Page 1

CMYK

Tabloid Mahasiswa Edisi: 77/ Jumadil Akhir 1432 H/ Mei 2011

ď † www.aklamasi.com

Edisi: 77 / Jumadil Akhir 1432 H/ Mei 2011 + Suplemen TOGA

alih fungsi

PRO A R T KON

LAHAN PERCOBAAN


2

TERAS2

EDITORIAL KEBUNKU PENUH PANAH Pembangunan lahan panahan disekitar lahan pertanian sebagai praktek dari mahasiswa pertanian terpaksa digusur demi kepentingan PON ke 18 yang akan dilaksanakan tahun 2012 mendatang. Sayang sekali bila lahan pertanian yang menguntungkan berbagai pihak baik mahasiswa dan masyarakat disekitar lahan yang bisa menikmati hasil dari praktek mahasiswa Faperta ini harus digusur dengan alasan yang kurang signifikan. Polemik dari penggusuran lahan pertanian menjadikan mahasiswa Faperta panas menyikapi kondisi bahwa lahan pertanian sebagai praktek pertanian akan disulap menjadi area panahan, namun tidak dapat menyikapi lebih lanjut karena keputusan telah dibuat dari pihak rektorat. Ya sudahlah… mau diapakan lagi, penggusuran juga telah diputuskan dan pengukuran tanah untuk area panahan juga telah dilaksanakan. Mau tidak mau, suka atau tidak suka lahan pertanian tetap akan alih fungsikan.***

FAKULTAS TAK DILIBATKAN LAHAN PERTANIAN DIGUSUR PENGUKURAN LAPANGAN PANAHAN ‘kemana ya... pindahnya?’ ‘ko’ yang punya lahan kebobolan?’ DEMO MENGENAI HUTAN TANAMAN KUALITASI AKREDITASI BAIK INDUSTRI ‘alumninya d ijamin kerja nggak ya?’ ‘sudah selesai kasusnya belum?’ MENGINGAT SEJARAH MAKAM MENGINGAT SEJARAH MAKAM PAHLAWAN KERJA PAHLAWAN ‘adakah yang KERJA masih ingat sejarah?’ ‘adakah yang masih ingat sejarah?’

Tabloid Mahasiswa

 www.aklamasi.com

Edisi: 77/ Jumadil Akhir 1432 H/ Mei 2011

 Dari red aksi

Berjuang Sampaikan Kebenaran Assalamualaikum wr.wb Salam Pers Mahasiswa Rasa syukur yang hinggap dari kru dibalik redaksi menjadikan tabloid edisi 77 ini dapat hadir ditangan pembaca walupun dengan keterbatasan waktu dan tenaga untuk melahirkan tabloid yang berkualitas dan handal sehingga kedepannya dapat bermanfaat dan berguna bagi pembaca. “Berjuang sampaikan kebenaran” adalah sebuah kalimat yang takzim diucapkan bagi kru AKLaMASI untuk terus berjuang mencari dan memperoleh informasi demi sampaikan kebenaran berdasarkan fakta dan kenyataan. Keinginan untuk berjuang sampaikan kebenaran telah mendarah daging bagi kru AKLaMASI untuk terus bangkit walaupun terdapat halangan dan rintangan yang dihadapi. Perjuangan ini dapat dilihat dari laporan utama yang mengangkat kasus penggusuran lahan pertanian yang dialih fungsikan sebagai lapangan panahan dan laporan khusus berisi memperjuangkan HTI Kabupaten Meranti dengan

menghadirkan fakta yang terlihat dari perjuangan beberapa masyarakat yang tergerak untuk mempertahankan hutan tanaman industri yang direbut oleh perusahaan–perusahaan kertas. Pada tanggal 17 Mei lalu, kru ngadain jalan-jalan ke siak dalam rangka diskusi dengan Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) di Siak serta mengujungi Istana Siak sekalian untuk melepas ketegangan dari tuntutan deadline. Dan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap Sabtu sore, seperti diskusi, pengajian, gotong

royong dan outbond. Pada April lalu, Alhamdulillah AKLaMASI taja Diklat Jurnalistik Tingkat Dasar (DJTD) ke-12 yang melahirkan 16 kru magang untuk ditempa menjadi kru AKLaMASI penerus berikutnya. Semoga AKLaMASI dapat eksis dimasa selanjutnya dan tetap terus berjuang demi sampaikan kebenaran yang dapat menambah eksistensi AKLaMASI. Amin. Wassalamualaikum wr,wb

Tempat Pembayaran, Sabtu Tutup?

Peraturan Kampus, Sebatas Simbol

Budaya Cinta Al Qur’an

Terimakasih kepada AKLaMASI telah memuat surat saya ini. saya mau bertanya pada pihak kampus, kenapa tempat pembayaran (Bank Unisritama, Bank Mandiri) di UIR ini hari sabtu libur, padahal kan banyak yang mau bayar.

Kampus UIR adalah area bebas rokok. Tapi kenyataanya masih banyak yang mer okok . Li hat saja ditoilet -toi let mahasiswa, puntung rokok berserakan. Sampah juga banyak menghiasi areal kampus. Peraturan lalu lintas yang dia baik an. K iner ja pelaya nan administrasi yang kurang memuaskan. Semoga aplikasi peraturan terwujud sesegera mungkin.

Mahasis wa dan dosen seb aiknya menumbuhkan budaya cinta Al Quran, bukankah UIR itu universitas Islam? Sudah sepatutnya jika islam menjadi pri orit as ut ama. Pak aian musl im, benar-benar diterapkan. Jangan bolong sana bolong sini, dibiarkan begitu saja. Hingga mengurangi citra baik UIR.

Khoirun Nafisah, Mahasiswa FKIP

Mahasiswa FKIP

Ramdan Sulaiman, Mahasiswa Fa. Teknik

SPP Mahal! SPP yang masih tergolong tinggi atau ter kesa n mahal s erta memb erat kan ma hasi swa yang kemampuan ekonomi nya r ata- rata bera da pada tingkat menengah kebawah. Tidakkah ada penurunan uang SPP? Dwiyarmalinda, Mahasiswa FKIP

Foto: Dok. AKL

Agus Solehudin,

Kirimkan kritikan, saran, masukan, jawaban, kalrifikasi, maupun aspirasi yang menjunjung idealis mahasiswa berasaskan kebenaran terkait kampus ini ke redaksi AKLaMASI via e-mail; aklamasiuir@gmail.com, atau inbox fb: Aklamasi Uir dan pesan singkat ke 081959376662 (Ketik SP#Pesan#Nama#Fakultas)

SURAT KEPUTUSAN REKTOR No. 365/TAHUN 1993 ISSN: 0853-8883 Pelindung: Prof Dr Detri Karya SE MA. Penasehat: Ir T Iskandar Johan MSi Dewan Pertimbangan: Zainul Ikhwan SP, M Sabarudi ST, Drs Supriyadi MPd, M Badri SP, Hasbullah Zaini SH, Sobirin Zaini SPi, Husnu Abadi SH MHum, Wahyu Awaluddin SH Dewan Redaksi: Muhtarom, Julisman, Edi Efendi SSos, Navolino, Desi Sommalia Gustina SH, Riyan Irawan Pemimpin Umum: Puput Jumantirawan Sekretaris Umum: Piki Sutikno Bendahara Umum: Iis Setiowati Pemimpin Redaksi: Abdul Hamid Nasution Redaktur Pelaksana: Erlindawati Redaktur: M Asqalani, Evi Winda Sari, Ira Stefanie, Nurfitri Koordinator Magang: Iis Setiowati Lay out / Desain / Fotografer: Danik Agustiana Reporter: Seluruh Pengurus dan Kru Magang Pemimpin Usaha: M Rafiqi Divisi Litbang: Rio Hendri, M Himsar Divisi Sirkulasi: Yenni Sarinah Judul: Pro Kontra Alih Fungsi Lahan Percobaan Sumber: Dok. AKLaMASI Grafis/ Ide Cover: Barry Eko Lesmana Tata Letak isi: Julisman

Penerbit: Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) AKLaMASI Universitas Islam Riau. Alamat: Gedung PKM UIR Lt.I Jl Kaharuddin Nst. Km 11 No 113 Kampus Darussalam Marpoyan Pekanbaru-Riau 28284. Email: aklamasiuir@gmail.com Website: www.aklamasi.com Group fb: LPM AKLaMASI Universitas Islam Riau Percetakan: PT Riau Grafindo Pekanbaru (Isi di luar tanggung jawab percetakan).


Tabloid Mahasiswa Edisi: 77/ Jumadil Akhir 1432 H/ Mei 2011

www.aklamasi.com

MUNAWWAROH

3

Basmallah Dasar Motivasi Belajar Oleh: Dr Saproni M Samin MEd Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Basmallah merupaka n ungka pan ka limat Bi smi llahirr ahmani rahi m, art iny a “Deng an menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang”. Jika ditinjau susunan kalimat basmalah, maka akan ditemukan bahwa basmallah merupakan ungkapan yang belum mempunyai arti sempurna, dan itulah yang di sampaikan Ash-Shobuni dalam bukunya ‘Tafsirul Ayatil Ahkam’. Ibarat seseorang mengatakan, “Dengan tangan kanan yang bersih”. Perkataan tersebut belumlah mempunyai makna sempurna, kecuali ditambahkan sesuat u y ang bis a meny empurna kan art i. Contohnya, saya makan dengan tangan kanan yang bersih. Jadi, jika kemudian seseorang mengatakan dengan nama Allah, kemudian timbul sebuah pertanyaan, ada apa dengan nama Allah?. Dari sinilah bisa dipahami, kenapa Rasulullah bersabda, artinya: Segala sesuatu yang baik jika tidak diawali dengan basmallah, maka ia terputus dari kebaikan (HR An-nasa’i, Ibnu Majah dan Daruqutni). Maksudnya, meskipun basmalah bukan sebuah ungkapan yang sempurna maknanya, namun segala sesuatu tidak akan sempurna manakala tidak dibarengi dengan basmalah. Jika ditinjau dari sisi lain, ini menunjukan tentang orientasi kerja seorang muslim, bahwa orientasi kerja selalu dibangun di atas nama Allah SWT. Misalnya, ketika seorang muslim makan, ia merasa bahwa yang dimakannya adalah nikmat yang Allah berikan yang harus dinikmati dan kemudian disyukuri. Membaca Dengan Nama Allah Contoh lainnya ketika Allah menurunkan surat Al Alaq, artinya: “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan.” (QS Al Alaq:1) Da lam aya t i ni Alla h memerint ahk an Muhammad SAW untuk membaca deng an menyebut nama Allah. Kaitannya dengan hal ini, dalam masalah disiplin keilmuan, Islam sangatlah luas dan tidak bertentangan dengan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan yang berkembang, namun sekali lagi bahwa Islam mempunyai dasar pandang tauhid yang jelas, dimana interaksi ma nus ia deng an sel uruh di siplin kei lmuan diorientasikan agar lebih mengenal kekuasaan Allah dan menjadikan mereka takut kepada-Nya. Hal yang memb edaka n ant ara pandangan ta uhi d denga n pandanga n s ekular isme pa da orientasi, dimana dalam pandangan sekularisme disiplin keilmuan terputus dari orientasi mengenal Sang Maha Pencipta. Sedangkan dalam Islam

Segala sesuatu yang baik jika tidak diawali dengan basmallah, maka ia terputus dari kebaikan. (HR An Nasa’i, Ibnu Majah dan Daruqutni) tidaklah demikian, semakin tinggi keilmuan seseorang dan penguasaannya dalam berbagai disiplin ilmu, seharusnya berbanding lurus dengan kearifan dan ketakwaannya kepada Allah. Padahal dengan jelas dalam ayat pertama turun kepada Nabi Muhammad SAW. Adalah perintah membaca yang diorientasikan pada nama Allah. “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan.” (QS Al Alaq:1) Secara umum bahwa tujuan pendidikan dalam Islam adalah menjadikan manusia sebagai hamba Allah yang mampu mengeksplorasi ayat-ayat Allah yang ada didalam wahyu, alam sekitar maupun dalam diri manusia, semata-mata untuk kepentingan manusia itu sendiri dalam meraih kesuksesan di dunia dan akhirat. Karena memang Allah telah menundukkan segala sesuatu yang ada di langit dan bumi untuk kepentingan manusia. “Dan Dia telah menundukkan untukmu apa yang di langit dan apa yang di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir.”(QS. Al Jatsiyah:13) “Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.”(QS.Al Fathir:28) Dalam pemahaman ajaran Islam, Ilmu adalah milik Allah, ialah yang maha mengetahui terhadap segala sesuatu, sedangkan ilmu itu sendiri adalah sifat Allah yang telah difitrahkan ke dalam fitrah manusia, namun meski demikian, seluas apapun pengetahuan manusia dan sedalam apapun pemahaman terhadap sesuatu, itu ti dak lah mel ebi hi sat u tetes ai r s amudera ji ka dibandingkan dengan ilmu Allah. “Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhank u, mes kipun K ami dat ang kan tambahan sebanyak itu (pula).” (QS Al Kahfi:109) Jika seseorang memahami hakikat ini, sungguh

tidaklah ada alasan baginya untuk menyombongkan diri atau lupa terhadap Dzat Yang Maha Mengetahui, oleh karena itu kebenaran orientasi seseorang dalam mendalami ilmu sangat berbanding lurus dengan tingkat ketakwaannya kepada Allah. Bukan malah sebaliknya, semakin tinggi keilmuan semakin ia lupa kepada Allah dan bahkan lebih fatalnya lagi menuhankan ilmu pengetahuan itu sendiri. “Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara ha mba -hamba- Nya , ha nya lah ula ma Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (QS Fathir : 28) Kata ‘ulama’ dalam ayat di atas bukanlah sekedar berarti ulama yang di pahami masyarakat Indonesia. Yaitu ahli agama atau yang berperforma ustadz, tuan guru, kyai atau sebutan-sebutan lainnya. Namun kalau kita baca lebih jauh lagi tentang konteks ayat tersebut, Al lah berbicara tenta ng fenomenafenomena alam, mari kita simak ayat-ayat berikut ini : “Tidakkah kamu melihat bahwasanya Allah menurunkan hujan dari langit lalu Kami hasilkan dengan hujan itu buah-buahan yang beraneka macam jenisnya. dan di antara gunung-gunung itu ada garis-garis putih dan merah yang beraneka macam warnanya dan ada (pula) yang hitam pekat. dan demikian (pula) di antara manusia, binatangbinatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba - ha mba -N y a, ha ny al a h ula ma . Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (QS Al Fathir : 27-28) F enomena -f enomena Al am ya ng Al la h bicarakan dalam ayat di atas. Pertama, Turunnya Hujan dari langit. Kedua, Buah-buahan yang beraneka ragam. Ketiga, gunung dan hal-hal yang terkait dengannya. Keempat, manusia. Kelima, binatang-binatang melata. Keenam, binatangbinatang ternak. Ketujuh, keanekaragaman warna dan jenis. Masih banyak lagi macam-macam ilmu yang diisyaratkan Al Quran, dan semuanya haruslah menjadikan orang yang mendalaminya sampai pada satu kesimpulan, sebagaimana firman Allah, maksudnya, “(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan b er ba r ing dan mereka memik ir k an t ent ang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan Kami, Tiadalah Engkau menciptakan ini denga n s ia - si a, Ma ha s uci Engk au, Mak a peliharalah Kami dari siksa neraka”. (QS Ali Imron : 191).***

