Issuu on Google+

RABU

22 JANUARI 2014 | No. 0285 | TAHUN III ECERAN Rp. 3.500 LANGGANAN Rp. 70.000

Anas Bersaksi untuk

DEDDY KUSDINAR JAKARTA-Tersangka kasus korupsi Hambalang yang juga mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, Selasa (21/1) akhirnya hadir di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebagai saksi untuk terdakwa Deddy Kusdinar dalam kasus yang sama. Meski demikian Anas sendiri dan pengacaranya tidak menemukan keterkaitan Anas dan Kusdinar dalam kasus Hambalang. Menurut pengacara Anas, Firman Wijaya, kliennya tidak berkaitan dengan Deddy yang merupakan mantan Kepala Biro Keuangan dan Rumah Tangga Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) itu. “Dihadirkannya Anas Urbaningrum dalam sidang Tipikor dengan terdakwa Deddy Kusdinar oleh KPK jauh dari urgensi dan relevansi,” kata Firman. Anas, kata dia, tidak pernah mengurus proyek Hambalang. Pendiri Perhimpunan Pergerakan Indonesia itu juga mengaku tidak kenal atau pun berhubungan dengan Deddy. “Anas tidak pernah berurusan dengan proyek Hambalang di Kemenpora. Kenal dan berhubungan dengan Deddy saja tidak. Lantas apa manfaatnya (bersaksi di sidang Deddy)?” Tanya Firman retoris. Meski dikatakan tidak ada urgensi dan relevansi, Anas tetap hadir sebagai saksi untuk Kusdinar. Kehadiran Anas di Pengadilan Tipikor langsung disambut tim pengacara dan beberapa sahabtanya. Mengenakan batik berwarna kuning, Anas tiba sekitar pukul 14.40. Anas juga terlihat membawa tas berisi dokumen. Anas akan bersaksi dalam sidang kasus dugaan korupsi Hambalang untuk terdakwa Deddy Kusdinar. Kendati demikian, Anas mengaku tak mengenal Deddy, mantan Kepala Biro Keuangan dan Rumah Tangga Kementerian Pemuda dan Olahraga itu. ”Saya juga belum paham persis kenapa saya jadi saksi karena saya tidak kenal Pak Deddy,” kata Anas.

Anas yang ditetapkan sebagai tersangka dugaan penerimaan hadiah atau gratifikasi terkait proyek Hambalang itu, kini mendekam di Rumah Tahanan KPK. Dalam dakwaan Deddy, Anas disebut mendapat Rp 2,21 miliar dari PT Adhi Karya terkait proyek Hambalang. Uang tersebut untuk memuluskan PT Adhi Karya dalam lelang pekerjaan fisik Hambalang. Uang itu kemudian untuk pencalonan diri Anas sebagai calon ketua umum dalam Kongres Partai Demokrat di Bandung pada 2010. Menurut jaksa, uang itu digunakan antara lain untuk membayar hotel, sewa mobil para pendukung Anas, membeli telepon seluler BlackBerry, jamuan para tamu, dan untuk hiburan. Dalam dakwaan Deddy, uang diserahkan secara bertahap oleh Teuku Bagus melalui Munadi Herlambang, Indrajaja Manopol (Direktur Operasi PT Adhi Karya), dan Ketut Darmawan (Direktur Operasi PT Pembangunan Perumahan) atas permintaan Muchayat. Anas juga disebut pernah meminta perusahaan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin mundur dari proyek Hambalang. =ANT/GAM/ABD

KORAN MADURA

1

0328-6770024 RABU 22 JANUARI 2014 | No. 0285 | TAHUN III www.koranmadura.com

Akan Saksi di TPS ol Dibayar eh Pemerintah hal 3


KORAN MADURA 2 Utama Berita

KORAN MADURA

RABU 22 JANUARI 2014 | No. 0285 | TAHUN III

RABU 22 JANUARI 2014 | No. 0285 | TAHUN III

UNDANG-UNDANG PILPRES

MK Gelar Sidang Perdana Permohonan Yusril JAKARTA- Mahkamah Konstitusi menggelar sidang perdana permohonan Yusril Ihza Mahendra yang menguji Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden untuk pelaksanaan pemilu serentak. “Saya minta MK menafsirkan bahwa pemilu dilaksanakan serentak, tidak terpisah seperti sekarang,” kata Yusril saat sidang di MK Jakarta, Selasa. Yusril menguji pengujian Pasal 3 ayat (4), Pasal 9, Pasal 14 ayat (2), dan Pasal 112 UU Pilpres yang dinilai bertentangan dengan UUD 1945. Menurut Yusril, Pasal 4 ayat (1) dan Pasal 7C UUD 1945, sistem pemerintahan Indonesia menurut UUD 1945 adalah sistem presidensial. Apabila dikaitkan dengan sistem ini, lanjutnya, maka maksud frasa dalam norma Pasal 22E ayat (1), (2) dan (3) yakni pemilihan umum dilaksanakan”’setiap lima tahun sekali” untuk memilih anggota-anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Presiden dan Wakil Presiden dan Dewan Perwakilan Rakyat adalah pemilihan umum itu dilakukan serentak dalam waktu yang bersamaan. Dalam sidang ini, ahli hukum tata negara ini juga menyinggung hakim MK untuk menghasilkan tafsir yang otoritatif dari para hakim yang merupakan “Negarawan yang memahami konstitusi” bukan tafsir para legislator di DPR dan Presiden yang terkadang bias dalam menafsirkan norma konstitusi ke dalam undang-undang karena

berbagai kepentingan politik yang melatar-belakanginya. Sidang panel pengujian UU Pilpres ini terdiri dari Fadlil Sumadi sebagai ketua didampingi Harjono dan Maria Farida sebagai anggota. Pada awal sidang Fadlil Sumadi menyinggung permohonan Yusril memiliki norma yang sama dengan putusan sebelumnya dan permohonan Effendi Gazali dkk yang juga meminta Pemilu Serentak. Pernah ada putusan terkait Pasal 3dan selanjutnya juga akan ada putusan Kamis. Oleh karena itu, karena putusan PUU itu bersifat ‘erga omnes’ (menyeluruh terhadap warga negara) meski diminta oleh perorangan, saya terlebih dulu, bertanya apakah ada sikap-sikap tertentu terhadap permohonan saudara,” tanya Fadlil. Menanggapi pertanyaan ini, Yusril menegaskan bahwa permohonannya berbeda dengan pemohon sebelumnya. “Saya mohon majelis hakim bersikap adil serta menjauhkan sikap apriori. Saya sebagai pemohon tentu sudah melakukan penelitian terhadap permohonan-permohonan sebelumnya. Saya yakin permohonan saya tidak akan nebis in idem, pasal-pasal batu uji beda,” tegasnya. =ANT/JOKO SUSILO

2

Teroris Surabaya Alumni Poso Pernah Latihan Militer Selama Enam Bulan

JAKARTA- Salah satu terduga teroris yang ditangkap di Kenjeran, Surabaya, Isnaini Romdoni (30), diketahui telah mengikuti latihan militer atau “Tadrib Askira” dengan Santoso selama enam bulan di Poso, Sulawesi Tengah. “Enam bulan dia (Doni) ada di Poso,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Brigjen Pol Boy Rafli Amar usai diskusi ber-

tajuk “Gerakan Nasional Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas” di Mabes Polri, Jakarta, Selasa. Boy sebelumnya membenarkan dua terduga teroris tersebut juga teridentifikasi dalam jaringan Santoso yang masuk dalam daftar percarian orang (DPO). “Mereka adalah satu kawan, satu kelompok yang memang terindikasi pernah melakukan kegiatan pelatihan,” katanya. Dia menambahkan setelah dilakukan penyisiran terhadap tempat latihan di Poso, banyak di antara mereka yang melarikan diri, meninggalkan Poso.

“Jadi, antara lain ada yang lari ke Jawa Timur, termasuk dua terduga teroris yang ditangkap kemarin di Surabaya,” kata Brigjen Boy Rafli . Anggota Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri dan Polda Jawa Timur menggerebek dua terduga teroris di sebuah kontrakan di Jalan Tanah Merah Sayur I, Kenjeran, Surabaya, pada Senin (20/1) malam pukul 19.00 WIB. Kedua terduga teroris itu bernama Isnaini Ramdoni alias Doni (30) yang beralamatkan di Probolinggo dan Abdul Majid (35), beralamat di Kenjeran, Surabaya. Menurut Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Unggung Cahyono, penggerebekan itu sebetulnya dimulai dari pengintaian tim Densus 88 dan Polda Jatim sejak Minggu (19/1) malam. “Akhirnya, Senin (20/1) malam pukul 19.00 WIB terlihat dua pelaku di sekitaran SPBU Kedungcowek, Surabaya, lalu diikuti dan ditangkap tanpa perlawanan,” katanya. Dalam penggerebekan itu, ditemukan rangkaian bom di rumah kontrakan yang berjarak hanya satu kilometer dengan Jembatan Suramadu tersebut. Bom tersebut berbentuk “switching” dan tabung yang memiliki panjang sekitar 30 cm, diameter 5 cm, berisi paku serta rangkaian tersebut menggunakan “timer”. =ANT/ JUWITA

SUAP IMPOR DAGING

KPK Geledah Kantor PT Indoguna

ant/m agung rajasa

UJI MATERI UU PILPRES. Calon Presiden Partai Bulan Bintang yang bertindak selaku Pemohon, Yusril Ihza Mahendra mengikuti sidang perdana Pengujian UU No 42. tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Selasa (21/1). Yusril Ihza Mahendra merasa dirugikan hak konstitusionalnya dengan berlakunya Pasal 3 ayat (4), Pasal 9, Pasal 14 ayat (2), dan Pasal 112 UU No. 42 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden.

JAKARTA- Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi menggeledah kantor PT Indoguna Utama terkait penyidikan tindak pidana korupsi kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian dengan tersangka Maria Elizabeth Liman (MEL). “Sejak pukul 13.30 WIB, tim penyidik menggeledah PT Indoguna Utama di Jalan Taruna 8 Pondok Bambu, Jakarta Timur,” kata Juru Bicara KPK Johan Budi di kantornya, Jakarta, Selasa. Maria sendiri menjadi tersangka karena dugaan ket-

erkaitannya dalam pemberian uang Rp1 miliar kepada Ahmad Fathanah dan mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq. Penyuapan itu dilakukan agar Indoguna mendapat tambahan kuota impor daging sapi di Kementan. Maria diduga melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf b atau pasal 13 Undang-Undang Nomor 31/1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 kesatu. Maria Elisabeth Liman sebagai Dirut PT Indoguna Utama

menjadi tahanan KPK setelah komisi antigratifikasi itu menangkap Fathanah yang menerima suap dari petinggi Indoguna. Sementara itu, Fathanah dan Luthfi sudah disidang dan divonis bersalah karena tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang. Fathanah divonis pidana penjara 14 tahun dan denda Rp1,3 miliar, sedangkan Luthfi penjara 16 tahun penjara. =ANT/ANOM PRIHANTORO


KORAN PROBOLINGGO

MADURA

KORAN MADURA

Nasional

RABU 22 JANUARI 2014 RABU 22 JANUARI 2014 | No. 0285 | TAHUN III No. 0285 | TAHUN III

Uang Saksi TPS Dibayar Negara KPU: Itu Langkah yang Bagus JAKARTA-Komisi Pemiluhan Umum (KPU) mendukung upaya pemerintah untuk membiayai para saksi partai politik yang mengawasi proses pemilihan dan penghitungan suara di setiap tempat pemungutan suara (TPS). “KPU mendukung upaya peningkatan kuantitas penyelenggaraan pemilu, terutama dalam hal penghitungan suara. Dan saya kira, keputusan pemerintah itu sudah tepat dan bagus,” ujar Ketua KPU Husni Kamil Manik di Kantornya, Jakarta, Selasa (21/1). Seperti diketahui, dalam keterangan persnya kemarin, Senin (20/1), Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Muhammad menjelaskan untuk meminimal-

isasi gugatan sengketa pemilu yang dilakukan oleh parpol, pada pemilu 2014 mendatang pemerintah memutuskan untuk membayar saksi dari partai politik (parpol) yang akan ditempatkan di setiap tempat pemungutan suara (TPS). Hal ini juga dilakukan untuk mengantisipasi kekurangan dana yang kerap dikeluhkan parpol. Setiap saksi dibayar Rp100 ribu untuk mengawasi pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara di TPS. Pembiayaan saksi tersebut dianggarkan dalam anggaran Kementerian Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan dan disalurkan oleh Bawaslu. KPU berharap para parpol bisa menugaskan para kadernya dan memang hadir pada hari H atau penyoblosan. “Sebab diketahui selama ini para saksi parpol itu cenderung tidak lengkap kehadirannya,” tambahnya.

Anggota FPDI Perjuangan, Eva Kusuma Sundari mengapresiasi positif terkait langkah pemerintah yang akan membayar saksi parpol di setiap TPS. “Baguslah, mengurangi beban Caleg karena biaya saksi porsinya signifikan. Biasanya juga, Caleg sampai harus hutang untuk bisa kontribusi (membayar uang saksi-red),” ujarnya. Dia menilai, pemilu merupakan perhelatan nasional sehingga sepantasnya biaya untuk saksi ditanggung negara. Jika kelak mau mengkritik,Caleg dan parpol juga lebih gampang karena negara berkontribusi dalam pemilihan mereka. “Ini memperbaiki pertanggungjawaban gugatan pemilih ke caleg. Tapi harus dipastikan mekanisme akuntabilitas bagi penerima, syarat menerima dan laporan penggunaannya harus jelas di juklak dan juklis,” tandasnya. =GAM/ABD

33

DUGAAN DPR MINTA THR

KPK: Belum Ada Bukti JAKARTA-Komisi Pemberantasan Korupsi belum menemukan bukti atas tudingan mantan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini kepada legislator di Komisi VII DPR yang meminta tunjangan hari raya dari tersangka korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) itu. “Tentang DPR meminta THR itu didukung bukti-bukti atau tidak, ini sedang ditelusuri KPK,” kata Juru Bicara KPK Johan Budi di kantornya, Jakarta, Selasa. Sebagaimana diberitakan, Rudi Rubiandini mengaku pernah dimintai THR oleh pihak dari komisi DPR yang membidangi energi sumber daya mineral, riset dan teknologi serta lingkungan hidup tersebut. Permintaan itu disodorkan kepada Rudi pada awal puasa tahun 2013. Salah satu nama yang kerap disebut adalah Ketua Komisi VII Sutan Bhatoegana. Meski Sutan sendiri kerap membantah tudingan itu. Menurut politisi Partai Demokrat itu, Komisi VII tidak pernah memerintahkan siapapun seperti Tri Yulianto untuk

mengambil THR dari pihak manapun termasuk dari Rudi. Klaim dari Rudi tidak hanya berhenti di situ. Sutan juga disebut sering mengajak mantan kepala SKK Migas itu untuk bertemu membicarakan banyak hal termasuk mengenalkan Rudi dengan pengusaha yang pernah terlibat tender di SKK Migas. Namun, Sutan kembali membantahnya bahwa pertemuannya dengan Rudi adalah bentuk komunikasi antara DPR dengan mitra kerja. Sutan juga menyadari jika segala pemberitaan tentang dia akan berkesan seksi sehingga banyak pihak yang terus menyorotinya terkait keterlibatannya dalam kasus Rudi. Meski begitu, KPK pada pekan lalu tetap menggeledah rumah Sutan di Sipatahunan Vila Duta Bogor dan ruang kerjanya di DPR untuk mencari jejak-jejak gratifikasi dari sektor migas. Saat itu, KPK menggeledah ruangan Fraksi Partai Demokrat dan Partai Golkar yang ada di kawasan Gedung Parlemen. =ANT/ANOM

SIAGA BENCANA

Presiden: Kepala Daerah Waspada Bencana hingga Maret KARAWANG- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengimbau kepada para kepala daerah agar terus waspada terhadap bencana alam karena cuaca buruk masih terus terjadi hingga Maret mendatang. “Sesuai dengan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan GeofisikaPrakiraan (BMKG), cuaca seperti ini akan terus terjadi hingga Maret. Jadi para pemimpin daerah diharapkan waspada,” katanya, saat meninjau posko pengungsian korban banjir di Karawang, Selasa. Terkait dengan banyaknya daerah yang kini dilanda bencana alam, presiden mengaku telah menerima laporan kondisi banjir dari beberapa daerah. Termasuk telah menginstruksikan agar masing-masing kepala daerah melakukan penanganan secara cepat.

“Saya telepon Jokowi, Ahmad Heryawan, (gubernur) Sumut, Sulsel dan hari ini saya konsolidasi dengan pemimpin daerah Jambi, Bengkulu, Jateng, Maluku. Instruksi saya, segera gunakan sumber logistik, sumber daya,” kata dia. Menurut dia, saat ini tanah air tengah dilanda bencana alam yang utamanya banjir. Terkait dengan hal itu pihaknya sudah melakukan koordinasi kepada gubernur-gubernur yang daerahnya dilanda banjir. Ia berharap penanganan bencana alam di berbagai daerah bisa dilakukan maksimal oleh masingmasing kepala daerah. Jika anggaran dari daerah kurang dalam melakukan penanganan banjir, bisa mengajukan anggaran ke pemerintah pusat. “Pemerintah pusat bila diminta bantuan, kami akan bantu. Segala ajuan solusi yang datangnya dari bupati dan gubernur akan kami tindaklanjuti usai surut bencana,” katanya. =ANT/M.ALI KHUMAINI

ant/prasetyo utomo

PRESIDEN TINJAU BANJIR. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengunjungi pengungsi korban banjir di desa Purwadana, Teluk Jambe, Purwakarta, Jabar, Selasa (21/1).


4

KORAN MADURA

Nasional

RABU 22 JANUARI 2014 | No. 0285 | TAHUN III

TKI

Walfrida Berpeluang Bebas

ant/andika betha

PENYIKSAAN TKI. Korban Erwiana Sulistyaningsih dan keluarganya di Rumah Sakit Amal Sehat, Sragen, Jateng, Jumat (17/1). Erwiana yang diduga dianiaya majikannya ketika bekerja sebagai buruh migran di Hongkong menjalani pemeriksaan oleh tim investigasi dari Kepolisian Hong Kong, kementerian perburuhan Hongkong, Konsulat Jenderal RI, dan BNP2TKI di Sragen pada Selasa (21/1) pagi.

Erwiana Mengalami Pembengkakan Otak Polisi Hongkong ke Sragen Kumpulkan Barang Bukti SRAGEN- Erwiana Sulistyaningsih (22) tenaga kerja Indonesia (TKI) yang menjadi korban kekerasan di Hongkong, yang terparah mengalami pembengkakan di otaknya, kata Iman Fadli, dokter spesialis bedah menangani korban. “Pasien itu, sudah ada perbaikan dan butuh waktu sekitar dua hingga tiga minggu untuk pemeriksaan intensif,” kata Iman Fadli usai dimintai keterangan sebagai saksi oleh polisi Hongkong di Polres Sragen, Selasa. Menurut Iman Fadli selaku ketua tim dokter yang menangani pasien Erwiana, bahwa dia mengalami trauma yang lama dan butuh waktu untuk memulihkan kesehatannya.

Ia menjelaskan, dirinya dimintai keterangan dari polisi Hong Kong, untuk menceritakan penemuan hasil pemeriksaan medis terhadap Erwiana. “Saya saat dimintai keterangan, banyak pertanyaan yang disampaikan oleh polisi Hongkong. Saya menceritakan penemuanpenemuan hasil pemeriksaan pasien,” paparnya. Menurut dia, hasil penemuan terhadap pasiennya tersebut yang terparah penemuan adanya pembengkakan di otak. Hal itu, bisa jadi diakibatkan karena pemukulan atau lainnya. Direktur Penempatan Tenaga Kerja Luar Negeri Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Guntur Witjaksono mengatakan, pemeriksaan korban, dan saksi lain seperti hasil visum dokter diharapkan dapat menjadikan bukti kuat proses hukum pelaku. Menurut dia, Erwiana di-

mintai keterangan di rumah sakit, sedangkan ketua tim dokter yang menangani yakni Iman Fadli dan keluarga korban Polres Sragen. “Erwiana dapat memberikan keterangan soal penyiksaan yang dialami motifnya berawal dari masalah kesalahan kecil, dia dipukul dengan penggaris. Namun, dia lama-lama dipukul yang lebih keras, misalnya yang bersangkutan terlambat bangun,” ungkap Guntur. Menurut dia, pemerintah sangat serius menangani masalah kasus kekerasan yang menimpa Erwiana ini, agar tidak terulang lagi. Selain itu, pihaknya juga sudah memanggil Pengusaha Jasa Tenaga Kerja Indoensia yang memberangkatkan, Erwiana yang bekerja sebagai penata laksana rumah tangga (PLRT) di Hongkong.

“PJTKI sudah siap bertanggung Jawab mengurus Erwiana, terkait kasus itu. Pelaku juga sudah berhasil ditangkap saat hendak melarikan diri. Artinya, pelaku ada tanda-tanda dia bersalah,” tuturnya. Kendati demikian, pihaknya berharap pelaku penyiksaan seorang TKI tersebut segera diadili dan dijatuhi hukuman seberatberatnya sesuai hukum yang berlaku di Hongkong. Erwiana Sulistyaningsih adalah warga Desa Pucangan, Kecamatan Ngrambe, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur tersebut telah diperiksa oleh polisi Hongkong, karena dia menjadi korban penyaniayaan oleh majikannya. Polisi Hongkong tersebut ke Sragen untuk mengumpulkan barang bukti untuk menjerat hukum, pelaku sebagai pengguna jasa TKI bernama Law Wan Tung. =ANT/ BAMBANG

KUPANG- Walfrida Soik, tenaga kerja wanita asal Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, yang dituduh membunuh majikannya, berpeluang bebas dari hukuman mati yang mengancamnya di Mahkamah Tinggi Johor Bahru, Kota Bahru, Kelantan, Malaysia. “Kemungkinan itu ada setelah penggantian pasal yang digunakan untuk menjerat Walfrida, yakni dengan pasal baru yang ancamannya adalah hukuman seumur hidup,” kata anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Nusa Tenggara Timur Sarah Lerry Mboeik, di Kupang, Selasa. Dia menjelaskan, pasal 302 Penal Code (Kanun Keseksaan) Malaysia yang sebelumnya dituduhkan kepada Wilfrida yang ancaman tertingginya adalah hukuman mati, sudah diganti dengan pasal 304 yang ancaman hukuman maksimalnya adalah hukuman seumur hidup. “Ancaman hukuman maksimal sesuai pasal 304 adalah seumur hidup. Kami terus berjuang agar Walfrida juga bebas dari hukuman seumur hidup,” kata Sarah. Menurut Sarah, pasal tuduhan hukuman mati diubah setelah jaksa mendengar sejumlah saksi pada persidangan beberapa waktu lalu. Menurut Sarah, para saksi mengatakan usia Walfrida masih anak-anak saat diberangkatkan ke Malaysia, dan merupakan korban perdagangan manusia dengan pola perekrutan saat moratorium pengiriman TKI oleh Pemerintah Indonesia. Dalam konstitusi Malaysia, lanjutnya, anak-anak tidak boleh dijatuhi hukuman mati. Dengan demikian, bisa dimungkinkan TKI asal Desa Faturika itu akan bebas dari hukuman mati. Dia mengatakan sidang akan dilanjutkan pada 26 Januari hingga 27 Januari mendatang, dengan memeriksa lima saksi termasuk Direktur RS Jiwa Tampoy, Johor Bharu, Malaysia dr Abdulkadir bin Abubakar, yang pernah melakukan kunjungan ke kampung halaman Walfrida, untuk pendataan rekam jejak tenaga kerja bawah umur itu secara sosiopsikologis dan sosio-ekonomi. Saksi lainnya yang diharapkan meringankan Walfrida ialah dokter ahli gigi dan dokter ahli tulang. =ANT/ YOHANES ADRIANUS


KORAN PROBOLINGGO LINTAS NUSANTARA MADURA

KORAN MADURA

Ekonomi

RABU 22 2014 JANUARI 2014 RABU 22 JANUARI | No. 0285 | TAHUN III No. 0285 | TAHUN III

55

Harga Produk Holtikultura Naik Pedagang menata bumbu dapur cabai di pasar Senen, Jakarta, Selasa (21/1). Menurut Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi dalam sepekan terakhir distribusi produk holtikultura seperti cabai, sayur mengalami gangguan akibat cuaca buruk dan banjir serta mengakibatkan kenaikan harga 3-5 persen. ant/m agung rajasa

Pantang Mundur Layani Bangsa Pertamina Antisipasi Pendistribusian BBM-LPG dari Cuaca Ekstrim JAKARTA-PT Pertamina (Persero) menyiapkan berbagai langkah antisipasi pendistribusian BBM dan LPG, agar tidak terkendala cuaca ekstrim yang melanda sebagian besar wilayah Indonesia. Cuaca yang tidak menentu, tidak hanya berdampak di darat karena curah hujan yang tinggi, tetapi juga berdampak pada transportasi laut akibat tingginya gelombang disertai angin. Situasi perairan yang membahayakan transportasi laut, membuat sejumlah otoritas pelabuhan dan Kantor Kesyahbandaran mengeluarkan larangan berlayar bagi setiap kapal di beberapa pelabuhan. Hal tersebut akan berdampak pada pendistribusian BBM dan LPG di seluruh wilayah Indonesia yang merupakan negara kepulauan sehingga cukup bergantung pada moda angkutan laut.

