. “Ketika kami melakukan penebusan ke gudang Bulog Sampang berasnya sudah gak ada, sehingga itu dialihkan ke Kecamatan Torjun dan memang ketika waktu pendistribusian kami tidak sempat mengecek,“ ucapnya kepada Koran Madura. Lanjut Uud sebenarnya kua-

litas beras sudah sesuai dengan beras seharga Rp 1600. Namun, dia menyarankan kalau memang beras tersebut kualitasnya jelek lebih baik tidak diterima, karena ketika sudah diberikan kepada penerima sulit untuk dikembalikan. Dia mengaku pernah mendapatkan laporan dari kepala desa yang mengeluh kualitas beras tersebut. Namun, dia masih belum bisa turun ke bawah sampai ke penerima karena menurutnya bukan tanggung jawabnya melainkan itu tanggung jawab kepala desa setempat. “Kalau kualitas berasnya sudah sesuai dengan beras seharga Rp 1600. Dan ketika sampai ke ta-

ngan penerima maka sulit itu bisa dikembalikan seharusnya sebelum beras itu didistribusikan ke penerima kepala desa yang melakukan pengecekan,” imbuhnya. Sebelumnya, Koordinator Desa (Kordes) Pangarengan dan Gulbung Mamang mendatangi kantor Bulog Sampang menyampaikan kalau kualitas beras tersebut jelek dan banyak dikeluhkan oleh penerima. Namun, mereka mendapatkan jawaban kalau beras tersebut sudah sesuai dengan ukuran warga Madura dan menyarankan kepada kordes untuk mengumpulkan beras yang dikeluhkan warga bahkan sempat dijanjikan akan diganti dengan beras yang lebih bagus. (jun/lum)

KEINDAHAN KOTA

Halaman Parkir Mendadak Jadi “Terminal”

JADI TERMINAL. Mobil angkutan umum plat hitam saat menaikkan penumpang di halaman parkir Pasar Srimanunan, Sampang. SAMPANG – Belakangan ini halaman parkir Pasar Srimangunan Kabupaten Sampang tak ubahnya terminal. Banyak angkutan umum berplat hitam menaikkan penumpang di tempat tersebut. Sekalipun banyak aparat keamanan yang berjaga, namun hal itu dibiarkan. Pantauan Koran Madura di depan halaman parkir Pasar Srimangunan Sampang, banyak angkutan umum berplat hitam menaikkan penumpang yang keluar dari dalam pasar. Pengun-

SAMPANG

SENIN 4 NOVEMBER 2013 NO. 0232 | TAHUN II

jung yang keluar dari dalam pasar langsung mendapatkan penawaran naik angkutan umum seperti dengan jurusan Kecamatan Omben. Salah satu warga yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, sudah lama angkutan umum berplat hitam yang menaikkan penumpang di halaman parkir pasar. Menurutnya, seharusnya itu dicegah karena juga mengganggu jalannya warga yang berkunjung pasar. Selain itu, juga merugikan mobil angkutan umum yang me-

nunggu di luar. “Lahan parkir itu seharusnya untuk parkir mobil bukan untuk menaikkan penumpang. Ketika hari pasaran memang sering mengganggu jalan karena kendaraan yang berplat hitam bukan untuk memarkir kendaraannya melainkan untuk mencari penumpang dan itu dibiarkan oleh keamanan yang menjaga tempat parkir,” ujarnya. Sedangkan sopir angkutan umum Toha (35) yang menunggu di timur Pasar Srimangunan me-

ngaku tidak tahu kalau ada mobil yang mengangkut penumpang di dalam pasar. Akan tetapi, dia berharap kalau hal itu benar terjadi untuk ditertibkan, sehingga tidak merugikan sopir lain yang menunggu di luar. “Kalau memang ada seharusnya itu ditertibkan bukan hanya yang di luar saja yang ditertibkan. Sehingga, apabila ingin mendapatkan penumpang harus juga menunggu di sini tidak usah pakek serobot sampai didalam pasar,” ucapnya. (jun/lum)

