Skip to main content

Cikarang Ekspres, 22 Oktober 2019

Page 1

Semangat Baru Bekasi

SELASA, 22 OKTOBER 2019

HARGA Rp3.000

BISNIS

Okupansi Didominasi Segmen Keluarga CIKARANG BARAT - Jika biasanya hotel di Kabupaten Bekasi didominasi kalangan ekspatriat, berbeda dengan Hotel Igloo yang berada di Cikarang Barat. Ya, hotel ini para tamu didominasi oleh kalangan keluarga. Hal itu diungkapkan Hotel Manager Igloo, Bintang Budiman ketika berbincang dengan awak media beberapa waktu lalu. “Untuk di Hotel Igloo mayoritas tamu dari keluarga,”katanya. Ke Hal...2

HUMANIORA Gaungkan Bina Desa CIKARANG PUSAT – Anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Budiyanto bakal menggaungkan Program Bina Desa. Program tersebut dinilai bagus untuk mendongkrak potensi ekonomi yang dimiliki desa Politisi PKS itu mengakui program tersebut atas beberapa pertimbangan. “Ya diantaranya factor politisi dimana banyak suara PKS dan suara Budiyanto menjadi salah satu faktor mutlak kewajiban sturktur dan kewajiban sebab akibat yang tidak bisa diabaikan,” jelas Budiyanto. Dia menilai jika suara politik PKS disuatu wilayah (desa) banyak maka konstituen harus diurus baik itu personalnya maupun lingkungannya. “Faktor Politis ini akan sangat mempermudah pelaksanaan program karena akan ada dorongan dan dukungan kuat dari masyarakat sekitar untuk merealisasikan program-program yang direncanakan,” jelasnya. Ke Hal...2

ILUSTRASI

Desak Naskah Akademik Sampah Untuk Tindak Tegas Perusahaan Nakal Pembuang Limbah CIKARANG PUSAT – Persoalan sampah jadi persoalan serius Kabupaten Bekasi. Pasalnya, tidak semua sampah yang dihasilkan warga daerah itu terangkut ke tempat pembuangan akhir (TPA) Burangkeng. Akibatnya, tiap hari ada ratusan ton sampah yang tidak terangkut dibuang warga ke

sungai dan jalanan. Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Kardin secara lugas meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengenai peraturan daerah terkait lingkungan. Sehingga ada tegas terhadap perusahaanperusahaan yang membuang limbahnya secara illegal. “Sampai sekarang kami tidak tahu ada Perdanya atau tidak, sanksi bagi perusahaan yang melanggar juga belum tahu makanya kami meminta segera DLH

menyerahkan naskah akademiknya segera untuk kami bahas,” jelas dia, kemarin (21/10). Politikus Golkar itu mengakui sampai saat ini hanya bisa menekan DLH agar berkoordinasi menyikapi persoalan pembuangan limbah secara illegal. Mengingat, Kabupaten Bekasi sudah masuk tahap mencemaskan dalam urusan pengelolaan segala jenis kotoran sampah. Bahkan, tak hanya persoalan pembuangan limbah il-

legal saja tetapi juga persoalan pembuangan sampah dan limbah ke sungai. “Ya kalau lamban buat naskah akademiknya bisa tambah banyak sampah berserakan dimana-mana,” tukas dia. Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Bekasi, Ade Kuswara Kunang meminta agar pemerintah daerah, khususnya DLH fokus agar persoalan sungai sampah tidak terjadi lagi di Kabupaten Bekasi. “Saya meminta agar

L H bisa menangai p olusi pencemaran limbah sampah ke aliran sungai. Persoalan ini sudah menjadi kronis dan perlu ada perhatian khusus terhadap sungai-sungai yang ada di Kabupaten Bekasi,” urainya. Politisi PDI-Perjuangan ini mengatakan, banyak faktor yang menyebabkan banyaknya timbunan sampah ke sungai. Di antaranya, minimnya kesadaran warga sekitar agar tidak membuang sampah ke sungai. Ke Hal...2

ADVERTORIAL

Komitmen Sejahterakan Guru Honorer Bupati Eka : Tidak Ada Biaya Ambil SK Penugasan CIKARANG PUSAT - Harapan guru honorer SD dan SMP Negeri se-Kabupaten Bekasi, untuk mendapatkan

pengakuan dan perhatian dari Pemkab Bekasi akhirnya terwujud. Minggu (20/10) di Gedung Wibawa Mukti Komplek Pemda Bekasi, ribuan guru yang tergabung dalam Front Pembela Honorer Indonesia (FPHI) menerima SK Penugasan dari Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja.

Bupati Eka menyatakan SK Penugasan yang diberikannya adalah bentuk komitmen dirinya untuk meningkatkan kesejahteraan guru honorer. “Selama tidak melanggar undang-undang dan peraturan. Saya tanda tangani SK Penugasan untuk guru honorer,” kata dia saat Pelantikan Komite Pendidik

dan Tenaga Kependidikan (Eka Center). Selain itu, Eka juga mengingatkan kepada guru honorer, untuk tidak memberikan uang kepada pertugas yang memberikan SK penugasan. Hal itu juga berlaku bagi Dinas Pendidikan (Disdik) setempat. “Jangan sampai ada kata potongan honor atau apapun

saat menerima SK. Karena SK diambil di pemda. Jadi petufas terkait jangan sampai ada potongan honor atau pungutan apa pun saat pemberian SK penugasan nantinya,” tukas dia. Sementara itu, Ketua FPHI Bekasi Suhermin mengapresiasi komitmen Pemkab Bekasi atas legalitas dan

pengakuan terhadap guru honorer. Di mana, pertemuan akbar ini sebagai bentuk komitmen FPHI kepada Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja yang telah memberikan SK penugasan kepada seluruh pengajar honorer. “FPHI akan berdampingan dengan Bupati Bekasi dalam melaksanakan pembangu-

nan. Dan akan mendukung Eka Supria Atmaja sebagai Bupati Bekasi untuk periode selanjutnya,” bilang dia. Diketahui bersama, Eka Center nantinya akan ada kotak suara untuk menampung aspirasi para guru honorer. Sehingga dapat segera ditindak lanjuti oleh Bupati Bekasi. (adv/hyt)


