Issuu on Google+


Assalamu'alaikum wr wb Salam sejahtera bagi kita semua Paradoks timbul ketika berbagai isu kini sedang melanda kampus tercinta. “ITB kampus Rakyat” Saya melihat ini semua bagaikan sebuah ironi. Kampus ITB yang masuk headline media massa terkemuka “hanya” karena toiletnya dan beberapa fasilitasnya terbakar. Belum lagi running text di saluran televisi dan bombardir pemberitaan di media maya yang ikut meramaikan “terror” yang seakan sedang terjadi di kampus ganesha. Berbagai pihak bak kebakaran jenggot menyikapi hal ini. Khawatir kampus ini menjadi pusat pergerakan mahasiswa dan rakyat dalam

Presiden Menyapa.......... 2 Daftar isi ......................... 2 Behind SOC ................... 2 Agenda Ganesha ......... 3 Kajian: Mengembangkan Technopreneurship Untuk Kemandirian Indonesia .. 4 Cover Story .................... 5 Opini: gesa falugon (opini) Profil: Hasnul Suhaimi ............ 8 Gallery ......................... 10 Hot Issue: Masihkah ITB Untuk Semua? .......................... 12 Kampus : Mading di ITB, Punya Siapa? .. 14 Ulasan: Bergerak Bersama Rakyat (Panggung Rakyat) .................. 16 Review: Olimpiade ITB.......................... 17 Proficio ................................... 19 Tanya Rakyat: Pemira KM-ITB: Bukan Hak TPB?....................................... 18

berbagai isu nasional.Tak tanggung –menurut keterangan seorang pejabat kampus- bapak Kapolda, bahkan Kapolri ikut ambil bicara untuk komitmen menyelesaikan kasus dikampus ini. Padahal jika mereka tahu, bahkan mahasiswa di kampus ini sendiri tidak sadar akan apa yang sedang terjadi di sekeliling mereka. Jangankan isu mengenai coup d'état di negara-negara timur tengah atau isu pergolakan jamaah ahmadiyah di beberapa daerah, bahkan untuk isu masuk ITB mahal pun belum tentu semua paham dan sadar atas apa yang terjadi. Mahasiswa ITB saat ini sedang disibukkan dengan segudang kegiatan mereka, baik akademis maupun non-kurikuler. Yang bagi mereka penting untuk meningkatkan kapasitas diri sehingga nanti bisa meningkatkan nilai jual diri ketika berada di dunia kerja. Tidak ada waktu untuk mengurusi berbagai tetek bengek permasalahan bangsa, biarkan saja para politikus-politikus di luar sana yang bermain dengan kekuasaan mereka.

Behind SOC behind SOC edisi 4, 2011 :Pemimpin Umum M. Anggita Tresnamayung (SI07) Pemimpin Redaksi Faradiani Sekar Putri (MRI09) Redaktur Qinthara Syahriar (TK08) Ulfia Rahma (MA09) Ahmad Nazaruddin (TA09) Gilang (TI09) Deputi Konten Informasi Megariza (IF07) Wakil Deputi Miranti Hayuningtyas (TI08) Tim Reporter Rachmat Cahyono Lasama (FTI10) Saat Mubarrok (OS09) Nissa Rachmidwiati (BI09) Primanda R. Arsyitamiyanti (BI09) Fathnurain Fajrin (TI09) Dea Chandra Marella (MRI09) M. Syauqy Nailul Author (EL09) Pijar Riza Anugerah (BI08) Dea Safitri Pelita Putri (TI09) Teguh Wibowo (BI09) Ashri Rahmatia (FT09) Tim Fotografer Leidi (SR10) Wilma Yulia (FI09) Muthia Astari (MRI09) Tim Design Kania Prita (AR07) Wahyu (AR07) Faradiani (MRI09) Nafisah Hisan (TI07) Mayung (Si07) Tim Outsource Lionita (MRI09) Tim Perusahaan Cut Farah (TI09) Nursita (EP09)

2

Soul Of Campus Edisi 4 2011


MARET 2011

Yang berulang tahun bulan ini... HIMA-SITH Nymphaea 1 Maret 1951

GAMAIS ITB Maret 1991

Pramuka ITB 12 Maret 1972

Resimen Mahasiswa

HMT 16 Maret 1967

Mahawarman Batalyon I/ITB 20 Maret 1965

Harmoni Amal Titian

PSTK ITB

Ilmu

7 Maret 1971

3 Maret 2003

TIBEN ITB

ITB Student

KPA ITB

29 Maret

Orchestra

17 Maret 1972

2002

2 Maret 2005

Soul Of Campus Edisi 4 2011

3


Berbagi

Mengembangkan Technopreneurship untuk Kemandirian Bangsa

K

emandirian sebuah bangsa dapat dilihat dari kemampuannya dalam mengelola masalah-masalah internal tanpa campur tangan bangsa asing dan secara eksternal mampu berperan aktif serta berkontribusi positif dalam kancah internasional. Maka, kemandirian bangsa memiliki dua dimensi: internal dan eksternal. Secara internal, suatu bangsa yang mandiri akan mengarahkan proses penyelenggaraan negara sepenuhnya untuk kepentingan bangsa dan dilakukan oleh seluruh komponen bangsa. Kemandirian internal ini hanya dapat diwujudkan melalui kerja keras dan dilakukan secara bersamasama oleh seluruh komponen bangsa. Secara eksternal, kemandirian bukan berarti bangsa kita tidak membutuhkan bangsa lain. Namun, kita tetap hidup dalam sistem global yang saling bergantung dan berkaitan satu sama lain. Bangsa yang mandiri adalah bangsa yang mampu menyejajarkan dirinya di hadapan bangsabangsa lainnya. Kemandirian bangsa juga erat kaitannya dengan kemajuan peradaban masyarakat, terlebih lagi dalam bidang iptek. Suatu bangsa yang maju juga dinilai dari kemajuan iptek-nya. Oleh karena itu, perlu adanya suatu upaya untuk memajukan iptek Indonesia demi mencapai kemandirian bangsa. Dalam konteks kekinian, kemajuan iptek hampir selalu didampingkan dengan dunia bisnis. Di sinilah peran technopreneurship menjadi sangat dominan. Penguasaan iptek memungkinkan orang bekerja secara lebih efektif sehingga dapat meningkatkan produktivitas kerja. Selain itu,

4

Soul Of Campus Edisi 4 2011

penguasaan iptek juga dapat meningkatkan pemanfaatan sumber daya alam secara lebih produktif dan juga dapat meningkatkan kualitas barang dan jasa. Perkembangan suatu teknologi tidak hanya berpengaruh secara internal saja, tapi juga memengaruhi pengembangan bisnis-bisnis baru di sektor lainnya. Mengingat peranan iptek yang sangat signifikan, sudah sepantasnya jika World Economic Forum (WEF) dan International Management Development (IMD) menempatkan teknologi sebagai parameter kekuatan daya saing. Oleh karena itu, di sinilah pentingnya technopreneurship.


