Page 1

JUMAT

14 FEBRUARI 2014 | No. 0301 | TAHUN III ECERAN Rp. 3.500 LANGGANAN Rp. 70.000

Biduk Rumah Tangga Airin

MULAI RETAK? Sempat Menangis Setelah Besuk Suami JAKARTA-Hubungan rumah tangga Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan dan Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany dikabarkan sedang berada di ujung tanduk. Pemicunya adalah hubungan cinta terlarang sang suami dengan sejumlah artis. Belakangan, sejumlah nama artis dikait-kaitkan dengan Wawan. Sebut saja, Aura Kasih, Syahrini dan Jennifer Dunn. Bahkan sebuah mobil Toyota Alphard Vellfire disita KPK dari kediaman artis Jennifer Dunn. Namun Airin memilih bungkam saat disinggung soal mobil suaminya yang ada di rumah artis Jennifer Dunn.Hal tersebut terjadi saat wanita berparas cantik yang mengenakan jilbab motif bunga dan kemeja lengan panjang warna putih itu tiba di kantor KPK sekitar pukul 10.40 WIB. Tanda-tanda kabar keretakan hubungan keduanya semakin santer dari hari ke hari. Kunjungan Airin ke Rutan KPK guna membesuk sang suami pada, Kamis (13/2) terbilang singkat. Hal tersebut nampak berbeda dari kebiasaan Airin membesuk suami pada kesempatan sebelumnya. Airin diketahui hari ini datang membesuk adik Gubernur Banten Ratu Atut sekitar jam 10.25 WIB. Kemudian Airin meninggalkan Rutan KPK sekitar pukul 11.00 WIB. Kepulangan Airin tak diketahui banyak wartawan. Pasalnya, Airin tak biasanya pulang cepat. Biasanya, Airin memanfaatkan jam besuk hingga waktu habis atau sekitar pukul 12.00 WIB. Gelagat tidak lazim belakangan ditampilkan Airin. Airin dalam kunjungan beberapa waktu lalu sempat menangis setelah menjenguk sang suami.

Tangisan Airin terjadi jelang mencuatnya aliran dana Chaeri Wardana ke sejumlah artis. Kemarin, Toyota Alphard Vellfire disita KPK dari kediaman artis Jennifer Dunn. Wawan pertama kali ditetapkan sebagai tersangka kasus penyuapan Rp 1 miliar kepada mantan Ketua MK, Akil Mochtar, di sengketa Pemilihan Kepala Daerah Lebak, Banten. Wawan kemudian dijerat dengan sangkaan korupsi di proyek pengadaan alat kesehatan di Tangerang Selatan. Setelah itu, Wawan ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana pencucian uang. Wawan terakhir dijerat kasus dugaan korupsi di proyek pengadaan alat kesehatan Provinsi Banten. Sebelumnya, KPK menyita mobil jenis Toyota Alphard Velfire dari rumah wanita bernama Jennifer Dunn yang selama ini dikenal sebagai artis dan model, Rabu (12/2) kemarin. Mobil itu disita lantaran diduga terkait kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Tubagus Chaeri Wardhana alias Wawan. “Tadi sore penyidik KPK terkait TPPU tersangka TCW (Tubagus Chaeri Wardhana) telah lakukan penyitaan kembali, mobilnya Toyota Velfire putih nomor polisi B 510 JDC, disita dari kediaman Jennifer Dunn. Rumahnya di Jl Bangka, Jakarta Selatan,� ucap Juru Bicara KPK, Johan Budi SP di kantor KPK, Jakarta, Rabu malam. =GAM/ABD

Wanita-wanita di Sekeliling TCW

Aura Kasih

Syahrini

Jennifer Dunn

KORAN MADURA

1

0328-6770024 JUMAT 14 FEBRUARI 2014 | No. 0301 | TAHUN III www.koranmadura.com


2

KORAN MADURA

PAMANGGI

JUMAT 14 FEBRUARI 2014 | No. 0301 | TAHUN III

Lalu Waktu

Oleh : Abrari Alzael

Wartawan senior di Madura

Dari tahun ke tahun, pada jumlah kemiskinan yang merangkak, pengangguran yang membengkak, dan utang yang terus cekak, lama-lama negara ini bisa tak tegak. Bisa jadi, jika perbaikan negara tidak segera dilakukan dan dibiarkan seperti ini adanya, karut-marut, maka apa yang dialami negara yang jatuh, akan dialami pula oleh bangsa ini. Dulu, tak pernah ada yang menyangka Soviet akan lenyap sebagai sebuah negara. Kemerdekaan yang diraih bangsa ini, awalnya eksis dan berdaulat, meski tidak sepenuhnya begitu. Setidaknya tidak separah hari ini. Tetapi sekali lagi, jika negeri ini tidak berbenah, bukan tidak mungkin sebagai negara, Indonesia hanya tinggal sejarah. Soviet dan beberapa negara lainnya, adalah contoh sebagai negara yang lenyap dari muka bumi, termasuk lagu kebangsaannya, kebanggaannya ketika itu, Gosudarstvenniy Gimn SSSR. Waktu itu, Soviet merupakan salah satu negara adidaya yang menakutkan tetapi akhirnya mengalami antiklimaks tahun 1991 yang mengilhami kelompok musik Scorpion dalam lagu Wind of Change. Selama tujuh dekade, negara ini berdiri kokoh sebagai benteng Marxis Stalinisme yang lahir pada masa kacau setelah pecahnya Imperial Rusia pasca Perang Dunia I. Soviet ketika itu berhasil mengalahkan Nazi dimana tidak ada orang yang berpikir bahwa Hitler bisa dihentikan, memperbudak Eropa Bila tidak mau Timur selama lebih dari berubah, dan tidak empat puluh tahun, ingin menjadi leb- menghasut Perang Korea ih baik ; maka ber- (1950), dan nyaris masuk siaplah menerima ke perang terbuka denAS atas Kuba (1962). nerakanya sendiri, ganSebelum akhirnya tinggal menunggu Sovet benar-benar waktu runtuh (1991), tandatandanya sudah bisa dikenali dari runtuhnya tembok Berlin (1989) yang diikuti hancurnya komunisme Eropa Timur. Kemudian Soviet pecahbelah ke lima belas negara berdaulat, menciptakan blok baru. Perpecahan ini mencapai puncak sejak pecahnya Austro- Hungaria Kekaisaran (1918). Soviet menjadi salah satu negara adidaya sejak 1922. Namun sejarah menjelaskan, 69 tahun kemudian, Soviet sebagai adidaya, negara, dan sebagai apapun di semesta ini, rontok. Pelajaran dari melenyapnya negara karena satu sebab atau karena hal lain dapat berkursus kepada Jerman Timur (1949-1990), Cekoslowakia (1918-1992), Yugoslavia (1918-1992), Austro-Hungaria (1867-1918), Tibet (1913-1951), Vietnam Selatan (1955-1975), United Arab Republic (19581971), Ottoman Empire (1299-1922), dan Sikkim (abad ke-8 Masehi-1975). Dari sekian negara yang lenyap karena ketidakbedayaannya ini, Soviet yang paling mencengangkan. Bagaimana bisa, negara adidaya ambruk? Indonesia bukan negara adidaya, dalam pengertian inversif, bukan tidak mungkin akan mengalami hal serupa Soviet; jika tidak berbenah, bila tidak mau berubah, dan tidak ingin menjadi lebih baik ; maka bersiaplah menerima nerakanya sendiri, tinggal menunggu waktu. Bukan tuhan tidak mau membantu, tetapi bisa jadi penduduk suatu negeri sudah membatu. Dalam situasi seperti ini, tuhan sudah tegas menjelaskan; tidak terlalu teknis! Maka ayat mana lagi yang telah dilacurkan? =

Berita Utama

KORAN MADURA

JUMAT 14 FEBRUARI 2014 | No. 0301 | TAHUN III

2

SKANDAL TPPU TCW

KPK Akan Panggil Artis Jennifer Dunn JAKARTA-Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Johan Budi memastikan memanggil artis Jennifer Dunn untuk diperiksa sebagai saksi kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjerat Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan. KPK akan mengklarifikasi soal mobil Toyota Vellfire yang disita dari kediaman Jennifer. “Dalam waktu dekat akan dilakukan klarifikasi karena disita (mobil) dari rumah yang bersangkutan. Jadi akan diperiksa sebagai saksi,” ujar Johan Budi di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (13/2). Sebelumnya, pada Rabu (12/2), KPK menyita satu Toyota Vellfire dari kediaman Jennifer di Jalan Bangka, Jakarta Selatan. Penyitaan mobil itu terkait kasus dugaan TPPU yang menjerat Wawan. Mobil Toyota Vellfire warna putih tersebut bernomor polisi B 510 JDC. Tak hanya itu, Wawan juga diduga memberikan mobil kepada sejumlah anggota DPRD Banten. KPK telah menyita Honda CR-V hitam bernomor polisi B 710 MED dari Media Warman. Mobil lain yang disita adalah Mercedes Benz B 818 WWN dan Toyota Vellfire B 818 TTA dari kediaman Gunawan, Ketua Dewan Pimpinan Daerah II Partai Golkar Kabupaten Pandeglang, Banten, ser-

ta Honda CR-V dari anggota DPRD Banten, Sonny. Mobil tersebut diduga pemberian Wawan, suami Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany. Johan menambahkan, surat tanda nomor kendaraan (STNK) mobil Vellfire diketahui atas nama Jennifer. “Berdasarkan informasi yang saya peroleh, STNK atas nama Jennifer Dunn,” ujarnya. Sementara itu, Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), akan menelusuri dugaan aliran dana Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan ke model dan artis Jennifer Dunn. “Nanti akan kita cek bagaimana cara bayarnya. Kelihatan nanti apa dia bayar langsung atau ada pihak ketiga yang bayar,” kata Kepala PPATK Muhammad Yusuf di sela-sela acara Seminar Nasional Implementasi Peraturan Mahkamah Agung nomor 1 tahun 2013 di Jakarta, Kamis (13/2). Yusuf menambahkan, selama ada pihak ketiga dalam transaksi keuan-

gan, PPATK dapat menelusuri dana awal hasil tindak pidana pencucian uang (TPPU) tersebut, apakah berasal dari Wawan atau pihak lainnya. “Dugaannya ada pihak ketiga. Karena kalau langsung, nggak ada transaksi dalam rekening. Kita akan tracking sumbernya,” ungkap Yusuf. Dipinjamkan Secara terpisah, pengacara Wawan, Maqdir Ismail, mengatakan bahwa kliennya hanya meminjamkan mobil-mobil itu kepada anggota DPRD. Menurut Maqdir, Wawan kerap meminjamkan mobil kepada sejumlah pihak. Selain kepada anggota DPRD, kata Maqdir, kliennya meminjamkan mobil untuk operasional kegiatan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Banten. Maqdir juga mengklaim tidak ada motif tertentu yang melatarbelakangi peminjaman mobil tersebut. Menurutnya, Wawan meminjamkan mobil-mobil itu atas dasar pertemanan. Terkait dugaan pencucian uang Wawan, KPK telah menyita 22 mobil dan sebuah Harley Davidson yang diduga milik Wawan. Beberapa di antaranya merupakan mobil mewah bermerek Lamborghini, Ferrari, Bentley, dan Rolls-Royce. =GAM/AJI/ABD

SENGKETA HUKUM

Dewi Persik Resmi Ditahan Jakarta- Penyanyi dangdut yang juga bintang film, Dewi Murya Agung alis Dewi Persik, Kamis malam, akhirnya resmi menghuni Rumah Tahanan Pondok Bambu, Jakarta Timur, Pascaputusan kasasi yang menghukumnya dengan tiga bulan kurungan. “Ini baru ditahan di Rutan Pondok Bambu,” kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jakarta Timur, Joni Manurung, ketika dihubungi wartawan di Jakarta, Kamis malam. Dikatakan, proses eksekusi terhadap artis tersebut berjalan lancar dan kondusif bahkan yang bersangkutan mengendari mobil sendiri untuk ke kantor Kejari Jaktim. Pasalnya, kata dia, pihaknya sejak Kamis siang sudah mendatangi ke rumahnya di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan. “Kami menyampaikan baikbaik mengenai putusan Mahkamah Agung (MA), dan dia menerimanya,”

katanya. Setelah itu, sekitar pukul 17.00 WIB, ia tiba di kantor Kejari Jakarta Timur dan pukul 20.00 WIB dengan menggunakan mobil tahanan dibawa ke Rutan Jakarta Timur. Mantan istri penyanyi dangdut Saiful Jamil itu, menerima putusan MA hingga proses eksekusi berjalan lancar. Dalam putusan MA, disebutkan bahwa Dewi Persik melanggar Pasal 351 ayat (1) KHUP mengenai penganiayaan. “Dalam visum dokter menunjukkan ada luka bekas cakaran dan pukulan, sehingga kami tidak sependapat dengan putusan majelis hakim pengadilan tingkat pertama dan banding yang hanya menghukum ringan,” kata pejabat MA tersebut. Pejabat itu juga mengatakan bahwa jaksa telah menuntut enam bulan penjara, namun majelis hanya menyatakan setengahnya (tiga bulan).

Kasus Dewi Persik ini diadili oleh tiga hakim agung yaitu Dr Artidjo Alkostar, Prof Gayus Lumbuun dan Dr Salman Luthan. Dewi Persik sebelumnya dihukum dua bulan pidana dengan percobaan empat bulan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur dan dikuatkan oleh pengadilan di tingkat banding. Dewi Persik dan Julia Perez terlibat perkelahian saat keduanya menjalani pengambilan gambar film Arwah Goyang Karawang. Kedua artis ini akhirnya saling melapor ke polisi, dan berkas perkara Julia Perez lebih dulu masuk ke MA. Dalam kasasi itu, MA mengubah hukuman PN Jaktim menjadi tiga bulan penjara. Julia Perez sudah menjalani hukuman sesuai amar MA di Rutan Pondok Bambu dan bebas pada 17 Juni 2013. =ANT/RIZA FAHRIZA


KORAN PROBOLINGGO

MADURA

KORAN MADURA

Nasional

JUMAT 14 FEBRUARI 2014 JUMAT 14 FEBRUARI 2014 | No. 0301 | TAHUN III No. 0301 | TAHUN III

33

PERPPU MK

KY: Putusan MK Tragedi Penegakan Hukum

ant/andika wahyu

UU PERPPU MK DITOLAK. Para pemohon (dari kiri-kanan) Dhimas Pradana, Aan Sukirman, Samsudin, A Muhammad Asrun, dan Dorel Almir mengekspresikan kegembiraan seusai sidang pleno Pengujian UU No. 4 Tahun 2014 tentang Penetapan Perppu No. 1 Tahun 2013 tentang Perubahan Kedua Atas UU No. 24 Tahun 2003 tentang Mahkamah Konstitusi dengan agenda pengucapan putusan di Gedung MK, Jakarta, Kamis (13/2). MK mengabulkan permintaan pemohon untuk mencabut UU tersebut karena dinilai bertentangan dengan UUD Tahun 1945.

MK Batalkan UU Penetapan Perppu MK JAKARTA- Mahkamah Konstitusi (MK) membatalkan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2014 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2013 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2003 tentang Mahkamah Konstitusi Menjadi Undang-Undang. “UU Penetapan Perppu MK bertentangan dengan UUD 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat,” kata Ketua Majelis Hakim Hamdan Zoelva, saat membaca amar putusan di Jakarta, Kamis. Dengan dibatalkannya UU Perppu MK tersebut, kata Hamdan, maka Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2003 tentang Mahkamah Konstitusi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2011 berlaku kembali sebagaimana sebelum diubah oleh Perppu Nomor 1 Tahun 2013 tentang Perubahan Kedua Atas

Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2003 tentang Mahkamah Konstitusi. Dalam pertimbangannya, MK menilai pembentukan PERPU 1/2013 tidak memenuhi syarat konstitusional kegentingan yang memaksa. “Konsiderans (menimbang) PERPU tidak mencerminkan adanya kesegeraan tersebut, yaitu apa yang hanya dapat diatasi secara segera,” kata Hakim Konstitusi Ahmad Fadlil Sumadi, saat membacakan pertimbangan hukumnya. Menurut Fadlil, dengan adanya Perppu MK, panel ahli

sampai sekarang belum kunjung terbentuk, sehingga perekrutan Hakim Konstitusi untuk menggantikan M Akil Mochtar belum dapat dilakukan, justru semakin tertunda karena adanya ketentuan yang terdapat dalam aturan tersebut. “Majelis Kehormatan Hakim Konstitusi belum terbentuk dan kalaupun terbentuk pun tidak ada masalah mendesak yang harus diselesaikan,” kata Fadlil. Pengujian UU Penetapan Perppu MK ini diajukan sejumlah advokat karena dianggap aturan tersebut bertentangan dengan UUD 1945 karena konstitusi tak mengamanatkan pelibatan KY dalam pengajuan calon hakim konstitusi. Para advokat yang terdiri dari Andi M Asrun, Robikin Emhas, Syarif Hidayatullah, Heru Widodo, Samsul Huda, Dorel Almir, Daniel Tonapa Masiku, Hartanto, Samsudin, Dhimas Pradana, Aan Sukirman ini menilai UU tersebut

telah memperbesar kewenangan KY dan mengurangi kewenangan DPR, MA, dan Presiden tanpa mengubah UU Nomor 18 Tahun 2011 tentang KY. Pengujian UU Penetapan Perppu MK ini juga dimohonkan oleh Dosen FH Universitas Jember, yang terdiri dari Gautama Budi Arundhati, Nurul Ghufron, Firman Floranta Adonara, Samuel Saut Martua, Dodik Prihatin, Iwan Rachmat Setijono. Kedua pemohon ini juga mempermasalahkan adanya pelibatan KY dalam pembentukan Majelis Kehormatan Hakim Konstitusi (MKHK) yang permanen dibentuk bersama MK juga dinilai bermasalah. Menurut pemohon, konsiderans UU itu hanya menjadikan UU MK sebagai dasar menimbang, sementara UU lain, khususnya UU KY tidak dicantumkan dan seharusnya UU KY juga diubah. =ANT/JOKO SUSILO

JAKARTA- Komisioner Komisi Yudisial Imam Anshori Saleh mengatakan putusan Mahkamah Konstitusi yang membatalkan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2014 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2013 sebagai tragedi penegakan hukum. “KY menghormati putusan MK, walaupun menurut saya itu sebagai tragedi penegakan hukum,” kata Imam, di Jakarta, Kamis. Menurut dia, MK menggunakan kekuasaannya untuk tidak mau diawasi, sehingga kemungkinan munculnya kasus semacam Akil Mochtar terbuka kemungkinannya untuk terjadi lagi tanpa kuasa pemcegahannya. “Ini juga bisa dikatakan sebagai kemenangan partai politik yang akan tetap dapat memasukkan kader-kadernya sebagai hakim konstitusi,” kata Imam. Menurut dia, penyelamatan MK melalui Perppu MK menjadi sia-sia, bahkan suara DPR yang menyetujui Perppu tak mampu melawan MK yang dilahirkannya. “UU Penetapan Perppu MK bertentangan dengan UUD 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat,” kata Ketua Majelis Hakim Hamdan Zoelva, saat membaca amar putusan di Jakarta, Kamis. Dengan dibatalkannya UU Perppu MK tertsebut, kata Hamdan, maka Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2003 tentang Mahkamah Konstitusi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2011 berlaku kembali sebagaimana sebelum diubah oleh Perppu Nomor 1 Tahun 2013 tentang Perubahan Kedua Atas UndangUndang Nomor 24 Tahun 2003 tentang Mahkamah Konstitusi. Batalnya UU Nomor 4 tahun 2014 ini berarti juga membatalkan adanya panel ahli yang akan menyeleksi bakal calon hakim konstitusi, pengawasan hakim konstitusi melalui Majelis Kehormatan Hakim Konstitusi (MKHK) dan syarat hakim konstitusi harus tujuh tahun telah lepas dari ikatan partai politik. =ANT/JOKO SUSILO


4

KORAN MADURA

Nasional

JUMAT 14 FEBRUARI 2014 | No. 0301 | TAHUN III

DIKOTOMI CAPRES JAWA-NON JAWA

Hatta: Masyarakat Sudah Cerdas JAKARTA-Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Hatta Rajasa mengaku tidak khawatir dengan menghangatnya dikotomi calon presiden (capres) Jawa dan non Jawa menjelang pemilu presiden (pilpres) 2014. Masyarakat Indonesia sudah sangat cerdas sehingga mampu membedakan mana pemimpin yang baik yang mampu memberikan kerja nyatanya bagi kesejahteraan masyarakat.

ant/eric ireng

IZIN KONSERVASI KBS. Seekor Kijang (Muntiacus muntjak) yang terluka berada di kandang, saat olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh Tim Identifikasi Satuan Reserse dan Kriminal (Sat Reskrim) Polrestabes Surabaya menyusul matinya satwa Kijang di Kebun Binatang Surabaya (KBS), Kamis (13/2). Pemkot Surabaya dan Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) akan mendapatkan Izin Konservasi untuk KBS oleh Kementerian Kehutanan menyusul matinya sejumlah satwa di KBS.

Lagi, Seekor Kijang KBS Mati KBS: Hewan itu Mati Karena Perut Kembung SURABAYA-Seekor kijang (muntiacus muntjak) berusia delapan tahun yang merupakan koleksi Kebun Binatang Surabaya (KBS) kembali ditemukan mati di kandangnya, Kamis. Humas Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) KBS, Agus Supangkat mengatakan, kijang tersebut itu pertama kali ditemukan mati oleh petugas KBS yang kebetulan sedang berkeliling untuk memantau kondisi satwa. “Satwa itu diketahui mati sekitar pukul 05.00 WIB,” katanya. Menurut dia, hasil otopsi menunjukkan bahwa, kijang ini mati karena perutnya kembung dan di dalam perutnya dite-

mukan sisa makanan berupa rumput. “Memang hewan yang memakan rumput, paling rentan terkena kembung dibanding yang tidak makan rumput,” ujarnya. Agus mengatakan kematian kijang ini mengurangi jumlah koleksi kijang yang kini menjadi berjumlah 19 ekor. Sementara itu, Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini mengatakan, ada tiga hal yang kini tengah difokuskan untuk meningkatkan kinerja KBS, di antara-

nya, penataan manajemen. Untuk itu, lanjut dia, PDTS KBS akan merekrut sumber daya manusia (SDM) yang benar-benar memiliki kemampuan dan kapasitas dalam organisasi KBS dan sekaligus manajemen satwa. Selain itu, lanjut dia, perencanaan penataan kandang untuk kenyamanan dan keamanan satwa. “Kami akan fokus pada dua ini dulu. Percuma kalau KBS dibuat bagus jika kalau manajemen dan pengelolaannya buruk,” katanya disela-sela peresmian lima Broadband Learning Center (BLC) baru yang dipusatkan di Rumah Susun (Rusun) Grudo. =ANT/ ABDUL HAKIM

“Itulah yang akan mereka pilih untuk memimpin bangasa ini,” ujar Hatta di Jakarta, Kamis(13/2). Seperti diketahui, Hatta Rajasa menjadi salah satu kandidat capres yang non Jawa. Hatta mengaku dikotomi capres seperti ini akan muncul menjelang pilpres tiba. Namun, dia yakin, masyarakat tidak akan terpengaruh. Apalagi, kesadaran berpolitik masyarakat Indonesia sudah sangat tinggi. Karena itu, dia yakin masyarakat Indonesia akan memilih pemimpin yang paling dapat dipercaya untuk menunjukkan hasil kerja nyata, terlepas apapun latar belakangnya, apakah Jawa atau bukan, juga pengusaha, politisi, ataupun akademisi. “Masyarakat kita adalah masyarakat cerdas yang mampu membedakan mana pemimpin yang baik yang mampu memberikan kerja nyatanya bagi kesejahteraan masyarakat, yang akan mereka pilih untuk memimpin bangasa ini,” tegasnya. Menurutnya, masyarakat Indonesia saat ini sangat menjunjung tinggi tujuan founding father mendirikan bangsa ini. Untuk itu, semangat kemajemukan (pluralism) harus dijunjung tinggi. “Negara ini berlandaskan Bhinneka Tunggal Ika, keragaman budaya, agama dan tradisi sangat dijunjung tinggi,” pungkasnya Sementara itu pengamat politik John Palinggi menilai dikotomi Jawa-non Jawa berpotensi mengancam keutuhan NKRI. Apalagi, Indonesia dibangun diatas kemajemukan (pluralism).”Kalau masih ada yang berpikir Jawa dan non Jawa, itu sangat berbahaya dan bisa memicu disintegrasi,” jelas John di Jakarta, Kamis (13/2). Menurut dia, dikotomi Jawa dan luar Jawa menjadi tidak relevan lagi, karena sebagian besar masyarakat saat ini lebih banyak melihat bukti nyata dari pada sekadar asal-usul capres. “Saya kira, pemikiran seperti itu bisa mencederai bhineka tunggal ika, rasa satu nusa satu bangsa dan persatuan nasional,” ujarnya.

