Issuu on Google+

Mey - Jun 12

Wakatobi

South Sulawesi’s underwater paradise

Anthony Bourdain food to die for 10 Must-Have-Items for the clever traveller

Welcome to

my paradise


Your connection to Indonesia’s magical east Serving Bali – Lombok – Sumbawa – Bima – Labuanbajo (Komodo Island) – Ruteng – Bajawa – Ende – Maumere – Kupang – Tambolaka – Waingapu – Larantuka – Rote – Makassar, etc

DENPASAR : Jl. Sunset Road No. 100 C Kuta, Telp. (+62 361) 8477395, Fax. (+62 361) 8477454 Email: dps@transnusa.co.id | Website: www.transnusa.co.id


Welcome Message

TransNusa Inflight Magazine

To customers of TransNusa Juvi Jodjana President Director

Selamat datang para pelanggan setia TransNusa,

Welcome aboard ladies and gentlemen, boys and girls!

Sebelumnya, kami keluarga besar TransNusa ingin mengucapkan rasa belasungkawa yang sangat mendalam atas kehilangan salah satu mitra kami Bpk Donardi Rahman, CEO Aviastar serta kepada seluruh penumpang dan awak kapal Sukhoi super jet 100 dalam kecelakaan di Gunung Salak Bogor beberapa waktu lalu. Semoga keluarga beserta kerabat diberi ketabahan.

Before saying anything more I’d like to say how saddened we here at TransNusa are regarding the loss of one of our partners, Mr. Donardi Rahman, CEO of Aviastar who was aboard the Russian Sukhoi jet that tragically disappeared on a demonstration flight near Jakarta last week. We would like to send our sincere condolences to his family, relatives and friends. We would also like to send our condolences to everyone who lost someone close in the tragedy.

Dalam edisi ini, majalah TransNusa inflight berfokus pada perjalanan dan penerbangan untuk Anda, penumpang kami. Kami memberikan beberapa tip-tip penting yang harus Anda miliki dalam bagasi Anda - hal-hal yang mungkin Anda butuhkan selama dalam perjalanan! Selain itu kami menyampaikan beberapa saran dari seorang cheff terkemuka dunia, Anthony Bourdain yang mengatakan tentang di mana dan kapan untuk tidak makan.

This edition of the TransNusa inflight magazine focuses on travel and flying for you, our passengers. We give you a list of tips on the absolute essentials that you should have in your luggage - the things you just never know you might need! In addition we present what celebrity chef, Anthony Bourdain says regarding where and when not to eat.

Dalam cerita kita yang berjudul “ Welcome to my paradise “ kami menunjukkan begitu banyak tempat - surga - yang masih asli dan tidak tersentuh oleh perkembangan modern, di sini di bagian timur Indonesia dan tentu TransNusa siap membawa Anda kesana!

In our story entitled “Welcome to my paradise” we show you that despite what many say, there are still many places - paradises - that are still pristine and untouched by modern development, right here in the east of Indonesia and serviced by TransNusa, of course!

TransNusa saat ini melayani penerbangan ke Makassar, kami memiliki cerita “Underwater paradise” , Wakatobi, sebuah perairan yang terletak dekat Sulawesi Selatan siap menunggu kehadiran Anda.

Noting too that TransNusa has just recently begun flights to Makassar, we have a story on an “Underwater paradise” called Wakatobi, located In the waters nearby south Sulawesi just waiting to be visited.

Selain dari itu semua, kami juga mengulas gadget, film terbaru, serta schedule dan peta penerbangan TransNusa agar dapat membantu dalam merencanakan perjalanan Anda dengan TransNusa ..... Kami berharap bertemu kembali dalam penerbangan yang akan membawa Anda ke keajaiban timur Indonesia.

Aside from the above we have all our usual features commenting on new products and popular films, while information in the form of schedules and a map is there to help you plan mo trips with TransNusa ..... We hope to see you again on the airline that takes you to the wonders of east Indonesia.

Terimakasih, semoga penerbangan Anda menyenangkan dan selamat sampai tujuan!

Meanwhile we all wish you a pleasant and safe flight!

TransNusa | Inflight Magazine | Mei - Jun 2012 | 01


TransNusa Inflight Magazine

Contents 06 Welcome to my paradise

06

20 Wakatobi - South Sulawesi’s underwater paradise 28 Anthony Bourdain - food to die for 34 10 – Must-Have-Items for the Clever Traveller

20

40 TransNusa Route Map & TransNusa Schedules 44 TransNusa News

28

TransNusa Inflight Magazine ‘E’-edition on-line now available at

www.transnusainflightmagz.com

Read the magazine, see the pictures from cover on-line 02 | TransNusa

| Inflight Magazine | Mei - Jun 2012


TransNusa | Inflight Magazine | Mei - Jun 2012 | 03


TransNusa Inflight Magazine

Publisher

TransNusa Inflight magazine is published bi-monthly

The Agency Nakula Plaza A10 Jl. Nakula, Legian Bali, Indonesia 80361 | Tel / Fax: +62 361 737 285

The views or opinions expressed or implied in TransNusa Inflight Magazine are those of the author and do not necessarily reflect those of TransNusa or The Agency.

Editor

We welcome readers’ photographs and articles but cannot accept liability for loss or damage however caused.

Tim

Director

Wiwik Mulyani

All rights reserved. No part of this publication may be reproduced, stored in retrieval system, or trasmitted in any form or by any means, electronic, mechanical, photocopying, recording or otherwise, without the prior written permission of The Agency

Contributors Natasya

Graphics

Arif Novianto, Aditya Nugroho

Inflight Magazine

Sales

Natasya, Meryana Dian, Januar Seno Aji Hp: +62 81 236 127 327 | +62 361 743 3013

Admin

Special Advertising Rates!

Olive, Ary Wijaya

Distribution

Komang Mertha Yasa

1 Page rp 6.000.000,1/2 Page rp 4.000.000,1/3 Page rp 3.000.000,-

More than 30,000 pax/readers per month - in every seat pocket! Inflight Magazine available on all TransNusa routes, selected expos & travel events, TransNusa offices and participating businesses in Bali & Nusa Tenggara. Advertising enquiries

+62 361 743 3013

 Cover shot by The Agency

Oct - Dec 09

Jan - Mar 09

Jul - Aug 10

Apr - Jun 10

Sep - Oct 10

Dragon Quest

Sailing to Komodo

Bridging the gap Lombok moving forward

Tambora

The mountain that spawned Frankenstein

Alor What a dive!

east Indonesia

Indonesia’s finest foreshore Gili Trawangan

Mbeliling forest

Labuan Bajo

Lombok

experience the wonder

Labuan Bajo gateway to komodo

Sembalun

Lombok’s hidden valley

Dragons

very dry; stirred not shaken

VOTE FOR KOMODO NEW 7 WONDERS OF NATURE

The Gili islands Sunny wet season

The other Kuta south lombok

Senggigi

Ménage à trois

the perfect threesome

SAIL INDONESIA

July - Ags 11

Ministry of Culture and Tourism Republic of Indonesia

Diving the east lombok & alor

a breath of fresh air

Sept - Oct 11

www.indonesia.travel

Special Edition

Inauguration of TransNusa Airline

The Gold Coast, Australia

Warm in winter

A view to a thrill

Bali’s spectacular Bukit Jimbaran

Some bike it hot

Kayaking and biking Lombok and The Gilis

Kupang foodvaganza!

Lombok

and the personal touch

Dancing into the soul of Bali

Kelimutu, Flores Three crater lakes for everyone

04 | TransNusa

| Inflight Magazine | Mei - Jun 2012

TransNusa now an airline!

Tanjung Lombok Ringgit

South - Sumbawa west SAIL INDONESIA


TransNusa Inflight Magazine

06 | TransNusa

| Inflight Magazine | Mei - Jun 2012


TransNusa Inflight Magazine

Welcome to

my paradise Text & Photos by The Agency

Kata-kata tersebut selalu mengiang ditelinga Anda “dua puluh tahun lalu” tidak terdengar lagi, pohon-pohon kelapa memberikan latar belakang langit biru dengan senandung nyanyian alam Where the words “you should a bin here twenty years ago” are never heard and the coconut trees provide a backdrop to clear skies and sing-a-longs TransNusa | Inflight Magazine | Mei - Jun 2012 | 07


TransNusa Inflight Magazine

 Snorkeling Labuan Bajo Flores

08 | TransNusa

Mencari sesuatu yang sempurna, tempat ideal yang memiliki perpaduan relaksasi dengan beberapa aktifitas dan taburan budaya dan sejarah? Jika itu yang Anda inginkan, buanglah semua buku panduan Anda, karena ini bukan planet yang sepi lagi. Daripada membuat aturan untuk pergi ke tempat dimana para turis umumnya kunjungi, cobalah ke New Jersey, bukan New York, mendaki K2 (puncak kedua tertinggi dunia) bukan Everest, menuju pesisir pantai yang jauhnya 100 mil ke Newcatle dan menghindari kemacetan Sydney. Terakhir yang tidak kalah penting, jangan lagi percaya pada buku panduan.

Looking for that perfect, idyllic getaway that has the perfect mix of purely blissful relaxation coupled with excellent get-off-the-sofa activities and a sprinkling of culture and history? If that’s what you want, throw away most of your guide books cause it isn’t a lonely planet no longer. Instead make this a rule of thumb – go to the other side of that tourist trap island, go to New Jersey instead of New York, climb K2 (world’s second highest peak) not Everest, head up the coast just 100 miles to Newcatle and avoid Sydney’s grid lock and last but not least and once again don’t believe the guide books.

Mengunjungi tempat wisata, selalu Anda mendengar kata-kata “seharusnya Anda datang 20 tahun yang lalu” ... gumam beberapa orang bijak yang berniat merusak pesta Anda.

Hitting the top spots on the tourist trail will almost always bring you into contact with the words “you should a bin here 20 years ago” … muttered somewhere by some wise guy who is intent on spoiling your party.

Hal ini berlaku bagi tempat wisata yang terkenal – beberapa orang awalnya menggambarkan kapan dimana, yang kemudian diklasifikasikan sebagai orang eksentrik: Mark Twain ke Australia, Rudyard Kipling ke India, Walter Spies ke Bali, Paul Gauguin ke Tahiti dan banyak lagi yang meninggalkan rumah mereka untuk.... suatu yang luar biasa! Dalam mencari surga ... Angkor Wats, Phuket, Bali dan Saigon – merupakan surga yang hilang.