Penguasaan iptek menjadi sangat penting jika kita mampu mendayagunakan kemajuan iptek sebagai keunggulan kompetitif dari sudut ekonomi dan bisnis. ITB sebagai institut berbasis sains, seni, dan teknologi—juga bisnis dan manajemen (SBM)—sudah seyogianya menjadi lumbung penghasil technopreneur yang dapat memanfaatkan kemajuan iptek untuk meningkatkan perokonomian dan bisnis. Tentu saja hal ini memerlukan kerja keras, dukungan, dan sinergi dari seluruh elemen untuk dapat mencapai tujuan-tujuan bersama dalam peningkatan daya saing melalui penguasaan iptek, sehingga pada nantinya mampu mencapai kemandirian bangsa.

Rizal Dwi Prayogo (MA09/10106014)

Referensi: Wangsa, Lalu Mara Satria. 2004. Merebut Hati Rakyat: Melalui Nasionalisme, Demokrasi, dan Pembangunan Ekonomi. Jakarta: PT. Primamedia Pustaka

Semut mempunyai sifat gotong royong yang baik. Di gambar ini, semut-semut sedang bergotong-royong di atas daun. Mereka sedang mencari makanan di pohon, untuk menuju kemandirian bagi komunitasnya sendiri. Di cover ini, terdapat jenis semut yang beda2, ada ratu semut, semut pekerja, dan semut prajurit. Tetapi semuanya saling tolong-menolong dan bergotong-royong buat mencari makan, membangun sarang, menjaga sarang, dan sebagainya. Selain itu, semua juga mempunyai peran masing-masing dan konsisten menjalaninya. Kalau ada satu saja yang tidak menjalani perannya, kehidupan di dalam sarang akan tidak seimbang, maka kehidupan koloni itu akan bermasalah. Mereka juga memiliki sifat kerjasama yang tinggi. Semut juga kalau berjalan mereka ada laluan tersendiri yang kita tidak boleh lihat dengan mata kasar. Setiap kali bertembung dengan rakannya, semut akan berhenti sekejap seolah-olah bersalaman. Mereka memiliki sifat setiakawan yang tinggi. Semut juga tidak akan mengkhianati rekan-rekannya. Kalau ada antara kawan-kawan mereka yang mati, mereka akan beramai-ramai mengankat bangkai rakan mereka ke suatu tempat. Jadi, jika dikembalikan ke kehidupan nyata kita, maka setiap orang mempunyai peran untuk bangsa ini. Sebagai mahasiswa, kita seharusnya menyadari apa peran kita. Kalau semua bisa menjalankan perannya dengan baik, dan saling gotong royong, pasti negara ini bisa maju. Saat kita bekerja sama dengan sinergis dan harmonis seperti semut ini, maka kita bisa bergerak bersama rakyat menuju kemandirian Indonesia.

Soul Of Campus Edisi 4 2011

5


Opini

PERAN KAMPUS SEBAGAI PRODUSEN PENGUSAHA

oleh : Gesa Falugon Menko Perekonomian Kabinet KM ITB 10/11

Pengusaha Ciputra mengatakan, akar musabab kemiskinan di Indonesia bukan semata akibat akses pendidikan, karena hal itu hanya sebagian, melainkan karena negara tidak menumbuhkembangkan jiwa dengan baik pada masyarakatnya. Pendidikan Tinggi Indonesia lebih banyak menciptakan sarjana pencari kerja, bukan pencipta lapangan kerja, itu membuat masyarakat Indonesia terbiasa makan gaji sehingga tidak mandiri dan kreatif. Selama ini negara hanya mencetak begitu banyak sarjana yang hanya mengandalkan kemampuan akademisnya, tetapi tidak mampu menjadikan mereka lulusan yang kreatif. Hal ini secara tidak langsung dapat mempengaruhi perekonomian bangsa. Dengan banyaknya sarjana yang menjadi perkerja dibanding menciptakan lapangan pekerjaan, membuat jumlah pengusaha di Indonesia tidak mengalami peningkatan yang signifikan. Padahal kemakmuran suatu Negara dipengaruhi oleh jumlah pengusaha yang dimiliki oleh Negara tersebut. Menurut sosiolog Dr. David McClelland, dari Harvard dalam bukunya “The Achieving Society (Van Nostrand, 1961), suatu negara dapat mencapai kemakmuran jika 2% dari jumlah penduduknya menjadi pengusaha. Dengan demikian Indonesia membutuhkan 5 juta dari230 juta penduduknya untuk menjadi pengusaha. Namun ternyata angka itu masih jauh dari harapan, karena jumlah pengusaha Indonesia saat ini adalah sekitar 400.000 pengusaha, dengan kata lain “hanya� 0,18% dari jumlah penduduk Indonesia. Disamping itu, kebanyakan usaha yang ada di Indonesia masih bersifat mikro (UMKM), sehingga tidak memberikan peluang terbukanya lapangan pekerjaan yang besar. Pertanyaan besarnya adalah siapa yang bertanggung jawab dalam menumbuhkembangkan jiwa entrepreneur di Indonesia??

