Page 1

29

Pendorong Perubahan dan Pembaruan

SENIN 30 SEPTEMBER TAHUN 2013

Vakum Tanpa Kades di 95 Desa

ADA APA LAGI Itu kan celurit saya?

Serahkan perhiasanmu!

Iya…. Pinjam sebentar!

ZAKARIA/RaBa

Perampok Pakai Parang dan Celurit Milik Korban GLAGAH - Kawanan perampok yang telah menjarah rumah Khoerotun, di Dusun Mondoluko, Desa Tamansuruh, Kecamatan Glagah pada Jumat (27/9) dini hari lalu, masih tetap belum berhasil tertangkap hingga kemarin. Aparat kepolisian juga masih belum berhasil mengendus keberadaan perampok yang berdialek Suroboyoan itu. Dari hasil penyelidikan yang telah dilakukan, polisi menemukan sejumlah barang yang diduga digunakan perampok. Di antara bukti itu, berupa senjata tajam (sajam) jenis celurit yang sempat dipakai menakut-nakuti korban. “Celurit kita temukan tidak jauh dari rumah korban,” terang Kapolsek Glagah AKP Jupriyadi kemarin (29/9) n

Pelantikan Masal Hasil Pilkades Digelar 4 Oktober BANYUWANGI - Terhitung mulai kemarin (29/9), sebanyak 95 kepala desa (kades) se Banyuwangi resmi mengakhiri masa jabatannya. Dengan berakhirnya masa jabatan puluhan kades itu, maka saat itu pula, 95 desa menjadi vakum alias tidak memiliki kades. Untuk sementara, kendali pemerintah desa dipegang sekretaris desa (sekdes) sampai 95 calon kades terpilih resmi dilantik. Rencananya, 95 calon kades terpilih itu akan dilantik pada 4 Oktober 2013 mendatang. “Acara pelantikan masal 95 kades terpilih sudah diputuskan digelar pada 4 Oktober 2013 mendatang,” ungkap Kabag Pemerintahan Pemkab Banyuwangi, Anacleto Da Silva kemarin (29/9). Keputusan pelantikan 4 Oktober 2013, kata Anacleto,

 Baca Perampok...Hal 39

HAJI

CJH Tertua 85 Tahun, Termuda 18 Tahun BANYUWANGI - Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banyuwangi telah menuntaskan seluruh persiapan pemberangkatan haji tahun ini. Untuk jadwal pemberangkatan dipastikan tidak akan berubah, yakni pada 3 Oktober 2013 mendatang. Para calon jamaah haji (CJH) asal Kabupaten Banyuwangi yang berjumlah 793 orang, juga sudah menyatakan kesiapannya untuk diberangkatkan dengan kelompok terbang (kloter) 53 dan 54. “Laporan yang kita terima paling akhir, semua CJH siap untuk berangkat,” cetus Kepala Seksi Urusan Haji Kemenag Banyuwangi, H. Mukhlis kemarin (29/9) n  Baca CJH Tertua...Hal 39

BAGAIMANA INI

ICHSAN/RaBa

PARKIR: banyak sepeda motor parkir di area car free day di ujung Jalan Diponegoro Banyuwangi pagi kemarin (29/9)

Motor Tetap Nyelonong BANYUWANGI - Area car free day (CFD) yang digelar pemerintah daerah di sekitar Taman Blambangan, tampaknya tidak bebas kendaraan bermotor lagi. Kendaraan bermotor bebas masuk area CFD yang telah ditetapkan. Sebelumnya, pemkab menetapkan beberapa ruas jalan sebagai daerah CFD. Beberapa ruas jalan itu adalah, Jalan Dr Soetomo, Jalan Diponegoro, dan Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo Banyuwangi. Walau sudah ditetapkan sebagai area bebas asap kendaraan bermotor, namun kendaraan bermotor roda empat dan roda dua masih nyelonong masuk di lokasi area CFD. Seperti yang terlihat pada pelaksanaan CFD pagi kemarin (29/9), puluhan kendaraan bermotor masuk di area CFD n  Baca Motor...Hal 39

sudah mempertimbangkan banyak aspek. Salah satunya, kekosongan jabatan kades di 95 desa karena periode masa jabatannya sudah berakhir. Walau pelantikan kades terpilih baru digelar pada 4 Oktober, lanjut Anacleto, namun pemerintah daerah memutuskan untuk tidak menunjuk pejabat (Pj) kepala desa. Pertimbangannya, karena tenggang waktu berakhir masa jabatan kades lama dengan pelantikan kades baru hanya beberapa hari saja. Masa jabatan 95 kades berakhir pada Hari Minggu 29 September 2013 kemarin. Sementara pelantikan 95 kades baru hasil pemilihan 4 dan 5 September lalu itu, akan digelar pada Jumat mendatang (4/10). Dengan demikian, ada kekosongan jabatan kades di 95 desa selama lima hari. “Selama lima hari itu, secara otomatis tanggung jawab kendali pemerintahan desa dipegang sekretaris desa,” ungkap Anacleto n  Baca Vakum...Hal 39

Warga Mulai Saling Curiga

Brazil &Batik Gajah Uling Paduan Model

BANYUWANGI - Rangkaian kegiatan Banyuwangi Batik Festival (BBF) mencapai puncak Sabtu malam (28/9) lalu. Lomba batik fashion show yang dihelat di Gedung Seni dan Budaya (Gesibu) Blambangan, malam itu sukses besar menyedot animo ribuan warga asal seantero Banyuwangi.

Perhelatan tersebut semakin terasa spesial berkat penampilan seorang peragawati asal negeri samba, Brazil, yang ikut perform di atas cat walk dengan mengenakan busana bermotif batik khas Bumi Blambangan. Pantauan wartawan, sejumlah pejabat asal Jakarta dan

kota lain tampak hadir dalam perhelatan malam itu n  Baca Paduan...Hal 39

n Firsta Yufi Juara Festival Batik Baca Halaman 32 GALIH COKRO/RaBa

ANGGUN: Fereira Justino Karolyne berkostum batik motif Gajah Uling tampil di catwalk Gesibu Blambangan Banyuwangi Sabtu malam lalu (28/9).

LICIN - Fenomena serangan kawanan anjing liar pada ternak kambing di Kecamatan Licin, berdampak buruk terhadap kondisi sosial warga setempat. Warga mulai saling curiga, terhadap munculnya fenomena yang dianggap aneh itu. Awalnya, warga menganggap serangan anjing liar sebagai fenomena alam. Namun serangan itu berlanjut dengan beberapa keanehan yang menimbulkan beragam pertanyaan. Salah satu yang memicu warga tidak percaya sebagai fenomena alam adalah modus penyerangan. Jika serangan anjing itu sebagai fenomena alam, warga mempercayai dagingnya pasti dimakan. Namun yang terjadi saat ini, anjing liar itu hanya mencekik leher kambing. Setelah mencekik, anjing liar itu pergi tanpa menyentuh sama sekali daging kambing yang sudah tidak berdaya. “Kalau anjing lapar,

nggak mungkin hanya menggigit. Dagingnya pun pasti akan dimakan,” ujar Arifin, seorang warga Desa Tamansari, Kecamatan Licin. Sementara itu, warga Dusun Kebundadap di Desa Tamansari mulai saling curiga terhadap sesama warga. Beberapa warga dicurigai sebagai biang mu n c u l n y a fenomena serangan anjing liar itu. Warga dusun setempat, mulai terangan-terangan tunjuk hidung warga yang diduga sebagai pemicu serangan terhadap ternak itu. Apalagi, beberapa warga mengaku melihat ada fenomena yang tidak lumrah pada perilaku warga yang dicurigai tersebut. Pihak forum pimpinan Kecamatan Licin saat ini sedang bekerja keras untuk mengendalikan situasi saling curiga di Dusun Kebundadap tersebut. Pimpinan kecamatan cukup khawatir, aksi saling curiga itu berlanjut pada tindakan anarkis n

Serangan

Anjing

Liar

 Baca Warga...Hal 39

Mengunjungi Monumen Kekejaman PKI di Cemetuk, Cluring

Lubang Buaya Antarkan Cluring Jadi Desa Wisata Vakum tanpa kades di 95 desa

Monumen lubang buaya di Dusun Cemetuk, Desa/ Kecamatan Cluring, merupakan salah satu tempat bersejarah di Banyuwangi. Di tempat itu, sebanyak 62 kader Gerakan Pemuda (GP) Ansor dibantai dan dikubur masal oleh para aktivis Partai Komunis Indonesia (PKI). Karena monumen itu, Desa Cluring pada tahun 2013 ini ditetapkan sebagai Desa Wisata.

Saatnya sekdes merasakan jadi ‘’raja kecil’’ meski hanya 5 hari

Dampak serangan anjing liar, warga Licin mulai saling curiga

AGUS BAIHAQI/RaBa

Curiga itu boleh, asal jangan menuduh

BERSEJARAH: Bagian belakang Monumen Lubang Buaya di Dusun Cemetuk, Desa/Kecamatan Cluring (kanan). Patung Garuda Pancasila di bagian depan monumen.

AGUS BAIHAQI, Cluring penduduk di Dusun Cemetuk, tampak semakin mengenaskan memudar. Tulisan yang mengelupas MONUMEN Lubang Buaya yang berlokasi di sekitar perumahan http://www.radarbanyuwangi.co.id

Desa/Kecamatan Cluring, terlihat tidak berubah seperti tahun-tahun sebelumnya. Malahan, kondisinya

karena kurangnya perawatan. Hampir semua bangunan dari monumen tersebut, catnya sudah

pada bagian monumen kian meluas, hingga nyaris tak bisa terbaca n  Baca Lubang...Hal 39 email: radarbwi@gmail.com/beritaraba@gmail.com


30

Senin 30 September 2013

Beri Kesempatan Lulusan PT Lokal Mereka kita sebut relawan. Selama mengajar, mereka wajib tinggal dan menetap di daerah terpencil di sekitar sekolah tempat mengajar tersebut.” Sulihtiyono Kepala Dispendik Banyuwangi

DPRD Minta Revisi Pendaftaran BWI Mengajar BANYUWANGI - Program “Banyuwangi Mengajar” yang digagas Pemkab Banyuwangi sedikit mengalami ganjalan. Kalangan legislatif di DPRD Banyuwangi menilai, keputusan Dinas Pendidikan (Dispendik) yang hanya merekrut tenaga pendidik lulusan perguruan tinggi (PT) luar Banyuwangi untuk ditempatkan di sekolahsekolah terpencil di Bumi Blambangan, merupakan bentuk diskriminasi terhadap PT lokal. Apalagi, banyak lembaga pendidikan tinggi lokal Banyuwangi yang mempunyai Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Dari 94 tenaga pengajar yang dibutuhkan untuk menyukseskan program ‘’BWI Mengajar’’ tersebut, seluruhnya akan diambil dari luar Banyuwangi. Rinciannya, enam calon guru akan “diambil”

dari Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Jember, dan 39 calon pendidik asal Universitas Negeri Jember (Unej). Perguruan Tinggi lainnya yang ditunjuk untuk memasok tenaga pendidik di sekolah terpencil di Bumi Blambangan adalah Universitas Negeri Surabaya (Unesa) sebanyak 29 tenaga pendidik, dan 20 orang lainnya berasal dari Universitas Negeri Malang (UNM). Kebijakan tersebut belakangan menuai reaksi keras dari kalangan DPRD Banyuwangi. Para wakil rakyat tersebut menilai, kebijakan hanya merekrut lulusan PT luar Banyuwangi, itu dapat menyinggung perasaan pihak-pihak yang terlibat di PT lokal Banyuwangi. Baik pengelola PT, pengajar, hingga mahasiswa. Menyikapi hal itu, lintas fraksi di DPRD Banyuwangi menggelar rapat kerja dengan Dispendik

Selasa (24/9) lalu. Komisi I dan Komisi IV DPRD hadir dalam rapat kerja yang menghadirkan kepala Dispendik Banyuwangi, Sulihtiyono dan Sekretaris Dispendik Dwi Yanto tersebut. “Pada prinsipnya kami setuju dengan program (BWI Mengajar) tersebut, karena tujuannya baik, yakni memenuhi kebutuhan guru di daerah-daerah terpencil,” ujar wakil ketua Komisi I DPRD Banyuwangi, Khusnan Abadi. Namun menurut Khusnan, kebijakan Dispendik yang hanya “menjaring” lulusan dari PT dari luar Banyuwangi untuk mengajar di sekolah-sekolah di Bumi Blambangan itu, dinilai dapat menyinggung masyarakat Banyuwangi, terutama PT lokal. “Karena hal kebijakan dengan tersebut sama halnya menganggap PT Banyuwangi tidak memiliki kualitas n

Sebaiknya proses rek rut men calon pendidik tersebut mengaktualisasi program I Love BWI yang digelorakan Pemkab. Lalu, kenapa pada program ini (BWI Mengajar), PT Banyuwangi seolah di a naktirikan?”

