Skip to main content

Cikarang Ekspres, 19 September 2019

Page 1

Semangat Baru Bekasi

KAMIS, 19 SEPTEMBER 2019

HARGA Rp3.000

DEWAN ANCAM ‘POTONG’ ANGGARAN OPD MALAS Dinilai Rugikan Publik dan Mubazir CIKARANG PUSAT - Lemahnya serapan anggaran tiga organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Bekasi, terus menui sorotan. Kali ini datang dari Angg o t a D P R D Kabu p at e n

Bekasi Helmy Hamanaf. Politikus Gerindra itu menilai Pemerintah Kabupaten Bekasi harus memperbaiki dan memaksimalkan penyerapan anggaran di masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), terutama mereka yang dapat anggaran jumbo. Seperti Dinas Pendidikan (Disdik), DPUPR dan DPRKP.

Jika tidak, hal ini dapat berpengaruh pada kepercayaan publik terhadap kinerja kepala daerah. “Publik memiliki sensitivitas tinggi terhadap anggaran. Sehingga, saya pikir, publik tidak biasa-biasa saja. Sebaliknya, publik justru geram ketika penyerapan rendah karena anggaran adalah hal utama

yang disoroti publik saat melihat kinerja pemerintah,” tegas Helmy kepada Cikarang Ekspres, kemarin (18/9). Artinya, sambung dia, kalau persoalan ini jelas berdampak langsung bagi masyarakat karena program pemerintah jadi tersendat. “Persoalan pendidikan dan infrastruktur itu ber-

sentuhan dengan kebutuhan yang mendesak bagi publik,” tukas Helmy. Ia pun mengingatkan Bupati Eka Supria Atmaja untuk menindak para OPD malas serap anggaran agar masyarakat tidak dirugikan. Karena menurut dia, percuma anggaran besar tapi serapan jeblok. “Jika memang gak ada

tindakan, kami punya tupoksi budgeting (anggaran). Bisa saja kita patong anggarannya untuk dinas yang rajin serap anggaran,” tukasnya. Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Fatma Hanum menyatakan persoalan pendidikan yang masih carut marut di wilayahnya perlu diatur

khusus dakam Perda Pendidikan. “Waktu saya di Komisi IV sudah mengusulkan dan mendorong Perda Pendidikan untuk persoalan pendidikan yang kian belum terselesaikan. Misalnya permasalahan gedung, meubeler pendidikan dan banyak hal persoalan pendidikan,” kata dia. Ke Hal.. 2

Tiap Desa ‘Telan’ Anggaran 300-400 Juta

JELANG KONSER Iwan Fals Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan CIKARANG SELATAN - Musisi Iwan Fals dipastikan akan menggelar konser akbar yang bertajuk “Karya Semesta” di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang pada 8 November mendatang. Konser ini sekaligus mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga lingkungan. Promotor Reka Kreasi, Boby Hardi mengatakan pemilihan nama Karya Semesta memiliki makna agar semua masyarakat Indonesia turut serta menjaga lingkungan. Ke Hal.. 2 FOTO: TATA JAELANI/CIKARANG EKSPRES

BINAAN BPJS KES : Kader Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) binaan BPJS Kesehatan yang siap menyebar ke berbagai kecamatan di Kabupaten Bekasi membantu penagihan.

Tunggakan Capai 139 Miliar, Peserta Mandiri BPJS Kes Diminta Disiplin Iuran CIKARANG SELATAN BPJS Kesehatan Cabang Cikarang menegaskan pentingnya disiplin membayar iuran bagi peserta mandiri atau Peserta Bukan Peneri-

ma Upah (PBPU) BPJS Kesehatan di Kabupaten Bekasi. Hingga saat ini tunggakan iuran terbesar adalah dari PBPU yang mencapai Rp 139 Miliar.

Hal tersebut disampaikan Kabid Penagihan dan Keuangan, BPJS Kesehatan Cabang Cikarang Dessy Permatarianti. Ke Hal.. 2

CIKARANG PUSAR Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak gelombang III yang akan digelar tahun 2020, Pemerintah Kabupaten Bekasi kini harus mulai menyiapkan anggaran yang cukup besar. Sebab, berdasarkan perhitungan sementara, kebutuhan anggaran untuk pelaksanaan Pilkades serentak 16 desa di wilayah Bekasi itu, diperkirakan bisa mencapai Rp 5 miliar “Jadi ada 16 desa yang akan melaksanakan Pilkades Serentak Kabupaten Bekasi pada 18 Juni 2020,” kata Kabid Bina Pemerintahan Desa pada Dinas Pemberdayaaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bekasi, Beni Yusnandar, di Kantor Diskominfo Pemkab Bekasi, kemarin (18/9).

Ia mengaku telah mengusulkan anggaran Rp 5 miliiar untuk Pilkades Serentak jilid dua ini. “Kalau Pilkades Serentak 2018 lalu itu asumsi anggarannya Rp20 ribu untuk satu pengguna hak pilih setiap desa. Kalau 2020 kita usulkan menjadi Rp25 ribu per pengguna hak pilih setiap desa,” ungkap Beni. “Jadi dari 16 desa yang akan melaksanakan Pilkades Serentak 2020, masing-masing mendapat bantuan keuangan Rp300 juta sampai Rp400 juta,” sambung dia. Beni menuturkan sejumlah persiapan telah dilakukan. Misalnya seperti surat edaran bupati terkait tahapan, pembentukan panitia hingga pelaksanaan Pilkades Serentak 2020. “Tahapan Pilkades Serentak dimulai bulan Januari 2020. Ke Hal.. 2

