Issuu on Google+

SELASA 3 DESEMBER

LEGISLATIF

Hanya 24 Legislator yang Ambil Reses BANYUWANGI - Program reses yang digagas DPRD Banyuwangi dengan anggaran melalui Perubahan APBD 2013 ternyata tidak diminati anggotanya sendiri. Dari 50 anggota dewan, yang melaksanakan reses ternyata hanya 24 anggota. Dari 24 anggota DPRD yang melakukan program reses, enam anggota hanya melaksanakan satu kali kegiatan. Padahal, reses dijadwalkan dilakukan dalam dua kali kegiatan. “Tidak semua anggota dewan melaksanakan reses dengan dua kegiatan,” terang Kepala Bagian Risalah dan Persidangan (Kabag Risdang) DPRD Banyuwangi Sigit Harijanto. Sesuai jadwal yang telah diputuskan DPRD, jelas dia, reses dimulai 1 November 2013 hingga 30 November 2013. Tetapi, hingga kemarin anggota dewan yang telah melaporkan kegiatan reses hanya 24 orang n  Baca Hanya...Hal 39

PARIWISATA

29

Pendorong Perubahan dan Pembaruan

TAHUN 2013

Temukan Belasan Trenggiling Kulitnya Diduga untuk Bahan Sabu-sabu GENTENG - Petugas Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) berhasil mengungkap bisnis trenggiling di Bumi Blambangan Minggu malam

(1/12) lalu. Bisnis satwa langka yang dilindungi tersebut diduga dilakukan Budi, warga Dusun Krajan, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng. Dalam operasi tersebut, petugas berhasil menemukan 14 ekor trenggiling yang kulitnya sudah dikupas n  Baca Temukan...Hal 39

Pembantaian Satwa Langka

Pemilik : Budi Alamat : Krajan, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng.

nya:

Bukti Lain

Trenggiling Jenis Satwa: or Jumlah: 14 ek elupas rk Kondisi : Te pan di m si di kulitnya . an ci cu t pa tem iling basah : Sisik Trengg 4,2 Kg. iling kering : Sisik Trengg 2,73 Kg. iling : Usus Trengg

Timbangan digital Freezer 42 jaring Pipet Timba

SATWA LANGKA: Beberapa ekor Trenggiling mati yang kulitnya sudah dikelupas.

2,29 Kg lainnya : Organ tubuh 2,83 Kg

ISTIMEWA

TARI GANDRUNG: Suasana Banyuwangi Gathering Night di Sanur Paradise Plaza Hotel, Bali, Minggu malam lalu (1/12).

Siap Sedot 1,5 Persen Imbas Turis Bali BALI - Untuk kali kedua Pemkab Banyuwangi menggelar Gathering Night In Bali di Sanur Paradise Plaza Hotel minggu malam (1/12) lalu. Kegiatan yang melibatkan agen perjalanan wisata di Bali itu dalam rangka mempromosikan potensi wisata Banyuwangi. Dalam acara itu, Bupati Abdullah Azwar Anas memboyong semua pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Banyuwangi untuk meramaikan kampanye pariwisata itu. Tidak hanya pimpinan SKPD, Bupati Anas juga mengajak semua anggota forum pimpinan daerah (forpimda) untuk mem-back up kegiatan promo wisata Bumi Blambangan tersebut n  Baca Siap...Hal 39

BAGAIMANA INI...

GALIH COKRO/RaBa

Lubang Jalan Membahayakan PENGENDARA yang melintas di ruas satu jalur Jalan Surati, Banyuwangi, harus berhati-hati. Begitu Anda berbelok ke arah Jalan DI Panjaitan, ada sebuah lubang besar yang menganga di pertigaan tersebut. Lubang itu cukup mengagetkan pengendara yang baru berbelok di jalan satu arah tersebut. Tentu saja itu membahayakan keselamatan pengendara, terutama pada malam hari. Kapan diperbaiki? (gal/c1/bay)

FOTO-GRAFIS: ABDUL AZIZ-ZAKARIA/RaBa

Terminal Sritanjung Disarankan Jadi Terminal Bongkar Muat BANYUWANGI - Meski kurang berfungsi secara maksimal, tapi beberapa terminal di Kota Gandrung tidak bisa beralih fungsi. Sebab, delapan terminal yang tersebar di beberapa kecamatan itu izin operasional sebagai terminal penumpang.

Ada beberapa pihak yang mengusulkan agar sebagian lahan Terminal Sritanjung difungsikan sebagai terminal bongkar-muat berang. Selain Banyuwangi belum memiliki ter minal bongkar-muat, beberapa truk besar kini sedang marak bongkar-muat di

pinggir jalan. Selain digunakan terminal bongkar-muat, be berapa kalangan juga menyarankan sebagian lahan Terminal Sritanjung agar difungsikan sebagai lokasi parkir truk. Jika Ter minal Sritanjung bisa dimanfaatkan

Belum Evakuasi, BBM Dikosongkan KALIPURO - Kapal kargo Caraka Jaya Niaga III-16 yang tenggelam 5 November 2013 lalu ternyata belum dievakuasi hingga kemarin (2/12). Badan kapal bermuatan semen seberat 3.504 matriks ton itu masih dibiarkan kandas di pantai sekitar Pelabuhan Tanjung Wangi. Hingga kemarin, tim belum memutuskan mo del evakuasi yang akan dilakukan. Meski evakuasi belum dilakukan, tapi tim gabungan setiap hari sudah melakukan kajian untuk menentukan model evakuasi. “Proses evakuasi sudah di mulai, tapi pelaksanaan evakuasi kapal menunggu evaluasi menyeluruh oleh tim,” ujar Kepala Syahbandar Tanjung Wangi, Sri Sukesi. Menurut Sri Sukesi, beberapa hari lalu tim sudah menyedot isi bahan bakar minyak (BBM) di dalam kapal. BBM yang berhasil disedot sebanyak 28 ton. “Pengosongan BBM dalam kapal itu bagian dari proses evakuasi kapal,” jelasnya. Proses pemeriksaan anak buah kapal, lanjut Sri Suksesi, sampai saat ini belum clear. Proses pemeriksaan masih sedang berlangsung dan minggu depan dipastikan rampung. “Pemeriksaan tinggal menyusun resume,” katanya. Seperti diberitakan sebelumnya, kapal kargo Caraka Jaya Niaga III-16 dikandaskan di pantai sekitar Pelabuhan Tanjung Wangi setelah mengalami kebocoran buritan. Kapal tersebut bermuatan 3.504 matriks ton semen. Bocornya buritan kapal yang hendak bongkar muatan di Pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi, itu terjadi Selasa 5 November 2013 n  Baca Belum...Hal 39

 Baca Terminal...Hal 39

Lelaki Tua Meninggal di Gubuk Perkebunan LICIN - Mayat lelaki tua yang tidak dikenali identitasnya (Mr X) ditemukan warga tergeletak di gubuk di kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI) Perkebunan Lijen, Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Banyuwangi, pagi kemarin (2/12). Hasil pemeriksaan yang dilakukan petugas ke sehatan, tubuh korban ma sih utuh. Di seluruh tubuhnya tidak ditemukan luka bekas penganiayaan. “Warga tidak ada yang mengenali Mr X,” terang Kapolsek Licin AKP Wan Sutanto. Menurut Kapolsek Sutanto, mayat Mr X tersebut ditemukan sekitar pukul 09.00. Orang yang kali pertama mengetahui adalah petugas keamanan Perkebunan Lijen. Selanjutnya, petugas tersebut melapor ke polsek. “Kita periksakan ke petugas medis. Ternyata tidak ada tanda-tanda kekerasan,” katanya. Mr X yang ditemukan sudah meninggal itu, jelas dia, mengenakan kaus warna putih dan celana pendek warna ungu n

Temuan Mayat

GALIH COKRO/RaBa

BELUM EVAKUASI: Kapal Caraka Jaya Niaga III-16 dibiarkan tenggelam separo di dekat Pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi, kemarin.

 Baca Lelaki...Hal 39

Sisi Lain Siswi SMK yang Mengubur Bayinya

Tak Mencurigakan, Bodi Semua Anak Kos Langsing Penemuan bayi di Gang Mawar, Jalan HOS. Cokroaminoto, Kelurahan Mojopanggung, Kecamatan Giri, Banyuwangi, pada Kamis (28/11) sempat menghebohkan warga. Apalagi, bayi itu ternyata dilahirkan seorang siswi SMK berinisial DA. Bagaimana situasi di lokasi kejadian? AGUS BAIHAQI, Giri TEMPAT kos yang ditempati DA berada di lorong berjarak 50 meter dari Gang Mawar di Jalan HOS. Cokroaminoto. Di daerah tersebut memang banyak tempat kos para pe-

http://www.radarbanyuwangi.co.id

sebagai terminal bongkar-muat dan lokasi parkir truk besar, maka sumber pendapatan daerah akan bertambah. Saat ini, badan jalan sering digunakan sebagai tempat parkir truk besar n

AGUS BAIHAQI/RaBa

TRAGIS: Petugas mengotopsi jenazah bayi yang dilahirkan DA di ruang Instalasi Kedokteran Kehakiman (IKK) RSUD Blambangan.

lajar yang berasal dari tempat jauh. Tempat kos DA diapit lorong. Sebelah utara berbatasan dengan rumah pemilik kos bernama Junaid. Sebelah selatan berbatasan dengan rumah milik warga. Di tempat kos dengan jemuran di lantai dua itu terdapat lima siswi yang kos, salah satunya DA. “Semua anak sekolah,” terang Syamsi, warga sekitar. Sebagai tetangga, Syamsi mengaku kenal semua anak kos yang tinggal di tempat kos samping rumahnya itu. Bahkan, dirinya juga mengenal DA yang diduga baru melahirkan itu. “Hampir setiap hari saya tahu anakanak,” katanya. Para pelajar yang kos di samping rumahnya itu dikenal ramah dan periang n

Temukan penyimpangan dua bulan sebelum Pasar Panji ambruk Sudah tahu kok diam saja ya…

Terminal Sritanjung disarankan jadi terminal bongkar muat Asalkan jangan asal dibongkar bangunannya

 Baca Tak...Hal 39 email: radarbwi@gmail.com / beritaraba@gmail.com


30

Selasa 3 Desember 2013

CERMIN DIRI

Warning bagi Pengelola Tempat Dugem DALAM dua pekan ini aparat gabungan (polisi, tentara, dan Satpol PP) gencar merazia tempat-tempat hiburan malam. Sejumlah tempat karaoke yang tidak mengantongi izin ditutup. Tiga tempat dugem tersebut adalah karaoke QQ di Desa Tegalarum, Sempu; karaoke Hotel Mangir Asri, Rogojampi, dan karaoke SR 21 di Jalan Brawijaya, Banyuwangi. Selain menyegel tempat karaoke, aparat gabungan juga menyisir sejumlah tempat hiburan lain. Hasilnya nihil. Aparat gabungan tidak menemukan apa-apa di tempat karaoke yang sudah mengantongi izin tersebut. Razia tersebut me-warning pengelola tempat hiburan agar benar-benar menaati aturan. Sekadar tahu, letak geografis Banyuwangi yang berdekatan dengan Bali juga berimbas terhadap hirukpikuk dunia malam. Tak sedikit para pelancong yang mau ke Bali singgah di Banyuwangi. Tentu, para pelancong itu tak sekadar mampir. Sebagian dari mereka juga ingin refreshing dengan kongkow-kongkow di tempat hiburan. Tempat-tempat karaoke pun berdiri, mulai Watudodol, Ketapang, kota Banyuwangi, hingga Genteng. Tempattempat karaoke itu tampaknya selalu ramai pengunjung. Yang sangat disayangkan, room-room karaoke itu kadang berubah fungsi menjadi tempat ”diskotek” dadakan. Muda-mudi yang masih di bawah umur kadang juga datang ke tempat dugem. Kalau itu yang terjadi, sungguh itu pelanggaran. Mestinya, pengelola tempat hiburan selektif menyaring pengunjung. Anak-anak yang berstatus pelajar dilarang datang ke tempat karaoke. Perda pengendalian usaha tempat hiburan yang sat ini masih digodok DPRD setidaknya bisa memberikan efek positif terhadap perilaku warga kota ini. Kami setuju tempat hiburan harus dibatasi. Itu penting karena menyangkut mental generasi muda. Diakui atau tidak, tempat hiburan malam bisa memunculkan persoalan negatif. Orang mabuk, pulang dari kafe, lalu bikin onar, adalah hal yang kerap kita lihat. Dampak negatif lain, tempat dugem juga jadi ajang transaksi narkoba. Di kota-kota besar, tempat dugem identik dengan budakbudak narkoba. Tak sedikit para pengunjung diskotek yang terjaring razia, positif mengonsumsi narkoba. Karena itu, lahirnya perda pengendalian usaha tempat hiburan harus kita dukung. (*)

