Page 1

KAMIS

KORAN MADURA

23 JANUARI 2014 | No. 0286 | TAHUN III ECERAN Rp. 3.500 LANGGANAN Rp. 70.000

1

0328-6770024 KAMIS 23 JANUARI 2014 | No. 0286 | TAHUN III www.koranmadura.com

Mahasiswa si Korup Cium Aroma B Dana os Pamekasan |

Angin dan hujan selama tiga hari membuat rumah warga roboh | Sumenep | H

hal J

City Tunggu MU di Final Piala Liga

LONDON - Manchester City semakin menegaskan dominasinya musim ini setelah memastikan satu tempat di partai final Piala Liga Inggris dengan menyingkirkan West Ham United 3-0 dalam pertandingan leg kedua semifinal di Boleyn Ground, Senin (21/1) waktu setempat atau Selasa (22/1) dini hari WIB. “The Citizens” melangkah ke laga puncak dengan keunggulan agregat 9-0 usai mengukir kemenangan enam gol tanpa balas di pertemuan pertama. Selengkapnya di halaman 15

ant/reno esnir

BANJIR KEBON BARU. Polisi beserta tim SAR menerobos genangan banjir menggunakan perahu karet untuk mengevakuasi warga yang terjebak banjir luapan air Sungai Ciliwung di kawasan Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (22/1). Banjir setinggi 3-4 meter ini terjadi akibat tingginya curah hujan dan jebolnya tanggul sungai Ciliwung sepanjang 30-40 meter di areal tepian sungai tersebut.

Pengungsi Mulai Terserang Penyakit MANADO- Korban bencana banjir bandang Manado, Sulawesi Utara yang berada di pengungsian, mengaku mulai terkena penyakit kulit, infeksi pernafasan atas, diare dan demam. “Sejak tiga hari lalu, anak saya demam karena makanannya tidak beraturan sehingga sekarang masuk angin,” kata warga Kampung Ternate, Singkil bernama Muna Kanine (28), di Manado Rabu. Muna mengatakan, meskipun tidak parah tetapi anaknya mengalami demam dan batuk-batuk sehingga mengkhawatirkannya karena mereka tidak berada di rumah sendiri, dan semen-

tara ini mengungsi di rumah saudara di Malalayang. Ia menjelaskan, sudah membawa anaknya ke posko kesehatan dan berharap kiranya kondisinya segera pulih, karena sekarang kondisi mereka tidak menentu sehingga ia merasa sangat khawatir. Keluhan juga disampaikan oleh salah seorang warga Perkamil kecamatan Paal Dua bernama Nona yang mengatakan anaknya kena diare, sebab makan tidak terakhir dan harus tidur di lantai. “Kondisi ini memang sungguhsungguh membuat kami tertekan, sudah hidup di pengungsian anak juga harus sakit, untung ada posko kesehatan sehingga tetap dapat pelayanan,” katanya.

Wakil Wali Kota Harley Mangindaan mengatakan, keadaan tersebut memang tidak diinginkan siapapun, namun ia meminta warga yang sakit agar segera menuju ke posko-posko kesehatan yang dibuka baik oleh TNI maupun pemerintah sehingga dapat berobat. Menurut Harley, di posko masyarakat tetap dilayani gratis, mulai dari pemeriksaan sampai obat sebab itu tidak perlu khawatir akan dimintai bayaran, karena semuanya disediakan tanpa biaya. “Saya juga mengingatkan para petugas kesehatan terutama dari Pemerintah Manado, supaya tetap ramah melayani masyarakat korban bencana, meskipun banyak yang datang harus diterima dengan hati yang luas,” katanya. Bencana yang terjadi di Manado menimbulkan korban yang tidak sedikit, mulai dari rumah yang hancur sebanyak 64 unit, hanyut 621, bangunan 53 rumah ibadah dan 281 sekolah rusak, korban tewas enam orang dan 86 ribu hidup dalam pengungsian. = ANT/JOYCE


KORAN MADURA 2 Utama Berita

KORAN MADURA

KAMIS 23 JANUARI 2014 | No. 0286 | TAHUN III

KAMIS 23 JANUARI 2014 | No. 0286 | TAHUN III

WABAH PENYAKIT

13 Desa di Tulungagung Endemis DBD TULUNGAGUNG- Sedikitnya 13 desa di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, diidentifikasi sebagai kawasan endemik demam berdarah, mengacu pada temuan kasus selama 2012-2013, kata Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Tulungagung, Didik Eka, Rabu. “Daerah yang dikatakan endemis, ada kasus DB selama tiga tahun berturut-turut,” jelasnya. Ia menyebutkan 13 perkampungan yang selalu ditemukan kasus DB dari tahun ke tahun itu tersebar di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Tulungagung, Sumbergempol, serta Kauman. Jumlah kasus setiap tahun di wilayah endemik ini bahkan cenderung mengalami kenaikan. Tahun 2012, misalnya, jumlah kasus DB teridentifikasi sebanyak 180 kasus, sementara pada tahun 2013 meningkat menjadi 414 kasus. Peningkatan jumlah kasus dalam dua tahun terakhir hingga kisaran 2,5 kali lipat tersebut rupanya juga berdampak terhadap persebaran wabah DB. Catatan Dinkes, pada 2012 jumlah desa yang masuk kawasan endemik hanya 91 desa, namun pada 2013 meningkat menjadi 159 desa. Jumlah itu 58,6 persen dari total jumlah desa di Kabupaten Tulunggung sebanyak 271 desa. “Untuk tahun ini, hingga pertengahan Januari baru teridentifikasi 12 kasus,” ujarnya. Ia menjelaskan, banyak faktor yang menyebabkan terjadinya kasus demam berdarah, di antaranya mobilitas penduduk tinggi, kebersihan kurang, padat permukiman dan angka bebas jentik kurang dari 95 persen.

Didik Eka mencontohkan ada 100 rumah penduduk yang saling berhimpitan. Jika ditemukan jentik lebih dari lima rumah, maka daerah tersebut masih rawan terjadinya DB. Dinas Kesehatan, dalam hal ini terus berupaya melakukan pencegahan melalui pelaksanaan program pemberantasan sarang nyamuk (PSN). PSN itu melibatkan kelompok kerja operasional (pokjanal), baik di tingkat Kecamatan maupun Desa. Selain PNS, juga menyebarkan serbuk abate. Persoalan selama ini, menurut Didik, adalah kesalahan persepsi warga mengenai prosedur pengasapan atau “fogging”. Warga menganggap ketika ada kasus DB karena tidak ada fogging, sedangkan prosedurnya jika ada kasus baru difogging. Dijelaskannya, satu daerah perlu difogging harus melalui beberapa tahap. Di antaranya adalah ada jentik nyamuk aedes aigepty di rumah penduduk dengan radius 100 meter atau sekitar 20 rumah, ada tiga orang panas tanpa ada sebab yang jelas dan atau di radius itu ada orang yang positif demam berdarah. “Untuk mengetahui positif DB melibatkan rumah sakit,” ujarnya. =ANT/ SLAMET AGUS SUDARMOJO

ant/novrian arbi

JALUR PANTURA SUBANG AMBLAS. Sejumlah petugas Bina Marga dan Dinas Pekerjaan Umum Cirebon memantau jalur Pantura yang ambles di Desa Mandalawangi, Ciasem, Subang, Jawa Barat, Rabu (22/1). Amblasnya jalur sepanjang 8 meter menuju arah Jakarta akibat tingginya curah hujan di daerah tersebut menambah dan memperparah kemacetan arus lalu lintas yang sebelumnya akibat banjir dan langsung dilakukan perbaikan darurat di jalur kilometer 125 .

2

Koruptor Dana Bantuan Bencana Dihukum Mati JAKARTA-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mewanti-wanti penyelenggara negara agar tidak melakukan penyelewengan dana bantuan yang berasal dari keuangan negara untuk korban bencana di sejumlah daerah di Indonesia. Sebab, KPK tidak segan-segan menjerat hukuman mati bagi pejabat negara yang mengkorupsi dana bantuan itu. Jurubicara KPK, Johan Budi SP mengaku, belum ada laporan yang masuk terkait penyelewengan dana bantuan itu. Namun demikian, KPK akan langsung bergerak menindaklanjuti jika nantinya ada laporan mengenai penyelewengan-penyelewengan itu. “Jadi, KPK baru bergerak kalau sudah ada laporan. Sejauh ini belum ada (laporan),” kata Johan Budi dalam keterangan pers di kantornya, di Jakarta, Rabu (22/1). Johan mengingatkan, jika ada penyelenggara negara yang

terbukti menyelewengkan dana bencana itu, maka bisa dijerat hukuman mati. Hal itu, lanjut dia, sebagaimana yang tertulis dalam pasal 2 UU Tipikor tentang korupsi bencana. “Semua pengeluaran uang negara pasti melalui audit BPK atau BPKP. Dalam konteks ini kita (KPK) akan lihat dari audit itu, apakah ada penyimpangan,” terang dia. “Tapi yang pasti ada yang berbeda dalam pengadaan barang

dan jasa. Dalam kondisi normal dan tidak biasa,” imbuhnya. Selebihnya, Johan dalam kesempatan ini mengimbau kepada masyarakat, utamanya penyelenggara negara untuk tidak memanfaatkan bencana sebagai sarana untuk memperkaya diri sendiri dan atau orang lain. “Tolong, ini kan untuk masyarakat yang dalam kondisi bencana, tolonglah jangan dikorupsi,” demikian Johan. =GAM

TANGGAP BENCANA

Mekanisme Darurat Sistem Transportasi Belum Memadai JAKARTA- Organisasi Angkutan Darat (Organda) menyatakan mekanisme darurat sistem transportasi bila terjadi keadaan yang tidak diinginkan yang menghambat distribusi ke berbagai daerah di Tanah Air dinilai masih belum memadai. “Kerugian akibat banjir dapat diminimalkan dan terbantu apabila disiapkan strategi transportasi tidak normal, baik di Jakarta maupun di kota-kota lainnya,” kata Ketua Umum DPP Organda Eka Sari Lorena di Jakarta, Rabu. Menurut dia, pada sat ini masih belum terdapat rencana preventif yang efektif dan siap diterapkan dengan utuh di lapangan guna melindungi mobilisasi barang dan orang yang sangat krusial.

Padahal, ia mengemukakan bahwa hal seperti itu sebenarnya dapat diaplikasikan secara simpel dan praktis seperti adanya informasi peringatan dini (early warning system). Hal tersebut, lanjutnya, agar truk atau bus mengetahui kondisi banjir terkini sehingga tidak terjebak macet sepanjang puluhan kilometer selama berjam-jam sehingga menghambat pasokan logistik. “Masalahnya, negara kita masih mengadopsi Sistem Pemadam Kebakaran yaitu jika ada masalah baru sibuk mencari solusinya,” ujarnya. Padahal, Ketua Umum Organda mengingatkan bahwa pola transportasi mestinya disusun berdasarkan analisa berkala.

Efisiensi dan kesuksesan dari pola transportasi harus selalu diukur. Bila terdapat pola transportasi yang disusun berdasarkan analisa berkala yang baik dan tepat, maka saat kondisi darurat mudah mengondisikan bila terjadi peristiwa seperti banjir. Ia mencontohkan kondisi darurat seperti ruas Pamanukan yang terendam banjir, padahal kawasan tersebut arus lalu lintas utama perdagangan beras dari lumbung-lumbung padi di kabupaten-kabupaten di pantura Jawa menuju Pasar Induk Cipinang. “Sapi potong juga dibawa dari sentra-sentra peternakan di Jawa Tengah menuju Jakarta melalui jalur pantura,” ujarnya. =ANT/ MUHAMMAD RAZI


KORAN PROBOLINGGO

MADURA

KORAN MADURA

Nasional

KAMIS 23 JANUARI 2014 KAMIS 23 JANUARI 2014 | No. 0286 | TAHUN III No. 0286 | TAHUN III

33

TERMINAL LPG

Bosowa Gelontorkan Rp 787 M JAKARTA-Kelompok usaha berbasis di Makassar, Kawasan Timur Indonesia (KTI), Bosowa secara resmi memulai pembangunan (groundbreaking) Terminal LPG Pressurized di Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (22/01).

berdayaan unsur masyarakat, masyarakat sipil, dan LSM penting dilakukan. Meskipun kecil tetapi harus punya komitmen untuk mengkonsolidaskan demokrasi,” kata mantan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Azyumardi Azra pada acara Sarasehan Nasional bertajuk “Menyelamatkan Bangsa dari Politik Transaksional dalam Pemilu 2014”. Bawaslu, kata dia, harus melibatkan unsur-unsur masyarakat yang dapat diberdayakan untuk menciptakan pemilu yang bersih dari politik transaksional dan berbagai kecurangan. Menurutnya, masyarakat sipil, terutama yang berbasis keagamaan memiliki komitmen untuk mewujudkan demokrasi yang bersih. “Selain organisasi berbasis keagamaan, ajak pula kampus-kampus untuk terlibat dalam pengawasan,” ujarnya.

Proyek tersebut menelan investasi sebesar Rp 787 miliar, mendapat sumber pendanaan dari PT Bank Mega Tbk. “Investasi diproyek ini senilai Rp 787 miliar,” ujar CEO Bosowa Erwin Aksa dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (22/1). Peletakan batu pertama Terminal LPG tersebut dilakukan oleh Menteri Perindustrian Mohamad S.Hidayat disaksikan oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Founder Bosowa HM Aksa Mahmud serta jajaran manajemen Bosowa. Menurut Erwin, proyek ini dimiliki dan dikelola anak usaha Bosowa yakni PT Misi Mulia Petronusa.Pihaknya berharap proyek ini akan selesai pembangunannya dua tahun mendatang.”Insyaallah akan selesai dalam 22 bulan,” tutur Erwin. Sebagai tambahan, Terminal LPG berdiri di atas lahan seluas +9 ha di Jalan Gatot Subroto Km.05 Kelurahan Bulusan, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi - Jawa Timur. Sebelumnya di lokasi yang sama Bosowa juga tengah mengerjakan pembangunan pabrik Semen Bosowa Banyuwangi. Erwin optimistis prospek bisnis ini sebab fasilitas terminal ini sudah terikat kontrak dengan PT Pertamina (Persero). Nantinya, akan berdiri sejumlah fasilitas jetty berkapasitas 6.500 dwt, 4 tangki LPG yang masingmasing berkapasitas 2.500 mt, 6 unit filling sheds, control room, dan fasilitas lainnya. “Diharapkan kehadiran Terminal Gas dan Semen Bosowa nantinya dapat mendorong ekonomi lokal bahkan Jawa Timur dan Bali,” ucap Erwin. Terminal ini nantinya mampu menampung sebesar 10.000 mt LPG untuk kemudian didistribusikan ke Jawa Timur dan Bali.

=GAM

=GAM

ant/yudhi mahatma

LISTRIK DPR PADAM. Anggota DPR Komisi II mengikuti rapat kerja dengan pemerintah saat aliran listrik padam di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (22/1). Rapat yang membahas Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) tentang RUU Pertanahan bersama Kemenkumham tersebut sempat diskors sekitar 15 menit karena aliran listrik padam.

Riskan Bila Pemilu Digelar Serentak Tahun ini Waktu untuk Persiapan Sangat Mepet JAKARTA-Penyelenggaraan pemilihan umum (pemilu) secara serentak pada 2014 ini dinilai hanya akan merusak esensi pemilu itu sendiri yang pada gilirannya akan membuat suasana kacau balau. Pasalnya, waktu persiapannya sudah sangat mepet. Pemilu serentak baru akan bisa berjalan dengan baik lima tahun mendatang atau pada pemilu 2019. “Keputusan MK kalau toh mengabulkan, akan berujung pada win-win solution. Tapi, itu tidak dilaksanakan sekarang, mungkin untuk pemilu mendatang,” kata Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) M Afifuddin di Jakarta Rabu (22/1).

Pernyataan ini dikeluarkan menanggapi kemungkinan Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan uji materil terhadap Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pemilu Presiden (Pilpres) oleh Yusril Ihza Mahendra. Jika MK memerintahkan pelaksanaan pemilu presiden dan legislatif dilakukan secara bersamaan sejak 2014, hal ini akan merepotkan penyelenggara pemilu, terutama Komisi Pemilihan Umum (KPU). “Misalnya saja KPU harus menyesuaikan tahapan yang sudah dibuat, begitu juga anggaran pelaksanaan tahapan pemilu akan berubah total,” kata pria yang akrab dipanggil Afif itu. Menurutnya, seharusnya perdebatan soal presidential threshold (PT) dilakukan saat pembahasan RUU Pilpres dan bukan sekarang. Sebab waktu penyelenggaraan pemilu sudah

sangat mepet. Uji materi UU Pilpres diajukan oleh Koalisi Masyarakat Sipil untuk Pemilu Serentak dan Ketua Dewan Syuro Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra. Gugatan Koalisi Masyarakat Sipil untuk Pemilu Serentak akan diputuskan pada Kamis (23/1) ini. Sementara Yusril menguji Pasal 3 Ayat (4), Pasal 9, Pasal 14 Ayat (2), dan Pasal 112 dan masih dalam proses persidangan di MK. Sementara itu secara terpisah di Jakarta, Rabu (22/1), sejumlah tokoh bangsa dan pemuka agama mendorong kelompok masyarakat madani ikut aktif mengawasi pelaksanaan Pemilu 2014. Sebab pengawasan bukan hanya tanggung jawab Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) semata, tetapi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. “Dalam jangka pendek, pem-


4

KORAN MADURA

Nasional

KAMIS 23 JANUARI 2014 | No. 0286 | TAHUN III

EKOSISTEM

MUI Keluarkan Fatwa tentang Satwa Langka

ant/agus bebeng

UNGKAP KASUS KEJAHATAN. Sejumlah pelaku tindak kejahatan dikumpulkan di Mapolrestabes Bandung, dalam acara Pengungkapan Kasus Tindak Kriminal, Jawa Barat, Rabu (22/1). Selama 19 hari pihak Kepolisian berhasil mengungkap 29 kasus kejahatan dengan mengamankan 48 tersangka, bersama sejumlah barang bukti kendaraan dan sebanyak 10.127 botol miras.

10 Menteri Nyaleg Margarito: Harus Mundur Tanpa Terkecuali JAKARTA- Para menteri yang mencalonkan diri dalam pemilihan legislatif (caleg) pada pemilu 2014 harus dan wajib mundur dari kabinet. Sebab bila mereka menjadi caleg, dan tetap duduk di kursi kabinet, dipastikan akan membebani APBN. Mereka pasti akan memakasi fasilitas negara dan uang negara untuk kepentingan pribadi dan partai politiknya. “Tidak ada cerita, mereka harus mundur semua tanpa terkecuali,” kata Pakar hukum tata negara Margarito Kamis saat ditemui wartawan di restoran Dapur Selera, Tebet, Jakarta, Rabu (22/1). Berdasarkan data, saat ini terdapat 10 menteri aktif yang maju sebagai caleg dalam Pemilu 2014. Adapun lima menteri yang mendaftar berasal dari Partai Demokrat, yakni Menteri Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM) Jero Wacik, Menteri Perhubungan Evert Erenst Mangindaan, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Amir Syamsuddin, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Syariefuddin Hasan, dan Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo

dari Partai Demokrat. Lima menteri lainnya, Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring dan Menteri Pertanian Suswono dari PKS, Dua dari partai PKB diantaranya, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar dan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal Helmy Faishal Zaini, dan Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan dari PAN. Menurutnya, jabatan menteri merupakan jabatan publik yang sangat strategis. Karena, seorang menteri dibekali dengan kewenangan kuat serta program-program pro rakyat yang didanai oleh negara. “Saya khaatir potensi penyimpangan dalam mengelola anggaran atau kebijakan semisal bantuan sosial (bansos) bakal digunakan untuk kepentingan partai maupun pencalegan. Siapa yang bisa jamin jika hal ini tidak akan terjadi?. Karena itu, semua harus mundur,” ujarnya. Lebih lanjut, Margarito mendukung langkah Ketua DPC PPP Surakarta, Arif Sahudi yang mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait beberapa menteri yang maju sebagai caleg dalam pemilu 2014. Dalam judicial review yang diajukan oleh Arif Sahudi memasukkan Pasal 51 ayat 1 huruf k UU 8 Tahun 2012 tentang Pemilu ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Dengan diterapkannya Pasal 51 ayat (1) huruf k UU 8 Tahun 2012 tentang Pemilu sangat berpotensi merugikan kepentingan konstitusional pemohon, akibat pasal tersebut dapat menimbulkan berbagai persepsi yang berbeda, tidak jelas dalam ketentuannya sehingga berpeluang ditafsirkan lain yang bertentangan dengan UUD 1945. Arif memastikan, tidak ada jaminan 10 menteri yang menjadi bakal caleg tidak akan menyalahgunakan jabatan atau tidak menggunakan fasilitas negara untuk kampanye. Padahal Peraturan KPU Pasal 19 huruf i angka 4 menyatakan kepala daerah, wakil kepala daerah, pegawai negeri sipil, anggota TNI, anggota Polri, direksi, komisaris, dewan pengawas dan karyawan pada badan usaha milik negara dan/atau badan usaha milik daerah atau badan lain dilarang mencalonkan diri dalam Pemilu Legislatif. PUU yang diajukan oleh kader partai berlambang Ka’bah tersebut akan diputuskan oleh MK, pada Kamis (23/1). Terkait dengan hal tersebut, Margarito sangat berharap jika PUU tersebut dikabulkan oleh lembaga peradilan tertinggi ditanah air tersebut. “Mudah-mudahan hal tersebut dikabulkan,” katanya dengan mantap. =GAM/ABD

JAKARTA- Majelis Ulama Indonesia mengeluarkan fatwa tentang perlindungan satwa langka dan meminta pemerintah bersikap tegas melindungi satwa langka untuk menghindari kepunahanan dan menjaga keseimbangan ekosistem. “Pada hari ini, Rabu ( 22/1) MUI menetapkan fatwa tentang Pelestarian Satwa Langka untuk Menjaga Keseimbangan Ekosistem dalam rangka memberikan kontribusi terhadap upaya pelestarian satwa langka,” kata Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam Sholeh di Jakarta, Rabu. Dalam fatwanya, MUI menyebutkan bahwa setiap makhluk hidup memiliki hak untuk melangsungkan kehidupannya dan didayagunakan untuk kepentingan kemaslahatan manusia. “Memperlakukan satwa langka dengan baik, dengan jalan melindungi dan melestarikannya guna menjamin keberlangsungan hidupnya hukumnya wajib,” kata Niam. Perlindungan dan pelestarian satwa langka antara lain dengan jalan menjamin kebutuhan dasarnya, seperti pangan, tempat tinggal, dan kebutuhan berkembang biak, tidak memberikan beban yang di luar batas kemampuannya.

Berikutnya, tidak menyatukan jenis satwa lain yang membahayakannya, menjaga keutuhan habitat, mencegah perburuan dan perdagangan ilegal, mencegah konflik dengan manusia, serta menjaga kesejahteraan hewan. Dalam fatwa MUI juga disebutkan bahwa satwa langka boleh dimanfaatkan untuk kemaslahatan sesuai dengan ketentuan syariat dan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pemanfaatan satwa langka antara lain dengan jalan menjaga keseimbangan ekosistem, menggunakannya untuk kepentingan ekowisata, pendidikan dan penelitian, menggunakannya untuk menjaga keamanan lingkungan, serta membudidayakan untuk kepentingan kemaslahatan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. “Membunuh, menyakiti, menganiaya, memburu, dan atau melakukan tindakan yang mengancam kepunahan satwa langka hukumnya haram kecuali ada alasan syar’i, seperti melindungi dan menyelamatkan jiwa manusia,” kata Niam. MUI juga menyatakan perburuan dan perdagangan ilegal satwa langka hukumnya haram. =ANT/SIGIT

Heli TNI AD Hilang Kontak di Tarakan JAKARTA- Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Andika Perkasa mengungkapkan helikopter milik TNI AD Heli Bell 412 TNI-AD yang mengangkut anggota Yonif 100/Raider hilang kontak di wilayah Tarakan, Kalimantan Timur, Rabu. “Tujuh orang anggota Yonif 100/Raider sedang melaksanakan tugas pengamanan perbatasan Kaltim yang berencana membawa logistik menuju Pos Long Midang,” kata Kadispenad saat dikonfirmasi wartawan di Jakarta, Rabu malam. Ia menjelaskan kronologis ‘lost contact’ dengan pesawat Heli Bell dengan No. Reg 5166 tersebut pada Rabu siang sekitar pukul 13.25 WITA. Ketujuh orang anggota Yonif Raider itu akan diangkut dari Bandara Juwata, Tarakan, menuju Long Bawan, Kecamatan Krayan Induk, Kabupatan Nunukan. Namun, lanjut dia, sekitar pukul 13.33 WITA heli kontak dengan tower Malinau dan menyampaikan akan landing di Long Bawan pada jam 14.33 WITA, tetapi hingga pukul 16.00 WITA heli tidak mendarat di Krayan. “Padahal sesuai jadwal seharusnya heli sudah tiba kembali ke Bandara Juwata, Tarakan. Hingga kini, heli belum juga tiba di Bandara Juwata, Tarakan, dan tidak bisa berhubungan dengan Bandara,” katanya. =ANT/SYAIFUL HAKIM


KORAN PROBOLINGGO LINTAS NUSANTARA MADURA

KORAN MADURA

Ekonomi

KAMIS 23 2014 JANUARI 2014 KAMIS 23 JANUARI | No. 0286 | TAHUN III No. 0286 | TAHUN III

55

APBN Mencapai Rp2.000 Triliun BPK Diminta Tinggalkan Kontrol Manual JAKARTA-Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta Badan Pemeriksa Keuangan meninggalkan metode pemeriksaan dan pengawasan keuangan negara secara manual. Hal ini terkait dengan semakin besarnya nilai APBN yang kini

sudah mendekati Rp2.000 triliun. Menurut SBY, tingginya nilai APBN, APBD maupun Dana Transfer Daerah justru memberi tantangan kepada BPK untuk meningkatkan teknik pemeriksaan maupun pengawasan berbasis teknologi. “Sekarang ini diperlukan pemeriksaan dan pengawasan yang lebih baik, lebih berhati-hati dan komprehensif. Bukan lagi dengan cara manual, ucapnya.

