Issuu on Google+

Mar - Apr 12

Bali

When you gotta go...

Lombok

Photography – anyone can do it

When it rains, it pours


Your connection to Indonesia’s magical east Serving Bali – Lombok – Sumbawa – Bima – Labuanbajo (Komodo Island) – Ruteng – Bajawa – Ende – Maumere – Kupang – Tambolaka – Waingapu – Larantuka – Rote – Makassar, etc

DENPASAR : Jl. Sunset Road No. 100 C Kuta, Telp. (+62 361) 8477395, Fax. (+62 361) 8477454 Email: dps@transnusa.co.id | Website: www.transnusa.co.id


Welcome Message

TransNusa Inflight Magazine

To customers of TransNusa Juvi Jodjana President Director

Selamat datang di pesawat TransNusa!

Welcome aboard ladies and gentlemen!

Orang kadang menyebut kami TransNusa mencoba melakukan hal yang mustahil untuk menghubungkan secara efisien daerah satu dengan daerah lainnya di Indonesia timur yang sedang berkembang, saya ingat perusahaan Apple yang tekenal pada tahun 1997 “Orang yang dapat merubah dunia adalah orang yang inovatif dan berani melakukannya “. Jika kita tidak mencoba, kita tidak tahu apakah akan berhasil, tetapi jika kita mencoba, kemungkinan berhasil pasti ada. Sama seperti yang dilakukan Steve baru-baru ini dengan Ipod, Iphone, Ipad dan Macbooknya.

When people mention that we at TransNusa are sometimes trying to do the impossible as far as improving customer care and connecting people efficiently here in an area of Indonesia that is still developing, I remember Apple’s famous 1997 commercial “The people who are crazy enough to think they can change the world are the one’s who do”. If we don’t try we won’t succeed, but if we do try we just might succeed, just as the late Steve Jobs did with the Ipod, Iphone, Ipad and Macbooks.

Ya kami maskapai penerbangan, tetapi itu tidak menghentikan kami untuk membangun T-MORE hotel & lounge di Kupang sebuah transit hotel – konsep baru bagi daerah tersebut – dan sekarang menjadi hotel yang paling populer di sana. Sebagai bentuk apresiasi kepada Travel Agent & Corporate, TransNusa mengadakan TransNusa Agent & Corporate Gathering yang dilaksanakan secara bergilir dimulai dari Makassar, Surabaya, Denpasar, Lombok dan Kupang. Dihadiri oleh agent dan corporate/ relasi serta pelanggan setia TransNusa untuk meningkatkan silahturahmi sekaligus memberikan informasi terbaru tentang TransNusa dan T-MORE hotel. Baru-baru ini kami juga membuka kantor di Jakarta – hal ini sangat penting kami lakukan untuk mempermudah mengurus surat-surat yang berhubungan dengan Departemen Penerbangan Sipil serta menjaga hubungan penting dengan industri yang berhubungan dengan sperpart pesawat, vendor dan pelanggan kami. Ya, perlahan tapi pasti kami berkembang, bukan karena usaha kami saja, tetapi keyakinan dan support dari para pelanggan setia TransNusa – dan kami berterimakasih atas semua itu. Majalah penerbangan kami tidah kalah pentingnya - kami adalah satu-satunya maskapai penerbangan local yang memiliki majalah terbit setiap dua bulan sekali. Yang menyediakan informasi dan hiburan bagi Anda pelanggan TransNusa dengan cara yang sama yang pernah Steve katakan “presentasi adalah alat pemasaran yang paling penting”, demikian juga kami melihat majalah merupakan alat yang dapat menggambarkan tentang perusahaan kami dan juga sebagai alat untuk menunjukkan potensi Indonesia bagian timur yang kaya. Edisi Maret - April, kami menyoroti keindahan Labuan Bajo pada musim penghujan! Kami menyediakan potret Lombok pada salah satu artikel menarik kami bagaimana fotografi digital telah memungkinkan kita semua dapat menjadi seorang photographer dan menunjukkan kepada Anda; Yayasan Ayo Mandiri sebuah yayasan yang memberikan kesempatan pekerjaan bagi orang-orang yang kurang beruntung. Kami juga menyoroti sebuah daerah di Bali yang jauh dari keramaian - Amed dengan diving dan keindahan alamnya.

Yes we are an airline, but that didn’t stop us building the T-More Hotel and Lounge in Kupang with its transit lounge – a new concept for the area – and now possibly the most popular hotel there. It hasn’t stopped us working with travel agents in a new and innovative way as seen in our recent TransNusa Agent & Corporate Gatherings held on a rotation basis for those who have contributed and supported us, where we provide info for all and recognize with prizes those who have done best – yes we are all working together in this business, not competing with each other! We also recently set up an office in Jakarta – far from our base in the east of Indonesia, we know, but important for liaising with the Dept of Civil Aviation as well as maintaining important relationships in the industry and staying in touch with our vendors and customers. And as an airline it didn’t stop us starting with one small Fokker 50 but later when the time was right being the first airline in the region to add jet aircraft to their fleet. Yes, some said we were crazy but we are slowly and surely expanding, not only because of our efforts but because of the faith and support our customers – you passengers have in us – and we thank you for your support. Our inflight magazine is another important consideration – we are the only local airline with a regular bi-monthly inflight magazine, and why not? It provides information and entertainment for you our customers inn the same way Steve Jobs once said his presentations were his most important marketing tool, so too do we see the magazine as a tool that likewise presents our company and shows off this rich area of Indonesia. Our March/April edition highlights the beauty of Labuan Bajo in the most unlikely of situations – the rainy season! We provide portraits of Lombok in an interesting article showing how digital photography has enabled us all to take pictures, and we focus on a foundation that is providing the less fortunate the opportunity for meaningful employment. We also highlight an area of Bali that is far from the crowds – the eastern area of Amed with its diving and natural beauty.

Kami berharap Anda menikmati penerbangan Anda bersama kami TransNusa.

We do hope you have a nice flight and that your experience with TransNusa is a pleasant one.

Sekali lagi terimakasih telah memilih kami TransNusa.

Thank you for choosing to fly with us. TransNusa | Inflight Magazine | Mar - Apr 2012 | 01


TransNusa Inflight Magazine

Contents

06

18

30

06 When it rains, it pours

40 TransNusa Route Map & TransNusa Schedules

18 Photography – anyone can do it

29 News – TransNusa add routes & frequency of flight

30 When you gotta go...

43 News – TransNusa opens office in Jakarta

36 A positive massage

44 News – TransNusa Agent & Corporate Gatherings 2012

TransNusa Inflight Magazine ‘E’-edition on-line now available at

www.transnusainflightmagz.com

Read the magazine, see the pictures from cover on-line 02 | TransNusa

| Inflight Magazine | Mar - Apr 2012


Experience...

The most beautiful and luxurious beach resort The Bintang Flores Resort, with its spacious grounds fronting a private beach * 59 Air Conditioned Deluxe Rooms * 2 Air Conditioned Deluxe Suites * TV Channel * Restaurant * Swimming Pool * Fitness Center * Meeting Room * Dive Shop * Free WiFi at the Lobby & Restaurant area

Head Office: Pantai Pede, Labuan Bajo 86554, Flores, Indonesia Tel (62-385) 42 000 Fax (62-385) 41 333 Bali Sales Office: Jl. Kartika Plaza, Kuta, Tuban, Bali 80361, Indonesia Tel (62-361) 753 930 Fax (62-361) 753 931

www.bintangfloreshotel.com


TransNusa Inflight Magazine

Publisher

TransNusa Inflight magazine is published bi-monthly

The Agency Nakula Plaza A10 Jl. Nakula, Legian Bali, Indonesia 80361 | Tel / Fax: +62 361 737 285

The views or opinions expressed or implied in TransNusa Inflight Magazine are those of the author and do not necessarily reflect those of TransNusa or The Agency.

Editor

We welcome readers’ photographs and articles but cannot accept liability for loss or damage however caused.

Tim

Director

Wiwik Mulyani

All rights reserved. No part of this publication may be reproduced, stored in retrieval system, or trasmitted in any form or by any means, electronic, mechanical, photocopying, recording or otherwise, without the prior written permission of The Agency

Contributors Natasya

Graphics

Arif Novianto, Aditya Nugroho

Inflight Magazine

Sales

Natasya, Meryana Dian, Januar Seno Aji Hp: +62 81 236 127 327 | +62 361 743 3013

Admin

Special Advertising Rates!

Olive, Ary Wijaya

Distribution

Komang Mertha Yasa

1 Page rp 6.000.000,1/2 Page rp 4.000.000,1/3 Page rp 3.000.000,-

More than 30,000 pax/readers per month - in every seat pocket! Inflight Magazine available on all TransNusa routes, selected expos & travel events, TransNusa offices and participating businesses in Bali & Nusa Tenggara. Advertising enquiries

+62 361 743 3013

 Cover shot by The Agency

Oct - Dec 09

Jan - Mar 09

Jul - Aug 10

Apr - Jun 10

Sep - Oct 10

Dragon Quest

Sailing to Komodo

Bridging the gap Lombok moving forward

Tambora

The mountain that spawned Frankenstein

Alor What a dive!

east Indonesia

Indonesia’s finest foreshore Gili Trawangan

Mbeliling forest

Labuan Bajo

Lombok

experience the wonder

Labuan Bajo gateway to komodo

Sembalun

Lombok’s hidden valley

Dragons

very dry; stirred not shaken

VOTE FOR KOMODO NEW 7 WONDERS OF NATURE

The Gili islands Sunny wet season

The other Kuta south lombok

Senggigi

Ménage à trois

the perfect threesome

 

July - Ags 11

Ministry of Culture and Tourism Republic of Indonesia

Diving the east lombok & alor

a breath of fresh air

Sept - Oct 11

www.indonesia.travel

Special Edition

Inauguration of TransNusa Airline

The Gold Coast, Australia

Warm in winter

A view to a thrill

Bali’s spectacular Bukit Jimbaran

Some bike it hot

Kayaking and biking Lombok and The Gilis

Kupang foodvaganza!

Lombok

and the personal touch

Dancing into the soul of Bali

Kelimutu, Flores Three crater lakes for everyone

04 | TransNusa

| Inflight Magazine | Mar - Apr 2012

TransNusa now an airline!

Tanjung Lombok Ringgit

South - Sumbawa west 4"*-*/%0/&4*"


TransNusa Inflight Magazine

When it rains, IT POURS Text & photo by The Agency

06 | TransNusa

| Inflight Magazine | Mar - Apr 2012


TransNusa Inflight Magazine

... tetapi tidak ada yang terganggu di Labuan Bajo; ikan di zona menyelam spektakuler sudah basah, komodo di zona liar Rinca dan pulau Komodo menyukainya, dan bagi pengunjung yang berada di dalam zona kuliner di Bajo, memiliki alasan tersendiri untuk tetap tinggal bersantai dan menikmati hangatnya cappuccino. ‌ but no one’s bothered in Labuan Bajo; the fish in the spectacular dive zones are already wet, komodo dragons in the wildlife zones of nearby Rinca and Komodo island love it, and for visitors in the fine Bajo dine zones it’s another excuse to stay under cover, chillout, and order another cappuccino. TransNusa | Inflight Magazine | Mar - Apr 2012 | 07


TransNusa Inflight Magazine Kami melihat awan gelap tak menyenangkan merangkak di Teluk Bajo menuju kami. Cakrawala keseluruhan tampak hitam, membentuk sebuah latar belakang menakutkan dengan perahu layar Bugis dan tiang-tiangnya yang tinggi menurunkan jangkarnya. Midori dari Leeds Inggris, bepergian seorang diri, bercerita pada kami diantara lezatnya makanan Indonesia, seharusnya kami mencoba untuk keluar ke laut dan berenang dengan ikan pari raksasa yang dengan mudah dapat dijumpai di mana-mana di laut dekat sini. Pelayan dengan cappuccino sedang menuju ke meja kami ketika angin menghantam keras atap seng dan hujan yang telah bersembunyi di awan tebal turun begitu kencangnya. Sepotong kecil dari atap seng mendarat ke lantai dengan dentang yang sedikit lebih keras dari suara seseorang yang berteriak “Ooooh saya tidak pernah melihat hujan sederas ini sebelumnya”. Tirai bambu melesat kencang hampir mengenai kepala beberapa pengunjung yang harus ditambatkan pada beberapa pilar. Hujan deras di mana-mana dan air selokan meluap namun dari itu semua, kita tetap di tempat yang tinggi dan kering menikmati banjir.

