Bintang Baru Warga Karawang Bekasi Purwakarta & Subang KAMIS, 26 SEPTEMBER 2019
KBEONLINE. ID
ONLINEMETRO.ID
karawangbekasiekapres
HARGA Rp3.000
Menunggu ‘Takdir Politik’ Mulyono Golkar Pilih Santai dan Main Cantik di Pilkada
BUDAYA
Hari ini Festival Goyang Karawang Dimulai KARAWANG - Bupati Karawang Cellica Nurrachadianna menyebut Festival Goyang Karawang Internasional 2019 akan dibuka resmi mulai tanggal 26 September 2019 besok, yang merupakan festival kesenian terbesar di Karawang dan juga bagian dalam rangkaian HUT Kabupaten Karawang ke 386. “Kabupaten Karawang memiliki keanekaragaman budaya. Salah satunya goyang Karawang merupakan bagian budaya kearifan lokal yang harus kita angkat ke permukaan. Hal yang sama juga dilakukan oleh kabupaten lain seperti di Jember dan Banyuwangi mengangkat budaya kearifan lokal, “ ucap Cellica kepada KBE, Rabu (25/09) saat konferensi pers di Hotel Mercure Karawang. Dikatakannya, dalam festival goyang Karawang
KARAWANG- Ketua DPD Golkar Karawang, Syukur Mulyono punya jawaban sendiri ketika ditanya oleh wartawan ikhwal kesiapannya maju jadi calon bupati atau wakil bupati. “Sampai detik ini saya be-
lum berminat dan belum berpikir kesana (maju jadi calon bupati),” ujar Mulyono. Setiap orang, kata Mulyono, memiliki prinsip dalam menjalani hidup. Meski ada yang menyebut dirinya baik, atau sebaliknya, Mulyono mengaku akan terus berbuat hanya karena Allah SWT. “Pemimpin itu ditakdirkan. Yang berat itu justru ketika memperoleh kemenangan, karena banyak
godaan di depan,” ujarnya ketika ditemui KBE, kemarin di Gedung DPD II Golkar Karawang. Mulyono dianggap pantas menjadi calon bupati, karena menjabat sebagai Ketua DPD II Golkar Kabupaten Karawang. Meski banyak dukungan, ia punya jawaban sendiri ketika ditanya oleh wartawan ikhwal kesiapannya maju jadi calon bupati. “Sampai detik ini saya belum berminat dan belum
berpikir kesana (maju jadi calon bupati),” ujar Mulyono, Setiap orang, kata Mulyono, memiliki prinsip dalam menjalani hidup. Meski ada yang menyebut dirinya baik, atau sebaliknya, Mulyono mengaku akan terus berbuat hanya karena Allah SW T. “Karena berbuat Ke Hal...7
YLBHI: 50 Sampai 100 Mahasiswa Belum Bisa Dikontak JAKARTA- Aksi unjuk rasa mahasiswa menolak RUU kontroversial di depan gedung DPR RI berakhir ricuh. Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLB-
HI) mencatat setidaknya ada 50-100 mahasiswa yang belum bisa dikontak oleh rekan satu kampus. “Datanya bervariasi, yang pasti lebih dari 50 orang sampai 100 orang itu belum bisa diketahui kontaknya oleh t e ma n - t e ma n nya,” ujar Ketua YLBHI As-
finawati saat jumpa pers di kantor LBH Jakarta, Rabu (25/9/2019). Data tersebut diterima YLBHI berdasarkan laporan rekan mahasiswa pada Selasa (24/9) malam. Asfinawati mengatakan, saat kerusuhan terjadi, para mahasiswa tidak fokus saling melindungi temannya. Jadi mereka berpencar dan berpisah dari rombongan.
“Itu teman-teman mahasiswa sangat resah sebetulnya, karena mereka kan terpencar-pencar kan. Di samping itu, mereka harus bertanggung jawab atas kelompoknya masing-masing,” kata Asfinawati. Sementara itu Dekan
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam Negeri (FISIP UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Ali Munhanif mengatakan
Ke Hal...7
Ke Hal...7
ISTIMEWA
Lansia dan Orang Sakit Berdesakan Demi Kompensasi Pertamina KARAWANG- Sejak Selasa, (24/9), ribuan nelayan di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Cilamaya Wetan dan Cilamaya Kulon. Mendapat giliran jatah pencairan kompensasi dari PT. Pertamina Hulu Energi (PHE). Bertempat di Kantor Desa Sukakerta, Cilamaya Wetan dan Sukajaya, Cilamaya Kulon. Ribuan nelayan tersebut, rela antre berjam-jam dan berdesakan. Demi uang kompensasi senilai Rp. 1,8 juta. Dalam kerumunan masa
WAHYUDI/KARAWANG BEKASI EKSPRES
BERDESAKAN : Nelayan di Desa Sukakerta Kecamatan Cilamaya Wetan dan Cilamaya Kulon, berdesakan, saat antre pembagian kompensasi dari Pertamina.
tersebut. Tak sedikit diantaranya yang sudah lanjut usia. Bahkan, diantaranya ada yang sampai pingsan. Karena, terlalu mekasakan untuk ikut antrian. Padahal, kondisi kesehatan lansia itu sedang sakit. “Iya, tadi ada orang tua yang pingsan di dalam antrian. Katanya lagi sakit, maksa ikut biar dapat kompensasi juga,” ungkap salah satu nelayan Desa Sukakerta, Sandi Alamsyah, kepada KBE, kemarin, (25/9). Pantauan KBE di lapanKe Hal...7
Lebih Dekat dengan KH. Sofwan Abdul Ghoni/ Ajengan Wawan
Jadikan Ponpes Baitul Burhan Jarakah Paling Berkembang Ratusan nelayan Tangkolak, Desa Sukakerta, Kecamatan Cilamaya Wetan kecewa. Penantian panjang menunggu kompensasi dari Pertamina Hulu Energi (PHE) tidak berbuah manis. REDAKSI, KARAWANG
SAAT ini Ponpes Baitul Burhan di Jarakah masuk 4 besar dalam kategori pesantren dengan tingkat perkembangan tercepat di Jawa Barat. Perkembangan pesat ini tidak lepas dari asuhan Ajenga n Wawa n ya ng d e ngan penuh dedikasi menyebarkan ilmu agama, berdakwah dan membangun pendidikan Islam di Kantor Redaksi: Jl. Pepaya No 20. Kelurahan Nagasari Kec. Karawang Barat Telp. / Fax: (0267) 8408492
Kabupaten Karawang. Kehidupan pesantren s u d a h s a ngat f a m i l i a r buat KH. Sofwan Abdul Ghoni, karena sejak kecil ia tinggal di lingkungan pesantren. Selama menjadi santri di beberapa pesantren, Ajengan Wawan bisa terlibat kajian ilmu-ilmu alat secara khusus yang Ke Hal...7
ISTIMEWA
SABAR DAN ILHLAS: KH. Sofwan Abdul Ghoni atau Ajengan Wawan (kiri) dan tokoh masyarakat Telagsari H Asep Sulaeman. email: karawangbekasiekspres@gmail.com,
redaksikarawangbekasi@gmail.com
OPINI
KAMIS, 26 SEPTEMBER 2019
2
Benarkah Tak Ada Kegentingan? Ketua Komisi IV DPRD Karawang Asep “Ibe” Syaripudin
Harus Ada Satu Buper Per Kwarran KARAWANG — Ketua Komisi IV DPRD Karawang Asep “Ibe” Syaripudin menyatakan pihaknya akan terus berupaya untuk mendorong terwujudnya bumi perkemahan (Buper) yang dinantikan oleh Kwarran yang tersebar di 30 kecamatan di Kabupaten Karawang. “Seperti Kwarran Rawamerta di dapil saya yang menantikan adanya Buper selama sembilan tahun, Kwarran lainnya pun perlu mendapat perhatian serius dari Pemkab Karawang,” ucapnya kepada KBE, kemarin (25/9). Dikatakan Politisi partai Golkar ini, dirinya siap mendorong kepada pihak Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Karawang untuk adanya Buper di setiap Kwarran. “Pada periode lalu saat saya menjabat, soal pengadaan buper untuk Kwarran masih terkendala dengan regulasi dari pemerintah, baik regulasi dari pemerintah pusat atau provinsi yang mengimbas terhadap kepentingan daerah,” ujarnya. Namun, pasca pelantikan angggota DPRD periode sekarang, pihaknya akan lebih memprioritas aspirasi yang disampaikan kepadanya. ”Program Buper akan menjadi skala perioritas dalam pembahasan. Karena buper sudahbmenjadi kebutuhan bagi setiap Kwarran,” pungkasnya. (gie)
Oleh AMIRA PARIPURNA* AKSI demonstrasi mahasiswa di berbagai kota menyuarakan keresahan dan menyampaikan satu misi menolak UU KPK yang baru direvisi dan RUU KUHP. Penyebabnya, banyak ditemukan rumusan pasal bermasalah yang mencederai semangat reformasi serta berpotensi besar mengancam ruang kebebasan publik dan menjemput kematian demokrasi di Indonesia. Sejatinya, RUU KPK telah mendapat penolakan dari banyak kalangan saat masih dibahas DPR. Pegiat antikorupsi, guru besar, dan dosen universitas menilai revisi UU KPK dilakukan untuk melemahkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Karenanya, tak heran jika desakan dari berbagai elemen masyarakat agar Jokowi menerbitkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu) pasca disahkannya revisi UU KPK semakin kuat. Namun, desakan tersebut direspons dengan tegas berupa penolakan untuk mengeluarkan perppu tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Alasannya, dinilai tidak ada kondisi genting untuk dijadikan dasar dikeluarkannya perppu. Penolakan Masif Bisa Jadi Alasan Terdapat sejumlah kriteria untuk bisa diterbitkannya perppu, yaitu jika ada ke-
gentingan memaksa yang terjadi, jika ada kebutuhan hukum mendesak karena keterbatasan waktu, adanya aturan yang tidak memadai sehingga butuh penyempurnaan, penundaan pemberlakuan suatu ketentuan undang-undang, terjadi suatu krisis, kekosongan hukum, dan ketidakpastian hukum. Selain itu, Keputusan MK Nomor 138/PUU/ VII/2009 telah menjelaskan bahwa alasan penerbitan perppu merupakan subjektivitas presiden yang objektivitas politiknya dinilai DPR ketika perppu diajukan untuk mendapat persetujuan. Namun, hal itu tidak berarti berlaku secara absolut, bergantung pada penilaian
subjektif presiden. Sebab, penilaian subjektif presiden tersebut harus didasarkan pada keadaan yang objektif. Yaitu, adanya tiga syarat sebagai parameter kegentingan yang memaksa. 1) Adanya keadaan, yaitu kebutuhan mendesak untuk menyelesaikan masalah hukum secara cepat berdasar undang-undang. 2) Undang-undang yang dibutuhkan tersebut belum ada sehingga terjadi kekosongan hukum, atau ada undangundang tetapi tidak memadai. 3) Kekosongan hukum tersebut tidak dapat diatasi dengan cara membuat undang-undang dengan prosedur biasa karena akan memerlukan waktu yang
cukup lama, sedangkan keadaan yang mendesak tersebut perlu kepastian untuk diselesaikan. Makanya, kriteria minimal yang harus dipenuhi dalam hal kegentingan adalah unsur kemendesakan untuk mengatasi suatu permasalahan yang mengancam nyawa dan atau harta, bangsa dan negara yang bersifat masif dan atau suatu permasalahan hukum yang mengancam sistem hukum yang berlaku. Karena itu, apa yang terjadi sampai hari ini, adanya kondisi penolakan secara masif dari masyarakat yang ada di hampir setiap daerah terhadap revisi UU KPK dapat menjadi alasan bagi Jokowi untuk
menerbitkan perppu. Menuju Kematian Demokrasi Steven Levitsky dan Daniel Ziblatt (2018) dalam bukunya How Democracies Die – yang telah menghabiskan 20 tahun meneliti tumbangnya demokrasi di negara-negara Eropa dan Amerika Latin– menegaskan bahwa berakhirnya demokrasi tidak lagi lewat satu ledakan besar melalui semacam revolusi atau kudeta milter. Namun, demokrasi bisa mati melalui sebuah proses yang perlahan dan tenang. Dengan cara-cara melemahkan institusi-insitusi yang penting dan krusial di suatu negara serta erosi secara bertahap terhadap norma-norma politik. Intinya, ditemukan pola yang sama dalam sebagian besar negara demokrasi yang telah tumbang. Negara-negara itu tidak digulingkan secara eksternal oleh kudeta militer yang kejam. Melainkan secara internal melalui kotak suara/pemilihan umum yang sah (ballot box). Setelah kemenangan itu diraih, para aktor ”pembunuh” demokrasi tersebut secara bertahap, secara halus, dan bahkan secara legal menggunakan institusi-institusi demokratis untuk menumbangkan demokrasi itu sendiri. (*) *) Dosen Fakultas Hukum, peneliti di Pusat Studi HAM dan Pusat Studi Anti Korupsi/Kebijakan Pidana FH Universitas Airlangga
Bir Pletok (3/TAMAT) Cerpen oleh: Zainul Muttaqin
RUMAH SAKIT 1.