Bagi pembaca yang ingin mengirimkan tulisan anda seputar kajian Islam untuk Munawwaroh dapat menulis dengan ketentuan 1.5 hal spasi 1, dan Kajian Islam Kampus 1 hal spasi 1, via email: aklamasiuir@gmail.com


4 LAPORAN

UTAMA

Tabloid Mahasiswa

 www.aklamasi.com

Edisi: 77/ Jumadil Akhir 1432 H/ Mei 2011

Pro Kontra

Alih Fungsi Lahan Percobaan Oleh: Puput Jumantirawan Surat Rektor Universitas Islam Riau (UIR) kepada Ketua Umum Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) Riau nomor 3183/AUIR/1-2010 perihal pembangunan lapangan panahan UIR bantuan Pememerintah Provinsi (Pemprov) Riau tertanggal 29 Juni 2010 sebutkan dalam rangka menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) ke 18 tahun 2012 Pemprov Riau menyiapkan pembangunan sarana dan prasarana yang mendukung, ada 11 bantuan diberikan kepada UIR. Bangunan Rumah Susun Mahasiswa (Rusunawa) , stadion mini, Gelanggang olahraga, laboratorium teknik perminyakan, sarana prasarana Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, renovasi perluasan gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM), rencana bantuan aspal hotmik jalan lingkungan kampus UIR, rencana bantuan gedung rektorat, rencana bantuan gedung Program Pasca Sarjana (PPS) UIR, rencan bantuan transportasi bus kampus, dan rencana pembangunan lapangan panahan. Bantuan yang sudah terealisasi adalah pembangunan Rusunawa, Stadion Mini, Gelanggang Olahraga dan gedung PPS UIR. Dalam surat itu disebut bahwa Lapangan Panahan akan dibangun pada sebagian tanah kebun percobaan Fakultas Pertanian (Faperta), sebelah timur berbatasan dengan perumahan Dosen Karyawan dan Guru (Dokagu) termasuk sebagian kecil kebun percobaan. Rektor men awarkan kepada pihak Fakultas Pertanian (Faperta) untuk mengganti tanah kebun yang terpakai dengan memanfaatkan tanah YLPI di jalan Teropong seluas 2 hektar. Kebun percobaan yang akan

digunakan untuk membangun lapangan panahan terletak di ujung areal kampus sisi kiri arah menuju perumahan Dokagu, perumahan yang disiapkan oleh YLPI untuk dosen, karyawan dan guru YLPI. Disamping gerbang berbatasan dengan perumahan Dokagu ditanami plasmanutfah atau tanaman langka seperti Kapulasan, Rambai ada juga Duku. Ditepi jalan ada Nursery perangkat pertanian menyerupai atap kelambu, berfungsi untuk mengontrol panas dan curah hujan menjaga kelembaban difungsikan untuk pembibitan. Nursery ini bantuan PT. Arara Abadi akhir 2010. Dibawah Nursery ada sederet jenis bibit durian Bakul, Tembaga dan Montong hasil praktek mahasiswa bersama praktisi pembibitan dari Kampar. Sukun, Mangga, Jambu Citra, Jambu Biji, Nangka Mini, Nangka Hutan, Alpukat, Sirsak, Buah Naga, ada juga bibit tanaman langka Tampui,Barangan,Lengkeng, Mentega, Kapulasan serta Matoa. Disudut yang lain ada juga tanaman hias Cemara, Bunga Soka, dan Bunga Pucuk Merah. Puluhan pot berisi tanaman Anggrek bertengger di atas meja kayu. Anggrek ini adalah objek penelitian Sriwahyuni Novitasari mahasiswa Faperta tentang pengaruh pemberian pupuk Growmore dan Dekamon 22, 43 L terhadap pertumbuhan anggrek Denrobium . Disamping kiri Nursery mahasiswa tanami Kacang Hijau. Tidak jauh dari tanaman kacang hijau berdiri gedung pengomposan. Mesin pengomposan bantuan dari Pemerintah Kota Pekanbaru. Dibelakang gedung pengomposan terhampar tanaman Buah Naga juga Jambu Citra. Menjorok kedalam terdapat hamparan pohon Akasia seluas 80x100 Meter. “Hanya inilah lahan yang belum digunakan,” Kata kepala kebun pertanian Joni Syafrinaldi. Joni, sudah sebelas tahun bekerja

Foto: Puput/AKL

dikebun dan sepuluh tahun tinggal dirumah yang juga berada di Areal kebun percobaan. “Saya bekerja disini sudah sebelas tahun, satu tahun setelah saya bekerja rumah ini dibuat, saya langsung tinggal dirumah ini,” katanya. Kata Joni, setiap hari ada mahasiswa yang praktek, kalau hari Sabtu full praktek, tidak ada teori, hari yang lain biasanya praktek pukul 16.30 sampai 18.00. “Lahan pertanian ini sangat penting bagi mahasiswa, satu mata kuliah 3 SKS, untuk praktek 1 SKS. Kalau mau dibangun fasilitas PON kemana kita mau peraktek?,” lanjut Joni. “Sekarang mahasiswa bisa praktek dengan ukuran lahan dua kali dua belas meter perorang, tapi kalau terus digunakan untuk keperluan lain bisa-bisa mahasiswa praktek dilahan satu kali satu meter,” kata Joni sambil tertawa. Lahan yang akan dipergunakan itu sudah dua kali diukur, perkiraan AKLaMASI pengukuran pertama lahan itu akan difungsikan seluas 1500 meter. Pengukuran kedua seluas 500 meter. Namun pengukuran ini tanpa melibatkan pihak Faperta. “Tanahnya sudah dua kali diukur,

tapi kami tidak dilibatkan,” ambah Joni. Senada dengan itu Dekan Fakultas Pertanian Ir Rorsyadi MP saat ditemui diruangannya pada Kamis 19 Mei menyebutkan pihak fakultas belum pernah dilibatkan mengukur luas lahan yang akan digunakan. “Kita belum pernah diajak untuk meletakkan patok pembangunan area panahan,” katanya. “Walaupun fakultas dibawah UIR, tapi sebaiknya kita dilibatkan agar menemukan solusi sampai dimana jaraknya,” tambahnya. “Karena sudah dipatok dan ada perjanjian, ya saya terima aja lagi,” jelasnya. “Kabarnya sekitar 150 meter dari gerbang, kalau saya menduga rumah kompos dan garasi traktor kena, itu perkiraan saya,” terangnya. Sebagai konsekuensi lanjutnya, rumah dan taman koleksi habis, ada Buah Naga, Nangka Mini dan Jambu Citra.” Nah, bagaimana caranya agar tanaman ini selamat, saya berencana memindahkan didekat garasi mobil UIR, ada tanah kosong disana kita ambil


Tabloid Mahasiswa Edisi: 77/ Jumadil Akhir 1432 H/ Mei 2011

sampai kebun. Sedangkan yang dikebun karet kita tata ulang,” jelasnya. “Meskipun tidak ada yang setuju disini, tapi tolong selamatkan kami.” katanya. “Kalau saya prinsipnya jangan ada yang dimusnahkan,” tambahnya. *** Senin, 23 Mei pukul 16.20 dua belas mahasiswa perwakilan Himpunan Mahasiswa se-Faperta berkumpul di ruangan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Faperta. Mereka diskusikan rencana pembangunan lapangan panahan. “Saya dengar ada lahan disiapkan di Jalan Teropong untuk pengganti lahan peraktek,” kata Perwira Ketua BEM Faperta. “Lalu sikap BEM bagaimana?,” Tanya Kiki Bareta Ketua Himpunan Mahasiswa Agribisnis (Himagris) “Tidak setuju,” jawab Mulyadi Sekretaris BEM Faperta. Forum itu sepakat menolak pembangunan lapangan panahan diatas lahan kebun percobaan Faperta meskipun hanya sebagian. “Kalau dibangun disitu otomatis lahan penelitian kami berkurang,” kata Perwira. “Kalau begitu saya usul kita bentuk tim untuk mencari fakta,” usul Nurwansyah peserta diskusi. Sore itu forum sepakat bentuk tim pencari fakta, Perwira ditunjuk sebagai ketua tim, Himagris mencari informasi dari dekan. Himpunan Mahasiswa Agroteknologi (Himagron) ke Rektorat, Ikatan Mahasiswa Pecinta Alam (Impal) Pandawaseta ke YLPI Riau. Sementara Himpunan Mahasiswa Perikanan (Himapikan) dan Himpunan

 www.aklamasi.com Mahasiswa Olahraga dan Seni (Himarosi) tidak hadir. Jum’at, 27 Mei disepakati tim akan melaporkan hasil temuannya di aula Faperta. “Jam tiga kita berkumpul,” Kata Perwira.Pada waktu yang disepepakati, ditunggu sampai pukul 16.30, yang datang hanya Himagris dan Impal Pandawaseta. Akhirnya mereka tak jadi berkumpul . **** Pukul 16.00, 25 Mei sekitar 20 mahasiswa semester enam jurusan Agroteknologi lokal B laksanakan praktek pembuatan Pestisida Hayati untuk mata kuliah Aplikasi Pestisida di lahan percobaan depan gedung pengomposan. Piki Sutikno salah seorang mahasiswa yang sedang praktek, sibuk merajang 1 Kilogram daun pepaya. Mahasiswa lain sibuk mempersiapkan perlengkapan 10 Liter air, 2 sendok makan minyak tanah, 2 gram detergen. Riki mahasiswa yang juga sedang praktek itu mencampur semua bahan baku dalam ember besar. “Campuran ini disimpan selama satu hari satu malam,” kata Piki Sutikno. “Kalau dibangun lapangan panahan disini susahlah penelitian kami,” kata Nasri mahasiswa Agroteknologi disela praktek pembuatan Pestisida Hayati tersebut. Sri Mulyani mahasiswa Agroteknologi semester empat ditempat terpisah berpendapat pembangunan itu tidak masalah . “Ya bagus karena lahan itu tidak digunakan mahasiswa, lagi pula kalo pun mau di tentang itukan sudah kebijakan dari atas.” Katanya. “Ya kalo lahannya itu produktif kami tidak setuju untuk dibangun lapangan tembak tapi kalo lahan itu tidak digunakan sama sekali ya silahkan, asal dengan cara dan prosedur yang benar.” Kata Arga

LAPORAN UTAMA 5 Yudha mahasiswa Agribisnis semester dua. Suratmin mahasiswa Agroteknologi semester enam menilai pembangunan itu banyak merugikan mahasiswa. “Pembangunan itu tidak bagus karena kerugian banyak ditanggung oleh mahasiswa jika lahan praktek dipindahkan, tidak efisien karena mengingat PON hanya berlangsung dua bulan tapi mahasiswa akan mengunakan lahan tersebut selama bertahun-tahun.” Katanya. “Tidak tahu juga tentang masalah itu, tapi kalau misalnya terealisasi tidak masalah karena kalo kita lihat kedepan lapangan itu juga bisa digunakan untuk pelatihan atlit panahan Riau.” Kata Reza Zamzami mahasiswa Agribisnis semester dua. Diruangannya lantai empat gedung rektorat ketika sedang sibuk menandatangani berkas dan sertifikat Rektor UIR Prof DR Detri Karya sebutkan alasan membangun lapangan panahan di sekitar kebun pertanian karena tidak ada lahan kosong lagi selain disitu. “Lagi pula tanaman disitukan bisa dipindahkan, ini juga lahan bersama,” katanya. “Saya jawabnya sambil kerja ya,” katanya sambil menandatangani sertifikat untuk mahasiswa Fakultas Agama Islam. Pembangunan gedung panahan akan dilaksanakan tahun ini. “Kapan pastinya tergantung Pemda, mereka yang punya uang,” jelasnya. Menurut Detri kalau kita tolak entah kapan lagi bisa membangun fasilitas seperti itu. Terkait dengan luas lahan yang akan digunakan Pembantu Rektor IV Drs Abdullah Sulaiman MHum bilang lahan yang akan digunakan 150 meter melebar, 200 meter memanjang. ”Sudah diukur rumah kompos dan Nursery itu tidak kena, mungkin tanaman Buah Naga terkena sedikit,” jelasnya. Kata Abdullah pihak universitas hanya sediakan lahan, urusan tender dan sebagainya urusan Pemprov Riau. “Banyak orang bilang untuk apa fasilitas PON diterima, itu pikiran sempit,” jelasnya. Setelah perhelatan PON selesai, selanjutnya bangunan ini diserahkan kepada UIR, jadi semua bisa memanfaatkan. “Secara praktis Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) bisa memanfaatkan fasilitas ini,” paparnya. Belajar dari pelaksanaan PON di Kalimantan, lanjutnya banyak fasilitas PON dibangun di luar, ternyata banyak yang mubazir.

“Makanya Riau membangun di areal kampus agar setelah PON ada yang memelihara,” jelasnya. “Didalam pembangunan ada pro kontra itu biasa.” Tutup Abdullah. Ketua Umum YLPI Riau, Drs Mukhtaruddin S jelaskan bahwa segala pembangunan, YLPI yang memutuskan boleh atau tidak. “Pada prinsipnya selama tidak mengganggu kegiatan universitas dan YLPI, baik lokasi maupun pemanfaatannya , boleh saja,” katanya. Persoalan kenapa dibangun di sekitar lahan pertanian, Drs Mukhtaruddin S bilang karena disana masih lapang. “Setelah PON selesai fasilitas itu akan kita manfaatkan, bukan hanya FKIP saja, mahasiswa lain juga bisa manfaatkan,” katanya “Kita akan pindahkan lahan praktek ke Jalan Teropong tapi bertahap. Ada dua hektar tanah kita disana,” kata Mukhtaruddin. Lanjutnya di sana juga sudah ada sungai yang bisa dimanfaatkan untuk peraktek perikanan .Untuk menfasilitasi mobilitas mahasiswa ke Jalan Teropong kata Mukhtaruddin YLPI membantu penyediaan transportasi mahasiswa. “Transportasi mahasiswa nanti kita bantu, bus kampus kita kan ada.” Katanya. Terkait dengan rencana pemindahan lahan percobaan ke jalan Teropong Ir Rosyadi MP tidak setuju. “Walaupun bagaimana saya sebagai pimpinan tidak mau,” kata Rosyadi. “Tidak semudah itu menyuruh orang kesana apakah mereka punya kendaraan?, ” lanjutnya. Seyogyanya memang harus disini , tambahnya begitu mereka keluar kuliah mau praktek langsung kebelakang. Kalau yayasan mau kasih tanah silahkan sebagai tanah koleksi, tapi praktek mahasiswa tetap disini. “waktu sedikit bisa sampai. Kesana bolak-balik, pertama waktu kedua resiko kecelakaan, biaya, ” jelasnya. “Mobil yang sekarang mau pinjam untuk Takziah saja susah jadi pengalman kita belajar dari situ , kalau sebentar mungkin bisa tapi sebulan dua bulan nanti mulai, supir berulah uang rokok gak ada misalnya.” tambahnya.Lap. Oka


6

KOMENTAR MEREKA 1. Menurut saya, berhubung lahan tersebut belum juga dipakai, �boleh-boleh saja� tapi harus ada penunjang di sekitar. Contohnya sebahagian dijadikan taman. Gak boleh digusur. Tapi apapun tindakan penggusuran mengganti lahan tersebut kepada pihak tergusur bukan berapa orang tetapi Fasilitas Laboratorium Pratikum/sarana pendukung pembelajaran untuk Fakultas Pertanian. 2. Harapan kami tidak ada kelalaiankelalaian pembayaran Pembangunan lagi bagi calon mahasiswa yang akan datang. Segi positifnya kami ungkapkan dengan adanya pembangunan tersebut dapat memberikan/ akan meningkatkan solidaritas antar fakultas-fakultas yang ada di universitas kita ini (Universitas Islam Riau).