DIDUGA ENGGAN BAYAR INFAK

Oknum Guru Aniaya Siswa SAMPANG - Siswa SMP Negeri 2 Sampang berinisial AFA (12), warga Jalan Kramat, Kelurahan Karang Dalem, Kecamatan Kota Sampang, menjadi korban penganiayaan dan pipi kirinya ditampar. Guru berinisial SH (45) diduga menamparnya karena enggan membayar infak. Kejadian itu berawal ketika siswa yang masih duduk di bangku kelas VII SMP itu dipanggil oleh rekannya agar menghadap SH. AFA dengan ditemani oleh dua rekannya yang berinisial bernama AY (12) serta FAF (12) menghampiri SH yang sedang mengajar di kelas IX. Ketiga siswa itu merasa takut untuk menghadap gurunya dengan alasan masih belum bisa membayar infak bulanan sebesar Rp. 2.000. Sehingga, mereka masih berada di pintu luar dengan posisi berdiri dan takut untuk memasuki ruangan kelas IX ketika guru itu diketahui mengajar kesenian di dalam kelas. "Saya dipanggil sama teman saya untuk menghadap ke Bu Anda (panggilan SH) yang saat itu ngajar di kelas IX. Saya dipersilakan suruh masuk tapi saya dan teman saya takut karena belum bisa bayar karena gak punya uang, makanya berdiri saja di di depan pintu," ucapnya sembari menunjukkan pipi kirinya. Tak lama kemudian guru tersebut langsung menghampiri ketiga siswanya itu dan langsung menamparnya. Hal itu dilakukan di depan semua siswa kelas IX. Ketiga siswa itu merasa malu dan ter-

pukul akibat kejadian itu. "Tiba-tiba guru saya menghampiri dan langsung menampar kami bertiga, Mas," jelasnya saat ditemui di rumahnya. AFA (12), siswa yang diketahui yatim piatu itu, menuturkan, gurunya mengaku jengkel lantaran dirinya dan temannya tak mau memasuki ruang kelas dan menghadap. "Guru saya marah karena katanya Bu Anda 'mon eolok cong dhulih nyander' bilang gitu, Mas, setelah nampar kami. Yang paling keras ditampar

Saya tidak tau nanti saya panggil dulu karena kemarin saya sedang di Sumenep,"

Djiwa Setiadi Kepala Sekolah

teman saya bernama FAF itu dan dicambak juga rambutnya yang panjang," jelasnya sembari menirukan tutur sang guru. Setelah itu, ketiga siswa agar segera bisa melunasi pembayaran infak bulanan tersebut maka segera mencari hutangan kepada rekan lainnya. "Ya saya akhirnya cari hutangan ke teman lainnya," ungkapnya. Akibat kejadian itu, paman korban bernama Heriyanto (40) mengaku kaget dengan hal itu. Guru tidak wajar dan tidak memberikan sebagai tugas fungsinya sebagai pendidik, pengajar. Akan tetapi, jika memang seorang murid

mempunyai sebuah pelanggaran baik dengan kenakalan dan lainnya. Maka, tugas guru Bimbingan Konseling (BK) harus produktif dan berkompenten mengatsi hal itu. "Kalau ketika ada murid melakukkan pelanggaran BK yang lebh berkompeten ngatasi ini. Saya yakin itu mungkin emosi gurunya dan saya sangat kecewa," tuturnya. Lanjur Heriyanto, pihaknya tidak akan mempidana kejadian itu. Melainkan, agar menjadikan etika baik dan contoh bagi semua oknum guru khususnya di SMP Negeri 2 Sampang. Dimana, seharusnya guru bisa mengevaluasi dari semua kesalahan murid dengan cara baik serta dalam mendidik seseoranng siswa harus lebih humanis. "Saya masih punya etikat baik karena kita wali murid sudah memasrahkan KBM kepada pihak sekolah tapi kepala sekolah juga harus memperbaiki agar lebih baik. Melalui evaluasi itu dan kalau memang dianggap ada pelanggaran guru seperti itu kepela sekolah beri saksi saja," ungkapnya. Sementara Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Sampang Djiwa Setiadi menuturkan masih belum mengatahui informasi yang terjadi pada Sabtu (2/11). Sebab, dirinya saat hari kejadian sedang berada di luar kota menghadiri hari jadi Kota Sumenep. Dirinya juga akan memanggil kedua belah pihak untuk diselesaikan. "Saya tidak tau nanti saya panggil dulu karena kemarin saya sedang di Sumenep," terangnya melalui saluran telepon. (ryn/lum)

KRIMINAL

Tabrakan, Dua Pelajar Meninggal

Dua pemuda meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan saat beradu balapan liar di Jalan Syamsul Arifin Kelurahan Polagan Kec/Kota Sampang. SAMPANG - Dua pelajar asal Kecamatan Kota Sampang, Sabtu (02/11) sekitar pukul 23.30 WIB, meninggal dunia di Jalan Syamsul Arifin Kelurahan Polagan Kecamatan Kota Sampang. Kecelakaan itu dipicu dari kedua korban bernama NR (17), warga Desa Pangilen, Kecamatan Kota Sampang, yang saling bertambrakan adu depan saat mengemudikan sepada motor Honda Blade bernopol L 6576 WY dengan korban RS (17) warga Desa Gunung Maddah Kecamatan Gunung Maddah Kabupaten Sampang mengendarai kendaraan Yamaha Vega bernopol L 4383 WB. Maklum saja, lokasi di tempat kejadian perkara (TKP) menjadi tempat balapan liar para pemuda di