SAMBUNGAN

SELASA, 22 OKTOBER 2019

2

Ganti Rugi Jalan Kalimalang Sedot 84 Miliar TAMBUN SELATAN - Sebanyak 23 bidang tanah pembebasan lahan untuk pelebaran Jalan Kalimalang di Desa Tambun, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, mulai proses ganti rugi pembayaran, kemarin (21/10). Kepala Bidang Pertanahan di Dinas Pertanahan dan Pemukiman (DPRKP) Kabupaten Bekasi, Danil Firdaus mengatakan proses ini menjadi pembayaran ganti rugi pertama di Kabupaten Bekasi. Setelah melalui verifikasi dan memenuhi aturan sebanyak 23 bidang tanah di Desa Tambun dibayarkan langsung. Di mana, jalan arteri Kalimalang akan dilebarkan dari perbatasan Kota Bekasi yaitu Jatimulya, Desa Tambun hingga Desa Setia Darma. Pelebaran jalan kalimalang itu dibangun untuk menekan kemacetan di jalan raya. “Untuk pembebasan pelebaran jalan kalimalang itu ada Desa Tambun, Desa S etia Dar ma dan D esa Jatimulya. Mekanismenya kita melakukan sur vey, lalu sosialisasi kemudian bekerjasama dengan BPN agar mengukur bentuk bidangnya bagaimana dan

melakukan pembayaran. Jadi untuk hari ini ada 23 bidang tanah diperuntukan di Desa Tambun dan untuk luas yaitu sekitar 3700 Meter,” kata Danil. Menurutnya, secara keseluruhan dari 23 bidang tanah Desa Tambun itu seharusnya anggaran yang dibebaskan sebesar Rp 84 miliar, akan tetapi pada pembayaran ganti rugi itu pihaknya mendapatkan anggaran Rp 50 miliar. “Sebenarnya kita membutuhkan Rp 84 miliar untuk menyelesaikan pembebasan lahan di Desa Tambun. Rencana kita untuk kekurangan akan dilanjutkan tahun 2020 mendatang,” tuturnya. Danil juga mengimbau kepada setiap warga jika masih ada kekurangan perihal pembayaran ganti rugi untuk segara melaporkan untuk membuka mediasi untuk warga yang protes masalah harga,. Sehingga ganti rugi ini warga jangan sampai dirugikan tapi jadi ganti untung. “Kami siap melakukan mediasi jika ada yang tidak sesuai atau memprotes dari hasil pembayaran ganti rugi ini,” tandasnya. (har)

Tolak Pembangunan Perumahan di Desa Kertarahayu SETU - Pemerintah Desa (Pemdes) Kertahayu tidak mengizinkan adanya perumahan baru di wilayahnya. Padahal, banyak pengembang perumahan tertarik membangun hunian di wilayah tersebut Kepala Desa Kertarahayu, Rudi Catur Pribadi menegaskan larangan pembangunan perumahan ini agar tetap menjaga keasrian wilayah yang dikenal desa agro wisata ini. “Dari awal memang kita ingin tetap mempertahankan desa kita yang alami. Makanya kita tidak ijinkan perumahan dibangun di Desa Kertarahayu,”kata dia. Rudi mengakui keputusan ini membuat dirinya tidak disukai para developer. Namun ia memastikan akan tetap memperjuangkan pengembang tidak masuk ke Desa Kertarahayu. “Ketika pencalonan lalu ada developer yang tidak suka saya, karena tidak mau ada perumahan di Desa Kertarahayu. Ada salah satu developer lokal yang terus mendesak untuk dibangun perumahan,”katanya. Langkah Rudi ini didukung oleh warga Desa Kertarahayu. ,”Kalau ada perumahan disini, kampungnya jadi ilang. Kita ingin sekali-kali mendapatkan kesejukan, masa harus ke Sukabumi dulu,”paparnya. Untuk diketahui, Desa Kertarahayu saat ini dilabeli sebagai desa agro wisata. Desa yang dikenal dengan keasriannya. Desa ini juga dikenal akan salaknya yang memiliki cita rasa khas.(dim)

Warga Sukamukti Keluhkan Minimnya PJU BOJONGMANGU - Warga Desa Sukamukti, Kecamatan Bojongmangu mengeluhkan minimnya Penerangan Jalan Umum (PJU), jika malam tiba gelap gulita. Ditambah kondisi lingkungannya yang masih sepi, sehingga rawan kecelakaan. Padahal wilayah Desa Sukamukti, sekitar 450 hektar lahannya telah menjadi kawasan industri. Perubahan inilah yang memicu kerawanan sosial dimasyarakat. Tokoh Masyarakat Desa Sukamukti H. Wardi mengatakan, wilayah Sukamukti dijalan utamanya gelap gulita karena masih minim lampu penerangan jalannya. Yang ada baru terpasang di wilayah Desa Bojongmangu dan sekitar kantor Kecamatan Bojongmangu serta ditempattempat strategis seperti di depan kantor Desa Karang Indah, Karangmulya, medal krisna, Jalan POJ dan di depan bumi perkemahan. Tapi dibeberapa jalan seperti didepan SDN Sukamukti 01, 02 dan SDN Sukamukti 03 dan seluruh wilayah sukamukti PJUnya belum terpasang. “Saya berharap di Tahun 2019 ini dapat dialokasikan untuk penerangan jalan umum (PJU),” katanya kepada Cikarang Ekspres, kemarin (21/10). Lanjut dia, padahal PJU saat ini sangat dibutuhkan oleh warga sukamukti. Sebab wilayah Sukamukti masih sepi dan masih banyak hutan-hutan kecil. Hal ini sangat riskan den-

