Page 1

Bintang Baru Warga Karawang Bekasi Purwakarta & Subang SABTU, 16 MARET 2019

www.karawangbekasiekspres.co.id

HARGA Rp3.000

@korankarawangbekasiekspres

Laut Dipenuhi Sampah, Puluhan Perahu Kandas CILAMAYA- Puluhan nelayan Kampung Tangkolak, Desa Sukakerta, Cilamaya Wetan, setiap hari, harus

berjibaku mendorong perahunya, yang kandas di pintu air dermaga. Kandasnya puluhan per-

ahu nelayan tersebut, lantaran terjadi pendangkalan di muara hilir, akibat tumpukan sampah dan sedi-

mentasi yang terjadi secara alami. Salah seorang nelayan, Syukur (30), mengatakan,

setiap berangkat dan pulang melaut, nelayan di Tangkolak, harus berjibaku Ke Hal...7

WAHYUDI/KARAWANG BEKASI EKSPRES

BERJIBAKU : Seorang nelayan di Kampung Tangkolak, Desa Sukakerta, Cilamaya Wetan, sedang berjibaku mendorong perahunya yang kandas di pintu dermaga.

PARPOL... PDIP Karawang Yakin 13 Kursi DPRD KARAWANG - Menjelang Pemilihan lwgialatif (Pileg) yang tinggal 33 hari lagi, Bendahara Umum DPC PDI Perjuangan Karawang, Toto Suripto optimis partainya mencapai target pada Pileg mendatang. Dirinya yakin kader PDIP bisa menempati 13 kursi untuk bisa menjadi wakil rakyat di Gedung DPRD Karawang. “Kami tidak muluk-muluk, untuk 2019 target kami bisa meraih minimal 13 kursi. Target kursi PDIP ini jelas lebih banyak dibandingkan pileg lalu,” ucapnya kepada KBE, Sabtu (15/03). Ditambahkan Toto, pada tahun 2014 lalu PDI Perjuangan Karawang hanya mampu meraih 9 kursi. Pada tahun ini dirinya yakin torehan lima tahun lalu bisa diperbaiki dan menjadi 13 kursi. ”Kami optimis bisa tercapai target. Semua dapil menjadi ungggu-

Proyek Rehab PUPR Merugikan KARAWANG- Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Itulah pepatah yang menggambarkan oleh setiap Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kabupaten Karawang. Meski mendapatkan bantuan rehab maupun Ruang Kelas Baru (RKB) dari Dinas PUPR Kabupaten Karawang untuk pembangunan sekolah. Namun tidak bisa menikmati pengelolaannya. Seperti yang dialami oleh

Kepala SDN Pucung 3 Iwa Hirana yang mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan rehab dari Dinas PUPR Karawang. Namun sangat disayangkan,kata dia, jika segala pengelolaan pembangunan dilimpahkan kepada orang lain dan tidak dikelola secara swakelola. “ Banyak banget kerugian kalau mau dibilang mah,” ucapnya. Bayangkan saja, kata dia,

untuk komunikasi terkait bantuan rehab maupun pembangunan ruang kelas baru saja tanpa diketahui oleh pihak sekolah. Sedangkan saat pembangunan seharusnya ada surat pemberitahuan terlebih dahulu. “ Sekolah mah sekali tidak tahu-menahu, tahu tahu ada tukang dari dinas untuk perbaikan kelas,” ungkapnya.

Ada Pungli di TPA Jalupang

K A R AWA N G - S e j u m lah sopir truk pengangkut sampah mengeluhkan adanya praktik pungutan liar (pungli) di area tempat pemungutan akhir (TPA) sampah Jalupang Kabupaten Karawang. “Setiap masuk area TPA , selalu ada pungu-

tan, minimal Rp10.000,” kata seorang sopir mobil pengangkut sampah yang tidak mau disebutkan namanya, kepada awak media, kemarin (15/3). Ia menyebutkan, praktik pungli itu dilakukan oleh sekelompok pemuda yang mengatasnamakan

Pihak Sekolah Terbebani Biaya Tambahan

TOYIB/KARAWANG BEKASI EKPRES

DITINGGAL: Guru melajukan perbaikan ruang kelas yang ditinggal pemborong.

Ke Hal...7

Ke Hal...7

Toto Suripto

dari organisasi sosial kem a s y a ra k a t a n (o r m a s ) tertentu. Bahkan hanya untuk membuang kasur bekas atau lemari bekas ke TPA Jalupang, sopir mobil pengangkut sampah itu harus mengeluarkan uang minimal Rp 50.000. “Alasannya, kasur atau

lemari bekas itu bukan sampah rumah tangga, jadi harus bayar lagi,” kata dia. Informasi yang berhasil dihimpun awak media, nilai pungutan di area TPA Jalupang bervariasi, mulai Rp10.000-Rp50.000. Ke Hal...7

Kampus Manakah yang Biaya Kuliahnya Termurah di Indonesia?

Ternyata di Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang Biaya pendidikan saat ini, terutama pendidikan tinggi banyak dikeluhkan masyarakat. Beberapa kampus dan jurusan tertentu bahkan ada yang memakan biaya ratusan juta saat mau masuk. Tapia da tawaran kuliah yang lebih murah di Karawang, bahkan diklaim paling murah di Indonesia. WAHYUDI, Karawang KEPALA Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan (BRSDM-KP) Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP-RI) Dr. Bambang Suprakto, MSi. mengklaim, biaya perkuliahan di Politeknik Kelautan dan Perikanan (Poltek KP)

Kantor Redaksi: Jl. Pepaya No. 20 Kelurahan Nagasari Kec. Karawang Barat Telp Fax(0267) 8408492

Karawang, yang termurah di seluruh Indonesia, bahkan di dunia. Selain mendapatkan tunjangan dari kementrian KKP-RI, biaya hidup para Taruna-Taruni Poltek KP Karawang, seluruhnya diKe Hal...7

WAHYUDI/KARAWANG BEKASI EKSPRES

BEASISWA : Taruna-Taruni Poltek KP Karawang, menerima beasiswa senilai Rp. 2,6 miliar dari Kementrian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia.

email: karawangbekasiekspres@gmail.com,

redaksikarawangbekasi@gmail.com


OPINI

SABTU, 16 MARET 2019

2

Nyi Sekar Arum

Komisi III: Pemeliharaan Jalan Harus Diprioritaskan KARAWANG – Anggota Komisi III DPRD Karawang, Nyi Sekar Arum menilai saat ini masih banyak warga di pelosok yang mengeluhkan jalan rusak dan belum tersentuh pembangunan. Hal ini diakuinya menjadi catatan serius Komisi III tahun ini. “Komisi 3 DPRD Karawang terus mendorong kepada OPD, dalam hal ini Dinas PUPR untuk mendahulukan pengerjaan jalan di pelosok desa yang rusak berat,” ucapnya belum lama ini. Ia pun mengaku terus mendorong agar tidak hanya peningkatan jalan tetapi juga pemeliharaan jalan sigap dilakukan, sehingga tidak terus terjadi berulangulang, permasalahan yang sama. “Banyak jalan yang sudah diperbaiki tetapi rusak lagi, itu kenapa? Karena pemeliharaannya dan pengawasannya yang kurang,” ujarnya. Langakan preventif mencegah kerusakan jalan cepat terjadi pun menurut Arum harus dilakuakan. Arum mencontohkan banyak truk melebihi tonase dibiarkan melintas di jalan aspal. Lambat laun jalan jalan tersebut akan rusak dan hamcur apalagi musim hujan. Lambat laun air yang menggenang ketika dilintasi akan menekan struktur tanah di bawahnya. “Menjadi perhatian kita bersama di tahun 2019 ini untuk lebih diprioritaskan pemeliharaan, di mana sekarang ini musim hujan. Srhingga kerusakan jalan tidak selalu berulang,” pungkasnya. (gie)

Bukan soal Murah, tapi Antreannya Oleh Dadi Darmadi Alhamdulillah, penyelenggaraan ibadah haji semakin dekat. Rangkaian persiapan terus bergulir. Yang terbaru adalah penetapan jadwal pelunasan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) 2019 yang dimulai pekan depan. Saya mengamati, penetapan BPIH tahun ini tidak begitu memunculkan gejolak. Sebab, besaran rata-rata ongkos haji tahun ini sama dengan tahun lalu. Yakni, Rp 35,2 jutaan per jamaah. Meskipun di awal-awal pembahasan menguat bakal naik, akhirnya biaya ibadah haji ditetapkan tidak naik. Menurut saya, pemerintah pasti telah berusaha

memberikan yang terbaik bagi masyarakat. Khususnya para calon jamaah haji. Hanya, pemerintah tidak bisa terus-menerus berlindung di bawah argumen bahwa ongkos haji Indonesia murah. Bahkan, sempat ada klaim bahwa biaya haji Indonesia termurah di kawasan ASEAN. Memang secara nominal murah. Tetapi, perlu diketahui bahwa program penyelenggaraan haji itu berbeda-beda di setiap negara. Misalnya, di Brunei Darussalam atau di Singapura, program haji reguler hampir sama dengan haji khusus di Indonesia. Tentunya karena hampir menyamai program

haji khusus, layanan akomodasi yang didapatkan lebih baik ketimbang fasilitas haji reguler. Di balik biaya haji yang tidak naik, sejatinya itu hanya kulitnya. Sebab, biaya riil ongkos haji mengalami kenaikan. Hanya, penggunaan hasil optimalisasi sebagai subsidi dana haji dinaikkan. Sehingga biaya haji yang benar-benar ditanggung jamaah (direct cost) tidak naik. Saya juga menyimak adanya salah satu kandidat calon wakil presiden yang membuka wacana menurunkan biaya haji. Menurut saya, gagasan atau argumen itu kurang tepat. Saat ini,

yang dibutuhkan bukan ongkos haji murah. Lebih dari itu, yang dibutuhkan adalah bagaimana memperbesar peluang orang yang sudah lama antre untuk cepat bisa berhaji. Jadi, yang paling penting saat ini adalah memperjuangkan bagaimana kuota haji Indonesia bisa bertambah. Sehingga tiga juta lebih calon jamaah haji yang ada di waiting list tidak perlu lamalama menunggu. Kalau biaya haji dibuat semakin murah lagi, mau sampai berapa juta lagi calon jamaah yang mengantre? Dengan kondisi antrean sekarang saja, dana setoran awal calon jamaah haji telah

menyentuh angka Rp 100 triliun lebih. Jadi, kembali saya menekankan, yang lebih signifikan diupayakan saat ini adalah memperjuangkan penambahan kuota jamaah haji. Lobi-lobi atau upaya diplomatik harus terus dilakukan pemerintah Indonesia. Baik itu menyampaikan langsung ke pemerintah Arab Saudi maupun melalui Organisasi Konferensi Islam. *) Direktur Advokasi dan Knowledge Management PPIM (Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat) UIN Syarif Hidayatullah

CERPEN: KEN HANGGARA Seribu Tahun Demi Maria (1)

RUMAH SAKIT 1.

RUMAH SAKIT ISLAM KARAWANG Jl.Pangkal Tanjungan Km. 2 Karawang

0267-414520 0267-414521 0267-414522

2.

RUMAH SAKIT BAYUKARTA Jl.Kertabumi No. 44 Karawang

267-401817 0267-401818 0267-402731 0267-404472 0267-404472

3.

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KARAWANG Jl. Galuh Mas Raya No. 1 Karawang

0267-640444 0267-640445 0267-640666

4.

RUMAH SAKIT DEWI SRI Jl.Arif Rahman Hakim NO. 1A Karawang

0267-402855 0267-406445 0267-412246

5.

RUMAH SAKIT CITO Jl. Arteri Tol Karawang Barat

0267-414245 0267-414264 0267-414306

Ada alasan-alasan tertentu yang membuatku ingin tetap di sini. Aku tidak akan ke mana-mana dan terus di sini sampai tua. Aku akan tetap bertahan hingga seribu tahun di tempat yang sama dan mungkin sambil menyesali perasaan yang tak pernah dia dengar. Tentu, tidak ada cerita ini seandainya aku tidak pernah tahu di bumi ini pernah hidup seorang Maria. Aku tidak tahu nama gadis itu sebenarnya. Aku hanya spontan menyebutnya Maria. Kupikir nama itu cocok untuknya dan mudah diingat. Jadi, tidaklah salah menyebutnya Maria. Dia begitu cantik menyerupai bidadari ketimbang manusia. Ketika kukatakan soal Maria, tidak semua orang percaya. Di sini tidak ada bidadari. Ini sarang setan dan bidadari ada kalau engkau pergi seribu mil jauhnya dari sini. Itu pun kalau beruntung! Aku tidak percaya omongan siapa pun yang menganggap Maria adalah perempuan kebanyakan yang tidak istimewa ; mereka hanya belum tahu saja bagaimana wujud sang bidadari. Tapi, kalau mereka tahu, mereka tak tinggal diam dan merebut pujaan hatiku. Sesosok bidadari di sarang setan, sudah pasti tak

bakal selamat. Yang ada di kepalaku saat itu satu: Di mana Maria tinggal? Orang-orang udik di sekitar tempat tinggalku yang tidak jauh dari hutan memang terlalu bur uk perangai dan pemikirannya. Mereka tidak bersekolah dan jika beberapa pernah masuk bangku sekolah, hanya demi gengsi. Dalam kondisi apa pun, di sini Maria tidak akan aman. Aku baru tahu di mana Ma r i a t i n g ga l s e t e l a h beberapa hari mengintai lokasi kami pertama bertatap mata. Di kawasan itu ada berderet warung kopi, yang tak jauh dari sebuah dusun. Di dusun itu, Maria tinggal bersama pamannya untuk tugas kuliah. Begitu tahu Maria siapa, s ejujurnya aku g entar.