Tabloid Mahasiswa

ď † www.aklamasi.com

Edisi: 77/ Jumadil Akhir 1432 H/ Mei 2011

Berikut beberapa komentar yang ditanyakan AKLaMASI kepada mahasiswa Universitas Islam Riau, dengan pertanyaan: 1. Bagaimana pendapat Anda, tentang penggusuran lahan kebun percobaan yang dijadikan sebagai lapangan panahan? 2. Apa harapan Anda apabila pembangunan lapangan tersebut terlaksana?

SUNIPRANTO Mahasiswa Semester IV Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian

1. Menurut saya, penggusuran lahan kebun percobaan yang akan dijadikan sebagi lapangan panahan, mungkin sangat merugikan. Apalagi bagi Fakultas Pertanian, karena jika lahan tersebut digusur bagaimana nasib mahasiswa/i pertanian yang akan melakukan pratikum. Mereka tidak bisa lagi melakukan praktek dilahan tersebut. Selain sebagai tempat praktek, lahan kebun percobaan tersebut juga dijadikan tempat penelitian bagi mahasiswa/i yang hendak menyelesaikan skripsinya. Jadi, saya mohon agar pihak-pihak terkait juga memikirkan nasib mahasiswa/i fakultas pertanian disini. 2. Harapan saya adalah, jika pembangunan lapangan tersebut terlaksana, pihak universitas kampus juga harus membantu menyediakan tempat atau lahan baru untuk lahan percobaan fakultas pertanian. Agar proses pembelajaran mahasiswa/i dapat terlaksana dengan baik dan berjalan lancar. Sehingga semua dapat menikmatinya, tanpa ada kecemburuan, karena penggusuran tersebut. SUSSY TRESNA AYU FRHADINA Mahasiswa Semester IV Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian

IBNU RUSDI

Mahasiswa semester IV Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian. 1. Menurut saya, tentang masalah penggusuran tersebut.suatu rasa kecewa akibat lahan tersebut digusur. Soalnya di dalam tersebut tempat kami menjatuhkan keringat dan disitu juga tempat kami belajar bagaimana menjadi seorang petani yang sukses. Namun kalau demi untuk pembelajaran bersama mau gimana lagi, hanya itu lahan yang ada untuk dijadikan sebagai lapangan panahan di Universitas Islam Riau ini. Tapi saya berharap untuk kedepannya jangan mempersempit sarana Fakultas lain, sehingga berdampak yang negative suatu saat nanti (Nasib mahasiswa/i yang akan datang). 2. Harapannya, sama-sama saling menjalin silaturahmi sebagai mahasiswa/ I UIR dan tolong dijaga lapangan tersebut demi kebaikan bersama. Semoga menghasilkan mahasiswa yang berguna.

1. Menurut saya tidak semestinya lahan panahan dibangun di kebun percobaan Faperta, sedangkan lahan percobaan menurut saya belum memadai, masih banyak yang kurang. Seharusnya kami bisa melakukan kegiatan praktek di Fakultas sendiri, sekarang tidak bisa lagi. Seharusnya lahan pertanian yang diperluas. Biar kami bisa mengembangkan skill diluar jam praktek. 2. Ya kalau harapan saya bagus lah‌ tapi seharusnya tidak dilahan kebun percobaan, namun kalau kebijakan seperti itu gunakanlah sebagaimana mestinya dan harapan kami dapat lahan pengganti yang tidak jauh di Faperta. M. AGUS AMIN Mahasiswa Semester IV Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian


Tabloid Mahasiswa Edisi: 77/ Jumadil Akhir 1432 H/ Mei 2011

ď † www.aklamasi.com

DESRINA PUSPITA Mahasiswa semester IV Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian

1. Menurut saya tentang penggusuran lahan percobaan bagi saya dari Fakultas Pertanian sangat tidak baik karena merugikan b a g i mahasiswa Pertanian . mahasiswa pertanian terpaksa melakukan kebun percobaan ditempat lain. Untuk dijadikan lapangan panah mungkin bagus karena tempat lapangan yang dibangun sekarang dekat dengan kampus tetapi sebaiknya tidaklah menggusur lahan lahan kebun percobaan yang ada, melainkan membuat lapangan ditempat yang kosong misalnya, diluar kampus atau tempat yang lain. 2. Harapannya dapat digunakan sebagai mana mestinya.

KOMENTAR MEREKA PERWIRA Mahasiswa semester IV Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian

1. Di sini penggusuran lahan percobaan sangat merugikan mahasiswa dan dosen, karena dimana kami akan mengadakan peraktek dan penelitian. Apakah UIR siap menyediakan transportasi apabila lahan percobaan kami diganti ditempat yang telah ditentukan UIR. Kalau tidak siap janganlah di gusur pertanian. 2. Semoga bermanfaat lapangan tersebut terhadap mahasiswa yang aktif di UIR.

Berikut beberapa komentar yang ditanyakan AKLaMASI kepada mahasiswa Universitas Islam Riau, dengan pertanyaan: 1. Bagaimana pendapat Anda, tentang penggusuran lahan kebun percobaan yang dijadikan sebagai lapangan panahan? 2. Apa harapan Anda apabila pembangunan lapangan tersebut terlaksana?

1. Saya sangat tidak setuju. Jangan pernah gusur lahan yang ada di Pertanian. 2. Harapan saya apabila pembangunan lapangan tersebut terlaksana, saya doakan bangunannya runtuh. KOKO PRAYOGI Mahasiswa semester II Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian

1. Jika lahan kami di gusur, dimana lagi tempat penghijauan kampus pertanian kami 2. Harapan saya apabila pembangunan lapangan tersebut terlaksana, gunakanlah lapangan apabila terlaksana dengan sebaik mungkin. MULTI YANSI Mahasiswa semester IV Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian

7


8

Tabloid Mahasiswa

OPINI

ď † www.aklamasi.com

Edisi: 77/ Jumadil Akhir 1432 H/ Mei 2011

Konsep Autentifikasi Hotspot di Kampus UIR Kebutuhan informasi melalui internet dewasa ini digunakan sebagai media untuk memperoleh informasi secara cepat, mudah dan murah telah menjadi salah satu kebutuhan berbagai kalangan. Hal ini tampak dari jumlah pengguna internet yang semakin meningkat dari waktu ke waktu, baik untuk keperluan pendidikan, bisnis, ataupun sekedar keperluan komunikasi serta hiburan. Namun penggunaan internet sebagai media informasi saat ini masih dirasakan mahal apabila ditinjau secara e ko no mi s Hotspot, suatu area dimana terdapat Akses Point internet dengan menggunakan teknologi W ireless Fidelity (wi-fi) 802.11. Layanan internet hotspot dapat diakses dengan menggunakan laptop atau Pda secara wireless atau tanpa kabel (selama perangkat menggunakan koneksi wifi yang sesuai. W i-fi meru pakan sebutan untuk standar jaringan/ network tanpa kabel dengan menggunakan Frekuensi Radio yang sering dikenal dengan RF (Radio Frequency). Keuntungan terbesar dari W i-fi yaitu sangat p raktis, dimana komputer dapat terhubung ke jaringan tanpa membutuhkan kabel. Menggunakan Wi-fi untuk berinternet Saat ini, sudah banyak perangkat komputer yang memiliki fasilitas W iFi. Namun jika fasilitas W i-Fi belum tersedia pada perangkat yang dibeli, sangatlah mudah untuk menambahkan W i-Fi Card pada perangkat tersebut. Sebagai upaya untuk menyebarluaskan informasi kepada masyarakat agar masyarakat secara mandiri dapat lebih maju dalam berbagai hal, tentunya terobosan baru seperti wireless internet ini perlu mendapat perhatian dan dukungan khususnya dari kalangan perguruan tinggi dan pusat-pusat informasi (perpustakaan dll) sehingga seluruh masyarakat dapat menikmati informasi secara lebih ekono mis. Teknologi VPN VPN (V irtual Private Network) adalah suatu jaringan komunikasi yang dimiliki secara pribadi oleh suatu perusahaan/organisasi yang

Oleh: Apri Siswanto, S.Kom Dosen Teknik Perangkat Lunak Fakultas Teknik UIR

masih menggunakan medium internet untuk menghubungkan antara suatu lokasi ke lokasi yang lain secara aman. Biasanya Teknologi VPN digunakan untuk jaringan dedicated yang memerlukan tunneling dan enkri psi. Implementasi VP N pada teknologi HotSpot dirasa kurang tepat, karena pada akses internet bukanlah suatu resource yang harus dilindungi secara keamanan data. Pada beberapa kampus seperti UGM dan ITB, penggunaan Teknologi VPN hanya digu nakan pada kasus tertentu, sebagai contoh mahasiswa yang berada di luar kampus ingin mengakses resource yang ada di dalam kampus dengan jalur private, seolah-olah berada dalam Jaringan lokal (LAN) kampus, maka digunakan teknologi VPN sebagai me dia koneksi yang aman agar pihak luar jaringan tidak dapat mengakses resource yang ada di dalam kampus tersebut. Teknologi VP N juga digunakan untuk akses antar bank dengan menggunakan jalur Internet, dengan VPN koneksi bank seolah-olah berada dalam satu group LAN, walaupun menggunkan jalur Public/Internet. Keamanan Berinternet pada Hotspot Area Konsep hotspot publik, merupakan suatu layanan internet bagi user yang dapat diakses tanpa m e l i h a t peralatan yang d i gu n a k a n , HotSpot saat ini harus dapat digunakan dengan media apapun, tidak hanya komputer atau laptop tetapi H o t s p o t memu n gk i n k an diakses melalui H an d ph on e, P D A b a h k a n

Tab/Tablet (IPad). HotSpot merupakan layanan akses Internet menggunakan Wireless dengan autentifikasi maupun tanpa autentifikasi. Pada kasus HotSpot area dalam kampus. Autentifikasi dibutuhkan agar penggunaan Internet dapat di monitor oleh Administrator kampus, dan resource bandwidth ju ga dapat terjaga. Autentikasi hotspot dimaksudkan bahwa setiap orang yang ingin berasosiasi dengan sebuah hotspot harus mempunyai user account terlebih dahulu. Banyak Teknologi Autentifikasi yang dapat di terapkan pada hotspot public area, tentunya autentifikasi tersebut harus mudah digunakan oleh user yang ingin mengakses internet. Jika autentifikasi untuk mengakses internet saja dirasa cukup sulit, pastilah user akan merasa terganggu dan mencari alternatif lain untuk mengakses internet. Sebagai contoh di

kampus UIR, autentifikasi menggunakan teknologi VPN, setiap user yang ingin mengakses Internet diharus kan untuk setting VPN di laptopnya. Secara teknis penerapan VPN dirasa sangat menyulitkan pengguna, apalagi bagi pengguna awam yang selalu berganti-ganti koneksi, ini sangat menganggu. Seorang dosen atau mahasiswa UIR yang ingin menggunakan internet di kampus UIR harus konfigurasi VPN pada laptopnya, saat meningalkan kampus, dan menggunakan internet dial-up atau menggunakan modem, pengguna harus melepas kembali setting VPN yang sudah tertanam, agar dapat terkoneksi internet dengan menggunakan modem di rumahnya. Begitu juga halnya bagi pengguna yang berganti laptop dan mempunyai gadget (PDA/ SmartPhone) harus bolak balik ke BAIT untuk menanyakan konfigurasi VPN-nya. Pada akhirnya pengguna beralih untuk menggunakan modem sendiri karena VPN cukup menyulitkan untuk hanya sekedar mebuka email. Beberapa teknik autentifikasi pada hotspot banyak yang lebih memudahkan dan memanjakan pengguna tanpa melihat peralatan yang digunakan untuk akses internet. Diantara teknik autentifikasi yang sering digunakan berupa WebProxy, FreeRadius, ChilliSpot dan QoS sebagai limiter Bandwidth bagi tiap account. Teknik autentifikasi tersebut tanpa konfigurasi khusus pada laptop, cukup me mas ukk an username d a n password p a d a browser s a a t i n g i n mengakses int erne t. T e k n i k autentifikasi ini, cukup handal dan aman dari pengguna luar kampus, dan pengguna di dalam kampus pun cukup nyaman tanpa harus khawatir untuk berganti setting saat meninggalkan kampus.***


Tabloid Mahasiswa Edisi: 77/ Jumadil Akhir 1432 H/ Mei 2011

ď † www.aklamasi.com

T GA

9 17

Suplemen Khusus Edisi Wisuda Sarjana

i. n. d. e. k. s Fokus [halaman 12] Para pemuncak [halaman 14]

Ucapan-ucapan [halaman 15-16]

AKLaMASI/ EDISI: 77 [MEI 2011] HALAMAN 9

M.I.M.B.A.R

URGENSI AKREDITASI PROGRAM STUDI Kemajuan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni (IPTEKS) sangat dipengaruhi oleh perkembangan dan kinerja lembaga pendidikan terutama lembaga perguruan tinggi. Demikian pula kemajuan dan kinerja lembaga perguruan tinggi akan terukur dari sejauhmana sebuah per guruan t ingg i ma mpu melaksanakan fungsinya di bidang pendidi kan, penelit ian dan pengabdian kepada masyarakat (Tri Darma Perguruan Tinggi). Dari aspek k iner ja pendi dika n ak an terukur dari sejauhmana orangorang yang dididik (mahasiswa/i) mampu menguasai teori, mengimplementasikan dan bahkan menghasilkan teori baru melalui has il t elaah aka demik ber upa penelitian dan hasil penelitian itu sendiri dapat berwujud barang dan jasa serta cara peng elol aan (ma najemen). Selanjutny a ha sil penelit ian ters ebut dapat disebarluaskan kepada masyarakat untuk digunakan dan dimanfaatkan mel alui pengabdian lemb aga perguruan tinggi. Unt uk menget ahui apa kah seb uah perg urua n ti nggi tel ah mampu melaksanakan fungsi-fungsi tersebut dari setiap program studi yang ada di perguruan tinggi, maka perlu dilaksanakan evaluasi dan penilaian terhadap setiap program studi yang ada di perguruan tinggi. Evaluasi dan penilaian tersebut berupa akreditasi program studi. Sebagaimana yang dijelaskan dalam

DR. Azharuddin M Amin, M.Sc Pembantu Dekan I Fakultas Pertanian

panduan BAN-PT, akreditasi program studi a dalah proses evaluasi dan penilaian secara komprehensif atas komitmen program studi terhadap mutu dan kapasit as penyeleng gara an program tridarma perguruan tinggi, untuk menentukan kelayakan program akademiknya. Oleh karena itu setiap program studi akan dievaulasi dan dinilai dari aspek (1). Visi, misi, tujuan dan sasaran, serta strategi pencapaian; (2). Tata pamong berupa (Kredibilitas, Transparansi, Akuntabel, Bertanggung Jawab dan Adi l), kepemimpi nan, sis tem pengelolaan, dan penjaminan mutu; (3). Mahasiswa dan lulusan; (4). Sumber day a ma nusi a (a kademik dan non aka demi k); (5). Kur ikul um, pembelajaran, dan suasana akademik; (6). Pembiayaan, sarana dan prasarana, serta sistem informasi; (7). Penelitian dan pelayanan serta pengabdian kepada masyarakat, dan kerja sama. Evaluasi dan penilaian aspek tersebut pada program studi dilakukan oleh tim asesor yang terdiri atas pakar sejawat dan ata u pak ar y ang memahami penyelenggaraan program akademik program studi. Keputusan mengenai mutu didasarkan pada evaluasi dan penilaian terhadap berbagai bukti yang

terkait dengan standar yang ditetapkan dan ber dasa rkan nal ar dan pertimbangan para pakar sejawat. Buktibukti yang diperlukan termasuk laporan tertulis yang disiapkan oleh program studi yang diakreditasi, diverifikasi dan div alidasi mela lui kunjunga n at au asesmen lapangan tim asesor ke lokasi program studi. BAN -PT adal ah l emba ga y ang memilik i kewena ngan unt uk mengeva luas i dan menilai , serta menetapkan status dan peringkat mutu program studi berdasarkan standar mutu yang telah ditetapkan. Dengan demikian, tujuan dan manfaat akreditasi program studi a dala h sebaga i berikut. Memberikan jaminan bahwa program studi yang terakreditasi telah memenuhi standar mutu yang ditetapkan oleh BANPT deng an merujuk pada standar nasional pendidikan yang termaktub dalam Peraturan Pemerintah No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidi kan, sehingg a ma mpu memberi kan perli ndung an b agi mas yara kat dari peny elenggar aan program studi yang tidak memenuhi standar yang ditetapkan itu. Mendorong program studi untuk terus menerus mel akuk an perbai kan dan mempertahankan mutu yang tinggi.

