Issuu on Google+

25

Pendorong Perubahan dan Pembaruan

SENIN 23 SEPTEMBER TAHUN 2013

Lima Desa Ajukan Hearing

GALIH COKRO/RaBa

PILIHAN PEMBACA: Minhajul Qowim dari Jawa Pos Radar Banyuwangi menyerahkan piala kepada Diniswari Ayu Larasati Jebeng Favorit dan Ayang Putra Pratama sebagai Thulik Favorit.

Sama-sama Tidak Puas Hasil Pilkades

Elsya Jebeng, Richard Thulik BANYUWANGI – Setelah sepekan penuh bersaing ketat, akhirnya Elsya Herwiyanti dan Richard Firman Hadi terpilih sebagai Jebeng dan Thulik Banyuwangi 2013. Keduanya tampil memikat dalam acara malam grand final di pentas terbuka Taman Blambangan Banyuwangi Sabtu malam (21/9). Ribuan penonton asal seantero wilayah Banyuwangi tumplek blek memadati lokasi acara di Taman Blambangan malam itu. Saking membeludaknya penonton, sebagian di antara warga yang datang harus rela menyaksikan pemilihan duta wisata Banyuwangi itu melalui layar raksasa yang disediakan panitia. Lokasi malam puncak Pemilihan Jebeng Thulik Banyuwangi kali ini memang berbeda dibanding acara serupa yang diselenggarakan tahun-tahun sebelumnya. Untuk mengoptimalkan keterlibatan masyarakat, lokasi acara yang biasanya dipusatkan di depan Kantor Pemkab Banyuwangi digeser di Taman Blambangan yang merupakan kebanggaan masyarakat Banyuwangi. Benar saja, selain mereka yang sengaja datang ke lokasi acara untuk mendukung finalis jagoan Hasil Pemilihan Jebeng Thulik 2013 mereka, tidak sedikit pula warga yang Jebeng 2013 : Elsya Herwiyanti menghabiskan maThulik 2013 : Richard Firman Hadi P lam Minggu berWakil I Jebeng : Bellatrix Damayanto P sama keluarganya Wakil I Thulik : Raka Bima Grimaldi turut menyaksikan Wakil II Jebeng : Ayu Widya Wulandari ajang prestisius terWakil II Thulik : Mohamad Rahmad Cahyadi sebut.Acara diawali Jebeng Favorit : Diniswari Ayu Larasati dengan meras fiThulik Favorit : Ayang Putra Pratama nalis n Jebeng Persahabatan: Clara Tristianty Nugraini Thulik Persahabatan: Rifky Setiawan

 Baca Elsya... Hal 35

HAJI

Koper Berangkat Lebih Awal BANYUWANGI - Sebanyak 791 calon jamaah haji (CJH) asal Kabupaten Banyuwangi, direncanakan akan berangkat sepuluh hari lagi (3/10). Tapi, koper yang berisi barang bawaannya oleh petugas dari Kementerian Agama (Kemenag) akan dikirim lebih awal. Koper yang dikirim oleh panitia haji Kemenag Wilayah Jawa Timur sudah diterima oleh para CJH. Tas berukuran besar itu diharapkan segera dikirim lagi ke Banyuwangi. “Koper untuk para calon haji, sudah kita bagi melalui KUA (kantor urusan agama) yang ada di tiap kecamatan,” terang kepala seksi urusan haji (Kasi Haji) Kemenag Banyuwangi, H. Mukhlis kemarin. Koper dari panitia haji yang diberikan itu, terang dia, merupakan tas resmi yang akan dibawa oleh para calon haji ke Makkah n

BANYUWANGI - Pemilihan kepala desa (Pilkades) yang digelar di Kabupaten Banyuwangi, baru dilaksanakan secara serentak pada 4 dan 5 September 2013 lalu. Dalam kegiatan ini, ada 95 desa yang menggelar pilkades, karena masa jabatan kepala desa (kades) telah berakhir. Dari 95 desa yang menggelar pilkades, sebanyak 41 desa melaksanakan pada 4 September

2013. Sedang selebihnya, 54 desa menggelar pemungutan suara secara langsung untuk memilih kades pada 5 September 2013. Secara umum, pelaksanaan pilkades masal di Bumi Blambangan tersebut berjalan lancar dan tertib. Sejak pemungutan suara dimulai pukul 07.00 hingga pukul 14.00, hampir seluruh lokasi berlangsung lancar. Termasuk saat penghitungan dan penandatanganan berita acara hasil pemungutan suara oleh para saksi n  Baca Lima Desa...Hal 35

Gejolak Pasca-Pilkades n Demo n Demo n Demo n Demo

di Desa Kumendung, Kecamatan Muncar. di Desa Pendarungan, Kecamatan Kabat. di Desa Macan Putih, Kecamatan Kabat warga Desa Wongsorejo di kantor Pemkab

Pengajuan Hearing Pilkades n Desa Mangir, Kecamatan Rogojampi n Desa Pendarungan, Kecamatan Kabat n Desa Kumendung, Kecamatan Muncar n Desa Banjar, Kecamatan Licin n Desa Wongsorejo, Kecamatan Wongsorejo GALIH COKRO/RaBa

PEMENANG: Elsya Herwiyanti dan Richard Firman Hadi di ajang pemilihan JebengThulik, pentas terbuka Taman Blambangan Banyuwangi Sabtu malam lalu (21/9).

n Dilantik Sebelum 30 September  Baca halaman 26

Bangun Pabrik Bio Ethanol Rp 236 M BANYUWANGI - Investasi senilai Rp 1,5 Triliun untuk membangun PT Industri Gula Glenmore (IGG), ternyata tidak seluruhnya digunakan untuk membangun pabrik gula (PG) modern. Nilai investasi untuk mendirikan PG hanya sekitar 1,124 Triliun. Sedangkan sisanya, sedikitnya Rp 300 miliar dana investasi itu akan digunakan untuk membangun pabrik produk turunan. Beberapa produk turunan yang akan dikembangkan PT IGG adalah bio ethanol, bio fertilizer, pakan ternak, dan adanya ekses power. Manager Pengembangan PT IGG Banyuwangi, Kusnadi mengungkapkan, kebutuhan untuk membangun pabrik bio ethanol

akan menelan investasi senilai Rp 236 miliar. Pabrik pakan ternak menelan investasi sekitar Rp 11 miliar. “Proses perizinan pembangunan pabrik gula PT IGG di daerah dan pusat sudah hampir rampung. Tinggal IMB-nya yang belum, masih dalam proses,” jelas Kusnadi di sela kuliah umum mahasiswa LP3I di Hotel Berlian Abadi Banyuwangi Sabtu (21/9) lalu. Pembangunan PT IGG bertujuan untuk membangun dan mengoperasikan pabrik gula terpadu dengan produk utama gula putih premium. Pekerjaan pembangunan pabrik ini ditargetkan selesai dalam waktu dua tahun. Pada Agustus 2015 mendatang, pabrik gula PT IGG yang dibangun

di atas lahan seluas 102,4 hektare di kawasan Perkebunan Kalirejo milik PTPN XII itu ditargetkan sudah beroperasi. Saat ini, semua direksi PT IGG sedang berkonsentrasi di Jakarta dan Surabaya untuk menuntaskan proses perizinan yang tersisa. Selain itu, direksi sedang memproses dan mempersiapkan pengiriman mesin ke Banyuwangi. Proses pengiriman mesin canggih itu alternatifnya ada dua, pengiriman melalui transportasi laut dan darat. Jika melalui transportasi laut, kata Kusnadi, maka mesin pengolah gula berteknologi canggih diturunkan melalui pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi n  Baca Bangun...Hal 35

 Baca Koper...Hal 35

GALIH COKRO/RaBa

RANCANGAN: Maket kompleks kawasan Industri Gula Glenmore (IGG) Banyuwangi.

GALIH COKRO/RaBa

MARAK: Aksi demo warga di depan kantor Pemkab pekan lalu.

Marak Demo Dipicu Tiga Penyebab PRAKTISI hukum yang juga mantan ketua DPRD Banyuwangi, H Achmad Wahyudi, menyebut ada tiga sebab adanya aksi protes pilkades ini. Ketiga sebab itu, aturan main (baca peraturan daerah atau perda) yang tidak mantap, peran aparat penegak hukum yang lemah, dan budaya. Menurut Wahyudi, perda yang mengatur tentang pilka-

des dianggap tidak lengkap. Dalam aturan itu, tidak dijelaskan mengenai pelanggaran yang muncul dalam pilkades. “Perda tidak mantap, baik teknis maupun nonteknisnya,” katanya pada Jawa Pos Radar Banyuwangi. Protes dalam pilkades, jelas Wahyudi, sebenarnya sudah lama terjadi n  Baca Marak...Hal 35

Menengok Kehidupan TKI di Hongkong

ADA APA LAGI

Pelajar Transaksi Pil Terlarang KABAT - Satu lagi pelajar terjebak dalam peredaran obat terlarang jenis trihexyphenidil alias trex. Kali ini, pelajar yang harus berurusan dengan polisi karena diduga sering mengonsumsi trex adalah MR, 17, asal Dusun Krajan, Desa Dadapan, Kecamatan Kabat, Banyuwangi. Satuan Reserse dan Narkoba (Satreskoba) Polres Banyuwangi membekuk MR di rumah di Desa Dadapan. Dari tangan tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti (BB) berupa 16 butir pil trex, sebuah ponsel Blackberry Gemini, dan bungkus rokok. “Tersangka dan barang bukti kita bawa ke polres,” terang Kasatreskoba AKP Watiyo kemarin (22/9). Selain MR, polisi juga menangkap Tri Wahyudi, 27, warga Dusun Dadapan Utara, Desa Dadapan, Kecamatan Kabat n  Baca Pelajar...Hal 35 http://www.radarbanyuwangi.co.id

Asal Tugas Selesai, Majikan Dukung Aktualisasi Diri Kabar duka kerap kali datang dari para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri. Ada yang menjadi korban perkosaan, ada pula yang disiksa majikan. Namun kenyataan sebaliknya dijumpai Handoyo Saputro, 37, warga Banyuwangi saat berkunjung ke Hongkong baru-baru ini. SIGIT HARIYADI, Banyuwangi “KEJARLAH ilmu hingga ke negeri China”, nasihat yang mengandung arti agar seseorang tidak lekas menyerah dalam menuntut

DOK. HANDOYO FOR RaBa

BELAJAR: Handoyo berdiskusi dengan para TKI yang bekerja di Hongkong.

ilmu, meskipun harus pergi jauh meninggalkan kampung halaman. Hal ini tampaknya tepat menggambarkan sepak terjang Handoyo

Saputro. Sebagai jawara nasional pengelola lembaga kursus berprestasi, warga Banyuwangi itu baru saja menda-

patkan kesempatan mengunjungi negeri Tiongkok. Bukan sekadar berpelesir, kesempatan emas itu dimanfaatkan Handoyo untuk menggali informasi dan pengetahuan baru yang dapat diterapkan di Indonesia, khususnya Banyuwangi. Lelaki asal Desa Balak, Kecamatan Songgon yang kini tinggal di jalan Hayam Wuruk 55-57, Kelurahan/Kecamatan Giri, itu mengaku baru saja mengunjungi Tiongkok selama sembilan hari. Ada banyak pengetahuan baru yang dia peroleh. Mulai, besarnya peran pemerintah dalam mendukung geliat industri kerajinan, hingga tingginya penghargaan yang diberikan pada hasil kreativitas siswa. Tidak ketinggalan, Handoyo juga mendapati kehidupan para TKI yang bekerja di negara Tirai Bambu tersebut n

Pelajar transaksi pil terlarang Imbangi saja dengan pil anti-malas dan obat giat belajar

Tak puas hasil pilkades, lima desa ajukan hearing Siap menang dan ‘tak’ siap kalah

 Baca Asal Tugas...Hal 35 email: radarbwi@gmail.com/beritaraba@gmail.com


COVER STORY

26 Tidak Ada Lembaga Penyelesaian Sengketa SEMENTARA itu, bupati diminta segera “turun tangan” memediasi pihak-pihak yang terlibat konflik seputar pemilihan kepala desa (pilkades) yang digelar secara serentak di sejumlah desa beberapa waktu lalu. sebab, dalam pesta demokrasi tingkat desa tidak ada lembaga penyelesaian sengketa seperti halnya pemilihan bupati (pilbup), pemilihan gubernur (pilgub), maupun pemilihan presiden (pilpres). Seperti disampaikan pakar hukum tata negara, Dr. Didik Suharyanto, MH. Pria yang juga menjabat wakil Dekan I Fakultas Hukum (FH) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi itu mengatakan, bupati harus proaktif dalam menyelesaikan polemik seputar pilkades. “Bupati bisa menurunkan jajaran eksekutif untuk memediasi pihak-pihak yang terlibat perselisihan terkait pilkades,” ujarnya. Menurut Didik, pada proses mediasi tersebut, eksekutif harus melibatkan pihak-pihak yang bersengketa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), panitia pilkades, dan tim sukses calon kepala desa (kades) n

Senin 23 September 2013

Dilantik Sebelum 30 September MESKI muncul beberapa protes terhadap hasil pemilihan kepala desa (pilkades) 4 dan 5 September lalu, namun tidak menghalangi proses penerbitan surat keputusan (SK) pengesahan kepala desa (kades) terpilih. Pemkab Banyuwangi menargetkan pelantikan kades terpilih itu digelar sebelum 30 September 2013. Kepala Bagian Pemerintahan Pemkab Banyuwangi, Anacleto Da Silva mengatakan, masa jabatan 95 kades akan berakhir pada 29 September 2013. Karena masa jabatan kades berakhir 29 September, maka kades terpilih harus dilantik sebelum 30 September mendatang. Saat ini, proses pembuatan SK pengesahan mulai dilakukan. Sebanyak 95 Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang menggelar Pilkades pada 4 dan 5 September 2013 lalu, sudah memasuk-

kan usulan pelantikan kades terpilih. Menurut Anacleto, usulan BPD tersebut akan ditindaklanjuti dengan pembuatan SK Bupati Banyuwangi tentang pengesahan kades terpilih. Proses pembuatan SK 95 kades terpilih itu, sudah dilakukan. Walau proses penerbitan SK pengesahan sudah dilakukan, namun teknis pelantikan puluhan kades baru itu belum diputuskan. Teknis pelantikan, akan diputuskan setelah pembuatan 95 SK kades terpilih rampung. “Apakah akan dilantik secara masal atau dilakukan per kecamatan, belum diputuskan,” kata Anacleto. Saat ini, pemkab sedang konsentrasi untuk menuntaskan penerbitan SK

pengesahan kades terpilih. Dasar penerbitan SK berupa usulan BPD dari masing-masing desa sudah masuk semuanya. “Sebanyak 95 BPD sudah memasukkan surat pengusulan pelantikan kades terpilih,” katanya. Protes sengketa hasil pelaksanaan Pilkades, sudah tuntas seluruh. Hanya tersisa sengketa Desa Wongsorejo, Kecamatan Wongsorejo yang belum tuntas. “Desa Wongsorejo belum tuntas, karena penyelesaian sengketa hasil pilkades tidak menggunakan prosedur yang diatur dalam perda dan perbup,” jelas Anacleto. Calon Kades Wongsorejo yang kalah, lanjut Anacleto, tidak puas dengan hasil

pelaksanaan pilkades. Sayangnya, penyelesaian sengketa itu tidak menggunakan saluran perda dan perbup, melainkan memilih gugatan ke Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi. “Gugatannya sudah masuk PN Banyuwangi. Nggak apa-apa, kita akan ikut,” ujar pejabat alumnus STPDN itu. Sejatinya, jika mengacu pada Perda dan Perbup, penyelesaian sengketa hasil pilkades tidak langsung ke pengadilan. Namun secara bertahap bisa dilakukan mulai BPD, camat, hingga Bupati Banyuwangi. Namun prosedur perda dan perbup itu, tambah Anacleto, tidak dilalui tapi langsung memasukkan gugatan ke PN. “Gugatan ke PN itu tidak mempengaruhi penerbitan SK pengesahan. Proses pengesahan dan pelantikan calon terpilih jalan terus,” tambahnya. (afi/bay)