Meskipun demikian, Pertamina tetap berupaya mendistribusikan BBM ke berbagai wilayah di tanah air, dengan berbagai langkah antisipasi agar ketersediaan BBM di berabagai titik bisa dipenuhi. Beberapa langkah antisipasi telah dilakukan, seperti pengalihan jalur Kapal MT Martha yang seharusnya sandar di STS Tanjung Uban, diarahkan ke Medan, Sumatera Utara untuk selanjutnya muatan diangkut ke Tanjung Uban melalui darat. “Selain itu, pengalihan distribusi BBM dari beberapa terminal ke terminal alternatif, seperti dari Terminal BBM Kertapati dan Terminal BBM Lubuk Linggau untuk menyalurkan BBM ke Terminal BBM Jambi, alih suplai dari TBBM Kupang ke TBBM Atapupu melalui jalur darat,” ujar Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir di Jakarta, Selasa (21/1). Pertamina jelasnya akan mengupayakan secara maskimal pen-

distribusian BBM dalam kondisi cuaca ekstrim. “Kami terus memantau jalur pendistribusian laut, sehingga apabila terjadi perubahan kebijakan ototritas pelabuhan yang terjadi kapanpun, Pertamina bisa mengalihkan jalur pendistribusian baik mengalihkan ke pelabuhan terdekat yang lebih aman, atau melalui jalur darat agar kendala distribusi bisa diminimalisir. Semua kapal Pertamina sudah siap dengan muatan , akan tetapi untuk alasan keamanan dan keselamatan harus menunggu izin berlayar sesuai kondisi cuaca,”jelas Ali. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, sejak hari Minggu (19/1) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrim yang berlaku hingga tanggal 21 Janauri 2014, dimana seluruh wilayah Indonesia berpotensi hujan lebat dan terjadi kumpulan angin di sekitar Lampung hingga Laut Jawa, dan dari Selat Makassar hingga Laut Arafura.

276 Gardu Sementara itu, intensitas hujan yang tinggi masih menyelimuti kota Jakarta dan mengakibatkan beberapa daerah tergenang sampai banjir. Terendamnya Jakarta menimbulkan banyak dampak termasuk padamnya aliran listrik. Demi keamanan dan keselamatan pelanggan, PLN memutus aliran listrik dengan memadamkan gardu Distribusi. PLN akan menormalkan rumah pelanggan apabila instalasi di sisi PLN maupun pelanggan sudah benar-benar kering dan siap. Di sisi PLN, gardu akan dibersihkan dan dilakukan revisi terlebih dahulu. Di sisi pelanggan, mohon untuk memastikan semua peralatan elektronik maupun instalasi dalam keadaan kering, jangan sampai air masih menempel. Jadi setelah air surut tidak serta merta listrik akan menyala, perlu waktu untuk memastikan semua siap. Hal ini demi keamanan dan keselamatan pelanggan itu sendiri.

Sewaktu-waktu jika kondisi air meninggi, PLN akan memadamkan kembali listrik di rumah pelanggan demi kemanan dan keselamatan. Saat ini masih ada beberapa wilayah di Jakarta maupun instalasi PLN yang masih terendam banjir, maka PLN belum akan menormalkan sebelum semuanya benar-benar siap. Deputi Manajer Komunikasi dan Bina Lingkungan, PT PLN (Persero) Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang, Roxy Swagerino mengatakan hingga pukul 07.30 WIB (21/1) masih terdapat 276 gardu distribusi yang dipadamkan dari total 17.678 gardu yang tersebar di seluruh Jakarta dan Tangerang. “Adapun daerah yang terkena dampak pemutusan aliran listrik yaitu Cengkareng, Cikupa, Lenteng Agung, Bandengan, Kebon Jeruk, Cempaka Putih, Kramatjati, Jatinegara, Menteng, dan Tanjung Priok,” pungkasnya. =GAM


6

KORAN MADURA

Ekonomi

RABU 22 JANUARI 2014 | No. 0285 | TAHUN III

UTANG LUAR NEGERI

Pertumbuhan ULN Masih Melambat JAKARTA-Tren perlambatan pertumbuhan utang luar negeri (ULN) Indonesia masih berlanjut pada November 2013. Data Bank Indonesia (BI) ULN tumbuh sebesar 3,7% (yoy), melambat dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 5,9% (yoy). Posisi ULN Indonesia pada November 2013 tercatat sebesar USD260,3 miliar atau mencapai 29,2% dari PDB.

ant/lucky.r

PRODUKSI HIO TERKENDALA CUACA. Pekerja menjemur Hio di rumah produksi hio di daerah Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (21/01). Musim hujan saat ini menjadi kendala dalam memproduksi Hio untuk memenuhi permintaan Imlek 2565, biasanya mampu membuat 5000 Hio, namun saat ini hanya berkisar 2000-3000 Hio dalam sehari.

Rupiah Kian Terkulai Pengusaha Lebih Suka Simpan Dolar di Luar Negeri JAKARTA-Pengusaha Indonesia ternyata masih lebih suka menyimpan dollar AS di luar negeri. Ini terutama dolar AS yang diterima sebagai devisa hasil ekspor (DHE). Padahal apabila devisa ini disimpan di dalam negeri, nilai tukar Rupiah akan menguat, tidak seperti sekarang yang pelemahannya dianggap sudah berlebihan. Seperti diketahui, Bank Indonesia (BI) telah merilis PBI nomor 14/25/PBI/2012 tentang penerimaan DHE dan penarikan devisa utang luar negeri. PBI menyebutkan agar semua DHE disimpan diperbankan domestik. Namun hingga kini kepatuhan eksporter terhadap beleid PBI nomor 14/25/ PBI/2012 ini masih minim. Padahal, tidak ada kewajiban kepada eksporter untuk menahan dananya di Indonesia. Prosedur DHE tersebut, hanya upaya memonitor perbandingan aliran ekspor dan impor agar otoritas lebih tepat

mengambil kebijakan. “Tak ada kewajiban DHE dikonversi ke rupiah. Besoknya harus lari ke luar negeri lagi tidak apa-apa. Dana itu harus masuk ke Indonesia dulu untuk menghormati Indonesia. tapi banyak yang tidak melakukan itu,” ungkap Agus di Jakarta akhir pekan lalu. Menko Perekonomian, Hatta Rajasa, mengaku telah membujuk para eksportir agar mau menyimpan dolarnya di perbankan domestik. “Dalam pertemuan tertutup dengan pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) saya katakan, ‘eksportir, negara memerlukan Anda.’ Ekspor kita setidaknya US$15 miliar setiap bulan. Kalau itu disimpan di dalam negeri, tidak usah dibelanjakan, disimpan saja, itu sudah sangat membantu. BI tidak perlu repot. Rupiah kita akan kinclong,” kata Hatta Rajasa, ketika berbicara pada acara Indonesia Investor Forum 3, di JCC, Jakarta, Selasa (21/1). Menurut dia, hingga saat ini devisa hasil ekspor yang disimpan di dalam negeri baru sekitar 20 persen dari total ekspor. Hal ini turut membuat pasok dolar AS di dalam negeri relatif terbatas yang menyebabkan nilai tukar Rupiah

melemah. Dia menambahkan, Pemerintah sangat mengharapkan dana tersebut disimpan di dalam negeri. “Inilah saatnya uang kita yang diparkir di perbankan luar negeri dimasukkan ke perbankan kita. Maka yakinlah, Rupiah akan kinclong,” tutur dia. Sementara itu, analis Trust Securities Reza Priyambada dalam riset hariannya menyebutkan bahwa, nilai tukar rupiah pada perdagangan Selasa(21/1) kembali tertekan. Hal ini disebabkan positifnya rilis data AS berupa kenaikan New York empire state manufacturing index dan MBA mortgage application serta laporan Beige book The Fed menambah sentimen positif bagi USD. “Rupiah kita kembali terkapar,” kata Reza, Selasa (21/1). Laju mata uang Yen pun masih melemah. Begitu pula dengan Poundsterling dan Euro yang sedikit melemah dengan adanya rilis kenaikan inflasi Jerman dan penurunan balance of trade Italia sehingga membuat laju mata uang USD semakin menguat. “Laju Rupiah berada di bawah support Rp 12.095, Rp 12.128-12.095 (kurs tengah BI),” tutup Reza. =GAM

Pertumbuhan ULN yang melambat terutama dipengaruhi oleh turunnya posisi ULN sektor publik yang pada November 2013 tercatat turun menjadi USD123,3 miliar atau tumbuh negatif sebesar 2,7% (yoy). “Sementara itu, posisi ULN sektor swasta mencapai USD137,1 miliar, tumbuh melambat sebesar 10,2% (yoy) dibanding bulan sebelumnya sebesar 11,5% yoy,” ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Difi Johansyah di Jakarta, Selasa (21/1). Berdasarkan jangka waktu, katanya perlambatan pertumbuhan ULN terjadi baik pada ULN jangka panjang maupun ULN jangka pendek. ULN berjangka panjang pada November 2013 tumbuh 3,2% (yoy), lebih lambat dari pertumbuhan bulan sebelumnya 5,5% (yoy). Sementara itu, ULN berjangka pendek tumbuh 6,0% (yoy), melambat dibandingkan dengan pertumbuhan pada Oktober 2013 sebesar 8,3% yoy. Pada November 2013, ULN berjangka panjang yang mencapai USD214,4 miliar, atau mencapai 82,4% dari total ULN. Dari jumlah tersebut, jelasnya ULN berjangka panjang sektor publik mencapai USD116,6 miliar atau 94,6% dari total ULN sektor publik, sementara ULN berjangka panjang sektor swasta sebesar

USD97,8 miliar atau sebesar 71,4% dari total ULN swasta. “Untuk ULN swasta, perlambatan pertumbuhan terjadi pada hampir semua sektor ekonomi. ULN Indonesia terutama terarah pada tiga sektor ekonomi, yaitu sektor keuangan, persewaan, dan jasa perusahaan, sektor industri pengolahan, serta sektor pertambangan dan penggalian dengan pangsa masing-masing sebesar 26,1%, 20,5%, dan 18,2% dari total ULN swasta,” imbuhnya. Dia menjelaskan, ULN sektor keuangan dan sektor industri pengolahan tumbuh sebesar 9,4% (yoy) dan 9,1% (yoy), lebih lambat dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 12,5% (yoy) dan 11,7% (yoy). Namun demikian, ULN sektor pertambangan terakselerasi menjadi 20,2% (yoy) dari 16,0% (yoy) di bulan Oktober 2013. BI memandang moderasi pertumbuhan ULN Indonesia sejalan dengan perlambatan kegiatan ekonomi domestik. Perekonomian Indonesia tahun 2013 diprakirakan tumbuh sebesar 5,7%, melambat bila dibandingkan dengan pertumbuhan tahun 2012 sebesar 6,2%. Hal tersebut berdampak pada melambatnya aktivitas ekonomi, sehingga pada gilirannya menurunkan kebutuhan pembiayaan, termasuk melalui utang luar negeri. =GAM

ant/rudi mulya

BARONGSAI MINI. Warga melihat Barongsai mini yang di jual di J Kota Kediri, Jawa Timur, Selasa (21/1). Barongsai mini buatan China tersebut dijual seharga Rp. 50 ribu sampai Rp. 85 ribu sesuai ukurannya. Barongsai Mini biasanya digunakan untuk aksesoris atau pajangan rumah saat memperingati Imlek.


KORAN PROBOLINGGO

MADURA

rang hidup butuh semangat hidup. Tanpa semangat hidup, yang terjadi hidup jadi gamang tak bermakna. Terasa dunia begitu tidak indah, bahkan cenderung ingin segera mengakhiri. Begitu aneh jika sebaliknya, orang yang mendambakan hidup lebih lama, namun kurang memedulikan keadaan dirinya, lalai. Akibat kelalaian tidak sedikit orang menemui musibah. Lalai mengawal bicara dan tindakannya, kemudian terlibat konflik yang berujung pada penganiayaan bahkan pembunuhan. Begitu pun lalai ketika berkendaraan kerapkali menjadi penyebab terjadinya lakalantas. Insiden memilukan ini sudah sangat mengerikan. Karena dalam setiap jam tiga nyawa melayang akibat kecelakaan yang berawal dari kelalaian mengawal semangat kehidupan. Data yang dimiliki Polri pada tahun 2013 setiap hari terjadi 277 kecelakaan, 69 mati, 80 luka berat, 3310 luka ringan, dan kerugian material Rp 697 juta. Perbulan terdapat 8.420 kejadian, 2.096 meninggal, 2.6 luka berat, 9.428 luka ringan, dan kerugian material mencapai Rp 21 miliar. Jika dihitung pertahun, terdapat 101.037 insiden, 25.157 tewas, 29.347 luka berat, 113.131 luka ringan, dan kerugian material mencapai Rp 254 miliar. Angka kecelakaan dan korban itu sangat memiriskan hati. Terbayang betapa jiwa dan raga ini sudah tidak ada artinya. Bukan hanya ratusan, namun ribuan tubuh terkapar di jalan dengan menggoreskan duka di hati orang-orang terdekat yang menantinya di rumah. Padahal mereka masih sangat merindukan hidup bersamanya lebih lama lagi. Namun kerinduan untuk bersama itu tampaknya kandas, karena takdir telah memisahkan melalui tragedi laka. Memang tidak ada pihak mana pun, termasuk polisi sekali pun, yang bisa mengawal keselamatan seseorang, kecuali dirinya sendiri. Bila seseorang berupaya dengan sebaik-baiknya mengawal semangat hidupnya, maka kehidupan akan serasa lebih menyenangkan. (*)

Opini

RABU 22 JANUARI 2014 | No. 0285 | TAHUN III

77

Partai Politik dan Posisi Pemilih

alam Songkem

Kriminal Hidup

KORAN MADURA

RABU 22 JANUARI 2014 No. 0285 | TAHUN III

Waktu terus berjalan telah mengantarkan Indonesia memasuki Pemilu 2014 dimana gaungnya sangat terasa. Pemilu 2009 lalu yang lebih demokratis dibanding masa Orde Baru telah memperlihatkan berbagai fenomena dan hikmah seiring pergantian serta berjalannya pemerintahan. Sejak 1999 sampai saat ini, begitu banyak pelajaran penting yang dapat diambil oleh bangsa ini untuk menata kehidupan. Pemilu 1999 yang membawa harapan baru bagi rakyat ternyata dalam perjalanan roda pemerintahan hingga saat ini justru semakin membuat rakyat skeptis.

P

emilu 1999 dilaksanakan di tengah kondisi krisis multidimensi, terutama krisis ekonomi. Dalam kondisi ini, sebagian rakyat mudah sekali terkena money politics. Namun masalah penting lainnya setelah pemilu 1999 adalah semakin tegaknya korupsi dan amoralitas pada sebagian penyelenggara negara, sementara hukum semakin rebah. Adapun rakyat juga semakin sengsara akibat korupsi yang merajalela dan kenaikan harga yang menambah penderitaan rakyat. Ini merupakan kompensasi dari kegagalan dan ketidakmauan pemerintah memberantas korupsi dan menegakkan hukum. Kompensasi yang teramat berat ini telah menimbulkan pertanyaan apakah setelah pemilu 2014 nanti korupsi akan kian merajalela dan tak terkendali?

Sebagian rakyat telah merasakan pahitnya kehidupan di tengah alam demokrasi. Mereka ada juga yang menyatakan telah salah memilih dalam pemilu 2009 lalu. Lontaran ini adalah bagian dari kekritisan rakyat, namun tidak memiliki posisi tawar terhadap parpol yang dipilihnya. Posisi tawar parpol sampai saat ini masih sangat kuat, dan sebagian besar parpol tersebut tidak memiliki daya akomodasi terhadap konsituennya. Hal ini dapat dilihat dari kebijakan pemerintah (yang nota bene representasi parpol pemenang pemilu) yang nyaris tidak memiliki kepedulian terhadap nasib rakyat. Beberapa partai besar yang duduk di pemerintahan secara umum tidak memperlihatkan keberpihakan kepada rakyat, bahkan sebaliknya cenderung menyengsarakan rakyat secara langsung maupun tidak langsung. Meskipun, harus diakui ada partai yang tetap kokoh terhadap rakyat. Janji kampanye yang kini duduk di pemerintahan pada pemilu 2009 lalu ibarat menulis di atas air. Mereka sebagian besar memberikan janji manis sekedar untuk mendapatkan suara rakyat, dan bukan mengakomodasi apa-apa yang diinginkan rakyat jika rakyat memilihnya kelak. Sebagai akibat ketiadaan daya akomodasi dari parpol kepada konstituen, maka peran legislatif menjadi ujung tombak kepentingan parpol, bukan kepentingan rakyat. Hal ini lantaran proses pemilihan presiden dan wakil presiden dipengaruhi kekuatan parpol di DPR. Kekuatan ini harus menjadi ujung tombak aspirasi rakyat terhadap pemerintah, dan bukan sebaliknya, terkadang mendukung pemerintah meskipun kebijakan pemerintah tersebut menyengsarakan rakyat. Fungsi pengawasan DPR akan berjalan bila presidenwakil presiden dipilih langsung oleh rakyat. Dengan demikian presiden mendapat pengawasan

oleh DPR karena DPR tidak menentukan terpilihnya presiden. Bila presiden keliru, mendapat kritikan dari DPR (bukan didukung). Pemilihan presiden secara langsung menimbulkan kekuatan posisi tawar para pemilih karena presiden yang terpilih adalah hasil dari suara rakyat Indonesia. Jika presiden melakukan kesalahan, rakyat dapat menyalurkan aspirasinya di DPR, sementara DPR yang tidak terlibat langsung dalam pemilihan presiden akan lebih memiliki kekuatan untuk mengkritisi presiden. Apabila rakyat melihat presiden tidak mampu meningkatkan kesejahteraan hidup mereka, pada pemilu berikutnya mereka akan memilih kandidat presiden lain. Demikian pula kekuatan parpol di DPR, bila rakyat melihat bahwa parpol yang mereka pilih tidak mampu memperjuangkan kesejahteraan dan keadilan bagi rakyat, mereka bisa memilih parpol lain. Namun tingkat pendidikan yang masih rendah membuat pola pikir yang berkembang relatif pragmatis dan sulit berpikir jauh ke depan. Tak heran bila rakyat dengan mudahnya merasa terapresiasi menjelang pemilu dengan pemberian uang ataupun asesoris parpol. Selain itu, anggapan yang masih melekat di masyarakat adalah feodalisme yang menyebabkan rakyat tertekan. Uniformisasi dalam kehidupan seakan membutuhkan figur untuk memimpin mereka terlepas baik atau buruknya sang pemimpin. Budaya feodal ini memungkinkan terjadinya praktek premanisme. Ini berbeda dengan budaya maritim yang menghormati kebebasan. Tak heran kota yang mengalami kemajuan pesat dalam sejarah dunia adalah kota yang terdapat pelabuhan. Pen-

didikan menjadi salah satu kunci utama bagi perkembangan pola pikir masyarakat yang sampai saat ini masih menyedihkan. Meski terjadi pergantian pemerintahan, kebebasan pers dan menyampaikan pendapat serta berorganisasi, nasib pendidikan tidak sepenuhnya bangkit. Padahal, pendidikan yang buruk akan menguntungkan penguasa yang korup. Hal itu menjelaskan daya akomodasi parpol masih lemah dan mungkin tidak akan mengakomodasi hal yang akan bertentangan dengan eksistensi parpolnya, meskipun hal itu pada dasarnya akan meningkatkan kualitas masyarakat. Tindakan parpol ini akan terus langgeng bila para pengambil keputusan lebih menyenangi status quo. Dengan demikian, bangsa ini sulit mencapai kemajuan dalam hal kualitas masyarakat maupun bangsa. Ini juga berpeluang dalam menyulitkan masyarakat dalam kekuatan posisi tawar pada pemilu. Fenomena ini juga menunjukkan ketiadaan kesadaran kolektif yang merupakan modal bagi pembangunan manusia yang lebih hebat. Lalu, jangan salahkan sebagian rakyat bila enggan mengikuti pemilu, karena merasa ditelikung. Hingga lebih setengah abad kemerdekaan Indonesia, mental untuk maju bersama justru semakin sirna. Entah siapa yang harus disalahkan, namun pihak yang seharusnya memiliki akses memperbaiki keadaan bangsa justru hanya berpikiran memajukan diri maupun kelompoknya saja. Tak heran bila kekuatan posisi tawar rakyat sebagai pemilih semakin tidak ada, akan menyebabkan rendahnya partisipasi rakyat dalam proses demokratisasi semisal pemilu.=

KORAN MADURA

PEMIMPIN REDAKSI: Abrari (Non Aktif) WAKIL PEMIMPIN REDAKSI: Zeinul Ubbadi REDAKTUR AHLI: M. Husein REDAKTUR PELAKSANA: Abdur Rahem, M. Kamil Akhyari SEKRETARIS REDAKSI: Benazir Nafilah ADMIN: Indriani Y Mariska PENATA LETAK/DESAIN GRAFIS: Ach. Sunandar, Didik Fatlurrahman, Novemri Habib Hamisi, Khoiril Anwar, FOTOGRAFER: Mahardika Surya Abriyanto (Non Aktif) WEBSITE: Hairil Anwar BIRO SUMENEP: M. Hayat (Kepala), Syamsuni, Junaidi BIRO PAMEKASAN: G. Mujtaba (Kepala), Muhammad Fauzi, Ali Syahroni BIRO SAMPANG: Miftahul Ulum (Kepala), Ryan H BIRO BANGKALAN: Moh. Ridwan (Kepala), Doni Heriyanto BIRO SURABAYA: Hana Diman, Ari Armadianto, Joeli Hidayati BIRO PROBOLINGGO: M. Hisbullah H (Kepala), Sugianto, Mahfud Hidayatullah BIRO JAKARTA: Gatti (Kepala), Satya, Cahyono, Willy KONTRIBUTOR: FL. Wati (Bali) Anwar Anggasoeta (Yogyakarta) Ahmad Sahidah (Malaysia) PENERBIT: PT. Koran Madura KOMISARIS: Rasul Djunaidi DIREKTUR UTAMA: Abrari DIREKTUR KEUANGAN: Fety Fathiyah MANAJER PEMASARAN: Moh. Rasul ACCOUNTING EKSEKUTIF: Husnan (Sumenep), Mohammad Muslim (Pamekasan), G. A. Semeru (Surabaya) ALAMAT REDAKSI: Jl. Adirasa 07 Kolor Sumenep, e-mail: koranmadura@ymail.com, koranmadura@gmail.com, opini.koranmadura@gmail.com, http://www.koranmadura.com/ REKENING: BRI 009501000029560, NPWP: 316503077608000 CALL CENTER: Telepon/Fax (0328) 6770024, HARGA ECERAN RP 3.500, LANGGANAN RP 70.000.

WARTAWAN KORAN MADURA DIBEKALI ID CARD (KARTU PENGENAL) DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA IMBALAN BERUPA APAPUN DARI NARASUMBER


KORAN MADURA PROBOLINGGO 8KORAN MADURA Lintas Jatim

RABU 22 JANUARI 2014 No. 0285 | TAHUN III

RABU 22 JANUARI 2014 | No. 0285 | TAHUN III

OPINI 8

e hana diman/koran madura

UNJUK RASA. Sekitar 30 Siswa SD Muhammadiyah Surabaya, Selasa (21/1) melakukan aksi unjuk rasa di depan KBS Surabaya. Mereka menuntut agar konflik internal segera diselesaikan dan para pengelola fokus mengurus hewan liar yang disangkar di taman satwa tersebut.