RUMAH SAKIT ISLAM KARAWANG Jl.Pangkal Tanjungan Km. 2 Karawang
0267-414520 0267-414521 0267-414522
2.
RUMAH SAKIT BAYUKARTA Jl.Kertabumi No. 44 Karawang
267-401817 0267-401818 0267-402731 0267-404472 0267-404472
3.
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KARAWANG Jl. Galuh Mas Raya No. 1 Karawang
0267-640444 0267-640445 0267-640666
4.
RUMAH SAKIT DEWI SRI Jl.Arif Rahman Hakim NO. 1A Karawang
0267-402855 0267-406445 0267-412246
5.
RUMAH SAKIT CITO Jl. Arteri Tol Karawang Barat
0267-414245 0267-414264 0267-414306
Seluruh tetangga datang, bersalaman dengan Rojali. Jenazah Haji Usin sudah selesai dimandikan. Pemakaman dilakukan sore nanti. Kubur digali di samping makam istrinya. Semasa hidup, Haji Usin memang berpesan kepada Rojali supaya disandingkan kuburannya dengan sang istri. Rojali memenuhi permintaan itu. Satu permintaan lain dari Haji Usin yang entah Rojali bisa memenuhinya atau tidak ialah wajib bagi Rojali meneruskan usaha babenya, menjual bir pletok. Langit ditutupi awan, orang-orang berkumpul di pemakaman. Rojali berdiri di dekat liang lahad, matanya bergerimis melihat jenazah babenya dimasukkan ke dalam liang kubur. Orang-orang pulang, Rojali duduk bersimpuh di samping pusara babenya. Bunga-bunga ditabur di atasnya, lebur perasaan Rojali. Waktu berjalan cepat, satu tahun sudah berlalu. Sejak Haji Usin meninggal, warung miliknya tak pernah buka lagi. Tak ada tanda-tanda warung yang dulu ramai dikunjungi itu akan buka lagi. Rojali selalu gagal meracik bir pletok selezat buatan babenya. Kegagalan yang berulang-ulang membuat Rojali menyerah. Ia memilih menutup warung babenya dan tak ada lagi bir pletok terkenal racikan Haji Usin. Kegagalan Rojali meracik bir pletok lantaran ia memang tak pernah mau melihat, apalagi belajar meracik bir pletok dari Haji Usin semasa hidup. Setiap kali babenya meminta Rojali
mengamatinya, tegas Rojali menolak. Haji Usin melihat percikan api dari mata Rojali. Dan pada suatu pagi, matahari baru muncul separo, Rojali datang melihat warung babenya yang sudah hampir roboh, kayu-kayunya dimakan rayap. Dinding-dindingnya yang terbuat dari anyaman bambu berantakan tak terurus, gentengnya berjatuhan. Berdiri Rojali memandang warung itu, terbelah dadanya mengingat dari bir pletok itulah Rojali meraih gelar sarjana. Lama sekali Rojali berdiri. Ia selalu mendapat pertanyaan dari para pelanggan warung Haji Usin yang datang ke warung. Pertanyan mereka bermacammacam, tetapi membentuk suatu rangkaian. Semakin lebar dada Rojali terbelah, t e r s i k s a i a m e n d e n ga r pertanyaan-pertanyaan itu ditujukan untuk dirinya. “Apa kau masih jual bir pletok?” “Kenapa kau tutup warung ini?” “Warung ini punya banyak pelanggan yang datang dari mana-mana. Kenapa tak kau teruskan?” “Apa masih ada warung yang jual bir pletok?” “Saya sudah lama tidak ke warung ini. Ternyata sudah tutup. Di mana saya bisa beli bir pletok selain di sini?” “Apa tak ada lagi warung yang jual bir pletok selain di sini?” “Apa ada bir pletok selezat racikan Haji Usin?” Rojali tak sanggup menjawab pertanyaan-pertanyan itu. Terseok-seok ia berjalan pulang seraya mencangkuli dirinya sendiri. (*)
Hubungi Bagian Iklan JAMIL : 0838 0765 0426 KEHILANGAN S AT U B U A H B P K B M O B I L MERK NISSAN X-TRAIL NO.POL : T 1186 TQ DENGAN NO.KA : MHBF3CF1CEJ000022 NOSIN :QR25005580L WARNA HITAM TAHUN 2014 STNK ATAS NAMA ENTANG FITRIANA DENGAN NOMOR BPKB : M-03363817 HILANG SERTIFIKAT SHM NO 02814/WANASARI LUAS 72 M² A/N NUGROHO HARI WINOTO D/A PERUM CITRA VILLA WANASARI BLK JB 1 NO 9 RT 03/17 WANASARI - CIBITUNG - BEKASI
PEMBERITAHUAN KEPADA BAPAK USMAN BAHRI NO PELANGGAN 10-113-17-11140 DIHARAPKAN KEHADIRANNYA UNTUK PENYELESAIAN MASALAH BPKB DI OTO MULTIARTHA CAB KARAWANG GRAND TARUMA RUKO DHARMAWANGSA 2 BLOK A NO 19 KARAWANG JL TARUMANEGARA ARTERI TOL KARAWANG BARAT TLP 0267-8631060
KEHILANGAN TELAH HILANG BUKU KIR B 9558 RV A/N PT.TIRTA VARIA INTI PRATAMA HUB:085815662288
KEHILANGAN KEHILANGAN SURAT T A N D A N O M O R KENDARAAN BERMOTOR (STNK) DENGAN NOMOR REGISTRASI B 2074 KKL ATAS N A M A Y U L I A N A , A L A M AT J L KEMANDORAN TUGU PEKAYON GG H TABRIH NO.9 RT 003/022, D E S A P E K AY O N J AYA , KECAMATAN BEKASI SELATAN, MOBIL DAIHATSU AYLA, JENIS MOBIL PENUMPANG / MINIBUS.
KEHILANGAN
HILANG BPKB MOBIL PANTHER ROYAL TBR TAHUN 2001. NO POLISI: B 2134 HU. NO RANGKA: MHCTBR54FIK226242 A.N KPP P R ATA M A C I B I T U N G H U B 082167600634 (AGE) HILANG SHM NO 00340 A/N NAIBAH BINTI HAJI ABDUL MAJID LUAS 17.135 M2 LOKASI DS HEGAR MUKTI RT 01/01 KEC CIKARANG PUSAT KAB BEKASI
HILANG SHM NO 00715 A/N TATI BINTI RINAN LUAS 731 M2 LOKASI JL JATIREJA RT 09/05 DS JATIREJA KEC CIKARANG TIMUR KAB BEKASI
DIJUAL RUMAH
Luas Tanah 122 m2 Luas Bangunan 70 m2 Harga 1,5 M (Nego) Lokasi : Galuh Mas Metropolis Blok IV No.A1 HUBUNGI : MARYANI 0821 1486 3288
PENGUMUMAN Telah dibuat Akta Pernyataan Keputusan Rapat Pembina “Yayasan Karina Angela”, no. 04, tanggal 31 Agustus 2019, dihadapan Dewi Halimy,SH.,M.Kn., Notaris di Karawang, dengan maksud untuk dilakukan pembubaran CV. Telah ditunjuk pengurus yayasan sebagai likuidator pembubaran dan likuidasi telah dilaksanakan sepenuhnya. Homat kami, Pengurus Yayasan.
KAMIS, 26 SEPTEMBER 2019
IMBAUAN BUPATI Berdasarkan Surat Edaran bernomor KS.01/380/Kesra per tanggal 27 februari 2019: Mengistruksikan setiap instansi pemerintahan menggelar penggalangan dana “Peduli Thalsemia” menindaklanjuti data yang dirilis Yayasan Thalasemia Indonesia (YTI/ POPTI) saat ini ada sebanyak 129 penyintas thalasemia yang tersebar di 30 kecamatan se-Subang. Adapun penyerahan bantuan dana dapat diserahkan ke Bagian Kesra Setda Subang atau via transfer ke rekening a/n Peduli bencana Kab.Subang: 0092084965100. Demikan, atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih. Bupati Subang Ruhimat
UNJUK RASA KSPSI Grudug Disnaker, DPRD dan Kejari SUBANG- Ratusan buruh Subang yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) melakukan aksi unjuk rasa di tiga elemen pemerintahan, awalnya mereka mendatangi kantor Dinas Tenaga Kerja Subang. Tiba di Kantor Disnaker Subang warlan sebagai koordinator aksi mengatakan, pihaknya menuntut kepada Disnaker untuk menolak Revisi Undang Undang No 13 Tahun 2003 yang dianggap merugikan pekerja dan buruh. Mereka juga mendesak kepada Kepala Disnaker untuk menolak upah khusus/ Upah murah Tahun 2020 yang di bwah UMK, Karena UMK bukan dinegosiasikan. Kepala Disnaker kabupaten Subang H. Kusman yang langsung ke panggung aksi dengan lantang berbicara di hadapan ratusan peserta aksi. Ia mengatakan pihaknya selaku Disnaker dengan menyatakan 1000 persen untuk meolak Revisi UU No. 13 Tahun 2013. “ Kami berjanji akan berpihak kepada buruh, “ ujar Kusman. Aksi berlanjut ke Kejari Subang dan massa menuntut Kejari Subang dimana sudah ada MoU dengan BPJS harus bertindak untuk bisa menagih perusahaan yang menunggak pembayaran iuran BPJS. Padahal setiap bulan para kayawan ini selalu dipotong oleh perusahaan. “Kami menuntut kepada pihak Kejari Subang agar segera menagih dan membereskan tunggakan perusahaan perusahaan yang masih menuggak ke BPJS, karena disini Kejari yang berwenang untuk menagih kepada perusahaan yang nakal belum membayarkan tunggakanya kepada BPJS,” ungkap Warlan. Sementara di DPRD Subang, massa langsung diterima dan diajak berdiskusi dengan anggota dewan, dinas terkait dan Asda 1 yang mewakili Bupati Subang. (fri)
Semangat Baru Urang Subang
Mahasiswa Subang Turun ke Jalan Tolak Pengesahan RUU KUHP
SUBANG- Ratusan nahasiswa dari berbagai uiversitas di Subang melakukan unjuk rasa di Alun–alun Subang. Mereka merupakan perwakilan kampus yang berada di Kabupaten Su ba ng d e nga n m e nggunakan jaket almamater masing-masing. Mereka berkumpul di pusat Kota Subang, tepatnya di Pendopo Alun- Alun Subang. Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Subang menyampaikan
empat tuntutan. Diantarnaya adalah menegakan reformasi birokrasi dan hukum sejati, menghentikan segala bentuk pengkerdilan demokrasi dengan membatalkan semua pembahasan RUU KUHP dan semua kebijakan yang merugikan rakyat. Mahasiswa juga meminta DPRD Subang ikut dalam agenda aksi yang ditandai dengan menandatangani pakta integritas dan menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat Subang untuk ikut mengawal pembangunan nasional dan daerah Subang. Muhammad Agfi Rizki, koordinator aksi menga-
takan, ada upaya pemerintah untuk mengkebiri prinsip dasar demokrasi dengan akan disahkannya RUU KUHP, yang dianggap merupakan bentuk nyata kesablengan para penguasa. “Kegagalan negara dalam tata kelola demokrasi yang berujung dengan pengkerdilan kewarasan kita bernegara adalah sebuah kutukan bagi kita mahaasiswa dan seluruh rakyat Indonesia yang rindu kesejahteraan,” kata Agfi. Aksi berujung damai dengan adanya pengawalan dari pihak kepolisian dari puluhan angota Polsek Subang beserta Pol PP dan masa membubarkan diri setelah menyampaikan aspirasinya. (fri)
TOLAK RUU KUHP: Massa mahasiswa berunjukrasa di Pendopo Alunalun Kota Subang.
Bupati Tinjau Lahan yang Terbakar SUBANG- Bupati Subang H. Ruhimat didampingi langsung Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup meninjau langsung lokasi kebakaran lahan di Kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Panembong berlokasi di Kampung Caringin RT 32 RW 12 Kelurahan Parung, Kecamatan Subang, Rabu (25/9/2019).
