Page 1

Pembangunan Dermaga Tanjung Wangi

27

Pendorong Perubahan dan Pembaruan

SENIN 11 NOVEMBER TAHUN 2013

utara

area baru

Panjang dermaga baru 150 meter Tahap I tahun 2012 35 meter senilai Rp 27 miliar Tahap II Tahun 2013 20 meter senilai Rp 10 miliar

Kegiatan Reklamasi Tahun 2011

ondo

Jl.Raya Situb

Luas : 1500 meter persegi Anggaran : Rp 15 miliar Sumber Dana : APBN

utara ZAKARIA/RaBa

Bangun Dermaga Baru Sepanjang 150 m Sebelum Evakuasi, Harus Ada Pemeriksaan ABK

KALIPURO - Pelabuhan Tanjung Wangi terus berbenah melengkapi sarana dan prasarana. Setelah rampung melakukan pengurukan pada 2011 lalu, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI mulai membangun sarana dermaga sepanjang 150 meter. Lokasi dermaga baru tersebut berada tepat di sisi utara dermaga lama. Dermaga baru tersebut mulai dibangun pada tahun 2012 lalu sepanjang 35 meter dengan anggaran Rp 27 miliar. Kepala kantor Administrator Pelabuhan Kelas III Tanjung Wangi, Sri Sukesi mengatakan, pada pembangunan dermaga tahun 2012 lalu, anggaran Rp 27 miliar itu tidak terserap seratus persen. Sisa anggaran pembangunan yang tidak bisa dilaksanakan tahun 2012, sudah kembali ke kas negara. “Pembangunan dermaga itu dilakukan secara bertahap. Total panjang dermaga baru mencapai 150 meter,” kata Sri Suksesi. Pada tahun 2012 lalu, kata Suksesi, dermaga berhasil dibangun sepanjang 35 meter n

ICHSAN RASYID/RaBa

 Baca Bangun...Hal 37

REKLAMASI: Lokasi dermaga baru sudah selesai diuruk di sisi utara Pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi, kemarin.

Bersamaan di Aliyan dan Alasmalang SINGOJURUH - Tradisi Kebokeboan digelar bersamaan do Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh, dan Desa Aliyan Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, kemarin (10/11). Warga Desa Aliyan melaksanakan ritual Keboan ini pada pukul 06.00. Sejumlah warga yang berdandan layaknya kerbau, melaksanakan tradisi berjalan kaki mengelilingi jalan

HAJI

desa. Warga yang berdandan ala kerbau itu tampak kesurupan. Sambil menari-nari, warga yang berdandan ala kerbau itu makan arang yang sedang menyala. Tidak sedikit dari warga setempat dan pengunjung yang menyaksikan ritual ini, ikut kesurupan dan menari-nari bersama Keboan tersebut. Meski penuh den-

gan nuansa magis, kegiatan ritual ini berlangsung lancar hingga ditutup pada pukul 08.00. “Kebo-keboan di Desa Aliyan penuh dengan magis, tapi pelaksanaannya berlangsung aman dan lancer,” terang Kapolsek Rogojampi Kompol Bagio SP n  Baca Bersa-

SEMENTARA itu, proses evakuasi kapal kargo Caraka Jaya Niaga III-16 yang kandas di sekitar pelabuhan Tanjung Wangi, tampak masih akan berlangsung lama. Walau proses evakuasi sudah dimulai, namun kapan pelaksanaan evakuasi kapal bermuatan semen itu, masih belum jelas hingga kemarin (10/11). Kepala Syahbandar Tanjung Wangi, Sri Sukesi mengatakan, untuk melaksanakan evakuasi badan kapal ada beberapa tahap yang harus dilalui. Proses evakuasi memang sudah dimulai, namun evakuasi belum dilakukan. Salah satu tahapan pelaksanaan evakuasi, kata Sri Sukesi, adalah evaluasi dari pihak asuransi. Kapal yang bocor itu sudah diikutkan asuransi oleh pemiliknya. “Pemilik kapal bersama dengan pihak asuransi sudah datang ke Banyuwangi untuk melakukan

evaluasi,” katanya. Setelah selesai evaluasi dari pihak asuransi, selanjutnya masuk pada tahap pemeriksaan anak buah kapal (ABK). Pemeriksaan ABK ini menjadi kewenangan penuh dari pihak Syahbandar Tanjung Wangi. Saat ini, pemeriksaan ABK belum dilakukan, karena masih menunggu selesainya evaluasi dari pihak asuransi terhadap kondisi kapal yang bocor. Setelah itu, pihak Syahbandar akan masuk untuk melanjutkan proses pemeriksaan ABK. “Untuk melakukan evakuasi kapal itu, harus ada pemeriksaan tim ahli,” jelas Sukesi. Setelah diturunkan tim ahli, baru kemudian dilakukan evakuasi. “Evakuasi kemungkinan masih lama. Sebelum evakuasi, ada beberapa tahap yang harus dilakukan,” katanya n  Baca Sebelum...Hal 37

maan...

Hal 37

Mulai Mengemasi Koper JAMAAH Haji Banyuwangi mulai mengemasi koper. Sebab, jika tidak ada perubahan jadwal hari Selasa (12/11) semua koper jamaah haji Banyuwangi mulai ditimbang. Sebelum semua koper ditimbang, SeOleh:: nin (11/10) semua paspor jamaah haji H. Saibani Atim Banyuwangi dipedari Madinah riksa untuk kelengkapannya. Pemeriksaan ini terkait dengan jadwal pemulangan jamaah haji Banyuwangi ke Tanah Air. Sementara itu, sisa waktu untuk menyelesaikan Arbain digunakan sebaik-baiknya oleh jamaah haji Banyuwangi. Menunaikan salat sunah, berdoa dan membaca Alquran juga menjadi kegiatan rutin para jamaah n  Baca Mulai...Hal 37

ADA APA LAGI

AGUS BAIHAQI/RaBa

TRADISI: Kebo-keboan keliling kampung di Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi, kemarin.

Bitaria Citra Dewi, Diplomat Asal Banyuwangi di Inggris

Menjaga Informasi Bebas Penyadapan di Kedutaan

ABDUL AZIZ/RaBa

REKOR TERBANYAK: Warga melakukan penanaman padi secara masal di Kalibaru, Banyuwangi, Sabtu lalu (9/11)

Ribuan Petani Kalibaru Pecahkan Rekor MURI KALIBARU - Gabungan kelompok tani (Gapoktan) Rukun Santoso, Desa Kajarharjo, Kecamatan Glenmore berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam kegiatan tanam padi seribu pemuda tani, Minggu kemarin (9/11) n  Baca Ribuan...Hal 37 http://www.radarbanyuwangi.co.id

Banyak muda-mudi Bumi Blambangan yang sukses berkarir di luar negeri. Salah satunya adalah Bitaria Citra Dewi, 29, gadis kelahiran Purwoharjo, Banyuwangi ini. Alumnus SMAN 1 Glagah itu, kini punya tanggung jawab penting sebagai staf Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Inggris. SHULHAN HADI, Banyuwangi BITARIA Citra Dewi mengaku tidak pernah membayangkan sebelumnya, dirinya bisa bekerja sebagai salah satu staf KBRI di London, Inggris. Perempuan yang

akrab disapa Bita itu juga mengaku tak pernah membayangkan, jika dirinya kini bisa mengabdi untuk Bangsa dan negara. Menjadi seorang ahli komunikasi di KBRI tak sempat terpikir olehnya. Dia hanya berkeinginan bisa menjadi orang yang berguna bagi negeri dan bangsa. Sejak kecil, putri pasangan Sulihtiyono dengan Titin Sunarlik itu sebenarnya bercita-cita menjadi dokter. Namun takdir Tuhan berkata lain. Setelah menyelesaikan pendidikan di SMAN 1 Glagah pada tahun 2003 silam, dia melanjutkan kuliah di Politeknik Elektronika ITS Surabaya. Di kampus tersebut, dia mendalami jurusan Teknik Telekomunikasi. Sejak saat itu, kakak dari Cahya Mustika Narendri dan adik dari Ari Ratna Dwita itu berkeinginan bisa berkeliling dunia.

Sebelum kapal Caraka Jaya Niaga III dievakuasi, harus ada pemeriksaan ABK Jawaban para ABK tidak harus ABS (asal bapak senang)

Empat anggota Fraksi PKNU DPRD Situbondo di-PAW Meski beberapa bulan, gajinya lumayan DOK. PRIBADI

ACARA RESMI: Bitaria mengikuti kegiatan Royal Ascot di London, Inggris.

Selama menjadi mahasiswa di Kota Pahlawan Surabaya, perempuan yang lahir pada 22 April 1984 silam itu dikenal sangat rajin bela-

jar. Bita juga aktif sebagai anggota laboratorium jaringan komputer di tempatnya belajar n  Baca Menjaga...Hal 37 email: radarbwi@gmail.com/beritaraba@gmail.com


28

Senin 11 November 2013

Oknum PNS Nyabu Sering Telat Ngantor BANYUWANGI – Kabar tertangkapnya oknum pegawai negeri sipil (PNS) Joni Krisdiantoro, 33, yang sedang berpesta sabusabu (SS) di rumahnya, ternyata membuat atasannya sempat kaget. Apalagi, PNS yang tinggal di Lingkungan Jogolatri, Kelurahan Sumberejo, Kecamatan Banyuwangi, itu dianggap sering telat saat masuk kerja. Joni yang selama ini bertugas sebagai sopir kendaraan dinas Asisten Administrasi, Pembangunan, dan Kesejahteraan rakyat (Asmin Kesra), malah sering ditinggal oleh atasannya. “Saya sering tidak memakai dia (Joni Krisdian-

wan toro),” cetus Plt Asmin Kesra Wawan Yadmadi kemarin (10/11). Sebagai Plt Asmin Kesra yang merangkap kepala bagian (Kabag) Pembangunan Pemkab Banyuwangi, jelas Wawan, tugasnya sering banyak keng luar. Dengan mobilitas tugas yang an tinggi, Asmin Kesra membutuhkan sopir setiap saat. “Saya butuh teman (sopir) yang selalu siap menemani dalam melaksanakan tugas,” kata Wawan yadmadi. Wawan mengakui, Joni memang bertugas

sebagai sopir kendaraan dinas Asmin Kesra Pemkab. Tapi selama ini, dirinya hampir tidak pernah menggunakan jasa Joni. “Saya tidak tahu pindah ke mana, saya tidak pernah makai,” cetusnya. Keluhan senada juga disampa paikan oleh mantan Asmin Kesra Suhartoyo yang kini sudah purna tugas. Pada Jawa Pos Radar Banyuwangi, Suhartoyo yang memasuki masa pensiun sejak 1 Agustus 2013 lalu itu juga mengaku sering dibuat jengkel

oleh sopir kendaraan dinasnya tersebut. “Pagi itu sering telat datangnya, padahal kami harus segera berangkat,” sebut Suhartoyo. Karena sopirnya yang selalu telat datang, lanjut Suhartoyo, maka tidak jarang untuk tugas di dalam kota Banyuwangi ditangani tanpa menggunakan sopir dinas. Mobil dinas Toyota Kijang Innova bernopol P 13 VP itu akhirnya disopiri sendiri oleh Suhartoyo. “Saya sering nyopiri sendiri, karena sopirnya telat datang,” ujarnya. Suhartoyo mengaku sering menasihati sopir kendaraan dinasnya itu. Setiap dinasihati,

