Skip to main content

Karawang Bekasi Ekspres, 30 September 2019

Page 1

Bintang Baru Warga Karawang Bekasi Purwakarta & Subang SENIN, 30 SEPTEMBER 2019

KBEONLINE. ID

ONLINEMETRO.ID

HARGA Rp3.000

karawangbekasiekapres

Pekerjaan Siapa Ini?

YOGIE/KBE

RAPUH: Salah satu ruang kelas SDN Kalangsurya 3 Rengasdengklok tiba-tiba atapnya roboh, Minggu (29/09) siang.

Baru 3 Tahun Dibangun, Bangunan SD Ambruk KARAWANG - Bangunan ruang kelas sekolah dasar negeri (SDN) kembali ambruk di Kabupaten Karawang. Kali ini giliran salah satu ruang kelas SDN Kalangsurya 3 yang tibatiba atapnya roboh, Minggu (29/09) siang.Ironis ya ban-

gunan tersebut masih terbilang baru terakhir direnovasi tahun 2016. Salah seorang guru SDN Kalangsurya 3 Umar mengatakan, gejala ambruk atap salah satu gedung SDN Kalangsuria 3 sudah terlihat beberapa hari kebelakang.

POLITIK Emay: Cellica –Jimmy Panas KARAWANG- Mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Karawang, Emay Ahmad Maehi menganalisis partai politik akan mengusung 2 sampai 3 pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati dalam Pilkada Karawang 2020 yang akan segera digelar tahun depan. “Hal itu disebabkan kondisi politik yang saat ini di Kabupaten Karawang telah terpolarisasi kepada dua nama pimpinan,” ucapnya kepada KBE, barubaru ini. Menurut pria yang akrab disapa Kang Emay ini, kedua pimpinan ini akan secara terpisah mencalonkan diri sebagai Bupati Karawang yang akan datang, meskipun dinamikanya bisa terus berubah. “Karena sampai saat ini baru muncul dua nama figur yang keduanya pemegang tampuk kekuasaan politik di Karawang, yaitu Cellica Nurrachadiana dan Ahmad “Jimmy” Zamakhsyari, dan diperkirakan keadaanya akan masih seperti Pilkada yang lalu,” ucapnya. Dikatakannya, selain dua figur tersebut, juga tidak menutup kemungkinan pula muncul kekuatan ketiga. “Nah kekuatan ketiga ini lebih sebagai peleng-

“Bahkan untuk belajar siswa pun sudah kita alihkan ke ruang kelas yang lain. Hanya ruang guru yang masih kita gunakan,” ujarnya kepada KBE, Minggu (29/09). Dikatakannya, pada saat renovasi terakhir pada tahun 2016, pihak pelaksana tidak maksimal melakukan renovasi bangunan. “Waktu itu saya baru pin-

dah tugas ke sekolah ini, pelaksana hanya memperbarui plafon. Dan atap, hanya satu lokal, satu ruang kelas yang gentengnya diganti, dan kerangka kayu atas tidak ada yang diganti sama sekali, malah sekarang kerusakan bertambah, tembok belakang pun ikut roboh,” ujarnya. Dirinya berharap agar perbaikan bangunan sekolah bisa dikerjakan dengan maksimal sehingga tidak asal asalkan karena menyangkut siswa siawa yang belajar didalam ya. “Beruntung pada saat kejadian hari libur, sehingga tidak ada siapapun yang ada ruang kelas,” tuturnya. Sementara itu, kepala Koordinator Wilayah kecamatan Bidang Pendidikan (Korwilcambidik) Rengasdengklok, Rusta Anzela menambahkan bahwa ruangan yang ambruk itu adalah bangunan baru yang dikerjakan oleh dinas PUPR pada tahun 2016. “menurut keterangan guru yang senior disana itu yang diperbaiki cuma 2 kelas Ke Hal...7

Satya Putra, Bocah Obesitas Asal Cilamaya Tutup Usia KARAWANG- Pupus sudah cita-cita Sayta Putra (6) jadi pemain sepak bola profesional. Belum sempat di operasi, bocah obesitas asal Cilamaya itu, tutup usia, pada Sabtu, (28/9) dini hari. Akibat komplikasi yang dideritanya. Harapan orang tua Satya, agar anaknya bisa lepas dari penyakit kelebihan berat badan, sangat besar. Saat tim medis RSUD Karawang, berupaya melakukan operasi pada tubuh Satya yang semakin gemuk.

Ayah Satya, mengatakan, kesehatan anaknya menurun beberapa hari terakhir. Sebelum wafat, Satya mengaku sesak nafas dan suhu tubuhnya panas. “Meninggal sekitar pukul 23.00 WIB di rumah,” ungkap Sarli, kepada KBE, Minggu, (29/9) kemarin. Kepala Puskesmas Pasirukem, Desi Sugani mengatakan, Satya meninggal karena sakit seharian. Bukan karena perjalanan medis, yang selama ini akan diKe Hal...7

Ke Hal...7

WAHYUDI/KARAWANG BEKASI EKSPRES

BABI NGEPET : Diguka babi ngepet, seekor babi hutan milik warga, di amuk masa.

Geger Babi Ngepet di Cilamaya

WAHYUDI/KARAWANG BEKASI EKSPRES

WAFAT : Camat Cilamaya Kulon, Basuki Rachmat saat melayat ke rumah almarhum Satya Putra.

KARAWANG- Puluhan warga di Dusun Jeruksimer, Desa Rawagempol Wetan, Kecamatan Cilamaya Wetan, geger. Seekor babi hutan kedapatan sedang mengendus, pojokan salah satu rumah warga kaya disana. Diduga babi ngepet, saksi mata yang melihat babi tersebut langsung berteriak. “Babi ngepet, babi nge-

pet, babi ngepet,” seru warga, Sabtu, (28/9) sekitar pukul 09.00 pagi. Warga yang mendengar teriakan tersebut langsung berkumpul. Sambil membawa parang, balok kayu, dan batu. Warga memburu babi ngepet tersebut. Adegan kejar-kejaran tak terelakan. Tak butuh waktu lama bagi masa untuk menangkap babi

ngepet itu. Warga yang kadung heboh, langsung menghakimi babi hutan tersebut yang sudah di kepung dan di masukan ke dalam karung. “Iya, katanya babi ngepet. Langsung di pukul. Babinya mati,” ungkap Ade, warga sekitar. Usut punya usut, babi yang tewas diamuk masa itu, bukanlah babi ngepet. Ke Hal...7

Cetak Sejarah Baru, Gokar Pecahkan Rekor Dunia

Libatkan 17.857 Penari dari 7 Daerah dan 15 Negara Kabupaten Karawang mencatatkan sejarah baru dalam event kebudayaan dan pariwisata Goyang Karawang (Gokar) Internasional 2019 yang berlangsung Jumat (28/9) malam di Lapangan Galuh Mas Karawang. YOGIE, KARAWANG

MUSEUM Rekor Indonesia (MURI) bahkan menyatakan jumlah partisipasi peserta G okar 2019 adalah peserta terbanyak selama pelaksanaan event tarian di Indonesia bahkan di tingkat dunia. “Selamat kepada Pemkab Karawang yang telah Kantor Redaksi: Jl. Pepaya No 20. Kelurahan Nagasari Kec. Karawang Barat Telp. / Fax: (0267) 8408492

memecahkan rekor dengan jumlah penari paling banyak, yaitu 17.857 orang penari. Ini jumlah yang sangat luar biasa. Bukan hanya lingkup nasional namun terbanyak di dunia,” kata salah satu perwakilan Tim Verifikasi MURI, Awan Rahargo Ke Hal...7

REKOR: Bupat Cellica saat ikut menari massal di event Festival Gokar 2019. email: karawangbekasiekspres@gmail.com,

redaksikarawangbekasi@gmail.com


OPINI

SENIN, 30 SEPTEMBER 2019

2

Wujud Pembangkangan Sipil Anggota DPRD Karawang fraksi PKB, Neneng Siti Fatimah

Kabupaten Layak Anak Jauh dari Harapan KARAWANG - Anggota DPRD Karawang fraksi PKB, Neneng Siti Fatimah menyebut Kabupaten Karawang sebagai kabupaten ramah anak masih jauh dari harapan. Pasalnya, diketahui sejak awal tahun hingga Agustus 2019, ada 30 laporan kasus kejahatan seksual terhadap anak. “Peran orangtua dan kepedulian masyarakat sekitar menjadi utama dalam memberi pengawasan, untuk mencegah dan menekan tingkat kekerasan seksual terhadap anak,” ucapnya kepada KBE, Senin (23/9). Dikatakannya, kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Karawang semakin tahun semakin meningkat. Edukasi orang tua terhadap anak dan pengawasan orang tua tentu menjadi hal utama untuk mencegah hal tersebut bisa terjadi. “Majunya tekhnologi saat ini, para orang tua wajib selalu mendampingi anak-anaknya dalam setiap aktivitas dan melakukan pengawasan kepada mereka, karena menurutnya rata-rata pelaku kejahatan seksual terhadap anak adalah orang terdekat,” ujarnya. Diketahui beberapa kasus kejahatan seksual terhadap anak yang saat ini mencuat di Kabupaten Karawang antara lain, pencabulan yang dilakukan oleh dukun palsu, kasus sodomi yang dilakukan pengajar pesantren terhadap tiga murid, dan anak yang hamil oleh ayah kandungnya dan yang terakhir balita yang dicabuli seorang kakek tetangganya sendiri. (gie)

Saras Dewi, Dosen Filsafat UI SEPTEMBER adalah bulan yang kelabu. Tahun ini genap peringatan kematian Yap Yun Hap, mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Indonesia yang meninggal karena ditembak dalam peristiwa Semanggi II, 20 tahun silam. Waktu yang berlalu tidak memulihkan luka. Sebab, tidak ada kejelasan maupun keadilan terkait siapa yang melakukan kejahatan tersebut. Sejak 24 September 1999 hingga detik ini keluarga Yun Hap tidak mendapatkan jaminan maupun keadilan dari negara. Hingga Yap Pit Sing, ayah Yun Hap, meninggal karena sakit pada 2012. Tanpa melihat pihak yang bertanggung jawab terhadap kematian anaknya dihukum, betapa tragis dan menyesakkan hati. Dalam suatu wawancara, Yap Pit Sing mengatakan bahwa Yun Hap adalah kebanggaan keluarga. Dia pun bertutur alasan Yun Hap melakukan protes terhadap pemerintah, ”Saya sekolah di UI, rakyat yang membiayai, yang menyubsidi. Maka saya harus berjuang untuk rakyat.” Ibunda Yun Hap, Ho Kim Ngo, mengatakan dengan mata yang sembap, jika anaknya masih hidup, seluruh kehidupan mereka akan menjadi lebih baik daripada sekarang. Yun Hap adalah buah hati yang

pandai, berprestasi, juga peduli dengan penderitaan masyarakat. Gerakan mahasiswa yang terjadi pada September 1999 merupakan reaksi terhadap rencana diberlakukannya RUU PKB (Penanggulangan Keadaan Bahaya). Yun Hap mengeluh kepada keluarganya bahwa jika RUU itu disahkan, akan menyebabkan kesengsaraan pada rakyat. Kekhawatiran Yun Hap memang sangat beralasan. Para mahasiswa khawatir RUU PKB akan memperbolehkan tindakantindakan represi oleh aparat yang melanggar prinsipprinsip hak asasi manusia. Protes yang dilakukan oleh Yun Hap dan kawan-kawan sejiwa dengan gerakan mahasiswa yang terjadi pada 24 September 2019. Para mahasiswa menolak rancangan undang-undang yang dianggap bermasalah dan berpotensi memberangus kebebasan serta hak-hak

