Issuu on Google+

1

RABU 3 JULI 2013 NO. 0151 | TAHUN II Koran Madura

RABU

Harga Eceran Rp 3.500,- Langganan Rp 70.000,-

3 JULI 2013

JELANG PEMILU PRESIDEN

g PAMANGGHI

Wiranto-HT Bukan Capres Ideal

Nama

Oleh : Benazir Nafilah Penulis Perempuan Madura

N

ama kamu siapa? Siapa Namamu. Oh itu namamu. Kepanjangan namamu harus lengkap ya? Deretan kalimat itu sangat akrab terdengar dalam kehidupan keseharian; formal maupun informal. Ya soal nama. Begitu pentingnya sebuah nama sehingga harus diperkenalkan. Tak kenal maka tak sayang, begitu kata pepatah. Nama menjadi bagian yang penting dalam sebuah perjalanan kehidupan. Bagaimana orang tua kita menyiapkan nama untuk kelahiran anaknya. Nama adalah sebuah identitas, pembeda antara orang yang satu dengan yang lain. Nama yang merupakan simbol menjadi kebanggaan bagi yang memilikinya. Maka di setiap kesempatan dan dalam acara penting kebanyakan bertanya nama dan memperkenalkan namanya dengan bangga. Begitulah harusnya sebuah nama? Nama yang baik akan memberi pengaruh yang baik pula. Masing-masing telah menerima nama yang khusus yang dipilihkan oleh orang tuanya, sebuah nama untuk dikenal sepanjang hidupnya, yang membedakannya dari orang lain. Ini berlaku dalam setiap keluarga, dan ini juga berlaku di antara agama-agama di dunia. Nama orang Jawa cenderung berbeda dengan nama orang luar Jawa. Begitupun etnis juga sangat mempengaruhi sebuah nama. Ketika suatu etnis, katakanlah Cina maka akan berbeda dengan nama yang berasal dari Arab. Namun, berbeda pula kata William Shakespeare yang menyatakan apalah arti sebuah nama. Tapi, ternyata nama begitu penting dalam kehidupan kita. Bayangkan jika setiap manusia yang hidup di dunia ini tidak mempunyai nama. Bagaimana cara kita menyapa. Lalu pada suatu sekolah, dengan banyak murid, seorang guru yang tidak punya nama harus memanggil murid-muridnya yang tidak punya nama dengan mengandalkan ingatannya. Dan saat pembagian raport, sungguh tak dapat dibayangkan siapa yang mempunyai nilai tertinggi dan siapa pula yang tinggal kelas. Jangankan tak punya nama, punya nama tapi nyeleneh bisa jadi persoalan, mulai dari dikucilkan hingga mengganggu psikis oran. Ada lagi yang namanya begitu panjang hingga nama orang satu kampung di caplok juga jadi masalah, padahal memberi nama kan tidak mudah dan tidak sembarangan. Ada pula yang menyebutkan bulan kelahiran dalam namanya. Meski tidak begitu penting orang lain untuk mengetahui bulan kelahirannya. Ada yang mengikuti nama artis terkenal, namun banyak yang memberi nama anaknya dengan sentuhan islami (khususnya yang beragama Islam), dengan harapan apa apa yang terkandung di dalamnya sesuai dengan arti namanya, meski kadangkala nama yang diberikan tidak sesuai dengan kepribadiannya. Namun, memilih nama trend bukanlah keharusan. Semuanya dikembalikan kepada orang tua yang memilih dan memutuskan nama untuk anaknya. Tapi nama tetaplah sebuah nama. Dalam agama Islam, nama adalah doa, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu rafi’, “Nama itu adalah doa, dan nama itu membawa pada sifat anak kemudian”. Bahkan dalam sebuah maqolah Arab juga menyebutkan, likulla musamma min ismihi nashiibun, Setiap orang akan mendapatkan pengaruh dari nama yang diberikan padanya. Dan Rasulullah pun menegaskan dalam sebuah riwayat, “Seseorang bertanya kepada Nabi dan bertanya, ‘yaa Rasulullah apakah hak anakku ini?’ kemudian Nabi SAW menjawab, ‘memberinya nama yang baik, mendidik adab yang baik, dan memberinya kedudukan yang baik’.”(HR. Ath-Thusi).

Hamil Seorang anak mengeluh pada ibunya. Anak: Bu, mungkin aku hamil kali ya? Ibu: Ahh. Kamu hanya demam.” Anak: Tapi bu, aku tadi muntahmuntah. Ibu: Itu efek dari penyakit mu aja (mulai kesal) Anak: Tapi bu, aku juga pengen makan yang kecut-kecut gitu. Ibu: Udah, minum aja obat mu lalu tidur… (Tambah kesal) Anak: Tapi bu…” Ibu: Matrawi! Hentikan khayalanmu itu!

Cak Matrawi

KORBAN. Seorang korban mendapat perawatan menyusul gempa bumi di desa Lampahan, Bener Meriah, Aceh, Selasa (2/7). Gempa 6,2 skala rihter mengakibatkan puluhan rumah rusak dan ratusan korban luka-luka.

Gempa 6,2 SR Mengguncang Aceh BANDA ACEH - Gempa bumi berkekuatan 6,2 pada Skala Richter melanda Aceh, sekitar pukul 14.37 WIB, Selasa, namun tidak berpotensi tsunami. Kepala Stasiun BMKG Mata Ie Syahnan yang dihubungi dari Banda Aceh, Selasa, menyebutkan gempa tersebut berpusat di 4,70 lintang utara dan 96,61 bujur timur atau 35 kilometer barat daya Kabupaten Bener Meriah dengan kedalaman 10 kilometer. Gempa tersebut juga dirasakan masyarakat di sejumlah kabupaten dan kota di provinsi ujung paling barat Indonesia itu. Sampai pukul 00.00 tadi malam jumlah korban akibat gempat tersebut beserta kerusakan terparah terjadi di Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah. “Laporan sementara di Kabupaten Bener Meriah jumlah korban meninggal dunia lima orang, dua orang hilang, dan 70 orang luka-luka. Puluhan rumah mengalami rusak berat,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho melalui pesan elektronik di Jakarta, Selasa. Sutopo mengatakan, saat ini masyarakat mengungsi di lima titik

pengungsian, yaitu Kampung Kolemparacanis, Kampung Kecal, Kampung Lampahan, Kampung Bandar Lampahan, dan Kampung Surajadi. “BPBD Bener Meriah bersama TNI, Polri, Satpol PP, dan Palang Merah Indonesia masih mencari korban yang hilang dan upaya penyelamatan,” kata Sutopo. Sutopo mengemukakan bahwa posko tanggap darurat telah didirikan dan telah dilakukan layanan pengobatan oleh Palang Merah Indonesia dan Dinas Kesehatan. Menurut Sutopo, Kebutuhan mendesak saat ini adalah alat berat, sembako, pakaian, peralatan dapur dan makanan, sementara masyarakat belum kembali ke rumah karena rumah mereka roboh, rusak dan ketakutan akan gempa susulan. Sementara itu, lanjut Sutopo, terdapat satu korban meninggal dunia 140 orang luka-luka, 300 unit rumah rusak, satu ruas jalan terputus di Km 92 Takengon, Kampung Muliye, Kecamatan Kebayakan, Aceh Tengah.

Tim Reaksi Cepat Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengirim tim reaksi cepat ke Aceh untuk menangani dampak Gempa. “Kepala BNPB Syamsul Maarif telah memerintahkan tim reaksi cepat penanggulangan bencana untuk melakukan kaji cepat dampak kerusakan akibat gempa bumi 6,2 SR di Aceh,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho melalui pesan elektronik di Jakarta. Sutopo mengatakan, tim reaksi cepat diberangkatkan pada Selasa (2/7) pukul 21.00 WIB menggunakan pesawat khusus Susie Air menuju Aceh. Sutopo menambahkan, tim yang diberangkatkan terdiri dari BNPB yaitu Satuan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana , Kementerian Sosial, Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Kesehatan. “BNPB terus melakukan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) untuk melakukan penanganan darurat. Beberapa daerah yang parah mengalami kerusakan adalah di Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah,” kata Sutopo. (ant/dar/rah)

MENANGKAN PILGUB JATIM

PDIP Terjunkan Jokowi JAKARTA - PDI Perjuangan akan mati-matian memenangkan pasangan calon Bambang DH dan Said Abdullah dalam ajang Pilgub Jawa Timur yang digelar 29 Agustus 2013. “Mas Pramono Anung ditugaskan sebagai koordinator pemenangan dibantu DPC, DPD, dan anggota DPR kita, termasuk juga kepala daerah,” ujar Ketua DPP PDIP Bidang Organisasi, Djarot Saiful Hidayat di Gedung Serba Guna, Senayan, Jakarta, Selasa (2/7). Selain itu, PDI Perjuangan juga akan menerjunkan Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) selama masa kampanye. “Tentu kita mengagendakan Mas Jokowi turun ke Jawa Timur, karena kemarin pada saat Pilkada DKI, Jawa Timur juga membantu, kita berharap besar Jawa Timur menang seperti di Jawa Tengah,” jelas Djarot. Mantan Wali Kota Blitar ini menegaskan, Jokowi diterjunkan sebagai salah satu bukti nyata bahwa seluruh komponen partai bekerja untuk berusaha memenangkan Pilgub Jatim. Menurut mantan Bupati Blitar ini, ada tiga strategi yang sudah disiapkan untuk memenangkan pertarungan tersebut. Strategi ini diupayakan mengawal proses Pilkada Jawa Timur berjalan fair, jujur, dan adil. “Maka, mau tak mau PDI Perjuangan harus menyiapkan saksi. Penguatan saksi penting, agar proses pilkada berjalan jujur, adil, dan bermartabat. Mau tidak mau, memerkuat saksi adalah harga mati,” imbuh dia. Strategi terakhir, kata Djarot lagi, PDI Perjuangan akan menggandeng berbagai macam komponen masyarakat, termasuk ormas-ormas yang secara khusus dibentuk untuk menggalang para relawan. Diakui Djarot, Pramono Anung

yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua DPR akan menjadi komandan pemenangan pasangan calon yang diusung PDI Perjuangan ini. Tim pemenangan juga akan disokong Fraksi PDI Perjuangan, mulai dari DPR sampai DPRD provinsi dan kabupaten/kota, tak terkecuali kepala daerah di Jawa Timur. “Karena, salah satu kunci kemenangan kepala daerah adalah bagaimana kita punya tiga pilar, yaitu menyinergikan antara struktural, legislatif, maupun eksekutif,” imbuhnya. Selain itu kata dia, PDI Perjuangan juga akan mengawasi secara ketat soal Daftar Pemilih Tetap (DPT) Jawa Timur. Pengawasan ini dilakukan untuk menghindari terjadinya manipulasi dalam bentuk pengelembungan suara. “Termasuk memelototi ‘DPT’ (daftar pemilih tetap) dari DCS (daftar calon pemilihan sementara). Jangan sampai terjadi penggelembungan suara,” kata dia. Sebelumnya, bakal Calon Wakil Gubernur Jawa Timur Said Abdullah

menyemangati ratusan penarik becak untuk tidak minder atau berkecil hati dengan profesinya, serta tidak berhenti bersemangat menyemangati anak-anaknya. “Jangan berkecil hati menjadi penarik becak dan teruslah bekerja demi menafkahi keluarga. Jangan dikira penarik becak itu tidak mampu dan ekonominya menengah ke bawah. Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini,” ujarnya di sela Hari Ulang Tahun ke-8 Paguyuban Pengemudi Becak (PPB) Kota Pasuruan, Jumat. Anggota DPR RI tersebut juga meminta kepada penarik becak untuk tidak melupakan pendidikan anak-anaknya. Menurut dia, bukan sebuah halangan untuk mencapai pendidikan tinggi meski hanya anak seorang penarik becak. “Abah saya tukang becak di Sumenep dulu, dan saya hanya tamatan SMA. Tapi syukurlah saya bisa menjadi seperti ini sekarang, karena tidak lepas dari semangat dan peran orang tua,” terangnya. (gam/cea/rah)

JAKARTA - Deklarasi calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) dari Partai Hanura Wiranto-Hary Tanoesoedibjo (HT) dinilai tidak akan mendongkrak perolehan suara partai itu pada pemilu legislatif tahun depan. Sebab keduanya bukanlah tokoh yang kuat dan layak dijual kepada masyarakat pemilih. Apalagi Wiranto sudah dua kali gagal dalam pemilu. “Targetnya, kapitalisasi untuk mengangkat Hanura, karena tingkat elektabilitasnya (Hanura) rendah,” kata pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada, Arie Sudjito di Jakarta Selasa (2/7). Berdasarkan UndangUndang No 42 Tahun 2008, Partai Politik (Parpol) yang hendak mendeklarasikan capres dan cawapres diwajibkan meraih perolehan suara di Pileg hingga 20 persen. Sementara Hanura, pada Pemilu 2009 hanya berhasil meraih 3,7 persen dan hanya berhak menduduki 17 kursi atau paling sedikit di antara fraksi yang ada di parlemen Arie menjelaskan analisanya didasari oleh perolehan suara Wiranto pada pemilihan presiden pada 2004 dan 2009. Pada pilpres 2004, Wiranto menjadi capres berpasangan dengan cawapres Salahudin Wahid. Pilpres 2009, Wiranto maju sebagai cawapres mendampingi capres Jusuf Kalla alias JK.

“Ya bahkan untuk ke perolehan suara bisa melemahkan perolehan suara di pemilu. Terlalu terburu-buru dan juga ini namanya mengorbankan partai,” kata Andrinof.

Dalam kedua Pilpres itu, Wiranto gagal. Adapun, Hary Tanoe baru bertama kali akan maju dalam Pilpres. Dia baru bergabung dengan Hanura setelah pindah dari Partai Nasdem. Di Hanura, bos MNC Grup itu menjabat Ketua Dewan Pertimbangan dan Ketua Badan Pemenangan Pemilu. Terkait itu, Arie sangat yakin bahwa tujuan utama deklarasi Wiranto-Hary Tanoe hanya untuk meningkatkan popularitas dan perolehan suara di pemilihan legislatif. Namun begitu, Arie menganggap rencana itu tak akan berhasil. “Berat. Kemarin saja kalah, padahal didukung Golkar, apalagi sekarang. Punya HT (Hary Tanoe), tapi tidak menjamin dapat dukungan. Ini hanya manuver agar Hanura diperbincangkan,” ujarnya. Sementara itu, pengamat Politik Andrinof Chaniago, keputusan pencapresan Hanura ini terlalu dini yang justru dapat menurunkan citra Hanura di mata pemilih. Bahkan kata dia, keputusan Hanura untuk mencalonkan Wiranto dan Hary Tanoe juga merupakan sebuah langkah yang blunder. Sebab, keduanya bukan seorang tokoh yang diidamkan oleh masyarakat, seperti yang tercermin dalam hasil survei berbagai lembaga survei nasional akhir-ahir ini. Andrinof mengatakan duet Wiranto-HT ini justru akan melemahkan perolehan suara Hanura di Pemilu 2014. Bukan hanya terbentur Presidential Threshold yang butuh 20 persen untuk mengusung capres, kata dia, keputusan mengusung kedua orang ini juga disebut akan mengorbankan partai.

aih Parlementary Threshold yang mengharuskan meraup suara 3,5 persen. “Ini dugaan saya karena membuat perolehan Hanura makin sulit untuk mencapai Parlementary Threshold. Jangan merasa sudah menjadi tokoh dulu, masih ada tokoh yang lebih disukai dan solid,” tegasnya. Ketua Fraksi Hanura, Sarifuddin Sudding mengatakan, deklarasi ini dilakukan karena sudah merupakan keputusan seluruh kader Hanura. “Ini sudah menjadi keputusan semua kader dan pengurus,” kata Ketua Fraksi Hanura Syarifuddin Sudding. Menurut dia, pendeklarasian kedua tokoh itu sudah melalui pertimbangan matang di internal Partai Hanura. Sudding manambahkan, dipilihnya Wiranto dan Hary Tanoe karena pihaknya merasa keduanya cocok sebagai pasangan yang dapat memimpiun bangsa ke arah yang lebih baik ke depan. “Kami melihat kedua tokoh itu layak menjadi capres dan cawapres,” imbuhnya. Sementara itu, pengamat politik Gun Gun Hariyanto, tidak kaget dengan keputusan yang diambil Partai Hanura tersebut. Gun Gun melihat, memang sejak awal masuk ke Hanura, Hary Tanoe sudah mengincar posisi itu. “Memang dari dulu sudah mengincar posisi seperti itu. Dengan financial yang dia miliki, dia mengambil partai untuk posisi wapres,” kata Gun Gun. Gun gun juga menduga bahwa telah terjadi kesepakatan, saat Hary Tanoe pindah ke Partai Hanura. “Pergerakan Hary Tanoe sudah jelas, pada saat Hary Tanoe keluar NasDem. Kan no free launch itu yang kemudian terbaca,” lanjutnya. (gam/ abd/cea/rah)

Terburu-Buru Menurut Andrinof, karena deklarasi yang terburu-buru para pemilih yang awalnya masih ragu dengan Hanura, pada akhirnya akan lari. “Kalau gara-gara deklarasi ini orang yang ragu mau memilih atau tidak milih, akhirnya memutuskan untuk tidak milih, itu merugikan, malah makin merosot perolehan suara,” tegasnya. Dia menjelaskan merosotnya perolehan suara karena deklarasi Wiranto dan Hary Tanoe terjadi karena keduanya bukan seorang tokoh yang layak dijual pada Pemilu 2014. Hary Tanoe, kata dia, hanya seorang pengusaha media dan belum pantas dijadikan seorang tokoh. “Ya kan keduanya bukan tokoh yang layak dijual, Hary Tanoe jugakan bukan tokoh, hanya pengusaha, punya media, terus pribadinya juga. Jangan merasa sudah pantas menjadi tokoh,” tutur dia. Selain itu, pasangan Wiranto dan Hary Tanoe juga dinilai belum solid dan bahkan akan kalah dengan pasangan calon lainnya jika benar-benar bakal maju di Pemilu 2014. Bahkan, Hanura dinilai akan sulit mer-


2

SUMENEP

RABU 3 JULI 2013 NO. 0151 | TAHUN II

PT WUS Diminta Transparan

SUMENEP - Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Forum Komunikasi Mahasiswa Sumekar (FKMS), Selasa (2/6), mendatangi Kantor Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Wira Usaha Sumekar (WUS). Demonstrasi tersebut untuk mempertanyakan ketidakjelasan dana penyertaan modal (Participating Interest/PI) sebesar Rp. 8,3 miliar. Demonstran mengingikan pemerintah, dalam hal ini PT WUS sebagai pengelola bagi hasil migas, transparan terkait dana PI dan dana bagi hasil (DBH) migas, serta tegas menindak perusahaan migas yang belum memiliki izin. Zainullah, korlap aksi, menilai, PT WUS tidak transparan sehingga dana participating interest (PI), community development (comdev), corporate social responsibility (CSR) tidak terkelola dengan baik. Bahkan, menurutnya, cenderung tidak mengangkat perekonomian masyarakat. “Kami berharap kepada pihak eksekutif dan legislatif, PT WUS bertindak kooperatif dan transparan dalam persoalan migas. Sebab, adanya eksplorasi

dan eksploitasi migas di kabupaten ini masih belum menunjukkan kesejahteraan pada masyarakatnya,” ujarnya. Eko juga mengungkapkan, pemerintah sudah melegalkan pencurian migas di Sumenep, karena perusahaan migas tidak berizin terkesan dibiarkan begitu saja oleh pemerintah untuk mengeruk kekayaan minyak. “Padahal Menteri Keuangan RI sudah mengatakan bahwa Sumenep sudah sangat layak untuk mendapatkan DBH migas melalui Permendagri No 51/2011tentang DBH (Dana Bagi Hasil) Migas. Namun yang terjadi di sini hanya nol persen DBH itu dan kemana aliran DBH itu?,” katanya dengan tanya. CSR yang dinilai tidak

jelas peruntukannya juga menjadi sorotan. Menurutnya, dana CSR tidak jelas peruntukannya karena diatur oleh perusahaan, yang kemudian hanya dinikmati oleh orang-orang tertentu dan tidak dinikmati oleh masyarakat yang berhak untuk mendapatkan dana tersebut. “Kami juga menginginkan legislatif membentuk pansus terkait dana PI, agar nantinya ada transparansi pihak ketiga dan penanganan kasus PI yang saat ini masih menuai persoalan,” sambungnya. Namun, aspirasi mahasiswa tersebut tidak tersampaikan langsung kepada pengelola PT WUS, karena tidak ada pengawai yang masuk. Demonstran sempat masuk ke sejumlah rungan di kantor tersebut dan tidak mendapatkan pegawai yang masuk kantor, dan akhirnya menyegel kantor itu. ‘’Mana Direktur PT WUS ini. Kami datang ke sini untuk menyampaikan aspirasi. Kami sebagai elemen masyarakat, tapi ternyata kantornya malah kosong dan direkturn-

ya pun juga tidak ada di kantor. Ini kan masih jam kerja,’’ kata Zainullah, usai menyegel kantor BUMD itu. Sekalipun aksi tersebut tidak ditemui pegawai PT WUS, FKMS berjanji akan tetap berkometmen untuk mengawal sehingga terjadi transparansi. Tidak adanya transparansi serta persoalan lainnya, tuturnya, membuat masyarakat Sumenep tidak menikmati hasil dari bumi sendiri dan hanya menerima bencananya saja dari perusahaan yang melakukan eksplorasi dan eksploitasi. Sebelum mendatangi Kantor PT WUS, mahasiswa mendatangi kantor dewan perwakilan rakyat daaerah. Menanggapi hal itu, Ketua Komisi B DPRD Sumenep Bambang Prayogi mengungkapkan, dewan sudah melakukan upaya terbaik sebagaimana yang diinginkan masyarakat untuk memberikan yang optimal berkaitan dengan masalah migas, termasuk masalah DBH yang selama ini permasalah. “Masalah CSR dan ASR-nya, nanti akan kami lakukan tindakan. Sebab, kami dan adikadik mahasiswa sebenarnya satu tujuan,” ujarnya. Politisi PDI Perjungan menjelaskan, perusahaan migas yang saat ini belum memiliki izin tinggal satu, yaitu PT Husky. Tidak berizinnya perusahaan itu dikarenakan ada kesalahan komunikasi antara pemerintah dan perusahaan. “Kalau perusahaan lainnya sudah legal semua dan mengantongi izin. Sedangkan kalau masalah kasus PI dan mengenai hal lainnya yang berkaitan, saat ini masih menunggu hasil dari proses hukum karena masih dalam proses,” ungkapnya. Dia juga mengatakan, pihaknya tidak tahu terhadap pihak ketiga dalam masalah dana PI dalam kerjasamanya. Namun hal itu dianggap lucu oleh FKMS, karena wakil rakyat sudah semestinya tahu soal itu. (athink/rif/mk)

ANOMALI CUACA

Petani Rumput Laut Rugi SUMENEP – Anomali cuaca membuat petani rumput laut mengalami kerugian. Tidak teraturnya cuaca menyebabkan produksi rumput laut tersendat, hingga pengiriman barang ke sejumlah daerah juga ikut tersendat. Zainal (41), petani rumput laut asal Desa Pakangan Sangrah, Bluto, mengatakan, sebelum cuaca seperti saat ini, dirinya bisa memproduk rumput laut hingga dua ton per empat hari. Tapi sejak lebih sering mendung dan hujan ketimbang panas, untuk memproduksi dua ton rumput laut harus dalam waktu seminggu. “Kalau sudah satu minggu, saya bisa menghasilkan rumput laut yang siap jual sebanyak 2

ton. Padahal sebelumnya hanya butuh empat hari,” paparnya. Ia mengaku mengalami banyak kerugian. ”Ya, sampai saat ini kami telah mengalami kerugian sampai puluhan juta, mas,” tambahnya, Selasa (2/7). Anomali cuaca, lanjut Zainal, juga mengakibatkan rusaknya kualitas rumpuit laut. Rumput laut yang terkena hujan warnanya berubah. Dari warna aslinya yang berwarna putih menjadi warna hijau seperti rumput laut yang sudah lapuk. “Kalau sudah berubah warna, saya harus merendam lagi ke air kapur, agar warnanya bisa berubah lagi,” jelasnya. Sejak pemerintah mengumumkan kenaikan harag BBM,

harga rumput laut mengalami kenaikan harga. Jika sebelumnya harga rumput laut Rp 16.000 per kilogram, setelah harga BBM naik menjadi Rp 18.000 ribu per kilogram. Namun, ia tetap mengaku rugi, selain karena ongkos kirim naik. “Meski hasilnya tidak sebanding dengan modal dan tenaga yang dikeluarkan, yang penting masih bisa menyambung hidup, Mas. Apalagi sekarang musim tidak jelas begini,” bebernya. Sedangkan pasar yang sudah berhasil dia tembus meliputi Kalimantan, Sragen, Solo dan Surabaya. “Karena produksi tersendat, pengiriman barang ke daerah itu juga terkendala,” pungkasnya. (edy)

MUTILASI

Pemotong Kelamin Dituntut Tujuh Tahun Penjara

DIDUGA CEMBURU

Pegiat LSM Bacok Penjahit SUMENEP – Suriyanto (41), warga Desa Kerta Sada, Kalianget, harus berurusan dengan polisi, setelah mesukan Herman Sugiyanto (53), Selasa (2/7), yang sehari-hari berprofesi sebagai penjahit dan masih bertetangga. Pelaku yang mengaku sebagai pegiat lembaga swadaya masyarakat (LSM) tersebut melakukan pembacokan di rumah korban di Desa Kerta Sada, Kalianget, sekitar pukul 10.00 Wib. Kronologi kejadian, pagi itu pelaku mendatangi rumah korban dan menemui korban yang sedang menjahit baju pesanan. Korban tidak curiga dengan kedatangan pelaku ke rumahnya. Tiba-tiba saja pelaku mengambil gunting yang berada di samping korban, dan menusukkan ke leher bagian kiri dan perut di bagian kiri korban. Keterangan yang dihimpun Koran Madura dari kelurga korban yang mengetahui kejadian tersebut, Taufikur Rahman (45), mengatakan, sekitar pukul 09.45 WIB, Suriyanto mendatangi rumah Sugiyanto. Sesampainya di rumah korban, pelaku tanpa basa basi langsung mengambil gunting yang ada di dekat korban. Gunting yang ada ditangan Suriyanto langsung ditusukkan ke arah korban. Sementara korban tidak dapat menghindar apalagi menangkis serangan pelaku. “Sehingga korban mengalami luka di bagian leher, dan bagian perut sebelah kiri. Korban banyak mengeluarkan darah, dan kami larikan ke rumah sakit,” terangnya. Taufik menambahkan,

setelah ditusuk, korban langsung terkapar, sehingga dirinya meminta tolong kepada tetangga untuk mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Islam (RSI) Kecamatan Kalianget. Namun, karena luka korban terlalu parah, selain di rumah sakit tersebut keterbatasan peralatan midis, korban langsung dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Moh. Anwar Sumenep, “Kondisi korban saat ini kritis, Mas,” tambahnya. Taufik menduga, motif kejadian ini diduga karena Suriyanto cemburu terhadap Sugiyanto, karena istrinya sering datang ke rumah kor-

ban. “Tapi istrinya datang ke rumah korban bukan apaapa, melainkan istri pelaku memang bekerja sebagai pembolong kancing di rumah korban. Selain itu, istri pelaku masih ada hubungan famili dengan korban,” tuturnya. Di tempat terpisah, Kapolsek Kalianget AKP Suwardi mengatakan, pihaknya telah menangkap pelaku yang juga masih familinya korban. “Pelakunya sudah kami amankan di Mapolsek Kalianget. Dan pelaku saat ini akan terkena ancaman hukuman lima tahun penjara, karena sudah jelas pelaku telah melakukan penganiyaan se-

bagaimana yang tercantum pasal 531 KUHP tentang Penganiyaan,” ujarnya. Terkait dengan motif pembacokan tersebut, AKP Suwardisampai berita ini ditulis sekitar pukul 12.00 Wib belum bisa menyebutkan secara pasti. Saat Koran Madura mendatangi Mapolsek sekitar pukul 10.00, korban masih menjalani visum di RSUD setempat. “Kami masih belum bisa memastikan motif terjadinya penganiyaan ini. Namun kami akan melakukan penyelidikan untuk mengumpulkan data-data selanjutnya,” pungkasnya. (edy/mk)

TUNTUTAN. Marsiyati saat mendengarkan pembacaan tuntutan Jaksa Penuntut Umum di Pengadilan Negeri Sumenep, Selasa (2/7).

