Page 1

KAMIS 14 NOVEMBER

25

Pendorong Perubahan dan Pembaruan

TAHUN 2013

Peserta Baca Puisi Membeludak Semakin Meriah di Hari Ketiga

Angin Kencang, Nelayan Tak Melaut Perahu Karam di Pesisir Kilensari

Baca Pekan Kreativitas Pelajar 2013

Baca Radar Situbondo

Halaman 34

Halaman 36

Bocah Kotak Amal Bisa Pulang

ABG Cabuli Siswi di Gudang KABAT - Kasus asusila yang melibatkan anak di bawah umur terjadi di Desa Macan Putih, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, sekitar pukul 11.00 hari Minggu (10/11). Seorang remaja lulusan SMP berinisial MA, 15, diduga mencabuli siswi SMP di sebuah gudang di Desa Macan Putih. Lantaran tidak terima atas kejadian itu, orang tua

siswi tersebut melaporkan MA ke polisi. Atas laporan tersebut, anak baru gede (ABG) tersebut diamankan di Polsek Kabat. Hingga kemarin (13/11), MA harus bermalam di Polsek sembari didampingi keluarganya. Peristiwa ini bermula saat MA mengirim pesan singkat (SM) kepada Saritem (nama samaran), 15, yang terhitung masih tetangganya n  Baca ABG...Hal 35

Pencabulan ABG di Desa Macan Putih Peristiwa MA mengirim pesan singkat kepada Saritem. Dia minta gadis itu menemuinya di dekat tempat ibadah.

3

Terjadilah peristiwa tak senonoh di dalam gudang.

Korban datang di lokasi. Setelah bertemu, MA menarik korban ke dalam gudang.

1

Usai kejadian, korban pulang sambil menangis. Orang tua korban tak terima dan lapor polisi.

4

2

MA diamankan di Polsek Kabat.

5

GRAFIS: ZAKARIA/RaBa

Korban PHK Sukses Bangun Usaha

HAJI

Tiba Sore Ini JAMAAH haji yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 53 akan masuk ke Banyuwangi sore ini (14/11). Diperkirakan pukul 15.00, mereka Laporan akan sampai di Oleh Ba nyuwangi. Setelah terbang dari H. Latief Harun Bandara Madinah Pembimbing KBIH pada Rabu (13/11) Sabilillah pukul 13.00 Waktu Arab Saudi. Ada enam titik yang menjadi penjemputan jamaah haji kloter 53. Seperti, jamaah haji yang tergabung dalam KBIH Sabilillah titik penjemputan berada di Hotel Baru Beach, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro. Selain itu, titik penjemputan lainnya adalah Hotel Mirah, Masjid Agung Baiturrahman, Masjid Ahmad Dahlan, Hotel BI Jajag, Pondok Pesantren Darul Amin Jajag. Sementara itu, jamaah haji kloter 54 akan tiba keesokan harinya, yaitu pada Jumat (15/11). Beberapa titik penjemputan difokuskan di Pondok Pesantren Bustanul Makmur, Genteng; PP Ummul Quro Glenmore, Ponpes Darussalam, Tegalsari; dan KUA Tegaldlimo. (*/bay)

ADA APA LAGI

BANYUWANGI – Rangkaian acara Banyuwangi Inovatif 2013 di Gedung Wanita Paramitha Kencana Banyuwangi berlangsung semarak. Pada hari terakhir kemarin (13/11), salah satu agenda yang seru itu adalah creative preneurship competition. Para peserta memberikan presentasi di hadapan tiga juri yakni Direktur Jawa Pos Radar Banyuwangi, Choliq Baya; Direktur F1 Printing Jember, Agus Supriyadi; dan Kasi Ilometa

Bidang Industri pada Dinas Perin dustrian dan Perdagangan Banyuwangi, Tri Joko. Para dewan juri beberapa kali terkesima dengan penampilan para peserta. Mengingat, peserta mengisahkan perjuangan mereka

dalam menggeluti dunia usaha masing-masing. Perjuangan itu tak jarang menguras energi, hingga berurai air mata. Seperti dikisahkan Restiyangsih. Ibu yang satu ini harus menelan pil pahit, setelah kena pemutusan hubungan kerja (PHK) pe rusahaannya tahun 2006 si lam. Akibatnya, dia sempat ke bingungan untuk mencari pekerjaan demi mencukupi kebutuhan sehari-hari n  Baca Korban...Hal 35

GALIH COKRO/RaBa

TESTIMONI: Peserta melakukan presentasi di hadapan juri Creative Preneurship Competition di Gedung Wanita Paramitha Kencana Banyuwangi kemarin.

AP Bisa Sekolah Lagi SEMPU – Penyidik Re serse Kriminal (Reskrim) Polsek Sempu, akhirnya menangguhkan penahanan seluruh bocah yang tersangkut kasus tindak pidana di wilayah hukumnya. Se telah sehari sebelumnya dua bocah tersangka pencuri dua batang tebu ditangguhkan, kali ini giliran bocah tersangka pencuri kotak amal dibolehkan pulang kemarin (13/11). Penyidik akhirnya menang guhkan penahanan terha dap AP,14, siswa MTs AsShidiqi, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi, yang di ta han karena terjerat kasus pencurian kotak amal berisi uang Rp.14.600 n  Baca Bocah...Hal 35

ABDUL AZIZ/RaBa

n Baca halaman Radar Genteng

BAWA PULANG : AP dibonceng naik sepeda motor kemarin.

Aset Pemkab Banyuwangi Aset Lancar Aset tetap Aset lain-lain

: : :

Rp. 268.133.731.475,77 Rp. 1.983.993.702.686,23 Rp. 207.438.983.453,67

Total Aset

:

Rp

2.546.700.340.079

Kekayaan Pemkab Tembus Rp 2,546 T BANYUWANGI - Hingga akhir 2012 lalu, total kekayaan yang dimiliki Pemkab Banyuwangi men capai Rp 2,546 triliun. Total nilai aset itu diperoleh dari harta bergerak, harta tidak bergerak serta uang tabungan di beberapa bank. Aset yang dimiliki pe merintah dae rah meliputi, aset lan car, aset tetap, dan aset lain-lain. Aset lancar nilainya mencapai Rp 268,133 miliar, aset tetap sebesar Rp 1,983 triliun dan aset lain-lain sebesar Rp 207,438 miliar. Aset lancar itu meliputi antara

lain, kas di bank, investasi jangka panjang, piutang, uang persediaan, dan belanja di bayar di muka. “Belanja dibayar muka salah satunya uang daerah untuk membayar gaji PNS,” jelas Sekkab Slamet Kariyono. Sedangkan aset tetap pemerintah daerah meliputi, aset tanah, gedung, jalan, irigasi air, mesin, dan kendaraan. Nilai aset tetap ini, nilainya terus bergerak. Nilai aset tetap Rp 1,983 Triliun itu merupakan nilai perhitungan pada akhir Desember 2012 lalu n  Baca Kekayaan...Hal 35

Terminal Wiroguno Genteng, Bagaimana Kabarmu Kini?

Belum Beroperasi, Terlihat Lebih Bersih Meski sudah dibangun sejak era Bupati Samsul Hadi, Terminal Wiroguno di Desa Setail, Kecamatan Genteng belum juga beroperasi hingga sekarang. Bagaimana kabarnya fasilitas itu saat ini?

Kira-kira masih kalah dengan kekayaan seluruh TKI asal Banyuwangi

Angin kencang, nelayan Panarukan tak melaut Menunggu cuaca reda, silakan main layang-layang

ABDUL AZIZ, Genteng SIGIT HARIYADI/RaBa

Dipercantik dengan Bunga UPAYA mempercantik Taman Patung Pejuang di Simpang Lima (Perliman), Banyuwangi terus dilakukan. Setelah merampungkan pemugaran patung pekan lalu, kali ini giliran penanaman bunga mulai kemarin (13/11). (sgt/bay) http://www.radarbanyuwangi.co.id

SAAT memimpin Banyuwangi periode 1999-2004, Bupati Samsul Hadi banyak melakukan terobosan untuk membangun kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini. Beberapa langkah yang dilakukan saat itu adalah mulai membangun waduk Bajulmati, di Kecamatan Wongsorejo. Samsul juga membeli dua kapal jenis Landing

Kekayaan Pemkab Banyuwangi tembus 2,5 Triliun

ABDUL AZIZ/RaBa

BERSIH: Beberapa remaja melintas di dalam Terminal Wiroguno di Desa Setail, Kecamatan Genteng.

Craft Tank (LCT) Putri Sritanjung yang beroperasi di penyeberangan Ketapang-Gilimanuk. Selain itu, di era Samsul Hadi pula,

pembangunan Lapangan Terbang di Blimbingsari, Kecamatan Rogojampi bisa dimulai. Bahkan pada masanya, Samsul pernah membuat kapal

kayu Umbul-Umbul Blambangan yang disiapkan untuk mengelilingi beberapa negara n  Baca Belum...Hal 35

email: radarbwi@gmail.com / beritaraba@gmail.com


26

Kamis 14 November 2013

AGENDA KOTA

Pemberian Beasiswa Dilanjutkan Pengajian PENGAJIAN Hajat Masjid Agung Baiturrahman (MAB) nanti malam diisi oleh KH. Salihin Yusuf dari Surabaya. Pengajian hajat kali ini memperingati 10 Muharram. Panitia juga mengadakan santunan anak yatim piatu serta pemberian beasiswa untuk pelajar berprestasi yang kurang mampu se-Banyuwangi. (*)

KEBAKARAN

Diduga Korsleting, BSM Asembagus Terbakar BANYUPUTIH - Kobaran api melalap bangunan Bank Syariah Mandiri (BSM) di Desa Sumberejo, Kecamatan Banyuputih, Senin (11/11) lalu. Akibatnya, beberapa barang terbakar hingga kerugian ditaksir mencapai Rp 50 juta. Kebakaran bank yang terjadi sekitar pukul 17.00 itu terjadi saat para pekerja sudah pulang. Api diduga berasal dari korsleting listrik sebuah AC. Selanjutnya, api membesar tanpa diketahui seorang pun. “Saat kejadian belum ada yang tahu. Begitu api besar, baru diketahui warga,” kata AKP Wahyudi, Kasubag Humas Polres Situbondo. Selanjutnya, api membakar ruang depan BSM. Beberapa peralatan kerja, seperti komputer, meja, dan beberapa alat kantor lain, juga terbakar. Si jago merah yang melalap kantor BSM itu diketahui warga bernama Maskur. Begitu melihat asap keluar dari dalam kantor, pria itu langsung meminta tolong kepada warga agar menghubungi petugas. “Saat warga tahu, api itu sudah besar. Itu dilihat dari kepulan asap yang keluar,” kata Wahyudi. Beberapa saat kemudian, warga dan petugas berusaha memadamkan api yang membakar ruangan depan bank. Konon, karena saat itu sudah tidak ada pekerja dan pintunya dikunci, petugas masuk dengan cara mendobrak pintu depan. Usaha warga dan petugas dalam memadamkan api di BSM itu sempat terhambat. Sebab, kepulan asap di dalam ruangan cukup tebal. “Asapnya banyak, jadi sempat kerepotan,” ujar Wahyudi. Beruntung, beberapa saat kemudian api berhasil dipadamkan dan tidak ada korban jiwa. Hanya saja, beberapa peralatan kantor dan ruang depan BSM banyak yang hangus terbakar. “Kejadiannya sudah sore, jadi tidak ada korban,” terangnya. Menurut Wahyudi, petugas kepolisian yang tiba di lokasi kebakaran langsung melakukan olah TKP untuk mengetahui penyebab kebakaran. Meski begitu, pihaknya belum bisa memastikan penyebab kebakaran itu. “Sementara ini diduga karena korsleting listrik. Tetapi, beberapa petugas masih melakukan penyelidikan,” pungkas Wahyudi. (rri/c1/als)

ADA APA LAGI

SHULHAN HADI/Raba

TUMPENG: Usai berdoa bersama di Pantai Boom, tim kreatif dan kru panggung Banyuwangi Beach Jazz makan bersama nasi tumpeng sore kemarin (12/11).

