Page 1

JUMAT 11 OKTOBER

33

Pendorong Perubahan dan Pembaruan

TAHUN 2013

Tewas Diseruduk Dump Truck n Saat Berhenti di Lampu Merah Karangente BANYUWANGI - Kecelakaan mengerikan terjadi di Simpang Empat, Jalan Brawijaya, 1 Makmun membonceng Lingkungan Karangente, Banyuwangi, kemarin. Seorang pengendara motor tewas Karimatul Ahlaq berhenti mengenaskan setelah diseruduk dump truck dari belakang. di traffick light Karangente. Saat lampu 2 Makmun berusaha Korban tewas itu adalah Karimatul Ahlaq, 36, warga Desa Kaotan, merah menyala, di mendahului truk di Kecamatan Rogojampi. Ketika terjadi kecelakaan, perempuan depannya ada truk yang depannya dari arah tersebut dibonceng adiknya, Makmun, 33, mengendarai tidak diketahui 3 Ketika menyalip inilah, kiri. motor n  Baca Tewas...Hal 43 dari arah belakang melaju kencang dump truck yang disopiri Hariyono.

Ahlaq ketika dilindas sisi tubuh Karimatul DITUTUP TERPAL: Po kemarin. nte ge pu merah Karan roda dump truk di lam

1

2

Kecelakaan di Simpang Empat Karangente

Tubuh Karimatul terpelanting di badan jalan raya lalu dilindas dump truck. Wanita itu tewas di lokasi kejadian dengan luka cukup parah. Sedangkan Makmun selamat dari maut.

4

3

4

Rem Truk tidak Berfungsi narnya menyala hi jau. Tetapi, hijaunya sudah hampir kuning dan ber ganti me rah. “Saya lihat motor (Honda Vario yang dinaiki Makmun dan Karimatul Ahlaq) menyalip truk di depan saya,” aku Hariyono. Melihat ada motor yang menyalip truk di depannya dan mencoba menerobos traffic light, Hariyono langsung banting stir ke kiri dengan menyalip truk di depannya mengikuti motor yang dikendarai Makmun n  Baca Rem...Hal 43

SEMENTARA itu, kondisi dump truck yang menewaskan Karimatul Ahlaq diduga tidak layak jalan. Saat kecelakaan terjadi, rem truk yang disopiri Hariyono itu tidak berfungsi. “Remnya atos (keras) dan tidak bisa dipakai,” terang Hariyono kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi. Terkait kronologi kecelakaan itu, Hariyono punya versi lain. Sampai di traffic light Karangente, lampu s e b e -

FOTO-GRAFIS: GALIH COKRO - ZAKARIA/RaBa

HAJI

Masjidilharam Sudah Padat Laporan dari Makkah

Oleh

H. Latief Harun Pembimbing KBIH Sabilillah

SELURUH Jamaah calon haji (JCH) Banyuwangi diimbau menja ga ke sehatan dan tidak memaksakan diri melaksanakan ibadah sunah seca ra berlebihan. S e b a b, p u n c a k haji, yakni wukuf, akan dilaksanakan pada Senin (14/10). “Haji adalah wukuf dan jika tidak melaksa nakan wukuf, maka hajinya

tidaklah sempurna n

 Baca Masjidilharam...Hal 43

Renovasi Butuh Dana Rp 10 M Pelat Kapal Mengalami Penyusutan Drastis KALIPURO - Kondisi fisik dua kapal milik pemerintah daerah, landing craft tank (LCT) Sri Tanjung dan LCT Putri Sri Tanjung I benar-benar sedang kritis. Agar kapal tetap bisa beroperasi secara ideal, maka solusinya harus dilakukan renovasi besar-besaran. Untuk melakukan renovasi itu dibutuhkan anggaran cukup besar, yakni Rp 10 miliar lebih. Asumsinya, satu unit kapal menghabiskan anggaran sekitar Rp 4 miliar hingga Rp 5 miliar. Manajemen PT. Pelayaran Banyuwangi Sejati (PBS) sudah angkat tangan dan menyatakan tidak mampu me-

Kita angkat tangan, karena perusahaan tidak memiliki anggaran sebesar itu” WAHYUDI SE Direktur Utama PT. PBS

nyediakan anggaran Rp 10 miliar itu. Dua kapal itu masih bisa berlayar jika pemilik dua kapal itu menyuntik modal tambahan Rp 10 miliar. Namun, naganaganya, pemerintah daerah sebagai pemilik aset sudah memberikan sinyal akan angkat tangan juga.

Bupati Abdullah Azwar Anas telah memberikan sinyal akan menjual dua unit kapal tersebut. Hanya saja, sampai saat ini pemerintah daerah belum memutuskan apakah akan menambah modal ataukah menjual dua kapal yang dibeli seharga Rp 15 miliar tersebut. Direktur Utama PT. PBS Wahyudi SE mengungkapkan, tahun lalu kapal LCT Sri Tanjung baru menjalani do cking. Itu artinya, operasional kapal LCT Sri Tanjung bisa bertahan dalam waktu satu tahun ke depan. Namun, LCT Putri Sri Tanjung I, kata Wahyudi, pada Februari 2014 sudah harus menjalani docking. Docking tahun depan itu diperlukan anggaran yang cukup besar agar kapal tersebut bisa berlayar dengan aman n  Baca Renovasi...Hal 43

GALIH COKRO/RaBa

STERIL: Tim gabungan Satpol PP dan TNI ketike menutup Lokalisasi Pakem, Kecamatan Banyuwangi beberapa waktu lalu.

WAKTUNYA DOCKING: Kapal LCT Putri Sri Tanjung I bersandar di pelabuhan LCM Ketapang.

Pol PP Pulangkan 6 PSK Luar Daerah

FemalE

Gencar Kenalkan

Sun East Mall MENJADI manajer operasional Sun East Mall membuat Yaya Oktavia sangat sibuk. Dia pun harus pandai mengatur waktu dan bekerja keras agar mal terbesar di Genteng itu bisa lekat lekat di hati masyarakat sebagaimana nama Departemen Sto re Kalisari yang berdiri 47 tahun lalu n

 Baca Gencar... Genc Ge ncar nc a ... ar Hal Hal 43

GALIH COKRO/RaBa

BANYUWANGI - Penutupan se puluh lokalisasi prostitusi yang tersebar di wilayah Banyuwangi ternyata belum benar-benar membuat tem pat pelacuran tersebut steril dari bisnis esek-esek. Terbukti, tim Forum Pimpinan Ke ca matan (Forpimka) Cluring menemukan enam pekerja seks

ko mersial (PSK) yang masih “beroperasi” di Lokalisasi Gempol Porong Rabu malam (9/10). Enam PSK tersebut langsung diserahkan ke kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Banyuwangi. Ironisnya, setelah diselidiki, enam PSK itu berasal dari luar wilayah Bumi Blambangan n  Baca Pulangkan...Hal 43

Iwan Budiono, Pencipta Lagu Garuda Kecil dari Jajag

Launching Pekan Lalu, Dinyanyikan Anak Petinju Crish John Popularitas lagu berjudul ”Garuda Kecil” memang belum sejajar dengan lagu serupa, ”Garuda di Dadaku”. Namun, lagu ciptaan Iwan Budiono itu bisa menjadi alternatif lagu penyemangat bagi anak-anak. Spirit dan nilai nasionalisme tersaji kuat di lirik lagu ”made in” pria asal Dusun Winangun, Desa Jajag, Kecamatan Gambiran, itu. NIKLAAS ANDRIES, Gambiran ADA yang beda dari nada sambung pribadi (NSP) hand phone

milik Iwan Budiono atau Tio dalam be berapa hari belakangan. Dari suaranya, nada penyela nada tut di panggilan telepon genggam itu terdengar sebuah lagu yang dinyanyikan anak-anak. Berbeda dari lagu anak umumnya, lirik yang diperdengarkan itu lebih banyak mengulang kata “garuda”. Syair lagu dalam NSP pria kelahiran Banyuwangi 23 Oktober tersebut adalah sebagai berikut. Aku garuda kau pun Garuda Kita semua Garuda yang perkasa Aku garuda kau pun Garuda Kita semua Garuda Indonesia Rasa penasaran terhadap nada sambung tersebut akhirnya terjawab saat Iwan mengangkat telepon. Lagu

Satpol PP pulangkan 6 PSK luar daerah Kalau nggak kapok-kapok, gembok saja ”anunya”!

Guru renang peragakan 16 adegan Yang jelas tidak ada adegan syur!

NIKLAAS ANDRIES/RABA

NASIONALISME: Iwan menunjukkan lagu ciptaannya yang tersimpan di notebook.

di NSP tersebut merupakan karyanya sendiri. Lagu untuk anak-anak itu diberi judul “Garuda Kecil”.

Lalu, siapa penyanyi cilik yang menyanyikan lagu tersebut n

 Baca Launching...Hal 41

ABDUL AZIZ/RABA

http://www.radarbanyuwangi.co.id

email: radarbwi@gmail.com / beritaraba@gmail.com


34

Jumat 11 Oktober 2013

TOKOH FAVORIT

Besok Pengumpulan Balot Terakhir BANYUWANGI - Persaingan prosentase perolehan balot Tokoh Favorit 2013 versi pembaca Jawa Pos Radar Banyuwangi pada tahap II ini sangat ketat. Mendekati hari-hari terakhir penutupan tahap penyaringan menuju 100 besar, banyak pendukung tokoh favorit yang mengirimkan balot dengan jumlah cukup besar. Seperti diketahui, besok (12/10) merupakan hari terakhir pengumpulan balot untuk tahap II sampai pukul 16.00 WIB. Selanjutnya, Minggu (13/8) nanti akan ditayangkan hasil akhir perolehan prosentase tahap II. Selanjutnya, Senin (14/8) akan dimulai tahap III. “Pada tahap III ini, nilai prosentase akan dikembalikan menjadi nol kembali. Nilai pada tahap II tidak akan diakumulasi. Dan, ballot tahap I dan Tahap II tidak berlaku lagi di Tahap III mendatang,” ujar Gerda Sukarno Prayuda, koordinator pemilihan Tokoh Favorit 2013. (even/als)

PILEG 2014

TOHA/RaBa

ROAD SHOW: Dari kiri, Ir Basuki Rachmad, Atim, dan Suherman dalam acara sosialisasi DPT di Kantor Partai Hanura Jalan KH Agus Salim Banyuwangi.

Hanura Dukung Pemutakhiran DPT BANYUWANGI - DPC Hanura Banyuwangi mendapat kunjungan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyuwangi kemarin (10/10). Kedatangan KPU diwakili Ketua Kelompok Kerja (Pokja) DPT KPU Banyuwangi, Atim Hariyadi dan Ketua Pokja DCT KPU Banyuwangi, Suherman. Pertemuan yang dihadiri Ketua Partai Hanura, Ir Basuki Rachmad, itu juga dihadiri Ketua PAC Partai Hanura seKabupaten Banyuwangi, calon anggota legislatif DPRD Jatim, dan DPRD Banyuwangi. Dalam sambutannya, Ketua DPC Partai Hanura Banyuwangi, Ir Basuki Rachmad menjelaskan, kedatangan legislasi KPU Banyuwangi ini merupakan salah satu upaya menjalin silaturahmi sekaligus sosialisasi berbagai peraturan menjelang pemilu legislatif 2014 mendatang. Pertemuan tersebut, kata Basuki, adalah usaha KPU Banyuwangi untuk memvalidkan DPT (Daftar Pemilih Tetap). “Jangan sampai ketika DPT ini sudah tercetak terjadi protes, nah ini menjadi perhatian kita semua,” jelas pengusaha kontraktor itu. Ketua Pokja DPT KPU Banyuwangi, Atim Hariyadi menjelaskan, KPU Banyuwangi menyadari bahwa masalah DPT ini sangat krusial. Oleh karena itu, KPU Banyuwangi mengambil inisiatif road show ke semua partai politik di Banyuwangi untuk menjelaskan DPT ini. Persoalan DPT ini tidak hanya tanggung jawab KPU, namun tanggung semua pihak. “Kegiatan ini bertujuan agar setelah DPT ditetapkan, daftar pemilih benar-benar valid. Ini upaya maksimal kami agar seluruh warga yang memiliki hak pilih, tercantum dalam DPT,” ujarnya kemarin. Atim mengakui, pihaknya mendapat banyak masukan dari pengurus parpol dan caleg terkait daftar pemilih tersebut. Salah satunya, ada caleg menemukan penduduk yang telah meninggal dunia masih tercantum dalam daftar pemilih pileg 2014. Ada juga warga yang sudah memiliki hak pilih belum tercantum dalam daftar pemilih. “Selain itu, karena kecermatan teman-teman parpol, di salah satu desa terdeteksi pemilih yang salah TPS. Pemilih yang seharusnya masuk TPS 11 dan 12, dimasukkan ke TPS 1 dan 2,” ungkapnya. (adv/als)