6

Soul Of Campus Edisi 4 2011

M u n g k i n k i ta a ka n b e r te r i a k b a hwa pemerintahlah yang bertanggung jawab dengan hal ini. Melalui kebijakan yang pro terhadap industri dalam negeri, pemudahan pendapatan kredit usaha, penurunan nilai suku bunga, serta mendorong sektor riil (industri manufaktur) sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia. Untuk mewujudkannya dibutuhkan pasokan sumber daya manusia yang memiliki jiwa enterpreuner sebagai cikal bakal pengusaha. Disininal sebenaranya peran Kampus dalam menciptakan pengusaha-pengusaha baru, para sarjana pencipta lapangan pekerjaan. Sayangnya sampai saat ini perguruan tinggi belum mampu melaksanakan peran tersebut dengan baik, terbukti dari hasil statistik, BPS mencatat jumlah pengangguran di Indonesia pada Februari 2009 mencapai 9.259.000 orang. Dari jumlah itu, jumlah pengangguran dengan pendidikan universitas mencapai 626.600 orang, diploma sebesar 486.400 orang. Ada sekitar 1,1 juta penganggur terdidik dan jumlah ini akan terus membengkak setiap tahunnya. Semakin membengkaknya lulusan perguruan tinggi yang menganggur semakin menunjukkan bahwa ketersediaan lapangan kerja yang sangat terbatas.

Penyebab tingginya jumlah sarjana yang mencari pekerja salah satunya adalah Mindset yang masih menganggap bahwa setelah lulus hanya mencari kerja dengan ekspektasi bekerja di tempat yang bagus dan mendapatkan gaji yang besar. Tapi realitas yang dihadapi tidak demikian. Karena itu mindset setiap lulusan, orangtua, dan masyarakat mulai saat ini perlu dirubah, bahwa lulusan perguruan tinggi ke depan yang berhasil adalah


mereka yang mampu menciptakan lapangan kerja baru, bukan mencari kerja. Selain itu Kurikulum yang belum banyak memperkenalkan sisi entrepreneur. Karena entrepreneur sendiri masih dianggap bukan tujuan utama dari dunia pendidikan kita. Kesiapan memasuki dunia kerja lebih di kedepankan. Akibatnya tidak ada link and match antara dunia pendidikan dan d u n i a e n t r e p r e n e u r y a n g p a l i n g b a ny a k kesempatannya. Dan disinilah peran perguruan tinggi dalam merubah mindset danmenumbuhkembangkan jiwa entrepreneur. Semakin banyak orang yang memiliki jiwa enterpreneur akan mampu melahirkan banyak pengusaha. Semakin banyak pengusaha akan semakin banyak lapangan pekerjaan. Semakin banyaknya

lapangan pekerjaan, memudahkan rakyat memilih pekerjaan yang paling disukai dan cocok dengan keahliannya, juga memilih perusahaan yang mampu memberikan pelayanan dan kesejahteraan yang terbaik. Pada akhirnya, perguruan tinggi lah yang bertanggung jawab menghasilkan manusiamanusia berjiwa enterpreuner yang siap menjawab seluruh tantangan zaman dan cinta pada tanah airnya. “Bergerak Bersama Rakyat Menuju Satu Dalam Kemandirian�

sumber foto : suara.pembaca.detik.com

MAU MEMASANG IKLAN DI SOUL OF CAMPUS? Contact Person: Cut Farah 081380106091

MAU IKUTAN JADI KONTRIBUTOR DI SOUL OF CAMPUS? PENGEN TULISANNYA JUGA DIMUAT DI MAJALAH INI? Contact : LIONITA 08566592212 Soul Of Campus Edisi 4 2011

7


Profil

CEO PT. XL Axiata

HASNUL SUHAIMI

Tepat satu minggu yang lalu tim StudentsxCEOs mendapat kesempatan yang cukup berharga karena bisa bertemu langsung dengan Pak Hasnul Suhaimi, CEO PT. XL Axiata. Tidak hanya melakukan sharing session kami juga diundang untuk makan siang bersama beliau. Berbeda dengan dua sharing session sebelumnya kali ini tim kami kedatangan dua orang guest students yang beruntung karena dapat ikut serta pada sharing session kali ini. Mereka adalah Ihsan (Teknik Telekomunikasi ITB), dan Noviandri (Ilmu Ekonomi UI). Pertemuan kali ini dibuka dengan sesi perkenalan. Setelah mengenalkan semua anggota dari tim kami secara singkat, yaitu: Iqbal, Wilma, Alvian, Noviandri, Lutfhi, Aldi, Ihsan, Alan, Valid, dan Elmy. Beliau bercerita

8

Soul Of Campus Edisi 4 2011

sedikit tentag latar belakang pendidikannya. Ia adalah alumni teknik elektro ITB 1976 yang dulu juga aktif di unit LFM, SEF, dan UKM. Ia sempat bekerja di Schlumberger, Indosat, dan Telkomsel sebelum akhirnya menjadi CEO di XL. Sebelum masuk ke penjalasan lebih mendalam beliau membawa sebuah buku yang berjudul " c r a c k i n g zo n e " b y R h e n a l d H a z a l i . I a merekomendasikan buku ini untuk dibaca oleh semua mahasiswa. Tidak tanggung-tanggung ia juga menghadiahkan sebuah buku kepada tim kami, padahal buku ini belum beredar di pasaran. Wow, terima kasih pak Hasnul. Sebagian besar isi presentasi yang dijelaskan beliau tertuang dalam buku ini. Beberapa bahan referensi lain yang beliau sarankan Buku dari Hermawan Kertajaya - 2000 AD dan Michael Powter. 23 tahun di Indosat dan 2 tahun di Telkomsel memberi banyak pengalaman pada diri beliau di bisnis operator seluler. Sehingga pada awal kepemimpinan beliau di XL dengan cepat ia dapat merumuskan visi yang akan dicapai di perusahaan ini. 123 sebagai visi dari perusahaan XL ini. 123 yang juga sudah akrab dengan operator ini sebagai cek pulsa (kata alan) ternyata mempunyai filosofi yang mendalam. 1: menjadi no 1 di bidang service & networking 2: menjadi operator seluler no 2 di indonesia 3: dan melakukan itu semua dalam waktu 3 tahun Sebuah visi yang tidak tanggung-tanggung, spesifik dan terukur. Walaupun pada akhirnya visi ini terlaksana dalam 4 tahun. Beliau berpesan hal itu bukan masalah, yang terpenting adalah kita semua harus memiliki mimpi yang besar terhadap diri kita dan juga menjadi ambisius untuk mengerahkan seluruh potensi yang kita miliki. Lalu bagaimana beliau membawa XL menuju visi 123? Jawabannya adalah know your customers, know your competitors, know your company, and know the changes.


