Bintang Baru Warga Karawang Bekasi Purwakarta & Subang KAMIS, 19 SEPTEMBER 2019
KBEONLINE. ID
ONLINEMETRO.ID
karawangbekasiekapres
HARGA Rp3.000
Gerindra di Tangan Gina?
CATATAN REDAKSI...
Belajar Sadar Bahaya Sampah Plastik
Ajang: Belum Ada yang Bakal Diusung
Hayatullah Pemred Karawang Bekasi
KARAWANG- Nama Gina Swara semaki hari, semakin banyak diperbincangkan sebagai tokoh alternatif yang sangat potensial maju dalam Pilkada Karawang 2020. Sejumlah pihak banyak mene yebut, bahkan putri mantan Bupati Karawang ini sudah mendapat tiket dari Partai Gerindra. Pengurus pusat partai besutan Prabowo Subianto ini pun disebutsebut tengah serius menggodok nama Gina dengan menerjunkan tim survei mengukur popularitas dan elektabilitas Gina.
SIAPA tak kenal Alfamart. Jaringan bisnis ritel yang telah menggurita di seluruh pelosok Indonesia. Kemarin (18/9), tim Karawang Bekasi Ekspres (KBE) kembali silaturahim dengan corporate communication (corcom) Alfamart Jabodetabek dan Jabar, Budi Santoso. Banyak hal kami diskusikan tentang potensi hingga persoalan daerah di Indonesia, khususnya Purwasukasi (Purwakarta, Subang, Karawang dan Bekasi). Kita sepakat bahwa potensi kelima daerah ini adalah tumbuh sumburnya kawasan industri, pusat perdagangan dan properti. Di mana, jaringan Alfamart maupun Alfamidi tumbuh subur di wilayah tersebut. Sementara persoalan yang masih momok daerahdaerah itu adalah sampah dan tenaga kerja. Khusus sampah sendiri kita ketahui, mulai dari Karawang yang kesulitan menangani sampah dan pencemaran sungai di Citarum maupun Cilamaya. Pun begitu dengan Kabupaten Bekasi yang kewalahan mengurus sampah di Kali Ulu, Kali Busa Bahagia hingga TPA Burangkeng. Bahkan, Ibu NeKe Hal...7
Di sisi lain, Ketua DPC Gerindra Karawang, Ajang Sopandi kepada awak media mengutarakan sampai saat ini partai belum resmi memutuskan akan memberikan mandat pencalonan kepada siapa. Komunikasi politik pun masih sangat cair. Kendati, internal pengurus di DPC sempat panas saat penentutuan kursi Wakil Ketua DPRD Karawang, namun untuk urusan Pilbup justru adem-ayem alias t a k t e rlihat ada perbedaan persepsi siapa nantinya yang akan dicalonkan. “Belum ada yang bakal diusung sampai saat ini,” kata Ajang kepada awak media, Rabu (18/9). Ia justru dengan bakal calon lain yang berniat mencalonkan diri yang saat ini sudah mulai memanaskan mesin, bersiap merebut hati
simpatisan dan masyarakat di akar rumput. “PKB, PDIP, Demokrat sejumlah parpol sudah bergerak untuk Pilkada. Sejumlah tokoh seperti Kang Jimmy, H. Jenal dan H. Aep sudah mulai intensif menjalin komunikasi dengan parpol-parpol dan turun ke bawah,” kata dia. Disoal mengenai Gina, Ajang pun mengakui sampai hari ini baru Gina yang merupakan tokoh di Partai Gerindra yang bisa dan mampu dijual kepada publik. Ia pun mengakui DPP sedang bekerja sekaligus menanti survei yang sedang berjalan. Kemungkinan besar, kata Ajang, keputusan resmi partai akan keluar pada bukan Oktober atau November mendatang. “Tokoh Gerindra yang bisa dijual ke publik baru Gina Swara. Namun, DPD
Ke Hal...7
Warga Curug Desak Bupati Patuhi Putusan PT-TUN
DUKUNGAN: Warga Curug membubuhkan tandatangan mendesak Bupati menjalankan putusan PTTUN Jakarta.
KARAWANG- Warga Desa Curug Kecamatan Klari meminta Bupati segera melaksanakan amar putusan Pen-
gadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Jakarta, dalam sengketa Pilkades Desa Curug yang diputuskan pada tanggal (10/9) lalu. “Kami meminta Bupati Kabupaten Karawang, segera
melantik Cece Hermawan sebagai Kepala Desa Curug menggantikan Usman Sonjaya,” ucap Narman warga Dusun Bedeng Desa Curug, kepada KBE, Rabu (18/9). Dikataknnya, masyarakat Desa Curug mengawal Cece sejak awal tahapan Pilkades lalu hingga kemudian terjadi sengketa, dan akhirnya keluarlah putusan PT-TUN. “Alhamdulilah setelah 9 bulan melalui proses hukum, hingga kemudian keluar putusan yang memenangkan pak Cece Hermawan, semoga beliau secepatnya dilantik,” ucapnya. Hal senada dikatakan Ke Hal...7
P2TP2A Dampingi Gadis yang Dihamili Ayah Kandung KARAWANG – Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) dampingi korban berinisial D yang dicabuli bapak kandung hingga hamil 5 bulan. Hal tersebut diungkap oleh
Nuregina, Pengurus P2TP2A. “Kami menyayangkan korban ditolak oleh warga untuk kembali ke rumah orang tuanya. Kita sudah berkoordinasi dengan pihak Ke Hal...7
Imam Nahrawi Diduga Terima Uang Rp 26,5 M JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi beserta asisten pribadinya, Miftahul Ulum, sebagai tersangka. Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengatakan, keduanya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penyaluran dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia melalui Kemenpora tahun anggaran 2018. “Dalam penyidikan tersebut ditetapkan dua orang
tersangka yaitu IMR, Menteri Pemuda dan Olahraga dan MIU, Asisten Pribadi Menteri Pemuda dan Olahraga,” kata Alex dalam konferensi pers di Gedung KPK, Rabu (18/9/2019). Alex menuturkan, Imam diduga telah menerima suap sebanyak Rp 14.700.000.000 melalui Miftahul selama rentang waktu 2014-2018. Baca juga: KPK Tetapkan Menpora Imam Nahrawi Tersangka Selain itu, dalam rentang waktu 2016-2018 Imam juga diduga me-
m i nt a u a ng s e n i l a i Rp 11.800.000.000. “Sehingga total dugaan penerimaan Rp 26.500.000.000 tersebut diduga merupakan commitmen fee atas pengurusan proposal hibah yang diajukan KONI kepada Kemenpora Tahun Anggaran 2018,” ujar Alex. Akibat perbuatannya, Imam dan Miftahul disangka melanggar pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999
sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP. Sebelumnya , dalam kasus ini, Sekretaris Jenderal Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Ending Fuad Hamidy telah divonis 2 tahun 8 bulan penjara terkait kasus suap dana hibah dari Kemenpora. Dalam putusannya, dibeKe Hal...7
Saat Harapan Difabel Berubah Jadi Kekecewaan
Jadwal Ketemu Bupati, Tapi Tak Ada yang Menemui Rawut sumringah muncul di wajah pengurus Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Karawang sambil santai menunggu waktu masuk ke ruang rapat atau ruang kerja bupati, Selasa (17/9) siang. Jam demi jam dilewati, panggilan yang diharap tak kunjung datang. Tumpukan harapan, langsung berubah menjadi sebuah kekecewaan. MAHESA BAHAGISTRA, KARAWANG
SIANG itu, setelah menunggu waktu bertemu dengan bupati namun berakhir gigit jari, muka mereka mulai berubah loyo, jadwal pertemuan berubah jadi momen kekecewaan, lantaran bupati tak ada di Kantor Redaksi: Jl. Pepaya No 20. Kelurahan Nagasari Kec. Karawang Barat Telp. / Fax: (0267) 8408492
tempat. Lalu, tak satup pun pejabat yang berwenang menghampiri mereka. Penasihat PPDI Karawang, Adam Bachtiar kepada awak media menceritakan, awalnya Ke Hal...7 email: karawangbekasiekspres@gmail.com,
redaksikarawangbekasi@gmail.com
OPINI
KAMIS, 19 SEPTEMBER 2019
2
Ikhtiar Menuju Judicial Review Oleh ALI ABDILLAH* SERUAN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pakar, akademisi, tokoh, maupun masyarakat luas tidak digubris pemerintah dan DPR. Mereka akhirnya tetap mengesahkan revisi Undang-Undang (UU) KPK kemarin. Namun, itu tidak berarti perjuangan pihak-pihak yang pro pemberantasan korupsi harus berhenti. Masih ada kemungkinan untuk mengajukan judicial review ke Mahkamah Konstitusi (MK). Itu cara terakhir yang bisa dilakukan KPK maupun publik untuk mematahkan revisi UU yang memberangus independensi KPK. Kesempatan tersebut harus dipergunakan sebaik-baiknya dengan persiapan yang matang. Pada dasarnya, judicial review dibagi ke dalam dua proses, yakni pengujian
formil dan pengujian materiil. Nah, dalam konteks revisi UU KPK yang baru diketok kemarin, artinya masih fresh. Kita masih punya waktu 45 hari untuk menguji secara formil. Yang perlu dikuliti adalah keabsahan proses pembuatan produk perundang-undangan itu. Misalnya, berapa jumlah anggota DPR yang hadir dalam pembahasan? Dari berbagai pember itaan, dalam sidang paripurna kemarin, hanya 102 anggota DPR yang ada dalam forum. Dari 560 total jumlah anggota DPR. Kalau memang kita berikhtiar untuk maju memproses gugatan selama 45 hari, calon penggugat harus bekerja keras mengumpulkan bukti-bukti. Berapa jumlah anggota DPR yang hadir itu seharusnya bisa diakses publik. Jika tidak memenuhi, berarti tidak kuorum. Tapi kok
bisa diketok? Publik juga sepatutnya bisa mengakses apakah pembahasan revisi UU masuk dalam program legislasi nasional (prolegnas). Dokumen-dokumen, risalah rapat, dan sebagainya itu yang harus dikejar. Setelah uji formil, yang kedua adalah uji materiil. Pada tataran ini, kita mengulik substansi dari produk perundang-undangan itu
sendiri. Hal-hal yang perlu disiapkan untuk pengajuan judicial review secara materiil tentu saja gugatan yang kuat dan elemen masyarakat sipil. Dalam persidangan, pertama-tama MK akan menguji legal standing. Untuk itu, bukti-buktinya harus jelas dan menghadirkan ahli yang bisa mendukung argumentasi masyarakat. Uji materiil memiliki wak-
tu yang panjang, tidak dibatasi 45 hari. Karena itu, jika serius ingin mengajukan judicial review, penggugat punya banyak waktu untuk membangun landasan yang mumpuni. Argumentasi yang disampaikan harus mempunyai hubungan sebab akibat dengan revisi UU KPK. Pengajunya bisa KPK atau masyarakat perseorangan. Itu diatur dalam pasal 51 UU MK. Dalam pasal te r s ebu t, p e m o h o n nya bisa berasal dari warga negara perseorangan, kesatuan masyarakat hukum adat, badan hukum publik atau privat, dan lembaga negara. Jadi, baik itu KPK ataupun publik yang mengajukan, kekuatan gugatan judicial review-nya samasama kuat. Malah, dengan pengajuan dari masyarakat, bisa jadi bukti-bukti itu sema-
kin menguatkan. Tinggal nanti bagaimana masyarakat membuktikan bahwa revisi UU KPK tersebut merugikan mereka. KPK yang tidak lagi independen membuat korupsi semakin masif dan pajak yang sudah mereka bayar makin mudah dikorupsi. Publik perlu mengeksplorasi pasal-pasal yang hendak diuji di judicial review. Misalnya mengenai mekanisme permohonan izin penyadapan ke dewan pengawas. Dalam beberapa literatur dan kasus berbagai negara mana pun di dunia, kalau hendak melakukan penyadapan, izinnya ke lembaga peradilan. Bukan ke lembaga non peradilan, apalagi dewan pengawas. At a u p a s a l m e n g e n a i pemberhentian pimpinan karena perbuatan tercela. Nah, definisi perbua-
tan tercela sendiri sangat karet. Definisi perbuatan apa saja yang termasuk tindakan tercela bisa dipolitisasi. Tentu itu akan sangat mengganggu KPK ke depan. Argumentasi pasal-pasal seperti itu bisa menjadi poin gugatan. Jangan lupa, buktikan juga bahwa revisi UU KPK tidak sejalan dengan norma-norma dalam UndangUndang Dasar 1945. Ini memang akan menjadi kali kedua KPK mengajukan judicial review. Tapi, bukan KPK satu-satunya lembaga tingkat nasional yang mengajukan itu. Sebelumnya sudah ada DPD yang mengajukan permohonan judicial review soal UU MD3. Publik jangan kehilangan harapan. Semangat pemberantasan korupsi harus dilanjutkan. *) Peneliti Pusat Studi Hukum Tata Negara FH UI
satukan. Lalu, kau berusaha menggali tanah yang terlihat empuk karena basah itu. Hampir satu jam, dengan peluh dan tangis, kau menggali tanah itu dengan sebuah dahan kayu yang terlihat sudah lancip di ujungnya. Setelah kau rasa cukup dalam untuk memendam tubuh kekasihmu, kau berhenti. Kau tarik tubuh kekasihmu dan kau masukkan ke dalam lubang. Kemudian kepalanya. Kau peluk kepala yang terpenggal itu. Kau cium keningnya. Setelah itu kau masukkan ke lubang, kau sambungkan ke leher yang terpenggal itu lagi. Malam itu, dengan darah kekasihmu dan lumpur tanah yang bercampur menempel di sekujur tubuhmu, dengan gontai kau berjalan menuruni jalan setapak. Kau tetap menghindari orang ramai dan terus berjalan mencari jalan setapak. Hingga di sebuah pagi kau sampai di sebuah stasiun kereta api kecil yang kemudian membawamu ke kota ini. Kau tinggal di stasiun itu. Darah dan lumpur yang menempel di tubuhmu itu, tercium wangi bunga melati oleh semua orang yang datang dan pergi di stasiun itu. Lama-lama, orangorang di sana memanggilmu Cinta karena kau tak pernah
memberi tahu namamu sebenarnya. Lama-kelamaan juga, darah dan tanah yang menempel di baju yang kau pakai itu berubah menjadi seperti lukisan berbentuk daun waru yang menjadi simbol cinta yang diagungkan itu. Dan di sebuah malam, tiba-tiba lukisan-lukisan itu berjatuhan dari badanmu. Kau kerepotan. Kau berusaha mencari satu per satu sesuatu yang kau anggap cintamu itu. Namun, seseorang telah berhasil lebih dulu mengambilnya. Seorang penjual asam jawa keliling. Dan kini, kau kehilangan cintamu karena sudah disatukan dengan asam jawa olehnya dan dijadikan bumbu masak. Bumbu itu dijual ke manamana, yang kata banyak orang menjadi obat mujarab untuk keutuhan cinta siapa pun yang pernah memakan masakan yang menggunakan bumbu itu. Sejak bumbu masak yang terbuat dari campuran cintamu dan asam jawa itu menyebar ke seluruh dunia, tak ada lagi kisah cinta yang muram. Tak ada perselingkuhan. Tak ada perceraian. Tak ada pembunuhan atau penganiayaan atas nama cembur u dan dendam. Semua orang hidup bahagia. Kecuali kamu!