 Baca Beri Kesempatan...Hal 39

Zainal Arifin Salam Ketua Komisi IV DPRD Banyuwangi

CERMIN DIRI

Jangan Setengah Hati Perangi Prostitusi PEMKAB Banyuwangi dan Situbondo gencar memerangi prostitusi. Dua daerah ini seolah berlomba memerangi kemaksiatan. Banyuwangi sudah menutup sejumlah lokalisasi pekerja seks komersial (PSK). Tinggal lokalisasi Sumberloh, Desa Benelan Kidul, Kecamatan Singojuruh yang secara resmi belum ditutup. Situbondo tak mau kalah. Meski tak sampai melakukan penutupan, Satpol PP gencar merazia sejumlah lokalisasi. Belasan PSK ditangkapi. Untuk memberikan efek jera, mereka diajukan ke persidangan. Ada yang divonis sepekan, ada pula yang dipulangkan dengan syarat harus meneken surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatanya.Yang terbaru, bagi PSK yang terjaring razia diwajibkan membawa Selawat Nariyah sebanyak 4.444 kali. Bila kita cermati, Situbondo kurang begitu tegas memerangi PSK. Yang kita lihat selama ini hanya sebatas razia. Hasilnya, action yang dilakukan Satpol PP tersebut tidak membuat jera PSK dan mucikari. Lihat saja, meski gencar dilakukan razia, praktik mesum di sejumlah lokalisasi tetap saja marak. Seperti halnya dengan Lokalisasi Gunung Sampan (GS). Berkali-kali diobrak, di tempat tersebut masih saja berlangsung praktik prostitusi. Hal perang melawan PSK, Banyuwangi tampaknya lebih maju selangkah. Sejumlah lokalisasi resmi ditutup. Sebagai kompensasinya, PSK dan mucikari dikucuri bantuan. Baru saja, bantuan sekitar Rp 2 miliar dari Kementerian Sosial cair. Bantuan itu untuk ”sangu” PSK dan mucikari setelah tidak lagi berprofesi lagi sebagai pemuas lelaki hidung belang. Sayang efektifitas bantuan itu belum terlihat. Apakah bantuan itu benar-benar sampai ke tangan penerima atau sebaliknya dijadikan ”bancakan” oleh pelaksana proyek, butuh kontrol yang kuat dari segenap masyarakat. Kami tak ingin ada penyimpangan dalam kucuran Rp 2 miliar untuk para mantan PSK dan mucikari. Bila toh nantinya ada penyimpangan, kejaksaan jangan segan-segan mengusut kasus ini. Berkaca dari Banyuwangi yang begitu all out menutup tempat prostitusi, Situbondo sudah saatnya melakukan langkah serupa. Jangan hanya gencar razia, tapi harus ada langkah praktis yang bisa menyentuh aspek sosial kemasyarakatan. Artinya jangan kasih toleransi lagi bagi PSK dan mucikari mangkal di lokalisasi. Mereka harus dientaskan dari jurang kemaksiatan lalu diberi suntikan bantuan untuk bekal keterampilan selepas tidak jadi PSK maupun mucikari. Meski tidak 100 persen ampuh, cara seperti ini sudah bisa mengurangi maraknya aktivitas kemaksiatan. Sekali lagi, jangan setengah hati memberangus prostitusi. Banyuwangi sudah mengawali, kapan Situbondo? (*)

Kirim tulisan Anda ke alamat di bawah ini: OPINI DAN REMBUGAN Naskah Opini panjang tulisan sekitar 850 kata. Sedangkan Rembugan maksimal 250 kata. Kirim ke artikelradarbwi@ gmail.com. Sertakan nama dan identitas penulis. Naskah yang sudah dua minggu berada di redaksi dan tidak termuat otomatis dianggap kembali ke pengirim.

SUARA PEMBACA Tulis permasalahan yang Anda hadapi terkait layanan publik. Baik terhadap intansi swasta maupun pemerintah. Sertakan alamat yang lengkap disertai fotokopi identitas dan nomor telepon Anda. Kirim ke artikelradarbwi@gmail.com Atau kirim langsung ke kantor Radar Banyuwangi Jalan Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Biro Genteng: Jalan Raya Jember 47 Genteng, Biro Situbondo: Jalan Wijaya Kusuma 60 Situbondo.

GALIH COKRO/RaBa

Aktivis PMII menggelar poster di depan kawasan Pelabuhan Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, kemarin.

Mahasiswa Menolak Era Pasar Bebas KALIPURO - Aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menggelar demonstrasi di kawasan Pelabuhan Penyeberangan Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, kemarin (29/9). Mereka menolak penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia-Pasific Economic Cooperation (APEC) yang akan digelar di Nusa Dua, Bali, 5 Oktober sampai 7 Oktober mendatang. Para demonstran menuding KTT kerja sama ekonomi Asia Pasifik, itu “hanya” akan menjadi alat untuk memperkokoh “cengkeraman” negara-negara maju terhadap negara-negara berkembang seperti Indonesia. Dengan pengawalan ketat aparat kepolisian, sekitar 15 aktivis PMII tersebut menggelar orasi di seberang jalan depan pintu masuk Pelabuhan Ketapang. Para demonstran juga membeber beragam poster berisi penolakan penyelenggaraan KTT APEC serta kedatangan presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama. “Kami menolak KTT APEC. KTT tersebut hanya merupakan konspirasi asing untuk menghancurkan Indonesia,” teriak salah satu demonstran. Beragam alasan dibeber para demonstran yang berasal dari Pengurus Cabang (PC) PMII Banyuwangi tersebut. Di antaranya, jumlah penduduk negara-negara Asia-Pasifik sangat banyak bisa menjadi pasar potensial bagi kepentingan AS. KTT APEC akan semakin meliberalisasi ekonomi Indonesia, sehingga ketergantungan terhadap impor akan semakin merajalela. Selain itu, KTT APEC di Bali dikhawatirkan hanya akan

dimanfaatkan AS untuk mendukung ekspor negara adidaya tersebut. Caranya dengan meningkatkan volume perdagangan AS dengan negara-negara berkembang, menghilangkan hambatan pasar di kawasan Asia-Pasifik, membuka pasar, dan mencapai kesepakatan ekspor dengan pemerintahan di kawasan Asia-Pasifik tersebut. “KTT APEC intinya untuk mengokohkan cengkeraman penjajah asing terhadap negara-negara yang kaya sumber daya alam (SDA),” ujar orator yang lain. Seolah tak puas hanya menggelar orasi di depan pelabuhan kebanggaan masyarakat Banyuwangi tersebut, massa lantas berupaya masuk ke area Pelabuhan Ketapang. Namun, aparat langsung memasang “pagar hidup” untuk mencegah mahasiswa masuk ke pelabuhan tersebut. Sehingga, aktivitas penyeberangan trans Jawa-Bali pun tetap berjalan lancar. Ketua Umum PC PMII Banyuwangi, Bibit Ari Kuswanto mengatakan, pihaknya menolak penyelenggaraan APEC dan kedatangan Obama ke Bali. Sebab, KTT tersebut merupakan bentuk konspirasi terkait masalah ekonomi negara maju yang akan mengeksploitasi negara-negara berkembang. “Indonesia bisa terancam,” cetusnya. Karena merasa keinginan memasuki areal pelabuhan dibatasi polisi, Bibit mengancam akan menggelar aksi dengan massa lebih banyak. “Karena ruang gerak kami dipersempit, kami akan menggelar aksi dengan massa lebih banyak. Kami susupkan massa ke Bali untuk menggelar demonstrasi di sana,” pungkasnya. (sgt/bay)

Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono. Redaktur Pelaksana: Syaifuddin Mahmud. Redaktur: Ali Sodiqin. Koordinator Liputan: Agus Baihaqi. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Nur Hariri (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja. Pemasaran & Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Gerda Sukarno Prayudha, Benny Siswanto, Samsuri (Situbondo). Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah, W. Nugroho. Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan. PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Administrasi Iklan: Widi Ukiyanti . Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti. Perpajakan: Cici Irma Setyani. Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari. Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/mmk, berwarna depan Rp 35.000/mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. J

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

J

Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

J

Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


31

Senin 30 September 2013

Dua Pelajar Jadi Korban Asusila Satu Orang Hamil Empat Bulan CLURING – Para pelajar lagilagi menjadi korban asusila. Kali ini dua pelajar SLTA yang berhasil diungkap polisi. Dua kasus tersebut semua ditangani Polsek Cluring. Pelajar pertama yang menjadi korban perbuatan tak senonoh sebut saja namanya

Saritem (nama samarn), 17, warga Desa Kendalrejo, Kecamatan Tegaldlimo. Pelajar kelas XII SMK 17 Cluring tersebut menjadi budak nafsu pacarnya sendiri. Dia adalah Ismanto, 31, warga Dusun Mangli, Desa Karangsari, Kecamatan Sempu. Bahkan, korban sempat dibawa kabur oleh pelaku yang

notabene sudah punya istri selama beberapa hari. Korban dijemput di tempat kosnya yang tak jauh dari sekolah. Praktis, Saritem tidak sekolah selama dalam pelarian. Diperoleh keterangan, awalnya Ismanto membawa Saritem ke rumahnya. Di rumah itulah, pelaku berhasil merayu korban hingga terjadi persetubuhan. Sekadar

tahu, pelaku bisa leluasa menyetubuhi korban lantaran kondisi rumah sedang sepi. Mengingat, pelaku sedang pisah ranjang dengan istrinya. Kasus itu terbongkar saat pemilik kos menghubungi keluarga Saritem untuk memastikan pulang ke rumah atau tidak. Sebab, selama tiga hari korban belum kembali ke tempat kos n  Baca Dua...Hal 35

SOSIALISASI: Sekretaris komisi I DPRD Banyuwangi, Khusnan Abadi (pegang mik) menyampaikan alasan pentingnya pemekaran wilayah Banyuwangi.

ABDUL AZIZ/RABA

Komisi I Gencar Sosialisasi Pemekaran Forsib Tegaskan Hukumnya Wajib KALIBARU – Komisi I DPRD Banyuwangi terus gencar melakukan sosialisasi sekaligus mengajak masyarakat untuk melakukan pemekaran kabupaten menjadi dua bagian. Kemarin pagi, Ketua Komisi I DPRD Banyuwangi, Abdurrahman dan Sekretarisnya, Khusnan Abadi, melakukan kunjungan kerja ke Pondok Pesantren Darussalam, Desa Kajar, Kecamatan Kalibaru untuk melakukan sosialisasi keputusan komisi yang membidangi masalah hukum dan pemerintahan tersebut.

Selain keduanya, juga ada dua anggota DPRD lain yang juga ikut dalam pertemuan di serambi masjid Pesantren Darussalam. Mereka adalah M. Tohir Ahmad dari Partai Persatuan Pembangunan dan Sukidi, dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Sedang dari unsur tokoh agama dan tokoh masyarakat, tampak mantan Ketua Dewan Syuro DPC PKB sekaligus mantan Ketua Dewan Penasihat Partai Demokrat, KH. Ishomudin Dimyati; mantan anggota Fraksi PKB Kholilurrahman dari Genteng; Agus Washil, Gus Fahrurazi, Gus Udin, ketiganya dari Glenmore. Ada juga ketua Lembaga Dakwa Nahdlatul

Ulama PCNU Banyuwangi, Ustadz Iskandar Dzulqornain; Sekretaris Majelis Wakil Cabang NU Genteng Moh. Shodiq; tuan rumah Gus Faizin, serta sejumlah tokoh lainnya. Pertemuan yang berlangsung mulai pukul 10.00 sampai 13.00 tersebut digagas oleh Ketua Forum Silaturahmi Pemekaran Blambangan (Forsib) yang juga ketua MWCNU Kalibaru, Hasan Sonhaji. Dalam acara yang dipimpin oleh Gus Lilur tersebut, Abdurrahman menyampaikan bahwa keputusan Komisi I DPRD Banyuwangi, untuk memekarkan kabupaten menjadi dua adalah bentuk respons terhadap aspirasi masyarakat n  Baca Komisi...Hal 35

