Issuu on Google+

Tabassum

Assalamualaikum ,,,

Sobat

, Alhamdulillah Tsaqofah Akhwat bisa kem-

Majalah Dinding Kampus STAI AL FATAH Edisi 14/ Bulan Dzulqo’dah 1433/ Thn 02

Perlu ‘Kompres’ untuk Demam KOREA...

Kul Uta iah ma

Masyarakat

Musyawah awak Tsaqofah edisi Akhwat

bali hadir ‘menempel’kan diri di edisi ‘Demam Korea’ yang sudah sangat kronis melanda anak muda muslim di Indonesia. Ternyata menurut peneliti dari lembaga-lembaga sosial maupun keagamaan, virus ini lebih parah dari Virus SARS maupun Virus Corona yang melanda Arab Saudi beberapa waktu yang lalu, karena virus Hallyu a.k.a ‘Demam’ Korea ini tidak hanya menyerang organ fisik saja, melainkan juga menggerogoti keimanan manusia yang mengalaminya. Wah wah wah terdengar seram ya.. daripada panik, mending kita pantau rubrikasinya sekarang juga!!! Eits, sebelumnya kami tunggu salam-salam dari sobat pembaca Tsaqofah dan tentunya kritik serta saran yang membangun untuk kru yang masih dalam bimbingan di bawah guru pengetahuan ini. Salam redaksi…

Oleh : Rina Asrina

terutama remaja Indonesia rela mengantri satu hari satu malam demi mendapatkan tiket konser boyband Korea yang harganya mencapai 2 juta rupiah. Mmm... Ada apa dengan Korea? Hallyu atau demam Korea telah menjadi virus yang merajalela dan menginfeksi Indonesia sejak 2002 lalu. Budaya populer Korea ini telah menjadi kiblat tersendiri bagi masyarakat terutama remaja Indonesia yang mulai mengikuti semua trend yang datang dari negeri kimchi ini. Mulai dari makanan, film, lagu, fashion sampai boy band yang datang dari Korea seolah datang dari syurga dan diburu di mana saja. Bahkan, masyarakat

pun mulai menginjeksi dan menduplikasi diri dengan gaya maupun style Korea dalam kehidupan sehari-hari. Drama Korea merupakan penyebab dari mulainya Hallyu di berbagai Negara. Berbagai stasiun televisi di Indonesia mulai menyiarkan drama yang datang dari negara semenanjung Asia tersebut. Dan wabah demam pun mulai menyebar. Wabah ini selanjutnya menyuntik penggemarnya dengan musik, sehingga lagulagu yang dibawakan penyanyi korea (dikenal dengan K-pop) menjadi booming dan mendapatkan tempat pertama di hati Indonesia. Selanjutnya masyarakat mulai mengikuti Bersambung Ke Hal 5

1


Ummu Fadhl Lubabah binti Al-Harits ra.

Ummu

Fadhl Lubabah binti Al-Harits ra. Adalah salah seorang shahabat wanita Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasalam. Beliau ibunda dari seorang ulama besar dan ahli tafsir terkemuka, Abdullah bin Abbas, atau yang lebih sering dikenal dengan nama Ibnu Abbas. Suami beliau adalah Abbas bin Abdul Muthalib, paman Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasalam. Ibnu Abbas dilahirkan ketika terjadi pemboikotan yang dilakukan oleh kaum kafir Quraisy kepada Bani Hasyim atas dakwah Islam yang dilakukan oleh Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasalam dan para shahabatnya di Makkah. Peristiwa ini terjadi tiga tahun sebelum Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasalam hijrah ke Madinah. Setelah melahirkan Ibnu Abbas, Ummu Fadhl membawa bayinya kepada Rasulullah. Rasulullah pun memberinya nama Abdullah, lalu mentahnik lidah bayi dengan ludahnya. Setelah selesai beliau berkata, “Bawalah anakmu ini. Kelak engkau akan mendapatinya sebagai seorang yang pandai dan bijaksana.” Ibnu Abbas ra. menceritakan, “Nabi saw mengusap kepalaku dan mendoakan agar aku mendapat hikmah.” (HR. Bukhari, Tirmidzi dan Ibnu Majah). Ummu Fadhl r.a. melihat perkembangan dan keunggulan putranya itu dalam hal ilmu-ilmu agama. Ketika Rasulullaah Shalallahu Alaihi Wasalam wafat, usia Ibnu Abbas baru sekitar 13 tahun. Ia dikenal sebagai ulama terbesar umat dan digelari Al-Bahr (laut), karena memiliki ilmu pengetahuan yang sangat luas. Umar r.a. dan Utsman r.a. selalu mengundangnya untuk meminta pendapat. Ia sering memberi masukan kepada mereka berdua, padahal pada waktu itu masih banyak shahabat senior. Ibnu Abbas sudah mulai memberikan fatwa pada masa pemerintahan Umar