Bumbu Cinta Asam Jawa Cerpen oleh: Hary B. Kori’un
LALU, kau ceritakan kepada orang itu kisah yang terjadi. Malam itu, saat hujan badai yang sangat deras, b eb erapa orang berhasil menculik kekasihmu. Dia dibawa entah ke mana. Pelarian kalian berhasil dilacak oleh sistem satelit yang mengikuti nomor IMEI telepon genggam kekasihmu. Padahal, dalam
beberapa kali penyergapan, kalian berhasil lolos. Mulai ketika masih tinggal di sebuah gubuk tua di pedalaman Rimbo Bujang, di rumah kumuh pinggir rel kereta api di Petamburan, hingga di berbagai tempat persembunyian lainnya. Kalian hidup berpindah. Lalu, kalian tak bisa lari lagi dari kepungan para
pemburu itu di rumah bambu dekat ratusan kuburan masal pengikut organisasi terlarang di lereng Gunung Merbabu. Kalian tahu, cinta memang harus diperjuangkan hingga batas kemampuan. Tapi akhirnya, malam itu, saat hujan badai yang sangat deras, kau dan kekasihmu harus memilih salah satu yang tertangkap. Kekasihmu menyuruh kau masuk ke sebuah lubang yang tertutup papan sebagai alas tikar tidur. ”Kau harus tetap hidup. Biar aku yang menjalani ini,” kata kekasihmu. Sementara di luar, tim buru sergap sudah berhasil menjebol pintu bambu di depan. ”Kita masuk lubang ini bersama.” ”Tidak bisa. Lubang ini hanya bisa menyelamatkan satu orang. Tanah akan langsung menutup dari atas begitu seseorang masuk. Kau harus tetap hidup, demi cinta kita, agar bisa kau ceritakan kepada banyak orang betapa besar cinta kita.” Ta k a d a w a kt u u nt u k berdebat lagi. Kekasih tercintamu kemudian mendorongmu masuk ke lubang, kemudian ditutupnya lagi dengan papan dan tikar lusuh di atasnya. Bersamaan dengan itu, dua orang penyergap berhasil mer-
ingkus kekasihmu tersebut dan membawanya entah ke mana. Kau terus mengikuti lubang itu. Sebuah lubang sebesar tubuhmu yang sangat licin. Kau seperti seekor belut yang mengikuti lubang licin itu hingga keluar di sebuah dataran yang tak terlalu luas di sebuah tebing yang tak terlalu curam di luar desa. Bertepatan dengan itu, kau melihat sebuah mobil jenis pikap, bak terbuka, dan melihat kekasihmu berada di belakang dengan tangan terikat, dipegang oleh dua orang berbadan kekar. Mobil itu berhenti di tebing tak jauh dari tempat kau keluar dari lubang tadi. Jaraknya sekitar sepuluh meter, tetapi rimbunnya semak perdu membuat kau tak terlihat oleh lima lelaki yang kini memegang kekasihmu itu. Lalu, kekasihmu diturunkan dan dihadapkan ke dinding dengan disinari lampu sorot mobil. Kau terkejut ketika melihat seorang lelaki kurus agak tinggi turun dari pintu depan sebelah kiri. Bernhard! Itu kakak kandungmu. Lelaki yang mengatasnamakan keluargamu, menentang cinta kalian. Namun, belum hilang keterkejutanmu, sebuah suara keluar dari mulut lelaki kurus agak tinggi itu.
”Habisi!” Lalu, sebuah jeritan pendek terdengar dan kepala kekasihmu sudah terpisah dari tubuhnya. Kau nyaris berteriak, namun akhirnya kau kehilangan kesadaran saat melihat kejadian mengerikan itu. Kau terbangun saat ujan mulai reda. Keadaan sudah sepi. Kau berjalan ke arah mayat kekasihmu yang kini terpisah antara badan dan kepalanya. Kau histeris, tetapi tanpa suara. Kau peluk kepala yang terpotong dan penuh darah itu. Kemudian, kau dekatkan kepala itu dengan lehernya. Kau
Kasus Gizi Buruk Catatan Merah Kinerja Dinkes
RUMAH SAKIT 1.
RUMAH SAKIT ISLAM KARAWANG Jl.Pangkal Tanjungan Km. 2 Karawang
0267-414520 0267-414521 0267-414522
2.
RUMAH SAKIT BAYUKARTA Jl.Kertabumi No. 44 Karawang
267-401817 0267-401818 0267-402731 0267-404472 0267-404472
3.
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KARAWANG Jl. Galuh Mas Raya No. 1 Karawang
0267-640444 0267-640445 0267-640666
4.
RUMAH SAKIT DEWI SRI Jl.Arif Rahman Hakim NO. 1A Karawang
0267-402855 0267-406445 0267-412246
5.
RUMAH SAKIT CITO Jl. Arteri Tol Karawang Barat
0267-414245 0267-414264 0267-414306
KARAWANG - Wakil Ketua sementara DPRD Kabupaten Karawang, Endang Sodikin menyebut Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karawang harus lebih responsif menindaklanjuti laporan adanya peristiwa gizi buruk yang masih diderita oleh balita di Karawang. “Sempat viral di media sosial adanya anak penderita gizi buruk. Dinkes seharusnya letbih cepat tanggap jangan sampai kemudian setelah kejadian viral, baru mereka bekerja. Jangan sampai viral, baru mereka mau terjun ke lapangan,” ujarnya kepada KBE, Selasa (17/9). Dikatakannya, setiap tahun DPRD Karawamg, melaui Badan Anggaran (Banggar) selalu menyetujui ang-
garan Promosi Kesehatan (Promkes), dan anggaran -anggaran pendamping yang lain sesuai dengan kategori penyakit. “Seharusnya, untuk pembinaan Dinkes dilakukan kepada seluruh pimpinan Puskesmas yang ada di Karawang. Untuk selalu memberikan pemahaman responsif, jangan kemudian persoalan itu naik dulu menjadi persoalan yang viral,” tuturnya. Lanjutnya, bahkan badan anggaran DPRD setiap tahun selalu menyetujui pengajuan anggaran untuk Promkes sekitar Rp 1 sampai 3 miliar per tahun bagi 50 puskesmas yang ada di Karawang. “Nah, ini pun masih dikategorikan by insiden, jika terjadi permasalahan baru ada tindakan.
Dan seharusnya tidak ada alasan buat mereka pihak dari Dinkes tidak memberikan instruksi kepada para Puskesmas untuk memberikan pelayanan yang baik” ucapnya. Jika kinerja para kepala puskesmas kurang responsif terhadap pelayanan kesehatan untuk masyarakat, tentunya akan menjadi perhatian yang serius kepada pihak Dinkes, apalagi terkait permasalahan gizi buruk. “Penyakit gizi buruk ini adalah permasalahan yang menjadi isu nasional yang sangat di tekankan oleh Kementerian Kesehatan pusat.Tentunya hal ini akan menjadi perhatian khusus buat kami, agar para penderita penyakit gizi buruk ini bisa di sembuhkan dan tidak ada lagi penderita penyakit lagi di Karawang,” pungkasnya. (gie)
Wakil Ketua sementara DPRD Kabupaten Karawang, Endang Sodikin
Hubungi Bagian Iklan JAMIL : 0838 0765 0426 KEHILANGAN S AT U B U A H B P K B M O B I L MERK NISSAN X-TRAIL NO.POL : T 1186 TQ DENGAN NO.KA : MHBF3CF1CEJ000022 NOSIN :QR25005580L WARNA HITAM TAHUN 2014 STNK ATAS NAMA ENTANG FITRIANA DENGAN NOMOR BPKB : M-03363817 HILANG SERTIFIKAT SHM NO 02814/WANASARI LUAS 72 M² A/N NUGROHO HARI WINOTO D/A PERUM CITRA VILLA WANASARI BLK JB 1 NO 9 RT 03/17 WANASARI - CIBITUNG - BEKASI
PEMBERITAHUAN KEPADA BAPAK USMAN BAHRI NO PELANGGAN 10-113-17-11140 DIHARAPKAN KEHADIRANNYA UNTUK PENYELESAIAN MASALAH BPKB DI OTO MULTIARTHA CAB KARAWANG GRAND TARUMA RUKO DHARMAWANGSA 2 BLOK A NO 19 KARAWANG JL TARUMANEGARA ARTERI TOL KARAWANG BARAT TLP 0267-8631060
KEHILANGAN TELAH HILANG BUKU KIR B 9558 RV A/N PT.TIRTA VARIA INTI PRATAMA HUB:085815662288
KEHILANGAN KEHILANGAN SURAT T A N D A N O M O R KENDARAAN BERMOTOR (STNK) DENGAN NOMOR REGISTRASI B 2074 KKL ATAS N A M A Y U L I A N A , A L A M AT J L KEMANDORAN TUGU PEKAYON GG H TABRIH NO.9 RT 003/022, D E S A P E K AY O N J AYA , KECAMATAN BEKASI SELATAN, MOBIL DAIHATSU AYLA, JENIS MOBIL PENUMPANG / MINIBUS.