Sampang. Bahkan, dari lokasi yang jauh dari terangan lampu jalan itu juga menjadi sasaran pihak kepolisian dalam merazia pengendara pemuda seperti beberapa waktu lalu. Hasan (25), warga Jalan Syamsul Arifin, Kelurahan Polagan, Kec/ Kota Sampang, membenarkan kejadian itu. Terlihat, saat adanya aksi adu balapan di areal tersebut. Bahkan,ketika terdengarnya suara benturan beberapa rekan lainya mulai kepanikan begitu pun dengan warga setempat. "Ya memang benar kecelakaan itu waktu ada anak pemuda pelajar saling adu sepeda gitu mas, dÀn dari pengakuan teman lainya saling tambrakan adu depan," katanya. Hasan mengaku meski tidak tau persis saat kejadian dirinya juga

melihat jika awalnya dua pemuda pelajar itu dari arah timur dan arah barat melaju dengan kecepatan penuh. Namun, ketika sampai di TKP ke dua korban tidak mengetahui jika kedua jalur sama - sama dalam keadaan berbahaya. Sehingga, tabrakan pun tak bisa terhindarkan hingga nyawa kedua korban hilang. "Mungkin dari depan kedua korban gak keliatan kalau sudah saling hadap-hadapn gitu. Ya akhirnya tabrakan terjadi sepedanya rusak parah di bagian depan semua, dan pengemudi meninggal di TKP pemilik honda blade, sedangkan satunya sempat dirujuk ke RSUD sampang," jelasnya. Berdasarkan dilapangan, akibat kejadian dengan kondisi itu memang membuat beberapa warga

berhamburan serta pemuda lainnya kepanikan saat aparat kepolisian mulai menghampiri lokasi. Apalagi, ke dua korban langsung meninggal dunia dalam peristiwa itu. Namun, korban bernama inisial NR (17) warga Desa Pangilen langsung meninggal dunia di TKP. Sedangkan, untuk korban bernama RS (17) warga Desa Gunung Maddah sempat dilarikan ke Rumah Sakit setempat. Menurut, Humas RSUD sampang Yuliono saat dikonfirmasi melalui saluran telepone menuturkan ke dua korban rata - rata mengalami cedera otak berat. Seperti korban NR (12) adanya cederata otak berat yang dinyatakan dunia medisnya yakni Zoa. Artinya, korban datang sudah keadaan meninggal. Sedangkan untuk korban RS (17) diagnosa ZOE (Zet On Emergency) juga mengalami luka cedera otak berat. "Semuanya itu terdiagnosa cidera otak berat pada tulang kepala dan setelah itu korban menninggal di bawa pulang oleh keluarganya," terangnya. Sementara itu Kasatlantas Polres Sampang AKP Hari Siswo melalui Kanit Laka Lantas Ipda Buntoro membenarkan peristiwa kejadian itu yang mengakibatkan ke dua korban pemuda pelajar meninggal dunia. Namun, kejadian ini masih di tangani oleh pihaknya denngan mengamankan barang bukti kendaraan di bagian unit laka polres sampang. "Ya memang benar kejadian pada malem hari itu kedua korban meninggal dunia," singkatnya. (ryn/lum)

Warga Tasikmalaya ketika berada di Kantor Dinas Sosial Sampang, Jumat (1/11) meminta pertolongan bekal untuk perjalanan pulang ke daerahnya.

PENIPUAN

Warga Tasikmalaya Kesasar di Sampang SAMPANG - Kadar Solihan (27), warga Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, kesasar di Kabupaten Sampang, Jumat (1/11) setelah diajak temannya untuk bekerja di Kabupaten Sumenep sekitar dua minggu yang lalu. Namun, sampai sekarang masih belum mendapatkan pekerjaan, dan berusaha kembali ke tanah kelahirannya. Solihan mengaku tertipu dengan ajakan temannya sendiri yang menawarkan mendapatkan pekerjaan kuli bangunan di Kabupaten Sumenep. Tapi sesampainya di kabupaten ujung timur Pulau Madura tidak mendapatkan pekerjaan, bahkan temannya justru kabur. Setelah pergi dari rumah kontrakan temennya di Sumenep, dia diturunkan di Kabupaten Sampang oleh kendaraan yang ditumpangi. Sehingga, dia