sipil. Kehadiran para mahasiswa di depan gedung DPR adalah suatu pernyataan untuk memperjuangkan keadilan yang terancam. Protes tersebut adalah wujud pembangkangan sipil terhadap pemerintah yang dianggap telah berperilaku sewenang-wenang. Pembangkangan itu dilandasi keresahan masyarakat terhadap diusulkannya rentetan RUU yang dipandang membahayakan demokrasi di Indonesia, begitu juga dengan krisis lingkungan dan kebakaran hutan hingga kekerasan yang terjadi di Papua. Michel Foucault dalam ceramahnya di College de France pada 1975–1976 menegaskan bahwa masyarakat harus dipertahankan. Dia menyelidiki bahwa kontrol oleh negara melibatkan perangkat-perangkat institusi yang menormalisasi masyarakat melalui

aturan-aturan. Tubuh selalu dijadikan objek represi. Menguasai tubuh berarti memegang kendali kekuasaan. Masyarakat yang dinormalisasi berarti masyarakat yang steril dalam berbahasa, tindak tanduk dan perkataannya selalu diawasi. Begitu juga dalam karyanya, Sejarah Seksualitas, Foucault mengambil contoh bagaimana sensor bekerja. Negara mengatur sirkulasi kata-kata hingga urusanurusan privat warga negara. Pengendalian sosial menurut Foucault dilakukan secara subtil melalui bahasa. Di balik senyapnya dan keterbatasan individu untuk mengekspresikan sesuatu dengan bebas, sesungguhnya ada otoritas negara yang lantang. Apa yang ingin dicapai dari metode pendisiplinan sosial itu? Michel Foucault melanjutkan, di balik kekerasan maupun kriminalisasi yang dilakukan adalah suatu seremonial, terdapat gagasan yang ingin dipertontonkan kepada masyarakat, yakni kekuasaan. Pendisiplinan itu dimaksudkan untuk menciptakan tubuh-tubuh yang patuh (docile bodies). Dipatahkannya tubuh agar selalu tunduk, tidak terlepas juga dari bangunan pengawasan yang disebut dengan panoptikon. Gerakan mahasiswa dari waktu ke waktu adalah resistansi terhadap kemunculan kekuasaan tirani. Dalam karyanya, Assembly, Mi-

chael Hardt dan Antonio Negri meneliti bagaimana masyarakat mengorganisasi gerakan untuk perubahan sosial. Menurut Hardt dan Negri, evolusi dari gerakan sosial itu adalah menjadi gerakan tanpa pemimpin (leaderless), menitikberatkan pada solidaritas yang tidak terbatas, dengan mengoptimalkan teknologi. Kerja sama itu lantas tidak membentuk satu suara yang homogen. Justru menurut Hardt dan Negri, gerakan tersebut adalah hasil dari kesadaran-kesadaran singular yang membentuk pluralitas. Hardt dan Negri menyebutnya sebagai multitude, publik yang terdiri atas subjek-subjek politik. Ingatan saya kembali pada malam itu, bersama kawankawan dari Aliansi Pelajar Indonesia di Semanggi. Barisan mahasiswa melebur bersama pelajar dan juga masyarakat. Letusan terdengar bersaut-sautan, kami berhamburan masuk ke dalam Unika Atmajaya. Saya dan kawan-kawan berhasil melarikan diri melalui pintu belakang kampus. Namun, kelegaan tidak berlangsung lama. Sontak kami menangis setelah mendengar berita kematian Yun Hap. Di balik sejarah reformasi, terdapat endapan duka, harapan-harapan yang kandas, juga cita-cita demokrasi yang belum terpenuhi. (*) ***Dosen Filsafat UI

Mereka Mengeja Larangan Mengemis (2/BERSAMBUNG) Cerpen: Ahmad Tohari

RUMAH SAKIT 1.

RUMAH SAKIT ISLAM KARAWANG Jl.Pangkal Tanjungan Km. 2 Karawang

0267-414520 0267-414521 0267-414522

2.

RUMAH SAKIT BAYUKARTA Jl.Kertabumi No. 44 Karawang

267-401817 0267-401818 0267-402731 0267-404472 0267-404472

3.

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KARAWANG Jl. Galuh Mas Raya No. 1 Karawang

0267-640444 0267-640445 0267-640666

4.

RUMAH SAKIT DEWI SRI Jl.Arif Rahman Hakim NO. 1A Karawang

0267-402855 0267-406445 0267-412246

5.

RUMAH SAKIT CITO Jl. Arteri Tol Karawang Barat

0267-414245 0267-414264 0267-414306

Tulisannya hitam di atas papan kayu bercat putih. Berbeda dengan temantemannya yang tidak tertarik karena tidak bisa membaca, Gupris lain. Dia ingin membaca tulisan itu. Dia mulai mengeja. Temantemannya mendekat dan berdiri di belakangnya untuk menguping. “Ba-ran-g si-a-pa me-ngemis dan me-ng-a-men… dipi-da-na… ku-ru-ng-an…”. Gu pris be rh e nti, lalu berbalik menghadap teman-teman. “Dipidana itu apa? Dipidana kurungan artinya apa?” tanyanya. Keempat anak laki-laki itu nyengir lalu bergantian menggeleng. Semua tidak tahu. Mereka hanya saling pandang. Gupris kesal dan jadi merasa percuma. Maka Gupris mengajak teman-temannya pergi. Tetapi mereka mendadak berhenti. “Nah, baca itu! Kalian anak-anak liar yang kerjanya keluyuran, harus baca itu. Harus!” Gupris dan temantemannya serentak menoleh ke samping. Ada seorang hansip keluar dari warung nasi sambil membersihkan mulut dengan punggung tangan. Di atas saku kanan bajunya tersulam jelas nama Karidun. Dia bergerak setengah berlari. Dan berhenti, pasang gaya. Suara kerasnya mengatasi bunyi mobil dan motor. Masih ada remah nasi atau ampas kelapa di sudut bibirnya. Sisa makanan terus berjoget mengikuti gerak mulut ketika hansip itu bicara. Itu pemandangan yang membuat Gupris menahan tawa. “Teruskan baca. Harus!”

kata hansip Karidun. Tangannya menunjuk ke papan di sana dengan gaya komandan. “Aku petugas keamanan, eh, sekuriti dari Dinas Sosial. Aku yang memasang papan itu tadi pagi. Untuk orang-orang semacam kalian. Tahu? Ingat, aku sekuriti dari Dinas Sosial, tahu?” Lengang, Gupris berhenti, wajahnya buntu. Lalu menoleh ke belakang ke arah teman-temannya. “He, kenapa berhenti. Baca terus. Aku ini sekuriti. Dan menyuruh kamu membaca. Ayo terus,” seru hansip Karidun, kali ini dengan suara lebih keras. “Di-pi-da-na, itu artinya apa, Pak?” tanya Gupris dengan gaya yang biasa saja. Meskipun masih gadis kecil yang jarang mandi, Gupris berani cengar-cengir kepada hansip Karidun yang maunya disebut sekuriti. Lengang lagi. Hansip Karidun kelihatan tidak siap menjawab pertanyaan Gupris. Wajahnya berubahubah. Seperti orang gagap, bingung, tapi alisnya mengeras. Kemudian memutar badan sampil mengusap-usap kening. Akhirnya dia kembali tegak menghadap kelima anak jalanan itu. Dia juga menggagah-gagahkan diri. “Aku ini petugas sekuriti. Iya, kan?” “Ya!” jawab Gupris cepat sekali. “Jadi, menurut saya, dipidana pasti tidak sama dengan diberi dana. Dipidana mungkin sama dengan dihukum. Ya. Dipidana kurungan sama dengan dihukum kurung, dibui, dipenjara. Tahu? Itulah, maka kalian jangan ngemis dan ngamen

terus. Seharusnya kalian bersekolah. Jadi kalian bisa seperti saya yang sekuriti dan tahu dipidana itu artinya apa.” Gupris diam sejenak. Lalu berbalik lagi menghadap teman-teman. “Kalian dengar, kita seharusnya sekolah.” “Sekolah dapat uang apa tidak?” potong seorang

anak. “Ah, dasar! Sekolah, ya, tidak dapat uang, malah bayar,” jawab Gupris. “Wah, susah kalau begitu? Tidak dapat uang? Lalu kita beli makan pakai apa? Enakan ngamen terus, ngemis terus, bisa makan terus.” “Hai, apa?” seru hansip Karidun dengan muka

dibuat galak. “Kamu sudah saya kasih tahu, mengemis dan mengamen dipidana kurungan. Di-pi-da-na kuru-ngan 30 hari dan didenda 50 juta rupiah! Kamu dengar itu?” Wajah Gupris ciut. Tapi kemudian tersenyum samar karena melihat sisa makanan di sudut bibir Karidun berjoget-joget lagi. (*)

Hubungi Bagian Iklan JAMIL : 0838 0765 0426 KEHILANGAN S AT U B U A H B P K B M O B I L MERK NISSAN X-TRAIL NO.POL : T 1186 TQ DENGAN NO.KA : MHBF3CF1CEJ000022 NOSIN :QR25005580L WARNA HITAM TAHUN 2014 STNK ATAS NAMA ENTANG FITRIANA DENGAN NOMOR BPKB : M-03363817 HILANG SERTIFIKAT SHM NO 02814/WANASARI LUAS 72 M² A/N NUGROHO HARI WINOTO D/A PERUM CITRA VILLA WANASARI BLK JB 1 NO 9 RT 03/17 WANASARI - CIBITUNG - BEKASI

PEMBERITAHUAN KEPADA BAPAK USMAN BAHRI NO PELANGGAN 10-113-17-11140 DIHARAPKAN KEHADIRANNYA UNTUK PENYELESAIAN MASALAH BPKB DI OTO MULTIARTHA CAB KARAWANG GRAND TARUMA RUKO DHARMAWANGSA 2 BLOK A NO 19 KARAWANG JL TARUMANEGARA ARTERI TOL KARAWANG BARAT TLP 0267-8631060

KEHILANGAN TELAH HILANG BUKU KIR B 9558 RV A/N PT.TIRTA VARIA INTI PRATAMA HUB:085815662288

KEHILANGAN KEHILANGAN SURAT T A N D A N O M O R KENDARAAN BERMOTOR (STNK) DENGAN NOMOR REGISTRASI B 2074 KKL ATAS N A M A Y U L I A N A , A L A M AT J L KEMANDORAN TUGU PEKAYON GG H TABRIH NO.9 RT 003/022, D E S A P E K AY O N J AYA , KECAMATAN BEKASI SELATAN, MOBIL DAIHATSU AYLA, JENIS MOBIL PENUMPANG / MINIBUS.

KEHILANGAN

HILANG BPKB MOBIL PANTHER ROYAL TBR TAHUN 2001. NO POLISI: B 2134 HU. NO RANGKA: MHCTBR54FIK226242 A.N KPP P R ATA M A C I B I T U N G H U B 082167600634 (AGE) HILANG BPKB MOBIL NISAN X TRAIL NOPOL B 1478 KKA TH 2010 A/N MONICA MONA PURNAMASARI D/A JL PATRIA JAYA LLL BLOK A/44 RT 03/18 JATIRAHAYU BEKASI NOKA MHBF2CF1AAJ006577 NOSIN QR25982305A HILANG SHM NO 00715 A/N TATI BINTI RINAN LUAS 731 M2 LOKASI JL JATIREJA RT 09/05 DS JATIREJA KEC CIKARANG TIMUR KAB BEKASI

DIJUAL RUMAH

Luas Tanah 122 m2 Luas Bangunan 70 m2 Harga 1,5 M (Nego) Lokasi : Galuh Mas Metropolis Blok IV No.A1 HUBUNGI : MARYANI 0821 1486 3288

PENGUMUMAN Telah dibuat Akta Pernyataan Keputusan Rapat Pembina “Yayasan Karina Angela”, no. 04, tanggal 31 Agustus 2019, dihadapan Dewi Halimy,SH.,M.Kn., Notaris di Karawang, dengan maksud untuk dilakukan pembubaran CV. Telah ditunjuk pengurus yayasan sebagai likuidator pembubaran dan likuidasi telah dilaksanakan sepenuhnya. Homat kami, Pengurus Yayasan.


