Page 1

k a j Se hun Ta 006 2

EDISI 92, BULAN SEPTEMBER 2012, Harga Rp. 5.000,-

Rebutan Suara Hati PNS

HAL 3

Tinangon Bantah Ada Kolusi Rolling

HAL 4 Sereni Korompis

BENANG

KUSUT OPINI BPK

HAL 9

Para Calon Tidak Superior coming soon IDENTITAS magazine manado tomohon sangihe bitung minahasa minahasa tenggara minahasa selatan minahasa utara bolmong raya nasional otomotif gaya hidup teknologi

Minahasa resmi memiliki 5 pasang calon peserta Pemilukada 12-12-12, usai KPUD menutup pendaftaran Kamis 30 Agustus pekan lalu. Kelima pasangan harus saling melengkapi, karena masingmasing inferior, punya banyak kelemahan.

HAL 6 soft touch

www.identitasnews.com


EDITORIAL EDISI 92, SEPTEMBER 2012

Jangan Pandang Parasnya, Lihatlah Hatinya

Penerbit : CV. Lentera Wangun Lestari Pemimpin Umum: Efraim Lengkong Pemimpin Perusahaan: Juliana CL Wongkai SE, Advisor Hukum: Dantje Katuuk,SH Pemimpin Redaksi: Efraim Lengkong Redaktur Pelaksana: Djamal Kerubim Sassoeng, SE, Redaktur Eksekutif: dr Glorya Stephanie, Reporter : Mustika Tarigan, Daniel Machmud Layout: Allan Rotikan, Minahasa: Ady Putong, Tomohon: Fredi Tumbo, Nusa Utara:Gunfanus Takalawangeng, Minahasa Tenggara :Fredy Kawombon, Bolaang Mongondow Raya, Kepala Biro : Jhon A. Waluyan, Koresponden: Arman Muno, Iceg Lamusu, Ade Muno, Ferra Koho, Meiske Datu, Noval Nurhamidin, Koresponden Jakarta: Gideon Jahja,Minahasa Utara/Bitung: -, Minahasa Selatan : Alamat Redaksi: Jln.Sea Satu Blok S No.7 Phone: 0431-832746, 0431- 3432864 E-mail: tabloididentitas@yahoo.co.id No Rekening Bank Sulut (0170211019380-8)-(001.02.11.059652-1 Redaksi juga menerima tulisan Opini dengan jumlah maximal 1100 karakter + foto dan dikirim langsung ke: E-mail: tabloididentitas@yahoo.co.id, identitasnews@yahoo.com Wartawan Identitas dilengkapi tanda pengenal serta menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik, serta dilindungi Undang-undang Pers No. 40 tahun 1999.

MEMPERBAIKI YANG SALAH MEMBENARKAN YANG BENAR

Nusa Utara Kecil Ingin Merdeka

EDITORIAL HARI yang ditunggu-tunggu oleh Masyarakat Minahasa untuk mengetahui siapa-siapa Calon Bupati (Cabup) dan Calon Wakil Bupati (Cawabup) mereka, akhirnya terjawab. Setelah KPUD Minahasa menutup pendaftaran, kamis (30/8) 2012 dengan menetapkan 5 Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati. Saat ini, para kandidat berusaha dengan bermacam-macam cara untuk mendapatkan simpati Masyarakat Minahasa. Tak ketinggalan juga, para tim sukses mengelar senyum sambil “melontarkan kata-kata manis dengan janji-janji yang belum tentu pasti”. Tak jarang juga, para tim sukses baik langsung maupun tidak langsung menabur benih permusuhan seperti saling menjatuhkan sesama pasangan calon. Ada yang mengatakan, “kami dari pasangan birokrat, jadi tidak perlu ragu dalam memanage keuangan daerah, pasti tidak akan disclaimer.” Ada juga yang mengatakan, “calon kami berasal dari saudagar kaya, jadi tidak mungkin dia akan korupsi.” Tapi tim sukses lain, mengatakan,”hati-hati dengan pengusaha, mereka tidak mungkin kalau tidak akan mengembalikan uang mereka yang sudah keluar (cost politic return).” Demikian pula dikatakan tim sukses lainnya, berkata,”jangan pilih dia karena terlalu muda, masih anak kemarin dan tidak tahu apa-apa.” Tapi tanggapan ini mendapat perlawanan dari ungkapan, ”biarlah yang muda berkarya.” Dari semua taburan manis dan pahit yang disiramkan oleh para tim sukses pada para calon pemilih, yang paling membingung bagi para tim sukses adalah bagaimana merebut suara hati PNS ? tapi sebingung-bingungnya para tim sukses, masih lebih bingung lagi hati PNS, untuk menentukan pilihan mereka. Bagi PNS, salah melangkah berakibat matinya karier selama 5 tahun. Ada istilah yang mengatakan “kalah perang, budak sepanjang masa”. Namun apa pun itu, Kabupaten Minahasa adalah daerah religius, di mana penduduknya mayoritas beragama Kristen dari beberapa latar belakang Gereja, untuk itu, marilah kita kembali pada iman orang yang percaya sebagaimana Tuhan memilih Daud untuk menjadi Raja dari semua anak-anak Isai (ayah Daud). Hal ini tertera di dalam 1 samuel 16 : 7 , yang berkata,”Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel : “Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.” (*)

I DENTITAS TA BL OID

2

G

AUNG pemekaran wilayah Manado Utara akhir-akhir ini semakin keras ditabuh masyarakat di wilayah Tuminting dan by: sekitarnya. Adalah kesamaan asal Aline Feriana etnis hingga keinginan untuk merasakan pemerataan pembangunan, mendasari keinginan Manado Utara untuk hidup lebih mandiri. Wacana Kota Manado Utara telah berkumandang nyaris 1 dekade akhir. Namun gaungnya mengeras menyusul wacana Pemkot Manado untuk membentuk kecamatan baru memecah Tuminting dan Bunaken. Sayang rencana ini masih menunggu pertimbangan pemerintah tingkat provinsi. Kota baru itu bisa terbentuk dengan menyatukan Kecamatan Mapanget, Singkil, Tuminting, Bunaken, ditambah Bunaken Kepulauan. Ada beberapa pemahaman membilang, mengapa masyarakat Manado Utara yang didominasi etnis Sangihe, Talaud dan Sitaro ingin berpisah, padahal secara fisik masih satu bagian utuh dengan Kota Manado. Pemahaman dimaksud dimungkinkan dengan kondisi infrastruktur yang jomplang dibandingkan dengan kawasan selatan misalnya. Kata orang barat, unfair namanya. Kasat mata memang terlihat, kendati di arah pesisir sudah dibangun Boulevard, namun jalan protokol dengan tingkat kepadatan tinggi berbadan kecil. Hal itu jarang terlihat di Sario atau Malalayang. Boulevardnya pun belum bisa sepenuhnya digunakan karena masih terputus. Akademisi Unsrat Ishak Pulukadang menilai pemekaran Manado Utara hal wajar. “Secara teritorial memang sudah memenuhi kriteria, tapi kita butuh waktu,” katanya dilansir salah satu media. Manado Utara kata dia butuh pembinaan sekitar 3-5 tahun sebelum dilepas berdiri di atas kaki sendiri. Selain muncul wacana pemekaran kota, ada pula suara Manado Utara membentuk sebuah kabupaten. Namun akademisi Jacried Maluenseng menganggap itu sebuah kemunduran, sebab peningkatan status dari kota adalah kota sedang atau kota besar, dalam aturan perundangan. Sayang belum ada pergerakan pasti dari stakeholder terkait untuk menyeriusi pemekaran Manado Utara. Padahal agar hal ini bisa direstui, jalan panjang dan berliku harus ditempuh. Ambil contoh pemekaran Kota Langowan yang sudah melalui tahap pemberkasan, bahkan pengusulan ke pusat, namun hingga kini tak kunjung terealisasi. Bila para tokoh di Nusa Utara melangkah cepat, panitia pemekaran perlu segera dibentuk. Keinginan untuk mendekatkan pembangunan dan kesejahteraan pada masyarakat tentu bisa jadi pijakan murni atas aspirasi ini. Pemekaran daerah memang bukan hal mudah. Ada berbagai kajian yang perlu dilakukan, termasuk apakah daerah itu bisa menghidupi dirinya sendiri. Terlepas dari hal ini, Manado Utara sebenarnya punya modal kuat bernama mental masyarakatnya untuk bisa menghidupi diri

mereka sendiri. Asal muasal penghuni kawasan Manado Utara adalah para warga asli Bantik pemilik tanah luas. Budayawan-sejarawan Iverdixon Tinungki dalam blognya menulis, Abad ke-19, kawasan ini kedatangan para pekerja keras yang datang dari Sangihe dan Talaud bertepatan saat Bandar Manado mulai dibuka. Warga Nusa Utara ini dikenal sebagai tukang yang berbakat yang menebang kayu dan membentuk bangunan, dengan pasokan kayu dari lembah-lembah di bagian Utara Manado. Tak heran sebab Tuminting dulunya adalah areal yang subur dengan kali yang bermuara di pantai Bitung kecil, atau kini dinamai Karang Ria. Banyak pohon kayu mas tumbuh di kawasan ini. Sementara di area perbukitan ada hutan lebat dan perkebunan palawijaya yang ditanam masyarakat asli. Dalam catatan Iverdixon, sedikitnya ada 19 kepala keluarga dari Sangihe-Talaud pertama kali bermukim di kawasan kayu mas itu. Pertumbuhan Kota Manado juga tak lepas dari tangan warga Manado Utara. Dari wilayah kepulauan, mereka datang dengan modal keterampilan pertukangan, arsitektur modern termasuk bercocok tanam. Bukan sembarangan, keterampilan ini dipelajari dari para misionaris Eropa yang datang membawa misi zending ke pulau-pulau di Sangihe dan sekitarnya. Berbekal keterampilan tersebut, pembangunan infrastruktur di Manado berjalan dinamis. Pusat-pusat perekonomian yang berada lebih dekat dengan kawasan pelabuhan terbangun sempurna. Menetap di daerah pesisir Utara Manado, masyarakat di wilayah Nusa Utara kecil tak lupa dengan budaya melaut yang menjadi pekerjaan mereka. Pantai Singkil kemudian adalah tempat keberangkatan nelayan Sangihe dan Talaud menuju lautan depan Manado untuk membuang “soma”. Iver juga menyebut, karena kultur bekerja ini juga yang membawa mereka sebagai pekerja utama di onderneiming kelapa sepanjang aliran Sungai Tondano muara kali Bailang. Modal ini sudah cukup untuk membentuk Kota Manado Utara. Asal saja pemerintah tak lupa alur sejarah, bahwa pembangunan Manado sejatinya tidak terlepas dari peran penghuni Manado Utara itu sendiri. Sesungguhnya, tangan leluhur mereka pernah digunakan untuk membesarkan kota ini, namun belum sedikitpun terdengar ada keinginan dari pemerintah untuk merestui aspirasi untuk mandiri, bahkan menengok pun tidak. Semakin sulit membayangkan adanya pusat perekonomian baru di Tuminting, Singkil atau area-area lainnya di Manado Utara itu. Bila (kota) Manado Utara dilupakan, kesan jomplang dan miris kian hari akan semakin nampak. (alin feriana)


LIPUTAN KHUSUS EDISI 92, SEPTEMBER 2012

I DENTITAS TA BL OID

3

MEMPERBAIKI YANG SALAH MEMBENARKAN YANG BENAR

Rebutan Suara Hati PNS Perang masih berlanjut. Dua kubu kekuatan besar mulai menyatu dan akan saling bentrok di Pemilukada Minahasa akhir tahun ini. Keduanya juga diprediksi akan membuat kalangan birokrat bingung menentukan pilihan.

