Skip to main content

Cikarang Ekspres, 16 September 2019

Page 1

Semangat Baru Bekasi

SENIN, 16 SEPTEMBER 2019

HARGA Rp3.000

Anggaran Jumbo, Serapan Minim Itu Memalukan

Disdik, PUPR dan DPRKPP Masuk Tiga Besar Sumbang Silpa Tinggi

CIKARANG PUSAT - Masalah rendahnya realisasi serapan Anggaran Pendapatan dan Be-

lanja Daerah (APBD) Kabupaten Bekasi, terus saja terulang dari tahun ke tahun. Pada 2019, belanja APBD Bekasi yang sudah lewat setengah tahun masih di angka 30–38 persen. Bayang-bayang silpa atau sisa lebih perhitungan anggaran tahun lalu tembus Rp 1 triliun pun mengancam. Selain itu, janji Bupati Eka

PERISTIWA Kerugian Akibat Kecelakaan Tembus Setengah Miliar CIKARANG UTARA - Keamanan berlalu lintas di jalanan Kabupaten Bekasi masih perlu menjadi perhatian. Buktinya selama periode Januari sampai Agustus 2019 ini jumlah kecelakaan di jalanan tembus 484 dengan kerugian sebesar Rp 533,5 juta. “Dari data yang diperoleh, jumlah kecelakaan sebanyak 484 kejadian dengan jumlah korban 681 orang. Rinciannya korban meninggal dunia sebanyak 32 orang, luka berat 83 orang dan luka ringan 566 orang,” ungkap Kasat Lantas Polres Metro Bekasi AKBP Tartono di acara Deklarasi Keselamatan Lalu Lintas di Mapolres Metro Bekasi kepada Cikarang Ekspres, kemarin. Untuk itu, sambung dia, pihaknya kembali mengajak masyarakat peduli terhadap keselamatan lalu lintas dengan menggelar Deklarasi Keselamatan Lalu Lintas. “Jadi warga Bekasi untuk taat aturan tertib berlalu lintas. Karena ini merupakan kesadaran dan tanggung jawab kita semua,” kata Tartono. Menurut dia, lalu lintas yang aman, selamat, tertib dan lancar merupakan upaya membangun peradaban dan mendorong produktifitas. Ke Hal.. 2

Supria Atmaja yang memprioritaskan pembangunan pendidikan dan infrastruktur bisa melenceng. Dari data yang diperoleh Cikarang Ekspres, sampai 12 September 2019 ini, beberapa OPD yang serapannya masih rendah adalah dinas yang memiliki anggaran jumbo. Di antaranya, Dinas Pendidi-

kan (Disdik), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman, dan Pertanahan (DPRKPP), Dinas Kesehatan (Dinkes) dan BLUD Rumah Sakit Bekasi. Untuk anggaran Disdik yang terserap baru sebesar Rp15 miliar dari total anggaran Rp346 miliar. Sementara, anggaran Dinas

PUPR yang terserap baru Rp56 miliar dari total anggaran Rp810 miliar atau setara enam persen serta DPRKPP baru terserap 12 persen dari total anggaran sebesar Rp565 miliar. “Realiasi keuangan Dinas PUPR baru 6,97 persen dan pekerjaan fisik sebesar 10,93 persen,” Ke Hal.. 2

FAKTOR SERAPAN RENDAH Kekosongan Jabatan Strategis Tidak ada sanksi pemotongan TPP

TIGA OPD JUMBO NAMA OPD

SERAPAN ANGGARAN

Disdik Dinas PUPR DPRKPP

15 Miliar 56 Miliar 59 Miliar

346 Miliar 810 Miliar 565 Miliar

Kontraktor Protes Pungli Pencairan Proyek Disbudpora CIKARANG PUSAT - Kalangan kontraktor mengeluhkan banyaknya pungutan liar (pungli) Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Bekasi. Ada setoran

uang kontrak yang diubah istilah menjadi uang fotocopi, serta uang perencanaan untuk mempermudah proses pengurusan dokumen proyek. Seperti diungkapkan Direktur

CV Virecesco, Nia kepada koran harian ini. Menurut dia, pihaknya harus setor fee minimal 5 persen ke Plt Kadiabudpora Bekasi, Nani Suwarni. “Nah akibatnya pencairan

kami terhambat karena belum ditandatangani oleh Plt kadis. Ya karena belum setor pemintaan fee 5 persen sehingga berkas penagihan bolak-balik,” kata dia. Ke Hal...2

Biaya Servis Berkala Mitsubishi Lebih Hemat CIKARANG UTARA - Seperti pada kendaraan penumpang, kendaraan niaga pun harus mendapatkan perawatan berkala agar dapat maksimal dalam mengirim keperluan bisnis. Namun sayang, masih banyak pebisnis yang menggunakan kendaraan komersial mereka lupa melakukan perawatan berkala di diler resmi. Service Manager, PT Sun Star Prima Motor (SSPM) Cikarang selaku diler resmi Mitsubishi, Benny Apri-

wendi mengatakan kebanyakan pemilik kendaraan lebih memilih untuk melakukan perawatan sendiri. “Memang kebanyakan konsumen memiliki mekanik sendiri untuk melakukan perawatan truk-truk mereka,” ujar dia, kemarin (15/9). Padahal, sambung Benny, mobil komersial yang selalu memiliki tugas membawa barang berat dan melalui medan berat, tentu harus sangat diperhatikan dalam hal perawatannya. Ke Hal...2

