Skip to main content

Cikarang Ekspres, 7 Januari 2020

Page 1

Semangat Baru Bekasi

SELASA, 7 JANUARI 2020

HARGA Rp3.000

BANJIR: Hari pertama masuk setlah libur tahun baru, beberapa sekolah diliburkan karena masih tergenang banjir.

Hari Pertama Masuk, 15 Sekolah Diliburkan

Kinerja Dinas Pendidikan Harus Dievaluasi

CIKARANG PUSAT - Memasuki hari pertama sekolah setelah libur akhir tahun, 15 sekolah dasar dan menengah pertama di Kabupaten Bekasi terpaksa meliburkan muridnya. Aktivitas belajar mengajar ditiadakan lantaran komplek sekolah masih terendam banjir. “Hari ini mulai kembali sekolah. Sebagian besar sekolah sudah kembali normal. Tapi ada belasan sekolah yang masih terendam, jadi juga yang masih beres-beres. Tapi kegiatan sekolah yang sudah surut tetap normal,” kata Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Asep Saefuloh, kemarin. Terang dia, Kelimabelas seko-

lah yang masih terendam itu tersebar di enam kecamatan yakni Sukakarya (7 sekolah), Karangbahagia (2 sekolah), Muaragembong (3 sekolah), Tarumajaya 1 (sekolah), Babelan (1 sekolah) dan Sukawangi (1 sekolah). Diungkapkan Asep, belasan sekolah yang ditunda masuk sekolahnya kini masih dibersih-

kan. Sekolah belum dapat digunakan karena kondisinya masih terendam air. “Kalau untuk daerah yang banjirnya parah seperti di Babelan, Tarumajaya, Cibitung justru sudah surut lebih dulu banjirnya. Tinggal yang belasan ini masih belum dipakai karena masih banjir. Ke Hal.. 10

SEKOLAH TERENDAM BANJIR PER 6 JANUARI : 1. 2. 3. 4. 5. 6.

Kecamatan Sukakarya Kecamatan Karangbahagia Kecamatan Muaragembong Kecamatan Tarumajaya Kecamatan Babelan Kecamatan Sukawangi

7 sekolah. 2 sekolah 3 sekolah 1 sekolah 1 sekolah 1 sekolah GRAFIS NET

ADVERTORIAL

Bupati Gelar Refleksi Pembangunan Kabupaten Bekasi PENGHARGAAN TINGKAT NASIONAL UNTUK KABUPATEN BEKASI DI 2019 1. 2. 3. 4. 5.

Opini WTP ke-5 Gelar Awya Pariwara Kabupaten Layak Anak Proklim 2019 Kabupaten Sehat - Swasti Saba Padapa.

TARGET PEMBANGUNAN 2020 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

CIKARANG PUSAT - Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja didampingi Kepala Perangkat Daerah Kabupaten Bekasi menggelar acara Coffee Morning bersama insan pers, bertempat di Rumah Dinas Bupati Bekasi pada Kamis (2/1). Kegiatan ini diselenggarakan guna meningkatkan sinergitas dan hubungan yang harmonis antara Pemerintah Kabupaten Bekasi dengan Insan Pers khususnya yang bertugas di Kabupaten Bekasi. Dengan mengangkat tema “Refleksi Pembangunan Kabupaten Bekasi” kegiatan coffee morning ini diisi dengan pemaparan hasil capaian Pemerintah Kabupaten Bekasi di tahun 2019. Di sepanjang tahun 2019, Bupati Bekasi terus mengejar target pemerintahan yang selama ini dirasa belum optimal. Sejak resmi dilantik Gubernur Jawa barat pada 12 Juni 2019, Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja segera bergegas melakukan pembenahan diberbagai sektor, yang dituangkan dalam semangat Bekasi Baru Bekasi Bersih melalui 8 Prioritas Pembangunan yang akan dilakukan, bersama dengan jajaran Kepala Perangkat Daerah di Kabupaten

Bekasi. Delapan program prioritas tersebut antara lain, Infrastruktur, Pendidikan, Ketenagakerjaan, Pelayanan Publik, Kesehatan, Ekonomi Kreatif dan Seni Budaya, Tata Kelola Pemerintahan dan Lingkungan Hidup. “Hal ini tentunya bukan hal yang mudah untuk dilaksanakan, karena diperlukan kerjasama yang baik dan adanya integrasi antar seluruh pemangku kepentingan yang ada,” ucap Eka. Di tahun 2019 ini, Kabupaten Bekasi kembali mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) terhadap laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk tahun anggaran 2018. Pemerintah Kabupaten Bekasi beserta Jajaran Perangkat Daerah mampu mempertahankan capaian predikat WTP ini untuk kelima kalinya secara berturut-turut sejak tahun 2014. “Alhamdulillah segala puji syukur yang tak terhingga serta ucapan terimakasih setinggi tingginya atas dedikasi dan kerja keras bapak/ ibu kepala perangkat daerah sehingga pada hari ini kita kembali meraih predikat

WTP untuk yang ke-5 kalinya secara berturut-turut,” kata Eka. Sepanjang tahun 2019, Kabupaten Bekasi telah menerima beberapa penghargaan di tingkat Nasional dari berbagai kementerian, badan dan lembaga, yakni Opini WTP ke-5, Gelar Awya Pariwara, Kabupaten Layak Anak, Proklim 2019, dan Kabupaten Sehat - Swasti Saba Padapa, serta pengharagaan-penghargaan lainnya. Dalam sektor infrastruktur, Kabupaten Bekasi terus melakukan pembangunan guna memberikan fasilitas terbaik untuk masyarakat Kabupaten Bekasi. Seperti pada bulan Juli lalu, Pemkab Bekasi telah memperbaiki jalan rusak yang ada di Babelan. Tidak hanya pembangunan infrastruktur saja, tetapi masyarakat yang ada di Kabupaten Bekasi juga turut mendapat perhatian oleh Bupati Bekasi beserta Jajaran Perangkat Daerah. Seperti halnya peningkatan kewaspadaan masyarakat terhadap penyebaran aliran kepercayaan sesat yang berkembang di Indonesia, khususnya di Kabupaten Bekasi. Melalui Kejaksaan

Agung Kabupaten Bekasi, dibuatlah Tim Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan (KORPAKEM) yang merupakan kelompok khusus untuk mengawasi aliran kepercayaan yang berkembang di masyarakat. Sejalan dengan hal tersebut, masyarakat Kabupaten Bekasi pun dapat menikmati beberapa kemajuan di bidang kesehatan. Sekarang ini, Kabupaten Bekasi telah memiliki Public Safety Centre (PSC) 119 yang merupakan layanan gratis kegawatdaruratan kebidanan, atau kegawatdaruratan umum yang ada di Kabupaten Bekasi. Hal ini juga sudah tertuang pada Peraturan Bupati No.79 Tahun 2017. Guna menjaga kesehatan masyarakatnya, Pemerintah Kabupaten Bekasi juga tidak melupakan faktor penting lainnya, yakni dalam hal penanganan sampah atau limbah disepanjang bantaran kali di Kabupaten Bekasi. Seperti Kali Jambe, Kali Busa atau Kali Menir,