Dalam peninjauannya langsung ke lapangan kondisi saat ini masih terdapat titik api yang membakar lahan tempat pembuangan sampah di beberapa bagian dan juga asap masih menyelimuti awan. Meski beberapa hari lalu petugas pemadam kebakaran sudah memadamkan api di lokasi. Hingga saat ini belum
diketahui, penyebab kebakaran, namun dugaan warga setempat kemungkinan disebabkan musim kemarau saat ini dan kemungkinan sisa pembakaran daun kekeringan yang terbawa angin. Bupati juga menyatakan bahwa air sungai pun sudah terganggu dengan limpasan permukaan sampah. Untuk itu Bu-
pati mengimbau pihak Perhutani untuk ikut support terkait pinjam pakai karena kebutuhan masyarakat Subang, longsoran gunung sampah saat ini sudah mencemari perairan sungai. Dengan kondisi saat ini 150 ton sampah setiap harinya sudah tidak memungkinkan lagi untuk dibuang ke tempat pem-
buangan sampah panembong. Ia berharap pihak PTP dan Perhutani bisa fokus dalam membantu pemerintah Daerah dan masyarakat Subang. Dalam waktu dekat ini juga kami pemerintah Kabupaten Subang akan meminta bantuan kepada Gubernur Jawa Barat. (fer)
PERISTIWA Truk Molen Senggol Pejalan SUBANG- Peristiwa nahas menimpa pejalan kaki, Yahya (36 asal Kampung Babakan Simpang, Desa Cihambulu, Kecamatan Pabuaran, Subang. Ia tewas tersenggol truk molen yang sedang parkir mundur di jalan yang menghubungkan Jatiragas – Ciambulu, tepatnya Babakan Asem 2 Desa Tanjungrasa Kidul, Patokbeusi, Subang, Rabu kemarin. Kapolres Subang, AKBP HM Joni melalui Kapolsek Patokbeusi, Kompol H. Sarjono didampingi Kanitlantas, Iptu Prabowo membenarkan kejadian ini. “Ya, peristiwanya sekira pukul 04.30 wib ini berawal saat truk Hino molen Nopol B 9480 SIN yang dikemudikan Asep Supardi tengah parkir mundur saat pengecoran beton curah dan menyenggol korban yang ada di belakangnya,” jelasnya. Akibatnya Yahya jatuh tersungkur dan mengalami luka di bagian kepalanya hingga tewas di tempat kejadian perkara. Tentu saja kejadian di lokasi proyek ini membuat kaget pekerja yang ada hingga mengevakuasi korban ke tempat yang lebih aman dan melaporkan ke polisi Sektor Patokbeusi. Polisi yang datang bersama tim medis Puskesmas tiba di lokasi langsung mengevakuasi jasad korban dibawa ke RS Sentra Medical Cikalong, Karawang untuk mendapat perawatan medis. “Dari hasil pemeriksaan korban tewas akibat benturan keras dan mengalami luka serius di bagian kepalanya,” ungkap Kapolsek Patokbeusi, Kompol H. Sarjono kepada wartawan. Untuk penanganan lebih lanjut, pihaknya meminta keterangan ke sejumlah saksi dan mengamankan kendaraan truk ke Polsek Patokbeusi. (red)
BMKG Survei 6 Lokasi yang Akan Dipasang Alat Pendeteksi Gempa SUBANG- Petugas dari Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dari Kementrian ESDM RI melakukan survei keenam lokasi yang akan dipasang intensimunator merupakan alat penditeksi gempa di Kabupaten Subang. Menurut Dewinta Petugas dari Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jakarta, Rabu (25/9/2019), pihaknya mendapatkan hibah dari Jepang berupa alat untuk mendesiminasikan gempa bumi bagaimana caranya lebih cepat untuk adaptasi pendeteksi gempa. ”Daerah Jawa Barat merupakan daerah rawan bencana untuk menditeksi terjadinya bencana BMKG menghiba-
SURVEY: Petugas dari BMKG saat melakukan survey di Subang.
hkan 66 unit intensimunator merupakan alat penditeksi alat gempa. Kabupaten Subang sendiri merupakan salah satu daerah rawan bencana ke 2 di Jawa Barat untuk itu Badan Meterologi Klimatologi dan geofisika (BMKG) Jakarta
akan memasang 6 unit Alat Pendeteksi Gempa untuk di 6 wilayah yang sekarang baru di survey untuk menentukan titik Lokasi pemasangan Alat Penditeksi Gempa tersebut. Pemasanganya ke 6 alat penditeksi gempa tersebut
harus di tempat yang ada penjaganya selama 24 Jam. Karena alat tersebut jika terjadi gempa dengan insensitas dari 1 sampai dengan 12 akan memberikan sinyal (warning). Alat tersebut akan berbunyi nyaring masayarakat akan cepat mengevakuwasi bencana dan alat tersebut secepatnya akan dipasang di 66 Lokasi di Jawabarat dan 6 unit di 6 lokasi di Kabupaten Subang. Tarki, Kepala Seksi Penanggulangan Bencana di BPBD Subang menambahkan, dari hasil rapat di Tingkat Provinsi Jawa Barat bahwa Subang telah ditetapakan merupakan daerah rawan bencana ke 2 di Jawa Barat. Karena di Subang itu cukup
komplit. Pantura ada laut yang rawan tsunaminya, berikut banjirnya, kemudian daerah selatan pengunungan yang merupakan daerah rawan gempa dan longsor. Kemudian ada gunung Tangkuban Parahu yang rawan meletusnya. Untuk itu Pemkab Subang mengucapkan terimakjasi kepada BMKG yang telah menghibahkan ke 6 Unit alat Penditeksi Gempa pemberian dari BMKG Jakarta. Alat ini akan dipasang di 6 lokasi . Diantaranya di Kantor BPBD, Kantor Pemkab Subang,di Kecamatan Jalancagak, di kantor Kecamatan Tanjungsiang , Kecamatan Pagaden Barat dan Kecamatan Blanakan,” pungkas Dewinta. (fri)
Tokoh Adat Jabar Minta Polisi Tahan Diri Tangani Pendemo SUBANG - Tokoh adat Jawa Barat Raja Lembaga Adat Karatwan (LAK) Galuh Pakuan Rahyang Mandalajati Evi Silviadi meminta aparat kepolisian bisa menahan diri saat menjalankan tugas menjaga ketertiban saat mengawal aksi demonstrasi mahasiswa. Sebab menurut Evi, yang dihadapi polisi itu juga mempunyai hak yang sama sebagai Warga Negara
Indonesia. “Mereka para mahasiswa itu juga berhak menyuarakan pendapat mereka. Memperjuangkan kepentingan masyarakat umum. Aksi mereka itu sesuatu yang legal dan dilindungi undang - undang,” kata Evi. Raja Galuh menilai tindakan yang dilakukan personel kepolisian kemarin, sudah melampaui batas. Terbukti banyak korban
dari mahasiswa yang terluka lalu dilarikan ke rumah sakit akibat tindakan aparat. “Anggap saja mahasiswa yang berunjukrasa itu seperti anak anak kita saat merengek meminta sesuatu kepada orang tuanya. Sikap anak anak itu kan wajar saja. Jadi kalau sampai ada korban berjatuhan itu saya kira perlu evaluasi serius,” tandasnya.
Dia juga menyarankan agar pemerintah dan DPR RI segera mengambil langkah langkah jitu sebagai solusi dengan mengabulkan apa yang menjadi tuntutan mahasiswa. “Niat mereka sangat mulia. Cita cita demokrasi harus terjaga. Dengan adanya upaya pengkerdilan kepada KPK, dan isu isu lain yang diangkat, itu menandakan negara kita me-
mang sedang berlawanan dengan semangat reformasi. Gerakan mahasiswa ini harus diapresiasi,” imbuhnya. Dia juga menghimbau kepada para mahasiswa yang berunjukrasa agar tetap mawas diri dan jangan diintervensi pihak lain. “Awas mahasiswa jangan terprovokasi apalagi sampai ditunggangi pihak lain,” pungkasnya. (fri)
KAMIS, 26 SEPTEMBER 2019
PENDIDIKAN
4
Tingkatkan Kompetesi, Kemendikbud Latih Guru SBK DENGAN harapan menularkannya kepada anak didiknya. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memberikan pelatihan teknik melukis terhadap 100 guru Seni Budaya dan Ketrampilan (SBK) se-Jabodetabek. “Kita berikan pelatihan, karena tak semua guru SBK itu menguasai teknik melukis yang benar. Kami memberikan berbagai pelatihan kepada guru SBK untuk meningkatkan kompetensinya,” jelas Kepala Museum Basoeki Abdullah, Maeva Salman, kemarin. Lanjut Maeva, selain melatih guru, pihaknya juga memberikan pelatihan kepada 110 siswa SMA. Mereka diajak belajar melukis dan melihat karyakarya pelukis hebat tanah air di Museum Basoeki Abdullah. Cara ini, lanjutnya, untuk meningkatkan minat siswa dan guru ke museum. Apalagi hasil karya para siswa ini akan dipilih empat terbaik dan dipajang di museum. Menurut Maeva, sejak dua tahun terakhir minat masyarakat untuk mengunjungi Museum Basoeki Abdullah mengalami peningkatan. Apalagi Kemendikbud rutin menggelar kompetisi Basoeki Abdullah Art Award. “Sejak kompetisi ini digelar, partisipasi masyarakat khususnya para perupa muda terus meningkat setiap tahunnya. Mereka datang dari berbagai daerah di Indonesia,” terangnya. Untuk tahun ini, Kompetisi Basoeki Abdullah Art Award yang ketiga mengambil tema Re-Mitologisasi. Kegiatan tiga tahunan ini menjadi bagian penting dalam agenda Museum Basoeki Abdullah untuk menghargai para pelukis Basoeki Abdullah dalam memperjuangkan seni lukis Indonesia. Maeva berharap agenda ini menjadi bagian penting dalam perkembangan seni di Indonesia dengan cara melahirkan seniman-seniman muda berkualitas. “Sejak sosialisasi kompetisi ini pada April hingga Agustus, terjaring 263 judul karya perupa usia 17-30 tahun dari 219 peserta se Indonesia. Menariknya, medium yang dipakai para peserta bervariasi mulai karya lukisan, patung, fotografi hingga instalasi,” tandasnya. Nantinya akan dipilih lima karya terbaik dan masing-masing akan mendapatkan hadiah Rp 25 juta. (bbs/rie)
Pemprov Jabar Diminta Cabut Kebijakan Seragam Guru KARAWANG – Rencana Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) membedakan seragam guru PNS dan honorer. Wakil Ketua Komisi II DPR, Herman Khaeron meminta mencabut kebijakan tersebut. Kebijakan yang dikeluarkan Dinas Pendidikan Provinsi Jabar terkait pakaian dinas untuk SMA/ SMK/SLB negeri, itu membedakan pakaian dinas harian (PDH) guru dan tenaga kependidikan (GTK) berstatus PNS dengan yang non PNS. “Sebaiknya kebijakan seragam guru PNS dan honorer dicabut,” ujar Politisi asal Jabar. Lanjut Herman, pakaian untuk guru sebaiknya tidak dibedakan atas dasar status kepegawaian mereka. Apalagi pakaian seragam juga merupakan kebanggaan bagi honorer dalam mengabdi. “Sebaiknya diseragamkan, karena kebanggan honorer justru baju seragam. Apalagi kalau dilihat dari tugas dan tanggungjawabnya sama dengan PNS,” jelasnya.