Kian Gencar Razia Rumah Kos BANYUWANGI - Menyusul penutupan sepuluh lokalisasi yang tersebar di seantero Banyuwangi, Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Banyuwangi menggiatkan razia di hotel dan tempat kos. Kemarin (2/12) petugas Satpol PP menyisir sejumlah hotel dan tempat kos di wilayah pusat Kota Gandrung dan sekitarnya. Razia tersebut dilakukan untuk mengantisipasi praktik prostitusi terselubung. Dalam razia tersebut petugas menjaring sedikitnya lima pasangan bukan muhrim yang berduaan di dalam kamar hotel. Tidak hanya itu, petugas juga mengamankan enam pemuda yang mengaku berstatus pelajar. Namun, saat ditanya kartu identitasnya, enam remaja yang terjaring di sejumlah tempat kos berbeda tersebut tidak dapat menunjukkan kartu pelajar.

Selanjutnya, oknum-oknum yang terjaring razia tersebut digelandang ke kantor Satpol PP Banyuwangi untuk didata dan diberi pembinaan. Khusus pemuda yang mengaku pelajar, petugas juga memanggil pihak sekolah untuk memastikan apakah mereka benar-benar berstatus pelajar ataukah bukan. Kepala Seksi (Kasi) Penyidik dan Penindakan Satpol PP Banyuwangi, Ripai mengatakan, razia kali ini dilakukan untuk menindaklanjuti Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 5 Tahun 2013. Perbup tersebut mengatur setiap penghuni tempat kos dan hotel wajib menunjukkan kartu identitas, misalnya KTP atau kartu pelajar. “Jika sepasang pria wanita berada dalam satu kamar hotel atau kamar kos, maka harus menunjukkan buku nikah,” ujarnya n  Baca Kian...Hal 39

GALIH COKRO/RaBa

RAZIA: Petugas Satpol PP melakukan pemeriksaan di sebuah rumah kos di Jalan Jakgung Suprapto, Banyuwangi, kemarin.

Mahasiswa Demo Tolak WTO

GALIH COKRO/RaBa

LONG MARCH: Aktivis GMNI menggelar aksi menolak konferensi WTO di Simpang Lima, Banyuwangi, kemarin.

BANYUWANGI - Belasan aktivis Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI) menggelar unjuk rasa kemarin (2/12). Aksi tersebut mereka lakukan untuk menentang pelaksanaan Konferensi Organisasi Perdagangan Dunia atau World Trade Organization (WTO) di Bali. Konferensi tingkat menteri ke-9 itu rencananya digeber mulai hari ini (3/12) hingga Jumat mendatang (6/12). Dalam aksinya, para mahasiswa tersebut melakukan long march dari sekitar Kampus Universitas 17 Agustus 1945

(Untag) Banyuwangi menuju Simpang Lima, Banyuwangi. Selama perjalanan, mereka melakukan orasi seraya membentangkan spanduk bertulisan “Tolak WTO yang Menyengsarakan Rakyat”. Sesampai di Simpang Lima, Banyuwangi, para demonstran menggelar mimbar bebas menentang pelaksanaan konferensi WTO. Pasalnya, penerapan perdagangan bebas justru akan memunculkan “penjajahan jilid baru” bagi Indonesia, khususnya di bidang ekonomi. Koordinator aksi, Wahyu Prasetyawan mengatakan,

melalui WTO, maka segala sistem kebebasan di bidang perdagangan akan diterapkan. Padahal, jika mengacu dasar negara, yakni Pancasila dan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, khususnya di Pasal 33 ayat (3), disebutkan bahwa bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. “Di mana kita letakkan dasar negara kita. Kedaulatan politik, ekonomi, dan budaya kita tengah diuji. Kembalikan pada Pasal 33 UUD 1945,” serunya.(sgt/c1/bay)

Aneka Jenis Mebel Bang Hasyim Laris Manis GENTENG – Memasuki akhir tahun 2013, perlengkapan furniture kian diminati. Seperti kursi tamu, meja belajar, almari, dipan, dan sebagainya. Pengusaha furniture pun terus menambah pesanan sebagai stock di tokonya. Salah satu jasa penyedia kredit rumah tangga yang melayani pembelian furniture dan elektronik adalah Supermarket Mebel Bang Hasyim yang ada di Jalan Temuguruh 42 atau Ja-

lan KH Hasyim Asyari 42-46 Kecamatan Genteng. Saat ini, supermarket ini kian ramai oleh pengunjung dengan pembelian  perlengkapan rumah tangga dan lain sebagainya. Wawan, karyawan Supermarket mebel Bang Hasyim mengatakan, saat ini penjualan furniture dan elektronik cukup lumayan meningkat. Konsumen silih berganti  datang menanyakan harga kursi dan meja belajar hingga lainnya.

Mereka  yang datang tidak hanya dari wilayah kecamatan Genteng, namun juga dari luar. “Saat ini konsumen lebih banyak membeli perlengkapan rumah tangga jenis furniture, elektronik, hingga mesin cuci,” kata Wawan, kemarin (2/12). Sedang untuk memberikan layanan dan servis bagi para pembeli yang datang, Supermarket Mebel Bang Hasyim memberikan banyak kemudahan untuk

berbelanja. Bahkan, ada potongan harga atau diskon. “Untuk konsumen yang ada di wilayah Jember, bisa langsung datang di tempat stand kami di Jember Expo. Sedang untuk pembelian juga bisa dengan cara cash atau kredit. Harganya pun dijamin paling murah,” jamin Wawan. Khusus pembelian mebel, untuk saat ini pihaknya menjual dengan harga pabrik dan grosir yang pasti. (*/adv/als)

THOMY SILA/RaBa

BISA GROSIR: Bang Hasyim menawarkan semua barang mebeler dengan harga pabrik.

Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono. Redaktur Pelaksana: Syaifuddin Mahmud. Redaktur: Ali Sodiqin. Koordinator Liputan: Agus Baihaqi. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Nur Hariri (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja. Pemasaran & Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Gerda Sukarno Prayudha, Benny Siswanto, Samsuri (Situbondo). Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah, W. Nugroho. Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan. PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti. Administrasi Iklan: Widi Ukiyanti. Perpajakan: Cici Irma Setyani. Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari. Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/mmk, berwarna depan Rp 35.000/mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. J

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

J

Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

J

Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


31

Selasa 3 Desember 2013

BAGAIMANA INI

Klenteng Rogojampi Bersolek

Digerus Air Hujan, Jalan Beraspal Mengelupas ROGOJAMPI - Hujan ternyata berdampak terhadap infrastruktur. Jalan yang baru diaspal pun langsung retak setelah digerus air. Seperti yang terlihat di jalan Desa Karangbendo, Kecamatan Rogojampi. Akibat digerus air, aspal mengelupas. Namun demikian, hal itu belum berpengaruh terhadap keselamatan pengguna jalan. Tetapi, bila dibiarkan, besar kemungkinan aspal yang mengelupas akan semakin lebar. Pasalnya, di lokasi tidak ada saluran pembuangan air hujan. Imbasnya, air hujan akan menggenangi aspal. Hal ini tentu cukup riskan. Sebab, musim hujan masih cukup panjang. Lama-kelamaan aspal di jalan tersebut akan rusak parah. Tentu itu akan membahayakan pengguna jalan. “Pas hujan air meluap dan kayak kolam,” ujar Yanuar, salah satu pengguna jalan. (nic/c1/aif)

NIKLAAS ANDRIES/RaBa

SAMBUT ULTAH: Persiapan menyambut hari jadi Klenteng Tik Liong Tian, Rogojampi.

ROGOJAMPI - Klenteng Tik Liong Tian di Kecamatan Rogojampi mulai bersibuk diri. Tempat peribadatan penganut Tri Dharma itu mulai mempercantik diri jelang peringatan ulang tahunnya ke-98. Serangkaian persiapan dilakukan demi menyambut perayaan yang jatuh pada 11 Desember tersebut. Pengurus bersama warga Tionghoa terlihat membersihkan klenteng tersebut. Selain memasang ornamen khas ulang tahun klenteng, mereka juga membersihkan sejumlah peralatan dan perlengkapan upacara. Salah satu yang dibersihkan adalah tempat dupa (hio lo). Menggunakan cairan pembersih, beberapa orang mulai membersihkan kembali tempat dupa yang berornamen naga itu. Mendekati ulang tahun ke-98, beberapa bagian klenteng akan dipercantik. “Seremoni puncaknya nanti tanggal 11 Desember. Nanti akan digelar upacara bersama untuk peringatan dan syukur atas hari jadi klenteng ini,” ujar Tommy Yong, salah satu pengurus TITD Tik Liong Tian, Rogojampi. Selain upacara, beberapa kegiatan juga akan digelar untuk mendukung semarak ulang tahun Klenteng Tik Liong Tian ke-98. (nic/c1/aif)

Usai Pesta Miras Gondol Motor NIKLAAS ANDRIES/RaBa

REMEK: Aspal jalan di Desa Karangbendo yang mengelupas digerus luapan air hujan.

GENTENG - Mengaku tak punya uang untuk merantau ke Kalimantan Barat, Agus Suprijanto, 26, warga Dusun Paras Tembok, Desa Jembewangi, Kecamatan Sempu, nekat mencuri motor kemarin malam. Akibat perbuatan nekatnya tersebut, pria berbadan gemuk itu ditangkap polisi. Agus kini mendekam di ruang Mapolsek Genteng. Siang itu Agus dan seorang temannya bernama Johan bermain ke Jembatan Gantung, Dusun Maron, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng. Ketika sampai di lokasi, keduanya menenggak dua botol minuman keras (miras). “Setelah mirasnya habis, keduanya hendak beli lagi,” kata Kapolsek

Genteng Kompol Riamun melalui Kanitreskrim Iptu Abdul Jabar. Saat akan membeli miras tersebut Agus pinjam motor Vega ZR bernopol P 4311 XQ kepada seorang pengunjung wisata air di Jembatan Gantung bernama Angga Dwijatmoko, 16, warga Dusun Jalen, Desa Setail, Kecamatan Genteng. Tanpa curiga, Angga memberikan kontak motornya kepada Agus. “Namun, hingga beberapa lama pelaku tak kembali lagi,” tuturnya. Karena tak kembali, korban dan Johan akhirnya mencoba menghubungi nomor HP pelaku. Beberapa kali dihubungi, nomor tersebut tak aktif. Bahkan, dicari di rumahnya, pelaku juga tidak ada.