Siswa SD Demo Selamatkan KBS SURABAYA - Sebanyak 30 siswa SD Muhammadiyah Surabaya, Selasa (21/1) melakukan aksi damai di depan Kebun Binatang Surabaya (KBS). Aksi tersebut sebagai bentuk keprihatinan mereka terhadap konflik internal KBS yang berbuntut pada mati dan hilangnya sejumlah satwa di taman satwa tersebut. Dalam aksinya, para murid SD yang masih menggunakan baju seragam tersebut membawa sebuah spanduk raksasa. Isinya, KBS bukan Kuburan Binatang Surabaya, dukung Walikota selamatkan KBS. Mereka juga membawa huruf-huruf

yang membentuk kalimat selamatkan hewan KBS dari kematian. Meski masih sangat muda, para siswa SD ini sangat piawai berorasi. Dalam orasinya mereka meminta kepada para pengelola dan pengurus KBS

untuk menghentikan konflik dan konsentrasi menyelamatkan satwa-satwa tersebut dari kematian. "Karena kalau hewannya pada mati terus kami harus lihat satwa dimana lagi. Masak hanya lihat di tv saja. Jadi sudah saatnya untuk menghilangkan kepentingan pribadi dan mari bersama-sama selamatkan hewan-hewan dari kematian," kata Ahmad Musaki, siswa kelas 5. Menurutnya, keberadaan KBS yang letaknya di jantung kota Surabaya ini sangat

mempermudah siswa untuk mengetahui berbagai jenis satwa, termasuk dari mana asalnya. Sementara itu, kemarin Walikota Surabaya Tri Rismaharini melaporkan dugaan hilangnya sekitar 420 satwa koleksi KBS ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta. Jenis satwa yang hilang diantaranya komodo dan jalak Bali. Ada 2 komodo yang hilang dan diperkirakan seharga Rp 600 juta hingga Rp 900 juta. Sedangkan jalak Bali yang

hilang diperkirakan lebih dari 50 ekor. Menurut Risma, harga burung pintar itu diperkirakan mencapai Rp 50-100 juta per ekor. Tidak hanya hilang, satwa liar di KBS juga satu per satu mati. Pada bulan November 2013 lalu misalnya, seekor jaguar langka berusia 22 tahun, bernama Dainler tewas. Kemudian pada Januari ini, seekor singa bernama Michael dan kambing gunung juga ditemukan mati mengenaskan. = E HANA DIMAN


Lintas Jatim

KORAN MADURA

RABU 22 JANUARI 2014 | No. 0285 | TAHUN III

Wisnu Mundur dari DPRD SURABAYA - Wisnu Sakti Buana kemarin secara resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai anggota dan Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, karena harus mempersiapkan diri untuk pelantikannya sebagai Wakil Walikota Surabaya, menggantikan Bambang Dwi Hartono yang mundur karena maju dalam bursa pilgub Jawa Timur. Ia mundur, setalah partainya memproses dan menyetujui surat permohonan pengunduran dirinya dan ditindaklanjuti dalam rapat paripurna DPRD Kota Surabaya, Selasa (21/1). Usai mengikuti paripurna, putera kandung dari almarhum Sutjipto- tokoh senior PDIP Jatim ini, mengaku belum mengetahui secara pasti kapan jadwal pelantikannya dilakukan. Namun menurutnya, untuk jadwal pelantikan Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Kota Surabaya harus menyesuaikan dengan agenda Gubernur. "Kita menunggu hasil rapat Bamus mengenai jadwalnya, karena harus disamakan dengan jadwal gubernur," katanya sing-

kat. Sebelumnya mencuat kabar bahwa Wisnu Sakti Buana tidak akan dilantik sebagai wawali karena SK dari mendagri sebenarnya belum turun. Terhambatnya SK pengesahan Wisnu disebabkan karena ada laporan tentang dugaan pemalsuan tanda tangan anggota panitia pemilihan wawali, pada rapat paripurna pemilihan wawali beberapa waktu lalu. Dalam rapat paripurna tersebut, dari tujuh anggota panitia pemilihan, hanya tiga orang yang hadir,

Wisnu Sakti Buana

Wakil Wali Kota Surabaya Terpilih sementara lainnya melakukan boikot dengan tidak hadir dalam rapat. Hal ini diperkuat oleh pernyataan dari Ketua DPRD Kota Surabaya M Mahmud. Meski tidak disampaikan secara gamblang mengenai alasannya, namun

mantan wartawan ini memastikan bahwa pihaknya tidak akan menggelar rapat jika belum memenang SK dari Mendagri. "Sampai sekarang SK Mendagrinya saja belum ada, jadi tidak mungkin Banmus digelar, kecuali kalau SK-nya sudah ada, maka Rapat Banmus bisa digelar untuk dilanjutkan dengan Rapat Paripurna Pelantikan Wawali," ujar Mahmud. Ditanya soal SK yang masih dipersoalkan sejumlah anggota dewan lainnya, sebagai calon wawalikota yang akan dilantik, Wisnu berharap agar rapat banmus bisa yakin dan percaya, sehingga penjadwalan bisa dilakukan. "Penjadwalan bisa langsung dilakukan asalkan anggota Banmus bisa meyakini dan percaya soal keberadaan SK, karena hasil rapat antar pimpinan (rapim) tadi sudah bisa menyatukan presepsi soal itu (SK), namun demikian kita tunggu saja hasil banmus," pungkasnya. = E HANA DIMAN

PENGAMANAN

Polres Madiun Kota Gelar Razia Antisipasi Teroris MADIUN - Petugas gabungan Kepolisian Resor ) Madiun Kota dan Kodim 0803 Madiun, Jawa Timur, menggelar razia kendaraan bermotor di sejumlah titik perbatasan kota, Selasa (21/1), guna mengantisipasi keluar dan masuknya teroris ke wilayah setempat. "Razia kendaraan bermotor dilakukan menyusul penggrebekan terduga teroris di Surabaya oleh tim Densus 88 Antiteror kemarin. Razia tersebut bertujuan untuk mempersempit ruang gerak pihak-pihak yang dicurigai, terlebih Madiun dekat dengan Surabaya," kata Kapolres Madiun Kota AKBP Anom Wibowo kepada wartawan. Menurut dia, razia penting dilakukan mengingat Kota Madiun dan Kabupaten Madiun juga pernah memiliki riwayat sebagai tempat persembunyian teroris. Sesuai data yang ada, pada Oktober 2012, tim Densus 88 Antiteror pernah menangkap terduga teroris asal Jember, Agus Anton Figian, di rumah istrinya di Desa Sewulan Kulon, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun. Polisi juga menggrebek rumah kontrakan Agus Anton di Perumahan Puri Amarta di Jalan Cokrobasonto, Kelurahan Josenan, Kecamatan Taman, Kota Madiun. Di rumah kontrakan tersebut, polisi menemukan

ant/siswowidodo

ANTISIPASI TERORIS. Petugas melakukan pemeriksaan di dalam bus dari arah Surabaya menuju Madiun saat melintas di Kota Madiun, Jatim, Selasa (21/1). Polresta Madiun dibantu TNI melakukan pemeriksaan sejumlah kendaraan dari luar kota untuk mengantipasi dan membatasi ruang gerak teroris menyusul penangkapan dua terduga teroris di Surabaya Senin (20/1).

sejumlah bahan peledak dan bom rakitan. Anom menjelaskan, razia difokuskan pada kendaraan roda empat milik pribadi dan semua jenis angkutan umum. Barang bawaan para pemilik kendaraan dan penumpang angkutan umum juga diperiksa guna mencegah hal-hal yang negatif. Razia dilakukan di tiga titik perbatasan Kota Madiun

dengan wilayah lainnya. Yakni titik Nglames yang merupakan perbatasan Kota Madiun dengan Kabupaten Madiun, lalu titik Tean yang merupakan perbatasan Kota Madiun dengan Kabupaten Madiun dan Ponorogo. "Serta titik razia Jiwan, yang merupakan perbatasan Kota Madiun dengan wilayah Kabupaten Madiun dan Kabupaten Magetan," ungkap Anom Wibowo.

Ia menambahkan, razia kendaraan tersebut akan digelar selama beberapa hari ke depan hingga keadaan di wilayah Jawa Timur kondusif pascapenggrebekan teroris di Surabaya. Sementara, hasil razia pada kali ini belum ditemukan kendaraan maupun pihak-pihak yang dicurigai sebagai teroris maupun pelaku kriminal lainnya. = ANT/SLAMET AGUS SUDARMOJO

9

DPRD Sikapi Pemecatan 17 Buruh SURABAYA - Komisi D Bidang Kesra DPRD Kota Surabaya menyikapi demonstrasi yang dilakukan ratusan buruh yang tergabung dalam Aliansi Buruh Bergerak terkait pemecatan secara sepihak terhadap 17 buruh perusahan emas di PT Untung Bersama Sejahtera. Ketua Komisi D DPRD Surabaya Baktiono, Selasa (21/1), mengatakan demo para buruh mulai Senin (20/1) hingga Selasa ini perlu mendapat perhatian dari Dinas Tenaga Kerja Surabaya. "Sampai saat ini, pihak buruh maupun perusahaan belum ada yang mengadu ke DPRD Surabaya," katanya. Untuk itu, pihaknya berharap Dinas Tenaga Kerja segera turun ke lokasi untuk melakukan mediasi antara buruh dengan pihak perusahaan. "Kami berharap Disnaker segera turun, sehingga aktivitas di perusahaan itu tidak mengganggu warga setempat," ujarnya. Baktiono mengatakan persoalan perusahaan emas di Kenjeran tersebut tidak terjadi kali ini saja, melainkan pernah ada persoalan lingkungan dan ketika itu warga sempat memprotes ke pihak perusahaan. "Dulu ada pertanian semangka terbaik, namun terkena limbah dari perusahaan, sehingga banyak tanaman yang rusak," katanya. Sementara itu, Koordinator aksi H. Kholik mengatakan aksi ini dipicu sikap perusahaan yang semena-mena, yakni melakukan pemecatan (PHK) secara sepihak terhadap 17 karyawan mereka. Karyawan yang bekerja sebagai petugas keamanan ini tidak dipekerjakan lagi tanpa diberi pesangon. Disamping itu, lanjut dia, upah yang diterima jauh di bawah Upah Minimum Kota (UMK) yakni antara Rp1,2 juta hingga Rp1,3 juta per bulan. Upah lembur yang diterima juga berbeda dengan karyawan yang ada di bagian produksi. Jika bagian produksi upah lembur perjamnya sekitar Rp12.000, maka sekuriti hanya sekitar Rp 8.000. "Kami minta agar mereka yang di-PHK dipekerjakan kembali. Ketika dipekerjakan kembali, perusahaan harus menjamin bahwa tidak ada intimidasi terhadap mereka," ujarnya. = ANT/ABDUL HAKIM


10

Lintas Jatim

KORAN MADURA

RABU 22 JANUARI 2014 | No. 0285 | TAHUN III

Dolly Target

Utama Teroris Dianggap Mengada-ada SURABAYA – Dolly atau Gang Dolly nama sebuah kawasan lokalisasi pelacuran yang terletak di daerah Jarak, Pasar Kembang, Surabaya, Senin (20/1) malam menjadi target bom teroris. Untungnya tersangka teroris berhasil dibekuk Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kedung Cowek sebelum pelaku meledakkan dua bom pipa berisi paku. “Penguraian di TKP ada dua dian keinginan-keinginan kelombom yang siap diledakan,” ujar pok tertentu akan semakin menjadi Kabid Humas Polda Jatim Kombes untuk melakukan aksi terorisme di Pol Awi Setyono kepada wartawan tempat lain. di lokasi, Selasa (21/01). “Saya rasa seperti itu kenyatMenurut Awi, kedua bom aannya. Mereka akan terus mentersebut berbentuk pipa yang cari alasan yang menurut meredi dalam dan di luarnya diberi ka bisa diterima oleh sebagian paku. “Selain ditaruh dalam pipa mereka sendiri atau masyarakat ada juga yang dirangkai den- yang menginginkan kampung itu gan ditempelkan di pipa dengan (dolly) bersih dari kemaksiatan,” menggunakan lakban,” imbuhnya. tandasnya. Sementara itu, Guru Besar Untuk diketahui, Densus 88 Bidang Teromelakukan penris Universitas angkapan terMuhammadihadap Isnaini yah Sidoarjo, Ramdhoni atau Prof. Dr Ahmad Saya rasa seperti itu keny- Dhoni dan AbJaenuri mengadul Majid, dua ataannya. Mereka akan takan upaya terus mencari alasan yang teroris jaringan pengeboman menurut mereka bisa dite- Poso, yang bisa Dolly itu tidak dan rima oleh sebagian mereka dicegah masuk akal, dan ditangkap sesendiri atau masyarakat tidak signifikan belum melakuyang menginginkan kam- kan aksi pengebila hal tersepung itu (dolly) bersih dari boman di Jawa but dijadikan kemaksiatan,” alasan. “Terlalu Timur, Senin mengada-ada (20/1) pukul kalau dikaitkan WIB. Prof. Dr. Ahmad Jaenuri 19.30 dengan pelaDari kedua Guru Besar Bidang Teroris curan di Suratersangka sudah Universitas Muhammadiyah baya,” tegasnya berjaga-jaga dan Sidoarjo kepada Koran ditemukan tas Madura, Selasa pinggang yang (21/1). berisi golok dan Menurutnya, aksi itu yang di- pisau yang direncanakan untuk lakukan oleh kelompok tertentu menusuk polisi bila tertangkap. itu, karena ada hal-hal yang mereSaat penggeladahan diteka anggap tidak pantas kemudian mukan bom di rumah Majid di mereka mengatasi dengan cara di Jalan Tanah Merah Sayur I No teror. “Teror sekarang ini bisa di- 17 atau Tanah Merah IV Sayur 1 jadikan sebagai alat, berbeda den- No 17 Kedung Cowek, Kedinding, gan munculnya terror dulu. Jadi Surabaya. Bom berupa dua tabung semakin melebar, termasuk dalam pipa besi dengan panjang 20 cm upaya pengeboman dolly,” ujarnya. dan diameter 5 cm. Aksi teror di Surabaya itu, lanPos-pos polisi seperti di jalan jut Jaenuri, sifatnya lebih lokal Keputih dan jalan Jakarta Surayang ditujukan untuk pemerintah baya sudah disurvei sebelumnya setempat dengan cara mengintimi- oleh mereka dan juga pos-pos dasi yakni dengan cara melakukan polisi lainnya. teror. Kedua, ini menunjukkan bahInformasi target sasaran yang wa sesungguhnya aksi-aksi teror sudah direncanakan oleh mereka itu akan selalu ada, dipakai oleh adalah tempat prostitusi Dolly, juga kelompok-kelompok tertentu un- Deluxe, Colors Pub n Restaurant, tuk memperjuangan aspirasi mere- tempat hiburan Galaxy, dan tempat ka. Ketiga, semakin aksi terorisme hiburan lainnya yang sejenis. itu diberantas maka akan kemu= G. ARMADIANTO SEMERU

RAZIA PENUMPANG MOBIL BAK TERBUKA

ant/rudi mulya

Anggota Satlantas Polres Kediri memberhentikan mobil bak terbuka (Pikap) yang mengangkut orang saat razia kendaraan mobil pikap dan truk yang membawa penumpang di jalan raya kawasan Pare, Kediri, Jawa Timur, Selasa (21/1). Kepolisian Republik Indonesia melarang dan akan menindak tegas kendaraan dengan bak terbuka yang digunakan untuk mengangkut orang menyusul banyaknya kecelakaan maut yang merenggut banyak korban jiwa di sejumlah daerah di Indonesia akibat mobil bak terbuka (pikap) dan truk di gunakan untuk mengangkut orang secara berlebihan.

TERMINAL TELUK LAMONG

Gunakan BBG sebagai Sumber Energi SURABAYA- PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III tengah mengkaji rencana untuk membangun pembangkit listrik dengan menggunakan bahan bakar gas sebagai sumber energi listrik di Terminal Teluk Lamong Pelabuhan Tanjung Perak yang akan dioperasikan awal Mei 2014 mendatang. Bahan bakar minyak (BBM) jenis solar harus ditinggalkan karena Pelindo III telah berkomitmen ke arah go green, efisiensi yang tepat guna menjadi landasan kebijakan tersebut. Direktur Komersial & Pengembangan Usaha, Pelindo III, Husein Latief, kepada wartawan kemarin mengatakan kebijakan baru Pelindo III tersebut juga untuk merespon harga BBM yang terus mengalami kenaikkan. "Sehingga penggunaan energi ramah lingkungan dan murah dipastikan menjadi tujuannya. Apalagi kita sudah berkomitmen ke arah go green. Karena itu, kami akan meninggalkan penggunaan solar yang berpolusi itu ke energi listrik dan gas,” kata Husein. Selain menggunakan listrik sebagai salah satu sumber energi operasional, Teluk Lamong juga menggunakan energi matahari, terutama untuk penerangan jalan dan parkir. Setidaknya ada sejumlah penerangan yang

menggunakan solar cell sebagai penerangan. “Dengan adanya diversifikasi energi dari solar ke listrik diperkirakan bisa menekan biaya operasional 30% hingga 50 persen,” jelas Husein. Untuk diketahui, menjelang pengoperasian, kebutuhan gas untuk transportasi dari dan ke Terminal Teluk Lamong mulai mendapat kepastian. Berdasarkan hasil pembicaraan antara PT

Dengan adanya diversifikasi energi dari solar ke listrik diperkirakan bisa menekan biaya operasional 30% hingga 50 persen,”

Husein Latief

Direktur Komersial & Pengembangan Usaha, Pelindo III Terminal Teluk Lamong dengan PT Pertamina, Senin (20/1), kebutuhan gas yang akan dipasok oleh PT Pertamina sebanyak 2,7 mmscfd (million metric standart cubic feet per day) pertahun. Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong Prasetyadi mengungkapkan pasokan gas ini baru untuk memenuhi kebutuhan truck trailler ramah lingkungan yang akan beroperasi dari dan ke Terminal Teluk

Lamong. Sedangkan untuk kebutuhan operasional Teluk Lamong sendiri yaitu untuk penyiapan pebuatan pembangkit listrik bertenaga gas masih belum dibahas.Prasetyadi menyebut kebutuhan Terminal Teluk Lamong pada tahap awal beroperasi sekitar 300-400 truck setiap harinya. “Pembicaraan ini baru pembahasan kebutuhan pasokan gas dari Pertamina. Sementara kita nanti yang menyediakan stasiun pengisian bagi truck yang beroperasi di Terminal Teluk Lamong,” katanya. Kapasitas 2,7 mmscfd dianggap sudah cukup untuk memenuhi pasokan gas pada tahun pertama pengoperasian Terminal Teluk Lamong. Kebutuhan tertinggi nantinya untuk truck trailler yang beroperasi dari Terminal Teluk Lamong menuju pergudangan maupun pabrik dan wilayah industri. PT Terminal Teluk Lamong nantinya akan menyediakan dua jenis pengisian. Pengisian pertama ditempatkan dalam bentuk stasiun pengisian, dan metode kedua dalam bentuk mobile. “Ada dua stasiun yang sudah kita siapkan pada tahap awal, pertama di dalam Terminal Teluk Lamong dan kedua di kawasan Kejapanan Kabupaten Pasuruan,” ungkapnya. = E HANA DIMAN


Lintas Jatim

KORAN MADURA

RABU 22 JANUARI 2014 | No. 0285 | TAHUN III

11

DPT Pileg 2014 Terus Berkurang SURABAYA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur kembali menemukan dan melakukan penghapusan terhadap 51.014 pemilih invalid dari dalam Daftar Pemilihan Tetap (DPT) untuk Pemilihan Legislatif (Pileg) 2014 yang digelar 9 April mendatang. “Sesuai dengan rekomendasi Bawaslu RI. Setiap bulan memang harus ada evaluasi perkembangan DPT Jatim. Tujuannya supaya pelaksanaan pileg lebih akurat, adil, dan terbuka,” ujarnya Komisioner KPU Bidang Pelayanan Teknis Penyelenggaraan dan Data, Agus Mahfudz Fauzi dikantornya, Selasa (21/1). Jumlah DPT Jatim pada 2 Desember 2013 lalu tercatat sebanyak 30.447.008 orang. Setelah dilakukan evaluasi per 20 Januari 2014 menjadi 30.395.994 orang. Artinya, KPU Jatim telah mencoret sebanyak 51.014 DPT Jatim. Agus menjelaskan, adapun penyebab dihapusnya DPT di Jatim itu dikarenakan NIK invalid, calon pemilih meninggal dunia, dan calon pemilih ditetapkan sebagai anggota TNI/Polri. Menyoal NIK invalid, lanjut Agus, terjadi pen-

DATA INVALID. Komisioner KPU Bidang Pelayanan Teknis Penyelenggaraan dan Data, Agus Mahfudz menjelaskan data invalid di hadapan peserta rapat pleno perubahan jumlah DPT sesuai evaluasi KPU Jatim di kantor Bakesbangpol Jatim kemarin.

g. armadianto semeru/koran madura

gurangan sebanyak 20.994 orang. Semula ditetapkan pada 2 Desember 2013, KPU Jatim mencatat NIK invalid sebanyak 68.956. Setelah dievaluasi pada hari ini, jumlah NIK invalid berubah menjadi 47.962. Menurut Agus, pengurangan NIK invalid itu diketahui mayoritas berasal dari penghuni lapas dan penghuni pesantren yang notabene bukan penduduk asli Jatim. Semisalnya di wilayah Ka-

bupaten Sidoarjo yang terdapat lebih dari 3.000 NIK invalid yang keseluruhannya berasal dari penghuni lapas. “Semua NIK invalid ditemukan adalah penghuni pesantren yang bukan berasal dari daerah setempat,” ujarnya. Untuk diketahui, penghuni lapas tersebut tentu bukan berasal dari Sidoarjo, tapi didaftar sebagai DPT Sidoarjo. Sehingga, DPT yang tinggal di lapas terse-

but harus dicoret. Begitu pula di Kabupaten Pamekasan yang terdapat sekitar 5.000 NIK invalid. Di Kabupaten Tuban juga ada sekitar 800 orang. Agus menambahkan, jumlah DPT Jatim yang telah ditetapkan tersebut belum final. Sesuai dengan Surat Edaran (SE) KPU RI nomor 858, KPU Jatim harus terus melaksanakan evaluasi perkembangan DPT sampai H-7 Pileg 2014.

Karena itu, pihak KPU berkomitmen akan terus mengevaluasi dan mengecek jumlah DPT di Jatim. “Rencananya setiap satu bulan sekali hingga H-7 Pileg 2014 akan kami adakan pleno untuk meng-update NIK invalid, daftar pemilih ganda, pemilih meninggal dunia, dan sebagainya,” tegasnya. = G. ARMADIANTO SEMERU

SUPORTER

Bonek Mania 1927 Minta Dukungan DPRD Surabaya SURABAYA - Puluhan suporter Persebaya 1927 atau bonek mania mendatangi gedung DPRD Surabaya, Selasa, meminta agar dimediasi dengan wali kota Surabaya, Tri Rismaharini agar Persebaya 1927 mendapat pengakuan PSSI. "Kedatangan kami ke sini (DPRD Surabaya) minta dukungan secara politik. Karena sepak bola Indonesia penuh dengan politik," ujar koodinator Bonek mania Persebaya 1927 Andi Peci saat rapat dengar pendapat di ruang Komisi D DPRD Surabaya, Selasa (21/1). Mereka meminta agar Persebaya yang musim lalu berkempetisi di IPL mendapatkan pengakuan dari Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) karena Persebaya memiliki sejarah besar dan aset Pemkot Surabaya. "Kedatangan kami ke sini ada-

lah minta dukungan secara politik. Karena sepak bola Indonesia penuh dengan politik," ujarnya. Ia menjelaskan konflik politik Persebaya dimulai 2007 dan muncul PT Persebaya Indonesia pada 2009 yang diakui PSSI. Pada 2010 Persebaya 1927 didzolimi, kemudian tahun 2011 membuat kompetisi IPL. Masalah muncul saat PSSI tidak mengakui klub-klub yang berkompetisi di IPL, salah satunya Persebaya 1927. Andi mengaku pernah mendatangi Wali Kota Surabaya pada Maret 2013. Hasil dari pertemuan itu wali kota melarang Persebaya bertanding di Surabaya. Selain itu, wali kota berjanji akan menemui Menpora menyelesaikan dualisme Persebaya. "Sampai sekarang tidak pernah terealisir. Maka pada 3 Januari, kami demo di Balai Kota untuk menagih janji, sayang

tidak ditemui," akunya. Konflik dualisme Persebaya sudah mengarah pada kekerasan fisik. Andi mengaku pernah di-

aniaya oleh orang tidak dikenal. Selain itu, anggota bonek mania 1927 pernah diculik. Untuk itu, Andi meminta

selama ada dualisme Persebaya, tidak ada laga bola di Surabaya. Salah satu pengurus klub Indonesia Muda yang masuk anggota Persebaya 1927 Supriyono menambahkan, dualisme akan mematikan talenta-talenta Persebaya 1927. Tidak hanya itu, prestasi Persebaya jeblok. "Kami ingin Persebaya kembali ke awal, menjadi milik masyarakat, bukan milik perorangan," kanya. Ia mengaku ada isu tak sedap mencuat belakangan ini. Pengurus Persebaya ISL sudah menjual saham. Ia meminta sebelum Kongres PSSI tanggal 26 Januari di Shangri-la Surabaya, masalah dualisme sudah bisa terurai. "Minimal kami bisa bertemu dengan wali kota," tandasnya. Ketua DPRD Surabaya, Muchammad Machmud berjanji akan menyampaikan aspirasi bonek.