John mengatakan, isu kesukuan, agama maupun etnis tidak boleh berkembang di Indonesia. Karena itu, sangat bertentangan dengan UU Pemilu. “Saya kira, demi keseimbangan politik maka perlu kombinasi antara Jawa dan luar Jawa. Jawa bisa sebagai capres dan luar Jawa sebagai cawapres. Ataupun sebaliknya,” ujarnya. Dia mengaku, syarat menjadi calon pemimpin Indonesia sangat berat. Selain memenuhi syarat UU pemilu presiden dan wakil presiden, seorang calon pemimpin Indonesia harus memiliki komitmen yang tinggi terhadap keutuhan NKRI. Ini harga mati yang harus dimiliki oleh capres. Selain itu, capres tersebut harus memiliki kemampuan manajerial yang pada akhirnya bermuara pada kesejahteraan rakyat. Karena itu, aspek penting yang menjadi pekerjaan terberat capres adalah persoalan ekonomi. Terutama, kemampuannya mendatangkan investasi sebanyak mungkin ke Indonesia. Sebab, dengan peningkatan investasi maka tercipta lapangan kerja. “Dan capres itu harus punya sikap yang jelas terhadap pemberantasan korupsi dan menghancurkannya secara total. Apalagi, rakyat sudah muak dengan prilaku catat etika dan korupsi sejumlah kader parpol,” imbuhnya. Ketika ditanya soal peluang Ketua Umum DPP PAN, Hatta Rajasa menjadi capres, John mengaku semua kandidat memiliki peluang yang sama. “Saya kira, figure pak Hatta sangat baik. Dia teruji mengelola ekonomi Indonesia sehingga on the track. Tetapi, saya tidak mau terlalu jauh menilai figure pak Hatta ini karena masa transisi masih dalam proses,” tegasnya. Yang jelas kata dia, tidak ada parpol yang unggul meraih suara signifikan 20-25 persen pada pemilu 2014 mendatang. Karena itu, pasti akan terjadi koalisi diantara parpol untuk memenuhi persyaratan mengajukan capres. =GAM/AJI


KORAN PROBOLINGGO LINTAS NUSANTARA MADURA

KORAN MADURA

Ekonomi

JUMAT 14 FEBRUARI 2014 JUMAT 14 FEBRUARI 2014 | No. 0301 | TAHUN III No. 0301 | TAHUN III

55

HARGA PROPERTI

Akan Tumbuh Lebih Tinggi

ant/lucky. r.

KEJAHATAN PEMALSUAN AQUA. Kepolisian kota Tangerang menangkap pelaku pemalsuan air minum Aqua berinisial AU (26), Tigaraksa, Tangerang, Banten, Kamis (12/02). Sebanyak 101 Aqua galon dan alat pembuatan air minum galon Aqua palsu diamankan polisi dari tersangka setelah 4 bulan beroperasi.

BI Rate Tetap 7,5 Persen Suku Bunga Lending Facility 7,50%, Deposit Facility 5,75% JAKARTA-Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) memutuskan mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 7,50%. %. Kebijakan tersebut masih konsisten dengan stance kebijakan moneter ketat untuk mengarahkan inflasi menuju ke sasaran 4,5±1% pada 2014 dan 4±1% pada 2015. Langkah ini sekaligus menurunkan defisit transaksi berjalan ke tingkat yang lebih sehat. “RDG juga memutuskan suku bunga Lending Facility dan suku bunga Deposit Facility masing-masing tetap pada level 7,50% dan 5,75%,” kata Gubernur BI Agus Martowardojo saat jumpa pers di Jakarta, Kamis (13/2) Seperti diketahui, pada kepemimpinan AGus , BI tercatat telah menaikkan tingkat suku bunga acuan total 175 basis poin dari 5,75 persen. Kenaikan itu dilakukan diakui BI demi menjaga pertumbuhan ekonomi dan mengurangi neraca transaksi berjalan. Menurutnya, keputusan tersebut tidak lepas dari perkembangan perekonomian global dan nasional. Kebijakan ini termasuk

dalam bauran kebijakan moneter dan makroprudensial untuk memastikan bahwa tekanan inflasi tetap terkendali, stabilitas nilai tukar Rupiah terjaga kondisi fundamentalnya, serta defisit transaksi berjalan menurun ke tingkat sustainable. RDG juga menilai bauran kebijakan yang telah dilakukan BI bersama dengan Pemerintah telah mendorong stabilisasi perekonomian sesuai dengan arah yang diharapkan, yaitu terkendalinya inflasi dan menurunnya defisit transaksi berjalan. “Ke depan, Bank Indonesia terus mencermati berbagai risiko, baik dari global maupun domestik, dan memastikan langkah-langkah antisipasi agar stabilitas makroekonomi tetap terjaga,” jelasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, asesmen BI menunjukkan bahwa pemulihan ekonomi dunia semakin membaik ditengah masih berlanjutnya ketidakpastian pasar keuangan global. Perkembangan tersebut terutama ditopang pertumbuhan ekonomi negara maju, terutama Amerika Serikat dan Jepang, yang pada triwulan IV 2013 berada dalam tren meningkat dan diperkirakan berlanjut pada tahun 2014. Meningkatnya pertumbuhan ekonomi dunia mendorong meningkatnya volume perdagangan dunia dan membaiknya perkembangan harga-harga komoditas, termasuk harga komoditas utama ekspor nonmigas Indonesia. Persepsi investor juga membaik setelah adanya kejelasan arah kebijakan the Fed, meskipun ketidakpastian pasar keuangan global masih relatif tinggi. “Kita akan terus mencermati risiko yang bersumber dari perekonomian global, terutama risiko yang bersumber dari normalisasi kebijakan the Fed dan risiko melambatnya ekonomi China,”

tuturnya. Solid Dia mengatakan ketahanan industri perbankan tetap solid dengan risiko kredit, likuiditas dan pasar yang cukup terjaga, serta dengan dukungan ketahanan modal yang masih kuat. Pertumbuhan kredit perbankan menurun dari 21,9% pada November 2013 menjadi 21,4% (atau 17,4% dengan menetralkan depresiasi nilai tukar) pada Desember 2013 sejalan dengan permintaan domestik yang melambat dan kenaikan suku bunga. BI katanya, akan berkoordinasi dengan OJK untuk mengarahkan pertumbuhan kredit ke depan sejalan dengan moderasi pertumbuhan permintaan domestik. “Sementara itu, kinerja pasar saham pada Januari 2014 membaik ditandai dengan kenaikan IHSG. Perkembangan berbeda terlihat pada kinerja pasar obligasi pemerintah yang menurun tercermin pada kenaikan imbal hasil SBN,” urainya. =GAM

JAKARTA-Hasil survei harga properti residensial yang dilakukan Bank Indonesia (BI) mengindikasikan bahwa pada Kuartal I-2014 harga properti residensial akan mengalami pertumbuhan hingga 2,56 persen (quarter-to-quarter) atau lebih tinggi dari kenaikan di Kuartal IV-2013. Hasil Survei Harga Properti Residensial di Pasar Primer pada Kuartal IV-2013 yang dirilis BI pada Kamis (13/2), pertumbuhan harga properti residensial mengalami perlambatan. Hal ini terlihat dari Indeks Harga Properti Residensial pada Kuartal IV-2103 yang mengalami pertumbuhan 1,77 persen (qtq) atau 11,51 persen (year-on-year). Angka itu lebih rendah dibandingkan pertumbuhan di kuartal sebelumnya yang sebesar 2,29 persen (qtq) atau 13,51 persen (yoy). Berdasarkan hasil survei tersebut, perlambatan kenaikan harga terjadi pada semua tipe rumah, terutama rumah tipe kecil. Pada Kuartal I-2014, ada indikasi bahwa harga properti residensial akan mengalami pertumbuhan sebesar 2,56 persen (qtq) atau lebih tinggi dari kenaikan pada Kuartal IV-2013. Sejalan dengan melambatnya kenaikan harga properti residensial pada Kuartal IV2013, hasil survei menunjukkan, tren perlambatan juga terjadi pada volume penjualan properti residensial yang tumbuh 13,05 persen (qtq) pada Kuartal IV-2013 atau lebih rendah dari pertumbuhan pada triwulan sebelumnya yang sebesar 39,80 persen (qtq). Sementara itu, berdasarkan sumber pembiayaan, hasil survei menunjukkan bahwa pembangunan properti residensial didukung pembiayaan perbankan dan pembiayaan internal pengembang. Sumber pembiayaan perbankan tergambar dari dominannya konsumen yang memanfaatkan KPR sebagai fasilitas pembiayaan dalam pembelian properti residensial (71,99 persen responden), khususnya pada rumah tipe kecil. =GAM


6

KORAN MADURA

Ekonomi

JUMAT 14 FEBRUARI 2014 | No. 0301 | TAHUN III

PERBANKAN

Danamon Bukukan Laba Bersih Rp 4,04 T

ant/yudhi mahatma

PELAKSANAAN UU PERDAGANGAN. Ketua Komisi VI DPR Airlangga Hartarto (kedua kiri) bersama Anggota Fraksi Golkar Chairuman Harahap (kedua kanan), Deputi Bidang Umum Fraksi Adi Taher (kiri) Anggota Komisi VI Lili Asdjudiredja (kanan) memaparkan hasil pengesahan UU Perdagangan serta pelaksanaannya di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (13/2). Fraksi Partai Golkar meminta agar Menteri Perdagangan yang baru Muhammad Luthfi, dapat segera mengimplementasikan UU perdagangan yang baru disahkan DPR untuk menggantikan peraturan soal perdagangan warisan Pemerintah Hindia Belanda Bedrijfsreglementerings Ordonnantie (BO) Tahun 1934.

UU PERDAGANGAN BERAROMA WTO

IKAPPI Serukan Kibar Kresek Hitam JAKARTA- Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) mengkritik Undang-Undag (UU) perdagangan yang disahkan di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Pasalnya, adanya nuansa World Trade Organization (WTO) dalam unsur pembuatannya. Karena itu, DPP IKAPPI juga menyerukan kepada seluruh pedagang pasar tradisional untuk mengibarkan kantong plastik (kresek) hitam sebagai simbol penolakan dan perlawanan terhadap UU Perdagangan. “Aneh rasanya bila melihat anggota Komisi VI DPR RI dan mantan Menteri Perdagangan Gita Wiryawan merasa UU Perdagangan telah menjamin dan melindungi keberadaan pasar tradisional,” ujar Ketua Bidang DPP IKAPPI, Imam Hadi Kurnia di Jakarta, Kamis (13/2). Seperti diketahui, Rapat Paripurna DPR RI, Selasa (11/2, menyetujui Rancangan Undang-

Undang (RUU) Perdagangan disahkan menjadi undang-undang (UU). Sebelumnya, RUU usulan pemerintah ini telah melalui pembahasan di Komisi VI bersama Kementerian Perdagangan dan rampung pada Rabu 29 Januari 2014. Menurut dia, kekuatan pasar tradisional tidak boleh dianggap sebelah mata. Terdapat lebih dari 12,5 juta pedagang yang sejatinya adalah penggerak ekonomi nasional. “Ini belumlah bila di hitung jejaring dari hulu - hilir dan yang menggantung kan hidup nya dari keberadaan pasar tradisional. Jumlahnya bisa lebih dari 60 juta

orang,” tegasnya. Untuk menggerakan ekonomi yang jumlahnya sebesar itu UU Perdagangan hanya menyebut Pasar Rakyat (pasar tradisional) dalam Pasal 14. Tanpa ada satu kata pun yang menegaskan perlindungan. Di pasal tersebut menahbiskan keberpihakan pemerintah terhadap ritel modern. “Pengembangan, Penataan, dan pembinaan yang setara (pasal 14 ayat 1) merupakan pencideraan terhadap 12,5juta pedagang pasar tradisional di Indonesia,” urainya. Dia justru menilai aroma liberalisasi pasar tradisional yang tercium kuat dalam pasal UU tersebut. Asas “equal-treatment” atau kesamaan perlakuan yang di kaitkan kepada pasar tradisional maupun pasar modern dan ritel raksasa mengkonfirmasi asumsi publik bahwa UU ini sangat mengabdi pada mekanisme pasar.

“UU Perdagangan secara telanjang memposisikan pasar tradisional dalam pertarungan bebas, frontal dan berhadap hadapan dengan pasar modern dan ritel ritel raksasa yang memiliki sumberdaya kapital yang lebih besar,” imbuhnya. Kecelakaan berpikir ala Komisi VI DPR RI dan Kementrian Perdagangan termasuk di dalamnya Gita Wiryawan tentu berakibat fatal pada 60 juta orang yang menggantungkan kehidupan nya pada pasar tradisional. “Meski UU Perdagangan ini sudah diketok, tidak akan menyurutkan langkah DPP IKAPPI untuk menyuarakan perlindungan terhadap pasar tradisional. Sebagai penggerak ekonomi nasional dan aset budaya bangsa, pasar tradisional berhak mendapatkan perlindungan dari gempuran dari pasar modern dan ritel ritel raksasa,” pungkasnya. =GAM

JAKARTA-Bank Danamon mencatat kinerja keuangan tahun 2013 sangat positif. Perseroan membukukan rasio kredit terhadap dana pihak ketiga atau regulatory loan to deposit ratio (LDR) yang membaik menjadi 95,1%, pertumbuhan kredit sebesar 16%, serta laba bersih setelah pajak sebesar Rp 4,04 triliun. Pendanaan Danamon, yang terdiri dari giro dan tabungan atau current accounts and savings accounts (CASA), deposito, dan pendanaan jangka panjang, tumbuh sebesar 21% menjadi Rp 140 triliun. Secara rinci, CASA tumbuh 23% menjadi Rp 53 triliun, dimana giro naik 33% menjadi Rp 21,1 triliun dan tabungan naik 18% menjadi Rp 32 triliun pada akhir Desember 2013. Sementara itu, deposito tumbuh 19% menjadi Rp 57,6 triliun. Sampai dengan 31 Desember 2013, LDR regulatory Danamon mencapai 95,1% dibandingkan 100,7% pada periode yang sama tahun sebelumnya. LDR regulatory ini juga membaik dibandingkan pada semester pertama tahun 2013 dimana tercatat mencapai 105,4%. Sementara itu, rasio kredit terhadap total pendanaan (loan to total funding ratio) konsolidasi berada pada posisi 87,4% pada akhir Desember 2013 dibandingkan 89,5% pada periode yang sama pada tahun sebelumnya. Dengan demikian, rasio kecukupan modal Danamon atau capital adequacy ratio (CAR) konsolidasi berada pada posisi 17,9% dan CAR standalone berada pada posisi 17,5%. Selain itu, Return of Average Asset Danamon berada pada posisi 2,5% dan Return on Average Equity berada pada posisi 14,5% pada akhir tahun 2013. “Pada tahun 2013, kondisi perekonomian global yang tidak stabil, tekanan inflasi serta kenaikan suku bunga acuan pada paruh kedua tahun ini menciptakan lingkungan bisnis yang menantang. Namun, melalui manajemen yang bersifat prudensial dan produk-produk berorientasi kepada nasabah, Danamon dapat melanjuti pertumbuhannya di tahun 2013” kata Direktur Utama Danamon, Henry Ho di Jakarta, Rabu (12/2). =GAM


KORAN PROBOLINGGO

KORAN MADURA

Budaya

JUMAT 14 FEBRUARI 2014 No. 0301 | TAHUN III

MADURA

JUMAT 14 FEBRUARI 2014 | No. 0301 | TAHUN III

77

Huruf-huruf Kangen Cerpen: Andy Moe* Kau mungkin punya pemahaman sendiri tentang hujan. Sebuah kata klise namun tak pernah mati untuk dikenali kembali. Tentu dengan caranya. Berkali-kali? *** /a/ Dari kelas teater au menepikan diri dari puisi, musikal, juga ramainya mereka yang tengah sibuk memerankan tokoh-tokoh dari naskah teater. Seolah-olah semua tertangkap oleh matamu namun tak ada yang merasuk pada tubuhmu. Wajahmu asing. Nol dari keceriaan. Menjadikanku seorang cenayang dengan tiba-tiba. Seseorang yang menaruh duga sekesiap mata. Tentang wajahmu yang semuram mendung. Tentang senyummu yang terpaksa tertarik. Juga semua tubuhmu yang asing untuk dikenali. Menerus-terus, hingga aku mulai terbiasa untuk ada-mu. Sedang kau, mungkin tak pernah mengetahui sebelumnya bahwa bermenit hingga berhari lampau lamanya telah tersita perhatianku pada semua gerik-gerak asing tubuhmu. Entah, mengapa? Aku mulai percaya, benarlah kiranya jika puisi dikatakan sebagai satu-satunya yang bisa menggambarkan semesta ini. Menyederhanakannya menjadi sebulir pasir bahkan mungkin lebih renik. Seperti kau yang baru kutahu juga seorang penulis. Suatu waktu kau menyodorkan beberapa karya padaku dan memintaku memberikan apresiasi. Betapa terkejutnya ketika lembar demi lembar puisi-puisimu aku baca. Kata-kata yang menyala, namun halus di balur lara yang entah. Aku bisa merasakannya. Puisi yang jujur tanpa polesan metafor yang berlebihan dan menjerumuskannya pada imperium keindahan belaka. Puisi dan sekaligus kukenali sebagai aksi. Kamu dan puisi menjadi sederhana untuk kumengerti. Lalu menjadi kita yang sederhana. Menjadi begitu sangat sederhana untuk tiba-tiba bersama.

K

/b/ Sampai Pentas Pertama Hujan “Bisakah kau menemuiku sore esok?,” katamu pada sebuah pesan singkat. Aku berpikir. Lalu bertanya, dan tak ada apapun jawaban tentang mengapa aku harus menemuimu. Tapi bahagia.

Tentang apa? lagi-lagi , entah jawabnya. Bisakah hari lebih cepat berotasi? aku benar-benar tak sabar. Meskipun tentu aku harus tetap berkendali pada perempuanku. Dua perempuanku. Dan memberikan alasan meyakinkan untuk bisa menemuimu. Sore yang hampir mati. Gardu tua yang mulai sepi. Hanya sendiri dengan pendirian yang mulai goyah. Berdiri. Duduk. Dan berdiri lagi. Jalanan tetap menihilkan kamu. Bertahan atau tidak. Bersabar. Lalu tidak sabar. Dan bersabar. Dan kamu datang. Sore sudah ingin hilang. Sisa degup jantung yang menyobek pertemuan. Kamu tersenyum. Mungkin manis. Mungkin bukan manis. Kamu tiba-tiba menangis. Terduduk pada balok kayu yang keropos. Di sebelah sumur yang ditutup persegi yang penuh serakan daun kering yang airnya dangkal yang mungkin juga dalam yang hitam dan tiba-tiba juga harus menemanimu. Menemani aku yang sudah duduk didekatmu. Duduk sedemikian dekat. Dekat kesedihan. Isakmu terus mendobrak.

Menjebol kelopak bawah matamu yang menjadi situ. Membuatku dungu. Lalu, hujanlah sore itu. Menumpahkan bermilyar kesedihan yang lama menggumpal. Dan aku hanya bisa melihat. Mendengarkan satu-satu bulirnya yang jatuh ke lembar-lembar daun hutan. Hujan yang lama. Pertamakali. Dan meminta untuk lebih dipatri. /c/ Di Kebun Jati: Hujan Kedua “Jemput dan bawalah aku kemana kau mau,” pintamu. Angin telah mengantar buah kepedihanmu jatuh lagi. Membuatmu poranda. Setelah sekian lama tenang. Sekian jeda yang mencatat sejarah kita. Kamu benarbenar tersungkur. Lalu merapatkan semua pedihmu ke dadaku. Aku terpaku. Seperti tertancap jangkar dari kapalmu yang lantak di hajar ombak. Mungkin dengan menyigi kota, kamu akan sedikit lebih tenang. Tapi kau memilih untuk bicara. Kita berhenti berteduh. Hujan menyela sore kita. Lintinglinting airnya membuat kita lari menghindar. Terduduk di bawah

lindung kebun jati. Aku menatapmu. Kamu tidak. Hanya tertunduk. Sesenggukan. Aku beralih menatap hujan. Hujan Kedua. Keadaan dingin. Semakin dingin. Kamu melipat tanganmu di dada. Aku tak berani membujukmu agar ke dadaku saja. Kamu diam. Aku diam. Hujan pertama yang dekat. Hujan kedua yang asing. Daun-daun jati lecap. Batangnya juga. Terlihat perkasa. Licin dan berkilau dilumur hujan. Kamu menatapnya. Matamu berbinar. Tersenyum dan menatapku. “Jati-jati itu telah menindih buah kepedihanku. Aku tak lagi sedih. Maukah kau menemaniku memetik buah-buah hujan ini?”. Aku mengangguk. Kamu tersenyum. Tanganmu melingkar di pinggangku. Menabrak hujan. Memasrah ketika bulir-bulirnya pecah di tubuh kita. Dan basah segala. /d/ Sampai 8 Km yang akan Lenyap dengan Segera. Malam. Kita sembunyi. Kamu takut. Aku takut. Dan mungkin pengecut. Mungkin tidak pengecut. Pada kota yang berombak. Menitipkan harap. Tentang

ketakutan. Atau pengorbanan. Atau kekalahan. Atau menang yang kalah. Kamu menangisiku. Mendekapku seperti pohon. Aku terdiam. Bibir dan tangan yang gemetar. Meski kamu genggam. Kamu hangati. Hujan seperti ingin membuat kita menyerah. Datang lagi dan lagi. Malam tua. Kamu menunjuk sebuah lampu kota. Menyuruhku menatapnya. “Sebentar lagi cahayanya akan jatuh ke wajah kita dengan menumpang bulir-bulir hujan itu. Aku akan menyusul dan mendapatkan sekecil apapun cahaya itu di wajahmu dan aku harap kau juga mau melakukannya untukku. Ayo, cepat lakukan sebelum 8 km ini lenyap dengan segera,” katamu dengan mata tajam ke arahku. Dua perempuanku muncul seketika di wajahku. Namun, huruf-huruf kangenmu terlanjur berjatuhan. Meluluhkan. Sebelum 8 km lenyap dengan segera. Kita benar benar menjadi lelaki dan perempuan yang menolak untuk lupa.= *) Aktif bergiat di Rumah Tulis: Kita Bangkalan.


KORAN MADURA 8 PROBOLINGGO Oleh: 8 Homaedi*KORAN

JUMAT 14 FEBRUARI 2014 | No. 0301 | TAHUN III

MADURA

Puisi

KORAN MADURA

SELASA 7 JANUARI 2014 No. 0275 | TAHUN III

ResensiJATIM Buku 8 LINTASLINTAS JATIM

JUMAT 14 FEBRUARI 2014 No. 0301 | TAHUN III

Cinta, Korupsi, dan Ambisi

Yang Katanya Santet

Pada purnama ketujuh, kuhanyutkan mantra menebas detak-detakmu. Helai bara membakar udara.

Oleh: Robiatul Lailiyah*

Desirnya meluluri rambut hingga telapak-telapakmu. Bulan datang tampak matahari, menjemput hingga perih. Sebab gerakmu ibarat telur; terendam dikedalaman tak beriak. Retak dihantam ombak. Saat pecah, segalanya berakhir. Amin. Sumenep, 2013

Seseorang akan menjadi budak yang dicintai. Demikian kira-kira terjemah bebas ungkapan berbahasa Arab yang cukup populer di kalangan santri. Cinta memang memiliki kekuatan yang tak tertandingi. Seseorang bisa melakukan apa saja demi yang dicintai, termasuk melakukan tindak pidana korupsi.

A

Tanah Leluhur Aku kembali menghisap dupa merapal mantra harumkandoa. Di tanah bukit sorga tangan menadah kelangitmeratap kisah; leluhurku agung serupahalilintar memecut butir-butir bedil dengan darah dan airmata. Aku berdiri di atas cakrawala, tapaki arah angin haturkan doa roh-roh moyang memerah putihkan asin garam lalu berderak layar –layar di lautan. Dan di langit tertancaplah pusaka kekuasa, biru lautan, hijau gunungan, serta seribu karat keling tombak; menjadi peluru, menjadi serdadu melululantahkan kobaranwaktu. Moyangku semerbak wewangi, moksa di tubuh; Berdeburdalam ombak, menetes pada kemarau di tanah yang mengalir madu dan darah. Lalu aku teriakkan kepada mereka; Aku bersumpah digagang celurit! lebih baik putih tulang dari pada putih mata demi meluhurkan tanah leluhur kami; Asin garam jiwaku, Manis madu sorgaku. Madura, 2013

Homaedi Lahir di Beluk Raja-Ambunten-Sumenep 1991. Pecinta sastra sekaligus penikmat musik tradisional Madura. Karya-karyanya dimuat di koran lokal dan nasional.

mbisi untuk mengubah strata sosial ke kelas yang lebih tinggi serta keinginan kuat menjadi pendamping hidup putri Magistrat Distrik, Aarti Pratap Pradhan, membuat Gopal Mishra ambil bagian dalam kehidupan lingkaran hitam. Hidup sederhana putra bekas guru yang hidupnya pas-pasan itu berubah drastis setelah dekat dengan anggota dewan yang korup. Mulai saat itu, ia tak lagi takut barang haram. Perkenalannya dengan Shukla, sang anggota dewan, berawal dari perkenalannya dengan Sunil, manager acara bursa karier di Studion Olahraga Dr. Sampooranand. Peristiwa penagihan hutang secara paksa dihadapan Sunil oleh dua orang di kafe Coffee Day di IP Mall, Sigra, membuat Gopal dikenalkan pada Shukla untuk mengurus tanahnya yang sudah bertahun-tahun dalam sengketa dengan pamannya. Melalui kekuasaannya, anggota parlemen tersebut memang masyhur bisa menyelesaikan segala masalah. Gopal memang tak punya apa-apa selain tempat tinggal peninggalan sang ayah dan tanah yang disengketakan. Kematian ayahnya beberapa waktu lalu hanya membuat hidupnya makin terpuruk. Ayahnya mewarisi hutang. Satu-satunya kekayaan yang memungkinkan untuk melunasi hutang orangtuanya yang sebenarnya digunakan untuk biaya bimbel dirinya selama di Kota setelah dinyatakan tidak lulus masuk AIEEE (All India Engineering Entrance Exam)dan IIT JEE (Indian Institute of Technology Joint Entrance Exam) adalah tanah seluas 30 ekar yang sedang dalam sengketa.