SENIN, 30 SEPTEMBER 2019

Semangat Baru Urang Subang KEBAKARAN: Api berkobar melahap bangunan kios di Pasar Kalijati.

IMBAUAN BUPATI Berdasarkan Surat Edaran bernomor KS.01/380/Kesra per tanggal 27 februari 2019: Mengistruksikan setiap instansi pemerintahan menggelar penggalangan dana “Peduli Thalsemia” menindaklanjuti data yang dirilis Yayasan Thalasemia Indonesia (YTI/ POPTI) saat ini ada sebanyak 129 penyintas thalasemia yang tersebar di 30 kecamatan se-Subang. Adapun penyerahan bantuan dana dapat diserahkan ke Bagian Kesra Setda Subang atau via transfer ke rekening a/n Peduli bencana Kab.Subang: 0092084965100. Demikan, atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih. Bupati Subang Ruhimat

LITERASI TBM Aksara Gelar Acara di Prapatan SUBANG- Taman Baca Masyarakat (TBM) AKSARA bersama Muspika Kecamatan Purwadadi menggelar acara ‘Literasi Kemanusiaan’ di Kantor Desa Parapatan, Kecamatan Purwadadi, Subang, Sabtu (28/9/2019). Kegiatan ini pun diisi dengan berbagai macam kegiatan, meliputi pojok literasi, santunan ke 30 anak yatim dan dhuafa, senam jawara, dan pemeriksaan kesehatan gratis ke warga desa parapatan. Sebelumnya, acara ini secara resmi dibuka oleh Camat Purwadadi, Drs. Dadang Darmawan. Dihadiri oleh Kasatbinmas AKP Supratman, Kapolsek Purwadadi, AKP. R. Jusdijachlan, Danramil 0508/Purwadadi Kapten Inf Sukisto, Dinas Perpustakaan Daerah Kab.Subang, Pemdes Parapatan, Karang Taruna Desa Parapatan, perwakilan Baznas Kab. Subang, Jasaraharja, Muslimat NU, Tim medis dark Rs.Bhakti Husada, Babinsa, Bhabinkamtibmas, para pelajar, ratusan masyarakat desa parapatan, dan tamu undangan lainnya. Ketua Panitia, Nerwi Soewandi menuturkan bahwa acara bertemakan ‘Literasi Kemanusiaan’ ini yang diselenggarakan oleh TBM Aksara yang rutin dilaksankan sebagai bentuk edukatif ‘Gerakan ayo membaca’ dan sosial kepada masyarakat di lingkungan purwadadi yang bersinergi dengan seluruh pihak baik Muspika, Desa, dan lainnya yang dapat bersama-sama mendukung menyukseskan acara secara sukarela dan atas dasar asas gotong-royong. Kenapa dinamakan literasi kemanusiaan? Karena sebagai tuntutan zaman, menyongsong era 4.0 Industri, bahwa literasi bukan hanya menuntut masyarakat terutama generasi emas dan milenial membaca, tetapi juga mengaktualisasikan apa yang dibacanya melalui kegiatan yang positif dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. “Kami punya prinsip jangan Nato (No Action, Talk Only). Orang yang hebat bukan orang yg bergelimang harta dan ilmunya, tetapi yang bermanfaat untuk orang lain. Dan kami sampaikan ini acara ketiga yang dilaksanakan oleh TBM Aksara, sebelumnya di Desa Wanakerta dan desa Belendung,”ujar Nerwi Acara ini pun kata Nerwi, dalam rangka pengenalan para Muspika Purwadadi yang baru, kemudian peringatan HUT TNI ke 74, dan mengajak masyarakat menjaga Kamtibmas di lingkungan Purwadadi. “Sumber dana selama tiga kali di laksanakan, TBM Aksara tanpa menggunakan APBD, melainkan atas dasar sukarela dan partisipatif individu dan tidak mengikat. Untuk itu, kami panitia mohon maaf apabila dalam acara ini dari segi jamuan yang kurang. Tentunya kami berterimakasih kepada Muspika Purwadadi, Desa Parapatan sebagai tuan rumah, Karang taruna desa parapatan, Baznas Subang, Jasaraharja, Rs.Bhakti Husada, dan seluruh pihak yang telah mendukung acara ini,”katanya. Camat Purwadadi mengapresiasi dengan adanya kegiatan literasi kemanusiaan yang digagas oleh TBM Aksara ini. Tentunya kegiatan ini adalah salah satu kegiatan yang sangatlah positif, selain mengedukasi anak-anak untuk sadar membaca juga bisa peka atau peduli terhadap terhadap orang lain melalui acara bakti sosial, berupa pemeriksaan kesehatan gratis dan santunan ke anak yatim dan Kaum dhuafa. Dan yang terpenting giatan ini dirasakan secara langsung oleh masyarakat. “Saya merasa bangga dengan adanya kegiatan ini, kami dari Muspika Purwadadi sangat menyambut baik dan tentunya tanpa ada campur tangan TBM AKSARA dengan pihak-pihak seperti Jasaraharja yang bekerjasama dengan RS Bhakti Husada Purwakarta, dan Baznas, tidak bakalan ada kegiatan seperti ini,”ujar Camat Purwadadi. Apalagi kata Camat Purwadadi, kegiatan yang diselenggarakan oleh TBM Aksara ini tanpa menggunakan dana APBD, dana desa, maupun NGO. (fri)

Pasar Kalijati Terbakar

Ratusan Kios Tinggal Puing

SUBANG- Kebakaran hebat terjadi di Kalijati. Api membakar ratusan kios yang berada di Pasar Kalijati yang berada di Kecamatan

pihak yang turut mensukseskan Harhubnas tahun ini. “Kami ucapkan terimakasih pada semua. Dukungan Kepala Dinas beserta jajaran, rekan rekan panitia yang sudah bekerja keras siang ma l a m, p e s e r t a ya n g b e g i t u a n t u s i a s, d a n para sponsor yang telah ikut mensuport kegiatan kami. Tidak ada yang bisa kami berikan selain ungkapan syukur pada Allah swt dan semoga segala kebaikan dibalas langsung Allah,” ucap

yang langsung datang ke lokasi, namun karena api begitu besar, kebakaran tidak kunjung bisa dipadamkan sampai hari Minggu (29/9/2019) dini hari. Dari keterangan di lokasi, api diduga bermula dari adanya korsleting listrik disalah

satu bangunan pasar. Api sedikitnya telah membakar sekitar 400 k i o s ya ng b e ra d a d i pasar. Dalam memedamkan api, empat Unit Mobil Damkar dan puluhan personil dari Satpol Dam Kabupaten Subang dibantu masyarakat dan

pedagang. Petugas dibantu TNI/ Polisi dan warga setempat kesulitan memadamkan api karena faktor mencari ketersediaan air dan banyaknya para pedagang yang masih berusaha menyelamatkan barang-barang dagangannya.(fri)

Mahasiswa Subang Demo Lagi Bupati Hadiri Kopdar Ke III Bersama Gubernur SUBANG- Ratusan mahasiswa dan aktivis di Kabupaten Subang menggelar aksi tolak revisi UU KPK dan KUHP yang dianggap ngawur di Gedung DPRD Subang, (27/9/2019). Massa yang terabung dalam Aliansi Aktivis Mahasiswa dan Pemuda Subang melakukan aksinya dimulai dari Wisma Karya kemudian berjalan kaki menuju DPRD Subang. Ratusan masa yang terabung dalam Aliansi Aktivis Mahasiswa dan Pemuda Subang melakukan aksi unjuk rasa damai dimulai dari Wisma Karya kemudian berjalan kaki menuju DPRD Subang. Dalam aksinya, massa menolak sejumlah Rancangan Undang-undang (RUU ) yang dinilainya ngawur, yang dibahas DPR RI. “Hari ini kita kembali bergerak dengan berbagai elemen masyarakat untuk menolak RUU ngawur yang justru tidak pro terhadap rakyat,” kata Korlap Aksi Oky Apriadi Oke menyebutkan ada lima penolakan yang disampaikan massa ini. Dari mulai pasal-pasal dalam RKUHP, RU U AGrar ia, RUU Ketenagaankerjaan yang merugikan buruh,

Meriah, Puncak Hari Perhubungan Nasional 2019 di Subang SUBANG – Puncak perayaan Hari Perhubungan Nasional 2019 di Kabupaten Subang dimeriahkan dengan berbagai lomba. Antara lain lomba senam sehat, lomba Stand Up Comedy serta lomba lomba lain yang semuanya diikuti oleh peserta siswa tingkat SMA dan sekolah sederajat. Ketua Panitia Harhubnas 2019 Kabupaten Subang, Cece Rahman S.Sos m e ngu cap ka n te r i ma kasih atas partisipasi dan dukungan semua

Kalijati, Subang, Sabtu (28/9/2019) malam. Menurut informasi yang dihimpun, api per tama kali muncul sekitar pukul 22.35 WIB. Kemudian para pedagang dan warga sekitar panik. Ada sekitar empat armada Damkar Subang

Cece, usai acara Sabtu (28/09/2019). Cece menjelaskan, bahwa Dinas Perhubungan kini lebih meng galakan sosialisasi dan e d u k a s i k e s e l a mat a n lalu lintas kepada pelajar mulai PAUD hingga S M A . “S eb ab m e re k a juga pengguna jal a n m a u p u n t r o t o a r. M e re k a j u g a g e n e rasi muda yang relatif lebih mudah mengi n g a t w aw a s a n m e n genai lalu lintas yang kami berikan,” ujarnya. (fri)

menunda RUU Minerba dan menolak Peraturan dan kenaikan iuran BPJS. “Banyak pasal kontroversi pada RKUHP seperti kebebasan berpendapat dan pers, menghina Presiden dan Pemerintah dan pasal kontroversi lainnya. Secara tegas kami menyatakan menolak aturan yang mengkebiri demokrasi,” kata Oki Puluhan massa yang semula hendak masuk ke Area Gedung DPRD gagal masuk karena dihadang puluhan Personil kepolisian. Aksi sempat memanas. Massa memberi pilihan kepada aparat yang menjaga, antara mereka diizinkan masuk ke Gedung DPRD atau Anggota

DPRD datang menemui massa. “Kami bukan untuk diskusi dengan Polisi, kami i n g i n d e n ga n a n g g o t a DPRD yang kemarin baru dilantik. Kami diperbolehkan masuk, atau mereka yang datang menemui kami. Saya penanggung jawab aksi, saya jamin tidak ada anarkis,” kata Oki lantang. Tidak beberapa lama, sejumlah anggota DPRD datang menemui pengunjuk rasa. 10 perwakilan diperbolehkan masuk. Sementara sisanya, yang semula menunggu di luar Gerbang DPRD, akhirnya diperbolehkan masuk di bagian dalam untuk berteduh. (fri)

PANGANDARAN-Koordinasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (Kopdar) Triwulan III Tahun 2019 dipimpin Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil. Kegiatan yang diikuti Bupati/Walikota se-Jabar ini digelar di Hotel Pantai Indah Timur,KabupatenPangandaran (26/9/19). Hadir pada kesempatan ini juga H. Ruhimat, Sekertaris daerah Kab.Subang Drs.H. Aminudin M.Si, dan para kepala Dinas di lingkungan Pemkab Subang. Dalam sambutannya, Gubernur Jabar , Kang Emil sapaan akrabnya menyampaikanacara kopdar ini semakin baik untuk menghasilkan inovasi terutama dalam kolaborasi sumber pendanaan pembangunan yang terdiri dari APBD Provinsi, APBD Kabupaten, APBN, pinjaman bank, kpbu/ppp, dana umat, csr, dan obligasi. “Untuk itu mari bersemangat untuk membangun daerah tidak hanya mengandalkan APBD tetapi dapat melalui inovasipendanaan,”ujarKangEmil. Dijelaskan Emil, Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) memiliki visi: Jawa Barat Juara Lahir Batin dengan Inovasi dan Kolaborasi. Visi tersebut disokong dengan sembilan prioritas pembangunan, di antaranya Pertumbuhan Ekonomi Berbasis Inovasi, Gerakan Membangun Desa, hingga lnovasi Pelayanan Publik dan