K

EHADIRAN Ivan Sarundajang (Ivansa), notabene putra Gubernur SH Sarundajang membawa warna berbeda pada pemilih PNS di Kabupaten Minahasa. Kalau biasanya pilihan mereka terbatas pada satu opsi, kini Ivan membuka peluang berbeda. Ivansa semakin mendekat ke PDIP, itu artinya bisa terjadi pertarungan terbuka dengan kelompok Partai Golkar atau incumbent yang kini masih menguasai Tanah Toar Lumimuut. Birokrat memang punya peran penting untuk sukses tidaknya calon pemimpin khususnya di Minahasa. Jumlah mereka mencapai lebih dari 8.000. Hebatnya lagi, kelompok ini mewakili pemilih elit yang melek politik dan diyakini bisa memengaruhi kalangan awam untuk memilih calon. Kendati ada suara-suara penolakan terhadap dia dari kader Banteng, mengingat Ivan ‘tidak’ lahir dari partai itu, namun DPP PDIP punya kajian memilih putra Sarundajang ini sebagai bakal calon. Salah satunya adalah kekuatan dan nama besar sang ayah yang sudah pasti bisa merubah eskalasi suara hati PNS di Minahasa. Hanya memang PDIP tidak bisa sepenuhnya berpijak pada pemahaman itu. Berkaca pada pengalaman Pemilukada Minahasa 5 tahun lalu, mereka mengangkat kader birokrat murni sebagai calon bupati tapi menuai kekalahan cukup telak. Artinya kalangan PNS Pemkab Minahasa lebih mendukung calon Partai Golkar, incumbent Vreeke Runtu yang tetap menjadi penguasa. Hitungan yang cukup pasti adalah PNS di Minahasa bakal terpecah pada kedua kekuatan. Kendati diharuskan aturan untuk netral, namun kalangan PNS tetap punya hak politik dalam menentukan calon. Lomba kubu Golkar dan PDIP untuk meraup sebanyaknya suara PNS menjadi semakin tidak sederhana, melihat gelombang kekuatan yang terus menjelma menjadi lebih besar belakangan ini. Kehadiran Ivan di PDIP dan Partai Demokrat yang akan melebur dengan Golkar, bisa dartikan bentrokan antara Olly Dondokambey-Sarundajang melawan Vreeke Runtu dan Vicky Lumentut. Masyarakat seperti diingatkan kembali dengan kisah sejarah perang dingin antara Blok Barat dan Timur. Kala itu peperangan menimbulkan banyak korban. Apakah artinya dalam perang saat ini warga Minahasa akan menjadi korban? Sulit memprediksi apakah salah satu kubu bisa menerima kemenangan kubu yang lain. Apalagi kalau selisih suara tidak terpaut jauh bila melalui dua putaran pemilihan. Bentrokan kedua kubu ini terlihat akan mengalami masa yang cukup panjang. Lantas bagaimana dengan gabungan partai yang mencalonkan Hanky Arther Gerungan? Kehadiran figur satu ini membawa keseimbangan karena kekuatannya membentuk harmonisasi berbeda pada eskalasi politik di Minahasa. Nama HAG terus melejit dan menciptakan kekuatan kubu ketiga. Yang cukup menakutkan pada profilnya

adalah kekuatan dana untuk memutar mesin kemenangan Pargab. Salah satu bukti adalah bagaimana HAG menyatukan gerbong sejumlah partai kecil, sehingga dirinya hampir pasti lolos ikut suksesi. Hitungan politis Pemilukada Minahasa pun menjadi semakin panjang dan tidak sederhana lagi. Misalnya bila PDIP memenangkan pertarungan ini, bisa menggeser dinasti Runtu dari tampuk kepemimpin Golkar Minahasa. Hal itu berhubungan dengan keberadaan Jantje Wowiling Sajouw, calon bupati PDIP yang terhitung masih berdarah kuning. Hal sama diramalkan bisa terjadi bila saja kesuksesan hinggap pada Gerungan. Statusnya sebagai ketua Kosgoro Sulut bisa

langsung menggoyang keberadaan Vreeke Runtu dari kursi Ketua Golkar Sulut. Lebih jauh lagi, Hanky nantinya akan menjadi kandidat gubernur milik Golkar. Kalau sukses sebagai wakil bupati, Ivansa pula bisa mendorong dirinya sebagai ketua PDIP Minahasa. Hal ini sangat memungkinkan lewat bargaining politik tingkat tinggi, demi kepentingan agar yang bersangkutan bisa diterima secara luas dan arif oleh kalangan kader banteng. Tak heran Minahasa menjadi harga mati untuk dipertahankan Partai Golkar, dalam hal ini dinasti Runtu dan mereka sudah semakin siap. Seperti kata pepatah, lebih mudah merebut dari pada mempertahankan, Golkar

Minahasa terlihat telah menjaga seluruh lini agar tetap jadi kampiun di Toar Lumimuut. Ingat, partai berlambang Beringin ini yang paling siap menghadapi peperangan. Berkuasa selama dua tahun menjadi modal penting bagi mereka untuk mengenal kondisi Minahasa secara luas. Mesin partai juga menjadi senjata utama karena berada dari aras tertinggi hingga ke desa-desa. Di atas kertas, kubu Golkar masih dalam hitungan terbaik dari sisi kematangan politik. Namun ini dengan catatan Golkar harus segera bangkit dan melupakan kekalahan di Bolmong dan Sangihe, serta mencari cara untuk meredam kekuatan dana Partai Gabungan. (alin feriana)


I DENTITAS TA BL OID

MANADO

4

EDISI 92, SEPTEMBER 2012

MEMPERBAIKI YANG SALAH MEMBENARKAN YANG BENAR

Tinangon Bantah Ada Kolusi Saat Rolling Pejabat ID, Manado-Penyegaran organisasi yang dilakukan Pemerintah Kota Manado di lingkungan pejabat Eselon III, yang secara resmi dilantik oleh Walikota Manado, DR. G.S. Vicky Lumentut yang didampingi oleh Sekretaris Daerah Kota Manado, Ir. M. H. F. Sendoh beberapa waktu lalu, menuai sorotan. Mulai dari dugaan berbau kolusi sampai hadirnya tudingan yang menyatakan ada unsur kepentingan, hingga dalam hal pemutasian tidak memenuhi standar kajian dari Tim Baperjakat. Kepada sejumlah wartawan, Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kota Manado, Hans Tinangon dengan tegas membantah tudingan tersebut. Menurutnya, sama sekali tidak ada muatan kepentingan, apalagi Kolusi dalam rolling di tubuh pemerintah kota

Hans Tinangon terhadap sejumlah pejabat eselon III. Rabu, (29/8) 2012 "Mutasi yang terjadi selama ini merupakan langkah Pemkot Manado dalam mengisi sejumlah jabatan baru atau posisi yang lowong, dan merupakan penye-

Sarundajang: Pengelolaan Keuangan Daerah Tidak Persis Gagal

garan organisasi. Jadi tidak benar adanya tudingan kolusi dalam Rolling tersebut," tegas Tinangon. Lebih lanjut Tinangon, mengatakan, sebelum diadakan mutasi/rolling, terlebih dahulu dilakukan pengkajian oleh Tim Baperjakat, kemudian disampaikan langsung kepada Walikota, lewat Wakil Walikota untuk penandatanganan Surat Keputusan (SK). "Tentu saja tidak ada tindakan-tindakan Kolusi, jika terjadi demikian saya sebagai penanggungjawab administrasi siap bertanggung jawab. Jadi mutasi di Pemkot Manado terjadi karena pengisian jabatan lowong dan merupakan penyegaran organisasi melalui kajian-kajian yang sesuai ketentuan," tutup Tinangon. (dm)

Sarundajang

ID, Manado-Dari perspektif dan pemandangan umum Fraksi Pembangunan Nasional dan Fraksi Barisan Indonesia Raya di mana pemprov dinilai gagal mengelola keuangan daerah, Gubernur Sulut Dr. Sinyo Harry Sarundajang menerima pandangan tersebut dengan jiwa besar. "Terkait hal ini, kami terima dengan jiwa besar dan ini akan lebih kami perhatikan di tahun depan ataupun di tahun-tahun mendatang, walaupun tidak persis seperti itu, akan tetapi karena adanya penghematan dan pelampauan penerimaan PAD" ungkap

Gubernur. Pemandangan umum fraksi terkait dengan SILPA (Sisa Lebih Penggunaan Anggaran) sebesar 186 Milliar yang begitu besar, sehingga sayang jika tidak digunakan. "Memang ini boleh dikatakan kurang sehat atau kurang baik dalam absorbsi (penyerapan) keuangan daerah. Namun kurangnya penyerapan ini dikarenakan adanya pelampauan penerimaan PAD yang mencapai 19 Milliar dan pelampauan dana perimbangan sebesar 7 Milliar. Bukan berarti kita malas menyerap, tapi karena ini pelampauan," tegas Gubernur. Disamping itu, Gubernur menambahkan bahwa kurangnya penyerapan Anggaran juga diakibatkan karena adanya penghematan belanja daerah sebesar 9 Milliar, ditambah sisa anggaran tahun sebelumnya 96 Milliar dan kewajiban pelunasan pajak daerah sebesar 24 Milliar. "Jadi tidak seluruhnya bahwa kita (pemprov) gagal mengelola keuangan daerah tapi karena ada pelampauan dan ada penghematan sehingga terlihat Silpa yang begitu besar," tandasnya. (cpnk)

Dewan Perwakilan Perwakilan Rakyat Daerah

Dewan Perwakilan Perwakilan Rakyat Daerah

Mengucapkan

Mengucapkan

Dirgahayu Kemerdekaan RI

Dirgahayu Kemerdekaan RI

Kota Tomohon

Kota Bitung

Andy R Sengkey Sengkey Ketua

Marthen Mar then M Manoppo Wakil Ketua Ketua

Vonny Paa Paatt Drs Dr s ODS Boy Boy Mandagi Mandagi Sekwan Sekw an

Wakil Ketua Ketua

Santy Luntungan Ketua

Baby Ba by Palar Palar Wakil Ketua Ketua

Maurits Mantiri Wakil Ketua Ketua


I DENTITAS TA BL OID

BITUNG

5

EDISI 92, SEPTEMBER 2012

MEMPERBAIKI YANG SALAH MEMBENARKAN YANG BENAR

Komisi A DPRD Bitung Keluarkan Rekomendasi Tinjau Kembali ™Terkait Tapal Batas Tendeki-Rok-rok ID,Bitung-Rapat dengar pendapat Komisi A DPRD Kota Bitung dalam rangka membahas Penolakan Tapal Batas Di kelurahan Tendeki, hari ini (Selasa, 28/8) 2012, dipimpim langsung oleh Ketua Komisi A DPRD Kota Bitung, Victor J. Tatanude, SH. Hearing (dengar pendapat), dibuka dengan doa oleh Lurah Tendeki, selanjutnya dilakukan pembacaan pernyataan masyarakat RT 13 dan RT 14 Lingkungan IV Kelurahan Tendeki dan Desa Rok-Rok yang disampaikan oleh perwakilan masyarakat. Anggota DPRD Kota Bitung, Greity Th. Mandey mengatakan bahwa DPRD akan berkoordinasi dengan pihak eksekutif yang akan memfasilitasi agar permasalahan dapat diselesaikan serta sangat mendukung pergerakan masyarakat. Sementara itu, Nelly L. Worotikan menganggap bahwa kejadian ini sangat merugikan masya-

rakat kelurahan tendeki terkait pengurusan administrasi. "Pemerintah diharapkan untuk dapat memperhatikan, sehingga masyarakat dapat langsung ke kantor Pemerintah Kota Bitung untuk menyampaikan maksudnya. Ke depan harus dilihat untung dan rugi yang akan dialami oleh masyarakat dan saya sangat mendukung keinginan masyarakat ini," ujar Worantikan. Senada dengan hal tersebut, Femmy Lumatauw, SPd, Arifin P. Dunggio, S.Sos, Vonny O. Sigar, SE sependapat bahwa Hal ini perlu dikonsultasi ke Pemerintah Provinsi Sulut. DPRD tetap berjuang bersama – sama dengan masyarakat Tendeki, agar tetap berada pada wilayah hukum Kota Bitung, apabila dimungkinkan oleh peraturan perundang – undangan. Keinginan masyarakat untuk dapat diperhatikan oleh Pemerintah Kota Bitung karena masyarakat

HEARING Komisi A terkait tapal batas Rok-rok

memenuhi kewajiban mereka dalam membayar pajak. Rekomendasi Komisi A DPRD Kota Bitung akhirnya, hearing ditutup oleh Nelly L. Worotikan dengan sejumlah rekomendasi Komisi A DPRD Kota Bitung, yang diantaranya: Pemerintah Kota Bitung membentuk tim untuk

mengusulkan kepada pemerintah provinsi agar meninjau kembali keputusan tentang penentuan tapal batas wilayah karena ada penolakan dari masyarakat. Dalam proses peninjauan kembali dalam waktu yang relatif singkat, pemerintah harus mengikutsertakan atau melibat-

kan masyarakat RT 13 dan RT 14 Lingkungan IV Kelurahan Tendeki Kecamatan Matuari. Mengusulkan kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara untuk membatalkan Peraturan Daerah tentang Pembentukan Desa Rok – Rok Kecamatan Kema Kabupaten Minahasa Utara. (efl)

Pemerintah dan Masyarakat Kota Bitung

Pemerintah dan Masyarakat Kota Bitung

Selamat Idul Fitri 1433 H

Dirgahayu Kemerdekaan RI

Mengucapkan

Mengucapkan

Minal Aidin wal Faizin Mohon Maaf Lahir dan Bathin

Hanny Sondakh Walik alikota ota

MJ Lomban, SE,MSi Wakil Walik Walikota ota

Hanny Sondakh

MJ Lomban, SE,MSi

Walik alikota ota

Drs Dr s Edison Humiang, MSi Wakil Walik Walikota ota

Wakil Walik Walikota ota

Drs Dr s Edison Humiang, MSi Wakil Walik Walikota ota


EDISI 92, SEPTEMBER 2012

I DENTITAS TA BL OID

PARLEMEN

6

MEMPERBAIKI YANG SALAH MEMBENARKAN YANG BENAR

Rapat Paripurna Pandangan Umum Fraksi DPRD Sulut ID,Manado-Rapat Paripurna Pandangan Umum Fraksi Terhadap Rancangan Peraturan Daerah Tentang Pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Berupa laporan Keuangan tahun Anggaran 2011 digelar, Selasa (28/8) 2012 di Ruang Paripurna DPRD Sulut, Dipimpin Ketua DPRD Sulut Meiva Salindeho Lintang. Pada umumnya setiap Fraksi melakukan pemandangan umum terkait predikat yang diraih Pemprov Sulut terkait pengelolaan keuangan dan aset daerah, infrastruktur, peningkatan PAD serta peningkatan kesejahteraan masyarakat terkait revitalisasi sektor-sektor vital seperti perikanan, pertanian, perkebunan dan sektor lainnya. Pemandangan-pemandangan khusus lainnya yang terbagi antara saran, himbauan dan kritikan datang dari fraksi-fraksi yang ada di DPRD Sulut. Fraksi Partai Golkar mengingatkan untuk peningkatan PAD serta predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) agar diraih kembali, terkait aset daerah seperti MBH, Gedung Juang dan masalah tapal batas. Fraksi Partai Demokrasi Indonesia (PDIP) mengingatkan terkait pembenahan pengelolaan keuangan dan aset, tidak terserapnya dana sebesar 55 M, hasil reses Anggota DPRD Sulut agar ditampung Pemprov Sulut, serta Peningkatan kinerja dari setiap SKPD di Pemprov Sulut.