ABDUL AZIZ/RaBa

BERTATO: Agus ditahan di Mapolsek Genteng kemarin.

Akhirnya, korban dan Johan lapor ke Polsek Genteng. “Setelah kita cari, pelaku berhasil kami tangkap di Dusun Cangaan, Desa Genteng Wetan,” ujar Jabar. Ketika diperiksa penyidik, pelaku mengaku motor milik korban sudah dijual kepada seseorang berinisial H yang kini ditetapkan sebagai buron polisi. Motor tersebut sudah dibayar Rp 1,5 juta. Kepada penyidik, Agus mengaku nekat mencuri motor dan menjualnya kepada H karena ingin mendapatkan uang sebagai biaya merantau ke Kalimantan Barat. “Saya tidak punya uang transportasi. Akhirnya mencuri,” akunya. (azi/c1/aif )


HEALTH

32

Selasa 3 Desember 2013

Sehat Dimulai dari Kita

TB dan HIV, Saling Berkaitankah? TANGGAL 1 Desember merupakan hari AIDS se-dunia. Apakah Anda mengetahui bahwa penyakit HIV/ AIDS berkaitan dengan penyakit TB (Tuberculose)? TB masih merupakan penyebab penting dari morbiditas dan mortalitas sebagian orang dengan infeksi HIV. Tahun 2008, dari sekitar 9,4 juta insiden kasus TB, 1,4 jutanya merupakan orang yang hidup dengan HIV dan TB terhitung 23% dari kematian yang berhubungan dengan AIDS. Peningkatan resiko dari TB aktif terjadi segera setelah serokonversi HIV dan dua kali lipat pada akhir tahun pertama dari infeksi HIV. HIV dan M.tuberculosis keduanya merupakan patogen intraseluler yang saling berinteraksi baik pada tingkat populasi, klinis, maupun seluler. Interaksi antara dua kondisi ini menimbulkan percepatan perkembangan kedua penyakit. Infeksi HIV mempercepat perkembangan infeksi TB dan begitupun sebaliknya infeksi TB menyebabkan penurunan CD4 limfosit T, memperberat efek depresi imun dari HIV dan menimbulkan peningkatan aktivitas virus. Semakin parah derajat imu-

Oleh: dr. Dian Retnowati, Sp.P (Penulis adalah Dokter Spesialis Paru RSUD Genteng)

nodefisiensi ODHA, semakin lemah pertahanannya terhadap infeksi TB. Karena lemahnya pertahanan tubuh tersebut, progresivitas TB menjadi penyakit aktif sejak awal paparan lebih besar pada ODHA (40%) dibandingkan pada non ODHA (5%). Pasien TB yang dicurigai terinfeksi HIV/AIDS adalah pasien yang mempunyai riwayat resiko tinggi tertular HIV, hasil pengobatan TB tidak memuaskan, dan TB MDR atau TB kronis. Gambaran klinis yang diduga koinfeksi HIV pada pasien TB yaitu berat badan turun 10 kg atau >20%, diare kronik, oral trust, herpes zoster, pneumonia berulang. Diagnosis TB aktif pada orang terinfeksi HIV sulit oleh karena pasien HIV dengan TB memiliki lebih sedikit bacil pada sputumnya dari pada pasien yang tidak terinfeksi HIV dengan TB paru. Gejala klinis tuberkulosis pada AIDS tidak khas berbeda dengan tuberkulosis tanpa AIDS, antara lain yaitu: demam, ker-

ISTIMEWA

KONSULTASI: dr. Dian Retnowati, Sp.P. menjelaskan kepada pasien tentang pentingnya pengobatan TBC sesuai dosis.

ingat malam, lemah, nafsu makan dan berat badan menurun, keadaan umum yang cepat memburuk dan cepat berubah menjadi bentuk milier. Selain itu juga terdapat batuk, ekspektorasi dahak, batuk darah, nyeri dada atau sesak nafas. Infeksi HIV menurunkan validitas dan efektivitas dari gambaran

radiografi dada pada diagnosis TB paru pada orang yang terinfeksi HIV, dan gambarannya bisa normal sampai dengan 14% dari orang yang terinfeksi HIV yang memiliki kultur terbukti TB paru. Umumnya, makin berat derajat imunodefisiensinya makin tidak khas gambaran foto toraksnya. Semua jenis gambaran

foto toraks dapat dijumpai, mulai dari infiltrat lobar dengan atau tanpa limfadenopati hilar sampai bentuk yang menyerupai infiltrat difus. Kultur mikobakteria adalah gold standard untuk diagnosis TB dan sekarang direkomendasikan untuk membantu diagnosis TB pada HIV. Kultur mikobakteria memerlukan waktu yang lama (umumnya 5-8 minggu) untuk menumbuhkan koloni dengan media tradisional seperti Lowenstein-Jensen. Berbeda dengan HIV, infeksi TB dapat disembuhkan. Bakteri TB dapat diberantas secara keseluruhan dari tubuh dengan pemberian obat anti-TB (OAT). Oleh karena itu, terapi TB bertujuan untuk menyembuhkan TB, selain itu juga untuk mengurangi sumber infeksi TB agar penularan TB dapat dikurangi, mengurangi kematian akibat TB, dan untuk mencegah kekambuhan infeksi. WHO menerapkan strategi DOTS (Directly Observed Treatment Short course atau pengobatan dengan pengawasan langsung). Pengawasan ini dilakukan oleh pengawas menelan obat atau PMO, yang bertugas untuk

mendampingi pasien dalam menjalani pengobatan sampai tuntas. PMO dapat anggota keluarga atau petugas kesehatan yang mudah terjangkau oleh pasien TB. Tujuan DOTS adalah: mencapai angka kesembuhan yang tinggi, mencegah putus berobat, mengatasi efek samping OAT, dan mencegah timbulnya resistensi akibat ketidakpatuhan. Dengan semakin banyaknya kasus TB di antara ODHA, dan juga semakin banyaknya pasien dengan TB yang diketahui juga terinfeksi HIV, maka semakin penting disediakan layanan kesehatan yang terpadu untuk kedua infeksi ini. Memadukan layanan kesehatan untuk TB dan HIV akan memberi manfaat, antara lain: pasien TB-HIV dapat diobati dengan satu kunjungan, pasien TB yang dicurigai HIV dapat langsung dirujuk ke konseling dan tes HIV, penyakit TB pada ODHA lebih cepat ditangani, dan kepatuhan terhadap terapi TB dan HIV dapat didorong bersama Dan, salah satu tempat pelayanan kesehatan terpadu antara TB dan HIV berada di RSUD Genteng Banyuwangi. (adv/als)

Say No To Scabies di Pondok Gontor 5 CINTA LINGKUNGAN: Siswa TK dan SD sedang belajar menanam dan mengenal lingkungan hidup di RS Al Huda.

ISTIMEWA

RSAH Dukung Banyuwangi Lebih Hijau Tumbuhkan Peduli Lingkungan Sejak Dini GENTENG - Sebagai salah satu rumah sakit swasta di Banyuwangi, RS Al Huda (RSAH) Genteng merasa ikut terpanggil untuk turut serta menjaga dan melestarikan lingkungan hidup. Dukungan ini diwujudkan dengan banyaknya lahan terbuka hijau yang dipenuhi tamantaman yang terpelihara menambah keindahan di seluruh area RS Al Huda. Tanaman-tanaman tersebut terdiri dari tanaman hias sampai dengan tanaman keras dan toga. Lisa Rohmah, S.Si, MMRS, Apt Apoteker RSAH Genteng menyampaikan bahwa sejak awal berdirinya, RS Al Huda telah memiliki konsep awal sebagai rumah sakit yang peduli lingkungan dan bercita cita menjadi “Green Hospital”. Sampai dengan saat ini RSAH memiliki koleksi tanaman sekitar delapan ribu lebih jenis tanaman yang terbagi dalam 11 kelompok

BANYUWANGI

tanaman yang terdiri dari 123 spesies. Termasuk diantaranya 5 spesies tanaman langka dan yang terdiri dari 15 pohon yaitu Nongko celeng, Jeruk nambangan, Matoa, Sawo kecik dan Juwet Putih. Jenis tanaman yang terbaru untuk kelompok tanaman toga sejumlah 49 pohon, jenis rimpang sekitar 200 pohon dan penambahan jenis palm 235 pohon. Uniknya tiap tanaman dilengkapi dengan nama latinnya. Lisa menambahkan bahwa keseriusan RSAH terhadap lingkungan hijau telah berhasil dibuktikan dengan pernah terpilihnya RS Al Huda sebagai juara I dalam Lomba Banyuwangi Ijo Royo-royo (BIRR) kategori instansi pada tahun 2009. “Hal ini semakin memotivasi RSAH untuk turut serta berperan aktif mensukseskan program pemerintah tentang penghijauan. Senada dengan Bupati Anas yang berhasil membawa Banyuwangi menjadi juara Lomba Penanaman Satu Miliar Pohon Tingkat Nasional beberapa waktu yang lalu,” terang Lisa. Peduli lingkungan hijau di RSAH tidak

BANYUWANGI

terlepas dari dukungan dunia pendidikan. Dalam hal ini RSAH membuka diri sebagai lahan belajar lingkungan hidup bagi siswa sekolah. Terbukti dengan beberapa siswa TK dan SD yang mengunjungi RSAH untuk belajar tentang keanekaragaman flora yang ada di RSAH, mempelajari jenis, manfaat, dan cara menanam tumbuh tumbuhan tersebut. Kedepannya program belajar tentang lingkungan di Rumah Sakit diharapkan mampu menumbuhkan jiwa cinta lingkungan sehingga peduli untuk melestarikannya, papar Lisa. Lisa juga menjelaskan bahwa kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sampai disini saja karena menanamkan peduli lingkungan sejak dini pada siswa sangat besar manfaatnya seiring dengan perkembangan dunia yang lebih banyak mengarah pada eksploitasi lingkungan. “Dengan adanya kegiatan ini paling tidak rasa empati pada lingkungan dan penghijauan akan terpatri pada diri mereka sejak saat ini” pungkasnya. (*/als)

BANYUWANGI

ROGOJAMPI - Musim hujan sudah mulai merata turun di Banyuwangi. Masyarakat dihimbau waspada terhadap munculnya berbagai macam penyakit yang bisa datang kapan saja di musim penghujan ini. Kebiasaan hidup bersih dan sehat harus selalu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kesadaran akan kesehatan hendaknya terus ditingkatkan guna mencegah datangnya penyakit. Hal inilah yang juga menjadi perhatian Rumah Sakit Islam (RSI) Fatimah Banyuwangi dengan melakukan penyuluhan kesehatan di Pondok Pesantren Gontor 5 Desa Kaligung, Rogojampi, Banyuwangi, pada Selasa (26/11) lalu. Sebanyak 100 santri memadati aula pondok pesantren yang dihuni sekitar 1.274 santri tersebut. Penyuluhan yang mengambil tema “Say No To Scabies“ tersebut bertujuan menghilangkan stigma negatif tentang ponpes sarang penyakit kulit. Acara yang bawakan oleh dr. Muhammad Syarif tersebut berlangsung seru. Menurut dr. Syarif, scabies ini merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh tungau dengan tanda-tanda gatal pada malam hari dan bersifat menyerang manusia secara berkelompok. Cara penularannya pun bisa melalui berjabat tangan, melalui benda seperti pakaian, handuk, selimut, sprei, maupun bantal. Dokter muda tersebut menjelaskan, lokasi scabies sering berada pada sela-sela jari, pergelangan tangan, lipatan ketiak, siku, bawah perut, dan selangkangan. Dibutuhkan gerakan

BANYUWANGI

ISTIMEWA

HIDUP SEHAT: Suasana penyuluhan kesehatan di Pondok Pesantren Gontor 5 Desa Kaligung beberapa waktu lalu.

serentak seperti mencuci, menjemur semua alat-alat tidur di seluruh ponpes. “Ini merupakan gerakan perang terhadap scabies”, ujar dr Syarif. “Menghindari adalah yang terbaik, mengobati lebih cepat lebih bagus”, imbuhnya. Dokter sekaligus dosen Stikes Banyuwangi tersebut menjelaskan, penanganan pertama scabies adalah hindari penderita. Mencuci semua peralatan penderita dengan air panas dan langsung disterika guna membunuh tungau. Segera periksakan ke dokter, karena dikhawatirkan akan muncul infeksi yang menyertainya.