We could see dark ominous clouds crawling across Bajo Bay towards us. The whole horizon was black, forming an eerie backdrop to the Bugis schooners with their high masts riding at anchor. Midori from Leeds, traveling by herself, was telling us over some delicious Indo latte how we should head out into the deep and swim with the giant Manta Rays which were everywhere in the seas close by. The waitress with our cappuccinos was on her way to our table when the explosion of wind and rain that had been hiding in those clouds hit. A small piece of tin roofing flew to the floor of the Lounge landing with a clang that was only slightly louder than the sounds of one overacting patron screaming “Ooooh I’v never seen such heavy rain!”. The rattan blinds were likewise creating a racket and had to be strapped tightly to some pillars. Spray was everywhere and the gutters were over flowing, yet through it all we remained high and dry enjoying the deluge.

 Batu Cermin cave

08 | TransNusa

| Inflight Magazine | Mar - Apr 2012


TransNusa Inflight Magazine Hujan deras selalu menarik; hal yang tidak asing terjadi di daerah tropis. Merupakan bagian dari musim hujan yang banyak dihindari oleh kebanyakan orang. Bagi kita yang mungkin baru pertama kali terbang kedaerah ini, akan mengatakan penerbangan ini cukup menarik, ketika pesawat BAE kami mulai mendekat dan akan melakukan pendaratan, menembus awan tebal yang berbaris hampir menutupi landasan pacu Labuan Bajo – tampak sebuah bukit yang puncaknya tinggal setengah setelah di dinamit untuk memberikan pandangan yang lebih baik bagi pesawat yang akan mendarat. Jadi ini dia, kami berada di Labuan Bajo yang lebih dikenal sebagai pintu gerbang menuju kepulauan diving dan komodo yang berada di ujung barat Flores, salah satu penulis menggambarkan Labuan Bajo “sebuah tempat yang sedikit menyenangkan dan sedikit lapuk,” tanpa ada niat untuk melakukan diving atau untuk mengunjungi komodo. Rencana kami untuk menikmati Labuan Bajo di musim hujan atau yang beberapa orang mungkin menyebutnya sebagai low season. Pertama kami memutuskan untuk “melakukan sesuatu” tanpa pergi jauh ke luar kota – tampak langit kelabu. Daftar teratas untuk petualangan ringan diantaranya adalah mengunjungi gua Batu Cermin, kurang lebih 4 km timur kota yang merupakan formasi batuan yang cukup mengesankan dekat serangkaian gua. Namanya diambil dari fenomena alam yang terjadi, di mana pada jam 9 dan 10 pagi ketika sinar matahari masuk ke dalam gua dan dinding-dinding batu akan memantulkan kembali cahaya nya kearah lain, oleh karenanya dinamakan gua Batu Cermin. Jika Anda cenderung khawatir tentang cahaya senter pemandu kehabisan, bawalah senter sendiri untuk menerangi selama Anda berada di dalam gua! Kelelawar dan laba-laba menanti Anda didalam ... dan beberapa fosil. Kami sangat berterima kasih kepada pemandu yang menerangkan tentang gua ini serta kebersihan yang terjaga disepanjang perjalanan menuju gua Batu Cermin.

These downpours are always exciting; the kind the tropics are famous for. It’s part and parcel of a rainy season that many avoid and others long for. Had we been first time flyers in the area, we would probably have said we had had enough excitement already that day, having sat through an approach and landing that consisted of our pilot expertly dropping his TransNusa BAE jet aircraft through the thick cloud cover and lining it up nicely to skim over the top of a hill on the approach to the Labuan Bajo runway – a hill with its top dynamited off to provide a less hazardous approach! So there we were in Labuan Bajo, gateway to the islands of diving and dragons clinging to the western tip of Flores that has, as one eloquent writer wrote “an agreeable weathered and slightly ramshackle charm.” We had, however, no intention of doing any diving or of visiting the dragons. Our plan had been, in essence, to experience Labuan Bajo itself and nothing more - in the rainy season or what some might call the low season. Firstly we decided to “do something” without going too far out of town – there were grey skies out at sea. Top or the list for soft adventure between drinks for those who have to “be doing” while on holiday, is the Batu Cermin cave complex, 4 kms east of town which is a fairly impressive rock formation near a series of caves. The name Batu Cermin means mirror rock and gets its name from a natural phenomenon where at certain times of the year when the sun shines into the canyon of the caves between 9 am and 10 am, the light is reflected spectacularly on the walls creating an interesting visual effect. Bring a flashlight for your own light if you are likely to worry about the guide’s light running out! Bats and spiders await you within … and some fossils. You’ll appreciate the guides’ stories and the unusual cleanliness of the well-maintained grounds adjacent to the cave complex.

TransNusa | Inflight Magazine | Mar - Apr 2012 | 09


TransNusa Inflight Magazine

 Treetop Restaurant & Bar  Made In Italy Restaurant  Mediterraneo  Rosted King Fish from Mediterraneo

photo by Mediterraneo

photo by Mediterraneo

Kembali ke jalan utama, cuaca tampak gelap seperti bagian dalam gua. Dan cara yang baik untuk berlindung diri dari cuaca buruk pada siang atau malam hari adalah ke suatu tempat di mana ada makanan dan minuman!

Getting back to main street in town, the weather was becoming as dark as the insides of those caves. And what better way to shelter from the weather, day or night, than somewhere where there is food and drink!

Labuan Bajo tidak mengecewakan. Daerah ini sedang mengembangkan reputasinya untuk memiliki beberapa pilihan tempat menikmati makanan terbaik di daerah timur Indonesia. Tidak peduli musim apa atau peramal cuaca mengatakan, Anda dapat menikmati hidangan nikmat Indonesia hingga ala barat.

Labuan Bajo does not disappoint. The area is developing a reputation as having some of the best dining options in east Indonesia. No matter what the season or what the weatherman is saying you can dine like a globe-trotting gourmet.

Treetop Restaurant & Bar – serasa Anda dapat menjangkau dan mencelupkan jari-jari Anda di teluk Labuan Bajo. Memiliki tiga lantai dan Anda hanya perlu menemukan tingkat mana yang Anda sukai – pada setiap lantai memiliki nuansa yang sangat berbeda. Ada meja biliar, bir dingin, koktail dan menu jauh dari apa yang Anda harapkan – sangat mengesankan! Mulai dari masakan Indonesia, Cina, hingga menu barat tersedia disini.

10 | TransNusa

| Inflight Magazine | Mar - Apr 2012

Treetop is meals right on the edge – you can just about reach out and dip your fingers in the bay. It has about three floors and you just need to find the level you like – debates as to the virtues of each floor never seem to reach a conclusion. There’s a pool table, cold beer, cocktails and a menu that is far from what you might expect – it rocks! Lots of Indo and Chinese specialties but also dishes like poached eggs with a delicious cut mango sauce.


TransNusa Inflight Magazine Mediterraneo, juga terletak di jantung kota Labuan Bajo, dan sangat dekat dengan pemandangan pelabuhan. Restoran dengan nuansa warna-warni yang terbuat dari kayu daur ulang kapal, lantai atas dilengkapi dengan sofa bantal yang nyaman di mana Anda dapat bersantai sambil membuka email, atau meneguk koktail. Restoran ini menyajikan masakan segar dan lezat. Cobalah Rosted King Fish yang dipanggang dengan wijen disajikan dengan salad dan bawang bombay goreng atau Raviolini di pesce, disertai dengan segelas anggur dingin putih hemm...nikmatnya. Atau Anda hanya ingin minum disela-sela perjalanan yang melelahkan, tempat ini sangat menyenangkan serasa kita berada di Majorka atau Oahu, Hawaii. Indonesia timur sangat lezat. Made in Italy adalah nama restoran yang beberapa orang mengatakan salah satu restoran Italia terbaik di Flores yang terletak di bukit sebelah kanan jalan utama Labuan Bajo. Memiliki pemandangan laut dan matahari terbenam yang spektakuler, dengan ovennya yang menciptakan pizza terlezat di Flores. Kemudian ada The Lounge (terimakasih hujan, sehingga kita dapat mencicipi mereka semua!) - kita berlindung sebelum badai datang, seperti ruang tunggu yang nyaman - tempat bermalas-malasan sepanjang hari – menikmati minuman - mulai dari cocktail arak, wine hingga minuman import. Tempat yang tepat untuk mengakhiri hari sibukmu setelah

Mediterraneo, also in the heart of Labuan Bajo, and as close as you can get to the harbour and harbour views presents a main restaurant level with colorful and original boat recycled wood furniture, a super original vessel bar, and an upper mezzanine type lounge with a super comfortable sofa and cushions area where you can chill out while checking out the other diners while sipping a fresh fruit cocktail. It serves fresh, seasonal and local cuisine. Savor their special fish of the day accompanied by a glass of white chilled wine. We tried the Roasted King fish which was absolutely superb as was the Raviolini de Pesce - a delightfully filling pasta with king prawns. Or just drink the hours away in superbly pleasant surroundings that could be on the island of Majorka or Oahu, Hawaii. East Indo is delicious. Made in Italy is the name of a what some say is the best Italian restaurant in Indonesia located on the main road hill and right in the centre of “eats ville”. It has direct ocean views, sunsets and a delightful woody vibe that embraces the oven that puts out some of the best pizzas this side of Florence. Then there is The Lounge - where we took refuge before the storm, and like any lounge it’s comfortable – the kind of place you can laze in all day and into the night - that specializes in drinks – everything from arak

TransNusa | Inflight Magazine | Mar - Apr 2012 | 11


TransNusa Inflight Magazine

 Spectacular views from Bintang Flores Hotel

How to get there

12 | TransNusa

perjalanan. Di mana para pe-bisnis lokal dan turis biasanya nongkrong dan bercengkrama. Kejauhan tampak cahaya matahari mengintip dari sela-sela awan tebal menciptakan efek yang spektakuler.

cocktails to fine wines and imported spirits. Nice place to finish up a great day with a one for the road. It’s where the local business people hang out - must be good.

Kami memutuskan bahwa kami menyukai musim hujan - terutama jika Anda menginap di Bintang Flores Hotel yang memiliki beberapa santapan lezat - terutama sarapan. Kelebihan lainnya adalah selain memiliki pemandangan yang spektakuler – Bintang Flores Hotel merupakan bagian dari pemandangan luar biasa karena terletak tepat di pantai dengan kolam renang yang menyegarkan dan dekat dengan bar.