Presiden menyebutkan, perekonomian nasional yang terus bertumbuh telah mendorong peningkatan pendapatan negara secara signifikan, sehingga nilai APBN meningkat secara cepat. “Sebagai contoh, pada 2005 APBN kita nilainya masih sekitar Rp400 triliun. Tahun ini mendekati Rp2.000 triliun,” ujarnya. Bahkan, jelas Presiden, peningkatan jumlah Dana Transfer Daerah juga memberikan tantan-

Petani Terikat Sistem Ijon Lasmin (41) menebar pupuk urea di lahan sawahnya yang baru berumur satu bulan di Desa Sidera, Sigi, Sulawesi Tengah, Rabu (22/1). Sebagian besar petani penggarap di desa itu terikat sistem ijon karena tidak memiliki modal usaha perrtanian. Pengambilan pupuk Urea seharga Rp.95.000 per karung dibayar dengan beras sebanyak 22-25 kilogram saat panen dengan nilai rata-rata di atas Rp.130 ribu. ant/basri marzuki

UTANG LUAR NEGERI

BI Akui Kesulitan Analisa ULN Swasta JAKARTA-Bank Indonesia (BI) mengalami kesulitan membuat laporan tentang posisi utang luar negeri swasta. Hal ini terjadi karena rendahnya minat korporasi untuk melaporkan jumlah utang jangka pendeknya. “Kami agak kesulitan untuk membuat laporan utang luar negeri swasta atau sulit untuk melakukan perkiraan pada utang luar negeri swasta yang jangka pendek,” kata Direktur Eksekutif Departemen Statistik Ekonomi dan Moneter BI, Hendy Sulistyowaty di Gedung BI Jakarta, Rabu (22/1). Menurut Hendy, kesulitan BI untuk menganalisa utang luar

negeri swasta disebabkan oleh rendahnya kemauan perusahaan untuk melaporkan jumlah utang jangka pendek. “Pasalnya, tanpa adanya laporan utang jangka pendek, bisa membuat misleading dalam pelaporan nantinya,” kata Hendy. Hendy mengatakan, utang luar negeri swasta menurut jangka waktu, didominasi oleh utang jangka panjang sebesar US$97,8 miliar atau 71 persen dengan tren peningkatan yang lebih cepat dibandingkan dengan utang jangka pendek. Hingga November 2013, kata Hendy, sebagian dari utang luar negeri swasta diterima dari induk dan afiliasinya dengan pangsa 35 persen atau US$43,5 miliar. “Utang luar negeri dari induk atau afiliasi tersebut merupakan utang yang relatif rendah

risikonya,” kata Hendy. Tingkatkan DHE Lebih lanjut dia meminta agar eksportir domestik tidak membayar utang dengan memotong hasil ekspor yang belum sempat masuk ke dalam industri perbankan di dalam negeri. “Pembayaran utang korporasi secara langsung dengan memotong hasil ekspor akan menghambat DHE (devisa hasil ekspor) kita,” kata Hendy. Menurut Hendy, sejauh ini banyak korporasi yang berutang dengan perusahaan afiliasinya di luar negeri untuk mendapatkan bahan baku penunjang kegiatan produksi. “Nantinya, pembayaran utang itu langsung dipotong ketika dia melakukan ekspor. Sehingga, DHE-nya tidak sempat masuk ke sini,” ujar Hendy. =GAM

gan tersendiri bagi BPK dalam melaksanakan tugas pemeriksaan dan pengawasan keuangan negara. “Transfer dana daerah dari Pusat yang dulu kecil, sekarang transfer dana daerah lebih dari Rp600 triliun,” katanya. Perlunya pemeriksaan secara komprehensif berbasis teknologi, kata SBY, dimaksudkan untuk menghindari terjadinya penyimpangan dalam penggunaan keuangan negara. “Kalau “APBN Rp2.000

triliun, dan ada kebocoran 1 persen saja, itu sudah Rp20 triliun. Kalau penyimpangan 10 persen, jumlahnya sudah Rp200 triliun,” ucapnya. Dengan demikian, menurut SBY, BPK dituntut untuk melakukan pemeriksaan secara teliti dengan prinsip kehati-hatian. “Maka harus dipastikan uang negara Rp1 pun dapat dipertanggungjawabkan dan tidak ada penyimpangan,” tegas SBY. =GAM

9.294 REKENING LIAR DITUTUP

Rp 8 Triliun Uang Negara Terselamatkan JAKARTA-Progres penertiban rekening liar berjalan cukup signifikan. Sejak 2007, pemerintah telah berhasil menertibkan 46.586 rekening liar. Dari jumlah tersebut, pemerintah menutup sebanyak 9.294 rekening. Sementara kerugian negara yang berhasil diselamatkan sebesar Rp7,178 triliun dan US$1,8 juta atau totalnya sekitar Rp8 triliun. Hal tersebut seperti disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam acara penandatanganan Komitmen Peningkatan Akuntabilitas antara Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan kementerian/ lembaga di Gedung BPK Jakarta, Rabu (22/1). Turut hadir dalam acara ini, diantaranya Mensesneg Sudi Silalahi, Seskab Dipo Alam, Menhan Purnomo Yusgiantoro, Menteri ESDM Jero Wacik, Mentan Suswono, Menteri Lingkungan Hidup Balthazar Kambuaya, dan Ketua DPD Irman Gusman. Menurutnya, dalam 10 tahun terakhir kemajuan penertiban rekening liar yang dilakukan jajaran pemerintah dan nonpemerintah sangat nyata. Awal tahun 2007 lalu, SBY mengaku meminta data kepada Menteri Keuangan tentang aset-aset negara dan isu rekening liar. Namun, saat itu data belum siap benar. “Oleh karena itu, tahun 2007 juga, saya keluarkan instruksi kepada Menkeu untuk menertibkan rekening liar menjadi rekening sah. Dengan begitu kita tahu aset kita dan yakin tidak ada penyimpangan dari aset itu,” ujarnya.

Sampai saat ini, jelas SBY, data rekening yang telah ditertibkan sejumlah 46.586. “Setelah dicek, dipelajari, dan dinilai, terdapat 9.294 rekening ditutup. Kemudian saldo diserahkan pada Kas Negara sekitar Rp 8 triliun. Saya ingin ke depan penertiban ini terus dilakukan dan pada saatnya nanti negara kita akan memiliki data sah dan valid mengenai keuangan dan aset negara,” ujar SBY. Dia menjelaskan, dalam sembilan tahun ini pendapatan negara meningkat secara signifikan sehingga APBN dan APBD juga meningkat dengan pesat. APBN dan APBD pun membesar. Transfer dana dari pusat ke daerah yang dulu kecil, sekarang mencapai lebih dari Rp 600 triliun. “Sehingga perlu pemeriksaan dan pengawasan yang lebih baik, efektif, dan obyektif,” imbuhnya. Tugas dan tantangan BPK, serta tugas dan tantangan pemerintah semakin besar karena ekonomi kita tumbuh. “Mari pastikan uang negara 1 rupiah pun bisa dipertanggungjawabkan,” tuturnya. Sebelumnya, Ketua BPK Hadi Purnomo menjelaskan selama ini sistem informasi dalam melakukan pemeriksaan belum memadai. Setiap instasi atau kementerian dan lembaga memiliki sistem informasi yang memuat data keuangan maupun nonkeuangan masingmasing. “Belum ada link and match,”urainya. =GAM


6

KORAN MADURA

Ekonomi

KAMIS 23 JANUARI 2014 | No. 0286 | TAHUN III

PAJAK

Wajib Pajak Kini Bisa Lapor SPT secara Online JAKARTA-Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak telah menyediakan fasilitas berupa penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan secara e-filing bagi Wajib Pajak (WP) yang berstatus karyawan. Fasilitas yang dapat diakses melalui website Ditjen Pajak www.pajak.go.id bertujuan meningkatkan pelayanan kepada WP.

ant/ampelsa

DAMPAK KENAIKAN KEDELE. Perajin menjemur kerupuk tempe di salah satu usaha rumah tangga, Desa Doy, Kecamatan Ulee Kareueng, Banda Aceh, Rabu (22/1). Puluhan perajin kerupuk tempe di desa tersebut mengeluh karena harga bahan baku kedelai dalam beberapa bulan terakhir naik mencapai Rp10.000/kg dari harga Rp8.000/kg.

STIMULUS MONETER

Likuiditas Keuangan Dunia Masih Ketat JAKARTA-Ekonom Bank Dunia Andrew Burns menilai kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) yang akan mengurangi stimulus moneter mulai tahun 2014 ini akan membuat likuiditas pasar keuangan dunia mengetat. Dampak dari kebijakan The Fed ini akan terasa sampai lima tahun ke depan, terutama kepada negara-negara yang ketergantungannya pada aliran modal masuk asing sangat besar. Demikian disampaikakan Andrew Burns yang juga penulis utama studi Global Economic

Prospect (GEP) dalam paparannya di hadapan sejumlah wartawan di kantor Bank Dunia perwakilan Jakarta, Rabu (22/1). “Kondisi keuangan dunia akan semakin ketat sampai lima tahun mendatang, menyebabkan aliran modal masuk asing melemah, suku bunga tinggi dan tekanan terhadap sektor perbankan yang selama lima tahun terakhir telah mengalami ekspansi kredit yang besar,” katanya. Dia menambahkan, negara yang paling merasakan dampak dari pengetatan itu adalah negara-negara berpendapatan menengah. Walaupun mengakui tidak mempunyai perkiraan angka spesifik untuk Indonesia, ia memberikan perbandingan

berdasarkan kawasan. Untuk kawasan Asia Timur dan Pasifik minus China, ia memperkirakan akan mengalami berkurangnya aliran modal masuk sebesar 0,9 dari total Produk Domestik Bruto (PDB). Sedangkan untuk kawasan Asia Selatan mencapai 0,4 persen. Eropa dan Asia Tengah mencapai 0,9 persen sedangkan Amerika Latin 0,6 persen dari PDB. Burns menambahkan, pemulihan ekonomi yang semakin kuat di negara-negara maju dan didukung pula oleh pertumbuhan yang berlanjut di negara-negara sedang berkembang, akan terpengaruh oleh ketatnya likuiditas global tersebut. =GAM

Ketentuan ini diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-1/PJ/2014 yang ditetapkan tanggal 6 Januari 2014 tentang Tata Cara Penyampaian SPT Tahunan Bagi WP Orang Pribadi Yang Menggunakan Formulir 1770S atau 1770SS secara e-filing melalui Website Ditjen Paja. “Bagi WP Karyawan yang ingin memanfaatkan fasilitas ini, maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengajukan permohonan untuk memiliki Electronic Filing Identification Number (e-FIN) langsung ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) terdekat,” ujar Kepala Seksi Hubungan Eksternal Ditjen Pajak, Chandra Budi di Jakarta, Rabu (22/1). Adapun syarat untuk mendapatkan e-FIN cukup dengan melampirkan fotokopi identitas diri dan fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) serta menunjukkan asli identitas diri kepada petugas KPP. Setelah memiliki e-FIN, jelasnya, maksimal satu hari kerja sejak permohonan diterima lengkap dan benar, maka WP dalam jangka waktu maksimal 30 hari kalender harus mendaftarkan diri ke website Ditjen Pajak www.pajak.go.id - yang didalamnya telah disediakan

banner khusus tentang e-filing - dengan mencantumkan alamat email dan nomor telepon gengam. Setelah mendaftar diri, langkah selanjutnya adalah mengisi SPT dalam bentuk elektronik (e-SPT) yang telah tersedia juga dalam laman website Ditjen Pajak. Sebagai catatan, apabila dalam mengisi e-SPT ternyata ada pajak yang kurang bayar, maka Wajib Pajak terlebih dahulu membayar kekurangan tersebut ke Bank/Kantor Pos agar mendapatkan Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN). Nomor ini selanjutnya dicantumkan dalam e-SPT tadi. Langkah terakhir, yaitu mengirimkan (submit) SPT elektonik (e-SPT) yang telah diisikan tadi dengan terlebih dahulu memasukkan kode verifikasi yang diperoleh dari Ditjen Pajak. Kode verifikasi ini berfungsi sebagai tanda tangan elektronik atau tanda tangan digital. Apabila telah selesai mengisi e-SPT dan dinyatakan lengkap – seluruh elemennya terisi – maka kepada Wajib Pajak akan diberikan Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) sebagai tanda terima penyampaian SPT Tahunan melalui alamat emailnya. =GAM

ant/wahyu putro a

PELUNCURAN BUS TRANSJAKARTA BARU. Deretan puluhan bus Transjakarta baru terparkir ketika peluncuran di Halte Transjakarta Ancol, Jakarta, Rabu (22/1). Sebanyak 30 bus Transjakarta mulai dioperasikan untuk melayani rute PGC-Ancol dan Harmoni Lebak Bulus.


KORAN PROBOLINGGO

MADURA

emua daerah di Indonesia harus diakui memiliki keunggulan masing-masing, namun kali ini dipaksa melirik ke Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Sebab Sulut dinobatkan sebagai daerah terbaik menanggulangi dan mencegah penyebaran penyakit HIV/AIDS secara nasional. Penilaian tersebut didasarkan pada indikator program di masing-masing sub recipient di tingkat provinsi, KPA Provinsi, Dinkes, LKKNU, komitmen, dan kepedulian para pemimpinnya di Provinsi Sulut tersebut. Akibat prestasinya itu, Sulut mendapat penghargaan yang diapresiasi oleh Sekretaris KPA Nasional Dr Kemal Siregar. Sungguhpun begitu, penghargaan dan apresiasi bukanlah yang terpenting, karena hakikat harapan mengenai uswah provinsi tersebut dalam melakukan penanggulangan HIV/AIDS dan pencegahan penyebarannya. Uswah itulah yang semestinya mendorong daerah-daerah lainnya di negeri ini termotivasi meningkatkan penanggulangan dan pencegahan penyebaran penyakit yang bersumber dari penyalahgunaan seksualitas itu. Memberantas sumber penyebab timbulnya dan penyebarannya penyakit yang dapat menggerogoti organ tubuh sampai meninggal dunia itu merupakan kewajiban masing-masing daerah. Tentu saja tidak cukup dengan penutupan sejumlah lokalisasi, karena para penjajah kenikmatan biologis itu bisa beralih tempat ke hotel, kamar penginapan, dan tempat lainnya yang juga menjanjikan niaga kehormatan mereka. Selebihnya, pemberantasan itu juga membutuhkan kekompakan berbagai elemen institusi terkait dan kekuatan masyarakat lainnya, sebagaimana diterapkan di provinsi Sulut. Tanpa adanya kebersamaan berbagai elemen itu, komitmen, dan kepedulian yang sebenar-benarnya, maka pemberantasan HIV/ AIDS rasanya sekedar retorika politis. Berharap HIV/AIDS lenyap di atas bumi Nusantara ini tidak akan pernah menjadi kenyataan selama sumber penyebabnya masih belum terhapuskan semuanya.(*)

Opini

KAMIS 23 JANUARI 2014 | No. 0286 | TAHUN III

77

Kado Bencana Indonesia

alam Songkem

Uswah Sulut

KORAN MADURA

KAMIS 23 JANUARI 2014 No. 0286 | TAHUN III

Mungkin Tuhan mulai bosan//Melihat tingkah kita//Yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa//Atau alam mulai enggan// Bersahabat dengan kita//Coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang

P

otongan syair lagu dari seniman legendaris Ebiet G Ade di atas menjadi saksi bisu atas bencana-bencana yang kian menerpa Indonesia. Bencana seolah menjadi makanan sehari-hari bagi Indonesia terutama di awal bulan tahun baru 2014. Tercatat bencana yang melanda Indonesia berupa letusan gunung berapi Sinabung masih belum bisa diatasi. Ditambah lagi beberapa daerah masih dilanda banjir. Entah apakah ini kado tahun baru dari Tuhan, ataukah karena alam yang mulai enggan bersahabat dengan manusia? Yang jelas, Indonesia menghadapi bencana massal yang belum terselesaikan. Letusan gunung Sinabung yang sudah terjadi selama beberapa bulan terakhir masih menjadi perbincangan yang belum menemui penyelesaian. Perekonomian daerah lumpuh, penanganan pengungsi belum maksimal, kesulitan mendapatkan pangan, kekurangan sarana air bersih dan obat-obatan juga masih belum mencukupi. Korban pun semakin banyak dilarikan ke tempat pengungsian. Namun, pemerintah pusat menilai letusan gunung Sinabung belum bisa dikategorikan sebagai bencana nasional karena masih dalam skala yang dapat diatasi oleh pemerintah daerah. Sungguh miris ketika melihat rakyatnya terkena bencana, namun pemerintah terlalu lamban untuk mengambil keputusan, terlebih masih melakukan rapat yang panjang. Ini masalah menyambung hidup. Pemerintah menya-

takan bahwa setiap kepala keluarga (KK) mendapatkan biaya hidup sebesar Rp.50.000,- per hari. Namun pada kenyataannya, itu masih belum mencukupi. Buktinya dapat dilihat bahwa sebagian korban letusan gunung Sinabung terpaksa kembali ke desa mengambil hasil dari ladangnya yang masih memungkinkan dijual atau dimakan guna melanjutkan hidup, meskipun bahaya abu vulkanik mengancam keselamatannya. Terkait banjir bandang Manado, pemerintah telah menetapkan status darurat bencana mulai tanggal 15 hingga 29 Januari 2014. Namun, penetapan status darurat seolah tidak berdampak apapun karena bantuan logistik berupa matras, makanan, dan minuman tidak tersalurkan pada daerah yang terkena bencana paling parah yaitu di Kelurahan Ternate Tanjung, Kelurahan Komo Luar, Kelurahan Karame dan Kelurahan Paal IV masih belum menerima bantuan pemerintah. Mereka hanya bisa mengharapkan bantuan dari para relawan dan keluarga mereka yang tidak terkena banjir. Mereka merasa termarginalkan dan hanya bisa gigit jari melihat kedaan yang menimpanya. Banjir berhari-hari yang dialami Jakarta menandakan kurangnya intensitas perhatian pemerintah. Bagaimana tidak dikatakan demikian. Setiap tahun, tanpa bermaksud mengesampingkan masalah-masalah lain yang sudah banyak terjadi, Jakarta mengalami masalah yang sama. Yang dipermasalahkan hanya persoalan banjir. Bencana banjir yang tak kunjung selesai membuat Gubernur DKI Jakarta, Jokowi kewalahan sebab dana APBD 2014 masih tertahan di DPRD pusat. Pihaknya mendesak agar APBD 2014 segera disahkan agar pemerintah daerah dapat mengambil langkah strategis dengan segera. Pengesahan dana APBD tidak hanya akan berdampak pada langkah pemerintah Jakarta untuk segera mengambil keputusan, namun

juga akan langsung mendapat respon dari pemerintah daerah lain untuk bertindak cepat guna membantu para korban bencana alam, karena sokongan dana menjadi titik terpenting yang sangat dibutuhkan terutama untuk menyambung hidup. Normalisasi sungai di setiap daerah yang rentan terkena banjir harus menjadi perhatian khusus guna mencegah adanya banjir di masa mendatang. Perbaikan terhadap tanggul, juga perbaikan infrastruktur yang rusak akibat terkena banjir harus segera diselesaikan. Hutan sebagai wadah besar penyerap air hujan juga harus diperhatikan. Pengalih-fungsian hutan dan penebangan pohon secara liar perlu diawasi dengan ketat. Solusi yang ditawarkan oleh mantan Wakil Presiden, Jusuf Kalla juga perlu dipertimbangkan mengingat setiap tahun, Jakarta pada khususnya hanya membahas masalah yang sama. Usaha pemerintah perlu diapresiasi karena beberapa langkah di atas sudah sebagian dilaksanakan. Namun tetap saja, pemerintah mesti bertindak cepat dan tidak terlalu lama mengadakan rapat untuk memutuskan kebijakan yang mendesak. Pemerintah harus lebih serius menangani masalah seperti ini. Tidak harus menunggu terjadinya bencana dulu baru kemudian bertindak. Cukup banyak hal yang sudah dilakukan pemerintah, namun dari serangkaian kebijakan yang telah dilakukan ternyata masih belum maksimal, bahkan ada yang salah sasaran.

Ini terjadi karena pemerintah kurang berkoordinasi sehingga pengertian dari semua pihak tidak sesuai dengan apa yang direncanakan. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, juga masyarakat harus selalu berkoordinasi sehingga dapat .meminimalisir terjadinya banjir akibat tingginya curah hujan. Melihat rentetan bencana di awal bulan tahun baru, kiranya dapat menjadi momentum bagi pemerintah dan masyarakat agar selalu waspada dengan adanya bencana yang tidak pernah bisa diprediksi kedatangannya. Indonesia perlu berbenah. Pemerintah juga perlu evaluasi, namun masyarakat juga perlu beraksi tanpa menunggu reaksi dari pemerintah. Semua elemen harus berkoordinasi guna menghadapi masalah bersama-sama karena apapun masalahnya, jika pemerintah harus bekerja sendiri tentu tidak akan mendapatkan hasil yang optimal.=

Indonesia perlu berbenah. Pemerintah juga perlu evaluasi, namun masyarakat juga perlu beraksi tanpa menunggu reaksi dari pemerintah.

Menerima tulisan dalam bentuk opini (5500 karakter), Cerpen (5500 karakter), Resensi Buku (4000 karakter), dan Puisi (1500 karakter). Tulisan disertai pas foto dan data diri dikirim ke email opini.koranmadura@ gmail.com. Apabila terhitung dua minggu dari tanggal pengiriman tulisan belum dimuat, maka penulis berhak untuk menarik kembali tulisannya.

KORAN MADURA

PEMIMPIN REDAKSI: Abrari (Non Aktif) WAKIL PEMIMPIN REDAKSI: Zeinul Ubbadi REDAKTUR AHLI: M. Husein REDAKTUR PELAKSANA: Abdur Rahem, M. Kamil Akhyari SEKRETARIS REDAKSI: Benazir Nafilah ADMIN: Indriani Y Mariska PENATA LETAK/DESAIN GRAFIS: Ach. Sunandar, Didik Fatlurrahman, Novemri Habib Hamisi, Khoiril Anwar, FOTOGRAFER: Mahardika Surya Abriyanto (Non Aktif) WEBSITE: Hairil Anwar BIRO SUMENEP: M. Hayat (Kepala), Syamsuni, Junaidi BIRO PAMEKASAN: G. Mujtaba (Kepala), Muhammad Fauzi, Ali Syahroni BIRO SAMPANG: Miftahul Ulum (Kepala), Ryan H BIRO BANGKALAN: Moh. Ridwan (Kepala), Doni Heriyanto BIRO SURABAYA: Hana Diman, Ari Armadianto, Joeli Hidayati BIRO PROBOLINGGO: M. Hisbullah H (Kepala), Sugianto, Mahfud Hidayatullah BIRO JAKARTA: Gatti (Kepala), Satya, Cahyono, Willy KONTRIBUTOR: FL. Wati (Bali) Anwar Anggasoeta (Yogyakarta) Ahmad Sahidah (Malaysia) PENERBIT: PT. Koran Madura KOMISARIS: Rasul Djunaidi DIREKTUR UTAMA: Abrari DIREKTUR KEUANGAN: Fety Fathiyah MANAJER PEMASARAN: Moh. Rasul ACCOUNTING EKSEKUTIF: Husnan (Sumenep), Mohammad Muslim (Pamekasan), G. A. Semeru (Surabaya) ALAMAT REDAKSI: Jl. Adirasa 07 Kolor Sumenep, e-mail: koranmadura@ymail.com, koranmadura@gmail.com, opini.koranmadura@gmail.com, http://www.koranmadura.com/ REKENING: BRI 009501000029560, NPWP: 316503077608000 CALL CENTER: Telepon/Fax (0328) 6770024, HARGA ECERAN RP 3.500, LANGGANAN RP 70.000.

WARTAWAN KORAN MADURA DIBEKALI ID CARD (KARTU PENGENAL) DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA IMBALAN BERUPA APAPUN DARI NARASUMBER


KORAN MADURA PROBOLINGGO 8KORAN MADURA Lintas Jatim

KAMIS 23 JANUARI 2014 No. 0286 | TAHUN III

KAMIS 23 JANUARI 2014 | No. 0286 | TAHUN III

e hana diman/koran madura

SIAGA. Densus 88 Anti Teror Mabes Polri berjaga-jaga pasca penggerebekan di lokasi tertangkapnya dua buronan teroris di Tanah Merah, Surabaya, Rabu (22/1).

Surabaya Tak Aman Lagi SURABAYA - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Jawa Timur menilai bahwa Surabaya sudah tidak aman lagi dari ancaman terorisme. Salah satu langkanya adalah dengan meningkatkan kewaspadaan terhadap gerakan-gerakan intoleran di Jatim. "Kami lakukan evaluasi khusus. Meningkatkan koordinasi

dengan Polda Jatim dan Kodam V/ Brawijaya terkait pencegahannya.