This is so true for the better known places – those locales that initially drew what were then classified as eccentrics: Mark Twain to Australia, Rudyard Kipling to India, Walter Spies to Bali, Paul Gauguin to Tahiti and many others that left their homes for ….ultimately kicks! in search of Paradise … for the Angkor Wats, The Phukets, The Balis and Saigons – the paradises lost.

Hal yang sama di Indonesia: Jogja dan Bali adalah contoh klasik, seperti biasa, ketika satu tempat mulai penuh sesak dengan pelancong, selalu ada tempat lain di dekatnya menunggu untuk menunjukkan kelebihannya. Area yang lebih ke timur Indonesia; suatu wilayah yang begitu luas, kurang lebih

The same is true for Indonesia: Jogja and Bali are classic examples, but as always, when one place gets crowded out there’s always another nearby waiting to catch the overflow. In Indonesia that catchment area is the

| Inflight Magazine | Mei - Jun 2012


TransNusa Inflight Magazine satu minggu perjalanan dengan kapal untuk melintasi daerah tersebut. Mulai dari kawasan timur Bali, Anda akan menemukan surga yang hilang, seperti 20, tidak, 30 tahun lalu - air jernih, sedikit polusi dan penduduk setempat menyambut Anda dengan senyum di wajah mereka. Daerah ini disebut Nusa Tenggara terbentang dari Nusa Tenggara Barat (Lombok) hingga Nusa Tenggara Timur (sebelah Barat Timor Leste) - dikenal selama berabad-abad sebagai Sunda Kecil. Daerah ini mencakup Pulau Sumba, pulau-pulau yang kurang dikenal namun sangat eksotis dan kepulauan yang tidak padat seperti; Rote, Sawu dan Alor. Tetapi apa yang mungkin Anda tanyakan?

east of Indonesia; a region so vast it takes a ship one week to traverse the length. And within that region, east of Bali, you’ll find what those other paradises lost were like 20, no, 30 years ago – clear waters, less pollution and in general locals with smiles on their faces. It’s called Nusa Tenggara (West Nusa Tenggara & East Nusa Tenggara) – also know for centuries as the Lesser Sundas, the area beginning with Lombok and extending as far as West Timor. It also includes the island of Sumba and other lesser know but extremely exotic and uncrowded islands like Savu, Rote and Alor.  Gili Air - Lombok

But what’s there to wax lyrical about you may ask?

TransNusa | Inflight Magazine | Mei - Jun 2012 | 09


TransNusa Inflight Magazine

Mari kita mulai dengan Lombok yang sedang berkembang. Ini merupakan tujuan yang terdengar di dunia, “suatu tempat seperti 20 tahun yang lalu”, merujuk kepada tetangga terdekatnya; Bali. Lombok pada dasarnya memiliki semuanya. Pantai berpasir putih jauh dari keramaian, resort yang indah, gunung berapi Rinjani, dengan salah satu danau kawah paling spektakuler di dunia (unlimited Super trekking), budaya yang beragam merupakan campuran dari Muslim, Sasak dan tradisi Hindu hidup bersama secara harmonis dengan pakaian, upacara adat dan bangunan bersejarah. Atraksi lain yang lebih berani seperti menyelam dan berselancar di beberapa perairan yang paling spektakuler di dunia: kepulauan Gili dengan spesies ikan dan terumbu karang yang beragam dan menaklukan ombak terbaik dunia di Desert Point dan Grupuk, yang relatif tidak terlalu padat pengunjung. Datanglah ke Lombok segera; Bandar udara internasional baru saja dibuka yang berarti penerbangan internasional langsung menuju daerah ini. Daerah selatan yang tenang - dekat dengan bandara akan berubah secara dramatis.

Let’s start with the most developed, Lombok. This was the original destination that penned the words, “like somewhere used to be 20 years ago”, referring to her close neighbour, Bali. Lombok basically has it all. Golden uncrowded beaches off the well beaten track, beautiful resorts, huge volcanic mountain, Rinjani, with one of the world’s most spectacular crater lakes (unlimited super trekking), vibrant culture that is a mix of Muslim, Sasak and Hindu traditions coexisting harmoniously with their own costumes, festivals and ornate historical edifices. There are other attractions for the more adventurous like diving and surfing in some of the world’s most spectacular waters: The Gili islands with more fish species to dive amongst than anywhere in the world and Desert Point and Grupuk, two of the world’s best surfing waves that are still relatively uncrowded. Get to Lombok soon; the new international airport recently opened in the centre of the island will mean direct international flights. Areas like the quiet south – close to the airport will change dramatically.

 Mt. Rinjani - Lombok 10 | TransNusa

| Inflight Magazine | Mei - Jun 2012


TransNusa Inflight Magazine

Lombok merupakan rumah bagi tiga kepulauan Gili - mungkin saat ini merupakan daya tarik utama dimana pada kepulauan ini beroperasi hampir secara independen - sangat populer dengan menyelam dan kegiatan lainnya, kepulauan tersebut merupakan magnet bagi wisatawan dan para Backpacker untuk bersantai dan rileks - berbaring di pasir putih menikmati hidangan lezat dan matahari terbenam.

Lombok is also home to those three Gili islands – probably now the main drawcard where the islands operate almost independently of the mainland – ‘extremely popular with divers and others’ would be an understatement –the islands are a magnet for travellers and backpackers who head there to chill out and relax – lie on powdery sand and enjoy great cuisine and sundowners.

Sebelah timur, kita akan bertemu dengan sebuah pulau memanjang yang disebut Sumbawa daerah ini nyaris belum tersentuh pariwisata. Penduduknya yang jarang, Sumbawa mungkin lebih dikenal karena dua lubang menganga: satu, kawah besar yang diukir oleh tangan manusia tambang Newmont, merupakan joint venture salah satu tambang terbesar di dunia, dan yang kedua adalah kawah gunung Tambora yang konon letusannya sempat menguncangkan dunia - pemegang rekor letusan terbesar di dunia dalam sejarah dan juga sekarang menjadi tempat pendakian populer (membutuhkan 4-hari perjalanan menuju puncaknya).

Moving east we meet an elongated island called Sumbawa that tourismwise is barely touched. Sparsely populated, Sumbawa is probably better known for two gaping holes: one, the huge crater carved by man in the name of joint venture business, Newmont mine, one of the world’s biggest copper mines and the other, once just as destructive to the environment but now an incredible volcanic crater, 18 kms in circum hemisphere, Mt Tambora – holder of the record for the world’s largest eruption in recorded history and also now a popular 4-day trek to the summit.

TransNusa | Inflight Magazine | Mei - Jun 2012 | 11


TransNusa Inflight Magazine

 Mt. Tambora - Sumbawa

 Komodo - Labuan Bajo

 Super suck - Sumbawa

 Amanwana resort Moyo island, Sumbawa

Pulau Moyo memiliki resort yang indah; Amanwana, resort dengan tenda mewahnya ditata sedemiakan rupa pada sebuah pantai di tepi hutan tempat beristirahat yang tidak ada duanya. Tenda dengan AC!

Moyo island has the beautiful Amanwana resort set in tents on a beach on the edge of a jungle – an unbeatable retreat, literally away from it all. Tents with air con!

Sebelah Tenggara Sumbawa, seperti Lombok memiliki beberapa tempat surfing terbaik di planet ini, dengan ombak yang cenderung diperuntukkan bagi pesurfing yang berpengalaman - bacalah: Scar Reef, Super Suck – Anda dapat menggambarkan. Bawalah beberapa alat pertolongan pertama - tidak ada dokter disana.

South-east Sumbawa, like Lombok has some of the best surf spots on the planet, with classic names that tend to keep the breaks for the more experienced riders – read the names dude: Scar reef, Super suck – get the picture. Bring some first aid – there aren’t any doctors nearby.

Kami terus menuju lebih ke timur dan tiba di Komodo, mungkin setelah Bali dan Jogja, tempat yang paling terkenal di Indonesia, dan belum ... relatif tak tersentuh oleh wisatawan, seperti Lombok yang berubah dengan cepat. Kesanalah segera. Pengalaman luar biasa dengan binatang prasejarah yang mengagumkan; pintu gerbang ke kepulauan Komodo adalah sebuah kota pelabuhan kecil, Labuan Bajo – relative tenang dengan beberapa restoran

12 | TransNusa

| Inflight Magazine | Mei - Jun 2012

We’re headed further east and we arrive at the land of the dragons – Komodo, probably after Bali and Jogja, Indonesia’s most famous attraction, and yet … still relatively untouched by the masses of tourists seen elsewhere, but like Lombok changing fast. Get there soon. The experience up close and personal with those prehistoric beasts is awesome; gateway to Komodo is a small harbour town, Labuan Bajo – quaint with some nice restaurants to fill up on comfort food prior


TransNusa Inflight Magazine yang berkelas untuk mengisi waktu sebelum atau sesudah perjalanan Anda ke kepulauan Komodo. Merupakan tujuan terbaru Indonesia yang harus dikunjungi bagi para pelancong. Merasakan perjalanan sulit ala backpacker dengan menggunakan transportasi lokal. Pengalaman menjelajahi Pulau Flores yang membawamu ke beberapa tempat spektakuler, dengan budaya dan pemandangan pegunungan yang luar biasa, salah satunya Gunung Kelimutu dengan danau kawah tiga warna yang terkenal. Flores juga memiliki beberapa kota tua kolonial seperti Bejawa yang pernah dimanfaatkan pada jaman Belanda. Rasakan bedanya dan bertemu penduduknya yang ramah. Memiliki tempat trekking dengan udaranya yang dingin. Perjalanan lebih ke timur, beberapa wisatawan yang beruntung dapat mengunjungi Pulau Alor, merupakan surga bagi penyelam dengan air laut

to setting out on or just returning from what’s becoming Indonesia’s newest ‘must-do’ backpacking experience, a micro get-a-taste-for some hardships on local transport experience. That experience is a road trail extending across the island of Flores that takes in some spectacular towns, cultures and mind blowing mountainous terrain that includes Mt Kelimutu of the famous three crater lakes. It also has some old colonial hill stations like Bejawa which was once utilized by the Dutch masters for some excellent relief form the heat of the lowlands. Sample the feeling and meet friendly people not accustomed to foreigners. Great treks and cool air. Travelling further east, some lucky travellers visit the island of Alor, a haven for divers with some of the clearest sea water you will ever see as well as cultural diversity that’s hard to believe can exist on such a

 Mt. Kelimutu - Flores TransNusa | Inflight Magazine | Mei - Jun 2012 | 13


TransNusa Inflight Magazine

 Kupang  Alor traditional costumes

yang sangat jernih serta keragaman budaya yang sulit dipercaya bisa berada pada suatu tempat terpencil, dengan pulau yang berbukit. Dari sana mereka turun dengan pakaian yang berwarna-warni kemudian membawamu ke sebuah pulau yang menakjubkan, pulau Kepa. Surga dunia memang ada!