datang ke Polsek Sampang untuk meminta pertolongan. Oleh polisi, dia dianjurkan untuk mendatangi Kantor Sosial Tenaga Kerjaan dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Sampang, dan dia sedikit mendapatkan bantuan bekal untuk perjalanan pulangnya sampai ke Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur. "Saya datang dari Tasikmalaya untuk mendapatkan pekerjaan di Kabupaten Sumenep dan ketika sampai di sana malah orang yang membawa saya menghilang dan sudah dua minggu yang dibawa oleh Budi (teman yang membawa ke Sumenep). Padahal teman dan tetangga saya di Tasikmalaya, sehingga saya berani ikut tawarannya untuk mendapatkan pekerjaan di Kabupaten Sumenep," ujarnya kepada Koran Madura.

Sementara Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerjaan dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Sampang melalui Kabid Sosial Samsul Hidayat mengatakan, kejadian orang kesasar sering terjadi karena biasanya dari kepolisian diarahkan ke dinas sosial. Bahkan, menurutnya, bukan orang kesasar saja yang datang, orang yang kehilangan barang juga sering mendatangi pihaknya. Meskipun tidak ada anggaran untuk itu dia membantunya untuk biaya pemulangan sampai ke Dinas Sosial Provinsi Jatim. "Karena dia tidak kehilangan sehingga kami bantu untuk pemulangan ke Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, karena kami juga tidak mempunyai anggaran untuk itu dan pernah kami ajukan namun tidak pernah diberikan," ucapnya. (jun/lum)


BANGKALAN

15

SENIN 4 NOVEMBER 2013 NO. 0232 | TAHUN II

TES CPNS

Kuota Pengangkatan K1 dan K2 Tak Jelas BANGKALAN - Para peserta tes CPNS kategori satu (K1) dan kategori dua (K2) saat ini harap-harap cemas. Sebab jumlah kuota yang akan diterima untuk diangkat menjadi CPNS masih belum jelas. Alasannya, seluruh kebijakan mengenai pelaksanaan dan kebijakan ditentukan oleh pemerintah pusat. "Masih belum tahu berapa kuota CPNS yang akan diterima melalui jalur ini," kata Bupati Bangkalan, R.M.Makmun Ibnu Fuad, saat meninjau pelaksanaan tes CPNS, kemarin (3/11). Dia menjelaskan belum ada informasi lebih lanjut mengenai mekanisme penilaian dan jumlah kuota yang akan diloloskan, karena semuanya bergantung pada kebijakan pusat. Termasuk kerjasama dengan pihak ketiga dalam menyusun soal-soal ujian juga dilakukan oleh pemerintah pusat. "Ini bukan kebijakan daerah. Kami hanya memfasilitasi tes CPNS bagi THL, yang telah diperintahkan oleh pemerintah pusat," ucap Ra Momon, panggilan akrabnya. Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Bangkalan, Eddy Moeljono menerangkan perbedaan tes CPNS dari THL K1 dan K1 dengan jalur

TES. Peserta THL K1 dan K2 saat mengikuti ujian tes CPNS yang bertempat di SMKN 2 Bangkalan, kemarin (3/11).

umum, bahwasanya peserta dari jalur tersebut telah mempunyai jabatan fungsional di tempat kerjanya masing-masing. Untuk itu, lanjutnya, apabila mereka yang telah mengikuti ujian dan diterima menjadi calon pegawai negeri otomatis akan menempati bidang kerja yang ada saat ini. Dari 5.965 peserta tes CPNS telah mengikuti ujian di beberapa tempat yang telah ditentukan yakni, SMKN 1 Bangkalan, SMKN 2 Bangkalan, SMAN 3 Bangkalan, SMAN 1 Bangkalan, dan MAN Bangkalan. "Mereka yang ikut tes, seluruhnya sudah mempunyai jabatan fungsional di satuan kerjanya. Oleh karena itu, kuotanya berdasarkan penempatannya. Meskipun semua kebijakan bergantung dari pemerintah pusat," terangnya. Sebelumnya, BKN tidak meloloskan 1.337 THL K1 dalam proses Audit Tujuan Tertentu. Mereka yang tidak lolos mengikuti tes CPNS bersama-sama dengan THL K2. Namun, mengenai nasib mereka masih belum ada jaminan pasti, karena kuota penerimaannya masih tidak ada kejelasan dari pemerintah pusat. (ori/rah)