Tumpengan sebelum Manggung

BANYUWANGI - Persiapan perhelatan Banyuwangi Jazz Beach Festival mulai terlihat kemarin (12/11). Aktivitas penataan venue di Pantai Boom Banyuwangi sudah dilakukan sejak beberapa hari lalu. Para pekerja mulai sibuk melakukan welding besi yang akan digunakan sebagai rangkaian tribun. Selain sibuk menyiapkan lokasi acara,

segenap kru dan tim kreatif juga menggelar selamatan di pantai tersebut sore kemarin. Mereka menyiapkan menu nasi tumpeng dan jenang abang di lokasi acara. Syukuran

dan doa bersama itu dilakukan agar pelaksanaan pentas bisa berjalan dengan lancar Sabtu mendatang (16/11). Salah satu tim kreatif Banyuwangi Jazz Festival, Udik mengatakan, selamatan tersebut sengaja digelar agar pelaksanaan acara berjalan lancar dari awal hingga akhir n  Baca Tumpengan...Hal 35

Warning Pejabat Eselon IV Diminta Kreatif Berikan Pelayanan Publik LICIN – Wakil Bupati (Wabup) Yusuf Widyatmoko mengingatkan pejabat eselon IV yang sudah selesai mengikuti Pendidikan dan Latihan Kepemimpinan (Diklatpim) IV, untuk lebih terampil memberikan layanan kepada masyarakat. Alumni Diklatpim IV harus memiliki inovasi dan ide-ide kreatif dalam memberikan layanan publik. Warning Wabup Yusuf itu disampaikan pada saat menutup kegiatan Diklatpim IV angkatan 501 di Gedung Diklat pegawai negeri sipil (PNS) Desa Tamansari, Kecamatan Licin, kemarin (13/14). Wabup Yusuf mengatakan, Diklatpim IV diselenggarakan bukan sekadar memenuhi persyaratan administratif atau formalitas belaka. Lebih dari itu, kegiatan Diklatpim ini diharapkan

PENUTUPAN: Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko melepas tanda peserta Diklatpim-IV di Gedung Diklat PNS di Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Banyuwangi, kemarin.

ICHSAN RASYID/RaBa

membawa dampak riil bagi kinerja pejabat pemerintah melalui penambahan wawasan, pengetahuan, dan

pembentukan sikap mental profesional. Karena itu, pejabat eselon IV yang menjadi peserta Diklatpim menjadikan

ajang tersebut sebagai salah satu tahap untuk mengembangkan kualitas aparatur untuk mewujudkan pemenuhan kompetensi jabatan struktural. Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Banyuwangi, Sih Wahyudi mengatakan, pelaksanaan Diklatpim IV saat ini hanya 40 hari. Pada tahun 2014 mendatang, Diklatpim IV akan diperpanjang menjadi 97 hari atau berlangsung selama tiga bulan. “Diklatpim IV merupakan angkatan terakhir pada 2013 ini terbilang singkat, hanya 40 hari,” katanya. Walau demikian, Sih Wahyudi berharap, ilmu yang didapat bisa diaplikasikan secara maksimal untuk meningkatkan kinerja aparatur pemerintah daerah. Selama berlangsungnya Diklatpim IV semua peserta mendapatkan banyak materi yang bermanfaat dalam meningkatkan kinerja mereka sebagai aparatur pemerintah n  Baca Warning...Hal 35

NUR HARIRI/RaBa

MELAPOR: Hosnan saat melapor ke Mapolres Situbondo kemarin (13/11).

Istri Kabur Bersama PIL, Sopir Truk Lapor Polisi SITUBONDO - Kasus penelantaran dalam rumah tangga biasanya dilakukan suami terhadap sang istri. Namun, kasus yang dilaporkan Hosnan, warga Dusun Lesong, Desa Sumberejo, Kecamatan Banyuputih, ini terbalik. Karena dirinya ditinggal oleh Mairul Lutvia yang tak lain adalah istrinya. Kejadian yang dialami pria 31 tahun ini terjadi sekitar empat bulan terakhir. Hosnan menduga, istrinya Mairul Lutvia, 23, dibawa kabur oleh seseorang berinisial RD, 25, warga Desa Sempol, Kecamatan Prajekan, Bondowoso. Sebelum mendatangi Polres Situbondo, sebenarnya pria ini telah berulang kali mencari-cari istrinya. Namun upaya pencarian itu tidak membuahkan hasil hingga empat bulan lamanya. “Saya sudah mencarinya tapi tidak ketemu. Ini bukti nikah saya bernomor 346/24/XII/2008,” kata Hosnan, saat memberikan keterangan kepada polisi. Kepada polisi, Hosnan melaporkan beberapa kasus yang menimpanya sekaligus. Dirinya melaporkan kasus perzinahan yang diduga dilakukan keduanya. Selain itu, pria ini juga melaporkan sang istri karena membawa kabur satu unit sepeda motor merek Honda Vario. “Dia juga membawa uang saya Rp 30 juta,” terang Hosnan, di hadapan polisi. Kaburnya sang istri dengan membawa uang sebesar Rp 30 juta ini diduga dibuat foya-foya bersama RD. Dikatakan, uang sebesar Rp 30 juta itu merupakan uang pinjaman dari salah satu bank di Kota Santri. “Kalau sepeda motornya itu masih kredit. Saya tidak punya pilihan lain dan menyerahkan masalah ini kepada polisi,” terangnya. Pria yang berprofesi sebagai sopir truk ini berharap agar istrinya cepat kembali. Harapan itu untuk memikirkan nasib anaknya yang masih berusia tiga tahun yang empat bulan terakhir ditinggal pergi ibunya. “Mungkin dengan dilaporkan ke polisi ini, istri saya bisa kembali. Lagian kasihan anak saya masih berusia tiga tahun,” kata Hosnan. Data yang berhasil dikumpulkan, hilangnya sang istri baru diketahui setelah dirinya baru pulang bekerja sebagai sopir truk. Sejak empat bulan itulah, dirinya tinggal bersama anaknya hingga sekarang. “Saya menduganya dibawa kabur. Karena seminggu yang lalu saya mendapat kabar mereka mengontrak rumah di Kota Situbondo,” terangnya. Kasubag Humas Polres Situbondo AKP Wahyudi mengatakan, laporan tersebut hingga saat ini masih dalam penyelidikan pihaknya. Sejauh ini pihaknya masih memeriksa saksi dan mengumpulkan barang bukti berupa foto copy kartu susunan keluarga (KSK) dan akta nikah. “Mudah-mudahan kasus perzinahan ini cepat terungkap,” ujar AKP Wahyudi. (rri/als) Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono. Redaktur Pelaksana: Syaifuddin Mahmud. Redaktur: Ali Sodiqin. Koordinator Liputan: Agus Baihaqi. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Nur Hariri (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja. Pemasaran & Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Gerda Sukarno Prayudha, Benny Siswanto, Samsuri (Situbondo). Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah, W. Nugroho. Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan. PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti. Administrasi Iklan: Widi Ukiyanti. Perpajakan: Cici Irma Setyani. Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari. Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/mmk, berwarna depan Rp 35.000/mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. J

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

J

Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

J

Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


27

Kamis 14 November 2013

AP Kembali ke Sekolah Bocah Pencuri Kotak Amal setelah Ditangguhkan

ISTIMEWA

DITEGUR: Bangunan toko di depan ruang tata hijau (RTH) Maron Genteng ini mendapat teguran dari tim pemkab.

Terjunkan Tim Inventarisasi Aset Tim dari Pemkab Turun ke Genteng GENTENG – Terbengkalainya sejumlah aset milik Pemkab Banyuwangi di Kecamatan Genteng rupanya mulai menuai respons. Tak ingin aset milik pemkab tersebut sirna dan terbengkalai, kemarin tim dari Pemkab Banyuwangi turun ke Genteng. Mereka melakukan inventarisasi aset. Kehadiran tim mendata dan mencocokkan kembali aset-aset milik pemkab. Tim dari pemkab terdiri Plt. Kabid Operasi dan Pemeliharaan Dinas Pengairan Priyadi dan Kabid Fispra Bappekab Edi Purnomo. Selama di lapangan, mereka didampingi Camat Genteng Yusdi Irawan; Kepala Desa Genteng Kulon Darwinako, dan Ketua BPD Genteng Kulon Rudi Hartono. Mereka berbincang dan mendiskusikan aset milik pemkab yang ada di Genteng. Tim juga membawa peta sebagai petunjuk awal invetarisasi aset. Sasaran inventarisasi adalah alah tanah stren sungai hingga delta yang ada di dekat jembatan gantung. “Memang ada perubahan. Dulu disini tidak ada jalan, kini malah ada jalan,” ujar Priyadi sembari menunjuk peta di-

dampingi camat dan kades Genteng Kulon. Selama turun di lapangan, tim juga menegur pemilik bangunan toko di depan ruang terbuka hijau (RTH) Maron. Sebab, bangunan tersebut ditengarai belum mengantongi IMB. Terkait bangunan itu, pihak dinas PU Bina Marga Cipta Ka r ya dan Tata NIKLAAS ANDRIES/RaBa Ruang akan meny- MENCOCOKAN: Camat Genteng dan Kades Genteng urati Satpol PP agar Kulon bersama perwakilan dinas pengairan mengecek menegur pemilik keberadaan aset di Genteng. bangunan. Kades Genteng Kulon Darwinako ber- kannya tidak jelas, nantinya bisa dijaharap upaya ini bisa menjadi sinyal awal dikan tempat untuk relokasi pedagang penyelesaian keberadaan aset. Sebab, kaki lima (PKL). bila dibiarkan berlarut-larut imbasnya Seperti pernah diberitakan, kemalah desa yang menjadi sasaran. “Ka- beradaan aset milik Pemkab Banyulau tidak segera diselesaikan masyara- wangi berupa tanah, kantor, dan gekat tahunya itu ada didesanya,” ujarnya. dung rupanya harus mulai mendapat Penyelesaian masalah aset ini di- perhatian ekstra. Sejumlah bangunan harapkan bisa menjadi solusi bagi desa ternyata terindikasi sudah berlalih dan pemerintah daerah. Bila memang tangan pengelolaannya kepada pihak dipastikan milik pemkab dan peruntuk- lain. (nic/aif)

Krisis Tempat Pembuangan Sampah GENTENG – Kecamatan Genteng sebagai salah satu kota terbesar kedua setelah Banyuwangi diam-diam menyimpan masalah. Problem sampah kini menjadi pekerjaan rumah serius yang harus segera dicarikan jalan keluarnya. Hingga saat ini Kecamatan Genteng belum memiliki tempat pembuangan sampah (TPS) yang memadai. Kondisi ini tentu saja cukup mengkhawatirkan. Apalagi bila tidak sampai tertanggulangi sampah dapat berpengaruh terhadap kelangsungan hidup manusia. Tidak hanya ancaman penyakit yang bisa menyerang manusia. Problem sampah sebetulnya sudah menjadi perhatian utama pemerintah Kecamatan Gen-

NIKLAAS ANDRIES/RaBa

KUMUH: TPS Pasar Genteng inilah yang menjadi lokasi pembuangan sampah masyarakat.

teng. Camat Genteng Yusdi Irawan mengatakan, pihaknya sudah beberapa kali mencoba

mencari solusi untuk mengatasi masalah sampah. Hanya saja, pihaknya mengaku ada beberapa

problem yang ditemui di lapangan. “Kita sudah coba carikan solusinya. Termasuk lokasi TPSnya, tapi belum menemukan tempat yang pas,” ujarnya. Untuk mengatasi masalah sampah di Genteng sebetulnya sudah ada TPS di kawasan Karetan, Desa Genteng Wetan. Namun, lokasi itu tidak terjaga dan tidak terawat. Imbasnya, lingkungan di sana menjadi kotor dan bau. Dampak sampingan lainnya, masyarakat menolak dijadikan TPS. Belum adanya TPS di Genteng rupanya membuat penampungan sampah di Pasar Genteng menjadi favorit masyarakat. Tidak jarang sampah sering kali menumpuk hingga menutup bahu jalan. (nic/aif)

SEMPU – Penangguhan penahanan AP, bocah pencuri kotak amal masjid, sudah dikabulkan oleh aparat Polsek Sempu. Sejak kemairn, pelajar MTs itu tak lagi menghuni hotel prodeo Mapolek Sempu. Tentu saja, mendengar anaknya dikeluarkan dari tahanan, orang tua AP senang bukan main. Bapak kandung AP, Kotman merasa sangat lega anaknya tak lagi tinggal di jeruji besi. Begitu penangguhan dikabulkan, Kotman langsung membawa anaknya pulang kampung dengan mengendarai sepeda motor, sore kemarin. Kotman menuturkan, setelah penahanan ditangguhkan, anaknya langsung dibawa pulang ke rumah neneknya di Dusun Sidomulyo, Desa Sepanjang, Kecamatan Glenmore. Selama ini bocah tersebut memang tinggal bersama nenek dan kakeknya. “Nenek sama kakek sakit