ADVERTORIAL

Jadikan Situ Binong Sebagai Ikon Pariwisata Bekasi Bupati Eka Resmi Tetapkan Objek Wisata dan Pusat Cindramata Baru

CIKARANG PUSAT - Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja menghadiri sekaligus membuka acara Pesta Hajat Rawa Binong atau biasa disebut Ritual Hajat Bumi Pentas Seni dan Budaya. Berpusat di Desa Hegarmukti- Cikarang Pusat pasa Sabtu (14/9), even ini dihadiri perwakilan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMPD) Provinsi Jawa Barat, Kepala DPMPD Bekasi Ida Farida, Camat Cikarang Pusat, Kapolsek Cikarang Pusat dan Ketua BUMDes Hegarmukti. Menurut Eka, Pesta Hajat Rawa Binong yang dilaksanakan setiap tahunnya ini selain bentuk penghormatan atas jasa-jasa para leluhur, juga sebagai wujud syukur masyarakat atas nikmat dan karunia Tuhan yang telah dirasakan manfaatnya. Selain itu, kata dia, sejalan dengan peranan BUMDes, dirinya mengapresiasi peran kades Hegarmukti dan seluruh jajaran pengurus BUMDes yang bersinergi dengan kelompok sadar wisata Situ Binong dalam upayanya mengembangkan potensi kepariwisataan yang ada. "Pesta Rawa Binong menjadi tempat atau sarana yang strategis bagi BUMDes untuk menampilkan produk-produk unggulan. Disisi lain, keberadaan BUMDes di Rawa Binong juga bisa menambah daya tarik tersendiri bagi Pesta Rawa Binong," ucapnya. Eka melanjutkan seni dan budaya lokal merupakan ujung tombak pariwisata Indonesia. Untuk itu, ke-

DUKUNG PENUH : Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja menandatangani prasasti peresmian obyek wisata Rawa Binong. Hal ini menandai dukungan penuh Pemkab Bekasi untuk menjadikan Rawa Binong sebagai salah satu objek wisata andalan dan pusat cendramata.

beradaannya harus terus dilestarikan, antaranya melalui Pesta Rawa Binong ini."Seperti kita ketahui bersama, Desa Hegarmukti mempunyai potensi besar dengan keberadaan Situ Binong yang kami persiapkan sebagai ikon pariwisata Kabupaten Bekasi. Hal tersebut tentunya dengan berbagai pertimbangan dan melalui hasil kajian-kajian strategi," jelas Eka. Ditambahkannya, ke beradaan Situ Binong di wilayah ibukota Kabupaten Bekasi, telah didukung sarana dan prasarana serta infrastruktur jalan yang baik, memiliki akses langsung ke pintu tol Cikarang Pusat dan berada di antara kawasan industri besar Asia. "Semoga objek wisata Situ Binong diharapkan mampu meraup devisa sebanyakbanyaknya dari wisatawan asing. Saya secara pribadi merasa bangga atas inisitif panitia pesta Rawa Binong

tahun ini karena bisa bersinergi dengan berbagai kalangan. Mudah-mudahan kedepannya Situ Binong bisa menjadi pusat oleholeh dan cinderamata Kabupaten Bekasi," tandasnya. S e m e nt a ra i tu , Ke tu a Pelaksana Kegiatan Doni Ardon menambahkan, Pesta Hajat Rawa Binong tahun ini bertemakan Warisan Seni Budaya sebagai Pesona Pariwisata Indonesia siap menjadi pusat cenderamata

Kabupaten Bekasi. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya produk unggulan yang didatangkan dari setiap desa se-Kabupaten Bekasi dengan produk yang beragam dan memiliki ciri khas.“Alhamdulillah, acaranya sesuai harapan, masyarakat bersuka cita menyambut keputusan Bupati Bekasi yang secara resmi menetapkan Situ Rawa Binong sebagai objek wisata,” singkatnya. Pada kegiatan pes-

FOTO-FOTO HUMAS

ta Rawa Binong tersebut akan berlangsung selama 3 hari yakni pada tanggal 14-16 September 2019. Selain ditampilkannya pagelaran seni budaya, juga ada lomba seni tradisional dan lomba musik etnik, lomba fotografi dan fun bike. Sedangkan rangkaian kegiatan BUMDes Expo

antaranya ada BUMDes Award, Business Expo, dan Rawa Binong Award. Dimulai sejak 10 September 2019, Pesta Hajat Rawabl Binong menampilkan 10 seniman Ibing Pencug hasil seleksi lomba. Selain itu, sejumlah padepokan dan sanggar seni turut menampilkan jagoan ibing pen-

cugnya untuk memeriahkan Pesta Rawa Binong. Diakhir acara, Eka menandatangani prasasti peresmian obyek wisata Rawa Binong. Kedepannya Pemkab Bekasi akan menjadikan Rawa Binong sebagai salah satu objek wisata andalan Kabupaten Bekasi. (adv/ hyt)