ADVERTORIAL

TANCAP GAS DELAPAN PRIORITAS PEMBANGUNAN Upaya Bupati Eka Realisasikan Bekasi Baru Bekasi Bersih CIKARANG PUSAT - Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja pimpin Rapat Koordinasi (Rakor) dalam rangka mensinkronisasikan program-program Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2020. Berpusat di Ruang Rapat Bupati, Komplek Perkantoran Pemerintah Daerah-Cikarang Pusat, kemarin (17/9), Eka menuturkan beberapa program yang akan segera direalisasikan dalam rangka membenahi Ka-

bupaten ‘Bekasi Baru Bekasi Bersih’ Program prioritas tersebut antara lain, Infrastruktur, Pendidikan, Ketenagakerjaan, Pelayanan Publik, Kesehatan, Ekonomi Kreatif dan Seni Budaya, Tata Kelola Pemerintahan dan Lingkungan hidup Eka optimis capaian tujuan akan bisa tercapai jika semua bekerja sama dan saling membantu. “Kita harus bekerja bersamasama saling mendorong dan membantu untuk lebih meningkatkan percepatan pembangunan di Kabupaten Bekasi,” tegas dia. Eka berharap agar programprogram yang sudah diren-

canakan, segera di realisasikan, karena akan lebih baik jika dirasakan oleh semua “Masyarakat pun berharap untuk percepatan program karena masyarakat menginginkan bukti dari kinerja yang telah kita kerjakan,” bilang dia. Untuk infrastruktur, Eka menegaskan pihaknya akan membenahi infrastruktur yang ada di Kabupaten Bekasi. Mulai dari pembangunan Fly Over, Feeder Stasiun CikarangPemda (Gerakan ke kantor naik kereta - Kenaker), membangun Alun-Alun, jalan alternatif menggunakan jalan DAS, Replika Kotaku/Kampung Bersih, Sehat, Berkah (Berseka), BEBENAH (Bantuan 1 rumah 20 juta)

target 2.000 rumah, serta Smart Village/ rumah cerdas. “Kita nanti akan bangun Fly Over sebagai upaya mengurangi kemacetan khususnya di Lemah Abang, serta Alun-Alun untuk memenuhi kebutuhan ruang terbuka publik non hijau di Kabupaten Bekasi,” ungkapnya. Dibidang pendidikan, berbagai program inovasi juga akan digulirkan, seperti melakukan kajian penerapan bangunan SD dan SMP dalam 1 kawasan. Menurut dia, Peraturan Bupati tentang zona sekolah bersih, sehat dan tertib (Berhati), penyediaan sarana dan prasarana pendukung sekolah Berhati, serta jemputan sekolah. Dari sisi pelayanan publik,

sambung Eka, nantinya akan dibangun Mall Pelayanan Publik dengan penyediaan berbagai jenis layanan dalam satu tempat. Gerai cepat pelayanan publik (Gercep) dengan mendekatkan lokasi pelayanan sehingga lebih terjangkau masyarakat. P ro g r a m -p ro g r a m t e r s e but bukanlah perkara yang mudah untuk dilaksanakan, karena diperlukan kerja sama yang baik dan terintegrasi antar seluruh pemangku kepentingan yang ada. “Oleh karena itu, saya minta seluruh Perangkat Daerah dapat membantu saya membangun Kabupaten Bekasi yang jauh lebih baik lagi,” tutupnya. (adv/hyt)

PRIORITAS PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR Fly Over Lemah Abang. Feeder Stasiun Cikarang-Pemda. Alun-Alun. Replika Kotaku atau Berseka. BEBENAH 2.000 rumah. Smart Village. PRIORITAS PEMBANGUNAN PENDIDIKAN

Bangunan SD dan SMP satu kawasan. Terapkan Perbup Berhati. Sarana dan prasarana pendukung sekolah Berhati. Jemputan sekolah. PRIROTAS PELAYANAN PUBLIK

Mall Pelayanan Publik (MPP). One Day Service (ODS).


KAMIS, 19 SEPTEMBER 2019

SAMBUNGAN

2

Anak Tusuk Ayah Sampai Tewas TAMBUN SELATAN - AR, remaja berusia 16 tahun di Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi tega menghabisi nyawa bapak tirinya, Sujana (48). Tersangka melakukan itu lantaran tak terima

dinasihati. Kapolsek Tambun Kompol Siswo mengatakan, peristiwa terjadi pada Minggu (15/9) lalu sekitar pukul 12.00 WIB. Awalnya, kedua tengah menyortir barang bekas di lapaknya Kampung Jatimulya

RT 7 RW 8. “Korban memberi nasehat kepada pelaku, namun pelaku tidak menerima dan berujung kepada cekcok mulut,” kata Siswo, kemarin (18/9). Menurut Siswo, ketika terjadi

percekcokan itu, pelaku mengambil sebilah pisau lalu dihujamkan ke tubuh korban. Sejumlah saksi di lokasi yang melihat segera membawa korban ke Rumah Sakit Mitra Keluarga Bekasi Timur. Sedangkan

tersangka pergi begitu saja. “Saat menjalani perawatan di rumah sakit, korban meninggal dunia,” ucap Siswo. Polisi yang mendapat laporan segera melakukan penyelidikan. Tersangka

ditangkap esok harinya di wilayah Babelan, Kabupaten Bekasi sekitar pukul 15.00 WIB. Tersangka yang masih remaja ini segera digelandang ke Mapolsek Tambun. Akibat perbuatannya,

tersangka dijerat dengan pasal 351 ayat 3 KUHP yang mengakibatkan matinya orang. Ancamannya hukuman penjara selama tujuh tahun. Barang bukti disita berupa sebilah pisau yang dipakai korban. (*)