Kali Pisang Batu, dan Kali di sepanjang Jalan Abu Bakar. Karena bagaimanapun juga lingkungan yang bersih merupakan cerminan kesehatan yang baik untuk masyarakat. “Normalisasi terhadap sungai-sungai yang ada di wilayah Kabupaten Bekasi sendiri sudah dilakukan. Kendalanya memang sampah ini bukan hanya datang dari Kabupaten Bekasi saja, tapi juga dari luar daerah. Tetapi kita tetap akan mengkoordinasikan masalah pembersihan sungai ini dengan perangkat daerah terkait,” jelas Eka. Selain itu, antusiasme dan keaktifan warga Kabupaten Bekasi atas pertumbuhan dan perkembangan Kabupaten Bekasi sendiri sudah semakin membaik. Terlebih media sosial sekarang ini sudah dijadikan sebagai media informasi dan pelayanan pengaduan yang efektif bagi aparatur Perangkat Daerah maupun masyarakat Kabupaten Bekasi sendiri

Infrastruktur (Kampung Berseka dan BEBENAH) Pendidikan (Impelentasi Pendidikan Berkarakter) Tenaga kerja (peningkatan kesempatan kerja) Pelayanan publik (Mall Pelayanan Publik di Lotte Mart Cikarang) Kesehatan (Universal Health Coverage) Ekonomi Kreatif dan Seni Budaya (Diorama Sejarah Gedung Juang) Tata Kelola Pemerintahan (Smart Village) Bidang Lingkungan Hidup (Environtment Pollution Control Manager).

guna menyampaikan kegiatan Perangkat Daerah mengenai pembangunan dan perkembangan yang ada di Kabupaten Bekasi. Di sisi lain, media sosial juga digunakan sebagai wadah untuk mengunggah saran, kritik maupun aduan dari masyarakat Kabupaten Bekasi. Salah satunya menggunakan aplikasi SP4N Lapor, yang digunakan sebagai sebuah kanal layanan aduan publik yang dapat langsung dioperasikan oleh masing-masing Perangkat Daerah terkait dan masyarakat. Hal ini harus dijadikan perhatian oleh seluruh Jajaran Perangkat Daerah agar tidak menjadikan stigma citra buruk pelayanan yang ada di Kabupaten Bekasi. Selain itu, di era kemajuan teknologi yang semakin pesat ini Kabupaten Bekasi juga terus mengimbangi kemajuan teknologi dalam sektor Pelayanan Publik. Yakni dengan inovasi aplikasi berbasis online yang dinamakan Bebunge atau Bekasi Nyambung Bae. Aplikasi di bidang pelayanan publik ini pun akan terintegrasi dengan call center 112 yang diharapkan akan memudahkan masyarakat Kabupaten Bekasi dalam

Pelayanan Publik. “Pelayanan publik akan terus kita perbaiki, dengan adanya Bebunge ini masyarakat dapat melakukan pelaporan infrastruktur, penggunaan ambulan, atau hal-hal lain yang ingin masyarakat tanyakan mengenai pelayanan publik di Kabupaten Bekasi,” jelas Bupati Bekasi. Tidak hanya aplikasi Bebunge, tetapi Kabupaten Bekasi juga sudah meluncurkan aplikasi e-Library pada Oktober lalu. Aplikasi perpustakaan digital ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat Kabupaten Bekasi untuk membaca buku-buku pilihan secara online. Tidak hanya membaca buku saja, melalui aplikasi ini, masyarakat juga bisa meminjam buku secara gratis baik secara online maupun offline. “Dari peluncuran ini diharapkan dapat meningkatkan gemar membaca di wilayah Kabupaten Bekasi. Semoga dengan peluncuran ini juga masyarakat Kabupaten Belasi menjadi masyarakat yang berliterasi. Aplikasi ini juga sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah dalam upaya mencerdaskan bangsa,” jelas Eka. (adv)


SELASA, 7 JANUARI 2020

SAMBUNGAN

10

Bisnis Curang Apartemen, Bisa Disewa Harian CIKARANG PUSAT - Bisnis properti di Cikarang tumbuh pesat. Banyak pebisnis hunian jangkung atau apartement yang mendaratkan bisnis dikota industri. Potensi kecurangan terdapat di apartemen ini. Usut punya usut, ternyata banyak apartemen di Kabupaten Bekasi yang seharusnya diperuntukan untuk hunian menyediakan sewa harian tak ubahnya bisnis hotel selaku bisnis jasa penginapan. Informasi yang dihimpun awak media melalui situs pencari, banyak ditemukan apartemen yang dapat disewakan, salah satunya melalui situs airbnb.co.id, disitus ini konsumen dapat mencari apartemen yang disewakan. Apartemen seperti Oasis Cikarang, Green Palace,Trivium dan rumah milik pribadi dapat disewakan dengan harga yang beragam mulai dari 200 ribu. Hal ini jauh lebih murah dibanding hotel pada

umumnya. Salah manajemen hotel yang tak mau disebutkan namanya pun mengakui jika keberadaan sewa apartemen harian dikeluhkan para pengusaha hotel. Karena menimbulkan persaingan yang tidak sehat. “Memang benar ada apartemen yang disewakan harian, harganya memang bisa lebih murah, karena kebanyakan tidak setor pajak. Beda dengan hotel yang kena pajak,” katanya. Ar tinya, praktik sewa apartemen harian selain berpotensi merugikan pebisnis hotel juga membuat kebocoran pajak untuk Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi. Karena praktik itu tidak terkena pajak. “Kalau hotel sudah jelas setor pajak setiap kamar yang disewa tamu. Kalau apartemen ini kan langsung ke pemilik. Seharusnya pemerintah ya dapat lebih tegas soal apartemen disewakan harian ini,” tuturnya. (dim)