SENIN, 16 SEPTEMBER 2019

SAMBUNGAN

2

Finalis Rising Stars Meriahkan HUT Honda Megatama TA M B U N S E L ATA N Honda Megatama Bekasi -diler resmi Honda mobil di Kabupaten Bekasi- menghadirkan Finalis Rising Stars Ellan Palestina, kemarin (14/9). Kedatangannya untuk menghibur puluhan pelannggan pada hari jadi Honda Megatama Bekasi keempatnya. Uniknya, Ellan yang dengan suara emas lengkap dangan gitar andalan berduet Branch Manager Nancy Lie. Sekitar lima hits lagu dibawakannya. “Kita ingin kumpul-kumpul bareng konsumen, memberikan apresiasi kepada konsumen yang sudah membeli atau melakukan perawataan kendaraan Honda kepada Megatama Bekasi, kita ingin buat suasana santai,”kata BM Honda Megatama Bekasi, Nancy Lie. Ia melanjutkan selama empat tahun hadir di Kabupaten Bekasi, Honda Megatama Bekasi mengalami pertumbuhan yang positif meski ditengah ketatnya persaingan otomotif.

“Bekasi itu marketnya tinggi, Honda Megatama Bekasi juga mengalami peningkatan baik penjualan ataupun servis. Servis kita saja bisa menembus 100 unit entry,”tuturnya. Kabupaten Bekasi yang juga sebagai penyangga Jakarta, tambah Nancy, Honda Brio dan HR-V menjadi penyumbang terbesar penjualan. “Tiap bulannya berbeda ya, kalau Brio itu kontribusi penjualan bisa 30 persen. Sedangkan HR-V sekitar 20 persen, sisanya baru unit lainnya,”tuturnya. Nanc y memastikan, Honda Megatama Bekasi akan tetap menjaga kualitas pelayanan, “ Untuk pelayanan, saya rasa terbaik ya di Bekasi dan kita akan terus maksimalkan pelayanan,”ucapnya. Selain dihibur finalis rising stars, Honda Megatama Bekasi juga mengadakan lomba mewarnai untuk anak-anak, berbagai hadiah menarik pun diberikan seperti satu unit sepeda.(dim)

DIMAS APRIYANTO/CIKARANG EKSPEES

Branch Manager Honda Megatama Bekasi, Nancy Lie Berkaloborasi dengan Ellan.

Sukatani Wakili Bekasi MTQ Tingkat Jawa Barat SUKATANI – Ternyata dengan persiapan yang serius dan tuan rumah Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-51 tingkat Kabupaten Bekasi, membuat Kecamatan Sukatani menyabet juara umum. Camat Sukatani Bennie Yulianto Iskandar menegaskan, dirinya bersyukur karena Sukatani memiliki beberapa pondok pesantren para ulama dan kiyai. Di mana, selama ini cukup membantu dalam pembinaan para kafilah, sehingga saat kompetisi digulirkan sudah siap berkompetisi. “Alhamdulillah, akhirnya Su k at a n i m e ra i h ju a ra umum. Karena kita memiliki beberapa pesantren, dan dibantu oleh Kiyai Mahmudin, Muhaimin dan lainnya yang selama cukup banyak membantu,” tegasnya kepada Cikarang Ekspres, kemarin. Untuk tahun depan, terang Bennie, tentu saja yang meraih juara satu dibidang-bidangnya yang akan mewakili MTQ dit-

ingkat provinsi Jawa Barat, termasuk Sukatani yang meraih juara umumnya. Setelah usai MTQ akan dilakukan pembinaan-pembinaan lanjutan. “Saya dan para pimpinan ponpes dan pengurus LPTQ akan berkoordinasi kembali untuk pembinaan para qori dan qoriah,” terangnya. Sementara itu, Setda Bekasi Uju menyampaikan ucapan selamat atas prestasi yang diraih setelah pengumuman dewan juri yan memutuskan juara umumnya dipegang Kecamatan Sukatani. Di mana, Kecamatan Pebayuran sebagai tuan rumah MTQ tahun 2018 juga keluar sebagai juara umum. Ia berhatap prestasi yang bisa diteruskan ini harus terua dijaga agar para juara yang akan mengikuti MTQ tingkat Jawa Barat bisa mengharumkan nama Kabupaten Bekasi. “Insya allah MTQ Jabar akan dilaksankan di Kabupaten Pangandaran. Semoga nanti kita di Jawa Barat akan meraih prestasi yang