Joni selalu diam dan berjanji akan mengubah sikapnya. Tapi anehnya, tidak lama kemudian, dia kambuh lagi dan sering datang telat. Seperti diberitakan sebelumnya, pesta sabu di Lingkungan Jogolatri, Kelurahan Sumberejo, Kecamatan Banyuwangi, digerebek polisi. Dalam operasi ini, dua warga yang diduga sedang nyabu berhasil ditangkap. Kedua tersangka yang diamankan itu adalah Joni Krisdiantoro, 33, warga Lingkungan Jogolatri, Kelurahan Sumberejo; dan Bambang Triyono, 42, asal Desa/Kecamatan Rogojampi. (abi/bay)

Dimeriahkan Lomba Melukis di Atas Kaus BANYUWANGI – Even Banyuwangi Inovatif 2013 sukses menyuguhkan sesuatu yang baru di Bumi Blambangan. Salah satunya lomba melukis kaus. Lomba melukis kaus itu digeber di Gedung Wanita Paramitha Kencana, Banyuwangi kemarin (10/11). Para peserta yang berasal dari kalangan pelajar tingkat SD, SMP, SMA, maupun masyarakat umum tersebut, bebas menuangkan ide dan kreasinya. Ada yang melukis panorama Banyuwangi, ada pula yang melukis sosok penari gandrung. Tidak hanya lukisan yang mengandung unsur Banyuwangi, sebagian peserta lain memilih melukis mobil sport, monyet, hingga tokoh film kartun Sponge Bob. Bahan yang dikenakan untuk melukis di atas kaus, itu adalah cat khusus yang dijamin tidak luntur. Fasilitator lomba lukis kaus, Yuri Subagyo mengatakan, melukis kaus merupakan sesuatu yang baru di wilayah Banyuwangi dan Jember. “Lomba ini digelar agar kreativitas peserta bisa muncul,” jelasnya. Selain lomba lukis kaus, ajang Banyuwangi Inovatif hari kedua kemarin juga dimeriahkan dengan Anchor JTV Competition 2013. (sgt/bay)

Jadwal Hari ini 10.00-12.00: Pembiayaan Syariah by Muamalat 12.00-13.00: Istirahat 13.00-15.00: Coaching Make Up and Hijab Clinic by Wardah 15.00-16.30: Sosialisasi Produk BNI Syariah 16.30-18.30: Istirahat 18.30-19.30: Sosialisasi Ciri-ciri Keaslian Uang Rupiah by BI SIGIT HARIYADI/RaBa

19.30-selesai: Seminar Ekonomi Syariah by Bank Indonesia

KREATIF: Peserta melukis kaus di Gedung Wanita Banyuwangi kemarin.

Diawali Doa Bersama, Diakhiri Tabur Bunga BANYUWANGI - Peringatan Hari Pahlawan di Banyuwangi digelar berbeda dari tahun sebelumnya kemarin (10/11). Selain menggelar upacara bendera, Pemkab Banyuwangi juga menggelar doa bersama jajaran SKPD dan masyarakat umum sekitar Taman Makam Pahlawan Wisma Raga Satria. Kegiatan doa bersama yang berlangsung mulai pukul 03.50 hingga 05.30 itu, dipimpin langsung Bupati Abdullah Azwar Anas. Kegiatan doa bersama diawali dengan salat Subuh berjamaah, yang dilanjutkan pembacaan tahlil dan doa bersama arwah para pahlawan. Tradisi doa bersama memperingati Hari Pahlawan ini merupakan pertama kali digelar. Sebelumnya, peringatan Hari Pahlawan hanya diisi dengan kegiatan kenegaraan upacara bendera. Upacara bendera kenegaraan kali ini, baru digelar setelah acara doa bersama yang dipimpin Bupati Anas selesai. Upacara ben-

dera tabur bunga dilaksanakan di dua lokasi yang berbeda, yakni TMP Wisma Raga Satria dan TMP 003 Pantai Boom. Yang menjadi inspektur upacara (Irup) tabur bunga di TMP Wisma Raga Satria adalah Kejari Made Parma. Ikut dalam kegiatan tabur bunga itu, Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko dan beberapa pejabat lainnya. Sedangkan Irup tabur bunga di TMP 003 Pantai Boom adalah Kapolres AKBP Yusuf. Sementara itu, Inspektur upacara bendera peringatan Hari Pahlawan di lapangan Taman Blambangan adalah Wakil Bupati Yusuf Widyamoko. Dalam kesempatan itu, Wabup Yusuf membacakan sambutan tertulis Menteri Sosial RI Dr Salim Assegaf. Dia mengajak semua elemen masyarakat Banyuwangi untuk kerja keras melanjutkan perjuangan para pahlawan. Pemkab saat ini sedang kerja keras untuk membangun Banyuwangi agar lebih maju lagi. (afi/bay)

ICHSAN RASYID/RaBa

MENGENANG: Wabup Yusuf Widyatmoko menaburkan bunga di Taman Makam Pahlawan Wisma Raga Satria Banyuwangi kemarin. Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono. Redaktur Pelaksana: Syaifuddin Mahmud. Redaktur: Ali Sodiqin. Koordinator Liputan: Agus Baihaqi. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Nur Hariri (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja. Pemasaran & Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Gerda Sukarno Prayudha, Benny Siswanto, Samsuri (Situbondo). Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah, W. Nugroho. Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan. PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Administrasi Iklan: Widi Ukiyanti . Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti. Perpajakan: Cici Irma Setyani. Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari. Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/mmk, berwarna depan Rp 35.000/mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. J

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

J

Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

J

Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


29

Senin 11 November 2013

Puncak Peringatan HKN ke-45

Gelar Jalan Santai hingga Santuni 100 Anak Yatim

SEHAT BERSAMA: Bupati Anas bersama undangan melakukan gerakan cuci tangan.

GENTENG - Ribuan orang menyemut di sepanjang jalan Kota Genteng, Minggu (10/11) kemarin. Mereka mengikuti jalan santai yang digelar dalam rangka Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-45. Tahun ini even tahunan ini dipusatkan di Rumah Sakit Al Huda Genteng. Jalan santai bertema Pesta Rakyat Kesehatan ini dilepas oleh Bupati Abdullah Azwar Anas dan istri Ny. Ipuk Fiestandani. Hadir juga Forum Pimpinan Daerah Banyuwangi, jajaran pejabat pemkab, instansi kesehatan Banyuwangi dan masyarakat umum. Ketua HKN 2013, dr. Hj. Faida MMR mengatakan, jalan santai ini berhadiah utama satu sepeda motor Yamaha Fino Fashion. Acara itu juga dimeriahkan berbagai pertandingan eksebisi , fun game tarik tambang serta lomba balap

karung tandem estafet, tenis meja antara grup rumah sakit melawan grup puskesmas. Di sela-sela acara itu, dilakukan gerakan cuci tangan yang ditampilkan stand pameran RSUD Genteng dan donor darah yang diikuti 600 masyakarat. Lomba-lomba lainnya adalah lomba lukis kaus yang diikuti lebih dari 200 pelajar. “Peringatan HKN ini juga memberikan santunan kepada 100 anak yatim dari wilayah Kecamatan Gambiran dan Kecamatan Genteng,” ujar CEO RS Al Huda yang pernah memperoleh Anugerah Perempuan Indonesia 2013 itu. Faida mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak dan mitra yang telah menyukseskan peringatan HKN 2013 ini. “Mudah-mudahan kerjasama ini akan tetap berlanjut pada masa mendatang, terima kasih banyak,” ujarnya. (adv/aif)

HADIAH UTAMA: Bupati Anas mengambil undian motorYamaha Fino Fashion.

BEREBUT SALAMAN: Peserta jalan sehat HKN menyapa Bupati Anas di sepanjang rute.

SANTUNAN: Panitia juga memberikan santunan terhadap 100 anak yatim.

FOTO-FOTO: ISTIMEWA

PERTANDINGAN PERSAHABATAN: Tenis meja antara grup rumah sakit melawan grup puskesmas berlangsung sengit.

MEMBELUDAK: Lomba lukis kaus diikuti 200 siswa.

KANTONG DARAH: Peserta donor darah mencapai 600 orang.

SMASH: Peserta lomba bola voli sangat antusias dalam memeriahkan HKN.

Ki Manteb Pukau Ribuan Penonton Unjuk Kebolehan dengan Lakon Bimo Bangkit

ABDUL AZIZ/RABA

LEGENDARIS: Ki Manteb Soedharsono unjuk kebolehan mendalang di lapangan Brawijaya, Kecamatan Purwoharjo, Sabtu malam kemarin (9/11).

PURWOHARJO – Dalang kondang Ki Manteb Sedharsono tampil luar biasa di Lapangan Brawijaya, Kecamatan Purwoharjo, Sabtu malam kemarin (9/11). Ki dalang setan – sebutan untuk Ki Manteb Soedharsono- tampil dengan mengusung lakon Bimo Bangkit. Antusiasme warga Banyuwangi Selatan menyaksikan pagelaran wayang kulit yang diselenggarakan Pemkab Banyuwangi di Lapangan Brawijaya, Kecamatan Purwoharjo sungguh luar biasa. Stadion yang terletak di utara Pasar Purwoharjo tersebut penuh sesak dengan ribuan pengunjung. Kebanyakan mereka datang dengan berombongan. Mereka

membawa bekal makanan, minuman kopi, serta tikar untuk nonton bersama kerabat dan sahabat hingga pagi hari. Membeludakanya pengunjung tersebut bukan hanya terlihat di dalam, tapi juga di luar lapangan. Meskipun di dalam sudah

sesak dengan warga, namun di luar lapangan juga masih banyak yang terlihat antre. Untuk memberi kemudahan kepada para pengunjung yang membeludak, panitia sengaja memasang layar proyektor di tepi lapangan. Penonton yang tidak mendapatkan tempat di

bagian depan, masih bisa melihat aksi Ki Manteb memainkan wayang. Pagelaran wayang kulit semalam suntuk diawali dengan penyerahan wayang Bimo dari Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas kepada Ki Manteb n  Baca Ki Manteb...Hal 37


30

Senin 11 November 2013

Voli Putra Runner Up Piala Gubernur Zona Timur BANYUWANGI - Seolah tidak mau kalah dengan tim putri bola voli yang menjadi juara IV Liga Voli 2013, tim putra Banyuwangi juga unjuk gigi. Kali ini, skuad asuhan coach Bambang Hermanto itu menjadi juara II dalam Piala Gubernur wilayah kerja IV zona timur. Mulyawan dkk meraih prestasi oke itu di Jember beberapa waktu lalu. Atas catatan manis itu, tim putra

bola voli asal Bumi Blambangan itu berhak maju di grand final yang di gelar di Surabaya. Dalam zona timur itu, Mulyawan Cs berhadapan dengan tim daerah se-Tapal Kuda. Antara lain, tim putra Situbondo, Lumajang, Probolinggo, dan Jember. Meski begitu, tim voli binaan Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Cabang Banyuwangi tidak gentar. Hasilnya, tim Putra Voli Banyuwangi bisa bersaing dan lolos dari grup. Tim putra bola voli Banyuwangi di grup itu memang gagal menjadi

pemuncak klasemen. Posisi teratas menjadi milik tim Probolinggo. Meski begitu, tim putra Banyuwangi unggul atas tuan rumah dan berhak menjadi runner up. Ketua harian PBVSI Cabang Banyuwangi, Ayub Hidayat mengungkapkan, jika prestasi gemilang itu sebagai kado untuk Kapolres Banyuwangi, AKBP Yusuf. Untuk itu, pihaknya akan mengusung ambisi tinggi dalam grand final yang akan digeber pada bulan Desember mendatang. ‘’Kita akan berupaya maksimal agar bisa meraih juara,’’ tandasnya.(ton/als)

TOHA/RaBa

SAPA KONTITUEN: Dari kiri, H Mochammad Yasin, H Pujiantoro, H Jamal Aziz dan H Abdul Basith saat acara reses di Hotel Tanjung Asri Minggu (10/11) kemarin.

