Page 1

JANUARI 2018

INFLIGHT MAGAZINE OF BATIK AIR

TH E I n flight Magazi n e of Bati k Ai r

JANUARI 2018

ALOR

PESONA DI UJUNG TIMUR

Pesona Bawah Laut TIDAK DIBAWA PULANG

Taman Nasional Komodo

MEMBER OF

01


02


JANUARI 2018

INFLIGHT MAGAZINE OF BATIK AIR

1


content

57 JANUARI 2018

58

HOT STUFF

26

20 2

REGULAR 06

Cockpit’s Note

08

Editor’s Note

10

Spot Destination

58

Hot Stuff

61

Welcome Aboard

68

Entertainment


JANUARI 2018

INFLIGHT MAGAZINE OF BATIK AIR

3


{ CONTENTS }

44

TRAVEL 12

Dua Island, The Natural Pearls of Central Sulawesi

20

Alor - Coral, Ocean and Clear Skies in the Far East

38

DESTINATION 38

Pesona Bawah Laut Taman Nasional Komodo

50

Istana Musim Panas Bang Pa-In

54

FASHION & LIFESTYLE 26

Barli Asmara, Jambi Kain Negeriku

30

Scent of Beauty

ART 34

Seni Berubah Dunia Berubah

SPECIAL 54

Seduh Manual Demi Rasa Maksimal

AUTOMOTIVE 44 4

MINI John Cooper Works GP Concept MINI+Performa Tinggi+Sensasi Balapan

34


JANUARI 2018

INFLIGHT MAGAZINE OF BATIK AIR

5


{ COCKPIT'S NOTE }

PRESIDENT DIRECTOR Capt. Achmad Luthfie DIRECTOR OF SAFETY, SECURITY, & QUALITY Capt. Wamildan Tsani

BATIK AIR RAIH OTP TERTINGGI Tamu kami yang berbahagia, Baru saja kita meninggalkan tahun 2017, untuk itu perkenankalah kami mengucapkan “Selamat Tahun Baru 2018�. Kiranya di tahun ini Tuhan Yang Maha Esa tetap melimpahkan rahmat dan perlindungan-Nya kepada kita semua. Sebagai penyedia jasa transportasi udara, kami terus berupaya memberikan pelayanan terbaik dan berkualitas. Kami bersyukur Batik Air menjadi maskapai di Indonesia dengan tingkat ketepatan waktu penerbangan (on-time performance/OTP) tertinggi. Survei tersebut dilakukan berdasarkan laporan OAG flightview pada November 2017. Batik Air mendapatkan OTP sebesar 84,5 persen di posisi 30 dari penerbangan di Asia Pasifik dan peringkat 56 sedunia, membaik dari posisi 62 pada Juni 2017. Prestasi ini tak lepas dari kerja keras seluruh staf sebagai tim yang solid memajukan kinerja Batik Air. Terimakasih kepada seluruh staf dan karyawan Batik Air atas pencapaian prestasi ini. Semua karena didasari semangat memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh penumpang. Batik Air terus melakukan ekspansi dengan membuka rute baru. Bulan lalu kami telah melayani penerbangan ke Labuan Bajo, Silangit, dan Kinabalu Malaysia. Dan kedepannya semakin banyak rute yang akan kami buka baik domestik maupun internasional. Akhir kata, selamat menikmati penerbangan Anda bersama Batik Air. Salam

DIRECTOR OF OPERATION Capt. I Putu Wijaya DIRECTOR OF TECHNICS M. Asif DIRECTOR OF COMMERCE Achmad Hasan DIRECTOR OF GENERAL AFFAIRS & FINANCE Edward Sirait

Inflight Magazine of Batik Air

Publisher & Editor In Chief Makhfud Sappe Editor Ristiyono, Priyanto Sismadi, Faisyal, Riman Saputra N., Dody Wiraseto ART DIRECTOR Gerald Manuel Wang Marketing Fransiska Ririn Tri Astuti, Fernandito Haka (Bali), Illustrator & Designer R. Archie F. Mandagie, M. Saleh Hanif Finance & ADMINISTRATION Ade Kristanti, M. Zaky, M. Solichin

Advertising hotline 0821 10 88 22 00 Fax.: +62(21)3151668 Email: batikair.magazine@gmail.com

Capt. Achmad Luthfie

CHECK OUR DIGITAL COPY @

www.issuu.com/batikair.magazine

6


JANUARI 2018

INFLIGHT MAGAZINE OF BATIK AIR

7


Editor’s Note Membuka 2018, kami mengajak pembaca menikmati pesona alam Pulau Dua, Sulawesi Tengah. Destinasi ini merupakan salah satu mutiara bahari Pulau Sulawesi yang memang terkenal memiliki pantaipantai dan pulau yang eksotik. Dari Sulawesi Tengah kita melanjutkan perjalanan ke Alor, Nusa Tenggara Timur menikmati keindahan alam dan budayanya. Pantai yang memikat dengan coral dan jernihnya air laut disempurnakan oleh budaya yang masih terjaga hingga kini tentu menjadi perjalanan yang menyenangkan. Selajutnya kita ikuti petualangan Tri Suswati—istri Kapolri Jenderal (Pol) Muhammad Tito Karnavian— mengeksplor alam bawah laut Taman Nasional Komodo yang memukau. Lewat perjalanan bawah lautnya, ia memberikan gambaran betapa alam bawah laut Taman Nasional Komodo perlu dilestarikan dan tidak kalah indah dibanding panorama perbukitan di sekitarnya.

8

Dalam edisi kali ini, Barli Asmara, salah satu desainer ternama Indonesia menginspirasi kita melalui karya-karyanya yang bertajuk “Jambi Kain Negeriku”. Karya-karya Barli banyak digunakan oleh para pesohor negeri ini. Senada dengan gaya hidup masa kini, parfum-parfum terbaik di dunia pun kami rangkum menjadi satu dalam Scent of Beauty. Selain itu, untuk melengkapi gaya hidup Anda, mobil Mini John Cooper Works GP Concept dapat menjadi gambaran kendaraan ideal yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Berbagai informasi menarik dan terkini lainnya dalam edisi ini kami berikan untuk menemani perjalanan Anda selama berada di pesawat Batik Air. Selamat memasuki tahun 2018

Makhfud Sappe


JANUARI 2018

INFLIGHT MAGAZINE OF BATIK AIR

9


{ SPOT DESTINATION }

Pagi di Punthuk Setumbu Punthuk Setumbu merupakan salah satu destinasi wisata di Magelang dengan pemandangan matahari terbit yang memukau. Tidak hanya itu, dari Punthuk Setumbu juga bisa melihat Candi Borobudur, salah satu mahakarya Indonesia yang dikelilingi perbukitan dan kabut tipis. TEKS & FOTO DODY WIRASETO

10


JANUARI 2018

INFLIGHT MAGAZINE OF BATIK AIR

11


{ TRAVEL }

12


INFLIGHT MAGAZINE OF BATIK AIR

Dua Island

The Natural Pearls of Central Sulawesi TEXT & PHOTOS: DODY WIRASETO

13


T

he night sky is decorated by a full moon and an array of stars. The condition is quite contrast with the route that I’ve passed. Lights from the cars and local resident houses are the only light source. The rest of it, on a road that only has a width of approximately 4 meters

14

was pitch black with several plantations interspersed. The road is even, but the winding and uphill contours require an extra careful driver as cars are also coming from the opposite direction. I intentionally go on a night trip through the hills in Luwuk, Central Sulawesi so I can catch the sunrise.

The main destination is Dua Island, which is located in Balantak Village, Central Sulawesi. To reach this village from Luwuk downtown takes approximately 2 hours road trip by car. The final point is at the Pulo Dua Village before the journey continues by boarding local resident boat to Dua Island.


JANUARI 2018

“Pulo Dua is the name of the village that is still connected to the mainland. As for the one on the other side, Dua Island, is separated from the mainland. Don’t get it wrong,” explained Iwan Rusly, a native of Luwuk who accompanied my trip to Dua Island. Furthermore, he added, actually in addition to overland routes, a trip to Dua Island can also be done through the sea route by hiring a fast boat owned by many Lalong Bay residents, in downtown Luwuk. From a distance, the orange sky began to appear.

INFLIGHT MAGAZINE OF BATIK AIR

The boat that took me to Dua Island was prepared. Seeing the sun that will soon rise, I’m worried that I will not get to see the sunrise moment as it seems to be more visible. Sure enough, shortly after the boat boards, the sun emerges from the horizon. The form of Dua Island is slowly visible and the sun’s rays give a touch of golden color to the sea that we’re crossing. Although I didn’t catch the sunrise moment at Dua Island, enjoying the sunrise from the middle of the sea is just as beautiful.

“Pulo Dua is the name of the village that is still connected to the mainland. As for the one on the other side, Dua Island, is separated from the mainland. Don’t get it wrong,”

15


The Colorful D u a I sla n d After crossing the water for around 20 minutes, our boat pulled over on a fairly sloping beach. Without a dock, the boat was just detained on a timber and held with an anchor. Various woods that can be found around the beach was also used as wedge to keep the boat stable when visitors disembark. Although Dua Island name is increasingly recognized and as the matter of fact, at the end of 2017, Banggai District Government, Central Sulawesi for the first time held Dua Island

16

Enchantment Festival, access to this destinasion is still inelaborate. Dua Island is a hilly island that seems to protruding from the sea. From this island, visitors can enjoy the moments of sunrise in morning or exotic sunset at the end of the day. The cluster of hills surrounding Dua Island are no less captivating. The curves are appear factinating, as if it resembles a hollow curve that can be found throughout the Komodo National Park, East Nusa Tenggara. In the foothills of this island, colorful staircases help visitors to climb up the ridge.

The existence of colorful stairs made of concrete is indeed very helpful for visitors. Iwan said, these staircases have recently been made and in fact some parts are still unfinished. The use of striking colors also adds the appeal as a spot to take group pictures or selfie. However, the consequences, the addition of colorful stairs noticeably compromising the naturalness of this island. S n o r k e li n g i n D u a I sla n d Not only enjoy the panoramic scenery around the surroundings, I was invited


JANUARI 2018

INFLIGHT MAGAZINE OF BATIK AIR

“There are approximately 35 diving spots scattered around Dua Island waters, such as Ondoliang Rock, Nemo by Iwan to a small island on the side of Dua Island. The main objective is to enjoy the enchanting underwater environment. Still, the island’s natural charm has hypnotized me. The clarity of the water let me view clearly the variety of coral reefs. From a distance, visible views of rock hills that seemed to emerge from the seabed can be seen. Rocky hills seems to be the characteristic of this island, in addition to being the Dua Island main snorkeling spot. “There are approximately 35 diving spots scattered around Dua Island waters, such as Ondoliang Rock,

Rock, Alibaba, Batu Gong and many others,”

Nemo Rock, Alibaba, Batu Gong and many others,” explained Iwan. Not only snorkeling, Dua Island also has several diving point that will spoil the eyes of diving aficionado with its underwater natural beauty. However, there are only few snorkeling equipment rental can be found in Dua Island, so the best solution is to bring your own snorkeling equipment. For diving, there is only one diving operator in Dua Island, Tompotika Dive Resort.