ungkap Plt Kasubbag Evaluasi Penyerapan Anggaran pada Bagian Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Bekasi, Widi Mulyawan, kemarin (14/9). Ia mengakui bahwa serapan anggaran tahun ini masih jauh dari target. Di mana, hingga pertengahan bulan di penghujung triwulan ketiga 2019 serapan anggaran belanja langsung dan tidak langsung baru mencapai 35,27 persen atau masih minus 38,13 persen dari target sebesar 73,04 persen. “Realisasi keuangan belanja langsung baru mencapai 20,64 persen dari yang ditargetkan 67,83 persen sedangkan untuk belanja tidak langsung 52,56 persen dari target 79,19 persen,” kata Widi. Dia menjelaskan serapan belanja langsung merupakan realisasi keuangan belanja daerah yang berhubungan langsung dengan program dan kegiatan pembangunan pemerintah daerah seperti pekerjaan fisik pembangunan gedung, jalan, jembatan, pengadaan barang, dan jasa dan belanja modal. “Kalau belanja tidak langsung tidak ada hubungannya dengan pelaksanaan pro-

gram dan kegiatan. Seperti gaji pegawai, hibah, bantuan sosial, dan lain sebagainya,” tukas dia. APBD Kabupaten Bekasi Tahun 2019 sebesar Rp6,4 triliun yang terdiri atas belanja tidak langsung sebesar Rp2,9 triliun dan belanja langsung sebesar Rp3,5 triliun. “Dari hasil evaluasi yang kami lakukan, salah satu kendalanya (penyerapan anggaran) karena banyaknya kekosongan jabatan di beberapa dinas,” tukas Widi. Selain itu, sambungnya, tidak ada sanksi yang diberikan apabila pengguna anggaran di masing-masing Perangkat Daerah tidak menyerapnya. “Kalau di daerah itu kan ada misal pemotongan TPP. Sementara di kita saat ini memang belum ada,” tuturnya. Kendati demikian, Widi optimis di akhir tahun penyerapan bisa maksimal. Sebab berkaca di tahun-tahun sebelumnya, tagihan-tagihan dari pekerjaan yang nilainya besar akan menumpuk di akhir tahun. “Yang jelas kita semua juga beraharap agar SILPA (Sisa Lebih Pengguna Anggaran tidak seperti tahun sebelumnya yang mencapai Rp. 1 triliun lebih.

Sehingga

dapat

meningkatnya kualitas hidup. “Peka dan peduli

upaya konfirmasi. Baik di ruangannya tidak bisa ditemui hingga dihubungi lewat ponselnya. Sampai berita ini ditayangkan Nani belum bisa dikonfirmasi. Menanggapi itu, Anggota DPRD Kabupqten Bekasi Helmy Hamanaf mengaku prihatin masih adanya jiwa pejabat bermental penjajah dengan meminta jatah kepada pihak ketiga. Karena menurut dia, jatah 5 persen dari setiap kegiatan rekanan kontraktor saat pengajian tandatangan berkas Berita Acara (BA) untuk pencairan proyek ini merupakan bagian pungli. “Tentu ini sangat memalukan. Kan secara aturan tentunya pungli

sudah tahu dilarang,” tegasnya. Artinya, sambung Helmy, upeti kepada rekanan ini membebani mereja menjalankan tugasnya membangun Bekasi Baru Bekasi Bersih. “Kan mereka itu mengerjakan pakai modal dan tenaga orang yang pastinya harus segera mereka bayar. Lah, kalau tagihan mereka dipersulit ya kasian dong itu yang kerjakan punya anak bini di rumah yang harus dinafkahi,” tutur Politikus Gerindra itu. Mulai dari konsultan, pengawas dinas, PPTK, PPK sudah menandatangani berkas BA sampai Sekertaris Dinas (Sekdin), tambah

Helmy, seharusnya Plt Kadiabudpora Nani Suwarni wajib menandatangani berkas tersebut tanpa memungut biaya apapun Untuk itu, ia mendesak penegak hukum segera bertindak tegas karena efeknya jika ini dibiarkan maka tidak menutup kemungkinan akan mempengaruhi kualitas kerja para rekanan dilapangan. “Kalau ini dibiarkan dampaknya nanti pada kualitas pekerjaan yang mereka kerjakan, karena harus memikirkan palakanpalakan dari mulai ingin mendapatkan proyek hingga nanti ketika pencairan. Jelas tidak benar ini,” tutupnya. (ugi/hyt)

Karena itu, kata dia, Mitsubishi SSPM Cikarang terus memberikan edukasi ke konsumen agar melakukan servis kendaraan niaga secara berkala ke diler resmi. “Kita ada program paket

maintenance Fuso, yang mengajak pemilik truk untuk mengikuti paket ini, agar lebih baik efisien dan hemat,” bilang dia. Benny menambahkan paket yang ditawarkan berupa program servis hingga satu tahun. Dengan menggu-

nakan paket ini konsumen akan lebih hemat dan tidak akan terkena kenaikan harga. “Keuntungan, konsumen bisa lebih hemat hingga 15 persen, dan kendaraan bisa terawat dengan baik. Pembayaran juga bisa dicicil

sebulan,”tuturnya. Ada empat pilihan dalam paket maintenance yaitu Basic, Plus, P ro da n Co stu m. “ Da n ini semua bisa disesuaikan dengan keinginan konsumen,” imbuh Beny. (dim/hyt)

kembangkan sejak dini,” imbuhnya. Tartono menambahkan berbagai upaya terus dilakukan untuk mendorong dan menumbuhkan kualitas hidup tersebut.