 Baca Tidak Ada... Hal 35

Didik Suharyanto GALIH COKRO/RaBa

Nihil Protes di Kecamatan Rogojampi KISRUH pemilihan kepala desa (pilkades) di beberapa desa di Banyuwangi dipicu kurangnya pemahaman terhadap peraturan daerah (perda) dan peraturan bupati (perbup) tentang pilkades. Jika semua pihak memahami aturan hukum pelaksanaan pilkades, niscaya protes dapat dihindari. Kabag Hukum Pemkab Banyuwangi, Yudi Pramono mengatakan, payung hukum pelaksanaan pilkades diatur dalam Perda Nomor 5 Tahun 2010. Petunjuk teknis pelaksanaan pilkades diatur dalam Perbup Nomor 8 Tahun 2007. Dalam perda dan perbup itu, kata Yudi, sudah diatur secara detail dan jelas pelaksanaan pilkades. Kedua produk hukum daerah itu sudah mengatur secara terperinci proses pilkades mulai tahap pencalonan hingga proses pelantikan calon terpilih. Mestinya, semua pihak yang terlibat dalam pilkades memahami aturan secara detail. Jika memahami aturan yang ada, niscaya pelanggaran yang berpotensi menimbulkan protes dapat dihindari. “Perda dan Perbup Pilkades sudah cukup memadai untuk melindungi pilkades yang adil, jujur, dan damai,” jelasnya. Yang menjadi problem saat ini, kata dia, belum semua pihak memahami aturan pelaksanaan Pilkades. Akibatnya, muncul protes karena tidak puas dengan hasil pilkades dengan sejumlah pemicu. Yudi mengatakan, kurangnya pemahaman terhadap aturan itu salah satunya karena minim sosialisasi. Beberapa kecamatan yang sosialisasi aturan pilkades gencar dilakukan, kata Yudi, hampir tidak ada protes yang terjadi pasca-pilkades. Seperti yang dilakukan di Kecamatan Rogojampi. Di Kecamatan Rogojampi sangat gencar dilakukan sosialisasi aturan teknis pilkades. Demi menghindari protes yang berkelanjutan, Yudi mengharapkan pihak-pihak yang terlibat dalam pilkades memahami betul aturan dan juknis pilkades. Pihak panitia pilkades harus memahami betul aturan agar penyelenggaraan pilkades berlangsung tanpa protes. Calon kades juga harus benar-benar memahami aturan pilkades, baik dalam perda maupun perbup. Jika semua calon bisa memahami aturan, maka calon tersebut diwajibkan memberikan pemahaman yang sama kepada tim sukses masing-masing. Jika semua yang terlibat sama-sama memahami aturan, maka pelaksanaan pilkades akan berjalan sesuai aturan dan aman. Jika pilkades sudah dilakukan berdasar perda dan perbup, potensi protes sangat kecil terjadi. Jika pilkades sudah dilaksanakan sesuai aturan, maka tidak ada protes yang perlu disampaikan. “Agar pilkades berlangsung damai, ayo kita sama-sama mempelajari juklak dan juknis yang sudah ada,” ajaknya. (afi/c1/bay)

GALIH COKRO/RaBa

GEJOLAK: Polisi mengawal aksi unjuk rasa massa yang tidak puas atas pilkades di depan kantor Pemkab Banyuwangi 12 September 2013 lalu.

Tak Perlu Kuorum, Cukup Suara Terbanyak PEMERINTAH daerah memberikan respons cepat atas maraknya protes hasil pemilihan kepala desa (pilkades) di beberapa tempat. Selain langsung turun ke lapangan, tim pemerintah daerah juga melakukan kajian hukum atas persoalan yang muncul pasca pelaksanaan pilkades pada 4 dan 5 September 2013 lalu. Hasil turun lapangan dan kajian hukum, tim pemerintah daerah menyimpulkan bahwa pemicu protes hasil pilkades tidak terlalu prinsip. Protes hasil pilkades di beberapa tempat itu ban-

yak dipicu persoalan administrasi yang bukan termasuk pelanggaran pilkades. Kabag Pemerintahan Pemkab Banyuwangi, Anacleto da Silva mengungkapkan, sebagian besar protes hasil pilkades dipicu karena banyaknya suara yang tidak sah. Setelah dilakukan penelitian di lapangan, suara yang dinyatakan tidak sah itu sudah sesuai Perda Nomor 5 Tahun 2010 dan Perbup 7 Tahun 2007. Sebagian besar calon kades yang kalah memprotes tingginya surat suara yang tidak sah. Surat suara yang tidak sah itu bukan termasuk kategori pelanggaran.

Yang termasuk pelanggaran, kata Anacleto, apabila panitia menyatakan sah terhadap surat suara yang tidak sah. Selama ini, surat suara yang tidak sah benar-benar tidak sah sesuai ketentuan perda dan perbup. Seperti yang terjadi di Pilkades Pendarungan, Kecamatan Kabat. Pada Pilkades 5 September 2013 lalu itu, suara yang tidak sah mencapai 1.005. Surat suara yang sah hanya 1.449 suara. Hal yang sama juga terjadi di Pilkades Wongsorejo, Kecamatan Wongsorejo. Suara yang tidak sah mencapai sekitar

600 suara lebih. “Tingginya suara yang tidak sah itu menjadi pemicu munculnya protes calon yang kalah,” tegas Anacleto. Sejatinya, suara yang tidak sah itu tidak bisa digunakan sebagai dalih hukum untuk memprotes hasil pilkades. Sebab, suara tidak sah itu bukan masuk kategori pelanggaran hukum. Kalau dalam rezim UU 22 Tahun 1999 tentang pemerintah daerah, jelas Anacleto, suara pemilih harus kourum. Jika tidak berhasil mendapatkan suara 50 persen plus satu, maka pilkades harus diulang n  Baca Tak Perlu...Hal 35

Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono. Redaktur Pelaksana: Syaifuddin Mahmud. Redaktur: Ali Sodiqin. Koordinator Liputan: Agus Baihaqi. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Nur Hariri (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja. Pemasaran & Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Gerda Sukarno Prayudha, Benny Siswanto, Samsuri (Situbondo). Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah, W. Nugroho. Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan. PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Administrasi Iklan: Widi Ukiyanti . Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti. Perpajakan: Cici Irma Setyani. Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari. Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/mmk, berwarna depan Rp 35.000/mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. J

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

J

Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

J

Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


27

Senin 23 September 2013

Ritual Petik Laut, Larung Kepala Kambing PESANGGARAN – Nelayan di Pantai Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran menggelar upacara adat petik RITUAL TAHUNAN: Wabup Yusuf Widyatmoko memasang pancing emas di hidung kambing kemarin.

laut, pagi kemarin. Ritual tahunan ini dihadiri oleh Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko; Kapolres Banyuwangi AKBP Yusuf; serta jajaran forum pimpinan daerah. Yang menarik, petik laut diawali tabur bunga di monumen tsunami yang

lokasinya sekitar 100 meter dari tempat pelelangan ikan (TPI). Seperti tahun sebelumnya, untuk keperluan petik laut, nelayan membuat sesaji dari kepala kambing yang diberi anting dan pancing emas. Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko didaulat menye-

matkan anting emas di kepala kambing. Usai disematkan, sesaji yang diangkut oleh perahu kecil itu langsung dilarung ke laut. Kepala Desa Sumberagung Murwanto mengatakan, kegiatan upacara adat tersebut dimaksudkan agar para nelayan bisa

meningkatkan hasil tangkapan ikannya di laut. Upacara petik laut biasanya dilaksanakan pada bulan Juli. “Karena bersamaan dengan puasa Ramadan kemudian Agustusan, makan kegiatan tersebut diundur dua bulan (September, Red),” tuturnya. (azi/aif)

ABDUL AZIZ/RaBa

Tukang Parkir Tewas di Hotel Nusantara Hidung dan Mulut Keluarkan Darah GAMBIRAN – Tanpa sebab yang jelas, Suwarno, 53, tukang parkir yang biasa mangkal di pertigaan lampu merah Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, ditemukan meninggal dunia di dalam kamar mandi hotel Nusantara, Desa/Kecamatan Gambiran kemarin siang. Kali pertama ditemukan, kondisi mayat dalam keadaan telanjang dengan posisi tubuh miring ke kanan. Dari mulut dan hidungnya terlihat mengeluarkan darah segar dan tercecer di lantai. Kali pertama yang menemukan mayat Suwarno adalah petugas hotel setempat, Murtiko Wardono, 30. Suwarno yang masuk hotel pada Sabtu (21/9) pukul 17.30, seharusnya sudah chek out pada pukul 12.00 kemarin (22/9). Karena belum juga keluar, petugas hotel akhirnya mencoba mengecek ke kamar tempat Suwarno menginap yang lokasinya berada di lantai dua bagian paling belakang. Saat membuka pintu kamar hotel, petugas tadi melihat pintu kamar mandi terbuka lebar. Di situ ada tubuh Suwarno tergeletak dengan kondisi miring ke kanan. Darah segar juga tampak terlihat di lantai kamar mandi. Kontan saja, melihat hal itu petugas hotel

ABDUL AZIZ/RaBa

EVAKUASI: Mayat Suwarno saat dikeluarkan dari kamar mandi Hotel Nusantara, Gambiran.

terkejut bukan main. Dia segera turun dari lantai dua. Saat bersamaan ada petugas Polsek Gambiran sedang melakukan patrol di hotel tersebut. Saat itu juga polisi langsung mengecek kondisi korban

sekaligus melaporkannya ke Kapolsek Gambiran AKP Ibnu Mas’ud. Tak lama kemudian kapolsek datang. Bukan hanya itu, Kapolres Banyuwangi AKBP Yusuf yang baru mengikuti kegiatan petik laut di Pan-

tai Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, juga langsung datang ke TKP. Setelah sempat melakukan pertemuan dengan anak buahnya, kapolres memerintahkan tim identifikasi Polres Banyuwangi agar segera meluncur ke TKP. Tak lama kemudian, tim identifikasi polres tiba dan melakukan oleh TKP dengan dipimpin langsung Kasatreskrim AKP Nandu Dyanata. Setelah beberapa menit melakukan olah TKP, mayat korban langsung diangkut dengan mobil patroli Polsek Gambiran untuk kemudian dibawa ke RSUD Genteng. Ditemui usai olah TKP., Kapolsek Gambiran AKP Ibnu Mas’ud mengatakan, bahwa pihaknya belum bisa menyimpulkan penyebab kematian korban. Namun dari hasil olah TKP, kesimpulan sementara tidak ditemukan adanya tanda kekerasan pada tubuh korban. “Hanya di hidung dan mulutnya mengeluarkan darah, tapi kita belum tahu penyebabnya. Sehingga kita belum bisa menyimpulkan apa-apa,” tuturnya. Untuk menyelidiki lebih dalam mengenai penyebab kematian korban, polisi masih akan memperkuat hasil identifikasi tersebut dengan melakukan visum, bahkan otopsi bila pihak keluarga memintanya. (azi/aif )

Lagi, Dua Jenazah TKI Tiba KALIBARU – Pemulangan jenazah TKI asal Kalibaru yang meninggal di Malaysia datang secara bergelombang. Setelah empat jenazah datang bersamaan, kemarin malam giliran dua jenazah tiba. Mereka adalah M. Sufyan, warga Desa Kajarharjo, Kecamatan Kalibaru, dan Surahman, warga Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember. Untuk Surahman, begitu tiba di rumah duka, mayatnya malam itu juga langsung dimakamkan. “Sedangkan yang Sufyan baru tadi pagi dimakamkan,” kata Salam, paman dari para korban. Dengan demikian, enam korban meninggal dunia dalam kecelakaan maut di Se-

rawak, Malaysia, akhirnya tiba di rumah duka. Sebab sebelumnya, empat jenazah asal Kalibaru sudah datang lebih dulu. Empat jenazah yang datang sehari sebelumnya tersebut adalah Rofik, 27, Munawar,25, dan Zainal Abidin, 27 . Ketiganya warga Dusun Barurejo, Desa Kalibaru Manis. Sedang seorang lagi Imron, warga Dusun Terongan, Desa Kabunrejo, Kecamatan Kalibaru. Selain enam jenazah tersebut, istri dari masing-masing korban juga ikut pulang ke rumah duka. “Sekarang sedang dilakukan tahlil,” kata Salam kemarin petang. Diberitakan sebelumnya, empat jenazah Tenaga Kerja

Indonesia (TKI) asal Kalibaru tiba di rumah duka sekitar pukul 01.00 dini hari kemarin (21/9). Empat korban yang meninggal dunia setelah kendaraan yang mereka tumpangi mengalami insiden kecelakaan di Serawak, Malaysia, pada tanggal 9 September 2013 lalu. Suasana duka benar-benar dirasakan anggota keluarga masing-masing. Bahkan, sebagian dari anggota keluarga tersebut tampak shock setelah peti jenazah dikeluarkan dari ambulans. Salah satu tokoh masyarakat Dusun Barurejo, Muhammad Musa mengakui, para korban tersebut mengalami musibah kecelakaan sepulang bekerja. (azi/aif )

Finalis Jebeng-Thulik Kunjungi VZ Skincare BANYUWANGI - Kunjungan 20 finalis jebeng-thulik di klinik VZ Skincare, pada Sabtu (21/9) mendapat sambutan hangat dari seluruh karyawan klinik kecantikan itu. Dua dokter yang dimiliki klinik kacantikan jaringan nasional, dr Andriyani H, MMRS, dr Ika Rahayu Susanti ikut menyambut kedatangan rombongan calon duta wisata Banyuwangi itu. Sedianya, kunjungan 20 finalis itu akan dimanfaatkan untuk perawatan kecantikan sebelum memasuki malam final. Hanya saja, karena waktunya tidak memungkinkan, maka 20 finalis itu hanya mendapatkan paparan singkat tentang hidup sehat dan cantik. “Kami memberikan lima voucer perawatan untuk juara satu hingga lima Jebeng Thulik dan hadiah hiburan untuk semua finalis,” kata Manajer VZ Skincare, dr Andriyani H, MMRS Dalam pemaparannya, dr Andriyani memberikan beberapa tips sehat dan cantik. 20 finalis jebeng-thulik, cukup antusias mendengarkan paparan dari dokter yang sudah mendapatkan pendidikan perawatan kecantikan tersebut.