Penataan Daerah. “Untuk mengakselerasi pembangunan tersebut, Pemda tidak bisa mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) saja karena hanya mencukupi 10 persen dari yang dibutuhkan. Maka, Kepala Daerah Tingkat II atau Bupati/Walikota harus bisa memanfaatkanataumengakses APBD Provinsi dan Anggaran PendapatandanBelanjaNegara (APBN) untuk menjadi tumpuan dalam merealisasikan target pembangunan,”paparnya. Terkait APBN, Emil mengatakan bahwa Pemda Tingkat II di Jawa Barat belum optimal dalam mengajukan pembiayaan ke pemerintah pusat meski sejatinya potensi dana yang dikucurkan cukup besar. Sementara itu, Bupati Subang H. Ruhimat di akhir acara melakukan Penandatanganan naskah kesepakatan bersama tentang kerja sama pembangunan daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2019 sd 2023. Adapun maksud kesepakatan bersama tersebut adalah untuk meningkatkan kerja sama pembangunan daerah 2020-2023 . Dan tujuan kesepakatan bersama tersebut adalah untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya yang dimiliki oleh masingmasing daerah guna meningkatkan kemakmuran, dan kesejahteraan masyarakat Jawa Barat yang berkeadilan.(fri)


SENIN, 30 SEPTEMBER 2019

PENDIDIKAN

4

Wagub Paparkan Empat Indikator Pembangunan Batiniah SUKABUMI – Pondok Pesantren (Ponpes) merupakan lembaga pendidikan yang dapat memberikan pengalaman spiritualitas kepada peserta didik. Karena selain mendidik peserta didik dari segi keilmuan, Ponpes juga mentransfer ilmu akhlak dan ilmu keagamaan yang tinggi. Demikian dikatakan Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum saat memberikan sambutan dalam Tasyakkur Milad Ma’had XI dan Haflah Khotmil Qur’an Angkatan XII, sekaligus Menyerahkan Syahadah Hifzhil Qur’an di Villa Adiprima Langensari, Kabupaten Sukabumi, Minggu (29/9). “Membangun infrastruktur memang bagiannya pemerintah, dan urusan membangun akhlak manusia, saya menghaturkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada para ulama dengan pesantrennya, yang telah membantu pemerintah dalam pembangunan batiniah,” kata Uu kemarin. Uu memaparkan, ada empat indikator pembangunan batiniah. Pertama adalah aqidah. Artinya, fondasi keagamaan masyarakat Jabar kuat. Kemudian, masyarakat Jabar menjalani kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, dengan tenteram serta harmonis. Tujuannya supaya roda pemerintahan dan perekonomian berputar kondusif. “Ketiga amaliah terjaga. Masyarakat Jabar, harapan kami, tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang keluar dari aturan agama, adat istiadat, dan senantiasa mengamalkan kebaikan. Terakhir, kehidupannya barokah, sehingga hadir kesejahteraan, dan terwujudnya Juara Batin,” imbuhnya. Pada kesempatan yang sama, Uu berpesan kepada para santri Jabar untuk terus menimba ilmu sebanyak-banyaknya supaya dapat bermanfaat bagi nusa, bangsa, dan agama. “Harus bangga jadi santri,” pungkas Uu. (rls/rie)

31.645 Guru PAI Lolos Administrasi KEMENTERIAN Agama menyelesaikan proses verifikasi dan validasi dokumen pengajuan Pendidikan Profesi Guru (PPG) dari 33.600 guru PAI. Sebanyak 31.645 guru pendidikan agama Islam (PAI) dinyatakan lolos administrasi untuk mengikuti PPG. Dirjen Pendidikan Islam Kemenag, Kamaruddin Amin mengatakan, seluruh guru PAI yang dinyatakan lolos akan mengikuti tahap selanjutnya, yaitu seleksi akademik guru PAI atau pretest. Pretest akan dilaksanakan serentak pada rentang 4 - 8 November 2019 di tiga zona. “Sebanyak 31.645 guru pendidikan agama Islam (PAI) dinyatakan lolos administrasi untuk mengikuti PPG,” ungkapnya, kemarin. Lanjut Kamaruddin, durasi pelaksanaan seleksi di setiap zona tergantung dari jumlah peserta dan ketersediaan tempat ujian kompetensi. Setelah mengikuti pretest, selanjutnya para peserta akan mengikuti proses sertifikasi melalui PPG secara bertahap. Kamaruddin mengatakan, anggaran Kementerian Agama untuk menyelenggarakan PPG masih sangat terbatas. Selama ini, anggaran yang teralokasikan hanya cukup untuk membiayai sekitar 2000 guru PAI. Sejalan dengan itu, Kamaruddin mengaku, pihaknya tengah mempersiapkan regulasi yang mengatur agar guru bisa membiayai sendiri pelaksanaan sertifikasinya. “Pada 2020, kami berharap peserta yang akan disertifikasi mencapai 8.000 hingga 10.000,” jelasnya. Hal senada disampaikan Direktur Pendidikan Agama Islam Rohmat Mulyana. Kemampuan pemerintah dalam mensertifikasi guru per tahun hanya pada kisaran dua ribuan. Itu berarti, butuh waktu sekitar 15 tahun untuk menyelesaikan sertifikasi guru PAI yang mencapai 30 ribu.. “Direktorat berkomitmen menindaklanjuti kebutuhan regulasi dalam mensupport kesuksesan pelaksanaan sertifikasi dan perangkat-perangkatnya,” tandasnya. Kasubdit PAI pada PTU yang juga selaku leading sector sertifikasi guru melalui jalur PPG Nurul Huda mengatakan, verifikasi dan validasi dokumen PPG guru PAI ini telah dilakukan sejak dua bulan lalu. Ketentuannya, guru yang boleh mengusulkan adalah guru yang diangkat (ditetapkan) hingga tahun 2015. Nurul menambahkan, ada hal baru dalam pelaksanaan seleksi akademik november mendatang. Pertama, proses seleksi akademik akan menggunakan sistem Computer Based Test (CBT) yang telah dibuat Direktorat PAI. Kedua, tempat pelaksanaan tes atau tempat uji kompetensi (TUK) akan lebih banyak menggunakan laboratorium komputer madrasah dan PTKI. Ketiga, dilaksanakan secara nasional dan melibatkan semua elemen Kementerian Agama, pusat hingga daerah. “Tahun ini kami akan menggunakan laboratorium yang dimiliki madrasah atau PTKIN. Khusus daerah yang tidak ada madrasah yang memiliki laboratorium atau jauh dari PTKI, dapat menggunakan laboratorium sekolah,” tutupnya. (bbs/rie)

WAHYUDI/KARAWANG BEKASI EKSPRES

BAKTI SOSIAL : Stand UKM Paud Al-Firdaus, sediakan 1000 bibit pohon, untuk di tukar dengan botol bekas minuman.

Tukar Sampah dengan Bibit Pohon Paud Al-Firdaus Cilamaya Diapresiasi KARAWANG – Event Festival Goyang Karawang Internasional 2019 berhasil menyedot perhatian masyarakat Karawang. Puluhan ribu warga menyemut menhhadiri acara yang diselenggarakan di Lapangan Galuh Mas. Banyaknya pengunjung datang tentunya akan berdampak juga terhadap banyaknya sampah yang d i ha s i l k a n , k hu s u s nya

sampah botol air minum kemasan. Untuk mengurangi jumlah sampah yang dibuang oleh pengunjung, stand UKM milik PAUD Alam AlFirdaus Cilamaya, menerima sampah botol plastik dan menggantinya dengan bibit pohon cabe rawit dan seledri. Pengelola Paud Alam AlFirdaus, Siti Marini mengatakan pihaknya menyiapkan 1000 bibit pohon cabai rawit dan seledri untuk bisa ditukar dengan 10 botol plastik guna mendapatkan 2 bibit

pohon. Gagasan luar biasa ini ternyata mendapat apresiasi dari para pengunjung. “Alhamdulillah pengunjung banyak yang membawa sampahnya ke stand kami, tidak kurang 1.000 bibit sudah diberikan kepada pengunjung dan sampah yang sudah dikumpulkan lebih dari 5 karung besar,” ungkapnya kepada KBE, kemarin (29/9). Siti Marini juga juga berterima kasih kepada PT Pertamina EP, yang sudah mendukung dengan menyediakan stand untuk PAUD

Alam Al-Firdaus. “Selain menerima botol plastik dan menukarnya dengan bibit pohon, kita juga menjual jajanan dari para pengusaha kecil binaan pertamina,” ungkapnya. Masih, kata Rini, para pengunjung dengan kesadaran sendiri membawa sampah plastik tersebut ke stand yang mereka kelola. “Luar biasa respon dari pengunjung, dalam satu hari ini, kami berhasil mengumpulkan 50 kg sampah plastik yang telah ditukar dengan bibit pohon,” terangnya.

Rini juga mengungkapkan, ide penukaran dengan bibit pohon itu diakuinya untuk mengurangi volume sampah plastik di lokasi acara festival Goyang Karawang yang diketahui merupakan event internasional. “Kami mengajak para pengunjung untuk berpartisipasi menukar sampah dengan bibit tanaman, kan hal tersebut juga untuk menanamkan kepada putra putrinya untuk tidak membuang sampah plastik sembarangan,” pungasnya. (wyd)

Bara Rimba Melatih Siswa Tangguh Bencana KARAWANG – Ekstrakurikuler Bara Rimba SMKN 1 Rengasdengklok melatih siswa agar tangguh menghadapi bencana. “Sesuai potensinya, Rengasdengklok memiliki ancaman bencana banjir dan kami harus siap menghadapinya,” tutur selaku pelaksana kegiatan, Fahril, kemarin. Fa h r i l m e n g a t a k a n , banjir di Rengasdengklok memiliki 2 tipe, yaitu banjir luapan dari Sungai Citarum dan banjir genangan karena curah hujan. Fahril yang juga siswa kelas XI TKRO 1 menekankan pentingnya memberi bekal ketangguhan menghadapi bencana bagi siswa. Kegiatan selama 2 hari 2 malam tersebut dilaksanakan di SMKN 1 Rengasdengklok dan Kawasan Hijau Situ Rembulan, Desa Amansari. Materi kegiatan di isi mulai dari daur ulang sampah menjadi kompor sederhana untuk memasak, menggunakan kaleng soda yang sudah tidak terpakai.