How to get there

14 | TransNusa

small, but very mountainous island. From the hills they descend in their costumes to provide that added colour to a visit to an island that will take your breath away, Kepa Island. Paradise exists for some!

Perjalanan ke timur tidak lengkap jika tidak singgah di Kupang, merupakan ibu kota provinsi Nusa Tenggara Timur. Tempat transit bagi penerbangan yang menghubungkan pulau-pulau kecil yang tersebar di daerah tersebut. Tinggallah dua atau tiga hari di Kupang – menikmati masakan spektakuler serta berkesempatan untuk melihat- lihat kota seperti pada masa kolonial. Didominasi oleh bangunan tua dan kantor pemerintah, bagi sebagian orang merupakan nostalgia yang tak terlupakan.

A trip to the east will more than likely include a visit to Kupang, capital of the province East Nusa Tenggara. It’s a hub for flights to and from everywhere in Indonesia but also for the smaller islands in the area. Kupang, the provincial capital, is worth a day or two itself – spectacular cuisine as well as the opportunity to see what towns/cities in Indonesia must’ve been like in the colonial period. Old buildings and government offices dominate the landscape adding to that feeling that for some has a welcome touch of nostalgia.

Kisah kami hanya menggores permukaan bagian timur Indonesia, yang menanti para wisatawan pemberani dan petualang. Daerah yang mungkin akan segera menjadi salah satu fokus tujuan wisata Indonesia - dalam waktu kurang dari 20 tahun!

Our tale has just scraped the surface of the east of Indonesia. What awaits intrepid travelers and adventurers could quite possibly be an area that might soon become the focus of travel to Indonesia – and in less than 20 years!

Setiap hari TransNusa melayani penerbangan ke Bali & Nusa Tenggara. Untuk informasi Daily flights to Bali & Nusa Tenggara are operated by TransNusa. For further lebih lanjut, silakan menghubungi kantor TransNusa terdekat di kota Anda (atau buka information, please contact the TransNusa office at each destination (further details halaman 40). available P40).

| Inflight Magazine | Mei - Jun 2012


Café Alberto

Relaxed beach-side dining Angin laut berhembus, deburan ombak terdengar, matahari terbenam tampak begitu dekat, serasa Anda dapat menyentuhnya membuat suasana relaks dan romantis di restorant ini. Dari namanya, sudah jelas sebuah restorant Italia. Tetapi jangan khawatir, jika Anda memiliki selera Asia, ada beberapa pilihan lain yang Anda dapat nikmati disini seperti sup Tom Yam serta hidangan Asia lain; lumpia, mie goreng dan nasi goreng juga ada. Home-made pasta yang satu ini pasti ada. Ibarat laut tanpa garam sama seperti ibarat Italia tanpa pastanya. Tampak bendera merah putih dan hijau pada menu - jadi cobalah pomodoro con ravioli - pasta yang didalamnya berisi bayam, disiram dengan saus tomat atau pilihan lain dari daging dan hidangan ikan - Café Alberto tepat di tepi pantai sudah tentu memiliki ikan segar.

The salty air, sea breezes, close proximity to the water, sunsets you can reach out and touch make for an atmosphere that spells kick back and relax, you’re where you should be and the ambience is tops. The excellent food and service add to the pleasure of dining at Café Alberto. There’s also home-made pasta – the owner is Italian and no Italian worth his salt would serve anything but the best pasta. It’s definitely an Italian restaurant (the name) but don’t worry if you have Asian or other tastes in food. There’s superb Tom Yam soup and other Asian delights such as lumpia and all the other “gorengs” like mie and nasi (fried rice and fried noodles). But it does sport the red white and green – so try the ravioli con pomodoro – filled pasta with tomato sauce and optional spinach or select from the meats and fish dishes – Café Alberto is as mentioned before right on the beach and the fish is as fresh as.

Untuk mengunjungi Café Alberto sangat mudah - ada layanan antar jemput! Jika Anda berada di Senggigi area.

Getting to Café Alberto is easy – there’s the pick-up service!

Dengan akses internet WiFi, makanan yang lezat dan suasana luar biasa merupakan tempat yang sempurna untuk bersantai dan bersantap.

With WiFi internet access, great food and superb atmosphere there’s nothing missing for that perfect relaxed beach-side dining.

TransNusa | Inflight Magazine | Mei - Jun 2012 | 15


DVD’s

TransNusa Inflight Magazine

Marvel’s the Avengers “The Avengers” berkisah tentang tujuh pahlawan super yang terdiri dari Thor (Chris Hemsworth), Iron Man (Robert Downey Jr.), Captain America (Chris Evans), Hulk (Mark Ruffalo), Hawkeye (Jeremy Renner), Black Widow (Scarlett Johansson) dan Nick Fury (Samuel L. Jackson). Dikisahkan keamanan global terancam dengan hadirnya kekuatan jahat terhebat yang belum pernah ada.

Genre Director Producer(s) Cast

: Action : Joss Whedon : Kevin Feige : Robert Downey Jr., Chris Evans, Mark Ruffalo, Chris Hemsworth, Scarlett Johansson, Jeremy Renner, Tom Hiddleston, Stellan Skarsgård, Samuel L. Jackson

Genre Director Producer(s) Cast

: Family : Eric Darnell : Mark Swift, Mireille Soria :Ben Stiller, Frances McDormand, Chris Rock, David Schwimmer, Sacha Baron Cohen, Jada Pinkett Smith, Andy Richter, Cedric the Entertainer, André Benjamin

Direktur S.H.I.E.L.D., Nick Fury, meminta bantuan tim “The Avengers” untuk mencegah bencana yang mengancam dunia. Mereka pun bersatu untuk melawan kekuatan jahat agar bumi tetap damai.

Madagascar 3

Europe’s Most Wanted Madagascar 3”, Alex si Singa, Marty si Zebra, Gloria si Kuda Nil dan Melman Jerapah yang masih mencoba untuk pulang ke New York dan tentu saja, Raja Julien, Maurice dan Penguin tidak ketinggalan untuk petualangan komedi. Perjalanan mereka membawa mereka melalui Eropa di mana mereka menemukan tempat sementara yang sempurna: sirkus keliling, yang mereka ciptakan ke gaya Madagaskar. Ben Stiller, Chris Rock, Jada Pinkett Smith, David Schwimmer dan Sacha Baron Cohen siap untuk mengisi suara tiap-tiap animasi. Mereka bergabung dengan para pendatang baru waralaba, termasuk Frances McDormand, Bryan Cranston, Martin Short dan Jessica Chastain. Film keluarga ini direncanakan akan dirilis di AS pada 8 Juni 2012.

Abraham Lincoln Bagaimana bila seorang presiden memburu vampir? hal tersebut tentunya tidak berlaku didunia nyata, hanya berlaku dalam sebuah film. 20th Fox Century baru-baru ini telah merilis teaser trailer untuk film Abraham Lincoln: Vampire Hunter. Bercerita tentang seorang presiden Amerika ke-16, Abraham Lincoln, yang memburu para Vampir. Dalam teaser trailer ini kita akan melihat aksi Abraham Lincoln yang diperankan oleh Benjamin Walker memburu vampir dengan bersenjatakan kapak. Tidak terlalu banyak adegan action yang ditampilkan, tetapi cukup menarik untuk anda simak, sambil kita menunggu theatrical trailer berikutnya.

16 | TransNusa

| Inflight Magazine | Mei - Jun 2012

Genre : Horror Director : Timur Bekmambetov Producer(s) : Timur Bekmambetov, Jim Lemley, Tim Burton Cast : Benjamin Walker, Dominic Cooper, Anthony Mackie, Mary Elizabeth Winstead, Rufus Sewell, Marton Csokas, Joseph Mawle


Villa Almarik One of the first resorts on Gili Trawangan’s prime beachfront area. Everything is on your doorstep, a white sandy beach on the edge of a wide assemblage of beautiful blue coral and only a few minutes walk from the island’s central area. If you’ve been dreaming of white sandy beaches and crystal clear blue waters, look no further – you’ve found it. Welcome to Villa Almarik. The Resort has 20 simply and elegantly appointed cottages. Each is air-conditioned and has a spacious living area, a terrace and a traditional outdoor courtyard attached to the bathroom and is finished with traditional furnishings. A Balinese bale (elevated lounging area) completes each cottage. A mix of Indonesian and Mediterranean dishes awaits you at our restaurant. Gangga Divers at Villa Almarik, a PADI 5 STAR Dive Resort, is managed by the well known Gangga Divers Team. The Dive Center offers a large range of diving courses conducted by professional, PADI instructors, and caters to divers of every age and level of experience.

Lotus Bayview

A feast of the world’s varied cuisines... Dining on a distinct blend of the world’s varied cuisines including Asian and European specialties with an Italian accent, along with a wide selection of beverages, surrounded by Asian flowers and Indonesian antiques, and an enchanting and relaxing atmosphere this is what will await you at our restaurants. Lotus Restaurants have satisfied the most demanding of guests from all corners of the globe and we are proud to have established landmark status at all our locations. After our overwhelming success in Bali it was only natural for us to bring our cuisine and hospitality concept to Lombok island. Within the Senggigi Beach Art Center complex, adjacent to Lombok’s Sheraton Hotel lies the Lotus Bayview. The restaurant is only a few meters from the shoreline and from here you can see Bali’s Mount Agung while enjoying a gentle sea breeze. The menu includes the most popular dishes of all Lotus restaurants in Bali. Witnessing a stunning sunset from Lotus Bayview while indulging in our delicious food will certainly become an unforgettable memory of your stay in Lombok.