Pasirranji Bangun Kantor Desa CIKARANG PUSAT – Desa Pasirranji, Kecamatan Cikarang Pusat, bakal membangun kantor desanya lewat alokasi dana desa tahap dua. Selain itu, pihaknya juga akan membangun Turap Penahan Tanah (TPT) dan rabat beton Jalan Lingkungan (Jaling). Kepala Desa Pasirranji Wardi Sunandar menegaskan, pembangunan kantor desa ini untuk meningkatkan pelayanan yang prima terhadap warganya. Bahkan agar warganya menjadi nyaman dan aman saat berkunjung. ”Tentunya saya sangat bersyukur karena pembangunan kantor desa dapat terwujud tahun ini. Yang terpenting kantornya dapat bermanfaat bagi semua warga,” tandasnya kepada Cikarang Ekspres, kemarin (17/9). Diakuinya, pembangunan kantor Desa Pasirranji ini

menggunakan anggaran dari DD yang di APBDes kan. Dengan dibangunnya kantor desa ini diharapkan bermanfaat bagi aparatur dan khususnya bagi warga. Selain itu pemdes Pasirranji membangun TPT dan rabat beton Jaling. “ Yang terpenting bagi semua aparatur agar memberikan pelayanan yang terbaik dan maksimal, bahkan semua administrasinya menjadi lebih tertib dan hasil pembangunannya dapat dirasakan oleh warga,” tegasnya. Terpisah Camat Cikarang Pusat Endin Samsudin menegaskan, dirinya sangat mengapresiasi yang setinggi-tingginya Kepada Kades dan seluruh staf Desa Pasirranji, yang telah membantu dan merencanakan pembangunannya. Semoga Kantor Desa Pasirranji ini

menjadi rumah keduanya yang baik dan menyenangkan bagi semua warganya. “Saya tentunya sangat bangga dan apresiasi pada semuanya hingga terlaksananya pembangunan kantor desa,” tuturnya. Kasi Pemerintahan sebagai Tim Monitoring Kecamatan Cikarang Pusat Yayan menuturkan,, pembangunan kantor desa ini adalah wujud nyata dari program kades terhadap warganya. Sebenarnya pembangunan Kantor desa ini telah direncanakan termasuk pembangunan TPT dan Jaling. “Saya sangat mengapresiasi apa yang diprogramkan oleh kades, termasuk pembangunan kantor desa, tim monitoring pun dapat melihat langsung anggaran tahap satu dan dua yang direalisasikan,” pungkasnya. (ags)

Sosialisasi Pekerjaan Pemeliharaan Berkala Situ Tegal Abidin

FOTO : Saat dari Kementerian PUPR yang didampingi oleh Kades, Kasi Pemerintahan, BPD, perangkat desa, Bimaspol dan Babinsa memberikan arahan pada warga.

BOJONGMANGU - Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat (KPUPR) bekerjasama dengan Muspika Bojongmangu dan pemerintah Desa Karangmulya melakukan sosialisasi pekerjaan pemeliharaan berkala Situ Tegal Abidin. Sosialisasi tersebut sebagai upaya agar warga dapat mengetahui pekerjaan yang akan dilaksanakan. Selanjutnya KPUPR bersama Pemdes Karangmulya dan Muspika langsung kelapangan untuk melihat batas-batas Situ Tegal Abidin. Direktorat Sumber Daya Air Balai Besar

Dewan Ancam ..

Tunggakan Capai ..

AGUS NURYADIN / CIKARANG EKSPRES.

dari halaman 1 “Kita belum punya Perda Pendidikan, waktu saya di Komisi 4 Perda Pendidikan itu udah masuk Prolegnas, saya berharap Dewan agar segera membuat Perda Pendidikan. Ini bukan hanya tanggung jawab komisi 4, tapi semua DPRD Kabupaten Bekasi agar betuk Perda Pendidikan, pasalnya Pendidikan merupakan hal yang penting dan perlu,” tukas dia. Sebelumnya, Kadisdik Carwinda justru menyalahkan pemerintah pusat yang terkesan lambat mengurus pencairan dana alokasi khusus (DAK) dan dana alokasi umum (DAU). Karena menurut dia, penyerapan masih minim ini terjadi karena anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari pemerintah pusat belum cair.

“Ya kan sertifikasi itu dari pusat, makanya kita nunggu dari pusat untuk menjalankan program yang ada atau bisa dicairkan,” kata Carwinda kepada koran harian ini, kemarin (16/9). Meski begitu, sambung dia, pihaknya terus melakukan upaya agar serapan anggaran bisa maksimal. “Kita juga saat ini masih dalam proses meubeler jadi penyerapan anggaran nanti akan bisa dimaksimalkan. Dan biaya meubeler itu bertahap,” ucap Carwinda. Pada 2019, belanja APBD Bekasi yang sudah lewat setengah tahun masih di angka 30–38 persen. Bayangbayang silpa atau sisa lebih perhitungan anggaran tahun lalu tembus Rp 1 triliun pun mengancam. Selain itu, janji Bupati Eka Supria Atmaja yang memprioritaskan pembangunan pendidikan dan infrastruk-

tur bisa melenceng. Dari data yang diperoleh Cikarang Ekspres, sampai 12 September 2019 ini, beberapa OPD yang serapannya masih rendah adalah dinas yang memiliki anggaran jumbo. Di antaranya, Dinas Pendidikan (Disdik), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman, dan Pertanahan (DPRKPP), Dinas Kesehatan (Dinkes) dan BLUD Rumah Sakit Bekasi. Untuk anggaran Disdik yang terserap baru sebesar Rp15 miliar dari total anggaran Rp346 miliar. Sementara, anggaran Dinas PUPR yang terserap baru Rp56 miliar dari total anggaran Rp810 miliar atau setara enam persen serta DPRKPP baru terserap 12 persen dari total anggaran sebesar Rp565 miliar. (har/ugi/hyt)