KEHILANGAN
HILANG BPKB MOBIL PANTHER ROYAL TBR TAHUN 2001. NO POLISI: B 2134 HU. NO RANGKA: MHCTBR54FIK226242 A.N KPP P R ATA M A C I B I T U N G H U B 082167600634 (AGE) HILANG SHM NO 01014 LUAS 3901 M2 A/N SAJA LOKASI JL KARANG SENTOSA RT 01/06 DS KARANG SENTOSA KEC KARANG BAHAGIA KAB BEKASI HILANG BPKB HONDA CITY 2004, B1563FBG NOKA: MRHGD86703P014786 NOSIN L15A21810680,A/N MUGI HARJOKO
DIJUAL RUMAH
Luas Tanah 122 m2 Luas Bangunan 70 m2 Harga 1,5 M (Nego) Lokasi : Galuh Mas Metropolis Blok IV No.A1 HUBUNGI : MARYANI 0821 1486 3288
PENGUMUMAN Telah dibuat Akta Pernyataan Keputusan Rapat Pembina “Yayasan Karina Angela”, no. 04, tanggal 31 Agustus 2019, dihadapan Dewi Halimy,SH.,M.Kn., Notaris di Karawang, dengan maksud untuk dilakukan pembubaran CV. Telah ditunjuk pengurus yayasan sebagai likuidator pembubaran dan likuidasi telah dilaksanakan sepenuhnya. Homat kami, Pengurus Yayasan.
KAMIS, 19 SEPTEMBER 2019
IMBAUAN BUPATI Berdasarkan Surat Edaran bernomor KS.01/380/Kesra per tanggal 27 februari 2019: Mengistruksikan setiap instansi pemerintahan menggelar penggalangan dana “Peduli Thalsemia” menindaklanjuti data yang dirilis Yayasan Thalasemia Indonesia (YTI/ POPTI) saat ini ada sebanyak 129 penyintas thalasemia yang tersebar di 30 kecamatan se-Subang. Adapun penyerahan bantuan dana dapat diserahkan ke Bagian Kesra Setda Subang atau via transfer ke rekening a/n Peduli bencana Kab.Subang: 0092084965100. Demikan, atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih. Bupati Subang Ruhimat
Semangat Baru Urang Subang
KPUD Subang Rugikan Negara Hingga Ratusan Juta BPK tuntut ganti rugi Tunggakan Ganti Rugi (TGR) hingga Ratusan Juta rupiah SUBANG - Akibat rugikan negara hingga ratusan juta rupiah, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Subang harus mengembalikan Tunggakan Ganti Rugi (TGR) untuk menghindari jeratan hukum. Menurut informasi yang dihimpun, KPU Subang telah melakukan pelanggaran pada pelaksanaan pemilu dengan kelebihan membayar yang melebihi
ketentuan yang berlaku sehingga merugikan negara. “Gampangnya sih seperti bayar gaji tapi gajinya terlalu besar. Itu jelas melanggar aturan,” ujar Praktisi Pemeliharaan H. Ade Rahmat, kemarin, (18/9). Ade menegaskan, kerugian negara tersebut merupakan hasil dari Audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang dilakukan beberapa waktu lalu. “Ini bukan hasil perhitungan sembarangan tapi merupakan hasil audit BPK yang merupakan lembaga yang berwenang,” tegasnya. Menurut Ade, terjadinya kerugian Negara ini akibat ketidak becusan sekretariat
KPU Subang dalam membaca aturan, sehingga terjadi pelanggaran. “Ini jelas karena tidak becus dan tidak mengerti aturan, seharusnya banyak membaca dulu sebelum
memutuskan,” tegasnya. Untuk itu pihaknya meminta agar penegak hukum segera turun tangan, menindak pelaku karena ini sudah jelas aturan yang dilanggar dan buktinya.
“Alat bukti ada, hasil audit BPK ada. Tinggal keterang saksi saja maka dua alat bukti sudah cukup. Saya ha rap p e n e ga k h o ku m segera turun tangan,” katanya. Sekretaris KPU Subang, Furwani saat dikonfirmasi belum bisa memberikan keterangan apapun. Sambungan telepon dan pesan singkat belum direspon. Saat didatangi kekantornya, pihaknya juga tidak ada di ruang kerjanya ruangan terkunci rapat dan penjaga KPU Subang serta security pun menerangkan belum melihat pak furwani sehari ini pak, pungkasnya. (fer/ tom)
Tempat Pembuangan Sampah Akhir Terbakar Hebat SUBANG - Tempat pembuangan sampah akhir (TPA) Panembong, Kelurahan Parung Subang, terbakar sore kemarin, (19/9). Kejadian ini bermula diketahui warga, api yang awalnya kecil berasal dari perkebunan yang berdekatan dengan TPA tersebut mulai membesar dan merambat ke tempat pembuangan sampah akhrit tersebut. Yayan salah satu warga membenarkan adanya kebakaran tersebut di akibatkan pembakaran salah satu kebun yang berada diskitar tempat pembuangan sampah. “ Awalnya api berasal dari sebelah utara TPA lalu akibat angin yang cukup kencang akhirnya api merambah ke dan disitulah api membesar “ pungkasnya. Akibat banyak material plastik dan bahan mudah terbakar serta angin yang cukup kencang api tidak mudah di padamkan dan 3 regu pemadam kebakaran pun merasa kewalahan untuk memadamkan api yang terus membesar dan merambah ke kawasan perkebunan. Kabid Damkar Dede Rosmayandi yang turun langsung ke lokasi kejadian mengatakan, kami terjunkan 3 regu tim pemadam dan 4 unit kendaraan pemadam kebakaran awalnya kami mendapat laporan dari warga bahwa ada kebakaran kecil dikebun yang berdekatan dengan TPA yang akhirnya api merambah ke TPA namun kami belum bisa memastikan penyebabnya . Angin yang cukup kencang dan material pelastik yang mudah terbakar menjadi kendala kami dalam memadamkan api karena api terus membesar sehingga kami kesulitan memadamkan api.sampai saat ini kami berusaha keras supaya api bisa cepat kita padamkan karena di khawatirkan api akan merambah ke pemukiman warga dan yang lebih penting titik api berdekatan langsung dengan selang gas yang dikhawatirkan akan terjadi ledakan. Untuk itu, kami semaksimal mungkin akan berupaya memadamkan api tersebut dengan mengerahkan seluruh kemampuan kami dan ditunjang dengan alat yang kami miliki.pangkasnya Dengan kejadian ini, dede menghimbau kepada seluruh warga dalam musim kemarau ini agar lebih waspada jangan membuang puntung rokok sembarangan di kawasan kebun dan jangan sekali sekali sengaja menyalakan apini disekitar kebun yang kering..ini akan membuat terjadinya kebakaran yang cukup hebat seperti sekarang ini, tutupnya. (fer/tom)
Kapolda Jabar Resmikan Gedung Comman Centre Polres Subang SUBANG - Kapolda jabar Irjen Pol Drs. Rudy Sufahriadi bersama rombongan PJU Polda Jabar mengunjungi Mapolres Subang. Dalam rangka kunjungan kerja yang pertama Irjen Pol Drs. Rudy bersama Ketua Bhayangkari Polda Jabar, Luly Ruddy Suhariady bersama rombongan disambut langsung oleh Kapolres Subang AKBP HM. Joni, Wakil Bupati Subang Agus Maskur, Danlanud Suryadarma, Marsma TNI I Wayan Sulaba, Dandim 0605 Subang Letkol Arh Edi
Maryono dan para perwira serta undangan lain. Rudy mengatakan, kunjungan kerja tersebut sekaligus meresmikan gedung Command Centre yang ada di Polres Kabupateng Subang. “Kedatangan saya ke sini, selain belum pernah juga sekaligus meresmikan gedung Command Centre dan agar dimanfaatkan serta dipelihara,” katanya usai melepas balon serta menggunti pita sebagai tanda peresmian dan melihat kondisi ruangan pemantauan CCTV
yang dipasang di beberapa titik wilayah hukum Polres termasuk jalan Tol Cipali. Menurutnya, yang terpenting adalah sebagai peningkatan pelayanan kepada masyarakat dalam mempercepat mengurai kemacetan dan penanggulangan tindak pidana. Untuk ini Kapolda meminta anggotanya sigap dalam pelayanan masyarakat, sebab kondisi masyarakat sekarang sudah semakin cepat dalam memanfaatkan informasi dan komunikasi. “Jangan sampai semangat
membangun itu lebih besar daripada semangat memelihara. Jadi yang dibutuhkan oleh masyarakat adalah kegunaannya dan fungsinya sejauh mana. Pemerintah ini bisa melayani masyarakat secara cepat begitu terima laporan, bukan sebaliknya,” himbau Ruddy. Sementara itu, Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi mengaku bangga dan gembira dengan kehadiran Kapolda Jabar dengan launcing aplikasi dan command centre. Hal ini sejalan tagline Pemkab Subang
“Jawara”, yaya istimewa sejahtera yang terus berusaha jaya pembangunannya, istimewa pelayanannya dan sejahtera masyarakatnya. “Ini sebuah teks lain visi dan cita-cita kami dan saya kini menjadi cita-cita Kabupaten Subang ke depan. Command center inipun menjadi sebuah kado bagi kami karena di pemerintahan kami yang baru kurang lebih 8 bulan pemerintahan Jimat-Akur,” Pungkasnya. (fer/tom)
Pencemaran Limbah PT Anugerah Membuat Habitat Ikan Mati SUBANG - Puluhan ikan tiba - tiba mati disepanjang kali cujengkol, matinya hewan air tersebut bukan tanpa alasan, ini d i a k i b at k a n a i r su nga i yang mulai di cemari limbah pabrik PT Anugerah Mutu Bersama. Sungai yang biasa digunakan sehari - hari oleh warga untuk menyiram tanaman dan pesawahan kini tidak lagi bisa dipergunakan kembali akibat air keruh dan mengel u a rk a n b a u t a k s e d a p yang diduga akibat aliran limbah dari perusahaan. Budi rahayu salah satu warga menuturkan, banyak ikan mati yang ukura n nya b e raga m mu l a i
d a r i i k a n u ku ra n k e c i l sampai yang besar di akibat limbah yang mengalir mencemari aliran sungai tersebut yang sekarang debit airnya mulai sedikit akibat kemarau. “ ya, saya pastikan pencemaran limbah inilah akibat banyaknya i k a n ya n g mat i , b u k a n tidak mungkin, manusia pun nantinya mulai banyak ters erang penyakit akibat pencemarn limbah tersebut “ tegasnya. Du gaa n i n i d i p e rku at d e n ga n d at a n g n y a t i m dari perusahaan yang langsung mengecek kelapangan bahkan sempat terjadi adu mulut antara
warga dengan pihak per u sahaan P T.Anug e rah Mu t u B e r s a ma d e n ga n warga yang tak rela sunga i c i j e n g ko l t e rc e ma r limbah pabrik. Bahkan kepala desa pun sempat emosi dikarenakan pihak dinas lingkungan hidup seolah membela pihak perusahaan. Budi juga mewakili warga melaporkan kejadian ini kepada pihak re s k r i m p o l re s s u b a n g melalui unit tipidter polres subang dengan harapan ada upaya tidakan hukum untuk PT tersebut yang diduga melakukan kecerobohan dengan berakibat mencemari
lingkungan aliran sungai cijengkol tersebut. Budi juga menambahkan pada saat itu ada pihak dinas lingkungan hidup
yang langsung terjun ke lokasi singai Namun sangat disayangkan setelah tim dari dinas lingkungan hidup ke lapangan yang
turun ke lokasi pihak dinas Linginkan hidup Subang tidak bisa menjawab pertanyaan warga dengan hasil yang memuaskan
.sehingga masyarakat semakin geram dan curiga bahwa dinas lingkungan hidup di duga sudah masuk angin sehingga sampai saat ini melakukan pembiaran. Warga berharap kepada pemer intah kabupaten subang agara segera ambil langkah supaya sungai cijengkol tidak tercemar lagi dan atas nama warga kami sangat geram dan kami akan terus usut tuntas kasus ini sampai adanya titik temu supaya sungai kami kembali bersih seperti sediakala dan dapat kami pergunakan kembali untuk menyiram tanaman dan keperluan lainnya. (fer/tom)
KAMIS, 19 SEPTEMBER 2019
PENDIDIKAN
4
Tantangan Era 4.0, Tingkatkan Literasi P E N JA BAT S ekretar is Daerah Provinsi Jawa Barat, Daud Achmad mengatakan, bekal positif bagi generasi muda dalam menjawab tantangan di era industri 4.0. Dengan kegiatan itu dapat meningkatkan literasi, membangun karakter, dan mengasah kompetensi.
