Bintang Baru Warga Karawang Bekasi Purwakarta & Subang JUMAT, 13 SEPTEMBER 2019
KBEONLINE. ID
ONLINEMETRO.ID
HARGA Rp3.000
karawangbekasiekapres
POSISI GINA MENENTUKAN Peta Koalisi di Pilkada Karawang
KARAWANG- Anggota DPRD Jabar Gina Swara telah menyatakan siap mengikuti Pilkada Karawang dengan catatan menunggu hasil survey yang digelar
PERISTIWA... Di Pedes, Predator Seks Sodomi Tiga Santri KARAWANG- Kejahatan seksual bisa terjadi dimana saja. Seorang pelaku tindak pidana asusila sodomi terhadap santri salah satu Pondok Pesantren (ponpes) ditangkap jajaran Reserse Kriminal Polres Karawang Rabu (11/9/2019). Ironisnya, pelaku merupakan salah satu pengajar di Ponpes Ke Hal...7
DPP Partai Gerindra bulan Sepetember ini. Hanya saja majunya Gina di Pilkada belum menentukan apakah dia di posisi calon bupati atau wakil bupati.
Belum jelasnya posisi Gina Swara, menurut Direktur
Nelayan Cilamaya Mau Demo ke Istana Negara
Lembaga Kajian Independen Indonesia, Umang Rukmana, membuat peta koalisi parpol-parpol pengusung makin dinamis. “Peta koalisi parpol di
KARAWANG- Setelah penantian yang cukup panjang. Akhirnya, kompensasi Pertamina Hulu Energi atas dampak kebocoran minyak di laut Karawang sudah bisa dicairkan. Bukannya senang, ratusan nelayan di Dusun Pasirputih, Kecamatan Cilamaya Kulon, justru bakal menggelar aksi demo ke istana negara.
Karawang masih sangat dinamis. Semua kandididat yang sudah muncul belum ada yang menentukan dengan siapa mereka berpasangan pada Pilkada nanti,”
Hal itu lantaran, besaran ganti rugi kompensasi Pertamina, dianggap tak manusiawi. PHEONWJ hanya memberikan kompensasi sebesar Rp. 30 ribu/hari selama 2 bulan. Kepada seluruh nelayan yang terdampak tumpahan minyak, di laut Karawang. “Kompensasi ini tidak sesuai harapan. Seolah-olah,
ujar Umang kepada KBE. Kemarin. Umang juga menjelaskan, hanya Jimmy Zamaksari (Jimmy) yang secara terangKe Hal...7
kompensasi ini sifatnya hanya sebagai peredam saja. Pertamina tidak serius, menghitung kerugian yang dialami nelayan, yang terdampak cemaran limbah minyak itu,” ungkap Manajer TPI Pasirputih, Nurjaya, kemarin, (12/9). Kata Nurjaya, harusnya PHEONWJ mengkaji dengan serius. Ke Hal...7
Sulitnya Cari Kerja Kakek Tewas Disengat di Kota Industri Lebah di Lahan Arta Graha KARAWANG- Ratusan pengangur pencari kerja di Kabupaten Karawang geram karena tidak pernah diterima saat melamar pekerjaan di sejumlah perusahaan. Puncak dari kekecewaanya, ratusan para pencari kerja berunjuk rasa di depan Kompleks Pemkab Karawang sekaligus secara simbolis menyerahkan ratusan lamaran kerja simbol rasa kecewa sekaligus kado bagi Karawang yang besok, Sabtu (14/9) menginjak usia 386 tahun. Dalam aksinya,
masyarakat yang mengatasnamakan Solidaritas Pengangguran dan Pribumi Karawang (SPPK) mengumpulkan ratusan hingga ribuan surat lamaran pekerjaan. Ke Hal...7
KARAWANG- Seorang lansia berusia 73 tahun ditemukan tak bernyawa di lahan kawasan PT.
Arta Graha, Dusun Pasircongcot Rt 04/02, Desa Wanajaya, Kecamatan Telukjambe Barat, Selasa (10/9) pukul 23.00 wib. Korban Ke Hal...7
Seruduk Fuso, Sopir dan Kernet Tewas
SUBANGSopir dan kernet truk boks Nopol F 8140 GW mengalami nasib ma-
lang, keduanya ditemukan tewas diduga setelah menabrak bagian belakang truk yang di depannya di Ke Hal...7
Keluarga Abas Basri, Potret Lain Kemiskinan di Karawang
Sekeluarga Tinggal Dalam Gubuk Besok, tepat pada 14 September 2019, Kabupaten Karawang berusia 386 tahun. Untuk ukuran sebuah kota industri terbesar di Indonesia. Pada usianya yang hampir 4 abad. Karawang masih menyisihkan banyak catatan merah. WAHYUDI, KARAWANG
SELAIN berbagai kasus pencemaran lingkungan. Patut diperhatikan pula, kehidupan warga miskin, yang masih banyak belum tersentuh bantuan negara. Seperti dialami keluarga tukang becak, di Desa Gempol, Kecamatan Banyusari, Karawang. Abas Basri (48) dan istri Yoyoh (30), beserta ke tiga anaknya. Harus Kantor Redaksi: Jl. Pepaya No 20. Kelurahan Nagasari Kec. Karawang Barat Telp. / Fax: (0267) 8408492
rela menetap di gubuk kecil, berukuran 3x2 meter. Yang mereka bangun diatas tanah negara, milik PJT ll. Untuk dijadikan tempat berteduh, dari panas dan hujan. Kehidupan keluarga Abas pun jauh dari kata layak. Gubuknya yang berukuran kecil, dibangun dengan Ke Hal...7
WAHYUDI/KARAWANG BEKASI EKSPRES
MISKIN : Keluarga miskin di Desa Gempol, Kecamatan Banyusari, tinggal di rumah gubuk seperti kandang ayam. email: karawangbekasiekspres@gmail.com,
redaksikarawangbekasi@gmail.com
OPINI
JUMAT, 13 SEPTEMBER 2019
2
Terbang Tinggi, Pak Habibie… Oleh Reza Indragiri Amriel *) SEWAKTU Presiden Soeharto masih kuat-kuatnya, datukku –Maaz namanya– sudah membuat ramalan bahwa kelak akan ada satu nama yang menjadi presiden Indonesia berikutnya. Siapa gerangan? ’’Habibie. B.J. Habibie,’’ sebut Datuk Maaz di bangku ruang tamu rumah panggung kami. Kenapa nama Bacharuddin Jusuf Habibie yang dia sebut, belakangan baru kupaham penyebabnya. Ramalan itu tak ubahnya harapan. Dan harapan datukku adalah laksana pantulan dirinya sendiri, yaitu dua sisi pada satu orang. Izinkan kubandingkan, bahkan lebih tepat lagi kusandingkan, dua figur yang kukagumi itu. Pertama, Habibie pintar dan datukku pun adalah orang pintar. Masih jernih ingatanku tentang rapor datukku yang dipenuhi angkaangka mengagumkan. Saking pintarnya, datukku berkisah, ia bisa melalui kelas tertentu hanya dalam waktu satu tahun, ketika para pelajar lainnya di tingkatan yang sama harus menempuh masa dua tahun. Datukku juga mahir berpidato. Namun, ketika kutanya mengapa ia tidak meneruskan studinya ke jenjang yang lebih tinggi, betapa kesempatan itu ada, jawabnya, ’’Emak [ibunda datukku] melarang. Takut anaknya jadi kafir.’’
Kafir, pada masa itu, bersinonim dengan penjajah Belanda. Dalam kata ’’kafir’’ terkandung serbaneka kedurhakaan tabiat manusia. Dan itulah sumber kerisauan orang-orang dulu; biarpun pintar dan bersekolah tinggi, itu tak ada gunanya apabila kepribadian rusak binasa. Terlihat betapa kuatnya pengaruh sosok ibu sehingga bisa memengaruhi pencapaian cita-cita datukku. Walau dengan arah yang berbeda, kedahsyatan peran ibu pula yang menentukan lurus bengkoknya perjalanan hidup Habibie. Tuti Marini Puspowardojo adalah sosok yang mempunyai tekad berkobar-kobar untuk menyekolahkan anak-anaknya, termasuk Habibie, setinggi-tingginya dengan jerih payahnya sendiri. Hebatnya, bak layang-layang berbenang kukuh, walau terbang jauh menuntut ilmu, Habibie tetap kembali ke tempat ibu pertiwi menunggu. Aya h ku pu nya k ia sa n tersendiri untuk menggambarkan kepintaran Habibie. ’’Dia seperti tak bisa berhenti bicara ketika kesempatan itu tiba.’’ Dan pemandangan itu senyatanya kusaksikan dalam sekian banyak tayangan wawancara Habibie di TVRI pada 1980-an. Pewawancara seperti kepayahan saat berhadapan dengan tamunya yang satu itu. Seakan lebih
sulit bagi si pewawancara untuk menyetop Habibie berbicara ketimbang saat mengerahkan isi kepala guna merumuskan pertanyaan bermutu yang akan diajukan kepada narasumbernya. Bola mata Habibie seperti bola dunia. Begitu kedua mata itu membelalak, berjuta-juta halaman ensiklopedia pun seketika terbuka. Isi buku pintar itu seolah ingin Habibie bentangkan sebanyak-banyaknya, ceritakan setuntas-tuntasnya, agar lawan bicaranya juga ikut melanglang buana dari ujung ke ujung jagat ilmu pengetahuan. Tetapi, sekali lagi, kepintaran bukanlah segala-galanya. Ada satu warna lagi yang melekat pada datukku dan juga menjadi aura Habibie. Datukku, di mataku, dekat pada agama. Ritual ibadah mewujud ke dalam perilaku kesehariannya yang sangat tenang sekaligus teguh di
jalan lurus. Seumur-umur hanya sekali ia kulihat murka. Yaitu, ketika mendapati seseorang dalam keadaan mabuk akibat menenggak minuman keras, datukku melompat menerjang, lalu melibas kaki orang itu dengan menggunakan sebilah tongkat kayu. Habibie pun, sebagaimana kubaca biografinya dan kusimak berbagai cerita lisan dari orang-orang yang dekat dengannya, menautkan hatinya kepada agama. Ini, jelas, sosok yang menghasilkan citra bening bak kristal. Pasalnya, ketika tak sedikit orang pintar dan berpendidikan tinggi yang menyekulerkan, bahkan mengateiskan dirinya, Habibie justru tampil ke depan sebagai sosok modern, progresif revolusioner, tanpa menjadi berjarak dengan agama. Habibie memang bukan nabi. Tetapi, kehadirannya sebagai seorang tokoh di
tanah air, dengan membawa sekaligus kepintaran dan kedekatannya kepada agama, punya pengaruh sangat nyata bagiku pribadi. Habibielah faktor yang melumerkan inferiority complex-ku. Karena itu, aku kemudian menjadi lebih percaya diri pada momen-momen ketika aku semestinya bisa menonjolkan identitas keagamaanku. Yang paling gampang kujadikan contoh adalah kebiasaan mengucap salam. Dahulu kala, sedikit banyak ada perasaan minder untuk menyapa orang yang kujumpai dengan mengucap salam. Apalagi di tempat umum. Ada gumpalan yang seketika muncul di hati, dan itu seolah berarti kuno bahkan terbelakang, saban kali ingin kuucapkan salam. Tapi, berkat Habibie, lidah, hati, dan lambaian tanganku sanggam berkata, ’’Assalamu’alaikum.’’ Karena itulah, aku merasa kehilangan, masygul, ketika Habibie tak berkeinginan menjadi presiden Indonesia, menyusul penolakan MPR RI atas pidato pertanggungjawabannya. Tapi, tak berselang lama bagiku untuk menemukan penawar atas perasaan kecewaku. Penawar yang juga datang dari Habibie sendiri. Kiprah Habibie yang tetap nyata di dunia ilmu pengetahuan dan teknologi, kesetiaannya kepada cita-cita mengembangkan dirgantara di Nusantara, serta kehebatan-