BANYUWANGI

“Scabies jika sudah memunculkan infeksi akan sangat berbahaya, dan ayo kita hilangkan bersama stigma negative tentang ponpes sarang penyakit kulit (kudis),” pungkasnya. Pengasuh Pondok Pesantren Gontor 5, Ustadz Soewito menuturkan, penyuluhan kesehatan merupakan jaminan bagi para santri saat menuntut ilmu, guna memberi pengetahuan agar para santri semakin menyadari pentingnya kesehatan. “Menjaga stabilitas hidup bersih harus ekstra, kami (pengasuh) ingin anak-anak semakin disipilin dalam memelihara kesehatan,“ katanya. (adv/als)

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• STNK •

• Pulau Santen •

• Jl. JA. Suprapto •

• Nissan •

• Kijang Innova ‘05 •

• Body Kijang Kapsul •

• Xenia XI (Plat W) •

Hlg STNK P 6914 ZB, an. Bejo, Krajan Baru RT 03/01 Ds Wonosobo Srono

Djl tanah sawah luas 10.715, cocok utk homestay, PP, wisata pulau santen, dll. Hrg Rp.200 ribu/meter. Hub: 0811354614

Dijual B.U Rmh Srtgs Jl. Jaksa Agung Suprapto 152 a, LT 450, LB 200 m Hrg 850 Jt Nego Lgs Pemilik 087738832093

Dptkn 5 pkt ntn PD Brazil, 3 Elgrand, 3 Teana U/ pmbln Nissan s/d tgl 31/12 ’13 & Dptkn bng mulai 0 %.3S tiap hari 08.0017.00 Nissan Banyuwangi Jln.S.Parman 147 Bwi 0333-4460222

Dijual Kijang Innova G dsl 05 A/T htm (L) kon istw H:085330007053

Dijual Body Kijang Kapsul Lgx Hrg 20 Juta Nego Hb 082142194111

Dijual Mobil Xenia XI Plat W (Sidoarjo) Hub Tlp 085336525043

• Grand Livina ‘07 •

• Hyundai Trajet ‘04 •

• Toyota Kijang LGX ‘02 •

Dijual Nissan Grand Livina XV 1.5 MT tahun 2007, abu-abu tua metalik, harga 141 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Hyundai Trajet G8 MT tahun 2004, abu-abu metalik, harga 91,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Toyota Kijang LGX LF 80 STD (solar) tahun 2002, merah metalik, harga 121,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

• Toyota Avanza ‘10 •

• GranMax PU ‘12 •

• Toyota Innova ‘10 •

Dijual Toyota Avanza 1.3G F60 IRM tahun 2010, silver metalik, harga 131,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Daihatsu Gran Max pick-up S40 IRP tahun 2012, putih, harga 82,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Inova 2010 Type G Diesel Matic warna abu2, pemakaian 70 Km-an,kondisi barang bagus, pemakaian tangan pertama Hrg 215 Juta Hb 082265599989

Hlg STNK P 3293 VW, an. Maladi Adi Susanto, Krajan 05/01 Wringinputih Muncar Hlg STNK P 4473 XB, an. Imam Rosyadi, Jl. Citarum 15 01/03 Panderejo Bwi Hlg STNK P 2647 VM, an. Suriyanto, S.Pd, Patoman Barat 05/02 Patoman, Rogojampi Hlg STNK P 2123 ZC+SIM C, an. Evi Fifiyanti, Sukowidi 03/05, Klatak, Kalipuro

• Tanah Sawah •

• Gardenia Estate •

Djl Tnh Swh L 14.000 M2 SHM Glenmore Tepi Jln propinsi, Dkt Kmpus,RS, cocok prumahan Hrg 200 rb/m2 0333-821443

Dijual Rmh Gardenia Estate LT 96 LB 55 Semi Furnish Hrg Nego Hub 082141861312

• Toyota Yaris ‘12 •

SITUBONDO

Toyota Yaris Tipe E matic th 2012, silver, milik dokter, tangan pertama, Hub 081336654004

SITUBONDO • Jl. Argopuro •

• Jual Rumah Kos •

• Daihatsu Promo •

J. Tnh 9000m, Jl. Argopuro 15B 750 rb/m, 9600m Ry Lmgn Asb 200 rb/m 082333008871

Djl Rmh Kost&Isi LT/LB:178,9 kmr terisi 8.Hrg 325 Jt Ng Hub 082231281892

Miliki All New Xenia UM 27 Jt bs krdt 5 thn, Ayla cm 80 Jt-an, Terios, Sirion Disc GEDE Hub Hadi 08113541818/081559705555

• Jln Tembus Baru • Djl Cpt Tanah Tepi Jalan Almt Jln Tembus Baru 2300 m2 SHM Hub 085258796775

• Ruko Jajag •

• Toyota Hiace ‘82 • Djl Toyota HIACE Th 1982 20 Jt Nego Hub 03338939244-03337770552 /08174745225

Honda Jazz ‘09 vs harga 179 juta, Panther lv ‘03 harga 125 juta

BANYUWANGI • Dikontrakkan • Dikontrakn 1 Toko, Bs utk Dealer, Sprmrkt, Gudang Lok.Sumberayu H:081231457220

• Rumah & Ruko • Djl rmh di Bwi L+350m msk gang 100m SHM hrg 130jt. Ruko kuat+kokoh L+350m2 lok Benculuk msk gang 100m hrg 400jt Hb 087755630534

Dijual atau sewa ruko baru Jl Juanda (pasar subuh) harga nego jajag hub tlp 0333-396254 082230129393

Harga Nego. Cash, kredit, tukar tambah.

Hub: 082142194111

PEMBERITAHUAN JEMBER • Telkomvision • Telkomvision, 80+Chnel, gmbr jernih,one day service, info Reza 085231300123

Sehubungan dengan makin maraknya aksi penipuan yang memanfaatkan iklan jitu di Koran Radar Banyuwangi kami himbau kepada masyarakat terutama pemasang iklan jitu di Radar Banyuwangi untuk waspada dan berhati-hati. Bila Anda menerima telepon, SMS dengan mengatasnamakan petugas dari Radar Banyuwangi maka segera konfirmasi ke Radar Banyuwangi (0333) 412224. Radar Banyuwangi tidak bertanggungjawab atas semua transaksi yang terjadi selain pemasangan iklan secara resmi di Radar Banyuwangi.


COVER STORY

Selasa 3 Desember 2013

KOMENTAR

Seharian Pedagang Pisang hanya Untung Rp 3 Ribu

37

Hasil Labfor Masih Dianalisis

POLRES Situbondo tampaknya perlu memikirkan nasib para pedagang yang ada di sekitar lokasi ambruknya Pasar Panji. Dengan terus terpasangnya police line atau garis polisi, nasib mereka kian terkatung-katung karena tak bisa melakukan aktivitas jual-beli dengan maksimal. Sebelum bangunan los Pasar Panji ambruk, hanya pedang yang direlokasi saja yang terkena dampak tidak stabilnya aktivitas ekonomi. Mereka telah disediakan tempat khusus selama masa pembangunan dilakukan. Namun, tidak demikian dengan pedagang yang memiliki kios di sekitar ambruknya salah satu los di Pasar Panji. Mereka kini kebingungan mencari tempat untuk menjual barang-barang dagangannya. Alih-alih mendapatkan untung, mengembalikan modal saja akhir-akhir ini sulitnya setengah mati. “Itu lihat saja, Mas. Pisangnya sampai hitam-hitam (akan busuk). Biasanya selama ini tak pernah seperti itu,” terang Ahmad Tohir, pedagang pisang di Pasar Panji. Pria asal Kesambirampak, Kecamatan Kapongan, itu mengakui jika dirinya nekat karena menjual pisang tak jauh dari ambruknya los Pasar Panji. Bersama sejumlah temannya, dia kemarin tampak memperbaiki sebuah meja untuk tempat menata pisangnya. “Kalau tidak jualan, dari mana dapat uang belanja di rumah, Mas. Ini keadaannya sudah megap-megap,” terangnya. Tohir masih mengaku beruntung karena mendapatkan tempat untuk tetap menjual pisang. Banyak pedagang lainnya yang tidak bisa menemukan tempat, sehingga memilih libur. “Kalau pendapatannya jangan ditanya Mas, hancur. Sehari hanya dapat Rp 30 ribu. Itu bukan untung, tapi juga modal. Kalau untungnya mungkin hanya Rp 3000. Mau dibuat beli apa uang Rp 3000 di zaman sekarang?” tandasnya. Hancurnya pendapatan pedagang ini bukan hanya dialami oleh Tohir, sejumlah pedagang lainnya juga mengalami nasib yang sama. “Mungkin warga masih trauma, masih takut untuk berbelanja ke Pasar Panji ini. Ya kita tidak bisa berbuat banyak, hanya bisa berharap bagaimana keadaan Pasar Panji bisa pulih lagi,” harap Aswanto, pedagang lainnya. Pria asal Cerme Bondowoso itu berharap agar nasib para pedagang yang menggantungkan asap dapurnya terhadap aktivitas jual-beli di Pasar Panji benar-benar dipikirkan. “Kalau orang-orang di pemerintahan enak Mas, tiap bulan sudah jelas gajinya, ada tunjangan. Kalau seperti kita, kalau tidak jualan mau dapat uang dari mana?” pungkasnya. Kata dia, terlepas dari proses hukum yang masih ditangani Polres Situbondo, dirinya sangat berharap puing-puing los Pasar Panji yang ambruk segera dibenahi. Sehingga pembeli tidak takut dan leluasa berbelanja. (pri/c1/als) EDY SUPRIYONO/RaBa

CARI BUKTI: Petugas Labfor Polda Jatim sedang meneliti puing bangunan Pasar Panji yang ambruk.