Sebaiknya
kebijakan seragam guru PNS dan honorer
dicabut
Herman Khaeron Wakil Ketua Komisi II DPR
Kebijakan ini sebelumnya diprotes guru honorer K2 di Jawa Barat. Mereka menilai kebijakan tersebut sangat diskriminatif. Mereka menduga, aturan baru tersebut dikeluarkan karena tindakan asusila dua oknum guru SMK yang viral di medsos dan sudah ditangani kepolisian. “Disdik Jabar sudah melakukan tindakan diskriminatif dalam menentukan seragam. Di hadapan siswa, harusnya guru PNS maupun honorer tidak dibedakan. Sebab, kami mengajar sesuai dengan kurikulum,” kata Koordinator Wilayah Perkumpulan Honorer K2 Indonesia (PHK2I) Cecep Kurniadi. Sebelumnya, Pemerintah provinsi Jawa Barat (Jabar) tiba-tiba melakukan kebijakan penggantian seragam dinas. Perintah itu datang langsung dari Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Dewi Sartika. Tujuannya, untuk membedakan pakaian dinas harian (PDH) guru dan tenaga kependidikan (GTK) berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan yang non-PNS. Hal itu kabarnya dipicu karena viralnya kasus video dan foto syur guru berpakaian PNS yang diperankan tenaga honorer salah satu SMK di Kabupaten Purwakarta. Kebijakan itu sangat mendadak. (bbs/rie)
Paskibra SMPN 6 Karawang Raih Prestasi Juara Tingkat Jawa Barat KARAWANG – Pasukan Pe n g i b a r B e n d e ra P u saka (Paskibra) SMPN 6 Karawang berhasil mendapatkan prestasi. Dalam Lomba Keterampilan Baris Berbaris (LKBB) di tingkat Jawa Barat, komponen SMP sederajat. Salah seorang siswi SMPN 6, Nafhisa Ramdhani mengatakan, beberapa hari lalu ekskul paskibra di sekolah mengikuti LKBB tingkat Jawa Barat open dalam komponen SMP sederajat. Sebanyak puluhan peserta mengikuti kegiatan tersebut. “Alhamdulilah paskibra kita berhasil mendapatakan juar harapan utama, dalam lomba LKBB tingkat Jabar open, yang dilaksanakan
di SMA Nasional Bandung,” ucapnya kepada KBE. Menurut Nafhisa, tak mudah untuk mendapatkan prestasi, namun berkat kerja sama para anggotanya. Sehingga pada saat pelaksanaan tiba, anggota paskibra bisa tampil kompak, maka hasil yang dida-
patkan sangat memuaskan. “Prestasi yang didapatkan ini, berkat semangat teman-teman anggota paskibra semua. Karena sebelum pelaksanaan tiba, mereka sangat rajin berlatih. Sehingga kami bisa kompak dan solid pada saat perlombaan itu dan hasilnya
yang didapat membuat hati bahagia soalnya dapat juara,” tuturnya. Meski berhasil mendapatkan prestasi perempuan yang memiliki wajah manis ini berharap, kepada seluruh siswa yang bergabung di paskibra untuk tetap kompak dan solid giat ber-
latih. Agar gerakannya bisa lebih bagus, sehingga tidak akan menutup kemungkinan mendapatkan hasil yang lebih memuaskan. “Bangga sih boleh, tapi semangat berlatih jangan pernah luntur. Supaya nantinya kita bisa membawa nama baik sekolah lagidengan mengumpulkan banyak prestasi,” harapnya Sementara itu anggota lainnya, Arum Ningrum siswi kelas VIII merasa sangat bangga dan bahagia bisa mendapatkan prestasi. Sebab, bisa membawa nama baik sekolah dan membahagiakan orang tua. “Saya senang banget deh dapat juara, jadinya bisa mengharumkan sekolah sama bisa ngebahagiain orang tua aku,” pungkasnya. (oib)
Ani : Sulit Terapkan Larangan Siswa Bawa Kendaraan KARAWANG – Larangan setiap siswa atau pelajar, untuk tak membawa kendaraan sepeda motor di Kabupaten Karawang nampaknya masih sulit untuk dijalankan. Pasalnya, selama tidak ada peran orang tua siswa dalam mengawasi putra putrinya tidak akan bisa membawa perubahan yang signifikan. Hal tersebut disampaikan langsung oleh salah satu guru di SMPN 4 Klari, Ani Spd. Ia mengatakan, bahwa selama orang tua siswa sibuk dengan kesehariannya. Tanpa memikirkan nasib anakanaknya pergi ke sekolah. Lanjut Ani, sulit untuk menerapkan larangan siswa membawa kendaraan ke sekolah. Bayangkan saja, kata dia, sudah sepatutnya orangtua siswa untuk mengantarkan anaknya pergi ke sekolah. “Namun pada kenyataanya kondisi saat ini orangtua siswa sendiri memiliki kes-
ibukan lain yaitu bekerja dan kesibukan. Kita sifatnya hanya menyarankan saja untuk siswa tidak membawa sepeda motor ke sekolah. Kalau untuk sampai ditegaskan jangan sampai bawa mungkin sulit juga,” ungkapnya kepada KBE, kemarin. Tidak hanya itu, larangan siswa untuk membawa kendaraan ke sekolah juga dilihat dari usia mereka yang belum pantas. Karena belum memiliki Surat Ijin Mengemudi (SIM), serta kelalaian mereka dalam berkendara. “Maka wajar saja jika masih banyak siswa yang mengalami kecalakaan karena mereka sendiri tidak mentaati aturan dalam berlalu lintas. Mereka belum punya SIM, banyak ditemukan tidak memnggunakan pengaman helm, rawan kecelakaan lalu lintas juga,” terangnya. Namun justru beruntung bagi masyarakat yang be-
rada di lingkungan sekolah. Meski pihak sekolah dan kepolisian melarang siswa untuk membawa kendaraan. Namun masih banyak mereka yang membawa sepeda motor, karena jarak tempuh ke sekolah yang jauh. “Kalau tetap dilarang, dan hasilnya malah menggangu kegiatan belajar mengajar siswa di sekolah karena telat, kan tidak baik juga,” tuturnya. Beruntungnya, masyarakat yang menyediakan lahan area parkir bagi kendaraan pelajar tersebut juga tidak memiliki aturan atau bebas. Justru akan membawa nilai positif untuk masyarakat karena besar kecilnya itu bisa menjadi peluang usaha bagi mereka. “Tidak ada aturan untuk area parkir kendaraan siswa diluar lingkungan sekolah, bebas peluang usaha ituh,” ungkapnya.
Sementara menurut pengakuan salah satu siswa di Ka raw a n g , Ma l i k mengaku terpaksa harus mebawa kendaraan sepeda motor orangtuanya. Sebab, orangtua sendiri menyarankan untuk membawa motor ke sekolah. “Disu r u h malah sama o r angtua,
bawa motor biar cepet pulang sama cepet samp e s e k o l a h ,” akunya. (oib)
Lulusan PT Harus Tahan Banting Hadapi 4.0 ANGGOTA Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun mengatakan, lulusan perguruan tinggi (PT) supaya tahan banting dalam tantangan Revolusi Industri 4.0. Sekaligus peluang di era perubahan besar yang berbasis pada kemajuan teknologi informasi itu. “Industri 4.0 memengaruhi cara industri beroperasi dan cara melayani konsumen. Situasi ini memaksa pelaku usaha untuk menyesuaikan diri,” jelasnya. Lanjut Misbakhun, kini besarnya perusahaan bukan lagi ukuran keberhasilan. Sebab yang dituntut saat ini adalah kelincahan dan kemampuan membaca kebutuhan pasar. Mencontohkan aplikasi Grab dan Go-Jek yang menjadi ancaman bagi pemain-pemain besar industri transportasi. Selain itu, ada pula aplikasi Airbnb yang menggerus kampiun perhotelan. “Grab dan Go-Jek justru
tidak memiliki satu pun armada transportasi. Airbnb yang mengancam pemainpemain utama industri perhotelan dan tidak memiliki satu pun hotel,” ungkapnya. Menurut Misbakhun, inti Revolusi Industri 4.0 adalah makin kuatnya peran internet yang memudahkan
komunikasi antarmanusia, manusia dengan mesin, bahkan mesin dengan mesin. “Peran manusia lebih pada fungsi controlling, untuk memastikan mesin berinteraksi sesuai yang diharapkan,” ujarnya. Misbakhun mengatakan, hal menonjol di era Revo-
lusi Industri 4.0 adalah disrupsi. Nama-nama besar di berbagai sektor industri menjadi kalah bersaing karena melakukan kesalahan, sehingga menghadapi disrupsi. Dia menyebut Nokia sebagai contohnya. Produkproduk raksasa teknologi
asal Finlandia itu pernah merajai pasar. Namun, kini Nokia tergusur dan kalah bersaing. Menurut Misbakhun, Nokia yang dikenal inovatif justru kalah bersaing bukan karena melakukan kesalahan. “Kini inovasi berkelanjutan yang dulu dianjurkan para ahli, tak cukup lagi. Ini menjadi persoalan besar pada abad ini,” ungkapnya. Karena itu u Misbakhun mendorong wisudawan dan wisudawati berani berpikir kreatif dan orisinal yakni membuat perusahaan rintisan atau startup. Menurutnya, generasi milenial saat ini tidak lagi tertarik pada usaha mikro kecil dan menengah. “Kuncinya adalah penguasaan pada teknologi informasi dan berani mengambil risiko. Karena itulah yang lebih menentukan kesuksesan di masa depan,” katanya.(bbs/rie)
KAMIS, 26 SEPTEMBER 2019
METRO KARAWANG
5
WAHYUDI/KARAWANG BEKASI EKSPRES
LATIHAN : Pelajar SD di Cilamaya saat berlatih Goyang Karawang, bersama gurunya.
Demam Goyang Karawang Melanda Pelajar SD KARAWANG – Pemerintah Kabupaten Karawang, segera memecahkan rekor MURI. Sebanyak 15.000 penari yang di dominasi pelajar Sekolah Dasar (SD) siap untuk menggoyang Karawang, hari ini, (27/9). Sebelum pemecahan rekor berlangsung. Ribuan pelajar SD, dari kota hingga pelosok Karawang seperto demam
Goyang Karawang. Setiap hari sepulang sekolah. Ribuan pelajar SD yang terbagi menjadi kelompokkelompok. Menyetel keraskeras sound sistem mereka. Memutar lagu Goyang Karawang, yang kemudian di balas dengan tarian tangan dan pinggul serempak seirama. Pelatih Goyang Karawang, SD Sukakerta ll, Umi
BAZNAS
Disabilitas Karawang Dibekali Manajemen Wirausaha KARAWANG – Puluhan penyandang disabilitas dari beberapa Kabupaten/kota se-Jawa Barat mengikuti pembekalan manajement wirausaha mandiri. Dengan tema “Bangkitkan semangat disabilitas dalam karya nyata” yang digelar BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) Provinsi Jawa Barat, bekerjasama dengan APDL (Aliansi Perempuan Disabilitas dan Lansia) Jawa Barat, di Aula Islamic Center, Kabupaten Karawang, Rabu (25/9). Pemberdayaan disabilitas untuk menjadi wirausaha mandiri, sudah menjadi program Baznas Provinsi Jawa Barat yang bekerjasama dengan APDL dimulai sejak tahun 2016. “Dari program tersebut, ada yang mendapat bantuan modal usaha, alat bantu gerak, bantuan pendidikan dan sarana keagamaan,” ujar Ketua Umum APDL Jawa Barat, Sri Agustini, kemarin. Sri Agustini mengatakan, pihaknya mengapresiasi kegiatan pembekalan tersebut. Dengan memiliki keahlian akan menumbuhkan motivasi dan kepercayaan diri penyandang disabilitas. Penyandang disabilitas kadang dipandang sebelah mata di dunia industri. “Padahal dalam UU Penyandang disabilitas pemerintah diamanatkan mempekerjakan penyandang disabilitas dua persen dari jumlah pekerja, dan perusahaan swasta satu persen dari jumlah pekerja,” jelasnya. Sementara itu, Divisi pendistribusian pendayagunaan Baznas Provinsi Jawa Barat, Budi Raharja menuturkan, dalam pembekalan ini, Baznas lebih menekankan kepada perubahan mindset kaum disabilitas yang mana ide membuat suatu produk lebih diutamakan sebelum pemberian modal usaha. “Salah satu program dari Baznas Provinsi Jawa Barat adalah membantu para disabilitas untuk bisa mandiri. Jangan sampai mereka kemudian menjadi konsumtif terus menerus. Sehingga salah satu programnya yaitu pemberian keterampilan produktif yang bisa membuat mereka. Untuk mengolah suatu bahan atau produk untuk diperjual belikan,” terangnya. Dikatakan Budi, dalam rangka pemberdayaan ekonomi masyarakat, kegiatan-kegiatan berkelompok akan jadi lebih baik dari pada individual, karena biasanya kaum disabilitas yang memilih individual kerap mengalami patah arang. “Meindset lebih awal sebelum kita memberikan permodalan. Karena mau diberi modal berapapun kalau meindsetnya konsumtif maka akan habis juga, namun kalau meindsetnya sudah produktif,” pungkasnya. (rie)
Hani mengatakan, seluruh peserta Goyang Karawang Internasional sangat antusias. Menanti puncak acara yang akan digelar pada 26 hingga 29 September 2019. Menurut informasi yang ia dapat, semula yang direncanakan 10.000 peserta. Saat ini, sudah terdaftar sekitar 15.000 penari, yang bakal memecahkan rekor MURI.
“Persiapan sudah sangat matang. Sekitar 3 minggu mereka latihan, setiap hari,” ujarnya. Festival Goyang Karawang Internasional, yang digelar dalam rangka merayakan HUT Karawang ke 386 tahun itu. Rencananya akan diikuti tamu-tamu penari dari mancanegara. Selain itu, berbagai kesenian khas Kar-
awang. Bakal dipamerkan dalam festival yang digelar selama 4 hari 3 malam itu. “Apa lagi bakal jadi bagian sejarah, dalam pemecajan rekor MURI. Anak-anak jadi semangat latihannya,” kata Umi. Pelatih tari lain, Tarnecih mengatakan, anak didiknya sudah sangat tak sabar untuk ikut dalam pemecahan rekor MURI penari terban-
yak di Indonesia tersebut. Selain rajin berlatih, kata dia, mendekati waktu pentasan, anak-anak juga semangat dalam menyiapkan kostum terbaik mereka. “Selain itu, saya instruksikan anak untuk istirahat yang cukup dan jaga kesehatan. Supaya, hasilnya nanti maksimal,” imbuhnya. Kepala Dinas Pariwisata
dan Kebudayaan Karawang, Okih Hermawan mengatakan, dalam pelaksanaan nanti. Bukan hanya ribuan penari asal Karawang saja yang bakal terlibat. Tapi, ada sekitar 16 negara yang bakal ikut terlibat. “Festival Goyang Karawang ini sebagai ajang promosi pariwisata dan kebudayaan khas Karawang,” ujarnya. (wyd)
sambungnya, akan digunakan untuk pengembangan karir, salah satunya untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. Dalam kegiatan pelantikan dan sumpah jabatan
ini juga, ia laporkan bahwa terdapat 2 orang yang b e l u m i ku t p e l a nt i k a n pejabat pengawas pada 10 Juli 2019 lalu, karena yang bersangkutan sedang menunaikan ibadah haji.
