Skip to main content

Tabloid AKLaMASI Edisi 81

Page 1

AKLaMASI

Tabloid Edisi 81 AKLaMASI +Suplemen Toga Edisi: 81/ Rajab 1433 H/ Mei 2012 Rajab 1433 H/Mei 2012

www.aklamasi.co Lpm Aklamasi Uir @aklamasiuir aklamasiuir@gmail.com

KOMUNIKASI INTELEKTUAL - BERIMAN DAN BERAMAL

Kuasai Bahasa Inggris, Keluar Sarang Indonesia Hal 3

Perlunya Native Speaker Tak bis a di sangk al l agi, Bahasa Ing gris mempunya i pengar uh y ang makin dominan dan sepertinya tidak bisa dib endung l agi di b erba gai nega ra ber kemb ang, termasuk Indones ia. Menurut Quirk dkk, dalam Nurkamto (20 03), Bahasa Ingg ris tida k ha nya memilik i sis tem yang pali ng b aik dia ntar a bahasa- baha sa di dunia, melainkan juga memiliki faktor-faktor pemaksa yang menem-patkannya pada posisi sekarang. Faktor-faktor pemaksa tersebut adalah jumlah penutur, tingkat penyeba ran geog rafi s, f ungs i ya ng diemban dan peran politis dan ekonomis penutur asli bahasa itu.

Si Sulung, Wonder Women yang Smart

Jurnal? Makalah aja Kopas

Jangan Sekedar Kuliah!

Halaman 8

Halaman 8

Halaman 16

Wisuda Udah, Lalu ?

Baca Halaman 2

Mau Jadi Sarjana? Nulis Dulu di Jurnal Ilmiah! Menakar k esiapa n maha siswa dan perguruan tinggi menaggapi SK Dirjen DIKTI No.152/E/T/2012. ‘Kita tidak punya budaya menulis, karena budaya kita ngomong’ paling tidak itu yang mungkin terlintas dalam pikiran anda menanggapi SK Dikti tentang syarat kelulusan sarjana yang harus menulis makalah di jurnal ilmiah. Yang mau lulus harus nulis di jurnal ilmiah; kira-kira itu pesan intinya.

Baca Hal 7

Mimpi Anak Menara! Seakan langit pun ikut tertawa dan tersenyum. Butir-butir keringat menetes menyertai tawa riang anak-anak nelayan dari pinggiran sungai Jering. Rerumput menari indah bak permata hijau di pucuk senja. Bisa jadi ia ikut riang, atau malah lebih riang karena senyum mentari pun terbit sejak fajar hingga senja, May. Jembatan yang sempat terputus oleh terjangan naga bergola, sesaat setelah hujan reda beberapa bulan lalu. Tak kunjung pulih. Sungai Jering memang terkenal ganas.

Baca Halaman 14

Ilustrasi: Hanis

Oleh : Yosa Satrama Putra

R

AHMAT Sopian Muda, alumnus UIR tahun 2011 dari Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris. Masuk kuliah di UIR tahun 2004 dan diwisuda angkatan ke-55 sarjana Oktober 2011. Sampai sekarang Rahmat masih sering ke Kantor AKLaMASI meski sek edar baca kor an haria n, upd ate informasi, tapi dia sekalian lihat lowongan kerja. Februari lalu, Rahmat pernah lamar kerja lewat Job Expo yang digelar Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) kota Pekanbaru. Dari sekian lowongan kerja, Rahmat hanya ajukan lamaran sebagai guru di Witama School. “Selebihnya bagian marketing,” tuturnya. Sebab Rahmat saat kuliah jurusan keguruan, ia tak bisa ajukan lamaran dibidang yang lain. di SD An-Namirah, Rahmat pernah ajukan lamaran, dia terlambat ajukan lamaran, “Setel ah or ang selesai tes lamaran saya baru ajukan lamaran. “Sa mpai sek arang bel um juga ada panggilan.” Sembilan kali sudah Rahmat ajukan lamaran kerja, sempat juga dia diwawancara dari salah satu tempat dia melamar tapi belum juga ada panggilan sampai saat ini. “Sampai saat ini belum ada yang diterima.” Rahmat ingat waktu dia lamar di suatu sekolah. Dari sekian yang melamar, hanya sembilan orang

yang lulus seleksi dan cuma satu yang diterima. “Kata orang bidang pendidikan Bahasa Inggris banyak yang membutuhkan tapi ternyata sedikit sekali peluang,” tuturnya. Seb enarnya Ra hmat ingi n sek ali melanjutkan pendidikannya di program S2. Tet api karena t erkendal a da na makanya dia belum lanjutkan. Saat ini ia lagi ngumpulkan dana untuk kuliah S2. Melanjutkan Kuliah Kembali Kul iah di Pr ogra m Studi Ilmu Hukum, 2004 sila m Maxsasai Indra wisuda. Dekan Fakultas Hukum waktu ituanjurkan Maxsasai lanjutkan kuliahnya. Ia ikuti saran itu. Dia tidak punya uang untuk mendaftar kuliah S2 di Pas casa rjana UIR. K emudian dia meminja m ua ng 3 00 r ibu kepa da temannya. Setelah menjalani kuliah S2, UIR membuka lowongan dosen. Dia melamar di sana dan akhirnya diterima. Dia mengajar sebagai dosen kontrak Fakultas Hukum dari tahun 2007 sampai 2008. Tetapi hanya selama satu tahun dia di UIR karena kontraknya tidak diperpanjang. Ketika habis kontrak itu Maxsasai mendaftar sebagai dosen UR , November tahun 2008. Tetapi sebelum ia melamar jadi dosen di UR ia juga mengajar jadi dosen Universitas Terbuka (UT) di Bagan Batu dan Bagan Siapi-api beberapa bulan. Saat ini kondisi hidup Maxsasai sudah mul ai b erupah perlahan. “Memang

buk an s ukses sekali ya teta pi a da perubahan setelah wisuda ini,” katanya. ”Kalau ingin berubah nasib, tidak ada jal an s elai n menunt ut i lmu, ” ka ta Maxsasai. Maxsasi masih ingat dengan jelas ketika dia masih kuliah dan berteman dengan Feri, teman dekatnya. Ketika itu masing-masing mereka pernah membeli satu potong ikan laut. Potongan kepala sampai tengah dimakan untuk siang dan mala mnya dari tengah hingga ekor dimakan waktu malam. “Itu pengalaman ber kesa n sa ya w aktu kul iah, ” ka ta Maxsasai. Dia wal- awal kul iah dia mera sa minder deng an teman- tema nnya di kampus karena waktu itu dia bergaul dengan teman-teman yang berkecukupan, sedangkan dia secara ekonomi kehidupannya pas-pasan. Tetapi diatasinya denga n mengik uti orga nisa si internal dan eksternal kampus. “Secara perlahan-lahan hilang rasa minder itu,” katanya. Dia juga aktif waktu dikampus. Ketika itu ia dan teman-teman pernah membuat Lembaga Mahasiswa Pengkaji Hukum Indonesia (LMPHI). “Ketika itu jaman Pak Husnu Abadi (Pembatu Rektor III),” ucapnya. Disitu dia merasakan efek dari organisasi. Kurangnya Mental Berani Dalam bidang akademisi Pembantu Rektor (PR) III UIR, Iskandar Johan menilai, memang banyak sarjana yang tel ah w isuda bekerja ba hkan tidak didalam bidangnya. “Tidak a da per soal an s arjana bekerja bukan dibidangnya. Karena menjadi sarjna ini unt uk menambah w awas an y ang ter didi k. Mungk in s aat kuli ah a da pengalaman orgnisasi,” tuturnya. UIR jug a ter us b erusa ha a gar lulusannya bermutu. Lanjutnya, saya pikir selama ini kita telah beberapa kali monitoring kurikulum. Kurikulum yang layak menghasilkan sarjana dengan keb utuhan dunia kerja. “Tapi tak mes tiny a setiap lul usan kit a ti dak bekerja dalam institusi pemerintahan. Dari wawasan dan pengetahuan yang telah bertambah bisa membuat lapangan kerja,” kata Iskandar. Isk anda r juga menil ai, ment al mahasis wa belum berani ma sih mengharapkan menjadi PNS. “Jangan semata-mata kita mengharapkan perusahaan,” ucapnya. Lanjutnya, “ Sekarang lihat apaka h sa rjana UIR banyak menganggur atau bekerja?. Insyaallah tidak lama ini kita akan monitoring alumni, kita ingin lihat berapa tahun atau bulan mas a tunggu alumni mendapat kan pek erja an,” ter ang Iska ndar di ruangannya. 


OPINI

Edisi: 81/ Rajab 1433 H/ Mei 2012

PERLUNYA NATIVE SPEAKER

EDITORIAL

Sarjana Beda Nasib

S

Setiap orang pasti beda nasib. Setiap sarjana juga beda nasibnya. Bisa satu angkatan, sama wisuda, tapi beda tempat kerja. Juga beda almamater sama kerjanya. Tiap tahun jumlah sarjana makin meningkat. Hal itu tak dibarengi dengan peningkatan tempat kerja. Peringkat pengangguran di Indonesia masih sarjana yang dapat rangking pertama. Ini bisa dikatakan, karena saat kuliah orientasi mahasiswa hanya ingin jadi pekerja, pegawai dan karyawan. Terbukti, contohnya, sarjana keguruan orientasinya masih jadi PNS. Pendidikan di Indonesia belum mampu minimal 50 persen menciptakan sarjana lulusan S1 menciptakan tempat kerja dan berwira usaha. Mereka masih tetap nyari dan nyari kerjaan. Dengan gengsi sebagai sarjana, mereka akan pilah-pilih kerjaan yang mana cocok dan pas buat mereka. Boleh jadi sarjana Indonesia tidak semua dan malah kebanyakan tidak berkualitas. Baik dari skill maupun knowledge. Sarjana yang terampil d an kreatif yang akan bisa mengembangkan dirinya. Bukan sarjana yang hanya mengandalkan IPK setinggi cita-citanya. Dalam dunia kerja, para pencari kerja bukan hanya bersaing dari segi velue tapi juga kemampuan. Bagusnya sarjana memang harus kereatifreneur juga entrepreneurshif, agar jangan hanya mencari kerja dan mengisi lowongan kerja yang lagi kosong, tapi harus menciptakan lapangan kerja untuk orang lain. ......................................................

Redaksi menerima tulisan berupa surat pembaca, opini, munawarah, KIK, puisi, dan Cerpen. Kirimkan tulisanmu ke Kantor Redaksi AKLaMASI UIR, Samping Klinik UIRA (Gedung Fikom lama). Panjang tulisan cukup dua halaman spasi 1.5. Bagi Tulisan yang terpilih, akan diterbitkan. Redaksi berhak menyunting tulisan selama tidak mengura ngi maksud p enul is. Dan sampaikan kritik dan saran anda.

abtu, 13 Mei 2012, English Students Association (ESA) FKIP UIR mentaja Seminar Nasional dengan tema’Teaching English as a Foreign Language’ di Auditorium Soeman HS, Universitas Islam Riau. Peserta seminar yang sebagian besar adalah mahasiswa Program Studi Bahasa Inggris sangat antusias mengikuti acara, panitia terpaksa mengambil kursi dari luar ruangan karena membludaknya peserta. Acara seminar dihadiri rektor dan Dekan FKIP UIR. Acara seminar dibuka resmi Rektor Universitas Islam Riau, Prof DR Detri Karya SE MA. Dengan bahasa Inggris yang fasih rektor menyampaikan sambutan. Rektor mengatakan, UIR telah menjalin kerjasama dengan beberapa uni versitas yang ada di luar negeri. Kesempatan memang terbuka sangat luas bagi mahasiswa untuk melanjut kan pendidikan di luar negeri yang tentu saja memenuhi beberapa persyaratan, yang salah satunya adalah mampu berkomunikasi dengan Bahasa Inggris. Ingat! Berbahasa Inggris bukan berarti bisa menyelesaikan soal-soal Bahasa Inggris lho, kalau yang seperti itu saya yakin ada banyak. Yang saya maksud dengan ‘berbahasa Inggris’ adalah terampil dan mampu menggunakan Bahasa Inggris sebagai alat komunikasi. Karena itulah tujuan sebuah bahasa. Tak bisa disangkal lagi, Bahasa Inggris mem punyai p engaruh yang makin dom inan dan sep erti nya tidak bi sa dib endung lagi di b erbagai negara ber kemb ang, term asuk Indonesia. Menurut Quirk dkk, dalam Nurkamto (2003), Bahasa Inggris tidak hanya memiliki sistem yang paling baik diantara bahasabahasa di dunia, melainkan juga memiliki faktor -faktor pem aksa yang menempatkannya pada posisi sekarang. Faktorfaktor pemaksa tersebut adalah jumlah penutur, tingkat penyebaran geograf is, fungsi yang diemban dan peran politis dan ekonomis penutur asli bahasa itu. Sebagai alat komunikasi dalam berbagai pertemuan penting pada ti ngkat internasional (Richards and Rodgers, 1986:1). Dalam bidang pendidikan, bahasa Inggr is mempunyai andil besar karena hampir semua buku teks dalam berbagai disiplin ilmu ditulis dalam bahasa Inggris, yakni dari jenjang pendidikan dasar sam pai perguruan tinggi. Begitu pula tidak bisa dipungkiri peran Bahasa Inggris dalam alih teknologi dari negera maju ke negara berkembang.