r.a. dan Utsman r.a. Keistimewaan Ummu Fadhl yang lain di antaranya yang pertama adalah ketika ia memukul Abu Lahab pascaperang Badar hingga luka cukup parah. Hal ini karena Abu Lahab memukuli Abu Rafi’, yang saat itu adalah pelayan Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasalam., di mana Abu Rafi’ berbahagia karena kaum muslimin menang dalam Perang Badar. Kedua, Ummu Fadhl adalah ibu susu bagi Al-Hasan dan Al-Husain bin Ali bin Abi Thalib r.a, yang Rasulullaah Shalallahu Alaihi Wasalam sebutkan “Al-Hasan dan Al-Husain adalah pemimpin kaum muda penghuni surga.” (HR. Ahmad dan Thabrani dari Abu Sa’id).

Shohabiya

h

Insan Mulia Sukses Berkah, demikian sedikit kisah perjalan hidup Ummu Fadhl r.a. Seorang mus-

limah, sahabat Nabi, pejuang Islam. Semoga mampu menginspirasi kita terutama dalam rangka mendidik anak-anak kita. Mari mulai mengidolakan pejuangpejuang muslim yang hebat untuk dijadikan teladan atas diri pribadi kita. Allahu’alam

Adakah idola dari Korea? Sobat, kru Tsaqofah melaksanakan survey kecil-kecilan seputar ‘demam’ Korea. Survey ini mewawancarai anak-anak remaja dari Mts, MA Al Fatah serta mahasiswa STAI Al Fatah di daerah Cileungsi dengan pertanyaan yang diajukan, Adakah yang disukai/tidak disukai dari Korea? Adakah idola dari Korea? Alasannya mengidolakannya? Mmmmm,,,mau tahu hasilnya? let’s check this out!

style, suara, lagu-lagunya asyik didengar.”

Dea (2 Mts): “Pasti ada donk. Super

trus aktingnya bagus dan bisa menyesuaikan peran ketika sedih, senang, dan lainnya.”

Junior (Suju). Karena suaranya keren banget, nge-dancenya dan nyanyinya keren, orang dan penampilannya juga oke.”

2

Kantin

Dila (3 Mts): “Ada. Yae Sung (Personil Suju). Karena orangnya tahu fashion,

Titin (2 MA): “ Ada. Suju. Karena bosen dengan lagu-lagu Indonesia, kalo orang korea lagunya keren-keren dan orangnya cool-cool

Sayimah (3 MA): “Ada. Lee Yu Woen. Karena cantik, lucu,

Tini Chae Kyong (Mahasiswa): “Ada adat istiadatnya. Idolanya SNSD. Alasannya karena orang Korea itu tidak pernah main-main dengan keputusan yang diambilnya. Banyak sebenarnya kelebihan dari Korea yang harus dijadikan contoh.”


“Demam Idola” bersama Ust Wahyudi KS Wawancara khusus

(Da’i Aktif, Staf Majelis Tarbiyah Pusat Jama’ah Muslimin (Hizbullah), pengisi Kajian Hikmah Pagi RASIL 720 AM dan Dosen STAI AL-FATAH)