The resort also provide lodging and located at Pulo Dua. If you have limited funds, visitors can stay at several homestays that are also available in Pulo Dua. Satisfied with snorkeling on Dua Island, I returned to Pulo Dua. There, Iwan has prepared a delicious lunch menu. Fresh grilled fish, along with a warm boiled rice and chilli compelement my special day on the island. An enjoyable trip visiting the amazing nature of Central Sulawesi.

17


PULAU DUA Mutiara Alam Sulawesi Tengah

B

ulan purnama dan tebaran bintang menghias langit malam. Kontras dengan jalan yang saya lewati yang hanya berpenerang lampu mobil dan pelita dari rumah-rumah penduduk. Selebihnya gulita menghiasi jalan dengan lebar sekitar 4 meter diselingi area perkebunan. Jalanan memang halus, tetapi konturnya berkelok dan menanjak, Maka pengendara mobil harus ekstra hati-hati merespon mobil dari arah berlawanan.

18

Saya sengaja memilih perjalanan menembus daerah perbukitan di Luwuk, Sulawesi Tengah, ini pada malam hari demi mendapatkan momen matahari terbit. Tujuan utama saya adalah Pulau Dua di Desa Balantak, Sulawesi Tengah. Butuh waktu dua jam perjalanan darat dengan mobil menuju desa tersebut dari pusat Kota Luwuk. Titik akhir adalah Desa Pulo Dua, lalu perjalanan berlanjut dengan perahu warga menuju Pulau Dua. ‘’Pulau Dua dan Pulo Dua itu dua tempat berbeda. Pulo

Dua nama desa yang masih tersambung dengan daratan. Kalau yang di seberang sana, Pulau Dua, sudah terpisah dengan daratan. Jangan salah,’’ kata Iwan Rusly, warga asli Luwuk yang menemani perjalanan saya menuju Pulau Dua. Selain lewat jalur darat, ujar Iwan menjelaskan, menuju Pulau Dua juga bisa menggunakan jalur laut dengan menyewa perahu cepat warga dari Teluk Lalong di pusat Kota Luwuk.


JANUARI 2018

Dari kejauhan, langit jingga mulai menyingsing. Perahu yang mengantar saya menuju Pulau Dua sudah siap. Melihat matahari segera meninggi, rasa khawatir tertinggal momen matahari terbit kian menyeruak. Benar saja, baru berapa menit perahu berjalan, matahari muncul dari balik garis cakrawala laut. Perlahan wujud Pulau Dua terlihat sepenuhnya. Terpaan sinar matahari memberi warna keemasan pada laut yang kami seberangi. Walau tidak dapat momen di Pulau Dua, menikmati matahari terbit dari tengah laut tetaplah cantik. Wa r n a -wa r n i P u la u D u a Setelah menyeberang selama lebih kurang 20 menit, perahu kami menepi di pantai yang cukup landai. Tanpa dermaga. Perahu hanya diikat pada kayu yang ditahan jangkar. Kayu-kayu di sekitar pantai pun tidak luput dijadikan sebagai pengganjal agar perahu tetap stabil saat wisatawan hendak turun. Meski namanya semakin dikenal, bahkan pada pengujung 2017 Pemerintah Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, untuk kali pertama menggelar Festival Pesona Pulau Dua, akses menuju Pulau Dua masih terkesan sederhana. Pulau Dua merupakan pulau berbukit yang seakan

menyembul dari tengah laut. Dari pulau ini, wisatawan bisa menikmati momen eksotik matahari terbit maupun terbenam. Gugusan perbukitan yang mengelilingi Pulau Dua tidak kalah memesona. Lekuklekuknya begitu indah, seakan menyerupai lekuk perbukitan di sepanjang Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur. Di kaki bukit pulau ini, tangga warna-warni membantu wisatawan naik hingga punggung bukit. Keberadaan tangga warna-warni dari beton tersebut memang sangat membantu wisatawan. Iwan menuturkan, tangga-tangga itu belum lama dibuat, bahkan beberapa bagian masih belum selesai. Penggunaan warna-warna mencolok menambah daya tarik sebagai spot untuk swafoto maupun foto berkelompok meski, konsekuensinya, terasa mengorbankan kealamian pulau ini. S n o r k e li n g di P u la u D u a Tidak hanya menikmati panorama alam sekitar, Iwan mengajak saya ke sebuah pulau kecil di sisi Pulau Dua untuk menikmati panorama bawah laut. Jernih air membuat pandangan saya mampu menembus hingga terumbu karang di bawah. Dari kejauhan, terlihat bukitbukit batu seakan muncul dari

INFLIGHT MAGAZINE OF BATIK AIR

dasar laut. Bukit-bukit batu merupakan ciri khas pulau ini selain titik snorkeling andalan Pulau Dua. ‘’Ada lebih kurang 35 spot untuk diving yang tersebar di sekitar perairan Pulau Dua, seperti Ondoliang Rock, Nemo Rock, Alibaba, Batu Gong, dan masih banyak lagi lainnya,� ujar Iwan. Tidak hanya snorkeling, Pulau Dua juga memiliki beberapa titik diving yang akan memanjakan mata penyelam dengan keindahan alam bawah laut. Jika harus ada catatan, tidak lain belum banyak yang menyewakan alat-alat snorkeling di Pulau Dua. Maka solusi terbaik adalah membawa alat-alat snorkeling sendiri. Untuk diving, hanya ada satu operator di Pulau Dua, yakni Tompotika Dive Resort. Tempat ini juga sekaligus menyediakan penginapan dengan lokasi di Pulo Dua. Jika dana terbatas, wisatawan bisa menginap di beberapa homestay yang ada di Pulo Dua. Puas ber-snorkeling di Pulau Dua, saya kembali menuju Pulo Dua. Di sana, Iwan sudah menyiapkan menu makan siang yang lezat. Ikan-ikan laut yang dibakar sederhana bersama kepulan nasi hangat serta sambal menutup hari istimewa saya di pulau ini. Perjalanan menikmati alam Sulawesi Tengah yang luar biasa.

19


{ TRAVEL }

ALOR

CORAL, OCEAN AND CLEAR SKIES in The Far East TEXT & PHOTOS: CAMPBELL BRIDGE

A

s I sit in a small outrigger canoe between between Alor and Pulau Kepa out in Pantar Strait, I look into the swift swirling current. Under the boat a dazzling forest of soft corals is clearly visible through the crystal clear water. As the boatman paddles furiously to defeat the current sweeping us towards Timor, schools of tuna and other pelagic fish cut and ripple the smooth surface of the water all around us. In this most beautiful and pristine region at the far east of the Lesser Sundas, the dazzling necklace of islands stretching for over a thousand kilometres from Bali to Timor, I never fail to be amazed by its amazing diverse cultures and beauty of these islands. Names like Lembata, Solor, Flores and Komodo are synonomous with adventure and remoteness which most travellers are never fortunate enough to experience. As the last island in the chain, Alor has its own stunning natural

20

beauty which lives up to all expectations. Unlike most of Flores to the west and Maluku to the north, Alor has a distinct dry season without the covering of green forests of its northern neighbours. What it lacks in greenery on land, it makes up for with its rugged mountainous terrain and almost untouched beautiful white sand beaches. Kota Kalabahi, the only town of any size on Alor, is a small town spread in a narrow strip sprawling over a few kilometres between the mountain slopes and the large ocean bay. With its busy port, and its air and sea links with Timor and Flores, the past few years has seen some more modern development in the middle of town. Happily the wonderful and colourful markets, the fantastic seafood at night warung on the waterfront, and the wonderful smiling people remain as welcoming as ever. On the Kalabahi waterfront and narrow streets of the old

town you see a kaleidoscope of faces – the dark Alorese, and faces from Java, Sulawesi, and the islands of Maluku right out to Papua. While many islanders practise a mixture of Christianity and traditional religion, the sound of the azan and the sight of many women wearing jilbabs reminds you of the Islamic influence in the towns and in some of the coastal villages. Being a thousand kilometres to the east of Bali, Alor is a place simply off the map for most travellers. With its rich surrounding oceans teeming with life, it has always been a diving mecca. Its mountainous terrain and historical isolation away from the trade routes of Asia have left Alor with many aspects of its culture intact. Much of the island remains so remote and inaccessible that even today the only real mode of transportation to many places is by boat. Some thirteen tribes of Alor still maintain their own language and dialect.


JANUARI 2018

INFLIGHT MAGAZINE OF BATIK AIR

21


A trip to a traditional tribal village is easy and an essential activity. In the mountains, not far from Kalabahi, there are still thatch roofed villages, constructed as they have been for centuries. Bumpa Lola, about a 40 minute sometimes rough drive from Kalabahi followed by a short strenuous hike, is set on a large mountainous knoll overlooking the ocean with steep drop-off is on all sides. The alternatively narrow, steep and rocky trail to the village obviously made it an ideal village to defend from the marauding head hunting

22

neighbouring tribes in Alor’s distant past. As I wandered into the village, I received a wonderful reception from a few hundred people having a large party marking the occasion of the building of a new thatch hut. While perhaps 20 or 30 people worked on the roof, everyone else was in full party mode. I was seated at a bench in the centre of the festivities, offered sirih (betel nut) given plenty of delightful spicy food, and constantly plied hot tea. As the musicians played Alorese music and everyone feasted, the work of cutting and fitting

the roof continued well into the afternoon. Takpala is on the opposite side of the island from Bumpa Lola, easily reached in about 30 minutes from Kalabahi. The village, with its wonderful Alorese traditional houses intact, is situated in the mountains with a commanding view of the sea. Somewhat fortuitously, the passing of a local cruising ship from Australia had the people here performing traditional dances and displaying for sale the wonderful ikat for which Alor, like so many other islands of these parts, is justifiably famous.


JANUARI 2018

One of the more extraordinary things about Alor is the presence of thousands of Moko drums on the island. Apart from knowing that they originated in ancient Vietnam, little is known about how they came to be present on Alor and neighbouring Pantar in such numbers. Most of these bronze drums are about 1.5 m or less in height with detailed etchings set into the side of them. They have been found in different locations in Indonesia, but Alor is best known for them. While some came as late as the

19th century, most date from hundreds of years earlier. Despite thousands of these drums have been unearthed (literally) on Alor, they are incredibly valuable in Alorese culture. The monetary value is very high. Even today, a bride’s dowry is calculated of Moko drums or their equivalent value. On my last day in Alor I find myself swimming over clear white sand at Alor Besar. To the east, I gaze over the iridescent blue water of the channel between Alor and mountainous neighbour, Pantar. Small islands,

INFLIGHT MAGAZINE OF BATIK AIR

one a volcano, fill the foreground. I cannot help but ponder similar beaches of remarkable untouched and uncrowded beauty in other parts of Indonesia – from Pulau Wei in Aceh to the superb beaches of Sumba and Pulau Kei in Maluku. There are so many other destinations of remarkable natural beauty throughout Indonesia which are almost completely unknown, even to Indonesians. So much of Indonesia has its own beauty and fascinating diversity that more people can and should experience.

23


ALOR

PESONA DI UJUNG TIMUR

A

rus deras menemani perjalanan saya duduk di sebuah kano (cadik) kecil antara Pulau Alor dan Kepa di Selat Pantar. Airnya yang jernih membuat hutan karang memesona di bawah cadik terlihat jelas. Sekelompok ikan tuna dan ikan pelagis menambah cantik permukaan air kala pendayung bekerja keras mengalahkan arus yang menyapu kami menuju Timor.