AntioksiDANCE Bersama Entrasol Edukasi Masyarakat Untuk Menangkal Radikal Bebas BANYUWANGI - PT. Kalbe Farma memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Perhimpunan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) ke-51, Minggu (29/9) kemarin. Bertempat di arena car free day Taman Blambangan, ratusan peserta tampak mengikuti senam bersama. Camat Banyuwangi, Abdul Aziz didaulat untuk membuka acara tersebut. Dalam sambutannya, Camat Abdul Aziz mengucapkan selamat atas HUT PWRI ke-51, sekaligus memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas semangat juang yang tinggi kepada anggota PWRI untuk bersama-sama memberikan motivasi kepada masyarakat untuk membangun Banyuwangi. “Salam dari Bupati Abdullah Azwar Anas, selamat HUT PWRI. Beliau berharap agar seluruh anggota PWRI Banyuwangi tetap semangat untuk membantu pembangunan Banyuwangi,” katanya. Sementara itu, perwakilan PT. Kalbe Farma, Desy Indriyati mengatakan, Kalbe Farma melalui salah satu produknya, Entrasol berupaya untuk turut serta memeriahkan HUT PWRI ke-51. Berbagai even digelar, ada senam AntioksiDANCE bersama Entrasol, cek kesehatan seperti cek tulang, cek usia biologis, cek kolesterol, dan cek kesehatan lainnya. Tidak hanya itu, di acara juga membagikan doorprize untuk para peserta dengan hadiah utama berupa 1 unit LCD 32’, satu unit kulkas, satu unit sepeda, BlackBerry, dan berbagai macam alat elektronik, dan puluhan hadiah menarik lainnya. Desy menjelaskan, AntioksiDANCE merupakan gerakan dance yang di ciptakan oleh Entrasol dalam rangka mengedukasi masyarakat untuk menangkal radikal bebas. AntioksiDANCE

CEK KESEHATAN: Entrasol juga menyediakan fasilitas cek tulang, cek usia biologis, cek kolesterol, dan cek kesehatan lainnya.

kali ini diselenggarakan oleh Entrasol bekerjasama PWRI. Entrasol dari Kalbe Nutritionals merupakan satu-satunya nutrisi tinggi antioksidan di pasar nutrisi untuk orang dewasa. Entrasol berkomitmen untuk mengedukasi masyarakat Indonesia untuk peduli terhadap kesehatan salah satunya dengan menangkal radikal bebas. Radikal bebas dapat dihasilkan oleh tubuh kita dan juga dari paparan eksternal contohnya polusi, asap rokok, makanan, dll. “Radikal bebas dapat mengoksidasi lemak jahat (LDL) dan menyumbat pembuluh darah, sehingga dapat menyebabkan penyakit jantung

koroner,” jelasnya. Antioksidan merupakan salah satu nutrisi penting yang dibutuhkan untuk menunjang aktivititas. Antioksidan berfungsi untuk menangkal radikal bebas yang masuk kedalam tubuh kita sehingga dapat membantu mengurangi risiko jantung koroner dan meningkatkan daya tahan tubuh. “Dengan diselenggarakannya event AntioksiDANCE ini, diharapkan masyarakat Banyuwangi dapat menerapkan pola hidup sehat, salah satunya dengan berolahraga secara teratur dan menjaga asupan nutrisi, sehingga dapat membantu mewujudkan Indonesia Sehat 2015,” pungkasnya. (adv/aif)

FOTO-FOTO: TOHA/RaBa

HADIAH UTAMA: Kelompok Sehat Sexy berhasil menjadi juara satu dalam ajang lomba senam AntioksiDANCE bersama Entrasol, kemarin

DOORPIZE UTAMA: Seorang peserta mendapat televisi LED 32 inc, hadiah diberikan oleh Desy Desy Indriyati perwakilan PT Kalbe Farma (tengah).

SEHAT: HUT PWRI ke-51 di car free day mengenalkan senam gerakan dance yang di ciptakan oleh Entrasol.


32

Senin 30 September 2013

STIKOM Gelar Battle of The Month BANYUWANGI - Kompetisi Batlle of The Month (Bottom) Banyuwangi Season 02, volume 01, resmi dibuka Minggu kemarin (29/9) di Aula STIKOM Banyuwangi. Puluhan peserta dari berbagai daerah ini saling beradu dan unjuk kebolehan. Even yang digelar Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni Melody STIKOM Banyuwangi ini mengambil tema freestyle dance. Dalam kesempatan itu, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Banyuwangi yang didaulat membuka acara tersebut diwakili Kepala Bidang Pemuda, Kholik, juga dihadiri oleh Kabag Kemahasiswaan STIKOM, Lukman Arifi Manshur, serta Siswanto yang mewakili Ketua STIKOM Banyuwangi. Dalam sambutannya, Kabid Dispora memberi apresiasi terhadap pelaksanaan even ini. Menurut dia, even yang dipelopori UKM Seni Melody STIKOM ini merupakan hasil kreativitas original yang harus didukung. “Asal positif, maka kegiatan ini harus didukung pelaksanaannya,” katanya. Sementara itu, Kabag Kemahasiswaan STIKOM, Lukman Arifi Manshur menjelaskan, even ini merupakan ajang kreativitas ma-

TOHA/RaBa

PEMBUKAAN: Dari kiri, Lukman Arifi Manshur, Kholik, dan Siswanto, saat membuka acara even Bottom di Aula Kampus Stikom Banyuwangi kemarin (29/9).

hasiswa sebagai salah satu solusi dari sekian banyak kegiatan yang bermanfaat. Selain itu, sebagai wahana ajang silaturahmi antar anak muda, yang pada gilirannya untuk pembinaan, pengembangan bakat sebagai hasil karya bersama. Lukman mengatakan, bentuk kegiatan ini ada lima, yaitu ‘’2on2 Bboy Bgirl Battle’’; Dance competition; Seven to Smoke; Toprock Battle dan

Footwork Battle. Kompetisi ini selain memperebutkan trophy juga menyediakan piagam, fresh money dan cenderamata dari panitia. “Oleh karena itu, saya mengucapkan terima kasih kepada pendukung acara seperti Sophie Martin, Sosro, Techno Corner, Conato, Crispyduck Bali, Yolo Store Bali, Itos Ahh Store Banyuwangi, VIS FM, Koperasi Guna Artha Sejahtera,” kata pemilik Sakila Offset itu. (adv/als)

Firsta Yufi Juara Festival Batik

BANYUWANGI - Memakai busana batik motif Gajah Oling rancangan butik Pringgokusumo, berhasil menempatkan Firsta Yufi Amarta Putri sebagai juara satu fashion Banyuwangi Batik Festival (BBF) kategori A yang digelar di Gesibu Blambangan, Banyuwangi, Sabtu malam (28/9). Busana yang dikenakan siswi SMPN 1 Banyuwangi kelas 7 itu rupanya berhasil mencuri perhatian dewan juri. Paduan warna-warni yang ditampilkan sangat kontras dengan penampilan mantan siswi SDN Model itu. Malam itu, anak pasangan Hery Yulistianto dan Fitriana Octa Purwati, ini berhasil tampil percaya diri di depan juri dan pengunjung. Pengalamannya dalam meraih juara dalam berbagai kompetensi membuat dia tampil gemilang. “Firsta memang memiliki bakat dalam fashion. Dia juga pernah meraih juara dalam lomba renang. Percaya diri menjadi kunci keberhasilannya menampilkan sajian

GALIH COKRO /RABA

GEMULAI: Penampilan Firsta Yufi Amarta Putri di ajang BBF yang digelar di Gesibu Blambangan Banyuwangi, Sabtu malam (28/9).

BBF malam ini,” kata Fitriana Octa Purwati, ibu Firsta. Sementara itu, Firsta mengatakan, setiap tampil dalam berbagai kompetensi memang ada sedikit grogi. Namun untuk mengatasinya, biasanya sebelum tampil selalu meminta motivasi kepada kedua orang tuanya. “Motivasi ini penting untuk membuat langkah saya lebih mantap,” kata siswi yang pernah meraih predikat siswi teladan tingkat kabupaten itu. Firsta juga mendukung, jika BBF ini diadakan setiap tahun. Batik, menurut dia, merupakan salah satu hasil kreativitas leluhur Bangsa Indonesia. Selain harus tetap dijaga, batik harus sering digunakan. Ternyata memakai pakaian berbahan batik sangat indah untuk dilihat. “Saya mendukung sekali jika anak muda harus menyintai dan memakai batik dalam berbagai acara. Jika dikolaborasi dengan motif lain, batik akan menjadi lebih sedap dipandang dan lebih modern,” cetusnya. (adv/als)

Tahap Eliminasi AFI, Dana Siap All Out “Kencing Sapi” Antarkan Elok Juara II MASIH ingat nama Pradana Dieva? Pria yang akrab dipanggil Danang yang dulu pernah beradu dalam ajang KDI, kini mencoba kompetisi lain. Pria yang kini menempuh studi di Perguruan Tinggi Universitas Negeri Solo itu akan menjajal Akademi Fantasi Indonesia (AFI) 2013. Rencananya, pria yang dalam audisi AFI memakai nama Dana itu akan memulai penampilannya pada Selasa, tanggal 1 Oktober 2013. Saat dihubungi melalui selular, Dana meminta doa restu kepada warga Banyuwangi untuk turut mendoakan dan memberikan support kepada dirinya. Menurut dia, momen AFI 2013 ini akan dia gunakan untuk mempromosikan Banyuwangi yang saat ini sedang gencar mempromosikan pariwisata dengan berbagai eventnya. “Saya akan tampil all out dalam acara ini,” katanya. Dana menjelaskan, untuk dukungan support, masyarakat bisa melakukannya dengan mengirim SMS dengan cara, ketik: AFI spasi DANA dan kirim ke 7288. Poling ini dibuka mulai tanggal 30 September 2013 pukul 19.00 dan ditutup pada tanggal 1 Oktober

2013. “Jadi, jangan kupa saksikan penampilan Dana di Indosiar tanggal 1 Oktober 2013 pukul 16.00,” jelasnya. Sementara itu, kehadiran Dana di ajang AFI 2013 mendapat apresiasi dari pengusaha Banyuwangi, Heru Baskoro. Pemilik Restaurant Pondok Wina Banyuwangi itu langsung mengambil inisiatif untuk menggelar nonton bareng di Pondok Wina mulai pukul 16.00 pada tanggal 1 Oktober 2013. “Nonton bareng ini merupakan salah satu doa dan dukungan kepada Dana. Mudah-mudahan cita-citanya dalam mengharumkan nama Banyuwangi berhasil,” tegasnya. (adv/als)

Lomba Karya Tulis yang Digelar Dispora BANYUWANGI - Rohani Pratiwi dan Elok Dipayanti, dua siswa SMA 17 Agustus 1945 Banyuwangi (Smatag) berhasil meraih penghargaan dalam lomba karya tulis ilmiyah yang digelar Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Banyuwangi. Elok Dipayanti berhasil menyabet peringkat kedua lewat karyanya berjudul Air Kencing Sapi Meningkatkan Kualitas Panen Padi. Sedangkan Rohani Pratiwi meraih peringkat ketiga lewat karyanya Pengendalian Mutu Mangan di Muncar. Atas prestasi tersebut, siswa kelas XII IPA 2 Smatag itu berhak mendapatkan piagam, piala, dan uang pembinaan masing-masing sebesar Rp 1,5 juta dan Rp 1 juta. Pembina Rohani dan Elok, Kukuh mengatakan, lomba karya tulis kali ini lebih berat dibanding even sebelumnya. Sebab, dewan juri berasal

BUTUH DUKUNGAN: Pradana Dieva (Dana) akan memulai babak eliminasi AFI 2013 pada 1 Oktober 2013 besok sore.

PENGHARGAAN: Elok Dipayanti (kiri) dan Rohani Pratiwi (kanan) membuat bangga keluarga besar SMA 17 Agustus 1945 Banyuwangi.