Aku orang kampung yang tak tahu kehidupan kota. Barangkali itulah yang membuatku berpikir Maria serupa bidadari; ia begitu jauh dan tak terjangkau. Ia begitu indah. Jauh dari diriku yang bukan apa-apa. “S eb a i k nya ca r i ya n g masuk akal,” saran seorang teman, setelah kutunjukkan pada mata kepalanya sendiri sosok Maria. Temanku ini tadinya tak percaya ada bidadari di kampung kami. Begitu tahu gadis yang kusukai ternyata benar ada dan tampak luar biasa untuk orangorang macam kami, dengan berat h a t i d i a m e n y a ra n k a n mundur. “Ada lebih banyak wanita yang cocok untukmu dan kurasa bukan sekali dua ka li d i d u su n ki ta a da perempuan tergila-gila padamu,” tambah temanku.

Aku tidak tahu har us menjawab apa. Memikirkan cintaku pada Maria sama dengan memikirkan bagaimana cara mengirim lelaki buruk rupa dan udik ke bulan dari atap rumahku. Ini memalukan. Aku yang tak memiliki pekerjaan, apalagi masa depan untuk dibanggakan, apalah daya ketika nanti benar-benar berhadapan dengan Maria? Dengan penuh nada sinis, kubilang pada diriku sendiri, “Mungkin bisa aku pergi ke bulan dan berangkat persis dari atap rumahku, tetapi aku harus lebih dulu memanggil malaikat maut!” Itu sekadar ucapan iseng. Aku tidak bermaksud menghabisi diri sendiri. Aku hanya kesal dan membayangkan jika pun ada kemungkinan bersama si Maria, kurasa itu hanya akan ada di kehidupan lain.

Bukan kehidupan saat ini. Keyakinan ini awalnya menyakitkan, tetapi aku b elum b erkenalan dengan Maria, dan tentu perempuan itu tidak tahu perihal perasaanku. Kalau saja dianggap begini: aku tak pernah mengenal Maria dan Maria tak risih akibat perasaan yang tak mungkin bakal kusampaikan, kurasa semua bakal lebih baik ke t i mba ng s eba l i k nya. Aku tidak sanggup membayangkan rasa malu oleh penolakan Maria. Itu akan sangat buruk. Seiring berjalannya waktu, aku menerima kenyataan tentang kami, dan lalu berita itu datang tiba-tiba. Seorang teman datang dan bilang ada kejadian mengerikan d i k a k i j u r a n g . Wa r g a berbondong-bondong ke sana dan melihat Maria terbaring tak bernyawa d e nga n ko n d i s i nya r i s telanjang. Pada saat itu orang-orang bersikap biasa saja, karena barangkali mereka tidak tahu betapa indah sosok Maria ketika masih hidup. Jasad yang mereka temukan penuh luka dan beberapa bagian kulitnya membiru. Yang membuat orang yakin itu jasad Maria adalah tahi lalat di lengan kirinya yang berjejer dua; sang paman tahu itu dan pingsan di tempat penemuan jasadnya. (*/bersambung)

Hubungi : ( 0267 ) 8408492 : ( +62 ) 885710657938

KEHILANGAN HILANG BPKB SEPEDA MOTOR A.N NURBAITI, ALMT :DSN L O L O H A N RT.002/003 D E S A KUTAAMPEL KEC. BATUJAYA KAB.KARAWANG,NOPOL: T. 5 6 7 2 . M B M E R K T I P E : HONDA BAAT ATI1I21B01 A/T T H : 2014, W R N A : B I R U , I S I SLINDER: 108 CC, NORANG: MH1JFH114EK034389, NO MES: JFH1E1034642

KEHILANGAN TLH HILANG SATU BANDEL AJB NO: 550/AS-AJB/I/2004, DEN-

GAN PENJUAL A/N ENDANG BIN JAMIIN DAN PEMBELI A/N AMUN BIN A. SUHANTA, DENGAN LUAS TANAH 2.827 M2, DI KP. KERAMAT, RT17/06 DS. KEDUNG WARINGIN KEC.KEDUNG WARINGIN, KAB BEKASI. HUB: IRMALIA, HP: 08132453-9396 DICARI CLEANING SERVICE GO CLEAN KERJA BEBAS S/D 4 JUTA/ BLN, DAFTAR SMS KETIK: NAMA (SPASI) KARM KE 081188223136 DICARI TERAPIIS/PEMIJAT GO MASSAGE KERJA BEBAS S/D 4 JUTA/BLN DAFTAR SMS KETIK : NAMA (SPASI) KARM KE 081188223136

KEHILANGAN Hilang BPKB mobil TOYOTA KIJANG SUPER nopol B 1477 FMI a/n DESRINALFIA d/a Kp.CIBITUNG BABAKAN RT 05 RW 02 TELAGA ASIH CKR BARAT- BEKASI norak MHF11KF8300001209 nosin 7K0307370

KEHILANGAN TELAH HILANG SHM NO 00689/ KARANG ANYAR A/N SITI MAHANI LUAS TANAH 500 M² LOKASI JALAN KARANG ANYAR RT/RW 01/03 DESA KARANG ANYAR KEC KARANG BAHAGIA -BEKASI .

KEHILANGAN TELAH HILANG SATU BUAH STNK MOTOR BEAT WARNA PUTIH A/N MANISEM SPD. NOPOL R 2191 GP ALAMAT: GG KENANGA NO: 14 RT01/03 DS.KALI KODI, KEC. ADIPALA.KAB.CILACAP. HUB: RENDY NURDIANSYAH HP 0857 3131 1889.

KEHILANGAN HILANG BPKB SEPEDA MOTOR TA N U N 1997. WA R N A H I TA M DENGAN PLAT B3468 LY. ROJALI

DIJUAL TOKO Luas Tanah: 52 M2 Luas Bangunan: 52 m2 Harga: 730 JUTA (Nego) Lokasi :Perumnas Teluk Jambe Blok L17A HUBUNGI : 081383838363 (WA)


U HAY NG A UR LOS! B NYO

SABTU, 16 MARET 2019

Semangat Baru Urang Subang

IMBAUAN BUPATI Berdasarkan Surat Edaran bernomor KS.01/380/Kesra per tanggal 27 februari 2019: Mengistruksikan setiap instansi pemerintahan menggelar penggalangan dana “Peduli Thalsemia” menindaklanjuti data yang dirilis Yayasan Thalasemia Indonesia (YTI/ POPTI) saat ini ada sebanyak 129 penyintas thalasemia yang tersebar di 30 kecamatan se-Subang. Adapun penyerahan bantuan dana dapat diserahkan ke Bagian Kesra Setda Subang atau via transfer ke rekening a/n Peduli bencana Kab.Subang: 0092084965100. Demikan, atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih. Bupati Subang Ruhimat

PEMILU DAMAI Deklarasi Sapu Besih Hoax SUBANG - Bertempat di Aula Pemkab Subang, Polres Subang dan Dandim 0605 mengelar Silaturahmi Kamtibmas Kapolres Subang dan Deklarasi Caleg Dapil Subang Pemilu Damai 2019. Si l at u ra h m i ya ng d i ha d i r i p a ra p e jab at Subang, TNI Polri serta penyelenggara Pemilu KPU dan Bawaslu berjalan hangat. “Pertemuan kali ini merupakam gerakan moral untuk menciptakan pemilu yang penuh persaudaraan dan damai khususnya masyarakat Kabupaten Subang, pemilu tanpa hoax dan hoax yaitu tanpa berita bohong dan tanpa saling pukul,” kata Suryana, Ketua KPU Subang. KPU Subang berharap dengan kerjasama semua pihak mudah-mudahan pemilu yang berkualitas dan berintegritas dapat terwujud di Kabupaten Subang, “Semoga berjalan lancar dan kondusif,” tambah Suryana. Dandim 0605 Subang Letkol Arh Edi Maryono atas nama warga Kodim 0605 memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan silaturahmi dan deklarasi ini. “Kami dari TNI mendukung pilpres dan pileg berjalan aman dan tenteram,” kata Letkol Arh Edi Maryono. DitambahkanLanjutnya, kegiatan silaturahmi ini sangat penting dilaksanakan. “Agar kita dapat memahami tugas fungsi dan perannya masing-masing,” kata Dandim. Hal senada juga dikatakan oleh Kapolres Subang, AKBP MuhammadJoni.Menurutnyakeberhasilanpemiluadalah keberhasilan bersama. “Penting mengingat keberhasilan Bangsa Indonesia dalam menyelenggarakan pemilu bukan hanya menjadi tanggung jawab KPU dan Bawaslu saja tapi perlu dukungan semua komponen, termasuk TNI Polri serta seluruh komponen terkait lainnya,” kata Kapolres. Dijelaskan Kapolres, silaturahmi dan deklarasi pemilu damai ini merupakan agenda yang penting dan strategis serta perlu diapresiasi dalam upaya mewujudkan pemilu yang langsung umum bebas rahasia jujur dan adil. Sementara Ketua Bawaslu Subang Parahutan Harahap berharap keadaan akan terjaga pada saat pelaksanaan Pemilu tanggal 17 April 2019 yang akan datang. “Untuk mewujudkan Pemilu damai selain bersilaturahmi koordinasi komunikasi dan sinergi antara berbagai komponen yang ada di Kabupaten Subang. Tidak kalah pentingnya adalah partisipasi masyarakat dalam meningkatkan keamanan lingkungan masing-masing,” kata Ketua Bawaslu kabupaten Subang Parahutan Harahap. (hrn)

HARUN/KBE

DESA HAYATI: Bupati Ruhimat melakukan penanaman pohon saat berkunjung ke Desa Cilamaya Girang Kecamatan Blanakan.

Cilamaya Girang jadi Desa Wisata Hayati SUBANG - Sebagai ajang melestarikan alam pesisir, Bupati Subang turun ke Desa Cilamaya Girang. Desa ini merupakan perbatasanan antara Kabupaten Subang dan Kabupaten Karawang. Kehadirannya terkait Penetapan Hutan Pendidikan Kapal Keaneka Ragaman Hayati (KEHATI) Greenthink sebagai Hawara Wisata Desa Cimalaya Girang Kecamatan Blanakan. Jum’at (15/3/19). “Kegiatan penetapan hutan pendidikan merupakan bentuk partisipsi masyatakat dalam mewujudkan visi Kabupaten Subang. Yaitu mewjudkan Kabupaten Subang yang bersih, bersih, maju, sejahtera dan berkarakter,” kata Bupati Ruhimat. Dilanjutkan Bupati, hutan merupakan mesin sirkulasi air paling canggih yang tidak dapat digantikan dengan apapun. “Hutan menghasilkan air dan oksigen sebagai komponen yang sangat diperlukan bagi kehidupan manusia. Demikian juga dengan hasil hutan lainnya memberikan berbagai manfaat bagi kehidupan masyarakat,”tambahnya. Ditambahkan juga salah satu cara untuk menjaga eksistensi hutan yaitu dengan menjadi hutan sebagai wahana bagi masyarakat khususnya pelajar, mahasiswa dan peneliti untuk mempelajari hutan dan hubungan timbal balik antar komponen ekosistem. “Selain itu, hutan juga dapat digunakan sebagai tempat rekreasi alam berbasis pendidikan lingkungan. Mengingat fungsi hutan yang begitu penting dihimbau kepada seluruh elemen untuk peduli terhadap kelestarian lingkungan mulai dari hulu hingga ke hilir. Untuk itu diperlukan sinergi antara pemerintah dan masyarakat sebab urusan lingkungan merupakan urusan kehidupan,” papar Ruhimat. Mengenai infrastruktur pendukung menuju wilayah wisata memang masih banyak kekurangan. (hrn)

HARUN/KBE

SEPERTI RUMAH KOSONG: Beginilah kondisi atap Rumah Dinas Bupati Subang. Ditumbuhi tanaman liar dan belum juga dibersihkan.