gan tindakan kriminal seperti begal. “Tentunya kepada Dinas Pertamanan Kabupaten Bekasi untuk menambah lampu PJUnya di titik-titik yang rawan kecelakaan dan begal,” tukas dia. Terpisah Ketua BPD Sukamukti M. Abas menegaskan, kalau bisa tidak usah menunggu anggaran ABT, yang warga butuhkan adalah penerngant jalan dan segera untuk memasang lampu PJU. Sehingga warga Sukamukti tidak takut lagi bila berpergian di malam hari. “Saya akui masih minimnya PJU di Sukamukti, sehingga aktifitas warga dimalam hari sangat kurang,” ujarnya. Tambah Abas, sudah lama dirinya menginginkan segera di pasangnya lampu penerangan jalan karena bila di malam hari suasana jalan nampak gelap sekali. Diperparah dengan kondisi jalan yang sudah dicor banyak yang rusak, dan sangat membahayakan bagi para pengguna jalan, yang melakukan perjalanan dimalam hari. Lihat saja sepanjang jalan Kampung Galang, Desa Sukamukti sampai perbatasan Desa Sukabungah, hampir semua jalan belah dan gelap jika di malam hari. “Sekarang apalagi marak dengan adanya begal seharusnya pihak pemerintah tidak harus di minta untuk memasang lampu, saya pun dari BPD telah menyampaikan kepada pihak pemdes dan kecamatan perihal PJU,“ pungkasnya. (ags)

Desak Naskah .. dari halaman 1 S e la i n i tu , tu mpu ka n sampah juga datang dari wilayah sekitar Kabupaten Bekasi. “Jadi penangannya tidak bisa ala kadarnya, harus ada perhatian khusus,” tambahnya. Ade juga menyinggung soal dampak yang nantinya ditimbulkan dari persoalan sampah di sungai. Terutama akan bersentuhan langsung dengan kesehatan masyarakat. Selain itu, ketersediaan air sungai terutama memenuhi kebutuhan rumah tangga dan perairan untuk pertanian akan terganggu. “Wilayah kita setiap musim kemarau selalu saja ada kekeringan. Nah pembenahan aliran sungai ini bisa menjadi salah satu solusi meminimalisir kekeringan

Okupansi ..

di musim kemarau itu,” tandasnya. Terpisah, Kabid Kebersihan, DLH Kabupaten Bekasi Dodi Agus Supriyanto mengatakan sampai saat ini jajarannya kesulitan mengatasi masalah sampah yang dihasilkan jutaan warga Kabupaten Bekasi. Penyebabnya, karena jumlah armada yang dimiliki Pemkab Bekasi sangat minim tenaga kerja yang kurang dan anggaran Rp40 miliar per tahun yang dianggap kurang memadai. Akibatnya banyak sampah dibuang warga di tepi jalan dan aliran sungai. ”Penyebab utama kami kekurangan armada truk pengangkut sampah. Mau pakai apa kami angkut ke TPA Burangkeng kalau armadanya tak mumpuni,” kata dia. Data yang dimiliki DLH Kabupaten Bekasi saat ini junlah armada pengangkut

sampah yang dimiliki hanya 111 unit. Sedangkan sampah yang dihasilkan warga Kabupaten Bekasi mencapai 2.400 ton/ hari. Dari jumlah sampah yang dihasilkan itu, DLH hanya mampu mengangkut 850 ton sampah ke TPA Burangkeng. Selain minim armada, petugas kebersihan yang dimiliki DLH setempat juga masih sangat kurang. Menurutnya, idealnya Pemkab Bekasi memiliki 320 armada truk pengangkut sampah. Sebab limbah yang dihasilkan warga itu terdapat di 23 kecamatan. ”Harusnya tiap UPTD punya 34-45 unit truk, tapi sekarang hanya ada15-20 unit armada saja. Satu kecamatan punya 10 sampai 12 desa, dan wilayahnya juga luasluas. Makanya sampah tidak maksimal kami kelola,” ujar Dodi.

Selain keterbatasan armada truk, lanjut Dodi, minimnya petugas kebersihan juga menambah deretan permasalahan penanganan sampah di daerah berpenduduk 3,9 juta jiwa ini. Saat ini, total petugas kebersihan yang dimiliki hanya 1.112 petugas. Sedangkan beban kerja yang diberikan sangat berat. ”Sampah yang tidak terangkut dikelola bank sampah yang jumlahnya 170 unit,” cetusnya. Dodi mengaku, porsi anggaran yang diberikan ke DLH Kabupaten Bekasi pun sangat kecil. Dimana tahun ini anggaran kerja hanya Rp40 miliar. Adapun plot anggaran itu diperuntukan untuk beberapa hal. Seperti membeli bahan bakar alat berat, truk sampah, pemeliharaan kendaraan, dan membayar gaji 1.112 petugas kebersihan. ”Mau apa kalau sudah sep-

alam lingkungan yang bagus, kreativitas masyarakat yang konsisten dan bernilai jual, lingkungan masyarakat yang kompak dan kelebihan lainnya yang secara konsep dan teknis bisa dikembangkan menjadi lebih baik,” jelasnya. Meski begitu, Budiyanto

menilai program desa binaan bisa berjalan jika ada sinergi antar beberapa elemen seperti pemerintahan desa binaan baik dengan Kepala Desa, Anggota BPD, Karang Taruna, Pengurus BUMDes dan masyarakat secara luas di desa binaan tersebut.