Di antaranya edukasi road safety kepada kalangan milenial khususnya pelajar, komunitas sepeda motor, komunitas ojek online dan sebagainya. “Belajar tentang road

safety tidak sebatas saat ujian sim. Tapi sepanjang hayat,” ujarnya. Disisi lain, pihaknya juga melakukan peningkatan personel agar pelayanan menjadi lebih baik.

“Kita juga kasih reward dan punishment kepada anggota. Jika melanggar akan diberi sanksi dan mereka yang berprestasi diberi penghargaan,” tandas dia. (har/hyt)

AGUS NURYADIN / CIKARANG EKSPRES.

terbaik, bagi yang belum, jangan berkecil hati terus tingkatkan dan terus berla-

tih, sehingga di MTQ yang akan datang bisa megikuti lagi dan bisa meraih juara,”

katanya. Berkat hasil itu, sambung dia, pihaknya meminta ke-

Kontraktor Protes .. Semetara itu, Kepala Bidang Progrom Badan Perncanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Agus Budiono mengatakan capaian RPJMD yang sudah memasuki tahun kedua belum dapat dijadikan tolak ukur. Karena menurut dia, capaian dapat dilihat nanti pada akhir tahun. ”Jadi dari Bappeda ini tidak ada kewenangan untuk mengukur capaian kinerja, melainkan hanya melakukan evaluasi demi memaksimalkan kinerja pada tahun berikutnya yang disesuiakan pada RKPD (Rencana Kerja Perangkat Daerah) yang disingkronisasikan dengan RPJMD,” kata dia kepada wartawan, kemarin. Agus menjelaskan, untuk prioritas pada tahun 2019 yang mengacu pada RPJMD adalah bagaimana mengatasi masalah kekeringan, penekanan tingginya angka pengangguran, infrastruktur, peningkatan pelayanan publik dan pelayanan kesehatan. Dari aspek tersebut, Agus tidak dapat memberikan penjelasan terkait program program yang sudah terealisasi memasuki bulan September. ”Saya tidak dapat mengomentari, karena hal tersebut menjadi kewenangan dinas tekhnis,” ujarnya. (ugi/hyt)

Kerugian Akibat .. dari halaman 1

hingga apa yang kita cabangkan dengan dukungan semua pihak insya allloh bisa kita realisasikan,” tuturnya. Uju menambahkan LPTQ membutuhkan kerja keras, pemahaman yang mendalam, disertai keikhlasan, melaksankan program-programnya. “Saya yakin, dengan bekerja bersama insya alloh bekasi baru bekasi bersih, sesuai yang diharapkan bupati dan kita semua bisa wujudkan bersama,” pungkasnya. Uju meminta kepada seluruh pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) agar lebih bersungguh-sungguh lagi serta tetap terus bersemangat dalam membina Qori dan Qori’ah terutama di usia dini. “Saya Harap kepada LPTQ di kabupaten bekasi ini tetap bersemangat ya, dalam mengajarkan membaca dan membantu menghafal Al-Qur’an kepada anak-anak, apalagi anak-anak yang masih di usia dini,”ucapnya. (ags)

FOTO : saat Setda memberikan piala bergilir kepada Camat Sukatani yang didampingi Kades se Kecamatan Sukatani dan SKPD.

Anggaran Jumbo .. dari halaman 1

pada pengurus LPTQ kabupaten dan kecamatan, agar lebih bersungguh-sungguh dan tetap bersemangat, dalam membina qori dan qoriah. Semua mengetahui sejak dua tahun lalu, Pemkab blBekasi telah menganggarkan pembinaan pelaksanaan MTQ di tingkat kecamatan. Jadi anggaran itu tidak hanya untuk pelaksanaan kegiatan saja, tidak hanya seminggu ini saja, dan bukan untuk anggara pawai taaruf saja, tapi kegiatan ini anggrannya diperuntukan juga untuk pembinaan di kecamatan. “Kami berharap LPTQ bekerjasama dengan BAZNAS dan Kemenag, agar satu desa satu orang ada Tahfiz Quran, Karena Pak Bupati manginginkan satu desa ada satu orang yang hapal Alquran berarti hapalnya 30 juz. dari itu kita akan melaksankan pembinaannya, karena telah dicanangkan di acara hari jadi kabupaten, sehingga kedepan kegiatan ini merupakan program yang terus menerus berkesinambungan

keselamatan merupakan kewajiban yang senantiasa harus ditumbuh

dari halaman 1 Meski begitu, Nia mengaku, fee ini hanya bagian kecil dari pungli para pejabat Disbudpora terhadap para kontraktor. Bakan, Nani yang menjadi Kepala Dinas Pertanian juga meminta fee 6 persen kepada para rekanan kontraktor. “Ini kita mau kerja kok banyak pungutannya. Kalau begini bukan untung malah buntung. Kita minta Pak Bupati segera menindak, jika tidakakan kami bukabukaan ke publik,” ketus dia. Plt Kepala Dinas Pemuda Olahraga Bekasi, Nani Suwarni pun terus dilakukan