TransNusa | Inflight Magazine | Mei - Jun 2012 | 17


TransNusa Inflight Magazine

18 | TransNusa

| Inflight Magazine | Mei - Jun 2012


TransNusa | Inflight Magazine | Mei - Jun 2012 | 19


TransNusa Inflight Magazine

20 | TransNusa

| Inflight Magazine | Mei - Jun 2012


TransNusa Inflight Magazine

WAKATOBI

South Sulawesi’s underwater paradise Now a possibility for the rest of us

Wakatobi terdiri dari empat pulau utama mulai dari tenggara pantai Sulawesi: Wangiwangi, Kaledupa, Tomea dan Binongko, mudah diakses dari Makassar. Dimana sebelumnya hanya beberapa penyelam beruntung bisa menikmati keindahan bawah laut yang kaya akan keanekaragaman hayati, bandar udara saat ini telah ada di beberapa pulau. Berarti setiap orang sekarang dapat menikmati dunia bawah laut, karang dan berbagai spesies ikan yang tak tertandingi di belahan dunia manapun.

Text & Photos by The Agency

Wakatobi, consisting of four main islands off the south-east coast of Sulawesi: Wangiwangi, Kaledupa, Tomea and Binongko, is easily accessed from Makassar. Where previously only a few lucky divers could enjoy the rich marine bio-diversity, more airports on the islands mean now everyone can enjoy an underwater world of coral and a variety of fish species unmatched anywhere in the world.

TransNusa | Inflight Magazine | Mei - Jun 2012 | 21


TransNusa Inflight Magazine

 Hoga island

Wilayah perairan Wakatobi terletak di pusat keanekaragaman hayati terumbu karang. Taman Nasional Laut yang berjarak ratusan kilometer dari struktur terumbu karang, memberi kehidupan hewan laut yang pernah ada didunia ini, termasuk ikan paus, lumba-lumba, hiu, pari, tuna, barakuda, marlin dan banyak lagi. Tempat menyelam yang luar biasa, dipenuhi dengan ribuan spesies ikan yang berbeda - tidak ada tempat seperti itu. Dinding dengan ikan kecil dan besar sesuatu yang spektakuler di bawah maupun di permukaan laut . Ada juga sebuah pulau bernama Hoga yang telah terkenal, merupakan tempat yang sempurna untuk keluar dari rutinitas sehari-hari dan menikmati indahnya matahari terbenam. Sangat cocok untuk liburan keluarga yang gemar bersnorkeling dan berjalan-jalan menyusuri pasir putih. Setiap pulau memiliki sesuatu yang berbeda untuk ditawarkan - begitu banyak keanekaragaman baik itu di dalam air maupun didarat. Satu pulau memiliki pengrajin besi berbakat yang membuat parang, pulau lainya memiliki kerajinan tenun – kain tenun indah yang dibuat dari alat tenun sederhana, sementara Anda menikmati seluruh kepulauan yang ada di Wakatobi, jangan lupa untuk mengunjungi dan melihat secara langsung kehidupan - penduduk asli Bajo. Anak-anak mereka sangat istimewa. murah senyum! Mereka hidup di atas air baik pada perahu atau di rumah. Mereka membangun rumah di atas karang yang ditumpuk hingga di atas permukaan air laut. Mereka memiliki persediaan ikan hidup di bawah papan lantai rumah mereka! Sesuatu yang sangat berbeda melihat secara langsung gaya hidup orang-orang Bajo yang dengan bijak menggunakan sekaligus melindungi laut. Pelajaran berharga yang kita pelajari dari mereka! Tentu saja belum lengkap jika belum membahas tentang makanan. Dengan semua hidangan laut yang tersedia – semua dijamin segar – mulai dari kerapu, snaper dimana hampir semuanya kita suka, NAMUN hidangan yang

22 | TransNusa

| Inflight Magazine | Mei - Jun 2012

The Wakatobi region is near the epicenter of coral reef biodiversity. The hundreds of kilometers of reef structure in the Wakatobi National Marine Park provide every imaginable marine animal, including whales, dolphins, sharks, rays, tunas, barracudas, marlin and more. Diving there is amazing, the area is full of thousands of different fish species – there’s nowhere like it. There are garden walls with small and big fish – below the surface of the ocean it’s just magic. There’s also an island called Hoga which is already well- known by foreigners, and a perfect place for out-of-this-world sunsets. It’s great for families who like snorkeling and sunbathing. Or just for hanging out. Each of the islands have something different to offer – so much diversity under the water but also above. One island has gifted craftsmen who work with iron making beautiful swords (parang), another has weaving – beautiful cloths are prepared on old looms while throughout the islands you can visit and experience the living world of sea gypsies – the Bajo people. As everywhere, their children too are special. Lots of smiles!! They live on the water either on their boats or in houses. They build on coral that they pile up until it ‘s above the water and on which they construct their houses. They have live fish supplies under the floorboards of their houses!!! There is nothing like a visit to their sea villages to really experience a different style of life and people who protect the sea. What a lesson we can learn from them! Of course we all want to know about dining and with all that seafood swimming around what it’s like. Well everything of course is so fresh – all the favourites like grouper and snapper that we all love BUT other incredible dishes that go beyond the imagination and show that there is much to be learned from people making the most of everything like sea


TransNusa | Inflight Magazine | Mei - Jun 2012 | 23


TransNusa Inflight Magazine

ď‚&#x; Bajo village

luar biasa lainnya adalah bulu babi, kerang dan teripang yang mereka olah sedemikian rupa menjadi hidangan lezat. Hampir semua dapat dimasak tidak perlu menguras ikan-ikan di lautan karena ada begitu banyak yang bisa dimanfaatkan. Mereka tahu bagaimana memanfaatkan segala sesuatu tanpa harus ada yang terbuang. Masyarakat lokal lebih sadar akan dampak tindakan mereka terhadap lingkungan dan bersedia untuk melindungi sumber daya vital di masa depan. Para nelayan di Wakatobi berusaha meningkatkan tanggung jawab mereka dengan menjaga terumbu karang yang merupakan tempat berlindung berbagai macam spesies air. Akhir kata, kunjungan ke wilayah Wakatobi menawarkan kesempatan untuk menyaksikan penduduk setempat dalam melindungi lingkungannya dan mendapat manfaat dari itu - ya ... airnya bersih, jernih serta kehidupan lautnya yang berlimpah. How to get there

26 | TransNusa

Setiap hari TransNusa melayani penerbangan ke Makassar. Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi kantor TransNusa terdekat di kota Anda (atau buka halaman 40).

| Inflight Magazine | Mei - Jun 2012

urchins, clams and yes, sea cucumber. It can all be cooked – there’s no need to deplete the oceans of precious fish when there is so much more that can be utilized. They know how to make use of everything from the sea and waste nothing. The local communities are more aware of the impacts their actions have on the environment and are increasingly willing to protect its vital resources in the future. The reefs may shelter a wide variety of wildlife species, but they need protection as well, and fishermen from Wakatobi are assuming increased responsibility. Last but not least, a visit to the Wakatobi region offers an opportunity to witness environmental protection first hand and to experience the benefits of that - yes ... clean, clear water and an abundance of sealife.

Daily flights to Makassar are operated by TransNusa. For further information, please contact the TransNusa office at each destination (further details available P40).


Bintang Flores hotel celebrating its

4th anniversary The Bintang Flores hotel, Labuan Bajo held its Dinner Party on Tuesday 8th May 2012 in celebration its 4th Anniversary. Over 70 participants of hotel owner, staff and all in house guests spent a day of exciting activities, prizes, great food and performances. The event officially began on 7 May 2012 when hotel owner and staff visited rehabilitation center of St. Damian, Binongko. The team donated staple goods to physically handicapped residents, providing hope and future for children living in this orphanage. The next day, 8th May 2012 the program started with leisure stroll to the hill in front of the hotel. Following was some funny competitions for staff, making waves of laughter and fun. The culmination of the celebration was Dinner Party located at the pool side of the hotel. In addition to celebrate hotel anniversary, the dinner party was also held as a farewell to Mr. Made Budhiman, the previous hotel general manager who got a new assignment as the general manager of under-construction hotel, Bintang Kuta in Bali. His successor, Mr. John Raja has had a long experience in tourism and hospitality industry in Bali before joining Swisscontact Wisata project in 2006.

with a nice white sandy beach. As expressed through the slogan of the anniversary, ‘Be the star, the brightest one!’, the management and staff of Bintang Flores hotel is committed to provide all hotel guests with the highest standard of service and facilities.

The hotel officially opened its doors to the public on May 8, 2008, quickly establishing itself as one of the 1st 4 star hotel in Flores. The setting of this 61 room hotel is excellent with the rooms overlooking the spacious tropical garden and pool area and ends

TransNusa | Inflight Magazine | Mei - Jun 2012 | 27


FOOD TO DIE FOR Need to know more about what, where and when not to eat as you travel the world? Anthony Bourdain, traveling host of TV program, No Reservations dishes out some warnings in his book Kitchen Confidential; Adventures in the Culinary Underbelly combining pitch-black humor with witty explanations. Read on … Ingin tahu lebih banyak tentang apa, dimana dan kapan Anda tidak boleh mengkonsumsi makanan ketika bepergian? Anthony Bourdain, pembawa acara TV, No Reservations memberikan beberapa tip didalam bukunya Kitchen Confidential; Perjalanan kuliner yang dikombinasikan dengan humor dan penjelasan yang cerdas. Baca…

28 | TransNusa

Mari kita mulai dengan saran Bourdain tentang seafood, kita semua tahu, bagian timur Indonesia, hampir seluruhnya dikelilingi oleh laut.

Let’s start with Bourdain’s advice about seafood; we are after all, in the east of Indonesia, almost totally surrounded by sea.

Merupakan pemberian. Kebanyakan dari kita pernah sakit karena makanan laut - tetapi kita masih terus mengkonsumsinya, terutama ketika kita sedang berkeliling Indonesia. Bourdain menyarankan untuk menghindari ikan: jangan makan ikan pada hari Senin. Dia menjelaskan bahwa ikan segar hanya bertahan 5 hari, karena biasanya ikan dikirim kerestoran setiap hari Jum’at, dimana diperkirakan akan habis di akhir pekan dan yang tidak habis akan dijual pada Senin malam. Hati-hati juga jika ada menu khusus Ikan di hari Senin. Spesial karena mereka ingin menghabiskan stok .

It’s a given. Most of us have been sick because of seafood at some time in our lives – but we still keep going back for more, especially traveling around Indonesia. Bourdain’s tip to avoid dicey fish dinners: don’t eat fish on Mondays. He explains that what you see as fresh may very well be five days old because fish is usually delivered to restaurants on Fridays, with what isn’t finished over the weekend being used on Monday nights. Be careful too if a menu item is labeled “Monday’ and ‘Special’. “It’s special because they’re trying to get rid of it”.

| Inflight Magazine | Mei - Jun 2012


Coba lihat ikan todak. Sangat populer di Asia Tenggara, sering disajikan sebagai steak dengan saus lada hitam dan rasanya lezat bukan? Bourdain seorang ahli makanan tidak akan menyentuhnya. Dia menjelaskan bahwa sering pada daging ikan yang panjangnya 3 kaki ini terdapat cacing - dan mungkin Anda tidak akan melahap ikan todak lagi dalam waktu dekat ini”.