AKLaMASI 2

Yulianto, S. Pd Dosen Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Islam Riau

Kenyataan diatas mendorong bangsa Indonesia mempelajari Bahasa Inggris. Bahasa Inggris secara resmi diajarkan sebagai bahasa asing di sekolah-sekolah dan pendidikan tinggi Indonesia seiring dengan keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 1967. Sejak saat itu, perubahan menteri, kurikulum, keadaan poli tik, ekonomi dan perkembangan ilmu pendidikan, terus mewarnai perkemb angan pengajaran Bahasa Inggris sebagai bahasa asing di Indonesia. Dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidi kan (KTSP), Bahasa Inggr is dipandang sebagai alat berkomunikasi bukan seperangkat aturan tata bahasa, sehingga nantinya para siswa diharapkan mam pu m enggunakannya dalam masyarakat pengguna bahasa tersebut. Sebagaimana konsep kompetensi yang dikemukakan oleh Celce Murcia bahwa tuj uan pemb elaj aran bahasa adalah kompetensi wacana. Artinya, jika seseorang berkomunikasi baik secara lisan ataupun tertulis dia telah terlibat dalam sebuah wacana. Yang dimaksud dengan wacana adalah sebuah peristiwa komunikasi yang dipengaruhi oleh register ( topik), tenor atau hubungan interpersonal orang yang terlibat dalam komunikasi dan mode mengacu kepada jalur komunikasi atau channel yang kita gunakan yakni lisan dan tulis. Selanjutnya dalam pengajaran dan pembelajaran bahasa Inggris mencakup ket ramp ilan menyimak (listening), berbicara (speaking) membaca (reading), dan menulis (wr iting). Ketr ampi lan berbicara adalah salah satu kompetensi bahasa yang per lu ditingkat kan di Uni versitas Islam R iau, Pekanbaru. Menurut Suyanto (2008) mahasiswa yang belajar bahasa Inggris di Indonesia perlu dilatih berbicara dalam bahasa ini. Mereka harus berbicara dan berinteraksi dalam bahasa Inggris dengan sesama teman dan dengan dosen bahasanya. Satu-satunya cara yang paling efektif adalah dengan menggunakan bahasa itu sendiri. Salah satu permasalahan besar dalam pengajaran bahasa Inggris yang dihadapi set iap dosen adalah bagaimana mengembangkan motivasi dan ketrampilan berbicara siswa sambil menanamkan nilainilai kebangsaan. Permasalahan tersebut dap at diatasi salah sat unya dengan mengundang native speaker (penutur asli) ke dalam kelas bahasa. Para penutur asli dalam kelas bahasa dapat dijadikan mitra

belajar dan juga motivator mahasiswa dalam m engungkap kan ide-i de yang berkenaan dengan budaya maupun nilainilai kebangsaan Indonesia. Mereka kita undang kedalam kelas tidak hanya sebagai guest speaker, tetapi sebagai tenaga pengajar. Keterlibatan mereka dalam proses belajar mengajar (PBM) bahasa Inggris di dalam kelas merupakan hal yang sangat langka bagi mahasiswa di Ri au. Kesempat an i ni merupakan pengalaman berharga bagi mer eka karena b elum tentu b isa menemukan hal yang sama di jenjang pendidikan sebelumnya. Disamping itu kemauan dan kemampuan mahasiswa berkomunkasi dengan penutur asli bahasa Inggris membuat lebih percaya diri dalam belajar bahasa dan meni mbulkan keb anggaan tersendi ri t erhadap kampusnya. Dari uraian singkat di atas, muncul beberapa pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut: (1) Mengapa seorang native speaker diperlukan dalam pembelajaran bahasa asing? Apa manfaat dari kehadiran native speaker di dalam kelas? (2) Bagaimana cara memaksimalkan kehadiran native speaker tersebut, agar dap at m eningkat kan ketr ampi lan berbahasa sambil menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada siswa ? Ada beberapa keuntungan saat siswa belajar dengan penutur bahasa Inggris antara lain : mampu membangkitkan minat dan menarik perhatian siswa disamping mereka antara lain: (1) membantu para pembelajar memahami pemikiran dan perasaan masyarakat pengguna bahasa Inggris, (2) memiliki keotentikan dalam berbahasa dan berbudaya Inggris, (3) mempunyai unsur keaslian dan kedekatan dengan bahasa Inggris, (4) berekspresi dan berb icara sesuai dengan bahasa dan budaya aslinya, (5) memiliki rasa bahasa dan wawasan budaya bahasa Inggris, (6) menguasai dan menggunakan bahasa yang nyata, (7) menjadi informan bahasa Inggris, (8) bisa menjadi trainer bagi guru nonnative. Berdasarkan pernyataan-pernyataan diatas, sudah saatnya Universitas Islam Riau memiliki dosen atau native speaker untuk Program Studi Bahasa Inggris. Semoga keinginan mulia ini bisa segera ter wujud seseger a mungki n untuk menunjang terwujudnya visi dan misi UIR Unggul 2020.

SURAT KEPUTUSAN REKTOR No. 365/TAHUN 1993 ISSN: 0853-8883 Pelindung: Prof Dr Detri Karya SE MA. Penasehat: Ir T Iskandar Johan MSi Dewan Pertimbangan: Zainul Ikhwan SP, M Sabarudi ST, Drs Supriyadi MPd, M Badri SP MSi, Hasbullah Zaini SH, Sobirin Zaini SPi, Husnu Abadi SH MHum, Wahyu Awaluddin SH Dewan Redaksi: Muhtarom SSos, Julisman SPd, Edi Efendi SSos, Navolino, Desi Sommalia Gustina SH Pemimpin Umum: Puput Jumantirawan Sekretaris Umum: Yosa Satrama Putra Pemimpin Redaksi: Abdul Hamid Nasution Redaktur Pelaksana: Yenni Sarinah Redaktur: Yosa, Eko, Oka Desain/Fotografer: Barry Eko Lesmana Reporter: Seluruh Pengurus dan Kru Magang Pemimpin Usaha: Oka Alghifari Manager Keuangan dan Iklan: Evi Winda Sari Divisi Sirkulasi: Nurfitri, M Himsar Penerbit: Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) AKLaMASI Universitas Islam Riau Alamat:Jl Kaharuddin Nasution No 113 Kampus Darussalam Marpoyan Pekanbaru-Riau 28284. No HP: 081365683675 Email: aklamasiuir@gmail.com Website: www.aklamasi.co Group fb: LPM AKLaMASI Universitas Islam Riau Twitter: @aklamasiuir Percetakan: PT Metro Grafindo Pekanbaru (Isi di luar tanggung jawab percetakan).


3 AKLaMASI

TAMU

Edisi: 81/ Rajab 1433 H/ Mei 2012

Kuasai Bahasa Inggris, Keluar Sarang Indonesia Foto-foto: Dok. Pribadi

Pada 15 Maret 2012 Dr Sriwahyuni A Kadir tiba di Pekanbaru usai selesaikan program study post doctoral (S4) di Vrije Universiteit Brussel, Belgia. Program itu didapatnya lewat beasiswa. Sebelumnya Dia sudah selesa ikan prog ram doktoralnya di Law Faculty of Bremen, Germany juga lewat beasiswa. “Kalau mau kuliah gratis kuasailah bahasa asing,� katanya di majalah AKLaMASI edisi 02. Dia dapat beasiswa karena bisa Bahasa Inggris. Tiba di rumah, Dia bilang pada tetangga ingin mengajar anak-anak sekitar rumah dengan gratis. Ternyata dapat respon positif, dua hari setelah kepulangannya dari Belgia ada sepuluh anak datang. Mereka mulai b elajar Bahasa Inggris di halaman rumahnya di Jalan Pondok Al Kautsar No 07, Sail, Pekanbaru. Puput Jumantirawan berbincang dengannya, soal kegiatan mengajar anakanak sekitar rumah, soal urgensi bahasa Ing gris , juga soal pendidi kan di Indones ia dan l uar negeri. Beri kut petikan wawancaranya. Bagaimana awal ceritanya sampai mengajar anak-anak sekitar rumah? Saya lihat sekitar rumah banyak yang ekonomi nya tidak ter lalu mampu. Kemudian anak-anak tersebut gak punya keg iata n us ai s ekol ah. Nah, sa ya berpikir berarti anak-anak ini banyak waktu luangnya hanya bermain-main saja. K alau ora ng t uany a ma mpu mungkin bisa menyekolahkan lebih baik dengan les. Saya pikir inilah saatnya berbuat. Saya kumpulkan anak-anak tersebut dengan izin ketua RT dan RW lalu ngobrol dengan ibu-ibu tetangga akhirny a ja dilah. Aw alny a ha nya sepuluh anak. Lama-lama meningkat. Sekarang sudah dua puluh. Saya memberikan pelajaran gratis pada anak-anak sekitar rumah mulai TK sampai SMP sebenarnya itu cita-cita terpendam. Saya ingin punya sekolah gra tis bagi ora ng t idak mampu. Kebetulan punya rejeki, berhasil dalam sis i formal . Ka rena ada per jala nan panjang mula i selesa ikan prog ram belajar S1 sampai S4 barulah dapat merealisasikan itu. Walaupun kecilkecilan. Baga imana bisa puny a cita- cita begitu? Selama di rumah saya dapatkan kenyamanan dunia. Tapi di luar Saya lihat banyak yang bisa dilakukan kalau mau. S1 saya di solo, lihat orang di Solo ter nyat a or ang Riau masi h lebih sejahtera dibandingkan Jawa. Walau pendidikan di sana lebih maju. Tingkat kehidupan merekaa tidak begitu baik. Saya KKN di Gunung Kidul, miris sekali tidak punya air, lahannya tandus. Hal seperti itu lah yang buat saya ingin sekali buat sekolah yang betul-betul gratis tidak bayar apa-apa, tapi malah saya yang sediakan semuanya. Bagaimana perjalanannya sejauh ini? Sudah dua bulan ini hasilnya sudah nampak. Mer eka sena ng s ekal i. Walaupun dulu di teras rumah lalu

pindah ke garasi, ada satu white board sekarang uda dua. Kedepannya saya ingin kalau ada rejeki pakai bangku. Suatu saat, ada saya sediakan halaman belakang yang luas bikin pondokan dan itu adalah sekolah. Insyaallah yang penting punya niat dulu. Tapi yang saya ajarkan sekarang baru bahasa Inggris. Diselingi suami yang mengajar bahasa Arab. Kenapa bahasa Inggris? Sebenarnya buka n hanya b ahasa Ing gris . Sa ya mulai dengan baha sa Inggris karena kepedulian saya. Cikal bakal orang maju itu bahasa. Walaupun ada bahasa Arab, Jepang tapi itu nanti. Say a ti dak memat ok hanya bahasa Inggris. Saya lihat dulu enam bulan kedepan. Evaluasi lagi. Saya pikir begini, pengalaman pergi kemana-mana bukti kemampuan bahasa Inggris, itulah yang utama untuk melangkahkan kaki keluar dari sarang Kita (yang pakai) bahasa Indones ia ini. Minima l da pat pengalaman lihat negara dan budaya orang. Lebih tinggi lagi kita dapat ilmu, transfer knowledge karena bahasa mereka kita kuasai. Hal itulah kenapa saya mengajar bahasa Inggris. Ketertarikan mereka belajar bahasa Inggris bagaimana? Mereka senang sekali, di sekolah sebetulnya ada juga. Tapi taulah kita dengan satu guru dan beberapa puluh anak kan perhatian itu kurang. Di rumah, say a guru untuk dua puluh anak, meskipun tidak cukup sendiri, tapi mereka enjoy sekali. Bermain dalam bahasa Inggris. Ibu sendiri belajar bahasa Inggris dari mana? Dari kelas satu SD. Saya dari keluarga, terutama ayah saya yang suka pakai bahasa Inggris. Menanyakan misalnya, how are you? Kelas empat SD saya minta ikut les. Ada juga bilang faktor bakat. Tapi saya tidak ta u apakah faktor bakat mempengaruhi saya, karena saudara saya yang lain juga tidak terlalu suka dengan bahasa Inggris. Ketertarikan saya tidak hanya dengan bahasa Inggris, saat SMP saya pernah belajar bahasa Jepang tapi karena tidak ada teman bicara akhirnya hilang. Bahasa Arab juga saya suka, sempat kuliah di Fakultas Ushuludin (sekarang FAI) UIR untuk belajar bahasa Arab. Mengajarnya kapan aja? Hanya hari Minggu dari jam empat sampai jam enam sore. Seb etul nya mereka minta lebih, tapi jadwal saya tidak bisa, dua kali saja tak bisa. Saya nga jar di pasca sarjana mula i Senin

