Page 1

KAMIS 5 DESEMBER

29

Pendorong Perubahan dan Pembaruan

TAHUN 2013

Kasus Poliwangi Dibuka Lagi Kejari Panggil Delapan Saksi BANYUWANGI - Setelah sempat tidak terdengar kabarnya, kasus dugaan penyimpangan di kampus Politeknik Banyuwangi (Poliwangi) kembali dibuka

Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuwangi. Untuk mengungkap kasus tersebut, delapan orang yang pernah mengelola perguruan tinggi (PT) yang kini telah ber status perguruan tinggi negeri (PTN) itu dipanggil. Kedelapan orang yang telah diundang ke kejari itu merupakan pengurus

Yayasan Pendidikan Tinggi Banyuwangi (YPIB) yang mengelola Poliwangi. Mereka dimintai keterangan sebagai saksi. “Kita telah panggil delapan orang dan semua sudah kita periksa sebagai saksi,” terang Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Banyuwangi Paulus Agung W. SH kemarin (4/12) n Baca Kasus...Hal 39

Ini sebenarnya kasus lama yang kita buka lagi, karena belum tuntas.” PAULUS AGUNG W Kasi Pidsus Kejari DOK. RaBa

Seluruh

Desa Rawan

Gempa

BAYU SAKSONO/RaBa

BARU AMBROL: Bekas longsor di salah satu dinding kawah Gunung Ijen dipotret Senin siang lalu (2/12).

Pengendara Motor Cium Truk Tangki

LEGISLATIF

GALIH COKRO/RaBa

RAPAT: Sekkab Slamet Karyono (tengah pakai udeng) keluar ruang pertemuan khusus DPRD Banyuwangi kemarin.

KUA PPAS Tuntas BANYUWANGI - Meski pembahasannya sempat tertunda, Badan Anggaran (Banggar) DPRD Banyuwangi bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemkab Banyuwangi akhirnya berhasil menuntaskan pembahasan Kebijakan Umum Anggaran Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA PPAS) kemarin (4/12) n

F E

Jadi Selebriti Sehari DARI banyak kota di Indonesia yang dikunjungi, Pascal Melissa Stephanie Gadellaa mengaku paling terkesan dengan Banyuwangi. Selain me miliki kawah Gunung Ijen yang luar biasa, situasi Kota Gandrung dirasakan paling nyaman. ‘’Kotanya bersih, hijau, dan tidak bau. Airnya juga jernih, lalu lintasnya juga lancar. Selain itu, penduduknya ramah,’’ ujar ahli fisioterapi yang tinggal di Breda, Belanda, itu n  Baca Jadi...Hal 39

FOTO-GRAFIS: GALIH COKRO-ZAKARIA/RaBa

DIAMANKAN: Truk tangki yang ditabrak korban berhenti di SPBU Karangente, Banyuwangi, kemarin.

 Baca Pengendara...Hal 39

Laka Maut di Karangente 2

 Baca KUA...Hal 39

emal

itu mengakibatkan satu orang meninggal dunia. Korban tewas adalah Hariyati, 45. Saat kejadian, wanita itu duduk di belakang. Dia dibonceng adiknya. Hariyati meninggal dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Islam (RSI) Fatimah. Wanita kelahiran 1968 itu banyak mengeluarkan darah. Luka paling parah di bagian pipi sebelah kiri. Beruntung sang adik selamat dari maut n

BANYUWANGI - Kawasan Simpang Empat Karangente, Ba nyuwangi, kembali menelan korban jiwa. Kemarin siang (4/12) dua orang yang berboncengan motor terkapar di jalan raya yang berdekatan dengan pos lantas tersebut. Penyebabnya, motor yang dikendarai kakak-beradik asal Desa Sumbersewu, Muncar, itu ”mencium” bagian tengah truk tangki Pertamina. Benturan keras motor dan truk tangki bernopol P 8636 UX

Wings Air Angkut 39.000 Penumpang

Sampai di Simpang Empat Karangente di depannya ada truk tangki Pertamina yang belok ke kiri.

1 Pukul 14.00, Haryati dibonceng adiknya melaju dari arah selatan mengendarai Supra X 125.

3

Karena panik, motor tersebut menghantam telak bodi truk tangki sebelah kiri. Hariyati tewas di TKP, sedangkan adiknya selamat.

 Baca Wings...Hal 39

Tony Midianto, Ilustrator Asal Genteng Langganan Band Luar Negeri

Jarang Keluar Rumah, Tiba-tiba Borong Barang Tak banyak yang tahu Bumi Blambangan punya artwork yang disegani di dunia. Dia adalah Tony Midianto, warga Curah Ketangi, Desa Setail, Kecamatan Genteng. SHULHAN HADI, Genteng PENAMPILANNYA sangat khas. Rambut agak gondrong dab berkacamata hitam. Tony Midianto, begitu seniman yang satu itu dipanggil. Di mata tetangga, suami Resika Yunia itu dikenal jarang keluar rumah. Hari–harinya sering dihabiskan di dalam rumah. Tetapi, siapa sangka, meski beraktivitas di dalam rumah, laki-laki yang merayakan ulang ta-

SHULHAN HADI/RaBa

http://www.radarbanyuwangi.co.id

ROGOJAMPI - Walau hanya dilayani satu maskapai penerbangan, tapi pertumbuhan penumpang pesawat di Bandar Udara Blimbingsari Kecamatan Rogojampi tidak terbendung. Menjelang tutup tahun 2013, jumlah total penumpang yang datang dan berangkat dari Bandara Blimbingsari mencapai angka yang cukup fantastis, yakni 39.842 orang. Hingga akhir Desember mendatang, jumlah penumpang dipastikan bertambah. Sebab, angka 39.842 itu merupakan data penumpang mulai Januari hingga November. “Data Desember masih belum masuk,” ungkap Kepala Satker Bandara Blimbingsari, Andi Hendra Suryaka, kemarin (4/12). Jumlah penumpang pesawat 39.842 orang itu, kata Andi, meningkat dari tahun 2012 lalu. Pada Januari hingga November 2012, jumlah penumpang yang berangkat dan datang ke Bandara Blimbingsari hanya sekitar 21.238 orang. Nah, jumlah penumpang Bandara Blimbingsari pada tahun 2013 didominasi penumpang yang datang dari Bandara Juanda, Surabaya. Januari hingga November, penumpang yang datang mencapai 20.247 orang, sedangkan yang berangkat dari Bandara Blimbingsari hanya 19.53 orang. Jumlah penumpang tersebut hanya penumpang yang dilayani pesawat Wings Air. Selama tahun 2013 ini, ada beberapa pesawat pribadi sejumlah pengusaha nasional yang landing di Bandara Blimbingari n

SHULHAN HADI/RaBa

KARYA: Salah satu karya Tony yang dipesan Twinserpents Amerika.

hun setiap tanggal 28 Maret itu sangat dikenal di kalangan musisi metal core dan pengusaha clothing line luar negeri.

Ya, lulusan Wearness itu dikenal melalui karyanya yang cukup bagus. Saat ini Tony merupakan freelance illus-

trator yang cukup disegani di kalangan penggiat artwork. Karya putra pasangan suami istri Midi dan Hartatik itu telah menembus pasar luar negeri. Pesanan desain sudah datang dari Australia, Eropa, dan Amerika. Rata– rata pemesannya adalah grup band beraliran metal core. Selain itu, clothing line yang menyediakan kebutuhan para penggemar musik rock dan grup band juga kerap pesan kepada dirinya. Satu karyanya, Tony memasang tarif 200 USD hingga 300 USD. “Satu karya saya selesaikan dalam waktu tiga hari sampai seminggu,” ujarnya. Awalnya, laki-laki yang pernah menjuarai lomba kaligrafi saat SMP itu hanya iseng mengunggah setiap coretan karyanya ke jejaring sosial, seperti Facebook, mintess, dan emptess.com n

Kasus Poliwangi dibuka lagi Berarti ada yang tak bisa tidur nyenyak lagi

Seluruh desa di Banyuwangi rawan gempa Termasuk gempa lokal di parkiran truk

z. ..

BANYUWANGI - Wilayah Banyuwangi berpotensi dilanda bencana kapan saja. Gelombang tsunami, erupsi gunung api, dan banjir, bisa melanda setiap saat. Bahkan, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi, Wiyono, menyatakan bahwa hampir seluruh desa di Bumi Blambangan rawan gempa. Atas banyaknya ancaman bencana tersebut, BPBD mencanangkan program Desa Tangguh. Wiyono menjelaskan, Desa Tangguh dihuni masyarakat yang mudah beradaptasi dengan bencana. Selanjutnya, salah satu ciri Desa Tangguh adalah pelayanan masyarakat tetap berjalan di saat terjadi bencana. Selain itu, aparat dan masyarakat Desa Tangguh cepat bangkit pasca terjadi bencana. Di wilayah Banyuwangi, pembentukan Desa Tangguh akan diprioritaskan di wilayah selatan. Wilayah tersebut adalah pesisir Pancer, Pantai Pulau Merah, Lampon, dan Grajagan. Meski anggaran belum tersedia, Wiyono optimistis Desa Tangguh akan terbentuk secara optimal.” BPBD mengajukan, tapi embrio Desa Tangguh sudah kita bina mulai saat ini,” ujarnya. (mg1/c1/bay)

z

z

z

 Baca Jarang...Hal 39

email: radarbwi@gmail.com / beritaraba@gmail.com


30

Kamis 5 Desember 2013

CERMIN DIRI Bandara Blimbingsari, antara Harapan dan Kenyataan BANDAR Udara Blimbingsari di Kecamatan Rogojampi semakin tumbuh menjadi ‘’anak emas’’ pemerintah daerah dan warga Bumi Blambangan. Lihat saja, si anak tersebut semakin tumbuh besar dan akan terus membesar. Lihat saja jumlah penumpang yang dilayani bandara tersebut. Sekadar diketahui, jumlah total penumpang yang datang dan berangkat dari Bandara Blimbingsari mencapai angka yang cukup fantastis, yakni 39.842 orang. Hingga akhir Desember mendatang, jumlah penumpang dipastikan bertambah. Sebab, angka 39.842 itu merupakan data penumpang mulai Januari hingga November. Jumlah penumpang sebanyak itu jauh berbeda dengan data penumpang pesawat tahun 2012 lalu. Pada Januari hingga November 2012, jumlah penumpang yang berangkat dan datang ke Bandara Blimbingsari hanya sekitar 21.238 orang. Sekadar diketahui, sejak tahun 2011 lalu jumlah penumpang di Bandara Blimbingsari terus meningkat. Pada tahun kedua pengoperasian Bandara Blimbingsari tahun 2011, jumlah penumpang dalam setahun sudah mencapai 7.000 orang. Bandara Blimbingsari dioperasikan pada Desember 2010. Pada tahun 2012, jumlah penumpang meningkat dari  tahun 2011 menjadi sekitar 20  ribu penumpang. Tahun 2012 ada dua pesawat yang beroperasi, yakni Merpati Nusantara Airlines (MNA) dan Wings Air. Namun, pada akhir tahun 2012, pesawat MNA berhenti terbang sementara. Walau berhenti sementara, tapi hingga 2013 armada milik BUMN itu belum beroperasi kembali. Kini aktivitas penerbangan hanya dilayani satu unit pesawat Wings Air. Walau pada tahun 2012 hanya dilayani  satu pesawat, tapi jumlah  penumpang naik menjadi 21.238 orang. Tahun depan, Bandara Blimbingsari akan mengalami masa pertaruhan. Betapa tidak, maskapai besar Garuda Indonesia akan masuk Blimbingsari. Selain itu, jadwal penerbangan Garuda diusahakan berlangsung pagi sekali. Sebab, banyak warga yang ingin menuju Surabaya atau Jakarta pagi hari. Tentu saja, Blimbingsari akan semakin tumbuh dan pengguna jasa penerbangan di sana akan meningkat. Terlepas dari itu, sebagian besar masyarakat Banyuwangi masih menaruh harapan besar agar pemain/operator alias maskapai penerbangan semakin banyak masuk Banyuwangi. Dengan banyaknya pesawat yang beroperasi, diharapkan tarif pesawat semakin kompetitif. Sebab, penerbangan Surabaya-Jakarta yang jaraknya lebih jauh itu ternyata lebih murah daripada tiket pesawat dari Surabaya ke Banyuwangi. Ya, semoga makin ramai bandaranya. Tetapi, jangan lupa menurunkan harga tiket agar lebih terjangkau. (*)

9 Hari Sita 10 Paket Sabu BANYUWANGI - Anggota Satuan Reserse dan Narkoba (Satreskoba) Polres Banyuwangi panen tangkapan narkoba jenis sabu-sabu (SS) dan pil daftar G trihexyphenidyl atau trex. Tiga tersangka yang diduga sebagai pengedar dipamerkan kepada para wartawan kemarin (4/12). Ketiga tersangka yang masih menjalani pemeriksaan di Satreskoba itu adalah Bambang Hadiyono, 24, warga Dusun Krajan, Desa Gladag, Kecamatan Rogojampi; Hadi Purnomo, 39, asal Dusun Krajan, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar; dan Rudi Hartono, 26, asal Dusun Tegal Pakis, Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru. “Mereka ditangkap di tempat terpisah sejak 23 November sampai 1 Desember lalu,” terang Kapolres Banyu-

ICHSAN RASYID/RaBa

PERTEMUAN: Bupati Anas menyalami Hariaji Sugito dalam acara Halaqoh Ormas Keagamaan di Gedung Korpri Banyuwangi kemarin.

