Page 1

25

Pendorong Perubahan dan Pembaruan

SENIN 7 OKTOBER TAHUN 2013

EDY SUPRIYONO/RaBa

ANTUSIAS: Ribuan warga peserta Jalan Sehat Hari Kesaktian Pancasila (JSHKP) memadati jalan di depan Pendapa Kabupaten Situbondo pagi kemarin. Foto lainnya lihat Radar Situbondo halaman 36.

 Baca Bupati...Hal 35

..

1

Jumaiyah hendak memasak air untuk keperluan mandi suami.

2 Meski suasana sudah hampir gelap, Jumaiyah keluar rumah mengambil kayu bakar tak jauh dari dapur rumahnya.

Binatang Mencakar Ibu-ibu

hh

h.

Serangan Binatang di Licin

gh

TIBA di Makkah, Calon Jamaah Haji (CJH) Banyuwangi langsung menunaikan berbagai rukun haji. Mulai tawaf, sai, serta rukun haji lainnya. Namun, karena sesaknya Masjidil Haram jelang wukuf, beberapa jamaah lebih memilih membagi beberapa jamaah menjadi beberapa rombongan. Hal ini dilakukan untuk memudahkan jamaah dalam menunaikan rukun haji, sekaligus untuk mengamankan jamaah lainnya agar tidak tersesat. Dengan membagi beberapa rombongan dan menunjuk ketua rombongan, maka hal ini akan Laporan dari Makkah: memudahkan JCH H. Said Hariyanto lainnya, terutama yang berusia uzur. Pembimbing KBIH Al Mabrur Dari raut wajah JCH Banyuwangi terlihat rasa lelah, perjalanan panjang mulai dari tanah air menuju Makkah cukup membuat kondisi jamaah letih. Namun secara keseluruhan kondisi para jamaah masih dalam keadaan baik. Seperti diketahui JCH Banyuwangi terbagi menjadi dua kloter, kloter 53 dan 54. Kloter 53 yang berada di kawasan Bakhutmah berjarak 2,5 km ke Masjidilharam. Untuk menuju ke Baitullah, jamaah Banyuwangi menggunakan bus gratis yang telah disiapkan pemerintah Arab Saudi. Namun, banyaknya JCH Indonesia yang tinggal di Bakhutmah menjadikannya antre. Sama halnya dengan JCH kloter 54 yang tinggal di kawasan Mahbas Jin. Jarak yang ditempuh rata-rata 2,5 km menuju Masjidil Haram. (*/bay)

baru berakhir sekitar pukul 10.00. Kehadiran musik live dari Rovita Grup menjadi salah satu hiburan yang begitu dinikmati oleh peserta. Hentakan suara penyanyi yang diiringi lagu yang rancak, n

Mulai Menyerang Manusia gg

Langsung Menunaikan Rukun Ibadah Haji

alun Kota Santri. Terik matahari seolah tak menghalangi mereka untuk terus bertahan, mengikuti hingga acara usai. Peserta mulai tumplek blek di tempat yang tepat berada di jantung kota tersebut sejak pukul 05.30. Acara

3

Tak lama kemudian, suaminya mendengar Jumaiyah berteriak dan menjerit.

LICIN - Setelah menyerang puluhan ternak kambing, kini binatang buas di Kecamatan Licin, Banyuwangi, mulai menyerang manusia. Korban pertama yang diserang binatang buas itu adalah Jumaiyah, 49, warga Dusun Ta na h L o s, Desa Tamansari, Kecamatan Licin. Serangan bi natang itu terjadi sekitar pukul 17.40 Sabtu petang lalu (5/10). Insiden penyerangan itu terjadi menjelang masuknya waktu salat Magrib. Saat itu, Jumaiyah bermaksud memasak air hangat untuk keperluan mandi suaminya. Sebelum memasak air, Jumaiyah keluar rumah untuk mengambil kayu bakar yang ada tidak jauh dari dapur. Beberapa saat keluar rumah, suaminya mendengar Jumaiyah menjerit. Mendengar ada jeritan tersebut, sang suami langsung bergegas keluar rumah n

Serangan

rr

HAJI

SITUBONDO – Pelaksanaan Jalan Sehat Hari Kesaktian Pancasila (JSHKP)

yang digelar Jawa Pos Radar Banyuwangi Biro Situbondo, bekerja sama dengan Pemkab dan Dinas Pendidikan Situbondo berlangsung meriah kemarin (6/10). Ribuan peserta mengikuti acara yang mengambil start dan finish di Alun-

A rr

Bupati Tambah Hadiah Uang

n Ribuan Peserta Ramaikan JSHKP

Anjing

Pada tubuhnya terdapat bekas luka cakaran binatang. Dia langsung dibawa ke Puskesmas terdekat untuk mendapat perawatan.

4

Saat diperiksa, Jumaiyah sudah pingsan di halaman samping rumah.

Liar

 Baca Mulai...Hal 35

ZAKARIA/RaBa

Nginang Sambil Beradu Pantun

GALIH COKRO/RaBa

LANSIA: Salah satu peserta lomba Nginang dalam acara Festival Kemiren di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, kemarin.

GLAGAH – Apa jadinya jika puluhan perempuan yang seluruhnya telah berusia minimal 50 tahun, saling unjuk kebolehan nginang (mengunyah sirih, Red) dan nyisig (mengulum tembakau) di atas pentas? Fenomena unik, itu tersaji di Festival Kemiren yang digelar di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi kemarin (6/10). Menariknya lagi, ketika perform di atas pentas, setiap dua peserta yang maju berpasangan juga saling melontarkan wangsalan (pantun berbahasa Using). Bahkan, untuk mendukung penampilan, sebagian peserta lomba unik, itu juga menari dan bernyanyi di hadapan penonton. Tak ayal, penonton pun langsung ger-geran saat ketika nenek-nenek yang usianya telah mencapai setengah abad lebih, itu menari dan bernyanyi n  Baca Nginang...Hal 35

BIROKRASI

Melihat Tradisi Sapi-sapian di Desa Kenjo, Kecamatan Glagah

Kades Diajak Studi Banding

Digelar Lagi setelah Vakum 51 Tahun

BANYUWANGI - Puluhan kepala desa (Kades) yang baru dilantik, akan menerima sejumlah pendidikan gratis dari pemkab. Selain wajib mengikuti pendidikan dan latihan sumber daya manusia (Diklat SDM) dan Diklat ESQ, para kades tersebut juga akan dibawa melakukan studi banding ke beberapa daerah di Jawa Timur. Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Banyuwangi, Peni Handayani mengatakan, dalam APBD 2013, sudah disediakan anggaran untuk pengembangan SDM kades baru. Tahun ini, ada dua kegiatan diklat bagi kepala desa. Yakni, kegiatan Diklat ESQ dan Diklat SDM. Diklat ESQ wajib diikuti semua kepala desa lama dan baru. Sedangkan Diklat SDM hanya wajib diikuti bagi kepala desa yang baru dilantik. “Kepala desa baru ada sekitar 100 orang lebih,” ujar Peni. Pelaksanaan Diklat ESQ akan dilaksanakan BKD pada akhir Oktober 2013 mendatang. Sedangkan untuk Diklat SDM akan diselenggarakan pada awal November di BPP Bangsring, Kecamatan Wongsorejo n  Baca Kades...Hal 35 http://www.radarbanyuwangi.co.id

Kekayaan tradisi masyarakat Banyuwangi dikenal melimpah. Sepanjang tahun, nyaris ada saja ritual adat yang dijalankan masyarakat Bumi Blambangan. Salah satunya tradisi Sapi-sapian di Desa Kenjo, Kecamatan Glagah. SIGIT HARIYADI, Glagah SIGIT HARIYADI/RaBa

RITUAL Kebo-keboan, Seblang, dan Barong Ider Bumi, mungkin sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Banyuwangi. Namun, ketiga ritual yang masing-masing digelar warga Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh; Desa Olehsari, dan

UNIK: Pemeran sapi-sapian diarak keliling Desa Kenjo, lalu memeragakan fragmen membajak sawah.

Desa Kemiren, Kecamatan Glagah tersebut hanyalah “segelintir” dari prosesi adat yang mengakar kuat di tengah masyarakat kabupaten

berjuluk Sunrise of Java ini. Kini, satu lagi ritual yang muncul ke permukaan, yakni Sapi-sapian. Tradisi sapi-sapian itu digelar

masyarakat Desa Kenjo, Kecamatan Glagah, Sabtu lalu (5/10). Selain merupakan rangkaian upacara bersih desa setempat, Sapi-sapian itu juga digelar dengan tujuan minta hujan. Tak heran, tradisi Sapi-sapian yang sempat mandek selama puluhan tahun itu kembali digalakkan di tengah musim kemarau seperti saat ini. “Tokoh sentral” dalam pelaksanaan ritual sapi-sapian diperankan oleh dua pria yang didandani layaknya sapi. Dua pria tersebut mengenakan tutup kepala menyerupai kepala sapi. Mereka juga mengenakan kluntung (kalung sapi yang terbuat dari kayu). Tidak hanya itu, dua pemeran sapi itu juga memikul alat bajak sawah. Dua pemeran sapi itu lantas diarak keliling kampung n

Binatang mulai menyerang manusia di Kecamatan licin Alur ceritanya makin mirip kisah sinetron

Kades akan diajak studi banding Andai kelak alih profesi jadi legislatif, sudah punya pengalaman kunker

 Baca Digelar...Hal 35 email: radarbwi@gmail.com/beritaraba@gmail.com


26

Senin 7 Oktober 2013

GTT Dapat Insentif Rp 2,1 Juta Kucuran Tahap Pertama Disalurkan Rp 1,5 Juta BANYUWANGI – Sebanyak 2.928 Guru Tidak Tetap (GTT) dan pegawai tidak tetap (PTT) di lingkungan Dinas Pendidikan, menerima bantuan insentif Sabtu kemarin (5/10). Total bantuan yang diserahkan Bupati Abdullah Azwar Anas di halaman kantor Pemkab Banyuwangi itu mencapai Rp 4,493 Miliar. Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Sulihtiyono mengungkapkan, tenaga GTT dan PTT di Banyuwangi yang me nerima bantuan insentif itu mulai dari TK hingga SMA mendapatkan alokasi bantuan setiap tahun. Pada tahun 2013 ini, GTT dan PTT mendapat alokasi anggaran dari APBD sebesar Rp 4.493.799.350. Dalam se-

tahun, GTT mekan bantuan itu nerima bantuan ecara simbolis insentif sebesar kepada GTT dan Rp 2,1 juta setiap PPT. Senin (7/10) orang. secara bertahap Saat ini, lanbantuan itu sudah Guru PNS yang jut Sulihtiyono, rekening pensiun semakin masuk jumlah GTT di GTT dan PTT,” bertambah. Banyuwangi ujar Sulihtiyono. mencapai 2.928 Sementara itu, Kalau nggak ada orang. Jumlah itu insentif bulan GTT, aktivitas merupakan GTT Oktober hingga pendidikan bisa Desember akan yang terdata di Dinas Pendididiberikan pada lumpuh.” kan dan berhak Desember menm e n d a p at k a n datang. SehingAbdullah Azwar Anas bantuan insenga, insentif yang Bupati Banyuwangi tif sebagai GTT diterima GTT sebesar Rp 2,1 dan PTT pada juta setiap tahun. Oktober tidak utuh 12 bulan Bantuan insentif GTT itu, sebesar Rp 2,119 juta melainkata Sulihtiyono, diberikan se- kan hanya sembilan bulan tiap bulan sebesar Rp 176.650. sekitar Rp 1,589 juta. Bantuan insentif Januari Penyerahan bantuan insenhingga September tahun 2013 tif kepada GTT itu dilakukan akan diberikan pada Oktober. dalam acara khusus di halaman “Pak Bupati sudah menyerah- kantor Pemkab Banyuwangi

kemarin. Selain menyerahkan bantuan insentif, Bupati Anas akan memberikan pengarahan dan melakukan dialog. Dalam kesempatan itu, Bupati Anas menyampaikan apresiasi terhadap dedikasi para GTT untuk mengajar secara ikhlas dan tulus. Bupati Anas merasa terbantu dengan keberadaan ribuan GTT karena terus bertambahnya guru PNS yang pensiun. “Kalau nggak ada GTT, aktivitas pendidikan bisa lumpuh,” kata Bupati Anas. Bantuan insentif itu, timpal Sulihtiyono, diberikan untuk memberi motivasi kepada GGT dan PTT. Tidak semua daerah memberikan perhatian seperti yang dilakukan Pemkab Banyuwangi. “Setelah diserahkan secara simbolis, insentif itu langsung masuk ke rekening masing-masing GTT,” tambahnya. (afi/c1/bay)