AP diduga banyak terpengaruh oleh teman-temannya di luar sekolah. Orang tuanya juga setuju kalau nanti anaknya tinggal di pesantren” Washil Hifdi Kepala MTs As-Shidiqi

karena kepikiran cucunya,” ujar Kotman kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi, kemarin. Sejak anaknya ditahan oleh Polsek Sempu terkait kasus pencurian kotak amal, dia dan keluarga merasa sangat susah. Berbagai upaya sudah dilakukan agar anaknya bisa keluar. Sayang upaya tersebut belum membuahkan hasil. Namun, ketika dirinya datang ke Mapolsek Sempu untuk mengajukan surat penangguhan penahan-

an, upayanya membuahkan hasil. Kedatangan Kotman didampingi pengacaranya, Achmad Wahyudi. “Lega, lega sekali rasanya sekarang,” ujar Kotman sambil merangkul anaknya dengan suara agak parau. Sementara itu, Kepala MTs AsShidiqi, Washil Hifdi, juga ikut senang karena AP yang selama ini juga belajar di sekolah tersebut akhirnya bisa keluar dari tahanan. Gus Washil - sapaan akrabnya- juga mengaku akan menerima AP untuk belajar lagi ke MTs As-Shidiqi. “Kita terima dan orang tuanya memang sempat menemui saya,” ujarnya. Setelah diberi kesempatan untuk belajar tersebut, AP sekaligus diminta untuk tinggal di pesantren. Sehingga pembinaan dan pengawasan terhadap yang bersangkutan bisa lebih maksimal dilakukan. Selama ini AP diduga banyak terpengaruh oleh teman-temannya di luar sekolah, sehingga sampai berurusan dengan aparat kepolisian. “Orang tuanya juga setuju kalau nanti anaknya tinggal di pesantren,” tandas Gus Washil. (azi/aif)

Desain Elegan, Sangat Nge-Jazz MENJELANG pentas Banyuwangi Beach Jazz Festival (BBJF) di pantai Boom, 16 November, para penyuka musik jazz tidak hanya membeli tiket untuk menonton. Mereka mulai memburu atribut jazz. Terutama atribut yang bisa dikenakan saat menonton pertunjukan. Dan, lebih dari itu, bisa disimpan sebagai kenang-kenangan. Para jazz mania itu pun banyak yang berkunjung ke outlet KaOsing. Bagai gayung bersambut, mereka berhasil menemukan apa yang dicarinya di produsen kaus etnik dari negeri Osing di Jalan Ahmad Yani 93C Banyuwangi (50 meter arah selaran kantor pemkab Banyuwangi/persis depan kantor Pengadilan Agama Banyuwangi). Ya, tim kreatif KaOsing memang telah meluncurkan kaus special edition menyambut pertunjukan BBJF. Spesial karena desainnya: gambar saxhopone besar yang menjadi ikon musik jazz dan di bawah kiri ada tulisan Osing Jazz Banyuwangi. ’’Tulisan itu sengaja kami pilih agar kausnya abadi. Setelah event BBJF pun masih bisa dipakaim’’ terang Tasya Madina, pengelola outlet KaOsing.

ISTIMEWA

KELUARGA JAZZ: Josep Atmadjaja bersama istri kenakan kaus Osing Jazz Banyuwangi.

Yang menjadikan spesial, alasan kedua, kaus jazz produk KaOsing hanya dicetak dalam dua warna khas pencinta jazz. Yakni, hitam dan putih. di atas kain kaus warna hitam dan putih desain Osing Jazz Banyuwangi tampak elegan. Dan, tentu saja membuat pemakainya percaya diri dan bangga.

’’Wah, desainnya sangat elegan. Semangat jazz sangat terasa. Sedangkan lainnya juga nyaman dipakai,’’ papar Josep Atmadjaja, pencinta jazz yang awal bulan lalu menonton Jakarta Jazz di Jakarta. Segera berburu ke outlet KaOsing. Buktikan sendiri baru beli. Mumpung belum kehabisan. (adv/aif)


28

Kamis 14 November 2013

Lima Pembalap Naik Podium Dalam Kejuaraan BMX di Surabaya SURABAYA - Sejumlah pembalap Banyuwangi unjuk gigi dalam kejuaraan nasional BMX open putaran final dan BMX pelajar putaran final yang digeber di arena nasional adrenaline park, Bukit Darmo, Surabaya. Para pembalap di bawah naungan Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) Banyuwangi yang turun dalam ajang tersebut adalah Rico Fauzi Pranata di kelas seri MTB 4X under 19. Pembalap yang bergabung dalam tim SMA Katolik

ISTIMEWA

TENSI TINGGI: Tiga pembalap sedang beraksi di arena nasional adrenaline park, Bukit Darmo, Surabaya.

Hikmah Mandala dan PPLP Jatim itu merorehkan tinta manis dengan menggondol juara pertama. Selain itu, dia juga mencatatkan diri menjadi harapan II kelas BMX. Pembalap lain yang menorehkan prestasi mentereng adalah Laksmarion Moll yang tampil di kelas MTB 4X Master. Pelajar asal SMAK Hikmah Mandala, Banyuwangi, itu menjadi jawara setelah mempencundangi sejumlah pembalap dari daerah lain. Di belakang dia diraih Ahmad Supriyadi dari tim Agie Big Team Jepara. Di posisi juara ketiga direngkuh Adi Yuwono dari tim Red Chili, Blitar. Masih tiga ada pembalap lain

yang naik podium di berbagai kelas. M Gayla Zafir dari SD Muhammadiyah, Muncar menjadi juara 5 di kelas Peewee A. Di kelas Youth A, M Ferdianto juga menjadi juara kelima. Pelajar SDN I Kedungrejo, Muncar itu kalah bersaing dengan daerah lain. Pada kelas men junior, Rico Fauzi juga berhasil mencatatkan diri sebagai juara kelima. Pembalap asal SMA Hikmah Mandala itu. ‘’Lima pembalap yang tampil di seri final itu semua naik podium,’’ ungkap Rion, komisi penanggung jawab BMX dan MTB Cross kontingen Banyuwangi. Perlu diketahui, kejuaraan seri

open tersebut sebagai puncak setelah melewati empat seri. Empat seri tersebut digelar di berbagai kota di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa timur. Dengan demikian, kejuaraan yang tampil di laga puncak it merupakan pertandingan pembalap terbaik di wilayah masing-masing. Masing-masing daerah di setiap provinsi diambil delapan finalis dalam kejuaraan BMX league atau BMX pelajar. Ajang tersebut digelar selama dua hari mulai tanggal 9-10 November lalu. Kejuaraan tersebut sekaligus memperingati hari pahlawan di kota terbesar di u. (ton/als) (ton/als) Indonesia itu.

Bentuk Badan Sensor Lagu Using Rekomendasi Sarasehan Seniman-Budayawan BANYUWANGI -Badan sensor lagu-lagu daerah Banyuwangi bakal segera dibentuk. Fungsi lembaga tersebut bertugas untuk menyeleksi lirik-lirik lagu-lagu daerah agar tidak menyinggung masalah suku, agama, dan ras (SARA) dan berbau porno. Rekomendasi pembentukan badan sensor tersebut mencuat dalam sarasehan seniman dan budayawan yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Banyuwangi di Graha K-Link Jalan Gajah Mada, kemarin (13/11). Narasumber sarasehan Drs. Subur Bahri, MSi, wakil rektor Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi kepada koran ini mengakui bahwa wacana soal badan sensor berkembang dalam sarasehan. Dikatakan, sarasehan memutuskan untuk membuat badan sensor untuk mengeliminir lagu-lagu

yang tidak mencerminkan budaya luhur masyarakat Banyuwangi. “Apapun produk-produk budaya, karena merupakan hasil olah budi dan daya pikir, maka harus mempertimbangkan faktor keindahan, kepatutan, dan kelayakan,” terang Subur dalam sarasehan tersebut. Selain itu, imbuh dia, ada faktor keharusan atau normative factor. Bahwa setiap produk budaya harus dapat menciptakan hal yang berkaitan dengan tata nilai di masyarakat. “Karena dipercaya sebagai akal budi manusia, maka harus dipercaya sebagai salah satu instrumen dalam rangka mempertahankan kearifan lokal,” cetusnya. Subur berharap seniman bisa mensosialisasikan nilai-nilai luhur dalam lagu ciptaannya. Seperti gotong-royong, persatuan, Pancasila, UUD’45, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI. “Nah, tugas Dispendik dan Disbudpar untuk menyelenggarakan semacam festival lagu-lagu daerah dengan memperhatikan lirik lagu yang diciptakan dan penampilan

penyanyinya,” usul Subur. Selain Subur, sarasehan yang dipandu budayawan Drs. Bambang Lukito, SH, MH itu juga mengundang narasumber pencipta lagu Using gaek Andang CY. Kepala Bakesbangpol Banyuwangi Iskandar Aziz mengatakan bahwa sarasehan bertema “Peningkatan Kesadaran Masyarakat akan NilaiNilai Luhur Budaya Bangsa”. Kegiatan itu diadakan karena muncul keprihatinan terhadap lagu-lagu daerah Banyuwangi yang kurang sopan liriknya. Untuk itu, Bakesbangpol mengundang kalangan produser rekaman, pencipta lagu, pemerhati budaya, para guru, dan ketua MKKS. Mereka diajak berdialog untuk memberi masukan, sehingga ada rekomendasi yang bisa mengeliminir budaya-budaya negatif di masyarakat. “Bagaimana mindset sebagai budayawan atau pemerhati seni bahwa bangsa kita memiliki sopan-santun dalam berbudaya, khususnya budaya Banyuwangi,” kata Aziz. (adv)

BAHAS LAGU USING: Wakil Rektor Untag Subur Bahri menjadi narasumber sarasehan seniman, kemarin (13/11).

BALI

BANYUWANGI

SITUBONDO

• Waiters •

• Desa Balak •

• Wisma Anggrek •

Restoran di Kuta Bali Membutuhkan Waitress, Transpor t ke Bali akan ditanggung dan Ada Bantuan Akomodasi Berminat Hubungi 081294100961/ 03614739360

ISTIMEWA

SOSIALISASI: Kadis Kelautan dan Perikanan saat memberikan materi pentingnya makan ikan di Balai Desa Lemahbang Kulon, Singojuruh, Rabu (13/11) kemarin.

Pudjo: Makan Ikan Anak Sehat, Cerdas, Kuat SINGOJURUH - Dinas Kelautan dan Perikanan Banyuwangi menggelar sosialisasi Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) di Balai Desa Lemahbang Kulon, Kecamatan Singojuruh, Rabu (13/11) kemarin. Ratusan peserta yang berasal dari anggota PKK dan warga Desa Lemahbang tampak mengikuti sosialisasi ini. Sosialisasi yang dipimpin Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Banyuwangi, Ir Pudjo Hartanto, ini juga dihadiri Camat Singojuruh, Naning Machrufi; Kepala Desa Desa Lemahbang Kulon, Adin Sunyoto; serta perwakilan Polsek Singojuruh dan ahli gizi Siska. Dalam sambutannya, Kepala Desa Desa Lemahbang Kulon, Adin Sunyoto menyambut baik sosialisasi Gemarikan ini. Menurut Adin, jumlah balita yang ada di Desa Lemahbang Kulon berjumlah 230 balita.

BANYUWANGI

Sementara untuk jumlah ibu hamil mencapai 27 orang. Dan jumlah peserta yang mengikuti Keluarga Berencana mencapai 481 orang. “Saya mengucapkan terima kasih kepada Dinas Perikanan dan Kelautan yang telah memberikan wawasan kepada warga Desa kami pentingnya makan ikan,” kata Adin kemarin. Hal yang sama dikatakan oleh Camat Singojuruh, menurut Naning Machrufi, sosialisasi ini adalah wujud kepedulian Pemkab Banyuwangi untuk menciptakan generasi emas. “Oleh karena itu, kepada ibu-ibu yang hamil dan anak balita jangan lupa meningkatkan konsumsi makan ikan agar kandungan gizi yang ada didalam ikan sangat bagus untuk perkembangan otak,” kata Camat Singojuruh itu. Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Banyuwangi, Ir Pudjo Hartanto mengatakan kegiatan ini selain untuk meningkatkan status

BANYUWANGI

gizi masyarakat terutama anak-anak sekolah juga merupakan salah satu mata rantai penyerapan hasil peningkatan produksi perikanan. Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan merupakan program pemerintah yang sangat penting dan strategis dalam rangka meningkatkan kecerdasan masyarakat dan derajat kesehatan masyarakat, karena melalui makan ikan seperti yang dianjurkan oleh pemerintah maka masyarakat akan menjadi semakin sehat, anakanak akan semakin cerdas dan kuat. ”Untuk meningkatkan konsumsi ikan memerlukan berbagai upaya, disamping harus ada upaya merubah pola konsumsi masyarakat yang sebagian besar masih menyukai daging, maka dari itu peranan pelaku usaha dibidang perikanan sangat penting didalam mendukung gerakan memasyarakatkan makan ikan,” pungkasnya. (adv)

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Tanah Sawah •

• Daihatsu Promo •

• Toyota Yaris ‘12 •

• Civic Ferio •

Djl Tnh Swh L 14.000 M2 SHM Glenmore Tepi Jln Dkt Kmpus,RS rumah Hrg 200 rb/m2 0333-821443