24

Tidak seperti kebanyakan wilayah Flores di barat serta Maluku di utara, Alor memiliki musim kemarau berbeda. Hijau hutan tampak di bagian utara, sebuah area pegunungan terjal dan pantai indah berpasir putih yang hampir tidak tersentuh. Kalabahi merupakan kota kecil di Alor. Ia terletak di jalur sempit yang membentang beberapa kilometer di antara lereng gunung dan teluk besar samudra. Sejumlah

perkembangan modern telah menjamah kota tersebut, tetapi pasar indah penuh warna, menu hasil laut fantastis yang disajikan warung-warung malam di tepi pantai, serta senyum ramah dan indah orang-orangnya tidak berubah. Masih seperti sebelumnya. Di tepi Laut Kalabahi dan jalan-jalan sempit di kota tua, terlihat wajah–wajah orang Alor, Jawa, Sulawesi, dan Kepulauan Maluku, hingga Papua.


JANUARI 2018

Sebagian besar pulau di Alor begitu terpencil dan sulit diakses. Hanya bisa dijangkau dengan perahu. Kekayaan hidup lautnya beragam dan selalu menjadi destinasi menarik untuk menyelam. Sebagai daerah pegunungan yang secara historis jauh dari jalur perdagangan Asia, Alor mewariskan banyak aspek budaya yang masih utuh. Hingga kini sekitar 13 suku di Alor tetap menjaga bahasa dan dialek mereka. Perjalanan ke desa-desa pada suku tradisional tersebut cukup mudah dan merupakan kegiatan yang esensial. Di pegunungan, tak jauh dari Kalabahi, masih terdapat desa-

desa dengan rumah-rumah beratap jerami yang tampak berdiri sejak berabad silam. Sekitar 40 menit berkendara dari Kalabahi diikuti treking singkat, tibalah di Bumpa Lola yang terletak di pegunungan besar menghadap ke laut bertebing curam pada semua sisinya. Jalur lainnya sempit, curam, dan berbatu. Masih ada Takpala, terletak di seberang pulau dari Bumpa Lola, dan bisa ditempuh sekitar 30 menit dari Kalabahi. Desa tersebut memiliki rumah-rumah tradisional Alor yang indah dan terletak di pegunungan dengan pemandangan laut. Saat kapal jelajah dari

INFLIGHT MAGAZINE OF BATIK AIR

Australia lewat, orang-orang di sini menampilkan tarian tradisional dan menjual ikat indah khas Alor. Salah satu hal yang lebih luar biasa tentang Alor adalah kehadiran ribuan drum Moko. Drum ini diketahui berasal dari Vietnam Kuno. Entah bagaimana ia bisa hadir di Alor dan Pantar. Sebagian besar drum perunggu ini berukuran sekitar 1,5 meter dengan ornamen di samping. Ribuan drum ini sangat berharga dalam budaya Alor. Nilai moneternya sangat tinggi. Bahkan, maskawin pengantin pun dihitung dari drum Moko atau nilai ekuivalennya. Pada hari terakhir di Alor, saya berenang di pantai berpasir putih nan bersih di Alor Besar. Di sebelah timur, terlihat saluran air biru warna-warni antara Alor dan Pantar. Pulau-pulau kecil dan gunung berapi mengisi latar depan. Sebuah pesona yang luar biasa indah di belahan timur Indonesia.

25


{ FASHION & LIFESTYLE }

Barli asmara

JAMBI KAIN NEGERIKU

Batik dan songket, dua wastra Nusantara, diangkat Barli Asmara pada gelaran JFW 2018 serta dituangkan dalam koleksi kreasi bertajuk ‘’Jambi Kain Negeriku’’. Teks & Foto RIMAN SAPUTRA N.

26


JANUARI 2018

INFLIGHT MAGAZINE OF BATIK AIR

27


28


JANUARI 2018

B

atik dan songket, warisan kebanggaan budaya Indonesia, harus dilestarikan dan dikembangkan, sehingga terjaga dari generasi ke generasi. Namun, sejauh ini perajin batik dan songket masih ‘’termajinalkan’’, kebingungan mencari cara yang tepat untuk memasarkan karya mereka, serta pemasaran terbatas pada kunjungan wisatawan dan masyarakat sekitar yang memerlukan batik dan songket untuk acara-acara tertentu. Kaum perempuan pun cenderung masih enggan mengenakan batik dan songket karena sifat kainnya yang berat. Sebagai profesional di bidang fesyen, Barli Asmara terpanggil mengangkat dan mempopulerkan batik serta songket di gelaran Jakarta Fashion Week (JFW) 2018 dalam kreasi bertajuk ‘’Jambi Kain Negeriku’’. ‘’Jambi Kain Negeriku’’ merupakan label sang desainer guna memberikan nilai warisan budaya Indonesia, khususnya Jambi, melalui kerja sama dengan para perajin binaannya. Sebagai Duta Jambi 2017, selama hampir setahun Barli juga melakukan pembinaan, workshop, serta sosialisasi bagi pengembangan motif serta warna kain batik dan songket Jambi. Hasilnya ia usung ke panggung JFW 2018.

Untuk batik, Barli merancangnya menggunakan kain sutra, semi-sutra kembang, viscose, sifon, dan organdi. Garis rancang dibuat kasual serta ringan, sehingga terasa sangat nyaman dikenakan, bahkan untuk beraktivitas sehari-hari. Dalam koleksi “Jambi Kain Negeriku”, Barli mengangkat delapan motif Jambi, yaitu motif batang hari, daun karet, durian pecah, sawit, tampu manggis (motif yang diambil dari Museum Jambi), rotan, bunga sepatu, dan kelupaku. Selain batik, kreasi desainer lulusan London School of Public Relations ini dalam mengangkat songket pun sangat menarik. Barli menampilkannya dalam warna-warna pastel, seperti baby pink, light blue, peach, hingga ungu muda -- jauh berbeda dengan umumnya warna songket. Namun, eksperimen ini mampu memberikan nuansa baru nan unik dan cantik demi membidik pasar yang lebih luas. Di panggung JFW 2018, lelaki kelahiran 3 Maret 1978 tersebut mengusung 48 busana untuk koleksi “Jambi Kain Negeriku”. Busanabusana tersebut menggunakan siluet berpotongan elegan, klasik, glamor, gaun malam, potongan A-Line, potongan mermaid, serta beberapa menggunakan layer atau

INFLIGHT MAGAZINE OF BATIK AIR

buntut. Di tangan Barli, batik dan songket khas Nusantara pun tampil unik serta memikat mata para penikmat fesyen. Gaun panjang dengan siluet body countour dipadukan gaya off shoulder, strapless, hingga cape tampil menjadi gaun-gaun minimalis nan manis. Gaun midinya bergaya mullet, cut out, dan crop. Ada juga koleksi jumpsuit panjang off shoulder serta atasan sleeveless dipadukan rok tutu panjang. Gaun malamnya dibuat begitu elegan dalam warna-warna kalem. Busanabusana koleksi “Jambi Kain Negeriku” ini semakin cantik dengan hiasan kepala seperti dewi-dewi dalam mitologi Yunani. Menurut Barli, ‘’Jambi Kain Negeriku’’ juga merupakan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari Barli Asmara Management melalui rangkaian acara serta program untuk portfolio-nya. Dari karya-karya yang diusung ke JFW 2018, tampak jelas desainer asal Bandung tersebut juga tidak egosentris. Ia sangat mengapresiasi para perajinnya, mulai dari desainer hingga pembatiknya. Ia juga menyerahkan busanabusananya difoto oleh para perajin sehingga mereka bisa menjual kain tersebut.

29


{ FASHION & LIFESTYLE }

Scent of Beauty PERFUME 30


JANUARI 2018

Minyak wangi, kerap disebut parfum, banyak digemari. Aroma harumnya bisa menambah rasa percaya diri. Bagi perempuan, aroma yang dihasilkan parfum berkualitas dengan daya pikat luar biasa diharapkan mampu menambah pesona dan kecantikan serta terus menemani sepanjang hari. Pada era modern, parfum tidak hanya diminati dari aromanya, tetapi juga tampilan yang dikemas indah sehingga menarik dipandang.

L’Abeille aux Ailes Argent by Baccarat Bee (lebah), lambang Guerlain, dibuat dalam bentuk botol buatan tangan yang sangat indah dan artistik. Setelah efek transparansi dan pantulan emas, kini sayap lebah yang terkenal bersinar dengan perak terang. Bodinya dibuat dari kristal Baccarat. Kreasi edisi terbatas Rêve de Lune ini menawarkan kemewahan yang ekstrem, salah satu bentuk keindahan terbaik. Kemampuan artistik berpadu dengan pengalaman hebat, pengetahuan intrinsik serta penguasaan kerajinan yang sempurna. L’Abeille aux Ailes Argent hanya dibuat 50 botol di seluruh dunia. Untuk botol lebah dengan sayap perak, Baccarat mencapai keahlian baru yang digunakan di sektor aeronautika guna mendapatkan efek metalik serta polarisasi, sehingga menyegel ikatan antara tradisi dan modernitas. Dalam botol lebah ini Rêve de Lune Extract memberikan aroma bunga yang sangat lembut serta penuh kemewahan. Sedangkan kesegaran dari bergamot dan neroli kian cerah dengan selubung aldehida yang berkilau seperti perak. (foto: www.guerlain.com)

INFLIGHT MAGAZINE OF BATIK AIR

Private Collection Tuberose Gardenia Parfum dari Estée Lauder ini hadir dengan nuansa elegan dan mewah yang tidak akan termakan waktu. Dua bunga putih nan cantik ditampilkan dalam sebuah kemewahan bouquet sederhana yang elegan. Parfum mewah berjenis spray ini paling kaya esen Tuberose dan Gardenia eksotis. Botolnya ramping dengan penutup dilengkapi permata semi-mulia alami, termasuk batu aventurine, giok kuning dah hijau, citrine, lemon, dan mustard. Bentuk dan ukuran tiap batu berbeda-beda sehingga menghasilkan penutup yang unik. Di tangan Aerin Lauder, Tuberose Gardenia ini mengubah ide Estée’s Private Collection dengan cara yang sangat istimewa. Private Collection yang baru ini dirancang bagi perempuan modern yang paham bahwa kesederhanaan merupakan bentuk kemewahan serta keanggunan paling murni. (foto: www.esteelauder.com)

31


Terre de Lumière Eau de Parfum Terre de Lumière yang dirancang dalam jumlah terbatas ini memiliki perpaduan unik dari gourmand notes dan kesegaran aromatik. Terinspirasi oleh matahari terbenam di Provence, Terre de Lumière memancarkan sinar emas dan penutup berkilau yang sempurna menangkap cahaya meriah keemasan. Aroma sparkling-nya segar seperti angin sepoi diikuti momen kehangatan layaknya golden hour matahari terbenam Provencal. (foto: uk.loccitane.com)

Izia Izia dari Sisley memperlihatkan bouquet khas dengan karakter asertif, sensual, serta komposisi modern dan feminin dengan bunga surya yang unik. Izia merupakan wewangian yang dibangun di sekitar rose (bunga mawar) beraroma unik. Sebuah titik awal aroma baru yang modern. Izia bercerita tentang lima perempuan yang disatukan oleh satu aroma luar biasa. Isabelle d’Ornano, Amandine Clerc-Marie, Christine d’Ornano, Quentin Jones, dan Sonia secara kolektif menciptakan Izia sebagai salah satu sketsa karya seni. Dengan Izia, Sisley menggambarkan sebuah taman megah yang dipenuhi mawar cantik. Izia merupakan panggilan masa kecil Isabelle dalam bahasa Polandia. (foto: www.sisley-paris.com)

Galop d’Hermès Parfum Galop d’Hermès merupakan manifesto kontemporer yang mengekspresikan kebebasan mutlak dalam ekspresi feminin dan wewangian. Botol sanggurdinya merupakan benda yang luar biasa, diikat dengan tali kulit oranye. Bagi Christine Nagel, sang pembuat parfum, di Hermès ia menemukan semua feminitas kulit. Ia menyusun Galop d’Hermès seperti sebuah lukisan dengan dua material utama yang melekat pada Hermès dan wewangian, yaitu kulit dan mawar. Alkohol, parfum, aqua (air), ethylhexyl methoxycinnamate, limonene, citronellol, ethylhexyl salicylate, dan geraniol adalah beberapa bahan yang menyusun Galop d’Hermès. Oleskan sedikit pada bagian kulit nadi, seperti di belakang telinga dan pergelangan tangan, keharuman yang memikat akan menemani sepanjang hari. (foto: www.hermes.com)

32


JANUARI 2018

INFLIGHT MAGAZINE OF BATIK AIR

33


{ ART }

SENI BERUBAH DUNIA BERUBAH Sejarah Indonesia dan sejumlah peristiwa global yang mempengaruhi Indonesia dijadikan sebagai penuntun dalam menyeleksi karya-karya dalam pameran Art Turns. World Turns. Teks FAISYAL Foto RIMAN SAPUTRA N.