Waktu itu ayahnya memang berambisi agar putranya kelak jadi insinyur, dan dari gelar itu bisa memperbaiki kehidupannya. Semua perhiasan yang disiapkan untuk sang menantu kelak dijual, demi mengantarkan putranya menjadi insinyur, bahkan harus berhutang untuk membayar bimbel. Gopal diutus untuk mengikuti bimbingan belajar hingga ke luar Varanasi, biar lebih mudah masuk perguruan tinggi pemberi gelar insinyur. Hingga ajal menjemput sang ayah, cita-cita masuk perguruan tinggi tersebut tak terkabul. Gopal yang tak pernah mengenyam pendidikan di kampus oleh Sunil disarankan agar mendirikan perguruan tinggi di lahan miliknya, setelah nanti diakusai kembali dari pamannya. Ia tergiur dengan saran Sunil, karena dengannya bisa mengambil keuntungan untuk melunasi hutang dan hidup lebih layak. Berbagai upaya dilakukan untuk merebut lahan pertanian tersebut dan Gopal mulai terlibat suap menyuap saat mengurus tanah tersebut untuk dialihfungsikan ke lahan pembangunan. Segala pembiayaan didanai sang anggota dewan yang menjadi majelis wali amanat kampus Gopal, tentu dengan membawa misi kepentingan

dirinya pula. Direktur Ganga Tech tersebut makin intens terlibat suap menyuap untuk meloloskan pembangunan Ganga Tech. Uang sebesar 7.223.400 rupee habis untuk memperoleh segalanya, dari sambungan listrik sampai izin untuk pekerja konstruksi, tentu pula menyuap birokrasi (hlm. 204). Sedikitnya sudah 30 orang disogok untuk meloloskan usaha yang korup itu (hlm. 241). Selain sibuk mengurus pembangunan kampus, Gopal juga disibukkan dengan menjalin komunikasi dengan Aari, teman sekelas sejak SD. Sekalipun Aarti sudah menjalin cinta kasih dengan Raghav, teman sebangku sejak kecil yang saat ini sedang menempuh studi di Institute of Technology at the Banaras Hindu University (IT-BHU), Gopal mengambil kesempatan dalam kesempitan. Ia memanfaatkan kesibukan Raghav mengurus majalah kampus hingga jarang menghubungi Aarti untuk mencuri hati kekasih temannya. Kesibukan Raghav melakukan investigasi mengungkap korupsi hingga mengabaikan hubungannya dengan Aati. Meski berhasil menyeret Shukla ke balik jeruji besi akibat Aksi Tanggap Gangga, untuk saling telepon saja jarang. Sementara Gopal makin dekat. Hampir tiap hari bertemu, dan nyaris saja hati Aarti bisa ditaklukkan. Namun tepat pada hari ulang tahun Gopal, perasaan Aarti kepada Gopal berubah 180 derajat, dari cinta menjadi benci. Saat Aarti hendak mengantarkan hadiah ulang tahun ke rumahnya yang baru nan megah, Gopal tertangkap sedang bersama dua perempuan di kamarnya, tepatnya adalah PSK. Peristiwa itu menjadi pukulan telak dan benih-benih cinta yang ditabur Gopal sirna seketika. Dalam setiap halaman buku setebal 432 itu pembaca mendapatkan perjuangan tiga anak muda melakukan revolusi; berjuang mengubah budaya korup, melawan kemiskinan dan meraih cinta. Latar India dengan sungai Gangganya menjadikan buku Revolution 2020 makin menarik untuk dibaca.= *) Mahasiswi Fakultas Tarbiyah Institut Ilmu Keislaman Annuqayah, Sumenep.

KORAN MADURA

PEMIMPIN REDAKSI: Abrari (Non Aktif) WAKIL PEMIMPIN REDAKSI: Zeinul Ubbadi REDAKTUR AHLI: M. Husein REDAKTUR PELAKSANA: Abdur Rahem, M. Kamil Akhyari SEKRETARIS REDAKSI: Benazir Nafilah ADMIN: Indriani Y Mariska PENATA LETAK/DESAIN GRAFIS: Ach. Sunandar, Didik Fatlurrahman, Novemri Habib Hamisi, Khoiril Anwar, FOTOGRAFER: Mahardika Surya Abriyanto (Non Aktif) WEBSITE: Hairil Anwar BIRO SUMENEP: M. Hayat (Kepala), Syamsuni, Junaidi, Ali Ridha BIRO PAMEKASAN: G. Mujtaba (Kepala), Muhammad Fauzi, Ali Syahroni BIRO SAMPANG: Miftahul Ulum (Kepala), Ryan H BIRO BANGKALAN: Moh. Ridwan (Kepala), Doni Heriyanto BIRO SURABAYA: Hana Diman, Ari Armadianto, Joeli Hidayati BIRO PROBOLINGGO: M. Hisbullah H (Kepala), Sugianto, Mahfud Hidayatullah BIRO JAKARTA: Gatti (Kepala), Satya, Cahyono, Willy KONTRIBUTOR: FL. Wati (Bali) Anwar Anggasoeta (Yogyakarta) Ahmad Sahidah (Malaysia) PENERBIT: PT. Koran Madura KOMISARIS: Rasul Djunaidi DIREKTUR UTAMA: Abrari DIREKTUR KEUANGAN: Fety Fathiyah MANAJER PEMASARAN: Moh. Rasul ACCOUNTING EKSEKUTIF: Husnan (Sumenep), Mohammad Muslim (Pamekasan), G. A. Semeru (Surabaya) ALAMAT REDAKSI: Jl. Adirasa 07 Kolor Sumenep, e-mail: koranmadura@ymail.com, koranmadura@gmail.com, opini.koranmadura@gmail.com, http://www.koranmadura.com/ REKENING: BRI 009501000029560, NPWP: 316503077608000 CALL CENTER: Telepon/Fax (0328) 6770024, HARGA ECERAN RP 3.500, LANGGANAN RP 70.000.

WARTAWAN KORAN MADURA DIBEKALI ID CARD (KARTU PENGENAL) DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA IMBALAN BERUPA APAPUN DARI NARASUMBER


KORAN PROBOLINGGO

MADURA

Lintas Jatim

KORAN MADURA

JUMAT 14 FEBRUARI 2014 JUMAT 14 No. FEBRUARI 2014| |TAHUN No. 0301 |IIITAHUN III 0301

OPINI 99

Magma Kelud Terus Meninggi Warga Lakukan Simulasi Evakuasi Letusan Gunung Kelud KEDIRI - Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi Bandung (PVMB) mengatakan magma Gunung Kelud di Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, (1.730 mdpl) terus berusaha naik. "Pusat tekanan diketahui antara 2-3 kilometer di bawah Gunung Kelud dan itu dia (magma) terus berusaha naik," kata Pelaksana Tugas Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api PVMBG Gede Suantika ditemui di Pos Pengamatan Gunung Api Kelud, Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Kamis (13/2). Ia mengatakan jumlah kegempaan terutama vulkanik dangkal semakin lama semakin tinggi. Ketinggian diketahui selama empat hari terakhir. Pada Rabu (13/2), pukul 00.00 WIB sampai 06.00 WIB, gempa vulkanik dalam mencapai 39 kali, gempa vulkanik dangkal 208 kali, gempa "low frequency" 86 kali, serta suhu air yang mencapai 57,7 derajat celcius. Sementara pada 06.00 WIB sampai 12.00 WIB, gempa vulkanik dalam 83 kali, gempa vulkanik dangkal 245 kali, gempa "Law frequenci" mencapai 65 kali, dan suhu turun menjadi 57,4 derajat celcius. Pihaknya menyebut, jarak magma bisa keluar hanya sekitar 0,5 kilometer sampai 1 kilometer saja, namun apakah erupsi nantinya bersifat eksplosif atau efusif lagi, ia belum mengetahui. "Erupsi itu ada dua tipe, letusan atau leleran lava. Yang berbahaya itu letusan," katanya. Ia mengatakan, melihat kegempaan terutama gempa vulkanik dangkal, bisa jadi erupsi semakin cepat terjadi. Selain itu, suhu kawah juga sudah di atas normal dan terlihat terus naik. Suhu puncak saat erupsi bisa mencapai 70 derajat celcius. Berdasarkan pengalaman, kata dia, erupsi bisa terjadi sampai hitungan bulan, yang ditandai dengan semakin tingginya gempa vulkanik dangkal. Saat ini, gempa itu masih bisa dihitung, sementara jika benar-benar terjadi erupsi, kegempaan sudah tidak bisa dihitung lagi dan bisa mengarah ke gempa tremor. Sementara itu, aktivitas warga di sekitar kaki Gunung Kelud masih seperti biasanya, tetap ber-

ant/rudi mulya

SIMULASI EVAKUASI WARGA GUNUNG KELUD. Waka Polres Kediri Kompol Alvian menggendong seorang lansia saat simulasi evakuasi warga lereng Gunung Kelud, di Desa Sugihwaras, Kediri, Jawa Timur, Kamis (13/2). Simulasi tersebut di lakukan agar masyarakat yang tinggal di lereng gunung kelud tidak panik saat erupsi letusan gunung kelud dan tidak takut saat petugas Kepolisian, TNI, dan petugas PMI melakukan evakuasi warga untuk mengungsi.

ladang, panen, ataupun aktivitas lainnya. Namun. mereka juga sudah berkemas membawa barang yang diperlukan jika Gunung Kelud erupsi. Mereka membawa baju ataupun surat berharga lainnya. Di Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, terdapat 1.200 jiwa, yang semuanya akan siap mengungsi jika Gunung Kelud erupsi. Perangkat desa setempat menyiapkan 31 titik kumpul untuk evakuasi warga. Di Kabupaten Kediri, ada sekitar 66 ribu jiwa yang harus dievakuasi jika terjadi erupsi pada Gunung Kelud. Mereka adalah warga di empat kecamatan yang terdampak langsung bencana letusan, yaitu dari Kecamatan Ngancar, Kepung, Plosoklaten, dan Puncu. PVMBG telah memutuskan kenaikan status Gunung Kelud dari semula waspada menjadi siaga. Kenaikan itu dipicu terjadinya peningkatan aktivitas vulkanik di gunung tersebut, terhitung sejak Senin (10/2) pukul 16.00 WIB. Peningkatan aktivitas kegem-

paan vulkanik menunjukkan peningkatan dan didominasi oleh gempa vulkanik dangkal, gempa vulkanik dalam, data suhu air panas di kawah dan pemantauan visual yang memang menunjukkan peningkatan. Dengan kondisi tersebut, direkomendasikan agar pendaki, wisatawan, dan masyarakat tidak mendekati puncak kawah Gunung Kelud. SIMULASI EVAKUASI Sejumlah warga Desa Sugihwaras, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, mengikuti simulasi yang dilakukan petugas menghadapi bencana letusan Gunung Kelud (1.730 mdpl) di daerah itu. "Saat ini sudah melewati fase peringatan dini dan kesiapsiagaan, untuk itu harus ketahui rute," kata Wakil Kepala Polres Kediri Kompol Alfian ditemui setelah simulasi, Kamis. Ia mengatakan, petugas telah melakukan pemetaan dan evaluasi dan diketahui berbagai kendala saat evakusi, seperti jalan yang bergelombang. Selain itu, cuaca

juga sering turun hujan, sehingga hal itu juga perlu diantisipasi. Pihaknya juga menyebut, simulasi itu sengaja tidak menggunakan sirine, sebab dikhawatirkan akan membuat panik warga. Saat ini, status Gunung Kelud masih siaga dan belum perlu dilakukan evakuasi. Ia juga mengatakan, anggota terus melakukan pendekatan kepada warga, dan memberikan pengertian agar mereka mau mengungsi jika Gunung Kelud meletus. "Kami sudah sambang pada warga dan meminta agar mereka ikut evakuasi demi keselamata jiwa," ucapnya. Wakalpolres juga sudah meminta anggotanya untuk mengutamakan warga yang sakit dan lanjut usia dalam proses evakuasi nantinya. Sementara, untuk ternak juga akan dievakuasi menggunakan kendaraan yang sudah disiapkan. Sementara itu, Kepala Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar Sukemi mengatakan terdapat 1200 warga yang tinggal di desa ini. Ia juga terus melakukan pendekatan pada warganya, dan me-

minta perangkatnya, tingkat RT untuk memantau warganya jika dilakukan evakuasi. "Kalau di RT, dia yang lebih tahu jadi lebih mudah mendata warganya," tuturnya. Ia menuturkan, perangkat juga sudah memetakan untuk titik-titik evakuasi. Ada 31 titik kumpul di RT, jika warga nantinya akan dievakuasi. Warga, lanjut dia, tidak keberatan jika harus mengungsi, sebab mereka juga mengetahui bahaya yang mengancam. Namun, warga meminta agar segala keperluan dicukupi, seperti soal tempat tinggal, makanan, serta obat. Simulasi itu diikuti warga Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar. Warga berlarian dikawal petugas ketika gunung itu meletus. Petugas juga menggendong warga yang sudah lansia, sementara warga yang terluka langsung dibawa mobil ambulans. Untuk ternak warga, dibawa dengan mobil petugas, dan warga sendiri dinaikkan ke dalam bus yang difungsikan sebagai kendaraan evakuasi. ANT/FIQIH ARFANI/DIK


10

Lintas Jatim

KORAN MADURA

JUMAT 14 FEBRUARI 2014 | No. 0301 | TAHUN III

SIAGA BENCANA

Gartap III Tanggap Darurat?

g. armadianto semeru/koran madura

KUNJUNGAN KERJA. Wagub Jatim Gus Ipul terima kunjungan kerja komisi IX DPR RI di kantor Dinas Kesehatan Jatim.

Menanti BPJS di Jatim SURABAYA – Jawa Timur siap untuk menyukseskan program pemerintah pusat khususnya di bidang kesehatan yakni terselenggaranya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang telah dimulai per 1 Januari 2014. Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jawa Timur Drs. H. Saifullah Yusuf saat menerima kunjungan kerja Komisi IX DPR RI dalam rangka Implementasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Dinas Kesehatan Provinsi Jatim Jl. A. Yani No. 118, Surabaya, Kamis (13/2). Ia menjelaskan, program BPJS merupakan bagian dari Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) yang diselenggarakan menggunakan mekanisme asuransi kesehatan sosial yang bersifat wajib berdasarkan UU 40 tahun 2004 tentang SJSN. “UU ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dasar kesehatan masyarakat yang layak dan diberikan kepada setiap orang yang telah membaya iuran atau iuran tersebut dibayarkan oleh pemerintah,” ucapnya. Secara keseluruhan di JAtim kepesertaan JKN sudah mencakup berbagai program kesehatan, meliputi Jamkesmas (14.001.865), Askes PNS (2.323.784), Jamsostek (1.027.469), TNI (171.846) dan Polri (91.581). Selain itu juga diikuti peserta mandiri yang jumlahnya hingga tanggal 10 Februari 2014 sebanyak 50.045 jiwa. Gus Ipul biasa ia disapa menjelaskan, pelaksanaan JKN di Jatim pada tahun 2014 telah

melakukan berbagai tahapan. Hal tersebut dilakukan sebagai salah satu upaya pemerintah agar mempercepat keikutsertaan masyarakat. “Tahapan yang telah dilakukan yakni menjalin kesepakatan bersama (MOU) antara Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Jatim dengan BPJS tentang regionalisasi tarif pelayanan kesehatan bagi peserta BPJS kesehatan dan fasilitas kesehatan tingkat lanjutkan,” ungkapnya. Ia menambahkan, pemerintah juga telah melakukan MOU antara asosiasi dari dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/ kota (Adinkes) Jatim dengan BPJS tentang kesepakatan tarif pelayanan kesehatan bagi peseta BPJS kesehatan di fasilitas kesehatan tingkat lanjutan. "Data dari Dinas Kesehatan Jatim, rumah sakit yang telah menjalin kerjasama dengan BPJS sebanyak 199 rumah sakit dan 960 Puskesmas," jelasnya. Ke depan, Pemprov Jatim bersama BPJS akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk segera menjadi peserta BPJS. Sosialisasi menjadi bagian penting mengingat sebagian besar masyarakat masih belum mengetahui program dari peme-

rintah pusat. Selain dilaksanakan sosialisasi yang melibatkan masyarakat, juga akan dilakukan pertemuan rutin untuk membahas segala hal yang terkait dengan hambatan-hambatan pelaksanaan BPJS. Pertemuan ini untuk memaksimalkan peran tim verifikasi yang baik di setiap rumah sakit. “ Intinya, kami dari provinsi tidak boleh menolak pasien miskin untuk dana akan kami pikirkan dengan dana APBD sekaligus sharing dengan Kabupaten/Kota,” ujarnya. Dalam pertemuan ini, juga dibahas pembatasan obat yang dirasa memberatkan pasien terkait aturan-aturan yang diterapkan oleh BPJS. Kami akan berkerjasama dan berkoordinasi dengan Bupati/Walikota serta melibatkan peran camat, kepala desa untuk memback up pelaksanaan BPJS dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat desa. “Kepala desa bisa menjadi penggerak bagi kesuksesan program pemerintah di bidang kesehatan,” imbuhnya. Selain itu, dalam upaya menyukseskan program BPJS ini, Pempov Jatim mengeluarkan Surat Keputusan Gubernur Jatim No. 188/786/KPTS/2013 tentang pelaksanaan regional sistem rujukan tanggal 25 November 2013 serta diterbitkanya Surat Keputusan Gubernur Jawa Timur tentang tim koordinasi pelaksanaan program JKN tahun 2014 pada tanggal 8 Januari 2014. = G. ARMADIANTO SEMERU

SURABAYA - Dalam rangka kesiapsiagaan penanggulangan bencana alam Gartap III/Surabaya menggelar apel Gabungan TNI-Polri di Lapangan Makodam V/Brawijaya. Kamis (13/2). Dalam kegiatan apel ini juga disertakan material yang terdiri dari Motor Patwal, Truk, Perahu Karet/LCR, Ambulance, Dump Truck, Mobil Durlap, Mobil SAR (Polri), Mobil Basarnas, Mobil toilet, Mobil PMK dan Exavator. Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Ediwan Prabowo, SIP mengatakan, saat ini negara dalam status waspada bencana, karena hampir seluruh wilayah negara mengalami bencana banjir dan tanah longsor. Tak terkecuali wilayah Jawa Timur. Mulai dari Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Gresik, Jombang, Madura, Pasuruan, Probolinggo dan Situbondo. “Kepada para Komandan Satuan TNI-POLRI untuk senantiasa siap dan bertekad membantu menanggulangi bencana alam untuk dapat meringankan penderitaan rakyat,” ujarnya kepada wartawan. Pangdam juga menyampaikan tugas kemanusiaan ini berkoordinasi dengan semua instansi terkait dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah (BNPBD) tingkat Provinsi maupun Kabupaten dengan tulus dan ikhlas karena rakyat sangat mengharapkan bantuan dan perlindungan dari saudarasaudara. “Bencana Banjir ini sangat

mempengaruhi perekonomian masyarakat, karena banyak sarana jalan yang terputus dan rusak sehingga menghambat pengiriman bantuan kekorban bencana,” jelasnya Jenderal Bintang dua penerima Adi Makayasa ini memberikan beberapa pesan antara lain, pertama, tingkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar selalu mendapatkan bimbingan dan petunjuk-Nya dalam melaksanakan tugas yang akan datang. Kedua, tingkatkan kemampuan penguasaan wilayah dan selalu mengupdate perkembangan situasi tentang bencana yang terjadi di wilayah kalian. Ketiga, tingkatkan kewaspadaan dan ketanggapsegeraan dalam melaksanakan bantuan pertolongan terhadap korban bencana alam dan terhadap masyarakat yang membutuhkan bantuan. Keempat, adakan kegiatan evaluasi terhadap kekurangankekurangan dan kelemahankelemahan dalam pelaksanaan tugas membantu korban bencana alam, cari solusinya sehingga dapat memperbaiki pelaksanaan tugas yang akan datang. Untuk diketahui, Gunung Kelud di Kediri akhir-akhir ini juga menunjukkan aktifitasnya sehingga dinaikkan statusnya menjadi waspada karena mengalami erupsi dan mulai mengeluarkan lahar dingin. = G. ARMADIANTO SEMERU

g. armadianto semeru/koran madura

PENGHARGAAN. Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Ediwan Prabowo, SIP (dua dari kiri) saat mendapat pengarahan kesiapan pasukan Gartap III/ Surabaya tanggap darurat. Karena saat ini negara dalam status waspada bencana, karena hampir seluruh wilayah negara mengalami bencana banjir dan tanah longsor. Tak terkecuali wilayah Jawa Timur. Mulai dari Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Gresik, Jombang, Madura, Pasuruan, Probolinggo dan Situbondo.


Lintas Jatim

KORAN MADURA

JUMAT 14 FEBRUARI 2014 | No. 0301 | TAHUN III

PUTRI INDONESIA. Bude Karwo dan Ibu Fatma Saifullah Yusuf bersama Putri Indonesia 2014 Elvira Devina Mira di Gedung Grahadi Surabaya.

11

e. hana diman/koran madura

Mempertahankan Jati Diri Bangsa SURABAYA - “Saya harapkan Puteri Indonesia tetap dapat merepresentasikan sebagai puteri Indonesia yang seutuhnya, artinya mempertahankan jati diri bangsa Indonesia yang memegang teguh etika dan moral. Kita boleh meng-global tapi harus ada filter,”. Harapan itu disampaikan Isteri Gubernur Jatim Dra Hj Nina Soekarwo, MSi yang lebih akrab disapa Bude Karwo ketika silaturahmi dengan Puteri Indonesia 2014 Elvira Devinamira, di Gedung Negara Grahadi, Kamis (13/2). Menurutnya, setelah berhasil menjadi Puteri Indonesia berarti terbuka kesempatan untuk mewakili Indonesia di ajang Miss Universe 2014. Ini membanggakan bagi masyarakat Jatim. Semoga berhasil menang dalam ajang Miss Universe dan mengharumkan nama Indonesia. Karena Indonesia mempunyai

potensi yang luar biasa untuk dipromosikan. Sebagai puteri Indonesia banyak hal yang harus dilakukan, pertama membangun optimisme, kemudian menyusun rencana dan strategi untuk menyusun langkah yang konstruktif, dan tentu saja dalam pelaksanaannya harus disertai dengan disiplin dan dedikasi. “Menang tidak harus menjatuhkan tapi dengan membangun kualitas, menggali potensi dengan baik,” tuturnya. Jumlah penduduk perempuan di Jatim sekarang lebih besar daripada laki-laki perbandingannya perempuan 51 % dan laki-laki 49

%, tapi jangan sampai menjadi beban justru menjadi asset. Kaum perempuan Indonesia sekarang sudah berdaya dalam peningkatan SDM sekaligus empowering pemberdayaan ekonomi perempuan. Hal ini berdampak cukup bagus pada perekonomian, karena potensi Jatim akan terangkat khususnya industri kreatif. Presiden Direktur PT Mustika Ratu Tbk Putri K Wardani mengatakan, ajang pemilihan Puteri Indonesia sudah dimulai sejak tahun 1992, dalam perjalanan selama 20 tahun ini Elvira merupakan wanita kedua dari Jatim yang meraih mahkota Puteri Indonesia setelah Putri Raesmawati pada tahun 2007. Yayasan Puteri Indonesia merupakan wadah non profit organisasi yang bergerak mendorong kemajuan kaum wanita khusunya diIndonesia. Melalui salah satu

kegiatannya yaitu pemilihan Puteri Indonesia setiap tahun memilih wanita-wanita usia 1826 tahun yang mempunyai bakat dan skill sesuai dengan kriteria yang diberikan Miss Universe yaitu beauty brain dan behaviour. Gadis yang lahir di Surabaya 20 tahun lalu ini berhasil menyabet mahkota Puteri Indonesia 2014 pada malam grand final puteri Indonesia 2014 di Jakarta (29/1) lalu mengalahkan 37 finalis yang berasal dari 33 Provinsi di seluruh Indonesia. Setelah hampir tiga minggu meninggalkan Jatim untuk mengikuti karantina dan kegiatan Puteri Indonesia, hari ini untuk pertama kali kembali ke kampung halaman setelah menjabat sebagai Puteri Indonesia. Puteri Indonesia yang saat ini tercatat sebagai mahasiswi Fak Hukum Unair Surabaya ini

akan mewakili Indonesia di ajang kecantikan internasional Miss Universe 2014 yang akan digelar akhir tahun ini. Puteri Indonesia yang dalam kunjungannya didampingi Head of Communication Yayasan Puteri Indonesia Mega Angkasa setelah beramah tamah dengan Bude Karwo juga talkshow dan press conference di Rektorat UNAIR Surabaya. Sore harinya dilanjutkan dengan kegiatan “Meet and greet with Puteri Indonesia 2014” di Giant Waru. Hadir dalam kesempatan audiency itu Ister Wagub Jatim Dra Hj Fatma Saifullah Yusuf, isteri Sekda Prov Jatim Hj Yulia akhmad Sukardi, Kepala Disbudpar Jatim, Kepala Biro Kesra Setda Prov Jatim, isteri Pengurus TP PKK Provinsi Jatim, Pengurus BKOW Provinsi Jatim. = E. HANA DIMAN