Apalagi bulan-bulan ini sudah dekat dengan pelantikan gubernur Jatim pada 12 Februari. Kami sangat bersyukur aparat bergerak cepat dan berhasil melumpuhkan gerakan teroris itu," tegas Kepala Bakesbangpol Jatim, Zainal Muhtadien, Rabu (22/1). Meski demikian, lanjut

Zainal, pihaknya sangat yakin jika rencana aksi terorisme yang berhasil digagalkan oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Mabes Polri di Surabaya tidak terkait erat dengan rencana penggagalan pelantikan gubernur Jatim. “Gerakan terorisme itu sebe-

OPINI 8

narnya hanya ingin menunjukkan eksistensi bahwa mereka masih ada,� ungkapnya. Menurut Zaenal, gerakan seperti ini bisa terjadi dimana saja. Karena itu, Bakesbangpol akan lebih meningkatkan program pencegahan dengan merangkul semua lapisan masyarakat baik ormas Islam maupun kepemudaan untuk bersama melakukan pencegahan bersama. Program yang selama ini sudah jalan akan lebih kami tingkatkan. Pemantapan tentang wawasan kebangsaan akan diperkuat. "Intinya, penyadaran untuk tidak saling menyakiti sesama warga negara lebih diprioritaskan. Nanti akan banyak digelar diskusi tentang ini dengan ormas maupun masyarakat," tambahnya. Selain itu, kata Zainal, untuk waktu mendesak yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan pengamanan. Prosedur pengamanan pejabat pemprov selama ini yang sudah ada lebih ditingkatkan. "Pemeriksaan di pintu masuk kantor-kantor pemerintahan lebih ditingkatkan lagi. Misalnya, kewaspadaan adanya bom dengan alat deteksi (metal detector) tetap dilakukan," pungkas Sekretaris Komunitas Intelijen Daerah (Kominda) Jatim ini. Untuk diketahui, Senin (20/1) malam, telah ditangkap dua buronan teroris di Tanah Merah Surabaya. Dua teroris yang termasuk jaringan Poso itu berencana melakukan pengeboman di sejumlah titik hiburan malam dan pos-pos polisi di Surabaya. Dalam penangkapan ditemukan dua bom aktif dan tabung yang rencananya menjadi bom paku rakitan. = E HANA DIMAN

UPAH MINIMUM SEKTORAL KABUPATEN/KOTA

Pemprov Jatim Bahas UMSK 2014 pada Februari SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan mulai membahas draf Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) 2014 pada Februari karena saat ini Dinas Tenaga Kerja dan Kependudukan (Disnakertransduk) provinsi sedang menunggu usulan dari masing-masing daerah. "Bulan depan sudah ada pembahasan UMSK atau bersamaan dengan selesainya usulan draf dari 38 kabupaten/kota," ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Kependudukan Jatim Eddy Purwinarto ketika dikonfirmasi wartawan di Surabaya, Rabu (22/1). Sampai sekarang, pihaknya sudah menerima usulan draf UMSK 2014 dari sejumlah daerah,

khususnya kawasan Ring I yang meliputi Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Mojokerto dan Pasuruan. Ia menjelaskan, usulan UMSK Jatim rata-rata mengalami kenaikan 5 persen dari UMK 2014 yang sudah ditetapkan per Januari. Angka tersebut, kata dia, akan dikaji dan ditetapkan oleh Gubernur Jatim agar bisa diterapkan di masing-masing kabupaten/kota. "Nantinya, setelah usulan semua masuk maka akan ditetapkan UMSK 2014. Kami harap semua daerah segera mengirim draft usulannya dalam waktu dekat ini," kata mantan Asisten III Setdaprov Jatim tersebut. Perlu diketahui, Pemerintah pusat mengimbau masingmasing daerah segera memberlakukan UMSK. Imbauan

Bulan depan sudah ada pembahasan UMSK atau bersamaan dengan selesainya usulan draf dari 38 kabupaten/kota,�

Eddy Purwinarto

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Kependudukan Jatim itu tercantum dalam Peraturan Menteri (Permen) Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 1 Tahun 1999 yang menyebutkan bahwa besaran UMSK minimal adalah 5 persen di atas UMK masingmasing Kabupaten/Kota. Selain itu, dalam Undang-Un-

dang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan Pasal 89 ayat 1 disebutkan bahwa upah minimum juga didasarkan pada wilayah kabupaten/kota atau provinsi. Dikonfirmasi secara terpisah, juru bicara Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Jatim, Jamaluddin menuntut Gubernur Jatim Soekarwo menetapkan UMSK di beberapa sektor, antara lain kimia, energi, logam, otomotif, elektronik, farmasi, kesehatan, plastik, sandang, kulit, dan pariwisata. Sedangkan, daerah yang harus memberlakukan UMSK antara Kota Surabaya, Kabupaten Gresik, Mojokerto, Pasuruan, dan Sidoarjo yang tergolong padat industri. Hal senadan disampaikan anggota Komisi E DPRD Jatim,

Ahmad Iskandar. Ia meminta Pemprov Jatim segera menetapkan UMSK 2014 dan disarankan diberlakukan di sektor tertentu, agar tidak menyulitkan pengusaha maupun kaum buruh. Pihaknya bahkan dalam waktu dekat akan memanggil sejumlah elemen yang terlibat langsung dengan penetapan UMSK 2014. "Harapannya, segera diketahui perkembangan proses penetapan tersebut. Saya sudah berkomunikasi dengan dewan pengupahan serta Disnakertransduk Provinsi. Secepatnya kami mengundang pihak terlibat membicarakannya," kata Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Jatim tersebut. = ANT/FIQIH ARFANI


Lintas Jatim

KORAN MADURA

KAMIS 23 JANUARI 2014 | No. 0286 | TAHUN III

9

Vonis 14 Tahun Terkesan Dipaksakan SURABAYA – Andrea Ruth Waldeck (43), warga negara Inggris yang ditangkap Badan Narkotika Nasional (BNN) pada 28 April 2013 lalu di Hotel 88 Surabaya karena membawa narkoba jenis sabu seberat 1,4 kilogram, divonis selama 14 tahun oleh majelis hakim yang diketuai Faturachman, yang digelar di Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (22/1). Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dedy Agus Oktaviano yang pada sidang Senin (16/12/2013) lalu menuntut pidana penjara selama 16 tahun dan denda Rp 2 miliar, karena telah secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan melakukan pemufakatan membawa benda untuk mengirim narkotikam sebagaimana diatur dan diancam dalam dak-

g. armadianto semeru/koran madura

DIVONIS. Andrea Ruth Waldeck ketika mengikuti sidang pembacaan vonis di Pengadilan Negeri, Surabaya, Rabu (22/1). Adrea dituntut 14 tahun penjara.

waan primer dalam pasal 112 ayat 2 pasal 132 ayat 1 UU RI Tahun

2009 tentang narkotika. Namun dalam putusannya,

hakim Faturachman menyebut terdakwa terbukti melanggar

pasal 114 ayat 2 Undang Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. " Menghukum pidana penjara selama 14 tahun pada terdakwa," ujar hakim Fathurochman. Usai sidang, terdakwa enggan menanggapi vonis hakim tersebut. Sementara kuasa hukum terdakwa Robert menyatakan vonis tersebut sangat berat dan dipaksakan. Sebab menurut Robert, kliennya bukanlah sebagai pengedar dan tidak pernah memiliki barang haram tersebut. Untuk diketahui, Andrea Ruth Waldeck asal Rustinington, Inggris, dibekuk petugas BNN Pusat di kamar nomor 712 hotel yang terletak di jalan Embong Kenongo Surabaya tersebut. Perempuan bule itu tertangkap tangan membawa 1.4723,2 gram narkotika golongan I jenis sabu-sabu yang dibagi dalam empat paket masing-masing dibungkus plastik dan disembunyikan dalam pakaian dalam serta celana dalam dan ditaruh dalam koper yang dibawa Andrea. = G. ARMADIANTO SEMERU

OBJEK WISATA

Pemkot Surabaya Prioritaskan Benahi Kandang KBS SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya memprioritaskan akan membenahi kandang satwa terlebih dahulu di Kebun Binatang Surabaya (KBS) setelah nantinya mendapatkan izin konservasi dari Kementerian Kehutanan dalam sepekan mendatang. "Salah satu kebutuhan satwa yang mendesak yakni perluasan kandang, terutama untuk kambing gunung dan harimau," kata Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (22/1). Menurut dia, sebagian besar kondisi kandang satwa KBS memang sudah tidak layak. Banyak pula yang tidak sesuai standar internasional sehingga pengunjung dengan leluasa memasukkan benda yang tidak semestinya ke dalam kandang. Untuk mencegah hal itu tidak terjadi, mantan Kepala Bappeko Surabaya ini berencana akan mengganti jeruji kandang dengan kaca. Soal anggaran yang dipakai, wali kota menyatakan, Pemkot Surabaya sudah mengalokasikan dana sebesar Rp 51 miliar dari APBD. Termasuk anggaran sekitar Rp 10 miliar dari tahun lalu yang sama sekali belum tersentuh rencananya juga akan dipakai

ant/prasetyo utomo

PENGELOLAAN KBS. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Menko Perekonomian Hatta Rajasa (kedua kanan), Menhut Zulkifli Hasan (tengah), Gubernur Jatim Soekarwo (kanan) dan Walikota Surabaya Tri Rismaharini memimpin rapat terbatas membahas kisruh Kebun Binatang Surabaya (KBS) di kantor presiden, Jakarta, Selasa (21/1).

untuk pembenahan KBS. Sesuai hasil rapat di kantor Presiden pada Selasa (21/1) lalu, lanjut dia,bahwa evaluasi SDM merupakan bagian dari proses pembenahan KBS. Artinya, manajemen dan para pekerja akan ditata ulang sesuai dengan kebutuhan dan kebaikan KBS ke depan.

Hal itu juga untuk mengakhiri adanya gap-gapan karyawan yang selama ini terjadi akibat konflik berkepanjangan. "Nanti tim independen dari Universitas Airlangga (Unair) yang akan mengevaluasi SDM-nya. Kalau memang kompetensinya sudah tidak sesuai ya tidak kita pakai,"

ujarnya. Di sisi lain, titik terang seputar pengelolaan KBS tidak hanya menumbuhkan optimisme publik dalam negeri. Risma mengaku sejumlah konsulat jenderal (konjen) negara sahabat seperti Amerika Serikat, Jepang dan China sudah menawarkan bantuan

guna pengembangan KBS. Bantuan meliputi tenaga ahli di bidang konservasi satwa, perbaikan nutrisi serta tenaga medis. "Sama sekali tidak ada kompensasi. Mereka memberi bantuan secara sukarela atas dasar kecintaan akan hewan," katanya. = ANT/ABDUL HAKIM


10

Lintas Jatim

KORAN MADURA

KAMIS 23 JANUARI 2014 | No. 0286 | TAHUN III

Pemilu Timbulkan Masalah Baru SURABAYA - Pengamat Pemilu Jerry Sumampouw menilai pemilu serentak baru dapat dilaksanakan pada Pemilu 2019 mendatang. Jika dipaksa dilakukan 2014 ini, justru menimbulkan masalah baru. "Keputusan MK kalau toh mengabulkan, akan berujung pada win-win solution. Tapi itu tidak dilaksanakan sekarang, mungkin untuk pemilu mendatang," ujar Jerry kepada Koran Madura, Rabu (22/1). Hal ini disampaikan Jerry jika Mahkamah Konstitusi mengabulkan uji undang-undang (judicial review) Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2008 tentan Pemilu Presiden (Pilpres) oleh Yusril Ihza Mahendra. Dia menuturkan, jika MK memerintahkan pelaksanaan pemilu presiden dan legislatif dilakukan secara bersamaan sejak 2014, hal ini akan merepotkan penyelenggara pemilu, terutama Komisi Pemilihan Umum (KPU). "Misalnya saja KPU harus menyesuaikan tahapan yang sudah dibuat, begitu juga anggaran pelaksanaan tahapan pemilu akan berubah total," kata aktivis pemilu itu. Dia menuturkan, seharusnya perdebatan soal presidential threshold dilakukan saat pembahasan RUU Pilpres. Apalagi, katanya, perdebatan yang muncul dalam uji undang-undang itu ada-

g. armadianto semeru/koran madura

KONVENSI RAKYAT CAPRES RI 2014. Yusril Ihza Mahendra Ketua Dewan Syuro Partai Bulan Bintang (dua dari kiri) saat menjadi pembicara acara Konvensi Rakyat Capres RI 2014 di Hotel Mojopahit, Surabaya beberapa waktu lalu.

lah soal presidential threshold. Uji materi UU Pilpres diajukan oleh dua pihak. Mereka adalah Koalisi Masyarakat Sipil Untuk Pemilu Serentak dan Ketua De-

wan Syuro Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra. Yusril menguji Pasal 3 ayat (4), Pasal 9, Pasal 14 ayat (2), dan Pasal 112. Sementara itu, gugatan Koali-

si Masyarakat Sipil untuk Pemilu Serentak akan diputuskan Kamis (23/1) besok. Inti gugatan itu, meminta penyelenggaraan pemilu legislatif dan pemilu presiden

2014 dilakukan dengan serentak. Tak ada lagi batas presidential threshold untuk mencalonkan presiden. = G. ARMADIANTO SEMERU

KREATIVITAS

Pengusaha Batik Edukasi Masyarakat Budaya Lokal SURABAYA - Pengusaha batik pemilik rumah batik bermerek Galeri Batik Chic, Novita Yunus mengedukasi masyarakat di Surabaya dan sekitarnya tentang budaya lokal Indonesia terutama corak batik Jawa Timur karena memiliki kekhasan dan nilai budaya sangat tinggi. "Selain itu, tujuan edukasi tersebut guna melestarikan warisan budaya Indonesia," kata Novita, dalam pengenalan "Batik Chic Gallery", di Surabaya, Rabu (22/1). Menurut dia, edukasi itu dilatarbelakangi kondisi pasar fashion pada saat ini. Apalagi masyarakat lebih cenderung untuk memilih dan menggunakan produk bermerek luar negeri. "Padahal, produk 'fashion' lokal memiliki kualitas yang

sama dengan produk bermerek asing," ujarnya. Di samping itu, jelas dia, batik khas Indonesia khususnya Jatim memiliki keunggulan tersendiri. Misalnya dari sisi sentuhan seni. "Bahkan, dilihat dari proses pengerjaannya memang cukup rumit dan membutuhkan waktu lama. Hal itu yang harus dihargai pasar," katanya. Oleh karena itu, tambah dia, pihaknya menjadi memiliki tantangan tersendiri. Salah satunya ketika masyarakat Indonesia banyak membeli produk batik bermerek asing di mana kalau ada diskon, orang beli seperti beli kacang. "Kondisi itulah yang harus kami pelajari. Bagaimana mengerti selera pasar dan menerapkannya dalam karya,"

katanya. Mengenai bidikan pasar, kata dia, pihaknya tidak hanya menyasar konsumen domestik melainkan pasar ekspor. Akan tetapi tidak langsung melakukan ekspor secara besar-besaran. "Penjualan produk justru kami lakukan saat mengikuti agenda pameran di luar negeri," katanya. Di sisi lain, lanjut dia, ada pula perwakilannya yang berada di Jepang dan Belanda yang ikut memasarkan produknya di kedua negara tersebut. "Khusus Batik Jatim, pasarnya bukan di Jepang karena mereka lebih suka warna yang lembut. Kalau warna berani seperti batik pesisir banyak diminati pasar Eropa," katanya. ANT/BIQWANTO

ant/ari bowo sucipto

WARISAN BUDAYA. Sejumlah siswa SMP 15 Surabaya, belajar membatik di Museum Malang Tempo Dulu, Malang, Jawa Timur. Kegiatan untuk mengenalkan warisan budaya nusantara berupa batik dan topeng malangan tersebut diikuti sekitar 70 peserta.


Lintas Jatim

KORAN MADURA

KAMIS 23 JANUARI 2014 | No. 0286 | TAHUN III

11

Lurah - Camat Awasi Warganya

Jatim Butuh 530.000 Unit RST

SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya meminta camat-lurah se-Surabaya lebih intensif melakukan pendekatan dan komunikasi dengan warga guna mengantisipasi masuknya teroris. Hal itu diungkapkan, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini usai mengumpulkan camat-lurah se-Surabaya, di ruang kerjanya, Rabu (22/1). "Kami minta agar aparat pemerintah kota di tingkat bawah yakni kecamatan dan kelurahan lebih intensif melakukan pendekatan dan komunikasi dengan warga masyarakat," ujarnya. Risma mengaku prihatin dengan tertangkapnya dua terduga teroris yang merupakan warga Kedungcowek, Surabaya dua hari lalu. Karena itu, Risma menyatakan bakal mengambil sejumlah langkah antisipatif agar aksi terorisme tidak terjadi di Surabaya. “Perlu ada pencerahan atas pandangan salah dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul di masyarakat, khususnya kepada generasi muda,” tegasnya. Risma mengatakan, jangan sampai generasi muda mendapat pengaruh yang salah dalam menyikapi persoalan sosial. "Apakah adil bila kita mengarahkan anak anak itu untuk menyelesaikan persoalan dengan cara cara yamg menurut kita benar padahal mencelakakan orang lain, padahal mereka masih punya masa depan," ujarnya. Risma berharap agar para camat dan lurah kembali meningkatkan pengawasan dan komunikasi di tingkat bawah. Selain itu, lanjut dia, pihaknya menekankan agar pendataan terhadap warga pendatang kembali dilakukan. Sementara itu, Pengamat Intelijen dan Militer, Muhajir Effendi menyasingkan sasaran terorisme beberapa titik di Surabaya. "Saya orang yang paling sangsi, tempat-tempat yang disebutkan menjadi target mereka," ujarnya. Muhajir Effendi menilai sasaran seperti pos polisi, tempat hiburan di Surabaya kurang spesifik alias bukan sasaran sebenarnya."Targetnya tidak jelas. Bisa saja itu bukan sasaran sebenarnya," tegasnya. Dia bahkan menduga ini merupakan upaya penyesatan untuk mengalihkan perhatian dari aparat. "Bisa jadi itu hanyalah penyesatan atau skenario lain untuk menyukseskan planning sebenarnya," ungkap pria yang juga Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini. = G. ARMADIANTO SEMERU

SURABAYA - Provinsi Jawa Timur saat ini masih membutuhkan sebanyak 530.000 unit Rumah Sejahtera Tapak (RST) khusus bagi masyarakat menengah ke bawah, masing-masing 212 ribu unit di kawasan perkotaan dan 318.000 unit untuk perdesaan. "Rumah itu harganya sekitar Rp 88 juta. Daerah kita masih membutuhkannya dan diupayakan segera terealisasi," ujar Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Akhmad Sukardi di sela pembukaan Musda IV DPD Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman se-Indonesia, Rabu (22/1). Ia mengatakan, sampai kapan pun rumah itu menjadi masalah pokok bagi semua lapisan masyarakat. Secara otomatis, hal

ini juga menjadi masalah pokok dan penting bagi pemerintah karena untuk pemenuhan kuota rumah rakyat. "Kami butuh banyak dukungan serta kelancaran dari semua pihak, utamanya masalah perizinan. Seperti PLN, PDAM maupun izin pembangunan rumah (IMB) dan kepengurusan tanah di BPN," kata mantan Asisten IV Setdaprov Jatim tersebut. Sedangkan, kata dia, masalah perizinan perumahan ada di ka-

bupaten/kota. Sehingga, untuk masalah ini yang harus berkiprah adalah bupati dan wali kota sebagai pemilik wilayah. "Kalau perizinannya di provinsi, sudah tidak jadi masalah karena pengurusannya sudah satu atap dan prosesnya tidak lama, serta gratis tanpa biaya sepeserpun," kata dia. Karena itulah, lanjut Sukardi, melalui Musda IV APERSI Jatim ini, nantinya para bupati dan wali kota di Jatim agar mempermudah dalam memberikan perizinan, baik IMB maupun PLN dan PDAM serta untuk pertanahannya melalui BPN. Ia menjelaskan, pembangunan kebutuhan rumah di Jatim pada 2010 sebanyak 1.015 unit,

tahun berikutnya 16.300 unit dari target 20.000 unit, dan tahun 2012 sebanyak 20.182 unit dari target 25.000 unit. "Kemudian, pada 2013 sebanyak 21.000 unit dari target 28.000 unit. Selain rumah-rumah jenis RST, Pemprov Jatim juga membangun rumah susun sewa diperuntukkan bagi masyarakat kelas menengah ke bawah," katanya. Sementara itu, Musda IV ini diikuti Ketua Bappeda, BPN, kepala cabang kantor perbankan yang terkait dengan perumahan, kepala PLN, PDAM dan kepala Perumnas kabupaten/kota seJatim, serta dari sebelas Provinsi di Indonesia. = ANT/FIQIH ARFANI

g. armadianto semeru/koran madura

BERI KETERANGAN. Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI R Ediwan Prabowo memberikan keterangan pers usai Upacara Gelar Operasi Gaktib dan Yustisi di Makodam V/Brawijaya Rabu (22/1).

SIAGA NARKOTIKA

TNI Awasi Peredaran Narkoba di Lingkungannya SURABAYA - Tentara Nasional Indonesia (TNI) kibarkan bendera perang melawan peredaran Narkoba, dengan cara mengawasi di lingkungan kesatuan yang meliputi anggota dan keluarga, hingga masyarakat umum. “Kita berkoordinasi dengan seluruh satuan termasuk Kepolisian untuk menghalau peredaran narkoba di Jawa Timur,” ujar Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI R Ediwan Prabowo pada Upacara Gelar Operasi Gaktib dan Yustisi di Makodam V/Brawijaya Rabu (22/1). Menurut Ediwan, peredaran narkoba di Indonesia khususnya

Jatim jangan sampai dibiarkan, karena dapat merusak moral bangsa. Selain itu, upaya ini dilakukan untuk mencegah para mengedar memperluas jaringannya sehingga bisa menyulitkan petugas memberantas jaringan. ”Jangan tunggu para sindikat narkoba ini mempersenjatai dari itu akan menyulitkan kita, karena itu kita harus memberantasnya sekarang,” jelasnya. Dikatakan Pangdam, upaya awal adalah mengawasi setiap anggota TNI dan keluargamya jangan sampai ikut terlibat baik dalam penggunaan maupun pengedarannya. Jika sampai di-

dapati ada yang terlibat akan langsung dipecat. “Mereka yang terlibat akan langsung dipecat dari kesatuan dan akan diproses secara hukum,” tuturnya. Selain itu, pengawasan peredaran nantinya akan diperluas hingga lokasi di luar lingkungan TNI, seperti lapas dan lingkungan masyarakat umum. Namun TNI tidak akan melakukan tindakan menangkapan, melainkan hanya memberikan informasi kepada pihak yang bersangkutan. ”Kita punya intelijen yang setiap saat akan melaporkan jika ada peredaran narkoba, info ini

nantinya akan dilanjutkan kepada pihak kepolisian sehingga bias diambil tindakan,” terangnya. Pangdam berharap, kepada masyarakat dapat membantu memberikan informasi pada aparat jika ada atau anggota TNI yang terlibat peredaran narkoba atau memakai, serta membuat onar.”Kami membuka pintu bagi siapa saja yang mau melaporkan jika ada anggota TNI yang berbuat onar atau menggunakan narkoba, termasuk yang sering terlihat di tempat hiburan malam, nanti akan kita tidak,” pungkasnya. = E HANA DIMAN


KORAN MADURA

KORAN PROBOLINGGO 12 KAMIS 23 JANUARI 2014| No. 0286| TAHUN III MADURA

LINTAS12 JATIM

Probolinggo

KAMIS 23 JANUARI 2014 No. 0286 | TAHUN III

Amankan Pemilu dan Aksi Terorisme Rangkul Masyarakat Miliki Peran Penting PROBOLINGGO- Menyikapi tahun 2014 sebagai tahun politik karena akan digelar pemilu legislatif dan pemilu presiden beberapa bulan lagi. Untuk menjaga keamanan dan lancarnya proses pesta rakyat dalam memilih pemimpinnya, Polres Probolinggo melakukan upaya kerjasama dengan pihak TNI dan masyarakat. Bahkan, pihak polres tidak lepas tangan dalam upaya pengamanan terhadap aksi terorisme. Kapolres Probolinggo, AKBP Endar Priantoro mengatakan pihaknya tidak akan melakukan sendiri, namun pihaknya akan melakukan kerjasama dengan pihak TNI dan tokoh masayarakat. “Masyarakat memiliki hal penting dalam memberikan

informasi serta perkembangan yang terjadi ditengah-tengah masyarakat . Selain itu pihaknya akan merangkul para kepala desa dalam mensukseskan pemilu dalam tahun ini,” katanya kepada wartawan, Rabu, (22/1).

Menurutnya, tanpa adanya bantuan dari mereka, pihak kepolisian dalam menjalankan tugas tidak akan berjalan lancar. Sinergitas kerjasama perlu untuk dibangun.”Komunikasi perkembangan keadaan riil dilapangan akan cepat diterima, sehingga polisi bisa bergerak dengan langkah cepat,” terang AKBP Endar Priantoro. AKBP Endar Priantoro menambahkan, adanya penangkapan dua teroris yang terjadi di Surabaya dua hari kemarin. Pihaknya akan melakukan upaya pengamanan tentang hal itu. Karena terduga teroris yang dibekuk Densus 88, salah satunya warga Kota Probolinggo.