Watch out for swordfish we learn. It’s popular in S E Asia, often served as steaks with black pepper sauce and tastes delicious doesn’t it? Bourdain’s seafood purveyor, however, won’t touch it when he goes out to dinner. He claims the fish’s flesh is often riddled with 3-foot-long parasitic worms warning “You see a few of those babies – and we all do – and you won’t be tucking into swordfish anytime soon”.

Tetapi Bourdain menghemat peringatan terbesarnya bagi teman laut kita yaitu kerang, dia mengatakan tidak akan makan kerang kecuali dia tahu kokinya secara pribadi. Dan komentar ini datang dari seorang yang berani memakan apapun yang bergerak dalam acara TV yang Anda lihat! Tapi tidak kerang!

But Bourdain saves his biggest warning for our friends the mussels, saying he doesn’t eat mussels in restaurants unless he knows the chef personally. And this is coming from a person you may have seen on TV eating anything that moves! But not mussels!!!

Dia mengatakan bahwa dalam penyimpanannya, kerang sering kali berkubang dalam kencingnya sendiri. Beberapa restoran memiliki wadah khusus, yang dibawahnya ada sebuah tempat yang mudah untuk dibersihkan sewaktu-waktu ketika kerang disimpan – dan berharap juru masak memperhatikan setiap kerang serta memastika bahwa kerang-kerang tersebut sehat dan masih hidup sebelum disimpan. Jika yang sudah mati ada yang lolos, kita semua tahu akan berakibat fatal, dapat membantingmu seperti buku dan

He says, more often than not, mussels in storage are allowed to wallow in their own piss in the bottom of a reach-in. Some restaurants have special containers, with convenient slotted bins, which allow the mussels to drain while being stored – and hopefully the cooks at these places go through the batch mussel by mussel, making sure that everyone is healthy and alive before they are thrown into the pot. If a bad one gets through the screening process we all know it can slam you shut like a book and

TransNusa | Inflight Magazine | Mei - Jun 2012 | 29


TransNusa Inflight Magazine mungkin seperti Bourdain “yang merangkak, ke kamar mandi tanpa kontrol, memegangi perut dan muntah.”

maybe like Bourdain “send you crawling, to the bathroom with no bowel control, clutching (your) stomach and projectile vomiting.”

Bourdain memberikan banyak hal-hal penting dan masuk akal - sesuatu yang kebanyakan dari kita lalai saat makan. Anda melihat beberapa ikan yang Anda tahu, akan lebih baik dipanggang dan disajikan cepat dengan sepotong lemon, tapi kemudian disajikan dengan dengan vinaigrette; memberikan gambaran, mungkin ikan tersebut tidak begitu segar. ‘En vinaigrette’ pada menu, dapat diartikan ‘diawetkan’ menyindir koki selebriti kita.

Bourdain attaches a lot of importance to common sense – something most of us lack when we dine. You see some fish that you know, would be much better served by quick grilling and a slice of lemon, but suddenly it’s all dressed up with vinaigrette; give it some thought, it might not be that fresh. For ‘en vinaigrette’ on the menu, read ‘preserved’ or ‘disguised’ quips our celebrity chef.

Dia juga memperingatkan kita untuk waspada terhadap menu brunch yang katanya “tempat pembuangan makanan sisa di hari Jumat dan Sabtu”. Dia menambahkan bahwa koki biasanya libur pada hari Minggu, sehingga hidangan bruch dihidangkan hanya dengan pengawasan yang minimal oleh tangan kanan koki, “di mana tim asuhannya mulai dari tukang cuci piring dapat mengasah pengalaman mereka”.

He also warns us to be wary of those brunch menus which he says are “a dumping ground for the odd bits left over from Friday and Saturday nights”. He adds that most chefs are off on Sundays, so supervision is at a minimum and it’s work on brunches that the bottom dwellers on the cooks’ ladder get their experience, “where the farm team of recent dishwashers get their experience”.

Dan jika Anda seperti saya, salah satu hidangan yang saya sukai pada menu brunch Minggu adalah telur Benedict dengan Hollandaise saus yang lezat, berhati-hatilah! “Bukan untuk saya” kata Bourdain, “bakteri menyukai saus Hollandaise ... merupakan media yang cocok bagi perkembangan bakteri untuk berproduksi dan berkembang biak.

And if like me, one of the dishes you love best on the Sunday brunch menu is eggs Benedict with its delicious hollandaise sauce be careful! “Not for me” says Bourdain, “ bacteria love hollandaise sauce … (it’s) a veritable petri dish of bio hazards … a perfect environment for bacteria to copulate and reproduce in.” The buzzword, we are told, is “Brunch menu’. Translation? “Old nasty, odds and ends, and 12 dollars for two eggs with a free Bloody Mary”.

Bourdain menulis penjelasannya dengan cara yang masuk akal bagi orang awam di mana kadang kala kita mulai bertanya-tanya mengapa aspek tertentu dari masakan masih belum begitu jelas bagi kami. Kita, yang sering

30 | TransNusa

| Inflight Magazine | Mei - Jun 2012

Bourdain writes his explanations in a way that makes sense to the layman where even we begin to wonder why certain aspects of culinary haven’t been obvious to us. We, who dine out so often – yet it’s basically


TransNusa Inflight Magazine makan diluar - memerlukan logika dasar sederhana yang perlu diterapkan, misalnya, Anda baru di kota tersebut dan tidak tahu di mana untuk makan - Anda berjalan di “tempat-tempat makan” bertanya-tanya apa yang harus dicoba. Ini situasi yang membingungkan. Tetapi hanya ada satu hal yang perlu dipertimbangkan: di mana orang lain makan? Mengapa beberapa tempat penuh dan beberapa kosong? Logika dan insting harus digunakan. Pasti ada alasan mengapa begitu banyak orang makan direstauran tersebut… sudah pasti ... makanannya ok. Hal lain yang banyak melekat di otak kita - jangan makan di restoran dengan kamar mandi yang kotor. Banyak tempat di Asia Tenggara Anda akan mati kelaparan, tetapi ada beberapa panduan yang dapat dilihat bahwa restoran dioperasikan dengan ceroboh “Anda melihat koki duduk di bar, dengan celemek kotornya, satu jari masuk setengah jalan hidungnya, Anda dapat membayangkan bagaimana dia menangani makanan Anda di balik pintu tertutup “. Dan coba periksa staf restoran lain “pelayan Anda tampak seperti baru saja terbangun dari bawah jembatan? Jika manajemen mengijinkan dia untuk melayani dengan penampilan seperti itu, hanya Tuhan yang tahu apa yang mereka lakukan terhadap udang Anda! “ Dan bagaimana dengan pertanyaan tentang apa yang harus dipesan? Coba lihat ke sekeliling restoran kata Bourdain. Jika Anda ingin udang, baik ia mengatakan, jika terlihat segar, baunya segar dan restoran cukup ramai, hal itu menjamin perputaran produk berjalan secara teratur. “ Tapi jika Anda melihat restoran tersebut sebagian besar kosong, dengan wajah pemilik yang

 Eggs Benedict with hollandaise sauce

simple logic that needs to be applied; for example, you’re new in town and have no idea of where to eat – you’re walking down “eats street” wondering what to try. It’s a perplexing situation. But there’s really only one thing to consider: where is everyone else eating? Why are some places full and some empty? Logic has to come into the equation. But it should be instinctual. There’s a reason why so many people are there … Duh… The food must be ok. Something else a lot of us have etched into our brains – don’t eat in a restaurant with filthy bathrooms. In many places in SE Asia you’d die of starvation; but there are a few other tell-tale signs of a sloppy operation

TransNusa | Inflight Magazine | Mei - Jun 2012 | 31


TransNusa Inflight Magazine

kurang berbahagia sedang menatap keluar jendela, dengan jelas saya tidak akan memesan udang. Sebaiknya demikian pula untuk Anda. Perhatikan juga jika pada setiap hidangan yang dikenal ada pada menu, terutama menu besar dan bervariasi di tempat yang setengah kosong. Perusahaan kecil di kota-kota pedalaman dengan menu Lobster thermidore, Lamb shank, Spaghetti bolognese dan Fresh sea bass? Anda harus berhati-hati. Cobalah nasi goreng - setidaknya akan segar. Dan bagaimana dengan steak? Kita semua berpikir bahwa para koki benci memasak apa pun selain medium rare - tidak juga, kata Bourdain. Koki memiliki tradisi untuk menghormati waktu yang disebut “saving for welldone”- sehingga mereka tidak harus membuang potongan keras dekat kulit karena daging dan ikan cukup mahal dan jika dibuang akan rugi. “sehingga Koki sering memasak steak dengan “well done. Bourdain, dalam bahasannya bahaya tentang salad berhasil mencari perhatian bagi saudara-saudari kita para vegetarian “dengan istilah mereka, the vegan” yang, katanya sangat mengiritasi para koki yang gigih. Dalam hal ini yang perlu diwaspadai adalah amuba sangat mudah berpindah melalui sayuran mentah, khususnya selama mencuci salad dan prodak daun. Saran praktis Bourdain adalah untuk berpikir dua kali “ pada saat Anda akan berciuman dengan seorang vegetarian.” Saya kira sekarang Anda bertanya-tanya apakah tidak mungkin di lokasi baru dan eksotis untuk makan apa pun, karena mungkin agak sulit untuk mengikuti saran Bourdain. Haruskah kita berhenti makan duluar?