We decided we liked the rainy off-season – especially nice too if you stay at the Bintang Flores Hotel which has some fine cuisine of its own – especially breakfasts. Another plus is that while other establishments have spectacular views – Bintang Flores Hotel is part of that fabulous view located as it is right on the beach with a refreshing pool and bar close by.

Hujan mendinginkan suasana, tidak ada sinar matahari terik yang menyengat dan keramaian pun menjauh!

Labuan Bajo in the wet - the rains cool things down, there is no harsh sunlight to blind you and the crowds are far away!

Dan makanannya ... mama mia ... nikmatnya!

And the food and beverages - mama mia … bellisima!!!

Setiap hari TransNusa melayani penerbangan ke Labuan Bajo. Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi kantor TransNusa terdekat di kota Anda (atau buka halaman 40).

| Inflight Magazine | Mar - Apr 2012

Daily flights to Labuan Bajo are operated by TransNusa. For further information, please contact the TransNusa office at each destination (further details available P40).


TransNusa | Inflight Magazine | Mar - Apr 2012 | 13


DVD’s

TransNusa Inflight Magazine

The Pirates!

Wrath Of The Titans

The Three Stooges

Genre :Fantasy, Action, Adventure Director : Jonathan Liebesman Writer : David Johnson Starring : Sam Worthington, Liam Neeson, Ralph Fiennes, Édgar Ramírez, Rosamund Pike

Genre : Comedy Director : Bobby Farrelly, Peter Farrelly Writer : Mike Cerrone, Bobby Farrelly, Peter Farrelly Starring : Sofía Vergara, Jane Lynch, Sean Hayes, Larry David, Will Sasso

Genre : Adventure, Animation, Family Director : Peter Lord Writer : Gideon Defoe Starring : Hugh Grant, Adewale Akinnuoye-Agbaje, Martin Freeman, Brendan Gleeson, Russell Tovey

Satu dekade setelah mengalahkan Kraken dan menjadi pahlawan yang legendaris, Perseus (Sam Worthington) tinggal menepi di sebuah desa dengan seorang putra berusia 10 tahun. Dia hidup sederhana sebagai nelayan dan jauh dari hingar bingar peperangan. Sementara itu, para dewa yang dipimpin oleh Zeus berada dalam ambang kehancuran karena tekanan dari para Titans. Sampai satu ketika, Zeus berhasil dikalahkan dan Hades menjadi semakin kuat. Perseus pun kembali beraksi untuk menyelamatkan umat manusia dari serangan Hades sekaligus menyelamatkan ayahnya, Zeus.

Masih ingat dengan film The Three Stooges??? Adegan khas menusuk mata dengan dua jari ke wajah Curly oleh Moe selalu membuat saya tertawa.

Jangan dikira menjadi bajak laut itu gampang. Lihat saja Sang Bajak Laut (Hugh Grant) kita ini. Entah kenapa tapi sepertinya nasib sial selalu membuntuti Sang Bajak Laut ini.

14 | TransNusa

| Inflight Magazine | Mar - Apr 2012

The Three Stooges” merupakan komedian Amerika yang di mulai di tahun 1925. Terkenal melalui film - film pendeknya, bisa dibilang menjadi salah satu pionir komedian klasik. Dengan tagline “Out of Shadows And in Living Color!”, dan terbagi akan menjadi 3 bagian yang masingmasing berdurasi 30 menit. The Three Stooges, bermula ketika di temukannya 3 bayi di dalam tas di depan rumah pantiasuhan yang di kelola oleh biarawati. Berusaha untuk dapat hidup di lingkungan masyarakat dengan latar belakang mereka yang terkucilkan membuat adegan peradegannya film ini manjadi sangat kocak..siapkan diri anda terpingkal-pingkal dan mendengar seringnya kata-kata “Nyuk Nyuk Nyuk!”

Band of Misfits

Sebenarnya harapan masih ada. Kalau saja ia berhasil meraih penghargaan Bajak Laut Terbaik tahun ini maka bisa jadi reputasinya akan naik pesat. Celakanya, meraih penghargaan Pirate of the Year ini juga tak mudah. Paling tidak, Sang Bajak Laut harus mengalahkan Cutlass Liz (Salma Hayek) dan Black Bellamy (Jeremy Piven) yang juga punya profesi sebagai bajak laut. Maka dimulailah petualangan Sang Bajak Laut dalam memperebutkan gelar terhormat ini. Dalam perjalanannya, Sang Bajak Laut harus berhadapan dengan angkatan laut Ratu Victoria (Imelda Staunton) dan bersahabat dengan Charles Darwi


TransNusa | Inflight Magazine | Mar - Apr 2012 | 15


16 | TransNusa

| Inflight Magazine | Mar - Apr 2012


TransNusa | Inflight Magazine | Mar - Apr 2012 | 17


TransNusa Inflight Magazine

DIGITALY LOMBOK Photography – anyone can do it Text & photo by The Agency

Seluruh dunia dapat melakukannya sekarang – lihat di You Tube, blog pribadi, website dan masih banyak lagi dimana fotographer amatir hampir sama baiknya atau lebih baik dari pro. Dimanapun Anda dapat melihatnya bukan hanya dalam fotografi. Transformasi dari fotografi berbasis film ke digital telah mengubah pengambilan potensi objek seluruh dunia. It’s an anyone-can-do-it world now – look at YouTube, personal blogs, websites and many other areas where the amateur is almost as good or better than the pro. And nowhere can you see it more than in photography. The transformation from film-based photography to digital has transformed the picture taking potential of the whole world. Mulai dari jalan-jalan kecil di Jakarta, Bombai dan Saigon telah menggunakan kamera digital-toko yang menjual barang antik tua indah, teknologi tinggi digital bahkan mencapai sebagian besar dunia luas. Dan sementara sebagian dari kita mungkin meratapi ini, mengingat bahwa kita berjuang cukup lama dan keras untuk menguasai teknologi lama, apakah transisi ke era baru digital sedemikian buruknya?

Though the backstreets of Jakarta, Mumbai and Saigon have used-camera shops selling wonderful old antiques, the tentacles of high-tech digital imaging have even reached most of the world’s far flung shores. And while some of us may lament this, remembering that we struggled long and hard to master that old technology, has the transition to a new digital era age been such a bad thing?

Penulis ini mengatakan “tidak sama sekali” , bahkan penulis pernah menulis tentang evolusi fotografi beberapa tahun lalu, dan kami mencetak kembali tulisannya yang telah kami sesuaikan dengan kondisi saat ini. Apakah ia selalu berpikir begitu? Anda yang memutuskan.

Our writer says “not at all” and in fact wrote about the photographic evolution long ago, which we reprint here. Did he always think so? You decide.

18 | TransNusa

| Inflight Magazine | Mar - Apr 2012


TransNusa Inflight Magazine

TransNusa | Inflight Magazine | Mar - Apr 2012 | 19


TransNusa Inflight Magazine

Pernah dicetak oleh Inilah Magazine pada tahun 2002: Dikatakan bahwa dalam waktu kurang dari lima tahun, dengan cara yang sama bahwa CD telah mematikan dunia rekaman, fotografi digital sekarang membunyikan lonceng kematian pada fotografi yang berbasis film. Perusahaan film seperti Kodak dan Fuji telah menghentikan penelitian dan pengembangannya. Dan memberi peluang bagi high-tech digital imaging untuk menggapai pasar lebih luas hingga pulau Lombok, haruskah menanggalkan mesinmesin kamera berbasis film dimana kami telah berjuang dan menguasainya begitu lama? Kami akan mencoba menunjukkan beberapa photo Lombok dengan menggunakan digital kamera untuk mencoba menjawab pertanyaan itu. Pertama, banyak yang berpaling ke digital, alasannya lebih praktis. Tentu saja, dalam bidang penerbitan hal itu masuk akal. Mengambil slide film dan mencetak selalu membutuhkan waktu. Gambar-gambar harus diproses terlebih dahulu baru kemudian discan menjadi gambar digital untuk di olah di komputer. Memerlukan waktu satu minggu jika Anda tinggal di Lombok. Dengan kamera digital, gambar langsung bisa di-download ke komputer. Tidak perlu membeli film, memproses, dan me-scannya. Memilih digital dapat menghemat waktu dan uang. Dan kemudian ada monitor pada digital kamera yang dapat langsung menampilkan gambar yang telah diambil. Anda dapat menambah atau mengurangi eksposur, menyesuaikan flash, atau menyesuaikan keseimbangan warna (warna dari lampu neon memberi warna hijau

20 | TransNusa

| Inflight Magazine | Mar - Apr 2012

Reprinted courtesy of Inilah magazine 2002: It is said that in less than five years, in the same way that CDs hastened the demise of the record, digital photography is now sounding the death knell on film-based photography. Film companies like Kodak and Fuji have already stopped research and development into film. And given that the tentacles of high-tech digital imaging have even reached far-flung shores like the island of Lombok should we abandon those heavy machines called film-based cameras that we struggled to master and cherished for so long? We’ll show you something of a Lombok shot on a digital camera and try and answer the question. For a start, most who have moved digital, do so for practical reasons. Certainly in the publishing field it makes sense. Taking slides and prints always means there is a time-lag. The pictures have to be developed then scanned into digital images to ready them for the computer and the imaging software. That can take more than a week if you’re based in Lombok. With a digital camera, pictures can instantly be down-loaded to a computer. There is also the cost of the film, the developing, and the scanning to consider. Going digital can save time and money. And then there is the screen on digital cameras that instantly show the images that have been captured. You can increase or decrease exposure, adjust flash, or adjust color balance (the colour from fluorescent lights gives pix a green cast, from normal light bulbs - an orange cast; to deal with this we used to have buy special films to correct these colour casts) -


Villa Almarik One of the first resorts on Gili Trawangan’s prime beachfront area. Everything is on your doorstep, a white sandy beach on the edge of a wide assemblage of beautiful blue coral and only a few minutes walk from the island’s central area. If you’ve been dreaming of white sandy beaches and crystal clear blue waters, look no further – you’ve found it. Welcome to Villa Almarik. The Resort has 20 simply and elegantly appointed cottages. Each is air-conditioned and has a spacious living area, a terrace and a traditional outdoor courtyard attached to the bathroom and is finished with traditional furnishings. A Balinese bale (elevated lounging area) completes each cottage. A mix of Indonesian and Mediterranean dishes awaits you at our restaurant. Gangga Divers at Villa Almarik, a PADI 5 STAR Dive Resort, is managed by the well known Gangga Divers Team. The Dive Center offers a large range of diving courses conducted by professional, PADI instructors, and caters to divers of every age and level of experience.

Lotus Bayview

A feast of the world’s varied cuisines... Dining on a distinct blend of the world’s varied cuisines including Asian and European specialties with an Italian accent, along with a wide selection of beverages, surrounded by Asian flowers and Indonesian antiques, and an enchanting and relaxing atmosphere this is what will await you at our restaurants. Lotus Restaurants have satisfied the most demanding of guests from all corners of the globe and we are proud to have established landmark status at all our locations. After our overwhelming success in Bali it was only natural for us to bring our cuisine and hospitality concept to Lombok island. Within the Senggigi Beach Art Center complex, adjacent to Lombok’s Sheraton Hotel lies the Lotus Bayview. The restaurant is only a few meters from the shoreline and from here you can see Bali’s Mount Agung while enjoying a gentle sea breeze. The menu includes the most popular dishes of all Lotus restaurants in Bali. Witnessing a stunning sunset from Lotus Bayview while indulging in our delicious food will certainly become an unforgettable memory of your stay in Lombok.