MASYARAKAT harus bersabar jika ingin mengetahui hasil penelitian yang dilakukan Tim Labfor Polda Jatim dalam peristiwa ambruknya Pasar Panji. Sebab, itu masih bisa diketahui sepekan ke depan. Kapolres Situbondo AKBP Ertel Stephan melalui Kasatreskrim, AKP Sunarto mengatakan, hasil penelitian yang dilakukan Tim Labfor masih dalam tahap analisis. “Jadi kita masih menunggu satu minggu sejak turunnya Labfor,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi melalui telepon selulernya, sore kemarin. Menurut dia, Tim Labfor Polda Jatim sudah melakukan penelitian terhadap semua elemen dalam pembangunan Pasar Panji. Mulai dari bagian-bagian bangunan, misalnya ring atau plafon kayu, hingga besi untuk beton bangunan. Kasatreskrim mengakui, setelah Tim Labfor Polda Jatim menyelesaikan pekerjaan di lokasi ambruknya proses Pasar Panji, ada rapat kecil yang dilakukan di Polres Situbondo. Isinya menganalisis hasil yang telah didapatkan. Itu disampaikan kepada pemerintah daerah dan kepada penyidik Polres Situbondo. “Hasil-hasil itu nanti akan dianalisis. Hasil berikutnya ya menunggu,” terangnya. Diberitakan kemarin, Tim Labfor Polda Jatim turun ke lokasi ambruknya Pasar Panji di Kelurahaan Mimbaan, Kecamatan Panji, siang kemarin. Polres Situbondo sengaja mendatangkan mereka untuk kian memastikan apa sebenarnya yang menjadi penyebab ambruknya proyek pasar yang menelan dana sekitar Rp 1,1 miliar tersebut. Ambruknya kios Pasar Panji yang masih dalam proses pembangunan pada Sabtu pagi (23/11) sekitar pukul 09.00 mengejutkan banyak pihak. Sebab, itu terjadi saat tidak ada angin tidak ada hujan, namun bangunan yang ada di Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji itu tiba-tiba ambruk. Lima orang pekerja mengalami luka-luka. Bahkan, dua di antaranya harus diopname di RS. Belasan sepeda motor juga tertimbun di dalamnya. Pembangunan Pasar Panji dibiayai dana APBN melalui DAK (dana alokasi khusus) sekitar Rp 1,1 miliar. Dana sebesar ini digunakan untuk membangun tiga los pasar. Pelaksananya adalah CV. Hanura Jaya milik H. Hamid yang juga ketua Gapensi Situbondo. (pri/c1/als)

DPKD Menunggu Hasil Kerja Tim Teknis

EDY SUPRIYONO/RaBa

PENGARUHI PENDAPATAN: Seorang pedagang pisang berjualan di kios sekitar bangunan pasar yang ambruk.

PEMKAB Situbondo sangat berhatihati untuk melangkah dalam kasus ambruknya bangunan Pasar Panji. Sebagai bentuk kehati-hatian, instansi pemerintahan yang berkantor di Jalan PB. Sudirman ini membentuk Tim Teknis yang anggotanya salah satunya adalah pakar-pakar dari Universitas Negeri Jember (Unej). Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah (DPKD), Tri Cahya Ningsih mengungkapkan, hingga kini pihaknya masih belum bisa memastikan apakah dengan ambruknya Pasar Panji, dana anggaran kegiatan tersebut akan dicairkan atau tidak. “Kita tunggu hasil dari tim teknis nanti seperti apa?. (Apakah dana akan cair atau tidak?) tidak berani

mengambil keputusan sekarang, menunggu hasil kajian tim saja,” ujar Tri Cahya. Perempuan asal Kalibaru, Banyuwangi, itu membantah jika ada informasi yang mengatakan bahwa rekanan memaksa untuk mencairkan anggaran Rp 1,250 miliar. “Itu hanya informasi di luar. Yang pasti ke pihak PPK sama sekali tidak ada pengajuan apa-apa,” jelasnya. Terkait dengan deadline pencairan dana, Tri tetap akan berkomentar setelah ada hasil keputusan dari tim teknis. “Semua ada tahapnya, ada langkahnya, kita tinggal menunggu keputusan-kepu-

Berkunjung ke Desa Wisata Organik Lombok Kulon, Wonosari

Semua Hidangan dari Bahan Pangan Organik Kesuksesan petani di Desa Lombok Kulon, Wonosari, dalam mengembangkan pertanian organik kini membawa dampak terhadap kunjungan ke kawasan tersebut. Kini Lombok Kulon dipersiapkan menjadi desa wisata andalan di Bondowoso. EKO SETIA BUDI, Bondowoso SABTU sore kemarin, sejumlah mahasiswa dari Akademi Pariwisata (Akpar) Unmuh Jember tampak asyik menikmati hidangan di warung Laranta, Dusun Krajan, Lombok Kulon, Wonosari. Mereka tengah melakukan observasi wisata sebagai persiapan bakti sosial wisata dalam upaya pengembangan desa wisata Lombok Kulon. Warung Laranta, tempat para mahasiswa berkumpul itu, adalah satu pendukung utama dalam pengembangan desa Wisata Lombok kulon. Di warung tersebut, semua hidangan serba organik. “Semuanya organik. Mulai dari berasnya, ikannya sampai sayur-mayurnya adalah produk organik dari desa Lombok Kulon,” ujar Baidowi, pemilik warung Laranta sekaligus inisiator desa wisata Lombok Kulon. Produk-produk dari pertanian organik memang men-

RADAR JEMBER/JPNN

DESTINASI BARU: Desa Lombok Kulon, Wonosari, Bondowoso, siap menjadi desa wisata dengan basis pertanian organik.

jadi andalan utama dari desa wisata Lombok Kulon. Dari awal datang hingga akhir, pengunjung disuguhi berbagai kegiaan yang tak jauh-jauh dari sistem organik. Salah satu tempat yang paling banyak diminati adalah rumah organik. Di sini, pengunjung bisa mengetahui secara detail proses budidaya sayur organik. Sekaligus bisa berbelanja langsung hasil produksi organik. Di Lombok Kulon sendiri sudah terdapat empat kampung yang warganya sudah mengembangkan budidaya sayur-mayur organik. Selain untuk memenuhi kebutuhan konsumsi, sayurmayur yang dibudidayakan warga tersebut juga dijual kepada para pengunjung. Ratarata, para pengunjung yang datang tidak ragu-ragu untuk membeli sayur-mayur yang dibudidayakan warga.

Tidak hanya bisa melihat, para pengunjung akan selalu dipersilakan untuk berpraktek dalam membudidayakan sayur-mayur organik. Harapannya, pengunjung bisa mempraktekkan sendiri ketika pulang ke rumahnya. Andalan lainnya adalah budidaya aneka ikan yang juga menggunakan sistem organik. Ada berbagai jenis ikan yang dikembangkan warga. Mulai dari koi, gurami, lele, hingga nila jenis larasati. Pengembangan budidaya ikan oleh warga ini juga diinisiasi oleh Baidowi. Sejak 2007, dia sudah mengajak warga untuk membudidayakan ikan. Kala itu belum ada pemikiran untuk menjadikan desanya sebagai desa wisata. Hanya, Baidowi melihat jika potensi ekonomi dari budidaya ikan cukup besar. Setelah muncul ide pengem-

bangan desa wisata sejak 2012, Baidowi kemudian menerapkan sistem organik dalam budidaya ikan air tawar tersebut. “Untuk pakan dan obatnya, kita murni organik semua,” tukasnya. Yang tak kalah menarik di desa wisata Lombok Kulon ini adalah pertanian padi organik. Kini, petani Lombok Kulon adalah satu-satunya petani organik murni di Bondowoso. Beberapa waktu lalu, hasil produksi beras mereka sudah mendapatkan sertifikasi organik dari Lembaga Sertifikasi Organik Seloliman (Lessos). Selain objek dan daya tarik wisata yang kini sudah dimiliki Lombok Kulon, berbagai upaya penguatan terus dilakukan. “Saat ini kita sudah membentuk generasi sadar lingkungan (darling),” ujar Baidowi. Anggota dari generasi tersebut adalah anak-anak dari Usia SD hingga SMP. Anak-anak itu dilatih untuk sadar terhadap kebersiahan dan kesehatan lingkungannya sendiri. “Kalau anaknya sadar lingkungan, dengan aktif bersih-bersih misalnya, kita harapkan orang tuanya tidak ikut lebih sadar lingkungan juga,” tambah Baidowi. Masyarakat di desa Lombok Kulon sendiri kini sudah relatif siap dengan pengembangan desa wisata yang dilakukan. Hal itu setidaknya terlihat dari kesadaran mereka terhadap wisata itu sendiri. “Saat ada pengunjung yang bertanya tentang organic, kini masyarakat sudah bisa menjelaskan sendiri,” ungkapnya. (JPNN)

tusan para pihak yang kita perlukan untuk dasar pengambil keputusan. Solusi pelaksanaannya sudah diatur nanti, jadi tidak ada masalah,” dalihnya. Menurut perempuan berkacamata tersebut, DPKD telah mengundang rekanan untuk melakukan rapat bersama. Salah satu yang menjadi materi pembicaraan adalah tahap-tahap pasca ambruknya Pasar Panji. Disepakati untuk melibatkan tenaga tim ahli untuk mengevaluasi pekerjaan. Ini juga sebagai dasar Pemkab untuk memutuskan segala sesuatu yang terkait dengan kontrak pekerjaan.

Apakah Tim teknis bisa bekerja maksimal karena TKP (tempat kejadian perkara) masih terpasang police line? “Kita akui tidak bisa maksimal. Namun yang pasti PPK telah menerbitkan surat penghentian pekerjaan sementara, karena memang masih dalam proses penyelidikan,” tegasnya. Mengenai Temuan Konsultan Pengawas, Tri mengakui dalam posisi dilematis. Apalagi, PPK sebenarnya bukan hanya memberikan imbauan. Konsultan dan dinas melakukan rapat koordinasi agar ada perbaikan tentang temuan sejak awal. Pihak rekanan dalam forum tersebut menyatakan sanggup untuk melakukan perbaikan. Tapi, ternyata tidak dilaksanakan. (pri/c1/als)


38

Selasa 3 Desember 2013

Tiga Rider BRCC Naik Podium

EDY SUPRIYONO/RaBa

BERAKHIR PENALTI: Pertandingan final kesebelasan SSB Tango, Panarukan (merah-putih), dan SSB Taruna United, Kendit, di Stadion GMS sore kemarin (2/12).