Dihukum 3 Tahun Penjara Pemuda yang Masukkan Jari ke Miss V Saritem BANYUWANGI - Agus Setiyawan, 22, warga Dusun Salamrejo, Desa Sumbergondo, Kecamatan Glenmore, tertunduk lesu di kursi pesakitan Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi. Ini setelah majelis hakim menjatuhkan hukuman tiga tahun penjara kemarin sore kemarin (10/10). Yang membuat terdakwa semakin lemas, dalam persidangan dengan agenda putusan itu, majelis hakim yang dipimpin Siyoto SH dengan anggota Jamuji SH dan Imam Santoso SH, juga mewajibkan terdakwa membayar denda Rp 60 juta subsider enam bulan kurungan. “Kalau tidak bisa membayar denda, bisa diganti kurungan,” jelas Siyoto SH kepada terdakwa. Dalam amar putusannya, majelis hakim menganggap terdakwa yang telah mencabuli Saritem (nama samaran), 12, ini terbukti bersalah melanggar Pasal 82 Undang-undang (UU) RI No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak (PA). “Jangan diulangi perbuatan ini lagi, ya,” saran ketua majelis hakim kelahiran Desa/Kecamatan Pesanggaran tersebut. Putusan majelis hakim ini sesuai dengan tuntutan yang disampaikan Jaksa penuntut Umum (JPU) Wahidah SH. Saat menyampaikan, tuntutan jaksa menyebut terdakwa melanggar Pasal 82 UU RI No. 23 tahun 2002 tentang PA, dan meminta kepada majelis hakim menghukum terdakwa dengan hukuman tiga tahun penjara, denda Rp 60 juta subsider enam bulan kurungan. “Kami menerima dengan putusan itu,” cetus penasehat hukum terdakwa H. Tomi Yudianto SH. Perbuatan tidak patut yang dilakukan

AGUS BAIHAQI/RaBa

LEMAS: Agus Setiyawan mendengarkan amar putusan majelis hakim

terdakwa ini terjadi pada Kamis (30/5) lalu. Sekitar pukul 20.00, terdakwa menghubungi Saritem yang tinggal di Desa Bumiharjo, Kecamatan Glenmore, melalui pesan Short Massage Service (SMS). Dalam pesan melalui ponsel itu, terdakwa minta agar Saritem datang ke Studio Musik Dinasti yang ada di Desa Bumiharjo. Saritem sebenarnya menolak untuk menanggapi permintaan terdakwa. Apalagi, keduanya baru kenal sehari sebelumnya. Tapi karena terdakwa terus menghubungi sambil merayu, korban mengiyakan saat dijemput di

rumahnya. “Korban diajak ke studio musik,” jelas Imam Santoso yang bertugas membacakan amar putusan. Di studio musik yang kebetulan sedang sepi, terdakwa mengajak masuk dan langsung merebahkan korban di kasur yang ada di dalam studio tersebut. Meski sempat meronta, korban akhirnya hanya bisa pasrah saat diciumi pipi dan payudaranya. “Terdakwa memasukkan jari telunjuknya ke vagina korban hingga dua kali,” terang majelis hakim. Di tengah adegan yang masih belum layak ini, tiba-tiba ada orang yang

membuka korden jendela. Orang itu lalu menerangi studio dengan menggunakan lampu yang ada pada ponselnya. Melihat ada orang, terdakwa yang masih menindih korban langsung berdiri dan kabur. Tapi sial, sejumlah warga yang ada di luar studio segera memburu terdakwa dan menangkapnya. Sedangkan korban yang sempat dicopoti celananya, hanya bisa menangis sambil menceritakan kejadian yang baru menimpanya. Tidak terima dengan perlakuan ini, orang tua korban melaporkan ke polsek terdekat. (abi/als)

Belajar Susun APBD ke Solo BANYUWANGI - Seluruh anggota DPRD Banyuwangi kembali bedol desa ke luar daerah. Kali ini, para anggota dewan tersebut mengikuti bimbingan teknis (bimtek) di Solo, Jawa Tengah (Jateng). Para wakil rakyat yang terhormat itu belajar tentang Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) 2014 dan Pembahasan APBD tahun 2014. Ketua DPRD Hermanto mengatakan, bimtek ke Solo dilakukan sejak kemarin (10/10) hingga Minggu mendatang (13/10). Ada empat materi yang akan diterima para anggota DPRD dalam rangkaian bimtek yang digelar di Hotel Royal Heritage Solo tersebut. Dua materi terkait Pileg 2014, sedangkan materi lainnya berkaitan dengan pembahasan APBD 2014. Menurut Hermanto, materi terkait pemilu terdiri dari pedoman pelaksanaan kampanye pileg sesuai Peraturan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nomor 15 Tahun 2013.

Materi seputar Pemilihan Umum (Pemilu) yang lain adalah tata cara pelaporan dan penanganan pelanggaran Pileg sesuai Peraturan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Nomor 3 Tahun 2013. “Pemateri yang dihadirkan berasal dari Pusat Reformasi Politik Cetro dan Ketua Bawaslu Daerah Istimewa Jogjakarta,” ujarnya. Materi terkait pembahasan APBD 2014 terdiri dari penyusunan APBD 2014 dan standar biaya masukan tahun anggaran 2014 sesuai Peraturan Menteri Keuangan (Permenkeu) Nomor 72 Tahun 2013. Politikus asal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tersebut mengatakan, pedoman terbaru tentang pembahasan APBD selalu terbit setiap tahun. Dengan demikian, bimtek perlu dilakukan agar seluruh anggota DPRD memiliki pemahaman yang komprehensif terkait peraturan baru tersebut. “Karena peraturan terbaru selalu keluar

setiap tahun, kita harus aktif sehingga pasal per pasal terkait peraturan terbaru tersebut bisa kami pahami secara komprehensif,” kata dia. Hermanto menambahkan, saat ini pihaknya tengah bersiap melakukan pembahasan APBD 2014. Apalagi, DPRD Banyuwangi telah menerima dokumen Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUAPPAS) dari pihak eksekutif. “Kita juga harus memahami kaidah Permenkeu Nomor 72 tahun 2013 tentang standar biaya masukan tahun anggaran 2014,” imbuhnya. (sgt/als)

GALIH COKRO/RaBa

SEPI: Suasana gedung DPRD Banyuwangi yang ditinggalkan penghuninya kemarin.

PANWASLU

Temukan Indikasi Pemilih Ganda BANYUWANGI - Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Banyuwangi menemukan indikasi banyaknya pemilih ganda di sejumlah kecamatan di wilayah Bumi Blambangan. Dari 24 kecamatan se-Banyuwangi, 13 kecamatan di antaranya diindikasi terdapat pemilih ganda. Indikasi banyak pemilih ganda itu didapat dari hasil analisis Panwaslu Banyuwangi dengan membandingkan antara Daftar Agregat Kependudukan (DAK) dengan Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) akhir yang telah ditetapkan KPU Banyuwangi 12 September yang lalu. Karena itu, untuk mengantisipasi kerawanan pada proses pemungutan suara Pemilihan umum Legislatif (Pileg) 2014 mendatang, lembaga penyelenggara Pemilihan Umum (Pemilu) tersebut menerjunkan petugas untuk mencermati daftar pemilih berbasis Tempat Pemungutan Suara (TPS). Komisioner Divisi Organisasi dan Hubungan Antar Lembaga Panwaslu Banyuwangi, Lilikh Maslikah mengatakan, pihaknya melibatkan 794 Pengawas Pemilu Lapangan (PPL) yang tersebar di seantero Banyuwangi untuk mencermati DPSHP yang telah ditetapkan KPU tersebut. Dari hasil laporan PPL yang disampaikan melalui masing-masing Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam), terdapat 13 kecamatan yang selisih antara DPSHP dengan DAK-nya melampaui ambang batas 80 persen. “Apabila selisih antara DPSHP dengan DAK melebihi ambang batas 80 persen, diduga data (DPSHP) tersebut masuk kategori tidak wajar, yakni diduga ada banyak pemilih ganda,” ujarnya kemarin (10/10). Lilikh mengatakan, 13 kecamatan yang selisih antara DPSHP dengan DAK-nya melebihi 80 persen, itu terdiri dari Kecamatan Glagah, Licin, Giri, Kabat, Rogojampi, dan Songgon. Selain itu, fenomena seupa juga ditemukan di Kecamatan Singojuruh, Cluring, Tegaldlimo, Genteng, Gambiran, Tegalsari, dan Pesanggaran.(sgt/als) Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono. Redaktur Pelaksana: Syaifuddin Mahmud. Redaktur: Ali Sodiqin. Koordinator Liputan: Agus Baihaqi. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Nur Hariri (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja. Pemasaran & Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Gerda Sukarno Prayudha, Benny Siswanto, Samsuri (Situbondo). Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah, W. Nugroho. Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan. PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti. Administrasi Iklan: Widi Ukiyanti. Perpajakan: Cici Irma Setyani. Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari. Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/mmk, berwarna depan Rp 35.000/mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. J

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

J

Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

J

Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


35

Jumat 11 Oktober 2013

Suparno Peragakan 16 Adegan

JALAN SEHAT

Kasus Reka Ulang Siswi Tenggelam

NUGROHO/RaBa

DAFTAR JALAN SEHAT: Wiwik, staf Desa Sumberarum, memborong puluhan kupon jalan sehat.

6000 Peserta Sudah Ambil Kaus GENTENG – Pendaftar jalan sehat dalam rangka HUT Sun East Mall/Kalisari Departement Store ke-37 terus berdatangan. Pendaftar tidak hanya dari kota Genteng, tapi juga dari Sempu dna sekitarnya. Berdasarkan data pada bagian informasi Sun East Mall, banyak sekali warga dari kecamatan lain yang berbelanja kupon. Salah satunya adalah Wiwik, staf Desa Sumberarum, Kecamatan Sempu. Siang kemarin, Wiwik memborong puluhan kupon jalan sehat yang akan digelar Minggu besok (13/9). Menurut Wiwik, dirinya mendatangi Sun East Mall untuk berbelanja pakaian sekaligus membeli kupon jalan sehat mewakili teman kantornya, “Semua staf Desa Sumberarum beserta keluarga siap untuk ikut jalan sehat Sun East Mall,” ucapnya. Panitia jalan sehat Fitri menambahkan, hingga kemarin (10/10), sudah ada sekitar enam ribu lebih pembeli kupon yang sudah mengambil kaus. Sementara pihak panitia telah menyiapkan dua ukuran kaus bagi peserta yaitu ukuran all size dan anak-anak, “Kita masih terus pesan kaus, hingga mendekati hari pelaksanaan,” kata Fitri. Bagi masyarakat yang ingin ikut jalan sehat dapatkan segera kupon jalan sehat. Hanya membayar Rp 10 ribu, Anda akan mendapat kaus. Acara ini disponsori oleh AKO LADIES, CLEO (minuman mineral), Real Good, Tawangalun FM, Yamaha Motor, teh sosro, Hilo, Murah. com, teh pucuk harum, Walls, CFC, teh sisri, anlene, Pocari Sweat, Cardinal dan Rudy Cell. (adv)

GENTENG - Meninggalnya Aneke Wulandari, 13, siswi SMPN I Genteng, di kolam renang hotel AJM Genteng ditangani serius aparat Polsek Muncar. Kemarin, polisi menggelar rekonstruksi tenggelamnya Aneke di kolam renang AJM 24 September lalu. Ada 16 adegan yang diperagakan guru olahraga SMPN I Genteng, Suparno, dan dibantu dua siswi sekolah tersebut sebagai pemeran pengganti. Suparno adalah guru renang yang melatih Aneke dan puluhan temannya. Adegan awal, Suparno memimpin doa di depan para siswi sebelum memulai kegiatan. Kemudian, berlari-lari kecil mengelilingi kolam sebagai pemanasan. Usai pemanasan, Suparno memerintahkan para siswi berdiri di tepi kolam sisi utara dan membentuk beberapa kelompok. Setiap kelompok berjumlah empat siswi. Kemudian, setiap kelompok diminta masuk ke kolam dan berjalan ke selatan lalu balik lagi ke utara. Setelah semua kelompok selesai melakukan hal tersebut, para siswi diminta kembali berbaris di tepi kolam. Sementara itu, Suparno masuk ke kolam berkedalaman satu setengah meter. Baru saja dia hendak memberikan materi selanjutnya, mendadak kaki kanannya menyentuh kaki manusia. Dia

ABDUL AZIZ/RABA

REKONSTRUKSI: Suparno saat melakukan rekonstruksi tenggelamnya Aneke di kolam renang Hotel AJM Genteng.

pun langsung mengangkatnya dengan kaki kanan. Setelah diangkat, ternyata itu Aneke. Suparno langsung mengangkatnya ke tepi kolam renang dan sempat

memegang urat nadi korban. Saat itu korban masih hidup. Suparno pun berusaha memberikan pertolongan dengan cara mengangkat kedua kaki

Aneke ke atas. Karena tak membuahkan hasil, Suparno minta tolong agar dipanggilkan ambulans n Baca Suparno...Hal 43

Perketat Izin Produksi Ubur-ubur

NIKLAAS ANDRIES/RaBa

PERLU PENGAWASAN: Pekerja pabrik saat melakukan pemisahan kaki dan kepala ubur-ubur di Muncar.

MERIAH: Anniversary 10th Ratu Nusantara juga memberikan penghargaan kepada anggota lainnya.