TransNusa Inflight Magazine pada gambar, dari bola lampu normal – memberi warna oranye, dan untuk menangani hal ini biasanya kita harus membeli film khusus untuk memperbaiki warna tersebut) - dengan digital hanya dengan memutar tombol. Gambar yang bagus dapat disimpan, sisanya dibuang. Tidak perlu menunggu gambar kembali dari proses cetak untuk melihat bahwa mereka semua tidak tajam atau Anda lupa untuk memasukkan film di dalam kamera. Semua photo dapat bebas diambil – tergantung dari berapa mega pixel memory yang Anda miliki. Digital kamera dengan kapasitas tiga juta atau lebih pixel (hal ini terus meningkat hingga 20 juta pixel sekarang tersedia - ED) sudah dapat mengambil photo dari ujung ke ujung berbasis film dengan resolusi besar. Kadang-kadang hasil photo digital memiliki warna yang kurang bagus. Hal ini mudah dilakukan untuk mengoreksi dan memanipulasinya didalam softwear. Tetapi mereka yang mahir dalam komputer tidak selalu dapat memahami gambar yang dinilai bagus atau tidak! Fotografer masih dapat memahami foto-foto yang bagus! Dalam bisnis penerbitan, kamera digital adalah jawabannya. Mari kita lihat, bagaimana pengaruhnya di dunia fotografi pada umumnya. Nah satu hal penting, kamera digital sangat boros dengan baterai (kurang lebih satu jam) Anda perlu untuk mengisi ulang baterai kamera Anda (tidak masalah

22 | TransNusa

| Inflight Magazine | Mar - Apr 2012

with a digital it’s a flick of a switch. Usable shots are saved, the rest discarded. No waiting for pictures to return from the developers to see that they are all over-exposed or that you have forgotten to put film in the camera. And all the shots are free you just need to consider how much memory you need on the camera’s memory card. Pixels is the word. Digicams with a capacity of three million or more pixels can already go toe to toe with film-based cameras in the fine resolution stakes (things have changed with 20 million pixels now available – Ed). Sometimes printed digital shots have a colour cast. This is easily corrected provided the users of the powerful image manipulation software understand photography. Those with expert computer skills do not necessarily understand what makes a great or bad picture! Photographers still understand photographs best! In the business of publishing, digital is really the way to go. Let us look, however, at photography in general. Well for one important thing, digital cameras devour power at an alarming rate (about one hour for most) so you always need to be able to recharge your batteries (not a problem anymore – Ed). What to do if


Café Alberto

Relaxed beach-side dining Angin laut berhembus, deburan ombak terdengar, matahari terbenam tampak begitu dekat, serasa Anda dapat menyentuhnya membuat suasana relaks dan romantis di restorant ini. Dari namanya, sudah jelas sebuah restorant Italia. Tetapi jangan khawatir, jika Anda memiliki selera Asia, ada beberapa pilihan lain yang Anda dapat nikmati disini seperti sup Tom Yam serta hidangan Asia lain; lumpia, mie goreng dan nasi goreng juga ada. Home-made pasta yang satu ini pasti ada. Ibarat laut tanpa garam sama seperti ibarat Italia tanpa pastanya. Tampak bendera merah putih dan hijau pada menu - jadi cobalah pomodoro con ravioli - pasta yang didalamnya berisi bayam, disiram dengan saus tomat atau pilihan lain dari daging dan hidangan ikan - Café Alberto tepat di tepi pantai sudah tentu memiliki ikan segar.

The salty air, sea breezes, close proximity to the water, sunsets you can reach out and touch make for an atmosphere that spells kick back and relax, you’re where you should be and the ambience is tops. The excellent food and service add to the pleasure of dining at Café Alberto. There’s also home-made pasta – the owner is Italian and no Italian worth his salt would serve anything but the best pasta. It’s definitely an Italian restaurant (the name) but don’t worry if you have Asian or other tastes in food. There’s superb Tom Yam soup and other Asian delights such as lumpia and all the other “gorengs” like mie and nasi (fried rice and fried noodles). But it does sport the red white and green – so try the ravioli con pomodoro – filled pasta with tomato sauce and optional spinach or select from the meats and fish dishes – Café Alberto is as mentioned before right on the beach and the fish is as fresh as.

Untuk mengunjungi Café Alberto sangat mudah - ada layanan antar jemput! Jika Anda berada di Senggigi area.

Getting to Café Alberto is easy – there’s the pick-up service!

Dengan akses internet WiFi, makanan yang lezat dan suasana luar biasa merupakan tempat yang sempurna untuk bersantai dan bersantap.

With WiFi internet access, great food and superb atmosphere there’s nothing missing for that perfect relaxed beach-side dining.

TransNusa | Inflight Magazine | Mar - Apr 2012 | 23


- Red.). Tetapi apa yang Anda lakukan jika Anda berada dalam pendakian gunung Rinjani yang membutuhkan waktu lima hari perjalanan, dan perlu menggunakan kamera selama enam jam, namun baterai Anda hanya dapat bertahan selama tiga jam? Satu pertimbangan penting. Berapa banyak gambar yang Anda harapkan untuk diambil dan seberapa tajam yang Anda butuhkan? Kamera digital menggunakan memory card atau dalam beberapa kasus menggunakan CD (ya mereka masih melakukannya! - Ed). Untuk gambar ber-resolusi tinggi akan memakan memori - sekitar tujuh puluh tembakan pada memory card 128Mb, jika Anda berkeliling Indonesia Anda mungkin perlu lebih banyak membutuhkan memory card dan itu tidak murah (8 Gigabyte sekarang sudah ada - Red.) Tapi yakin akan membawa begitu banyak film, belum lagi mengingat harganya! Pertanyaan lain adalah apa yang Anda akan lakukan dengan foto tersebut. Apakah Anda hanya ingin menggunakan di dalam komputer seperti email dan website atau Anda ingin memilikinya untuk dicetak? Jika hanya untuk layar komputer, Anda hanya membutuhkan pixel dengan resolusi yang rendah – harga nya pun relative lebih murah (digital kamera dengan harga rendahpun dapat memiliki hingga 10 juta pixel - Ed) Anda berfikir akan membeli kamera digital, tetapi apakah Anda memiliki printer yang bagus? OK, tetapi apakah Anda memiliki waktu untuk mencetaknya, atau hanya akan berada di komputer Anda? Setidaknya dengan kamera konvensional kita pasti mencetaknya, meskipun semua gambar mungkin tidak maha karya, mereka ada untuk dilihat - dan orang lain (tukang photo) yang melakukan semua pekerjaannya. Komputer saya memiliki ratusan gambar yang tersimpan didalam hard disk tidak ada satu orangpun yang tahu kecuali saya sendiri. Tidak memerlukan biaya sepeserpun, tetapi hanya saya saja yang tahu mereka ada! Tentu saja permasalah ini sekarang sudah ditangani dan mereka perusahaan photo yang akan membantu mengambil memory card Anda dan mencetak gambar yang Anda inginkan - bagaimanapun masih sedikit jauh dari Lombok!

you’re on a five-day Rinjani climb and need to use the camera for about six hours, yet your power source only gives you three hours? An important consideration. How many shots do you expect to take and how sharp do you need them? Digital cams use memory cards or in some cases CDs (yes they did! – Ed). High resolution shots eat up memory - approximately seventy shots on a 128 ram card; if you are touring Indonesia you may need more memory and it isn’t cheap (8 Gigabyte cards are now commonplace – Ed). But it sure beats carrying around a load of film, not to mention the price! The other question to ask is what you are going to be doing with the pictures. Do you simply want them for computer use as in emails and web sites or do you want to have them printed out? If just for a computer screen a low res low pixel budget-priced digital is perfect (nowadays even low-priced digitals can have up to 10 million pixels! – Ed) You think you’ll buy a digital, but you have a good printer? OK, but will you have the time to do the printing, or will the shots just remain in your computer? At least with conventional camera prints, even though all the shots may not be masterpieces, they are there for everyone to see - and someone else (the photo shop) does all the work. My computer has hundred of shots on its hard disc that no one but me knows exists. They cost me nothing, but only I see them! Of course this problem is now being addressed and there are imaging companies that will take your memory card and print out your selected shots - that however is still a little down the road from Lombok! Digital cameras have the instant oohs and aaaahs after the shot, but film prints still command the oohs and aaaahs long after the shots are taken. One giant plus I find with digital is its ability to help

24 | TransNusa

| Inflight Magazine | Mar - Apr 2012


TransNusa | Inflight Magazine | Mar - Apr 2012 | 25


Digital kamera memiliki instan ooh dan aaaahs setelah pengambilan foto, demikian pula dengan kamera film masih ada ooh dan aaah tetapi jauh setelah film dicetak. Keuntungan besar yang dapat saya temukan dengan kamera digital adalah kemampuannya untuk membantu saya belajar. Layar pada bagian belakang kamera langsung menunjukkan gambar yang baru saja saya ambil. Sarana belajar yang luar biasa - Anda dapat dengan segera melihat gambar yang bagus dan tidak. Saya ingin memiliki keduanya .... Saya menggunakan film untuk kebutuhan pribadi saya sendiri - perjalanan, ulang tahun, atau yang akan saya gunakan untuk keperluan publikasi – saya menggunakan digital. Tapi mari kita hadapi kenyataan ini, seperti layaknya seorang nelayan yang butuh kemahirannya dalam menangkap ikan tanpa bantuan radar, begitu pula didalam dunia photographi yang membutuhkan kemampuan yang lebih untuk menghasilkan photo yang yang sempurna - tanpa benar-benar mengandalkan bantuan dari teknologi digital modern (yang telah merubah semuanya). Dan ingat dahulu kala pernah ada yang mengatakan bahwa televisi akan menghancurkan film dan radio - ternyata tidak. Apa yang terjadi adalah bahwa mereka saling melengkapi satu sama lainnya. Mungkin digital fotografi tidak akan benar-benar menggantikan siapapun, melainkan dapat menambah kemampuan lain (pada umumnya salah!-Ed).

me learn. The screen on the back of the camera instantly shows the image you have just captured. What a learning tool – you immediately see images that work and those that don’t. I like to have both .... I use film for my own personal needs - travel, birthdays, grab-shots, but if there is any chance I may be using the shots for publication - I go digital. But let’s face it, just as there is no finer feeling for a fisherman hooking that giant marlin without the assistance of underwater radar, so too for a photographer there is no finer feeling than getting the perfect shot - without totally relying on assistance from modern digital technology. And remember too that it was once said that television would destroy movies and radio - it didn’t. What happened is that they complemented each other. Perhaps digital photography will not totally replace anything, rather it may just add another capability (wrong there in general!!! –Ed). This photographer truly hopes so. (He hasn’t used a fil-based camera in years!!! –Ed).