sampai Minggu, ada yang sampai malam. Mereka bilang, ‘Umi gimana kita jangan hari Minggu saja, tiga hari seminggu’. Bahkan ada yang minta setiap hari. Mer eka minta ist ilahnya s aya ibu pengganti mereka, ada PR mereka minta bantu buatin. Bagaimana metode belajarnya? Say a bi lang le arn fun. Banyak bermainnya agar pelajaran bisa masuk. Misalnya, menggambar nama bendanya pakai bahasa Inggris atau bernyanyi. Beda dengan mengajar mahasiswa. Sebetulnya tidak ada patokan cara mengajar. Saya lakukan dari hati saja. On the spot pada saat mengajar saja. Misalnya minggu lalu, mereka suka menggambar dengan bahasa Inggris. Minggu ini tidak terus saya lakukan hal sama, saya lihat dulu mereka inginnya apa itulah yang dilakukan. Kalau disekolah kan ada pola yang sistematis. Kita tidak. Ya Kreatif saja. Nah yang kreatif ini sebenarnya yang diambil lembaga non formal. Untuk bisa dibayar. Target yang hendak dicapai? Mew ujudkan sekolah grat is. Terutama untuk orang kurang mampu, tapi tidak menutup kemungkinan untuk mereka yang mampu sekolah formal, tapi tidak mampu untuk les saya juga akan bantu. Harapan ibu untuk mereka? Saya akan mengiringi mereka hingga besar, mereka akan bisa menambah wawasan. Kalau dapat buat sekolah gratis yang formal. Mengapa ada yang berbuat seperti saya, atau mereka yang sudah lama membantu anak jalanan. Ada urutan sistem sebenarnya. Dalam UUD kita, pendidikan adalah hak semua warga Neg ara. Tapi ma naka la hak i tu dii mplementasi kan t ernyat a mahal. Tarok lah SD sudah dibantu dana BOS bisa gratis. Selanjutnya yang gratis itu sudah sesuai belum dengan kualitasnya? Kalau gratis, tapi tidak pikir kualitas apa gunananya?. Nah, kualitas inilah yang diambil lembaga les, pendidikan mahal jadinya. Apa lagi les untuk ujian masuk ini masuk itu, semuanya uang. Bagaimana di Jerman? Saat di Jerman terbuka mata saya, pendidikan yang dikelola pemerintah di sana tidak ada lagi yang namanya les. Bahkan untuk berenang saja mereka sediakan. Kecuali orang tua yang mau asah bakat anaknya. Paling les hobi seperti olahraga, tenis, bola, musik dan seb agai nya. Tapi soal k uali tas pendidikan sudah selesai di sekolah.

Lima tahun di Jerman, di Belgia hampir enam bulan lalu keliling Eropa Saya lihat gak ada lembaga non formal sampai menjamur seperti itu. Sebenarnya miris saya, makanya saya buat ini untuk anakanak. Bagaimana dengan pendidikan di Indonesia? Banyak orang baik tapi persoalannya etikanya kena. Ada pendidikan moral, pendidikan karakter yang harusnya mulai dilaksanakan TK sampai SD. Tapi kua lita s ya ng ki ta t erima ti dak sebagaimana mestinya. Anak Saya yang SD mata pelajarannya sampai sebelas mata pelajaran. Dengan banyaknya mata pelajaran itu, Dia tidak ada waktu lagi untuk berpikir bahwa kita menciptakan karakter Dia yang baik. Karena sudah disibukan dengan pelajaran yang terlalu berat. Ada IPA, IPS. Benar itu pelajarannya, tapi lupa, karakt ernya hi lang. Akhirnya hidup kita ini maunya serba enak, serba cepat. Pendidikan itu hanya sekedar dapat lebel S1, S2, S3 kita sudah bangga. Apakah bisa dipertanggungjawabkan dengan moral yang baik? Itu yang terjadi di Indonesia. Implementasi pendidikan moral kita hanya sebatas belajar moral, tidak dibina. Misalnya anak saya TK dan SD waktu di Jerman, gurunya bilang kita menyayangi tumbuhan. Besoknya bersama gurunya mereka jalan ditunjukan ini bunganya kita harus jaga. Nah seperti itu, harus ada implementasi langsung. Kalau kita bel ajar mor al baca buku, tapi tidak pernah kita tunjukan, yang benar itu gini nak!


AGENDA KAMPUS

Edisi: 81/ Rajab 1433 H/ Mei 2012

AKLaMASI 4

HMI Komsat Fakultas Hukum Taja Seminar Rabu(16/5), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) komisariat Fakultas Hukum mengadakan seminar daerah bertajuk ‘Komitmen dan Sinergisi tas Aparat Penegak H ukum Dalam Menang ani Per kara Tindak Pidana di Wila yah Hukum Provinsi Riau’ di Convention Hal l Soeman HS. Semi nar t ersebut dibuka Dekan Fakultas Hukum (FH) Prof Dr Syafrinaldi SH Mcl.

HMI mengadakan seminar ini karena mirisnya melihat kejadian di provinsi Riau, sebab beberapa pejabat di Riau banyak yang dipanggil komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk diminta pertanggung jawaban anggaran PON. “Biaya PON ini tidak sedikit, sebagai mahasiswa kita harus turut memberantas korupsi, ” ujar Alben, ketua panitia.  Jimmi dan Tondi, magang

Foto: Ibnu AKL

Himaca Adakan Penyuluhan Narkoba

H

impunan Mahasiswa Acara (Himaca) Fakultas Hukum UIR, Ka mis, (10/04) meyelanggarakan Seminar Penyuluhan Hukum dengan tema ‘Masa Mudamu Adalah Cerminan Bangsa, Katakan Tidak Untuk Narkoba’ di Auditorium Soeman HS UIR. Seminar ini dihadir i si swa SMA se-K ota Pekanbaru. Penyuluhan ini bertujuan agar pelajar paham atas dampak negatif narkoba, harapannya dapat mewanti-

wanti dan membenahi dirinya dari bahaya narkoba ini. Peserta tampak antusias mendenga rkan mat eri y ang disa mpai kan pemateri. Siswa SMA Nurul Falah, Yema, ia menayakan tentang faktorfak tor terjadinya penya lah guna an narkoba. Dari pertanyaan itu Alpian Almuddin SE Msi sebagai pemateri menjawab bahwa faktor-faktor terjadi dari Individu, lingkungan, dan Narkoba itu sendiri. Ibnu, Fefi & Ratna, Magang

Tingkatkan Inovasi Berwirausaha

J Foto: Dok. AKL

P

HIMAP-PBI Taja Pagelaran

agelaran Apresiasi Seni dan Sastra Indones ia 20 12 dan Peresmian Sanggar Tuah Karya FKIP UIR yang ditaja Himpunan Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia (HIMAP-PBI) di gelar Senin, (14/5) di Pendopo FKIP. Acara ini dib uka lang sung Deka n FK IP, Drs Nazirun MEd. Pagelaran ini dimeriahkan Mahasiswa Bahasa Indonesia semester dua dengan menampilkan drama, teater, musikalisasi, visualisasi puisi, teatrikal lagu wajib nasional, berbalas pantun, baca Gurindam 12, baca syair Tunjuk Ajar

Melayu, baca Cerpen dan berkisah hikmah. “Pagelaran ini dimaksudkan sebagai wadah pengembang an ba kat dan peresmian Sanggar Tuah Karya FKIP,” kata Ketua Pelaksana, Aris Yulantomo. Dia menjelaskan acara ini juga sebagai wadah untuk Prodi Bahasa Indonesia dalam pengembangan bakat dibidang Seni dan Bahasa. Selain itu, pagelaran ini juga memotivasi peserta untuk lebih mengasah bakat yang dimiliki.  Vika, Magang

ur usan Pendidika n Ekonomi Akuntansi F KIP UIR adak an Marketing Weekend Event 2012 Senin, (07/05). Marketing Weekend ini sebagai proyek pemasaran yang terdiri food bazaar, fashion community, accessories details dan test drive di depan Pendopo FKIP UIR. Acara yang berlangsung 7 sampai 12 Mei 2012 merupakan kegiatan perdana yang dibuka langsung Dekan FKIP, Drs Naz irun MEd. Kat anya , acara ini diadakan dalam rangka aplikasi dan bidang kewirausaan. Dia menilai, acara

ini bertujuan sebagai bentuk aplikasi Ilmu manajemen pemasaran dan bisnis kepada mahasiswa. “Saya sangat suka event ini,” ujar Nazirun. Menurut Devi Mai dona , Dosen Pendidikan Ekonomi Akuntansi FKIP UIR acara ini bertujuan meningkatkan inovasi mahasiswa dalam berwirausaha. “Pendidikan Ekonomi Akuntansi tidak ingin lulusannya hanya jadi seorang guru , t api juga mampu berwira usaha,” katanya.  Vika, Magang

Foto: Himsar AKL

PR III Lantik Pengurus UKMI Al Kahfi

Foto: Dok. Pribadi

TIM Futsal Putra dan Tim Basket Putri foto bersama usai memenangkan kompetisinya pada Pekan Olahraga Mahasiswa Koordinator Perguruan Tingi Swasta (POM KOPERTIS) wilaya X pada 18-19 Mei lalu mewakili Universitas Islam Riau (UIR) yang diselenggarakan di kampus Universitas Lancang Kuning (Unilak). UIR berhasil menyabet juara umum POM Se-Kopertis Wilayah X.

Pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa Islam (UKMI) Al Kahfi Universitas Islam Riau periode 2012-2013 dilantik secara resmi Pembantu Rektor UIR, Ir T Iskandar Johan MSi, Selasa, (8/5) di Convent ion Hall Soeman HS UIR brt ajuk ‘Meniti Ukhuwah di Ja lan Dak wah Bekerja s ama Satukan Langkah’. Dal am s ambutannya Iskandar mengata kan agar UKMI Al Kahfi kedepan menjadi visioner dan vioneir bag i ma hasi swa di UIR. Dia juga berharap UIR kedepan yang dimotori UKMI AL Kahfi ini bisa menyambut bulan puasa pada tahun 2012 nanti bisa menjadi penceramah-penceramah di masjid sekitar UIR, “ Bila perlu kita bersyafari Ramadhan “ harapnya.

Pelantikan ini juga diisi dengan tausiya h, K etua Ika tan Dakw ah Indonesia (Ikadi) Riau, Muhammad Yunus Lubis Lc MA. Dalam tausiahnya Yunus memberika n nasehat dalam berorganisasi. Katanya, yang sangat diperlukan adal ah harmonisa si ukhuwah tetap terjaga. Untuk menjaga keharmonisan ukhuwah menurut Yunus, bisa dengan cara mendekatkan diri kepada Allah. Harmonisasi dengan melakukan komunikasi yang efektif, serta menjadikan diri sebagai teladan. Ust adz Yunus juga t ak l upa mengingatkan pengurus UKMI AlKahfi agar memperbaiki niat, “Niat yang ikhlas, semata-mata karena Allah SWT, tanpa ada unsur kepentingan pribad.”  Himsar


5 AKLaMASI

AGENDA KAMPUS

Edisi: 81/ Rajab 1433 H/ Mei 2012

Fekon Adakan Olimpiade Akuntansi

S

Foto: Ratna AKL

Mapala Satwa Sahara Peringati Hardiknas

M

emperingati Hari Pendidi kan Nasional (Hardiknas), Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Satwa Sahara Fakultas Ekonomi menggelar Lomba Baca Puisi, Sabtu (12/5). Di dipelataran Fakultas Ekonomi UIR. Lomba puisi diikuti sepuluh peserta , diantaranya dari umum, pelajar SMA Al-Huda, Mahasiswa . Selain Lomba Baca Puisi, ada juga bazaar yang di laks ankan dar i 7- 12 Mei, sementara lomba karikatur dibatalkan karena sedikitnya para peserta yang mendaftar. Lomba Baca Puisi dimenang kan

ab tu ( 12/5), Fak ulta s Ekonomi (Fekon) yang dibantu Himpunan Mahasiswa Jurusan Akuntansi S1(HMJ AKS1) mengadakan Olimpiade Akuntansi se-Fekon UIR.Olimpiade yang berlangsung di Aula Fekon ini diikuti 23 tim peserta,10 tim dari semester dua, 13 tim semester empat dan enam dan berlangsung dalam tiga sesi, sesi pertama mengenai masalah siklus akuntansi, sesi kedua soal multiple choice dan sesi terakhir presentasi.Untuk penilaian sendiri,sesi pertama diambil sebanyak 50 persen, untuk sesi kedua 30 persen dan sesi ketiga 20 persen. Ketua Pelaksana, Yongky Nelson

mengatakan tujuan diadakan olimpiade ini untuk menyeleksi para mahasiswa akuntansi yang berkompeten untuk dipertandingkan ditingkat yang lebih besar. “Menyeleksi bibit-bibit unggul untuk dipertandingkan antar universitas,” katanya. Yongky menambahkan, olimpiade tahun ini merupakan proses penyeleksian yang paling besar dari tahun-tahun sebelumnya. “Mahasiswa cukup antusias,” ujar Yusrawati, Ketua Jurusan Akuntansi yang juga sebagai juri. Untuk pemenang sendiri tim juri membagi pemenang untuk semester dua serta semester empat dan enam.  Wawan, Magang