DAPAT INSENTIF: Para guru tidak tetap dan pegawai tidak tetap dikumpulkan halaman kantor Pemkab Banyuwangi Sabtu lalu (5/10). ICHSAN RASYID/RaBa

GERDA SUKARNO/RaBa

CINTA TANAH AIR : Suasana upacara peringatan Hari Guru Sedunia di SMAK Hikmah Mandala Banyuwangi Sabtu lalu (5/10).

Full Batik Peringati Hari Guru BANYUWANGI – Sekolah Menengah Atas Katolik (SMAK) Hikmah Mandala Banyuwangi menggelar upacara peringatan Hari Guru Internasional Sabtu lalu (5/10). Seluruh siswa dan guru sekolah tersebut mengenakan baju batik. Setelah bel berbunyi dan pintu gerbang tertutup, kegiatan belajar mengajar tidak segera berlangsung. Seluruh siswa langsung berbaris di lapangan. Sementara tempat guru biasanya berbaris tampak melompong. Ternyata hari itu, di SMAK Hikmah Mandala sedang melaksanakan upacara memperingati hari Guru Internasional yang jatuh bertepatan dengan hari ulang tahun TNI ke-68. Khusus peringatan hari guru sedunia tersebut, maka petugas upacara dilaksanakan oleh guru pembimbing. Termasuk Pembina upacara, Romo Catur Wibawa juga berpakaian “sogok upil” baju khas masyarakat Jogjakarta. Setelah upacara yang khidmat selesai, kegiatan yang berbeda dari biasanya tampak

di kelas masing-masing. Siswa duduk di bangku seperti biasanya, sementara di depan ada wali kelas. Para wali kelas tidak sedang mengajar, namun mereka memberikan apresiasi kepada siswanya. Bentuk pemberian apresiasi tersebut berupa motivasi, pujian, dan harapan kepada siswa. Romo Catur Wibawa, Kepala SMAK Hikmah Mandala mengatakan, fungsi guru tidak sekadar sebagai pengajar tetapi juga sebagai pendidik. Apresiasi guru kepada siswa masih berlanjut. Giliran siswa memberikan apresiasi, pujian, saran, kritik dan harapan kepada guru atau wali kelas. Beragam cara penyampaian siswa melalui sebuah puisi, sajak dan pantun, lagu hingga pemberian bunga atau benda kenangan lain. Sehingga suasana di SMAK Hikmah Mandala Banyuwangi menjadi sangat akrab dan menyenangkan. Puncak peringatan hari guru sedunia ini dilanjutkan dengan makan bersama, seluruh guru, karyawan, dan staf berbaur menuju kelas-kelas.

Di akhir acara, untuk memotivasi guru sekaligus pengembangan, siswa SMAK Hikmah Mandala memilih 3 kategori untuk guru. Dan hasil pemilihan tersebut untuk guru paling disiplin dianugerahkan

kepada Ibu Rulantiwi, sedangkan guru dengan kategori paling ramah adalah Ibu Eko Adirini. Dan yang terakhir, guru favorit siswa SMAK Hikmah Mandala terpilih Dwi Dedy Susandy. (*/bay)

Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono. Redaktur Pelaksana: Syaifuddin Mahmud. Redaktur: Ali Sodiqin. Koordinator Liputan: Agus Baihaqi. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Nur Hariri (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja. Pemasaran & Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Gerda Sukarno Prayudha, Benny Siswanto, Samsuri (Situbondo). Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah, W. Nugroho. Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan. PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Administrasi Iklan: Widi Ukiyanti . Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti. Perpajakan: Cici Irma Setyani. Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari. Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/mmk, berwarna depan Rp 35.000/mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. J

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

J

Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

J

Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


27

Senin 7 Oktober 2013

Mengapung di Plengkung Dua Pendekar yang Hilang Disapu Ombak PURWOHARJO – Pencarian dua pemancing yang hilang di Pantai Ndogong, Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo akhirnya membuahkan hasil. Sepekan lamanya mayat dua pria yang dikenal sebagai pendekar pencak silat itu hilang setelah ditelan ombak. Mayat tersebut akhirnya ditemukan seorang nelayan bernama Joko di Pantai Kandang Penyu, masuk wilayah Plengkung, Kecamatan Tegaldlimo, kemarin siang. Identitas dua mayat tersebut adalah Muklis,22, dan Sumitro, 35. Kali pertama ditemukan, kondisi mayat Muklis sudah membengkak dan kakinya nyaris putus. Wajahnya sudah tak bisa dikenali lagi. Pria yang tinggal di Desa Benculuk, Kecamatan Cluring itu tidak mengenakan pakaian. Ciri-ciri yang bisa dikenali adalah dadanya berbulu dan celana dalamnya berwarna hitam. Selain menemukan sosok mayat Muklis, pada jarak sekitar satu mil, Joko juga melihat satu sosok mayat lagi juga mengapung di Pantai Kembang Penyu. Belakangan diketahui mayat tersebut adalah Sumitro. Sebagaimana Muklis, saat

ABDUL AZIZ/RaBa

SEPEKAN HILANG: Anggota perguruan Setia Hati menyalati jenazah Muklis kemarin.

ditemukan tubuh Sumitro juga sudah melepuh dan tak bisa dikenali lagi. Namun kemudian warga dan petugas Pos TNI Angkatan Laut Grajagan, bisa mengenali lewat pakaian yang masih melekat di tubuh korban, yaitu kaus abu-abu dan celana warna hitam Diperoleh keterangan, kali per-

tama yang menemukan adalah Joko, seorang nelayan yang siang itu (pukul 12.00) dalam perjalanan pulang dari menangkap ikan. Saat itu, dia melihat sosok mayat mengapung. Namun tak lama kemudian, pada jarak sekitar satu mil, dia kembali melihat satu sosok mayat lagi juga mengapung di atas laut.

Mengetahui hal itu, Joko langsung melapor ke Pos TNI Angkatan Laut Grajaga, Kecamatan Purwoharjo via telepon. Tak lama setelah menerima laporan, petugas Pos TNI AL Kopda Sentot, langsung meluncur ke lokasi penemuan dua mayat tersebut n  Baca Mengapung...Hal 35

Bupati Anas: Pemekaran tak Relevan Tegaskan Sudah Terjawab dalam One Stop Service GENTENG – Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas akhirnya menunjukkan sikapnya terkait isu pemekaran kabupaten yang belakangan disuarakan oleh komisi I DPRD Banyuwangi. Orang nomor satu di jajaran Pemkab Banyuwangi itu menegaskan bahwa isu pemekaran yang belakangan terus didengungkan oleh komisi I DPRD sudah tidak relevan lagi. Sebab, persoalan pelayanan publik yang menjadi isu utama dimunculkannya wacana pemekaran sebenarnya sudah dijawab oleh Pemkab Banyuwangi, salah satunya dengan diberlakukannya one stop

service. One stop service adalah program yang dicanangkan oleh bupati untuk memberikan pelayanan publik di tingkat kecamatan dan kelurahan. “Sekarang kegiatan ini sudah berjalan, bisa dilihat di kelurahan-kelurahan dan kecamatan. Masyarakat tak perlu lagi ke pemkab untuk mendapatkan layanan publik,” jelas Anas saat memberi kata sambutan dalam acara launcing Kartu Anggota Nahdlatul Ulama (KARTANU) di aula KHR. As’ad Syamsul Arifin Kampus Sekolah Tinggi Agama Islam Ibrahimy, Kecamatan Genteng kemarin pagi. Hanya saja, bupati memang mengakui bahwa dalam beberapa hal proses layanan publik tidak bisa dilakukan di tingkat kelurahan dan kecamatan. Misal-

nya seperti administrasi kependudukan (adminduk). Karena prosedurnya berkaitan langsung dengan pemerintah pusat, sehingga proses adminduk seperti pembuatan kartu tanda penduduk dan kartu keluarga, sementara harus dilakukan di Banyuwangi. Meski demikian, saat ini bupati sedang berusaha agar layanan adminduk tersebut bisa dilakukan di tingkat kecamatan dan kelurahan. “Kalau adminduk ini nanti bisa dilakukan di kecamatan masuk dalam one stop service, maka isu pemekaran sudah tidak relevan lagi,” tegas Anas disambut gemuruh para hadirin yang merupakan jajaran pengurus Majelis Wakil Cabang dan Ranting NU se-Banyuwangi n  Baca Bupati...Hal 35