Abdul Basith Jaring Aspirasi di Ikhtiar Surya GIRI- Anggota DPRD Banyuwangi dari Partai Hanura, Drs H Abdul Basith menggelar reses di Hotel Ikhtiar Surya Banyuwangi, Minggu (10/11). Ratusan konstituen Partai Hanura Dapil I dari enam Kecamatan hadir. Sejumlah tokoh dan calon anggota legislatif pun tidak ketinggalan datang. Seperti Anggota DPR-RI Partai Hanura H Jamal Aziz, SH, MH, Caleg Hanura Dapil I nomor urut dua, H Mochammad Yasin, SP, SH; Ketua DPC Hanura Situbondo sekaligus caleg DPRD Jatim H Pujiantoro, SH, MH. Dalam sambutannya anggota DPRD Banyuwangi dari Partai Hanura, Drs H Abdul Basith mengatakan pelaksanaan reses ini merupakan kewajiban bagi pimpinan dan anggota DPRD dalam rangka menjaring aspirasi masyarakat secara berkala untuk bertemu

konstituen pada Daerah Pemilihan (Dapil) masing-masing guna meningkatkan kualitas, produktivitas, dan kinerja DPRD dalam mewujudkan keadilan dan kesejahteraan rakyat, serta guna mewujudkan peran DPRD dalam mengembangkan check and balances antara DPRD dan pemerintah daerah. Dikatakan, reses merupakan komunikasi dua arah antara legislatif dengan konstituen melalui kunjungan kerja secara berkala untuk bertemu dengan konstituennya secara rutin pada setiap masa reses. “Anggaran program jaring aspirasi masyarakat (jasmas) sudah kita sebar merata di Dapil Banyuwangi I secara merata. Tujuan reses saya adalah menyerap dan menindaklanjuti aspirasi konstituen dan pengaduan masyarakat guna memberikan pertanggungjawaban

moral dan politis kepada konstituen di dapil I sebagai perwujudan perwakilan rakyat dalam pemerintahan,” ujar Abdul Basith kemarin. Basith menambahkan dalam reses kali ini, pihaknya juga memberikan materi tentang wiraswasta dan UMKM. Pemateri tema ini adalah Wakil Ketua Dekopin Banyuwangi H Mochammad Yasin, SP, SH yang juga calog Partai Hanura nomor urut 2 dapil I. “ Pak Yassin ini orang yang sarat pengalaman dalam memahami w iraswasta dan UMKM, dia tidak hanya bisa teori namun secara praktek telah berhasil ditunjukkan. Oleh karena itu, Pak Yassin saya undang untuk memberikan wawasan kepada kontituen Partai Hanura dapil I agar mereka bisa berwiraswasta,” pungkasnya. (adv/als)

Pengurus DPK KBM Banyuwangi Dikukuhkan BANYUWANGI - Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) Keluarga Besar Marhaenis (KBM) Banyuwangi resmi terbentuk. Deklarasi sekaligus pengukuhan pengurus DPK KBM Banyuwangi dilaksanakan di auditorium Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi kemarin (10/11). Tidak tanggung-tanggung, Ketua Dewan Pimpinan Nasional (DPN) KBM, Prof DR Sudigdo Adi, menyempatkan diri hadir dalam deklarasi KBM Banyuwangi tersebut. Sejumlah pengurus KBM tingkat pusat dan provinsi, juga tampak membaur bersama ratusan anggota KBM asal seantero Banyuwangi. Hebatnya, DPK KBM Banyuwangi merupakan kepengurusan tingkat kabupaten yang kali pertama dikukuhkan di antara 38 kabupaten/ kota di Jatim. “Acara kali ini digelar dengan tiga tujuan. Di antaranya, deklarasi dan pelantikan pengurus KBM Banyuwangi; sebagai sarana kangen-kangenan sesama keluarga marhaenis di Banyuwangi; serta untuk membangkitkan semangat keluarga marhaenis di Banyuwangi,” ujar ketua panitia, Eko Sukartono. Sementara itu, Ketua Umum (Ketum) DPK KBM Banyuwangi Periode 2013-2018, Suparmin mengatakan, KBM Banyuwangi sebenarnya sudah terbentuk sejak setahun yang lalu.

TOHA/RaBa

MENYISIR PANTAI: Sejumlah mahasiswa program studi Biologi saat rijig-rijig pantai Boom (10/11) kemarin dengan membedakan sampah organik dan anorganik.

HMJ Biologi Uniba Belajar Pengomposan BANYUWANGI - Sejumlah mahasiswa Universitas PGRI Banyuwangi (Uniba) dari Himpunan Mahasiswa Jurus (HMJ) Biologi menggelar aksi rijig-rijig pantai Boom, Minggu (10/11) kemarin. Aksi sosial itu dipimpin Dekan Fakultas MIPA Uniba, Drs Hudori, M.Pd, dan Kepala Program Studi Biologi Tristi Indah Dwi Kurnia, S.P. Dalam rijig-rijig itu, petugas THL DKP pengelolaan kompos sampah Karangrejo, Ramang, turut mendampingi para mahasiswa. Dekan Fakultas MIPA Uniba, Drs Hudori, M.Pd menjelaskan, kegiatan ini merupakan salah satu wujud kepedulian Uniba. Khususnya program studi biologi dalam kepeduliannya menjaga lingkungan sekitar. Apalagi, kata dia, Pantai Boom sesaat lagi akan digunakan salah satu pageleran Banyuwangi Festival, yaitu paju gandrung. “Oleh karena itu kita dahulu dengan kegiatan masal ini sekaligus memberikan pengertian

kepada masyarakat tentang hidup bersih,” kata Hudori kemarin. Hal senada dikatakan oleh petugas THL DKP pengelolaan kompos sampah Karangrejo, Ramang. menurut dia, apa yang dilakukan oleh mahasiswa Uniba ini adalah salah satu kepedulian yang harus ditiru mahasiswa dan masyarakat umum. Caranya adalah dengan memahami dan mengerti bahaya sampah, khususnya sampah anorganik yang tidak bisa diurai oleh tanah. Selain itu, jika mengerti sampah akan membawa berkah ekonomi. Potensi limbah plastik sebagai bahan komoditas mulai disadari para perlaku bisnis. Terbukti dengan munculnya industriindustri daur ulang plastik. Tidak hanya membawa dampak positif bagi lingkungan, daur ulang plastik juga dapat membuka lapangan kerja baru, seperti tenaga sortir plastik, tenaga giling, tenaga pengepakan, sampai staf administrasi dan keuangan “Permasalahan sampah ini adalah tanggung jawab

kita semua, toh di agama, kebersihan adalah sebagian dari Iman,” katanya. Sementara itu, Kepala Program Studi Biologi Tristi Indah Dwi Kurnia, S.P mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk turut peduli dengan keindahan lokasi pantai yang potensial untuk pengembangan wisata bahari. Pemungutan sampah dilakukan para mahasiswa, dengan menyisir kawasan Pantai Boom yang sangat potensial sekali untuk dikembangkan sebagai salah satu lokasi wisata bahari di Banyuwangi. Setelah para mahasiswa berhasil memisahkan sampah organik dan anorganik, mereka langsung menuju ketempat pemrosesan pengomposan sampah di Kelurahan Karangrejo. “Di sini para mahasiswa Biologi mengetahui bagaimana cara mengelola sampah menjadi kompos yang memiliki daya ekonomis yang baik,” kata Dosen yang saat ini sedang menempuh S2 di Universitas Jember itu. (adv/als)

BANYUWANGI

BANYUWANGI

SITUBONDO

• Tanah & Gudang •

• Taman Bougenville •

• Wisma Anggrek •

BANYUWANGI

SIGIT HARIYADI/RaBa

PELANTIKAN: Sudigdo Adi melantik pengurus DPK KBM Banyuwangi di auditorium kampus Untag Banyuwangi kemarin.

“Yang melatarbelakangi terbentuknya KBM Banyuwangi adalah karut-marut kehidupan berbangsa dan bernegara. Kami tergerak untuk meningkatkan kembali semangat kebangsaan tersebut,” kata dia. Tujuan pembentukan DPK KBM Banyuwangi, imbuh Suparmin, yakni menciptakan masyarakat adil dan makmur, sejahtera lahir dan batin, serta menciptakan masyarakat yang berdaulat dalam bidang ekonomi, politik, dan kebudayaan. Tujuan lain

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

ANDA MAU BELI MOBIL BARU ??? Hubungi TONI HP:081336236483 081938221499 BB: 22483BC4

Jual Innova Solar G 2008 Abu2, harga 190 juta nego Innova Bensin G ‘08, 165 juta nego

• Rumah + Toko •

• Kredit Motor Honda •

TnhRgjL.9600m2Kebalen,L.23500m2,Pancoran Tnh L1150m2, Mendut, L.5000m2, Meneng L.10650m2, L.7000m2 dpn SG. Dswkn Gdg L.200m2+hlmBwiKota,GdgL.2100m2+hlm.3000m2 Srono.H:0811301322/081703130988.

Djl Sgr Rmh+Toko Strgis Dpn SMK 17 Agst Clring uk 15x15 Ptok Hb 085649209607

Kredit Spd Motor Baru HONDA Proses Cpat,Bs Tukar Tambah. H: 085228657846

• Tanah Sawah •

macam Udang, Sambel Pecel Rahma Sari. Juga jual Jus Kulit Manggis untuk Kesehatan. Rp. 1.000.000 (member) Rp. 1.200.000 (Non Member) Temu Putih Kapsul, Teh Murbei, Kopi Kesehatan dan Madu Herbal.

• Civic Ferio • JUAL BAKSO IKAN MAKAREL, TAHU IKAN TUNA, Olahan Bermacam-

Djl tanah sawah luas 10.715, cocok utk homestay, PP, wisata pulau santen,dll. Hrg Rp. 200 ribu/meter. Hub: 0811354614 Dijual Rumah LB 92 m,LT 221m di taman Bougenville Blok B1+B2 Hubungi Riza 085233343535

Dijual rumah perum wisma anggrek mas B1 LT 120 LB 95,Stb hub andika 082140814554

• Tanah Muncar •

• Rumah Genteng •

• Jl. Basuki Rahmat •

Djl cpt tnh L5.000m, tepi jln rya Brawijaya Muncar. Cck u ush/perum, H: 082330210657.

Dijual Rumah Blkng TK Larasati Gtng L 105m2 SHM strtgs hub 081937689798.