Pemilu Seharusnya Menciptakan Keharmonisan M. Syafi: Konflik Vertikal dan Horizontal Dapat Diatasi dengan Kedewasaan Politik BANGKALAN - Pemilihan Umum Legislatif 2014 tinggal beberapa bulan lagi. Pada pesta demokrasi lima tahunanan ini cenderung menciptakan konflik vertikal dan horizontal. Padahal semestinya, pemilu mendatangkan keharmonisan. Pemilu dinilai rentan menimbulkan konflik karena perbedaan pandangan politik. Selain itu, para kandidat memiliki pendukung fanatik yang memiliki loyalitas tinggi untuk mendukung masing-masing calonnya. Pernyataan tersebut disampaikan pakar politik Bangkalan M. Syafi. SH,

MH. Menurutnya, konflik vertikal maupun horizontal antara pendukung masing-masing calon bisa dikendalikan apabila para elit politikus dan pendukungnya memiliki kedewasaan politik. "Kematangan berpikir maupun kedewasaan itu sangat penting dalam menga-

hadapi Pileg 2014. Sebab, sensitifitas politik sangat tinggi," ujar Syafi. Dosen FH Universitas Trunojoyo Madura ini pun menyerukan agar masyarakat dapat memilih calon wakil rakyat sesuai hati nurani, bukan karena orang lain atau paksaan dari kelompok tertentu. Masyarakat Bangkalan agar dapat memilih wakilnya dengan nuraninya, kandidat juga diharapkan tidak menggunakan praktik politik uang dalam meraih dukungan masyarakat. Selain itu juga, ia mem-

inta agar masyarakat Bangkalan bisa proaktif ikut menjaga dan menciptakan suasana politik yang aman dan kondusif. Sebab, pileg adalah momentum rakyat untuk menentukan perwakilannya yang amanah sesuai dengan keinginan bersama. "Para elit politik harus memberikan contoh dan pendidikan politik yang baik dan tidak terjebak politik adu domba. Yang terpenting adalah menghargai perbedaan pilihan," harapnya. Kandidat juga harus siap

menang dan siap kalah dalam pertarungan nantinya. Karena dengan menerima sebuah kekalahan dan mengakui keunggulan pemenang merupakan sikap kedewasaan dalam berpolitik. Jangan pertaruhkan persaudaraan dan persahabatan yang telah terbina selama ini menjadi pecah hanya karena beda pilihan politik dalam pileg. "Ya semoga semua elemen dapat menunjukkan kedewasaannya dalam menghadapi pileg pada tahun-tahun berikutnya," tandasnya.(dn/rah)

BERUJI DI AMBULANS

Tetap Mengikuti Tes CPNS Meski Melahirkan INGIN LULUS. Qomaria saat mengerjakan ujian tes CPNS di dalam Ambulans yang diparkir di tempat pelaksanaan ujian, tepatnya diareal MAN Bangkalan, kemarin (3/11). FOTO: ori/koran madura

BANGKALAN - Citacita menjadi seorang PNS menjadi idaman banyak orang. Tak peduli kondisi tubuh yang sakit, bukan masalah untuk tidak mengikuti tes CPNS. Itu terjadi pada Qomaria (40), warga Pondok Asri. Dia beruji di dalam ambulans, karena kondisinya masih sangat lemah setelah melahirkan sehari sebelumnya. Dalam mengikuti ujian, Qomaria didampingi oleh keluarga dan tim medis. "Kondisi tubuh Ibu Qomaria masih belum stabil, karena baru tadi malam melahirkan di Klinik Utama," kata dr Ina Kartika, Kabid Yankes Dinas Kesehatan Bangkalan, kemarin (3/11) Qomaria yang me-

rupakan guru di SMPN 6 Bangkalan merupakan THL kategori satu. Dirinya terpaksa mengikuti tes CPNS untuk bisa diangkat sebagai pegawai negeri. Meskipun dalam kondisi kesehatan yang belum stabil, dirinya tetap berusaha mengerjakan ujian. Qomaria terdaftar mengikuti ujian yang bertempat di MAN Bangkalan pada ruang 14. Karena dalam kondisi lemah, panitia ujian memberikan keringanan kepada yang bersangkutan untuk bisa mengerjakan ujian di dalam ambulans yang diparkir di areal tempat pelaksanaan ujian. "Meski kondisi masih lemah, kami tetap mengawasinya. Sebab, pelak-

sanaan ujian ini merupakan kesempatan bagi ibu Qomaria untuk bisa diangkat menjadi CPNS. Hal ini menjadi keterpaksaan, karena juga merupakan permintaan yang bersangkutan," ungkap Ina. Dia menjelaskan dalam waktu normal seharusnya pasien yang telah melaksanakan proses kelahiran, wajib istirahat total minimal 24 jam. Pasien tidak boleh melaksanakan aktifitas apapun. Namun, dengan adanya tes CPNS tersebut, merupakan kewajiban yang memang tidak boleh ditinggal. "Ibu Qomaria saat ini melahirkan anak kedua. Dalam kesehariannya bertugas mengajar Matematika," terangnya. (ori/rah)