SUMENEP – Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Marsiyati (33), tersangka pemotong kelamin suaminya, Hasanah Riyadi (38), dengan hukuman tujuh tahun penjara dikurangi masa tahanan. Pengadilan Negeri Sumenep, Selasa (2/7) menggelar sidang pemotongan kelamin tersebut dengan agenda pembacaan tuntutan. Pembacaan tuntutan yang sempat dua kali tertunda tersebut dibacakan oleh R. Teddy Roomius. Menurutnya, terdakwa telah terbukti melakukan tindakan penganiayaan berat kepada korban yang masih suaminya sendiri. Marsiyati telah melanggar Pasal 351 ayat 1 subsider Pasal 353 ayat 1 tentang Penganiayaan Berat. Mendengar tuntutan

tersebut, warga Dusun Langsar Laok, Langsar, Saronggi, menolak tuntutan JPU dengan alasan masih mempunyai anak yang masih bersekolah, dan tidak ada yang mengurus biaya sekolahnya. “Saya menolak, Bu hakim, karena saya masih punya anak yang masih sekolah,” ungkapnya. Selain itu, korban juga mengajukan bukti baru berupa rekaman suara dan foto yang tersimpan dalam sebuah flashdisk. Walaupun dia tahu bukti baru tersebut telat, namun dia berharap bukti baru tersebut dapat meringankan hukuman karena dalam bukti-bukti tersebut terungkap beragam percakapan dan foto korban dengan istri mudanya. “Maaf, Bu, saya lupa. Sebenarnya sudah ada di saku celana saya,” ungkapnya sambil menyerahkan sebuah flasdisk kepada Ketua Hakim Eni Sri Rahayu. Dengan bukti baru tersebut, Ketua Hakim Eni Sri Rahayu masih mempertimbangkan permintaan yang dilontarkan secara lisan oleh

Marsiyati. Sidang Marsiyati dengan agenda pembacaan tuntutan ditunda sampai 16 Juli 2013. Penasehat Hukum Risvandi SH.MH berterimakasih atas kebijaksanaan kepada majelis hakim karena telah bersedia mempertimbangkan bukti baru yang di ajukan Marsiyati. Walaupun hal tersebut sebenarnya tidak boleh karena sudah masuk pada agenda pembacaan tuntutan. Dia berharap majelis hakim dapat memberikan putusan yang bijak terhadap Marsiyati, karena yang bersangkutan memiliki seorang putra yang sedang belajar di Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) Sumenep. Selain itu, juga mempertimbangkan kekerasan yang diterima oleh Marsiyati dari suaminya sebelum melakukan aksi nekatnya tersebut. “Terdakwa menolak tuntutan tersebut dengan pertimbangan dirinya memiliki seorang anak yang masih sekolah dan menerima kekerasan dari suaminya,” terangnya. (edy/mk)


SUMENEP

3

RABU 3 JULI 2013 NO. 0151 | TAHUN II

MENCURI CABAI

Massa Bakar Rumah Warga SUMENEP - Akib (57) warga Dusun Batu Ampar, Gilang, Bluto, tertangkap sedang mencuri cabai jamu di rumah Sa’ei di Sera Tengah, Bluto, Senin (1/7). Aksi tersebut diketahui oleh Irfan, menantu Sa’ei. Namun, pelaku bisa kabur sebelum tepergok massa. Warga berusaha mengejar orang yang bermaksud mencuri cabai jamu tersebut, tapi tidak berhasil. Massa yang berkumpul diperbatasan Desa Errabu dan Gilang sambil menunggu pelaku pulang ke rumahnya sudah tidak sabar. Akhirnya massa yang berjumlah ratusan orang itu mendatangi rumahnya, kemudian secara beramai-ramai membakar rumah hingga ludes. Kabar yang tersebar, Akib

bukan hanya kali ini terlibat dalam aski pencurian. Ia diduga sudah beberapa kali terlibat dalam aksi pencurian sapi dan penadah sapi hasil curian. Kapolsek Bluto AKP Sutrisno menjelaskan, sebenarnya setelah kepergok mencuri cabai jamu tersebut, persoalan sempat diselesaikan secara kekeluargaan. “Pelaku kemudian minta maaf pada pemilik cabe jamu, dan pelaku dilepas,” katanya. Namun, menurut Sutrisno, warga menduga pelaku pencurian cabai jamu tersebut dilepas oleh Kades Sera Tengah, sehingga massa kemudian mendatangi rumah Kades Sera Tengah. Ternyata Kades tidak ada di rumahnya. Warga pun beralih mendatangi ru-

mah Akib. “Ternyata rumah Ak juga didapati kosong. Warga kemudian emosi dan membakar rumah Akib,” imbuhnya. Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap aksi pembakaran tersebut. “Kami masih melakukan penyelidikan untuk aksi pembakaran rumah tersebut. Sekaligus, kami juga tengah melakukan pengejaran terhadap Akib,” ucapnya. Ketika disinggung masalah motif pembakaran ini, Sutrisno membenarkan, jika motif pembakaran rumah Akib dikarenakan Akib telah terbukti melakukan pencurian cabai jamu milik Sa’ei. “Bukan pencurian sapi. Akib pelaku pencurian cabe jamu yang masih di pohon,” elaknya.(edy/mk)

CUACA BURUK LIBATKAN SISWA. PT Pos Sumenep melibatkan siswa untuk merekap dan menata kartu RTS agar penyaluran BLSM sesuai target, Selasa (27)

Penyaluran BLSM Tuntas 15 Juli SUMENEP – Pendistribusian Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) sudah dilakukan sejak 30 Juni. Namun, hingga kini, penyaluran bantuan tersebut masih baru disalurkan di lingkungan Kota Sumenep. PT Pos menargetkan penyaluran bantuan dari pemerintah pusat melalui pos ini sudah harus tuntas pada 15 Juli. Kepala Kantor PT Pos Sumenep Suhartono Anton Sujarwo mengatakan, bahwa untuk penyaluran BLSM pihanya memang sengaja pada tahap pertama dimulai dari Kecamatan Kota Sumenep. Sedangkan untuk tahapa kedua (kemarin, red.) giliran Kecamatan Batuan dan Kalianget. Sedangkan untuk pendistribusian bagi kecamatan-kecamatan di luar Kota Sumenep, PT Pos Sumenep masih melakukan komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah kecamatan maupun

aparatur desa. “Artinya, kami masih membuat jadwal kapan untuk kecamatan-kecamatan lain itu bisa didistribusikan,” katanya, Selasa (2/7). Pihaknya menargetkan distirbusi BLSM kepada masyarakat sudah harus selesai pada pertengan bulan ini, meskipun pihaknya untuk daerah kepulauan yang rata-rata belum memiliki kantor pos sedikit ada kesulitan. “Tetapi insya Allah kami targetkan 15 Juli sudah selesai, dan kami upayakan secepatnya agar bisa selesai tepat waktu, meskipun nantinya di

lapangan ada kendala karena saya tidak tahu persis seperti apa,” ungkapnya kepada wartawan. Secara teknis Anton mengatakan bahwa distribusi BLSM sudah sesuai dengan aturan main. “Artinya, pendistrbusian BLSM diterima langsung oleh keluarga yang mendapatkan kartu RTS. Semua itu kami lakukan agar agar batuan yang diperuntukkan bagi keluaraga miskin itu benar-benar tepat sasaran,” katanya. Berdasarkan data yang dirilis oleh Koran Madura dari PT Pos Sumenep bahwa keluarga miskin yang tercatat sebagai penerima BLSM adaalah mencapai 116. 378. Dan menurut aturan, bantuan tersebut memang harus diterima langsung oleh kepala keluarga. “Jika ada yang berhalangan, maka penerima manfaat harus diwakili oleh pendamping keluraga, bsia

kepala keluarga, istri ataupun anaknya, tetapi dengan cacatan harus membawa surat kuasa dari si penerima,” terangnya. Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sumenep, Koesman Hadi menanggapi banyak kritikan bahwa BLSM rawan diselewengkan, dirinya jamin akan berjalan lancar, karena pemerintah Kabupaten Sumenep memberikan pengawasan langsung terhadap distribusi BLSM yang diberikan kepada keluarga miskin. Semua itu Pemkab lakukan agar bantuan tersebut tidak diselwengkan dan tepat sasaran. “Sekarang wakil Bupati, Soengkono Sidik sedang turun lapangan, memantau secara langsung pembagian BLSM di Batuan dan Kalianget ,” katanya, Selasa (2/7) saat dikonfirmasi Koran Madura. (sym/mk)

Kapal Tunda Jadwal Pelayaran SUMENEP – Cuaca buruk mengakibatkan jadwal pemberangkatan kapal di Pelabuhan Kalianget, Selasa (2/7), tertunda. Kapal dengan tujuan Masalembu, Karammian, Surabaya, Sapeken dan Selat Bali sejak 1 Juli tidak bisa melakukan aktivitas pelayaran karena ketinggian ombak mencapai 3,5 meter. Sahbandar Pelabuhan Kalianget Miftahul Arifin mengatakan, setelah pihaknya melakukan rapat dengan para perwira kapal, diputuskan untuk memunda jadwal pelayaran kapal sampai cuaca kembali normal. “Hal ini kami lakukan demi keselamatan pelayaran, lebih-lebih para penumpang, karena pihak pelabuhan tidak mau ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Tetapi jika besok, cuaca kembali membaik, maka hasil rapat dengan para perwira kapal, Sabuk Nusantara 27 akan diberangkatkan. Tetapi jika masih tetap, maka terpaksa kami tunda, sebab ketinggian air sekarang sudah mencapai 3,5 meter,” ujarnya. Pihaknya tidak ingin mengambil resiko dengan

memaksakan kapal berangkat dalam keadaan cuaca buruk, dan cuaca ekstrem tidak hanya terjadi di daerah Sumenep. “Apalagi di selat Bali yang ketinggian air lebih tinggi dari Pelabuhan Kalianget, yaitu mencapai ketinggian empat meter,” jelasnya. Di tempat terpisah, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Cabang Kalianget, Joko Sulistyo memprediksi, tinggi gelombang dan angin kencang tersebut akan terjadi hingga beberapa hari ke depan. Guna mencegah terjadinya korban akibat cuaca buruk, semua pelayaran kesejumlah kepulauan di Sumenep lebih baik dihentikan hingga cuaca normal kembali. ‘’Kemungkinan cuaca ekstrem ini terjadi beberapa hari ke depan. Makanya sebaiknya operator kapal untuk sementara ini menghentikan pelayarannya dulu demi menjaga keselamatan para penumpang,’’ ungkapnya. Albar, warga Pulau Masalembu harus gigit jari untuk segera pulang akibat cuaca yang buruk. “Iya, barusan dapat informasi dari Sahbandar

Pelabuhan Kalianget bahwa Kapal Sabuk Nusantara 27 yang menuju ke Masalembu ditunda akibat cuaca kembali memburuk,” katanya, Selasa (2/7) kepada wartawan. Ketua Panwascam Masalembu tersebut menuturkan bahwa penundaan kapal berdampak cukup signifikan terhadap kerjaannya sebagai pengwas pemilu. “Padahal saya punya tugas penting dari panwaslu untuk mengawasi tentang adanya banyak pemilih ganda dari hasil pengumuman daftar pemilih sementara,” lanjutnya. Penumpang lain, Siatun mengatakan, tidak hanya dirinya yang tertunda, namun ratusan penumpang kebingungan saat diketahui kapal tidak ada yang berangkat lantaran cuaca ekstrem. Di antara mereka sebagaian terpaksa tidur di dalam kapal dan sebagian yang lain di dalam kantor pelabuhan dengan alas seadanya. ‘’Tahu-tahu kapal tidak ada yang berangkat karena cuaca buruk. Ada yang bertahan di dalam kapal dan ada pula yang tidur di dalam kantor pelabuhan,’’ kata Siatun, di Pelabuhan Kalianget. (sym/rif/mk)

BENCANA

Tiga Rumah Rusak Akibat Puting Beliung Sumenep - Warga Dusun Dam, Desa Paberasan, Kecamatan Kota, Selasa (2/7), mendadak dikagetkan oleh suara gemuruh yang datang dari arah timur. Setelah tahu bahwa suara itu angin puting beliung, warga mencari tempat perlindungan. Angin puting sebesar pohon kelapa itu menghantam tiga rumah penduduk setempat. Berdasarkan keterangan saksi yang dihimpun Koran Madura di lokasi kejadian, angin puting beliung sebesar pohon kelapa meraung-raung dari arah timur, merusak tanaman pohon pisang dan pada akhirnya menghantam tiga rumah milik Fitriyah (36), Sami (54) dan Mohammad Ra’ie (52) warga Dusun Dam, Desa Paberasan.

Menurut pemaparan saksi, Haliyanto, puting beliung tersebut, diperkirakan hanya sisa terakhir dari beliung besar. Sebab, pusaran yang menghantam areal persawahan penduduk dan areal kebun pisang tingkat kerusakannya lebih besar. “Sepertinya puting beliung itu sudah sisanya. Sebab, setelah menghancurkan atap tiga rumah angin itu langsung lenyap,” terang Haliyanto, warga setempat. Angin puting beliung itu terjadi sekitar pukul 19.00 Wib, sebelum Isya’. Setelah terdengar raungan angin dari arah timur, dirinya bersama keluarga dan beberapa tetangganya langsung mencari tempat berlindung ke tempat yang leebih aman. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa

tersebut. Dia menyangka, suara raungan itu dianggap suara hujan dan gemuruh guntur. Tapi suara itu, dirasakannya terus bertambah dekat dan berlangsung secara terusmenerus. “Saya menganggap itu suara gemuruh hujan, Mas, ternyata kok angin puting beliung,” tuturnya. Dalam hitungan menit, tahu-tahu dirinya mendengar beberapa teriakan keras dari sebelah rumahnya. Ternyata setelah didatangi, tiga rumah warga di desanya sudah dilantakkan, dan digunduli atapnya. Sami, pemilik rumah yang atapnya digunduli puting beliung mengungkapkan, bahwa dirinya beserta keluarga juga mencari perlindungan,

keluar dari rumahnya. “Saya dari rumah, jika anak dan keluarga saya di dalam saya tidak dapat membayangkan kejadiannya seperti apa,” ungkapnya. Dia berharap, pemerintah dapat memperhatikan dirinya maupun dua tetangganya yang juga ditimpa musibah yang sama. Sebab, biaya untuk memperbaiki atap rumahnya yang telah hancur itu tidak sedikit. Sedangkan kerugian materi, menurutnya, diperkirakan menghabiskan tujuh juta untuk masing-masing rumah. “Apabila memang tidak perhatian dari pemerintah, iya tidak apa-apa, kami tetap memberbaikinya meskipun dari uang hasil pinjaman,” pungkasnya. (Athink/mk)

MENUNGGU. Cuaca buruk mengakibatkan penumpang kapal tertahan di Pelabuhan Kalianget karena jadwal pelayaran digagalkan.

ANGGOTA LEGISLTIF LONCAT PARTAI TUMBANG. Seorang warga merapikan pohon yang tumbang akibat terkena angin puting beliung di wilayah Kecamatan Jayakerta, Karawang, Jawa Barat, Minggu (9/6). Sesuai dengan pendataan pemerintah kecamatan setempat, angin puting beliung yang terjadi pada Sabtu (8/6) mengakibatkan ratusan rumah rusak dan puluhan pohon tumbang

foto: M. Ali AlKhumaini/antara

PAW Kewenangan Pimpinan Dewan SUMENEP - Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Sumenep Miftahurrahman menjelaskan, berdasarkan edaran Menteri Dalam Negeri, anggota dewan yang kembali mencalonkan diri sebagai calon anggota legislatif dari partai lain harus diberhentikan, dan hal itu bukan kewenangan badan kehormatan. Politisi PPP mengatakan, hasil rapat koordinasi DPRD seJawa Timur yang dihadiri anggota BK DPR RI Ali Maschan Moesa menegaskan bahwa anggota DPRD yang mencalonkan diri dari parpol lain wajib mundur dari kursi legislatif, dan yang bersangkutan tidak punya kesempatan untuk menggugat ke pengadilan karena telah dibuktikan dengan KTA. Apabila anggota loncat

parpol itu tidak mengajukan pengunduran dirinya, lanjutnya, maka pimpinan DPRD wajib menyurati pimpinan parpol yang bersangkutan untuk diusulkan pemberhentian antar waktu (PAW). Apabila dalam kurun waktu 14 hari tidak ada respon dari pimpinan parpol tersebut, sesuai edaran Menteri Dalam Negeri, pimpinan DPRD diimbau untuk berkirim surat kepada Gubernur Jawa Timut melalui bupati agar bacaleg loncat parpol itu diberhentikan. Dalam edaran Menteri Dalam Negeri itu dijelaskan, pihak yang berwenang untuk memproses PAW anggota DPRD loncat parpol bukan menjadi kewenangan BK, melainkan pimpinan DPRD. “Nah, yang berwenang memproses PAW

itu bukan badan kehormatan, tetapi ketua DPRD langsung,” paparnya, Selasa (2/7). Pihaknya selaku ketua BK akan menyurati pimpinan DPRD, untuk mendesak proses pemberhentian anggota DPRD aktif yang mencalonkan diri dari parpol lain. “Tugas saya hanya memberitahukan pimpinan, perkara beliau tidak memproses sesuai aturan yang diedarkan kementerian itu, saya angkat tangan,” tuturnya Dia optimis, pimpinan DPRD segera memproses beberapa dewan yang pindah parpol dan kembali mencalonkan diri pada pemilu legislatif 2014. Sebab, bila tidak diproses tentunya telah menyalahi ketetapan yang sudah diberlakukan di seluruh Indonesia. (athink/mk)


4

PAMEKASAN

RABU 3 JULI 2013 NO. 0151 | TAHUN II

Dinkes Waspadai Penyakit Miningitis Menyerang Jamaah Haji PAMEKASAN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan memprediksi penyakit yang rawan diderita jamaah haji di tanah suci adalah penyakit miningitis atau radang selaput otak karena faktor cuaca. Karenanya, instansi itu mulai mengantisipasinya dengan melakukan pemeriksaan dan pemberian obat-obatan terhadap jamaah haji yang sudah dipastikan berangkat tahun ini. Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinkes Pamekasan, Ali Maksum mengatakan pemeriksaan terhadap kesehatan jamaah haji dilakukan di seluruh Puskesmas di Pamekasan. Dinkes juga menyediakan pemeriksaan

laboratorium apabila dibutuhkan. Pemeriksaan kesehatan itu mulai dilakukan sejak enam bulan sebelum pemberangkatan dan satu minggu pasca pemulangan. Karena dihawatirkan ada jamaah yang terjangkit penyakit miningitis ataupun miningitus. Penyebaran penyakit miningitis tersebut, kata Ali Maksum, biasanya terjadi saat jamaah haji Indonesia berkumpul dengan jamaah haji asal Afrika Selatan yang

diduga menjadi sumber penyebaran penyakit tersebut. “Sehingga, jika tidak secepatnya dilakukan pencegahan, dihawatirkan setelah tiba di tanah air, akan menyebar ke keluarga mereka di Madura,” kata Ali Maksum, Selasa (2/7). Hingga saat ini, kata dia, belum ditemukan jamaah haji yang menderita penyakit yang membahayakan. Hanya saja, Dinkes perlu melakukan antisipasi melalui pemberian vaksin dan pembekalan obatobatan yang cukup. Meningitis atau penyakit radang selaput otak merupakan penyakit yang berbahaya jika tidak cepat diobati. Sebab penyakit yang menyerang bagian otak ini bisa menyebab-

kan cacat hinga kematian. Penyakit ini juga dapat menular dengan mudah melalui udara, ingus, dan air liur. Termasuk semua benda yang berhubungan dengan si penderita radang selaput otak (meningitis) ini juga bisa menjadi bahan penularan. ”Umumnya jamaah haji dari Afrika Selatan, atau jamaah haji yang berkulit hitam yang sering menderita penyakit miningitis,” kata Ali Maksum. Penyakit itu, kata Ali Maksum, disebabkan oleh bakteri, jamur, dan virus yang menyerang bagian otak. Dan jika tidak cepat diobati penyakit ini akan berujung pada kematian atapun cacat pada si penderita.

TEMPAT WISATA

KRIMINALITAS

Penodong Pistol Tercatat Sekretaris Bakorwil Madura PAMEKASAN - Budiono, pejabat Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang dilaporkan menodongkan pistol mainan kepada Sudi (50), warga Desa Trasak, Kecamatan Larangan, Pamekasan, beberapa hari lalu ternyata menjabat sebagai Sekretaris Badan Koordinasi Wilayah (bakorwil) IV Madura. Dia menggantikan pejabat sebelumnya, Tajul Falah, yang kini sudah pindah ke Badan Perencanaan Daerah Provinsi Jawa Timur. Saat ditemui di ruang kerjanya, Budiono membantah berselingkuh dengan NH (35) warga Trasak. Dia hanya mengaku dekat dengan NH karena wanita itu adalah rekan bisnisnya. Kedatangannya ke Trasak pada saat kejadian, untuk mengajak NH menjadi perantara dalam pembelian lahan tanah di sekitar rumahnya, yang rencananya akan dijadikan lokasi perumahan. Budiono juga membantah telah menikah dengan NH secara sirri seperti rumor yang berkembang di masyarakat. Dia hanya mengatakan bahwa perempuan itu sudah bercerai dengan suaminya, H. Ia justru balik menuding Sudi (50), warga Trasak, yang dikabarkan telah ditodongnya melakukan penganiyaan dan pengeroyokan terhadap NH dan masuk pekarangan rumah orang tanpa izin. Karenanya, ia telah melaporkan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Trasak itu ke kepolisian. “Saya sudah dipanggil sebagai saksi pelapor oleh

kepolisian. Dan saya sudah memberi keterangan tentang kronologi kejadian dalam peristiwa itu,” katanya. Dia menjelaskan peristiwa sebenarnya saat itu, dirinya hanya melerai adu cekcok antara NH dengan Sudi. Menurutnya, NH diseret hingga ke jalan di depan rumahnya. Namun, entah mengapa, justru Sudi melakukan penyerangan balik kepada dirinya. Ditanya berapa kali mendatangi rumah NH, Budiono enggan memberikan jawaban. Dia hanya menegaskan bahwa pistol yang dia todongkan itu merupakan pistol mainan dari korek api. Seperti yang diberitakan, seorang yang mengaku pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur

dilaporkan ke polisi setelah menodongkan senjata api (senpi) ke warga di Kecamatan Larangan, Pamekasan, Minggu (30/6). Korban penodongan itu adalah Sudi (50), warga Trasak, Kecamatan Larangan. Kejadian bermula saat Sudi hendak menegur laki-laki yang sebelumnya juga mengaku sebagai anggota polisi tersebut karena kerap datang ke rumah tetangganya, NH (35), yang masih memiliki suami sah. Merasa tidak nyaman dengan kehadirannya, laki-laki yang menggunakan mobil berplat merah jenis Inova dengan nopol L 1051 QP warna hitam yang mengaku sebagai suami NH itu tiba-tiba menodongkan pistol pada Sudi. Selain menodongkan pistol, pria itu juga menunjukkan

borgol dan mengaku sebagai anggota kepolisian dan meminta dirinya tidak ikut campur urusan itu. Jika tidak, kata Sudi, dia mengancam akan menangkap dirinya. Merasa terancam, pria yang juga Ketua Badan Permusyawaratan Desa Trasak itu mengontak warga sekitar dan membawanya ke Polsek Larangan. Setelah dilakukan pemeriksaan di Polsek Larangan, diketahui bahwa pistol yang dibawanya merupakan pistol mainan. Dalam pemeriksaan itu, laki-laki itu malah mengaku sebagai salah satu pejabat di lingkungan Pemprov Jatim. Untuk proses pemeriksaan lebih lanjut, laki-laki itu dipindah ke Polres Pamekasan.(awa/muj/rah)

PERTANIAN

Musim Panen Garam Diperkirakan Mulai Agustus PAMEKASAN - Para petambak garam di sejumlah wilayah sentra garam memperkirakan masa pendederan garam dimulai akhir Juli, sehingga masa panen garam baru dimulai pada Agustus mendatang. Tahun ini, masa pendederan mundur dari jadwal, semestinya pada April lalu, akibat kemarau basah. Di wilayah yang selama ini menjadi lumbung garam di Pamekasan, yakni Kecamatan Galis, Pademawu, dan Tlanakan belum terlihat adanya petambak yang memulai pendederan. Mereka hanya terlihat melakukan perbaikan tangkis dan pematang serta melakukan pemadatan dasar tambak. Di sebagian tambak garam, justru masih dipenuhi air sisa musim penghujan lalu. Tambak-tambak itu belum dilakukan pengurasan, karena masih adanya kecenderungan hujan turun dan baru akan dilakukan pengeringan setelah para pe-

Gejala yang umum ketika menderita radang selaput otak (meningitis) adalah akan menderita demam tinggi yang bahkan mencapai 39-40 derajat celsius, pusing berat, rewel jika diderita oleh anak kecil dan balita, lemas, kedinginan, leher mengalami kekakuan, dan kadang mereka akan merasa silau dan sakit mata jika memandang sinar. Ada pula yang muntahmuntah dan tak mau makan. Pada penyakit radang selaput otak yang disebabkan oleh bakteri, gejalanya kadang bertambah dengan adanya ruam di kulit. Warna ruam kadang merah, atau coklat tua di sekitar leher dan dada. (awa/muj/rah)

miliknya memastikan intensitas hujan mulai turun. Salah seorang petambak di Desa Bunder, Kecamatan Pademawu, Haryanto mengatakan upaya pengeringan belum bisa dilakukan saat ini karena kondisi cuaca yang masih belum bisa diperkirakan. Beberapa petambak yang pada pekan lalu melakukan pengeringan, terpaksa harus melakukan pengeringan ulang karena wilayah itu kembali diguyur hujan deras. “Kami tidak ingin melakukan hal yang sia-sia. Karenanya, sebelum ada kepastian akan menurunnya intensitas hujan, kami belum bisa memulai pengeringan untuk pendederan garam,” katanya. Haryanto yang ditemani anaknya, Sigit melakukan pembersihan tambak dari lumut akibat air laut yang bercampur air hujan. Dia memperkirakan intensitas hujan itu baru akan menurun pada akhir

bulan ini sehingga pendederan garam bisa dimulai. Sementara itu, Ketua Kerukunan Petambak Garam Lembung, Subiyanto memperkirakan produksi garam di Pamekasan tahun ini akan jauh di bawah target produksi pada cuaca normal. Sebab, masa pendederan garam mundur empat bulan dari jadwal semestinya, April hingga Mei. Ia memerkirakan, setiap satu hektar tambak hanya mampu memroduksi garam antara 40 ton hingga 50 ton dalam satu musim. Dalam kondisi normal, setiap hektar tambak garam mampu memroduksi 70 ton garam. Bahkan, pada tahun lalu, setiap satu hektar tambak mampu memroduksi hingga 90 ton karena cuaca yang bagus. “Mundurnya masa pendederan hingga empat bulan dari masa normal, dipastikan akan menyebabkan produksi garam dalam satu musim tidak akan

maksimal. Kami memerkirakan tahun ini hanya mampu memroduksi hingga 60 persen dari kondisi normal,” katanya. Ketua Komisi B DPRD Pamekasan, Husnan Ahmadi meminta pemerintah melakukan langkah strategis untuk mengantisipasi menurunnya produksi garam akibat kondisi cuaca ini. Sehingga, tidak berdampak parah terhadap kondisi perekonomian petambak dan pekerja yang menggantungkan hidupnya pada produksi garam. “Yang dirugikan bukan hanya para pemilik tambak, tapi juga para pekerja yang selama ini bergantung pada pekerjaan produksi garam,” katanya. Langkah yang bisa dilakukan oleh pemerintah, kata dia, adalah dengan menyediakan air baku garam yang siap didederkan. Sehingga, ketika kondisi cuaca sudah cukup bagus, pendederan bisa segera dimulai. (muj/rah)

Di Hari Libur, Museum Sepi Pengunjung PAMEKASAN - Kondisi museum sejarah milik Pemerintah Kabupaten Pamekasan terlihat sepi pengunjung meski memasuki puncak masa liburan sekolah. Bahkan, museum yang berada di areal Monumen Arek Lancor itu, seringkali tutup karena tidak ada pengunjung yang datang ke tempat wisata tersebut. Sepinya pengunjung di salah satu obyek wisata itu diprediksi karena kurangnya promosi dari pemerintah setempat. Selain itu juga disebabkan oleh penataan yang kurang memancing minat warga untuk mengunjunginya. Sejumlah warga yang ditemui saat berada di sekitar lokasi museum mengaku tidak tahu bahwa bangunan itu merupakan bangunan museum yang di dalamnya menyimpan benda-benda bersejarah. “Kami tidak tahu bahwa bangunan ini adalah museum. Kami berpikir ini adalah bangunan kantor,” kata Noviana Indah, saat ditemui Koran Madura, Selasa (2/7). Selama ini, kata Noviana, meski dia sering datang bersama teman-temanya ke Monumen Arek Lancor, tidak pernah masuk ke museum tersebut, karena mengira bangunan yang berada di sebelah utara monumen itu merupakan kantor. Sebab, selain jarang dibuka, penataan ruangannya tidak mengesankan bahwa bangunan itu merupakan bangunan museum. Ketua Lembaga Peningkatan dan Pemberdayaan Masyarakat, Heru Budi Prayitno menilai bangunan museum itu tidak layak dijadikan tempat wisata edukasi

Kami tidak tahu bahwa bangunan ini adalah museum. Kami berpikir ini adalah bangunan kantor

Noviana Indah warga

(pendidikan) karena selain bangunannya yang sempit, belum ada upaya promosi yang maksimal dari pemerintah setempat. Menurutnya, sebuah museum harus mampu memberi gambaran bahwa tempat itu merupakan tempat yang layak dikunjungi karena di dalamnya bisa memberi gambaran tentang sejarah peradaban sebuah daerah. “Misalnya, museum batik di Jawa Tengah. Di tempat itu, dipajang mulai dari batik yang diproduksi dari masa ke masa dan peralatan yang pernah dipergunakan. Begitu pula dengan museum sejarah di Sumenep,” katanya. Ia meminta agar Pemerintah Kabubaten Pamekasan melakukan penataan ulang museum itu dan mencarikan lokasi yang lebih strategis serta membangun bangunan yang lebih memberikan kesan sejarah. “Di dalam museum itu, bisa dipamerkan miniatur tanean lanjang, batik, dan peralatannya, jenis senjata, dan kitab-kitab kuno, serta barang lainnya. Selain itu,

di benda-benda itu diberi penjelasan agar pengunjung bukan hanya melihat, namun bisa menyerap informasinya,” kata Heru. Kepala Dinas Pemuda Olah Raga dan Kebudayaan Pamekasan, Jhon Juliyanto meski terlihat sepi, namun bukan berarti tidak ada sama sekali warga yang mengunjungi museum tersebut. Menurutnya, setiap ada wisatawan yang datang ke Mesjid Agung As-Syuhada, seringkali mampir mengunjungi museum Pamekasan, meskipun diakuinya mereka merasa kurang puas karena terbatasnya benda cagar budaya yang tersedia. Ia mengakui Pemerintah Kabupaten Pamekasan masih merasa kesulitan mengembangkan museum tersebut karena benda cagar budaya yang ada tidak bisa ditambah sebab tempatnya yang tidak layak karena berada di kawasan hijau. Bangunan yang digunakan juga terlalu kecil untuk sebuah museum, sebagai upaya pelestarian cagar budaya. “Kalau kemudian jauh dari gambaran sebuah museum ya saya sependapat karena memang itu tidak memenuhi syarat. Penempatan di sana saja menjadikan kami tidak bisa mengembangkannya karena berada di jalur hijau,” katanya. Untuk menyiasati kekecewaan pengunjung yang sebagian datang dari luar daerah, petugas museum biasanya akan mengarahkan mereka ke lokasi wisata ziarah di Pamekasan, seperti makam Ronggosukowati dan Pesarean Batuampar serta pesarean Ki Ageng Tarub. (CR-1/rah)


PAMEKASAN

BPS Diminta Evaluasi Data Warga Miskin PAMEKASAN - Komisi D DPRD Pamekasan meminta Badan Pusat Statistik (BPS) mengevaluasi data jumlah keluarga miskin di Pamekasan. Data yang dimiliki lembaga statistik itu dinilai tidak valid dan tidak bisa dijadikan acuan pelaksanaan program. Wakil Ketua Komisi D, Juhaini mengatakan berdasarkan pantauannya terhadap pelaksanaan pendistribusian dana Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) yang dilaksanakan sejak Senin (1/7), acuan panerima program yang menggunakan data BPS, ternyata banyak yang perlu dibenahi. Selain jumlahnya yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya, banyak ditemukan penerima yang sebenarnya tidak layak. Masih banyak warga miskin yang seharusnya menerima justru tidak masuk sebagai rumah tangga sasaran program tersebut. “Ada dua kepela desa yang menyampaikan, banyak warganya yang masuk kategori miskin justru tidak menerima program itu. Mereka jadi sasaran protes warganya yang tidak masuk dalam daftar penerima,” kata Juhaini, Selasa (2/7). Di lain pihak, kata dia, banyak warga yang seharusnya tidak masuk dalam daftar penerima karena kondisi ekonominya sudah mampu, justru menerima program tersebut. Juhaini menilai tidak tepatnya data itu karena pendataan dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) kurang valid dan tidak sesuai dengan kondisi yang sebenarnya, karena di dalam data itu terdapat data penerima beras miskin (raskin) dan data jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas). Kondisi itu menyebabkan BLSM yang seharusnya diterima warga miskin, namun akhirnya salah sasaran. “Data yang digunakan ini hanya berdasarkan data kuantitatif dan tidak realistis. Sehingga warga yang secara ekonomi cukup malahan menerima BLSM. Sedang warga miskin yang tidak memiliki pekerjaan tetap justeru tidak menerimanya. Ini jelas-jelas keliru,” katanya. Karenanya, ia meminta agar BPS segera melakukan evaluasi terhadap data yang dimilikinya agar benarbenar valid dan bisa dijadikan acuan program. Bisa jadi, setelah dilakukan evaluasi itu, lembaga tersebut harus melakukan perbaikan data dengan melakukan sensus ulang. Bahkan, jika data penerima belum valid, ia meminta pemerintah untuk menunda pelaksanaan penyaluran bantuan yang menjadi kompensasi kenaikan harga BBM tersebut. Sebab, jika dipaksakan dengan data yang tidak riil, sama artinya dengan membuang dana secara sia-sia. Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Pamekasan berencana mengundang BPS untuk membahas data tersebut karena dinilai kurang valid.