Enam Bulan Target Rampung

24 MWC NU Launching Perdana E-KARTANU Berlangsung Sukses GENTENG - Launching perdana Elektronik Kartu Anggota Nahdlatul Ulama (E-KARTANU) yang diselenggarakan oleh Pengurus Cabang NU Banyuwangi di Aula KHR. As’ad Syamsul Arifin Kampus Sekolah Tinggi Agama Islam Ibrahimy, Kecamatan Genteng, berlangsung sukses kemarin. Rais Syuriah PCNU KH. Hisyam Syafaat; Bupati Banyuwangi yang juga Ketua Ikatan Sarjana NU Jawa Timur H. Abdullah Azwar Anas; dan Ketua Tanfidziah PCNU KH. Masykur Ali mendapat giliran pertama pembuatan E-KARTANU. Hanya beberapa menit setelah pengambilan foto, E-KARTANU milik ketiga tokoh tersebut sudah jadi dan bisa ditunjukkan kepada ribuan hadirin yang mengikuti acara tersebut. Sekadar tau, kegiatan yang dimulai pukul 10.00 tersebut dihadiri lengkap oleh jajaran PCNU, Majelis Wakil Cabang dan Ranting NU seBanyuwangi. Ada juga jajaran pengurus badan otonom NU. Sementara itu, dalam kesempatan tersebut juga dilakukan lelang formulir oleh tim EKARTANU. Hasilnya, beberapa orang memborong formulir yang per lembarnya seharga Rp 8000. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas memborong seribu formulir; dua anggota DPRD Banyuwangi, Zaenal Arifin Salam dan H. Abdurrahman juga melakukan hal serupa. Selain ketiga tokoh tersebut, beberapa orang juga ikut memborong formulir yang nantinya akan diberikan kepada warga NU yang kurang

mampu agar ikut program E-KARTANU. Rais Syuriah PCNU KH. Hisyam Syafaat berharap semua warga NU bisa ikut program E-KARTANU. Sebab dengan begitu, memudahkan proses pendataan dan jumlah warga NU yang mayoritas di Banyuwangi. Dengan berkelakar, Gus Hisyam - sapaan akrab KH. Hisyam Syafaat-- menyebutkan bahwa E-KARTANU bukan hanya bisa digunakan di dunia. Namun juga di akhirat. “Nanti di akhirat kalau ditanya malaikat nggak bisa jawab, ini rombongannya Mbah Hasyim Asy’ary, buktinya punya KARTANU. Jadi biar mudah masuk surga,” kelakarnya disambut ger-geran hadirin. Bupati Anas juga memberikan motivasi kepada jajaran PCNU dan MWCNU untuk menyukseskan program EKARTANU. “Nanti diberi reward, misalkan MWCNU yang berhasil meraih 50 persen ke atas dari jumlah anggotanya, diberi insentif sepuluh juta rupiah. Ini misalnya seperti itu,” tandas Anas disambut aplaus hadirin. Terlepas dari itu, bupati yang juga Penasihat Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor itu berharap semua elemen NU ikut menyukseskan program E-KARTANU. Sementara itu, Sekretaris PCNU Banyuwangi, Guntur Al-Badri mengatakan, bahwa kegiatan tersebut ditargetkan selesai selama enam bulan mulai 17 November 2013 hingga 2 April 2014. Setiap hari akan ada lima tim yang turun ke MWCNU sesuai jadwal yang sudah ditentukan. “Dari lima tim tersebut, satu tim masing-masing sehari mampu menyelesaikan 800 orang atau 800 pembuatan E-KARTANU,” tandas Guntur. (adv/aif)

FOTO-FOTO: ABDUL AZIS/RaBa

LAUNCHING: (Dari Kiri) KH. Masykur Ali, Bupati Anas, Wakil Ketua PWNU KH. M. Shidiq dan KH. Hisyam Syafaat di Kampus STAI Ibrahimy Genteng.

LANGSUNG JADI : Bupati Abdullah Azwar Anas; KH. Hisyam Syafaat; dan KH. Masykur Ali menunjukkan E-KARTANU kepada para hadirin.

GAYENG: Jajaran PCNU, MWCNU, serta Banom NU saat menghadiri acara launching E-KARTANU di Aula KHR. As’ad Syamsul Arifin Kampus STAI Ibrahimy Genteng, kemarin.

PERDANA: Bupati Abdullah Azwar Anas saat pengambilan foto untuk E-KARTANU.

KEHORMATAN : Wakil Ketua PWNU Jatim KH. M. Shidiq memberikan E-KARTANU kepada Bupati Banyuwangi H. Abdullah Azwar Anas.


28

Senin 7 Oktober 2013

Poktan Sayu Wiwit Dibekali Kewirausahaan ISTIMEWA

BERDOA: Kgs Abdul Azis Saleh (tengah)bersama muslimat Lateng Banyuwangi menyekar di makam Kyai Saleh yang berada di Kelurahan Lateng, Sabtu (5/10).

Haul ‘Formatur NU’ Kyai Saleh Khidmat BANYUWANGI - Haul ke-63 KH Saleh Lateng digelar secara khidmat Sabtu (5/10) lalu. Pengajian yang diawali pembacaan surat Yasin itu dilanjutkan membaca tahlil. Ratusan jamaah Masjid Kiai Saleh Lateng tampak mengikuti acara rutin tahunan itu. Dua penceramah, Habib H Mustofa Iqbal dan KH Asnawi, dihadirkan untuk mengenang perjuangan kyai yang merupakan salah satu “formatur” Nahdhatul Ulama (NU) bersama KH Hasyim Asy’ari dan KH Wahab Hasbullah itu. Ketua panitia haul, Kgs Abdul Azis Saleh menjelaskan, haul ini untuk mengingat perjuangan Kiai Saleh dalam menyiarkan agama Islam di Banyuwangi. Dikatakan, selama hidupnya Kiai Saleh merupakan ulama yang telah dididik dalam normanorma agama yang kuat. Baik di lingkungan keluarga maupun di pesantren. Untuk masalah pergaulan, Kiai Saleh selalu mengamalkan prinsip-prinsip pergaulan Islami dalam bermasyarakat. “Beliau memiliki rasa tegas dan berani dalam menyatakan kebenaran dan keadilan,” ujar mantan wartawan itu. Dijelaskan, kiai keturunan Raja Palembang ini memegang peranan cukup penting dalam membidani kelahiran Nah-

Masih Ada 20 PSK di Pakem Belum Terima Bantuan Modal Usaha BANYUWANGI – Meski sudah resmi ditutup, Lokalisasi Pakem yang beralamat di Kelurahan Kertosari, Banyuwangi tetap saja

SITUBONDO

BERKUMPUL: Keluarga besar Kyai Saleh yang berada di Pulau Dewata juga menghadiri haul ke-63.

dlatul Ulama di Banyuwangi. Bahkan, saat itu KH Hasyim Asy’ari dan KH Wahab Hasbullah berdiskusi dengan Kiai Saleh di Musala Kiai Saleh. Para kiai tersebut sepakat membentuk “anak” organisasi

NU. Anak NU tersebut merupakan cikalbakal Gerakan Pemuda (GP) Ansor. “Masjid tempat sema’an (khataman) Alquran itu dulunya adalah langgar ini,” pungkas mantan Ketua PWI tahun 1972 itu. (adv/als)

beroperasi. Sedikitnya ada 20 pekerja seks komersial (PSK) yang mangkal di Pakem. Meski Pakem masih beroperasi, tapi tak seramai dulu. Jumlah pria hidung belang yang ”jajan” di situ juga sedikit. Informasi yang diperoleh dari petugas keamanan setempat menyebutkan, sebagian besar PSK telah pulang ke rumah masing-masing. Hanya sebagian kecil yang masih bertahan. ”Kira-kira dua puluh orang (PSK) masih ada di sini. Semuanya belum dapat bantuan,’’ ujar petugas keamanan Pakem yang tidak mau disebut namanya. Yang mengejutkan, sebagian PSK tersebut belum mendapat bantuan seperti yang di-

BANYUWANGI

Program Prabowo Subianto untuk HKTI Banyuwangi

SEMPU - Kelompok Tani (Poktan) Sayu Wiwit Plaosan, Desa Gendoh, Kecamatan S e m p u m e n d a p at d i k l at Kewirausahaan dari Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Banyuwangi. Program diklat yang diusung oleh Prabowo Subianto saat mengunjungi Banyuwangi beberapa waktu lalu itu terus digulirkan pengurus HKTI Banyuwangi. Setidaknya, target 1.000 petani wanita Banyuwangi akan mendapat diklat kewirausahaan ini. Ketua HKTI Banyuwangi, Ir HM Safuan yang didampingi Wakil Ketua Ary Sunyoto, Sekretaris Suyitno SST, Bendahara Hadi Bashori SST menjelaskan, program ini direncanakan ada 50 angkatan yang tersebar di 24 kecamatan. Minggu kemarin (6/10) diklat ini menyentuh Kelompok Tani Sayu Wiwit Plaosan Gendoh, Kecamatan Sempu. Poktan Sayu Wiwit ini akan mendapat pelatihan program kewirausahaan secara nasional. Untuk membekali pelatihan ini, tim HKTI Banyuwangi mengundang beberapa narasumber

janjikan pemerintah beberapa waktu lalu. Alasannya, mereka tidak didata oleh petugas. Padahal, masih menurut pria berbadan dempal ini, mereka adalah benar-benar PSK yang selama ini menghuni Pakem. Sekadar diketahui, pasca penutupan sejumlah lokalisasi, pemerintah sudah melakukan terobosan positif. Beberapa waktu lalu, para mantan PSK mendapat bantuan modal usaha ekonomi produktif. Masing-masing orang menerima Rp 6,8 juta untuk modal usaha dan jaminan hidup selama tiga bulan. Bantuan modal usaha itu diberikan langsung dalam bentuk tabungan cash kepada

BANYUWANGI

THOMY SILA/RaBa

DIKLAT SERIBU PETANI: Ir HM Safuan (tiga dari kanan) bersama pengurus HKTI Banyuwangi dan Kelompok Tani Sayu Wiwit Gendoh, kemarin (6/10).

yang berkompeten. Seperti Ir Safuan, Emi Hidayati, Endang NC, Hadi Basori, H Abdul Kohar, Ir Imam Nasution, Kusno AW, S.Pd. Selain itu, HKTI juga mengundang narasumber dari Balai Pelatihan Pertanian Malang, Universitas Brawijaya Malang, dan Badan Ketahanan Pangan Banyuwangi. “Mereka dibekali tentang berbagai trik, cara, strategi membangun jiwa kewirausahaan. Jiwa ini penting agar sebelum terjun praktik di dunia bisnis, mereka telah memiliki sikap positif dan termotivasi untuk memilih karir sebagai wirausaha. “Peserta juga dibekali ilmu manajemen usaha kecil yang di dalamnya terdapat aspek pemasaran, produksi, modal, SDM, dan keuangan,” jelas Calon Anggota Legislatif Partai Gerindra itu.

mantan PSK. Rinciannya, Rp 5 juta bantuan modal usaha ekonomi produktif dan Rp 1,8 juta merupakan bantuan jaminan hidup selama tiga bulan. Sejatinya, para mantan PSK itu menerima total bantuan Rp 7,8 juta. Hanya saja, Rp 1 juta tidak diberikan dalam bentuk uang cash, melainkan dalam bentuk program pendidikan wirausaha produktif. Sehingga, total dana bantuan yang masuk ke rekening para mantan PSK itu Rp 6,8 juta. Kepala Dinas Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Banyuwangi, Alam Sudrajat mengatakan, pendataan PSK yang akan diberi bantuan saat itu dilakukan oleh Lembaga Ketahanan Sosial

Sementara itu, Ketua Poktan Sayu Wiwit, Windarwati, memberikan apresiasi terhadap pelatihan ini. Menurut dia, poktan ini berdiri tanggal 7 Januari 2003 dengan beranggotakan 42 orang. Saat ini, kelompok ini memiliki luas hamparan sawah garapan seluas 61 Ha. Ada beberapa usaha yang dijalankan. Seperti hortikultura, cabe, tomat, sayur, Itik, kambing, Ikan Nila. Bahkan, kelompok tani ini bisa membuat pupuk organik sendiri, bisa mengembangkan mikroba sendiri untuk bakteri pupuk organik. “Besarnya tanah garapan kami, tentunya harus dipikirkan tentang managemen. Mulai pemasaran, produksi,modal dan SDMnya. Oleh karena itu, diklat ini sangat pas dengan kondisi kami,” jelas Windarwati. (adv/als)