Keinginan bonek 1927 yang meminta Wali Kota Surabaya mengambil alih Persebaya cukup baik. Upaya itu cukup efektif untuk menyatukan Persebaya ISL dan Persebaya 1927. "Keinginan saya potensi di Surabaya dimaksimalkan mungkin. Khusunya Persebaya. Dulu jaya, sekarang muncul kelompokkelompok. Saya tidak berpihak ke kelompok manapun, cuma ingin Persebaya kembali baik dan jaya," ujarnya. Menurutnya, wali kota harus mengambil langkah tegas untuk menyelesaikan dualisme Persebaya. DPRD Surabaya akan membantu memediasi keinginan bonek bertemu dengan orang nomor satu di Kota Pahlawan itu. "Kami berusaha membantu sesuai dengan tupoksi DPRD. Akan kami sampaikan ke Wali kota karena saya ingin prestasi di lapangan tidak ruwet seperti masalah sekarang ini yang ruwet," katanya. = ANT/ABDUL HAKIM


KORAN MADURA

KORAN PROBOLINGGO 12 RABU 22 JANUARI 2014| No. 0285| TAHUN III MADURA

LINTAS12 JATIM

Probolinggo

RABU 22 JANUARI 2014 No. 0285 | TAHUN III

Kebersamaan Membangun Daerah Bentuk Forum CSR untuk Percepatan Pembangunan PROBOLINGGO - CSR (Corporate Social Responsibility) selalu menjadi perbincangan akhir-akhir ini. Pemberdayaan tanggung jawab sosial dari pihak perusahaan nampaknya sangat diperlukan bagi kinerja pemerintah. Isu Corporate Sosial Responsibility (CSR) mengalami perkembangan yang cukup pesat. Salah satu pendorongnya adalah perubahan paradigma dunia usaha untuk tak semata-mata mencari keuntungan, tetapi harus pula bersikap etis dan berperan dalam penciptaan keuntungan yang bersifat sosial. Kali ini Perwakilan 100 Perusahaan yang ada di Kota Probolinggo diundang untuk berbicara dalam kegiatan Pembentukan Forum Tanggungjawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Rersponsibility (CSR) Kota Probolinggo yang berlangsung di Hotel Bromo View, Selasa (21/1). Hadir pada kesempatan tersebut, Sekdakot, Bappeda, Pimpinan SKPD di lingkungan pemkot Probolinggo, Pimpinan atau Perwakilan dari pihak Perusahaan, BUMD, Lembaga dan Organisasi terkait. Dalam sambutannya Kepala Bappeda Kota Probolinggo, Ir. Immanto, MT mengatakan melaksanakan proses pembangunan dalam upaya mencapai tujuan serta mensejahterakan masyarakat dalam artian luas tentunya tidak bisa hanya dikerjakan oleh pemerintah saja, melainkan

ada peran serta dari masyarakat dan dari dunia usaha. Karena pembangunan tidak cukup hanya dilakukan oleh pemerintah namun perlu dukungan dari dunia usaha melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), maka diperlukan suatu wadah atau forum CSR agar lebih terjaganya komitmen perusahaan untuk bersama-sama pemerintah membangun daerah. Upaya pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Probolinggo dalam semua sektor tanpa kecuali dijabarkan dalam program strategis yang tertuang dalam APBD yang dilaksanakan setiap tahun. “Bagaimana kita mengupayakan pembangunan ini secara berkelanjutan, tidak terhenti karena mengandalkan sumber daya alam saja. Untuk itu keterlibatan dunia usaha sangat diharapkan karena tanggungjawab sosial dan lingkungan,”tandasnya. Ruang lingkup dari pelaksanaan program CSR oleh perusahaan ini bisa di sektor ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan dan kegiatan sosial lainnya. CSR ini adalah bagian komitmen perusahaan untuk ikut bersama pemerintah, didalam melaksanaan terhadap tanggungjawab so-

sial. Melalui forum ini, lanjutnya, antara perusahaan akan dapat berbagi pengalaman dalam pengelolaan CSR, dan meningkatkan kompetisi pengelolaannya yang mampu memberdayaan masyarakat serta mensinergikan dengan program pemerintah. Kontribusi CSR perusahaan di Kota Probolinggo, sangat di-

Sementara itu, Wakil Walikota, Drs. H.Bandyk Soetrisno, MSI, mengatakan pembentukan forum tanggung jawab sosial perusahan di Kota Probolinggo, barangkali masalah-masalah yang ada karena iklim yang tidak bersahabat yang berdampak pada ekonomi yang tidak jalan. “Masalah ekonomi menjadi masalah, karena transportasi

harapkan. Untuk itu dia berharap melalui pembentukan forum tanggungjawab sosial perusahan (CSR) ini nantinya, diharapkan fihak-fihak terkait kian tumbuh kesadarannya dengan merujuk kepada undang-undang yang mengatur tentang CSR ini,” harapnya.

yang berpengaruh terhadap stabilitas ekonomi secara nasional. Khusus di Kota Probolinggo bagaimana endingnya untuk meningkatkan kasejahteraan masyarakat,”tandasnya. Upaya untuk mensejahterakan masyarakat yang tidak mampu sudah dianggarkan di APBD. Namun

kondisinya masih perlu dukungan dari CSR (Corporate Social Responsibility). ”Sebenarnya CSR (Corporate Social Responsibility) di Kota Probolinggo sudah berjalan, Cuma masalah koordinasi yang kurang berjalan,”ucap Bandyk Soetrisno. Disisi lain, perusahaanperusahaan yang ada di Kota Probolinggo cukup banyak. Melalui Bappeda harapanya agar supaya pelaksanaan bisa berjalan dengan baik, maka perlu adanya Forum tanggungjawab sosial perusahaan. “Mudah-mudahan adanya Forum tanggung jawab sosial perusahaan akan lebih jelas peran sertanya untuk mendukung pembangunan di Kota Probolinggo. Kedepan pelaksanaan CSR berdasarkan hasil forum yang terbentuk, programnya harus sesuai dengan Visi dan Misi Pemerintah Kota Probolingo”harapnya. Acara dilanjutkan dengan musyawarah pembentukan Forum CSR Kota Probolinggo dan Ekspos program CSR Perusahaan serta diskusi. Pembentukan Forum CSR bertujuan untuk mendapatkan masukan dan pengertian yang menyeluruh tentang CSR, terjadinya hubungan kerjasama dan harmonisasi program pemerintah Kota Probolinggo dengan Perusahaan melalui program CSR perusahaan dan menyusun program CSR yang tepat sasaran. =M.Hisbullah Huda

AEDES AEGYPTI

Wabah Penyakit Chikungunya Mulai Meluas PROBOLINGGOPenyakit chikungunya mulai menyerang masyarakat Kabupaten Probolinggo khususnya di Kecamatan Maron dan Kecamatan Banyuanyar. Dari data Dinas Kesehatan, total warga yang terserang jenis penyakit yang ditimbulkan oleh nyamuk tersebut di dua Kecamatan sebanyak 44 orang. Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo, Endang Astuti mengatakan penyakit chikungunya menyerang Desa Kedungsari Kecamatan Maron sebanyak 24 orang, Sedangkan untuk Kecamatan Banyuanyar warga yang mulai terserang di Desa Tarokan, Klenang Kidul dan Desa Banyuanyar.”Data tersebut,

sifatnya masih sementara, ini bisa saja berkembang,” katanya kepada wartawan, Selasa (21/1). Menurutnya, penyebab dari demam chikungunya, kata Endang Astuti, ditularkan melalui virus cikungunya yang sebabkan oleh gigitan nyamuk aedes aegypti. Virus jenis ini terus menimbulkan epidemik di kawasan Asia dan Afrika.” Indonsesia juga rentan terjadinya penykait tersebut,” jelasnya. Gejala yang biasanya ditimbulkan dari demam cikungunya, lanjut dia, sangat identik dengan demam berdarah dengue, yakni demam yang tinggi, sakit kepala, mual, muntah, sakit perut, nyeri sendi, dan timbulnya bintik-

penyakit chikungunya menyerang Desa Kedungsari Kecamatan Maron sebanyak 24 orang, Sedangkan untuk Kecamatan Banyuanyar warga yang mulai terserang di Desa Tarokan, Klenang Kidul dan Desa Banyuanyar.

Endang Astuti

Kepala Dinas Kesehatan

bintik merah di kulit.“Penyakit tersebut tidak langsung bereaksi dalam waktu seketika terkena gigitan langsung,”papar Endang Astuti. Endang Astuti menambahkan, jenis penyakit ini sangat berbeda dengan Demam Berdarah (DBD). Penyakit ini mengalami pendarahan hebat ketika sudah terjangkit. Namun, pada chikungunya tidak terjadi perdarahan sama sekali.“ Penyakit ini mulai terasa kepada penderita dalam waktu inkubasinya 2-4 hari,”terangnya. Demam chikungunya bisa dikatakan masih mudah untuk diatasi. Namun termasuk self limiting disease atau pen-

yakit yang akan sembuh dengan sendirinya.“Jenis penyakit ini belum dikategorikan sebagai penyakit ganas, dan tidak berdampak kepada kematian. Berbeda dengan DBD,” tegas Endang Astuti. Endang Astuti, berharap agar masyarakat di musim penghujan lebih waspada dalam menjaga lingkungan sekitarnya. Karena nyamuk ini sangat mudah untuk berkembang biak di tempattempat yang bias menyimpan air hujan. “Pola hidup masyarakat lebih ditingkatkan dari hari-hari biasanya, terutama masalah penyeterilan tempat-tempat yang mengadung air,” pungkasnya. =Mahfud Hidayatullah


Probolinggo

KORAN MADURA

RABU 22 JANUARI 2014| No. 0285| TAHUN III

13

RASKIN

Jatah Raskin 232.425 Ton

GELEDAH, Tim Densus 88 berhasil membawa barang bukti di rumah kontrakan terduga teroris Isnaini Ramdhoni di wilayah Kelurahan Wiroborang Kecamatan Mayangan Kota Probolinggo.

Teroris Itu Tukang Cukur

PROBOLINGGO – Jatah beras untuk masyarakat miskin (raskin) sebesar 232.425 ton setiap bulan. Besarnya jatah raskin tersebut untuk memenuhi sebanyak lima Kecamatan dan 29 Kelurahan di wilayah Kota Probolinggo. Hal ini disampaikan Sekdakot Probolinggo, Johny Hariyanto saat gelar sosialisasi, Rabu (20/1) kemarin. “Jadi besarnya jatah raskin itu tidak berubah antara tahun 2013 dengan 2014 ini,” tandasnya. Jatah raskin itu diberikan kepada setiap Kepala Keluarga (KK) sebanyak 15 kg dengan harga Rp.1600 perkilo. Harga raskin itu, lebih murah ketimbang harga di pasaran. Johny menjelaskan, jika ada masyarakat yang mendapatkan jatah raskin kualitasnya kurang bagus, pihaknya menyarankan agar masyarakat menukarnya dengan raskin yang lebih bagus kepada petugas.

Isnaini Ramdhoni, Berprofesi Tukang Cukur PROBOLINGGO – Tertangkapnya pelaku teroris asal Kota Probolinggo, Isnaini Ramdhoni (31) warga jalan Pahlawan No.51 RT 01 RW 15 Kelurahan Kebonsari Kulon Kecamatan Kanigaran Kota Probolinggo yang ditangkap oleh Densus 88 Surabaya benar-benar menjadi perhatian warga. Warga tidak menyangka pria yang selama ini dikenal pendiam itu terlibat jaringan teroris yang berencana hendak meledakkan sejumlah tempat di Surabaya. Seperti lokalisasi Dolly, bilyard Galaxy, hiburan malam Clolors Pub dan sejumlah tempat lainnya. Menurut Lurah Kebonsari Kulon, Sutari, S.Sos mengatakan Isnaini Ramdhoni sudah pindah dari Kelurahan Kebonsari Kulon ke Kelurahan Sumbertaman Kecamatan Wonoasih Kota Probolinggo sekitar 6 tahun yang lalu, akan tetapi belum pernah mengurus surat pindah. “Sudah berkali-kali Ketua RT 01 RW 15, Satukam mendatangi dan menyuruh yang bersangkutan untuk segera mengurus surat pindah, tapi tidak direspon,”ujarnya kepada wartawan, Selasa (21/1) Menurutnya, yang besangkutan mempunyai satu orang isteri bernama Yunita Ambarani

(30) yang dikaruniai dua orang anak, dan kartu keluarganya masih KK lama, yakni Kecamatan Mayangan.”Sehari-hari tersangka bekerja sebagai tukang potong rambut di Jalan Panglima Sudirman Kota Probolinggo,”terang Sutari. Di lingkungannya Isnaini Ramdhoni, lanjut Sutari, dikenal pasif dan jarang bergaul dengan tetangga, dan temannya kebanyakan dari luar kota. Bahkan, rumahnya sekarang ditempati oleh ibunya Alifah/Holifah. Sedangkan ayahnya, Totok Suharto sudah meninggal. “Isnaini Ramdhoni sudah tinggal dirumah tersebut, tapi kalau siang sering datang kerumah untuk mengunjungi ibunya. Ia merupakan dari empat bersaudara,”ucap Sutari. Terpisah, Satukam ( 38) Ketua RT 01 RW 15 Kelurahan Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran kota Probolinggo menjelaskan sebelum kejadian itu tersebar, warga

sempat curiga terhadap keluarga tersebut. Dan sehari sebelum penangkapan Isnaini Ramdhoni, punya Alifah/Holifah dibawa pergi, dan sampai sekarang tidak tahu keberadaanya. “Yang jelas saya kaget, karena tak menyangka Isnaini Ramdhoni sebagai tersangka teroris,”ujarnya. Untuk mengamankan tempat tinggal Isnaini Ramdhoni yang akrab disapa Dhoni itu, jajaran Polresta Probolinggo langsung bergerak cepat dengan melakukan pemasangan police line. Meski banyak warga yang berdatangan, namun warga dilarang untuk mendekat. Kapolres Probolinggo Kota, AKBP Iwan Setiawan melalui Wakapolresta, Kompol Mustofa menjelaskan, pemasangan police line tersebut untuk mengamankan tempat tinggal Dhoni bersama orangtuanya, Alifah/Kholifah dari warga. Densus 88 Geledah Rumah Kontrakan Pasukan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polda Jawa Timur, melakukan penggeledahan di rumah kontarakan terduga teroris Isnaini Ramdhoni di wilayah Kelurahan Wiroborang Kecamatan Mayangan Kota Proboling-

go, tepatnya di Jalan Panglima Sudirman Gg. Sukun, RT 02 RW 02. Penggeledahan yang di lakukan pasukan Densus 88 tersebut merupakan pengembangan atas tertangkapnya terduga teroris yang tinggal di jalan Pahlawan No.51 RT 01 RW 15 Kelurahan Kebonsari Kulon Kecamatan Kanigaran Kota Probolinggo. Dua unit mobil Gegana tersebut tiba sekitar pukul 14.00 WIB untuk membantu tim Densus 88 yang tengah melakukan penggeledahan di rumah tersebut. Diduga di rumah kontrakan tersebut tersimpan bahan peledak milik terduga teroris. Sedikitnya tujuh personel Gegana Polda Jawa Timur berpakaian lengkap turun dari kendaraan berwarna abu gelap tersebut. Tim Gegana langsung menurunkan peralatan penjinak bahan peledak. Meski sudah diturunkan dari mobil yang dilengkapi drum penjinak bom, personel tersebut tak langsung memasuki rumah kontrakan tersebut. Mereka masih melakukan koordinasi dengan tim Densus yang lebih dulu tiba di lokasi. Setelah melakukan penggeledahan selama hampir dua jam, Tim Densus 88 berhasil membawa barang bukti . =M.Hisbullah Huda

Johny menjelaskan, jika ada masyarakat yang mendapatkan jatah raskin kualitasnya kurang bagus, pihaknya menyarankan agar masyarakat menukarnya dengan raskin yang lebih bagus kepada petugas.

“Ditukar saja tidak apa-apa. Jangan kemudian mendapatkan jatah raskin kondisinya jelek kemudian mengundang wartawan,” tandasnya. Sementara itu, Kasub Divre Bulog Probolinggo, Daden Abdul Rachman berharap agar penyaluran raskin itu disalurkan dengan baik kepada masyarakat. Itulah sebabnya, agar raskin itu tersalurkan kepada masyarakat bawah, harus ada petugas yang menyalurkannya di tiap Kelurahan. “Kalau tidak ada petugas, maka raskin itu tidak akan tersalurkan dengan baik kepada masyarakat,” tandasnya. =Muhammad Sugianto


KORAN MADURA 14 KORAN OLAHRAGA PROBOLINGGO

PROBOLINGGO

Olahraga 14

SELASA 21 JANUARI 2014 | No. 0284 |RABU TAHUN III22 JANUARI 2014

MADURA

No. 0285 | TAHUN III

Tendangan Bebas Madrid

Ronaldo dan Bale Berbagi Tugas MADRID - Pelatih Real Madrid Carlo Ancelotti mengungkapkan bahwa dia sudah membagi tugas kepada Cristiano Ronaldo dan Gareth Bale untuk mengambil tendangan bebas pada setiap laga klub itu. Kedua pemain itu akan berbagi tugas dalam mengambil “free kick” sesuai dengan “keahlian” masing-masing. Pasalnya, kedua pemain termahal dunia ini sama-sama memiliki tendangan bebas mematikan. Selama ini, Ronaldo adalah algojo utama dalam mengambil tendangan bebas “El Real”. Tetapi akhir pekan lalu, Gareth Bale juga ikut mencetak gol dari tendangan bebas saat membungkam tuan rumah Real Betis dengan skor telak 5-0 di La Liga. Ancelotti menegaskan hal itu menanggapi pertanyaan wartawan, apakah dirinya sudah mengambil alih peran Ronaldo sebagai eksekutor utama tendangan bebas Real Madrid dan menyerahkannya kepada Gareth Bale. Menanggapi pertanyaan itu, Ancelotti menegaskan bahwa tugas Ronaldo sebagai eksekutor tendangan bebas tidak berubah. Hanya saja, Bale akan diprioritas-

kan untuk melakukan tendangan bebas yang harus diambil dengan kaki kiri dan Ronaldo akan melakukan tendangan bebas bila harus diambil dengan kaki kanan. “Untuk bola-bola mati di sisi kiri, Bale lebih memiliki peluang untuk mengambil tendangan seperti yang dia perlihatkan saat melawan Betis dan Cristiano akan mengambil tendangan bebas dari sisi kanan. Ini keputusan yang sudah kami ambil untuk keduanya. Cristiano lebih kuat pada kaki kanannya dan Bale lebih kuat pada kaki kirinya,” papar Ancelotti. Pada bagian lain, Ancelotti menegaskan bahwa dia akan mengistirahatkan Ronaldo bila pemain terbaik dunia itu terlihat lelah. Tetapi hingga saat ini belum ada tandatanda lelah dari Ronaldo. “Bila menurut saya dia lelah, saya akan mengistirahatkannya. Tetapi dia tidak memiliki masalah dengan permainan. Rotasi penting ketika pemain-pemain kelelahan. Komunikasi kami dengan para pemain bagus. Mereka semua ingin bermain, tetapi mereka juga kadang butuh istirahat,” lanjut mantan pelatih Milan, Chelsea, dan PSG itu. Dari Lisbon, Portugal dilaporkan, Presiden Portugal Anibal Cavaco Silva, Senin (20/1) menyerahkan penghargaan tertinggi negeri itu bernama “Order of Prince Henry” kepada pemain terbaik dunia atau peraih Ballon d’Or 2013 Cristiano Ronaldo di Istana Kepresidenan Portugal di Lisbon. Penghargaan ini diberikan kepada warga Portugal yang sudah membuat Portugal dikenal

seluruh dunia dan kepada orang asing yang menyebarkan nilainilai Portugal. Menurut Presiden Anibal, Ronaldo layak mendapat penghargaan ini karena sudah membuat Portugal semakin terkenal serta diakui dan dihargai oleh seluruh dunia. Sedangkan Ronaldo sendiri mengaku sangat tersanjung mendapat penghargaan besar seperti ini. Penghargaan ini akan semakin memotivasinya untuk terus bekerja, bahkan akan bekerja lebih keras lagi di waktu-waktu mendatang. Ini adalah gelar ketiga yang diraih Ronaldo sepanjang 2013. Selain gelar ini dan Ballon d’Or, Ronaldo juga sudah dinobatkan sebagai atlet paling terkenal Portugal untuk 2013. Bersama Tim Nasional Portugal, Ronaldo sudah tampil sebanyak 109 kali atau yang terbanyak ketiga. Dia juga akan memimpin Seleccao-nya Eropa itu memburu trofi Piala Dunia 2014 di Brasil Juni-Juli mendatang. Pemain ini sangat berperan besar mengantar Portugal lolos ke Brasil melalui babak play off setelah menyingkirkan Swedia dengan skor 4-3. Keempat gol Portugal diborong Ronaldo. =ESPN/AJI

GARTH BALE Bale akan mengambil tendangan bebas dari sisi kiri, karena kaki kirinya lebih kuat.

Transfer Pemain

Everton Dapatkan Lacina Traore dari Monaco LONDON - Pelatih Everton Roberto Martinez membenarkan bahwa mereka sudah mencapai kesepakatan dengan striker klub Ligue 1 Prancis, Monaco, Lacina Traore sebagai pemain pinjaman hingga akhir musim. Pemain ini sebenarnya juga diincar oleh West Ham United. Tetapi pelatih klub itu Sam Allardyce mengundurkan diri setelah Everton masuk dengan tawaran yang lebih tinggi.

“Lacina adalah seorang pemain yang saya sukai dan seorang pemain yang sangat kami butuhkan. Dia akan bermain bagus pada posisi yang kami inginkan. Tetapi masih banyak hal yang harus kami selesaikan, terutama masalah ijin kerja. Bila ijin kerja ini bisa segera didapatkan maka dia akan sangat membantu tim. Hanya saja, ijin kerja tidak mudah didapatkan. Kami

menunjukkan keseriusan kami dalam mendapatkan Lacina karena kami sangat membutuhkannya,” kata Martinez. Mantan pelatih Wigan Athletic asal Spanyol ini melanjutkan, “Dia seorang pemain yang memiliki talenta. Dia baru berumur 23 tahun dan sudah pindah ke beberapa klub dengan total harga 30 juta pound, tetapi mendapatkan ijin kerja sangat tidak

mudah. Tetapi kami akan mengusahakan yang terbaik.” Sejumlah laporan menyebutkan bahwa Traore berusaha keras lolos dari tes medis di Everton, tetapi Martinez langsung mengklarifikasi sejumlah masalah. “Dia mengalami sedikit persoalan, tetapi tidak terlalu buruk. Dia akan segera pulih 100 persen dan kami senang dengan tes medis,” ujarnya. =ESPN/SKY SPORTS/AJI


KORAN OLAHRAGA PROBOLINGGO

MADURA

KORAN MADURA

15 Olahraga 15

RABU 22 JANUARI 2014 No. 0285 | TAHUN III

SELASA 21 JANUARI 2014 | No. 0284 | TAHUN III

ISU TRANSFER PEMAIN

Neville: Mata Tidak Cocok untuk MU

EUGENIE BOUCHARD. Salah satu aksi petenis asal Kanada Eugenie Bouchard saat mengalahkan mantan juara Prancis Terbuka Ana Ivanovic, Selasa.

Petenis Remaja Kalahkan Ivanovic Li Na Melaju ke Semifinal Usai Kalahkan Pennetta MELBOURNE- Petenis remaja Eugenie Bouchard menjadi petenis Kanada pertama yang mencapai babak empat besar Australia Terbuka, ketika ia menaklukkan mantan juara Prancis Terbuka Ana Ivanovic 5-7, 7-5, 6-2 pada Selasa. Ivanovic menyingkirkan petenis peringkat satu dunia Serena Williams pada putaran keempat dan terlihat berada di jalur untuk mencapai semifinal Grand Slam pertamanya sejak ia meraih kejayaan di Roland Garros pada 2008, setelah memenangi set pertama melawan Bouchard dalam kurun wakru 47 menit. Namun Bouchard mampu melaju untuk unggul 4-1 pada set kedua, dan ketika Ivanovic mampu menahannya, kedua petenis ini saling mematahkan serve lawannya, kemudian petenis peringkat 31 dunia asal Kanada itu

menyamakan kedudukan menjadi 1-1 ketika petenis Serbia itu melakukan kesalahan ganda pada set point. Ivanovic, yang telah dua kali mendapat perawatan pada pinggang kirinya, terlihat tidak terlalu bernafsu memenangi pertandingan sepanjang sisa laga dimainkan, dan Bouchard mempersiapkan. Sementara itu, Petenis nomor empat dunia Li Na mengalahkan petenis dari Italia, Flavia Pennetta, pada pertandingan berat sebelah dan maju ke babak semi final turnamen tenis Australia Terbuka, Selasa. Pemain China itu tampil mendominasi permainan sampai akhirnya ia mengalahkan lawannya berusia 28 tahun itu dengan angka 6-2, 6-2, dan selanjutnya akan bertemu dengan pemain pemain remaja yang lagi naik daun dari Kanada, Eugenie Bouchard, yang sebelumnya mengalahkan petenis kondang dari Serbia Ana Ivanovic. Li memperagakan permaian terbaknya pada laga yang berlangsung selama 67 menit itu,

setelah sebelumnya menumbangkan Ekaterina Makarova kurang dari satu jam, Minggu. Kemenangan anak asuh pelatih Carlos Rodriguez itu menyusul kemenangannya dalam laga putaran ketiga, ketika ia bermain tiga set dan mengamankan “match point” saat melawan Lucie Safarova. “Setelah saya mengamanan match point (ketika melawan Safarova), saya merasa permainan saya bertambah baik dan saya merasa memiliki kepercayaan diri yang lebih besar,” kata Li. “Saya merasa lebih bagus dan saya memiliki pengharapan besar. Saya maju selangkah tahun ini,” katanya. Li selalu bermain konsisten dalam permainan di lapangan Plexicushion dalam lima tahun ini. Ia maju ke babak final dua kali, kalah atas Kim Clijsters pada 2011 dan kemudian tahun lalu kalah atas Victoria Azarenka, setelah secara dramatis berhasil mengatasi masalah pada pergelangan kakinya sampai dua kali. =ANT/DAR

MANCHESTER-Bek Manchester United (MU) yang kini menjadi asisten pelatih Tim Nasional Inggris Gary Neville tidak yakin bahwa Juan Mata adalah pilihan terbaik untuk MU. Bahkan menurutnya, gaya bermain Juan Mata tidak sesuai dengan filosofi sepakbola Setan Merah. Kecuali kalau David Moyes mengubah filosofi bermain tim hanya untuk mengakomodasi Juan Mata yang tidak lagi mendapat tempat utama di skuat Jose Mourinho di Chelsea. Berita-berita di Inggris Selasa (21/1) menyebutkan bahwa pelatih MU David Moyes sudah menyiapkan dana 37 juga pound untuk memboyong Juan Mata dari Stamaford Bridge ke Old Trafford. Mata duduk di bangku cadangan saat “The Blues” melumat MU 3-1 di Stamford Bridge pada Minggu (19/1) sore waktu setempat. Meski demikian, Neville sepakat bahwa MU perlu suntikan tenaga segar pada jendela transfer musim dingin ini guna mengangkat performa tim dan mendongkrak mereka dari posisi ketujuh klasemen sementara saat ini. Hanya saja, menurutnya, Mata bukanlah pilihan yang tepat. “Mereka memiliki dana banyak, dan sebesar 37 juta pound disiapkan untuk Mata. Tetapi apakah dia (Mata) cocok dengan apa yang saya sebut filosofi sepakbola Manchester United? Menurut saya tidak. Pertanyaan pertamanya adalah dia mau bermain di posisi mana? Rooney dan Van Persie adalah dua pemain papan atas bila mereka sudah pulih dari cedera. Apakah Anda akan memainkannya di sisi kiri atau kanan,” gugat Neville. Dia melanjutkan, “Kita sudah menyaksikan Kagawa bermain di sayap kiri. Sebelumnya, MU memiliki pemain seperti Kleberson yang beroperasi di sayap ini. Kita juga pernah menyaksikan Juan Sebastian Veron di MU bergerak ke kiri karena tidak bisa ber-

JUAN MATA dikabarkan oleh mediamedia Inggris sedang diincar oleh Manajer MU David Moyes untuk diboyong ke Old Trafford

main sebagai gelandang tengah. Mungkin mereka mau mengubah filosofi dan mungkin itulah yang dipikirkan David Moyes. Mungkin dia ingin memainkan dua pemain bayangan dan mungkin tiga gelandang.” Meski demikian, Neville yakin Juan Mata adalah seorang pemain yang fantastik, tetapi dia tidak cocok dengan filosofi MU. Kecuali kalau David Moyes mengubah filosofi tim untuk mengakomodasi Juan Mata. Tetapi bila dengan filosifi yang ada maka tidak ada tempat untuk Juan Mata di MU. “Yang dibutuhkan David Moyes saat ini adalah seorang pemain hebat, yang bisa membuat para pemain belakang lawan pontang panting. Dan Mata bukanlah tipe pemain seperti itu,” ujarnya lagi. =ESPN/SKY SPORTS/AJI


16

KORAN MADURA

SELASA 21 JANUARI 2014 | No. 0284 | TAHUN III

PETENIS REMAJA KALAHKAN IVANOVIC OLAHRAGA | 15

NEVILLE: MATA TIDAK COCOK UNTUK MU OLAHRAGA | 14

Olahraga KORAN MADURA

RONALDO DAN BALE BERBAGI TUGAS OLAHRAGA | 14

RABU 22 JANUARI 2014 | No. 0285 | TAHUN III

16

BarcELONA Manipulasi Harga Neymar?