nyetujui laporan Keuangan tahun Anggaran 2011 untuk dibahas pada tingkat lebih lanjut. Tanggapan Gubernur

RAPAT Paripurna Pandangan Umum Fraksi Terhadap Ranperda Tentang Pertanggungjawaban APBD 2011 Fraksi Demokrat mendesak eksekutif untuk segera menyelesaikan permasalahan terkait aset daerah serta berupaya melakukan pengelolaan administrasi dengan profesional. Fraksi Partai Damai Sejahtera mengingatkan untuk tetap konsisten mengejar WTP, mempertanyakan luas tanah di badan diklat yang terbengkalai dan menganjurkan agar lahan tersebut dimanfaatkan untuk penghijauan, selanjutnya menanyakan terkait pembangunan gedung

DPRD Sulut yang baru. Fraksi Persatuan Nasional, memiliki banyak pemandangan terutama masalah percepatan pembangunan, pengawasan dan pemeliharaan aset daerah termasuk penyelesaian aset pemprov Sulut di Gorontalo, Pelayanan kesehatan yang belum memuaskan seperti Jamkesda, Jamkesmas dan lainnya, Terkait tenaga kerja yang membutuhkan balai pelatihan kerja yang representatif. Adanya proyek-proyek yang tidak memenuhi standar.

Fraksi Barisan Indonesia Raya mengingatkan terkait pemaksimalan PAD, Perspektif dan pandangan partai menilai pemprov gagal mengelola keuangan daerah, infrastruktur Sulut masih minim seperti banyaknya jalan provinsi yang belum diselesaikan, masalah talud yang ada di daerah kepulauan, tingkat pengangguran dan masalah revitalisasi sektor-sektor pertanian, perikanan, perkebunan dan sektor lainnya. Namun dari Semua Fraksi menerima dan me-

Setelah mendengar pandangan dari fraksi-fraksi di DPRD Sulut, Gubernur Sulawesi Utara Dr. Sinyo Harry Sarundajang, pada saat itu juga langsung menjawab pemandangan umum dari setiap fraksi terutama terkait gagalnya sulut meraih kembali predikat WTP. “Sebenarnya predikat WTP belum bisa diraih kembali karena terkendala masalah aset yang mana sebagian berkas (suratsurat) terkait aset daerah ada yang hilang. Surat-surat ini sulit ditemukan karena pengelolaannya berada di bawah tahun 2005. Di atas tahun 2005 semua arsiparsip sudah lengkap,” ujar Gubernur yang mengakui walau berkas tersebut merupakan arsip sebelum periode yang dijalaninya namun hal ini tetap akan dipertanggungjawabkan. Disamping itu pula, Gubernur menerima saran-saran fraksi terkait peningkatan PAD, infrastruktur dan sektor-sektor vital lainnya, serta berjanji akan menindaklanjuti untuk dibahas pada tingkatan yang lebih lanjut bersama komisi-komisi dan SKPD-SKPD yang ada di pemprov Sulut. (cpnk)

Jhon Dumais: Calon Lembaga Pemantau Pemilu 2014 Segera Koordinasi Dengan KPUD Manado, ID - Ketua Komisi I DPRD Sulut, Jhon Dumais menganjurkan kepada lembaga-lembaga yang ingin ikut berpartisipasi sebagai Pemantau Pemilu 2014 nanti baik di pusat maupun di daerah, agar segera mendaftar dan berkoordinasi dengan pihak KPU karena hal ini sudah tertuang dalam UU No.28 Tahun 2012. “Memang sebaiknya kita menghormati sebuah proses hukum yang sudah melewati mekanisme dan telah menjadi Undang-Undang. Dan sebaiknya juga, untuk menjaga agar para pemantau pemilu itu, tetap benar-benar mandiri (independence) dan terakreditasi oleh KPU baik di tingkat kabupaten/Kota, Provinsi maupun Pusat kita harus menghormati UU ini, karena sudah melewati satu kajian dan perdebatan yang panjang. Sehingga saya mendukung amanat UU No.8 tahun

Jhon Dumais

2012 ini,” tegas Dumais Untuk itu, Dumais mengajak lembaga-lembaga yang ada di Sulut yang ingin berperan serta sebagai pemantau pemilu 2014 nanti segera mendaftarkan diri sesuai dengan tahapan dan mekanisme dari KPU. “Sehingga nanti lembaga yang akan menjadi pemantau pemilu, baik itu untuk tingkat Provinsi maupun seluruh kab/kota yang tersebar, Silakan! untuk berkoordinasi

dengan KPU. Untuk mengetahuitahapan dan mekanisme akreditasi seperti apa ? yang sesuai dengan peraturan teknis dari KPU. Tapi sekali lagi saya sangat mendukung UU ini,” tegas legislator dari Fraksi Demokrat ini. Seperti diketahui bahwa KPU mulai membuka pendaftaran pemantau mulai Selasa minggu ini. Formulir pendaftaran dapat diambil di setiap kantor KPU, pusat dan daerah. Formulir pun bisa diambil di kantor Kedutaan Besar Indonesia, khusus untuk mereka yang hendak memantau pemilu nasional di luar negeri. KPU membuka pendaftaran bagi warga dan organisasi yang hendak menjadi pemantau Pemilu. Nantinya KPU juga akan menyeleksi siapa saja yang lolos. Seleksi dilakukan untuk menjamin mereka yang mendaftar independen dan tidak terkait dengan partai politik.

Pemasangan Atribut Pelaksanaan Pemilukada Terkait pemasangan Baliho atau spanduk yang marak menjelang pilkada seringkali di pasang disembarang tempat, sehingga beberapa kalangan masyarakat menyesalkan hal ini, karena dianggap mengganggu nilai estetika (kenyamanan dan keindahan). Untuk itu, Ketua Komisi A DPRD Sulut Jhon Dumais merasa perlu untuk mendorong pemerintah (tarumansa/ tata kota) untuk memperhatikan area pemasangan baliho (alat peraga kampanye) sesuai dengan peraturan dan mekanisme yang ada. “Dalam hal ini, kita akan lebih mendorong kepada pemerintah terutama bagian tata kota, untuk memperhatikan area mana yang bisa masuk area pemasangan Baliho atau alat peraga kampanye ini ,” kata Dumais “Namun kita juga harus menghormati tempat-tempat yang tidak bisa dipasang, seperti Sekolah, tempattempat ibadah yang harus steril (bebas dari alat peraga kampanye),” ujar Dumais seraya menambahkan bahwa kebijakan itu berada di ranah pemerintah kota ataupun pemerintah kabupaten yang akan menyelenggarakan Pilkada. (cpnk)


EDISI 92, SEPTEMBER 2012

I DENTITAS TA BL OID

MINAHASA

7

MEMPERBAIKI YANG SALAH MEMBENARKAN YANG BENAR

Para Calon Tidak Superior ™Bakal Lalui Jalan Berliku di Pemilukada Minahasa ID, Minahasa-Minahasa resmi memiliki 5 pasang calon peserta Pemilukada 12-12-12, usai KPUD menutup pendaftaran Kamis 30 Agustus pekan lalu. Kelima pasangan harus saling melengkapi, karena masing-masing inferior, punya banyak kelemahan. Gacoan Partai Golkar dan Demokrat, Careig Naichel Runtu dan Denny Jhonly Tombeng (CNR-DJT) harus melawan budaya kalah yang terbiasa melekat pada keduanya, baik secara pribadi maupun partai. Golkar sudah melalui 4 putaran pemilihan kepala daerah 3 tahun terakhir dan senan-

tiasa diwarnai kekalahan. Paling telak ketika si Kuning kehilangan Bolaang Mongondouw dan Sangihe, dua daerah yang begitu lama mereka kuasai dan kini harus rela lepas ke tangan PDIP. Di Bolmong mungkin adalah yang paling miris dan serupa dengan sikon di Minahasa saat ini. 2 tahun silam, bupati berkuasa Marlina Moha-Siahaan memasang putranya Aditya sebagai calon suksesor. Butet, begitu sang bunda Totabuan disapa, adalah figur yang begitu disayang rakyatnya. Toh ternyata rasa sayang itu tidak menular ke anaknya. Kendati Golkar su-

dah berkaca pada pengalaman Bolmong, namun Stefanus Vreeke Runtu tetap mengutus Careig, putranya, di Minahasa kali ini. Memrediksi Golkar di Minahasa akan bernasib sama dengan Bolmong memang menakutkan. Karena perlu diingat Minahasa adalah daerah dengan kultur yang tidak pernah mengenal sistem kerajaan dan dinasti. Bahkan karena alasan ini, kabarnya etnik Minahasa di Bolmong tidak mendukung Aditya. DJT juga pernah mengecap kekalahan 5 tahun lalu saat bersanding dengan Arianne Frederik-Nangoy. Ketua DPC Partai

Pasangan Careig Runtu-Denny Tombeng mendaftar ke KPUD Minahasa didampingi Ketua DPD 1 Golkar Sulut Stefanus Vreeke Runtu dan Ketua Demokrat Sulut Vicky Lumentut, Kamis 30 Agustus lalu.

Persaingan kandidat peserta Pemilukada Minahasa menular hingga ke dunia maya. Adalah akun grup Calon Bupati Minahasa di jejaring sosial Facebook menjadi arena perang terbuka antar-tim sukses dan simpatisan calon.

G

RUP Calon Bupati Minahasa punya lebih dari 2600 anggota. Nyaris seratusan postingan masuk setiap harinya dalam grup ini. Sangat ramai memang dan penuh aroma persaingan. Komentar yang masuk menyambut postingan anggota grup juga sering menyeramkan, sebab tak jarang ada komentar yang menohok bahkan langsung menjatuhkan saingan. Fillyen Mumek, salah satu anggota grup menulis “mdh2an pilbug sangihe, bolmong, dll yg basis kuning yg tumbang akan jg terjadi di minahasa kab tertinggal sesulut.” Menyambut ini, anggota lainnya, Edwin Kairupan, menyebut ada 2 faktor yg membedakan Minahasa dan Bolmong, “1. Figur, 2.prilaku pemilih, jd tdk bs dikatakan apa yg terjadi di bolmong bs terjadi di minahasa..” Kedua pihak di grup ini Rabu

29 Agustus 2012 lalu rupanya tengah memperdebatkan kemampuan salah satu calon untuk memimpin Minahasa. kredibilitas kandidat memang menjadi taruhan dalam dunia maya, sebab kentara sekali pembuat akun tidak melakukan proses penyuntingan untuk setiap komentar atau postingan yang masuk, apalagi tidak ada aturan untuk hal-hal semacam ini. Bukan berarti tidak ada anggota grup yang menganggap aksi saling menjatuhkan tersebut sepatutnya dihentikan. Merry Lumi Ngantung menulis “Group ini terkenal bukan dengan Positif Proposalnya untuk Membangun Minahasa....Tetapi....Group ini Terkenal dengan kata/Tulisan yang Penuh CACIAN...MAKIAN...antar sesama TOU MINAHASA sendiri. Adminnya pada TIDUR...atau pada MINIKMATI adu MAKIAN DI GROUP CBM ini ya???? Sangat

disayangkan...yang mengaku” TIM suksesnya seorang Calon Bupati...ternyata hanyalah segerombolan Manusia BerMulut KAKUS doang. Gunakan Group ini sebagai sarana untuk kemajuan dan perubahan bg Minahasa dan Rakyat kedepan nantinya. Salam Perjuang Kawan....Salam RJM. NGANA BUKAN ORANG MINAHASA KAWAN,KALO MULUT CUMA UNTUK MAKIAN DOANG.” Kendati seperti itu, komentar pedasnya belum mampu menahan postingan gawat lainnya. Calon Bupati Minahasa juga jadi sarana penyebaran maklumat politik. Memanasnya eskalasi internal di kalangan kader PDIP Minahasa yang menolak calon usungan DPD dan DPP ikut terbawa lewat tulisan Alfian Rumampuk. “MERDEKA”...Invo......Seruan Yang Terhormat: Kepada Simpatisan Berserta Kader Partai PDI-P Kita ini Hanyalah Golongan Dari Arus Bawah,Kalau Seorang Bapak Fredy Sualang Berani Menolak JWS Mentah-Mentah Kenapa Kita Tidak.Walaupun Pak Fredy Sualang tidak lagi memegang jabatan Ketua, akan tetapi kita harus sadari sipa kita dan siapa Pak Fredy Sualang, beliau bekas