Miliki All New Xenia UM 27 Jt bs krdt 5 thn, Ayla cm 80 Jt-an, Terios, Sirion Disc GEDE Hub Hadi 08113541818/081559705555

Toyota Yaris Tipe E matic th 2012, silver, milik dokter, tangan pertama, Hub 081336654004

Civic Ferio 96, mulus, mesin sehat, suku cadang ori, kaki baru, AC dingin,plat bru ganti sept. Hub 081249975047

• Grand Livina ‘07 •

• Panter Turbo ‘07 •

Hub: 082142194111

Dijual Nissan Grand Livina XV 1.5 MT tahun 2007 abu-abu tua metalik, harga 142,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash / kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

Dijual Isuzu Panther Turbo TBR 54F LM tahun 2007 hitam, harga 137,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash / kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

• Toyota Avanza ‘10 •

• Daihatsu Xenia ‘10 •

• Honda Stream ‘02 •

• Tanah Kapling •

• Kredit Motor Honda •

Tnh kapling 135m, cash/krdt. 28jt-34jt, utr pabrik AvilaMuncar.H:085236058438,082143955993

Kredit Spd Motor Baru HONDA Proses Cpat,Bs Tukar Tambah. H: 085228657846

• Tanah & Gudang • BANYUWANGI

Dijual Tnh+bangunan L4x8=32M2 + 10x15=150M2 bsa dbeli dg cash/ kredit &jga bsa disewa, SHM Lok Ds Balak, hrg nego. H: (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

Dijual rumah perum wisma anggrek mas B1 LT 120 LB 95,Stb hub andika 082140814554

• Kebalenan/Lugonto •

• Jl. Basuki Rahmat •

• Rumah + Toko • Djl Sgr Rmh+Toko Strgis Dpn SMK 17 Agst Clring uk 15x15 Ptok Hb 085649209607

• Tanah Muncar •

• Ruko Strategis •

Djl cpt tnh L5.000m, tepi jln rya Brawijaya Muncar. Cck u ush/perum, H: 082330210657.

Djl Ruko Pusat Kota Jl. Ahmad Yani 106 A Stb Hub 081233770294/0338-671304

Dijual rmh lok Kebalenan/Lugonto di Jl raya Rogojampi/Genteng L 10 x15 = 150m2 SHM bs dbeli dgn cash/kredit & jg bs dsewa hrg nego. H: (0333) 631526-635176 , 0811351148

Rmh Djl L600m2, LB 400m2, 2 Lt, 9 KT, 3 KM, Listrik, PDAM, SHM, Lok Jl Basuki Rahmat Stb (Blkg Kntor Kejaksaan Baru STB) Hub. 081 358 057 388. Tanpa Perantara

BANYUWANGI • Rumah Genteng • Hlg STNK P 6051 V a/n Eny Marliana Jl Ikan Layur No.27 RT 01/03 Kel Sobo HlgSTNKP2987XB,an.EmmyHidajati,SPd,Perum Griya Giri Mulya UV 28 06/04 Klatak, Kalipuro Hlg STNK P 4052 VI, an. Hopipah, Dsn Balak Kidul RT 05/01 Ds Balak, Songgon Hlg STNK P 5518 XG, an. Mulyanto, Dsn Bangorejo 02/0, Ds Pesucen, Kalipuro

SITUBONDO • STNK • Hlg STNK P 3248 EP an Bupati Situbondo Jl PB Sudirman No.01,Stb Hlg STNK Nopol P 6528 FA an Taufik, Jl Raya Stb RT 01/04, Besuki

• Tanah Dalam Kota • Djl L 553m2 600jt,372m2 300 jt Nego dlm Kota tepi jln bisa kredit Hub 085232205666

SITUBONDO

• STNK •

TnhRgjL.9600m2Kebalen,L.23500m2,Pancoran Tnh L1150m2, Mendut, L.5000m2, Meneng L.10650m2, L.7000m2 dpn SG. Dswkn Gdg L.200m2+hlmBwiKota,GdgL.2100m2+hlm.3000m2 Srono.H:0811301322/081703130988.

Dijual Rumah Blkng TK Larasati Gtng L 105m2 SHM strtgs hub 081937689798.

INGIN PASANG IKLAN? HUBUNGI: 0333 - 412224

Jual Innova Solar G 2008 Abu2, harga 190 juta nego Innova Bensin G ‘08, 165 juta nego Cash & Kredit

PEMBERITAHUAN Sehubungan dengan makin maraknya aksi penipuan yang memanfaatkan iklan jitu di Koran Radar Banyuwangi kami himbau kepada masyarakat terutama pemasang iklan jitu di Radar Banyuwangi untuk waspada dan berhati-hati. Bila Anda menerima telepon, SMS dengan mengatasnamakan petugas dari Radar Banyuwangi maka segera konfirmasi ke Radar Banyuwangi (0333) 412224. Radar Banyuwangi tidak bertanggungjawab atas semua transaksi yang terjadi selain pemasangan iklan secara resmi di Radar Banyuwangi.

Dijual Toyota Avanza 1.3 G F60IRM GMMFJJ tahun 2010 silver metalik, harga 135 juta nego, brg istimwa, bisa cash /redit, hub (0333) 631526, 635176, 0811351148

Dijual Daihatsu Xenia F60IRV-GMDFJJ tahun 2010, silver metalik, harga 117,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash / kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

Dijual Honda Stream S7A 1.7 AT tahun 2002 hitam, harga 135 juta nego, barang istimewa, bisa cash / kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148


BALJEBOL

Kamis 14 November 2013

BALI

ILLEGAL LOGGING

JEMBER

BONDOWOSO

33

LUMAJANG

Giliran Kasi Propam Dicopot Diduga Imbas Kapolsek Asusila

JUMAI/RADAR JEMBER/JPNN

DIDUGA DARI TNMB: Selain mengamankan kayu dan truk, polisi juga membawa Jalahum, pemilik kayu dari Desa Curahnongko, Tempurejo dan Andik, sopir truk tersebut.

Tangkap Truk Muatan Kayu WULUHAN - Sebuah truk bermuatan kayu balok penuh diamankan di Polsek Wuluhan, kemarin. Truk bernopol DK 9343 JG tersebut diamankan oleh petugas setelah diketahui surat ijinnya kadaluarsa. AKP Jumadi, Kapolsek Wuluhan menjelaskan, truk bermuatan kayu tersebut diamankan anggotanya, setelah mendapatkan informasi dari anggota polisi yang sedang bertugas di Tempurejo. Seketika itu, sepanjang jalan raya Ambulu – Balung diawasi ketat. “Pagi hari, anggota mengamankan truk tersebut setelah sebelumnya dibuntuti,” terang AKP Jumadi. Dia mengamnkan kayu yang diduga ilegal logging tersebut, karena ijin yang dipakai sudah kadaluarsa. “Ijinnya sudah September lalu,” terangnya. Ternyata kayu yang dimuat bukan rupanya kayu hasil perkebunan. Dari jenis kayu yang telah dibilah tersebut, merupakan kayu rimba. Jenis kayu yang telah dijadikan bentuk slimar, kusen dan jenis lainnya tersebut beragam. Mulai dari kayu Bayur, Jatimas dan jenis kayu rimba lainnya. “Kayu tersebut diduga kuat dari TNMB,” lanjut AKP Jumadi. Selain truk, dalam operasi tersebut pihaknya juga mengamankan Jalahum, pemilik kayu dari Desa Curahnongko, Kecamatan Tempurejo dan Andik, yang menjadi sopir truk. (hud/hdi/JPNN/aif)

JEMBER – Kasi Propam Polres Jember Iptu M. Amir tiba-tiba dicopot dari jabatannya kemarin (13/11). Perwira yang saat ini sedang membantu pengusutan kasus Kapolsek asusila itu dimutasi sebagai Wakapolsek Rambipuji. Pencopotan Amir ini menimbulkan spekulasi di kalangan kepolisian. Amir diduga menjadi “korban” kasus M, Kapolsek yang berbuat asusila dengan seorang perempuan yang bersuami. Kasus tersebut sudah diusut oleh Propam Polres Jember, tetapi sempat ngambang cukup lama, sebelum akhirnya mencuat di media. Wakapolres Jember Kompol Cecep Susatya membantah pencopotan Amir sebagai buntut dari kasus yang menimpa M. Pencopotan Amir dilakukan karena yang bersangkutan sudah cukup lama menjabat sebagai Kasi Propam Polres Jember. “Ndak ada persoalan dengan kasus Kapolsek AKP M. Penyegaran saja, kan beliau (M. Amir, Red) sudah lama menjabat sebagai Kasi Propam,” kelit Cecep. Pengganti Amir adalah Ipda Sucahyo, perwira pertama Polsek Tempurejo. Polres Jember kemarin juga telah menunjuk pengganti AKP M sebagai Kapolsek di salah satu polsek di Jember. “Hari ini sudah ada pejabat yang ditunjuk untuk pejabat harian, AKP Bambang,” ungkap Cecep. Bambang akan menjadi sebagai pejabat pelaksana harian sampai ada pengukuhan Kapolsek baru dari Polda Jatim. Menganai kasus M, Cecep mengatakan, masih terus dilakukan penye-

RADAR JEMBER/JPNN

KENA IMBAS: Setelah tidak menjabat Kasi Propam, Iptu M. Amir (kanan) kini dimutasi menjadi Wakapolsek Rambipuji.

lidikan oleh propam polda. “Masih diperiksa kembali oleh propam polda,” ungkapnya. Perkara tersebut akan dilanjutkan pemeriksaan untuk persiapan pelaksanaan sidang etik dan profesi bagi perwira berpangkat AKP itu. Hasil pemeriksaan itu, kata dia, akan diajukan ke Kapolda Jatim. Polres akan menunggu petunjuk dan keputusan Kapolda mengenai pelaksanaan sidang

Tiga Siswa Menangis

RADAR JEMEBR/JPNN

TERSIMPAN DI BB: Vita Fitria Dewi semasa hidup.

Rumah Dekan UIJ Dirampok Menyaru Istalatir, Gondol Rp 104 Juta MAYANG – Perampokan di siang bolong terjadi di Jalan Kalimantan, Jember, kemarin. Sasaran perampokan adalah rumah Dekan FISIP Universitas Islam Jember (UIJ), Abdul Hadi. Dalam aksinya, perampok berhasil membawa kabur uang tunai Rp 104 juta. Untuk mengelabuhi penghuni rumah, perampok menyaru sebagai petugas instalasi listrik PLN. Kawanan itu berhasil mengecoh pembantu rumah tangga yang saat itu sedang sendirian di rumah majikannya. Sami, pembantu rumah tangga yang bekerja di rumah Dekan FISIP UIJ Abdul Hadi, mengaku sekitar 09.30 kemarin siang, dia didatangi dua orang pria yang mengaku sebagai petugas instalasi PLN. Pria yang saat itu mengenakan baju layaknya petugas PLN, mengaku padanya jika sebelumnya mereka telah mendapatkan ijin dari majikannya. “Katanya dia disuruh bapak (Abdul Hadi, Red),” akunya. Kedua pelaku tersebut tidak menunjukkan perilaku yang mencurigakan sedikit pun. Bahkan katanya, salah seorang

satunya lagi ada dibawah. Katanya masih nyatat jumlahnya lampu,” ungkapnya dengan nada lugu. Pe re m p u a n berusia 40 tahun itu, sempat ditinggal kebawah oleh salah seorang p e l a ku y a n g memintanya RADAR JEMBER/JPNN memegang test KO R BA N P E R A M P O K A N : A b d u l H a d i pen itu. Setelah menunjukkan tempat menyimpan uang yang sekitar 5 mediacak-acak perampok. nit lamanya, dari pelaku sempat mencatat pelaku itu kembali keatas dan sejumlah lampu yang ada mengajaknya turun bersama dirumah itu dengan buku dengan kelantai bawah. “Saat yang dibawanya. “Ya percaya saya diajak ke lantai bawah, saja saya, Pak. Ada yang satu dia bilang sudah selesai uruitu bawa buku nyatat-nyatat sannya,” ujarnya. Bahkan saat lampu kok,” katanya. Sedang- mereka hendak meninggalkan kan dirinya, dibawa oleh salah rumah milik juragan Sami itu, seorang pelaku ke salah satu mereka sempat menitipkan salam jika kedua petugas PLN kamar yang ada di lantai dua. Di dalam kamar itu, Sami di- sudah mendatangi rumahnya. Sementara itu, menerima minta memegang test pen oleh pelaku yang menggiringnya kabar rumahnya dirampok, kelantai dua rumah itu. Bah- Abdul Hadi langsung pulang kan diakuinya, dia memegang kerumahnya dan mengkroscek alat detektor listrik itu hingga uang yang disimpannya itu. sekitar 15 menit lamanya. Ternyata benar, uang sejumlah “Saya diatas berdua sama orang Rp 104 juta amblas tak tersisa yang satu itu. Sedangkan orang sepeser pun. (rul/JPNN/aif)

RAPBD Dijamin Tidak Molor Lagi Akhir Bulan Ini Dipastikan Sudah Rampung LUMAJANG—Pengesahan RAPBD selama tiga tahun terakhir berturut-turut selalu bermasalah, karena selalu terlambat didok. Namun, tahun ini RAPBD 2014 dipastikan tepat waktu. Kepastian bahwa APBD tidak akan molor lagi disampaikan oleh Ketua DPRD Lumajang, Agus Wicaksono. Saat memimpin sidang paripurna. Dia yakin bahwa APBD 2014 tidak akan mengalami terlambat. “Saya optimistis APBD 2014 tidak mengalami kendala,” ujarnya.