12

KORAN MADURA

JUMAT 14 FEBRUARI 2014 | No. 0301 | TAHUN III

NARKOTIKA

Bara Memanggang Sabu India SURABAYA - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur kemarin memusnahkan narkotika jenis sabu seberat 1.685 gram yang diamankan dari Manju Raj (40) warga Negara India, Minggu (19/1) lalu, di Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya. Pemusnahan barang haram tersebut dilakukan di halaman kantor BNNP di Jalan Ngagel Madya V/22 Surabaya dan dipimpin langsung oleh Kepala BNNP Jawa Timur Brigjen Pol Drs. Iwan A Ibrahim. Kepada wartawan, Iwan Ibrahim menjelaskan bahwa Manju Raj merupakan sindikat sabu dari India masuk ke Indonesia dan diduga berada dalam satu jaringan dengan kelompok jaringan narkoba Nepal. "Jika dilihat dari jenis narkobanya, kemungkinan ini berada dalam jaringan IndiaNepal dan Surabaya sudah menjadi target bisnis narkoba antarnegara," tandasnya. Manju Raj ditangkap petugas di Bandara Juanda saat membawa 9 bungkus sabu seberat 1.730 gram. Perempuan paruh baya tersebut datang ke Indonesia dengan menggunakan

pesawat Cathay Pasific dengan nomor penerbangan CX 781. Sebelum ke Indonesia, ia terlebih dahulu singgah di Hongkong. Rencananya, sampai bandara Juanda akan ada yang mengambil. Tapi apes, dia keburu ditangkap petugas. Saat ini Manju Raj masih menjalani proses hukum dan ditahan di Polda Jatim. Dalam pemeriksaan, Manju mengaku dititipi seseorang dari India kemudian disetorkan orang di Indonesia. Untuk kepentingan penyidikan, BNNP tidak memusnahkan seluruh barang bukti. Dari informasi yang diperoleh petugas, sabu tersebut diduga dipesan oleh warga Nigeria yang tinggal di Indonesia. "Tidak semua dimusnahkan, ada beberapa gram yang disisakan untuk labfor dan barang bukti di persidangan nanti," katanya. Akibat perbuatannya, Manju disangkakan dengan Pasal 113 ayat (2), Pasal 114 (2), Pasal 112 (2), Jo Pasal 132 ayat (1) No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara. = E HANA DIMAN

KONVENSI CAPRES DEMOKRAT

Adu Visi Garuda-Rajawali SURABAYA - Dua kelompok dari Garuda dan Rajawali dari peserta konvensi calon presiden dari Partai Demokrat akan beradu visi dan misi dalam debat kenegaraan yang digelar di Convention Hall Grand City Surabaya, sore hingga malam hari ini. "Sebanyak 11 kandidat akan memaparkan visi dan misinya tentang rencana pembangunan negara di bidang sosial budaya dan pertahanan keamanan," ujar Sekretaris Komite Konvensi Calon Presiden dari Partai Demokrat, Suaidi Marassabesy, ketika dikonfirmasi di Surabaya, Kamis (13/2). Para kandidat dibagi menjadi dua kelompok yakni Garuda dan Rajawali. Kelompok Garuda terdiri dari Anies Baswedan, Pramono Edhie Wibowo, Endriartono Sutarto, Sinyo Haris Sarundajang, Gita Wirjawan dan Hayono Isman. Sedangkan, kelompok Rajatwali terdiri dari Marzuki Alie, Irman Gusman, Dino Patti Djalal, Dahlan Iskan serta Ali

Masykur Musa. "Kelompok Garuda akan beradu visi misi pada pukul 15.00-17.30 WIB, kemudian kelompok Rajawali pada sesi kedua, pada pukul 19.00-21.30 WIB," kata Suaidi. Teknisnya, lanjut dia, moderator akan menyampaikan pertanyaan dan dijawab oleh para kandidat. Setelah itu, tamu undangan yang hadir dipersilahkan mengajukan pertanyaan kepada kandidat. "Moderatornya berasal dari intelektual muda Surabaya. Pada sesi tanya jawab, kami harap yang tanya banyak dari generasi muda," kata purnawiran berpangkat letnan jenderal tersebut. Suaidi menyampaikan, debat kandidat dilakukan untuk menggali visi dan misi bila terpilih menjadi peserta konvensi. Selama pelaksanaan debat tidak ada proses penilaian, serta tidak ada sistem gugur bagi yang debatnya kalah dibanding dengan kandidat lainnya. = ANT/FIQIH ARFANI

PEMUSNAHAN. Petugas sedang memusnahkan narkoba senilai Rp 3 Miliar di Polda Jatim.

g. armadianto semeru/koran madura

Waspadai Permen Coklat Narkoba SURABAYA - Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya meminta dan mengimbau kepada para pelajar di Surabaya untuk mewaspadai peredaran coklat berisi narkoba dan permen cinta. Peringatan ini dilakukan setelah SatBinmas Polrestabes Surabaya menggelar sosialisasi kepada pelajar SMA Trimurti Surabaya, Kamis (13/2). Kasat Binmas Polrestabes Surabaya, AKBP Firmansyah menuturkan, di Jawa Timur coklat tersebut memang belum ditemukan, namun di Jakarta coklat berisi narkoba dan obat perangsang kini marak. Apalagi perayaan valentine identik dengan coklat. "Kalau di Jatim memang belum ditemukan, tapi di Jakarta sudah ada. Karena itu kita harus tetap waspada," ujar Kasat Binmas Polrestabes Surabaya saat didampingi oleh Kasubag Humas Polrestabes Surabaya, Kompol Suparti. Ia menjelaskan, seperti di Jakarta ditemukan narkoba dibalut dengan coklat dan dimakan siswa TK Sekar Bangsa, Pondok Labu, Jakarta Selatan. Selain cokelat berisi narkoba, Firmansyah juga meminta pelajar untuk hati-hati dengan permen yang berisi obat perangsang, atau yang dikenal dengan permen cinta. "Permen cinta sempat ramai dibicarakan, ini juga harus diwaspadai," ujar-

Kalau di Jatim memang belum ditemukan, tapi di Jakarta sudah ada. Karena itu kita harus tetap waspada,�

AKBP Firmansyah

Kasat Binmas Polrestabes Surabaya nya. Menurutnya, pemahaman tentang larangan narkoba khususnya dari segi aturan pemerintah dan bahaya kesehatan. Dapat diteruskan hinga ke masyarakat luas. "Secara agama jelas narkoba ini dilarang, untuk itu kita berharap orang tua juga ambil bagian dalam perang melawan narkoba ini," ujarnya. Ia juga mengharapkan kepada orangtua untuk menjaga dan senantiasa memelihara kehidu-

pan yang harmonis dalam rumah tangga dengan jalan menjaga perilaku dan gerak gerik putra putrinya dari hal-hal yang menjurus kepada penggunaan narkotika. “Kami juga mohon dukungan informasi warga di Surabaya diharapkan jangan segan-segan melaporkan jika mengetahui peristiwa meresahkan apapun kepada petugas polisi,� ujarnya. Selain melakukan sosialisasi coklat berisi narkoba dan permen cinta, Satbinmas juga melakukan sosialisasi atau penyeluhan hari valentine meminta agar siswa untuk bijak merayakannya dan tidak berlebihan. "Boleh saja merayakan valentine, asal jangan sampai berlebihan," ujarnya. Firmansyah mengatakan, banyak remaja saat ini salah kaprah dalam merayakan valentine, terutama mereka yang berpasangan. "Jangan sampai memberikan segalanya pada pacar, ingat saat ini telah banyak terjadi pelajar hamil," ujarnya. Menurutnya, merayakan valentine bisa dengan cara positif, seperti menunjukkan kasih sayang pada orangtua, saudara dan masyarakat sekitar. "Kasih sayang itu tiap hari, tidak hanya sehari saja. Jadi tidak harus merayakan valentine," ujarnya. = G. ARMADIANTO SEMERU


KORAN PROBOLINGGO MADURA

13 LINTAS13 JATIM

KORAN MADURA

Probolinggo

JUMAT 1414 FEBRUARI 2014 NO. 0301| JUMAT FEBRUARI 2014TAHUN III NO. 0301 | TAHUN III

Sikap Valday dari NU Jangan Terpengaruh Budaya Asing PROBOLINGGO – NU Kota Probolinggo menolak tegas masuknya budaya asing yang dinilai telah merusak moral bangsa. Salah satunya, valentine day atau lebih dikenal hari kasih sayang yang jatuh pada tanggal 14 Pebruari. “Valentine day itu kan budaya luar,” ujar Wakil Ketua NU setempat Achmad Hudri kepada wartawan, Kamis (13/2). Menurut dia, valentine yang kerapkali dirayakan oleh kaum anak-anak muda tersebut seringkali mengarah kepada pergaulan bebas. Sehingga pengaruhnya akan merusak terhadap moral anak bangsa. “Di Islam itu tidak ada istilah valentine day. Makanya karena arahnya valentine itu lebih cenderung terhadap pergaulan bebas, NU kemudian melarang agar umat Islam tidak ikut-ikutan untuk merayakannya,” tandasnya. Agar kaum muda-mudi tidak terpengaruh terhadap budaya tersebut, NU Kota

Probolinggo menghimbau kepada para generasi anak muda agar tidak mudah terbawa arus dengan istilah tersebut. Itulah sebabnya, peran serta orangtua sangat penting. Di ajaran agama Islam, kasih sayang itu memang ada. Namun arahnya tidak seperti itu. Bahkan, kasih sayang tersebut merupakan salah satu yang memang dianjurkan oleh agama. Salah satunya, sayang terhadap orangtua, sayang terhadap anak dan sayang terhadap sesama. “Yang tidak boleh itu kan pergaulan bebasnya itu. Arti dari pergaulan bebas itu, seperti melakukan hal-hal yang justru lebih banyak mudhoratnya

daripada keb a i k a n n y a ,” terang dia. Istilah valentine day itu, tak hanya mendapatkan respon dari kalangan NU. Namun juga kalangan kampus. Salah seorang dosen Universitas Panca Marga (UPM) Probolinggo, Eko Wahyono mengatakan, jika warga Indonesia itu memang tidak terlepas dari tradisi dan budaya “latahnya”. Sehingga dengan tradisi latahnya itu, banyak budaya asing

MANTAN BUPATI

Caleg Partai NasDem DPR RI Dapil Jatim II Probolinggo-

Pasuruan ini menyebutkan, dia memang sengaja membangun Rusunawa Santri dengan 5 Lantai dengan 99 kamar.

=Muhammad Sugianto

STATUS WASPADA

“7 bulan target harus selesai dan 5 Lantai serta 99 Kamar yang

Gunung Bromo Tetap Waspada

ada di Bangun,”ungkap Mantan Bupati Probolinggo selama dua Periode ini. =M.Hisbullah Huda

PROBOLINGGO - Gunung Bromo merupakan salah satu gunung aktif di Jawa Timur. Statusnya sekarang berada dalam posisi waspada. Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) mengimbau agar para wisatawan yang berkunjung kesana lebih berhati-hati dan diharapkan untuk tidak mendekati gunung dari radius satu Kilometer. Kepala BPBD Kabupaten Probolinggo, Dwijoko Nurjayadi, mengatakan, status gunung tersebut dalam kondisi waspada sesuai dengan surat dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menerangkan tentang kondisi gunung Bromo yang berstatus waspada. “Status Gunung Bromo sejak 10 oktober 2010, pasca bencana erupsi gunung bromo,” katanya kepada wartawan, Kamis, (13/2). Oleh karenya, pihak BPBD menghimbau kepada wisatawan yang berkunjung agar tidak mendekat pada radius satu kilometer. Namun kenyataan-

Bangun Rusanawa Santri PROBOLINGGO – Mantan Bupati Probolinggo yang juga Ketua DPP Partai NasDem Bidang Agama dan Adat, Hasan Aminuddin membangun sebuah Pondok Pesantren di desa Rangkang Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo. Menurunya, kalau Pondok Pesantren itu di bangun atas inisiatif sendiri beserta istrinya Puput Tantriana Sari yang juga Bupati Probolinggo. Kalau sudah rampung pembangunan ponpes itu, rencananya akan di namankan Ponpes Yayasan Hati. “ Tapi sekarang masih induk Ke Ponpes Syaeh Abdul Qodir Aljailani (Pengasuh KH Hafidz Aminuddin). Kalau sudah selesai nantinya Ponpes Yayasan Hati,”jelas Hasan saat Sosialisasi dan Pemasangan Tiang Pancang Pertama ‘Rusunawa Santri’, Kamis (13/2). Ponpes yang di bangun oleh Ketua Ormas Nasional Demokrat Jawa Timur seluas 1,8 hektar.”Santrinya hanya untuk orang miskin dan tidak memandang Agama baik itu agama islam, agama hindu, agama Kristen boleh mondok di sini,”ucap Hasan Aminuddin.

deng a n mudahnya masuk ke Indonesia.

“Banyak sekali tradisi kita yang terabaikan, sehingga tradisi kita sendiri terkesampingkan,” katanya. Menurut dia, perayaan valentine yang kini lagi “ngetren” di kalangan anak muda, memang menjadi sorotan public. Namun semua itu tergantung dari sisi mana menilainya. “Kalau dinilai dari sisi pergaulan bebasnya justru itu tidak baik. Karena itu akan merusak moral anak-anak bangsa,”pungkas Eko Wahyono.

nya, masih banyak para wisatawan yang berkunjung tetap medekati, bahkan menaiki kawah bromo.“Mereka beralasan untuk menikmati terbitnya matahari dari puncak gunung bromo,”tandas Dwijoko Nurjayadi. Dwijoko Nurjayadi menambahkan, gunung bromo pada 2010 kemarin, sempat terjadi erupsi. Dalam kejadian akibat letupan abu vulkanik dari mulut gunung Bromo, membuat tanaman serta lahan pertanian di daerah yang berdekatan dengan lokasi banyak yang mengalami kerusakan.“Beruntung korban jiwa dalam peristiwa tersebut tidak sampai terjadi,”paparnya. Dengan status waspada, lanjut dia, diharapkan status gunung tidak sampai meningkat ke status yang lebih tinggi.”Semoga saja tidak terjadi lagi peristiwa seperti tahun kemarin. Apalagi sekarang di Jawa Timur, erupsi Gunung Kelud di Kediri terjadi,”pungkas Dwijoko Nurjayadi. =Mahfud Hidayatullah


14

Probolinggo

KORAN MADURA

JUMAT 14 FEBRUARI 2014|NO. 0301|TAHUN III

MERAIH ASA

Menambal Ban Sejak Belia PROBOLINGGO – Di tahun 2014 ini, pemerintah Kota Probolinggo telah serius untuk menekan angka pengangguran melalui Disnaker dengan mengadakan beragam pelatihan. Namun, di sisi lain, angka anak putus sekolah jangan sampai terabaikan. Salah satunya, Dian (14) gadis belia asal warga jalan Angrek, Kota Probolinggo. Sejak ia lulus SD Sukabumi IX, dia tidak lagi melanjutkan sekolahnya. Alasannya, tidak punya biaya untuk melanjutkan pendidikannya. Karena tidak punya biaya untuk melanjutkan sekolahnya, gadis belia itu terpaksa harus ikut orangtuanya membantu jadi tukang tambal ban di pinggir jalan. Tepatnya, di depan rumah sakit dr. Muhammad Saleh Kota Probolinggo. Menjadi seorang tukang tambal ban memang tidak pantas dilakukan seumuran Dian. Namun apa daya, kondisi ekonomi-lah yang menjadikannya harus melakukannya. Setiap hari, ia harus membantu orangtuanya menam-

bal ban motor yang penghasilannya mungkin tidak seberapa. “Saya tiap hari membantu orangtua,” ujar Dian saat bincangbincang dengan Koran Madura, Kamis (13/2). Di bengkel yang terbuka itu, Dian melayani pelanggannya sejak pukul 08.00 sampai 24.00 wib. Meski gadis belia itu menjadi seorang tukang tambal ban, namun ia tidak merasa risih terhadap pelanggan. Bahkan, ia sudah merasa terbiasa. Di benak putri satu-satunya pasangan Mathori dan Halimah itu, tidak pernah terlintas untuk menjadi seorang tukang tambal ban. Ia ingin seperti gadis-gadis yang umurnya sepantaran. Bisa melanjutkan sekolahnya ke jenjang yang

lebih tinggi. Hanya saja, gadis belia itu masih malu-malu saat ditanya berapa penghasilan yang didapat dalam sehari dengan menjadi seorang tambal ban. “Saya tidak tahu, karena yang tahu itu bapak saya,” akunya dengan wajah tersipu. Melihat Dian begitu cekatan memasang ban motor dan menambalnya, sepertinya dia tidak kalah berpengalaman dengan tukang tambal ban motor lainnya. Bahkan, kecekatan gadis belia itu selalu menjadi perhatian bagi orang-orang yang kebetulan sedang lewat. Saat bincang-bincang dengan Koran Madura, Dian memang tidak banyak bicara. Namun, dari raut wajahnya yang polos itu, terpancar sebuah asa seperti anak-anak lainnya. Ingin bercanda di sekolah dan merindukan kasih sayang. Namun semua itu, hanya menjadi bagian potret yang harus ia jalani walaupun terasa getir. =Muhammad Sugianto

POLITIK

Target Lima Kursi PROBOLINGGO - Partai Nasdem merupakan partai pendatang baru dalam pemilu 9 April mendatang. Partai Nasdem hanya menargetkan perolehan kursi dewan di DPRD Kota Probolinggo, sebanyak 5 kursi dari total 30 kursi dewan yang diperebutkan. Ungkapan itu disampaikan, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasdem, Kota Probolinggo, Zulfikar Imawan, kepada wartawan, Kamis (13/2). Zulfikar Imawan mengatakan, target perolehan kursi untuk partai yang dipimpinnya tidak terlalu mulukmuluk dan relialitis.” Partai Nasdem Kota Probolinggo hanya menginginkan dalam 3 daerah pemilihan (Dapil) memperoleh 5 kursi DPRD,” tandasnya. Menurutnya, untuk mencapai target itu partai Nasdem sudah melakukan penataan dan pemetaan politiknya. Selain mendekati masyarakat, pihaknya melakukan pendataan anggota dan pengurus Nasdem se Kota Probolinggo. “Secara internal maupun gerakan secara eksternal telah kami lakukan dengan konsolidasi dan pendekatan persuasif kepada basis massa,” terang

Zulfikar Imawan. Zulfikar Imawan menambahkan, caleg yang siap bertarung dalam pileg 9 April mendatang semuanya sudah dipersiapkan dengam pembekalan. Jumlah caleg dari partainya di semua dapil sudah terisi seratus persen, baik dari perwakilan perempuan.“Jumlah caleg disesuiakan dengan jumlah kursi yang tersedia, yakni sebanyak 30 orang,” jelasnya. Dapil yang ada di Kota Probolinggo, terbagi menjadi tiga, diantaranya dapil I meliputi Kecamatan Kademangan dan Kedopok dengan jatah 9 kursi. Dapil II Kecamatan Mayangan sebanyak 9 kursi. Sedangkan dapil III meliputi Kecamatan Wonoasih dan Kanigaran merebutkan 12 kursi dewan.“Minimal Dewan yang terpilih dari setiap Kecamatan terwakili,” harap Zulfikar Imawan. Jumlah anggota dan pengurus Nasdem di wilayahnya, lanjut Zulfikar Imawan, sudah mencapai angka 25 ribu orang. Mereka sudah dibuktikan dengan Kartu Tanda Anggota (KTA) partai. “Dengan jumlah itu, target yang diinginkan bisa terwujud,” pungkas Zulfikar yang mengaku juga ikut nyaleg di daerah itu. =Mahfud Hidayatullah

HEWAN LIAR

Binatang Melukai Warga

MARAIH ASA: Karena alasan tidak punya biaya untuk melanjutkan pendidikannya. Gadis belia tukang tambal ban.

PROBOLINGGO - Warga Kelurahan Triwung Lor, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo geger. Pasalnya, seekor anjing mengamuk dan berhasil melukai seorang warga setempat. Dia adalah Ny. Dodik (280. Perempuan beranak satu itu terpaksa harus dirujuk ke puskesmas, Kelurahan Ketapang lantaran mengalami luka berat akibat gigitan anjing tersebut. “Korban mengalami lukaluka pada bagian tubuhnya,” ujar tetangga korban, Sunyoto kepada wartawan, Kamis (13/2). Beruntung, kejadian itu tidak sampai merenggut nyawa korban. Puluhan tetangga korban yang melihat insiden itu langsung mengusir beramairamai anjing tersebut. Menurut Sunyoto, anjing yang mengamuk itu milik Sugeng yang juga tetangga korban. Anjing tersebut mengamuk karena

rantainya lepas. Begitu tali rantai itu lepas, anjing itu kemudian kabur dan mengamuk kepada warga. Salah satunya Ny. Dodik.”Korban saat itu langsung berteriak minta tolong warga,” cerita Sunyoto. Namun anjing ganas itu terus memburu korban meski sudah lari. Beberapa gigitan berhasil melukai korban. Sehingga korban terpaksa dirujuk ke puskesmas karena terus mengeluarkan darah. “Luka gigitannya banyak. Karena terus mengeluarkan darah, korban langsung dibawa ke puskesmas setempat,” terang warga lainnya. Akibat insiden tersebut, warga meminta agar masyarakat tidak memelihara hewan anjing. Apalagi di tengah perkampungan warga. “Permintaan warga ini agar kejadian ini tidak terulang lagi,” kata Sunyoto. =Muhammad Sugianto


KORAN OLAHRAGA PROBOLINGGO

MADURA

KORAN MADURA

15 Olahraga 15

JUMAT 14 FEBRUARI 2014 No. 0301 | TAHUN III

JUMAT 14 FEBRUARI 2014 | No. 0301 | TAHUN III

Napoli Segel Tiket Final

“Il Partenopei” Akan Menantang “La Viola” NAPLES - Napoli membalikan ketertinggalan 2-3 pada leg pertama dengan kemenangan telak 3-0 atas AS Roma dalam pertandingan semifinal leg kedua Coppa Italia di San Paolo, Rabu (12/2) waktu setempat atau Kamis (13/2) dini hari WIB.

Jose Callejon, Gonzalo Higuain, dan Jorginho menjadi pencetak tiga gol bagi Napoli. Atas hasil ini, “Partenopei” pun berhak melaju ke partai final dengan mengantongi agregat 5-3 dan akan menanantang Fiorentina yang telah terlebih dahulu menyegel tiket final usai mengandaskan Udinese. Napoli mampu memecahkan kebuntuan laga pada menit ke-33. Adalah Callejon yang mencatatkan namanya di papan skor setelah memaksimalkan umpan Christian Maggio lewat tendukannya. Agregat pun menjadi seimbang 3-3 dengan Napoli unggul gol tandang. Sementara, Roma wajib mencetak gol jika ingin lolos. Namun, harapan Roma untuk bisa lolos semakin tipis seiring gol kedua Napoli yang dilesakan Higuain pada menit ke-48. Mantan penggawa Real Madrid ini sukses menyambut sepak pojok Callejon dengan tandukannya. Tiga menit berselang, gol ketiga pun tercipta. Kali ini giliran Jorginho yang menaklukkan kiper Roma Morgan De Sanctis setelah menyambut umpan terobosan Dries Mertens. Penyelesaian tenang gelandang Brasil ini sepertinya sukses menghempaskan harapan indah Roma untuk tampil di final. =espn/aji

LIGA PRIMER INGGRIS

Diimbangi Arsenal, Moyes Belum Menyerah LONDON - Pelatih Manchester United (MU) David Moyes menegaskan, pihaknya tidak akan menyerah untuk tembus ke posisi empat besar Liga Utama Inggris pada akhir musim, meski hanya bermain imbang 0-0 melawan Arsenal di Emirates, Kamis (13/2) dini hari WIB. Dengan hasil ini, MU terpaku di posisi ketujuh, sedangkan Arsenal masih berada di posisi runner up klasemen sementara. Bagi MU perjuangan untuk masuk posisi empat besar, akan sangat berat karena mereka tertinggal 11 poin dari Liverpool di peringkat keempat, jatah terakhir dari Inggris untuk berlaga di Liga Champions musim depan. Sedangkan Liverpool berhasil memenangi laga melawan Fulham 3-2 di laga terpisah. “Semua bisa saya lakukan dan saya masih mengatakan itu. Saya akan mencoba dan memenangkan pertandingan berikutnya. Bila ada tim dalam sejarah yang memenangkan pertandingan pada paruh kedua

musim dan memberi tekanan kepada tim-tim di atasnya, klub itu adalah Manchester United. Kami akan terus mencoba dan membuatnya menjadi nyata,” kata David Moyes. Dia melanjutkan, “Kami akan melakukan yang terbaik. Kami ingin bermain lebih baik. Kami tidak memikirkan tim-tim lain. Kami hanya menekan dengan memenangkan pertandingan kami. Saya percaya, kerinduan itu masih ada di skuat saya. Saya melihat mereka sebagai sebagai pria-pria hebat. Mereka fantastik saat latihan dan komitmennya luar biasa.” “Anda bisa lihat bagaimana Vida (Nemenja Vidic) dan Rio Ferdinand sangat bagus saat mereka kembali. Mereka pemain-pemain hebat dan sangat berpengalaman. Mereka semua adalah pemenang,” imbuhnya. Moyes menilai, anak-anak asuhnya bermain bagus dan kompak saat melawan tuan rumah Arsenal. Ada sejumlah momen bagus pada laga itu. “Pada men-

it-menit awal kami memiliki peluang bagus. Padahal, kalau peluang itu bisa menghasilkan gol, itu akan sangat penting dan kami memiliki peluang besar untuk mendapatkannya,” paparnya. Sementara itu pelatih Ar-

senal Arsene Wenger menyesal tidak bisa memetik poin penuh di kandang sendiri. Padahal, kalau mereka sukses memetik tiga poin, mereka bisa menyalip Chelsea di puncak klasemen. =espn/aji