WARGA MENGELUH

CALON LEGISLATIF

Jejaring Sosial Jadi Ajang Kampanye Caleg PROBOLINGGO – Banyaknya baliho caleg yang ditertibkan oleh Panwas, tidak membuat para caleg kehilangan cara untuk menarik simpatik dan dukungan masyarakat. Salah satu cara untuk menarik simpatik, mereka memanfaatkan jejaring sosial sebagai ajang kampanye. Bahkan, ajang kampanye itu tidak hanya dilakukan oleh caleg daerah, namun juga tidak sedikit

“Kami juga waspada tentang pengamanan aksi terorisme di wilayah hukumnya, Apalagi Kabupaten Probolinggo merupakan wilayah yang dekat dengan Kota Probolinggo,” jelasnya. Mekanisme yang akan dilakukan dalam mengantisipsi gerakan terorisme tersebut, pihaknya akan menggnecarkan operasi terutama bagi kendaraan yang melintas di Wilayah Hukum Polres Probolinggo.“Aksi terorisme merupakan hal yang dilarang oleh pemerintah, dan menjadi musuh negara” pungkas AKBP Endar Priantoro . =Mahfud Hidayatullah

caleg tingkat propinsi dan pusat yang memanfaatkan jejaring social itu sebagai tempat melakukan kampanye untuk menarik simpatik dan dukungan. Ketua Panwas Kabupaten Probolinggo, Wiwit Agus Pribadi menjelaskan, jika bentuk kampanye melalui media apapun itu tetap tidak diperbolehkan. Alasannya, karena masih belum waktunya untuk melakukan kampa-

nye. “Itu tidak boleh. Apalagi ada unsur ajakannya terhadap masyarakat,” tandasnya kepada wartawan, Rabu (22/1). Menurut dia, larangan kepada setiap caleg tersebut, sesuai dengan Undang-Undang Nomer 8 Tahun 2012 tentang parpol yang mengatur soal kampanye. Bahkan, pihak Panwas sendiri nantinya akan melaporkannya ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan Banwaslu Jatim. Pantauan di lapangan, penertiban baliho caleg itu tidak hanya dilakukan di wilayah Kabupaten. Namun juga dilakukan di wilayah Kota Probolinggo. Namun, kendati sudah dilakukan penertiban, namun masih ada caleg yang bandel dengan memasang baliho kembali. Bahkan, ada sebagian caleg yang terkesan main “kucingkucingan” dengan pihak petugas. Seperti apa yang dilakukan oleh petugas Sat Pol PP Kota Probolinggo. Kemarin, ratusan baliho berhasil ditertibkan. “Semua baliho caleg yang berada dipinggir jalan ditertibkan. Karena memang itu tidak boleh,” ujar salah seorang petugas Sat Pol PP Kota Probolinggo, Sanusi. Untuk melakukan penertiban tersebut, rupanya petugas tidak main-main. Semua baliho yang terpasang dipinggir-pinggir jalan langsung diturunkan oleh petugas. Baik itu caleg daerah ataupun tingkat propinsi dan pusat. =Muhammad Sugianto

Polisi Tidur Kerapkali Makan Korban PROBOLINGGO – Belakangan ini warga mengeluh soal adanya “polisi tidur” yang terdapat di jalan tembus Kelurahan Ketapang, Kota Probolinggo. Pasalnya, polisi tidur tersebut, kerap memakan korban. Tidak sedikit pengendara motor yang terjatuh. Salah satu yang menjadi korbannya adalah Nisa’ (35). Perempuan asal warga Desa Jangur, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Proboliggo itu mengalami luka parah akibat terjatuh saat melewati polisi tidur yang ada di jalan tembus Kelurahan Ketapang dan Pilang tersebut. “Polisi tidur atau gundukan aspalnya terlalu tinggi. Jadi banyak pengendara motor yang merasa terganggu ketika lewat di jalan tembus itu,” ujar orangtua Nisa’, Tiarnam kepada wartawan, Rabu (22/1). Menurut dia, warga yang menjadi korban polisi tidur itu tidak hanya anaknya saja. Namun sudah banyak warga lainnya yang menjadi korban. “Korbannya sudah banyak,” imbuh dia. Agar polisi tidur tersebut tidak lagi memakan korban, warga meminta agar polisi tidur yang terdapat di jalan tembus itu dibersihkan. Salah seorang pengendara motor, Misnaji saat dimintai komentarnya menjelaskan, keberadaan polisi tidur itu memang sangat mengganggu pengguna jalan. Bahkan, jika tidak

berhati-hati dengan memelankan kendaraannya, maka pengendara motor akan terjatuh. Karena gundukan aspalnya terlalu tinggi. “Bahkan kalau tidak pelan, gundukan aspalnya bisa menyentuh mesin. Ini kan sangat berbahaya,” katanya.

Agar polisi tidur tersebut tidak lagi memakan korban, warga meminta agar polisi tidur yang terdapat di jalan tembus itu dibersihkan. Sementara itu, Kasat Lantas Polresta Kota Probolinggo, AKP Mukhlason hingga berita ini ditulis belum berhasil dikonfirmasi. Salah satu anggota Satlantas menjelaskan, adanya polisi tidur di jalan tembus itu karena di jalan itu banyak kelompok anak muda yang sering kebutkebutan. Untuk mengantisipasi terjadinya aksi kebut-kebutan itu, jalan tembus itu kemudian dibuatkan polisi tidur. “Di jalan itu banyak anakanak muda yang sering kebut-kebutan. Makanya dibuatkan polisi tidur,” katanya wanti-wanti agar namanya tidak dikorankan. =Muhammad Sugianto


Probolinggo

KORAN MADURA

KAMIS 23 JANUARI 2014| No. 0286| TAHUN III

13

CUACA EKSTREM

Harga Cabai Tembus Rp 21 Ribu

BANJIR. Warga dengan menggunakan perahu karet melintas di kawasan Kampung Gede, Serpong, Tangerang Selatan, Banten. Banjir di kawasan Serpong tersebut disebabkan dari meluapnya aliran anak kali angke.

Waspada, Daerah Pantura Potensi Banjir Klimaks Hujan Diprediksi Capai Volume 401-501 MM PROBOLINGGO- Musim hujan kerap kali menimbulkan terjadinya banjir di wilayah lingkungan masyarakat. Wilayah Pantura Kabupaten Probolinggo dinilai sangat potensi terjadi bencana banjir. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, Dwijoko Nurjayadi mengungkapkan musim hujan di Wilayah Kabupaten Probolinggo akan mencapai titik klimaks pada Januari – Februari tahun ini. Sesuai dengan Surat Badan Meteriologi dan Geofisika (BMKG) Sidoarjo Jawa Timur nomor: Me.401/557/MJUD/ XXI/2013. Surat tersebut tertanggal 23 Desemeber 2013. “Curah hujan yang akan terjadi yakni memiliki volume 401-501 MM. Angka tersebut menunjukkan puncak terjadinya hujan yang diperediksikan akan terjadi dalam bulan tersebut,”ujarnya kepada wartawan, Rabu(22/1). Menurutnya, hujan yang

akan turun dengan volume tinggi akan berpotensi untuk terjadinya banjir di masyarakat. Pihaknya telah melakukan pemetaan tentang daerah yang dinilai potensi banjir yang berada di 8 wilayah Kecamatan. Diantaranya Kecamatan Tongas, Dringu, Gending, Pajarakan, Kraksaan Besuk Dan Pakuniran. “Daerah tersebut berada di daerah pantura yang berada di dataran rendah. Jadi masyarakat agar lebih waspada ketika terjadi hujan dengan velume deras,” terang Dwijoko Nurjayadi. Pihak BPBD Kabupaten Probolinggo, lanjut Dwijoko Nurjayadi, bersama tim koordinasi tanggap darurat bencana Kabupaten Probolinggo, telah melakukan upaya koordi-

nasi dengan dinas dan insntansi terkait. Sehingga, ketika terjadi bencana banjir bisa bergerak cepat.“Termasuk menjalin koordinasi dengan para camat di daerah yang berpotensi terjadinya banjir. Bahkan pihak polres bersinergi dengan Kodim 0820,” ucapnya. Disisi lain, banjir yang biasa terjadi di Kabupaten Probolinggo, tidak sama dengan banjir yang terjadi di daerah lain. Karena air banjir tidak akan tergenang dalam waktu yang lama. “Banjirnya hanya banjir kiriman dari daerah dataran tinggi,” jelas Dwijoko Nurjayadi. Terakhir, Dwijoko Nurjayadi menghimbau masyarakat agar lebih berhati-hati jika terjadi hujan dalam waktu yang relatif lama. Masyarakat diharapkan untuk melakukan normalisasi selokan pembuangan air dari tumpukan sampah. “Jika selokan mampet bisa mengakibatkan terjadinya banjir,” pungkasnya. =Mahfud Hidayatullah

PROBOLINGGO - Cuaca ekstrem membuat harga cabai rawit mahal. Dalam perkilorgamnya harga jual di tingkatan pentani tembus Rp 21 ribu. Kenaikan harga tersebut dipicu karena banyaknya tanman cabai petani rusak akibat hujan. Menurut, Arifin (30) salah satu petani cabai asal Dusun Sumberkepoh Desa tamansari Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo, tingginya harga ini karena dipicu banyaknya lahan tanaman cabe petani yang kurang maksimal. Karena banyak tanamanan cabai petani yang mengalami kematian akibat air hujan.“Kenaikan harga tersebut terlihat dalam minggu-minggu ini,” katanya, kepada wartawan Rabu (22/1). Dengan banyaknya tanaman cabai petani yang kurang maksimal saat panenya, permintaan atas cabai dipasaran cenderung meningkat. Arifin juga menyebutkan sebelumnya harga cabai berkisar antara Rp 10-15 ribu

p e r k i l o g r a m n y a .“ S e k a r a n g harganya sudah mengalami peningkatan Rp 5-6 ribu perkilogramnya,” tandasnya. Tetapi hasil panen yang didapatkan oleh Arifin lebih sedikit dibandingkan dengan musim tanamkemarau. Musim hujan dia hanya bisa memperoleh cabai sebanyak 30-45 kg saja. Tetapi Jika musim kemarau, dia bisa mendapatkan cabai sebanyak 75-100 kilogram.“Kuantitas panen petani juga beda antara musim hujan dengan musim kemarau,” jelas Arifin. Sementara itu, salah satu pedagang cabai H. Musri mengatakan, naiknya harga tersebut karena permintaan dari daerah lain mulai banyak yang berdatangkan. Seperti permintaan cabai dari Surabaya dan Bali. “Memang pasar cabai saat ini agak normal, Karena cabai dipasaran sedikit berkurang. Sehingga harga ikut mengalami peningkatan,” pungkasnya. =Mahfud Hidayatullah

DESAK POLISI

Usut Tuntas Jaringan Teroris PROBOLINGGO – Tertangkapnya salah seorang terduga pelaku teroris asal warga Jalan Pahlawan, Gang Kemiri, Kelurahan Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo membuat sejumlah kalangan terhenyak. Mereka terkejut begitu mendengar ada pelaku jaringan teroris di Kota Probolinggo yang selama ini dikenal sebagai Kota Santri. Wakil Ketua NU Kota Probolinggo, Achmad Hudri mengatakan, jika Islam tidak membenarkan adanya radikalisme yang mengatasnamakan agama. “Makanya NU sangat mengecam ajaran radikalisme itu,” tandasnya kepada wartawan, Rabu (22/1). Menurut dia, perbuatan jihad itu adalah surga. Namun tentu saja jihad yang membawa kesejukan dan kedamaian terhadap umat. “Bukan kemudian jihad yang membawa kehancuran dan meresahkan umat,” katanya. Tertangkapnya terduga pelaku teroris asal Kota Probolinggo tersebut, tidak me-

nutup kemungkinan masih ada jaringannya yang belum terbongkar. Itulah sebabnya, NU mendesak agar polisi mengusut tuntas sampai ke akar-akarnya. “Ini harus dibongkar sampai ke akar-akarnya,” timpalnya. Hudri mengatakan, sepintas ia memang mengaku kenal dengan Isnaini Ramdhoni yang ditangkap oleh Densus 88 karena diduga terlibat dalam jaringan teroris yang berencana hendak mengembom sejumlah tempat di Kota Surabaya. Bahkan, Hudri sendiri mengaku sempat menjadi pelanggan Dhoni, sapaan akrab Isnaini Ramdhoni yang berprofesi sebagai potong rambut. “Saya tidak menyangka kalau dia terlibat jaringan itu,” katanya. Sepintas, kata dia, Dhoni itu memang orangnya pendiam. Bahkan, dia orangnya seperti taat beribadah. Namun dibalik itu semua, ternyata pria itu salah satu terduga pelaku teroris yang berhasil dibekuk oleh Densus 88. =Muhammad Sugianto


14

KORAN MADURA

Probolinggo

KAMIS 23 JANUARI 2014| No. 0286| TAHUN III

Polsek Pakuniran Digugat ke Pengadilan Tanah yang Ditempati Diduga Bodong PROBOLINGGO - Kantor Kepolisian Sektor Pakuniran Polres Probolinggo di laporkan ke Pengadilan Negeri Kraksaan Kabupaten Probolinggo. Pasalnya, tanah yang ditempati oleh mapolsek seluas 3. 260 meter tersebut masih belum jelas hak kepemilikannya. Menurut H.A. Adi Siswanto mengaku kalau tanah yang terletak di desa Sogaan kecamatan Pakuniran itu milik Reksowono.”Reksowono ini kakek saya. Saya ini keturunannya Rukyati,”jelasnya saat di pengadilan Negeri Kraksaan dengan nomor register 03 G /2014. No 7 /2014/SK/Pdt. G. PN Kraksaan, Rabu (21/1) Dia mengaku, kalau tanah yang di tempati oleh kantor mapolsek itu, merupakan tanah pinjam sementara pada tahun 1950 hingga sekarang.“Hingga sekarang ini tidak ada penyelesaian,”ucapnya. Namun pada tahun 2005, kepala daerah Kabupaten Probolinggo memberikan uang kepada H.A. Adi Siswanto sebesar Rp 10 juta Rupiah.”Yang memberikan uang Rp 10 juta itu di rumah saya dan Rp 40 juta di Kantor

Pemkab Probolinggo,”terangnya. Dia beranggapan, kalau uang yang di terima olehnya merupakan uang sewa tanah yang di tempati oleh Mapolsek Pakuniran.”Sampai saat ini, status hukum tanah itu masih menjadi milik saya. Karena, setelah diterimanya uang Rp 50 juta itu, tidak ada kejelasan. Apakah atanah itu di beli, di gadaiakan atau di sewa,”tandas H.A. Adi Siswanto . Karena sudah di tempati selama puluhan tahun oleh Mapolsek Pakuniran, pemilik tanah tersebut menuntut kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Probolinggo supaya mengganti rugi sebesar Rp 900 juta. “Nomor tanah itu C313 Persil 123.a Klas D I luas 0326,”akunya yang di dampingi oleh Abd. Rahman Saleh, SH, MH dari Advokat / Legal Consultan. =M.Hisbullah Huda.

MENGGUGAT, Pemilik tanah didampingi Advokat / Legal Consultan melaporkan ke Pengadilan Negeri Kraksaan Kabupaten Probolinggo.

Super Ketat

900 Personel Amankan Pelantikan Walikota PROBOLINGGO – 900 personel petugas gabungan akan diterjunkan untuk mengamankan pelantikan Walikota-Wakil Walikota Probolinggo terpilih, Hj. Rukmini Buchori dan HM, Suhadak 28 Januari mendatang, akan dilakukan pengamanan super ketat. Sedikitnya 900 personel dari Polres Probolinggo Kota, Kabupaten Probolinggo, Lumajang, Kabupaten/Kota Pasuruan, dan Polda dikerahkan untuk mengamankan acara pelantikan Mereka akan mulai disiagakan 26 Januari hingga 28 Januari. Pengerahan ratusan petugas ini untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan seperti aksi unjukrasa anarkis. “Kami sendiri akan mengerahkan 2/3 kekuatan atau sekitar 500 lebih. Belum lagi apabila dibutuhkan ada sekitar 900 sampai seribu personil. Penyiagaan ribuan petugas ini sebagai bentuk antisipasi dari segala kemungkinan terburuk. Ini merupakan standar prosedural keamanan,” kata Kapolres Probolinggo Kota, AKBP. Iwan Setyawan, kepada sejumlah wartawan, Rabu (22/1), usai peresmian gedung Islamic

Center, sebagai tempat berlangsungnya pelantikan walikota dan wakil walikota terpilih. Kesiapsiagaan ini, kata AKBP Iwan Setyawan, sebagai pelaksanaan strategi on call. “Kami berharap pelantikan nanti berjalan lancar dan aman. Kami bersyukur sejauh ini suasana masih kondusif,”tandasnya. Menurutnya, Polisi akan melakukan tindakan antisipasi terhadap pihak-pihak yang ingin menggagalkan pelantikan walikota terpilih. Pengamanan akan dilakukan secara tertutup dan terbuka. Dibuat sistem demikian untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang akan terjadi. “Pengamanan akan dibuat menjadi empat ring pengamanan, karena akan ada empat menteri dan Ketua Komisi VIII akan hadir, “tegas AKBP.Iwan Setyawan. Pasangan Hj.Rukmini Buchori dan HM.Suhadak keluar sebagai jawara dalam Pilkada Kota Probolinggo ini dipastikan menang melalui rapat pleno terbuka KPU Kota Probolinggo. Hasil rekapitulasi suara, dari empat kandidat pasangan Pasangan Cawali-Cawawali Kota

Probolinggo Rukmini – Suhadak (HARUS PAS) yang diusung koalisi sejumlah partai, yaitu PDI Perjuangan, PKS, PAN, Partai Pelopor, dan Hanura ini meraih 48.326 suara atau (36,19 %). Disusul kemudian oleh pasangan Zulkifli Khalik – Maksum Subani (ZAM-ZAM), dengan perolehan 41.813 suara atau (31,31 %).

Pengerahan ratusan petugas ini untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan seperti aksi unjukrasa anarkis. Sementara itu urutan ketiga, yakni pasangan Dewi Ratih – As’ad Anshari (DERAS) dengan perolehan 23.260 suara atau (17,42 %). Diurutan keempat, yaitu pasangan Habib Zainal Abidin – Kusnan (HANDALANKU) dengan perolehan 20.134 suara atau (15,08 %). =M.Hisbullah Huda.


KORAN OLAHRAGA PROBOLINGGO

MADURA

KORAN MADURA

15 Olahraga 15

KAMIS 23 JANUARI 2014 No. 0286 | TAHUN III

SELASA 21 JANUARI 2014 | No. 0284 | TAHUN III

Kalah

Conte Nilai Pemainnya Terlalu Malu

Real Madrid membuka peluang lolos ke semifinal Copa del Rey. Di leg pertama menghadapi Espanyol, Madrid menang 1-0 melalui gol tunggal Karim Benzema.

Menang Tipis Madrid Hampir Pasti ke Semifinal BARCELONA - Meski hanya memetik kemenangan tipis 1-0 atas Espanyol pada laga leg pertama babak perempat final Copa Del Rey di Stadion Cornell-El Prat, Rabu (22/1) dini hari WIB, Real Madrid berpeluang lolos ke semifinal. Pasalnya, Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan hanya buth hasil imbang pada leg kedua nanti di Santiago Bernabeu. Kemenangan atas Espanyol tersebut sekaligus memperpanjang catatan positif Madrid dalam mengawali tahun 2014 ini. “Los Merengues” sejauh ini sukses menyapu bersih enam laga dengan kemenangan, yakni empat di La Liga Sapnyol dan tiga di Copa del Rey. Madrid juga telah mencetak 14 gol dan belum pernah kebobolan. Menghadapi tuan rumah, Madrid mendapatkan tekanan sejak menit awal. Peluang perdana hadir pada menit ke-18 ketika

Pizzi berada bebas di jarak 10 meter tetapi tendangannya masih melayang di atas mistar. Tiga menit setelahnya giliran Madrid yang mengancam lewat tembakan kaki kanan Cristiano Ronaldo tapi masih melebar sedikit di samping gawang Kiko Casilla. Madrid akhirnya unggul lebih dulu di menit 25 lewat Benzema. Diawali crossing Alvaro Arbelo di sisi kanan yang diteruskan dengan sundulan oleh Gareth Bale. Benzema melanjutkannya dengan menanduk si kulit bundar ke

dalam gawang Casilla. Dua menit babak pertama usai, Bale mendapatkan kesempatan mencetak gol lewat tendangan bebas, tetapi bola tembakannya masih bisa dihalau Casilla. Dua menit interval kedua berjalan, Bale kembali menebar ancaman. Menerima umpan Ronaldo di depan gawang, Bale melepaskan tembakan. Akan tetapi, akurasi tembakannyaa masih lemah sehingga bola hanya melenceng di sisi gawang lawan. Pada menit ke-82 Casillas membuat penyelamatan gemilang ketika menghadang tembakan Jose Cordoba dari jarak dekat. “Espanyol bermain lebih baik di babak kedua dan membuat kami menderita, tapi itu hal yang wajar. Belum ada tim yang lolos,” kata pelatih Madrid Carlo Ancelotti. =espn/aji

ROMA - Pelatih Juventus Antino Conte menilai anak-anak asuh terlalu bermain “malu-malu” saat disingkirkan AS Roma dengan skor tipis 1-0 pada perempat final Piala Italia di Stadion Olimpico, Rabu (22/1) dini hari WIB. Kekalahan ini sekaligus sebagai aksi balas dendam AS Roma atas kekalahan 0-3 dari Juventus di ajang Liga Serie A Italia dua pekan silam di Juventus Stadium. Menurut Conte, timnya tidak patut kalah pada tertandingan ini karena kedua tim bermain imbang. Bahkan, pada babak kedua, Juventus tampil lebih bagus. Tetapi, pada akhirnya mantan gelandang Juventus dan Tim Nasional Italia ini menerima kenyataan bahwa timnya harus tersingkir dari Piala Italia. “Ini sebuah pertandingan yang imbang dan gol Roma datang pada saat kami bermain lebih baik. Pada babak pertama, kami bermain terlalu hati-hati dan sedikit malu, dan harus diakui bahwa kami akhirnya menelan kekalahan,” kata conte. Dia melanjutkan, “Kami adalah dua tim kuat. Sekarang adalah waktunya mereka untuk meriah kemenangan. Para pemain tidak bisa disalahkan. Kami menjadikan Coppa Italia untuk merestorasi tim. Masih ada Serie A dan Liga Europa. Tidak mudah datang kemari dan mengalahkan Roma. Kami seharusnya bisa menang, tetapi pada akhirnya merekalah yang keluar sebagai pemenang.” AS Roma sedikit diuntungkan oleh keputusan wasit pada laga ini. Contohnya, pada menit ke-14, pemain AS Roma asal Maroko Mehdi Benatia melakukan pelanggaran keras terhadap Sebastian Giovinco. Tetapi wasit tidak langsung memberi kartu merah kepada pemain itu. Conte pun menyesali keputusan wasit yang tidak mengusir pemain Maroko tersebut. “Saya kira dialah orang terakhir. Saya tidak memahaminya. Tetapi saya tidak ingin menggantikan wasit. Dialah yang mengambil keputusan dan kami harus menerima keputusannya,” tutup Conte. Pada laga itu, satusatunya gol kemenangan Srigala Hitam dicetak striker internasional Pantai Gading Gervinho hanya 11 menit sebelum pertandingan berakhir. Satu gol ini sudah cukup bagi AS Roma untuk

menyingkirkan Juventus dari kompetisi kelas dua di Italia ini. Gol ini berawal dari aksi pemain pengganti Miralem Pjanic yang menggiring bola dari tengah lapangan. Pemain yang diminati Paris Saint-Germain ini kemudian memberikan bola kepada Kevin Strootman yang berlari di sisi kanan pertahanan Juventus. Strootman lalu melepas umpan silang ke mulut gawang Juve yang dilanjutkan dengan sontekan manis Gervinho. Gol ini bertahan hingga laga usai. Di babak empat besar yang digelar dalam dua leg, “Giallorossi” akan menghadapi pemenang antara Napoli atau Lazio yang baru akan bertanding pekan depan. Sementara, partai perempat final lainnya mempertemukan antara AC Milan dengan Udinese serta Fiorentina menghadapi Siena. Menaggapi kemenangan ini, kapten Roma Francesco Totti berujar, “Ini kemenangan yang memang kami inginkan. Kami menunjukan bahwa kami berada dalam satu level dengan Juve dan tidak ada jarak yang memisahkan diantara kami. Tapi, wajar jika semua orang melihat klasemen (Serie A) saat ini. Kami melakukannya dengan sangat baik, tapi mereka (Juve) melewati batas yang ada.” Sementara pelatih Roma Rudi Garcia menilai timnya layak menang karena menguasai jalannya pertandingan. “Kami bermain dengan baik, menjaga penguasaan bola di babak pertama dan ini juga kemenangan taktik kami. Kami memutuskan untuk menunggu mereka di babak kedua untuk membuka ruang di pertahanan. Itulah cara kami mendapatkan gol,” ucapnya. =espn/aji


16

KORAN MADURA

TIPIS MADRID HAMPIR PASTI KE SEMIFINAL

Conte Nilai Pemainnya Terlalu Malu

OLAHRAGA | 15

OLAHRAGA | 15

SELASA 21 JANUARI 2014 | No. 0284 | TAHUN IIIMENANG

Olahraga KORAN MADURA

KAMIS 23 JANUARI 2014 | No. 0286 | TAHUN III

16

City Tunggu MU di Final Piala Liga LONDON - Manchester City semakin menegaskan dominasinya musim ini setelah memastikan satu tempat di partai final Piala Liga Inggris dengan menyingkirkan West Ham United 3-0 dalam pertandingan leg kedua semifinal di Boleyn Ground, Senin (21/1) waktu setempat atau Selasa (22/1) dini hari WIB. “The Citizens” melangkah ke laga puncak dengan keunggulan agregat 9-0 usai mengukir kemenangan enam gol tanpa balas di pertemuan pertama. Ini merupakan penampilan perdana City di final Piala Liga Inggris setelah terakhir kali tampil pada 1976 silam. Di final, mereka akan menghadapi lawan antara Sunderland atau Manchester United yang akan dimainkan pada Rabu (23/1) dini hari WIB di Old Trafford. Pada leg pertama, Sunderland mengantongi kemenangan 2-1 atas MU. Sementara, laga final akan dihelat di Stadion Wembley pada 2 Maret mendatang. Mengantongi keunggulan agregat enam gol, pelatih City Manuel Pellegrini memilih menurunkan pemain lapis kedua. Costel Pantilimon menggantikan Joe Hart sebagai penjaga gawang. Di lini belakang, nama Joleon Lescott dan Dedryck Boyata punya kesempatan tampil sejak awal. Sementara, Javi Garcia dan Marcos Lopes dipercaya mengisi lini tengah. Di kubu tuan rumah, skuat utama diturunkan meskipun dihadapkan dengan misi maha sulit. Jussi Jaaskelainen tampil di bawah mistar dengan ditemnai James Tomkins, Razvan Dinca Rat, Matthew Taylor, dan Roger Johson di lini belakang. Sementara, nama-nama seperti Kevin Nolan, Alou Diarra, Mohamed Diame, dan Joe Cole mengisi barisan gelandang. Di lini depan, “The Hammers” bertumpu kepada striker jangkung Andy Carrol. Duet Sergio Aguero dengan Alvaro Negredo di barisan penyerang City tam-

paknya benar-benar menancaman utama bagi tuan mah. Negredo bahkan sumembuka keunggulan bagi ketika laga baru berjalan menit. Lopes yang bergerak kiri mengirimkan umpan pada Negredo yang menambutnya dentandu-

j a d i r u d a h City tiga di sisi k e y gan kan. City

menggandakan skor di menit ke24. Be- rawal dari aksi Lopes yang mengelabui dua pemain West Ham, pemain 18 tahun ini menyodorkannya bola kepada Aguero. Sang striker asal Argentina itu pun tidak menyianyiakan peluang yang didapat melalui sundulan dari jarak dekat. Unggul dua gol membuat City semakin leluasa mengembangkan permainan. Klub asal Eastland menjauh pada menit ke-59. Negredo kembali mencatatkan namanya di papan skor lewat sepakan terukurnya setelah melewati bek West Ham Roger Johnson dan Matt Taylor. Dua gol Negredo tersebut menjadi yang ke-23 pada musim ini dalam semua level kompetisi. Pellegrini pun kini memiliki kans untuk mengakhiri puasa gelarnya selama sembilan tahun terakhir. Pelatih 60 tahun itu tercatat gagal mempersembahkan gelar ketika menangani Villarreal, Real Madrid dan Malaga. Selain Piala Liga Inggris, City juga masih punya kesempatan untuk meraih tiga trofi lainnya yakni Liga Utama Inggris, Piala FA, dan Liga Champions. =espn/sku sports/aji


KAMIS 23 JANUARI 2014 No. 0286 | TAHUN II

KEMENAG SARANG KKN

Mahasiswa Mencium Semerbak Korupsi BOS

PAMEKASAN hal. J

KORAN MADURA HARUS TAMPIL KAMIS 23 JANUARI 2014 | No. 0286 | TAHUN III PERCAYA DIRI

A

Neter Kolenang HAL. P

Taneyan Lanjang RUSAK. Seorang ibu rumah tangga melintasi jalan Dusun Kompung, Desa Ellak Daya, Kecamatan Lenteng, yang kondisinya rusak parah, Rabu (22/1). Sejak tahun 2004 hingga saat ini, jalan tersebut belum diperbaiki.