Fotografer ini benar-benar berharap begitu. (Dia tidak menggunakan kamera film sudah bertahun-tahun lamanya!-Ed!). How to get there

26 | TransNusa

Setiap hari TransNusa melayani penerbangan ke Lombok. Untuk informasi lebih lanjut, Daily flights to Lombok are operated by TransNusa. For further information, please silakan menghubungi kantor TransNusa terdekat di kota Anda (atau buka halaman 40). contact the TransNusa office at each destination (further details available P40).

| Inflight Magazine | Mar - Apr 2012


TransNusa | Inflight Magazine | Mar - Apr 2012 | 27


Gadgets PS Vita ASIA Value Pack (3G) PS Vita yang dirilis pada akhir tahun 2011 di Jepang memang merupakan perangkat gaming yang cukup diantisipasi oleh gamer. Generasi kedua handheld Sony ini memang menjanjikan segudang kelebihan dan kemampuan yang mempesona. Kualitas grafis yang mendekati konsol saat ini, teknologi touch-screen di layar dan bagian belakang, dual-analog, dan jajaran game eksklusif menjadi kekuatan utama dari PS Vita. Kini, kesempatan untuk menjajal handheld ini secara langsung akhirnya tiba juga. Beberapa distributor di Indonesia telah menjual teknologi gaming terbaru ini. Lewat Bundle PS Vita ASIA Value Pack (3G), gamer Indonesia berkesempatan menjadi satu dari sedikit komunitas gamer pertama dunia yang merasakan keampuhan handheld yang satu ini. Setelah dapat menyentuh, mencoba, dan menilai setiap fitur dan kemampuan yang ditawarkan Sony di PS Vita, kita akhirnya tiba pada satu titik puncak, moment of truth. Mampukah PS Vita mampu memenuhi ekspektasi yang sudah terbangun di kalangan para gamer? Ataukah ia hanya akan menjadi sebuah produk selingan yang tidak patut untuk diperjuangkan? Untuk membantu Anda menentukan posisi dan sikap Anda, review ini dihadirkan.

Nokia Lumia 710 Windows Phone Selain Nokia Lumia 800, Nokia turut juga menghadirkan Nokia Lumia 710 yang akan menjadi Windows Phone dengan versi terjangkau namun tetap saja memiliki spesifikasi dan fitur yang cukup mumpuni. Nokia Lumia 710 memiliki permukaan layar sebesar 3,7 inci dengan resolusi 800 x 480 pixel dan dilindungi Gorilla Glass dan ClearBlack Display. Lumia 710 menggunakan sistem operasi Windows Phone Mango 7.5. Masalah dapur pacu, Nokia Lumia 710 telah dijajal prosesor berkekuatan 1.4 GHz dan RAM 512 MB.Untuk urusan foto, Nokia Lumia 710 telah diperlengkapi kamera 5 megapiksel dengan LED flash yang mampu merekam video HD 720p, dan semua hasilnya itu dapat disimpan dalam memori internal mencapai 8 GB. Nokia Windows Phone ini juga dilengkapi dengan fitur-fitur lainnya seperti dukungan jaringan berkecepatan tinggi HSDPA 14.4 Mbps dan HSUPA 5.76 Mbps, Bluetooth, GPS, Wi-Fi b/g/n, dan baterai berkapasitas 1300 mAh .

Acer zeigt Ultrabook mit Thunderbolt

28 | TransNusa

| Inflight Magazine | Mar - Apr2012

Sebelumnya Acer telah mengeluarkan ultrabook dengan nama Acer Aspire S3. Sekarang pada tanggal 9 Januari 2012, tepatnya di Dalam gelaran Consumer Electronic Show (CES) 2012 di Las Vegas, Amerika Serikat, Acer Memperkenalkan ultrabook terbarunya bernama Aspire S5, yang sangat tipis sekali Tebalnya hanya 15 milimeter pada sisi yang paling tebal dan rangkanya terbuat dari metal. Ultrabook ini memiliki layar LCD selebar 13,3 inci dan memiliki bagian khusus di bawah perangkat yang disebut “Magic Flip I/O�. Ketika Magic Flip I/O ini ditekan, maka akan keluar panel yang dilengkapi dengan port USB 3.0, Thunderbolt, serta HDMI. Penyertaan Thunderbolt pada ultrabook ini mengindikasikan bahwa cip yang akan dipasang ke dalamnya adalah Ivy Bridge, prosesor generasi terbaru dari Intel.


News ”TransNusa kembali melayani rute KUPANG – ROTE – KUPANG & KUPANG – RUTENG – KUPANG dengan pesawat Fokker-50” Sesuai dengan komitmen manajemen PT. TransNusa Aviation Mandiri yang ingin melayani seluruh masyarakat di Nusa Tenggara, khususnya di NTT. TransNusa kembali membuka rute penerbangan KUPANG – ROTE – KUPANG efektif 17 Maret 2012 dengan jadwal 3 x Seminggu : Senin, Rabu & Sabtu. Berangkat dari Kupang (Senin, Rabu) jam 11.30, (Sabtu) jam 13.00 dan dari Rote (Senin, Rabu) jam 12.25, (Sabtu) jam 13.55. Untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan transportasi udara dari/ke Rote dengan cepat, aman dan nyaman, serta memenuhi keinginan para pelanggan yang memiliki penerbangan lanjutan dari/ke Jawa; oleh karenanya rute Kupang – Rote – Kupang kami buka kembali. Kami berharap dengan dibukanya rute ini secara reguler dapat menarik perhatian para investor untuk melirik daerah ini sebagai salah satu daerah di NTT yang sangat berpotensi, khususnya di bidang pariwisata. Rote memiliki sejumlah objek wisata yang indah, diantaranya Pantai Nemberala dan Pantai Bo’a. Sudah cukup banyak turis asing mengunjungi tempat ini untuk melakukan surfing bahkan setiap tahunnya digelar kejuaran surfing kelas dunia yaitu ROTE OPEN.

Rute ini akan dilayani dengan armada jenis Fokker-50 milik TransNusa yang berkapasitas 52 Seat. Kami akan melayani permintaan pelanggan dengan memberikan harga promo mulai dari Rp 200.000,- dan bagasi cuma-cuma hingga 10 kg. Selain itu pada tanggal 16 Maret 2012 TransNusa juga kembali beroperasi untuk rute penerbangan KUPANG – RUTENG – KUPANG dengan jadwal 4 X Seminggu, yakni : Senin, Rabu, Jumat & Minggu. Berangkat dari Kupang jam 06.00, dan dari Ruteng jam 07.25. Rute yang sejak tanggal 13 Januari 2012 lalu ini tidak beroperasi oleh karena alasan cuaca diharapkan dapat menjawab permintaan para pelanggan setia TransNusa. Kami tetap berkomitmen meningkatkan pertumbuhan sarana transportasi udara di wilayah NTT, NTB, Bali dan Makassar sembari berharap dapat memaksimalkan pelayanan kami kepada semua pelanggan setia TransNusa, baik dengan penambahan rute maupun penambahan frekuensi penerbangan dibeberapa daerah, dengan demikian diharapkan mobilisasi masyarakat khususnya di wilayah tersebut di atas dapat terlayani dengan baik.

Hal ini tentunya tidak terlepas dari dukungan pemerintah daerah Rote Ndao yang mengijinkan TransNusa untuk kembali beroperasi dan melayani masyarakat yang bepergian dari/ke Rote. Diharapkan kedepan bukan saja 3 x seminggu melainkan bisa setiap hari.

41

TransNusa | Inflight Magazine | Mar - Apr 2012 | 29


TransNusa Inflight Magazine

When You

GOTTA GO... Text by The Agnecy, photo courtesy of The Agency & Euro Dive

30 | TransNusa

| Inflight Magazine | Mar - Apr 2012


TransNusa Inflight Magazine

Anda tinggal di pusat kota New York, St. Pitt atau Bali – istirahat dari rutinitas sangat dibutuhkan. Bagi saya adalah pergi ber mil-mil jauhnya ketempat yang sepi dan terisolasi. Disini di Bali, biasanya mengunjungi daerah pegunungan yang sejuk, mulai dari Ubud, terus dan terus kedaerah yang lebih tinggi. Merupakan jalur yang biasa digunakan dan cukup terkenal – itu masalahnya – terkenal!

Sometimes you just have to get away from it all. It doesn’t matter whether you live in downtown New York, Pitt St or Bali – there’s nothing like a break from the routine. For me that means miles from nowhere and off the track well beaten to some quiet and isolated spot. Here in Bali that would normally mean driving up into the cool hills that start at Ubud and keep climbing. All pretty well mapped out and well known - that’s the problem – well known!

 Amed bay

TransNusa | Inflight Magazine | Mar - Apr 2012 | 31


TransNusa Inflight Magazine

 Tirta Gangga  Alila Manggis

Tetapi saya ingin sesuatu yang berbeda dari itu semua. Dimana akhirnya saya menemukan jawabannya: Karangasem, daerah pesisir timur Bali. Sering saya berfikir bahwa berkendaraan ke Karangasem merupakan perjalanan yang cukup merepotkan. Perjalanan yang diawali dengan konvoi truk pengangkut pasir dan bus antar daerah dan bus pariwisata yang akrab Anda lihat di Bali. Dan saya tidak terlalu ingin melihat rutinitas itu. Singkatnya adalah tidak ada godaan untuk pergi kesana. Tetapi zaman telah berubah dan saya baru menyadari bahwa telah sangat salah informasi mengenai Karangasem! Saat ini, Karangasem sangat mudah untuk dicapai. Mulai dari Sanur ada sebuah jalan raya di sepanjang pantai sampai ke Klungkung tidak ada lagi kemacetan lalulintas – yang menjadi salah satu alasan untuk tidak berkendaraan ke daerah Timur! Dan saya dapat mengemudi dengan mudah dan jauh lebih cepat dari sebelumnya. Perjalanan kedaerah timur Bali yang berkelok-kelok, di dominasi oleh Gunung Agung yang menjulang tampak terus-menerus beralih ke sisi jalan yang berbeda. Kadangkadang terlihat cukup dekat serasa mudah untuk disentuh, kadang-kadang tampak sangat jauh. Pada lereng Gunung Agung yang mudah untuk dicapai dari jalan raya adalah Besakih, merupakan pura terbesar di Bali. Daerah pantai pertama dan tempat yang potensial untuk tinggal adalah Padangbai, merupakan pelabuhan feri yang berlayar ke Lombok. Dengan dermaganya yang sibuk, mungkin Anda pikir tidak begitu menarik - tetapi tidak sama sekali, Padangbai

32 | TransNusa

| Inflight Magazine | Mar - Apr 2012

But I want to be a world away but within a reasonable stone’s throw of here. I have finally found the answer: Bali’s east coast in the Karangasem area. I had always thought a drive to Karangasem was too much of a hassle to get to. The drive always began as part of a convoy of trucks and took you though the crowded highway car park and souvenir nightmare called Batu Bulan, a place every tour bus in Bali is familiar with. And I didn’t particularly want to recuperate in an area I had always imagined was a dry dustbowl off to the side of Mt Agung. In short there was no enticement to go there. But times change and as I recently discovered I had been severely misinformed about Karangasem! For a start it’s now so easy to get to. From Sanur there’s a highway running along the coast all the way to Klung Kung – no more traffic jams and out the window goes one of the major reasons for not driving up the coast! And you can just drive free until you find some place that suits your bent. Dominating the terrain on the drive north east is the ever present form of Mt Agung that seems to constantly switch to different sides of the highway. Sometimes it seems close enough to touch and at other times it’s way off in the distance. On Mt Agung’s slopes and within easy access of the highway is Besakih, Bali’s “mother temple” the largest temple in Bali.