Biaya Servis .. dari halaman 1


SAMBUNGAN

SENIN, 16 SEPTEMBER 2019

3

Mendagri Tanggapi Dewan Gadai SK JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo tak ingin ambil pusing soal maraknya fenomena anggota DPRD yang menggadaikan Surat Kerja (SK) milik mereka ke bank. Padahal, mereka baru saja dilantik dan duduk di legislatif menjadi anggota dewan terhormat. Tjahjo menyebut keputusan menggadaikan SK oleh anggota DPRD merupakan

hal pribadi dan bukan wewenang Kemendagri. Untuk itu, Tjahjo tak mempersoalkan maraknya gadai SK tersebut. "Itu urusan pribadi ya, walaupun Mendagri mengeluarkan surat keputusan mengenai keanggotaan DPRD soal itu mau digadaikan, mau dihias pegawai negeri pun juga bisa SK itu," kata Tjahjo. Selain itu Tjahjo eng-

gan mencampuri tujuan dari anggota DPRD menggadaikan SK mereka. Apakah nantinya dibuat untuk membayar utang pribadi maupun melunasi biaya kampanye, Tjahjo berpendapat itu hak dan urusan pribadi masingmasing. "Ya enggak ada masalah wong namanya utang, utang ke bank. Yang penting ada jaminan daripada uang

kehormatan dan gaji, itu menurut saya. Kami enggak ada urusan itu urusan pribadi-pribadi," kata Tjahjo. Diketahui, dua pekan setelah ditetapkan sebagai anggota DPRD Kota Bekasi periode 2019-2024, sejumlah anggota dewan dikabarkan telah menggadaikan Surat Kerja (SK)-nya ke Bank Jawa Barat (BJB) cabang Bekasi. Kepala BJB cabang Beka-

si Adi Arif Wibawa membenarkan adanya pengajuan kredit dengan jaminan SK anggota DPRD Kota Bekasi periode 2019-2024. Dari data yang dihimpunnya, terdapat 22 anggota DPRD Kota Bekasi periode 2019-2024 telah mengajukan penggadaian SK kepada Bank BJB cabang Bekasi. Jumlah pinjaman berkisar dari Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar. (Msr)

Tjahjo Kumolo

Siswa SD 3 Pekayon Belajar "Ngampar" BEKASI - Meski berada di lingkaran pusat kekuasaan daerah, namun fasilitas pendidikan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Pekayon Jaya Kota Bekasi Jawa Barat sungguh memprihatinkan. Sebab, disana siswa-siswi masih ha-

rus belajar di lantai lantaran kursi dan meja tak tersedia. Padahal, sekolah yang berada di kawasan Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat itu terletak tidak jauh dari rumah Dinas Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi.

Wali Kelas VI A SDN 3 Pekayon Jaya, Agus Herlan (50) mengatakan kondisi yang dialami sekolahnya itu sudah berjalan selama dua tahun. Agus mengungkapkan pada tahun 2017 lalu, SDN 3 Pekayon Jaya telah

Pedagana Pasar .... dari halaman 4 Ia yang memiliki satu unit kios itu menjual aksesoris dan souvernir itu baru dapat kabar kebakaran saat di

rumah. Mendengar kabar itu, ia langsung ke pasar dan berusaha menyelamatkan barang dagangannya. Semalem pas dikabarin

flyover, dan lainnya," ungkap dia. Saat disinggung soal wacana penggabungan wilayah Bekasi ke DKI Jakarta, Rahmat Effendi hanya menyerahkan hal itu ke rakyat. Akan tetapi, jika dilihat dari

nilai anggaran bantuan, tentu DKI memiliki kontribusi lebih besar dari Jawa Barat. "Simple-nya mah anggaran itu visible (terlihat) enggak? Nah, itu cobain aja tanya warga dan tokoh (soal wacana gabung DKI)," ucap Rahmat Effendi. Sebelumnya, Wali Kota

ada kebakaran saya langsung ke sini, saya sempet keluarin barang-barang m a s i h b i s a d i s e l a m a tkan dijual lagi," kata dia. (Msr)

Bekasi Rahmat Effendi mengaku sempat ditawarkan menjadi bagian dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. "Tapi apakah perlu pemekaran atau tidak, itu bukan kapasitas saya ya. Tapi sepanjang untuk kebaikan, untuk percepatan pembangunan, kenapa tidak?" tuturnya. (Msr)

Warga Tagih .... dari halaman 4 Masa Suhendar melanjutkan bahwa dari tahun 1985 sampai awal tahun 2000-an komitmen PLN tentang listrik gratis tersebut berjalan lancar.

"Entah mengapa awal tahun 2000an komitmen listrik gratis tersebut, mulai diingkari oleh oknum PLN dengan cara aliran listrik gratis tersebut diputus oleh PLN, dengan alasan tidak berijin," katanya

kursi untuk siswa. Meubeler tidak ada sejak renovasi sekolah," ungkap Agus. Agus sendiri tidak mengetahui alasan apa yang menyebabkan selama dua tahun belakangan ini para siswanya harus belajar tanpa kelengka-

pan kursi dan meja. "Ya kalau anak-anak sempat bertanya juga saat itu, oranf tua murid juga mempertanyakan. Namun kan bukan kapasitas kami untuk memberikan keterangan," katanya.