Hasil akreditasi dapat dimanfaatkan sebagai dasar pertimbangan dalam transfer kredit perguruan tinggi, pemberian bantuan dan al okasi dana, serta pengakuan dari badan ata u instansi y ang lain. Mutu program studi merupakan cerminan dar i totali tas keadaan dan kar akterist ik masuk an, pros es, keluaran, hasil, dan dampak, atau layanan dan kinerja program studi yang diukur berdasarkan sejumlah standar yang ditetapkan itu. Evaluasi dan penilaian akreditasi program studi sangat membantu perguruan tinggi untuk dinilai dan diakui kinerjanya oleh badan atau instansi lain dan masyarakat sebagai sta keholder peng guna out put per guruan t ingg i, k arena ha sil akr edit asi prog ram studi ak an memudahkan bagi stak ehol der unt uk menent ukan standaris asi SDM yang mereka butuhkan sesuai dengan tingk atan akredita si. Misalnya ketika sebuah badan atau institusi akan merekrut tenaga kerja dia akan menentukan indek prestasi (IP) minimum calon tenaga kerja ses uai deng an nilai akr edit asi program studi yang bersangkutan (IP 2,5 bagi akreditasi A; IP 2,75 bagi akr edit asi B; dan IP 3, 0 ba gi akreditasi C). Oleh karena itu pada masyarakat di inga tkan unt uk memil ih perguruan tinggi dengan melihat nilai akreditasi program studi yang ada di lemba ga t erseb ut demi kemudahan masa depa n ca lon mahasiswa/i serta orang tua.ď Ž


10 LAPORAN

KHUSUS

Tabloid Mahasiswa

 www.aklamasi.com

Edisi: 77/ Jumadil Akhir 1432 H/ Mei 2011

Perjuangan di Tenda Biru

Foto: Puput/AKL

Oleh: Evi Winda Sari

Posko Perjuangan Rakyat Meranti (PPRM) berdiri di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau, beratap terpal warna biru, beralaskan tikar di atas rumput hijau. Pohon Mahoni besar di pinggir Jalan Sudirman menaungi tenda dari sengatan matahari. Beberapa spanduk berisikan kecaman dan permohonan penghentian penyerobotan lahan rakyat Meranti, mereka pajangkan di sana. Mereka dirikan itu 22 Februari lalu. Ali Murtado, ketua Posko PPRM menjelaskan awalnya yang mendirikan posko di depan kantor DPRD Provinsi Riau anggota PPRM kerja sama dengan Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Fasipik Universitas Islam Riau yang dikoordinir Kelompok Studi Lingkungan Hidup (KSLH). Posko tidak hanya didirikan di depan kantor DPRD, juga di beberapa desa di Kabupaten Kepulauan Meranti yang dibantu oleh Serikat Tani Riau (STR). Kata Ali, tujuan pendirian posko untuk mengadukan kepada pemerintah di tingkat provinsi, bahwa keputusan Menteri Kehutanan (Menhut), MS Kaaban dengan Nomor SK.327/Menhut -II/ 2009 tanggal 12 Juni 2009 cacat administrasi dan perlu ditinjau

ulang dan direvisi agar tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari dalam pelaksanaannya, dan bahwa PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) disinyalir akan melakukan penyerobotan tanah perkebunan yang mereka miliki, tepatnya di Desa Pulau Padang Kecamatan Merbau Kabupaten Kepulauan Meranti. Dibulan Maret Sekitar Pukul 1.30, Retno Purnamasari anggota AMPEL dan Iwan anggota Agro Pemuda Mandiri Rokan Hulu (APM) sedang tidur di terotoar depan Posko empat orang lainnya bincang-bincang didalam tenda, beberapa orang tak dikenal datang dengan tiga sepeda motor merk Tiger, Supra dan Grand. Satu orang pegang parang ukuran Samurai. Spanduk berukuran 8x6 meter warna putih yang terbentang antara pohon Mahoni bertuliskan “Usir RAPP dari Pulau Padang, RAPP Go To Hell”, tulisan RAPP Go To Hell dikoyak. Tidak ada yang terluka. “Kalau mereka mau, bisa aja leher saya digorok,” kata Retno. Hingga Retno dan Iwan terbangun spanduk-spanduk yang semula terbentang didepan posko hilang, juga bendera Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Riau (BEM UR) dan Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) ikut dibawa. Malam berikutnya anggota PPRM dan AMPEL ramai tidur di posko sekitar 20 orang, sekitar Pukul 3.30 tiga orang tak dikenal kembali datangi mereka dengan menghunus parang, tenda dibela menjadi dua. Aslin Putera, Babon serta Agung mahasiswa

Universitas Panca Budi, Medan sedang tidur. Temannya yang lain banyak yang sudah lari. Saat terbangun mereka juga ikut lari. Mereka lari ke arah Rumah Sakit Awal Bross, Aslin sendirian lari ke arah kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) satu orang mengejar dengan parang. “Saya belok ke kiri, baru gak dikejar lagi,” kata Aslin. *** Perjuangan tidak mereka hentikan. Malam 17 Maret, PPRM mengundang tokoh masyarakat Riau dan mahasiswa untuk ikut Istigosyah bersama di posko mereka. Lilin berderet di pinggir trotoar depan Kantor DPRD Riau. Yang hadir ramai, beberapa tokoh masyarakat Riau, mahasiswa sePekanbaru, juga tokoh dan masyarakat Meranti, berpakaian putih-putih. Di depan mereka berdiri spanduk kain warna merah, besar “Malam Zikir Akbar Bersama, Tokoh, Akademisi, & Mahasiswa tolak RAPP, SRL dan LUM lawan...!” isi tulisan spanduk itu. Setelah Istigosyah, malam itu mereka putuskan untuk melanjutkan keberadaan posko PPRM sampai waktu yang tidak ditentukan. *** Tanggal 1 sampai 8 April, Aslin, Retno, Zulkifli, Puja, Ikhsan, Abdu dan Soli gelar aksi mogok makan. “Mogok makan ini bukan akhir dari perjuangan, hanya wujud dari kekecewaan kami,” kata Retno. 8 April DPRD Riau gelar rapat pleno bahas Panitia Khusus (pansus) HTI Meranti, hasilnya DPRD menolak dibentuknya Pansus HTI Meranti. “Hanya Demokrat yang setuju pembentukan Pansus,” jelas Retno. Di luar gedung DPRD massa yang tergabung dari BEM se Pekanbaru, PPRM, AMPEL berkumpul menunggu hasil rapat penentuan pembentukan Pansus HTI, kecewa dengan hasil pleno, massa tutup gerbang kantor DPRD, mereka berharap agar Anggota DPRD kembali lagi untuk mensyahkan Pansus HTI. Bentrokan terjadi dengan Polisi, Ali yang jadi koordinator lapangan (Korlap) ditarik Polisi dari barisan. “Kepalanya benjol dipukul,” kata Retno. Leonardo Subali, Rido dan Dian ditabrak mobil yang ingin keluar dari gedung DPRD. “Mobilnya plat merah, nomor polisinya dari Bangkinang,” sebut Retno.

*** Karena tak dapat tanggapan dari DPRD Riau, meskipun telah didirikannya posko perjuangan, ditambah aksi-aksi yang dilakukan masyarakat baik dari tingkat kabupaten hingga provinsi, akhirnya PPRM memutuskan menutup posko pada 15 April lalu, sekaligus pelepasan 46 orang masyarakat Meranti yang akan pergi ke Jakarta, untuk menyuarakan aspirasi kepada Presiden Susilo Bambang Yudoyono. Rencananya, massa akan aksi mogok makan dan jahit mulut di depan kantor Menhut dan Istana Presiden untuk bertemu langsung dengan presiden dan menteri kehutanan. Beberapa kelompok yang mengusung pergerakan seperti Serikat Tani Riau (STR), PPRM, Partai Rakyat Demokratik (PRD) dan Aliansi Mahasiswa Peduli Lingkungan (AMPEL) sudah sering kali melakukan aksi-aksi, baik dari tingkat kabupaten hingga tingkat provinsi. Dan terakhir kali mereka lakukan stempel darah karena merasa sangat kecewa dengan adanya setempel desa yang dikeluarkan tiga kepala desa di kecamatan Pulau Padang untuk menerima PT RAPP di desa mereka. Kata Bambang Aswandi ketua PRD, yang terjadi pada Surat Keputusan (SK) Menhut 327 tidak ada transparansinya antara bupati dan gubernur yang mengeluarkan rekomendasi kawasan-kawasan yang akan di lepaskan menjadi SK Menhut 327, “Sebenarnya ini prosesnya sudah dari tahun 2004 sampai 2006. Masyarakat di Pulau Padang itu bergantung hidupnya pada tanah disana. Hampir 85 persen mata pencahariannya sebagai petani karet, sagu dan kelapa, hal itu merupakan penghasilan utama bagi mereka,” kata Bambang. Bambang menambahkan, SK ini hanya alat penggusuran tanah masyarakat, dan kemiskinan massal ciptaan menteri kehutanan lewat SK Menhut. Meskipun akan ada ganti rugi dari pihak PT RAPP, tetap saja masyarakat rugi. “Ganti rugi ini dalam bentuk


Tabloid Mahasiswa Edisi: 77/ Jumadil Akhir 1432 H/ Mei 2011

uang, bisa saja habis dalam beberapa hari. Tapi kalau tanah mereka yang dikelola saat ini bisa turun-menurun bagi keluarga mereka kedepannya, kata Bambang hal ini lah yang mendasari masyarakat mempertahankan tanah mereka. Kata Bambang warga Meranti yang pergi ke Jakarta tidak akan pulang dari sana sampai ada keputusan yang mereka bawa untuk ke kampung mereka. “Jika mereka pulang tanpa membawa apa-apa, artinya sia-sia pengorbanan mereka yang selama ini dilakukan baik dari aksi jahit mulut maupun sumbangan dana, karena tidak ada lagi dari pihak pemerintah yang mendukung mereka lagi. Dan mereka sudah bertekad bulat untuk menyelesaikan masalah ini sampai ke tingkat pemerintahan pusat,” katanya. Bambang menjelaskan, jika ini tidak selesai, mereka tidak akan pulang dan mereka terus meminta dan bahkan mati pun mereka siap dan untuk berperang pun mereka sudah siap. “Perang bisa terjadi kalau tidak ada solusi penyelesaian dari tingkat kabupaten, provinsi maupun pusat, ataupun SBY tidak bisa mengeluarkan surat untuk pencabutan SK Menhut, peninjauan kembali, dan penghentian seluruh operasional dari RAPP yang ada di Pulau Padang. Dari pada mereka akan mati secara pelan-pelan, dan tanah mereka dirampas bagus mereka usir RAPP. Tapi kita tidak menginginkan hal ini terjadi,” tambah Bambang. M Riduan selaku ketua STR Kabupaten Kepualauan Meranti menuturkan, memasuki 11 kali mereka melakukan aksi mobilisasi massa menuntut ke Bupati DPRD Kepulauan Meranti dan bahkan mendatangi kantor Camat Merbau hingga mereka menyerahkan petisi penolakan rakyat terhadap rencana operasional PT RAPP pada tanggal 2 Februari melalui Koalisi Anti Penghancuran Hutan Riau (KAPHuR) bersama PRD, Serikat Tani Nasional (STN) yang langsung diterima oleh Drs Ikhwani, Asisten I Sekretaris Daerah Kabupten Kepulauan Meranti. Saat ini dua Unit Escavator PT RAPP pada Minggu tanggal 27 Maret tetap memaksakan kehendak dan akhirnya kami terpaksa melakukan aksi penghadangan, namun kenyataannya dua Unit

 www.aklamasi.com Escavator tersebut mendapat pengawalan dari pihak kepolisian dan beberapa sekuriti pihak perusahaan. “Karena tidak ada pilihan lain, hingga kami beberapa orang perwakilan masyarakat Pulau Padang Kabupaten Kepulauan Meranti, yang bergabung dengan Komite Pimpinan Daerah Serikat Tani Riau (KPD-STR) Kabupaten Kepulauan Meranti dengan di dampingi oleh organisasi induk STN, kami telah mendatangi Kantor Menhut di Jakarta, pada kamis tanggal 21 april dan selanjutnya kami mendatangi kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) di Jakarta pada 25 April. Kami masyarakat Pulau Padang, tetap bersikukuh mendesak agar pemerintah meninjau ulang SK Menhut- Nomor 327/Menhut-II/2009 tanggal 12 Juni 2009. Karena SK Menhut merupakan sebuah eksekusi terhadap keleluasaan masyarakat dalam mengelola hutan di Pulau Padang,” tuturnya. Selain mendesak meninjau ulang SK Menhut tersebut, mereka juga mendesak agar pemerintah segera menurunkan tim terpadu dari berbagai elemen untuk melakukan meeping (penataan ulang). Langkah ini dilakukan sebagai upaya melakukan pemetaan ulang terhadap pengeloalan hutan alam di Pulau Padang. Kata Riduan, pemberian izin konsensi lahan Hutan Tanam Industri (HTI) kepada PT RAPP dan dikeluarkannya izin Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) tanpa melibatkan