Radhina Permata Sari , Mahahsi swi STIKES Maha Ratu Pekanbaru sebagai juara satu, Utari Puspita, Siswi SMA AlHuda juara dua, dan juara tiga diraih Rizki Ramadhani. Radhina mengungkapkan rasa senang bisa meraih juara satu, menambah pengalaman, teman, pengetahuan, tentang bagaimana penilaian puisi. “Acara ini positif karena bertemakan Hari pendidikan nasional, dan berharap Semoga sering dilak-sanakan, rutin, diperluas kapasitasnya,” harap Radhina.  Ratna, Magang Foto: Ibnu AKL

Prodi Kriminolog Gelar Seminar Nasional

R

Foto: Wawan AKL

HMPS Sendratasik Taja Festival Accoustic

H

impunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Sendratasik FKIP UIR ada kan Fest ival Adcoust ic. Fest ival yang diadaka n di Balai Kegiatan Mahasiswa FKIP UIR ini diikuti sebanyak 10 peserta, Rabu(16/ 5). Festival seperti ini pertama kali diadakan oleh mahasiswa Sendratasik. Acara ini merupakan apresiasi buat eks ebis i anak-a nak sendrata sik khususnya aplika si ma hasi swa terhadap mata kuliah semester dua sampai enam. Acara seperti ini sangat didukung oleh semua mahas iswa Sendratasik.Tak terkecuali Violano salah satu pes erta fes tiva l, “ bagus untuk mengembangkan bakat anak-anak sendratasik,” ucapnya. Riski Habibullah, ketua panitia mengatakan tujuan festifal ini untuk

memancing mereka berkarya dalam festival. Tanggapan lainnya juga datang dari salah satu juri sekaligus dosen Sendratasik, Muhammad Hasan berujar, bahwa acara seperti ini sebagai wadah untuk anak-anak sesuai dengan jurusan mereka terutama musik.”inilah ajang bagi mereka untuk berkarya,dari situ nampak bakat-bakat musik mereka karena waktu terjun kemasyarakat bisa dijadikan pengalaman,” lanjutnya. “Peningkatan dari sendratasik pesat sekali,” ucap Muhammad Hasan diakhir aca ra s ekal igus pengumuman pemenang.Yang berhak memb awa pulang juara satu ialah Akasia Band.”Gak nyangka bisa juara satu,”ucap Septian Rev ando sel aku v okal is. Sept ian berharap acara-acara seperti ini lebih rutin diadakan.  Wawan, Ibnu, Magang

ab u, ( 9/5 ) di Convention Ha ll Soeman HS UIR, Mahasiswa Prodi Kriminologi adakan seminar nasional dalam rangka milad Kriminologi ke-7. Seminar ini bert ema ‘Mew ujudkan kepedulian sistem peradilan pidana dan peran pemerintah terhadap pembinaan narapidana di lembaga pemasyarakatan.’ Ketua pelaksana, Iskandar mengatakan tema acara ini diambil karena kemarin mahasiswa berkunjung ke Lapas anak, lalu menanyakan kepada petugas tentang kapasit as rutan (Rumah Ta hana n), ternyata ruang tahanan yang ada untuk 30 orang, sedangkan Napi (Nara Pidana) berjumlah ratusan orang (overload). Acara yang berlangsung selama empat jam ini menghadirkan Kriminolog UI, Prof Adrianus Meliala, Kapolda Riau, AKBP Pitoyo Agung, Wakajati Riau,

Satrya Ika Putra MH, Wakil Ketua Komisi A DPRD Riau, Syafrudin Sa’an LC, dan Kepala Lapas Kelas dua A Pekanbaru, Alfi Zahri n SSos MH. Sejumlah pela jar, mahasiswa, dan dosen hadir. Dal am s eminar t ersebut Kepa la Lapas, Alfi Zahrin mengatakan lembaga pemasya raka tan peka nbar u ti dak mak sima l ka rena over kapasit as. “Jumlah napi 1.364 orang, sedangkan kapasitas hanyak untuk 361 orang.” Dan dia menambahkan perhatian pemda terhadap warga lapas (Napi) kurang. Syafrudin Sa’an menanggapi bahwa pihak lapas Pekanbaru belum pernah menga jukan anggaran k e legisl atif. “Seharusnya ada pihak dari lapas yang mengajukan permohonan, supaya kami bisa melegitimasi dan ACC.”  Ibnu, Magang

Musyawarah Besar HMPL

H

impunan Mahasi swa Perangkat Lunak(HMPL) Fakultas Teknik UIR adakan musyawarah besar(Mubes) dalam pemilihan Bupati HMPL, Kamis (24/5). Mubes diadakan di Aula Fakultas Teknik di buka secara resmi Ketua Program Studi Perangkat Lunak, Akmar Efendi , M Kom. Ada 34 orang mahasiswa Perangkat Lunak sebagai peserta sidang. Pada rapat sidang pleno tiga tentang pemilihan kandidat ada empat orang yang mengajukan sebagai calon Bupati HMPL, Johan Dhanu Wijaya, Jumino, Eka Arisfan dan Apriyandita. Pemilihan dilakukan secara voting tertutup. Pada hasil pemungutan suara Johan

Dhanu Wijaya memperoleh sebanyak 16 suara, Jumino 15 suara,Eka Arisfan dau suara dan Apriyandita satu suara dengan jumlah 34 suara mahasiswa yang hadir di ruang sidang. Dari hasil pemungutan suara tersebut, musyawarah memutuskan serta menetapkan Johan Dhanu Wijaya sebagai ketua dan Jumino wakil ketua HMPL Fakultas Tek nik UIR periode 2 012-1 3 menggantika n ketua s ebel umny a Angga Soegih Setiawan. Pengesahan ketua dan wakil ketua HMPL tersebut ditanda tangani pimpinan sidang I Suryadi, pimpinan sidang II Untung Subagio dan Pimpinan sidang III M Furqan.  Wawan


RESENSI

Edisi: 81/ Rajab 1433 H/ Mei 2012

AKLaMASI 6

Transplantasi Liver = Mercy Oleh: Tahnia Dwi Sari Penulis buku Ganti Hati ini adalah seorang pemilik Jawa Pos Grup yang bermarkas di Surabaya. Yang awal mulanya ia berkarir sebagai seorang reporter disalah satu surat kabar di Samarindah (Kalimantan Timur). Dahlan Iskandar atau yang biasa disapa Pak Dis ini memang sangat unik dan menarik. Ini dikarenakan sosoknya yang tegas, cerdas, apa adanya, mau turun kebawah serta humoris menjadikan beliau sosok pemimpin ideal ditengah keterpurukan bangsa ini. Bukunya kali ini “Ganti Hati Tantangan Menjadi Menteri” sebenar-nya kumpu-lan tulisan Dahl an Iska n mengenai diri dan perjalanan Operasi ganti hantinya yang kemudian di terbitkan di Network Group Jawa Pos diseluruh Indonesia, kemudian dijilid, di bubuhi beberapa foto. Cerita diawali dengan berbagai hal yang terjadi setelah operasi transplantasi ha ti yang sukses. Meninggalkan bekas jahitan panjang dan menyerupai si mbol mobil mil iknya, Mercy yang seharga 3 Miliyar. Penyakit yang dideritanya ini disebabkan karena terkena virus hepatitis B. Memang, setelah virus itu berkembang menjadi si rosis dan kemudian kanker. Mr. Yu Shi Gan, begitu orang Tiongkok memanggil Pak Iskan, tinggal untuk waktu yang lama di Rumah Sakit Tianjin yang sekarang menjadi salah satu pusat transplantasi dunia. Bagaimana tidak Prof. Shen Zhong Yang, kepala rumah sakit ini dan ketua tim dokter untuk operasinya

Ganti Hati Tantangan Menjadi Menteri Penulis Penerbit Tahun TerbiT Tebal

SENYUM YUK!

B

egitu banyak sekali maanfaat senyum, karena senyum juga merupakan ajaran Islam yang berarti adalah sebuah ibadah bagi kita, meski senyum ini merupakan sedekah yang paling mudah dilakukan namun sangat mudah diterapkan tapi khasiatnya gak tertandingi.

Jadi tidak salahnya jika ada yang mengatakan bahwa senyum itu dapat memecahkan seribu masalah. berikut ini akan diutarakan sebagian kecil manfaat

: Dahlan Iskan : PT Elex Media Komputindo : Januari, 2012 : 343 + xxxi

suda h perna h melakukan transplantasi sebanyak 800 kali. Menunggu datangnya donor ternyata tidaklah sebentar, butuh waktu 2 bulan hingga ada donor yang cocok. Selama waktu menunggu itulah penulis yang menempati kamar dengan fasilitas sangat lengkap ini, memanfaatkan waktunya untuk memperdalam bahasa mandarinnya. Bukan hanya membawa laptopnya , tapi juga melengkapinya dengan infocus bahkan membeli white board. Dengan mempelajari bahasa mandarin, segala informasi yang dokter dan perawat berikan akan lebih mudah dipahami. Alur cerita dalam buku Ganti Hati ini, maju-mundur. Meli hat keadaannya sekarang yang harus menanggung rasa sakit bukan apa – apa dibandingkan kemiskinan yang dia laminya sema sa kecil dulu. Disa mping itu penulis juga menyajikan kisahnya dengan humor– humor, sehingga pembaca tidak terus diba wa kesuasana suram akan penyakitnya. Ada istila h–isti lah medi s yang disertai penjelasan, sehi ngga orang a wam da pat mema haminya. Penulis juga menyertakan foto – foto yang diambil saat berada di Tiongkok, sebelum dan setelah operasi, juga foto bersama dokter dan para perawat disana. Cara dan bahasa yang dipakai sederhana dan karenanya begitu muda h dimengerti oleh semua kalangan. Buku ini sangat bagus dibaca untuk semua kalangan, karena buku ini sangat inspi rtif. Dan mengingatkan kepada kita bahwa Sehat itu sangat Mahal.

Tapi jangan karena senyum itu ibadah lantas senyum: pertama, ternyata senyum dapat menarik meninggalkan kewajiban-kewajiban lain sebagai perhatian lawan bicara, jadi kalau ingin berdakwah dan seorang muslim, seperti meninggalkan shalat dan menyampaikan sesuatu kebaikan yang mungkin sulit menggantinya dengan senyum. untuk diterima maka sampaikanlah dengan memulainya Keempat, ternyata senyum tidak hanya bermanfaat denga senyuman. tapi juga berbahaya, karena ternyata senyum itu sama Kedua, selain dapat menarik perhatian lawan bicara halnya dengan virus yang dapat menularkan virusnya senyum juga dapat menghilangkan kesedihan yang kesiapa saja yang dia kehendaki, misalnya saat senyum dirasakan, dengan selalu tersenyum akan dapat yakin deh orang yang melihat juga akan tertular merasakan kenyamanan disaat mendapat musibah yang senyuman, yuuuk banyak-banyak nularin senyum. juga tentunya juga dabarengi dengan sabar dan Nah, dari sekian banyak manfaat senyum di atas menyertakan Allah disetiap langkah, sehingga dapat rugi banget kalau tak mau mengaplikasikannya kepada senantiasa tersenyum, kapan dan di manapun. Yang orang-orang di sekeliling kita. penting jangan senyum sendiri dan Senyum tidak hanya bermanfaat Mulailah dari yang paling kecil pada saat sahabat sedang bersedih. Ketiga, diawal juga telah tapi juga berbahaya, karena sampai yang besar seperti dikatakan bahwa senyum itu ternyata senyum itu sama halnya kepada anak-anak dulu hingga nenek-nenek. adalah ibadah, karena Rasulullah dengan virus yang dapat SITI NUR ASIAH, Saw bersabda bahwa senyum itu menularkan virusnya kesiapa saja Mahasiswa Semester Dua adalah ibadah, jadi hanya dengan yang dia kehendaki, Pendidikan Agama Islam FAI tersenyum juga dapat beribadah.