RAZIA GEPENG. Petugas Satpol PP mengangkat seorang gelandangan saat razia gelandangan dan pengemis (gepeng) di Jalan Raya Ngadisimo, Kota Kediri, Jatim. Gepeng yang terjaring razia tersebut selanjutnya diserahkan ke Dinas Tenaga Kerja dan Sosial (Disnakersos) Kota Kediri untuk dibina.

POTRET KEMISKINAN

Anjal Masih Berkeliaran BANGKALAN - Anak jalanan (Anjal) gelandangan dan pengemis (gepeng) sangat mudah dijumpai di sejumlah kawasan Kabupaten Bangkalan beberapa waktu terakhir. Namun demikian, pihak instansi terkait mengatakan bahwa anjal dan gepeng tersebut bukanlah warga setempat. Namun, sebagian besar mereka adalah warga Surabaya. “Anjal dan gepeng yang sering kami amankan dari berbagai lokasi di Bangkalan itu kebanyakan orang luar Bangkalan. Catatan kami mereka itu rata-rata orang Surabaya ,” ujar Kepala Satpol PP Bangkalan, Bambang Setyawan. Menurut Bambang, ratarata para gepeng dan anjal ini adalah pemain lama yang sudah beberapa kali ditangkap. Sayangnya, mereka yang sudah diberi pembinaan bahkan sanksi, masih saja kembali untuk beroperasi di Bangkalan. “Seringkali kami pulangkan mereka, tapi ya seringkali juga mereka kembali ke Bangkalan. Bahkan beberapa anjal sudah kami amankan sebanyak 3 kali lebih, alat mengamennya kami sita, tapi masih saja kembali beroperasi di sini, padahal mereka sudah diberi teguran dan pembinaan, terus dipulangkan dengan ongkos dari pihak kami,” papar mantan kepala Dinas Pasar ini. di tempat terpisah,Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Tranmisgarasi (Dinsosnakertrans) Bangkalan, Ismet Efendi berjanji dalam waktu dekat akan melakukan penertiban dengan Satpol PP dan akan melakukan pembinaan terhadap anjal dan ge-

peng yang marak beroperasi. “Dalam waktu dekat kami akan melakukan penertiban dengan berkordinasi melalui Satpol PP," janji Ismed. Sementar itu, Komisi D DPRD Bangkalan menilai maraknya anak jalanan di Bangkalan belakangan ini, sebagai indikator kurang optimalnya peran Dinsosnakertrans. Dinas tersebut kurang serius dalam mengatasi problematika anjal ini. Seharusnya, anjal itu tidak lagi menggantungkan nasibnya di jalanan.

Anjal dan gepeng yang sering kami amankan dari berbagai lokasi di Bangkalan itu kebanyakan orang luar Bangkalan. Catatan kami mereka itu rata-rata orang Surabaya ,”

Bambang Setyawan Kepala Satpol PP Bangkalan

"Kami nilai Dinsosnakertrans gagal menjalankan apa yang telah kami amanahkan, hal ini akan kami jadikan bahan evaluasi," tegasnya. Berdasarkan pantauan Koran Madura, beberapa titik yang menjadi pangkalan anak jalanan yang sebagian besar berprofesi sebagai pengamen adalah di persimpangan Tangkel, pertigaan Junok, dan pertigaan Senenan, serta beberapa traffic light di sekitar alun-alun. (dn/rah)


Iklan dan berlangganan 0328-6770024 / 081931012753

16 16

Biro Sumenep 081939363544 Biro Pamekasan 087850600243 Biro Sampang 087775094464 Biro Bangkalan 087750670878 Biro Surabaya 081330903119 Biro Probolinggo 081336379769