LAPORAN KHUSUS masyarakat, jelas-jelas sudah meninggalkan masyarakat. Akibatnya, masyarakat harus bergerak dan berjuang sendiri mempertahankan hak-hak mereka untuk tetap bisa mengolah tanahnya sebagai sumber kehidupan. Komnas HAM Indonesia di Jakarta Pusat, pada tanggal 26 April telah menerima pengaduan dari mereka, masyarakat Pulau Padang Kabupaten Kepulauan Meranti Provinsi Riau prihal keberatan atas terbitnya SK Menhut No.327/ Menhut-II/2009. Berdasarkan pengaduan masyarakat Pulau Padang, Johny Nelson Simanjuntak SH sebagai komisioner subkomisi pemantauan dan penyelidikan dari Komnas HAM yang menerima langsung pengaduan masyarakat Pulau Padang pada waktu itu menyimpulakan lima hal pokok keberatan masyarakat Pulau Padang prihal keberatan atas terbitnya SK Menhut No.327/ Menhut-II/2009. Pertama, warga menolak beroperasinya PT.RAPP di pulau padang Kabupaten Kepulauan Meranti oleh karena pemberian izin yang bermasalah di sebabkan warga tidak pernah di libatkan dalam peroses perijinan maupun dalam kegiatan perusahaan yang tidak pernah di sosialisasikan kepada warga. Selain itu juga telah ada penolakan dari DPRD dan Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti dan Dinas Kehutanan Provinsi Riau pada tahun 2009 oleh Zulkifli Yusuf. Kedua, Terjadinya pelanggaran administrasi dalam penerbitan Izin

Foto: Puput/AKL

11

Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (IUPHHK) HTI PT. RAPP, dimana dalam SK No. 327/MenhutII/2009 tentang penambahan luas pemanfaatan hutan yang di ijinkan Menhut di lima Kabupaten telah mengabaikan batas maksimal penguasaan hutan untuk tujuan Pulp atau non Pulp (Bubur kertas dan bukan bubur kertas) di tiap provinsi yang hanya seluas 100 ribu Ha. Ketiga, Adanya dampak besar yang di timbulkan yaitu adanya ancaman terhadap penghancuran Ekonomi produktif warga, dimana 70 persen petani yang bekerja di areal hutan akan tergusur oleh penguasaan hutan oleh PT RAPP. Selain itu adanya ancaman tenggelamnya Pulau Padang akibat pembabatan hutan di lahan gambut. Oleh karena di daerah Pulau Padang lahan gambut memiliki kedalaman mencapai 6 meter. Keempat, Adanya Surat Keputusan No. 327/Menhut-II/2009 menjadi pemicu konflik sosial masyarakat Pulau padang oleh karena adanya ancaman perampasan lahan dan tenggelamnya pulau. dimana sekitar 20 ribu Ha kebun dan pemukiman warga terancam oleh aktivitas perusahaan. Kelima, Munculnya ancaman tapal batas teritorial Indonesia oleh karena Kabupaten Kepulauan Meranti masuk dalam Segi Tiga Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, Malaysia, Singapura, sehingga di khawatirkan dapat membahayakan batas wilayah negara akibat hilangnya pulau secara fisik yang di sebabkan abrasi dan tenggelam. (data net) “Sampai saat ini masyarakat sangat kecewa kepada Irwan Nasir (Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti), 28 April masyarakat yang melakun aksi ke Jakarta dan Bupati Meranti datang ke kantor Menhut Pusat. Lebih kurang pukul 2pm Bupati melakukan perbincangan kepada Menhut, sementara masyarakat tidak diperbolehkan masuk ke kantor Menhut. Saat itu Bupati menjelaskan bahwa di Pulau Padang tidak ada penghuninya melainkan hanya pepohonon. Dan yang melakukan aksi bukan dari masyaarakat Meranti melainkan orang-orang bayaran. Sementara Bupati merupakan penduduk asli Kepulauan Meranti, dan orang tuanya merupakan penduduk tetap Kepulauan Meranti,” tutur Riduan.Lap:Puput, Nurfitri.


CMYK

Tabloid Mahasiswa

12 FOKUS

 www.aklamasi.com

Edisi: 77/ Jumadil Akhir 1432 H/ Mei 2011

Akreditasi “Diganyang” Jago Merah Oleh: Piki Sutikno

Di Universitas Islam Riau (UIR) ini, Fakultas Pertanian (Faperta) jurusan Agribisnis dalam kurun waktu satu tahun terakhir, Akreditasinya berada pada masa tenggang. Benarkah ini kelalaian pihak Fakultas yang terlalu lama mengurus akreditasi hingga masa berlakunya hampir usai? “Bukan lalai, tapi karena data-data difakultas itu terbakar.” Kata Dekan Faperta Ir Rosyadi Msc. Senada dengan itu Ir Tibrani Msc selaku Ketua Jurusan (Kajur) Agribisnis mengatakan, masalahnya bukan kelalaian yang menyebabkan akreditas lambat diurus,tapi data yang sudah ada musnah terbakar. Masa berlaku akreditasi berakhir Juni 2010, sebelumnya pihak fakultas sudah mulai mengumpulkan data-data pada awal 2009 sebagai bahan laporan dan pertimbangan akreditasi untuk dikirim ke Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (Dikti). Adapun data yang harus dikumpulkan, antara lain data pendidikan pengajaran dan penelitian. “Data sudah dalam

Bundel dan masih dalam proses Refisi atau perbaikan dan kelengkapan data,” kata Tibrani. Lalu yang terlibat dalam proses akreditasi ini semua civitas Akademika Faperta khususnya program studi Agribisnis dari dosen tetap sampai dosen program studi dan termasuk Tata Usaha, lalu dari mahasiswa sendiri seperti kegiatan-kegiatan esktra kulikuler, prestasi mahasiswa yang diluar kampus. Ternyata pada November 2009 tregedi kebakaran di Faperta yang disebabkan arus pendek, mengganyang seluruh dokumen yang ada di dalam gedung Faperta termasuk data pertimbangan

akreditasi Agribisnis bersama data lainnya pun lenyap. Pihak fakultasi cari solusi pada awal 2010 dengan mengumpulkan ulang data akreditasi Agribisnis yang diperoleh dari dosen dan mahasiswa “Kesulitan memperoleh data ini membuat lambatnya proses pengurusan akreditasi,” katanya. “Yang dahulu Akreditasi Agribisnis B, bila diurus langsung dengan kondisi apa adanya bisabisa dapat akreditasi yang merosot, maka pihak fakultas menunggu kondisi pulih, baru diajukan kembali data akreditasi tersebut’,’ tambah Tibrani .

Selanjutnya bagaimana dengan mahasiswa/i yang akan wisuda bulan Mei ini apakah Ijazahnya tanpa akreditasi? “Kewajiban kita kuliah sampai wisuda lalu tidak masalah dengan akreditasi itu dan Ijazah saya pun tetap akreditas yang lalu yaitu B,” ujar Chezy Fermila, wisudawan periode Mei 2011 dari jurusan Agribisnis. Juni 2011 masa tenggang pengurusan akreditasi selesai, karena hanya satu tahun diberikan untuk mengurus kembali akreditasi yang sudah ada. “Dua minggu kedepan data yang baru ini sudah bisa dikirim ke Dikti untuk bahan akreditasi,’’ tegas Tibrani. Tanggal 4 juni nanti pengiriman akan dilakukan, biasanya setelah satu bulan pengiriman data akan datang tim asesor dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) untuk mengecek kesesuaian data dengan kondisi yang ada di fakultas. Penilaian baik tidaknya tergantung dari tim yang datang tersebut. “Kami mengharapkan agar mendapatkan nilai yang lebih baik,’’ tutup Tibrani.


CMYK

Tabloid Mahasiswa Edisi: 77/ Jumadil Akhir 1432 H/ Mei 2011

PEMUNCAK

 www.aklamasi.com

13

Menganggur Tiga Tahun, Kini Jadi Pemuncak Oleh: Abdul Hamid Nasution Bob Ranister Arnold Nainggolan, tahun 2004 lulus SMA. Ia anak ketiga dari empat bersaudara. Prestasi Bob sewaktu SMP tak bagus-bagus amat, cuma dia tetap masuk 10 besar. “Gak bagus, tapi masuk sepuluh besarlah,” katanya. Ia orangnya ‘degil’, ‘mada’ juga ‘nakal’. Ia emang orangnya banyak main dari pada belajar, tapi kalau masalah ujian, katanya ia tidak mau main-main. Terbukti ia lulus juga UN SMP dan akhirnya ia lulus untuk lanjutkan studinya di SMA 1 Pekanbaru. Bob suka musik. Ia tekuni dunia musik sejak SMP, ikut festifal satu ke festifal lainnya. “Tak juga menang,” katanya. Bermain gitar hobinya, sampai SMA ia tekuni. “Lulus SMA tak langsung kuliah, menganggur tiga tahun,” katanya. Selama tiga tahun ia asyik main musik bersama kawan-kawannya. Tiap malam minggu bermain music dari kafe ke kafe lain. Tanpa beban, “fun-fun aja bro,” katanya. Mereka akhirnya jadi pengisi musik tetap di suatu kafe di jalan Sumatera

Kulim Pekanbaru. Dari pengalamn itu, Bob makin matang dibidang musik, meskipun tidak seprofesional band papan atas, Bob bersama taman-temannya sempat ciptakan lagu dan arasemen musik. Bob sendiri ciptakan lagu berjudul “Kisah dalam Mimpi”, dari lirik sampai notasinya dibuatnya sendiri pada tahun 2005. Awal lulus tak niat kuliah, namun setelah menganggur tiga tahun, motivasi kembali datang dari keluarganya. Ia berpikir, hidup ini terasa hampa, tak berguna, jika selamanya akan seperti itu tanpa pendidikan. “Jadi kepikiran lagi ingin kuliah bro,” katanya. Ia juga ingat, umurnya makin lanjut. Di tahun 2007, Bob ikut Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) gelombang dua di UIR. Jurusan Agronomi Fakultas Pertanian sebagai pilihan pertamanya waktu mendaftar, Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik jadi pilihan ke-2, akhirnya ia lulus di jurusan Agronomi. Katanya, jurusan yang ia pilih tak singkron dengan hobinya, “Mungkin sudah pilihan hati bro,” tambahnya. Kuliah di UIR, lulusan Jurusan Agronomi, tepat empat tahun lulus dengan predikat Cumlaude. Berhasil

menjadi pemuncak wisudawan di tingkat Universitas dengan IPK 3.90 Bob hanya berbekal keseriusan, juga katanya ia mengikuti aturan main dosen, “Yang penting kita ikuti aja apa yang dikatakan dosen, kalau kuliah ya kuliah, kalau peraktek ya peraktek, kalu buat tugas, ya kita harus buat tugas juga, intinya kita harus mengikuti aturan main dosen tersebuat,” kata Bob. Semasa kuliah, Bob hanya mendapat tujuh nilai ‘B’ dan selainnya ‘A’. Suatu hari Ia janji dengan dosen mata kuliah Gulma untuk membantu dosen bersangkutan mengantarkan bayaran pajak mobil ke Samsat, Bob berkisah saat mendapatkan salah satu nilai ‘B’ akibat sifat Bob yang pelupa, Bob tidak mengantar bayaran pajak tersebut, “Kalau saya tak diingatkan, saya kadang lupa,” kata Bob. Setelah ia ingat Ia tak lupa minta maaf kepada dosen bersangkutan namun, harapannya untuk dimaafkan tidak kesampaian. Kejadian ini katanya berdampak pada nilainya. “Kalau kuliah saya dengan dosen yang bersangkutan baik-baik aja bro, tapi karena janji itu mungkin saya diberi nilai B,” katanya.

BIODATA BOB RANISTER ARNOLD NAINGGOLAN T.T.L: Pekanbaru, 15 januari 1986 NPM: 074110046 IPK: 3.90 Nama Orang Tua Ayah: Wister Nainggolan Ibu: Salam Purba

Iklan

Segenap Civitas Akademika Universitas Islam Riau Mengucapkan

Selamat dan Sukses Atas Diwisudanya

WISUDAWAN/TI UNIVERSITAS ISLAM RIAU YANG DILANTIK DALAM RAPAT SENAT TERBUKA PADA WISUDA SARJANA KE-54 DAN PASCASARJANA KE-17 UNIVERSITAS ISLAM RIAU TANGGAL 28 MEI 2011 “Semoga Ilmu yang Diperoleh Bermanfaat Bagi Agama, Keluarga, Nusa dan Bangsa serta Semoga Sukses Dalam Berkarir” PROF. DR. H. DETRI KARYA, SE, MA Rektor Universitas Islam Riau


14 PEMUNCAK FAKULTAS 

Tabloid Mahasiswa www.aklamasi.com

Edisi: 77/ Jumadil Akhir 1432 H/ Mei 2011

NAMA – NAMA PEMUNCAK WISUDAWAN TINGKAT MAGISTER, FAKULTAS DAN UNIVERSITAS PADA WISUDA KE-54 DAN PASCASARJANA KE-17 UNIVERSITAS ISLAM RIAU PROGRAM PASCASARJANA (S.2) Nama: ABDUL RAHIM Tempat/Tgl.Lahir: Pekanbaru, 30 Januari 1970 NPM: 08PS4029 IPK: 3,76 Prediket Kelulusan: Sangat Memuaskan Nama Orang Tua: Musnaini

TINGKAT UNIVERSITAS Nama: BOB RANISTER ARNOLD NAINGGOLAN Tempat/Tgl. Lahir: Pekanbaru, 15 Januari 1986 NPM: 074110046 Program Studi: Agronomi IPK: 3,90 Predikat Kelulusan : Dengan Pujian Nama Orang Tua : Wister Nainggolan

PEMUNCAK TINGKAT FAKULTAS 1. Fakultas Hukum Nama : SYARIFAH WARDATUL JANNAH Tempat/Tgl. Lahir : Pekanbaru, 3 Mei 1989 NPM : 071010264 Program Studi : Ilmu Hukum IPK : 3,85 Predikat Kelulusan : Sangat Memuaskan Nama Orang Tua : Said Ibrahim

5. Fakultas Ekonomi Nama : EDI SYAFUTRA SIREGAR Tempat/Tgl. Lahir : Aek Ilung, 9 Juni 1986 NPM : 075210193 Program Studi : Manajemen IPK : 3,78 Predikat Kelulusan : Dengan Pujian Nama Orang Tua : Aslamiah

2. Fakultas Agama Islam Nama : HAN GITRA MASINGGIH Tempat/Tgl. Lahir : Jakarta, 23 April 1988 NPM : 072410105 Program Studi : Pendidikan Islam IPK : 3,86 Predikat Kelulusan : Dengan Pujian Nama Orang Tua : Abdul Wakhid

6. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Nama : FATMAWATI T.T.L : Tanjung Betung, 21 Maret 1988 NPM : 076210229 Program Studi : Bahasa Indonesia IPK : 3,88 Predikat Kelulusan : Sangat Memuaskan Nama Orang Tua : Palus

3. Fakultas Teknik Nama : FERY SEGENTAR ALAM Tempat/Tgl. Lahir : Palembang, 7 Febuari 1988 NPM : 073110001 Program Studi : Teknik Sipil IPK : 3,77 Predikat Kelulusan : Sangat Memuaskan Nama Orang Tua : Muchtar

7. Fakultas Sosial dan Ilmu Politik Nama : NURMASARI T. T. L : Sungai Pakning, 12 Januari 1989 NPM : 077110506 Program Studi : Administrasi Negara IPK : 3,78 Predikat Kelulusan : Dengan Pujian Nama Orang Tua : Misno

4. Fakultas Pertanian Nama : BOB RANISTER ARNOLD NAINGGOLAN Tempat/Tgl. Lahir : Pekanbaru, 15 Januari 1986 NPM : 074110046 Program Studi : Agronomi IPK : 3,90 Predikat Kelulusan : Dengan Pujian Nama Orang Tua : Wister Nainggolan

8. Fakultas Psikologi Nama : TRIGUSFINE Tempat/Tgl. Lahir : Kisaran, 28 Agustus 1988 NPM : 078110100 Program Studi : Ilmu Psikologi IPK : 3,73 Predikat Kelulusan : Dengan Pujian Nama Orang Tua : S. Hasibuan