Tanam Pohon, Zakat Oksigen BANYUWANGI - Sukses menjadi jawara nasional program tanam pohon 1 miliar tahun 2012 lalu merangsang Pemkab Banyuwangi lebih gencar menanam pohon. Bupati Abdullah Azwar Anas berencana me-launching program zakat oksigen bagi masyarakat Kota Gandrung dalam waktu dekat. Rencana launching program zakat oksigen itu disampaikan dalam halaqoh dengan tokoh ormas keagamaan di Gedung Korpri Banyuwangi kemarin (4/12). Dalam kesempatan itu, Bupati Anas menyampaikan, kebutuhan manusia atas oksigen setiap hari mencapai ratusan kilogram. Selama ini, kata Anas, sebagian besar warga Banyuwangi mendapatkan oksigen itu secara gratis dari tumbuhan. Padahal, kalau oksigen diperoleh secara membeli, harganya cukup mahal. Saat ini harga satu kilogram oksigen mencapai Rp 225 ribu. Untuk mempertahankan agar oksigen bisa diperoleh secara gratis, maka pemerintah daerah akan menggalakkan masyarakat Banyuwangi menanam pohon. “Kita sudah sosialisasikan kepada tokoh-tokoh agama agar menyukseskan program zakat oksigen,” tegasnya. Dalam program itu, masyarakat dapat berpartisipasi melakukan gerakan menanam. Selama ini, uang hasil kotak amal di masjid dan musala digunakan pembangunan fisik masjid. Menurut Anas, pemkab berharap melalui zakat oksigen itu sebagian dari hasil kotak amal yang terkumpul di masjid digunakan untuk program menanam pohon di lingkungan masjid dan musala. Selain melalui kotak amal itu, warga nonmuslim juga bisa melakukan zakat oksigen melalui gereja, pura, dan klenteng. Pemerintah daerah sudah memulai dengan menanam berbagai jenis pohon. Sebagian besar pohon yang ditanam pemerintah daerah adalah pohon trembesi. Kenapa pohon trembesi? Menurut Bupati Anas, pertumbuhan pohon trembesi cepat. Selain itu, yang jadi pertimbangan utama karena pohon trembesi tergolong pohon yang menghasilkan oksigen lebih banyak daripada pohon lain. Walau pemerintah mendahului menanam pohon trembesi, tapi warga tidak dilarang menanam jenis pohon lain. Bupati Anas mempersilakan menanam jenis pohon apa pun yang dikehendaki. Saat ini, jumlah penduduk Banyuwangi mencapai 1,6 juta jiwa. Jika satu warga menanam satu pohon, maka sekali menanam akan menghasilkan 1,6 juta pohon. Karena itu, Bupati Anas menyerukan semua warga Banyuwangi memanfaatkan musim hujan ini untuk menanam pohon sebanyak-banyaknya. (afi/c1/bay)

bang itu diduga kuat sebagai pengedar,” katanya. M e n u r u t K a p o l r e s Yu s u f, t e r s a n g k a Ba m b a n g mendapatkan kristal putih itu dari salah satu bandar di Surabaya dengan cara transfer melalui bank. Barangnya diantar kurir dengan cara diranjau. “Bambang membeli satu paket lalu dibagi-bagi menjadi 12 paket. Tiga paket sudah dijual,” bebernya. Te r s a n g k a y a n g k e d u a a d a l a h Ha d i Pu r n o m o. Tersangka ini ditangkap 1 Desember 2013 lalu oleh a n g g o t a s a t re s k o b a s a a t berada di rumah temannya di Dusun Sampangan, Desa Ke d u n g r e j o, Ke c a m a t a n Muncar. “Kita temukan satu p a k e t s a b u s e b e ra t 0 , 2 5 gram,” jelasnya n  Baca 9 Hari...Hal 39

GALIH COKRO/RaBa

EKSPOSE: Kapolres AKBPYusuf memamerkan para tersangka kasus narkoba di Polres Banyuwangi kemarin.

NARKOBA: Barang bukti sabu-sabu, bong, obat daftar G, dan beberapa ponsel.

Eksekutif dan Legislatif Menyukai Pelat Hitam BANYUWANGI - Sejumlah pejabat Pemkab Banyuwangi dan anggota DPRD Banyuwangi tampaknya banyak yang kurang bangga menggunakan mobil dinas (mobdin) pelat merah. Sebab, saat bertugas, mobilnya yang pelat merah itu diganti pelat hitam. Itu seperti terlihat di gedung wakil rakyat di Jalan Adi Sucipto, Banyuwangi, pada jam kerja kemarin (4/12). Mobdin Toyota Innova bernopol P 1778 BS milik Sekkab Banyuwangi Slamet Karyono parkir dengan pelat nomor warna hitam. Selain itu, mobdin Toyota In-

PENGHIJAUAN

wangi AKBP Yusuf. Dari ketiga tersangka, yang kali pertama ditangkap adalah Bambang Hadiyono. Tersangka diringkus saat akan mengedarkan sabu di D e s a Parijatah Wetan, Kecamatan Srono. “Bambang kita tangkap di tengah jalan. Dia diduga akan mengedarkan sabu,” terangnya. Saat mengamankan tersangka, polisi berhasil menemukan sembilan paket sabu yang sudah diedarkan. Kesembilan paket sabu dari tangan tersangka itu, jelas dia, dengan berat kotor 3,13 gram. “Bam-

nova bernopol P 313 VP milik Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Sudjarwo Arkat juga berpelat hitam. Mobdin bernopol P 313 VP itu sebenarnya berpelat merah. “Mobdin milik alat kelengkapan DPRD semua berpelat nomor warna merah. Kalau ada yang diganti dengan pelat nomor warna hitam, itu tidak bisa dibenarkan,” terang Wakil Ketua DPRD Banyuwangi H. Adil Achmadiyono. Menurut Adil, mobdin di DPRD itu yang bernopol ganda, yakni pelat merah dan hitam, hanya mobdin

ketua DPRD. Mobdin lain hanya memiliki satu nomor polisi berwarna merah. “Hanya mobdin ketua (ketua DPRD) yang punya dua STNK,” jelasnya. Adil menyebut, pelat merah mobdin bisa diganti pelat hitam bila kondisinya cukup rawan, seperti ada demo yang merazia mobdin berpelat merah. Tetapi, kalau kondisinya aman, maka mobdin tetap harus menggunakan pelat merah. “Situasi aman ganti pelat hitam. Itu bentuk pelanggaran, dan polisi silakan merazia,” katanya.(abi/c1/bay)

AGUS BAIHAQI/RaBa

ASLI: Mobdin pejabat pemkab dan kendaraan operasional dewan menggunakan pelat nopol hitam saat parkir di DPRD Banyuwangi kemarin.

Deposito Dana APBD Lebih Menguntungkan B A N Y U WA N G I - Wa l a u mendapat warning keras dari LSM Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Jakarta, tapi Pemkab Banyuwangi tidak risi menyimpan dana dalam bentuk tabungan deposito. Penyimpanan dana APBD dalam bentuk deposito dinilai menguntungkan penerimaan daerah. Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan, Pemkab Banyuwangi memang memiliki dana tabungan dalam bentuk deposito. Dana yang disimpan dalam bentuk deposito itu merupakan sisa lebih kegiatan pembangunan. “Daripada disimpan dalam tabungan biasa, lebih menguntungkan disimpan dalam bentuk deposito,” ungkap Bupati Anas. Penyimpanan dana APBD dalam deposito yang dilakukan Pemkab Banyuwangi, kata Bupati Anas, dijamin legal. Keuntungan dari tabungan deposito itu langsung masuk ke rekening kas daerah (kasda). Penyimpanan dana dalam bentuk deposito itu ada yang legal dan ada pula yang ilegal. Penyimpanan dana dalam bentuk deposito, kata Anas,

dilakukan Pemkab Banyuwangi secara legal. Bupati Anas menjamin tabungan deposito dana APBD tidak ada yang menguntungkan pribadi pejabat. “Semua keuntungan tabungan deposito itu bisa dipertanggungjawabkan. Semua masuk kas daerah,” jelasnya. Selain dilakukan secara legal, tambah Bupati Anas, tabungan deposito APBD pemerintah daerah dilakukan di Bank yang disarankan pemerintah. Penyimpanan dana deposito yang dilakukan pemerintah daerah karena pertimbangan keuntungan daerah bukan tujuan lain. Seperti yang diberitakan, L SM F I T R A m e - w a r n i n g aparat penegak hukum agar mencermati modus baru korupsi yang dilakukan pemerintah daerah. Salah satu modus korupsi yang diduga FITRA adalah penyimpanan dana APBD dalam bentuk deposito. Deposito itu diduga sebagai modus mendapatkan fee dari pihak bank yang dipilih. Selain memberikan keuntungan resmi kepada daerah, pihak bank juga memberikan fee segar kepada pejabat yang berwenang. (afi/c1/bay)

Kirim tulisan Anda ke alamat di bawah ini: OPINI DAN REMBUGAN Naskah Opini panjang tulisan sekitar 850 kata. Sedangkan Rembugan maksimal 250 kata. Kirim ke artikelradarbwi@gmail.com. Sertakan nama dan identitas penulis. Naskah yang sudah dua minggu berada di redaksi dan tidak termuat otomatis dianggap kembali ke pengirim.

Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono. Redaktur Pelaksana: Syaifuddin Mahmud. Redaktur: Ali Sodiqin. Koordinator Liputan: Agus Baihaqi. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Nur Hariri (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja. Pemasaran & Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Gerda Sukarno Prayudha, Benny Siswanto, Samsuri (Situbondo). Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah, W. Nugroho. Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan. PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti. Administrasi Iklan: Widi Ukiyanti. Perpajakan: Cici Irma Setyani. Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari. Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/mmk, berwarna depan Rp 35.000/mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. J

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

J

Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

J

Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


31

Kamis 5 Desember 2013

Dukun Tertipu, Rp 30 Juta Amblas

ADA APA LAGI

Korban dan Pelaku Sama-sama Jebolan Lapas Banyuwangi ABDUL AZIZ/RABA

APES: Satu dari lima pelaku judi sabung ayam menjalani penyidikan di ruang Reskrim Polsek Rogojampi kemarin.

Gerebek Judi Sabung Ayam ROGOJAMPI - Arena judi sabung ayam di Dusun Gumukagung, Desa Gintangan, Kecamatan Rogojampi, digerebek aparat kepolisian setempat kemarin siang. Sayang, dari enam orang yang diduga sebagai pelaku judi sabung ayam itu, hanya satu yang berhasil ditangkap. Dia adalah Misnan, 49, warga Dusun Sumberjoyo, Desa Kumendung, Kecamatan Muncar. Selain menangkap dan menahan Misnan, polisi juga mengamankan barang bukti berupa dua ekor ayam dan uang Rp 45 ribu. Kapolsek Rogojampi Kompol Bagio SP mengatakan, penggerebekan itu dilakukan setelah polisi menerima laporan warga bahwa ada sekelompok orang mengadu ayam jago disertai unsur judi. Kemudian, laporan itu ditindaklanjuti petugas Polsek Rogojampi dengan mendatangi lokasi. Begitu sampai di TKP, semua pelaku yang mengetahui kedatangan polisi langsung semburat. “Tapi dari enam pelaku, satu pelaku berhasil ditangkap,” tandasnya. (azi/c1/aif)

BAGAIMANA INI

ABDUL AZIZ/RaBa

DUKUN PALSU: Subandi di Mapolsek Bangorejo kemarin.

BANGO0REJO - Mengaku bisa menggandakan uang, Subandi, 55, seorang dukun asal Dusun Krajan, Desa Keradenan, Kecamatan Purwoharjo, tega menipu temannya sendiri sesama dukun, Sumarsani, 45, warga Dusun Kedungagung, Desa Sambirejo, Kecamatan Bangorejo. Namun, perbuatan yang dilakukan pada Februari 2013 tersebut akhirnya terbongkar dan mengantarkan mantan narapidana tersebut mendekam di ruang tahanan Mapolsek Bangorejo kemarin. Selain menahan tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti berupa sebuah gentong, daun sirsat kering, daun putri malu, rumput teki, sepuluh butir kerikil, dan sebuah kresek warna hitam. Kapolsek Bangorejo AKP Hery Purnomo mengatakan, kasus tersebut sebenarnya terjadi Februari lalu. Kala itu pelaku menelepon korban dan memberi tahu bahwa dirinya bisa menggandakan uang hingga puluhan juta. Merasa kepincut, korban yang

kenal pelaku ketika sama-sama menjalani proses hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Banyuwangi dalam kasus pencabulan itu akhirnya datang ke rumah Subandi. Sampai di rumah Subandi, korban diminta menyediakan beberapa syarat agar uangnya bisa digandakan, di antaranya menyediakan gentong, dedaunan, serta sejumlah barang bukti yang kini diamankan penyidik. Pelaku juga minta uang dengan alasan sebagai mahar. Pertama, dia minta Rp 750 ribu. “Dua hari kemudian, dia minta lagi Rp 1,5 juta,” sebutnya. Tak berhenti di situ, beberapa lama kemudian pelaku kembali minta uang Rp 3,5 juta. Tanpa menaruh curiga, korban menurut saja dan menyerahkan uang sebagaimana permintaan Subandi. Anehnya, meski uang penggandaan yang dijanjikan belum terwujud, beberapa lama kemudian Subandi kembali minta uang kepada korban. Bahkan, kali ini nilainya, Rp 7,5 juta. Beberapa bulan kemudian, dengan berbagai alasan, tersangka kembali minta uang Rp 5 juta. “Permintaan itu terus berlanjut, dan tersangka terus minta uang dengan jumlah bervariasi n Baca Dukun...Hal 39

Mantri Gadungan Bikin Resah Jagal

NIKLAAS ANDRIES/RaBa

TIDAK DIPAKAI: Tumpukan tempat sampah yang berada di Gedun Genteng.