SIDROTUL MUNTAHA/RaBa

dari luar kota dan pertanyaan yang diajukan juga lebih kritis. “Namun, dengan persiapan matang, duta Smatag Banyuwangi bisa mengatasi semua tantangan,” ujar Kukuh. Kepala Smatag Banyuwangi, Anton Sunartono, tahun lalu Smatag hanya juara III dalam lomba karya tulis yang dilaksanakan Dispendik Banyuwangi. Dari pelajaran yang berharga itu, disiapkan sejak dini

untuk lomba karya tulis yang babak finalnya dilaksanakan di Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi pada awal September lalu. Dengan demikian, kualitas SMA swasta, khususnya Smatag Banyuwangi, tidak perlu diragukan lagi. “Menyisihkan peserta dari SMA Negeri dan favorit adalah sebuah tantangan yang besar,” ujar Anton. (adv/als)

ISTIMEWA

Jadikan Masjid Harus Sebagai Pusat Peradaban BANYUPUTIH - Tematik posdaya berbasis masjid yang dicanangkan Institut Agma Islam Ibrahimy (IAII) melalui kegiatan kuliah kerja nyata (KKN) mendapatkan sambutan positif dari masyarakat desa di tempat kegiatan tersebut. Masjid kemudian tidak hanya menjadi pusat peribadatan, namun sekaligus menjadi pusat peradaban. Keadaan ini sangat dirasakan oleh pengurus takmir dan remaja masjid Baiturrahman, Dusun Bindung, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih. Ketua takmir, Junaidi Hafidz mengakui jika pengurus takmir dan remas merasa beruntung dengan ditempatkannya mahasiswa IAII melakukan KKN dengan konsentrasi utama gerakan kembali ke masjid. “Terus terang selama ini kepengurusan masjid dan remas hanya sebatas ada dalam struktural. Namun, setelah itu mereka kurang mengerti dengan tugas dan apa yang harus dikerjakan. Nah, Teman-teman mahasiswa IAII di posko 28 ini telah banyak memberikan teori dan ilmu

SITUBONDO

bagaimana masjid dikelola,” terang Junaedi Hafidz. Dengan begitu, masjid tidak hanya menjadi kegiatan ibadah saja. Tapi, juga menjadi tempat kegiatan-kegiatan yang lainnya. Pendiriaan posdaya TPQ Baiturrahman dan TPQ Al–Kautsars serta pelantikan pengurus takmir dan Remas Baiturrahman adalah bukti respon positif masyarakat terhadap kegiatan KKN IAII berbasis masjid. “Jadi, masjid bukan hanya pusat peribadatan namun sekaligus pusat peradaban,” imuh Junaedi. Dia menyampaikan, Masjid Baiturahman dulunya pernah ditempati kursus Bahasa Inggris selama empat bulan dengan Direktur Ghozi Zainuddin. Dampaknya sangat positif. Hanya saja karena kurang mendapat dukungan dari pengurus Takmir kala itu, sehingga kursus bahasa Inggris untuk sementara difakumkan. Pendamping Lapangan (PL) KKN IAII posko 28 Drs Kandiri menyampaikan bahwa anak mahasiswa yang melakukan KKN sejatinya hanyalah fasilitator saja. Selanjutnya, apakah kegiatan yang sudah dirintis bisa

BANYUWANGI

BANYUWANGI

berjalan atau tidak, semua tergantung masyarakat, takmir masjid, dan remas. “Namun secara prinsip walaupun sebentar lagi kita akan kembali ke kampus (pesantren) kami siap membantu dan berdiskusi bagaimana hal-hal yang dirintis oleh anak-anak KKN bisa bertahan dan berkembang,” imbuhnya. Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo KHR.Azaim Ibrahimy dalam tausiyahnya menyampaikan, manusia harus belajar kepada Siti Hajar. Dia tetap bersemangat mencari mata air untuk putranya Ismail. Padahal, Siti Hajar tidak yakin bahwa tempat dia bolak-balik, naik turun bukit akan ada mata air. “BagaimanakemudianAllahmemperlihatkankekuasaaNyadengankeluarnyamataair.ItujustrubukandilokasiSiti Hajar bolak bali mencari mata air. Namun, di dekat Nabi Ismailberada.DalammengelolaTPQyangsudahterbentuk, perbarui niat karena Allah dan kobarkan semangat. Insyaallah TPQ ini akan bertahan dan memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar,” harapnya. (pri/*/als)

BANYUWANGI

Istimewa

ACARA KKN: KHR Azaim Ibrahimy (berdiri, empat dari kanan) bersama pengurus takmir dan remas Baiturahman, Bindung, Sumberanyar.

BANYUWANGI

• Visa/Master Card •

• Rumah untuk Ruko •

• Salesman •

• Prima Mobil •

• Innova ‘04 •

Tarik Tunai & Pelunasan Visa/Master Card 0856 4529 7777 Situbondo

Djl rumh utk Ruko SHM L365m2 PLN 1300 Jl. PB.Sudirman. H:081336596124 Hrg Nego

Dcr Salesman utk Bata Ringan diutamakn mmpunyai kendaraan Hub 0811352183

PU T120SS, PU G.max, PUL300,PU futura, Xenia'06'011, Avanza '06'08'09, Espass'95'96'07, stw Futura'03, Kjg Krista'03, Inova dsl'08'12, Inova bnsn'08, Spark, Grandis'09, Merzy ne320'96, Escudo'98,Rush'08.H.0333-411655hp0811301676

Djl Innova 2004 G Solar Silver,170 jt ngo csh &krdt tkr tbh 082142194111/081335897888

• Admin & Cashier •

Hotline Iklan Hubungi: 0333-412224

Pss:Workshop&waranty Admin, Wnta, max. 27 thn, min. SMA/SMK sdrjt. Cashier, Wnta, max. 27th, min D3 Akuntansi. Krm ke PT.Wahana Wirawan Indomobil Nissan Bwangi, Jl. S. Parman 147 Sumberrejo Bwi

• STNK • Hlg STNK P 3828 XL, an. Ali Mahsun H, Dsn KrajaN RT 03/02 Ds Kenjo,Glagah

• BPKB • Hlg BPKB P 1112 VF an Indahwati, Jl. Basuki Rahmat 04/01 Singotrunan, Bwi.

Harga

135 JUTA

• Open Indent Avanza •

nego cash & credit

OpenIndentAvanzaDPmin/prsaman&cpt/krdbs 5th/%ringan.Toni081336236483/081938221499

Test Drive Nissan showroom Nissan Banyuwangi tgl 21-21 Sept. Dptkn spesial price, bonus,G-Prize 2 Nissan All New Grand Livina slama bln Sept. Jl. S.Parman 147 Bwi buka tiap hari 0333-4460222

• Rumah & Tanah •

• Yaris Type E •

Jual Rmh L 1485M2 Dpn Bank Rani-Rgj dan Tnh L 9600m2 Kebalen, L 23500m2 Pancoran,L 1150m2 Mendut, L 5000m2 Meneng, L 10650m2 Utara Meneng, L 7000m2 Dpn SG Hub 081703130988

DjlYaris tpe E Manual mrah, 135 jt ngo cash&/ crdt, tkar tmbh 082142194111/081335897888

BANYUWANGI Toyota Avanza G09 (Hitam) 135 & 1300.08

• Tes Drive Nissan •

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

Hub Erwin 082142194111

• Hyundai Trajet ‘04 •

• Suzuki Karimun ‘05 •

SITUBONDO

• Rumah Kos •

• Grand Livina ‘08 •

Djl rmh kos LT1100 m bntk paviliun, 10 KT(kmr mnd dlm,tv,almari,springbed,AC)Mushola,R.Tamu,prkr luassbgndiswtower.Jl.IkanLayurSobo08123217389

Djl Nissan Grand Livina XV/AT 2008 mulus, trwat, 145Jt, Nego Hub. 085258568953

Dijual Hyundai Trajet G8 MT tahun 2004 abu-abu metalik, harga 88,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash /kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

Dijual Suzuki R-Karimun SL 410 tahun 2005 hitam, harga 92,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash /kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

• Toyota Avanza ‘12 •

• Suzuki Katana ‘95 •

• Daihatsu Terios ‘07 •

Dijual Toyota Avanza 1.3E MT All New tahun 2012, merah metalik, harga 146,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash /kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

Dijual Suzuki Katana SC 2WD (jeep) tahun 1995 hijau metalik, harga 46,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash /kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

Dijual Daihatsu Terios F700 RG TS tahun 2007 hitam metalik, harga 136,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash /kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

PEMBERITAHUAN Sehubungan dengan makin maraknya aksi penipuan yang memanfaatkan iklan jitu di Koran Radar Banyuwangi kami himbau kepada masyarakat terutama pemasang iklan jitu di Radar Banyuwangi untuk waspada dan berhati-hati. Bila Anda menerima telepon, SMS dengan mengatasnamakan petugas dari Radar Banyuwangi maka segera konfirmasi ke Radar Banyuwangi (0333) 412224. Radar Banyuwangi tidak bertanggungjawab atas semua transaksi yang terjadi selain pemasangan iklan secara resmi di Radar Banyuwangi.


BALJEBOL

Senin 30 September 2013

BALI

JEMBER

BONDOWOSO

37

LUMAJANG

Dua Pelajar Hilang di Pantai Paseban Digulung Ombak Setinggi 5 Meter KENCONG – Gelombang tinggi laut selatan kembali menelan korban. Kali ini dua pelajar MTs Negeri Kencong hilang terseret gelombang laut saat mandi di pantai. Kedua korban adalah Ilyas Fatoni, warga Desa Sukoreno, Umbulsari, dan M. Muafi, warga Dusun Gumukbanji, Desa/ Kecamatan Kencong. Keduanya saat ini tercatat sebagai pelajar kelas VIII MTs Negeri Kencong. “Hanyut karena ombak yang tinggi. Saat itu ombak mencapai lima meter,” terang AKP Makruf, Kapolsek Kencong. Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Jember, awalnya korban berangkat bersama temantemannya dari Desa Wonorejo, Kencong. Sekitar pukul 09.00, sebelas anak tersebut berkumpul di rumah Rosa, teman kkorban, di Wonorejo. “Kami berpamitan untuk kegiatan ekskul karawitan, arena kami ingin refreshing,” terang Mila.

HAFID ASNAN/Radar jember/jpnn

DICIDUK: Petugas menciduk sepeda motor yang digunakan trek-trekan yang sangat menganggu warga.

Puluhan Motor Trek-trekan Dirazia LUMAJANG - Maraknya balapan liar membuat warga banyak yang mengeluh. Karena, selain bising dan berpotensi tawuran, kenyamanan dan ketertiban terganggu. Untuk itulah Polres Lumajang malam kemarin menyergap puluhan motor yang digunakan trek-trekan. Sejumlah titik di kawasan kota Lumajang malam Minggu kemarin dirazia. Terutama yang menjadi tempat tongkrongan anak muda dengan menjajar sepeda motor protolan. Mulai

dari kawasan perbatasan masuk kota, stadion, Gelora Wirabhakti sampai alun-alun disisir petugas kepolisian. Tak tanggung-tanggung, razia yang dimulai jam 21.00 hingga dini hari itu dipimpin langsung Kapolres Lumajang, AKBP Singgamata. Bersama sejumlah kepala satuan dan tim gabungan Polres Lumajang Kapolres bergerilya menyisir kawasan yang kerap jadi ajang trek-trekan. Hasilnya, ratusan sepeda motor dalam razia tersebut digeledah, yang semuanya tidak dilengkapi standar

pengamanan. Bahkan rata-rata knalpotnya dilepas dan tidak dilengkapi surat-surat. Dari ratusan sepeda motor yang digeledah, 36 di antaranya diamankan ke Mapolres Lumajang. Dari 36 sepedamotor yang diamankan, hingga kemarin tersisa 12 sepeda motor yang belum diambil pemiliknya. Selebihnya, pemilik mengambil motor-motor tersebut. Namun sebelum diberikan, pemilik motor diberikan pembinaan terlebih dahulu.(fid/sh/jpnn)

Setelah berkumpul, mereka memutuskan pergi ke pantai yang berjarak sekitar 5 km dari Wonorejo. Dengan naik sepeda motor, mereka tiba di Pantai Paseban sekitar pukul 09.30. Lima dari sebelas anak tersebut lalu mandi di laut. M. Fadil, teman korban yang juga ikut mandi di laut, menuturkan, dirinya bersama kedua korban awalnya mandi bersama-sama. Sesaat sebelum kejadian itu, kedua korban berada agak ke tengah. “Tiba-tiba ada ombak besar dan kedua rekan saya hilang,” ungkapnya. Peristiwa itu memicu kepanikan teman-teman korban. Warga yang mengetahui kejadian itu langsung bergegas ke pantai. Enam teman korban yang tidak ikut mandi mencoba memberitahu keluarga korban. Sementara, masyarakat setempat langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kencong. Mendapat

laporan tersebut, anggota Polsek Kencong langsung ke pantai. Sekitar pukul 11.00, enam anggota SAR Lumajang tiba di lokasi untuk mencari korban. Sugiono, ketua Tim SAR Lumajang, mengatakan, hingga tim SAR tiba, gelombang air laut masih cukup tinggi. Ketinggian gelombang mencapai 5 meter. Sementara, tingginya gelombang yang menghanyutkan korban tersebut berasal dari palung yang berada di pantai Paseban. “Gelombang tersebut berasal dari palung, jadi langsung tinggi,” terangnya. Dijelaskan dia, akhir-akhir ini gelombang laut pantai selatan cukup tinggi. Hal disebabkan pengaruh cuaca. Karena gelombang cukup tinggi, tim SAR Lumajang memutuskan untuk melakukan melakukan penyisiran di sepanjang pantai. Tima SAR belum memutuskan untuk melakukan pencarian di tengah laut. “Kami melakukan penyisiran di sepanjang pantai. Melihat arah angin, diperkirakan gelombang lari ke arah timur pantai,” terang Sugiono. (hud/jum/har/jpnn/aif)

BRUTAL: Ferri salah seorang anggota kelompok pemuda brutal yang mengeroyok Anak Camat Malam Minggu Kemarin