Dikritik, Yuyus Marah-marah Eep: Kayak Anak Kecil ARD: Ganti Saja Sekda: Saya Juga Bingung SUBANG - Kabag Rumah Tangga Setda Kabupaten Subang Yuyus mengaku tersinggung terkait pemberitaan soal kinerjanya yang dinilai kurang maksimal. Hal itu terkait kotornya jalan tangga menuju lantai dua ruangan bupati yang kotor. “Kamu tuh nulis berita selalu jelek-jelekin saya,” kata Yuyus bernada kesal pada Metro Subang (KBE) saat berada rumah dinas bupati yang dikabarkan sudah di-

panggil Bupati Ruhimat. saat dikonfirmasi soal keluhan beberapa kalangan soal kebersihan area Pemkab dan Rumah Dinas Bupati Yuyus tidak mau menjawab dengan wajah yang sangat kesal, “Gak usah,” ujarnya bernada kesal yang disaksikan oleh Ujang Sutrisna, Staf Ahli Bupati dan Sekretaris DPC NasDem Subang. Yuyus malah mengatakan jangan menulis berita yang menjelekannya. Termasuk kritikan publik terkait ko-

tornya jalan tangga menuju lantai dua kantor bupati. Padahal Bupati Ruhimat juga sempat mengatakan, kondisi tangga itu kotor dan jorok. Tapi ucapan Bupati Ruhimat di media dituduh Yuyus hanya ucapan bohong. Bupati Ruhimat sebelumnya memang sangat menyesalkan masih banyak kotoran di Kantor Bupati dan Rumah Dinas. “Kalau tangga kotor seperti ini saya jadi malu apalagi kekedatangan tamu, jalan turun tangga licin takut kepeleset,” kata Bupati Ruhimat usai menyambut kedatangan tamu dari Jepang saat itu. Sementara Ketua DPC

NasDem Subang Eep Hidayat menilai sikap Kabag RT itu tidak elegan. “Pejabat ASN itu harus siap dikritik dan siapa menerima pujian dari masyarakat Subang. Dan kritikan joroknya kantor bupati dan rumah b u p at i m e ma n g b e na r adanya. Kenapa dia marahmarah, seharusnya tahu diri dan intropeksi diri. Bukan seperti anak kecil dikritik marah-marah,” kata Eep Hidayat yang juga Mantan Bupati Subang ini. Hal senada djuga dikatakan oleh Asep Rochman Dimyati (ARD), anggota Tim Optimalisasi Singkronisasi (TOS) Jimat Akur. “Kayak anak kecil aja dikritik marah-marah. Jika memang

benar buat marah-marah tapi harus segera dirapihkan dan dibersihkan. Nanti saya akan bicarakan beri masukan kepada Pak Haji, biar diganti aja itu Kabag kalo kerjanya gak becus,” kata ARD. Hal senada juga dikatakan Aminudin Pj. Sekda Kabupaten Subang yang mengeluh kinerja Kabag Rumah Tangga yang terkesan bekerja lambat dan malasmalasan. “Saya juga bingun dengan dia. Sudah saya suruh tapi alasannya banyak terus inilah itulah. Kalau terusterusan seperti ini sudah pasti saya ganti karena ga becus kerja,” kata Aminudin. (hrn)

RSUD Nyuruh Pasien Beli Obat di Luar SUBANG - Kelangkaan obat yang sering terjadi di RSUD Kelas B Ciereng Subang telah lama dikeluhkan masyarakat, khususnya pasien. Terlebih dari peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS). Akibat kekosongan beberapa jenis obat, para pasien diminta oleh petugas untuk membeli di luar rumah sakit. Sehingga mereka harus tetap mengeluarkan biaya besar untuk membeli obat yang dibutuhk a n , s e m e n t a ra o b a t yang dibelinya tidak bisa diklaim ke dalam BPJS. “Padahal, dengan punya kartu BPJS yang rutin dibayar iuran per bulannya saya berharap nggak harus keluarkan uang lagi. Apalagi untuk beli obat. Tapi di RS Ciereng ini malah disuruh beli di luar. Alasannya obat tak ada. Aneh, dari 4 jenis obat untuk saya 3 diantaranya kosong. Harus beli di luar RS. Sementara dari

4 obat itu, kata petugas RS, cuma 1 yang ditanggung BPJS. Sisanya yang harus dibeli di luar tak masuk klaim. Saya sampai habis Rp150 ribu, untungnya bawa duit. Percuma saja ada kartu BPJS yang dibayar tiap bulan kalau obat harus beli,” protes seorang pasien. Informasi yang dihimpun, kelangkaan obat diantaranya disebabkan oleh besarnya tunggakan klaim yang belum dibayar oleh BPJS Kesehatan kepada pihak RSUD Subang dari periode November 2018. Namun, soal tunggakan klaim sebagai satu-satunya penyebab kelangkaan obat di rumah sakit plat merah ini, banyak diragukan masyarakat. “Kita curiga, kelangkaan obat enggak cuma sekadar akibat tunggakan BPJS, jangan-jangan sengaja dibiarkan kosong, dibikin langka, biar pasien beli obat di luar. Sehingga bisnis obat diluar RS laku dan mungkin ada pihak-pihak yang meraup untung dari

HARUN/KBE

MENGELUH:: Seorang pasien di RSUD Ciereng mengeluh harus beli obat d luar RS.

kesulitan kami selaku masyarakat,” tuturnya. Menanggapi persoalan ini, Kepala BPJS Kesehatan Subang, Heri membenarkan lembaganya menunggak pembayaran klaim kepada RSUD Subang. Namun, Heri menolak memerinci jumlah tunggakan tersebut. “Tunggakan yang No-

vember sudah kami bayar. Adapun yang Desember 2018 hingga Januari dan Februari ini memang belum. Dana dari pusatnya belum turun, kami masih menunggu,” ujar Heri. Heri juga menolak dituding lamban dan tidak tepat waktu dalam menyelesaikan pembayaran tunggakan klaim ke RSUD,

yang kerap dianggap menjadi penyebab kelangkaan obat. Menurutnya, justru pihak rumah sakitlah yang lamban mengajukan klaim pembayaran. “Harusnya pihak rumah sakit cepat-cepat, jangan sampai lamban, mengajukan pembayaran klaim setiap bulannya agar bisa diproses,” katanya. Sementara terkait kelangkaan obat, Heri menyebut, hal itu tidak seharusnya terjadi, karena pihak RS bisa saja mengupayakannya mencari solusi melakukan pengadaan obat. “Misalnya dengan minjam ke bank untuk pengadaan obat, itu dibolehkan,” ucapnya. Selanjutnya, terkait pembelian obat di luar rumah sakit karena stok kosong yang tidak bisa diklaim atau dimasukan klaim BPJS, Heri memastikan, bahwa seluruh jenis obat masuk tanggungan BPJS. “Termasuk semua jenis obat sudah ditanggung BPJS. Jadi kalau beli diluar RS itu bisa diklaimkan,” tegasnya. (hrn)

Dituding Gelapkan Bonus Atlet, Kadisporpora: Itu Hoax SUBANG- Nasib apes dialami para atlet Subang. Sudah capek-capek berjuang merail medali juara, tapi duit bonus yang di janjikan oleh Disporpora belum juga dikasihkan dengan alasan belum cair. “Para atlet Subang saat ini mengeluhkan haknya yang sudah mengharumkan nama Kabupaten Subang justru diperhambat oleh dinas terkait (Disparpora). Uang bonus yang seharusnya dicairkan sejumlah, Rp 2,8 Miliar sam-

pai saat ini tidak ada,” kata Lilis Sulastri, Pengurus KONI Kabupaten Subang. Dengan tidak ada perhatian dari Disparpora, semakin pesimis para atlet untuk meraih prestasi kembali. “Perjuangan para atlet Subang  bukan main main, mereka siang malam, dan berbulan bulan menjalani pemusatan latihan demi mendongkrak prestasi olahraga Subang. Tapi Pemerintah sendiri dinas tidak memperhatikan,” kata Lilis. Tapi dari keprihatinan Lilis

HARUN/KBE

Ugit Sugiana, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga

sangat bangga. “Hasilnya memang luar biasa, dan berhasil menyabet 13 medali emas, perak 10 dan perunggu 22 medali. Sebuah sejarah baru, karena sebelumnya Subang tidak pernah meraih emas sebanyak itu dalam even Porda, namun apa yang dijanjikan oleh Pemkab Subang, tida terbukti,” kata Lilis lagi. Hal senada diungkapkan Dede Tesa Irawan, selaku pengurus Cabang Muaythai Subang yang menyumbangkan lima medali emas.

“Saya merasa malu kepada para atlet binaannya karena sampai saat ini bonus yang diiming imingi tidak ada alias zong,”, Ungkap Dede. Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Ugit Sugiana menjelaskan, bahwa pencairan bonus atlet peraih medali itu akan dilakukan pada saat rangkaian HUT Kabupaten Subang. “Rencanaya, akan dibagikan saat Hari Jadi Subang,kalau saya ambil uang Rp 2.8 Miliar itu hoax,” tandas Ugit. (hrn)


SABTU, 16 MARET 2019

UTBK 2019 Soal-soal akan Diunduh H-1 JAKARTA- Sebagai langkah antisipasi koneksi internet padat, soal Ujian Tulis Berbasis Komputer ( UTBK) 2019 harus diunduh panitia 1 hari sebelum hari pelaksanaan (Hari H). Hal ini disampaikan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi ( Menristekdikti) Mohamad Nasir. Menristek meminta Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) dan panitia UTBK lokal menginstall aplikasi UTBK dan mengunduh seluruh soal sebelum Tes Gelombang Pertama UTBK dilakukan. Unduh soal H-1 Hal ini untuk mengantisipasi koneksi internet yang terlalu padat apabila semua lokasi tes mengunduh soal menjelang atau pada saat tanggal tes. “Untuk mengatasi kendala yang terjadi, yang paling pertama soal sudah didownload sebelumnya dan diterima. Yang penting pada saat Hari H (aplikasi) diinstall di tempat ujian, tidak terjadi masalah,” imbau Menteri Nasir.  Nasir menyampaikan semua peserta UTBK yang mendaftar akan mendapatkan kursi di lokasi ujian yang mereka masing-masing pilih. Menrisktekdikti juga menyampaikan pemerintah menjamin semua peserta SBMPTN 2019 memiliki kesempatan sama dalam masuk ke perguruan tinggi negeri. Jaminan pendaftaran UTBK Sebelumnya, Pemerintah melalui Kemenristekdikti juga memberikan jaminan kepada seluruh calon peserta SBMPTN bahwa mereka bisa mendaftar dalam UTBK 2019. “Beberapa hari yang lalu pendaftaran melalui online SBMPTN banyak yang terganggu. Karena apa? Yang terjadi adalah 50 ribu peserta mendaftar waktu yang sama. Hari ini sudah berjalan lancar, sistem sudah berjalan lancar,” ujar Menristekdikti. Ia menambahkan, “Pemerintah dalam hal ini Kemenristekdikti menjamin kepada seluruh rakyat Indonesia yang pada saat ini akan memasukan PTN akan dijamin bisa mendaftar (UTBK).” (red)

PENDIDIKAN

4

Buku Paket Disewakan Korwil: Jangan Sampai Diwajibkan KARAWANG - Upaya Dinas Pendidikan Kabupaten Karawang dalam menyikapi maraknya penjualan buku di lingkungan sekolah nampaknya harus lebih serius lagi. Pasalnya selain Lembar Kerja Siswa (LKS) kini giliran buku paket dari Kementerian yang disewakan. Sebelumnya SMPN 2 Kotabaru yang mewajibkan siswanya untuk membeli buku LKS kini giliran SMPN 1 Tirtamulya yang mewajibkan siswanya untuk membayar peminjaman buku yang dibagikan secara gratis oleh kemtrian pendidikan itu. Salah satu siswa yang meminta namanya disembuyikan mengatakan bahwa dirinya harus membayar uang sebesar Rp 25 ribu untuk buku paket yang disediakan oleh sekolah. Padahal kata dia dalam buku paket tersebut tertulis nampak tidak untuk diperjual belikan. “Tidak ada LKS cuman harus bayar buat buku paket 25 ribu,” akunya.