Anggaran Perbaikan Jalan Tiap Desa Rp 50 Juta SUMENEP – Infrastruktur jalan desa di Dusun Kompung, Desa Ellak Daya, Kecamatan Lenteng, rusak parah. Sekalipun sudah beberapa kali terjadi kecelakaan, hingga saat ini belum juga diperbaiki.

Abdurrahman Salah, warga setempat, mengungkapkan, sejak kepala desa yang terpilih pada tahun 2004, hingga saat ini belum pernah mendapat bantuan perbaikan jalan dari pemerintah. ”Dulu memang pernah diperbaiki, namun itu katanya bukan dari pemerintah, melainkan anggaran desa,” katanya, Rabu (22/1). Memang, kepala Desa Ellak Daya sempat memperbaiki jalan yang menghubungan Desa Ellak Daya dengan Desa Lenteng Timur itu melalui Alokasi Dana Desa. Tapi, sejak ta-

hun 2013 sudah tidak dianggarkan lagi, karena anggaran desa dialokasikan terhadap pembangunan yang lain. Ia meminta jalan tersebut segera diperbaiki, karena selain biasa dilewati warga setempat juga sering dilewati warga dari Kecamatan Rubaru. ”Jika ini tidak segera diperbaiki bisa memakan korban. Kemarin sampai terjadi kecelakaan dan sampai di rawat di puskesmas,” tukasnya. Secara terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga, Edy Rasyiadi, me-

ngatakan, untuk perbaikan jalan desa, pada tahun ini pemerintah menyediakan dana khusus dan setiap desa akan menerima bantuan sebesar Rp 50 juta. ”Ini semua untuk pemeliharaan jalan yang sudah ada, bukan untuk jalan yang baru,” tegasnya. Pemkab menyerahkan perbaikan jalan secara penuh kepada kepala desa masing-masing. ”Jadi pada tahun ini pemerintah hanya men-support saja, sedangkan perawatannya itu wajib dilakukan oleh desa,” katanya. = JUNAEDI/MK


B

KORAN MADURA

Bangkalan

KAMIS 23 JANUARI 2014| No. 0286| TAHUN III KORAN MADURA

B

KAMIS 23 JANUARI 2014 No. 0286 | TAHUN III

Penusukan Bermotif Sakit Hati Karena Tersangka Diduga Memiliki Ilmu Hitam BANGKALAN – Di hadapan polisi, Husen (30), pelaku penusukan Misni (40) dan Syafii (29), warga Desa/Kecamatan Konang, mengaku nekat menghabisi nyawa anak dan ibu itu karena merasa sakit hati atas tuduhan korban. Menurut tersangka, korban menuduh Husen memiliki ilmu hitam. Setiap Husen bertamu, korban selalu jatuh sakit yang diduga akibat diguna-guna oleh Husen. “Saya sakit hati karena disangka menjadi penyebab sakitnya keluarga Syafii. Setiap saya main pasti ada yang sakit. Saya tidak terima dan marah,” tutur Husen ketika ditanya Kapolres Bangkalan. Berawal dari tuduhan itulah, Husen yang sudah kalap langsung menghabisi nyawa sahabat karibnya, Syafii. Tidak hanya itu, Misni, ibu korban yang mencoba melerai pun jadi ikut dijadikan sasaran. Misni pun ditusuknya hingga tewas. Misni mengalami luka tusuk di kedua pinggulnya. Sementara Syafii luka tusuk di bagian dada, tangan, dan punggung. Sejatinya tidak ada permusuhan antara Syafii dan Husen, karena keduanya berteman akrab. Bahkan, sebelum terjadinya penusukan, pelaku masih dibuatkan secangkir

kopi oleh keluarga korban. Entah apa yang ada di pikiran pelaku hingga tega membunuh kawan karibnya sendiri, hanya lantaran sakit hati. Padahal permasalahan tersebut bisa diselasaikan secara baik-baik. Kapolres Bangkalan, AKBP Sulistyono menyatakan berdasarkan pengakuan tersangka, ia merasa sakit hati karena dituduh telah membuat korban jatuh sakit. Sebab setiap kali tersangka berkunjung ke rumah korban, korban langsung merasa sakit. Sehingga karena merasa tidak terima, pada saat berduaan, tersangka langsung menghujani korban dengan tusukan bertubitubi dengan sebilah pisau hingga tewas. ‘’Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka akan dijerat dengan pasal 338 KUHP tentang pem-

bunuhan dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara,” tandasnya. Perlu diketahui, warga Desa/

Kecamatan Konang digegerkan atas penusukan yang dilakukan Husen (30) terhadap ibu dan anak, Misni (40) dan Syafii (29), Selasa

(21/1). Keduanya tewas seketika dengan sejumlah luka tusukan di sekujur tubuh mereka. =DONI HERIYANTO/RAH

gas kepolisian sejak awal Januari hingga hari ini. Dari 11 tersangka tersebut, 6 diantaranya merupakan tersangka kasus perjudian, 4 lainnya adalah kasus kepemilikan sajam tanpa izin, dan 1 lainnya merupakan tersangka pencurian dengan kekerasan (curas). “Untuk ke-6 tersangka perjudian itu berhasil diamankan oleh Polsek jajaran dari kawasan Kwanyar, Tanah Merah, Tanjung Bumi, Labang, dan Arosbaya,” jelas Kapolres Bangkalan, AKBP Sulistyono. Dari tangan tersangka polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa uang tunai, alat rekap togel dan sebagainya. Selama tiga pekan ini, membuktikan aktivitas perjudian di wilayah setempat masih sangat marak. Dengan demikian, intensitas pengamanan di daerah yang berpotensi terjadi aksi perjudian perlu ditingkatkan. “Kondisi semcam ini menggambarkan bahwa kasus perju-

dian masih marak, karenanya saya memerintahkan kepada Polsek jajaran untuk terus memburu para pelakunya, sebab selain meresahkan, masalah perjudian ini juga menjadi atensi pimpinan Polri,” terangnya. Selain kasus perjudian tersebut, 4 tersangka kasus kepemilikan sajam tanpa izin juga turut diamankan selama beberapa kali operasi Cipta Kondisi dilakukan aparat kepolisian. Mirisnya, kasus kepemilikan sajam didominasi para remaja, bahkan diantaranya masih anak di bawah umur. Saat ini, seluruh tersangka tengah menjalani proses hukum dan menunggu vonis hakim, untuk menerima ganjaran atas tindakan kriminalnya. “Keempat pelaku rata-rata masih pemuda bahkan satu diantaranya di bawah umur. Yang di bawah umur ini terancam putus sekolah karena kasus ini,” tandasnya. =DONI HERIYANTO/RAH

KRIMINAL

Perjudian Kian Tak Teratasi Polisi

BANGKALAN - Kasus kriminal di wilayah hukum Bangkalan

harus menjadi perhatian khusus aparat kepolisian. Apalagi se-

lama sebulan terakhir, sebanyak 11 tersangka diamankan petu-


BANGKALAN

KORAN MADURA

KAMIS 23 JANUARI 2014| No. 0286| TAHUN III

C

RETRIBUSI GALIAN C

Penambang Ingkar Aturan

SIAGA: Satpol PP akan disiagakan di setiap Traffic Light untuk menekan kembalinya anjal dan gepeng yang selama ini meresahkan warga Bangkalan.

Pajang Satpol PP di Traffic Light Anjal Berharap Tidak Dilarang Mengais Rezeki BANGKALAN - Pemkab Bangkalan kerapkali melakukan razia terhadap anjal dan pengemis. Tetapi, razia tersebut dinilai kurang efektif. Sebab pasca razia, para anjal dan pengemis lain kembali ke traffic light. Oleh sebab itu, Pemkab bakal menempatkan anggota Satpol PP pada setiap traffic light yang dijadikan mangkal anjal dan pengemis. Cara itu dimaksudkan dapat menekan dan mengatasi maraknya anjal dan pengemis yang tak kunjung jera berkeliaran di jalan-jalan tersebut. Keberadaan anak jalanan dan pengemis di Kabupaten Bangkalan terus menjamur. Terutama pada sejumlah traffic light yang ada di perkotaan dan akses jembatan Suramadu. Para anjal ini umumnya mengamen dan menawarkan jasa pada pengemudi mobil ketika berhenti saat lampu merah menyala. Tentu keberadaan anjal sangat mengganggu arus lalu lintas yang ada di sana. Dengan demikin, masyarakat harus lebih waspada ketika berada di traffic light karena banyak anjal. Tentu hal semacam itu juga akan membahayakan bagi anjal sendiri dan rawan menimbulkan kecelakaan lalu lintas. “Kami sudah melakukan rapat dengan Satpol PP, hasilnya

bakal menempatkan anggotanya di setiap traffic light,” terang Asisten Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat Setda Bangkalan, Hasanuddin Buchori. Ia menjelaskan Satpol PP ngepam di traffic light untuk melarang anjal dan pengemis bila datang kembali. Selain faktor keamanan berlalu lintas, juga untuk memberikan rasa nyaman terhadap wisatawan yang datang ke wilayah Bangkalan. Tidak jarang masyarakat mengeluh dan merasa risih dengan semakin maraknya anjal dan pengemis di traffic light. Bila nanti sudah ada anggota satpol PP yang berjaga disana, bisa dipastikan keberadaan anjal dan pengemis bisa ditekan. “Kami yakin jika sudah ada

Satpol PP yang berjaga di lampu stopan (traffic light), maka tidak akan ada anjal yang berani berada disana,” ungkapnya. Sementara itu, salah seorang pengamen yang biasa mangkal di perempatan lampu merah Petapan, Kecamatan Labang, Joko Susilo menyatakan dirinya merasa nyaman ngamen disana. Lantaran banyak mobil yang melintas. “Secara otomatis peluang untuk mendapatkan uang juga besar. Hasilnya, setiap hari saya mengamen disana bisa mendapat Rp 30 ribu sampai Rp 50 ribu,” terangnya. Menurut Joko, mengamen di traffic light dengan di kampung, lebih enak di perempatan jalan. Selain tidak usah muter-muter, juga dalam menyanyikan lagu tidak terlalu panjang. Karena berhentinya kendaraan saat lampu merah sebentar. “Baru bernyanyi sudah mendapat uang dari sopir mobil. Berbeda dengan mengamen ke rumah, terkadang sampai satu lagu habis masih belum keluar orang yang punya rumah. Kami berharap tidak ditertibkan,” tandasnya. =DONI HERIYANTO/RAH

BANGKALAN – Dinas Pertambangan dan Energa merasa kesulitan menagih retribusi galian C. Sebab para penambang banyak yang tak patuhi aturan pembayaran. Karena itulah, tak jarang pihaknya mengaku sering main kucing-kucingan dengan pengusaha. “Itu dirasakan petugas dari kami, susah untuk menagih retribusi galian C kepada pengusaha,” kata Moh Fachri, Kepala Dispertamben Bangkalan. Susahnya penagihan lantaran pengusaha masih belum sadar akan kewajiban yang harus dipenuhi, sehingga banyak yang tak kooperatif. Akibatnya, waktu penagihan masih belum melunasinya. Padahal, dalam aturannya, para pengusaha di bidang pertambangan batu ini wajib memenuhi retribusi ke daerah setiap bulan. “Tak jarang, saat ditagih ke lokasi, seringkali tidak ketemu dengan pengusaha. Sebaliknya, petugas menagih ke rumahnya, kadang tidak ketemu. Jadi, petugas harus bolak-balik untuk bisa bertemu dengan mereka,”

ucapnya. Menurutnya, pendapat retribusi dari galian C tersebut tidak terlalu besar. Pengusaha sudah banyak yang menutup usahanya. Sehingga berkurang terhadap tingkat pendapatan daerah. Meskipun begitu, upaya pemenuhan target pendapatan masih harus tetap dipenuhi. Pada tahun 2014, target perolehan PAD di Dispertamben sebesar Rp 160 juta, masih sama dengan tahun sebelumnya. Belum berubahnya target disebabkan jumlah pengusaha yang bergerak di bidang pertambangan dan energi masih minim. Sehingga jumlah tersebut dianggap sudah sesuai. Jumlah tersebut hanya target PAD, belum ditambah dengan nilai bagi hasil dari perusahaan besar seperti PHE WMO. “Meskipun begitu, kami tetap yakin masih bisa memenuhi target PAD, baik melalui galian C, penggunaan diesel besar, pengeboran sumur tanah dalam, dan lainnya,” ujarnya. =MOH. RIDWAN/RAH

PERTANIAN

Garapan Lahan Tebu Belum Sesuai Target BANGKALAN - Dari 2.500 hektare lahan tebu yang ditargetkan pemerintah pada tahun 2013, pembukaan lahan tebu baru seluas 500 hektare yang dicapai. Realisasinya jauh dari apa yang diharapkan pemerintah. Banyak kendala yang dihadapi Dinas Kehutanan dan Perkebunan Bangakalan dalam mencapainya, sehingga menyisakan 2.000 hektare lahan yang mestinya digarap, namun hingga kini masih belum terwujud. Salah satu kendala yang dihadapi, karena petani tebu di wilayah Bangkalan masih pemula atau dalam tahap belajar. Akibatnya, hasil yang dicapai belum maksimal bila dibandingkan dengan petani yang sudah mahir. “Untuk pembukaan lahan tebu baru hampir mencapai 500 hektare pada tahun 2013 kemarin,” kata Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Bangkalan Budi Utomo, kemarin (22/1).

Dia menjelaskan dari target pembukaan lahan tebu baru seluas 2.500 untuk di Bangkalan, pihaknya belum bisa memenuhi sesuai dengan yang telah dipatok pemerintah pusat. Persoalan SDM menjadi kendala utama. Sebab, petani tebu di sini masih tergolong baru dan dalam tahap belajar. Kedua, dari sisi geografis ada bulan tertentu dalam menanam tebu. “Tanaman tebu, tidak asal tanam, tetapi ada dua pola yang bisa dilakukan. Untuk pola A tanamnya sekitar bulan Desember, sedangkan pola B tanamnya mulai April hingga Mei,” terang Mantan Kepala Dinas Koperasi ini. Kendala yang terakhir mengenai tersedianya peralatan. Sebab, di Bangkalan dapat bantuan 4 unit traktor untuk membajak sawah. Akan tetapi, masalah utama kembali pada operator atau SDM yang bekerja, sehingga hasilnya kurang memuaskan. =MOH. RIDWAN/RAH


KORAN MADURA KORAN PROBOLINGGO D D D

KAMIS 23 JANUARI 2014 | No. 0286 | TAHUN III

MADURA

CALEG JADI TERSANGKA

Fauzan Adima Belum Dianulir SAMPANG – Calon anggota legislatif Partai Gerindra, Fauzan Adima, yang telah ditetapkan sebagai tersangka penganiayaan hingga saat ini belum dianulir sebagai Caleg 2014. KPU belum bisa menganulir yang bersangkutan sebagai caleg karena belum memiliki kekuatan hukum tetap. Demikian disampaikan Komisioner KPU Sampang Miftahur Rozaq, Rabu (22/1). "Kita masih belum bisa secara langsung mencoretnya karena belum ada kekuatan hukum," ucapnya kepada Koran Madura. Anggota komisi A tersebut, Senin, ditetapkan sebagai tersangka penganiayaan kepada anggota Satuan Polisi Pamong Praja setempat. Untuk mencoret yang bersangkutan sebagai caleg, KPU menunggu putusan yang mempunyai kekuatan hukum tetap dari Pengadilan Negeri (PN) Sampang. "Meskipun tersangka sudah ditahan kalau belum ada keputusan dari PN kita tidak bisa mencoret, "ujarnya. Jika yang bersangkutan telah divonis kurungan penjara minimal lima tahun, KPU baru bisa mencoret caleg tersebut. "Ya kita masih nunggu terlebih dahulu keputusan PN,

Sumenep Sampang

KAMIS 23 JANUARI 2014 No. 0286 | TAHUN III

kalau ada kita coret. Karena sekarang ini masih nunggu proses kelanjutan," tutur Rozaq. Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Sampang Addy Imansyah saat dikonfirmasi mengaku tidak bisa memberikan komentar lebih jauh, karena bukan wewenangnya. "Kita tidak bisa berkomentar lebih jauh, karena penanganannya ini bukan kewenangan Panwaslu," terangnya melalui pesan singkat. Terkait dengan alat peraga yang masih bertebaran, pihaknya bersama satpol PP akan terus melanjutkan penertiban alat peraga yang masuk kategori pelanggaran administratif yang sudah direkomendasikan kepada pemerintah daerah. "Kami dengan Satpol PP akan tetap melakukan pengawasan dan penertiban terhadap APK yang dipasang per tanggal 15 Januari 2014," katanya. Namun, panwaslu akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan parpol dan stake holder di seluruh wilayah kabupaten untuk menyamakan persepsi tentang substansi PKPU No 15 tahun 2013. =RYAN HARIYANTO/MK

PEMESANAN BALIHO MENINGKAT. Pekerja menyelesaikan pembuatan baliho calon legislatif (caleg) di sebuah tempat usaha percetakan digital print di Kota Madiun, Jatim. Menjelang Pemilu Legislatif, pemesanan reklame digital print terdiri baliho dan spanduk caleg mengalami peningkatan hingga dua kali lipat dari sebelumnya.

Bantuan Percepatan Madura Disorot Pemuda Bangsal Bersatu Audiensi Dewan

AUDIENSI. Belasan Pemuda Bangsal Bersatu (PBB) melakukan audiensi dengan anggota dewan Kabupaten Sampang di ruang rapat besar DPRD setempat, Rabu (22/1). Mereka menyampaikan temuan dugaan penyimpangan bantuan percepatan Madura dari Kementerian Agama RI.

SAMPANG - Belasan Pemuda Bangsal Bersatu (PBB) melakukan audiensi dengan wakil rakyat di ruang rapat besar DPRD Kabupaten Sampang, Rabu (22/1) sekitar pukul 12.00 Wib. Di depan Ketua DPRD, mereka menyampaikan temuan dugaan penyimpangan bantuan percepatan Madura. Di Kecamatan Kedungdung ditemukan institusi pendidikan yang diduga menerima bantuan rehab madrasah sekaligus bantuan operasional pendidikan (BOP). Padahal ketentuan penerimaan bantuan tersebut sebagaimana disampaikan Kementerian Agama RI, lembaga yang sudah mendapatkan bantuan rehab tak bisa mendapatkan BOP. "Keterangan dari Kementerian Agama RI saat datang ke Madura, khususnya di Sampang, itu bahwa jika mendapatkan rehab tidak mendapatkan BOP. Tapi realita, kenyataan di lapangan ada salah satu lembaga dua-duanya mendapatkan bantuan itu juga," ucap korlap PBB, Ilhas Sulyadi. Selain itu, bantuan tersebut diduga ditunggangi oleh salah satu partai politik. "Bahkan program ini ditunggangi sama salah satu parpol di sana. Itu kan sama saja hanya mementingkan secara sepihak, apalagi (menjelang) masa pemilu," terangnya. Bantuan Siswa Miskin (BSM)

juga ditengarai terjadi penyimpangan. Distribusi penerimaan BSM di daerah utara Kabupaten Sampang hingga kini belum tereralisasi. Padahal, akhir tahun 2013 harusnya sudah diterima oleh siswa. "Seharusnya bulan Desember 2013 harus terealisasikan, tapi sampai tahun 2014 belum cair dan belum ada siswa menerima bantuan BSM," tuturnya di depan anggota dewan. Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Sampang Imam Ubaidilah menuturkan, dirinya akan memanggil dan meminta klarifikasi kepada pihak terkait untuk mencari bukti-bukti otentik. "Kami akan memanggil kepada Kemenag terkait indikasi itu sesuai pengakuan dan laporan dari PBB ini," singkatnya. Secara terpisah, Kasi Pendidikan Madrasah (Penma) Kankemenag Sampang, Syamsuri, mengungkapkan, realisasi BSM terkendala pembuatan buku rekening. Namun, kini proses buku rekening penerima tersebut sudah didistribusikan. Katanya, siswa yang belum menerima

BSM dimungkinkan karena buku rekeningnya masih belum selesai. "Yang belum menerima itu mungkin sisa dari 70 ribu anak penerima yang sudah selesai buku rekeningnya. Hanya 50 ribu rekening sudah selesai, sisanya kalau yang belum cair kemungkinan buku rekening yang belum selesai," jelasnya. Terkait partai politik yang menunggangi bantuan percepatan Madura, Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (Poktren) Kankemenag Sampang, Mawardi, saat dikonfirmasi melalui saluran telepon, membantah jika program BOP dan rehab ditunggangngi partai politik. "Gak benar itu," ungkapnya. Ditanya soal adanya penerima bantuan ganda, ia menjelaskan bahwa kuota BOP melebihi jumlah madrasah diniyah (madin). Jumlah madin sebanyak 1.085 lembaga sementara kuoto BOP sebanyak 1.210. "Makanya itu gak bisa, harus ada dua, karena kuoto BOP lebih banyak dari jumlah madin," paparnya. Ia juga menegaskan bahwa tidak ada pemotongan dalam bantuan tersebut. Total jumlah bantuan BOP dan rehab sebanyak Rp 9 miliar. Untuk bantuan BOP per lembaga mendapatkan Rp 7 juta dan untuk bantuan rehap Rp 40 juta per lembaga. =RYAN HARIYANTO/MK


KORAN MADURA

Sampang

KAMIS 23 JANUARI 2014 | No. 0286 | TAHUN III

E

PEMILU LEGISLATIF

DPT Menyusut Sampang - Jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Kabupaten Sampang mengalami penyusutan hingga 141 orang. Adanya pengurangan pemilih Pemilu Legislatif 2014 tersebut karena yang bersangkutan menjadi penduduk di luar daerah. Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Sampang Addy Imansyah mengungkapkan, dari 275 jiwa yang masuk K-1 atau warga yang identitasnya terdapat di beberapa tempat, setelah dilakukan verifikasi lapangan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), 134 orang menyatakan memilih di Sampang, sementara sisanya memilih di luar daerah. Dengan demikian, DPT yang semula berjumlah 789.872 berubah menjadi 789.731. =IST/MK

Bupati Lantik 9 Kades SOSIALISASI PEMILU. Siswa menunjukkan namanya yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) di website KPU saat mengikuti sosialisasi Pemilu di SMA 9, Yogyakarta, Rabu (22/1). Sosialisasi yang digelar oleh KPU Kota Yogyakarta tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman terhadap pemilih pemula tentangtata cara pemilihan umum.

Rumah Terpanggang SUMPAH JABATAN. Bupati Sampang A Fannan Hasib saat memandu sumpah jabatan pelantikan sembilan kepala desa di Pendopo Sampang, Rabu (22/1).