• Tanah Dalam Kota • Djl L 553m2 600jt,372m2 300 jt Nego dlm Kota tepi jln bisa kredit Hub 085232205666

Hub: Sari Agency Stokist

082331100616/ 085646275275

Civic Ferio 96, mulus, mesin sehat, suku cadang ori, kaki baru, AC dingin,plat bru ganti sept. Hub 081249975047

Cash & Kredit

PROSES AMAN & MUDAH

Hub: 082142194111

• Toyota Avanza ‘10 •

• Grand Livina ‘07 •

• Panter Turbo ‘07 •

Dijual Toyota Avanza 1.3 G F60IRM GMMFJJ tahun 2010 silver metalik, harga 135 juta nego, brg istimwa, bisa cash /redit, hub (0333) 631526, 635176, 0811351148

Dijual Nissan Grand Livina XV 1.5 MT tahun 2007 abu-abu tua metalik, harga 142,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash / kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

Dijual Isuzu Panther Turbo TBR 54F LM tahun 2007 hitam, harga 137,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash / kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

• Daihatsu Xenia ‘10 •

• Honda Stream ‘02 •

• Nissan •

Dijual Honda Stream S7A 1.7 AT tahun 2002 hitam, harga 135 juta nego, barang istimewa, bisa cash / kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

Promo Tutup Thn Gr. Livina DP 39 Jt,March DP 24 Jt,Evalia DP 28 Jt+Free Aksesoris Dptkn undian 5 Tiket Ntn P.Dunia,2 Unit Elgrand,2 Unit G.Livina Hub Indra 085238484999 Nissan Bwi,BUKTIKAN!!!

XAMTHONE

BALI • Waiters • Rmh Djl L600m2, LB 400m2, 2 Lt, 9 KT, 3 KM, Listrik, PDAM, SHM, Lok Jl Basuki Rahmat Stb (Blkg Kntor Kejaksaan Baru STB) Hub. 081 358 057 388. Tanpa Perantara

yang tidak kalah penting adalah tetap mengawal tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasar Pancasila dan UndangUndang Dasar (UUD) 1945. “Kami akan mengawal kebijakan pemerintah yang pro kepentingan rakyat, khususnya di Banyuwangi,” tegasnya. Selain Suparmin yang duduk di posisi Ketum DPK KBM Banyuwangi, posisi sekretaris diduduki Ahmad Badawi. Sedangkan posisi bendahara ditempati Heru Pratista. (sgt/adv/als)

Restoran di Kuta Bali Membutuhkan Waitress, Transpor t ke Bali akan ditanggung dan Ada Bantuan Akomodasi Berminat Hubungi 081294100961/ 03614739360

PEMBERITAHUAN

INGIN PASANG IKLAN? HUBUNGI: 0333 - 412224

Sehubungan dengan makin maraknya aksi penipuan yang memanfaatkan iklan jitu di Koran Radar Banyuwangi kami himbau kepada masyarakat terutama pemasang iklan jitu di Radar Banyuwangi untuk waspada dan berhati-hati. Bila Anda menerima telepon, SMS dengan mengatasnamakan petugas dari Radar Banyuwangi maka segera konfirmasi ke Radar Banyuwangi (0333) 412224. Radar Banyuwangi tidak bertanggungjawab atas semua transaksi yang terjadi selain pemasangan iklan secara resmi di Radar Banyuwangi.

Dijual Daihatsu Xenia F60IRV-GMDFJJ tahun 2010, silver metalik, harga 117,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash / kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148


BALJEBOL

Senin 11 November 2013

BALI

JEMBER

BONDOWOSO

35

LUMAJANG

Penderita HIV/AIDS Tembus 1.095 Orang JEMBER - Jumlah pengidap HIV/AIDS di Jember tiap tahun terus meningkat. Saat ini, pengidap HIV/AIDS mencapai lebih dari 1.000 orang. Angka ini diperkirakan akan terus bertambah tiap tahunnya. ‘’Di Jember, untuk pengidap HIV/AIDS setiap tahunnya terus mengalami peningkatan,’’ ujar dr. Evy Tyaswati, Kabag Humas RSD  dr.  Soebandi Jember. Dijelaskan, jumlah penderita yang dinyatakan positif mengidap HIV/AIDS mencapai 1.095 orang. Jumlah sebanyak itu, kata dia, diperkirakan masih akan terus bertambah. Sebab dari pendeteksian, setiap bulan selalu muncul kasus baru. Jumlah kasus baru itu juga tidak sedikit. Setiap bulannya berkisar antara 30 hingga 50  orang.  ‘’Mereka yang memeriksakan diri selalu terdeteksi sebagai pengidap. Penyakit inipun belum ada obatnya,’’ kata Evy lagi. Prediksi penambahan jumlah pengidap

HIV/AIDS akan bertambah setiap tahunnya, bisa dilihat juga dari data Unit Pelayanan Rawat Jalan RSD  dr. Soebandi. Setiap harinya, unit tersebut sedikitnya menerima 25 pasien  pengidap HIV/ AIDS. ‘’Mereka yang datang setiap harinya tidak sedikit. Minimal tercatat ada 25 orang,’’ ungkapnya. Mereka yang datang ke unit rawat jalan itu bukannya mereka yang baru saja mengidap. Namun kondisinya sudah akut. Jelas ini merepotkan petugas, sebab proses  pengobatannya akan lebih sulit dibanding pengobatan yang dilakukan sejak kondisi  stadium awal. ‘’Kebanyakan

dari mereka yang datang, tergolong stadium lanjut,’’ katanya. Apa penyebab utama membengkaknya jumlah pengidap HIV/AIDS? Evy menjelaskan, dari sekian banyak pemeriksaan yang dilakukan, rata-rata mereka yang terjangkit penyakit ini karena perilaku seks menyimpang. Para pengidap sering gonta-ganti pasangan. Terutama berhubungan dengan orang yang memiliki risiko tinggi mengidap penyakit ini. Antara lain dengan para pecandu obat-obatan  terlarang dan para Pekerja Seks Komersial (PSK) dan beberapa lainnya. Oleh karena itu untuk upaya pencegahan, mereka yang berisiko tinggi segera memeriksakan diri. “Mereka harus menjalani tes untuk mengetahui ada tidaknya penyakit yang belum ada obatnya ini. Ini bisa memaksimalkan pengobatan,’’ ungkapnya. (rid/wnp/JPNN/aif)

Warga Tidak Perlu Panik

HAFID/RADAR JEMBER/JPNN

DISAMBUT HARU: Tak hanya kepolisian dan Satpol PP, unsur TNI juga turut membantu penjemputan seluruh kjemaah haji di stadion Lumajang, kemarin malam.

Satu Jamaah Masih Tertinggal Sakit, Dalam Perawatan di Rumah Sakit Makkah LUMAJANG – Setelah menjalani ibadah di Tanah Suci, jamaah haji malam kemarin tiba di Lumajang. Ratusan jamaah itu disambut haru oleh keluarganya. Namun, dari 652 jamaah, seorang diantaranya belum pulang karena menjalani perawatan di Makkah. Dan seorang lagi meninggal. Rombongan jamaah itu mulai tiba di tempat penjemputan di stadion semeru Lumajang Jumat sekitar jam 20.35 Wib. Diawali dari kloter 39 sebanyak 206 jamaah. Disusul kloter 40 yang tiba di stadion semeru Lumajang pada jam 22.30 wib sebanyak 444 jamaah. Kedatangan rombongan jamaah haji ini menggunakan bus yang dikawal petugas kepolisian. Kedatangannya di stadion semeru Lumajang melewati jalur barat. Kemudian, Jamaah memasuki bagian dalam stadion untuk mengambil barang-barang. Sementara penjemput dari keluarga satu persatu bergiliran masuk dalam stadion. Mereka menjemput dengan mencari keluarganya di dalam stadion secara bergantian. Dalam penjemputan

itu, tidak sedikit jamaah yang disambut haru. Bahkan ketika bertemu dengan keluarganya, disambut isak tangis. Kedatangan jamaah haji ini juga mendapat perhatian dari aparat keamanan. Petugas Kepolisian dan TNI turut mengatur proses pengawalan rombongan bus jamaah haji dan mengatur jalannya penjemputan di dalam dan di luar stadion. Selain itu juga ada dari unsur Satpol PP, Dinas Perhubungan dan petugas dari Kementerian Agama (Kemenag) Lumajang. Mudhoffar, Kasi Haji dan Umroh Kemenag Lumajang menjelaskan, ada seorang jamaah haji Lumajang yang meninggal. “Meninggalnya dikarenakan mengalami sakit lambun,” ungkap Mudhoffar. Jamaah haji yang meninggal itu adalah dari kloter 39 bernama Mistaji asal desa Kaliboto Lor kecamatan Jatiroto. Dengan demikian, tersisa 651 jamaah haji. Namun, salah satu dari jamaah haji itu tidak bisa pulang. Dikarenakan menjalani perawatan di rumah sakit Mekkah. Jamaah itu adalah Sulina binti Senakun, dari kloter 40 asal desa Jatirejo Kecamatan Kunir. Otomatis, Jamaah haji yang pulang malam kemarin berjumlah 650 jamaah. (fid/hdi/JPNN/aif)

Diputus Pacar, Minum Oplosan JENGGAWAH – Ditengarai stres berat sehabis diputus pacarnya, Aminatul Lailiah, 20, warga Dusun Gayasan B, Desa/Kecamatan Jenggawah nekad menenggak minuman oplosan. Kerasnya efek oplosan itu membuat korban ditemukan kejang-kejang hingga akhirnya meninggal dunia dalam perjalanan ke puskesmas terdekat. Kejadian yang membuat warga geger itu terjadi pada malam minggu kemarin (9/10). Menurut keterangan polisi, korban setelah maghrib dijemput oleh pacarnya bernama Feri, 25, warga Dusun Patemon, Desa Mangaran, Ajung. Beberapa jam kemudian, korban diantar pulang oleh Feri, sekitar pukul 21.00 WIB. “Namun saat itu keadaan korban masih sehat,” kata Kapolsek Jenggawah AKP Tulus Dwi Sutarta, kemarin. Setibanya di rumah, orang tua korban sempat memarahi korban karena pulang malam terlebih dia seorang perempuan. Tak hanya itu, korban juga sempat bertengkar dengan adiknya. Kondisi itulah yang diduga mengakibatkan stress berat terhadap korban. Selanjutnya, korban masuk ke kamar dan meminum minuman berenergi yang dicampur obat keras. Setelah itu korban keluar rumah dan saat itu korban langsung kejang-kejang. Meli-

JUMAI/RADAR JEMBER/JPNN

OVER DOSIS: Aminatul Lailiah terkapar di Puskesmas Jenggawah.