Sementara Wakasek Kesiswaan SMPN 1 Tirtamulya menepis jika buku paket dari kementrian tersebut disewakan oleh pihak sekolah. Melainkan kata dia dari uang yang ditarik dari siswa tersebut merupakan dana pemeliharaan buku. “ Bukan sewa tapi masuknya uang pemeliharaan buku,” akunya. Dia menjelaskan bahwa memang tidak diperbolehkan jika buku paket yang diberikan oleh kementrian tersebut diperjualbelikan oleh sekokah. Namun kata dia untuk merawat keutuhan buku paket tersebut butuh anggaran seperti penyediaan sampul buku. “ Uang yang kita tarik dari siswa juga untuk buku sampul paket,” jelasnya. Sementara Ketua Komisariat Cikampek, Wawan Hermawan mengakui bahwa pihak sekolah tidak boleh melakukan praktek jual beli buku maupun LKS di sekolah. Karena segala kebutuhan siswa sudah dipenuhi oleh pemerintah. “Memang tidak boleh, tapi kalau masih sewajarnya dan tidak memberat siswa silahkan saja asal jangan diwajibkan,” terangnya. (oib)

Ratusan Siswa SMP Tak Bisa Ikut Simulasi UNBK

Dana Abadi Pendidikan Bakal Naik DANA abadi di empat sektor direncanakan bakal naik terus secara bertahap selama lima tahun ke depan. Empat sektor itu antara lain dana abadi kebudayaan, penelitian, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), dan dana abadi perguruan tinggi. Rencana ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia ke depan. Deputi II Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Yanuar Nugroho menyebut, dana abadi LPDP dalam lima tahun mendatang dapat mencapai Rp100 triliun. Menurutnya, LPDP patut dikembangkan karena dengan dana tersebut banyak anak-anak Indonesia dapat melanjutkan pendidikan S-2 dan S-3.  “Meneruskan LPDP, dana abadi pendidikan. Ini akan ditingkatkan. Sekarang Rp60 triliun kita punya. Itu akan ditingkatkan sampai Rp100 triliun dalam lima tahun ke depan,” kat anya d i ka nto r KSP, Ja ka r t a, kema r in.  Lalu untuk sektor penelitian, Yanuar mengatakan bahwa saat ini telah dianggarkan dana sebesar Rp1 triliun. Dia menyebut ada kemungkinan dana abadi di sektor penelitian tersebut bakal dinaikkan lima puluh kali lipat dari jumlah saat ini.  “Dimulai dari Rp1 triliun yang sudah disiapkan pada tahun anggaran ini sebetulnya. (Ini) yang akan digarap teman-teman Kemenristek-Dikti, dan masih dipikirkan bersama bagaimana pengelolaannya. Tapi dana abadi penelitian atau riset ini juga akan meningkat sampai Rp50 triliun selama lima tahun ke depan pada 2024,” ungkapnya.  Menurut Yanuar, untuk dana abadi perguruan tinggi akan mulai dianggarkan sebesar Rp10 triliun, dan akan naik menjadi Rp50 triliun.  Dana abadi ini untuk mendorong universitas di Indonesia dapat bersaing masuk 500 besar dunia. “Jadi, tidak hanya jago kandang, namun juga masuk ke liga internasional. Saat ini ada tiga kampus yang masuk 500 besar, yakni UI, ITB, dan UGM.  Ide dana abadi ini untuk memperkuat perguruan tinggi itu agar tidak menggunakan mekanisme keuangan yang kaku,” tuturnya. Yanuar mengatakan, dengan pengelolaan dana abadi ini, hasilnya dapat digunakan perguruan tinggi untuk meningkatkan kinerja akademika kampus.  Mulai publikasi, riset, hingga peningkatan SDM dosen. “Kalau untuk mahasiswa, pemerintah sudah alokasikan banyak. Yang tidak bisa bayar ada beasiswa Bidikmisi. Keterima perguruan tinggi dan miskin pasti dapat Bidikmisi.  Lalu ada afirmasi pendidikan, dari 3T (tertinggal, terluar, terdepan), dan Papua. (Beasiswa) PPA untuk peningkatan prestasi akademik,” katanya. Sementara itu, Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Hilmar Farid mengatakan, dana abadi untuk sektor kebudayaan dianggarkan sebesar Rp5 triliun tahun ini.  Menurutnya, dengan pengelolaan ini akan menghasilkan bunga 6% pada 2021 men datang. “Jadi 2019 dianggarkan, 2020 masuk dalam APBN, hasilnya bisa digunakan 2021,” ujarnya. Dia mengatakan adanya dana abadi ini untuk mempermudah kegiatan kebudayaan.  Pasalnya, selama ini kegiatan kebudayaan bergantung kepada APBN yang pada saat yang sama mekanisme APBN tidaklah fleksibel. (red)

PURWAKARTA- Ratusan siswa SMP di Kabupaten Purwakarta terancam tidak bisa mengikuti simulasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMP. Jadwal UNBK SMP bentrok dengan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) tingkat SMA sehingga keberadaan komputer diprioritaskan untuk USBN SMA. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, Pu r wanto, me nyebu tkan, sedikitnya ada enam SMP Negeri yang terancam tidak bisa mengikuti simulasi UNBK. Jadwal yang bentrok adalah pada Selasa, 19 Maret 2019. “Karena komputernya dipakai USBN, akhirnya SMP yang mengalah (tidak ikut simulasi UNBK),” kata Purwanto. M e n u r u t P u r w a n t o, jadwal USBN ditentukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sedangkan, simulasi UNBK tingkat SMP dijadwalkan dari

ISTIMEWA

BENTROK JADWAL: Karena jadwal bentrok dengan USBN SMA, para siswa SMP di Purwakarta terancam tidak ikut simulasi UNBK.

pemerintah pusat. Karena itulah, ia menyarankan supaya Pemprov Jabar menggeser jadwal USBN karena lebih sulit menggeser jadwal dari pemerintah pusat. Simulasi penting karena tidak ada pelajaran komputer di tingkat SMP

Kepala Sekolah SMP Negeri 5 Purwakarta, Rikrik, menuturkan, simulasi UNBK dibutuhkan karena sudah tidak ada pelajaran ilmu komputer di tingkat SMP. “Siswa dikhawatirkan akan kesulitan menggunakan komputer saat UNBK kalau tidak ikut simulas-

inya dulu,” kata Rikrik. Selain itu, kata dia, sarana komputer di setiap SMP masih jauh dari ideal. Pihak sekolah diakui hanya bisa membeli lima unit komputer setiap tahun dari dana Bantuan Operasional Sekolah. “Sementara, kebutuhannya di kami itu

140 komputer. Mau sampai kapan kami bisa menyediakan itu?” ucap Rikrik. Kekurangan fasilitas diakui Bupati Purwakarta, A n n e R a t n a Mu s t i k a , masih menjadi kendala utama UNBK di daerahnya. Ia berharap, kekurangan tersebut bisa dibantu oleh pemerintah provinsi maupun pusat. Anne mengatakan, baru 56 persen sekolah di daerahnya yang mampu menyelenggarakan UNBK secara mandiri. “Mereka yang mandiri sudah punya komputernya. Tapi yang sudah melaksanakan UNBK sudah 81 persen,” kata Anne. Selain itu, data dari Dinas Pendidikan menyebutkan, ada 21 sekolah yang masih menggelar UNBK manual karena jarak sekolahnya jauh dari SMA-SMK regular. Ia pun berharap supaya penyelenggaraan UNBK tahun ini tidak terkendala teknis seperti jaringan dan listrik. (san)

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi

Peran LPTK Dinilai Belum Maksimal JAKARTA- Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir menegaskan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) harus melahirkan tenaga pendidik yang kompeten dan berdaya saing tinggi. Hal tersebut bisa terjadi jika LPTK mampu merespons dengan baik datangnya Revolusi Industri 4.0. Ia menilai, selama ini, peran LPTK belum maksimal. Terlihat dari 300.000 lulusan yang dihasilkan, hanya 120.000 yang terserap di sekolah dan lembaga pendidikan. Menurut dia, kondisi tersebut menandakan ada yang salah di dalam LPTK dan harus segera ditemukan solusinya secara bersama-sama. “LPTK memiliki pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama mulai dar i kompetensi dan kualitas tenaga pendidik, sertifikasi tenaga pendidik, hingga inovasi pembelajaran di era Revolusi Industri 4.0. Lulusan LPTK harus dibekali kompetensi yang mumpuni, harus kreatif dan inovatif,” ujar Nasir dalam siaran persnya. Nasir berharap, Konvensi Nasional Pendidikan (Konaspi) ke-IX yang diselenggarakan Asosiasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Negeri In-

donesia (ALPTKNI) di Padang melahirkan beragam solusi untuk meningkatkan kompetensi lulusan LPTK. Menurut dia, kehadiran LPTK masih sangat dibutuhkan pemerintah dalam upaya menciptakan sumber daya manusia berkualitas. “Kami memerlukan sumbangsih pemikiran yang solutif, aplikatif, dan relevan dalam bidang pendidikan dan pembelajaran. Karena dengan pendidikanlah masyarakat kita menjadi cerdas, ung-

gul, berdaya saing, dan berkarakter,” kata Nasir. Ia menuturkan, perguruan tinggi harus mengubah pola pikir dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0. Perguruan tingi dituntut lebih terbuka terhadap ilmu pengetahuan baru. Dengan demikian, dapat menghasilkan terobosan dan inovasi sistem pendidikan dan pembelajaran. “Di tengah berbagai tantangan global yang semakin kompleks, harapan pemerintah dan masyarakat terhadap per-

gur uan tinggi s emakin tinggi. Perguruan tinggi harus mampu memberikan pendidikan kepada generasi penerus bangsa agar kompetitif, kreatif, dan inovatif di era disrupsi saat ini,” ujarnya. Ketua ALPTKNI Syawal Gultom mengatakan, LPTK terus berbenah agar siap berinovasi dan bertransformasi menghadapi tantangan Revolusi Industri 4.0. Dia mengatakan, p endidikan akan ter us berkembang dan pergerakannya menjadi sangat dinamis.

“Mengingat teknologi telah membaur pada kehidupan kita sehari-hari. Ide dan gagasan konstruktif sangat diperlukan,” ujar Syawal. Ia menuturkan, melalui forum ini, para pendidik dari seluruh Indonesia a k a n b e re m b u k u n t u k memberikan rekomendasi kepada pemerintah terkait sikap yang akan diambil dalam menghadapi tantangan ke depan terutama bagi dunia pendidikan. Menurut dia, di era 4.0, konten sudah tidak menjadi masalah. (red)


SABTU, 16 MARET 2019

METRO KARAWANG

5

Warga Kukuh Tolak RPPM Puskesmas Dibangun di Tanah Adat, Berpotensi Ganggu Makom yang Dikeramatkan

WAHYUDI/KARAWANG BEKASI EKSPRES

SOROT: Konflik antara warga Desa Sukatani, Kecamatan Cilamaya Wetan, dengan UPTD Puskesmas Sukatani lantaran RPPM dibangun di atas tanah masyarakat adat setempat belum juga berakhir. Warga kukuh menolak pembangunan. Di sisi lain fisik bangunan tersebut, sudah sekitar 50 persen rampung.

SISI LAIN Ekositem Air Rusak, Nelayan Menjerit PAKISJAYA – Musim kemarau tak hanya membuat petani sawah kelimpungan. Tapi juga membuat para nelayan di Desa Tanjung Pakis Kecamatan Pakisjaya Karawang ikutan “menjerit”. Di sisi lain tak hanya cuaca saja yang menjadi soal, ulah nelayan yang menggunakan alat tanggap tak ramah lingkungan pun memperparah situasi. Kini tangkapan ikan rajungan pun setiap hari semakin merosot. Menurut nelayan panasnya suhu air laut mempengaruhi udang dan rajungan untuk migrasi ke area yang dingin dan hangat. Bisa dengan berlindung di dasar laut yang berkarang atau ke lokasi lain yang suhunya lebih bersahabat. Dengan kondisi ini, ikan sulit ditangkap, kini lebih parah lagi dibanding tahun sebelumnya. Hasil tangkap rajungan yang biasanya setiap hari 3-5 kilogram kini hanya 2 atau 1 ekor. “Nelayan kejer (nelayan rajungan) yang ada di wilayah kami, melaut tak lebih dari satu hari dan jarang sampai ke tengah laut. Rata-rata nelayan tangkap rajungan dan kepiting sekarang kesulitan. Sudah beberapa hari tangkapan semakin langka,” ujar Imron, salah seorang nelayan Pakisjaya kepada KBE, Kamis (14/3). Menurutnya, kondisi ini terjadi karena sudah rusaknya habitat rajungan dan kepiting oleh ulah nelayan yang tidak bertanggung jawab dan beberapa musibah yang menimpa wilayah Pakisjaya. Persoalannya ada di nelayan pengguna alat tangkap tidak ramah lingkungan, mulai ikan kecil, rajungan kecil, dan kepiting kecil mereka tangkap semua. “Lamalama kami yang kena imbasnya,” katanya. Sementara itu, Apip tokoh masyarakat nelayan, mengatakan, saat ini nelayan rajungan hampir semua mengeluh karena tangkapan nelayan terus menurun tiap harinya. Salah satu penyebabnya, ekosistem laut telah rusak karena penggunaan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan dan musibah juga pencemaran lingkungan. “Penurunan hasil tangkap itu sudah terjadi sekitar beberpa bulan terakhir dan ke sininya bertambah parah. Mudah-mudahan kedepannya cuaca bisa membaik dan tangkapan nelayan meningkat lagi,” katanya. (bbs/mhs)