5

RABU 3 JULI 2013 NO. 0151 | TAHUN II

Sebab, di wilayah itu terjadi penurunan angka warga miskin sebanyak tiga kali dalam dua tahun. Bupati Pamekasan, Achmad Syafii mengatakan data yang selama ini masih menjadi acuan daftar penerima program sosial akan dibahas ulang bersama BPS dengan melibatkan pimpinan DPRD setempat. Calon Haji Ikut Terima BLSM Sementara itu, penyaluran dana Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) di sejumlah desa di Pamekasan terindikasi salah sasaran. Sebab penerima BLSM justru orang yang sudah tergolong mampu dibandingkan dengan warga yang tidak menerima BLSM. Bahkan ditemukan warga yang mendaftar sebagai jamaah calon haji (JCH) yang akan berangkat tahun ini menerima bantuan. Sedangkan warga miskin dan hidup sebatangkara justru tidak memperoleh dana BLSM. Kondisi ini ditemukan di beberapa desa di Pamekasan, saat pendistribusian Selasa (2/7) kemarin. Di antaranya, di Desa Bungbaruh dan sebagian warga di Desa Kertagena Tengah, Kecamatan Kadur, Pamekasan. Sebagian warga yang merasa lebih berhak menerima BLSM tidak bisa berbuat banyak. Namun beberapa di antaranya mengadu kepada tokoh masyarakat desa setempat. Umamah, salah satu warga Desa Bungbaruh yang tinggal sebatangkara, setelah suaminya meninggal dunia mengaku kecewa kepada pemerintah. Sebab pada penyaluran BLT sebelumnya ia menerima bantuan, namun justru saat kondisi perekonomiannya lebih parah dan menanggung hidup sendiri tidak menerima bantuan apa-

SOSIAL

AJP akan Bantu Khitanan Gratis Bagi Anak Yatim PAMEKASAN - Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP) berencana membantu anak-anak yatim dan anak-anak dari keluarga tidak mampu melalui khitan gratis. Kegiatan itu, rencananya akan dilaksanakan pada Sabtu (6/7) di Gedung PKPN Kemuning. Ketua AJP Mohammad Fauzi mengatakan kegiatan yang diselenggarakan sebagai peringatan ulang tahun ke-6, organisasinya bekerjasama dengan Ikatan Dokter Indoesia Pamekasan. Ia menargetkan 100 orang anak yatim dan anak dari keluarga tidak mampu akan dibantu khitan gratis. Selain membantu biaya khitan, kata dia, organisasinya juga mengupayakan pemberian bingkisan yang bisa digunakan untuk mengikuti kegiatan ramadhanan di bulan puasa nanti. “Ini hanya kegiatan sosial sebagai bentuk sumbangan kami terhadap mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi,” katanya. Hingga Selasa (2/7), telah terdata sedikitnya 40 orang anak yang akan dikhitan. Mereka merupakan anak-anak dari keluarga tidak mampu dan anak yatim asuhan beberapa panti asuhan di Pamekasan. Diharapkan, jumlah itu akan terus bertambah karena pihaknya menyiapkan bantuan untuk sedikitnya 100 orang anak. Karenanya, ia meminta masyarakat yang memiliki tetangga dari keluarga tidak mampu yang memiliki anak belum dikhitan untuk diikutkan dalam kegiatan tersebut. Ia menjamin, meski dilaksanakan secara gratis, namun khitan itu akan dilaksanakan dengan standar medis dan melibatkan tenaga medis yang memiliki pengalaman di Rumah Sakit maupun di Puskesmas. (CR-1/muj/rah)

apa. Sedangkan tetangganya yang lebih mampu justru menerima bantuan BLSM. Meski demikian, ia tidak bisa berbuat banyak untuk memperjuangkan nasibnya karena tidak tahu harus mengadukan kepada siapa. Ia hanya menyaksikan warga yang mencairkan BLSM di Balai Desa setempat yang kebetulan berada tepat di depan rumahnya. “Saya hanya mengelus dada karena hidup saya sudah begini, ternyata yang dapat bantuan kebanyakan orang mampu” ucapnya. Hal senada juga disampaikan P. Maiyah, warga Desa Kertagena Tengah. Keluarga yang sudah lanjut usia ini mempertanyakan kriteria miskin yang ditentukan pemerintah, karena warga yang menerima bantuan dari golongan mampu dan memiliki penghasilan jelas. Sedangkan, orang miskin seperti dirinya tidak menerima bantuan. “Saya tidak butuh dikasihani, tapi kalau memang program ini untuk orang miskin, kenapa diberikan kepada orang kaya,” katanya. Dia jelaskan, untuk kebutuhan sehari-hari, ia masih bergantung pada pemberian tetangganya. Bahkan, saat dapur rumahnya ambruk beberapa waktu lalu diperbaiki oleh tetangganya. Sementara itu, Hamdani salah satu tokoh masyarakat Desa Bungbaruh mengaku banyak menerima pengaduan dari warga desa setempat. Salah satu di antara warga itu membandingkan dengan tetangganya yang akan naik haji tahun ini, tapi masih menerima BLSM. Hamdani mengaku tidak tahu untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat itu, karena warga yang sudah tergolong mampu itu sudah men-

erima BSLM. “Katanya bisa dialihkan kalau memang sudah tidak layak menerima. Tapi bagaimana caranya? Karena ketika nama-nama penerima sudah diumumkan yang jelas tidak akan dialihkan, karena mereka sudah mengangap haknya,” katanya. Ia berharap pemerintah bisa mengevaluasi penyaluran BLSM pada tahap pertama ini, agar bisa dialihkan pada penyaluran tahap kedua. Sebab, jika hal ini tidak dibenahi, tujuan pemerintah untuk membantu orang miskin setelah penaikan harga BBM gagal total. Penyaluran BLSM untuk tiga desa yang di pusatkan di Desa Bungbaruh, Kecamatan Kadur, tampak semrawut. Warga berdesak-desakan untuk ambil jatah, karena tidak diberlakukan sistem antre dan tidak ada pengeras suara. Sehingga, calon penerima BLSM ini berebut untuk memperoleh jatah lebih awal. Petugas yang berada di lokasi juga kewalahan, karena jumlahnya terbatas. Sebelumnya, Bupati Pamekasan Achmad Syafii menyatakan akan mencarikan solusi bagi warga miskin yang tidak menerima BLSM. Meski demikian, pihaknya belum bisa menjanjikan bentuk solusi yang akan diberikan, karena masih akan dikoordinasikan dengan pihak terkait. Untuk mengatahui jumlah gakin yang tidak menerima BLSM ini, pihaknya akan segera melakukan pendataan sehingga bisa merumuskan langkah yang akan diberikan kepada mereka. “Kami belum bisa menjanjikan sesuatu yang sama dengan BLSM. Namun kami akan berupaya yang terbaik,” katanya. (awa/uzi/muj/rah)

PENDIDIKAN

9 SD Jadi Percontohan Penerapan Kurikulum Baru PAMEKASAN - Pemerintah menunjuk sembilan Sekolah Dasar (SD) sebagai proyek percontohan pelaksanaan kurikulum pendidikan dasar 2013. Sembilan SD itu, delapan di antaranya merupakan SD Negeri sedang sisanya SD swasta. Kesembilan SD itu antara lain SD Negeri Kertagena laok 1 Kecamatan Kadur, SD Negeri Kowel 3 Kecamatan Kota, SD Negeri Larangan Badung 1 Kecamatan Palengaan, SD Negeri Larangan Tokol 4 Kecamatan Tlanakan, SD Negeri Lemper 2 Kecamatan Pademawu, SD Negeri Montok 2 Kecamatan Larangan, SD Negeri Tampojung Tengah Kecamatan Waru, SD Negeri Tattango Tengah 2 Proppo, dan SD Al-Munawwarah Kecamatan Kota. Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Pamekasan Achmad Hidayat melalui Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Pramajaya mengatakan pada tahun ini kurikulum 2013 masih akan dilaksanakan secara terbatas dan bertahap, karena hanya sekolah yang ditunjuk yang harus melaksanakan kurikulum tersebut. Proyek percontohan itu juga dilaksanakan tidak semua kelas. Dalam pelaksanaan kurikulum ini, hanya kelas 1 dan kelas 4 pada sekolah yang ditunjuk yang pelajarannya menggunakan kurikulum tersebut, sedang untuk kelas lainnya masih tetap menggunakan kurikulum yang sudah ada. Menurut Prama, buku pegangan untuk kurikulum 2013 disediakan oleh pemerintah, baik buku pegangan guru maupun siswa. Untuk buku pegangan siswa akan dikirimkan langsung pada se-

kolah yang ditunjuk sebelum ajaran baru dimulai. Sedangkan untuk guru akan diberikan saat mengikuti sosialisasi di Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Dinas Pendidikan Jawa Timur, termasuk Pedoman Pelaksanaan Kurikulumnya. “Para tenaga pengajar untuk kelas yang menangani kurikulum akan diikutkan kegiatan sosialisasi, sekaligus akan mendapatkan pedoman kurikulum 2013 dan buku pegangan,” katanya, Selasa (2/7). Disdik belum mengetahui secara pasti kriteria dalam penunjukan sekolah yang melaksanakan kurikulum tersebut. Sebab, lembaga itu hanya daftar sekolah pelaksana kurikulum dari pemerintah. Pelaksanaan kurikulum baru tersebut, kata Prama, masih tahap uji coba. Sehingga, hanya sekolah dan kelas tertentu saja yang melaksanakannya. Pelaksanaan kurikulum itu secara penuh, akan dilaksanakan di seluruh sekolah mulai tahun depan, meskpun tidak semua kelas akan diterapkan kurikulum tersebut, karena masih dalam uji coba tingkat sekolah. “Mungkin hanya kelas2, 4, dan 5 yang akan melaksanakannya. Sedangkan kelas 3 dan 6 akan melaksanakan kurikulum tersebut pada tahun berikutnya,” kata Pramajaya. Prama mengaku belum tahu apakah ada perubahan mata pelajaran dalam kurikulum baru itu, karena belum pernah mengikuti sosialiasinya. Ia mengaku hanya mengerti sedikit program tersebut dari media. (CR-1/ muj/rah)

Seorang Petani memanen cabe rawit di Juntinyuat, Indramayu, Jawa Barat, Selasa (2/7). Harga Cabe rawit di tingkat petani mulai mengalami kenaikan dari Harga Rp. 15rb/kg menjadi Rp. 20rb/kg.

TOLERANSI

PKL Bisa Berjualan di Kawasan Terlarang Selama Ramadhan

PAMEKASAN - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pamekasan menyatakan masih memberi toleransi kepada pedagang kaki lima (PKL) untuk berjualan di daerah terlarang. Kebijakan ini diberlakukan selama bulan Ramadhan 1434 Hijriyah, sampai hari raya ketupat.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Masrukin mengatakan area yang diperkenankan untuk menjadi lahan Pedagang Kaki Lima selama bulan Ramadhan di antaranya di kawasan Pasar Sore Baru di Jalan Deponegoro dan di Jalan Kabupaten. Di dua lokasi itu anggotanya seringkali melakukan penertiban PKL karena merupakan tempat terlarang. Selama bulan puasa, para pedagang itu akan diberi toleransi untuk

berjualan di tempat tersebut. Menurut Masrukin, toleransi yang diberikan kepada PKL ini berdasar permintaan dari pedagang untuk menggelar dagangannya selama Ramadhan. Dalam kesepatan yang terbangun antara kedua belah pihak disebutkan bahwa para PKL itu akan mencari lokasi baru setelah perjanjian berakhir. Namun jika batas waktu kesepakatan para PKL tetap menempati lokasi terlarang, Satpol PP akan mengambil langkah tegas untuk menertibkan para PKL. “Kami sudah bersepakat, bahwa selama Ramadhan, para pedagang kembang api dan semacamnya kami toleransi untuk menempati daerah itu. Tapi toleransi ini bukan berarti memberi izin selamanya,” katanya. Sementara itu, para pedagang ikan yang biasa menggelar dagangan di trotoar di Jalan Kabupaten, nantinya akan ditata dan ditertibkan agar menyisakan trotoar untuk pengguna jalan. Hal ini dimaksudkan, agar tidak mengganggu pejalan kaki yang biasa ngabuburit selama ramadhan. Pihaknya belum bisa menindak tegas para PKL yang

kerap kali mengganggu kelancaran lalu lintas di kawasan itu, karena pertimbangan kemanusiaan. Apalagi, pemerintah setempat sampai saat ini belum bisa menyiapkan tempat yang layak untuk merelokasi mereka. Oleh karenanya, pihaknya akan menata para pedagang ikan itu secara persuasif agar tidak terjadi ketegangan. Jika upaya ini berhasil keberadaan mereka dipastikan tidak mengganggu pejalan kaki. Selama ini, para pedagang ikan di sepanjang jalur itu, kerapkali menimbulkan kemacetan lalu lintas dan bau tak sedap. Hal itu terjadi, karena pedagang meluber ke jalan raya dan banyaknya pembeli ikan yang memarkir kendaraan di badan jalan. Sementara itu, Fadali, salah satu pedagang kembang api musiman, warga Kelurahan Patemon, Kecamatan Pamekasan, mengaku senang mendapat toleransi menggelar dagangan selama ramadhan. Ia mengaku sangat menginginkan wilayah itu karena banyak warga yang melintas di lokasi tersebut sehingga diharapkan banyak pembeli.

“Mudah-mudahan saya juga bisa berjualan di Jalan Deponegoro. Soalnya kalau saya jualan di tempat lain sepi pembeli. Apalagi di Parteker,” katanya. Fadali berharap mendapat berkah Ramadhan dengan meraup keuntungan berlipat, sehingga bisa merayakan idul fitri bersama keluarganya. Namun jika hasil penjualannya minim, ia khawatir tidak membelikan hadiah untuk keluarganya. (uzi/muj/rah)

Kami sudah bersepakat, bahwa selama Ramadhan, para pedagang kembang api dan semacamnya kami toleransi untuk menempati daerah itu. Tapi toleransi ini bukan berarti memberi izin selamanya

MASRUKIN


6

SAMPANG

RABU 3 JULI 2013 NO.0151 | TAHUN II

KASUS PELECEHAN SEKSUAL

BKD Tunggu Putusan Baru Bupati

ant/irwansyah putra

KHANDURI LAUT ACEH: Tokoh adat, Pawang laut dan warga yang berprofesi sebagai nelayan berdoa dan membuang kepala serta kulit kerbau di laut kuala Gigieng Desa Lambada Lhok Kec. Baitussalam Kab. Aceh Besar. Khanduri laut merupakan sebuah kearifan lokal dan budaya nelayan Aceh serta bentuk rasa syukur kepada Maha Pencipta yang telah memberikan rezeki berupa hasil tangkapan ikan.

Nelayan Pulau Mandangin Mendatangi Kantor Pemkab SAMPANG – Puluhan nelayan dari desa Pulau Mandangin Kecamatan Sampang Selasa (2/7) mendatangi kantor Pemkab Sampang untuk meminta ganti rugi pada PT. Husky yang telah merusak sejumlah fasilitas nelayan seperti jaring, bubu dan lain-lain. Kerusakan sejumlah peralatan milik nelayan tersebut, diakibatkan kegiatan seismik pencarian titik minyak di areal perairan Pulau Mandangin yang dilakukan PT. Husky. Menurut Zainal (35), nelayan Desa Pulau Mandangin saat mendatangi kantor Pemkab. Sampang kemarin, menyampaikan aspirasi bahwa ada ribuan nelayan desa Mandangin Sampang yang merasa dirugikan dengan kegiatan seismik yang dilakukan PT. Husky, oleh sebab itu, kami perwakilan nelayan Pulau Mandangin mendesak Pemkab. Sampang agar PT. Husky

menganti rugi sejumlah fasilitas nelayan yang rusak. Hal serupa juga disampaikan Ishak (28) warga desa Pulau Mandangin yang ikut mendatangi Pemkab. Sampang kemarin, puluhan nelayan yang mendatangi Pemkab ini hanya perwakilan saja, tetapi ada sekitar seribu nelayan mengalami nasib yang sama, sebab yang kami ketahui ada beberapa desa nelayan yang

memiliki rumpon mendapatkan ganti rugi dari PT. Husky, tetapi kami yang berada di daerah yang terkena dampak langsung aktifitas seismik PT. Husky masih belum mendapatkan ganti rugi. “Kegiatan PT. Husky tidak hanya mengakibatkan kerusakan fasilitas para nelayan, tetapi selama sebulan kegiatan seismik tersebut membuat para nelayan tidak bisa melaut karena dilarang oleh pihak PT. Husky, alasannya dikhawatirkan mengganggu proses pencarian minyak,” jelasnya. Hary Soeyanto, Asisten I Bidang ekonomi pembangunan Pemkab. Sampang sebagai fasilitator mempertemukan PT. Husky dengan nelayan dari Pulau Mandangin di aula mini Pemkab. Sampang kemarin, ia hanya memfasili-

tasi mengenai tuntutan nelayan pada PT. Husky, tidak dalam kapasitas untuk memutuskan kebijakan terkait tuntutan nelayan. Sementara Hery Subianto selaku pelaksana kegitan seismik PT. Husky, menyambut baik tuntutan warga nelayan asal Pulau Mandangin tersebut, pada intinya PT. Husky akan melakukan kerja sama dan berhubungan baik dengan masyarakat, sehingga jika ada komplain selama kegiatan seismik PT. Husky diperairan Pulau Mandangin dan terdapat nelayan yang dirugikan, maka kami akan melakukan ganti untung. “Intinya proses dialog ini akan menampung aspirasi para nelayan, terkait ganti untung yang akan kami lakukan untuk nelayan Pulau

Mandangin, kami masih melakukan pengumpulan data kepemilikan sejumlah sarana nelayan yang telah rusak dan hasil keterangan kepala Desa setempat akibat kegiatan seismik. Adapun kegiatan seismik yang dilakukan PT. Husky berlangsung mulai tanggal 21 juni sampai 27 juni 2013 lalu,” ungkapnya. “Bahkan dibeberapa desa lain yang terkena dampak langsung dari kegiatan PT. Husky, saat ini kami lakukan pembanyaran ganti untung terkait sejumlah rumpok milik nelayan di Hotel Rahmad Sampang, adapun jumlahnya bervariasi, jika rumpon besar kami melakukan ganti untung sebesar 7,5 juta, rumpon sedang 4,5 juta dan rumpon kecil senilai 2 juta”, ucapnya. (Hol)

PENDIDIKAN

Pemerintah Perlu Terapkan Kurikulum Aswaja SAMPANG – Dalam pertemuan yang di gelar di Pendopo Kabupaten Sampang pada Senin (01/7), Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sampang menyampaikan bahwa kurikulum pendidikan untuk penganut faham Aswaja (Ahlussunah Wal Jamaah) di setiap tingkatan sekolah harus ada. Hal ini disampaikan kepada Bupati Sampang A. Fannan Hasib, Selasa (02/7).

Supaya semua siswa di Sampang ini paham terhadap Aswaja...”

Makhrus Zamroni Sekretaris PCNU Sampang

Tidak hanya konsep dan prinsip untuk dibuat dalam Peraturan Daerah (Perda) menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, saat pertemuan dengan para Kyai dan Ulama kemarin, namun guna menciptakan masyarakat Sampang yang moderat, tasawuf, dan toleran. Ilmu pemahaman Aswaja harus bisa diterapkan sebagai pelajaran tambahan muatan lokal di setiap semua tingkatan sekolah. Sekretaris PCNU Sampang Makhrus Zamroni, menginginkan agar seluruh siswa di kota Bahari perlu mengenal serta paham tentang Aswaja tersebut. Maka dari itu, disampaikan kepada

Pemkab. Sampang untuk memasukkan pelajaran tersebut menjadi kurikulum resmi di setiap sekolah. “Supaya semua siswa di Sampang ini paham terhadap Aswaja, maka pemerintah harus mendukung agar menciptakan pemahaman optimal yang harus dimulai sejak dini, dan ini perlu diterapkan,” jelasnya. Wakil sekretaris PCNU Sampang, Miftahurrozaq mengungkapkan langkah tersebut membutuhkan payung hukum yang kuat dan itu bisa dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sampang untuk memperkuat benteng pemuda Sampang agar tidak mudah tersulut untuk mengambil tindakan kekerasan dan konflik sosial yang mengatas namakan agama. “Ini bertujuan agar tidak terjadi masalah yang membawa nama konflik agama, terutama sebagai modal pengetahuan pemuda. Pada rinsipnya Pemkab. Sampang sudah menerima itu, selanjutnya menindaklanjuti rapat teknis bersama institusi terkait dan PCNU, karena hal ini bukan hanya kepentingan NU,” ungkap Miftahurrozaq. Alasan dalam hal itu, sebagai satu langkah awal untuk menciptakan Sampang agar tidak mudah terpengaruh pada kekerasan yang mengatas namakan agama. “Kepentingan ini untuk semua umat Islam di Sampang dan sebagai pengembangan mutu pendidikan di kabupaten Bahari sendiri,” katanya.(ryn)

SAMPANG – Surat keputusan Bupati yang menyatakan tentang pemberhentian dengan tidak hormat atas permintaan sendiri sebagai Pegawai Negeri Sipil, di jatuhkan kepada DJ (50). Namun, hingga saat ini DJ mengajukan surat keberatan terhadap keputusan Bupati tersebut. Kasus pelecehan seksual terhadap 3 orang siswanya itu hingga saat ini masih dalam proses penyidikan di Polres Sampang. Hal itu hingga kini belum ada keputusan secara hukum dan secara sah, jika dirinya memang bersalah. Akan tetapi, surat keputusan Bupati telah diterimanya. Menanggapi hal tersebut, Kasubid Pembinaan Kepegawaian BKD (Badan Kepegawaian Daerah) Sampang, Bambang Maryono, membenarkan adanya surat keberatan tersebut. Namun, pihaknya masih menuggu keputusan pasti dari Bupati agar bisa melakukan tindakan selanjutnya. Untuk sementara ini, surat pemecatan itu sudah sesuai dengan prosedur. “Sudah sesuai dengan mekanisme dari Dinas Pendidikan, berdasarkan rekomendasi Inspektorat yang ditindaklanjuti oleh BKD. Kalau memang keberatan, ya kami tetap menunggu keputusan Bupati selanjutnya baru kita akan bertindak,”ujarnya. Disamping itu, saat DJ mengajukan keberatan dengan putusan Bupati dengan alasan tidak memenuhi rasa keadilan tentang pemberhentian dirinya sebagai PNS. Sehingga, pada dasarnya, kasus itu hanyalah kesalahpahaman dan merekayasa hukum sehingga nama baik DJ tercemar. “Ya harapan saya semoga ada kejelasan dari putusan Bupati yang diberikan terhadap saya, kasihan keluarga dan anak saya yang masih kecil, apa lagi ini masih proses penyidikan bukan penyelidikan,” harapnya. (ryn)

SYIAH

Relokasi Tepat untuk Pengungsi SAMPANG - Relokasi kepada para pengungsi Syiah di gor tennis indoor Sampang ke rumah susun Puspa Agro Kabupaten Sidoarjo oleh pemerintah setempat, merupakan langkah tepat dalam mengambil solusi korban konflik SARA. Hal itu diungkapkan oleh, Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RI) Suryadarma Ali, dalam kunjungan ke Kabupaten Sampang Selasa (02/7). Penegasan tersebut dikemukakan Menteri Agama dalam pidatonya ketika melakukan silaturrahmi bersama para ulama dan launching bantuan percepatan wilayah pembangunan Madura yang berlokasi di Desa Gersempal, Kecamatan Omben Kabupaten Sampang. “Relokasi itu merupakan tindakan tepat dari Pemerintah. Jadi jangan dianggap kalau relokasi itu secara pemaksaan, apa lagi sudah berbulan-bulan bahkan hampir satu tahun. Selain itu disana banyak yang sudah punya keluarga jadi tidak manusiawi jika dibiarkan terus-menerus, dan ini menjaga rasa dan martabat pengungsi juga,”ucapnya. Dia juga menginginkan,

langkah yang diambil dari pemerintah untuk relokasi pengungsi harus ada pemahaman. Sebab, relokasi ke Sidoarjo itu hanya bersifat sementara. Sehingga, semua kondisi benar-benar tenang. Bahkan, dari kedua belah pihak yang berselisih dapat kembali hidup berdampingan dan rukun kembali. “Ini harus bisa di pamahami karena sifatnya hanya sementara, jadi setelah nanti kondusif dan tentram bisa kembali”,harapnya. Disinggung terkait keinginan pengungsi untuk kembali ke asal kelahirannya, Surya mengatakan semua itu sangatlah mudah. Dengan cara, rumah yang menjadi korban amukan dan pembakaran harus bisa kembali di bangun. Akan tetapi, yang menjadi prioritas dan ketakutan para korban Syiah hanyalah faktor keamanan. “Kalau bangun rumah bisa karena tidak terlalu mahal bisa dibangun dari bahan bambu, tetapi yang sangat sulit apakah keamanan mereka bisa terjamin, tidak mungkin aparat menjaga dari rumah ke rumah lain,”(ryn)

INFRASTRUKTUR

ant/saiful bahri

MENANAM: Petani menanam tembakau di Desa Murtajih, Pademawu, Pamekasan, Jatim beberapa hari yang lalu.

IKLIM TAK BERSAHABAT

Petani Tetap Menanam Tembakau

SAMPANG- Kondisi iklim yang tidak menentu membuat petani tembakau tetap berharap dapat membudidayakan tembakau karena itu merupakan mata pencaharian mereka. Petani tetap bersikukuh untuk menanam bibit tembakau meskipun penanaman awal sudah lebih dari lima kali dengan harapan harga yang jauh lebih mahal dari tahun sebelumnya. Penanaman awal tembakau oleh petani masih belum menemukan harapan yang jelas apakah akan laku dengan harga yang tinggi atau tidak, yang penting bagi mereka bisa membudidayakan karena tembakau merupakan mata pencaharian menjelang musim kemarau, namun dengan kondisi iklim yang tidak bersahabat mereka tetap memulai penanaman awal meskipun sudah lebih dari lima kali dan yakin harga tembakau akan mahal seperti tahun 2010 yang kondisi cuaca hampir sama dengan tahun sekarang. Seperti yang diberitakan Koran Madura beberapa waktu

yang lalu, salah satu petani warga Aeng Sareh Qodir (30), mengatakan mulai dari bulan April kemarin yang menanam tembakau karena menurut hitungannya sudah seharusnya menanam tembakau, awalnya sempat ragu meskipun tembakau yang dia tanam sudah meninggi sampai selutut orang dewasa, dan karena khawatir tidak berkualitas maka dia berupaya mengulangi penanaman dari awal lagi. "Mulai dari akhir bulan April, saya yang memulai menanam pohon tembakau karena bulan itu sudah waktunya menurut hitungan petani, tapi kalau kondisinya cuaca seperti ini dan tanaman tembakau tidak berkualitas meskipun sudah tinggi lebih baik saya tanam ulang karena saya yakin harga tembakau akan mahal seperti tahun 2010 silam ketika petani yang lain enggan menanamnya,” ucapnya kepada Koran Madura, Senin (02/07). Sementara Kepala Dinas Perkebunan dan Perhutanan Kabupaten Sampang melalui

bagian bina produksi dan sumber perkebunan, Nurdin mengatakan sudah memberikan imbauan kepada petani tembakau untuk didaerah sawah agar tidak ditanami tembakau karena situasi iklim yang basah, namun dia juga tidak bisa memaksa melarang petani karena petani juga mempunyai hak dalam menentukan komoditi yang mereka tanam dan dia juga menyakini kalau bulan depan masih ada kesempatan bagi petani untuk menanam tembakau dan harganya jauh lebih mahal melihat kebutuhan pabrik yang sudah terbatas. “Saya akui kalau petani sudah banyak menanam tembakau dari 2 kali sampai 5 kali namun mau bagaimana lagi kalau alam sudah berkehendak lain, dan kami pernah mengimbau untuk daerah sawah supaya tidak ditanami dulu karena iklimnya basah namun kami juga tidak bisa memaksa apabila petani tetap menanam karena petani juga mempunyai hak untuk menentukan komoditi yang mereka tanam,” ujarnya. (Jun)

Perbaikan Jalan Diduga Asal-asalan SAMPANG - Jalan rusak dan berlubang di jalan Raya Pliyang setelah diperbaiki dengan tambal sulam beberapa hari yang lalu sudah mengelupas dan kembali berlubang bahkan lebih parah, sehingga pengendara dari Sampang dan Bangkalan harus extra hati-hati. Diduga perbaikan jalan tersebut cenderung asalasalan yang mengakibatkan kondisi jalan tambah parah dan membahayakan. Bahkan, postur jalan di sisi samping kondisinya tidak merata. Jika ini dibiarkan akan membahayakan pengendara yang melintas di area tersebut. Wahyu (30), salah satu pengguna jalan mengeluh meskipun sudah ada perbaikan dengan cara tambal sulam kondisi jalan tersebut tidak ada perubahan dan pengerjaannyapun dianggap asal-asalan dan tidak sesuai standart. “Saya melihat jalan yang diperbaiki dengan tambal sulam terkesan kurang serius, buktinya ketika sudah diperbaiki masih banyak jalan bergelombang dan retak, hanya saja terlihat seperti baru, namun kualitasnya jelek. Karena baru beberapa hari diperbaiki jalan tersebut sudah retak,” ucapnya kepada Koran Madura, Selasa (02/07).