Lanjut Fahril, lalu ada materi sanitasi alam bebas, dimana siswa tidak berlaku sembarangan dalam membuang kotoran dan menjaga air untuk kesehatan di pengungsian. Siswa juga dibekali materi hunian darurat dengan bahan sederhana yang mudah didapat, dimaksudkan untuk shelter sementara sebelum tibanya bantuan. “Ketangguhan menghadapi bencana berarti berkawan dengan alam

lingkungan sekitar, hal ini sesuai dengan salah satu tujuan Bara Rimba” kata Fahril. Hal ini ditunjukkan dengan praktek snake handling (penanganan ular), dimana saat banjir ular sering muncul ke lokasi pengungsian. Dan ular sebagai penyeimbang ekosistem harus dijaga, maka perlu dilatih agar siswa dapat memindahkan ular tanpa melukai dirinya atau ular itu sendiri. Ma-

teri ini disampaikan oleh siswa yang sudah bersertifikat snake handling dari Yayasan Ular Indonesia (Sioux). Salah satu Satgas BPBD Karawang, Irwan mengatakan, kegiatan ditutup dengan praktek water rescue yang didampingi oleh BPBD Karawang pada minggu (29/9) yang berlokasi di Danau TPS, Desa Amansari. Bara Rimba telah mengembangkan pengetahuannya dibi-

dang kebencanaan untuk menjadi bekal nanti di masyarakat. “Praktek water rescue yang dilatihkan mulai dari self rescue ketika terjadi banjir, pemahaman dan penggunaan tentang RB (River Boat), dan menolong korban tenggelam. Semoga bekal ini menjadi manfaat bagi siswa dalam berbuat kebaikan, BPBD Karawang sangat mendukung dan semoga kedepannya kerjasama ini tetap terjalin” ungkap Irawan. Kepala SMKN 1 Rengasdengklok, Wawan Cakra sangat mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya pengetahuan dan keterampilan tidak hanya didapat disekolah saja. Kegiatan di alam bebas yang memberi bekal siswa dalam ketangguhan bencana, juga merupakan bekal pengabdian sosial bagi siswa. “ Terima kasih BPBD Karawang telah membantu diklat ini, dan semoga kedepannya dapat bekerja sama lebih erat lagi,” pungkasnya. (rls/rie)

Keluarkan SE, Kemndikbud Larang Pelajar Demo MENYUSUL maraknya ajakan dan hasutan kepada siswa untuk mengikuti aksi unjuk rasa di jalan. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy menerbitkan surat edaran. Surat nomor 9 tahun 2019, tertanggal 27 September 2019 tersebut ditujukan kepada kepala daerah dan kepala dinas pendidikan di seluruh Indonesia. Tentang pencegahan keterlibatan peserta didik dalam aksi unjuk rasa berpotensi kekerasan. “Saya ingin mengingatkan peserta didik, siswa harus dilindungi dari berbagai macam tindak kekerasan atau berada di dalam lingkungan di mana ada kemungkinan mengancam jiwa yang bersangkutan,” ujar Men-

teri Muhadjir, kemarin. Dia meminta kepala daerah beserta segenap jajaran, khususnya kepala dinas pendidikan agar m e l a ku k a n l a n g k a h langkah pencegahan dan penanganan. Yang pertama adalah memastikan pengawas sekolah, kepala sekolah, dan guru untuk memantau, mengawasi, serta menjaga keamanan maupun keselamatan peserta didik di dalam dan di luar lingkungan sekolah. Ke mu d ia n m e n ja l i n kerja sama dengan orang tua/wali murid untuk memastikan putera/puterinya mengikuti proses pembelajaran sesuai ketentuan. “Siswa itu masih tanggung jawab guru dan orang tua, karena menurut undang-undang statusnya masih sebagai warga negara yang dil-

indungi. Belum dewasa, belum bisa mengambil keputusannya sendiri,” terangnya. Dia juga meminta agar kepala sekolah dan guru juga membangun komunikasi harmonis dengan peserta didik. Kemudian melaksanakan kegiatan pembelajaran yang bisa menyalurkan pemikiran

kritis, bakat, dan kreativitas peserta didik masingmasing. Selanjutnya, memastikan pengurus organisasi siswa intra sekolah (OSIS) khususnya dan peserta didik pada umumnya untuk tidak mudah terprovokasi terhadap informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Mendikbud juga meminta gubernur, bupati, wali kota, dan para kepala dinas pendidikan memastikan agar semua pihak atau siapa saja dengan maksud dan tujuan apa saja, untuk tidak melibatkan peserta didik dalam kegiatan unjuk rasa yang berpotensi pada tindakan kekerasan, kekacauan, serta pengrusakan. Surat Edaran ini dibuat berdasarkan UndangUndang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014, dalam Pasal 15 ayat (4) menyatakan bahwa setiap anak didukung untuk mendapatkan perlindungan dari pelibatan dalam peristiwa yang mengandung unsur kekerasan. (bbs/rie)


SENIN, 30 SEPTEMBER 2019

METRO KARAWANG

5

Kemarau Berkepanjangan, BPBD Siaga Kebakaran K A R AWA N G – M e n g h a dapi musim kemarau yang berkepanjangan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang, bersiap mengantisipasi segala kemungkinan terjadinya bencana kebakaran dengan menyiapkan mobil pemadam kebakaran (Damkar) “Sedikitnya, kami telah menyiagakan 6 unit pemadam kebakaran (damkar) di enam titik yang tersebar di wilayah Kabupaten Karawang,” ucap Asep Wahyu Suherman kepala BPBD Karawang kepada KBE, kemarin. Dikatakannya, enam unit damkar tersebut akan ditempatkan di enam kecamatan, yakni Karawang Kota, Tegalwaru, Telagasari, Rengasdengklok, Cilamaya dan Jatisari. “Satu titik satu damkar atau satu regu dengan tujuh anggota. Mereka siaga dan siap gerak turun ke lokasi apabila terjadi kebakaran. Apabila terjadi kebakaran hubungi damkar, karena nomor telepon yang selalu siaga,”ujarnya. Lanjutnya, benda yang rawan menjadi pemicu terjadinya kebakaran di saat musim kemarau adalah rumput alangalang. Dirinya menghimbau masyarakat agar hati-hati

BANSOS Komunitas SBB Salurkan Bantu bagi Lansia KARAWANG – Komunitas Lingkungan Hidup dan media Sosial Sahabat Batujaya Bersatu (SBB) menggelar bantuan sosial (Bansos). Dengan membagikan 13 paket sembako di Desa Karyabakti, Kecamatan Batujaya, Minggu (29/9). Ketua Komunitas SBB, Wasim Mursalim mengatakan, bahwa selain kegiatan rutin bulanan. Kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi antar anggota grup SBB di media sosial. “Sasaran dari Bansos ini para Jompo atau lansia dan Dhuafa yang ada di Desa Karyabakti. Penerima diantaranya Onah (80), Sanah (90), Sari (60), Eroh ( 80), Isah (70), Nomah (70), Eras (80), Amsiyah (80), Tamih (70), Ros (80), Nisem (70), Len (70) dan Mentis (68) yang semuanya berada di Desa Karyabakti,” paparnya kepada KBE, kemarin. Lanjut Wasim, dirinya berharap untuk bulan depan bisa bertambah yang berdonasi. Sehingga bisa bersama-sama membantu masyarakat yang membutuhkan. “Kami atas nama SBB dan pribadi kami ucapakan banyak terima kasih kepada anggota dan donatur. Yang sudah memberikan rezekinya kepada SBB, untuk didonasikan kepada para jompo dan dhuafa. Semoga apa yang di berikan hanya Allah SWT yang bisa balasnya,” ujarnya. Sementara itu, bendahara SBB, Maya yang di Sapa Nyai Arimbi menambahkan, bahwa semua bantuan ini murni adalah donasi dari rekan-rekan dan bukan merupakan anggaran dari pemerintah. “Kami berharap kedepan bisa terus berbuat sesuatu buat masyarakat yang membutuhkan khususnya di Kecamatan Batujaya, dan kami salurkan ke para jompo dan dhuafa,” pungkasnya. (gie)

jangan membuang puntung rokok “Rumput alang-alang yang berada di lahan kosong sangat rentan dan rawan menjadi pemicu terjadinya kebakaran,” ujarnya. Sebelumnya, sebanyak 13 bangunan dan 4 kendaraan roda empat (R4) hangus terbakat di Dusun II, Kampung Sukasari Rt 001/004, Desa Kutamekar, Kecamatan Ciampel, Selasa (24/9) pukul 02.30 wib. Pertama api berasal dari salah satu bangunan yang merupakan gudang limbah. “Pertama api di gudang limbah milik H. Holil di Dusun II, Kampung Sukasari Rt 001/004, Desa Kutamekar, Kecamatan Ciampel, sekitar pukul 02.30 wib, kemudian merembet kebangunan lainnya dan api dapat dipadamkan satu jam kemudian,” kata Kapolsek Ciampel, AKP Adis Iskandar kepada KBE, kemarin. Adis mengatakan, bangunan yang terbakar seperti 4 rumah, 1 gudang, 1 bengkel, 6 warung makan dan 1 toko material milik warga sekitar. Data yang dihimpun total ada 13 bangunan dan 4 kendaraan yang terbakar seperti 3 truk colt diesel (H.Holil) dan 1 R4 (warga sekitar). (gie)

RS Mandaya Perkenalkan Layanan Teknik Intervensi Nyeri KARAWANG – Penanganan Nyeri saat ini menjadi perhatian utama dalam pelayanan rumah sakit. Karena perhatian dan tatalaksana nyeri merupakan bagian hak pasien dalam pelayanan rumah sakit. Dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan, penanganan nyer i pun menjadi lebih baik dari waktu ke waktu. Berbagai modalitas telah digunakan dalam penanganan nyeri baik yang bersifat farmakologis maupun non farmakologis termasuk teknik intervensi nyeri. Teknik intervensi nyeri merupakan teknik terkini dalam penanganan nyeri dimana dengan bantuan alat pencitraan. Seperti ultrasonografi, CT scan ataupun fluoroskopi menempatkan bahan terapi. Baik berupa obat maupun terapi regeneratif tepat di titik yang menjadi sumber nyeri (pain generator). Sehingga, hasil yang didapatkan lebih optimal dan efek samping yang didapatkan

sangat minimal. Mandaya Hospital Karawang sebagai rumah sakit yang sangat concern terhadap perkembangan penanganan pasien, dan didukung oleh peralatan canggih telah dapat melakukan

terapi intervensi nyeri melalui klinik nyeri. Dalam rangka memperkenalkan teknik intervensi nyeri dan membuka wawasan tenaga medis, maka Rumah Sakit Mandaya baru saja melaksanakan

seminar ilmiah (3 SKP) dengan tema Penanganan Nyeri Kronik Terkini dengan Teknik Intervensi yang diikuti dengan penanganan nyeri dengan teknik intervensi, yang diselenggarakan pada hari Sabtu

(28/9) bertempat di Auditorium Mandaya Hospital Karawang yang dimulai dari jam 07.30 hingga 15.30 WIB. Mandaya hadirkan pembicara yaitu dr. Ucu Nurhadiat, Sp.An,. FIPM (Dokter Spesialis Anestesi Mandaya Hospital Karawang) tentang Penanganan Nyeri Kronis di Tempat Praktek Dokter dan dr. Rohedi Y, Asmara, Sp.An, FIPP, CIPS, FIPM tentang Interventional Pain Management. Selain itu di waktu bersamaan Mandaya Hospital Karawang mengadakan bakti sosial gratis tidakan penanganan nyeri. “Kita saat ini memberikan pelayanan bagi masyarakat Karawang secara gratis pengobatan nyeri,” ungkap dr. Ucu Nurhadiat, Sp.An,. FIPM. Dikatakannya,saat ini Mandaya memiliki klinik nyeri dengan dukungan peralatan yang lengkap. “Jadi bagi pasien yang membutuhkan,tidak harus jauh ke Jakarta,di Mandaya sudah ada klinik nyeri dengan metode terbaru,” pungkasnya. (dri)