“Jadi sekarang mah, ASN yang diangkat jadi fungsional itu, wajib dilantik dan diambil sumpahnya sebagaimana regulasi t e r b a r u ,” p u n g k a s n y a . (bbs/rie)
Cellica Lantik 130 Pejabat Fungsional KARAWANG – Pemerintah Daerah (Pemda) Karawang lantik dan pengambilan sumpah jabatan 130 pejabat fungsional di halaman Kantor Kecamatan Lemahabang. Acara tersebut bagian dari kegiatan Gebyar Pelayanan Administrsai Terpadu (Paten). “Kita menekankan azas kinerja terbaik dan profesionalsme harus menjadi prinsip seluruh pegawai dalam menjalankan tugasnya kapan pun dan dimana pun,” Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana, kemarin. Lanjut Cellica, jadi pejabat fungsional itu bisa berkembang, bukan saja kariernya tapi juga ke akan pangkatnya. Bahkan saat ini, di Rumah Sakit Paru Jatisari saja, ia sempat pertanyakan, mana fungsionalnya. Harus ada dan banyak, mengingat juga bahwa indikator utama dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM) itu,
rata-rata di kesehatan dan pendidikan. “Saat ini, banyak meds o s, j a d i t e n a g a f u n g sional kedepan harus bisa tingkatkan kinerja dan etos kerja,” jelasnya. Cellica menambahkan, karena berdasarkan PP 11 tahun 2017 fungsional harus di Lantik dan di sumpah jabatan, nanti kedepan akan di rapihkan lagi agar s e mu a nya ya ng b e l u m dilantik, harus di Lantik, karena merupakan amanah regulasi. “Kita akan rapihkan, yang fungsional belum di Lantik, akan kita Lantik,” ungkapnya. Sementara itu, Sekertaris BKPSDM Karawang, Jajang Jaenudin mengatakan, rekapitulasi pejabat fungsional yang diberikan kenaikan jabatan dan diambil sumpah,/janjinya sebanyak 130 orang. Terdiri, dari lingkungan Disdikpora, Dinas Kesehatan dan RSUD Karawang. Kenaikan jabatan tersebut,
Ponpes Baitul Burhan Polisi Sita Puluhan Botol Jarakah Paling Berkembang Miras di Kafe Tangkahan KARAWANG – Saat ini Ponpes Baitul Burhan di Jarakah masuk 4 besar dalam kategori pesantren dengan tingkat perkembangan tercepat di Jawa Barat. Perkembangan pesat ini tidak lepas dari asuhan Ajengan Wawan yang dengan penuh dedikasi menyebarkan ilmu agama, berdakwah dan membangun pendidikan Islam di Kabupaten Karawang. Kehidupan pesantren sudah sangat familiar buat KH. Sofwan Abdul Ghoni, karena sejak kecil ia tinggal di lingkungan pesantren. Selama menjadi santri di beberapa pesantren, Ajengan Wawan bisa terlibat kajian ilmu-ilmu alat secara khusus yang lebih diperdalam. Namun demikian bukan berarti cabang-cabang ilmu keagamaan lainnya tidak dipelajari olehnya. Seperti ilmu tauhid, fiqih, tasawuf, mantik, dan lain sebagainya. Ajengan Wawan saat menjadi santri termasuk santri yang cerdas dan kuat hafalannya. Pondok Pesantren Baitul
Burhan yang kini berdiri dengan masjidnya yang megah di Jarakah Tempuran dibangun pada akhir tahun 1999. Tepatnya di Kampung Jarakah Desa Lemahduhur Kecamatan Tempuran, Karawang. Menurut Ajengan Wawan, nama Baitul diambil dari nama depan Ponpes Baitul Hikmah Haur Kuning. Yaitu pesantren pertama Ajengan Wawan menimba ilmu. Kemudian Burhan diambil dari nama Ponpes Miftahul Huda Al-Burhani, yaitu ponpes milik ayahnya di Plered Purwakarta. Ponpes Baitul Burhan awalnya berdiri di tanah seluas 1240 m 2 dan hanya memiliki lima asrama tiga diantaranya asrama putra dan dua asrama putri, satu majlis dan satu rumah kiai yang letaknya diantara asrama putra dan putri. Kemudian Ajengan Wawan memutuskan untuk hijrah ke Karawang. Di tempat yang baru untuk sementara ia bersama anak dan istri tinggal di rumah mer-
tuanya yaitu H. Dasman. Semangat dakwahnya semakin berkobar menanamkan nilai-nilai keislaman. Atas dasar itulah akhirnya ia memutuskan untuk membangun pondok pesantren. Berawal dari sebidang tanah wakaf keluarga, ia mulai merintis pembangunan pondok pesantren. Sejak saat itu ia bekerja keras mencari dana dengan banyak menemui para donatur lewat jaringan keluarga, jamaah, sahabatsahabatnya saat belajar di pesantren, dan cara-cara lainnya. Namun ia cukup selektif dan teliti dalam menerima sumber pendanaan. Hal itu dilakukan agar pondok pesantren yang ia bangun bebas dari kepentingan apapun. Sehingga kegiatan dakwah bisa dilakukan dengan maksimal. Seiring berjalannya waktu, bangunan pesantren mulai berbentuk. Walaupun saat itu masih sederhana kegiatan pengajian sudah berjalan dan nuansa pesantren sudah mulai dirasakan oleh masyarakat sekitar. (bbs/shn)
KARAWANG – Polres Karawang bersama Polsek Rengasdengklok mengamankan puluhan botol minuman keras (Miras) dari kafe Tangkahan di Desa Amansari, yang bebas menjual miras kepada anak dibawah umur. “Ketika kami mendatangi kafe tersebut mengamankan miras sebagai barang bukti. Ini sebagai laporan masyarakat yang sempat viral di media sosial dan beberapa media massa,” kata Kasat Narkoba Polres Karawang, AKP Agus Susanto melalui Kanit 3 BAYA, Aiptu Nanang Zaenal, kemarin. Lanjut Nanang, barang bukti miras yang disita dengan berbagai merk antara lain, bir bintang 11 botol, bir bintang kecil 38 botol, bir fanther 12 botol, bir bali hai 6 botol, bir hainken 11 botol. Keresahan masyarakat sebagai wali murid di salah satu SDN Dukuhkarya II. Sebelumnya, aliansi lembaga swadaya masyarakat (LSM), pemuda, tokoh masyarakat, Karang Taruna Kecamatan Rengasdeng-
klok sepakat menatakan sikap menolak dibukanya kembali kafe Tangkahan di Desa Amansari yang bebas menjual miras kepada anak dibawah umur. Hal tersebut merupakan puncak kekecewaan masyarakat atas lemahnya pengawasan dari Kecamatan Rengasdengklok. Sehingga membuat kafe bisa bebas menjual miras ke anak sekolah dasar negeri (SDN) yang masih mengenakan seragam. Ketua umum LSM Kompak, Ahmad Mukron mengatakan, pihaknya meminta kepada pihak aparat baik itu pihak kasi trantib kecamatan (MP) dan pihak kepolisian agar segera menutup total kegiatan cafe tersebut. “Hasil pertemuan ini, kami dari Aliansi para temen-temen LSM, aktivis, karang taruna, tokoh masyarakat. Kemudian hadir kiyai Endang dari FMK menyatakan tidak ada toleransi lagi untuk cafe tersebut beroperasi,” ucap Mukron kepada KBE usai melakukan audiensi dengan Kecamatan Rengasdengklok, kemarin. (rie)
KAMIS, 26 SEPTEMBER 2019
6
Koran Kebanggaan Pelaku Bisnis
New Honda Supra GTR150 Sensasi Street Sport JAKARTA – PT Astra Honda Motor (AHM) hadirkan sensasi Street Sport pada New Honda Supra GTR150 untuk memenuhi hasrat konsumen yang ingin merasakan sepeda motor dengan performa tinggi di jalanan serta tampil yang agresif. Desain terbaru yang lebih tangguh pun siap menemani pengendara merasakan sensasi 6 kecepatan yang dihasilkan dari mesin DOHC yang dimiliki New Honda Supra GTR150. Dengan mengusung konsep baru ini, penyegaran desain yang lebih agresif sporti pada New Honda Supra GTR150 dapat ditemukan pada Front Cover dan Tailight yang berdesain tajam dan semakin mempertegas kesan agresif. Desain berbeda pun disematkan pada bagian Fender belakang yang disandingkan dengan lampu sein terpisah sehingga memberikan kesan motor sport sesungguhnya. Selain perubahan konsep dan desain, New Honda Supra GTR150 mendapatkan pembaruan pada fitur yakni penyematan fitur Full Digital Panelmeter dengan desain yang sporti namun tetap memberikan kemu-
dahan informasi kecepatan maupun jarak jelajah pengendara. Kehadiran model terbaru ini turut didukung performa mesin mumpuni untuk melaju dengan stabil, nyaman, dan bertenaga saat digunakan di perkotaan. Direktur Marketing AHM Thomas Wijaya mengatakan perubahan terbaru yang disematkan pada New Honda Supra GTR150 menjadikan model ini terlihat semakin agresif yang dapat memberikan kebanggaan pengendara saat menikmati sensasi performanya di jalanan. “Kami berharap model ini dapat semakin dicintai generasi muda yang menyukai kecepatan dan ingin selalu tampil beda. New Honda Supra GTR150 juga tetap memiliki performa mesin yang bertenaga tinggi namun tetap nyaman untuk dikendarai sehari-hari” ujar Thomas. New Honda Supra GTR150 mengusung mesin 150cc DOHC 4-valve didukung transmisi 6 kecepatan. Model ini dibekali dengan tenaga yang berlimpah hingga 12,0 kW (16,3 PS)/9.000 rpm sehingga menghasilkan performa terbaik di kelasnya. Untuk mendukung peng-
endara pecinta kecepatan dan kelincahan di jalan, New Honda Supra GTR150 memiliki akselerasi yang responsif yakni 10,7 detik untuk jarak tempuh 0-200m dengan kecepatan maksimum hingga mencapai 122 km/jam. Dengan performa tinggi yang dihasilkan, New Honda Supra GTR150 tetap hemat dalam pemakaian bahan bakar yang mampu menjelajah hingga 42,2 km/ liter dengan metode ECE R40 (berdasarkan pengujian internal AHM). Model ini juga ramah lingkungan sesuai standar emisi EURO3. New Honda Supra GTR150 didesain dengan posisi berkendara yang memberikan kenyamanan optimal saat digunakan sehari-hari dengan kecepatan tinggi sekalipun. Kenyamanan berkendara ini dapat dirasakan deng a n p o s i s i b e rk e n d a ra yang tegak (Upright Riding Position) dan Twin Tube Frame yang kuat. Dimodali dengan ban tubeless depan (90/80) dan b elakang (120/70) b er ukuran b esar, s er ta penyematan rem cakram depan dan belakang me-
nambah kenyamanan serta keamanan saat dipacu melesat jalanan. Di samping itu, New Honda Supra GTR150 juga hadir dengan fitur unggulan seperti LED Headlight
dengan perubahan garnis warna hitam yang memberikan kesan agresif serta dual layer multi reflektor yang mampu memberikan pencahayaan yang luas saat berkendara di malam
hari. New Honda Supra GTR150 hadir dengan 4 varian pilihan warna, pada tipe Exclusive yakni Matte Red dan Matte Silver dipasarkan dengan harga OTR
(On The Road) DKI Jakarta Rp. 23.685.000. Sementara untuk tipe Sporty, pilihan warna Spartan Red dan Gun Black dipasarkan dengan harga OTR DKI Jakarta Rp. 23.435.000. (rls/rie)