Semau fraksi, kata dia, sudah menyiapkan dengan sebaikbaiknya untuk melakukan pembahasan lanjutan. Koordinasi fraksi-fraksi, kata dia, juga sudah berjalan dengan baik. Hal yang sama juga disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Lumajang, Achmad Jauhari. Dia menjamin APBD 2014 tidak akan sama dengan APBD tiga tahun sebelumnya yang selalu terlambat. Menurut Jauhari, sudah ada komitment antara eksekutif dan kegislatif agar APBD 2014 tidak terlambat. Komitment tersebut, dia yakini akan dipegang teguh baik oleh eksekutif maupun legislatif. Bahkan, Jauhari yakin RAPBD sudah rampung pada akhir

AKP M. “Saya kemarin di hadapan Pak Kapolres bilang, saya tidak menuntut apa-apa,” tegas LA. Dia sejak awal menginginginkan M mengakui perbuatan yang sudah dilakukan kepada istrinya. Saat dipertemukan dengan M di ruangan Kapolres Jember, Selasa 912/11), M langsung memeluk dirinya dan mengakui perbuatannya. (ram/jum/JPNN/aif)

Jenazah Vita Tiba di Rumah

BOLOS SEKOLAH LUMAJANG – Tiga siswa SMA Gumukmas, Jember, harus berurusan dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Lumajang. Penyebabnya, ketiganya ditangkap setelah diketahui membolos saat jam sekolah. Ketiga siswa tersebut adalah Sukron, 16, Muhammad Nasrul Anam, 16, dan Syaiful rizal, 15, kelas IX, semuanya pelajar SMA 1 Gumukmas. Mereka ditemukan sedang berada di Alun-Alun Lumajang pada jam 09.00. Mereka yang berada di kawasan permainan alun-alun ini langsung mengundang kedatangan petugas Satpol PP. Petugas yang kebetulan melakukan razia pelajar langsung mengepung ketiganya. Langkah itu membuat tiga siswa tersebut tidak bisa lolos dari incaran petugas Satpol PP. Ketiganya kemudian ditangkap dan diamankan ke Kantor Satpol PP Lumajang. Ketika ditangkap itulah ketiga siswa tersebut menangis. Suara isak tangis mereka sampai terdengar dari luar kantor Satpol PP. (fid/sh/JPNN/aif)

etik dan profesi. “Nanti sidangnya akan dilakukan di Jember atau di polda,” katanya. Dia memperkirakan, penuntasan kasus AKP M membutuhkan waktu sekitar satu bulan. Sementara itu, pihak keluarga pelapor (ES dan suaminya LA) sudah puas dengan pencopotan M dari jabatannya. Saat ditemui di rumahnya kemarin, LA mengaku sudah memaafkan perbuatan

bulan ini. Selanjutnya, tinggal menunggu proses lanjutan sebelum akhirnya RAPBD tersebut disahkan menjadi APBD. Optimisme bahwa RAPBD tidak akan molor juga disampaikan oleh Pemkab Lumajang. Sekretaris Kabupaten Lumajang, Abdul Fatah Ismail juga meyakini bahwa RAPBD 2014 akan tepat waktu. “Insya Allah tidak ada kendala,” ungkapnya. Kemarin, sidang paripurna lanjutan kembali di gelar di Pandapa Kabupaten Lumajang. Agendanya adalah jawaban pemerintah atas Pemandangan umum fraksifraski DPRD Lumajang terhdap rancangan APBD Kabupaten Lumajang tahun anggaran 2014. (wan/sh/JPNN/aif)

BANGSALSARI – Jenazah Vita Fitria Dewi, 21, mahasiswa Universitas PGRI Adi Buana (Unipa) Surabaya, yang ditemukan tewas di kawasan hutan Claket, Pacet, Mojokerto, tiba di rumah duka di Dusun Tegal Gebang, Desa Sukorejo, Bangsalsari, dinihari kemarin (13/11). Kedatangan jenazah sekitar pukul 02.00 tersebut membuat isak tangis keluarga pecah. Mulai Selasa (12/11) sore keluarga Yumiati, ibu kandung korban, di Dusun Tegalgebang, Desa Sukorejo, Bangsalsari sudah menunggu kedatangan jenazah dari RSUD Soekandar, Mojosari, Mojokerto. Setelah keluarga mengetahui bahwa mayat di dalam karung yang ditemukan oleh pencari rumput di

kawasan hutan Claket adalah Vita, keluarga langsung ke Mojokerto. Posisi Yumiati sendiri berada di Jakarta saat mendapat kabar bahwa ciri-ciri mayat yang ditemukan di hutan itu mirip dengan anak semata wayangnya. Mengetahui hal tersebut, dirinya langsung menelpon teman Vita yang satu kos di Surabaya. “Sebagai ibu, saya harus tahun siapa temannya yang satu kos biar memudahkan saya untuk menjaganya,” katanya. Pada Selasa tersebut, temannya langsung mendatangi RSD Soekandar, Mojokerto, untuk melihat mayat yang ditemukan tersebut. Setibanya di lokasi, teman korban mengirimkan foto mayat itu ke ponsel Yumiati. Yumiati langsung

shock ketika melihat foto mayat yang ditemukan tersebut memakai syal yang merupakan pemberiannya kepada korban. Selain itu ciri-ciri kuat yang dikenali temannya adalah adanya tanda lahir di kaki kiri, bekas luka di kaki kanan, dan pakaian yang dikenakan mayat tersebut. “Wajah foto mayat yang dikirim ke saya sangat jelas jika itu Vita,” terang Yumiati. Sementara, keluarga di Jember langsung membagi tugas untuk menjemput Yumiati di Juanda dan untuk menjemput jenazah di RSUD Soekandar, Mojokerto. Saat ibu korban dijemput di Juanda, kondisinya sudah shock berat. (hud/har/JPNN/aif)


34

Kamis 14 November 2013

PEKAN KREATIVITAS PELAJAR 11-16 NOVEMBER . KAMPUS UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 BANYUWANGI

Lomba Baca Puisi Banjir Peserta SEMENTARA itu, Pekan Kreativitas Pelajar (PKP) 2013 kembali semakin meneguhkan jati diri sebagai ajang adu kreatif antar pelajar di Bumi Blambangan. Kemarin (13/11), panitia menghelat lomba baca puisi bagi kalangan siswa tingkat SMP dan SMA/sederajat se-Banyuwangi dan Situbondo. Sambutan pelajar terhadap lomba baca puisi kali ini ternyata jauh melampaui ekspektasi panitia. Betapa tidak, tak kurang dari 125 pelajar asal seantero Banyuwangi dan Situbondo ikut ambil bagian dalam perlombaan tersebut. Saking membeludaknya jumlah peserta, lomba yang dimulai pukul 09.00 itu baru berakhir sore kemarin. Hal yang lebih membanggakan, selain dari segi kuantitas peserta yang begitu banyak, kualitas masing-masing performer sangat jempolan. Sesekali, peserta membuat arena perlombaan diselimuti nuansa sendu, sesekali pula para peserta membuat semangat pengunjung arena lomba baca puisi tersebut menggelora dengan pekik suara yang begitu membahana. Bahkan, tiga anggota dewan juri, yakni MH Qowim (Jawa Pos Radar Banyuwangi), Fatah Yasin Noor (sastrawan), dan Edwin Samodra (pengasuh ladang sastra Radio Mandala FM) sempat dibuat kerepotan menentukan peserta yang berhak menyandang predikat juara I, juara II, dan juara III. Meski demikian, melalui rapat dewan juri yang digelar sesaat setelah lomba usai, akhirnya tiga anggota dewan juri yang kompeten di bidang baca puisi, itu “berhasil” menentukan penyandang jawara I, jawara II, dan jawara III, tersebut. Panitia PKP 2013, Benny Siswanto mengatakan, para pemenang lomba baca puisi, tersebut akan diumumkan dalam acara awarding PKP 2013, Sabtu (16/11). “Pengumuman pemenang lomba baca puisi dilakukan saat awarding PKP 2013, Sabtu mendatang. Selain lomba baca puisi, para juara lomba Mading 2D, Mading 3D, SJ, lomba baca berita, dan lomba telling story akan dilakukan pada hari yang sama,” pungkasnya. (sgt/als)

KERJAKAN TUGAS: Sejumlah pelajar dari SMA 17 Agustus 1945 mendatangi arena PKP 2013. Mereka ditugaskan untuk meresume ajang kreasi pelajar ini.

Semakin Meriah di Hari Ketiga

FOTO-FOTO: GALIH COKRO / RaBa

SERIUS: Buletin bikinan peserta Student Journalist mendapat perhatian dari pengunjung.

EKSPRESIF: Peserta lomba puisi tampil di hadapan dewan juri kemarin. Peserta mencapai ratusan orang. PUSAT PERHATIAN : Salah satu karya mading 3 dimensi.

PEROLEHAN SEMENTARA BALLOT TOKOH FAVORIT 2013 TAHAP 4

NO. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

NAMA

HASIL (%)

Dadang Wigiarto 28.64 Eko Susilo Nur Hidayat 7.92 Guntur Priambodo,DR. Ir. MM 7.77 Yoyok Mulyadi, Ir 7.57 Muslimin Fasyah 4.29 Muh Hidayat, drs. H. 3.71 Fatchan Himami Hasan 3.51 Ira Damayanti 3.51 Irwan Setiawan 3.51 Wendriawanto 3.51

Abdullah Azwar Anas

Achmad Musta’in

Agung Setyo Wibowo

Andi Mulyo

Eko Susilo Nur Hidayat

Eva Hesty

Faida, dr

Fatchan Himami Hasan

Ira Damayanti

Ira Stephani Rawung

Irma Noervadila

Irwan Setiawan

Muslimin Fasyah Nanang Masbudi

Novita Ratnan- R Bomba Sugiarto ingtyas

Sumantri Soedomo Taufik Hidayat, dr. Teguh Sumarno

Toni Hartono

NO. 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20

NAMA

HASIL (%)

Anton Sunartono Ficky Septa Linda Hadi Wijono Faida, dr Teguh Sumarno Mentik Rohimah Achmad Musta’in Sofia Cholisa Bintari Wuryaningsih, dr. Andriani, dr.

Andriani, dr.

2.53 2.51 2.33 2.23 2.16 1.93 1.91 1.45 1.43 1.38

NO.

NAMA

21 22 23 24 25 26 27 28 29 30

Kelik Dwi Kuncoro Nanang Masbudi Rusdi Dziban, dr. SPb Samsul Hadi, Ir. Joko Triatni Umi Kulsum Handoyo Saputro Iwan Aziz Siswanto, Ir. Taufik Hidayat, dr. Novita Ratnaningtyas

Anton Sunartono

Arvy Rizaldy, SE

Bintari Wuryaningsih, dr.

Ficky Septi Linda

Guntur Priambodo, Dr. Ir. MM

Hadi Wijono

Handoyo Saputro

Iwan Aziz Siswanto, Ir.

Joko Triatni

Rusdi Dziban, dr. SPb

Samsul Hadi, Ir.

Soekardjo

Sofia Cholisa

Umi Kulsum

Virda Damayanti

Waridjan, drs

Wendriawanto

HASIL (%)

Kelik Dwi Kuncoro Mahmudi, MPdI, Drs

1.13 0.85 0.65 0.63 0.63 0.60 0.50 0.35 0.33 0.15

BANYUWANGI - Gelaran Pekan Kreativitas Pelajar (PKP) 2013 terus menggebrak Banyuwangi. Bukannya surut, animo kalangan pelajar Bumi Blambangan untuk menyaksikan hasil karya peserta lomba majalah dinding dua dimensi (Mading 2D), majalah dinding tiga dimensi (Mading 3D), maupun buletin karya tim peserta lomba student journalist (SJ), justru semakin menggelora. Pada hari ketiga pelaksanaan PKP 2013 kemarin (13/11), ratusan pelajar memadati lokasi pameran di auditorium kampus Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi. Bahkan, seluruh siswa SMA 17 Agustus 1945 Banyuwangi, mulai siswa kelas X, kelas XI, hingga kelas XII, tumplek blek di arena pameran untuk “memelototi” hasil karya masing-masing tim peserta lomba Mading 2D, Mading 3D, dan SJ. Bukan sekadar menyaksikan hasil karya peserta lomba tersebut, para siswa SMA 17 Agustus 1945 Banyuwangi, mendapat tugas sekolah untuk merangkum, menilai, dan mengomentari Mading 2D, Mading 3D, maupun buletin karya peserta lomba SJ. “Seluruh karya peserta sangat unik, kreatif, bagus. Layak dicontoh,” ujar Wulandari, 18. Siswi kelas XII IPS SMA 17 Agustus 1945 Banyuwangi

NO.