Oleh : Muslimah Zahro

Bagaimana pendapat ustadz tentang fenomena yang sekarang ini tengah menimpa anak muda yang mangidolakan para artis seperti maraknya artis korea ? Pada dasarnya semua itu merupakan bukti bahwa masyarakat sekarang ini sedang sakit, sakit secara mental juga secara figur. Akhirnya mereka kehilangan figur. Seharusnya yang menjadi figur adalah orang yang sudah jelas kebenarannya seperti halnya Rasulullah dan para sahabatnya, tokoh-tokoh Islam sukses yang banyak memberikan nilai kontribusi positif bagi kaum muslimin dan dunia pada umumnya, Maka kita boleh mrngidolakan orang-orang seperti mereka. Karena jika kita mengidolakan mereka jelas ada manfaatnya tapi jika mengidolakan artis yang notabene bukan orang muslim, artis yang orang muslim saja masih dalam tanda kutip, sejauh mana artis itu mempunyai komitmen terhadap syari’at Islam. Apalagi ini non muslim yang kehidupannya hura-hura saja. Tidak ada hal yang memberikan nilai kontribusi positif apalagi untuk meningkatkan akhlak, keimanan seseorang. Coba saja kita saksikan konserkonser , di sana malah terjadi ikhtilat, perzinahan setelah itu terjadi luar biasa. Bahkan dulu pernah terjadi revolusi seks setelah menyaksikan konser yang notabene konser itu adalah memberikan suatu penampilan yang merangsang. Jadi tidak ada nilai-nilai positif yang akan mendidik, justru yang ada kita akan hura-hura, hedonis dan sebagainya. Inilah yang terjadi pada jama’ah muslimin, yang menunjukkan ini adalah bukti bahwa remaja kita dalam kondisi sakit. Akhirnya butuh terapi.

Dengan cara apa agar mereka yang sedang sakit itu bisa disembuhkan ? Harus melalui tarbiyah, tidak bisa jika dia meninggalkan tarbiyah. Karena, diantara yang akan mendorong perubahan adalah tarbiyah. Kualitas tarbiyah inilah yang harus kita rapikan, kalau tarbiyah ini hanya mendorong atau merubah kognitif dan afektif tidak merubah psikomotorik, tidak ada perubahan sikap hanya perubahan pikiran saja. Kalau istilah sekarang, pendidikan di Indonesia ini kalau dinilai dengan nilai-nilai pendidikan sebenarnya, semestinya Indonesia itu

sudah gagal. Coba kita perhatikan Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasalam memadukan pendidikan itu, kekuatan intelligence, emosional dan spiritual. Sementara pendidikan di Indonesia itu lebih banyak kepada kemampuan inteligence, sedangkan kemampuan emosional dan spiritualnya terkesan diabaikan kalaupun ada, tapi minim sekali. Coba kita perhatikan di sekolah-sekolah kita dikejar oleh nilai tanpa kita perhatikan bagaimana akhlak serta aqidah mereka, kita hanya terpaku pada nilai angka saja. Padahal itu adalah kecerdasan intelektual bukan kecerdasan emosional. Sementara sikap mereka terhadap guru, terhadap sesama teman, dan terhadap lingkungan sekarang sudah tidak menjadi penilaian. Lebih banyak yang menjadikan seseorang naik atau tidaknya di kelas itu lebih banyak ditentukan oleh nilai-nilai yang bersifat inteligence bukan emosional dan spiritual, padahal Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasalam tidak pernah memisahkan tiga kecerdasan ini antara inteligence (kecerdasan berpikir), emosional dan spiritual. Istilah lain yaitu olah rasa, olah rasio dan olah raga. Olah rasa adalah keimanan, rasio adalah intelektual, dan olah raga adalah fisik. Jadi, semuanya antara iman, Islam, dan ihsan. Iman adalah kepercayaan hati, Islam adalah tindakan syari’ah, sedangkan ihsan adalah spiritual. Dimana kita merasa Allah melihat kita dan kita seolah-olah melihat Allah, jika tidak yakinkan bahwa Allah melihat kita itulah yang dinamakan ihsan. Jadi spiritual itulah yang kita gunakan ketika kita kehilangan ihsan dia merasa tidak ada yang memonitor dimana pun dia bebas, ketika berkumpul dengan teman-temannya yang di majlis ta’lim ataupun di masjid misalnya dia baik namun ketika di luar dia bebas lagi karena ihsan itulah yang kurang nilai-nilai spiritual yang minim. Ini adalah karena nilai-nilai tarbiyah yang diterapkan di tengah-tengah kita sebagai tuntutan meski cenderung mengutamakan kecerdasan intelektual tanpa peduli dengan kecerdasan emosional dan spiritual.