hat kejadian itu, keluarga yang dibantu sejumlah tetangga langsung melarikan korban ke Puskesmas Jenggawah untuk mendapatkan perawatan. Namun sayang, takdir berkata lain. Sebelum sampai di Puskesmas, korban sudah menemui ajalnya. “Sampai di sini (Puskesmas, red) korban sudah meninggal,” kata Indah, petugas puskesmas . Untuk mengetahui penyebab kepastian korban, sedianya polisi akan melakukan otopsi. Namun pihak keluarga menolak dan menyatakan ikhlas dengan kejadian itu. Semen-

tara itu, polisi menemukan fakta baru atas kejadian meninggalnya korban. Diduga, korban nekad mengakhiri hidupnya karena diputus oleh Feri, pacarnya. “Hal itu setelah kami cek sms dari Feri yang kami temukan di HP korban. Isinya menunjukan kekecewaan korban karena diputus oleh pacarnya (Feri, red),” papar kapolsek. Kejadian ini, juga membuat Kapolres Jember AKBP Awang Joko Rumitro, turun ke lokasi. Namun pihaknya mengaku masih akan menyelidiki  kasus ini. (jum/ram/wah/JPNN/aif)

BONDOWOSO - Meski hujan setiap hari sudah mengguyur wilayah Kabupaten Bondowoso, warga yang ada di Bondowoso, seperti Tapen, Klabang, Cermee, dan Prajekan, namun warga diimbau tidak perlu panik akan terjadi banjir bandang. Sebab, angka meter pada dam atau bendungan Sampean Baru masih menunjukkan angka normal. Apalagi selama ini pihak Pengairan terus dilakukan pengerukan sedimentasi bendungan. ”Waduk masih mampu menampung air dari segala sungai yang mengalir dari hulu menuju ke waduk Sampean Baru ini,” ungkap Ir Body, Kepala UPT Pengolahan Sumber Daya Air wilayah Sungai Sampean Bondowoso kepada Jawa Pos Radar Jember, Sabtu kemarin (9/11). Dia menyebut, intensitas curah hujan yang turun masih normal. Sehingga pihaknya mampu mengendalikan aliran air di waduk tersebut. ”Angka pada meter air masih normal-normal saja. Jadi, warga tidak perlu kuatir terjadi banjir,” katanya. Namun jika permukaan air menyentuh angka 123, maka itu patut diwaspadai. Sebaliknya, jika permukaan air dibawah angka 123, artinya normal. Seperti yang terjadi saat ini. ”Kondisi aliran sungai di Bondowoso tetap normal-normal saja,” katanya. Meski begitu, warga yang tinggal di area rawan kebanjiran, seperti di Cermee, Prajekan dan Situbondo masih menyimpang trauma. Mereka, takut terjadi banjir saat hujan besar turun. ”Rasa trauma itu masih ada. Jadi, kami takut jika ada banjir lagi seperti tahun 2002 dan 2007 lalu,” ujar Sujawit, 45, warga Cangkring Prajekan. (eko/hdi/JPNN/aif)

EKO SAPUTRO/RADAR JEMBER/JPNN

MASIH AMAN: Status debet air di awal musim penghujan ini masih normal-normal saja.


PEKAN KREATIVITAS PELAJAR

36

2013

Senin 11 November 2013

Ajang Kreasi Anak Sekolah Dimulai BANYUWANGI - Genderang Pekan Kreativitas Pelajar (PKP) 2013 resmi ditabuh pagi ini. Pembukaan ajang adu kreatif kalangan pelajar tingkat SMP dan SMA/sederajat itu akan dilakukan di auditorium kampus Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi mulai pukul 08.00 hari ini (11/11). Kemeriahan suasana PKP sebenarnya sudah terasa sejak sore kemarin (10/11). Pasalnya, para peserta lomba majalah dinding dua dimensi (Mading 2D), majalah dinding tiga dimensi (Mading 3D), dan student journalist (SJ) mulai mengumpulkan hasil karya masing-masing tim sejak mulai pukul 16.00 hingga tadi malam. Saking membeludaknya peserta, panitia sempat dibuat kewalahan menerima registrasi masing-masing tim yang berasal dari seantero Banyuwangi tersebut. Selain mading 2D, 3D, dan SJ, rangkaian PKP 2013 yang diprakarsai Jawa Pos Radar Banyuwangi dan didukung oleh Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi, Untag Banyuwangi, MPM Honda, Bank Muamalat, Bank Mandiri, PDAM Banyuwangi,

TOHA/RaBa

REGISTRASI: Peserta student journalist serta mading 2 dan 3 dimensi menyerahkan hasil karyanya kemarin (10/11).

Acara Hari Ini 08.00 Pembukaan 09.00 Lomba Baca Berita

serta Desy Education, kali ini akan diwarnai berbagai perlombaan menarik lainnya. Sesuai tema, berbagai lomba tersebut diyakini mampu meningkatkan kreativitas pelajar, khususnya pelajar Bumi Blambangan. Di antaranya, lomba baca berita, lomba baca puisi, dan lomba telling story. Lomba yang dihelat pada hari pertama PKP 2013 adalah baca berita. “Lomba baca berita dilaksanakan pasca upacara pembukaan PKP 2013,” ujar panitia PKP 2013, Benny Siswanto. Dikatakan, dari seluruh peserta lomba baca berita, akan diambil tiga peserta terbaik yang berhak menyandang predikat juara I, juara II, dan juara III. “Objek penilaian meliputi intonasi, pelafalan, dan penampilan. Saat perform di hadapan dewan juri, peserta diperkenankan mengenakan pakaian unik, pakaian layaknya yang dikenakan presenter berita TV, atau pun seragam sekolah,” pungkasnya. (sgt/als)

MADING 3D: Peserta mading tiga dimensi tengah melakukan finishing karyanya di Aula Untag sore kemarin.

POS KAMLING: Salah satu mading 3D dari MAN Banyuwangi

PEROLEHAN SEMENTARA BALLOT TOKOH FAVORIT 2013 TAHAP 4 NO. NAMA 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

HASIL (%)

Dadang Wigiarto Guntur Priambodo,DR. Ir. MM Fatchan Himami Hasan Ira Damayanti Irwan Setiawan Wendriawanto Hadi Wijono Yoyok Mulyadi, Ir Muslimin Fasyah Muh Hidayat, drs. H.

44,36 13,18 6,15 6,15 6,15 6,15 3,51 2,81 2,59 2,15

NO. NAMA 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20

HASIL (%)

Teguh Sumarno Kelik Dwi Kuncoro Mentik Rohimah Achmad Musta’in Taufik Hidayat, dr. Anton Sunartono Joko Triatni Samsul Hadi, Ir. Sofia Cholisa Iwan Aziz Siswanto, Ir.

Andi Mulyo

Eko Susilo Nur Hidayat

Eva Hesty

Faida, dr

Ira Damayanti

Ira Stephani Rawung

Irma Noervadila

Irwan Setiawan

Iwan Aziz Siswanto, Ir.

Joko Triatni

Muslimin Fasyah

Nanang Masbudi

Novita Ratnaningtyas

R Bomba Sugiarto

Rusdi Dziban, dr. SPb

Toni Hartono

Umi Kulsum

Ficky Septi Linda

HASIL (%)

Soekardjo Abdullah Azwar Anas Andi Mulyo Andriani, dr. Arvy Rizaldy, SE Agung Setyo Wibowo Bintari Wuryaningsih, dr. Danny Farda M Eko Susilo Nur Hidayat Eva Hesty

Achmad Musta’in

Fatchan Himami Hasan

Anton Sunartono

21 22 23 24 25 26 27 28 29 30

Abdullah Azwar Anas

Sumantri Soe- Taufik Hidayat, dr. Teguh Sumarno domo

Andriani, dr.

1,54 1,10 0,75 0,57 0,57 0,48 0,48 0,44 0,35 0,22

NO. NAMA

Arvy Rizaldy, SE

Agung Setyo Wibowo

Guntur Hadi Wijono Priambodo,Dr. Ir. MM

0,18 0,13 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00

Bintari Wuryaningsih, dr.

NO. NAMA 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40

HASIL (%) NO. NAMA

Faida, dr Ficky Septa Linda Handoyo Saputro Heru Pratista I Made Cahyana Ira Stephani Rawung Irma Noervadila Mahmudi, MPDi,drs Nanang Masbudi Novita Ratnaningtyas

Dadang Wigiarto

Danny Farda M

Handoyo Saputro

Heru Pratista

I Made Cahyana

Kelik Dwi Kuncoro

Mahmudi, MPDi,drs

Mentik Rohimah

Muh Hidayat, drs. H.

Samsul Hadi, Ir.

Soekardjo

Sofia Cholisa

Sri Suryani, SE

Sri Utami Faktuningsih

Virda Damayanti

Waridjan, drs

Wendriawanto

Wiwik Eko Lestari Yoyok Mulyadi, Ir

0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00

41 42 43 44 45 46 47 48 49 50

R Bomba Sugiarto Rusdi Dziban, dr. SPb Sri Suryani, SE Sri Utami Faktuningsih Sumantri Soedomo Toni Hartono Umi Kulsum Virda Damayanti Waridjan, drs Wiwik Eko Lestari

HASIL (%) 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00


Senin 11 November 2013

37

HALAMAN SAMBUNGAN

Panjang Dermaga Lama 518 Meter n BANGUN... Sambungan dari Hal 27

Sedangkan tahun ini, pembangunan dermaga baru pelabuhan Tanjung Wangi dilanjutkan tahap dua sepanjang 20 meter dengan alokasi anggaran sebesar Rp 10 miliar. Pekerjaan tahap dua kali ini, sudah dalam pekerjaan pemasangan tiang pancang. Pada akhir Desember 2013 mendatang, pembangunan dermaga tahap dua sepanjang 20 meter ditarget rampung. Sri Suksesi mengaku belum mengetahui secara persis, ka-

pan pembangunan dermaga baru sepanjang 150 meter itu akan selesai. Sebab, pekerjaan proyek pembangunan dermaga baru itu langsung dilakukan oleh pemerintah pusat yakni Kementerian Perhubungan RI. Yang jelas, kata Sukesi, pembangunan dermaga baru pelabuhan Tanjung Wangi itu dilakukan secara bertahap. Pembangunan penambahan dermaga diawali pada tahun 2011 lalu, dengan kegiatan reklamasi pantai seluas 1.500 meter persegi. Anggaran yang dikucurkan APBN untuk mereklamasi pan-

tai sekitar Rp 15 miliar. Setelah kegiatan reklamasi pantai selesai, pada tahun 2012 langsung dilanjutkan dengan kegiatan pembangunan dermaga tahap satu sepanjang 35 meter dengan anggaran sebesar Rp 27 miliar. “Tahun 2012, anggaran yang turun dari APBN Rp 20 miliar dan Rp 7 miliar,” kata Suksesi. Suksesi berharap pembangunan dermaga baru sepanjang 150 meter itu, cepat rampung untuk mengurangi waiting time kapal-kapal yang akan masuk dermaga pelabuhan. Pada tahun 2014, Suksesi op-

timistis APBN akan mengucurkan anggaran untuk melanjutkan pembangunan tahap tiga. Hanya, Sukesi belum mendapat informasi pasti berapa anggaran yang akan mengucur pada tahun anggaran 2014 mendatang. “Jika tahun depan ada perpanjangan 50 meter lagi, maka operasional dermaga baru itu akan lebih cepat,” katanya. Tahun ini, pembangunan dermaga baru pelabuhan Tanjung Wangi akan rampung sepanjang 55 meter. Sehingga sisa dermaga yang belum terbangun sepanjang 95 meter.

Saat ini pelabuhan Tanjung Wangi memiliki panjang dermaga 518 meter dengan kapasitas empat kapal besar. Dalam

kondisi seperti itu, dermaga juga harus menampung kapal perintis pengangkut penumpang dan kapal nelayan.