NAMA

31 32 33 34 35 36 37 38 39 40

Irma Noervadila Soekardjo Abdullah Azwar Anas I Made Cahyana Andi Mulyo Arvy Rizaldy, SE Agung Setyo Wibowo Danny Farda M Eva Hesty Heru Pratista

Dadang Wigiarto Danny Farda M

Heru Pratista

I Made Cahyana

Mentik Rohimah

Muh Hidayat, Drs. H.

Sri Suryani, SE

Sri Utami Faktuningsih

Wiwik Eko Lestari Yoyok Mulyadi, Ir

HASIL (%) 0.13 0.10 0.08 0.08 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00

NO. 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50

mengatakan tema yang ini mengatakan, disajikan dalam Mading 2D, Mading 3D, maupun buletin SJ, sangat beragam. Namun dia mengaku memfavoritkan karya peserta yang mengangkat tema budaya Banyuwangi. “Bagi saya, yang paling menarik adalah karya yang mengangkat tema budaya Banyuwangi dan karya yang menginspirasi anak muda Banyuwangi untuk terus maju,” cetusnya. Kemeriahan arena pameran PKP 2013 semakin terasa berkat kedatangan pelajar dari sejumlah sekolah lain di Bumi Blambangan. Bahkan, ratusan peserta lomba baca puisi maupun para supporter menyempatkan diri berkeliling arena pameran PKP 2013 untuk melihat hasil karya masing-masing tim peserta lomba. Hasil karya tim peserta lomba Mading 2D, Mading 3D, maupun SJ, itu berhasil memukau pengunjung. Buktinya, tidak sedikit peserta lomba baca puisi yang berpose di depan karya peserta untuk diabadikan dengan lensa kamera. PKP 2013 diprakarsai Jawa Pos Radar Banyuwangi dan didukung Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi, Untag Banyuwangi, MPM Honda, Bank Muamalat, Bank Mandiri, PDAM Banyuwangi, dan Desy Education. (sgt/als)

NAMA Ira Stephani Rawung Mahmudi, MPDi,drs R Bomba Sugiarto Sri Suryani, SE Sri Utami Faktuningsih Sumantri Soedomo Toni Hartono Virda Damayanti Waridjan, drs Wiwik Eko Lestari

HASIL (%) 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00


BERITA UTAMA

Kamis 14 November 2013

35

HALAMAN SAMBUNGAN

Didampingi LBH-PGRI Jatim n BOCAH... Sambungan dari Hal 25

Penahan AP ditangguhkan setelah ayah AP, Kotman datang untuk mengajukan surat per mohonan penangguhan penahanan ke Polsek Sempu. Saat datang ke Mapolsek Sempu, Kotman didampingi pengacaranya, Achmad Wahyudi, SH. Setelah menyampaikan surat penangguhan penahanan serta menyampaikan ar gumentasinya, Kapolsek Sempu AKP Toha Choiri, akhirnya

me ngabulkan permohonan penangguhan tersebut. Sehingga siang kemarin, AP yang sempat dikirim ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Banyu wangi itu akhirnya bisa pu lang. Advokad Achmad Wahyudi menuturkan, upaya per mohonan penangguhan penahanan tersebut dilakukan, karena dirinya tidak ingin bocah yang masih berstatus pelajar itu terganggu proses belajarnya.”Semangat wajib belajar sembilan tahun itu yang ha rus ditangkap, karena itu

amanat undang-undang,” jelas le laki yang juga Ketua LBHPGRI Provinsi Jawa Timur itu. Selain menyampaikan permo honan penangguhan penahanan, Wahyudi mengaku akan mendampingi AP sampai ke proses persidangan. Jadwal persidangan sendiri diperkirakan masih akan berlangsung paling cepat pekan depan. “Kita tunggu saja jad wal nya, semoga bisa segera cepat selesai,” tuturnya. Mengapa baru sekarang mengajukan penangguhan penahanan? Wahyudi mengaku baru

tahu kasus tersebut. “Ya tahunya baru sekarang,” ujarnya. Sementara itu, Kapolsek Sempu AKP Toha Choiri membenarkan jika dirinya telah mengabulkan permohonan pe nangguhan penahanan yang disampaikan orang tua AP. Mengenai alasan mengabulkan permohonan penangguhan penahanan, Kapolsek Toha tidak terlalu banyak komentar. “Ya kita tangguhkan penahanannya,” ujarnya singkat. Seperti diberitakan kemarin, Kapolsek Sempu akhirnya menangguhkan penahanan terhadap

Menyesal dan Ingin Melanjutkan Sekolah n ABG... Sambungan dari Hal 25

MA meminta Saritem menemuinya di dekat tempat ibadah Minggu siang itu. Tak berselang lama korban pun datang. Sesampai di lokasi, MA menarik korban ke dalam gudang. Di dalam gudang itulah, terjadilah peristiwa tersebut. Setelah mengalami peristiwa itu, Saritem pulang ke rumah sambil menangis. Melihat anaknya menangis, orang tua korban menanyakan apa yang telah terjadi. Begitu tahu anaknya diperlakukan seperti itu, orang tua korban me laporkan kejadian itu ke Mapolsek Kabat. Sementara itu saat di konfir masi kemarin (13/11), Kapolsek Kabat Iptu Imron meng akui, pihaknya telah mene rima laporan dari pihak korban. Atas kejadian itu, polisi telah mengupayakan me diasi kasus yang menimpa dua anak di bawah umur itu. Hal

ini dilakukan ka re na mempertimbangkan ke be radaan dan kondisi psikologis korban mau pun pelaku. ”Kita te lah mengusahakan mediasi dengan melibatkan tiga pilar, agar semuanya bisa berjalan dengan baik,” ujar Imron. Namun langkah bijak yang diambil pihak Polsek ternyata bertepuk sebelah tangan. Pihak keluarga korban tetap ngotot agar perkara ini diselesaikan secara hukum. Sampai berita ini ditulis kemarin, kepolisian masih terus melakukan penyelidikan dengan menggali keterangan dari korban dan keluarga. Berdasarkan hasil visum et repertum dan melihat barang bukti dari pakaian dalam korban, polisi memastikan adanya kejadian tersebut. Sementara itu, MA kepada polisi mengakui berbuat tidak patut di dalam gudang tersebut. Meski begitu, dia menyatakan menyesal atas kejadian itu. MA juga mengaku ingin kembali melanjutkan sekolah.(mg1/bay)

Sambungan dari Hal 25

Apalagi kala itu, kondisinya sedang mengandung. Namun demikian, Restiyangsih berusaha untuk tidak terbelenggu dengan pekerjaan yang sudah dijalani. Pada akhirnya, muncul ide untuk membuat minuman sari kedelai. Perempuan itu pun menjual sari kedelai keliling kampung. Dia mengaku beberapa kali dagangannya tidak laku. Misalnya,

membawa 15 bungkus, yang terjual hanya lima bungkus. ‘’Sisanya saya konsumsi sendiri,’’ kenangnya. Kejadian semacam itu bukan hanya sekali terjadi, namun be rulang-kali. Meski begitu, dia tidak putus asa dan terus semangat. Dia menjajakan dagangannya itu hingga ke perkantoran. Mulai dari situlah, dagangannya mulai laku. Hingga pada akhirnya, dia dipanggil Dinas Perindustrian dan Perdagangan Banyuwangi

Sambungan dari Hal 25

Sementara aset lain-lain senilai Rp 207,438 miliar itu meliputi tagihan pemerintah daerah pada pihak ketiga, dan tuntutan ganti rugi yang dilakukan pemerintah. “Total nilai aset pemerintah

daerah itu me ngacu pada laporan neraca per 31 Desember 2012 hasil audit BPK 2013,” ujar Sekkab Slamet. Nilai aset pemerintah daerah baru terungkap dalam era kepemimpinan Bupati Abdullah Azwar Anas. Pada era bupati se belumnya, nilai aset yang dimiliki pemerintah dae rah

Sambungan dari Hal 36

Tapi kenapa penyortirannya tidak tepat. Banyak honorer yang lebih junior justru ikut tes,” terangnya. Ditambahkan, BKN juga tidak pernah menerima data-data pendukung semisal daftar hadir dan bukti gaji. Semua itu ada di BKD. BKN hanya menerima soft copy yang isinya data tersebut. “Data itu ditandatangani oleh tim verifikator kabupaten, terdiri dari BKD dan inspektorat.

Ke mudian tentu menyetuji sek kab dan bupati. Artinya memang tidak ada keterlibatan BKN di dalam penentuan kuota 798 yang bisa ikut ujian,” ungkapnya. Zeiniye mencontohkan, dari kabupaten/kota yang lain, pengusulannya sangat banyak. Ada yang 2000 orang, bahkan di luar Pulau Jawa pengusulannya rata-rata di atas 5000 orang. ”Ya masuk semua itu. Kerena memang pengajuannya sejumlah itu. BKN Tidak pernah melakukan pemilahan,” ungkapnya.

Sambungan dari Hal 25

Selain itu, Samsul juga membangun Terminal bus Wiroguno di Desa Setail, Kecamatan Genteng. Namun dari sekian banyak langkah yang dirintis Samsul tersebut, belum semuanya bisa terealisasi sampai sekarang. Hanya beberapa yang kemudian bisa beroperasi setelah ditindaklanjuti oleh bupati selanjutnya, yaitu Ratna Ani Lestari dan Abdullah Azwar Anas. Salah satu yang sudah terlihat beroperasi dan membuat Banyuwangi makin banyak dikunjungi turis maupun investor adalah Bandara Blimbingsari. Beroperasinya bandara tersebut makin memudahkan akses Banyuwangi dengan kota-kota besar lain di Indonesia. Sehingga tak heran kalau Bumi Blambangan kini banyak dikunjungi tamu penting.

Sambungan dari Hal 36

Sambungan dari Hal 26

Menurutnya, bagaimana pun juga pelaksanaan Banyuwangi Festival tidak akan meninggalkan adat ketimuran. ”Tradisi dan adat lokal tetap kita jaga,” ujar gitaris yang akrab disapa Mbah itu. Kendala utama persiapan yang dialami tim kreatif dan SHULHAN HADI/RaBa

DIDAMPINGI ORTU: Penyidik memintai keterangan saksi korban di Polsek Kabat kemarin.

untuk mengikuti berbagai ke giatan. Dia dibekali cara pem berian label hingga dagangannya itu diteliti Majelis Ulama Indonesia (MUI). Kini, mi numan sari kedelai hasil jerih payahnya itu sudah mendapatkan sertifikasi halal. Kini, brand sari kedelai hasil usahanya itu, semakin banyak pelanggan. Karena perjuangan keras hingga berhasil, tiga juri memilih dia sebagai juara pertama. Sedangkan, juara dua diraih Ipung Purwadi dari Ru-

mah Makan Bajak Laut, dan disusul Mona Mawardi dari usaha oblong khas Banyuwangi. Pada sesi selanjutnya, Bank Syariah Mandiri melakukan sosialisasi tentang Deteksi Emas Palsu dan Pencegahannya. Sosialisasi tersebut bertujuan untuk menghapus kekhawatiran masyarakat tentang penipuan emas palsu. Itu bisa terjadi jika masyarakat tidak mengetahui ten tang bagaimana caranya mendeteksi uang asli atau palsu. (ton/bay)

tidak jelas alias abu-abu. Para era Bupati Ratna Ani Lestari, BPK sempat mengalami ke sulitan melakukan audit terhadap aset yang dimiliki pemerintah Akibat kesulitan melakukan audit itu, BPK sempat memberikan pendapat disclaimer atas pemeriksaan tahun ang-

garan berjalan. Pada pemeriksaan tahun 2012 lalu, BPK baru bisa melakukan audit terhadap aset yang dimiliki pemerintah daerah. Dengan selesainya proses audit ini, mengantarkan Banyuwangi memperoleh wajar tanpa pengecualian (WTP) murni dari BPK pada tahun 2013. (afi/bay)

Politisi asal Ke camatan Jangkar ini juga menambahkan, yang dimaksud kuota 30 persen yang akan diambil sebagai CPNS, bukan 30 persen dari jum lah tenaga honorer K.2 yang ikut ujian. Tapi 30 persen secara nasional. “Jadi, bisa jadi jumlah yang diterima untuk Situbondo lebih banyak dari yang dirediksikan, jika hasil tesnya bagus-bagus. Namun, bisa sedikit bahkan tidak ada, jika hasil tesnya mengecewakan. Sebab, yang jadi tolok ukur nasional, bukan jumlah

kabupaten/kota,” tegasnya. Zeiniye juga menjelaskan, bahwa pelaksanaan tes CPNS dari jalur honorer 3 November lalu adalah yang kali terakhir. Sehingga, ara tenaga honorer yang tidak mendapatkan nomor tes tidak bisa lagi ikut tes CPNS dari jalur honorer. “Artinya, Kalau ada tes CPNS ya harus semuanya mengikuti ja lur umum. Tidak ada lagi rekrutmen dari jalur honorer. Usia maksimalnya 35 tahun. Jadi begitu Versi BKN maupun Menpan,” imbuhnya. (pri/als)

Tetap Sepi Seolah tanpa Penghuni n BELUM...

n SATPOL...

n TUMPENGAN...