nya bersama istri tercinta, Ainun, mendidik anak-anak hingga menjadi penerusnya adalah bukti tak terbantahkan bahwa lengser keprabon bukanlah kehancuran. Habibie lagi-lagi menjadi gambaran yang sangat kontras jika dibandingkan dengan sejumlah tokoh lain yang pascaturun dari singgasana kekuasaan langsung menjadi sinis dalam berkatakata dan angkuh kekanakkanakan tatkala berhadapan dengan rival-rivalnya. Sudah sekitar dua dasawarsa Habibie tak lagi berada di lingkaran penentu kebijakan. Tetapi, rasa kangen pada beliau ternyata tak juga kunjung pupus. Sebuah obrolan kecil dengan seorang petinggi maskapai penerbangan swasta adalah pemicu kerinduan itu. Kepada petinggi tersebut, kutanyakan mengapa perusahaannya sampai harus membeli beratus-ratus burung besi dari luar negeri. Jumlah pesawatnya memang ’’hanya’’ ratusan. Tetapi, jangan keliru, ada ribuan tenaga kerja yang terserap akibat pesanan maskapai tersebut. Juga tak mungkin dinihilkan, ada jutaan dolar yang menggelinding kencang ke rekening bank milik pabrik-pabrik pesawat di negara-negara asing tersebut. Sang petinggi maskapai yang kutanyai itu menjawab dengan napas berat, ’’Andai impian dirgantara Pak
Habibie puluhan tahun silam dilanjutkan hingga sekarang, kami tidak perlu mencari pesawat sampai ke mana-mana.’’ Sah sudah; kritik-kritik pedas yang dulu bertubitubi ditimpakan ke Habibie dan visi dirgantaranya kini membuat kita sebatas bisa gigit jari. Kepintaran Habibie yang dulu dilecehkan sebagian kalangan itu membuat industri pembuatan pesawat kita mengalami stall dan teramat-sangat untuk dikembalikan ke altitude yang seharusnya. Apa pun itu, sebagaimana asa dan stamina Habibie yang tak pernah kehilangan gaya angkat, demikian pula seharusnya tekad kita untuk menyatukan tanah, air, dan udara Nusantara. Semangat itu pula yang ingin kuhunjamkan ke sanubari Aza, anak ketigaku, ketika kutanyakan cita-citanya. ’’Pembuat pesawat tempur, Ayah!’’ tegas Aza sembari mengacungkan telunjuknya ke angkasa. Sejujurnya, naskah ini mulai kususun dua tahun silam. Tapi, ubah sana ganti sini tak kunjung usai. Baru petang semalam tanda titik penutup kububuhkan. Salaam, Pak Habibie. Semoga shaf terdepan, bersama insan-insan terbaik lainnya yang Ia cintai, Allah Swt berikan untukmu. (*) *) Ketua Delegasi Indonesia dalam Program Pertukaran Pemuda Indonesia-Australia 1995–1996
Upacara Tabur Bunga (2/BERSAMBUNG) CERPEN, BADRUL MUNIR CHAIR
RUMAH SAKIT 1.
RUMAH SAKIT ISLAM KARAWANG Jl.Pangkal Tanjungan Km. 2 Karawang
0267-414520 0267-414521 0267-414522
2.
RUMAH SAKIT BAYUKARTA Jl.Kertabumi No. 44 Karawang
267-401817 0267-401818 0267-402731 0267-404472 0267-404472
3.
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KARAWANG Jl. Galuh Mas Raya No. 1 Karawang
0267-640444 0267-640445 0267-640666
4.
RUMAH SAKIT DEWI SRI Jl.Arif Rahman Hakim NO. 1A Karawang
0267-402855 0267-406445 0267-412246
5.
RUMAH SAKIT CITO Jl. Arteri Tol Karawang Barat
0267-414245 0267-414264 0267-414306
Linda bukan satu-satunya di antara kami berdelapan yang kehilangan seseorang yang dibayangkan akan menjadi teman hidup di masa depan. Zul, tiga puluh tahun, bahkan sudah menentukan tanggal pernikahannya dengan Fitri. “Enam bulan setelah kepergiannya, saya memutuskan untuk menikah dengan gadis pilihan orang tua. Orang tua saya mungkin tidak tega melihat saya sering tiba-tiba berteriak di waktu tidur. Mimpi buruk tentang Fitri terus menghantui saya. Bahkan setelah beberapa tahun menikah dan punya anak, mimpi buruk itu tidak pernah benar-benar hilang. Istri saya memaksa saya untuk ikut perjalanan ini, agar mimpi buruk itu tidak datang lagi.” Mimpi buruk yang datang setelah peristiwa itu tak hanya dirasakan oleh Zul. Aku dan istriku juga kerap dihantui mimpi buruk di bulan-bulan pertama setelah meninggalnya anak laki-laki kami, anak satusatunya yang kami miliki. Aku dan istriku kerap mengalami mimpi yang hampir sama. Kami bermimpi anak laki-laki kami berteriak meminta tolong di tempat yang dipenuhi dengan air. Dalam mimpi kami, ia terus berteriak-teriak sebelum akhirnya kehabisan suara dan tubuhnya lenyap tibatiba. Teriakan itu bahkan masih terngiang-ngiang di telinga kami sampai hari ini. Setelah kami, Althien mendapat giliran untuk bercerita. Ia kami tunjuk sebagai pemimpin ritual ini sebab hanya Althien-lah satu-satunya di antara kami berdelapan yang selalu ikut dalam perjalanan tahunan ini. Satu tahun kemudian di
tanggal yang sama dengan peristiwa itu, pihak yang bertanggung jawab atas kejadian itu memfasilitasi seluruh keluarga korban untuk melakukan perjalanan ke tengah laut, ke lokasi kejadian. Tidak seluruh keluarga korban berkenan ikut dalam perjalanan sebab rasa trauma dan kehilangan yang mendalam. Di perjalanan pertama, menurut Althien, ada puluhan orang yang ikut. Tidak semuanya kerabat dekat korban, sebab sebagian besar yang ikut adalah wartawan. Di perjalanan kedua, peserta dibatasi hanya khusus untuk keluarga korban. Dan di perjalanan kali ini, peserta yang boleh ikut semakin dibatasi, hanya untuk keluarga korban yang jasadnya belum ditemukan. Pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa itu menanggung seluruh biaya perjalanan ini. Kami tahu mereka membayar mahal kepada pemilik kapal agar mau lewat dan berhenti selama beberapa saat di lokasi kejadian. Bahkan dalam perjalanan pertama, mereka
menyewa satu kapal khusus yang bukan kapal penumpang untuk memfasilitasi seluruh keluarga korban. Namun harga mahal yang mereka bayar untuk memfasilitasi perjalanan ini tidak akan pernah sebanding dengan rasa kehilangan kami akan orang-orang yang kami cintai. “Setiap melakukan upacara tabur bunga, saya selalu merasa melihat boneka kesayangan cucu saya mengapung di atas air,” kata Althien bercerita. Menantu dan cucu kesayangannya meninggal dalam peristiwa itu. Setiap melihat boneka kesayangan cucunya mengapung di atas air, ia tahu itu hanya halusinasi. Namun berhalusinasi melihat benda kesayangan anggota keluarga yang hilang bisa memberikan sedikit hiburan baginya, dan karena itulah ia selalu ikut dalam perjalanan ini setiap tahun, yang bahkan anak lakilakinya sendiri-ayah dari si cucu kesayangan yang meninggal-tidak sekali pun pernah ikut dalam perjalanan ini.
Agustav, lelaki berusia akhir tiga puluhan, barangkali adalah yang paling terpukul dengan kejadian itu. Ia masih terlihat sangat shock walau kejadian itu sudah empat tahun berlalu. Sepanjang perjalanan, ia lebih banyak menunduk dan diam. Ketika ia mendapat giliran untuk berbagi cerita, ia menggelengkan kepala, mengangkat telapak tangannya di depan dada sebagai tanda penolakan. “Tidak apa-apa,” ucap Althien, “jika memang tidak ingin bercerita, kami bisa memahami.” Kami bisa memahami apa yang dirasakan Agustav. Istri dan tiga orang anaknya menjadi korban dari peristiwa itu. Seandainya ia tidak membatalkan tiket perjalanannya karena pekerjaan yang datang mendadak, mungkin sekarang ia tidak akan duduk bersama kami. Rencananya, Agustav akan menyusul istri dan anak-anaknya setelah pekerjaannya selesai. Namun berita tentang peristiwa itu menggagalkan semuanya.
Hanya jasad istrinya yang ditemukan, sementara jasad tiga orang anaknya lenyap di lautan. Cerita mengenai kemalangan yang menimpa Agustav kami ketahui dari berita di televisi dan koran. B e rk e b a l i k a n d e n g a n Agustav, Avi, perempuan gempal berusia empat puluhan, adalah yang paling tenang di antara kami. Raut kesedihan tidak sedikit pun tampak di wajahnya. Sepanjang perjalanan, sesekali ia memeriksa telepon genggamnya, tidak peduli seseorang di antara kami sedang bercerita dan ingin didengar. Dan ketika tiba gilirannya untuk bercerita, ia tergagap segera memasukkan telepon genggamnya ke dalam tas. “Saya kehilangan kedua orang tua saya. Kenyataan bahwa kedua orang tua saya sudah sepuh dan diabeteslah yang membuat saya bisa tegar. Saya tahu waktu saya bersama mereka memang tidak akan lama lagi. Tapi tetap sedih rasanya menyadari mereka mati dengan cara seperti itu dan tanpa tahu di mana jasadnya berada.” Terdengar percakapan melalui handy-talky yang dibawa dua orang awak kapal yang menemani kami ketika Risty akan memulai ceritanya. Seorang di ruang kemudi mengabarkan bahwa jarak ke lokasi kejadian akan ditempuh dalam lima belas menit ke depan. Setelah percakapan dengan handy-talky itu selesai, Risty kemudian mulai bercerita tentang ayah baptisnya yang meninggal dalam peristiwa itu, tentang mimpi melihat dua belas Rasul berjalan ke tengah laut yang dialaminya pada malam sebelum kejadian. (*)
Hubungi Bagian Iklan JAMIL : 0838 0765 0426 KEHILANGAN S AT U B U A H B P K B M O B I L MERK NISSAN X-TRAIL NO.POL : T 1186 TQ DENGAN NO.KA : MHBF3CF1CEJ000022 NOSIN :QR25005580L WARNA HITAM TAHUN 2014 STNK ATAS NAMA ENTANG FITRIANA DENGAN NOMOR BPKB : M-03363817 HILANG SERTIFIKAT SHM NO 02814/WANASARI LUAS 72 M² A/N NUGROHO HARI WINOTO D/A PERUM CITRA VILLA WANASARI BLK JB 1 NO 9 RT 03/17 WANASARI - CIBITUNG - BEKASI
PEMBERITAHUAN KEPADA BAPAK USMAN BAHRI NO PELANGGAN 10-113-17-11140 DIHARAPKAN KEHADIRANNYA UNTUK PENYELESAIAN MASALAH BPKB DI OTO MULTIARTHA CAB KARAWANG GRAND TARUMA RUKO DHARMAWANGSA 2 BLOK A NO 19 KARAWANG JL TARUMANEGARA ARTERI TOL KARAWANG BARAT TLP 0267-8631060
KEHILANGAN TELAH HILANG BUKU KIR B 9558 RV A/N PT.TIRTA VARIA INTI PRATAMA HUB:085815662288
KEHILANGAN KEHILANGAN SURAT T A N D A N O M O R KENDARAAN BERMOTOR (STNK) DENGAN NOMOR REGISTRASI B 2074 KKL ATAS N A M A Y U L I A N A , A L A M AT J L KEMANDORAN TUGU PEKAYON GG H TABRIH NO.9 RT 003/022, D E S A P E K AY O N J AYA , KECAMATAN BEKASI SELATAN, MOBIL DAIHATSU AYLA, JENIS MOBIL PENUMPANG / MINIBUS.