CILAMAYA WETAN- Konflik antara warga Desa Sukatani, Kecamatan Cilamaya Wetan, dengan UPTD Puskesmas Sukatani lantaran Ruang Penanggulangan Penyakit Menular (RPPM) yang dibangun di atas tanah masyarakat adat setempat belum juga berakhir. Warga kukuh menolak pembangunan. Di sisi lain fisik bangunan tersebut, sudah sekitar 50 persen rampung. Musyawarah pertama, yang dilakukan Kamis, (15/3) kemarin pun berujung deadlock. Pihak puskesmas menjelaskan, musyawarah lanjutan mengenai kisruh penolakan RPPM, akan kembali dilakukan, Sabtu, (16/3) sore ini. “Kami hanya menjalankan program, anggaran yang sudah turun dan dibangunkan, tidak mungkin dibatalkan. Tapi, warga setempat masih saja menolak bangunan tersebut,” ujar Kasubag TU Puskesmas Sukatani, Saripudin, kepada KBE, Jumat, (15/3) di Kecamatan Cilamaya Wetan. Saripudin menjelaskan, belum adanya titik temu dengan masyarakar, membuat kasus ini, kata Sarip, sedang ditangani oleh pihak Pemerintah Kabupaten

Karawang. “Keputusannya nunggu musyawarah sore ini, apakah dilanjut atau dibatalkan. Sementara saat in biar orang dinas yang menangani,” ktatanya. Di sisi lain, tokoh masyarakat Desa Sukatani, Fuad Hasyim menjelaskan, keputusan masyarakat desa sudah bulat menolak bolak pembangunan RPPM untuk isolasi TB Paru dan Kust di lingkungan makom kramat Mama Lingga. “Kalau tidak dibongkar, mungkin warga akan membangun pagar. Membatasi, antara RPPM itu, dengan halaman musala, milik masyarakat,” ujarnya. Seperti diketahui kisruh antara masyarakat Desa Sukatani, dengan UPTD Puskesmas Sukatani bermula, saat pihak puskesmas mendirikan bangunan RPPM di atas tanah masyarakat adat tanpa izin dan sosialisasi terlebih dulu. Padahal lahan yang digunakan puskesmas untuk banguna RPPM itu, merupakan tempat mengaji anak-anak desa setempat, serta sering digunakan untuk peringatan hari besar Islam. Sampai berita ini diterbitkan, situasi di Desa Sukatani masih panas. Warga tetap dengan keputusannya menolak bangunan tersebut, sementara, Puskesmas Sukatani, berharap, fasilitas baru itu bisa segera terealisasi. Agar bisa digunakan bersama oleh masyarakat setempat. (wyd/mhs)

Alihfungsi Lahan Gerus Lahan Produktif KARAWANG- Alihfungsi lahan produktif pertanian di Karawang terus-menerus terjadi di sejumlah titik. Tergerusnya lahan petanian tersebut, dipicu atas makin maraknya pengembang membangun kawasan perumahan. Salah satu contohnya  yang tengah terjadi di Desa

Lemahmulya, Majalaya, Karawang. Dari 137 hektar luas area lahan pertanian produktif di desa tersebut, sekitar 60 hektar telah beralih fungsi menjadi kawasan perumahan komersil yang dibangun pihak pengembang. Hal tersebut diungkapkan Kepala Desa Lemahmulya, Cecep Makmur saat

ditemui awak media di ruang kerjanya, kemarin, (14/3). Menunurutnya, di desa ini sudah ada lima perumahan yang dibangun oleh pihak developer. “Empat perumahan sudah dihuni kosumen. Sedangkan satu perumahan lagi sedang dilaksanakan pembangunan akses jalan,” kata Cecep Makmur.

Dia menambahkan, soal tata ruang lahan produktif kini sebagian telah beralih fungsi menjadi kawasan perumahan, itu sudah tidak ada masalah. “Kalau soal tata ruang, kalau dilarang gak mungkin pengembang mau membangun perumahan di Desa Lemahmulya. Terkait izin-

pun semua pengembang sudah mengantongi sutat perizinan,” ujarnya. Adanya kawasan perumahan di wilayahnya, Cecep Makmur berharap terciptanya lapangan pekerjaan buat warga setempat. “Tentunya pekerjaan yang sesuai dengan kemampuannya,” tandasnya mengakhiri.  (mhs)

YOGIE SETIADI/KARAWANG BEKASI EKSPRES

SEKILAS: Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II A Karawang menggelar donor darah bersama warga binaan dan pegawai Lapas di Aula Pendidikan Lapas, kemarin (15/3). Acara sosial ini diketahui merupakan rangkaian kegiatan menyambut HUT Pemasyarakatan ke-55.

Napi Antusias Donor Darah KARAWANG - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II A Karawang menggelar donor darah bersama warga binaan dan pegawai Lapas di Aula Pendidikan Lapas, kemarin (15/3). Acara sosial ini diketahui merupakan rangkaian kegiatan menyambut HUT Pemasyarakatan ke-55.

Kepala Lapas Kelas II A Karawang, Iskandar Basuki mengatakan, kegiatan donor darah merupakan bentuk bakti sosial jajaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Di mana kegiatannya dilaksanakan di seluruh Indonesia termasuk Lapas Karawang. “Kegiatan donor darah ini

rangkaian acara untuk menyambut HUT Pemasyarakatan ke-55,” ujarnya kepada KBE, Jumat (15/03). Dikatakannya pelaksanaan donor darah sendiri menggandeng palang Merah Indonesia(PMI) Karawang. Dikatakannya, darah yang terkumpul akan diberikan

pada rumah sakit yang membutuhkannya. “Tujuan kegiatan ini untuk membantu kekurangan stok darah di PMI Karawang sekaligus bentuk kepedulian terhadap sesama,” ujarnya.  Lanjut Iskandar, dirinya berharap kegiatan donor darah dapat bermanfaat untuk

warga yang membutuhkan sekaligus membangkitkan rasa solidaritas. ”Kami mengucapkan terima kasih atas partisipasi pegawai Lapas yang ikut menyumbang darah. Serta kerjasama antara Lapas dan PMI Karawang selama ini,” pungkasnya.(gie)

TKA Wajib Sewa Penginapan di Karawang

NURJAYA BACHTIAR/KARAWANG BEKASI EKSPRES

JERITAN NELAYAN: Tak hanya cuaca saja yang menjadi soal, ulah nelayan yang menggunakan alat tanggap tak ramah lingkungan pun memperparah situasi. Kini tangkapan ikan rajungan pun setiap hari semakin merosot.

K A R AWA N G - K e p a l a Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Karawang, Ahmad Suroto menegaskan, tenaga kerja asing atau ekspatr iat para pimpinan perusahaan industri di Karawang diwajibkan sewa apartemen dan hotel di Karawang, jika ini tidak dilakukan maka Disnakertrans tidak akan mencatat

mereka sebagai tenaga kerja asing di perusahaan industri Karawang. “Kita mencatat ada sebanyak 3.500 ekspatriat, saat ini mereka sewa hotel dan apartemen di Cikarang dan Jakarta, ekspatriat yang saat ini tinggal di Karawang hanya 500 orang. Jadi, tenaga kerja asing wajib menghuni hotel di Karawang dan

kita sudah membuat surat edaran,” kata Suroto, usai meeting dengan pengelola hotel di Karawang, di Novotel, kemarin (15/3) sore. Para pimpinan perusahaan dari Negara Cina, Jepang, Korea termasuk Jerman ini akan diundang ke Karawang pada tanggal 26 Maret 2019 terkait p e nya mp a i a n p ro g ra m Pemerintah Kabupaten

Kepala Disnakertrans Karawang, Ahmad Suroto

Karawang, diantaranya magang kerja dan pajak. “Selain soal tenaga kerja asing, kita meminta ke sa d a ra n p e r u sa haa n soal Corporate Social Responsibility (CSR), soal ini pemerintah bukan m e n g e m i s, t e t a p i C S R merupakan tanggungjawab p e r u sa haa n t e rhadap lingkungannya,” ucapnya. (bbs/mhs)


6

Koran Kebanggaan Pelaku Bisnis

SABTU, 16 MARET 2019

Mobil Murah Terancam Jadi Mahal

SEKILAS LAYANAN

Pemerintah Bakal Kenakan Pajak PPnBM K A R AWA N G - M o b i l murah ramah lingkungan (LCGC) bakal jadi mahal. Bila selama ini harga mobil murah bisa ditekan lantaran mendapat fasilitas pajak 0 persen, dalam skema baru pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM), LCGC bakal kena pajak 3 persen. Formulasi pajak baru tersebut diharapkan menstimulasi lebih banyak lagi produk otomotif rendah emisi. Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie D. Sugiarto mengatakan, hal tersebut tidak menjadi masalah bagi pelaku industri otomotif. Menurutnya, beberapa skema bisa dilakukan oleh produsen. Salah satunya, memperbaiki kualitas emisi LCGC agar menjadi lebih rendah untuk bisa mendapatkan insentif. Dari draf PPnBM yang baru, memang LCGC yang dikenai pajak 3 persen masih bisa mendapatkan potongan 1 persen jika mesin yang digunakan sudah Euro 4. Opsi lain, produsen menyerap beban 3 persen tersebut, lalu mengatur ulang strategi pricing. ”Banyak opsi. Itu semua nanti bergantung kebijakan APM (agen pemegang merek),” ujar Jongkie belm lama ini. Pasar mobil LCGC mencapai 22 persen atau setara 250 ribu unit dari total 1,1

WhatsApp Tumbang, Telegram Untung SAAT layanan Facebook, WhatsApp, dan Instagram mengalami gangguan, Kamis (14/3) kemarin, ada layanan yang malah panen meraup pengguna baru. Layanan tersebut adalah Telegram, aplikasi chatting serupa WhatsApp. “Saya memantau ada 3 juta pengguna baru selama 24 jam terakhir,” ujar CEO Telegram, Pavel Durov, dalam keterangan resminya. (Aplikasi) Kami memiliki keunggulan terkait privasi dan ruang (chatting) tanpa batas untuk semua orang,” tambahnya. Pihak Telegram tidak menyebutkan secara pasti apakah jutaan pengguna tersebut adalah mereka yang “kabur” dari layanan Facebook dan kawankawan yang tumbang atau bukan. Namun, pihak Telegram menyebut bahwa banjir pengguna baru biasanya terjadi ketika ada layanan serupa yang sedang mengalami gangguan. “Gangguan seperti ini biasanya memang menghasilkan pengguna baru,” ujar pihak Telegram. Telegram sendiri diketahui memiliki 200 juta pengguna aktif bulanan hingga Maret 2018 lalu. Kemarin, Facebook, Instagram, dan WhatsApp mengalami error selama berjam-jam semenjak pagi hingga tengah hari. Sempat beredar dugaan bahwa Facebook dan kawan-kawan tumbang karena diserang hacker, tapi sangkaan ini segera ditepis oleh pihak Facebook. Belakangan Facebook mengungkapkan bahwa biang kerok di balik error berskala global itu adalah kesalahan konfigurasi server. Gangguan berawal dari Amerika Serikat, kemudian menyebar ke Eropa, Australia, dan Asia, termasuk Indonesia. “Kami sekarang telah menyelesaikan masalah dan sistem kami telah pulih. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini dan menghargai kesabaran semua orang,” sebut Facebook dalam sebuah pernyataannya. (bbs/mhs)