“Ketiga faktor ini yang menjadi dasar kebijakan menentukan lokasi yang bisa dikembangkan menjadi Desa Binaan,” jelasnya. Dia berharap dari Program Desa Binaan diharapkan menciptakan output yang signifikan baik dari sisi target ekonomi, target poli-

Bintang mengatakan banyaknya keluarga yang menginap, lantaran Hotel Igloo saat ini sedang menawarkan program yang sangat terjangkau sehingga meringankan para tamu yang ingin merasakan sejumlah fasilitas hotel. “Karena memang kita tawarkan dengan harga yang sangat terjangkau. Saat ini sedang ada promo superior

room only, hanya 250 ribu sudah mendapatkan sejumlah fasilitas seperti wifii dan lainnya,” jelas dia. Hotel Igloo memiliki 67 kamar yang terbagi menjadi lima tipe. Bintang mengatakan selain itu pihaknya menyajikan menu yang sangat pas untuk par keluarga, “Ada seperti nasi goreng kambing, nasi goreng selimut dan paket ramerame,”tuturnya. Bintang menjelaskan se-

lain kamar didominasi dari kalangan keluarga. Ruangan ballroom hotel juga kerap digunakan untuk kegiataan perusahaan. Pasalnya ballroom hotel Igloo dapat menampung hingga 300 orang. “Target kami memang bukan hanya keluarga. Melainkan corporate yang ingin mengadakan seminar, meeting. Karena Igloo punya ballroom dan tiga ruang meeting yang dapat digunakan,”tuturnya. (dim)

erti ini. Tentunya kami sudah maksimal mengerjakan ini tapi dana minim. Mau minta bantuan ke pemerintah pusat dan Provinsi Jawa Barat juga tidak dikabulkan,” imbuhnya. Sementara, Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja mengatakan, telah berusaha men-

gatasi persoalan sampah dengan berbagai upaya. Diantaranya, membuat kajian menambah luas lahan TPA Burangkeng, dan menambah anggaran DLH untuk membeli armada truk baru. Akan tetapi hal itu baru dapat terwujud secara bertahap. ”Tidak bisa kami utamak-

an DLH saja, dinas lain pun perlu anggaran untuk membangun fasilitas publik. Jadi memang dilema sekali, makanya tiap tahun kami coba naikan anggaran. Sebenarnya masalah ini bukan hanya jadi tanggungjawab kami, tetapi juga masyarakat,” ucapnya. (jio/uzi)

tik dan juga target kebersamaan untuk memajukan lingkungan disekitar kita baik dari sisi kemajuan fisik, non fisik, mental dan juga kemajuan ekonomi disekitar masyarakat Desa Binaan. “Proses Desa Binaan dilakukan tidak secara komprehensif, lebih kepada

penekanan terhadap beberapa kegiatan unggulan yang bisa dikembangkan di desa tersebut. Karena masingmasing desa hanya memiliki kekhususan yang sifatnya juga terbatas, fasilitas terbatas dan penanganannya juga terbatas,” paparnya. Tapi, dengan peningkatan

kekhususan di suatu wilayah harapannya berdampak terhadap kondisi suatu desa sehingga menjadi ciri khas desa tersebut dan ujungnya adalah sekecil apapun perubahan didesa tersebut berdampak baik bagi masyarakat disekitarnya. (uzi)

dari halaman 1

Gaungkan .. dari halaman 1 Selain itu, dia juga menjelaskan ada faktor potensi. Dia yakin setiap desa memiliki potensi yang bisa dikembangkan baik dari sisi alam lingkungan dan juga lingkungan masyarakatnya. “Seperti memiliki lokasi


SELASA, 22 OKTOBER 2019

SAMBUNGAN

3

Serang Masjid, Renggut 62 Nyawa Juli–September Paling Mematikan KEKHUSYUAN jamaah salat Jumat salah satu masjid di Distrik Haska Mena, Provinsi Nangarhar, Afghanistan, buyar, Jumat (18/10). S eb u a h l e d a k a n h eb at mengguncang area masjid. Atap tempat ibadah yang sedang dipadati jamaah itu juga ambruk. Sedikitnya 62 orang meninggal dan tidak kurang dari 36 korban lainnya terluka akibat insiden tersebut. ”Anak-anak dan lelaki dewasa menjadi korban dalam insiden tersebut,” kata Attahullah Khogyani, juru bicara kantor gubernur Nangarhar, kepada Associated Press. Itu terjadi karena salat Jumat merupakan ibadah wajib bagi laki-laki. Penyelidikan awal menyebutkan, ledakan hebat tersebut disebabkan bom. Namun, jenis bahan peledaknya belum jelas. Terkait dengan metode serangan, menurut aparat, hampir pasti insiden itu dilancarkan oleh pelaku bom bunuh diri. Tapi, tidak tertutup kemungkinan jenis serangan lain. Yang jelas, serangan tersebut juga melibatkan bom. Sejauh ini, belum ada kelompok atau individu yang mengaku bertanggung jawab atas ledakan maut tersebut. Tapi, Nangarhar merupakan provinsi yang identik dengan ekstremis. Yakni, Taliban dan ISIS. Dua kelompok yang masuk daftar teroris versi Amerika