Tiap Desa .. dari halaman 1 Sedangkan pelantikan kepala desa terpilih pada 18 Juni 2020. Karena desa terakhir yang masa jabatannya berakhir adalah Desa Mangunjaya yaitu 20 Januari 2020. Jadi setelah tanggal itu, 16 desa secara serentak membentuk panitia Pilkades,” terang Beni. Lebih jauh, ia mengungkapkan, seharusnya ada 17 kepala desa yang habis masa jabatannya pada tahun depan. Namun begitu, Desa Setia Asih mengajukan perubahan status menjadi kelurahan sehingga pilkadesnya ditiadakan. “Hasil musdes 2018, Desa Setia Asih mengajukan ingin menjadi kelurahan. Maka pilkadesnya sesuai arahan bupati ditiadakan,” tandasnya.

adalah pembuatan tanggul sekaligus jalan,” katanya kepada Cikarang Ekspres, Rabu (18/9). Kasi Pemerintahan Kecamatan Bojongmangu Rawal menegaskan, dirinya sangat apresiasi sikap warga Karangmulya yang mengatakan setuju Situ Abidin di normalisasi. Berarti warga dan pemdes siap menyukseskan kegiatan pemeliharaan berkala. Sebab jelas dengan adanya normalisasi situ, akan tertata rapih dan batas-batas situ akan terlihat jelas. “Saya ajak warga Desa Karangmulya untuk tetap

mengawasi pekerjaan yang akan dilakukan KPUPR melalui PT. Global Indo Contraktor,” terangnya. Kepala Desa Karang Mulya Jaka Suteja (Golun) menuturkan, warga karangmulya sudah sepakat situ di normalisasi, bahkan warga yang memliki tanah garapan disekitar situ dan menurut data, tanah tersebut masuk tanah situ. “ Ya , y a n g t e r p e n t i n g adalah adanya musyawarah antara pihak PUPR dan warga penggarap, agar dalam pelaksanaannya tidak ada kendala,” pungkasnya. (ags)

bagai kecamatan di Kabupaten Bekasi salah satu yang terbanyak adalah di Kecamatan Tambun Selatan, lima orang. Salah satu Kelurahan terbesar menunggak adalah Kelurahan Wanasari, Kecamatan Cibitung,” ujarnya saat diwawancarai sejumlah awak media. Disampaikannya Kader JKN binaanya tersebut door to door langsung ke masyarakat. Hal itu lantaran kader JKN ini juga aktif di Posyandu, PKK, Kader Jentik, PKH dan yang lainnya yang hubungannya erat dan langsung berhadapan dengan masyarakat. “Mereka kita tugaskan untuk peserta dengan umur tunggakan tertinggi pada bulan disaat dilakukan penagihan dan binaan. Untuk tunggakan bulan muda yang jumlah tunggakan-

nya 5-7 bulan kita kirimi surat tagihan, telpon dan sms. Sekarang kita juga lagi mencetak spanduk yang akan disebar ke masyarakat sebagai pengingat dan imbauan untuk membayar iuran,” tambahnya. Ia juga mengharapkan kerja sama semua stakeholder untuk membantu BPJS Kesehatan dalam proses pembayaran iuran peserta BPJS Kesehatan. Hal itu lantaran trend tunggakan peserta dari tahun ke tahun terus meningkat apalagi dengan masuknya peserta baru juga menambah jumlah premi. “Kita sih inginnya ada ketegasan dari pemerintah misalnya kalau masuk sekolah harus bayar BPJS Kes atau ngurus SIM atau STNK harus lunas BPJS Kes. Tapi memang hingga saat ini belum ada regulasi sebagai

syarat administrasi publik, dengan tujuan menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk bergotong royong membayar iuran BPJS kesehatan,” jelasnya. Ia berharap masyarakat semakin membuka wawasan bahwa JKN ini gotong royong yang sehat membantu yang sakit. Dengan sistem premi gotong royong dan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. “Diharapkan dengan gotong royong ini masyarakat jadi sehat dan harapan kita masyarakat bisa merubah mindset bahwa bayaran atau iuran itu bukan melegimitasi untuk terus sakit berobat ke RS atau klinik, tetapi kita mengharapkan meskipun bayar masyarakat lebih mendahulukan tindakan preventif,” terangnya. (inf/taj)

“Kebakaran hutan, pencemaran laut, saat ini semesta sedang marah. Ayo kita sama-sama perbaiki semesta. Bang Iwan memang fokus dilingkungan banyak pesan dilagunya. Kita syiarkan semesta perlu kita pelihara,”katanya dalam konferensi pers di Cikarang. Pemilihan lokasi di stadion Cikarang, dikatakannya ingin mendekatkan diri dengan penggemar Iwan Fals.