(LKS). Dinas yang dia pimpin sebatas memberikan rekomendasi atas data yang masuk. “Dia (LKS) mendata, yang melaksanakan pembinaan juga dia, ” kata Alam Sudrajat. Sementara itu, pihak LKS melalui Koordinator Program Tunggul Hermawan menyatakan, pihak LKS saat pendataan bekerja berdasar aturan. PSK yang tidak tercatat itu disebabkan karena tidak ada di tempat atau tidak memiliki bukti identitas yang jelas saat pendataan berlangsung. ”Kita bekerja sesuai aturan Mas. Pendataan harus memenuhi kriteria dan juga dibuktikan dengan tanda indentitas,’’ tegasnya. (mg1/aif)

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Grand Civic ‘90 •

• Honda Jazz ‘07 •

• Toyota Avanza ‘12 •

Dijual cepat Grand Civic tahun 90 warna abu-abu metalik, barang istimewa, harga 50 juta nego, hubungi 081234820729

Dijual Honda Jazz GD3 1.5 IDSI MT tahun 2007 merah, harga 135 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

Dijual Toyota New Avanza 1.3E MT All New ac dbl tahun 2012 merah metalik, harga 145,5 juta nego, brg istmw, bisa cash/kredit, hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

• Toyota Kijang Krista ‘03 •

• Nissan Terrano ‘00 •

• Mitsubishi T120 PU ‘11 •

Dijual Toyota Kijang Krista UF 81 Grand Lux tahun 2003 hitam metalik, harga 122,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hub (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

Dijual Nissan Terrano K-Road FI tahun 2000 hitam silver, harga 115 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

Dijual Mitsubisi T120 ss (Pick Up) PU 1.5 WDR tahun 2011 biru pasifki, harga 78,5 juta nego, brg istimw, bisa cash/kredit, hub. (0333) 631526 – 635176, 0811351148

• Visa/Master Card •

• Jl. Lingkar Ketapang •

• Salesman & Supir •

• Daihatsu Ayla •

Tarik Tunai & Pelunasan Visa/Master Card 0856 4529 7777 Situbondo

Djl tnh 2530 M2 Jl. Lingkar Ketapang Bwi, blh diambil sbgian. H. 082141046676

Ada bth bbrp salesman, supir utk perusahaan distribusi nasional di Bali diberikan gaji Rp. 1,4 jt & tmpt tinggl (mess) grts Hub Jl. Pulau Seribu No 4 Tabanan, Bali Telp 0361-9312557/081338415757

R-Stock Xenia UM 26 jt, Ayla hrga mulai 81 jt, krdit bs 6 thn, Hub. Hadi 08113541818 / 081559705555

SITUBONDO • Grand Livina ‘08 • Djl Nissan Grand Livina XV/AT 2008 mulus, trwat, 145Jt, Nego Hub. 085258568953

• RUMAH•

BANYUWANGI • Rumah & Tanah • Dijual rmh LB+LT 600 M2. Dusun Paras Tembok Rt 02 Rw 02 Desa Jambewangi Sempu. Hub: 081 937 651 676; 539 847: 081 238 709 020. Harga : 600 Juta (nego)

Jual Rmh L 1485M2 Dpn Bank Rani-Rgj dan Tnh L 9600m2 Kebalen, L 23500m2 Pancoran,L 1150m2 Mendut, L 5000m2 Meneng, L 10650m2 Utara Meneng, L 7000m2 Dpn SG Hub 081703130988

• Oper Kredit Rumah • Jual rmh oper kredit Perum Mendut Hijau Blok H No.2 Bwi LT146 m2, LB 36m2 sdh ada tmbahanny H: 081234948529


BALJEBOL

Senin 7 Oktober 2013

BALI

JEMBER

BONDOWOSO

33

LUMAJANG

HAJIAN

Ribuan Tanaman Konservasi Hangus

Satu Jamaah Nyaris Kancrit TANGGUL – Ratusan Calon Jamaah Haji (CJH) dari Kloter 59, 60 dan 61 Jember, diberangkatkan dari depan Masjid Jami’ Darul Muttaqin, Tanggul, kemarin. Ada tiga gelombang pemberangkatan dari Tanggul ini. Namun, suasana keberangkatan kemarin diwarnai sedikit kehebohan. Karena ada satu jamaah ada yang kancrit dan nyaris saja tertinggal bus yang siap berangkat. Calon jemaah haji yang kancrit ini adalah Aminah. Dia seharusnya berangkat masuk dalam bus kloter 60. Namun karena salah baik bus, membuat semua petugas haji kelimpungan. Kehebohan ini bermula saat bus yang mengangkut rombongan kloter 60 mulai merangkak jalan. Rupanya, Aminah masih belum masuk ke dalam bus urutan nomer 2. Padahal bus urutan pertama sudah diberangkatkan. Karena satu calon haji masih kancrit, petugas di bus urutan 2 melaporkan ke petugas utama jika masih ada jamaah calon haji yang belum masuk. Mendengar informasi ini, seluruh petugas yang terlibat pemberangkatan jamaah calon haji itu kompak mencari calon haji yang kancrit itu. Setelah beberapa saat mencari, akhirnya Aminah ditemukan petugas. Dengan diantar petugas Satpol PP, dia akhirnya naik bus yang dimaksud. Usut punya usut, ternyata Aminah kesasar karena setelah keluar dari Masjid Jami’ dia tidak langsung naik ke atas bus yang ditentukan. Namun, Aminah yang sudah tua itu asal naik bus saja, yang kebetulan dia mencari bus yang berada di urutan terakhir, yang ada di depan Kantor Kecamatan Tanggul. “Waduh, padahal ini masih di Jember. Bukan di Arab Saudi. Mungkin kalau di Arab sudah hilang,” seloroh petugas. Pemberangkatan calon jemaah haji itu sendiri dimulai dengan kloter 59 yang diberangkatkan sekitar pukul 10.00 WIB dari depan Masjid Jami’ Tanggul. Sementara untuk kloter 60 diberangkatkan sekitar pukul 11.00 WIB. Sedangkan untuk kolter 61 pukul 12.00 menuju Asrama Haji Sukolilo di Surabaya. Masing masing kloter mendapat pengawalan dari mobil patroli baik dari Polres Jember dan Polda Jatim untuk menuju Surabaya. Selain itu, mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, setiap kloter bahkan juga dikawal mobil Puskesmas. Sementara pemberangkatan jamaah calon haji yang dipusatkan di Kampus STAIN Jember diwarnai dengan kemacetan yang cukup panjang di jalan Hayam Wuruk Jember. Padahal, para pengantar dan jemaah ada yang sudah standby sejak pukul 03.30 WIB. Macetnya jalur itu karena adanya median jalan membuat jalan di timur gang STAIN ikut menyempit. Di tambah, di kanan-kiri Jalan Hayam Wuruk sudah banyak mobil pengantar yang memarkirkan kendaraan di pinggir jalan. Sehingga makin mempersempit jalan yang seharusnya tidak boleh ditempati oleh mobil pengantar JCH. Bahkan, ada beberapa pengantar yang menggunakan kendaraan roda dua nekat membuka palang pintu median jalan untuk bisa menerobos masuk. Sebab, jika ingin memutar, maka pengendara itu harus lewat depan Roxy Mall dengan jarak tempuh yang kian jauh. (jum/hdi/jpnn/aif )

RIDWAN/RADAR JEMBER/JPNN

MENGANCAM: Kebakaran hutan di Gunung Lemongan, Lumajang, meresahkan warga sekitar.

LUMAJANG—Ribuan tanaman konservasi Laskar Hijau di Gunung Lemongan hangus terbakar. Itu setelah Sabtu kemarin, terjadi kebakaran hebat di lahan konservasi yang sejak beberapa tahun belakangan dilakukan penghijaun oleh Laskar Hijau. Kebakaran hutan tersebut diketahui sekitar pukul 10.00 oleh pegiat Laskar Hijau yang bertugas menjaga posko di Lereng Gunung Lemongan. Mereka langsung berupaya untuk memadamkan api meskipun dengan peralatan seadanya. Koordinator Laskar Hijau, A’ak Abdullah al Kudus mengatakan, pihaknya sedari awal sudah menghawatirkan adanya kebakaran hutan saat ada pembakaran hutan oleh perhutani beberapa waktu lalu. “Akhirnya, benar-benar terjadi,” kata A’ak. Ratusan hektare kawasan di Hutan Lindung Gunung Lemongan siang ini terbakar. Hamparan ilalang yang meranggas berkobar karena tersulut api. Ribuan pohon yang ditanam tahun lalu oleh para relawan Laskar Hijau dan elemen masyarakat lain juga turut terbakar karena rembetan api dari hamparan ilalang yang kering tersebut.(wan/sh/jpnn/aif)

Minta Aset Bandara Diaudit PTPN XII Membantah Hibahkan Lahan Bandara JEMBER – Usaha Pemkab Jember untuk meminta agar lahan Bandara Notohadinegoro di Desa Wirowongso kecamatan Ajung dihibahkan pada Pemkab Jember, sepertinya masih sulit terealisasi. Pasalnya, PTPN XII tetap ngeyel menggunakan mekanisme kerjasama dengan Pemkab Jember untuk pengelolaan aset tersebut. Bahkan, pihak PTPN XII sudah meminta BPKP Jawa Timur untuk mengaudit aset ini. Endang Sulaiman, Manajer Wilayah I PTPN XII saat berada di Jember beberapa waktu lalu menginginkan sistem bekerjasama dalam pengelolaan Bandara Notohadinegoro dengan Pemkab Jember. “Bukan dilepas. Istilahnya kerjasama,” jelas Endang, di DPRD Jember waktu itu. PTPN XII menyatakan masih memiliki aset berupa lahan tanah yang kemudian di atasnya dibangun bandara oleh Pemkab Jember. “Saya kira

Jumai/RADAR JEMBER/JPNN

TUNGGU PENILAIAN: Bandara Notohadinegoro tengah diajukan untuk diaudit BPKP Jawa Timur sebelum dikerjasamakan dengan Pemkab Jember lagi.

kami tetap bekerjasama. Bentuknya konsorsium sesuai dengan perjanjian kerjasamanya,” kata Endang.

Perjanjian kerjasama yang lama sebenarnya sudah ada. Namun, memang masih perlu adanya pembaharuan. Dia menjelas-

kan, adendum kerjasamanya kalau dulu dipisah-pisah, sekarang kemungkinan akan dijadikan satu, sehingga lebih mudah. Oleh karena itu, PTPN XII saat ini tengah meminta Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jatim untuk mengaudit keberadaan aset lahan yang dikerjasamakan dengan Pemkab Jember itu. “Agar aset tersebut aman dan perlu hati-hati mengelola aset ini. Ini kan aset negara,” imbuhnya. Soal pasal-pasal yang akan dikerjasamakan juga tetap akan menggunakan jasa konsultan agar bisa saling menguntungkan. Selanjutnya, jika BPKP Jatim sudah melakukan audit aset, maka akan disiapkan rencana lanjutan pola kerjasama antara PTPN XII dengan Pemkab Jember untuk pengelolaan kerjasamanya. “Yang jelas kita ingin bersama-sama bisa memajukan Jember dan Jember harus punya lapangan terbang,” tegasnya. Saat diminta soal sharing pendapatan, Endangtidakterlalumengungkapkannyasecara gamblang. “Untuk itu (sharing, Red) kita akan atur belakangan. Kita tidak ngomong itu dulu,” kilahnya.(ram/rul/hdi/jpnn/aif)

Pemkab Tunggu Sidang Dewan Pengawas Terkait Status Dirut PDAM Yang Nyaleg

JUMAI/RADAR JEMBER/JPNN

BIKIN BINGUNG PETUGAS: Aminah, calon jamaah haji dari Kloter 60, harus diantar petugas Satpol PP Kecamatan Tanggul, mencari rombongan bus yang siap.