JNE Promo Bebas Ongkos Kirim
Asus Perkenalkan Dua Laptop Tipis Terbaru ZENBOOK S UX392 dan ZenBook Flip UX362 keluaran terbaru dari Asus. Dua laptop tipis, namun ZenBook S UX392 sebagai ultrabook supertipis. Diungkap Consumer PC Country Product Manager Lead Asus Indonesia, Frank Wang. “Kedua perangkat tersebut mengombinasikan performa powerful dengan desain yang indah. Perangkat ultraportable ini mampu menghadirkan performa kencang dalam balutan bodi yang sangat tipis, ringkas, dan ringan,” ujar Frank. ZenBook S UX392 Untuk spesifikasi, ZenBook S UX392 dilengkapi layar FullHD berukuran 13,9 inci dengan bezel yang sangat tipis di keempat sisinya berkat adopsi teknologi NanoEdge Display. Ultrabook ini memiliki ukuran bezel yang sangat tipis yang diklaim mampu tampil dengan screen-to-body ratio
hingga 97 persen. Meski ukurannya sangat ringkas, namun ZenBook S UX392 masih dapat mengusung penyimpanan PCIe x4 SSD hingga 1 TB. Keunggulan lain perangkat ini adalah baterai besar 50 Wh yang diklaim dapat memberikan tenaga hingga 15 jam penggunaan. Asus ZenBook S UX392 ditenagai prosesor Intel Core i7 generasi ke-8. Prosesor Intel i7-8565U yang digunakan ZenBook S UX392 disebut mampu bekerja dengan kecepatan pemrosesan hingga 4,6 GHz. Prosesor canggih ini juga dilengkapi dengan chip grafis terintegrasi Intel HD Graphics 620 yang hemat daya dan GPU Nvidia GeForce MX150 dengan 2 GB GDDR5 VRAM. Asus mengombinasikan prosesor Intel Core i7 generasi ke 8-nya dengan RAM berkapasitas 16 GB. (bbs/rie)
Advan G3 Pro Dilengkapi Keamanan Face ID A D VA N k e m b a l i m e luncurkan handphone (hp) terbaru. Yaitu Advan G3 Pro yang disebut dapat membantu milenial tetap eksis di era modern. Advan G3 Pro hadir dengan desain premium dan lebih tipis sehingga diklaim terasa nyaman ketika di genggam. Selain itu, hp yang dibanderol Rp 1,7 juta itu juga telah mengalami peningkatan dari sisi teknologi, kamera hingga performa. “Advan G3 Pro Smartphone paling terjangkau untuk milenial agar tetap eksis di zaman modern ini,” ujar GM Marketing Advan, Aria Wahyudi dalam keterangan tertulis, kemarin. Lanjut Aria, Advan G3 Pro membawa layar berukuran 6,3 inci dengan kulitas HD+ sehingga pengguna lebih leluasa. Di sisi kamera G3 Pro mengusung Double
Camera 12 MP + 2 MP AF dengan bukaan F2.2, kamera depan 8 MP. Kemudian untuk kualitas video terbaik bisa digunakan hingga FHD 1920X1080. Menurut Aria, dari sisi dapur pacu, G3 Pro mengusung prosesor OctaCore A55 1.6 GHz+1.2 GHz New CPU SC9863A dan ditunjang RAM 4 GB dan ROM 64 GB serta dilengkapi baterai berkapasitas 3000 mAh. Perangkat ini menjalankan sistem operasi Android Pie 9.0. Advan G3 Pro dibekali dengan fitur keamanan Face ID untuk membuka layar lebih cepat dan fitur finger print. Advan G3 Pro hadir dengan 2 pilihan warna yaitu Jade Green dan Peacock Blue yang sudah tersedia di Official Store Advan Shopee, Tokopedia, Lazada, Blibli dan Bukalapak mulai tanggal 27 September 2019. (bbs/rie)
K A R AWA N G – Da l a m rangka memeriahkan HUT Kota Bandung yang ke – 209, JNE memberikan promo bebas ongkos kirim untuk seluruh transaksi pada (25/9). Promo ini berlaku untuk pengiriman maksimal 2 kg dengan tujuan pengiriman intracity/ dalam kota, atau dari dan tujuan Bandung. Disamping itu netizen juga dapat mengikuti kuis berhadiah voucher belanja melalui akun instagram @ JNE.Bandung untuk meramaikan HUT Kota Bandung di tahun ini. JNE pun turut hadir menyemarakan perhelatan rangkaian acara HUT yang dilaksanakan oleh pemerintah Kota Bandung, salah satunya dalam Bandung Great Sale dan Bandung Run yang dilaksanakan pada 7 September - 6 Oktober 2019. Dalam acara tersebut, JNE Bandung hadir menyediakan booth, dimana para pengunjung juga dapat langsung mendaftar menjadi member JLC (JNE Loyality Card) dan mendapatkan merchandise menarik. Iyus Rustandi, Pimpinan Cabang JNE Bandung menyampaikan rasa antusias yang tinggi dalam menyambut hari spesial bagi kota dengan slogan Kota Kem-
bang. “Tahun ini JNE ingin berbagi kebahagiaan dengan program free ongkir dan program lainnya, sehingga turut berperan aktif memeriahkan hari jadi Bandung sesuai tagline Connecting Happiness”. Program yang digelar kali ini pun, bertujuan untuk mendukung para UKM di
Bandung. “Dengan adanya free ongkir, JNE pun berharap penjualan para UKM, terutama para online seller sebagai pelaku ecommerce, dapat terdorong ketika Bandung merayakan hari jadinya”, ungkap Iyus. Perkembangan JNE sampai dengan saat ini, salah satunya karena peningkatan
daya saing para UKM dan kepercayaan pelanggan. “Oleh karena itu, dengan upaya maksimal JNE Bandung akan terus mendukung melalui program seperti sekarang, atau acara berupa kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat luas, terutama para pelaku usaha”, tutur Iyus. Hingga kini, JNE Band-
ung juga aktif melaksanakan berbagai program untuk pengembangan UKM, diantaraya menggelar seminar dan training untuk mengakselerasi daya saing para pelaku usaha. JNE Bandung juga telah mengadakan UKM Festival serta bimbingan Teknis KUMKM dan masih banyak lainnya. (rls/dri)
Pemprov Dukung Pertumbuhan Industri di Utara Jabar KARAWANG – Provinsi Jawa Barat (Jabar) adalah lumbung industri manufaktur, begitu pernyataan Presiden Republik Indonesia kepada Gubernur Jabar Ridwan Kamil. Maka, diharapkan teknologi mutakhir bisa berada di Jabar. Untuk mendorong kemajuan industri manufaktur di Jabar, Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jabar pun akan mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Segitiga Rebana yakni Cirebon, Majalengka, dan Subang, yang berorientasi ekspor. Emil begitu Ridwan Kamil akrab disapa mengatakan, pihaknya telah memutuskan bahwa bagian utara Jabar nantinya menjadi motor industri. Pertumbuhan ekonomi Jabar, sementara itu, berada di angka 5,8 persen terutama ditopang oleh Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) oleh dunia industri sebesar 42 persen. Dengan suburnya du-
nia industri, berbagai investor pun hadir di Jabar te r masuk p e r usahaan Jepang. Menurut Emil, investor asal Negeri Sakura itu merasa senang dengan Indonesia,
khususnya Jabar yang menjadi tempat bagi 700 dari 2.000 perusahaan (sekira 30 persen) di Indonesia. “Maka saking senangnya, mereka (perusahaan
Jepang) ikut melobi supaya turun dana pemerintah Jepang membangun pelabuhan baru di Patimban (Subang),” kata Emil. Selain itu, Emil juga m e nya mpa i ka n kaba r
baik lain bagi dunia industri yakni menyediakan vokasi pelatihan untuk warga lokal di pabrik tersebut hingga adanya pengurangan pajak sampai 200 persen dari peraturan Kementerian Keuangan RI. Soal diskon pajak itu, potongan akan semakin besar bagi perusahaan yang menyediakan layanan Research and Development (R&D) atau Penelitian dan Pengembangan yang memberikan sumbangsih bagi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan bangsa. Emil pun menawarkan konsep baru untuk merangkul perusahaan, yakni kerja sama dalam sebuah forum bernama Governor Club. Syaratnya, asal perusahaan tersebut memiliki komitmen dan mau mengikuti panduan. “Keuntungannya, saya akan turun langsung (berkoordinasi) jika ada kemacetan-kemacetan (masalah),” kata Emil mengakhiri. (rls/dri)
SAMBUNGAN
KAMIS, 26 SEPTEMBER 2019
KPK Tetapkan Anggota BPK Jadi Rizal Djalil Tersangka Kasus Proyek Air Minum JAKARTA- KPK menetapkan tersangka baru dalam kasus dugaan suap terkait proyek pembangunan sistem air minum (SPAM) di Kementerian PUPR. Tersangka baru itu adalah anggota BPK Rizal Djalil. “KPK membuka penyidikan baru dengan 2 orang tersangka RIZ (Rizal Djalil) anggota BPK dan LJP (Leonardo Jusminarta Prasetyo) Komisaris PT MD (Minarta Dutahutama),” kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dalam jumpa pers di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (25/9/2019). Awalnya BPK pada Oktober 2016 melakukan pemeriksaan pada Direktorat SPAM Kementerian PUPR. Surat itu ditandatangani Rizal sebagai anggota BPK IV saat itu. “Surat tugas adalah untuk melaksanakan Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu atas Pengelolaan Infrastruktur Air Minum dan Sanitasi Air
datang ke Direktur SPAM dan menyampaikan ingin ikut serta dalam pelaksanaan/kegiatan proyek di lingkungan Direktorat SPAM. Proyek yang diminati adalah proyek SPAM Jaringan Distribusi Utama (JDU) Hongaria dengan pagu anggaran Rp 79,27 miliar,” imbuh Saut. Pada akhirnya proyek itu dikerjakan PT MD atas arahan Rizal. Dia pun mendapatkan uang SGD 100 ribu dari Leonardo. Rizal pun ditetapkan sebagai tersangka dengan sangkaan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 UndangUndang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Sedangkan Leonardo sebagai pihak yang diduga pemberi disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UndangUndang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (red)
Limbah pada Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR dan Instansi Terkait Tahun 2014, 2015 dan 2016 di Provinsi DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan barat dan Jambi,” kata Saut. Dari pemeriksaan, BPK menemukan hilangnya anggaran dari Rp 18 miliar menjadi Rp 4,2 miliar. Namun sebelum itu rupanya Direktur SPAM sudah mendapat pesan permintaan uang sebesar Rp 2,3 miliar. “Tersangka RIZ diduga pernah memanggil Direktur SPAM ke kantornya, kemudian menyampaikan akan ada pihak yang mewakilinya untuk bertemu dengan Direktur SPAM,” sebut Saut. “Selanjutnya perwakilan RIZ
YLBHI: 50 Sampai 100 Mahasiswa .... dari halaman 1 dua mahasiswanya belum kembali pascademo k e ma r i n . A l i m e n ga ku mendapat kabar 2 mahasiswa itu ditangkap polisi.