Demokrat Minahasa itu menuai hasil yang sangat tidak memuaskan. Tahun ini Denny dan Anne Nangoy memilih jalan berbeda. Nama terakhir berpacu dengan kendaraan independen berpasangan dengan Jeffry Mentu. Kendati pernah kalah, istri mantan walikota Manado Wempie Frederik itu belum berpikir untuk berpuasa dulu dari agenda politik dan suksesi. Simpul PDIP agak kendor ketika beberapa pengurus kecamatan di Minahasa melakukan penolakan terhadap pasangan calon yang diusung, Jantje Wowiling Sajouw (JWS) dan Ivan Sarundajang (Ivansa). Kader-kader ini tidak gembira dan menolak mengamankan keputusan DPP dan DPD karena merasa calon yang diusung bukan keluarga sedarah mereka. Suasana makin memanas tatkala spanduk bernada penolakan terhadap JWS, Ketua Komisi Remaja Sinode GMIM, terpasang di Tondano. Dan terakhir, nama mantan Ketua PDIP Sulut ikut terbawa dalam situasi tersebut, karena dinyatakan ikut menolak JWS. Untung saja istri Freddy, Sus Pangemanan, sudah membuat statemen akan tetap mengamankan keputusan DPP, alias mendukung JWS-Ivansa. Kandidat wakil Bupati dari partai gabungan dalam parlemen, Recky Janeman Montong (RJM) adalah figur kesayangan warga GMIM. Karena kendati sejak lama keluarganya dikenal sebagai jutawan dari wilayah Kombi, namun dia selalu simpatik dan bersahaja. Recky adalah mantan bendahara sinode GMIM. Tapi bahayanya, ayah Recky dulu pernah tertimpa ma-

salah hukum. Hal ini memang sepantasnya tidak diingat-ingat lagi, namun perlu diwaspadai masalah hukum menjadi komoditas kampanye hitam yang sering menggembosi calon. Recky bisa bernasib sama. Dia telah mendaftar bersama pribumi kaya dari Kakas, Hanky Arthur Gerungan (HAG). Keduanya membentuk opini sebagai kandidat yang bisa menyaingi calon Golkar-Demokrat dan PDIP. Alasannya karena HAG-RJM punya modal besar untuk memutar mesin politik dan menggerakan tim sukses menuju kemenangan. Tapi hati-hati, dana besar juga ibarat sandungan. Pengalaman dalam beberapa kali suksesi, bantuan-bantuan sosial dari calon sering ditafsirkan sebagai politik uang, sehingga dijadikan bukti di hadapan hukum. Pasangan kelima yang diusung partai gabungan non seat adalah pengusaha Johanna Kaseger dan kader birokrat Ferdinand Novi Mewengkang. Keduanya belum begitu dikenal karena agak terlambat start dibanding kandidat yang lain. Johanna dan Novi perlu bekerja keras supaya, setidaknya, bisa melangkah jauh apabila Pemilukada ini mencapai dua putaran. Saat mendaftar Kamis siang lalu, Careig di hadapan komisioner dan massa yang mengantarnya ke sekretariat KPUD Minahasa di Kelurahan Sasaran mencetuskan akan menjaga keamanan serta persatuan. “Hal itu di atas segalanya,” tutur dia. Keduanya juga berjanji akan menghargai calon lain dan mengganggap mereka sebagai putra-putri terbaik di tanah Minahasa.(adyp)

Psywar di Alam Maya

http://www.facebook.com/groups/bupatiminahasa2012/ Bapak Seperjuangan Kita yang Sering Berjuang Bersama Kita dan Posisinya sekarang Sama Seperti Kita Kalangan arus Bawah Yang Masih Sangat Pengaruh. Kalau Kita Benarbenar Simpatisan dan Kader Mari Kita Dukung Himbawan Pak Fredy Sualang, Karena Banyak Kader-kader kita yang Jadi di naungan PDI-P di jaman pak Fredy Sualang dan pada umumnya banyak keberhasilan, cuma ada beberapa kader dan satu pemimpin sekarang ini yang Lupa diri. MARI KITA SAMA-SAMA MENDUKUNG SEBAGAI BALAS BUDI KEPADA KETUA

SEPERJUANGAN PAK FREDY SUALANG UNTUK TIDAK MENDUKUNG CALON BUPATI MINAHASA JWS. SEBAB PAK FREDY SUALANG BERANI BERBICARA TIDAK MENDUKUNG JWS KARENA PAK FREDY MENGETAHUI SIAPA JWS YANG SEBENARNYA DAN SEKALIAN MEMBELA KEINGINAN SIMPATISAN DAN KADER PDI-P MINAHASA. MAJU BANTENG.” Perang urat syaraf di dunia maya menjadi penanda utama bentrokan antar-kandidat sebelum suksesi itui sendiri dimulai. Entah bagaimana bila itu langsung tersaji di lapangan.(alin feriana)


Ada kisah soal sebuah daerah yang tak pernah dijangkau pemeriksa BPK RI. Konon setiap kali pesawat yang membawa tim audit mendekati kawasan itu, selalu tertutup awan tebal dan diganggu cuaca tak bersahabat. Yang akan diperiksa rupanya menggunakan ilmu dunia untuk menghalau kedatangan auditur. Kononnya lagi, tim pemeriksa jadi ciut hati sehingga pemeriksaan batal dilakukan. Benar atau tidak, ini hanya sebuah kisah.

B

EGITU saktikah hasil pemeriksaan BPK —Badan Pemeriksa Keuangan RI? Semua kepala daerah tahu persis, berdasarkan hasil ini menjadi patokan bagi Komisi Pemberantasan Korupsi untuk bergerak melakukan penyelidikan soal adanya penyimpangan mencurigakan, terutama korupsi. Opini BPK terhadap para entitas adalah eksekusi terakhir baik buruknya penataan keuangan dari operator yang memenej pemerintahan daerah. Lihat wajah Bupati Bolmong Utara (Bolmut) Drs Hamdan Datunsolang dan Bupati Bolmong Selatan (Bolsel) Herson Mayulu, tak bergairah mendengarkan laporan hasil pemeriksaan BPK umtuk tahun anggaran 2011, yang memberikan opini Disclaimer terhadap keuangan kedua daerah pertengahan tahun ini. Sudah tiga tahun berturut Bolsel menuai hasil yang sama, sementara Bolmut turun peringkat dari sebelumnya disematkan opini tidak wajar. Minahasa, salah satu daerah tertua di Sulut yang banyak melahirkan kabupaten pemekaran juga tak kunjung membaik, tujuh tahun berturut kabupaten yang dipimpin Stefanus Vreeke Runtu itu menuai hasil wajar dengan pengecualian (WDP). BPK mencatat ada 22 permasalah di sana, 7 pada sistem pengendalian internal dan 15 temuan kepatuhan. Totalnya ada kejanggalan keuangan sebesar Rp 5,18 miliar pada APBD Bolsel Bolmut Rp 9,24 miliar, Minahasa Rp 12,21 miliar dan Kotamobagu Rp 6,55 miliar jadi temuan. Yang paling menakutkan apabila temuan tersebut jadi parameter bagi alat hukum untuk melakukan penyelidikan. Itu, kata Ketua BPK RI Perwakilan Sulut Rochmadi Saptogiri, bisa dilakukan sepanjang hasil temuan tidak ditindaklanjuti masingmasing daerah. Kelompok eksekutif sendiri kalang-kabut dengan opini tidak memuaskan pemeriksa keuangan. Anggota Fraksi Demokrat Dekab Minahasa Novie Tumalun, buru-buru meminta hasil pemeriksaan tersebut. Dia ingin membahas hal itu dengan SKPD agar ke depannya Minahasa bisa meraih hasil

LIPUTAN KHUSUS

BENANG

KUSUT OPINI BPK

yang lebih. Di bagian kepulauan Juli lalu, bersama legislatif Sekda Kabupaten Sangihe Ir Willy Kumentas membahas temuan BPK sebanyak empat buku. Duduk bersama dia Ketua Dewan Tonao Jangkobus serta para wakil Seunal Thungari dan Risald Paul Makagansa. Salah satu pembicaraan kedua pihak diketahui adanya temuan pada sistem pengendalian intern senilai Rp 3 miliar pada proyek talud Lapango. Keuangan kabupaten kepuluan itu cukup bermasalah, mengingat pengerjaan proyek tersebut tak sesuai dengan Perpres 54/2010 dan temuan kepatuhan atas peraturan perundang-undangan, menyangkut pengendalian belanja barang dan jasa pada sekretariat daerah Kabupaten Sangihe yang dinilai tidak memadai. Sementara para pejabat di Kota Sejuk Tomohon tak kalah dibuat kalang-kabut dengan hasil pemeriksaan ini. BPK menemukan untuk keuangan tahun 2011 adanya bantuan hibah yang tak sesuai ketentuan sekitar Rp 263,5 Juta, bantuan sosial yang diberikan kepada PNS sekitar Rp 158 Juta, bantuan sosial tak dilengkapi laporan pertanggungjawaban sekitar Rp 460 Juta, dana tanggap darurat bencana alam erupsi Gunung Lokon tahap II direalisasikan sesudah masa tanggap darurat berakhir. Ada pula belanja perjalanan dinas tak dipertanggungjawabkan sesuai peraturan Walikota. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Tomohon Royke Roeroe membantah dana tanggap darurat menyimpang. Sebab yang tidak beres menurutnya cuma masalah kelengkapan adminsitrasi saja, tidak ada temuan indikasi kerugian negara penggunaan dana tersebut. “Pemanfaatannya sudah dilakukan dengan baik,” jawabnya pada salah satu media. Kota Tomohon juga menggunakan APBD untuk menopang pembayaran hutang kontraktor yang muncul di era pemerintah Jefferson Rumajar. Walikota Jimmy Eman menyebut penanggulangan hutang masih sekitar 60 persen. Ini dimaksudkan untuk melakukan perbaikan keuangan berdasarkan catatan BPK. Manado, ibukota provinsi Sulut, turut bermasalah dengan dana bantuan berkategori kemanusiaan. BPK menyuruh pemerintah kota untuk menindaklanjuti dana belanja bantuan sosial (Bansos) senilai Rp 8.860.602.324 serta tunggakan pajak Rp 2.341.785.703. Walikota Vicky Lumentut menye-

but dana bantuan sosial (Bansos) TA 2010 menunggu pertanggungjawaban dari penerimanya. Untuk itu Pemkot telah membentuk tim untuk turun mencari penerima dana bantuan tersebut. Wajib pajak diimbau pula oleh Kepala Dinas Pendapatan Manado Bismarck Lumentut, untuk segera menunaikan kewajibannya. Entitas tak hanya menyangkut keuangan daerah, sebab lembaga badan usaha milik daerah pula menjadi terperiksa. Salah satunya Bank Sulut. Torang pe bank punya rapor merah dengan koleksi 14 catatan dari tahun 2012. Ada penyaluran kredit dengan nilai Rp 9,3 miliar yang tidak sesuai ketentuan. Kemudian pengalihan portofolia sebesar Rp 350 miliar dari kantor cabang ke pusat mengakibatkan pendapatan kurang saji bernilai Rp 4,1 miliar. Seperti lembaga perbankan lainnya, Bank Sulut juga menghadapi kredit macet sebesar Rp 8,7 miliar. Bahkan menurut penuturan anggota Komisi VI DPR RI Rizal Djalil, Bank Sulut tidak melaksanakan keputusan RUPS 2008 menyangkut pelepasan saham BPR Prisma Dana serta pembayaran tunjangan hari raya yang tidak sejalan dengan acuan perundangan. Djalil menegaskan Bank Sulut itu milik daerah, jadi harus lebih banyak memberikan fasilitas kredit pada rakyat di sini, “Bukan pada orang Jakarta,” tegasnya. Selengkapnya hasil pemeriksaan BPK terhadap Kabupaten Bolaang Mongondow secara keseluruhan mengungkapkan sebanyak 24 temuan, 9 temuan SPI dan 15 terkait kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan. Permasalahan yang menjadi dasar pertimbangan terkait aset tetap, persediaan, kewajiban jangka pendek, belanja pegawai, belanja barang dan jasa, dan belanja hibah. Dengan pertimbangan-pertimbangan tersebut, maka opini yang diberikan adalah Pernyataan Menolak Memberikan Opini (disclaimer of opinion). Untuk Kabupaten Kepulauan Sangihe, secara keseluruhan 19 temuan, 12 temuan SPI dan 7 temuan terkait kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan. Permasalahan yang menjadi dasar terkait aset tetap, pendapatan asli daerah, belanja barang dan jasa, belanja modal, belanja bantuan sosial dan belanja hibah. Opini yang diberikan adalah Menolak Memberikan Opini tau disclaimer of opinion. Hasil pemeriksaan BPK RI atas