TOHA/RaBa

FOTO BERSAMA: Finalis Jebeng Thulik 2013 usai mendapat pencerahan dari dr Andriyani dan dr Ika Rahayu, Sabtu (21/9).

Salah tips cantik adalah rutin melakukan perawatan. “Makanan buah-buahan yang cukup akan membantu kulit tetap cantik,” ujar dr Andriyani. Sementara itu dr Ika Rahayu mengenalkan penyebab jerawat dan cara mengobati/membersihkan jerawat di wajah/ muka. Menurut dia, Jerawat biasanya dapat timbul dan terjadi karena hal-hal

seperti adanya sumbatan lapisan kulit mati pada pori-pori yang terinfeksi, kelenjar minyak yang diproduksi terlalu berlebih, karena faktor genetik turunan orangtua. “Bisa juga gaya hidup stres. Untuk mengatasi rajinlah membersihkan muka, gaya hidup sehat dan melakukan perawatan di klinik kecantikan yang dipercaya ,” tandasnya. (adv/aif)

Pertamina-KNIH SB Sukses Transplantasi Karang BANYUWANGI - Kelompok Nelayan Ikan Hias Samudera Bakti (KNIH-SB) bersama Depo Pertamina Tanjung Wangi melakukan pemulihan terumbu karang dengan sistem transplantasi berbahan dasar silikat. Transplantasi karang dilaksanakan secara bersamaan oleh Perwakilan PT Pertamina Terminal BBM Tanjung Wangi dengan pengelola ZPB (Zona Perlindungan Bersama) KNIH Samudera Bakti. Kegiatan transplantasi karang (area konservasi) ini ditempatkan di sekitar dermaga Pertamina Tanjung Wangi Ketapang, Kalipuro. Kegiatan ini menindaklanjuti transplantasi yang dilaksanakan pada 16 Februari 2013. Dimana tanggal 6 September 2013 merupakan monitoring dari transplantasi tersebut. Selama tujuh bulan itu, hasil transplantasi karang di area konservasi menunjukkan hasil yang sangat baik. Jenis karang seperti, Granunusa berhasil tumbuh dengan rata-rata tinggi 3cm, lebar 5 cm; jenis Tenois Hijau tinggi 7cm, lebar 4cm; jenis Incinata tinggi 6cm, lebar 9cm; jenis Milipora tinggi 9 cm, lebar 4 cm.

ISTIMEWA

GUNAKAN BALOK:Kegiatan transplantasi karang juga merupakan salah satu pengembangan populasi berbasis alam di habitat alam.

Terumbu karang-terumbu karang yang menjadi induk pada awalnya juga sudah mulai tumbuh seperti semula dan tetap menjadi bagian dari ekonsistem laut yang salah satu fungsinya untuk habitat ikan-ikan hias

dan binatang laut lainnya. Ketua Kelompok Masyarakat dan Lembaga Samudera Bakti, Ikhwan Arief mengatakan, transplantasi karang merupakan suatu upaya memperbanyak koloni karang dengan metode fragmen-

tasi dimana koloni tersebut diambil dari suatu induk koloni tertentu. Kegiatan transplantasi karang juga merupakan TUMBUH: salah satu pengembangan populasi Terumbu berbasis alam di habitat alam. “Disadari karang yang kegiatan ini merupakan investasi yang berhasil ditransplantasi cukup besar bagi upaya pemulihan dengan terumbu karang. Sehingga dibutuhkan metode kerjasama dan dukungan dari seluruh fragmentasi. pihak,” jelas Ikhwan. Hasilnya Operation Head Tanjung Wangi Wawan berbagai Gunawan mengatakan, adopsi terumbu jenis terumbu karang ini dilaksanakan sebagai salah satu karang hidup. bentuk upaya menyelamatkan terumbu karang dengan mengajak wisatawan, perusahaan, pelaku wisata dan masyarakat peduli. Karang yang ditanam merupakan terumbu karang generasi kedua yang indukannya berasal dari kebun indukan dan perairan dermaga khusus Terminal BBM Tanjung Wangi. Stek yang ditanamkan dilekatkan dengan media tanam dan kemudian diletakkan di meja penanaman (beton penanaman untuk yang menggunakan beton) yang terletak pada kedalaman 3-7 meter. “Kami mengimbau para nelayan jagalah kelestarian ling- BERHASIL: Adopsi terumbu karang ini dilaksanakan sebagai kungan laut ini,” ajaknya. (adv/aif) salah satu bentuk upaya menyelamatkan terumbu karang.


28

Senin 23 September 2013

Operator Harus Berkualitas Seiring Meningkatnya Jumlah Transportasi BANYUWANGI - Seluruh jajaran Perhubungan di Banyuwangi menggelar puncak peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas), Minggu (22/9) kemarin. Puncak kegiatan Harhubnas ini adalah jalan sehat bersama warga sekitar. Dengan mengambil start di Pelabuhan ASDP Ketapang, peserta jalan sehat yang dilepas Camat Kalipuro, Nurhadi, itu menyisir rute ke selatan melalui supermarket Farly menuju jalan lingkar hingga finish di Pelindo III Tanjung Wangi, Banyuwangi. Ketua panitia Harbunas, Nuradi SE mengatakan, kegiatan ini setiap tahun rutin digelar. Namun, tahun depan direncanakan kegiatan ini dilakukan di kabupaten, agar masyarakat lebih aktif berpartisipasi. Selain jalan sehat, acara lain

TUMPLEK BLEK: Peserta jalan sehat yang diikuti keluarga besar Perhubungan membaur bersama masyarakat di Pelabuhan ASDP Ketapang kemarin (22/9). TOHA/RaBa

yang sudah digelar adalah upacara bendera yang dilaksanakan pada 17 September lalu di Lapangan Pelabuhan Tanjung Wangi. Selain itu acara bakti sosial dan donor darah yang dilaksanakan 18 September lalu di Kantor Kesehatan Pelabuhan Ketapang dan Perum Damri. “Hari Minggu ini adalah puncaknya dengan pagelaran jalan sehat dan bazar,” kata Nuradi. Kepala KSOP Tanjung Wangi, Sri Sukesi, SH mengatakan, tema Harbubnas ini adalah sadar selamat,

selalu selamat. Tema ini diusung karena kebutuhan pelayanan transportasi dari waktu ke waktu selalu mengalami peningkatan, baik secara kualitas maupun kuantitas. “Seiring dengan peningkatan kebutuhan pelayanan transportasi ini maka tidak sedikit timbul persoalan di dalam penyelenggaraannya. Oleh karena itu diperlukan kebersamaan antara operator dan pemangku kepentingan untuk melahirkan semangat dan kedisiplinan,” jelasnya. (adv/als)

Hanura Bagi 500 Paket Sembako BANYUWANGI - Sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat kurang mampu, Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) menyelenggarakan bakti sosial (baksos) kemarin (22/9). Baksos yang diadakan berupa pemberian bantuan sembako bertempat di Pertigaan Jalan Pakis Rowo, Kecamatan Kabat. Acara ini langsung dihadiri pengurus DPP Partai Hanura yang diwakili Maria. Sejumlah pengurus DPC Banyuwangi tampak hadir. Termasuk Ketua DPC Hanura Banyuwangi, Ir Basuki Rahmat, serta calon anggota DPRD dari Partai Hanura. Maria mengatakan, sedikitnya 500 paket sembako diberikan kepada warga. Kegiatan ini menurut dia, sebagai wadah berkomunikasi dengan rakyat. Baksos pembagian sembako sangat cocok di tengah berbagai permasalahan yang dihadapi warga saat

DARI WINHT: Ketua DPC Hanura Banyuwangi Basuki Rahmat membagikan 500 sembako kepada warga sekitar Pakis Rowo kemarin. TOHA/RaBa

ini. “Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian kami kepada masyarakat kurang mampu,” ungkapnya. Maria menambahkan, baksos ini merupakan amanat dari Wiranto dan Hary Tanoesudibyo (WIN-HT) untuk warga Banyuwangi. Baksos ini kata dia dilakukan secara nasional yang dibagi dalam provinsi dan kota/

kabupaten. “Hari ini (kemarin) giliran warga Banyuwangi yang mendapatkannya,” jelas Maria kemarin. Ketua DPC Hanura Banyuwangi, Ir Basuki Rahmat mengatakan, Partai Hanura tidak akan menebar janji. Melainkan terus menunjukan bakti dan bukti yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. (adv/als)

KBIH Darussalam Gelar Reuni ke 1X TEGALSARI - Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Darussalam kembali mengadakan reuni ke-9 untuk alumni jamaah haji kemarin (22/9). Acara yang dikemas dalam acara silaturrahmi, reuni, halal bihalal, dan pelepasan jamaah calon haji (JCH) tersebut dihadiri sekitar 1.100 jamaah. Para jamaah ini terdiri dari angkatan pertama tahun 2002 sampai angkatan XI tahun 2012, serta JCH tahun 2013. Tahun ini, jamaah Blokagung yang akan berangkat berjumlah 136 (tiga rombongan). Seperti halnya halal bihalal tahun lalu, KBIH Darussalam tahun ini kembali mengadakan undian umrah untuk dua alumninya. “Undian ini kami laksanakan sebagai ungkapan rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan kepada kami khususnya, dan KBIH umumnya. Karena atas kepercayaan jamaah, tidak terasa kami sudah 11 tahun melayani jamaah, dan terbukti jamaah terus bertambah dari tahun ke tahun,” ungkap KH. M. Hasyim Syafa’at,

BANYUWANGI

Peserta Sosialisasi KB Dihibur Gandrung SINGOJURUH – Ada cara unik yang dilakukan Badan Pemberdayaan Perempuan dan keluarga Berencana (BPP DAN KB) Banyuwangi untuk menarik warga. Bagaimana tidak, masyarakat dihibur dengan kegiatan seni untuk mensukseskan program KB. Kegiatan sosialisasi tersebut dipusatkan di lapangan Lemahbang Kulon, Kecamatan Singojuruh, Sabtu malam (21/9) lalu. Karena penuh hiburan, masyarakat antusias berkunjung untuk menyaksikan acara tersebut. Dalam sosialisasi tersebut, panitia memang menampilkan artis lokal Banyuwangi. Selain itu, tari gandrung, tari kesenian asli Banyuwangi, dan pelawak juga tampil menghibur masyarakat. Karena itu, lapangan tersebut dipadati pengunjung. Pada momen itulah, para penyanyi juga mengajak masyarakat untuk mengikuti program KB. Beberapa kalimat yang terucap yaitu dengan slogan Ayo Ikut KB Dua Anak Cukup. Penyampaikan serupa juga dilakukan oleh pelawak dkk. Ketua panitia kegiatan, Heri Supriyanto mengungkapkan, bahwa program KB memang dilakukan dengan beragam cara. Salah satunya dengan

ALI NURFATONI/RaBa

TRADISIONAL: Seorang penari gandrung tampil dalam acara sosialisasi program KB yang digagas BPP dan KB di lapangan Lemahbang Kulon, Kecamatan Singojuruh, Sabtu malam (21/9).

diiringi musik elekton yang dinyanyikan artis lokal Banyuwangi. ‘’Tujuannya bisa menarik masyarakat,’’ ungkap Kasubid Advokasi BPP dan KB Banyuwangi itu. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian yang sudah digelar. Misalnya, kegiatan KB Metode MOW dengan peserta sebanyak 103 orang yang dilaksanakan di Rumah Sakit Al Huda, Kecamatan Gambiran. ‘’Beberapa kegiatan ini juga dalam rangka mendukung Harjaba,’’ terangnya. Pada kesempatan itu, hadir sekretaris BPP dan KB, Ivan Fauzan. Dia

Wandra Hipnotis Ribuan Penonton GENTENG - Penyanyi potensial Banyuwangi, Ainur Rofik Wandra Restusian, tampil habis-habisan di hadapan ribuan penonton yang memadati lapangan RTH Maron, Genteng, Sabtu malam (21/9) lalu. Aksi penyanyi asal Kebaman, Kecamatan Srono, tersebut seolah-olah mampu menghipnotis penonton yang memadati lapangan. Dia tampil dengan membawakan lagu Demenen. Keriuhan penonton pun tidak bisa terbendung. Pelajar SMAN I Cluring ini benar-benar membuat penonton larut dalam setiap lirik yang dinyanyikan dia. Ya, penyanyi satu ini memang dikenal dengan suara emasnya. Meski masih pelajar, tapi dia sudah mulai tenar di Bumi Blambangan. Beberapa lagu hit sudah beredar luas di Banyuwangi. Yang terbaru, peraih emas menyanyi solo tingkat SMA se-Jatim tersebut menyanyikan lagu hit bertajuk I love Banyuwangi. Saat ini, lagu tersebut tersebut sudah beredar luas di kabupaten ujung timur Pulau Jawa itu. Sampai saat ini, lagu I Love Banyu-

MEMUKAU: Aksi Ainur Rofik Wandra Restusian saat tampil di hadapan ribuan penonton di RTH Maron Sabtu malam (21/9).