MUNCAR - Kekhawatiran meningkatnya pencemaran laut terkait produksi ubur-ubur di Muncar mendapat reaksi Dinas Perikanan dan Kelautan Banyuwangi. Menanggapi membeludaknya pemodal luar daerah yang berbisnis ubur-ubur di Muncar, pemerintah daerah berencana akan memperketat dan meningkatkan pengawasan. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Banyuwangi, Pudjo Hartanto, saat dihubungi koran ini kemarin. Menjawab keresahan

BERBINCANG: Sonny Agus Setiawan saat bertemu Presiden RI dalam acara gala diner HUT RI.

pebisnis di Muncar, pihaknya akan menggalakkan pengawasan bersama pihak kecamatan dan instansi terkait. “Kami akan melakukan pengawasan terpadu,” kata Pudjo. Pengawasan itu, di antaranya memperketat izin usaha. Izin usaha di Dinas Perikanan cukup banyak, termasuk mengenai tata kelola pembuangan sisa hasil produksi. Pudjo menambahkan, jika nanti ada bisnis ubur-ubur yang tidak memenuhi syarat, pihaknya tidak akan memberi izin. Disinggung soal penarikan retri-

busi di lapangan, Pudjo menegaskan bahwa retribusi itu adalah retribusi lelang, tidak dalam kategori izin melakukan pengolahan ubu-ubur. “Itu retribusi lelang dan bukan izin mengolah ubur-ubur,” bebernya. Pemerhati lingkungan hidup asal Muncar, Suwandi, menilai apa yang terjadi di Muncar merupakan akumulasi persoalan yang sudah ada. Kalau pun tidak musim uburubur, pencemaran akan terjadi dari kegiatan lain, seperti produksi ikan lemuru atau ikan lain n Baca Perketat...Hal 43

PENGHARGAAN: Dari kiri, peraih Pearl Manager, Yohaness dari Surabaya, M Saupi dari Pontianak, Erik Marcelinus dari Pontianak dan Dewa dari Tabanan Bali.

Sukses Bertemu SBY, Sonny Jadi Crown Diamond Manager PENGUSAHA muda asal Banyuwangi, Sonny Agus Setiawan kembali mendapat penghargaan dari PT Ratu Nusantara. Apresiasi berupa pemberian jabatan tertinggi kedua dalam struktur perusahaan Ratu Nusantara itu adalah Crown Diamond Manager. Setelah hampir setahun menjadi Diamond Manager dan berhasil mengembangkan network marketing , pria asal Sempu itu dinobatkan menjadi Crown Diamond Manager. Sonny Agus Setiawan mengatakan pemberian penghargaan prestisius ini langsung diberikan oleh GM Ratu Nusantara Harun Indayang disaksikan owner PT Ratu Nusantara William Santoso beserta lima ribu undangan dari seluruh Indonesia. Selain itu, istrinya pun Dwi Anugrahani Wijaya pun juga mendapat peningkatan jenjang karir dengan menempati posisi strategis sebagai Diamond Manager. Posisi yang sebelumnya dipegang oleh sang suami. Tidak hanya itu, selain berhasil mengembangkan bisnisnya dia pun dianggap berjasa membantu mitra-mitranya dalam meraih posisi strategis lainnya di PT Ratu Nusantara. Seperti, Dion Felix dari Pontianak, Nicolas Kwok Liang pontianak, dan banyak mitra lainnya yang meraih strategis lainnya karena binaan

1

Sonny. “Pemberian penghargaan ini diberikan pada (29/9) di Gedung BPPT Jalan Thamrin Jakarta pusat, dalam acara Anniversary 10th PT Ratu Nusantara,” jelas Sonny saat ditemui kantornya di Ruko Jalan Kembiritan No. 190 Genteng telepon 0333845509. Di usianya yang relatif masih muda, Sonny telah berhasil menunjukkan eksistensinya dalam menggeluti usaha Network Marketing. Pelan tapi pasti dia mampu menyakinkan kepada orang jika Network Marketing bukanlan usaha yang sulit dilakukan. Menekuni Network Marketing dibutuhkan naluri wirausaha dan kerja keras. Dengan terjun didunia Network Marketing maka dapat membantu banyak orang menuju sukses. “Setiap orang memiliki hak untuk sukses, maka jalan cepat untuk sukses adalah belajar Network Marketing ini,” jelas Sonny yang beberapa waktu lalu menghadiri upacara Kemerdekaan RI di Istana Merdeka dan mendapat undangan gala diner bersama Presiden RI, bersama Menteri dan undangan pilihan lainnnya. Sonny menambahkan, PT Ratu Nusantara adalah perusahaan yang bergerak dalam pemasaran produk-produk hasil lebah (madu) yang dikemas dengan beberapa varian yang sangat direkomendasikan untuk kesehatan

FOTO-FOTO: ISTIMEWA

SUKSES DI USIA MUDA: Sonny Agus Setiawan (tengah), istri Dwi Anugrahani Wijaya berfoto bersama GM Ratu Nusantara Harun Hidayang sesaat setelah mendapat penghargaan sebagai Crown Diamond Manager.

dan kecantikan. Produk yang dikelola perusahaan nasional asli Indonesia ini berasal dari madu yang memang memiliki khasiat yang luar biasa untuk perawatan wajah, tubuh

2

6

1. SELAMAT YA: Sonny Agus Setiawan bersalaman dengan sang owner Ratu Nusantara William Santoso. 2. BINAAN SONNY: Nicolas Kwok Liang (kanan) dari Pontianak mendapat penghargaan sebagai Diamond Manager hanya dalam waktu 4 bulan. Kiri, Hari Menggala. 3. TEMAN KARIB: Owner Mahayasa Grup sekaligus pengusaha properti, pemilik Atlanta, H Achmad Kusyairi (kanan) bersama Sonny Agus Setiawan sama-sama memiliki visi menjadi pengusaha memajukan Banyuwangi.

3

dan kesehatan. Saat ini, kata dia, Ratu Nusantara menawarkan program sehat religius berwisata umroh. Caranya adalah bergabung menjadi keagenan

dengan harga yang terjangkau. Cukup membayar Rp 2,5 juta anda sudah memiliki empat hak bisnis di Ratu Nusantara dan langsung mendapat voucer senilai Rp 2,5 juta (dapat juga digunakan untuk uang muka umroh) serta mendapat bonus produk kesehatan senilai Rp 600 ribu. Paket sehat religius berwisata umroh ini memberikan fasilitas VVIP kepada anggotanya. Seperti, menggunakan pesawat Garuda atau Emirat, dan hotel bintang 4. Dan Ratu Nusantara juga memberikan reward umrah gratis. “Untuk program sehat religius ini kami mengundang anda bersama-sama dengan mitra lainnya pada (20/10) di Dadapan Regency Kabat. I nformasi dapat melalui Hariyanto 081234727314, Trubus Wiyono 085334847329, Dian Mariyanto 081249268714. Jika Anda tertarik bisa melihat website kami di www. ratunusantara.co.id dan www.billionbee.com. Ingat, Semua orang bisa sukses, tinggal anda mau memutuskan iya atau tidak dalam peluang wirausaha ini, karena modal wirausaha ini relatif kecil. Di perusahaan kami juga ada ada sekolah bisnis di Billionbee (support system) yang medukung anda menjalankan bisnis ini,” pungkasnya. (adv)

4

4. MAJU TERUS: (Dari kiri) Business and Development Manager Hari Menggala, putra owner Raymond, pemilik Ratu Nusantara William Santoso beserta istri merayakan 10 tahun Ratu Nusantara. 5. POSE BERSAMA: Sonny Agus Setiawan juga bertemu dengan Menko Perekonomian Hatta Rajasa 6. BINAAN: Dion Felix (kanan) mendapat penghargaan sebagai Ruby Manager. Pria asal Pontianak ini adalah binaan Sonny Agus Setiawan.

5


36

Jumat 11 Oktober 2013

Banyuwangi Runner Up Tertib Pemanfaatan Jalan BANYUWANGI - Masyarakat Banyuwangi kembali mengukir prestasi bergengsi di tingkat regional Jatim. Kali ini, Bumi Blambangan berhasil meraih runner up dalam lomba penilaian kinerja tertib pemanfaatan infrastruktur jalan yang diselenggarakan Pemprov Jatim tahun 2013. Lomba yang diselenggarakan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Jatim itu melibatkan semua kabupaten/kota di Jatim. Dari 38 kabupaten/kota di Jatim, Banyuwangi berhasil menjadi juara II. Sedangkan untuk juara I diperoleh Kabupaten Pacitan, dan juara III diperoleh Kabupaten Mo-

jokerto. “Surat pemberitahuan Banyuwangi sebagai juara II sudah masuk,” ungkap Kepala Dinas PU Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) Mujiono. Ada beberapa penilaian dalam lomba yang melibatkan tim independen dan pakar jalan itu. Salah satunya, ungkap Mujiono, komitmen politik kepala daerah untuk membangun jalan yang ideal. Untuk penilaian itu, Banyuwangi memiliki nilai paling tinggi di antara daerah lain. Salah satu indikasinya, Bupati Banyuwangi berhasil membangun jalan yang cukup signifikan selama

DOK.RaBa

Mujiono

kurun dua tahun terakhir. Selain itu, kata Mujiono, faktor ketersediaan drainase, trotoar, marka jalan, dan parkir kendaraan menjadi fokus penilaian. Selain itu, fasilitas ruangan terbuka hijau (RTH) dan lampu penerangan jalan umum (LJPU) yang tersedia di sepanjang jalan juga memiliki nilai khusus dari tim penilai. Selain itu, pengendalian sepadan jalan dari bangunan yang dilakukan pemerintah daerah memberikan konstribusi keberhasilan Banyuwangi menjadi juara. Penilaian tertib peman-

faatan jalan memiliki nilai tinggi karena Banyuwangi dianggap konkret dalam menertibkan pemanfaatan jalan. Salah satu kebijakan pemerintah daerah yang dianggap jempolan adalah pembangunan portal jalan di beberapa ruas jalan kelas III yang terletak di desa-desa maupun kelurahan. Langkah ini juga dianggap kebijakan jitu dalam tertib pemanfaatan jalan. Selain itu, tim menilai Banyuwangi paling top dalam menertibkan reklame di sepanjang jalan. Keberadaan reklame itu tidak menganggu fungsi jalan. (afi/als)

Diserang Tikus, Petani Hanya Untung Rp 1 Juta BANYUWANGI - Selain memiliki sejumlah kekayaan di bidang budaya, Desa Kenjo, Kecamatan Glagah, juga terkenal memiliki areal persawahan dan ladang cukup luas. Beragam tanaman seperti palawija, padi, dan sayur mayur ditanam untuk memenuhi kebutuhan hidup warga Kenjo dan sekitarnya. Kepala Desa Kenjo Gojali mengatakan, sebagian besar luas tanah Desa Kenjo ini memang areal persawahan. Karena itu, wajar jika mayoritas warga Kenjo berprofesi sebagai petani dan buruh tani. ”Rata-rata warga Kenjo ini bertani padi,” ucap Gojali. Menurut Gojali, penghasil

padi terbanyak adalah Dusun Krajan dan Dusun Klatakan. ”Untuk penghasil cabe, palawija, sabrang (ubi jalar) dan lain-lain adalah di Dusun Salakan,” ujar pria berkumis tebal itu. Ironisnya, kemarau panjang yang melanda Kabupaten Banyuwangi saat ini membuat para petani padi di Desa Kenjo banyak yang mengalami gagal panen. Gagal panen ini diungkapkan oleh Jahar, 40, petani asal Dusun Krajan. Menurut Jahar, selain karena musim kemarau, yang membuat rugi petani adalah serangan hama tikus yang kerap terjadi di masa sebelum panen. Karena itu, Jahar dan se-

jumlah petani Kenjo lainnya mengaku rugi jutaan rupiah. ”Biasanya kalau nggak ada hambatan seperti ini, hasil panen sekitar Rp 4 juta dari sekitar lima petak sawah. Tapi kalau lagi ada hama seperti ini, kami hanya untung Rp 1 juta. Kurang lebih segitu, Mas,” pungkasnya. Berdasarkan pantauan koran ini, meskipun di Desa Kenjo kaya akan areal persawahan, namun rata-rata pemilik sawah bukan orang Kenjo asli. Melainkan orang Glagah. Penyebabnya, karena banyak warga yang terbelit utang untuk membiayai anaknya sekolah. Sehingga sawah yang mereka miliki terpaksa dijual. (mg2/als)

NUR HARIRI/RaBa

HIKMAT: Bupati Dadang Wigiarto (kiri) menyematkan pin kepada kades terpilih kemarin (10/10). Sebanyak 89 kades dilantik di pendapa Kabupaten Situbondo.

Tugas Pertama Redam Perselisihan Bupati Dadang Lantik 89 Kades SITUBONDO - Bupati Dadang Wigiarto melantik 89 kepala desa yang terpilih dalam pilkades serentak beberapa waktu lalu. Pelantikan digelar di pendapa Kabupaten Situbondo kemarin (10/10). Dalam sambutannya, Bupati Dadang berharap agar kades yang telah resmi dilantik itu benar-benar menjalankan tugas penuh amanah dan bertanggung jawab. “Den-

gan semangat dan tanggung jawab, mari kita bersamasama membangun desa,” kata Bupati Dadang di hadapan para kades. Menurut Dadang, pihaknya meminta para kades yang baru dilantik itu melakukan percepatan penyesuaian agar dapat beradaptasi dengan warga. “Panasnya situasi pasca pemilihan kepala desa itu harus cepat reda,” ujar Dadang. Dikatakan, peran kades dalam menyelesaikan ketegangan dan perselisihan di desanya cukup besar. “Adaptasi

mengawali tugas kepala desa yang baru. Sehingga, ketegangan dan perselisihan dapat segera diselesaikan,” katanya. Para kades yang sudah resmi dilantik ini juga diminta mengayomi seluruh masyarakat. “Kami berharap agar kades bersinergi. Desa harus kondusif. Kami berharap kerukunan bisa tercipta,” katanya. Selain itu, kata Dadang, kepada desa juga harus mengetahui kondisi awal di masyarakat, baik tentang kondisi kesejahteraan maupun indeks pembangunan desa.