Tabloid Mahasiswa Edisi: 77/ Jumadil Akhir 1432 H/ Mei 2011

 www.aklamasi.com

UCAPAN SELAMAT 15

Keluarga Besar Ikatan Keluarga Alumni Universitas Islam Riau mengucapkan

Selamat & Sukses Atas Diwisudanya

WISUDAWAN DAN WISUDAWATI UNIVERSITAS ISLAM RIAU YANG DILANTIK DALAM RAPAT SENAT TERBUKA PADA WISUDA SARJANA KE-54 DAN PASCASARJANA KE-17 UNIVERSITAS ISLAM RIAU TANGGAL 28 MEI 2011 “Semoga Ilmu yang Diperoleh Bermanfaat Bagi Agama, Keluarga, Nusa dan Bangsa serta Semoga Sukses Dalam Berkarir”

Hafitsyah, SH, MH Ketua Umum

Gamal Abdul Naser, SE Sekretaris Jendral

Zainul Ikhwan, SP Ketua Harian

Informasi : Untuk keperluan pendataan alumni harap hubungi No. ini: 081268226274

KAMMI KOMISARIAT AL ADIYAT UIR Mengucapkan Selamat dan Sukses Atas Diwisudanya

Legis Tanamal, S.E Sugianto, S.Pd Hanz Gitra Masinggih, S.Ei Suryadi, S.Pd.i Muhammad Rafiqi, S.P.dI Nurmasari, S.Sos Desi Kurniawati, S.Pd Nurbuyani, S.E Nila Kusuma, S.E Liza, M,S.H Yuni Erfida, S.Pd.I Hayati, S.Pd Sepita Verazona, S.Pd Tri Widarti, S.E Septiana, S.Pd M. HAREEF (Ketua Umum)

Selamat & Sukses Atas Diwisudanya Ari MulyaniAhmad, S.Pd Estiva Kastriani, S.Pd Rafella Listia, S.Pd Giniati, S.Pd Abdurrahman, S.Sos Ribar Madi, S.Sos Irfa Aini, S.H M.Rafiqi, S.Pd.i

dari

RIJALUL HUSNI

HMI Komisariat FKIP UIR Mengucapkan Selamat dan Sukses Atas Diwisudanya

Rahmi Nahdatul Ulya, S.Pd M. Hasbi Assodiqi, S.Sos Ilham Khalik, S.E Tri Yuliawan, S.Pd Izun. S.Sos ABDUL HAKIM Ketua Umum

Selamat & Sukses Atas Diwisudanya

KSR PMI UNIT 03 UIR

Edi Efendi, S,Sos Hj. Septina Frazona, S.Pd Anik Sawitri, S.Pd Irfa Aini, S.H Muhammad Rafiqi,S.Pd.i

Tohirin, S.Pd Elmi Sondri, S.Pd Muslaini, S.Pd Zaskia, S.Sos Rini Suryani Fitri, S.Pd Dedi, S.Pd

dari

Mengucapkan Selamat dan Sukses Atas Diwisudanya

YASIN YUSUF

SAIBATUL AMRI Ketua

FSI AS-SHAF FISIPOL UIR

FSI AS-SHABIL FEKON UIR

HIPMAWAN

Mengucapkan Selamat dan Sukses Atas Diwisudanya

Mengucapkan Selamat dan Sukses Atas Diwisudanya

Mengucapkan Selamat dan Sukses Atas Diwisudanya

Nurmasari, S.Sos “Semoga Ilmu yang Diperoleh Berguna Bagi Agama, Nusa dan Bangsa”

ALSAR Ketua Umum

Legis Tanamal, S.E Sugianto, S.Pd Hanz Gitra Masinggih, S.Ei Suryadi, S.Pd.i Muhammad Rafiqi, S.P.dI Nurmasari, S.Sos Desi Kurniawati, S.Pd Nurbuyani, S.E Nila Kusuma, S.E Liza, M,S.H Yuni Erfida, S.Pd.I Hayati, S.Pd Sepita Verazona, S.Pd Tri Widarti, S.E Septiana, S.Pd

WISUDAWAN/TI KABUPATEN PELALAWAN “Semoga Ilmu yang Diperoleh Berguna di Dunia dan Akhirat”

IZUN, S.SOS Ketua


16 UCAPAN

SELAMAT

Tabloid Mahasiswa

 www.aklamasi.com

Edisi: 77/ Jumadil Akhir 1432 H/ Mei 2011

Segenap Civitas Akademika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UIR mengucapkan Selamat & Sukses Atas Diwisudanya

WISUDAWAN DAN WISUDAWATI FKIP UIR YANG DILANTIK DALAM RAPAT SENAT TERBUKA PADA WISUDA SARJANA KE-54 DAN PASCASARJANA KE-17 UNIVERSITAS ISLAM RIAU TANGGAL 28 MEI 2011 “Semoga Ilmu yang Diperoleh Bermanfaat Bagi Agama, Keluarga, Nusa dan Bangsa serta Semoga Sukses Dalam Berkarir”

Drs. Amir Amjad, M.Pd Dekan

Segenap Civitas Akademika Fakultas Agama Islam UIR mengucapkan Selamat & Sukses Atas Diwisudanya

WISUDAWAN/TI FAI UIR YANG DILANTIK DALAM RAPAT SENAT TERBUKA PADA WISUDA SARJANA KE-54 DAN PASCASARJANA KE-17 UNIVERSITAS ISLAM RIAU TANGGAL 28 MEI 2011 “Semoga Ilmu yang Diperoleh Bermanfaat Bagi Agama, Keluarga, Nusa dan Bangsa serta Semoga Sukses Dalam Berkarir”

Drs. M. Yusuf Ahmad, MA Dekan

UKMI AL-KAHFI UIR Mengucapkan

Selamat & Sukses Atas Diwisudanya Legis Tanamal, S.E Sugianto, S.Pd Hanz Gitra Masinggih, S.PdI Suryadi, S.PdI Muhammad Rafiqi, S.PdI Nurmasari, S.Sos Desi Kurniawati, S.Pd Nurbuyani, S.E Nila Kusuma, S.E Liza, M,S.H Yuni Erfida, S.PdI Hayati, S.Pd Sepita Verazona, S.Pd Tri Widarti, S.E Septiana, S.Pd “Semoga Ilmu yang Diperoleh Berguna Bagi Agama, Nusa dan Bangsa”

SUSILO HARJO Ketua Umum

DAUMA BEM UIR

Segenap Civitas Akademika Fakultas Ekonomi UIR mengucapkan Selamat & Sukses Atas Diwisudanya

WISUDAWAN/TI FAKULTAS EKONOMI UIR YANG DILANTIK DALAM RAPAT SENAT TERBUKA PADA WISUDA SARJANA KE-54 DAN PASCASARJANA KE-17 UNIVERSITAS ISLAM RIAU TANGGAL 28 MEI 2011 “Semoga Ilmu yang Diperoleh Bermanfaat Bagi Agama, Keluarga, Nusa dan Bangsa serta Semoga Sukses Dalam Berkarir”

Drs. Syamri Syamsuddin, M.Si Dekan

LDT UIR

FSI AL-ISHLAH

Mengucapkan

Mengucapkan

Mengucapkan

Selamat & Sukses

Selamat & Sukses

Selamat & Sukses

Atas Diwisudanya

Atas Diwisudanya

Atas Diwisudanya

Aina Karumunika, S.Ip.M.Si

Suryadi, S.Pd I Muhammad Rafiqi, S.Pd I Han Gitra Massinggih, S.Pd I Yuni Erfida, S.Pd I Oktarisamonah, S.Pd I serta kader-kader FSI se-UIR

SELURUH WISUDAWAN/TI UNIVERSITAS ISLAM RIAU “Semoga Ilmu yang Diperoleh Berguna Bagi Agama, Nusa dan Bangsa”

EKO FAMBUDI Presiden Mahasiswa UIR

Khairi Al-Farisi, S.Pd Andi Lesmana, S.Pd Rahmi Nahdatul Ulya, S.Pd

2

“Semoga Ilmu yang Diperoleh Berguna Bagi Agama, Nusa dan Bangsa”

“Semoga jalan da’wah yang antum/na laluli tak sampai disini”

Dari PARLINDUNGAN, S.H, M.H Pembina Sanggar Lisendara Dua Terbilang UIR

SUHEMI Sekretaris Umum


Tabloid Mahasiswa Edisi: 77/ Jumadil Akhir 1432 H/ Mei 2011

 www.aklamasi.com

Tak Wajar Jadi Pemimpin Ada manusia yang tak wajar jadi pemimpin, yaitu pemimpin yang tak bisa berbuat ketika sudah ditunjuk. “Yang ditunjuk harus berbuat, malulah kalian tak berbuat,” ujar Dekan Fakultas Agama Islam (FAI) UIR, M Yusuf Ahmad MA dalam sambutannya pada pelantikan Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Dewan Mahasiswa (Dema) FAI Jum’at (27/5) di Aula FAI lantai dua. Lebih lanjut ia nenyampaikan yang paling penting dalam organisasi itu adalah aktifitasnya, sehingga kalau tak ada aktifitas berarti organisasi tersebut antara hidup dan mati, “La yamutu wala yahya (Tak hidup juga tak mati),” katanya. Yusuf menyarankan agar BEM FAI bikin program yang rill, baru dan dapat dilaksanakan, seperti

AGENDA KAMPUS 17

Keberhasilan Bukan Karena Nilai

bikin halaqohan (pengajian Islam) sendiri, “Jangan dipadakan halqohan Forum Studi Islam (FSI), tapi bentuklah yang baru,” katanya. Ia juga menyarankan agar bikin pembinaan mahasiswa dalam bidang olah raga. Dan program pengabdian pada masyarakat. Yusuf mengingatkan jadi pengurus bukan untuk cantumkan nama saja, tapi untuk berbuat. “lakukanlah yang terbaik untuk fakultas ini,” tambahnya. Musmiral, Gubernur BEM FAI terpilih akhir April lalu bersama staf-stafnya juga Juli Syawaladi, Ketua Dema FAI terpilih pada Februari bersama anggota Dema lainnya yang terbagi empat komisi tersebut dilantik secara Dekan FAI dan acara berlangsung khidmat. Pelantikan ini dihadiri mantan Gubernur FAI, M Rafiqi yang menjabat sebelumnya.  AH Nasution

Turnamen Tiga kali Seminggu

Foto: Oka/AKL

Sabtu pagi (21/5), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pertanian (Faperta) melaksanakan Diklat dan Pembekalan Organisasi pengurus BEM yang di aula Faperta. Diklat yang dihadiri 20-an pengurus BEM ini bertajuk “Terciptanya kader yang berwawasan ilmiah demi terwujudnya mahasiswa kreatif dan inovatif”. “Kegiatan ini memiliki tujuan untuk menambah wawasan mahasiswa tentang organisasi, dalam diklat ini peserta diberikan pemahaman dan cara berpikir ilmiah dan inovatif,” kata Tri Mulyono selaku ketua panitia. DR Agusnimar MSc hadir sebagai pembicara. Agusnimar

menjelaskan, keberhasilan seseorang bukan karena tingginya nilai ketika ia mengenyam pendidikan, melainkan karena soft skill yang dimilikinya. Ia berharap agar mahasiswa memiliki mimpi dan tujuan yang jelas. Menurut Agusnimar kegiatan ini sangat penting untuk mahasiswa yang terlibat dalam pengurus BEM. “Meskipun kegiatannya membosankan dan kurang ramai, tapi materi yang disampaikan para pembicara sangat bagus dan juga menginspirasi saya.” kata Erma Diana selaku pserta yang juga pengurus BEM Faperta. Oka Algifari ENG

Foto: Yosa/AKL

Himpunan Mahasiswa Penjaskesrek mengadakan Tournament Volli Ball dan Takraw di lapangan Volli samping gedung FKIP UIR. Turnamen yang dimulai Jumat (14/05) dibuka dengan pertandingan voli antar panitia melawan para dosen FKIP UIR. Pertandingan ini sekaligus membuka pertandingan secara simbolis. “ini sebagai wadah untuk menyambung silaturahmi antar mahasiswa FKIP, sekaligus memperkenalkan program kerja Hima Penjas yang sudah vakum selama emapat tahun”, ucap Khairul Afdi ketua Hima Penjas. Setiap pertandingan voli dan

takraw memakai system reallypoint serta juga sistem gugur. Untuk voli ada 34 tim putra dan 9 tim putri. Pola pertandingan voli dan takraw dibagi dua regu dalam penyisihan hinngga untuk final mempertemukan 1 tim yang berhasil lolos dalam penyisihan. Dari panitia juga memberikan penghargaan kepada para supporter yang terheboh dan terbanyak dari masing-masing tim. Dan ini juga sekaligus memperebutkan piala bergilir dari Prodi Penjaskesrek dan akan diadakan setiap tahunya. “Rencana kedepannya kami akan mengadakan event yang lebih besar , Se-UIR”, terang Khairul mengakhiri pembicaraan. Yosa Satrama

Informasikan kegiatan anda ke : 081959376662

LI S HF L AS H

General Lecture of Law Faculty

Friday (27/05), Law Faculty at Islamic University of Riau carried out the general lecture of Criminal law at Auditorium Soeman HS, Law Faculty. This activity presented 250 student’s law consist of students four semester till final semester, not only presented lecturers at law faculty but also presented Prof DR Barda Nowawi Arif SH as keynote speaker. According to Said Sarifin as coordinator that this general lecture agenda happened once a time of year that pursue the subject which was not studied yet or was left behind. “Prof. DR. Barda Nawawi Arif, lecturer at Law Faculty UIR so that to pursue of the material that held general lecture” he said. Prof. Barda said, law in Indonesia less exactly for application like someone dead of punishment, this punishment fighted of Human Right. “law of Indonesia have less for the application”. He said. Keynote speaker also explaned more Indonesia Act which of providing benfits for big capitalist that not protected citizen but on the contrary. “This general lecture is good but not satisfying because that material has not more and still more again that I want to know” said Selvia Novia is one of general lecture’s participant.  Oka (TL. Ira)


18 UCAPAN

Tabloid Mahasiswa

SELAMAT

 www.aklamasi.com

Edisi: 77/ Jumadil Akhir 1432 H/ Mei 2011

Keluarga Kecil Mengucapkan

Selamat dan Sukses Atas Diwisudanya Kakanda dan Ayunda yang telah berkiprah di LPM AKLaMASI UIR

Edi Efendi, S.Sos Irfa Aini, S.H Muhammad Rafiqi, S.PdI

(Sekretaris Umum periode 2007-2008)

(Bendahara Umum periode 2008-2009) (Pimpinan Usaha periode 2011)

“Semoga Ilmu yang Diperoleh dari Pengalaman di AKLaMASI bisa Bermanfaat setelah wisuda serta Semoga Sukses Dalam Berkarir”

tertanda PUPUT JUMANTIRAWAN Pemimpin Umum

SELAMAT & SUKSES Atas Diwisudanya

Wisudawan/ti Universitas Islam Riau “Semoga Ilmu yang Diperoleh Berguna Bagi Agama, Nusa dan Bangsa serta Sukes Selalu”

ABDUL HAMID NASUTION Pemimpin Redaksi

Selamat & Sukses Atas Diwisudanya

Saprianto, S.Pd Atas keberhasilannya meraih gelar sarjana di Prodi Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Univ. Islam Riau