Serikat (AS) itu bercokol di kawasan timur Nangarhar. Zahir Adil, juru bicara dinas kesehatan umum provinsi, melaporkan bahwa 23 korban luka dilarikan ke rumah sakit di Jalalabad. Di ibu kota provinsi itu, rumah sakit punya peralatan medis yang lebih lengkap. Dokternya pun lebih banyak dan lebih mumpuni. ”Yang lukanya tidak terlalu parah dirawat di beberapa klinik di Haska Mena.” Kemarin Agence FrancePresse melaporkan bahwa jumlah korban tewas merangkak naik. Awalnya, media itu menyebutkan bahwa 28 nyawa melayang dalam ledakan tunggal tersebut. Namun, jumlah korban tentu bisa bertambah. Sebab, saat itu banyak jamaah di dalam masjid. ”Saat itu ada sekitar 350 jamaah,” ujar Omar Ghorzang, saksi mata. Sebagian besar korban adalah jamaah yang tertimpa atap. Petugas medis pun harus bekerja sama dengan aparat dan warga setempat untuk mengevakuasi jamaah dari balik reruntuhan. Pada hari yang sama, enam warga sipil tewas akibat ledakan bom di Provinsi Herat. Bom yang menewaskan empat bocah itu, kabarnya, ditanam di pinggir jalan. Sehari sebelumnya, di Distrik Zawal kelompok ekstremis menyerang warga sipil. Lima orang terluka dalam insiden tersebut. Ledakan bom di masjid Haska Mena itu terjadi selang sehari setelah PBB merilis laporan tentang

prahara kemanusiaan d i A f g ha n i st a n . Da l a m laporan itu disebutkan, kematian terbanyak terjadi pada periode Juli–

S e p t e m b e r. ”S e b a n y a k 2.563 warga sipil tewas dan 5.676 lainnya terluka selama sembilan bulan pertama tahun ini,” terang

Sekjen Khusus PBB untuk Afghanistan Tadamichi Yamamoto. Selama sembilan bulan itu, menurut Yamamoto,

62 persen penyebab kematian adalah ekstremis. Pada rentang Juli–September, korban tewas mencapai 1.174 orang. Sedangkan 3.139

lainnya terluka. Jumlah korban meningkat 42 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. (bbs/mhs)

Mahfud MD: Saya Tidak Perlu Nawar, Jokowi Tahu yang Cocok JAKARTA- Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD membocorkan rencana pelantikan menteri Kabinet Kerja jilid II. Pernyataan itu dilontarkan Mahfud usai dipanggil Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Jakarta, Senin (21/10). Kepada awak media, Mahfud MD mengaku diminta untuk menjadi salah satu menteri dalam pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Namun, dia belum mengetahui posisi apa yang akan didudukinya. “Jadi nanti hari Rabu saya kembali lagi jam 07.00 WIB untuk diperkenalkan, jam 09.00 WIB penyerahan SK, sesudah itu pelantikan,”

kata Mahfud usai bertemu Presiden Jokowi di Istana Ne gara, Jakar ta, S enin (21/10). Mahfud menuturkan, meski belum dipastikan untuk duduk dikursi menteri apa, namun saat berdiskusi dengan Presiden, lebih banyak membicarakan persoalan hukum kepada Presiden. Mengenai terkait pelanggaran HAM serta persoalan hukum lainnya. “Bapak presiden memperhatikan sungguh-sungguh di bidang penegakkan hukum yang pada tahun terakhir ini agak turun. Sehingga kita diminta bekerja keras untuk benar-benar menegakkan hukum dengan sebaik-baiknya dan

penegakkan hukum itu harus dimotori oleh lembaga eksekutif,” terang Mahfud. Karena, lanjut Mahfud, lembaga eksekutif itu mempunyai semua perangkat yang diperlukan untuk menegakkan hukum dan itu disediakan oleh negara. Mahfud juga menyebut, dirinya bersama Jokowi pun tur ut memperbincangkan soal isu pemberantasan korupsi hingga persoalan deradikalisasi. Hal ini yang diminta Jo k ow i k e p a d a a l u m n i Univeristas Islam Indonesia (UII) itu. “Secara substansi sebenarnya tidak ada perbedaan yang tajam, supaya disatukan kembali dalam konsep

Karpet Merah .... dari halaman 4 pengumuman susunan kabinet pada Rabu, 23 Oktober 2019. Selain Tito, Jokowi

turut memanggil mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Paruntu, eks CEO Gojek

Tiap Minggon .... Nadiem Makarim, pendiri NET TV Wishnutama, dan mantan Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Erick Thohir. (bbs/mhs)

CSR Rp 1,5 Miliar .... dari halaman 4 Arief menjelaskan, pembangunan JPO ini menggunakan dana CRS (Corporate Social Responsibility) den-

gan biaya mencapai Rp1,5 Miliar. JPO itu ditargetkan rampung pada akhir 2019 ini. “Pembangunan JPO itu berkat kerja sama pi-

hak swasta, bukan dibiayai APBD. Kalau sudah jadi akan sangat ikoniklah, apalagi ini berada di pusat kota,” ujarnya. (dhy/bs/mhs)

l a ma ra n k e ma na g e r. Sampe dia kirim usianya, pekerjaan-nya, gaji per bulan-nya bahkan beliau

menulis nanti ketika Mbak Ricis jadi istri saya, saya pengen Ricis begini begini begini,” tuturnya. “Cuma pas kita baca-baca jadi lucu aja. ‘Ih kok lucu sih’

begitu. Karena kan belum pernah ngalamin sebelumnya, bahkan ada juga keluarga pernah kenalin bawa ke rumah. Ya cuma doain aja,” pungkas Youtuber tersebut. (*)