I DENTITAS TAB LOID

EDISI 92, SEPTEMBER 2012

MEMPERBAIKI YANG SALAH MEMBENARKAN YANG BENAR

Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur TA 2011, secara keseluruhan mengungkapkan sebanyak 29 temuan, yakni sebanyak 10 temuan SPI, dan sebanyak 19 temuan terkait dengan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan. Permasalahan yang menjadi dasar pertimbangan dalam menetapkan opini antra lain terkait permasalahan atas Aset Tetap; Persediaan; Kewajiban Jangka Pendek; Investasi Non Permanen; Belanja Pegawai; Belanja Barang dan Jasa; dan Belanja Modal. BPK memberikan opini “Pernyataan Menolak Memberikan Opini (disclaimer of opinion)”. Dan untuk Kota Tomohon, secara keseluruhan LHP mengungkapkan sebanyak 26 temuan, yakni sebanyak 14 temuan yang merupakan kelemahan dalam disain dan penerapan sistem pengendalian intern, dan sebanyak 12 temuan yang terkait dengan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan. Beberapa permasalahan yang menjadi dasar pertimbangan dalam menetapkan opini antara lain terkait permasalahan atas: Kas; Piutang; Aset Tetap; Kewajiban; Investasi Permanen; Belanja Pegawai; Belanja Barang dan Jasa; Belanja Bantuan Sosial; Belanja Hibah; dan Belanja Tak Terduga. BPK memberikan opini “Pernyataan Menolak Memberikan Opini (disclaimer of opinion)”. Cukup mencurigakan menyangkut opini Disclaimer APBD 2011 untuk Kabupaten Minahasa Utara. Tidak kebetulan apabila memungkinkan belum ada satu mediapun yang membeber catatancatatan yang diberikan untuk penataan keuangan daerah yang digawangi Sompie Singal-Yulisa Baramuli itu. Padahal 2 tahun berturut Disclaimer menjadi catatan buruk untuk Sompie Bersama Yulisa (SBY). Hal tersebut mengherankan sebab Minut dikenal sebagai daerah tanpa warisan hutang. Sompie menganggap disclaimer merupakan tanggapan berharga untuk dievaluasi. Ini selanjutnya menjadi penyemangat bagi aparatur daerah untuk lakukan perubahan dan perbaikan ke arah yang lebih baik dan sempurna. Opini ini katanya bisa terjadi karena kehilafan maupun ketidak-cermatan dan ketidak-telitian dari pengguna anggaran sehingga tidak melahirkan management keuangan yang akuntable, efisien dan efektif. Untuk itu pengawasan represif dan prefentif perlu dioptimalkan lagi disetiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sebagai pengguna anggaran. Soal kekhilafan, Sompie bisa jadi benar. SKPD di Minut perlu belajar lebih sungguh-sungguh agar opini BPK selanjutnya tidak menjadi comberan yang menciprati muka mereka. Hal ini pula merupakan pembelajaran serius yang perlu jadi catatan penting untuk Kepala Dinas PPKAD Arnold Frederik. Kinerja Arnold pula menjadi perhatian khusus legislatif. Simak yang disampaikan anggota DPRD Minut, Denny Sompie. “Yang bertanggung jawab di sini adalah kepala dinas PPKAD, sebab instansi tersebut menjadi tolak ukur masalah penataan

Bitung hanya punya 7 catatan pengenai keuangannya, dimana ini menjadi temuan terkecil dibanding daerah lain dan menjadi rekor baru dimana tak pernah ada sebelumnya daerah yang mengantongi temuan serendah atau di bawah itu. Rochmadi Saptogiri Ketua BPK perwakilan Sulut keuangan,” ucap Denny. “Kami sudah sering kali mengingatkan tapi apa boleh buat hal itu masih belum mendapatkan prestasi baik,” tandasnya lagi soal disclaimer yang diraih. Kendati sebagian besar kondisi keuangan provinsi dan daerah-daerah carut-marut, kabar menyejukkan terdengar dari Kota Cakalang Bitung. Kawasan full industri itu sukses dengan performa wajar tanpa pengecualian (WTP) pada 2011. Hasil tersebut berarti melangkahi opini wajar dengan pengecualian yang tahun ini milik Provinsi Sulut. Padahal 2 tahun sebelumnya, Gubernur Sinyo Harry Sarundajang senantiasa mencetak opini WTP. Bitung sendiri hanya punya 7 catatan pengenai keuangannya, dimana menurut Ketua BPK perwakilan Sulut Rochmadi Saptogiri ini menjadi temuan terkecil dibanding yang lain. 7 temuan juga rekor baru, karena nilainya paling sedikit selama ini, tak pernah ada sebelumnya daerah yang mengantongi temuan serendah atau di bawah itu. Walau ada beberapa paragarf penjelasan menyangkut realisasi belanja sosial tahun 2011 tidak sesuai dengan definisinya dan merupakan realisasi untuk belanja hibah kepada instansi vertikal, serta seharusnya dianggarkan pada SKPD, termasuk menindaklanjuti masalah buruh harian lepas, Bitung dinilai sudah cukup baik melakukan pengelolaan keuangan dan beranjak dengan perbaikan dari tahun sebelumnya. “Pengelolaan keuangan merupakan mata rantai yang strategis untuk pemerintahan. Tidak sedikit pemerintah yang gagal dan harus berhadapan dengan hukum karena gagal dalam pengelolaan keuangan,” ucap Walikota Bitung Hanny Sondakh. Dia tak lupa memuji Gubernur Sarundajang, mengingat hasil maksimal tersebut tak lepas dari peran pembinaan gubernur, yang sebelumnya pernah lama menjabat walikota Bitung. Jerat opini tidak wajar dan disclaimer milik beberapa daerah memang tidak lepas dari andil pemimpin pendahulunya. Bukan rahasia lagi kalau sejumlah daerah yang walikota atau bupatinya pernah terkait masalah korupsi meninggalkan rekam jejak tidak mengenakkan terhadap keuangan daerah masing-masing. Beban hutang yang ditinggalkan, akibat penggunaan anggaran “tidak manusiawi”, terpaksa harus diwarisi pengganti mereka. Pantas saja opini buruk selalu menghinggapi daerah-daerah itu tiap tahunnya.(efraim lengkong)


Lewat Bunga, Tomohon Menyapa Dunia WALIKOTA Tomohon Jimmy F. Eman, SE.Ak saat acara pembukaan Tomohon International Flower Festival Rabu, (8/8) 2012mengatakan bahwa pada tahun 2008 jumlah kunjungan wisatawan mancanegara untuk menyaksikan kegiatan kala itu mencapai 2800 orang. Kemudian terus bertambah, di mana tahun 2010 turis mancanegara yang datang berjumlah 3954 orang dan di tahun 2012 ini, peningkatan terus terjadi hingga mencapai 40 persen. "Turis

asing terus meningkat, seiring dengan komoditas bunga yang jadi daya tarik terus dikembangkan," ujar Eman. Untuk itu kota Tomohon akan terus menggelar kegiatan seperti ini," bunga tentunya menjadi salah satu promosi yang menarik ditambah dengan hadirnya yellow dan white Chrisan Lokon sebagai komiditi andalan dalam mempromosikan serta mendukung perekonomian Kota Tomohon," ujarnya. "Lewat bunga kita menyapa dunia dan saya percaya kontribusi positif masyarakat dalam rangka mengembangkan jaringan kerjasama baik kepada pemerintah pusat maupun mancanegara yang hadir dalam kegiatan ini," beber Eman seraya menghimbau kepada peserta untuk kembali lagi ke

kota Tomohon dalam event yang sama. Sementara itu, Gubernur Sulut, Dr Sinyo Harry Sarundajang berharap agar kegiatan seperti ini, dapat dimasukkan dalam kalender event setiap tahunnya. Akan dievaluasi agar kegiatan ini dapat menjadi agenda nasional. "Saya ucapkan selamat bagi masyarakat dan Walikota yang terus mendukung kegiatan ini,"ujar Sarundajang. Wakil Menteri Pariwisata Ekonomi Kreatif (Wamen Parekraf) Sapta Nirwanda mengatakan bahwa event semacam ini dapat menjadi promosi untuk produk dan destinasi suatu kota. " Tomohon harus bisa menyamai Pasadena," ujar Wamen Parekraf seraya menghhimbau agar pelaksanaan event berikutnya peserta ToF dapat diikuti 15 negara.(adv)

Walikota Kotamobagu Pimpin Upacara HUT RI Ke-67

B

Walikota Kota Kotamobagu, Hi Djelantik Mokodompit

Perayaan HUT RI ke-67 berjalan dengan penuh khidmat dan disambut seluruh jajaran Pemerintah Kota Kotamobagu secara meriah dengan melakukan upacara dipimpin Walikota Kota Kotamobagu, Drs Hi Djelantik Mokodompit, ME di Lapangan Kotamobagu, Jalan Ahmad Yani Kelurahan Kotamobagu, Jumat (17/8) 2012. Acara berjalan dua jam dengan khidmat seraya mengenang jasa-jasa para pahlawan nasional. Upacara HUT RI ke-67 dihadiri Wakil Walikota Kotamobagu, Ir Hj Tatong Bara, Kodim 1303 Letkol Inf Muhjiarto, Kapolres Bolmong AKBP Pol Enggar Broto Seno SIK, serta jajaran Muspida dan Muspika Kota Kotamobagu . Hari kemerdekaan tahun ini jatuh bertepatan dengan bulan Ramadhan merupakan keberkahan tersendiri. Kepada wartawan walikota mengatakan bahwa apa yang dibawa oleh para pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan negara Indonesia harus diejawantakan sekarang ini

dan terus ditanamkan dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat menuntut kita bekerja keras untuk kemajuan bersama. Hal ini kata Djelantik terus dilakukan pemerintahannya, sampai saat ini, dan sudah mulai berkembang secara bertahap. ‘’Dengan memaknai kemerdekaan ini, kita bersamasama membangun daerah ini,’’ terang Djelantik.(advetorial)


I DENTITAS TA BL OID

TOMOHON

10

EDISI 92, SEPTEMBER 2012

™Finalis Putri Pariwisata

Tomohon Diwakili Sereni Korompis ID,Tomohon-Sereni Priska Korompis wakil 1 Putri Tomohon 2009 lalu, terpilih mewakili Tomohon dalam ajang Putri Pariwisata 2012. Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tomohon, Drs. Gerardus Mogi (Rabu 29/08), Seranika satu-satunya yang menjadi utusan Provinsi Sulawesi Utara di ajang nasional ini.“Walikota Tomohon Jimmy Eman selaku Pemerintah ROLLING saat meneriKota Tomohon ma kunjungan Sereni Korompis mengaku bangga ada putri berprestasi yang dapat lolos menjadi salah satu finalis bersaing dengan putri-putri lainnya dari seluruh Indonesia,”tukas Mogi. Untuk itu, Mogi mewakili Walikota Tomohon berharap mahasiswi salah satu akademi pariwisata bali ini, dapat mengharumkan Provinsi Sulut umumnya dan Tomohon khususnya. Dan tentunya dapat mempromosikan kota Tomohon sebagai Kota Bunga.“Para finalis Putri pariwisata akan dikarantina mulai 17-24 September 2012. Sementara untuk grand final dilaksanakan pada 25 September di Jakarta,”tutup Mogi.(edi)

Tatib Pemilihan Wawali Tomohon Rampung

Paulus Sembel ID,Tomohon-Untuk menguatkan draf Tata Tertib (Tatib) pemilihan Wakil Walikota (Wawali) Tomohon yang akan dikonsultasikan kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI, DPRD Kota Tomohon melalui Panitia Khusus (Pansus) menggelar rapat pembahasan Tatib, Jumat (24/8) 2012. Pembahasan Tatib yang dihadiri Ketua Pansus Hofnie Kalalo, SH, Wakil Ketua Youdy Moningka, SIP, Sekretaris Drs Yohanis Wilar, Frets Keles ST,

Jeffrie Montolalu SE, dan Paulus Sembel, berhasil merampungkan Tatib tersebut. Menurut anggota Pansus Paulus Sembel, hasil ini nantinya akan dibawah ke Kemendagri untuk dikonsultasikan. "Setelah adanya penguatan dari Kemendagri, maka tatib pemilihan wawali tomohon akan dibawah ke rapat paripurna DPRD untuk ditetapkan,"ungkap Sembel yang juga Ketua Komisi A DPRD Tomohon. Ia kembali menambahkan, substansi pembahasan yang dibahas Pansus hari ini terkait pasal-pasal krusial yang akan diatur dalam tata tertib, seperti proses pencalonan, proses pemilihan, pembentukan dan tata kerja panitia pemilhan dan berbagai pasal yang mengikat. "Setelah semuanya ini selesai, proses selanjutnya adalah pembentukan Panitia Pemilihan (Panli) oleh DPRD untuk mengatur teknis pemilihan,"pungkas Sembel.(edi)