Tapi jangan terlalu sibuk untuk mengurusi kompetitor, cukuplah lihat perkembangan yang terjadi. Karena dalam bisnis musuh utama itu adalah diri sendiri. Bagaimana diri sendiri dapat menciptakan strategi pasar yang jitu, inovasi dalam pemasaran, ideide dan perubahan. Satu hal penting yang harus dipikirkan sebelum pembuatan strategi adalah perubahan. Trend berubah, pasar berubah, harga handphone yang dahulu jutajutaan kini dapat dimiliki dengan ratusan ribu. Pengeluaran pulsa yang dahulu ratusan ribu kini hanya puluhan ribu. S e i r i n g b e r ke m b a n g nya wa k t u p a ra perusahaan operator seluler juga melakukan banyak adaptasi agar tetap dapat eksist.Grand strategy yang dilakukan oleh XL meliputi 4P : price, promo, place, product & process. 1. Price Masih ingat tentu dalam ingatan kita tarif telp permenit menggunakan GSM sekitar 1600-1800. Tapi kini para operator berlomba-lomba menurukan tarifnya. Begitu pula dengan XL. Penurunan tarif dilakukan agar menaikkan jumlah pelanggan, dan profit. Resiko nya kualitas ikut diturunkan namun tetap bersaing dengan operator lain. 2. Promo Pernah mendengar Xplor, Jimat, Jempol, Bebas? Yap itu adalah brand dari perusahaan ini dulu. Namun karena alasan efisiensi semua itu tergabung dalam satu brand yang solid dengan logo baru, mudah diingat "XL" Selain merampingkan menjadi satu brand. XL juga membuat promosi melalui iklan, billboard, dengan satu tema yang mudah diingat. Bertema biru, ada unsur manusia, simple.

3. Place Menambah jumlah outlet dan bekerjasama dengan para dealer pulsa. Tidak dapat dipungkiri customer kebanyakan menggunakan prabayar dan membeli melalui dealer-dealer pulsa setempat. Sehingga peran penjual pulsa untuk mempengaruhi penggunakan operator cukup besar. Salah satu strateginya adalah membuat komik yang berisi promosi mengenai produk-produk XL dan disebarkan ke dealer-dealer. 4. Product & process. Kalah dahulu XL berfokus pada coverage & kualitas yang baik. Keadaan pasar membawa XL berubah untuk fokus pada capacity dan menurunkan kualitas menjadi comparable dng volume meningkat. Juga proses yang menekankan pada efisiensi kinerja, high speed dalam bidang human resource, IT. Beliau memegang sebuah strategi bisnis yang dicetuskan oleh Sun Tzu yaitu "Know your enemy, Know your self". Untuk dapat bersaing kita harus mengetahui siapa lawan kita, baik dari kekuatan maupun profil perusahaannya. Kemudian ketahui kemampuan diri sendiri. Lebih luasnya, kita harus memandang Cistomer, Competitor, Company, and Change. Salah satu hal yang tidak boleh dilupakan untuk menghasilkan awalan yang baik yaitu dengan Shock teh Customer, memberikan gebrakan kepada konsumen. Setelah itu, lakukan inovasi terus menerus agar konsumen tidak bosan sehingga revenue terus meningkat.

Soul Of Campus Edisi 4 2011

9


Galeri

Proficio aksi

Mfest 10

Soul Of Campus Edisi 4 2011


IUGC 2011 biofront

ARKAVIDIA

Soul Of Campus Edisi 4 2011

11


Hot Issue

Masihkah

ITB Untuk Semua?

Sejak tanggal 1 Februari lalu, Seleksi Nasional Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2011 Jalur Undangan telah dimulai. ITB sebagai institut teknologi tentunya mengharapkan agar calon mahasiswa yang diterima merupakan siswa-siswa terbaik dari seluruh Indonesia. Sejak bulan januari lalu, ITB memutuskan untuk menjaring calon mahasiswanya melalui 100% SNMPTN tanpa ujian mandiri. Sekilas kabar ini mungkin terdengar melegakan, namun ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan. Secara umum, sistem SNMPTN ITB tersebut dibagi menjadi dua : 1. 60% SNMPTN Jalur Undangan (Pendaftaran : 1 Februari – 12 Maret 2011) 2. 40% SNMPTN Jalur Tertulis (Pendaftaran : 2 – 24 Mei 2011) Sekilas dari sekian banyak informasi yang diuraikan dalam situs penginformasian (http://usm.itb.ac.id/) mekanisme pendaftaran dan pembiayaan, ada salah satu poin yang seolah menjadi perhatian utama para pembaca –besar BPPM (Biaya Penyelenggarakan Pendidikan yang dibayar di Muka) yang dituliskan sebesar Rp 55juta ,- per mahasiswa dan BPP Rp 5.000.000,- per mahasiswa per semester. Khusus untuk calon mahasiswa yang diterima di SBM, BPM ditetapkan Rp 80.000.000,- dan biaya SKS sebesar Rp 750.000 per SKS. . Belum lagi pertanyaanpertanyaan seputar jalur undangan: latar belakang, efektivitas, mekanisme penyeleksian, dan sebagainya. Sedikit curhat, bagi siswa yang memang berasal dari keluarga yang benar-benar tidak mampu bahkan penghasilan orang tua di bawah UMR, mungkin hal itu tidak memberikan efek yang begitu besar. Karena baik besar BPPM dua tahun yang lalu maupun BPPM sekarang yang hampir dua kali lipatnya, sama saja tidak mampu membayar kecuali dengan beasiswa. Jadi, beasiswalah yang menjadi targetnya tanpa memperdulikan besar BPPM tersebut. Lalu bagaimana dengan siswa yang berasal dari keluarga 'pas-pasan?' bagaimana nasib siswa yang berasal dari daerah namun tidak termasuk siswa dari kalangan tidak mampu? Kami Mahasiswa yang tergabung dalam KM ITB sebenarnya telah mempertimbangkan kekhawatiran tersebut. Yang pertama akan kita bahas adalah Jalur SNMPTN. Dilihat dari jalur SNMPTN, terdapat beberapa hal sebagai berikut :

12

Soul Of Campus Edisi 4 2011

1.