LUMAJANG – Pemkab Lumajang mengelak dinilai kecolongan terhadap pendaftaran direktur PDAM sebagai calon anggota legislatif (caleg). Pasalnya, sudah ada langkah-langkah untuk menindaklanjuti. Saat ini, pemkab menunggu hasil sidang dewan pengawas PDAM. Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi Pemkab Lumajang, Nurul Huda men-

egaskan bahwa pihaknya tidak kecolongan. “Bukan kecolongan, juga bukan lalai,” sanggahnya terhadap penilaian sejumlah kalangan. Menurutnya, pihaknya telah mendapat laporan terkait pencalegan direktur PDAM. Dari laporan tersebut kemudian pihaknya langsung menindaklanjuti. “Langsung kami tindak lanjuti, saat ini masih diproses,” terangnya. Apakah sudah ada sanksi? Tunggu dulu. Menurutnya saat ini masih menunggu proses yang dilakukan oleh dewan pengawas PDAM. Yakni proses

Warga Tamansari Tewas di Mobil BONDOWOSO-Warga yang berada di Jalan Imam Bonjol mendadak dibuat gempar, Minggu pagi sekitar pukul 06.00 WIB kemarin (6/10). Sebuah mobil Xenia warna hitam nopol P 1380 DE yang diparkir di Jalan Imam Bonjol tepatnya didepan Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes), ternyata sopirnya ditemukan sudah tidak bernyawa oleh Abdur Rachim, karyawan Dinkes. Setelah diselidiki, orang yang meninggal didalam mobil bernama Hasyim, 59, warga Jalan Panjaitan Tamansari Bondowoso. Selanjutnya, petugas dari Polres Bondowoso melakukan olah TKP. Selain itu, mayat tersebut dikirim ke kamar mayat RS Dr Koesnadi untuk dilakukan

identifikasi. Kapolres AKBP Sabilul Alif kepada Jawa Pos Radar Jember menjelaskan, korban mati secara wajar. Tidak ditemukan bekas-bekas kekerasan pada jasad korban.”Dari hasil keterangan petugas forensik, korban mati disebabkan serangan jantung,” katanya. Selanjutnya Sabilul mengatakan, salah seorang saksi yang merupakan penjaga kantor Dinkes yakni Abdur Rahim melihat ada Xenia parkir di depan kantornya Sabtu malam pukul 10.00. “Tetapi saksi ini tidak curiga terhadap orang yang ada dibelakang setir mobil Xenia. Bahkan, saksi melihat korban tiduran di jok mobil belakang setir,” ujarnya.

Namun karena mobil Xenia itu tetap berada di seberang jalan Imam Bonjol tanpa bergeser sedikitpun, membuatnya curiga. Lalu, saksi ini mencoba melihat kondisi sopir. Karena curiga sopir Xenia tidak bergerak, saksi melaporkan ke polisi.”Ternyata, korban dinyatakan meninggal dunia oleh petugas kesehatan,” katanya. Meski begitu pihak keluarga korban telah mengihklaskan kepergian korban. Dan, pihak keluarga tidak mengijinkan jika petugas forensik RS Dr Koesnadi melakukan visum et repertum. Bahkan, pihak keluarga menandatangani surat keberatan dilakukannya visum yang disaksikan lurah Tamansari. (eko/esb/jpnn/aif)

Jelang Idul Kurban, Stok Ternak Dijamin Aman JEMBER – Memasuki bulan haji terutama menjelang Idul Kurban seperti ini, dilaporkan harga sejumlah hewan kurban ternak mulai mengalami kelonjakan yang sangat signifikan. Bahkan, kenaikan tertinggi pada hewan kurban jenis sapi yang mencapai lebih dari Rp 2 juta per ekornya. Namun, pihak terkait menyatakan jika pasokan persediaan hewan ternak di Jember masih sangat aman. “Harganya sudah mulai merangkak naik di sejumlah pasar hewan yang kami survei,” ujar M. Khotib, Kasi Informasi Pasar dan Perkembangan Investasi Dinas Peternakan Kabupaten Jember saat ditemui di Bank Indonesia dalam rapat TPID. Dia mengatakan, hal ini disebabkan karena dua minggu menjelang datangnya hari raya Idul Adha, sehingga membuat harga sejumlah hewan ternak itu naik. Menurut Khotib, survei dilakukan di 13 pasar hewan yang berada di wilayah Kabupaten Jember. Empat pasar hewan besar di Jember bahkan mulai menunjukan telah terjadi kenaikan harga hewan kurban sejak sepekan terakhir. Kenaikan tertinggi terjadi untuk hewan kurban jenis sapi yang mencapai kenaikan hingga Rp 2,1 juta per ekornya.

JUMAI/RADAR JEMBER/JPNN

MULAI MAHAL: Menjelang Idul Adha, permintaan ternak mulai naik. Namun Dinas Peternakan memastikan jika stok masih cukup.

Jika harga sapi sebelumnya berkisar di angka Rp 13,8 juta saat ini menjadi Rp 15,9 juta per ekor. “Untuk hewan kurban jenis kambing dan domba kenaikannya rata-rata berkisar diangka Rp 400 ribu,” jelas Khotib. Jika sebelumnya harga kambing Rp 2 jutaan, sekarang sudah menembus harga Rp 2,4 juta. Begitu juga dengan harga domba dari Rp 1,8 juta menjadi Rp 2,2 juta. Lonjakan harga hewan kurban dipastikan akan terus mengalami kenaikan

hingga menjelang Idul Adha, 15 Oktober mendatang. Bulan ini dipastikan jika hewan ternak akan menjadi penyumbang inflasi di Kabupaten Jember dan sekitarnya. Namun, pihaknya tidak terlalu khawatir karena memang meski terjadi kenaikan harga untuk hewan kurban, namun Dinas Peternakan Kabupaten Jember memastikan jika stok hewan kurban pada perayaan hari raya Idul Adha tahun ini dijamin aman. (ram/hdi/jpnn/aif)

sidang dewan pengawas yang wajib dihadiri jajaran direksi. Yang hasilnya nanti, apakah akan diberhentikan atau direhabilitasi, akan disampaikan kepada bupati Lumajang selaku owner BUMD. “Jadi sampai saat ini menunggu sidang dewan pengawas,” kata Nurul. Jika hasilnya benar, kata Nurul, akan dilakukan pemberhentian sementara selama satu bulan. Dalam masa itu juga akan diberikan waktu terhadap sejumlah pihak yang bersangkutan untuk memberikan klarifikasi.

Selama proses pemberhentian itu, lanjut dia, akan ada pelaksana tugas (Plt) dirut PDAM. Yang berfungsi mengganti jabatan sementara direktur PDAM selama masa pemberhentian sementara. Untuk saat ini, pihaknya masih menunggu laporan final dari dewan pengawas. “Kami menunggu laporan final dewan pengawas,” tegasnya. Jika hasilnya nanti permanen, maka akan dibentuk penjabat sementara (PJ) yang masa kerjanya enam bulan. Dengan tugas utamanya mempersiapkan rekruitment direktur baru PDAM.(fid/wan/sh/jpnn/aif)


34

Senin 7 Oktober 2013

Divisi III Ditabuh 20 Oktober BP Umumkan 30 Pemain BANYUWANGI - Pelaksanaan kompetisi Divisi III Jatim menemui titik terang. Jika tidak ada aral melintang, kompetisi amatir level terbawah itu akan digelar mulai 20 Oktober mendatang. Kepastian dimulainya Divisi III Jatim itu disampaikan asisten manajer Banyuwangi Putra (BP) Abdul Muin kemarin (6/10). “Hasil musyawarah dengan Pengprov PSSI Jatim di Malang menghasilkan beberapa poin penting. Salah satunya adalah kompetisi akan digelar 20 Oktober nanti,” tutur Muin. Mantan sekretaris manajer Persewangi ini menambahkan, dalam temu teknik tersebut, ada 41 klub se-Jatim akan bertarung. ‘’Ada dua klub yang belum teregistrasi. Tapi, dua tim itu tetap menyatakan ikut,’’ kata Muin. Menurutnya, jika sampai jadwal resmi dikeluarkan PSSI Jatim jumlah tim tetap 40-41, maka kompetisi akan dibagi menjadi 10 grup. Masing-masing grup diisi empat tim. Hanya satu grup yang kemungkinan berisi lima tim. ‘’Jika pembagian grup berdasarkan geografis, ada kemungkinan tim kita (BP) bisa bertemu dengan BU (Banyuwangi United),’’ terang Muin kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi. Dikatakannya, venue untuk setiap zona masih belum diketahui. Sebab, penentuan tuan rumah masih akan dibahas lagi sebelum tanggal 20 Oktober. ‘’Seandainya kita ditunjuk jadi tuan rumah, kami nyatakan siap,’’ katanya. Sementara itu, skuad Banyuwangi Putra (BP) resmi diumumkan ke publik kemarin. Ada 30 pemain yang mengisi tim dilatih Ribut Santoso tersebut. Yang menarik, Imam Banda Nidji yang sebelumnya diklaim Banyuwangi United (BU) memilih berlabuh ke BP. Bahkan, top skor Liga Pendidikan Indonesia

ALI NURFATONI/RaBa

PERKUAT STAMINA: Striker BP Imam Banda Nidji (kiri) bersama rekan-rekannya berlatih di Stadion Diponegoro kemarin sore (6/10).