Empat Sapi Mati Terjepit di Kapal SITUBONDO - Persediaan daging sapi di Kabupaten Situbondo dipastikan tidak akan mengalami kekurangan. Sebab jelang perayaan Hari Raya Idul Adha 2013 ini, pasokan sapi asal Madura mulai berdatangan ke Kota Santri. Dalam sepekan terakhir, pengiriman sapi potong dari sejumlah daerah di Madura dan kepulauan di sekitarnya meningkat hingga 30 persen. Sayangnya, meningkatnya pengiriman sapi  dari Pulau Madura ke pelabuhan Pulau Kalbut, Kecamatan Mangaran, Situbondo itu tidak dibarengi dengan  kebutuhan sarana transportasi yang memadai. Akibatnya, dalam sepekan terakhir, tercatat  empat ekor sapi yang mati karena terjepit di dalam kapal. Matinya sapi tersebut tidak bisa dihindari karena terjadinya saat di perjalanan dari laut Madura ke Pelabuhan Kalbut. “Sudah menjadi tradisi setiap tahunnya, jelang perayaan Idul Kurban kiriman sapi dari Madura meningkat. Sehingga beberapa perahu motor ada mengangkut sapi melebihi kapasitas

kapal, dan seminggu ini ada 4 sapi yang mati,” terang Madlani, 37, salah seorang pemilik perahu motor. Selain mengakibatkan sapi mati, beberapa ekor sapi serta kakinya patah. Hal yang demikian pun membuat sejumlah pengirim merugi. “Ada juga yang ekor dan kaki sapinya patah,” katanya. Tidak hanya itu, selain factor perahu motor yang over kapasitas. Saat terjadi bongkar muat ternak sapi di pelabuhan Kalbut juga sering menjadi kendala. Begitu sapi-sapi tiba, di Pelabuhan Kalbut seakan menjadi tontonan rutin karena sapi-sapi harus diterjunkan dari kapal ke pinggir laut. “Waktu ditarik keluar, kadang ada juga sapi yang pingsan karena kakinya patah,” terangnya. Data yang berhasil dikumpulkan, pada sejumlah pasar hewan. Harga sapi ratarata naik sebesar Rp 1 juta dari hari biasanya. Namun harapan warga belum ada fasilitas transportasi yang baik belum juga tersedia. Menurut Kepala Bidang Budidaya Dinas

Peternakan Situbondo, drh Hasanuddin Riwansyah, bongkar muat yang dilakukan di Pelabuhan Kalbut tersebut menyalahi peraturan. “Cara bongkar muat ternak sapi di pelabuhan Kalbut, sudah menyalahi ketentuan kesejahteraan hewan ternak (Kesrawan). Sesuai UU No 18 tahun 2009,” tegas Hasanudin. Menurutnya, ada lima asas kesejahteraan hewan yang menjadi tanggung jawab manusia selaku pemilik atau pengelola hewan ternak. Di antara lima asas yakni hewan ternak harus bebas dari rasa lapar dan haus, bebas dari rasa sakit dan tidak nyaman, bebas dari rasa takut dan tertekan, bebas dari kesakitan, luka dan penyakit, serta bebas untuk mengekspresikan pola perilaku normal. “Makanya, kalau cara bongkar muatnya seperti itu (dipaksa berenang) jelas tidak sesuai dengan UU. Kesejahteraan hewan harus dikedepankan. Kami mendukung jika ada dermaga khusus ternak di Pelabuhan Kalbut,” pungkas Hasanuddin. (rri/bay)

HAIF ASNAN/RADAR JEMBER/JPNN

Anak Camat Dikeroyok Geng Pemuda LUMAJANG - Fimas, 15, remaja asal Klojen, yang sekaligus anak kandung camat Ranuyoso, malam kemarin bernasib sial. Niatnya bermalam Mingguan bersama teman sekolahnya berujung babak belur setelah dikeroyok kelompok pemuda brutal. Dalam kejadian itu, Fimas mengaku sedang nongkrong bersama sejumlahtemansekolahnyasekitar jam 21.00. Acara nongkrong di perempatan Klojen Lumajang itu diricuhi kelompok pemuda lain. “Gak tau masalahnya. Tau-tau ada kelompok pemuda datang menantang. Lalu menyerang kami,”ujar Fimas di lokasi kejadian.

PEROLEHAN SEMENTARA BALLOT TOKOT FAVORIT 2013 NO.

NAMA

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24

A Choliq Baya A Suyono Abdullah Azwar Anas Drs, Achmad Dasuki Achmad Musta’in Achmad Sauqi Achmad Wahyudi, SH Agung Setio Wibowo Drs. Agus Achmadi Andi Mulyo Dr. Andriani Anie Indriastuti, SE Anton Sunartono Ari Pangesti Arvy Rizaldy, SE Bambang Prasetyo P Dr. Bintari Wuryaningsih Dadang Wigiarto Danny Farda M Diva Rosa Dodik Iwa Kusuma Eko Susilo Nur Hidayat Eko Wiyono Emi Hidayati

HASIL (%) NO. NAMA

6% 1,2 %

12 %

25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48

Endang Suliastuty Eva Hesty Faida Faisol Azis Fajar Isnaini Fatchan Himami Hasan Fathurakhman Fery Wellya Ficky Septi Linda Foni Agustin, SE Gede Rado Sudarmanto Dr. Ir. Guntur Priambodo Hadi Widodo Hadi Wijono Handoyo Saputro Hapidi Hardiyono Hariyadi Sugito Dr. Haryanto Hendarto Heru Prastiono, SH Heru Pratista Hery Wijatmoko Romo Hudiono

HASIL (%)

2,4% 9,6% 49,4%

NO. NAMA 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72

Hudori, ST Husin Matamim I Made Cahyana Ifuk Fiestiandani Imam Hudori Indah Purwantini Ipung Purwadi Ira Damayanti Ira Stephani Rawung Irawati Irma Noervadila Irwan Setiawan Ir. Iwan Aziz Siswanto Joko Sutrisno Joko Triatni Dr.Joseph Atmadja Kelik Dwi Kuncoro Dr. Kundofir Luqman Hakim M Hidayat M Sahlan M Said Mafrocatim Nikmah Maftuha Kiswah

NO.

HASIL (%)

3,6%

2,4 %

7,2%

73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100

Tantangan dan amukan kelompok pemuda lain membuat Fimas dan teman-temannya yang masih duduk kelas I SMAN 3 Lumajang itu kebingungan. Karena mulai diserang, terpaksa mereka membela diri. Sementara sekelompok pemuda lainnya ikut turun dari sepedamotornya membantu memukuli Fimas. Akibat kejadian itu, Firmas menerima banyak pukulan di tubuh dan mukanya, hingga membuat bagian matanya merah membengkak. Beruntungnya ketika Fimas dipukuli sekitar lima pemuda,

NAMA Drs. Mahmudi MPDi Drs. Mahmudi, MM Malik Eko Sujarno Maskur Ali Mentik Rohimah Mia Ms Michael Edy Hariyanto Mujiono Muslimin Fasya Nanang Masbudi Nanang Nur Ahmadi Nano Hermawan Dra. Niamilah Nihayatul Hafiroh Ning Sari Novita Ratnaningtyas Nurlia Viliana Paidi, ST Pitoyo R Bomba Sugiarto Rahmat, MHum Ratna Farida Retno Herlina Risano M Saleh Dr.Rusdi Dziban, SPb Samsuddin Adlawi Ir. Samsul Hadi Saroni, H

HASIL (%) NO.

4,8%

101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128

anggota kepolisian yang sedang patroli datang. Termasuk Kapolsek Kota Lumajang, Iptu Eki Mufaqih. Sejumlah anggota polisi lain juga turut melerai. Mengetahui kejadian itu sejumlah kelompok pemuda brutal itu melarikan diri. Tetapi, salah seorang di antaranya berhasil dibekuk, yakni Ferry Alfian Nurmansyah. Pemuda asal RT 4 RW 6 desa Karangsari, Sukodono, Lumajang ini dibuat tidak berkutik oleh petugas. Yang kemudian langsung membawa pemuda kelahiran 6 Oktober 1994 itu ke Polsek Lumajang. (fid/sh/jpnn/aif) NAMA

Slamet Subandi Soekardjo Soenarko Wijaya Sofia Cholisa Sri Suryani, SE Sri Utami F Sugihono H Sugirah, SPd Sumantri Soedomo Suminto Supriyanti, SE Syamsul Arifin Syukron M Hidayat Dr. Taufik Hidayat Drs. H Teguh Sumarno Toni Hartono Umi Kulsum Virda Damayanti Warang Agung, ST Waridjan Wendriawanto Wiwik Eko Lestari H Yayak Mulyadi Yus Kadarisman Yusieni Yustianus S Soetanto Dr. Zaenal Arifin Zubaidi, SC

HASIL (%)

1,2%


38

Senin 30 September 2013

SMPN 1 Panji Raih Penghargaan Mendikbud Kategori The Most Trusted Education Service Satisfaction Of The Year

NIKLAAS ANDRIES/RaBa

ANGIN PERUBAHAN: Suasana Muscablub KONI Banyuwangi di Hotel Ikhtiar Surya, Jumat malam (27/9).

Brigadir Polisi Pimpin KONI Nurmansyah Ungguli Budianto dengan 17 Suara BANYUWANGI - Tongkat komando Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Banyuwangi punya pemilik baru. Dia adalah Nurmasyah. Dalam pelaksanaan musyawarah cabang luar biasa (muscablub) yang digelar di Aula Hotel Ikhtiar Surya, Jumat (27/9) malam, anggota Polri berpangkat Brigadir itu mampu memperoleh suara terbanyak dari peserta muscablub. Dalam muscablub yang diikuti 26 cabang olahraga tersebut, Nurmasyah unggul atas pesaing utamanya, Budianto. Nurmansyah meraup suara terbanyak dengan donasi 17 suara. Sedangkan Budianto hanya mampu mengumpulkan 9 suara saja. Dengan hasil tersebut, Nurmasyah pun terpilih sebagai ketua KONI periode 20132017. Terpilihnya anggota Polri aktif sebagai pentolan di

KONI sekaligus mengakhiri spekulasi figur yang dikaitkan untuk duduk di induk semang cabang olahraga itu. Suasana muscablub sendiri berlangsung tegang dan panas. Hujan interupsi dan yel yel dukungan terhadap salah satu calon pun mewarnai pelaksanaan agenda ini. Tak pelak, kondisi ini membuat sejumlah aparat kepolisian turut nimbrung dalam mengamankan jalannya agenda kegiatan tersebut. Beruntung, hingga akhir acara, situasi kondusif dapat terjaga. Sehingga muscablub dapat berjalan lancar. Usai resmi terpilih, Nurmasyah dengan jargon perubahannya menyatakan akan melakukan sejumlah langkah untuk memaksimalkan kinerja organisasi ke depan. Selain akan menjalin komunikasi dengan instansi pemerintah, dia juga akan melibatkan lebih banyak kesempatan bagi masyarakat luas dalam membangun olahraga di Banyuwangi. Dia juga akan memberikan perhatian terhadap sarana dan prasarana

olahraga yang ada di Banyuwangi. Apalagi, pada tahun 2015 mendatang, Banyuwangi akan menjadi tuan rumah Porprov Jatim. Hal itu menjadi perhatiannya untuk dapat mendulang sukses di ajang itu. Termasuk di antaranya akan menerapkan pola pembinaan atlet yang lebih sesuai untuk dengan tuntutan prestasi. “Saya akan terbuka dan

bila ada indikasi menyimpang siap di-krek,” tegasnya. Selain menetapkan Nurmasyah sebagai ketua terpilih KONI periode 2013-2017, muscablub juga memberikan rekomendasi terbentuknya tim formatur. Tim ini nantinya akan menjadi bagian dari tugas ketua KONI untuk mengisi format kepengurusan KONI mendatang. (nic/als)

PANJI - SMPN 1 Panji berhasil meraih penghargaan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia di ajang Indonesia 30 most powerfull companies 7 indonesia 30 trusted education institutions tahun 2013 yang digelar Indonesia Achievement Center (IAC), di Jakarta, Jumat (13/9) lalu. Dalam anugerah yang digelar di Sari Pan Pacific Internasional Hotel, Jakarta, itu SMPN 1 Panji merupakan satu-satunya lembaga pendidikan di Kabupaten Situbondo yang mendapat penghargaan. Ajang Indonesia 30 most powerfull companies 7 indonesia 30 trusted education institutions yang bekerja s a m a d e n g a n d e n g a n Tre Uno Event Management ini langsung diberikan oleh Mendibud M. Nuh. Dari Sembilan kategori yang diperebutkan, yakni the most trusted education service satisfaction of the year, the most favorite shool of the year, the most leading education of the year, the most trusted BPR dan sevice excellent of the year, the most powerfull BPR in performance excellent of the year, the most powerful hos-

ISTIMEWA

FOTO BERSAMA: Kepala SMPN 1 Panji bersama para pimpinan instansi, BUMN, BUMD, pimpinan perusahaan, dan lembaga pendidikan menunjukkan piagam penghargaan dari Mendikbud M. Nuh Jumat (13/9) lalu di Jakarta.

pital of the year, the most trusted company in service excellen of the year dan the most powerfull hotel in service excellent of the year, serta the most powerfull consultant in service excellent of the year, SMPN 1 Panji Kabupaten Situbondo masuk di kategori the most trusted education service satisfaction of the year. “Penghargaan ini didasarkan pada tingkat kepuasan orang tua murid atau masyarakat atas pelayanan pendidikan yang diterapkan oleh SMPN 1 Panji dan kepala sekolahnya,” ungkap Kepala SMPN 1 Panji, Heri Sofyan. Selain itu, penilaian kategori ini juga didasarkan pada tingkat kemajuan sekolah, instansi, perusahaan, ide, gagasan, leadership, dan lain-lainnya. “Selain SMPN 1 Panji, yang meraih penghargaan kategori the most trusted education service satisfac-

tion of the year dari Mendikbud adalah SMP Negeri 7 Manado, JAC Jakarta, STKIP Bima, Akademi Sekretaris dan manajemen Indonesia Citra Mulia Nusantara Banjarmasin,” ungkap Heri Sofyan. Yang menarik, penilaian ajang ini dilakukan oleh Indonesian achievement center (IAC) Jakarta, dan juga dibantu dukungan dan masukan data dari berbagai lembaga swadaya masyarakat (LSM), Ormas, media lokal maupun nasional. Di mana sistem penlaiannya benar-benar independen. “Mudah-mudahan keberhasilan yang diraih oleh SMPN 1 Panji ini dapat memberikan support terhadap kemajuan lembaga pendidikan, khususnya di SMPN 1 Panji, dan kembaga pendidikan di Kabupaten Situbondo p a d a u m u m n y a ,”p u n g k a s Heri. (adv/als)

APRESISASI: Mitra Semen Gresik sesaat setelah menerima penghargaan dari Semen Indonesia di Hall Pondok Wina Banyuwangi, Sabtu (28/9) lalu.