Tempat Sampah Mangkrak GENTENG - Tidak ada tempat pembuangan sampah (TPS) di Kecamatan Genteng rupanya cukup beralasan. Selain belum menemukan lokasi yang cocok untuk menampung sampah masyarakat, sarana kebersihan di kecamatan itu juga dirasa belum maksimal. Ini terlihat dari tempat sampah yang tergeletak persis di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Genteng. Sepintas kondisinya masih cukup bagus. Sayang, belasan tempat sampah berwarna kuning dan hijau itu tak terpakai. Padahal, posisinya dekat tempat pembuangan sampah masyarakat di bantaran Sungai Kalisetail. Bagaimana ini. (nic/c1/aif)

MUNCAR - Tukang potong hewan di wilayah Muncar galau menyusul ulah oknum petugas kesehatan ternak (mantri) yang mendatangi ladang usaha mereka. Modusnya beragam, mulai mendatangi tempat pemotongan hewan hingga melihat saluran pembuangan limbah usaha tersebut. Ujung-ujungnya, tukang potong hewan itu menjadi lahan basah pemerasan. Dengan embel-embel akan dilaporkan ke Dinas Peternakan (Disnak), si oknum tersebut meminta uang damai mulai ratusan ribu hingga jutaan rupiah agar temuan yang didapat tidak dilaporkan ke kantor Disnak Banyuwangi. Keresahan itu, di antaranya dirasakan Nawawi, 50, warga Dusun Kedungringin, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar. Nawawi mengaku rumah potong hewannya didatangi tiga orang

Ikuti Seminar “Dahsyatnya Bisnis Tour & Travel“ Peluang Bisnis Beromzet Ratusan Juta Rupiah PERNAHKAH Anda bermimpi untuk punya usaha sendiri. Sampai kapan anda akan terus beranganangan supaya punya penghasilan sendiri untuk bisa membahagiakan keluarga Anda? Pertanyaan di atas semua akan terjawab. Fly Me Nusantara akan mengelar Mega Seminar 2013 yang betajuk “ DAHSYATNYA BISNIS TOUR & TRAVEL “ di Ketapang Indah Hotel Jl.Gatot Subroto Km.6 Banyuwangi Minggu, 08 Desember 2013 Pk 09:00 – 12:00 GRATIS!!!. Seminar tersebut menghadirkan pembicara Bpk. Bambang Hartono. Founder skaligus Direktur Fly Me Nusantara. Seminar ini di gelar untuk memberikan alternative bagi mereka yang ingin meraih kesuksesan terutama di bidang Tour & Travel, dalam seminar ini akan dibahas cara membuka usaha tour & travel dengan modal relatif terjangkau, bagaimana bisnis ini bisa menjadi mesin penghasil uang dan bagaimana bisa keliling Indonesia bahkan dunia GRATIS, dan masih banyak materi yang lain

Bambang Hartono

yang akan di paparkan. Fly Me Nusantara juga memberikan penawaran istimewa bagi yang berminat untuk menjadi sub-agen atau perwakilan di Banyuwangi. Ada harga special pada hari H. Cukup dengan berinvestasi dalam jumlah minimum saja sudah dapat memiliki travel agent sendiri yang mampu menjalankan berbagai macam bisnis, seperti menjual tiket penerbangan domestic dan international,

menjual voucher hotel seluruh dunia, hingga paket wisata. Peluang usaha ini juga dapat dijalankan dengan cara buka konter penjualan, bergabung dengan usaha yang ada di rumah,di kantor, karyawan, pebisnis atau di dijadikan pekerjaan sampingan. Bahkan mungkin untuk owner perusahaan yang banyak mebutuhkan tiket pesawat dalam perusahaannya, wajib mengikuti seminar ini. ISTIMEWA Program ini sudah di ikuti oleh berbagai kalangan, mulai dari pelajar yang ingin mengembangkan potensi kewirausahaannya, mahasiswa yang ingin mempersiapkan diri sebelum lulus, karyawan, bussiness man,sampai ibu rumah tangga. Daftarkan diri anda sekarang dengan mengetik SMS dengan format (RB) spasi (Nama) spasi (Kota) kirim ke 0812-33-147147. Seminar ini GRATIS!!! tetapi tempat terbatas. Bisnis ini murni di jamin 100 % bukan MLM !!!

sekitar pukul 03.00 dini hari kemarin. “Mereka masuk nggak izin, tahu-tahu melihat proses pemotongan ternak di sini,” ungkap Nawawi. Setelah mendatangi rumah potong hewan, si oknum itu bergegas pergi. Ke esokan harinya, pukul 09.00 rumah Nawawi didatangi lebih banyak orang. Janggalnya lagi, mereka mengaku sebagai petugas kesehatan hewan dari kementerian.

Di hadapan si empunya rumah, tamu tersebut memaparkan telah menemukan indikasi pelanggaran usaha pemotongan hewan, salah satunya terkait pembuang an limbah pemotongan ternak. Oknum mantri itu mengancam akan melaporkan temuan itu ke kantor di Banyuwangi dan menutup usahanya. Namun, usaha itu sempat menemui jalan buntu n

NIKLAAS ANDRIES/RaBa

Baca Mantri...Hal 39

RESAH: Kandang milik Nawawi yang menjadi jujugan mantri gadungan.


32

Kamis 5 Desember 2013

ADA APA LAGI

PENDETEKSI LONGSOR: Petugas Badan

Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo saat memasang Extenso Meter di Kecamatan Sumbermalang. NIKLAAS ANDRIES/RaBa

DIPERBAIKI: Pekerja proyek sedang melakukan perbaikan dan pemasangan keramik trotoar di Kecamatan Genteng.

Wajah Trotoar Mulai Dipercantik GENTENG – Wajah Kota Genteng terus dipercantik. Setelah pembangunan ruang terbuka hijau (RTH) Maron yang menjadi ikon pembangunan di kota ini, beberapa sarana dan fasilitas umum lainnya mulai mendapat perhatian. Di antaranya keberadaan trotoar sebagai area bagi pejalan kaki juga mendapat sentuhan perbaikan. Proses pengerjaan sarana tersebut kini masih dalam pengerjaan. Beberapa pekerja masih tampak memasang keramik untuk dibuat alas bagi pejalan kaki. Warnanya yang terang dan ngejreng diharapkan bisa mempercantik wajah Kota Genteng ke depannya. “Trotoar diperbaiki memang perlu. Sebab, pejalan kaki juga perlu sarana agar mereka aman dan nyaman saat berjalan,” ujar Syaiful, salah satu warga Genteng. Hanya saja, pengerjaan tersebut diharapkan juga bisa memberikan efek lainnya. Karena biasanya trotoar ada di bagian atas saluran air, ada baiknya selain bisa menjadi area bagi pejalan kaki ada baiknya juga berfungsi sebagai resapan dan aliran air. Apalagi saat hujan seperti saat ini, keberadaan sarana itu sangat diperlukan. Tidak asal bangun dan diperbaiki. Ada baiknya endapan lumpur yang ada digorong-gorong di bawahnya diangkat terlebih dahulu. Tujuannya agar air tidak meluber saat hujan. (nic/als)

NUR HARIRI/RaBa

Pasang Alat Deteksi Longsor SITUBONDO - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo memasang alat pendeteksi tanah longsor. Hal itu dilakukan petugas BPBD untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana, khususnya tanah longsor. Ada dua alat pendeteksi yang disebut Extenso Meter. Dua alat ini di tempatkan pada dua titik yang berbeda. Satu dipasang di Desa Taman, satu lagi di Desa Kalirejo. Keduanya berada di Kecamatan Sumbermalang. “Extenso Meter ini gunanya untuk mendeteksi

tanah longsor,” terang Yahya Maziun, Sekretaris BPBD Situbondo. Menurut Yahya, pada dua tempat yang berbeda tersebut, juga disertai alat pendeteksi kecepatan angin serta pendeteksi hujan. Sehingga bila ada angin yang berembus cepat dan hujan lebat, maka akan terdeteksi. Sehingga petugas dapat mengevakuasi warga sekitar lebih dini. Data yang berhasil dikumpulkan, dua peralatan tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM). Selain alat yang

dipasang di dua desa yang menurut BPBD rawan bencana, BPBD juga mendapat bantuan berupa monitor yang dipasang di Kantor BPBD. “Dengan dipasang dua alat canggih pendeteksi pergerakan tanah yang dilengkapi monitor di Kantor BPBD ini, maka setiap perkembangan cuaca akan terpantau langsung. Tim TRC BPBD di sini dapat langsung bergerak menuju lokasi bencana,” terang Zainul Arifin, kepala BPBD Situbondo. Sementara itu, dipasangnya dua peralatan pendeteksi tanah long-

sor itu diharapkan dapat membantu mengurangi dampak risiko jika terjadi bencana alam. Karena itulah, dua alat tersebut sangat penting dan dibutuhkan Kabupaten Situbondo yang tergolong rawan bencana alam. “Saat ini di Kabupaten Situbondo merupakan salah satu daerah yang rawan dengan terjadinya bencana alam. Misalnya saja bencana banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung. Sehingga dua alat ini dibantu dari pemerintah,” pungkas Yahya saat ditemui di kantornya. (rri/c1/als)

Petani Labu Tak Terpengaruh Musim Hujan TEGALSARI - Seiring perubahan musim kemarau ke musim penghujan, ternyata tidak semua petani merasa rugi. Salah satu petani yang bisa bertahan adalah petani labu (waluh). Meski sering turun hujan, petani labu masih bisa tersenyum. Hal itu disebabkan labu yang mereka tanam masih bisa laku terjual dengan harga yang lumayan tinggi. Hal itu disebabkan model pemasaran yang sudah jelas dengan pihak perusahaan. Tak hanya itu, selain daging labu yang bisa dijual, biji labu juga bernilai ekonomis tinggi. Salah satu petani yang baru saja memetik buah labu adalah Nurul, 29. Dia men-

gaku, dari seperempat bahu sawahnya, dia bisa menghasilkan biji waluh seberat 30 kilogram. Dari hasil sawahnya di Dusun Tugurejo, Desa Tegalrejo, Kecamatan Tegalsri, itu dia memperoleh uang sekitar Rp. 6 juta. Tantangan yang sering dialami petani dalam menanam labu adalah dibutuhkan ketelatenan ekstra. Proses pengawinannya lebih sistemik dan diawasi pihak perusahaan. ”Kalau tidak tekaten perusahaan tau, Mas. Ada tandanya,” kata Nurul. Petani lainnya, Samsuri, 40, mengakui, kendala yang dialami petani labu jika musim hujan datang adalah buah yang masih belum dipetik

terkadang membusuk. Namun dikarenakan yang diambil adalah bijinya, hal itu masih bisa disiasati. Beberapa waktu terakhir, banyak masyarakat yang beralih menanam labu. Selain lebih bandel, harga yang dipatok cukup jelas dan harganya pun tidak mengalami fluktuasi. Selain bijinya, daging labu juga bisa dimanfaatkan untuk aneka panganan dan kue. Namun sayangnya, para petani kurang memanfaatkan daging labu ini. (mg1/als) PERLU KETELATENAN: Petani labu asal Dusun Tugurejo, Desa Tegalrejo, menunjukkan tanaman labu siap panen. SHULHAN HADI/RaBa

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI • Nissan •

• STNK •

• Jl. JA. Suprapto •

• Pulau Santen •

• Dikontrakkan •

• Nissan •

• Xenia XI (Plat W) •

Hlg STNK P 6463 XD, an. Sumedi, Krajan RT 01/01 Desa Singolatren, Singojuruh

Dijual B.U Rmh Srtgs Jl. Jaksa Agung Suprapto 152 a, LT 450, LB 200 m Hrg 850 Jt Nego Lgs Pemilik 087738832093

Djl tanah sawah luas 10.715, cocok utk homestay, PP, wisata pulau santen, dll. Hrg Rp.200 ribu/meter. Hub: 0811354614

Dikontrakn 1 Toko, Bs utk Dealer, Sprmrkt, Gudang Lok.Sumberayu H:081231457220

Dijual Mobil Xenia XI Plat W (Sidoarjo) Hub Tlp 085336525043

• Gardenia Estate •

SITUBONDO

Dptkn 5 pkt ntn PD Brazil, 3 Elgrand, 3 Teana U/ pmbln Nissan s/d tgl 31/12 ’13 & Dptkn bng mulai 0 %.3S tiap hari 08.0017.00 Nissan Banyuwangi Jln.S.Parman 147 Bwi 0333-4460222

Dijual Rmh Gardenia Estate LT 96 LB 55 Semi Furnish Hrg Nego Hub 082141861312

• Jl. Argopuro •

JEMBER

SITUBONDO

J. Tnh 9000m, Jl. Argopuro 15B 750 rb/m, 9600m Ry Lmgn Asb 200 rb/m 082333008871

• Telkomvision •

• Jual Rumah Kos •

Telkomvision, 80+Chnel, gmbr jernih,one day service, info Reza 085231300123

Djl Rmh Kost&Isi LT/LB:178,9 kmr terisi 8.Hrg 325 Jt Ng Hub 082231281892

• Rumah & Ruko • Djl rmh di Bwi L+350m msk gang 100m SHM hrg 130jt. Ruko kuat+kokoh L+350m2 lok Benculuk msk gang 100m hrg 400jt Hb 087755630534

• Toyota Hiace ‘82 • Djl Toyota HIACE Th 1982 20 Jt Nego Hub 03338939244-03337770552 /08174745225

• Body Kijang Kapsul •

ANDA INGIN PASANG IKLAN? HUBUNGI: 0333-412224

Honda Jazz ‘09 vs harga 179 juta, Panther lv ‘03 harga 125 juta Harga Nego. Cash, kredit, tukar tambah.