Program SNMPTN Jalur Undangan

Merupakan program PMB yang dibukabagiseluruhlulusan SLTA/sederajat dengan tahun ijazah 2011, yang memiliki prestasiterbaik di kelas, di SLTA asalnya. Program ini dilaksanakan secara nasional melalui SLTA asal calon peserta, dengan menggunakan nilai Rapor SLTA atau sederajat, semester 1 s.d. semester 5. Yang termasuk dalam jalur ini adalah peserta Kemitraan Nusantara ITB (KN-ITB) dan peserta program Beasiswa (Beasiswa OSN, BIUS, BIDIK MISI, Beasiswa Biaya Pendidikan, Beasiswa Ekonomi Lemah, dll.). Pendaftaran dilakukan ke Panitia Pusat SNMTPN 2011 melalui masing-masing SLTA asal calon mahasiswa. Calon mahasiswa tidak diperkenankan mendaftarkan diri secara langsung ke Perguruan Tinggi tujuan. 2.

Program SNMPTN 2011 Jalur UjianTulis

Merupakan system ujian saringan masuk perguruan tinggi negeri yang dilaksanakan secara nasional, oleh sebuah panitia terpusat di Jakarta, yang ditunjuk oleh Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI). Ujiantulis yang diselenggarakan dalam rangka Seleksi Nasional Perguruan Tinggi Negeri akan dilaksanakan secara serentak dan terpadu pada jam dan hari yang sama, dengan soal yang sama di berbagai PTN di Indonesia. Mulai tahun 2011, Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) serta Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) diikutsertakan ke dalam Jalur Ujian Tulis ini. Keduanya dapat diambil melalui jalur ujian IPS, sedangkan fakultas/sekolahlainnya dapat dipilih melalui jalur ujian IPA. Khusus bagi para peserta SNMPTN yang memilih FSRD, diharuskan untuk mengikuti ujian keterampilan. Selanjutnya adalah tentang komposisi pembayaran biaya pendidikan. Kami mendapatkan informasi, yaitu : Banyak protes yang berdatangan menyambut ditetapkannya BPPM 55 juta rupiah untuk fakultas/sekolah sains dan teknik serta 80 juta rupiah untuk SBM. Sebenarnya tidak sesaklek yang diduga teman-teman. Jika memang merasa hanya bisa membayar 75%, 50%, 25%, atau Rp 0,00 , janjikan saja BPPM sebesar kemampuan teman-teman. Yang penting, besarnya BPPM diberitahukan pada ITB dengan mengirim form ke alamat yang ada pada www.usm.itb.ac.id . Besarnya BPPM yang dijanjikan tidak memengaruhi kemungkinan diterimanya mahasiswa. Form kesediaan BPPM hanya sebagai syarat bahwa calon mahasiswa mau memenuhi aturan dari ITB. Form ini selama proses SNMPTN hanya dilihat sebagai sebuah kelengkapan. Jika sudah diterima, barulah form tersebut akan dimintai pertanggungjawabannya. Bagi yang meminta keringanan akan dimintai bukti berupa beberapa berkas yang belum ada kepastian tentangnya.


Beasiswa Full : ika ada calon mahasiswa yang ingin mendapat beasiswa BIDIKMISI(uang kuliah gratis plus biaya hidup), bisa mendaftarkan diri ke sekolah masing-masing. Selanjutnya, kepala sekolah yang akan mendaftarkan calon mahasiswa sebagai calon penerima BIDIKMISI. Sedangkan berkas persyaratan BIDIKMISI –kalau ada- baru akan ditagih setelah peserta diterima sebagai mahasiswa. Pencalonan pelamar BIDIKMISI diserahkan sepenuhnya di sekolah. ITB menargetkan MINIMAL 20% mahasiswa yang diterima mendapatkan beasiswa. Artinya, ITB bisa menerima lebih dari itu. Jika BIDIKMISI tidak mencukupi, masih ada beasiswa lain seperti BIUS(Beasiswa ITB Untuk Semua). Untuk tahun ini (2011), jumlah mahasiswa yang akan diterima sekitar 3100. Untuk persyaratan minimal 20% berasal dari golongan ekonomi lemah, berarti ITB harus menyediakan subsidi penuh bagi kepada minimal 640 orang. Kondisi real dari data ada di ITB sekarang, jumlah mahasiswa yang ekonomi lemah sekitar 5%. Sekitar 60% ekonomi menengah, dan sisanya ekonomi tinggi. Untuk tahun ini (penerimaan mahasiswa 2011) ITB menargetkan : -40% Bayar Full = bisa berasal dari jalur undangan ataupun tertulis - 40% Subsidi = antara 25,50, sampai 75%. -20% Subsidi Full = syarat minimal dari pemerintah. Potensi Permasalahan yang akan muncul : 1. Pengklasifikasian : Jika dilihat dari kondisi mahasiswa 2010 dengan komposisi mahasiswa ekonomi lemah hanya 5% dan tahun 2011 ditergetkan 20% sementara info yang diberikan lebih banyak meng-ekpose angka 55 juta, maka kami memperkirakan angka 20% akan sulit tercapai !! Yang menjadi perhatian adalah bagaimana jika golongan menengah ke atas justru mendaftar sebagai orang yang tidak mampu?Ini perlu di antisipasi agar subsidi tersebut jatuh ke tangan orang yang berhak. Oleh karena itu perlu ada sistem seleksi dan klasifikasi yang baik untuk menangani masalah ini. Sampai saat ini pihak ITB mengakui belum menemukan metoda tersebut. Mereka menerima masukan dari mahasiswa jika memang ada yang mempunyai usulan mengenai sistem ini. 2. Disisi lain, berdasarkan informasi dari Kasubdit Penjaringan Mahasiswa (16/02/2011), dari jumlah 17.000 SMA di Indonesia, baru sekitar 500 SMA yang