Acara Temu Pelanggan Semen Gresik Bertabur Hadiah

Market Share Semen Gresik Capai 65 Persen BANYUWANGI - Acara temu pelanggan Semen Gresik (Semen Indonesia) di Hall Pondok Wina Banyuwangi berlangsung meriah Sabtu (28/9) lalu. Mitra Semen Gresik yang berasal dari Jember, Bondosowo, Situbondo dan Banyuwangi, benar-benar mendapat servis memuaskan dari perusahaan semen plat merah itu. Selain puluhan doorpize, temu pelanggan ini menyediakan empat motor sebagai grandprize-nya. Di acara tersebut, pelanggan juga mendapat suguhan istimewa dengan hadirnya grup band nasional Seventeen. Praktis, kehadiran Seventeen menambah suasana semakin semarak. Suguhan-suguhan acara yang dikemas apik itu ternyata membuat undangan betah. Dalam acara ini, hadir pula Luwi Adi Riswanto selaku Kabag Pengembangan PT. Waru Abadi, Donny Sulistyono Nugroho selaku Manager Regional area Jatim KWSG, Syamsul Rizqi selaku Branch Manager PT. Lancar Bola

Batu Sejahtera area Probolinggo dan Situbondo. Ada pula Agung Murhadi selaku Direktur Utama PT. Mitra Maju Mapan, Imam Santoso selaku Kepala Bidang Usaha Perdagangan Semen dan Bahan Bangunan PT. Varia Usaha, Yudha selaku Direktur PT. Bakti Putra Wira Mandiri. Mintoro Asalim selaku Direktur Utama PT. Suri Buana Perkasa, Halim Hadi Broto selaku Direktur Utama PT. Sinar Abadi Karya Bersama, Yudha Ramadhan Direktur Utama PT. Bakti Putra Wiramandiri. Sementara dari Semen Gresik dihadiri I Ketut Arsya Putra Kepala Departement Penjualan, Joni Gunawan Kabiro Penjualan wil Jawa Timur, Tati Trisnowati Kabiro Pelayanan Pelanggan, Agus Arif Kasi Penjualan area 1 Jawa Timur, Achmad Yani Kasi Penjualan Semen Curah & Bulk, Ari Wibowo selaku Area Manager Madura dan sekitarnya. Dalam sambutannya, Direktur Utama PT Mitra Maju Mapan Distributor Semen Gresik dari Jember, Agung

Murhadi mengatakan, temu pelanggan ini merupakan upaya untuk meningkatkan tali silaturahmi antara Semen Gresik, distributor, dan mitra yang sudah terjalin selama ini. Agung menjelaskan saat ini Semen Gresik akan membuat konsep ada. Artinya, ke depan setiap toko-toko bangunan akan dipasang papan ada yang dimaksudkan di setiap toko itu tersedia Semen Gresik. Tidak hanya itu, Semen Gresik juga akan konsisten memberikan perhatian kepada toko yang menjadi channel Semen Gresik. Agung menjelaskan, distributor untuk area VI dan VII ada enam distributor dengan proporsi yang berbeda-beda. Untuk Mitra Maju Mapan yang merupakan distributor wilayah VII yang meliputi Jember, Lumajang dan Banyuwangi, di awal tahun telah mendistribusikan 480 ribu sak Semen Gresik dari target akhir tahun yang mencapai 600 ribu sak. Untuk mencapai target itu, pihaknya akan melakukan program yang akan dikoordi-

nasikan dengan distributor lain. “Program ini diberikan sebagai bentuk apresiasi yang diberikan kepada pelanggan dari tingkat pelanggan besar, kecil, hingga and user. Nah, program ini berupaya untuk mengikat pelanggan kita agar tetap berjualan Semen Gresik sebagai pilihan utama,” kata Agung. Hal senada juga dikatakan Kepala Biro Penjualan Semen Gresik wilayah Jatim, Joni Gunawan menjelaskan, semenjak kehadiran packing plant sangat memperlancar proses distributor Semen Gresik di wilayah ini. Sebelum ada packing plant, market share Semen Gresik masih di bawah 50 persen, namun setelah semenjak packing plant beroperasi, market share Semen Gresik menjadi 60-65 persen. “Market share ini akan kita tingkatkan lagi dengan cara memperbaiki infrastruktur dan peran aktif distributor. Oleh karena itu, malam ini kita gelar temu pelanggan ini,” ujarnya. (adv/als)

FOTO-FOTO: TOHA/RaBa

SAMBUTAN: Direktur Utama PT Mitra Maju Mapan, Distributor Semen Gresik dari Jember, Agung Murhadi, mengajak mitra untuk menjual Semen Gresik sebagai pilihan utama.

KOMPAK: Dari kiri, Agung Murhadi dan Kepala Biro Penjualan Semen Gresik wilayah Jatim, Joni Gunawan.

GRAFIS AWARDING BEST CUSTOMER TOKO NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

NAMA TOKO SAMUDERA MAS, TK AMAN, TK BUMI INDAH 2, TK SINAR KENCANA SETUJU, TK SARI AGUNG TK. SUMBER MAKMUR SAMARINDA, TK TUNGGAL JAYA II -

NAMA PEMILIK MASPUPAH EKO BAMBANG M. SULKAN HJ QOIRIAH Hj. NASI’IN IMAM SYAFI”I YONO H.SUGINI WIDYARTO

KOTA BANYUWANGI BANYUWANGI BONDOWOSO Situbondo SITUBONDO Situbondo Situbondo SITUBONDO SITUBONDO

M. SOBIR MOHADI

Situbondo

AWARDING BEST CUSTOMER TOKO BESAR NO 1 2 3 4 5

NAMA TOKO Budi Jaya Tri Tunggal Timur Jaya LT Sinar Terang Logam Jaya

MERIAH: Para distributor dan mitra Semen Indonesia berkumpul dalam acara Temu Pelanggan di Hall Pondok Wina Banyuwangi.

NAMA PEMILIK Chamsu Endri Kit Sing Hans Yudha Fianto Hando Edi Suyanto

KOTA Banywangi Situbondo Bondowoso Situbondo Bondowoso

BAHAGIA: Perwakilan Semen Indonesia memberikan penghargaan kepada salah seorang mitranya (kiri).


Senin 30 September 2013

Tidak Menunjuk Pj Kades n VAKUM... Sambungan dari Hal 29

Walau tidak ada kades, Anacleto percaya pelayanan publik di 95 desa itu akan tetap berlangsung dengan baik. “Pelan-

tikan 95 kades baru itu akan digelar setelah salat Jumat secara masal di depan kantor Pemkab Banyuwangi,” kata Anacleto. Sehari sebelum acara pelantikan, lanjut Anacleto, 95 kades terpilih akan diundang ramah

tama bersama Bupati Abdullah Azwar Anas di Pendapa Shaba Swagata Blambangan. Dalam acara ramah tamah itu, kades baru akan didampingi istri dan suami masing-masing. Dalam kesempatan itu, Bupati

Anas akan memperkenalkan diri pada para kades baru itu. Selain itu, Bupati Anas direncanakan akan menyampaikan beberapa program prioritas pemerintah daerah pada pemimpin baru puluhan desa itu. (afi/bay)

Mendorong Munculnya Desain Baru n PADUAN... Sambungan dari Hal 29

Ada Anggota DPR RI, deputi BKKBN, Kementerian Koperasi. Tidak hanya itu, sejumlah pejabat PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daops) IX Jember juga datang untuk menyaksikan malam puncak BBF tersebut. Bahkan, saking banyaknya tamu undangan yang hadir, kalangan kepala dinas di lingkungan Pemkab Banyuwangi harus rela berdiri gara-gara tidak kebagian kursi. Sementara itu, ajang yang digelar sebagai salah satu wahana melestarikan Budaya Banyuwangi itu, diawali dengan penampilan peragawan dan peragawati yang memamerkan busana kreasi sejumlah Industri Kecil Menengah (IKM) batik di Banyuwangi. Pada perhelatan tahun pertama ini, tema yang di-

angkat adalah batik Gajah Uling. Riuh tepuk tangan penonton seketika menggema saat model pertama tampil memeragakan busana bermotif batik di atas cat walk. Sejurus kemudian, suara tepuk tangan, itu seakan lenyap dan berganti decak kagum akan keindahan warna, corak, dan detail batik yang begitu memesona tersebut. Sorak dan tepuk tangan penonton kembali meliputi Gesibu Blambangan saat Fereira Justino Karolyne, peragawati asal Brazil berlenggak-lenggok di atas cat walk. Perempuan berambut pirang itu tampak anggun mengenakan pakaian bermotif batik khas Banyuwangi. Lomba fashion show, itu lantas dilanjutkan dengan penampilan para peserta kategori anak (usia TK dan SD). Kali ini, penonton dibuat tertawa gergeran. Sebab, saat mendengar

riuh tepuk tangan penonton, salah satu model cilik yang sebelumnya sudah bersiap berjalan di atas cat walk, langsung berlari ke belakang panggung. Lomba fashion tersebut dilanjutkan kategori UPTD Kesehatan asal seantero Banyuwangi. Usai kategori UPTD Kesehatan, disusul kemudian kategori remaja dan umum. Ada model yang perform memeragakan baju desain pesta, ada juga yang menggunakan busana kerja, dan baju casual. “Ternyata Batik Banyuwangi tidak kalah bagus dibandingkan batik dari daerah lain. Bahkan, dibuat pakaian berkarakter sporty pun batik Banyuwangi tetap keren,” ujar Indah, seorang penonton. Sementara itu, dalam sambutannya saat membuka acara, Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan, tema yang diangkat pada BBF kali ini adalah

batik Gajah Uling. “Gajah berarti besar atau mahabesar, sedangkan Uling berarti pengiling-iling atau pengingat. Jadi Gajah Uling berarti pengingat manusia akan kebesaran Tuhan Yang Mahaesa,” ujarnya. Dikatakan, BBF digelar sebagai salah satu ikhtiar agar ke depan, batik Banyuwangi semakin dikenal di tingkat nasional hingga internasional. “Melalui BBF, akan mendorong munculnya desain baru batik Banyuwangi. ke depan, target kami Batik Banyuwangi bukan hanya go nasional tetapi go internasional,” ujarnya. Anas menambahkan, untuk mencapai target go internasional tersebut, diperlukan konsolidasi ke dalam antara seluruh stake holder di Banyuwangi. “Salah satu cara konsolidasi ke dalam, kita bikin lomba, agar antar IKM batik semakin kreatif,” paparnya. (sgt/bay)

Diredam dengan Menggelar Istighotsah n WARGA... Sambungan dari Hal 29

“Setiap saat, saya bersama Pak Kapolsek dan Pak Danramil menenangkan warga agar tidak panik menghadapi fenomena anjing liar itu,” tutur Plt Camat Licin, Muhammad Lutfi. Terhadap kecurigaan warga terhadap warga lainnya, kata Lutfi, pimpinan kecamatan su-

dah melakukan beberapa action. Harapannya, aksi pimpinan kecamatan ini bisa menenangkan warga agar tidak terlalu panik. “Walau warga memiliki banyak spekulasi, namun pimpinan kecamatan tetap percaya, penyebab matinya kambing warga itu karena digigit anjing liar,” ujarnya. Salah satu aksi yang dilakukan pimpinan Kecamatan Licin,

lanjut Lutfi, menyerukan warga untuk menggelar istighotsah dan pembacaan selawat Barzanji setiap malam. Sejak beberapa hari lalu, warga menggelar acara istighotsah setiap malam. “Acara istighotsah akan dilaksanakan hingga situasi Dusun Kebundadap kondusif,” ujar Lutfi. Warga setempat sudah sepakat untuk mengikuti acara

istighotsah itu. Bagi warga yang tidak mengikuti istighotsah, warga setempat juga sepakat untuk menanyakan. “Kami juga sudah konsultasi dengan beberapa ulama. Para ulama menyarankan warga bersamasama memanjatkan doa dengan cara membaca istighotsah dan baca selawat Barzanji agar desa aman dan tenteram,” tambah Lutfi. (afi/bay)

Siap Tenaga Medis Pendamping n CJH TERTUA... Sambungan dari Hal 29

Menurut Mukhlis, dari 793 orang yang akan berangkat haji tersebut, sebenarnya ada beberapa orang yang sedang sakit karena faktor usia. Tapi, mereka cukup semangat untuk tetap berangkat ke Makkah. “Ada yang pakai tongkat,” katanya sambil menolak menyebut

nama CJH tersebut. Yang pasti, lanjut Mukhlis, jadwal pemberangkatan para CJH ini tetap tidak ada perubahan, yakni pada 3 Oktober 2013. Mereka ini, pada pukul 19.00 diminta sudah berkumpul di depan kantor Pemkab Banyuwangi untuk dilakukan pemberangkatan. “Para CJH ini akan dilepas oleh bapak bupati,” ungkapnya.