AKLaMASI

Edisi: 81/ Rajab 1433 H/ Mei 2012

Suplemen Khusus Edisi Wisuda Sarjana

i. n. d. e. k. s Fokus [halaman 8] Pemuncak [halaman 8-9] Ucapan Tahniah [halaman 10-12]

AKLaMASI/ EDISI: 81 [MEI 2012] HALAMAN 7

MIMBAR TOGA

Mau Jadi Sarjana? Nulis Dulu di Jurnal Ilmiah! Menakar kesiapan mahasiswa dan perguruan tinggi menaggapi SK Dirjen DIKTI No.152/E/T/2012.

K “

ita tidak punya budaya menulis, karena budaya kita “ngomong” paling tidak itu yang mungkin terlintas dalam pikiran anda menanggapi SK Dikti tentang syarat kelulusan sarjana yang harus menulis makalah di jurnal ilmiah. Yang mau lulus harus nulis di jurnal ilmiah; kira-kira itu pesan intinya. Saya kutipkan surat dirjen Dikti tersebut seperti di bawah ini: “Sebagaimana kita ketahui bahwa pada saat sekarang ini jumlah karya ilmiah dari perguruan tinggi Indonesia masih rendah jika dibanding Malaysia secara total, hanya sekitar sepertujuh. Hal ini menjadi tantangan bersama untuk meningkatkannya. Sehubungan dengan itu terhitung mulai kelulusan setelah Agustus 2012 diberlakukan ketentuan sebagai berikut : 1. Untuk lulus program Sarjana harus menghasilkan makalah yang terbit pada jurnal ilmiah 2. Untuk pro gram m agister harus telah menghasilkan makalah yang terbit pada jurnal ilmiah nasional diutamakan yang telah terakreditasi Dikti,.. dst….” Jika anda berf ikir bahwa masyarakat kita tidak punya hobi menulis, maka anda perlu melihat fenomena yang lain sebagai pem banding. P ada saat penjualan blackberry menurun dan kalah saing dengan ipad dan Sams ung, justeru pen jualan blackberry di Indonesia meningkat tajam. Orang luar menyebut kita “republic blackberry”. Kenapa? Karena masyarakat kita punya hobi membuat pesan tertulis dibandingkan telepon. Artinya pada aras yang lain bangsa ini punya produktivitas yang tinggi dalam “menulis”. Surat dikti itu bagi saya hanya melakukan akselerasi dari budaya m enulis rem eh temeh semacam broadcast yang tidak bermutu, status-status galau di bbm, facebook maupun twitter menjadi tulisan yang dapat menjadi rujukan untuk memenuhi hasrat intelektual.

Sigit Nugroho, S. Psi., M. Psi Dekan Fakultas Psikologi Universitas Islam Riau

Meskipun dasar pertimbangannya dapat diperdebatkan, yakni untuk mengejar ketertinggalan kita dari Malaysia, sebagai seorang akademisi kita patut memberikan apresiasi terhadap SK tersebut. Memang jika dilihat dari dasar pen gambilan keputusan tersebut seolah-olah rivalitas den gan Malaysia bukan hanya dalam bidang teritori dan budaya tetapi masuk ke dalam wilayah akademis. Mungkin orang akan menilai bahwa ini kebijakan yang ahistoris. Terlepas dari itu semua, saya melihat ada kemauan yang kuat untuk men cetak sarjana yang mem ang mempunyai kemampuan yang baik dalam melakukan penulisan ilmiah. Intelektualitas tidak hanya ditunjukkan dengan kemampuan melakukan analisis dan argumentasi yang bersifat oral namun harus juga dibarengi kemampuan menuangkan ide dalam karya tulisan. Pertanyaan berikutnya adalah apakah kita akan terima mentahmentah keputusan itu? Di sinilah ranah argumentasi kita diadu. Jika kita terima begitu saja tanpa meyiapkan sistemnya denganbaik maka hampir pasti akan terbit ribuan jurnal yang tidak bermutu atau ecek-ec ek. Menengok dari data yang ada setiap tah un di Indonesia ham pir meluluskan 75000 sarjana.

Jumlah jurnal ilmiah yang tersedia hanya sekitar 2000 jurnal. Artinya jumlah media yang akan menampung tulisan sarjana-sarjana kita masih jauh dari cukup. Ini baru pada masalah kuantitas, pada dim ensi kualitas jurnal yang baik men syaratkan beberapa hal seperti; originalits tulisan, reviewer, keberkalaan dll. Jika kita berkaca den gan mengambil cermin selain malaysia ternyata kita juga menemukan bahwa banyak Negara seperti di Amerika dan Australia sebagian perguruan tinggi mereka bahkan tidak mensyaratkan adanya tugas akhir berupa thesis sebagai syarat kelulusan. Hal lain yang perlu jadi pertimbangan adalah pernyataan ketua APTISI menanggapi SK Dikti tentang jurnal ini, beliau menyatakan penerbitan jurnal ini akan mendorong

mas turbasi akadem is dalam dunia pendidikan. Orang menuluis sendiri, dicetak sendiri, dan dinikmati sendiri. Ini mungkin mewakili pandangan skeptis Mencoba untuk lebih optimis, yang harus disiapkan insan akademis di perguruan tinggi adalah menyiapakan inf ra struktur dan sistemn ya. Penerapannya pun gradual, dimulai dari program studi yang mempunyai akreditasi A terlebih dahulu. Model pernerbitannya dapat melalaui elec tronic journal (e-journal), atau menjadikannya sebagai syarat untuk mereka yang akan mendapatkan predikat cum laude misalnya. Selain itu pemerintah juga harus konsisten dalam memberikan bantuan bagi perguruan tinggi terutama swasta untuk program pengembangan pendidikan. Selama ini yang terjadi justru perguruan tinggi yang sudah mapanlah yan g mendapatkan kuc urun dana pemerintah, yang swasta harus bertahan menghidupi dirinya sendiri. Pertimbangan tersebut dapat dijadikan dasar dasar pemikiran sebelum kita pada posisi menolak atau menerima, tetapi jika ditanya apakah mahasiswa harus memiliki kemampuan menulis ilmiah? Jawabannya tegas : YA. Namun jika harus diterbitkan dalam bentuk jurnal ilmiah sebagai syarat kelulusan disinilah ruang perbedaan itu dibuka.

Sebagaimana kita ketahui bahwa pada saat sekarang ini jumlah karya ilmiah dari perguruan tinggi Indonesia masih rendah jika dibanding Malaysia secara total, hanya sekitar sepertujuh


FOKUS

Edisi: 81/ Rajab 1433 H/ Mei 2012

Jurnal? Makalah aja Kopas Banyak Mahasiswa kalau nak bikin makalah perginya kewarnet. Tak perlu repot, pusing dan capek. Tinggal nanya sama ‘Mbah Google’, permintaan apapun langsung dijawab. Bagaimana kalau semua mahasiswa di Indonesia demikian? Bagaimana jadinya implementasi SK Dikti yang mewajibkan mahasiswa sebelum wisuda harus menerbitkan makalahnya di jurnal kampus? Oleh : Oka Alghifari

R

ozi Fitria, Mahasiswa Semester dua Pendidkan Baha sa dan Sastra Inggris hendak bikin makalah matakuliah reading tentang sceaming, ia tak punya bahan dari buku. Rozi akhirnya menuju warnet dan cari bahan yang berkaitan. Ia jumpai fail di internet bentuk makalah, lalu itulah yang dibikinnya jadi makalah, hanya rubah nama penulis.Hal ini memang bukan kebiasaannya, ia juga kadang ambil dari buku jika bikin makalah. “Sering jug a langsung kopi dari internet,” katanya. Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (Dikti) keluarkan SK Dikti No.152/E/T/ 2012. Pada 27 Januari 2012. SK ini berisi tiga poin. Pertama untuk lulus program sarjana harus menghasilkan makalah yang terbit pada jurnal ilmiah. Kedua untuk lulus program magister harus telah menghasilkan makalah yang terbit pada jurnal ilmiah nasional diutamakan yang terakreditasi Dikti. Ketiga untuk lulus program dokt or harus tela h menghasilkan makalah yang diterima untuk ter bit pada jur nal internas iona l. Peraturan ini akan berlaku bagi lulusan setelah Agustus 2012. Keputusan ini jadi pro dan kontra. Tak hanya di kalangan akademis, tetapi mas yara kat umum ikut bedebat mengenai publikasi ilmiah ini. Pihak pro melihat bahwa kebijakan dari Dikti ini bagus untuk meningkatkan kualitas seorang sarjana. Sementara pihak kontra menilai keputusan ini megada-ada. Publikasi ilmiah menjadi tolak ukur, untuk menilai apakah seorang mahasis wa b enar– bena r telah menca pai kualitas sarjana yang sebenarnya. Fitr ia, Maha siswi jurusan K riminologi UIR semester dua memandang jurnal ilmiah merupakan peraturan yang bag us s ehingga maha sisw a da pat ber sung uh-s unguh. Dia menil ai mahasiswa sekarang sulit menulis karena zaman dan teknologi telah berkembang pesat. Saa t ini bi sa k ita liha t kegiat an pendidikan yang serius, penelitian yang berkelanjutan, pengembangan wacana kri tis atau deba t da lam memba has keilmuan tak nampak. Belum lagi budaya menulis yang semakin menurun dari waktu ke waktu. Sobri Dosen Kriminologi berpendapat, ada dua hal dalam kasus jurnal ilmiah ini. Satu secara ideal yang sakral

dari mahasiswa itu adalah skripsi. Kedua sta ndar jur nal i lmia h ini ha rus dimeratakan. Kapasitas dan kualitas universitas di Indonesia tidaklah sama. “Dan hari ini banyak skripsi yang copy paste yang berujung pada sampah. Bukan lagi menjadi sebuah karya yang sakral,” kata Sobri. Detri Karya Rektor UIR mengatakan, untuk skripsi kopian UIR sudah diatasi dengan surat peryataan dan menggunakan materai 6000 yang ditanda tangani oleh mahasiswa bersangkutan. “Jika ketahuan kopian akan dicabut gelar dan ijazahnya,” ucapnya. Detri Karya juga menilai, keputusan ini bagus tapi jika fasilitas universitas sudah siap. Husmiati mahasiswa FKIP Bahasa Indonesia semester delapan. Berpendapat membuat jur nal itu mempersulit sedangkan skripsi saja sudah sulit. Belum lagi dia untuk mendapatkan teori untuk pembuatan skripsi sudah sulit apa lagi jurnal. Nurman Pembantu Rektor (PR) I mengatakan, UIR sudah melakukan antisipasi dengan bikin Server E-Journal. “Relevansi, Akurasi dan Tepat (RAT) nama server untuk E–Jou rnal UIR”. Setelah wisudah bulan Mei Nurman berencana akan melakukan sosialisasi tentang Server E-Journal ini. Tahap awal UIR akan terapkan E-Journal ini pada wisudah pasca sarjana ke 20 di bulan Oktober. Pada pertengaha n semest er dua Aswar Obtohana mahasiswa Agribisnis, sib uk mencar i teman sekel as. Dia mencari teman yang sudah selesai tugas mak alah. Setela h ketemu tanpa melakukan editing, Aswar hanya ganti Cover dan mengumpulkan tugas itu. Sobri, menilai mahasiswa juga harus siap jika dosen beri tugas buat makalah dan disuruh penelitian. “Dari lima puluh orang dalam satu kelas hanya tiga atau lima orang yang benar mengerjakan makalah,” ujarnya. Sobri juga sering kembalikan tugas makalah mahasiswa yang Copyan. Nia mahasiswa UR Akutansi, saat ber kunjung ke UIR. Berpenda pat banyaknya t ugas maka lah copy an, karena system pembelajaran dosen itu. “Kalau di UR makalah dan laporan wajib melampirkan referensi yang asli dan data-data yang asli,” katanya. Menangg api itu, Nur man mengatakan tugas pembuatan makalah itu hak dosen dan nilai menjadi hak prerogatif dosen. “ Kita perlu melakukan control, terhadap tugas mahasiswa untuk meningkatkan SDM,” ucapnya. Mimi