SAMPANG - Bupati Sampang A Fannan Hasib melantik sembilan kepala desa di Pendopo Sampang, Rabu (22/1). Mereka yang dilantik adalah Kades Batokang Suud, Kades Tlambeh Hatib, Kades Terosan, Kades Astapah Mawardi, Kades Rapa Laok M Siri, Kades Palakaran Nur Hasan, Kades Paterongan Moh Subaidi, Kades Banjartalela Zaini, dan Kades Tambelengan G Ningsih. Bupati Sampang A Fannan Hasib dalam sambutannya mengingatkan para kades yang dilantik agar berpegang teguh terhadap sumpah jabatannya. Sehingga mereka bisa memperjuangkan kepentingan masyarakat bawah secara konsisten. ”Kepala desa harus bertanggung jawab terhadap jabatannya. Keberhasilan atau kegagalan kepemimpinan kepala desa tergantung pada pelayanan yang diberikan kepada masyarakatnya,” katanya di hadapan hadirin. Ia meminta kepala desa tidak menjadikan pelayanan publik sebagai sumber penghasilan. Sebab, tugas tersebut memang seharusnya menjadi tanggung jawab jabatannya sebagai kades. ”Melayani masyarakat itu merupakan pengabdian kita sebagai abdi negara. Jadi, para kepala desa harus mampu meningkatkan pelayanan yang transparan dan menyejahterakan (masyarakat),” urainya. =ADV/ MIFTAHUL ULUM

Dugaan Sementara karena Konsleting Listrik SAMPANG - Dua rumah terbakar di Dusun Tapa’an, Desa Pasean, Kecamatan Kota Sampang, Selasa (21/1) malam sekitar pukul 23.00 Wib. Rumah milik Muari (60) yang terbuat dari bangunan gedeg itu hangus dilalap si jago merah. Tak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Rumah tersebut terbakar saat penghuninya tidak sedang di dalam rumah. Saat ini, kondisi rumah tersebut rata dengan tanah, karena material bangunan terbuat dari bambu. Warga kesulitan menjinakkan api karena hanya menggunakan alat seadanya. Waki (37), putra korban, mengatakan, saat kejadian rumah dalam keadaan kosong karena kebetulan ayah korban, Muari, tengah berada di rumahnya yang berada di depan rumah yang terbakar. "Rumah waktu kejadian lagi kosong, Mas, karena Bapak lagi ada di rumah saya," ucapnya, Rabu.

KEBAKARAN. Keluarga korban kebakaran bergotong royong membersihkan sisa-sisa rumah yang terbakar di Desa Pasean Kecamatan Kota Sampang, Selasa (21/1) sekitar pukul 23.00 Wib.

Menurutnya, warga di sekitar rumah tersebut sempat perupaya memadakan kobaran api tapi tidak berhasil, karena api dengan cepat merembet ke rumah yang satunya. "Warga sudah gak mampu, Mas, karena kobaran api yang terus membesar membuat dua bangunan rumah hangus,

apalagi apinya membakar dua rumah selama setengah jam," tutur Waki. Meski tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Sebab, tidak ada barang satu pun yang berhasil diselamatkan. Dugaan sementara, kejadian

tersebut akibat arus pendek listrik. "Harapan saya ya semoga pemerintah bisa bantu kami, karena kerugian ditafsir puluhan juta. Apalagi barang-barang sudah hangus, Mas. Cuma ada bantuan dari kepala desa," imbuhnya. =RYAN HARIYANTO


KORAN MADURA KORAN PROBOLINGGO F F

KAMIS 23 JANUARI 2014 | No. 0286 | TAHUN III

MADURA

SUMENEP – Hujan deras Selasa, (21/1) malam mengakibatkan sejumlah rumah dan lahan pertanian warga di Desa Poja dan Desa Braji, Kecamatan Gapura, dan lapangan terbang Trunojoyo terendam banjir. Warga hingga harus mengungsi ke daerah yang lebih aman.

Sumenep

KAMIS 23 JANUARI 2014 No. 0286 | TAHUN III

Banjir Merendam Rumah Warga BPBD: Kami Masih Melakukan Pendataan Korban

Ketua RT 1 Dusun Kebun, Desa Baraji, Burawi, menuturkan, warga baru sadar kalau air menggenangi rumahnya kira-kira pukul 04.30 Wib. Hingga pukul 06.30 Wib, warga masih sibuk mengamankan barang-barang berharga dari dalam rumahnya. “Kami tidak tahu kalau akan terjadi banjir seperti ini, Mas, karena baru kali ini kami melihat ada banjir sebesar ini. Sejak dulu tidak ada seperti ini,” kata Burawi. Akibat banjit tersebut, perekonomian warga lumpuh dan sembako yang ada di dapur juga terkena arus. Menurutnya, banjir tersebut merupakan banjir kiriman dari sungai yang ada di Desa Poja dan Desa Braji. “Bahkan sapi milik warga terpaksa dievakuasi ke tempat yang lebih tinggi, khawatir terseret derasnya banjir,” imbuhnya. Lumpuh Banjir tersebut mengakibatkan aktivitas belajar mengajar (KBM) SDN II Poja lumpuh dan terpaksa diliburkan. “Kami tidak bisa berbuat banyak selain meliburkan sekolah. Semua kelas tidak dapat ditempati KBM, kerena dipenuhi lumpur,” kata Kepala Sekolah SDN II Poja, Sumarwati. Hal serupa juga terjadi di akses jalan menuju bandara. “Akibatnya penerbangan sekolah merpati school tersendat, sebab di seke-

BANJIR. Halaman rumah warga di Desa Braji Kecamatan Gapura terendam banjir, Rabu (22/1). Banjir tersebut juga merendam tanaman padi.

liling landasan pacu digenangi air,” kata Abdurrahman, warga setempat. Sehingga, lanjut Abdurrahman, banyak kendaraan yang melintas mogok karena terendam air, bahkan sebagian pengendara terpaksa mutar balik menghindar

dari ancaman luapan air. “Meski tidak ada korban dalam bencana banjir ini, namun aktivitas warga macet total,” jelasnya. Jembatan Jebol Jembatan yang menghubungkan Desa Batu Dinding dan Desa

Braji terputus. Sementara untuk jalan alternatif masih harus memutar sejauh 10 kilometer. “Tidak hanya merendam rumah, Mas, tetapi juga membuat jembatan yang menghubungkan Desa Batu Dinding dan Desa Braji juga ikut jebol, akibatnya akses dua desa ini

menjadi putus,” terang Samsudin, warga Desa Poja. Tidak hanya menjebol jalur dua desa, banjir juga telah merendam ratusan hektare lahan pertanian padi di desa setempat, bahkan dipastikan mereka akan gagal panen, sebab dimungkinkan padi tersebut akan mati dan membusuk. Bantuan Kepada Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, Koesman Hadi, mengatakan sedang melakukan pendataan terhadap korban banjir. “Hingga saat ini kami masih melakukan pendataan terhadap korban banjir,” katanya, Rabu (22/1). Ketika ditanya lebih jauh terkait dengan korban dan kerugian akibat banjir tersebut, Koesman tidak bisa memastikan berapa. “Kami belum bisa menaksir kerugian akibat dari bencana banjir ini, mengingat bencana banjir kali ini merupakan terbesar sepanjang musim penghujan. Tetapi yang jelas, ratusan KK lebih jadi korban banjir di desa Baraji dan Poja, Paberasan. Oleh karena itu, kami masih terus melakukan pendataan berapa sebenarnya jumlah secara keseluruhan dari korban bencana banjir ini,” terangnya. Soal data sawah yang terendam banjir, Koesman mengaku masih belum mengantongi data yang valid mengenai luas areal pertanian yang direndam oleh air. Namun yang pasti, ada banyak sawah yang harus tergenangi air. ”Pastinya kami belum tahu berapa hektare sawah. Kami masih akan menghitung secara keseluruhan. Yang jelas, kalau rumah lebih dari seratus KK lebih. Tetapi soal lahan pertanian, kita baru survei satu lokasi,” jelas Koesman saat meninjau langsung luas lahan dan ratusan KK yang terendam banjir di dua desa tersebut. =SYAMSUNI/MK

PENCABULAN

Dicari Pemerkosa Siswi SMP SUMENEP – Laki-laki berinisial FS (14) dan NV (14), warga Desa Bluto, Kecamatan Bluto, dalam bidikan polisi, setelah keluarga ST (13), warga Desa Kebun Dadap, Kecamatan Saronggi, melaporkan yang bersangkutan ke polisi karena diduga telah melakukan pemerkosaan kepada ST. Orangtua korban dengan didampingi Ipung, paman korban, melaporkan tindakan pelecehan seksual tersebut ke Unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) di Mapolres Sumenep.

“Awalnya korban sempat dipacari pelaku lantaran masih teman kelas korban. Ketika pelaku yang sudah berstatus pacarnya mengajak korban untuk jalan-jalan korban mau saja. Saat sudah sampai di lokasi penampungan batu di Desa Tanah Merah, Kecamatan Saronggi, korban diminta turun dari motornya oleh pelaku,” terang dia. Saat itu, lanjut Ipung, korban tidak menaruh curiga buruk terhadap pelaku, apalagi pelaku beralasan hendak buang air

kecil. Sayangnya, begitu korban turun dari motornya, NV lantas menyeret korban ke semak belukar yang kondisinya memang sepi dengan dibantu FS. “Adegan hubungan badan layaknya suami-istri pun terjadi. Korban memang sempat menolak saat hendak diperkosa FS. Namun, karena tangan dan kakinya dipegangi NV, membuat korban tidak berdaya dan pasrah,” ungkap Ipung saat mendampingi korban dan orangtuanya di mapolres.

Setelah FS puas melampiaskan nafsu birahinya, kata paman korban, giliran NV untuk melancarkan aksi pemerkosaan itu. Korban baru berhasil kabur dari TKP yang menjadi saksi bisu terjadinya kejahatan seks itu saat pelaku lengah. Atas insiden tersebut korban tidak langsung cerita kepada orangtuanya. “Meski korban sudah terenggut keperawannya, namun dia tak kunjung menceritakan peristiwa memilukan tersebut pada orangtuanya. Namun karena

ada perubahan sikap dan perilaku dari korban, membuat orangtua korban curiga dan terus memaksa anaknya untuk menceritakan kejadian,” jelas Ipung. Sementara Kabag Humas Polres Sumenep AKP Bagyo Supri Atmanto mengaku sudah menerima laporan dugaan pemerkosaan siswi SMP itu. Saat ini laporan korban sedang dalam proses untuk pengembangan lebih lanjut, sementara korban sedang menjalani pemeriksaan di Mapolres Sumenep. =ALI RIDHO/MK


Sumenep

KORAN MADURA

KAMIS 23 JANUARI 2014 | No. 0286 | TAHUN III

G G

PT SANTOS

Dana CD Terindikasi Salah Sasaran SUMENEP – PT Santos memberikan dana community development (CD) berupa peralatan mesin perahu kepada nelayan Pulau Gili Raja, Kecamatan Gili Genting. Namun, bantuan tersebut terindikasi salah sasaran. Moh Syahrul, warga Desa Banbaru, Kecamatan Gili Genting, mengungkapkan, dari sebanyak 36 nelayan yang terdaftar untuk memperoleh bantuan itu, ada dua orang yang tidak memiliki perahu namun memperoleh bantuan. “Benar memang dua orang yang menerima bantuan mesin perahu kecil yang diperoleh dari bantuan CD PT Santos, berinisial EF dan KR. Jika bantuan yang semestinya diperuntukan bagi nelayan yang berprofesi memancing, jelas bantuan ini tidak tepat sasaran. Sebab, keduanya tidak memiliki perahu. Ini terkesan tebang pilih,” terangnya, Rabu (22/1). Selain itu, dari 36 anggota yang terdaftar dalam pokmas tidak semuanya memperoleh bantuan mesin secara merata. Hanya 24 nelayan yang memproleh bantuan mesin perahu. “Ini yang membingungkan,” tuturnya kepada Koran Madura. Ia mempertanyakan kriteria untuk memperoleh bantuan CD PT Santos itu. Secara terpisah, Ketua Pokmas Desa Banbaru, Sudarsono mengakui 24 anggotanya memperoleh bantuan mesin perahu dari dana CD PT Santos dari total anggota yang terdaftar sebanyak 36 orang. Bantuan mesin itu sudah diterima oleh 24 nelayan yang tergabung dalam pokmas yang dipimpinnya itu. Ketika disinggung dua anggota pokmas yang memperoleh bantuan mesin namun tidak memiliki perahu, Darsono mengaku tidak terlalu paham soal itu. Termasuk ketika ditanya kriteria untuk memperoleh bantuan mesin perahu tersebut. “Saya tidak terlalu paham teknisnya di lapangan seperti apa. Hanya saja, saya memberikan persetujuan saja ketika harus diminta terkait itu,” ujar Darsono. Saat disinggung kenapa dari 36 anggota hanya 24 anggota yang memperoleh bantuan, dia juga menyerahkan urusan teknis itu pada bendaharanya. Hingga berita ini ditulis pukul 14.00, bendaharanya belum bisa dikonfirmasi. =ALI RIDHO/MK

TERPERESOK. Truk pengangkut batu bata terperosok, Rabu (22/1) sekitar pukul 16.00 di jalan Raya Bangkal Sumenep. Trus tersebut terperosok dengan kedalaman sekitar 5 meter dari jalan aspal yang dibawahnya terdapat gorong-gorong yang ambles. Hingga pukul 18.00 truk tersebut belum bisa dievakuasi sehingga menyebabkan kemacetan.

PENEGAKAN HUKUM

Penegak Hukum Jangan Produksi Koruptor SUMENEP – Lemahnya penegakan hukum bukan hanya merugikan negara dan masyarakat, tapi juga melahirkan koruptor-koruptor baru. Oleh karenanya, penegak hukum perlu lebih tegas dan serius dalam mengusut korupsi sehingga tidak terkesan memproduksi koruptor-koruptor baru. Demikian disampaikan Sekretaris Komisi A DPRD Sumenep, Moh Riyadi. Katanya, kejasaan negeri belum bisa mengungkap korupsi karena kurang memiliki keberanian. “Ini hanya persoalan keberanian penegak hukum untuk menetapkan

tersangka dan siapa saja yang terlibat,” tuturnya, Rabu (22/1). Beberapa dugaan korupsi yang hingga kini belum tuntas diusut di antaranya, dugaan penyelewengan distribusi beras untuk keluarga miskin (raskin) pada tahun

2008, dugaan penggelapan dana pugar pada 2012, kasus SMAN Batuan, kasus bantuan pengadaan sapi betina produktif Batang-Batang, pelabuhan rakyat (Pelra) di Desa Kalianget dan beberapa kasus lainnya. “Apanya yang repot dari pengusutan kasus korupsi itu, kan tinggal tetapkan tersangkanya. Jika tidak memenuhi unsur pidana korupsi, terbitkan SP-3 (Surat Pemberitahuan Penghentian Penyidikan),” tuturnya. Ketua Jatim Corruption

Watch (JCW) Sajali menengarai belum selesainya sejumlah kasus karena ada permainan di dalamnya. Menurutnya, dalam KUHAP sudah diatur bahwa untuk menjerat para koruptor hanya dibutuhkan dua alat bukti. Jadi tidak perlu repot untuk membongkar kejahatan korupsi sebab saksi hanya penguat bukti. Kasi Pidsus Kejari Sumenep, Sugiyanto, hingga berita ini diturunkan belum bisa dikonfirmasi. =ALI RIDHO/MK

PEMBANGUNAN PUSKESMAS

Dinkes Putus Kontrak SUMENEP- Dinas Kesehatan Sumenep memutus kontrak dua kontraktor pembangunan dua Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Sanksi tersebut karena pihak rekanan tidak bisa menyelesaikan proyek hingga batas waktu yang telah ditentukan. Kepala Dinas Kesehatan Sumenep Anugerah Riska Rahadi mengungkapan, sanksi tersebut diberikan pada 31 Desember 2013.

“Batas waktu yang kami berikan tidak dimanfaatkan betul oleh pihak rekanan. Sehingga kami harus mengambil langkah tegas untuk memutus kontrak pihak CV selaku pihak yang bertanggung jawab atas pembangunan itu,” katanya, Rabu (22/1). Pada tahun 2013, katanya, ada 4 pembangunan puskesmas yang ditenderkan, yakni Puskesmas Gapura, Pragaan, Pasongsongan

dan Puskesmas Gili Genting. Dan pemenang tender pun melaksanakan pembangunan sesuai dengan batas waktu yang diberikan oleh pemerintah. Namun, dari 4 puskesmas tersebut, hanya dua pembangunan saja yang selesai sesuai dengan tenggat waktu yang telah ditentukan, yaitu Puskesmas Gapura dan Puskesmas Pragaan. Sementara untuk Puskesmas

Pasongsongan dan Gili Genting tidak mampu menyelesaikan sesuai dengan kesepakatan yang ada di kontrak. Ditanya soal pengerjaan pembangunan yang dilakukan oleh pihak kontraktor, kata Riska, mereka hanya bisa menyelesaikan kurang lebih 66 persen pembangunan. Sementara anggota Komisi D DPRD Kabupaten Sumenep Nur

Asyur berharap, hal itu semoga menjadi pelajaran. “Ini menjadi pelajaran berharga bagi pemerintah. Ketika ada yang proyek pembangunan itu melalui tender, maka CV yang memenangkan tender tidak hanya diminta kesiapan menyelesaikan itu, tetapi juga bisa ada pakta integritas, sehingga mereka tidak selalu main-main dalam pengerjaan proyek,” jelasnya. =SYAMSUNI


H

KORAN MADURA

Sumenep

KAMIS 23 JANUARI 2014 | No. 0286 | TAHUN III

Angin Menggulung Rumah Kerugian Berkisar Rp 25 Juta SUMENEP – Angin kencang diserta hujan selama tiga hari beberapa waktu lalu, mengakibatkan rumah milik Buami (49), warga Desa Campor Barat, Kecamatan Ambunten, Rabu (22/1) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB ambruk. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Rabu dini hari, Buami dari dalam rumahnya mendengar suara angin yang menderu-daru dari arah barat. Angin kencang disertai hujan lebat membuatnya ketakutan dan membangunkan lima anggota keluarganya. Beserta keluarga, ia keluar dari kamar melihat cuaca di luar. Saat keluar, angin yang menderu semakin dekat. Tak lama dari itu, angin langsung meng-

SEREMONIAL

hantam rumah Buama. Beruntung dirinya beserta keluarga bisa menyelamatkan diri sekalipun barang-barang berharganya tidak bisa diselamatkan. Buama (49), menjelaskan, kejadian itu memang tidak dirasa, karena kejadiannya sangat cepat. “Kejadannya sangat cepat. Setelah kami keluar rumah, angin itu langsung menerpa rumah kami sampai roboh,” katanya. Kejadian tersebut membuat tempat tinggalnya tidak memungkinkan ditempati lagi. Kini, ia bersama keluarganya tidak memiliki tempat tingggal lagi, dan untuk sementara numpang di rumah saudaranya. “Kalau barang-barang yang kami miliki sudah habis semua, ya mau gimana lagi. Kami tidak tahu harus mengadu kepada siapa lagi,” ungkap Buami dengan nada rendah saat ditemui di rumahnya. Sementara Koordinator Tagana Kecamatan Ambunten, Supeno, menjelaskan, peristiwa

GOTONG ROYONG Sejumlah warga Desa Campor Barat, Kecamatan Ambunten, bergotong royong membersihkan reruntuhan bangunan yang roboh, Rabu (22/1) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.

tersebut mengakibatkan kerugian hingga mencapai puluhan juta rupiah. ”Diperkirakan kerugian yang diakami berkisar sampai Rp 25

jutaan, karena rumah dan isinya banyak yang hancur,” terangnya. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Giofisika di laman

bmkg.go.id menyebutkan, kecepatan angin hari ini mencapai 40 kilometer per jam, dari arah barat laut . =JUNAEDI/MK

PEMKAB SUMENEP GANDENG MALAYSIA Bupati Tandatangani Kerja Sama Sekolah Penerbangan

SUMENEP – Upaya pemkab Sumenep untuk merealisasikan adanya penerbangan di lapangan Trunojoyo Sumenep itu mulai mendapatkan titik terang. Buktinya, pemkab Sumenep sudah bertemu pihak penerbangan Trans Asia Pacific Flight Training Malaysia. Bahkan, bupati Sumenep sudah melakukan penandatangan kesepahaman dengan pihak Malaysia. Penandatangan kesepahaman itu dilakukan di Negeri Jiran, tepatnya di ruang pertemuan kantor Kementerian Klantan. Selain bupati dan pihak perusahaan, penandatangan itu juga disaksikan oleh Menteri Besar Klantan Datuk Haji Ahmad. Dalam nota kesepahaman, bandara Trunojoyo itu akan dijadikan tempat pendidikan, atau sekolah. Ikut mendapingi pada pertemuan itu, Kabag Humas Setkab Sumenep Sufiyanto. Bayu Sutanto menjelaskan mengambil Sumenep menjadi pilihan pihak Malaysia mengingat Bandara Trunojoyo cukup strategis, area penerbangan luas

dan traffic penerbangan tidak padat. Sehingga proses pendidikan dapat berlangsung baik dan maksimal. ”Kami memang sudah mempertimbangkan secara matang. Ternyata memang cukup bagus ditempat pendidikan,” katanya. Bupati Sumenep A. Busyro

Karim menyambut baik upaya pihak Malaysia menempati bandara Trunojoyo itu sebagai pendidikan. Alasannya, semakin banyak sekolah penerbangan di Sumenep akan semakin besar animo operator penerbangan maupun maskapai untuk membuka jalur penerbangan dari

Sumenep ke daerah-daerah lain. Sebab, sambung dia, harapan dari banyak masyarakat dengan adanya bandara Trunojoyo bisa membuka akses jalur penerbangan komersial dari Sumenep. ”Kami memang sangat berharap agar secepatnya program ini bisa direalisasikan.

Sehingga, aktivitas bandara di Sumenep bisa berjalan,” ujar mantan ketua DPRD Sumenep dua periode itu. Selanjutnya Kaptain Arif Faruk Direktur Utama Trans Asia Pacific Flight Training Malaysia menjelaskan perusahan ini memiliki 40 buah pesawat latih baik single engine maupun twin engine, 3 buah helikopter dan simulator tercanggih sebanyak 2 buah. Nantinya, 1 unit akan ditempatkan di Sumenep. ”Sekolah penerbangan kami sudah sudah mencetak pilot-pilot handal. Itu sejak 2006 telah berjumlah 956 pilot dan direkrut oleh maskapai besar internasional,” katanya. Sementara Menteri Besar Klantan Datuk Haji Achmad berharap agar hubungan kerja sama yg dijalin hendaknya berlangsung langgeng dan saling memenuhi kepentingan bersama. Tidak hanya itu, juga bisa memberikan keuntungan kedua belah pihak untuk kemajuan bersama. =ADV/MOH. HAYAT


KORAN PROBOLINGGO

MADURA

KORAN MADURA

Sumenep

23|JANUARI 2014 KAMIS 23KAMIS JANUARI 2014 No. 0286 | TAHUN III No. 0286 | TAHUN III

II

MULAI FOKUS KE DAK PENDIDIKAN 2014

Disdik Digelontor Dana Rp 25 Miliar SUMENEP-Setelah sukses merealisasikan DAK 2013, kini Disdik mulai konsentrasi melaksanaan DAK pendidikan melalui APBN 2014 yang jumlahnya mencapai 25 miliyar.

MEGAH. Salah satu siswa melintas di bangunan yang didanai melalui DAK 2013, gedungnya berdiri kokoh.

istimewa

DAK Pendidikan 2013 Tuntas Disdik Minta Perawatan Dimaksimalkan SUMENEP – Realisasi Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan 2013 di Kabupaten Sumenep sudah tuntas dilaksanakan pada akhir Desember lalu. Itu dari semua jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, SMA dan SMK. Data di Dinas Pendidikan menyebutkan, program DAK 2013 itu senilai Rp 50 miliyar. Sedangkan pelaksanaanya dimulai pada bulan Oktober lalu hingga akhir Desember. DAK pendidikan 2013 itu diperuntukkan untuk rehab berat, bangunan perpustakaan, laboratorium IPA, dan pengadaan peralatan pendidikan. Semua ini sudah berbentuk fisik semua. Kasi Sarana dan Prasarana Pendidikan Menengah (Dikmen) Moh. Iksan pihaknya cukup bangga dengan lembaga pendidikan yang menuntaskan pelaksanaan DAK 2013 sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. ”Ini berkat peran aktif dari lembaga penerima dana APBN ini. Sehingga, pelaksanaannya berjalan maksimal,” katanya. Dia mengungkapkan, sejumlah paket DAK yang direalisasikan oleh lembaga pendidikan, dipastikan tidak lepas dari pengawasan disdik. Bahkan, pengawasan dilakukan secara intensif, sejak masih perencanaan sampai tahap finishing. ”Kami sering melakukan monitoring ke lapan-

gan. Untuk mengawasi pelaksanaan,” ungkapnya. Menurutnya, dari hasil pengawasan dan evaluasi yang dilakukan pihaknya pelaksanaan DAK hampir dipastikan sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan.

Tidak hanya itu, terang dia, pada tahap akhir pihaknya juga sudah melakukan penilaian dengan ahli konstruksi. Hasilnya, juga cukup memuaskan. ”Kalau berkaitan dengan gedung itu, semuanya sudah dengan pendamping yang ahli konstruksi. Makanya, kami tidak ragu menyatakan cukup bagus hasilnya,” tuturnya.

Anggaran yang akan disalurkan tahun ini memang tidak terlalu besar dibandingkan dengan tahun 2013 lalu. Bahkan, anggaran itu menurun hingga 50 persen. Sebab, tahun lalu DAK pendidikan mendapatkan kucuran sebesar Rp 50 miliyar. Kendati demikian, dinas pimpinan A. Shadik itu akan tetap maksimal melakukan program yang sangat diharapkan sekolah ini. Rencananya, DAK 2014 ini bakal diperuntukkan untuk pengadaan dan distribusi buku kurikulum 2013, peningkatan sarana dan prasarana pendidikan, semisal RKB (ruang kelas baru) dan perpustakaan. Selain itu, juga diperuntukkan untuk pengadaan sarana peningkatan mutu pendidikan, seperti Matematika, IPA dan IPS. Rencana peruntukan itu sesuai dengan edaran secretariat jenderal (sekjen) Kemendikbud no 182124/A.A2.1/PR/2013.