KEHILANGAN
HILANG BPKB MOBIL PANTHER ROYAL TBR TAHUN 2001. NO POLISI: B 2134 HU. NO RANGKA: MHCTBR54FIK226242 A.N KPP P R ATA M A C I B I T U N G H U B 082167600634 (AGE) TELAH HILANG AKTA JUAL BELI NOMOR 1874/X/BG/1995 NAMA: JENAN BIN SIRAN, NYONYA MAWI. LUAS 750 MTR, KELURAHAN MUSTIKA JAYA, KECAMATAN BANTAR GERBANG, KOTA BEKASI HILANG BPKB MOBIL JEEP HARDTOP TH 1982 B 2612 YP WRNA COKLAT A/N CHAERUDIN NOKA FJ40348129 NOSIN 2F570740
DIJUAL RUMAH
Luas Tanah 122 m2 Luas Bangunan 70 m2 Harga 1,5 M (Nego) Lokasi : Galuh Mas Metropolis Blok IV No.A1 HUBUNGI : MARYANI 0821 1486 3288
PENGUMUMAN Telah dibuat Akta Pernyataan Keputusan Rapat Pembina “Yayasan Karina Angela”, no. 04, tanggal 31 Agustus 2019, dihadapan Dewi Halimy,SH.,M.Kn., Notaris di Karawang, dengan maksud untuk dilakukan pembubaran CV. Telah ditunjuk pengurus yayasan sebagai likuidator pembubaran dan likuidasi telah dilaksanakan sepenuhnya. Homat kami, Pengurus Yayasan.
Semangat Baru Urang Subang
JUMAT, 13 SEPTEMBER 2019
176 Peserta Ikut Pelatihan di BLK SUBANG- Bupati Subang H. Ruhimat membuka secara resmi acara Program Peningkatan Kompetensi Tenaga Kerja dan Produktifitas Kegiatan Pelatihan Berbasis Kompetensi Angkatan ke V Tahun Anggaran 2019. di UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Subang, Kamis (12/09/2019). Kepala UPTD Balai Latihan Kerja Kabupaten Subang Bagas Jatmiko menyampaikan tujuan dilaksanakan kegiatan tersebut untuk meningkatkan keterampilan pada masyarakat pencari kerja agar menjadi
tenaga kerja yang berkualitas, produktif, kompeten dan berdaya saing serta mampu membuka lapangan kerja sendiri sesuai dengan perkembangan pasar kerja. Peserta pelatihan merupakan para pencari kerja yang terdaftar di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi serta telah mengikuti tahapan seleksi sebanyak 176 orang peserta. Instruktur tenaga pengajar terdiri dari satu instruktur materi kejuruan dan instruktur UPTD balai latihan kerja Kabupaten Subang, dua instruktur
materi umum dari pejabat struktural Dinas tenaga kerja dan transmigrasi Kabupaten Subang. Bupati berpesan dan berharap kepada peserta pelatihan dapat mengikuti pelatihan dengan serius dan seraplah ilmu yang disampaikan oleh instruktur sehingga dengan bekal keterampilan tersebut nantinya dapat bersaing untuk memperoleh pekerjaan diberbagai sektor lapangan kerja yang tersedia. “Saya s a n gat b a ha g i a apabila begitu selesai pelatihan peserta dapat
membuka usaha sendiri, sehingga dapat membuka kesempatan kerja bagi yang lainnya. Dan kepada para instruktur saya berpesan agar dapat member ikan pelatihan dan bimbingan dengan metode dan bahasa yang mudah dipahami oleh peserta, agar seluruh materi baik teori maupun praktek yang dilapangan yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh seluruh peserta. Sehingga tujuan dari pelatihan berbasis kompetensi ini dapat terlaksana dengan baik dan mencapai hasil yang opti-
mal,” papar Bupati. Acara yang turut dihadiri oleh Kepala Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja Bandung yang diw a k i l i o l e h Ke p a l a Bi d a ng Pe nye l e ng ga raa n dan Pemberdayaan, Agus Cahyana, SE. MM, Kepal a D i n a s Te n a g a Ke r ja dan Transmigrasi Kabupaten Subang para Instruktur Pelatihan serta para peser ta pelatihan te rs ebu t m e mbu kt i ka n bahwa,keseriusan Pemerintah Kabupaten Subang dalam upaya peningkatan kualitas serta lapangan kerja. (tom)
CALON NAKER: Bupati Ruhimat saat membuka Pelatihan Berbasis Kompetensi Angkatan ke V Tahun Anggaran 2019 di UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Subang, Kamis (12/09/2019).
SUBANG IKUT BERDUKA
IMBAUAN BUPATI Berdasarkan Surat Edaran bernomor KS.01/380/Kesra per tanggal 27 februari 2019: Mengistruksikan setiap instansi pemerintahan menggelar penggalangan dana “Peduli Thalsemia” menindaklanjuti data yang dirilis Yayasan Thalasemia Indonesia (YTI/ POPTI) saat ini ada sebanyak 129 penyintas thalasemia yang tersebar di 30 kecamatan se-Subang.
Wakil Bupati Bersama Para ASN Subang Gelar Shalat Ghaib
Adapun penyerahan bantuan dana dapat diserahkan ke Bagian Kesra Setda Subang atau via transfer ke rekening a/n Peduli bencana Kab.Subang: 0092084965100. Demikan, atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih. Bupati Subang Ruhimat
SUBANG – Kesedihan mungkin sedang dirasakan seluruh rakyat Indonesia, saat mendengar kabar kepergian Presiden Republik Indonesia ke-3 Prof. Dr. Ing. H. Bachar u d d i n Ju s u f Ha b i b i e , FREng yang wafat diusia 83 tahun. Hal tersebut membuat Wa k i l Bu p at i Su b a ng Agus Masykur Rosyadi, S. Si , . M M d a n rat u s a n jamaah yang terdiri dari unsur ASN Pemerintah Kabupaten Subang dan masyarakat melaksanakan Shalat Ghaib berjamaah untuk mendo’akan atas wafatnyaa Presiden Indoneaia ke-3 almarhum Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie di Masjid Agung Al-Musabaqoh Subang. Kemarin, (12/9). Shalat ghoib tersebut dilaksanakan setelah shalat dzuhur yang diimami oleh Ustad Yadi Supriyadi, S.Pd. I. Setelah melaksanakan Shalat Ghaib, Wakil Bupati
KERJURNAS
DILEPAS. Pelepasan para petenis meja Subang dilakukan Indung Budak, Ratu LAK Galuh Pakuan Noviyanti Maulani.
Subang Kirim 5 Petenis Meja SUBANG - Pengurus Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kabupaten Subang mengirim kontingen yang terdiri lima atlet ke Kejuaraan Nasional Tenis Meja IPB Open 2019. Sayangnya, bukan KONI Subang yang membiayai, melainkan LAK Galuh Pakuan. Pelepasan kontingen dilakukan Indung Budak, Ratu LAK Galuh Pakuan Noviyanti Maulani yang juga Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kab Subang Bidang Pemuda dan Olahraga. Sekretaris PTMSI Kab Subang Indra, mengatakan bahwa PTMSI sebagai organisasi yang menaungi para atlet berupaya melakukan pembinaan. Salah satunya dengan mengikutsertakan para atlet dalam berbagai kejuaraan. “Maka bagaimanapun caranya, kami bertanggung jawab meningkatkan prestasi atlet dengan dibantu berbagai pihak atau sponsor terutama pembiayaan. Pembiayaan dan dukungan yang utama seharusnya datang dari pengurus KONI Subang. Namun, hingga kini masih nihil,” kata Indra, saat melepas kontingen, Kemarin, (12/9). Meski demikian, Indra bertekad tetap harus mengirimkan kontingen yang sudah dipersiapkan ke Bogor. Bahkan dia menargetkan dapat meraih tiga besar di kategori tunggal. Beruntungnya, kata Indra, ada LAK Gakuh Pakuan, sebagai pembina PTMSI yang bersedia membiayai operasional kontingen untuk ikut bertanding di IPB Open 2019. “Alhamdulillah, kontingen kami akhirnya tetap bisa berangkat ke kejuaraan nasional IPB Open 2019. Bagi kami ini merupakan dukungan yang sangat berharga. Galuh Pakuan lagi lagi membuktikan kepedulian pada prestasi olahraga, kami ucapkan terima kasih,” tutupnya. (fer/tom)
DOA UNTUK HABIBIE: Sholat Ghoib yang digelar di Masjid Agung Al-Musabaqoh Subang untuk Almarhum BJ Habibie..
didampingi oleh Kadiskominfo Subang Dr. H. Sumarna, S.Sos, M.AP, Kepala BP4D Subang H. Sumasna, menyampaikan ucapan turut bela sungkawa atas meninggalnya tokoh bangsa almarhum B.J. Habibie. Wakil Bupati mengatakan bahwa bangsa Indonesia
telah kehilangan tokoh besar yang telah berjasa atas kemajuan Indonesia terutama dalam bidang kemajuan teknologi bahkan bagi mancanegara juga. “Alhamdulillah kami telah melaksanakan shalat Ghaib untuk mendoakan Almarhum B.J. Habibie.