Tango Juara Festival U-11

SITUBONDO - Rangkaian pertandingan sepak bola bertajuk Festival U-11 yang diselenggarakan Pengcab PSSI Situbondo memasuki babak puncak sore kemarin (2/12). Kesebelasan SSB Taruna United, Kendit, dan SSB Tango, Panarukan, bertarung seru di Stadion Gelora Mohammad Sholeh (GMS) untuk memperebutkan posisi puncak. Partai final sore kemarin dim-

ulai sekitar pukul 16.30. Hujan rintik-rintik tak menghalangi animo masyarakat menyaksikan pertandingan hidup-mati itu. Di akhir pertandingan, kesebelasan SSB Taruna harus mengakui keunggulan rivalnya. SSB Tango Panarukan menang telak dalam laga adu penalti dengan skor 5-1. Sekretaris Umum Pengcab PSSI, Deddy Kattili, mengaku sangat bersyukur dengan terse-

lenggaranya Festival U-11 meski tanpa bantuan APBD sepeser pun. “Alhamdulillah berjalan sukses. Anggaran APBD bukan segalanya. Kita sadari, APBD Situbondo hingga kini belum bisa berbuat banyak terhadap pembinaan sepak bola Situbondo,” terangnya. Menurut Deddy, babak penyisihan Festival U-11 dibagi menjadi tiga wilayah, yakni wilayah tengah, timur, dan

27 Pesilat Jalani TC BANYUWANGI - Sebanyak 27 pesilat tetap mengikuti pemusatan latihan atau training center (TC) dalam menyongsong Kejuaraan Provinsi (Kejurprov), meskipun IPSI Cabang Banyuwangi sedang dilanda masalah pendanaan dalam agenda tahunan itu. Semua pesilat itu mengikuti TC sejak 30 November yang digeber di PGTA Waduk Bajulmati, depan kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Pengairan, Banyuwangi. Sedianya, semua pesilat terbaik hasil seleksi itu akan mengakhiri TC 14 Desember mendatang. Sebagai tuan rumah, IPSI Banyuwangi mengemban tanggung jawab besar. Jangan sampai atlet yang diterjunkan ke gelanggang meraih hasil buruk. Tentu hal itu menjadi pekerjaan rumah (PR) yang harus segera dibenahi. Kejurprov itu menjadi ujian sesungguhnya bagi IPSI Cabang Banyuwangi periode 2013-2017. Induk organisasi semua perguruan silat itu ingin sukses sebagai penyelenggara, dan pesilat yang diterjunkan juga diharapkan meraih hasil manis. IPSI Cabang Banyuwangi sudah membentuk dua tim panitia, yaitu menyusun tim manajer dan tim atlet agar sukses menyabet prestasi. Kemudian, membentuk tim pelaksana demi sukses sebagai pelaksanaan. Sekretaris IPSI Cabang Banyuwangi, Mukayin, mengaku sampai detik ini persiapan sudah disusun dengan baik. ‘’Alhamdulillah semua sudah berjalan di rel masing-masing. Segala persiapan sudah kita matangkan sebaik mungkin. Meski sejauh ini masih iuran pengurus. Kita berharap ada bantuan sponsor,” harapnya. (ton/c1/als)

ALI NURFATONI/RaBa

SIAP TEMPUR: Pemain BU U-17 (merah) saat menghadapi Persipro U-17 Probolinggo di Stadion Lumajang Minggu (24/11) lalu.

pemain dianggap sudah oke. Bahkan, prestasi tim kebanggaan Banyuwangi itu cukup gemilang dengan menorehkan 10 gol dan hanya sekali kebobolan

dalam tiga pertandingan yang sudah dijalani. Modal itu cukup bagus mengingat skuad BU bermain di luar kandang,

noza berhasil naik podium sebagai juara pertama di kategori MTB Open Criterium. Warseno meraih juara ketiga dalam kelas Men Elite Road Race. Cendiawan Cahyono masuk garis finis di posisi ketiga dalam kategori Executive Race. Ketua BRCC Banyuwangi, Guntur Priambodo, mengaku puas dengan hasil yang diraih timnya. Menurut dia, para rider sudah tampil maksimal dalam ajang tersebut. ‘’Prestasi ini cukup menggembirakan,” ungkapnya. (ton/c1/als)

barat. Putaran final semua wilayah tersebut digelar di Stadion Mohahammad Sholeh, Situbondo. “Total peserta 37 kesebelasan,” imbuh Deddy. Ditambahkan, Festival U-11 merupakan salah satu upaya membina bibit-bibit sepak bola di Kota Santri. Diharapkan, Festival U-11 akan melahirkan kesebelasan yang akan mewakili Kabupaten Situbondo di Liga Danone 2014. (pri/c1/als)

Jalani Latihan Berat demi Grand Final BANYUWANGI - Skuad Banyuwangi United (BU) U-17 terus mempersiapkan diri setelah memastikan diri menjadi tuan rumah putaran kedua Liga Remaja U-17 Jatim. Pasukan Giman Abadi itu berambisi lolos ke babak final. Giman Abadi memang menginstruksikan kondisi fisik para pemain harus benar-benar fight. Latihan yang diberikan kepada Yoga Eka Yulianto dkk pun cukup berat. Tujuannya jelas, agar pemain siap tempur dalam laga yang akan digeber di Stadion Diponegoro, Banyuwangi, mulai 9 Desember itu. Sekadar tahu, BU berada di grup yang diisi tim-tim berkelas. Tiga tim yang akan dihadapi pada putaran kedua adalah Persema Kota Malang, Persekam Kabupaten Malang, dan Tripel Kediri. BU harus bekerja keras demi mengalahkan tim tersebut. Jika tidak, ambisi meraih prestasi di kancah Jawa Timur akan terkubur. Apalagi, hanya satu tim pemuncak klasemen yang berhak lolos ke babak final. Skuad BU tidak ada perubahan seperti pada putaran pertama. komposisi

BATU - Sejumlah pembalap Banyuwangi meraih hasil manis dalam Batu Night Criterium and Hill. Tiga rider Bumi Blambangan berhasil naik podium dalam ajang yang digelar di Batu itu. Tiga rider yang meraih sukses itu adalah Renoza, Warseno, dan Cendiawan Cahyono. Tiga rider itu memperkuat Banyuwangi Road Cycling Community (BRCC) dalam ajang yang digeber selama dua hari mulai 30 Desember hingga 1 Januari itu. Tiga rider itu berhasil unjuk gigi di berbagai kategori. Re-

yaitu di Stadion Semeru Lumajang. Semangat pemain semakin menggila ketika main di kandang sendiri. “Saya dan teman-teman mendapatkan latihan berat,” ungkap Riki Pratama, gelandang BU U-17. Selain ditempa latihan berat, pemain BU-17 juga akan menjalani uji coba. Hal itu demi menjaga kekompakan tim dan evaluasi kelemahan tim. “Anakanak sangat serius dalam menatap putaran kedua,” ungkap manajer BU U-17, Miskawi. Kepala Desa Karang Harjo, Kecamatan Glenmore, itu mengungkapkan, kekompakan para pemain menunjukkan tren positif. Naluri mencetak gol para pemain juga merata. ‘’Lini belakang juga terasah dengan baik,” terangnya. Perkembangan terbaru, BU menang meyakinkan saat melakukan uji coba. Yoga Eka Yulianto dkk melesakkan setengah lusin gol saat meladeni SSB Persik, Glenmore, di lapangan Glenmore, Minggu (1/12) lalu. Pundi-pundi gol itu dilesakkan Octo (hattrick), Andi, Riki Pratama, dan Kodem. (ton/c1/als)

EXECUTIVE RACE: Cendiawan Cahyono (kanan) finis di posisi ketiga dalam Batu Night Criterium and Hill.

ISTIMEWA


BERITA UTAMA

Selasa 3 Desember 2013

39

HALAMAN SAMBUNGAN

Amankan Seekor Ular Sanca Kembang

n BELUM... Sambungan dari Hal 29

Mengetahui kapal bocor, masyarakat maritim di bawah komando Syahbandar Pelabuhan Ta n j u n g Wa n g i l a n g s u n g mengevakuasi puluhan ABK. Tidak hanya itu, beberapa

tug boat dikerahkan untuk mendorong kapal kargo nahas itu menuju tepi pantai hingga 400 meter dari posisi awal. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Awalnya, kapal berukuran besar itu hendak bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Wangi.

Namun, karena dermaga masih full, kapal itu lego jangkar di tengah laut. Kapal kargo itu tenggelam Selasa sekitar pukul 11.00 setelah didorong ke dekat pantai menggunakan tugboat. Seluruh ABK yang berjumlah 22 orang selamat. (afi/c1/bay)

Tidak Ada Tanda Kekerasan

n TEMUKAN... Sambungan dari Hal 29

Belasan ekor trenggiling tersebut disimpan rapi di tempat cucian. Petugas BKSDA yang didampingi aparat Polsek Genteng juga menemukan seekor ular sanca kembang yang masih liar di rumah Budi. Di rumah budi, petugas juga menemukan sisik trenggiling basah seberat 4,2 kilogram (Kg). Ada juga sisik trenggiling yang sudah kering seberat 2,73 Kg. Tidak ketinggalan, usus satwa tersebut juga ditemukan seberat 2,29 Kg, serta organ tubuh lain seberat 2,83 Kg. Selain itu, petugas juga menemukan barang bukti berupa satu unit timbangan digital, satu unit alat freezer, 42 jaring warna hijau, dan sebuah pipet sabu, serta satu timba berwarna merah. Penyidik Pegawai Negeri Sipil BKSDA Jawa Timur, Syafi’udin mengatakan, penggerebekan yang dilakukan petugas didampingi petugas Polsek Genteng tersebut berawal dari laporan warga. Warga yang enggan disebut namanya itu mengaku sering

Menunggu Pemeriksaan Tuntas

n LELAKI... Sambungan dari Hal 29

Selain itu, korban mengenakan sarung kotak-kotak. “Semua pakaian yang dikenakan sudah kusam. Warna pakaiannya juga sudah buram,” jelasnya. Keterangan warga sekitar, jelas dia, MR X bukan warga sekitar Desa Tamansari. Sejumlah warga mengaku sering melihat korban berjalan-jalan di

ABDUL AZIZ/RaBa

REPTIL: Petugas menemukan seekor ular sanca yang masih liar di rumah Budi.

melihat pelaku membawa trenggiling ke rumahnya. Selain itu, Budi diduga juga mengolah satwa dilindungi tersebut di dalam rumahnya. ”Laporan warga itu kami tindak lanjuti,” tuturnya. Pada Minggu malam, empat petugas BKSDA didampingi petugas Polsek Genteng mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Sayang, kedatangan petugas tersebut diduga bocor. Budi sudah kabur lebih dulu sebelum petugas datang. ”Tapi kami tetap lakukan peng ge-

ledahan di TKP,” katanya. Dalam penggerebekan malam itu, petugas menemukan 10 ekor trenggiling yang kulitnya sudah dikelupas. Sisiknya yang sudah terlepas dipisahkan. Be gitu juga dengan bagian tubuh lain. ”Pagi tadi (pagi kemarin, Red) kita operasi lagi dan kita temukan empat ekor trenggiling dan seekor ular,” jelas Syafi’udin. Syafi’udin mengaku belum tahu secara pasti maksud Budi melakukan bisnis treng gi-

ling tersebut. Namun, berdasar pengalaman dan sepengetahuannya, sisik hewan tersebut diduga bisa diolah menjadi bahan sabu-sabu. ”Sisik trenggiling mahal harganya. Satu sisik bisa tujuh ribu rupiah,” jelasnya. Untuk memper tanggung jawabkan perbuatannya, Budi yang masih buron itu dijerat Pasal 40 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1990 tentang konservasi sumber daya alam dengan ancaman hukuman lima tahun penjara dan denda Rp 100 juta. (azi/c1/bay)

sekitar gubuk dan perkebunan. “Mr X ini diduga seorang gelandangan,” ungkapnya. Karena tidak ada yang mengenalinya, warga bersama Muspika Licin sepakat memakamkan Mr X. Setelah dimandikan dan disalati, korban dikubur di pemakaman umum Dusun Jambu, Desa Tamansari. “Mr X dimakamkan dengan disaksikan perangkat desa dan Tiga Pilar,” cetusnya. (abi/c1/bay)

Reses Hak Anggota DPRD n HANYA... Sambungan dari Hal 29

Sementara itu, 26 anggota dipastikan tidak melakukan program yang telah dibuat sendiri itu. “Jadi yang melakukan program reses tidak ada separo,” katanya. Berdasar laporan yang diterima, jelas dia, dari 24 anggota DPRD yang melaporkan telah melaksanakan reses, yang melakukan dua kali kegiatan hanya 18 anggota. Enam anggota lain hanya melaksanakan kegiatan sekali. “Program reses ini dua kali kegiatan. Kalau melaksanakan

satu kali tidak apa-apa,” jelasnya. Berdasar data yang diperoleh Jawa Pos Radar Banyuwangi, dua dari 26 anggota DPRD yang tidak melaksanakan reses berasal dari unsur pimpinan. Kedua pimpinan itu adalah Ketua DPRD Hermanto dan Wakil Ketua H. Joni Subagio. “Yang tidak mengambil reses lebih banyak,” terangnya. Menurut Sigit, anggota DPRD Banyuwangi yang me laksanakan reses satu kali kegiatan dianggarkan Rp 9.128.000. Bila melaksanakan dua kali kegiatan, maka dana yang akan dikucurkan Rp 18.256.000. “Ka-

lau hanya melaksanakan satu kegiatan, yang dicairkan ya Rp 9.128.000,” ungkapnya. Sementara itu, Wakil Ketua DPRD H. Joni Subagio saat dikonfirmasi mengakui dirinya memang tidak melaksanakan program reses yang baru kali pertama dilaksanakan itu. “Saya sangat sibuk. Jadwal sudah padat, sehingga tidak bisa reses,” katanya. Selain kegiatannya sudah padat, Joni menyebut program reses itu pelaporannya ribet. Laporan reses dianggap njlimet. “Program reses ini merupakan hak anggota dewan,” cetusnya. (abi/c1/bay)

Izin Operasionalnya Terminal Penumpang Tiga Kali Peringatan, Izin Bisa Dicabut

n TERMINAL...

n KIAN...