Akibatnya, waktu tunggu kapal yang akan masuk ke dermaga bisa mencapai satu bulan. (afi/bay)

Raudah Tidak Pernah Sepi n MULAI... Sambungan dari Hal 27

Salah satu tempat favorit jamaah untuk melakukan amalan ini adalah Raudah -yang berada di salah satu ruangan di Masjid Nabawi yang banyak dimasuki jamaah untuk

memanjatkan doa. Tempat ini tak pernah sepi, menjadi tempat yang paling afdol untuk memanjatkan doa. Untuk dapat masuk ke dalam Raudah ini jamaah harus berebut dengan para jamaah lain dan saling berdesak-desakan. Ketika sudah berhasil me-

masuki Raudah para jamaah memanfaatkan kesempatan ini dengan menunaikan salat sunah, berdoa, dan membaca Alquran. Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, kesehatan jamaah haji Banyuwangi dalam keadaan normal. (*/bay)

Menunggu Evaluasi Pihak Asuransi Bupati Anas Berikan Apresiasi n SEBELUM... Sambungan dari Hal 27

Seperti diberitakan sebelumnya, kapal kargo Caraka Jaya Niaga III-16 dikandaskan di pantai sekitar pelabuhan Tanjung Wangi setelah mengalami kebocoran pada buritan kapal bermuatan 3.504 matriks ton semen.

Bocornya buritan kapal yang hendak bongkar muatan di Pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi, itu terjadi sejak Selasa lalu (5/11). Mengetahui hal itu, masyarakat maritim di bawah komando Syahbandar Pelabuhan Tanjung Wangi langsung mengevakuasi puluhan ABK.

Tidak hanya itu, beberapa tug boat dikerahkan untuk mendorong kapal kargo nahas itu menuju tepi pantai hingga 400 meter dari posisi awal kapal. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Awalnya, kapal berukuran besar, itu hendak bongkar muat di Pelabuhan Tanjung

Wangi namun karena dermaga masih full, maka kapal itu lego jangkar menunggu giliran sandar. Kapal kargo itu tenggelam sejak sekitar pukul 11.00 Hari Selasa setelah didorong dekat pantai dengan tugboat. Seluruh ABK yang berjumlah 22 orang selamat.(afi/bay)

Makan Bersama di Tengah Jalan n BERSAMAAN... Sambungan dari Hal 27

Usai tradisi Keboan di Desa Aliyan, dilanjutkan di Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh. Untuk kegiatan di Desa Alasmalang, ritual Kebokeboan biasanya dilaksanakan pada pukul 08.00. Tapi karena masih menunggu kedatangan Bupati Abdullah Azwar Anas, acara dilaksanakan pada pukul 10.15. “Biasanya Kebo-keboan dimulai pukul 08.00,” cetus sesepuh Desa Alasmalang, Suprapto, 74. Ritual kebo-keboan di Desa Alasmalang yang sudah menjadi kalender wisata Kabupaten Banyuwangi itu, diawali dengan ijab kabul yang dipimpin oleh Suprapto. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan makan bersama di tengah jalan.

“Makan bersama di tengah jalan itu selamatan dan bentuk syukur,” terang Suprapto. Ider bumi yang ditandai dengan pelepasan Kebo-keboan itu baru dilaksanakan, setelah selamatan tersebut. Belasan warga yang berdandan mirip kerbau dengan tubuh dicat warna hitam, berjalan menyusuri jalan yang dipenuhi dengan air. Sesekali, di antara kerbau itu berbuat nakal dengan mencolek dan merangkul sejumlah pengunjung perempuan. Belasan manusia kerbau yang diikat dengan tali dan dipegangi pemiliknya itu, terus berjalan menelusuri jalanan kampung yang ada di Dusun Krajan, Desa Alasmalang. Ribuan warga yang tumplek blek ini lokasi ider bumi, membuat tradisi ritual ini tidak bisa

berjalan lancar. “Kebo-keboan ini bentuk terima kasih warga pada Tuhan,” sebut sesepuh desa, Suprapto. Menurut Suprapto, ritual ini digagas oleh Buyut Karti sejak puluhan tahun lalu. Saat itu, di desa tersebut dilanda pagebluk panjang, hingga membuat warga banyak yang kelaparan. “Buyut Karti mengumpulkan warga dan mengajak selamatan,” terangnya. Hewan kerbau yang dipilih dalam ritual ini, jelas Suprapto, juga pilihan dari Buyut Karti. Hewan ini dipilih karena saat itu, warga lebih banyak memanfaatkan kerbau dalam mengelola persawahan. “Dulu itu membajak sawah dengan menggunakan kerbau,” cetusnya. Setelah dilaksanakan selamatan dan upacara Kebo-keboan, pagebluk yang melanda warga

hilang. Perlahan, masyarakat bisa mengelola persawahan dengan baik dan hasilnya melimpah. “Tradisi ini akhirnya berjalan turun menurun hingga sekarang,” ungkapnya. Sementara Bupati Abdullah Azwar Anas yang hadir dalam acara ini mengapresiasi tradisi Kebo-keboan yang digelar warga Desa Alasmalang. “Tradisi Kebo-keboan ini sangat bagus dan luar biasa,” pujinya. Karena dianggap tradisi yang baik, bupati menyebut dalam kegiatan Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) beberapa waktu lalu, mengambil tema besar mengenai Kebo-keboan. “BEC itu dulu dikritik habishabisan karena dianggap melenceng dari tradisi yang ada, padahal mengenalkan tradisi pada dunia internasional,” dalihnya.(abi/bay)

Tumbangkan Rekor Pemkab Bolaang n RIBUAN... Sambungan dari Hal 27

Tanam padi bersama seribu pemuda tani di lahan seluas 2,5 hektare itu menggunakan metode tanam jejer legowo 2:1 dan bibit varietas Ciherang dan Mekongga umur 23 hari. Kegiatan tersebut diikuti petani anggota Gapoktan Rukun Santoso serta anak sekolah SMU/SMK /mahasiswa Untag Banyuwangi dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember. Hasilnya, dari target 1.500 peserta, tercatat ada 1.703

pemuda tani yang mengikuti tanam padi dan akhirnya berhasil memecahikan rekor MURI pimpinan Jaya Suprana tersebut. Saat itu juga perwakilan dari MURI langsung menyerahkan piagam kepada Gapotan Rukun Santoso melalui Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Ikrori Hudanto. Ikrori menuturkan, kegiatan tersebut adalah bagian dari bentuk partisipasi masyarakat dalam peringatan Hari Pangan Dunia dan peran serta petani dalam pencapaian program ketahanan pangan yang ber-

kelanjutan. Pihaknya sengaja melibatkan generasi muda dalam kegiatan ini sebagai upaya pengenalan sejak dini cara tanam padi, sehingga diharapkan terbentuk wawasan betapa strategisnya peran pertanian dalam upaya pencapaian ketahanan pangan yang berkelanjutan. “Partisipasi generasi muda sangat penting, karena generasi mudalah yang selanjutnya menjadi penerus dan pelaku pembangunan di masa depan,” tuturnya. Ikrori menuturkan, MURI dalam suratnya tertanggal 3

September 2013 menyampaikan, kegiatan menanam padi dengan peserta terbanyak 1000 orang dapat diterima sebagai usulan rekor yang menjadi catatan MURI. Ternyata hasil perhitungan MURI mencatat 1.703 peserta menanam padi terbanyak. ”Akhirnya kita berhasil menumbangkan rekor sebelumnya, yaitu menanam padi serentak dengan jumlah terbanyak oleh Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara pada tanggal 25 Juli 2009 yang tidak sampai 1.500 peserta,’’ ungkap Ikrori. (azi/aif)

Sejak Kecil Rajin Belajar, Menyapu, dan Menabung n MENJAGA... Sambungan dari Hal 27

Hari-harinya, nyaris dihabiskan untuk mengutak-atik materi yang didapat dari kampus. Namun demikian, bukan berarti dia melupakan aktivitas sebagaimana anak muda yang lain. Sesekali, dia memang mengisi waktu luang dengan bermain band dengan teman-temannya. Namun prioritas utama gadis berzodiak Aries itu adalah belajar dan belajar. Berkat ketekunan dan semangat belajarnya yang tinggi, Bita bisa merampungkan masa kuliah tepat waktu. Pada tahun 2006, dia resmi lulus dari Politeknik ITS Surabaya. Kebetulan, saat itu sedang dibuka lowongan untuk menjadi pegawai di Kementerian Luar Negeri. Mengetahui informasi tersebut, dengan percaya diri Bita mendaftar untuk ikut seleksi. Motivasinya pun sangat sederhana, agar bisa travelling gratis ke luar negeri. Meski demikian, segala cara dipersiapkan untuk tes terebut. Akhirnya dengan usaha dan kerja keras, Bita bisa menyisihkan para pelamar lainnya. Tugas pertama yang diterima pun cukup bergensi. Dia ditempatkan di KBRI di kota London. Hidup di negeri orang, mengharuskannya dia beradaptasi dengan lingkungan

sana. Bita harus membiasakan diri dengan kondisi cuaca. Budaya dan juga adat masyarakat Inggris yang berbeda. Saat ini, Bita tinggal di Hendon, sebuah kawasan di North West London. Untuk menuju tempat kerjanya di kantor KBRI di Central London, Bita biasa menempuh perjalanan sekitar 40 menit. Bila menggunakan kendaraan umum, Bita mengeluarkan uang sekitar 1,4 Poundsterling untuk sekali jalan. Meski hidup di negara yang modern, tetap saja menyisakan suka duka. Kerinduan kepada keluarga di kampung halaman, kerap menjadi “penyakit” yang menghinggapi Bita. Meski komunikasi kini telah tersedia dalam berbagai bentuk teknologi, Bita tetap saja merasa kangen tidak bisa disembuhkan dengan hanya sekadar BBM-an atau telepon. ”Kalau kangennya sudah pol, saya telepon keluarga, dan ngabsen satu per satu orang yang ada di sana,” ujarnya. Saat ini, posisi yang dipegang Bitaria di KBRI cukup penting. Sejak 23 september 2011 lalu, dia menjadi pejabat komunikasi di KBRI London. Tugas utamanya adalah sebagai penyampai informasi berita resmi KBRI, dan mengamankan dari kemungkinan penyadapan. Dia harus memastikan berita yang dikirim ke KBRI di

seluruh dunia, maupun sesama embassy di Inggris secara aman. Apalagi, akhir-akhir ini sedang marak isu penyadapan yang dilakukan AS terhadap para pejabat negara. Tentu saja, isu penyadapan ini membuat Bita harus bekerja semakin keras dan waspada. Sementara itu, ibunda Bita, Titin Sunarlik mengakui, keberhasilan anaknya dalam menempuh karir itu tidak hanya ditentukan faktor intelektual semata. Faktor yang lebih penting adalah konsistensi dan ketekunan. Setidaknya, itu yang dibiasakan kepada putrinya sejak kecil. Menurut Titin, putri keduanya itu memang terlihat tekun dalam belajar sejak masih kecil. Selain penurut, Bita juga dikenal sangat disiplin. Setiap pukul 15.00, Bita tidak pernah melewatkan tugas sehari-harinya menyapu halaman rumah. Bahkan, Bita selalu berpesan sebelum bermain agar sang ibu mencarinya ketika hampir pukul 15.00. Selain itu, prestasi Bita di sekolah terlihat menonjol. Anak kedua Titin Sunarlik itu sejak kecil sudah menaruh minat yang besar terhadap mata pelajaran bahasa Inggris. Hobi terhadap bahasa Inggris terlihat dari prestasi yang diperoleh. “Kelas dua SMP, dia jadi juara lomba pidato bahasa Inggris,” kenang Titin.