Panggung Seni .... dari halaman 4 Ditengah melesatnya budaya yang populer, buku tidak pernah lagi menjadi prioritas utama. Bahkan, masyarakat lebih mudah menyerap budaya berbicara dan mendengar, dari pada membaca kemudian menuangkannya dalam bentuk tulisan,” ungkap Pelatih Eskul Pena Jurnalis SMKN 11 Kota Bekasi, Leny Kurniawati, kemarin (21/10). Dijelaskan Leny, kegiatan ini dilakukan untuk meruntuhkan sekat - sekat perbedaan dan menjadikan

kesatuan bangsa sebagai identitas nasional. Bahkan, kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk memelihara semangat dan meningkatkan peran serta masyarakat luas dalam menangani masalah bahasa dan sastra. “Tujuan kami mengadakan Festival Bulan Bahasa sekaligus untuk memperingati HUT Penalis ke-2 antara lain, menggali dan melestarikan budaya literasi bangsa Indonesia bagi para pelajar, membentuk dan meningkatkan kreatifitas para pelajar dalam bidang

dalam menyedekahkan sampahnya. Asal dalam arti, ada yang bawa dari rumah, atau ‘beli sampah’ ke warung untuk disetor di sini. Kalau sekarang, sudah lebih baik karena hanya sampah kantor yang terkumpul,” katanya. Namun demikian menurut Asep akan lebih baik

lagi jika aparatur sudah menerapkan dengan baik konsep pemilahan sampah sesuai jenisnya, tidak asal campur seperti yang masih terjadi sekarang. Menanggapi lonjakan tersebut, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Kustantinah menilainya sebagai pening-

katan kepedulian aparatur terhadap program ini. “Sampah yang dikumpulkan kan menjadi sedekah untuk biaya operasional bank sampah. Lonjakan pengumpulan sampah bisa jadi berarti keinginan bersedekah yang lebih besar daripada biasanya,” katanya. (dhy/bbs/mhs)

Reny juga turut mengulas adanya rencana Presiden Joko Widodo, untuk memangkas sejumlah jabatan aparatus negara atau ASN. Menurut Reny, hal itu dilakukan guna meningkatkan profesionalitas aparatur dan memperbanyak

jabatan fungsionalnya. Ia pun ingin di semua OPD Kota Bekasi, pejabat fungsional menjadi perhatian dan bisa diimplementasikan di Kota Bekasi. “Dikatakan akan hanya sampai eselon dua. Itu dioptimalkan kaitan dengan fungsional untuk semua lebih profesional. Ditekank-

an fungsional. OPD mendata kembali jabatan fungsional,” ucap Reny. Reny dalam kesempatan itu mengatakan P re s i d e n Jo ko Wi d o d o juga menekankan sektor pendapatan. Kota Bekasi, kata Reny, akan terus meningkatkan sektor pendapatan baik dari sektor pajak

dan retribusi daerah. “Menyukseskan Indonesia lima besar negara di 2045 bisa tercapai kalau semuanya kerja tuntas sama persis yang disampaikan Walikota Bekasi. Semua program pemerintah harus bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ucapnya. (dhy/mhs)

r i a h k a n a c a r a , d i l a ksanakan kegitan lomba antara lain, cerdas cermat bahasa indonesia rangking 1, lomba cipta karya da n ba ca pu i si , p o h o n literasi, perpustakaan kelas (pojok baca), mading kelas, bernyanyi bahasa inggris, lomba baca berita dalam bahasa sunda. Kegiatan ini didukung oleh MGMP bahasa yaitu bahasa indonesia, bahasa inggris dan bahasa sunda. Dijelaskan Robi, indik at o r p e n i l a i a n l o m b a cerdas cermat rangking 1 dinilai dari siapa yang

bisa menjadi terbaik menj a d i j u a r a . Ke m u d i a n , membaca puisi dan memb aw a k a n b e r i t a s u n d a dinilai dari penampilan, gesture bahasa dan komunikasi, mading atau p o j o k b a ca d a n p o h o n literasi dilihat dari kelengkapan, kreativitas, estetika, bernyanyi bahasa inggris diutamakan dilihat dari kualitas vokal dan ekspresi. S e m e nta ra i tu , u ntu k pemenang lomba juara 1, 2, dan 3 diberikan penghargaan berupa medali, serta sertifikat juga beberapa

voucher snow world International revo town, buku dari gramedia dan collagen house. Tak hanya bagi pemenang, acara ini dimeriahkan oleh, X BETER, Indonesia Drum Squad (IDS), Daldido Channel, Rukun Jurnalis Bekasi Channel, Ewo Band, D’Nineteen, Casper Band, Parkour Bekasi, D’kringetz, The One Voice Band By R & G Management, Musisi Alun - Alun Bekasi. Target acara ini dihadiri oleh ribuan pelajar di Kota Bekasi. Kegiatan ini mengembangkan gen-

erasi milenial dalam hal sastra dan jurnalistik. Melalui lomba ini, diharapkan kedepannya siswa dan siswi memiliki jiwa bersaing satu sama lain. Di tempat yang sama, Founder Penalis, Baynatul Rahmatullah mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas diri dan sekolah. “Kita membutuhkan generasi anak muda untuk mengembangkan minat baca dengan baik, belajar menulis berita dengan benar, dan maju kedepannya,” paparnya. (dhy/mhd)

dari halaman 4 Lebih lanjut Asep mengatakan, hingga bulan ketiga berjalannya program Sedekah Sampah, sudah mulai ada perubahan terkait pemilahan sampah, meskipu”Di masa awal program berjalan, masih ada instansi yang asal