ALI NURFATONI/RaBa

wangi tersebut terus diburu warga Banyuwangi. Pasalnya, hit tersebut sangat enak didengar. Selain itu, suara emas Wandra menjadi daya tarik tersendiri. Dengan deretan lagu hit-nya, utamanya I love Banyuwangi, Wandra sudah mulai populer. Karena itu, putra pasangan suami istri Tusiana dan Indriyati itu sering manggung di atas pentas. Lagu I love Banyuwangi memang terinspirasi dari Bupati Banyuwangi

Abdullah Azwar Anas. Sebab, lirik setiap lagu yang dinyanyikan tersebut bisa mengajak masyarakat untuk mencintai daerah. I Love Banyuwangi bisa meningkatkan kebersamaan dan kerukunan dalam kehidupan sehari-hari. Orang tua Wandra, Tusiana mengungkapkan, bahwa dalam waktu dekat lagu berjudul I love Banyuwangi tersebut akan di-launching Bupati Anas dalam kegiatan senam masal. (ton/adv/als)

Stikom Gelar Battle Of The Month ISTIMEWA

SILATURRAHMI: Suasana salah satu kegiatan saat manasik haji yang digelar KBIH Darussalam.

ketua KBIH Darussalam. Dikatakan, daftar tunggu jamaah untuk pendaftaran haji yang sudah bergabung mengikuti bimbingan KBIH Darussalam berjumlah kurang lebih 2.500 jamaah, mulai 2014 hingga 2027. Selain melayani pendaftaran haji reguler, KBIH Darussalam melayani juga pendaftaran dan bimbingan haji plus dan umroa. Untuk umrah dalam beberapa tahun terakhir rutin memberangkatkan jamaah dua kali dalam

BANYUWANGI

setahun. Yaitu pada bulan Maulid, Ba’da Maulid, Jumadil Awal/Tsani, Rojab, Sya’ban dan Romadlon. Untuk pilihan keberangkatan dikembalikan pada jamaah pada bulan apa sesuai kesepakatan jama’ah. Gus HM. Fakhry Aly menambahkan, bagi jamaah yang belum punya pasport dan surat-surat lain, KBIH Darussalam siap menguruskannya. “Supaya jamaah fokus pada ibadah,” ujar putra KH. Hasyim Syafa’at itu. (adv/als)

BANYUWANGI

BANYUWANGI - Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni Melody Stikom Banyuwangi menggelar Batlle of the month (Bottom) Banyuwangi Season 02, volume 01, pada Minggu (29/9) mendatang di Aula Stikom Banyuwangi. Tema kegiatan ini adalah freestyle dance. Kabag Kemahasiswaan Stikom, Lukman Arifi Manshur menjelaskan, even ini merupakan ajang kreativitas mahasiswa sebagai salah satu solusi dari sekian banyak kegiatan yang bermanfaat. Di samping itu, sebagai wahana silaturahmi antar anak muda yang pada gilirannya untuk pembinaan,

BANYUWANGI

dan pengembangan bakat sebagai hasil karya bersama. Menurut Lukman, bentuk kegiatan ini ada lima. Yaitu 2on2 Bboy Bgirl Batlle dengan biaya pendaftaran Rp. 30 ribu/tim; Dance competition biaya pendaftaran Rp 50 ribu/tim; Seven to Smoke biaya pendaftaran Rp 20 ribu/tim; Toprock Battle dan Footwork Battle tanpa biasa pendaftaran alias gratis. Pesertanya se-Jawa

BANYUWANGI

BANYUWANGI Toyota Avanza G09 (Hitam) 135 & 1300.08

• Rumah & Tanah •

• Kebun Gintangan •

• Jl. Yos Sudarso •

• Innova ‘04 •

• Tes Drive Nissan •

Jual Rmh L 1485M2 Dpn Bank Rani-Rgj dan Tnh L 9600m2 Kebalen, L 23500m2 Pancoran,L 1150m2 Mendut, L 5000m2 Meneng, L 10650m2 Utara Meneng, L 7000m2 Dpn SG Hub 081703130988

Jual kebun di Gintangan RGJ L 3,3 Ha harga Rp 30 rb/m pas (murah sekali siapa cepat dapat hub 081333678910

Djl Cpt tnh Jl. Yos Sudarso no 5-9 Bwi SHM LT. 1082 m2 HUB : 081330053988

Djl Innova 2004 G Solar Silver,170 jt ngo csh &krdt tkr tbh 082142194111/081335897888

Test Drive Nissan showroom Nissan Banyuwangi tgl 21-21 Sept. Dptkn spesial price, bonus,G-Prize 2 Nissan All New Grand Livina slama bln Sept. Jl. S.Parman 147 Bwi buka tiap hari 0333-4460222

• Rumah Kos •

Dijual tanah kapling (SHM) 1040M ada bangunan rumh lok.Secawan Dadapanbwi, hub 08123669969, 085335115873

Djl rmh kos LT1100 m bntk paviliun, 10 KT(kmr mnd dlm,tv,almari,springbed,AC)Mushola,R.Tamu,prkr luassbgndiswtower.Jl.IkanLayurSobo08123217389

mewakili Muhamad Pua Jiwa yang sedang berada di luar kota. Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimka) yaitu camat, kapolsek dan Danramil tampak kompak dalam ikut menyukseskan kegiatan tersebut. Camat Singojuruh, Nanik Machrufi mendukung acara sosialisasi tersebut. Sebab, program KB memang patut untuk dilakukan agar keluarga tentram. Dia juga mengimbau agar jangan menikah pada usia masih sangat muda. Hal itu demi masa depan lebih baik. (ton/adv/als)

• Tanah Kapling Dadapan •

SITUBONDO

• Open Indent Avanza •

• Jl. Anggrek •

OpenIndentAvanzaDPmin/prsaman&cpt/krdbs 5th/%ringan.Toni081336236483/081938221499

Dijual tnah Jl.Anggrek Gg 1 RT 1/04 Stb Luas 180 m2 hub 081336751668

• G. Vitara ‘07 & H. City ‘07 • Djl G.Vitara 2007 samsat baru, Honda New City 2007 Silver stone. H. 081558101028.

• Dikontrakkan •

• Promo Daihatsu Ayla •

Dikntrakn rmh nyaman 2 lnt 200LT, 200LB 4kt 3 km 20jt Jl Let. Sulaiman IIi/37 Sobo, Bwangi. Hub. Bagus 08123475668

Sgr miliki Daihatsu Ayla mli 80 jt-an, All New Terios AirBag mli 170 jt. Hub: HADI 081 233 432 555 / 0815 5970 5555

PEMBERITAHUAN

PU T120SS, PU G.max, PUL300,PU futura, Xenia'06'011, Avanza '06'08'09, Espass'95'96'07, stw Futura'03, Kjg Krista'03, Inova dsl'08'12, Inova bnsn'08, Spark, Grandis'09, Merzy ne320'96, Escudo'98,Rush'08.H.0333-411655hp0811301676

• Yaris Type E • DjlYaris tpe E Manual mrah, 135 jt ngo cash&/ crdt, tkar tmbh 082142194111/081335897888

dan Bali. Acara tersebut akan digelar Minggu (29/9) mendatang. Selain memperebutkan tropi, kompetisi ini juga menyediakan piagam, fresh money, dan cinderamata dari panitia. Serunya kompetisi ini akan semarak dengan kehadiran guest star Bendot dari Pasuruan dan MC Pentol MB. Kegiatan ini, kata Lukman, didukung oleh Sophie Martin, Teh Sosro, Techno Corner, Conato, Crispyduck Bali, Yolo Store Bali, Itos Ahh Store Banyuwangi, dan VIS FM. “Untuk pendaftaran silakan menghubungi Tirza 087759552077, PIN BB 32469987,” jelas Arif kemarin (22/9). (adv/als)

BANYUWANGI

Hrg 110 juta nego cash & credit Hub Erwin 082142194111

• Nissan Xtrail ‘05 •

• Toyota Avanza ‘08 •

• Kijang Innova ‘08 •

Dijual Nissan Xtrail 2.5 ST AT tahun 2005 abu-abu metalik, harga 135 juta nego barang istimewa, bisa cash /kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

Dijual Toyota Avanza 1.5 SF60 2RM (S) GMSFJJ tahun 2008 hitam metalik, harga 125 juta nego brg istimw, bisa cash /kredit, hub: (0333) 631526, 635176, 0811351148

Dijual Toyota Kijang Innova VXS43 QS tahun 2008 hitam metalik, (solar) harga 215 juta nego barang istimewa, bisa cash /kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

• Daihatsu Xenia ‘10 •

• Isuzu Panther ‘07 •

• Toyota Avanza ‘11 •

Dijual Daihatsu Xenia F600RV-GMDFJJ (LI) tahun 2010 hitam metalik, harga 111 juta nego barang istimewa, bisa cash /kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

Dijual Isuzu Panther TBR 54F Turbo tahun 2007 silver hrg 131,5 juta nego barang istimewa, bisa cash /kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

Dijual Toyota Avanza 1.3G th 2011, merah maroon metalic, hrg 150jt nego, brg istimewa, km 38000, jarang pakai, tangan pertama mulai baru. Hub 085236430269

• Prima Mobil • Sehubungan dengan makin maraknya aksi penipuan yang memanfaatkan iklan jitu di Koran Radar Banyuwangi kami himbau kepada masyarakat terutama pemasang iklan jitu di Radar Banyuwangi untuk waspada dan berhatihati. Bila Anda menerima telepon, SMS dengan mengatasnamakan petugas dari Radar Banyuwangi maka segera konfirmasi ke Radar Banyuwangi (0333) 412224. Radar Banyuwangi tidak bertanggungjawab atas semua transaksi yang terjadi selain pemasangan iklan secara resmi di Radar Banyuwangi.

BANYUWANGI • Rumah untuk Ruko • Djl rumh utk Ruko SHM L365m2 PLN 1300 Jl. PB.Sudirman. H:081336596124 Hrg Nego

Hotline Iklan Hubungi: 0333-412224


33

Senin 23 September 2013

Gembleng Mahasiswa Baru Stikom di Taman Suruh

RUBRIK PAJAK Pertanyaan :Apa sajakah syarat untuk membuat NPWP pribadi yang punya usaha wiraswasta dan badan usaha? Jawaban :Terima kasih atas pertanyaan Saudara. Diatur dalam Pasal 6 Peraturan Dirjen Pajak Nomor PER20/PJ/2013 tentang Tata Cara Pendaftaran dan Pemberian NPWP, Pelaporan Usaha dan Pengukuhan PKP, Penghapusan NPWP dan Pencabutan Pengukuhan PKP, serta Perubahan Data dan Pemindahan Wajib Pajak Wajib Pajak (WP) Orang Pribadi, yang menjalankan usaha atau pekerjaan bebas: fotokopi KTP bagi WNI, atau fotokopi paspor, fotokopi Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) atau Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP), bagi WNA; dokumen izin kegiatan usaha yang diterbitkan oleh instansi yang berwenang atau surat keterangan tempat kegiatan usaha atau pekerjaan bebas dari Pejabat Pemda sekurang-kurangnya Lurah atau Kepala Desa. WP Badan: fotokopi akta pendirian/dokumen pendirian dan perubahan bagi WP Badan dalam negeri, atau surat keterangan penunjukan dari kantor pusat bagi bentuk usaha tetap; fotokopi Kartu NPWP salah satu pengurus, atau fotokopi paspor dan surat keterangan tempat tinggal dari Pejabat Pemda sekurang-kurangnya Lurah atau Kepala Desa dalam hal penanggung jawab adalah WNA; dokumen izin usaha dan/atau kegiatan yang diterbitkan oleh instansi yang berwenang atau surat keterangan tempat kegiatan usaha dari Pejabat Pemda sekurangkurangnya Lurah atau Kepala Desa. WP Badan bentuk kerja sama operasi (Joint Operation): fotokopi Perjanjian Kerjasama/Akte Pendirian Joint Operation; fotokopi Kartu NPWP masing-masing anggota Joint Operation yang diwajibkan untuk memiliki NPWP; fotokopi Kartu NPWP Orang Pribadi salah satu pengurus perusahaan anggota Joint Operation, atau fotokopi paspor dan surat keterangan tempat tinggal dari Pejabat Pemda sekurang-kurangnya Lurah atau Kepala Desa dalam hal penanggung jawab adalah WNA; dokumen izin usaha dan/atau kegiatan yang diterbitkan oleh instansi yang berwenang atau surat keterangan tempat kegiatan usaha dari instansi yang berwenang sekurang-kurangnya Lurah atau Kepala Desa. WP dengan status cabang dan WP Orang Pribadi Pengusaha Tertentu: fotokopi Kartu NPWP Pajak pusat atau induk; surat keterangan sebagai cabang untuk WP Badan; dokumen izin kegiatan usaha yang diterbitkan oleh instansi yang berwenang atau surat keterangan tempat kegiatan usaha atau pekerjaan bebas dari Pejabat Pemda sekurang-kurangnya Lurah atau Kepala Desa. Informasi lebih lanjut dapat berkonsultasi dengan Account Representative Saudara di Kantor Pelayanan Pajak dimana Saudara terdaftar atau hubungi Kring Pajak bebas pulsa 500200

TOHA/RaBa

YEL-YEL: Mahasisa baru Stikom saat melakukan outbound dalam rangka PLK di Taman Suruh, Glagah, malam Minggu kemarin (21/9).