Kasi Sarana dan Prasaran Dikmen Moh. Iksan menjelaskan, pihaknya memang sudah melakukan kajian untuk merealisasikan DAK 2014 ini. Hanya saja, pihaknya tentu saja masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari pusat. ”Namun, juknis itu tidak akan banyak berbeda dari edaran sekjen itu. Makanya, edaran itu sudah kami kaji secara mendalam,” tuturnya. Memang, terang dia, sampai detik ini pihaknya belum menentukan penerima dari program APBN 2014 ini. Sebab, saat ini pihaknnya masih melakukan verifikasi. ”Ini kan baru awal, tidak mungkin sudah tuntas sekarang. Yang jelas, proses untuk menuju pada realisasi itu memang sudah berjalan sejak saat ini,” tuturnya. Iksan menambahkan, kemungkinan realisasi dari program ini akan dilakukan pada Maret mendatang. =ADV/MOH. HAYAT

Dengan begitu, menurut Iksan, untuk pelaksanaan DAK 2013 ini sudah bisa dikatakan sukses. Sebab, semua pelaksanaan sesuai dengan perencanaan yang memang sudah dibuat sebelumnya (rencana anggaran biaya atau RAB). ”Alhamdulillah, DAK 2013 tidak yang tidak terserap. Semua sudah tuntas. Kami cukup bangga,” ujarnya dengan bangga. Minta Dijaga dan Dirawat Keberadaan produk yang dihasilkan dari dana APBN diminta tidak disia-siakan oleh lembaga pendidikan penerima yang ada di bawah naungan disdik. Seharusnya, produk, baik berupa bangunan atau peralatan dijaga dan dilakukan perawatan secara maksimal. ”Itu tidak hanya dibangun saja, kemudian dibiarkan. Melainkan perawatannnya juga diperhatikan oleh lembaga.” kata Moh. Iksan. Menurut Iksan, pengalaman selama ini banyak sekolah ketika mendapatkan DAK, namun tidak dirawat. Akibatnya, belum sampai satu tahun kondisi fisiknya sudah terlihat kumuh. ”Minimal dicat, atau mungkin yang lainnya. Yang penting perawatan untuk gedung itu dipelihara dengan baik,” tuturnya. =ADV/MOH. HAYAT

CAKEP. Bangunan SMA 3 Annuqayah Guluk-Guluk mendapatkan bantuan dari DAK.

DAK Pacu Siswa Belajar Lebih Aktif SUMENEP – Kepala SMA Sayyid Yusuf Zainurrahman, mengungkapkan, keberadaan DAK Pendidikan 2013 cukup membantu sekolah memiliki sarana dan prasarana. Sebab, sangat tidak mungkin sekolah akan membangun dengan dana pribadi apalagi sekolah swasta. Pihaknya mengaku sangat bersyukur bisa mendapatkan program APBN itu, karena mampu mendorong siswa untuk lebih aktif dan kreatif. ”Kami sangat berterima kasih bisa dipercaya seba-

gai menerima. DAK itu ternyata mampu mendorong siswa untuk lebih aktif dan kreatif,” tuturnya. Pihaknya sangat berharap siswanya bisa memiliki prestasi yang membanggakan. Tidak hanya ditingkat Sumenep saja, hingga tingkat Nasional. ”Kalau ini kami capai. Maka, bantuan itu merupakan berarti cukup bermanfaat untuk mendorong kualitas siswa. Sebagai buktinya, siswa kami harus berlomba menjadi yang terbaik,” tukasnya. =ADV/MOH. HAYAT


KORAN MADURA

KAMIS 23 JANUARI 2014| No. 0286| TAHUN III PROBOLINGGO J KORAN MADURA

Pamekasan

KAMIS 23 JANUARI 2014 No. 0286 | TAHUN III

J

KLB CHIKUNGUNYA

Setiap Hari Ditemukan 13 Kasus

AKSI: Puluhan mahasiswa berunjukrasa di depan Kantor Kemenag Pamekasan. Mereka menduga ada tindak pidana korupsi di kantor tersebut.

Kemenag Sarang KKN? Mahasiswa Mencium Semerbak Korupsi BOS PAMEKASAN - Mahasiswa Pamekasan mencium aroma dugaan Korupsi BOS di tubuh Kementerian Agama Kabupaten Pamekasan. Bau korupsi tersebut terdapat dalam Bantuan Operasional Sekolah (Bos) di semua lembaga pendidikan, mulai MI, MTs, hingga MA. Modus korupsinya, dalam bantuan BOS tersebut, menurut Koordinator Aksi Aliansi Insan Muda Pamekasan (AIMP), Ipung, yakni Me- Mark Up data penerima bantuan BOS yang diduga melibatkan staf Pendidikan Agama (penma) Kemenag Pamekasan, dan melakukan pungutan liar terhadap perolehan bos. Hasil pungli tersebut diduga masuk ke kantong pihak-pihak tertentu di Kemenag. AIMP juga menduga adanya pungutan liar pada Nomor Regestrasi Guru (NRG) sebesar Rp 50.000 setiap guru yang lulus sertifikasi guru di Kemenag. Bahkan mahasiswa juga mencium ada oknom Kemenag yang sengaja memberikan NRG ilegal terhadap Guru yang tidak memiliki NRG. “Ini jelas guru yang dirugikan, nanti kami akan kumpulkan bukti-buktinya,” beber Ipung. AIMP juga menyebut ada

oknom Kemenag yang mengeluarkan tunjangan sertifikasi guru. Padahal guru yang bersangkutan tidak memiiliki Nomor Regestrasi Guru (NRG). “Persyaratan pencairan tunjangan sertifikasi, guru harus memiliki NRG, sementara kami menemukan guru yang belum punya NRG, tunjangan sertifikasinya bisa dicairkan,” kata Ipung. Terlambatnya pencairan sertifikasi guru Kemenag dan terlambatnya tunjangan fungsional guru swasta Kemenag juga disoal oleh AIMP ini. Massa AIMP menggelar aksi di Halaman Kantor Kementrian Agama Pamekasan, Rabu, (22/01/2014). “Fungsional guru Kemenag 2013, tetapi dicairkan di tahun 2014, apakah logis kawankawan,” teriak Ipung. Untuk itu dirinya meminta Kepala Kemenag Pamekasan, Muarif Tantowi membentuk tim khusus internal, untuk menelu-

suri keterlibatan staf Kemenag dalam tindakan yang berbau korupsi. “Kementerian Agama ini lembaga yang harus terdepan memberantas korupsi,” ucap Ipung. Menanggapi hal tersebut, Kepala Kemenag Pamekasan, Muarif Tantowi menyatakan siap untuk membersihkan Kemenag mulai dari tingkat staf hingga ke pejabat dari prilaku korupsi. “Bantu kami dan berikan kami data, untuk menelusuri siapa staf kami yang bermain tersebut,” ujarnya. Ia menjelaskan seharusnya para aktivis tidak hanya menuduh Kemenag sebagai sarang korupsi. Lebih baik dibuktikan dengan data kongkrit, korupsi yang melibatkan staf Kemenag. “Saya masih 7 bulan mengabdi di Kemenag, berikan waktu untuk memperbaiki sistem di tubuh Kemenag,” pinta Muarif. Muarif mengaku tidak akan melindungi stafnya apabila terbukti melakukan tindakan melawan hukum. “Semua sama di hadapan hukum. Dan kami siap membantu penegak hukum,” ujarnya. =FAKIH AMYAL/RAH

PAMEKASAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan akhirnya menyatakan kasus Chikungunya di Pamekasan sebagai Kejadian Luar Biasa. Status KLB ditetapkan karena setiap hari rata-rata ditemukan 13 kasus suspect (dugaan) chikungunya di wilayah itu. Kasus itu ditemukan di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Kadur, Larangan, dan Pakong. Berdasarkan data di Dinkes setempat, sejak adanya laporan terjadinya kasus chikungunya pekan lalu, selama sepekan sudah ada 171 orang yang dinyatakan diduga terjangkit penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti itu. Pada semua lokasi itu telah dilakukan tindakan berupa penyemprotan sarang nyamuk dan pendistribusian abate untuk mengantisipasi penyebaran penyakit tersebut. Kapala Dinkes Kabupaten Pamekasan, Islamil Bey melalui Kabid Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Rusdi Saleh mengatakan warga yang diduga terserang penyakit dengan gejala nyeri di persendian hingga tidak bisa digerakkan itu telah dilakukan pemeriksaan oleh tim KLB dari Dinkes Jawa Timur dan dilakukan penanganan melalui Puskesmas terdekat. “Tim dari Jawa Timur sudah datang dan melakukan pemeriksaan. Para penderitanya juga sudah menjalani pengobatan secara medis,” katanya. Menurut Rusdi, dari hasil pemeriksaan cepat yang dilakukan oleh tim KLB itu tidak ada

satu-pun penderita yang positif terkena alphavirus yang disebarkan oleh gigitan nyamuk. Namun, karena gejala yang dirasakan para penderita sama, yaitu panas tinggi dan rasa nyeri di persendian, tim membawa sample (contoh darah) ke laboratorium untuk dipelajari lebih mendalam penyakit tersebut “Sampai saat ini hasil pemeriksaan belum diketahui. Kami menyatakan mereka suspect chikungunya,” katanya. Meskipun hasil tes sementara negatif, pihaknya tetap melakukan langkah antisipasi berupa penyuluhan kepada warga sekitar penderita dan juga melakukan pengasapan (fogging) di sekitar lokasi warga yang mengalami sakit panas dan lumpuh sementara dengan radius 100 meter. “Semua langkah pencegahan telah kami lakukan mulai abatisasi (pemberian serbu abatae) hingga pengasapan di lingkungan mereka. Kami harap peran serta masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan agar nyamuk semacam ini tidak berkembang biak,” katanya. Penularan chikungunya terjadi apabila penderita yang sakit digigit oleh nyamuk penular, kemudian nyamuk penular tersebut menggigit orang lain. Tidak terjadi penularan penyakit tersebut karena sentuhan dari orang ke orang. Penyakit ini biasanya berlangsung selama beberapa hari kemudian sembuh dengan sendirinya. =ALI SYAHRONI/RAH

Petugas Dinas Kesehatan, melakukan fogging, di Desa Lancar, Larangan, Pamekasan, Jatim. Penyemprotan tersebut dimaksudkan untuk memutus mata rantai penyebaran wabah nyamuk Chikungunya dan Demam Berdarah Dengue (DBD) yang telah menyebabkan puluhan korban.


KORAN MADURA

PAMEKASAN

KAMIS 23 JANUARI 2014| No. 0286| TAHUN III

K

Kemelut Larangan Slampar BPD Dukung Bupati, Warga Berencana Menurunkan Massa Lebih Banyak PAMEKASAN - Tidak semua masyarakat Desa Larangan Slampar menolak penunjukan Pelaksana Tugas Kepala Desa Larangan Slampar. Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Larangan Slampar, Kecamatan Tlanakan Pamekasan, justru mendukung langkah Bupati Pamekasan Achmad Syafi’i yang mengangkat sekretaris desa, Saji menjadi pelaksana tugas Kepala Desa Larangan Slampar Pamekasan. Karena Mantan Kepala Desa Larangan Slampar Mustahep tersandung kasus hukum dugaan kasus korupsi raskin, yang merugikan negara Rp 2,6 miliar. Berdasarkan evaluasi BPD Larangan Slampar, sejak sekdes Larangan Slampar ditunjuk untuk melaksanakan tugas sebagai kepala desa Larangan Slampar, kondisi masyarakat Slampar kondusif dan aman serta tidak ada permasalahan sedikit pun yang mengganggu roda pemerintahan desa setempat. Wakil Ketua BPD Larangan Slampar, Zainollah menyatakan tudingan bahwa semua Kepala Dusun di desa tersebut dipecat oleh Plt yang baru ternyata tidak terbukti. Semua nama kepala dusun tetap seperti semula dan tidak ada pergantian.

BPD menyarankan Plt Kepala Desa Larangan Slampar bersilaturrahmi dengan semua kepala dusun dan tokoh masyarakat. Saran itu sudah dilakukan oleh Pjs Kepala Desa. Semua kepala dusun tidak ada yang protes terhadap pengangkatan sekdes menjadi kepala desa yang dilakukan Bupati Pamekasan tersebut. “Saya sangat mendukung kebijakan bupati tersebut, dan alhmadulillah roda pemerintahan Larangan Slampar semenjak ada kepala desa baru, berangsur-angsur normal kembali,” jelasnya. Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Desa Larangan Slam-

par Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Saji, dituduh telah menjual tanah per caton desa, perangkat desa banyak dipecat, selama menjadi Sekdes tidak pernah mengantor, dan pelayanan masyarakat terbengkalai dibantahnya. Dihubungi melalui polselnya, Pelaksana tugas Kepala Desa Larangan Slampar, Saji menyampaikan laporan yang disampaikan oleh sejumlah warga Larangan Slampar ke Komisi A DPRD Pamekasan, beberapa waktu lalu, semuanya tidak benar. Dirinya mengaku siap untuk mempertanggungjawabkan semua laporan yang dituduhkan kepadanya. Menurut Saji, dirinya tidak pernah memecat satu kepala dusun ataupun perangkat desa Larangan Slampar. Kepala dusun tetap seperti sebelum dirinya menjadi Pjs. Kepala Desa. Diantaranya, Kepala Dusun Morlaok tetap dipimpin Juhram, Kadus Larangan tetap dipimpin Tikram, dusun Nyabeggen kadusnya Mansur, dusun Longsambi kadusnya Hadari, kadus Karpote tetap dipimpin Misran, Girgunung ka-

dusnya H. Umar, dusun Torbalangan dipimpin Abd. Mukti, Kadus Tengah Armarmuh Subhan, dan dusun Nagger dipimpin Sahrim. Dari sembilan kepala dusun tersebut, satu diantaranya meminta untuk mengundurkan diri, yakni kadus Nagger Sahrim. Namun dirinya tidak memperbolehkan untuk mengundurkan diri. “Yang bersangkutan tetap saya minta untuk memimpin dusun Nagger, karena tenaganya masih dibutuhkan,” kata Saji. Sementara untuk tuduhan tanah percaton yang dijual, semua percaton Larangan Slampar tidak ada yang dijual. “Saya tahu aturan dan tidak mungkin saya menjual tanah percaton tersebut,” ucapnya. Tudingan dirinya tidak pernah mengantor, Suji menyatakan Desa Larangan Slampar memiliki balai desa, sehingga dirinya ngantor di Balai Desa, sementara keinginan kepala desa Mustahep, pelayanan kepala desa dilakukan di rumahnya. Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Komisi A DPRD Pamekasan, Haidir Rahman meng-

inginkan agar masyarakat Larangan Slampar mematuhi dan menghormati kebijakan Bupati Pamekasan tersebut. “Penunjukan tersebut sudah prosedur, sehingga harus diukung oleh semua pihak,” ucapnya. Sebelumnya, warga Larangan Slampar, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan. Mereka menolak diangkatnya sekdes Larangan Slampar Saji sebagai Plt. Kades menggantikan Mustahep yang saat ini ditahan oleh Polres Pamekasan karena diduga korupsi raskin. Dalam audiensi bersama komisi A beserta Bapemas Pemdes Kabupaten Pamekasan, masyarakat meminta agar SK pengangkatan Plt tersebut ditinjau ulang, sebab Saji dianggap tidak layak untuk memimpin desa tersebut. Jika tidak, mereka mengancam akan mengerahkan massa yang lebih banyak lagi sampai tuntutan mereka menolak Plt Kades, Saji, dikabulkan. =FAKIH AMYAL/RAH

THL

Gamang Menanti Pengumuman Hasil Tes CPNS

PAMEKASAN- Sebanyak 1.400 lebih Tenaga Harian lepas (THL) Kategori Dua (K2) di Kabupaten Pamekasan masih berharap cemas,

karena hasil seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) melalui jalur khusus itu hingga kini masih belum diumumkan. Mereka sangat ber-

harap ada kepastian soal kelulusan mereka, setidaknya ada kepastian kuota yang akan diisi. Salah satu THL yang naman-

ya enggan dikorankan mengatakan kepastian informasi pengumuman kelulusan CPNS melalui jalur khusus itu sangat dibutuhkan. Ia dan beberapa rekannya sudah melakukan browsing di internet, namun belum memperoleh informasi yang dibutuhkan. “Saya tidak ambisi untuk jadi PNS. Tapi karena ini sudah menjadi jalur pengabdian saya, wajar kan, kalau saya ingin memperoleh kepastian nasib saya,” katanya. Selain dirinya, kebanyakan rekan-rekannya juga mempertanyakan kepastian pengumuman CPNS. Sebab informasi yang diterimanya masih simpang siur. Ada yang mengatakan pada Januari dan ada juga yang menyebutkan pada Februari 2014. Menanggapi hal itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pamekasan, Lukman Hedi Mahdiya mengatakan belum menerima informasi lebih lanjut tentang kepastian pengumuman hasil tes CPNS melalui jalur khusus itu. Namun diperkirakan pengumuman

hasil tes molor dari rencana semula minggu keempat bulan Januari 2014. Molornya pengumuman hasil tes ini sudah diduga sebelumnya, karena banyaknya peserta tes CPNS melalui jalur khusus yang diikuti oleh 12 kabupaten/kota se-Jawa Timur. Hal ini diduga menjadi faktor utama molornya pengumuman, sehingga panitia seleksi di Jakarta masih belum memutuskan. “Jadi sampai sekarang belum ada informasi lebih lanjut. Kami masih terus lakukan komunikasi dan koordinasi. Nanti kalau sudah ada kepastian langsung kami umumkan,” katanya. Sementara itu, pengumuman hasil tes CPNS melalui jalur khusus sudah diumumkan beberapa waktu lalu. Dari kuota 50 formasi yang diperoleh, hanya terisi 42 orang dari hampir 2. 000 pelamar. Hal itu, karena hasil tes tidak memenuhi passing grade yang ditentukan, serta ada pula formasi yang memang kurang pelamar. =ACHMAD FAUZI/MUJ/RAH


L

KORAN MADURA

PAMEKASAN

KAMIS 23 JANUARI 2014| No. 0286| TAHUN III

HUKUM

Kejari Incar Dugaan Pemotongan Dana RTLH

Seorang pekerja melakukan proses pembersihan beras di Pasar Beras Martoloyo, Tegal, Jateng. Pedagang beras mengatakan, penjualan beras sepekan terakhir lesu karrena kualitas beras menurun saat musim hujan dan pengiriman beras dari daerah ke luarkota pun terhambat sehingga stok beras menumpuk, akibatnya harga beras turun dari Rp 8 ribu per kilo menjadi Rp 7600 per kilo.

Perubahan Pola Distribusi Raskin Gagal Tak Mendapat Dukungan Dewan Perwakilan Rakyat PAMEKASN – Perubahan pola distribusi raskin dari Kepala Desa (Kades) ke Kelompok Masyarakat (Pokmas) yang sejak lama diwacanakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan kemungkinan besar tidak akan terlaksana dalam waktu dekat. Rencana tersebut tampaknya kurang mendapat dukungan dari Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat, karena dinilai sulit dilaksanakan di tahun ini. Selain itu, dikhawatirkan akan terjadi pelanggaran yang menyebabkan pengurus pokmas yang terdiri dari warga miskin harus berurusan dengan hukum. Wakil Ketua DPRD Pamekasan, Suli Faris mengatakan pola pokmas yang rencananya akan mulai digunakan tahun ini sulit untuk berjalan sesuai harapan, karena sistem penebusan di gudang Bulog masih menggunakan cara membayar terlebih dulu baru beras dikirim ke desa (cash and carry). Dengan sisitem yang belum berubah itu, sangat sulit dipenuhi pokmas karena biaya penebusan yang sangat mahal, sementara pokmas anggotanya sebagian besar merupakan warga miskin. “Pola distribusi melalui pokmas itu hanyalah salah satu pilihan dari tiga cara yang diatur dalam mekanisme pendistribusian raskin. Namun jika pola itu digunakan di sini sangat tidak

mungkin dilakukan, karena sistem pembayarannya tidak berubah. Siapa yang mau menalangi uang tebusannya?” katanya. Karenanya, ia meminta agar rencana perubahan pola itu dikaji ulang. Jika masih akan dilakukan perubahan sesuai dengan yang direncanakan, maka mekanisme penebusan di Bulog juga harus disesuaikan. Sebab, pokmas yang anggotanya terdiri dari penerima manfaat itu, tidak akan mampu melakukan penebusan yang menggunakan pembayaran di muka seperti saat masih disalurkan melalui kepala desa. Kecuali ada pihak ketiga yang membantu pokmas dengan pinjaman lunak sebagai modal awal. Demikian pula, pokmas tidak

akan mampu menutupi kekurangan pembayaran akibat macetnya pembayaran dari penerima manfaat. Yang juga menjadi persoalan penditribusian raskin di Pamekasan, kata dia, adalah masih adanya data penerima yang kurang tepat sehingga masih ada penyiasatan oleh kepala desa (kades) dengan menerapakan pemerataan penerima raskin di desanya. “Ini yang juga sulit dilakukan oleh pokmas sehingga dikhawatirkan nanti akan menimbulkan persoalan baru akibat adanya kecemburuan sosial yang disebabkan kurang validnya data penerima itu,” jelas Suli. Jika pokmas mengeluarkan kebijakan sendiri demi keamanan dengan menyisiati melakukan pemertaan, tambah Suli, tidak ada pihak yang mampu melindungi ketika terjadi gugatan oleh pihakpihak yang berkepentingan, karena hal itu merupakan pelanggaran aturan yang berdampak pada proses hukum. Apalagi, kata Suli, bagian Kesejahteraan Rakyat Pemkab Pamekasan juga menyatakan bahwa hingga saat ini hampir semua kecamatan belum siap untuk menggunakan pola baru tersebut, kecuali Kecamatan Galis. =ALI SYAHRONI/MUJ/RAH

PAMEKASAN - Kejaksaan Negeri (Kejari) Pamekasan memberi atensi terhadap adanya dugaan pemotongan dana bantuan rehab rumah tidak layak huni (RTLH) di Pamekasan, yang bersumber dari Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera). Atensi (perhatian) ini menyusul maraknya pemberitaan tentang protes sejumlah warga penerima bantuan yang merasa tidak menerima dana secara utuh. Atensi Kejari Pamekasan terhadap dugaan ini memang belum ditindaklanjuti dengan penyelidikan, karena masih banyak penanganan perkara yang antre. Perkara yang sudah masuk itu menjadi perioritas untuk didahulukan penanganannya. Dalam dugaan ini, Kejari Pamekasan masih akan melakukan kajian untuk menentukan langkah selanjutnya. Kepala Kejari (Kajari) Pamekasan Sudiharto menjelaskan pihaknya sempat melakukan kunjungan ke luar kota Pamekasan dan mendengar adanya ribut-ribut soal bantuan pemerintah. Namun ia belum memastikan apakah bantuan dimaksud sama dengan dugaan pemotongan yang terjadi di Pamekasan atau tidak. Dalam penanganan perkara korupsi, pihaknya memang memperhatikan dari berbagai sumber, baik laporan masyarakat, pemberitaan di media massa, termasuk temuan BPKP. “Perkara yang kami tangani atas dasar laporan masyarakat atau dari media massa yang juga menjadi bagian dari masyarakat. Bukan kami menolak, tetapi perkara yang sudah masuk lebih awal kami prioritaskan dulu,” katanya. Penanganan perkara yang sudah masuk lebih awal, terus dikebut untuk segera dituntaskan. Sedangkan perkara yang masih tahap penyelidikan juga diupayakan untuk ditingkatkan ke tahap penyidikan. Meski demikian, pihaknya tidak mengabaikan terhadap perkaraperkara pemberantasan korupsi merupakan tugas penegak hukum, termasuk Kejari Pamekasan. Sementara itu, dugaan pemotongan dana rehab rumah yang bersumber dari Kemenpera di Pamekasan mengemuka setelah puluhan penerima program di Kelurahan Kowel Pamekasan

ramai-ramai mendatangi Kantor Balai Kelurahan setempat pekan lalu. Mereka merasa dirugikan, karena bantuan yang seharusnya diterima warga senilai Rp 7,5 juta, hanya didistribukan dalam bentuk barang yang nilainya hanya sekitar Rp 3.5 juta. Lebih dari itu, penyaluran bantuan dinilai tidak prosedural dan syarat rekayasa karena penyaurannya tidak berupa uang, tapi dalam bentuk barang.

Meski demikian, pihaknya tidak mengabaikan terhadap perkara-perkara pemberantasan korupsi merupakan tugas penegak hukum, termasuk Kejari Pamekasan. Sementara pihak kelurahan beralasan pendistribusian bantuan dalam bentuk barang merupakan kebijakan pemerintah kabupaten, yang pengirimannya dilakukan secara bertahap. Hal itu dimaksudkan, agar penerima bantuan tidak repot-repot menukar barang, jika terdapat kelebihan material. Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Cipta Karya dan Tata Ruang Pamekasan, Muharram mengatakan bantuan RTLH tidak berupa uang, tapi berupa barang senilai Rp 7,5 juta berdasarkan surat edaran Menpera. Bantuan berbentuk barang ini, bukan hanya di Pamekasan, melainkan semua kabupaten penerima bantuan dana untuk bedah rumah. “Kami akui, munculnya persoalan ini, karena kurang koordinasi di bawah, antara pelaksana di lapangan dengan warga penerima manfaat,” katanya. Penerima bantuan RTLH di Pamekasan sebanyak 313 warga tersebar di tiga kecamatan, meliputi Kecamatan Kota, Kecamatan Pademawu, dan Kecamatan Batumarmar. Total bantuan yang diberikan sekitar Rp 2.1 miliar lebih, belum termasuk ongkos tukang, masing-masing Rp 1 juta. =ACHMAD FAUZI/MUJ/RAH


PAMEKASAN

KORAN MADURA

KAMIS 23 JANUARI 2014| No. 0286| TAHUN III

M

Dana Desa Wajib Dikawal Butuh Tim Monitoring Penyelamat Anggaran

PAMEKASAN - Koordinator Forum Mahasiswa Pamekasan - Malang , Hasanuddin Lubis menyarankan pemerintah membentuk tim pengawas realisasi Anggaran Dana Desa. Khususnya setelah penetapan Undang-Undang Desa yang mengamanatkan setiap desa mendapat kucuran anggaran 10 % dari APBN setiap tahun sekitar Rp 1,4 miliar per desa. Tim Pengawas tersebut penting dibentuk untuk mengantisipasi adanya penyelewengan dana desa dan memantau penyerapan dana desa. “Contoh kecilnya saja Bantuan Raskin, yang sebagian kepala desa melakukan penyelewengan terhadap bantuan tersebut,” kata Lubis. Menurut mahasiswa Univer-

sitas Merdeka Malang ini, adanya pengawas tersebut bukan berarti tidak percaya kepada kepala desa dalam penggunaan anggaran tersebut, melainkan murni memantau, agar anggaran tersebut betul-betul dipergunakan untuk pembangunan desa dan kesejahteraan masyarakat desa. Lubis menambahkan tim

pengawas bisa diambilkan dari tokoh-tokoh masyarakat yang ada di desa tersebut atau melibatkan tim independen, baik kalangan perguruan tinggi ataupun LSM yang memiliki kapasitas, untuk mengevaluasi penyerapan anggaran. “Sama dengan program raskin, yang ada tim pemantaunya,” ujarnya. Mengelola dana sebesar Rp1,4 miliar, kata Mahasiswa Teknik Elektro ini, bukan perkara mudah. Apalagi saat ini belum semua perangkat desa paham pelaporan penggunaan dana APBN itu. Bila salah kelola, para kepala desa itu terancam masuk bui. “Ini tugas pemerintah untuk melakukan sosialisasi,” ucapnya.