Honorer Junior Ikut Tes CPNS n DPRD...

pemilik tebu yaitu Sipu, yang terhitung sebagai tetangganya. “Pihak korban (pemilik tebu, Red) juga sudah memaafkan,” tuturnya. Karena sudah saling memaafkan dan pihak keluarga HD dan AS sudah mengajukan penangguhan penahanan, akhirnya dirinya selaku Kapolsek Sempu, mengambil kebi jakan untuk mengabulkan per mohonan penangguhan penahanan tersebut.(azi/bay)

tiga gadis muda ini dipulangkan. Mereka diharuskan membaca Selawat Nariyah sebanyak satu gelas butir jagung. Selama membaca selawat, ketiganya juga mendapat pengawalan petugas. “Mereka dipulangkan langsung ke rumahnya masing-masing,” tegas Agung. Data yang berhasil dikumpulkan, tiga gadis muda yang terjaring razia itu adalah FL, warga

Desa Kopang, Kecamatan Pekem, Bondowoso. Dua PSK lain adalah DW dan WW, keduanya berasal dari Desa/Kecamatan Sukosari, Bondowoso. Sementara itu, Agung mengaku pihaknya akan terus melakukan razia terhadap PSK pada sejumlah lokasi di Situbondo. “Selama masih ada PSK, petugas akan terus melakukan razia,” pungkas Agung. (rri/als)

Dipasang Layar Mirip Megatron

Gaji Pegawai Dibayar di Muka n KEKAYAAN...

ke dua bocah tersebut juga te lah melakukan pertemuan de ngan dimediasi oleh tiga pilar yaitu Babinkamtibmas, Babinsa, dan Pemerintah Desa Te muasri. “Mediasi tersebut juga disaksikan oleh Forum Pimpinan Kecamatan Sempu,” kata Kapolsek Toha Choiri. Kapolsek Toha menuturkan, dalam mediasi tersebut pihak orang tua HD dan HS menyampaikan permohonan maaf kepada

Dihukum Membaca Selawat Nariyah “Agar mereka tidak mengulangi perbuatannya,MUIjugakamiminta untuk memberikan pembinaan,” terang Agung Wintoro. Selain itu, kepada tiga gadis ini petugas juga melakukan tes urine untuk mengetahui kemungkinan terjangkitnya virus HIV/AIDS. Pantauan koran ini, sebelum

Dagangan Tak Laku, Dikonsumsi Sendiri n KORBAN...

dua siswa SMP Muhammadiyah VII Sempu yang tersandung kasus pencurian dua batang pohon tebu, yaitu HD, 14; dan AS, 14. Keputusan me nangguhkan penahanan terhadap kedua siswa asal Desa Temuasri, Kecamatan Sempu itu dilakukan, setelah pihak keluarga kedua bocah tersebut menyampaikan permohonan surat penangguhan penahan kepada penyidik. Selain itu, pihak keluarga

Sementara itu, keberadaan Terminal Wiroguno justru berbeda dengan kondisi bandara Blimbingsari. Terminal bus di Desa Setail, Kecamatan Genteng itu masih mangkrak sampai sekarang. Belum ada tanda-tanda, kapan terminal yang terletak di selatan jalan raya jurusan Genteng-Jember tersebut bakal beroperasi. Sebab, pembangunan jalan tembus dari Kecamatan Genteng menuju Kecamatan Tegalsari dan Kecamatan Gambiran belum terwujud sampai sekarang. Tahun ini, Pemkab Banyuwangi masih membangun jembatan yang meng hubungkan Kecamatan Gambiran dan Kecamatan Tegalsari. Bila jalan tembus itu sudah jadi, pengoperasian Terminal Wiroguno juga bakal mendekati kenyataan. Selain pembangunan jembatan yang masih dalam proses tersebut, progress lain masih belum ada. Padahal masih banyak

yang harus dilakukan, misalnya pembebasan lahan di jalur Kecamatan Tegalsari dan Kecamatan Genteng. Dengan kondisi yang seperti ini, tentu berharap Terminal Wiroguno segera beroperasi, tampaknya masih jauh panggang dari api. Padahal di sisi lain, tingkat kepadatan arus lalu lintas di Kecamatan Genteng sudah sangat luar. Banyak yang berharap, terminal tersebut bisa segera beroperasi dan arus lalu lintas Genteng, Tegalsari, dan Gambiran juga bisa terealisasi. Sehingga harapan banyak masyarakat agar kemacetan di Kota Genteng bisa lebih tereduksi juga segera terwujud. Satu lagi sedikit kemajuan yang terlihat di terminal tersebut. Kalau beberapa waktu lalu terminal ini terlihat suram dan kurang terawat, kini fasilitas tersebut sudah terlihat lebih bersih dan terawat. Tapi, tetap saja terminal ini sepi tanpa lalu lalang bus antar-kota atau angkutan lainnya. (bay)

kru adalah cuaca. Cuaca pantai yang lumayan panas, sedikit memperlambat aktivitas pekerja. Untuk menyikapi hal itu, pihaknya memilih banyak melakukan aktivitas persiapan panggung di malam hari. Hingga kemarin, panitia telah menyelesaikan tujuh panggung. Enam panggung dipakai sebagai tribun penonton, dan satu panggung sisanya sebagai

pentas para musisi. Venue yang membentuk segi enam itu, nantinya juga akan dilengkapi dengan layar LED ukuran raksasa. ”Besok kita lengkapi dengan LED, seperti megatron di Simpang Lima. Pemasangan panggung itu direncanakan sudah rampung pada hari Jumat besok. Sehingga Sabtu pagi, semua sudah bisa diuji coba,’’ jelas Udik. (mg1/bay)

Diklatpim 40 Hari Menjadi 97 Hari n WARNING... Sambungan dari Hal 26

Beberapa narasumber di ha dirkan untuk menggugah motivasi para pejabat eselon IV tersebut. Mulai motivator dari emotional spiritual quo tient (ESQ) Leadership Centre, Direktorat  Jenderal Bina Pembangunan Daerah (Ditjen Bangda) Kemendagri, Bappenas, Widya

Iswara dari Badan Diklat Provinsi Jawa Timur. Dari 40 peserta diklat, seluruhnya dinyatakan lulus dan lima orang peserta ditetapkan sebagai peserta terbaik. Lima peserta terbaik itu adalah Gunawan Adi Prasetyo (Puskesmas Badean), Sutikno (Dispendik), Edy Widiantoro (Dinas Kelautan dan Perikanan), Mujito (Puskesmas Wonosobo), dan Bambang Sudiarto (Puskesmas Songgon). (afi/bay)

Tenaga Kesehatan Dapat Penghargaan BANYUWANGI - Peringatan Har i Kesehatan Nasional (HKN) 2013 ini, Pemkab Banyuwangi memberikan penghargaan kepada sejumlah tenaga kesehatan teladan. Penghargaan tenaga kesehatan itu diberikan kepada mereka yang memiliki dedikasi, loyalitas, dan kepedulian tinggi terhadap pelayanan kesehatan masyarakat. Tenaga kesehatan teladan ini dibagikan menjadi tiga kategori, yakni tenaga medis, ke perawatan dan tenaga kesehatan masyarakat. Untuk kategori tenaga medis diberikan kepada drg Ayun Mustikaningrum peringkat pertama, dr Satinta Febrianti peringkat kedua, dan drg Zelfia untuk ketiga. Untuk kategori tenaga keperawatan, penghargaan diterima Hendy Setiyawan. Peringkat kedua tenaga keperawatan diraih Ari Wulandari dan Hari Dwi Ayu untuk peringat ketiga.

Penerima penghargaan kategori Tenaga Kesehatan Masyarakat adalah Yuli Purwanti, Tri Sumi Indarwati, dan Istiyani. Selain itu, pemkab juga memberikan penghargaan pada Puskesmas yang berhasil melayani masyarakat dengan Bersemangat Kerja dengan Hati Menuju Peningkatan Mutu Pelayanan Publik. Untuk kategori Puskesmas Rawat Inap Besar (A ) diberikan pada Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Sempu, Puskesmas Rawat Inap Kecil (B) diterima PKM Bajulmati. Puskesmas rawat jalan besar, PKM Kertosari, Puskesmas rawat inap sedang PKM Gladag, dan Puskesmas rawat jalan kecil, PKM Wonosobo. Tidak hanya itu, pemkab juga memberikan penghargaan pada Puskemas dengan kinerja baik. Puskesmas type A diberikan pada PKM Sempu, Puskesmas Type B PKM Kebondalem, Puskesmas rawat jalan besar, PKM

Ker tosari, Puskesmas rawat inap sedang PKM Kebaman dan Puskesmas rawat jalan Kecil, PKM Wonosobo. Beberapa penghargaan tenaga kesehatan teladan dan Puskesmas berkinerja baik itu diberikan langsung Bupati Abdullah Azwar Anas pada peringatan HKN di halaman kantor pemkab pada 12 November 2013 lalu. Bupati Anas memberikan apresiasi terhadap tenaga kesehatan yang terpilih menjadi tenaga kesehatan teladan tahun 2013. Bupati Anas meminta tena ga kesehatan teladan untuk terus berkarya dan memberikan pelayanan terbaik ke pada masyarakat. Kepada tenaga kesehatan yang belum memperoleh prestasi, Bupati Anas mendorongnya untuk mengukir prestasi. “Ayo jadikan penghargaan ini, sebagai perangsang pada tenaga kesehatan lainnya untuk berprestasi,” ujar Anas. (afi/bay)

Dua Remaja Curi Motor Dituntut 6 Bulan Penjara BANYUWANGI - Dua remaja yang ditangkap Polsek Sempu karena diduga mencuri motor Yamaha Vega-R, ZA, 16, dan BA, 16, harus berjuang keras untuk bisa lepas dari penjara. Dalam sidang dengan agenda pembacaan tuntutan Selasa lalu (12/11), Jaksa Penuntut Umum (JPU) Semu SH menuntut mereka enam bulan penjara. Jaksa Semu menyebut, berdasarkan fakta dalam per sidangan, kedua terdakwa yang tinggal di Desa Tamansari, Kecamatan Tegalsari, terbukti telah mencuri motor Yamaha Vega R bernopol P 4627 ZX milik Satiman, warga Dusun Da rungan, Desa Tegalarum, Kecamatan Sempu. Di hadapan majelis hakim yang dipimpin Gusti Susilawati SH, jaksa Semu SH sempat

membeberkan kronologis pencurian kendaraan bermotor (cu ranmor) berdasarkan keterangan para saksi dan keterangan yang diberikan oleh kedua terdakwa. “Kedua terdakwa mengambil motor saat diparkir di samping rumah saksi Satiman,” terang jaksa. Curanmor motor yang dilaku kan oleh kedua terdakwa ini, jelas dia, dilakukan pada 30 September 2013. Dalam aksi ini, selain kedua terdakwa ini masih ada satu pelaku lain Uka, kini masih buron. “Sebelum beraksi, ketiga pelaku sempat pu tar-putar di sekitar lokasi kejadian,” katanya. Dalam curanmor ini, ZA dan BA mendapat tugas mendatangi mo tor Yamaha Vega R yang se dang diparkir di samping rumah korban. Sedang Uka,

berada di seberang jalan sambil mengamati kedua terdakwa. “Dua terdakwa mengambil motor dengan menggunakan gunting, lalu motor dibawa kabur,” ungkapnya. Dari fakta persidangan itu, jaksa menyebut kedua terdakwa itu dianggap terbukti bersalah melakukan curanmor dengan melanggar Pasal 363 ayat 1 ke 3, 4, 5 KUHP. “Mohon pada majelis hakim untuk meng hukum terdakwa dengan enam bulan penjara,” tuntut Jaksa Semu SH. Menanggapi tuntutan jaksa itu, penasihat kedua terdakwa H. Tomi Yudianto SH berharap kedua kliennya itu dibebaskan. Apalagi, Satiman yang menjadi korban curanmor ini juga masih saudara terdakwa. “Korban itu masih paman terdakwa,” harapnya.(abi/bay)