SOSIAL Kodim 0509 Berikan Bantuan Korban Banjir di 3 Kecamatan TARUMAJAYA - Sebagai bentuk kepedulian dan aksi nyata untuk masyarakat, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (forkopimda) Kabupaten Bekasi yaitu Dandim 0509 Kabupaten Bekasi, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi serta jajaran Unsur Organisasi Wanita seperti Persit Cabang XXIII Kodim 0509/Kabupaten Bekasi, Ikatan Ardiansyah Dharmakarini, dan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bekasi Holilah Eka Supria Atmaja di dampingi oleh Dinas Sosial Kabupaten Bekasi, memberikan bantuan untuk korban banjir ke tiga wilayah Kecamatan sekaligus, Kemarin (5/1). Adapun tiga wilayah yang dikunjungi mulai dari Kecamatan Tarumajaya di Desa Samudra Jaya, Kecamatan Babelan dan Kecamatan Tambun Utara. Bantuan yang diberikan pun berupa makanan, pakaian layak pakai, selimut dan obat-obatan layak pakai yang diterima langsung oleh Camat setempat. Dandim 0509/Kabupaten Bekasi Letkol Inf Ferry Sandi Sitompul mengatakan, selain memeberikan bantuan berupa sembako ke korban banjir, rangkaian kegiatan ini juga dirangkaikan dengan memberikan pembekalan kepada korban banjir yaitu berupa karya bakti, yang dilakukan bersama unsur masyarakat beserta aparat yang ada di Desa maupun Kecamatan terkait untuk membantu masyarakat membersihkan dan juga menormalisasi aliran sungai yang menjadi penyebab penyumbatan aliran air akibat dari bencana banjir yang terjadi dibeberapa waktu lalu. Dirinya juga mengungkapkan duka cita yang mendalam untuk para korban banjir. “Kami menghimbau agar korban banjir tetap tegar dan selau menjaga kebersihan lingkungan agar dapat mencegah kemungkinan bencana banjir yang terjadi akibat sampah yang ada,” kata Dandim, Kemarin. Sementara itu, Kajari Kabupaten Bekasi Raden Rara Mahayu juga mengungkapkan rasa prihatinnya kepada korban bencana banjir, dan akan terus berupaya untuk menginventarisir berbagai persoalan penyebab banjir. “Saya tentunya turut prihatin atas musibah banjir ini. Tetapi kita harus tetap menjaga kebersihan lingkungan, walaupun banjir ini bukan sepenuhnya karena faktor lingkungan, namun karena faktor curah hujan dan banjir kiriman juga, tetapi masyarakat juga harus ada kontribusi untuk mencegah itu semua agar tidak terjadi lagi,” jelas Rara. Dirinya mengatakan bahwa pihaknya bersama dengan Pemerintah Kabupaten Bekasi akan terus bahu membahu dalam mengatasi bencana banjir ini. “Setiap harinya kita selalu menyebar, baik dari pihak Pemerintah Kabupaten Bekasi sendiri maupun dari pihak Forkopimda untuk memberikan bantuan kepada seluruh korban banjir yang ada di Kabupaten Bekasi,” tandasnya. (har) PENGUMUMAN LELANG KEDUA

PT. Bank Mandiri (Persero), Tbk dengan perantara Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Bekasi, akan melaksanakan Lelang Eksekusi Hak Tanggungan berdasarkan pasal 6 Undang-Undang Hak Tanggungan No. 4 Tahun 1996 melalui jasa Pra Lelang PT. Central Asia Balai Lelang, terhadap barang jaminan debitur PT. Endang Manajemen Arthamas : - Tanah dan Bangunan, SHM No. 11525, Lt. 113 m2, a.n. LISMANTO NASRUDDIN, Kav. No. BK-11 (setempat dikenal dengan Perumahan Bekasi Permai, Blok BK No. 11), Kel. Bekasi Jaya, Kec. Bekasi Timur, Kota Bekasi (d/h. Kab. Bekasi). (Nilai Limit Rp. 782.000.000,- / Jaminan Rp. 234.600.000,-) Pelaksanaan Lelang: - Cara Penawaran: Melalui Aplikasi Lelang Internet cara tertutup (Closed Bidding) pada alamat domain https://www.lelang.go.id - Batas Akhir Penawaran: Rabu, 22 Januari 2020; Pk. 10.00 Waktu Server (WIB) - Penetapan Pemenang: setelah batas akhir penawaran - Pelunasan Harga Lelang: 5 (lima) hari kerja setelah pelaksanaan lelang - Bea Lelang Pembeli: 2% dari harga lelang - Tempat Pelaksanaan Lelang: KPKNL Bekasi, Jl. Sersan Aswan No. 8 D, Bekasi.

Keterangan: - Nominal Jaminan yang disetorkan ke rekening VA (Virtual Account) PT. BNI (Persero) Cabang Bekasi harus sama dengan Nominal jaminan yang disyaratkan. - Jaminan harus sudah efektif diterima oleh KPKNL selambat-lambatnya 1 (satu) hari sebelum pelaksanaan lelang. - Segala biaya yang timbul sebagai akibat mekanisme perbankan menjadi beban peserta lelang. - Peserta lelang diwajibkan melihat, mengetahui, dan menyetujui aspek legal dari obyek yang dilelang dengan kondisi apa – adanya (as is).

Persyaratan Lelang: Memiliki Akun yang telah terverifikasi pada website https://www.lelang.go.id. Syarat dan ketentuan serta tata cara mengikuti lelang dapat dilihat pada alamat website tersebut. Peserta lelang dapat melihat objek lelang semenjak pengumuman ini terbit. Info: 081 3901 99000 / 081 852 7700 Jakarta, 07 Januari 2020 PT. BANK MANDIRI (Persero), Tbk PT. CENTRAL ASIA BALAI LELANG KPKNL BEKASI

ILUSTRASI NET

Satu Perahu Karet Satu Desa TAMBUN SELATANKesulitan mengevakuasi dan menjangkau korban yang terjebak banjir menjadi rintangan tersendiri bagi petugas kesehatan saat bencana itu melanda. Demikian dirasakan oleh Kepala Puskesmas Desa Setiamekar, Tambun Selatan, dr. Ahmad Dimyati. Ia berpendapat, semestinya tiap desa memiliki minimal satu perahu karet. “Melihat situasinya begini memang prioritas dan memang butuh. Enggak harus ada mesinnya, karena kita masih bisa pakai tambang atau dayung,” ucapnya sewaktu ditemui

di Posko Banjir Desa Setiamekar beberapa waktu lalu. Ia merasakan benar hal itu, untuk mengevakuasi korban banjir dan menyuplai bantuan ke lokasi, pihaknya harus menunggu perahu karet tersedia. Beruntung, tak lama ada perahu karet dari kodim tiba. Berdasarkan pantauan di lapangan pada 1 dan 2 Januari 2020. Lambannya respons petugas lantaran keterbatasan logistik dan titik banjir yang merata. “Kalau semua desa punya, jadi kalau ada emergency bisa sedia pakai,” katanya. Di Setiamekar, menurut

data pihak desa ada 5.850 kepala keluarga (KK) menjadi korban banjir sejak 1 Januari 2020.

Banjir terjadi secara merata di desa itu, terutama perumahan yang berada di dekat aliran Kali Jambe dan

Kali Menir. Titik terparah berada di Perumahan Bekasi Timur Permai (BTP). (dim)

Disdukcapil Berikan Pelayanan Sehari Jadi Bagi Korban Banjir CIKARANG PUSAT - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Bekasi mengimbau kepada warga korban banjir yang kehilangan atau kerusakan dokumen kependudukan segera melaporkan ke kecamatan masing-masing. Hal itu dikatakan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Bekasi, Hudaya kepada Cikarang Ekspres di ruang kerjanya, Kemarin (6/1). “Program awal tahun yang menjadi prioritas kami yaitu bagi korban banjir di Kabupaten Bekasi yang kehilangan atau rusak dokumen kependudukan agar segera melapor ke kami. Karena pemerintah daerah akan menggantinya dengan yang baru, oleh karena itu hari ini saya kirim surat ke seluruh camat