Dijual Body Kijang Kapsul Lgx Hrg 20 Juta Nego Hb 082142194111

Hub: 082142194111

Promo Nissan Akhir Tahun,DP Grand Livina 34 Juta&March 21 Juta,Diskon Besar untuk Semua Produk Nissan Hub Adzam 081232246632&087806542223

• Grand Livina ‘07 •

• Hyundai Trajet ‘04 •

• Toyota Kijang LGX ‘02 •

Dijual Nissan Grand Livina XV 1.5 MT tahun 2007, abu-abu tua metalik, harga 141 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Hyundai Trajet G8 MT tahun 2004, abu-abu metalik, harga 91,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Toyota Kijang LGX LF 80 STD (solar) tahun 2002, merah metalik, harga 121,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

• Toyota Avanza ‘10 •

• GranMax PU ‘12 •

• Toyota Innova ‘10 •

Dijual Toyota Avanza 1.3G F60 IRM tahun 2010, silver metalik, harga 131,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Daihatsu Gran Max pick-up S40 IRP tahun 2012, putih, harga 82,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Inova 2010 Type G Diesel Matic warna abu2, pemakaian 70 Km-an,kondisi barang bagus, pemakaian tangan pertama Hrg 215 Juta Hb 082265599989

PEMBERITAHUAN Sehubungan dengan makin maraknya aksi penipuan yang memanfaatkan iklan jitu di Koran Radar Banyuwangi kami himbau kepada masyarakat terutama pemasang iklan jitu di Radar Banyuwangi untuk waspada dan berhati-hati. Bila Anda menerima telepon, SMS dengan mengatasnamakan petugas dari Radar Banyuwangi maka segera konfirmasi ke Radar Banyuwangi (0333) 412224. Radar Banyuwangi tidak bertanggungjawab atas semua transaksi yang terjadi selain pemasangan iklan secara resmi di Radar Banyuwangi.


BALJEBOL

Kamis 5 Desember 2013

BALI

JEMBER

BONDOWOSO

37

LUMAJANG

Guru - Murid SMA Kompak Tes Urine LUMAJANG - Sepanjang pelaksanaan tes urine sejak 2009 lalu, baru kemarin terlihat ada kekompakan di sekolah. Kekompakan itu terlihat pada guru dan murid SMAN Pasirian yang bersedia menjalani tes urine. Bahkan ada yang meminta BNK melakukan tes keperawanan. Tes urine yang diselenggarakan Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Lumajang itu dimulai sekitar pukul 08.00. Bertempat di lingkungan SMAN Pasirian, sebanyak 759 guru dan murid dites urine. Menurut penilaian BNK, pelaksanaan tes urine tergolong paling tertib. Tidak ada peserta yang bersamaan masuk dalam satu toilet saat pengisian urine. Bahkan, sepuluh kamar kecil yang ada di lingkungan sekolah digunakan bergiliran satu per satu oleh murid dan guru. Hal inilah yang membuat BNK berani menyimpulkan, pelaksanaannya paling tertib. “Ini (tes urine, Red) paling baik sejak tahun 2009,” ungkap Untung Yulianto, Kasi Operasi BNK Lumajang. Untung menambahkan, tidak melihat ada murid atau guru yang canggung mengikuti tes urine. Semua murid dari kelas 1 sampai kelas 3 semua jurusan ikut berpatisipasi. Bahkan, pihak BNK dibuat kewalahan karena murid terus menerus minta diberi pengarahan soal penanggulangan dan bahaya narkoba. Hal menarik lainnya, menurut dia, adalah larangan penggunaan HP bagi murid di sekolah. “Semua murid dilarang membawa HP. Ini sangat penting untuk mengurangi peredaran narkoba di kalangan pelajar,” terangnya. Selain itu, BNK tidak hanya diminta melakukan tes urine menyeluruh. Melainkan diminta juga melakukan tes kehamilan dan keperawanan. Namun, karena hal tersebut bukan menjadi kewenangan, BNK tidak menyanggupi. (fid/c1/wnp/JPNN/aif )

Hafid Asnan/Radar jember/jpnn

KOMPAK: Para siswa dan guru saat menjalani tes urine yang dilakukan Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Lumajang, kemarin.

Tiga Wartawan Diusir dari Pendapa

STADION

Baju Ditarik saat Liputan Pelantikan Kepala Desa

Heru Putranto/Radar jember/jpnn

DIKEBUT: Tempat duduk penonton dalam area stadion utama yang masih dalam penyelesaian pekerjaan.

Rekanan Dipanggil setelah Kunker JEMBER – Batas waktu penyelesaian stadion utama di kawasan Jember Sport Garden (JSG), kian hari semakin mepet. Waktu yang tersisa tinggal 26 hari lagi dari deadline waktu 31 Desember 2013. Padahal, bila melihat kondisi pembangunan stadion utama, masih banyak pekerjaan yang harus dikerjakan. Maka dari itulah, Komisi D DPRD Jember rencananya akan memanggil pihak rekanan sekaligus DPU Cipta Karya untuk mengetahui sejauh mana kontrak pembangunan stadion utama senilai sekitar Rp 200 miliar tersebut sudah dilaksanakan. “Minggu depan akan kita panggil rekanan dan pihak PU Cipta Karya. Kita ingin tahu bagaimana progress pembangunan stadion,” ujar Ayub Junaidi, ketua Komisi D DPRD Jember. Ayub menambahkan, pemanggilan terhadap pihak rekanan dan PU Cipta Karya akan dilakukan setelah kunjungan kerja (kunker) anggota dewan. “Setelah kunker minggu depan, kita panggil,” ujarnya. Ayub hanya berharap, dengan mepetnya waktu penyelesaian bangunan stadion, pihak rekanan bisa menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan kontrak yang telah disepakati. “Harapan kita pihak rekanan bisa menyelesaikan pekerjaan tepat waktu,” ujarnya. Meski banyak pekerjaan stadion yang belum terselesaikan, pihak DPU Cipta Karya Pemkab Jember rupanya masih optimistis pihak PT Pembangunan Perumahan selaku rekanan yang mengerjakan pembangunan stadion utama mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai kontrak. (wnp/c1/JPNN/aif)

RAZIA

Hafid Asnan/Radar jember/jpnn

DIGELEDAH: Polisi melakukan pengeledahan terhadap pengendara sepeda motor yang memiliki ciri-ciri khusus sama dengan pelaku curanmor.

Pelaku Curanmor Dikepung LUMAJANG – Sejumlah personel polisi dikerahkan untuk mengepung pelarian pelaku curanmor yang melarikan diri saat beraksi. Tidak tanggung-tanggung, lima polsek jajaran dikerahkan. Meliputi Polsek Rowokangkung, Jatiroto, Tekung, Sumbersuko, dan Kota Lumajang. Personel dari empat polsek itu diterjunkan untuk melakukan penyisiran terhadap pelaku curanmor. Pengepungan ini dilakukan setelah polisi mendapat laporan warga yang hampir kehilangan sepeda motor. Saat menjalankan aksinya, pelaku sempat tepergok warga. Pelaku yang sudah teridentifikasi ciri-cirinya itu langsung dilaporkan ke mapolsek terdekat, yakni Polsek Rowokangkung. Polisi mendapat informasi jika pelaku ada dua orang. Ciri-cirinya kedua pelaku berperawakan kurus, berumur antara 20-30 tahun, mengenakan pakaian warna biru dan hitam, bercelana warna gelap, dan membawa helm. Dari ciri-ciri tersebut, polisi melakukan pengepungan. Hasilnya, kendati pelaku belum berhasil ditangkap, petugas berhasil mengamankan kendaraan sepeda motor milik dua pelaku. Sepeda motor itu kemudian diamankan di Mapolsek Rowokangkung. Kasus tersebut kemudian dikembangkan berdasarkan data Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lumajang. (fid/c1/wnp/JPNN/aif)

JEMBER – Kekerasan terhadap jurnalis kembali terjadi di Jember. Belum hilang ingatan kasus kontributor net TV diusir di Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember, kali ini dua wartawan Radar Jember, Rully Efendi dan Arimacs Wilander serta wartawan senior RRI Jember Budi Mu’in kembali merasakan kejadian kurang menyenangkan. Ketiganya kemarin diusir saat melakukan liputan. Bahkan, baju Arimacs sempat ditarik oleh seorang pegawai yang diduga dari bagian protokoler saat meliput pelan-

tikan Kades di Pendapa Kabupaten Jember Rabu kemarin (4/12). Kejadian itu bermula saat sejumlah rekan media mendapatkan undangan dari Humas Pemkab Jember terkait dengan pelantikan 15 Kades terpilih dalam pilkades serentak edisi ketiga tahun 2013. Pelaksanaan kegiatan sendiri dilakukan di Pendapa Wahyawibawagraha, utara Alun-Alun Jember. Menurut Budi Mu’in, dirinya lebih dulu hadir di pendapa dan mengikuti prosesi kegiatan. Hampir satu jam berada di dalam ruangan, dirinya sempat mengambil foto saat Bupati Jember M.Z.A. Djalal akan membacakan sumpah. “Saya sempat ditegur saat mengambil gambar,” ujar

Mu’in. Namun, dirinya kembali mengikuti acara dengan duduk di bangku undangan. Saat itu, dirinya melihat Rully dan Arimacs masuk dari pintu samping aula pendapa. Mu’in sempat melihat salah satu bagian protokoler berjalan terburu-buru mendekati Rully dan Arimacs yang akan masuk. Ketika itu, baik Rully dan Arimacs dihalang-halangi untuk masuk. Bahkan keduanya dipaksa keluar ruangan. Arimacs yang saat itu sudah mengeluarkan kamera, baju belakangnya ditarik dengan paksa oleh oknum protokoler agar keluar dari ruangan tersebut. “Padahal kita sudah jelaskan kalau kita adalah wartawan dari Radar Jember untuk

liputan,” tegas Arimacs. Terpisah, Kabag Humas Pemkab Jember Sandi Suwardi Hasan membantah ada pengusiran wartawan dalam acara pelantikan 15 Kades di Pendapa Wahyawibawagraha. “Tidak ada pengusiran. Sifatnya terbuka siapa pun boleh liputan,” ungkap Sandi Suwardi Hasan kepada sejumlah wartawan, kemarin. Sandi menjelaskan, masalah tersebut hanya miskomunikasi antara petugas protokoler bagian umum dengan wartawan yang sedang liputan. “Itu miskomunikasi saja. Wartawan yang liputan berada di posisinya. Karena acara sakral, masingmasing ada posisinya,” ungkap Sandi. (ram/aro/c1/wnp/JPNN)

Wali Murid Datangi Sekolah Belum Melunasi, Takut Anak Tidak Bisa Ikut Ujian

Arimac wilander/Radar jember/jpnn

LIMA TAHUN DIPASUNG: Mursidi, salah seorang penderita gangguan jiwa yang terpaksa dipasung karena sering mengamuk.

Lima Warga Pecoro Dipasung JEMBER - Sedikitnya ada lima warga Desa Pecoro, Kecamatan Rambipuji, harus menghabiskan waktunya dengan kaki dirantai besi dan terpasung di kayu. Kelima warga desa yang mengalami gangguan jiwa itu, bahkan ada yang hingga 10 tahun hidup dalam pasungan. Menurut Moestafa Sobir, Kepala Desa Pecoro Rambipuji saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Jember beberapa waktu lalu mengakui, jika kelima warganya tersebut sengaja dipasung oleh keluarganya masing-masing. Bahkan, kades yang baru beberapa bulan memimpin desanya itu mengungkapkan, kelima warganya yang saat ini mengalami gangguan jiwa itu, hidup dengan kondisi memprihatinkan. “Kehidupan kelimanya sangat

memprihatinkan,” ungkapnya. Menurut Moestofa, warganya yang saat ini terpasung di antaranya Mursidi dan Lita, keduanya warga Dusun Krajan, Desa Pecoro Rambipuji. Lainnya adalah Ahmad Toli dan Mohammad Yasin, warga Dusun Kandangan, di desa yang sama. “Satu lagi lupa namanya. Tapi yang pasti, kelimanya masih usia produktif,” ungkapnya. Diakui, pihaknya sudah melakukan identifikasi permasalahan, tentang penyebab permasalahan pemasungan tersebut. Namun pihaknya masih mengalami banyak kendala. Meski begitu, pihak Desa Pecoro, sudah melakukan berbagai upaya mencari solusi terbaik. “Saya sudah memperintahkan para kasun di desa kami, untuk mendata mereka yang terpasung,” ujarnya.