Setiap kali pulang sekolah, Bita tidak pernah melewatkan waktu sejenak untuk belajar. Selain itu, yang paling membedakan dari anak seusianya saat itu, adalah kebiasaannya menabung. Tanpa diminta kedua orang tuanya, uang saku yang diberikan untuk jatah jajan di sekolah, selalu disisihkan separonya untuk ditabung. ”Saat TK itu saya ngasihnya Rp 50, itu yang Rp 25 selalu dia tabung,” jelas Titin. Kebiasaan menabung berlanjut hingga dia duduk di bangku SD. Uang saku Rp 100 juga dia sisihkan Rp 50 untuk ditabung.” Waktu itu, kalau di sekolah dia haus, maka ia tanpa malu akan minta air ke temannya. Sementara uangnya ditabung,” kenang Titin sambil tertawa. Menurut Titin, sering kali orang beranggapan kesuksesan yang diraih Bita semata karena posisi ayahnya yang kini menjabat sebagai Kepala Dispendik Banyuwangi. Padahal, pencapaian positif yang diraih Bita itu murni karena buah ketekunannya belajar. Bahkan, ketika tes di Kemenlu, ada peserta lain yang merupakan anak pejabat di lingkungan Istana Negara. Ternyata, Bita bisa menyisihkan dalam tes tersebut. ”Anak siapa pun bisa berhasil, yang penting rajin belajar, dan gizinya diperhatikan sejak kecil,” tegas Titin.(bay)

n KI MANTEB... Sambungan dari Hal 29

Malam itu, Bupati didampingi Ny. Dani Azwar Anas; Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko, serta jajaran Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Banyuwangi. Lakon Bimo Bangkit menceritakan lahirnya Bima. Bimo terlahir dalam bentuk terbungkus. Kemudian Bima perang melawan gajah. Bima menjalankan darma lelabuhan pertama, yaitu membela masyarakat Ekocokro,

dimana ratunya suka makan orang. Bima akhirnya berhasil membunuh Raja Ekocokro. Bupati Anas memberikan apresiasi yang cukup tinggi kepada masyarakat Banyuwangi Selatan, yang sangat antusias menyaksikan pagelaran wayang kulit tersebut. Mantan anggota MPR RI termuda itu menyampaikan, pagelaran wayang kulit tersebut sengaja disuguhkan Pemkab Banyuwangi, sebagai sebuah rangkaian kegiatan Banyuwangi Festival.

Dia menuturkan, dalam rangkaian Banyuwangi Festival, pemkab ingin menyentuh semua elemen masyarakat, mulai Tour De Ijen, Banyuwangi Ethno Carnival, hingga Banyuwangi Jazz Festival serta berbagai kegiatan lain. “Khusus musik jazz yang diidentikkan dengan kelompok elit, dikarciskan. Kalau wayang kulit seperti malam ini gratis. Penontonnya sangat luar biasa,” kata Anas disambut aplaus ribuan penonton. (azi/aif)

Dualisme DPC Belum Beres n EMPAT... Sambungan dari Hal 38

Sehingga, posisinya samasama status quo. “Yang perlu menjadi perhatian, kita ini diPAW serta merta tanpa ada peringatan terlebih dahulu. Kita tidak pernah menerima surat

peringatan. Apalagi menjelaskan pelanggaran-pelanggaran kita secara tugas dan tanggung jawab sebagai anggota DPRD,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi. Karena itulah, Lailul memastikan akan memberikan perlawanan hukum terhadap pen-

gusulan PAW tersebut. Sebab, dirinya merasa didholilimi. “Lha ini partai masih belum jelas mana yang sah menurut proses hukum, tahu-tahu sudah bertindak jauh. Tapi sampai detik ini kita mengalir saja, karena prosesnya masih panjang,” katanya. (pri/als)

Tanamkan Kecintaan kepada Pahlawan n BAHAS... Sambungan dari Hal 38

Mereka memilih mendiskusikan sejarah nasional yang bertempat di Makam Pahlawan Panji, Situbondo. Untuk mendiskusikan sejarah itu, para generasi muda ini mendatangkan salah seorang pejuang. Seorang veteran dari kalangan sipil yang menjadi relawan pengusir penjajah, menceritakan nilai-nilai perjuangan hingga Negara ini merdeka. “Veteran belum tentu TNI, tetapi TNI sudah pasti veteran. Makanya, bila negara ini terancam, warga sipil pun harus melindunginya,” kata APM Supriyono, seorang veteran yang tinggal di Patokan, Situbondo.

Pejuang sukarela itu menjelaskan, dengan mengenal sejarah perjuangan para pahlawan, maka generasi muda akan semakin cinta terhadap negerinya. “Saya menyebutnya generasi muda. Mengetahui sejarah dan memahami nilai kepahlawanan sangat penting untuk membangun kerukunan hidup di Situbondo atau di manapun. Sebab, perjuangan pahlawan yang memerdekakan bangsa ini dilakukan semua golongan,” terangnya. Dengan memahami sejarah, generasi muda setidaknya dapat mengisi kemerdekaan dengan ikut mendorong pembangunan negerinya. Mendukung program pemerintah yang baik, serta harus berani melawan bila

ada sesuatu hal yang menyimpang dari cita-cita pahlawan. “Pembangunan harus didasarkan pada empat pilar, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, UUD 45, dan NKRI,” tegasnya. Salah seorang aktivis HMI, M Fathorrozi mengaku, dirinya dan belasan anak muda lain sengaja menggelar diskusi di Makam Pahlawan. Itu dilakukan guna menggugah semangat kaum muda yang selama ini lupa akan sejarah kepahlawanan di negeri ini. “Diskusi yang menghadirkan suka relawan veteran ini untuk mengembalikan kecintaan kita kepada para pahlawan. Sehingga generasi muda tidak apatis dengan kondisi sosial yang ada,” kata Fathorrozi. (rri/als)

Didirikan di Masa Kiai Fawaid n LANTIK... Sambungan dari Hal 38

Dilanjutkan kemudian prosesi pelantikan dan penyematan tanda anggota IBI dan penyerahan atribut IBI oleh pengurus IBI Privinsi Jatim dan Ketua IBI Kabupaten Situbondo, Siti Mardiyah, S.ST. Lulusan terbaik diberikan penghargaan. Acara yang dihadiri Pengasuh

P2S2 Sukorejo, KHR Ahmad Azaim, dan jajaran wakil pengasuh ini dihadiri oleh 380 undangan. Mereka terdiri dari 162 undangan VIP dan 179 wali mahasiswa. Sekedar tahu, Akademi Kebidanan Ibrahimy didirikan pada pada 9 September 2008 atau bertepatan dengan 9 Ramadan 1429 H pada masa kepemimpinan KHR. Achmad Fawaid As’ad

(Pengasuh ke-III). Apa yang dilakukan alm Kiai Fawaid ini sesuai dengan harapan KHR. As’ad Syamsul Arifin (pengasuh ke II) agar lembaga pendidikan di P2S2 Sukorejo terus dikembangkan. Salah satunya membuka lembagalembaga pendidikan yang berkonsentrasi di bidang kesehatan, ekonomi, dan hukum. (pri/adv/als)


38

Senin 11 November 2013

Empat Anggota FPKNU di-PAW

PILEG 2014

EDY SUPRIYONO/RaBa

PENGUATAN PERAN: Kalangan caleg perempuan lintas partai politik mengikuti workshop kemarin.

Caleg Perempuan Bukan Sekedar Vote Getter BUNGATAN - Para calon anggota legislatif (caleg) perempuan di Kabupaten Situbondo kian menyiapkan diri untuk maju dalam Pileg 2014 mendatang. Siang kemarin (10/11), mereka kian mengukuhkan bahwa dirinya bukan sekedar sebagai vote getter (penarik/pemikat pemilih) dan pemenuhan kelengkapan saja. Itu terungkap dalam workshop Penguatan Politik Perempuan dengan tema ‘Sukseskan Kuota Perempuan 30% Menuju Pesta Demokrasi 2014’. Kegiatan yang ditempatkan di Aula lantai II Sidomuncul Pasir Putih ini digelar oleh Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Kabupaten Situbondo. Dalam acara yang dimulai pukul 09.00 hingga pukul 16.00 itu, para caleg perempuan dari berbagai partai diajari strategi bagaimana mampu memenangkan pemilu. Nara sumbernya, Hj Djuwairiyah Fawaid dari IAI Ibrahimy Sukorejo, dan Mar’atul Mahmudah dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Brawijaya, Malang. “Ada beberapa persoalan internal maupun ekternal yang menghambat perempuan. Masalah internal misalnya kurangnya dukungan keluarga karena anggapan bahwa perempuan tempatnya hanya berada di rumah. Selain itu, adanya hambatan psikologis perempuan tampil sebagai pemimpin, akibat sosialisasi watak yang baik bagi perempuan adalah yang mengalah dan menurut,” kata Mar’atul. Sedangkan hambatan eksternal, di antaranya partai politik yang secara struktural seringkali tidak melibatkan kader-kader perempuan dalam pengambilan keputusan partai yang penting. Sehingga kader perempuan miskin pengalaman politik.“Pemenuhan kuota 30 persen caleg perempuan sebenarnya sebagai sebuah upaya politik dalam peningkatan kualitas politik baik bagi kontestan maupun konstituen. Makanya perlu terus berupaya agar dapat memenangkan pemilu secara kontestan maupun secara konstituen,” imbuhnya. Ketua KPPI Situbondo, Zeiniye mengungkapkan, selama ini keterwakilan perempuan di parlemen sangatlah kecil. Padahal, komposi perempuan di Kabupaten Situbondo lebih banyak dari pada laki-laki. “Dari jumlah total pendudukan Kabupaten Situbondo 56 persen adalah perempuan. Namun, tingkat keterwakilan perempuan masih amatlah kecil. Baru anggota DPRD periode 2009 – 2014, perempuan mendapatkan 12 kursi. Jadi untuk Kabupaten Situbondo benar-benar memenuhi Kuota 30 persen. Ini baru kali pertama,” tandasnya. Kata Zeiniye, undang-undang sudah memberikan kesempatan yang luas untuk perempuan maju ke parlemen. Jumlah caleg di Situbondo saat 431 orang. Rinciannya 263 orang laki-laki, dan 168 perempuan. (pri/als)

SITUBONDO - Empat anggota Fraksi Partai Kebangkitan Nasional Ulama (FPKNU) DPRD Situbondo diusulkan untuk di-PAW (pergantian antar waktu). Mereka dinilai melakukan tindakan indispliner sehingga harus diberi sanksi pemberhentian dari keanggotaan FPKNU. Empat anggota FPKNU yang diusulkan di-PAW itu adalah Ahmad Syamrowi, Lailul Ilham, Abu Zairi, dan Yusuf Mu’thi. Surat usulan ke pimpinan DPRD telah dilayangkan pada 27 Oktober lalu. Sekretaris Dewan Tanfidz DPC PKNU Situbondo, Sujak Hariyanto mengungkapkan, empat anggota FPKNU yang diusulkan di-PAW tidak

pernah mengindahkan setiap surat peringatan pertama hingga ketiga. Mereka juga tidak pernah melakukan klarifikasi. “Padahal, kami selaku DPC PKNU Situbondo yang sah masa khidmat 2013 - 2015. Ya, mereka kita usulkan di-PAW, karena kita telah menemukan bukti yang sah untuk melakukannya,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin. Sujak mengungkapkan, lewat surat bernomor A-111/DPC-02/X/2013 itu, DPC PKNU telah menegaskan bahwa telah memberikan sanksi pemberhentian kepada Ahmad Syamrowi, Lailul Ilham, Abu Zairi dan Yusuf Mu’thi dari keanggota FPKNU. Sehingga sejak

Bahas Sejarah di Makam Pahlawan

terbutnya surat tersebut mereka sudah tidak berhak mewakili DPC PKNU Situbondo. Tidak hanya itu, DPC PKNU kubu Toha Barizi-Sujak Hariyanto juEDY S./RaBa ga mengirimSujak Hariyanto kan nama caleg pengganti Ahmad Syamrowi, Lailul Ilham, Abu Zairi dan Yusuf Mu’thi. Masing-masing adalah Ahmad Tohawi Ahmad, Zaidi, Tofiqoh, dan Khairi.