RUPST Siloam Hospitals Tbk

Catat Kenaikan Laba hingga 13 Persen JAKARTA- PT Siloam Hospitals Tbk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk tahun buku 2018 yang dilaksanakan di Hotel Aryaduta Lippo Village, Karawaci, Tangerang Selatan, kemarin (15/3). Dalam RUPST tersebut, menghasilkan beberapa keputusan di antaranya kebijakan mengenai deviden dan pergantian komisaris serta direksi. Presiden Direktur Siloam, Ketut Budi Wijaya menyatakan, di tahun ini Siloam Hospitals tidak membagikan deviden seperti di tahun-tahun sebelumnya. Hal ini dikarenakan, lanjut Budi, hasil deviden itu akan dipergunakan untuk pengembangan rumah sakit Siloam selanjutnya. “Itu adalah pengesahan di tahun 2018 juga penggunaan sisa laba termasuk kebijakan mengenai deviden. Di mana kami mendapatkan persetujuan di tahun ini kami tidak membagikan deviden, dan akan dipergunakan untuk pengembangan rumah sakit,” ujar Budi Wijaya. Dalam RUPST itu, PT Siloam Hospitals menunjuk kepemimpinan baru di Dewan Direksi Siloam dengan mengangkat Daniel Phua sebagai Chief Financial Officer (CFO) menggantikan Budi Raharjo Legowo yang mengundurkan diri. Selain itu juga menetapkan Mon-

ica Surjapranata sebagai direktur eksekutif daerah Jawa Barat dan Jawa Tengah di Siloam Hospitals Group. Siloam juga mengumumkan penambahan anggota Dewan Komisaris dengan menyambut Kartini Sjahrir sebagai komisaris independen. “Ada beberapa pergantian komisaris dan direksi, ada beberapa yang mengundurkan diri tentu kami langsung mengganti dengan direksidireksi yang baru. Tadi ada Ibu Sjahrir pengganti komisaris, direksi ada dua bapak Daniel Puah dan Ibu Monica Lembong,” tambah Budi Pada tahun 2018, PT Siloam Hospitals mencatatkan kenaikan sebesar lebih 12% pada Pendapatan Operasional Bruto (GOR) menjadi Rp5,96 triliun, serta lebih 13% peningkatan pada Pendapatan Operasional Bersih (NOR) menjadi Rp4,49 triliun. Di tahun yang sama, Siloam melayani lebih dari 2,3 juta pasien rawat jalan dan menerima 206 ribu pasien rawat inap, yang meningkat masing-masing 8% dan 11% dibandingkan tahun 2017. “ Terima kasih kepada semua pasien yang memilih untuk meletakkan kepercayaan akan kesehatan mereka di Rumah Sakit Siloam pada tahun 2018. Kami menghormati dan menghargai kepercayaan itu dan kami akan terus memberikan pelay-

anan kesehatan terbaik d i s e l u r u h In d o n e s i a,” ungkap Budi. Sementara itu, Komisaris Utama Siloam, John Riady mengungkapkan, pencapaian tersebut tidak terlepas dari kinerja operasional dan keuangan yang kuat dari Siloam. “Ini merupakan hasil kerja keras yang konsisten dari tim manajemen kami dan dari pihak pendukung lainnya. Saya ingin berterima kasih kepada para regulator dan pemerintah atas tindakan terstruktur dan usaha bersama mereka untuk memperluas harapan dalam perawatan kesehatan yang lebih baik di negara yang besar dan beragam ini,” ungkapnya. “Saya ingin berterima ka s i h ju ga ke p a d a p emegang saham kami atas dukungan mereka yang berkelanjutan terhadap Siloam, dan saya berharap untuk pertumbuhan finansial dan operasional lebih lanjut di tahun 2019,” John Riady menambahkan. PT Siloam Hospitals akan menambahkan empat rumah sakit baru ke dalam jaringan, yaitu Siloam Jember, Siloam Lubuk Linggau, Siloam Semarang, dan Siloam Palangkaraya. Hingga tahun 2018, Siloam terus menunjukkan komitmen terhadap pertumbuhan dengan mengoperasikan sebanyak 34 rumah sakit yang tersebar di 22 provinsi di seluruh Indonesia. (heq)

RADHEA HEQAMUDISA/KARAWANG BEKASI EKSPRES

SEKILAS: PT Siloam Hospitals Tbk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk tahun buku 2018 yang dilaksanakan di Hotel Aryaduta Lippo Village, Karawaci, Tangerang Selatan, kemarin (15/3).

ISTIMEW

SOROT USAHA: Mobil murah ramah lingkungan (LCGC) bakal jadi mahal. Bila selama ini harga mobil murah bisa ditekan lantaran mendapat fasilitas pajak 0 persen, dalam skema baru pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM), LCGC bakal kena pajak 3 persen.

juta penjualan roda empat. Executive General Manager PT Toyota-Astra Motor (TAM) Fransiscus Soerjopranoto mengatakan tidak akan membebankan pajak 3 persen tersebut langsung kepada konsumen. ”Kami akan cari caranya, apakah nanti ada penyesuaian emisi sesuai ketentuan atau kami sendiri yang akan serap 3 persen itu,” kata Soerjo. Menyerap beban pajak 3 persen tersebut bukan tanpa konsekuensi. Dia membenarkan, ada potensi semakin tipisnya keuntungan produsen untuk memproduksi LCGC. Namun, dia men-

egaskan bahwa selama ini segmen LCGC atau yang diklasifikasikan sebagai KBH 2 memang bukan profit maker bagi produsen. Sejauh ini, duet LCGC Toyota dan Daihatsu, yakni Calya-Sigra dan Agya-Ayla, menyumbang penjualan 8 rib unit dan 4 ribu unit per bulan. Menkeu Sri Mulyani Indrawati menuturkan, berdasar skema baru, akan terdapat tambahan penerimaan dari pos PPnBM. Mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu menjelaskan, perhitungan dalam skema PPnBM didasarkan pada penjualan mobil saat ini di kisaran 1 juta unit plus

pertumbuhan penjualan tahunan 3 persen. Saat skema baru tersebut diterapkan pada 2021, penerimaan PPnBM dari kendaraan bermotor mencapai Rp 26,2 triliun dengan penjualan 1,19 juta unit. Pada 2022, penerimaan negara juga akan bertambah menjadi Rp 27,8 triliun dari pos PPnBM dengan asumsi penjualan 1,22 juta unit. Pengamat perpajakan Yustinus Prastowo mengungkapkan, PPnBM memang dapat dijadikan insentif fiskal. Namun, hal tersebut berpotensi tidak sesuai dengan karakteristik dan skema PPnBM. Dia

mencontohkan, kendaraan mahal yang berteknologi tinggi dan rendah emisi bisa dikenai tarif rendah. ”Kesulitan lain adalah masalah administrasi. Sebab, pengenaan PPnBM hanya dapat dilakukan sekali, yaitu saat tingkat impor atau penjualan dari pabrik,” jelas Yustinus. Wakil Presiden Jusuf Kalla menuturkan, LCGC adalah mobil berbiaya murah yang mendukung semangat lingkungan hijau. Karena itu, yang bakal dikenai pajak sebagai barang mewah sebesar 3 persen adalah kendaraan LCGC yang masih beremisi. (bbs/mhs)


SABTU, 16 MARET 2019

SAMBUNGAN

NU Kecam Teror Selandia Ketua Lapesdam: Ini Perbuatan Psikopat

KARAWANG - Ketua Lajnah Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Ma n u s i a ( L a k p e s d a m ) Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Karawang, Emay Ahmad Maehi memgutuk keras insiden penembakan massal 2 masjid di Christchurch, New Zealand, yang menewaskan 49 orang saat sedang melakukan sholat, Jumat (15/03). “Kita mengutuk keras, ini perbuatan yang dilakukan oleh orang yang biadab yang psikopat yang menganggap manusia itu binatang sehingga, melakukan tindakan brutal. Kalau dia mengaku perbuatan ini atas nama Tuhan, dia keliru disangkanya Tuhan mempersilahkan umatnya untuk

berbuat sepert itu,” tegas Emay kepada KBE, Jumat (15/03). Dikatakan Emay, apabila dia melakukan tindakan ini karena dendam, itu juga penyakit yang sangat serius karena dendam kepada siapa, bukankah orang yang sedang sholat saat itu. “Gunakan senjata itu, di wilayah peperangan bukan di wilayah sipil yang tidak berdaya, apalagi sipil yang sedang berada di rumah Tuhan, yang pasti di rumah Tuhan itu tidak ada perbekalan alat perang.  Masjid itu tidak mungkin menyimpan alat perang, sama lah dengan tempat ibadah lain tidak mungkin menyimpan alat perang,” ucapnya Dilanjutkan Emay, yang juga pembina Gusdurian Karawang, dirinya mengecam keras aksibtersebut dan meminta agar pelaku tidak hanya harus dihukum berdasarkan hukum di negara ia berbuat, tetapi juga hal ini harus menjadi perhatan

dunia internasional, dan PBB harus turun tangan menyelesaikan ini. “Seluruh negara negara Islam serta negara negara yang menghormati, perbedaan perbedaan agama, ini harus menjadi sikap bersama dan solidaritas luas diseluruh dunia,” ujarnya.  Kalau kita jadikan ini sabagai cara membalas dendam, kata Emay, balas dendam apa. Apa. Yang melatari untuk berbuat seperti itu, semua agama pasti mengajarkan kebaikan, apalagi Islam.  “Saya sebagai ketua Lakpesdam NU, sebagai ketua LSM Garda Pangkal Perjuangan, sebagai pembina Gusdurian mengutuk keras. Ini adalah perbuatan yang dilakukan oleh orang yang punya penyakit jiwa, punya psikopat, hukuman harus ia terima secara setimpal, menembaki dengan merekam, mempertontonkan kepda dunia,” tegasnya. (gie)

Deklarasi Pemilu Damai di Purwakarta Sepi Peminat PURWAKARTA - Seluruh unsur pemangku kebijakan di Kabupaten Purwakarta mengikuti Deklarasi Damai Pemilihan Umum 2019, Jumat, 15 Maret 2019. Namun, Aula Yudistira Sekretariat Daerah Purwakarta yang menjadi lokasi acara tersebut menyisakan banyak tempat duduk. Lebih dari setengah tempat duduk berjumlah total 700 unit tidak terisi oleh peserta. Salah satu tamu undangan yang tidak hadir berasal dari unsur anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Purwakarta. “Positif thinking saja. Sepertinya banyak (anggota DPRD yang jadi) calon legislatif

punya kepentingan lainnya seperti kampanye atau sudah janjian dengan para konstituennya,” kata Ketua Dewan Pengurus Cabang PDIP Kabupaten Purwakarta, Acep Maman. Menurut dia, kampanye lebih penting dibandingkan mengikuti acara yang lebih bersifat seremonial saja seperti deklarasi tersebut. Meskipun, kata Acep, hampir seluruh caleg dari partainya diakui menghadiri deklarasi kali ini. Selain itu, para tamu undangan juga mengeluhkan jadwal acara yang seharusnya dimulai pukul 13.00 tapi mundur hingga pukul 15.00. Sehingga banyak di antara peserta deklarasi yang meninggalkan

lokasi lebih dulu. “Yang penting keterwakilannya sudah terpenuhi,” kata Acep. Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Purwakarta Ahmad Ikhsan Faturrahman, membantah tingkat kehadiran caleg dalam deklarasi damai ini minim. Berdasarkan data, kehadiran para caleg menurut dia justru mencapai 80 persen. “Kehadirannya sudah bagus, 80 persen dari 610 caleg hadir dalam acara ini,” kata Ikhsan. Ia mengapresiasi kehadiran para tamu undangan acara tersebut mulai dari kepala daerah, kepolisian, tentara hingga para peserta Pemilu 2019 di Kabupaten Purwakarta. (san)

Laut Dipenuhi... dari halaman 1 meloloskan diri, dari pintu muara yang kedalamannya hanya setinggi betis orang dewasa. “Perlu waktu dua sampai tiga jam, untuk setiap nelayan keluar-masuk dermaga. Kami juga kesal, sudah sering mengeluh, tapi belum juga ditanggapi,” ungkapnya, Jumat, (15/3) sore. Syukur mengatakan, padahal pesisir Tangkolak, dinobatkan sebagai Desa Wisata oleh Disparbud Karawang. Juga, didukung oleh Dinas Kelautan dan Perikanan, sebagai wilayah konservasi hutan mangrove. Namun,

hingga kini, normalisasi muara pintu dermaga, belum juga terealisasi. “Parahnya, desa ini katanya desa wisata terintegritas. Bagaimana wisatawan kalau mau ke laut, masa harus dorong perahu dulu,” katanya. Hal senada dikatakan nelayan lain, Rahmat (42), sebenarnya, upaya normalisasi sudah pernag diupayakan pemerintah desa setempat. Namun, tak membuahkan hasil, karena hanya dilakukan pengerukan saja. “Kalau dikeruk dan limbahnya hanya ditumpuk di samping dermaga, jelas tak akan ada hasil. Karena sedi-

mentasi terus terjadi setiap harinya,” ujarnya. “Harusnya di muara itu, dilakukan pengerukan dan penyedotan sedimen yang mulai mengeras. Dan hasil kerukan itu, di buang atau di pindahkan dari muara,” imbuhnya. Tokoh nelayan setempat, Daroji, berharap, ada tindakan dari suku dinas terkait, menanggapi keluhan masyarakat nelayan di pesisir pantai Cilamaya. “Harapannya, keluhan masyarakat nelayan di dengar pemerintah. Dan dilakukan upaya normalisasi, agar nelayan kami tak kesulitan saat melaut,” ujarnya. (wyd)

praktik pungutan liar di area TPA Jalupang, Kabid Kebersihan Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Karawang Nevi Fatimah enggan berkomentar. Be-

gitu juga dengan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Karawang Wawan Setiawan, tidak mau berkomentar terkait dengan praktik pungli itu. (mhs)