HUDAYA

untuk menginformasikan penggantian dokumen kependudukan yang rusak karena musibah banjir,” kata dia. Dikatakn dia, untuk mendapat pengganti dokumen kependudukan yang baru, warga harus

menyerahkan persyaratan. Di antaranya menyertakan surat keterangan dari RT yang menyatakan jadi korban banjir. “Kami mengganti atau membuatkan dokumen baru dengan syarat ada keterangan dari ketua RT

bahwa yang bersangkutan korban banjir,” ucapnya. Untuk pembuatan dokumen kependudukan yang baru bagi korban banjir dilakukan di Plaza Pemerintah Kabupaten Bekasi, Cikarang Pusat. Posko tersebut mulai dibuka sejak hari ini. “Poskonya mulai hari ini sudah aktif di halaman Pemda Kabupaten Bekasi. Untuk persyaratan bisa juga dikirim lewat nomor WhatsApp 081381914314,” tuturnya. Di posko tersebut, Dinas Dukcapil Kabupaten Bekasi melayani penggantian beberapa dokumen kependudukan. Seperti Kartu Keluarga, Akte Kelahiran dan KTP elektronik (e-KTP). Hudaya mengatakan, hari ini pihaknya juga akan berkoordinasi dengan

Ditjen Dukcapil. Ia akan meminta blangko e-KTP untuk mengganti milik korban banjir. “Hari ini saya koordinasi ke Ditjen Dukcapil terkait blangko KTP elektronik. Kalau blangkonya diberikan kami akan ganti dengan KTP elektronik. Tapi kalau blangko tidak diberi, berarti kami ganti dengan suket (surat keterangan),” paparnya. Soal jumlah blangko KTP elektronik yang diajukan, Hudaya belum bisa menjawab. Karena sampai saat ini belum diketahui jumlah kebutuhan blangko KTP elektronik untuk korban banjir. “Nanti diajukan setelah koordinasi. Karena kami juga belum punya data berapa kebutuhan blangko untuk korban banjir. Mudah-mudahan ada kabar baik dari Ditjen Dukcapil,” tandasnya. (har)

Satlantas Berikan Trauma Healing Ratusan Anak Korban Banjir CIKARANG PUSAT - Satlantas Polres Metro Bekasi memberikan trauma healing kepada para anak korban banjir, di Kecamatan Babelan, Senin (6/1). Wakasat Lantas Polres Metro Bekasi Kompol Sri Supadmi mengatakan untuk meringankan penderitaan anak - anak korban banjir yang berada di Kecamatan Babelan pihaknya memberikan trauma healing dan juga hiburan dengan menampilkan dua badut kepada anak - anak korban Banjir di tempat tersebut. “Dengan mendatangi tenda pengungsian yang berada di Kampung Kerangkeng Desa Buni Bakti Kecamatan

Babelan, beberapa petugas Satuan Lalu Lintas Polres Metro Bekasi, di bantu petugas Kepolisian Polsek Babelan langsung mendatangi anak - anak korban banjir di tempat tersebut, anak - anak awalnya sempat takut dengan kedatangan polisi berpakaian dinas, namun kemudian langsung tertawa seneng saat melihat dua petugas berpakaian badut hingga keceriaan nampak di wajah anak - anak korban Banjir yang masih mengungsi di tempat tersebut,” kata dia. Dikatakan Padmi, selain menampilkan dua badut, petugas polisi wanita juga memberikan trauma healing

dengan benyanyi bersama dengan anak - anak korban banjir, bahkan bocah tersebut semakin gembira, saat petugas juga memberikan bingkisan berupa makanan kecil dan susu yang langsung di santap anak-anak korban banjir di lokasi tersebut. “Kami datang dengan membawa beberapa petugas dan juga dus boneka badut dengan tujuan memberikan hiburan kepada anak korban Banjir di lokasi Kampung Kerangkeng Desa Buni Bakti Kecamatan Babelan yang mana di lokasi ini warga dengan membawa anaknya masih mengungsi di tempat penampungan,” tutur Su-

padmi. “Selain itu beberapa polisi wanita Polres Metro Bekasi juga memberikan trauma healing dengan bernyanyi bersama dan juga memberikan bingkisan berupa makanan kecil dan juga susu hingga menambah gembira anak - anak korban Banjir yang saat ini masih mengungsi,” tambah Supadmi. Sementara salah satu anak Indah(8) yang sudah hampir enam hari mengungsi di tempat pengungsian dengan hanya mendirikan tenda ala kadarnya, mengaku sangat senang dan bahagia dengan hiburan dua badut yang di

berikan petugas kepolisian lalu lintas Polres metro bekasi di bantu petugas Kepolisian Polsek Babelan. “Seneng banget dapat hiburan badut dari bapak dan ibu polisi, awalnya takut dengan kedatangan bapak dan ibu polisi dengan berpakaian lengkap ke tempat pengungsiannya” terang Indah. “Sudah enam hari ikut mengungsi bersama orang tuanya, masih takut kalau hujan besar turun, karena kwatir rumah nya kembali terendam banjir, untuk ada hiburan dari petugas kepolisian terlebih mendapat makanan ringan dan susu dari ibu dan bapak polisi “ pungkas indah. (har)

sehingga dapat digunakan di hari pertama masuk. “Dari laporan yang masuk ke kami, yang sudah surut sudah sekolah seperti biasa. Ada beberapa yang terendam tapi hanya lapangannya saja tapi kelasnya sudah bisa digunakan,” ujar dia.

Sementara itu, berdasarkan pantauan Cikarang E kspres, ratusan siswa S D N 0 5 Ba hag i a Ke ca matan Babelan sudah kembali bersekolah. Namun, belum seluruh siswa masuk sekolah lantaran b eb e rapa di antaranya masih membersihkan

rumah mereka. Lokasi ini sebelumnya menjadi salah satu yang paling parah terendam banjir. Bersama Tambun Selatan, ketinggian air di Babelan dapat mencapai 1 , 5 m e t e r. Ha n ya s aja, sejak akhir pekan lalu, w ilayah ini telah lebih

dulu sur ut. “Iya sudah lebih surut jadi sekolah,” kata Aris, salah seorang warga. Pada hari pertama ini, para siswa memilih menggunakan sandal. Hal itu disebabkan karena sepatu mereka masih basah setelah banjir. Kemudian cuaca yang mendung

membuat sepatu yang dijemur tak kunjung kering. Belum lagi, kondisi di sekitar sekolah masih terbilang becek. Lumpur masih terlihat menutupi beberapa sisi jalan. Banjir di sekolah pun sebenarnya belum sepenuhnya surut. (har)

Hari Pertama Masuk .. dari halaman 9 Mudah-mudahan bisa cepat surut seperti yang lain,” ucap dia. Secara keseluruhan, lanjut Asep, terdapat 69 sekolah negeri yang terendam akibat banjir besar di pergantian tahun ini. Jumlah tersebut

terbagi atas 59 SD dan 10 SMP. Dari puluhan sekolah yang terendam itu, mayoritas di antaranya telah l e b i h d u l u s u r u t s e ja k Jumat (3/1) lalu. Pasca terendam, petugas sekolah, guru dengan dibantu para murid membersihkan sekolah


NASIONAL

SELASA, 7 JANUARI 2020

11

n Dituntut 4 Tahun Penjara

Rommy: Tuntutan Jaksa Cuma Copy Paste JAKARTA- Mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy dituntut empat tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum ( JPU ) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam persidangannya di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (6/1). Rommy disebut jaksa terbukti menerima suap dari mantan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur, Haris Hasanudin. “Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa berupa pidana penjara selama empat tahun dan denda Rp 250 juta, subsider lima bulan kurungan,” kata Jaksa KPK Wawan Yunarwanto membacakan surat tuntutan.