Hal serupa juga diungkapkan Sekretaris Komisi C DPRD Sampang Aulia Rahman yang membenarkan jika pengerjaan proyek perbaikan jalan poros nasional cenderung asal-asalan. Itu karena setelah beberapa hari diperbaiki jalan sudah mengalami keretakan, selain itu kualitas aspal kurang memadai seharusnya diperbaiki dengan benar karena jalan tersebut sering dilintasi kendaraan bermuatan berat. ”Coba lihat saja sendiri jalan tersebut sudah berlubang dan bergelombang lagi bahkan ketika saya melintasi jalan tersebut sering melihat terjadi kecelakaan,” ucapnya. Sementara kepala UPT Bina Marga Provensi Cabang Pemekasan ketika dikonfirmasi tidak ada ditempat karena sedang menghadiri rapat di Kabupaten Pamekasan dan bagian tekhnik koordinator jalan juga kosong namun dalam ruangan TU (tata usaha) Sutari mengatakan jalan tersebut bukan wewenangnya karena jalan itu masuk jalan Metro 1 yang harus ditangani langsung oleh UPT Pamekasan sendiri, dan dia juga merasa kesulitan memperbaiki jalan tersebut karena sering terendam air. (jun)


BANGKALAN

7

RABU 3 JULI 2013 NO.0151 | TAHUN II

LEGISLATIF

HARGA DAGING MELONJAK: Salah satu penjual daging di pasar KLD Bangkalan, Selasa (3/7) kemarin. Harga daging tersebut melonjak karena akibat dipengaruhi harga BBM yang naik dan dekatnya bulan suci Ramadan yang sudah hampir dengan harga daging mencapai Rp 95.000 perkilo.

ori/koran madura

SEMBAKO

Harga Daging Capai Rp 95 Ribu Perkilogram

BANGKALAN – Menjelang bulan suci Ramadan harga kebutuhan pokok yang ada di sejumlah pasar mengalami kenaikan. Selain dipengaruhi oleh dekatnya bulan ramadhan, naiknya harga berbagai makanan pokok juga dipengaruhi oleh kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM). Termas-

uk harga daging sapi di pasaran di Bangkalan saat ini sudah meroket hingga mencapai Rp 90 ribu. Pantauan Koran Madura dari sejumlah pedagang yang berada di pasar Ki Lemah duwur Bangkalan, hampir secara merata sejumlah pedagang daging menjual dagangan-

nya seharga Rp 90 ribu. Harga tersebut lebih tinggi dibandingkan satu minggu lalu. “Memang mengalami kenaikan sebesar Rp 10 ribu dibandingkan satu pekan terakhir. Banyak dampak yang mempengaruhi termasuk menjelang bulan ramadhan,” kata Sufiyah, pedagang daging sapi di pasar KLD. Akibat tingginya harga daging sapi, otomatis berpengaruh terhadap pembelian daging oleh pelanggan. Sebab, pelanggan cenderung mengurangi jumlah pembelian.

Dewan Menyoroti Sistem PPDB BANGKALAN - Kendati pemerintah Kabupaten Bangkalan telah menggratiskan biaya pendidikan, pihak DPRD Bangkalan masih merasa perlu mengoreksi sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang tengah dilakukan saat ini. Berdasarkan hasil sidak yang dilakukan pihak komisi D selama beberapa hari terakhir terkait PPDB tersebut, komisi D masih mengkhawatirkan sistem PPDB tidak menutup kemungkinan nantinya dapat merugikan calon siswa yang mendaftar. “Hasil sidak kami di lapangan ternyata jumlah pendaftar cukup banyak, sementara kuota dari tiap-tiap sekolah terbatas. Semisal untuk SMA 1 hanya 6 kelas, dimana setiap kelasnya hanya 32 kursi sebagaimana yang telah ditetapkan Dinas Pendidikan. Sementara pihak sekolah membuka 3 jalur pendaftaran, selain jalur umum yang menggunakan

NUN (Nilai Ujian Nasional), juga membuka jalur PMDK yang terdiri 1 kelas bagi mereka yang memiliki prestasi, dan jalur ujian atau tes juga 1 kelas,” terang wakil ketua komisi D DPRD Bangkalan Ismail Hasan. Menurutnya, sistem tersebut dapat berakibat kebingungan pada siswa, sebab dikhawatirkan hingga hari akhir pendaftaran tanggal 6 Juli nanti, banyak siswa yang tidak tertampung akibat tergeser oleh pendaftar di dua jalur, PMDK dan tes. Akibatnya dapat dimungkinkan calon siswa harus mencari sekolah pengganti dengan waktu yang sangat minim.

Sementara itu, di pasar baru Kamal, harga daging sapi per kilo mencapai Rp 95 ribu. Sedangkan untuk harga ikan laut bervariasi. Namun, kenaikannya lebih dari 50 persen. ”Memang semua harga ikan saat ini harga jualnya tinggi. Sebab, langkanya daging sapi dan ikan laut di pasaran. Untuk ikan laut, naiknya harga lantaran nelayan tidak melaut. Jika dipaksa melaut, hasilnya tidak seberapa,” kata salah satu penjual ikan, Maimunah. Harga seekor ikan pindang yang dulunya Rp 1500, kini dan ikan laut saat ini memang melambung tinggi. Itu terjadi pada semua jenis lauk. Walau begitu, kita sebagai pembeli tetap membelinya. Kalau tidak, kita juga kerepotan lauknya,” kata Kutsiah, salah satu pembeli di pasar Kamal. Dikonfirmasi terpisah,

menjadi Rp 3000. Selain itu, ikan tongkol yang tergolong murah harganya tembus Rp 20 ribu per ekor. ”Jika tidak dinaikkan, kami pedagang akan rugi. Harga kulakannya saja mengalami kenaikan. Apalagi cuaca di laut yang memang cenderung tidak bersahabat, karena angin kencang,” terangnya. Meskipun begitu, para pembeli terpaksa membelinya dengan harga yang mahal. Sebab, mereka sudah terbiasa membeli daging sapi ataupun ikan laut. ”Harga daging sapi Kepala Disperindag Bangkalan, Nawawi mengatakan sulit menghindar dari dampak kenaikan BBM tersebut. Kenaikan harga daging sapi tersebut akibat dari kenaikan biaya transportasi dalam proses pendistribusiannya hingga sampai ke penjual. (ori/rah)

PAW Dua Anggota Dewan Diproses BANGKALAN – Dari tiga nama yang masuk daftar pergantian antar waktu (PAW) yang diajukan dalam pembahasan di badan musyawarah (bamus) DPRD Bangkalan, hanya dua calon anggota yang akan dilantik dalam waktu dekat sebagai anggota baru legislatif. Hal ini terjadi akibat proses PAW salah satu anggota masih dianggap belum clear dikarenakan pihak yang direcall melakukan gugatan ke PTUN setelah menganggap proses PAW dirinya tak sesuai prosedur. Di antara anggota legislatif yang diaganti antar waktu adalah Makmun Ibnu Fuad yang kini telah terpilih sebagai Bupati Kabupaten Bangkalan. Posisinya akan diganti oleh Luman Bay anggota Partai Amanat Nasional (PAN ). Selain itu, M. Iksan akan menggantikan posisi H. Eka dari Partai Bintang Reformasi (PBR) aikibat meninggal dunia. Keduanya akan dilantik pada tanggal 4 Juli mendatang. Sedangkan PAW terhadap Musaddad, anggota komisi A dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), yang rencananya akan digantikan Nur Hidayat, ditunda akibat Musaddad mengajukan gugatan ke PTUN atas PAW dirinya. “Ya, jadi hanya 2 yang telah diagendakan untuk dilantik oleh bamus,” ujar Mujiburrahman, salah satu anggota Bamus.

Menurut politisi PKS ini, pihak Bamus telah mengagendakan pelantikan kedua anggota baru tersebut pada tanggal 4 Juli esok. Ditanya terkait proses pelantikan atau PAW Musaddad, anggota komisi A dari PPP itu mengatakan bahwa proses PAW-nya ditunda hingga masalah hukum yang sedang ditangani PTUN tersebut tuntas.

Ya, jadi hanya 2 yang telah diagendakan untuk dilantik oleh bamus,”

Mujiburrahman Anggota Bamus

“Ditunda, karena yang bersangkutan tengah melakukan gugatan ke PTUN. Jadi, kita tunggu saja sampai beres,” ujar Mujiburrahman. Sebelumnya, Musadad mengatakan bahwa terkait PAW yang dilakukan terhadapnya, pihak DPC PPP belum pernah mengajaknya berdiskusi terkait masalah tersebut. “Kami belum dipanggil oleh Ketua DPC PPP dan tidak pernah duduk bareng untuk membicarakan persoalan PAW ini,” ungkapnya beberapa waktu yang lalu. (dn/rah)

“Atas kondisi tersebut kami mengkhawatirkan akan banyak siswa yang nantinya tidak dapat tertampung. Sementara masa pendaftaran sudah usai, karenanya kami berharap untuk tahun depan ada sistem rayon agar siswa yang tidak tertampung bisa langsung dikirim ke rayon sekolah yang bersangkutan,” ujar Ismail. Sementara itu, Mukaffi Cholil, anggota komisi D lainnya meminta sekolah untuk tidak menambah kuota secara besar-besaran dalam PPDB kali ini, agar kualitas belajar mengajar dapat maksimal. “Saya harap sekolah tidak secara bebas menambah kuota siswa, sebab saya lihat pendaftarnya cukup membludak tahun ini, kecuali sudah berkoordinasi dengan Diknas. Agar tidak ada over kapasitas di rungan saat belajar mengajar dilakukan,” jelasnya (dn/rah) dony heriyanto/koran madura

BERSERAGAM: Sejumlah siswa (berseragam) saat berada di Kantor Pos dalam rangka menerima pencairan BSM beberapa waktu lalu.

SALAH JALUR

BANTUAN SISWA MISKIN

Motor Menabrak Sedan

BANGKALAN - Kecelakaan lalu lintas kini terjadi di jalan RE Martadinata tepat depan terminal Kabupaten Bangkalan, kemarin (2/7). Kali ini kecelakaan menimpa seorang pengemudi sepeda motor akibat salah mengambil jalur saat ingin mendahului kendaraan yang ada di depannya. Tak ayal benturan tak dapat dihindarkan. Motor tersebut menabrak sebuah sedan. Kronologisnya, Abdul Aziz (16), pemuda asal Kecamatan Klampis saat mengendarai Jupiter Z melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Bangkalan menuju arah Kamal. Pada saat di tempat kejadian perkara (TKP), pemuda yang mengaku lulusan SMP ini hendak mendahului truk yang ada di depannya. Tanpa melihat kandaraan yang ada di depan truk, Aziz yang masih dalam kecepatan tinggi mengambil jalur kanan untuk mendahului. Padahal, jalur yang dilalui Aziz merupakan jalur untuk memutar arah. Semestinya dia mengambil jalur kiri untuk mendahului. Praktis, benturan tidak dapat dihindarkan. Sebab, saat bersamaan sebuah mobil sedan Vios dengan nomor polisi L 1203 F yang dik-

endarai oleh Imam Jawahir (50) warga Bilaporan Socah sedang memutar arah di TKP. Karena jarak terlalu dekat, benturan keras tidak dapat dihindarkan, membuat Aziz terpental ke bahu jalan. Kejadian tersebut menyita perhatian warga yang ada di TKP. Sontak, warga langsung menolong Aziz yang terkapar di jalan untuk diberi pertolongan. Selang beberapa menit kemudian, petugas satuan lalu lintas setempat mendatangi TKP untuk mengidentivikasi kejadian. Beruntung dalam kejadian

ini tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, menyebabkan Aziz mengalami luka ringan dan merasa sakit di bagian dada serta motor yang dikendarainya mengalami kerusakan yang cukup parah. Pada saat itu juga, motor beserta mobil langsung diamankan oleh pihak yang berwajib ke kantor unit laka setempat. "Barang bukti mator dan mobil langsung kami amankan untuk proses penyelidan lebih lanjut," kata salah satu petugas laka lantas, Brigadir Agung Mudo. (dn/rah)

doni heriyanto/koran madura

DIAMANKAN: Motor Jupiter milik Aziz saat diamankan oleh pihak kesatuan lalu lintas Bangkalan akibat kecelakaan yang menabrak mobil Sedan terjadi di jalan RE Martadinata tepat depan terminal Kabupaten Bangkalan, (2/7) kemarin.

BSM Tak Bisa Dibagikan dalam Bentuk Uang BANGKALAN – Kepala Dinas Pendidikan Bangkalan melalui Kabid TK/SD Moh. Fauzi menjelaskan bahwa dana Bantuan Siswa Miskin (BSM) tidak dapat dicairkan dalam bentu uang. Pembagian BSM itu, kata Fauzi, didasarkan pada petunjuk teknis (juknis) pembagian BSM. Pernyataan itu sekaligus dimaksudkan untuk menanggapi adanya keluhan masyarakat mengenai mekanisme pencairan BSM yang diduga tidak dibagikan kepada siswa yang semestinya berhak menerimanya. ”Persepsi wali murid mungkin berbeda dengan apa yang dipahami. Dalam juknisnya, penggunaan BSM dijelaskan, tidak boleh diberikan dalam bentuk uang,” terang Fauzi, kemarin (2/7) Dia berkeyakinan, tidak mungkin ada penyelewengan dana tersebut. Sebab, dana tersebut langsung diambil oleh siswa yang bersangkutan melalui Kantor Pos yang didampingi pihak sekolah. Penggunaannya pun melipui empat kategori yang telah dijelaskan, yakni pembelanjaan buku dan alat tulis, pembelian baju dan seragam sekolah, serta biaya transportasi

siswa. Terakhir, keperluan lain yang berkaitan dengan pembelanjaan di sekolah. Selain itu, lanjut Fauzi, jangka waktu pencairan BSM SD adalah selama tiga bulan, setelah uang masuk ke rekening siswa pada tahun anggaran 2013. Jika siswa tidak mengambil uang setelah waktu yang telah ditentukan , rekening siswa yang bersangkutan akan diblokir dan uang tersebut akan dikembalikan ke kas negara. ”Hanya siswa langsung yang bisa mengambil, dengan didampingi pihak sekolah. Jadi, memang tidak bisa dicairkan dalam bentuk uang. Oleh karena itu, peran sekolah sangat penting untuk memfasilitasi kebutuhan siswanya,” terang Fauzi. Meskipun demikian, Fauzi tidak menampik adanya bantuan yang tidak bisa dicairkan lantaran siswa tersebut sudah pindah sekolah ataupun pindah ke jenjang yang lebih tinggi. Hal itu disebabkan data yang diberikan kepada pusat oleh pihak sekolah berupa data 3 tahun lalu. ”Pusat mengacunya pada pendataan 3 tahun lalu yang masih belum diperbaharui. Siswa sudah tak lagi sekolah

di tempat asal, jadinya BSM tidak bisa dikembalikan,” ungkapnya. Dalam program BSM ini, pemerintah menggelontorkan dana sebesar Rp 1,27 triliyun yang disebarkan kepada 3.530.305 siswa se-Indonesia. Untuk Kabupaten Bangkalan sendiri, bantuan yang diberikan kepada siswa sekitar 26 ribu siswa. Jadi, uang dari bantuan BSM ini tidak boleh dibawa pulang ke rumah, Namun bantuan ini untuk kepentingan siswa dalam hal kegiatan belajar. Menurutnya, tidak semua siswa SD miskin memperoleh BSM. Akan tetapi, mereka yang memperoleh BSM adalah siswa yang betul-betul miskin dan yang menentukan kuota perolehan BSM ini adalah pemerintah pusat. “Total siswa SD di seluruh Bangkalan 190 ribu siswa, namun yang menerima BSM hanya 26 ribu siswa. Tentu kalau dibilang kurang yang kita kurang, karena masih banyak siswa miskin yang belum memperoleh bantuan,” jelas Fauzi. Dia menambahkan, dalam BSM ini setiap siswa memperoleh bantuan sebesar Rp 360

ribu/siswa. Dalam hitungan per tahun siswa dapat Rp 360 ribu. Akan tetapi, kalau per semester siswa menerima Rp 180 ribu. Untuk di Kabupaten Bangkalan, ada siswa yang memperoleh BSM selama satu tahun ada juga yang memperoleh per semester. “Tapi yang perlu diingat, BSM ini bukan untuk kebutuhan pribadi siswa,” kata Fauzi. Sebelumnya, berdasarkan laporan salah satu wali murid Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Kota yang berinisial LR (32), dia mengatakan bahwa saat pencairan dana untuk siswa SD Negeri, putranya disuruh untuk tanda tangan. Akan tetapi, uang yang seharusnya diberikan tidak diterima oleh yang bersangkutan. Dengan alasan, tanpa bantuan pun masih mampu untuk membiayai sekolah. Menurut LR, ternyata semua siswa di tempat putranya bersekolah diusulkan untuk menerima uang bantuan siswa miskin. Kemudian, kata LR, setelah bantuan itu diterima, diduga langsung diambil oleh guru maupun kepala sekolah dengan dalih akan diberikan kepada yang tidak mampu. (ori/rah)


8

LINTAS JATIM

RABU 3 JULI 2013 NO.0151 | TAHUN II

DPS Pemilukada Jatim Sekitar 29,2 Juta Jiwa

PEMBUNUHAN BERMOTIF SMS

SURABAYA – Meskipun terkesan molor, akhirnya Komisi Pemilihan Umum (Jatim) telah mengantongi berapa jumlah Daftar Pemilih Sementara (DPS) dalam pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Jatim 2013. Angka tersebut diyakini tidak berubah.

kas/koran madura

DITUNTUT 20 TAHUN PENJARA: Sidang perkara pembunuhan bermodus sakit hati karena mengirim kata-kata kotor melalui sms, dengan korban Deny Hermanto (26), Selasa (2/7) digelar kembali di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Sidang yang digelar di ruang Kartika 1 ini, mengagendakan pembacaan tuntutan terhadap terdakwa Hepi Wiharso yang akan dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sofyan Rouf dari Kejari Surabaya. Dalam sidang itu, Jaksa Sofyan hanya membacakan poin-poin penting terkait fakta persidangan yang ada. Dalam berkas tuntutan, Sofyan menjerat terdakwa dengan pasal 340 KUHP yang isinya ‘dimana dengan sengaja dan dengan direncanakan menghilangkan nyawa orang lain’. “Kami menuntut terdakwa dengan hukuman penjara 20 tahun,” tegasnya dalam persidangan, Selasa (2/7).

Hal ini diungkapkan Ketua KPU Jatim, Andry DewantonAhmad. Dirinya mengatakan, jika jumlah DPS untuk Pemilukada 2013 cenderung sama dengan jumlah DPS pada pilgub 2008, yakni sekitar 2.9 juta jiwa.“Kalau angkanya saya dilapori hampir sama 29,2 juta dan tidak banyak berubah,” ungkap dia. Selasa (2/7). Dirinya menjelaskan, jika data DPS tersebut hanya bersifat pencocokan saja dengan data kependudukan yang diterima dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa

Timur. Artinya, bagi warga yang tidak tercantum dalam DPS, maka akan didata ulang sehingga nanti bisa dimasukkan lagi dalam pemutakhiran data selanjutnya.“Kalau sekarang petugas kan hanya mencocokkan saja bagaimana data yang di lapangan dengan daftar kependudukan yang sudah diterima. Sedangkan kuota pemilih belum kami jumlah,” jelas dia. Dirinya menambahkan, jika nanti data DPS telah diterbitkan, maka pihaknya akan melakukan pemutakhiran data

kedua untuk dijadikan Daftar Pemilih Tetap (DPT). Setelah pemutakhiran tahap kedua tersebut, maka KPU akan menjumlah komposisi pemilih dari segi usia, jenis kelamin dan semua sesuai dengan kategori yang sudah ada.“Nanti kalau sudah dalam bentuk DPT jumlahnya akan terlihat baik dari pemilih pemula, pemilih wanita dan laki serta kategori lainnya,” tambah dia. Sementara itu, Sosiolog darin Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Ali Imron meminta supaya KPU Jatim benar-benar bekerja serius untuk menyusun DPT untuk Pemilukada Jatim. Hal ini beralasan, karena setiap warga negara yang memenuhi syarat, harus masuk dalam daftar pemilih.“Ini kan berhubungan dengan hak setiap warga negara untuk memberikan

pilihannya jadi jangan sampai mereka tidak masuk dan tidak bisa mencoblos,” ujar dia. Dirinya menambahkan, permasalahan DPT dalam Pemilukada 2008 lalu harus bisa dihindari. Sebab, kalau jika hal itu sampai terjadi kembali, maka legitimasi Pilgub Jawa Timur akan tercoreng.“Saya kira harus dihindari jangan sampai legitimasi Pemilukada kembali tercoreng,” pungkas dia. Seperti diketahui, deadline awal bagi daerah untuk pemutakhiran data tanggal 10 Juni. Karena belum siap, maka batas waktu akhir itu diundur. Memang, pemutakhiran adalah data awal untuk menjadi DPS. Sementara untuk jadwal penetapan DPT akan dilakukan KPU Jatim mulai tanggal 8 sampai 14 Juli. (wan/kas)

PH MINTA JAKSA HADIRKAN BB

Terdakwa Menangis Minta Dituntut SURABAYA - Tak ingin berlama - lama menghadapi proses hukum yang dilaluinya, Choirina Vianti alias Ega (23), menangis dan memohon kepada majelis hakim yang diketuai Supriyono, agar Jaksa segera menjatuhkan tuntutan hukum padanya. Hal itu dilontarkan Ega, ketika diakhir pemeriksaan dirinya sebagai terdakwa. Permintaan itupun ditolak hakim, lantaran sebelumnya dua pengacaranya dari Kantor Hukum Abdul Salam meminta supaya Jaksa menghadirkan barang bukti kasus ini. “saya minta supaya dituntut,”kata Ega dengan sesenggukan. Dalam persidangan yang digelar diruang tirta PN Surabaya, selasa (2/7), terdakwa yang mantan Pekerja Seks Komersial (PSK) di Wisma Barbara Dolli ini mengaku tak sedikitpun memiliki niat untuk mengambil barang-barang milik Rahardi Sri Wahyu Jatmiko (kekasih yang juga sebagai saksi pelapor,red). “saya kabur dari kos-kosan bukan untuk mengambil barangnya tapi ingin menghindar darinya,”ujar Ega menjawab pertanyaan hakim. Bahkan, terdakwa wanita berparas cantik ini mengaku, dirinya telah diperdaya oleh saksi pelapor, dengan berjanji menjadikannya seorang sekretaris yang mengurusi proyek milik Rahardi yang notabenenya mengaku berprofesi sebagai Advokat dan memiliki bisnis property,”yang kena tipu saya, saya dijanjikan pekerjaan sebagai sekretaris dengan gaji 2 juta perbulan dan akan mendapat komisi 5 juta dari penjualan 1 unit rumahnya, tapi apa semuanya gak ada, “ungkapnya. Selain itu, terdakwa Ega juga membantah keterangannya dalam BAP penyidik Polsek Trenggilis, yang menerangkan jika dirinya sengaja mengambil barang-barang milik kekasihnya tersebut.”itu bukan keterangan saya, saya dipaksa tanda tangan dan keterangan itu sudah dibuat sama penyidik dengan alasan kalau kalimat-kalimat itu Cuma bahasa hukum,”terangnya menjawab pertanyaan jaksa. Dihadapan majelis hakim terdakwa mengaku ingin lepas

dari lembah hitam, namun sayangnya niatnya itu malah dimanfaatkan oleh Rahardi. “saya ini tulang punggung keluarga dan ingin hidup kejalan yang benar, tapi malah saya dimanfaatkan sama Rahardi,”keluhnya. Sementara terkait pencurian uang Rp 10 juta dan penggelapan barang-barang milik Saksi Pelapor dibantah terdakwa Ega. Dia mengaku kalau barang-barang berupa Notebook, Magiccom dan televisi tersebut merupakan pemberian dari Rahardi “barangbarang itu pemberian Rahardi sewaktu saya di taruh dikoskosan, sedangkan barangbarang miliknya masih ada dikos-kosan dan uang yang 10 juta saya tidak tau,”kata Ega. Seperti diketahui , perkara ini bermula ketika saksi

saya kabur dari kos-kosan bukan untuk mengambil barangnya tapi ingin menghindar darinya,”

Choirina Vianti Terdakwa

Pelapor,Rahardi dan terdakwa Ega menjalin hubungan mesra. Hubungan itu dimulai ketika Rahardi melakukan transaksi seks di wisma Barbara Kawasan Dolli. Nah saat itulah muncul benak Rahardi untuk mengentas Ega menjadi PSK dan menjadikannya sebagai sekretaris. Ironisnya, meski berhasil mengentaskan Ega dari lembah hitam, saksi pelapor tak memenuhi janjinya sebagai sekretaris. Bahkan mereka hidup bak suami-istri disebuah kost-kostan. Tak bentah dengan kehidupan barunya, Ega pun berusaha kabur dan lepas dari gengaman Rahardi. Namun lepasnya Ega dengan cara yang salah, Ia mambawa lari barang-barang milik saksi seperti uang Rp 10 juta, televisi, laptop hingga penanak nasi listrik. Hingga akhirnya Rahardi melaporkan kasus ini ke Poilisi. (kas)

kas/koran madura

MENANGIS: Terdakwa Ega terlihat menangis dan menyesal karena tidak meminta Jaksa langsung menjatuhkan tuntutannya, Selasa (3/7) kemarin.


LINTAS JATIM

9

RABU 3 JULI 2013 NO.0151 | TAHUN II

KASUS JAGAL BANGKINGAN

Jaksa Tolak Berkas Penyidik SURABAYA- Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya merespon reaksi Polrestabes Surabaya yang menyatakan sebaiknya hakim pengadilan yang menentukan nasib kasus jagal ibu sendiri di Bangkingan. Polemik terjadi setelah jaksa kembalikan berkas limpahan kepolisian dan menyatakan kasus tak bisa disidangkan. Judhy Ismono, Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Kejari Surabaya, mengatakan, dengan bukti surat keterangan dokter jiwa yang menyatakan Suwardi, tersangka, sakit jiwa, pihaknya tidak bisa memaksakan kasus ini disidangkan di pengadilan. "Dibuktikan bagaimana kalau gila," Katanya. Apalagi, lanjut dia, keterangan dokter jiwa menuliskan bahwa diagnosa kejiwaan Suwardi masuk kategori 'skizofrenia

berkelanjutan'. Kategori ini, berdasarkan keterangan, sulit disembuhkan. "Kemungkinan kecil untuk bisa sembuh," jelas Judhy. Keterangan tersebut sekaligus menanggapi penjelasan Kepala Kejati Jatim Arminsyah beberapa waktu lalu. Kata dia, kasus Suwardi tetap bisa disidangkan bila kondisi kejiwaah tersangka pulih dan tidak melewati batas kadaluwarsa penanganan perkara. "Karena ancaman hukumannya berat, kadaluwarsanya 20 tahun," ucapnya. Atas alasan itu, kata Judhy, kasus Suwardi sangat sulit untuk dilanjutkan. Dia

berkukuh dengan sikapnya itu karena menyidangkan kasus 'pembunuhan sadis' ini sama saja dengan jaksa bunuh diri, selain karena sudah jelas ketentuannya. "Kalau disidangkan pasti bebas," tandasnya. Sementara, Jaksa Henry Prabowo mengaku telah mengembalikan berkas jagal bangkingan itu ke pihak penyidik."Sudah kita kembalikan senin kemarin,"ujar dia di PN Surabaya, selasa (2/7). Dikatakannya, pengembalian berkas itu memiliki dasar yang kuat, Dia mengacu kepada Pasal 44 ayat (1) Kitab Undangundang Hukum Pidana (KUHP). Di pasal tersebut dijelaskan, "Barangsiapa melakukan perbuatan yang tidak dapat di pertanggung jawabkan padanya, disebabkan karena jiwanya cacat dalam tumbuhnya (gebrekkige ontwikkeling) atau terganggu karena penyakit (ziekelijke storing), tidak dipidana,"terangnya. Jaksa Hendry juga mendasarkan pertimbangannya itu pada surat keterangan dokter jiwa, seperti dilampirkan di dalam berkas yang dilimpahkan penyidik Polrestabes Surabaya, dua pekan lalu. Di surat tersebut disebutkan bahwa Suwardi mengidap penyakit jiwa. Memang, lanjut Hendry, di BAP tersangka menolak disebut gila atau sakit jiwa. “Tapi keluarga dan tetangganya mengakui tersangka pernah masuk rumah sakit jiwa,” tandasnya. 18 poin petunjuk disertakan pada pengembalian berkas tersebut. Tetapi inti petunjuk menyodorkan pertimbangan bahwa kasus ini tidak bisa dilanjutkan ke persidangan. “Kalau gila, undang-undangnya menentukan tidak bisa dipidana,” ujarnya. Sebagaimana diketahui, peristiwa pembunuhan sadis ini terjadi pada Selasa pagi 14 Mei lalu. Akhiyat, korban, diketahui tewas mengenaskan di rumahnya di Jalan Bangkingan Timur II. Saat ditemukan, kepala korban terpisah dari tubuhnya. Dadanya terkoyak dan sebagian organ dalamnya keluar. Beberapa saat kemudian polisi berhasil menangkap pembunuh Akhiyat yang tak lain adalah anaknya sendiri, Suwardi. Dalam pemeriksaan Suwardi mengaku membunuh ibunya karena sakit hati tidak diperhatikan lagi. Bukan hanya membunuh, Suwardi juga mengaku memakan organ dalam ibunya. (kas)

PENYEMATAN TERHADAP PERWIRA: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan penyematan terhadap Perwira Remaja TNI-POLRI, di bumi moro, SUrabaya, Selasa (2/7) kemarin.

kas/koran madura

PELANTIKAN

Presiden Melantik Perwira Remaja Tni-Polri SURABAYA - Sebanyak 735 Perwira Remaja TNI – Polri 2013 resmi dilantik Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono dengan Pangkat Letnan Dua (Letda) di Lapangan Upacara Akademi Angkatan Laut (AAL), Selasa (2/7). Dalam sambutanya Presiden mengatakan, para perwira telah lulus dengan baik dan siap ditugaskan untuk kepentingan negara. Sebagai calon pemimpin masa depan, para perwira harus selalu siap menjalankan tugas sesuai dengan tempat dan lokasi penugasan. "Kalian akan menjalankan penugasan yang sangat berat melihat perkembangan kondisi dan situasi lokal, regional, dan global," kata Presiden. Selama ini menurut Pres-

iden, Indonesia bebas menjalkankan diplomasi ke berbagai negara di dunia. Di era globalisasi Indonesia harus mampu mengambil peluang agar tidak tertinggal negara maju. Citra Indonesia sebagai negara yang sukses menjalankan proses demokrasi membuat negara ini menjadi rujukan beberapa negara lain. Sedangkan di sektor keamanan, di kawasan Asia Tenggara sering terjadi gesekan dengan negara tetangga, ini harus disikapi secara positif. Dikatakannya, kekuatan keamanan TNI dan Polri dibentuk bukan hanya untuk perang, tetapi juga menjaga kedamaian negara dan dunia khususnya di daerah perbatasan. "Para perwira remaja

harus terus bekerja keras untuk menjaga kemanan negara. Khusus perwira remaja Polri harus meningkatkan kemampuan karena kejahatan yang harus ditumpas bukan hanya dari dalam negeri, tetapi juga dari luar," ujarnya. Untuk diketahui, selain dilantik menjadi Letnan Dua, mereka juga berhak menyandang gelar sarjana terapan pertahanan (S.T.Han) yang diperoleh dari penyelenggaraan pendidikan vokasi program jenjang Diploma IV di Akademi Angkatan. Ke-735 lulusan terdiri dari 451 lulusan Akademi TNI yang terdiri dari Taruna Akmil 238 orang, Kadet AAL 105 orang dan 108 orang Karbol AAU. Sedangkan sisanya 284 orang

adalah lulusan Taruna Akpol dimana 48 di antaranya adalah Taruni. “Mereka telah dinyatakan lulus setelah menempuh pendidikan selama empat tahun bagi Capaja TNI dan tiga tahun bagi Capaja Akpol yang dibagi dalam dua tahap yaitu Taruna Akademi TNI yang diawali dengan pendidikan integratif Taruna tingkat I selama satu tahun di Resimen Chandradimuka Akademi TNI dan selanjutnya mengikuti pendidikan lanjutan selama tiga tahun di Akademi Angkatan Masing-masing,” kata Kepala Bagian Penerangan AAL, Letkol Maman. Sedangkan untuk Taruna Akpol melaksanakan pendidikan selama tiga tahun berturut-turut dilaksanakan selu-

ruhnya di Akpol, Semarang. Pendidikan para taruna di Akademi TNI telah mengalami perubahan pola pendidikan, yang semula pola lima bulanm pendidikan integrative di Resimen Chandradimuka, diumbah menjadi pola 12 bulan yang berlaku hingga saat ini. Dalam pelaksanaan upacara Praspa tersebut Presiden memberikan penghargaan berupa Adhimakayasa kepada lulusan terbaik masing-masing Angkatan dan Polri, dimana sebagai lulusan terbaik dari Akmil diraih Sermatutar Mat Sony Misturi, AAL diraih Sermatukad (P) Pandu Indramanto, AAU diberikan kepada Sermatukar I Putu Satrya Kedaton dan Brigtutar Handa Wicaksana dari Taruna Akpo. (mag/kas)

Normalisasi Terminal TOW Tuntas sebelum Lebaran SURABAYA – Saat ini polemik terkait normalisasi Terminal Tambak Osowilangun (TOW) sedikit menemukan kejelasan. Pasalnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan mulai memindahkan bus Antar Kota Antar Provinisi (AKAP) dan Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) via Pantai Utara (Pantura) sebelum Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri mendatang. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, Eddi. Dirinya mengatakan, jika normalisasi terminal TOW mulai akan dilakukan sebelum lebaran, dan saat ini tinggal menunggu koordinasi dengan Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan (DLLAJ) Jatim.