Agar Amanah, Pasutri Anggota DPRD Gelar Tasyakur

Tolak RUU KUHP, Mahasiswa Gelar Kesenian Pojok KARAWANG – Puluhan mahasiswa Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) berkumpul di depan Gedung H Opon Sopanjdi. Mereka tengah menyaksikan kesenian pojok, sambil menyuarakan penolakan terhadap RUU KUHP. Kesenian pojok yang digagas UKM Teater Gabung rutin unjuk karya satu bulan sekali. Malam ini mereka mengusung tajuk “seniman beraksi”. Tak hanya mahasiswa, siapapun boleh tampil disini, menyuarakan keluh

dan kritik. Mereka menyuarakan penolakan terhadap RUU KUHP melalui penampilan beragam seni, mulai dari musikalisasi puisi, debus, hingga teatrikal. “Kemarin teman-teman sudah menyuarakan aspirasi ke Senayan. Karena bidang kami seni, kami menyuarakan lewat kesenian,” kata Sahal Rizqi, Ketua Panitia Kesenian Pojok kepada wartawan ditemui di sela acara. Sahal mengatakan, ia bersama rekan-rekannya menolak RUU KUHP

untuk disahkan karena ada beberapa pasal yang dinilai tak masuk akal. Tak hanya soal RUU KUHP, mereka juga mengkritik soal DPR itu sendiri. Alihalih memperjuangkan kesejahteraan rakyat, para wakil rakyat itu dinilai lebih mendahulukan kepentingan pribadi. “Mereka (DPR) mengkhianati kami,” katanya. Sebelumnya, Polda Metro Jaya memulangkan puluhan mahasiswa Unsika yang sempat diamankan pada saat demo di DPR. Kabid Humas Polda Metro Jaya

Kombes Argo Yuwono mengatakan awalnya pihaknya mengamankan 94 mahasiswa terkait demo. Dari 94 mahasiswa tersebut, 56 di antaranya mahasiswa Universitas Buana Perjuangan Karawang dan Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika). “Bahwa dari adik-adik mahasiswa ke-56 orang ini bagian yang kita serahkan ke universitas mereka masingmasing untuk dilakukan pembinaan,” jelas Kombes Argo kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (26/9). (bbs/rie)

KARAWANG – Dalam rangka tasyakur, anggota DPRD Kabupaten Karawang, Taman SE dan Yusni Rinzani gelar pengajian dan shalawat bersama ribuan masyarakat dari dua dapil (dapil II dan III). Acara ini mendatangkan penceramah Al Habib Musthofa Bin Hamid Al Zufri dari Purwakarta. Kegiatan bertempat di halaman rumah kediaman Taman SE dan Yusni Rinzani, di Dusun Tangkil II, Desa Kutampel, Kecamatan Batujaya. Dihadiri pula Kades

Kutampel dan jajarannya, jamaah Al Habib Musthofa, serta warga sekitar. “Dengan acara tasyakuran bin’nimah ini sebagai bentuk rasa syukur saya beserta keluarga yang begitu banyak memberikan nikmatnya kepada kami sekeluarga, sehingga Allah SWT meridai langkah saya,” ujar Yusni Rinzani kepada KBE, Minggu (29/09). Yusni kepada seluruh jamaah yang hadir, memohon doa untuk menjalankan amanah yang dipegangnya.

Dirinya berharap diberikan umur panjang, kesehatan yang sempurna, serta berkah dari Allah SWT. Serta, bisa bermanfaat untuk masyarakat dan menjadi ladang amal di dunia maupun akhirat. “Terima kasih kepada seluruh masyarakat dapil 2 dan dapil 3 yang sudah menyumbangkan suaranya. Semoga amanah ini bisa saya jalankan dengan sebaik-baiknya dan menciptakan Karawang yang lebih baik,” pungkasnya. (gie)


6

Koran Kebanggaan Pelaku Bisnis

SENIN, 30 SEPTEMBER 2019

IZZA Aktif di Lingkungan Masyarakat Aktif Berikan Edukasi Kesehatan

Komunitas CBR Ramaikan Indonesia Race Day BOGOR – Setelah sukses digelar bulan April lalu, Indonesia CBR Race (ICE) Day 2019 kembali hadir diselenggarakan oleh PT Astra Honda Motor (AHM) bekerja sama dengan PT Daya Adicipta Motora (DAM) dan PT Wahana Makmur Sejati (WMS) serta Asosiasi Honda CBR (AHC). Bertajuk “Excite Riding Experience with Honda Motor Sport”, Seri kedua ICE Day 2019 ini kembali digelar di Sirkuit International Sentul, Jawa Barat pada 28-29 September 2019. General Manager Motorc ycle Sales, Marketing & Logistic DAM, Lerri Gunawan mengatakan, tercatat 129 pengguna Honda CBR Series dari Jawa Barat turut berpartisipasi dalam gelaran ICE Day seri ke-2 ini. Dimana mereka dapat menguji langsung performa tinggi dari Honda CBR di atas lintasan. ICE Day selalu menjadi kegiatan yang paling ditunggutunggu kehadirannya oleh seluruh para pecinta kecepatan di Jawa Barat khu-

susnya pengguna Honda CBR Series. “Ajang ini sebagai bentuk apresiasi kepada para pecinta sepeda motor Honda yang ingin mengekspresikan kecintaannya pada kecepatan di lintasan sirkuit. Bikers Honda ini diajak untuk menguji performa tinggi Honda CBR250RR dan Honda CBR150R di lintasan sirkuit sebanyak 6 putaran penuh dengan kompetisi balapan yang akan menghasilkan Juara ke-1, 2 dan 3 di setiap kelas yang diperlombakan,” ujar Lerri. ICE Day 2019 dibagi menjadi 3 kategori yakni kategori komunitas, non komunitas, dan open. Masing-masing kategori tersebut dibagi menjadi 2 kelas yakni kelas 250cc serta kelas 150cc yang memiliki 2 level klasifikasi motor yakni level A dan level B (untuk kelas Community dan non community). Pembagian level tersebut ditentukan berdasarkan klasifikasi motor yang dapat dilihat melalui website www.indonesiacbrraceday. com. (rls/rie)

K A R A WA N G – I Z Z A terus eksis di lingkungan masyarakat Cikampek. Selain sebagi layanan medis, IZZA aktif dalam berbagai kegiatan edukasi. Utuk kali ini, berbagi informasi terkait potensi kanker payudara dan kanker servic, dengan edukais ini diharapkan masyarakat lebih paham. Manager Marketing Izza, Agus mengatakan, kegiatan bincang sehat Kupas Tuntas Kanker Payudara dan kanker Servik yang digelar di Pondok Pesantren Nurhasanat, Desa Cikalong, Kecamatan Jatisari ini melibatkan 200 masyarakat sekitar. “Tujuan kegiatan ini guna memberikan pemahaman bagaimana pendeteksi dini terkait kanker payudara serta kanker servik bagi masyarakat,” kata Agus kepada KBE, kemarin. Dikatakan Agus, dimana kegiatan ini bekerjasama dengan Puskesmas Kota Baru dan Pukesmas Jatisari dengan menghadirkan pembicara dr Dik Adi Nugraha Sp.B (Direktur RS IZZA), dr Sella SpOG ( RS IZZA) dan dr Diah Eka Yusnitasari (PKM Jatisari). “Izza memang terus berusaha menjalin kerjasama dalam bidang edukasi tentang kesehatan. Ini juga guna memberikan manfaat bagi masyarakat banyak, dengan harapan lebih baik

mencegah daripada mengobati,” ungkap Agus. Ditambahkannya, hampir setiap minggunya IZZA melakukan edukasi baik secara langsung ataupun bekerjasa sama dengan pihak terkait. Untuk kali ini dengan puskesmas yang ada di Kota Baru dan Jatisari. “Semoga keberadaan IZZA bukan saja dikelan dengan layanan medis rumah sakitnya,tapi juga edukasi bagi masyarakatnya,” harap Agus. Agus melanjutkan, selama ini IZZ A menjadi

rujukan pasien yang ada di Karawang khususnya Cikampek,dengan layanan lengkap dan dukungan peralatan lengkap. Izza insallah bisa bermanfaat bagi masyarakat. “Saat ini Izza terus memberikan layanan maksimal,dengan dukungan tenaga medis propesional dan kelengkapan alat medis,Izza berharap bisa bermanfaat bagi masyarakat banyak,” ujar Agus. Izza yang beralamat di Jalan Raya Ciselang Cikampek Utara, Kecamatan Kotabaru,

Kabupaten Karawang, Jawa Barat 41374. Siap memberikan layanan terbaik dengan

dukungan dokter handal dan juga fasilitas terbaik. (dri)

ADVERTORIAL DPRD KABUPATEN KARAWANG

Persetujuan Rancangan KU APBD & PPAS Tahun 2019 KARAWANG – DPRD Kabupaten Karawang melaksanakan rapat Paripurna. Dengan membahas persetujuan dan penetapan rancangan KU-APBD dan PPAS Perubahan tahun anggaran 2019 dan penyampaian nota pengantar RAPBD Perubahan APBD tahun 2019. Pada hari sebelumnya, Rabu (25/9), DPRD Kabupaten Karawang melakukan rapat paripurna dengan membahas agenda penyampaian nota pengantar Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) perubahan tahun anggaran 2019. Rapat Paripurna dipimpin oleh Ketua DPRD Karawang, Pendi Anwar didampingi oleh para Wakil Ketua DPRD Kabupaten. Serta dihadiri oleh Bupati Karawang, dr.Hj. Cellica Nurrachadiana beserta Forkominda, para ASDA, kepala OPD, camat/lurah, Instansi vertikal, BUMN/ BUMD, ASN. Rapat diawali dengan laporan hasil Badan Anggaran (Banggar) oleh Ir.H Danu Hamidi dilanjutkan dengan pembacaan SK oleh Sekertaris Dewan (Sekwan), Agus Mulyana, SE.MM. Acara dilanjutkan dengan penandatangan persetujuan bersama legislatif dab eksekutif yang ditandatangani oleh Ketua dan Wakul Ketua DPRD serta Bupati Karawang. (adv)


SAMBUNGAN

SENIN, 30 SEPTEMBER 2019

7

Cuaca Panas Sangat Ekstrem Ini Penyebabnya Menurut BMKG KARAWANG- Cuaca panas ekstrem akhir-akhir ini sedang dirasakan di beberapa wilayah di Indonesia. Di beberapa daerah, suhu panas bahkan berada di angka di atas 30 derajat celcius. Sebagian besar daerah di Indonesia juga belum menunjukkan tanda akan segera turun hujan. Menurut Kepala Bidang Analisis Variabilitas Iklim Badan Meterologi, Klimatologi, dan G e o f i s i k a ( BM KG ) , s e cara umum, pada bulan S e p t e m b e r, i n t e n s i t a s curah hujan di sebagian b e s a r w i l aya h In d o n e sia memang rendah dan belum turun hujan. Namun, ada beberapa dae-

rah yang sudah mulai t u r u n hu ja n s e p e r t i d i sebagian Sumatera bagian utara, sebagian Kalimantan, bagian tengah Sulawesi, serta sebagian Papua tengah dan barat. “Suhu yang tinggi di beberapa wilayah, pertama, karena masih kemarau,” kata Indra. Sementara, suhu udara di sebagain wilayah Indonesia lainnya lebih tinggi karena pengaruh posisi semu matahari yang saat ini masih berada di atas wilayah Indonesia. Indra m e ngu ngkap ka n , su hu tertinggi ada di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. “Catatan kami, yang tertinggi di Banjarmasin tanggal 24 S eptember, 37.0 derajat celcius,” kata dia. Ia menyebutkan, musim kemarau di wilayah Sumat e ra b a g i a n s e l at a n

diprediksi terjadi hingga pertengahan Oktober. Sementara itu, musim kemarau untuk sebagian b esar Kalimantan diprediksi terjadi hingga awal Oktober. Untuk wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, musim kemarau diprediksi hingga awal November. Musim hujan 2019 Mengutip laman resmi BMKG, secara rinci, prakiraan awal musim hujan 2019 jatuh pada bulan Oktober di 342 Zona Musim (ZOM), sebanyak 161 ZOM di bulan November, dan 79 ZOM di bulan Desember. Sementara, di beberapa daerah lainnya, awal musim hujan terjadi pada Agustus 2019 sebanyak 6 ZOM; September 2019 sebanyak 15 ZOM; Januari 2020 sebanyak 2 ZOM; Februari 2020 sebanyak 6 ZOM, dan Maret 2020

sebanyak 4 ZOM. P u n c a k m u s i m h u ja n 2019/2020 di 342 ZOM diperkirakan umumnya terjadi pada Januari 2020 sebanyak 128 ZOM dan Februari 2020 sebanyak 115 ZOM. Untuk beberapa daerah lainnya, puncak musim hujan terjadi pada Oktober 2019 sebanyak 5 ZOM; November 2019 sebanyak 29 ZOM; Desember 2019 sebanyak 27 ZOM; Maret 2020 sebanyak 10 ZOM; April 2020 sebanyak 6 ZOM; Mei 2020 sebanyak 12 ZOM, dan Juni 2020 sebanyak 10 ZOM. Sifat ujan selama musim hujan 2019/2020 di sebagian besar daerah yaitu 250 ZOM diperkirakan normal dan 74 ZOM diperkirakan bawah normal. Sementara, yang berada pada batas normal sebanyak 18 ZOM. (red)