“Oleh karena itu kegiatan seperti ini dapat membangun kreativitas pelajar untuk berkarya dan mengapresiasi ilmu pengetahuan. Sebagai salah satu upaya meningkatkan daya inovasi, literasi serta nilai-nilai logika, etika dan estetika,” kata Daud, kemarin.
“Juga sebagai pelajar tentunya kalian dapat menginspirasi masyarakat lainnya. Untuk senantiasa melakukan hal-hal positif dan produktif,” imbuhnya. Lanjut Daud, ia berpesan kepada pelajar yang memiliki kesempatan bersekolah di luar negeri, untuk berkon-
tribusi membangun daerahnya manakala kembali ke Tanah Air. “Teruslah kalian berkarya, teruslah kalian bisa meningkatkan kompetensi kalian,” ucap Daud. Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SMA Disdik Provinsi Jabar, Yesa Sarwendi mengatakan, bah-
Kemendikbud Gelontorkan Rp 2,8 T untuk Digitalisasi Sekolah K E M E N T E R I A N Pe n didikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyiapkan dana bantuan operasional sekolah (BOS) afirmasi. Untuk mempercepat pemerataan digitalisasi sekolah, Dana BOS afirmasi berbeda dengan BOS regular. Dana itu disediakan untuk mendukung operasional rutin dan mengakselerasi pembelajaran. Termasuk untuk pembelajaran perkembangan teknologi. Bagi sekolah yang berada di daerah tertinggal dan sangat tertinggal, total dana BOS afirmasi dianggarkan Rp 2,85 triliun. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy mengatakan, tahun ini program digitalisasi sekolah akan direalisasikan untuk 30.227 sekolah melalui BOS afirmasi dan 6.004 sekolah melalui BOS kinerja. Me l a l u i p ro g ra m i t u , pemerintah akan memberikan komputer tablet sebagai sarana pembelajaran di sekolah. Target penerima adalah 1,753 juta siswa kelas VI, kelas VII, dan kelas X se-Indonesia. Khususnya sekolah yang berada di daerah pinggi-
ran. Sebagai langkah awal, program itu akan diluncurkan di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, pada 18 September 2019. Lanjut Muhadjir, bahwa salah satu tantangan saat ini adalah akses pendidikan di daerah pinggiran, pendidikan karakter, dan perkembangan teknologi yang belum merata. Karena itu, pihaknya akan fokus untuk mengejar hal tersebut. “Tahun depan kalau bisa
sepuluh kali lipat. Dengan begitu, digitalisasi sekolah bisa berjalan secepat mungkin,” tegasnya. Untuk memastikan penggunaan sarana pembelajaran berfungsi dengan baik, Kemendikbud bekerja sama dengan berbagai kementerian/lembaga pemerintah. Untuk jaringan internet, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi. Sedangkan untuk energi listrik, Ke-
menterian ESDM sudah menyanggupi. Sekretaris Jenderal Kemendikbud Didik Suhardi menambahkan, kepala dinas pendidikan akan dilibatkan penuh. Diharapkan, kepala dinas bisa ikut memberikan pembinaan kepada sekolah. “Juga, mengawasi sekolah agar betul-betul memberikan peralatan yang sesuai dengan yang diharapkan. Jangan sampai membeli yang tidak diperlukan,” pungkasnya. (bbs/rie)
SDM Unggul, Standarisasi dan Sertifikasi Harus Disinergikan UPAYA membangun Sumber Daya Manusia (SDM) unggul untuk Indonesia maju. Standarisasi dan sertifikasi harus disinergikan, supaya tak membingungkan masyarakat. Menurut Ketua Masyarakat Standarisasi (Mastan), Supandi. “Saat ini kita punya Badan Standarisasi Nasional (BSN) yang dikenal dengan keluaran SNI untuk produk barang. Di sisi lain UU Sisdiknas memberikan amanat kepada Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) untuk menetapkan Standar Nasional Pendidikan (SNP). Nah ini sebaiknya disinergikan untuk percepatan SDM Indonesia unggul,” kata Supandi. Anggota BSNP Waras Kamdi mengatakan, salah satu kewenangan mereka adalah menetapkan standar kompetensi lulusan. Baik untuk pendidikan formal (sekolah) maupun non formal melalui satuan pendidikan lembaga kursus dan pelatihan (LKP). UU Sisdiknas mengamanatkan lulusan lembaga kursus dan pelatihan dikembangkan melalui sertifikasi dan akreditasi maka dibentuklah LSK.
“LSK yang melaksanakan sertifikat kompetensi kepada peserta didik dan masyarakat. Sebagai pengakuan terhadap kompetensi untuk melakukan pekerjaan tertentu setelah lulus uji kompetensi,” jelasnya. Lanjut dia, peserta didik harus memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, berkolaborasi dan berkomunikasi. Kemampuan ini menjadi ruh dalam setiap proses pembelajaran agar peserta didik memiliki kecakapan dalam menyelesaikan masalah. Untuk memberikan kemampuan tersebut, tidak bisa dit-
erapkan dalam materi kurikulum pembelajaran. “Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan proses pembiasaan dan mendekatkan proses pembelajaran pada realitas,” jelasnya. Menurutnya, ketika anak atau siswa belajar pada realitas kehidupan, mereka akan menyadari problem dan persoalan di masyarakat. Dari persoalan-persoalan mereka menemukan alternatif penyelesaian dan peluang untuk menjadi pilihan hidup atau profesi yang mereka tentukan. Dia berharap hal tersebut dilakukan mengingat kondisi
peserta didik di Indonesia sudah mengalami perubahan terutama dari sisi cara belajar minat kerja. Menurutnya, para peserta didik saat ini memiliki kecenderungan agar keinginan mereka didengar sehingga perlu model pembelajaran berbeda. Ia mengatakan, kurikulum pendidikan yang ada masih bertumpu pada pekerjaanpekerjaan yang ada. Padahal sudah banyak pekerjaan yang tidak lagi relevan dan para peserta didik harusnya diberi ruang untuk menjadi pencipta pekerjaan baru. “Ke depan akan sulit bagi kita untuk memprediksi lapangan pekerjaan. Maka, perlu cara berpikir dan kecakapan lain yang sumbernya dari C4 (Communication, Collaboration, Critical Thinking and Problem Solving, dan Creativity and Innovation) agar anak mampu menciptakan jenis pekerjaan baru. Jenis pekerjaan dan profesi apa yang sudah lahir sekarang bukan diciptakan guru atau instansi pendidikan, tapi anak-anak. Mereka penciptanya,” tutupnya. (bbs/rie)
wa Young Scientist Competition bertujuan untuk meningkatkan minat belajar. Sekaligus memotivasi guru untuk memberikan pembelajaran yang inovatif dan kreatif dalam menghadapi era industri 4.0. Young Scientist Competition sendiri sudah digelar
sejak 2013 oleh Pudak Scientific and Center for Young Scientists. Pada 2018, Pudak Scientific and Center for Young Scientists berkeja sama dengan Disdik Jabar dalam penyelenggaraannya. Tahun ini, Young Scientist Competition diikuti oleh 28 SMA/SMK/SMP di Jabar.
Adapun kategori yang dilombakan adalah Life Science, Environmental Science, Fisika, Matematika, dan Ilmu Komputer. Para pemenang pada masing-masing bidang akan mewakili Jabar di tingkat nasional yang dilaksanakan November 2019 di Jakarta. (bbs/rie)
Kecewa, Menristekdikti : Penelitian Anak Negeri Kurang Dikenal KURANG dikenalnya penelitian anak negeri di tingkat global (Internasional), karena kurangnya publikasi global para peneliti. Hal tersebut diungkapkan, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir Menteri Nasir mengatakan, salah satu tantangan yang masih dihadapi Indonesia adalah belum sebandingnya jumlah mahasiswa dan dosen dengan publikasi yang dihasilkan. Serta kurang dikenalnya penelitian anak negeri di tingkat global (Internasional), dikarenakan sedikitnya publikasi global para peneliti. Dengan Science and Technology Index (SINTA) bisa memotivasi para peneliti, untuk lebih giat menghasilkan publikasi. Dan perlahan menghilangkan ketergantungan penggunaan sistem pengindeks publikasi
dari luar negeri. “Sistem tersebut masih jau h d a r i s e m p u r na karena memang baru dimulai. Namun tidak akan berhenti untuk disempurnakan. Dengan SINTA diharapkan daya saing jurnal dan publikasi ilmiah bisa meningkat tajam di tahun-tahun ke depan,” jelas Menteri Nasir, kemarin. Lanjut Menteri Nasir, menempatkan publikasi ilmiah sebagai salah satu indikator dalam melakukan pemeringkatan perguruan tinggi di seluruh dunia. Sampai 9 September 2019, publikasi ilmiah Indonesia di tingkat ASEAN untuk 2018 yang telah diterbitkan jurnal Scopus sebanyak 34.007, menduduki posisi pertama diikuti Malaysia sebanyak 33.286. “Namun publikasi untuk tahun 2019 Indonesia sementara menjadi kedua di angka 19.916
dikalahkan Malaysia di angka 20.993, masih ada waktu untuk segera terus berkompetisi di Asean dan secara Global. Sementara jurnal kita terus mengalami peningkatan baik yang terakreditasi nasional maupun bereputasi Internasional,” ucapnya. Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, Muhammad Dimyati menambahkan, dalam kurun satu tahun SINTA telah mengalami perkemb a n g a n y a n g c u ku p pesat. Dari sisi kuantitas dan kualitas. “Sampai 9 September 2019 telah terdaftar lebih dari 177.000 dosen dan peneliti, 4.776 lembaga, 2.720 jurnal, 26.588 buku dan 2.543 kekayaan intelektual yang sudah masuk terindeks di SINTA berdasarkan hasil verifikasi, akreditasi dan evaluasi,” pungkasnya. (bbs/rie)
44 Guru Ikuti Bintek di SDN Rangdumulya III PEDES – Dalam rangka meningkatkan kompetensi guru kelas, sebanyak 44 orang guru kelas tiga dan enam dari 22 SDN dari tiga kecamatan yaitu Kecamatan Pedes tiga SDN, Kecamatan Cibuaya tiga SDN dan Pakisjaya enam belas SDN, mengikuti Bintek POenguatan Kurikulum 2013 selama enam hari (16 s/d 21 September) di sekolah induk klaster SDN Rangdumulya III Kecamatan Pedes. Madhuri, S.Pd selaku ketua pelaksana saat ditemui mengatakan, Bintek ini khususnya untuk guru kelas tiga dan enam, dilaksanakan sekarang seharusnya dari awal tahun ajaran. Karena mungkin berbagai hal baru terlaksana sekarang ini. “ Bi n t e k p e n g u a t a n kurikulum 2013 (kurtilas) bertujuan agar guru kelas tiga dan enam bisa menjalankan tufoksinya mengenai kurtilas. Dimulai dari program tahunan,semester, pembuatan RPP, sampai ke penilaian,” ucapnya.