Sambungan dari Hal 29

Sambungan dari Hal 30

Seperti yang terjadi di Jalan Argopuro, Kelurahan Sukowidi, Kecamatan Kalipuro. Pada malam hari puluhan truk-truk besar berjejer parkir di lokasi itu. Pemerintah daerah se benarnya sudah berencana memindahkan Terminal Sritanjung ke daerah sekitar Pelabuhan Ketapang. Pemerintah sudah memprogramkan membangun terminal terpadu di lahan milik PT. Kereta Api Indonesia (KAI), tapi belum terealisasi. Terkait rencana pembangunan terminal terpadu itu, negosiasi pemerintah daerah dan PT. KAI belum tuntas. Kementerian Perhubungan RI melalui Dirjen Perhubungan Darat sudah memberikan sinyal positif terhadap rencana yang digagas Bupati Abdullah Azwar Anas itu. Kepala Dishubkominfo Banyuwangi, Suprayogi mengatakan, pengalihan fungsi Ter-

Dikatakan, selain demi menjaga ketenteraman dan ketertiban umum, razia kemarin dilakukan untuk mengantisipasi praktik prostitusi terselubung di Bumi Blambangan. Sebab,

Sambungan dari Hal 29

Dari tujuh anggota forpimda, semua kompak hadir kecuali Kapolres AKBP Yusuf. Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko, Sekkab Slamet Kariyono, dan tiga wakil ketua DPRD hadir menjadi suporter kegiatan Gathering Night in Bali tersebut. Kepala Biro Ekonomi Pembangunan Pemprov Bali, Gede Sujana, beberapa pengurus Asita Bali, dan Marketing dan Sa les Manager PT. Garuda Indonesia (Tbk) Muhammad Firman, juga hadir dalam kegiatan tersebut. Tidak hanya ka langan pejabat, pemkab juga mengundang sekitar 30 agen perjalanan wisata di Banyuwangi. Kegiatan tersebut

berikan surat teguran kepada pengelola rumah kos dan hotel jika ada penghuni yang tidak bisa menunjukkan kartu identitas. “Jika surat teguran I, teguran II, dan teguran III, tidak di tindaklanjuti, maka izin nya akan kami cabut,” pungkasnya. (sgt/c1/bay)

Tidak Ada Tindakan dari PPK n TEMUKAN... Sambungan dari Hal 40

GALIH COKRO/RaBa

SEPI: Ruang masuk penumpang Terminal Sritanjung, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi.

minal Sritanjung menjadi terminal bongkar-muat tidak bisa dilakukan. Izin operasional Terminal Sritanjung di Kementerian Perhubungan RI adalah

terminal penumpang. Jika ada aktivitas lain di Terminal Sritanjung, maka harus mengajukan izin baru. Selama belum ada izin baru, kegiatan

apa pun tidak bisa dilakukan selain kegiatan bongkar-muat penumpang. Apalagi, jika digunakan sebagai lahan parkir truk. (afi/c1/bay)

Garuda Masuk BWI Maret 2014 n SIAP...

sejauh ini Satpol PP sudah menutup sepuluh dari 12 lokalisasi di Banyuwangi. “Begitu banyak lo kalisasi yang sudah kami tutup. Karena itu, razia ini juga kami lakukan sebagai antisipasi prostitusi terselubung,” paparnya. Lebih jauh Ripai menegaskan, pi haknya akan mem-

dihadiri sekitar 150 agen perjalanan wisata di Pulau Dewata, Bali. Pada malam itu, panitia menampilkan sejumlah kesenian Banyuwangi, seperti tari gandrung, tari jinggo yudho, dan tari gending. Selain menampilkan beberapa ke senian, juga ditampilkan video Ba nyuwangi discovery dan video rangkaian kegiatan Banyuwangi Festival. Usia menampilkan beberapa kesenian dan video Banyuwangi discovery, para undangan menyampaikan excited dengan potensi kekayaan budaya dan po tensi alam yang dimiliki Banyuwangi. Para undangan menilai, Banyuwangi memiliki potensi wisata yang layak dijual kepada wisatawan internasional.

Perwakilan agen perjalanan wisata Banyuwangi, Sujiyanto, menyampaikan harapannya terhadap kegiatan itu. Menurut dia, agen perjalanan wisata di Banyuwangi tidak terlalu berharap menarik banyak wisatawan yang tengah datang ke Bali. “Kita hanya menargetkan 1,5 persen dari total kunjungan wisata ke Bali,” ungkap Sujiyanto. Perwakilan PT. Garuda Indonesia TbK, Muhammad Firman menyampaikan, sedianya pesawat Garuda Indonesia pada Desember 2013 ini sudah terbang ke Banyuwangi. Hanya saja, karena ada kendala tek nis yang belum selesai, hal itu ditunda hingga ta hun 2014. Tertundanya pe nerbangan pada Desember itu, kata Firman, disebabkan be-

lum keluarnya izin dari Kementerian Perhubungan RI. “Insyaallah pada Maret 2014 pesawat Garuda sudah terbang ke Banyuwangi,” katanya. Kepala Biro Ekonomi Pembangunan Gede Sujana mengungkapkan, hingga bulan November 2013 kunjungan wisatawan ke Bali mencapai 2,9 juta orang. Pada tahun 2018 mendatang, Pemprov Bali menargetkan kunjungan wisata hingga 18 juta jiwa. Gede berharap sebagian wisatawan bisa memanfaatkan waktunya untuk mampir ke Banyuwangi guna menikmati kekayaan alam yang ditawarkan Banyuwangi. Gede optimistis wisatawan yang datang ke Bali akan tertarik datang ke Banyuwangi. (afi/c1/bay)

Kedua Orang Tuanya Kerja di Bali n TAK... Sambungan dari Hal 29

Hampir setiap hari mereka guyon sesama teman dan dengan warga sekitar. “Saya juga sering melihat mereka tertawa-tawa setiap keluar tempat kos,” ujarnya. Dari lima siswi yang kos itu sebenarnya tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan. Seperti para pelajar lain, mereka semua ramping dan berpenampilan biasa. “Saya juga tidak percaya kalau sampai ada yang hamil dan melahirkan,” ungkapnya. Hanya, Syamsi yang rumahnya hanya dibatasi lorong itu sering melihat tamu lelaki

di tempat kos itu. Tamu lelaki itu juga sering datang pada malam hari. “Tamu lelaki banyak yang datang dan sering. Tapi jam sembilan (21.00) mereka pulang,” katanya. Di tempat kos milik Junaid itu sebenarnya ada ruang tamu. Hanya saja, ruang tamu itu berada di dalam rumah dan menyatu dengan kamar-kamar yang ditempati para siswi. “Kalau ada tamu lelaki, semua masuk ke rumah,” terangnya. Meski sering ada tamu, pemilik kos mengaku sudah memperketat pengawasan. Para anak kos itu selalu diingatkan agar tidak menerima tamu di atas pukul 21.00. Bila mereka keluar malam, pada pukul 21.00

mereka harus pulang. “Saya sudah sering mengingatkan,” sebut Wilati, istri Junaid. Khusus DA yang diduga baru melahirkan bayi itu, diakui Wilati memang sering keluar malam. Bahkan, tidak jarang salah satu siswi SMK swasta di Kecamatan Giri itu tidak kembali ke tempat kos hingga pagi. “Yang penting saya sudah mengingatkan,” dalihnya. Bukan hanya keluar malam, DA juga jarang pulang bila sekolah libur. Bahkan, pernah tidak pulang ke rumah orang tuanya sampai dua bulan. “Saya tidak tahu alamat orang tuanya. Katanya, kedua orang tuanya kerja di Bali,” sebutnya. (c1/bay)

Aswari sangat menyayangkan tenggang waktu selama dua bulan tersebut tidak ada tindakan tegas dari PPK. “Jadi saya pastikan, PPK dalam hal ini lalai dalam pekerjaannya. PPK itu mengemban amanat yang berat, yang bertanggung jawab terhadap penggunaan barang,

mulai dari perencanaan hingga finishing, itu harus diawasi,” imbuhnya. Sebab itulah, menyikapi ambruknya Pasar Panji tidak bisa hanya fokus pada saat kejadian. Sebab, sebelumnya sudah ada rangkaian-rangkaian kejadian. Kata Aswari, jangan sampai merasa tenang hanya karena anggaran untuk pembangunan Pasar Panji belum terserap.

“Bagi saya ini juga masalah kinerja. Tim itu dibentuk ada anggaran. Yang jelas anggaran pengawasan itu diserap oleh tim. Jadi tolak ukurnya bukan hanya anggaran untuk pembangunan Pasar Panji belum cair. Tapi, juga masalah kinerja maupun kerugian para pedagang di sana yang tidak bisa melakukan aktivitas ekonomi pasca ambruknya Pasar Panji,” pungkasnya. (pri/c1/als)

Api Baru Padam Pukul 09.00 n LIMA... Sambungan dari Hal 40

Upaya pemadaman api baru maksimal setelah mobil pemadam kebakaran Pemkab Situbondo tiba ke TKP. Api baru berhenti berkobar sekitar pukul 09.00. Sejumlah rumah warga sudah rata tanah. Kalaupun ada yang tersisa, hanya

tinggal puing-puing. Akibat kejadian itu, sejumlah pasangan suami istri harus kehilangan tempat tinggal. Lima rumah warga yang hangus terbakar adalah milik Nahri, 24; Seinal, 25; Sumito, 50; Jamhari, 45; dan Sama, 65. Rumah yang mengalami rusak berat milik Busan, 60; dan rumah yang

mengalami rusak ringan miliki Salud dan Paramo. “Selain mengakibatkan delapan rumah rusak, kebakaran itu juga menghanguskan dua kan dang sapi dan satu unit kendaraan roda dua, perhiasan emas, dan uang tunai Rp 20 juta,” sebut Kapolsek Situbondo, Hasanuddin. (pri/c1/als)

Pengetahuan Masyarakat Masih Minim n KPA... Sambungan dari Hal 40

Bupati Situbondo, H. Dadang Wigiarto yang juga Ketua Komisi Penanggulangan AIDS Situbondo mengatakan, esensi upaya pencegahan dan penanggulangan AIDS di Kabu paten Situbondo adalah men cegah dan mengurangi risiko penularan HIV. Selain itu, meningkatkan kualitas hidup

ODHA dan mengurangi dampak sosial dan ekonomi akibat HIV dan AIDS pada individu, keluarga, dan masyarakat. Dengan begitu, setiap individu menjadi produktif dan bermanfaat untuk pem bangunan. “Untuk itu, saya menganggap tema ‘Cegah HIV/AIDS! Lindungi Pekerja, Keluarga dan Bangsa’ sangat tepat untuk menjadi tema besar Hari AIDS Sedunia tahun ini,” imbuhnya.