BEM FAI UIR Mengucapkan Selamat dan Sukses Atas Diwisudanya

Muhammad Rafiqi, S.PdI (Gubernur Mahasiswa FAI 2010-2011)

& Seluruh Wisudawan/ti Fakultas Agama Islam UIR

dari adinda:

dari Segenap Alumni LPM AKLaMASI UIR

BEM Fakultas Teknik UIR mengucapkan Selamat & Sukses Atas Diwisudanya

WISUDAWAN/TI Jurusan Teknik Sipil 22 orang Jurusan Teknik Mesin 11 orang Jurusan Teknik Perminyakan 13 orang dan Selamat kepada Feri Segentar Alam, S.T sebagai Pemuncak Wisudawan Fakultas Teknik

“Jangan lupa doakan kami” RIYAN HIDAYAT Gubernur Mahasiswa

ASEP JUMEDI Wak. Gubernur Mahasiswa

MUSMIRAL Gubernur Mahasiswa

Juprianto & Erlindawati

PENGURUS HMJ AKSI

Selamat & Sukses

Mengucapkan Selamat dan Sukses Atas Diwisudanya Yanwar Jumawan, SE Ilham Khaliq, SE Nurbuyani, SE Nila Kusuma, SE “Semoga Ilmu yang Diperoleh Berguna Bagi Agama, Nusa dan Bangsa” PENGURUS HMJ AKS1 2009-2010

Atas Diwisudanya

Edi Efendi, S.Sos Irfa Aini, SH Muhammad Rafiqi, S.PdI “Semoga Ilmu yang Diperoleh Berguna Bagi Agama, Nusa dan Bangsa” dari

AHMAD ZAHIR, S.SOS


Tabloid Mahasiswa Edisi: 77/ Jumadil Akhir 1432 H/ Mei 2011

SENYUM TERAKHIR ARINI Cerpen: Jasmawati Pengurus Humas FKII Asy-Syam UIN Suska

Ku tari k k emba li sebu ah selimut berwarna pink untuk me nutu pi tub uhku ya ng semakin kedinginan. Di luar gerimis masih turun, aku bisa mendengarkan bunyi air yang memukul-mukul kaca jendela kamarku. Sudah hampir satu minggu aku sakit dan hanya bisa terbaring lemas di atas springbad ini. Sekilas kutatap bu bur ya ng ter let ak disampingku sepertinya tidak hangat lagi. Tadi pagi Arini ya ng m enga ntar kann ya un tukk u. Ari ni a dal ah sa udar a ti riku . Sa udar a? Pantaskah aku mengatakan ia sa udar a se dang kan hati ku be lum bi sa men eri ma kehadirannnya. “Nay, Ayah akan menikah lagi,” ujar Ayah dua tahun yang lalu. Ak u h anya di am menanggapi perkataan Ayah. “Nay, ka lau pun Ay ah menikah lagi bukan berarti Ayah telah melupakan Ibumu” Ak u m asi h t ete p t ak bersuara. “T api di lai n sisi Ay ah membutuhkan seorang wanita untuk menjaga Ayah sampai ayah tua nant i, percayalah nak.”Lanjut Ayah. Lima tahun sudah Ibuku meninggal. Saat itu aku masih du duk di ban gku se kol ah dasar. Aku sangat menyayangi Ibu dan tidak mudah bagiku untuk menerima kehadiran wanita lain sebagai pengganti Ibu karena luka atas kepergian Ib u ma sih ter asa pe rih di ha tik u. Tapi Ay ah tid ak menghiraukan persaanku saat itu. Beberapa bulan setelah Ay ah meny amp aik an keinginannya ingin menikah lagi, Ayah membawa seorang wanita paroh baya dan seorang gadis yang dua tahun lebih mu da d ari ku pula ng ke ru mah . K ehad ira n m ere ka membuat hidupku berubah. Pe rasa an b enci mul ai mengakar di hatiku karena perhatian Ayah telah terbagi untuk Ibu dan saudara tiriku it u. Seb enar nya Ib u d an saudara tiriku sangat baik, ti dak sep erti ya ng sela lu diceritakan orang-orang yang mengatakan Ibu dan saudara tiri itu kejam. Ibu tiriku selalu me mpe rla kuka nku se per ti an ak sendi ri b egit u ju ga dengan saudara tiriku. Sudah ha mpir sa tu tahu n a ku serumah bersama mereka, tapi

SASTRA 19

www.aklamasi.com

si kap ku masih t eta p d ing in terutama pada sauadara tiriku. En tah ken apa ak u b elum bi sa me nemu kan cela unt uk menyayanginya. Seperti tadi pagi ia mengantarkan bubur hangat untukku. “Kak, ini Arini buatkan bubur hangat untuk kakak, dimakan ya kak!” Ucapnya lembut. Ak u ha nya me nang gga pi dengan sikap dingin seperti biasa yang kulakukan padanya. “Kak, hari ini Arini tidak bisa me nem aka n k akak , A rin i a da ulangan, kakak cepat sembuh ya!” Aku tetep tak bersuara sambil sekilas menorah ke arahnya.. Selama aku sakit Arinilah yang se lalu me nema nik u sampa isampai ia rela tidak tidur hanya untuk menjagaku. Tapi tetep saja ke kera san hati ku b elum lul uh untuk menyayanginya seperti adik sendiri. *** Ku liri k ja m di ndin g ya ng te rga ntun g d i k ama rku tel ah me nun juk kan jam 12 .30 . a ku beranjak menuju ruang makan untuk mengisi perutku yang dari pagi tadi pagi belum terisi apapun. Sa at k elu ar d ari kam ar pandanganku tertuju ke kamar Arini yang berada di samping kam arku. Entah keku atan apa yang membawa langkahku ingin ma suk ke d alam kam arny a. Sampai di dalam kamar Arini, kulihat di atas meja belajarnya ada se bua h b uku ber sam pul pi nk tergeletak begitu saja sepertinya itu buku harian Arini. Tiba-tiba saja rasa penasaran ingin membaca buku harian milik Arini melintas di pikiranku. Kuraih buku itu dan kubuka lembar per lembar. Sabtu, 20 April 2009, Dear diary Ry, aku bahagia. Mulai hari ini aku sudah punya Ayah lagi dan yang paling membuat aku bahagia aku juga mempunyai seorang kakak. Semoga saja aku bisa menjadi adik yang baik. Dear diary, Senen,1 Mai 2009 Ry, nama kakakku itu Nayla. Dia sangat cantik, tapi sepertinya kak Na yla bel um b isa me neri ma keh adira nku mungk in ka k Na yla hanya butuh waktu. Dear diary, Minggu, 30 Desember 20 09 Ry, walaupun kak Nayla selalu bersikap dingin terhadapku. Aku akan tetap menyayanginya seperti kakak sendiri karena aku yakin suatu hari na nti ka k N ayla pa sti ak an menyayangiku. Dear diary, Senen, 25 Maret 2010 Ry, kak Nayla sakit. Aku tidak tega melihatnya terbaring lemah seperti itu, kalau bisa biarkan aku saja yang menggantikan posisi kak Nayla. Ya Allah sembuhkanlah kak Nayla. A ku t ertu nduk lem as membaca diary Arini. Bulir-bulir hangat mulai menggenang di bola mataku perlahan jatuh ke pipi. Orang yang selama ini kuanggap

te lah mer ebu t k eba hagi aan ku te rnya ta beg itu tul us menyayangiku. “lihat Nay betapa Arini sangat menyayangimu dimana hatimu Naylaaaa…” Teriak nuaraniku. Sa at r asa say ang mul ai menyilap ke relung-relung hatiku tiba-tiba telepon di ruang tamu berdering. Aku bergegas menuju ke ruang tamu. “A rini masuk r umah sak it Nay,” terdengar suara Ayah di seberang sana. “K enap a A yah? ” T anya ku cemas. “A rini kec elak aan, cep at kesini!” Begitu telepon di tutup, aku bergegas ke rumah sakit dengan kepala yang masih terasa sedikit pusing. Saat tiba di ruang ICU tempat Arini di rawat. Kulihat tubuh Arini sudah di balut selang infuse dan di mulutnya terpasang oksigen alat bantu pernapasan. Tiba-tiba sa ja t ang isk u pe cah m elih at kondisi Arini. “Arini kenapa?” Tanyaku pada Ayah. “Arini di tabrak mobil sewaktu ingin pulang sekolah.” Jelas Ayah sambil menenangkan Ibu yang tertunduk lemas di samping ayah. *** In i suda h me masuki ti ga pe kan, ta pi Arin i juga bel um sadrkan diri. Kuraih jari-jari Arini dan kugenggam erat-erat. Pelan tangan itu bergerak, aku tersentak. Kulihat bibir Arini juga bergerak. “Kakak.” Desahnya. “I ya.” Ja wab ku samb il tersenyum kearahnya. Kulihat Arini menarik napas in gin men gata kan se suat u. Kudekatkan telingaku ke bibir Arini. “K ak, Ar ini say ang sa ma kakak,” ucapnya terbata-bata. “K aka k juga say ang sa ma Arini, maafkan kakak selama ini,” Ucapku dengan mata berkacakaca. Kulihat seulas senyum merekah dibibirnya dan perlahan semakin meredup bersama terpejamnya kedua bola mata Arini. “Arini, Arini,Arini.” Teriakku panik. Namun Arini tak bersuara lagi. Sa at kug emga m jema rin ya kudapati jemarinya telah dingin. *** Gu nduk an t anah itu masih te rlih at bar u. D iat as pusa ra be rtul isk an n ama Ari ni fa risha. Masih m ena ri dal am in gata nku sa at-saat te rakh ir bersama Arini. Senyum terakhir Arini masih membekas dihatiku. Kenapa secepat ini ia pergi disaat aku mulai menyayanginya. Air ma taku me ngal ir der as t ak terbendung lagi bersama perih yang terus menjalar ke dinding sukmaku.

P U

I S

I

Doa Cinta Gemuruhnya hujan, petir yang menghantam Aku terdiam dalam doa Bagaimanakah gerangan dirinya? Terbaring sunyi tanpa daya Pipi ini seperti hujan yang menanti Keajaiban tiap sujud tiap malam Akhirnya…. Hanya ikhlas mengahantar tubuh Yang tak bernafas Jeri Aprita, Mahasiswi Pend. Bahasa Inggris semester 8 UIR

Jiwa Dalam Gelas Kupindahkan perasaan ke dalam gelas ia lebih harum dari teh kesukaanmu tegukan pertama adalah tarikan nafasku yang rebah di tenggorokanmu tegukan terakhir bahwa kau tahu segala kesepianku Eko Putra, Penyair Indonesia kelahiran 1990 Tinggal di Sekayu- Sumatera Selatan

Pulang Tuhan, aku ingin pulang Tolong beri aku jalan lurus menuju-Mu Ajari aku mencintai-Mu Karena kaulah robbul izzati hidupku Yang menjagaku ditiap bait-bait waktuMu Pujiono Slamet, Karyawan tetap di Alam Mayang Puisinya sudah mejeng di media Nasional Ilustrasi: AH Nasution

Bagi kamu yang ingin cerpen dan puisinya diterbitkan di tabloid ini. ayo, kirim ke email: aklamasiuir@gmail.com. Jika puisi dan cerpen memenuhi kriteria, maka kami akan terbitkan di edisi berikutnya.


Tabloid Mahasiswa

20 RESENSI

 www.aklamasi.com

Edisi: 77/ Jumadil Akhir 1432 H/ Mei 2011

‘Ranjau’ di Rantau Oleh: Ira Stefanie

Ada harga yang harus dibayar untuk sebuah mimpi dan harapan, sebuah pengorbanan dan rintangan menghadang, hal yang harus dilalui untuk mencapai sebuah hasil yang memuaskan yang pada hakikatnya setiap insan harus menanamkan niat dan tekad yang bulat untuk memperteguh perjuangan meraih asa. Sehingga pepatah mengatakan tuntutlah ilmu sampai di negeri Cina. Sebuah pepatah yang mengharuskan manusia untuk menuntut ilmu setinggi mungkin demi menghasilkan pribadi yang kompeten dan berkualitas demi kemajuan sumber daya manusia. Menggali seluruh potensi diri untuk menentukan arah mana kaki ini akan melangkah dan mau jadi apa nantinya itu semua adalah keputusan diri serta berserah kepada Tuhan atas hasil yang diterima. Seperti kisah buku

ini yang menceritakan perjalanan hidup kelima mahasiswa asal Indonesia yang berjuang mebuktikan diri bertahan hidup demi mengenyam pendidikan dinegeri oranje – Belanda. Kisah yang menggugah sanubari dimana perbedaan kultur budaya mengharuskan mereka untuk beradaptasi serta perbedaan tingkat pendidikan menjadikan mereka untuk mengejar ketertinggalan. Persahabatan yang terjadi dengan tidak sengaja menjadikan mereka berbagi dalam susah dan senang serta bagaimana sulitnya mempertahankan prinsip dinegeri yang menghalalkan segala hal yang

dianggap tabu di mata agama dan budaya Indonesia. Dalam perjalanan menentukan jawaban masing – masing, mengharuskan mereka memiliki keteguhan hati untuk melampaui rintangan dan halangan dalam menggapai impian. Terlibat dalam cinta yang dibangun dibalik persahabatan menjadikan pergolakan emosional yang mewarnai persahabatan mereka serta rasa persaudaraan yang kental dinegeri rantau membuat mereka bahu– membahu menanam akar dari pohon kesuksesan yang mereka lakoni untuk menghasilkan sebuah

Judul

: Negeri Van Oranje

Penulis

: Wahyuningrat, dkk

Tebal

: viii+ 478

Penerbit

: Pustaka Populer

Cetakan

: Pertama, April 2009

buah keteguhan tekad yang kuat untuk bertahan di rantauan. Kisah yang mendasari perjalanan hidup membawa kita terinspiratif untuk mencoba menggantungkan mimpi mengenyam pendidikan di Negara rantauan.