“Informasi awal ini semoga menjadi parameter bagi kades dalam membangun desa,” jelas Dadang. Data yang berhasil dikumpulkan, dari 89 kepala desa yang telah dilantik itu, sebanyak 23 kades adalah incumbent. Sisanya adalah kades baru. “Tetapi, baik yang incumbent maupun yang baru, sudah mendapat pelatihan selama lima hari di Puslatpur Karangtekok kemarin (Rabu, 9/10),” kata Tulus Priatmadji, Kabag Pemerintahan Pemkab Situbondo. (rri/c1/als)

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Grand Civic ‘90 •

• Honda Jazz ‘07 •

• Toyota Avanza ‘12 •

Dijual cepat Grand Civic tahun 90 warna abu-abu metalik, barang istimewa, harga 50 juta nego, hubungi 081234820729

Dijual Honda Jazz GD3 1.5 IDSI MT tahun 2007 merah, harga 135 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

Dijual Toyota New Avanza 1.3E MT All New ac dbl tahun 2012 merah metalik, harga 145,5 juta nego, brg istmw, bisa cash/kredit, hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

• Toyota Kijang Krista ‘03 •

• Nissan Terrano ‘00 •

• Mitsubishi T120 PU ‘11 •

Dijual Toyota Kijang Krista UF 81 Grand Lux tahun 2003 hitam metalik, harga 122,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hub (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

Dijual Nissan Terrano K-Road FI tahun 2000 hitam silver, harga 115 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

Dijual Mitsubisi T120 ss (Pick Up) PU 1.5 WDR tahun 2011 biru pasifki, harga 78,5 juta nego, brg istimw, bisa cash/kredit, hub. (0333) 631526 – 635176, 0811351148

• Tanah Dadapan •

• Rumah & Tanah •

• STNK •

• Suzuki Satria ‘12 •

Dijual Tanah (Ada bangunan) Lok Secawan Dadapan; Ruko 2 Lt lok blkg UNTAG Bwi Hub Anugerah Fotocopy Jl Agus Salim Banyuwangi Tlp (0333) 427190/081233669969/085335115873

Jual Rmh L 1485M2 Dpn Bank Rani-Rgj dan Tnh L 9600m2 Kebalen, L 23500m2 Pancoran,L 1150m2 Mendut, L 5000m2 Meneng, L 10650m2 Utara Meneng, L 7000m2 Dpn SG Hub 081703130988

Hlg STNK P 6620 ZB, an. Nurhayati Lingk. Beran RT 01/01 Kel Kebalenan, Bwi

Dijual Suzuki Satria th 2012, barang bagus terawat Hubungi 081358334934

SITUBONDO

• Oper Kredit Rumah •

Hlg STNK P 5092 YE, an. Imam Santoso, Jajang Surat 02/01 Karang Bendo, Rogojampi

• Toko Strategis •

Jual rmh oper kredit Perum Mendut Hijau Blok H No.2 Bwi LT146 m2, LB 36m2 sdh ada tmbahanny H: 081234948529

Hlg STNK P 6905 WD, an. Hafid Arief, Gumirih RT 03/03, Singojuruh, Bwi

• Rumah Sempu •

Hlg STNK P 2850 VC, an. Tri Umrowanto, Perum Kertanegara Blok C-2, Bwi

Djl Toko Pst Kota strategis Jl A.Yani 106 A, STB H 081233770294/0338-671304

Hng STNK P 3970 YI, an. Diyono Jl Hos Cokroaminoto, Sukorojo III No.55, Bwi

Hlg STNK P 3145 YZ, an. Ghea Piscesqy Gupramika, Jl. Medang Kamulan No. 2 03/04 Hlg STNK P 4842 VC, an. Ali Imron, Kedungsari 01/02 Gintangan, Rogojampi

SITUBONDO

RILO DWI GILANG/RaBa

TANAM PADI: Warga Desa Kenjo, Kecamatan Glagah, menanam bibit padi di salah satu areal persawahan milik warga setempat, pekan lalu.

• Avanza ‘09 • Djl Avanza 09 htm G.L300.08. Apv,GA ptih, Yaris 08 E mrh, Inova 04 slr.Hb 082142194111

• Daihatsu Ayla • R-Stock Xenia UM 26 jt, Ayla hrga mulai 81 jt, krdit bs 6 thn, Hub. Hadi 08113541818 / 081559705555

Honda CRV ‘05 Matic (Hitam) 146 Juta nego Cash / Credit Tukar Tambah

• Visa/Master Card • Tarik Tunai & Pelunasan Visa/Master Card 0856 4529 7777 Situbondo Pasang iklan daerah Situbondo dan sekitarnya hubungi (0338) 671982

Hub: 082142194111 / 081335897888 Dijual Rumah Luas Rumah + Tanah 600 M2. Paras Tembok RT02/02 Jambewangi, Sempu. H: 081 937 651 676 / 082 232 539 847 / 081 238 709 020. Hrga 600 Juta Nego

BANYUWANGI • Security • Butuh Security syarat berpengalaman, disiplin, Usia max 40 tahun, lamaran lengkap kirim ke Toko Moro Seneng Gendoh, Banyuwangi

SITUBONDO • Grand Livina ‘08 • Djl Nissan Grand Livina XV/AT 2008 mulus, trwat, 145Jt, Nego Hub. 085258568953

• Staff Accounting • Prshn manufacture bth Staff Accounting. Syrt P/W, max 30thn, min D3 Accounting, ulet, bisa Ms Office.Yg brminat, lgsg dtg jam 16.00-18.00. HRD PT. Timur Putra Sentosa Jl. Ry Jember KM 11 No.8, Pakistaji Kabat

PEMBERITAHUAN BANYUWANGI

• Salesman & Supir •

• Jl. Lingkar Ketapang •

Ada bth bbrp salesman, supir utk perusahaan distribusi nasional di Bali diberikan gaji Rp. 1,4 jt & tmpt tinggl (mess) grts Hub Jl. Pulau Seribu No 4 Tabanan, Bali Telp 0361-9312557/081338415757

Djl tnh 2530 M2 Jl. Lingkar Ketapang Bwi, blh diambil sbgian. H. 082141046676

Sehubungan dengan makin maraknya aksi penipuan yang memanfaatkan iklan jitu di Koran Radar Banyuwangi kami himbau kepada masyarakat terutama pemasang iklan jitu di Radar Banyuwangi untuk waspada dan berhati-hati. Bila Anda menerima telepon, SMS dengan mengatasnamakan petugas dari Radar Banyuwangi maka segera konfirmasi ke Radar Banyuwangi (0333) 412224. Radar Banyuwangi tidak bertanggungjawab atas semua transaksi yang terjadi selain pemasangan iklan secara resmi di Radar Banyuwangi.


42

Jumat 11 Oktober 2013

Berharap Ikuti Jejak Tim U-14 BANYUWANGI - Tim Sahabat Banyuwangi dalam waktu dekat akan mengikuti Kejuaraan Wilayah (Kejurwil) zona timur bola basket U-18. Dalam kejuaraan yang digelar di Lumajang tersebut, Sahabat mengusung target tinggi. Keikutsertaan Sahabat dalam even yang dihelat 16-20 Oktober di Lumajang itu sebagai pemanasan sebelum menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim 2015 mendatang. ‘’Tim yang kita turunkan dalam kejuaraan wilayah itu proyeksi Porprov Jatim di rumah sendiri,” ujar manajer tim Sahabat, Mulyoso. Pria yang akrab dipanggil Cuntak itu menjelaskan, dalam even tersebut, pihaknya mengirim dua tim sekaligus, yakni tim putra dan putri. ‘’Target kita meraih juara di Lumajang nanti,” katanya saat mendampingi para pemain berlatih di Gor Sahabat, Banyuwangi, kemarin (10/10). Demi memuluskan ambisi itu, para pemain terus dipompa. Kemampuan fisik, mental bermain, dan semangat tempur, para pemain terus digenjot. Sebab, tim Sahabat akan bermain di luar kandang. ‘’Kita ingin mengulang sukses saat menjuarai U-14 di rumah sendiri beberapa waktu lalu,’’ katanya. Jika juara, kata dia, tim U-18 akan tampil di putaran final DBL Arena, Surabaya. Tim U-14 sudah dipastikan tampil di DBL Arena yang dihelat 1-3 November mendatang. ‘’Anak-anak sudah menantikan kejuaraan itu,” tandasnya. (ton/c1/als)

ALI NURFATONI/RaBa

PEREGANGAN: Sejumlah pebasket putri Sahabat sedang melakukan pemanasan di Gor Sahabat, Banyuwangi, kemarin.

LIGA REMAJA

BU dan BP Beda Sikap BANYUWANGI - Banyuwangi United (BU) memastikan berkiprah di ajang Liga Remaja U-17 regional Jawa Timur. Keputusan klub amatir asal Bumi Blambangan itu merupakan hasil rapat koordinasi dengan Pengcab PSSI Banyuwangi di sekretariat KONI Banyuwangi kemarin sore (10/10). BU memang ngotot tampil dalam ajang tahunan itu demi mengasah pemain. Sebab, ajang tersebut dianggap bisa mengasah kemampuan pemain usia dini di skala Jawa Timur. Para pemain juga bisa menambah jam terbang demi meningkatkan kualitas. Selain liga remaja, BU juga bakal ikut kompetisi Divisi III Badan Liga Amatir Indonesia (BLAI) regional Jawa Timur. Dua kompetisi itu akan ditabuh secara serentak 20 Oktober mendatang. Ketua Pengcab PSSI Banyuwangi, Muhamad Kayun menegaskan, BU akan tampil dalam dua kompetisi tersebut. Jelang pendaftaran berakhir, manajemen akan mendaftarkan klub tersebut ke Pengprov PSSI Jatim. ‘’Setelah ini kita langsung daftar,” kata Kayun pasca memimpin rapat kemarin. Selama ini BU belum memiliki manajer. Tapi menghadapi dua ajang itu, Pengcab PSSI Banyuwangi menunjuk seorang manajer. Dia adalah Ponari yang notabene aparat di TNI AL. ‘’Beliau sudah menyatakan sanggup menjadi manajer BU,” ujar Agung, bendahara Pengcab PSSI Banyuwangi, yang ikut rapat kemarin. Sementara itu, sikap berbeda ditunjukkan Banyuwangi Putra (BP). Manajemen BP belum bisa memastikan ikut ataukah tidak. Padahal, pendaftaran berakhir kemarin (10/10). Asisten manajer BP, Abdul Muin mengungkapkan, Banyuwangi memang harus memiliki tim perwakilan di liga remaja. Sepengetahuan dia, ada wacana pemain BP dan BU bakal dilebur menjadi satu khusus di liga remaja. ‘’Besok konsolidasi rapat BP dan BU,” terangnya. BP, kata dia, sudah jelas mengikuti kompetisi divisi III. Sampai saat ini para pemain terus digembleng latihan secara kontinu. ‘’Kalau divisi III sudah jelas ikut,’’ terangnya saat dihubungi koran ini kemarin sore. (ton/c1/als)

Optimistis Tembus Final SMPN 1 Srono Tantang SMPN Kediri Besok KEDIRI - SMPN I Srono mempunyai ambisi besar dalam ajang Liga Pendidikan Indonesia (LPI) regional Jawa Timur. Muhamad Fikri dkk itu ingin membalas perjuangan SMAN I Rogojampi yang gagal menembus semifinal dalam ajang yang sama. Pasukan Gambar Gendroyono itu harus kerja keras jika ingin tampil sebagai

juara tahun ini. Setelah memastikan lolos ke semifinal dengan status runner up grup, SMPN I Srono tidak bisa berleha-leha. Pada laga semifinal, tim yang bakal dihadapi cukup berat, yakni SMP Kediri. Apalagi, tim lawan sangat diuntungkan dengan status tuan rumah. Laga hidupmati kedua tim bakal dilangsungkan di Stadion Brawijaya, Kediri. Laga itu akan dilaksanakan Sabtu (12/10) besok. Saat ini SMPN I Srono sudah mempersiapkan diri demi

PEROLEHAN SEMENTARA BALLOT TOKOH FAVORIT 2013 NO. NAMA 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24

Guntur Priambodo,DR. Ir. Faida, dr Muh Hidayat, drs. H. Dadang Wigiarto Wendriawanto Anton Sunartono Teguh Sumarno Ficky Septi Linda Hadi Wijono Handoyo Saputro Sofia Cholisa Sri Utami Faktaningsih Ira Stephani Rawung Toni Hartono Muslimin Fasyah Yusieni Arvy Rizaldy, SE Wiwik Eko Lestari Agung Setyo Wibowo Waridjan Fatchan Himami Hasan Bintari Wuryaningsih, dr. Andi Mulyo Sumantri Soedomo

HASIL (%) NO. NAMA 6,8% 6,3% 5,7% 5,6% 5,3% 5,0% 3,9% 3,7% 3,4% 3,1% 3,0% 2,8% 2,3% 2,2% 2,1% 2,0% 2,0% 1,9% 1,7% 1,7% 1,6% 1,6% 1,5% 1,5%

25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48

Samsul Hadi, Ir. Ni’amilah,drs Mahmudi, MPDi,drs Michael Edy Hariyanto Yoyok Mulyadi, Ir Taufik Hidayat, dr. Mia Ms Soenarko Wijaya Nanang Nur Ahmadi Rusdi Dziban, dr. SPb Kelik Dwi Kuncoro Hadi Widodo I Made Cahyana Eva Hesty Achmad Musta’in Mentik Rohimah Diva Rosa Heru Pratista Faisol Azis Maskur Ali Virda Damayanti Hudori, ST Sri Suryani, SE Andriani, dr.