34


JANUARI 2018

S

ejak 4 November 2017 hingga 18 Maret 2018, Museum MACAN (Modern and Contemporary Art in Nusantara), Jakarta, menggelar pameran seni inaugural berjudul Art Turns. World Turns (Seni Berubah. Dunia Berubah). Dikuratori Agung Djatmika dan Charles Esche, inilah pameran perdana koleksi Museum MACAN yang telah dihimpun selama 25 tahun.

Melalui pameran itu, publik diberikan kesempatan menyaksikan sebuah entitas penting dalam mendeskripsikan sejarah, budaya, serta kondisi sosial Indonesia yang dipengaruhi dunia luar dan globalissasi melalui 90 karya seni Indonesia dan beberapa karya seni luar negeri. Pameran menelusuri sejarah modern Indonesia sejak periode akhir masa kolonial hingga kemerdekaan,

INFLIGHT MAGAZINE OF BATIK AIR

reformasi, hingga kini. Art Turns. World Turns juga menyoroti perubahan akibat migrasi, perubahan teknologi, ekonomi, sosial, dan politik, terhadap karya seni di dalam dan luar negeri. Semua mafhum, perubahan dalam kehidupan merupakan nilai absolut. ‘’Yang menjadi perhatian adalah perubahan estetika yang tercetus oleh migrasi, perubahan teknologi, ekonomi, sosial, dan politik,’’ kata

35


Direktur Museum MACAN Aaron Seeto. Pameran, ujar Aaron menambahkan, juga menelusuri perjalanan dan pengalaman bertemu dengan beragam orang di berbagai tempat. Pada satu sisi ia menuntut berinovasi. Di sisi lain juga memperkuat stereotipe budaya. Art Turns. World Turns menyajikan narasi sejarah yang membahas hubungan Indonesia dengan dunia serta menawarkan sebuah pandangan tentang Indonesia dalam konteks sejarah seni global. Kronologi Sejarah Art Turns. World Turns mengikuti alur kronologi luas dan membaginya menjadi empat bagian. Pada setiap bagian, pengunjung bisa menjumpai kemiripan dalam topik bahasan dan gagasan. Bagian pertama bertajuk ‘’Bumi, Kampung Halaman, Manusia’’.

36

Kedua ‘’Kemerdekan dan Setelahnya’’, ketiga ‘’Pergaulan Seputar Bentuk dan Isi’’, serta keempat ‘’Racikan Global’’. Karya-karya dalam ‘’Bumi, Kampung Halaman, Manusia’’ mengacu pada unsur identitas pribadi. Yang ditampilkan adalah karya-karya fenomenal seniman Indonesia dan Asia Tenggara sejak pertengahan abad ke-19 hingga awal abad ke-20, seperti Potret Diri (1835) karya Raden Saleh. ‘’Karya Raden Salah termasuk salah satu karya tertua yang dimiliki Museum MACAN,” tutur Communication Officer Museum MACAN Nina Hidayat. ‘’Bumi, Kampung Halaman, Manusia’’ mengacu pada tiga unsur inti yang menyumbang pada pemahaman terhadap identitas pribadi. Unsur-unsur tersebut ditunjukkan oleh seniman dengan berbagai cara dan gaya. Selama masa penjajahan, lanskap Indonesia, terutama

Bali nan permai, kerap dianggap ideal serta eksotis oleh seniman-seniman pendatang dari Barat yang terpesona oleh kearifan lokal di daerah tropis. Mereka pun mempengaruhi seniman setempat menciptakan karya serupa. Bagian ini menyajikan gagasan hubungan antara penjajah dan rakyat jajahan pada masa itu, mencerminkan cara seniman membentuk citra tentang lanskap atau suasana jalanan yang ideal. ‘’Kemerdekaan dan Setelahnya’’ memamerkan karya-karya yang diciptakan pasca-Perang Dunia II serta masa Revolusi Nasional Indonesia (1945-1949), kala Republik yang baru dibentuk berjuang mempertahankan kedaulatan. Seni tidak terpisahkan dari pergulatan politik kala itu. Seniman-seniman Indonesia menampilkan tema nasionalisme untuk memberikan dorongan moral kepada masyarakat. Hal


JANUARI 2018

ini kontras dengan periode sebelumnya ketika seniman ingin menonjolkan jati diri bangsa Indonesia serta kehidupan sehari-hari mereka. Realisme karya-karya tersebut menjadi bahasa visual yang dominan. Salah satu seniman penting bagi Republik yang muda usia adalah S Sudjojono. Setelah bangsa ini semakin kuat sebagai sebuah negara berdaulat, sejumlah seniman seperti Affandi, Hendra Gunawan, dan Sudjana Kerton mengembangkan gaya mereka sendiri yang bergeser dari realisme. Pada bagian ‘’Pergulatan Seputar Bentuk dan Isi’’, terdapat karya-karya dari

tahun 1950 hingga 1960-an ketika seniman Indonesia terus membangun identitas artistik mereka. Pada saat bersamaan, mereka lebih terlibat secara internasional serta menerima dana hibah untuk berpergian ke Asia dan Eropa. Bagian tersebut menunjukkan polarisasi praktik kesenian modern di Indonesia, antara yang figuratif dan abstrak. Pemisahan ini juga ditemukan sejajar dengan sejarah global Perang Dingin antara Amerika Serikat dan Uni Soviet yang membagi sebagian besar dunia di antara mereka. Patut dibanggakan bahwa Indonesia memegang peranan penting dengan pendirian

INFLIGHT MAGAZINE OF BATIK AIR

Gerakan Non-Blok dalam upaya menjaga kemerdekaan. Hasilnya, kecenderungan artistik dari kedua pihak yang terlibat dalam Perang Dingin hadir pula di Indonesia. Pada bagian ini diwakili seniman Indonesia dan internasional. Pada satu sisi, terdapat nilai universal dan eksperimental yang terwakilkan, antara lain, oleh karya-karya abstrak Srihadi Soedarsono, Nashar, dan Mark Rothko. Di sisi lain, terdapat nilai-nilai kemasyarakatan dalam karyakarya figuratif yang, misalnya, diwakili oleh Djoko Pekik dan Heri Dono. Sedangkan pada ‘’Racikan Global’’ menampilkan karyakarya setelah era Reformasi. Keruntuhan Orde Baru Soeharto membuka kebebasan artistik baru serta lebih melahirkan generasi seniman kontemporer. Mereka hadir saat globalisasi ekonomi dan kebudayaan berlangsung serta ketika ketertarikan pada seni di dunia tumbuh pesat. Semuanya andil menghasilkan pasar seni global. Bagian ini berisi karyakarya seniman kontemporer yang masih aktif hingga kini. Mereka lebih sadar pada bahasa visual internasional, gagasan, serta kecenderungan pasar. Karya mereka bisa didapati di mana-mana, tetapi masih kerap kembali pada tradisi serta subjek yang dekat dengan latar belakang budaya mereka. Di sinilah pengunjung bisa mengalami suatu ‘’racikan global’’ dengan sejumlah kesamaan sekaligus perbedaannya.

37


{ DESTINATION }

Pesona Bawah Laut Taman Nasional Komodo Teks Tintin Ryanti Foto Michael Waleleng

38


JANUARI 2018

INFLIGHT MAGAZINE OF BATIK AIR

39


T

ermotivasi menikmati keindahan alam Indonesia dengan cara yang sedikit berbeda dibandingkan pelancong biasa, Tri Suswati —istri Kapolri Jenderal (Pol) Muhammad Tito Karnavian— dan saya memilih olahraga selam. Melalui olahraga ini, kami bisa menikmati keindahan bawah laut perairan Indonesia yang begitu memesona untuk lebih menebalkan cinta pada Tanah Air dan, tentu, memberikan pengalaman personal yang mengesankan.

40

Bukankah keindahan alam bawah laut Indonesia telah nyata menjadi tujuan utama para penyelam dari segala penjuru dunia? Sebagai negara kepulauan yang terletak di daerah tropis, pesona alam bawah laut Indonesia telah diakui dunia. Salah satu ‘’surga bawah laut’’ di Bumi. Realitas ini pula yang menggerakkan kami mulai menjelajah berbagai titik penyelaman yang tersebar di wilayah perairan Indonesia. Dalam kapasitas sebagai istri Kapolri, saat

mendampingi sang suami bertugas ke sejumlah daerah, Tri Suswati terus berusaha mengajak seluruh anggota Bhayangkari untuk selalu mencintai alam Nusantara, khususnya alam bawah laut, serta melestarikannya. Seluruh anggota Bhayangkari juga diimbau aktif mempromosikannya di media sosial agar keindahan alam Indonesia semakin diketahui publik luas, nasional maupun dunia. Kali ini perjalanan membawa Tri Suswati


JANUARI 2018

sebelum menuju beberapa titik penyelaman. Semua peralatan rampung dicek dan siap memulai perjalanan ke titiktitik penyelaman di kawasan perairan Taman Nasional Komodo secara Live-on-Board (LoB) dengan kapal pinisi. Sengaja kami lebih memilih tinggal beberapa hari di atas kapal pinisi. Selain mengasyikkan, LoB juga lebih memudahkan serta menghemat waktu tempuh untuk mencapai beberapa titik penyelaman favorit. Pemandangan yang bisa dinikmati selama perjalanan dengan kapal pinisi sungguh menakjubkan. Gugusan pulau eksotis menyembul di antara hamparan luas biru air laut. Kami menyempatkan menjejakkan kaki di bukitbukit yang dilalui kapal pinisi kala berlayar mengelilingi kawasan Taman Nasional Komodo menuju titik-titik penyelaman.