MEMPERBAIKI YANG SALAH MEMBENARKAN YANG BENAR

Poli: Sudah Dikonsultasikan ke Gubernur ™Rolling Pejabat

DR Arnold Poli, SH,MAP

ID,Tomohon-Sekertaris Kota Tomohon DR Arnold Poli, SH,MAP Rabu (29/8) 2012 kepada sejumlah wartawan mengatakan, dalam waktu dekat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon akan melakukan rolling pejabat. Bahkan, sejumlah nama pejabat terutama eselon 2 sudah dikonsultasikan ke Gubernur Sulawesi Utara, SH Sarundajang. Poli yang juga Ketua Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) Pemkot Tomohon menjelaskan, untuk pejabat eselon 2 memang harus dikonsultasikan ke Pemerintah Provinsi Sulut.“Hal itu sudah dilakukan namun baru secara lisan. Untuk konsultasi secara tertulis akan disampaikan dalam waktu dekat ini,” ujar Poli yang dikenal akrab dengan wartawan ini. Poli menambahkan, konsultasi penempatan pejabat eselon 2 sangat penting dilakukan karena merupakan penentuan nama-nama pejabat yang layak.“Sesuai dengan apa yang disampaikan Walikota Tomohon Jimmy F Eman bahwa dalam rolling ini tidak ada yang nonjob karena hanya untuk mengisi kursi yang kosong. Selain itu karena adanya pembentukan 3 OPD baru. Ini semua nantinya akan dilihat dari hasil kinerja pejabat yang bersangkutan,"pungkasnya.(edi)

Tomohon Terancam tak Terima Subsidi Dari Pusat Realisasi PBB Masing-masing Kecamatan Kecamatan Tomohon Tengah : Realisasi Kecamatan Tomohon Timur : Realisasi Kecamatan Tomohon Barat : Realisasi Kecamatan Tomohon Selatan : Realisasi Kecamatan Tomohon Utara : Realisasi

PBB PBB PBB PBB PBB

53,79 Persen 52,99 Persen 52 Persen 50,69 Persen 31,39 Persen

sumber:pemkot tomohon

ID,Tomohon-Hingga tanggal 24 Agustus 2012, pencapaian Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Kota Tomohon masih jauh dari target. Pasalnya, realisasi pencapaian PBB masih pada posisi 44,52 persen dari total keselurahan kelurahan yang ada. Pada sambutan rapat evaluasi pajak bumi dan bangunan yang diselenggarakan oleh Dinas Pendapatan Pengelola Keuangan dan Aset (DPKAD), Sekertaris Kota Tomohon DR Arnold Poli SH,MAP mewakili Walikota Jimmy F Eman, SE.Ak mengatakan, sesuai kalender kerja yang sudah berada pada triwulan tiga, tentunya sebagai aparatur negara kita mempunyai tanggung jawab untuk melaksanakan dan menyelesaikan tugas yang telah dibebankan dan diamanatkan kepada kita. “Keberhasilan dari suatu program dapat diukur dengan berbagai cara antara lain mengevaluasi realisasi penerimaan PBB sebagai tolak

ukur capaian kinerja para camat dan lurah. Untuk itu, kita harus bekerja bahu membahu untuk mencapai target karena bulan September merupakan bulan pelunasan PBB,” tegas Poli. Dalam upaya pelaksanaan tugas di bidang PBB, camat sebagai kolektor dan lurah sebagai pembantu kolektor harus mampu memotivasi masyarakat sebagai wajib pajak bumi dan bangunan untuk segera melunasi pajaknya sebelum tanggal 30 September. Apabila tidak melunasi sampai batas jatuh tempo, Kota Tomohon kemungkinan besar tidak akan menerima dana insentif dari Pemerintah Pusat. Dan mengantisipasi hal tersebut para camat dan lurah agar segera melakukan langkah-langkah kongkrit untuk peningkatan penerimaan pajak bumi dan bangunan.“Saya berharap dalam waktu dekat ini realisasi PBB 100 persen bisa di capai oleh seluruh kelurahan,” tegasnya.(edi)

Turun Lapangan, Anggota Dewan Tuai Kritikan dan Usulan ID,Tomohon-Kunjungan anggota dewan Dapil II Tomohon Selatan Drs Paulus Adrian Sembel, Dra Carolina Sondakh, Hofnie Kalalo SH, Rineke Kilis dan Mono Turang S.Sos, Rabu (29/08) 2012 lalu di 12 Kelurahan Kecamatan Tomohon Selatan dalam rangka evaluasi dan pengawasan pelaksanaan APBD 2011/ 2012, serta mengklarifikasi realisasi program dan proyek pembangunan yangg ada, mendapat berbagai kritikan, usulan dan saran dari masyarakat. Setelah ditindaklanjuti dan diselidiki lebih lanjut ternyata semuanya benar. Salah satu di-

antaranya berupa ruas jalan yang rusak parah di Kelurahan Lahendong. Dimana akses jalan itu merupakan alternative yang menuju Puskesmas, SD Inpres, Tk dan Pekuburan setempat. Selain itu, para legislator mendapati beberapa temuan lain yang di antaranya, ada beberapa kelurahan yang tidak memiliki sekertaris lurah dan kaur. Bahkan, program-program yang secara notabene harus diketahui oleh pemerintah terkait seperti non fisik lewat Dana Alokasi Khusus (DAK) pendidikan, kesehatan dan sebagainya, sebagian besar tidak diketahui

pihak bersangkutan. “Itu semua kami dapatkan di saat melakukan kunjungan ke lapangan. Anehnya lagi di Kelurahan Lansot ada Puskesmas rawat inap yang sejak tahun 2010 belum selesai sampai sekarang,” Ujar Sembel. Ditambahkan Sembel, ada juga usulan-usulan program dan proyek untuk tahun 2013 secara umum tentang perbaikan drainase, pengaspalan jalan, pengadaan lampu jalan, pembukaan akses jalan ke perkebunan dan trotoar. Semuanya akan kami jadikan bahan evaluasi dan akan diklarifikasi ke pihak eksekutif.(edi)

RUAS jalan di Kelurahan Lahendong yang rusak parah


MINUT-MINSEL EDISI 92, SEPTEMBER 2012

I DENTITAS TA BL OID

11

MEMPERBAIKI YANG SALAH MEMBENARKAN YANG BENAR

Pemkab Minut Dengan Yecheon County Lakukan Penjajakan Kerjasama

Hanny Tambani ™Rapat Kominda

Sompie: Kekompakan dan Sinergitas Harus Di Jaga ID,Minut–Rapat Komisi Intelejen Daerah (Kominda) gagasan dari Badan Kesatuan Bangsa, Politik Dan Perlindungan Masyarakat (Kesbang Pol dan Linmas) yang sudah menjadi agenda rutin Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, Kamis (30/08) kembali di gelar di ruang Bupati. Dihadiri oleh unsur TNI AD – AL – AU, Polisi Resort Kota Manado dan Minut, Bea Cukai, Imigrasi Manado dan Bitung, BIN Sulut dan Kejari Airmadidi, di pimpin langsung oleh

Bupati Minut Drs Sompie Singal. Pertemuan yang juga turut dihadiri oleh Wakil Bupati Minut Yulisa Baramuli, Sompie mengingatkan untuk melakukan pencegahan dan deteksi dini terhadap ancaman konflik sangat diperlukan kekompakan dan sinergitas Kominda serta berdayakan forum kebersamaan masyarakat. “Untuk menjaga situasi tetap stabil dan aman, tentunya kita harus tetap kompak dan sinerjik,” pungkas Sompie.(efl)

Pembahasan KUA PPAS, Anggota Banggar tak Hadir

ID,Minut–Hasil kunjungan Kepala Bapelitbang Minahasa Utara (Minut) Hanny Tambani MSi. bersama staff khusus Minut DR Lucky Longdong, ke Korea Selatan (Korsel) tepatnya di Yecheon County, dipaparkan dihadapan Bupati Minut Drs Sompie Singal beserta Sekretaris Daerah (Sekab), dan seluruh Kepala SKPD Minut.

Menurut Tambani dari hasil Kunker di Korsel, Tim sempat menghadiri Insect Bio expo 2012 di Yecheon County, untuk mengetahui Teknologi pertanian yang diterapkan di negeri Ginseng tersebut. Juga di sana Tim mempelajari teknik di bidang Pariwisata dan Pendidikan sekaligus menjajaki kerjasama antar ke-dua daerah (Minut- Yecheon County, red).

"Apabila disetujui akan dilanjutkan pada tahap persetujuan Gubernur dan dilanjutkan dalam pembahasan di Kementrian Dalam Negeri dan Kementrian Luar Negeri. Kemudian akan dituangkan dan ditanda-tangani dalam Memorandum Of Understanding (MoU) antara Walikota Yecheon County dan Bupati Minut," papar Hanny.(efl)

Disclaimer Jadi Penyemangat ? ID,Minut–Opini disclaimer oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atau penilaian atas Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2011 Kabupaten Minahasa Utara (Minut) dua tahun kepemimpinan SompieBaramuli memperoleh memperoleh predikat disclaimer, ditanggapi arif oleh Pemkab Minut. Menurut Bupati Minut Drs Sompie Singal, MBA, penilaian atau opini tersebut adalah masukan dan tanggapan berharga bagi Pemkab Minut dalam rangka evaluasi terhadap pengelolaan keuangan APBD Minut tahun 2011. “Opini tersebut menjadi penyemangat bagi aparatur daerah untuk melakukan perubahan dan perbaikan kearah yang lebih baik dan sempurna,” ujar Sompie “Opini ini bisa terjadi karena kehilafan maupun ketidak-cerma-

Drs Sompie Singal, MBA tan dan ketidak-telitian dari pengguna anggaran sehingga tidak melahirkan management keuangan yang akuntable, efisien dan efektif. Untuk itu pengawa-

san represif dan preventif perlu dioptimalkan lagi di setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sebagai pengguna anggaran,” tandas Sompie. (efl)

Tetty Paruntu: Keinginan Kalian akan Saya Tindaklanjuti Pembahasan KUA PPAS pan," jelasnya, sambil menambahkan jika pembahasannya molor, maka jelas-jelas akan berdampak kurang baik. Adapun Anggota Banggar yang tidak hadir antara lain Rolly Porong, Joppy Mongkareng, Gino Rumokoy, Setly Kohdong. Hal ini tentu saja sangat disesalkan disebabkan bakal menghambat penuntasan yang ujung-ujungnya keterlambatan APBD. Dikabarkan, ketidakhadiran mereka dikarenakan ada yang ikut mendampingi Hukum Tua studi banding di Jawa Barat. "Inikan namanya tidak adil, bukan saja anggota dewan bersangkutan yang menjanjikan mempercepat penuntasan seluruh agenda, tapi jika pihak eksekutif yang tidak hadir, matimatian dikritik. Jadi kalau begini siapa lagi yang bisa dipercaya. Jangan hanya menyalahkan orang lain, kalau diri sendiri masih melakukan hal demikian," tukas Robby Porajow mewakili generasi muda Minsel.(Sly)

ID,Minsel–Badan Anggaran (Banggar) DPRD Minsel akui sedikit terganggu dengan minimnya kehadiran anggota banggar. Biasanya dari pihak eksekutif atau Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang jarang ikut pembahasan, namun kali ini pihak Banggar yang kena getahnya. Di mana pembahasan KUA PPAS, Kamis (30/08) 2012 di Kantor DPRD kehadiran anggota banggar tidak lengkap, yakni dari 15 anggota yang ada hanya 9 anggota. "Ya memang pembahasan cukup berpengaruh karena ketidakhadiran beberapa anggota banggar, sehingga tidak menutup kemungkinan berpengaruh pada kualitas pembahasan," ujar salah satu personil banggar, Boy Rumondor kepada wartawaan usai pembahasan, Kamis (30/08) 2012. Lanjut dia, "pembahasan anggaran jikalau banyak yang tidak hadir akan berdampak kurang baik, apalagi pembahasanya dianggap belum berkualitas atau tidak sesuai hara-

ID,Minsel–Aksi demo para sopir Amurang-Manado yang di terima oleh Wakil ketua DPRD Minsel John RM Sumual, yang selanjutnya disambut Ketua DPRD Boy VA Tumiwa, telah menampung segala pengeluhan yang disampaikan kepada petinggi dan anggota DPRD Minsel. Namun saat mendengar Bupati akan menghadiri Paripurna di DPRD Minsel, para sopir berinisiatif untuk menunggu kehadiran bupati Minsel Tetty Paruntu. Tidak sampai satu jam, Bupati muncul di hadapan para

sopir. Saat itulah dipergunakan kesempatan untuk menyampaikan secara langsung. Tetty Paruntu di hadapan puluhan sopir dan pengurus PSAM Minsel berjanji akan menindaklanjuti keluhan tersebut, dengan berkordinasi terlebih dahulu dengan unsur Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Minsel masing-masing ketua DPRD, Kapolres, Kajari dan PN Amurang. Pada kesempatan itu Bupati katakan,"Mohon bersabar, sebab saya akan kordinasikan terlebih dahulu dengan Forpimda, kalau

sudah ada hasilnya akan saya undang kepengurusannya untuk menyampaikan hasil koordinasi dan langkah-langkah dan sanksi apa saja yang diambil untuk memberantas taksi gelap," ucap Bupati Tetty Paruntu. Bupati juga menambahkan pada dasarnya akan menindaklanjuti keluhan para sopir, sesuai aturan yang berlaku. "Ingat ! saya selalu memperhatikan rakyat kecil, kepentingan kalian akan saya tindak lanjuti," janji Paruntu yang disambut dengan aplaus para sopir. (sanly)