HASIL (%) 1,5% 1,4% 1,3% 1,2% 1,1% 1,1% 1,0% 0,9% 0,9% 0,9% 0,7% 0,6% 0,6% 0,6% 0,6% 0,5% 0,5% 0,4% 0,4% 0,4% 0,4% 0,4% 0,4% 0,3%

NO. NAMA 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72

Suminto Eko Susilo Nur Hidayat Ira Damayanti Iwan Aziz Siswanto, Ir. Dodik Iwa Kusuma Ferdianto Wellya Nanang Masbudi Mafrochatin Nikmah Warang Agung, ST Danny Farda M Irma Noervadila Abdullah Azwar Anas Risano M Saleh A Choliq Baya Joko Triatni Novita Ratnaningtyas Sugirah, H, SPd Syamsul Arifin Irwan Setiawan Zaenal Arifin, dr. Agus Achmadi, Drs. Anie Indriastuti, SE Achmad Wahyudi, SH Achmad Dasuki, Drs.

HASIL (%) 0,3% 0,3% 0,3% 0,3% 0,2% 0,2% 0,2% 0,2% 0,2% 0,2% 0,2% 0,2% 0,2% 0,2% 0,2% 0,2% 0,2% 0,2% 0,1% 0,1% 0,1% 0,1% 0,1% 0,1%

mencuri kemenangan di laga tersebut. ‘’Tim yang akan kita hadapi nanti diuntungkan karena mereka sebagai tuan rumah,” ujar pelatih SMPN I Srono, Gambar Gendroyono, kemarin. Meski begitu, dia menginstruksikan para pemain tampil ekstra. Dia mengingatkan, agar para pemain fokus sepanjang pertandingan agar bisa mencetak gol. ‘’Meski lawan yang kita hadapi bakal didukung banyak suporter, tapi kita sudah siap tampil ngotot,” terangnya. SMPN I Srono masih mengandalkan

NO. NAMA 73 74 74 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100

Soekardjo R Bomba Sugiarto Syukron M Hidayat Ifuk Fiestiandani Kundofir, dr Emi Hidayati Ratna Farida Fathurakhman Eko Wiyono Retno Herlina Fajar Isnaini A Suyono Achmad Sauqi Ari Pangesti Bambang Prasetyo P Endang Suliastuty Foni Agustin, SE Gede Rado Sudarmanto Hapidi Hardiyono Hariyadi Sugito Haryanto,dr Hendarto Heru Prastiono, SH Hery Wijatmoko Hudiono, Romo Husin Matamim Imam Hudori

Rizki Alfandi untuk mencetak gol. Sejauh ini pemain yang berposisi sebagai striker tersebut termasuk top skor tim dengan 4 gol. ‘’Tim kita sudah komplet. Tidak ada yang dibekap cedera,” kata Gambar. Sementara itu, laga semifinal lain mempertemukan SMP 3 Kepanden, Malang, versus SMP Gresik. Empat tim semifinalis tersebut akan bertanding pada Sabtu besok. ‘’Kami ingin masuk final, karena itu harus menang dulu di laga semifinal,” pungkas Gambar. (ton/c1/als)

HASIL (%) NO. NAMA 0,1% 0,1% 0,1% 0,1% 0,1% 0,1% 0,1% 0,1% 0,1% 0,1% 0,1% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0%

101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128

Indah Purwantini Ipung Purwadi Irawati Joko Sutrisno Joseph Atmadja, dr Luqman Hakim M Sahlan M Said Maftuha Kiswah Malik Eko Sujarno Mujiono Nano Hermawan Nihayatul Hafiroh Ning Sari Nurlia Viliana Paidi, ST Pitoyo Rahmat, MHum Samsuddin Adlawi Saroni, H Slamet Subandi Sugihono Supriyanti, SE Umi Kulsum Yayak Mulyadi, H Yus Kadarisman Yustianus S Soetanto Zubaidi, SC

HASIL (%) 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0%


41

OPINI

Jumat 11 Oktober 2013

BNK

Dusun Narkoba Diawasi Ketat LUMAJANG - Pernyataan Ketua BNN Jawa timur Brigjenpol Iwan Ibrahim yang menyebutkan ada satu dusun di wilayah Kecamatan Klakah, Lumajang, yang menjadi sarang pengguna narkoba, langsung direspons pihak terkait. Selama ini, BNK Lumajang dan Satuan Reskoba Polres Lumajang telah melakukan pengamatan dan pengintaian terhadap dusun yang dimaksud. Menurut Andreas, Kepala Seksi Pencegahan BNK Lumajang, dusun di Kecamatan Klakah tersebut secara kualitatif memang menjadi dusun sarang narkoba. Pihaknya sudah bergerak sejak lama menindaklanjuti fakta tersebut. Bahkan pihaknya secara intensif melakukan pengawasan. “Kami pantau terus. Kami melakukan pengamatan di dusun itu,” katanya. Pencegahan yang dilakukan sampai saat ini adalah melakukan sosialisasi tentang bahayanya penggunaan penyalahgunaan narkoba. Pihak BNN, menurut Andreas, terus bekerjasama dengan BNN Provinsi Jatim. Apalagi, BNN Jatim telah memberikan atensi serius terhadap kondisi dusun tersebut. Menurut dia, awal tahun 2013, terdapat empat pelaku yang menjadi bandar narkoba dari Surabaya sempat menetap di dusun itu. Selanjutnya ditangkap bersama Polda dan BNN Jatim di dusun tersebut. Sehingga, sampai sekarang, pihak BNN Jatim tetap memikirkan dampak kedatangan empat pelaku itu. Caranya memberikan perhatian serius yang direkomendasikan kepada BNK. (fid/wnpjpnn)

CUACA BURUK

RADAR JEMBER/JPNN

OMBAK BESAR: Nelayan harus berenang ke pinggir pantai jika ingin mengambil makanan.

Dua Hari Terapung di Samudera JEMBER - Para nelayan Puger harus berjuang keras untuk bisa merapat ke dermaga di muara Sungai Bedadung. Saat mereka mulai melaut pada Selasa (8/10) sore, mereka baru bisa pulang kemarin (10/10) siang. Praktis, hampir dua hari lamanya sebagian besar nelayan Puger harus bertahan di tengah samudera. Sebab, jika mereka memaksakan diri untuk merapat di saat gelombang laut cukup tinggi, perahu atau jukung yang mereka tumpangi bisa karam akibat bertabrakan sesama perahu atau menghantam karang. Para nelayan Puger mulai berhasil merapat ke daratan mulai pagi kemarin. Semakin siang kian banyak perahu yang merapat ke dermaga. “Saya memilih untuk tidak menepi terlebih dahulu karena ombanya terlalu besar. Jadi saya bertahan selama dua hari di laut,” terang Sabar, nelayan Desa Puger Wetan, Kecamatan Puger. Saat itu Sabar melaur bersama anaknya. Karena tidak bisa merapat ke Puger, dia terpaksa mengarahkan jukungnya ke pantai Watu Ulo, Ambulu. Di Watu Ulo itu dia mengambil perbekalan makanan. Sebab, kata dia, bekal yang dia bawa saat berangkat melaut sudah habis. Sementara, saat waktunya pulang, dia tidak bisa merapat ke dermaga. Menurut Sabar, saat itu banyak nelayan Puger yang juga mengarahkan perahu dan jukungnya ke Watu Ulo untuk mengambil perbekalan. Untuk mengambil makanan, Sabar menyuruh anaknya ke pantai dengan cara berenang. “Kebetulan ada saudara di Watu Ulo, jadi anak saya berenang menepi untuk mengambi makanan,” ujarnya. Dia menjelaskan, lebih baik perbekalan diambil dengan cara berenang. Sebab, saat ombak besar, saat riskan bagi jukungnya karena bisa tergulung ombak pecah. Dari Watu Ulo, dia lalu mengarahkan jukungnya kembali ke Puger dan merapat ke dermaga pukul 11.00 kemarin.(hud/har/jpnn)

DENGAR PENDAPAT

Konfidensi Peradilan dalam Ancaman? KAMIS sampai Sabtu tanggal 26-28 September 2013 di para Hakim, baik hakim peradilan umum maupun peradilan agama, mengadakan rapat konsultasi pengawasan di Hotel Aston, Jember. Acara yang melibatkan lebih dari 40 hakim seeks Karesidenan Besuki itu disponsori Badan Pengawasan Mahkamah Agung Republik Indonesia. Yang menjadi topik pembahasan adalah seputar pengawasan dan sejumlah laporan dan temuan badan pengawas terhadap kinerja pengadilan. Apa yang dapat disimpulkan dari paparan para narasumber adalah banyaknya laporan masyarakat terhadap buruknya kinerja pengadilan, di antaranya perilaku negatif sejumlah hakim. Ada hakim yang suka minta uang, ada hakim yang selingkuh, ada hakim yang minta ditraktir karaoke plus, dan sejumlah perilaku negatif lain. Tentu, laporan tersebut tidak tertuju kepada semua hakim. Kita setuju jika hal itu ditujukan kepada sejumlah oknum hakim yang sedang

lupa diri. Sejumlah pengaduan tersebut harus membuat para pemegang palu keadilan tersebut selalu waspada. Sebab, perilaku mereka selama 24 jam diawasi oleh masyarakat. Para pengadil itu harus sadar bahwa masyarakat sangat mudah membuat laporan atas kinerja pengadilan. Dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, masyarakat bisa secepat kilat mengirim laporan kepada siapa pun yang dikehendaki. Bahkan, sambil santai tidur-tiduran, masyarakat dapat membuat laporan tentang masalah serius yang tengah menimpanya. Apakah laporan tersebut ditanggapi ataukah tidak, itu tidak menjadi persoalan. Yang penting uneg-uneg mereka tersalurkan. Pada saat yang sama, institusi pengawasan, Mahkamah Agung, juga membuka ruang seluas-luasnya kepada masyarakat untuk “mengaudit” kinerja peradilan, khususnya para hakim. Masyarakat mungkin juga tidak pernah menyadari bahwa

O l e h

ASMU’I SYARKOWI * laporan tersebut dapat berkonsekuensi serius terhadap pribadi terlapor. Masalah yang mungkin timbul akibat laporan tersebut adalah, jika laporan tersebut berkelanjutan, maka bisa mengakibatkan terlapor diperiksa institusi yang berkompeten. Terlepas dampak laporan tersebut apakah berakibat negatif bagi terlapor ataukah tidak, yang pasti itu akan membuat terlapor harus berkonsentrasi ke laporan itu. Padahal, pada saat yang sama, dia tidak boleh kehilangan konsentrasi terkait tugas teknis harian mengadili perkara. Dengan demikian, akibat laporan itu, seorang hakim harus berkonsentrasi terhadap dua persoalan sekaligus. Inilah yang membuat posisi hakim menjadi semakin tidak menguntungkan. Posisi hakim juga bisa dilematis. Apabila tidak pandai menghadapi cecaran pertanyaan pemeriksa,

dia akan terpuruk. Kesalahan ucap atau ketidakpiawaian menjawab pertanyaan pemeriksa, dapat berakibat malapetaka bagi dirinya, bahkan keluarganya. Di sisi lain, perkara yang menjadi tugas harian juga tetap menuntut konsentrasi tersendiri. Bisa saja yang bersangkutan menjadi khilaf oleh hal-hal kecil akibat konsentrasinya terbagi. Apabila itu terjadi, dua kesalahan sekaligus bisa datang menimpa. Di sinilah istilah “sudah jatuh tertimpa tangga” berawal. Apa pun motif dan konsekuensinya, semakin terbukanya peluang masyarakat mengadukan kinerja pengadilan, tampaknya membuat hakim dalam posisi kurang strategis sekaligus membuat hakim secara psikologis dapat menjadi bulan-bulanan masyarakat. Kalau hal itu tidak disikapi secara bijak, maka akan membuat kondisi hakim kehilangan rasa percaya diri. Kondisi demikian jelas akan membahayakan tidak hanya bagi kewibawaan hakim, tapi juga

eksistensi peradilan. Kalau sudah hakim dan peradilan tidak berwibawa, maka setiap putusan yang dihasilkan dikhawatirkan tidak berwibawa pula. Apa solusinya? Mau tidak mau, Mahkamah Agung harus menerapkan kebijakan reward and punishment secara konsekuen. Seorang hakim yang berhasil melewati uji kompetensi harus mendapat reward yang setimpal dengan ketika dia harus mendapat hukuman akibat “dosa profesi” yang dilakukan. Sanksi kepada si pelapor juga harus dilakukan jika ternyata laporan yang disampaikan palsu. Hal itu harus ditempuh lembaga pengawasan agar jangan sampai dunia peradilan yang dituntut berbuat adil malah diperlakukan tidak adil dan justru dilakukan oleh institusinya sendiri. Sekaligus memberi pendidikan kepada masyarakat bahwa semua tindakan yang dilakukan siapa pun apabila berakibat merugikan orang lain akan mendapat balasan yang setimpal. Apabila hal itu sudah membudaya,

Jumlah Penambang di Tumpang Pitu Susut PESANGGARAN - Jumlah penambang emas ilegal di Gunung Tumpang Pitu, Kecamatan Pesanggaran, terus berkurang. Bersamaan dengan itu, pihak Perhutani Banyuwangi Selatan gencar melakukan reklamasi lahan bekas galian tambang liar itu. Seperti terlihat kemarin, pihak Perhutani Banyuwangi Selatan bersama jajaran Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimka) Pesanggaran dan para penambang ilegal melakukan reklamasi di Petak 74 q, daerah Lompongan, RPH Pulau Merah, BKPH Sukamade.