TransNusa Inflight Magazine cukup menyenangkan menyuguhkan pengalaman yang berbeda. Keluar dari jalan utama kemudian duduk di sebuah teluk yang indah perahu nelayan berwarna-warni berjajar tampak seorang nelayan membawa hasil tangkapannya pada sebuah restaurant-restaurant yang berada disepanjang pantai siap untuk menghidangkan santap malam khas mereka. Suasana yang menyenangkan bebas dari keramaian suasana dermaga – jarak yang cukup jauh dari hiruk-pikuk – dan masih terhubung dalam dunia memancing! Perjalanan singkat ke utara Padangbai merupakan pusat pariwisata pantai timur dan banyak resort berlokasi disana, Candidasa yang telah berkembang tiga kali lipat selama beberapa tahun terakhir dan jika terus berkendara untuk mencari tempat peristirahatan di pesisir timur pantai. Akomodasi mulai dari Losmen hingga hotel super bintang lima dan yang paling penting terletak di sepanjang jalan utama yang sejajar ditepi air. Daerah ini telah berkembang sehingga restoran dan tempat hiburan seperti diskotik dan pub memberikan kesempatan yang luas bagi kehidupan malam jika itu yang Anda dambakan. Tempat lain yang populer untuk dikunjungi adalah Desa Tenganan Pagringsingan – merupakan salah desa adat tertua di Bali, yang masih memegang teguh tradisi asli Balinya. Jika Anda terus mengemudi ke arah timur laut Anda akan melewati Tirta Gangga, taman air yang dibangun pada tahun 1948 oleh Raja Karangasem Anak Agung Agung Angluerah Ketut Karangasem. Indah dan mempesona

Your first seaside area and potential place to stay is Padangbai, where ferries sail for Lombok. With its busy pier you might think the area uninviting but no –Padangbai is a delightful if somewhat different experience. It’s just off the main road and sits on a beautiful bay lined most of the time by beautiful outriggers that bring in the hauls of fish for fine feeds at night in the small restaurants that likewise line the beach. The place has a nice atmosphere and while not idyllically free of movement virtue of the ferry terminal – enough of a distance away not be an annoyance – there’s always something going on connected to the world of fishing! A short drive north from Padangbai is the east coast’s main tourism town and resort locale, Candidasa which has tripled in size over the last few years and to which most head when looking for an east-coast break. Accommodation ranges from Losmen to super five star and most things are situated along the main road that parallels the water’s edge. The area has grown so much that restaurants and entertainment venues such as discos and pubs provide ample opportunity for an evening nightlife if that’s what you crave. Another popular place to visit is Tenganan Village – a walled village that has adhered to its pre-Hindu customs through a code of nonfraternization with outsiders. Buy masks, baskets and beautifully woven cloths.

25% T E G COUyNouTr DISshowingicket or

by sNusa t ng pass Tranr boardi you

TransNusa | Inflight Magazine | Mar - Apr 2012 | 33


TransNusa Inflight Magazine kolam air mancur membentuk taman air yang menyegarkan. Berjalan-jalan diantara bunga teratai dan air mancur untuk beristirahat sejenak sambil menikmati makan siang disalah satu restaurant di sekitar Tirta Gangga yang tenang. Anda sekarang dalam perjalanan di salah satu titik terjauh di Bali tetapi Anda masih perlu kembali ke arah pantai Tulamben, merupakan situs menyelam yang paling terkenal di Bali - karena pada perang dunia II kapal karam terbaring di air dangkal yang hanya 30 meter dari pantai. Akomodasi tersedia di Tulamben begitu juga perusahaan perusahaan siap mengantar Anda ke bangkai kapal atau ke beberapa tempat menyelam spektakuler lainnya. Atau Anda dapat memulainya dari Amed yang spektakuler. Mungkin seperti saya Anda berpikir Amed adalah sebuah desa kecil di pantai timur (seperti pantai lainnya) dengan Losmen di sana sini dan beberapa restoran kecil – merupakan tempat untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan ke tempat lain (bagi yang tidak tinggal di Tulamben yang lebih dikenal).

If you continue your drive in a general north-east direction but where the highway runs inland you will pass Tirtagangga, a water playground designed by former king of Karangasem Anak Agung Agung Angluerah Ketut Karangasem. Exotic pools and water fountains make up the refreshing water garden. Stop for a refreshing stroll among the lilies and fountains or for a quiet lunch break. You are now on your way to some of the more out-of-the-way way spots in Bali but you need to head back to the coast in the direction of Tulamben, possibly Bali’s most well-known dive site - most famous because of the world war II shipwreck lying in shallow water just 30 metres from the beach. Accommodation is available in Tulamben as are dive companies ready to take you out to the wreck or to other spectacular dive sites.

Yah ternyata tidak. Dan itu alasan perjalanan sehari saya berubah untuk menginap!

Or you can start your return down the coast through awesomely spectacular Amed. Perhaps like me you thought Amed was a small village on the east coast (like any other coast) with a few losmen here and there and the odd restaurant – a stop off point on the way to somewhere else (for those who don’t stay in more famous Tulamben).

Serangkaian teluk yang indah dengan latar belakang Gunung Agung yang menjorok kepantai. Jangan khawatir dengan pasirnya yang hitam – air begitu jernih merupakan daya tarik dengan terumbu karang yang tak tersentuh dan segudang kehidupan laut semua berbaring dalam beberapa meter dari pantai serta suguhan kenyamanan dari beberapa akomodasi sederhana.

Well it’s not. And it’s the reason my daytrip turned into an overnighter! A series of beautiful bays with the backdrop of Mt Agung run down the coast. Don’t worry for a moment that the sand is black – it’s the crystal clear water that is the attraction with its untouched coral and myriad of sea life all lying within a few metres of the coast and the comfort of many simple accommodation possibilities.

Perusahaan menyelam profesional siap membantu seperti Eurodive, PADI-Resort, yang berarti bahwa mereka mempertahankan standar kualitas tinggi untuk semua menyelam ditawarkan kepada tamu mereka dan di mana keselamatan dalam menyelam dan peralatan adalah prioritas mutlak. Penyelam dari semua tingkatan dipersilahkan. Selain menyelam di daerah Amed, mereka juga mengatur perjalanan setiap hari untuk keragaman Tulamben tentang menyelam-situs, termasuk Amerika Serikat Liberty Shipwreck.

Professional dive companies are ready to assist such as Eurodive, a PADIResort, which means that they maintain high quality standards for all diving offered to their guests and where safety in diving and equipment are absolute priorities. Divers of all levels are welcome. Besides diving in the Amed area, they also organize daily trips to Tulamben’s great diversity of dive-sites, including the US Liberty Shipwreck.

 Puri Bagus Manggis

34 | TransNusa

| Inflight Magazine | Mar - Apr 2012


TransNusa Inflight Magazine

 Euro Dive shop  Under water photo by Euro dive shop

Daerah Amed juga cocok bagi para pemula; Tembok Amed besar, cocok untuk semua tingkatan penyelam. Napoleon, ikan pari, penyu, lion-fish dan hiu karang sering menyambut pengunjung. Sebuah tes bagi para penyelam adalah menyelam di Gili Selang, salah satu penyelaman terbaik di Bali, di mana Anda dapat menemukan karang yang masih alami dan sejumlah ikan besar seperti hiu karang, mola-mola dan itu barakuda. Tetapi, untuk menyelam didaerah yang satu ini, pengalaman sangat diperlukan karena arus bisa sangat kuat. Akomodasi banyak tersedia yang terletak tepat di tepi pantai atau diperbukitan yang terjal dengan pemandangan yang menakjubkan. Harga yang relatif cukup murah, ada yang mewah tetapi kebanyakan hanya nyaman dan asri. Kehidupan malam terbatas, hanya ada satu atau dua bar dengan pertunjukan live music pada Sabtu malam minggu di mana wisatawan dan penduduk setempat bersenang-senang untuk menikmati malam. Restoran menyajikan makanan laut lezat - perahu bersandar di pasir dan tidak ada yang berteriak beli, beli dan beli dari lokasi yang lebih banyak penduduk lokalnya. Mengambil jalur selatan disepanjang pantai Amed, merupakan jalaur yang sangat. Sepanjang jalan bertebinng dengan pemandangan pantai yang spektakuler. Jalan yang berliku-liku yang terkadang membawa kita tepat disisi tebing tinggi yang menjorok, dan kadang kala membawa kita berkendara tepat disisi pantai yang hanya dipisahkan oleh pasir hitam berkilau. Ya Karangasem memiliki segalanya; budaya dan sejarah, traking di Gunung Agung... Nah ..... daerah ini memiliki itu juga. Bali timur pantai begitu dekat namun begitu jauh.

How to get there

The Amed area also caters to beginners; the great Amed Walls, is suitable for all levels of divers. Napoleons, stingrays, turtles, lion-fish and whitetip reef sharks often welcome visitors. A little more testing is the The Gili Selang dive, one of the best dives in Bali, where you’ll still find unspoiled corals and a huge amount of big fish such as reef-sharks, mola-mola’s and barracuda’s. Though, for this dive, experience is strictly required as the currents can be very strong. Many of the accommodation possibilities are right on the beach or, with their stunning views, on the steep hills just behind. Prices are moderate, some are very luxurious but most simply comfortable and in keeping with the early days of tourism the area is now going through. Nightlife is limited to one or two live-band venues on Saturday nights where locals and visitors alike have fun enjoying each other’s company. Restaurants serve delicious sea food – the boats are right outside and nowhere are you exposed to the buy, buy, buy of other more populated locations. Take the spectacular road south along the coast from Amed for one of the most impressive cliff hugging drives in Bali. A windy road that hangs almost precariously on the side of towering cliffs that dive into the ocean, that at other times descends itself and runs along the water’s edge separated from the deep only by ink-jet black sands (that glisten in the moonlight). Yes Karangasem has everything including treks up Mt Agung and for those interested in history and culture … Well ….. the area has that too. Bali’s east coast so close yet so far

Setiap hari TransNusa melayani penerbangan ke Bali. Untuk informasi lebih lanjut, Daily flights to Bali are operated by TransNusa. For further information, please contact silakan menghubungi kantor TransNusa terdekat di kota Anda (atau buka halaman 40). the TransNusa office at each destination (further details available P40).