Tabloid Mahasiswa Edisi: 77/ Jumadil Akhir 1432 H/ Mei 2011

TUAH NEGERI 21

 www.aklamasi.com

Cerita Darah Pahlawan Kerja Oleh: M. Rafiqi Langit mulai gelap, bendera merah putih di halaman makam Pahlawan Kerja Simpang Tiga masih berkibar, pukul 17.45 terlihat lelaki tua kurus melihat kiri kanan hendak menyeberang jalan untuk menurunkan bendera, AKLaMASI berbincang dengannya. Hari makin gelap hujan gerimis pun mulai turun, kami melanjutkan perbincangan dibawah gapura makam. Samidi penjaga makam Pahlawan Kerja, ini sudah ia lakoni sejak 2009. Lelaki tua ini masuk ke Sumatera tahun 1980-an. Samidi bilang banyak para pahlawan kerja yang meninggal tidak dikuburkan, jadi untuk penanda kuburan mereka, maka dibuatlah tugu sebagai penanda kuburan mereka, hanya 19 kuburan yang telah memiliki batu nisan,”. Pada zaman penjajahan Jepang orang dari Jawa ditawar pekerjaan di Sumatera, namun sampai di Sumatera mereka dipaksa untuk bekerja tanpa imbalan (upah), kolonial Jepang menipu masyarakat dengan iming-iming pekerja yang menjanjikan, nyatanya mereka dijadikan budak penjajah pada saat itu. Dia mengatakan, mereka dipaksa menebang pohon untuk jalan kerta api, mereka angkat kayu-kayu cukup besar. Orang yang kerja dibawa dari luar Sumatera, “Tak ada pekerja dari Riau,” kata Samidi. Penjajahan Jepang memperlakukan para pekerja paksa dengan kejam. Rel kereta api yang dibangun pada saat itu digunakan untuk mengangkut Batubara dari Taluk Kuantan ke Pekanbaru, dan penjajah menggunakan kereta api sebagai transportasi mereka. Samidi bilang pembangunan makam pahlawan adalah untuk objek wisata. “Makam pahlawan dibangun dan dikelola untuk dijadikan objek wisata karena makam tersebut memiliki nilai sejarah,” tutur Sarkamsi seorang peduli sejarahnya. Suryadi salah satu pengunjung makam pahlawan kerja mengatakan , Nilai-nilai sejarah tidak boleh dilupakan oleh bangsa ini, makam pahlawan ini merupakan bukti sejarah kepada kita bahwa para pekerja paksa adalah rakyat

Indonesia yang dipekerja paksakan oleh penjajah, “Jika dilihat pada tugu kereta api ini mengambarkan kepada kita bahwa penjajahan Jepang memperlakukan pekerja paksa dengan keji,” tutur mahasiswa Fakultas Agama Islam (FAI) UIR dengan wajah geram. “Kita harus menjaga nilai sejarah agar kelak generasi penerus memahami perjuangan dan penderitaan para pahlawan kita dalam merebut kemerdekaan,” tambahnya. Makam Pahlawan Kerja yang sudah dijadikan objek wisata ini lengang dari aktifitas kunjungan masyarakat, Rabu akhir Mei hanya tampak seorang Pemuda berumur sekitar 30 tahun bersama seorang anak kecil berumur 12 tahun. Mereka sibuk aduk semen untuk semenisasi salah satu kuburan di makam itu. Dari penjelasan Sarkamsi, makam pahlawan kerja merupakan monumen sejarah yang pada masa orde lama sebenarnya ada anggaran untuk perawatan makam tersebut, tapi setelah orde baru tidak ada anggaran untuk perawatan makam. Pada saat Soebrantas masih menjabat bupati, dia mengatakan bahwa siapapun yang bekas romusa (pekerja paksa) berhak dimakamkan di makam Pahlawan Kerja, namun ada dua

SARKAMSI HADI HADMOJO Saksi Sejarah Makam Pahlawan Kerja

Foto: Puput/AKL

kuburan yang tidak bekas romusa yaitu kepala desa setempat dan pemilik tanah, masuk dalam areal makam Pahlawan Kerja. Sarkamsi Hadi Hadmojo, ia turut memperjuangkan makam Pahlawan Kerja untuk dikelola dan dijaga oleh pemerintah. “Saya mengusulkan kepada lurah untuk pembangunan makam dan terus ke Camat tapi belum mendapat respon yang positif, akhirnya ada wartawan yang mempertemukan saya dengan Wan Abu Bakar selaku gubernur pada saat itu,” ujar Sarkamsi.

Pada masa Soebrantas batu gunung diletakan di Makam Pahlawan Kerja sebagai simbol bahwa pahlawan hidupnya berat. Pada masa jepang para pekerja paksa disuruh membuat jalan kereta api dari Tanjung Aru sampai ke Teluk Kuantan, mereka dipaksa kerja bagi yang tidak mampu bekerja lagi langsung dikubur hidup-hidup. Ada salah seorang pekerja yang dikubur hidup melarikan diri setelah tidak mendengar suara sepatu penjajah jepang. Dia lari sampai ke Lipat kain. Saya pernah berjumpa dengannya.

“Pada saat memperluas bandara Bulldoser Batalyon laba-laba dari Palembang sudah siap meratakan tanah atas instruksi Tri Sutrisno, Wakil Presiden saat itu, karena tidak tahu langsung saja di Bulldoser, tulang belulang massa Allah dikumpulkan macam gunung,” tutur Sarkamsi.

Dari sekian ribu kerangka tulang bebulang hanya satu yang utuh dan segera dipindahkan ke makam Pahlawan Kerja. Pada makam Pahlawan Kerja ada lokomotif kereta api yang dipindahkan dari Tanjung Aru, kata Sarkamsi ini juga buah dari perjuangannya, bukti kepeduliannya kepada sejarah. Di bawah lokomotif kerta api dikumpulkan tulang belulang. Dari penggusuran makam Pahlawan Kerja sebelumnya. “Pada masa Soebrantas batu gunung diletakan di makam pahlawan kerja sebagai simbol bahwa pahlawan hidupnya berat. pada masa Jepang para pekerja paksa disuruh membuat jalan kereta api dari Tanjung Aru sampai ke Teluk Kuantan, mereka dipaksa kerja. yang tidak mampu bekerja lagi langsung dikubur hidup-hidup. Ada salah seorang pekerja yang dikubur hidup melarikan diri setelah tidak mendengar suara sepatu penjajah Jepang. Dia lari sampai ke Lipat kain. Saya pernah berjumpa dengannya,” tutur Pria kelahiran Solo ini. Selain membuat jalan kereta api para pekerja paksa juga memadatkan lapangan bandara, “Mereka (Jepang) sungguh kejam,” ungkap Bekas vetran.


Tabloid Mahasiswa

22 ISOLATIPS

 www.aklamasi.com

Edisi: 77/ Jumadil Akhir 1432 H/ Mei 2011

Cegah Kanker dengan Olahraga Penderita kanker biasanya menjalani perawatan kemoterapi dan terapi radiasi. Keletihan sering kali melanda setelah mereka menjalankan perawatan tersebut. Namun menurut Josie Gardiner, pelatih fisik khusus penderita kanker dari Amerika Serikat, latihan fisik juga diperlukan bagi para penderita kanker.Berikut beberapa jenis olahraga yang menurut Gardiner sangat cocok bagi penderita kanker, seperti yang dikutip dari Fox News. 1. Aerobik Latihan kardio pasti menjadi salah satu bagian dari berlatih aerobik, yang memungkinkan seseorang membakar kalori sebanyak-banyaknya. Mengurangi kalori juga

Senyum Ha..ha..ha..

merupakan salah satu pencegahan penyebaran kanker. Selain itu latihan kardio juga membuat fisik seseorang semakin kuat dan tangguh. 2. Latihan beban Kemoterapi dan terapi radiasi berakibat pada kerapuhan tulang, terutama bagi wanita. Untuk itu latihan angkat beban ringan menjadi sangat penting. Hal ini dapat membuat tulang dan otot kembali kuat. 3. Latihan keseimbangan Terapi dan perawatan penderita kanker biasanya memengaruhi masa tubuhnya seperti berkurangnya massa tulang. Oleh karena itu, para penderita kanker perlu melatih keseimbangan tubuhnya dengan rutin, untuk performa kesehatan yang lebih baik.

4. Melenturkan tubuh Beberapa penderita kanker yang telah menjalani operasi biasanya mengalami nyeri di bagian bekas operasi. Untuk itu mereka tak bisa memilih olahraga yang terlalu

berat. Untuk mereka yang berada di dalam kondisi ini, Gardiner menyarankan olah raga yang bisa melatih kelenturan tubuh seperti yoga. Sumber:net/Edit:Barry Eko

Penemu Teknologi Layar Sentuh atau Touch Screen Ternyata Teknologi “Touch Screen” penemu pertamanya adalah pengusaha Warung Nasi Tegal (Warteg). Ini kisahnya: Pada suatu saat seorang Ilmuwan Manca Negara makan di Warteg. Setiap pengunjung yang datang ditanya oleh Pelayan Warteg: Pelayan: “Makan pake apa?” Pengunjung menempelkan jarinya ke kaca (menunjuk makanan di baliknya) Pelayan: “Makan pake apa lagi?” Pengunjung menempelkan jarinya ke kaca lagi. Pelayan: “Apa lagi?” Pengunjung kembali menempelkan jarinya ke kaca... Beberapa detik kemudian makananpun sudah siap tersaji. SANG ILMUWAN pun berdecak kagum, ternyata teknologi di Indonesia luar biasa majunya. Tak ayal lagi merekapun menjiplaknya untuk TV, LAPTOP, PDA Blackberry Torch dan Ipad.sumber: net


Tabloid Mahasiswa Edisi: 77/ Jumadil Akhir 1432 H/ Mei 2011

 www.aklamasi.com

EMPER LANGIT

23

Lelah Membawa Hikmah Oleh: Iis Setiowati

Suasana hari semakin panas (25/ 5), sengatan sang surya pun kian terasa, dengan penuh semangat AKLaMASI menuju pusat kota bertuah menuju Jl M.Yamin no.62 untuk berjumpa salah seorang pengusaha muda asal Pekanbaru. Di kantor yang cukup sederhana itu ternyata menyimpan sejumlah pemuda Riau yang tidak tinggal duduk diam di kala yang lainnya menanti panggilan kerja dari berbagai instansi, pemuda yang tak pantang menyerah saat yang lainya menanti pasrah. “Saya masih ingat ucapan kang Egi Edcoustic (Grup Nasyid asal Bandung) saat mengatakan pada saya, kamu Wira sudah nyuri star, saat yang lainya masih duduk, kamu sudah mulai mencari jati diri,” ungkap Rahmat Wira Ardi Putra dengan logat Sunda sembari duduk pada ruang kerjanya yang sederhana. Pemuda yang merintis bisnisnya sejak duduk di bangku kuliah semester tiga saat ini telah mengenyam indah jerih payah yang dilaluinya degan penuh kesabaran, hal ini terbukti dengan usaha-usaha yang sudah pernah di geluti, dari mulai tukang jual kue, aksesoris

handphone sampai celana dalam wanita. Sehubungan dengan itu, menjadi hal yang langka dilakukan oleh mahasiswa sebayanya kala itu, namun hal tersebut tidak lantas membuatnya surut pada layar yang mulai terkembang, pemuda dengan satu orang anak ini terus mencari celah rezeki yang telah dijanjikan oleh Sang Maha Pemberi bagi hambanya yang berkenan berusaha dengan tenaganya dan segenap pikirannya. Hal tersebutpun terbukti pada tahun 2006 suami dari Lesty Widianingsih inipun mendapat penghargaan sebagai 100 pengusaha muda yang berprestasi dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora). “Saya juga pernah jualan baju rombeng di pasar minggu Universitas Pandjadjaran (Unpad) dengan menggunakan toa kampus waktu itu,” kisahnya dengan tertawa kecil. “Pernah pada suatu kali saya mendapati dosen saya yang membawa diktat mata kuliah yang kami ikuti, setelah usai kuliah saya lantas mengikutinya, lalu saya meminjam buku yang diajarkan di kelas tadi, lalu saya fotokopi dan saya jual dengan teman-teman kuliah,” kenang bapak dari Khansa Althafunnisa Mumtaza masih dalam kesahajaannya. “Saya juga merupakan pengusaha kue pertama yang menggunakan sistem Multy Level Marketing (MLM) di Indonesia, hal itu pulalah yang

membuat saya mendapatkan penghargaan dari Dispora,” lanjut pemuda sukses yang mengenakan kemeja petak-petak itu. Walaupun Wira pada ahirnya dapat menyelesaikan kuliahnya dalam kurun waktu lima belas semester, namun hal tersebut tidak menjadikannya putus asa dan pasrah begitu saja. Tahun 2009 pemuda ini dapat merampungkan kuliahnya dengan baik. Di kantor yang bercat kuning dan merah kontras itu kemudian akan lahir pemuda yang tidak menunggu pekerjaan datang, namun menyediakan lapangan pekerjaan, AKLaMASI cukup salut dengan usaha yang dilakukan oleh beberapa pemuda yang masih terbilang muda. Hal ini kembali dibuktikan ketika AKLaMASI masuk kantor yang masih dalam proses perbaikan. Nampak di sana beberapa pemuda yang sedang melakukan pengolahan penganan untuk siap di jual bagi para pecinta kuliner, dengan dibarengi sedikit tawa canda diantara mereka sambil terus melakukan kerja yang semestinya mereka selesaikan dengan apik dan memuaskan pelanggan. ”Di kantor kami juga ada Wira Institute yang bergerak pada bidang pengembangan diri yang konsen pada entrepreneur,” terangnya lebih lanjut tentang kantor yang sedang dirintisnya itu. Dalam berbisnis sudah

menjadi barang tentu bila dalam perjalanan-nya menemui hambatan, namun bagi pemuda yang menyelesaikan S1 di FTIP jurusan Teknologi Industri Pangan memandangan hambatan tersebut sebenarnya datang dari diri sendiri dan yang harus di perbaiki adalah kondisi internalnya terlebih dahulu. “Ke depannya saya juga akan membuat CV yang bergerak pada bidang entrepreneur dan desain interior,” ungkapnya dengan nada yang tidak menyimpan keraguan. “Saya sekarang sedang menggarap usaha Bubur Ayam mang Jejen (BMJ),” terangnya menutup pembicaraan.

BIODATA RAHMAT WIRA ARDI PUTRA T.T.L : Pekanbaru, 12 Maret 1983 Hobi: Jalan-jalan Motto: Berani bermimpi, berani mewujudkan Istri: Lesti WidiyaNingsih Anak: Khansa Althafunnisa Mumtaza 1

2

3

4 Pertanyaan Mendatar 1. Hanya 3. Majemuk Dua 5. Elus, Usap 6. Pengobatan Tusuk Jarum 9. Pengkhayal 13. Capai 14. Kamu 15. Kontan, Tunai

5

7

6

9

10

TTS EDISI 77

Pertanyaan Menurun 1. Kapok 2. Hamba (Arab) 3. Menurunkan Berat Badan 4. UIR 7. Nama Partai 8. Baru, Diperbaharui 9. Serabut Pohon Enau 10. Warna 11. Bergerak Keatas 12. Cabai yang Dihaluskan

8

11

12

Jawaban TTS Edisi 76 Mendatar: 1. TEGA, 3. EYE, 4. MAU, 6. NALP, 7. DARA, 8. NIA, 9. SUA, 10. HOBI Menurun: 1. TENGADAH, 2. AMPUTASI, 3. ELEMEN, 5. UMPAMA Pemenang TTS edisi 76; Nuraynun, Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

13 14

15

Tuliskan jawaban pada kertas selembar sertakan FC KTM dan kirimkan ke sekretariat redaksi AKLaMASI. Redaksi memberikan bingkisan menarik bagi dua pembaca yang jawabannya benar.


CMYK

24

ESSAY FOTO

Tabloid Mahasiswa

 www.aklamasi.com

Edisi: 77/ Jumadil Akhir 1432 H/ Mei 2011

Berbagai pekerjaan dilakoni manusia untuk dapatkan uang. Anak belia , para pemuda yang masih gagah sampai mereka tua renta sekalipun dipaksa kehidupan untuk terus mencari uang. Dengan otot, keringat mengering karena terik sang surya, udara sejuk menusuk tulang. Lelah bukan alasan. Mitos nelayan bercerita sampai air laut menjadi tawar terasa selamanya begitu. 

Foto-foto oleh: Rizal Habibie/AKLaMASI

Nelayan menarik sampan hendak kumpulkan tangkapan ikan

Pagi buta anak perempuan berjualan di pasar “Tumpah”

Kerja keras pemuda buruh tani mengangkut hasil panen

Tabloid AKLaMASI Edisi 77  

Tabloid AKLaMASI Edisi 77

Advertisement