telah mendaftar untuk mengikuti SNMPTN jalur undangan ke ITB. Kita sadari bersama bahwa peminat ujian masuk ITB mayoritas merupakan siswa yang berasal dari daerah perkotaan, terutama dari sekolah-sekolah favorite di kotanya. Berdasarkan pengalaman penulis, tidak banyak siswa daerah yang –bahkan—percaya diri untuk mendaftar. Baik karena masalah kapasitas akademik maupun keuangan. 3. Sosialisasi : Untuk pengumuman serta pendaftaran mahasiswa baru ini dilakukan secara online. Sementara tidak semua daerah dapat mengakses internet dengan mudah. Oleh karena itu butuh sosialisasi langsung ke sekolah-sekolah terutama yang di daerah. Dan jelaskan kepada mereka bahwa sebenarnya ITB menyediakan beasiswa bagi mereka yang kurang mampu. ITB tetapakan menerima mereka yang terbaik secara akademik, jadi tak ada cerita orang yang memang memiliki kapasitas intelektual tinggi tidak bisa masuk ITB Karena masalah biaya. Jika pada akhirnya jumlah mahasiswa yang berada pada golongan ekonomi lemah melebihi angka 20%, maka ITB tidak sertamerta menolak sebagian dari mereka dan menerima yang sanggup membayar lebih, karena dalam kasus ini ITB akan mengusahakan penganggaran dana melalui bantuan dan kerjasama dari pihak lain. Sistem Pengklasifikasian : Yang menjadi perhatian adalah bagaimana jika golongan menengah ke atas justru mendaftar sebagai orang yang tidak mampu?Ini perlu di antisipasi agar subsidi tersebut jatuh ke tangan orang yang berhak. Oleh karena itu perlu ada sistem seleksi dan klasifikasi yang baik untuk menangani masalah ini. Sampai saat ini pihak ITB mengakui belum menemukan metoda tersebut. Mereka menerima masukan dari mahasiswa jika memang ada yang mempunyai usulan mengenai sistem ini. Berdasarkan beberapa data di atas, maka kami atas nama mahasiswa yang tergabung dalam KM ITB mengeluarkan PETISI 55. Isi petisi tersebt dapat langsung dilihat di http://km.itb.ac.id. Petisi ini Kami sampaikan kepada pihak rektorat pada Jumat, 25 Februari 2011. Semoga suara Keluarga Mahasiswa ini dapat memberikan perubahan yang lebih baik untuk ITB. Dan ITB akan menjadi kampus rakyat, dimana siapa saja berhak masuk dan mengikuti seleksi berdasarkan potensinya masing-masing, bukan hanya karena uang. Mari kita semua sebagai alumni SMA masing-masing juga turut mensosialisasikan sistem penerimaan mahasiswa baru ITB ini.

Soul Of Campus Edisi 4 2011

13


Kampus

Ketertiban dalam pemeliharaan sarana public sangat kita junjung bersama. Pemeliharaan sarana ini bertujuan agar media informasi dapat terus berjalan tanpa terganggunya penyampaian informasi yang dituju. Realita yang terjadi di dalam intra kampus ITB memiliki intrik tersendiri. Media informasi umum, seperti mading umum (SR, Sipil, GKU, Selasar L a b te k ) s e l a l u digunakan sebagai sarana penyampain informasi acaraacara yang efektif bagi HMJ, unit, dan lembaga lainnya. Media informasi umum tersebut dipergunakan bersama dan sudah seharusnya untuk dipelihara bersama. Media informasi umum adalah hak bagi setiap lembaga. Permasalahan terjadi dengan adanya kasus penempelan poster yang melanggar hak pihak lain. Seperti halnya penempelan poster yang menjajah wilayah penempelan pihak lain atau bahkan menutupi poster pihak lain yang belum kadaluarsa. Dari sepenggal pengalaman di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa hak seseorang dapat melanggar hak orang lain apabila tidak adanya batasan. Hak suatu lembaga apabila tidak dibatasi dapat mengganggu hak lembaga lain, maka dari itu diperlukannya kewajiban agar tidak terlangkahinya hak yang dalam hal ini adalah regulasi.

14

Soul Of Campus Edisi 4 2011

Dibentuk suatu regulasi kesepakatan dasar berupa peraturan tempel yang berdasar pada kesepakatan semua elemen kemahasiswaan, baik HMJ maupun unit, dan pihak Direktorat ITB yang berwenang dalam hal ini, Sarpras ITB. Setelah kesepakatan ini disetujui oleh pihak-pihak yang terkait maka r e g u l a s i penempelan informasi di papan pengumuman umum menjadi efektif. Tim Konseptor berusaha untuk membuat regulasi a w a l p a d a perembukan awal pada Jumat, 28 Januari 2011 lalu, dan didapatkan beberapa peraturan dasar yaitu: Untuk penempelan poster dilakukan 1 Papan hanya 1 Pengumuman (1 Poster), Dalam penempelan pengumuman tidak boleh menimpa pengumuman yang lain yang masih dalam jangka waktu aktif, Pengumuman yang dipasang dapat berbagai ukuran yaitu A5-A2. Papan pengumuman akan dibersihkan secara berkala. Apabila ada yang melanggar ketentuan di atas, maka siapa pun dapat mencabut pengumuman tersebut dengan segera. Berikut ini adalah draft aturan penempelan yang sudah dibuat : Peraturan dasar (peraturan ini berlaku bagi semua pengguna papan pengumuman umum yang ada di ITB) :


Jumlah Siapa saja yang ingin menempelkan informasi, tempelkan satu jenis konten informasi saja pada setiap papan pengumuman (1 Board 1 Paper). Hal ini dimaksudkan untuk menyamaratakan semua acara, kegiatan, atau iklan. Ukuran Ukuran poster pengumuman adalah kertas A4 – A2 . Ukuran A2 merupakan gabungan empat puzzle poster A4 yang disusun menjadi sebesar A2 atau dua puzzle poster A3 yang disusun menjadi sebesar A2. Aturan Pemasangan dan Pencabutan 1.