32 | TransNusa

| Inflight Magazine | Mei - Jun 2012

notes our guide “ You see the chef sitting at the bar, with a dirty apron on, one finger halfway up his nose, you can assume he’s not handling your food any better behind closed doors”. And check out the other restaurant staff “Your waiter looks like he just woke up under a bridge? If management allows him to wander out on the floor looking like that, God knows what they’re doing to your shrimp!” And what about the question of what to order? Look around the restaurant says Bourdain. If you want shrimp, fine he says, if it looks fresh, smells fresh “and the restaurant is busy guaranteeing turnover of product on a regular basis.” But if he saunters into a mostly empty dining room, with the unhappy-looking owner staring out the window, he’s definitely not ordering shrimp. You shouldn’t either. Be concerned too if every dish known to mankind is on the menu, especially the big and varied menu in a slow, half empty place. Small establishments in small inland towns with lobster thermidore, lamb shanks, spaghetti bolognaise and fresh sea bass on the menu? You should hear warning bells. Try the nasi goreng – that at least will be fresh. And what of steak? We all think that chefs hate cooking anything other than medium rare – not so, says Bourdain. Chefs have a time-honoured tradition called “saving for well-done’ - they don’t throw out that tough piece of shoe leather because meat and fish cost money and that would be a loss. “The chef saves it for well done”, Bourdain tells us and “serves it to some rube who prefers to eat his meat or fish incinerated into a flavourless, leathery hunk of carbon, who won’t be able to tell if he’s eating food or flotsam.” Ordinarily the chef would hate this customer,


TransNusa Inflight Magazine hold him in contempt for destroying his fine food. But not in this case. The idiot is paying for the privilege of eating his garbage! What’s not to like?” Bourdain, in discussing the dangers of salads manages to have a dig at our brothers and sisters the vegetarians “and their Hezbollah-like splinter faction, the vegans” who, he says are a persistent irritant to most chefs. In looking at things to be wary of he mentions that amoebas are transferred most easily through the handling of raw, uncooked vegetables, particularly during the washing of salad greens and leafy produce. His practical suggestion however is to think twice “about the next time you want to exchange deep tongue kisses with a vegetarian.”

 blowfish

I guess by now you have to ask if it’s ever possible in strange and exotic locations to eat anything, so difficult it might be to follow Bourdain’s advice. Should you stop eating out?

Anda harus ingat bahwa Anda lebih kuat dari apa yang Anda bayangkan dan semakin lama Anda mengekspos diri Anda pada hal-hal yang “meragukan”, semakin kebal tubuh Anda terhadap sesuatu yang mungkin datang. Bourdain selalu mengikuti nalurinya dan jika ia hanya dapat makan ikan pada hari Selasa, Rabu dan Kamis, dan ia mengatakan; “Jika saya hanya memiliki satu kesempatan untuk menikmati semangkok besar ikan kembung – bahkan saya tidak begitu kenal dengan kokinya – dan berada jauh di timur daerah asing, dan pesawat akan pergi besok? Saya akan lakukan!. “

You need to remember is stronger than you think and the longer you expose yourself to the “iffy” stuff, the more resistance you will build up against something virulent that might come along. Bourdain stick to his instincts and if he can will only eat fish on Tuesdays, Wednesdays and Thursdays, but he says “If I have only one chance at a full-blown dinner of blowfish gizzard – even if I have not been properly introduced to the chef – and I’m in a strange, Far Eastern city and plane leaves tomorrow? I’m going for it.”

“Anda hanya hidup sekali.”

“You only go around once.”

25% T E G COUyNouTr DISshowingicket or

by sNusa t ng pass Tranr boardi you

TransNusa | Inflight Magazine | Mei - Jun 2012 | 33


TransNusa Inflight Magazine

10 – Must-Have-Items for

the Clever Traveller Berdasarkan pengalaman pribadi, saya membuat 10 item yang harus dibawa oleh perempuan selama dalam perjalanan

Based on personal experience, I have lists 10 items female travellers should not be without on a trip.

Saya terkenal gemar berkemas (tidak pernah berkemas tiba-tiba) jauh sebelum saya pergi ke mana pun itu, saya sudah mempersiapkannya, bahkan senang membantu orang lain untuk berkemas! Biasanya saya mempersiapkan pakaian yang tepat - saya tidak pernah membawa lebih dari yang saya butuhkan apakah pakaian untuk pertemuan bisnis, sebuah gaun koktail, celana pendek atau leging untuk trekking dan sepatu olahraga. Selain itu semua, adalah toilet kit dan saya mempunyai daftar penting untuk setiap perjalanan: I’m famous for packing (unlike the last minute packers) long before I go anywhere; I even like helping others pack! I usually get the clothes right – I never pack more than I need and usually have what I need whether it be a light weight business suit for a meeting, a cocktail frock, shorts for a jungle trek or boots for walks. Aside from the obvious toilet kit I do have a list of essentials for every trip:

1. Kain Sarung Ini item yang saya tidak bisa tanpanya. Memiliki kegunaan yang luar biasa: dapat digunakan sebagai sal jika udara agak dingin, sebagai gaun, menutupi seprei atau bantal yang kotor, sebagai alas ketika berjemur dipantai atau payung dari terik matahari. Yang Anda perlukan adalah beberapa ide dan imaginasi untuk menggunakannya dan tidak membutuhkan banyak tempat di tas Anda!

1. Sarong It’s the one item I can’t do without. It has the most uses: if it gets chilly, it’s a shawl, it can double as a dress, it can be used to cover a dirty pillow, it’s a towel – also on the beach, it’s an umbrella from the sun and it can also be used as a blanket. Best of all with all those uses – all you need id some imagination – it is ight and doesn’t take up much room in your bag!

34 | TransNusa

| Inflight Magazine | Mei - Jun 2012


TransNusa Inflight Magazine 2. Pisau Lipat

2. Swiss Army knife

Jika Anda memilikinya, benda ini harus ada! Anda akan terkejut betapa sedikit orang yang benar-benar membawa mereka dalam perjalanan dan memilikinya ketika mereka dibutuhkan. Saya selalu meminjamkannya kepada beberapa orang dalam perjalanan - bahkan itu hanya untuk membuka botol! Kadang-kadang pisau lipat memiliki obeng sering dibutuhkan untuk memperbaiki sesuatu. Gunting, pinset dan pisau tajam dapat digunakan untuk memotong buah atau apa saja.

3. Selotip Selotip yang kuat seperti yang digunakan oleh tukang listrik berguna untuk memperbaiki begitu banyak perlatan. Anda dapat mengikat tas, menempel sol sepatu yang terlepas, mengikat pintu saat kunci pintu tidak bekerja atau menutup rapat bagasi Anda ketika check-in. Berguna untuk memperbaiki sementara banyak hal. Mereka juga dapat digunakan sebagai bandaids.

If you have one, you probably think this is obvious, but you’d be surprised how few people actually take them on trips and have them when they are needed. I constantly find I’m lending it to fellow travellers – even if it’s just for the cork screw or bottle opener! They also come with a screwdriver (both Phillips and conventional) so often needed to repair something; they have scissors and of course two good sharp knives hat are ideal for working on fruit, cutting cheese and buttering bread rolls. A must!

3. Masking tape Strong masking tape like electricians use are handy for repairing so many items. You can tie together bags, keep soles connected to shoes, rope door handles when the lock on the door doesn’t work or securely closing the lids of boxes you check-in as baggage for a flight as well as providing a handle on that box. It’s a temporary fixed for many things. They also work as bandaids.

4. Senter kecil Jika Anda memilikinya Anda akan bertanya-tanya mengapa Anda pergi tanpanya. Mati lampu sering terjadi di Indonesia, diperlukan juga untuk mencari barang-barang Anda yang jatuh ke kolong tempat tidur, atau menerangi perjalanan Anda ketika Anda harus bangun pagi buta untuk mendaki dikegelapan. Bawalah baterai Duracell yang banyak.

4. Small flashlight If you have one you’ll wonder how you got on without one. Blackouts are frequent in Indonesia; but you may need to look under that dark bed for your diamond ring that rolled under there. Or you may require some illumination on the steps you climb in the dark to catch a brilliant sunrise up to catch up that hill when it’s still dark in safety. Take lots of energizers or Duracell batteries.

TransNusa | Inflight Magazine | Mei - Jun 2012 | 35


TransNusa Inflight Magazine

5. Buku catatan kecil

5. Small note book

Tidak hi-teck, tetapi penting. Catatan perjalanan dan anekdot, catatan untuk cerita, beberapa ide, alamat, email, frase di tempat asing. Saya akan mati jika kehilangan yang satu ini. Sebuah memory kehidupan yang tercatat disini. Dan pena handal murah! Seberapa sering Anda meminjamkan pena pada penumpang lain untuk mengisi formulir imigrasi?

Very not high tech, but vital. Records the trip and anecdotes, notes for stories, ideas, addresses, emails, phrases in a foreign land. What I would die if I lost. A life’s record for the memoirs. And cheap reliable pens! How often do you find yourself lending your pen to other passengers to fill out immigration forms?

6. Obat-obatan Beberapa obat-obatan penting - kadang kala sulit untuk mendapatkannya - mungkin karena di tengah malam dan semua toko sudah tutup atau Anda berada di suatu pulau terpencil. Anda harus membawa anti diare, obat sakit kepala, krim anti nyamuk, anti septik (dengan kemampuan anestesi ringan) dan beberapa bandaide. Tisu basah juga sangat berguna - hei belum tentu Anda bisa selalu mencuci tangan.

6. Medicines Some important medicines here – mainly because they can be so hard to get – either because in the middle of the night and all the shops are shut or that island in the sun just doesn’t have any stock and you’re losing five kilos a day and can’t keep anything down! You must have something ant-diarrhea, something for a headache (maybe indigestion) anti mosquito cream/lotion, anti septic cream (with mild anesthetic ability) and some bandaide. Wet wipes also come in very handy – yoy can’t always wash those hands.

7. Kantong plastik Didesain untuk tahan tiga atau empat cuaca, transparan dapat dibeli di toko-toko obat mahal atau plastik yang Anda dapatkan setelah berbelanja. Sering kali Anda membutuhkannya. Membungkus alas kaki yang basah atau berlumpur, cucian kotor, perlengkapan mandi basah, obat kumur yang bocor dan masih banyak lagi. Jangan bepergian tanpa beberapa kantong plastik!

7. Plastic bags Three or four whether designer made, spotlessly transparent and bought from an expensive pharmacy or one’s you have collected from your last shopping spree, there are so many times you will need one. Wet or muddy footwear may need to be wrapped, your washing, your bikini, your wet toiletries --- the list goes on … the bottle of mouth wash that leaks. Don’t travel without a few!

36 | TransNusa

| Inflight Magazine | Mei - Jun 2012


TransNusa Inflight Magazine 8. Sun block lotion Hari ini, tidak aman untuk tinggal di bawah matahari tanpa pelindung. Sangat baik untuk selalu siap.

8. Sun block lotion These days, it is no longer safe to stay under the sun unprotected. It is good to be always ready

9. Toiletries Anda tidak mampu mengacaukan kesenangan dengan menjadi terganggu jika panggilan alam datang kapan saja. Tisu gulung, sabun pembersih tangan dan alkohol adalah harus ada setiap kali Anda bepergian.