Bupati meminta pengurus KPA Situbondo memberikan pengetahuan secara gamblang kepada remaja dan generasi muda Kabupaten Situbondo tentang penanggulangan HIV/AIDS. “Kalau selama ini remaja yang memiliki pengetahuan secara komprehensif akan HIV dan AIDS baru berkisar antara 20 sampai 30 persen, maka ke depan harus ditingkatkan terus hingga mencapai 80 persen,” harapnya. (pri/c1/als)

Semua Tempat Hiburan Akan Ditutup BANYUWANGI - Pemkab Banyuwangi berencana tidak akan memberi izin bagi warga yang akan membuka usaha tempat hiburan malam. Malahan, semua tempat hiburan malam yang kini sudah beroperasi juga terancam akan ditutup. Penegasan itu disampaikan Wakil Bupati (Wabup) Banyuwangi Yusuf Widyatmoko saat menyampaikan pendapat bupati atas Pandangan Umum (PU) Fraksi atas pengajuan raperda penyelenggaraan administrasi kependudukan Kabupaten Banyuwangi dan raperda pengendalian usaha tempat hiburan di gedung DPRD Banyuwangi kemarin. Di antara jenis tempat hiburan yang tidak akan diberi

izin buka di Kabupaten Banyuwangi, terang Wabup Yusuf, seperti diskotek, klub malam, panti pijat, dan tempat karaoke. “Eksekutif sepaham dengan Fraksi Partai Gerindra mengenai penertiban tempat hiburan,” katanya. Terkait tempat hiburan yang sudah beroperasi dan memiliki izin, wabup menyampaikan pemerintah akan memberi kesempatan beroperasi. Hanya, kesempatan yang diberikan itu hanya sampai masa izin habis. “Kalau izinnya habis, maka tidak akan diperpanjang lagi,” ujarnya. Mengenai permintaan Fraksi PKNU agar tempat hiburan diberi batas operasi saat Ramadan, wabup mengaku sependapat. Bahkan, selama

Ramadan akan dibuat aturan khusus bagi tempat hiburan. “Selama Ramadan bisa ditutup total,” cetusnya. Menanggapi PU Fraksi PKB yang menyebut proses pengurusan administrasi penduduk yang berat dan mahal, eksekutif menyebut itu biasanya tidak diurus sendiri. “Pengurusan administrasi itu gratis. Kalau berat, biasanya karena pengurusannya dititipkan,” dalihnya. Menurut Wabup Yusuf, membuat kartu keluarga, KTP, dan akta kelahiran, tidak dipungut biaya alias gratis. Bila persyaratannya sudah lengkap, maka proses pengajuan akta kelahiran sehari bisa jadi. “Tidak ada yang dipungut biaya,” katanya. (abi/c1/bay)


40

Selasa 3 Desember 2013

Di Balik Runtuhnya Bangunan Pasar Panji

Temukan Penyimpangan Dua Bulan sebelum Ambruk Ketidakberesan pelaksanaan pembangunan tiga unit los Pasar Panji sebenarnya sudah diketahui sekitar dua bulan sebelum ambruknya bangunan senilai Rp 1,250 miliar itu.

EDY SUPRIYONO/RaBa

RATA TANAH: Kondisi sejumlah rumah warga RT 05, RW 04, Dusun Bendungan, Desa Kalibagor, Kecamatan Situbondo, setelah kebakaran.

Lima Rumah Warga Ludes Terbakar SITUBONDO - Kebakaran hebat terjadi di RT 05, RW 04, Dusun Bendungan, Desa Kalibagor, Kecamatan Situbondo, pagi kemarin (2/12). Lima rumah warga setempat hangus rata tanah. Satu unit motor, perhiasan emas, dan uang tunai sekitar Rp 20 juta, juga hangus. Bukan itu saja. Akibat kebakaran tersebut, satu rumah warga juga rusak berat dan

dua rumah lain rusak ringan. Kerugian ditaksir mencapai Rp 200 juta. Hingga kini, kepolisian masih melakukan penyelidikan demi memastikan penyebab kebakaran tersebut. “Sebab-sebab kejadian masih dalam lidik. Dugaan sementara karena korsleting arus pendek listrik,” terang Kapolsek Kota, AKP Hasanuddin, kepada sejumlah wartawan

yang menemuinya kemarin. Informasi yang dikumpulkan koran ini menyebutkan, kebakaran terjadi sekitar pukul 07.00. Api dengan mudah merambat dan menyebar ke rumah warga karena bahan rumah warga sebagian besar kayu dan anyaman bambu. Sehingga, dalam waktu tidak terlalu lama, rumah-rumah tersebut sudah menjadi abu.

Selain itu, saat kejadian, permukiman tersebut dalam keadaan sepi. Para penghuninya berada di sawah. Upaya pemadaman pun terlambat dilakukan. Warga baru tahu ada kebakaran saat api sudah membesar. Mereka langsung bergotong royong memadamkan si jago merah dengan alat seadanya n

NAMUN, janji pelaksana kegiatan untuk memperbaiki kualitas garapannya tak kunjung ditepati hingga akhirnya berujung tragis. Hal itu disampaikan wakil Ketua Komisi II DPRD Situbondo, H. Aswari. “Kita juga sangat menyayangkan karena PPK (pejabat pembuat komitmen) kegiatan ini tidak tegas begitu mengetahui adanya penyimpangan,” ujar Aswari kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi belum lama ini. Menurut politisi berkacamata tersebut, penyimpangan itu ditemukan oleh konsultan pengawas. Itu terjadi pada pengerjaan pembuatan slop dan tiang bangunan. Bagianbagian itulah yang diduga kuat menyebabkan ambruknya Pasar Panji. “Ini diakui oleh konsultan pengawas sendiri, memang terjadi penyimpangan,” ungkapnya. Namun, tindakan yang diambil oleh PPK hanya memberikan saran agar diperbaiki. Padahal, sebagai penanggung

EDY SUPRIYONO/RaBa

POLICE LINE: Tim penyidik disarankan tidak hanya fokus saat bangunan ambruk, tapi juga fakta yang terjadi sebelum bangunan Pasar Panji ambruk.

n

Sehari Hanya Untung Rp 3 Ribu  Baca Halaman 37

jawab pengadaan barang, PPK seharusnya bertanggung jawab mulai perencanaan hingga pelaksanaan di lapangan. “Jadi hanya memberikan saran agar diperbaiki, bukan langsung datang sidak ke lapangan, melihat kenyataan,” tegasnya. Seharusnya, lanjut pria asal Jangkar tersebut, begitu mengetahui adanya penyimpangan

PPK terlebih dahulu datang ke lapangan. Jika mengetahui ini penyimpangannya fatal, maka tidak ada pilihan lain kecuali menyetop. Jika akan dilanjutkan harus benar-benar dipastikan adanya perbaikan pekerjaannya. Kata Aswari, temuan adanya penyimpangan itu pada 2 September. Paling tidak keesokan harinya, tanggal 3 September PPK seharusnya langsung menyetop pekerjaan. “Sehingga, seandainya saat itu bertindak tegas, tentu tak akan terjadi kejadian semacam ini. Jadi seolah ada pembiaran, baru dua bulan kemudian ambruk,” katanya n  Baca Temukan...Hal 39

 Baca Lima...Hal 39

KPA - Forum Anak Gelar Aksi Peduli HIV/AIDS SITUBONDO - Memperingati Hari AIDS 1 Desember 2013, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Situbondo melakukan aksi peduli AIDS dengan membagibagikan pamflet, brosur, stiker, dan menyematkan pita merah kepada masyarakat. KPA tidak turun sendirian, tapi menggandeng LSM SAR, Forum Anak Kabupaten Situbondo, dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) serta Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Situbondo. Aksi peduli AIDS KPA dengan Forum Anak Situbondo berlangsung di Jalan PB. Sudirman Situbondo, Jalan Kartini Situbondo, dan sekitar alun-alun Situbondo. Itu bertujuan menyadarkan masyarakat Kabupaten Situbondo waspada terhadap bahaya HIV/AIDS. Selain itu, mengajak peduli terhadap penanggulangan HIV AIDS. “Sebab, setiap tahun jumlah penderitanya terus meningkat. Sejak tahun 2004-2013 jumlah penderita HIV/AIDS di Situbondo secara kumulatif sebanyak 315 orang,” ujar

Ketua Forum Anak Kabupaten Situbondo, Muhammad Fahri, yang sekaligus koordinator aksi peduli HIV/AIDS. Peringatan Hari AIDS Sedunia tahun ini, KPA Situbondo sengaja melibatkan kalangan remaja, khususnya pelajar. Diharapkan, mereka bisa memberikan informasi dan kesadaran tinggi bagi remaja terhadap penanggulangan HIV AIDS. Ini diperlukan untuk menekan penularan HIV/AIDS terutama kepada mereka yang berisiko tinggi. “Sekaligus tentu memberikan informasi yang benar tentang penularannya serta perlakuan yang tepat kepada para ODHA yang tidak lagi diskriminatif dan mengucilkan mereka,” imbuh Fahri. Kata dia, peringatan Hari AIDS Sedunia merupakan momentum tepat mengajak remaja Situbondo bersinergi dalam penanggulangan HIV/ AIDS. “Kita sendiri akan selalu bersinergi dengan Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Situbondo dalam penanggulangan AIDS,” imbuhnya n

PEROLEHAN SEMENTARA BALLOT TOKOH FAVORIT 2013 TAHAP 4

Andi Mulyo

Andriani, dr.

Irwan Setiawan

Mentik Rohimah

EDY SUPRIYONO/RaBa

HARI AIDS SEDUNIA: Relawan KPA Situbondo membagi-bagikan pamflet kepada warga kemarin.

 Baca KPA...Hal 39 NO. 1 2 3 4

NAMA

HASIL (%)

Dadang Wigiarto Hadi Wijono Muslimin Fasyah Irwan Setiawan

38.09 19.52 18.36 15.27

Arvy Rizaldy, SE Dadang Wigiarto

Muh Hidayat, Drs. H.

Muslimin Fasyah

NO. 5 6 7 8

NAMA

HASIL (%)

Muh Hidayat, drs. H. 10.01 Umi Kulsum 6.45 Guntur Priambodo,DR. Ir. MM 5.97 Arvy Rizaldy, SE 5.13

NO. 9 10 11 12

NAMA Ficky Septa Linda Toni Hartono Mentik Rohimah Sri Utami Faktuningsih

HASIL (%) 4.58 3.60 3.39 2.31

NO. 13 14 15 16

NAMA Ira Damayanti Wendriawanto Andriani, dr. Wiwik Eko Lestari

Danny Farda M

Ficky Septa Linda

Guntur Priambodo, Dr. Ir. MM

Hadi Wijono

I Made Cahyana

Ira Damayanti

Sri Utami Faktuningsih

Teguh Sumarno

Toni Hartono

Umi Kulsum

Wiwik Eko Lestari

Wendriawanto

HASIL (%) 1.22 1.19 0.81 0.78

NO. 17 18 19 20

NAMA Teguh Sumarno Andi Mulyo Danny Farda M I Made Cahyana

HASIL (%) 0.54 0.51 0.34 0.00


3 desember web