JAKARTA- Massa yang mengklaim diri sebagai siswa STM se-Jabodetab e k m e l a ku k a n l o n g march ke DPR RI. Aksi mereka dibubarkan polisi dengan tembakan gas air mata ke udara. Pa nt au a n d e t i k c o m d i Ja l a n R a y a M a m pang Prapatan, Rabu (25/9) sore, beberapa
remaja menggenggam batang bambu dan benda menyerupai tongkat. S e s e ka l i m e re ka mengangkat tongkat tersebut sambil menyanyikan yel-yel. Gas Air Mata di Mampang Jaksel Saat tembakan gas a ir mat a d il epa ska n, beberapa peserta long
ma rc h m e l e mp a rk a n batu ke arah polisi serta kendaraan polisi. Namun, setelah gas air mata ditembakkan, konsentrasi massa long march pecah. Mereka berlari ke arah Jalan HR Rasuna Said, arah Jalan Gatot Subroto, dan arah Jalan MH Thamrin. (red)
Menunggu ‘Takdir Politik’ .... dari halaman 1 baik itu adalah kewajiban,” ucapnya. Ikhwal kesiapannya maju jadi calon bupati, ia pasrahkan sepenuhnya atas kehendak Sang Pencipta. Meski begitu, sebagai aktivis yang biasa bertarung di jalanan, Mulyono mengaku tidak sedikitpun takut kalah jika ditakdirkan jadi calon bupati. “Yang saya takutkan itu ketika saya menang (jadi bupati). Justru itu yang akan
jadi masalah besar,” ujarnya. Jika ditakdirkan menang, ia takut menjadi pemimpin yang tidak amanah, dan mengkhianati kepercayaan warga yang sudah memilihnya. Dia mencontohkan, saat ini tidak sedikit kepala daerah seperti bupati yang harus berurusan dengan hukum karena mengkhianati amanat rakyatnya. “Ketika tangan kita laku, bibir kita laku, tanda tangan kita dibutuhkan orang, mampu tidak menjadikannya amanah?. Itu yang saya
takuti,” ungkapnya lagi. Untuk itu, hingga saat ini Mulyono enggan berangan-angan kedepan ingin jadi bupati ataupun jabatan lainnya. Ia hanya akan fokus berbuat baik dan menjalani setiap aktivitasnya dengan hati ikhlas. Diketahui, selain menjabat Ketua Golkar Karawang, pria yang selalu tampil nyentrik dengan pakaian khas sundanya itu juga dikenal sebagai pengusaha sukses, dan memiliki banyak aset. (red)
Hari ini Festival .... dari halaman 1 Internasional ini antusias masyarakat yang ikut festival ini menembus angka partisipan sebanyak 17 ribu dan dapat memecahkan Rekor MURI yang sebelumnya pagelaran goyang Karawang partisipan hanya 11 ribu. “Angka 17 ribu tersebut dukungan dari partisipan 30 kecamatan. Kita harus mampu mengangkat budaya kearifan lokal menuju destinasi wisata unggulan,” ujarnya. Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Okih Hermawan menambahkan, gerakan tarian secara masal ini pihaknya sudah melakukan persia-
pan jauh jauh hari yaitu merekrut para pelatih profesional dibidang seni tari disetiap kecamatan yang diikuti para pelajar dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). “Memakai Istilah nama Festival Goyang Karawang buka tari Jaipong, karena tari Jaipong itu secara legalitas sudah ada yang memilikinya yaitu kota Bandung,” ujarnya. Sedangkan Kabupaten Karawang memiliki sejumlah julukan sebagai kota padi, kota pangkal perjuangan, kota industri dan beragam kesenian, “Dari sejumlsh julukan buat Karawang tersebut para pelaku seni menghar-
monisasikan menjadi Goyang Karawang,” ucapnya. Lanjut Okih, pihaknya mengajak kepada semua elemen masyarakat untuk mensukseskan Festival Goyang Karawang Internasional. “Festival goyang Karawang Internasional memiliki standar pertunjukan seni. Marinkitavsuksekskan festival Goyang Karawang,” pungkasnya. Seperti diketahui sekitar 15 negara dan 7 Provinsi mewakili negara Indonesia turut meramaikan festival goyang Karawang Internasional yang akan digelar selama 4 hari bertempat di Lapangan Galuh Mas Kecamatan Telukjambe Timur. (gie)
“Dua belum pulang, dikabarkan diamankan dan ditahan di Polda Metro Jaya, itu yang saya dengar. Masih simpang siur, tapi dalam pusat penahanan Brimob ya,” kata Ali saat di-
hubungi, Rabu (25/9/2019). Dua mahasiswa FISIP UIN itu adalah Dodi Kurniawan, mahasiswa jurusan Sosiologi semester 7, dan Firman Mawardi, mahasiswa jurusan politik semester
7. Ali berharap keduanya dalam keadaan baik. “Mahasiswa senior yang sengaja kemarin minta izin untuk ikut terlibat dalam demo menolak Pengesahan RUU,” ujarnya. (red)
sie Kelembagaan Nelayan, DKP Karawang, Setya Saptana mengatakan, data eror yang terjadi bukan hanya di Cilamaya saja. Melainkan, hampir di seluruh wilayah penerima kompnesasi, terjadi hal demikian. Pasalnya, kata dia, data yang masuk ke desa-desa semuanya bersumber dari pusat. Bagi yang belum terdata, atau ada kesalahan data. Akan dilakukan pendataan susulan. “Saya minta nelayan untuk bersabar. Kesalahan ini, bukan hanya ada di Cilamaya. Tapi hampir di semua desa penerima kompensasi,” ka-
tanya. Sapta mengatakan, DKP Karawang bersama PHEONWJ telah berkomitmen. Untuk menyelesaikan soal kompensasi ini seadil mungkin. Dengan menggunakan sistem dan skema yang terukur. “KKP dan PHE akan bertanggung jawab. Dan memberikan semua hak-hak nelayan,” tegasnya. Di Cilamaya sendiri, pembagian kompensasi dari Per tamina rencananya akan berlangsung selama tiga hari. Mulai dari, Selasa, (24/9) kemarin, hingga Kamis, (26/9) ini. (wyd)
Lansia dan Orang Sakit .... dari halaman 1 gan, tak sedikit pula ibu-ibu pengolah dan pengerajin perikanan ikut antre. Sambil membawa anak-anaknya. Para istri nelayan itu, tak kalah semangat untuk berburu kompensasi Pertamina. “Iya, kemarin sudah di wawancara, sudah tanda tangan. Katanya cair hari ini. Makanya kita nunggu dari pagi,” ujar Tasriah, pengrajin alat tangkap perikanan. “Kemarin udah nunggu, dar i pagi sampai sore. Namanya tidak di panggilpanggil. Jadi balik lagi, hari ini antre lagi,” timpal Imah,
pengrajin lain. Sementara, di kampung nelayan Pasirputih, Desa Sukajaya, Cilamaya Kulon, terjadi banyak masalah di rekening penerima bantuan kompensasi Pertamina tersebut. Tak sedikit, nominal yang tertera dalam rekening mereka, tak sesuai dengan nominal yang seharusnya. Yaitu, Rp. 1,8 juta. “Ada yang kurang Rp. 100 ribu, ada yang kosong, bahkan ada yang saldonya cuma Rp. 80 ribu, kacau pokonya,” ujar Ayu, salah satu penerima kompensasi. Menanggapi hal itu, Ka-
Jadikan Ponpes Baitul Burhan …. dari halaman 1
Pelajar Bawa Batu dan Bambu
7
l eb i h d i p e rd a l a m. Namun demikian bukan berar ti cabang-cabang ilmu keagamaan lainnya tidak dipelajari olehnya. Seperti ilmu tauhid, fiqih, tasawuf, mantik, dan lain s ebagainya. Ajengan Wawan saat menjadi sa nt r i te r ma su k sa nt r i yang cerdas dan kuat hafalannya. Sehingga untuk menhafal kitab Jurumiyah, Yaqulu, Imriti, dan Alfiyah ia relatif lebih cepat dibandi n g k a n d e n g a n re k a n rekannya. Tidak hanya hafal matan-nya, ia juga memahami makna dan p enj elasan dar i s etiap kata dan kalimatnya. Hanya dalam kurun waktu empat tahun setengah, kemampuannya dalam ilmu-ilmu alat sudah mumpuni, begitupun cabang ilmu-ilmu yang lain. Pondok Pesantren Baitul Burhan yang kini berdiri dengan masjidnya yang megah di Jarakah Te m p u r a n d i b a n g u n pada akhir tahun 1999. Tepatnya di Kampung Jarakah Desa Lemahduhur Ke camatan Tempuran, Karawang. Menurut Ajengan Wawan, nama Baitul diambil dari nama depan Ponp es Baitul Hikmah H a u r K u n i n g . Ya i t u pesantren pertama Ajeng a n Wa w a n m e n i m b a ilmu. Kemudian Burhan diambil dari nama Ponpes Miftahul Huda Al-Burhani, yaitu ponpes milik ayahnya di Plered Purwakarta. Ponpes Baitul Burhan awalnya berdiri di tanah seluas 1240 m 2 dan hanya memiliki lima asrama tiga diantaranya asrama p u t ra d a n d u a a s ra ma putri, satu majlis dan satu rumah kiai yang letaknya diantara asrama putra dan putri. Ti p e b a n g u n a n y a n g juga ditemukan di pesantren lain pada umumnya. Na mu n j i k a k i t a b i a s a menemukan masjid sebagai pusat pendidikan di lingkungan pesantren,
General Manager: Tohiri Alam. Deputy General Manager: Hayatullah. Pimpinan Perusahaan: Tohiri Alam. Pimpinan Redaksi: Hayatullah. Wakil Pimpinan Redaksi: Suhlan Pribadi. Redaktur: Mahesa Bahagiastra, Arie Firmansyah. Asisten Redaktur: Fuad Fauzi, Tomi Prayoga. Kabupaten Karawang: Agus B, Yogie S, Toyib, Wahyudi. Kabupaten Bekasi: Dimas Apriyanto, Jiovano Nahampun, Agus Nuryadin, Haripan Nahampun, Yogie Trinanda. Kota Bekasi: M. Suyudhi R (Kepala Biro), Naldy. Kabupaten Subang: Feri Kosasih. Kabupaten Purwakarta: Hasan Kobra (Kepala Biro). Pracetak : Juhadi (Koordinator), Mochamad Diky Darmawan, Almujamil. EDP/IT : Harry Hidayat. Iklan: Gema Parlindra (Manager Jakarta). Hepi Harianto (Manager Bandung). Manager Iklan & Promosi: Hudri Amin (Koordinator), Dimas A. Manager Pemasaran: Ade Marsin (Koordinator), Ecep, Noviantoro, Melky JS. Sirkulasi & Pengembangan Koran: Jamal (Koordinator), Yanto, Herman Budiono, Lalan, Umbaran, Ambri, Parwoto, Umbaran. Keuangan/Administrasi: Dewi Megawarti (Koordinator), Asih Setiawati, Kansha Isfaraini Huurun’ein, Iin. Komisaris Utama: Dwi Nurmawan. Komisaris : Arif Badi Karyawan. Direktur Utama: Yanto S Utomo. Direktur : Eko Suprihatmoko, Mohamad Fauzi.
tapi tidak dengan Ponpes Baitul Burhan ini. Masjid yang jaraknya tidak terlalu jauh dari lingkungan pesantren dijadikan tempat untuk shalat berjamaah atau acara-acara keagamaan lainnya. Cikal bakal berdirinya Ponpes Baitul Burhan diawali dari hijrahnya Ajengan Wawan dari Plered ke kampung istrinya di Jarakah Desa Lemahduhur Tempuran. Saat tinggal di Plered A j e n g a n Wa w a n m e n jadi salah satu pengajar di Ponpes Miftahul Jannah, yaitu ponpes milik ayahnya KH. Burhanudin. Sementara Ustadzah Imas adalah salah satu santri putr i di pesantren itu, ya n g n o t a b e n e a d a l a h santrinya juga. Kemudian Ajengan Wawan memutuskan untuk hijrah ke Karawang. Di tempat yang baru untuk sementara ia bersama anak dan istri tinggal di r umah mer tuanya yaitu H. Dasman. Semangat dakwahnya semakin berkobar menanamkan nilai-nilai keislaman. Ku r a n g l e b i h s e l a m a setahun sejak hijrah dari Plered ia beradaptasi dengan lingkungan dan bersosialisasi dengan masyarakat, melakukan pendekatan kepada tokoh agama dan tokoh masyarakat. Kemudian atas dukunga n d a r i k e l u a r ga d a n keinginannya untuk membuat lembaga pendidikan Islam sehingga k e g i at a n d a kw a h ya n g selama ini dilakukan di tempat-tempat terpisah bisa disatukan dalam satu tempat. Atas dasar itulah akhirnya ia memutuskan untuk membangun pondok pesantren. Berawal dari sebidang tanah wakaf keluarga, ia mulai merintis p e mba ngu na n p o n d o k pesantren. Sejak saat itu i a b e k e r ja k e ra s m e n cari dana dengan banyak menemui para donatur l e wat ja r i nga n ke l u a rga, jamaah, sahabat-sahabatnya saat belajar di pesantren, dan cara-cara
lainnya. Namun ia cukup selektif dan teliti dalam menerima sumber pendanaan. Hal itu dilakukan agar pondok pesantren yang ia bangun bebas d a r i ke p e nt i nga n ap a pun. Sehingga kegiatan dakwah bisa dilakukan dengan maksimal. Seiring berjalannya waktu, bangunan pesantren mulai berbentuk. Walaupun saat itu masih sederhana kegiatan pengajian sudah berjalan d a n nu a n s a p e s a nt re n sudah mulai dirasakan oleh masyarakat sekitar. Sehingga banyak bapakbapak dan ibu-ibu yang mengikuti pengajian di pesantren. Awalnya hanya masyarakat Kampung Jarakah, tapi lambat laun banyak jamaah yang d at a ng d a r i l u a r d e s a, kecamatan bahkan luar kabupaten. Perkembangan dakwah yang sangat pesat dengan jumlah santri mukimin yang tinggal dan menetap selalu stabil dan cendrung bertambah. D i t a hu n p e r t a ma a d a sekitar 20 santri. Beriku t n y a d a l a m re n t a n g waktu 1999-2003 M santri mukimin putra-putri mencapai 100 orang. Keb a nya ka n d a r i m e re ka berasal dari luar daerah. Adapun penduduk sekitar kebanyakan hanya mengikuti pengajian di sore hari saja, atau dalam istilah pesantren dikenal dengan s ebutan santr i kalong. Jumlahnya sekitar 90 orang, terdiri dari anak-anak usia SD, SMP, d a n S M A . Ki n i ju m l a h santri mukiminnya sudah ribuan santri dengan fasilitas gedung dan asrama yang memadai. Ponpes Baitul Burhan merupakan jenis pesantren salafi yang fokus keilmuannya lebih pada ilmu-ilmu alat. Pola belajarnya pun masih menggunakan pola tradisional khas pesantren salafi seperti bandungan dan sorogan. Kitab-kitab klasik, kitab kuning dijadikan sebagai
sumber utamanya. S ecara umum semua jenis keilmuan islam seperti fiqih, ushul fiqih, tauhid, tasawuf, tajwid, dan hadits itu dipelajari. Tapi ilmu-ilmu yang berkaitan dengan gramatika bahasa Arab seperti nahwu dan sorof itu mendapatkan porsi yang lebih dibandingkan dengan yang lain. Kini Ponpes Baitul Burhan menyelengarakan pendidikan formal tingkat SLTP dan SLTA . Ini dilakukan sebagai upaya pesantren menjawab tantangan zaman. Selain itu banyak permintaan dar i masyarakat, waliwa l i s a nt r i , d a n t o ko h masyarakat tentang hal itu. U nt u k t e t a p m e n ja ga konsep pesantren salafi, pesantren dan sekolah dipisahkan secara kelemb a g a a n . Ja d i k e g i a t a n pesantren tetap berjalan d a n d i l a ku k a n s e p e r t i biasa. Saat ini Ponpes Baitul Burhan memiliki dua lokasi yang jaraknya berdekatan masing-masing 1240 M 2 lokasi awal pesantren dan 6800 M 2 lokasi yang baru. Lokasi pertama untuk pesantren putri, poskestren, dan sekretariat pesantren. Lokasi kedua untuk pesantren p u t ra, ma s j i d , g e d u n g sekolah MTs dan Aliyah, ruang pertemuan, area kegiatan usaha pesantren, dan perumahan dewan pengajar. Menurut Ajengan Wawan, tidak mudah merintis pendidikan pesantren yang dipercaya masyarakat untuk menitipkan anakanaknya belajar ilmu agama. Banyak tantangan yang harud dihadapi dengan penuh sabar, ikhlas, dengan semangat berdakwah mengajarkan ilmu agam kepada masyarakat. “Kadang tantangannya datang dari masyarakat sendiri. Tapi dengan kesabaran dan keikhlasan Insya Allah bisa dilalui. Karena memang tujuan pesantren salah satunya mendidik masyarakat dalam ilmu agama,” jelasnya. (bbs/shn)
Informasi Langganan Iklan & Berlangganan Koran Karawang Bekasi Ekspres Kantor Karawang Bekasi Ekspres Jalan Pepaya Nomor 20, Kelurahan Nagasari, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang. Tlp. (0267) 8408492. Bank: Bank Mandiri a/n PT Wahana Semesta Karawang Bekasi No. Rekening 173-00-00242827. Address e-mail redaksi: redaksikarawangbekasi@gmail.com, email iklan:karawangbekasiekspres@gmail.com. Kantor Biro Cikarang Ekspres Jalan Kasuari IX Blok O Nomor 52 Perum Cikarang Baru, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Telp. (021) 89840853. Bank: Bank Mandiri a/n PT Wahana Semesta Karawang Bekasi No. Rekening 173-00-00242827. Address e-mail redaksi: redaksicikarangekspres@gmail.com, email iklan:cikarangekspres@ gmail.com. Kantor Biro Metro Bekasi Ekspres Jalan Kenari Raya, Blok C Nomor 643, Perumahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi. Perwakilan Iklan Jakarta: Yudi Haryono, Firda. Alamat Perwakilan Jakarta: Kompleks Widuri Indah Blok A-3 Jl. Palmerah Barat No. 353 Jakarta 12210 Tlp. (021) 5330976, 5333321 Fax. (021) 5322629. Perwakilan Bandung: Jl Raya Soekarno-Hatta No. 627 Bandung Telp. (022) 7316634. Percetakan: PT Wahana Java Semesta Intermedia. Alamat: Jalan Perjuangan No. 9 Kota Cirebon. Telp: (0231) 483 531. Isi di luar tanggung jawab percetakan.