Semoga amal ibadahnya diterima disisi Allah SWT”, imbuh Wakil Bupati. Pada kesempatan tersebut juga Wakil Bupati menyampaikan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Subang telah melaksanakan instruksi dari pemerintah pusat untuk men-
gibarkan bendera setengah tiang untuk menghormati atas wafatnya almarhum B.J.Habibie, serta menyampaikan kepada masyarakat bahwa selaama 3 hari terhitung 12 sampai 15 september merupakan hari berkabung nasional untuk Indonesia. (tom)
KSOP Pelabuhan Patimban Gotong royong Bersihkan Laut PUSAKANAGARA - Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan ( KSOP ) Kelas II Pelabuhan Patimban menggelar kegiatan gotong royong guna membersihkan laut di Pantai Patimban. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka Hari Perhubungan Nasional. Dalam kegatan tersebut turut serta PPK Lingkup Pembangunan Pelabuhan Patimban, para pimpinan dan pekerja proyek dari Paket 1 PT Penta Ocea, Toa, Rinkai, PT PP dan Wika (PTRPW), Kontraktor Paket 2 Toyo, Adhi Karya, Wakaciku (TAW) serta Muspika Kec. Pusakanagara yang ikut berperan guna kepeduulian lingkungan. Kasubbag PU M. Chusnul S
menerangkan, kegiatan bersih merupakan kegiatan dari KSOP Kelas II Patimban bersama stakeholder untuk turut menjaga kebersihan pantai. Oleh karenanya, bertepatan dengan event Hari Perhubungan Nasional pihaknya menginisiasi kegiatan bersih-bersih laut di area Pelabuhan Patimban. “Kami juga berkomitmen untuk menjaga kebersihan dari laut dan pantai di Patimban,” ucap M. Chusnul saat diwawancarai. Chusnul juga menambahkan, kegiatan serupa juga dimungkinkan untuk digelar secara continue. Untuk itu ia menjelaaskan, bahwa kedepanya KSOP Kelas II Patimban
akan melakukan koordinasi dengan pemerintahan setempat juga stakholder terkait yang berkegiatan di Patimban. “Nanti akan kami koordinasikan lagi dengan pemerintahan disini, tadi juga dari Bu Camat sangat terbuka dan menyambut baik, Insyaallah kedepan kita akan koordinasi lebih intens,” ujarnya. lanjutnya, ia berharap, Pantai Patimban bisa terus dijaga kebersihan lingkungannya dari sampah, baik dari pengunjung, warung, atau yang beraktivitas di Patimban. Karena harapanya kedepan, pembangunan Pelabuhan Patimban yang saat ini tengah berlangsung, bisa berjalan dengan lancar. “Tentu kita harapkan ling-
kunan disini bersih apalagi pembangunan pelabuhan patimban juga sedang berjalan. Semoga lancar agar bisa segera dilakukan launching dan bermanfaat bagi warga sekitar juga warga Subang,” tuturnya. Sementara itu, Camat Pusakanagara Dra Hj Ela Nurlela MSi mengapresiasi kegiatan bersih-bersih tersebut. Bahkan, Camat Ela berharap pelaksanaan kegiatan tersebut bisa dilaksanakan secara rutin. “Ini kegiatan yang bagus, peduli lingkungan, area pantai juga jadi bersih. Tapi saya berharap kedepan bisa juga dilaksanakan sebulan sekali mungkin, setiap hari jumat kan ada momen jumat bersih,” ujarnya.
Camat Ela juga menuturkan rasa terimakasihnya atas kerjasama dan gotong royong stakeholder di Pelabuhan Patimban yang telah bersedia membersihkan pantai. “Saya sangat merespon positif kegiatan ini dan juga saya harapkan ini bisa terus dilakukan untuk memberikan dampak yang positif dengan adanya Pelabuhan Patimban nanti,” tuturnya. Sampah yang terkumpul sendiri kemudian diangkut dengan truk sampah yang telah disiapkan. Selain ini usai kegiatan turut juga diberikan beberapa doorprize bagi peserta yang dinilai paling semangat dan paling banyak memunguti sampah. (fer/tom)
Prestasi Adistyana Pitaloka, Guru Sekolah Luar Biasa Negeri Subang
Jadi Pelopor Tingkat Jawa Barat
SUBANG- Adistyana Pitaloka seorang guru di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Subang telah m e n g h a r u m k a n Ka b u paten Subang dengan prestasinya sebagai pemuda pelopor tingkat Jawa Barat. Ia saat ini tengah dinilai oleh tim juri tingkat nasional dari Kemenpora untuk turut serta pada pemilihan pemuda pelopor tingkat nasional. Para juri datang lang-
sung ke tempat mengajar Adis sapaan akrab dari Adistyana Pitaloka di SLB Neger i Subang Kelurahan Karang Anyar Subang. Kamis (12/9/2019). Wa k i l B u p a t i S u b a n g A g u s Ma s y ku r R o s ya d i tu r u t ha d i r d a n m e ny ambut kedatangan dari tim juri Kemenpora tersebut didampingi dari jajaran Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten
Subang, para pengurus SLB Negeri Subang dan para pengajar SLB Negeri Subang. Wa k i l B u p a t i m e r a s a bangga dan mengapresiasi salah seorang anak Subang menjadi Pemuda pelopor untuk mewakili Kabupaten Subang dan Jawa Barat untuk menjadi pemuda pelopor tingkat nasional. Dan itu merupakan sebuah kebanggan karena Adis yang meru-
Adistyana Pitaloka
pakan guru SLB Negeri Subang memiliki talenta dan inovasi. “Mudah-mudahan dengan dijadikannya seorang kader pemuda bisa menjadi pelopor dan kedepannya bisa menularkan bahwa anak-anak Subang mampu dan hebat untuk memberikan inovasi yang terbaik,” ujar Wabup. Ditambahkan, pemerintah akan support terhadap talenta dan inovasinya
dari prestasi yang didapat oleh Adis. “Kita bahkan tidak sadar bahwa kar ya-kar ya anak SLB yang dibina Adis sering dipakai atau ditampilkan untuk kegiata n p e m e r i nta h da erah bahkan event lainnya dengan menampilkan berbagai pentas seni dan kebudayaan yang diperankan oleh anak-anak yang memiliki keterbelekangan mental,” tambahnya. (fer)
JUMAT, 13 SEPTEMBER 2019
PENDIDIKAN
4
SMAN 1 Cilamaya Kibarkan Bendera Setengah Tiang C I L A M AYA W E TA N – Sesuai surat edaran Mentri Sekertaris Negara (Mensesneg), nomor : B-1010/M-Sesneg/set/ T U.00/09/2019 tentang Hari Berkabung Nasional. SMAN 1 Cilamaya (Sacila) mengibarkan bendera setengah tiang. Sebagai wujud duka cita, atas kepergian mendiang presiden ke 3 Repubilk Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie. “Kami kibarkan bendera setengah tiang, sebagai wujud penghormatan dan duka cita, atas meninggalnya Pak B.J Habibie,” ungkap Kepala SMAN 1 Cilamaya, Raden Eman Sulaeman, kepada KBE, kemarin, (12/9). Eman mengatakan, keluarga besar SMAN 1 Cilamaya merasa sangat kehilangan, sosok inspiratif. Salah satu tokoh terbaik bangsa, yang diakui Eman, banyak memberikan contoh positif bagi siswa-siswinya di sekolah. “Ada banyak sekali contoh positif yang beliau berikan. Prestasinya di bidang akademik, kegigi-
hannya membangun industri pesawat, hingga rasa cintanya pada almarhum ibu Ainin,” ujar Eman. Eman mengakui, dikibarkannya bendera setengah tiang di sekolah. Tidak cukup, untuk membalas jasa-jasanya pada negeri ini. Namun, kata dia, bentuk penghormatan tersebut, diharapkan mampu menjadikan motivasi bagi siswa SMAN 1 Cilamaya. Untuk terus berkarya, seperti almarhum bapak teknologi Indonesia itu. “Saya berharap, siswa Sacila meneladani sosok Pak Habibie,” harapnya. Ketua OSIS SMAN 1 Cilamaya, Mutiara Durahman menambahkan, sebagai generasi penerus bangsa. Ia mengaku harus lebih baik dari generasi sebelumnya. Sosok Habibie, kata Mutiara, merupakan panutan terbaik baginya. Baik sebagai pemimpin bangsa, maupun sebagai idola. “Pak Habibie bukan hanya mantan presiden. Beliau adalah idola bagi kami siswa Sacila,” ujarnya. (Wyd)
WAHYUDI/KARAWANG BEKASI EKSPRES
TIANG BENDERA : Bendera setengah tiang, berkibar di SMAN 1 Cilamaya.