Pasalnya banyak penggemar Iwan Fals di sekitaran Kabupaten Bekasi. “Jadi sebenarnya Bang Iwan ini nyamperin fannsya. Karena penggemar Bang Iwan cukup besar di Kabupaten Bekasi dan Karawang. Tidak lagi berpusat kita harus ke Jakarta untuk menonton konser eksklusif,”tuturnya. Iwan Fals juga bertujuan untuk menghibur para pekerja yang ada di kawasan industri Cikarang. Dengan adanya konser ini para pe-

kerja dapat mengistirahatkan pikirannya dari segala persoalan pekerjaan. Dikenal sebagai kawasan industri, promotor dan Iwan Fals juga mengajak agar dampak industri di Kabupaten Bekasi tidak membahayakan semesta. Sementara itu, Iwan Fals mengatakan untuk menjaga lingkungan perlu kerjasama semua pihak, “Menyembuhkan semesta itu harus bersama-sama,”kata Iwan. Iwan Fals memastikan siap

menghibur puluhan ribu penonton. Ia juga berharap untuk penggemar Iwan Fals untuk membeli tiket konser ini, “Beli tiket, kalau belum punya nabung dulu. Masih ada waktu,”kata Iwan. Konser Karya Semesta ini akan menghadirkan sejumlah musisi papan atas seperti Kotak, Judika, Roy Jeconiah dan Marion Jola. Promotor menargetkan 40 ribu penonton akan tumpah ruah dalam konser ini. (dim)

Ida berharap tidak akan ada lagi hambatan dalam penyusunan pertanggungjawabannnya. Bahkan dengan sistem tersebut akan mempercepat penyusunan laporan pertanggungjawaban. “ Ke m a r i n k a n m a s i h ada hambatan. Ada yang berapasan masih belum bisa cair, SPJ-nya ada keterlambatan dan lainnya. Maka

dengan sistem seperti ini akan lebih cepat pertanggungjawabannya,” katanya. Dengan sistem pembayaran nontunai atau transfer ini, kata Ida, seluruh aktivitas desa yang menggunakan dana desa bisa langsung dipantau. Bahkan oleh masyarakat sekalipun. “Itu bakal ketahuan pembayarannya ke rekening

siapa dan untuk beli apa aja. Masyarakat juga bisa mengetahuinya. Kita juga berharap bisa ketahuan penggunaan dana desa secara real time,” ungkapnya. Sistem pembayaran dan pembelanjaan secara nontunai ini merupakan salah satu konsep dari program Smart Village. Namun kata Ida, untuk mendukung itu diperlukan

infrastruktur yang mumpuni. “Konsep Smart Village kita ini menggunakan IT. Jadi m-Banking sudah bisa berjalan. Tentunya butuh persiapan infrastruktur dari Bank Jabar. Tapi yang sekarang ini kita dorong semua alokasi dana desa pembelanjaan dan pembayarannya nontunai,” tukas dia. (har/ugi/hyt)

dari halaman 1 Dikatakannya tunggakan peserta BPJS Kesehatan di Kabupaten Bekasi terjadi pada seluruh tingkatan kelas dari mulai kelas satu, dua dan tiga untuk PBPU. Adapun untuk Peserta Bantuan Iuran (PBI) APBD tidak ada masalah atau membayar sesuai dengan perjanjian kerja sama (PKS) dengan Pemerintah Daerah. Meski begitu pihaknya terus berupaya melakukan himbauan penagihanpenagihan dengan berbagai cara diantaranya melalui kader Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), menyebar spanduk serta kaos - kaos yang isinya menggugah peserta untuk sadar membayar iuran. “Kita ada sekitar 20 kader JKN yang menyebar ke ber-

Iwan Fals .. dari halaman 1

Beni menambahkan pihaknya juga mengusulkan adanya revisi seleksi standar bakal calon kades. “Ada tiga kriteria balon kades, yaitu pengalaman di pemerintahan, pendidikan dan usia,” ujar dia. Misal, petahana petahana nilai plusnya adalah pengalaman di pemerintahan desa dan poinnya 100. “Kalau untuk usia, idealnya 41 sampai 45 tahun. Kalau usia di bawah itu atau lebih maka skornya kurang dari 100. Kalau pendidikannya setingkat SMP maka nilainya kecil antara 40 sampai 50,” ungkapnya. Penilaian tiga kualifikasi tersebut nantinya diakumulasikan dengan hasil tes wawancara dan tes tertulis serta lima indikator lainnya. Hasilnya akan menentukan apakah bakal calon kepala desa lolos atau tidak. “Bobot nilai ini memu-

dahkan panitia seleksi dan menjadi standar penilaian ketika ada bakal calon kepala desa yang mendaftar lebih dari lima orang. Tapi itu masih draft menunggu ditandatangani bupati,” katanya. Selain itu, Beni mengatakan, jumlah bakal calon kepala desa yang mendaftar lebih dari lima orang dan proses administrasi di tiap panitia pemilihan kepala desa. “Lalu jumlah pansel sebanyak 10 orang ada dari IPDN. Itu merupakan hasil evaluasi Pilkades 2028 lalu. Disisi lain, Kepala DPMD Ida Farida mengatakan pihaknya bakal menerapkan pembayaran dan nontunai untuk aktivitas pembelanjaan dana desa. “Kita dorong pembayarannya nontunai dan berlaku bulan depan (Oktober,red),” kata dia, kemarin.

Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane. Dari Kementerian PUPR PPK OPSDA Balai Besar Wilayah Sungai CIliwung CIsadane Putu Joni mengatakan, setelah melihat langsung lokasi Situ, maka selanjutnya adalah kegaiatan fisik pengerjaan normalisasi atau pemilaharaan berkala. Sehingga dalam pelaksanaannya nanti rekanan yakni PT. Global Indo Contraktor dapat mengerjakan pemeliharaan berkala secara bertahap. “Pekerjaan yang akan dilakukan di Situ Tegal Abidin


SAMBUNGAN

KAMIS, 19 SEPTEMBER 2019

3

Sepak Terjang Imam Nahrawi

Dari Aktivis, Politisi sampai Ditetapkan Tersangka KPK Ka su s Du gaa n Suap Hibah KONI JAKARTA- Menteri Pemuda dan Olahraga RI Imam Nahrawi resmi menyandang status tersangka KPK dalam kasus dugaan suap hibah KONI. Berikut profil Imam Nahrawi. Dikutip dari situs Kemenpora, Rabu (18/9), Imam Nahrawi merupakan pria kelahiran Bangkalan, 8 Juli 1973. Imam Nahrawi ditunjuk Presiden Joko