Rommy juga dijatuhkan pidana tambahan berupa uang pengganti sebesar Rp 46,4 juta. Pidana tambahan itu harus segera dibayarkan selambatlambatnya satu bulan setelah putusan dinyatakan berkekuatan hukum tetap. “Jika tidak membayar uang pengganti, maka harta terdakwa akan disita Jaksa dan dilelang. Bila tidak punya harta benda maka dipidana penjara selama satu tahun,” kata Wawan. Mantan anggota DPR RI periode 2014-2019 ini juga dijatuhkan hukuman tambahan berupa pencabutan hak politik selama lima tahun. Hukuman tambahan ini diberikan sesudah menjalani pidana pokok. Dalam pertimbangannya, untuk hal yang memberat-

SOROT

kan, Jaksa KPK menyebut Rommy tidak mendukung pemerintah dalam upaya pemberantasan korupsi. Rommy tidak mengakui perbuatannya. “Untuk hal yang meringankan, terdakwa bersikap sopan di persidangan,” jelas Jaksa Wawan. Dalam perkara ini, mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Rommy didakwa menerima uang total Rp 300 juta dari dua pejabat Kemenag di Jawa Timur. Mereka adalah Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin dan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muafaq Wirahadi. Uang itu diduga sebagai komitmen kepada Romahurmuziy untuk membantu keduanya agar lolos dalam

seleksi jabatan di wilayah Kemenag Jawa Timur. Rommy dianggap bisa memuluskan mereka ikut seleksi karena ia dinilai mampu bekerja sama dengan pihak tertentu di Kemenag. Pada waktu itu, Haris melamar posisi Kakanwil Kemenag Jawa Timur. Sementara itu, Muafaq melamar posisi Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik. Mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy tak terima dituntut empat tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Rommy menilai, tuntutan yang dibacakan oleh Jaksa KPK hanya menyalin dakwaan yang sudah ada. Menyesali hal tersebut,

Rommy kemudian menantang untuk segera menjalankan sidang tuntutan pada proses persidangan berikutnya. “Karena tuntutan ini cuma copas (copy paste, Red), Saya menyarankan ke depan sebaiknya tidak perlu ada pembuktian saksi-saksi. Dari dakwaan langsung tuntutan saja. Sehingga tidak memboroskan biaya negara dan memenuhi asas perkara cepat,” kata Rommy usai menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (6/1). Sementara itu, Rommy meragukan tuntutan Jaksa KPK. Dia menyebut, ada ketidaksesuaian antara pasal yang di tuntutkan dengan fakta-fakta persidangan.

“Pertanyaan yang paling sederhana adalah kalau saya bukan ketua umum PPP, bisa nggak peristiwa ini dijadikan sebagai sebuah delik hukum? Kalau itu tidak bisa, maka tidak ada relevansi kedudukan saya sebagai anggota DPR,” ucap Rommy dengan nada tinggi. Oleh karena itu, Rommy menyimpulkan bahwa dirinya terjerat perkara jual

beli jabatan di Kementerian Agama hanya karena esensi Ketua Umum PPP. “Ini juga menunjukkan bahwa memang ada kesengajaan untuk melakukan depolitisasi partai politik terhadap jabatan-jabatan publik. Padahal republik ini adalah negara demokrasi yang membutuhkan keberadaan partai politik secara mutlak,” tegasnya. (bbs/mhs)

Rano 700 Juta, Atut 3,8 Miliar Disebut Terima Aliran Duit Korupsi Alkes

ISTIMEWA

Banjir dan Longsor Masih Mengancam JAKARTA- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan warning. Selama sepekan ke depan, hujan deras dan angin kencang diperkirakan kembali melanda beberapa wilayah di Indonesia. Faktor pemicunya adalah peningkatan aktivitas monsun Asia yang dapat menyebabkan penambahan massa udara basah di Indonesia. Selain itu, meningkatnya pola tekanan rendah di sekitar Australia. Kondisi tersebut membentuk pola konvergensi (pertemuan massa udara) dan belokan angin di wilayah Indonesia, utamanya di sebelah selatan ekuator. Daerah yang ada belokan angin dan pertemuan udara akan mengalami pertumbuhan awan hujan tinggi. BNPB telah meminta BPBD seluruh Indonesia untuk aktif menginformasikan peringatan dini cuaca ekstrem kepada masyarakat. Melalui peringatan dini tersebut, warga dapat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan. Dia mengingatkan, hujan deras disertai petir dan angin kencang bisa memicu banjir dan tanah longsor. Kondisi itu juga berpotensi menimbulkan gelombang tinggi di perairan Indonesia. ”A ma n k a n d o ku m e n - d o ku m e n p e nt i n g , siapkan tas siaga bencana yang dapat dibawa secara cepat. Isi tas siaga bencana dapat berupa makanan, minuman, pakaian, senter, peluit, radio, obat-obatan, dan lainnya sesuai keperluan,” kata Kapusdatinkom BNPB Agus Wibowo kemarin (5/1). Sebagai antisipasi, warga diimbau rajin bergotong royong untuk membersihkan saluran air di rumah dan lingkungan, buang sampah pada tempatnya, memangkas pohon yang terlalu rimbun, dan menanam pepohonan. Kepala Bidang Pelayanan Teknologi Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) BPPT Sutrisno menuturkan, penyemaian awan hujan yang bergerak menuju Jabodetabek terus dilakukan. Namun, penyemaian pagi kemarin urung dilakukan lantaran hujan. Sebab, awan hujan tumbuh mulai dini hari di pantai utara Jakarta. ”Mohon maaf Minggu pagi (5/1) di luar prediksi. Ketika tim hendak loading bahan semai ke pesawat, ternyata hujan,” ucap Sutrisno melalui pesan singkat tadi malam. Meski demikian, penyemaian tetap dilakukan empat sortie mulai pukul 09.00. Area penyemaian meliputi Ujung Kulon, Selat Sunda, dan pesisir Lampung Selatan. Sebab, potensi awan hujan bergerak dari barat menuju Jabodetabek. Keputusan pemerintah melakukan upaya modifikasi cuaca dinilai efektif. Curah hujan di Jakarta sejak Jumat (3/1) menurun sehingga area yang terendam banjir berkurang. Sejak Jumat BPPT dan TNI-AU melakukan operasi teknologi modifikasi cuaca. Berbekal dua pesawat dari Lanud Halim Perdanakusuma, BPPT menyemai awan hujan di Selat Sunda dan pesisir Samudra Hindia di selatan Jawa Barat. Tujuannya, hujan turun di laut sebelum mencapai Jakarta. ”Kita gunakan satu CN-295 dan satu pesawat CASA,” ungkap Kepala Dinas Penerangan TNI-AU (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI Fajar Andriyanto kepada Jawa Pos kemarin (5/1). Fajar menyampaikan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sudah memprediksi hujan dengan intensitas tinggi akan turun di ibu kota sepekan ke depan. Melihat kondisi saat ini dan genangan banjir yang merendam beberapa titik di Jakarta dan sekitarnya, pemerintah memutuskan agar hujan diturunkan lebih awal sebelum mencapai Jakarta. ”Dengan dua sortie (pesawat TNI-AU) Jakarta sudah agak lumayan (hujan tidak terlalu deras, Red),” imbuh Fajar. Berkat modifikasi cuaca tersebut, sejumlah wilayah di Jakarta kemarin memang masih diguyur hujan. Namun, intensitasnya ringan sehingga tidak mengakibatkan banjir. Durasi hujan yang turun kemarin juga relatif singkat. ”Artinya, hujan buatan sangat efektif. Terbukti tiga hari ini hujan ringan saja,” papar Fajar. (bbs/mhs)