Dalam reklamasi yang melibatkan 125 penambang ilegal tersebut, 21 lubang yang tidak aktif ditutup. Sisanya, sebanyak 256 lubang tidak aktif, belum selesai ditutup. Kapolsek Pesanggaran AKP Supriyadi menuturkan, reklamasi tersebut merupakan bentuk kerja sama Perhutani Banyuwangi Selatan dab Forpimka Pesanggaran. Reklamasi tersebut merupakan upaya mengembalikan hutan ke fungsi asalnya setelah sekian lama menjadi tempat penambangan emas oleh ribuan masyarakat. “Kegiatan

berjalan lancar dan para penambang ikut membantu reklamasi,” tuturnya. Sementara itu, jumlah penambang ilegal di Gunung Tumpang Pitu ternyata sekarang menurun drastis dibanding tahun sebelumnya yang mencapai ribuan orang. Kali ini jumlah mereka hanya ratusan. Diduga, ribuan penambang illegal tersebut kini bergeser ke daerah Jember yang dikabarkan juga banyak mengandung emas. Kapolsek Supriyadi membenarkan hal itu . Menurutnya, jumlah penambang ilegal di Lompongan

berkurang drastis. “Dulu jumlah PETI (penambang emas tanpa izin) di Lompongan sekitar 1.250 penambang. Sekarang hanya sekitar 125 penambang,” sebutnya. Selain di Lompongan, jumlah penambang di Petak 56, Gunung Tumpang Pitu, ternyata juga turun sangat drastis. Dulu mencapai 7.500 penambang, dan sekarang tinggal sekitar 900 orang. “Jadi sama-sama berkurang drastis. Informasinya, mereka banyak berpindah ke daerah Puger, Jember,” pungkasnya. (azi/c1/aif)

NARTO/RADAR JEMBER/JPNN

HEARING: Hanya KH Saiful Rizal (kiri) dari pihak yang kontra pembangunan Giant datang ke hearing. Sementara Giant dan pihak pemkab tak datang.

Giant dan Pemkab Mangkir JEMBER - Manajenen Supermarket Giant, Pemkab Jember, dan warga yang pro pembangunan Giant kembali kompak mangkir. Ketiganya tidak memenuhi undangan Komisi D DPRD Jember untuk dipertemukan dengan warga yang kontra pembangunan supermarket Giant. Akibatnya, hearing dengan pihak-pihak yang terkait langsung dengan pembangunan Supermarket Giant di Eks Pabrik Es Telengsari gagal dilakukan. Komisi D DPRD Jember hanya menyampaikan kekecewaannya. Demikian juga dengan pihak penentang pembangunan Supermarket Giant. “Kami tentu sangat kecewa. Setelah Senin (7/10) tidak hadir, hari ini (kemarin, red) tidak hadir juga. Saya sudah SMS Pak Sekda, beliau menyatakan tidak bisa hadir,” ungkap ketua Komisi D DPRD Jember Ayub Junaidi. Komisi D DPRD Jember pun tidak mau tahu jika benarbenar ada konflik horizontal di lingkungan Talangsari. “Komisi D DPRD netral. Kami tidak pernah minta pembangunan Giant dihentikan. Kami berusaha memfasilitasi kedua belah pihak yang beda pandangan,” terangnya. Namun, sambung, politisi PKB tersebut, upaya Komisi D DPRD Jember tidak mendapatkan respon yang baik. Terutama dari pihak yang mendukung pembangunan Giant. Termasuk dari pemkab Jember. “Pihak yang patut dipersalahkan adalah pemkab Jember. Kenapa pembangunan Giant dipaksakan di Telengsari,”ujarnya. (aro/jpnn)

Pernah Bergabung dengan Peterpan n LAUNCHING... Sambungan dari Hal 33

Iwan dengan sedikit tertawa kecil membeberkan bahwa pelantun lagu itu adalah Maria Luna Farisa. Bocah itu tidak lain adalah anak pertama petinju juara dunia WBA (super) featherweight asal Indonesia, Crish John. Bocah berusia tujuh tahun itulah yang menyanyikan lagu ciptaan Iwan itu. Bukan kebetulan bila pria yang juga akrab dipanggil Tio itu memberikan label “Garuda Kecil” dalam lagu karyanya tersebut. Terinspirasi lagu “Garuda di Dadaku” dan prestasi yang ditorehkan Crish John di pentas dunia, Iwan ingin memberikan spirit bagi anak-anak untuk agar menggantungkan cita-cita dan harapan setinggi mungkin. Iwan berharap lagu tersebut

bisa membangkitkan nasionalisme dan kebanggaan atas bangsa dan negara sejak usia dini. “Lagu ini terinspirasi prestasi Crish John di pentas dunia. Kalau Crish saja bisa, tentu anak-anak Indonesia yang lain juga bisa berprestasi seperti dia. Lewat Fefe (sapaan akrab Maria Luna Farisa), ajakan agar anak-anak lain meraih cita-cita itu disuarakan,” kata Iwan. Lagu tersebut dia ciptakan enam bulan lalu di rumahnya, Jajag. Saat proses rekaman, dia harus hijrah ke Kota Kembang, Bandung. “Garuda Kecil” boleh jadi merupakan karya nyaur utang Iwan kepada petinju berjuluk The Dragon tersebut. Cerita itu dimulai saat keduanya berkenalan lewat situs jejaring sosial, Friendster. Iwan yang hanya iseng menyapa Crish itu memintanya sing-

gah di rumahnya saat berlatih di Bali. Tak dinyana, sapaan dalam situs itu dibalas Crish. Kedatangannya di Banyuwangi tahun 2007 menjadi pertemuan pertama bagi keduanya. Saat itu, Iwan yang melihat Fefe masih balita bersama istri Crish, Megawati, di Banyuwangi berjanji akan membuatkan lagu untuk Crish. Janji itu baru bisa direalisasikan beberapa bulan belakangan. Sebuah lagu karya Iwan berjudul “Garuda Kecil” yang dibawakan Fefe mulai diperkenalkan ke publik di Jakarta Utara Minggu (6/10) kemarin. Bukan hanya lagu “Garuda Kecil”, Iwan juga tengah menyelesaikan beberapa lagu lain. Temanya hampir mirip, yakni seputar nasionalisme, cita-cita, dan semangat untuk anak-anak. Dia masih menyusun lirik dengan seksama agar

lagunya itu mudah dilantunkan dan dihafal anak-anak. Di luar dugaan, Fefe yang tumbuh berkembang dari keluarga atlet itu mampu menyanyikan lagu karya Iwan itu dengan baik. Bahkan, saat rekaman, lagu berdurasi tiga menit empat puluh tiga detik itu bisa diselesaikan dalam satu kali rekaman. Pertanyaan kritis yang terlontar dari Fefe terkait syair itu membuat Iwan harus menjawab dengan baik. “Fefe sering tanya ada syair di lagu tentang semangat 45. Kenapa harus 45 dan kenapa bukan 123. Lagu itu diharapkan bisa menanamkan semangat nasionalisme bagi anak-anak sejak dini,” ungkap Iwan. Kemampuan Iwan dalam menyusun lirik lagu menjadi nilai plus. Dengan bakat musik turun-temurun dari sang ayah, dia mengembangkan kemam-

puannya itu secara otodidak. Kemampuannya itu membuatnya melanglang buana hingga Bandung untuk mengajarkan ilmu bermain musik. Bahkan, Iwan pernah bergabung dengan beberapa grup musik ternama tanah air. Pria yang juga hobi bermain bola basket itu pernah menjadi bagian penting dalam grup D’Cinnamons. Di grup asal Bandung yang mempergunakan unplugged acoustic dalam setiap musik yang dibawakan itu, Iwan menjadi pemain bass. Bukan itu saja, dia juga pernah menjadi bagian penting grup Peterpan. Saat sang vokalis utama, Ariel, vakum dari dunia musik, dia turut serta dalam grup tersebut hingga bermetamorfosis menjadi Noah. Di samping itu, dia juga kerap tampil di sejumlah acara sebagai band pembuka. (c1/aif)


BERITA UTAMA

Jumat 11 Oktober 2013

43

HALAMAN SAMBUNGAN

Manajemen PT PBS Angkat Tangan n RENOVASI... Sambungan dari Hal 33

Untuk memastikan kondisi fisik ka pal, kata Wahyudi, pada saat ditunjuk pemegang saham menjadi direksi PT. PBS dua tahun lalu, dirinya sudah melakukan beberapa langkah. Langkah pertama yang dilakukan adalah melakukan ultrasonic test (UT) terhadap kondisi kapal. Dari 200 titik yang dilakukan UT, beber Wahyudi, kualitas lambung kapal terjadi penyusutan luar biasa. Mantan anggota DPRD itu menyebutkan, di tengah lambung lunas kapal (lambung

dasar) terdapat plat keel. Sesuai dokumen kapal, kata Wahyudi, tebal plat keel seharusnya 14 milimeter (mm). Namun, setelah dilakukan pemeriksaan UT dua tahun lalu, tebal plat keel itu rata-rata hanya 9,8 mm. Berarti terjadi penyusutan. “Itu pemeriksaan UT dua tahun silam, bukan pemeriksaan sekarang,” jelasnya. Selain itu, dalam pemeriksaan UT juga diketahui pelat lambung dasar sebelah kanan dan kiri plat keel juga mengalami penyusutan. Tebal pelat lambung juga mengalami penyusutan hingga tinggal rata-rata 8,4 mm.

Padahal, seharusnya 12 mm. Ambang batas toleransi BKI, lanjut Wahyudi, sekitar 70 persen. Dua tahun lalu, dua kapal itu ambang batasnya ma sih memenuhi, walau sudah kritis. “Apakah tahun ini masih memenuhi ataukah tidak, kita belum mengetahui,” katanya. Jika tidak memenuhi ambang batas toleransi, kata Wahyudi, maka risikonya 2/3 pelat kapal harus diganti dengan yang baru. Jika tidak diganti, maka kapal tidak bisa operasional lagi. Untuk mengganti 2/3 pelat kapal itu, kata Wahyudi, diperlukan anggaran cukup besar. Kapal LCT Sri Tanjung memiliki

gross tonnage (GT) sekitar 514 ton. “Pergantian 2/3 pelat itu kira-kira setara dengan 300 ton plat baja,” jelasnya. Tahun lalu, tambah Wahyudi, harga pelat baja per kilogram di PT. Krakatau Steel Tbk mencapai Rp 8.700. Harga itu tinggal dikalikan dengan total kebutuhan baja untuk mengganti 2/3 pelat kapal milik rakyat Banyuwangi tersebut. “Itu hanya harga plat baja, belum PPn dan PPh serta ongkos pa sang. Kita angkat tangan, karena perusahaan tidak memiliki anggaran sebesar itu,” tambahnya. (afi/c1/aif)

Tubuh Korban Terseret di Jalan n TEWAS... Sambungan dari Hal 33

Beruntung, Makmun tidak meninggal dunia. Meski begitu, dia mengalami luka serius. Karimatul Ahlaq tewas di lokasi kejadian dengan luka cukup parah di kepala dan beberapa bagian tubuh. Wanita itu sempat terlindas roda dump truck bagian depan. Sementara itu, adiknya, Makmun, yang tinggal di Desa Parangharjo, Kecamatan Songgon, mengalami patah tulang kaki kiri. “Yang laki-laki (Makmun) tergenjet di bawah kepala dump truck bersama motornya,” ujar Hasyim, salah satu saksi mata di lokasi kejadian. Diperoleh keterangan, kecelakaan maut itu terjadi pukul 10.15. Saat kejadian, dump truck bernopol P 8053 UA yang disopiri Hariyono, warga Dusun Rumping, Desa Plampangrejo,