Ada Pungli ... dari halaman 1 Sedangkan dalam sehari, lebih dari 80 mobil pengangkut sampah keluarmasuk TPA Jalupang. Dikonfirmasi mengenai

7

Ini Imbauan PP Muhammadiyah SEMENTARA Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa serangan teroris di Masjid Al Noor dan Linwood di Christchurch, Selandia Baru, yang terjadi pada Jumat, (15/3/2019) sekitar pukul 13.40 WIB waktu setempat. Umat Islam di Indonesia diimbau untuk tetap tenang pasca-peristiwa ini. Imbauan ini disampaikan Ketua PP Muhammadiyah Bahtiar Effendy dan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas. com, Jumat malam. “Mengimbau umat Islam di Indonesia untuk bersikap tenang, tidak membuat pernyataan yang memperkeruh suasana, dan melakukan langkah-langkah kurang produktif,” demikian im-

bauan PP Muhammadiyah. PP Muhammadiyah juga mengimbau umat Islam di Tanah Air juga hendaknya menggalang solidaritas dan berdoa bersama untuk keselamatan dan mendukung perjuangan dakwah Muslim di Selandia Baru. PP Muhammadiyah mengutuk keras penembakan yang dinilai sebagai tindakan biadab,

apa pun motif dan siapa pun pelakunya. Pemerintah Selandia Baru juga didesak segera mengusut tuntas motif dan pelaku pembantaian maupun dalangnya serta memberikan hukuman yang seberat-beratnya. Selain itu, meningkatkan keamanan dan melindungi seluruh warga negara khu-

susnya umat Islam agar dapat hidup damai dan menjalankan ajaran agama dengan aman. PP Muhammadiyah juga mengapresiasipernyataantegas dan sikap cepat PemerintahIndonesiayangmengambil langkah diplomatis pasca peristiwa ini. Sebelumnya diberitakan, Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengatakan, sebanyak 40 orang tewas dan 20 lainnya luka parah dalam serangan teror di masjid Al Noor di kota Christchurch. “Amat jelas insiden ini adalah sebuah serangan teroris. Dari apa yang kami tahu,seranganinitelahdirencanakan dengan baik,” kata Ardern. “Dua bahan peledak dipasang di kendaraan milik tersangka. Keduanya sudah ditemukan dan dijinakkan,” tambah Ardern. (red)

Proyek Rehab ... dari halaman 1 Tak hanya itu, Iwa yang juga menjabat sebagai Ketua PGRI Kecamatan Kotabaru ini juga menyayangkan jika sebelum pembangunan sekolah tidak ada pemberitahuan baik dari dinas maupun pemborong. Sedangkan kebutuhan lainnya masih mengandalkan pihak sekolah. “Tekor, harus bayar biaya listrik air belum lagi kebutuhan lainnya. Sedangkan kita selaku pihak sekolah sama sekali tidak tahu anggarannya berapa dan pengelolaanya siapa, sampai sekarang saya tidak tahu siapa pemborongnya,” akunya. Hal serupa juga dialami oleh SDN Sukasari 2 yang mendapat bantuan bangunan lokal ruang kelas baru (RKB) belum bisa digunakan karena pengerjaannya

ditinggalkan pemborong. Akibatnya sejumlah guru sendiri yang mengerjakaan pembangunan sampai selesai. Salah seorang guru H Dahroji mengaku kecewa dengan pemborong yang sudah mengerjakan pengerjaan bangunan 4 lokal ruang kelas baru itu. Karena sebelumnya ditinggalkan masih banyak pengerjanya yang belum selesai. “ Belum selesai sampe saya sendiri yang nerapikan pintu kelasnya, pemborongnya kabur,” ucapnya. Akibatnya, kata dia, sampai saat ini siswa terpaksa masih menggunaka n ba ngu na n s e ko la h yang dulu untuk kegiatan belajar mengajar. Padahal waktu yang sudah diberikan untuk pembangunan sekolah masih ada. “ Kalau selesai jadi siswa bisa

masuk pagi semua satu shif jadi ngga dua shif lagi,” ungkapnya. Sementara Kepala SDN Sukasari 2, Emil menjelaskan bahwa 4 bangunan lokal ruang kelas baru tersebut merupakan hasil perjuangan keluarga besar sekolah sejak tahun lalu yang diajukan melalui Dinas PUPR. “ Alhamdulilah pengajuan dulu sudah di-acc, sekarang lagi tahap penyelesaian,” tuturnya. Anehnya, kata dia bantuan yang diberikan untuk pembangunan 4 lokal ruang kelas baru itu jumlahnya tak sedikit hampir mencapai 1 miliiar rupiah. Namun sayangnya dengan anggaran sebesar itu masih ada pengerjaan yang belum selesai. “Anggarannya 900 juta lebih hampir Rp 1 M loh untuk 4 lokal ini,” terangnya. Berbeda dengan pem-

bangunan mushola sebagai tempat ibadah siswa tersebut merupakan hasil dari swadaya masyarakat dab orang tua siswa. “Kalau bangunan ruang kelas baru ibu tidak tahu siapa yang mengerjakannya soalnya tau beres aja, tapi pengerjaan belum selesai udah ditinggal, kalau mushola mah swadaya,” ungkapnya. Sementara salah seorang siswa bernama Nanda mengaku senang dan bahagia karena sekolah tempat dia menimba ilmu mendapatkan bantuan dari pemerintah. Namun sayangnya dia bersama-teman temannya harus rela menunggu bangunan ruang kelas baru sampai selesai. “Seneng punya ruangan baru, semoga cepet selesai biar bisa segera ditempatin,” akunya. (oib)

sudah memiliki strategi dalam peningkatan perolehan suara terutama dalam mendekatkan diri kepada masyarakat. “Kami ingin menekankan, PDI Perjuangan ini untuk rakyat, untuk kesejahteraan rakyat. Untuk bisa menang banyak di Karawang ini tidak mudah. Semua bakal calon legislatif masing-masing daerah harus bekerja keras, meyakinkan dan merebut hati masyarakat dengan aksi nyata,” tambahnya.

Oleh sebab itu, lanjut Toto, semua harus bekerja keras untuk merealisasikan target ini. Target 13 kursi untuk DPRD Karawang pada pileg 2019, saat ini PDIP meraih 9 kursi, harus lebih ditingkatkan lagj. “Semangat perjuangan untuk menang ini, sudah ditanamkan kepada semua bacaleg dan kader. Kita yakin, kader akan bersatu padu untuk menjadikan pemenang di daerahnya masingmasing,” pungkasnya. (gie)

wirausaha, dengan harapan, bisa membangun usaha yang mandiri, setelah lulus dari perkuliahan. “Potensi kelautan dan perikanan di Indonesia itu sangat luar biasa. Lulusan Poltek KP Karawang, sangat menjanjikan kemapanan. Karena, harta karun di laut kita, masih melimpah,” ujarnya. Sementara, Direktur Poltek KP Karawang, Afe Permadi, menjelaskan, taruna Poltek KP Karawang terbagi menjadi dua. Yaitu, anak pelaku usaha perikanan atau anak nelayan, serta mahasiswa umum.

“Kuota untuk anak nelayan, saat ini 50 persen. Biaya kuliah ditanggung pemerintah, sementara, untuk mahasiswa umum, juga banyak beasiswanya,” ujarnya. Di Poltek KP Karawang, lanjut Aef, ada tiga program studi, diantaranya Teknik Penangkapan Ikan, Teknik Pengolahan Ikan dan Teknologo Kelautan. “Semuanya menjamin jenjang kerja yang baik, serta ilmu vokasi yang beanfaat untuk kehidupan di masyarakat. Khsusunya, bagi masyarakat pesisir,” ujarnya. (*)

PDIP Karawang ... dari halaman 1 lan karena diisi kader-kader berpengalaman. Tingginya target bukan tanpa perhitungan matang, sejarah perolehan kursi PDI Perjuangan di Karawang pada periode-periode sebelumnya terbukti,” ucapnya. Menurutnya, PDI Perjuangan sudah memiliki akar rumput, Karawang  tidak bisa digoyang dengan apapun. PDI Perjuangan sudah menjadi Partai yang dicintai

wong cilik di Karawang. Melihat sejarah tersebut, 13 kursi bukan hal yang mustahil, apalagi Karawang kantongnya loyalis PDIP. ”Kalau PDIP punya 13 kursi, pastinya bisa memberangkatkan pasangan calon bupati dan wakil bupati pada pemilihan kepada daerah 2020 mendatang”, tuturnya. Masih kata Toto, kabupaten Karawang merupakan basis PDI Perjuangan, setiap kader diakuinya

Ternyata di Politeknik ... dari halaman 1 tanggung oleh pemerintah pusat. “Boleh dikatakan, biaya perkuliahan di Poltek KP Karawang, yang termurah di Indonesia, bahkan di Dunia,” ujar Kepala BRSDM-KP KKP-RI, kepada KBE, Jumat, (15/3) di Cilamaya. D i j e l a s k a n Ba mb a n g , pemerintah pusat, melalui keputusan DPR-RI, telah memutuskan, untuk memberi subsidi, bagi perguruan tinggi yang bernaung di bawah kementrian. Salah satu perguruan tinggi tersebut, ada di Karawang, Jawa

Barat. Dengan nama Poltek KP Karawang. “Tahun ini, sudah kami kucurkan beasiswa kepada 53 taruna Poltek KP Karawang, dengan total Rp. 2,6 miliar,” ujarnya. “Beasiswa tersebut, juga diperuntukan bagi mahasiswa yang hendak melakukan penelitian, bahkan sampai biaya hidup sehari-hari selama menjalani pendidikan di kampus,” jelasnya. Pe n d i d i k a n d i Po l t e k KP Karawang, kata Bambang, berbasis vokasi, yang mengedepankan praktik dari pada teori. Selain itu, taruna juga diajarkan ilmu

Bintang Baru Warga Karawang Bekasi Purwakarta & Subang

General Manager : Tohiri Alam. Deputy General Manager : Hayatullah. Pimpinan Perusahaan : Tohiri Alam. Pimpinan Redaksi : Hayatullah. Wakil Pimpinan Redaksi : Suhlan Pribadi. Litbang : Ahmad Arfan Redaktur Pelaksana : Rezza Rizaldi. Redaktur: Mahesa Bahagiastra, Arie Firmansyah. Kabupaten Karawang : Agus B, Yogie S, Rama, Toyib, Wahyudi, Nurjaya Bahtiar, Aziz Hanif. Kabupaten Bekasi : Dimas Apriyanto, Jiovano Nahampun, Fuad Fauzi, Agus Nuryadin, Haripan Nahampun, Yogie Trinanda. Kota Bekasi : M. Suyudhi R (Kepala Biro), Idho Mai Saputra, Naldy. Kabupaten Subang : Harun Hasyim (Kepala Biro), Eep Hidayat, Feri Kosasih. Kabupaten Purwakarta : Hasan Kobra (Kepala Biro). Pracetak : Juhadi (Koordinator), Moch. Dicky Darmawan, Almujamil. EDP/IT : Harry Hidayat. Iklan : Gema Parlindra (Manager Jakarta). Hepi Harianto (Manager Bandung). Manager Iklan & Promosi : Hudri Amin (Koordinator), Dimas A. Manager Pemasaran : Ade Marsin (Koordinator), Ecep, Noviantoro, Melky JS. Sirkulasi & Pengembangan Koran : Jamal (Koordinator), Tata Jaelani, Yanto, Herman Budiono, Lalan, Umbaran, Ambri, Parwoto, Umbaran. Keuangan/Administrasi : Dewi Megawarti (Koordinator), Asih Setiawati, Kansha Isfaraini Huurun’ein, Oktalanofia, Iin. Komisaris Utama : Dwi Nurmawan. Komisaris : Arif Badi Karyawan.