Dari 793 CJH Banyuwangi ini, kata dia, CJH yang paling tua adalah Muhamad Biseri, asal Kecamatan Genteng. Biseri saat ini sudah berumur 85 tahun. Sedang calon haji yang berusia paling muda adalah Farah Alvira asal Kecamatan Licin. “Yang termuda berusia 18 tahun,” sebutnya. CJH tertua dan termuda ini akan berangkat bersama 793 CJH asal Kabupaten Banyuwangi.

Biseri yang berusia paling tua, ternyata kondisinya juga sehat. “Para CJH ini akan diawasi oleh para pendamping,” ujar Mukhlis. Para pendamping ini, sebut dia, akan menjadi panitia haji selama pelaksanaan haji di Makkah dan Madinah. Dari pendamping ini, juga ada tenaga medis yang akan selalu mengawasi dan memeriksa kesehatan para jamaah. (abi/bay)

Dispendik Siap Merevisi Pendaftaran n BERI KESEMPATAN... Sambungan dari Hal 30

Padahal kita tahu, PT di Banyuwangi juga memiliki jurusan yang dibutuhkan untuk memenuhi program BWI Mengajar tersebut,” kata dia. Anggota Komisi IV DPRD, Achmad Turmudzi mengatakan, sangat wajar jika PT Banyuwangi tersinggung dengan kebijakan Dispendik yang hanya “membuka lowongan” bagi lulusan PT luar daerah tersebut. “Seharusnya kita memberikan support kepada PT Banyuwangi,” tandasnya. Pernyataan senada dilontarkan Abdurrahman dari Komisi I DPRD. Politikus yang satu ini mengatakan, program Banyuwangi Mengajar sangat bagus dan layak dilanjutkan. Karena itu, dia mendesak Dispendik

memperbaiki proses rekrutmen terhadap para pengajar yang akan ditempatkan di sekolahsekolah terpencil di Banyuwangi tersebut. “PT di Banyuwangi banyak, dan rata-rata memiliki program Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP),” cetusnya. Tidak jauh berbeda, Ketua Komisi IV DPRD, Zainal Arifin Salam mengatakan, sebaiknya proses rekrutmen calon pendidik tersebut mengaktualisasi program I Love BWI (aku cinta Banyuwangi) yang digelorakan Pemkab Banyuwangi sejak beberapa waktu yang lalu. “Lalu, kenapa pada program ini (BWI Mengajar), PT Banyuwangi seolah dianaktirikan?” tanya dia. Zainal menambahkan, sebaiknya lulusan dari perguruan mana pun dipersilakan mendaftarkan diri mengikuti seleksi

program BWI Mengajar tersebut. “Soal nanti yang terpilih dan yang paling layak berasal dari PT luar Banyuwangi, ya tidak masalah,” paparnya. Menanggapi pernyataan para anggota DPRD tersebut, Sulihtiyono mengaku, pihaknya siap merevisi pengumuman pendaftaran calon relawan program Banyuwangi Mengajar tersebut. “Mereka (tenaga pengajar) kita sebut relawan. Selama mengajar, mereka wajib tinggal dan menetap di daerah terpencil di sekitar sekolah tempat mengajar tersebut,” terangnya. Kadispendik Sulihtiyono menambahkan, kewajiban relawan tinggal di daerah terpencil tempatnya mengajar itu memiliki beberapa tujuan. Di antaranya, para relawan tersebut bisa membantu pemberantasan buta huruf di daerah-daerah

terpencil. “Sore setelah mengajar, mereka juga bisa mengajar paket A dan lain-lain,” kata dia. Menurut Sulihtiyono, para tenaga relawan tersebut akan didistribusikan ke 38 sekolah jenjang SD dan SMP terpencil. Sekolah terpencil tersebut tersebar di Kecamatan Pesanggaran, Wongsorejo, Kalibaru. “Tahap awal, mereka dikontrak empat bulan. Mereka akan menerima honor sebesar Rp 950 ribu sampai Rp 1,15 juta per bulan, tergantung zona,” kata dia. Untuk dapat mengikuti program tersebut, imbuh Sulih, calon relawan harus fresh graduate, yakni mereka yang lulus maksimal dua tahun lalu. Index prestasi (IP) untuk alumnus PT negeri ditetapkan sebesar 3,0 sedangkan IP untuk lulusan PT Swasta 3,5. (sgt/bay)

Butuh Dukungan Perbaikan Jalan n LUBANG... Sambungan dari Hal 29

“Belum pernah ada perbaikan atau dicat lagi sejak dibangun pada 1995 lalu,” cetus Sopingi, 53, penjaga Lubang Buaya Cemetuk. Meski belum pernah ada perbaikan, kondisi monumen memang masih terlihat kokoh. Burung Garuda yang menghadap ke arah timur, terlihat masih gagah perkasa. Begitu juga dengan diorama yang ada di sebelah utara dan di bawah patung Garuda Pancasila. “Sebenarnya perlu perbaikan, tapi sulit mendapatkan dana,” katanya. Di antara bangunan yang masih terlihat baik, itu hanya tiga lubang yang ada di belakang burung Garuda. Ketiga lubang dengan ukuran 3 X 3 meter, 3 X 4 meter, dan 3 X 5,5 meter ini masih bagus karena sudah dibangun dengan keramik. “Di tiga lubang itu, dulu korban (62 orang kader GP Ansor) dikubur,” terang Sopingi. Puluhan kader Ansor dari wilayah Kecamatan Muncar, tidak

39

HALAMAN SAMBUNGAN

lama berada di tiga kubangan tersebut. Karena setelah itu, oleh keluarganya dipindah ke daerah asalnya di Kecamatan Muncar. “Para korban keganasan PKI itu dikubur di lubang buaya ini hanya tiga hari,” jelas Sopingi. Para korban yang dikubur di lubang buaya itu, tidak semua dibantai atau dibunuh di lokasi itu. Sebagian besar, dibawa ke lubang buaya setelah sudah meninggal, pingsan, atau tidak berdaya. “Banyak yang dibantai di luar daerah, lalu dikumpulkan dan dikubur di sini (Cemetuk),” tuturnya. Aksi pembantaian dan pemakaman masal oleh PKI ini, tidak dilakukan pada 30 September 1965 seperti yang terjadi di Jakarta. Tapi, peristiwa di Cemetuk ini terjadi pada 18 Oktober 1965. “Peristiwanya sangat bersejarah, semua tergambar dalam diorama,” terangnya. Para pelajar yang ada di Kabupaten Banyuwangi, selama ini banyak yang datang ke monumen ini dengan didampingi guru kelasnya. Mereka ini datang untuk mengenal lebih dalam sejarah keganasan PKI di Cemetuk.

“Sekarang yang banyak datang itu anak-anak SD, dulu anak SMP juga banyak,” sebutnya. Tempat bersejarah yang banyak menjadi jujugan warga, terutama kalangan pelajar, ternyata tidak ditangkap baik oleh Pemkab Banyuwangi. Karena sampai saat ini, pemerintah juga belum pernah mengucurkan dananya untuk perbaikan monumen. Bukan hanya itu, jalan beraspal menuju ke lokasi monumen juga sudah rusak berat. Kondisi jalan yang rusak ini, sudah berlangsung sejak lima tahun lalu. “Kita sudah berulang kali mengajukan perbaikan, tapi belum dipenuhi juga,” sebut Kepala Desa (Kades) Cluring, Sunarto. Akses jalan menuju ke Monumen Lubang Buaya ini, memang sudah cukup parah. Dari jalan poros jurusan Banyuwangi-Jember, jarak monument ini sekitar satu kilometer dan aspal jalan hamper mengelupas semua. “Oleh warga diurug tanah karena berlubang dan membahayakan,” cetusnya. Meski kurang mendapat perhatian dari Pemkab Banyu-

wangi, monument ini ternyata mendapat perhatian serius dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf ) RI. Pada tahun 2013 ini, Desa Cluring ditetapkan sebagai Desa Wisata. “Sebagai Desa Wisata karena ada Monumen Lubang Buaya,” sebutnya. Penetapan desa wisata ini, bersamaan dengan dikucurkan program PNPM Pariwisata. Untuk wilayah Kabupaten Banyuwangi, desa wisata ini hanya ada dua yakni Desa Sumberasri, Kecamatan Purwoharjo, dan Desa Cluring. “Sumberasri sebagai desa wisata karena memiliki Wisata Bedul,” jelasnya. Dengan ditetapkan sebagai desa wisata, pada tahun anggaran 2013 ini Desa Cluring mendapat kucuran dana Rp 75 juta. Dana ini, dipakai untuk kegiatan yang mendukung seni dan pariwisata, termasuk pembuatan gazebo di Monumen Lubang Buaya. “Kami bangga dipercaya sebagai desa wisata, semoga pemkab lebih memperhatikan dengan memperbaiki jalannya,” harapnya. (bay)

Perampok Sudah Paham Lokasi n PERAMPOK... Sambungan dari Hal 29

Celurit yang ditemukan ini, oleh polisi telah diamankan di Mapolsek Glagah. Sidik jari yang ada pada celurit itu, juga sudah diambil dan dibuat bahan dalam penyelidikan. “Sidik jari pertama pada celurit sudah kita ambil,” katanya pada Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin. Menurut Kapolsek Jupriyadi, celurit yang ditemukan di luar rumah korban, dan diduga dipakai oleh kawanan perampok itu ternyata milik korban sendiri. Hal ini, jelas dia, setelah celurit itu ditunjukkan pada korban. “Korban menyebut kalau celurit yang dipakai perampok itu miliknya,” sebutnya. Bukan hanya celurit, parang yang dipakai oleh perampok untuk menakut-nakuti korban, ternyata juga miliknya korban.