Kecamatan Cluring, itu meluncur dari arah barat (Jalan Brawijaya). Rencananya, dump truck dari arah barat itu akan menuju Cluring. Sementara itu, Honda Vario bernopol P 2930 XX yang dikendarai Makmun dan Karimatul Ahlaq juga meluncur dari arah barat. Pengendara motor itu juga akan pulang ke rumahnya. Waktu itu, kedua korban baru saja dari rumah saudaranya di Kelurahan Panataban, Kecamatan Giri. “Saya akan pulang ke Rogojampi. Tadi dari Penataban,” terang Makmun. Sampai di lokasi kejadian, tepatnya di traffic light Karangente, karena lampu merah menyala, Honda Vario yang dinaiki korban pun berhenti. Tetapi, dari belakang meluncur dump truck yang disopiri Hariyono melaju dengan kecepatan tinggi. “Lampunya (traffic light) me-

nyala merah dan saya berhenti,” aku Makmun. Sejumlah saksi di lokasi kejadian menyebut, dump truck warna kuning itu meluncur dengan kecepatan tinggi. Meski lampu merah menyala, tapi kendaraan pengangkut material itu tetap melaju tanpa mengurangi kecepatan. “Saya berhenti, lalu ditabrak dari belakang,” ujar Makmun, korban selamat. Saat ditabrak dump truck, Karimatul terpelanting dan tubuhnya jatuh di badan jalan raya. Tragisnya, korban yang sudah tidak berdaya itu terlindas roda depan truk hingga meninggal di lokasi kejadian. Tubuh korban yang penuh darah itu tengkurap persis di depan roda belakang truk. Makmun yang terjatuh di jalan bersama motornya sempat disambar truk yang meluncur

tanpa kendali itu. “Dump truck sempat menyeret para korban dan motornya,” terang Kepala Unit kecelakaan (Kanitlaka) Satlantas Polres Banyuwangi, Ipda Sumono. Sumono mengaku belum tahu secara pasti penyebab kecelakaan tersebut. Untuk keperluan pemeriksaan, Hariyono se laku sopir truk sementara diamankan. Makmun, korban yang selamat dalam kecelakaan itu, masih belum bisa dimintai keterangan. “Saudara Makmun masih belum bisa dimintai keterangan,” jelasnya. Untuk mencari penyebab pasti kecelakaan yang merenggut satu korban jiwa dan satu korban luka itu, pihaknya masih melakukan penyelidikan dengan minta keterangan sejumlah saksi yang mengetahui kejadian tersebut. “Sopir dump truck masih kita periksa,” tandasnya. (abi/c1/aif)

Arus Lalu Lintas Sempat Macet

Sudah Menutup 10 Lokalisasi n PULANGKA... Sambungan dari Hal 33

Karena itu, usai me nan datangani surat per nyataan tidak kembali “berpraktik” di Banyuwangi, enam PSK asal Jember, Lumajang, dan Bondo woso, itu dipulangkan ke dae rah asal masing-masing pagi kemarin (10/10). Kepala Seksi (Kasi) Penyidik dan Penindakan Satpol PP Banyuwangi, Ripai mengatakan, pemulangan enam PSK asal luar kabupaten itu dilakukan demi menjaga agar seluruh lokalisasi yang telah ditutup beberapa waktu lalu benar-benar steril dari praktik prostitusi. “Pagi ini (kemarin) enam PSK hasil penertiban Muspika Cluring kami

n MASJIDILHARAM... Sambungan dari Hal 33

Karena itu, jamaah diharapkan mempersiapkan diri sebaikbaiknya,” kata Pembimbing KBIH Sabilillah, H. Latief Harun. Imbauan menjaga kesehatan itu juga disampaikan ketua kelompok terbang (kloter) ma_ sing-masing. Dengan alasan semakin mendekati waktu wukuf, kondisi Makkah yang semakin padat menjadi salah satu alasan. Arus kedatangan JCH lain dari Madinah juga sangat padat.

n GENCAR... Sambungan dari Hal 33

Lulusan Lasalle Collage of The Art Singapura itu se karang sedang bekerja keras mengenalkan Sun East Mall kepada masyarakat. Sebab, selama ini warga Bumi Blambangan lebih mengenal Kalisari dibanding Sun East Mall.

Dump truck itu pun juga hendak menerobos lampu lalu lintas tersebut. “Lampunya masih hijau, kok,” dalih Hariyono. Dia mengaku melihat motor Honda Vario berhenti di depannya. Tetapi, saat itu dirinya tidak bisa mengendalikan laju dump truck yang telanjur meluncur dengan kecepatan tinggi tersebut. “Remnya nggak fungsi. Saya injak terasa keras,” ujarnya. Dengan bibir gemetar, Hariyono yang mengaku lama tinggal di Bali itu mengaku melihat saat kendaraannya menabrak motor di depannya tersebut. Tetapi, dirinya tidak merasakan saat roda dump truck yang dia kendarai melindas korban. “Saya bingung dan tidak merasakan apa-apa,” katanya. Kecelakaan yang terjadi di jantung kota itu membuat arus lalu lintas macet. Di jalur double way di lokasi kejadian sempat terjadi antrean kendaraan. Sejumlah pengendara motor dan mobil sengaja menghentikan kendaraannya untuk melihat kecelakaan tersebut. Akibat banyak pengendara motor yang ingin melihat kecelakaan tersebut, kecelakaan kecil terjadi. Motor Honda Vario bernopol P 4453 VB yang dinaiki pasangan suami istri ditabrak Toyota Kijang bernopol

Karena tak ada ambulans, akhirnya yang datang Agung Oka, seorang wali murid yang kebetulan membawa mobil. Saat itu juga Suparno mengangkat tubuh Aneke ke dalam mobil sambil terus berusaha menolong dengan cara memberikan napas buatan. Awalnya, dia menaruh korban di mobil bagian belakang. Namun, karena tempatnya tak cukup, akhirnya dia dipindah ke bagian tengah.

Padahal, sejak Sun East Mall berdiri, Departemen Store Kalisari sudah berada di dalam satu manajemen. “Namun demikian, masyarakat lebih me ngenal Kalisari dibanding Sun East Mall,” tutur putri pengusaha terkenal Genteng, Feriyanto, tersebut. Untuk mengenalkan Sun East Mall, perempuan yang akrab disapa Cece itu kerap menggelar

berbagai even. Even-even tersebut, di antaranya berupa Fashion Show Valentine’s 2010, Lomba Mewarnai Hari Ke bangkitan Nasional 2010, dan Fashion Busana Ramadan 2010. Selain itu, juga Lomba Foto Valentine 2011, Lomba Mewarnai Back to School 2011, Lomba Mewarnai Nestle 2013, dan Lomba Rebana Ramadan 2013. (azi/c1/aif)

Di dalam mobil, Suparno terus berusaha memberikan pertolongan. Oka mengemudikan kendaraan menuju Rumah Sakit Al-Huda, Kecamatan Gambiran. Namun, baru sampai Rumah Sakit Al-Huda, Kecamatan Gambiran, Aneke sudah mengembuskan napas terakhir. Kapolsek Genteng Kompol Riamun melalui Kanitreskrim Iptu Abdul Jabar mengatakan, reka ulang sengaja digelar demi memperjelas kronologi kejadian. “Setidaknya ada 16 ade gan dalam rekonstruksi

tadi,” sebutnya. Usai melakukan rekonstruksi, masih ada lagi yang akan dilakukan penyidik demi memperdalam kasus tersebut, yaitu me lakukan gelar perkara di Polres Banyuwangi. “Namun, kapan waktunya kita belum tau. Me nunggu petunjuk polres,” tandasnya. Sementara itu, bersamaan dengan selesainya rekonstruksi tersebut, police line yang dipasang di kolam tempat kejadian perkara dilepas pihak Polsek Genteng kemarin. (azi/c1/aif)

Pemerintah Harus Tegas n PERKETAT... Sambungan dari Hal 35 GALIH COKRO/RaBa

PATAH TULANG: Makmun dinaikkan mobil untuk dibawa ke rumah sakit.

DK 1403 IA. Beruntung tidak ada yang luka dalam kecelakaan kecil tersebut. Vario tersebut sempat ambruk dan pengendaranya jatuh.

“Ayo langsung jalan saja, tidak usah tolahtoleh, jalanan macet,” pinta seorang polisi lalu lintas saat melihat kecelakaan kecil tersebut. (abi/c1/aif)

Fungsi Kontrol Wartawan Tidak Maksimal Pernyataan itu kemarin disampaikan Direktur Jawa Pos Radar Banyuwangi A. Choliq Baya dalam seminar “Sosialisasi Peningkatan Kesadaran Transparansi dan Advokasi Anggaran Publik” di Hotel Asri Panarukan kemarin (10/10). “Makanya, itu sering kali dimanfaatkan pihak yang berkepentingan. Fungsi kontrol dan pengawasan yang dimiliki seorang wartawan juga tidak termanfaatkan dengan maksimal,” ungkap pria yang akrab dipanggil Cho tersebut. Pria asal Sidoarjo tersebut mengungkapkan, akibat minimnya pengetahuan membaca APBD, wartawan hanya bisa menulis saat sudah ada peristiwa terkait penyimpangan anggaran. Padahal, wartawan yang ngepos di pemerintahan atau wartawan politik bisa melakukan analisis atau kajian sendiri tanpa harus menunggu data dari pihak lain. “Ketidakmampuan itu bisa terjadi karena wartawan memang malas belajar, bisa juga karena wartawan tidak memiliki waktu banyak karena diburu deadline. Karena itu, upaya meningkatkan SDM wartawan untuk melek anggaran sangat penting. Hanya saja, selama ini saya kok sulit menemukan pihak yang menyelenggarakan pelatihan untuk kepentingan itu,” ungkapnya.

masuk ke Masjidilharam. Sejumlah jalan tampak padat. Beberapa jalan pun ada yang ditutup, terutama yang menuju Masjidilharam. Jika sebelumnya, kendaraan bisa mendekati halaman Masjidilharam sekitar 200 meter, mulai kemarin tidak bisa. Praktis, JCH yang ingin ke Mas ji dilharam harus jalan kaki. Selain itu, akses menuju Arafah, Muzdalifah, dan Mina, juga ditutup dan dijaga ketat polisi dan petugas. Hanya beberapa ken daraan yang boleh masuk. (*/c1/aif )

Police Line Langsung Dilepas Sambungan dari Hal 35

Sambungan dari Hal 44

H-minus 4 hari jelang wukuf, akses menuju Makkah ditutup. Bahkan, warga Arab Saudi yang bukan penduduk Makkah tidak bisa masuk tanpa memiliki surat keterangan yang dikeluarkan Pemerintah Arab Saudi. Saking padatnya Mas ji dilharam, Pemerintah Arab Saudi mengirimkan pesan singkat ke nomor-nomor telepon seluler jamaah yang ingin melaksanakan salat di Masjidilharam. Isi pesan sing kat tersebut adalah jika jamaah telat datang ke masjid agar tidak memaksakan diri

Kerap Gelar Berbagai Even

Sambungan dari Hal 33

n BANYAK...

surat edaran Gubernur Jatim agar seluruh wilayah provinsi paling timur Pulau Jawa ini steril dari praktik prostitusi. Menurut Ripai, sebelum melakukan pemantauan, pihaknya sudah menggelar rapat dengan seluruh forpimda yang di wilayahnya terdapat eks lokalisasi. Rapat yang digelar di ruang Sri Tanjung, Pemkab Banyuwangi, itu dihadiri asisten II pemkab dan Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans). “Hasil rapat tersebutsama,yakniagarekslokalisasi di Banyuwangi steril dari aktivitas prostitusi,” paparnya. Sekadar tahu, sampai saat ini Pemkab Banyuwangi melalui Satpol PP telah menutup sepuluh dari 12 lokalisasi di Bumi Blambangan. (sgt/c1/aif)

Akses Menuju Arafah Ditutup

n SUPARNO...

n REM...

pulangkan ke daerah asal masing-masing,” ujarnya. Menurut Ripai, sebelum dipulangkan, enam PSK tersebut didata dan menandatangani surat pernyataan tidak akan kembali “berpraktik” di Bumi Blambangan. Jika di lain waktu para PSK yang telah dipulangkan itu kembali beroperasi di Banyuwangi, maka petugas akan mengedepankan proses hukum. “Jika mereka kembali ke Banyuwangi, maka petugas akan mengedepankan proses hukum,” tegasnya. Sementara itu, pagi kemarin tim Satpol PP bersama aparat TNI dan Subdenpom Banyuwangi menggelar pe mantauan di sepuluh lokalisasi yang telah ditutup. Pe man tauan itu dilakukan untuk menindaklanjuti