PEMULIHAN CEDERA

Asa Falcao Main di Piala Dunia Terbuka

MADRID - Proses pemulihan striker Kolombia yang merumput di AS Monaco Radamel Falcao dikabarkan berjalan bagus. Disebutkan, mantan pemain FC Porto dan Atletico Madrid ini sudah melewati proses pemulihan tahap pertama setelah menjalani operasi lutut kirinya. Kemungkinan besar pemain ini akan bisa beraksi di Piala Dunia bersama Timnas Kolombia. Dalam pernyataan resmi AS Monaco, Rabu (12/2) disebutkan bahwa pada Kamis (13/2) waktu Madrid, Falcao pergi ke klinik olahraga di Kota Madrid untuk proses pemulihan tahap kedua. Klinik ini bekerja sama dengan tim medis Monaco. “Monaco dan Falcao menghaturkan terima kasih kepada siapa saja yang menaruh perhatian kepada Falcao khususnya tim medis Dokter Jose Carlos Noronha dan klub FC Porto,” bunyi pernyataan resmi Monaco. Sementara Jose Carlos Noronha menilai, peluang Falcao untuk tampil di Piala Dunia nanti semakin besar. Laga pertama Kolombia adalah melawan Yunani pada 14 Juni. “Peluangnya untuk tampil di Piala Dunia sudah 55 persen,” kata Jose Carlos Noronha yang mengoperasi Falcao di Porto, Portugal pada 25 Januari. Falcao didatangkan Monaco dari Atletico Madrid pada musim panas 2013 dengan nilai transfer 60 juta euro. Cedera yang didapatnya saat melawan tim amatir Chasselay di Piala Prancis pada 22 Januari silam membuatnya harus absen hingga akhir musim. Untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Falcao, klub kaya raya Prancis itu merekrut Dimitar Berbatov pada jendela transfer musim dingin 2014 ini.=espn/aji


16

KORAN MADURA

DIIMBANGI JUMAT 14 FEBRUARI 2014 | No. 0301 | TAHUN III

118 HARI LAGI

ARSENAL DAVID MOYES BELUM MENYERAH

ASA FALCAO MAIN DI PIALA DUNIA TERBUKA LEBAR

OLAHRAGA | 15

OLAHRAGA | 15

Olahraga

NAPOLI SEGEL TIKET FINAL OLAHRAGA | 15

KORAN MADURA

JUMAT 14 FEBRUARI 2014 | No. 0301 | TAHUN III

BarcELONa-Madrid

Final Ideal Copa del Rey SAN SEBASTIAN - Barcelona mewujudkan final ideal ideal bertajuk “el clasico” di ajang Copa del Rey. Kepastian itu didapat setelah Barca menaham imbang tuan rumah Real Sociedad 1-1 dalam pertandingan leg kedua semifinal di Estadio Municipal de Anoeta, Rabu (12/2) waktu setempat atau Kamis (13/2) dini hari WIB. “Azulgrana” melaju ke laga puncak dengan keunggulan agregat 3-1 dengan menghadapi Real Madrid yang telah terlebih dahulu menyegel satu tempat di final usai menang agregat 5-0 atas Atletico Madrid. Barca yang memegang rekor 26 kali juara Copa del Rey akan kembali berhadapan dengan Madrid setelah terakhir bertemu pada tiga tahun silam. Ketika itu, klab asal Catalan kalah 0-1 di partai final. Barca dan Madrid akan bertempur memperebutkan trofi juara pada 19 April mendatang.“Ini ‘clasico’ dan tidak ada lagi yang perlu dikatakan. Kami wajib mencapai final setelah Madrid memastikannya lebih dulu,” kata pelatih Barca Gerardo Martino mengenai pertemuan timnya dengan skuat asuhan Carlo Ancelotti itu. Sociedad yang harus mengejar defisit dua gol, bermain terbuka dengan mencecar barisan pertahanan Barca. Melalui trio striker Carlos Vela, Haris Saferovic, dan Antoine Griezmann, Sociedad beberapa kali kerap mengancam tetapi usaha mereka masih terbentur rapatnya barisan pertahanan Barca serta ketangguhan kiper Jose Pinto. Meski terus mendapatkan serangan, Barca kembali menunjukan kelasnya dengan memperoleh keunggulan lebih dulu pada menit ke-26 melalui Lionel Messi. Memanfaatkan kesalahan Jose Angel, Messi mampu mencuri bola dan kemudian menaklukkan kiper Zubikarai dengan tendangannya yang juga melewati tiga bek Sociedad. Bola sejatinya mampu ditepis Zubikarai, tetapi tetap meluncur masuk ke dalam gawangnya. Tugas Sociedad pun semakin be-

rat karena harus mencari empat gol untuk bisa lolos ke final. Pada menit ke-35, Vela memberikan ancaman ke gawang tim tamu. Melewati Dani Alves, pemain asal Meksiko itu melepaskan tembakan ke tiang jauh. Namun, Pinto yang menggantikan posisi Victor Valdes masih sigap menepis si kulit bundar. Barca enggan mengendurkan serangan di interval kedua. Laga baru berjalan delapan menit, Andres Iniesta menebar ancaman lewat tembakannya yang masih melenceng tipis dari gawang Sociedad. Satu menit berselang, giliran Vela yang memberikan ancaman lewat sepakan kerasnya yang membuat Pinto tidak bisa berbuat banyak. Namun, beruntung bola masih menerpa mistar gawang sehingga keunggulan tim tamu tetap terjaga. Setelah berulang kali gagal, Sociedad akhirnya berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 ketika waktu normal menyisakan empat menit. Umpan Castro berhasil disambut dengan tendangan first time yang cantik dari Griezmann yang gagal dibendung Pinto. Seusai laga, Martino mengungkapkan keputusannya untuk mengganti Xavi Hernandez pada menit ke-66. Keputusan itu, lanjut Martino, guna mengantisipasi sang pengatur serangan mendapatkan cedera. “Faktanya adalah pemain ini telah mencapai banyak final dan masih berharga untuk meraih partai final lainnya,” katanya. =espn/sky sports/aji

16

Meski Ditahan Imbang Real Sociedad 1-1, Barcelona Lolos ke Final

Megabintang Barcelona Lionel Messi berduel dengan pemain Real Sociedad Mikel Gonzalez pada laga yang berlangsung di Stadion Municipal, Kamis (13/2) dini hari WIB.


JUMAT

KORAN MADURA

14 FEBRUARI 2014 No. 0301 | TAHUN III

JUMAT 14 FEBRUARI 2014 | No. 0301 | TAHUN III

AA

Taneyan Lanjang

doni heriyanto/koran madura

KORAN MADURA

DEMONSTRASI: Ratusan massa saat melakukan aksi di akses Suramadu terkait penolakan terhadap rencana pembangunan waduk Blega.

Waduk yang Ditinggal Penduduk BANGKALAN - Ratusan warga dari 14 desa, Kecamatan Blega, yang tergabung dalam Tim Pembela Tanah Leluhur (TPTL) Blega, melakukan aksi demonstrasi dengan memblokade akses Suramadu sisi Madura. Ratusan massa demonstran menolak secara tegas pembangunan waduk penahan banjir di kecamatan setempat. Warga menyatakan akan mati-matian mempertahankan tanah leluhurnya dari rencana pembangunan waduk tersebut. Bahkan ancaman perang pun mereka nyatakan dalam spanduk yang dibentangkan saat melakukan aksi demonstrasi. Ancaman tersebut ditujukan kepada siapa pun yang hendak melancarkan pembangunan waduk tersebut. “Pembangunan Waduk Blega ini harus dihentikan!” teriak koorlap aksi TPTL, Mahrus Ali Zend Al Amin saat memblokade akses Suramadu, Kamis (13/2). Dalam orasinya, Mahrus menolak rencana pembangu-

nan waduk Blega, karena pembangunan bendungan raksasa itu akan merelokasi warga di 14 desa di Kecamatan Blega. Tidak hanya itu saja, makam leluhur dan masjid yang dibangun warga terancam tergusur apabila pembangunan tersebut benar-benar direalisasikan. ”Mau dipindah kemana kami yang sejak lahir hidup di Blega,” pekik Mahrus Ali Zend. Menurutnya, makan leluhur merupakan bagian yang tidak bisa terpisahkan dengan warga setempat. Oleh sebab itu, apa pun yang terjadi, warga akan tetap melindungi makam yang telah dianggap kramat (bujuk) oleh warga. Jangan sampai karena kepentingan kelompok tertentu lantas mengabaikan hak-hak masyarakat Blega. Apapun risikonya, warga siap melakukan pembelaan, kendati nyawa harus dipertaruhkan. “Apabila pembangunan ini dipaksakan, konsekuensinya ada-

lah perang. Kami siap berperang melawan siapa pun yang tetap membangun waduk,” ancamnya. Jika alasan pembangunan waduk guna menanggulangi banjir, kata Mahrus, bukan berarti harus mengorbankan masyarakat di 14 desa. Sebaiknya carilah solusi yang lain, agar tidak ada yang dikorbankan dalam upaya penanggulangan banjir tahunan tersebut. “Carilah solusi yang lain untuk mengatasi banjir dan kekeringan di Kecamatan Blega ini, tanpa pembangunan Waduk Blega,” ungkapnya. Setelah memblokade jalan akses sekitar 15 menit, dengan pengawalan ketat pihak kepolisian, ratusan massa TPTL itu kemudian melanjutkan aksinya ke kantor Gubernur Jawa Timur di Gedung Grahadi, Surabaya. =DONI HERIYANTO/RAH

Calon Warga Tergusur Melanjutkan Aksi ke Gubernur


KORAN MADURA KORAN PROBOLINGGO B B

JUMAT 14 FEBRUARI 2014 | No. 0301 | TAHUN III

MADURA

Sumenep

JUMAT 14 FEBRUARI 2014 No. 0301 | TAHUN III

KUNJUNGAN KERJA DEWAN

Antara Belajar dan Menghamburkan Anggaran SUMENEP – Selain Komisi A DPRD Sumenep yang melakukan studi banding ke Batam, Sumatera, Komisi B dan D juga melakukan studi. Komisi D ke Bojonegoro dan komisi D ke Surabaya, Rabu (12) malam. Sekwan mengaku belum tahu besaran anggarannya. Sekretariat Dewan (Sekwan) Moh Mulki menuturkan, komisi B studi Raperda Percepatan Pertumbuhan Ekonomi dan Dukungan Daerah dalam Penyelenggaraan Kegiatan Usaha Migas. Sementara komisi D konsultasi Raperda Cagar Budaya Kesejahteraan Lanjut Usia. “Komisi B sedang melakukan kunker ke Kota Bojonegoro dalam rangka studi Raperda Percepatan Pertumbuhan Ekonomi dan Dukungan Daerah dalam Penyelenggaraan Kegiatan Usaha Migas. Setiap komisi kunker sesuai dengan apa yang ingin dikonsultasikan. Soal adanya waktu yang bersamaan itu tidak menjadi persolan selama masih dalam provinsi,” terangnya. Disinggung soal anggaran, ia mengaku belum tahu. “Saya tidak tahu pasti berapa anggaran dinas tersbut. Jika menggu-

SUMENEP – Sulaihah, warga Desa Prenduan, Kecamatan Pragaan, menyoal eksekusi lahan yang dilakukan Pengadilan Negeri Sumenep. Eksekusi lahan itu dinilai cacat hukum lantaran Sulaihah selaku tergugat yang kalah dalam putusan banding Pengadilan Tinggi Surabaya masih mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA). Pengadilan Negeri Sumenep dalam sengketa lahan yang melibatkan sanak keluarga yang masih satu keturunan memenangkan penggugat, Zaini Hasyim. Setelah kalah di PN Sumenep dan banding di PT Surabaya, tergugat mengajukan kasasi ke MA. Dalam proses kasasi tersebut, PN mengeksekusi lahan. “Yang patut disesalkan kenapa PN Sumenep berani melaksanakan eksekusi lahan sementara proses hukum masih berlanjut berupa kasasi. Memang saya kalah dalam upaya

nakan mobil dinas tentu tidak ada anggaran transportnya, hanya sopir saja. Namun jika menggunakan mobil umum, pasti dianggarkan transporatasinya dengan didampingi dua anggota sekwan,” ujar Mulki. Menggapi hal itu, aktivis Forum Komunikasi Mahasisawa Sumenep Eko Wahyudi menilai, hasil studi yang diperoleh tak sebanding dengan anggaran yang dihabiskan. Wakil rakyat dinilai hanya menghamburkan uang rakyat. “Ini kok kayak kejar tayang kalangan dewan. Seakan berlomba-lomba untuk menghabiskan anggaran. Apa karena sudah mau habis masa kerja sebagai dewan, lantas jatah anggaran perjalanan dinasnya mau dihabiskan dan dikebut sebelum pileg berlangsung,” ujarnya kepada Koran Madura. Eko faham, agenda dan kegiatan dewan yang sudah ditetapkan oleh badan permusyawaratan (bamus) tidak melanggar aturan. Yang menjadi sorotan publik, karena kegiatan itu terindikasi hanya untuk menghabiskan jatah anggaran yang ada. =ALI RIDHO/MK

MEGAH TAPI SEPI. Gedung DPRD Sumenep di Jalan Trunojoyo tampak megah. Namun, gedung tersebut sedang sepi karena sebagian anggota Komisi A, B, dan D sedang studi banding ke sejumlah daerah

SENGKETA LAHAN

Eksekusi di Tengah Kasasi Yang patut disesalkan kenapa PN Sumenep berani melaksanakan eksekusi lahan sementara proses hukum masih berlanjut berupa kasasi. Memang saya kalah dalam upaya banding di Surabaya,

Sulaihah Tergugat

banding di Surabaya, tapi (pasca) putusan yang memenangkan Zaini di pengadilan tinggi itu,

saya masih mengajukan kasasi. Ini artinya belum ada putusan yang inkrah terhadap sengketa lahan itu,” terangnya. Ironisinya, jelasnya, pengugat pertama yakni Zaini tidak memiliki bukti hukum yang sah atas kepemilikan tanah. Mestinya, Zaini bisa menujukkan bukti hukum baik berupa sertifikat tanah maupun letter C (patok D). Kedua bukti hukum itu tidak bisa ditunjukkan Zaini selaku penggugat yang memenangkan perkara sengketa lahan. Sementara Humas PN Sumenep Deni Indrayana saat dikonfimasi melalu saluran telepon mengaku sedang di Surabaya. “Saya hanya pegang perlawanannya atas eksekusi lahan. Kalau perkara utamanya bukan saya yang megang. Tapi kasus itu sudah lama, biar jelasnya besok pagi saja ya,” tulisnya dalam pesan singkat. =ALI RIDHO/MK


Sumenep

KORAN MADURA

JUMAT 14 FEBRUARI 2014 | No. 0301 | TAHUN III

C

PROYEK JEMBATAN

Konsultan Kecolongon Pengawasan SUMENEP – Dewan terhadap satkernya,” ujarnya. Perwakilan Rakyat Daerah Jika konsultan tidak tegas (DPRD) Sumenep menilai dalam melakukan pengakonsultan proyek jemwasan, pihaknya khawatir batan di Desa Lebeng Timur, rekanan makin sembarangan Kecamatan Pasongsongan, dalam menyelesaikan proyek. kecolongan dalam mela”Memang dalam pekerjaan kukan pengawasan. Hal itu proyek itu ada masa pemelididasarkan pada haraan selam enam retaknya tebing puluh hari, najembatan yang mun bukan untuk masih dalam dijadikan alasan,” perawatan. tuturnya. Memang Anggota Kepala Dinas PU dalam peker- Bina Marga SumeKomisi C jaan proyek DPRD Sumenep Edy Rasyiadi itu ada masa mengaku telah menep Iskandar pemeliharaan manggil konsultan mencurigai, konsultan lalai proyek tersebut. selam enam dalam melakupuluh hari, na- ”Kami sudah mekan pengawasan. mun bukan un- lakukan peman”Bisa saja ini tuk dijadikan ggilan terhadap karena kelalaian konsultan pekerjaan alasan,” konsultan, sebab itu. Konsultannya konsultan tidak mengaku sanggup Iskandar rajin datang saat untuk membenahi berlangsungnya Anggota Komisi C pekerjaan tersebut,” pekerjaan itu,” ungkapnya. DPRD Sumenep katanya, Kamis Pihaknya juga (13/2). sudah memanggil Menurut Politisi PAN itu, rekanan, dan pihak rekanan konsultan bertanggung jawab mengaku sanggup untuk mempenuh atas kelancaran proyek perbaikinya. ”Karena itu masih itu. ”Yang tahu semua mulai dalam tahap pemeliharaan, dari RAB dan juknisnya itu maka kami panggila pihak adalah konsultan. Jadi konsul- rekanan dan dalam waktu dekat tan ini haruslah bisa menjaga sanggup untuk melakukan semuanya itu. Kalau memang perbaikan,” jelasnya. sudah sesuai laporkan saja =JUNAEDI/MK

RETAK. Seorang warga menunjukkan lokasi retaknya tebing jembatan di Desa Lebeng Timur, Kecamatan Pasongsongan. Proyek tersebut masih dalam perawatan namun sudah mengalami keretakan.

Raas Menanti APMS Kelangkaan BBM Dipicu Tak Ada Penyalur SUMENEP - Warga Kecamatan Raas menanti hadirnya Agen Penyalur Minyak dan Solar (APMS). Pasalnya, seringkali mengalami kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premiuan dan solar. Warga meyakini, kelangkaan BBM dipicu oleh tidak adanya agen penyalur. “Inilah salah satu alasan rasionalnya kenapa BBM di Kepulauan Raas itu langka dan cenderung lebih mahal dari kepulauan lain. Sebab, selama ini, BBM Kepulauan Raas bukan dari APMS atau sub agen, tetapi dari pribadi-pribadi. Makanya, cenderung mahal,”

kata Achmat Junaidi, anggota DPR asal Kepulauan Raas. Karena tidak adanya APMS atau sub agen, warga harus jauhjauh pergi ke daratan Sumenep, Banyuangi dan Bali. “Termasuk kalau saya hendak pulang, maka saya bawa BBM untuk keperluan

rumah tangga, karena memang harus begitu jika ingin mendapatkan BBM. Sebab sampai saat ini di kepulauan Raas belum ada APMS,” jelasnya. Harga BBM di Raas berkisar Rp 8 ribu hingga 10 ribu. “Oleh karena itu, Kepulauan Raas itu membutuhkan APMS untuk mempermudah distribusi BBM, sebab jika masih belum ada agen penyalur, maka selamanya Raas akan selalu mengalami kelangkaan dan cenderung mahal,” tambahnya. =SYAMSUNI/MK

KEPENDUDUKAN

Perekaman E-KTP Bersyarat BBM

JALAN AMBLAS. Sejumlah pengendara melintasi jalan yang amblas di kawasan Rajeg, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (13/2). Jalan amblas akibat curah hujan tinggi yang terjadi beberapa waktu lalu hanya bisa dilewati kendaraan bermotor roda dua, dan para pengendara mendesak pemerintah daerah Kabupaten Tangerang segera memperbaiki jalan tersebut.

SUMENEP - Warga Kepulauan Masalembu mengeluhkan pelayanan pembuatan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP). Pasalnya, petugas e-KTP di kecamatan setempat diduga mensyaratkan bagi warga yang hendak merekam e-KTP membawa bahan bakar minyak (BBM). “Kami tidak mengerti kenapa tiba-tiba ada syarat enah semacam itu, padahal kan membuat e-KTP itu gratis, tanpa dipungut biaya sepeser pun,” kata Fengki melalui telepon kepada Koran Madura. Atma, warga lain, menuturkan, warga mulai enggan untuk melakukan perekaman e-KTP. “Sebab tanpa punya KTP kami tetap baik-

baik saja kok, makanya ada banyak warga lebih memilih tidak melakukan perekaman daripada harus repot-repot membawa BBM, karena BBM di sini mahal, Mas,” terangnya. Petugas e-KTP di kecamatan setempat, Wawan, membenarkan tapi bukan sebuah keharusan. Menurutnya, hal tersebut kesepakatan dengan warga. “Iya benar, Mas, tetapi bukan sebuah keharusan, seikhlasnya saja, sebab sudah beberapa hari ini, dana transportasi BBM belum dikirim oleh Pemkab,” tuturnya. BBM dari warga tersebut, katanya, akan digunakan untuk pe-

motretan. Sebab, untuk melakukan pemotretan pakai mesin diesel. “Jadi, keperluannya untuk mesin yang hendak digunakan dalam pemotretan. Sebab dalam satu jam, sampai menghabiskan 2 liter BBM,” jelasnya. Menanggapi anggaran pemerintah untuk uang transportasi BBM dalam pembuatan e-KTP, kata Wawan, sementara ini biasanya ditransfer Rp 250 sampai 300 ribu per bulan. “Sementara ini, uang tranportasi itu belum ditransfer, insya Allah setelah ditanyakan mungkin akan ditransfer hari Senin mendatang,” jelasnya. =SYAMSUNI/MK


D

KORAN MADURA

Sumenep

JUMAT 14 FEBRUARI 2014 | No. 0301 | TAHUN III

UU 24 TAHUN 2013

Administrasi Kependudukan Belum Gratis SUMENEP – UU RI Nomor 24 Tahun 2013 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan yang akan digratiskan, hingga saat ini masih mubazir. Dispendukcapil belum berani mengeksekusi undang-undang tersebut. Dalam UU RI Nomor 24 Tahun 2013 disebutkan, kartu tanda penduduk (KTP), akte kelahiran, akte perceraian, akte kematian, pengesahan anak, dan adminitrasi kependudukan lainnya akan digratiskan. Kepala Dinas Kependudukan dan Cataan Sipil (Dispendukcapil) Sumenep Akhmad Zaini menuturkan, pihaknya masih butuh peraturan pemerintah yang bisa dijadikan rujukan. ”Ini masih belum diterapkan, karena secara hukum masih belum ada PP-nya,” kata Zaini kepada wartawan. Pihaknya belum bisa mengeksekusi undang-undang tersebut sebelum terbit PP. Jika PP tersebut pada bulan ini sudah turun, pihaknya akan langsung merealisasikan undang-undang tersebut. ”Jika sudah ada PP-nya maka dipastikan kami terapkan. Kami akan melaksanakan intruksi tersebut,” janjinya,

SUMENEP – Keberadaan terminal Arya Wiraraja Sumenep kurang terkenal. Mobil angkutan umum lebih banyak ngetem di luar terminal untuk menunggu dan menurunkan para penumpang. Arus lalu lintas kerap kali terganggu. Pantauan Koran Madura, Kamis (13/2) di sebelah selatan Pasar Anom Sumenep, MPU tampak berjajar menunggu para penumpang. Angkutan yang datang juga menurunkan penumpanya di tempat yang sama, bukan di terminal. Sutrisno, penumpang asal Kecamatan Lenteng, mengatakan, MPU seringkali menaik-turunkan penumpang disembarangan tempat, termasuk di sebalah selatan pasar tersebut. Selain mengganggu arus lalu lintas, penarik becak mengaku terganggu. ”Ini kan sudah ada terminalnya, seharusnya itu dimanfaatkan dengan baik. Jadi pihak Dishub jangan hanya diam begitu saja,” tuturnya kepada Koran Madura. Menanggapi semrawutnya sistem transportasi umum, Kasi

Kamis (13/2). Saat ini, materi PP tersebut sedang dibahas oleh kementerian dengan DPR. ”Jadi nanti kalau sudah ada PP-nya, kita tinggal menerapkan. Dan jika kita tidak melaksanakan amanah peraturan tersebut, maka kita pasti akan kena sanksi hukum,” ungkap Zaini. Zaini mengaku telah mensosialisasikan kabar gembira itu kepada warga. Dan pada tahun ini, pihaknya akan kembali melakukan sosialisasi kembali melalui UPT di setiap kecamatan, petugas di desa, termasuk juga melalui media. Sementara anggaran pembuatan dokumen administrasi tersebut dipastikan diamblikan dari APBN. “Jadi warga tidak usah repot lagi mengurus pembuatan dokumen administrasi kependudukan itu,” pungkasnya. =JUNAEDI/MK

Petugas sedang menyortir logistik pemilu legislatif di Kantor KPU Sumenep, beberapa waktu lalu. KPU tak lagi kekurangan logistik.

KOTA DAN BATUAN

Mendapat Logistik dari Kardus SUMENEP – Untuk menjaga kelancaran pemilu legislatif sekalipun sebagian logistik terbuat dari kardus, KPU akan menempatkan kotak dan bilik suara tersebut di PPK Kota Sumenep dan PPK Batuan. “Khusus kotak suara dari kardus ini akan difokus-

TRANSPORTASI UMUM

kan di dua kecamatan, Kecamatan Kota dan Batuan. Kenapa dialokasikan ke daerah yang dekat, karena saya mengkhawatirkan kalau diberikan ke wilayah yang jauh bisa rusak,” terang Komisioner KPU Sumenep Muhammad Ilyas, Kamis (13/2).