Apakah solusi terbaik dalam menyikapi fenomena seperti ini ? Solusinya harus kembali kepada fitroh (Islam). Jika kita melihat hari ini bahwa banyak orangorang barat yang masuk Islam itu sebenarnya mereka kembali kepada fitrah. Mereka sudah merasa jenuh dengan kehidupan yang glamour, kehidupan yang serba bebas, ternyata dengan Islam mereka merasa hidup tertata rapi, tenteram, sakinah itu adalah dari Islam itu sendiri. Kalau misalkan mereka terus bergelut dengan kehidupan yang bebas seperti itu maka takkan ada kepuasan, yang ada adalah pelampiasan ketidakpuasan dengan berbagai bentuk hurahura yang semakin semberaut, semakin merusak nilai-nilai akhlak. Jadi back to nature artinya kembali kepada Islam.

3


Majalah Dinding Kampus STAI AL FATAH Edisi 14/ Bulan Dzulqo’dah 1433/ Thn 02 Bahwa semestinya kita menghayati dengan adanya waktuwaktu yang Allah berikan yaitu ramadhan, bulan syawal, itu semua adalah sisi-sisi keutamaan yang harus kita perhatikan. ramadhan kita dibina, digembleng, ditempa dengan berbagai macam kebaikan. Semestinya ini harus menjadikan kita lebih baik di bulan syawal bulan penimgkatan. Tapi realita yang terjadi sebagian besar umat justru bukan idul fitroh tapi idul fatroh. Bukan kembali kepada kesucian, kembali kepada naluri tapi kembali kepada keputusasaan, kembali kepada hilang semangat, hilang gairah atau malas-malasan itu yang terjadi, karena tidak menghayati nilai-nilai ruhiyah tadi yang erjadi pada saat ini. Demikian pula ramadhan telah meninggalkan kita, syawal telah meninggalkan kita, syukur-syukur kita

ketemu lagi. Tetapi sebagai modal dasar, kalau kita menghayati makna waktu, urgensi waktu itu adalah seperti yang disampaikan oleh imam syafi’i “Waktu itu ibarat pedang”, jika tidak digunakan dengan sebaik-baiknya maka dia akan menggilas leher kita sendiri. Bahkan imam syafi’I mengomentari surah al-‘ashr itu: “sekiranya Allah tidak menurunkan hujjah yang lain kecuali surah ini (al-‘ashr) niscaya cukup untuk mereka”. Inilah kandungan yang terdapat dalam surah al-‘ashr termasuk urgensi waktu, jadi berpacu dalam waktu untuk meraih prestasi di dunia dan di akhirat. Itu yang harus kita pegang, istiqomah dalam ebenaran agar kita meraih prestasi di dunia juga di akhirat. Mengakhiri hidup dengan prestasi bukan dengan frustasi, yaitu husnul khotimah.

Idola, Bolehkah?

Naluri

untuk mengidolakan sesuatu/seseorang memang wajar pada diri manusia, disadari atau tidak disadarinya. Alasan remaja mengidolakan idolanya dari segi fisik seperti mengidolakan figur karena ketampanannya atau kecantikannya, gaya hidup atau mode atau ternd artis dengan penampilannya dengan meniru gaya yang salah dengan merubah penampilannya, hidup yang glamour penuh hura-hura dan mengikuti pergaulan bebas dari idolanya dan memuja-muja yang berlebihan, dan para idola yang memiliki kemampuan tertentu dapat memukau para pengagumnya Sifat ini tergantung bagaimana remaja menempatkan dirinya dan idolanya pada porsi yang sesuai Alasan lain remaja mengidolakan idolanya Tokoh idola bisa menjadi motivator bagi remaja, terutama untuk mencapai suatu prestasi tertentu, idola dapat dijadikan sebagai sumber inspirasi oleh para remaja untuk memberdayakan potensi yang ada pada diri mereka, dan idola dapat dijadikan sebagai panutan untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan dalam diri remaja, sehingga akan tumbuh visi dalam dirinya, dalam hal ini menjadi seorang pemimpin yang ideal bagi orang lain.