NEYMAR melompat girang usai mencetak gol dalam pertandingan yang dijalaninya beberapa waktu lalu. Saat ini, proses transfer Neymar dari Santos ke Barcelona sedang diselidiki Pablo Ruiz karena diduga Barcelona tidak transparan terkait transfer ini.

MADRID - Barcelona kemungkinan melakukan kebohongan publik terkait transfer Neymar dari Santos pada musim panas 2013 lalu. Pasalnya, nilai transfer yang diumumkan ke publik diduga tidak sesuai dengan yang tertera dalam dokumen resmi. Ketika itu, Presiden Barcelona Sandro Rosell mengungkapkan bahwa nilai transfer Neymar dari klub Brasil, Santos, hanya senilai 57 juta euro. Padahal, dari dokumen yang bocor ke media Spanyol, El Mundo, disebutkan bahwa kemungkinan striker Tim Nasional Brasil itu dibeli dengan harga 95 juta euro. El Mundo juga melansir bahwa ada sejumlah bayaran yang lansung diserahkan Barcelona kepada ayah Neymar sebagai “upah� atas kerjanya sebagai pemantau bakat-bakat muda di Santos dan membantu anak-anak di Sao Paulo. El Mundo mengungkapkan, dari dana sebesar 95 juta euro itu, 40 juta euro di antaranya diserahkan kepada keluarga Neymar, 17 juta euro kepada Santos, 7,9 juta euro untuk hak tiga pemain muda Santos, sembilan juta euro untuk dua laga persahabatan antar kedua klub, 8,5 juta euro untuk komisi kepada Neymar Senior, ayah Neymar, 2,6 juta euro untuk pembayaran ke agen dan bonus sebesar 10 juta euro. Bila benar Barcelona membayar 38 juta euro lebih mahal dari yang mereka ungkapkan, maka Neymar menjadi pemain termahal di dunia dan jauh lebih mahal daripada Cristiano Ronaldo (95 juta euro dari Manchester United) dan Gareth Bale (91 juta euro dari Tottenham Hotspur). Tetapi sumber-sumber koran

itu di Barcelona membantah berita tersebut. Kepada El Mundo mereka menyebutkan bahwa berita ini tidak benar. Mereka juga sudah menegaskan bahwa penyelidikan terhadap kesepakatan pembelian Neymar dari Santos tidak adil. Meski demikian, pihak Barcelona tetap tenang menghadapi penyelidikan ini. Diakui bahwa proses mendatangkan Neymar dari Santos cukup kompleks dan keberhasilan proses transfer adalah buah dari negosiasi yang cantik dan lihai. Minggu lalu, Neymar juga menegaskan bahwa tidak ada yang janggal, apalagi ilegal, dalam proses transfernya dari Santos. Neymar sendiri menangani masalah ini atas nama ayahnya. Penyidik Pablo Ruz dilaporkan sudah meminta sejumlah dokumen dari Santos dan FIFA terkait proses transfer Neymar ini, menyusul pengaduan dari pejabat Barca Jordi Cases bahwa Presiden Sandro Rosell dan para pembantunya di dewan klub Barcelona tidak mengatakan hal yang sebenar-benarnya terkait masalah transfer Neymar ini. Otoritas pajak Spanyol dan Brasil dan investor pihak ketiga terutama yang terkait dengan hak-hak Neymar, akan memantau dari dekat perkembangan penyelidikan kasus ini. Pada bagian lain El Mundo melaporkan bahwa laga eksibisi Lionel Messi & Friends di Kolombia dan di beberapa tempat lainnya pada musim panas lalu diduga sebagai ajang pencucian uang hasil perdangangan obat-obatan terlarang. Tetapi, investigasi terkait kasus ini sedang berlangsung. =ESPN/AJI


RABU

22 JANUARI 2014 No. 0285 TAHUN III

KORAN MADURA

SIRAT ‘DIHADIAHI’ TIMAH PANAS SUMENEP | B

45 TON CBP 2013 TIDAK TERSERAP PAMEKASAN | H

ANIS FITRIYAH SELASA 21 JANUARI 2014 | No. 0284 | TAHUN III Terobsesi pegawai perbankan NETER KOLENANG | P

Taneyan Lanjang KORAN MADURA

Ada Teroris di Madura?

Polisi Bakal Geledah Rumah Kos dan Kontrakan SAMPANG – Tertangkapnya dua terduga teroris oleh tim Densus 88 Anti Teror di Surabaya, membuat Polres Sampang dan Bangkalan semakin intens melakukan Razia Cipta Kondisi untuk mengantisipasi gerak teroris di Madura. Kepolisian Resor Sampang, Selasa (21/1) sekitar pukul 1.00 Wib dini hari melakukan operasi lalu lintas di pintu masuk Kota Bahari. Operasi tersebut difokuskan kemungkinan menyebarnya jaringan teroris di Pulau Madura pasca terjadinya penggerebekan di Surabaya. “Kalau antisipasi pengamanan terus kita laksanakan, karena seperti adanya razia di setiap hari kita gelar, meski kadang waktunya kita ubah siang maupun malam, agar tindak kriminal tidak ada di sini,” ucap Kapolres Sampang AKBP Imran Edwin Siregar. Sementara Polres Bangkalan, Selasa, menfokuskan operasi di tiga lokasi. “Untuk razia kali ini, kita fokuskan pada tiga lokasi, yaitu di daerah Klobungan Kecamatan Socah, kemudian di daerah Mlajah dan Skep yang termasuk pada wilayah Kota Bangkalan,” ujar Kabag Perencanaan Polres Bangkalan, Kompol. Tri Atmulyanto. Pada operasi tersebut polisi juga mengantisipasi peredaran bahan peledak, minuman keras, senjata api, dan senjata tajam dengan menyisir setiap kendaraan roda dua dan empat. Dari semua kendaraan yang disisir, polisi belum menemukan hal-hal yang mencurigakan.

Siregar menengarai, menjelang pesta demokrasi, jaringan teroris dimungkinkan semakin menyebar. Untuk mengatisipasi orang yang terlibat terorisme di Madura, pihaknya berencana menggeledah setiap rumah kos dan kontrakan di Kota Sampang dengan dibantu anggota satpol PP setempat. “Itu salah satu bentuk pengaman nanti bersama anggota Satpol PP di tempat kos-kosan dan kontrakan, karena bentar lagi juga bakal mendekati pemilihan,” terangnya. Ditangkap Tim Densus 88 Anti Teror dibantu Polda Jatim, Senin (20/1) malam, menggerebek Isnaini Romdoni, 30, dan Abdul Majid, 35, di rumah nomor 14 Jalan Tanah Merah Sayur, Surabaya. Ditemukan dua bom berisi paku dan timer. Bom tersebut pada Selasa direncanakan digunakan diledakkan di pos polisi dan tempat hiburan. =RYAN HARIYANTO/DONI HERIYANTO/MK

A


KORAN MADURA KORAN PROBOLINGGO B B

RABU 22 JANUARI 2014 | No. 0285 | TAHUN III

MADURA

Sumenep

RABU 22 JANUARI 2014 No. 0285 | TAHUN III

KRIMINAL

Sirat “Dihadiahi” Timah Panas SUMENEP – Pencarian panjang polisi terhadap pembacok Kaur Bin Ops (KBO) Reskrim Iptu I Gede Pranata Wiguna dan warga Desa Jabaan, Kecamatan Manding, membuahkan hasil. Sirat dihadiahi timah panas saat ditangkap di Kalimantan. Sirat (29), buronan polisi asal Desa Jabaan, Kecamatan Manding, ditangkap oleh tim khusus Resmob Polres Sumenep, Selasa (21/1) sekitar pukul 13.00 di rumah H. Ali (45) di Kelurahan Trisakti, Kecamatan Banjar Barat, Kota Banjarmasin. Bersama suami Liskiyani itu, polisi mengamankan tiga orang yang membantu pelaku. Mereka, Addur, bapaknya Sirat; Etto; dan H. Ali, tuan rumah tempat persembunyiannya. Sirat sendiri baru tiba empat hari lalu di Kalimantan. Namun begitu tiba langsung mencuri motor milik warga. ”Kami sangat terkejut begitu mendengar suara tembakan. Saya kira ada perampok atau teroris yang datang ke rumah ini. Tak tahunya Sirat sudah terkapar di bawah,” kata Mudahri (30), saksi mata melalui telepon seluler di Kalimantan. Polisi datang saat Sirat bersama Etto sedang santai. Petugas bersenjata langsung menembaknya, sehingga yang bersangkutan tidak sempat melawan. ”Karena mungkin polisi takut lari, maka Sirat ditembak oleh

polisi,” ujarnya. Secara terpisah, Kapolres Sumenep, AKBP Marjoko, mengatakan, dua hari lalu pihaknya mengirim satu regu tim khusus Resmob Polres Sumenep ke Kalimantan. ”Pokoknya mereka berangkat atas izin saya. Apa pun yang mereka temukan di sana pasti lapor saya, dan pulang atas izin saya,” kata Marjoko singkat. Sebelumnya, petugas sempat hendak menangkap Sirat di desanya. Pada saat itu Sirat hendak ditangkap atas dugaan pencurian dengan kekerasan (curas). Namun, Sirat berhasil meloloskan diri begitu celurit yang dibawanya melukai tangan kiri KBO reskrim hingga tewas. Insiden tersebut menyebabkan polisi makin intens memburu pelaku pembacokan KBO reskrim tapi tidak berhasil membekuk pelaku. Di tengah pencarian polisi, celurit yang sering dibawa Sirat kembali memakan korban. Istri tercintanya, Liskiyani, terkena sabetan celurit. Usai membacok istrinya, ia kabur ke Kalimantan. =JUNAEDI/MK

SIRAT. Dirawat di rumah sakit usai ditangkap di Banjarmasin, Selasa (21/1) sekitar pukul 13.00

PROYEK PLENGSENGAN

Masih Dikerjakan Sudah Ambrol SUMENEP – Proyek pembuatan plengsengan di Dusun Taretah, Desa Lamperreng, Kecamatan Pragaan mendapat sorotan dari warga. Proyek yang masih dalam pengerjaan itu di beberapa bagian sudah ambrol. Warga setempat meresahkan hal itu. Munasik, tokoh masyarakat setempat, mengatakan, proyek plengsengan tersebut diduga menyimpang. Sekalipun proyek tersebut baru berumur sekitar dua bulan, namun bagian beton plengesengan sudah retak dan terputus. “Ini saya kira sudah menyimpang dari bestek. Indikasinya, selain karena masih dikerjakan sudah ambrol, campuran bahan material juga tidak sesuai. Masih ada campuran tanah liat selain

semen dan pasir. Padahal mestinya campuran itu hanya cukup semen dan pasir saja,” ujar Munasik. ambrolnya beton plengsengan tersebut mencapai 20 sentimeter dan hanya ditutup dengan campuran semen dan pasir. Warga sudah memprotes pembangunan proyek tersebut, namun pekerja proyek tersebut saat dikomplain

AMBROL. Warga menujukkan proyek plengsengan di Desa Taretah, Desa Lanperreng, Kecamatan Pragaan, yang masih dalam pengerjaan namun sudah ambrol, Selasa (21/1).

untuk memperbaiki kembali tidak mengubrisnya. Pekerja tetap melanjutan pembanguan proyek yang diduga dikerjakan secara amburadul tersebut. “Kalau sudah dikerjakan dan tuntas namun ambrol masih bisa dibenarkan. Ini masih dikerjakan sudah aambrol,” ketus Munasik. Ia pesimis plengsengan tersebut dapat mencegah terjadinya longsor yang dapat menimpa sekitar 15 rumah warga. Sementara Kepala Dinas Pengairan Sumenep Eri Susanto hingga berita ini ditulis pukul 14.00 belum bisa dikonfirmsi. Yang bersangkutan mengatakan sedang ada rapat saat dihubungi melalui telepon genggamnya. =ALI RIDHO/MK


Sumenep

KORAN MADURA

RABU 22 JANUARI 2014 | No. 0285 | TAHUN III

C

ANGGARAN PERAWATAN MASJID JAMIK

Disbudparpora: Kami Tidak Bisa Terlalu Masuk SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep belum bisa memasukkan anggaran perawatan Masjid Jamik setempat dalam APBD meski tempat ibadah itu termasuk salah satu cagar budaya. Pemkab tidak bisa terlalu masuk karena dikelola oleh yayasan. Kabid Kebudayaan dan Pariwisata Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Sumenep, Sukaryo, mengungkapkan, sampai saat memang belum ada anggaran khusus untuk pemeliharaan masjid. Sebab, keberadaan masjid yang sudah berumur puluhan tahun itu sampai saat ini masih dikelola oleh yayasan. ”Masjid Jamik itu dikelola oleh yayasan, jadi kami tidak bisa terlalu masuk ke dalamnya,” katanya, Selasa (21/1) saat

dikonfirmasi terkait keluhan takmir masjid karena tidak ada anggaran khusus dari pemerintah untuk merawat cagar budaya itu. Selain itu, menurut kabid yang baru bertugas dua bulan, untuk melakukan penganggaran khusus dirinya harus melakukan penyesuaian dengan angaran yang ada. ”Jika memang berkenan, silakan ajukan pada kami. Kalau memang ada anggaran pasti kami bantu,” katanya. Namun demikian, dirinya tidak bisa memastikan akan mendapat kucuran anggaran, sebab dirinya masih harus meminta restu Bupati A. Busyro Karim. ”Kami kan bekerja di bawah naungan Bupati. Jadi itu semua terserah Bupati,” tukasnya. =JUNAEDI/MK

RANGKAP JABATAN

Pengurus PNPM Lebih Senang Jadi Caleg SUMENEP – Enam Pengurus PNPM Mandiri Perdesaan di Sumenep menyatakan mundur sebagai pengurus karena telah tercatat sebagai Caleg 2014. Mereka sudah menandatangani surat pernyataan mundur dan surat itu telah diserahkan pada panwaslu. Demikian disampakan Ketua Panwaslu Sumenep Zamrud Khan. “Hingga saat ini terdapat enam caleg yang sudah resmi mundur dari pengurus PNPM,” katanya, Selasa (21/1). Dari enam orang tersebut, Abdillah Fathori, Pengurus PNPM Kecamatan Manding tercatat sebagai caleg Partai Golkar; Ishak dan Moh Ghafur, Pengurus PNPM Kecamatan Kalianget tercatat sebagai caleg Partai Gokar. Sementara tiga caleg lainnya, Akh Jasuli, Pengurus PNPM Kecamatan Ganding tercatat sebagai caleg Partai Demokrat; Ahmad Homaidi, Pengurus PNPM Kecamatan Ganding tercatat sebagai caleg Partai Nasdem; dan Fathol Ulum, Pengurus PNPM Kecamatan Batuan tercatat sebagai caleg Nasdem. =ALI RIDHO/MK

PERAHU TENGGELAM. Perahu penangkap ikan dan kepiting tenggelam di perairan Pulau Poteran. Tak ada korban jiwa dalam insiden tersebut karena nelayan sudah hendak pulang.

Sumenep Berdamai dengan Malaysia Lembaga Penerbangan akan Membuka Sekolah

Ketua panwaslu Sumenep Zamrud Khan memperlihatkan surat pernyataan pengunduran pengurus PNPM yang menjadi Caleg 2014.

Abdillah Fathoni PNPM Manding

Partai Golkar

Ishak PNPM Kalianget

Partai Gokar

Moh Ghafur PNPM Kalianget

Partai Gokar

Akh Jasuli PNPM Ganding

Partai Demokrat

Ahmad Homaidi PNPM Ganding

Partai Nasdem

Fathol Ulum PNPM Ganding

Partai Nasdem

SUMENEP- Pemerintah Kabupaten Sumenep berencana melakukan kerja sama dengan perusahaan penerbangan Malaysia. Kerja sama tersebut berkenaan dengan keberadaan Bandara Trunojoyo yang mulai dilirik sebuah lembaga pendidikan penerbangan, Asia Pacific Flight Training Sdn Bhd (APFT) SDN BHD, Kota Bharu, Malaysia. Demikian disampaikan Wakil Bupati Soengkono Sidik, Selasa (21/1). Menurutnya, lembaga tersebut akan membuka sekolah penerbangan di Sumenep. Bupati diminta segera ke Malaysia untuk membicarakan hal itu secara lebih jelas. “Sekolah penerbangan yang akan dibuka di Sumenep itu jauh lebih besar dari yang sudah berlangsung selama ini. Dan sepertinya perusahaan ini sangat serius menawarkan, karena saya diminta datang langsung, termasuk biaya perjalanan saya akan ditanggung oleh perusahaan,” katanya. Saat ini, bupati sedang memenuhi panggilan perusahaan tersebut untuk membicarakan lebih lanjut terkait dengan tawaran kerja sama itu. “Maaf, soal penerbangan saya tidak bisa memberikan kete-

rangan sekarang. Sebab, sekarang bupati masih ke Malaysia dan melakukan peninjauan langsung terhadap Flight Training School di Kota Bharu yang hendak menjalin kerja sama,” katanya kepada Koran Madura. Menggapi hal itu, Ketua Komisi C DPRD Hari Punto meminta pemkab tidak terlalu banyak berteori. "Kita sudah banyak mengeluarkan anggaran untuk pembenahan bandara, tujuan kami agar segera beroperasi menjadi penerbangan komersil. Namun, sejauh ini pemkab hanya banyak teori, kita tak perlu banyak teori, tetapi bukti," katanya. Komisi C pada APBD 2014 kembali menganggarkan pembenahan bandara Trujojoya. Sedangkan anggaran yang dikucurkan adalah Rp 9,9 miliar. Hal itu diperuntuk-

Hari Punto

Ketua Komisi C DPRD Sumenep kan untuk perluasan areal bandara seluas 4,5 hektare. "Percuma kan tiap tahun kita menganggarkan untuk pembenahan bandara, tetapi ujung-ujungnya malah seperti ini. Sekali lagi, kami tak perlu sekolah, tetap perlu bukti kapan bandara itu akan menjadi bandara komersil," pungkasnya. =SYAMSUNI/MK


D D

KORAN MADURA

Sumenep

RABU 22 JANUARI 2014 | No. 0285 | TAHUN III

KANTOR KEMENTERIAN AGAMA

Bantuan Percepatan Pendidikan Tak Tuntas SUMENEP – Realisasi bantuan percepatan pendidikan keagamaan dan pengembangan keagamaan Kementerian Agama RI di Kabupaten Sumenep belum tuntas. Kontor Kementerian Agama Kota Sumekar mengaku terkendala cuaca untuk menyalurkannya. Dana Rp 17.354.000.000 yang akan dikucurkan terhadap 1.343 lembaga, sampai saat ini baru terealisasi 90 persen. Kankemenag terganjal proses adminitrasi, utamanya bagi lembaga keagaman yang berada di Kepulauan Sumenep. Kepala Kantor Kementerian Agama Sumenep, Moh. Shodiq, menjelaskan, belum tuntasnya penyaluran bantuan tersebut karena terkendala cuaca ekstrem, sehingga dirinya kesulitan untuk menyalurkan ke daerah kepulauan. ”Yang tidak selesai itu hanya di kepuluan saja. Sementara di daratan hampir selesai. Itu pun karena terkendala cuaca ekstrem, sehingga pemberkasannya jadi terkendala,” terangnya, Selasa

(21/1). Bantuan itu dibagi menjadi dua kategori. Kategori I untuk Rehap Kelas Baru (RKB) yang diberikan kepada sebanyak 241 lembaga, dan masing-masing lembaga mendapatakan bantuan sebesar Rp 40 juta. Sedangkan kategori II untuk Biaya Operasional Pendidikan (BOP) yang diberikan kepada 1.102 lembaga, dan masing-masing mendapat kucuran Rp 7 juta. Untuk mengawasi bantuan tersebut, kankemenag akan membetuk tim khusus. ”Tim itu akan selalu mengawasi. Jadi apabila ada yang tidak sesuai dengan juknis maka kami tidak akan segan untuk memberikan sanksi,” terangnya. Ia menegaskan, jika dalam realisasi bantuan itu ada indikasi penyelewengan, pihaknya tidak akan segan untuk melaporkan ke pihak berwajib. ”Jika sudah ada indikasi melawan hukum maka kami akan menempuh jalur hukum juga,” tukasnya. =JUNAEDI/MK

DUGAAN PENYIMPANGAN BANTUAN

Untuk Siapa Bantuan Guru Mengaji? SUMENEP – Bantuan Pemerintah Kabupaten Sumenep kepada guru mengaji dikabarkan tidak tepat sasaran. Oknum yang diduga bukan guru mengaji mendapat bantuan, sementara guru yang sudah jelas mengajar tak terima bantuan. Dugaan salah sasaran bantuan tersebut terjadi di Dusun Sumur Dalam, Desa Banbaru, Kecamatan Gili Genting. Tiga orang yang diduga bukan guru beberapa waktu lalu menerima bantuan sebesar Rp 500 ribu bersama tiga guru mengaji lainnya dari Gili Genting. “Dari enam orang yang menerima bantuan guru ngaji tersebut yakni Suman, Ar Baito, dan Suji, ketiga orang tersebut dipastikan berstatus guru ngaji. Sementara tiga orang lainnya yang juga menerima bantuan guru ngaji, yakni berinisial SJ, RF, dan MR tidak pernah menjadi guru ngaji,” terang Jumanto, warga setempat. Tiga guru mengaji pertama mengajar di Mushala Nurul Jamaah. Sementara tiga inisial yang juga diduga menerima bantuan tersebut aktivitasnya

sebagai petambak garam dan petani. “SJ dan RF hanya sebgai petambak garam. Sementara MR hanya sebagai petani,” terangnya. SJ, RF, dan MR ditengarai menerima bantuan atas nama guru mengaji Mushala Nurul Jamaah. “Bisa jadi mereka menerima bantuan guru ngaji lantaran mendompleng nama Mushala Nurul Jamaah untuk memperoleh bantuan guru ngaji tersebut,” terangnya. Sementara yang berhak menerima bantuan guru ngaji justru luput dari sasaran Pemkab Sumenep. Guru mengaji Mushala Nurul Amin, Sujirno, mengaku tidak menerima bantuan guru mengaji tersebut. Sementara Kabag Kesmas Setkab Sumenep Ach Syahwan Effendi mengaku masih baru semingggu lalu menjabat sebagai kabag kesmas. Pihaknya mengaku tidak banyak tahu soal bantuan yang diduga tidak tepat sasaran tersebut. “Coba kirim nama-nama yang diduga memperoleh bantuan namun bukan guru ngaji,” katanya saat dikonfirmasi. =ALI RIDHO/MK

HEARING. Puluhan mahsiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat STKIP PGRI Sumenep saat melakukan hearing dengan Kabag Kesmas Pemerintah Kabupaten Sumenep, Selasa (21/1). Mereka meminta kejelasan terkait kuota penerima beasiswa.

Program Beasiswa Diterpa Isu Titipan Puluhan Mahasiswa Datangi Kesmas SUMENEP – Program beasiswa Pemerintah Kabupaten Sumenep diterpa isu ada titipan di dalamnya. Belum ada informasi soal kuota penerima beasiswa, tiba-tiba langsung ada 225 nama penerima. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat STKIP PGRI Sumenep, Selasa (21/1) mendatangi Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesmas) Pemkab. Mereka melakukan hearing terkait program beasiswa yang terkesan tertutup dan ditengarai ada titipan nama. "Tuntutan kami barusan sudah disampaikan saat hearing bersama Kepala Kesmas terkait dengan program beasiswa ini. Sebab, peralihan kewenangan dari Bappeda ke Kasmas, kami melihat tidak sehat. Apalagi program ini terkesan tertutup," kata Ach. Faidi, koordinator hearing, usai hearing. Dugaan tidak transparannya program beasiswa semakin kuat ketika tim tidak dilibatkan dalam penentuan kuota. "Sebelum mendatangi Kesmas, kami melakukan kroschek ke beberapa tim

yang sudah di SK oleh Bupati, seperti DPKS, LSM, dan media. Mereka mengaku tak dilibatkan dalam penentuan kuota penerima beasiswa," jelasnya. Sementara Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat Pemkab, R. Ach. Syahwan Effendy, mengatakan, pihaknya akan menampung semua usulan mahasiswa, termasuk tentang permintaan membuka pengajuan ulang. “Sebelum dicairkan, jumlah 225 itu masih akan dilakukan kroschek ulang bersama tim, dan kami akan melakukan verifikasi administari terhadap 225 mahasiswa tersebut. Jika nantinya ada yang tidak layak menerima, maka akan kami coret,” jelasnya. Soal isu titipan, Effendy membantah. “Itu tidak benar. Kan harus diperjelas dulu, yang penting mahasiswa yang mengajukan itu sesuai dengan keten-

tuan yang ada. Makanya, nanti masih ada verifikasi administrastif dengan cara melakukan investigasi ke lapangan bersama tim,” jelasnya. Menanggapi soal tidak transparannya program beasiswa tersebut karena tidak melibatkan tim, Effendi mengakatakan kalau pihaknya memang masih belum melakukan rapat dengan tim eksternal. “Kita memang masih belum melibatkan tim, tetapi dalam waktu dekat akan ada rapat dengan tim. Itu berkenaan dengan verifikasi administrasi,” tambahnya. Dari bantuan itu, masing-masing mahasiswa akan mendapatkan batuan Rp 2 juta. Salah satu syaratnya tak jauh beda saat masih ditangani oleh Bappeda, yakni harus mahasiswa semester 5 hingga 7. “Jadi, persyaratannya tidak jauh berbeda dengan dulu, harus semester 7, benar-benar tidak mampu dengna disertai dengan keterangan dari kepala Desa, dan pula IPK minimal 3.00,” sebutnya. =SYAMSUNI/MK


KORAN PROBOLINGGO MADURA

KORAN MADURA

Pamekasan

RABURABU 22 JANUARI No. 0285| TAHUN III 22 2014| JANUARI 2014

No. 0285 | TAHUN III

EE

Pengiriman Material Terlambat Diduga Bantuan Disunat hingga 5 Juta PAMEKASAN - Belum tuntas persoalan pemotongan bantuan terhadap program bedah rumah tidak layak huni atau bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS), kini warga Kelurahan Kowel Kecamatan Pamekasan kembali mengeluhkan pengiriman material pembangunan bedah rumah yang tidak tepat waktu. Moh. Naji, warga dusun Paggung Kelurahan kowel Pamekasan, mengaku menuntaskan pembangunan rumahnya, sebab hingga saat ini material yang dijanjikan rekanan, tak kunjung dikirim. Sementara, jika dikalkulasi, bahan-bahan yang sudah dikirim hanya berkisar Rp 4 juta. Padahal, bantuan BSPS tersebut mencapai Rp 7,5 Juta dan 1 juta untuk ongkos tukang. Untuk itu dirinya meminta agar rekanan yang ditunjuk untuk membeli bahan-bahan bangunan program BSPS tersebut, sisanya tidak dibelikan bahan-bahan bangunan, melainkan diberikan uangnya. Karena pembangunan rumahnya sudah tuntas. “Kalau

bisa diberikan uangnya saja, karena kami sudah menuntaskan sendiri kekurangan pembangunan rumah kami,” kata Moh. Naji. Hal serupa juga disampaikan Abdurrahman Saleh, warga Baru Kelurahan Kowel Pamekasan. Dia berharap rekanan tidak membelikan bahan bangunan, melainkan memberikan sisa uang bantuan. “Banyak bahan bangunan yang dibeli rekanan, tidak sesuai dengan kebutuhan pemilik rumah,” tegasnya. Penerima lainnya, Linda, warga Kampung Selatan Kelurahan Kowel dan Bahari, sengaja tidak mengerjakan pembangunan rumah. Membiarkan material bangunan ada di halaman rumahnya.