INFLIGHT MAGAZINE OF BATIK AIR

Dari banyak titik penyelaman yang tersebar di kawasan perairan Taman Nasional Komodo, kami menentukan Batu Bolong sebagai titik penyelaman pertama. Area titik ini tidak terlalu luas. Pada sisi kanankirinya kadang muncul arus bawah yang harus dihindari para penyelam. Meski tidak terlalu luas, biota laut di titik penyelaman Batu Bolong sangat beragam. Aneka ragam dan warna karang, black tip shark, white tip shark, ikan napoleon, penyu, dan masih banyak lainnya bisa dinikmati. Puas menikmati keindahan bawah laut di titik penyelaman Batu Bolong, kami kembali ke pinisi untuk rehat serta bersiap melanjutkan ke spot berikut. Penyelaman pun berlanjut ke titik Taka Makassar yang menuntut kami ekstrahati-hati karena arusnya cukup kencang. Di spot ini,

dan saya mengeksplorasi keindahan perairan di kawasan Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur. Kini perjalanan ke Labuan Bajo juga semakin mudah karena maskapai Batik Air membuka penerbangan langsung dari Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, menuju Bandara Komodo di Labuan Bajo. Waktu tepat menikmati pesona alam bawah laut di kawasan ini adalah Mei hingga September. Setiba di Labuan Bajo, kami melakukan persiapan akhir

41


kami dipuaskan oleh lambaian cantik manta ray. Di sini pula, jika beruntung, kita bisa jumpa sting ray. Kami benar-benar sudah merasa beruntung. Titik penyelaman lain dalam daftar wajib dieksplorasi adalah Crystal Rock. Hiu-hiu karang ‘’parkir’’ memicu kekaguman kami pada titik ini. Titik penyelaman ini memang dikenal sebagai area ‘’parkir’’ hiu-hiu karang usai lelah mengarungi perairan Taman Nasional Komodo. Sangat unik! Hiu-hiu itu tampak begitu diam dan nyaman di dasar laut. Seolah mereka tidak risau kehadiran kami. Lagi-lagi pengalaman yang sangat menyenangkan. Selain dua titik tersebut, banyak titik penyelaman lain masih bisa didapati di perairan Taman Nasional Komodo. Sebutlah Castle Rock, Shoot Gun, dan sejumlah lainnya yang harus kami selami. Setiap

titik penyelaman memberikan sensasi berbeda-beda yang membuat kami antibosan dan enggan berhenti menyelam. Namun, perlu diingat, kawasan perairan Taman Nasional Komodo tidak disarankan bagi para penyelam pemula. Untuk menyelam di kawasan ini, setidaknya penyelam mengantongi sertifikat Advance dan minimal telah melakukan 50 kali penyelaman. Menikmati langsung pesona dan keunikan habitat bawah laut di perairan Taman Nasional Komodo, apresiasi layak diberikan kepada pemerintah daerah setempat sejak beberapa periode sebelumnya yang begitu sadar menjaga kelestarian alam bawah laut mereka. Pelestarian berbuah eksotisme yang mampu memberikan pendapatan

daerah berkesinambungan hingga kini. Wisatawan lokal dan mancanegara tiada henti berdatangan untuk menikmati keindahan sekaligus keunikan alam bawah laut perairan Taman Nasional Komodo. Penghargaan juga layak diberikan atas partisipasi positif masyarakat setempat yang semakin menyadari urgensi menjaga kawasan taman nasional tersebut dari tangan-tangan jahil orang tidak bertanggung jawab yang ingin mengusik dan merusaknya.

42


JANUARI 2018

Pemerintah daerah dan masyarakat terus berikhtiar menjaga kelestarian kawasan Taman Nasional Komodo. Penyelam seharusnya juga sadar dan selalu tergerak untuk berpartisipasi dalam pelestarian. Oleh karena itu, dalam rangkaian penyelamannya, Tri Suswati selalu menekankan pentingnya para diver terus meningkatkan kemampuan serta pengetahuan, sehingga juga tertanam kuat kesadaran dan tanggung jawab untuk melestarikan lingkungan.

Misalnya, dalam berbagai kesempatan, Tri Suswati juga tiada henti menyerukan agar tidak mengonsumsi ikan-ikan yang dilindungi. Keindahan Taman Nasional Komodo tidak hanya pada alam bawah lautnya. Di selasela jadwal menyelam, kami juga menikmati panorama daratan yang eksotis, trekking di beberapa lokasi, atau sekadar main-main di pantai yang tidak kalah menawan seperti Pink Beach. Ditemani seorang ranger, trekking kami lakukan di

INFLIGHT MAGAZINE OF BATIK AIR

Pulau Komodo untuk melihat komodo, hewan purba berwujud kadal raksasa, di habitat aslinya. Sebuah pengalaman yang, lagilagi, luar biasa. Bentang alam Taman Nasional Komodo yang begitu indah kian memesona kala senja menjelang dan matahari beranjak ke peraduan. Semburat jingga menghias langit luas, memantulkan warna keemasan di lautan lepas. “Menjadi tanggung jawab semua menjaga kelestarian perairan Taman Nasional Komodo ini,� kata Tri Suswati.

43


{ AUTOMOTIVE }

44


JANUARI 2018

INFLIGHT MAGAZINE OF BATIK AIR

MINI John Cooper Works GP Concept

MINI +PERFORMA TINGGI +SENSASI BALAPAN MINI John Cooper Works GP Concept merupakan perwujudan dari studi desain tentang kelincahan sport di jalur balap dan jalan. Terinspirasi oleh warisan pembuat mobil motorsport legendaris serta teknik produksi baru, termasuk printing 3D dan knitting 3D, demi menampilkan personalisasi masa depan. TEKS RIMAN SAPUTRA N. FOTO DOK. MINI

B

MW Group memilih IAA Cars 2017 di Frankfurt, Jerman, untuk memperkenalkan esensi racing modern dari MINI, yaitu MINI John Cooper Works GP Concept. Terinspirasi kemenangan legendaris di Monte Carlo Rally 50 tahun silam, studi desain ini mewujudkan bakat dinamis yang murni dan mengasyikkan, baik di jalur balap maupun jalan. Konsep mobil tersebut adalah MINI John Cooper Works GP 2012 dan MINI Cooper S 2006 dengan John Cooper Works GP Kit. Diproduksi sangat terbatas, model ini mengeksplorasi batas luar kemampuan performa mereka saat itu.

45


D e sai n Lebih lebar ketimbang MINI saat ini, desain MINI John Cooper Works GP Concept memperlihatkan dinamisme dan kekuatan. Apron depan dan belakang luas, tepian samping, serta spoiler (bagian mobil penopang aerodinamika) atap menonjol menciptakan penampilan percaya diri. Penggunaan material ringan seperti serat karbon mengoptimalkan rasio powerto-weight (perbandingan tenaga dengan berat) mobil, sementara distribusi bobot yang seimbang memastikan signature handling go-kart MINI. Asupan udara besar dan deflektor udara yang dibentuk dengan presisi mendominasi ujung depan mobil. Eksterior diselesaikan dalam balutan

cat Black Jack Anthracite (antara warna abu-abu dan hitam) dengan aksen metalik Curbside Red (warna merah matt). Warna metalik Curbside Red memberikan sentuhan segar pada karya klasik John Cooper Works serta, secara visual, menonjolkan geometri dan elemen performa. Desain khas MINI seperti lampu depan elips dan grill radiator heksagonal mempertajam identitas mobil. Elemen seperti powerdome, termasuk scoop udara di kap mesin, grill radiator heksagonal honeycomb (berbentuk sarang lebah) dan asupan udara di apron depan mengintensifkan penampilan sporty mobil. Sementara aksen warna Highspeed Orange

memberikan efek visual dari lampu depan dan asupan udara. Sorotan teknis lainnya terletak pada konstruksi apron yang seluruhnya serat karbon sehingga mengurangi bobot mobil. Anyaman karbon langsung terlihat dan dihadirkan dengan cat gloss bersama grafis heksagon merah. Angka 0059 pada mobil menandakan tahun lahirnya MINI klasik, yaitu pada 1959.

46


JANUARI 2018

Pada bagian samping, tepian sisi serat karbon memberikan bodi tepi paling rendah. Roda balapan ringan 19 inci dengan desain multispoke klasik menekankan aspirasi kinerja studi desain MINI. Kontras warna metalik Curbside Red bersama Highspeed Orange di bagian dalam pelek dan logo GP membawa semangat ekstra pada desain roda. Pada bagian lain, warna metalik Curbside Red dan Highspeed

Orange memberikan highlight pada dasar cermin eksterior serta gagang pintu. Pada bagian belakang, permukaan dibatasi elemen penyaluran udara dibentuk secara presisi. Posisi lampu belakang LED pada bagian luar menekankan fokus kedinamisan mobil. Sentuhan canggih seperti half-Union Jack di setiap sisi, menggambarkan asal-usul konsep mobil dari Inggris ini sekaligus memberikan

INFLIGHT MAGAZINE OF BATIK AIR

tampilan sporty. Spoiler atap yang menonjol kian memperkuat elemen visual geometri samping. Seperti ujung depan dan sisi panggul, bagian bawah mobil juga memiliki desain secara presisi serta dinamis. Ventilasi dan deflektor udara serat karbon berada pada posisi optimal. Dua lampu hujan di tepi luar bagian belakang meningkatkan jarak pandang saat kondisi basah. Sementara bagian

47


knalpot kembar khas yang rendah pada bagian belakang mewujudkan DNA John Cooper Works dengan efek eye-catching (mencolok). Interior Bagian dalam MINI John Cooper Works GP Concept kembali dipasangkan ke elemen inti dengan roll cage (pelindung yang lazim dipakai pada mobil balap, dipasang mulai pada bagian

48

depan pengemudi hingga bagian penumpang untuk memberikan perlindungan maksimal, berbentuk seperti kerangkeng) yang tergabung secara on board. Sepasang kursi bucket dengan ketebalan rendah, dilengkapi sabuk pengaman lima titik dan panel instrumen, dirancang sangat rapi. Pemindahan gigi menggunakan tuas yang terdapat pada roda kemudi.

