Page 74

Anda akan menjadi kolektor sejati jika Anda memilih kreasi ikonik, baru ataupun dari era 1990-an, yang tak lama lagi akan menjadi langka senjata. Bayangkan! Tidak ada yang bisa dengan rasional mengumpulkan, memamerkan kereta atau senjata yang pernah memenangkan perang itu. Kita jangan pernah melupakannya. Sebenarnya, bahkan ketika saya menulis ini, ada jutaan orang yang belum pernah mendengar kedua “monster” itu. Ukuran mereka telah menentukan nasibnya. Tak hanya

Dr. Bernard cheong Arloji-arloji ini akan menandai suatu era, sama seperti kereta yang bagus yang masa hidupnya terputus oleh perang, oleh alat perang itu sendiri. Sebagai upaya mati-matian terakhir untuk menyelamatkan kekalahannya, Jerman membuat “senjata” yang luar biasa. Landcruiser pertama di dunia bukanlah keluaran Toyota, tetapi Landkreuzer P1500 buatan Kementerian Persenjataan Jerman tahun 1942. Silakan cari di Google, lalu berkelanalah di dunia Pinterest... “Landcruiser” ini adalah platform pelontar mortir artileri 800mm buatan Krupp, senjata artileri terberat yang pernah dibuat berdasarkan bobot peluru dan berat total senjata, juga meriam senapan terbesar berdasarkan kalibernya. Senjata ini mampu menembakkan proyektil seberat 7 ton hingga sejauh 37 kilometer! Tak ubahnya artileri Greubel Forsey atau Richard Mille! Spesifikasi lainnya lebih hebat lagi. Panjang 42 meter, bobot 1.500 ton, lapis baja setebal 250 milimeter di bagian lambung, mesin diesel marinir kapal selam yang berawak empat orang, dan kru operasional lebih dari 100 personel. Seratus orang untuk menembakkan satu

72

CGW Magazine

mesin-mesin berat dalam pertempuran itu yang bisa hilang tak tentu rimbanya, namun juga Art Deco era 1930-an. Terutama rel kereta yang pembuatannya, bentuknya, dan pengaruhnya—ironisnya—terasa dalam segala hal yang kini kita anggap “keren”. Saya merasa bahwa nasib yang sama menimpa industri jam tangan. Kita melihat penurunan yang serupa namun pasti dalam tingginya mentalitas yang mengutamakan kualitas dibanding untung. Terlalu banyak yang hanya mengekor. Setelah tahun 2020 nanti, akan terlalu banyak jam tangan dan segala macam barang yang berunsur “Made in China” dalam sedikitnya 5% hingga 90% unsur bendanya. “Barang” yang benar-benar bagus, yang dulunya seharga US$100.000USD ke bawah, kini harganya US$2 juta ke atas. Komputer yang membantu mendesain arloji-arloji rumit ini muncul tahun 1998, dan arlojinya bisa menunjukkan kejayaannya melalui fotografi digital makro pada jutaan orang. Hasilnya adalah orang berbondong-bondong membuat yang terbaik. Kita semua melihat bahwa kualitas itu mahal, dan seperti era tahun 1920-an, harga yang meroket pun tak membuat orang mengurungkan niat. Kini, arloji seharga US$400.000 sampai US$1,2 juta terbilang lazim ditemui. Sampai kapan pasar yang kian mengecil ini bertahan? Well, kita sudah bisa melihatnya tahun 2016: kompromi sudah dimulai. Hanya segelintir kreasi terpilih yang akan mampu bertahan hingga puluhan tahun mendatang. Tetap perhatikan proyek-proyek Greubel Forsey, yang paling banyak dibuat 80 buah dalam setahun. Mereka adalah perwujudan kekuatan. Transparansi dan dokumentasi mutlak dari semua jam tangan ini diproyeksikan dengan memikirkan sejarah. Belilah jam tangan kelas atas, seolah Anda menilai seni. Maka Anda tidak akan salah pilih. Lalu, penting pula diingat bahwa Model T Ford-lah yang mengubah dunia. Jauh sebelum perang. Sekarang, sang pengubah dunia adalah TAG Heuer, Cartier, Rolex dan Omega. Anda akan menjadi kolektor sejati jika Anda memilih kreasi ikonik, baru ataupun dari era 1990-an, yang tak lama lagi akan menjadi langka. Kini, kita bisa memiliki sesuatu yang setara dengan seluruh armada mobil atau kereta dan disimpan dalam kotak sepatu, Louis Vuitton membuat sebuah peti mini, lengkap dengan paku keling, kayu, dan semua pernakperniknya. Ayo lakukan. Saya sudah, sambil mengenang semua kereta dan tank tadi. Dr Bernard Cheong

COLLECTOR'S GUIDE - WATCHES, INDONESIA, EDISI 08 - 2017  

Published by PT. Zamrud Khatulistiwa Media, Collector’s Guide – WATCHES (CG- WATCHES) Indonesia Magazine is the ultimate Indonesian luxury p...

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you