Bahkan, dalam tahap awal, ada 128 bus AKAP via Pantura yang akan masuk ke terminal TOW.“Pelaksanaan pemindahan dan penataan trayek bus AKAP jalur Pantura di terminal TOW masih harus dikoordinasikan dahulu dengan LLAJ Provinsi Jawa Timur,” kata dia. Selasa (2/7).

Dirinya menjelaskan, jika pemindahan trayek bus AKAP maupun AKDP via Pantura ke terminal TOW, nantinya juga akan diikuti dengan penataan trayek Angkutan Kota (angkot) Surabaya. Artinya, penataan trayek angkutan kota harus dilakukan secara cermat dengan dasar semua trayek nanti akan masuk dan terhubung ke terminal TOW.“Jadi, kami tidak ingin ada kesalahan dalam melakukan penataan trayek di terminal TOW,” jelas dia. Seraya menambahkan, jika terminal TOW juga akan disinergikan dengan angkutan massal monorel Kota Surabaya Sementara itu, Paguyuban

Pekerja Angkutan (PPA) Terminal TOW akan mengawal keputusan Pemkot Surabaya terkait rencana masuknya 128 bus AKAP Jalur Pantura ke terminal TOW. Jika rencana tersebut kembali gagal dilaksanakan, maka PPA terminal TOW siap melakukan aksi pemaksaan. Hal ini diungkapkan Ketua PPA terminal TOW, Supari. Dirinya mengatakan, jika pihaknya akan menagih janji Pemkot Surabaya terkait dengan normalisasi terminal TOW yang rencananya dilakukan sebelum Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri mendatang. “Seluruh anggota PPA terminal sudah sepakat un-

tuk menagih rencana Pemkot tersebut apabila sampai lebaran belum juga terealisasi,” ujar dia. Selasa (2/7). Dirinya menambahkan, jika nantinya setelah pemindahan bus AKAP jalur Pantura telah sukses dilaksanakan, maka seluruh bus AKAP via Pantura yang jumlahnya sekitar 480 armada, diharapkan bisa masuk terminal TOW. Dengan demikian, bus AKAP via Pantura nantinya tidak ada lagi yang masuk ke terminal Purabaya atau Bungurasih Surabaya. “Itu yang kami harapkan sampai akhir tahun ini, jika meleset ya kami siap menggelar aksi demo besarbesaran,” tegas dia. (wan/kas)

ADVERTORIAL

Pelindo III Gandeng Adhi Karya Bangun Dermaga Spesial di Kupang SURABAYA - PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) telah memulai proses ground breaking peningkatan struktur dermaga ex-Pelra di Pelabuhan Tenau Kupang kemarin Selasa (02/07). Pembangunan proyek tersebut untuk meningkatkan status dermaga Pelra tersebut menjadi dermaga multiguna. Edi Priyanto, Kepala Humas Pelindo III menjelaskan, anggaran pembangunan tersebut sebesar Rp96 miliar. “Pelaksanaan pengerjaan selama satu tahun dengan masa pemeliharaan 180 kalender”, ujarnya dalam siaran pers yang diterima Koran Madura, Selasa (02/07). Dengan menggandeng PT Adhi Karya (Persero) Tbk, lanjut Edi Priyanto, pembangunan dermaga ini diawali dengan pembangunan trestle atas dermaga pelra lama dengan panjang 90m dan lebar 20,5m, disusul kemudian pembangunan jetty dengan panjang 110m dan lebar 30m. Setelah itu baru dilakukan dredging sisi kiri sampai dengan -5000 dan sisi kanan -10.000 kemudian diakhiri dengan pembuatan 2 buah

mooring dolpin lengkap dengan catwalk. Sehingga, dermaga yang semula berfungsi sebagai dermaga perla ini nantinya akan beralih fungsi menjadi dermaga kargo. Edi juga menjelaskan dermaga itu nantinya juga dirancang untuk dapat melayani kapal Bulk Carrier dengan ukuran maksimum 30.000 DWT (untuk sisi depan dermaga), Kapal Long Supply Vessel dengan ukuran maksimum 20.000 DWT (untuk sisi belakang dermaga) dan kapal Bungkering Barge dengan ukuran maksimum 5.000 DWT (untuk sisi kiri dermaga). “Pekerjaan ini dilakukan mengingat kondisi dermaga pelra yang telah rusak sehingga tidak dapat digunakan untuk kegiatan kapal – kapal Pelra", jelasnya. Ekspansi PT Pelindo III melalui peningkatan struktur dermaga Pelabuhan Tenau Kupang ini diprediksi akan meningkatkan potensi call kapal PT Saipem sebanyak 683 call per tahun dengan minimum throughput bongkar muatpipa offshore sebesar 1.228.800 ton/tahun.

FOTO BARENG: Sejumlah karyawan saat berfoto bareng di PT Pelabuhan Indonesia III (Persero). Selain itu diestimasikan pula adanya peningkatan potensi call kapal PT Kupang Resources sebanyak 12 call per tahun dengan minimum throughput muat batu man-

gan sebesar 120.000 ton/tahun. “Peningkatan struktur dermaga ini merupakan salah satu ekspansi PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) khu-

ara/koran madura

susnya cabang Tenau Kupang dalam upaya memberikan pelayanan terbaik bagi pengguna jasa kepelabuhan", tambahnya. Untuk diketahui, bahwa

kerjasama yang dilakukan PT Pelindo III dengan PT Saipem ini diantaranya yaitu penyiapan fasilitas untuk ichtys project (proyek pengeboran minyak di timur) yang sedang dikerjakan PT Saipem, sehingga dermaga yang diminta pun khusus dan spesifik, lalu setelah dilakukan pengamatan maka terpilihlah Kupang sebagai tempat untuk dibuatnya dermaga ini dengan memaksimalkan fungsu dermaga yang telah dulu ada yaitu d e r m a g a perla. Tidak hanya itu, Pelindo III pun meminta pihal Saipem untuk mendidik TKBM lokak yang ada di Kupang. Dalam sambutannya, Faruq Hidayat selaku Senior Manager Supervisi Invetasi saat peresmian ground breaking tersebut, kata Edi, bagi Pelindo III, apabila pekerjaan ini berjalan, maka dermaga di Kupang men-

jadi dermaga pertama yang terkuat yang dimiliki oleh Pelindo III. Dengan demikian hal ini diharapkan mampu untuk menunjang arus logistik di Indonesia Timur, sehingga dapat menjadi nilai tambah yang besar bagi kota Kupang pada khususnya. “Harapan ke depan tidak hanya kegiatan offshore saja yang dapat didukung oleh dermaga ini karena

nantinya juga bisa dijadikan menjadi kegiata petikemas hanya tingga menambah rel dan alat karena dermaga yang dibyat sudah didesain kuat", pungkasnya. (ara)


10

LINTAS MADURA

RABU 3 JULI 2013 NO.0151 | TAHUN II

JELANG RAMADHAN

PANWASLU

Polda Gelar Razia Setiap Malam

Sekitar 50 Persen Pemilih Ganda

SURABAYA- Guna mengantisipasi dan upaya cipta kondisi keamanan menjelang datangnya bulan Suci Ramadan di Jawa Timur, Jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur akan menggelar operasi atau razia setiap malam. “Razia ini bukan hanya Polda Jatim, tetapi semua Polres jajaran juga sudah diperintahkan atau atensi langsung dari Kapolda Jatim untuk menggelar razia setiap malam. Ini serentak di seluruh Jawa Timur. Target operasinya adalah Senpi (Senjata Api), bahan peledak, narkoba dan senjata tajam,” ujar Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Awi Setiyono saat di Mapolda Jatim, Selasa (2/7) Dikatakannya, razia ini sengaja digelar pascahilangnya dinamit di Bogor serta upaya cipta kondisi menjelang bulan Ramadan dan Idul Fitri. Bahkan Bapak Kapolda mengaku akan meninjau langsung sepanjang jalur Pantura mulai dari perbatasan Jawa Tengah hingga perbatasan dengan Bali. Selain memantau keamanan, polda juga akan menggelar acara sidak ke sepanjang jalur Pantura juga dimaksudkan untuk mengetahui secara langsung kondisi jalan raya di Jawa Timur menjelang Mudik Lebaran nanti. Supaya, bisa dilakukan persiapan serta dicari solusi terkait potensi permasalahannya. “Pak Kapolda akan turun langsung ke wilayah Pantura untuk melihat dan mencari solusi terkait kemacetan dan pengamanan di lokasi tersebut. Mulai dari perbatasan Jawa Tengah, hingga di perbatasan Bali,” ujarnya. Hal lain yang menjadi perhatian serius Polda Jatim menjelang Ramadan adalah peredaran petasan dan kembang api. Terkait itu, maka itu pihaknya mengimbau semua jajaran untuk lebih ketat dalam melakukan pengawasan peredaran petasan dan kembang api di wilayahnya masing-masing. (mag/kas)

ant/m risyal hidayat

AKIBAT ANGIN KENCANG: Sejumlah prajurit TNI AL berlari kearah baliho berukuran 2x3 meter yang roboh sebelum upacara Prasetya Perwira (Praspa) TNI-POLRI 2013 di Lapangan Banda, Akademi Angkatan Laut (AAL) Bumi Moro Surabaya, Jatim, Selasa (2/7). Robohnya dua baliho tersebut akibat hujan deras dan disertai angin kencang, tidak ada korban jiwa.

KPU Minta Rekomendasi Tertulis KPU Pusat SURABAYA- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur akan meminta surat rekomendasi tertulis dari KPU Pusat untuk dijadikan pedoman mengambil keputusan dukungan ganda Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia (PPNUI) dan Pertai Kedaulatan (PK) dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2013 dalam rapat pleno yang berlangsung pada 14 Juli mendatang. “Pihak KPU Jatim sudah melakukan konsultasi dengan KPU Pusat, nanti jawaban yang kami minta berupa rekomendasi tertulis sehingga bisa dijadikan pedoman dasar saat pleno digelar,” ujar Ketua KPU Jatim Andry Dewanto saat di KPU Jatim, Selasa (2/7). Dikatakannya, saat berkonsultasi dengan anggota KPU Pusat, pihaknya sudah mengajukan permintaan fatwa tersebut secara resmi. ”Sudah kami berikan suratnya juga dilam-

piri dengan kronologi munculnya dukungan dari kedua partai tersebut. Rekomendasi tertulis itu menjadi penting karena kalau sifatnya lisan nanti menjadi perdebatan dan tidak bisa dipakai sebagai acuan,” tegasnya. Menurutnya, fatwa tersebut akan dipakai sebagai petunjuk dalam memutuskan dualisme dukungan tersebut. Pihaknya juga siap menghadapi gugatan dari kedua kubu baik Soekarwo-Saifullah Yu-

suf dan Khofifah Indar Parawansa-Herman Sumawiredja yang merasa tidak puas. ”Pihak KPU Jatim siap menerima seandainya nanti ada yang menggugat yang penting kita sudah melaksanakan aturan dan mengambil keputusan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tegasnya. Ia menambahkan, dalam Peraturan KPU No 8 tahun 2012 disebutkan kalau dukungan kepada masing-masing kandidat harus dilengkapi tanda tangan Ketum dan Sekjen. Jika KPU Jatim berpedoman dalam aturan tersebut, maka kedua parpol akan dicoret. ”Kami tidak akan terburu-buru dalam mengambil keputusan, semua pihak akan kami mintai masukan termasuk Bawaslu,” ujarnya Sebelumnya, PPNUI dan PK memberikan dukungan ganda dalam Pilgub Jatim

2013. Masing-masing Ketum mendukung pasangan Khofifah-Herman. Sebaliknya, kedua Sekjen malah mendukung pasangan Karsa. Karena polemik tersebut tak kunjung usai, KPU Jatim rencananya menggelar rapat pleno pada tanggal 14 Juli mendatang untuk menentukan kedua partai itu lolos atau tidak dalam verifikasi dukungan Pilgub Jatim 2013. Sekedar diketahui, KPU Jatim akhirnya memutuskan PPNUI dan Partai Kedaulatan tidak memenuhi syarat (TMS). Keputusan tersebut merujuk dari UU No.2 dan No. 12 tahun 2012 perubahan tahun 2008. Selain itu, KPU juga langsung memberikan surat tembusan ke bakal pasangan calon, Berkah serta KarSa untuk diberikan kesempatan memperbaiki persyaratan pada 10-16 Juni 2013. (mag/kas)

SUMENEP Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Semenep menemukan banyak pemilih ganda dari hasil pendataan yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah setempat. Data ganda yang panwaslu temukan hampir menyeluruh di 27 kecamatan. “Dan dari hasil pengawasan terhadap DPS itu ternyata ditemukan ada banyak pemilih yang masih ganda. Artinya, ada yang sudah meninggal masih tercamtum di DPS,” kata Zamrud Khan, ketua Panwaslu Kabupaten Sumenep, Selasa (2/7) kepada wartawan. Sekalipun tidak di setiap kecamatan ditemukan pemilih ganda, hampir 50 persen ditemukan pemilih ganda di setiap kecamatan. “Dan ironisnya, ada salah satu bacaleg melaporkan kepada panwaslu kecamatan bahwa dirinya tidak terdaftar sebagai pemilih. Menjadi aneh ketika bacaleg yang tidak terdaftar tersebut dalam persyaraatan surat keterangan PPS terdaftar sebagai pemilih, tetapi di DPS yang telah diumumkan yang besangkutan itu tidak terdaftar, ” ungkapnya. Oleh karena itu, pihaknya mengintruksikan kepada panwascam agar menyampaikan atau memberitahukan melalui surat kepada PPK dan PPS, agar bacaleg tersebut dimasukkan kepada daftar pemilih. “Dan kita sudah selesai melakukan pemanggilan terhadap PPS tersebut, tetapi tidak datang, oleh karenanya kami langsung telusuri saja kepada KPU, dan pada saat itu adalah Moh Fikri yang menerima, maka kami bilang bahwa bacaleg ini jangan sampai hilang hak konstitusionalnya atau masyarakat yang memiliki hak pilih, tetapi tidak terdaftar,” katanya. Dia menambahkan bahwa KPU telah menja-

min pada tanggal 4 hingga 5 Juli bisa dipastikan bahwa dalam DPS hasil perbaikan, bacaleg tersebut sudah akan terdaftar, karena ia menurut Zamrud berkapasitas sebagai bacaleg. “Jika ternyata dalam DPS HP ia belum terdaftar, maka keterangan yang dikeluarkan oleh PPS sangat diragukan. Maka hal ini bisa jadi masuk pidana pemilu jika surat keterangan itu menjadi tidak benar,” jelasnya.

kita sudah selesai melakukan pemanggilan terhadap PPS tersebut, tetapi tidak datang, oleh karenanya kami langsung telusuri saja kepada KPU, dan pada saat itu adalah Moh Fikri yang menerima, maka kami bilang bahwa bacaleg ini jangan sampai hilang hak konstitusionalnya atau masyarakat yang memiliki hak pilih, tetapi tidak terdaftar,”

Zamrud Khan Ketua Panwaslu Sumenep

Sehingga secara khusus Zamrud meminta kepada KPU untuk tidak sungkan dan memberikan masukan keapda PPS-nya agar masyarakat yang minta di data karena tidak terdaftar, maka PPS dengan segera harus melakukan pendataan. “Karena ini menyangkut hak konstitusional masyarakat yang berhak memilih,” ujarnya. (sym/mk)

PENDIDIKAN& INFRASTRUKTUR

Kemenag Kucurkan Rp 68 M untuk Pembangunan Madura SAMPANG - Kementerian Agama memberi bantuan Rp 68,3 miliar untuk program percepatan pembangunan di empat kabupaten Pulau Madura, khususnya yang terkait dengan peningkatan kualitas pendidikan dan pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut. Bantuan secara simbolik diberikan Menteri Agama Suryadharma Ali di Pondok Pesantren Darul Ulum, Sampang, Madura, Selasa, dengan dihadiri para ulama, santri, dan sejumlah tokoh agama lainnya. Tampak hadir Direktur

Pondok Pesantren dan Pendidikan Diniyah Ace Saifuddin, Kepala Kanwil Kemenag Jatim H. Sudjak. Juga pimpinan Pondok Pesantren Darul Ulum 2 Al Wahidiyah Desa Gersempal, Kecamatan Oben, Sampang KH Safiuddin Abd Wahid. Keempat kabupaten tersebut adalah Sampang menerima dana Rp19,6 miliar, Bangkalan Rp13,4 miliar, Pamekasan Rp17,7 miliar, dan Sumenep Rp17,5 miliar. Ada pun bantuan tersebut diperuntukan untuk rehabilitasi madrasah diniyah, bantuan operasional madrasah diniyah, halaqoh

pimpinan madrasah diniyah yang besarannya di setiap kabupaten berbeda-beda. Menteri Agama Suryadharma Ali menjelaskan, kebijakan pengembangan madrasah diniyah dilatarbelakangi bahwa lembaga pendidikan itu punya peran strategis dalam mendukung keberhasilan pendidikan agama dan pendidikan keagamaan. Madrasah diniyah dikelola masyarakat dengan sumber dana sumbangan masyarakat. Selain itu, madrasah tak mendapat biaya operasional sekolah atau BOS seperti yang diterima SD. Kondisi madra-

sah diniyah secara umum memprihatinkan, baik dari aspek fisik maupun dukungan operasional. Menurut Menag, masyarakat Madura masih mengandalkan madrasah diniyah sebagai satu-satunya pendidikan untuk membekali anak-anaknya dengan pengetahuan agama. Kemenag, lanjut SDA -sapaan akrab Suryadharma Ali-punya tanggung jawab sebagai penyelenggara pendidikan. Karena itu, program percepatan pembangunan Madura melalui dukungan dana tersebut diharapkan ke depan da-

pat meningkatkan kualitas pendidikan. Majukan pendidikan Menag mengajak ulama Madura untuk bersama-sama memajukan pendidikan, sebab Islam mengajarkan agar umatnya tidak terpuruk dalam kemiskinan. Ajaran Islam memandu umatnya untuk berubah menggapai kemajuan dan memberi kontribusi bagi kemajuan bangsa. Tapi di sisi lain harus diakui ajaran Islam belum diimplementasikan dengan baik di lapangan. Kemunduran yang dirasakan umat Islam bukan dis-

BERANDA PERJUANGAN

ebabkan oleh ajarannya, tetapi dari sisi pengamalan dan implementasinya belum baik. Islam mengajarkan kemajuan bagi umatnya dan itu dibuktikan oleh kemampuan para ulama dalam mengkaji ilmu kedokteran dan lainnya. Bukankah umat Islam diminta untuk memikirkan kejadian langit dan alam sekitarnya. Sehingga dengan cara itu bisa diketahui akan kebesaran Allah. Dan para ulama pun mampu merespon kemajuan zaman, seperti kemajuan teknologi kedokteran di bidang persalinan semisal bayi tabung.

Karena itu, ke depan, umat Islam harus mampu memberi kontribusi bagi bangsa. Jangan menjadi insan yang konsumtif, bersikap menerima apa adanya. Mudah dicekoki barang konsumtif. Jika demikian, tentu situasi semacam itu akan membuat umat menjadi lemah, kata Suryadharma. Ia yakin ulama Madura bisa memberi dorongan bagi kemajuan pendidikan. Kualitas pendidikan bagus akan melahirkan generasi tangguh. Sebab, ulama tak pernah ketinggalan zaman dalam merespon perubahan zaman. (ant/rah)

Menuju Grahadi untuk Jawa Timur Jempol

Orang Madura yang Bisa Melestarikan Sapi Sono’ dan Karapan SUMENEP - Kontes sapi hias dan adu balap sapi adalah dua tradisi asli Madura sejak zaman dulu. Di pundak orang-orang Madura terpikul tanggungjawab melestarikannya. Matahari tepat di atas kepala, di Lapangan Joko Tole Desa Elaklaok Kecamatan Lenteng, Sumenep, hari Minggu (30/6). Ribuan warga berkerumun menyaksikan kontes sapi hias atau dalam bahasa setempat adalah sapi sonok. "Ya seperti ini suasananya, ramai," kata Sohibul, salah satu pengunjung asal Kecamatan Bluto ditemui di lokasi. Namun, lanjut dia, jika dibandingkan dengan waktuwaktu sebelumnya, 10 hingga 20 tahun lalu, jumlah pengunjung mengalami penu-

runan. "Acara juga tidak sesering dulu," tambahnya. Sapi Sonok di Elaklaok siang itu menjadi satu dari sedikitnya 4 acara serupa dalam sebulan terakhir yang didatangi anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Madura, MH Said Abdullah. Pekan sebelumnya, Sabtu (22/6), Said yang juga yang juga calon wakil gubernur Jawa Timur ini menyaksikan sapi sonok di Desa Bicorong Kecamatan Pakong, Pamekasan. Ihwal penurunan jumlah peminat sapi sonok, Said pun menyatakan keprihatinannya. "Sapi sonok dan karapan sapi adalah budaya dan tradisi asil Madura yang sudah berlangsung turun temurun. Maka, tanggungjawab menjaga kelestarian-

syamsuni/koran madura

ACARA SAPE SONO’: Anggota DPR RI yang juga calon wakil gubernur Jawa Timur MH Said Abdullah di acara sapi sonok di Lapangan Joko Tole, Desa Elaklaok Kecamatan Lenteng Sumenep, Minggu (30/6). nya ada pada orang-orang Madura sendiri," kata Said disela-sela menghadiri un-

dangan kejuaraan karapan sapi di Lapangan Mandala, Desa Batukerbuy Kecamatan

Pasean, Pamekasan, Minggu (30/6). Lantaran itu, Said yang

juga kelahiran Sumenep, Madura ini menyatakan dirinya bersama seluruh warga Madura tak henti berusaha menjaga kelestarian tradisi tersebut. "Saya akan menuangkan program pelestarian tradisi dan budaya sapi sonok dan karapan sapi di dalam visi-misi saya Sebagai calon wakil gubernur Jawa Timur bersama Pak Bambang DH (calon gubernur)," jelas Said soal usahanya menjaga budaya Madura. Untuk diketahui, tradisi sapi sonok adalah kontes keindahan sepasang sapi betina saat dirias menggunakan aksesoris tertentu. Di bagian kepala sapi diberikan hiasan mirip mahkota ratu. Kontes juga menilai cara berjalan dan keserasian gerak pa-

sangan mulai dari garis start hingga finish. Berbagai sumber menyebutkan, tradisi bermula ketika para petani setempat mempunyai kebiasaan memandikan sapi usai membajak sawah. Lalu, hewan berkaki empat itu didiamkan dengan cara diikat di tiang di sepetak ladang yang sama. Dari situ muncul ide untuk melombakan hingga kemudian tradisi mulai dikembangkan sekitar tahun 1951. Sementara karapan sapi adalah perlombaan pacuan sapi dengan track sepanjang kurang lebih 100 meter. Peserta adalah sepasang sapi jantan berkereta bambu di belakangnya yang ditunggangi satu orang bertindak sebagai joki. (ara)


MATARAMAN

Bupati Mediasi Tertutup Konflik Tambang Emas TRENGGALEK - Bupati Trenggalek, Jawa Timur, Mulyadi WR menggelar mediasi tertutup konflik pertambangan emas di Desa Sumberbening, Kecamatan Dongko, dengan melibatkan pihak-pihak yang bersengketa, yakni perwakilan warga, PT Sumber Mineral Nusantara (SMN), dan pihak Perhutani. Mediasi yang berlangsung mulai pukul 10.00-12.00 WIB tersebut digelar di paviliun rumah dinas bupati. Awalnya mediasi dilakukan terbuka, namun menjelang dimulainya mediasi, bupati memerintahkan staf keamanan pendopo untuk menutup pintu ruangan tempat pertemuan. Tidak ada penjelasan resmi dari Bupati Mulyadi terkait penutupan ruangan pertemuan maupun hasil mediasi yang dia lakukan tersebut. Namun, salah seorang perwakilan warga Desa Sumber-

11

RABU 3 JULI 2013 NO.0151 | TAHUN II

bening menyatakan mediasi menemui jalan buntu. Warga tetap menolak aktivitas penambangan emas oleh PT SMN dan perhutani, sebaliknya PT SMN bersikukuh tetap akan melanjutkan kegiatan eksplorasi dengan alasan telah memegang izin pertambangan. "Pertemuan ini sama sekali belum menghasilkan apa-apa, kami tetap menuntut penghentian eksplorasi, kemudian pihak PT SMN sendiri juga bersikukuh untuk melaksanakan," ungkap juru bicara warga Desa Sumberbening, Yusuf Alhamdani.

Menurutnya rencana kegiatan ekplorasi tambang emas melalui pengeboran tersebut hanya akan berdampak buruk terhadap lingkungan. Selain itu, lanjut Yusuf, proses yang akan dilakukan PT SMN juga mengancan sumber air yang ada di desa sekitar, mengingat lokasi pengeboran berada di kawasan hutan. Penolakan warga itu juga didasarkan pada beberapa pengalaman yang terjadi di beberapa lokasi eksplorasi sebelumnya. Pihaknya menuntut anak perusahaan "ARC Exploration" itu segera angkat kaki dan memindahkan seluruh peralatan yang didatangkan ke lokasi pengeboran. "Kami tidak ingin sampai terjadi ekploitasi, terlebih apabila dijadikan tambang terbuka, hal ini dengan tegas kami tolak. Pertambangan justru akan merugikan warga," tandasnya.

Sementara itu, perwakilan PT Sumber Mineral Nusantara (SMN), Max mengaku belum bisa memenuhi tuntutan warga untuk menghentikan seluruh rencana pengeboran. Menurutnya proses eksplorasi dengan cara pengeboran merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh pemegang izin usaha pertambangan, sebelum melakukan eksplorasi. "Khusus di Sumberbening ini kami sama sekali belum melakukan pengeboran, karena alat-alat juga baru saja didatangkan, sehingga kami rasa kehawatirkan itu terlalu berlebihan," kilahnya. Pihaknya menjamin tidak akan ada kerusakan yang timbuk akibat ekplorasi tersebut, bahkan apabila terjadi kerusakan lingkungan, PT SMN siap untuk bertanggung jawab. (ant/rah)

LANDASAN PACU

Kemenhub Minta Desain Lapter Diubah BOJONEGORO - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meminta desain lapangan terbang (lapter) khusus di Bojonegoro, Jatim, diubah, namun perubahan yang harus dilakukan tanpa mengubah secara menyeluruh desain rencana induk. Asisten I Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Bojonegoro Nono Purwanto mengatakan perubahan yang diminta Kemenhub tidak terlalu prinsip, di antaranya lebar landasan pacu yang direncanakan 35 meter diminta dipersempit hanya 25 meter. Perubahan itu, katanya, disampaikan dalam presentasi yang disampaikan pemkab di Kemenhub beberapa waktu lalu. Alasan perubahan landasan pacu yaitu hanya dengan lebar landasan pacu 25 meter sudah memadai. “Mengenai peruba-

han desain sedang dalam proses. Kalau sudah rampung secepatnya dikirimkan ke Kemenhub,” jelasnya. Selain perubahan desain, lanjutnya, Kemenhub juga meminta permasalahan tukar guling tanah lokasi lapter di Desa Kunci Kecamatan Dander, milik Perhutani segera diselesaikan. “Kalau tukar guling tanah lokasi lapter sudah selesai, maka Kemenhub akan melakukan survei ke lokasi sebelum mengeluarkan izin pembangunan lapter,” jelasnya. Oleh karena itu, menurut dia, pemkab berusaha mempercepat proses tukar guling tanah milik Perhutani seluas 150 hektare di Desa Kunci, Kecamatan Dander, dengan mencarikan tanah pengganti di Blitar seluas 500 hektar. “Tanah milik Perhutani akan diganti dengan tanah bekas perkebunan di Blitar

seluas 500 hektare. Saat ini tukar guling masih dalam proses,” tegasnya. Mengenai biaya pembangunan lapter, menurut dia, besarnya mencapai Rp200 miliar ditanggung investor yang akan mengelola lapter selama 25 tahun. “Setelah 25 tahun lapter menjadi milik pemkab. Meski dikelola investor pemkab sudah memperoleh pemasukan dari penarikan retribusi lapter,” jelasnya. Sementara itu, Bupati Bojonegoro Suyoto mengatakan perubahan desain rencana induk lapter di daerahnya tidak terlalu mendasar, sehingga tidak akan mengubah rencana awal. “Pemkab tetap akan melanjutkan pembangunan lapter sebagai antisipai perkembangan kawasan industri migas di Bojonegoro,” katanya, menegaskan.(ant/ rah)

KRIMINALITAS

Polisi Tangani Kecelakaan Bus-Truk MADIUN - Petugas Polres Madiun Kota menangani kasus kecelakaan Bus Sugeng Rahayu yang menghantam sebuah truk hingga keduanya masuk ke area persawahan di kawasan jalan lingkar Kelurahan Sogaten, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, Jawa Timur, Selasa. Kapolsek Manguharjo, Kompol Agus Suharyono mengatakan tidak ada korban luka maupun jiwa dalam kecelakaan tersebut. Namun sejumlah penumpang bus sempat trauma dan kaget. “Tidak ada korban. Beberapa penumpang hanya mengalami luka ringan dan mereka semua dapat melanjutkan perjalanan dengan bus

berikutnya. Kecelakaan tersebut masih ditangani unit kecelakaan lalu lintas Polres Madiun Kota,” ujar Kompol Agus. Berdasarkan keterangan sejumlah saksi di lokasi, kecelakaan terjadi saat Bus Sugeng Rahayu jurusan Yogyakarta-Surabaya bernomor polisi W-7741-UY melaju dengan kecepatan tinggi di jalur tersebut ke arah timur. Saat tiba di lokasi yang merupakan tikungan, ada sebuah truk berjalan lambat. Melihat kondisi tersebut, pengemudi bus, Sukriyanto (50) warga Sidoarjo, tak mampu menguasai laju bus. Bus lalu menabrak bagian belakang kanan truk bernomor polisi AE-8554-UB yang

dikemudikan Slamet Priyanto (32), warga Kwadungan, Ngawi. Akibatnya, truk terpelanting ke arah kiri jalan. Truk pun terjatuh ke sawah dengan kedalaman dua meter dari badan jalan, sedangkan bus langsung banting setir ke kanan setelah menyeruduk truk. Karena kecepatan masih tinggi, bus meluncur hingga melompati median jalan dan terlontar masuk ke sawah di seberang jalan dengan kedalaman yang sama sekitar dua meter dari badan jalan. berjalan lambat, lalu tertabrak dan sopir bus langsung banting setir ke kanan,” ujar kernet bus Sugeng Rahayu, Mustofa. (ant/rah)

MUSIBAH

ant/m agung rajasa

KETERSEDIAAN AIR BERSIH: Anak-anak membawa air bersih sebelum digunakan untuk kebutuhan MCK di kawasan Menteng Atas, Jakarta, Minggu lalu. Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Armida S. Alisjahbana mengatakan Ketersediaan air bersih di Indonesia masih kurang 13 persen dari target Millenium Development Goals (MDGs) sebesar 68 persen pada 2015.