SENIN 4 NOVEMBER 2013 NO.0232| TAHUN II

SOSIAL

Balapan Liar Tengah Malam Dibubarkan PAMEKASAN - Petugas gabungan kepolisian Polres Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Sabtu malam, membubarkan aksi balapan liar yang dilakukan sekelompok pemuda di jalan protokol kota itu, karena meresahkan masyarakat. Selain meresahkan masyarakat di kota itu, balapan liar yang dilakukan para pemuda ini juga mengganggu arus lalu lintas di jalan nasional yang merupakan penghubung Kabupaten Pamekasan dan Kabupaten Sumenep. Menurut Kasat Lantas Polres Pamekasan AKP Bambang Sugiharto, balapan liar setiap malam minggu itu, memang sering digelar para pemuda Pamekasan, bahkan akibat aksi itu sering terjadi kecelakaan lalu lintas. “Oleh karenanya, kegiatan yang mengganggu kelancaran arus lalu lintas ini, kami bubarkan,” kata Bambang. Balapan liar yang dibubarkan petugas gabungan Polres Pamekasan, karena mengganggu ketenangan warga kota dan arus lalu lintas di sepanjang ja-

lan protokol di Kabupaten Pamekasan ini antara lain di Jalan Trunojoyo, Jalan Jokotole, dan Jalan Raya Kangenan. Menurut Kasat Lantas, selain pertimbangan ketertiban umum dan kelancaran arus lalu lintas, pembubaran balapan liar oleh kelompok pemuda di Pamekasan ini, juga karena pertimbangan keamanan. Sebab selama ini, sering terjadi perkelahian antarkelompok pemuda yang terlibat dalam aksi balapan liar itu. “Jadi selain untuk kelancaran arus lalu lintas, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk mencegah adanya tindak nekad para pemuda akibat dari balapan liar itu, semisal perkelahian antarkelompok,” kata Bambang menambahkan. Di Pamekasan sendiri, kasus perkelahian antarpemuda akibat balapan liar yang biasa digelar setiap malam minggu itu, sering kali terjadi. Dalam tiga bulan terakhir ini saja, sebanyak lima kasus perkelahian antara kelompok motor terjadi di Pamekasan. Kecelakaan lalu lintas

akibat balapan itu hampir setiap minggu terjadi, bahkan ada yang meninggal dunia. Kapolres Pamekasan AKBP Nanang Chadarusman mengatakan sebenarnya tugas untuk melakukan penertiban akan aksi nakal kalangan pemuda Pamekasan itu, bukan hanya tugas polisi saja, akan tetapi semua pihak terkait. Baik orang tua, guru, maupun Pemkab Pamekasan. “Memang tidak cukup hanya dibubarkan paksa setiap ada balapan liar. Yang terpenting bagaimana memberikan penyadaran atau mengarahkan mereka dengan cara membuatkan arena balapan yang sebenarnya,” kata Kapolres. Dalam jangka panjang, sambung Kapolres, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemkab Pamekasan agar pemerintah menyediakan fasilitas khusus untuk arena balapan, sehingga keinginan kalangan generasi muda akan tersalurkan dan kegiatan mereka tidak mengganggu ketertiban umum, seperti yang selama ini terjadi di Pamekasan. (ant/rah)

POLITIK

Panwaslu Segera Tertibkan Alat Peraga Kampanye PAMEKASAN - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Pamekasan, Madura, segera menertibkan alat peraga kampanye yang melanggar ketentuan, setelah institusi pengawas ini menyampaikan sosialisasi kepada pengurus partai politik peserta pemilu. “Sesuai dengan jadwal yang kami tetapkan, minggu ini penertiban alat peraga kampanye yang dipasang melanggar aturan akan kami tertibkan,” kata Ketua Panwaslu Pamekasan, Zaini, Minggu malam. Zaini menjelaskan pihaknya selama ini memang belum mengambil tindakan atas pemasangan sejumlah alat peraga kampanye di Kabupaten Pamekasan, karena belum menyampaikan sosialisasi kepada pengurus partai. Saat ini, kata dia, Panwaslu telah menyampaikan

sosialisasi tentang ketentuan pemasangan alat peraga itu dan selanjutnya akan melakukan penertiban.

Ia juga menjelaskan pihaknya telah berkoordinasi secara informal dengan pihak Satpol PP selaku institusi yang berwenang melakukan penertiban alat peraga kampanye yang dipasang melanggar ketentuan. “Yang jelas, minggu ini, target penertiban selesai,” katanya menegaskan.