Widodo (Jokowi) menjadi Menpora saat masih berusia 41 tahun. Imam Nahrawi sebelumnya aktif berkecimpung di sejumlah organisasi. Masih berdasarkan situs yang sama, Imam Nahrawi tercatat memiliki pengalaman organisasi sebagai Ketua Umum PMII Cabang Surabaya, Ketua Umum PMII Koordinator Cabang Jawa Timur, Ketua Umum Dewan Koordinasi Wilayah Garda Bangsa Jawa Timur hingga Ketua Umum

Dewan Koordinasi Nasional Garda Bangsa. Sebelum menjadi Menpora 2014-2019, Imam Nahrawi telah lebih dahulu berpolitik. Dia merupakan politikus asal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Imam tercatat pernah menjadi Ketua PKB Jawa Timur. Jabatan tertingginya di PKB yakni menjadi Sekretaris Jenderal. Di PKB, Imam bisa mengecap kursi anggota Dewan di Senayan. Dia menjadi anggota DPR/MPR pada

2004-2009. Dia juga terpilih menjadi anggota DPR untuk periode 2014-2019. Namun, di periode 2014-2019, Imam menanggalkan jabatannya sebagai anggota Dewan. Imam ditunjuk Jokowi untuk menjabat Menpora. “Ini masih muda bener,” kata Jokowi di halaman Istana, Minggu (26/10/2014). “Aktivis sosial yang berpengalaman, saya sudah minta mengawal prestasi pemuda,” begitu pesan Jokowi setelah memperkenalkan

Imam Nahrawi. PKB lantas menunjuk pengganti antar waktu (PAW) untuk Imam dan ditetapkan dalam sidang paripurna di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (27/1/2015). Saat itu, Ketua DPR Setya Novanto melantik 5 orang PAW, termasuk pengganti Imam. Menjabat Menpora, Imam Nahrawi saat itu sudah dinanti hajatan yang tak ditemui empat menteri pemuda dan olahraga sebelumnya.

Pada 2018, Indonesia menjadi tuan r umah Asian Games XVIII di samping multiajang rutin, seperti Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro dan SEA Games di Singapura tahun depan. Singkat waktu, setahun usai terpuruk di SEA Games 2017, Indonesia bangkit di Asian Games 2018. Sukses tuan rumah dan sukses prestasi didapat di era Menpora Imam Nahrawi. Diawali dengan opening ceremony yang spektakuler,

Asian Games 2018 lantas menjadi magnet besar. Penonton berduyung-duyung datang, tiket di banyak venue habis (meski ditemui masalah di sana-sini), dan antusiasme besar itu bersambut juga dengan prestasi di atas lapangan. Ada 31 medali emas, 24 perak dan 43 perunggu didapat kontingen Indonesia. Sepanjang sejarah Asian Games, tak pernah Indonesia meraih sukses sebesar ini. (bbs/kbe)

Diduga Nyubit, Guru Dilaporkan JAKARTA - Seorang guru olahraga di Sekolah Dasar (SD) Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dilaporkan orang tua siswanya atas kasus dugaan penganiayaan kepada bocah laki-laki berusia sembilan tahun. Kasus itu dilaporkan oleh

ayah korban, AC, ke Polres Bogor. Kanit PPA Polres Bogor Ipda Silfi mengatakan pihaknya masih menyelidiki laporan tersebut. “Baru laporan. Berkas baru diterima,” kata Silfi. Silfi mengatakan pihaknya

masih menganalisis laporan orang tua korban. Selanjutnya polisi akan memeriksa saksi-saksi terlebih dahulu. “Akan dilakukan pemeriksaan dulu,” imbuhnya. AC melaporkan kasus itu ke Polres Bogor pada Senin

Target Pepen: .... dari halaman 4 “Jumlah penduduk Kota Bekasi terus bertambah padat. Jadi pelayanan ke-

sehatan ini penting, jika masyarakat terfasilitasi dengan baik kesehatannya maka dengan ini Kota Bekasi akan semakin me-

datang kelak, besar kemungkinan kerusakan tanggul yang lama merembet jadi lebih panjang. Luapan kali pun bisa merambah pemukiman warga. “Kan ini unit price, jadi lebih cepat lebih baik, tidak harus karena kontrak sampai akhir tahun, baru selesai

majukan visi Kota Bekasi yaitu Cerdas, Kreatif, Maju, Sejahtera dan Ihsan,” ujarnya. (bbs/dhy/ mhs)

akhir tahun. Lebih cepat lebih baik,” kata dia. Selian itu, perlu diketahui, BBWSCC menyebut robohnya tanggul itu disebabkan karena saluran drainase di bawah tanggul. Sehingga membuat kekokohan tanggul tidak stabil. “Penyebabnya karena drainase buangan. Drainase buangan ini kalau ng-

gak ditata akan membendung, kalau tidak mengalir ke sungai drainase buangan dari rumah tangga ini itu kalau terbendung akan jadi olakan di sekitar tanggul. Kalau udah gitu kan mengganggu stabilitas tanah tanggulnya. Bisa jadi longsor. Akibatnya turapnya miring, ya rebah,” tukasnya. (bbs/mhs)

Atas hal itu, demi mewujudkan Kota Bekasi sebagai kota layak anak, Pemerintah Kota Bekasi dan seluruh elemen masyarakat, kata dia, harus berupaya memberikan pemenuhan hak anak dan perlindungan anak. Lanjutnya, dalam rangka percepatan Kota Layak Anak (KLA), diperlukan adanya

pemahaman tentang tugas dan kewenangan masingmasing OPD dan seluruh unsur terkait lainnya, baik pihak masyarakat dan dunia usaha yang dituangkan dalam wadah Tim Gugus Tugas Kota Layak Anak Kota Bekasi. Tri memaparkan, bahwa Rapat Koordinasi Tim Gugus KL A Kota