TransNusa | Inflight Magazine | Mar - Apr 2012 | 35


Profile

A positive massage Training for people with disabilities to become professional massage therapists Diseluruh Nusa Tenggara Timur (NTT), masyarakat bekerja sama dengan pemerintah dan organisasi non-pemerintah untuk meningkatkan taraf kehidupan mereka dengan berbagai cara. Ada banyak contoh positif atas perubahan yang terjadi di seluruh wilayah tersebut. Namun sayang, karena alasan sosial dan budaya banyak penyandang cacat terdiskriminasi dan terpinggirkan dalam komunitas mereka sendiri, sedangkan masyarakat bergerak maju keluar dari kemiskinan, mereka beresiko terkucilkan secara sistematis dari peluang tersebut. Yayasan Ayo Mandiri adalah yayasan nirlaba yang didirikan untuk mengatasi beberapa masalah yang dihadapi para penyandang cacat di Kabupaten Flores Barat, NTT. Perusahaan ini didirikan pada tahun 2007 untuk menciptakan kesempatan bagi penyandang cacat untuk membantu diri mereka sendiri. Yayasan ini mengkhususkan diri dalam pelatihan para penyandang cacat untuk menjadi terapis pijat profesional di sebuah pusat pijat yang menyediakan layanan untuk penduduk setempat dan wisatawan. Melalui karya ini yayasan berharap dapat mengurangi stigma yang melekat pada kecacatan dan meningkatkan kesadaran bahwa penyandang cacat dapat dan harus memainkan peran integral dan positif dalam masyarakat. Yayasan Ayo Mandiri adalah lebih dari sekedar pusat pijat. Selain memberikan pijat, para terapis pijat senior juga belajar untuk melatih siswa baru penyandang cacat untuk menjadi terapis pijat profesional. Setelah kursus, para pemuda ini kemudian dapat bekerja di pusat pijat atau mulai bekerja sebagai terapis pijat di desa mereka sendiri (proses ini dipandu oleh seorang terapis pijat senior melalui kunjungan masyarakat sebelum dan setelah kursus). Yayasan ini bertujuan untuk meningkatkan akses dan kesempatan bagi para penyandang cacat untuk bekerja dan menjadi anggota masyarakat yang produktif, menyediakan akses dan kesempatan pelatihan keterampilan di Kabupaten Manggarai Barat, untuk meningkatkan status ekonomi dan kemandirian para penyandang cacat dan merangsang pemberdayaan dalam semua aspek kehidupan.

ayasan Ayo Mandiri ď‚&#x; Massage therapists Yayasan Ayo Mandiri ď‚&#x; Senior massage therapists train new students

36 | TransNusa

| Inflight Magazine | Mar - Apr 2012

Throughout Nusa Tenggara Timur (NTT), communities are working with government and non-government organizations to improve their livelihoods in different ways. There are positive examples of change happening all over the region. Sadly, for many social and cultural reasons people with disabilities are very often discriminated against and marginalized within their own communities; as the rest of the community move forward out of poverty, they are at risk of being excluded systematically from the opportunities development can bring. The Ayo Mandiri Foundation (Yayasan Ayo Mandiri) is a non-profit foundation that was set up to address some of the issues faced by people with disabilities in the district of West Flores, NTT. It was founded in 2007 to create opportunities for people with disabilities to help themselves. The foundation specializes in training of people with disabilities to become professional massage therapists at a massage centre that provides services to the local population and tourists. Through this work the foundation hopes to reduce the stigma attached to disability and to raise awareness that people with disabilities can and should play an integral and positive role in society. Yayasan Ayo Mandiri is more than just a massage centre. Besides giving massages, the senior massage therapists also learn to train new students with disabilities to become professional massage therapists. After their course, these young people can then work in the massage centre or start to work as massage therapists in their own village (this process is guided by a senior massage therapist via community visits before and after the course).


 Massage at hotel  Facial treatment  Relaxing Hot Stone Massage  Foot reflexology

Tujuh terapis pijat yang memenuhi syarat saat ini telah bekerja. Mereka tuna netra atau hanya melihat sebagian dan tuna rungu. Empat anggota staf kami telah mengikuti pelatihan pijat sejak tahun 2007 dan sekarang telah menjadi terapis pijat senior serta memenuhi syarat untuk melatih orang lain. Dengan bekerja secara independen pada tim yang terinspirasi, para terapis pijat junior dan senior secara positif mempengaruhi kesadaran penduduk lokal Labuan Bajo tentang keterampilan dan hak-hak penyandang cacat. Melalui penyediaan pelatihan bagi penyandang cacat lainnya, harga diri mereka meningkat dan mereka merasa bahwa mereka dapat mendukung orang lain dan lebih mandiri. Yayasan Ayo Mandiri menawarkan tiga jenis massage: Balinese Full Body Massage dikombinasikan dengan akupresur, Reflexology dan Hot Stone Massage. Full Body Massage dan Reflexology untuk merangsang sirkulasi darah dan relaksasi otot. Melalui berbagai teknik pemijatan, energi dalam tubuh dapat mengalir lebih lancar. Refleksi memiliki efek mendukung dan penyembuhan pada organ-organ tubuh, sementara Hot Stone Massage memberikan energi dan menyeimbangkan tubuh dan pikiran Anda. Selain pijat, tamu juga dapat menikmati Perawatan Facial. Pusat pijat dilengkapi dengan semua kebutuhan tamu dan memiliki kamar yang nyaman ber-AC, mandi air panas. Sambil ber-fecial, tamu dapat menikmati keindahan pemandangan Labuan Bajo. Treatmen ini tidak hanya dapat dinikmati di tempat pelayanan kami, kunjungan ke Hotel dan rumah pun masih memungkinkan.

The foundation aims to improve access and opportunities for people with disabilities to work and be productive members of society, to provide access to skills training opportunities in West Manggarai Regency, to improve the economic status and independence of people with disabilities and stimulate empowerment in all aspects of life. Seven fully qualified massage therapists are currently working at the centre. They are blind or partially sighted, deaf or hearing impaired. Four staff members took part in the original massage training in 2007 and are now senior massage therapists and are qualified to train others. By working independently in an inspiring team, the junior and senior massage therapists positively influence the awareness of the local population of Labuan Bajo about the skills and rights of people with disabilities. Through providing training to other people with disabilities, their self-esteem increases and they feel that they can support others on the road to independence. The Ayo Mandiri Foundation offers three kinds of massages at the massage centre: Balinese Full Body Massage combined with Acupressure, Reflexology and Hot Stone Massage. Full body massages and Reflexology treatments make use of zone areas and areas of acupressure in order to stimulate the blood circulation and relaxation of the muscles. Via various massage techniques, blocked energy will be released and waste matter will be removed from the muscles. Reflexology has a supportive and healing effect on the organs while Hot Stone massages ensure relaxation, energising and balancing of your body and mind. In addition to massages, guests can also enjoy rejuvenating Facial Treatments. The massage centre is fully equipped to meet the needs of guests and has comfortable air conditioned rooms, hot showers and -while relaxing- guests appreciate the stunning views from the reflexology/facial room. Although most treatments are given at the massage centre, hotel visits and home visits are also possible.

Opening Hours Monday to Saturday: 9 am till 12.30 pm & 3 pm till 8 pm , We are closed on Sundays and Indonesian public holidays. Address and contact YAYASAN PUSAT PELATIHAN PIJAT AYO MANDIRI, Foundation, Massage Centre and Massage Training Centre Jl. Puncak Waringin, Komplex Kantor Pelni, Kampung Ujung Labuan Bajo, Flores, NTT - Indonesia T: 0062-(0)385-41318 / Hp 085-337530925 E-mail: yayasanayomandiri@gmail.com Website: www.yam-flores.com

TransNusa | Inflight Magazine | Mar - Apr 2012 | 37


Sports

TransNusa Inflight Magazine

x i r P d n a r G n a i l a r t s u A e Th h c r a M 8 1 – 6 lbourne e 1 M k r a P t r e lb A ason starter 2012 F1 Se

Penantian yang cukup lama hampir berakhir, akhirnya pada tanggal 16-18 Maret Grand Prix Australia2012 segera dimulai, dan semua orang mulai membicarakan siapa yang dapat mengalahkan Vettel dan tim Red Bull. Jawabannya mungkin tergantung pada bagaimana tim-tim utama lainnya di musim lalu; jangan sampai kita lupa bahwa disini ada beberapa fakta penting yang mungkin dapat mempengaruhi pertandingan musim ini. Vettel dan Red Bull hampir tidak dapat tersentuh disepanjang musim lalu, mencetak 11 kemenangan dan 15 tiang secara total. Webber, beserta rekan setimnya terang-terangan mengambil tiga kutub dan satu kemenangan di babak final. Saingan semakin dekat ketika musim berlangsung, tetapi tidak cukup dekat, dan Red Bull berhasil memenangkannya. McLaren tidak dapat menandingi kecepatan Red Bull dalam babak kualifikasi, kecuali sekali di Korea, Sehingga terbukti menjadi lawan terdekat mereka dalam soal kecepatan. Hamilton dan Button memenangkan masing – masing 3 lomba dan tim mereka mengakhiri musim di posisi kedua secara bersih. Ferrari memulai musim dengan lambat, membuntuti Red Bull dan McLaren dan berjuang dengan ban Pirelli baru mereka. Performa mereka secara terus menerus menanjak dan diiringi beberapa aksi spektakuler Alonso disertai dengan satu kemenangan Silverstone, membuat perburuan gelar juara mereka tetap terjaga lebih lama dari yang diharapkan. Sedangkan Massa begitu mengecewakan dengan tidak mendapatkan satu pun podium.

38 | TransNusa

| Inflight Magazine | Mar - Apr 2012

The long wait is nearly over, March 16 – 18 and the Australian Grand Prix heralds the start to the 2012 season, and the word on everyone lips is whether there is anyone out there that can mount an effective challenge to Vettel and his Red Bull domination. The answer may well depend on how the other main teams fared last season; lest we forget here are some important facts that may shed some light on what may come about this season. Vettel and Red Bull were all but untouchable throughout the season, scoring 11 wins and 15 poles in total. Webber, his outspoken team mate took three poles and one win in the final round. Rivals got closer as the season progressed, but not close enough, and RB wrapped up both titles with three rounds to go. McLaren were unable to match Red Bull for qualifying speed at all in but one round (Korea), but proved to be their closest rivals and for a spell edged ahead on race pace. Hamilton and Button scored three wins apiece and the team finished a clear second in the final standings. Ferrari started slowly, trailing Red Bull and McLaren and struggled with their new Pirelli tyres. Their form steadily improved and some spectacular drives from Alphonso, including a victory at Silverstone, kept them in the title hunt longer than expected. Massa disappointed failing to finish on the podium once.


TransNusa Inflight Magazine Pembalap Mercedes GP, Michael Schumacher dan Nico Rosberg merasa frustrasi sepanjang musim dengan mobil paling lambat dan tidak dapat memperbaiki posisi mereka sebagai kekuatan keempat F1 yang secara fakta jauh dari para kandidat, seperti Red Bull, McLaren dan Ferrari.

Merceds’ Schumacher and Rosberg were frustrated throughout the season with a slowish car and were unable to improve on their position as F1’s fourth power being mostly a fait way from the frontrunners, Red Bull, McLaren and Ferrari.

Lotus yang merupakan Renault musim lalu telah memikat kembali mantan juara Kimi Raikkonen yang berharap banyak akan menjadi langkah signifikan dalam menciptakan sebuah tim dengan nama yang pernah paling terkenal di arena balap mobil, yang mungkin saja mengancam posisi dari tim tiga besar.

Lotus which were Renault last season have lured back former champion Kimi Raikkonen which many hope will be a significant move in creating a team with a name that was once the most famous name in car racing, that just might threaten the leading threesome.

Sekilas apa yang mungkin terjadi pada tahun 2012 adalah apa yang kita semua harapkan di The Grand Prix Australia yang Anda dapat saksikan langsung di Arena sports bar, Sanur.

A glimpse of what may happen in 2012 is what we are all hoping forg in The Australian Grand Prix – televised live at Arena sports bar, Sanur.