AKLaMASI 8

PEMUNCAK UNIVERSITAS

Si Sulung, Wonder Women yang Smart Oleh : Barry Eko Lesmana

S

i anak sul ung , Pendia m, sederha na, dan sant ai. Ia Hindun Syarifah , kelahiran Pek anba ru, 8 Mei 19 90. perempuan berjilbab panjang ini berada dal am k elua rga yang sederha na. Aya hnya , Sendet ua b eker ja s ebag ai pemborong dan ibunya, Nurbainah, mengisi kesibukannya di rumah saja. Ia anak pertama dari dua bersaudara. Lulus dari SMA 2 Pekanbaru, tahun 2008, Hindun ikut SNMPTN ambil jurusan Biologi dan Kimia. Nasib baik tak memihak, ia tak lulus. Ia putuskan ikut ujian lokal Universitas Riau, lulus di jurusan Agribisnis. Karena Agribisnis bukanlah bidang yang disukainya ia putuskan tak daftar ulang, lalu ia daftar Seleksi Penerimaan Mahahsiswa Baru (SPMB) UIR. Lulus di Jurusan Biologi. “Saya suka pelajaran Biologi. Dari dulu suk a ha pal nama- nama lati n, y ang berkaitan dengan manusia, penyakit, jadi saya bertekad untuk jadi guru Biologi,” katanya. Hindun meng aku l ebih senang berteman dengan cowok daripada cewek. Foto: Eko AKL “Dari SMP sampai SMA lebih banyak teman cowok, soalnya kalau teman cewek, lebih banyak gunjingnya,” tuturnya sambil senyum. Hindun biasanya baca buku-buku saat senggang. Dan dia belajar setelah shalat Shubuh, Tahajud, Maghrib. “Belajar saaat itu masih fresh, jadi belajarnya mudah masuk ke otak. Pokoknya hening-hening malam itu enak belajarnya.” Cita-cita Hindun ingin jadi desainer pakaian, karena dia suka mode-mode baju. “Karena Aku tak bisa menggambar, nggak jadi aku pilih aja jadi guru,” tuturnya. Ketika masih kuliah, Hindun pernah bekerja sebagai asisten Laboratorium Fisika Dasar UIR bidang kimia dan biokimia. Dia juga gabung dengan Himpunan Mahasiswa (HIMA) Biologi dan UKMI As-Syuhada FKIP, “Aku keluar karena sudah semester atas,” katanya. Dari semester satu sampai delapan, Hindun hanya mendapat dua nilai B, selebihnya A. “Padahal udah jawab ujiannya dengan baik, cuman mungkin dosennya, atau sayanya yang kurang aktif,” tuturnya. Ia berkisah mengenai satu nilai B. Saat ujian, ia pernah memberi jawaban kepada temannya, tapi ketika nilai keluar, ia malah dapat B, sementara temannya dapat A. “Bagi saya, nilai itu tidaklah terlalu penting, yang penting kita dapat ilmunya.” Dengan predikat cumlaude Hindun selesaikan studinya dengan IPK 3, 97. Ia berhasil jadi pemuncak wisudawan tingkat universitas. Ia termotivasi meraih IPK tertinggi itu karena sesuatu. “Saya ingin dikenal orang dari smartnya, bukan dari harta kekayaannya.” Skripsi yang ia susun dengan judul Penerapan pembelajaran inkuiri terbimbing (guided inquiry) dengan menggunakan handout untuk meningkatkan hasil belajar Biologi SMP Negeri 17 Pekanbaru dapat nilai A. “Aku tidak puas. Karena ada satu pertanyaan dari dosen yang tidak kujawab dengan sempurna. “Katanya. Hal ini disebabkan saat ujian pikirannya terbagi dua, karena di rumah kondisi ayahnya yang sedang sakit stroke, tak bisa berbicara selama tiga hari. Selesai kuliah S1, Hindun berencana ingin lanjutkan studinya ke jenjang S2. Tapi sebelum lanjutkan studinya, ia ingin bekerja dulu, karena terkendala biaya dan kondisi fisiknya. “Jadi kalo udah terkumpul biayanya baru S2, soalnya UIR tidak menyediakan S2 untuk pemuncak,” gelaknya. Fatimah, teman seangkatan Hindun di jurusan Biologi teringat saat masih kuliah. “Hindun itu orangnya pintar dan paling aktif dikelas. banyak dosen yang kenal sama dia,” tuturnya. Selain itu, kata Fatimah, Hindun orangnya semangat dan tidak mau nyusahin orang lain. “Pokoknya dia itu wonder women lah,” ujarnya. 


9 AKLaMASI

PEMUNCAK

Edisi: 81/ Rajab 1433 H/ Mei 2012

NAMA-NAMA PEMUNCAK WISUDAWAN TINGKAT MAGISTER, FAKULTAS DAN UNIVERSITAS PADA WISUDA KE-57 DAN PASCASARJANA KE-20 UNIVERSITAS ISLAM RIAU 26 MEI 2012

PROGRAM PASCASARJANA (S2)

TINGKAT UNIVERSITAS

NAMA: SELVIA SUTRIANA Tempat/Tgl. Lahir: Koto Kari, 7 Juli 1988 NPM: 104120002 Program studi: Agronomi IPK: 3,97 Predikat Kelulusan: Dengan Pujian Nama Orang Tua: Ahmad Yani, S. Pd

NAMA: HINDUN SYARIFAH Tempat/Tgl. Lahir: Pekanbaru, 8 Mei 1990 NPM: 086511439 Program studi: Pendidikan Biologi IPK: 3,97 Predikat Kelulusan: Dengan Pujian Nama Orang Tua: Sendetua

PEMUNCAK TINGKAT FAKULTAS FAKULTAS HUKUM Nama: WIRA ATMA HAJRI Tempat/Tgl.Lahir: Bangkinang, 11 Maret 1990 NPM: 081010328 Program studi: Ilmu Hukum IPK: 3,81 Predikat Kelulusan: Dengan Pujian Nama Orang Tua: Ibnu Hajar

FAKULTAS EKONOMI Nama: PUTRI Tempat/Tgl.Lahir: Sekijang, 25 September 1988 NPM: 075310205 Program studi: Akuntansi IPK: 3,63 Predikat Kelulusan: Sangat Memuaskan Nama Orang Tua: Nantan T

FAKULTAS AGAMA ISLAM Nama: ALI WARDANA Tempat/Tgl.Lahir: Muara Rumbai, 5 Juni 1978 NPM: 072310156 Program studi: Ekonomi Islam IPK: 3,84 Predikat Kelulusan: Dengan Pujian Nama Orang Tua: Bukhari

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN Nama: HINDUN SYARIFAH Tempat/Tgl.Lahir: Pekanbaru, 8 Mei 1990 NPM: 086511439 Program studi: Pendidikan Biologi IPK: 3,97 Predikat Kelulusan: Dengan Pujian Nama Orang Tua: Sendetua

FAKULTAS TEKNIK Nama: NURMAULINA HUTASUHUT Tempat/Tgl.Lahir: Pekanbaru, 9 April 1989 NPM: 073210098 Program studi: Teknik Perminyakan IPK: 3,58 Predikat Kelulusan: Sangat Memuaskan Nama Orang Tua: Aman Saleh Hutasuhut FAKULTAS PERTANIAN Nama: HAJRI ARIEF WAHYUDY Tempat/Tgl.Lahir: Teluk Kuantan, 5 Juli 1990 NPM: 084210151 Program studi: Agribisnis IPK: 3,69 Predikat Kelulusan: Dengan Pujian Nama Orang Tua: Sayukani

FAKULTAS SOSIAL DAN ILMU POLITIK Nama: ANGGA PERMATA PUTRI Tempat/Tgl.Lahir: Pekanbaru, 12 September 1990 NPM: 087510102 Program studi: Kriminologi IPK: 3,94 Predikat Kelulusan: Dengan Pujian Nama Orang Tua: Ir. Syafi’i Rasyid FAKULTAS PSIKOLOGI Nama: WAHYU WIBOWO Tempat/Tgl.Lahir: Bangkinang, 10 Maret 1990 NPM: 088110018 Program studi: Psikologi IPK: 3,70 Predikat Kelulusan: Sangat Memuaskan Nama Orang Tua: Joko Santoso

Sampai pada wisuda ke-57 ini, jumlah Alumni Universitas Islam Riau Berjumlah 26.703. Yang terdiri dari 4.143 lulusan Fakultas Hukum, 894 lulusan Fakultas Agama Islam, 2.454 lulusan Fakultas Teknik, 1.559 lulusan Fakultas Pertanian, 6910 lulusan Fakultas Ekonomi, 7.003 lulusan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, 2.335 lulusan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 200 lulusan Fakultas Psikologi, dan 1.105 lulusan Pascasarjana.

Keluarga Kecil Mengucapkan Lembaga Pers Mahasiswa

Selamat & Sukses Atas Diwisudanya (LPM) AKLaMASI WISUDAWAN DAN WISUDAWATI UIR Universitas Islam Riau

YANG DILANTIK DALAM RAPAT SENAT TERBUKA PADA WISUDA SARJANA KE-57 DAN PASCASARJANA KE-20 UNIVERSITAS ISLAM RIAU DI HOTEL FURAYA PEKANBARU HARI SABTU TANGGAL 26 MEI 2012


UCAPAN TAHNIAH

Edisi: 81/ Rajab 1433 H/ Mei 2012

AKLaMASI 10

Civitas Akademika Universitas Islam Riau Mengucapkan

Selamat dan Sukses Atas Diwisudanya

WISUDAWAN/TI UNIVERSITAS ISLAM RIAU YANG DILANTIK DALAM RAPAT SENAT TERBUKA PADA WISUDA SARJANA KE-57 DAN PASCASARJANA KE-20 UNIVERSITAS ISLAM RIAU DI HOTEL FURAYA PEKANBARU TANGGAL 26 MEI 2012 “Semoga Ilmu yang Diperoleh Bermanfaat Bagi Agama, Keluarga, Nusa dan Bangsa serta Semoga Sukses Dalam Berkarir” PROF. DR. H. DETRI KARYA, SE, MA Rektor Universitas Islam Riau

Segenap Civitas Akademika Fakultas Hukum UIR mengucapkan Selamat & Sukses Atas Diwisudanya

WISUDAWAN dan WISUDAWATI FAKULTAS HUKUM UIR YANG DILANTIK DALAM RAPAT SENAT TERBUKA PADA WISUDA SARJANA KE-57 DAN PASCASARJANA KE-20 UNIVERSITAS ISLAM RIAU DI HOTEL FURAYA PEKANBARU TANGGAL 26 MEI 2012

“Semoga Ilmu yang Diperoleh Bermanfaat Bagi Agama, Keluarga, Nusa dan Bangsa serta Semoga Sukses Dalam Berkarir” Prof. Dr. Syafrinaldi, SH., M. Cl Dekan Fakultas Hukum

Segenap Civitas Akademika Fakultas Agama Islam UIR mengucapkan

Selamat & Sukses Atas Diwisudanya

Aliyas, S.Pd.I Syamrida, S.Pd.I Jumiyati, S.Pd.I Siti Jauhari, S.Pd.I Nuryanto, S.Pd.I Nurmaini, S.Pd.I Yulinarti, S.Pd.I Syamzamardi, S.Pd.I Ahmad Tarmisi, S.Pd.I Suryati, S.Pd.I Dedy Warisman, S.Pd.I Dania Satria, S.Pd.I Zainal, S.Pd.I Indah Dwi Jayanti, S.Pd.I Awaluddin, S.Pd.I Nuraini, S.Pd.I Ahmad Rosyadi, S.Pd.I Agusnawan, S.Pd.I Endrawati, S.Pd.I Bahron Jamil, S.Pd.I Iwan Supriyadi, S.Pd.I Nurhayati, S.Pd.I Paradillah, S. Pd.I Ali Wardana, S.EI Sugiyanto, S.Pd.I Siti Muria, S.Pd.I Edi Marjan, S.EI Hartinin HR, S.Pd.I Yanroni, S.Pd.I Muhammad Ikhwan Riski, S.EI YANG DILANTIK DALAM RAPAT SENAT TERBUKA PADA WISUDA SARJANA KE-57 DAN PASCASARJANA KE-20 UNIVERSITAS ISLAM RIAU HOTEL FURAYA PEKANBARU TANGGAL 26 MEI 2012 “Semoga Ilmu yang Diperoleh Bermanfaat Bagi Agama, Keluarga, Nusa dan Bangsa serta Semoga Sukses Dalam Berkarir”

Drs. M. Yusuf Ahmad, MA Dekan Fakultas Agama Islam


11 AKLaMASI

UCAPAN TAHNIAH

Edisi: 81/ Rajab 1433 H/ Mei 2012

Civitas Akademika Program Pascasarjana Universitas Islam Riau mengucapkan

Selamat & Sukses Atas Diwisudanya

WISUDAWAN DAN WISUDAWATI PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS ISLAM RIAU YANG DILANTIK DALAM RAPAT SENAT TERBUKA PADA WISUDA SARJANA KE-57 DAN PASCASARJANA KE-20 UNIVERSITAS ISLAM RIAU HOTEL FURAYA PEKANBARU, 26 MEI 2012

“Semoga Ilmu yang Diperoleh Bermanfaat Bagi Agama, Keluarga, Nusa dan Bangsa serta Semoga Sukses Dalam Berkarir” Dr. Hj. Sri Wahyuni A Kadir, SH., M.Si Direktur Program Pascasarjana UIR

Segenap Civitas Akademika Fakultas Pertanian UIR

Segenap Civitas Akademika Fakultas Psikologi UIR

mengucapkan

mengucapkan

SELAMAT & SUKSES

SELAMAT & SUKSES

WISUDAWAN DAN WISUDAWATI FAKULTAS PERTANIAN UIR

WISUDAWAN DAN WISUDAWATI FAKULTAS PSIKOLOGI UIR

IR. UP ISMAIL, M. AGR Dekan Fakultas Pertanian

Dekan Fakultas Psikologi

Segenap Civitas Akademika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UIR mengucapkan Selamat & Sukses Atas Diwisudanya