KAMIS, 26 SEPTEMBER 2019
8
Semangat Baru Purwakarta
HASAN KOBRA/KBE
DIKEBUT: Bupati Anne Ratna Mustika saat meninjau pembangunan jembatan penghubung yang menjadi sarana pendukung Jalur Lingkar Barat
Pemkab Kebut Jembatan Lingkar Barat Pembangunan Dilakukan Secara Bertahap PURWAKARTA - Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika mengatakan, Pemkab saat ini tengah mengebut pembangunan jem-
batan penghubung yang menjadi sarana pendukung Jalur Lingkar Barat. Salah satunya, jembatan besar di sekitar Desa Ciririp, Kecamatan Sukasari. “Tentu saja kita lakukan pembangunannya, minimal jalur bisa terhubung serta akses masyarakat bisa mudah,” ujar Anne di Pur-
UNJUK RASA
Komunitas Kopel Tolak UU KPK PURWAKARTA- Penolakan terhadap UU KPK datang dari berbagai kalangan. Di Purwakarta Komunitas Pena dan Lensa (Kopel) Kabupaten Purwakarta menggelar aksi menolak hasil revisi UU KPK di Taman Pembaharuan Jalan Terusan Ibrahim Singadilaga, Purwakarta 24/9/2019). Kopel menyuarakan atas pengesahan revisi UU KPK yang dianggap mengagetkan masyarakat. Hal itu dianggap pula sebagai kado pahit dari Presiden dan DPR yang sebentar lagi akan mengakhiri masa jabatannya. Koordinator aksi Hadi Albulaqi mengatakan, begitu banyak kewenangan KPK yang dilucuti, membuatnya menjadi lembaga yang tak lagi istimewa dan punya banyak kuasa dalam menangani nepotisme kolusi dan korupsi. “Kita sangat kecewa dengan keputusan ini. Bukankah Penguatan KPK adalah janji kampanye Pak Jokowi? Bukankah ratusan anggota DPR yang terhormat itu harusnya mewakili aspirasi kami?,” ungkapnya. Menurutnya, selama ini KPK menjadi penggembira bagi masyarakat, satu dari sedikit tempat rasa adil yang masih bisa ditemui, lembaga yang ditakuti oleh mereka para pencuri uang negeri. “Kalau ada satu atau dua kesalahan memang terjadi, maka tentu oknumnya yang harus diganti, bukan kewenangan lembaganya yang malah dilucuti dan dipreteli,” tegas dia. (san*)
SEKILAS
Buronan dari Sulewasi Dibekuk Polsek Plered PURWAKARTA- Seorang buronan atau penjahat yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polres Kotamobagu, Sulawesi Utara, inisial KG (29), dibekuk Polsek Plered, Polres Purwakarta. Pelaku diduga telah melakukan tindakan penipuan uang belasan miliar rupiah kemudian melarikan diri. Pelaku dibekuk di sebuah rumah milik warga di Desa Liunggunung, Kecamatan Plered, Purwakarta (25/9/2019). Polisi berhasil mengamankan telpon genggam dan tas berisi pakaian sebagai barang bukti. Kapolsek Plered, Kompol Slamet Harijanto mengatakan, pelaku berhasil ditangkap setelah mendapat informasi dari Polres Kotamobagu, kemudian melakukan penyelidikan. (san*)
wakarta, Rabu (25/9/2019). Anne menuturkan, finishing Jalur Lingkar Barat menjadi salah satu programnya. Mengingat, di akses jalur darat baru ini masih menyisakan sekitar 10 kilometer lagi yang belum di beton. Serta, belum dibangunnya dua jembatan penghubung sebagai penunjang jalur tersebut.
“Sebenarnya, secara fungsional jalur ini sudah bisa digunakan seluruhnya. Hanya saja, masih ada 10 kilometer lagi yang belum dibeton dan perlu dua jembatan yang harus dibangun,” kata Anne. Penyelesaian pembangunan jalur ini belum bisa dibereskan di 2019 ini. Dengan kata lain, akan dilakukan
secara bertahap. Yang jelas, kata dia, untuk ‘beberes’ jalur tersebut, di tahun ini pemerintah telah menyiapkan anggarannya. Hanya saja, baru untuk keperluan jembatan penghubungnya. “Tahun ini, kemampuan anggaran kami hanya untuk membangun satu jembatan dulu. Yakni, jembatan yang
menghubungkan Desa Ciririp dan Sukasari,” ucapnya. Anne menjelaskan, pembangunan jembatan ini sifatnya mendesak. Karena, jembatan ini menjadi penghubung lima desa yang ada di jalur Lingkar Barat. Adapun untuk pembangunan jembatan sendiri, anggaran yang disiapkan
sekitar Rp 11 miliar. Anne menambahkan, untuk diketahui di jalur ‘Trans Papua-nya Purwakarta’ itu, rencananya ada dua jembatan penghubung yang akan dibangun. Namun, karena keterbatasan anggaran, pembangunan ini akan dilakukan secara bertahap. (san)
Dua Karateka Purwakarta Bertanding ke Chili PURWAKARTA - Karateka asal Kabupaten Purwakarta Luthfi Shandy Pramuditya dan Yudha Fadillah Pratama akan mewakili Purwakarta di Kejuaraan Internasional Karate di Chile. Luthfi akan turun di Kelas Kumite junior 76kg Putra sedangkan Yudha di kelas Kata Perorangan Junior Putra. Selain itu keduanya bagian dari TC untuk persiapan kejuaraan lainnya. «Kami ucapkan terima kasih Pemerintah Daerah telah mensupport para atlet kita untuk mengikuti TC dan Kejuaraan di Chile,» ujar Sekretaris Forki Purwakarta, Adi Suhendin di Purwakarta, Rabu (25/9). Menurutnya kedua atlit tersebut akan tinggal di Chile selama 1 bulan, adapun targetnya adalah menjelang persiapan Sea Games serta masuk dalam Olimpiade. «Kejuaraan tersebut salah satu tiket agar bisa mengikuti Olimpiade,» katanya. Sedangkan kedua atlit tersebut, berhasil menyumbangkan medali emas pada piala panglima. «Kemarin mereka baru saja menyabet
emas,» katanya. Selain Luthfi dan Yudha, yang mewakili Jawa Barat, ada satu karate dari Kota Depok, Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi masing masing satu orang. Sedangkan terkait karateka cilik asal Purwakarta, yang ramai tidak difasilitasi oleh Pemkab Purwakarta, Adi mengatakan bahwa karateka tersebut mewakili nama clubnya sendiri. Bahkan dirinya mengatakan keberangkatannya pun mengetahui dari media sosial. “Atas nama club sendiri, bahkan berangkat atau mengikuti kejuaraannya tidak ada laporan baik ke KONI maupun kepada pihak Forki,” jelasnya. Tidak ada tembusan tersebut, membuat pihaknya kesulitan, apalagi ramainya di masyarakat bahwa karate cilik tersebut tidak dipedulikan oleh Pemkab Purwakarta. «Jadi masalah kan pihak club atau atlet diluar naungan kita, apalagi memberikan tembusan kepada kita, bahkan tahu - tahu sudah berangkat saja,» katanya. (san)
Gubernur Tekankan Sinergi Antara Ulama, Umaro dan Pebisnis GUBERNUR Jabar Ridwan Kamil menekankan pentingnya menjaga kesatuan dan ukhuwah. Menurutnya, meski ada masyarakat yang tak masuk dalam koridor Ukhuwah Islamiyah, masih ada Ukhuwah Watoniyah (berbangsa) dan Ukhuwah Insaniyah (sesama manusia) yang mengikat. “Masyarakat harus bisa bersyukur dengan nikmat berbangsa dan bernegara yang Allah SWT berikan,” kata Emil --sapaan Ridwan Kamil, baru-baru ini. Emil menambahkan, nikmat iman, Islam, dan silaturahmi adalah komponen untuk menambah semangat dan kecintaan kepada negeri Indonesia. Apalagi, bangsa Indonesia tengah mengalami dinamika dalam perpolitikan maupun perekonomian. Maka, kesatuan dan persatuan bisa menjadi penyokong masyarakat dalam melewati dan menjawab tantangan di segala kondisi.
“Mudah-mudahan kita dikuatkan kecintaan tentang pentingnya persatuan dan uhkuwah kita,” kata Emil. Pun nilai dakwah, lanjut Emil, harus memberi contoh teladan akhlak yang baik sehingga bisa menginspirasi individu lainnya untuk melakukan hal serupa.
Ridwan Kamil
Emil juga menyampaikan progres program keumatan Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Jabar, di antaranya Satu Desa Satu Hafidz (Sadesa) yang tahun ini sudah menyekolahkan s ekitar 1.200 anak desa di berbagai p e s a nt re n . Pa ra s a nt r i
pun siap dilepas ke berbagai desa di Jabar. Teranyar, untuk memperkuat misi Jawa Barat Juara Lahir dan Batin, Pemdaprov Jabar pun mengirim 30 Dai ke Yaman untuk menempuh pendidikan agama. “Program mengirim beasiswa bersekolah ke Yaman
dan program Satu Satu Desa Satu Hafiz Quran itu adalah nasehat Habib tahun lalu,” tutur Emil. Selain itu, terdapat pula English for Ulama, di mana lima ulama muda Jabar lulusan tahap pertama program ini akan dikirim ke Inggris pada November 2019 untuk berdakwah mengenai Islam yang damai. “Tujuan (English for Ulama) untuk menyiarkan Islam yang damai, yang wasathiah,” kata Emil. Adapun Program keumatan Jabar Juara lainnya pun rutin dilaksanakan, mulai dari Maghrib Mengaji, Subuh Berjamaah Keliling, Kredit Mesra, hingga One Pesantren One Product (OPOP). Program yang terakhir disebut, bertujuan mendorong pesantren di Jabar untuk mandiri secara ekonomi. “Kita bercita -cita, pesantren di Jawa Barat punya usaha yang besar, supaya pesantren maju,” tutup Emil. (red)