Baginya, pengesahaan UU Desa itu merupakan aspirasi dari seluruh pemerintahan desa agar mereka dapat mempercepat akselerasi pembangunan. “UU Desa patut disyukuri oleh para perangkat desa, namun juga harus hatihati dalam penggunaan anggarannya,” ujarnya. Sementara itu, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa, Masrukin akan menampung aspirasi tersebut. Masrukin menilai masukan tersebut sangat baik dan harus ditindak lanjuti. Hingga saat ini pihaknya belum menerima regulasi ataupun edaran resmi dari pemerintah pusat tentang realisasi program tersebut. “Saya

hanya mendegar di media, tetapi secara resminya belum kami terima,” jelasnya. Ada tiga hal penting menurut Masrukin, yang perlu disiapkan aparat desa sebelum dana tersebut cair. Pertama, tata kelola pemerintahan desa perlu dipersiapkan dengan matang. Kedua, mekanisme pertanggungjawaban penggunaan anggaran desa yang disederhanakan dengan tidak meninggalkan aturan yang ada. Ketiga, penguatan kapasitas pengelola desa. “Dari tiga hal tersebut diharapkan akan muncul program yang mengacu pada kebutuhan masyarakat bukan sekedar keinginan,” lanjutnya. =FAKIH AMYAL/RAH

PKL

Penertiban Hendaknya Diimbangi Solusi PAMEKASAN – Upaya penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di trotoar Jalan Kabupaten, Pamekasan belum membuahkan hasil yang maksimal. Para pedagang itu hanya tertib pada saat dilakukan penertiban setelah itu mereka kembali berjualan di tempat yang sama. Ketidakberhasilan penertiban itu karena tidak diimbangi dengan solusi yang tidak merugikan para PKL. Kemarin (Rabu, 22/1), Satpol PP kembali melakukan penertiban para pedagang tersebut. Para pedagang yang berjualan di badan trotoar diperintahkan untuk pindah ke dalam komplek pertokoan Citra Logam Mulia (CLM). Petugas Pol PP mengangkut lapak dan barang para pedagang itu ke halaman komplek pertokoan tersebut. Penertiban dilakukan karena aktivitas PKL dinilai telah menggangu kenyamanan para pejalan kaki di badan trotoar. Mereka berjualan tidak menyisakan tempat untuk pejalan kaki. Mereka juga dianggap sebagai salah satu penyebab kemacetan arus lalu lintas di Jalan Kabupaten. Kasi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Pamekasan, Yusuf Wibiseno mengakui upaya penertiban yang dilakukan institusinya tidak membuahkan hasil yang maksimal dan para PKL itu tidak pernnah jera untuk berjualan di tempat yang dilarang untuk mereka tersebut. ”Umumnya PKL yang tidak mau dipindah, setelah

ditertibkan kembali lagi berjualan di badan trotoar. Kondisi ini sudah lama terjadi,” katanya. Ia mengatakan belum menemukan jalan terbaik agar para

pedagang itu tidak lagi kembali ke tempat itu untuk berjualan. Namun, pihaknya masih berencana untuk membangun pos khusus untuk Pol PP di sekitar jalur terse-

but agar para pedagang itu tidak kembali berjualan di trotoar Jalan Kabupaten. Yusuf mengatakan para pedagang itu sudah ditawari untuk

dipindah ke pasar resmi milik pemerintah, yakni Pasar 17 Agustus di Jalan Pintu Gerbang. Namun, tawaran itu mereka tolak karena pasar tersebut merupakan tempat mereka kulakan sehingga tidak mungkin mereka berjualan di tempat tersebut. Diakuinya selama ini satpol PP hanya memiliki kewenangan untuk melakukan razia dan penertiban terhadap sesuatu yang dianggap melanggar Peraturan Daerah. Namun pihaknya tidak bisa memberikan solusi agar PKL tidak lagi berjualan di lokasi yang melanggar. ”Tugas kami hanya malakukan penertiban terhadap semua kegiatan yang melanggar perda termasuk PKL itu, Namun, kami tidak memiliki kewenangan mencari solusi agar PKL itu mau pindah ketempat yang telah disiapkan,” katanya. Untuk menyelesaikan persoalan PKL itu diperlukan kerjasama pihak-pihak yang berkaitan dengan pembinaan PKL. Sementara ini, solusi yang ada masih sebatas rencana pemindahan mereka ke Pasar 17 Agustus dan belum ada tawaran solusi lainnya. Namun, kata Yusuf, saat ini telah ada tim yang secara khusus membahas persoalan tersebut dan diharapkan segera ada rekomendasi yang bisa ditindaklanjuti. Sehingga Satpol PP tidak hanya mengurusi penertiban PKL di Jalan Kabupaten, namun bisa melakukan tugas lainnya yang juga cukup penting. =ALI SYAHRONI/RAH


KORAN MADURA Lintas Madura KORAN N PROBOLINGGO

Laporan Khusus

SELASA 21 JANUARI 2014 | No. 0284 | TAHUN III

MADURA

Sampang N

Eksklusif DARI BALI

RABU 22 JANUARI 2014 No. 0285 | TAHUN III

Abrari Alzael

Berkursus Wisata ke Pulau Dewata Untuk Madura Seteguh Hati Mengapa banyak orang berlomba-lomba datang ke Bali? Inilah pertanyaan yang memerlukan jawaban pasti. Mengilmiahkan jawaban tanpa mempelajari bagaimana Bali menjadi seperti ini, tentu sangat teoritis. Tetapi ketika menjadi wisatawan dan peneliti terlibat, tentu lain lain ceritanya seperti yang dilakukan Litbang Koran Madura yang menugaskan wartawan dan menuliskan pengalamannya langsung dari Pulau Dewata. Sebagaimana jamak diketahui, banyak pilihan obyek wisata di Bali. Antara lain, Pantai Kuta. Pantai yang terletak di Kuta Bali ini konon memiliki pemandangan Sunset terbaik di dunia dan dikenal sejak tahun 70-an. Pantai ini berada di Kabupaten Badung, sekitar 1,5 km dari Bandara Ngurah Rai. Pantai ini sebenarnya tidak sepenuhnya indah tetapi popularitasn-

abe/koran madura

JINAK. Dua orang wisatawan saat bermain ular jinak di lokasi wisata Pulau Penyu di kawasan Tanjung Benoa, Bali. yalah yang membuatnya lebih indah dari warna aslinya. Selain Kuta, Bali memiliki Pantai Dreamland. Pantai ini dikelilingi tebing-tebing tinggi serta terdapat batu karang yang amat besar di sekitar pantai.

Dreamland terpencil, berada dalam kompleks Bali Pecatu Graha (Kuta Golf Link Resort) yang bisa ditempuh kurang lebih 30 menit dari pantai Kuta. Ada juga Pantai Sanur yang merupakan surganya para peselancar (Surf-

ing). Sanur terkenal dengan pemandangan matahari terbitnya, sehingga dijuluki Sunrise beach. Pantai lainnya, Legian. Lokasi pantai tak jauh dari pantai Kuta. Wisatawan asing menjuluki pantai ini dengan sebutan Legian

Beach in Indonesia. Ada lagi Tanah Lot dikenal sebagai objek wisata populer di Bali. Terdapat pula Pantai Seminyak yang dikenal dengan sebutan Pantai Dhyanapura. Pasirnya lembut dan landai. Selain itu Pantai Lovina di Bali utara. Di Lovina terdapat lumba-lumba liar di tengah laut. Sederet obyek wisata lainnya, Tampak Siring, Bedugul, GWK (Garuda Wisnu Kencana), Kintamani, Pura Uluwatu, Art Centre, Ubud, Nusa Dua, Jimbaran, Gitgit, Menjangan, Tanjung Benoa, New Kuta Green Park Pecatu, Pasar Sukawati, Bali Safari Marine Park, Bali Bird Park, Museum Bajra Sandhi, Alas Kedaton, Besakih, Bukit Jambul, Batik Galuh, Goa Gajah, dan Goa Lawa. Dari setumpuk obyek wisata di Bali, bisa digolongkan ke dalam dua hal; alami dan buatan. Wisata alam seperti yang terdapat di Bedugul sebentuk telaga. Tetapi telaga saja tidak cukup dan pemerintah di Bali membangunkan sarana penunjang yang lain di sekitarnya; pura, taman bunga, arena bermain, dan speedboat serta penopang ornamen lainnya di sekitar telaga. Begitu pengunjung datang, butuh apapun di sini semua sudah tersedia. Suatu hal yang mungkin berbeda dengan daerah lain termasuk Madura. = ABE

Madura tak Kalah Elok Madura juga tidak kalah indah dibanding Bali. Tetapi bagaimana menangani industri pariwisata di Madura, jauh panggang dari Bali. Masing-masing kabupaten di Madura, dengan potensi yang dimiliknya berjalan sendiri-sendiri. Ini menjadikan potensi ini tidak terintegrasi antarkabupaten di internal Madura. Lebih dari itu, pemerintah di Madura membangun wisata seakan setengah hati. Setiap tahun, semua obyek wisata mendapat anggaran pembangunan dan semuanya memang dibangun. Namun, cara ini mengabaikan totalitas dan pembangunan obyek wisata tidak sempurna. Di Madura memiliki banyak hal yang terkait dengan obyek wisata, antara lain di Bangkalan terdapat Batik Tanjung Bumi yang merupakan sentra batik, terletak 50 km sebelah utara Bangkalan. Ada juga Bukit Geger yang dirimbuni hutan dan pepohonan. Tetapi di bukit ini hanya sekedar itu. Meski bisa digarp secara maksimal, tettpi wajah bukit ini justru menyeramkan. Padahal, di bukit

ini terdapat patung kuno, hutan Akasia, Mahoni, Jati, Lembah Palenggiyan, Situs Pelanggiran, Goa Petapan, Goa Potre da situs purbakala lainnya. Di Bangkalan juga memili obyek wisata serupa Kuburan Aermata (Air Mata), Makam Sultan Abdul Kadirun, Pasaream Muhammad Syaikhona Kholil, Mercusuar Ujung Piring di Kecamatan Socah setinggi 78 m dan diresmikan Z.W Williem II pada 1879 untuk memandu kapal yang masuk ke Tanjung Perak. Ada pula Museum Cakraningrat, Pantai Rongkang Kwanyar, Sambilangan, Siring Kemuning, Dermaga Kamal, dan Jembatan Suramadu yang spektakuler. Tetapi dari hampir semua obyek wisata tersebut, perkembangannya seperti plankton yang berkembang biak dalam asbak. Begitu pula lokasi wisata di Sampang juga tak terbilang seperti Pantai Camplong, Pantai Nipah, dan Air Terjun Toroan. Ada juga Makam Ratu Ebu di Madegan dan Waduk Klampis di Kedund-

ung bahkan Waduk Nipah. Tetapi obyek wisata ini begitu saja adanya dan tidak memiliki perkembangan berarti apalagi sampai menyedot wisatawan manca negara. Di Pamekasan, terdapat Pantai Talang Siring yang memesona berada tidak jauh dari Vihara. Ada pula pantai Branta, Jumiang, Api Tak Kunjung Padam, Selokan Api di Kertagena Kadur, Tanjung di Pademawu, Makam Ronggosukowati, Masjid asysyuhada, Taman arek Lancor, bukit perkemahan, agrowisata di Pegantenan, Pantai Pantura, Tebing di Cok Gunung, dan Pasar Ikan Segar, sape Sono, Kerapan Sapi, Semalam di Madura, Kampung Lebah, Kampung Batik, dan pemilihan Kaceb maupun Putra-putri batik. Tetapi sekali lagi, semua yang ada hanya begitu adanya. Di Sumenep, potensi wisatanya lebih bervariasi lagi. Misalnya, agrowisata di Pragaan, sentra batik di Pakandangan Bluto, Puncak Gunung Angin, Pelabuhan Rakyat di Cangkareman-Tanjung, empu keris di Saronggi dan penangkaran kep-

iting. Selain itu, Sumenep juga memiliki Museum Keraton, peninggalan pusaka Sumenep yang dibangun Raja/Adipati Sumenep yang ke 31, Panembahan Sumolo Asirudin Pakunataningrat dan diperluas oleh keturunannya yaitu Sri Sultan Abdurrahman Pakunataningrat I. Sumenep juga memiliki Masjid Jamik yang mempunyai arsitektur China, memadukan berbagai kebudayaan menjadi bentuk yang unik dan megah. Masjid ini dibangun Panembahan Somala Asirudin Pakunataningrat yang memerintah pada tahun 1762-1811 M dengan arsitek berkebangsaan tionghoa Law Pia Ngho. Sumenep juga memiliki Kota Tua di Kalianget berarsitektur Kolonial. Ada juga Rumah Adat Tradisional Madura Tanean Lanjhang dan Benteng VOC Kalimo’ok di Kalianget. Di luar itu, Sumenep memiliki makam para raja serupa Asta Karang Sabu, Asta

Tinggi, Asta Yusuf, Katandur, dan Makam Pangeran Panembahan Joharsari yang merupakan salah satu Adipati Sumenep ke V yang pertama kali memeluk Agama Islam di Bluto. Ada pula Pantai Lombang, Pantai Slopeng, Ponjug, Badur, Taman Air Kiermata, Goa Jeruk Asta Tinggi, Goa Kuning di Kecamatan Kangean, dan Payudan. Lainnya, Wisata Taman Laut Mamburit Pulau Arjasa, Taman Laut Gililabak Talango, Pasir Putih dan Terumbu Karang Pulau Saor Sapeken. Ada zona ogsiken terbaik di dunia, Gili Iyang, wisata konservasi Ayam Bekisar, Kijang, Cemara Udang, dan seperti kata Rhoma Irama, dan masih banyak lagi yang lainnya. = ABE


KORAN PROBOLINGGO

MADURA

Komunitas

KORAN MADURA

KAMIS 23 JANUARI 2014

KAMIS 23No. JANUARI 2014||TAHUN No. 0286 |IIITAHUN III 0286

OO

NO WARS (NICE ORGANIZER, WADAH ASPIRASI DAN APRESIASI ROCKERS)

g. armadianto semeru/koran madura

ROCKER. Para rocker yang tergabung dalam NO WARS (Nice Organizer, Wadah Aspirasi dan Apresiasi Rockers), komunitas kelompok rock dan metal Surabaya saat berpose bersama.

Menuju Revolusi Musik Cadas SURABAYA – Musik adalah bagian yang tak terpisahkan dari hidup banyak orang. Setiap hari jutaan orang di seluruh dunia bersantai menikmatinya. Musik rock adalah satu genre dalam khasanah musik populer dunia yang biasa didominasi oleh vocal, gitar, drum, dan bas. Musik Rock atau Musik Metal. 2 (dua) kata yang terkadang banyak membuat orang sedikit mengernyitkan dahi untuk menyimaknya, apalagi mendekati musisinya. Tak urung musik yang telah eksis di negeri ini sejak era ’70-an, banyak mengalami degradasi moral baik bagi para pelaku, penggemar dan produser rekaman. Bagaimana tidak, pada akhirnya Musik Cadas demikian mereka menyebutnya, menjadi sebuah kutub magnet yang marginal. Saking tersisihnya, ternyata justru banyak mendapatkan simpatisan dari berbagai kalangan. Utamanya kelompok fanatik musik ini. Nah, dalam perkembangan 30 tahun kemudian, sebuah kenyataan bahwa semakin eksis lagi dengan menancapkan akarnya di bumi pertiwi. Namun beberapa pihak sengaja berusaha mencekik lagi apresiasi para Rockers dan Metalists di Surabaya,bahwa musik rock identik dengan kekerasan dan narkoba. Hingga para penguasa (pemerintah) enggan memberikan tempat bagi mereka. Padahal, Surabaya digunakan sebagai barometer musik rock tanah air.

Karena dominasi beberapa band besar seperti Padi, Dewa, Boomerang hingga power metal yang pernah besar di kota pahlawan ini. NO WARS (Nice Organizer, Wadah Aspirasi dan Apresiasi Rockers), sebuah komunitas kelompok rock dan metal Surabaya yang berdiri sejak tahun 2001 silam tergerak untuk terus mematahkan image buruk tentang musik rock dengan kekuatan moral rock metal. Tak jera mereka berjuang untuk menumbuhkan lagi semangat melodius, keindahan musik yang terbalut dalam power – speed – technical – skill dan harmony. Insiator dari komunitas ini adalah penggiat musik rock lokal, yakni PLAT – L yang digawangi oleh Iyus Reptil. Hal yang membuatnya partisi region karena menjaring band di Surabaya. “Saya mencoba dari yang terkecil dulu, sebagai tanah kelahiran adalah awal penelusuran untuk mencari band-band yang diajak untuk bergabung di komunitas,” jelasnya. Iyus mengatakan, tujuan berdirinya komunitas ini tidak banyak, hanya ingin menjaring band Surabaya dengan genre musik rock untuk ditempatkan dalam suatu wadah, yakni No Wars. “Komunitas band rock di Surabaya banyak, namun atmosfir rock di Surabaya sangat mendukung berdirinya komunitas ini yang pada akhirnya

tetap terjaga. Bebarapa band rock pun tetap eksis, mulai dari yang lama sampai kader regenerasi baru yang terbentuk, hingga beberapa even besar pun di gelar rutin setiap bulannya,” ujarnya. Beranggotakan lebih dari 500 band rock, komunitas ini sangat rajin membuat dan mengirim anggotanya di setiap even rock. Sayang, kurangnya perhat i a n dari semua pihak, membuat gaung atmosfir rock kurang mengena dibanding dengan kota-kota yang lain. “Jika pemerintah tanggapdengan memgasilitasi kita, dan artis besar Indonesia asal Surabaya, membawa satu saja adiknya untuk diorbitkan, maka rock Surabaya akan terus hidup dan disegani oleh siapa saja,” kritik lelaki yang akrab disapa Yus ini. Beberapa warna musik rock yang dibina oleh No Wars, antara lain Hard Rock, Heavy Metal, Punk Rock, dan Glam Metal. Komunitas ini sangat mudah ditemui di kawasan Jalan Kapas Krampung 45, Surabaya. Yus mengakui, memang ada saatnya tren ini menyurut akibat aliran musik lainnya yang tengah digandrungi pendengarnya. Namun, para penggerak aliran musik ini, tak mau ikut tertidur. Sembari terus berkarya, bandband lokal juga terus merintis komunitas, agar aliran musik rock di Indonesia,

Surbaya pada khususnya bisa solid dan terus berkembang. “Dalam perjalanan, masa gemilang itu berganti ujian. Itu harus dilalui oleh band-band rock loka,” tegasnya. Menurut Yus, setiap band rock sekarang harus sadar bahwa musik ini bukan musik individual. “Agar musik ini bisa berkembang, bisa regenerasi ya harus dibangun scene-nya. Jadi benar-benar kerja kolektif,” ujarnya. Dengan musik rock, Yus ingin membuktikan kepada rekan-rekannya bahwa dengan kebersamaan, komunitas ini bisa menghasilkan sesuatu. “Tumbuh suburnya komunitas dan band metal di Surabaya memang tidak lepas dari atmosfir yang mendukung hal tersebut. Peran media adalah salah satu faktor yang penting dalam perkembangan scene musik di Surabaya,” urainya. Perbedaan idealisme dalam memandang tujuan bermusik, lanjut Yus, mungkin boleh berbeda satu sama lain, namun tidak harus menimbulkan benturan-benturan yang tak perlu. Oleh karena itu, komunitas yang anggotanya tersebar di seluruh Jawa Timur ini, mengangkat tinggi-tinggi musik cadas sebagai salah satu identitasnya, di luar identitas konvensional Surabaya yang selama ini sudah melekat pada kota ini seperti rawon setan, Pasar Wonokromo, dan sebagainya. “Keabsahan kota ini sebagai kota yang mengalami kemajuan pesat dalam pergerakan musik rock dan metal paling gampang bisa dilihat pada hajatan tahunan Rock in Surabaya,” tandasnya. = G. ARMADIANTO SEMERU


KORAN MADURA PROBOLINGGO PKORAN

P

KAMIS 23 JANUARI 2014 | No. 0286 | TAHUN III 23 JANUARI 2014 KAMIS

MADURA

No. 0286 | TAHUN III

NOVELIA KIBTIANI INDAH ALVIONITA

Harus Tampil Percaya Diri Menjadi diri sendiri adalah suatu kebanggaan dalam diri manusia. Ketika orang mengerti dan memahami kehidupan ini, maka jati diri mereka akan terus menunjukan karakternya. Jati diri manusia akan tercipta ketika mereka mendapatkan suatu pengalaman yang panjang. Mereka merangkum segala tingkah lakunya untuk ditunjukkan kepada dunia bahwa apa yang mereka alami adalah kebenaran yang pantas didapatkan.

enurut Novelia Kibtiani Indah Alvionita, lebih baik dibenci karena menjadi diri sendiri daripada harus menjadi orang lain untuk disenangi semua orang. Kata yang cukup bijaksana itulah yang selalu dijadikan sebuah pegangan, agar tetap tampil apa adanya tanpa harus direkayasa. Memanipulasi demi menarik simpati orang yang memandang baginya tak ubahnya suatu kemunafikan yang harus dienyahkan. Kemunafikan itu biasanya karena desakan perkembangan zaman. Seringkali tuntutan zaman itu membuat manusia tampil menggunakan sebuah topeng, hanya untuk menyembunyikan identitas dirinya demi sebuah popularitas semata. "Banyak orang yang cenderung tidak setia pada diri sendiri. Artinya hidupnya terkesan dibuat-buat agar semua orang dapat melihat dan mengakui keberadaannya. Padahal cara itu kan menipu orang banyak," ujar gadis yang akrab dipanggil Vio ini. Pada akhirnya jati diri seseorang lambat laun akan kelihatan jika dari awal tidak ditunjukkan yang sebenarnya. Kadangkala kepuasan yang diimpikan tak kunjung didapat dalam sebuah kehidupan membuat orang ingkar terhadap jati dirinya. Namun, ingat semakin lama jati diri itu akan semakin matang dan secara otomatis akan terlihat dengan sendirinya. Setiap pengalaman yang ada tidak selamanya memberikan kepuasan tersendiri. Sehingga akan terus menerus menjalani dan mencari jati diri yang pantas untuk masa depan. Akan tetapi, tidak lantas ketidakpuasan itu menjadi sebuah alasan untuk menjadi orang lain. "Setiap manusia sudah dibekali kekurangan dan kelebihan. Dengan kelebihan itulah yang akan menjadi sebuah cermin siapa jati diri kita yang sebenarnya. Lalu buat apa kita masih ingin menjadi orang lain?" kata gadis yang gemar menari ini. Memang kata Vio, tidak mudah orang menemukan jati dirinya sendiri, namun seiring dengan berjalannya waktu, akan mendapatkan pemikiran yang berbeda dan perubahan yang sangat berbeda daripada sebelumnya. Kehidupan tanpa sebuah jati diri bagaikan berjalan di tengah kegelapan. Hidup dengan sebuah jati diri orang lain sama halnya dengan hidup penuh kepalsuan. “Nikmat apa lagi yang akan kita dustakan, jika hidup di bawah bayang-bayang kemunafikan. Jadilah diri sendiri, hidup ini akan terasa lebih bermakna,” ucapnya. =DONI HERIYANTO/RAH

OKTAVIANI FIRDAUSI

Menekuni Modeling enjadi gadis desa, tidak membuat Oktavina Firdausi,gadis kelahiran 22 Oktober 1996 lalu itu berkecil hati. Justru dorongannya makin kuat untuk membuktikan bahwa gadis desa juga bisa menerjuni dunia yang sementara ini masih dianggap sebagai dunia orang-orang kota. Sebab baginya, yang terpenting adalah kemauan. “Selama ada kemauan, siapapun pasti bisa,” katanya. Baginya, keinginannya untuk mendalami modeling bukan semata untuk meniti karier di dunia tersebut, melainkan untuk membangun jaringan, belajar, mencari pengalaman, dan memperbanyak teman. “Kalau citacita, sih, tetap membangun kampong halaman. Sementara ini, dunia itu sebatas untuk mencari pengalaman hidup dan mencari teman sebanyak-banyaknya,” kata gadis yang tanpa diduga ternyata pernah menjadi juara 1 lomba pidato berbahasa Arab tingkat Kecamatan Kadur dan Juara 3 Lomba Matematika tingkat Kabupaten Pamekasan ini. =G. MUJTABA/RAH

e Paper Koran Madura 23 Januari 2014  

Satu Hati untuk Bangsa

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you