WISUDAWAN DAN WISUDAWATI FKIP UIR YANG DILANTIK DALAM RAPAT SENAT TERBUKA PADA WISUDA SARJANA KE-57 DAN PASCASARJANA KE-20 UNIVERSITAS ISLAM RIAU DI HOTEL FURAYA PEKANBARU HARI SABTU TANGGAL 26 MEI 2012 “Semoga Ilmu yang Diperoleh Bermanfaat Bagi Agama, Keluarga, Nusa dan Bangsa serta Semoga Sukses Dalam Berkarir”

Drs. Nazirun, M. Ed Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan


UCAPAN TAHNIAH

Edisi: 81/ Rajab 1433 H/ Mei 2012

Segenap Civitas Akademika Fakultas ILMU SOSIAL dan ILMU POLITIK UIR mengucapkan

SELAMAT & SUKSES

UIR di Mata Mereka

Atas Diwisudanya

WISUDAWAN DAN WISUDAWATI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UIR Drs. Zulkifli, M.SI Dekan

Arief Rifa’i, S.Sos., M.Si Pembantu Dekan I

Drs. Parjiyana, M.Si Pembantu Dekan II

Dra. Monalisa, M.Si Pembantu Dekan III

RESIMEN MAHASISWA SATUAN 043 INDRA SAKTI UIR mengucapkan

Selamat & Sukses Atas Diwisudanya

Jufrizal, SH Eric Estrada, S.Sos “Semoga Ilmu yang Diperoleh Berguna Bagi Agama, Nusa dan Bangsa”

UKMI AL-KAHFI UIR mengucapkan

Selamat & Sukses Atas Diwisudanya

Hafizoh, S.Pd Ika Puspa Dewi, S.Pd Hasnawati, S.Pd Mawaddah, S.Pd Paradillah, S.Pd.I Yulinarti, S.Pd.I Nurhayati, S.Pd.I Rini Helfilesi, S.Pd Cici Syarif, S.Pd Nurhaliza, S.Pd Gigin Ahmad A, S.E Zulpan Leri, S.E Agus Setiawan, S.E Ovan Susandi, S.E “Semoga Ilmu yang Diperoleh Berguna Bagi Agama, Nusa dan Bangsa ”

KHAIRUDDIN

YUSRI

DEDI UTAMA

Komandan

Wadan

Ketua UKMI Al-Kahfi UIR

FORUM STUDI ISLAM AS-SABIL FAKULTAS EKONOMI UIR mengucapkan

Selamat dan Sukses Atas Diwisudanya Akhina

Gigin Ahmad Afandi , S.E Agus Setiawan, S.E Ovan Susandi, S.E Zulpan Leri, S.E “Semoga Ilmu yang Diperoleh Berguna Bagi Agama, Nusa dan Bangsa”

EDI SYAPUTRA Ketua FSI As-Sabil

FSI AL-ISHLAH FAI UIR mengucapkan

Selamat & Sukses

Congratulation Buat Sahabat M Ikhwan Riski, S. EI Nurhayati, S. Pd.I Yulinarti, S. Pd.I Paradillah, S. Pd.I Hartini HR, S. Pd.I Nuraini, S. Pd.I Siti Muria, S.Pd.I ‘Amalkan dan Ajarkan ilmu yang diperoleh, Jangan Cari Kerja!’ yang Menyusul Isnawati & Abdul H Nasution

Congratulation

Atas Diwisudanya

Hafizoh, S.Pd Ika Puspa Dewi, S.Pd Hasnawati, S.Pd Mawaddah, S.Pd Paradillah, S.Pd.I Yulinarti, S.Pd.I Nurhayati, S.Pd.I Rini Helfilesi, S.Pd Cici Syarif, S.Pd Nurhaliza, S.Pd Gigin Ahmad A, S.E Zulpan Leri, S.E Agus Setiawan, S.E Ovan Susandi, S.E

Hasarul Sugianto, S. H Winda Adinda, S.H Santi Hernida, S.H Santa Lusiana, S.H Abdul Rojak, S.Sos Nopriadi, S.Sos

MARDANI Ketua FSI Al-Ishlah FAI UIR

Prof. Dr. Ir. Tengku Dahril, M. Sc Ketua ICMI Organisasi Wilayah Riau

“Gubenur Riau yang diwakili HM. Wardan dalam kata sambutannya pada acara wisuda sarjana ke-54 dan pasca ke-17 UIR yang telah membantu peran pemerintah dalam dunia pendidikan seiring berkembangnya provinsi Riau. ‘Keberhasilan pelaksanaan program pembangunan yang ditentukan peran aktif semua pihak. Terutama lingkup akademik seperti perguruan tinggi. Saya harap UIR terus konsisten secara optimal, dalam mengembangkan inovasi pengajaran, sehingga lulusan UIR merupakan lulusan yang ditunggu pasar kerja,’ harap Ward an“.

“Saya sangat senang pernah menjadi bagian dari keluarga besar Universitas Islam Riau yang sekarang saya lihat sudah mencapai kemajuan yang sangat luar biasa. Cobalah kita berkunjung ke kampus Universitas Islam Riau, nuansa keislaman dan keilmuannya sangat kental. Kebersihan dan kerapian kampus ini boleh dikatakan cukup membanggakan. Andaikan Pak Haji Zaini Kunin, Haji Rawi Kunin, dan Haji Soeman Hs melihat kampus yang mereka bangun dulu, pasti kebanggan dalam diri mereka. Mudah-mudahan segala jerih payah dan amal saleh yang mereka lakukan semasa hidupnya tidak akan pernah kering pahala yang mengalir kepadanya, termasuk Pak Haji Abdul Kadir Abbas yang berpulang ke Rahmatullah sabtu kemarin.”

Drs. H. M. Wardan, MP Mantan Sekretaris Kota Pekanbaru

Saya sungguh merasa bangga dan bahagia, ilmu yang saya peroleh dari almamter telah memberikan pada saya kemampuan untuk berkiprah dengan baik di lembaga negara, baik sebagai Anggota DPR-RI maupun saat ini sebagai Wakil Ketua Lembaga Negara Ombudsman RI. Fakultas Hukum UIr telah membuat saya mampu bersaing dan mendapatkan posisi jabatan di tingkat nasional. Hj. Azlaini Agus, SH. MH Alumni Fakultas Hukum UIR (Wakil Ketua Ombudsman RI dan Anggota DPR-RI)

Buat Sahabat Tengku Marlin Assegaf, S. Sos

“Semoga Ilmu yang Diperoleh Berguna Bagi Agama, Nusa dan Bangsa”

AKLaMASI 12

“Selamat berjuang kawan” yang Menyusul Puput jumantirawan

Saya bangga menjadi alumni UIr karena dapat bersaing dengan PTN dan PTS terkenal lainnya dalam melamar pekerjaan di Jakarta. dari ribuan yang menjalani seleksi “Officer Devlopment Program” angkatan VI pada Bank BTN tahun 1991, Alhamdulillah saya termasuk salah satu yang dinyatkan lulus. dari 39 yang diterima ternyata, mereka berasala dari alumni UI, UGM, Unpad, Undip, Unair, Unsoed, UNS, Unisba, IPB, Unhas, Unand, dan UIR insyaallah kedepan alumni UIR, akan semakin maju, dapat memenangi persaingan serta tetap menjaga nama baik almamater UIR. Ferry Sonnefile Alumni Fakultas Ekonomi UIR (Kepala Cabang Bank BTN Purwakarta)


13 AKLaMASI

Edisi: 81/ Rajab 1433 H/ Mei 2012

MILAD EMAS KE-50 UIR

KILAS

Usia Emas, Ragam Kegiatan Dilaksanakan

S

EJAK berdiri tahu n 1962 lalu, perkembangan UIR makin maju. Tak sekedar peningkatan jumlah maha-siswa. Juga fasilitas terus dibangun. Saat ini UIR berada dalam usia emas, 50 tahun. Sejalan dengan visi UIR Unggul di Asia Tenggara 2020, usia ini dianggap sebagai umur keemasan yang sangat berharga. Maka dalam rangka Milad UIR yang ke-50, beragam kegiatan akan dilaksanakan. Untuk karyawan, dosen, mahasiswa juga masyarakat sekitar kampus UIR. Antara lain, di bidang budaya dan dakwah, untuk kegiatan internal, panitia yang dikoordinatori, Dr H Hamzah MAg ini akan menggelar MusabaqahTilawatil Quran tingkat (MTQ) dosen dan karyawan dua cabang

lomba, MTQ tingkat mahasiswa dengan tiga cabang lomba, perlombaan nasyid tingkat mahasiswa, perlombaan busana muslimah tingkat mahasiswa, lomba syair tingkat mahasiswa, lomba baca puisi Islami tingkat mahasiswa, lomba lagu-lagu Islami tingkat mahasiswa, lomba karya ilmiah dengan tema budaya dan dakwah untuk dosen, karyawan dan mahasiswa yang dimuat ke media massa. Sedangkan untuk kegiatan eksternal, panitia akan gelar Lomba baca puisi tingkat SLTA/MA/PONPES, pidato dua bahasa Inggris dan Arab tentang keIslaman, lomba nasyid tingkat SLTA, lomba rebana majlis ta’lim mesjid di sekitar kampus UIR. Sedangkan acara khusus pada malam puncak aka digelar Istigosah bersama tim zikir MUI

Pekanbaru (puncak acara), mengundang ustaz dari jakarta alternatif yang Acara ini nantinya akan di ikuti dosen, karyawan, mahasiswa dan masyarakat selingkungan UIR. Selain bidang budaya dan dakwah, panitia juga kan langsungkanreuni alumni UIR. Admiral SH MH, koordinator nya mengatakan, reuni alumni ini akan mempertemukan para alumni yang pertama di UIR hingga sekarang yang baru saja diwisuda. Para alumni UIR saat ini telah tersebar di berbagai daerah di Riau. Dengan macam lingkup pekerjaan yang mereka geluti mulai dari pejabat pemerintah, perusahaan swasta, Akademisi hingga kalangan bisnis.

Banyak para alumni yang telah menyelesaikan studi nya kembali lagi ke kampung halamannya untuk membangun daerahnya masingmasi ng. Tujuan dari reuni ini juga bisa untuk mempererat silaturrahmi antar anggota alumni, Sehingga yang belum kenal bisa kenal,dan yang sudah kenal bisa semakin dekat. Sejumlah kegiata lain juga akan diadakan bidang olah raga, pendidikan, pengabdian masayarakat. Dari kegiatan itu ada juga pengembangan UIR dari kerjasama kesemua pihak, baik perusahan, perbankkan juga institusi akademik lain dalam dan luar negeri.


SASTRA

Edisi: 81/ Rajab 1433 H/ Mei 2012

Mimpi Anak Menara! Cerpen: Choirul Rahmat Mahasiswa Bahasa Inggris FKIP UIR SEAKAN langit pun ikut tertawa dan tersenyum. Butir-butir keringat menetes menyerti tawa riang anak-anak nelayan dari pinggiran sungai Jering. Rerumput menari indah bak permata hijau di pucuk senja. Bisa jadi ia ikut riang, atau malah lebih riang karena senyum mentari pun terbit sejak fajar hingga senja, May. Jembatan yang sempat terputus oleh terjangan naga bergola, sesaat setelah hujan reda beberapa bulan lalu. Tak kunjung pulih. Sungai Jering memang terkenal ganas. tak hanya ganas, ia juga kejam. Bebatunya yang tajam, seolah senyum Naga menganga memamerkan bagaknya dengan tubuh meliuk memanjang. “Anak-anak menara, kini giliran kita pamer senyum pada mentari sore ini! siapa yang ikut Bu Guru mencari ilalang di sini?” “Saya.....!” Seolah serentak, pasukan anak menara berlari menyusul seorang wanita bersahaja yang memandang mereka dari bukit ilalang. Jilbab putih panjangnya berkibar elok diterpa tiupan angin lembah. Membuatnya seperti berada di alam mimpi. Ia tersenyum bahagia melihat hamburan anak-anak merahputih menuju arahnya menerjang ilalang setinggi lutut. Ia seolah menemukan oase baru di setiap kilah senyum tangguh mereka. terkadang ia berpikir, seandainya di sini ada menara setinggi Eiffel, mungkin ia memanjatnya dan mengabarkannya kepada dunia tentang dunianya di tanah nelayan terisolir. Namun ada juga nada getir darinya, setiap melihat gubuk kandang bebek bekas yang tersusun atas jejeran kayu gelondong sebagai ruang mengajar. Membuatnya tak pernah gagal menitikkan air mata. Ada sebagian yang kini mulai lapuk. Tapi Pak Kusen selalu setia menggantinya dengan batangan kayu yang baru. “Kamu tidak usah khawatir, May! Nanti akan aku perjuangkan sebisa mungkin. Bagiku, senyum mereka juga senyumku. jangan khawatir.” Harapan pernah terdengar dari mulut seorang lelaki beberapa tahun silam. Tak lain adalah Burhan, teman semasa kecilnya dari negeri seberang yang sempat membuatnya berdesir beberapa saat. Namun kini sirna, setelah janjinya tak terbukti sama sekali. “Apakah semua orang yang menginginkan sesuatu itu seperi ini? berbohong, berjanji, manis di mulut tapi sepah di kemudian. Kamu tahu Burhan? Aku sempat menaruh harapan padamu, karena kau adalah teman kecilku. Namun apa yang terjadi? Kau goreskan luka di hati kami Burhan. Hati para anak-anak ini! paham kamu!” Sesaat setelah ia bertemu dengan Burhan. Saat itu, Burhan adalah seorang pembesar yang kini telah berhasil memiliki kedudukan vital di daerahnya. “Mana janjimu? Gubuk kandang bebek akan menjadi gedung megah, jembatan gantung reot akan menjadi jembatan beton, lalu listrik? Tak akan lagi menjadi sesuatu yang langka di sini. Akan kau perjuangkan! Mana buktinya? Kau munafik, Burhan! Sekarang kau datang kesini memintaku menjadi istrimu? Bagaimana aku bisa percaya! Setelah engkau bohongi seluruh warga sekampungmu sendiri! Termasuk anak-anak itu” “Itu semua tidak mudah, May. Harus melalui beberapa tahapan! Tidak semudah membalikkan tangan! Aku pun tak yakin