BANYUWANGI - Mahasiswa Baru (Maba) Stikom Banyuwangi melakoni Pengenalan Lingkungan Kampus (PLK) selama dua hari. Hari pertama, Sabtu (21/9) mereka mendapat materi tentang akademik, administrasi kampus, kemahasiswaan, penelitian dan pengabdian masyarakat. Sementara hari kedua, Minggu (22/9) out bound ini Tempat rekreasi Taman Suruh Glagah. Ketua Sterring Commite, Eko Heri Susanto mengatakan, PLK ini merupakan salah satu bentuk kampus dalam menyosialisasikan program yang dimiliki Kampus Stikom. “Outbound sendiri bertujuan untuk memberikan motivasi agar menjadi mahasiswa yang luar biasa. Mahasiswa tidak sekadar belajar mendapat teori, namun juga menciptakan insting wirausaha,” jelas Eko kemarin. Hal senada juga dikatakan oleh Kabag Kemahasiswaan Stikom Banyuwangi, Lukman Arifi Manshur. Menurut dia, PLK

merupakan upaya untuk mengenalkan lingkungan kampus sebagai suatu lingkungan akademis serta memahami mekanisme yang berlaku di dalamnya. Menambah wawasan mahasiswa baru dalam penggunaan sarana akademik yang tersedia di kampus secara maksimal. “Serta mempersiapkan mahasiswa agar mampu belajar di Perguruan Tinggi serta mematuhi dan melaksanakan norma-norma yang berlaku di kampus, khususnya yang terkait dengan kode etik dan tata tertib mahasiswa,” jelas pengusaha percetakan itu. Lukman menambahkan outbound digelar di tempat rekreasi Taman Suruh lebih disebabkan tempatnya yang memadai. Hawa yang segar akan memudahkan senior memberikan motivasi kepada para mahasiswa. “Fasilitasnya lengkap untuk outbound, hawanya segar, jadi sangat pas untuk menggembleng mahasiswa baru ini,” pungkasnya. (adv/aif)

Buka Lowongan Relawan untuk Detas BANYUWANGI – Salah satu prioritas penting Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas adalah memajukan sektor pendidikan. Program andalan yang kini sudah berjalan adalah ”Banyuwangi Mengajar”. Program ini dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi. Dalam poin ”Banyuwangi Mengajar” tertuang pemerataan pendidikan di semua wilayah. Utuk daerah terpencil, pemerataan pendidikan di wilayah Banyuwangi boleh dibilang masih belum tersentuh secara maksimal. Dengan alasan ketersediaan tenaga pendidik yang sangat terbatas. Berdasarkan hal tersebut, Bupati Banyuwangi beserta jajaran Dispendik membuat terobosan baru. Keterbatasan tenaga pendidik yang mau ditugaskan di daerah terpencil sangat langka. Namun hal itu tidak boleh menghalangi program Bupati Anas untuk menyukseskan pemerataan pendidikan. Dispendik telah membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengabdikan kepada bangsa negara dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Berdasarkan peraturan Bupati nomor 34 tahun 2013 tentang Program ”Banyuwangi Mengajar”, Dispendik bekerjasama dengan empat perguruan tinggi untuk meyediakan relawan yang

Tenaga yang Dibutuhkan untuk Banyuwangi Mengajar No

Nama PT

Jurusan

1 2

STAIN Jember Univ Negeri Jember

3

Univ Negeri Surabaya

4

Univ Negeri Malang

Pend Agama Islam Bimb Konseling Bhs Inggris Matematika IPA Bhs Indonesia Pend Guru SD Bhs Daerah TIK Seni Budaya IPS Pend Olahraga Pend Guru SD Ketrampilan PKN TIK Seni Budaya Pend Guru SD JUMLAH

mau mengajar atau sebagai tenaga pendidik di daerah dengan tingkat akses sulit (detas). Empat perguruan yang ditunjuk adalah Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Jember; Universitas Negeri Jember (Unej); Universitas Negeri Surabaya (UNS), dan Unversitas Negeri Malang (UNM) (selengkapnya lihat grafis).

Dibutuhkan 6 2 2 1 1 3 30 7 2 3 1 4 12 2 2 2 4 10 94

Jumlah 6 39

29

20

Kepala Dispendik Banyuwangi Sulihtiyono mengatakan, tahun ini relawan yang dibutuhkan adalah lulusan 2 tahun terakhir dari keempat perguruan tinggi tersebut. Ke depannya lulusan perguruan tinggi negeri se- Indonesia boleh mendaftar. Menurut Sulihtiyono, Detas di Banyuwangi dibagi menjadi tiga Zona, yakni Zona 1, Zona 2, dan Zona 3. “Un-

tuk membedakan zona tersebut bukan hanya jarak tempuh, tapi lebih dikedepankan tingkat kesulitan mengakses daerah tersebut,” kata Sulihtiyono. Zona 1, hanya daerah Sukamade, zona 2 seperti daerah Gunung Raung, Malangsari dan sebagainya. Seperti diketahui, untuk mengakses atau menjangkau daerah Sukamade harus melalui perkebunan, hutan, menyeberangi beberapa sungai besar dan jalan yang berbatu. Sementara itu, Sekretaris Dispendik Banyuwangi Dwiyanto mengatakan, tahun ini zona 1 dan zona 2 yang akan dijadikan daerah untuk relawan ”Banyuwangi Mengajar”. Syarat lain untuk bisa menjadi relawan Banyuwangi Mengajar salah satunya IPK min 3,00 untuk PTN dan 3,50 untuk PTS. Sehat jasmani dan rohani dengan surat keterangan dari dokter. Sedangkan mekanismenya, kata Dwiyanto, calon relawan mengajukan permohonan atau lamaran tertulis kepada rektor, ketua atau pimpinan salah satu dari keempat perguruan tinggi tersebut. ”Masa penugasan di Detas selama 1 tahun dan dapat ditugaskan kembali melalui rekomendasi Dispendik Banyuwangi. Sedangkan pendaftaran terakhir ditutup tanggal 26 September 2013,’’ tandas Dwiyanto. (adv/aif)

Kelulusan SMA Mencapai 100 Persen n ANGGARAN... Sambungan dari Hal 36

Apabila dibandingkan dengan target tahun 2012 sebesar 105,00% maka capaian kinerja indikator ini sebesar 104,03%, termasuk kategori sangat berhasil. 3. Angka Partisipasi Murni (APM) Disamping APK tingkat partisipasi juga dapat dilihat dari nilai APM yang menggambarkan tingkat partisipasi penduduk usia sekolah yang mengikuti kegiatan belajar pada setiap jenjang pendidikan pada suatu wilayah tertentu,dengan format pengukuran jumlah siswa usia sekolah (SD/MI usia 7-12 tahun,SMP/MTS usia 13-15 tahun, SMA/MA/SMK usia 16-18 tahun) di bagi jumlah anak usia sekolah (SD/MI usia 7-12 tahun,SMP/MTS usia 13-15 tahun, SMA/

MA/SMK usia 16-18 tahun). APM untuk Program Wajib Belajar Sembilan Tahun (jenjang SD/MI/Sederajat) Pada tahun 2012, jumlah siswa SD/MI/Sederajat usia 7 -12 tahun di Kabupaten Situbondo sebanyak 56.326 siswa. Dengan jumlah penduduk usia 7 – 12 tahun sejumlah 59.006 orang, maka APM untuk jenjang SD/MI/ Sederajat sebesar 95,46%. Apabila dibandingkan dengan target tahun 2012 sebesar 92 % maka capaian kinerja indikator ini sebesar 103,76% (termasuk kategori sangat berhasil). 4. Angka Partisipasi Sekolah (APS) APS (7-12) Pada tahun 2012, jumlah siswa SD/MI/Sederajat 7-12 th dan siswa usia kurang dari 13 tahun yang bersekolah di SMP/MTs/Sederajat sebanyak 61.551 siswa. Dengan jumlah penduduk usia 7-12 tahun sebesar 59.006 orang, maka APS (7-12) sebe-

sar 104,31%. Apabila dibandingkan dengan target tahun 2012 sebesar 98,02 % maka capaian kinerja indikator ini sebesar 106,42% (termasuk kategori sangat berhasil). APS (13 – 15) Pada tahun 2012, jumlah siswa SMP/MTs/Sederajat 13 – 15 tahun dan siswa usia kurang dari 16 tahun yang bersekolah di SMA/MA/Sederajat sebanyak 30.342 siswa. Dengan jumlah penduduk usia 13-15 tahun sebesar 30.454 orang, maka APS (13-15) sebesar 99,63%. Apabila dibandingkan dengan target tahun 2012 sebesar 96,38%, maka capaian kinerja indikator ini sebesar 103,37% (termasuk kategori sangat berhasil). 5. Angka Putus Sekolah (APS) Untuk jenjang Pada tahun 2012, dari 63.868 siswa SD/MI sebanyak 199 siswa atau 0,31% diantaranya putus sekolah, apabila diband-

Fasilitator Miliki Kewenangan Menganulir n MAYORITAS... Sambungan dari Hal 36

Mantan Camat Besuki tersebut mencontohkan, jika penghitungan suara terlalu cepat, saat itu juga bisa protes. Sebab, masing-masing cakades ada saksinya. Sehingga, panitia pasti akan memperlambat. Terkait sejumlah pengaduan yang sudah diterima Bagian Pemerintahan, Tulus mengatakan, pihaknya sudah memanggil panitia pilkades

di desa-desa tersebut. Tujuannya melakukan klarifikasi atas laporan pengadu. Selanjutnya, hasilnya hari ini (Senin, 23/9) Tim Fasilitator Kabupaten akan melakukan pembahasan secara menyeluruh dan komperhensif. “Jadi, dalam forum itu akan kita bahas dari berbagai sudut pandang dan kajian. Karena tim fasilitator ini beranggotakan pihak-pihak terkait, termasuk lintas sektoral semisal kepolisian. Jadi, tim fasilitator memiliki

kewenangan untuk memutuskan apakah diulang, ataupun tidak. Tim fasilitator bisa rekomendasikan apakah ini pidana, atau bukan,” tegasnya. Tulus menambahkan, jika apa yang dilakukan teradu masuk dalam ranah pidana, maka itu bukan kewenangan tim fasilitator, tapi kewenangan penegak hukum. “Misalnya penggunaan ijazah palsu, itu sudah bukan lagi ranahnya tim fasilitator,” ungkap bapak dua anak tersebut. (pri/als)

Dewan Ingin Seperti Aturan Pilkada n PERLU... Sambungan dari Hal 36

Di antaranya yang perlu penyempurnaan adalah soal pendaftaran calon. Dalam perbup nanti harus mengatur jelas tahapan pendaftaran calon. Misalnya, masa pendaftaran sehari, setelah itu ada verifikasi pendaftaran, baru keesokan harinya ada penetapan calon. “Sebab, yang terjadi selama ini penafsiran di tiap-tiap panitia pilkades bervariasi. Ada yang pendaftaran, kemudian besoknya verifikasi. Ada yang langsung pendaftaran, verifikasi lalu penetapan calon. Kita tidak bisa salahkan panitia, karena perbupnya memang tidak jelas

mengatur itu,” katanya. Yang kedua, yang juga perlu diatur adalah standarisasi biaya pilkades. Pada pelaksanaan pilkades 11-12 September, biaya pilkades sangat variatif. DPRD menginginkan ada standarisasi biaya. Misalnya untuk desa yang penduduknya 2000-3000 orang, minimal sekian rupiah, dan maksimal sekian rupiah. Yang tak kalah pentingnya, kata Zeiniye, di perbup itu tidak diatur secera rinci ketika terjadi sengketa pilkades. “Lha itu prosesnya harus kemana? Itu memang ada, yakni disampaikan ke tim fasilitasi dalam waktu tertentu. Tapi dimana kewenangan tim fasilitasi ketika memang terindi-

kasi ada penyelewenagan atau ketidakberesan dari proses dalam pelaksanaan pilkades?” tegasnya. DPRD menginginkan ada aturan yang jelas seperti pemilihan kepala daerah (pilkada). Jika ada kecurangan maka bisa mengadu ke Mahkamah Konstitusi (MK). Sementara di pilkades sampai saat ini tidak diatur tegas. “Jadi proses ketika terjadi sengketa pilkades, terus apa yang harus dilakukan, itu tidak secara rinci menyampaikan tahapan-tahapan sampai kepada kewenangan-kewenangan tim fasilitasi itu ada dimana. Maka itu yang harus diperbaiki untuk langkah awal adalah di perbup,” tegas politisi berjilbab tersebut. (pri/als)

ingkan dengan target tahun 2012 sebesar 0,14%, maka capaian kinerja indikator ini sebesar minus 21,43% (termasuk kategori tidak berhasil). Untuk jenjang SMP/MTs pada tahun 2012 dari 30.955 siswa sebanyak 301 siswa atau 0,97% diantaranya putus sekolah, apabila dibandingkan dengan target tahun 2012 sebesar 0,78%, maka capaian kinerja indikator ini sebesar 75,64% (termasuk kategori berhasil). Pada tahun 2012 Untuk jenjang SMA/MA/SMK dari 22.704 siswa sebanyak 122 siswa atau 0,54% diantaranya putus sekolah apabila dibandingkan dengan target tahun 2012 sebesar 0,60%, maka capaian kinerja indikator ini sebesar 90% (termasuk kategori sangat berhasil), 6. Angka Lulusan Untuk jenjang pendidikan SD/MI dari 9.676 siswa peserta Ujian Akhir Sekolah

Berstandar Nasional sebanyak 9.676 siswa atau 100% diantaranya lulus sekolah, apabila dibandingkan dengan target tahun 2012 sebesar 98,15%, maka capaian kinerja indikator ini sebesar 105,10% (termasuk kategori sangat berhasil). Untuk jenjang SMP/MTs dari 8.900 siswa peserta ujian nasional sebanyak 8.900 siswa atau 100% diantaranya lulus sekolah, apabila dibandingkan dengan target tahun 2012 sebesar 99,10%, maka capaian kinerja indikator ini sebesar 100,91% (termasuk kategori sangat berhasil). Untuk jenjang SMA/MA/SMK pada tahun 2012 dari 5.873 siswa peserta ujian nasional sebanyak 5.873 siswa atau 100% diantaranya lulus sekolah, apabila dibandingkan dengan target tahun 2012 sebesar 97,65%, maka capaian kinerja indikator ini sebesar 102,41% (termasuk kategori sangat berhasil). (pri/als/advetorial-habis)

Pelantikan Sebulan Pasca Pilkades n KUNCI... Sambungan dari Hal 36

Demikian pulan sebaliknya, kata Tulus, jika BPD tidak menetapkan karena masalah pribadi, maka akan ada sanksi juga untuk BPD. “Kita tidak bisa mengintervensi, namun kita tetap melakukan kontrol bagaimana semua berjalan sesuai dengan aturan yang ada,” imbuhnya. Tulus tidak bisa memastikan tentang ada

tidaknya BPD yang tidak membuat berita acara penetapan cakades terpilih. Dia mengatakan bisa memastikan jika waktu 15 hari yang dimiliki BPD telah habis. “Kita lihat saja nanti setelah 15 hari. BPD itu punya waktu 15 hari, ini sesuai aturan. Demikian juga bupati punya waktu 15 hari setelah ditetapkan BPD. Pelantikan kira-kira satu bulan setelah pelaksanaan pilkades. Kira tanggal 10, 11 atau 12 Oktober,” terkanya. Tulus memastikan, bupati juga akan

melantik cakades terpilih di desa-desa yang hasil pilkadesnya dipermasalahkan. Itu sepanjang mereka mendapat surat penetapan BPD. Masalah di kemudian hari yang bersangkutan terkena kasus pidana, maka itu kasus lain. “Kan banyak kades yang kita berhentikan karena berkasus. Jadi kita lantik dulu, jika nanti setelah dilantik dia terbukti bersalah, ya kita pecat,” pungkas Tulus. (pri/als)


34

Senin 23 September 2013

Rute BTDI Dimodifikasi NIKLAAS ANDRIES/RaBa

KURANG CEKATAN: Kepiawaian kiper BU dalam menangkap si kulit bundar perlu di asah lagi.