Tri Buka .... dari halaman 4 “Sebagai anak, mereka perlu mendapatkan kesempatan yang seluasluasnya untuk hidup tumbuh dan berkembang secara wajar baik fisik, mental, maupun sosial serta terhindar dari perlakuan tindakan yang salah,” kata dia.

kelas anak saya,” ujar AC. AC mengaku mendapat klarifikasi dari pihak wali kelas. Namun, AC tidak merasa puas dengan tanggapan pihak sekolah. “Saat klarifikasi, pihak sekolah seperti mau hilang-halangi

masalah,” imbuhnya. Sementara, pihak kepala sekolah membantah dugaan penganiayaan guru olahraganya. Kepala sekolah menduga korban terluka karena jatuh saat bermain dengan teman-temannya.

“Perlu divisum kan, kemudian kronologinya gimana. Kalau dicubit, itu kan biru sedikit. Masa itu kayak baret. Jangan-jangan anak jatuh saat bercanda dengan temannya,” kata BM, kepala sekolah. (bbs/mhs)

“Tadi saya lihat hari ini sudah dipastikan sudah teratasi dengan kursi-kursi yang diambil dulu dari hasil merger tapi minggu depan kursinya sudah baru semua,”ujar Muchlis, Rabu (18/9). Kendati demikian, Muchlis secara tegas sangat menyayangkan kejadian dan fakta

yang terjadi ini. Menurut dia, seharusnya kejadian seperti ini tidak boleh terjadi. Dengan alasan apapun. “Antara pengadaan kursinya, dengan masa belajar anak-anak, disitulah masalahnya. Kalender keuangan itu kan beda dengan kalender pendidikan,” kata

dia. “Jadi begitu pengadaan kan ini baru bisa dimulai Mei atau April segala macem sehinga tadi tidak sinkron. Itu yang membuat anak-anak terpaksa harus belajar dulu di lantai,” katanya. “Kejadian ini jangan sampai terulang lagi,” timpalnya. (msr/mhs)

Rupanya gaya pelantun Indah Cintaku itu mencuri perhatian netizen. Terbukti foto unggahannya itu telah disukai oleh lebih dari 79.000 dan menuai 1.350 komentar netizen. Dari beragam komentar tersebut

ada komentar yang mencuri perhatian. Salah seorang netizen menyatakan rasa sayangnya meskipun betis milik Vanessa Angel besarBiar kata betisnya gede aku masih sayang kok,” komentar seorang netizen. Tak disangka, Vanessa Angel ternyata menanggapi

komentar netizen yang menilai betisnya besar dengan penuh canda. “Huhu gede tapi kenyal kok,” balas Vanessa lewat komentar. Ada juga netizen yang berkomentar dengan nada menggoda kepada perempuan itu. “Yang begini

nih yang buat semangat kerja,” komentar netizen lainnya. Banyak juga dari mereka yang memuji kecantikan paras Vanessa dalam foto tersebut. “Bagaimana kabarnya Vanessa sekarang, makin cantik aja,” tulis netizen lainnya. (*)

Bekasi dimaksudkan sebagai forum evaluasi pencapaian perwujudan pemenuhan hak anak pada masing-masing unsur terkait, termasuk dalam upaya mengevaluasi hasil penilaian mandir i dan verifikasi lapangan yang telah dilaksanakan oleh

Tim Verifikasi Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Tri pun berharap, rapat koordinasi ini dapat meningkatkan komitmen tim gugus tugas dalam mengimplementasikan seluruh kebijakan terkait pembangunan

yang peduli terhadap pemenuhan hak anak dan perlindungan anak melalui perumusan strategi dan perencanaan p e m b a n g u n a n secara terencana dan berkelanjutan sesuai indikator KLA. “Kota Bekasi harus

terus memperkuat peran kapasitas seluruh tim gugus tugas kota layak anak, sehingga dapat menciptakan anak-anak yang berkualitas, berintegritas dan berakhlaqul kharimah sebagai modal pembangunan bangsa,” tegasnya. (dhy/mhs)

Pemkot Kena ....

Perbaikan Tiga .... dari halaman 4

(16/9). Peristiwa penganiayaan itu baru diketahui oleh AC pada Sabtu (14/9) malam. “Anak saya dianiaya. Tubuhnya memar biru-biru. Aku lihat masih biru banget. Langsung aku ambil tindakan, aku telepon, WA (WhatsApp) wali

dari halaman 4 waktu antara kalender anggaran dan kalender pendidikan atau terlewatkan menjadi penyebab tidak adanya kursi meja di sekolah itu. Apalagi adanya perbaikan atau pembangunan gedung baru.