Sementara itu, saat Jawa Pos Radar Jember mengunjungi rumah Mursidi, salah seorang penderita gangguan jiwa yang juga terpasung, mendapatkan pria berusia 26 tahun itu, sedang duduk di salah satu ruangan ruangan kamarnya, dengan kaki kiri yang terpasung pada kayu randu buatan ayahnya sendiri. Meski tampak seperti orang normal lainnya, namun ternyata, anak pertama pasangan Suyani dan Busari itu, mengalami depresi akut. “Dia sering ngomong sendiri. Maaf ya, mohon maklum,” ujar Suyani kemarin (4/12). Suyani yang didampingi suaminya mengungkapkan, jika keluarganya memilih memasung anaknya, karena sudah tidak kuat melihat Mursidi sering mengamuk. (rul/c1/ wnp/JPNN/aif)

JEMBER - Beberapa wali siswa SMAN 1 Ambulu mendatangi sekolah, kemarin (4/12). Ini menyusul keluarnya surat edaran bagi siswa yang tidak melunasi seluruh tanggungan, tidak bisa mendapatkan nomor ujian alias tidak bisa mengikuti ujian. Maka dari itulah, sekitar pukul 11.00, tiga orang tua siswa mendatangi sekolah di Jalan Candradimuka Ambulu, karena khawatir anaknya tidak bisa mengikuti ujian tengah semester. Siti Munifah alias Ibu Marhaban, warga Desa Sumberan, Kecamatan Ambulu mengaku sangat bingung saat anaknya diminta membayar iuran rutin dan sumbangan insidental. Padahal, saat ini dirinya tidak punya uang untuk melunasi. Untuk itu, dirinya mendatangi sekolah guna meminta keringanan pembayaran dengan

membawa surat keterangan tidak mampu dari desa dan dari komite sekolah. “Saya kira dengan mendatangi sekolah dan meminta bantuan komite, saya diberi jangka waktu lebih panjang untuk membayar. Namun ternyata anak saya masih didesak, kalau tidak bayar tidak akan diberi nomor ujian,” ujarnya. Dijelaskan, suaminya setiap hari hanya bekerja mengayuh becak. Dikatakan, dirinya bukan tidak mau membayar, namun hanya meminta jangka waktu lebih panjang untuk membayar tanggungan sekolah anaknya. Menurut dia, saat anaknya pertama kali masuk sekolah, dirinya dibebani sumbangan insidental yang dipukul rata bagi seluruh wali murid sebesar Rp 3,5 juta. Setiap bulannya, masih harus membayar iuran rutin sebesar Rp 130 ribu. Tentu saja, dana sebesar itu sangat berat baginya. Sehingga, dia meminta keringanan kepada komite sekolah agar besaran sumbangan insidental dikurangi. (hud/c1/wnp/jpnn/aif)

SHOLIKHUL HUDA/RADAR JEMBER/JPNN

TEMUI GURU: Beberapa wali siswa SMAN 1 Ambulu mendatangi sekolah meminta perpanjangan waktu pembayaran tanggungan agar anaknya bisa ikut ujian.

Pertemuan Keluarga Pasien dan Rumah Sakit Buntu

HERU PUTRANTO/RADAR JEMBER/JPNN

BELUM TERIMA: Pihak keluarga Wagiman masih tidak terima dengan penjelasan dari pihak RSD dr Soebandi dan memilih akan membawa ke jalur hukum.

JEMBER - Kasus kematian Wagiman Riyanto usai diberikan suntikan anestesi oleh tim dokter RSD dr Soebandi Jember naga-naganya akan berbuntut panjang. Pasalnya, langkah mempertemukan keluarga almarhum Wagiman Riyanto dengan pihak RSD dr Soebandi kemarin pagi (4/12), ternyata menemui jalan buntu. Pihak rumah sakit juga menyatakan siap menghadapi tuntutan hukum jika keluarga Wagiman mau membawa kasus tersebut ke jalur hukum. Pertemuan antara direksi dengan pihak keluarga yang diwakili Asmani dan Taufik dilakukan sekitar pukul 09.00, kemarin pagi (4/12). Mereka bertemu di ruang direksi RSD dr. Soebandi Jember. Pertemuan yang dilakukan hampir satu jam ini tidak mendapatkan jalan keluar berarti. Bahkan, pihak keluarga masih belum terima dengan penjelasan yang diberikan.

“Dari hasil pembicaraan tadi, kami masih belum puas,” ujar Asmani, adik pasien Wagiman saat ditemui sejumlah media usai pertemuan, kemarin. Dikatakan, apa yang disampaikan pihak direksi dianggap Asmani, tidak sesuai dengan kenyataan. “Katanya memang sesuai prosedur. Tapi kakak saya waktu datang masih sehat,” jelas Asmani. Oleh karena itu, pihaknya menganggap jika kesalahan yang dilakukan pihak dokter itulah yang membuat Wagiman meninggal dunia. Asmani menambahkan, dirinya melihat ada kesan dari direksi dr Soebandi yang menutup-nutupi saat menjelaskan kasus kematian Wagiman yang dianggapnya tidak wajar. Sayangnya, Asmani tidak menjelaskan panjang lebar apa yang ditutup-tutupi dalam kasus tersebut yang dimaksud. (ram/c1/wnp/jpnn/aif)


38

Kamis 5 Desember 2013

10 Pembalap Mancanegara Pastikan Tampil Banyuwangi Internasional Powercross Championship BANYUWANGI - Publik Banyuwangi kembali akan dihibur atraksi pembalap nasional dan mancanegara bertajuk Internasional Powercross Championship. Agenda akbar tersebut akan digeber di Sirkuit Utun, Trembelang, Desa/Kecamatan Cluring, pada 7-8 Desember mendatang. Sepuluh rider luar negeri sudah memastikan tampil dalam even rangkaian Banyuwangi Festival tahun 2013 itu. Selain itu, sebanyak 142 rider nasional bakal unjuk gigi dalam even yang digagas Pemkab Banyuwangi itu. Para rider internasional yang

bakal unjuk kebolehan itu berasal dari berbagai negara. Antara lain, Belgia, Spanyol, Latvia, Australia, dan Slovenia. Sedangkan, pembalap nasional tersebar di berbagai daerah di tanah air. Antara lain, Kalimantan, Sumatra, Sulawesi, Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Jawa tengah. Selain itu, rider dari Jogjakarta, Bali, Mataram dan Jawa timur akan bersaing ketat untuk menjadi terbaik di kelas masing-masing. Ajang ini merupakan even kedua yang pernah digeber di Bumi Blambangan. Hanya saja, pada episode pertama tahun 2012 lalu, didukung sponsor penuh yang dihelat di halaman parkir Stadion Diponegoro. Tapi, pada edisi kedua ini, sponsor mengundurkan diri. Meski begitu, Pemkab Banyuwangi tetap menghelat acara itu. Mengingat, antusiasme warga Banyuwangi

yang menyaksikan atraksi para pembalap di tepi sirkuit membeludak. Sehingga, perhelatan even internasional itu tetap direalisasikan. Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Banyuwangi, Ahmad Khairullah menuturkan, jika perhelatan akbar itu dalam rangka membina, mengembangkan, dan meningkatkan mutu olahraga bermotor. ‘’Momen ini bisa menginspirasi pemuda Banyuwangi agar tidak balapan liar di jalan raya,’’ ungkapnya ditemui di ruang kerjanya kemarin (4/12). Even tersebut mulai bisa disaksikan pukul 10.00 hingga sore pada Sabtu 7 Desember. Esok harinya, para pembalap akan beraksi mulai pukul 08.00. ‘’Nanti bapak bupati akan membuka gebyar Internasional Powercross Championship,’’ katanya. (ton/c1/als)

ALI NURFATONI/RaBa

EVEN AKBAR: Di Sirkuit Utun, Desa Trembelang, Cluring, akan digeber Powercross Championship selama dua hari Sabtu-Minggu mendatang.

Hanya Sabet Juara Harapan

ALI NURFATONI/RaBa

KOMPAK: Yoga Eka Yulianto dkk saat menjalani latihan fisik di Stadion Maron Genteng Selasa (3/12) lalu.

Pecundangi Putra Ijen Jember Uji Coba BU U-17 Jelang Babak II Liga Remaja MUNCAR - Banyuwangi United (BU) U-17 kembali menorehkan catatan positif jelang menghadapi putaran kedua Liga Remaja U-17 Jatim. Tren positif itu menyusul kemenangan dalam laga uji coba melawan Putra Ijen Jember di Stadion Tembokrejo, Muncar, kemarin sore (4/12). Yoga Eka Yulianto dkk mampu mengandaskan tim tamu dengan skor tipis 1-0. Gol semata

wayang itu dicetak striker andalannya, Diki Bastiar. Top skor pada putaran pertama di Lumajang itu menjaringkan bola di menit ke-9 babak pertama. Giman Abadi menurunkan skuad inti dalam laga uji coba yang disaksikan ratusan penonton itu. Tapi, coach asal Kecamatan Sempu itu merombak pemain pada babak kedua. Permainan apik tetap ditunjukkan para pemain. Namun sayang, gol tambahan tidak berhasil hingga peluit panjang dibunyikan. Menilik rekor apik itu, manajemen BU U-17 yakin bisa menorehkan hasil maksimal

PEROLEHAN SEMENTARA BALLOT TOKOH FAVORIT 2013 TAHAP 4

Andi Mulyo

Andriani, dr.

Irwan Setiawan

Mentik Rohimah

NO. 1 2 3 4

NAMA

dalam laga putaran kedua Liga Remaja yang akan digeber mulai Senin (9/12) mendatang. Sebab, dari beberapa kali uji coba, timnya mampu meraih hasil menggembirakan. Kerja sama antarlini menunjukkan perkembangan yang cukup meyakinkan. Sebenarnya, menghadapi putaran kedua nanti, BU masih buta dengan kekuatan tim lawan. Seperti Persema Malang, Persekam Kabupaten Malang, dan Tripel Kediri. Namun demikian, melihat performa apik ditunjang dengan dukungan banyak suporter, para pemain BU memiliki

HASIL (%)

Dadang Wigiarto Hadi Wijono Muslimin Fasyah Irwan Setiawan

31,26 17,39 16,00 12,52

Arvy Rizaldy, SE Dadang Wigiarto

Muh Hidayat, Drs. H.

Muslimin Fasyah

NO. 5 6 7 8

NAMA

semangat ganda. Manajer BU U-17, Miskawi mengungkapkan, rentetan hasil positif dalam beberapa laga uji coba memang bagus bagi mental tim secara keseluruhan. ‘’Saya rasa, kita bisa menang dengan lawan yang bakal kita hadapi nanti,’’ ungkap Miskawi kemarin (4/12). Menurut dia, porsi latihan berat sangat menunjang stamina pemain. Skill yang ditunjukkan pemain di atas lapangan juga oke. ‘’Semua pemain sudah tidak sabar untuk laga nanti,’’ pungkas Kepala Desa Karang Harjo, Kecamatan Glenmore, itu. (ton/c1/als)

HASIL (%)

Muh Hidayat, drs. H. Guntur Priambodo,DR. Ir. Arvy Rizaldy, SE Umi Kulsum

8,21 7,71 7,40 9,32

NO. 9 10 11 12

BANYUWANG I - Ta rg e t tinggi yang diusung Persatuan Angkat Berat, Besi, dan Binaraga (PABBSI) Cabang Banyuwangi dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Binaraga di Solo sedikit meleset. Betapa tidak, ambisi membawa pulang medali emas gagal terwujud. Meski begitu, kontingen Banyuwangi tetap berhasil naik podium. Hanya saja, atlet binaraga terbaik Banyuwangi meraih juara harapan dua dalam ajang yang digeber selama dua hari mulai 2 hingga 3 Desember lalu itu. Hasil tersebut tetap masih dianggap sebagai sebuah prestasi bagi atlet binaraga Bumi Blambangan. Sebab, ajang tersebut diikuti para binaragawan terbaik yang berasal dari berbagai daerah se-Indonesia. Ajang tersebut juga sebagai ajang mengasah diri untuk menambah jam terbang atlet binaraga Banyuwangi. Pasalnya, semakin banyak mengikuti even, maka atlet binaraga Bumi Blambangan akan semakin populer di kancah nasional. Kejurnas binaraga tersebut ajang perdana dalam kepengurusan PABBSI Banyuwangi periode 2013-2017. Tentu hal itu menjadi pekerjaan rumah (PR) Beni Hiar setelah menggantikan Nurmansyah yang

NAMA Ficky Septa Linda Toni Hartono Mentik Rohimah Teguh Sumarno

HASIL (%) 4,45 4,43 3,34 1,95

NO. 13 14 15 16

ALI NURFATONI/RaBa

LUMAYAN: Untung Sutikno bisa merebut medali dalam Kejurnas Binaraga di Solo.

mengundurkan diri karena terpilih menjadi ketua KONI Cabang Banyuwangi. Beni Hiar mengungkapkan, dua atlet binaraga Banyuwangi bersaing ketat untuk merebut juara. Namun, akhirnya hanya satu atlet yang berhasil men-

NAMA Sri Utami Faktuningsih Ira Damayanti Wendriawanto Andriani, dr.