Setiap poster dan pengumuman harus mencantumkan nama lembaga dan/atau nomor kontak yang dapat dihubungi

2.

Siapa saja yang ingin menempelkan informasi diharapkan untuk saling menghargai publikasi yang telah dilakukan oleh pihak lain, dan menempel dengan rapi

3.

Jangan menggunakan perekat yang sulit untuk dibersihkan, Seperti : lem kertas, lem fox, dan lem kanji

4.

Poster khusus acara boleh dicabut oleh siapa pun apabila informasi (acara) yang diberitahukan sudah kadaluarsa.

Mekanisme Kontrol 1.

Board akan dibersihkan total setiap hari tertentu (sesuai kesepakatan dengan pihak sarpras ITB)

2.

Siapapun berhak menegur dan mencabut pengumuman yang melanggar aturan

3.

Setiap bentuk masalah lain yang tidak diatur dalam aturan ini harap diselesaikan dengan cara kekeluargaan dengan menghubungi nomor kontak atau lembaga yang tercantum dalam poster yang ditempel

Kesepakatan dasar tersebut akan ditetapkan apabila telah disepakati setiap pihak yang terkait. Penjelasan rinci mengenai teknis penempalan pengumuman akan dilampirkan secara terperinci pada peraturan dasar tersebut. Sampai saat ini tahap perencanaan proses regulasi ini sudah sampai koordinasi pihak Sarpras ITB. Akan diadakan forsil menyeluruh yang akan membahas kesepakatan regulasi ini. Demi terciptanya lingkungan peredaran informasi yang kondusif baik dalam lembaga maupun di kampus ITB ini sendiri dibutuhkan peran aktif antar semua elemen kemahasiswaan. Untuk ITB yang lebih informatif . Salam Ganesha! BIRO KOMINFO KABINET KM-ITB 2010/2011

socio-cultural interaction. In the long run, the program aims to help United Nations answers the Millenium Development Goals (End How does it feel to combine KNOWLEDGE + SKILLS + ETHICS and NETWORKS in your life? Bandung Institute of Technology Student Council, together with ASEAN Learning Network Council, proudly presents ITB E-STAR 2011, an educational breakthrough program in building and developing entrepreneurship quality and transformational leadership of students across Asian developing countries, through collaboration and cooperation between academicians, governments, business leaders, and media inside an ethical, knowledge-focused, and sustainability-centered entrepreneurship summit. The full week program is scheduled to be held in Indonesia, this upcoming July. ITB E-STAR 2011, with the slogan “Unlocking Future Shines�, is purposed to map a comprehensive sustainability entrepreneurship blueprint, then followed by downto-earth action plans, which could only be done through intense

Poverty by 2015). Inside the summit program, there would also be a seminar, company tours, sustainable business case study/games, cultural explorations, charity, regreeneration, and fun network building event. Uniquely, the program will implement basic ecofriendly practices in its operations, such as zero plastic, zero styrofoam, and reused papers. Participants will be carefully chosen from qualitative essay about basic sustainability, motivation letter, and Curriculum Vitae. So wait for a while, because this event is coming soon! We are more than proud to have Indonesia, as one of Asia's Key Country in International Business, to host this program. Together, let's shock the world! ITB E-STAR 2011 Organizing Committee Team

Soul Of Campus Edisi 4 2011

15


Ulasan

Sudahkah kita? Mahasiswa negeri ini adalah para manusia yang berperan besar dalam sentral pergolakan masyarakat. Berdiri di tengahmenghadirkan solusi, berdiri di tengah menengahi ambisi, berdiri di tengah untuk mengayomi: mengayomi rakyat Indonesia. Sejalan dengan mimpi besar, maka kementrian sospol KM-ITB mencoba menghadirkan atmosfer kerakyatan dalam balutan sajian ekspresi, Panggung Rakyat ITB. Sebuaha cara yang akan mewadahi seluruh mahasiswa S1 ITB untuk menumbuhkan kepekaan dan rasa cinta kepada masyarakat Indonesia, serta berani untuk mengekspresikannya. Ekspresi cinta kepada bangsa ini, ekspresi rindu kepada perjuangan, ekspresi marah kepada penindasan, ekspresi kemerdekaan. Menumpahkan semua ekspresi dalam satu tema “Membumikan Gerakan, Berkarya untuk Indonesia”. Maka mari kita bersama, berkarya dalam Essay, Surat Cinta, Foto, dan Sayembara Penampilan demi masyarakat Indonesia tercinta.

Jika cinta saja belum ada, bagaimana mungkin kita bias menolong rakyat. “Apakah kita mau Indonesia merdeka yang kaum kapitalisnya merajalela, ataukah yang semua rakyatnya sejahtera, yang semua orang cukup makan, cukup pakaian, hidup dalam kesejahteraan, merasa dipangku oleh Ibu Pertiwi yang cukup member sandang pangan ke padanya?”(Ir. Soekarno). Cintai Indonesia, Bergerak Bersama Rakyat. Jadi, sudahkah kita? Rachmat C. Lasama Panitia Panggung Rakyat

16

Soul Of Campus Edisi 4 2011


Citius, Altius, Fortius:

Review slogan olimpiade yang selalu membakar semangat para

peserta untuk mendapatkan yang tercepat, tertinggi dan terkuat. Walaupun gegap gempita Olimpiade VI KM ITB telah resmi selesai tetapi semangat dan jiwa sportivitas tetap melekat dalam jiwa civitas akademika ITB. Event rutin yang digelar tiap 2 tahun sekali ini memiliki tujuan untuk menumbuhkan sportivitas dan kekompakan massa himpunan ITB. Tahun ini ada empat belas cabang olahraga yang diperlombakan termasuk dua nomor pertandingan baru yaitu wall climbing dan futsal putra dan diikuti oleh seluruh himpunan mahasiswa. Layaknya olimpiade tingkat dunia, rangkaian acara olimpiade VI KM ITB dimulai dengan relay obor antarhimpunan. Esensi dari acara ini adalah agar antara himpunan satu dengan himpunan lainnya saling menularkan semangat olimpiade yaitu sportivitas, kekompakan, dan kekuatan. Selain relay obor, diadakan pula coaching clinic yang mengundang tokoh-tokoh olahraga terkemuka. Rangkaian acara awal ini diakhiri bersamaan dengan diadakannya upacara pembukaan di Saraga tanggal 22 Desember 2010. Upacara dikuti massa dari seluruh himpunan, diisi oleh performance TPB FSRD serta diresmikan dengan dinyalakannya obor sebagai simbol dimulainya olimpiade. Pak Akhmaloka sebagai rektor ITB juga memberikan pidato pembukaan dan ikut menyalakan obor bersama Herry Dharmawan selaku presiden KM ITB dan Pondra Buana selaku ketua panitia olimpiade VI KM ITB. Upa cara pembukaan dilanjutkan oleh pertandingan perdana yaitu sepak bola HMM melawan HMT. Hari-hari pertandingan diwarnai dengan masa-masa yang seru oleh para atlet kampus yang memperebutkan kemenangan, didukung dengan warna-warni supporter dan riuh rendah suara dukungan bagi para pemain. Panitia perlu mendapat acungan jempol karena tidak hentinya bekerja dari pagi hingga malam untuk memastikan semua berjalan lancar. Meskipun ada beberapa konflik yang terjadi, secara keseluruhan olimpiade berjalan sangat sportif, ramai, menyenangkan, dan menyajikan tontonan yang mendebarkan. Dalam olimpiade VI KM ITB tahun 2011 gelar juara umum den best supporter disabet oleh HME (Himpunan Mahasiswa Elektro) dengan perolehan medali 9 emas, 5 perak, dan 6 perunggu. Supporter HME memang patut dibanggakan karena hampir selalu hadir di tiap pertandingan, membawa banyak massa dan atribut, menggemparkan tiap venue yang didatangi, membuat semangat olimpiade kian terasa. Walaupun telah usai, semoga semangat yang dibawa olimpiade tetap berkobar dalam diri tiap mahasiswa. Ini saatnya kita bergerak bersama menuju kesatuan, kekompakan, sportivitas, dan kemandirian. Dari kampus, untuk Indonesia. Ignite the game, unite the spirit!

Soul Of Campus Edisi 4 2011

17


Tanya Rakyat

APA KATA MEREKA?

18

Soul Of Campus Edisi 4 2011


Review

Malam itu, pukul 19.00 pada Minggu 30 Januari 2011, di gedung RRI, terlihat suasana yang b e r b e d a . G e d u n g ya n g biasanya sepi itu kini menjadi ramai dan dipenuhi pemuda laki-laki dan perempuan dengan pakaian rapih. Banyak dari mereka menggunakan batik, menggunakan sepatu rapih, dan tak sedikit juga yang menggunakan jaket dengan warna yang beragam. Ya! Ini adalah malam penganugerahan Proficio Awards. Mahasiswa-mahasiswa yang mempunyai semangat berkarya ini berkumpul dalam sebuah acara istimewa bagi kemahasiswaan kita. Sebuah acara baru yang mempunyai tujuan untuk mengapresiasi civitas akademika dalam keilmuan dan keprofesian bagi komunitas maupun individu yang memiliki karya nyata di bidang keprofesian ITB. Di tangga masuk gedung, peserta disambut oleh Presiden KM-ITB, Herry Dharmawan beserta teman-teman. Salam hangat menyambut peserta. Setelah itu, peserta disambut oleh panitia di meja tamu dan setiap perwakilan lembaga yang hadir, diberikan majalah Soul Of Campus edisi 3, sebagai media partner acara ini. Profesi adalah pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan yang khusus, sedangkan keprofesian adalah kepemilikan terhadap kata profesi yang berasal dari bahasa Yunani; Proficio. Kata Proficio sendiri bukanlah bermakna piawai atau mahir tetapi bermakna panggilan jiwa. Seseorang yang memenuhi panggilan jiwanya untuk menyelesaikan persoalan di sekitarnya pasti lambat laun akan piawai dalam bidang yang dia tekuni. Dapat kita bayangkan betapa indahnya negeri ini jika setiap insan di dalamnya adalah insan yang selalu memenuhi panggilan jiwanya untuk menyelesaikan persoalan bangsa. Pastilah bangsa ini akan diisi oleh beragam inovasi yang dapat meningkatkan

martabatnya. Institut Teknologi Bandung sebagai kampus sains, seni, dan teknologi memiliki budaya keprofesian yang atraktif. Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) semakin memiliki gairah untuk meningkatkan prestasi di bidang keprofesiannya masing-masing. Beberapa karya telah dilahirkan, tanpa atau dengan diketahui massa kampus secara luas. Berikut ini adalah pemenang dari setiap kategori yang dibuat panitia. Selamat kepada seluruh pemenang, semoga apresiasi ini dapat memberikan kita semua semangat juang untuk terus berkaya, menuju kemandirian Indonesia. Aplikatif : Membran – HIMATEK Inovatif : Thousand Hand Revolution – HME Community Development : Palapa II – HME Himpunan terproduktif : HME Mahasiswa Berprestasi (Internasional) : - Halim (BI'07) - Elsa Yusra (TK'09) - Huibert Tjokrobudyanto (TK'07) - Marsha Faradina (TK'09) - Mohammad Ikhsan (EL'07) - Alexander Stefan Tanthio (STF'07) - Fathya Adzikra (FKK'08) - Ilman Fajar Ramadhan (FKK'06) - Reswita Dery Gisriani (STF'08) - Rizki Tsari Andriani (STF'07) - Yoza Hudiatma Octaviar (FKK'06) - Dian Prayogi Susanto (MS'07) - Nur Muhammad Malikul Adil (MS'07) - Erwan Machmuddin (DKV'07) - Anil Putri (SF'07)

Soul Of Campus Edisi 4 2011

19



#04 - Maret 2011