HARGA AIR BERSIH

PDAM Tunda Kenaikan Tarif Air BOJONEGORO - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Bojonegoro, Jatim, menunda kenaikan tarif air dari Rp1.450/ meter kubik menjadi Rp1.700 yang direncanakan Juli untuk waktu yang masih belum bisa ditentukan. “Kenaikan tarif air PDAM ditunda dan belum bisa diberlakukan Juli, sebab kami masih akan membahas dengan berbagai pihak mengenai rencana kenaikan tarif air termasuk sosialisasi kepada pelanggan,” kata Pejabat Sementara (Pjs) Direktur PDAM Bojonegoro Dhalia Erliyanti, Selasa. Ditanya pihak siapa saja

yang akan diajak membahas kenaikan tarif air, ia enggan menyebutkan termasuk kapan kenaikan tarif air diberlakukan. “Besarnya kenaikan tarif tidak ada perubahan. Hanya waktu pelaksanaannya saja yang ditunda,” jelasnya. Sebelumnya, jajaran PDAM dalam dengar pendapat dengan Komisi B DPRD setempat menyampaikan rencana kenaikan tarif air PDAM. Alasan yang disampaikan kepada DPRD, katanya, kenaikan tarif air sangat dibutuhkan untuk menutup biaya produksi pengolahan air. Sesuai rencana, jelas dia,

kenaikan tarif akan mulai diberlakukan Juli, sehingga pelanggan pada pembayaran Agustus sudah dikenai kenaikan tarif baru. “Triwulan pertama tahun ini PDAM sudah untung Rp200 juta. Tapi biaya produksi pengolahan air meningkat karena adanya kenaikan tarif listrik sebesar 27 persen sejak April lalu,” jelasnya. Menurut dia, tingkat kebocoran air PDAM yang disalurkan kepada para pelanggan, baik pelanggan domestik maupun pelanggan industri mencapai 313,5 liter/detik atau sekitar 21 persen. Dengan demikian, ka-

tanya, kalau tarif air tidak dinaikkan justru akan berbalik menjadi kerugian karena bertambahnya biaya operasional pengolahan produksi air sebesar Rp400 meter kubik/detik sejak adanya kenaikan tarif listrik. Dihubungi terpisah, Kepala Bagian Perekonomian Pemkab Bojonegoro Heri widodo menjelaskan Bupati Bojonegoro Suyoto sudah mengeluarkan surat keputusan (SK) yang berisi mengenai kenaikan tarif air PDAM dari Rp1.450/meter kubik menjadi Rp1.700. “Kewenangan pelaksanaan kenaikan tarif air sepenuhnya ada di PDAM,” jelasnya. (ant/rah)

AKSES TRANSPORTASI

Pakar: Jembatan Soekarno-Hatta Rawan Runtuh MALANG - Pakar transportasi dari Universitas Brawijaya Malang Sugeng Prayitno Budio mengemukakan Jembatan Soekarno-Hatta yang menjadi jalur poros di kawasan Dinoyo, Kota Malang, rawan runtuh karena kondisinya sudah tidak elastis lagi. "Kondisi jembatan yang dibangun 25 tahun itu sudah tidak layak dilewati kendaraan, apalagi jembatan tersebut menjadi titik kemacetan di kota ini. Oleh karena itu, pengguna jalan yang melintasi jembatan itu harus ekstra waspada," tegas Sugeng usai rapat koordinasi terkait dengan uji forensik jembatan tersebut di Balai Kota Malang, Selasa. Sugeng yang juga Ketua Tim Uji Forensik Jembatan Soekarno-Hatta itu mengatakan, berdasarkan uji forensik tahap pertama, jembatan yang berhadapan dengan pintu ger-

bang UB itu sudah tidak elastis jika beban kendaraan makin berat dan dalam kondisi berhenti (macet) bisa menimbulkan putusnya pengait jembatan. Jika salah satu pengait jembatan itu putus, lanjut dia, tidak menutup kemungkinan pengait yang lainnya juga akan putus dan akhirnya runtuh. Apalagi, jika sampai terjadi kebakaran, jembatan akan runtuh seketika sebab usia jembatan sudah tua dan menjadi salah satu faktor pemicu rawan runtuh. Untuk memastikan kondisi jembatan, kata dia, perlu dilakukan penelitian dan uji forensik lebih lanjut sambil mencari solusi dan menerapkan rekayasa lalu lintas di kawasan Dinoyo. Ia mengakui bahwa uji forensik itu baru pendekatan awal. Namun, yang pasti

kondisi jembatan SoekarnoHatta harus segera dicarikan solusi karena sudah tidak nyaman akibat kemacetan dan tidak aman karena kondisinya yang sudah tidak layak dilalui kendaraan. Menurut Ketua Jurusan Teknik Sipil UB itu, uji forensik lanjutan akan segera dilakukan dan membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua bulan. "Hasil uji forensik lanjutan ini juga segera kita laporkan ke Pemkot Malang," katanya menandaskan. Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang Subari mengatakan bahwa rekayasa lalu lintas dengan sistem buka tutup di kawasan Jembatan SoekarnoHatta akan diberlakukan mulai pekan ini. "Sistem 'crossing' dengan membuka dan menutup jalur kita mulai nanti malam. Untuk

pengoperasian 'traffic light' dimulai akhir pekan ini. Rekayasa lalu lintas tersebut dilakukan agar kemacetan parah tidak terjadi di atas Jembatan Soekarno-Hatta," tegasnya. Kemacetan di atas jembatan, khususnya pada pagi dan sore hari, membuat beban jembatan makin besar, padahal kondisi jembatan harus kosong karena jembatan Soekarno-Hatta didesain untuk kendaraan bergerak, bukan untuk kendaraan diam. Subari menegaskan, kalau sistem "crossing" telah diberlakukan dan ada warga yang melanggar, pasti akan dikenai sanksi tilang, apalagi di kawasan itu nanti ada petugas Dishub dan kepolisian yang berjaga. "Semua ini kami berlakukan demi keamanan dan kenyamanan pengguna jalan," katanya menandaskan. (ant/rah)

Kerugian Akibat Bencana Alam Mencapai Rp1 Miliar PACITAN - Kerugian akibat serangkaian peristiwa bencana alam di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, selama sebulan terakhir terus bertambah hingga mendekati angka Rp 1 miliar. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan Didit Maryanto mengungkapkan berdasar rekapitulasi kerugian dampak bencana banjir dan tanah longsor selama bulan Juni terestimasi mencapai Rp 691.500 juta. Jumlah itu belum termasuk kerugian yang ditimbulkan sebagai dampak gelombang pasang tinggi yang menyebabkan sebagian wilayah Pantai Pacitan mengalami abrasi. “Kerugian sementara yang sudah terdata di BPBD sekitar Rp 691.500 juta,” ujarnya. Ia memastikan jumlah kerugian bisa terus bertambah karena potensi bencana masih mengancam di sejumlah wilayah. Dia jelaskan kerugian sebanyak itu meliputi dampak kerusakan pada pemukiman

dan lahan pertanian. Dari catatan BPBD, total ada 116 rumah milik warga yang rusak akibat diterjang material tanah longsor, baik kerusakan ringan, sedang, sampai berat. Selain itu, sedikitnya ada enam unit jembatan yang rusak dan 30 hektar tanaman padi gagal panen. Didit mengatakan, wilayah terparah dilanda tanah longsor berada di kawasan Pacitan utara, tepatnya di Kecamatan Bandar. Dalam peristiwa yang terjadi hampir dua pekanan lalu tersebut, sedikitnya tiga desa, Bangunsari, Bandar, dan Jeruk menjadi wilayah terparah dilanda bencana. Desa Jeruk, misalnya, selain rumah warga yang diterjang longsor, tanaman pertanian tak luput dari terjangan banjir. Didit menjelaskan, maraknya bencana alam yang terjadi dalam kurun waktu sebulan terakhir terjadi lantaran anomali cuaca. Diprediksi hujan masih akan terus turun hingga

Agustus. “Kami mengimbau semua warga, terutama yang tinggal atau beraktivitas di daerah rawan (bencana) untuk terus mewaspadai potensi bencana yang ada di sekitarnya,” imbaunya. Selain banjir dan tanah longsor, fenomena gelombang pasang tinggi di kawasan pesisir selatan, termasuk di wilayah Pantai Pacitan juga menyebabkan terjadinya abrasi parah di sepanjang garis pantai setempat. Beberapa konstruksi menara gardu pandang di Pantai Teleng Ria rusak. Gelombang pasang tinggi juga memicu terjadinya abrasi pasir pantai hingga kedalaman satu meter. Abrasi tersebut terlihat memanjang mulai arah barat sekitar tanggul pemecah ombak (break water) Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tamperan ke arah timur hampir sepanjang 300 meter. Pengikisan lapisan pasir itu pula menciptakan jurang kecil berkedalaman sekitar satu meter. (ant/rah)

ant/irsan mulyadi

KORBAN GEMPA: Pasien dan keluarga pasien bertahan di lantai dasar rumah sakit Pirngadi ketika terjadi gempa, di Medan, Sumut, Selasa (2/7). Gempa berkekuatan 6,2 SR berpusat di Barat Daya Kabupaten Benermeriah, NAD, juga dirasakan oleh warga Medan, Sumut.


12

NASIONAL

RABU 3 JULI 2013 NO.0151 | TAHUN II

DEMOKRASI

KPU Yakin Pelanggaran Pemilu Menurun

ant/ andika wahyu

RAPAT KONSULTASI. Tiga Wakil Ketua MPR (dari kiri) Hajriyanto Y. Tohari, Melani Leimena Suharli, dan Lukman Hakim Saifuddin berbincang sebelum memulai rapat konsultasi Pimpinan MPR dengan pimpinan fraksi dan kelompok anggota DPD di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/6). Rapat tersebut membahas pengganti almarhum Taufiq Kiemas sebagai Ketua MPR.

Nama Ketua MPR Ada di Kantong Mega JAKARTA - Teka-teki Ketua MPR baru, pengganti almarhum HM Taufiq Kiemas mulai terkuak. Salah satu calon terkuat saat ini berinisial “TJ” yang kemungkinan mengarah pada Tjahjo Kumolo. “Inisialnya TJ, kalau masih belum diganti ya. Saya tahu tapi tak bisa mengumumkan,” kata Wakil Ketua Komisi VI DPR, Aria Bima di Jakarta, Selasa (2/7). Memang beberapa hari sebelumnya, nama Sekjen PDI Perjuangan mulai naik kepermukaan. Sosok Tjahjo dinilai tepat, karena memiliki banyak pengalaman selama menjadi anggota DPR. Namun Sekjen DPP PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo terlihat masih malu-malu saat ditanya namanya sebagai kandidat kuat menjadi Ketua MPR. Menurutnya, nama calon ketua MPR dari PDIP ada di kantong Megawati Soekarnoputri. “Oh enggak, saya masih sebagai sekjen (PDIP),” kata Tjahjo di Gedung Serba Guna, Senayan, Jakarta, Selasa (2/7).

Untuk proses pergantian, Megawati telah melakukan komunikasi dengan pimpinan MPR lainnya. “Yang kami tahu Ibu Mega sudah melakukan pertemuan, konsultasi dengan pimpinan MPR. MPR menyatakan tanggal 5 pelantikan. Dan saya kira sebelum tanggal 5 Ibu Mega ketemu lagi dengan pimpinan MPR untuk menyerahkan nama,” ujar Tjahjo. Nama calon Ketua MPR dari PDI Perjuangan ada di kantong Mega. Satu nama yang telah dipegang oleh Mega itu akan sepenuhnya didukung oleh semua kader PDI Perjuangan. “Pengganti sudah ada namanya. Dalam

rapat pleno umum partai dan laporan Sekjen MPR, Ibu Mega sudah memegang nama-nama anggota fraksi PDI Perjuangan di MPR, dan nantinya akan kita dukung penuh siapa yang diputuskan Ibu Mega,” terang Tjahjo. Untuk tahu pastinya siapa, Tjahjo meminta agar menunggu sebelum 5 Juli. “Pastinya kita akan menunggu tanggal 5 saat ibu Mega menyampaikan pengganti almarhum Pak TK kepada pimpinan MPR. Pengumuman itu berlaku hanya untuk satu nama,” tandasnya. Sementara itu, Ketua DPP PDI Perjuangan, Puan Maharani mengakui pengganti almarhum Ketua MPR Taufiq Kiemas sudah dipegang Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Yang jelas figur pengganti TK memiliki semangat empat pilar. “Yang akan menggantikan adalah figur yang akan meneruskan semangat empat pilar kebangsaan dan tentu saja seseorang yang tetap

pengganti almarhum Taufiq Kiemas ke pimpinan MPR RI. Pengganti Taufiq akan duduk di kursi Ketua MPR RI. Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Achmad Basarah menyatakan partainya aakn menyerahkan nama pengganti sebelum tanggal 8 Juli 2013. “Yang pasti nama calon Ketua MPR tersebut sudah akan diserahkan kepada pimpinan MPR sebelum berakhir batas waktu 30 hari sesuai Tatib MPR yaitu tanggal 8 Juli 2013,” kata Sekretaris fraksi PDI-P di MPR RI tersebut. Menurut Basarah, ketika rapat di kantor DPP pada Kamis (19/6) lalu, PDI Perjuangan sudah memutuskan untuk menyerahkan sepenuhnya penunjukan pengganti Taufiq kepada Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri. “Jadi kami menyerahkan siapa Ketua MPR yang baru kepada Ibu Mega selaku Ketua Umum DPP PDI Perjuangan,” pungkasnya. (gam/abd/cea/ rah)

terbanyak ada pada pelanggaran administratif dan perilaku caleg yang menyimpang. “Laporannya antara lain, masalah administrasi, misalnya calon masih menjabat sebagai Kepala Desa atau masih menjadi anggota parpol lain. Lalu ada juga soal ijazah,” tuturnya. Terkait dengan laporan mengenai perilaku menyimpang, jelas Hadar, KPU juga menerima laporan seperti status caleg sebagai tersangka, bahkan ada laporan caleg yang pernah berpose syur. Namun, lanjut dia, sejauh ini KPU belum mempublikasikan caleg yang berfoto vulgar tersebut. “Ada tindak pidana, tersangka dan terakhir perilaku calon, misalnya tindakannya imoral pernah ada foto model panas,” kata Hadar. Hadar mengatakan, pelaporan tersebut sudah dibuka KPU pada 14-27 Juni 2013 yang selanjutnya laporan tersebut akan disampaikan ke parpol yang memiliki caleg bermasalah tersebut. Pada 5-18 Juli 2013 KPU menunggu klarifikasi dari parpol yang calegnya dilaporkan. Apabila verifikasi dari parpol tidak bisa meyakinkan KPU, kata dia, tidak tertutup kemungkinan bagi KPU untuk menggugurkan caleg yang dinilai bermasalah itu. “Bisa saja (pencalonannya gugur), kalau hasil verifikasi parpol tidak meyakinkan kami atau tidak memenuhi syarat,” ucapnya. (gam/bud/ cea/rah)

ant/syaiful arif

Petugas Panitia Pendaftaran Pemilih (Pantarlih) memasang tanda terdaftar pemilih saat pencocokan dan penelitian untuk pemutakhiran data pemilih pada Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2013 di rumah salah satu warga Desa Cukir, Jombang, Jatim, Kamis (27/6). Pemutakhiran data pemilih itu untuk mendata pemilih yang akurat dan sesui dengan kondisi riil di lapangan untuk Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2013 dan pada Pemilu Legislatif 2014.

CAPRES

BURUH

Hanura Deklarasikan Duet Wiranto-HT

MPBI Rencanakan Aksi Tolak UU Ormas JAKARTA - Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) merencanakan aksi menolak penerapan UU Ormas yang baru saja disahkan oleh DPR. “Beberapa hal yang bisa kami lakukan terkait pengesahan UU Ormas seperti aksi mogok nasional dan kampanye jangan pilih caleg Pro UU ormas,” kata Anggota Presidium MPBI Said Iqbal dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa. MPBI juga merencanakan melakukan protes kepada unit bisnis milik pengusaha yang mendukung UU tersebut. Sebelumnya, MPBI melakukan aksi buruh “Tolak

menjalankan 1 Juni sebagai hari Pancasila,” terangnya Putri kandung Megawati ini, berharap pengganti TK mampu mengayomi dan menjadi orang yang memang paham dengn visi misi PDI Perjuangan. Meski begitu, penggantinya nanti tidak sama persis dengan TK. “Karena tidak mungkin ada figur yang sama atau menyamai figur almarhum Pak Taufiq Kiemas. Saya berharap cita-cita dari beliau itu akan diteruskan oleh siapapun yang menggantikannya,” ujarnya Berdasarkan, Undang-Undang (UU) MPR, DPR, DPRD dan DPD (MD3) dan Peraturan Tata Tertib (Tatib) MPR, bahwa Fraksi PDI Perjuangan mempunyai waktu 30 hari untuk menunjuk pengganti pimpinan setelah Taufiq Kiemas meninggal. Berdasarkan aturan tersebut, fraksi PDI-Perjuangan di MPR RI memiliki batas waktu hingga tanggal 8 Juli, untuk segera menyerahkan nama calon

JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) meyakini, jumlah peserta Pemilu 2014 yang hanya sebanyak 12 partai politik akan mampu menekan kuantitas persengketaan di antara parpol. Bahkan, jumlah parpol yang kini lebih sedikit diperkirakan akan menurunkan angka pelanggaran pada pelaksanaan Pemilu mendatang. Menurut Ketua KPU, Husni Kamil Manik, semakin sedikitnya jumlah parpol yang mengikuti Pemilu, maka secara otomatis laporan mengenai persengketaan dan penyimpangan dari lapangan yang ditemukan oleh masing-masing parpol akan menjadi lebih sedikit. “Jumlah peserta Pemilu sekarang (2014) sudah berkurang dari Pemilu sebelumnya. Lalu jumlah calon anggota legislatif juga sudah berkurang,” kata Husni di Jakarta, Selasa (2/7). Selain itu, lanjut dia, menurunnya jumlah peserta Pemilu dan caleg tersebut juga akan menekan anggaran penyelenggaran pesta demokrasi tahun depan. Namun, kata Husni, dirinya belum bisa memastikan berapa besaran penurunan ongkos pelaksanaan Pemilu itu. “Semuanya (anggaran Pemilu) murni dari APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara),” ucapnya. Sementara itu, Komisioner KPU, Hadar Nafis Gumay menjelaskan, hingga saat ini KPU telah menerima 295 laporan atas 273 caleg sementara. Dari 295 laporan, menurut Hadar, laporan

RUU Ormas” yang diikuti oleh sekitar 800 orang di depan Gedung DPR RI. Alasannya adalah adanya ancaman terhadap kebebasan berserikat dan berkumpul buruh. Selain itu, UU tersebut dikhawatirkan dapat mengebiri hak mogok serikat pekerja. Meski begitu, RUU tersebut telah disahkan dan menjadi UU. “UU tersebut memiliki makna ganda yang mendefinisikan serikat pekerja sebagai ormas. Dengan begitu maka serikat pekerja harus mengantongi izin dari Pemda setempat. Hal tersebut bertentangan de-

ngan UU No 21/2000 tentang jaminan negara terhadap serikat pekerja,” kata Said Ia menyatakan akan mengajukan UU ormas kepada Mahkamah Konstitusi untuk dilakukan uji materi. Selain itu, akan ada aksi lanjutan terus-menerus untuk menolak penerapan UU Ormas. “Dimungkinkan UU itu menjadi alat untuk membubarkan serikat pekerja. Hak mogok buruh bisa saja ditakuti sehingga UU tersebut bisa menjadi alat yang bisa mematikan kebebasan rakyat untuk berserikat,” kata Said yang juga Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI). (ant/rah)

ant/ rosa panggabean

Massa dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) melakukan aksi menolak RUU Ormas di depan Gedung DPR, Jakarta, Selasa (2/7). Mereka menilai RUU Ormas mematikan demokrasi.

JAKARTA - Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) akhirnya secara resmi mendeklarasikan pasangan Wiranto dan Hary Tanoesodibdjo (HT) sebagai calon presiden dan wakil presiden 2014. Deklarasi ini dilakukan di Hotel Grand Mercure, Jakarta Pusat, bersamaan dengan penutupan pembekalan Caleg Partai Hanura, Selasa (2/7). “Saya bersyukur dipertemukan dengan tokoh muda Bapak Hary Tanoesoedibjo untuk berdampingan mengusung perubahan. Saya dan Pak Hary Tanoesoedibjo telah mengambil keputusan sebagai presiden dan wakil presiden pada Pemilu 2014 yang akan datang,” kata Wiranto disambut tepuk tangan meriah dari hadirin. Mantan Panglima TNI ini yakin pasangan dirinya dengan HT sebagai pasangan ideal yang memadukan figur militer dan sipil pengusaha. “Saya memimpin organisasi militer selama 35 tahun mendampingi tiga presiden,” ujarnya. Sementara HT, kata Wiranto, adalah pengusaha sukses yang memahami ekonomi dan militer. Menurut Wiranto hal ini merupakan perpaduan yang saling melengkapi. “Kami mohon doa restu dan doa dari seluruh rakyat Indonesia. Kami mendeklarasikan pasti maju Indonesia. Pasan-

gan sehati untuk memajukan Indonesia,” tandasnya. Menurut Ketua Umum Partai Hanura, Wiranto pendeklarasian dirinya sebagai Capres untuk mentradisikan budaya baru dalam perpolitikan Indonesia. “Kami mendeklarikasi lebih awal untuk keluar dari kebiasan, mengapa? Parpol biasanya mengukuhkan calonnya setelah pemilihan legislatif (Pileg) dilaksanakan, namun Hanura memberanikan diri mengukuhkan Capres dan Cawapresnya sebelum Pileg. Karena kami ingin mentradisikan budaya baru,” kata Wiranto. Baginya, pendeklarasian ini sudah melalui pertimbangan yang cukup panjang. Bahkan, bila dilihat dari sudut pandang profesi dan kebhinnekaan, Wiranto mengklain, dirinya bersama HT sudah memenuhi sesuai harapan rakyat. “Ada pertimbangan cukup panjang, pasangan saya dan Pak HT, kalau ditanyakan ke publik, semisal saudara mencari masukan dari publik, kalau nanti ada yang ingin dari militer, ada di saya, pengalaman dari bisnis ada di Pak HT, bahkan pengalaman saya mendampingi tiga presiden,” tegas dia. Sementara itu, Hary mengatakan tekadnya mencalonkan diri sebagai Cawapres karena prihatin atas kondisi bangsa yang karut marut.

“Saya pengusaha, bisnis saya tumbuh dengan pesat. Saya terjun karena prihatin. Korupsi, penegakan hukum, pendidikan, keserjahteraan sosial belum beres. Potensi Indonesia sangat luar biasa. Kita bisa jadi negara lebih maju dari bangsa lain. Kita punya lengkap syaratnya, SDA dan SDM yang berlimpah,” paparnya. Wakil Sekretaris Jenderal Hanura, Saleh Husin, menegaskan, Wiranto-Hary Tanoesoedibjo merupakan pilihan terbaik Partai Hanura. “Sipil, militer, pengusaha, muslim, non-muslim, semua lapisan masyarakat. Ini pasangan ideal, kita harapkan apa yang kita sajikan diterima masyarakat,” kata Saleh. Gegabah Namun politikus Partai Demokrat Ruhut Sitompul mengkritik pedas deklarasi Wiranto dan Hary Tanoe sebagai capres cawapres Partai Hanura. Menurutnya, duet keduanya untuk maju di Pilpres mendatang gegabah. “Jadi ya mereka rada nekat, mau bunuh diri,” kata Ruhut di Gedung DPR, Jakarta, Senin (2/7). Menurutnya, Wiranto dan Hary Tanoe harus benar-benar kerja keras jika ingin memenuhi ambisinya itu. Sebab, Partai Hanura minimal harus memiliki 20 persen perolehan suara di Pemilu 2014. “Saya

melihat kalau sekarang agak susah untuk menang jika tidak koalisi. Mereka kan calonnya dari mereka (Hanura) sendiri,” ujarnya. Ruhut pun memprediksi Hanura akan sulit menembus angka 20 persen seperti apa yang pernah dilakukan oleh Partai Demokrat pada 2009 lalu. “Kalau 3,5 persen mereka mungkin masih bisa tembus tapi kalau 20 persen susah,” imbuhnya. Pengamat politik Universitas Indonesia (UI), Boni Hargens, menilai deklarasi Wiranto dan Hary Tanoesudibjo sebagai ambisi yang berlebihan karena tak diimbangi kerja politik Hanura serta pertimbangan tingkat akseptabilitasnya di masyarakat. “Hanura tidak bakal mampu mencapreskan siapa-siapa. Paling tinggi memajukan cawapres dalam satu koalisi. Artinya, ide tiga besar dalam pemilu hanya utopia, hanya ambisi berlebihan,” kata Boni, Senin (2/7). Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) ini memprediksi, perolehan suara Partai Hanura di Pemilu 2014 tak akan lebih dari empat persen. Secara akseptabilitas dan elektabilitas, kata dia, Hanura tak bisa meningkatkannya dalam waktu singkat, meskipun Hary Tanoe memiliki kekuatan finansial dan jaringan media. (gam/abd/cea/ rah)


EKONOMI

13

RABU 3 JULI 2013 NO.0151 | TAHUN II

Boeing 777-300ER untuk JakartaJeddah JAKARTA - Maskapai Garuda Indonesia menyatakan bahwa pesawat berbadan lebar terbaru Boeing 777-300ER yang juga memiliki layanan “First Class” tersebut, direncanakan pertama kali untuk diperuntukkan bagi rute penerbangan JakartaJeddah. “Garuda menyambut anggota terbaru dalam jajaran armadanya, pesawat ‘stateof-the-art’ Boeing 777-300ER sekaligus meluncurkan layanan ‘First Class’,” kata Direktur Utama Garuda Indonesia, Emirsyah Satar saat menyambut pesawat Boeing 777-300ER di Hanggar GMF Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta, Selasa malam. Armada Boeing 777300ER pertama Garuda Indonesia akan dioperasikan mulai 9 Juli 2013 dan akan melayani penerbangan Jakarta-Jeddah. Selain itu, masih pada 2013, Garuda juga dijadwalkan menerima empat pesawat dari total pemesanan 10 pesawat Boeing 777-300ER. Armada ke dua akan diterima juga pada Juli 2013, serta untuk melay-

ani rute Jakarta-Jeddah pula pada Agustus 2013. Sementara dua pesawat Boeing 777-300ER berikutnya akan didatangkan untuk melayani rute penerbangan baru Sydney-Jakarta-London mulai bulan November 2013. Sedangkan tiga armada lainnya dijadwalkan tiba pada tahun 2014 dan tiga armada selanjutnya akan didatangkan pada tahun 2015. “Armada Boeing 777300ER akan menghasilkan standar baru kualitas layanan penerbangan, terutama untuk penerbangan langsung di rute-rute jarak jauh,” kata Emirsyah. Dirut Garuda juga mengatakan, hadirnya layanan “First Class” dinilai juga akan memberikan nilai tambah dalam pengalaman terbang para pengguna jasa.

Ia memaparkan, penerimaan armada baru Boeing 777-300ER juga sebagai bagian dari program ekspansi dan transformasi besar “Quantum Leap 2011-2015” dari maskapai BUMN tersebut. Sementara itu, Menteri BUMN Dahlan Iskan mengucapkan rasa bangga akan pencapaian Garuda selama ini khususnya setelah menerima gelar Maskapai Regional Terbaik dan Kelas Ekonomi Terbaik di dunia versi Trax Magazine tahun lalu. Sedangkan Menteri Perhubungan Evert Erenst Mangindaan mengatakan, wajar bila Garuda terus menambah armadanya apalagi mengingat dunia penerbangan nasional terus bertambah selaras dengan laju pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai rata-rata lebih dari 6 persen per tahun. Namun, Menhub meyakinkan bahwa pihaknya tetap akan berlaku adil dan tidak akan meng”anak-emas”kan Garuda dibanding maskapai lainnya yang beroperasi di Indonesia. (ant/rah)

ant/ yudhi mahatma

Replika. Petugas PT Garuda Indonesia mengamati replika pesawat Boeing 777-300ER saat Pameran Inovasi BUMN, Jakarta, Kamis (27/6). Dalam rangka peningkatan kapasitas dan pengembangan jaringan penerbangan pada rute jarak jauh, PT Garuda Indonesia akan mendatangkan pesawat jenis Boeing 777-300ER yang dilengkapi In-flight Connectivity, WiFi, dan exTV, hal tersebut sesuai dengan program Quantum Leap 2011-2015.