Emil: Jabar Butuh 10 DOB Baru PA N G A N D A R A N Jawa Barat masih membutuhkan 10 sampai 12 daerah otonomi baru (DOB). Wilayah Jawa Barat terlalu luas, jadi kalau ada penambahan D OB akan meningkatkan pelayanan

terhadap masyarakat, hingga ke pelosok. Hal itu diungkapkan Gubernur Jawa Barat, baru-baru ini. Menurut Ridwan Kamil, potensi untuk pengembangan D OB d i Jawa Ba rat ma si h

memungkinkan. Ka bupaten Pangandaran merupakan salah satu bukti daerah yang berhasil sebagai DOB. Wilayah-wilayah lain yang menginginkan proses DOB segera terwujud, bisa meniru

Pekerjaan Siapa Ini? .... dari halaman 1 kemudian atap yang tidak diturunkan, akhirnya kejadian seperti itu,”ucapnya. Lanjutnya, atap yang rusak itu, melalui dana Bos sedikit sedikit diperbaiki. Akan tetapi meskipun disebut SD yang dibilang cantik fisiknya

lakukan pada tubuh Satya. Mengingat, kata Desi, hingga kini tubuh gemuk Satya belum menjalani operasi. Diduga, Satya meninggal karena sakit sesak nafas yang dideritanya. Akibat penimbunan lemak berlebih di paru-paru. “Sebenarnya, hari Senin ini, Satya dijadwalkan ke RSUD untuk tindakan medis lanjutan. Tapi usia orang siapa yang tau, anak itu wafat Sabtu kemarin,” jelasnya. Sebelum meninggal, berat badan Satya sebenarnya sudah turun. Lebih baik dari

tapi kenyataannya ambruk. Dan juga itupun sudah dilaporkan 3 hari yang lalu sebelum kejadian. “Sudah bisa diprediksi kejadiannya, dan sudah diusulkan. Dari disdikpora melalui bagian sarana dan prasarana mau diperbaiki dari CSR. Kita tunggu aja

mudah mudah pemerintah daerah cepet menaggapi,” ujarnya. “Di kecamatan Rengasdengklok sendiri masih banyak bangunan SDN yang lebih parah dari itu, ada 6 sekolah yang kondisi fisiknya parah dan telah diajukan,” pungkasnya. (gie)

pertama kali ditemukan, sekitar 1 kwintal lebih. Satya mengalai obesitas bukan tanpa sebab. Pola makan yang tidak sehat, serta kurang gerak membuat berat badannya keningkat hebat tak terkendali. Almarhum Satya langsung dikebumikan di lingkungan rumahnya. Dusun Cilempung, RT. 14/04, Desa Pasirjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon. Sebelum dimakamkan, sejumlah pejabat nampak melayat ke rumah duka. Salah satunya, Camat Cilamaya Kulon, Basuki Rachmat. “Saya turut prihatin dan berduka cita. Atas wafatnya

adik kami, Satya Putra,” ujar Basuki. Kata Basuki, upaya pemerintah dan tim medis, untuk kesembuhan Satya sudah cukup maksimal. Buktinya, kata dia, berat badan Satya sempat turun. (*) “Penanganan tim medis sudah sangat optimal. Hanya saja waktu itu, keluarga Satya sempat menolak untuk dilakukan operasi,” ujarnya. “Karena ada pertimbangan, akhirnya Satya ditangani tim medis RSUD Karawang. Tapi sekali lagi, usia tidak ada yang tau,” imbuhnya. (*)

Emay: Cellica .... dari halaman 1 kap tetapi bukan berarti t a n p a p o t e n s i , k a re n a kekuatan ketiga ini mampu atau tidak mengimbangi eksistensi kedua calon petahana tadi, kita l i hat s aja na nt i d a l a m k a l ku l a s i k o a l i s i y a n g akan segera kita lihat bersama,”tuturnya.

L a n ju t n ya, m e n g e na i calon independen dirinya pun merasa ragu akan ada yang terus mencalonkan diri pada Pilkada Karawang 2020 mendatang. “Kalau boleh saya katakan untuk calon independen masih akan ada secara hukum atau aturan, tetapi akan menjadi berat untuk mendapatkan dukungan

terhadap masyarakat. Pelayanan jadi lebih cepat harus dirasakan masyarakat,” ucap gubernur yang biasa dipanggil Kang Emil itu. Wartawan Kabar Priangan, Muslih Jerr yu melaporkan, se-

cara khusus, Emil pun akan ter us memperhatikan perkembangan Pangandaran yang dinilainya masih banyak potensi. Terutama sektor pariwisatanya, masih bisa didongkrak ke level internasional.

Emil mengatakan, pengembangan wisata tidak terlepas dari bisnis kebahagiaan. Itu harus diperhatikan, jangan sampai wisatawan yang berkunjung ke Pangandaran tidak merasa bahagia. (red)

Geger Babi Ngepet di ....

Satya Putra .... dari halaman 1

langkah-langkah yang dilakukan Pangandaran. “Ke depan, DOB-DOB baru harus lebih sukses dari kabupaten induknya. Pastikan DOB baru untuk meningkatkan mutu pelayanan

dengan peraturan saat ini,” tegasnya. “Saya berharap, seluruh kontestan dan para simpatisannya untuk bisa menjaga nilai-nilai moral dalam berpolitik dengan tidak menjadikan politik uang bisa berkembang dengan masif dalam Pilkada Karawang 2020 mendatang,” pungkasnya. (gie)

dari halaman 1 Menurut Kasie Trantib Desa Rawagempol Wetan, Islam Suseno. Babi hutan yang bikin heboh itu, merupakan babi peliharaan biasa, yang lepas dan hilang berharihari. “Bukan, itu babi peliharaan warga desa tetangga.

Katanya lepas dan hilang,” ujar Islam. Islam menjelaskan, babi hutan yang diamuk masa mer upakan peliharaan milik salah seorang warga di Desa Sukatani, Kecamatan Cilamaya Wetan. “Dia punya banyak hewan yang aneh-aneh. Bukan

cuma babi hutan. Tapi banyak jenis lainnya,” ungkapnya. Sementara, warga setempat Novi mengatakan, beberapa pekan terakhir banyak uang simpanan warga di Dusun Jeruksimer hilang tanpa sebab. Ada yang menduga, uang simpanan yang hilang terse-

but di ambil tuyul atau babi ngepet. Berbarengan dengan issu tersebut. Sabtu pagi itu, warga melihat seekor babi di pojokan rumah warga, yang dikenal kaya raya. “Wajar kalau warga langsung merespon begitu. Karena memang, ada penyebabnya,” pungkasnya. (Wyd)

Lanjut Cellica, pihaknya berkomitmen bukan saja infrastruktur pendidikan, kesehatan dan infrastruk fisik s eper ti jalan dan irigasi, serta agama yang diutamakan. Melainkan juga indeks kebahagian masyarakat melalui seni budaya bisa dijaga. “Itulah indahnya Kabupaten Karawang. Seper ti malam ini, begitu indahnya harmoni kebudayaan yang diperlihatkan teman seniman dan budayawan kepada kami semua,” ungkap Cellica. “Kedepan Karawang bukan saja dikenal dengan pusat pertanian dan industrialisasi. Melainkan juga pusat sejarah dan kaya akan seni dan budayanya. Di usia yang ke-386, Karawang akan terus berbenah di segala bidang, termasuk di bidang s eni budaya dan dalam membahagiakan masyarakatnya,” ucapnya. Kepala Bidang Pemasaran 1 Area Jawa Kementerian Pariwisata Wawan Gunawan mengapresiasi digelarnya Festival Goy-

ang Karawang Internasional. Hal ini sebagai upaya memajukan daerah dari segi pariwisata. “Tentu selain aksebilitas, amenitas, tentu atraksi ini, seni jaipongan yang terkenal khas Karawang yaitu goyang karawang,” ujarnya. Lanjutnya Kementerian Pariwisata, mendukung penuh festival yang digelar untuk kali kedua ini ke depan masuk dalam kalender festival nasional. “Kami menndukung ini. Disamping kota yang religius, Karawang punya potensi pariwisata yang bagus,” pungkasnya. Seperti diketahui, sebanyak 17 ribu peserta yang mengikuti tar ian G oy a n g Ka raw a n g s e cara massal tersebut merupakan pelajar dari 30 kecamatan sekitar Karawang, aparatur sipil negara di lingkungan Pemkab Karawang dan perwakilan sanggar seni juga mengikuti kegiatan tarian Goyang Karawang tersebut. (*)

Libatkan 17.857 Penari …. dari halaman 1 saat memberi sambutan pada malam penyerahan Piagam MURI kepada Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana. Lanjutnya, tidak hanya secara nasional, Tim MURI juga akan men catat kalau tarian Goyang Karawang secara massal itu masuk rekor dunia. “Kami yakin, ini mampu menggemparkan dan memukau dunia. Ini rekor baru yang kami catat,” ucapnya. Dikatakannya, s elain tarian Goyang Karawang massal, Tim MURI juga pernah mencatat rekor Tari Saman Kolosal yang diikuti sekitar 12 ribu peserta dan Tari Kecak massal yang diikuti sekitar 10 ribu orang. “Tim MURI tidak terlalu memperhatikan teknik, gerak, kostum, dan durasi dalam melakukan pencatatan rekor. Perhatian MURI hanya berkaitan dengan jumlah orang yang mengikuti tarian,” ujarnya.

General Manager: Tohiri Alam. Deputy General Manager: Hayatullah. Pimpinan Perusahaan: Tohiri Alam. Pimpinan Redaksi: Hayatullah. Wakil Pimpinan Redaksi: Suhlan Pribadi. Redaktur: Mahesa Bahagiastra, Arie Firmansyah. Asisten Redaktur: Fuad Fauzi, Tomi Prayoga. Kabupaten Karawang: Agus B, Yogie S, Toyib, Wahyudi. Kabupaten Bekasi: Dimas Apriyanto, Jiovano Nahampun, Agus Nuryadin, Haripan Nahampun, Yogie Trinanda. Kota Bekasi: M. Suyudhi R (Kepala Biro), Naldy. Kabupaten Subang: Feri Kosasih. Kabupaten Purwakarta: Hasan Kobra (Kepala Biro). Pracetak : Juhadi (Koordinator), Mochamad Diky Darmawan, Almujamil. EDP/IT : Harry Hidayat. Iklan: Gema Parlindra (Manager Jakarta). Hepi Harianto (Manager Bandung). Manager Iklan & Promosi: Hudri Amin (Koordinator), Dimas A. Manager Pemasaran: Ade Marsin (Koordinator), Ecep, Noviantoro, Melky JS. Sirkulasi & Pengembangan Koran: Jamal (Koordinator), Yanto, Herman Budiono, Lalan, Umbaran, Ambri, Parwoto, Umbaran. Keuangan/Administrasi: Dewi Megawarti (Koordinator), Asih Setiawati, Kansha Isfaraini Huurun’ein, Iin. Komisaris Utama: Dwi Nurmawan. Komisaris : Arif Badi Karyawan. Direktur Utama: Yanto S Utomo. Direktur : Eko Suprihatmoko, Mohamad Fauzi.