Sebab pembelian bahan-bahan bangunan belum lengkap. “Kalau punya saya sengaja dibiarkan, sebelum pembelian material dipenuhi sampai angka Rp7,5 miliar,” ucapnya. Ketua Badan Keswadayaan Masyarakat kelurahan kowel Moh. Hayyi saat dikonfirmasi tidak bersedia memberikan keterangan dan mempersilakan koran ini bertanya langsung ke Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya .”Saya ini hanya mendata dan pemberi petunjuk terhadap rekanan yang akan mengirimkan material,” kilahnya. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya, Muharram, saat dihubungi melalui ponselnya, mengaku berada di Kelurahan Kowel Pamekasan, untuk memantau pelaksanaan program BSPS dan tidak memberikan keterangan soal keluhan warga. “Saya di lapangan sedang memantau pelaksanaan BSPS,” ujarnya. Sekedar mengingatkan, sebanyak 41 warga Kelurahan Kow-

el, Kecamatan Pamekasan, Jawa Timur, berduyun-duyun mendatangi kantor kelurahan setempat, Rabu (15/1/2014). Mereka mau meminta pertanggungjawaban Lurah Kowel terhadap pemotongan bantuan bedah rumah untuk rumah tidak layak huni (RTLH). Potongan bantuan mencapai Rp 5 juta, yang dilakukan oleh salah satu staf Kelurahan Kowel. Menurut warga bantuan yang seharusnya diterima warga sebesar Rp 8,5 juta, namun yang diterima hanya Rp 3,5 juta. Itupun berupa bahan-bahan bangunan yang taksirannya berbeda-beda. Pemotongan itu tidak pernah disampaikan kepada warga. Warga tiba-tiba dikirimi bahan-bahan bangunan ke rumahnya masingmasing. Warga awalnya diminta untuk membuka rekening terkait penerimaan bantuan. Namun sampai saat ini rekening itu tidak pernah diterima warga. Sebelumnya juga Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Djan Faridz berjanji akan mengevaluasi

secara utuh realisasi (pelaksanaan) bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) yang dikucurkan ke sejumlah daerah di Jawa Timur, termasuk di Pamekasan. Itu menyusul banyaknya laporan pemotongan bantuan terhadap program bedah rumah tidak layak huni atau bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS). Padahal, kata Djan Faridz, bantuan sebesar Rp. 7,5 Juta tersebut, pencairannya langsung diberikan kepada masing-masing penerima. Namun dirinya tidak mengetahui pemotongan tersebut dilakukan dengan cara apa. Sementara modus penyelewengan yang terjadi di Pamekasan, penerima bantuan langsung dikirim bahan-bahan bangunan tanpa ada pemberitahuan sebelumnya kepada penerima bantuan. Selain itu, penerima bantuan tidak tahu-menahu kapan uang itu dicairkan melalui rekeningnya. =FAKIH AMYAL/RAH

CUACA BURUK

Nelayan Pagan Tak Melaut

PAMEKASAN - Para nelayan pagan apung di Perairan Talang

Siring, Kecamatan Larangan, Pamekasan, tidak melaut selama

sepekan terakhir. Mereka menghentikan aktivitasnya karena

buruknya cuaca di perairan itu. Mereka hanya memarkir pagan apung miliknya di tepi pantai, khawatir hilang terbawa arus sambil melakukan perbaikan. Salah satu nelayan di perairan itu, Su’ad mengatakan tidak berani melaut karena cuaca buruk sangat membahayakan bagi nelayan. Kalaupun dipaksakan melaut, hasil tangkapan dipastikan tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan. Lebih dari itu, nelayan juga terancam mengalami kerugian lebih besar jika pagan apung miliknya terbawa arus. “Bagan milik teman saya sudah terseret ombak, karena belum sempat ditepikan sebelumnya. Untungnya masih ditemukan di perairan Gili Genteng, Sumenep, dalam keadaan banyak kerusakan,” katanya. Dia menjelaskan cuaca buruk ini sudah berlangsung selama sepekan terakhir dan sampai kini masih belum normal. Jika hal ini berlangsung lama, para nelayan dipastikan kesulitan mencari nafkah. Sebab mereka sangat bergantung pada hasil melaut sebagai sumber penghasilan. Menurut Su’ad, sebagian nelayan di daerahnya, kini beralih ke pekerjaan lain, menjadi buruh

tani. Namun pekerjaan ini tidak bisa dijadikan sebagai tumpuan penghasilan, karena tidak setiap hari bekerja. Sementara itu, Hamid, yang juga berprofesi sebagai nelayan pagan apung, berencana mengadu nasib ke luar daerah. Rencananya, ia akan bertransimigrasi ke Kalimantan untuk menjadi buruh perkebunan sawit. Biaya pembuatan satu pagan apung bisa mencapai Rp 20 juta perunit. Estimasi biaya ini merupakan biaya tertinggi jika semua peralatannya membeli baru. Seperti drum sebagai alat pengapung, bambu jaring, dan jenset untuk menyalakan lampu celup dalam air (Lacuda).Biaya ini belum termasuk biaya operasional untuk akomudasi dan transportasi setiap kali melaut. “Biaya pagan itu cukup tinggi. Kalau hasil tangkapan melimpah bisa cepat balik modal. Tapi kalau cuaca buruk berkepanjangan, kami tidak bisa berbuat apa-apa,” katanya. Selain di Perairan Talang Siring, para nelayan di daerah Tlanakan, Pamekasan, juga tidak melaut. Kondisi tersebut berdampak pada harga ikan di Pasaran yang melambung drastis. =ACHMAD FAUZI/MUJ/RAH


F

PAMEKASAN

KORAN MADURA

RABU 22 JANUARI 2014| No. 0285| TAHUN III

Belum Ada Relokasi Pasar Pemerintah Menyiapkan Rp 1 Miliar untuk Sedandang PAMEKASAN – Rencana pemindahan (relokasi) pedagang yang saat ini menempati Lapangan Sedandang milik Komando Distrik Militer (Kodim) 0826 Pamekasan, belum ada tanda-tanda akan segera dilaksanakan. Padahal ditargetkan pemindahan itu akan dilakukan akhir bulan ini sesuai kesepakatan antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan dengan Kodim setempat. Di bekas lokasi Pasar Gurem, tempat yang direncanakan sebagai lokasi pengganti Pasar Sedandang, belum terlihat adanya penyiapan areal. Bahkan tumbuhan perdu yang memenuhi tempat itu dan puing-puing bekas los belum dibersihkan. Kondisi itu menimbulkan kekhawatiran akan tertundanya kembali rencana relokasi tersebut. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya setempat, Muharram mengatakan saat ini persiapan relokasi itu sedang dimatangkan, mulai dari perencanaan tata letak kios hingga rencana pengadaan fasilitas pendukungnya agar pedagang bisa lebih nyaman menempati lokasi tersebut. Diantara fasilitas yang dinilai sangat dibutuhkan antara lain penyediaan sarana air bersih dan sarana MCK (mandi cuci dan kakus), pengerasan jalan di dalam pasar, dan lampu penerangan. Fasilitas itu akan segera diadakan sebelum relokasi dilaksanakan. Pemerintah setempat, kata Muharram, sudah menyediakan anggaran sebesar Rp 1 miliar untuk penyiapan lokasi tersebut.

tidak akan serta merta melakukan pengosongan meski hal tersebut berdasar perintah dari Komando Daerah Militer (Kodam) V/Brawijaya, karena pertimbangan kemanusiaan. “Mereka menempati lapangan

milik TNI AD itu untuk mencari nafkah. Karenanya, kami akan melakukan pengosongan jika tempat pengganti bagi mereka untuk tetap bisa mencari nafkah sudah tersedia,” katanya, beberapa waktu lalu.

Anggaran itu sudah tersedia dan tinggal menunggu proses pelaksanaan. “Saat ini sudah proses finalisasi rencana sambil menunggu turunnya anggaran untuk pembangunan dan pengadaan fasilitas pendukung tersebut,” katanya. Pengerjaan pembangunan fasilitas itu akan dilaksanakan setelah rekanan pelaksana sudah ditentukan melalui lelang. Ia memperkirakan pengerjaan baru akan dimulai pada bulam April mendatang sehingga baru bisa ditempati pada bulan Juli. Untuk itu, pihaknya meminta kepada semua pihak agar bersabar hingga lahan tersebut siap ditempati. Ia memastikan relokasi pedagang Pasar Sedandang itu bisa dilakukan pada tahun ini, karena anggaran yang akan digunakan sudah siap. Komadan Kodim 0826 Pamekasan, Letkol Arm. Mawardi mengatakan pihaknya terus melakukan koordinasi dengan Pemkab setempat dan melakukan pendekatan kepada semua pedangang, agar relokasi itu tidak memunculkan masalah baru. Menurut Dandim, pihaknya

Rencana pengosongan lapangan itu sudah sejak lama disampaikan ke para pedagang dan mereka meminta agar disediakan lahan pengganti. “Penyediaan lahan itu menjadi kewenangan dari Pemkab. Dan hasil koordinasi kami, Pemerintah Pamekasan menyatakan siap. Karenanya, kami tidak akan terburu-buru melakukan pengosongan sebalum lahan penggantinya siap,” katanya. Bupati Pamekasan, Achmad Syafii menyatakan penyediaan lahan pengganti untuk para pedagang tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah untuk menyediakan sarana bagi pengembangan ekonomi masyarakatnya. Selain itu, Pemkab juga akan mendapatkan keuntungan dari penyediaan lahan itu berupa pertambahan pendapatan daerah melalui retribusi. “Relokasi itu sudah pasti harus dilaksanakan karena lokasi yang saat ini ditempati para pedagang merupakan lahan milik TNI dan akan dimanfaatkan untuk fasilitas umum. Namun, hal itu menunggu rampungnya penyiapan lahan,” katanya. Rencana pengosongan Lapangan Sedandang yang saat ini berfungsi sebagai pasar pakaian itu sudah diumumkan sejak setahun lalu. Lokasi tersebut akan dipergunakan sebagai Ruang Terbuka Hijau, taman kota, dan tempat olahraga. =ALI SYAHRONI/MUJ/RAH

RAPERDA HIBURAN

Polemik di Internal DPRD PAMEKASAN – Meski baru sebatas rancangan Peraturan Daerah (raperda), raperda Penyelenggaraan Hiburan, Seni, dan Kebudayaan di Pamekasan sudah menjadi polemik di internal Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan. Ketua Komisi B DPRD Pamekasan, Hosnan Ahmadi sebelumnya menginginkan agar raperda tersebut secepatnya disahkan menjadi perda dan ditargetkan tuntas menjadi perda sebelum pemilu. Sebaliknya, Wakil Ketua DPRD Pamekasan, Suli Faris meminta agar pembahasan raperda tersebut tidak terburu-buru disahkan menjadi perda. Sebab rap-

erda tersebut dinilai masih rancu antara judul dan isi raperdanya. Juga redaksional kalimatnya masih sangat subur. Politisi Partai Bulan Bintang ini justru meminta agar peraturan daerah tentang hiburan, seni, dan kebudayaan dievaluasi kembali. Sebab, menurutnya, judul dan batang tubuh isi raperda tersebut tidak nyambung sehingga perlu dikaji ulang. Menurut Suli, dalam judul disebutkan penyelenggaraan hiburan, seni, dan kebudayaan, sementara dalam isi raperda tidak menyebutkan regulasi secara khusus masing-masing penyelenggaraan tersebut. “Tidak

ada dalam raperda itu penjelasan secara detail tentang hiburan, seni, dan kebudayaan yang menjelaskan secara terpisah, sehingga kami nilai raperda tersebut gamang,” bebernya. Tidak hanya itu, kata Suli, penyertaan judul dalam raperda tersebut dinilai memakan redaksi yang terlalu panjang. Sebaiknya menggunakan redaksi yang simple (pendek), tetapi memiliki makna yang menyeluruh, seperti raperda pariwisata. “Hiburan, seni, dan budaya itu, masuk pariwisata semua, usulan saya diganti raperda pariwisata,” saran Suli Faris. Ia menjelaskan pemerintah

dan DPRD Pamekasan diharapkan tidak hanya mengejar target, bisa menuntaskan raperda menjadi perda, melainkan diharapkan juga mampu menghasilkan perda yang berkualitas dan bisa merangkul semua kepentingan komponen masyarakat Pamekasan. “Tidak ada gunanya mempercepat pembahasan, sementara kualitas perdanya rendah,” kata Suli Faris. Laskar Pembela Islam (LPI) dan Front Pembela Islam, yang disebut-sebut sebagai kelompok yang kontra terhadap pelaksanaan hiburan yang tidak berbasis islam, juga diminta untuk dihadirkan dalam pembahasan raperda tersebut. “Barangkali mereka me-

miliki usulan yang baik tentang isi raperda tersebut,” lanjutnya. Selama ini, yang diundang hanya penggiat seni dan hiburan, LSM, maupun pengamat, sedangkan tokoh masyarakat dan ulama’ serta ormas islam belum tersentuh untuk dilibatkan dalam pembahasan raperda tersebut. Sekretaris Daerah Pemkab Pamekasan, Alwi Beik mengatakan Pemkab Pamekasan sudah mengundang semua pihak, mulai dari penggiat seni, LSM, ormas Islam, MUI, pengamat hukum, untuk menyamakan persepsi, agar raperda tersebut secepatnya disahkan menjadi perda. =FAKIH AMYAL/RAH


PAMEKASAN

KORAN MADURA

RABU 22 JANUARI 2014| No. 0285| TAHUN III

G

PELANGGARAN PEMILU

Kampanye Dini di Facebook

ant/siswowidodo

Pekerja menyelesaikan pembuatan baliho calon legislatif (caleg) di sebuah tempat usaha percetakan digital print di Kota Madiun, Jatim. Menjelang Pemilu Legislatif, pemesanan reklame digital print terdiri baliho dan spanduk caleg mengalami peningkatan hingga dua kali lipat dari sebelumnya.

Panwaslu Makin Tak bertaji

Perang Baliho Caleg Pindah ke Jalan Desa PAMEKASAN – Baliho ditertibkan di wilayah Perkotaan, Calon Legislatif DPRD, DPRD Jawa Timur dan DPR RI kini beralih memasang alat peraganya di jalan lingkungan dan pedesaan. Alat peraga kampanye (APK) nyaris di temui di berbagai sudut jalan-jalan kampung. Seperti yang berada di jalan dusun Malangan Timur Desa Pademawu Timur Kecamatan Pademawu, baliho caleg dari berbagai parpol mulai ukuran kecil hingga berukuran besar berjejeran di jalan kampung tersebut. Padahal, secara aturan, para caleg ini hanya diperbolehkan masang satu baliho dalam satu desa, dengan ukuran paling besar 7 meter x 1,5 meter. Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pamekasan, Sidik menuding Panitia Pengawas Pemilu (panwaslu) Kabupaten Pamekasan tak bertaji dan masih setengah hati dalam menjalankan tugasnya menertibkan APK Caleg yang menyalahi peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 15 tahun 2013. Panwaslu selama ini, kata

Sidik, hanya melempar tanggung jawab kepada Pol PP, yang hanya menindaklanjuti rekomindasi Panwaslu dalam melakukan penertiban. “Bagaimana Pol PP mau melakukan penertiban, sementara rekomindasi penertiban tidak ada dari panwaslu,” ujarnya. Menurut Sidik, fungsi Panwaslu dalam penegakan PKPU tentang APK Caleg, masih belum maksimal. Sehingga kesannya panwaslu hanya bisa melakukan penegakan di daerah perkotaan dan kecamatan yang ada dipinggir kota. Sementara di wilayah pelosok desa, panwaslu belum bertaji. Dihubungi melalui polselnya, Divisi Hukum dan Tindak Lanjut Panwaslu Pamekasan, Sapto Wahyono menyampaikan Panwaslu hanya berhak memberikan rekomindasi, sementara untuk pen-

ertibannya menjadi kewenangan penuh Pol PP. Menurut Sapto, dalam menjalankan tugas penegakan terhadap APK Caleg, Panwaslu berpedoman terhadap regulasi yang sudah tertuang dalam PKPU yang ditindaklanjuti dalam Peraturan Bupati nomor 19 tahun 2013. Ia menjelaskan KPU sudah mensosialisasikan kepada masing-masing partai politik peserta pemilu, tentang PKPU Nomor 15 Tahun 2013 tersebut. Namun masih saja ada sebagian kader parpol yang tidak mematuhi PKPU tersebut. “Tugasnya kami hanya mengawasi dan menindaklanjuti PKPU, jika ada pelanggaran pasti kami berikan sanksi,” kata Sapto. Sekalipun demikian, Sapto tidak menampik banyaknya APK caleg yang bertebaran di area terlarang. Caleg masih banyak yang belum memahami secara utuh tentang PKPU, khususnya yang berkenaan dengan APK. “Ini akibat tidak maksimalnya sosialisasi yang dilakukan KPU terhadap parpol dan kader parpol,” ucapnya. =FAKIH AMYAL/RAH

PAMEKASAN – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Pamekasan mengingatkan semua bentuk kampanye dengan memanfaatkan media sosial internet (facebook) termasuk pelanggaran pemilu, karena tidak masuk pada tahapan kampanye dan tidak sesuai dengan ketentuan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Larangan itu dikeluarkan setelah banyak Calon Anggota Legislatif (Caleg) dan partai politik peserta pemilu yang menggunakan media tersebut untuk berkampanye. Menyusul pesatnya perkembangan alat komunikasi internet saat ini menjadi salah satu cara bagi para caleg untuk mendulang suara dengan berkampanye lebih awal baik yang dilakukan oleh patai politik (parpol) maupun calon wakil rakyat itu, meskipun cara tersebut telah melanggar jadwal kampanye. Ketua Panwalu Pamekasan, Achmad Zaini mengatakan masa kampanye bagi Caleg DPR dan DPRD telah diatur oleh Komisi Pemiliahan Umum (KPU), baik waktu dan tempatnya. Sedang saat ini belum masuk pada tahapan kampanye. Ia menjelaskan saat ini yang diperbolehkan hanyalah pemasangan alat peraga pada tempat yang telah diatur, yaitu pada jalan desa dan dusun. Sementara untuk kampanye yang lebih luas dan terbuka seperti di media catak dan elektronik serta media online belum diperbolehkan. “Caleg yang memiliki akun facebook belum diperbolehkan melakukan kampanye di media tersebut. Karena dalam aturan itu jelas disebutkan ada media

sosial, jika itu terjadi adalah sebuah pelanggaran tahapan pemilu,” katanya. Masa kempanye yang diperbolehkan menggunakan media cetak dan elektronik itu akan dimulai pada 16 Maret hingga 5 April mendatang. Untuk itu pihaknya mengimbau agar caleg itu mematuhi aturan tersebut. Jika Panwaslu menemukan kasus caleg yang melakukan pelanggaran berupa kampanye di facebook sebelum masa kampanye yang telah ditentukan, maka lembaga tersebut akan mengambil langkah penulusuran terhadap akun facebook yang bersangkutan. “Kami akan melihat apakah yang diunggah ke facebooknya ada unsur kampanye atau tidak. Kalau ada unsur kampanye kami akan meminta penjelasan dari yang bersangkutan dan parpolnya,” kata Zaini. Saat ini, kata dia, pihaknya telah mendapat informasi beberapa nama yang memilki akun media sosial facebook yang disinyalir menggunkannya sebagai media untuk berkampanye. Panwas akan segera melakukan rapat komisoner untuk menyikapi hal itu. Namun, pihaknya masih akan mengumpulkan bukti-bukti berupa materi yang diunggah. Sehingga dalam rapat komisioner yang akan segera dilaksanakan sudah bisa diketahui namanama caleg dan partai politik yang melakukan pelangaran. Sayangnya Zaini belum bersedia menyebutkan nama caleg yang dia maksudkan itu dengan alasan masih akan melakukan pengkajian unsur kampanyenya. =ALI SYAHRONI/MUJ/RAH

Panwaslu bersama Satpol PP Kota Banda Aceh menertibkan paksa baliho dan alat peraga kampanye bergambar atau bertuliskan nama calon anggota legislatif (caleg) dari partai lokal dan nasional di Lampaseh, Banda Aceh. Panwaslu bersama Satpol PP Kota Banda Aceh dibantu aparat TNI/ Polri melakukan penertiban alat kampanye yang melanggar peraturan KPU Nomor 15/2013 tentang pedoman pelaksanaan kampanye.


H

KORAN MADURA

PAMEKASAN

RABU 22 JANUARI 2014| No. 0285| TAHUN III

45 Ton CBP 2013 Tidak Terserap

RAPERDA RS WARU

Bamus Belum Menyusun Jadwal Pembahasan

Al Walid: Bisa Digunakan Tahun ini PAMEKASAN - Sebanyak 45 ton Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tahun 2013 di Kabupaten Pamekasan belum terserap. Saat ini masih tersimpan di gudang penyimpanan milik Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) setempat. Berdasarkan data di Dinsosnakertrasn setempat, pada 2013 lalu bantuan CBP diterima sebanyak 100 ton, tetapi hanya 55 ton beras yang disalurkan ke masyarakat yang terkena musibah bencana alam. Kepala Dinsosnakertrans Pamekasan, Al Walid mengatakan sebanyak 45 ton beras yang tidak terserap itu hanya sebagian yang disimpan di gudang Dinsosnakertrans dan sebagian lainnya berada di gudang Bulog Pamekasan. Beras-beras itu sengaja tidak disimpan di kantor tersebut karena gudang penyimpanan CBP yang ada dikantor yang terletak di Jalan Raya Panglegur itu ukurannya

terlalu kecil sehingga tidak cukup tempat untuk menampung semua beras dalam jumlah yang cukup banyak. Meski tidak tersalurkan, terang Al Walid, 45 ton beras bisa digunakan pada tahun ini sebagai cadangan pada awal tahun sebelum beras CBP tahun ini diterima. ”Kemungkinan besar tahun ini Pamekasan hanya akan menerima sebanyak 55 ton, karena masih ada sisa CBP tahun lalu yang belum terserap. Sehingga total cadangan beras tahun ini tetap sebanyak 100 ton,” katanya. Dia menjelaskan tidak terealisasinya CBP 2013 disebabkan faktor alam, yaitu volume benca-

na yang terjadi rendah, sehingga serapan beras tersebut juga rendah. Semakin rendah bencana yang terjadi, daya serap berat tersebut semakin rendah pula. Namun sebaliknya, semakin banyak bencana yang terjadi, maka serapan beras tersebut akan semakin besar. Serapan CBP disesuaikan dengan peruntukannya. Penerima beras merupakan masyarakat yang terkena bencana. Seperti gagal panen, angin kencang yang menyebabkan nelayan tidak melaut, kekeringan dan bencana lain yang berkaitan dengan sosial. Dia menegaskan bantuan beras tersebut direalisasikan secara merata dan tidak memandang jenis bencana yang terjadi. Sehingga masing-masing korban bencana akan dialokasikan bantuan dengan jumlah yang sama. =ALI SYAHRONI/MUJ/RAH

TIDAK TERSERAP- Sisa beras dari program Cadangan Beras Pemerintah tahun lalu yang belum terserap masih tersimpan di gudang Dinsosnakertrans. Jumlah CBP yang belum terserap mencapai 45 ton.

RS WARU. Beberapa bagian bangunan RS tersebut sudah mulai rusak sebelum digunakan.