JAKARTA- Nama Mantan Gubernur Banten Rano Karno kembali disebut dalam persidangan kasus korupsi pengadaan alat kesehatan rumah sakit rujukan Provinsi Banten APBD Tahun Anggaran 2012. Dalam kasus yang menjerat yang menjerat adik kandung adik mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan itu Rano disebut-sebut menerima uang sebesar Rp 700 juta. Mu l a n y a , j a k s a p a d a Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Roy Riadi mengonfirmasi terkait dakwaan Jaksa KPK kepada mantan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Djadja Buddy Sahardja. Karena dalam dakwaan itu, Rano disebut menerima uang Rp 700 juta dari Wawan. “Terkait dakwaan kami (Jaksa KPK) ada Pak Rano, berapa anda berikan?,” tanya Jaksa Roy kepada Djaja di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (6/1). “Rp 700-an (juta) lah pak,” jawab Djaja. Jaksa pun kembali menanyakan, apakah pemberian uang tersebut atas perintah dari Wawan. Djadja membenarkan pertanyaan Jaksa. “Perintah wawan?,” tanya kembali Jaksa Roy.

ISTIMEWA

MEJA HIJAU: Mantan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Djadja Buddy Sahardja bersaksi untuk Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan di PN Tipikor Jakarta, Senin (6/1).

“Sampai lima kali kalau nggak salah. Ada saya langsung ke rumahnya dan kantornya,” ujar Djaja. Jaksa KPK pun kemudian mengonfirmasi aliran uang yang diduga diterima Ratu Atut.Jaksa lalu mengonfirmasi penerimaam uang dari Wawan kepada Djadja. “Kalau Ratu Atut, mintanya juga ke Wawan?,” tanya

Jaksa Roy. “Iya seizin beliau, minta dulu setelah dipanggil,” ujar Djadja. Mendalami pernyataan D jadja, Jaksa KPK pun menggali berapa uang yang diterima oleh Ratu Atut. Djaja menyebut uang yang diterima Atut sebesar Rp 3,8 miliar. “Ratu Atut kira-kira bera-

pa?,” tanya kembali Jaksa “Rp 3,8 miliar,” jelasa Djaja. Dalam perkara ini, jaksa penuntut umum (JPU) mendakwa Wawan melakukan korupsi pengadaan alat kesehatan rumah sakit rujukan Provinsi Banten pada Dinas Kesehatan Provinsi Banten APBD tahun anggaran 2012 dan APBD-P TA 2012. Waw a n j u g a d i d a kw a

melakukan korupsi bersama staf PT Balipasific Pragama (PT BPP) Dadang Prijatna dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pengadaan alkes Puskesmas Kota Tangerang Selatan Mamak Jamaksari yang telah divonis bersalah dalam perkara ini. Selain itu ia juga didakwa melakukan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). (bbs/mhs)

Sekretariat Dewas KPK Bisa Loyokan Penindakan

ILUSTRASI

JA K A R TA- P e r a t u r a n Presiden (Perpres) tentang Organ Pelaksana Dewan Pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Ti n d a k P i d a n a Ko r u p si d i n i la i m e mp e rla m bat kerja penindakan KPK. Sebab, dalam perpres yang baru diteken P re s i d e n Jo k o Wi d o d o ( Jokowi) tersebut diisyaratkan pelibatan Sekretariat Dewas dalam izin penyadapan, penggeledahan, dan penyitaan. Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Asfinawati menyebut pelibatan Sekretariat Dewas semakin memperbesar potensi kebocoran penanganan perkara di lem-

baga antirasuah tersebut. ”Itu (birokrasi yang panjang, Red) bisa digunakan untuk memberi tahu pelaku dan pelaku bisa menghilangkan barang bukti,” ujar dia kemarin (5/1). Ketentuan yang mengatur pelibatan Sekretariat Dewas dalam kerja penindakan KPK tertuang dalam pasal 3 Perpres 91/2019. Pasal itu mengatur beberapa tugas dan fungsi kesekretariatan dewas. Salah satunya menerima dan memfasilitasi administrasi permohonan pemberian izin penyadapan, penggeledahan, dan/ atau penyitaan. Asfin menuturkan, ketentuan dalam pasal itu jelas mengisyaratkan bahwa

tugas Sekretariat Dewas adalah hal teknis. Fungsi tersebut, kata Asfin, kerap menjadi faktor lambatnya penanganan perkara. Pun, sudah banyak modus korupsi yang berkaitan dengan masalah administratif tersebut. ”Nah, pertanyaannya, bagaimana kalau kerja mereka (Sekretariat Dewas) lambat?” ujarnya. Menurut Asfin, upaya penyidikan KPK yang meliputi penyadapan, penggeledahan, dan penyitaan semestinya dilakukan dengan cepat dan rahasia. Tidak banyak tangan yang ”bermain” dalam penanganan perkara. ”Semakin banyak tangan, semakin nggak rahasia lagi,” paparnya. (bbs/mhs)

Novel Siap Dipertemukan dengan Dua Penyimramnya J A K A R TA - P e n y i d i k Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan belum usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi korban dalam kasus penyiraman air keras yang menimpa dirinya. Di sela-sela jeda pemeriksaan, ia sempat menyampaikan beberapa hal terkait kasusnya. Novel mengatakan, pemeriksaan ini bukan hal baru baginya. Karena saat dirawat di Singapura dan pada 20 Juni 2019 dia juga sudah memberikan kesaksian kepada penyidik terkait kasus tersebut. Dalam kasusnya ini,

Novel berharap, penyidik kepolisian bisa mengungkap sepenuhnya hingga dalangnya. Dia juga menginginkan agar pengungkapan berdasarkan fakta. “Saya berkepentingan untuk mengungkapkan perkara dan saya ingin pengungkapan dilakukan seobjektif mungkin berdasarkan bukti dan fakta-fakta,” kata dia di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (6/1). Saat disinggung terkait kemungkinan adanya konfrontir dengan dua orang tersangka yang sudah ditangkap, Novel belum dapat memastikan. Dia akan menunggu intruksi penyidik