Rapor Merah Bagi Penjaga Gawang BANYUWANGI - Pelajaran berharga dipetik Banyuwangi United (BU) dalam pertandingan uji coba di Stadion Diponegoro Sabtu (21/9) lalu. Tim berjuluk Laskar Tawang Alun tersebut takluk 1-3 atas tamunya Perst Tabanan. Hasil itu sekaligus menjadi catatan tersendiri bagi duet pelatih Budi-Syafii dalam evaluasi persiapan anak asuhnya sebelum tampil dalam kompetisi Divisi III regional Jawa Timur bulan depan. Terlepas dari hasil kontra Perst Tabanan tersebut, ada beberapa kelemahan mencolok yang tampak dari pertandingan itu.

Paling kentara adalah lemahnya performa penjaga gawang yang dimiliki BU. Bahkan, bisa dibilang dua dari tiga gol yang menjebol gawang Laskar Tawang Alun murni akibat blunder penjaga gawang. “Anak-anak seperti punya beban saat bermain dengan tim yang satu level di atasnya. Imbasnya permainan sedikit kurang berkembang, terutama pemain yang berposisi di penjaga gawang,” beber Mohamad Kayun Rosyid Sholeh, ketua Pengkab PSSI Banyuwangi usai menyaksikan laga BU. Kayun menambahkan, selain buruknya penampilan penjaga gawang, dia juga

menyorot kerja sama antar lini yang masih perlu dibenahi lagi. Komunikasi lini belakang antara bek dan kiper masih perlu dibenahi. Di sisi lain, sektor gelandang dan striker juga masih belum menunjukkan kata klop dalam membangun serangan. Meski demikian, juragan emas ini juga melihat ada sisi plus dari penampilan skuad BU. Salah satunya mental bertanding dan stamina yang dimiliki. “Dengan waktu tersisa lebih kurang satu bulan sebelum kompetisi tim ini bisa tampil lebih baik lagi,” ujar Kayun. (nic/als)

Pengkab PSSI Gagas Bupati Cup SEMENTARA itu, di balik keseriusan Pengkab PSSI Banyuwangi mempersiapkan penampilan perdana Banyuwangi United (BU) di pentas kompetisi Divisi III regional Jawa Timur mendatang. Induk sepak bola Banyuwangi tersebut mulai mengagas gelaran turnamen sepak bola usia dini dalam waktu dekat. Target jangka pendek yang ingin dica-

pai di antaranya mengisi skuad sepak bola Popda Banyuwangi. Rencana gelaran turnamen itu disampaikan Mohama Kayun Rasyid Sholeh kemarin (22/9). Dia menjelaskan, turnamen ini nantinya akan dipusatkan dalam skala tim level kecamatan. Artinya, akan ada 24 tim yang mewakili seluruh kecamatan di Banyuwangi yang turut serta dalam kejuara-

Bakesbangpol Undang Ormas Keagamaan SITUBONDO - Untuk menjaga kerukunan umat beragama, Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat (Bakesbangpol dan Linmas) Situbondo akan mengumpulkan sejumlah ormas keagamaan yang ada di Kota Santri. Tujuannya, untuk memberikan pemahaman akan entingnya menjaga persatuan, kesatuan, dan kerukunan antar agama, dan antar umat beragama. Sosialisasi tersebut akan digelar di RM Asri Panarukan hari ini (23/9). “Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan yang diselenggarakan hari ini dapat memberikan manfaat bagi kerukunan umat beragama. Sebab, bangsa Indonesia adalah bangsa yang religius dengan beragam agama,”ujar Herry Suryanto, Kepala Bakesbangpol dan Linmas Situbondo. Herry mengungkapkan, semua agama mengandung subtansi yang ISTIMEWA pada dasarnya mengandung ajaran, Herry Suryanto ketuhanan, kemanusiaan, kasih sayang, persaudaraan sejati dan penghargaan terhadap hak-hak asasi manusia. Semua umat beragama menghendaki subtansi agama yang diimplementasikan dalam kehidupan nyata dalam menjawab tantangan zaman untuk memenuhi kebutuhan manusia. Seperti kesejahteraan, rasa aman, tentram dalam berinteraksi dengan umat yang berlainan agama. “Untuk itu maka semua unsur umat beragama perlu adanya wawasan multikultural. Seperti kegiatan yang akan dilaksanakan besok (hari ini),” ungkap Herry. Sementara itu, Kabid IB dan HAL, H. Achmad Munir menambahkan, acara wawasan multikultural ini akan diikuti sekitar 100 peserta. Yang terdiri dari perwakilan organisasi kemasyarakatan bidang keagamaan. Mulai Muhammadiyah, NU , Al-Irsyad, Majelis Dakwah Islamiyah, Nasiatul Aisiyah, LDII, Wanita Katolik, Rabitah Ma’ahid Islamiyah (RMI), muslimat NU, dan Fatayat NU. “Selain itu, juga akan diikuti himpunan tamir masjid Indonesia (HTMI), tempat ibadah Tri Dharma Cahaya Dharma (TITD), Dewan Masjid Indonesia (DMI), Al-Hidayah. Juga Tarbiyah, MUI, Perhimpunan Al-Iryad, kerukunan Kekeluargaan Tareqatul Ma’rifatullah AlQadiriah, Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG), Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI), pemuda katolik, dan pengurus FKUB,” ujar mantan Kabag Humas itu. (adv/als)

an yang memperebutkan Piala Bupati Banyuwangi ini. “Turnamen ini sekaligus akan menjadi bagian perayaan hari jadi Banyuwangi. Pemain yang ada akan dibatasi usianya sesuai ketentuan dalam Popda,” ujarnya. PSSI menjadwalkan turnamen sepak bola ini diputar mulai November mendatang. Dengan adanya 24 kecamatan, besar kemungkinan pertandingan akan

dibagi dalam dua zona. Babak delapan besar akan digelar di Stadion Diponegoro. Mendukung kegiatan ini, PSSI pun berencana menggandeng Dinas Pemuda dan Olahraga sebagai mitra kerjanya. Kayun menambahkan, pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada calon peserta terkait kegiatan ini nantinya. (nic/als)

BANYUWANGI - Gelaran Banyuwangi Tour de Ijen (BTDI) edisi kedua tahun 2013 memang masih akan digelar November mendatang. Jeda waktu yang ada terus dimanfaatkan pihak penyelenggara untuk mempersiapkan even ini dengan lebih baik lagi. Salah satu penyegaran yang dilakukan jelang pelaksanaan kejuaraan balap sepeda itu adalah dengan memodifikasi rute yang akan dilalui peserta. Secara prinsip, tidak ada perubahan berarti dalam rute yang akan dilalui peserta BTDI kali kedua ini. Empat etape dengan jarak lebih kurang 600 km tetap akan menjadi porsi dari balapan tingkat internasional ini. Hanya saja, untuk menambah jangkauan lomba sehingga mencakup seluruh wilayah Banyuwangi, peny-

elenggara merombak empat rute yang ada. Untuk etape pertama, bila sebelumnya peserta dijadwalkan menempuh rute start kantor Pemkab Banyuwangi dan finish di Pulau Merah, yang terbaru etape pertama ini akan dilaksanakan dengan model kriterium. Pembalap akan menjalani rute sirkuit race dengan menu berputar banyak 12 kali dengan jarak 12 kilometer. Sedangkan etape kedua, penyelenggara berencana mengambil garis start di kawasan Wongsorejo dan finish di Pulau Merah. Sedangkan untuk etape ketiga, start dari Jajag hingga finish di RTH Maron menjadi porsi balapan yang harus dituntaskan para peserta. Sementara, etape terakhir yang boleh jadi menjadi bagian dari penentuan jawara

BTDI akan dilaksanakan dengan start mulai Kalibaru dan finish di Paltuding atau Kawah Ijen. “Etape ini para pembalap kembali akan mendapatkan rute menanjak dengan jarak 190 km dari Kecamatan Kalibaru menuju wilayah paling barat Gunung Ijen. Stage ini terbilang paling menantang, karena pembalap akan banyak melalui kelokan curam dan tajam,” beber Ahmad Khairullah, Plt. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Banyuwangi. Khairullah menambahkan, untuk keempat etape tersebut, seluruh pembalap akan mendapat suguhan dan menemukan karakteristik medan yang berbeda. Mulai pegunungan, laut, perkotaan, hingga alam pedesaan, akan bisa dinikmati seluruh peserta BTDI. (nic/als)


Senin 23 September 2013

35

HALAMAN SAMBUNGAN

Jarang yang Masuk Ranah Hukum n LIMA DESA... Sambungan dari Hal 25

“Kegiatan pilkades secara umum berjalan lancar,” terang Kabag Ops Polres Banyuwangi Kompol Sujarwo. Meski dalam pelaksanaan pilkades berjalan lancar, tapi bukan berarti tidak ada gejolak sama sekali. Aksi perusakan dan ancaman, sempat terjadi di Desa Kalipahit, Kecamatan Tegaldlimo beberapa waktu lalu. Sementara itu, situasi di Desa Bedewang, Kecamatan Songgon juga memanas. Para pendukung

calon kepala desa (cakades) berulah setelah kegiatan pemungutan itu suara berakhir. Sementara itu, gejolak model lain juga terjadi di sejumlah lokasi. Masyarakat pendukung cakades kalah, juga menyatakan tidak rasa puas. Mereka melakukan protes dengan aksi turun jalan. Di antara warga yang memprotes hasil pilkades dengan menggelar demo seperti itu terjadi di Desa Kumendung, Kecamatan Muncar. Warga Desa Pendarungan, dan Desa Macan Putih, Kecamatan Kabat juga menggelar aksi

demo memprotes hasil pilkades. Yang terakhir, aksi demo pilkades juga melanda Desa/ Kecamatan Wongsorejo. Selain menggelar aksi demo, cakades dan pendukung yang kebetulan belum beruntung dalam pilkades, juga ada yang mengajukan hearing di DPRD. “Ada lima desa yang sudah mengajukan hearing,” terang wakil ketua komisi I DPRD Banyuwangi, H. Khusnan Abadi. Menurut Khusnan, lima desa yang telah mengajukan dengar pendapat itu adalah Desa Mangir, Kecamatan Rogojampi;

Desa Pendarungan, Kecamatan Kabat; Desa Kumendung, Kecamatan Muncar; Desa Banjar, Kecamatan Licin; dan Desa/ Kecamatan Wongsorejo. “Mangir dan Pendarungan sudah kita terima, untuk tiga desa lainnya kita jadwalkan Senin besok (hari ini, Red),” cetus ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa DPRD Banyuwangi itu. Dari kelima desa yang mengajukan hearing itu, jelas Khusnan, yang menjadi masalah di antaranya soal persyaratan cakades yang menang, dan dugaan kecurangan dalam

Dampak Budaya Pendukung Fanatik n MARAK... Sambungan dari Hal 25

Karena tidak ada aturan yang jelas, aksi itu terus terjadi sampai sekarang ini. “Penyusunan perda dan aturan lain, tidak responsif dengan kondisi yang ada di masyarakat,” urainya. Dalam pilkades ini, sebut dia, aturan banyak ditentukan oleh panitia pilkades dan badan permusyawaratan desa (BPD). Maka tidak heran, kalau dalam pilkades ini yang menjadi sasaran adalah panitia dan BPD. Apalagi, dalam pilkades tidak ada lembaga pengawasnya. “Konflik pilkades tidak ada institusi yang bisa menampung,” katanya.

Wahyudi menyebut, konflik pilkades berbeda dengan konflik pemilihan bupati (pilbup), pemilihan gubernur (Pilgub), dan pemilihan presiden (pilpres) yang memiliki aturan jelas, berikut dengan perangkat seperti KPU dan Panwaslu. “Jika ada konflik, penyelesaian bisa dilakukan di MK (Mahkamah Konstitusi),” katanya. Aturan yang tidak jelas dalam pilkades, membuka ruang terbuka pada siapa pun untuk melakukan kecurangan. Aparat kepolisian atau pun kejaksaan negeri (Kejari), harus berpikir dua kali bila dilapori dugaan ada money politics. “Ini karena dasar dan aturan yang tidak

mantap itu,” jelasnya. Dalam kasus pilkades ini, peran penegak hukum memang lemah. Kecuali, bila dalam kegiatan pilkades ada tindakan kriminal murni. Tapi kalau pelaksanaan pilkades, mereka tidak akan bisa berbuat banyak. “Ada botoh judi main, warga laporan mau pakai dasar hukum apa?” ujarnya. Fanatisme masyarakat pada calon yang berlebihan dalam pilkades, juga menjadi pemicu terjadinya konflik dalam pilkades. Setiap pendukung, selalu berharap calonnya menjadi yang terbaik. “Budaya pendukung yang fanatik ini, juga memunculkan konflik,” sebutnya. Tidak jarang dari para pendu-

kung ini, akhirnya tidak terima kalau cakades yang diusung ternyata kalah. Ironisnya lagi, budaya mengeluarkan banyak uang dari para cakades dalam pilkades, juga memiliki resistensi yang tinggi. “Untuk menjadi kepala desa, sampai mengeluarkan uang ratusan juta rupiah, ini sudah tidak sehat,” sebutnya. Terakhir, Wahyudi menyampaikan, aksi protes pilkades ini sebenarnya kurang ada manfaatnya. Selain para saksi telah meneken berita acara penghitungan suara, aturan dalam pilkades juga tidak lengkap. “Kalau ada konflik, biasanya bupati menurunkan tim, dan ini subjektif,” tudingnya.(abi/bay)