Semua elemen interior terfokus langsung pada pengemudi. Konsep display, kontrol dengan kluster instrumen digital, serta Head-Up Display langsung menampilkan informasi relevan pada jalur di depan mata, sehingga pengemudi bisa benar-benar fokus pada jalan. Interaksi antara pengemudi dan mobil berlangsung secara digital, termasuk penyesuaian kontrol


JANUARI 2018

mobil. Gantinya, permukaan antara elemen roll cage dan kompartemen belakang dipangkas dalam panel ringan dengan detail bertekstur dan pola heksagonal. Kreasi ini menciptakan transisi antara kabin depan yang kaya desain dan belakang yang minim hiasan. Pintunya dibuka menggunakan grip tersembunyi dengan tali kain, sehingga pengemudi dan penumpang keluar melalui roll cage dengan gaya khas mobil balap. Interior MINI John Cooper Works GP Concept juga menggabungkan bentuk sport dengan elemen eyecatching dan aksen warna tegas. Hasilnya, face-off antara estetika yang kurang familiar dari bodyshell balap mobil dan eksklusivitas mobil produksi berkualitas tinggi. Dengan dasar latar ruang putih, kulit

INFLIGHT MAGAZINE OF BATIK AIR

hitam dengan pelindung di kepala serta guling menghadirkan kontrasme apik dengan tekstil rajutan belakang hitam putih pada bagian tengah tempat duduk. Teknik knitting (rajutan) 3D yang baru memberikan nuansa berkelas dan modern. Sedangkan aksen merah memperlihatkan ekspresi visual. Roll cage aluminium berdiri terpisah dengan jelas dari bagian print (cetak) 3D berwarna hitam di pintu dan panel instrumen. Elemen trim terstruktur ringan dengan grafis heksagonal memperkuat tampilan modern yang sporty. Warna metalik Curbside Red menambahkan aksen warna pada komponen fungsional tertentu. Sedangkan Highspeed Orange hadir sebagai pelengkap warna sabuk pengaman, inskripsi, serta jahitan roda kemudi dan jok.

sentuh pada pengaturan suspensi dalam instrumen sentral MINI. Tombol cut-off darurat berukuran besar dan tombol MINI tradisional beralih dengan tombol start/stop untuk menyediakan penghubung antara dunia digital dan analog. Kursi belakang cadangan, headliner, dan panel trim pintu konvensional dihilangkan guna meminimalkan berat

49


{ DESTINATION }

50


JANUARI 2018

INFLIGHT MAGAZINE OF BATIK AIR

Istana Musim Panas Bang Pa-In

Selama ini imaji tentang Thailand adalah arsitektur candi-candi yang sangat menonjol atau mencolok. Tampilan wat (begitu ia disebut di sana) selalu menunjukkan jejak budaya Buddha yang melekat erat pada masyarakat Thailand sejak masa silam. TEKS & FOTO PAUL I ZACHARIA

51


T

anpa disadari bahwa budaya Thailand juga kental dengan suasana oriental. Istana Bang Pa-In, yang layak diakui sebagai pusaka wisata masa silam, menjadi penanda. Menempati sebuah kawasan luas dan teduh di tepi Sungai Chao Phraya, Distrik BangPai, Provinsi Phra Nakhon Si Ayutthaya, jantung wilayah Thailand, di istana ini para penguasa Dinasti Thailand pada masa lalu lazim tetirah. Seluruh kompleks akbar tersebut didesain dalam suasana permai dan asri dengan sangat banyak tanaman dan pepohonan. Hiasan pemanis bagi pecinta seni dan heritage bernilai pusaka. Dari 25 struktur dalam kompleks tersebut, terdapat

52

10 bangunan terpenting. Bangunan-bangunan tinggal yang berukuran serta berdesain lebih kecil dan sederhana ini diperuntukkan bagi kerabat anggota keluarga kerajaan. Raja Prasat Thong membangun kompleks ini pada 1632, tetapi lantas terbengkalai. Pada pertengahan abad ke-19 Raja Mongkut mulai merestorasi situs tersebut. Namun, sebagian besar yang ada di tempat tersebut didirikan oleh Raja Chulalongkorn (Rama V) antara 1872 dan 1889. Sepulang dari Eropa setelah banyak belajar tentang budaya Barat, Raja Chulalongkorn memberikan sentuhan berupa arsitektur eklektik yang memadukan

gaya Thailand, China, dan Barat. Berikut 10 bangunan utama pada Istana Musim Panas Bang Pa-In: • A isawa n T h ip h ya A r t (Divine Seat of Personal Freedom) – Sebuah paviliun indah di tengah danau dengan sebuah patung tembaga seukuran tubuh Raja Rama V sendiri. • Wa r o p h at P h ima n T h r o n e Hall (Excellent and Shining Heavenly Abode) – Terdapat pengaruh kuat Yunani bergaya NeoClassical dengan pilar-pilar menjulang tinggi. Inilah bangunan terpenting karena di dalamnya terdapat singgasana yang lazim diduduki sang raja.


JANUARI 2018

INFLIGHT MAGAZINE OF BATIK AIR

Suasana agak lengang di dekat menara Markusturm.

• T h e wa r at K h a n lai Gat e – Gerbang penghubung ke bagian dalam istana yang bergaya Corinthian NeoClassical.

pada 1889. Ia didominasi warna merah dan emas seperti di klenteng, Untuk memasukinya, pengunjung diharuskan melepas alas kaki.

• B r id g e s o f S tat u e s – Salah satu kebanggaan multikultural istana musim panas ini dengan patung bergaya Yunani di sepanjang jembatan.

• K r ac h o m T r a e Pav ili o n – Paviliun berbentuk seperti terompet ini tempat paling cocok untuk menikmati pemandangan panoramik dari sekeliling kompleks.

• W e h a r t C h am r u n t R o yal M a n si o n (Heavenly Light) – Paviliun yang paling kental suasana oriental ini merupakan tempat tinggal berarsitektur China yang dibangun untuk Raja Chulalongkorn (Rama V)

• Utt h aya n P h u misat h ia n R o yal M a n si o n – Istana kediaman raja dan ratu yang didesain dalam gaya Swiss Chalet dan terletak di sepanjang danau. Bangunan asli terbakar pada 1938. Raja Bhumibol

Adulyadej membangunnya lagi di lokasi yang sama serta mendekorasinya dengan perabotan dari era Napoleon III. • W it h u n T h asa n a T o w e r (Sages Lookout) – Gardu pandang paling ideal untuk melihat pemandangan sekitar. • Pat u n g M e m o r ial bagi Ratu Sunanda Kumariratana. • Wat Niw e t T h ammap r awat – Didesain ala katedral dan gothic temple serta dihiasi stained glass, sehingga sepintas pengunjung serasa berada dalam sebuah gereja, padahal di sebuah kuil Buddha.

53


{ SPECIAL }

Seduh Manual demi Rasa Maksimal TEKS DODY WIRASETO FOTO DOK. BATIK

S

etelah espresso base berkembang dan pengetahuan bertambah, mulai muncul beragam teknik penyeduhan manual dengan alat-alat beragam.

54

Setiap teknik penyeduhan memiliki karakter tersendiri, meskipun menggunakan biji kopi yang sama. Ini yang membikin minum kopi menjadi lebih kaya rasa, tergantung selera.

Beda teknik beda rasa itu berlaku di dunia kopi. Teknik penyeduhan dengan cara Tubruk merupakan salah satu bukti. Ini teknik penyeduhan kopi tradisional, tetapi mampu


JANUARI 2018

mengeluarkan karakter dan kualitas asli kopi. Setiawan Subekti, salah satu seniman kopi Indonesia dari Banyuwangi, menuturkan, nama ‘’tubruk’’ mengacu pada true brew – penyeduhan asli Indonesia yang kini menjadi acuan untuk menguji kualitas kopi. Berbeda dengan Tubruk, salah satu teknik seduh manual yang

banyak ditemui di coffeeshop adalah Pour Over. Sebuah metode penyeduhan kopi yang dikenal sejak lama. Sedangkan salah satu alat yang kini terkenal adalah V60. Penyeduhan ini terlihat mudah, tetapi tidak sederhana karena dalam menyeduh kopi butuh proses yang jeli demi menghasilkan seduhan kopi yang berkualitas dan nikmat. Ciri khas Pour Over V60 adalah alat bermodel bentuk kerucut ke bawah. Pada bagian dinding dalam juga terdapat alur berputar. Alat ini akan membantu kopi terektraksi dengan air yang dituang memutar di

INFLIGHT MAGAZINE OF BATIK AIR

atasnya. Satu komponen lagi yang penting pada metode ini adalah kertas penyaringnya (paper filter). Penyeduhan manual lain yang cukup populer adalah Syphon Coffee Maker. Proses seduh manual ini diciptakan khusus untuk para pecinta atau penikmat kopi dengan tingkat kepahitan tidak terlalu kuat. Bentuk yang unik menjadikannya tidak hanya nikmat sebagai alat penyeduh kopi, tetapi juga sebagai pajangan. Cara kerjanya yang unik pun sukses membuat banyak orang mengeluarkan uang untuk membeli syphon.

55


Teknik lain lagi adalah dengan menggunakan Plunger, biasa juga disebut French Press. Kopi yang diseduh dengan French Press akan memberikan ‘’ciri’’ yang tidak kalah nikmat dari metode-metode lain. Tanpa filter kertas membuat French Press menghasilkan rasa lebih kaya dan lembut. French Press memungkinkan kopi beraroma lebih kuat dan, pastinya, menyenangkan. Berbeda dengan French Press, proses seduh manual lain adalah Moka Pot. Inilah metode penyeduhan kopi yang paling sering digunakan oleh penikmat kopi rumahan di negara-negara Eropa serta Amerika Latin.  Dengan metode Moka Pot, kopi yang

56

dihasilkan memiliki cita rasa kuat serta pekat layaknya espresso. Sistem kerjanya memanfaatkan tekanan uap air yang dihasilkan dari proses pemanasan air pada alat menyerupai teko yang lazim disebut chamber bialeti. Prosesnya juga memerlukan tamping layaknya membuat espresso. Setelah itu, moka pot dipanaskan di atas kompor selama 3-4 menit hingga perlahan kopi naik ke permukaan. Saat semua air telah naik, segera matikan api untuk menghindari seduhan jadi gosong. Berbeda dengan lainnya, proses seduh manual ini butuh waktu lama, tapi menggaransi hasil bercita rasa

istimewa, Cold Water Drip – menyeduh kopi dengan air biasa atau air dingin. Tetes demi tetes air secara teratur dan lambat  jatuh ke bubuk kopi. Proses seduh metode ini perlu waktu lebih dari empat jam, kadang hingga 12 jam, tergantung selera. Kopi hasil seduh tetes dingin, yang disebut Holland Coffee, itu akan menghasilkan cita rasa asam lebih rendah dan lebih kaya. Cita rasa ini tercipta karena sebagian aroma yang mudah menguap di air panas akan larut dalam air dingin. Kopi ini bisa dimasukkan botol dan tetap nikmat hingga dalam waktu sepekan dalam kulkas.


JANUARI 2018

INFLIGHT MAGAZINE OF BATIK AIR

57


{ HOT STUFF}

Leica CL

Mirrorless APS-C Berjendela Bidik Elektronik Leica CL, kamera mirrorless dengan sensor APS-C 24 megapixel, prosesor Leica Maestro II, pengaturan ISO dari ISO 100 hingga ISO 50000, dan mampu digunakan untuk memotret tanpa henti dengan kecepatan 10 frame per detik. Leica CL tampil retro dan dilengkapi jendela bidik elektronik berteknologi EyeRes yang sama persis dengan jendela bidik elektronik kamera mirrorless full frame Leica SL. Kamera ini pun cocok untuk fotografer yang terbiasa memotret dengan jendela bidik. Layar sentuhnya 3 inci dan di atasnya tersedia layar LCD mini untuk menampilkan pengaturan kamera. Leica CL juga bisa menghasilkan video di resolusi 1080p 60fps hingga 4K 30fps. Leica CL dibanderol US$2795, sementara paket bundle Leica CL dengan lensa Leica Elmarit-TL 18 mm f/2.8 ASPH dibanderol US$3795. (foto: us.leica-camera.com)

58


JANUARI 2018

INFLIGHT MAGAZINE OF BATIK AIR

Peugeot Sea Drive Concept Powerboat yang Terinspirasi SUV

Berkolaborasi dengan produsen kapal ternama, Beneteau, desainer di Peugeot mengembangkan powerboat yang terinspirasi SUV pertama di dunia untuk air. Sepintas, konsep ini memperlihatkan sekilas perahu mewah di masa depan. Sea Drive Concept diposisikan untuk membawa istilah “off-road� ke tingkat baru. Konsep yang diperlihatkan memiliki fitur yang sama dengan i-Cockpit dari mobil mereka yang menyediakan fasilitas lengkap termasuk roda kemudi yang kompak, layar head-up yang menyediakan semua informasi relevan dalam garis pandang kapten, dan layar sentuh 17 inci dengan kontrol intuitif untuk pengalaman on-board yang nyaman dan menyenangkan. Kulit nappa, jahitan kontras tembaga, dan aksen krom semuanya menghiasi interior juga. Kesan elegan pun terpancar dari Sea Drive Concept. (foto: www.peugeot.com)