SEKTOR JASA

OJK Beri Pernyataan Efektif 37 Perusahaan JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan memberikan pernyataan efektif kepada 37 perusahaan dalam rangka penawaran umum selama Juni 2013. “Perusahaan berasal dari sektor jasa dan riil,” kata Direktur Komunikasi dan Hubungan Internasional OJK Gonthor R. Aziz dalam siaran pers di Jakarta, Selasa. Disebutkan, untuk penawaran umum perdana saham (IPO) terdapat 13 perusahaan. Beberapa perusahaan telah mencatatkan sahamnya di BEI, yakni PT Dharma Satya Nusantara Tbk

(DSNG), PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL), PT Acset Indonusa Tbk (ACST), PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG), PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA), dan PT Semen Baturaja Tbk (SMBR). Sementara yang akan mencatatkan sahamnya, PT Multipolar Technology Tbk, PT Electronic City Indonesia Tbk, PT Victoria Investama Tbk, PT Bank Maspion Indonesia Tbk, PT Cipaganti Citra Graha Tbk, PT Bank Mestika Dharma Tbk, dan PT Bank Mitra Niaga Tbk. Kemudian, sebanyak enam

perusahaan yang melakukan penawaran umum terbatas (PUT), yakni PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk, PT Bank Internasional Indonesia Tbk, PT Panorama Transportasi Tbk, PT Tanah Laut Tbk, dan PT Indospring Tbk. Perusahaan yang melakukan penawaran umum obligasi sebanyak delapan perusahaan, yakni PT BII Finance Center, PT Bank Victoria International Tbk, PT Hutama Karya, PT Batavia Prosperindo Finance Tbk, PT Intiland Development Tbk, PT Bank

Mayapada Internasional Tbk, PT Permodalan Nasional Madani, dan PT Perkebunan Nusantara X. Sebanyak 10 perusahaan melakukan penawaran umum berkelanjutan obligasi atau sukuk tahap I, antara lain PT Lautan Luas Tbk, PT Agung Podomoro Land TBk, PT Astra Sedaya Finance, PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk, PT Garuda Indonesia Tbk, PT Perusahaan Listrik Negara, PT MNC Kapital Indonesia, PT Pegadaian, PT Panorama Sentrawisata Tbk, dan PT Nippon Indosari Corporindo Tbk. (ant/rah)

AKUNTANSI KEUANGAN

ant/ audy alwi

BERHADIAH. Direktur Utama Bank Mutiara Sukoriyanto Saputro (2 kiri) bersama (dari ki-ka) Direktur Benny Purnomo, Komisaris Utama Pontas R Siahaan, Direktur Ahmad Fajar, membuka spanduk pada peluncuran program “Tabungan Berhadiah Gadget Tanpa Diundi” di Jambi, Selasa (18/6). Dengan menyediakan berbagai jenis layanan dan produk perbankan yang berkualitas, Bank Mutiara menargetkan dana pihak ketiga (DPK) sepanjang 2013 mencapai Rp 14,76 triliun, tumbuh 10% dibanding akhir 2012 sebesar Rp 13,46 triliun.

PENAWARAN SAHAM

LPS: Harga Jual Bank Mutiara Masih Tetap Rp 6,7 Triliun JAKARTA - Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Mirza Adityaswara mengatakan pihaknya telah menerima enam investor yang menyatakan minat untuk membeli saham Bank Mutiara. Lima dari enam investor tersebut telah memasukkan dokumen-dokumen penawaran sebelum batas akhir yang ditetapkan LPS kemarin. “Belum dapat diketahui hasilnya. Panitia baru rapat besok. Masih akan kita analisis dulu kelengkapan dokumennya,” kata Mirza,

ketika ditemui di Jakarta, Selasa (2/7). Setelah sebelumnya tak berhasil mendapatkan peminat yang memenuhi syarat, LPS selaku pemegang saham atas nama Pemerintah kembali menawarkan Bank Mutiara kepada para investor. Hasilnya diharapkan sudah diumumkan pada 20 November nanti. Mirza mengatakan sesuai dengan UU LPS menawarkan saham Bank Mutiara seharga Rp 6,7 triliun, yaitu nilai dana talangan yang dikucurkan

Pemerintah ke ex Bank Century tersebut. Masih menurut UU, LPS wajib menawarkan Bank Mutiara dengan harga itu selama lima tahun dan sesudah itu akan ditawarkan sesuai dengan harga pasar. Tahun ini merupakan tahun terakhir bagi LPS menawarkan Bank Mutiara dengan harga Rp6,7 triliun tersebut. “Ada nama yang cukup menjanjikan tapi kita belum tahu kelengkapan dokumennya. Jadi sedang kita analisis,” kata Mirza. (gam/bud/rah)

Riset: Industri Asuransi RI Belum Siap Pemberlakuan IFRS JAKARTA - Hasil penelitian Biro Riset InfoBank (birI) menyebutkan, hingga 2013 ini industri asuransi belum siap untuk memenuhi ketentuan modal minimum serta penerapan laporan keuangan berstandar akuntasi keuangan (PSAK 62/IFRS). “Hingga akhir 2012 industri asuransi belum mampu memenuhi ketentuan PSAK 62. Bahkan, pada tahun ini hasil riset InfoBank juga menunjukkan bahwa industri belum siap dengan PSAK 62,” kata Direktur Biro Riset InfoBank, Eko B Supriyanto saat pemaparan hasil riset InfoBank di Jakarta, Selasa (2/7). Menurut Eko, meski sejauh ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menyatakan bahwa industri asuransi sudah siap dengan PSAK 62 atau International Financial Reporting Standards (IFRS), namun para pelaku industri justru menyebutkan bahwa

IFRS lebih ideal diberlakukan pada 2016. “Hasil pembicaraan kami (InfoBank) ketika melakukan riset terhadap industri, mereka mengaku siap dengan PSAK 62 pada tahun 2016,” ujar Eko. Selain perusahaan asuransi tengah disibukkan dengan pemenuhan modal Rp100 miliar di 2014, kata Eko, terhambatnya IFRS juga terkendala keterbatasan infrastruktur teknologi informasi dan sumber daya manusia. “Masih banyak juga perusahaan yang belum memahami perhitungan cadangan teknis dengan metode gross premium valuation, karena belum ada pedoman teknis dan keseragaman asumsi yang wajar,” paparnya. Sementara itu, Chief of Research birI, Ateng Anwar Darmawijaya mengatakan, penerapan IFRS diyakini bisa menggerus risk based capital (RBC) perusahaan asuransi.

“Kendati sebagian besar asuransi memiliki RBC yang jauh dari batas aturan minimum sebesar 120 persen, sekitar 60 persen perusahaan mengalami penurunan RBC di 2012,” jelasnya. Berdasarkan data birI per 2012, sebanyak 40 perusahaan asuransi umum dari 81 perusahaan mengalami penurunan RBC. Sedangkan industri asuransi jiwa yang sekarang diisi 42 pemain, ada 31 perusahaan yang RBC-nya tergerus. Masih didasari data birI, di atas kertas penerapan IFRS juga membuat aset industri asuransi menggelembung, namun bersifat abu-abu. Dengan demikian, pencadangan premi dihitung berdasarkan premi buto, sementara pembandingnya dihitung berdasarkan premi netto. Kenaikan aset ini muncul dari lonjakan liabilitas kontrak asuransi atau cadangan teknis dan dari sisi aktiva laporan keuangan ada lonjakan drastis yang

bukan investasi. Meski demikian, lanjut Ateng, lebih dari separuh perusahaan asuransi di Indonesia masih berkinerja sangat sehat dan meraih predikat riset ‘sangat bagus’. “Di tengah tantangan regulasi yang dihadapi industri asuransi, pada 2012 leb ih dari 90 persen perusahaan asuransi mampu mencetak laba,” ujar Ateng sembari menegaskan, dari 82 perusahaan asuransi umum yang aktif, hanya sembilan perusahaan yang merugi. Sedangkan, lanjut dia, sebanyak 13 perusahaan asuransi jiwa yang merugi dari 42 perusahaan yang aktif beroperasi. “Situasi makro ekonomi yang melemah akibat kenaikan harga BBM, turbulensi bursa saham dan ditambah tuntutan penerapan IFRS serta batas waktu pemenuhan modal kian mepet merupakan tantangan utama industri asuransi nasional,” terangnya. (gam/bud/rah)

EKONOMI POLITIK

Indef Usulkan Formulasi Kebijakan Ekonomi 2014

ant/ wahyu putro a

KONSENTRASI. Pekerja menyelesaikan pembangunan gedung bertingkat di Jakarta, Selasa (25/6). Pelaksana tugas Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Bambang Brodjonegoro memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada triwulan II 2013 berada pada kisaran 6,0 persen akibat pengaruh perekonomian global yang belum stabil.

JAKARTA - Institute for Development of Economics and Finance (Indef) mengusulkan enam formulasi kebijakan ekonomi pada 2014 yang juga merupakan tahun politik. “Situasi perekonomian di tengah tahun politik biasanya akan memunculkan ketidakpastian, sehingga para pelaku ekonomi cenderung memilih opsi ‘wait and see’ hingga terpilihnya pemimpin baru pada 2014, kata Direktur Indef Enny Sri Hartati dalam Kajian Tengah Tahun Indef 2013 yang bertajuk “Formulasi Kebijakan Ekonomi Politik Menjelang Pemilu 2014” di Jakarta, Selasa. Menurut Enny, penundaan sebuah keputusan bisa jadi mengakibatkan peluang emas akan

hilang. Di samping itu, dia menambahkan, di tengah masifnya persaingan global dibutuhkan antisipasi dan keputusan yang cepat dalam merespon setiap dinamika lingkungan internal maupun eksternal. “Respon kebijakan yang cepat dan tepat memungkinkan setiap potensi peluang akan berubah keuntungan ekonomi,” katanya. Usulan tersebut pertama, interaksi kebijakan moneter dan fiskal secara sistematis dan koordinatif harus dilakukan untuk meredam meningginya inflasi pascakenaikan BBM agar sektor riil tidak semakin tertekan. Kedua, reposisi APBN diperlukan sebagai instrumen stimulus fiskal dan instrumen

meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Karena itu, semua asumsi dan alokasi anggaran harus disusun berdasarkan target yang dicapai. Pasokan BBM harus mencukupi serta adanya relokasi subsidi BBM untuk energi alternatif ke gas, biodiesel, panas bumi dan sebagainya,” katanya. Ketiga, urgensi mengembalikan tradisi surplus perdagangan yang dapat diupayakan dengan diversifikasi ekspor, peningkatan daya saing industri, fasilitasi dan insentif industri berorientasi ekspor serta optimalisasi fasilitasi perdagangan. Keempat, peningkatan daya saing industri yang harus segera

dilakukan dengan kebijakan akselerasi industri hilir yang unggul dan berbasis sumber daya lokal, insentif penguasaan teknologi bagi industri serta menyiapkan SDM lokal untuk memenuhi kebutuhan industri. Sementara kelima, penguatan pembiayaan bagi sektor riil dengan kebijakan mendorong perbankan untuk lebih berkontribusi bagi sektor-sektor tradable. “Sementara, dari sisi fiskal (pemerintah) perlu menciptakan iklim usaha yang kondusif bagi perkembangan sektor riil,” katanya. Keenam, perbaikan infrastruktur menjadi kunci peningkatan daya saing investasi Indonesia ke depannya. (ant/rah)


14

TAPAL KUDA

RABU 3 JULI 2013 NO. 0151 | TAHUN II

PEMILUKADA JATIM

Ada yang Belum Tahu Hari Pilgub

hud/koran madura

DIAMBIL SUMPAH. Ratusan pejabat Eselon II, III, IV di ligkungan Pemkot Probolinggo dilantik dan diambil sumpahnya di Gedung Puri Manggala Bhakti, Kantor Walikota, Selasa (2/7) siang.

Wacana Mutasi Pemkot Kembali Bergulir PROBOLINGGO – Wacana mutasi di lingkungan Pemkot Probolinggo kembali bergulir. Sebanyak 115 pejabat eselon II, III, IV dilantik Walikota HM.Buchori, SH.,M.Si. di Gedung Puri Manggala Bhakti, Kantor Walikota, Selasa (2/7) siang. Dari ratusan pejabat tersebut, hanya tujuh pejabat eselon II yang dilantik, yakni Drs Sofwan Tohari, M.Si. sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Sunarmi, SH., M.Si. sebagai Asisiten Administrasi Umum Sekretariat Daerah, Acep Arif Hidayat, S.Sos se-

bagai Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Drs. Tiutang Heru, S.Sos sebagai Camat Mayangan, Drs. Moch. Maskur, MM sebagai Camat Wonoasih, dan Drs. Sariadi, M.Si sebagai Kabag Humas dan Protokol Pemkot Probolinggo. Walikota HM. Buchori

menegaskan, proses mutasi ini dilakukan untuk penyegaran dan mengisi jabatan yang kosong karena banyaknya pejabat eselon yang pensiun. Berbeda dengan pelantikan yang digelar sebelumnya, saat pelantikan tersebut, ia menekankan keseriusan para pejabat eselon II, III dan IV dalam menjalankan tugasnya. “Mutasi yang dilakukan kali ini sifatnya hanya penyegaran di tubuh pemerintahan Kota Probolinggo.

Dengan jabatan baru yang dipegang oleh pejabat yang bersagkutan, pejabat tersebut akan mendapatkan suasana kerja baru,”tegasnya. Dengan suasana kerja baru, diharapkan pejabat yang bersangkutan dapat lebih semangat dan optimal dalam menjalankan pelayanannya pada masyarakat. "Mutasi ini sebagai upaya meningkatkan etos kerja pejabat yang bersangkutan. Mutasi pejabat ini tidak ada unsur apa-apa, hanya bersifat penyegaran

organisasi dilingkup Pemkot Probolinggo,”tandas Walikota HM. Buchori. Sementara terkait masih banyaknya jabatan lima lurah yang masih kosong, Walikota HM. Buchori mengungkapkan Pemkot Probolinggo masih belum menemukan pejabat yang sesuai untuk jabatan tersebut. “Untuk mengisi jabatan devinitif, diperlukan dedikasi, integritas dan kecapakan yang cukup mumpuni,”pungkasnya. (hud).

LOWONGAN KERJA

TARIF ANGKUTAN

PROBOLINGGO – Suasana halaman Balai Latihan Kerja (BLK) milik Dinas Tenaga Kerja Kota Probolinggo, di Jalan Brantas, Kelurahan Pilang Kecamatan Kademangan tampak dipadati pengunjung. Tak kurang dari ribuan pencari kerja memadati area acara Job Fair 2013, Selasa (2/7). Acara yang berlangsung tersebut, diperkirakan berhasil menyedot ribuan para pencari kerja ini yang ingin mendapatkan pekerjaan dari perusahaan-perusahaan peserta Job Fair. Menarik dicermati, panitia menawarkan kemudahan yang memungkinkan para pencari kerja. Malah, bagi peserta yang sudah mempunyai kemudahan jalan pintas mengakses ke perusahaan yang mereka tuju dengan melihat kebutuhan penempatan pekerjaan di papan pengumuman. Harmadi, salah satu pelamar yang baru saja lulus kuliah ini, mengaku memanfaatkan acara ini dengan maksimal. “Saya melamar ke 10 perusahaan, termasuk bank,” ujarnya bersemangat. Ia mengaku event seperti Job Fair ini membantu dirinya melamar ke banyak pekerjaan sekaligus. Soal hasilnya dari ikut acara tersebut, dan memilih santai menanggapinya. “Sepertinya sih lebih efektif kalau datang langsung ke perusahaannya, tapi event ini mesti dimanfaatkan juga oleh saya,” tambah Harmadi. Membludaknya peserta yang hadir membuat perusahaan yang berpartispasi dalam Job Fair 2013 ini mesti pandai-pandai menyeleksi calon kandidat. Tak jarang, bagian HRD yang terlibat dalam dalam event ini memberikan persyaratan yang ketat bagi peserta. “Karena dengan acara ini bisa bertemu kandidat secara langsung, bertatap muka dan mengetahui bagaimana kandidat

SIDOARJO - Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, meminta pengusaha jasa transportasi setempat menaikkan tarif angkutan dengan sewajarnya atau tidak berada di atas ketentuan pemerintah. Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Sidoarjo, M. Franky Effendy, Selasa, menjelaskan keinginan pengusaha jasa transportasi untuk menaikkan tarif angkutan merupakan hal wajar seiring dengan naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. “Namun, kami berharap kenaikannya tidak berlebihan atau sewajarnya dan tentunya jangan sampai melebihi ketentuan kenaikan tarif yang diberlakukan oleh pemerintah,” ujarnya.

PROBOLINGGO – Kota Probolinggo kembali akan menggelar Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur bersamaan dengan Pilkada Walikota dan Wakil Walikota, 29 Agustus mendatang. Tapi sayangnya kegiatan akbar ini masih banyak masyarakat di wilayah 29 Kelurahan yang belum tahu. “Kami belum tahu Mas kalau ada pemilihan gubernur Jawa Timur bersamaan dengan Pilkada Walikota dan Wakil Walikota, 29 Agustus mendatang,” kata Suparman, warga RT 04 RW 04 Kelurahan Kebonsari Wetan Kecamatan Kanigaran Kota Probolinggo, Selasa (2/7). Suparman mengaku, sampai saat ini belum ada informasi dari pihak RT maupun kelurahan bahwa tahun depan ada pemilihan gubernur sehingga masyarakat siap-siap untuk memilih kembali gubernur yang baru pengganti pasangan Pakde Karwo dan Gus Ipul yang akan berakhir masa jabatannya. “Belum ada informasi dari pak RT dan pak Lurah mas bahwa ada pemilihan gubernur,”ujarnya. Hal senada juga diungkapkan Andriani salah satu pegawai swasta. Ia mengaku, tidak mengetahu jika ada pemilihan gubernur bersamaan dengan pemilihan Pilwali. “Nggak tahu kapan pilgubnya,” kata Andriani. Andriani mengaku, sejumlah masyarakat tidak mengetahui bahwa ada Pilgub tahun 2013 mendatang karena kurangnya sosialialisasi yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) tentang kegiatan akbar tersebut yang akan melibatkan seluruh masyarakat Kota Probolinggo. “Saya kira sosialisasi yang dilakukan oleh KPU masih minim sehingga banyak masyarakat yang belum mengetahui bahwa ada pemilihan gubernur Jawa Timur bersamaan Pilwali Kota Probolinggo,” tandas Andriani.

Selain jadwal dan tahapan pelaksanaan pilgub ini belum diketahui masyarakat figur-figur pasangan calon gubernur masih banyak masyarakat yang belum mengetahui. “Jangankan calon gubernur kapan pelaksanaan pemilihan gubernur ada masyarakat yang belum tahu. Kami berharap KPU mulai melakukan sosialisasi sehingga angka golput disaat pilgub bisa dikurangi,” pintanya. Seperti diketahui pada 2013 mendatang akan dilaksanakan pemilihan gubernur Jawa Timur menyusul berakhirnya masa jabatan pasangan Pakde Karwo dan Gus Ipul (Karsa) masa bakti 2009-2014. Saat ini telah bermunculan sejumlah figur yang akan masuk bursa calon gubernur dan wakil gubernur di antaranya Bambang DH – Said Abdullah, Khofifah – Herman (hud). (GM) Area Blue Bird Group Surabaya, Ateng Aryono. Ia mengatakan, meski industri taksi, BBM hanya berkontribusi sebesar 15 persen sebagai pembentuk tarif, namun kenaikan BBM ini sangat memicu kenaikan biaya komponen lainnya. “Kalau kami dari Blue Bird ada 3 komponen pembentuk harga,” singkatnya. Dikatakannya, ketiga komponen pembentuk harga tersebut antara lain berlaku Rp 5.000 untuk tarif buka pintu, tarif argometer sebesar Rp 3.250/ km dan Rp 32.000 untuk tarif waiting time. Apabila nominal komponen pembentuk tarif taksi tersebut tidak segera ada perubahan, akan mendorong kenaikan biaya operasional perusahaan. “Naiknya harga BBM bersubsidi memang cukup memberikan tekanan. Kami berharap tarif taksi harus cepat dikaji dan disesuaikan dengan kondisi saat ini,”pintanya. (mag/kas)

Pengusaha Diminta Naikkan Tarif

Job Fair Masih Diminati Pencari Kerja

hud/koran madura

Saat ini, kata dia, pengusaha jasa transportasi sebenarnya sudah menaikkan tarif

Namun, kami berharap kenaikannya tidak berlebihan atau sewajarnya dan tentunya jangan sampai melebihi ketentuan

Franky Effendy

Ketua MTI Sidoarjo angkutannya sejak pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi. “Kami berharap pengusaha bersikap bijaksana. Menaikkan tarif itu merupakan hal yang

wajar. Namun, sesuaikan dengan peraturan yang dibuat oleh pemerintah. Jangan sampai merugikan masyarakat (konsumen),” ucapnya. Sementara itu, Kepala Bidang Angkutan Darat Dinas Perhubungan Kabupaten Sidoarjo Edi Setiono mengatakan pengusaha transportasi setempat sudah menaikkan tarif angkutannya ratarata Rp1.000 dari tarif semula. “Itu untuk angkutan dengan trayek terjauh seperti SidoarjoKrian. Awalnya tarif di jalur tersebut Rp5.000 per orang dan sekarang berubah menjadi Rp6.000,” ujarnya. “Saya berharap masyarakat tidak keberatan. Naiknya masih wajar. Saat ini, rencana pemberlakuan tarif baru tersebut tinggal menunggu tanda tangan bupati,” katanya. (ant/rah)

DPS

Tak Ada Niat Buat Data Fiktif memiliki skill berinteraksi. Kami turun langsung untuk menyeleksi calon kandidat yang akan menjadi karyawan kami.”ujar HRD perusahaan yang enggan disebut namanya. Meski langsung dilakukan interview, ia buru-buru menambahkan bahwa proses perekrutan nantinya akan dilanjutkan di internal perusahaan dengan beberapa tahapan. “Tentu kami akan menyaring dari ratusan aplikasi yang masuk menjadi hanya beberapa kandidat terkuat. Dari yang tersaring yang akan kami rekrut,” ujarnya. Dibuka 2.105 Lowongan Kerja Dalam setiap Job Fair, kesan berjubel memang tidak bisa dihindarkan. Untuk menyiasati hal tersebut, panitia menyediakan fasilitas untuk memudahkan pencari kerja dan perusahaan pemberi kerja. “Kami menyediakan tiga gedung yang memadai, hal itu untuk mengurangi terjadinya antrian dan membantu bagian HRD untuk

lebih terorganisir dalam menerima aplikasi,” ujar Didik Sudignyo, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Probolinggo. Menurut Didik Sudignyo menambahkan, pihaknya selektif dalam menerima perusahaan yang akan bergabung. “Kami melihat dari sisi perusahaan peserta bonafid, mempunyai brand employer kuat dan benar-benar menyediakan lowongan untuk pelamar,”terangnya. Kali ini, kata dia, diikuti 42 perusahaan yang ada di Kota Probolinggo dan luar kota, dengan rincian 29 perusahan Kota Probolinggo, 2 dari Kabupaten Probolinggo, 2 dari Pasuruan, 4 perusahaan malang, 2 perusahaan Jember, dan 4 perusahaan Sidoarjo. “Lowongan yang disediakan sebanyak lebih kurang 2.105 untuk mengangkat pengangguran di Kota Probolinggo yang jumlahnya 19.273 orang,”ucap Didik Sudignyo. Meski dengan sistem Job Fair ini terlihat mudah,

Didik Sudignyo mengakui bahwa masih banyak tantangan ke depannya. Di antaranya adalah membangun kepercayaan member dengan sistem yang ada, serta bagaimana mengedukasi bagian HRD yang kebanyakan masih menganut aliran konvensional. Terkadang HRD atau pencari kerja tidak mengetahui sistemnya, mereka lebih cenderung membuat lamaran kerja untuk dikirim langsung ke perusahaan yang diinginkan,”lanjutnya. Sisi baiknya, sambung dia, dengan sistem Job Fair ini harusnya pencari kerja tidak kesusahan lagi dalam berburu pekerjaan. “Jadi siapa bilang cari kerja susah, ada lebih kurang 2.105 ribu posisi yang ditawarkan. Masalahnya hanya perusahaan dan pencari kerja yang belum bertemu saja. Untuk itu kita ingin membantu untuk menjembatani keduanya, agar mencari kerja menjadi lebih senang,”pungkas Didik Sudig nyo .( hud) .

PROBOLINGGO - Sejumlah pihak mempermasalahkan Data Pemilih Sementara (DPS) yang telah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Probolinggo. Hal ini yang kemudian menimbulkan desakan untuk menunda penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT). Menjawab persoalan ini, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Probolinggo, Sunarmi, SH.MSi, membantah mengenai tuduhan adanya penyimpangan angka Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) yang menyebabkan banyak data fiktif pada DPS. Ia memastikan bahwa DP4 sudah dipersiapkan sebaik mungkin. “Sama sekali tidak ada niat membuat data fiktif. Apalagi membuat adanya pemilih fiktif. KPU Kota Probolinggo juga punya sistem data juga khan ,”kata Sunarmi. Sunarmi mengakui jumlah penduduk yang merekam eKTP memang jauh berbeda dengan jumlah pemilih pada DPS yang telah dirilis. “Memang ada perbedaan. Tapi sekali lagi dijelaskan, e-KTP ini masih be-

lum 100 persen. Target hingga sekarang memang sudah. Tapi itu bukan berarti 100 persen,” katanya. Ia menuturkan penduduk Kota Probolingo yang belum melakukan rekam data e-KTP masih dipersilakan datang ke kelurahan untuk merekam data e-KTP dalam pelayanan reguler yang sudah dimulai pada 1 Mei lalu. Pelayanan reguler ini ditargetkan selesai pada akhir 2013.

“Memang masih ada sisa penduduk yang belum rekam data e-KTP. Tapi ini terus bergerak karena penduduk masih terus berdatangan ke kelurahan,”ucap Sunarmi. Sunarmi, juga membenarkan memang ada penduduk yang sudah meninggal dan pindah tinggal. Namun angka ini tetap bergerak mengingat banyak warga yang baru berusia 17 tahun dan berhak mendapatkan KTP. (hud).


OPINI

15

RABU 3 JULI 2013 NO. 0151 | TAHUN II

Pergulatan Syi’ah dan Sunni

salam songkem PPDB Dipengaruhi RSBI

P

redikat Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) memang dapat mengangkat prestise lembaga pendidikan. Namun kini predikat itu sudah tinggal kenangan. Sebab RSBI dinilai hanya menimbulkan diskriminasi pendidikan. Sehingga lembaga pendidikan yang semula berstatus RSBI tak lagi menyandang predikat bergengsi tersebut. Pencabutan RSBI oleh Mahkamah Konstitusi (MK) itu didasarkan dengan gugatan judicial review atas Pasal 50 ayat 3 UU No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Selasa (8/1/2013) lalu. Dengan demikian, semua lembaga pendidikan yang pernah menyandang predikat RSBI itu, sempat dikhawatirkan akan mengalami kemerosotan, baik dari jumlah siswa, kualitas pendidikan, maupun popularitasnya. Meskipun begitu, realitanya tak sedikit lembaga pendidikan yang kehilangan status RSBI masih berupaya mempertahankan pola penyelenggaraan pendidikan RSBI di lembaganya. Konon lembaga pendidikan tersebut hendak membuktikan bahwa lembaga pendidikan dalam mempertahankan kualitas pendidikan di lembaganya tidak bergantung kepada predikat RSBI. Sehingga pencabutan predikat RSBI dipastikan tidak akan mendatangkan pengaruh buruk terhadap kualitas pendidikan, meskipun harus diakui popularitasnya tak lagi sehebat ketika menyandang predikat RSBI. Mengenai jumlah siswa juga ternyata masih tidak jauh berbeda. Di SMA Negeri 1 Sumenep misalnya, juga di lembaga pendidikan negeri lainnya di negeri ini, setelah kehilangan predikat RSBI ternyata aura RSBI-nya tidak serta merta ikut menghilang. Buktinya, dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB), di sejumlah lembaga pendidikan yang pernah berpredikat RSBI tersebut masih membludak. Di SMANegeri 1 Sumenep, Madura, pada hari pertama PPDB, penerimaan siswa baru untuk program regular telah mencatat 100 lebih peserta didik. Sekedar untuk diketahui, dalam lembaga pendidikan RSBI terdapat perbedaan dengan lembaga pendidikan non RSBI. Bedanya terletak pada pembatasan siswa, penambahan pelajaran, waktu belajar, dan fasilitas-fasilitas lain, yang tidak terdapat dalam lembaga pendidikan non RSBI. Sehingga dengan perbedaan tersebut, lembaga pendidikan RSBI diperkenankan memungut biaya yang cukup tinggi kepada peserta didiknya. Karena itulah, lembaga pendidikan RSBI tidak bisa dinikmati oleh siswa dan siswi yang berasal dari kalangan warga miskin, meskipun kemampuan kognitif, psikomotorik, dan afektif mereka sebenarnya cukup layak menjadi pelajar di lembaga pendidikan RSBI. Sehingga dengan demikian RSBI hanya dijadikan legitimasi untuk menerima pelajar yang berasal dari keluarga orang berduit, meskipun barangkali tidak memiliki kamampuan kognitif, psikomotorik, dan afektif yang menonjol. Itulah awal bencana rintisan sekolah bertaraf internasional, sehingga oleh MK dinilai RSBI tak sesuai dengan konstitusi yang kemudian berujung pada pencabutan RSBI. Meskipun RSBI sudah dicabut, ternyata sebutan RSBI masih berpengaruh kuat dalam menarik minat peserta didik baru untuk mendaftar di sekolah yang pernah menyandang RSBI tersebut. PPDB di sekolah bekas RSBI terbukti jauh lebih banyak diminati daripada sekolah yang non RSBI. Kepercayaan yang masih melekat pada wali murid untuk menyekolahkan putera-puterinya di lembaga bekas RSBI itu kiranya perlu diapresiasi oleh pengelola lembaga pendidikan tersebut. Setidak-tidaknya, mereka jangan sampai dibuat kecewa dengan kualitas pendidikan yang ada di sekolah tersebut. (*)

M. Wasil Abror

Ketua Lembaga Pers Mahasiswa STITA Sumenep

M

unculnya kabar bahwa Syi’ah di wilayah Sampang telah di relokasi ke daerah Sidoarjo adalah salah satu latar belakang lahirnya judul di atas. Di tambah lagi, Ada banyak gagasan mengutip tentang Syi’ah dan Sunni sebagai dua faham kelompok yang berseberangan, karna memang antara Syi’ah dan Sunni sejak dulu tak ubahnya air dan daun talas, sepanjang masa tak dapat disatukan. Oleh karena itu, jika muncul kabar bahwa Syi’ah menolak kaum Sunni atau sebaliknya, itu bukanlah hal yang baru, Sebab menurut kacamata sejarah, Syi’ah misalnya, tidak serta-merta lahir atau dilahirkan tanpa ada ideologi yang di usung, akan tetapi memiliki sejarah panjang maha dahsyat. Sekilas, Syi’ah mengalami perkembangan semenjak revolusi Iran pada tahun 1979, yang dipimpin –salah satunya- Imam Khomainy sebagai guru besarnya. Menurut logika, dengan waktu panjang dilalui oleh kaum Syi’ah, tidaklah mungkin dapat bertahan sampai hari