4

“Dan apabila kamu melihat mereka, tubuh-tubuh mereka menjadikan kamu kagum. Dan jika mereka berkata kamu mendengarkan perkataan mereka. Mereka

Oleh : Jamilah

adalah seakan-akan kayu yang tersandar. Mereka mengira bahwa tiap-tiap teriakan yang keras ditujukan kepada mereka. Mereka itulah musuh (yang sebenarnya), maka waspadalah terhadap mereka; semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan (dari kebenaran)?” (Al-Munafiqun ayat 4) sesungguhnya idola ( artis ) yang engkau jadikan panutan atas kehidupan ini hanyalah seorang manusia biasa seumpama kamu, hanya saja Allah Ta’ala memberikan nikmat yang sedikit lebih darimu atas mereka sebagai ujian dari sisi-Nya. Inilah fitrah manusia yang Allah Ta’ala jadikan, keindahan ini hanyalah sementara dan tiadalah yang kembali pada yang haq melainkan dengan petunjuk Allah Subhana wa Ta’ala.kita semua akan kembali pada-Nya. “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanitawanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)”. (QS. Ali Imran : 10) Dengan demikan jika kita mengidolakan seseorang dengan melihat siapa yang kita idolakan dan melihat dari segi akhlaknya memberikan pelajaran dan manfaat atau menyesatkan dan mendatangkan kemudhorotan terhadap kepribadian sesorang. WAllahu a’alam bis Showab.


Majalah Dinding Kampus STAI AL FATAH Edisi 14/ Bulan Dzulqo’dah 1433/ Thn 02

Korea... Hal 1

gaya-gaya tersebut sehingga menjadikan wabah semakin tak terbendung. Indonesia pun menjadi syurga strategis bagi artis korea untuk menggelar konsernya, rakyat pun terbius dan rela antri berhari-hari dan berlomba ‘membuang’ uang saku mereka. Yang perlu diherankan, darimana para remaja dari kalangan menengah ke bawah ini mendapatkan kocek mahal demi menonton konser-konser itu? Rupanya wabah demam korea ini kemudian berdampak pada pariwisata. Lokasi syuting drama korea yang terkenal menjadi obyek pariwisata yang digemari para turis untuk dikunjungi. Tentu dengan semakin banyak turis yang mendatangi korea selain berimplikasi terhadap bertambahnya devisa negara juga dapat sekaligus lebih mendekatkan secara emosional antara korea dengan turis. Akan lebih banyak orang yang merasa dekat dengan negara korea dan pelan-pelan akan memunculkan rasa sense of belonging. Siapa yang gajah siapa yang tikus? Tentunya kita harus bertanya kembali telah sampai di mana iman kita? Sebenarnya jika dilihat dari segi yang lebih luas, demam korea maupun k-pop ini telah merugikan banyak hal bagi rakyat Indonesia yang mayoritas adalah muslim. Pertama, masyarakat Indonesia terkenal dengan budaya timur yang santun, gotong royong, dan sebagainya. Jika budaya populer seperti demam korea ini muncul tentunya akan merusak segi-segi itu secara perlahan, dan sudah terjadi dengan melihat kondisi remaja jaman sekarang yang lebih senang nonton konser bersama teman-temannya daripada berkumpul bersama keluarga atau melakukan kegiatan positif dalam kancah sosial. Kedua, demam ini telah membuat iman remaja semakin tak terarah se-

bagai muslim yang pada akhirnya akan menimbulkan dilema tersendiri bagi remaja tersebut. Karena sebagai muslim kita harus menjaga semua sisi kehidupan kita dari berbagai hal subhat maupun haram. Dan deskontruksi keimanan pun akan dan sedang terjadi. Ketiga, akhlak umat yang terkikis dari budaya-budaya non muslim telah benar-benar sedang terjadi. Dan ketiga hal dari sekian banyak kerugian ini harus ditanggung oleh seluruh umat Islam yang ada di Indonesia. Apa yang akan terjadi pada generasi memang harus diperhatikan, dan Allah telah benar-benar memfirmankan “Kabarkanlah kepada orangorang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih, (yaitu) orang-orang yang mengambil orangorang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah.” (An Nisa: 138-140) selanjutnya Allah juga telah memperingatkan kita, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu).” (QS: AlNisaa’. 144). Menurut Ibn Katsir , yang dimaksud dengan lafadz “auliya’” itu bermakna penolong, kekasih, teman akrab, pemimpin dan idola. Adanya rasa simpatik dan empatik dalam hati karena menjadikan penolong, kekasih, teman akrab, pemimpin dan idola ghairul muslim, bisa menyebabkan lunturnya iman seseorang dan bisa mengkonversi dari mukmin menjadi munafiq. Maukah kita disebut sebagai golongan munafik itu? Na’udzubillah himindzalik. Allahu’alam bisshawwab