Novel Baswedan

selanjutnya. “Pastinya pun kalau konfrontir itu kan dari penyidik. Dan saya tidak tahu. Sekarang saya memberi

keterangan apa yang ditanya, semua saya jawab,” imbuhnya. Meski begitu, Novel menyatakan, dirinya siap apabila nantinya memang penyidik mempertemukannya dengan 2 tersangka penyiraman. “Kalau dipandang perlu, saya siap bertemu,” tegasnya. Sebelumnya, polisi berhasil mengamankan RM dan RB yang diduga sebagai dua pelaku penyiraman air keras kepada penyidik KPK Novel Baswedan. Kabareskrim Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo mengatakan, keduanya merupakan anggota polisi

aktif. Listyo mengatakan, pengungkapan pelaku ini terjadi atas informasi signifikan yang ditemukan oleh Tim Teknis bentukan Polri. Informasi tersebut kemudian didalami, dan petunjuk mengarah kepada dua pelaku tersebut. “Tadi malam kami Tim Teknis bekerjasama dengan Dankor Brimob telah mengamankan pelaku yang diduga melakukan penyiraman saudara NB. Jadi pelaku ada 2 orang inisial RM dan RB. Anggota Polri aktif,” kata Listyo di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (27/12). (bbs/mhs)


Harian Umum

Koran Kebanggaan Masyarakat Kota Bekasi

SELASA, 7 JANUARI 2020

HARGA Rp3.000

12

Sampah Banjir Setara Berat 15 Pesawat Boeing 747

ARIF NALDHY/METRO BEKASI

SOROT: Sebanyak 6.000 ton sampah sisa banjir diangkut Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi hingga Senin (6/1). Berat itu setara dengan berat bersih 15 unit pesaweat terbang Boing 747.

KOTA BEKASI- Sebanyak 6.000 ton sampah sisa banjir diangkut Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi hingga Senin (6/1). Berat itu setara dengan berat bersih 15 unit pesaweat terbang Boing 747. Sampah sebanyak itu diangkut selama empat hari belakangan pascabanjir yang melanda wilayah Kota Bekasi. “Tepatnya sejak awal pergantian tahun kemarin,” kata Kepala Dinas Ling-

kungan Hidup Kota Bekasi, Yayan Yuliana, kemarin. Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi akan terus menyelesaikan pengangkutan sampah banjir ini hingga Selasa (7/1) besok. “Sampah tersebut bervariasi mulai dari sampah perabot rumah tangga, kasur, bahkan sampah rumah tangga,” kata Yayan. Ya y a n m e n j e l a s k a n , dalam satu hari petugas mengangkut sampah ban-

cana banjir dapat teratasi,” tutur Rahmat. Total ada 12 kecamatan di Kota Bekasi yang terdampak banjir. Bahkan delapan kecamatan masuk kategori parah yakni Bekasi Timur, Rawalumbu, Jatisampurna, Medan Satria, Jatiasih, Pondok Gede, Bekasi Barat, dan Bekasi Selatan. Rahmat mengaku telah menugaskan jajarannya untuk terjun ke seluruh titik banjir dan membantu warga. “Dinas Lingkungan Hidup juga sudah saya perintahkan untuk mengangkut sampahsampah warga yang menumpuk di sejumlah titik. Begitu juga dengan PDAM Tirta Patriot dan Tirta Bhagasasi untuk menyuplai air bersih untuk keperluan mandi dan mencuci warga,” tutup Rahmat. Kota Bekasi, Jawa Barat, m e r u p a k a n s a l a h s at u wilayah parah yang ter-

dampak banjir Jakar ta pada Rabu (1/1). Bahkan berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Sabtu (4/1), jumlah pengungsi di Bekasi mencapi 149.537 orang. (bbs/ant/mhs)

jir hingga 1.500 ton di luar sampah rumah tangga. “Meski sudah diangkut petugas, nyatanya masih menemukan tumpukan sampah di lokasi titik banjir,” ucap dia. Dia menegaskan, hari ini pegawainya mulai personel pesapon hingga staf dinas terjun seluruhnya membersihkan sampah pascabanjir di Kota Bekasi. “Ini mereka di lapangan semua tidak ada yang di kantor,” kata Yayan.

Dia memprediksi pembersihan sampah akan terus berlanjut hingga masa tanggap darurat selesai. Pasalnya, di lokasi banjir masih banyak ditemukan perabot warga yang berserakan di jalan. “Hari ini masih kita bersihkan, besok juga, tapi saya rasa masih terus berlanjut, perabot warga yang rusak kena banjir masih banyak yang dibuang,” ucap dia. Kepala Seksi Penguran-

Normalisasi Kali Bekasi Rp 4 Triliun Pepen:Menteri PUPR Sudah Rencanakan Bertemu K O TA B E K A S I - Wa l i Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 4 triliun untuk melakukan normalisasi di Kali Bekasi. Hal itu disampaikan Basuki saat berkunjung ke Bekasi meninjau banjir. “Saat berkunjung ke Kota Bekasi pekan kemarin, Menteri PUPR merencanakan pertemuan untuk membahas Kali Bekasi dan akan menyediakan dana sebesar Rp 4 triliun untuk menormalisasi Kali Bekasi dari hulu hingga hilir,” kata Rahmat dikuti dari Antara, Senin (6/1). Rahmat menyambut baik wacana itu. Ia telah

memerintahkan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bekasi untuk berkoordinasi dengan Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Bogor. “Saya sudah perintahkan dua dinas untuk berkoordinasi dengan dua daerah untuk membahas Daerah Aliran Sungai (DAS). Tujuannya supaya ketika nanti dipanggil menteri, Kota Bekasi sudah siap,” ucap Rahmat. Selain itu ia meminta kepada seluruh anggota DPRD Kota Bekasi untuk turun ke daerah pemilihannya masing-masing meninjau banjir. Ia tidak ingin masalah banjir kembali terjadi di lain waktu. “Hal ini berkenaan teknis dalam rangka rapat kerja, satu minggu ini kita membahas revitalisasi Kali Bekasi agar persoalan ben-

gan Sampah DL H Kota B ekasi, Sunar mo mengatakan, sejak empat hari lalu pegawai yang ada di Pemerintahan Kota Bekasi masih berada di titik banjir untuk membantu pembersihan sampah. “Bahkan hingga hari ini sampah bekas banjir masih memenuhi berbagai lokasi. Pada enggak pulang-pulang ikut bersih-bersih di lapangan,” katanya. (bbs/dhy/ mhs)

89 Titik Tanggul Bocor sampai Ambrol

ISTIMEWA, SUMBER: NET/WK

SEBANYAK 89 titik tanggul Kali Bekasi di wilayah Kota Bekasi rusak akibat terjangan arus deras kali pada Rabu (1/1) lalu. Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan, ker usakan tanggul kali bervariasi mulai dari bocor hingga ambrol. Hal itu yang menyebabkan banjir besar melanda sejumlah permukiman warga Kota Bekasi. “Tanggul itu hampir sekitar 89 titik (rusak) di Kota

Tanggul itu hampir sekitar 89 titik (rusak) di Kota Bekasi dan sudah prioritas (untuk diperbaiki). Jadi artinya dalam kondisi hujan normal pun sudah berpotensi air itu keluar dari kali.”