Terminal Kalah Terkenal

KPU Sumenep menerima sebanyak 897 kotak dan 800 bilik suara dari kardus. Jumlah tersebut diakui KPU sudah memenuhi kekurangan yang diajukan KPU. ”Saat ini sudah terpenuhi semua ketersediaan kotak dan bilik suara,” tuturnya. =ALI RIDHO/MK

Perhubungan PHD Hanny Andrian mengaku kesulitan untuk menertibakan MPU yang sering menunggu penumpang di luar terminal, walaupun sudah disediakan tempat penghentian penumpang. Hal itu disebabkan minimnya petugas di dishub. Saat ini, petugas yang bertugas di terminal hanya dua orang, dari yang semestinya 10 orang. ”Kami masih kesulitan dalam mengatasi hal itu. Sebab, kami masih kekurangan petugas di lapangan,” tuturnya. Disinggung masalah sanksi, hingga saat ini pihaknya mengaku masih belum bisa memberikan sanksi. Sebab, jika MPU berpelat kuning disanksi, MPU ilegal seperti MPU berpelat hitam akan semakin menjamur. ”Untuk sementara waktu, kami masih belum bisa memberikan sanksi. Hanya saja, kami dengan pihak kepolisian melakukan konsolidasi secara persuasif dengan para sopir MPU. Sehingga nantinya di antara kita dan juga sopir MPU tidak saling klaim,” terangnya. =JUNAEDI/MK


Pamekasan PROBOLINGGO Sumenep

Pemerintah Kabupaten Sumenep

KORAN MADURA KORAN MADURA

JUMAT 14 FEBRUARI 2014 | No. 0301 | TAHUN III JUMAT 14 FEBRUARI 2014 | No. 0301 | TAHUN III

EI EC

Pemkab Bentuk BPD di 169 Desa Berharap BPD Terpilih Berkualitas dan Kompeten SUMENEP – Keberadaan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) ternyata menjadi perhatian pemerintah kabupaten (pemkab) Sumenep. Buktinya, belakangan ini sudah mulai disibukkan dengan membentuk ratusan BPD di 169 desa yang tersebar di sejumlah kecamatan yang ada di kabupaten ujung timur pulau Madura ini.

U

NTUK mensukseskan pembentukan BPD, pemkab Sumenep ternyata tidak berpangku tangan saja. Buktinya, pemkab Sumenep dalam pelaksanaanya membantu kucuran dana Rp 1 juta untuk masing-masing desa yang menggelar pembentukan BPD. Dana itu bisa diperuntukkan untuk biaya rapat, administrasi dan biaya ATK (alat tulis kantor). ”Dari sisi pendanaan pemkab tidak melulu membiarkan kepada desa. Suntikan dana tetap kami berikan, meski nominalnya tidak seberapa. Tapi, kami harapkan tidak melihat nominal dari bantuan, tapi bentuk kepedulian dan perhatian itu yang harus dilihat,” kata Moh. Ramli, Kabag Pemdes, Setkab Sumenep. Ramli menuturkan, bantuan yang diberikan bersumberkan melalui dana APBD Sumenep. Sehingga, pihaknya meminta

Pembentukan BPD itu dilakukan karena masa kerjanya sudah habis. Pembentukan BPD itu dilakukan oleh panitia yang dibentuk oleh anggota BPD lama dengan pemerintah desa. Panitia yang dibentuk itu berhak melakukan seleksi kepada bakal calon anggota BPD. Kemudian panitia menggelar musyawarah untuk menerima penetapan calon. ”Dalam musyawarah itu harus melibatkan keterwakilan sejumlah pihak, yakni dari ketua RT, ketua RW, golong profesi, pemuka masyarakat, dan tokoh masyarakat lainnya,” kata Kabag Pemerintahan Desa (Pemdes) Moh. Ramli. Mantan camat BatangBatang ini mengungkapkan, proses pembentukan BPD ini sudah dimulai sejak pebruari yang lalu. DIperkirakan pada April mendatang semua BPD dari 169 desa

itu sudah terbentuk secara keseluruhan. ”Jadi, kami targetkan ratusan BPD itu sudah terbentuk April mendatang. Sehingga, roda pemerintahan desa berjalan efektif dan maksimal,” ungkapnya. Dia menuturkan, sedangkan untuk pelantikan dari BPD itu bisa dilakukan oleh camat. Bahkan, pihak camat sudah bisa langsung melakukan pelantikan bagi BPD yang sudah terbentuk. ”Jadi, dalam proses pembentukan BPD ini tidak ada kendala yang signifikan. Makanya, dalam prosesnya tentu akan berjalan cepat,” tuturnya. Menurut Ramli, menjadi BPD juga tidak semua orang, melainkah harus melengkapi persyaratan umum dan admistratif. Persyaratan itu sudah diberikan kepada masing-masing desa yang membentuk BPDnya.

Setidaknya yang berhak menjadi BPD itu adalah penduduk setempat atau sekurang-kurangnya sudah menjadi penduduk selama dua tahun berturut-turut. ”Persyaratannya memang banyak yang harus dipenuhi. Namun, secara detil sudah kami berikan edarannya kepada masing-masing desa. Konsepnnya sudah kami sampaikan, tinggal desa menjalankan saja,” ungkapnya dengan nada serius. Dia menambahkan, BPD merupakan unsur penyelenggara pemerintahan desa. Bahkan, juga memiliki peran penting dalam menentukan kebijakan arah desa. ”Jadi, BPD itu tidak hanya sekadar formalitas. Perannya cukup besar di Desa, bahkan menyangkut pada kebijakan desa. Ini yang harus menjadi perhatian semua kalangan. Tak ubahnya BPD itu sebagai DPRD

Pemkab Bantu Dana Rp 1 Juta

panitia untuk menggunakan dana itu sesuai dengan peruntukkannnya. ”Dengan adanya dana segitu, tentu panitia diminta untuk berhemat. Tapi, kami yakin panitia akan lebih

pintar memanej masalah dana ini,” tuturnya. Ditanya soal jumlah BPD di masing-masing desa, Ramli mengungkapka untuk jumlah personil BPD di masing-masing

desa tentu saja tidak sama. Itu tergantung kepada jumlah penduduk di suatu desa tersebut. ”Semakin banyak jumlah penduduknya, maka semakin banyak pula jumlah personil BPD yang

ditingkat kabupaten,” ungkapnya. Untuk itu, pihaknya meminta semua lapisan masyarakat yang ada di sejumlah desa untuk berpartisipasi aktif dalam menentukan BPD. Setidaknya bisa melahirkan BPD yang berkualitas dan kompeten. ”Dengan begitu, peranan BPD menjadi maksimal di tingkat desa. Tidak hanya sebatas sebagai pemanis saja,” ungkapnya. Lebih lanjut Ramli menuturkan, keberadaan BPD harus menjadi lebih kritis dengan kebijakan desa. Sehingga, segala kebijakan yang diambil oleh desa tidak sembarang, melainkan betul-betul mengarah pada kesejahteraan masyarakatnnya. ”Ini sebenarnya yang menjadi point penting bagi kami dalam pembentukan BPD,” tukasnya. =adv/Moh. HayaT

bertugas. Jadi, proporsional,” tuturnya. Menurut Ramli, untuk desa yang penduduknya berjumlah 2.000 jiwa maka anggota BPDnya sebanyak 5 orang, sedangkan untuk penduduk 2001 hingga 3.000 jiwa maka BPDnya sebanyak 7 orang. Kemudian, untuk penduduk yang jumlah mencapai 3.001 hingga 4.000 maka berjumlah 9 orang. Maksimal jumlah personil BPD itu sebanyak 11 orang, itu apabila jumlah penduduknya di atas 4.001. Dia menuturkan, keberadaan BPD diharapkan mampu menjadi mitra kepala desa (kades). Utamanya, terkait pada pengembangan desa menuju masyarakat yang makmur dan sejahtera. ”Kalau desa berdaulat, maka pemerinta kabupaten tentu juga akan merasakan dampaknnya,” ungkapnya santai. =adv/Moh. Hayat


KORAN MADURA

JUMAT 14 FEBRUARI 2014|NO. 0301|TAHUN III PROBOLINGGO F KORAN MADURA

Pamekasan

JUMAT 14 FEBRUARI 2014 NO. 0301 | TAHUN III

F

RAWAN PENYIMPANGAN

Siapa Pengawas Bansos?

SABU DALAM SOL SEPATU. Petugas bea cukai menunjukkan pelaku penyelundupan sabu dan barang bukti sabu yang disimpan di dalam Sol Sepatu di kantor Bea dan Cukai Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. Barang haram senilai Rp8,3 Miliar itu diselundupkan ke Indonesia dibawa oleh warga negara Thailand dan WN Malaysia dari negara China.

11 SKPD Harus Bertanggung Jawab

DBHCT 2014 Mencapai Rp 26,4 M PAMEKASAN - Sebanyak 11 satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di Kabupaten Pamekasan direncanakan menerima kucuran dana bagi hasil cukai tembakau (BHCT) 2014. Besaran dana untuk masing-masing SKPD itu belum diurai secara rinci, namun akan disesuaikan dengan usulan program yang diajukan. Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Pemkab Pamekasan Taufikurrahman menjelaskan ke-11 SKPD yang direncanakan menerima kucuran dana itu hampir tidak ada perubahan dari tahun sebelumnya. Beberapa SKPD yang mendapat kucuran dana saat itu, diantaranya Dinas Kesehatan (Dinkes), Rumah Sakit (RS) dr Slamet Martodiredjo, Dinas Pertanian (Disperta) Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun), Dinas Pekerjaan Umum (PU) yang saat ini sudah

dipecah, Dinsosnakertran, bagian perekonomian, dan beberapa SKPD lainnya. Perolehan DBHCT pada 2014 ini diperkirakan sama dengan 2013 lalu, yakni sekitar Rp 26 miliar. “Pastinya saya tidak ingat. Tapi sekitar Rp 26 miliaran. SKPD penerimanya juga hampir sama dengan tahun lalu,” katanya. Untuk diketahui perolehan DBHCT Kabupaten Pamekasan pada 2013 lalu mencapai Rp 26,4 miliar atau naik Rp 400 juta

dibanding penerimaan tahun 2012. Dibanding tiga kabupaten lain di Madura, perolehan DBHCT Kabupaten Pamekasan terbanyak, menempati urutan pertama sebesar Rp 26,4 miliar. Selanjutnya, Sumenep Rp 19,9 miliar, Sampang Rp 10 miliar, dan perolehan paling sedikit Kabupaten Bangkalan sebesar Rp 7,4 miliar. Sedangkan perolehan tingkat provinsi, Kabupaten Pamekasan menempati urutan kelima dari 38 kabupaten/kota yang ada di Jawa Timur. Perolehan DBHCT terbanyak diperoleh Kabupaten Pasuruan sebesar Rp. 49,5 miliar. Disusul Kabupaten Kediri yang memperoleh Rp 48 miliar, Kabupaten Malang sebesar Rp 36 miliar. Sedang perolehan paling kecil diperoleh Kota Pasuruan sebesar Rp 6,8 miliar. =ACHMAD FAUZI/MUJ/RAH

PAMEKASAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan diminta memaksimalkan pengawasan penyaluran Bantuan Sosial (bansos) di wilayah itu, sehingga penyimpangan bantuan yang akan disalurkan di tahun 2014 dapat diminimalisir. Ketua komisi D DPRD Pemekasan, Andi Suparto mengatakan penyimpangan bantuan itu tidak lepas dari lemahnya pengawasan yang dilakukan oleh pemerintah. Karenanya komisinya meminta Pemkab lebih serius dalam pengawasannya. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk meminimalisir terjadinya penyimpangan. Diantaranya mendorong penyaluran yang lebih transparan. Hal itu bisa dilakukan dengan sosialisasi setiap bantuan hingga ke penerima manfaat. “Kami punya tugas pengawasan terhadap semua bantuan sosial dan mencarikan jalan keluar dalam setiap permasalahan yang terjadi,” katanya. Selain persoalan tranparansi, pemerintah juga wajib untuk melakukan verifikasi kembali data warga miskin yang terdaftar berdasarkan data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K). Sebab, data penerima manfaat yang ada di TNP2K tidak sesuai dengan fakta yang ada di lapangan. Menurutnya, verifikasi tersebut perlu dilakukan setiap tahun, agar data warga miskin yang ada di Pamekasan berkembang sesuai kondisi yang ada.

Sementara ini, pemerintah pusat hanya mengandalkan data yang didapat melalui sensus penduduk. ”Pendataan ulang data kemiskinan oleh pemerintah daerah bukan hanya perlu tapi wajib. Kalau berbicara mengenai kemiskinan dari tahun ketahun pasti ada perubahan, agar bansos itu tidak salah sasaran,” ungkapnya.

Selain persoalan tranparansi, pemerintah juga wajib untuk melakukan verifikasi kembali data warga miskin yang terdaftar berdasarkan data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K). Sebab, data penerima manfaat yang ada di TNP2K tidak sesuai dengan fakta yang ada di lapangan. Beberapa bantuan sosial di Kabupaten Pemekasan diduga terjadi penyimpangan. Diantaranya dalah bantuan beras untuk warga miskin (raskin), bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS), dan bantuan keluarga harapan (PKH). Bahkan sebagian dugaan penyimpangan tersebut kini sudah memasuki proses hukum. =ALI SYAHRONI/MUJ/RAH

BANTU KURSI RODA. (kiri ke kanan) Sekjen Kementrian Sosial Toto Budi Utomo, Wakil Gubernur Banten Rano Karno dan Wakil Bupati Serang Tatu Chasanah menyalami penerima bantuan kursi roda di Wulandira, Kramatwatu, Serang, Banten. Kementerian Sosial mendistribusikan bantuan untuk korban bencana dan gizi buruk berupa alat bantu bagi penyandang cacat, bantuan modal serta peralatan belajar bagi anak sekolah.


KORAN MADURA

PAMEKASAN

JUMAT 14 FEBRUARI 2014 NO. 0301| TAHUN III

BOK SAMPAH

Main Tuding ala Dinas Cikatarung PAMEKASAN Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Tata Ruang (Cikatarung) Pamekasan membantah keras terkait keluhan mengepulnya asap pembakaran sampah di tempat penampungan akhir (TPA) ke rumah-rumah warga setempat. PU Cikatarung menuding terbakarnya bok sampah bukan karena ulah dari PU Cukatarung sendiri, melainkan dibakar salah satu oknum tertentu. Sebab pasukan kuning dari PU Cikatarung sama sekali tidak melakukan pembakaran terhadap sampah tersebut. Hal itu diungkapkan Kepala PU Cikatarung Muharram melalui Kabid Kebersihan dan Pertanaman Riskandi, Kamis (13/2). Menurutnya, meski pembakaran itu terjadi, tapi tak separah yang dikeluhkan oleh warga setempat. ”Pembakaran itu memang ada. Soalnya dari salah satu kontainer (Penampung Sampah) mungkin sengaja dibakar oleh oknum tertentu. Sampah yang ditampung tersebut mengandung gas metan yang berada di TPA. Sehingga ada sedikit api yang tertinggal, tapi segera kami tangani,” ujarnya. Riskandi mengaku sudah melakukan penanggulangan terhadap terjadinya kebakaran sampah di TPA Angsanah. Menurut dia sudah menurunkan sedikitnya tujuh truk tengki bermuatan air. Tujuannya yakni untuk memadamkan api di lokasi TPA tersebut. Sehingga kebakaran tersebut tidak menyebar luas. ”Kami kirim pertama lima tengki bermuatan air untuk pemadaman. Karena percikan api masih ada pengiriman air ditambah dua tengki truk lagi untuk memadamkan serpihan api yang masih aktif. Hanya sebagian kecil saja sampah yang terbakar tidak sesuai dengan keluhan warga,” tuturnya. Ditanya terkait kepulan asap, Riskandi membantah keras. Menurut dia kepulan asap tidak menyebar ke rumah warga sekitar. Sebab hanya sebagian sampah yang terbakar akibat ulah oknum tertentu. Dia memastikan sampai saat ini kepulan asap sudah tidak lagi menyebar ke rumah warga setempat. ”Setelah kami cek ternyata kepulan sampah tidak nyampek ke rumah warga setempat dan tidak sesuai dengan apa

yang dikeluhkan oleh warga. Pada saat saya nyampek tadi sekitar pukul 06 pagi kami sudah disana. Alhamdulillah tidak ada, hanya pembakaran seperti biasa. Bau-bau pun yang sempat dikeluhkan hanya bau biasa,” jelasnya. Sekedar diingat keberadaan TPA sampah yang tersebar di wilayah Kabupaten Pamekasan masih jauh dari harapan masyarakat. Padahal anggaran untuk pembangunan TPA tersebut cukup fantastis, menghabiskan Rp 12 miliar. Namun hasil tersebut masih banyak dikeluhkan masyarakat setempat, terutama masyarakat yang tinggal di lokasi TPA tersebut. Beradasarkan data yang dihimpun koran ini, Kamis, (12/2), pada tahun 2011 anggaran TPA menyedot dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) senilai Rp 3,5 miliar. Tahun 2012 lalu, TPA mendapat kucuran tambahan, yakni senilai Rp 4,5 miliar. Di tahun berikutnya pada 2013, TPA masih menerima kucuran APBD Pamekasan senilai Rp 4 miliar. Total anggaran yang telah dikucurkan senilai Rp 12 miliar. Meski demikian, manfaat TPA dengan anggaran senilai belasan miliar masih buram. Sebab pengolahan sampah masih belum maksimal. Sehingga menimbulkan bau menyengat dan menjadi sarang nyamuk. Atas dasar itulah, warga di sekitar lokasi TPA mengeluhkan keberadaan pembuangan akhir sampah tersebut. ”Ketika dibakar baunya hingga menyebar ke rumah warga. Apalagi hujan, bau busuk juga tercium, tidak menutup kemungkinan jika tempat tersebut menjadi sarang penyakit,” ujar Holik, warga Desa Angsanah, Kecamatan Palengaan. Menurutnya sudah setengah bulan lamanya setiap kali pembakaran sampah dilakukan, kepulan asap menyebar dengan cepat ke rumah warga setempat. Sehingga keberadaan tersebut sangat mengusik warga-warga yang tinggal di desa setempat. ”Ini bukan meredam permasalahan, tapi menambah masalah untuk warga. Sebab jika asap itu setiap hari dihisap warga apakah tidak menutup kemungkinan masyarakat sekitar terserang penyakit,” ucapnya. =FAKIH AMYAL/RAH

G

Parpol Belum Sadar Hukum Ditemukan 10% Parpol Melanggar Zona Kampanye PAMEKASAN - Kesadaran para calon legislatif yang diusung partai politik di Pamekasan untuk mematuhi Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 15 Tahun 2013 tentang Zona dan Ketentuan Kampanye, masih sangat rendah. Buktinya sekalipun Panitia pengawasan pemilu (panwaslu) Pamekasan bersama Pol PP sudah tuntas melaksanakan penertiban tahap pertama, yakni mulai 29 Januari hingga 10 Februari 2014, masih saja ditemukan caleg yang tetap memasang Alat Peraga Kampanye (APK) di zona terlarang. Setidaknya ada 10% calon legislatif (caleg) dari 12 partai politik kecuali PKPI di Pamekasan, dilaporkan tidak patuh dan mokong memasang Alat Peraga Kampanye (APK). Mereka mendirikan kembali APK di zona yang sama, padahal sebelumnya sudah ditertibkan oleh Panwaslu dan Pol PP. “Kecuali caleg PKPI yang tidak ditemukan pelanggaran, sementara sisanya hampir semua Caleg Parpol melanggar,” kata Divisi Hukum dan Tindak Lanjut Panwaslu Pamekasan, Sapto Wahyono. Saat ini, kata Sapto, pihaknya terus melakukan koordinasi den-

gan Panwascam, untuk memantau dan mendata pelanggaran kampanye di setiap kecamatan di Pamekasan. “Setiap pelanggaran, panwascam pasti menyampaikan ke kami, selanjutnya kami akan melakukan tindakan bersama Pol PP,” ujarnya. Sekalipun sudah berulang kali melakukan penertiban dan imbauan kepada para caleg melalui parpol pengusungnya, tetap saja para caleg memasang APK di zona terlarang. “Jadi, setelah kami evaluasi kembali hari ini, Kamis,(12/02), kami mendapat laporan dari Panwascam, ada sekitar sepuluh persen dari caleg, memasang kembali APK di beberapa daerah yang dilarang. Dari sekitar sepuluh persen tadi, hampir semua partai politik kecuali PKPI, itu ada,” jelasnya. Data sementara APK yang sudah ditertibkan oleh Pol PP Satpol PP Pemkab Pamekasan sebanyak 855 APK caleg, dari berbagai par-

tai politik yang dipasang di zona terlarang, di 13 wilayah kecamatan, se Kabupaten Pamekasan. Untuk selanjutnya, apabila para caleg tersebut kembali memasang APK yang telah ditertibkan, Sapto Wahyono meminta Panwascam di masing-masing kecamatan, kembali berkoordinasi dengan muspika setempat, dalam rangka menertibkan APK yang dipasang kembali, sampai batas waktu pelaksanaan pemungutan suara, tanggal 9 April 2014. Tetapi sayangnya, Sapto enggan menyebutkan rangking parpol yang paling banyak melakukan pelanggaran APK di Pamekasan. Dengan alasan karena masih akan dilakukan penghitungan secara menyeluruh. “Nanti kalau sudah dipilah-pilah penggarapnya, baru kami akan lakukan rangking pelanggaran,” jelasnya. Sapto berharap agar imbauan itu menjadi sanksi sosial kepada parpol dan caleg yang membandel memasang alat peraga di sembarang tempat tanpa mengindahkan lingkungan. “Itu sanksi sosial. Masyarakat bisa menilai caleg mana yang taat pertauran, dan partai mana yang taat hukum,” ujarnya. =FAKIH AMYAL/RAH

CAPRES PARPOL. Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suryadharma Ali (kanan) bersama pengamat politik dari Universitas Islam Nusantara Bachtiar Effendi (tengah) menjadi pembicara pada Diskusi Dua Mingguan Inilah Demokrasi berjudul Menakar Peluang Capres Parpol Islam di Bandung, Jawa Barat. Diskusi tersebut membahas berbagai persoalan politik kekinian menjelang pemilihan umum legislatif dan presiden.


H

KORAN MADURA

PAMEKASAN

JUMAT 14 FEBRUARI 2014|NO. 0301|TAHUN III

Program Selalu Tidak Maksimal DPRD: Bupati Harus Memberikan Dorongan Khusus PAMEKASAN - Forum Riset dan Advokasi Masyarakat Marginal (ForSam) menilai program dokter turun ke pedesaan (Terkesan), belum sepenuhnya maksimal. Indikatornya masih banyak masyarakat yang ada diwilayah Pantura, khususnya Kecamatan Waru dan Batu Mar-mar, yang belum menikmati program pelayanan kesehatan tersebut.

POTENSI LOKAL

TERANCAM: Buruh garam di Desa Lembung, Kecamatan Galis, Pamekasan mengangkut garam dari lokasi pendederan di desa tersebut. Keberadaan produksi garam lokal terancam oleh impor garam yang menjadi kebijakan pemerintah yang nyaris tanpa ada batasan.