Sekda Ulas .... dari halaman 4

Aduh, Romantis .... dari halaman 4

kebersatuan dalam keberagaman atau keberagaman dalam kebersatuan,” urai Mahfud. Kendati tidak diberi tahu akan duduk di posisi apa. Namun, Mahfud menyebut, Jokowi telah mengetahui latar belakangnya, jika diminta untuk membantu kinerja pemerintahan dalam lima tahun ke depan. “Saya kira ya surprise juga, tadi presiden tahu betul latar belakang saya dari waktu ke waktu. Sehingga saya tidak perlu nawar saya ingin apa, beliau tahu yang cocok untuk saya apa. Sehingga saya tidak perlu bertanya, beliau tahu saya tepatnya dimana,” pungkasnya. (bbs/mhs)

sastra dan jurnalistik,” kata wanita yang akrab disapa Leny ini. Sementara itu Pembina Eskul SMKN 11 Kota Bekasi, Syahrobi Nur Alam menuturkan, acara ini digelar untuk meningkatkan rasa minat pada bidang sastra dan jurnalistik para pelajar khususnya nilai-nilai tradisi yang berakar pada budaya bangsa. Serta, menanamkan sikap para pelajar yang berani tampil dan percaya diri juga meningkatkan semangat para pelajar dalam berliterasi. Ba h k a n , g u na m e m e -


Harian Umum

Koran Kebanggaan Masyarakat Kota Bekasi

SELASA, 22 OKTOBER 2019

HARGA Rp3.000

4

Sekda Ulas Amanat Jokowi di Hadapan ASN Wanti-wanti soal Reformasi Birokrasi KOTA BEKASI – Sekretaris Daerah Kota Bekasi Reny Hendrawati memimpin apel mingguan ASN di Kantor Wali Kota Bekasi, kemarin. Berbeda dengan apel-apel sebelumnya, kali ini Reny secara khusus saat memberikan amanat, mengulas kembali pidato Presiden RI Joko Widodo setelah dilantik menjadi presiden untuk yang kedua kalinya, Minggu (20/10). Reny mengulas kembali isi amanat presiden, khususnya pada bidang reformasi birokrasi dan profesionalitas aparatus negara agar dapat menunjang target Indonesia di tahun 2045: tembus lima besar negara ekonomi terkuat di dunia. “Kemarin kita semua sudah melihat dan mendengarkan pidato pertama dari Presiden Jokowi. Yang disampaikan banyak sekali tugas dari kita di mana semua harus sudah berubah sama

NALDHY/METRO BEKASI

SEKILAS: Berbeda dengan apel-apel sebelumnya, kali ini Sekretaris Daerah Kota Bekasi Reny Hendrawati secara khusus saat memberikan amanat, mengulas kembali pidato Presiden RI Joko Widodo setelah dilantik menjadi presiden untuk yang kedua kalinya, Minggu (20/10).

seperti yang disampaikan Wali Kota Bekasi. Pertama disampaikan kaitan Indone-

sia 2045 harus menjadi lima besar dunia. Disampaikan juga perkapita pendapatan

rakyat Indonesia. Reformasi birokrasi aparatur dan profesionalitas aparatur,” kata

Reny, kemarin (21/10). Reny berharap di lingkungan Pemerintah Kota Beka-

si, reformasi birokrasi dan profesional aparatur terus ditingkatkan. Sebagaimana

juga yang diinginkan Walikota Bekasi Rahmat Effendi. n Ke Hal... 3

Karpet Merah Tito Masuk Kabinet? JAKARTA- Kepala Divisi Hu b u n ga n Ma s ya ra k at Ma b e s Po l r i In s p e kt u r Jenderal Mohammad Iqbal menjawab kabar Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian bakal masuk ke pemerintahan P re s i d e n Jo k o Wi d o d o (kabinet Jokowi jilid II). Iqbal mengatakan, per-

t e m u a n a n t a r a Jo k o w i dan Tito berlangsung selama satu jam. “Mungkin, mungkin ya mungkin, semacam ada jabatan bar u,” kata dia di kantornya, Jakarta Selatan pada kemarin, (21/10). Dalam pertemuan Tito dan Jokowi hari ini, 21 Oktober 2019 di Istana Negara, Iqbal

tampak ikut mendampingi. Namun, Tito sendiri irit berkomentar ketika ditanya ihwal tawaran menteri. “Nanti lihat saja setelah ini,” kata Tito di Istana Negara, Jakarta Pusat usai menemui Jokowi. Hari ini, Presiden memanggil sejumlah tokoh menjelang n Ke Hal... 3

Tiap Minggon, Kantor Kecamatan Sedekah Sampah Ria Ricis

“Aduh, Romantis Banget....” BELAKANGAN ini Ria Ricis memang cukup sering menyinggung soal jodoh. Bahkan, sang kakak yakni Oki Setiana Dewi sempat memberikan kode kepada-nya untuk segera menikah. Lantas bagaimana sih kriteria pria idaman Ria Ricis? “Aduh berat berat. Yang paling penting kalau dari keluarga sih pengen-nya yang hafal Al Quran. Karena kalau kata Mba Oki, kata keluarga ‘kalau dia cinta sama agamanya dengan Allah, dia bisa mencintai istrinya’ aduh romantis banget Ya Allah,” ungkapnya saat ditemui di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat (18/10). “Tapi ya sedikasih-nya Allah saja. Cuma kan pengen-nya itu. Usia sih nggak jadi masalah yang paling penting pengen-nya yang bisa membimbing, yang bisa meredakan emosi Ricis. Karena kan Ricis juga masih suka emosi,” sambungnya. Ricis sendiri mengaku mendapat target usia menikah dari keluarga. “Kalau dari keluarga sih 25. Cuma kan ya sekarang udah 24 tahun,” ungkap Ricis. Tak sampai di situ saja, Ricis juga sempat bercerita mengenai seorang pria yang mengirimkan CV lamaran untuk jadi suami! “Ada yang kirim CV, n