Hanya saja, parang ini masih belum ditemukan. “Korban ini di rumahnya memang ada celurit, parang, pisau, dan sajam lainnya,” jelasnya. Selain menemukan sejumlah barang bukti itu, kapolsek menyebut, dari hasil penyelidikan yang dilakukan juga banyak menemukan dugaan-dugaan, termasuk para pelaku yang telah menguras harta milik korban. “Tapi maaf, kita masih belum bisa membeberkan,” cetusnya. Seperti diberitakan sebelumnya, aksi perampokan kembali terjadi. Kali ini pelaku berjumlah lima orang menyatroni rumah Khoerotun, 35, warga Dusun Mondoluko, Desa Taman Suruh, Kecamatan Glagah. Setelah melumpuhkan penghuni rumah, perampok bersenjata parang dan celurit itu berhasil membawa kabur

perhiasan emas, uang tunai, dan keris pusaka. Saat ini pelaku masih dalam pengejaran polisi. Kemarin, dua anggota Polsek Glagah memintai keterangan Khoerotun, suami, dan anaknya. Ada dugaan, pelaku begitu paham betul dengan kondisi rumah yang kanan kirinya sawah tersebut. Kawanan penjahat ini juga dengan mudah masuk ke rumah perempuan yang sehari-harinya bekerja di kantin tempat Wisata Tamansuruh tersebut. Pelaku tidak hanya membawa kabur perhiasan emas berupa kalung dan cincin. Mereka juga mengancam korban dengan senjata tajam. Khoeratun ditodong parang, sedangkan suaminya yang kondisinya stroke sempat dikalungi celurit. Anak Khoeratun yang masih berusia 11 tahun juga diintimidasi. (abi/bay)

Dispora Siap Lakukan Evaluasi n MOTOR... Sambungan dari Hal 29

Tidak hanya masuk dan melintas saja, namun puluhan kendaraan bermotor itu parkir di area CFD tanpa beban. Seperti yang terlihat di Jalan Diponegoro depan Gesibu Blambangan, selama CFD berlangsung belasan

kendaraan roda empat parkir. Hal yang sama juga terlihat di Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo (depan Bank Mandiri) yang menjadi area parkir kendaraan bermotor roda dua. Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Banyuwangi, Ahmad Khoirullah mengaku, pihaknya akan segera melaku-

kan evaluasi pelaksanaan CFD. Dispora segera duduk bareng dengan Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika serta Kantor Satpol PP untuk melakukan evaluasi. “Kita sampaikan terima kasih atas masukan dari masyarakat untuk penyempurnaan program itu,” ujar Khoirullah. (afi/bay)

Agus Janji Tanggung Jawab n DUA... Sambungan dari Hal 31

Namun, penjelasan keluarga korban ternyata Saritem tidak pulang. Mengetahui hal itu, keluarga korban kaget bukan main. Pada akhirnya, mereka memilih melaporkan kasus tersebut ke Polsek Tegaldlimo. Polisi langsung menyelidiki, wal hasil pelaku berhasil ditangkap saat mengantar korban di rumahnya. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Polsek Tegaldlimo melimpahkan kasus itu ke Polsek Cluring. Sebab, tempat kejadian

perkaranya berada di wilayah Cluring. ‘’Waktu membawa lari di kos, jadi kita yang menangani,’’ ungkap Kapolsek Cluring, AKP Agung Setyabudi kemarin. Kasus kedua yaitu menimpa pelajar salah satu SMA di Kecamatan Cluring. Sebut saja korban bernama Painem (nama samran), 15, warga Desa Benculuk, Kecamatan Cluring. Pelajar yang masih duduk di bangku kelas X tersebut menjadi korban tindakan asusila juga dilakukan oleh pacarnya sendiri. Pelakunya adalah Agus, 24, warga Dusun Sumberjeruk, Desa Taman Agung, Kecamatan Clu-

ring. Ironisnya, akibat hubungan intim itu, korban kini tengah hamil. Saat ini, usia kandungan korban memasuki empat bulan. Kapolsek Agung menjelaskan, jika pelaku sudah beberapa kali menyetubuhi korban. Setiap kali beraksi, pelaku berjanji akan bertanggung jawab jika nanti hamil. ‘’Ternyata korban benar benar hamil,’’ kata kapolsek. Kini, dua tersangka dalam kasus tindak pidana perlindungan anak tersebut sama sama mendekam di sel tahanan Mapolsek Cluring. ‘’Dua pelaku sudah kita tetapkan sebagai tersangka,’’ tegasnya. (ton/aif)

Berharap Segera Terbentuk Presidium n KOMISI... Sambungan dari Hal 31

Dia menuturkan, aspirasi masyarakatBanyuwangitersebutsebenarnya lama sekali disuarakan.”Alasan yang paling utama adalah soal luasnya wilayah sehingga sangat menghambat pelayanan terhadap masyarakat,” katanya. Untuk itu, agar pelayanan terhadap masyarakat bisa lebih optimal, komisi I DPRD Banyuwangi, merespons suara dari masyarakat tersebut. “Apalagi

dilihat dari undang-undang dan peraturan pemerintah, sangat memungkinkan untuk dilakukan pemekaran,” tandasnya. Hal tak jauh berbeda juga disampaikan oleh Khusnan Abadi. Dia menegaskan, tujuannya utama dilakukan pemekaran kabupaten adalah untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat agar mendapatkan layanan dari pemerintah secara maksimal. Dia mencontohkan, masyarakat yang ada di Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran dan warga Kalibaru,

merasa sulit mendapatkan pelayanan secara maksimal jika harus mengurusi segala sesuatu yang berkaitan dengan pemerintah harus ke Banyuwangi. “Maka dari itu, pemekaran tujuannya untuk memudahkan dan mengoptimalkan pelayanan publik,” tandasnya. Khusnan menegaskan, komisi I DPRD Banyuwangi, serius meneruskan aspirasi masyarakat tersebut, salah satu caranya seperti menggelar pertemuan dengan berbagai tokoh seperti kemarin. (azi/aif)

25 Dusun Alami Krisis Air Bersih n KEKERINGAN... Sambungan dari Hal 40

Kepala Desa Bantal, Sahijo, berharap agar krisis air yang dialami warganya bisa mendapatkan solusi. Misalnya dengan adanya pembangunan pipanisasi untuk sarana air bersih. “Kalau pipanisasi bisa

lebih baik. Tetapi kami tetap berterima kasih karena dua hari sekali ada pasokan air, dan warga sangat terbantu,” kata Sahijo, kepada wartawan. Data yang berhasil dikumpulkan, akibat musim kemarau sejak awal Agustus lalu, membuat sejumlah wilayah kering kritis. Hingga akhir September ini,

sebanyak 25 dusun di 15 desa yang mengalami krisis air bersih. Petugas BPBD memasok air ke sejumlah lokasi yang terdapat tandon air. Jumlahnya sebanyak 38 tandon. Di tandon itulah, warga bisa mengambil air bersih secara bergantian. “Sudah kita atur, semuanya ada 30 titik yang kita pasok,” pungkasnya. (rri/als)


40

Senin 30 September 2013

NUR HARIRI/RaBa

KEMARAU PANJANG: Warga Dusun Alang-alang mendapat pasokan air bersih dari BPBD kemarin (29/9).

Kekeringan, BPBD Pasok Air Bersih ASEMBAGUS - Kekeringan yang melanda belasan desa di Kabupaten Situbondo mulai mendapat perhatian dari pihak tersebut. Kemarin (29/9), petugas BPBD Situbondo mulai memasok air bersih di lima dusun yang ada di Desa Bantal, Kecamatan Asembagus. Pasokan air bersih tersebut sebenarnya sudah berjalan dua pekan terakhir. Namun, karena lokasi masing-masing dusun yang kekeringan berjauhan, hal itu membuat pasokan air bersih harus dilakukan secara bergilir. “Karena jumlah armada yang

terbatas, untuk setiap tendon dipasok dua atau tiga hari sekali,” terang Zainul Arifin, Kepala BPBD Situbondo. Kiriman air bersih ini manfaatnya sangat dirasakan betul oleh masyarakat. Air bersih itu digunakan memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama untuk minum dan memasak. “Sebelum ada pasokan air, kami harus jalan tiga kilometer,” kata Asyari, 65, warga Dusun Lebung, Desa Bantal, Kecamatan Asembagus. Selain Dusun Lebung, di Desa Bantal ini juga ada empat dusun lain yang mendapat pasokan air bersih.

GOES TO SCHOOL: Pelajar SMKN Banyuwangi berebut ingin menjajal motor Yamaha.

Empat dusun itu adalah Dusun Alang-alang, Dusun Selatan, Curah Malang, dan Dusun Samir. Jarak tempuh untuk mendapatkan air bersih dari tempat ini setidaknya harus berjalan sekitar 2 sampai 3 kilometer dari lokasi air. Menurut Zainul, kendala di lapangan saat pasokan air berlangsung memang sering terjadi. Salah satunya jumlah penduduk yang sangat banyak membuat petugas cukup kewalahan. “Ada yang warganya lebih dari 100 KK, jadi airnya kurang,” terangnya n  Baca Kekeringan...Hal 35

POSE BERSAMA: Gathering X-Ride Customer di Giri Banyuwangi dihadiri konsumen setia Yamaha.

MERIAH: Rombongan Xeon RC saat konvoi di sepanjang jalan kota Banyuwangi.

Yamaha Sapa Konsumen Situbondo YAMAHA menyapa konsumennya di Kota Santri. Di sini, berbagai even digelar untuk mengobati rasa kangen Yamaha terhadap konsumennya. Salah satu hiburan yang heboh adalah kehadiran grup musik nasional, D’Masiv. Konser ini digelar Minggu (15/9) lalu di Alun-alun Situbondo. Kehadiran D’Masiv ternyata mampu menjadi obat perindu Yamaha untuk konsumennya. Apalagi konser tersebut juga disiarkan secara live di JTV. Branch Manager PT Rodasakti Suryaraya, Bambang Setiabudi mengatakan, sebelum konser D’Masiv, pada Minggu pagi digelar jalan sehat bersama Bupati Dadang Wigiarto. Ribuan warga hadir di acara jalan sehat bersama Yamaha dengan tema ’Bangga Jatim Semakin di Depan’. ”Ini merupakan bentuk silaturahmi sekaligus terima kasih Yamaha terhadap konsumen dan masyarakat Situbondo, lebih dari 50 persen masyarakat Situbondo memercayakan kendaraannya pada Yamaha,” jelas Bambang. Dengan kehadiran D’Masiv, Yamaha ingin semakin dekat dengan anak-anak muda Situbondo. Anak muda Situbondo sangat berkarakter, apa adanya, dan cukup kreatif. Mereka sangat bahagia bisa menjadi bagian dari keluarga besar Yamaha. ”Kami bangga menjadi bagian dari keluarga besar Yamaha. Spirit Semakin di Depan,” kata Hermanto salah seorang pemuda dan konsumen Yamaha Situbondo. Dalam even itu, Yamaha

memberikan program khusus untuk pembelian unit motor Yamaha periode 8-14 September 2013. Program yang dikhususkan untuk area Situbondo ini mendapatkan tiket VIP dan T-shirt ekslusif. Selain itu, juga diberikan voucer belanja sebesar Rp 100 ribu, bagi para pelanggan Yamaha yang melakukan pembelian motor Yamaha segala type. Doorprize berupa pulsa juga diberikan kepada pengunjung yang berani menjajal tes ride motor Yamaha. “Program ini disambut antusias masyarakat Situbondo, terbukti target penjualan Yamaha di even ini lebihi target,” jelasnya. Bambang menambahkan, berbagai even yang digelar Yamaha bertujuan memberikan edukasi kepada konsumen dan masyarakat luas mengenai produk Yamaha yang benar-benar berkualitas. Bahkan untuk mengecek kualitas motor, Yamaha membuka stand khusus yang dinamakan Dyno Test. Dengan alat ini, akan diketahui kualitas Yamaha ketika melaju kencang. “Dalam berbagai kesempatan selalu kita jelaskan bahwa produk Yamaha ini berbeda dengan motor Jepang lainnya, secara kualitas Yamaha menjaminnya. Ini bukan sekedar bahasa promosi, namun fakta yang harus diketahui oleh semua orang,” cetusnya. (adv/als)

Bukti Kualitas Lebih Kuat

FOTO-FOTO: ISTIMEWA

MERIAH: Penampilan D’Masiv di Alun-alun Situbondo mampu menjadi obat perinduYamaha terhadap konsumen loyalitasnya.

TANTANGAN: Grand Opening Circuit Blambangan di dealer SIP Giri Banyuwangi beberapa waktu lalu. UJI MOTOR: Seorang warga saat melakukan test ride dalam acara Goes to Kampung di Perumahan Sutri, Sobo, Banyuwangi.

SIAPA yang menyangka ternyata kualitas motor Yamaha merupakan salah satu motor dengan kualitas terbaik di dunia. Salah satu yang menarik adalah Yamaha mempunyai sejarah bahwa dari proses finishing-painting alias pengecatan saja diperhatikan betul kualitasnya, kekuatan ini walau tampak sederhana namun patut diapresiasi dan kadang luput dari perhatian. Bambang menjelaskan, selama ini berbagai even digelar adalah untuk mengenalkan kualitas Yamaha ini. Maka, tes ride dari kampong ke kampong maupun dari sekolah ke sekolah selalu digelar. “Hingga kita membuat program pinjam pakai Yamaha adalah salah satu keberanian kita untuk mengenalkan kualitas Yamaha itu,” jelasnya. Program terbaru, kata Bambang, Yamaha menggelar tes ride dibeberapa titik dengan tema goes to kampong. Pertama digelar di Balai Desa Jajag Kecamatan Gambiran pada Sabtu (21/9). Disini, warga selain dihibur music elekton juga diberi kesempatan tes ride berhadiah pulsa. Sukses di Balai Desa Jajag, Yamaha menyentuh Perumahan Sutri Banyuwangi, antusias cukup ramai diberikan warga sekitar. Warga berbondong-bondong ingin menjajal motor Yamaha dengan hiburan music elekton. Sangat terlihat kebersamaan antara Yamaha dan warga. Di hari yang sama, selain di Perumahan Sutri, Yamah menyentuh pelajar SMEA Negeri Banyuwangi. Disini selain tes ride, pelajar juga mendapat pemahaman tentang motor injeksi. Penggunaan injeksi bahan bakar akan meningkatkan tenaga mesin bila dibandingkan dengan penggunaan karburator. ”Yamaha juga melayani servis keliling untuk warga Sanggar pada Jumat (27/9),” pungkasnya. (adv/als)


Radar Banyuwangi 30 September 2013  

Jawa Pos Radar Banyuwangi

Advertisement
Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you