PGRI Kotabaru Tolak Pungutan Pengambilan Ijasah KARAWANG – Seluruh Sekolah Dasar Negeri yang ada di wilayah Kecamatan Kotabaru. Diwajibkan untuk tidak melakukan pungutan atau iuran untuk penebusan ijazah bagi setiap siswa. Hal tersebut disampaikan langsung Ketua PGRI Kotabaru, Iwa Hirana. Iwa menegaskan, bagi siapa saja sekolah yang terbukti melakukan pungutan akan berhadapan dengan hukum. Karena untuk pelaksanaan penulisan ijazah sudah dianggarkan dari anggaran dana Biaya Operasi Sekolah (BOS). “Kalau di Kotabaru ada akan saya laporkan langsung ke saber pungli,” tegasnya kepada KBE, kemarin. Menurut Iwa, segala pelaksanaan kegiatan sekolah sudah menggunakan anggaran yang sudah diberikan pemerintah. Jika pun belum terkaper semuanya. Wajib bagi seluruh sekolah untuk
Cecep : Ruangan Kerja Dinilai Tak Nyaman KARAWANG – Untuk melaksanakan tugas dengan baik tak hanya kinerja dan tanggungjawab yang harus ditingkatkan. Namun ruangan kerja dalam menjadi wadah aktivitas harus diperbaiki. Dinas Pendidikan dan Olahraga (Disdikpora) Karawang tengah melakukan pembangunan untuk ruang kinerja para pengawas. Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Karawang, Cecep Mulyawan mengatakan, alasan dibongkar dan dibangunkannya tempat kerja para pengawas dinilai sudah tidak nyaman untuk digunakan. Terlebih masih banyak fasilitas yang kurang memadai yang mereka gunakan. “Rencananya nanti bidang-bidang di dinas akan dipindahkan di kantor yang baru,” ucapnya kepada KBE, kemarin. Lanjut Cecep, pembangunan baru tersebut juga merupakan usulan dari Disdikpora Karawang. Agar setiap pelaksanaan kinerja bisa lebih baik dan ruangan kerja yang digunakan bisa senyaman dan semaksimal mungkin. “Atas dasar usulan Disdikpora Karawang dan menggunakan anggaran tahun 2019,” tuturnya. Kabarnya meski belum diketahui namun anggaran yang digunakan melalui Dinas PUPR untuk pembangunan kantor pengawas hampir mencapai 2 Miliyar rupiah. Pihaknya hanya mengetahui sebatas akan dibangunkannya oleh PUPR untuk ruangan pengawas. “Yang tahu lebih jelas dinas PUPR karena mereka yang mengerjakan baik anggaran pengunaan bangunan,” pungkasnya. (oib)
Wagub Jabar Usulan Hari Anak Yatim Nasional WAKIL Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum memberikan apresiasi kepada Yayasan Assalaam yang menyerahkan santunan kepada 600 anak yatim. Menurut dia, pemberian santunan itu sejalan dengan visi misi pembangunan Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jabar, yakni Jabar Juara Lahir Batin. “Apresiasi saya berikan kepada Yayasan Assalaam yang telah menginisiasi kegiatan ini. Ini adalah salah satu contoh dari pembangunan manusia di Jawa Barat,” kata Uu saat menghadiri dan memberikan sambutan pada kegiatan Menyantuni 600 Anak Yatim di Masjid Pusdai, Kota Bandung, kemarin. “Untuk itu, jangan ragu untuk berbagi dengan sesama karena Allah SWT tidak akan pernah membiarkan hamba-Nya yang baik terjebak dalam kesusahan,” imbuhnya. Menurut Uu, masyarakat berperan penting dalam melindungi, mengayomi, mendidik, dan membesarkan anak yatim yang terlantar. Maka itu, dia mengusulkan agar Hari Anak Yatim Nasional digagas. “Kami juga mendorong pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden RI Jokowi agar ada Hari Anak Yatim Nasional sebagai bentuk penghormatan kita kepada mereka, bentuk penghormatan negara kepada mereka,” ucapnya. Uu mengatakan, Pemdaprov Jabar memberikan perhatian khusus kepada anak yatim, khusunya di bidang pendidikan dan kesehatan, melalui Biro Pelayanan Sosisal Setda Prov. Jabar maupun Baznas Jabar. (hms/rie)
melaksanakan musyawarah bersama orangtua siswa. “Semuanya harus berdasarkan hasil musyawarah baik buruknya orangtua siswa harus mengetahui juga, jika ada,” tuturnya. Iwa yang menjabat sebagai Kepala SDN Pucung 3 ini juga mengaku meski harus menandatangi banyak ijazah. Namun dirinya menolak dengan tegas jika harus mewajibkan penebusan. “Saya sampai pegel tanda tangan, karena tugas dan kewajiban,” ungkapnya. Lanjut Iwa, ia mengajak kepada setiap sekolah untuk bersama-sama memberikan contoh teladan yang baik bagi siswa maupun orangtua siswa. Agar segala pelaksanaan kegiatan sekolah bisa berjalan dengan baik. “Mari kita sama-sama memajukan pendidikan dengan baik yang dimulai dari diri kita sendiri,” pesannya. (oib)
Pemprov Jabar Optimis Lulusan SMK Terserap Kerja R E VI TA L I S A S I lembaga vokasi atau Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) untuk menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, berkualitas, dan berdaya saing dalam menatap revolusi industri 4.0. Terdapat sejumlah aspek yang menjadi atensi Pemprov Jabar dalam revitalisasi SMK . Mulai dari aspek kelembagaan, kur ikulum, dan kerja sama dengan Dunia Usaha atau Dunia Industri ( DU/DI ). Selain itu, terdapat program magang guru dilakukan guna terpenuhinya guru produktif yang kompeten termasuk guru tamu dari praktisi. “Dengan begitu sekolah vokasi mampu meningkatkan SDM dan kompetensi melalui lembaga sertifikasi profesi. Tidak cukup memiliki ijazah, tapi kompetensi dengan sertifikat kompetensi,” kata Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jabar, Dewi Sartika. Lanjut Dewi, penyelara s a n ku r i ku l u m S M K dengan DU/DI merupakan langkah kerja kolaboratif antara pihak SMK di Jabar, Disdik Jabar, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Kementerian Perindustrian, Kemenko Perekonomian, Kementerian lainnya sesuai amanat Inpres no 9 tahun 2016 serta pihak industri/perusahaan. Pada tahun 2018, Pem-
p rov Jaba r ju ga te la h melakukan pilot project keahlian kopi di SMK PPN Tanjungsari sebagai contoh ‘link and match’ di saat kopi Jawa Barat menjadi tren di dunia. Kemudian, keahlian teh di SMK Negeri 13 Garut, dan keahlian Kriya Logam di SMK Negeri 3 Tasikmalaya. Selain itu, 894 SMK di Jabar telah bermitra dengan i n d u st r i / p e r u sa haa n . Hal itu dilakukan sebagai upaya penyesuaian kurikulum dengan DU/ DI. Pemdaprov Jabar pun sudah menyelaraskan kurikulum 34 kompetensi keahlian dengan kebutuhan industri saat ini. Hal ini menuju untuk pembentukan kelas industry dengan pembelajaran berbasis Teaching Factory. Untuk bidang lainnya, Dinas Pendidikan telah berkoordinasi dengan dinas-dinas
lainnya seperti Dinas Pariwisata kebudayaan, D i na s Pe r i k a na n d a n Kealautan, Dinas Kehutanan, Dinas Perkebunan dan dinas lainnya yang terkait dengan ko mp e t e n s i Ke a h l i a n di SMK untuk program penyelarasan Kur ikulum di SMK . “Tujuannya adalah bagaimana menghasilkan lulusanlulusan SMK yang memang sesuai dengan kebutuhan industri. Salah satu caranya, seluruh SMK punya mitra dengan DU/DI. Ada anak-anak ya ng maga ng d i te m pat industri, termasuk guru-gurunya dan profesional industry menjadi instruktur di sekolah dan program industri datang ke sekolah,” kata Dewi. Jawa Barat sendiri memiliki 2.950 SMK , 9,6 persen di antaranya adalah SMK negeri dan Sebagian besar (SMK)
dikelola swasta, dengan kurang lebih 110 kompetensi keahlian. Hal itu merupakan peluang serta potensi yang sangat strategis untuk bekerja sama dengan dunia industri. Salah satu contoh kerja sama sekolah dengan industry adalah kerjasama di bidang otomotif, dimana sekolah bekerjasama dengan PT ASTRA TBk. Di Jawa Barat terdapat sekitar 735 membuka teknik kendaraan ringan (otomotif ), Namun di tahun 2019 baru 360 SMK yang bekerjasama dengan PT Astra dan selebihnya ditargetkan pada tahun 2012 semua SMK otomotif dapat bekerja sama dengan PT ASTRA TB k atau p e r u sa haa n sejenisnya. Model kerjasama yang dilakukan adalah, Penyelarasan Kur ikulum, Pelatihan Guru, Peningkatan Sa-
rana Prasarana dan alih tehnologi serta Teaching Factory,” kata Dewi. Dengan revitalisasi SMK , Dewi optimistis p a d a 2 0 2 2 k e t e r s e ra pan lulusan SMK di dunia kerja mencapai 80 persen. Sisanya, melanjutkan ke jenja n g b e r i ku t n y a a t a u b e r w i ra u s a h a. U n t u k mendorong hal tersebut sedang disusun Pergub tentang revitalisasi SMK di Propinsi Jawa Barat dan Pergub SMK tentang Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). “Kita berharap sekitar 80 persen lulusan SMK dapat terserap di dunia kerja. 15 persen ber w irausaha dengan keahlian yang dimiliki, dan sisanya melanjutkan ke jenjang berikutnya. Atau kita sebut BMW, yaitu Bekerja, Melanjutkan, dan Wirausaha,” pungkasnya. (hms/rie)
JUMAT, 13 SEPTEMBER 2019
METRO KARAWANG
5
Cegah Narkoba, Ratusan Siswa Jalani Tes Urine Positif Wajid di Rehabilitasi KARAWANG – Sebagai bentuk upaya Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Karawang gelar tes urine kepada 829 siswa SMKN 1 Karawang. Kepala BNNK Karawang, AKBP M Julian menyambut positif dan mengapresiasi sekolah SMKN 1 Karawang yang telah bersinergi dengan BNNK Karawang. Guna memerangi penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah dan mewujudkan generasi cerdas tanpa narkoba. “Untuk hasil tes urine siswa siswi SMKN 1 Karawang nanti akan langsung disampaikan ke pihak sekolah,” kata M Julian kepada KBE, kemarin. Lanjut M Julian, dengan pelaksanaan giat test urine di SMKN 1 Karawang bisa menjadi percontohan bagi sekolah-sekolah lainnya di Kabupaten Karawang. Bebas dan jauh dari pengaruh narkoba yang merupakan musuh bersama dan musuh besar bangsa. Ini buat generasi yang akan datang guna menuju sekolah bersih narkoba. “Semoga sekolah yang lain bisa mencegah penyalahguna narkoba masuk di lingkungan sekolah. Dengan diterapkan deteksi dini melalui program test urine, kalau yang positif wajib di rehabilitasi bukan di penjara. Sedangkan yang di penjara adalah yang mengedarkan,” pungkasnya. (rie)
Percepatn Pelayanan, Disdukcapil Luncurkan Capil Go Digital
PERIZINAN
Pertanyakan IMB, Warga Geruduk DPMPTSP KARAWANG – Diduga tidak mempunyai izin mendirikan bangunan (IMB), bangunan Kampus Yantek UID PLN Jawa Barat di Rengasdengklok. Sejumlah masyarakat yang tergabung dalam ormas mendatangi kantor Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Karawang. Ketua Bidang Hukum, DPP Gibasjaya, Agus Ginanjar mengatakan, pihaknya melakukan audiensi meminta Pemkab Karawang menindak tegas. Setiap pelanggar peraturan daerah, baik itu pelanggaran yang dilakukan Instansi pemerintah maupun swasta. “Apalagi ini Badan Usaha Milik Negara (BUMN), seharusnya menjadi contoh bagi para pelaku usaha lainnya. Untuk melakukan kegiatan usahanya tanpa melanggar peraturan daerah. Ini menjadi persoalan buruk kedepannya,” ucapnya kepada KBE, Kamis (11/09). Menurut pria yang akrab disapa Gin gin ini, pihaknya juga menuntut DPMPTSP dan Satpol PP agar segera melakukan tindakan dalam rangka menegakkan Perda. “Tuntutan kami kepada DPMPTSP dan Satpol PP Karawang agar segera menindaklanjuti persoalan ini. Jika memang betul belum memiliki izin, agar segera ditindak sebagaimana mestinya,” ucapnya. Sementara itu, kepala bidang Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal) DPMPTSP, Asep Suryana mengatakan, bahwa sampai dengan saat ini dalam sistem aplikasi DPMPTSP Kabupaten Karawang, belum ada ajuan atau daftar perizinan dari PT. PLN Persero atau pun rekanannya selaku pelaksana pembangunan PT. Global Elektrindo. “Sampai saat ini belum ada di sistem online kita, tetapi PT. PLN Persero sebagai penyelenggara pelayanan publik bisa saja telah melayangkan permohonan izin pelaksanaan kegiatannya di luar sistem DPMPTSP Karawang,” jelasnya. Dalam audiensi tersebut menghasilkan kesimpulan lain, DPMPTSP Karawang menyerahkan sepenuhnya kewenangan kepada Satpol PP Karawang. Dengan membuat surat yang berisikan hasil audiensi DPMPTSP dengan Gibasjaya sebagai dasar untuk bertindak, yang ditembuskan kepada Bupati Karawang sebagai laporan. (gie)
KARAWANG – Program percepatan pelayanan dengan menerapkan tanda tangan digital dalam barcode. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Karawang meluncurkan program Capil Go Digital. “Pelayanan publik ini yang paling dasar. Salah satunya adalah mengenai data kependudukan. Sehingga inovasi dalam upaya perce-
patan pelayanan dilakukan oleh pemerintah daerah,” ungkap Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana usai acara luncuran program Capil Go Digital, Kamis (12/9). Cellica mengatakan, tanda tangan digital ini akan di berlakukan untuk kebutuhan Kartu Identitas Anak (KIA), Akta Kelahiran dan Kartu Keluarga (KK). Un-
tuk melancarkan program percepatan pelayanan, Disdukcapil juga bekerjasama dengan 10 rumah sakit dan 11 klinik. Sehingga bayi-bayi yang baru lahir bisa mendapatkan KIA, Akta Kelahiran dan KK secara cepat. Lanjut Cellica, kemudian percepatan pelayanan lainnya adalah bekerjasama dengan Kantor POS. Warga yang mendaftarkan urusan
wisata bahari sehingga menjadi sumber kemakmuran masyarakat Indonesia. Dirinya merasa senang karena dengan Kementrian Desa Pembangunan Desa Tertinggal, dan Transmigrasi Indonesia memfasilitasi desanya mengenalkan produk-produk warga binaannya ke daerah lain. “Kami menjadi satu satunya desa dari Karawang dan Provinsi Jawa Barat yang diundang menampilkan produk unggulan kemandirian desa di Nias. Seharusnya ada dua desa dari Jabar yang ikut, yaitu
mang terus dikembangkan oleh pemerintah daerah. Ia berharap berbagai inovasi pelayanan bisa menyeluruh dapat menyeluruh terlaksana hingga pelosok daerah. “Salah satunya adalah melalui pesan Whats App. Kita memberikan pelayanan dari cara pendaftaran hingga keluhan masyarakat,” pungkasnya. (rie)
Apdesi Tolak Bulog Menyalurkan Beras BPNT KARAWANG – Ketua Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Karawang, Sukarya WK mengatakan, bahwa penyaluran beras Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang akan dilakukan kembali oleh Bulog memiliki rekam jejak yang buruk di masyarakat perihal soal kualitas.