A

ideologi mereka? Kita tahu, Madura sebagai wilayah berbasis agamis, kekuatan kultural dalam keberagamaan masih melekat kuat. Tidak salah jika kemudian muncul pribahasa bahwa Madura adalah daerah “seribu pesantren”. Namun meski demikian, tingginya loyalitas terhadap agamanya tidak cukup beralasan jika membangun sikap “egosentrisme” kelompok, sebab sikap demikian hanya melahirkan doktrinasi kelompok satu dengan kelompok lainnya, walhasil, perbedaanlah yang menjadi sajian utama dalam menjalani hidup dan kehidupannya. Ketegangan sosial, tindih menindih, jatuh menjatuhkan adalah sikap yang lahir dari pemahaman dangkal atas makna perbedaan. Mendengar tindakan perelokasian, penulis membenarkan apa yang disampaikan oleh Abrori, bahwa ada banyak masyarakat hari ini yang perlu mencoba memahami makna perbedaan. Jika kasus di sampang di tafsirkan ada keterlibatan orang ketiga, itu sah-sah saja, karna memang Madura memiliki kekuatan agama yang kokoh dan sulit di robohkan, sedangkan para asing ingin menghancurkan Indonesia lewat agama kita. Oleh sebab itu, tidak menutup kemungkinan perelokasian tersebut tidak hanya dilatar belakangi oleh perbedaan ideologi akan tetapi industrialisasi menjadi salah satu faktor lahirnya kasus di sampang. Isu yang berkembang hari ini, misalnya, daerah yang di

tempati kaum Syi’ah di Sampang menyimpan minyak gas yang luar biasa. Tentu, hal ini menjadi ketertarikan tersendiri bagi investor asing, sehingga ketegangan sosial -antara Syi’ah dan Sunnidijadikan ruang kesempatan untuk melakukan industrialisasi besar besaran. Bukankah ini juga masuk akal. Selain itu, ada juga yang menafsirkan bahwa tindakan perelokasian tersebut sebagai bukti tidak menemukannya (meski terkesan tidak mencari) solusi cerdas oleh tokoh Sunni sebagai kaum mayoritas. Karna, kaum minoritas dianggap berpotensi mengundang keresahan sosial, sehingga sering kali menjadi sorotan utama bagi kaum mayoritas. Ini, juga tidak menutup kemungkinan terjadi di wilayah Sampang (antara Syi’ah dan Sunni). Dan ada juga yang mengatakan, bahwa semua itu tidak lebih disebabkan new koloniasme bangkit kembali, sehingga dua kelompok yang bersebrangan tersebut menjadi kepanjangan tanganan dari kelompok asing yang bermaksud menanam benih-benih kapitalis di daerah Sampang, sebagai salah satu wilayah yang kental keberagamaannya. Berbagai macam tafsiran terus muncul secara bergantian. Namun, apapun alasannya, berapapun macam tafsirannya, pergulatan Sunni dan Syi’ah yang berujung pada relokasi mencerminkan “toleransi” kita dalam ambang kehancuran atau bahkan “Bhineka Thunggal Ika” tidak lagi berlaku di negeri kaum beragama. Selain itu, tidak sedikit orang kecewa

atas perelokasian tersebut, meski kekecewaan ini lahir dari kaum Sunni sendiri, termasuk penulis. Sebab, jika kita mencoba menyederhanakan kata “relokasi” ternyata berbanding lurus dengan kata “diusir” dan juga tindakan demikian adalah hak prioritas pemerintah, bukan hak siapasiapa. Maka tentu, pemerintahlah yang berada digarda depan sebagai pemangku kebijakan dalam proses relokasi. Selama Suni dan Syi’ah masih diakui sebagai warga Indonesia maka terdepan –seharusnyapemerintah yang menengahi problem di atas yang berujung pada perelokasian. Sungguh, waktu itu, kaum Syi’ah tak ubahnya manusia tuna yang tidak memiliki kesempurnaan, menjadi tontonan banyak orang, kaum Sunni berteriak dengan suara lantang dan berdiri di barisan depan, Dimana prinsip Ahlusunnah wal jama’ah dalam tubuh Sunni hari ini? Kemana sikap toleransi dan pemerintah kita?=

Kesadaran yang Retak di Atas Panggung

Penegak Keamanan Aparat kepolisian sebagai salah satu penegak keamanan tak lagi dihormati warga. Hal ini seharusnya tidak terjadi. Warga beberapa tahun terakhir ini cenderung lebih memilih main hakim sendiri daripada menyerahkan masalah yang dihadapinya kepada petugas kepolisian. Tidak seharusnya warga main hakim sendiri. Akan tetapi, realitanya masyarakat cenderung main hakim sendiri. Sebuah indikasi kuat, masyarakat tak lagi menghormati penegak keamanan. Hal itu terjadi karena penegak keamanan di negara ini sudah terlalu sering melakukan perbuatan yang membuat masyarakat kurang percaya lagi kepada mereka. Cukup sering terjadi, warga menghakimi sesamanya. Tentu saja korban amuk massa itu lumrahnya sampah masyarakat. Bila tidak pencuri, pencopet, tentu pelaku kejahatan sejenisnya, yang membuat masyarakat terbakar emosi. Insiden terbaru, di Kecamatan Bluto, Sumenep, Madura, aksi main hakim sendiri kembali terjadi. Korbannya bernama Akib, warga desa Gilang, Bluto, Sumenep. Dia tertangkap basah mencuri cabai, sehingga dikejar oleh warga. Selamat dari kejaran warga tidak menjadi jaminan Akib selamat. Sebab warga gagal mengeksekusi Akib, justeru warga yang telah tersulut api amarah bergerak mendekati rumahnya. Massa kemudian menghancurkan rumah pencuri itu. Bahkan di antara mereka kemudian ada yang membakarnya. Hingga kediaman Akib itu pun hancur lebur menjadi arang. Warga menjadi tak mampu menahan amarahnya karena diketahui pemilik rumah yang dibakar massa itu sering terlibat dalam pencurian sapi milik warga. Bahkan juga dikabarkan dia menjadi penadah barang curian. Perbuatan itu yang membuat warga tak bisa menahan geram. Sehingga rumah tinggalnya di Dusun Batu Ampara itu dihanguskan. Dalam aksi penghakiman yang dilakukan warga itu, tak ada yang bisa mencegah. Tak ada kabar polisi ada di tempat kejadian perkara sebelum atau ketika peristiwa pembakaran itu berlangsung. Andaikan ada aparat kepolisian di TKP sebelum terjadi aksi pembakaran, amarah warga bisa diarahkan. Setidak-tidaknya tak terjadi insiden pembakaran warga. Aparat kepolisian memang harus bekerja keras membenahi kekurangannya itu. Agar kewibawaannya berangsur-angsur terbangun di hadapan rakyat. Dengan bangkitnya kewibawaan aparat keamanan, maka warga akan termotivasi menyerahkan masalah yang dihadapinya kepada penegak keamanan. (*)

ini tanpa ada ideologi yang dipertahankan, tentu yang meyakinkan dirinya bahwa faham yang dianut benar adanya. Begitu juga sebaliknya, Sunni memiliki keyakinan bahwa faham yang dianut benar dan tidak perlu di bantah lagi, maka berangkat dari keyakinannya, mereka berani mempertaruhkan apapun demi mempertahankan ideologi mereka masing masing. Suasana demikian tidak sulit kita temukan dan tidak perlu ke Arab, Iran, Syiria atau ke negeri Islam lainnya, sebab di Indonesia sudah menjadi sajian utama media kita hari ini, apalagi dengan munculnya kasus di daerah sampang, syi’ah dan sunni menjadi isu nasional. Secara ideologi –Syi’ah dan Sunni- memang jelas berbeda. Namun, perbedaan itu tidak menjadi soal apabila berdiam dalam ruang lingkup yang sama. Prinsip demikian dipakai oleh negara kita Indonesia, “Bhineka Thunggal Ika” menjadi rujukan awal menafsirkan perbedaan menuju kedamaian, termasuk tafsiran Syi’ah dan Sunni. Antar keduanya hidup di tengah tengah komonitas yang berbeda dari berbagai macam sisi baik politik, ideologi, hukum fikih. Akan tetapi mereka tidak pernah ada gugatan atas tegagnya Bhineka Thunggal Ika, berbeda beda namun tetap satu tujuan. Pertanyaanya kemudian, ada apa di balik perelokasian kaum Syi’ah yang –kebetulan atau disengaja- kaum Sunni berada di garda depan? Sejak kapan perbedaan menjadi bahasan utama dalam tubuh Sunni dan Syi’ah? Benarkah tindakan demikian di dasarkan pada perbedaan

M. Fauzi Staf P3M STKIP PGRI Sumenep & Guru Honorer SMAN 1 Sumenep

“Tidak ada sesuatu yang di luar tubuh, semua ada di dalam tubuh!” Tubuh adalah serangkain impuls organik yang melekat pada manusia semenjak ia dilahirkan. Impuls organik yang mampu mendedahkan segala macam bentuk gerak. Dan tubuh adalah kenyataan lain yang harus digunakan untuk “sebagai”, dan “menjadi”. Tubuh “sebagai” merupakan representasi dari realitas sang “lain” atau the other di dalam menemukan diri yang sesungguhnya. Diri yang tidak hanya sekedar rangka dan tidak mampu berbuat apaapa, melainkan diri yang mampu menerjemahkan berbagai bentuk kemungkinan-kemungkinan lain yang berjarak dengan tubuh kita. Tubuh “menjadi” adalah kenyataan lain di luar

diri kita. Diri yang sudah kehilangan tubuh diri, dan masuk pada tubuh sang lain, yang dikejawantahkan dalam bentuk laku seharihari. Laku yang “menjadi”, gerak yang “menjadi”, sebagai bentuk pemahaman terhadap tubuh sang “lain”, for in its self. Tubuh “sebagai”, dan tubuh “menjadi” adalah rentahan kecil dari kemampuan tubuh manusia untuk memahami realitas di luar dirinya, yakni tubuh dengan pelbagai perangkat keyakinan dan kesadaran di dalam dirinya. Tubuh pada hakikatnya realitas mumpuni yang membawa manusia untuk bersegera memahami realitas lain di luar dirinya. Realitas yang tak hendak, realitas yang berkehendak dan realitas yang acapkali tidak mampu dipahami sebagai diri yang sebenarnya, lantaran ada ‘sesuatu’ yang bergerak dalam alam bawah sadar manusia yang harus diterjemahkan dalam bentuk laku—simbolik. Di sinilah manusia dan tubuhnya melakukan berbagai kegiatan atau aktifitas di dalam memaknai realitas, sehingga manusia seringkali keluar menjadi orang lain dan mencontoh perilaku orang lain. Tubuh pecah, kesadaran acapkali retak dan kemudian lahirlah tubuh ‘aku’ sang lain. Aktor dan Tubuhnya Aktor secara definitif bisa dimaknai dengan seorang yang memerankan laku di atas panggung dengan pelbagai karakter yang diemban dalam naskah. Sedangkan secara substansial aktor adalah orang yang mampu menyadari eksistensi dan

realitas dirinya sebagai manusia sosial yang mampu menyingkirkan beban egosentrisme di dalam diri. Walhasil, aktor merupakan senyapan-senyapan diri yang lahir dengan dinamika estetis—etika, dan mampu menerjemahkan realitas di luar dirinya. Aktor harus melakukan proses dengan eksplorasi tubuh, yakni membaca naskah dengan seksama, Menafsirkan naskah, Menafsirkan karakter tokoh dalam bentuk laku, dan Melakukan pendalaman karakter, melalui pelbagai bentuk eksplorasi. Dari hal tersebut di atas akan melahirkan sebentuk eksplorasi dalam diri, yakni, olah vocal, olah pikiran, olah tubuh dan olah rasa. Eksplorasi merupakan kenyataan lain yang harus dilakukan oleh seorang aktor untuk mempertajam dan memperdalam kemampuan di dalam dirinya. Maka, untuk menjadi seorang aktor harus memiliki kemampuan menganalisis keadaan dan situasi, dengan mengkhayalkan, membayangkan, menerjemahkan dan mengaplikasikan dalam bentuk laku, yang pada gilirannya tubuh akan menjadi melakukan gerak-gerak impuls. Dari kemampuan inilah tubuh memiliki kecerdasan lain, lantaran mendengarkan suara-suara yang datang dari jauh, yakni suara dari alam kesadaran dan suara ketidaksadaran, atau suara keajaiban yang tidak sempat kita bayangkan. Akhirnya, tubuh memecah “menjadi”, sebagai repre-

sentasi dari realitas lain. Jadi, tubuh manusia pada hakikatnya memiliki kemampuan untuk merepresentasikan sesuatu yang pernah ia lihat, baik secara riil maupun secara imajiner. Di sinilah tubuh memiliki keistimewaan dan keajaiban yang acapkali tidak disadari sebagai kesadaran yang utuh oleh yang punya tubuh. Kesadaran tubuh yang retak dari tubuh yang sebenarnya, melakukan pelbagai bentuk laku di luar dirinya, sehingga tubuhnya lungkrah dan terpecah-pecah, “sebagai” dan “menjadi” sang “lain”. Hakikatnya tubuh melakukan negasi tanpa disadari oleh pemiliknya. Negasi diri yang melampaui pelbagai realitas di dalam dirinya. Walhasil, tubuh melakukan dekonstruksi terhadap tubuh diri. Tubuh diri acapkali kaku dan tidak mampu beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya, sehingga tubuh menjadi impuls mekanik. Tubuh mekanik lahir dari pemahaman salah terhadap realitas. Hal ini akan berimplikasi terhadap narsisisme diri yang berlebihan dan tidak bertanggungjawab. Akhirnya tubuh diri menjadi takabbur dan angkuh. Tubuh narciscus pada hakikatnya akan menganggap orang lain atau sang lain sebagai ancaman atau marabahaya bagi dirinya dan akan mengekalkan egosentrisme diri yang lepuh. Jadi, tubuh seharusnya diperlakukan sebagaimana mestinya, yakni impuls organisme tubuh yang

bergerak secara bebas dan melakukan pembebasan terhadap bentuk-bentuk pengekangan di dalam diri. Dari hal tersebut, tubuh akan bergerak dan melakukan proses “penjarakan”, sebagai bentuk penerjemahan terhadap realitas dalam diri dan realitas di luar dirinya. Tubuh yang pada akhirnya akan melahirkan pribadi-pribadi yang utuh, pribadi yang menubuh, dan pribadi yang memiliki rasa, yakni sense of responsibility, sense of belonging dan sense of crisis. Tubuh yang retak dan terpecah-pecah merupakan salah satu kunci untuk memahami kesadaran dan ketidaksadaran di dalam dan di luar diri kita. Tubuh ini, secara organik merupakan impuls yang bergerak-gerak, melompat-lompat diantara kesaksian terhadap cahaya yang meluap. Semoga!=

Pemimpin Redaksi Abrari, Wakil Pemimpin Redaksi Zeinul Ubbadi, Redaktur Ahli M. Husein, Redaktur Pelaksana Abdur Rahem, M. Kamil Akhyari, Sekretaris Redaksi Benazir Nafilah, Tata Letak Didik Fatlurrahman, Novemri Habib Hamisi, Desain Grafis Ach. Sunandar, M. Farizal Amir, Fotografer Mahardika Surya Abriyanto, Website Hairil Anwar, Biro Sumenep Hayat (Kepala) Syah A. Latief, Syamsuni, Junaidi, Biro Pamekasan G. Mujtaba (Kepala), Muhammad Fauzi, Biro Sampang Miftahul Ulum (Kepala), Ryan H, Junaidi, Holis, Biro Bangkalan Moh. Ridwan (Plt. Kepala), Doni Harianto, Biro Surabaya Hana Diman (Kepala), Ari Armadianto, I Komang Aries Dharmawan, Viane Cara Rima Pamela, Joeli Hidayati, Agus Setyawan, I Made Ardhiangga Probolinggo Pujianto Biro Jakarta Gatti (Kepala), Satya, Cahyono, Willy Kontributor Sugianto (Bondowoso) FL. Wati (Bali) Anwar Anggasoeta (Yogyakarta) Ahmad Sahidah (Malaysia), Manajer Pemasaran Moh. Rasul Accounting Ekskutif Deddy Prihantono, Husnan (Sumenep), Mohammad Muslim, (Pamekasan) Siti Farida, (Sampang), Taufiq (Bangkalan) G. A. Semeru (Surabaya) Penerbit PT. Koran Madura, Komisaris Rasul Djunaidi, Direktur Utama Abrari, Direktur Keuangan Fety Fathiyah, Alamat Redaksi Jl. Adirasa 07 Kolor Sumenep, email koranmadura@ymail.com, opini.koranmadura@gmail.com, Telepon/Fax (0328) 6770024, No. Rekening BRI 009501000029560, NPWP 316503077608000 http://www.koranmadura.com/ | Wartawan Koran Madura dibekali ID Card (kartu pengenal) dan tidak diperkenankan menerima imbalan berupa apapun dari narasumber


OLAHRAGA

16

RABU 3 JULI 2013 NO. 0151 | TAHUN II

Arsenal Datangkan Pemain Muda Prancis LONDON - Arsenal mengumumkan keberhasilan mereka mendapat tanda tangan striker muda asal Prancis Yaya Sanogo untuk sebuah kontrak jangka panjang. Pemain 20 tahun ini sedang membela tim ayam jantan U-20 pada Piala Dunia U-20 di Turki. Penampilannya memukau pada turnamen ini ditandai dengan mencetak dua gol pada dua pertandingan dan membantu Prancis melaju ke babak 16 besar. Kontrak Sanogo dengan klubnya, Auxerre, sudah berakhir dan dia berada dalam keadaan bebas transfer. Pemain ini sudah bergabung dengan Timnas Prancis U-14 dan sudah mencetak 11 gol dari 24 pertandingan. Pelatih Arsenal yang juga asal Prancis Arsene Wenger menilai, Sanogo adalah seorang pemain muda berbakat. “Sanogo adalah seorang pemain muda yang bagus untuk kami. Dia sudah menunjukkan potensinya dengan penampilannya bersama Auxere akhir-akhir ini dan juga bersama Timnas Prancis U-20. Kami berharap dia melanjutkan penampilan menjanjikan itu bersama kami di Arsenal,” kata Wenger. Sementara website resmi Arsenal menulis, “Proses transfer sudah rampung dan Sanogo akan bergabung bersama rekan-rekan satu tim di Arsenal setelah Piala Dunia

U-20. Setiap orang di Arsenal akan menyambut Sanogo di klub.” Dari Italia dilaporkan, Antonio Cassano akan segera berseragam AC Parma pada musim baru nanti setelah hanya bermain satu musim untuk Inter Milan. Proses transfer pemain bengal ini sudah hampir rampung, setelah pejabat Parma dan Inter melakukan pertemuan pada Senin (1/7) waktu setempat. Pembicaraan mereka dilaporkan berlangsung positif. Agennya, Beppe Bozzo mengungkapkan, proses transfer pemain yang sempat melakukan operasi jantung ini akan rampung sebelum akhir pekan ini. Pada Senin kemarin, pejabat Parma Pietro Leonardi dan mitranya dari Inter melakukan pertemuan. Pembicaraan keduanya berlangsung positif. “Rabu atau Kamis, negosiasi akan ditutup,” kata Bozzo kepada Parma Today. Cassano bergabung dengan Inter musim panas 2012, setelah melepas seragam rival sekotanya, AC Milan. Tetapi selama di Inter, pemain 30 tahun ini dikabarkan konflik dengan sang pelatih yang sudah dipecat, Andrea Stramaccioni. Parma akan menjadi klub ketujuh Cassano dalam karier sepakbola profesionalnya. Pemain ini sempat membela Real Madrid, tetapi karena tempramental akhirnya dibuang kembali ke Italia. (sky sports/aji)

MENUJU ARSENAL. Arsenal mengumumkan keberhasilan mereka mendapat tanda tangan striker muda asal Prancis Yaya Sanogo untuk sebuah kontrak jangka panjang.

Duo Barcelona Akan Jalani Operasi Amandel BARCELONA - Setelah membela Piala Konfederasi 2013, dua pemain Barcelona yaitu Jordi Alba dan pemain yang baru akan bergabung pada musim panas ini Neymar akan melakukan operasi amandel secara terpisah. Neymar yang terpilih sebagai pemain terbaik pada Piala Konfederasi 2013 akan melakukan operasi di Rio de Jeneiro di bawah supervisi tim medis Barcelona, sementara Jordi Alba akan mejalani operasi di Barcelona. Pihak klub menjelaskan, kedua pemain akan melakukan operasi pada Jumat mendatang guna mengatasi persoalan pada tenggorokan mereka setelah Piala Konfederasi berakhir. Di laga final, Brasil mengalahkan Spanyol dengan skor 3-0. Neymar sudah resmi pindah ke Barcelona pada 3 Juni lalu dengan kontrak berdurasi lima tahun. Penyerang lincah ini pun sudah diperkenalkan kepada publik Camp Nou. Dia akan berpasangan dengan Lionel Messi di lini depan Barcelona dan akan bermain bersama para pemain terbaik dunia seperti Andres Iniesta dan Xavi Hernandez yang dia takluk pada Minggu lalu. “Sungguh sebuah kehormatan bisa bermain melawan mereka. Sesungguhnya sebuah perubahan besar dan untuk kebaikan, saya bergabung dengan Barcelona, salah satu tim terbaik di dunia, sebuah tim yang dihuni para para pemain hebat. Karena itu saya bahagia dan berharap bisa beradaptasi secepat mungkin sehingga bisa bermain lebih baik lagi pada Piala Dunia tahun depan,” kata Neymar terkait kiprahnya di Barcelona nanti. Lebih lanjut soal operasi yang dijalani kedua pemain itu dijelaskan, kedua pemain ini akan melakukan pemilihan setelah operasi selama 10 hari. Alba sendiri sudah tiba di Spanyol pada Senin (1/7) setelah menjalani turnamen Piala Konfederasi. Bersama tim La Furia Roja lainnya, mereka mendarat di Bandar Udara Madrid. (aji)

OPERASI AMANDEL. Bek Barcelona Jordi Alba akan melakukan operasi amandel. sementara pemain baru El Barca Neymar juga akan melakukan operasi amandel di tempat berbeda.

PAULINHO KE TOTTENHAM, FRED BANTAH KE CITY

RIO De JENEIRO - Piala Konfederasi 2013 menjadi berkah tersendiri bagi para pemain Brasil. Seusai perhelatan turnamen pemanasan Piala Dunia 2014 itu, pemain-pemain tim Samba diburu oleh klubklub elite Eropa. Striker yang mencetak lima gol pada turnamen ini, Fred, digosipkan akan hengkang ke Manchester City. Sementara Paulinho akan berseragam Tottenham Hotspur. Tetapi klub Brasil Fluminense membantah rumor yang menyebutkan bahwa striker mereka yang bersinar bersama Tim Nasional (Timnas) Brasil pada Piala Konfederasi 2013, Fred, akan hengkang ke Manchester City pada jendela transfer musim panas ini. City sedang mencari amunisi baru untuk mempertajam lini depan mereka di bawah kendali pelatih Manuel Pellegrini, setelah striker internasional Argentina Carlos Tevez pindah ke Juventus. Fred yang sudah berusia 29 tahun mencetak lima gol selama turnamen Piala Konfederasi 2013, dua di antaranya ke gawang Spanyol pada laga final. Tetapi dia gagal meraih sepatu emas karena jumlah gol yang dicetaknya sama dengan yang dibuat striker Spanyol Fernando Torres. Tetapi waktu bermain Torres jauh lebih sedikit dari Fred, sehingga lebih berhak mendapat hadiah sepatu emas.

panas ini, setelah menyepakati transfer senilai 17 juta pound. Dengan demikian pemain bernama lengkap Jose Paulo Bezerra Maciel Junior itu akan meninggalkan klub yang sudah melambungkan namanya selama ini, Corinthians. Pemain yang berposisi sebagai gelandang jangkar lini tengah Brasil itu sudah lama Direktur Sepakbola Flu- digosipkan akan segera berminense Rodrigo Caetano seragam Hotspur setelah Pisaat dimintai konfirmasi ten- ala Konfederasi ini. Kepastian tang rumor tersebut men- itu akhirnya keluar dari mulut egaskan, “Fred masih terikat sang pemain sendiri. Dalam kontrak dengan Fluminense. jumpa pers, Senin (1/7), peDia sangat bahagia di klub main ini mengaku bahwa dan kami sangat puas sebenarnya dia juga dengannya. diburu oleh klub Italia, Sementara Fred Inter Milan. Tetapi dia sendiri mengaku baru lebih memilih Tottenakan tergiur pindah TRANSFER ham Hotspur. kalau ada tawaran yang PEMAIN “Klub lain yang terfenomenal. Maklum, tarik merekrut saya adaFred pernah bermain di Eropa lah Inter Milan, tetapi sampai bersama Lyon di Prancis se- terakhir tawaran resmi hanya belum kembali ke Flumin- datang dari Spurs. Begitu ense pada 2009. “Saya mel- proposal datang, kami duduk akukan hal yang luar biasa di bersama, menganalisis proFluminense dan saya hanya posal tersebut lalu mengamakan meninggalkan klub itu bil keputusan. Ini keputusan bila ada tawaran yang sangat besar karena akan bergabung menggiurkan,” kata Fred. dengan sebuah klub besar. Ini Sementara itu rekannya di sebuah tantangan baru yang Seleccao yang juga tampil ce- harus diterima,” ucapnya. merlang pada Piala KonfederPada kesempatan itu, asi 2013, Paulinho membenar- Paulinho juga berterima kan resmi bergabung dengan kasih kepada para pendukung klub Liga Utama Inggris Tot- Corinthians atas dukungan tenham Hotspur mulai musim mereka selama ini. “Sangat

sulit mengatakan sesuatu pada kesempatan seperti ini, tetapi saya yakin sudah melewati karier yang luar biasa selama tiga tahun di Corinthians dengan banyak gelar. Hanya satu hal yang ingin saya katakan kepada pendukung, dewan dan staf yaitu sampai ketemu lagi. Saya pasti akan kembali, entah kapan, karena mereka sudah memberikan segala-galanya untuk saya. Saya berterima kasih kepada klub karena gelar-gelar pribadi saya raih berkat klub ini. Corinthians akan selalu tetap di dalam hati saya seumur hidup,” imbuhnya. Direktur Sepakbola Corinthians Roberto de Andrade juga menanggapi pernyataan pemain 24 tahun itu dengan hangat. “Saya ingin berterima kasih kepada Paulinho untuk semua yang sudah dia berikan kepada Corinthians. Kami tidak akan pernah melupakannya. Dia adalah seorang pribadi yang hebat dan gelar juara Piala Konfederasi adalah sesuatu yang sangat layak. Corinthians sangat bangga bisa memiliki pemain seperti dia. Sangat adil bahwa dia melanjutkan hidupnya di Ingris guna mengetahui sebuah budaya baru,” ucapnya. Meski dipastikan ke Spurs, masih beredar spekulasi bahwa Paulinho masih bisa

membela Corinthians pada turnamen Recopa Sudamericana yang setara dengan Piala Super Eropa melawan sesama klub Brasil, Sao Paulo, yang leg pertamanya akan dimulai pada Rabu besok. Tetapi Paulinho sendiri menegaskan bahwa kini dia fokus untuk Spurs dan akan absen pada laga tersebut. “Saya tidak akan membela Corinthians pada Recopa karena ada tuntutan kontrak yang tidak bisa dikompromikan. Ini sebuah keputusan yang harus dihormati oleh semua pihak. Tentu saja saya sangat ingin memenangkan gelar itu, tetapi proses transfer sudah rampung,” tutupnya. (sky sports/aji)

Jaya Hartono: Ilmu Maradona Harus Diserap Pelatih

SURABAYA - Pelatih nasional Jaya Hartono berharap ilmu bermain bola yang ditularkan Diego Maradona harus diserap oleh pelatih-pelatih Tanah Air, khususnya mereka yang memiliki sekolah sepak bola untuk diterapkan dalam kepelatihannya. “Jangan hanya pesepakbola saja yang menyerap ilmu Maradona, tetapi pelatih yang kebetulan ikut harus memperhatikannya. Ini kesempatan sangat langka dan bisa saja hanya sekali selama karir kepelatihan,” ujarnya ketika ditemui di sela-sela “coaching clinic” Maradona di Lapangan Tugu Pahlawan Surabaya. Menurut dia, kedatangan Maradona itu memotivasi pesepakbola cilik dan remaja, khususnya di Surabaya. Dengan Maradona, peserta “coaching clinic” pasti memiliki kebanggaan tersendiri dalam karir sepak bolanya ke depan. Mantan Pelatih Persib Bandung tersebut menilai, saat ini sebenarnya di Indonesia banyak pesepakbola remaja yang memiliki kualitas dan teknik bermain bola yang mumpuni. Dalam hal ini, kejelian pelatih sangat ditentukan untuk mencari pesepakbola berbakat. “Saya yakin ada remaja-

AYO! Legenda sepak bola asal Argentina, Diego Armando Maradona (kiri) memberi arahan kepada peserta klinik kepelatihan di Lapangan Tugu Pahlawan, Surabaya, Jatim, Selasa (2/7). Klinik kepelatihan yang merupakan agenda Maradona di Indonesia tersebut diikuti sekitar 100 siswa sekolah sepak bola di Surabaya.

foto: M. Risyal Hidayat (antara)

remaja di negeri ini yang berkualitas. Pelatih sangat berperan dan memiliki andil besar mencarinya, terutama para pelatih di sekolah sepak bola,” kata Jaya Hartono. Pelatih yang pernah sukses menangani Persik Kediri itu juga berkomentar tentang “coaching clinic” Maradona. Ia menyanyangkan lokasi yang digunakan untuk latihan, apalagi tidak ada tempat bagi penonton untuk menyaksikan dari jarak jauh. “Seharusnya lokasi seperti Stadion Gelora 10 Nopem-

ber yang digunakan. Penonton bisa duduk di tribun dan Maradona bisa leluasa memberikan porsi latihan, dan peserta tidak terganggu karena penonton yang mendekat. Ke depannya, ini yang harus diperhatikan,” katanya. Sementara itu, Pelatih nasional lainnya, Joko Malis juga mengakui kedatangan Maradona memotivasi pesepakbola dan pelatih untuk menularkan ilmu bermain bola. Secara psikologis, motivasi dari pemain sekelas legendaris dunia sangat penting bagi anak-anak.

“Semoga bintang-bintang dunia lainnya bisa menyusul ke Indonesia, terutama ke Surabaya dan menularkan ilmu sepak bolanya,” kata mantan Pelatih Persik Kediri dan Gresik United tersebut. Satu ilmu dan kesan yang didapat dari seorang Maradona, kata dia, yakni pesepakbola berpostur tidak tinggi dapat menunjukkan dan berprestasi luar dunia. Menurut dia, tidak hanya Maradona saja yang membuktikannya, namun pemain terbaik dunia saat ini Leonel Messi juga membuk-

tikannya. Bahkan, Timnas Jepang juga telah menunjukkan bahwa postur pesepakbola Asia tidak bisa diremehkan. “Seharusnya ini yang menjadi pelajaran pesepakbola Indonesia. Jangan karena postur di bawah ukuran normalnya pesepakbola, lantas minder dan permainnya jelek. Intinya, tinggi badan bukan masalah bagi pesepakbola,” kata mantan pemain Niac Mitra yang pernah mencetak gol ke gawang Arsenal pada laga persahabatan di Stadion Gelora 10 Nopember tersebut. (ant/fqh)


e Paper Koran Madura 3 Juli 2013