Menurutnya, beberapa waktu silam juga pihak sekolah telah memberikan surat permohonan untuk penyediaan meubler di SDN 3 Pekayon Jaya. Tapi sayang belum ada jawaban konkrit. (dhy)

bagian, kepala subbagian dilingkup Sekretariat Daerah, dan aparatur, serta penceramah Ustad Hafifudin dari Pondok Gede. Pengajian diawali pembacaan salawat kepada junjungan Nabi Muhammad SAW, membaca surat Yasin, dan ceramah agama, pemberian santunan kepada 20 anak yatim dan dhuafa disekitar lingkungan Pemkot Bekasi dan doa penutup.

Ustad Hafifudin dalam ceramahnya menyambut baik kegiatan ini dan berharap semua aparatur bisa mengikutinya dengan baik. "Kita bersama belajar pemahaman agama Islam dan mengikutinya dengan Istikomah. Berusaha bekerja berdoa dan bertawakal kepada Allah SWT. Kita juga bertemu kesempatan ini karena takdir Allah," ungkap Hafifudin. (Dhy)

Bahkan Sandi dibuat takjub dengan angka pernikahan di Kota Bekasi yang cukup tinggi. Angka pernikahan di Kota

Bekasi mencapai 35.327 jumlah pernikahan per tahunnya. "Maka ini menjadi kota dengan potensi besar yang sayang jika tidak difasilitasi secara memadai," kata

Sandi. Maka dari itu industri pernikahan ini sangat berkembang dan semakin menarik dari segi pertumbuhannya angka pasangan menikah ini terus mengalami pen-

ingkatan. "Banyak hal positif dalam usaha wedding ini, ini bisnis yang membawa kebahagiaan. Tapi ingat jangan sampai lupakan kearifan lokal," ungkap Sandi. (Dhy)

ke pihak kelurahan namun pihak kelurahan setempat mengatakan melalui surat bahwa bangunan gardu

tersebut tidak memiliki ijin. "Kami berharap pihak PLN bisa bijaksana dalam persoalan ini, ini kan ta-

nah pribadi, komitmennya seperti apa? Perijinannya seperti apa? Jangan cuma bilang, enggak mungkin

Gardu bisa berdiri tanpa ijin yang punya tanah. PLN juga harusnya terbuka" harapnya. (Dhy)

Wacana Iuran ....

Rahmat Ungkit .... dari halaman 4

dikunjungi oleh Dinas Pendidikan Kota Bekasi. Pihak sekolah pun telah menceritakan kondisi yang terjadi di gedung tersebut. Kekinian belum ada tindakan dari Pemkot Bekasi agar ada penyediaan meja dan

Ahli waris berharap agar pihak PLN mengurus periijin secara tertulis pendirian Gardu yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sebab pihak ahli waris sudah mempertanyakan ijin pembangunan gardu ini

dari halaman 4 Sekda Reny juga menuturkan momen satu tahun kepemimpinan Walikota Bekasi Dr H Rahmat Effendi bersama Wakil Walikota Bekasi Dr Tri Adhianto, akan digelar tasyakuran bersama di Plasa Pemkot Bekasi. Rencananya bakal dilaksanakan pada 20 September 2019 mendatang tepat setahun kepemimpinan

dua kepala daerah ini usai dilantik 20 September 2018 oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Bandung. "Saling support di 12 bagian saat kegiatan nanti. Dimulai solat magrib bersama dan tasyakuran setahun kepemimpinan Walikota dan Wakil Walikota Bekasi," ungkap Sekda Kota Bekasi Reny Hendrawati. Dalam kegiatan pengajian kali ini, hadir para kepala

Sandiaga Yakin .... dari halaman 4


Harian Umum

SENIN, 16 SEPTEMBER 2019

SOROT

Warga Tagih Janji PLN BEKASI - Sejak tahun 1985 PLN UPJ Kramat Jati diduga mendirikan gardu E102L diatas lahan warga RT. 009 RW.02 Kampung Pedurenan, Kelurahan Jati Luhur, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi tanpa adanya ijin tertulis pemilik lahan. Hal ini dikatakan Masa Suhendar (52) salah satu ahli waris Almarhum H. Daman dan sekaligus sebagai saksi pada saat gardu PLN tersebut didirikan. Masa Suhendar menjelaskan bahwa saat pembangunan gardu pada tahun 1985 itu, saat gardu dibangun oleh rekanan PLN didampingi oleh petugas PLN, bahwa pemilik lahan dijanjikan akan mendapatkan kompensasi berupa listrik gratis. Masing-masing dua rumah pemilik tanah dan satu Mushollah Al-Hidayah yang saat sudah menjadi masjid Al-Hidayah. "Dulu itu saat dibangun gardu ini, ada komitmen yang diomongin (dibicarakan) dua rumah dan satu mushola gratis biaya listrik. Makanya diijinin sama orang tua untuk bangun gardu disini," Kata Masa Suhendar. n Ke Hal... 3

Koran Kebanggaan Masyarakat Kota Bekasi

HARGA Rp3.000

4

Rahmat Ungkit Bantuan DKI-Jabar BEKASI - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menyebut bantuan anggaran dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta lebih besar dibandingkan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Rahmat Effendi mengungkapkan, bantuan anggaran dari Pemprov DKI Jakarta hampir mencapai Rp 1 triliun, tepatnya Rp 986 miliar. Angka itu merupakan jumlah bantuan anggaran yang diberikan DKI Jakarta dari tahun 2016-2019.