BUPATI Minsel Tetty Paruntu saat menerima pendemo


EDISI 92, SEPTEMBER 2012

I DENTITAS TA BL OID

MITRA

12

MEMPERBAIKI YANG SALAH MEMBENARKAN YANG BENAR

Penebangan Kelapa Semakin Menjadi ™Kadis Kehutanan Diminta Turun Tangan Ratahan, ID–Miris memang, kendati Sulut dijuluki daerah Nyiur Melambai, aksi penebangan pohon kelapa belakangan semakin meluas, terlebih khusus di Kabupaten Mitra. Di daerah itu, populasi perkebunan kelapa kian berkurang Pantauan Identitas di Kecamatan Tombatu, Ratahan, Ratahan Timur dan Kecamatan Posumaen yang merupakan sentra kelapa, saat ini populasi kelapa sudah semakin menurun. Warga setempat meminta kepada terkait agar turun tangan untuk mengatasi permasalahan ini. Noldi Pungalo, Alex Sualang, Anton Pananginan, warga Ratahan dan Posumaen pekan lalu meminta Dinas Kehutanan dan Perkebunan Mitra hendaknya mengantisipasi hal tersebut. “Kabupaten Mitra merupakan

sentra penghasil kelapa paling produktif di daerah ini. Untuk itu Kadis harus mengantisipasi terjadinya aksi penebangan,” ujar mereka bertiga. Ditambahkan Noldi, jika hal ini dibiarkan tahun mendatang daerah ini akan kekurangan produksi kelapa. Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Mitra Ir John Elon Ronsul ketika dikonfirmasi membenarkan masalah tersebut. Ronsul mengakui di Mitra sudah banyak kelapa yang ditebang. Tetapi dia menampik tidak ada perhatian dari instansi yang dipimpinnya. Penebangan pohon kelapa itu menurutnya milik warga dan dari pantauan mereka, yang ditebang sudah ada peremajaan. “Memang setiap tahun pihak kami memberikan bantuan bibit

kelapa kepada petani lewat kelompok tani. Dan mungkin yang mereka tebang adalah pohon kelapa yang sudah tidak berproduksi karena sudah tua,” ungkap Ronsul. Dirinya tidah berhak untuk menghalangi penebangan tersebut karena pohon kelapa milik warga. “Saya hanya menghimbau kepada petani agar supaya jangan menebang pohon kelapa yang masih berproduktif,” ungkapnya. Beberapa waktu silam dalam sebuah kunjungan ke Mitra, Gubernur Sulut SH Sarundajang menyebut kelapa produksi daerah itu adalah komoditi yang membantu taraf perekonomian petani. Dari helatan ke beberapa negara, Sarundajang memerhatikan produk turunan kelapa dari Sulut menjadi bahan baku berbagai produk jadi. (fre)

AKSI penebangan pohon kelapa dimintga menjadi perhatian instansi teknis. Diharapkan yang ditebang bukan pohon yang masih produktif. (foto: ist)

Bupati Sebut ada Kemajuan di Pengentasan Kemiskinan

Telly Tjanggulung

Ratahan ID—Bupati Kabupaten Mitra Telly Tjanggulung mengatakan kemerdekaan yang sesungguhnya adalah merdeka dari kemiskinan, kebodohan, penindasan. Hal ini dikatakannya saat makan siang bersama Muspida Mitra di atrium Pemkab Mitra. Bahkan diakui Bupati pilihan rakyat ini, Kabupaten Mitra saat ini mengalami kemajuan di bidang pengentasan kemiskinan, kebodohan dan kesehatan. Bahkan pembangunan infrastruktur di daerah ini maju dengan pesat. “Saya sangat bersyukur kepada Tuhan karena Kabupaten ini diberkati. Hingga saat ini apa yang dicita-citakan boleh terlaksanan,” ungkapnya. Tjanggulung berharap melalui moment HUT RI ke 67 ini Republik Indonesia semakin jaya dan lebih maju, Makmur dan boleh bersaing dengan bangsa lain. Dalam HUT proklamasi tersebut atas nama Presiden, Bupati memberikan penghargaan kepada 30 PNS berprestasi dan malamnya diadakan toast kenegaraan. (fre)

SEKDA Mitra Drs Fredy Lendo bersama jajaran mengitari kompleks perkantoran SKPD usai apel. Lendo menggelar sidak untuk mengetahui kehadiran PNS pasca-libur.

Hari Pertama Ngantor Sekda Langsung Sidak Ratahan, ID—Setelah diliburkan pasca hari raya Idul F itri, Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) Kamis 23 Agustus kembali masuk kantor. Pada hari pertama, Sekda Mitra Drs Fredi Lendo bertindak selaku pembina upacara. Dalam sambutannya, Lendo menyampaikan terima kasih kepada para pejabat serta jajaran yang dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab bisa hadir pada apel kerja perdana tersebut. “Saya atas nama Bupati menyampaikan terima kasih kepada saudara sekalian karena bisa memenuhi kewajiban sebagai PNS dan menunjukan tanggung jawab dengan mengikuti apel dan mengawali tugas kerja pasca cuti lebatan. Dan kepada yang tidak hadir akan dilayangkan teguran dan akan dievaluasi,” tegasnya. Menurutnya, menjadi PNS itu adalah pilihan sehingga pi-

lihan itu harus dilengkapi dengan penghargaan dari pribadi masing-masing. “Harapan saya agar kita semua kompak melaksanakan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab,” tegasnya lagi. Setelah apel, Lendo didampingi asisten III Ir Elly Sangian, Kabag Ortal Drs Bernard Mokosandip, Kabag Humas Drs Ezra Sengkey MSi beserta pihak BKDD langsung melakukan sidak ke sejumlah SKPD. Dalam sidak tersebut ketahuan banyak PNS yang tidak masuk kantor. “Bagi yang tidak masuk kantor tanpa alasan jelas maka tunjangan kerja daerah (TKD, red) akan dipotong dan tentunya bagi kepala SKPD, itu adalah penilaian yang akan disampaikan kepada Bupati utuk menjadi pertimbangan,” ujar Lendo. Dari data yang diperoleh ada beberapa kepala SKPD yang kedapatan tidak ada di tempat sewaktu dilakukan sidak.(fre)

Tidak Hadir, Kenaikan Gaji Ditunda

Bernard Mokosandip

Ratahan ID—Hal menarik disampaikan Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana (Ortal) Kabupaten Mitra, Bernard Mokosandip SH, ketika dikonfirmasi wartawan mengenai ketidakhadiran PNS di lingkungan sekretariat Pemkab Mitra. Mokosandip mengatakan PNS yang tidak hadir saat apel hari pertama masuk kantor akan ditunda kenaikan gaji berkala. Ini merupakan bentuk pembelajaran dan pemberian efek jera bagi PNS karena mereka adalah abdi Negara yang seharusnya taat pada aturan dan disiplin. “Ini komitmen saya untuk melakukannya karena tugas dan tanggung jawab saya sebagai bagian dari disiplin

PNS,” ungkap Mokosandip. Bahkan menurutnya lagi, bagi PNS yang tidak hadir selain ditundanya kenaikan gaji berkala, juga TKD dipotong sesuai dengan SK Bupati.(fre)


I DENTITAS TA BL OID

ADVETORIAL

13

EDISI 92, SEPTEMBER 2012

MEMPERBAIKI YANG SALAH MEMBENARKAN YANG BENAR

Momen Idul Fitri Perekat Kebersamaan

BUPATI Mitra Telly Tjanggulung mengatakan Idul Fitri merupakan hari kemenangan bagi umat Muslim. Menang dari lapar dan haus serta menang dari pencobaan setelah sekian lama melakukan ibadah puasa. Momen Idul Fitri tahun ini diharapkan menjadi perekat keebersamaan antar umat beragama. “Atas nama pemerintah kabupaten Minahasa Tenggara kami mengucapkan selamat Idul Fitri, marilah di momen yang indah ini kita bisa pererat rasa kebersamaan sesama pemeluk agama yang ada di daerah ini, sekali lagi selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin,” ucap Tjanggulung. (adv)

Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Minahasa Tenggara

Bangun Kebersamaan Lewat Dirgahayu RI Ke-67 PROKLAMASI Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-67, pada 17 Agustus 2012, dinilai Ketua Dewan Kabupaten Minahasa Tenggara, Tonny Hendriek Lasut AmTM sebagai momen yang mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia di mata dunia.“Marilah lewat HUT RI ke-67 ini kita bangun bangsa ini, kita bangun kabupaten Mitra dengan kebersamaan dan persatuan. Agar apa yang dicita-citakan bisa terwujud. Selamat HUT RI ke 67 tahun 2012,” ungkap Tonny Lasut. (adv)

Tony H Lasut, AmTm AmTm Ketua

Delly Dell y Makalow Makalow Wakil Ketua Ketua

Katrien Ka trien Mokodaser Mokodaser Wakil Ketua Ketua

Stanley Pasula Pasulatan, tan, SE,MSi Sekwan Sekw an


TOTABUAN RAYA EDISI 92, SEPTEMBER 2012

I DENTITAS TA BL OID

14

MEMPERBAIKI YANG SALAH MEMBENARKAN YANG BENAR

Masyarakat Antusias Hadiri Open House MSL ID,Kotamobagu-Open House MSL yang bertajub silahturahmi dengan warga sekitar, dibanjiri Masyarakat yang berada di penjuru Kota-Kotamobagu, sangat terlihat dimana warga dari 4 Kecamatan di Kota-Kotamobagu begitu antusias berduyun-duyun menghadiri acara yang dilangsungkan dikediaman Rumah MSL hanya ingin bersilahturahmi dengan Calon Kandidat Pilwako 2013 Mohammad Salim Ladjar sapaan akrab MSL. mereka (masyarakat) sangat menjagokan kandidat tersebut karena dinilai bisa membawa perubahan di Kota-Kotamobagu. seperti penuturan seorang Warga Kelurahan Gogagoman Haris M. dirinya mengatakan; ‘’aba mato (MSL) mempunyai kepribadian yang sangat dekat dengan masyarakat, dan aba Mato (MSL) mempunyai kemampuan untuk membangun Daerah, sebab kami masyarakat sangat menginginkan adanya perubahan untuk Kota-Kotamobagu’’. ungkapnya. selang beberapa jam Acara berlangsung warga dikagetkan dengan kedatangan Bupati Boltim Sehan Ladjar yang sengaja datang untuk bersilahturahmi dengan MSL, dimana sebenarnya adalah

Adik Kandung dari MSL (Mato Salim Ladjar). hentakan sorak pun terdengar dari mulut warga yang hadir saat itu, dimana Masyarakat merasa ini adalah moment penting untuk dapat bertatap muka dan bersilahturahmi dengan Bupati Boltim yang sangat bersahaja itu. tak hanya Bupati Boltim saja yang menyempatkan waktu untuk hadir dalam acara tersebut, sebab hampir bersamaan waktu, datang lagi Anggota DPR-RI Aditya Didi Moha yang akrab disapa ADM untuk bersilahturahmi dengan MSL Aba Mato. sentak saja sorakan merasa gembira terdengar dari mulut para Warga setempat yang meneriaki “ ini adalah pasangan yang cocok untuk dijadikan Kandidat Pilwako 2013 nanti”. ADM dan Bupati Boltim dijemput langsung oleh MSL dan dipersilahkan duduk bersama sehingga terlihat ketiganya sangat akrab dan sesekali melemparkan senyum kepada masyarakat yang hadir saat itu. Bupati Boltim Sehan Ladjar hanya berpesan kepada Masyarakat Kota-Kotamobagu bahwa “jangan sesekali melupakan sejarah. sebab terbentuknya 4 Ka-

Jalan Raya Dumoga Hotmix ™Tuuk Bantah Pemberitaan Salah Satu Media Lokal

DIDI Moha yang akrab disapa ADM untuk bersilahturahmi dengan MSL Aba Mato. bupaten di Bolaang Mongondow Raya, adalah hasil perjuangan Bunda Pemeka-

ran Marlina Moha Siahaan”. ungkapnya. (Jhon / Cq)

Jelang Pilwako Kota kotamobagu, Balon Mulai Unjuk Gigi ID,Kotamobagu-Menjelang Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota (Pilwako) Kota Kotamobagu, bakal calon (Balon) kandidat yang nantinya siap bertarung untuk memperebutkan kursi nomor satu sudah mulai unjuk gigi. Hal tersebut nampak dari gerak–gerik mereka dengan mengambil hati warga setempat. Menurut Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) LPKEL Reformasi, Efendi Abdul Kadir kepada Identitas,

bahwa bakal calon kandidat mulai menentukan sikap kepada warga masyarakat Kota Kotamobagu untuk suksesi pemilihan nanti. “Mereka mulai mengambil hati masyarakat dengan pendekatan dan trik masing-masing,” ungkap Kadir. Kadir juga menambahkan, semuanya dikembalikan kepada masyarakat karena suksesnya agenda lima tahunan ini tergantung dari masyarakat sendiri. (Jhon W)