AKLaMASI 14

PUISI Orang Rongsokan

dapat memenuhinya!” “Serakah kamu, Burhan. Lalu kenapa kau berjanji? Janji itu yang membuatku menilaimu serakah! Kalau itu tak mudah, kenapa kau janjikan semua! ha?” Semua terdiam. Bagai petir di siang bolong. Detak tak menitikkan kisah barang sekata pun setelah sambaran May. Sebelum akhirnya May berlari menuju rumah gubuk yang hanya di huni oleh orang tua dan May. Tapi itu dulu. Kini Burhan tak lagi datang. Hanya sesekali saja ia terpampang beberapa masalah di layar kaca. Sudahlah! yang paling penting, sore ini ia akan bermain sepuasnya dengan anakanak sungai jering di padang ilalang. Matanya sesekali menatap jembatan putus yang tak kunjung diperbaiki. Burhan benar-benar ingkar janji! “Bu...! aku mau terbang seperti burung itu!” Seorang anak menunjuk burung terbang di antara pepohonan. Burung itu terlihat tangkas dan berani. Ia melawan arus angin kencang. Namun ia tak goyah sedikit pun. “Wahai anak-anakku, kelak kalian yang akan membangun desa ini, bangsa ini, bukan seperti Burhan yang hanya memanfaatkan kita untuk keserakahannya!” Air mata May menetes mengiringi sore bersama anak-anak menara bermandi cahaya jingga, ia mulai merancang menara mimpi mereka. *** “Bu.. aku ingin ke Paris!” “Aku mau buat Kincir angin...! biar bisa buat listrik” “Aku mau jadi presiden..!” Senyumnya mengembang bersama teriakan awan. “Kalian pasti bisa, selagi Allah menyertai langkah kita!”

Orang kampong linglung aku Masuk kota bingung aku Rindukan resep bahagiaku Tapi barang rongsokan Berharga edan! Empa puluh juta kabit Harga seunit komputer alit Empat ratus juta rempang Harga seunit komputer sedang Empat miliyar setengah gila Harga seunit komputer merek lupa! Tapi komputer bahagia langsung tak ada Di tempat lusuh serba ada Tapi jawaban itu terus berlagu Tak ketemu-ketemu Hanya rumah rongsokan Puing-puing tak tertahankan Entah mana entah darah Yang kubayangkan telah tumpah Bersama rongsokan sampah Yeni Purwati, Mahahsiswi Pendidikan Biologi FKIP UIR

Ilustrasi: Hanis

Bangunkan Sadarkan aku dari kebohongan ini Usaikan semua permainan, hadapilah kenyataan Lepaskan tali yang tak pernah melepaskanmu Yang tak pernah memberimu kesempatan bernafas Tuangkan terus angin kesegaran Yang selalu membuatku muak Tak pernah ada yang bisa Mencabut panasnya angin hidup yang mematikanmu Dinginnya hidupmu tak mampu menusuk Serta menghujam kesedihan mereka Disini ku hanya meneriakkan kebenaran Yang akan tiada satupun yang mendengarkan Dan setelah ini semuanya berakhir Bangunkan aku dari kebohongan ini Rahmad Tri Bakti Hypaz, Mahasiswa Teknik Sipil Fakultas Teknik UIR Kirimkan puisi atau cerpen kamu ke Kantor Redaksi AKLaMASI atau lewat email: aklamasiuir@gmail.com bisa juga lewan inbox facebook: Lpm Aklamasi Uir. Panjang tul isan Cerpen cukup 2 halaman spasi 1.5. Bagi naskah yang terpil ih akan d iterbitkan.


15 AKLaMASI

SENGGANG

Edisi: 81/ Rajab 1433 H/ Mei 2012

ISOLATIPS Ingin Hidup Sehat? Ban yak oran g yang tak mem eper hati kan pola hid upny a. Terkadang mereka terlalu cuek dengan gaya hidup yang sehari-hari ia lakoni. Bagaimana kita seharusnya hidup, kita juga harus tahu, pola hidup yang seperti apa yang seharusnya kita jalani. Biar tak salah, ini beberapa tips yang bisa Anda ikuti agar hidup anda sedikin baik dari biasanya. Pertama, kebutuhan gizi dicukupkan dengan minum air minimal 8 gelas sehari dan madu yang dicampur dengan air. Kedua, makan sayur dan buah yang cukup makan dengan tenang, tumaninah (konsentrasi & tertib), tidak tergesagesa, dan dalam keadaan tenang. Pil ihlah bah an alami sebagai mak anan , mi numan dan su plem en ses uai kebu tuhan dan jan gan

Mabuk alkisah ada org yg tinggal di sisi kiri dan sisi kanan sungai, di sisi kiri pada makmur sedangkan d sisi kanan pada melarat. Karen kasian orang kiri memberikan makanan, bensin dan menyebrangkan mobil ke sisi kanan. Orang kanan yg menerima pemberian orang kiri pun merasa senang sekali dan berpesta pora. Kiri : “Oi, kanan gimana makanan, bensin dan mobil yang ku kasih?” Kanan : “Makasih ya, berkat pemberianmu kami berpesta pora. Tapi, emangnya kamu ada ngasih mobil?” Org kiri pun bingung dan tersadar. Kiri : “Bodo banget si luu, nyangkut tuh cepetan ambill.” Orang kanan menuju pun menuju tali

berlebihan yang penting halal dan tayyib (baik). Ketiga, cukup istirahat, cepat tidur dan cepat bangun, jangan tidur setelah mak an, hind aril ah k aren a lemak berbahaya. Keempat, kebersihan itu penting, perhatikanlah. Kelima, olah raga yang teratur. Keenam, mengelola emosi, pikiran dan hati dengan shalat agar terjalin hubungan yang sangat erat untuk dekat kepada Allah Swt. Ketujuh , s haum (pu asa) sun at misalnya Senin, Kamis, ayyamul bith, shaum Daud, shaum enam hari di bulan Syawal, dsb yang terbukti kebenaran manfaatnya. Nah, itu dia. Hiduplah dengan pola seperti di atas.   Ratna Dewi ,dari berbagai sumber

SENYUM penyebrangan Kanan : “Sori deh, namanya nyangkut ya kita orang gak sadar, Thanks ye” Kiri : “Yoa, Bensinnya udah nyampe kan?” Kanan : “oh, tenang ja. Dah nyampe dari tdi kok.... Ni lagi pesta sama makanan yang kamu kasih, gila pada mabuk ni orang” Kiri : “woi, kanan, klian boleh melarat tapi jangan begok dong.... Tu bensin buat mobil !!” Orang kanan kemudian mikir sambil ngangguk Kanan : “oooooohhh, gitu?? Ternyata mobilnya mau ikutan mabuuuk sama kita-kita disini”. net

Fikiran negatif pengaruhi kesehatan Yan g satu in i ne h, selalu mengganggu kita. Yah, apa lagi kalau bukan berfikiran negatif. Hampir semua orang dan setiap hari selalu berfikiran neg atif, ap a lagi ketika dih adap kan dengan suatu masalah. Waduhh, bisabisa bunuh diri, apa lagi masalah dengan si do’i. fikiran negatif disini gak ada kaitannya dengan itu loh (honey moon). Upss.. Jangan berfikir negatif ya? Buk an b egitu, kebany akan rem aja sekarang ketika mendengar kata negatif perginya langsung ke sono.. tapi fikiran negatif ini menjadi salah satu dari sifat manu sia, b ahkan sampai mendarah daging loh... pernah kita merasa marah, men galami s tres , merasa khawati r, mud ah tersin ggun g, m erasa tak ut, kebingung-an,tidak sabar, ya macammacam lah yang bikin kita tak nyaman tentunya. Jelas don k kita ga k ny aman di buatnya, ternyata semua itu ada pen garu hnya den gan kesehatan. Menurut Dr. Masaru Emoto San dalam bukunya “ Efek Kesehatan dari Fikiran Neg atif “ bahwa hal- hal seperti itu ter nyata ad a pen garu hnya den gan kesehatan. Pertama, Jika sering membiarkan diri kita stres, maka kita akan mengalami gangguan pencernaan. Kedua, Jika sering khawatir, kita bisa terkena sakit pung-gung. Ketiga, Jika mudah tersing-gung, maka kita akan terkena insomnia (susah tidur ). Keempat, jika sering kebingungan, akan terken a sakit tulang b elak ang bagian bawah. Kelima, jika sering membiarkan rasa

takut yang berlebih, akan mudah terkena penyakit ginjal. Kee nam, jik a su ka c emas , ak an diikuti sakit dyspepsia ( sulit mencerna ). Ketujuh, jika suka marah, bisa sakit hepatitis. Kedelapan, jika sering apatis (acuh) terhadap lingkungan, bisa menyebabkan vitalis lemah. Kesembilan, Jika sering tidak sabar, bisa mengakibatkan diabetes( sakit gula ). Ke sepu luh, Jik a sering mer asa kesepi an, bisa mengakibatkan sakit demensia senelis ( memori dan kontrol fungsi tubuh berkurang ) Kesebelas, Jika sering bersedih, bisa menderita leukimia. Masya Allah,, ternyata pikiran negatif sangat berpe-ngaruh dengan kesehatan tubuh kita guys. Coba kita renungkan, seandai nya semu a or ang berfikir an negatif apa jadinya? tak terbayangkan oleh kita. Maka dari itu guys kita harus meminimalisir bahkan kalau bisa kita hilangkan itu semua dari diri kita. Tapi tenang guys, jangan khawatir karena khawatir bisa membuat kita sakit punggung. Tenang... tenang.... ini dia nih solusinya... gini guys untuk menghindari itu semua, kita harus bisa mengontrol emosional kita. Mudah kok, pertama kita harus membuat hati kita selalu gembira, selalu positive thinking dan yang paling penting selalu mendekatkan diri dengan sang khalik. Ini adalah obat yang paling mujarab, di jamin deh top cer... selamat mencoba .Vika ,dari berbagai sumber


FOTOGRAFI

Edisi: 81/ Rajab 1433 H/ Mei 2012 Foto: Jimmi AKL

AKLaMASI 16

Foto: Jimmi AKL

Jangan Sekedar Kuliah! Kuliah, kantin, kumpul. Sekedar ngobrol, bercanda, dan melepas lapar dan dahaga. Sepintas itu nampak aktifitas mahasiswa di kampus disela-sela padatnya jadwal kuliah. Lepas kuliah, mahasiswa nyantai, habiskan waktu senggang. Kadang tak ada yang istimewa di kampus, tapi banyak yang luarbiasa. Waktu istirahat, mahasiswa juga banyak gosipin siapa yang terlintas di benak mereka. Artis, dosen, sampai kawan sendiri. Sebenarnya banyak yang bisa dilakukan di kampus. Tak hanya kuliah. Kampus juga tempat mengasah bakat, kreatifitas dan kemampuan. Namun, sayang, sebagian mahasiswa beranggapan kampus hanya tempat menimba ilmu teoritis. Jadi, aktifitas mereka ada juga, Kuliah, kantin, kos. Tak lebih.

Foto: Tahnia AKL

Foto: Mimi AKL

Foto: Jimmi AKL

Foto: Putri AKL


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Tabloid AKLaMASI Edisi 81 by Media Mahasiswa AKLaMASI Universitas Islam Riau - Issuu