Ke Hal... 3

NALDHY/METRO BEKASI

Panggung Seni Penalis: Merayakan Bulan Bahasa KOTA BEKASI – Ekstrakulikuler pena jurnalis (Penalis) SMKN 11 Kota Bekasi sudah mengnjak usia dua tahun, sejak didirikan 2017 lalu. Tak tanggungtanggung, sejumlah lomba, kegiatan literasi dan panggung seni disiapkan oleh para anggotanya menyambut HUT Penalis yang ke-2 tahun sekaligus memperingati perayaan Bulan Bahasa. Rangkaian kegiatan yang

mengangkat tajuk “Semangat Muda Mewujudkan Generasi Milenial Berkreasi Emas” ini dilaksanakan di Perumahan Bulak Macan Permai Jl. Mutiara XII Blok A.81a RT.03 RW.13 No. 1 Harapan Jaya Bekasi Utara, Kota Bekasi. “Seiring berkembangnya teknologi, kini budaya literasi di Indonesia menjadi persoalan yang sangat menarik untuk diperbincangKe Hal... 3 kan. n

KOTA BEKASI- Program Sedekah Sampah yang dicetuskan Pemkot Bekasi nampaknya cukup berjalan baik. Pasalnya, menginjak bulan ketiga program ini berjalan, peningkatan sampah yang dikumpulkan dua kali lipat lebih banyak dibanding dua bulan pertama program ini digulirkan. Pada saat pelaksanaan apel Senin (21/10), di Plaza Kantor Wali Kota Bekasi, diumumkan bahwa perolehan sedekah sampah dari aparatur Pemkot Bekasi pada saat pengumpulan Senin 14 Oktober 2019 mencapai 2,5 ton. Padahal saat pengumpulan sebelumnya, sampah yang terkumpul berkisar 1,1-1,3 ton. Ketua Bidang Pembinaan dan Pengembangan Bank Sampah Induk Patriot Asep Hendarwan mengatakan, peningkatan tersebut disumbang dari kantor-kantor kecamatan. “Sebab kami memberlaku-

ISTIMEWA

PROGRAM SAMPAH: Program Sedekah Sampah yang dicetuskan Pemkot Bekasi nampaknya cukup berjalan baik. Pasalnya, menginjak bulan ketiga program ini berjalan, peningkatan sampah yang dikumpulkan dua kali lipat lebih banyak dibanding dua bulan pertama program ini digulirkan.

kan tata cara berbeda dalam pengumpulan s edekah sampah dari kecamatan,” kata Asep, kemarin. Semula, sampah anorganik dari 12 kecamatan dikumpulkan bersamaan dengan instansi lain setiap Senin pagi di kompleks perkantoran Wali Kota Bekasi. Namun belakangan, sampah dari kecamatan dijemput

langsung BSIP ke kantorkantor kecamatan sekali dalam sepekan setiap jadwal “Minggon”. “Dengan cara penjemputan seperti ini, akumulasi sampah dari kecamatan lebih besar daripada saat harus diantarkan ke Pemkot Bekasi tiap Senin karena ada saja kecamatan yang justru tidak menyetor,” katanya. n Ke Hal... 3

CSR Rp1,5 Miliar Dibangunkan JPO Instragamable KOTA BEKASI- Warga Kota Bekasi dalam waktu dekat ini bakal bisa mengakses JPO (Jembatan Penyeberangan Orang) Instagramable di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Bekasi Selatan. Saat ini, Pemkot Bekasi tengah membangun jembatan yang digadang-gadang mirip dengan JPO Gelora Bung Karno (GB) di DKI Jakarta. Pembangunan JPO ini belum rampung seutuhnya. Masih ada cat yang belum kering maupun bagian pekerjaan lainnya. Terlihat desain JPO itu mirip JPO di GBK Jalan Sudirman Jakarta. Desainnya juga cukup instagramable untuk berfoto. Meski belum rampung seutuhnya sudah ada sejumlah warga yang berfoto di lokasi JPO itu. JPO yang didominasi warna putih itu, lokasinya berada tepat dekat Stadion Patriot Candrabhaga Kota Bekasi sisi barat dan dekat Kantor

Pemkot Bekasi sisi timur. “Desain JPO ini dirancang mirip dengan JPO di GBK Jakarta, JPO itu nantinya akan menjadi ikon di Bekasi,” ujar Kepala Dinas Bina Marga

dan Sumber Daya Air Kota Bekasi Arief Maulana, kemarin (21/10). Menurut dia, di JPO itu terdapat ornamen yang melingkari badan jembatan.

Kemudian akan dipasang lampu hias yang menyala pada saat malam hari. Kemudian, ornamen bagian bawah akan bernuansa budaya betawi. “Jadi memang

tidak sama persis sama di GBK. Hanya beberapa bagian saja, misal di GBK tertutup kami enggak, terbuka, hanya pakai penutup saja,” katanya. n Ke Hal... 3


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Cikarang Ekspres, 22 Oktober 2019 by Karawang Bekasi Ekspres - Issuu