Tugas Berat Langsung Menanti n ELSYA... Sambungan dari Hal 25

Masing-masing jebeng thulik tampak didampingi induk semang (warga Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, yang hidup bersama para finalis selama masa karantina). Selanjutnya, seluruh finalis membawakan tari “Ngelawung”, yakni tarian hasil kreasi anggota Paguyuban Jebeng Thulik. Tidak hanya itu, masing-masing pasangan finalis tersebut juga saling melempar pantun berbahasa Osing. Ada yang melontarkan pantun bernada “menggoda” lawan jenisnya, ada pula yang memilih pantun bernada kagum akan keindahan dan kekayaan Bumi Blambangan. Singkat kata, para dewan juri yang berasal dari lintas elemen, mulai budayawan, praktisi media, praktisi pariwisata, dan anggota DPRD Banyuwangi itu, memilih lima pasang finalis yang masuk sebagai lima besar. Satu per satu dari top five jebeng dan thulik dipersilakan

memilih kertas berisi pertanyaan terkait isu-isu terkini di Banyuwangi. Mulai wacana pemekaran kabupaten Banyuwangi menjadi dua kabupaten, maraknya kasus HIV/AIDS, dan lain-lain. Hingga akhirnya, tibalah saat yang paling mendebarkan. Ketua dewan juri, yakni drh Budianto naik ke atas panggung untuk membacakan satu per satu pemenang ajang pemilihan duta wisata Banyuwangi tersebut. Dengan berbagai pertimbangan, Finalis nomor 19, Elsya Herwiyanti akhirnya ditetapkan sebagai Jebeng Banyuwangi 2013. Sedangkan untuk predikat Thulik Banyuwangi 2013 disandang peserta nomor urut 20, Richard Firman Hadi P. Dikonfirmasi Jawa Pos Radar Banyuwangi, Budianto mengatakan, pihaknya tidak ingin terjebak oleh tampilan finalis pada malam final tersebut. Karena itu, berbagai aspek penilaian lain dimasukkan sejak kali pertama finalis memasuki masa karantina yang berlang-

sung sejak sekitar sepekan yang lalu. “Kompetisi sudah dimulai sejak masa karantina. Di dalam keguyuban para finalis sebagai keluarga besar Paguyuban Jebeng Thulik Banyuwangi, tersimpan potensi kompetisi yang luar biasa besar,” tukasnya. Dijelaskan, penampilan peserta pada malam grand final “hanya” memiliki bobot 25 persen dari seluruh kriteria penilaian. Sisanya, 25 persen penilaian didasarkan kemampuan peserta mempresentasikan secara komprehensif materi pertanyaan yang mereka pilih. Sedangkan 50 persen kriteria penilaian masing-masing adalah aspek perilaku finalis (10 persen), dan seluruh aspek materi yang diterima peserta saat karantina (40 persen). “Sekali lagi, kita tidak ingin terjebak pada tampilan peserta di malam grand final,” pungkasnya. Sementara itu dalam sambutannya, Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan, grand final Pemilihan Jebeng Thulik tahun ini sengaja diselenggarakan di

Taman Blambangan agar lebih banyak masyarakat yang terlibat. “Keberadaan jebeng dan thulik merupakan ikhtiar untuk mengembangkan pariwisata Banyuwangi,” ujarnya. Kepada sepuluh pasang calon jebeng dan calon thulik tersebut , Bupati Anas berpesan agar mereka memahami visi baru pariwisata Banyuwangi, yakni ekowisata. “Jangan hanya mengandalkan ketampanan dan kecantikan, tetapi dibutuhkan karakter yang baik, wawasan luas, dan memahami budaya Banyuwangi,” cetusnya. Anas pun menantang para finalis Pemilihan Jebeng Thulik Banyuwangi, itu untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Banyuwangi terus berbenah. Banyuwangi memiliki sejuta potensi wisata yang tidak kalah memukau dengan daerahdaerah lain di dunia. “Kita tertinggal jauh dari Malaysia yang mengandalkan eksotisme pantai, gunung, dan lain-lain, dan itu semua dimiliki Banyuwangi,” paparnya. (sgt/bay)

Bupati Diminta Aktif Mediasi Konflik n TIDAK ADA... Sambungan dari Hal 26

“Mediasi juga harus disaksikan Komisi I DPRD. Sebab, kalau penyelesaian sengketa tersebut “hanya” diserahkan kepada pihak panitia dan BPD, dikhawatirkan akan timbul permasalahan baru. Bisa-bisa permasalahan tersebut baru akan selesai saat masa jabatan kades berakhir,” kata dia.

Bupati diminta tidak terlalu lama membiarkan polemik yang terjadi di tengah masyarakat. Sebab, cakades terpilih harus dilantik maksimal 30 hari setelah pemilihan. Karena itu, proses mediasi harus tuntas sebelum 30 hari tersebut habis. “Ini perlu dilakukan agar tidak terjadi konflik pasca pelantikan kades. Kalau dibiarkan, maka akan mengganggu jalannya roda pemerintahan di tingkat

desa. Selain itu, pembangunan dan pelayanan masyarakat juga akan terganggu,” paparnya. Menurut Didik, bupati atau jajaran eksekutif perlu turun tangan memediasi konflik pilkades lantaran dalam pesta demokrasi tersebut tidak ada lembaga penyelesaian sengketa. “Kalau sengketa pilbup, pligub, atau pilpres, sengketa bisa diselesaikan Mahkamah Konstitusi (MK). Nah, karena regulasi pilkades

ditetapkan dalam peraturan daerah (perda) dan peraturan bupati (perbup), maka bupati yang harus proaktif melakukan mediasi,” cetus lelaki yang juga ketua Pusat Kajian Konstitusi dan Otonomi Daerah FH Untag Banyuwangi itu. Selain mediasi, Didik meminta pemkab menerapkan sistem pemerintahan yang baik (good governance), termasuk kepastian hukum terkait pilkades. (sgt/c1/bay)

Kompak Jadi Relawan Pemilu 2014 n ASAL TUGAS... Sambungan dari Hal 25

Handoyo bertemu dengan para TKI yang bekerja di salah satu daerah administratif khusus di Tiongkok, yakni Hongkong. Saat berkunjung ke kantor Konsulat Jenderal (Konjen) RI di Hongkong, Handoyo mendapati bahwa faktor keterbatasan ekonomi jadi alasan utama para TKI bekerja di luar negeri. “Mayoritas TKW yang bekerja di Hongkong berasal dari Jatim, termasuk Banyuwangi,” ujarnya. Menurut Handoyo, rata-rata para TKI di sana mengaku mendapat penghasilan cukup besar dan perlakuan yang baik oleh majikan. Para majikan pada umumnya mengajarkan disiplin waktu kepada para TKI. Meski begitu, para pahlawan devisa tersebut juga diberi “ruang gerak” untuk mengaktualisasi diri. “Asalkan tugasnya sudah selesai, para TKW dipersilakan meningkatkan kapasitasnya, misalnya dengan mengikuti kursus tata rias, tata boga, dan lain-lain,” jelas Handoyo. Bahkan, para TKI yang bekerja di Hongkong itu juga diberi hari libur sekali dalam sepekan. Umumnya, TKI mendapat libur sejak Minggu pagi hingga pukul 22.00.

Yang membuat Handoyo terperangah, selain kursus, para TKI tersebut menyempatkan diri belajar mengaji. Tidak hanya itu, para TKI juga banyak yang membentuk forum diskusi hingga menjadi relawan panitia Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 mendatang. Sementara itu, Handoyo pergi ke Tiongkok difasilitasi Direktorat Pendidik dan Tenaga Kependidikan (DITP2TK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), sebagai penerima penghargaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan-Pendidikan Anak Usia Dini (PTK-PAUDNI) berprestasi. Selain untuk melihat perkembangan Tiongkok yang begitu pesat, untuk menggali apa yang bisa diterapkan di Indonesia. ‘’Selain itu, saya juga berkesempatan melihat kondisi TKI untuk observasi dan menampung opini mereka. Apa saja kendala yang mereka alami selama di luar negeri dan apa yang perlu pemerintah lakukan untuk mengatasi kendala tersebut,’’ jelasnya. Menurut Handoyo, yang diperlukan adalah peningkatan kompetensi TKI. Sebab, mayoritas mereka yang bekerja di Hongkong bekerja di sektor informal, misalnya pembantu

rumah tangga (PRT) dan pengasuh anak (baby sitter). ‘’Ke depan, jika TKI sudah memiliki kompetensi khusus, mereka bisa bekerja di sektor pariwisata, perhotelan, industri, dan lain-lain,’’ jelasnya. Handoyo menambahkan, Konjen RI di Hongkong, memberikan pelatihan vokasional kepada para TKI. Harapannya, ketika masa kontrak kerja mereka di Hongkong berakhir, mereka memiliki bekal keterampilan yang cukup untuk memulai kehidupan yang baru di Tanah Air. Sementara itu, selain mengunjungi Hongkong, Handoyo juga berkunjung ke dua kota yang lain. Di antaranya ke Shenzhen dan Beijing. Di Shenzhen, Handoyo mendapati kenyataan besarnya peran pemerintah setempat dalam mengembangkan industri kerajinan warganya. Pemerintah memberikan support peralatan produksi, mendatangkan pakar agar skill dan kualitas produk hasil industri kerajinan tersebut meningkat, hingga pemasaran. Di bidang pendidikan, Handoyo juga mendapati kenyataan yang cukup mengejutkan. Misalnya, sekolah-sekolah di Tiongkok umumnya mengajarkan entrepreneurship. Pada umumnya, pelajar di Tiongkok

lulus 100 persen, tidak ada istilah tidak lulus. “Pendidikan di Tiongkok tidak percaya program akselerasi, karena tidak mendidik dan tidak menjamin kesuksesan pelajar atau mahasiswa. Tiongkok lebih memprioritaskan proses pembelajaran yang berkarakter dan profesional,” kata dia. Kota terakhir yang dikunjungi adalah Beijing. Kali ini, dia berkunjung ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI). Di lokasi ini, Handoyo mendapati banyak informasi penting tentang kondisi masyarakat dan kebijakan-kebijakan yang diberlakukan Pemerintah Tiongkok terkait pendidikan non formal. Penduduk yang masih pelajar hingga tingkat SMA ditangani oleh Kementerian Pendidikan, sedangkan lulusan SMA ditangani Kementerian Perburuhan dan Kementerian Keamanan. Sedangkan pendidikan kejuruan ditangani oleh tiga kementerian sekaligus, yakni Kementerian Perburuhan, Kementerian Teknologi, dan Kementerian Pendidikan. “Sekolah formal di Tiongkok selama 12 tahun, mulai SD, SMP, SMA cukup memperoleh sati ijazah. Jadi, tidak setiap lulus jenjang pendidikan tertentu mendapat ijazah,” pungkasnya. (bay)

pemungutan suara. “Tapi para saksi dari cakades, umumnya telah menyetujui berita acara hasil penghitungan,” katanya. Protes hasil pilkades seperti itu, sebenarnya bukan hal yang baru. Karena selama ini,

problem dan gejolak seperti itu sudah sering terjadi dalam ajang pilkades. Hanya, ketidakpuasan hasil pilkades ini jarang yang masuk ke ranah hukum. “Kalau memang ada dugaan pidana, silakan lapor ke pol-

res, kami akan memproses sesuai hukum yang ada,” tantang Wakapolres Banyuwangi Kompol Agus Widodo, saat demo pilkades di Desa Macan Putih, Kecamatan Kabat, Senin (16/9) pekan lalu. (abi/bay)

Ada Perubahan Komposisi Saham n BANGUN... Sambungan dari Hal 25

Sedangkan kalau menggunakan transportasi laut, akan melalui jalur Pantura (pantai utara Jawa) melalui Situbondo. “Karena kendaraan pembawa mesin itu tidak bisa melalui Gunung Gumitir,” kata Kusnadi. Pada kesempatan itu, Kusnadi menyampaikan perubahan komposisi pemegang saham PT IGG. Semula, saham PT

IGG dimiliki PTPN III sebanyak 60 persen, PTPN XII 30 persen, dan PTPN X sebanyak 20 persen. Saat komposisi pemegang saham itu, jelas Kusnadi, mengalami perubahan. Mayoritas saham PT IGG atau sekitar 90 persen dimiliki PTPN XII dan 10 persen saham lainnya milik PTPN 11. “Sedangkan PTPN III mendapat tugas mengembangkan sektor lain dari Kementerian BUMN,” katanya.

Pendirian PT IGG bersama dengan pabrik produk turunnya, tambah Kusnadi, akan memiliki multiplayer efek yang cukup besar bagi perekonomian Banyuwangi. Peredaran uang di sekitar PG PT IGG akan besar dan memberikan dampak ekonomi pada warga sekitar. “PG Semboro saja, uang yang beredar sekitar pabrik dalam sehari mencapai Rp 3 miliar lebih,” tambah Kusnadi.(afi/bay)

Berangkat Tanggal 3 Oktober n KOPER... Sambungan dari Hal 25

Para CJH, diharapkan tidak membawa barang berlebihan hingga menyulitkan dirinya. “Barang bawaan sesuai dengan kebutuhan saja,” pintanya. Menurut Mukhlis, untuk kelancaran dalam pembe-

rangkatan, koper para CJH itu rencananya akan dikirim lebih awal. Bila pemberangkatan CJH dilakukan pada Kamis malam, maka koper akan diberangkatkan pada Kamis pagi. “Koper kita kirim ke asrama haji di Surabaya pada pagi hari,” katanya. Mukhlis meminta pada semua

CJH, untuk segera mengisi koper yang sudah dikirim itu. Selanjutnya, koper berisi kebutuhan haji itu segera dikirim ke kantor Kemenag Banyuwangi. “Kami berharap pada 2 Oktober 2013 mendatang, semua koper sudah terkirim di kantor (Kemenag Banyuwangi),” pintanya. (abi/bay)

Dipasok Warga Kebalenan n PELAJAR... Sambungan dari Hal 25

Dari tangan Tri Wahyudi, polisi menemukan BB berupa tiga butir pil trex, sebuah ponsel Cross, dompet warna hitam berisi uang tunai Rp 59 ribu. “Wahyudi ini pengedarnya,” terang AKP Watiyo. Terungkapnya peredaran pil trex yang melibatkan pelajar itu tidak lepas dari informasi yang disampaikan warga. Polisi segera meluncur ke lokasi setelah mendapat informasi ada transaksi pil trex. “MR kita tangkap dekat rumahnya,” terang Watiyo. Saat akan ditangkap polisi,

MR sempat mengelak baru membeli pil haram tersebut. Tapi setelah digeledah, ditemukan 16 butir pil trex yang disimpan di bungkus rokok di saku celana. “MR kita amankan berikut dengan pil trex yang dibawa, ponsel yang digunakan untuk pesan barang juga kami sita,” katanya. Dalam keterangannya pada polisi, MR mengaku mendapatkan belasan butir pil trex itu dari Tri Wahyudi, salah satu temannya yang tinggal satu desa. Pil trex yang dibeli itu, rencananya juga akan dipakai sendiri. “Tersangka mengaku baru kali ini beli trex,” kata pe-

lajar tersebut. Dari keterangan tersangka, polisi langsung memburu Wahyudi di rumahnya. Upaya polisi ini tidak sia-sia, orang yang dicari kebetulan juga berada di rumahnya. “Wahyudi saat kita tangkap itu ternyata masih memiliki tiga butir pil trex,” jelas Watiyo. Pada polisi yang memeriksa, Wahyudi menyebut pil trex diperoleh dengan cara membeli pada Umar, salah satu kenalannya yang mengaku tinggal di Kelurahan Kebalenan, Kecamatan Banyuwangi. “Umar yang diduga asal pil trex, masih kita buru,” ujarnya.(abi/bay)