“Kepala desa tidak mau ambil risiko jika penyaluran BPNT berupa beras tersebut ditangani oleh Bulog. Beras dari bulog sudah terlarnjur dikenal sebagai beras dengan kualitas rendahan,” ucapnya kepada KBE, Kamis (11/9). Lanjut Sukarya, masyarakat Karawang terutama di pedesaan sudah merasa
nyaman selama ini dengan penyaluran bantuan dari desa. Mereka semua mengetahui kualitas beras dari bulog kurang bagus. “Masyarakat sekarang ini sudah cerdas, mereka jika melihat beras dengan kemasan beras rastra dengan logo bulog, mereka akan menolak mentah-mentah,” ujarnya.
Bumdes Bengle Perkenalkan Maggot di Nias Expo K A RAWANG – B a d a n Usaha Milik Desa ( BUMDes) Bengle Sejahtera, wakili Jawa Barat di ajang Sail Nias Expo, 11-14 September 2019 di Lapangan Orurusa, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara. Desa Bengle, Kecamatan Majalaya menampilkan sejumlah produk unggulan Bumdes yang sempat menjadi perhatian tim Kementrian Desa, Pembangunan Desa Tertinggal, dan Transmigrasi Indonesia. Sail Nias 2019 Expo di Sumatera Utara tersebut, merupakan wujud pengembangan potensi
administrasi kependudukan akan langsung dikirim hasil administrasi kependudukannya melalui Kantor POS . “Tetapi baru dua kecamatan terlebih dahulu yakni kecamatan Karawang Barat dan Karawang Timur,” ujarnya. Sementara itu, Kepala Disdukcapil Karawang, Yudi Yudiawan menjelaskan, perbaikan pelayanan me-
Desa Sedari dan Bengle. Tapi yang hadir mengikuti hanya Desa Bengle saja,” ujar Kepala Desa Bengle, Lia Amalia, kemarin. Lanjut Lia, pada Sail Nias Expo 2019 ini, Desa Bengle memamerkan Budidaya Maggot dan Tepung, yang saat ini sedang dikembangkan dan diproduksi oleh BUMDes Sejahtera Bengle. “Maggot ini berupa ulat yang diternak. Ternyata jika dikelola dan diolah sangat banyak manfaatnya dan bernilai ekonomis. Budidayanya juga tidak terlalu memakan banyak modal,”
ungkapnya. Menurut Lia, maggot hasil budidayanya itu dapat diolah menjadi Tepung Maggot. Kegunaannya untuk campuran pakan ternak. Sedangkan, Maggot segar dapat langsung dimanfaatkan untuk pakan ternak secara langsung. “Bahan, cangkang, kotoran dan keringat maggot bisa diolah me njadi pupuk organik. Lebih jauh, maggot bisa diproduksi dan diolah menjadi pelet (pakan ternak olahan) , sabun, hingga Kopi,” jelasnya. Lia berharap, selepas Sail Nias Expo ini, pihaknya se-
cara langsung mengundang dan mengajak pihak ketiga untuk bekerjasama mengolah dan mengembangkan industri ternak maggot di Desa Bengle. “Kami juga melaporkan kepada pemerintah daerah maupun pusat bahwa produk dan kegiatan ini perlu pengembangan dan peningkatan kelayakan,” tutupnya. Lia menambahkan, selain Maggot, pihaknya juga memamerkan hasil karya bank Sampah Desa Bengle berupa tas, karpet, dan paving blok berbahan baku sampah plastik. (rie)
Menurut Sukarya, pihak desa memiliki kewajiban menyampaikan aspirasi dan hak-hak masyarakatnya. Salah satunya soal BPNT, sebelumnya pergeseran dari beras sejahtera (rastra) berupa kartu uang melalui BPNT untuk masyarakat membuat mereka nyaman. “Namun dengan bergesernya kembali penyaluran
BPNT berupa beras 10 kilogram, pastinya akan menimbulkan polemik. Pada dasarnya kami siap menjalankan aturan pemerintah pusat dan kami tidak mau menjadi sasaran amukan warga yang kecewa. Padahal penyaluran beras bukan kami yang melakukan dan harus cari jalan tengahnya,” pungkasnya. (gie)
Koran Kebanggaan Pelaku Bisnis
JUMAT, 13 SEPTEMBER 2019
PASAR OTOMOTIF LOYO
INDUSTRI BAN LESU Bisa Bertahan Saja Sudah Bersyukur
INDUSTRI ban agaknya sulit menggapai pertumbuhan signifikan pada tahun ini. Selain bergantung pada bahan baku impor, permintaan ban di pasar domestik cenderung melemah. “Memang saat ini cenderung stagnan, kami bisa survive saja sudah syukur,” ungkap Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ban Indonesia (APBI), Aziz Pane, kemarin. Para pelaku industri mengakui saat ini daya beli konsumen lokal terhadap barang dan spare part otomotif memang cenderung melempem. Alhasil, kondisi tersebut turut mempengaruhi penjualan ban yang notabene perlu diganti setiap 20 bulan sekali. Banyak konsumen yang menunda untuk mengganti ban hingga beberapa tahun ke depan. Selain itu, menurut Aziz, konsumen mulai berhemat untuk mengganti ban kendaraan. Tak banyak konsumen yang mengganti ban secara menyeluruh. Sementara itu di pasar ekspor, produsen ban Indonesia harus bersaing dengan produsen di banyak negara. “Dari segi kualitas, sebenarnya ban produksi Indonesia tidak kalah. Namun kalau bersaing secara harga dengan negara lain, agaknya sulit lantaran mereka memiliki industri hulu, seperti India dan China,” ungkap Aziz. Itulah sebabnya hampir 60% bahan baku ban domestik masih mengandalkan barang impor. Pe n g u s a h a m e n g h a ra p k a n pemerintah perlu mendorong penyediaan bahan baku utama dan bahan pendukung lain yang diproduksi di dalam negeri dengan harga lebih murah. Azis memberikan contoh, paso-
ISTIMEWA
kan carbon black dari industri kimia hulu nasional belum dapat menembus 40% dari kebutuhan industri ban di tanah air. Hingga saat ini ada sekitar 14 pabrik ban di Indonesia. APBI mencatat kapasitas terpasang ban nasional mencapai 85 juta unit per tahun, sementara utilitasnya belum 100%. Senada dengan APBI, PT Goodyear Indonesia Tbk (GDYR) juga mengakui bisnis ban pada tahun ini cukup berat. Hingga Juni tahun ini, penjualan bersih Goodyear Indonesia menurun 17,69% year on year (yoy) menjadi US$ 65,13 juta. Selama enam bulan pertama tahun ini, GDYR bahkan mencatatkan rugi tahun berjalan sebesar US$ 2,32 juta. Padahal di periode yang sama tahun lalu, mereka masih mengantongi laba US$ 1,02 juta. Penjualan jenis ban luar turut menopang bisnis GDYR sebesar US$ 62,89 juta di semester I-2019. Angka itu setara 96,56% dari total penjualan. Namun pencapaian tersebut turun 4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya US$ 65,59 juta. Dari sisi geografis, pasar lokal masih mendominasi penjualan GDYR, yakni US$ 38,37 juta di paruh pertama tahun ini. Tapi angka itu menurun 8% ketimbang periode sama tahun lalu US$ 42,1 juta.