Selain Choliq Baya, kegiatan yang digelar AIPD (Australia-Indonesia Partnership For Decentralitation) dan JPIP (Jawa Pos Institute Pro Otonomi) itu juga menghadirkan narasumber Wakil Bupati Situbondo Rachmad dan Kasi Layanan Informasi Publik, Dinas Kominfo JawaTimur, Agus Dwi Muhannan. Sebagai moderator adalah Mahmudi Badjuri. Wabup Rachmad yang mendapatkan kesempatan sebagai pemateri kali terakhir meng ungkapkan, angka kemiskinan di Kabupaten Situbondo dari tahun ke tahun terus mengalami penurunan. Hanya saja, dia mengaku tidak bangga dengan keadaan tersebut. Menurut politisi Partai Golkar tersebut, penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Situbondo sebenarnya bisa lebih hebat dari saat ini. Itu akan terjadi jika program-program yang dilaksanakan benar-benar tepat sasaran. “Banyak program yang belum tepat sasaran. Kita sebenarnya masih bisa menurunkan angka kemiskinan dari 13 menjadi 11 asalkan program benar-benar tepat sasaran. Jadi, program kegiatan benar-benar untuk masyarakat miskin,” tandasnya. Ungkapan wabup itu bukan tanpa dasar. Dia mengaku pernah memanggil salah satu kepala SKPD dan mempertanyakan pembagian kegiatan. “Namun, kepala SKPD tersebut menjawab, Saya tidak tahu apa-

apa,” ungkapnya. Yang menarik, sebagai Ketua TKPKD (Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah), Wabup Rachmad mengaku ingin mengundurkan diri. Sebab, dia merasa gagal mengemban tugas tersebut. “Bahkan, saya minta anggaran untuk TKPKD yang Rp 200 juta dikurangi menjadi Rp 60 juta saja, karena kerjanya tidak maksimal,” pungkasnya. Seminar yang diikuti kalangan akademisi, wartawan, LSM, ormas, anggota DPRD, dan masyarakat umum, itu berjalan gayeng. Sejumlah peserta memberikan pertanyaan kritis. Deddi Kattili, misalnya. Dia “menyerang” wabup yang mengatakan bahwa salah satu bentuk transparansi yang dilakukan pemkab adalah adanya papan pengumuman alokasi anggaran yang dipajang di tiap desa. “Banner alokasi anggaran itu saya kira hanya proses akhir. Saya ingin mempertanyakan kualitas proses sebelum sampai ke titik itu. Bagaimana dengan angka keterwakilan publik atau partisipasi masyarakat dalam penyusunan anggaran. Selama ini, saya melihat lebih ke arah formalitas saja,” tandasnya. Acara tersebut dibuka Direktur Eksekutif JPIP, Rohman Budijanto. Usai seminar, dilanjutkan pelatihan jurnalistik tentang laporan pengelolaan anggaran publik yang ramah pembaca selama tiga hari. (pri/c1/als)

Dia menilai perlu diadakan pembenahan demi mengatasi pencemaran laut Muncar, salah satunyapembenahanadministratif. Pemerintah harus tegas terkait izin usaha dan pengadaan instalasi pengolahan limbah. Peran pemerintah cukup sentral, yakni memonitor dan me-

ngontrol apakah sudah sesuai fungsi dan kewajiban. Suwandi menyatakan, persoalan di Muncar saat ini sudah kompleks. Kegiatan ekonomi di Muncar, seperti produksi ikan dan sejenisnya, mustahil dihentikan. Sebab, hal itu sudah menjadi sebuah mata rantai kehidupan masyarakat. ”Sebagai solusi, pemerintah harus mulai memikirkan penyelesaian

bersama ma sya rakat,’’ kata Suwandi. Seperti diberitakan kemarin, musim ubur-ubur (jellyfish) di Muncar bisa mengancam lingkungan. Akibat limbah ubur-ubur yang dibuang ke laut, kuantitas dan kualitas ikan tangkapan terancam. Selain itu, para pemodal dari luar Banyuwangi yang berbisnis uburubur di Muncar ternyata tidak semuamengantongiizin.(nic/c1/aif)


44

Jumat 11 Oktober 2013

PSSS

Butuh Rp 150 Juta, Dapat Rp 40 Juta SITUBONDO - Manajemen Persatuan Sepak Bola Seluruh Situbondo (PSSS) kian gencar melakukan pematangan para pemain. Itu dilakukan untuk menghadapi kompetisi Divisi III Regional Jatim yang akan digelar dalam waktu dekat. Fery Herlambang, Manajer PSSS mengungkapkan, rangkaian latihan diawali rekrutmen pemain. Itu telah dilakukan Juli lalu. “Persiapan menghadapi kompetisi kali ini dilakukan lebih awal,” ujar Fery kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin (10/10). Dia berharap, para pemain PSSS siap menghadapi semua pertandingan. Meski demikian, untuk mengikuti even itu, mereka tetap dihadapkan pada persoalan klasik, yakni keterbatasan dana. “Idealnya satu kali putaran kegiatan setingkat provinsi membutuhkan anggaran sekitar Rp 150 juta. Anggaran sebesar itu masih tergolong standar atau bisa dibilang pas-pasan,” imbuh mantan Kabag Humas tersebut. Hingga hari ini, kata Fery, anggaran yang tersedia untuk para pemain dan pelatih hanya Rp 40 juta. Itu bantuan pemkab melalui KONI dan Disparbudpora serta urunan dan sumbangan para pengurus. Meski demikian, dia mengaku optimistis pemain PSSS akan berprestasi, setidaknya akan lolos ke putaran II. “Kita berharap Pemkab Situbondo melalui Pengcab PSSI memberikan instruksi kepada dinas atau instansi terkait agar lebih memperhatikan peningkatan prestasi bidang sepak bola,” ungkapnya.(pri/c1/als)

EDY SUPRIYONO/RaBa

GENCAR LATIHAN: Manajemen PSSS memberikan pengarahan kepada para pemain kemarin.

EDY SUPRIYONO/RaBa

SEMINAR: (ki-ka) Choliq Baya, Mahmudi Badjuri, Agus Dwi Muhannan, dan Wabup Rachmad, di Hotel Asri Panarukan kemarin (10/10).

Banyak Program Belum Tepat Sasaran

PANARUKAN - Kemampuan seorang wartawan mengungkap penyimpangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) hasil penelusuran sendiri masih sangat sulit di-

jumpai. Kebanyakan wartawan hanya pasif menerima informasi dari pihak lain tanpa mampu menggali sendiri secara mendalam berita tentang anggaran.

Salah satu penyebabnya adalah minimnya pengetahuan para kuli disket tersebut dalam membaca dan menganalisis dokumen APBD n  Baca Banyak...Hal 43

Kepergok, Pembobolan ATM Gagal BANYUPUTIH - Kawanan penjahat di Situbondo mulai membidik mesin ATM dan nasabah bank sebagai korban. Kemarin (10/10) ATM BNI 46 di SPBU Sukorejo, Desa Sumberejo, Kecamatan Banyuputih, menjadi sasaran para penjahat. Para pelaku diketahui sengaja mengutakatik mesin ATM di SPBU Sukorejo tersebut. Setelah mesin ATM itu rusak, kawanan penjahat tersebut meninggalkan nomor call center palsu di ruang ATM. Para penjahat itu memang menempelkan sebuah stiker call center palsu, yakni 021 903 57999, di dalam bilik ATM. Pelaku juga merusak mesin ATM dengan cara memasang semacam ker-

tas mika di lubang kartu. Akibatnya, kartu ATM para nasabah yang hendak mengambil uang tunai tertelan mesin ATM dan tidak keluar lagi. Tentu, para nasabah yang kartunya tertelan mesin ATM akan menghubungi call center di mesin ATM tersebut. Setelah dihubungi, para pelaku meminta nomor PIN kartu ATM milik nasabah tersebut. Setelah sang nasabah memberi tahu, para penjahat itu meminta agar nasabah tersebut segera mendatangi bank terdekat. Begitu pemilik kartu ATM yang tertelan mesin itu keluar kabin ATM menuju bank, kawanan penjahat masuk ke kabin ATM dan melakukan pembobolan.

Demi memuluskan aksi, para pelaku terlebih dahulu merusak kamera CCTV di ruang ATM. Setelah berhasil melumpuhkan CCTV, kawanan pencuri membongkar mesin ATM dan mengambil kartu ATM milik nasabah tersebut. Namun, aksi kawanan penjahat yang tergolong masih baru di Situbondo itu gagal dan tidak berhasil menggondol uang sepeser pun. Sebab, pada saat kawanan pencuri itu melancarkan aksi, ada warga sekitar yang kebetulan melintas dan memergoki. Kontan, kawanan penjahat itu kabur. “Di Situbondo modus seperti ini masih baru. Itu disebut card striping. Belakangan memang marak, jadi

para nasabah harus waspada,” terang Eko Soni Margono, salah petugas Swadharma Sarana Informatika yang menangani mesin ATM. Kasatreskrim Polres Situbondo AKP Sunarto mengatakan, pembobolan mesin ATM tersebut masih dalam penyelidikan. Selain melakukan olah TKP, petugas juga mengejar pelaku yang belum diketahui identitasnya itu. Karena masih dalam proses penyelidikan, sementara waktu mesin ATM di SPBU Sukorejo itu diberi garis polisi. “Masih berkoordinasi dengan petugas BNI 46 untuk memeriksa kerugiannya. Saat olah TKP, mesin ATM itu rusak,” pungkas AKP Sunarto. (rri/c1/als)

KOMUNIKASI PEMBANGUNAN

Manjakan Wisatawan, Pemkab Banyuwangi Bangun Dormitory

Penginapan Murah Berkualitas untuk Backpacker Diresmikan Pemkab Banyuwangi berkomitmen untuk memanjakan wisatawan yang datang ke Kota Gandrung. Salah satu bentuk pelayanan itu memberikan fasilitas penginapan murah berkualitas pada backpackers. ---------------------------------------------------------PEMERINTAH daerah terus berbenah meningkatkan kualitas infrastruktur pariwisata. Salah satunya adalah penginapan murah untuk para pencinta perjalanan dengan budget minim (budget travel). Minggu (6/10) lalu, Bupati Abdullah Azwar Anas meresmikan fasilitas dormitory untuk backpackers di Jalan Ahmad Yani 110, Banyuwangi. Dormitory sengaja dibangun karena mengimbangi meningkatnya jumlah kunjungan wisata ke Banyuwangi, termasuk para backpackers. Konsepnya pembangunan dormitory sederhana, hijau dengan banyak tanaman, dan kamar-kamar yang praktis. “Cocok untuk istirahat bagi backpackers yang akan berwisata ke Kawah Ijen, Pantai Pulau Merah, Pantai Sukamade, perkebunan kopi, dan destinasi wisata lainnya,” ujar Bupati Anas.

Tarif penginapan tersebut hanya Rp 50 ribu per malam. Penginapan murah itu mampu penampung 28 orang. Untuk menambah kenyamanan wisatawan, dormitory dilengkapi lukisan-lukisan tentang alam dan sejarah Banyuwangi. “Ini dormitory pertama. Kami akan segera membuat dormitory kedua yang lebih besar. Kami juga membina home stay yang sudah ada di sekitar destinasi wisata,” janji Bupati Anas. Dormitory dilengkapi sejumlah fasilitas penunjang yang memadai. Di depannya akan ada kedai kopi khas Banyuwangi. Tak jauh dari dormitory tersebut juga ada taman dan ruang publik dengan fasilitas WiFi gratis. “Di seberang ada beberapa gerai usaha kecil dan menengah (UKM) penyedia aksesoris, kaos, dan kuliner khas Banyuwangi seperti rujak soto dan nasi tempong,” jelasnya. Pembangunan dormitory ini semakin melengkapi berbagai infrastruktur pariwisata yang sudah ada di kabupaten berjuluk The Sunrise of Java tersebut. Infrastruktur transportasi mulai dari bandara, pelabuhan, kereta api, hingga jalan raya sudah tersedia dengan kondisi sangat baik. Fasilitas hotel juga terus bertambah. Pemer-

AF. ICHSAN RASYID/RaBa

PENGINAPAN MURAH: Bupati Anas bersama Kepala BKKBN Pusat Fasli Jalal mengunjungi Dormitory Backpacker di Jalan A.Yani Banyuwangi intah daerah juga mendorong pengembangan wisata melalui pariwisata event (event tourism) melalui Banyuwangi Festival (B-Fest) yang di gelar mulai September-Desember 2013. “Ada karnaval etnik, festival batik, Tour de Ijen, jazz

pantai, sampai festival seni tradisional,” tuturnya. Ekowisata yang dipilih pemerintah daerah mendapat tempat tersendiri di antara berbagai jenis pariwisata lain, karena dianggap sebagai win-win solution tourism. “Sebelum ekowisata

ada, pariwisata memang cenderung lebih mengutamakan aspek ekonomi untuk mengeruk laba sebesar-besarnya, sehingga cenderung mengabaikan keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan sosial-ekonomi masyarakat sekitar,” katanya. Banyuwangi yang fokus mengembangkan ekowisata. Banyuwangi mempunyai ‘segitiga emas’ dengan kekayaan wisata alam yang luar biasa, yaitu Kawah Ijen, Pantai Sukamade, dan Taman Nasional Alas Purwo. Perpaduan lengkap antara dataran tinggi, pantai, dan kawasan hutan dengan kekayaan flora dan fauna tak ternilai. Belum lagi potensi budaya masyarakat Using yang luar biasa. Ekowisata ditekankan untuk menjaga alam sekitar dan memberdayakan masyarakat setempat demi terwujudnya sustainable tourism. Dengan konsep itu, masyarakat lokal tidak hanya dijadikan sebagai objek turistik belaka, melainkan sebagai tuan bagi diri mereka untuk wirausaha. Masyarakat lokal menyediakan kamar bagi tempat menginap, mengajarkan budaya dan kearifan lokal sekaligus belajar pada wisatawan yang datang tentang hal-hal baru. (afi/adv/als)

Radar Banyuwangi 11 Oktober 2013  

Jawa Pos Radar Banyuwangi

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you