Masih kata Madhuri, dar i 40 jumlah SDN yang ada di wilayah Kecamatan Pedes, baru 10 SDN yang sudah seratus persen melaksanakan kurtilas. Sisanya 30 SDN lagi yang belum mencapai seratus persen melaksanakan. Di tahun ini semua SDN khususnya Kabupaten Karawang harus sudah melaksanakan kurtilas. Sementara Wahyo.S.Pd sebagai pengawas juga sebagai tutor mengatakan, program ini ada dua tahap yang sekarang untuk guru kelas tiga dan enam, selanjutnya pada tanggal 30 September sampai 4 Oktober 2019 bintek untuk guru kelas dua dan lima. Diharapkan semuanya dari kelas satu sampai kelas enam di tahun ini harus seratus persen sudah melaksanakan kurtilas. Dijelaskan Wahyo, tujuan dari bintek ini untuk meningkatkan kompetensi Guru kelas,mereka harus tau visi dari kurtilas itu seperti apa dan proses pembelajarannya
seperti apa. Pada dasarnya menitik beratkan pada proses pembelajaran dan isi dari materi kurtilas itu sendiri artinya perubahan dari KTSP ke kurtilas. “Kurtilas ini kelebihannya itu menitik beratkan kepada akhlaq,spritual karakter,sosial karena d i d a l a m n y a t e rd i r i dari empat kompetensi yaitu spiritual, sosial,pengetahuan dan keterampilan,” ucapnya. Salim.S.Pd, Korwilcam Bidik Pedes mengatakan, program ini merupakan program dari kemendikbud karena pemerintah ingin meningkatkan mutu pendidikan yang lebih baik lagi, dengan Kurtilas ini mudah mudahan guru yang sekarang di bintek mereka dapat memahami dan dapat menjalankan tugasnya di SD masing masing. “Dimulai dari pembuatan tahunan, semester, wajib membuat RPP, dan juga harus bisa menilai siswa berdasarkan kurtilas sebab beda dengan KTSP.singkatnya. (zis)
KAMIS, 19 SEPTEMBER 2019
METRO KARAWANG
5
Tabrak Truk, Dua Pelajar SMP Tewas Berbonceng Tiga Orang KARAWANG – Diduga tak bisa menguasai sepeda motor, dua pelajar tewas setelah bertabrakan dengan truk di Jalan Ahmad Yani, Kampung Wira Karya, Desa Cikampek Kota, Kecamatan Cikampek, Rabu (18/9) pu-
kul 19.00 wib. “Korban tewas merupakan pelajar SMP, bernama Agra Imana (13) warga Kampung Baru Timur, Desa Cikampek Utara, Kecamatan Kotabaru dan Vikas Salenda (14) warga Desa Dawuan Timur, Kecamatan Cikampek,” kata Kanit laka lantas Polres Karawang, Iptu Sabar Santosa kepada KBE melalui pesan singkat. Sabar
mengatakan, kedua korban tewas seketika di tempat kejadian perkara (TKP) akibat tertabarak Kendaraan Truck Box Hino Nopol B 9484 KB saat berboncengan tiga dengan temannya. Kejadian tersebut terjadi saat korban berboncengan bertiga menggunakan satu sepeda motor Honda Vario Nopol T 3506 CU berjalan menuju arah Cikampek.
“Sepeda motor korban berjalan dari arah Dawuan menuju Cikampek, saat ditkp mengalami oleng ke kanan dan tertabrak oleh Kendaraan Truck Box Hino Nopol B 9484 KB yang berjalan searah disebelah kanannya,” ujarnya. Lanjut Sabar, akibat kejadian tersebut, dua korban meninggal dunia dan satu korban atas nama Sopian Dani (13)
warga Desa Sarimulya, Kecamatan Kotabaru hanya mengalami luka ringan. “Para korban dibawa ke Rumah Sakit Karya Husada Cikampek. Untuk pengemudi truk Muhamad Imbar (51) Kampung Kuda kuda RT 05/01, Desa Sukakarya, Kabupaten Bekasi sudah diamankan guna dilakukan pemeriksaan,” pungkasnya. (rie)
Edarkan Sabu, Karyawan Swasta Diciduk Polisi KARAWANG – Satuan Na rk o b a ( Sat na rk o b a ) Polres Karawang menangkap s e orang kar yawan swasta di pinggir jalan dekat irigasi di daerah Leuweung Seureuh, Desa Bengle, Kecamatan Majalaya, Minggu (15/9) pukul 23.00 wib. Dari tangan pelaku mengamankan barang bukti satu paket sabu seberat 0,60 gram. “Pelaku bernama Irmansyah alias Imang (28) warga Desa Bengle, Kecamatan Majalaya. Dia merupakan seorang karyawan swasta dan mengamankan barang bukti satu paket sabu seberat 0,60 gram,” kata Kasat Narkoba, AKP Agus Susanto kepada KBE, kemarin.\ Agus mengatakan, awalnya pihaknya mendapat informasi dari masyarakat bahwa daerah tersebut sering dijadikan tempat transaksi narkoba. Kemudian anggotanya menyelidiki, tepat di pinggir jalan depan irigasi yang berada
di daerah Leuweung Seureuh, Desa Bengle, Kecamatan Majalaya menangkap pelaku. “Ketika dilakukan pengg ele dahan badan atau rumah orang tersebut ditemukan barang bukti narkotika jenis sabu-sabu yang disimpan di dalam saku sebelah kiri bagian depan yang tersangka kenakan,” jelasnya. Lanjut Agus, setelah diintrogasi kemudian tersangka mengakui mendapatkan barang narkotika jenis sabu-sabu tersebut dari Doni (belum tertangkap). Setelah itu tersangka dan barang bukti dibawa ke Mapolres Karawang. “Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dikenai pasal 114 ayat (1) Jo 112 ayat (1) UU No 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Dengan ancaman hukuman empat tahun penjara lamanya,” pungkasnya. (rie)
WAHYUDI/KARAWANG BEKASI EKSPRES
MUSRENBANGDES : Kasie Pemerintahan Kecamatan Cilamaya Wetan, Nurhasan, saat memimpin jalannya Musrenbangdes di Desa Muara.
Musrenbang Desa Muara, Pembangunan Skala Prioritas KARAWANG – Pemerintah Desa Muara, Kecamatan Cilamaya Wetan, melaksanakan Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes) tahun anggaran 2020, di aula kantor desa, Rabu (18/9). Kepala Desa Muara, Iyos Rosita mengatakan, menjadi fokus dalam pembahasan Musrenbangdes 2020, yaitu skala prioritas. Tentang pembangunan infrastruktur di desa. Serta programprogram desa yang akan dijalankan pada tahun 2020 yang akan datang.
“Kita fokuskan pembangunan sesuai skala prioritas. Saya harap BPD dan Pendamping Desa, berkomunikasi. Untuk menentukan titiktitik pembangunan, yang harus didahulukan,” ujar Kades Muara, Iyos dalam pemaparannya. Iyos berharap, apa bila dilaksanakan sesuai perhitungan yang tepat dan terukur. Pembangunan infrastruktir desa akan berjalan sesuai yang direncanakan dan yang dibutuhkan oleh masyarakat.
“Saya harap pagu anggaran tahun depan meningkat, dari tahun sebelumnya. Supaya pembangunan bisa lebih merata,” imbuhnya. Sementara, mewakili PLT Camat Camat Cilamaya Wetan, Entoh Permana. Kasie Pemerintahan Kecamatan Cilamaya Wetan, Nurhasan mengatakan, sesuai Perbup nomor 13 tahun 2015 tentang desa. Sebelum mengesahkan rencana anggaran pembangunan. Pemerintah desa wajib melangsungkan Musrenbangdes. Dengan
melibatkan seluruh elemen di desa. Mulai dari anggota BPD, pendamping desa, kepala dusun, RT/ RW, hingga perwakilan masyarakat di tiap dusun. “Kita harus sepakati, utamakan dulu skala prioritas. Musrenbangdes ini, bertujuan untuk m e m a n t a p k a n pembangunan di segala bidang,” jelasnya. Masih, kata Nurhasan, Musrenbang nantinya tidak hanya dilakukan di tingkat desa. Sebelumnya, dilakukan dulu musyawarah di tingkat dusun. Kemudian,
di bawa ke tingkat desa. Untuk kemudian dilanjut dalam Musrenbang tingkat kecamatan. Hingga tingkat Dapil dan terakhir di tingkat Kabupaten. “Dalam setiap tingkatan itu, setiap pemerintah desa harus punya argumen kuat. Agar ajuan dari masyarakatnya bisa direalisasikan. Selain memang itu merupakan skala prioritas. Pengajuan dalam Musrenbang disarankan sinkron dengan RPJMDes, yang sudah dibuat sebelumnya,” imbuhnya. (wyd)
Satgas Citarum Sektor 19 Bangun MCK KARAWANG – Satuan tugas (Satgas) Citarum sektor 19 melakukan edukasi masyarakat di bantaran Sungai Citarum dengan membangun Mandi Cuci Kakus (MCK), di Dusun Krajan Timur, Desa Amansari, Kecamatan Rengasdengklok, Rabu (18/9). Komandan sektor (Dansektor) 19 Satgas Citarum Harum, Kolonel Inf Agus Hari Soewanto mengatakan, pembangunan MCK ini untuk mengedukasi warga sekaligus memudahkan
warga. Agar tidak membuang hajat di sungai. “Awalnya saya kaget saat ditugaskan di Sektor 19 yang notabene merupakan kota industri. Saya pikir karena kota industri tidak mungkin ada masyarakatnya yang buang hajat ke kali atau pake WC helikopter, ternyata pas saya cek masih banyak sekali terdapat wc helikopter dipinggir irigasi dan sungai citarum,” ungkapnya kepada KBE, Rabu (18/09). Dikatakannya, MCK ini
sendiri adalah yang ke-15 yang dibangun oleh Satgas Citarum Sektor 19 untuk warga. Sekaligus mensosialisasikan gaya hidup sehat kepada warga masyarakat Karawang. “Harapannya dengan adanya MCK ini warga tidak lagi buang hajat ke sungai dan juga tidak buang sampah sembarangan, demi kebersihan dan kesehatan juga kan,” ujarnya. Sementara itu, Kasi Trantib Kecamatan Rengasdengklok, Cacan mengatakan
program citarum harum ini sangat bagus demi terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat, dan juga dapat menyadarkan masyarakat. “Kami dari aparat kecamatan Rengasdengklok sangat mendukung dan mengapresiasi atas apa yang dilakukan oleh satgas citarum, kedepan tinggal masyarakat untuk menjaga serta menggunakan MCK ini dengan baik dan tidak ada lagi yang BAB di helikopter,” ujarnya. Hal senada dikatakan Ke-
pala Desa Amansari, Hanapi Zaenudin, dirinya juga mengucapkan terima kasih kepada satgas citarum sektor 19 atas pemberian mck untuk warganya, dan juga kepada pa Endang yang telah menghibahkan lahannya untuk pembuatan MCK ini. “Mudah-mudahan kedepan di dusun lain di Desa Amansari akan dibangunkan lagi mck oleh satgas, juga semoga mck ini bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (gie)
KAMIS, 19 SEPTEMBER 2019
6
Koran Kebanggaan Pelaku Bisnis
BRI Kembali Gelar Simpedes Pemerintah Waspadai Kenaikan Harga Minyak Dunia IMBAS serangan terhadap fasilitas minyak mentah Arab Saudi yang mempengaruhi produksi. Pemerintah mewaspadai kenaikan harga minyak dunia. Hal tersebut diungkap Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati. “Kami perhatikan mungkin lebih kepada dampak jangka menengah dan panjang. Yaitu stabilitas keamanan dan politik di Timur Tengah,” ujar Sri Mulyani. Lanjut Sri Mulyani, pemerintah harus harus mewaspadai hal itu. Karena jika kenaikan harga minyak dunia diperkirakan menambah ketidakpastian ekonomi global, yang beberapa bulan terakhir terjadi. Apalagi, Arab Saudi merupakan negara eksportir minyak terbesar dunia. Dengan cadangan minyak yang melimpah sehingga dampak serangan yang memotong produksi itu juga diprediksi mempengaruhi pasokan dunia. Meski demikian, ia mengaku akan mencermati situasi, termasuk menantikan respons dari Arab Saudi dan negara lain seperti Amerika Serikat dan Iran. “Yang pasti akan mempen-
garuhi tidak hanya sentimen, tapi betul-betul konstelasi politik dan keamanan misalnya. Jadi itu yang akan menjadi fokus kami,” kata dia. Menurut Sri Mulyani, terkait dalam negeri, asumsi harga minyak mentah Indonesia lebih rendah yakni sebesar 63 dolar AS per barel dalam postur sementara RAPBN 2020. “Kalau koreksi sifatnya jangka pendek, mungkin masih akan bisa diserap,” jelas dia. Sebelumnya, harga minyak melonjak di perdagangan Asia pada Senin (16/9/2019) pagi, mencapai level tertinggi sejak Mei pada pembukaan. Naiknya harga minyak itu terjadi menyusul kekhawatiran gangguan pasokan imbas serangan terhadap fasilitas minyak Arab Saudi pada Sabtu (14/9). Patokan internasional minyak mentah berjangka Brent naik 7,06 dolar AS per barel atau 11,7 persen dari penutupan New York pada Jumat (13/9) menjadi 67,28 dolar AS per barel pada pukul 01.08 GMT (08.08 WIB). Harga tersebut melonjak lebih dari 19 persen ke level tertinggi sesi 71,95 dolar AS per barel pada pembukaan. (bbs/rie)
CIKAMPEK – BRI Cabang Cikampek kembali menggelar acara Penarikan Hadiah Simpedes semester I tahun 2019, Rabu (18/9). Nasabah asal Unit Duren Cikampek dan Unit Mekarmaya Cikampek menjadi nasabah paling beruntung setelah memenangkan hadiah utama berupa satu unit mobil New Ertiga GL MT Suzuki dan mobil Pick Up FD Suzuki. Acara penarikan undian digelar di Plaza Hotel dengan dihadiri ratusan nasabah setia BRI dari cabang maupun berbagai unit. Turut hadir Pemimpin Cabang BRI Cikampek, Hery Noercahya, karyawan BRI serta jajaran Forkompida serta pihak terkait. Pemimpin Cabang BRI Karawang, Hery Noercahya didampingi Manajer Bisnis Mikro mengungkapkan pada undian kali ini, hadiah yang disediakan meliputi hadiah grand prize berupa satu unit mobil Ertiga, satu mobil Pick Up, 14 sepeda motor Yamaha Mio CW dan 4 TV LED. “BRI Cikampek juga konsisten melayani masyarakat yang terbukti dengan capaian angka simpanan mikro Simpedes meningkat dibanding sebelumnya. Ini tidak lepas dari kepercayaan nasabah dan undian ini salah satunya. Grafik peningkatan juga ditunjukkan pada sektor pinjaman Mikro. Di mana, angka penyaluran kredit meningkat,” ungkapnya kepada KBE,
ISTIMEWA
kemarin. Ia menjelaskan, untuk bisa mengikuti undian ini caranya juga cukup mudah. Hanya dengan menabung di BRI Simpedes maka nasabah berkesempatan meraih hadiah ratusan juta rupiah. Penghitungan undian Simpedes ini dilakukan dengan dengan menimal saldo sebesar Rp100 ribu.Dengan saldo minimal tersebut, nasabah akan mendapatkan satu buah kupon undian.