9. Toiletries You can’t afford to mess the fun by being disturbed anytime the nature calls. Toilet paper, soap, hand sanitizer and alcohol are a must-bring items whenever you go outdoors.

10. Electronic gadgets

10. Electronic gadgets

Bepergian ke tempat yang berbeda kadang-kadang memakan banyak waktu. Anda harus menjaga suasana hati dan menghindari rasa bosan. Salah satunya adalah mendengarkan musik. Anda juga perlu membawa ponsel Anda ke manapun Anda pergi. Untuk keperluan darurat dan hiburan.

Going to different places could sometimes eat much of the time. You need to keep yourself in the mood by avoiding the chance of being bored. One of which is listening to music. So, you need to be always ready no matter what. You also need to bring your mobile phone wherever you go. For emergency and entertainment purposes.

TransNusa | Inflight Magazine | Mei - Jun 2012 | 37


TransNusa Inflight Magazine

Sports

F1 grand prix SPAIN

5 RACES 5 WINNERS!

Sebagai pembalap tercepat, Lewis Hamilton harus memulai lomba dari grid terakhir yang posisinya kemudian digantikan oleh Pastor Maldonado (yang relatif jarang diposisi ini) bersebelahan dengan mobil Ferrari milik Alonso, tidak ada yang bisa memprediksi hasil dari F1 Spanyol. Ketika Alonso memenangkan pertarungan saat memulai balapan, lomba tampaknya hanya akan menjadi formalitas belaka bagi mobil berwarna merah ini. Sesuai dengan ketidakpastian musim ini, Pastor Maldonado berhasil mencuri posisi pertama dari Alonso dan menciptakan salah satu hasil – lomba - yang paling menarik dalam beberapa tahun ini.

38 | TransNusa

| Inflight Magazine | Mei - Jun 2012

With the fastest man, Lewis Hamilton starting at the rear of the field and a relative outsider on pole next to Ferrari’s Alonso, nobody was predicting the outcome of the Spanish F1. And when Alonso won the start, it seemed the race would be a mere formality for the car in red. True to the unpredictability of the season this was not to be as Pastor Maldonado stole the lead from Alonso creating one of the most exciting finishes in years. This was the first win of his F1 career in only his second season in F1; it was also the Willams’ team’s first win in eight years making it one of the season’s greatest comeback stories.


TransNusa Inflight Magazine

Ini adalah kemenangan pertama Maldonado dalam karir F1 dalam musim keduanya di F1. Selain itu juga kemenangan pertama tim Willams ‘dalam delapan tahun terakhir membuatnya menjadi salah satu kisah comeback terbesar musim ini. Ketidakpastian musim telah terbukti menjadi sangat menarik dengan kemungkinan yang hampir mustahil untuk menebak siapa yang mungkin memenangkan beberapa balapan berikutnya. Bergabunglah dengan kami di Arena Pub & Restoran Sanur untuk menyaksikan semua kontes F1 dan menikmati serunya pertandingan di musim yang sangat berbeda dengan musim – musim sebelumnya.

The season’s uncertainty has proved to be incredibly interesting with any prediction of who might win the next few races impossible. Join us in Sanur at Arena Pub and Restaurant for all F1 contests and sample the excitement of a season different than any in the past.

Monaco Monte Carlo 27 May Montreal Canada 10 June Valencia Spain European GP 24 June

Be there! TransNusa | Inflight Magazine | Mei - Jun 2012 | 39


Route Map & Flight schedules

TransNusa Inflight Magazine

Makassar

Labuan Bajo (Komodo)

Larantuka

Bima

Jawa

Denpasar (Bali) (Hub)

Mataram (Lombok)

Ende

Ruteng

Sumbawa Tambolaka

Alor

Lewoleba

Maumere

Dili Atambua

Bajawa

Bali

Waingapu

West Nusa Tenggara

Kupang (Hub)

East Nusa Tenggara

Sabu

Coming Soon

Fokker 50 / BAE 146

Rote

ROUTES

Frequency

Pulau Bali/Timor/Sulawesi

ROUTES

Frequency

Ruteng - Kupang

Mon, Wed, Fri, Sun

Denpasar - Ende

Darwin

Pulau Bali/Lombok/Sumbawa Daily except Thu

Kupang - Denpasar

Daily except Thu

Kupang - Bajawa

Tue, Thu, Sat, Sun

Denpasar - Labuan Bajo

Daily

Kupang - Makasar

Mon, Thu, Sat

Bajawa - Kupang

Tue, Thu, Sat, Sun

Denpasar - Kupang

Daily except Thu

Makasar - Kupang

Mon, Thu, Sat

Kupang - Larantuka

Tue, Thu, Sat, Sun

Denpasar - Bima

Daily

Kupang - Rote

Mon,Wed, Sat

Larantuka - Kupang

Tue, Thu, Sat, Sun

Bima - Denpasar

Daily

Rote-Kupang

Mon,Wed, Sat

Denpasar - Mataram

Daily

Pulau Alor (Kalabahi)

Pulau Sumba Kupang - Tambolaka

Tue, Wed, Fri, Sun

Mataram - Denpasar

Daily

Kupang - Alor

Daily

Tambolaka - Kupang

Tue, Wed, Fri, Sun

Denpasar - Tambolaka

Tue, Thu, Fri, Sun

Alor - Kupang

Daily

Tambolaka - Denpasar

Tue, Thu, Fri, Sun

Mataram - Bima

Daily

Tambolaka - Ende

Tue, Fri, Sun

Bima - Mataram

Daily

Kupang - Waingapu

Tue, Thu, Sat

Mataram - Sumbawa

Daily

Tue, Thu, Sat

Sumbawa - Denpasar

Daily

Denpasar - Sumbawa

Daily Daily

Pulau Flores (Ende/Sikka/Manggarai/Bajawa/Larantuka) Kupang - Ende

Daily

Ende - Kupang

Waingapu - Kupang

Daily

Ende - Tambolaka

Tue, Fri, Sun

Pulau Flores (Labuan Bajo)

Ende - Denpasar

Daily except Thu

Kupang - Labuan Bajo

Mon, Wed, Sat

Sumbawa - Mataram

Ende - Labuan Bajo

Mon, Wed, Sat

Labuan Bajo - Kupang

Mon, Wed, Sat

Mataram - Labuan Bajo

Daily

Kupang - Maumere

Daily

Labuan Bajo - Denpasar

Daily

Mataram - Tambolaka

Tue, Fri, Sun

Maumere - Kupang

Daily

Labuan Bajo - Ende

Mon, Wed, Sat

Mataram - Ende

Tue, Fri, Sun

Rote-Kupang

Mon, Wed, Sat

Kupang - Ruteng

Mon, Wed, Fri, Sun

For further information please check our website:

www.transnusa.co.id or email: info@transnusa.co.id 40 | TransNusa

| Inflight Magazine | Mei - Jun 2012


TransNusa Inflight Magazine

Airline Partners

www.transnusa.co.id | Fleet: Fokker 50

www.aviastar.biz | Fleet: BAe 146 - 200

nusantara air | Fleet: BAe 146 - 200

TransNusa | Inflight Magazine | Mei - Jun 2012 | 41


Gadgets

ASUS Padfone ASUS Padfone merupakan perangkat hybrid yang dapat difungsikan sebagai sebuah smartphone atau menjadi sebuah tablet. ASUS Padfone menggunakan sistem operasi Android 4.0 Ice Cream Sandwich. ASUS Padfone dilengkapi dengan layar 4.3 inci dan 10.1 inci, kamera 8 megapiksel, dan prosessor dual core 1.5GHz

Huawei Ascend D

Nintendo Wii U

Baru-baru ini Huawei memamerkan smartphone high end anyarnya lewat ajang Mobile World Congres (MWC) 2012 di Barcelona. Ponsel itu diberi nama Huawei Ascend D Quad XL .

Wii U menghadirkan design kontroler yang merupakan perpaduan antara tablet PC layar sentuh dengan konsol game yang mengagumkan. Nintendo Wii U juga memiliki fitur dapat mendeteksi gerakan dan juga memiliki kemampuan sebagai kontroler yang dapat berinteraksi dengan televisi. Tapi jangan khawatir, walaupun Wii U dapat dimanipulasi menjadi kontroler pada layar televisi, game yang sedang dimainkan tidak akan terganggu, karena pemiliknya masih dapat memainkan game tersebut pada layar yang ada di konsol keren ini. Konsol yang satu ini juga sangat unik karena memungkinkan penggunanya untuk melakukan browsing di dunia maya dan juga video call.

Layar- smartphone yang memiliki ketebalan 10.9 milimeter dan berat 150 gr. Layarnya juga terlihat sangat luas dengan ukuran 4.6 inci dan berkualitas HD (beresolusi 720x1280 piksel). Sistem Operasi dan Prosesor menggunakan android v4.0 (Ice Cream Sandwich) s. Dapur pacunya dipersenjatai dengan prosesor QuadCore berkecepata 1.5 GHz dan RAM 1GB. Dibekali dengan prosesor Quad-Core (empat otak), maka tak mengherankan jika Ascend D Quad XL disebut-sebut sebagai ponsel tercepat didunia untuk saat ini.

Panasonic Lumix GX1 Panasonic kembali meramaikan pasar kamera digital micro four thirds melalui seri LUMIX G terbarunya, DMC-GX1. Compact System Camera (CSC) terbaru Panasonic ini dilengkapi sensor Live MOS beresolusi 16 megapixel dan Venus Engine yang memastikan kualitas gambar yang dihasilkan menyerupai obyek aslinya. Untuk memungkinkan pengambilan foto berkualitas dalam kondisi pencahayaan yang buruk, Panasonic telah mempersenjatai GX1 dengan sensitivitas ISO hingga 12.800. Sama seperti kamera dalam seri LUMIX G lainnya, GX1 mengadopsi sistem fokus Contrast AF yang memungkinkan proses fokus dilakukan oleh sensor gambar. Dengan sistem ini, GX1 mampu menghasilkan gambar berresolusi tinggi dan mengurangi noise. Proses penyesuaian fokus pun dapat dilakukan dengan cepat melalui Light Speed AF yang memungkinkan proses Auto Focus dilakukan hanya dalam waktu 0,09 detik. Kecepatan ini dapat dicapai dengan sinkronisasi antara lensa dan sensor yang dilakukan dengan kecepatan 120 fps.