Danny Farda M

Ficky Septa Linda

Guntur Priambodo, Dr. Ir. MM

Hadi Wijono

I Made Cahyana

Ira Damayanti

Sri Utami Faktuningsih

Teguh Sumarno

Toni Hartono

Umi Kulsum

Wiwik Eko Lestari

Wendriawanto

HASIL (%) 1,89 1,00 2,23 0,67

NO. 17 18 19 20

embus babak final. ‘’Kita dapat juara harapan dua,” katanya kemarin. Satu atlet lain gagal menembus babak final. “Satu atlet kita juara harapan dua di kelas 60 kilogram. Dia adalah Untung Sutikno,” terangnya. (ton/c1/als)

NAMA Wiwik Eko Lestari Andi Mulyo Danny Farda M I Made Cahyana

HASIL (%) 0,64 0,42 0,28 0,14


BERITA UTAMA

Kamis 5 Desember 2013

39

HALAMAN SAMBUNGAN

Selidiki Pengadaan Lahan dan Bangunan n KASUS... Sambungan dari Hal 29

Pemeriksaan yang dilakukan kejaksaan dalam mengungkap dugaan korupsi di kampus yang berada di Desa Labanasem, Kecamatan Kabat, itu sebenarnya su dah dimulai sejak Kamis (28/11) lalu. “Ini sebenarnya kasus lama yang kita buka lagi, karena belum tuntas,” terang Kasipidsus Paulus Agung. Dalam perkara yang ditangani tersebut, jelas Agung, ada tiga LSM yang telah me la por ke

kantor Kejaksaan Negeri Banyuwangi. Me re ka me la porkan dugaan pe nyim pa ngan itu beberapa tahun lalu. “Kita menangani ini mulai awal. Delapan saksi yang kita panggil ini, semua baru,” ungkapnya. Delapan orang yang telah dipanggil untuk dimintai keterangannya itu adalah Sukandi, Pudji Raharjo, Toeloes Su gijanto, Peni Handayani, dan M. Ilyas. Tiga saksi lain Sugihartoyo, Sulihtiyono, dan Sabari. “Mereka pengurus yayasan yang mengelola Poliwangi,” ujar

Paulus Agung. Ditanya terkait dugaan penyim pangan dalam perkara Poliwangi, Kasi Pidsus Paulus Agung enggan membeberkan. Alasannya, perkara tersebut masih dalam proses penyelidikan. “Saya heran dari mana temanteman wartawan tahu. Ini kan masih tahap lid (penyelidikan),” katanya. Berdasar laporan yang disampaikan kalangan LSM itu, sebut Agung, dugaan penyimpangan dalam pembangunan kampus Po liwangi itu ada dua. Yang

pertama mengenai pengadaan lahan kampus tersebut. Yang kedua adalah pembangunan fi sik kampus tersebut. “Kita masih mendalami,” terangnya. Ditanya terkait hasil pemeriksaan delapan saksi yang te lah dilakukan, Kasipidsus Paulus Agung enggan mengungkapkan. Hanya, keterangan yang diberikan para saksi itu masih belum signifikan. “Keterangannya belum ada yang signifikan dengan laporan yang kita terima,” cetusnya. (abi/ c1/bay)

Akui Banyuwangi Bersih dan Hijau n JADI... Sambungan dari Hal 29

Selain itu, gadis kelahiran Amsterdam 30 Maret 1990 itu mengaku punya pengalaman tak terlupakan di Bumi Blambangan. Dia punya kesempatan memberi mo ti vasi para

pe lajar di sebuah Ma dra sah Tsa nawiah (MTs) di B a nyuwangi. Kepada para siswa, dia meminta agar mereka lebih giat belajar bahasa Inggris. ‘’Karena bahasa Inggris sangat penting dan bermanfaat,” ujar gadis yang hobi mendaki gunung dan bermain ski itu.

Yang membuatnya terkesan, seluruh siswa menyambutnya dengan antusias. Semua orang di madrasah itu me nya pa dengan ramah dan mengundangnya singgah di rumah mereka. “Ini serasa seperti menjadi se lebriti sehari,” tuturnya. (mg1/c1/bay)

Trex Dipasok Sales dari Jember n 9 HARI... Sambungan dari Hal 30

Dalam keterangannya, Hadi mengaku sabu yang dimiliki itu berasal dari H. Santo dengan cara diberi. Sabu itu rencananya akan dikonsumsi sendiri. “Haji Santoso masih kita cari. Anggota sedang melakukan penyelidikan,” ujarnya kepada para wartawan. Tersangka yang ketiga ada-

lah Rudi Hartono. Tersangka ditangkap saat akan mengedarkan pil trex di Jalan Margo Utomo, Dusun Tegalgondo, Desa Kajarharjo, Kecamatan Kalibaru. “Dapat laporan tersangka akan me nge darkan pil trex, oleh anggota ditangkap,” sebutnya. Saat ditangkap, jelas dia, dari tangannya ditemukan satu bungkus plastik berisi 74 butir pil trex. Selain itu, juga ditemukan

satu paket pil trex dalam keadaan hancur. “Kita juga menyita hand phone (HP),” cetusnya saat ekspose di Mapolres Banyuwangi kemarin. Kepada penyidik satreskoba, Rudi menyebut puluhan pil trex itu diperoleh dari seorang sales yang mengaku dari Kabupaten Jember. Sales tersebut biasanya mengantar ke rumahnya. “Tersangka tidak tahu alamat sales tersebut,” katanya. (abi/c1/bay)

Terancam Hukuman Empat Tahun Korban Banyak Mengeluarkan Darah n DUKUN...

n PENGENDARA... Sambungan dari Hal 29

Demikian juga dengan kondisi motor, tidak mengalami kerusakan berarti. ”Korban meninggal ketika dalam perjalanan menuju rumah sakit,” ujar seorang warga Ayun, yang ikut membantu mengevakuasi Hariyati ke mobil pikap yang mengangkut korban ke rumah sakit. Diperoleh keterangan, petaka yang menimpa Hariyati terjadi pukul 14.00. Siang itu kakak-beradik itu hendak ke Bali. Meski asli Sumbersewu, keduanya lama tinggal di Bali. Perjalanan ke Bali ditempuh de ngan mengendarai motor

Supra X 125 bernopol DK 3684 HQ. Kendaraan roda dua itu melaju dari arah selatan. Petaka terjadi ketika perjalanan kedua wanita itu sampai di Simpang Empat, Karangente. Saat melaju itu, di depannya ada truk tangki Pertamina. Kendaraan berat itu belok ke kiri. Saat posisi truk berbelok, motor yang dikendarai korban itu”mencium” bagian tengah truk sebelah kiri. ”Maunya, pengendara motor itu hendak lurus. Padahal, lampu merah sudah menyala,’’ ujar seorang petugas Satlantas Polres Banyuwangi yang berada di lokasi kejadian. Brakk! Begitu menabrak bodi truk, kedua wanita itu terkapar di jalan raya. Beruntung, ke-

dua nya tak sampai dilindas roda truk. Melihat kejadian itu, warga berusaha memberikan per tolongan. Hariyati yang kondisinya parah langsung dibopong ke trotoar jalan. Darah segar mengucur deras dari pipi kiri Hariyati. Korban sempat dibiarkan agak lama di trotoar. Beruntung, di lokasi kejadian ada seorang petugas RSUD Blambangan bernama Ayun. Dia memerintahkan warga mencegat kendaraan. Akhirnya, berhentilah pikap yang mau mengangkut korban. Saat menaikkan korban ke pikap, warga sempat eker-ekeran. Akhirnya, Ayun dibantu tukang becak mengangkat korban ke atas pikap terbuka.

Begitu tubuh korban dibopong ke pikap, dari hidung dan mulutnya mengucur darah segar. ”Kasihan ibu ini (Hariyati, Red). Dia meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit. Kondisinya sangat memprihatinkan,’’ kata Ayun yang tinggal di Perum Kebalenan Indah itu. Kanitlaka Polres Banyuwangi Ipda Sumono membenarkan kabar kecelakaan yang menimpa warga Sumbersewu tesebut. Untuk kepentingan penyidikan, pihaknya juga memeriksa sopir truk tangki. ”Truk tangki dan korban sama-sama melaju dari arah selatan. Kita masih selidiki penyebab pasti kecelakaan,” kata Sumono. (c1/aif)

Tren Meningkat Setiap Tahun n WINGS... Sambungan dari Hal 29

Jika ditambah penumpang be berapa pesawat pribadi, maka angkanya lebih dari 40 ribu orang. Sekadar diketahui, sejak tahun 2011 lalu jumlah penumpang di  Bandara Blimbingsari terus meningkat. Pada tahun  kedua

pengoperasian Bandara Blimbing sari tahun 2011, jum lah penumpang dalam setahun sudah mencapai 7.000 orang. Bandara Blimbingsari di operasikan  pada Desember 2010. Pada  tahun itu, aktivitas penerbangan komersial hanya dilayanipesawat jenisGrandCaravan yang bekapasitas sembilan penumpang.  Pada tahun 2012,

jumlah penumpang meningkat dari tahun 2011 menjadi sekitar 20  ribu penumpang. Tahun 2012, ada dua pesawat yang beroperasi, yakni Merpati Nusantara Airlines (MNA) dan Wings Air. Namun, pada akhir tahun 2012, pesawat MNA berhenti terbang sementara.  Walau ber henti sementara, tapi hing ga 2013 armada milik BUMN  itu belum

beroperasi kembali. Kini aktivitas penerbangan hanya  dilayani satu unit pesawat Wings Air. Walau pada tahun 2012 hanya dilayani  satu pesawat, tapi jumlah  penumpang naik menjadi 21.238 orang. “Meningkatnya jumlah penumpang itu karena  kebutuhan masyarakat terhadap transportasi udara meningkat,” ujar Andi. (afi/c1/bay)

Rapat Paripurna Tadi Malam n KUA... Sambungan dari Hal 29

KUA PPAS untuk tahun anggaran 2014 itu sebenarnya sudah diajukan eksekutif kepada DPRD sekitar pertengahan Ok tober 2013 lalu. Dengan da lih anggota dewan masih mengadakan reses selama November 2013, yang salah satu tujuannya menyerap aspirasi dari masyarakat, maka pembahasannya ditunda. “Hari ini (kemarin, Red) pembahasan KUA

PPAS sudah selesai,” terang Wakil Ketua DPRD Banyuwangi H. Adil Achmadiyono. Adil membantah pembahasan KUA PPAS berlangsung sembunyi-sembunyi dan singkat. Sebab, selama ini anggota dewan sudah membahas cukup lama. “Pengajuan KUA PPAS sudah lama, dan kita juga sudah membahas,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi di ruang kerjanya. Sebelum membahas KUA PPAS bersama TAPD, jelas dia,

Bang gar sudah mengadakan pem bahasan secara khusus. Sejumlah pertanyaan yang berhubungan dengan materi KUA PPAS juga sudah disiapkan. “Dalam pembahasan bersama TAPD, Banggar membelejeti TAPD mengenai program dan anggarannya,” katanya. Sejumlah pertanyaan kritis yang disampaikan anggota Banggar telah dijawab tuntas TAPD yang dipimpin Sekkab Slamet Karyono. Jawaban itu, jelas dia, akhirnya membuat Banggar

menyetujui semua program dan penganggaran dalam KUA PPAS. “Banggar hari ini (kemarin) telah menyetujui KUA PPAS,” sebutnya. Usai menyelesaikan pembahasan KUA PPAS, DPRD langsung menggelar pari purna dengan agenda penandatanganan. Paripurna itu digelar di gedung DPRD tadi malam. “Dengan selesainya pembahasan KUA PPAS, nanti malam (tadi malam) kita gelar paripurna untuk penandatanganan,” cetusnya. (abi/c1/bay)