“Ini berlaku untuk kelipatan saldo yang dimiliki oleh nasabah. Oleh karena itu, semakin besar saldo yang dimiliki, maka kesempatan untuk mendapatkan hadiah semakin besar pula, tapi yang diundi jutaan. Jadi semakin banyak nambung, semakin terbuka kesempatan mendapatkan hadiah,” tuturnya. Hery berharap dengan adanya undian Simpedes BRI ini dapat membantu
meningkatkan jumlah nasabah dan tabungannya. Sebab, dengan adanya tabungan tersebut akan diberikan ke nasabah lain yang membutuhkan dalam bentuk kredit. Perhitungannya yakni pada setiap saldo Rp 100.000 akan diberikan satu kupon undian. Program penarikan hadiah Simpedes hari ini, jumlah unit yang mengikuti undian ada sekitar 21 unit yang berada dibawah BRI
Cabang Karawang. “Lantas kemudahan Simpedes lainnya adalah pembukaan rekening cukup dengan setoran awal Rp 100.000. Kemudian bisa mendapatkan fasilitas kartu ATM dan kemudahan transaksi melalui internet banking. Melalui internet banking kita bisa melayani transaksi setoran, penarikan, pembayaran tagihan listrik pulsa dan transaksi lainnya,” terang Hery. (dri)
ADVERTORIAL
KEMEGAHAN : Stadion Wibawa Mukti, Kecamatan Cikarang Timur, sebagai pemusatan latihan nasional (Pelatnas) cabang olahraga atletik Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) Papua tahun 2020.
Stadion Wibawa Mukti Jadi Lokasi Pelatnas
Untuk Cabor Atletik Peparnas Papua 2020 CIKARANG TIMUR Stadion Wibawa Mukti, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi kembali ditunjuk eveneven berkelas nasional dan internasional. Rencananya, stadion kebanggan Kabupaten Bekasi itu akan sebagai lokasi pemusatan latihan nasional (Pelatnas) cabang olahraga atletik Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) Papua tahun 2020. Sekretaris Dinas Budaya, Pemuda dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Bekasi, Hendry Lincoln mengaku bangga atas penggunaan Stadion Wibawa Mukti sebagai
lokasi Pelatnas Cabor Atletik Peparnas Papua 2020. Karena menurut dia, Stadion Wibawa Mukti kerap dijadikan even nasional. Mulai dari venue Asian Games 2018 hingga colon tuan rumah piala dunia U-20. “Ya informasinya mau jadi lokasi Pelatnas cabor atletik. Mudah-mudahan bisa terealiasi agar nama Bekasi terus harum di bidang olahraga,” ujar dia, kemarin. Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Disbudpora Kabupaten Bekasi, Deny Rusnandi menambahkan pembahasan secara teknis untuk lokasi pelatnas masih tahap finalisasi. “Ini kan cabor atletik maka nanti yang akan digunakan
hanya bagian samping lapangan dan tidak menggunakan lapangan bola,” jelas dia. Deny melanjutkan pada prinsipnya Diabudpora mengizinkan pemanfataan Stadion Wibawa Mukti jadi lokasi Pelatanas. “Nah untuk mess dan jadwal pelaksanaan Pelatnas, belum kita terima dan belum ada bahasan lanjutan,” ungkap dia. Terkait kesiapan venue, Deny menegaskan bahwa semua sarana sudah dalam posisi siap pakai karena selama ini perawatan stadion juga terus dijalankan. “Insya Allah semua siap pakai karena kita selalu lalukan perawatan,” tukas dia. (adv/hyt)
KAMIS, 19 SEPTEMBER 2019
SAMBUNGAN
7
Wapres akan Hadiri Rapat PBNU di Ponpes Al Muhajirin PURWAKARTA- Pondok Pesantren Al-Muhajirin Kabupaten Purwakarta menjadi tuan rumah Rapat Pleno Pengurus Besar Nahdatul Ulama,
19-22 September 2019. Acara yang akan dihadiri jamaah NU dari seluruh Indonesia itu juga mengundang Wakil Presiden terpilih Maruf Amin.
Panitia pelaksana lokal untuk Pleno PBNU kali ini telah menyatakan kesiapannya. “Persiapan kami sudah gladi kotor, paparan, dan evaluasi
lain dari DPP,” paparnya. Sementara itu pengamat politik yang juga Direktur Lembaga Kajian Independen Indonesia (LKII) Umang Rukmana menjelaskan, hampir bisa dipastikan Gerindra mengusung Gina Swara sebagai calon bupati atau wakil bupati Karawang. “Nampaknya sih sudah hampir pasti Gina yang akan dinaikkan sebagai kandidat,
karena berbagai keunggulan yang ia miliki saat ini,” ujar Umang. Soal rekomendasi parpol, Umang menjelaskan, tidak terlalu sulit bagi Gina untuk memperoleh rekom. Selain kader parpol yang sudah terbukti kinerjanya, Gina juga dinilai punya elektabilitas yang berpotensi besar mengalahkan kandidat lain di Pilkada Karawang. (red)
Gerindra di .... dari halaman 1 dan DPP belum memutuskan apakah Gina maju di Pilkada 2020 atau tidak. DPP akan memutuskan apakah Gina Swara bakal maju atau tidak setelah melihat hasil survei pada Oktober atau November mendatang. Kalau hasil surveinya bagus ya maju, tapi kalau tidak sesuai harapan mungkin ada opsi
P2TP2A Dampingi .... dari halaman 1 kecamatan serta berkomunikasi dengan bapak tirinya dan telah diterima kembali,” kata Nuregina kepada KBE, kemarin. Lanjut Nuregina, korban D untuk kondisi kejiwaannya sudah membaik. Walaupun ada keluhan pusing-pusing mungkin itu efek orang yang sedang hamil tua. Korban ini sudah tidak sekolah terakhir kelas 4 SD, karena sering berpindah-pindah tempat tinggal. Sebelumnya, seorang bapak kandung tega mencabuli anaknya sendiri hingga hamil 5 bulan. Bahkan pelaku menjual korban kepada lelaki hidung belang sebanyak 3 kali.
Kasus kejahatan seksual ini terjadi di wilayah hukum Polsek Telukjambe Barat Karawang. Terungkap, saat Ibu kandung korban , SW, melapor tindakan bejat pelaku sesuai LP/B-1561/ IX/2019/Jabar/Res Krw. Kapolres Karawang, AKBP Nuredy Irwansyah Putera mengatakan, ibu kandung korban merasa curiga terhadap perilaku anaknya, DA (17) yang mulai mengalami perubahan fisik dan psikologis. Saat ditanya, ternyata anaknya menceritakan hal sangat mengejutkan. “Singkatnya, kehamilan korban terjadi akibat disetubuhi Ayah kandungnya sendiri, berinisial DS (47),” kata Nuredy kepada wartawan, kemarin.