TransNusa | Inflight Magazine | Mar - Apr 2012 | 39


Route Map & Flight schedules

TransNusa Inflight Magazine

Makassar

Labuan Bajo (Komodo)

Larantuka

Bima

Jawa

Denpasar (Bali) (Hub)

Mataram (Lombok)

Ende

Ruteng

Sumbawa Tambolaka

Alor

Lewoleba

Maumere

Dili Atambua

Bajawa

Bali

Waingapu

West Nusa Tenggara

Kupang (Hub)

East Nusa Tenggara

Sabu

Coming Soon

Fokker 50 / BAE 146

Rote

ROUTES

Frequency

Pulau Bali/Timor/Sulawesi

ROUTES

Frequency

Ruteng - Kupang

Mon, Wed, Fri, Sun

Denpasar - Ende

Darwin

Pulau Bali/Lombok/Sumbawa Daily except Thu

Kupang - Denpasar

Daily except Thu

Kupang - Bajawa

Tue, Thu, Sat, Sun

Denpasar - Labuan Bajo

Daily

Kupang - Makasar

Mon, Thu, Sat

Bajawa - Kupang

Tue, Thu, Sat, Sun

Denpasar - Kupang

Daily except Thu

Makasar - Kupang

Mon, Thu, Sat

Kupang - Larantuka

Tue, Thu, Sat, Sun

Denpasar - Bima

Daily

Kupang - Rote

Mon,Wed, Sat

Larantuka - Kupang

Tue, Thu, Sat, Sun

Bima - Denpasar

Daily

Rote-Kupang

Mon,Wed, Sat

Denpasar - Mataram

Daily

Pulau Alor (Kalabahi)

Pulau Sumba Kupang - Tambolaka

Tue, Wed, Fri, Sun

Mataram - Denpasar

Daily

Kupang - Alor

Daily

Tambolaka - Kupang

Tue, Wed, Fri, Sun

Denpasar - Tambolaka

Tue, Fri, Sun

Alor - Kupang

Daily

Tambolaka - Denpasar

Tue, Fri, Sun

Mataram - Bima

Daily

Tambolaka - Ende

Tue, Fri, Sun

Bima - Mataram

Daily

Kupang - Waingapu

Tue, Thu, Sat

Mataram - Sumbawa

Daily

Tue, Thu, Sat

Sumbawa - Denpasar

Daily

Denpasar - Sumbawa

Daily Daily

Pulau Flores (Ende/Sikka/Manggarai/Bajawa/Larantuka) Kupang - Ende

Daily

Ende - Kupang

Waingapu - Kupang

Daily

Ende - Tambolaka

Tue, Fri, Sun

Pulau Flores (Labuan Bajo)

Ende - Denpasar

Daily except Thu

Kupang - Labuan Bajo

Mon, Wed, Sat

Sumbawa - Mataram

Ende - Labuan Bajo

Mon, Wed, Sat

Labuan Bajo - Kupang

Mon, Wed, Sat

Mataram - Labuan Bajo

Daily

Kupang - Maumere

Daily

Labuan Bajo - Denpasar

Daily

Mataram - Tambolaka

Tue, Fri, Sun

Maumere - Kupang

Daily

Labuan Bajo - Ende

Mon, Wed, Sat

Mataram - Ende

Tue, Fri, Sun

Rote-Kupang

Mon, Wed, Sat

Kupang - Ruteng

Mon, Wed, Fri, Sun

For further information please check our website:

www.transnusa.co.id or email: info@transnusa.co.id 40 | TransNusa

| Inflight Magazine | Mar - Apr 2012


TransNusa Inflight Magazine

TransNusa | Inflight Magazine | Mar - Apr 2012 | 41


TransNusa Inflight Magazine

Airline Partners

www.transnusa.co.id | Fleet: Fokker 50

www.aviastar.biz | Fleet: BAe 146 - 200

42 | TransNusa

| Inflight Magazine | Mar - Apr 2012

nusantara air | Fleet: BAe 146 - 200


TransNusa Inflight Magazine

News

Peresmian kantor cabang Jakarta ď‚&#x; Penyerahan Tumpeng oleh Bpk. Bayu Sutanto kepada Komisaris Utama Bpk. Budiman Suwandi

Pada tgl 9 Maret 2012, TransNusa secara resmi membuka kantor perwakilannya di Jakarta. Acara syukuran ini ditandai dengan pemontongan tumpeng oleh Managing Director PT. TransNusa Aviation Mandiri, Bapak Bayu Sutanto. Dalam pidato yang disampaikan oleh Managing Director PT. TransNusa Aviation Mandiri, Beliau berharap; dengan adanya kantor perwakilan TransNusa Cabang Jakarta yang beralamat di Jl. Cideng Timur No. 10 dan 10 A Jakarta Pusat dapat lebih mengembangkan bisnis TransNusa dan mempererat hubungan kerja sama dengan partner - partner kerja baik itu pemerintah maupun swasta di Jakarta.

9th, March 2012, TransNusa officially opened an office in Jakarta. The event was marked by the cutting of a tumpeng (cone of yellow rice used for ceremonies and celebrations) and a speech by the Managing Director PT. TransNusa Aviation Mandiri, Mr. Bayu Sutanto. In his speech he said hoped the presence of the TransNusa office in Jakarta, located on Jl. Cideng Timur No. 10 dan 10 A, Jakarta Pusat would provide further impetus for developing business and strengthening the ties between TransNusa and its business partners in both the government and private sector in Jakarta.

HEAD OFFICE

SUB BRANCH

KUPANG

Bajawa

Maumere

Waingapu

Sumbawa Besar

Jl. Palapa No. 7, Naikoten – Kupang Telp. (+62 380) 822555 | Fax. (+62 380) 832573 Email: koe@transnusa.co.id

BRANCH OFFICES DENPASAR

Jl. Sunset Road No. 100 C Kuta Telp. (+62 361) 8477395 | Fax. (+62 361) 8477454 Email: dps@transnusa.co.id

SURABAYA

Jl. Ngagel Jaya No. 53 A Telp. (+62 31) 5047555 | Fax. (+62 31) 50111749 Email: sub@transnusa.co.id

MATARAM

Jl. Panca Usaha No. 28 Telp. (+62 370) 624555 | Fax. (+62 370) 647535 Email: ami@transnusa.co.id

MAKASSAR

Bandara Udara Sultan Hasanuddin Makassar Telp. (+62 411) 3656093 , (+62 411) 3656067 Email: upg@transnusa.co.id

JAKARTA

Jl. Cideng Timur No.10 dan 10 A Jakarta Pusat Telp : ( +62 21 6315821/6318709/6327546 ) Fax : ( +62 21 6315273 ) Email : Info@transnusa.co.id

D.I. Panjaitan No. 10 Telp. (+62 384) 21755 Fax. (+62 384) 21200 Email: bjw@transnusa.co.id Waingapu Jl Adi Sucopto. No.1 Telp : (+62 387) 62427 Email: wgp@transnusa.co.id

Bandar Udara Frans Seda Telp : (+62 382)2425363 Fax. (+62 382) 23821 Email: mof@transnusa.co.id Bandar Udara Brang Biji Telp / Fax. (+62 371) 626161 Email: swq@transnusa.co.id

Ende

Bandar Udara H.H. Aeroboesman Telp/Fax. (+62 381) 24242 Email: ene@transnusa.co.id

Rote

Kmpl. Perkantoran Bupati Rote Ndao Telp/fax: ( +62 380)8007927/71033 email : rti@transnusa.co.id

GENERAL SALES AGENTS (GSA) / SUB SALES Larantuka

Jl. Herman Fernandez No. 289 (Depan Optic Reinha) Kel. Amagarapati Telp : (+62 383 ) 2325386 Fax. (+62 383) 2325386 Email: mof@transnusa.co.id

Lewoleba

Jl. Trans Naga Wutun Telp. (+62 383) 41636 Fax. (+62 383) 41636 Email: lwe@transnusa.co.id

Ruteng

Alor

Labuan Bajo

Tambolaka

Jl. Komodo No.2 Telp: (+62 385)21829/22322 Fax. (+62 385) 21983 Email: rtg@transnusa.co.id Jl. Komodo Kampung Tengah Manggarai Barat Telp. (+62 385) 41800 Fax. (+62 385) 41954 Email: lbj@transnusa.co.id

Jl. Jend. Sudirman No. 100 Telp. (+62 386) 21039, 2222555 Fax. (+62 386) 2222555 Email: ard@transnusa.co.id Hotel Aloha Jl. Jend. Sudirman No. 26 Telp. (+62 387) 22563 Fax. (+62 387) 21245

Bima

Jl. Sulawesi No. 26 Telp: (+62 374) 647251 Fax : ( +62 374 ) 42108 Email: bmu@transnusa.co.id

For further information please check our website: website: www.transnusa.co.id email: info@transnusa.co.id

TransNusa | Inflight Magazine | Mar - Apr 2012 | 43


News

TransNusa Inflight Magazine

TransNusa Agent & Corporate Gatherings 2012 Sebagai bentuk apresiasi kepada Travel Agent & Corporate PT. TransNusa Aviation Mandiri yang telah memberikan kontribusi dan support, TransNusa mengadakan Malam syukuran yang bertajuk TransNusa Agent & Corporate Gathering yang dilaksanakan secara bergiliran dimulai dari Makassar tanggal 17 Januari 2012 , Surabaya tanggal 24 Januari 2012, Denpasar tanggal 27 Januari 2012, Lombok tanggal 31 Januari 2012 dan berakhirnya di Kupang tanggal 3 Februari 2012. Dihadiri oleh agent dan corporate/relasi serta pelanggan setia TransNusa untuk meningkatkan silahturahmi sekaligus memberikan informasi terbaru tentang TransNusa oleh presentasi dari Bussiness Development Manager PT. TransNusa Aviation Mandiri, Bapak Budhy Syahroni Karsidin mengenai Visi, Misi, Pengembangan Usaha dan Program Sales 2012, dilanjutkan dengan presentasi dari General Manager T-MORE hotel & lounge Bapak Suwardjono mengenai segala fasilitas dan pelayanan yang ada dalam T-MORE hotel & lounge, juga presentasi dari rekan kerja TransNusa yaitu Bank International Indonesia (BII) tentang BII CoOLPAY (Corporate Online Payment) yang adalah jasa layanan Bank dengan media internet atau web based untuk layanan transaksi online produk TransNusa. Pada Kesempatan itu juga diberikan penghargaan kepada Top Three Agents & The Best Corporate PT. TransNusa Aviation Mandiri untuk area-area tersebut diatas. Suguhan tari-tarian traditional dan penarikan doorprize menyemarakkan acara pada malam itu. Dan dilanjutkan dengan makan malam bersama ditemani hiburan music.

As a token of appreciation to Travel Agents & Corporate, TransNusa has been holding the “TransNusa Agent & Corporate Gathering” events on a rotation basis for those who have contributed and supported them. The first was held in Makassar on January 17, 2012, Surabaya - January 24, 2012, Denpasar - January 27, 2012, Lombok - January 31, 2012 and in Kupang on February 3, 2012. Attended by agents and other corporate bodies and loyal customers to increase “silahturahmi” or good will it also provided the opportunity for TransNusa Aviation Mandiri Business Development Manager Mr. Budhy Syahroni Karsidin to provide the latest information about TransNusa and its Vision Mission Business Development and Sales Programs for 2012. It also provided opportunities for presentations from the General Manager of T-MORE Hotel & Lounge Mr. Suwardjono regarding all facilities and services that exist in Kupang’s T-MORE hotel & lounge, as well as presentations from reps of Bank International Indonesia (BII) about BII COOLPAY (Corporate online Payment) showing the Bank’s services on the internet or web based media for TransNusa’s online transaction service products. The events also provided the opportunity to present awards to the Top Three Agents & The Best Corporate PT. Independent Aviation TransNusa within the areas mentioned above. For entertainment, traditional dances were performed and door prizes presented as well as dinner and music.

44 | TransNusa

| Inflight Magazine | Mar - Apr 2012



TransNusa #15