SITUBONDO - Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November kemarin diperingati sejumlah kalangan dengan beragam cara. Ada yang mengenang dan mendoakan pahlawan, upacara bendera, hingga

Dikonfirmasi koran ini, Abu Zairi hanya tersenyum kecil mendengar kabar bahwa dirinya termasuk nama anggota FPKNU yang diusulkan diPAW. “Lho, saya justru tidak dengar kabar apa-apa ya?,” terangnya, enteng. Jika pun kabar itu nantinya benar, Abu Zairi mempertanyakan keabsahan pengusulan PAW tersebut. Sebab, dualisme kepengurusan DPC PKNU Situbondo hingga kini masih ada dalam penyelesaian gugatan di pengadilan. Hal senada disampaikan oleh H Lailul Ilham. Kata politisi asal Kecamatan Asembagus tersebut, persoalan kepengurusan DPC PKNU hingga kini masih dalam proses hukum n  Baca Empat...Hal 37

mematikan kendaraan selama 60 detik guna menghormati jasa pahlawan. Di Situbondo, belasan aktivis HMI juga memiliki cara sendiri untuk memperingati Hari Pahlawan n  Baca Bahas...Hal 37

DISKUSI: Belasan mahasiswa membahas sejarah nasional bersama seorang veteran di Makam Pahlawan Situbondo kemarin (10/11).

NUR HARIRI/RaBa

Lantik dan Sumpah 40 Bidan

ISTIMEWA

POSE BARENG: Lulusan Akbid Ibrahimy tahun sebelumnya bersama Pengasuh, Bupati dan Wakil Bupati Situbondo.

BANYUPUTIH - Akademi Kebidanan Ibrahimy hari ini Senin (11/11) menggelar acara angkat sumpah dan pelantikan lulusan ke–III. Ada 40 orang mahasiswa yang akan menjadi peserta kegiatan yang ditempatkan di Auditorium Putra Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah (P2S2) Sukorejo Situbondo ini.

Selain upacara kelulusan mahasiswa angkatan ke-III tahun 2010/2011, angkat sumpah dan pelantikan juga sebagai syi’ar tentang eksistensi bagi lembaga pendidikan yang mencetak tenaga bidan profesional, religius dan humanis ini. “Selain itu, juga sebagai wujud syukur kepada Allah, SWT,” terang ketua pa-

nitia, Ririn Junaidah Wasi’an. Puncak acara yang dimulai pukul 08.00 ini adalah pengambilan sumpah dan janji bidan yang dilakukan oleh pengurus Ikatan Bidan Indonesia Provinsi Jawa Timur. Selanjutnya, dilakukan penandatanganan dan sumpah naskah janji bidan n  Baca Lantik...Hal 37

Tahun Depan, Stikes Buka Prodi D3 Farmasi UNDANGAN KHUSUS: Dari kiri, Danlanal Edi Eka, Kadis Pendidikan Sulihtiyono, Koordinator Kopertis wilayah VII, Prof.Dr.H.Sugijanto dan perwakilan Dandim 0825.

Dapat Pujian dari PPNI Jatim TIDAK hanya itu, Stikes juga dipercaya oleh Majelis Tenaga Kesehatan Indonesia (MTKI) untuk menggelar uji kompetensi Kebidanan yang bersifat nasional pada 2 November lalu. Setidaknya ada 245 calon bidan yang menempuh ujian kompetensi ini. Dan, pada tanggal 9 November lalu, uji kompetensi untuk tenaga Keperawatan di Stikes digelar. “Penunjukkan ini merupakan hal yang luar biasa, dengan begitu Stikes dipercaya menjadi salah satu kampus yang compatible dalam menggelar uji kompetensi nasional,” kata Soekardjo. Pengakuan juga datang dari Ketua PPNI Jatim Ahmad Yusuf yang secara khusus datang dari Surabaya untuk melihat langsung uji kompetensi yang digelar di Stikes . Menurut dia, uji Dr H Soekardjo kompetensi ini wajib diikuti oleh bidang profesi keperawatan maupun bidan. Perawat harus mengembangkan profesi dan meningkatkan kompetensi perawat serta dilaksanakan sesuai dengan standar pengembangan keprofesian berkelanjutan bagi perawat yang diatur oleh organisasi profesi. “Hal inilah yang mendorong kita sebagai insan keperawatan menjunjung tinggi nilai-nilai keprofesian dengan mengambil bagian dalam kegiatan uji kompetensi. Selain suatu keharusan yang dituntut dalam meningkatkan profesionalisme, uji kompetensi juga berguna sebagai syarat untuk memiliki lisensi dan Surat Tanda Registrasi,” tegasnya. Di sisi lain, Yusuf juga memuji Stikes yang telah berhasil menggelar dua ujian kompetensi tingkat nasional. Untuk menjadi tempat uji kompetensi tidak mudah. Harus memenuhi persyaratan yang tercantum dalam panduan pelaksanaan uji kompetensi. “Nah Stikes telah memenuhinya, tidak hanya itu Stikes bisa dikatakan perguruan tinggi yang telah memenuhi standar kampus kesehatan. Hal ini dengan lengkapnya sarana prasarana penunjang, seperti laboratorium, perpusatakaan, dosen berpendidikan S2, doktor, dll,” cetusnya. (adv/als)

BANYUWANGI - Sidang senat terbuka XIX wisuda S1 Keperawatan, pelantikan, dan pengambilan sumpah Ahli Madya Keperawatan dan Ahli Madya Kebidanan Stikes Banyuwangi berlangsung hidmat, Kamis (7/11) lalu. Wisuda kali ini dihadiri perwakilan Forum Pimpinan Daerah Banyuwangi, Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Drs Sulihtiyono, Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jatim Ahmad Yusuf, Koordinator Kopertis wilayah VII, Prof.Dr.H.Sugijanto, MS.Apt, Wakil Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Banyuwangi, Bank Jatim, Bank BRI, Bank Syariah Mandiri, Direktur RSUD Blambangan, serta mitra lainnya. Dalam sambutannya, Ketua Stikes Banyuwangi Dr H Soekardjo menjelaskan jumlah mahasiswa yang diwisuda mencapai 217 orang. Terdiri dari, 88 mahasiswa S1 Keperawatan, 39 mahasiswa program Ahli Madya Keperawatan dan 90 mahasiswa Ahli Madya Kebidanan. Dalam wisuda itu, Soekardjo memberikan selamat kepada para mahasiswa yang telah menyelesaikan studinya di Stikes. Oleh karena itu, Soekardjo berharap agar para mahasiswa selalu mengaplikasikan ilmu sesuai dengan profesinya tanpa membedakan agama dan ras. “Anda harus ikhlas dalam mengabdikan diri dalam memberikan pelayanan baik sebagai seorang perawat dan bidan,” jelas mantan Ketua PPNI Banyuwangi itu. Soekardjo menilai profesi bidan punya banyak tantangan. Tugasnya bukan sekadar membantu persalinan, namun juga menjadi mitra bagi wanita yang hamil. Bidan punya andil besar atas kesehatan juga kesejahteraan ibu hamil, setiap bidan harus menjaga nama baik dan menjunjung tinggi citra profesinya dengan menampilkan kepribadian yang tinggi dan memberikan pelayanan yang bermutu pada masyarakat. Seorang perawat juga memiliki peran sangat

FOTO-FOTO: TOHA/RaBa

AKHIRI STUDI: Para mahasiswa progam studi Keperawatan dan Kebidanan jalani prosesi wisuda pada Kamis (7/11).

SUMPAH PROFESI: Para wisudawan juga diambil sumpah oleh Ketua PPNI Jatim Ahmad Yusuf didampingi Ketua Stikes H Soekardjo.

penting dalam memberikan pelayanan terhadap seorang pasien. “Jadi setiap bidan dan perawat harus senantiasa mengembangkan diri dan meningkatkan kemampuan profesinya sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,” ujarnya. Oleh karena itu, Stikes terus berupaya meningkatkan mutu lulusannya agar

PINDAH KUNCIR: Wisudawati tersenyum bahagia ketika menjalani wisuda.

mampu bersaing dengan lulusan lainnya. Salah satu cara yang dilakukan adalah mengembangkan sarana dan prasarana belajar para mahasiswa, seperti penambahan enam kelas dan laboratorium, peningkatan kualitas tenaga pengajar dibeberapa Universitas terkemuka, seperti Universitas Indonesia, Universitas Brawijaya, Universitas Padjajaran, Universitas

Udayana dan beberapa universitas lainnya. Selain itu, Stikes juga telah membangun asrama putri dan sesaat lagi akan membangun asrama putra. Bahkan untuk memberikan jiwa entrepreneur kepada para mahasiswa, Stikes juga telah memberikan pelatihan-pelatihan yang bersifat wirausaha dan sudah bisa dilihat hasilnya dengan memenangkan lomba juara satu lomba kreasi dan inovasi yang digelar Dinas Pemuda dan Olahraga Banyuwangi beberapa hari lalu dan juara dua lomba pembuatan website. “Pengembangan lain yang dilakukan Stikes adalah pembuatan program studi Diploma Tiga (D3) Farmasi. Insyaallah kurang dua langkah lagi program studi ini akan kita dapatkan sehingga tahun depan kita sudah bisa menerima mahasiswa baru program D3 Farmasi. Dan hari ini, Koordinator Kopertis wilayah VII, Prof. Dr. H. Sugijanto, MS.Apt akan meresmikan secara simbolis pembangunan laboratorium Keperawatan, Kebidanan, pembangunan gedung rektorat,” ujarnya. (adv/als)

TINGKAT NASIONAL: Peserta uji kompetensi profesi Keperawatan sesaat sebelum ujian berlangsung.

Radar Banyuwangi 11 November 2013  

Jawa Pos Radar Banyuwangi