"Gede, Tapi .... dari halaman 4


Harian Umum

Koran Kebanggaan Masyarakat Kota Bekasi

KAMIS, 19 SEPTEMBER 2019

HARGA Rp3.000

4

PEMKOT KENA SENTIL KEMENDIKBUD Jangan Ada Lagi Siswa Belajar “Ngampar”

KOTA BEKASI – Viralnya pemberitaan soal siswa SD Negeri Pekayon Jaya 3, Bekasi Selatan, Kota Bekasi yang belajar “ngampar” di ruang kelas lantaran

tak memiliki meja dan kursi sampai ke telinga para pejabat di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI. Kemarin (18/9) rombongan dari

Kemendikbud langsung terjun meninjau langsung ke sekolah itu. Kedatangan rombobongan Kemendikbud yang dipimpin Inspektur Jenderal Kemendik-

bud, Muchlis R Luddin, memastikan agar para siswa yang belajar di lantai itu sudah teratasi dengan baik. muchlis beserta rombongan memantau langsung

aktivitas siswa yang belajar di lantai alias lesehan itu. Selain itu, mereka mendengar langsung penjelasan dari jajaran Dinas Pendidikan Kota

Bekasi terkait tidak adanya meja dan kursi selama dua tahun itu. Dikatakan Muchlis, ia mendapat penjelasan dari Disdik, jika kekosongan n Ke Hal... 3

Vanessa Angel “Gede, Tapi Kenyal Kok...” APAPUN yang dilakukan oleh Vanessa Angel tampaknya selalu menjadi sorotan publik. Terbaru, unggahan foto Vanessa di Instagram pada 16 September 2019 langsung menuai beragam komentar. Dalam foto itu, Vanessa Angel terlihat tampil mengenakan gaun hitam dengan belahan panjang yang memperlihatkan bentuk kaki dan pahanya. Ia tampak duduk dengan gaya menyilangkan kaki. n Ke Hal... 3

SEKILAS

Tri Buka Rakor TGT Kota Layak Anak KOTA BEKASI – Tim Gugus Tugas Kota Layak Anak (KLA) Kota Bekasi mengadakan rapat koordinasi, kemarin (18/9) di Gedung Balai Patriot Plaza Pemerintah Kota Bekasi. Rakor kali ini dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyoni beserta sejumlah pemangku kepentingan KLA. Saat memberikan sambutan, Tri mengingatkan kepada para peserta dan tamu undangan, anak merupakan amanah tuhan yang dalam dirinya melekat harkat martabat manusia seutuhnya serta anak sebagai tunas bangsa merupakan generasi penerus cita-cita perjuangan bangsa, memiliki peran strategis dalam pembangunan bangsa dan negara pada masa yang akan datang. n Ke Hal... 3

SUMBER FOTO: Net

INFRASTRUKTUR: Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWSCC) mulai memugar tiga titik tanggul yang amblas di sekitar Kali Bekas, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi. Total, tak kurang anggaran Rp 22 miliar digelontorkan bersumber dari APBN 2019 untuk pekerjaan ini.

Perbaikan Tiga Tanggul Kali Bekasi Dikebut KOTA BEKASI- Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWSCC) mulai memugar tiga titik tanggul yang amblas di sekitar Kali Bekas, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi. Total, tak kurang anggaran Rp 22 miliar digelontorkan bersumber dari APBN 2019 untuk pekerjaan ini. Pertama, tanggul yang akan diperbaiki terletak di Kompleks Kemang Pratama sepanjang 70 meter dan menelan dana sekira Rp 8,5 miliar. Titik kedua ada di Kemang Pratama Regency sepanjang 60 meter dengan biaya sekitar Rp 5 miliar. Terakhir, BBWSCC mengucurkan anggaran Rp 8 miliar untuk memperbaiki tanggul sepanjang 70 meter yang membuat Jalan Cipendawa longsor. “Ini desakan dari warga, kemudian mendapat dukungan Komisi V DPR RI,” kata Kepala BBWSCC Bambang Hidayah saat meninjau perbaikan tanggul di Kompleks Kemang Pratama, kemarin (18/9) siang.

Target Pepen: Satu Kelurahan, Satu Puskesmas KOTA BEKASI- Pemerintah Kota Bekasi menargetkan setiap Kelurahan memiliki minimal satu Puskesmas. Pasalnya, saat ini Kota Bekasi baru memiliki 42 Puskesmas dari total 56 Kelurahan. “Kita akan targetkan tiap Kelurahan bisa memiliki Puskesmas. Ini kan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat,” ujar Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, saat kunjungan ke 3 Puskesmas yang sedang dilakukan akreditasi oleh Kementerian Kesehatan RI, kemarin (18/9). Rahmat menuturkan Pemkot Bekasi terus berkomitmen dalam memberikan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat Kota Bekasi. Saat ini Pemkot telah memiliki rumah sakit tipe D yang ada tiga di Kecamatan. Termasuk peningkatan kapasitas pelayanan di RSUD dr. Chasbullah Abdulmajid dengan adanya 6 gedung. “Langkah itu terus lakukan demi peningkatan pelayanan kesehatan ke masyarakat. Termasuk kegiatan akreditasi Puskesmas oleh tim surveior Kementerian Kesehatan RI, itu juga salah satu upaya agar kuali-

tas pelayanan kesehatan menjadi lebih baik,” ungkap Rahmat. Adanya penilaian akreditasi itu, lanjut Rahmat, diharap-

kan mampu memberikan potensi peningkatan yang lebih baik lagi dari sebelumnya terkait pelayanan di Puskesmas. n Ke Hal... 3

“Karena anggarannya untuk tahun 2019, ya harus selesai 2019. Karena ini single years,” imbuhnya. Meski demikian, Bambang membuka peluang proyek ini rampung lebih cepat dari perkiraan. Perbaikan tanggul ini memang mendesak. Sebab, jika debit air Kali Bekasi meningkat saat musim hujan n Ke Hal... 3

Tanggul di Kompleks Kemang Pratama sepanjang 70 meter dan menelan dana sekira Rp 8,5 miliar. Tanggul di Kemang Pratama Regency sepanjang 60 meter dengan biaya sekitar Rp 5 miliar. Tanggul di Jalan Cipendawa sepanjang 70 meter, anggaran Rp 8 miliar. TOTAL ANGGARAN: Rp 22 miliar bersumber dari APBN 2019.


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Cikarang Ekspres, 19 September 2019 by Karawang Bekasi Ekspres - Issuu