Hydrofoiler XE-1 Sensasi Baru Bersepeda

Hydrofoiler XE-1, sepeda hidrofoil keluaran Manta5 menawarkan konsep baru bersepeda. Hydrofoiler XE-1 terbuat dari aluminium dan memiliki dua serat hidrofoil karbon. Sepeda ini mampu meluncur di sepanjang tepi danau, sungai, dan laut lepas dengan kecepatan tinggi berkat motor pedal 400 watt. Pengendara pun bisa melaju bermil-mil tanpa terlalu lelah. Jika kehilangan keseimbangan dan jatuh ke dalam air, Hydrofoiler XE-1 memiliki kemampuan untuk memulai kembali saat masih terendam air. Manta5 juga merancangnya dalam ukuran ringkas agar sesuai dengan bagasi untuk petualangan di laut, ataupun danau. (foto: manta5.com)

59


Givenchy VR Goggles

Konseptual Kacamata VR Butik Jaehyun Ha dari studio Korea PDF Haus merancang konseptual kacamata Givenchy VR goggles. Kacamata hitam VR butik ini tampil mencolok namun memiliki fungsinya sendiri. Kedua desainnya, versi strap maupun temple, masuk ke mode VR atau AR saat kaca hitamnya dilipat ke atas. Untuk pengalaman AR yang optimal, lensa beningnya memiliki ring fokus dan juga kamera aktual pada bridge-nya. (foto: www.pdfhaus.com)

Garmin Approach S60 Jam Tangan Golf Bergaya Modern

Ditujukan bagi penikmat golf, Garmin Approach S60 dibekali aplikasi anyar bernama Garmin Golf dimana pengguna bisa bertanding dan bersaing dengan sesama pegolf. Nantinya ada peringkat mingguan, informasi skor, handicap, dan masih banyak lagi. Para pemain juga bisa membuat turnamen sendiri dengan teman-temannya. Skor akan langsung tersinkronisasi ke aplikasi untuk diperbarui secara instan di tengah permainan. Jam tangan ini dilengkapi fitur-fitur canggih seperti AutoShot, SwingTempo, penargetan dengan sentuh, dan banyak lagi. Dengan AutoShot, pegolf dapat mengecek kembali, memetakan, dan menganalisa semua pukulan yang terdeteksi di setiap babak. Jam tangan yang tersedia dalam warna hitam dan putih ini tahan air hingga 50 meter. Garmin Approach S60 dibanderol US$399,99. (foto: www.garmin.co.id)

Escape Pod

Ruang Outdoor yang Mewah Pod elips dari Podmakers dibuat dari pohon birch ply dan pohon oak Eropa. Bentuknya organik dengan interior kontemporer berkualitas tinggi memberikan tempat yang tepat untuk bekerja, bermeditasi, bersosialisasi atau tidur. Pod ini memiliki pintu plug gaya pesawat terbang dan berdiri di atas platform setengah meter dari tanah. Dengan interior yang mudah disesuaikan, pemanasan (woodburner atau underfloor), listrik dan isolasi, pod ini dapat digunakan sebagai kantor taman atau studio. Setiap pod disesuaikan dengan kebutuhan, mulai dari penempatan jendela dan penyelesaian internal hingga perlengkapan dan perabotan. Escape Pod ini dibanderol mulai dari US$23.000. (foto: www.podmakers.co.uk)

60


JANUARI 2018

INFLIGHT MAGAZINE OF BATIK AIR

WELCOME ABOARD Lion Group F leet Safety Information Exercises Route Map Entertainment On Board

61


LION GROUP FLEET

1 UNITS Boeing 747 - 400 506 seats ECONOMY

3 UNITs AIRBUS A330-300 440 SEATS ECONOMY

70 UNITS Boeing 737 - 900 ER 215 SEATS ECONOMY

35 UNITS BOEING 737 - 800 NG 189 SEATS ECONOMY Rata-Rata usia pesawat : 3 Tahun 6 Bulan

8 UNITS Boeing 737 MAX 8 180 seats economy

6 UNITS Boeing 737 - 900 ER TOTAL 180 SEATS : 168 seats economy - 12 seats business

8 UNITS Boeing 737 - 800 NG

TOTAL 162 SEATS : 150 seats economy - 12 seats business

37 UNITS AIRBUS A 320-200 CEO TOTAL 156 SEATS : 144 seats economy - 12 seats business Rata-Rata usia pesawat : 7 Bulan

6 UNITS Boeing 737 - 900 ER TOTAL 180 SEATS : 168 seats economy - 12 seats business

23 UNITS Boeing 737 - 800 NG

TOTAL 162 : 150 seats economy - 12 seats business

16 UNITS ATR 72-600 Rata-Rata usia pesawat : 1 Tahun

17 UNITS Boeing 737 - 900 ER 215 SEATS ECONOMY

10 UNITS Boeing 737 - 800 NG TOTAL 162 150 seats economy - 12 seats business Rata-Rata usia pesawat : 7 Bulan

1 UNITs AIRBUS A330-300 440 SEATS ECONOMY

20 UNITS ATR 72-500 72 seats economy.

34 UNITS ATR 72-600 72 seats economy. Rata-Rata usia pesawat : 2 Tahun 6 Bulan

2 UNITS HAWKER 900XP Rata-Rata usia pesawat : 2 Tahun 5 Bulan

62


JANUARI 2018

WELCOME ABOARD

SELAMAT DATANG KARTU PETUNJUK KESELAMATAN

What you need to know about the security, comfort and safety in the aircraft

Mobile phone : All mobile phones and electronic devices that use radio transmission is not allowed during the flight, it can be disturbing system navigation and communication with local control tower.

Electronic devices : For the use of laptops and PDAs may be used after the fasten seat belt off and using flight mode. After the fasten seat belt on in preparation for landing, the passengers have to turn off the laptop and PDA users.

Dangerous goods : The goods are flammable (such as matches), explode (firecrackers), containing material magnets, battery, gas cylinders, are not allowed to be brought.

Smoke : Government regulations prohibit smoking during in-flight activities, there are smoke detectors in all toilets and will be subject to penalties for those who break the rules.

Live vest : Live vest is one of safety equipment in the aircraft for emergency condition on water, please do not remove live vest from the place in normal condition and do not to take home. Passengers will get punishment who stole the live vest based on Government regulations. Article 54 of Law No. 1 of 2009 (Pasal 54 undang-undangnomer 1tahun 2009).

Alcohol beverage : Batik Air does not provide alcohol in lion air flight service, passengers are prohibited from consuming alcohol during the flight.

PREGNANCY WOMEN : A pregnancy age over 28 weeks is required to include a medical certificate stating that passengers are medically fit to participate in the flight. And fill out the form of risk called Form of Indemnity (FOI).

Travelling with kids : Batik Air does not provide baby food for domestic service, diapers are also not provided on the plane. Lion air only provide hot water for baby milk.

Safety Priority : • Seat belts should always be installed during take-off and landing. It is recommended to always put the seat belt during flight. • Luggage must be placed on top of the head or under the seat in front of you. • Please read the safety instruction card that is present in the seat pocket. In the card you can determine the location of the emergency exit and a life jacket. • Look carefully the safety demonstration and instructions which given by the cabin crew

Baggage : • Goods or sharp objects should be placed in the trunk and not allowed to be brought into the cabin baggage. • Bring precious objects in the bag you carry yourself. • Note the weight of your luggage : • Carry-on baggage (bagasi kabin) not more than 7KG ₋₋ Baggage for domestic & international route: Economy class : 20KG - Business class : 30KG

INFLIGHT MAGAZINE OF BATIK AIR

Apa yang harus Anda ketahui tentang keamanan, kenyamanan dan keselamatan Anda di dalam pesawat

PONSEL : Semua ponsel dan peralatan elektronik yang menggunakan pemancaran radio tidak diperbolehkan selama berada di dalam pesawat, hal ini sangat mengganggu sistem navigasi dan komunikasi dengan menara pengawas setempat.

PERALATAN ELEKTRONIK : Untuk penggunaan laptop dan PDA boleh dipergunakan setelah fasten seatbelt “OFF” dengan menggunakan flight mode. Setelah fasten seatbelt “ON” untuk persiapan mendarat makan penumpang harus mematikan penggunaan laptop dan PDA tersebut.

BARANG-BARANG BERBAHAYA LAINNYA : Barang-barang yang mudah terbakar (seperti korek api), meledak (petasan), material yang mengandung magnet, baterai, tabung gas, tidak diperbolehkan untuk dibawa.

MEROKOK : Peraturan Pemerintah melarang kegiatan merokok selama dalam penerbangan. Terdapat detektor asap di semua toilet dan akan dikenai sanksi bagi yang melanggar aturan.

BAJU PELAMPUNG : Jaket/baju pelampung merupakan salah satu peralatan keselamatan di pesawat untuk kondisi darurat di atas air, jangan keluarkan jaket/baju pelampung dari tempat dalam kondisi normal dan tidak untuk dibawa pulang. Penumpang akan mendapatkan hukuman bagi yang mencuri jaket/baju pelampung berdasarkan Peraturan Pemerintah Pasal 54 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009.

MINUMAN BERALKOHOL Batik Air tidak menyediakan minuman beralkohol di seluruh penerbangannya, dan seluruh penumpang Lion Air dilarang mengonsumsi minuman beralkohol selama penerbangan berlangsung.

Wanita Hamil Usia kehamilan di atas 28 minggu diwajibkan menyertakan surat keterangan medis yang menyatakan penumpang sehat secara medis untuk ikut dalam penerbangan. Dan mengisi formulir pertanggungan risiko Form of Indemnity (FOI).

PERJALANAN DENGAN ANAK-ANAK Batik Air tidak menyediakan makanan bayi untuk rute domestik dan popok tidak disediakan di pesawat. Lion Air hanya menyediakan air panas untuk susu bayi.

UTAMAKAN KESELAMATAN • Sabuk pengaman harus selalu terpasang sewaktu take-off dan landing. Dianjurkan untuk selalu memasang seat belt selama penerbangan. • Barang bawaan harus diletakkan di atas kepala atau di bawah kursi di depan Anda. • Silahkan membaca kartu instruksi keselamatan yang terdapat di dalam kantong kursi. Di kartu tersebut Anda bisa mengetahui pintu darurat dan letak jaket pelampung. • Perhatikan baik-baik demo keselamatan dan instruksi yang diberikan oleh cabin crew.