PAMEKASAN - Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Rumah Sakit (RS) tipe D di Kecamatan Waru, Pamekasan, sampai saat ini belum ada kepastian. Badan Musyawarah (Bamus) DPRD hingga kini belum menyusun jadwal pembahasan dan penyampaian nota penjelasan tentang Raperda itu. Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPRD Pamekasan, Taufikurrahman mengatakan Raperda RS Waru bukan Raperda khusus, tetapi akan digabung dalam perubahan Perda nomor 15 tahun 2008 tentang organisasi dan tata kerja RSUD, Bappeda, Inspektorat, dan lembaga teknis daerah. Baleg DPRD sudah menyetujui dan merekomendasi pembahasan lebih lanjut tentang Raperda usulan dari bupati itu. Selanjutnya, pihaknya menyerahkan kepada pimpinan DPRD dan Bamus untuk menjadwal pembahasannya. “Usulan itu sudah kami rekomendasi kepada pimpinan, tinggal penjadwalan di Bamus. Jadi kapan penyampaian nota penjelasan Bupati dan seterusnya, nanti akan dijadwal,” katanya. Ketua DPRD Pamekasan, Halili mengatakan pihaknya sudah mengundang ketua Pansus, ketua Baleg, dan unsur pimpinan DPRD setempat, untuk mengkoordinasikan soal Prolegda 2014. Dalam pertemuan itu, pihaknya meminta agar Raperda yang belum tun-

tas untuk segera dibahas dan dituntaskan. “Sebenarnya sudah ada beberapa yang selesai dan tinggal diparipurnakan. Kalau Perda RS Waru memang belum dimulai pembahasannya, tapi karena menyangkut kebutuhan orang banyak akan kami perioritaskan,” katanya. Halili menargetkan pembahasan semua tunggakan Raperda selesai sebelum masa jabatan DPRD berakhir. Sedangkan pembahasan Raperda RS Waru akan segera dijadwal yang dimulai dari nota penjelasan Bupati untuk selanjutnya dibahas di tingkat Pansus DPRD. Halili belum bisa memberi gambaran lebih jauh tentang Raperda RS Waru, karena pimpinan DPRD belum menerima usulan draft, tetapi hanya menerima pengajuan judul. Seperti diberitakan pembangunan RS Waru kini sudah memasuki tahap akhir setelah menyelesaikan pembangunan gedung rawat jalan dan inap, masing-masing dua lantai. Setelah pembangunan selesai, RS itu tinggal menunggu Perda sebagai payung hukum agar bisa dioperasikan. Meliputi struktur organisasi RS dan ketentuan lainnya. Biaya yang sudah dihabiskan dalam pembangunan tahap pertama dan kedua sebesar Rp 19 miliar. Tahun ini kembali dianggarkan sebesar Rp 7 miliar untuk pembangunan tahap akhir. = ACHMAD FAUZI/MUJ/RAH


KORAN PROBOLINGGO MADURA

KORAN MADURA

Sampang

RABU2014 22|JANUARI 2014 SELASA 21 JANUARI No. 0284 | TAHUN III

No. 0285 | TAHUN III

II

PENGGEREBEKAN

Ada Romantisme di Gua Lebar Sampang – Niat hati ingin memadu kasih dengan sang kekasih. Namun yang terjadi pergelangan kaki kiri malah terperosok ke anak gua di sekitar wisata Gua Lebar. Itulah yang dialami perempuan berparas cantik saat digerebek warga. Warga Jalan Pahlawan Kelurahan Rongtengah, Kecamatan Kota Sampang, Senin (20/1) malam sekitar pukul 23.30 dikejutkan dengan suara teriakan perempuan muda cantik yang berpenampilan muslimah yang nyaris kecebur ke anak gua di sekitar wisata Gua Lebar. Perempuan tersebut

PENGANIAYAAN

ryan hariyanto/koran madura

Caleg Gerindra Resmi Jadi Tersangka

Bus AKAS Menabrak Honda GL Max SAMPANG – Kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Sampang kembali terjadi. Kali ini, korbannya tewas di tempat kejadian perkara. Polisi hingga saat ini belum bisa memberikan keterangan pers terkait penyebab kecelakaan tersebut. Senin (20/1) malam sekitar pukul 21.30 Wib, sebuah bus AKAS bernopol N 7315 UR di pertigaan Jalan Raya Kotem, Desa Pengongsean, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, menabrak sepeda motor Honda GL Max bernopol M 5260 NF hingga kendaraannya terbakar. Kecelakaan tersebut terjadi saat sepeda motor Honda GL Max yang dikendarai Misruki (32) warga Desa Petarongan, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, itu hendak menyeberang di pertigaan dari arah timur ke arah utara. Dari arah barat, melaju sebuah bus AKAS yang dikendarai Joko Lelongo (45) warga Dusun Nangger, Desa Krenganan, Kecamatan

Kraksan, Kabupaten Probolinggo. Tabrakan tidak dapat dihindari dan pengendara motor tewas di tempat kejadian perkara. Akibat tabrakan tersebut, motor yang dikendarai korban terseret hingga 100 meter dari awal lokasi tertabrak. Kondisi motor korban terbakar setelah tangki bensin ditabrak oleh bodi depan kiri bus yang membawa puluhan penumpang. Nur Laili (20), salah satu penumpang bus, mengatakan tidak tahu persis insiden tersebut. Hanya saja, suara tabrakan bus terdengar sangat keras setelah bus yang ditumpangi itu menyeret kendaraan motor dan api mulai menyambar di depan bodi kiri bus. “Saya waktu itu duduk di depan bangku nomor tiga sebelah kiri sedang tidur, Mas. Cuma saya kaget ketika suara nabrak menyeret sepeda motor, apalagi api mulai membesar di depan, padahal laju busnya tidak dengan kecepatan tinggi,” ucapnya di lokasi. Muhyi (30), saksi mata asal warga setempat, menuturkan, ke-

celakaan yang terjadi secara tibatiba itu terdengar keras ketika bus menabrak sepeda motor hingga terseret. Dia yang berada di dalam rumah tak jauh dari lokasi melihat api muncul membakar kedua kendaraan, bus dan motor tersebut. “Saya melihatnya pas ada suara tabrakan dan api ini muncul, sehingga saya keluar rumah dan banyak warga sekitar membantu memadamkan apinya. Ternyata korbannya tergeletak di pertigaan dan langsung dibawa ke rumah sakit tapi nyawa korban sudah meninggal di lokasi,” terangnya. Menanggapai itu, Kasatlantas Polres Sampang AKP Hari Regasa melalui Kanit Laka Lantas Ipda Buntoro masih belum bisa menyimpulkan penyebab kejadian tersebut. Sebab, pihaknya juga masih mengamankan sopir bus untuk dimintai keterangan selanjutnya. “Sementara ini kita masih belum bisa menyimpulkan penyebab dan keterangan lebih lanjut, karena sekarang masih kita tahan sang sopir dan menjalani pemeriksaan,” ujarnya. =RYAN HARIYANTO/MK

KONFERENSI PERS. Kapolres Sampang AKBP Imran Edwin Siregar didampingi Kasatreskrim AKP Jeni Al Jauza saat dimintai keterangan terkait status caleg dari partai Gerindra Fauzan Adima yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

ryan hariyanto/koran madura

TKP LAKA. Warga di lokasi bus AKAS bernopol N 7315 UR yang menabrak sepeda motor di Pertigan Jalan Raya Kotem Desa Pengongsean Kecamatan Torjun Kabupaten Sampang, Senin (20/1) malam sekitar pukul 21.3 Wib.

Korban Kecelakaan Tewas di TKP

dengan pasangannya kabur saat digerebek warga ketika sedang asyik bercumbu di lokasi wisata. Namun, perempuan tersebut terperosok ke anak gua di sekitar Gua Lebar, akibatnya kaki cewek yang belum diketahui identitasnya tersebut mengalami luka pada pergelangan kaki kiri. Hasil diintrogasi warga, perempuan berparas cantik tersebut adalah pembantu rumah tangga di sekitar kampung Kajuk. Sementara sang pria diduga santri Pondok Pesantren asal Kelurahan Rongtengah Kecamatan Kota Sampang. =IST/MK

Sampang – Calon anggota legislatif Partai Gerindra sekaligus anggota DPRD Sampang Fauzan Adima, resmi menjadi tersangka atas kasus dugaan pemukulan terhadap anggota Satuan Polisi Pamong Praja setempat saat menurunkan balihonya, beberapa waktu lalu. Yang bersangkutan telah ditahan. Kapolres Sampang AKBP Imran Edwin Siregar mengungkapkan, setelah pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap Fauzan Adima sekitar tujuh jam, Senin (20/1), caleg Partai Gerindra tersebut langsung ditetapkan sebagai tersangka. “Jadi setelah kita periksa sekitar tujuh jam sebagai saksi, yang bersangkutan (Fauzan Adima-red) sudah menjadi tersangka. Sebelumnya kita panggil pada 20 Januari ternyata koperatif, langsung kita periksa dan jam 20.00 wib ditahan, “ ucap Imran, Selasa (20/1).

Pihak terlapor dilakukan penahanan lantaran melakukan pemukulan kepada Satpol PP bernama Suaidi berdasarkan bukti lapor: LP/B/3/I/2013/Jatim/Res SPG/Sek TBL tertanggal 14 Januari. Fauzan Adima bakal dijerat Pasal 351 tentang Penganiayaan, subsider 212, dan 335 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. Dikatakan orang nomor satu di polres itu, meski pihak pelapor melakukan pencabutan laporan, kasus tersebut tetap berjalan. “Jadi ada tiga pasal yang kita kenakan kepada bersangkutan. Ini juga bukan bilik aduan walaupun korban mencabut LP kasusnya. (Kasus penganiayaan) terus dan tetap berjalan,” ungkapnya. Tak hanya itu, pihak kepolisian juga mengamankan barang bukti berupa baliho. Tersangka kasus penganiyaan juga terancam tidak bisa kembali menjadi wakil rakyat. =RYAN HARIYANTO/MK


J

KORAN MADURA

Bangkalan

RABU 22 JANUARI 2014| No. 0285| TAHUN III KORAN MADURA

J

RABU 22 JANUARI 2014 No. 0285 | TAHUN III

Jalan Pantura Diperbaiki Sementara DPRD Berencana Membawa Tokoh Masyarakat Menghadap Gubernur BANGKALAN - Permasalahan jalan yang terjadi di sepanjang Jalur Pantai Utara (Pantura) Bangkalan mulai menemukan titik terang. Solusi yang diharapkan tampaknya sudah ditemukan, meskipun belum sempurna. Bina Marga Provinsi melalui UPT Bina Marga Pamekasan akhirnya berupaya menambal lubang-lubang jalan yang ada di jalan pantura, sebagai upaya perbaikan sementara. Perbaikan darurat ini dilakukan untuk mengurangi jatuhnya korban jiwa di sepanjang jalur pantura tersebut.

UPT Bina Marga Pamekasan mengaku hanya bisa memfasilitasi sebatas itu. Peningkatan jalan masih membutuhkan proses yang lama, karena terkendala lelang. Langkah itu ditawarkan, karena biaya bisa diambil melalui anggaran dana tak terduga UPT Bina Marga. “Untuk sementara, kami akan menutup jalan yang berlubang dengan sirtu dan bedel terlebih dahulu. Karena dana terbatas, kalau pengaspalan masih harus meminta bantuan APBN,” kata Junaidi, Kepala UPT Bina Marga Pamekasan saat hearing dengan Komisi C DPRD Bangkalan, kemarin (21/1). Dia menjelaskan upaya itu yang bisa dilakukan dengan cepat, tanpa harus melakukan prosedural kepada atasan, dalam hal ini Bina Marga Provinsi. Apalagi UPT Bina Marga Pamekasan hanya merupakan cabang pembantu yang bekerja dan menangani pemeliharaan jalan di wilayah jalan Madura. Mengenai keinginan masyarakat Bangkalan, yang diwakili oleh komisi C DPRD Bangkalan, agar dilakukan perbaikan secara menyeluruh dan peningkatan jalan. Pihaknya hanya bisa memberikan informasi bahwa Jalan pantura tahun ini akan dilakukan perbaikan dan pelebaran jalan sepanjang 15,3 kilometer.

Dari peningkatan jalan yang rencananya akan dilakukan merupakan proyek pengerjaan Metro yang tersebar di 5 titik. Titik-titik tersebut diambil karena menjadi titik kerusakan paling parah. Diantaranya peningkatan jalan di jalan Kapten Safiri-Bancaran, jalan Bancaran sampai desa Gebbang. Selain itu, Jalan Mo’arahKo’ol kecamatan Arosbaya, jalan Lembung-Banyusangkah. Terakhir jalan di Mecajeh. “Sudah dilakukan survei dan akan ditangani, panjangnya 15,3 km dengan lebar jalan 7 meter. Ini semua program metro, kalo yang peningkatan jalan program provinsi masih belum ada laporan. Nanti kita sampaikan ke DPRD kalau sudah jelas,” ucapnya. Menurutnya, ada tiga model penanganan dalam perbaikan dan peningkatan jalan provinsi. Yakni proyek metro dibawah balai besar lima dengan dana APBN. Selanjutnya, peningkatan jalan di bawah Bina Marga Provinsi. Satu lagi, pengerjaan tambal sulam dan pemeliharaan yang lakukan UPT Bina Marga. “Berdasarkan rencana pemerintah, seluruh Pantura akan dilakukan pelebaran dan peningkatan jalan, mulai dari kabupaten Bangkalan-Sumenep. Mengenai pelaksanaannya, masih belum

ada informasi lebih detail,” ujar Junaidi. Sementara itu, DPRD Bangkalan tidak terlalu mengamini langkah yang akan dilakukan UPT Bina Marga. Sebab, yang sangat disayangkan, kenapa persoalan penutupan jalan berlubang ataupun pemeliharaan jalan baru bisa ditanggapi setelah ada temu hearing. Apalagi, jalan pantura telah memakan banyak korban. “Mestinya Bina Marga sudah punya inisiatif sendiri, karena ke-

sendiri ataupun kendala di lapangan, pihaknya tak mau tahu karena kondisi tersebut menyangkut keselamatan dan nyawa masyarakat. Satu lagi, kekecewaan yang diungkapkan Mahmudi, pelayanan tambal sulam yang dilakukan UPT Bina Marga kadang tak menyeluruh. Lubang kecil yang ada tidak turut ditambal. Padahal namanya tambal sulam harus dilaksanakan dari mulai lubang terkecil dan besar secara keseluruhan. “Yang kecil kalau dibiarkan,

terdengar dari UPT Bina Marga. Tetapi, kalau dikerjakan tidak benar, pastinya kualitas garapannya tidak bertahan lama. Bahkan, tidak sampai setengah bulan. Apalagi, kalau hanya pekerjaan tambal sulam yang akan mudah hancur,” terangnya. Menurut data yang diperoleh secara pribadi, ada 150 orang mengalami patah tulang akibat jalan rusak di Pantura. Selain itu, 10 orang meninggal dunia. Jika terus dibiarkan tentunya akan

wenangannya berada di sana. Jangan nunggu dipanggil dulu kalau mau kerja yang benar. Terlebih, masih menunggu korban jiwa dulu,” kesal Mahmudi, Sekretaris Komisi C DPRD Bangkalan. Untuk itu, Komisi C sudah tak mau memberikan toleransi lagi kepada instansi terkait, mau tidak mau harus dilaksanakan pengerjaan setelah hearing usai. Mengenai keterbatasan dari Dinas Bina Marga

tambah lama kan bisa menjadi besar. Harus ditambal semua lah,” cetusnya. Selain itu, anggota Komisi C DPRD yang lain, Hosyan mengatakantidak terlalu puas dengan langkah yang akan dilakukan Bina Marga, kalau solusi yang diberikan hanya disirtu dan ditutup bedel pada jalan berlubang. “Tiada hari tanpa tambal sulam. Slogan itu mungkin yang

dilakukan aksi sweeping kantor Gubernur. “Kami sudah berencana dan berinisiatif untuk membawa seluruh tokoh dari empat kecamatan di sepanjang Pantura untuk menghadap gubernur. Kami hendak mempertanyakan kenapa sepertinya jalan Pantura di Bangkalan dianaktirikan,” ungkapnya. =MOH.RIDWAN/RAH

mencoblos di Malang. Belum lagi, pemilih asal Socah memilih mencoblos ke tasikmalaya. Selain itu, pemilih asal Modung memilih mencoblos ke Situbondo. Pemilih asal Galis ganda dengan Malang dan memilih mencoblos ke Malang. Dengan adanya pengurangan tersebut, jumlah DPT se-Kabupaten Bangkalan berkurang dari 956.742 menjadi 955.998 daftar

pemilih tetap. Akan tetapi, dari jumlah yang telah ditetapkan, dimungkinkan akan terus mengalami perubahan, sampai menjelang pelaksanaan pencoblosan pada 9 April mendatang. “Apabila ada pemilih yang ingin pindah mencoblos, maksimal 14 hari sebelum pencoblosan, lepas dari itu berkasnya akan ditolak,” sarannya. Dirinya berharap updeting

data bukan hanya dilakukan oleh KPU, tetapi juga bisa dilakukan partai politik, sehingga turut memberikan informasi apabila ada pemilih yang bermasalah. Nantinya, pelaksanaan pemilu berjalan dengan lancar dan aman. “Updeting ini juga berfungsi untuk mengurangi kecurigaan dan menghindari terjadinya konflik,” terangnya. =MOH.RIDWAN/RAH

PILEG

Jumlah DPT Menurun BANGKALAN Selama kurang lebih 2 bulan, jumlah DPT (daftar pemilih tetap) kabupaten Bangkalan berkurang 744 pemilih. Berkurangnya DPT ini disebabkan beberapa faktor. Diantaranya, banyak pemilih yang terdaftar meninggal dunia. Selain itu, nama pemilih yang terdaftar mempunyai tempat coblos ganda. “Setelah dilakukan updeting

data melalui petugas PPL, jumlah DPT mengalami pengurangan, dengan rincian 740 pemilih meningga dunia. Sedangkan 4 orang pemilih ganda,” kata Ketua KPUD Bangkalan, Fauzan Jakfar. Adapun keempat pemilih ganda ini, diantaranya merupakan pemilih asal kecamatan kota Bangkalan, ganda dengan kabupaten Malang. Yang bersangkutan memilih untuk


BANGKALAN

KORAN MADURA

RABU 22 JANUARI 2014| No. 0285| TAHUN III

K

SIKLUS MUSIM

130 Hektare Terendam BANGKALAN - Sebanyak 130 hektare sawah yang tersebar di tiga kecamatan di kabupaten Bangkalan terendam banjir. Tidak hanya itu, banjir juga menggenangi puluhan rumah dan sekolah di Desa Maneron Kecamatan Sepuluh dan Klampis Timur Kecamatan Klampis. “Ratusan hektare sawah yang tergenang banjir diantaranya, Desa Klampis Timur dan Desa Muara Kecamatan Klampis. Sedangkan di Kecamatan Sepulu meliputi Desa Maneron, Nagure, dan Desa Sepuluh. Untuk Kecamatan Tanjung Bumi meliputi Desa Banyu Sangka, Talangoh, Macajeh, Tanjung Bumi dan Desa Tebiruh,” terang Kepala BPBD Bangkalan, Wahid Hidayat. Menurutnya, banjir yang menggenangi tiga kecamatan disebabkan hujan yang mengguyur selama 1 pekan tanpa henti. Selain itu juga terjadi peningkatan air laut di pesisir pantai utara Bangkalan, sehingga air hujan menggenangi ratusan hektare sawah petani dan rumah penduduk. “Ya kalau tergenang terus, padi milik petani terancam poso atau gagal tanam,” ucapnya.

Selain menggenangi area persawahan dan rumah penduduk, banjir juga menggenangi jalan raya. Akibatnya di jalur penghubung di tiga kecamatan diantaranya Jalan Raya Klampis-Sepuluh dan jalan Raya Sepuluh-Tanjung Bumi macet total. Karena banyak kendaraan roda dua dan roda empat mogok, bahkan ada truk pengangkut tabung gas elpiji terperosok di bahu jalan. “Untuk itu kami mengimbau

kepada masyarakat, terutama pengendara yang melintas di jalur tiga kecamatan, karena banyak jalan berlubang yang tertutup air, yang bisa membahayakan pengendara,” ujarnya. Jalan Penghubung Terputus Sementara itu, akibat hujan sejak kemarin jalan penghubung Kecamatan Sepulu dan Kecamatan Tanjung Bumi terendam air setinggi 40 sentimeter. Aktivitas transportasi di jalur tersebut menjadi terganggu, bahkan tak jarang kendaraan roda dua yang melintasinya mogok, karena kemasukan air. Apalagi kondisi jalan aspal yang mengelupas dan berlubang semakin memperparah akses pantura tersebut. Genangan yang terjadi akibat hujan deras juga merendam sejumlah rumah dan areal persawahan kendati tidak terlalu dalam. Namun, aktivitas warga setempat menjadi terhambat. Apalagi saluran air tersumbat, sehingga genangan tidak dapat dihindarkan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangkalan, saat meninjau lokasi belum bisa memastikan kerugian yang ditimbulkan akibat bencana alam tersebut. Kepala BPBD Bangkalan, Wahid Hidayat menyatakan banjir yang melanda Kecamatan Sepulu dan Tanjung Bumi ini, terjadi akibat hujan deras sejak kemarin. Hal itu diperparah dengan tersumbatnya saluran air menuju sungai. Akibatnya, air hanya menggenang di jalan yang berada di lokasi terendah. Sehingga warga dari Kecamatan Sepulu yang hendak ke Tanjung Bumi menjadi terganggu. “Kami masih mendata semua kerugian yang ditimbulkan. Kepada seluruh masyarakat agar lebih waspada, mengingat intensitas hujan disertai angin kencang sangat tinggi,” ujarnya. Menurutnya, BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) memperkirakan curah hujan dan angin kencang terjadi pada minggu keempat di bulan Januari hingga awal Februari. Melihat kondisi itu status tanggap darurat bencana yang meliputi banjir, angin puting beliung, abrasi, dan longsor akan terus diberlakukan hingga 16 Maret 2014 mendatang. “Ya intinya tetap waspada, karena bencana bisa datang secara tibatiba,” tandasnya. = MOH. RIDWAN /DONI HERIYANTO/RAH

Petugas KPU membawa contoh kotak suara berbahan kardus di KPU Kota Administrasi Jakarta Selatan, Jakarta. Sejak dua minggu yang lalu logistik Pemilu 2014 didistribusikan ke KPU Kota Administrasi Jakarta Selatan dengan total 11.307 kotak suara dan 15.076 bilik suara untuk 3.769 TPS di Jakarta Selatan.