TARIF IKLAN

Direktur Utama: Yanto S Utomo. Direktur : Eko Suprihatmoko, Mohamad Fauzi. Informasi Langganan Iklan & Berlangganan Koran Karawang Bekasi Ekspres Kantor Karawang Bekasi Ekspres : Jalan Pepaya Nomor 20, Kelurahan Nagasari, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang. Tlp. (0267) 8408492. Bank: Bank Mandiri a/n PT Wahana Semesta Karawang Bekasi No. Rekening 173-00-00242827. Address e-mail redaksi: redaksikarawangbekasi@gmail.com, email iklan:karawangbekasiekspres@gmail.com. Kantor Biro Cikarang Ekspres : Jalan Kasuari IX Blok O Nomor 52 Perum Cikarang Baru, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Telp. (021) 89840853. Bank: Bank Mandiri a/n PT Wahana Semesta Karawang Bekasi No. Rekening 173-0000242827. Address e-mail redaksi: redaksicikarangekspres@gmail.com, email iklan:cikarangekspres@gmail.com. Kantor Biro Metro Bekasi Ekspres Jalan Kenari Raya, Blok C Nomor 643, Perumahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi. Perwakilan Iklan Jakarta: Yudi Haryono, Firda. Alamat Perwakilan Jakarta: Kompleks Widuri Indah Blok A-3 Jl. Palmerah Barat No. 353 Jakarta 12210 Tlp. (021) 5330976, 5333321 Fax. (021) 5322629. Perwakilan Bandung: Jl Raya Soekarno-Hatta No. 627 Bandung Telp. (022) 7316634. Percetakan: PT Wahana Java Semesta Intermedia. Alamat: Jalan Perjuangan No. 9 Kota Cirebon. Telp: (0231) 483 531. Isi di luar tanggung jawab percetakan. SEMUA KARYAWAN KARAWANG BEKASI EKSPRES SELALU DIBEKALI TANDA PENGENAL ATAU SURAT TUGAS, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARASUMBER.

Umum/Display BW halaman 1 : Rp 30.000/mm kolom. Umum/Display Berwarna Halaman 1 : Rp 55.000/mm kolom, Umum/Display Warna Halaman 3,6,8,9,16 : Rp 27.500/mm kolom, Sosial/Keluarga Hitam Putih: Rp 17.500/mm kolom, Sosial/Keluarga Berwarna : Rp 20.000/mm kolom, Iklan Baris: Rp 15.000/ baris (min 3 baris maksimal 7 baris). Harga Eceran: Rp 3.000/ eksemplar. Harga Langganan: Rp 80.000/bulan.


SABTU, 16 MARET 2019

8

Semangat Baru Purwakarta

PARLEMENTARIA Komisi I Mediasi Kasus Air Terjun Cijanun PURWAKARTA - Komisi I DPRD Purwakarta memediasi kasus sengketa air antara Desa Pondok Bungur, Kecamatan Pondok Salam dan Desa Cipeundeuy, Kecamatan Bojong, Purwakarta yang dimediasi oleh Komisi I DPRD Purwakarta, masih berjalan alot dan menegangkan. Belum didapatkan solusi yang pasti, dari musyawarah yang berlangsung sekitar dua jam, di ruang rapat gabungan komisi, Rabu (14/3) sore itu. Sekretaris Komisi I Heri Rosnendi yang memimpin musyawarah tersebut didampingi anggotanya UM Sulaeman menuturkan, mediasi ini merupakan agenda kedua menindaklanjuti pertemuan  yang dilakukan sebulan sebelumnya.  Mediasi ini dihadiri Kades Pondok Bungur Abun CS,  Kades Cipeundeuy Kosasih, pengusaha kolam renang Taman Batu Imron Namun, serta Direktur Teknis  PDAM Susanto dan Kabid P2 KL Dinas Lingkungan Hidup Taufik N. Heri sempat mempertanyakan kepada Kades Pondok Bungur dan Cipeudeuy, apakah sudah ada pertemuan di luar dewan di antara mereka. Pasalnya, pada saat pertemuan pertama, kedua belah pihak berjanji untuk mencoba mencari solusi.  Nyatanya, baik Abun CS maupun Kosasih mengakui belum ada pertemuan. Di tempat yang sama UM Sulaeman menuturkan, dari sejarahnya air mata Cijanun, yang terletak di Desa Cipeundeuy, difungsikan untuk pengairan sawah dan kebutuhan air bersih warga Desa Pondok Bungur. Seiring perjalanan waktu, mata air tersebut kemudian dimanfaatkan oleh PDAM dan terakhir Kolam Renang Taman Batu. “Masak sekarang malah Desa Pondok Bungur yang harus menerima masalahnya,” jelasnya.  Tak lama, Kades Pondok Bungur Abun CS menjawabnya. Menurutnya, masalah itu timbul setelah dibangun kolam renang Taman Batu pada tahun 2016 lalu. Selain air berkurang, kini menjadi terkontaminasi limbah. “Terutama pada hari Sabtu dan Minggu, airnya bau sabun, karena banyaknya pengunjung yang berenang di Taman Batu,” tukasnya.  Direktur Teknis PDAM Susanto, ketika dimintai pendapatnya, menyatakan ada tiga pipa yang mengalir di sana. Pipa pertama untuk pengairan sawah, pipa kedua untuk warga Pondok Bungur, dan pipa ketiga untuk kebutuhan air bersih masyarakat perkotaan. Artinya, PDAM sudah memenuhi kewajibannya dan sampai detik ini tak bermasalah. (san/mhs)

HASSAN/METRO PURWAKARTA

BERHARAPBANTUAN NAIK: Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika untuk menyampaikan aspirasinya soal sektor pendidikan di antaranya terkait fasilitas sekolah berupa komputer kepada para wakil rakyat di sela-sela kedatangan sejumlah rombongan anggota komisi X DPR RI ke Purwakarta.

Bantuan Komputerisasi Harus Naik! Ambu Titip Aspirasi ke Komisi X DPR RI

PURWAKARTA - Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika untuk menyampaikan aspirasinya soal sektor pendidikan di antaranya terkait fasilitas sekolah berupa komputer kepada para wakil rakyat di sela-sela kedatangan sejumlah rombongan anggota komisi X DPR RI ke Purwakarta. Pasalnya, ada sejumlah masalah yang datang di daerah, khususnya untuk melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) yakni keterbatasan komputer.

Bupati yang akrab disapa Ambu itu menjelaskan bahwa sejumlah sekolah masih keterbatasan untuk pengadaan komputer, apalagi dari dana bantuan operasional sekolah (BOS). Dia menyebut pengadaan komputer dari dana BOS sangat dibatasi, yaitu hanya lima komputer dalam satu tahun, tapi kebutuhan komputer di setiap sekolah cukup banyak apalagi dalam melaksanakan UNBK. “Mudah - mudahan aspirasinya didengar, dan nantinya semoga dana BOS itu tidak hanya untuk lima komputer, tapi bisa dimak-

simalkan lagi,” kata Anne ketika ditemui di Pemda Purwakarta, kemarin (15/3). Pada pertemuan dengan anggota Komisi X sambil memantau persiapan UNBK di Purwakarta itu, Anne berharap Komisi X bisa menyampaikannya kembali ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). «Mudah - mudahan aspirasi kami aspirasi warga Purwakarta bisa disampaikan,» ujar dia. Diketahui saat ini baru 56 persen SMP di Purwakarta yang telah bisa melaksanakan UNBK secara mandiri. Sisanya,

ada sekolah yang melakukan UNBK degan cara melaksanakan di sekolah lain, bahkan ada pula yang masih melaksanakan ujian nasional kertas pensil (UNKP). “Secara keseluruhan, Purwakarta sudah 85 persen sekolah yang sudah melakukan UNBK. Tapi ini jadi PR bersama untuk sarana dan prasarana ke depannya,” ucap dia. Keterlibatan Semua Unsur Masyarakat Selain itu Anne menuturkan, peningkatan mutu pendidikan itu tidak hanya dari siswa satupun sarana dan prasarananya saja. Termasuk dari infrastruk-

turnya, tenaga pendidik pun menjadi fokus penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Keterlibatan lingkungan dan masyarakat, kata dia memiliki dorongan khusus untuk menyelesaikan masalah dalam peningkatan pendidikan di Purwakarta. «Berbicara pendidikan itu tidak hanya siswa, bukan hanya sarana, prasarana, dan infrastruktur, tapi pendidiknya juga harus di dorong untuk memenuhi standar yang baik,» demikian kata Bupati yang biasa disapa dengan Ambu Anne. (hsn/mhs)

Baru 81 Persen Sekolah Bisa UNBK BUPATI Purwakarta Anne Ratna Mustika serta jajaran Pemda Kabupaten Purwakarta, menerima kunjungan Anggota Komisi X DPR RI, Popong Otje Djundjunan dan Titik Prasetyowati setelah memantau persiapan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) ke beberapa sekolah di Purwakarta. Dihadapan anggota Komisi X, Anne menuturkan bahwa Kabupaten Purwakarta siap menggelar UNBK 2019. Walaupun secara kesiapan dari fasilitas seperti komputer di seluruh sekolah belum 100 % tertunjang. “Walaupun belum 100 % karena masih ada sekolah yang belum memiliki komputer secara mandiri, tetapi kami siap laksanakan UNBK,” ungkap Bupati yang biasa disapa Ambu Anne disela kunjungan Anggota Komisi X, di Bale Nagri Purwakarta, Kamis (14/3). Anne mengatakan dengan

Anne Ratna Mustika

begitu, untuk 2020 dirinya bersama Dinas Pendidikan Purwakarta menargetkan bahwa pelaksanaan UNBK di Purwakarta bisa 100 %. Sebelumnya Dinas Pendidikan, melansir persiapan UNBK di Kabupaten Purwakarta baru mencapai 81 %, baik sekolah negeri maupun swasta. “Kami targetkan bisa 100 persen, karena pendidikan adalah salah satu fokus kami, karena bukan hanya infrastruktur, sarana dan prasarana sekolah, pendidik pun kita dorong untuk memenuhi standar,” kata Anne.

Sedangkan menurut ang­ gota Komisi X DPR RI, Popong Otje Djundjunan atau yang bi­a sa disapa Ceu Popong me­ngaku bahwa pihaknya de­ngan senga­ja membuat jadwal untuk me­mantau langsung kesiapan U­N. Walaupun menurutnya se­tiap tahun terus dilakukannya.  «Kami punya kewajiban untuk melihat dengan mata kepala sendiri, dengar dan tanya sendiri sampai dimana persiapannya,” kata Popong.  Dia menjelaskan saat ini sejumlah anggota Komisi X memang sedang berkeliling ke daerah-daerah untuk tujuan serupa. Akhir-akhir ini sedang berada di wilayah Jawa Barat karena daerah lain telah disambangi sebelumnya.  Setelah berkunjung ke tiga sekolah di Purwakarta, Popong menilai bahwa persiapan UN yang berbasis komputer maupun kertas pensil telah baik. “Pada umumnya SMP dan SMA sudah bagus dalam hal persiapannya. Hanya saja sarana dan prasarana, serta bangunannya harus masih ditingkatkan,” ucapnya. Selain Popong, hadir pula anggota komisi X DPR RI lain yang mendampinginya, yaitu Titik Prasetyowati, serta rombongan dari Kementerian Pendidikan dan jajaran Pemda Purwakarta.  (hsn/mhs)

Wahhh!!! Seorang Bule Masuk DPT PURWAKARTA - KPU Purwakarta menemukan satu warga asing yang masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) untuk pemilu serentak 2019. Namun, nama tersebut tidak dicoret atau dihapus dari DPT oleh KPU Purwakarta. Ketua KPU Purwakarta, Ahmad Ikhsan Faturrahman menyebut bahwa warga asing itu telah berubah kewarganegaraan menjadi WNI. “Hanya ada satu warga asing. Tapi saat dikonfirmasi, yang bersangkutan telah menjadi WNI, dan memiliki KTP-el,” kata Ahmad kepada awak media saat ditemui di kantornya, Jalan Flamboyan Nagri Kidul, Purwakarta, Jumat (15/3). Dengan berubahnya kewarganegaraan jadi WNI, seorang warga yang tercatat sebagai warga Kecamatan Pondok Salam, Purwakarta itu telah bisa mengikuti Pe-

milu 2019. Selain satu orang tersebut, Ahmad memastikan tidak ada lagi warga asing yang masuk DPT. Diketahui sebelumnya, Disdukcapil Purwakarta menyebut ada sekitar 1993 orang WNA yang berada di wilayahnya.Namun, KPU Purwakarta menegaskan bahwa ribuan WNA itu tidak memiliki hak untuk memilih wakil maupun pemimpinnya di 17 April 2019. “Dipastikan tidak ada WNA yang masuk DPT, mereka tidak memiliki KTP elektronik,” ujarnya menambahkan. Ribuan WNA yang tersebar di hampir seluruh kecamatan di Purwakarta itu kini hanya memiliki kartu khusus. Kartu tersebut berupa kartu keterangan izin tinggal tetap (kitap) dan memegang kartu keterangan izin tinggal sementara (kitas). (bbs/mhs)

Profile for Karawang Bekasi Ekspres

Karawang Bekasi Ekspres, Sabtu 16 Maret 2019  

Karawang Bekasi Ekspres, Sabtu 16 Maret 2019  

Advertisement