Djelantik Tinjau RSU Kotamobagu

PEMBUATAN jalan hotmix ID,Bolmong—Warga Kecamatan Dumoga sangat bangga karena akses jalan raya mereka sementara diperbaiki atau di aspal hotmix oleh Perintah Kabupaten Bolaang Mongondow. “Kami cukup bangga karena pemerintah bisa memenuhi aspirasi kami, dengan memperbaiki jalan raya yang menjadi akses utama warga Dumoga,” aku swalah satu warga yang tidak mau menyebutkan namanya. Dari pantauan Identitas, proyek yang sementara dikerjakan oleh PT. LEILEM CIPTA SARANA dengan panjang jalan mencapai 4,5 KM, standar kwalitasnya sangat baik sesuai keinginan Masyarakat. Namun masih ada juga beberapa oknum yang mengatasnamakan warga

ingin menjatuhkan nama baik perusahaan yang memenangkan tender ini. Pasalnya, pada beberapa waktu yang lalu sempat dimuat dalam pemberitaan di salah satu Media Lokal dengan mengatasnamakan laporan oknum masyarakat yang berdalih bahwa kwalitas jalan tidak baik. Hal ini membuat salah satu warga sekaligus tokoh masyarakat bernama Max Tuuk angkat bicara. Menurutnya, meski pekerjaan sementara berlangsung tapi hasil pengamatan kami ini sudah siknifikan. “Jadi menyangkut pemberitaan disalah satu media dengan mengatasnamakan masyarakat tentang kwalitas pekerjaannya tidak baik dan tidak adalah tidak benar,” bantah Tuuk. (Fino/Jhon)

ID,Kotamobagu-Walikota Kota Kotamobagu Drs H Djelantik Mokodompit ME melakukan peninjauan langsung ke lokasi Rumah Sakit Umum Kota Kotamobagu yang terletak di Kelurahan Pobundayan Selasa (7/8) 2012 lalu. Adapun kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka persiapan proses pemidahan alat Alkes dari RSU Datoe Binangkang yang telah diserahkan oleh Pemerintah Bolaang Mongondow ke Pemkot Kota kotamobagu. “Peninjauan ini dalam rangka proses kesiapan RSU Kotamobagu sebelum dioperasikan” kata Walikota. Dalam upaya proses pemindahan pihak Dinas Kesehatan Kota Kotamobagu telah melakukan pembenahan terlebih khusus mengirim tenaga Medis keseha-

tan untuk mengikuti Magang di Manado, hal ini dilakukan agar ketika RSU Kotamobagu beroperasi, tenaga medisnya suda siap dalam melakukan pelayanan kepada para pasien yang hendak berobat. “Kami telah mengirim untuk tahap pertama sebanyak 20 tenaga Medis termasuk dokter untuk mengikuti magang di Manado, dan gelombang kedua akan dikirim seusai lebaran,” ujar Kepala RSU Kotamobagu dr Sari Pangerang M.kes. Peninjauan yang dilakukan oleh Walikota melihat bangunan mana yang prosesnya penyelesaiannya belum rampung agar segera dirampungkan sebelum pemindahan dilakukan.(Fino/ Jhon.w)

Usai Lebaran, Pantai Lolan jadi Favorit ID,Kotamobagu-Jelang berakhirnya bulan suci Ramadhan bagi umat muslim khususnya yang berdomisili di Kabupaten Bolaang Mongondow dan Kota Kotamobagu, Pantai Lolan yang terletak di Kabupaten Bolaang Mongondow Induk menjadi tempat favorit untuk melepaskan lelah selama bulan suci Ramadhan. Pantauan Identitas, Sabtu (25/ 7)2012 siang, dengan menggunakan kendaraan beroda empat maupun

dua, warga berbondong-bondong menuju ke Pantai Lolan. “Kami bersama teman-teman dan keluarga kesana hanya untukl menghilangkan lelah selama bulan Ramadhan hingga Lebaran,” kata Aci, Santy dan Milaa. Selain itu Aci juga menambahkan, hari itu sangat tepat untuk menghilangkan lelah karena di hari senin nanti aktivitas kembali berjalan nortmal seperti biasanya. (Fino/Jhon W)


TOTABUAN RAYA EDISI 92, SEPTEMBER 2012

RSU Kotamobagu Terima Rujukan Warga Bolmong Bersatu ID,Kotamobagu–Meskipun Rumah Sakit Datu BInangkang sudah resmi menjadi aset Pemerintah Kota Kotamobagu, namun masih dibuka untuk warga yang berada di wilayah Bolmong bersatu. “Rumah Sakit ini tetap menerima rujukan pasien yang membutuhkan pertolongan lebih, khususnya yang berada di wilayah Bolmong bersatu. Hal ini juga meringankan warga agar tidak perlu ke RSUP Malalayang,” kata Walikota Kotamobagu, Drs. H. Djelantik Mokodompit saat melakukan pemantauan di lokasi rumah sakit kepada sejumlah Wartawan, Selasa 7/9 kemarin. Selain itu Pemkot Kota Kotamobagu melalui Kepala Dinas kesehatan kotamobagu, Dr. Salmon Heweldery kepada Identitas menyampaikan, Dinas Kesehatan akan berupaya keras untuk melengkapi alat kesehatan dengan maksud mengutamakan pelayanan dan memenuhi keinginan warga masyarakat Kotamobagu dan sekitarnya lebih baik lagi. “Alat Kesehatan yang memadai serta penyediaan tenaga medis yang benar-benar mampu dan professional terutama tenaga Dokter ahli akan menjadi prioritas kami untuk memenuhi pelayanan professional kepada setiap pasien,” jelas Heweldery. (Fino/Tim)

Polres Bolmong Tuai Kritikan

I DENTITAS TA BL OID

15

MEMPERBAIKI YANG SALAH MEMBENARKAN YANG BENAR

Salihi Lepas Pawai Takbir

BUPATI Bolmong melepas pawai takbir dengan memukul beduk tanda pawai takbir dimulai

ID,Kotamobagu-Polres Bolaang Mongondow (Bolmong) kembali menuai kritikan dari warga. Pasalnya, selang sebulan berjalan ini, perampokan dan pencurian sepeda motor marak terjadi di wilayah kepolisian Polres Bolmong. Pato warga Kapondakan kepada Identitas mengatakan, seorang bapak dengan mengendarai sepeda motor menuju dengan maksud ke kebun di cegat oleh gerombolan perampok yang membawa parang dan kayu. “Saat itu juga para perampok memukuli korban dengan kayu hingga terjungkal dari sepeda motor dan terjatuh,” ungkap Pato. Bersamaan dengan itu, sepeda motor yang dikendarai korban langsung di bawa kabur oleh para perampok. (Jhon W)

ID,Bolmong-18 Agustus 2012, Allahhu’akbar, Allhu’akbar, Allahu’akbar Laila Ha Illallah Wallahuakbar, Allahu’akbar Waillahilham. Gema takbir berkumandang diseluruh pelosok dunia, tak luput juga di wilayah Bolaang Mongondow untuk menyambut Idul fitri 1433 H. Seiring dengan itu, Pemerintah dan seluruh masyarakat Bolaang Mongondow menggelar pawai takbir yang dipusatkan di kelurahan Inobonto Kecamatan

Bolaang dan berakhir di Desa Mongkoinit Kecamatan Lolak. Takbiran yang khidmat ini berlangsung tertib dan lancar, dilepas secara langsung Bupati Hi Salihi B Mokodongan dan diikuti oleh seluruh rombongan warga dari seluruh kecamatan di Kabupaten Bolaang Mongondow, unsur Forum Koordinasi Pemerintah Daerah, Jajaran Asisten Sekdakab Bolmong dan seluruh Pimpinan SKPD di lingkup Pemkab Bolmong serta undangan

yang sempat hadir. Bupati dalam sambutan pemerintah menuturkan, tujuan pawai takbir ini pada prinsipnya untuk memupuk rasa persatuan dalam umat dengan mengumandangkan takbir tahmid dan tahlil sebagai syiar serta memelihara ukhwah islamiyah. “Saya himbau agar kiranya untuk tetap menjaga keamanan dan kenyamanan dalam berkendara sehingga tiba dengan selamat sampai ditujuan,” imbau Salihi. (Fino/Jhon W)

Hari Kemerdekaan RI ke-67 di Minsel Khidmat

PERINGATAN Hari Kemerdekaan RI ke-67 di Kabupaten Minahasa Selatan, Jumat (17/8) 2012, di halaman kantor Bupati Minsel berlangsung ddengan penuh khidmat. Bupati Minsel Christiany Eugenia Paruntu SE, bertindak sebagai Irup, sementara pembacaan naskah proklamasi dibawakan oleh Ketua Dewan Boy VA Tumiwa BSc SH. Bupati yang biasa disapa Tetty Paruntu dalam sambutannya menyampaikan bahwa moment hari kemerdekaan dapat diisi dengan kegiatan-kegiatan yang bermakna guna mengisi pembangunan, khususnya di kabupaten Minahasa Selatan tercinta. Begitu pula generasi muda dituntut untuk mampu mengisi kemerdekaan dengan melakukan terobosan-terobosan dalam mendongkrak pembangunan agar lebih baik ke depan. "Pem-

bangunan tidak akan berjalan dengan baik tanpa peran dan partisipasi aktif generasi muda maupun masyarakat menunjang program pemerintah," tutur Bupati. Usai upacara dilanjutkan gerak jalan, parade drum band dari Kantor Bupati hingga pondok

Teguh Bersinar, Amurang yang dikikuti oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, kepala-kepala Satuan kerja Perangkat Daerah (SKPD), camat, PNS di lingkungan Pemkab Minsel, tokoh agama, tokoh masyarakat serta siswa SD sampai SMA/ SMK dan masyarakat umum. (adv)


I DENTITAS TAB LOI D

JALAN-JALAN

EDISI 92, SEPTEMBER 2012

MEMPERBAIKI YANG SALAH MEMBENARKAN YANG BENAR

pesona

AGOTEY dibawah kaki

GUNUNG TATAWIRAN SEGARNYA Alam Pengunungan di Desa Agotey, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa di antara lembah dan lereng Gunung Tatawiran, dengan areal persawahan, tanaman perkebunan, serta sumber mata air yang melimpah dari Pancur Siwo, mengalir menyusuri celah bukit dan lembah membentuk sejumlah air terjun, memancing dan menggoda langkah tim IDENTITAS untuk menjejaki sisi lain, pesona alam pegunungan di Minahasa. Kami segaja menyisakan "Pancur Siwo" andalan pesona daerah ini, dengan langsung

menjajal trekking (menapaki) jalanan berbukit dan berlembah melihat proses pemetikan cengkeh, kelapa dan pala sembari beristirahat sejenak merasakan segarnya air jatuh dari celah bebatuan pegunungan sebelum melanjutkan menapaki tanjakan terjal menuju perkebunan di sebelah bukit. Rasa lelah akhirnya terbayar karena begitu tiba di puncak bukit, hamparan luas lautan dan perkebunan kelapa serta memandangi perkampungan di Minahasa, melenyapkan rasa lelah yang sekejap sirna ditelan segarnya udara dingin di bawah

naungan pohon cengkeh. Apalagi ketika satu-persatu buah kelapa muda dijatuhkan, mengupas sebentar, menyedot airnya dan menguras daging kelapa muda, melepas dahaga dan mengenyangkan perut. Dari tempat ini juga, kami dapat melihat pesona keindahan Gunung Tatawiran yang berdiri kokoh berpijak di bumi, areal persawahan dan Wale Ne Koko yaitu daerah di Lereng Gunung Tatawiran yang menyimpan populasi ayam hutan, babi hutan, ular, tikus hutan dan hewan lainnya di mana pada hari-hari tertentu,

masyarakat melakukan perburuan di sana, terutama berburu tikus hutan yang menjadi makanan khas suku Minahasa. Puas berada diketinggian yang memanjakan mata ini, kami pun berlahan menyusuri punggung bukit menuju Pancur Siwo untuk menikmati segarnya air pegunungan alami yang dialirkan melalui sembilan pancuran dari mata air yang keluar dari celah batu di bawah pohon tua berukuran besar. Wah...memang benar saja, airnya begitu segar bahkan diam-diam kami meminumnya, siapa tahu akan bertambah awet muda. (cpnk)

PEMERINTAH KOTA TOMOHON Mengucapkan terima kasih atas suksesnya Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2012 dan rangkaian kegiatan HUT Proklamasi RI ke-67 di Kota Tomohon, kepada:

Selamat Merayakan

IDUL FITRI 1433 H Mohon Maaf Lahir dan Bathin

- Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI - Kementerian Pertanian RI - Kementerian Perdagangan RI - Gubernur Sulawesi Utara - Wakil Gubernur Sulawesi Utara - Ketua DPRD Sulut - Kapolda Sulut - Danrem 131 Santiago - Danlanudsri Manado - Danlantamal Bitung - Kajati Sulut - Ketua Pengadilan Tinggi Sulut - Sekretaris Daerah Provinsi Sulut dan jajarannya - Ketua TP PKK Provinsi Sulut dan jajarannya - Ketua Dharma Wanita Provinsi Sulut dan jajarannya - Ketua dan Anggota DPRD Kota Tomohon - Kapolres Kota Tomohon dan jajarannya - Dandim 1302 Minahasa dan jajarannya - Kajari Tomohon - Ketua PN Tondano - Para Bupati/Walikota se-Indonesia - Tokoh-tokoh masyarakat dan tokoh agama - Pengusaha dan petani bunga - Panitia pelaksana - Event Organizer TIFF - Segenap stakeholder DR Arnold Ar nold Poli, Poli, SH,MAP Sekretaris Sekr etaris K Kota ota - Seluruh masyarakat Kota Tomohon

Jimmy F Eman, SE.Ak Walik alikota ota

September 2012  

Edisi September 2012

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you