Hantu itu Bernama Garam Impor PAMEKASAN - Kebijakan impor garam akan terus mengancam keberlangsungan petambak garam lokal jika tidak segera dihentikan. Sebab kebijakan itu akan mengakibatkan harga garam lokal semakin anjlok dan petambak garam tutup produksi. Ketua Komisi B DPRD Pamekasan, Hosnan Ahmadi mengatakan petambak garam lokal saat ini masih belum mampu bersaing dengan pelaku ekonomi luar, sehingga campur tangan pemerintah sangat dibutuhkan. Dia menjelaskan dari sisi SDM maupun teknologi pertanian yang digunakan, Indonesia belum menyaingi petambak luar negeri, sehingga kebijakan impor garam itu perlu dievaluasi untuk dihentikan. Menurut Hosnan, jika kebijakan impor itu masih terus berjalan maka upaya pemerintah untuk terus menghidupkan industri garam lokal akan sia-sia. Hasil produksi garam

yang meningkat, dipastikan tidak dapat mengangkat perekonomian masyarakat, karena tidak diimbangi dengan peningkatan harga garam. “Bantuan Pugar itu bertujuan untuk meningkatkan hasil produksi dan kualitas garam. Tetapi jika kebijakan impor tidak dihentikan, sulit mengangkat harga garam sehingga upaya pemerintah itu akan sia-sia,” katanya. Pihaknya sudah melakukan berbagai upaya, agar pemerintah mengevaluasi kebijakan impor tersebut. Baik melalui Pemerintah Provinsi Jawa Timur, hingga ke pemerintah pusat. Sejauh ini, pihaknya belum melihat adanya keseriusan pemerintah untuk menghentikan impor garam. Padahal produksi garam konsumsi nasional pada 2013 sudah surplus 521. 308 ton. Hal ini berdasar hasil produksi garam dari pet-

ambak dalam program pemberdayaan usaha garam rakyat (Pugar) dan non Pugar serta PT Garam pada 2013 mencapai 1,32 juta ton. Ditambah lagi, sisa produksi garam 2012 mencapai 641.700 ton. Sehingga total pasokan garam konsumsi pada 2013 mencapai 1,96 juta ton. Sementara itu, pemerintah pusat sampai saat ini terus menggulirkan dana Pugar kepada petambak garam termasuk di Pamekasan. Total bantuan yang akan disalurkan pada petambak di Pamekasan pada 2014 ini mencapai Rp.3,6 miliar. Dari total dana itu, sebanyak Rp 2,2 dialokasikan untuk bantuan langsung masyarakat (BLM), sedangkan sisanya untuk berbagai kegiatan teknis, termasuk melakukan sosialisasi dan berbagai program lainnya. Sedangkan, kelompok calon penerima saat ini masih dalam proses verifikasi. =achmad fauzi/muj/rah

Belum maksimalnya program tersebut terungkap dalam audensi yang digelar Forsam bersama Dinas Kesehatan Pemkab Pamekasan, Kamis, (13/02), di ruang Kepala Dinas Kesehatan. Sebetulnya, kata Ketua Forsam, Ribut Baidi, program tersebut jika melihat dari targetnya, sangat membantu masyarakat, khususnya didalam mendapatkan pelayanan kesehatan di tingkat desa. “Selama ini, masyarakat desa tahu ke dokter ketika dia sakit, namun ketika program Terkesan dilaksanakan, masyarakat bisa mengetahui secara langsung dokter, berikuti penyakit yang biasa timbul ke masyarakat,” ujarnya. Perlu desain yang bagus untuk memaksimalkan program Terkesan tersebut. Salah satunya, bekerja sama dengan karang taruna, organisasi kepemudaan atau kelompok arisan yang biasanya ada di setiap desa. “Rangkul mereka agar program ini bisa maksimal, karena jujur ini program luar biasa,” kata pria lulusan Fakultas Hukum di salah satu perguruan tinggi swasta di Madura ini. Indikator lainnya belum maksimalnya program Terkesan ini, yakni masih banyaknya masyarakat yang belum menikmati pelayanan kesehatan dan ketidakmengertian masyarakat akan arti penting kesehatan. “Kalaui Terkesan ini berjalan dengan

baik, barang tentu prilaku masyarakat secara bertahap akan berubah, khususnya didalam menjaga kesehatan tubuhnya,” ucap Ribut. Untuk itu, dirinya meminta Dinas Kesehatan, untuk bersikeras memaksimalkan program tersebut, sehingga aksesibilitas kesehatan masyarakat bisa terjamin.”Kalau masyarakatnya baik, pembangunan daerah ini akan baik,” ujar Ribut. Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Pamekasan, Ismail Bey mengakui program Terkesan tersebut belum maksimal. Salah satu indikatornya, karena program tersebut masih seumur jagung, sehingga perlu dievalusi segala kekurangan dalam program tersebut. Untuk selanjutnya disosialisasikan dan kembangkan sebaik mungkin. Faktor lain, kata Ismail, belum adanya keterlibatan masyarakat secara utuh terhadap program tersebut. Sehingga perlu dibentuk kelompok kerja (pokja) yang mengiventarisir segala permasalahan kesehatan yang ada di desa tersebut dan disampaikan saat kegiatan posyandu. “Mana bisa dokter memecahkan persoalan kesehatan desa, jika sebelumnya tidak diketahui oleh para dokter,” ucapnya. Ismail menyatakan program Terkesan tersebut memiliki target pemberdayaan dan peningkatan pelayanan masyarakat di bidang kesehatan. Sehingga perlu keterlibatan kelompok masyarakat secara langsung. Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Pamekasan, Khairul Kalam mendukung sepenuhnya program Terkesan tersebut. Bahkan dirinya meminta Bupati Pamekasan, Achmad Syafi’I memberikan dorongan khusus terhadap program tersebut. Menurut Politisi Demokrat ini, tidak mungkin pemerintah pusat dan pemerintah provinsi Jawa Timur memberikan penghargaan kepada Dinkes Pamekasan, karena program Terkesan. “Kalau program Terkesan ini tidak baik, tentu tidak mendapatkan penghargaan, sebaliknya demikian,” ungkapnya =FAKIH AMYAL/RAH


Pamekasan

KORAN MADURA

JUMAT 14 FEBRUARI 2014 | No. 0301 | TAHUN III

I

Nasib PTT - GTT di Tangan Bupati Pemkab Perlu Memperjuangkan K2 Di-PNS-kan secara Bertahap PAMEKASAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan meminta Bupati setempat, Achmad Syafii memperjuangkan nasib Pegawai Tidak Tetap (PTT) dan Guru Tidak Tetap (GTT) di wilayahnya, karena hasil seleksi kategori dua (K-2) yang lulus di kabupaten tersebut sangat sedikit. Wakil Ketua DPRD Pamekasan, Khairul Kalam mengatakan hasil rekrutmen yang diumumkan Kemeterian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) melalui website-nya tidak sesuai apa yang disampaikan oleh Kementerian PAN-RB beberapa waktu

sebelumnya. “Kemen PAN mengatakan akan mengangkat K-2 sebanyak 30 persen dari jumlah peserta k-2, ternyata hanya sekitar sebelas persen yang dinyatakan lulus. Jadi, kami meminta Bupati untuk mengajukan permintaan tambahan melalui proses susulan,” katanya.

Bupati Pamekasan melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) setempat, semestinya mengajukan surat resmi kepada Kemen PAN-RB soal hal tersebut. Ada tiga hal yang harus disampaikan dalam surat itu agar nasib para PTT dan GTT di wilayah itu mendapat perhatian dari pemerintah. Selain meimnta tambahan untuk memenuhi tiga puluh persen, tambahnya, meminta kepada Kemen PAN-RB melakukan rekrutmen seperti tahun sebelumnya, yaitu melakukan pengangkatan secara bertahap agar semua yang terdata sebagai k-2 bisa diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil

(PNS). “Hal ini karena mereka sudah sangat membantu kinerja Pemkab. Apalagi sebagian dari mereka sudah cukup lama menjadi GTT dan PTT,” katanya. Kemudian, jika dua hal itu tidak dapat dipenuhi, Bupati meminta izin kepada pemerintah di Jakarta untuk mengangkat mereka menjadi pegawai daerah yang digaji melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) setempat. Dari sistem rekrutmen k-2 yang telah berlangsung itu, Khairul menilai tidak ada konsitensi pemerintah pusat. Sebab, sebelumnya peme-

rintah telah berjanji jika mereka yang sudah masuk dalam data base k-2 secara otomatis akan diangkat sebagai PNS secara bertahap. Tetapi kemudian muncul sistem rekrutmen dengan melalui tes. Untuk diketahui, data pada BKD setempat, ada 1.443 orang yang terdata sebagai peserta tes jalur k-2, terdiri dari 585 tenaga guru, 42 tenaga kesehatan, dan 816 tegana teknis. Dari jumlah itu, hanya ada 161 perserta yang dinyatakan lulus atau diangkat menjadi PNS di kabupaten Pamekasan. = ALI SYAHRONI/MUJ/RAH

KETENAGAKERJAAN

Perlu Evaluasi Penerapan UMK PAMEKASAN - Lembaga Pengkajian Kabijakan Daerah (LPKD) Pamekasan meminta Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transimigrasi (Dinsosnakertrans) setempat segera mengevaluasi penerapan upah minimum kabupaten (UMK) di daerah itu. Disinyalir masih terdapat beberapa perusahaan yang belum memberikan hak buruh sesuai ketetapan UMK 2014 sebesar Rp 1.090.000. Menurut Shodiq El Fajar, ketua LPKD Pamekasan, pemenuhan hak buruh di Pamekasan selalu bermasalah setiap tahunnya. Dari ratusan perusahaan yang ada, hanya beberapa saja yang bisa memenuhi UMK yang ditetapkan. Dari permasalahan yang menjadi rutinitas tahunan itu, pihaknya khawatir kembali terulang pada tahun ini. Shodiq mengatakan dalam hal pemenuhan upah ini, buruh berada dalam posisi sulit, karena kecil kemungkinan untuk memperjuangkan haknya sendiri. Sebab, jika mereka nekat memprotes atau bahkan melapor, mereka sudah dibayang-bayangi ancaman PHK. Oleh karenanya, pihaknya meminta Dinsosnakertrans setempat memperketat pengawasan terhadap pemberlakuan UMK tersebut sebagai bentuk perlindungan terhadap hak-hak buruh. UMK Pamekasan setiap tahunnya naik meski kenaikannya terbilang kecil. Namun dari kenaikan UMK itu seakan hanya formalitas, karena kenyataan di lapangan para buruh masih menerima upah dibawah kebutuhan

hidup layak (KHL). "Apa gunanya UMK dinaikan tiap tahun, kalau kenyataannya para buruh masih menerima upah tidak layak. Makanya, pemenuhan UMK yang sudah ditetapkan itu harus dikawal betul agar keberadaan pemerintah bisa dirasakan. Kalau hanya ditetapkan tanpa ada pengawasan, ya sama saja bohong," katanya. Lebih lanjut Shodiq mengatakan pengawasan yang dilakukan pemerintah tidak cukup hanya dengan memantau pemberian upah, tetapi harus ditindaklanjuti dengan tindakan nyata terhadap perusahaan-perusahaan yang melanggar. Dinsosnakertrans tidak boleh main mata dengan perusahaan, tetapi harus memperjuangkan kepentingan buruh. Terkecuali perusahaan dimaksud sudah mengajukan penangguhan sebelum penerapan UMK. Menanggapi hal itu, Kasi Pembinaan Hubungan Industrial (PHI) Dinas Sosial Tenaga Kerja (Dinsosnakertrans) Pamekasan, Ali Kusni mengatakan pihaknya sudah mulai mengevaluasi terhadap penerapan UMK di Pamekasan. Proses ini masih sedang berjalan dan baru memantau 20 perusahaan dari 236 perusahaan yang wajib lapor di daerah tersebut. Dari 20 perusahaan yang sudah dievaluasi, diketahui 7 perusahaan belum bisa memenuhi UMK Rp 1. 090. 000 per bulan. Meski demikian, ke-7 perusahaan itu sudah membayar upah mendekati angka tersebut. "Evaluasi masih berjalan dan baru dapat 20 perusahaan. Alhamdulillah, sudah ada yang

melebihi UMK, tetapi ada juga sekitar 7 perusahaan yang belum, tapi sudah mendekati UMK. Kurang sedikit," katanya. Ia menjelaskan pihaknya akan terus melakukan pendekatan dan pembinaan, supaya bisa memberi upah buruh sesuai UMK. Kalau memang tidak bisa dipaksakan, pihaknya akan mengarahkan pada pembinaan yang bisa memberi kesejahteraan tambahan semisal membentuk koperasi. Tetapi jika nantinya terdapat pengaduan dari buruh, pihaknya tidak akan mentolerir, dan akan segera menerbitkan nota pemeriksaan. Ia yakin dari semua perusahaan itu nantinya pasti ada buruh yang melapor jika memang tak sesuai UMK. Ia menambahkan, dari 236 perusahaan se Pamekasan, tak satu pun dari mereka mengajukan penangguhan UMK. Dengan demikian, semua perusahaan itu wajib lapor dan memberi upah sesuai UMK, karena pengajuan penangguhan sudah ditutup. Sebab, ketentuannya, batas akhir pengajuan penangguhan sampai H-10 penerapan UMK 1 Januari lalu. Adapun UMK 2014 Kabupaten Pamekasan dipastikan naik Rp 30. 400 dari tahun sebelumnya. Pada 2013 lalu, UMK Pamekasan ditetapkan sebesar Rp 1. 059 600, sedangkan UMK 2014 naik menjadi Rp 1. 090 000. Penaikan UMK Pamekasan itu, sesuai Peraturan Gubernur (Pergub) Jawa Timur Nomor 78 Tahun 2013 tentang Upah Minimum Kabupaten/Kota di Jawa Timur 2014 tertanggal 20 November 2013. = ACHMAD FAUZI/MUJ/RAH

BURUH DEMO BPJS

ant/joko sulistyo

Seorang buruh dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) berorasi saat unjuk rasa di kantor Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di Batam kemarin. Buruh menilai pelaksanaan BPJS Kesehatan di Batam lamban karena hingga sebulan sejak diresmikan, masih ribuan buruh yang belum terdaftar dengan alasan keterbatasan tenaga administrasi.


J

KORAN MADURA

Bangkalan

JUMAT 14 FEBRUARI 2014|NO. 0301|TAHUN III KORAN MADURA

J

JUMAT 14 FEBRUARI 2014 NO. 0301 | TAHUN III

Tak Ada Izin bagi Ratusan Jati Penebangan Dikawal Ketat Polisi BANGKALAN - Ratusan pohon jati ilegal yang berdiri di lahan hak pakai milik PT Semen Indonesia (SI) ditebang massal, kemarin (13/2). Penebangan pohon tersebut dilakukan dengan pengamanan ketat aparat polisi. Pohon yang masih berdiameter 10-30 cm tersebut terpaksa ditebang lantaran warga tidak mau menebangnya secara sukarela, setelah diperingatkan oleh PT SI. Tanah seluas 6 hektare yang berada di Desa Gili Timur dan Banyuajuh tersebut ditanami pohon oleh warga tanpa mengantongi izin sejak tahun 2003. Namun permasalahan pemanfaatan lahan yang tidak dipakai oleh PT SI rupanya mendapatkan persetujuan oleh PT SI dengan syarat hanya ditanami tumbuhan musiman seperti padi, jagung, atau kacang-kacangan tanpa dipungut sewa. “Sejak awal PT SI sudah melarang warga untuk menanam tanaman keras seperti jati, mangga, dan sejenisnya,” kata Kuasa Hukum PT SI, Yudi Takdir Burhan. Dalam perjalanannya PT SI ingin mengembangkan pemanfaatan lahan yang secara keseluruhan seluas 208 hektare yang di dalamnya termasuk 6 hektare yang ditanami tanaman keras. Seluruh lahan letaknya terbagi di Desa Banyuajuh, Desa Gili Timur, Gili Barat, Gili Anyar, Desa Kamal, dan Desa Kebun. Melalui program sinergi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) oleh Kementerian BUMN, maka PT SI rupanya bekerjasama dengan PTPN X dalam penanaman tebu terkait lahan yang ada di Kabu-

paten Bangkalan. Hal itu untuk mengembangkan usaha pertanian tebu dalam mendukung swasembada gula nasional. Selama ini, belum dimanfaatkannya tanah tersebut lantaran sesuai kebijakan Peraturan Daerah Kabupaten Bangkalan Nomor 10 Tahun 2009, tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) pemanfaatan tanah harus disesuaikan peruntukan ruang atas zona lokasinya. Kenyataannya, zona lokasi tanah yang menjadi hak pakai PT SI ditetapkan sebagai zona industri non polutif dan zona pertanian. Oleh karena itu, dalam kerjasama dengan PTPN X rupanya mengalami hambatan berupa adanya 12 orang warga yang menanam jati dan mangga di atas lahan 6 hektare yang terletak di Desa Banyuajuh dan Desa Gili Timur. “Keberadaan tanaman keras berupa jati, mangga, dan sejenisnya menyebabkan kerugian berupa membengkaknya biaya sewa alat berat. Selain itu, proses pengolahan tanah apabila tidak mendapatkan pengamanan dikhawatirkan menyebabkan permasalahan lebih serius,” ungkapnya.

Dia menjelaskan kasus penanaman tanaman keras di atas lahan itu secara hukum merupakan dugaan tindak pidana pemakaian/pemanfaatan tanpa izin, sebagaimana ketentuan pasal 285 KUHP jo Pasal 2 Undang-Undang Nomor 51 PRP Tahun 1960. “PT SI sejak 20 Desember 2013

sud secara sukarela atau tuntutan pertanggungjawaban pidana,” jelasnya. Saat dikonfirmasi, H Takliman menyatakan kalau sekiranya aktivitas penanaman yang dilakukan warga tidak sesuai aturan dan UU agar dihentikan dulu. Lalu, setelah semuanya telah disesuai-

untuk menghalangi atau menghambat program pemerintah, justru dirinya akan mendukung. Bahkan, bila sekarang ditebang kalau dinilai tidak sesuai peruntukan tidak masalah. “Saya hanya merawat, jangan sampai lahan ratusan hektare menjadi di hutan liar, karena akan berpotesi krimi-

telah mengirimkan beberapa kali surat peringatan (somasi) kepada 12 orang dan kepada H Takliman Talkhah sebagai penerima kuasa dengan tuntutan dilakukan penebangan tanaman keras dimak-

kan dengan aturan, maka dilanjutkan kembali. “Negara ini adalah negara hukum, kami berharap BUMN memberikan contoh yang baik pada masyarakat,” ucapnya. Dia mengaku tidak ada niatan

nal atau kebakaran. Rakyat tidak mau mengambil lagi tanahnya. Saya tidak punya kepentingan ekonomi, tapi hanya ingin merawat,” terangnya. =MOH. RIDWAN/RAH

TUNJANGAN

Tunggakan Sertifikasi Guru Rp 23, 8 M Tak Terbayar BANGKALAN - Terhitung sejak tahun 2011 hingga 2013 tunggakan penerima dana sertifikasi guru untuk pegawai negeri sipil (PNS) maupun non PNS di lingkungan kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bangkalan mencapai Rp 23,8 miliar. Tunggakan tersebut menjadi permasalahan nasional. Tidak hanya terjadi di kabupaten setempat, namun juga terjadi di beberapa wilayah, bahkan terjadi di Kemenag di Indonesia. ”Tunggakan ini terjadi hampir di seluruh Kemenag di Indone-

sia, ini menjadi permasalahan nasional,” tutur Kepala Kemenag Bangkalan, Amin Mahfud. Menurutnya, tunggakan di Bangkalan terjadi sejak 2011 hingga 2013. Namun untuk 2012 berhasil dituntaskan, sedangkan pada tahun 2013 Kemenag memiliki tunggakan selama 6 bulan, dan tunggakan hanya terjadi pada penerima sertifikasi yang sudah tercatat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). ”Jadi tunggakan yang tidak terbayarkan banyak terjadi pada PNS,” jelasnya. Kendati demikian, para pen-

erima tunjangan tersebut, tidak perlu khawatir karena Kemenag telah mengajukan tunggakan tersebut untuk segera dituntaskan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara- Perubahan (APBN-P) 2014. Dimungkinkan dana yang diajukan akan cair pada bulan Agustus, kamudian bulan Oktober, dan Desember mendatang. ”Insyaallah sekitar Agustus, Oktober, dan Desember mendatang sudah cair, karena kami sudah ajukan di APBN-P 2014 ini. Semuanya pasti akan terlunasi, jadi

tidak perlu khawatir,” tuturnya. Sistem pembayaran tunggakan, kata Amin, akan dibayarkan secara langsung sesuai dengan jumlah tunggakan. Sejauh ini pihaknya telah memberikan informasi terkait sistem rapel tersebut. Ditakutkan timbul kecurigaan di kalangan PNS dengan belum terbayarnya tunggakan. Dengan demikian, bagi PNS yang belum menerima tunggakan agar bersabar terlebih dahulu. ”Jika nunggak 6 bulan ya 6 bulan sekaligus. Jika yang tidak terbayarkan sampai setahun ya

dibayarnya langsung dirapel setahun,” jelasnya. Jumlah penerima sertifikasi bersifat fluktuatif tidak sama antara tahun kemarin dengan tahun sebelumnya, namun setiap tahun pasti ada penambahan kuota sesuai dengan hasil uji sertifikasi setelah mendapatkan Nomor Register Guru (NRG). Dana bagi para penerima sertifikasi bagi PNS sesuai dengan gaji pokok yang diterimanya setiap bulan, sedangkan bagi guru kontrak, THL, dan sebagainya sebesar Rp 1 juta 500 ribu. =DONI HERIYANTO/RAH


KORAN MADURA

BANGKALAN

JUMAT 14 FEBRUARI 2014 NO. 0301| TAHUN III

K

KECELAKAAN

Ada Truk Terperosok BANGKALAN - Arus lalu lintas di Jalan Raya Macajah Kecamatan Tanjung Bumi kembali tersendat, Kamis (13/2) kemarin, karena tanah diatas jalan tersebut ambles cukup dalam. Disinyalir amblesnya jalan akibat banjir yang merendam daerah tersebut beberapa waktu lalu. Salah satu truk fuso yang terperosok di jalan tersebut terpaksa dibiarkan selama satu hari, karena tak mampu lagi keluar dari kubangan jalan yang rusak. “Hari ini 3 kendaraan yang terperosok tanah amblas ini, yang truk fuso coklat itu sudah nginap semalam, terus mobil box dan truk milik saya ini juga,” ujar Misdan, pengemudi truk asal Sampang itu. Kondisi di jalan raya Macajah tersebut semakin memprihatinkan, warga sekitar tak mampu berbuat banyak selain hanya menambal lubang jalan dengan batu dan tanah, termasuk pula membantu setiap kendaraan yang terperosok dengan cara mendorong kendaraan agar dapat keluar dari lubang jalan yang timbul akibat tanah amblas itu. Menurut Maryanto, salah seorang warga Desa Macajah, kondisi tanah di jalan tersebut kini menjadi lunak pasca banjir yang terjadi beberapa waktu lalu selama 1 bulan lamanya. Jalan yang amblas tersebut hendaknya diperbaiki secepatnya oleh pemerintah, demikian harapan warga. Warga meminta

ada kepedulian dari pemerintah khususnya PU Bina Marga provinsi, agar permasalahan ini dapat segera selesai. “Setiap ada kendaraan ukuran besar atau truk pengangkut beban berat, biasanya mereka akan terperosok di lubang jalan. Tanahnya agak lunak karena banjir itu, Mas. Jadi mudah saja kendaraan terjebak,” terangnya. Maryanto atas nama warga sekitar meminta perhatian dari pemerintah untuk dapat memberikan solusi atas kondisi yang sudah cukup lama berlarut-larut itu. Sementara itu, Kapolsek Tanjung Bumi, AKP Abd Cholik menjelaskan akibat kejadian ini, kemacetan terjadi sepanjang kurang lebih 1 kilometer. Pihaknya, tidak bisa berbuat banyak dalam mengatasi kemacetan arus lalu lintas. Apalagi truk yang terperosok tidak hanya satu saja, namun seringkali mencapai tiga kendaraan besar yang terperangkap kubangan jalan. “Ya Mas, ada truk yang terperosok lagi, akibatnya jalan macet hingga 1 kiloan,” paparnya. Berdasarkan pantauan Koran Madura, guna menghindari terjadinya kemacetan yang lebih parah, kendaraan pribadi roda empat banyak yang dialihkan melalui jalan Kampung Nyacangan Macajah Tanjung Bumi sebagai jalur alternatif untuk menuju kota Bangkalan. =DONI HERIYANTO/RAH

KAPAL. Jasa penyeberangan angkutan laut di pelabuhan Kamal yang terancam ditutup.

Risau Cari Solusi

Operasi Dua Kapal Direncanakan Dipangkas BANGKALAN - Pengurangan jam operasional yang telah dilakukan PT ASDP atas menurunnya pendapatan di jasa penyeberangan Ujung - Perak dinilai bukan satu-satunya solusi yang tepat. Jika hal itu masih tidak berpengaruh signifikan terhadap pelabuhan tersebut, pengelola pelabuhan mengaku akan mengurangi jumlah kapal yang beroperasi.

TERPEROSOK: Salah satu truk yang terjebak dalam kubangan di jalan raya Macajah Kecamatan Tanjung Bumi.

Setelah pengurangan jam operasional dari pukul 05.00 - 00.00 WIB menjadi 05.00 - 21.00, pihak pengelola jasa penyeberangan kapal akan mengurangi jumlah operasional kapal. Dari enam kapal yang tengah beroperasi rupanya akan dilakukan pengurangan dua buah kapal jika masih tetap tidak ada perkembangan. Saat ini kapal yang beroperasi KMP Gajah Mada, Darma Lautan Utama, Jokotole, KMP Tongkol, Selat I, dan Selat II. “Tiga jam pengurangan waktu operasional kapal. Kemungkinan, jika masih tetap tak ada perubahan pendapatan, maka 2 kapal

akan dikurangi,” kata Supervisor Pelabuhan Kamal, Ach Chairil, kemarin (13/2). Dia menjelaskan terlalu banyak pengeluaran yang harus ditanggung perusahaan, jika perusahaan selalu merugi. Selama mengalami kerugian ini, PT ASDP diberikan subsidi dari pemerintah. Tentunya,kalau selalu dilakukan penyubsidian, perusahaan tidak akan mandiri. Oleh karena itu, terancam akan ditutup. Menurutnya, DPD Gapasdap sendiri mengusulkan untuk dilakukan penutupan terhadap pelabuhan, karena kerugiannya

sudah terlalu banyak, hampir 8 miliar. Namun, otoritas PT ASDP belum bisa melakukan usulan tersebut. Sebab banyak pertimbangan yang dipikirkan. “DPD Gapasdap menyuruh ditutup. Tapi ASPD operator tidak mau, karena akan dilakukan evaluasi terlebih dahulu,” ungkapnya. Dia menerangkan sebelum jembatan Suramadu beroperasi, dalam pembelian tiket setiap penumpang, ada alokasi yang harus dibayar kepada pemerintah daerah sebagai bentuk tambahan PAD. Namun, saat ini sudah tidak ada lagi. Selain biaya operasional kapal yang harus ditanggung, biaya sewa pelabuhan ujung harus dikeluarkan setiap tahun. Selama ini, pelabuhan perak diakui masih menyewa Rp 840 juta pertahun ke Pelindo. “Saat ini, perusahaan sendiri tidak lagi memberikan konstribusi terhadap PAD Bangkalan,” ucapnya. =MOH. RIDWAN/RAH


Sampang L

KORAN MADURA KORAN L PROBOLINGGO

Sampang

JUMAT 14 FEBRUARI 2014 No. 0301 | TAHUN III

JUMAT 14 FEBRUARI 2014 | No. 0301 | TAHUN III

MADURA

Pemilih Masa Bodoh

Masyarakat Diharap Selektif Memilih Caleg

SAMPANG – Pola tingkah wakil rakyat yang mulai jarang masuk kantor belakangan ini karena mulai sibuk menyapa konstituen membuat masyarakat apatis. Pemilih mengaku enggan untuk memilihnya kembali pada Pemilu Legislatif 2014. Komisioner Komisi Pemilihan Umum Daerah Sampang Moh Rozaq membenarkan mulai apatisnya pemilih terhadap wakil rakyat. Dewan dinilai telah mencederai kepercayaan rakyat yang diberikan padanya. “Maklum kalau masyarakat mempunyai nilai seperti itu. Masyarakat apatis memilih anggota DPRD karena sudah mencederai (kepercayaan masyarakat),” tuturnya, Kamis (13/2). Susanto (43), warga Kelurahan Dalpenang Kecamatan Kota Sampang, mengatakan, pemberitaan tentang sering bolosnya sejumlah anggota dewan membuat dirinya masa bodoh dengan calon anggota legislatif yang makin giat berkampanye. Selama ini, wakil rakyat juga dinilai lebih mengutaman kepetingan pribadi ketimbang rakyat. Dewan dianggap belum mampu menjadi penyeimbang legislatif. “Kita ragu untuk memilih kembali

Petugas Komisi Pemilihan Umum (KPU) menunjukkan poster sosialisasi penyelenggaraan Pemilu Legislatif 2014. KPU meningkatkan sosialisasi penyelanggaraan Pemilu Legislatif 2014 dengan menyebarkan poster, iklan radio, televisi, serta media cetak, hal tersebut untuk menekan angka golput pada Pemilu 9 April mendatang.

wakil rakyat yang obral janji,” jelasnya. Sementara Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Sampang Aksan Jamal berdalih, anggota dewan banyak tidak masuk kantor karena belum ada agenda penting, sehingga mereka lebih memilih untuk menghadiri undangan yang digelar masyarakat atau mempersiapkan pileg di masing-masing

daerah pemilihan. “Kemungkinan para anggota dewan yang tidak masuk kantor dikarenakan banyak agenda di luar apalagi sekarang mendekati pemilihan legislatif,” terangnya, beberara waktu lalu. Namun, ketika ada rapat semua anggota dewan banyak masuk, bahkan di awal tahun ini para anggota dewan sudah menyelesaikan tugas utamanya yai-

tu membuat APBD yang saat ini dalam tahap proses pengesahan. “Yang jelas anggota dewan di Sampang ini sudah menyelesaikan tugasnya, toh ketika rapat pun mereka juga siap masuk kantor,” terangnya. Moh. Rozaq mengimbau masyarakat untuk tidak perlu berlarut-larut dengan perasaan apatis. Pemilih tetap harus menggunakan hak suaranya

pada pemilu legislatif 9 April nanti. Dengan bermodal kekecewaan itu, lanjutnya, masyarakat bisa lebih selektif dalam memilih wakilnya. “Mudah-mudahan masyarakat ini tidak seterusnya berlarut tentang apatisme, tetapi ambil segi positifnya. Artinya, lebih mempunyai sifat yang selektif agar kepercayaannya tetap ada,” pungkasnya. =RYAN HARIYANTO/MK

MENGGANGGU WARGA

Kambing Liar Berkeliaran

LIAR. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) mengamankan 4 (empat) ekor kambing yang berkeliaran di jalan Diponegoro.