Bekasi dan sudah prioritas (untuk diperbaiki). Jadi artinya dalam kondisi hujan normal pun sudah berpotensi air itu keluar dari kali,” kata Tri. T r i m e n j e l a s k a n , Ke mentrian PUPR pun akan mengerahkan 50 tenaga

ahlinya untuk memperbaiki kerusakan tanggul Kali Bekasi. “Mereka (Kementerian PUPR) mengerahkan 257 tenaga ahli dan 50 orang tenaga ahlinya di antaranya diperbantukan di Kota Bekasi dalam rangka untuk merevitalisasi kondisi Kali

Bekasi yang sudah sangat parah,” ujar Tri. Sebanyak 50 tenaga ahli tersebut akan melakukan perbaikan sementara Kali Bekasi. “Perbaikannya itu walaupun bersifat sementara, dioptimalkan bahwa memiliki kekuatan yang sama dengan tanggul sebelumnya terjadinya banjir besar,” ujar Tri. Tri menjelaskan perbaikan sementara tanggul Kali Bekasi itu memerlukan waktu yang cukup lama karena banyaknya titik

tanggul yang rusak. Namun, perbaikan itu sudah mulai dilakukan dengan penambalan tanggul yang bocor. Sebelumnya, berdasarkan data BPBD Kota Bekasi, meluapnya Kali Bekasi akibat hujan deras pada Rabu lalu menyebabkan banjir melanda 93 titik lokasi di Kota Bekasi. Hingga saat ini tercatat sembilan jiwa meninggal dunia akibat banji. (bbs/dhy/ mhs)

Di Balik Keberhasilan Para Asisten Rumah Tangga di Singapura

Berangkat Sebagai Lulusan SMP, Kini Sarjana Mengikuti jejak adik memakai toga dan menyemangati anak adalah sebagian alasan para asisten rumah tangga asal Indonesia di Singapura hingga akhirnya bisa diwisuda. Majikan ikut mendukung dengan membelikan laptop atau membiayai kuliah sampai selesai. HARI itu semestinya jadi hari yang paling membanggakan bagi Wiratna. Tapi, terasa ada yang kurang. Sang bapak sakit sehingga tak bisa datang. Sedangkan kakak dan adiknya harus bekerja. ” Jadi cuma video call

saja. Terharu sekali rasanya bisa menunjukkan ke bapak kalau saya pakai toga,” kenang Ratna, sapaan akrabnya, ketika dia diwisuda sebagai sarjana sastra Inggris Universitas Terbuka (U T). Matanya tampak berkaca-kaca.

Meninggalkan Kediri untuk menjadi pekerja migran di Singapura pada 1999, menjadi sarjana memang sesuatu yang tak terbayangkan oleh Ratna. Pendidikan terakhirnya cuma SMP. ”Rumah saya dari gedek (anyaman bambu). Orang tua sering berutang untuk beli beras,” ungkap perempuan 37 tahun itu kepada Jawa Pos yang menemuinya di Singapura Sabtu (28/12) lalu. Namun, semua kesulitan itu tak pernah menghentikannya untuk memupuk m i m p i . Taw a r a n m e n jadi asisten rumah tangga di Singapura dia terima karena bisa memberinya p enghasilan memadai. Dan dar i sana dia bisa mengumpulkan bekal untuk sekolah lagi. ”Dulu penginnya dua tahun saja. Eh, keterusan sampai sek-

arang,” lanjutnya. Termasuk pendidikannya yang juga ”keterusan”. Sampai akhirnya bisa menyabet gelar sarjana sembari tetap bekerja sebagai asisten rumah tangga. Wiratna satu di antara 800 pekerja migran Indonesia (PMI) di Singapura yang berkuliah di UT. Sebanyak 13 di antaranya diwisuda sebagai sarjana di Jakarta pada 12 November tahun lalu. Sejumlah lainnya diwisuda di Batam dan Singapura. Tentu saja tak mudah berkuliah sembari bekerja, apalagi sebagai asisten rumah tangga di negeri orang. Menyisihkan waktu dan tenaga serta di saat yang sama menanggung beban sebagai tumpuan keluarga di kampung halaman. Ratna mengenang, sebelum pindah ke majikannya

sekarang, dirinya sudah bilang akan melanjutkan sekolah. Dia memulainya pada 2013 dari paket C. Dia merasa beruntung karena majikannya mendukung. Bahkan, dia diberi fasilitas laptop dan waktu belajar. Ketika ujian, dia juga boleh libur sehari untuk belajar. Tapi, meski mendapatkan kelonggaran, Ratna tetap harus membagi waktu. Semasa kuliah, pagi hingga sore dia selesaikan pekerjaan. Malamnya dia gunakan untuk belajar. ”Kuliah saya lama karena sering diajak liburan majikan,” imbuhnya. Jurusan sastra Inggris dipilihnya karena itu yang paling familier dengannya. Sehari-hari dia berkomunikasi dengan majikan menggunakan bahasa internasional tersebut. (*)

BUAH KERJA KERAS: Sejumlah pekerja migran Indonesia di Singapura yang berhasil meraih gelar sarjana.

HANUNG HAMBARA/JPG

ADINDA THOMAS

“Ada yang Jagain..” CERITA horor KKN di Desa Penari mungkin sudah tak asing di telinga masyarakat. Kisah yang sempat ramai di twitter beberapa waktu lalu inipun akhirnya diangkat ke layar lebar dengan judul yang sama. Adinda Thomas, salah satu aktor di film ini pun mengaku sedikit kesulitan ketika akting. Dalam film KKN DI DESA PENARI kali ini, aktris cantik ini memerankan tokoh utama yang bernama Widya. “Berperan sebagai Widya. Sebenernya kita semua anak kuliahan yang mau pergi KKN,” kata Adinda Thomas saat ditemui di lokasi syuting KKN DI DESA PENARI beberapa waktu lalu. Selama proses syuting, banyak kesulitan yang dialami oleh Adinda Thomas, terutama masalah dialek. Seperti yang diketahui, cerita ini berlatarkan tentang KKN mahasiswa di sebuah desa di Jawa Timur. “Kesulitan yang paling itu adalah dialek, karena aku bukan orang Jawa yang notabene Widya itu orang Surabaya. Dialeknya harus kental,” paparnya. Namun, meski kesulitan saat mencoba dialek Jawa, Adinda Thomas sangat bersyukur bisa syuting dengan kru yang notabene adalah orang Surabaya. Jadi, ketika ia melakukan kesalahan, banyak yang mengoreksinya. “Coach akting kita ini sebenernya dari orang Surabaya, jadi sangat membantu. Di sini juga hampir banyak orang Jawa. Mas Ipung, DOP kita juga orang Surabaya, jadi ngebantu juga pas di set. Kalo dialognya kurang tepat, bisa dikoreksi, Alhamdulillah ada yang jagain,” paparnya. Tak cuma kesulitan masalah dialek, sebagai Widya, Adinda Thomas juga harus berakting dan bermain bersama ular. Sempat takut dengan ular, namun dengan latihan terus menerus, ia mengaku akhirnya nyaman dengan hewan reptil tersebut. “Yang kedua, aku ada beberapa adegan sama ular. Alhamdulillah MD memberikan kesempatan workshop dulu sih. Jadi bisa terlatih dulu sih,” ujarnya. (bbs/mhs)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Cikarang Ekspres, 7 Januari 2020 by Karawang Bekasi Ekspres - Issuu