GDYR tetap memaksimalkan produksi pada tahun ini. Manajemen memiliki kapasitas terpasang 12.000 unit ban per hari atau sebanyak 4,38 juta unit per tahun. “Kami akan memaksimalkan berbagai lini, mulai dari strategi penjualan, jalur distribusi hingga efisiensi,” kata Head of Communication PT Goodyear Indonesia Tbk, Wicaksono Soebroto. Managing Director PT Bridgestone Tire Indonesia (BTI), Mukiat Sutikno, juga mengakui kondisi ekonomi makro yang belum pulih berdampak bagi industri ban. Namun mereka masih optimistis dapat memaksimalkan potensi pasar. “Dengan banyaknya proyek infrastruktur dan potensi pasar otomotif lokal, hal ini akan sangat membantu pasar ban mobil penumpang dan komersial,” sebut dia. Manajemen Bridgestone enggan membeberkan target bisnisnya. Namun dari sisi industri, Mukiat menyebutkan pertumbuhan ban seharusnya bisa di level 5% pada tahun ini. Dengan catatan, ada perbaikan ekonomi dan keberlanjutan proyek infrastruktur oleh pemerintah. Saat ini, Bridgestone memiliki pabrik di Bekasi dan Karawang yang memiliki kapasitas produksi masing-masing 14.000 unit ban per hari dan 27.500 unit per hari. (bbs/mhs)
6
JUMAT, 13 SEPTEMBER 2019
SAMBUNGAN
Iuran BPJS Kesehatan Tak Naik JAKARTA- Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fachmi Idris, menyatakan, penyesuaian harga iuran bagi buruh dan pemberi kerja hanya berlaku untuk mereka yang berpenghasilan Rp8-12 juta. Sementara, iuran masyarakat miskin dan tidak mampu tetap ditanggung pemerintah melalui APBN dan penduduk yang didaftarkan oleh pemerintah daerah dijamin iurannya oleh APBD. Ia mengatakan, penyesua-
ian harga iuran dipastikan berlaku pada Januari 2020. Menurut dia, pemerintah harus melakukan penyesuaian harga iuran karena selama ini iuran yang ditetapkan belum sesuai dengan penghitungan aktuaria. Kondisi tersebut mengakibatkan kas BPJS selalu defisit setiap tahun. “Artinya, pekerja dengan upah di bawah nominal tersebut, tidak terkena dampak. Penyesuaian tarif iuran dilakukan sebagai upaya memastikan Pro-
gram Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) berjalan berkesinambungan,” kata Fachmi. Ia juga mengatakan, jika iuran peserta masih di bawah perhitungan aktuaria, defisit akan tetap terjadi. Langkah pemerintah melakukan penyesuaian iuran ini sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 yang menyebutkan bahwa iuran program jaminan kesehatan sosial disesuaikan paling lama dua tahun sekali.(red)
POSISI GINA .... dari halaman 1 terangan memastikan akan berpasangan dengan Gina Swara di Pilkada mendatang. Meski hal itu belum terkonfirmasi secara terang benderang ke pihak Gina atau Partai Gerindra. “Hanya Jimmy yang terang-terangan mengklaim akan berpasangan dengan Gina Swara. Sementara dari kubu Gina belum menentukan dengan siapa ia berkoalisi. Masih tahap penjajakan. Bisa saja yang diklaim Jimmy batal dan Gina Swara mencalonkan bupati dengan wakilnya dari parpol lain,” ujar Umang yang juga mantan aktivis
GMNI Jakarta ini. Ditambahkan, apalagi jika menimbang kelayakan di lihat dari beberapa survey, memang ada 3 tokoh yang lebih pas untuk maju sebagai calon bupati. Ketiganya adalah Cellica, Jimmy dan Gina. “Saya prediksi poros koalisi yang akan terbentuk di Pilkada Karawang akan berputar pada tiga sosok itu. Ketiganya sangat mungkin menjadi calon bupati. Sementara jika ada dua dari ketiga tokoh itu yang bergabung seperti yang saat ini santer diberitakan yakitu pasangan Jimmy-Gina, itu koalisi yang cukup mengejutkan bila benar-benar
terjadi,”papar Umang lagi. Tambah Dukungan Sementara itu di Karawang Utara dukungan terhadap Gina Swara untuk menjadi calon bupati makin meluas di kalangan grassroot. Dukungan datang dari berbagai elemen masarakat. Hal itu diungkapkan dan Ketua Komunitas Sunda Karawang Deni Roy, Ketua Komunitas Musisi Karawang Joni Maranam, dan Ketua Komunitas Peternak Hewan Pengatur imron. Dukungan juga muncul dari tokoh Kutawaluya Enjat Sudrajat, tokoh masarakat Tirtajaya H Markos dan sejumlah tokoh utara Karawang lainnya. (shn)
Sulitnya Cari .... dari halaman 1 Sejumlah pencari kerja yang ikut unjuk rasa mengaku rata-rata sudah sering mengirimkan surat lamaran pekerjaan ke perusahaan yang ada di Karawang. Tapi tidak pernah mendapat panggilan untuk bekerja. “Ini menjadi bagian dari upaya warga pribumi Karawang dalam mencari keadilan, karena sangat banyak warga pribumi yang menganggur, tidak pernah mendapat kesempatan bekerja di perusahaan,” kata seorang tokoh masyarakat yang ikut nimbrung sekaligus inisiator aksi itu, Nace Permana. Nace Permana yang merupakan penggerak unjuk rasa para pengangguran itu menyampaikan kalau kondisi banyaknya warga pribumi menganggur merupakan hal yang ironis. Hal tersebut disampaikan, ka-
yang ada di wilayah Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang. Kasus mengejutkan ini terungkap setelah korban mengadu dirinya menjadi korban sodomi kepada teman santri lainnya. Kabar tersebut sampai kepada pihak manajemen Ponpes dan ditindaklanjuti dengan melaporkan kepada pihak Kepolisian. Korban, AKS (12) dan tiga temannya yang identitasnya enggan diungkap ke media. Sementara pelaku, RD (21) merupakan pengajar di Ponpes tersebut. Kapolres Karawang, AKBP Nuredy Irwansyah Putera
Nelayan Cilamaya Mau .... dari halaman 1 Berapa kerugian yang dialami warga yang terdampak cemaran limbah minyak, dari anjungan YYA-1 di laut Karawang tersebut. “Masa iya, cuma Rp. 30 ribu dikali 2 bulan. Atau sekitar Rp. 1,8 juta saja,” ketusnya. Nurjaya mengaku tak paham, apakah kompensasi yang sudah dicairkan itu merupakan tahapantahapan yang dimaksud PHE, atau memang sebatas peredam saja. Ia mengaku heran, kompensasi yang idealnya setara UMR Karawang, jus-
tru dibayar hanya Rp. 900 ribu per bulan. Parahnya, kompensasi tersebut digebuk rata. Antara nelayan, petani tambak hingga pelaku pengolah perikanan. “Gimana sih menghitungnya? Ini mah jauh dari harapan. Atau dari apa yang dibutuhkan nelayan,” ujarnya. Menanggapi ketidak adilan itu, lanjut Nurjaya, pihaknya berfikir perlu untuk melakukan aksi demo ke istana negara. Sebagai bentuk protes, atas kompensasi yang diberikan PHE-ONWJ itu. “Kita pernah demo urusan perompak laut. Nanti, kita
kumpulkan lagi pasukan, ke istana. Masa, kita diam saja,” pungkasnya. Sebelumnya, PT Pertamina Hulu Energi, melalui anak usahanya, PT Offshore North West Java (ONWJ), merealisasikan pembayaran kompensasi tahap awal kepada 10.271 warga terdampak tumpahan minyak sumur YYA-1. Kompensasi awal disepakati senilai Rp. 900 ribu per warga setiap bulan, selama dua bulan periode terdampak, yakni Juli-Agustus 2019. Direktur Pengembangan PHE, Afif Saifudin mengatakan, total dana untuk pembayaran kompensasi
tahap awal senilai Rp. 18,54 miliar. Pembayaran kompensasi awal dari PHE ONWJ ini untuk memberikan dana penyangga terlebih dahulu untuk warga terdampak langsung, mengingat dampak tumpahan minyak sudah berjalan dua bulan. “Nilai kompensasi yang diajukan warga terdampak masih dilakukan proses perhitungan sehingga memerlukan waktu lebih banyak dan untuk menjaga proses ini berjalan sesuai aturan dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Afif dalam keterangan resmi, Rabu, (11/9) kemarin. (wyd/mhs)
Lanjut Hasannudin, ketika diangkat wajah dan tubuh korban berlumuran darah dan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia. Kemudian anak dan cucu korban menemukan sebilah golok korban disekitar TKP yang berjarak sekitar kurang lebih 3 meter. Serta menemukan sarah lebah yang berukuran besar di dekat golok tersebut. “Sehingga anak korban membawa korban ke rumah duka dan langsung melaporkan kejadian tersebutb ke aparat desa setempat,
lalu melaporkan kejadian ke Polsek Telukjambe Barat. Kami langsung datang ke rumah korban sudah dalam keadaan meninggal dunia, dan dugaan sementara korban MD karena terkena sengatan serangan lebah atau tawon,” jelasnya. Pihaknya langsung olah tempat kejadian perkara. Memeriksa saksi-saksi, memasang garis police line di TKP. Serta membuat surat pernyataan penolakan dibawa ke RSUD Karawang untuk dilakukan outopsi dari pihak keluarga korban. (rie)
seorang dan seorang lagi di RSU Ciereng, Subang. “Sopir meninggal dunia di TKP dan kernetnya meninggal di rumah sakit. Se-
mentara sopir truk Fuso melarikan diri setelah kecelakaan,” jelas Azis. Dari hasil pemeriksaan sementara, kecelakaan tersebut diduga terjadi karena kondisi sopir mobil boks sedang mengantuk. Mobil yang dikendarai akhirnya kehilangan kendali dan menabrak truk Fuso di depannya. Selain itu korban pun tidak bisa mengendalikan kendaraannya, dan tidak melihat ada kendaraan yang ada di depannya. K a n i t P J R To l C i p a l i mengimbau kepada seluruh pengguna jalan di Tol Cipali lebih berhati-hati saat berkendara. Pengendara diminta segera beristirahat jika merasa mengantuk. Kecelakaan sering terjadi karena pengendara mengantuk. “Pengguna jalan diminta konsentrasi baik siang dan malam. Kurangi kecepatan agar tidak melebihi dari 100 km dan tidak kurang dari 60 kilometer per jam,” ungkapnya. (red)
Kakek Tewas Disengat .... dari halaman 1 tewas diduga karena terkena sengatan serangan lebah. “Benar, korban bernama Bedo Bin Tohir (73) warga Dusun Pasircongcot Rt 04/02, Desa Wanajaya, Kecamatan Telukjambe Barat tewas akibat sengatan lebah,” kata Kapolsek Telukjambe Barat, Iptu Hasanuddin Bahar saat dihubungi lewat telepon, Kamis (12/9). Hasanudin mengatakan, awal kejadian pada Selasa (10/9) sekitar jam 15.00 wib, korban pergi dari rumah
dengan membawa golok menuju lahan kosong kawasan Artgraha. Saat itu korban tujuan akan mencari kayu bakar, akan tetapi sampai dengan jam 17.00 wib korban belum juga pulang ke rumah. “Karena korban tak kunjung pulang ke rumah, Pacing (anak korban) dan Kiming (cucu korban) serta warga mencari keberadaan korban. Dan sampai akhirnya sekitar jam 23.00 wib korban ditemukan sedang dalam keadaan tengkurep,” ungkap Hasannudin.