(LPI) Banyuwangi musim lalu itu tampak berlatih dengan para pemain BP lainnya di Stadion Diponegoro kemarin. Nama mantan penggawa tim SMAN I Rogojampi itu akan segera didaftarkan ke Pengprov PSSI Jatim sebelum 10 Oktober mendatang. Muin menegaskan, skuad BP sudah siap untuk tampil all out mengarungi kompetisi divisi III. ‘’Para pemain kita asah terus agar bisa tampil oke dan menang dalam setiap laga,’’ pungkas ayahanda mantan kapten PON Jatim Rony Nurdiansyah itu. (ton/als)

Lolos Berkat Runner Up Terbaik

Skuad BP

Libero

4. Istifa

7. M. Yusuf

Penjaga Gawang

1. M.Iqbal 2.Aries A 3. Iqbal S

Gelandang Serang

Manajer: Munif Ass Manajer: Abdul Muin Pelatih

1. Pranayan 2. Rezha A

Stoper

Bek Kanan

1. Sofyan Efendi 2. Ressi 3. Dikin

1. Danar 2. Rifqi Khafid 3. Firmansyah

Gel. Bertahan

Bek Kanan 1. Dino Sugiarto 2. Agus Purno 3. Angga

KEDIRI - Harapan tim SMAN I Rogojampi untuk lolos ke babak kedua Liga Pendidikan Indonesia (LPI) regional Jawa Timur zona VII menuai hasil. Skuad asuhan Nursamsi tersebut akhirnya berhak lolos ke babak berikutnya karena berstatus runner up terbaik. Sebagaimana diketahui, wakil

1. Nanang Mulyadi 2. Vicky 3. Samsul Arifin

Banyuwangi itu hanya menduduki posisi kedua dalam klasemen akhir di grup. Meski nilai yang dimiliki SMAN I Rogojampi dengan pemuncak klasemen, SMA Kalisat, sama-sama 4, namun selisih gol SMA Kalisat lebih baik. Beruntung, Ali Wahyono dkk akhirnya ditetapkan sebagai runner

1. Lutfi 2. Dwi Cahyono 3. Joko Supriyanto 4. Febri

Depan 1. Imam Banda Nidji 2. Fahmi 3. Toni Firmansyah 4. Taufik 5. Hasan Basri 6. Herdi Febri

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24

Wendriawanto Guntur Priambodo,Dr. Ir Faida, dr Muhamad Hidayat, Drs H Sri Utami F Dadang Wigiarto Toni Hartono Handoyo Saputro Ira Stephani Rawung Yusieni Wiwik Eko Lestari Hadi Wijono Agung Setyo Wibowo Fatchan Himami Hasan Sumantri Soedomo Michael Edy Hariyanto Soenarko Arvy Rizaldy SE Teguh Sumarno Mahmudi MPDi,drs Hadi Widodo Samsul Hadi, Ir Bintari Wuryaningsih, dr Kelik Dwi Kuncoro

HASIL (%) NO. NAMA 10,3% 9,7% 9,4% 7,3% 5,4% 4,7% 4,3% 4,2% 4,2% 4,0% 3,6% 3,5% 3,3% 3,2% 2,9% 2,3% 1,8% 1,6% 1,6% 1,6% 1,2% 1,1% 1,1% 0,9%

25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48

Sofia Cholisa Mentik Rohimah Andriani, dr Ira Damayanti Achmad Musta’in Hudori, ST Dodik Iwa Kusuma Vicky Septi Linda Irma Noervadila Taufik Hidayat, dr Irwan Setiawan Iwan Aziz Siswanto Zaenal Arifin,dr Achmad Dasuki, drs Rusdi Dziban,dr, SPb Eko Susilo Nur Hidayat Fathurakhman A Choliq Baya A Suyono Abdullah Azwar Anas Achmad Sauqi Achmad Wahyudi, SH Agus Achmadi, drs Andi Mulyo

HASIL (%) 0,8% 0,8% 0,6% 0,5% 0,5% 0,5% 0,5% 0,4% 0,4% 0,3% 0,3% 0,3% 0,3% 0,2% 0,1% 0,1% 0,1% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0%

NO. NAMA 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72

Anie Indriastuti, SE Anton Sunartono Ari Pangesti Bambang Prasetyo P Danny Farda M Diva Rosa Eko Wiyono Emi Hidayati Endang Suliastuty Eva Hesty Faisol Azis Fajar Isnaini Ferdianto Wellya Foni Agustin, SE Gede Rado Sudarmanto Hapidi Hardiyono Hariyadi Sugito Haryanto,dr Hendarto Heru Prastiono, SH Heru Pratista Hery Wijatmoko Hudiono, Romo

Beli Tiket Rp 10 Ribu Langsung Dapat Kaos GENTENG - Jumlah peserta yang ingin mengikuti jalan sehat dalam rangka memperingati hari ulang tahun (HUT) ke- 37 Sun East Mall/Kalisari Departemen store, semakin banyak saja. Hingga kemarin, sudah ribuan tiket jalan sehat terjual. Tingginya minat untuk mengikuti jalan sehat ini lebih disebabkan hadiah yang disediakan panitia begitu banyak dan heboh. Tiket yang dibanderol Rp 10 ribu itu pun langsung diborong calon peserta. Maklum, dengan tiket yang hanya Rp 10 ribu, peserta juga akan mendapat kaos. “Kaosnya bagus sekali. Saya memborong 10 tiket untuk keluarga saya,” ujar Hariyono, salah seorang calon peserta jalan sehat. Jalan sehat ini direncanakan digelar Minggu ( 13/10) mendatang. Start akan dari hala-

man parkir Sun East Mall dan menempuh jarak kurang lebih 7 KM mengitari Kecamatan Genteng. Pemilik Sun East Mall/Kalisari Dept. Store, Feryanto, mengakui tiket jalan sehat yang terjual sudah mencapai 3 ribu lebih. Namun,meski sudah mencapai ribuan pihaknya masih tetap menerima peserta jalan sehat dengan hadiah langsung kaos. “Suksesnya acara ini juga disponsori oleh Yamaha Motor, teh Sosro, Hilo, Murah com, teh Pucuk Harum, walls, CFC, teh Sisri, Anlene, Pocari Sweat, Cardinal, dan Rudy cell,” jelas pengusaha sukses ini. (adv/als)

1. Ribut Santoso 2. Giman Abandi 3. Abdul Karim 4. Saiful Amri 5. Satrio

up terbaik dan berhak lolos. Laga berikutnya, SMAN 1 Rogojampi akan memainkan pertandingan di Stadion Brawijaya, Kediri, mulai hari ini (7/10). ‘’Kita berhak lolos sebagai runner up terbaik,’’ ungkap Nursamsi, pelatih tim SMAN I Rogojampi kemarin (6/10) n  Baca Lolos...Hal 35

PEROLEHAN SEMENTARA BALLOT TOKOH FAVORIT 2013 NO. NAMA

Jalan Sehat HUT Sun East Mall ke-37

HASIL (%) 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0%

NO. NAMA 73 74 74 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100

Husin Matamim I Made Cahyana Ifuk Fiestiandani Imam Hudori Indah Purwantini Ipung Purwadi Irawati Joko Sutrisno Joko Triatni Joseph Atmadja, dr Kundofir, dr Luqman Hakim M Sahlan M Said Mafrocatim Nikmah Maftuha Kiswah Mahmudi, drs, MM Malik Eko Sujarno Maskur Ali Mia Ms Mujiono Muslimin Fasya Nanang Masbudi Nanang Nur Ahmadi Nano Hermawan Ni’amilah,dra Nihayatul Hafiroh Ning Sari

HASIL (%) NO. NAMA 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0%

101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128

Novita Ratnaningtyas Nurlia Viliana Paidi, ST Pitoyo R Bomba Sugiarto Rahmat, MHum Ratna Farida Retno Herlina Risano M Saleh Samsuddin Adlawi Saroni, H Slamet Subandi Soekardjo Sri Suryani, SE Sugihono Sugirah, H, SPd Suminto Supriyanti, SE Syamsul Arifin Syukron M Hidayat Umi Kulsum Virda Damayanti Warang Agung, ST Waridjan Yayak Mulyadi, H Yus Kadarisman Yustianus S Soetanto Zubaidi, SC

HASIL (%) 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0%


Senin 7 Oktober 2013

35

HALAMAN SAMBUNGAN

Bus Pariwisata yang Menuju Bali Turun 25 Persen KALIPURO - Pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC di Bali, ternyata berdampak pada jumlah pengguna jasa penyeberangan di Pelabuhan Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi. Selama beberapa hari terakhir, kendaraan yang menyeberang ke Pulau Dewata mengalami penurunan. Sejak dilaksanakan KTT negara-negara kerja sama ekonomi Asia-Pasific

sejak 5 Oktober lalu, kendaraan roda empat yang menyeberang ke Bali menurun antara 25 persen hingga 30 persen. “Yang menurun ini terutama angkutan wisata,” cetus manajer operasional Pelabuhan PT ASDP Indonesia Ferry (PT IF) Ketapang, Saharuddin Koto. Secara umum, terang dia, pelaksanaan KTT APEC yang digelar di Bali itu tidak berpengaruh terhadap

pelabuhan. Untuk kendaraan roda dua, tidak ada kenaikan atau penurunan jumlah pengguna jasa. “Roda dua yang menyeberang ke Bali tetap normal,” katanya. Menurut Saharuddin, kendaraan roda dua yang menyeberang ke Bali rata-rata 1.000 unit hingga 1.100 unit per ahri. Selama pelaksanaan KTT APEC, roda dua tidak mengalami penurunan. “Sampai saat ini (sepeda

motor yang menyeberang) masih berkisar 1.000 unit per hari,” ujarnya. Kondisi yang normal juga terjadi pada kendaraan roda empat dan truk. Sampai saat ini, untuk kendaraan roda empat yang menyeberang ke Bali berkisar 3.000 unit per hari. “Truk dan kendaraan roda empat seperti pikap dan mobil pribadi tetap normal,” jelas Saharuddin. Dampak KTT APEC di Bali, kata dia,

yang berpengaruh adalah angkutan wisata. Sejak persiapan hingga hari kedua KTT APEC digelar itu, angkutan pariwisata yang menyeberang ke Bali menurun. “Menurunnya ini agak besar juga,” katanya pada Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin (6/10). Angkutan bus reguler dan pariwisata yang pergi ke Bali melalui Pelabuhan Ketapang berkisar antara 175 hingga 180 unit per hari. Tapi saat ini,

bus pariwisata dan bus reguler yang berangkat ke Bali menurun menjadi 150 unit hingga 155 unit per hari. “Turun sampai 25 persen,” sebutnya. Saharuddin menjelaskan, bus regular sangat kecil kemungkinannya mengalami penurunan. Sebab, angkutan umum ini sudah memiliki jadwal pemberangkatan tertentu. “Jadi bus yang mengalami penurunan itu ya bus pariwisata,” pungkasnya.(abi/bay)

Kondisi Korban Masih Shock n MULAI... Sambungan dari Hal 25

Begitu keluar, suami kaget melihat Jumaiyah terkapar pingsan di halaman samping rumahnya. Saat itu, suami sempat memeriksa kondisi Jumaiyah. Pertama kali yang dilihat adanya bekas luka cakaran di dada istrinya. “Melihat Bu Jumaiyah tidak sadarkan diri, warga melapor. Kami langsung meluncur ke lokasi dan

membawanya ke Puskesmas,” jelas Kapolsek Licin AKP Wan Sutanto kemarin (6/10). Dari hasil pemeriksaan dokter, diketahui ada tiga luka cakaran di dada sebelah kiri Jumaiyah panjangnya sekitar tiga centimeter. Saat dilakukan pemeriksaan dokter, diketahui tekanan darah Jumaiyah naik 200/120. “Lama sekali nggak sadar-sadar, namun setelah dilakukan pengobatan bisa sadar,” jelas Kapolsek Wan Sutanto.