36

Kamis 14 November 2013

Angin Kencang, Nelayan Pilih Tak Melaut

SITUBONDO - Angin kencang yang terjadi selama dua hari terakhir membuat ratusan nelayan tidak melaut. Bahkan, satu kapal motor milik Amir, seorang neleyan asal Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan, karam akibat dihantam angin kencang. Munculnya angin kencang yang secara tiba-tiba melanda kawasan Situbondo ini terjadi siang kemarin (12/11). Saat itu kondisi cuaca di Situbondo sedang mendung dan beberapa saat kemudian angin berhembus cepat dari arah timur ke barat. “Sejak kemarin anginnya (ken-

cang). Jadi banyak nelayan yang tidak melaut sampai sekarang,” kata Faris, salah seorang nelayan yang membetulkan kapalnya. Celakanya, saat hujan turun, kecepatan angin pesisir Desa Kilensari ini semakin kencang. Hal inilah yang membuat kapal motor milik Amir karam di sekitar dermaga Panarukan. “Itu milik Amir, kerugiannya sekitar seratus juta,” terang Fajri, sambil menunjukkan lokasi kapal karam di lautan. Pantauan koran ini, hingga sore kemarin (13/11) kapal milik Amir belum

berhasil dievakuasi. Meski begitu, karamnya kapal motor tersebut tidak merenggut korban jiwa. “Jaring, timba, dan hanya alat-alat yang mengapung bisa diambil. Tapi kapalnya belum,” terangnya. Data yang berhasil dikumpulkan, cuaca ekstrim ini baru terjadi saat hujan turun untuk pertama kalinya di Situbondo. “Pemilik perahu sudah berusaha untuk menyelamatkan perahunya, tapi tetap karam. Mesin kapalnya masih ada,” katanya. Menurut nelayan ini, jika angin ken-

cang masih berlangsung beberapa hari berikutnya, bisa dipastikan akan ada lagi perahu yang rusak. Sebab, ratusan perahu milik nelayan hampir seluruhnya bersandar di bibir pantai. “Kemarin dan hari ini tidak ada yang melaut, takut sama angin,” kata Suher, nelayan lain. Para nelayan berharap, angin kencang yang datang dua hari terakhir ini tidak berlanjut. Sehingga mereka dapat melaut seperti hari biasanya. “Kalau cuaca seperti ini kami pakai untuk membetulkan perahu, ngecat, nembel, dan lainnya,” terang Suher. (rri/als)

S A N DA R : A k i b a t a n g i n kencang, ratusan perahu milik nelayan Desa Kilensari tidak melaut kemarin (13/11).

NUR HARIRI/RaBa

ALAT TULIS

DPRD Bentuk Pansus Polemik K.2 Datangi BKN dan Kemenpan, Banyak Temukan Kejanggalan

SITUBONDO - Polemik tenaga honorer kategori dua (K.2) yang tidak bisa ikut ujian CPNS ada 3 November lalu berbuntut panjang. Ini setelah Badan Musyawarah (Banmus) DRD Situbondo sepakat untuk membentuk panitia khusus (pansus) untuk menyelidiki dugaan ketidakberesan dalam pendataan maupun penentuan peserta ujian CPNS K.2. Hari ini, Kamis (14/11) DPRD Situbondo akan menggelar sidang pari-

purna pembentukan Pansus honorer K.2. Sidang ini akan mengumumkan siapa saja para wakil rakyat yang akan menjadi anggota Pansus honorer K.2. “Kemarin (Senin 11/11) kita sudah mengirim surat kepada fraksi-fraksi untuk mengirimkan nama-nama anggotanya yang akan dimasukkan di Pansus. Besok hari kamis (hari ini) jam satu siang kita sudah memparipurnakan nama-nama anggota pansus,” terang Ketua DPRD, Zeiniye, kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi sore kemarin (13/11). Tekad bulat lembaga wakil rakyat untuk membentuk Pansus ini setelah sebelumnya Badan Musyawarah bers-

ama para pimpinan DPRD mendatangi BKN dan Kemenpan di Jakarta. Di BKN, mereka ditemui Tumpak Hutabarat, pejabat yang memang menangani soal pendataan honorer. “Hasilnya mengejutkan. Makanya teman-teman Badan Musyawarah hari Selasa, 12 November langsung menggalar rapat banmus. Karena disinyalir kuat banyak kejanggalan soal verifikasi data, maka DPRD sepakat membentuk pansus data honorer K.2,” tegas politisi berjilbab tersebut. Kata Zeiniye, setidaknya ada tiga poin penting informasi yang diterima dari BKN maupun Kemenpan. Yakni, BKN tidak pernah melakukan verifikasi data kem-

Bolpenku Hadir dengan Corak Piala Dunia

PENIPUAN

Pegawai Disnakertrans Tersangka Calo CPNS SITUBONDO - Setelah dilaporkan dengan dugaan penipuan bermodus menjanjikan korbannya menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), oknum PNS bernama Nuraini, 35, warga Desa Curah Jeru, Kecamatan Panji, Situbondo, akhirnya ditetapkan sebagai tersangka kemarin (13/11). Tidak tanggung-tanggung, penetapan tersangka yang sempat bertugas pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Pemkab Situbondo ini dalam dua kasus penipuan sekaligus. Selain tersangkut dugaan penipuan CPNS, dia juga terkait dugaan penipuan seorang kontraktor dalam kasus proyek abal-abal sebesar Rp 980 juta. Penetapan status tersangka ini setelah Nuraini menjalani pemeriksaan di ruang pidana umum (Pidum) Satreskrim Polres Situbondo. “Setelah menjalani pemeriksaan secara maraton, oknum PNS bernama Nuraini tersebut kita tetapkan sebagai tersangka dalam dua kasus penipuan,” terang AKP Sunarto, Kasatreskrim Polres Situbondo, kemarin (13/11). Dikatakan, sebetulnya pada Rabu (13/11) kemarin, Nuraini akan diperiksa lagi. Namun, saat akan diperiksa oknum PNS itu mengaku pusing. Sehingga pihaknya memerintahkan agar tersangka pulang ke rumahnya.(rri/als)

 Baca DPRD...Hal 35

Satpol PP Tangkap Tiga PSK Anyaran

ISTIMEWA

TAHAN LAMA: Bolpenku hadir dengan corak Piala Dunia Brazil dan empat corak baru.

MENYAMBUT momen Piala Dunia di Brazil tahun depan, Bolpenku hadir dengan seri khusus. Yakni bertema Piala Dunia Brazil. Selain motif Piala Dunia, ada empat produk baru Bolpenku yang juga mulai beredar di pasaran. Keempat produk baru tersebut adalah corak emotion, hello kitty, batik semar, dan juga bulpoin stick dengan kemasan glitter. Soal kualitas tetap sama dengan produk terdahulu. Bahan yang digunakan adalah tinta dengan kualitas terbaik. Dengan kualitas ini, tinta yang keluar menjadi tidak gampang macet. Yang terjadi biasanya, banyak dijumpai bulpoin yang yang tintanya tidak cepat kering. Hal ini tentu membuat pemakainya kesulitan. Apalagi jika tinta yang keluar tidak teratur. Atau juga karena mata pena yang terlalu tajam. Sehingga ketika kita menggunakan kertas yang tipis, kertas menjadi lebih mudah robek terkena mata pena yang terlalu tajam tersebut. Menggunakan Bolpenku, umur tintanya bahkan tahan hingga dua tahun. Di samping itu, kelebihan tintanya membuat Anda bisa menulis lebih licin dan lebih lancar. Soal hasilnya, warna tinta Bolpenku lebih tegas dan lebih jelas. Harga yang dipatok juga cukup terjangkau. Sehingga konsumen tidak perlu khawatir. Pemasaran produk ini sudah mulai merambah di tiap kota. Untuk membelinya pun cukup mudah. Produk Bolpenku bisa didapatkan di toko-toko buku manapun. Cemerlang Anugerah Raya menjadi distributor untuk wilayah Jember, Probolinggo, Situbondo, dan Bondowoso. (adv/als)

bali. Seluruh usulan jumlah tenaga honorer murni dari BKD kabupaten/kota. “Untuk kasus Situbondo, honorer yang masuk K.2 awalnya memang yang diusulkan 1.130. Kemudian setelah dilakukan uji publik bertambah sedikit. Pengusulan menjadi 798 orang. Jadi BKN tidak pernah mencoret pengusulan,” ungkapnya. Dengan demikian, yang mengetahui valid atau tidak validnya data persyaratan tenaga honorer adalah BKD. Sebab, BKN tidak menerima kelengkapan administrasi persyaratan dalam bentuk manual. “Yang melakukan penyortiran BKD n

NUR HARIRI/RaBa

AJEK: Belasan petani saat mendatangi kantor Desa Trebungan, Kecamatan Mangaran, kemarin (13/11).

Sublok Dicopot, Warga Luruk Kades SITUBONDO - Belasan warga Desa Trebungan, Kecamatan Mangaran, mendatangi kantor kepala desanya kemarin (13/11). Belasan warga yang mengaku sebagai petani ini memprotes pencopotan Suwehra, sebagai sublok atau ulu-ulu air oleh kades setempat. Warga menilai, pencopotan sublok tersebut diskriminatif karena tidak melalui forum musyawarah. Hal inilah yang membuat belasan warga tersebut ingin mempertanyakan kepada pihak desa. “Kami hanya ingin menanyakan, apa alasan Pak Kades mencopot dan mengganti sublok itu. Padahal, selama ini kinerja sublok tidak ada masalah dengan petani,” kata

salah seorang petani saat di pendapa Desa Tribungan. Dalam pertemuan yang berlangsung di Balai Desa Trebungan itu, para petani ditemui langsung Kepala Desa Tribungan Nur Hasan, beberapa petugas HIPPA, serta sekretaris Kecamatan Mangaran. Dalam petemuan tersebut, warga diminta untuk menyampaikan aspirasinya secara gambalang. Mereka menyebutkan adanya protes tentang sublok yang sudah diganti yang lain. Kepala Desa Trebungan, Nur Hasan mengatakan, kedatangan warganya ke kantor desa itu, diakunya berkaitan dengan pembentukan sublok yang baru. Menurutnya, sublok sebenarnya sudah dibentuk,

namun ada beberapa aspirasi petani yang merasa belum diikutkan dalam musyawarah. “Ya, kita nanti akan pertemukan kembali, maunya petani apa. Kalau itu baik, ya kita lihat hasilnya,” ujar Nur Hasan. Data yang berhasil dikumpulkan, belasan petani yang datang ke kantor desa ini, sebenarnya sebagian kecil dari petani yang memiliki sawah di areal sublok yang dimaksud. Namun pihaknya akan melakukan pembahasan itu kembali. “60 persen pemilik tanah sudah melakukan tanda tangan, bahkan proses pergantian sublok itu sudah prosedural. Jadi nanti akan kita pertemukan lagi,” katanya. (rri/als)

SITUBONDO - Sedikitnya tiga gadis yang diduga baru belajar menjadi PSK, berhasil diamankan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Situbondo Selasa malam (12/11). Ketiga PSK tersebut langsung diberi pembinaan agar tidak terus-terusan terjerumus ke dunia hitam. Ironisnya, ketiga PSK yang terjaring razia Petugas Satpol PP ini, semuanya berasal dari Kabupaten Bondowoso. Mereka tertangkap petugas, saat berada di eks lokalisasi Gunung Sampan, Desa Kotakan, Kecamatan Kota Situbondo. “Mereka adalah pendatang baru dari Bondowoso, sehingga kami lakukan pendataan agar nanti tidak mengulangi hal serupa,” kata Agung Wintoro, Kasatpol PP Situbondo. Penangkapan terhadap tiga

PSK yang rata-rata masih berusia muda ini dilakukan petugas begitu mendapat informasi bahwa di eks lokalisasi tersebut ada pendatang baru yang diduga kuat baru belajar. Mendapat informasi itulah, Satpol PP bergegas mendatangi eks lokalisasi untuk menegakkan Perda 27/2004 tentang larangan praktik prostitusi di Kabupaten Situbondo. Benar saja, begitu tiba di lokasi, para petugas menemukan tiga gadis asal Bondowoso yang siap beroperasi. Karena tertangkap basah, tiga gadis tersebut langsung diamankan ke kantor Satpol PP. Setelah dilakukan pendataan dan harus membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya, ketiga PSK tersebut juga diberi pembinaan n  Baca Satpol...Hal 35

NUR HARIRI/RaBa

DIBINA: Tiga PSK mendapat pembinaan dari Kasatpol PP Agung Wintoro kemarin (13/11).

Radar Banyuwangfi 14 November 2013  

Jawa Pos Radar Banyuwangi