Minim Kumpulkan Uang Rp 4 Juta per Bulan n JARANG... Sambungan dari Hal 29

Setiap kali memiliki waktu luang, dia menyempatkan diri membuat ilustrasi. Atas kebiasaan itu, lama-lama ada orang yang tertarik terhadap karyanya. Karya pertama Tony saat itu dihargai Rp 200 ribu. Menurutnya, saat itu dia sama sekali tidak menyangka hobinya tersebut bisa mendatangkan uang. “Pesanan pertama itu berasal dari band Burningflame asal Bandung sekitar tahun 2008,” katanya. Sat ini beberapa karya Tony telah dipesan band-band beraliran metal core. Dia pun cukup dikenal kalangan musisi musik jenis itu, sebut Asking Alexandria dari Inggris pada tahun 2012, Parkway Drive dari Australia, Heaven Shall Burn dari Jerman, dan Chelsea Grin dari Utah, Amerika Dia masih ingat, pesanan pertama yang berasal dari luar negeri datang dari Polandia. Saat itu karya yang dibuat memberinya pemasukan 100 USD. Belajar dari hal itu, Tony semakin rajin mengasah kemampuan di bidang ilustrasi. Selain itu, dia juga menambah pengetahuannya mengenai “perdagangan” melalui internet. Selain itu, Tony yang mengambil jurusan bahasa saat duduk di bangku SMA itu terus mempertajam kemampuan bahasa asing. Hal itu karena karyanya lebih banyak mendapat sambutan dari luar negeri. Saat awal melayani pesanan dari luar negeri, Tony mengaku sempat rugi karena bahasa Inggris yang dia kuasai belum maksimal. “ Saat itu saya keliru menuliskan kata, maksud saya menunda, tidak tahunya

kalimat itu berarti membatalkan,” kenangnya. Saat ditanya kendala dalam menjalankan profesinya, laki-laki yang sedang menantikan kehadiran buah hati pertamanya itu mengaku secara umum tidak ada. Meski begitu, pembajakan menurutnya pernah terjadi. Tetapi, kejadian semacam itu tidak banyak. Yang melegakan, para pelanggannya di luar negeri lebih jujur. ”Dari sepuluh yang order, mungkin satu yang nakal,” ujarnya. Sementara itu, permasalahan lain sempat datang dari lingkungan sekitar tempat tinggalnya. Banyak tetangga yang tidak mengerti profesinya sempat berpandangan negatif. Apalagi, Tony hanya di dalam rumah. Padahal, di dalam rumah itu dia bekerja. Akhirnya, Tony menjelaskan pekerjaan yang dilakoninya sehari-hari kepada ketua RT setempat. Kecurigaan tetangga bermula saat Tony yang dinilai tidak pernah kerja itu tiba-tiba membeli perabotan rumah tangga. ”Tetangga tentu berpikir, kok saya tiba-tiba membeli kursi. Uang dari mana?” katanya. Saat Jawa Pos Radar Banyuwangi berkunjung ke rumahnya, Tony sedang menyelesaikan pesanan dari sebuah brand clothing dengan situs www.upperechelon.com dari Kanada. Dia juga sedang menggarap pesanan sebuah band dari Swedia, Steampunk. Dalam menyelesaikan setiap karyanya, mula-mula dia mengerjakan secara manual di sebuah kertas. Setelah karya itu setengah jadi, kemudian dia memindai gambar dan disimpan dalam bentuk file di komputer. Setelah itu, file tersebut diperhalus oleh Tony menggunakan software Manga Studio. Tony

juga memastikan, setiap coretan dia lakukan secara manual. ”Kalau coretan menggunakan efek, tidak akan laku,” katanya. Terkait transaksi dengan pelanggan, terkadang pelanggan langsung membeli karya yang dia unggah di internet. Namun, sering kali Tony membuat ilustrasi berdasar pesanan pelanggan. Biasanya, dia akan membuat draf terlebih dahulu. Kemudian, jika ada kecocokan, dia akan meminta uang muka. Setelah itu, karya yang diinginkan langsung digarap. Tony juga menerima revisi dari pelanggan. ‘’Itu sematamata dilakukan demi menjaga kepuasan pelanggan. Terkadang kita sudah bikin bagus, tapi mereka kurang cocok. Kita buat sederhana, mereka malah suka,” katanya. Tony menambahkan, dirinya ingin mengadakan pameran karya seni ilustrasi. Menurutnya, ilustrasi kurang begitu dikenal di Banyuwangi. Padahal, bila ditekuni, penghasilan yang diperoleh cukup lumayan. Dalam sebulan, Tony setidaknya bisa mengantongi minimal Rp. 4 juta dari profesinya itu. Dia juga berkeinginan menularkan ilmunya itu kepada anak sekolah. “Saya ingin ada semacam kelas inspirasi di Banyuwangi agar yang minat dengan ini bisa belajar bareng,” kata lelaki penggemar bakso itu. Menurut laki-laki yang kini sedang tertarik seni engraving itu, banyak temannya yang sebenarnya memiliki ba kat yang sama. Namun, karen kurang fokus, akhirnya bakatnya itu kurang bisa disalurkan. “Tekuni hobi dengan totalitas dab berkomitmen selalu belajar. Insya Allah uang akan datang dengan sendirinya,” pesannya. (c1/bay)

Sambungan dari Hal 31

Kalau ditotal sekitar tiga puluh juta,” sebut kapolsek. Baru pada 23 Agustus lalu korban sadar bahwa dirinya telah ditipu, hingga akhirnya pada September lalu dia melapor ke Mapolsek Bangorejo. “Sejak saat itu pelaku kita cari, tapi baru kemarin bisa ditangkap di Gambiran,” tandasnya.

Saat diperiksa penyidik, Subandi mengaku sebenarnya dia memang bisa menggandakan uang, tapi harus menjalani ritual puasa terlebih dahulu. Dia berkilah, yang dijanjikan ke pada korban tidak ter wujud karena korban tidak melakukan ritual sebagaimana perintahnya. “Dia tidak puasa, ya tidak bisa terbukti,” ungkapnya. Terkait uang yang selama ini dia minta secara bertahap

kepada korban, diakuinya habis untuk bisnis besi tua dan bangkrut. “Uangnya habis, tapi tidak sampai tiga puluh juta. Perkiraan sekitar dua puluh sembilan juta,” sebutnya. Kini untuk mem per tan ggungjawabkan perbuatannya, ter sangka dijerat Pasal 372 jo Pasal 378 KUHP tentang pe nipuan dan penggelapan dengan ancaman empat tahun penjara. (azi/c1/aif)

Diminta Uang Damai Rp 20 Juta n MANTRI... Sambungan dari Hal 31

Sebab, pada saat yang sama mantri hewan yang asli datang ke lokasi. “Saya tahu mantri yang asli karena rutin datang mengecek kegiatan di sini. Tapi ini datangnya kok rombongan dan sempat ketemu dan berdebat dengan mantri asli di sini,” keluhnya.

Yang membuat Nawawi heran, di Kedungringin terdapat lebih kurang lima rumah pemotongan hewan. Tetapi, mereka tidak didatangi oknum tersebut. Upaya damai pun sempat ditawarkan oknum mantri gadungan itu. Tidak tanggungtanggung, Nawawi diminta menyediakan uang Rp 20 juta sebagai uang damai. Merasa ada yang tidak beres, perkara tersebut dilaporkan ke Mapolsek Muncar. (nic/c1/aif)

Gunakan Kunci T untuk Curi Sepeda n HENDAK... Sambungan dari Hal 40

Menurut Wahyudi, selain mengamankan sopir truk dan pelajar tersebut, petugas juga me ngamankan barang bukti berupa kunci T dan satu unit mo tor hasil curian. “Mereka

memakai kunci T untuk membongkar kunci sepeda dan saat ini sudah diamankan beserta se peda yang dicuri,” terang Wahyudi. Dijelaskan, saat ini kedua ter sangka masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Situbondo. Atas tertangkapnya dua

pelaku yang terlibat kasus curanmor di banyak lokasi tersebut, pihaknya mengaku akan terus mengembangkan penyidikan. “Bisa juga kasus curanmor di wilayah barat melibatkan mereka, sehingga kasus ini terus dikembangkan,” pungkas Wahyudi. (rri/c1/als)

Pingsan Saat Dibawa Satpol PP n CIDUK... Sambungan dari Hal 40

Selain mereka, warga yang terjaring razia di Hotel WI berasal dari Desa Wonorejo, Kecamatan Banyuputih. Jumlahnya empat orang atau dua pasangan. Mereka adalah Jamal, 56, dengan Sahwiya, 45, dan Ahmad, 42, dengan Sri Utami, 30 yang lahir di Banyuwangi. Dua pasangan lain, yakni Ridwan, 24, warga Desa Jember Lor, Kecamatan Patrang, Jembar, dengan Ita, 23, warga Kebon Agung Blok 3, Jember. Satu pasangan lagi bernama Hosen, 50, warga Desa Plalangan, Kecamatan Cereme, Bondowoso, dengan Astik, Desa Juglangan, Kecamatan Panji. Saat razia berlangsung, salah seorang perempuan pasangan mesum bernama Astik terpaksa

dilarikan ke Puskesmas Panji. Wanita itu pingsan saat dibawa ke kantor Satpol PP. Menurut salah seorang pasangan mesum, dirinya hendak menjenguk salah seorang saudaranya yang sedang dirawat di rumah sakit. Namun, di tengah perjalanan, dia mengajak wanita yang baru dua bulan dipacarinya itu check in hotel. “Ini pertama kali saya masuk hotel dan ternyata digerebek petugas,” kata salah satu pria yang terjaring razia tersebut. Sementara itu, Kasatpol PP Agung Wintoro mengatakan, se jauh ini pihaknya masih me lakukan rapat koordinasi dengan Polres Situbondo dan Kodim 0823. Hal itu dilakukan untuk menentukan sanksi yang sesuai Perda 27 Tahun 2004. “Kita belum menentukan

sanksinya. Sementara kami lakukan pembinaan dan pendataan karena mereka baru pertama kali. Selanjutnya, kami akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan kodim. Perda 27 Tahun 2004 itu melarang praktik prostitusi,” terang Agung Wintoro. Dijelaskan, selain me ngamankan keenam pasangan mesum yang terjaring di Hotel Wisata Indah (WI) Desa Panji Lor, Kecamatan Panji. Pihaknya juga akan memeriksa le bih lanjut sejumlah hotel di Situbondo. Sebab, selama ini banyak hotel di Situbondo yang terkesan membiarkan pa sangan mesum masuk ke hotel-hotel tertentu. “Pemilik ho tel akan kita panggil. Jika melanggar, izinnya bisa dicabut,” tegas Agung. (rri/c1/als)

Tak Boleh Mengucurkan di Luar KUA-PPAS n SIKAPI... Sambungan dari Hal 40

“Karena menurut aturan, hibah bansos harus sudah tercantum dalam KUA PPAS. Sedangkan KUA PPAS 2014 sudah selesai persetujuannya. Tidak boleh mengucurkan di luar KUA PPAS. Mereka (yang dana hibah dan bansos tidak bisa cair di 2013) harus mengajukan lagi,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, dana hibah dan bansos 2013 dipastikan tak bisa cair semua tahun ini. Dinas Pengelolaan Ke uangan Daerah (DPKD) Pemkab Situbondo mengklaim dana hibah dan bantuan sosial (ban sos) Pemkab Situbondo yang sudah cair lebih dari 50 persen. Dari sekitar Rp 83 miliar dana yang dianggarkan, dana yang sudah sampai di tangan

penerima sebesar Rp 53 miliar. Kepala DPKD, Tri Cahya Ningsih mengungkapkan, sisanya sebesar Rp 5 miliar masih dalam proses pencairan. “Rp 5 miliar dalam proses SP2D (Surat Perintah Pencairan Dana), dan Rp 25 miliar sisanya dalam proses SPM (Surat Perintah Mencairkan) dan kelengkapan pengajuan,” terangnya melalui short massage service (SMS). (pri/c1/als)

Jalin Kerja Sama dengan KLH n BERTEKAD... Sambungan dari Hal 40

Salah satu usaha yang sudah di tempuh adalah menjalin ke mitraan dengan SMAN 2 Situbondo yang sudah sukses menyandang predikat sekolah adiwiyata. “Sudah dilakukan penandatanganan MoU, pembentukan tim adiwiyata sekolah dan tim go green (aksi). Selain itu juga melakukan program sekolah melalui penghijauan dan kebersihan bagi semua

warga sekolah, baik siswa, staf maupun guru SMPN 3 Situbondo,” papar Ahmad Suryadi. Yang tak kalah pentingnya, lanjut dia, SMPN 3 Situbondo telah menjalin kerja sama dengan Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Pemkab Situbondo. Ini ditandai dengan penanaman pohon peneduh bantuan KLH. SKPD yang berkantor di Jalan PB Sudirman itu juga rutin melakukan pembinaan setiap tiga bulan sekali. Untuk Prestasi yang telah dicapai SMPN 3 Situbondo pada semester

akhir meliputi juara 1 lomba catur tingkat kabupaten, juara 2 lomba mobil hias Harjakasi, juara IV lomba pawai lampion 1 Muharam 1435 H, dan juara IV lomba drum band Pramuka Cup. “Mudah-mudahan semua apa yang menjadi harapan keluarga besar SMPN 3 Situbondo sebagaimana visi dan misi yang kita sepakati bersama dapat terwujud, sehingga SMPN 3 Situbondo ke depan bisa dikategorikan menjadi sekolah favorit di Kabupaten Situbondo,” harapnya. (pri/*/c1/als)


40

Kamis 5 Desember 2013

Bisnis Kayu, Kapolsek Tertipu Rp 69 Juta PANJI - Korban kasus penipuan dan penggelapan sudah merambah ke semua elemen masyarakat. Bagaimana tidak, pelaku kasus 378 dan 372 itu menjalankan aksinya tanpa pandang bulu. Buktinya, salah seorang warga yang menjabat sebagai kapolsek di Kecamatan Kapongan, Situbondo, juga menjadi sasaran penipuan. Data yang berhasil dikumpulkan, seorang perwira Polres Situbondo berpangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP) itu adalah AKP Moh.