BAGASI : • Barang atau benda tajam harus dipak dalam bagasi dan tidak diperkenankan untuk dibawa ke dalam bagasi kabin. • Bawalah benda berharga dalam tas yang Anda bawa sendiri. • Perhatikan berat bagasi Anda. • Carry on baggage (Bagasi Kabin) tidak lebih dari 7 kg ₋₋ Bagasi untuk Rute Domestik & Internasional Kelas Ekonomi : 20 kg - Kelas Bisnis : 30 kg

63


{ SSQ}

Tindakan Keselamatan Rutin Seluruh awak pesawat menerima pelatihan secara rutin setiap tahun. Dalam setiap pelatihan tersebut kami mengingatkan mereka terhadap sejumlah tugas serta tanggung jawab, termasuk langkah-langkah keselamatan kabin penumpang saat persiapan lepas landas dan pendaratan. Mungkin sebelumnya tidak dijelaskan secara detail kepada penumpang mengapa awak pesawat selalu mengingatkan tentang beberapa tindakan rutin keselamatan setiap lepas landas dan mendarat. Awak pesawat kami akan meminta penumpang yang duduk di dekat jendela untuk membuka penutup jendela saat lepas landas dan mendarat. Saat lepas landas dan mendarat, awak pesawat memiliki akses visual terbatas ke mesin. Jika terjadi keadaan darurat, penumpang yang duduk dekat jendela bisa melihat mesin dan sekitarnya sehingga bisa dengan cepat mengingatkan awak pesawat. Alasan penting lainnya, terutama pada malam hari, jika terjadi evakuasi darurat, sangat penting untuk memiliki tingkat cahaya yang sama di ruang dalam dan di luar pesawat untuk menghindari kebutaan saat meninggalkan pesawat terbang. Tindakan pengamanan lainnya yang mungkin belum dijelaskan dengan benar adalah mengapa semua penumpang harus mematikan semua perangkat elektronik saat lepas landas dan mendarat. Alasan paling tepat adalah menghindari gangguan sistem navigasi pesawat dan sinyal antara pesawat dan stasiun di bumi. Bagaimana mungkin perangkat elektronik masih digunakan saat pesawat mencapai batas ketinggian jelajah, termasuk ponsel di maskapai tersebut yang dilengkapi dengan sinyal Wi-Fi. Lepas landas dan pendaratan merupakan fase penerbangan yang menuntut ketepatan maksimal seluruh instrumen dalam pesawat. Inilah alasan perlunya melindungi peralatan pesawat terbang dari gangguan sinyal elektronik yang dimiliki semua perangkat elektronik. Saat ini jumlah perangkat elektronik portabel sangat banyak, komputer, tablet, telepon genggam, radio, buku elektronik, dan sebagainya. Terbukti bahwa setiap dari kita rata-rata membawa dua perangkat portabel. Kombinasi pemakaian semua medan elektronik pada saat bersamaan kabin pesawat mendekati tanah merupakan ancaman serius yang harus dikurangi. Jadi matikan semua perangkat elektronik. Semoga yang terbaik bersama Anda pada tahun 2018. Selamat menikmati penerbangan yang aman dan menyenangkan. Capt. Jose Fernandez Corporate Safety Director Lion Group

Routine Safety Measures Every year our Crews receive recurrent training where we remind them many of their duties and responsibilities, including the Safety measures on the preparation for the passenger cabin during takeoffs and landings. But perhaps we do not explain clearly to our passengers the reason why our Crews remind you some Safety routine measures, every take-off and landing. Our crews will request the passengers seated on the window seats to open window’s blinder during take-off and landing. During take-off and landing, the cabin crew members have limited visual access to the engines. In case of an emergency, those passengers located in a window seat, could be able to see the engines and surrounding so they could alert the crew without delay. There is another important reason, especially during the night, in case of emergency evacuation it is also very important to have the same level of light in the interior and the exterior of the aircraft to avoid blindness when leaving the aircraft. Another Safety measure not properly explained is why all the passengers have to turn-off all the electronic devices during take-off and landings. The most straight forward reason is to avoid the interference of the plane’s navigation system and the signals between the plane and the ground stations. However, how it is possible to use the electronic devices once the aircraft is reaching cruise level, including mobile phones in those airlines equipped with Wi-Fi signal. The take-off and landing are phases of the flight where it is necessary to have the maximum precision of the on board instruments, Reason why it is required to protect the aircraft equipment from the electronic fields that all electronic devices have. Nowadays the number of portable electronic devices is huge, computer, tablets, hand phones, radios, electronic books, etc. It is proven that everyone of us carry on board and average of two portable devices, the combination of all the electronic fields present at the same time in the aircraft cabin near the ground is a serious threat that must be reduced, by switching off all electronic devices. My best wishes for the year 2018. Have a safe and pleasant flight.


ROUTE MAP LION AIR GROUP

66


JANUARI 2018

INFLIGHT MAGAZINE OF BATIK AIR

67


ENTERTAINMENT ON BOARD

THE DARK KNIGHT

IN THE HEART OF THE SEA

LEGEND OF THE GUARDIAN

THE SOUND OF MUSIC

152 min - Drama | Action | Crime

122 min - Adventure | Biagraphy | Action

97 min - Animation | Adventure

174 min - Drama | Family

Bruce menjadi Batman untuk melawan

Kisah tentang tenggelamnya sebuah

Ketika burung hantu muda, Soren

Di awal abad ke-20, Maria, seorang

berbagai kejahatan. Batman memiliki

kapal perburuan paus dari New England

diculik oleh burung hantu jahat St.

calon biarawati, dikirim biara sebagai

musuh baru, Joker, otak kriminal yang

akibat ulah ikan paus raksasa pada

Aegolious, yang ingin mengubahnya

pengasuh untuk merawat 7 anak

berambisi menghancurkan Gotham

tahun 1820 - sebuah peristiwa yang

menjadi prajurit. Kini, nasibnya

yatim. Selalu ceria, mencintai dengan

City. Bersama Gordon dan Harvey

kemudian menginspirasi novel terkenal

tergantung pada upaya penyelamatan

tulus untuk menjinakkan hati mereka,

Dent, Batman harus berjuang untuk

Moby-Dick.

teman-temannya.

termasuk ayah mereka.

Sutradara: Ron Howard

Sutradara: Zack Snyder

Sutradara: Robert Wise

Pemain:Chris Hemsworth, Cillian

Pemain: Jim Sturgess, Hugo Weaving,

Pemain: Julie Andrews, Christopher

Sutradara: Christoper Nolan

Murphy, Brendan Gleeson

David Wenham

Plummer, Eleanor Parker |

Pemain: Christian Bale, Heath Ledger,

Rated: PG-13

Rated: PG

Rated: G

3 IDIOTS

NAAM HAI AKIRA

FAN

BAIRAVAA

190 min - Adventure | Comedy | Drama

137 min - Drama | Action | Crime

142 min - Adventure | Action | Drama

169 min - Action

Di kampus, Farhan dan Raju terlihat

Akira, gadis mandiri, pindah ke Mumbai

Delhiite Gaurav adalah penggemar dari

Seorang perwira bank yang baik hati

sangat akrab dengan Rancho. Bertahun-

dan menuntut ilmu di perguruan tinggi.

superstar Bollywood Arya Khanna,

memutuskan untuk masuk ketika

tahun kemudian, sebuah taruhan

Tanpa sadar dia diincar oleh empat

yang mirip dengannya. Ia ke Mumbai

seorang pengusaha yang tidak bermoral

akhirnya memberi mereka kesempatan

petugas polisi korup, dan harus berjuang

untuk bertemu dengan Khanna, namun

mencoba menghentikan seorang

untuk mencari kembali teman yang telah

untuk membuktikan bahwa dirinya tak

diremehkan. Akhirnya ia memutuskan

mahasiswa untuk mengungkapkan

lama hilang.

bersalah.

untuk merusak hidupnya.

kebenaran tentang aktivitas amoralnya.

Sutradara: Rajkumar Hirani

Sutradara: A.R. Murugadoss

Sutradara: Maneesh Sharma

Sutradara: Bharathan

Pemain: Aamir Khan, Madhavan,

Pemain: Sonakshi Sinha, Anurag

Pemain: Shah Rukh Khan, Sayani Gupta,

Pemain: Joseph Vijay, Keerthi Suresh,

Mona Singh

Kashyap, Konkona Sen Sharma

Manoj Anand

Jagapathi Babu

Rated: PG-13

Rated: PG-13

Rated: PG-13

Rated: PG-13

menghentikannya sebelum semuanya terlambat.

Morgan Freeman, Aaron Eckhart Rated: PG-13

68


JANUARI 2018

INFLIGHT MAGAZINE OF BATIK AIR

KUNGFU JUNGLE

CHINESE ZODIAC

MALAIKAT TANPA SAYAP

LASKAR PEMIMPI

100 min - Action | Drama

109 min - Comedy | Action

104 min - Drama

95 min - Comedy | Musical | War

Seorang instruktur seni bela diri akan

Seorang pria menjelajahi dunia untuk

Calo menawari Vino menjadi pendonor

Anggota-anggota baru militer dengan

dipenjara setelah membunuh seorang

sebuah buku yang berkaitan dengan

jantung karena ada resipien yang

pengalaman minim, datang untuk

pria secara tak sengaja. Tapi ketika

peristiwa-peristiwa besar dalam sejarah

golongan darahnya sama. Di rumah

menyelamatkan temannya yang

seorang pembunuh keji beraksi, ia

China. Di dalamnya terdapat prediksi

sakit itu Vino berkenalan dengan

ditangkap pasukan militer Belanda, tidak

menawarkan membantu polisi dengan

mengerikan beberapa kejadian yang

Mura. Sejak itu Vino merasa hidupnya

menyadari bahwa pihak musuh sudah

imbalan kebebasan.

telah terjadi dan yang akan terjadi ia

berwarna. Vino yang awalnya sempat

menanti kedatangan mereka.

menyadari bahwa dirinya telah terlibat

putus asa, mulai goyah. Ia tidak mau

Sutradara: Teddy Chan

dalam peristiwa-peristiwa yang akan

mendonorkan jantungnya namun hal itu

Sutradara: Monty Tiwao

Pemain: Donnie Yen, Baoqiang Wang,

terungkap di masa depan

membuat Calo marah besar

Pemain: Project Pop, Dwi Sasono,

Sutradara: Jackie Chan

Sutradara: Rako Prijanto

Anastasia, Candil

Pemain: Jackie Chan, Qi Shu,

Pemain: Adipati Dolken, Maudy

Rated: PG-13

Xingtong Yao

Ayunda, Ikang Fawzi

Rated: PG-13

Rated: PG-13

Charlie Yeung Rated: PG-13

Shanty, Gading Marten, Masayu

JUST FOR LAUGH GAGS TV SERIES 30 min - Comedy Sebuah reality show dari Kanada bergenre komedi merekam reaksi orang-orang yang tidak menaruh curiga pada kejutan prank yang telah dsediakan melalui hidden camera. Pertunjukkan ini tidak memiliki dialog, hanya musik latar, gelak tawa dan sound effect lainya. Just For Laugh Gags siap mengocok perut Anda. Pemain: Denis Levasseur, Marie Pierre Bouchard, Dany Many, Jean-Pierre Alarie, Denise Jacques, MarieĂˆve Larivière, Jacques Drolet Rated: PG

Bagi Anda yang ingin menikmati fasilitas entertainment dalam kabin jangan lupa membawa earphone yang biasa digunakan untuk Blackberry maupun smartphone lainnya dengan jack audio berukuran 3,5 mm. Atau silahkan membelinya dengan menghubungi awak kabin.

69


70


JANUARI 2018

INFLIGHT MAGAZINE OF BATIK AIR

71


72


JANUARI 2018

INFLIGHT MAGAZINE OF BATIK AIR

73


74

BATIK JANUARI 2018  
BATIK JANUARI 2018  
Advertisement