Terbanyak hanya Masalah Administrasi n TAK PERLU... Sambungan dari Hal 26

Tidak hanya itu, kata Anacleto, dalam UU 22 Tahun 1999, penghitungan suara hasil pilkades tidak boleh lebih dari pukul 16.00. Kalau penghitungan suara melebihi pukul 16.00, maka pelaksanaan pilkades harus diulang. Sementara itu, UU 32 Tahun 2004 tentang pemerintah daerah yang berlaku saat ini tidak mengenal kuorum. Pemenang pilkades ditentukan suara terbanyak tanpa harus mendapatkan suara 50 persen plus satu seperti yang diatur dalam UU 22 Tahun 1999. Karena itu, lanjut Anacleto, berapa pun suara yang diperoleh calon, maka calon yang mendapatkan suara terbanyak ditetapkan sebagai pemenang. “Waktu penghitungan suara hasil pilkades juga sekarang

tidak dibatasi sampai pukul 16.00,” tegasnya. Ketentuan UU 32 Tahun 2004 itu merupakan dasar hukum Perda 05 Tahun 2010 dan Perbup 08 Tahun 2007. “Tim tidak menemukan pelanggaran sistematis terhadap Perda 05 Tahun 2010 dan Perbup 08 Tahun 2007 yang dilakukan pihak penyelenggara,” ungkapnya. Karena tidak ditemukan pelanggaran terhadap aturan, maka protes yang dilakukan calon yang kalah kemungkinan besar bisa diselesaikan secara cepat. Rusaknya suara disebabkan pemilih belum mengetahui secara persis kategori suara sah dan suara tidak sah. Suara yang tidak sah itu disebabkan kurangnya sosialisasi atas aturan yang ada. Jika sosialisasi kurang, maka tanggung jawabnya tidak hanya pada panitia penyelenggara pilkades. Semua calon kades juga memi-

liki tanggung jawab yang sama terhadap tidak maksimalnya sosialisasi itu. “Sekali lagi, surat suara yang tidak sah tidak dapat digunakan sebagai dalih untuk menggugat hasil pilkades,” tegasnya. Selain suara tidak sah, pemicu protes lain adalah soal daftar pemilih (DPT) warga yang bekerja di luar negeri. Beberapa calon menuding panitia ikut mencoblos menggunakan surat undangan pemilih yang menjadi TKI. Namun, setelah dilakukan cross check di lapangan, tambah Anacleto, faktanya tidak demikian. Yang terjadi adalah panitia sudah mengirimkan surat undangan memilih kepada warga, tapi surat undangan untuk pemilih yang menjadi TKI itu dikembalikan. Terhadap surat undangan yang kembali itu, panitia memutuskan mencentangnya. (afi/c1/bay)


36

Senin 23 September 2013

Tiga tahun Duet Kepemimpinan Dadang Wigiarto-Rachmad Membangun Situbondo (8-habis)

Anggaran Pelayanan Umum Pendidikan Terus Meningkat Sasaran yang ingin dicapai dalam bidang Pendidikan oleh Pemkab Situbondo adalah meningkatnya aksesibility dan kualitas pendidikan. Capaian selama tiga tahun terakhir ini dapat dilihat dari aspek kesejahteraan masyarakat dan pelayanan umum. PELAYANAN umum pendidikan selama tiga tahun dengan program atau kegiatan yang sudah dilakukan dengan anggaran tahun 2010 sebesar Rp 300,357,593,741 miliar, tahun 2011 Rp 378,851,972,295 miliar naik 26%. Tahun 2012 sebesar Rp 458.417.016.260

miliar naik 21% dan di tahun 2013 dianggarkan Rp 484.263.336.679,00 naik 6% dari tahun 2012. Keadaan ini menyerap anggaran daerah rata-rata 44,93 % dari 3 tahun terakhir, dengan sejumlah program unggulan, diantaranya program Situbondo Unggul yaitu Beasiswa bagi mahasiswa dari masyarakat kurang mampu, pemberlakuan kurikulum 2013 dalam rangka merespon kebijakan nasional, Second city di Besuki dan Asembagus dengan menciptakan sekolah unggul mulai dari tingkat TK-SLTA. Selain itu ada juga pembentukan sekolah model (sekolah kategori mandiri) di SMPN 1 Asembagus dan SMPN 1 Situbondo untuk mendorong terbentuknya sekolah berkualitas dengan fasilitasi LPMP Jawa Timur. Ada juga ker-

jasama dengan USAID dengan Program Prioritas di Kec. Besuki, Suboh, Mlandingan dan Panarukan. Termasuk juga Kerjasama dengan Unicef dengan program Sistem Informasi Pendidikan Berbasis Masyarakat (SIPBM) di Kecamatan Besuki dan Asembagus mengurangi angka anak putus sekolah. Peningkatan Sarana prasarana Pendidikan rusak ringan, sedang dan rusak Berat dari tahun 2010-2013. Dari program di atas pada tahun ini telah dicapai kinerja sebagai berikut:

EDY SUPRIYONO/RaBa

TANDATANGAN: Bupati Dadang meresmikan SMKN 1 Banyuputih.

1. Angka Partisipasi Kasar PAUD Pada tahun 2012, jumlah siswa PAUD di Kabupaten Situbondo sebanyak 20.694 siswa. Dengan jumlah penduduk usia 2-6 tahun sejumlah 45.914 orang, maka APK untuk jenjang PAUD

sebesar 45,07%. Kondisi ini menunjukkan bahwa 45,07% anak usia 2-6 tahun di Kabupaten Situbondo pada tahun 2012 telah menikmati pendidikan PAUD (PAUD Non Formal, PAUD Formal/TK dan RA). Jika dibandingkan dengan target tahun 2012 sebesar 48,97% maka capaian kinerja indikator ini sebesar 92,04% (termasuk kategori sangat berhasil). 2. Angka Partisipasi Kasar (APK) APK SD/MI/Sederajat Pada tahun 2012, jumlah siswa SD/MI/Sederajat di Kabupaten Situbondo sebanyak 64.452 siswa. Dengan jumlah penduduk usia 7 – 12 tahun sejumlah 59.006 orang, maka APK untuk jenjang SD/MI/Sederajat sebesar 109,23% n

 Baca Anggaran...Hal 33

Perajin Kerang Merugi Gara-gara Listrik Sering Padam

EDY SUPRIYONO/RaBa

TAK PUAS: Massa salah satu pendukung cakades Sumberanyar, Banyuputih melakukan demonstrasi di Pemkab Situbondo

Pilkades Serentak Masih Sisakan Polemik

Mayoritas Tuntutan

Minta Dianulir SITUBONDO - Pemilihan kepala desa (pilkades) di 89 desa di Kabupaten Situbondo sudah usai. Meski demikian, di sejumlah desa pelaksanaan pesta demokrasi tersebut masih menyisakan masalah yang berpotensi membuat hubungan antar warga tidak kondusif. Hingga kini, setidaknya ada sembilan desa yang pelaksanaan pilkadesnya menyisakan polemik. Mereka melakukan pengaduan resmi ke Bagian Pemerintahan Pemkab Situbondo, dan menyampaikan tuntutan. Secara garis besar, tuntutan pihakpihak yang tidak puas terhadap pelak-

sanaan pilkades pada 11 dan 12 September itu dapat dikelompokkkan menjadi tiga. Yakni, menuntut penghitungan ulang, pelaksanaan pilkades ulang, dan pembatalan calon terpilih. Penyebabnya, ada yang menilai panitia pilkades hingga pihak kecamatan tidak netral, penggunaan ijazah palsu oleh calon terpilih, penghitungan terlalu cepat hingga mobilisasi pemilih di bawah umur atau di luar daerah. Ketidakpuasan ini menimbulkan reaksi demo

massa pendukung cakades tertentu untuk menyuarakan tuntutannya. Kabag Pemerintahan Pemkab Situbondo, Tulus Prijatmadji mengungkapkan, polemik pilkades dilatarbelakangi ketidakpuasan dan ketidaksiapan menerima kekalahan. Apalagi, bagi calon yang selisih perolehan suaranya sangat sedikit. “Kalau masalah kecurangan, ada yang sebenarnya bisa langsung dicegah, dalam aturan kan sudah jelas. Kenapa tidak langsung protes saat itu juga. Kenapa masih menunggu ketika cakades terpilih diketahui,” terangnya n  Baca Mayoritas...Hal 33

Kunci Pelantikan di Tangan BPD PELANTIKAN calon kepala desa (cakades) terpilih oleh Bupati Situbondo salah satu kuncinya adalah penetapan dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Meski demikian, hingga kini belum semua BPD menyerahkan berita acara penetapannya tersebut ke Bagian Pemerintahan Pemkab Situbondo. Kabag Pemerintahan Pemkab Situbondo, Tulus Prijatmadji mengungkapkan, hingga kini baru sekitar 60 persen BPD yang menyerahkan berita acara penetapannya. Mereka memiliki waktu 15 hari, terhitung sejak pelaksanaan pilkades (tersisa 5 – 6 hari lagi). “Jadi, bapak bupati akan melantik jika (cakades terpilih) sudah dapat persetujuan dari BPD. Diawali dari laporan ketua panitia ke BPD, BPD kemudian membuat berita acara penetepan untuk meminta SK kepada bupati,” tegasnya. Kata pria yang berdomisili di Kecamatan Mlandingan tersebut, semua tergantung BPD masing-masing mau menetapkan atau tidak. Pemkab Situbondo tidak bisa mendikte atau mengintervensinya. “Kalau misalnya BPD tidak menetapkan karena dianggap bermasalah, ya tidak masalah. Bisa saja terjadi itu. Ya kita akan turun, apa masalahnya sehingga tidak ditetapkan? Kalau alasannya masuk akal, ya kita tinggal (tidak diikutkan pelantikan),” ujarnya n  Baca Kunci...Hal 33

EDY SUPRIYONO/RaBa

HEARING: Asisten Bupati Dadang Iskandar Nurfansyah, (tiga dari kiri); Kabag Pemerintahan,Tulus Prijatmadji dan Kabag Hukum, Ahmad Sugiharto membicarakan masalah perlunya revisi perbup dan perda yang mengatur tentang pilkades.

Perlu Revisi Perda dan Perbup PENGADUAN polemik pilkades tidak hanya diterima Bagian Pemerintahan Pemkab Situbondo saja. DPRD Situbondo juga kebanjiran penganduan serupa. Para wakil rakyat itu melihat perlu ada pembenahan dalam waktu cepat sejumlah regulasi yang mengatur tentang pelaksanaan pilkades. Sehingga, pelaksaan pilkades bisa lebih baik dalam kesempatan selanjutnya. Hanya saja, untuk melakukan pembenahan dalam waktu cepat untuk sekelas revisi peraturan daerah (perda) tentang pemerintahan desa, membutuhkan waktu tidak pendek. Padahal, pada November 2013 mendatang, pilkades tahap dua akan kembali digelar secara serentak.

Ketua DPRD, Zeiniye mengungkapkan, ada banyak hal yang perlu diperbaiki dalam pelaksanaan pilkades. Ini setelah dirinya membandingkan hasil monitoring di lapangan yang dilakukan tim yang dibentuk DPRD dengan pengaduan yang disampaikan sejumlah kelompok masyarakat. “Banyak yang perlu diperbaiki. Hanya saja evaluasi perda dalam waktu cepat tidak mungkin. Waktu yang tersisa hanya tinggal dua bulan. Langkah yang mungkin ditempuh adalah perubahan perbup (peraturan bupati) sebelum pelaksanaan pilkades pada November nanti. Sehingga, (perbup baru) itu nanti bisa dijadikan pijakan,” terang Zeiniye n  Baca Perlu...Hal 33

SITUBONDO - Beberapa pengusaha kecil menengah di Kabupaten Situbondo mengaku rugi akibat sering padamnya aliran listrik PLN. Seperti yang dialami perajin kerang di Desa Mlandingan Kulon, Kecamatan Mlandingan. Akibat sering padamnya listrik, mereka tidak dapat menyelesaikan pekerjaannya sesuai pesanan. “Semua pesanan pasti ada batas waktunya. Tetapi saya tidak bisa menyelesaikannya karena listrik padam,” kata Syarif Nandiyono, 46, perajin kerang di Desa Mlandingan Kulon. Moh. Ramli, 30, perajin lain juga mengaku rugi. Sebab, para perajin harus menggunakan listrik untuk memproduksi kerajinan kerang. “Listrik sering padam sudah sangat sering. Sebelumnya juga tidak mendengar adanya pemberitahuan dari PLN. Kalau terus-terusan padam, kami rugi terus,”

NUR HARIRI/RaBa

TEKUN: Beberapa pengrajin mengerjakan pesanan kerajinan kerang di Desa Mlandingan Kulon kemarin (22/9).

terang Ramli. Kepala PLN APJ Situbondo Arif Mudhari mengakui terjadinya pemadaman tersebut. Untuk pemadaman di kawasan Mlandingan memang terjadi karena ada penggantian penghantar berisolasi di daerah Kecamatan Banyuglugur pada 21 September lalu. “Pihak PLN Besuki sudah mengumumkan keliling. Memang pasti ada sebagian pela-

nggan yang tidak terjangkau atau waktu pemberitahuan sedang tidak di tempat,” terang Arif, melalui pesan singkat kepada wartawan. Terkait seringnya istrik yang tiba-tiba padam di kawasan kota, menurut Arif, disebabkan adanya layang-layang yang menggunakan pengambek. “Masih banyak disebabkan layangan pengambek,” terangnya. (rri/als)

Tanah Dikuasai, Lapor Polisi PANJI - Merasa tanah miliknya dikuasai orang lain, Hawani, warga Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji, melaporkan tetangganya, TD, ke Mapolres Situbondo, Sabtu (21/9) lalu. Hawani melapor setelah tanahnya dibangun sebuah rumah permanen oleh TD. Kepada polisi, perempuan berusia 54 tahun ini mengaku menyerahkan penyelesaian kasus tanah tersebut agar dita-

ngani secara hukum. Sebab, jika tanahnya sampai hilang, kerugian korban bisa mencapai sekitar Rp 300 juta. Sebelum melapor, perempuan ini sebenarnya telah mengajak terlapor untuk bermusyawarah. Namun, beberapa tahun berjalan, sepertinya terlapor keasyikan dan tidak mau mengembalikan tanah yang ditempatinya. “Tanah itu milik saya, tetapi sampai seka-

rang masih ditempatinya,” kata Hawani, memberikan keterangan kepada petugas. Kasubbag Humas Polres Situbondo AKP Wahyudi, membenarkan adanya laporan dugaan penguasaan tanah tersebut. Untuk mengungkap kasus itu, kepolisian tengah melakukan penyelidikan. “Kasusnya masih ditangani dan terlapor juga akan dipanggil untuk diperiksa,” kata Wahyudi. (rri/als)


23 september web