Samsung Galaxy Beam Smartphone satu ini memiliki banyak keunggulan yang sangat menarik. Dimulai dengan dibekalinya dengan layar 4.0 inci serta dukungan operasi sistem Android Gingerbread. Tak hanya itu, Samsung Galaxy Beam telah ditanamkan prosesor 1 GHz dual-core serta 6GB RAM. Tak cukup sampai disitu, Samsung Galaxy Beam dilengkapi kamera belakang 5MP serta kamera depan 1.3MP. Sangat memungkinkan untuk mengabadikan gambar dalam momen tertentu. Samsung Galaxy Beam juga memiliki daya tampung memory yang lega sebesar 8GB serta tambahan dukungan microSD slot. Yang paling menarik dari Samsung Galaxy Beam ini adalah adanya penambahan fitur 15 lumen projector. Dengan adanya 15 lumen ini cukup mampu untuk mencerahkan ruang gelap bila Samsung Galaxy Beam ini beraksi dengan proyeksi 50-inch HD. Dan penambahan daya baterai yang sebesar 2000mAh akan cukup membantu saat melakukan proyeksi.

42 | TransNusa

| Inflight Magazine | Mei - Jun 2012

ASUS Zenbook™ ASUS ZENBOOK™ hadir dengan tidak hanya memenuhi definisi Ultrabook™ pada umumnya. Empat prinsip utama yang mendasari pengembangan ASUS ZENBOOK™ adalah pure design, kinerja tak tertandingi, ramah lingkungan dan audio menakjubkan. dilengkapi dengan prosesor Intel Sandy Bridge yakni Core i5-2467M dengan kecepatan 1,6GHz dan menggunakan RAM sebesar 4GB. Ia menggunakan layar berukuran 11,6 inci dengan resolusi hingga 1366x768 pixel. Dari sisi desain, ultrabook ini memang sangat tipis. Titik tertebalnya, yakni di bagian belakang, tidak sampai 1 sentimeter (cm). Casing yang melapisinya juga didesain ‘unibody’ alias menutupi notebook tanpa terpisah-pisah. Bobotnya pun dibuat ringan, hanya 1,1 kilogram.


TransNusa Inflight Magazine

HEAD OFFICE

SUB BRANCH

KUPANG

Bajawa

Maumere

Waingapu

Sumbawa Besar

Jl. Palapa No. 7, Naikoten – Kupang Telp. (+62 380) 822555 | Fax. (+62 380) 832573 Email: koe@transnusa.co.id

BRANCH OFFICES DENPASAR

Jl. Sunset Road No. 100 C Kuta Telp. (+62 361) 8477395 | Fax. (+62 361) 8477454 Email: dps@transnusa.co.id

SURABAYA

Jl. Ngagel Jaya No. 53 A Telp. (+62 31) 5047555 | Fax. (+62 31) 50111749 Email: sub@transnusa.co.id

MATARAM

Jl. Panca Usaha No. 28 Telp. (+62 370) 624555 | Fax. (+62 370) 647535 Email: ami@transnusa.co.id

MAKASSAR

Bandara Udara Sultan Hasanuddin Makassar Telp. (+62 411) 3656093 , (+62 411) 3656067 Email: upg@transnusa.co.id

JAKARTA

Jl. Cideng Timur No.10 dan 10 A Jakarta Pusat Telp : ( +62 21 6315821/6318709/6327546 ) Fax : ( +62 21 6315273 ) Email : Info@transnusa.co.id

D.I. Panjaitan No. 10 Telp. (+62 384) 21755 Fax. (+62 384) 21200 Email: bjw@transnusa.co.id Waingapu Jl Adi Sucopto. No.1 Telp : (+62 387) 62427 Email: wgp@transnusa.co.id

Bandar Udara Frans Seda Telp : (+62 382)2425363 Fax. (+62 382) 23821 Email: mof@transnusa.co.id Bandar Udara Brang Biji Telp / Fax. (+62 371) 626161 Email: swq@transnusa.co.id

Ende

Bandar Udara H.H. Aeroboesman Telp/Fax. (+62 381) 24242 Email: ene@transnusa.co.id

Rote

Kmpl. Perkantoran Bupati Rote Ndao Telp/fax: ( +62 380)8007927/71033 email : rti@transnusa.co.id

GENERAL SALES AGENTS (GSA) / SUB SALES Larantuka

Jl. Herman Fernandez No. 289 (Depan Optic Reinha) Kel. Amagarapati Telp : (+62 383 ) 2325386 Fax. (+62 383) 2325386 Email: mof@transnusa.co.id

Lewoleba

Jl. Trans Naga Wutun Telp. (+62 383) 41636 Fax. (+62 383) 41636 Email: lwe@transnusa.co.id

Labuan Bajo

Jl. Komodo Kampung Tengah Manggarai Barat Telp. (+62 385) 41800 Fax. (+62 385) 41954 Email: lbj@transnusa.co.id

Alor

Jl. Jend. Sudirman No. 100 Telp. (+62 386) 21039, 2222555 Fax. (+62 386) 2222555 Email: ard@transnusa.co.id

Tambolaka

Hotel Aloha Jl. Jend. Sudirman No. 26 Telp. (+62 387) 22563 Fax. (+62 387) 21245

Bima

Jl. Sulawesi No. 26 Telp: (+62 374) 647251 Fax : ( +62 374 ) 42108 Email: bmu@transnusa.co.id

Ruteng

Jl. Komodo No.2 Telp: (+62 385)21829/22322 Fax. (+62 385) 21983 Email: rtg@transnusa.co.id

For further information please check our website: website: www.transnusa.co.id email: info@transnusa.co.id

TransNusa | Inflight Magazine | Mei - Jun 2012 | 43


News

TransNusa Inflight Magazine

TransNusa Tambah Pesawat TransNusa tetap fokus pada komitmennya dalam melayani masyarakat NTT. Hal ini dibuktikan dengan menambah armada F-50-nya yang keempat. Pada tanggal 30 Maret 2012 kemarin melakukan pendaratan perdana di Bandar Udara Eltari Kupang dengan mulus. Armada yang berkapasitas 54 seats ini, kini telah siap melayani masyarakat NTT.

Adapun 4 Armada Fokker 50 ini diharapkan menjadi kebanggaan masyarakat NTT karena pada ekor Pesawat di cat perpaduan Motif NTT yaitu ENDE, MAUMERE, ALOR, RUTENG & BAJAWA. Sesuai dengan visi TransNusa menjadi perusahaan penerbangan lokal yang selalu mencintai dan mengangkat ciri khas budaya NTT.

Perlu diketahui PT. TransNusa Aviation Mandiri yang sudah Mengantongi AOC ( Air Operator Certificate ) pada bulan Agustus tahun lalu tetap akan memberikan gebrakan dan melakukan pengembangan usaha serta berharap dapat memaksimalkan Tentunya ini merupakan kabar gembira bagi seluruh pengguna jasa TransNusa pelayanan kami kepada semua pelanggan setia TransNusa baik dengan penambahan di NTT, NTB, Bali & Makassar. Untuk melayani permintaan pasar yang aktif dan rute maupun penambahan frekwensi penerbangan dibeberapa daerah. mengantisipasi permintaan menjelang musim liburan mendatang. Sehubungan dengan penambahan armada, Armada Fokker 50 TransNusa Aviation Mandiri ini akan melayani rute-rute yang selama ini dilayani yaitu Bajawa, Ruteng, Alor, Ende, Maumere, Tambolaka, Waingapu, Ujung Pandang, Lombok, Sumbawa, Bima & Rote.

Kami tidak akan ada tanpa kehadiran para pelanggan setia TransNusa, Penghargaan tertinggi dan terima kasih kami sampaikan untuk semua pelanggan TransNusa atas kepercayaan dan dukungannya selama ini. Kami senantiasa akan terus berupaya meningkatkan pelayanan untuk lebih baik dan menjadi yang terbaik.

Deep and Extreme Indonesia 2012 Deep and Extreme Indonesia 2012 ke 6 berlangsung selama empat hari, mulai 29 Maret-1 April 2012. Digelar di Assembly Hall, Balai Sidang Jakarta Convention Centre (JCC) dengan menampilkan gaya hidup dan tren wisata petualangan.

Pameran resmi dibuka dan dihadiri oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu serta Ketua Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI), Freddy Numberi. Deep and Extreme Indonesia diikuti 116 peserta yang 50 persennya berasal dari luar negeri. Deep and Extreme Indonesia 2012 mengambil tema “Family Go Adventure”, yang menurut Darmawan untuk membuktikan bahwa wisata petualangan tidak hanya untuk orang-orang tangguh dan medan yang berbahaya, namun juga dapat diikuti oleh anak-anak. Hal ini diamini oleh Mari Elka. TransNusa dan Jayakarta Labuan Bajo tidak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk mempromosikan daerah timur Indonesia khususnya Labuan Bajo (Komodo) yang memiliki potensi luar biasa bagi penggemar petualang, mulai dari traking, snorkeling, diving dan masih banyak lagi potensi lainnya yang dapat mereka tawarkan.

ATF Manado 2012 Pada 13 Januari 2012, Wakil Presiden RI Boediono didampingi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Marie Elka Pangestu memukul tetengkoren saat membuka ATF 2012, di Novotel Grand Kawanua Convention Centre, Manado.

ATF 2012 mengangkat tema, “Tourism for a Global Community of Nations”, di mana peran pariwisata tidak hanya mencakup pada tataran kawasan ASEAN melainkan juga lebih meluas sampai ke wilayah Asia Timur. Dihadiri 1.400 peserta hadir dalam acara ini dimana terdiri dari 400 buyers dan 900 sellers dari seluruh negara ASEAN, serta 100 media internasional.

44 | TransNusa

| Inflight Magazine | Mei - Jun 2012


Experience...

The most beautiful and luxurious beach resort The Bintang Flores Resort, with its spacious grounds fronting a private beach * 59 Air Conditioned Deluxe Rooms * 2 Air Conditioned Deluxe Suites * TV Channel * Restaurant * Swimming Pool * Fitness Center * Meeting Room * Dive Shop * Free WiFi at the Lobby & Restaurant area

Head Office: Pantai Pede, Labuan Bajo 86554, Flores, Indonesia Tel (62-385) 42 000 Fax (62-385) 41 333 Bali Sales Office: Jl. Kartika Plaza, Kuta, Tuban, Bali 80361, Indonesia Tel (62-361) 753 930 Fax (62-361) 753 931

www.bintangfloreshotel.com


TransNusa #16