Subakri. Dirinya melaporkan warga berinisial HM, 46, warga Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji, yang diduga melakukan penipuan sebesar Rp 69 juta. Ceritanya, AKP Moh. Subakri ditawari bisnis kayu oleh terlapor HM. Dalam laporannya, terlapor menyebutkan dirinya menjadi pengusaha kayu di Samarinda, Kalimantan Timur. Kepada korban, terlapor HM menjanjikan keuntungan manis. Setelah sepakat menjalin hubungan bisnis,

SIGIT HARIYADI/RaBa

AKP Moh. Subakri

terlapor meminta korban mengirimkan sejumlah uang yang akan digunakan untuk menjalankan bisnis tersebut. Karena ingin menjalani bisnis kayu dengan baik, korban akhirnya mengirimkan uang hingga Rp 69 juta. Korban mengirim uang tersebut dengan cara mentransfer lewat sebuah bank yang dilakukan beberapa kali sejak Maret 2013 lalu. Namun, meski banyak uang yang telah dikirim korban, ternyata bisnis kayu yang dijanjikan ter-

lapor hingga Oktober 2013 lalu tidak terbukti. Hal itulah yang membuat AKP Subakri penasaran dengan bisnis kayu yang konon b e ra d a d i Ka l i ma nt a n Ti mu r tersebut. Curiga ada yang kurang beres, salah seorang keluarga korban akhirnya melakukan pengecekan. Nah, saat alamat pengusaha kayu itu dicek, ternyata tidak ada kayu selonjor pun seperti yang dijanjikan selama ini. Atas penipuan itu, korban pun melaporkan kasus itu

ke Mapolsek Panji. Kasubag Humas Polres Situbondo AKP Wahyudi mengatakan, pihaknya telah menerima laporan Kapolsek Kapongan yang melapor ke Mapolsek Panji atas kasus 378 dan 372 itu. Menurutnya, kasus tersebut masih diselidiki petugas kepolisian. “Laporannya sudah kami terima. Saat ini kasus dugaan penipuan dan penggelapan itu masih didalami. Terlapor akan dipanggil untuk diperiksa,” tegas AKP Wahyudi. (rri/c1/als)

LEGISLATIF

Sikapi Bansos, DPRDPemkab Gelar Pertemuan SITUBONDO - Prediksi kuat terkait tidak tuntasnya pencairan dana hibah dan bansos (bantuan sosial) hingga akhir 2013 benar-benar mendapat perhatian Pemkab dan DPRD Kabupaten Situbondo. Dua instansi penyelenggara pemerintahan itu kemarin (4/12) melakukan pertemuan terbatas dan tertutup untuk membahas permasalahan tersebut. Pertemuan yang ditempatkan di ruang ketua DPRD itu dihadiri langsung Bupati Dadang Wigiarto, Sekkab Syaifullah, Kepala DPKD Tri Cahya Setyaningsih, dan Kepala Inspektorat Bambang Priyanto. Dari DPRD hadir jajaran pimpinan dan ketua fraksi. “Barusan dalam rapat dibicarakan persoalan-persoalan kenapa (dana hibah dan bansos) tidak terserap secara keseluruhan hingga kini. Berdasar laporan DPKD, baru sekitar 60 persen yang terserap,” terang Wakil Ketua DPRD Situbondo, Narwiyoto, kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi usai rapat. Menurut dia, dalam rapat tersebut, DPRD meminta pencairan sesuai perencanaan dan jaminan eksekutif sejak awal, sehingga bisa terserap semua. Kecuali jika memang ada hal yang secara administratif tidak memenuhi persyaratan, misalnya proposal pengajuan awal dengan yang sudah masuk ke KUA-PPAS tidak sama. Atau antara alamat, susunan pengurus, kuitansi yang disetor, dan yang bertanda tangan, tidak sama. “Memang ada yang semacam itu. Kalau itu yang terjadi, ya tidak bisa dipaksakan, kita kesampingkan dulu. Malah kalau disuruh memenuhi persyaratan, penerima akan bolak-balik. Padahal, waktu yang tersisa sudah sangat mepet. Malah nanti bisa muncul asumsi macam-macam. Yang terpenting sekarang, yang memenuhi syarat segera diproses untuk segera direalisasikan,” tegasnya. Politisi asal Kendit itu mengaku masih belum bisa memberikan kepastian persentase dana hibah yang tidak bisa dicairkan. Sebab, hingga kini masih ada yang dalam tahap verifikasi. “Ini masih ada waktu. Batas pencairan dana APBD 2013 sampai 20 Desember,” imbuh Narwiyoto. Narwiyoto mengatakan, kemungkinan besar memang ada dana hibah dan bansos yang tidak terserap. Meski demikian, keadaan tersebut harus transparan disampaikan kepada calon penerima. Jika tidak bisa menerima tahun ini, tentu mereka harus mengajukan lagi n

NUR HARIRI/RaBa

DILUMPUHKAN: Petugas saat menggelendang Budi Hartono menuju Mapolres Situbondo petang kemarin (4/12).

Hendak Kabur, Spesialis Maling Motor Didor Seorang Pelajar Ikut Terlibat

 Baca Sikapi...Hal 39

SMPN 3 SITUBONDO

SITUBONDO - Seorang siswa SMA ditangkap Tim Reserse dan Kriminal Polres Situbondo. Siswa berinisial AHT itu ditangkap setelah polisi melumpuhkan Budi Hartono, seorang sopir truk asal Jalan Trunojoyo RT 1 RW 4, Dusun Kauman Barat, Desa/Kecamatan Besuki. Tidak tanggung-tanggung, aksi komplotan Budi bersama seorang pelajar itu dilakukan DIAMANKAN: AHT, salah seorang pelajar SMA yang terlibat berulang kali. Konon, mereka

telah melakukan pencurian motor di delapan TKP. “Itu pengakuan tersangka. Kasus curanmor yang melibatkan pelajar itu masih dikembangkan. Sebab, tidak menutup kemungkinan ada penjahat lain,” terang AKP Wahyudi, Kasubag Humas Polres Situbondo. Aksi mereka baru terendus polisi saat mencuri Yamaha Mio bernopol P 6525 ED milik Ainur Rihdo, warga Desa Bloro, Kecamatan Besuki. Saat melumpuhkan Budi, Tim Reserse dan Kriminal Polres Situbondo sempat

kewalahan. Sebab, pria 31 tahun itu berusaha melarikan diri dan melawan petugas. Demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan khawatir pelaku curanmor itu kabur, petugas menembakkan timah panas ke kaki kiri pelaku. Setelah berhasil melumpuhkan pelaku curanmor, polisi menangkap seorang pelajar yang diduga kuat merupakan komplotan mereka. Pelajar berusia 17 tahun itu belakangan diketahui masih duduk di bangku kelas dua SMA n  Baca Hendak...Hal 39

curanmor.

Ciduk Enam Pasangan Mesum ISTIMEWA

MENUJU SEKOLAH ADIWIYATA: Sejumlah siswa SMPN 3 Situbondo menanam pohon di lingkungan sekolah.

Bertekad Jadi Sekolah Adiwiyata Mandiri SITUBONDO - SMPN 3 Situbondo berupaya mewujudkan sekolah yang sejuk dan nyaman. Itu untuk mendukung kegiatan belajar-mengajar siswa agar nyaman. Itu merupakan modal dasar menciptakan sekolah dan siswa berprestasi. Lembaga pendidikan yang ada di Desa Talkandang, Kecamatan Kota, ini memiliki motto SANTUN BERSERI yang merupakan kepanjangan dari visi-misi SMPN 3 Situbondo. ‘SAN’ merupakan kepanjangan dari sejuk, aman dan nyaman. ‘TUN’ berarti tunjukkan prestasi akademik dan non akademik. ‘BER’ artinya, bertakwa, beretika dan berkarakter. Sedangkan SE artinya semangat belajar dan mengajar untuk mewujudkan kurikulum sekolah yang bermutu. RI artinya rindangkan sekolah. “Untuk mewujudkan lingkungan yang asri di sekolah kita juga ada gerakan go green, itulah singkatan Visi dan Misi SMPN 3 Situbondo untuk tahun ajaran 2014, Ungkap Kepala sekolah SMPN 3 Situbondo, Achmad Suryadi Diterangkan, target santun untuk membudayakan salam dan salaman pada segenap tenaga akademik. Selain itu membudayakan dewan guru ada di depan pintu gerbang sekolah pada awal siswa memasuki lingkungan sekolah. Selain itu juga berdoa sebelum dan sesudah di sekolah. “Untuk target berseri adalah membudayakan membuang sampah pada tempatnya, membudayakan menanam dan menyiram bunga di lingkungan sekolah serta membudayakan membuat dan merawat tanaman di depan kelasnya dan juga mewujudkan taman sekolah yang asri di SMPN 3 Situbondo,” imbuh Achmad Suryadi. Kata dia, salah satu langkah serius yang dilakukan SMPN 3 Situbondo adalah mewujudkan sekolah adiwiyata n  Baca Bertekad...Hal 39

SITUBONDO - Perselingkuhan kerap dilakukan warga di sejumlah hotel di Situbondo. Ironisnya, meski petugas sering melakukan razia, tapi para pelaku terkesan tidak takut dan tidak kapok. Karena itu, upaya memberangus praktik hubungan terlarang itu terus dilakukan petugas Koordinator Pelaksana Ketertiban Kabupaten (Kopeltibkab) Situbondo. “Razia ini untuk menegakkan Perda 27 Tahun 2004 yang melarang praktik prostitusi,” kata Agung Wintoro, Kasatpol PP Situbondo. Dalam razia yang digelar siang kemarin (4/12), tim gabungan yang terdiri

atas kepolisian, Kodim 0823, dan Satpol PP, berhasil menjaring enam pasangan mesum di Hotel Wisata Indah (WI) di Desa Panji Lor, Kecamatan Panji, Situbondo. Keenam pasangan mesum yang terjaring razia petugas saat berada di Hotel WI itu adalah Markus alias Arif, 38, warga Desa Kelampokaan, Kecamatan Kapongan, dengan Rahma, 21, warga Desa/Kecamatan Bungatan. Selain itu, Mattamim, 58, warga Desa/Kecamatan Banyuputih, dengan Kartida, 45, warga Desa Parante, Kecamatan Asembagus n  Baca Ciduk...Hal 39

NUR HARIRI/RaBa

PASANGAN BARU: Beberapa pasangan mesum diamankan di kantor Satpol PP Situbondo kemarin (4/12).

Kini di RS dr Abdoer Rahem ada Dokter Spesialis Jantung SITUBONDO – Jika ingin memeriksakan kondisi jantungnya kepada dokter spesialis, masyarakat Kota Santri kini sudah tak perlu jauh-jauh lagi pergi ke luar daerah. Sebab, di RS dr Abdoer Rahem Situbondo kini sudah ada. Terus dilengkapinya kebutuhan dokter spesialis ini sebagai bentuk komitmen rumah sakit plat merah ini untuk terus meningkatkan pemenuhan layanan, khususnya kepada masyarakat Situbondo. Dokter spesialis jantung itu adalah dr Ariadi Nugroho, Sp. JP. “Beliau merupakan dokter yang disekolahkan oleh Pemkab Situbondo sejak lima tahun silam. Sekarang sudah selesai dan kembali ke RSUD Abdoer Rahem untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat Situbondo,” terang Direktur RS dr Abdoer Rahem, dr Tony Wahyudi melalui Kabag TU, Imam Hidayat. Menurut dia, selain Ariadi Nugroho, ada dokter-dokter lain yang disekolah-

Tiga t a mb a ha n dokter spesialis di 2014 adalah dokter spesialis kandungan, dokter spesialis penyakit dalam, dan dokter spesialis anak. Dengan demikian, nantinya tidak hanya akan ada satu orang dokter spesialis di rumah sakit dr Abdoer Rahem. EDY SUPRIYONO/RaBa “Sengaja kita usulBUKA SENIN-JUMAT: dr Ariadi Nugroho, Sp. JP saat kan mereka ditugasmelayani seorang pasien di RS dr Abdoer Rahem. kan di rumah sakit kan Pemkab Situbondo untuk meraih Abdoer Rahem ini sebagai langkah gelar dokter spesialis. Jumlahnya menuju rumah sakit tipe B. Karena sekitar sepuluh orang. Pada 2014 salah satu syaratnya memang harus mendatang, tiga di antaranya sudah memenuhi jumlah tertentu dokter spemenyelesaikan pendidikan dan juga sialis. Selain itu, agar rumah sakit juga akan memberikan pelayanan di RS dr kian maksimal dalam memberikan pelayanan kesehatan terhadap maAbdoer Rahem.

syarakat, khususnya warga Situbondo,” terang Imam. Menurut Imam, Poli Jantung di RS buka praket dari Senin-Jumat. Kasus–kasus ataupun penyakit yang ditangani berkaitan dengan jantung. Pemeriksaan yang dapat dilakukan seperti EKG, Treadmill Tes, Echocardiografi. “Pemeriksaan dini maupun berkala dapat dilakukan oleh dokter spesialis untuk mengatasi penyakit jantung, dengan mengetahui gejala-gejala dini,” imbuh Imam. Dijelaskan, Pemeriksaan EKG ( Elektrokardiografi ) merupakan pemeriksaan yang dilakukan untuk mengevaluasi gejala klinis yang timbul seperti nyeri dada, kelainan jantung. Pemeriksaan Echocardiography (ECHO) adalah suatu display kerja listrik jantung untuk menganalisis bentuk gelombang EKG dan mengidentifikasi gangguan frekuensi jantung, irama serta konduksi dilakukan pada saat pasien istirahat (terlentang). (pri/adv/als)

Radar Banyuwangi 5 Desember 2013  

Jawa Pos Radar Banyuwangi

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you