"Beda kan? Jabar hanya Rp 66 miliar dalam rentang waktu yang sama, Besar mana coba? Ini jujur enggak ada politisasi. Artinya konkretnya memang Kota Bekasi itu mendapat perhatian luar biasa dari DKI," kata Rahmat Effendi. Padahal, kata Rahmat Effendi, Jawa Barat sebagai wilayah induk Kota Bekasi seharusnya dapat memberikan kontribusi lebih besar ketimbang DKI Jakarta yang hanya daerah mitra.

Atas bantuan DKI Jakarta tersebut, lanjut Rahmat Effendi, banyak hal yang dapat dilakukan Kota Bekasi. Mulai dari pembangunan jembatan, flyover, maupun pembangunan infrastruktur lainnya. "Banyak hal yang kita bisa lakukan, seperti bangun PJU (penerangan jalan umum), bebasin lahan, lingkungan sekolah, n

Rahmat Effendi Wali Kota Bekasi

Ke Hal... 3

SEKILAS

12 Setda Diminta Lebih Kompak BEKASI - Aparatur di lingkungan Sekretariat Daerah Kota Bekasi mengikuti pengajian dan menyantuni 20 anak yatim di ruang rapat Sekda Kota Bekasi, Kantor Walikota Bekasi, kemarin (13/09). Sekretaris Daerah Kota Bekasi Hj Reny Hendrawati mengatakan pengajian dan siraman rohani bagi aparatur beragama Islam untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Pengajian ini juga akan digelar rutin setiap satu bulan sekali ditambah kegiatan bersedekah bersama. "Minimal kita duduk bersama mengaji dan mendengarkan siraman rohani untuk bisa memotivasi kita terus. Pengajian ini akan dibuat dalam satu majelis taklim. Biar seimbang antara duniawi dengan spiritual dan bekerja dengan ikhlas, dan nyaman," kata Reny. Selain itu, pengajian ini juga untuk mendekatkan hubungan antar bagian, mempererat tali silaturahmi persaudaraan aparatur se-Sekretariat Daerah. 12 bagian Setda menurutnya bisa lebih kompak dan saling bekerjasama karena ada keterkaitan koordinasi dan dekat dengan pimpinan. "Ada sekitar 400-an aparatur Setda dan dalam pengajian kecil ini yakin akan cukup. Saya harap pengajian kedepannya, semua bisa datang dan ikuti pengajian dengan ikhlas buat kebaikan bersama," ungkap Reny. n Ke Hal... 3

Sandiaga Yakin Nikah di Bekasi Menjanjikan BEKASI - Mantan Cawapres Sandiaga Uno menghadiri pameran pernikahan Bekasi Wedding Exhibition (BWE) di Grand Galaxy

Park, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, beberapa waktu lalu. Selain diundang, kedatangannya ke tempat pameran perni-

kahan itu dikarenakan pameran itu digagas oleh para pengusaha muda. Selain itu Bekasi Wedding Ex-

hibition (BWE) juga berpontensi menggerakkan ekonomi dan berpotensi mencipatakan lapangan kerja. n Ke Hal... 3

Pedagang Pasar Baru Rugi Ratusan Juta BEKASI - Api yang melahap pada sekitar pukul 20.00 WIB membuat para pedagang tak sempat menyelamatkan barang dagangannya. Pasalnya, mereka sudah

tutup dan pulang ke rumah. "Sia-sia sudah, saya baru sampai rumah dikabari ada kebakaran. Pas ke Pasar barang sudah hangus terbakar," ujar Zulfian (53) pedagang pakaian bayi di

Pasar Baru Bekasi. Zulfian mengungkapkan, semua barang dagangannya hangus terbakar tak bersisa. Ia menyebut nilai kerugian yang dialaminya bisa mencapai Rp 250 juta. Atas kejadian itu, ia hanya bisa pasrah dan menerima kenyataan ini. Kini ia sebisa mungkin memilah dagangan yang masih bisa dijual. "Pusing tahu lah, mau gi-

mana sudah kejadian. Mana baru bangat belanja habis semua gitu. Paling ada beberapa yang engga kebakar buat bisa dijual lagi, tapi harus benar-benar dipilihin," kata dia yang sudah 4 tahun berjualan. Hal yang sama dirasakan Hamzah (45), pedagang yang kios terbakar, ia mengaku mengalami kerugian mencapai kurang lebih Rp 40 juta. n Ke Hal... 3


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Cikarang Ekspres, 16 September 2019 by Karawang Bekasi Ekspres - Issuu