"Mata Semesta" Tertangkap Kamera

j CALIFORNIA— Teleskop Badan Penerbangan dan Antariksa NASA menangkap citra Nebula Helix (NGC 7293). Dalam citra NASA, nebula tersebut tampak seperti mata alam semesta. Citra tersebut dirilis NASA pada Rabu (3/12/2012), dihasilkan dari pengamatan Spizer Space Telescope yang mengobservasi langit dalam cahaya inframerah dan Galaxy Evolution Explorer (GALEX) yang mengobservasi dalam gelombang ultraviolet. "Mata semesta" tersebut sejatinya menunjukkan bintang sekarat atau nebula planet. Citra Nebula Helix yang berjarak 650 tahun cahaya dari Bumi itu mencerminkan apa yang akan terjadi pada Matahari 5 miliar tahun lagi.

NASA Nebula Helix (NGC 7293), nebula planet yang berjarak 650 tahun cahaya dari Bumi di konstelasi Aquarius

Nebula

planet adalah bintang seukuran Matahari yang memasuki masa akhir hidupnya. Nebula ini kehilangan hidrogen dan helium yang menjadi bahan bakar reaksi fusi. Di tahap ini, bintang melepaskan gas di permukaannya dan akhirnya terkondensasi menjadi bintang katai putih. "Bintang katai putih itu kurang lebih seukuran Bumi namun massanya seperti massa bintang pada mulanya. Faktanya, satu sendok teh materi bintang katai putih punya massa sama dengan gajah," tulis NASA di situs webnya seperti dikutip Space, Jumat (5/10/2012). Dalam citra di atas, bintang katai putih tampak sebagai bintik putih di tengah nebula. Bintang katai putih itu mengemisikan radiasi ultraviolet. Dalam foto hasil observasi GALEX, radiasi ditampilkan dalam cahaya biru sementara dalam hasil observasi Spitzer tampak sebagai cahaya kuning. Nebula planet sama sekali tak ada hubungannya dengan planet. Dinamai nebula planet sebab adanya kesalahan observasi pada abad ke-18, di mana nebula planet dikira planet gas raksasa. Nama tetap dipertahankan hingga kini. (Maryam mengutip dari W. Wiji Utomo - KOMPAS.com)

