Issuu on Google+

Notizie World in a Paper


Notizie Salam Semangat! Menjadi seorang jurnalistik bukanlah hal yang mudah, m e m b u t u h k a n pengorbanan, perjuanngan, semangat, dan kreativitas tinggi.Seperti yang telah kami jalani yaitu kegiatan Diklat Jurnalistik Tingkat Dasar XIII Se-Riau. Kami diberi materi tentang jurnalistik yaitu, ElemenElemen Jurnalistik, Teknik Wawancara dan Penulisan, Feature, dan Piramida

Terbalik. Setelah materi diberikan, panitia memerintahkan kepada kami untuk terjun langsung ke lapangan untuk wawancarai. Mewawancarai bukanlah suatu hal yang mudah seperti yang kami bayangkan. Kami mulai melakukan wawancara dengan beberapa narasumber sesuaitema yang kami ambil yaitu “Pengaruh Kenaikan BBM

Terhadap Pedagang Kaki Lima” dan “Narkoba di Lingkungan Masyarakat”. Beberapa tantangan telah kami lewati seperti jauhnya lokasi wawancara yang kami tempuh dengan berjalan kaki dan beberapa gannguan lain disepanjang perjalanan. Namun, kami tetap semangat menghadapi semuanya yang akhirnya terbentuklah bulletin ini.(Fisya)


Notizie PENGARUH KENAIKAN BBM TERHADAP PEDAGANG KAKI LIMA Sabtu(24/03/ 2012),menurut hasil survei dari para pers ke jalan rongowasito. Di dalam hasil survie itu seorang pedagang sate padang yang bernama Firman. Beliau menyatakan di dalam pendapatannya sehari – hari penjualannya meraih untung sekitar Rp.250.000,00-./hari. Uang sebesar itu lah yang selalu dia dapati selama kurang lebih 4 tahun ia berjualan sate padang ini di jalan rongowasito. Kemudian dari pada itu faktor mendorong untuk berjualan sate padang di jalan rongowasito diantaranya,tempatnya sangat strategi,kemudian di jalan tempat berjualan itu banyak para konsumen melewatinya.” Ujar firman”. Dengan akhir – akhir ini pemerintah ingin menaikan harga BBM,dengan di naikkan BBM tersebut pedagang merasa resah karena bagi pedagang kecil. Khususnya bagi pedagang sate padang yang berjualan di pinggir jalan ronggowasito merasa berat sekali kalau di naikkan harga BBM. Semua harga sembako juga ikut naik,jadi hasil pendapatan pedagang tersebut minim sekali,bahkan tidak bisa menutupi modal yang telah

terpakai pada sebelumnya. Seiring terus menguatnya informasi soal rencana pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), beragam keluhan pun mulai terlontar dari sejumlah masyarakat yang di temui Tabloid ‘Pena Berjalan’. Dani misalnya, pedagang asongan ini mengaku sangat keberatan dengan rencana pemerinah menaikkan harga BBM yang disebut-sebut mulai digulirkan April mandatang. Sebab kenaikan harga BBM akan memicu naiknya harga sejumlah bahan kebutuhan pokok di pasaran. Bilapun pemerintah ingin menaikkan harga, kenaikan yang dapat ditoleransi hanya sekitar Rp 1500 per liternya. Tidak seperti wacana yang didengarnya, harga BBM akan naik menjadi Rp 6 ribu/liter. Besaran kenaikan ini dipastikan sangat memberatkan, sebab saat

ini saja harga beras di pasaran dijual Rp 9 ribu/kg. Sementara Feri Wibowo yang juga berprofesi sebagai pedagang mengaku merasakan adanya dampak dari rencana kenaikan BBM. Mengingat hingga kini, harga buah-buahan yang didagangkannya masih tetap stabil, belum naik. Sehingga diperkirakan, kenaikan harga BBM tahun ini masih sama dengan tahun sebelumnya, tidak berpengaruh signifikan. Meski kenaikan harga sembako akan turut mempengaruhi harga jual buah. Diakui, kenaikan harga BBM yang dibarengi dengan pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada masyarakat miskin, dipastikan tidak memberi pengaruh besar terhadap upaya masyarakat penerima manfaat BLT untuk meningkatka standar kehidupan. (Maya, Syawal)


Notizie Narkoba di Lingkungan Masyarakat Perjalanan Buletin ‘Pena Berjalan’ mengunjungi Mapolda pekanbaru, tepat nya di Jl. Ponegoro pada hari sabtu (23/3) sore tadi. Kami mengunjungi POLDA RIAU bagian SABARA Pekanbaru, dan kami menemui komandan SABARA AKBP Efendi SH. Untuk menanyakan masalah Narkoba yang terjadi di kota Pekanbaru. Sebelum kami memasuki kawasan Mapolda

Pekanbaru kunjungan kami di sambut dengan baik oleh petugas piket, lalu menunjukan ID card agar kami bisa langsung menemui Komandan Sabara Polda Pekanbaru yaitu AKBP Efendi,SH. Kami dari tim ‘pena berjalan’ menanyakan kepada bpak effendi apa penyebab utama masyarakat KOTA pekanbaru kebanyakan memakai NARKOBA di usia muda,

dan tak jarang pula kami mendapatkan informasi dari warga sekitar tentang adanya POLISI memakai NARKOBA. Beliau tersebut pun menjabar kan tingkat pemakaian di kalangan polisi itu berawal dari tugas polisi itu sendiri, di mana polisi itu untuk menangkap Bandar narkoba ia harus ikut untuk menjadi pemakai narkoba serta menjadi pengedar. Sehingga polisi itu mengalami kecanduan.


Notizie