Namun setelah sadar, tensi Jumaiyah kembali normal ke angka 130/90. Perawatan Jumaiyah diantar langsung pihak Forum Pimpinan Kecamatan (Fopimka) Licin yang dipimpin Plt Camat Licin Muhammad Lutfi. “Di lokasi kejadian, ada jejak bekas kaki binatang,” jelas Kapolsek Wan Sutanto. Meski sudah sadar, aparat belum bisa meminta keterangan banyak dari Jumaiyah. Sesaat setelah sadar Forpimka sempat

menanyakan kronologis kejadian, namun Jumaiyah hanya memberikan penjelasan singkat. “Dia Cuma ngomong, kalau tangan binatang yang mencakar dirinya itu berbulu,” ujar kapolsek. Camat Lutfi menambahkan, setelah dilakukan pemeriksaan dokter memang ada luka bekas cakaran. Hanya, bekas cakaran itu tidak seperti bekas kuku binatang namun seperti bekas tusukan paku. Luka bekas cakaran itu, tidak seberapa parah namun

Peserta Dilepas Kajari Susanto n BUPATI... Sambungan dari Hal 25

membuat mereka terus bergoyang di bawah panggung tak memedulikan debu yang beterbangan dan cuaca panas. Sementara itu, pelepasan peserta JSHKP diawali dengan pembacaan Selawat Nariyah. Dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya oleh seluruh peserta dan membacakan teks Pancasila dipimpin Bupati Dadang Wigiarto. “Jalan sehat dalam rangka peringatan Hari Kesaktian Pancasila ini dihara-

pkan akan menjadi salah satu media untuk mempererat persatuan dan kesatuan bangsa. Kita juga bisa lebih paham secara mendalam tentang empat pilar kebangsaan,” kata Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto. Direktur Jawa Pos Radar Banyuwangi, Choliq Baya menambahkan, kegiatan JSHKP yang terselenggara atas kerja sama Jawa Pos Radar Banyuwangi Biro Situbondo dengan Pemkab dan Dinas Pendidikan, diharapkan akan kiat mempererat kemitraan. Sehingga menjadi salah satu kekuatan untuk memajukan

Kabupaten Situbondo. Peserta JSHKP dilepas oleh Kajari Situbondo, Susanto sekitar pukul 06.00. Bupati yang didampingi Ny Umi Kulsum bersama Sekda Syaifullah dan istri; Kajari Situbondo, jajaran kepala dinas hingga camat, serta kepala UPTD Pendidikan dan Puskesmas ikut jalan sehat hingga garis finish. Peserta JSHKP mendapatkan sejumlah hadiah menarik. Hadiah utama berapa satu unit sepeda motor Suzuki Matic, Next. Peserta yang beruntung mendapatkan hadiah ini adalah Indah Auliatul Hikmah, 13 siswa

kelas VII SMPN 1 Kapongan. “Saya hanya beli satu kupon,” jawab saat ditanya MC Andre Well. Peserta yang beruntung juga mendapatkan satu unit sepeda motor, ada juga satu unit lemari es, dan sepeda gunung. Ada juga tiga unit TV yakni dua TV Flat 21 inchi, dan satu TV LCD 24 inch. Ada juga dua DVD player, empat kipas angin, dua kompor gas, lima dispenser dan tujuh setrika ditambah puluhan door prize. Selain itu ditambah lagi hadiah 15 door prize berupa uang tunai untuk 15 orang pemenang. (pri/bay)

Sambungan dari Hal 25

Lomba nginang dan nyisig kali ini digelar dengan tujuan melestarikan tradisi warga sekitar. Sebab, saat ini kalangan perempuan muda desa adat Banyuwangi, itu mulai meninggalkan tradisi nginang yang diwariskan secara turun temurun oleh leluhur. Padahal, nginang diyakini memberikan dampak positif bagi kesehatan gigi dan mulut. Mulai ditinggalkannya tradi-

si nginang oleh generasi muda Desa Kemiren, khususnya kalangan perempuan, dibenarkan Mastuki. Pria yang juga panitia Festival Kemiren itu mengatakan, jika dahulu nginang merupakan kebanggaan para perempuan Desa Kemiren, generasi muda saat ini justru menganggap nginang adalah kebiasaan kuno dan ketinggalan zaman. “Tujuan lomba nginang ini digelar adalah untuk melestarikan tradisi. Selanjutnya, diharapkan perempuan Desa Kemiren

yang telah berusia 17 tahun ke atas ikut tergerak melestarikan tradisi tersebut,” ujarnya. Sementara itu, seorang peserta, Mahani, 60, mengaku telah melakukan kebiasaan nginang sejak baru menikah. Dia menikah saat usianya belasan tahun. “Sejak nginang sejak baru menikah, kalau tidak nginang, perut saya sakit mual-mual,” kata dia. Mahani mengaku memperoleh manfaat positif dari kebiasaan nginang tersebut. Lantaran terbiasa mengunyah sirih yang dicampur pinang, gambir, dan

kapur, dia tidak pernah mengalami sakit gigi. “Gigi saya jadi kuat. Lihat saja, sampai tua seperti ini, gigi saya tidak ada yang copot,” cetusnya seraya menunjukkan gigi-giginya. Seorang peserta yang lain, Lipatin, 70, mengatakan, setiap kali usai nginang, dia langsung nyisig. Sebab jika tidak, giginya bisa kotor akibat banyaknya sisa kinangan yang menempel di gigi. “Dengan nginang, gigi jadi kuat. Nginang juga bisa mencegah bau mulut,” pungkasnya. (sgt/bay)

Lawan Tanding Belum Diketahui n LOLOS... Sambungan dari Hal 34

Sebelumnya, usai menduduki posisi kedua dalam klasemen akhir, para pemain SMAN 1 Rogojampi sudah angkat koper dari Paiton, Probolinggo, tempat pertandingan zona VII dilaksanakan. Namun, pasca kepastian sebagai runner up terbaik, semua pemain bertolak ke Kediri. ‘’Anak-anak masih lapar kemenangan,’’ terangnya. Pada putaran kedua nanti, SMAN I Rogojampi masuk

dalam grup A dengan tiga tim lain. Yakni SMA VIII Kediri; SMA Manyang, Gresik; dan SMA Taman Siswa, Mojokerto. ‘’Semua tim kuat. Tapi kami yang paling berat, saya kira tim SMA Taman Siswa Mojokerto,’’ ujar manajer tim SMAN I Rogojampi, Rodiwanto. Sebab, SMA Taman Siswa Mojokerto adalah peraih juara LPI Jatim musim lalu. Di final, SMA Taman Siswa berhasil mengalahkan SMAN 1 Rogojampi. Namun demikian, anak didiknya punya semangat pantang menyerah untuk meraih hasil

lebih baik dari musim lalu. ‘’Kegagalan musim lalu menjadi pelecut semangat anak-anak,’’ kata dia yang senantiasa mendampingi anak didiknya selama pertandingan berlangsung. Terkait lawan di laga perdana hari ini masih belum diketahui. Sebab, technical meeting baru akan dilangsungkan pada Minggu malam. ‘’Kita belum tahu siapa yang kami hadapi pertama. Tapi, mulai besok (hari ini, red) sudah mulai bertanding,’’ pungkasnya. Sementara itu, wakil Banyuwangi yang berkiprah dalam

Liga Pendidikan Indonesia (LPI) tingkat SMP juga melenggang mulus ke babak selanjutnya. SMPN I Srono meraih hasil mentereng dengan menyabet dua kemenangan dari dua kali pertandingan. Pada babak berikutnya, juara LPI Banyuwangi tingkat SMP itu akan berlaga di Stadion Kanjuruhan, Malang. Meski begitu, belum diketahui secara pasti lawan yang akan dihadapi. ‘’Nanti malam kita masih menunggu hasil technical meeting,’’ kata Seno, kepala sekolah SMPN I Srono. (ton/als)

Fragmen Bagikan Air Irigasi secara Adil n DIGELAR... Sambungan dari Hal 25

Di belakang dua pria yang berdandan ala sapi, itu ada rombongan warga yang membawa hasil bumi. Di belakangnya lagi, sejumlah warga yang lain ikut berkeliling kampung dengan membawa alat-alat pertanian seperti cangkul dan lainlain. Ada pula beberapa warga yang memikul bambu yang kedua ujungnya dipasangi wadah air yang terbuat dari bambu. Iring-iringan rombongan itu dikawal kesenian barong lengkap dengan musik pengiring. Belakangan diketahui oleh warga sekitar, wadah air yang terbuat dari bambu itu dijuluki gunjo. Bahkan konon, nama Desa Kenjo berasal dari kata gunjo tersebut. Sapi-sapian ini juga berfungsi sebagai media pengingat warga setempat pada asal-usul desa tempat tinggalnya. Sementara itu, usai arakarakan keliling kampung, rombongan lantas berkumpul di tengah-tengah desa, tepatnya di jalan depan masjid desa setempat. Di lokasi ini, para peserta arak-arakan lantas memeragakan beberapa fragmen. Mulanya, dua kelompok petani memeragakan fragmen cekcok

berebut air. Beruntung, sebelum cekcok tersebut berubah adu fisik, seorang petugas jagatirta datang. Jagatirta tersebut lantas membagi air yang mengalir di parit tersebut secara adil. Setelah sawah dialiri air, dilanjutkan dua warga yang berdandan ala sapi memeragakan adegan membajak sawah. Fragmen selanjutnya, warga yang lain memeragakan adegan menanam padi, merawat, hingga memanen bahan makanan pokok masyarakat setempat tersebut. Kepala Desa (Kades) Kenjo, Ahmad Gozali mengatakan, ritual Sapi-sapian sebelumnya sempat mandek sejak tahun 1962 silam. Tahun ini, ritual tersebut kembali dihidupkan. “Adat Sapi-sapian digelar setiap musim kemarau sebagai media meminta hujan kepada Tuhan agar air irigasi tidak kurang,” ujarnya. Dijelaskan, ada banyak faktor yang membuat mandeknya ritual Sapi-sapian tersebut, mulai peralihan kekuasaan, perubahan perekonomian masyarakat, dan beberapa faktor yang lain. “Baru kali ini kami uri-uri (melestarikan, Red) lagi. Kami ingin melestarikan adat-istiadat peninggalan leluhur,” cetusnya. Sekadar tahu, rangkaian bersih Desa Kenjo tersebut diawali

dengan selamatan tumpeng pada malam sebelum pelaksanaan Sapi-sapian. Sedangkan malam usai ritual Sapi-sapian, warga setempat dihibur dengan pertunjukan kesenian. Busairi, salah satu tokoh adat Desa Kenjo mengatakan, ritual sapi-sapian menceritakan asal-usul desa setempat. Dia mengungkapkan, awal terbentuknya Desa Kenjo berlangsung tahun 1889. Kala itu, ada tiga orang yang berasal dari lereng Cawan. Mereka adalah Kamisah, Mujiono, dan Dakir. Ketiganya datang ke daerah cikalbakal Desa Kenjo, itu dengan tujuan mencari wilayah yang kaya sumber air. “Lama kelamaan, semakin banyak warga yang datang dan menetap di wilayah cikal bakal Desa Kanjo ini,” kata dia. Menurut dia, hingga saat ini Desa Kenjo sudah berusia 200 tahun lebih itu, setidaknya bisa dibuktikan dengan adanya bedug kuno yang hingga kini masih dipajang di masjid desa setempat. “Salah satu tujuan ritual Sapi-sapian adalah agar warga Desa Kenjo, terutama generasi muda mengetahui asal-usul desa kelahirannya,” cetusnya. Busairi menambahkan, da-