Ia juga menjelaskan pihaknya telah berkoordinasi secara informal dengan pihak Satpol PP selaku institusi yang berwenang melakukan penertiban alat peraga kampanye yang dipasang melanggar ketentuan. “Yang jelas, minggu ini, target penertiban selesai,” katanya menegaskan. Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pamekasan telah menetapkan zona pemasangan alat peraga kampanye untuk Pemilu Legislatif 2014. Menurut anggota KPU Pamekasan Agus Kasianto, penetapan zona pemasangan alat peraga kampanye itu sesuai dengan keputusan KPU Jatim Nomor: 20/kpts/ KPU.Prov-014/PMK/2013. “Penetapan ini tertanggal 2 Oktober 2013 dan telah kami sampaikan kepada semua pengurus partai politik peserta pemilu 2014,” katanya. (ant/rah)

SINDIKAT PENGGELAPAN MOBIL. Para pelaku sindikat penggelapan mobil dan barang bukti sejumlah unit mobil diperlihatkan saat gelar perkara di Mapolda, Bandung, Jabar. Total 600 mobil digelapkan dengan modus gadai mobil, investasi, dan rental mobil dan kerugian mencapai Rp.100 miliar.

Bupati Pastikan Rekrutmen CPNS Bebas KKN Pemerintah Pusat Belum Menginformasikan Kuota

BANGKALAN - Bupati Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Makmun Ibnu Fuad memastikan pelaksanaan rekrutmen calon pegawai negeri sipil di lingkungan pemkab setempat bebas praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. “Yang akan menentukan seseorang itu lulus atau tidak

adalah hasil tes atau kemampuan dirinya sendiri,” kata

Makmun seusai meninjau pelaksanaan rekrutmen CPNS di sejumlah lokasi di Bangkalan, Minggu. “Dari jumlah ini, menurut laporan panitia pelaksana tadi ada yang tidak hadir mengikuti tes dengan berbagai alasan,” kata Makmun. Antara lain, ada meninggal

dunia, dan ada pula yang menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci Mekkah. Pemkab Bangkalan, kata dia, hanya sebatas pelaksana teknis di lapangan dan hingga kini memang belum diberitahu oleh pemerintah pusat tentang jumlah CPNS yang akan direkrut itu. (ant/rah)

PILPRES

Din Syamsudin Siap Maju dalam Bursa Pilpres 2014 SURABAYA - Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Din Syamsudin menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai calon presiden atau calon wakil presiden, dalam pemilu 2014 mendatang, jika organisasi yang dipimpinnya memberikan persetujuan. Hal tersebut disampaikan Dien kepada wartawan di sela peresmian Gedung KH Ahmad Dahlan di Komplek Perguruan Muhammadiyah Gadung Surabaya, Minggu (3/11). “Kalau pengurus menyepakati dan mempersilahkan maju maka saya akan maju. Sebaliknya, jika tidak disetujui maka dia memastikan tidak maju,” ujarnya mantap. Menurutnya, ia memiliki tanggungjawab yang besar baik sebagai kader dan pemimpin di ormas Islam tersebut. Sehingga apapun langkah yang diambilnya, harus perlu koordinasi dan konsultasi terlebih dahulu kepada pengurus lainnya. Din sendiri sebenarnya menyadari sebagai orang yang tidak memiliki

partai politik, tidak akan mencalonkan diri sebagai Capres atau Calon Wakil Presiden (Cawapres). Namun, jika dicalonkan oleh partai tertentu maka dia akan berpikir dua kali untuk tidak menerima tawaran tersebut. “Sudah ada sejumlah par-

tai politik yang mendekatinya tidak secara formal. Tapi sekali lagi, saya harus bertemu pengurus Muhammadiyah untuk membicarakannya. Yang jelas, saya tidak akan mencalonkan diri. Namun, saya juga tidak mau dicap Din mengatakan bahwa

Muhammadiyah tidak akan terlibat politik secara langsung. Ormasnya hanya bisa memberikan saran dan bantuan pemikiran serta solusi untuk membangun bangsa menjadi lebih baik. “Muhammadiyah tahu diri dan tidak terlibat dalam politik kekuasaan, karena hanya berpolitik moral. Kalau ada partai politik mau melamar kader Muhammadiyah sebagai pemimpin, Insya Allah punya banyak,” jelasnya. Muhammadiyah sendiri mempunyai pandangan. Ada beberapa kriteria bagi pemimpin di mendatang yang dianggap Muhammadiyah sebagai masa transisi demokrasi dan regenarasi. Banyak partai politik mengajukan ketua umumnya maju calon presiden, sehingga Muhammadiyah mengusulkan bahwa pemimpin harus visioner, menciptakan solidaritas dan untuk semua kelompok atau tidak untuk partainya, mampu memecahkan masalah dan mau mengambil resiko, serta mempunyai komitmen moral. (han)


e Paper Koran Madura 04 November 2013