Lanjutnya, pihak MURI merasa terhormat karena bisa menyaksikan suatu peristiwa bersejarah penyelenggaraan Festival Gokar 2019. “Rasa haru dan bangga menyaksikan penampilan terbaik putra putri kita yang telah menjadi bagian pemecahan rekor dunia gokar dan melihat m e re k a i ku t t e r l i bat dalam p elestar ian kearifan budaya lokal,” ucapnya. Sementara itu, Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana mengatakan, di samping pemecahan rekor MURI, Festival Goyang Karawang juga menyuguhkan pertunjukkan peserta dari tujuh provinsi di Indonesia dan 15 negara sahabat bertajuk “art of harmony”. “17.000 p es er ta yang menari Goyang Karawang h a d i r t a n p a d i b a y a r. Mereka datang karena cinta terhadap kearifan budaya lokal Karawang, mulai dari Sunda, Betawi, dan Priangan ada di Karawang,” ucapnya.

Informasi Langganan Iklan & Berlangganan Koran Karawang Bekasi Ekspres Kantor Karawang Bekasi Ekspres Jalan Pepaya Nomor 20, Kelurahan Nagasari, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang. Tlp. (0267) 8408492. Bank: Bank Mandiri a/n PT Wahana Semesta Karawang Bekasi No. Rekening 173-00-00242827. Address e-mail redaksi: redaksikarawangbekasi@gmail.com, email iklan:karawangbekasiekspres@gmail.com. Kantor Biro Cikarang Ekspres Jalan Kasuari IX Blok O Nomor 52 Perum Cikarang Baru, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Telp. (021) 89840853. Bank: Bank Mandiri a/n PT Wahana Semesta Karawang Bekasi No. Rekening 173-00-00242827. Address e-mail redaksi: redaksicikarangekspres@gmail.com, email iklan:cikarangekspres@ gmail.com. Kantor Biro Metro Bekasi Ekspres Jalan Kenari Raya, Blok C Nomor 643, Perumahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi. Perwakilan Iklan Jakarta: Yudi Haryono, Firda. Alamat Perwakilan Jakarta: Kompleks Widuri Indah Blok A-3 Jl. Palmerah Barat No. 353 Jakarta 12210 Tlp. (021) 5330976, 5333321 Fax. (021) 5322629. Perwakilan Bandung: Jl Raya Soekarno-Hatta No. 627 Bandung Telp. (022) 7316634. Percetakan: PT Wahana Java Semesta Intermedia. Alamat: Jalan Perjuangan No. 9 Kota Cirebon. Telp: (0231) 483 531. Isi di luar tanggung jawab percetakan.


SENIN, 30 SEPTEMBER 2019

8

Semangat Baru Purwakarta

ISTIMEWA

ISIANAK BERPRESTASI: Heizmy Gurshyfa juara pada ajang European Fudokan Cup 2019 dan runner-up kumite yang berlangsung di Praha Ceko beberapa waktu yang lalu.

Anak Purwakarta Juara Eropa Bupati Anne Bangga pada Heizmy Gurshyfa PURWAKARTA - Bupati Purwakarta Anne Ratna

Mustika mengaku bangga akan prestasi yang ditorehkan Karateka Cilik asal Purwakarta Heizmy Gurshyfa, yang meraih juara pada ajang European Fudokan Cup 2019 dan runner-up kumite yang berlangsung di Praha Ceko

KEKERINGAN

Sudah Terjadi 239 Kebakaran PURWAKARTA- Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB) Kabupaten Purwakarta melansir jumlah kebakaran terjadi di wilayah ini. Kepala DPKPB Kabupaten Purwakarta, Wahyu Wibisono mengatakan, hingga saat ini total kasus kebakaran di wilayah Purwakarta sebanyak 239 kasus. “150 di antaranya yaitu kebakaran hutan dan lahan (Karhutla),” ujar Wibi kepada pers. Kasus kebakaran karhutla seluas 335, 09 Hektar tersebar di sejumlah kecamatan. Potensi karhutla masih memungkinkan terjadi seiring musim kemarau hingga kini masih terjadi. Untuk itu Wibi berharap, warga tetap berhati- hati dan mewaspadai segala potensi penyebab kebakaran mengingat kondisi rerumputan atau material lain mengering membuatnya mudah terbakar. “Karena hanya dari membuang puntung rokok saja, saat ini akan sangat berbahaya. Dan bila melihat situasi, saat ini dimana mana hutan dan lahan terus mengering maka angka potensi kebakaran saat ini masih tinggi dan memungkinkan masih akan terjadi,” kata Wibi. (san*)

LEGISLASI PKB Dorong Perda Ponpes PURWAKARTA- DPR RI telah mengesahkan Undang-Undang (UU) Pesantren dalam rapat paripurna. Pengesahan UU Pesantren ini ditindaklanjuti oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Cabang Purwakarta. PKB akan mendorong Pemkab setempat membuat peraturan daerah (Perda) Pondok Pesantren sebagai regulasi dan turunan dari UU tersebut. “Iya, kita akan mendorong Pemkab Purwakarta sebagai amanat dari UU Pesantren,” ujar Ketua DPC Partai PKB, Neng Supartini kepada awak media, Jumat (27/9/2019). Menurutnya, pengesahan UU Pondok Pesantren merupakan kado istimewa bagi PKB khususnya dalam menghadapi momentum Hari Santri Nasional. UU Pondok Pesantren adalah inisitif dari PKB semenjak tahun 2016 lalu. “Tentu ini menjadi kado istimewa bagi kita,” kata Neng. Sementara, Ketua Fraksi PKB DPRD Purwakarta, Hidayat mengaku, fraksi PKB sudah membahas Perda Pesantren dalam rapat fraksi. “Dan akan memasukan Perda Pesantren jadi Prolegda Utama DPRD Purwakarta,” pungkas Neng. (san*)

beberapa waktu yang lalu. Heizmy siswi kelas 5 SDN I Nagri Kidul, Purwakarta tampil gemilang di babak final Kata Junior Putri dan berhasil mengalahkan Karolina Mikova dan Klara Urikova, yang merupakan

karaketa tuan rumah Ceko. Anne mengatakan bahwa kemenangan tersebut merupakan hadiah bagi masyarakat Purwakarta serta bangsa Indonesia. “Turut ucapkan selamat dan bangga serta ini hadiah

bagi Indonesia khususnya warga Purwakarta,” ujar Anne di Purwakarta. Sabtu (28/9). Bahkan sebagai bentuk apresiasi, Anne pun akan memberikan hadiah sebagai bonus hasil yang ditorehkan oleh Heizmy.

“Kita siapkan hadiah sebagai bonus untuk karateka cilik tersebut,” kata Anne. Menurut Anne, apa yang ditorehkan Heizmy harus dijadikan motivasi serta inspirasi bagi anak - anak Purwakarta. Apalagi diu-

sianya yang belia Heizmy bisa menorehkan prestasi di ajang Internasional. “Harus jadi inspirasi bahwa siapapun bisa jadi juara, dan perlu jadi contoh khususnya untuk generas muda,” ungkapnya. (san)

Edarkan Sabu, Pasangan Lesbi Ditangkap PURWAKARTA – Diduga pasangan wanita penyuka wanita atau biasa disebut lesbi ditangkap jajaran kepolisian Polres Purwakarta. Mereka diduga mengedarkan narkoba jenis sabusabu. Dari informasi yang berhasil dihimpun, wanita berinisial ‘R’ ditangkap pihak kepolisian dengan barang bukti berupa bong dan dildo pemuas nafsu syahwat wanita. R merupakan salah seorang kar yawan pabrik swasta. Tak berselang lama, kemudian informasinya pihak kepolisian menangkap wanita berinisial N di daerah Rawa Tegal Munjul Purwakarta. Dari tangan N alias BEF diperkirakan barang bukti yang berhasil diamankan lebih dari satu gram sabusabu, L alias BEF sendiri ditangkap di tempat kostkostan kemungkinan merupakan teman bercintanya R.

Kasat Reserse Narkoba, AKP. Heri Nurcahyo saat di konfirmasi terkait penangkapan tersebut membenarkan, namun dirinya belum

bisa menyampaikan lebih rinci karena masih dalam pengembangan. “Benar ada penangkapan itu, masih kita kembang-

kan,” singkat AKP. Heri Nurcahyo melalui sambungan seluller pada Sabtu ( 28/9). Pasangan yang diduga Lesbi tersebut saat ini diaman-

kan di Mapolres Purwakarta, kabarnya wanita berinisial R merupakan DPO dari pihak kepolisian dan saat ini bisa tertangkap. (san)

Kabupaten Purwakarta Daurat Narkoba n Sebagian Besar Kecamatan Berada di Zona Merah PURWAKARTA- Kabupaten Purwakarta Darurat Narkoba. Sebagian besar kecamatan di Kabupaten ini masih berada dalam zona merah peredaran narkoba. Semangat pencegahan yang dilakukan Kepolisian Resor setempat kurang mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah. Kurangnya dukungan terlihat dari jumlah instansi yang telah melakukan sosialisasi narkoba oleh jajaran Polres Purwakarta. Mulai dari pemerintah desa, kecamatan maupun organisasi perangkat daerah atau kantor dinas. “Baru 11 dari 183 desa dan kelurahan yang telah mengikuti sosialisasi,” kata Kepala Satuan Narkoba Polres Purwakarta, Ajun Komisaris Heri Nurcahyo pada Sabtu, 28 September 2019. Sedangkan untuk kantor dinas, belum satupun yang mengajukan sampai sekarang. Berdasarkan perkemban-

gan data polisi, 11 dari 17 kecamatan di Purwakarta masih termasuk zona merah peredaran narkoba. Hanya dua kecamatan di antaranya yang masih tergolong zona hijau, sedangkan sisanya masuk zona kuning. “Kondisi itu berdasarkan jumlah pengungkapan kasus penyalahgunaan

narkoba di wilayah tersebut yang masih relatif tinggi,” kata Heri. Ia mengatakan, bahkan sekolah-sekolah setingkat SMP yang telah mengikuti sosialisasi pencegahan narkoba sudah mencakup 14 dari 17 kecamatan di Purwakarta. Semangat yang sama tingginya ditunjuk-

kan oleh jajaran Tentara Nasional Indonesia. Terakhir, kegiatan sosialisasi dilakukan di Markas Batalyon Artileri Medan 9 Sadang Purwakarta. Selain mendapatkan penjelasan mengenai bahaya narkoba dan pencegahannya, puluhan personel TNI juga mengi-

kuti tes urine. “Langkah pencegahan di instansi TNI-Polri memang menjadi fokus utama kami. Karena, aparat menjadi sasaran utama pengedaran narkoba,” katanya. Heri menduga tujuan para pengedar narkoba menyasar aparat ialah untuk memuluskan bisnisnya. Namun, Heri meyakinkan personel TNI di wilayah Purwakarta saat ini tidak ada yang menjadi pengguna narkoba. Hal itu dibuktikan dengan hasil tes urine yang rutin dilakukan dan hasilnya tidak ada personel yang positif mengonsumsi narkoba. Dalam kegiatan sosialisasi, para peserta mendapatkan berbagai informasi peredaran narkoba di Purwakarta. Informasi tersebut banyak yang baru diketahui seperti diakui Komandan Baterai Markas Yon Armed 9 Komando Strategis Angkatan Darat, Kapten Yulian Steven. (san*)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Karawang Bekasi Ekspres, 30 September 2019 by Karawang Bekasi Ekspres - Issuu