Seruduk Fuso, Sopir .... dari halaman 1
rena selama beberapa tahun terakhir ini cukup banyak pendatang atau warga luar Karawang yang mencari pekerjaan di perusahaan yang ada di Karawang. Di tengah serbuan warga luar Karawang itu, ternyata masih banyak warga pribumi yang menganggur. Unjuk rasa para pengangguran itu sendiri berawal dari wacana di linimasa grup Facebook warga Karawang yang bergulir selama beberapa pekan terakhir. Wacana itu berkali-kali disampaikan oleh Nace Permana, seorang aktivis di Karawang, hingga akhirnya pada Kamis ini digelar unjuk rasa para pengangguran. Atas unjuk rasa itu, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Karawang menerima ratusan surat lamaran yang diserahkan para pengunjuk rasa. Pihak Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Karawang
mengaku akan menyalurkan surat lamaran tersebut ke perusahaan yang membuka rekrutmen tenaga kerja. Nace Permana mengungkapkan, munculnya aksi protes di depan Kantor Bupati Karawang ini akibat banyaknya warga asli yang sulit mendapatkan pekerjaan. Sementara di Kabupaten Karawang terdapat ratusan bahkan ribuan pabrik. Bahkan, kini Karawang sudah berjuluk kota industri. Dia menyebutkan, sejak 1990-an sampai dengan sekarang pabrik-pabrik di Karawang semakin tumbuh subur, tetapi pengangguran tidak bisa diselesaikan. Berdasarkan catatan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Karawang, di daerah itu terdapat 35-40 ribu pencari kerja dalam setahun. Itu terlihat dari jumlah pemohon kartu kuning di dinas tersebut. (bbs/mhs)
mengatakan, perbuatan keji asusila pelaku dilakukan berulangkali terhadap para korban. “Pelaku melakukan perbuatan cabul tersebut yang pertama pada tgl 18 Juni 2019 sekira jam 23.00 WIB dan yang terakhir pada tgl 17 agustus 2019 sekira jam 23.00 WIB di salah satu Pondok Pesantren di Kecamatan Pedes,” ucap Kapolres, Kamis (12/9/2019). Kapolres mengungkapkan, pelaku yang bekerja sebagai pengajar di salah satu pondok pesantren melakukan perbuatan cabul dengan cara menyetubuhi korban melalui liang dubur korban. Ternyata, kata Kapolres, setelah dilakukan pen-
dalaman usai ditangkap, pelaku telah mengakui perbuatan cabul terhadap 3 (tiga) orang anak di pondok pesantren tersebut. “Perbuatan pelaku didasari dirinya pun pernah menjadi korban sodomi pada waktu kecil,” ungkapnya. Pelaku sudah diamankan dan disangkakakan tindak pidana pasal 82 ayat (2) UU RI Nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan PERPPU Nomor 1 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-undang. “Ancaman pidana minimal 5 tahun maksimal 15 tahun ditambah sepertiga,” tutup Kapolres. (rie)
Di Pedes .... dari halaman 1
7
jalur Tol Cipali Subang, tepatnya di daerah Jabong Pagaden Km 115.400, kemarin (12/9). Kapolres Subang AKBP H Muhammad Joni melalui Kasatlantas, AKP H.Bambang S didampingi Kanitlaka, Iptu Jaenudin membenarkan kalau kedua korban tewas merupakan sopir dan kernet mobil boks, Juni Warsito (35), warga Desa Winong, Ke ca mat a n G e ma ra ng, Kabupaten Madiun, dan Yadi (19), warga Desa Ciseureuheun, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, Banten. “Kecelakaan lalu lintas t e r s e b u t t e r ja d i p u ku l 02.00 WIB itu, bermula ketika truk boks yang dikendarai para korban bernomor polisi F 8140 GW melaju dari arah Jakarta menuju Cirebon dan menabrak tr uk Fus o yang yang melaju di depannya,” ujarnya. Hal ini dibenarkan Kanit
PJR Tol Cipali AKP Azis Syarifudin melalui Panitnya, Iptu Heri kalau korban yang ditemukan tewas di tempat kejadian perkara
Sekeluarga Tinggal Dalam …. dari halaman 1 kayu dan bilik bambu alakadarnya. Sebagian orang menyebut, gubuk keluarga Abas, lebih mirip seperti kandang ayam. “Saya cuma tukang becak. Penghasilan tidak menentu. Cuma cukup buat makan anak istri saja,” ungkap Abas, kemarin, (12/9) siang. Abas menceritakan, bukan keinginan keluarganya tinggal di gubuk reot seperti itu. Keadaan yang memaksa, Abas, istri dan ke tiga anaknya yang masih balita. Harus rela bertahan di gubuk kandang ayam tersebut. “Siapa yang mau tinggal
General Manager: Tohiri Alam. Deputy General Manager: Hayatullah. Pimpinan Perusahaan: Tohiri Alam. Pimpinan Redaksi: Hayatullah. Wakil Pimpinan Redaksi: Suhlan Pribadi. Redaktur: Mahesa Bahagiastra, Arie Firmansyah. Asisten Redaktur: Fuad Fauzi, Tomi Prayoga. Kabupaten Karawang: Agus B, Yogie S, Toyib, Wahyudi. Kabupaten Bekasi: Dimas Apriyanto, Jiovano Nahampun, Agus Nuryadin, Haripan Nahampun, Yogie Trinanda. Kota Bekasi: M. Suyudhi R (Kepala Biro), Naldy. Kabupaten Subang: Feri Kosasih. Kabupaten Purwakarta: Hasan Kobra (Kepala Biro). Pracetak : Juhadi (Koordinator), Mochamad Diky Darmawan, Almujamil. EDP/IT : Harry Hidayat. Iklan: Gema Parlindra (Manager Jakarta). Hepi Harianto (Manager Bandung). Manager Iklan & Promosi: Hudri Amin (Koordinator), Dimas A. Manager Pemasaran: Ade Marsin (Koordinator), Ecep, Noviantoro, Melky JS. Sirkulasi & Pengembangan Koran: Jamal (Koordinator), Yanto, Herman Budiono, Lalan, Umbaran, Ambri, Parwoto, Umbaran. Keuangan/Administrasi: Dewi Megawarti (Koordinator), Asih Setiawati, Kansha Isfaraini Huurun’ein, Iin. Komisaris Utama: Dwi Nurmawan. Komisaris : Arif Badi Karyawan. Direktur Utama: Yanto S Utomo. Direktur : Eko Suprihatmoko, Mohamad Fauzi.
disini mas. Kalau punya uang, saya mungkin ngontrak saja. Atau buat gubuk yang lebih baik,” ungkapnya. “Untuk makan saja, kita susah. Kalau ada tarikan, saya punya uang buat makan. Tapi gak jarang, pulang tanpa uang sepeserpun,” kata Abas. Kondisi rumah keluarga Abas memang nampak sangat memperihatinkan. Abas mengaku, material rumahnya memang dibangun dari sisa-sisa bekas kandang ayam, yang sudah tak terpakai. Kayu-kayi reot ia rangkai satu per satu. Dibalur bilik bambu yang bolong-bolong,
sebagai dinding rumahnya, yang beralas rumput dan kain usang yang sedikit tebal. “Tinggal disini baru tiga bulan. Setelah dapat izin dari PJT ll, baru saya bangun di atas tanah pengairan ini,” ujarnya. Abas mengaku tak pernah tersntuh bantuan program keluarga harapan atau sejenisnya, dari Pemerintah Kabupaten Karawang. “ Ti d a k p e r n a h. Ka m i hidup alakadarnya, dengan kemampuan kami sendiri saja,” tukasnya. Abas menyadari, untuk menerima program bantuan dari pemerintah, harus memenuhi syarat-syarat
administrasi, yang ia tidak pahami sama sekali. Abas mungkin tak pasrah. Ia mengaku beberapa kali sudah memohon kepada kerabat yang ia anggap paham soal itu. Tapi hingga kini, perhatian pemerintah, dalam bentuk apa pun. Belum pernah diterima keluarga Abas. “Saya tau ada program Rutilahu, PKH, dan sebagainya. Tapi saya tidak mengerti, harus bagaimana,” katanya. “Saya cuma bisa berharap. Anak-anak sehar, istri sehat. Kami hidup bahagia. Soal perhatian pemerintah, kami serahkan saja pada yang di atas,” imbuhnya. (*)
Informasi Langganan Iklan & Berlangganan Koran Karawang Bekasi Ekspres Kantor Karawang Bekasi Ekspres Jalan Pepaya Nomor 20, Kelurahan Nagasari, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang. Tlp. (0267) 8408492. Bank: Bank Mandiri a/n PT Wahana Semesta Karawang Bekasi No. Rekening 173-00-00242827. Address e-mail redaksi: redaksikarawangbekasi@gmail.com, email iklan:karawangbekasiekspres@gmail.com. Kantor Biro Cikarang Ekspres Jalan Kasuari IX Blok O Nomor 52 Perum Cikarang Baru, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Telp. (021) 89840853. Bank: Bank Mandiri a/n PT Wahana Semesta Karawang Bekasi No. Rekening 173-00-00242827. Address e-mail redaksi: redaksicikarangekspres@gmail.com, email iklan:cikarangekspres@ gmail.com. Kantor Biro Metro Bekasi Ekspres Jalan Kenari Raya, Blok C Nomor 643, Perumahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi. Perwakilan Iklan Jakarta: Yudi Haryono, Firda. Alamat Perwakilan Jakarta: Kompleks Widuri Indah Blok A-3 Jl. Palmerah Barat No. 353 Jakarta 12210 Tlp. (021) 5330976, 5333321 Fax. (021) 5322629. Perwakilan Bandung: Jl Raya Soekarno-Hatta No. 627 Bandung Telp. (022) 7316634. Percetakan: PT Wahana Java Semesta Intermedia. Alamat: Jalan Perjuangan No. 9 Kota Cirebon. Telp: (0231) 483 531. Isi di luar tanggung jawab percetakan.
JUMAT, 13 SEPTEMBER 2019
PERSIB BANDUNG Kubur Target Angkat Piala PERSIB Bandung diberi target baru oleh pihak manajemen untuk mengakhiri musim 2019 di peringkat lima besar. Pihak manajemen Persib baru saja selesai mengevaluasi kinerja tim pada putaran pertama Liga 1 2019. Usai evaluasi tersebut, Manajer Persib, Umuh Muchtar, mengungkapkan target baru yang diemban Persib di putaran kedua. Persib Bandung ditargetkan untuk dapat finis di lima besar klasemen akhir Liga 1 2019. Hal itu diputuskan karena performa tim berjulukan Maung Bandung ini terbilang memprihatinkan pada putaran pertama. Digadang-gadang sebagai salah satu kandidat juara, Persib mengakhiri paruh pertama musim dengan duduk di posisi ke-10 klasemen sementara. Posisi tersebut didapat Persib dengan mengumpulkan 19 poin dari 17 laga yang telah dilalui. Dari 17 laga tersebut, sebagian besar hasilnya adalah imbang ataupun kekalahan. (bbs/mhs)
Semangat Baru Purwakarta
8
Pemkab Segel Pabrik di Darangdan Aktivitas Lumpuh sampai Perizinan Klir PURWAKARTA- Pemerintah Daerah Kabupaten Purwakarta menyegel perusahaan garmen di Jalan Militer, Desa Darangdan Kecamatan Darangdan, Purwakarta, Kamis (12/9). Tindakan tegas itu lantaran pabrik yang dikelola CV Solvie Indonesia tersebut belum mengantongi izin sesuai peruntukan produksi mereka. “Akhirnya hari ini kita segel, untuk sementara jangan ada aktivitas dulu,”ungkap Kasatpol PP Purwakarta, Aulia Pamungkas di lokasi penyegelan pabrik tersebut. Aksi penyegelan ini tidak ujug-ujug dilakukan Satpol PP. Sebelumnya, Satpol PP sudah terlebih dahulu melayangkan surat teguran kepada perusahaan. Bahkan sudah lebih dari dua kali, namun pihak
perusahaan tidak kunjung menggubrisnya. Pa d a ha l , kat a Au l i a, pihaknua meminta agar pihak perusahaan membenahi perizinan agar tidak melanggar aturan yang ada di Kabupaten Purwakarta. Terpisah, Camat Darangdan Ade Sumarna mengatakan, CV Solvi Indonesia mulai berdiri 2018 lalu, perusahaan ini adalah cabang perusahaan di Citapen, Kecamatan Sukatani. Ade menyebut, perwakilan manager perusahaan menerima penutupan sementara hingga menandatangani dalam berita acara. Meski begitu, dia menekankan kepada perusahaan dan instansi terkait agar bisa memfasilitasi pekerja yang sebagian besar masyarakat setempat agar bisa kembali bekerja. “Hak-haknya agar bisa difasilitasi karena warga tidak tahu soal itu. Antisipasinya apakah dipekerjakan di Sukatani atau bagaimana, itu harus diperhatikan,” ujar camat. (san/mhs)
HASSAN/METRO PURWAKARTA
SOROT: Pemerintah Daerah Kabupaten Purwakarta menyegel perusahaan garmen di Jalan Militer, Desa Darangdan Kecamatan Darangdan, Purwakarta, Kamis (12/9).