Kotak dan Bilik Suara Berbahan Kardus Pemilu 2014 Dinilai Aneh BANGKALAN - Rencana pelaksanaan pemilu menggunakan bilik dan kotak suara berbahan kardus, sebagai pengganti ribuan bilik dan kotak suara aluminium yang rusak, memantik respon dari kalangan partai politik (parpol) peserta pemilu. Parpol meminta adanya sosialisasi dari Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Bangkalan terkait konsep yang dianggap aneh tersebut. Pemerintah seakan sudah tidak mampu lagi membiayai pemilu yang diadakannya sendiri. Parpol menilai penggunaan sarana berbahan dasar kardus itu terlalu rentan akan manipulasi data, sehingga guna mengantisipasinya harus terlebih dahulu dilakukan penjelasan dari KPUD, yang hingga saat ini hal tersebut belum dilakukan. “Jujur saya sendiri baru tahu kali ini terkait rencana tersebut, karenanya kami ingin menanyakan hal tersebut dengan meman-

ggil pihak KPUD dalam waktu dekat guna mengklarifikasi hal ini,” kata ketua komisi A DPRD Bangkalan. Menurut Syafi, sapaan akrab pria ini, pihak KPUD seharusnya melakukan sosialisasi kepada peserta pemilu terkait masalah ini, agar pihak parpol bisa mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi. Adanya sosialisasi dianggap sangat penting agar semua jelas bagi peserta pemilu, termasuk teknis pelaksanaannya, sebab tentu banyak pihak yang kurang puas dengan hal tersebut. Namun demikian, bagi Syafi, hal ini tidak menjadi masalah selama KPUD dapat menjamin

kerahasisaan dan keamanan hasil suara dalam pemilu mendatang. “Gak masalah, selama ada jaminan dari KPU dalam hal keamanan suara,” ungkap anggota legislatif yang juga politisi Gerindra tersebut. Senada dengan Syafi, wakil ketua DPD PKS Bangkalan, Akhmad Moestamin mengaku perlu sosialisasi terkait hal tersebut. Kendati demikian, pihaknya sangat menyesalkan rencana konsep yang kurang masuk akal tersebut. Namun pihaknya berharap hal ini tidak lantas mengurangi sakralnya Pemilu 9 April mendatang. “Ya penting itu, saya harap hal tersebut dapat segera dilakukan. Namun yang saya sesalkan kenapa KPU provinsi melakukan pengadaan ini. Kalau yang dipermasalahkan anggaran, mengapa anggaran yang diajukan ke negara minim?” tandasnya. =DONI HERIYANTO/RAH


L

KORAN MADURA

BANGKALAN

RABU 22 JANUARI 2014| No. 0285| TAHUN III

Persahabatan Berdarah Ibu dan Anak Ditusuk sampai Tewas BANGKALAN – Persahabatan tidak selamanya menjanjikan kebaikan. Bahkan bisa saja persahabatan menjadi ternoda oleh darah. Seperti yang terjadi pada diri Husen dan Syafii. Hosen yang biasa bertandang dan minum kopi di rumah Syafii tiba-tiba menusuk Syafii dan Misni. Ketiganya warga Desa/Kecamatan Konang, pelaku dan korban masih bertetangga. Husen (30), tersangka menusuk Misni (40) dan Syafii (29), Selasa (21/1). Kedua korban yang merupakan ibu dan anak langsung terkapar bermandikan darah setelah tubuhnya ditusuk sajam. Keduanya langsung dilarikan ke kamar mayat RSUD Syamrabu Bangkalan untuk dilakukan autopsi. Misni mengalami luka tusuk di kedua pinggulnya. Sementara Syafii luka tusuk di bagian dada, tangan, dan punggung. Sementara pelaku penusukan, Husen yang masih bertetangga langsung dibekuk jajaran Polsek Konang di rumahnya. Keluarga korban Hasiyah (38) mengatakan tidak ada permusuhan antara Syafii dan Husen, karena keduanya berteman akrab. Bahkan sebalum terjadi penusukan, pelaku masih disuguhi secangkir kopi oleh kelu-

arga korban. Entah apa yang ada dipikiran pelaku hingga tega membunuh kawan karibnya sendiri. “Sering Husen ke rumah Syafii hanya sekedar minum kopi,” kata Hasiyah saat ditemui di kamar mayat RSUD Syamrabu Bangkalan. Hasiyah tidak mengetahui pasti penyebab terjadinya pertengkaran hingga Husen tega menusuk Syafii hingga tewas. Sementara saat kejadian, Misni tengah membuatkan kopi keduanya. Ketika hendak mengantar kopi, Misni berteriak mencoba melerai. Namun upaya melerai dan menyelamatkan Syafii malah berbuat petaka. Husen yang sudah kalap juga menusuk Misni hingga tewas. Hingga berita ini diturunkan, mayat ibu dan anak itu masih di kamar mayat. Sementara pelaku Husen diamankan di mapolres. Sementara itu, Kapolsek Ko-

nang AKP Krishandono mengatakan belum mengetahui motif terkait penusukan tersebut. Pihaknya perlu melakukan peny-

idikan lebih lanjut untuk mengetahui alasan tersangka melakukan penusukan terhadap korban. “Kami masih melakukan pe-

nyidikan, untuk mengetahui secara pasti apa motif hingga terjadi penusukan,” tandasnya. =DONI HERIYANTO/RAH

PELAJAR

Senang Dapat Kacamata

BANGKALAN - Puluhan siswa sekolah dasar di Kabupaten Bang-

kalan, Madura, mengaku gembira memperoleh bantuan kacamata

baca dari perusahaan migas Pertamina Hulu Energi West Offshore

Madura (PHE WMO) sehingga memudahkan mereka mengikuti kegiatan belajar-mengajar. Lusiana, salah satu siswa SDN Klampis Barat, Kecamatan Sepulu, Bangkalan, Jawa Timur, mengungkapkan bahwa sebelum memperoleh bantuan kacamata, dirinya sering kesulitan menangkap pelajaran dari guru karena kondisi matanya yang minus delapan. “Sejak lama saya ingin bisa membaca dengan jelas seperti teman-teman yang lain. Alhamdulillah, kini saya bisa membaca dan belajar dengan lancar setelah menerima bantuan kacamata,” katanya. Kelainan pada mata Lusiana telah berlangsung cukup lama. Bahkan, Lusiana pernah tidak naik ke kelas dua karena gurunya menganggap dirinya belum bisa membaca dengan lancar. “Sebenarnya saya bisa membaca, tetapi karena dianggap tidak bisa membaca, jadinya tidak naik kelas,” ujar Lusiana yang dibe-

narkan oleh Kepala SDN Klampis Barat, Tuti S. Menurut Tuti, Lusiana tergolong salah satu murid yang cukup cerdas di sekolahnya, tetapi mengalami masalah dengan penglihatannya. “Kami baru mengetahui kalau mata Lusiana minus delapan setelah ada pemeriksaan cuma-cuma dari petugas optik yang dibawa PHE WMO. Kegiatan ini juga sangat membantu siswa-siswa yang mengalami masalah serupa,” tambahnya. Dari hasil studi yang pernah dilakukan PHE WMO pada tahun 2011, pengeluaran biaya rumah tangga terbesar di wilayah Bangkalan, selain kebutuhan pokok sehari-hari adalah kebutuhan yang terkait dengan budaya lokal. Dari kondisi budaya masyarakat tersebut, PHE WMO bukan hanya merancang program pemberian kacamata gratis, melainkan juga memberikan bantuan peralatan sekolah bagi


Lintas Madura KORAN PROBOLINGGO MADURA

Laporan Khusus

Eksklusif DARI BALI

Abrari Alzael

Madura Bisa Menjadi Bali

Apabila Pemerintah dan Rakyat Menghendaki

Bali setelah dihuni beberapa hari, sebenarnya tidak terlalu istimewa. Bali memiliki panjang 153 km dan lebar 112 km. Luas wilayah Provinsi Bali 5.636,66 km2 atau sedikit lebih besar dari Pulau Madura 5.168 km2. Bali terbagi atas 8 kabupaten, 1 kotamadya, 55 kecamatan, dan 701 desa/kelurahan. Kecuali kabupaten dan kotamadya, Bali pun tidak jauh

Pantai Lombang, Sumenep. Kelebihan Kuta hanyalah lebih luas (panjang), ribuan tenda berjejer tempat berjemur para turis, bir, alkohol, bra, zwempak, dan kebebasan. Begitu juga hotel, diskotek, bar, klab, dan pedagang cindera mata yang memanjang di Legian, tak jauh dari pantai Kuta. Lebih dari itu, sampah, babi guling dan gerombolan anjing; suatu

berbeda dengan Madura. Tetapi mengapa Bali tidak seperti Madura dan Madura tidak seperti Bali, inilah yang patut ditelisik. Madura sejatinya bisa jika hendak dijadikan Bali, kalau mau. Pertama, dari sisi pantai, Madura memiliki keindahan yang sama bahkan jauh lebih indah. Kuta, yang namanya tersohor sampai ke manca negara tidak jauh lebih indah dari

hal yang nyaris tak pernah ada di sejumlah pantai, di Madura. Begitu juga Sanur yang juga tersohor, hanya lebih luas saja dan tidak jauh lebih indah dari Pantai Talang Siring di Pamekasan. Tanah Lot di Bali yang merupakan Tanjung, juga tidak jauh berbeda dibanding Jumiang di Pamekasan. Jalan Tol di Benoa, sebuah jalan tol di atas laut, di Madura juga memiliki hal yang sama. Yang berbeda hanya jurusan dan tingkatan jalan. Di Suramadu hanya satu jurusan dan satu tingkat, di Tol Benoa lebih dari itu dan karenanya lebih indah, dari sektor ini. Kemudian dari sisi religiusitas, setiap rumah, kantor, atau tempat wisata, memiliki pura. Di Madura pun, masyarakat yang dikenal sebagai warga yang religius, memiliki langgar pada hampir setiap rumah khususnya di Kabupaten Sampang dan Bangkalan. Pada segmen keberagamaan meski dalam anutan yang berbeda, Bali-Madura sama, tetapi tidak sama dalam keyakinan dan mayoritas beragama. Yang prinsip dalam kesamaan Madura dan Bali terletak pada potensi alam meski pada potensi tertentu Madura tidak punya seperti Bedugul dan Kintamani. Sedangkan pada hal-hal lain, Madura bisa setara atau lebih maju, bila mau dan jika mampu menerima semua kemungkinan lain yang akan terjadi seperti kebebasan yang sejauh ini tabu dalam masyarakat Madura dipertontonkan pada khalayak meski seringkali terjadi hal yang jauh lebih buruk dalam ruangan yang lebih tertutup. =ABE

Hidupnya Ruang Berkesenian Ada yang menarik dalam kegiatan berkesenian di Bali. Seniman bisa hidup tanpa harus menggantungkan nasibnya pada pemerintah. Peran pemerintah hanya menyediakan panggung untuk selanjutnya senimanlah yang melakukan improvisasi. Di padepokan ini, kelompok seni setiap hari berganti-ganti dalam memanfaatkan ruang pertunjukan. Pengelola seni bekerja sama dengan biro travel. Hampir setiap rombongan turis baik lokal maupun manca negara singgah di tempat ini untuk menikmati jenis tarian. Tentu ini tidak gratis. Setiap penonton dipatok harga Rp. 100 ribu dalam sekali petunjukan. Tetapi jika dalam satu

rombongan, berapapun isinya kendaraan, cukup hanya membayar Rp. 600 ribu. Padahal, dalam satu sesi pertunjukan baik Tarian Barong, Kecak, Pendet atau tarian khas Bali lainnya, pengunjung lebih dari lima atau enam rombongan. “Inilah cara kami menghidupkan kesenian lokal,” kata Wayan, seseorang yang menjadi gaet dalam rombongan wisatawan. Sementara di daerah lain termasuk Madura, sebagian seniman menggantungkan kepada pemerintah. Itu pun, pemerintah masih tergantung ke pertunjungan “dalam ranka”. Misalnya, dalam rangka hari jadi, dalam rangka hari besar nasional, dan hari besar lainnya, baru kesenian menda-

pat order. Ini membuat seniman kurang bergairah. Padahal jika pemerintah bersemangat, care, dan merasa memiliki

kesenian lokal, seni bisa lebih hidup daripada dibiarkan karena pemerintah sibuk ngurusi fisik yang lain. =ABE

Sampang M M

KORAN MADURA

RABU 22| JANUARI 2014 SELASA 21 JANUARI 2014 No. 0284 | TAHUN III

No. 0285 | TAHUN III

KHUSUK : Seorang anak kecil memasrahkan diri di antara gapura berwajah pura di gerbang menuju lokasi Tanah Lot

Budaya Proteksi Dibanding Madura dan sebagian daerah lainnya, ada hal yang patut ditiru dari Bali sebagaimana Padang dalam konteks arsitektur. Rumah-rumah penduduk dan gedung perkantoran, berasitektur Bali. Inilah yang berbeda dengan daerah lain pada umumnya. Sehingga seseorang yang masuk ke Bali, suasana di sekitarnya menjelaskan bahwa daerah tersebut adalah Bali. Sedangkan pada saat seseorang masuk ke Madura, wajah kemaduraan dalam konteks arsitektur tidak bisa dikenali dengan sempurna meski sebenanrnya Madura bisa melakukan ini. Cuma, sampai hari ini Madura belum melakukannya baik karena tidak mau atau sesungguhnya tidak sepenuhnya mampu. Sehingga, wajah Madura sampai hari ini tidak memiliki ingatan kolektif karena tidak bisa dikenali dari sesuatu yang dasariah, aura! Bali boleh jadi bahagia disebut dengan daerah 1000 pura karena kenyataannya memang seperti itu. Bahkan jika dihitung mulai dari turun dari kapal Gilimanuk memanjang ke Nusa Dua, jumlah pura pasti lebih banyak dibanding angka 1000. Ini fenomena menarik disandingkan dengan program pemerintah dengan gerakan menanam 1 juta pohon tetapi jika dihitung, jumlah bibit yang ditanam tidak sampai pada angka 1 juta. Di Madura juga terlalu asik ketika orang luar menamakan Madura sebagai serambi Medinah menyusul Aceh yang karena religiusitasnya disebut serambi Mekkah. Bahwa prilaku yang ditampilkan Madura pada religiusitas hari-hari tidak serupa di Medinah, ini lain soal karena Madura masih pantas diduga lebih asik pada simbol. Tetapi yang perlu diadaptasi dari Madura ketika harus berguru kepada daerah luar, adalah semangat untuk maju dan menerima pluralitas maupun keanegaragaman. Ini penting agar Madura tidak sensitif dan dengan mudah mengatakan “sesat” pada sesuatu yang berbeda. =ABE


KORAN PROBOLINGGO N KORAN MADURA N MADURA Industri Lokal

RABU 22 JANUARI 2014 No. 0285 | TAHUN III

RABU 22 JANUARI 2014 | No. 0285 | TAHUN III

N

SANGKAR AYAM

Produsen Butuh Tambahan Modal PAMEKASAN - Budidaya ayam petelur di wilayah Pamekasan dan sekitarnya memberi dampak ekonomis bagi masyarakat sekitarnya. Kehadiran para peternak menginspirasi masyarakat untuk membuka usaha baru berupa penyediaan sangkar ayam yang terbuat dari bambu.

Oleh: Achmad Fauzi M Pamekasan

achmad fauzi m./koran madura

PERAJIN. Produsen sangkar ayam petelur sedang merangkai bambu yang sudah dipotong sesuai ukuran untuk dicetak sesuai pesanan pelanggan.

Kondisi ini banyak ditemukan di beberapa desa di Kecamatan Kadur, Pamekasan. Seperti di Desa Gagah, Desa Bungbaruh, dan sebagian di Desa Kertagena Tengah. Mereka biasa memproduksi sangkar ayam petelur ini dengan memasang tenda di halaman rumahnya. Beberapa diantaranya sudah bisa mempekerjakan sebagian tetangga yang memang menganggur. Meski demikian, perkembangan usaha rumahan ini sangat lamban, karena para perajin sangkar ayam petelur hanya memiliki modal terbatas. Mereka juga belum tahu cara memperoleh modal tambahan untuk mengembangkan usahanya. Mohammad Suro, salah satu perajin di Dusun Sumber Ngerjat, Desa Bungbaruh, Kecamatan Kadur, Pamekasan, mengatakan sulit untuk memperoleh modal tambahan. Ia mencontohkan dana kredit usaha rakyat (KUR) yang disiapkan pemerintah bekerjasama dengan perbankan tak seperti yang dibayangkan, karena masih mensyaratkan jaminan.

"Alhamdulillah usaha kecil-kecilan ini perlahan mulai berkembang. Tapi sayangnya modal yang kami punya terbatas. Mau ajukan kredit ke bank masih perlu jaminan," katanya. Meski hanya modal kecil, ia sudah memasarkan produk sangkar ayam petelur ke beberapa wilayah di Madura. Selain di Pasarkan di Pamekasan, sangkar ayam itu juga sudah dijual ke Kabupaten Sumenep. Harga jual sangkar ayam relatif murah, yakni Rp 10 ribu persatu set. Dimana tiap set sangkat bisa diisi 10 ayam petelur. Bahan yang digunakan yaitu bambu yang dibeli dari berbagai daerah, seharga Rp 15 ribu perbatang. Suro mengaku memperoleh keuntungan sedikit dari usahanya itu, karena harga bahan baku cukup mahal. Meski demikian, ia belum merencanakan untuk menaikan harga, khawatir para pelanggannya beralih ke produsen lain di daerah tersebut. Hal senada juga disampaikan Abdul Latif, warga Desa Kertagena Tengah. Ia juga kesulitan mengembangkan

usahanya karena terkendala modal. Meski demikian, ia tidak pernah menolak pesanan pembuatan sangkar meski modalnya tidak cukup. Dalam kondisi itu, ia sering bekerja sama dengan

perajin lainnya untuk berbagi pekerjaan, dengan meminta komisi. Hal itu dimaksudkan, agar pelanggan yang biasa memesan sangkar ayam tidak kecewa. "Kalau mengembangkan

ke usaha lebih besar, saya kekurangan modal. Tapi Alhamdulillah, meski modal sedikit masih cukup untuk menafkahi keluarga," katanya. = ACHMAD FAUZI M/RAH

achmad fauzi m./koran madura

MEMAKU. Produsen sangkar ayam petelur sedang memaku bambu yang sudah dipotong dan siap untuk dirangkai menjadi sangkar.


KORAN PROBOLINGGO

MADURA

Komunitas

KORAN MADURA

RABU 22 JANUARI 2014

RABU 22No. JANUARI 2014||TAHUN No. 0285 |IIITAHUN III 0285

OO

BANGKALAN PHOTOGRAPHY CLUB (BPC)

Menyalurkan Hobi Lewat Kamera

BANGKALAN - Jepratjepret dengan menggunakan kamera besar menjadi salah satu kegiatan yang sangat menarik. Selain bisa mengabadikan sebuah momen, hasilnya juga bisa menjadi sebuah karya yang unik dan indah. Terkadang hasilnya juga bisa diupload sebagai ajang narsis di situs media sosial. Bahkan, jika hobi jeprat-jepret ini semakin diasah juga bisa dijadikan sebuah bisnis untuk menghasilkan keuntungan.

IDENTITAS Nama: Bangkalan Photography Club (BPC) Berdiri: Tahun 2010 Jumlah Anggota: 40 orang

dok. bpc for koran madura

BERPOSE. Komunitas Bangkalan Photography Club (BPC) saat berpose bersama usai melakukan fotografi.

Berbagai hal menarik inilah yang membuat dunia fotografi menjadi salah satu tren hobi yang terus berkembang di kalangan masyarakat. Tak pelak banyak komunitas fotografi yang terus bermunculan dan berkembang, seperti halnya Komunitas Bangkalan Photography Club. Walaupun hobi ini bukanlah salah satu hobi yang murah, tak menyurutkan pecinta fotografi mengurungkan niat untuk hunting foto. Sebab saat menginginkan sebuah gambar yang menarik harus mengeluarkan kocek tak sedikit. "Saat ini dunia fotografi men-

jadi tren dan terus berkembang. Salah satu indikatornya adalah semakin banyaknya komunitaskomunitas fotografer yang saat ini terus bermunculan," kata Yogi, salah satu anggota BPC. Komunitas yang tergolong para pecinta fotografi ini pun sudah berdiri sejak tahun 2010 lalu. Meskipun tergolong komunitas yang masih baru, anggota komunitas BPC cukup banyak. Kebetulan, mereka mempunyai hobi dan minat mempelajari tentang dunia kamera. "Sekitar 40 orang anggota yang sama-sama pecinta fotografi. Berbeda pada saat per-

tama kali dibentuk, komunitas photography Bangkalan hanya beranggotakan sekitar 6 orang saja,� ungkapnya. Enam orang inilah yang menjadi cikal bakal berdirinya BPC, meskipun pada waktu itu hanya beberapa orang saja yang memiliki camera DSLR. Sedangkan yang lain hanya mengandalkan kamera ponsel atau camera digital poket. Namun dengan seiring waktu dan eksisitas untuk mengembangkan komunitas fotografi di Bangkalan, lambat laun BPC mulai dikenal dan menarik minat masyarakat terutama generasi

muda Bangkalan untuk ikut bergabung. "Meski banyak tantangan, komunitas ini cukup mendapatkan antusias teman-teman yang ingin bergabungn atau hanya sekedar ingin mengetahui tentang pemotretan," ujarnya. Agenda aktivitas yang dilakukan oleh teman-teman hobi jeprat-jepret Bangkalan ini juga tergolong padat. Tidak hanya acara hunting bersama saja, tetapi bagusnya komunitas ini juga membuka forum untuk saling sharing dan berbagi info seputar dunia fotografi "Meskipun dengan pengetahuan yang dianggap masih

standar saja, apalagi ini komunitas baru. Menurut saya ajang sharing seperti ini sangat bermanfaat, terutama bagi temanteman yang baru bergabung dan baru belajar," cetusnya. Bukan hanya mengadakan kegiatan sendiri, keberadaan BPC tampaknya juga mulai dilirik komunitas lainnya di Bangkalan. Terbukti BPC juga banyak dilibatkan di beberapa even yang diadakan oleh berbagai komunitas maupun pemerintah setempat, seperti pameran kebudayaan, event bullrace ataupun kegiatan lainnya. = MOH. RIDWAN/RAH

KOMUNITAS MARS MODELING

Kembangkan Bakat Model Dunia Remaja SAMPANG - Terbentuknya komunitas bernama ' Mars Modeling ' di Kabupaten Sampang demi merangkul dan terus mengembangkan seluruh remaja baik putra maupun putri yang mempunyai bakat dalam dunia akting model merupakan tujuan awal komunitas ini. Sebab, komunitas Mars Modeling yang didirikan sejak 2 Februari 2011 itu sebagai wadah inspirasi agar terbentuknya wajah - wajah bakat pemodel untuk menciptakan serta mencetak generasi muda berkarya model yang handal bertalenta profesional. Seperti itu diungkapkan oleh Rahmat Hidayat selaku Ketua Mars Modeling mengata-

kan tentu Disamping itu, dalam adapun mengembeberapa ban bakat pengharanak remaja gaan yang telah berdari usia hasil disabe 6 tahun komunitas sampai model usia 22 tahun ini yakni tersebut seperti tidak lah ryan hariyanto/koran madura menjadi BERPOSE. Kominitas Mars Modelling Sampang sedang berpose. Runner Up mudah. Miss Sophie MelainParis 2012, kan, harus "Pastinya dalam membisa terus berkarya dan mempenghargaan Kacong Cebbing bentuk komunitas ini penuh sampang favorit 2013, Juara 2 punyai motivasi sangat tinggi. tantangan karena banyak sainFestival Muslim, serta pengHal itu, demi meraih beberapa gan untuk bisa mengalahkan hargaan Eksprea Our Style di penghargaan saat komunitas computiter lain, sehingga bisa Surabaya. yang dibentuknya beranggota terbentuknya sebuah penghar56 anak remaja. "Banyak sekali penggaan bagi kami,"ucapnya.

hargaan yang telah diraih sama anak dan adik - adik kami yang telah tergabung di komunitas Mars Modeling ini sampai ke luar kota juga ada salah satunya seperti di surabaya,"terangnya. Tak hanya itu, dibentuknya komunitas ini juga agar mampu mengenalkan budaya - budaya tradisional khas madura kepada generasi muda. Tentu, dengan mengenakan beberapa baju batik saat festival fashion show ditampilkan. Apa lagi, kegiatan untuk berkumpul setiap seminggu sekali itu agar bisa menimalisir kenakalan - kenakalan remaja seperti yang terjadi selama ini. = RYAN HARIYANTO


KORAN MADURA PROBOLINGGO PKORAN

P

RABU 22 JANUARI 2014 | No. 0285 | TAHUN III 22 JANUARI 2014 RABU

MADURA

No. 0285 | TAHUN III

ANIS FITRIYAH

Terobsesi Pegawai Perbankan Tantangan di era teknologi dan informasi menjadi semakin berat. Semangat untuk menggapai cita-cita tidak segampang membalikkan telapak tangan. Jumlah sarjana semakin banyak sementara lapangan kerja tidak bertambah.

nis Fitriyah merespons serius berkaitan dengan beratnya tantangan karier. Perempuan berusia 19 tahun asal Desa Meddelan, Kecamatan Lenteng Sumenep, ini tidak menampik adanya persaingan untuk memperebutkan dunia kerja. Untuk memuluskan rencananya menggapai impian, ia memilih kampus yang mendukung cita-citanya sebagai pegawai perbankan. Kodrat sebagai perempuan tak membuatnya harus bergantung kepada orangtua. “Saya tidak mau terus meneru bergantung dengan orangtua. Untuk itu, saya mengambil jurusan kuliah yang dapat menopang target hidup saya sebagai karyawan perbankan. Sebab di kampus itu, ada jurusan perbankan Syariat,” ujar Anis sapaan akrabnya. Awalnya, dirinya berencana mengambil kuliah di luar Pulau Madura. Namun, kata dia, keinginanana kualihg di luar Madura terhenti lantaran masih terkendala dengan keinginan ortunya yang tidak menginginkan dirinya jauhjauh ke luar kota. Meski tidak memiliki backgroun dunia perbankan, tidak menutup obsesinya untuk menggeluti dunia perbankan itu. Sebab, meski terbilang dunia baru, dunia perbankan cukup menantang. Apalagi hal itu juga sejalan dengan profesi yang digeluti kedua ortunya yakni wirausaha. Karena masih tidak terlalu jauh dengan profesi kedua ortunya, membuat Anis semakin punya keinginan kuat maraih impiannya itu. bagianya tidak ada kesuksesan yang dapat diraih dengan hanya berfoya-foya apalagi berpangku tangan. Semua kesuksesan harus dilalui melalui tantangan yang berat atau bekerja keras. Tekadnya yang bulat itu, membuat perempuan yang hoby makan bakso dan sate ini rela berpisah dari ortunya. Dia harus

meninggalkan kampong halamnnnya dengan hidup jadi anak kos di Kota Gerbang Salam, Pamekasan. “Gak apa-apa jauh dan terpisah dari ortu itu bagian dari pengorbanan yang harus dilakukannya,” ujar alumni MAN Sumenep tersebut. Dia semakin teratarik dengan dunia Perbankan Syarian lantaran Perbankan Syariah masih tergolong baru. Sehingga dia berharap lebih besar peluang untuk bisa diterima manjadi salah satu karyawati perbankan Syariah nantinya setelah lulus menyandang redikat sarjana. Bahkan kata Anis, ortunya sangat mendukung dengan jurusan yang dipilinya. Salah satu bentuk dukunga tersebut dengan totalitas ortu yang tidak anya sekedar memnuhi kebutuhan dasar kuliah. Selain uang jajan yangtidak pernah kurang, juga kebutuhan lainnya di luar kuliah juga terpenuhi. Asal sesuai dengan kebutuhan, minta uang berapa pun akan selalu dikasih sama ortunya. Meski segala kebutuhan kuliahnya sudah dipenuhi oleh ortunya, tidak lan-

tas membuat Anis semakin manja. Menurut pengakuannya, sejak kuliah cara berpikir dn sikapnya sudah banyak berubah. Berbeda dengan semasih jadi pelajar yang selalu dimanja dan tidak pernah membuatnya semakin dewasa. Buktinya, terkdang sias uang jajan kuliah ditabungnya untuk dipergunakan sebagai kebutuhan yang sewaktu-waktu mendadak dibutuhkan. Putri dari pasangan Asiz dan Muamma ini juga tidak mengesampingkan

kesehatan fisiknya. Baginya sehat itu mahal sehingga merawat fisiknya agar terlihat bugar dan tetap cantik abgian dari gaya hidupnya. Dia rajin ikut olahraga Badminton (Bulu Tangkis) meski tidak harus ikut kompetisi atau lomba. “Itu sekedar hobi saja sekalin dapat menyehatkan tubuh,” katanya senyum. Guna menjaga performa tubuhnya agar selalu fit, selain main badminton, juga rutin melkaukan perawatan tubuh seperti luluran. Itu agar pori-pori tubu-

nya juga tidak mengkerut sehingga lebih awet dan auranya lebih keluar. “Kalau makanan berkolesterol tingi, sudah pasti saya hindari mas. Sehingga rajin olahraga itu bagian dari cara jitu untuk menjaga kebugaran tubuh atau fisik. Segala kegitanyang dilakuaknnya itu selalu mendapat support dari kedua orang tua saya,” kata cewek yang pernah ikut Porseni mewakili Madura sat masih jadi pelajar pada 2006 lalu [*] =ALI RIDHO


e Paper Koran Madura 22 Januari 2014