Menurut Nuredy, pelaku melakukan tindakan bejat itu tidak hanya sekali. Hasil penyidikan, tersangka DS sudah melakukan perbuatan tidak manusiawi itu sejak tahun 2018. “Setiap minggu, sepanjang tahun 2018 hingga tertangkap, sering menyetubuhi korban anak kandungnya sendiri, di pos Kosong, Teukjambe Barat,” jelas Nuredy. Nuredy pun merasa miris, selain disetubuhi berkalikali hingga hamil 5 bulan, pelaku pun pernah menjual darah dagingnya sendiri itu kepada lelaki hidung belang. “Pelaku pernah 3(tiga) kali menjual korban kepada beberapa laki-laki dengan bayaran Rp 300.000 hingga Rp 500.000,” paparnya. (rie)
Belajar Sadar .... dari halaman 1 gara Iriana Jokowi yang sengaja datang ke Bekasi masih menemukan kotornya Kali Bahagia. Di Kota Bekasi lebih maju dengan terobosan pembangunan pembangkit listri tenaga sampah (PLTSa) di TPA Bantargebang. Namun sayangnya, penanganan sampah belum berjalan maskimal. Pada tahun 2018 Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton/ tahun. Sedangkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyampaikan total timbulan sampah plastik, yang didaur ulang diperkirakan baru 10 – 15 persen, 60 – 70 persen ditimbun di TPA, dan 15 – 30 persen belum terkelola dan terbuang ke lingkungan, terutama ke lingkungan perairan seperti sungai, danau, pantai dan laut. Menurut Budi, sampah plastik sangat berbahaya untuk generasi bangsa. Sehingga Alfamart menginisiasi rangkaian program dalam tujuan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai
“Kita sering edukasi konsumen lewat tas go green. Jadi kantong plastik di semua toko Alfamart tidak lagi diberikan secara gratis atau KPTG (Kantong Plastik Tidak Gratis). Konsumen dikenakan biaya 200 rupiah per kantong plastik tapi bagaimana agar bersamasama kita sadar untuk ikut peduli terhadap lingkungan,” jelas dia. Budi sendiri berbagi pengalamannya akan bahaya sampah plastik untuk generasi penerus kita. Kata dia, orang tuanya di kampung membuang sampah dengan cara ditanam dalam lubang. Ketika lubang itu penuh ditimbun lalu buka lubang lagi. “Nah akhirnya ketika digali pekarangan rumah p e nu h s a m p a h k a re na sampah plastik tidak bisa diurai. Ancamannya bukan sekarang tapi pada generasi penerus kedepan,” tutur dia.Meski begitu, zaman dahulu yang bisa diambil pelajaran adalah penggunaan kantong bukan mengandalkan plastik seperti saat ini. “Ibu-ibu dulu bawa kantong sendiri kalau ke pasar untuk belanja. Tapi sekarang serba mudah, sehingga mereka lebih mengandal-
kan kantong plastik. Ini yang kami terus edukasi,” imbuh Budi. Tahun 2018 lalu, semua lingkungan pekerjaan Alfamart mulai menerapkan konsep 5R, yakni Refuse, Reduce, Reuse, Recycle, Rethink. Kampanye tersebut tercermin dalam keseharian karyawan yang hanya menggunakan botol minum ulang kali pakai (tumbler), menolak kantong plastik saat berbelanja, menggunakan kotak makanan sendiri untuk kemasan makanan, dan sebagainya. “Di kantor kami juga sudah mulai dikurangi minuman kemasan dan diganti dengan gelas untuk tamu. Bahkan karyawan bawa tumbler dan kantor sediakan galon,” bilang dia. General Manager KBE Tohiri mengapresiasi dan mendukung program andalan Alfamart yang peduli lingkungan dari bahaya sampah plastik. “Alfamart sebagai ritel modern sudah bergerak dan sadar akan bahaya sampah plastik. Serta sudah diterapkan di kantor maupun toko Alfamart untuk tidak menggaratiskan kantong plastik,” kata dia. (*)
dari setiap unit untuk pelaksanaan seluruh rangkaian acara,” kata Ketua Pelaksana Lokal sekaligus pengasuh Ponpes Al-Muhajirin, KH Abun Bunyamin, kepada pers, baru-baru ini. Dipilihnya Ponpes Al-Muhajirin sebagai tuan rumah diakui sebagai keputusan PBNU. Pihak ponpes menegaskan itu bukan permintaan mereka melainkan penunjukan secara langsung dari PBNU. Menurut Kyai Abun, ponpesnya lebih banyak diuntungkan dengan penyelenggaraan
Pleno PBNU kali ini. Selain akan dikunjungi ribuan orang, khususnya jamaah NU dari berbagai daerah, Al-Muhajirin juga bisa menunjukkan keunggulannya. “Mudah-mudahan jadi keberkahan bagi kami. Berarti secara fisik, kami diakui keberadaannya,” kata Kyai Abun. Ia menilai, salah satu alasan pemilihan tempat itu mungkin dari ketersediaan fasilitas lahan yang layak untuk menampung ribuan orang tamu. Selain itu, akses untuk
menjangkau lokasi acara juga cukup mudah karena berada di dekat jalan tol dan stasiun kereta api. Karena itu agenda NU yang berskala nasional sejauh ini sudah dua kali diselenggarakan di Ponpes Al-Muhajirin. Sebelumnya mereka menjadi tuan rumah Pra-Muktamar 2015 lalu. Untuk Pleno PBNU kali ini, Kyai Abun mengatakan, agenda pokoknya ialah menentukan tempat penyelenggaraan Muktamar NU pada Septem-
ber 2020. “Yang dibicarakan pada rapat pleno itu termasuk konten yang dipersiapkan pada Muktamar ke-34 tahun 2020. Jadi acara ini sangat penting,” ujarnya. Pembukaan Pleno PBNU kali ini dijadwalkan pada Jumat 20 September 2019 dengan dihadiri para tokoh nasional. Mulai dari para pimpinan PBNU, Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Purwakarta hingga Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2019-2024, Maruf Amin.(san)
san Nomor: 237/B/2019/ PT.TUNJKT tanggal 10 September 2019. “Dimana dalam keputusan tersebut pihak pengadilan memenangkan saya dalam sengketa Pilkades Kabupaten Karawang. Saya berharap, Pemkab Karawang, mudah-mudahan bisa menjalankan amar putusan ini sebagaimana yang sudah diputuskan oleh PT-TUN Jakarta,” ujarnya. Menurut Cece, pihaknya meyakini, Bupati Karawang melalui Dinas
Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Kaawang sudah menerima salinan surat putusan tersebut dari PTTUN Jakarta dan mengetahui bahwa dirinyalah sebagai pemenangnya. “Mungkin, ada beberapa langkah proses yang juga harus ditempuh Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang, sehingga kami bersabar menunggu dan mudah-mudahan secepatnya dilantik,” pungkasnya. (gie)
pada Imam Nahrawi. Hal ini dikatakan Mulyana saat menanggapi keterangan saksi di persidangan PN Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (4/7). Mulyana, yang duduk sebagai terdakwa, mengkonfirmasi terkait Ulum yang menerima uang honor Imam. “Mohon izin Pak Menteri sebagai saksi, saya ingat betul di awal tahun di 2018, tanya di lapangan bulutangkis menanyakan kepada saya, ‘Saya dapat honor nggak ya di Prima?’” kata Mulyana sambil menirukan ucapan
Imam kala itu. Lalu, Mulyana saat itu, yang baru diangkat sebagai Deputi IV, langsung memanggil pejabat pembuat komitmen (PPK) yang bernama Chandra. Kemudian saat itu, kata Mulyana, terjadilah diskusi di antara mereka bertiga yang sepakat memberikan uang Rp 1 miliar ke Imam. “Saya sampaikan (ke Chandra) karena beliau sebagai menteri, beri saja Rp 400 juta. Terus Pak Chandra bilang, ‘Jangan, Rp 1 miliar saja,’” kata Mulyana saat itu. (bbs/red)
maka dengan sangat terpaksa PPDI Karawang akan lakukan demonstrasi ke Pemda Karawang,” pungkasnya. Di tempat terpisah, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Karawang, Taufik “Pipik” Is ma i l m e n e r i ma ku n jungan dan aduan aspirasi dari Aliansi Perempuan Disabilitas dan Lansia (APDL) di ruang fraksi PDIP, kemarin. Di hadapan pengurus APDL, Pipik menegaskan sampai hari ini baru satu perusahaan dan minimarket yang memperhatikan keberadaan disabilitas, menjalankan amanat Undang Undang Nomor 8 tahun 2016. Dikatakannya, pada dasarnya pemerintah sudah mengeluarkan UU Nomor 8 tahun 2016 yang mengatur tentang penyandang disabilitas. Akan tetapi di
Karawang belum ada Perda tentang hal itu. “Jadi mereka menuntut ingin ada perda Kabupaten Karawang untuk Disabilitas. Kita di Fraksi PDIP insya Allah akan memperjuangkan itu, supaya mereka bisa tenang,” ungkapnya. Lanjut Pipik, setelah mengajak 14 orang dari APDL tadi, ada beberapa persoalan seperti adanya diskriminasi, ada juga yang inginkan pemerintah memperhatikan penyandang disabilitas untuk modal usaha, pelayanan publik agar jangan sampai dipandang sebelah mata. “Salah satunya dalam UU perusahan kan mengakomodir kalau gak salah 1 atau 2 persen dari total karyawan itu penyandang disabilitas, di Karawang tadi sudah ada 1 perusahaan dan Alfamart yang sudah mengakodir itu, sisanya ke mana?,” ujarnya. (*)
Warga Curug Desak .... dari halaman 1 Odon, warga Dusun Parung Kadali Desa Curug, ia meminta secepatnya Pemda segera menindaklanjuti putusan pengadilan tinggi tersebut. “Kami sudah menempuh mekanisme hukum yang disarankan Bupati Karawang untuk memperjuangkan hak nya sebagai pemenang dalam Pilkades yang digelar 11 November 2018 lalu. Berbagal upaya hukum telah ditempuh
untuk berjuang menuntut keadilan,” ujarnya. Sementara itu, Cece Hermaw a n m e na m b a h k a n bahwa roses perjuangannya cukup panjang 9 bulan lamanya, dan akhirnya membuahkan hasil yang manis dan berakhir di Pengadilan Tinggi Usaha Negara (PTUN) Bandung, berdasarkan surat keputusan Nomor: 5/G/2019/ PTUN.BDG tertanggal 18 Juni 2019 lalu, serta dikuatkan kembali oleh PT-TUN Jakarta dengan amar putu-
Imam Nahrawi Diduga .... dari halaman 1 berkan juga aliran dana s ebesar Rp 11,5 miliar yang diterima asisten pribadi Menpora Imam Nahrawi, Miftahul Ulum. Dalam perkara ini, Ending dan Bendahara KONI Jo h n y E Aw u y d i s e b u t menyepakati pemberian komitmen fee dari KONI Pusat kepada pihak Kemenpora. Johny sendiri divonis 1 tahun 8 bulan penjara dan denda Rp 50 juta subsider dua bulan kurungan dalam perkara ini. Sebelum Imam, Idrus Mar-
ham jadi menteri pertama di era Jokowi-JK yang ditetapkan KPK sebagai tersangka. Idrus Marham kala itu menjabat Menteri Sosial. Sementara dalam persidangan orang-orang yang sudah lebih dulu diproses KPK dalam kasus ini, terdapat sejumlah kesaksian soal aliran uang ke Imam. Berikut, kesaksian soal aliran duit ke Imam juga datang dari Deputi IV Bidang Prestasi Olahraga, Mulyana. Dia menyebut Ulum menerima uang honor dari Satlak Prima untuk diberikan ke-
Jadwal Ketemu Bupati …. dari halaman 1 para pengurus PPDU m e n d a d a k d i b e r i t a hu mendapat jadwal audiensi dengan Bupati Karawang, Cellica Nurrchadiana. Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan, dengan hanya membawa 10 orang pengurus kabupaten plus pengurus kecamatan. “Informasi yang mendadak tersebut telah memberikan haparan pada kami untuk bertemu dengan Bupati. Kami hanya membawa 10 orang pengurus kabupaten dan kecamatan,” kata penasihat PPDI Kabupaten Karawang, Adam Bachtiar, kemarin (18/9). Saat tiba di kantor bupati, para pengurus PPDI mulai menyusun di benak mereka apa saja yang akan disampaikan kepada Cellica soal kebijakan yang pro terhadap penyandang disabilitas. Namun, nyatanya mereka
General Manager: Tohiri Alam. Deputy General Manager: Hayatullah. Pimpinan Perusahaan: Tohiri Alam. Pimpinan Redaksi: Hayatullah. Wakil Pimpinan Redaksi: Suhlan Pribadi. Redaktur: Mahesa Bahagiastra, Arie Firmansyah. Asisten Redaktur: Fuad Fauzi, Tomi Prayoga. Kabupaten Karawang: Agus B, Yogie S, Toyib, Wahyudi. Kabupaten Bekasi: Dimas Apriyanto, Jiovano Nahampun, Agus Nuryadin, Haripan Nahampun, Yogie Trinanda. Kota Bekasi: M. Suyudhi R (Kepala Biro), Naldy. Kabupaten Subang: Feri Kosasih. Kabupaten Purwakarta: Hasan Kobra (Kepala Biro). Pracetak : Juhadi (Koordinator), Mochamad Diky Darmawan, Almujamil. EDP/IT : Harry Hidayat. Iklan: Gema Parlindra (Manager Jakarta). Hepi Harianto (Manager Bandung). Manager Iklan & Promosi: Hudri Amin (Koordinator), Dimas A. Manager Pemasaran: Ade Marsin (Koordinator), Ecep, Noviantoro, Melky JS. Sirkulasi & Pengembangan Koran: Jamal (Koordinator), Yanto, Herman Budiono, Lalan, Umbaran, Ambri, Parwoto, Umbaran. Keuangan/Administrasi: Dewi Megawarti (Koordinator), Asih Setiawati, Kansha Isfaraini Huurun’ein, Iin. Komisaris Utama: Dwi Nurmawan. Komisaris : Arif Badi Karyawan. Direktur Utama: Yanto S Utomo. Direktur : Eko Suprihatmoko, Mohamad Fauzi.
harus gigit jari. Tumpukan poin usulan yang dibawa PPDI, berubah menjadi kekecewaan lantar tak ada yang menemui mereka. “Padahal niat kami bertemu beliau adalah untuk menyampaikan situasi dan kondisi disabilitas ter masuk harapan dan cita-citanya agar bisa turut serta berkontribusi langsung dalam pembangunan Karawang,” ucap mantan komisioner KPU Kabupaten Karawang ini. Adam mengatakan, seharusnya bupatu dapat melaksanakan amanat UU Nomor 8 Tahun 2019 tentang disabilitas dalam program pembangunan Karawang. Atas kepentingan itu pula, PPDI Karawang berinisiatif menemui Cellica. “Namun demikian, kami akan mencoba melayangkan surat permohonan audiensi kembali dan apabila masih tidak ditanggapinya,
Informasi Langganan Iklan & Berlangganan Koran Karawang Bekasi Ekspres Kantor Karawang Bekasi Ekspres Jalan Pepaya Nomor 20, Kelurahan Nagasari, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang. Tlp. (0267) 8408492. Bank: Bank Mandiri a/n PT Wahana Semesta Karawang Bekasi No. Rekening 173-00-00242827. Address e-mail redaksi: redaksikarawangbekasi@gmail.com, email iklan:karawangbekasiekspres@gmail.com. Kantor Biro Cikarang Ekspres Jalan Kasuari IX Blok O Nomor 52 Perum Cikarang Baru, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Telp. (021) 89840853. Bank: Bank Mandiri a/n PT Wahana Semesta Karawang Bekasi No. Rekening 173-00-00242827. Address e-mail redaksi: redaksicikarangekspres@gmail.com, email iklan:cikarangekspres@ gmail.com. Kantor Biro Metro Bekasi Ekspres Jalan Kenari Raya, Blok C Nomor 643, Perumahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi. Perwakilan Iklan Jakarta: Yudi Haryono, Firda. Alamat Perwakilan Jakarta: Kompleks Widuri Indah Blok A-3 Jl. Palmerah Barat No. 353 Jakarta 12210 Tlp. (021) 5330976, 5333321 Fax. (021) 5322629. Perwakilan Bandung: Jl Raya Soekarno-Hatta No. 627 Bandung Telp. (022) 7316634. Percetakan: PT Wahana Java Semesta Intermedia. Alamat: Jalan Perjuangan No. 9 Kota Cirebon. Telp: (0231) 483 531. Isi di luar tanggung jawab percetakan.