5


Hana Shalabi, Perjuangan Tanpa Kekerasan Oleh : Rahmatia

jelas. Ia sebelumnya ditahan di penjara Hasharon Israel selama 30 bulan antara 2009 hingga 2011. Ia dibebaskan saat terjadi kesepakatan pertukaran tahanan lah tahanan Israel, Khader Adnan, Israel dengan 1.027 warga Palestina. Hana telah mencoba pulih dari ketermengakhiri mogok asingan selepas keluar dari penjara, makan selama 66 namun ia kembali ditangkap dengan hari, Hana Shalabi juga mengikuti jejak cara yang kasar oleh tentara Israel. Pada Februari lalu, Hana memulai mogok kadernya. makan yang dilakukannya sebagai aksi Hana telah mogok makan selama lebih protes agar Israel mengakhiri penahanan dari 33 hari dan kini administratif, di mana orang ditangkap dan dipenjara tanpa dakwaan. dikabarkan dalam kondisi mengkhawatirkan. Hana tumbang dan Hana juga mengalami pelecehan seksual di dalam penjara. Petugas penjara harus dilarikan ke Rumah Sakit Meir di Kfar meminta Hana menanggalkan pakaianSaba. Seorang dokter independen dari Dokter untuk nya di depan banyak petugas. Orang tua Hana ditolak untuk mengunjungi Hak Asasi Manusia Israel yang memeriksa putrinya. Hana ditempatkan di sel isolasi Shalabi mengungkapkan, hidup Hana dalam dan kesehatannya semakin memburuk. resiko kematian. Sebab, Hana mengalami Orang tua Hana, Badia Shalabi, menangpelemahan otot-otot dan berat badannya is melihat penderitaan sang anak. Badia turun hingga 14 kilogram. juga mengaku melakukan mogok makan Menurut pengacaranya, Raed Mahameed, selama putri mereka berada di tahanan. Hana menderita tingkat detak jantung Setelah 44 hari melakukan aksi mogok rendah, gula darah rendah, kehilangan berat makan, Israel menerima tuntuan Hana badan, kelemahan pada otot, mata mulai Shalabi namun dengan catatan dirinya menguning dan ginjal yang telah melemah. dan klub tahanan Palestina akan diasingHana tidak dapat tidur karena sakit. Ia juga menderita pusing dan pandangan mata yang kan di daerah Gaza. Subhanallah, sungguh perjuangan kabur. Hana sempat memakan garam pekan lalu, namun menolak untuk memakannya lagi. saudara-saudara kita di Gaza begitu Hana, seorang wanita muda normal yang juga berat. Sebagai Muslim yang masih menghirup udara dengan bebas selayanggota Jihad Islam, ditahan tanpa alasan

Tidak

MULAHIDZAT

6

lama sete-

Judul : 12 Tokoh Pengubah dunia Penulis : Khalid Khadad Halaman : 252 halaman Jenis Cover : Hard Cover Penerbit : Gema Insani Press Harga : 44.900,-

"Kejayaan Islam tak lepas dari kecemerlangan pemikiran dari para intelektual muslim. Pemikiran yang menembus batas waktu dan memiliki daya ungkit luar biasa terhadap perubahan dunia ini tidak hanya bermanfaat bagi dunia Islam saja, akan tetapi juga bagi keseluruhan umat manusia. Dalam buku ini 12 tokoh Islam pengubah dunia telah menggoreskan Islam dengan tinta emas dan tercatat dalam sejarah" -Khalid Haddad-

Staf Redaksi PENANGGUNG JAWAB

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STAI Al Fatah

PEMIMPIN REDAKSI EDISI AKHWAT Rina Asrina

SEKRETARIS REDAKSI Nurrahmi

KEUANGAN S. Jamilah

REDAKTUR PELAKSANA Rahmatia Latif Maryam Ika Restya Nida REPORTER Nida, Maryam, Ika LAYOUT Julfikar

WEBSITE

tsaqofah-alfatah.blogspot. com

ALAMAT

Jl. Ponpes Al Fatah, Pasirangin, Po Box 16820 Cileungsi-Bogor

Hasil karya mereka adalah bukti konkret bahwa islam, jika diimplementasikan dengan segenap jiwa dan sepenuh hati, akan menjadikannya sebagai rahmatan lil’alamin. Mereka para tokoh yang mengubah dunia ini hidupnya berkah karena mewariskan manfaat yang akan membuat kehidupan umat manusia menjadi lebih baik, dalam berbagai sisi kehidupan, baik kedokteran, sosial, sains, astronomi, dan lainnya. Buku yang berisi 252 halaman ini hampir mirip dengan buku Sumbangan Peradaban Islam Pada Dunia karya Prof As Sirjani. Jika Assirjani lebih menekankan secara detail dengan penelitian yang dalam mengenai poin-poin peradaban Islamnya, maka buku ini lebih menekankan pada tokoh-tokoh secara personal, dimana tokoh inilah yang berperan besar dalam mengubah dunia dari hasil pengamatan para ilmuwannya. Jadi, daripada mengidolakan K-pop lebih baik kita mengidolakan siapa yang patut jadi panutan sebenarnya yang tidak lain adalah Rasulullah shalallahu Alaihi Wasalam, para sahabat, serta muslim yang memiliki peran dalam mengubah dunia menjadi peradaban yang lebih baik di bawah naungan Islam.


Majalah Dinding TSAQOFAH edisi 14