Sampang – Warga Kelurahan Banyuanyar Kecamatan Kota Sampang mengeluhkan maraknya kambing liar yang berkeliaran. Selain memakan tanaman warga juga kerap kali berkeliaran ke tengah jalan di tengah padatnya arus lalu lintas. Safi (43), warga Jalan Diponegoro Kelurahan Banyuanyar Kecamatan Kota Sampang, menuturkan, kambing warga yang tidak diikat sering memakan krupuknya yang sedang dijemur. “Banyak kambing liar ini meresahkan warga, apalagi tanaman sama krupuk warga yang dijemur itu habis dimakan sama kambing,” ucapnya, Kamis (13/2).

Yang lebih parah, banyak pengendara mengalami kecelakaan akibat kambing yang melintas di tengah jalan. Dirinya pernah melihat pengendara mengalami kecelakaan di depan Pasar Tanglok yang disebabkan kambing menyeberang di tengah jalan. “Pernah ada kecelakaan saat kambing liar menyeberang sembarangan. Karena sepeda motor niatnya mau menghindar, malah kena nambrak becak dipinggirnya. Untung cuma luka lecet saja gak parah. Makanya kambing semoga bisa ditertibkan baik sama Satpol PP maupun pemilikknya,” kenangnya. Kemarin, Kasi Operasi Sat-

pol PP Kabupaten Sampang Moh Sadik melakukan penertiban kambing liar di Jalan Diponegoro. Terdapat empat ekor kambing liar yang ditangkap. “Ada 4 ekor kambing liar kita amankan di sekitar halaman kantor Bulog, dan langsung kita amankan kambing liar ke dalam truk,”jelasnya. Kambing liar yang sudah diamankan dibawa ke kantor Satpol PP. Kambing tersebut akan diserahkan kepada pemiliknya setelah mendapat peringatakan dan arahan. “Kita bawa ke kantor menunggu pemiliknya ke sana, dan kita akan beri arahan agar tidak diulangi,” imbuhnya. =RYAN HARIYANTO/MK


Sampang

KORAN MADURA

JUMAT 14 FEBRUARI 2014 | No. 0301 | TAHUN III

M

BADAN PENGEMBANGAN WILAYAH SURAMADU

Tebar Janji di Kota Bahari Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) menebar janji dalam kunjungannya ke Kabupaten Sampang. Apa janji mereka? Sampang - Rombongan dari Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) mengunjungi Kabupaten Sampang, Kamis (13/2) sekitar pukul 10.00 Wib. Namun, kunjungan itu dinilai tak akan mempengaruhi kehidupan masyarakat setempat. Selama ini, keberadaan BPWS yang berada di Jalan Kenjeran Kota Surabaya tersebut dianggap tidak memberikan keuntungan. Rombongan dari BPWS disambut Wakil Bupati Sampang Fadhilah Boediono di Pendopo Bupati setempat. Dalam kesempatan itu, pihak BPWS menjalin kerja sama dengan Pemkab Sampang dan menandatangani nota kesepahaman. Pihak BPWS juga sempat melakukan peninjauan pembanguan proyek pengendali banjir yang berada dihilir Kali Kamoning, yang menelan biaya Rp 6.753.670.000 miliar dari dana APBN. Kepala BPWS Mohammad

Irian menjelaskan, kedatangannya untuk menjalin silaturahmi dan kerja sama hasil retribusi keberadaan jembatan Suramadu. “Kami ke sini hanya silaturrahmi saja kok, dan juga ingin bekerjasama dengan Pemkab agar bisa memberikan bantuan pembangunan,” jelasnya. Pihaknya berjanji pada tahun ini akan memberikan bantuan pembangunan jalan seperti bantuan air barsih, penerangan jalan umum (PJU), dan perbaikan jalan untuk wilayah Sampang. “Anggarannya sebesar Rp 45 miliar khsusus Sampang, karena semua empat kabupaten di Madura semuanya sama,” katanya. Disinggung soal dana bagi hasil terhadap empat kabupaten di Madura, pihaknya mengaku memang belum pernah melakukan pembagian hasil retribusi jasa penyeberangan Suramadu meski sudah difungsikan sejak 2009 silam. “Kita memang belum pernah melakukan bagi hasil. Saat ini sedang dibahas oleh pemerintah pusat,”pungkasnya. Menanggapi hal itu, anggota DPRD Sampang Moh Sahri mengatakan, jika memang kedatangan BPWS betul memberikan bantuan di Kabupaten Sampang.

Pihaknya, meminta kepada media untuk melakukan kontrol terhadap janji BPWS tersebut. “Media juga harus proaktif

SEREMONIAL

Gedung FKUB Sampang Diresmikan Sampang - Gedung Sekertariat Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Sampang, Kamis (13/2) sekitar pukul 10.00 Wib diresmikan. Peresmian gedung tersebut

dilakukan Kepala Kanwil Kemenag Jatim H Sudjak, M.Ag. Sudjak, dalam sambutannya, mengatakan, FKUB Sampang wadah penting masyarakat dalam upaya menghormati hak-hak asasi manusia sekaligus upaya pelak-

PERESMIAN. Kepala Kanwil Kemenag Jatim Sudjak (memegang spidol) diapit Wabup Sampang dan Kepala Kemenag Sampang meresmikan gedung FKUB, Kamis (13/2) sekitar pukul 10.00 Wib.

sanaan kewajiban asasi manusia dan juga merupakan bentuk kemitraan antara pemerintah. FKUB sebagai mediator, rekonsiliator dan fasilitator kerukunan umat beragama harus dikelola secara terbuka, sehingga pihaknya meyakini tidak akan ada lagi konflik karena perbedaan agama. “Peresmian ini merupakan wadah penting untuk masyarakat dalam menghormati HAM dalam kemitraan pemerintah setempat demi kerukunan bersama,” ucapnya. Wakil Bupati Sampang Fadhilah Boediono menuturkan agar selanjutnya pemerintah daerah bisa memberikan perhatian yang serius dengan telah adanya gedung FKUB Sampang. “Saya mengucapkan terima kasih kepada Kakanwil Kemenag Jatim, sehingga dengan adanya gedung FKUB ini, nantinya daerah bisa menjaga kerukunan umat beragama,” ungkapnya. =adv/ryn

dalam mengontrol kinerja BPWS agar tidak lupa terhadap janji manisnya yang diobral kepada pemerintah Sampang, apalagi

sebenarnya Sampang patut menerima hasil dari jasa retribusi Suramadu,” ujarnya. =RYAN HARIYANTO/MK


KORAN PROBOLINGGO N KORAN MADURA N MADURA Laporan Khusus JUMAT 14 FEBRUARI 2014 | No. 0301 | TAHUN III

JUMAT 14 FEBRUARI 2014 No. 0301 | TAHUN III

N

g.armadianto semeru/koran madura

ABADIKAN SEJARAH. Hasil kreativitas salah satu warga Surabaya yang mengabadikan sejarah Surabaya dengan berbagai cara seperti mendokumentasikan teks-teks tua di kaos-kaos oblong.

KAOS

Menjaga Keabadian Sejarah SURABAYA – Menjaga keabadian sejarah, bisa bermacammacam cara. Mulai menyimpan teks-teks tua bersejarah dalam lemari dengan suhu terjaga, menuliskan kembali dalam sebuah buku hingga memigura dan memajangnya di tembok. Namun, yang dilakukan Kuncarsono Prasetyo sedikit berbeda. Mantan jurnalis ini memilih untuk mencetaknya di atas kaos. “Saya ingin masyarakat tahu bahwa ada keunikan sejarah dalam teks-teks tua itu, salah satu cara untuk memperkenalkan hal itu dengan mencetaknya di atas kaos oblong,” ujar pemuda yang akrab dipanggil Kuncar itu pada Koran Madura. Kecintaan Kuncar pada teksteks tua berawal dari aktivis tahun 1998 ini sedang membuat reportase tentang teks-teks tua yang ada di Jawa Timur. Lembar demi lembar teks-teks tua yang dilihatnya memunculkan kesan terdiri pada pemuda kelahiran 1 Maret 1977 itu. “Saya heran, tidak banyak orang yang mengetahui karya bersejarah ini, semua hanya tersimpan di lemari perpustakaan,” ujarnya. Seperti iklan-iklan tua, perangko tua, uang kuno hingga foto-foto bersejarah. Semua karya itu, memiliki keunikan tersendiri. Gambar iklan, perangko, dan uang kuno misalnya, memiliki design yang kini berkembang kualitas maupun kuantitasnya. Juga foto-foto bersejarah di Indonesia yang belum banyak orang tahu. “Di Jawa Timur saja, siapa sih yang tahu dengan pasti wa-

jah raja-raja Jawa, bahkan para bupati-bupati yang semuanya punya peran dalam sejarah Indonesia, tidak banyak orang yang mengetahui hal itu,” ujarnya. Belum lagi wajah tokoh-tokoh lokal yang mungkin hanya dikenal namanya saja, tanpa diketahui wajahnya. Sebut saja Cak Durasim, Sarip Tambak Yoso, Besoet hingga Sakerah. “Yang dikenal di Indonesia hanya tokoh-tokoh dari luar negari seperti Che Guevera, Malcom X, dan lain-lain. Padahal, tokoh seperti Cak Durasim, Sarip Tambak Yoso, Besoet hingga Sakerah dari Jawa Timur tak kalah revolusiunernya dibanding tokoh-tokoh dari luar negeri itu. Peran mereka juga tidak diragukan lagi,” ujar Kuncar serius. Cak Durasim misalnya, dikenal dengan puisi bersejarahnya yang mampu mengorbankan semangat perlawanan dengan Penjajah Jepang. Bekupon omahe doro, melok Nipon tambah soro (Bekupon rumahnya burung merpati, ikut Nipon/Jepang tambah sengsara) adalah parikan Cak Durasim yang terkenal di masa

penjajahan. Karena puisi itulah, Cak Durasim ditangkap dan diasingkan oleh penjajah Jepang. Namun, langkah itu justru mengobarkan semangat pejuang Arek Surabaya ketika itu. Dengan dana sekitar Rp10 juta-an, bersama Junaedi, seorang pelukis, Kuncar memilih untuk mencetak teks sejarah itu di kaos oblong bermerk Sawoong (ayam). Meski sedikit “gambling”, langkah itu tergolong tepat karena saat itu trend fashion mode sedang bergerak kea rah mode retro atau lawas. “Kata orang, sekarang sedang trend semua hal yang berburu lawas, tidak ada salahnya mencoba sosialisasi sejarah sekaligus jualan kaos,” guraunya. Arti Sawoong? Sawoong atau sawung berasal dari bahasa Jawa yang artinya ayam. Pilihan simbol ini diambil dari legenda lawas Surabaya, Sawunggaling. Aplikasi design ayam dirupakan ayam wuwungan atau ayam di pucuk atap seperti lazimnya ornamen bangunan modern abad 19 yang sudah punah. “Agar lebih unik, ayam dibingkai membentuk perangko, properti komunikasi jarak jauh yang juga telah menjadi warisan budaya,” ujarnya. Sawoong sebelum menjadi merk sebuah kaos, adalah nama komunitas pencita warisan budaya Surabaya. Belakang Sawoong menjelma menjadi sebuah kelompok kreatif yang menyulap segala berbau masa silam menjadi karya kreatif.

Menghasilkan produk-produk cinderamata modern. Tujuannya sama, kampanye menyelamatkan warisan budaya melalui media populer. Supaya setiap orang lebih menghargai karya kreatif para pendahalu. Sawoong yang dimotori Kuncar dilahirkan pada Desember 2007 silam di Surabaya. Sawoong beroperasi penuh mulai pertengahan 2009, dengan memiliki workshop sendiri, outlet hingga promosi. Workshop yang berlokasi di Jalan Kalidami III/2 ini menyediakan berbagai macam cinderamata, antara lain mug, pin, tas, kartu pos, gantungan kunci, magnet, jaket, topi, poster dan lain-lain. Masyarakat bisa langsung mendapatkan di City Of Tomorrow (CITO) Lt UG, Jembatan Merah Plaza (JMP) II Lt 3 (paling atas), dan House of Sampoerna. Sawoong yang mengusung semangat bersama untuk menyelamatkan warisan budaya, saat ini tengah berkonsentrasi mengembangkan sayap dengan menggarap warisan budaya kotakota lain di Indonesia. Iklan-iklan lawas yang dibuatnya sekitar tahun 1800an dipilih sebagai debutan karya tua yang disosialisasikan. Iklaniklan itu memilki kekhassan tersendiri, terutama dari segi bahasa Indonesia yang unik. Simak saja iklan obat anti penyakit anjing gila yang dimuat di Tjahaja Siang terbitan tahun 1869. Iklan ini adalah iklan tertua versi buku Sejarah Reklame

di Indonesia yang diterbitkan oleh Persatuan Praktisi Periklanan Indonesia (PPPI). “Kesakitan dari sebab digigit andjing gila, itu ada penyakit keras di Europe hingga banjak orang tlah berkata, djika bagi sijapa jang soedah digigit oleh andjing gila akan tiada pernah lagi djadi bajik…segeralah toetjie itoe loeka dengan tjoeka dan ajer panas maka djika itoe loeka soeda kering, toeroes taroeh itoe obat Acida Miatica,” tulis iklan yang lengkap dengan Anjing itu. Juga brosur Group Band Bintang Timoer yang diterbitkan Koran Keng Po tahun 1932 dan iklan kota Surabaya yang diterbitkan oleh Koran Alijoem tahun 1936. Selain itu brosur toko ice cream Zanggrandi yang diterbitkan tahun 1942 dan iklan rokok cap Doro yang dimuat di majalah Economic Blad tahun 1932. “Semua media yang menerbitkan iklan-iklan tua itu sekarang sudah tutup, tapi justru itu sisi menariknya,” jelas Kuncar. Pembuatan kaos iklan lawas ini berlanjut dengan pembuatan kaos perangko dan kaos wajah bersejarah. Yang menarik, sebagai pembuat kaos sosialisasi sejarah, lanjut Kuncar, ia mempersilahkan siapa saja untuk memalsu kaos buatannya. “Silahkan dipalsu saya tidak akan menuntut pemalsuan itu, informasi sejarah ini milik seluruh rakyat Indonesia,” pungkasnya. = G.ARMADIANTO SEMERU


KORAN PROBOLINGGO

MADURA

Komunitas

KORAN MADURA

JUMAT 14 FEBRUARI 2014 JUMAT 14 No. FEBRUARI 2014| |TAHUN No. 0301 |IIITAHUN III 0301

OO

KOMUNITAS ONTEL LASEPAK

Bersepeda Bawa Sound System PAMEKASAN – Ada-ada saja cara untuk menghilangkan kejenuhan di atas sepeda. Bahkan cara itu juga dirasakan dapat menyegarkan pikiran. Salah satunya seperti yang dilakukan Komonitas Ontel Lasepak yang anggotanya rata-rata dari Kelurahan Kangenan Pamekasan, mereka mengelilingi kota dengan sepeda ontel yang telah dilengkapi dengan sound system.

fakih amyal/koran madura

HOBI. Sejumlah anggota Lasepak berfoto bersama dalam sebuah kegiatan di Pamekasan. Komunitas tersebut merupakan komunitas hobi yang juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

Komunitas ontel yang satu ini melengkapi sepeda anggotanya dengan sound system. Saat kegiatan bersepeda berlangsung, musik dibunyikan, betapa enaknya sembari mengitari sudut-sudut kota Pamekasan. Tak ayal, komonitas ini mendapat perhatian dari para pengguna jalan yang melintas. Musik yang diputar saat bersepeda disesuaikan dengan lagu-lagu yang tengah menarik perhatian masyarakat Pamekasan, mulai dari dangdut, band, Disk Jokey, hingga ke musik hadrah. Menurut, Pembina Kompolan Sepeda Ontel Tua Pamekasan (Lasepak), Herman Kusnadi, pemasangan aksesoris berupa sound system tersebut dilakukan, agar anggotanya tidak mudah jenuh saat melaksanakan kegiatan bersepeda maupun

kegiatan bakti sosial berupa kerja bakti membersihkan lingkungan. Selain itu, kata Herman, agar bisa menarik simpati masyarakat lain, untuk bergabung dan beralih menggunakan sepeda ontel atau sepeda angin agar polusi udara bisa terkurangi. "Sound system merupakan bagian aksesoris sepeda ontel, agar anggota kami tidak mudah jenuh," ujarnya. Lasepak, tidak hanya sebatas organisasi penggemar sepeda ontel. Melainkan komunitas yang juga melaksanakan kegiatan yang bermanfaat kepada anggota dan masyarakat. Diantara kegiatan yang dilakukan adalah kerja bakti membersihkan lingkungan dari sampah dan kegiatan sosial untuk warga kurang mampu. "Kami juga ada arisan yang bisa mem-

berdayakan anggota. Kami juga melakukan kegiatan aksi sosial, seperti memberikan bantuan kepada masyarakat yang tidak mampu, termasuk pula membantu korban bencana alam," terang Herman.

Komunitas ini juga berencana melakukan aksi tanam pohon di kawasan sabuk hijau dan taman kota. Selain itu, akan ada aksi mencabut paku di pohon yang pernah digunakan untuk memasang alat

peraga kampanye. Aksi cabut paku di pohon, kata Herman, nantinya akan melibatkan seluruh komunitas sepeda ontel lain di Pamekasan. Herman juga mengharap agar masyarakat tidak memasang alat peraga kampanye dengan cara dipaku di pohon. Jika ditemukan hal itu, maka komunitasnya akan langsung mencabut alat peraga tersebut. "Ini kami lakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan," katanya. Lasepak dibentuk sekitar 2005 lalu. Pembentukan komunitas itu untuk menampung warga yang memiliki hobi koleksi sepeda ontel tua. Saat ini, jumlah anggotanya sudah mencapai 20 orang dari berbagai status sosial. Tentang keanggotaan dalam kelompok ini, menurut Herman, tidak ada kriteria tertentu. Kecuali memiliki

kegemaran pada ontel dan peduli terhadap lingkungan. "Pada dasarnya, kami ingin ikut mengkampanyekan green transportation (alat transportasi hijau) sebagai sumbangan pada penyelamatan lingkungan," jelas dia. = FAKIH AMYAL/MUJ/RAH


KORAN MADURA PKORAN PROBOLINGGO

O

P

JUMAT 14 FEBRUARI 2014 | No. 0301 | JUMAT TAHUN III 14 FEBRUARI 2014

MADURA

No. 0301 | TAHUN III

NINDA RAHAYU

Inginkan Hidup Bermanfaat bagi Negeri Setiap orang pasti memiliki cita-cita yang tinggi untuk menjadi orang yang sukses. Kesuksesan tidak hanya dirasakan oleh pribadi setiap manusia, namun juga bermanfaat untuk orang lain.

alimat itu menjadi inspirasi dalam angan-angan sosok Ninda Rahayu. Dia bercita-cita mulai dalam hatinya untuk menjadi sosok yang berguna bagi bangsa dan Negara. Karena menilai orang yang baik adalah orang bermanfaat kepada orang lain. ”Kalau hanya hidup untuk diri sendiri, maka kita hidup di dunia ini tidak bermanfaat,” katanya, kepada wartawan, Kamis (13/2). Wanitia berparas cantik kelahiran Probolinggo, 22 April 1994 ini, menuturkan untuk mencapai cita-cita, terus berupaya dengan menempuh ilmu pada Jurusan Konservasi Hutan dan Sumberdaya Ekowisata di Institute Pertanian (IPB) Bandung. Konsentrasi yang sengaja dipilih Ninda Rahayu, karena Indonesia merupakan Negara yang kaya akan potensi alamnya.

Namun potensinya terlihat masih belum dikelola dengan baik, termasuk pengelolaan hutan yang ada.“Jika hutan betul-betul dilakukan pengelolaan dengan baik, maka rakyat Indonesia menjadi makmur,” tegas Ninda Rahayu. Ninda Rahayu menambahkan, selain hutan tidak dikelola dengan baik oleh bangsa ini, hutan juga berpotensi dijadikan untuk tempat wisata, termasuk hutan mangrove yang ada di daerah pesisir. Sehingga adanya pemanfaatan potensi, setidaknya menjadi sebuah investasi bagi bangsa. “Banyak wisatawan akan berkunjung, ketika pengelolaan hutan dijadikan sebuah tempat wisata. Wisatawan yang akan berkunjung pun, bukan hanya di daerah lokal saja. Tetapi bisa manca negara tidak akan ketinggalan untuk mendatanginya,” tandas, perempuan yang mengaku hobi makan bakso dan nasi goreng

ini.

Selain itu, Ninda Rahayu akan mengembangkan potensi hutan yang ada di daerahnya, ketika lulus dari kampus favorit di Indonesia ini, Dia berasalan, banyak hutan yang berlum berfungsi maksimal. Para petani hanya menjual hasil tanam hutan dalam bentuk mentahnya saja. Tetapi, jika Sumber Daya Alam (SDA) dikelola akan banyak menguntungkan dalam segi finasialnnya bagi mereka.“Pemberdayaan hutan mengandung nilai yang besar. Jika ini terus dikemmbangkan, maka pengangguran yang ada di daerah, lambat laun akan semakin berkurang. “Secara otomatis, dampak sosial yang akan timbul dan tumbuh menjadi sebuah kemakmuran dan kesejahteraan ,” pungkas Ninda Rahayu. =Mahfud Hidayatullah

ADELLA EKA WINANDA

Bercita-cita Menjadi Guru Kesenian ikap dan tutur katanya lembut. Itulah kesan pertama saat bertemu Adella Eka Winanda, peraih juara I lomba Poster Unit Kesehatan Sekolah (UKS) Tingkat Provinsi Jawa Timur 2013 lalu. Namun, di balik kelembutan sikap dan tutur kata itu, gadis berparas cantik yang biasa dipanggil Dela itu memiliki semangat yang kuat untuk maju. Bahkan setiap ada prestasi yang diraih oleh rekan-rekannya di bidang seni lukis dan poster, ia ingin mencobanya dan berupaya untuk juga meraih prestasi tersebut. “Saya selalu ingin mencapai prestasi seperti yang telah dicapai orang lain,” katanya. Ia tidak ingin puas dengan hasil yang saat ini dicapainya. Justru, gadis yang masih berstatus sebagai pelajar di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2 Pamekasan itu, ingin mencoba untuk ikut pada ajang lomba yang lebih tinggi, tingkat nasional. Dela, yang anak pertama dari dua bersaudara pasangan Hery Marsudi dan Yuliatin itu, mulai menunjukkan prestasi di bidang seni menggambar sejak kanak-kanak. Saat masih sekolah di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Pamekasan, ia sudah dua kali meraih juara I tingkat kabupaten dalam lomba lukis. Bukan lantaran dia hidup di keluarga seniman. Sebab, menurut pengakuannya, ayah dan ibunya bukanlah seorang pelukis. Ia mengaku bakat seninya itu muncul karena ketertarikan dengan anak-anak yang memiliki prestasi di bidang itu di salah satu acara televisi. Dalam dirinya, tiba-tiba muncul keinginan untuk memiliki prestasi yang sama. Sejak saat itu, ia mulai menggemari dunia menggambar hingga akhirnya berhasil meraih apa yang dia impikan, menjadi juara. Bahkan, di rumahnya di Desa Durbuk, Kecamatan Pademawu, juga dipenuhi dengan goresan-goresan indah hasil karyanya. Kelak, gadis yang mengaku bercitacita menjadi guru seni ini akan menularkan bakatnya tersebut kepada murid-muridnya. Ia ingin muridnya kelak juga menjadi juara, lebih dari yang ia capai saat ini. =G.MUJTABA/RAH

e Paper Koran Madura 14 Februari 2014  

Satu Hati untuk Bangsa

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you