lam ritual tersebut dilakukan arak-arakan dua pemeran sapi. Sebab, pada zaman dahulu, masyarakat Desa Kenjo kesulitan mencari kerbau untuk membajak sawah. Karena tidak ada kerbau, warga setempat akhirnya memilih sapi untuk membajak lahan pertaniannya. Masih kata Busairi, pesan lain yang ingin disampaikan melalui pelaksanaan ritual Sapi-sapian adalah agar warga setempat merawat pertanian dengan baik tanpa merusak alam. Pesan yang tidak kalah penting, petani diharapkan melakukan pembagian air dengan adil, memilih waktu yang tepat untuk bercocok-tanam, serta selalu mensyukuri rezeki yang diberikan oleh Tuhan. Berbeda dengan Kades Gozali, Busairi mengatakan ke depan ritual Sapi-sapian digelar pada bulan Suro pada kalender Jawa. Ritual tersebut digelar bersamaan dengan ritual bersih desa setempat. “Untuk saat ini memang kami lakukan tidak di bulan Suro. Karena sempat mandek selama bertahun-tahun, hari ini kami ingin nguri-uri ritual tersebut, tetapi ke depan, ritual Sapisapian akan kami gelar pada bulan Suro,” pungkasnya. (bay)

nak warga terus meluas. Kantor Kecamatan Licin mengaku mendapat laporan warga tentang serangan anjing tersebut. “Laporan warga, di Desa Jelun serangan muncul lagi. Tapi belum kita cek kebenarannya,” katanya. Terkait serangan binatang aneh pada manusia itu, Lutfi menyerukan semua warga Licin meningkatkan kewaspadaan. Hanya, Lutfi minta agar warga tetap tenang dan tidak panik menyikapi fenomena itu. Lutfi mengatakan, pemerintah daerah bersama dengan aparat keamanan dari Polri

dan TNI sedang bekerja untuk menyelesaikan fenomena itu. Karenanya, warga tidak panik dan waspada menjaga keamanan lingkungan masing-masing. Kepada semua warga Kecamatan Licin, dia menyerukan untuk berdoa bersama-sama minta pertolongan. Kepada semua warga muslim Licin, Lutfi menyerukan agar melanjutkan pembacaan istighotsah, selawat Barzanji, dan Yasin Fadila untuk meminta pertolongan Allah Swt. “Kita terus bekerja siang dan malam, cara lahir dan batin kita tempuh,” tambah Lutfi. (afi/bay)

Kunjungi Blitar dan Ponorogo n KADES... Sambungan dari Hal 25

Sebelum mengikuti Diklat ESQ dan Diklat SDM, para kades anyar itu akan mengikuti studi banding ke Kabupaten Blitar dan Kabupaten Ponorogo.

Kegiatan studi banding kades tersebut akan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama akan dilakukan pada bulan Oktober 2013, dan kunjungan tahap kedua akan dilaksanakan pada bulan Desember 2013. Kegiatan dilakukan secara bertahap, agar

study banding itu lebih efektif. Kalau dilakukan sekaligus, kata Peni, tidak akan efektif karena jumlahnya terlalu banyak. Selain tidak efektif, juga dalam rangka memudahkan penerimaan kunjungan daerah tujuan. (afi/bay)

Disapu Ombak saat Mancing n MENGAPUNG... Sambungan dari Hal 27

Generasi Muda Enggan Nginang n NGINANG...

korban mengalami shock berat. Jumaiyah juga terlihat mengalami trauma akibat kejadian itu. Aparat dari Kecamatan Licin dan Polsek Licin belum berhasil mengorek keterangan lebih banyak dari Jumaiyah karena belum bisa ngomong banyak akibat masih trauma. Karena belum bisa ngomong, maka kronologi detail kejadian serangan itu belum bisa diperoleh. “Bu Jumaiyah masih sok, belum mau diajak bicara banyak,” ujar Camat Lutfi. Lutfi mengungkapkan, serangan binatang pada binatang ter-

“Setelah kita cek, ternyata dua mayat tersebut adalah Muklis dan Sumitro, yang beberapa hari hilang,” kata Komandan Pos TNI AL Grajagan, Serma Bahari Soman kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin. Setelah memastikan bahwa cirri-ciri dua mayat tersebut adalah Muklis dan Sumitro, Kopda Sentot dibantu dengan para nelayan akhirnya membawa kedua korban ke Pantai Grajagan menggunakan perahu. Kali pertama yang bisa dievakuasi hingga sampai di Pantai Grajagan, adalah mayat Muklis, sekitar pukul 13.15. “Mayatnya kita serahkan ke pengurus Perguruan Silat Setia Hati yang

tadi ikut di Pantai Grajagan dan sekarang sudah dibawa ke rumah duka,” kata Soman. Setelah berhasil mengevakuasi mayat Muklis, pada pukul 16.30, giliran mayat Sumitro tiba di Pantai Grajagan. “Jadi dua-duanya sudah kita evakuasi dan sudah dibawa pulang ke rumah duka,” pungkasnya. Seperti diberitakan, ganasnya ombak laut di Pantai Ndogong, Dusun Kampung Baru, Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, makan korban. Tiga orang yang asyik memancing mendadak digulung ombak setinggi tiga meter, Selasa (1/9) lalu. Pantai Ndogong berjarak enam kilometer arah selatan dari Wanawisata Grajagan. Sepekan terakhir, ombak di kawasan tersebut cukup mem-

bahayakan nelayan dan pemancing. Ketinggian ombak mencapai tiga meter. Diperoleh keterangan, seorang pemancing ikan yang selamat adalah Wawan Wicaksono, 23, warga Dusun Tugurejo, Desa Tegalrejo, RT 01/ RW 02, Kecamatan Tegalsari. Dua lainnya adalah Muklis, 22, warga Dusun/Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, dan Sumitro, 35, warga Dusun Bangosere, Desa/Kecamatan Bangorejo.Upaya pencarian terus dilakukan. Selain pihak berwajib dan nelayan, pencarian juga meliabtkan 60 anggota Pimpinan Daerah Tapak Suci Banyuwangi. Maklum kedua korban masih tercatat sebagai anggota senior perguruan silat tersebut. (azi/aif)

Abdurrahman Tetap Perjuangkan Pemekaran n BUPATI... Sambungan dari Hal 27

Sementara itu, mantan ketua komisi I DPRD Banyuwangi Abdurrahman yang kemarin juga hadir dalam acara tersebut tampak enggan menanggapi pernyataan bupati. Menurutnya, keputusan memekarkan Kabupaten Banyuwangi menjadi dua bagian adalah aspirasi masyarakat yang direspons oleh komisi I DPRD Banyuwangi. “Aspirasi itu kita kaji secara mendalam dan bahkan

kita juga sempat melakukan study banding ke sejumlah kabupaten yang wilayahnya dimekarkan,” kata Abdurrahman didampingi Sekretaris Komisi I DPRD Banyuwangi, Khusnan Abadi usai acara kemarin. Abdurrahman menuturkan, dari hasil kajian dan studi banding yang dilakukan, ternyata pemekaran Kabupaten Banyuwangi memang penting untuk dilakukan demi kemajuan pembangunan kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini. Karena memang sangat penting

untuk dilakukan pemekaran, komisi I DPRD akhirnya menindaklanjuti dengan memutuskan memekarkan kabupaten menjadi dua. Meski pada akhirnya keputusan ini membuat dirinya harus terpental dari posisi ketua komisi I DPRD Banyuwangi pindah ke komisi III. “Nggak apaapa meskipun saya dipindah ke komisi tiga. Saya akan tetap memperjuangkan pemekaran kabupaten, karena memang ini demi kepentingan rakyat,” tandasnya. (azi/aif)


36

Senin 7 Oktober 2013

Pemenang JSHKP SUZUKI NEX Indah Auliatul Hikmah SMPN 1 Kapongan LEMARI ES Sundari, Jl. PB Sudirman (depan Kantor Pemkab) SEPEDA GUNUNG

Hadiah yang Belum Diambil UANG DARI BUPATI No undian 009649, 009849, 00954, 00491, dan 009733 DVD PLAYER No undian 000081 KOMPOR GAS

Bima Sakti Desa Talkandang, Kecamatan Situbondo

No undian 000357 dan 003665

TV FLAT 21’ DAN TV LCD 24’

No undian 000977

Annisa Desa Klampokan, Panji Ahmad Zulfan Abrori Desa Peleyan, Panarukan

DISPENSER PAYUNG No undian 003597, 001672, 004180

KETERANGAN: Bagi pemenang yang belum mengambil hadiah bisa mendatangi kantor Jawa Pos Radar Banyuwangi biro Situbondo, Jl. Wijaya Kusuma 60 Situbondo, Telp. (0338) 671982. FOTO-FOTO: EDY SUPRIYONO, NUR HARIRI/RaBa

Randy Wringinanom, Panarukan KIPAS ANGIN No undian 000793, 006352, 000029, 001234 DVD PLAYER Sukawadi Desa/Kec. Mangaran KOMPOR GAS Syaiful Jalan Mawar, Kec. Kota DISPENSER No undian 000857, 007290, 005894

SISWA SD: Manajer Pengembangan Usaha RaBa Elly Irwan Suryanto bersama pemenang sepeda gunung.

MOTOR: (ki-ka) Kadispendik Fathor Rakhman, Ketua DRD Mashudi, pemenang Indah Auliatul H., dan Direktur RaBa, Choliq Baya.

Momen Spesial Hari Kesaktian Pancasila

DIBAWA PULANG: Kabiro Situbondo Edy Supriyono menyerahkan kipas angin.

BERUNTUNG: Perwakilan Bank Jatim menyerahkan TV LCD 24’ kepada pemenang.

UNTUK MEMASAK: Perwakilan Dinas Pendidikan menyerahkan hadiah kompor gas.

JALAN Sehat memperingati Hari Kesaktian Pancasila (JSHKP) yang digelar Jawa Pos Radar Banyuwangi Biro Situbondo bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Pemkab Situbondo merupakan even yang cukup istimewa. Pasalnya, selama ini jarang sekali event besar semacam ini yang digelar untuk memperingati hari Kesaktian Pancasila. Biasanya, peringatan Hari Kesaktian Pancasila hanya ditandai dengan pelaksanaan upacara atau acara-acara

seremonial lainnya. “Makanya kita mengucapkan banyak terima kasih kepada Pemkab dan Dinas Pendidikan Situbondo khususnya, serta para sponsor pendukung dan semua pihak yang tidak bisa kita sebutkan satu persatu karena sudah bersama-sama bisa menggelar acara jalan sehat ini dengan sukses,” terang ketua Panitia JSHKP, Yusroh Abdillah. Berikut sebagian momen penting JSHKP yang terekam lensa JPRaBa. (pri/als)

TV FLAT 21’: Asisten bupati Iskandar Nurfansyah dan Kabag Hukum A. Sugiharto juga menyerahkan hadiah.

MUJUR: Peserta yang beruntung mendapatkan hadiah DVD.

CERIA: Bupati Dadang Wigiarto (tengah) menyerahkan lemari es.

BAHAGIA: Kabiro Edy Supriyono bersama para pemenang.

TAK PEDULI PANAS: Peserta JSHKP dihibur dangdut dan Rovita Grup.

Radar Banyuwangi 7 Oktober 2013  

Jawa Pos Radar Banyuwangi

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you