KAMIS, 19 SEPTEMBER 2019
8
Semangat Baru Purwakarta
SOROT Purwakarta Butuh Perda yang Mengatur PJU PURWAKARTA- Kabupaten Purwakarta belum memiliki Peraturan Daerah (Perda ) yang mengatur lebih detail mengenai pemasangan dan perawatan Penerangan Jalan Umum (PJU). Hal itu berdampak pada proses perawatan yang dilakukan oleh Dinas Tata Ruang dan Permukiman (Distarkim) Kabupaten Purwakarta. Dijelaskan Kepala Bidang Pertamanan dan PJU pada Distarkim Purwakarta, Kosasih, sedikitnya harus ada tiga payung hukum berupa Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur pengelolaan fasilitas PJU, pohon dan reklame. “PJU itu kebutuhan yang cukup mendesak, sedangkan kita tidak punya kewenangan memasang PJU di jalan nasional maupun provinsi. Termasuk melakukan perawatan atasnya,” kata Kosasih kepada pers, baru-baru ini. Dijelaskan juga, perlu adanya payung hukum yang mengatur Pemerintah Daerah (Pemda) Purwakarta berwenang memasang dan merawat PJU di jalan milik provinsi dan nasional cukup dibutuhkan. “Semestinya Pemda Purwakarta berwenang melakukan pemasangan dan perawatan PJU di jalan Nasional maupun Provinsi,” ujarnya. Selain itu perda yang mengatur terkait pengelolaan pohon. Dalam hal eksekusi penebangan pohon untuk kepentingan tertentu. Dirinya mencontohkan kasus, ada warga yang ingin menebang pohon karena kebutuhan membuka akses jalan. Sementara keberadaan pohon yang ditebang mesti diganti dengan bibit yang baru. Terkait siapa yang harus mengganti pohon dengan bibit baru ini, mesti diatur. “Masyarakat juga pasti mempertanyakan bilamana kita unsur Pemda membebankan penggantian pohon kepada mereka. Masyarakat pasti bertanya, aturannya mana,” kata dia. (san*)
SEKILAS
HASAN KOBRA/KBE
TEWAS: Jasad Rastam terkabar di lahan yang terbakar.
Kebakaran Hutan Bawa Korban Kehabisan Napas, Warga Karawang Tewas
Setwan Santuni Anakanak Yatim dan Tauziah PURWAKARTA- Peringati 1 Muharam 1441 H, Sekretariat DPRD (Setwan) Purwakarta melakukan pengusapan (menyantuni) anak–anak yatim dan tauziah yang digelar di ruang Gabungan Komisi, Selasa (18/8/2019). Kabag Umum Dany Kurniadi yang mewakili Sekretaris DPRD Purwakarta Suhandi M.Si, menyampaikan rasa syukurnya, karena pada tahun baru Islam ini bisa memberikan sedikit kebahagiaan kepada anak-anak yatim, yang berdomisili di sekitar gedung DPRD Purwakarta. ”Sesuai catatan yang masuk pada kami, jumlah anak yatim sekitar 53 orang, semoga semuanya bisa hadir pada hari ini,” ujarnya, seraya menambahkan, DPRD Purwakarta senantiasa memberikan kontribusi kepada masyarakat desa di sekitar gedung DPRD. Drs. KH Nana Suryana, Ketua Pondok Pesantren Darul Hikmah, Cibatu, Purwakarta, yang diundang melakukan tauziah mengharapkan, semoga dimasamasa mendatang tidak hanya anak yatim sekitar DPRD saja yang menerima santunan dari DPRD. ”Saya berharap, semua anak yatim di Purwakarta seperti di Cibatu, Wanayasa, Sukasari dll dimasa yang akan datang juga mendapat santunan dari DPRD Purwakarta,” himbaunya, yang ’diamini’ oleh semua yang hadir. Anggota Fraksi PDIP Warseno, SE yang mewakili Ketua Sementara DPRD Purwakarta H Ahmad Sanusi, mengatakan rasa syukurnya, karena anggota DPRD dan Sekretariat bisa melaksanakan hari besar Islam, khususnya memperingati tahun baru Islam 1 Muharam 1441 H. ”Kami atas nama seluruh anggota DPRD mengucapkan terima kasih kepada Bapak Suhandi, selaku Sekretaris DPRD, karena sejak dijabat oleh beliau, mulai tahun 2018 lalu, kami senantiasa bisa melaksanakan agenda hari-hari besar Islam maupun hari besar nasional,” jelasnya. (san)
PURWAKARTA- Nasib nahas menimpa Rastam (60) warga Kampung Maleber Desa Banyuasih Kecamatan Banyusari Kabupaten Karawang. Lelaki itu berakhir hidupnya di tengah hutan perkebu-
nan milik Perhutani Purwakarta saat terjadi kebakaran. Rastam ditemukan tewas dengan posisi terlentang di kawasan hutan di Kampung Karajan Rt 02, Rw 01 Desa Cibungur Kecamatan Bungursari, pada Rabu siang (18/09/2019) Menirut informasi dari Polsek Bungursari saat dikonfirmasi KBE menjelaskan, korban merupakan penggarap lahan Perhutani.
Namun menurut informasi dari pihak keluarga, korban mempunyai riwayat penyakit asma. "Korban yang setiap hari kegiatannya membersihkan hutan atau penggarap, namun saat terjadi kebakaran diduga karena tebalnya asap, sehingga penyakit asma yang dideritanya menyebabkan gangguan pernapasan dan kehabisan oksigen,"
ujar Kompol Agus, Kapolsek Bungursari. Lebih lanjut Agus mengatakan, dari alamat asal, korban adalah warga Karawang dan menikah dengan warga Bungursari. Untuk mengetahui penyebab tewasnya korban, kepolisian membawa korban ke RSUD Bayu Asih Purwakarta. Sementara menurut saksi Amirudin, kebakaran lahan hutan milik Perhutani mer-
ambat ke rumah milik saksi. Kemudian saksi memadamkan api yang akan merambat ke rumah miliknya. Dan teringat kepada korban yang sedang membabat rumput di lahan dekat Perum Pesona Jati lndah Cibungur, setelah dicari ditemukan korban telah terbujur kaku di lokasi yang terbakar. Selanjutnya saksi melaporkan kejadian tersebut ke pihak Polsek Bungursari. (san)
Bupati Instruksikan Aparat Desa dan Kecamatan Shalat Istisqa PURWAKARTA - Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika akan mengeluarkan Surat Edaran (SE) y a n g ha r u s d i ja l a n k a n oleh Pemerintahan Kecamatan dan Desa. Bupati menginstr uksikan agar para pegawai menggelar salat Istisqa secara sere nt a k p a d a ha r i Ju mat (20/9) di wilayah masing - masing. "Khusus pegawai dan ASN, hari Jumat nanti harus serentak menggelar salat Istisqa. Hari ini edarannya akan disosialisasikan ke tingkat kecamatan," ujar Anne saat ditemui di Pemda Purwakarta, Rabu (18/9/2019). Apalagi di wilayahnya terdapat beberapa daerah yang rawan bencana yang terdampak dari musim kemarau. Misalnya, kekurangan air bersih, kebakaran dan mengeringnya areal pesawahan. "Semoga, melalui ikhtiar bersama ini, Allah SWT segera mencurahkan berkahnya melalui hujan. Supaya, dampak bencana ini tidak terus meluas dan berlarut-larut," harap dia. Berbagai antisipasi terus
disiapkannya, guna menyambut pergantian musim mendatang. Apalagi di musim hujan nanti, di wilayahnya juga terdapat beberapa daerah yang rawan bencana, seperti longsor dan banjir. Salah satu upaya antisipasinya, yakni mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mulai menggalakan 'bebersih' sebagai bagian dari antisipasi bencana tersebut. Dengan menyisir seluruh saluran air (drainase) yang ada di sejumlah jalur yang dianggap krusial. "Kalau sampah musim kering tak segera dibersihkan, nanti kalau hujan malah menyumbat atau juga terbawa aliran air menuju kota. Kalau sudah begitu, nanti akan berdampak banjir," jelas dia. Selain 'bebersih', sambung Anne, pihaknya pun saat ini mengantisipasi wilayah - wilayah yang rawan pergerakan tanah. Salah satunya, yakni Kecamatan Pondoksalam. Mengingat, kontur tanah di wilayah tersebut cenderung labil. "Makanya, kami ajak se-
Bupati Anne Ratna Mustika luruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama men-
gantisipasi. Supaya, dampak bencana pergantian musim
bisa diminimalisasi," tambah dia. (san)
Monumen Habibie-Ainun akan Dibangun di Colodong PURWAKARTA- Sejumlah elemen masyarakat menggelar tahlilan atas meninggalnya BJ Habibie di Tajug Gede Cilodong Purwakarta. Dewan Kemakmuran Mesjid (DKM) setempat juga berencana membangun monumen untuk mengenang jasa BJ Habibie. “Kisah cinta BJ Habibie dan Ainun menginspirasi pembangunan Taman Welas Asih di lingkungan Tajug Gede Cilodong ini. Makanya, nanti akan dibangun monumenya di sini,” kata Ketua DKM Tajug Gede Cilodong Dedi Mulyadi. Selain monumen berbentuk badan BJ Habibie dan
istrinya, DKM Tajug Gede akan membangun taman baca. Keberadaan perpustakaan diharapkan memotivasi masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan alam dan teknologi seperti yang dilakukan BJ Habibie. “Beliau banyak memberikan jasa dan inspirasi bagi masyarakat Indonesia, termasuk masyarakat Purwakarta,” kata Dedi. Ia bercerita, sekilas, perjalanan hidup BJ Habibie sarat inspirasi mulai dari kariernya sebagai ilmuwan hingga kebijakannya saat menjabat sebagai presiden. Menurun dia, BJ Habibie merupakan sosok presiden yang paling berjasa
MONUMEN: Masjid Tajug Gede Cilodong Purwakarta
mengembalikan kondisi keamanan dan perekonomian Indonesia setelah O rd e Ba r u . D e d i m e n gagumi upayanya yang mampu mengembalikan
nilai tukar rupiah terhadap dolar secara signifikan saat itu. “Saya tidak berhenti menangis ka lau ingat jasa-jasa beliau. Sangat menginspirasi,”
katanya. Karena itu, Dedi meminta masyarakat ikut mendoakan BJ Habibie untuk menghargai kontribusinya yang besar bagi bangsa dan negara.
Bagi Purwakarta, Dedi menilai BJ Habibie telah ikut mempromosikan potensi pariwisata setempat. Salah satunya ialah sate maranggi khas Purwakarta yang menjadi kegemaran BJ Habibie selama ini. D e d i m e ngat a k a n , BJ Habibie kerap datang ke Purwakarta khusus untuk menyantap sate maranggi. “Awalnya saya kenalkan dengan sate maranggi, ternyata beliau suka dan sering datang ke Purwakarta untuk merayakan hari ulang tahunnya dengan makan sate maranggi,” ujarnya. Rencananya, tahlilan dan doa bersama untuk BJ Habibie akan digelar di Ta-
jug Gede Cilodong selama tujuh hari berturut-turut. Kegiatan serupa juga akan dilakukan kembali 40 hari setelah hari kematiannya. Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Purwakarta mengintruksikan seluruh organisasi perangkat daerah untuk mengibarkan bendera merah putih setengah tiang. Hal itu dilakukan sebagai bentuk bela sungkawa dan penghormatan kepada Habibie. “Perjalanan hidupnya bisa menjadi contoh. Tentunya kita sebagai anak bangsa sangat kehilangan sosok beliau,” kata Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika. (san*)