Issuu on Google+

HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK SUMBAWA ECERAN Rp 3.000

Rp. 50.000 Rp. 55.000

SUARA NTB

SELASA, 29 OKTOBER 2013

Pengemban Pengamal Pancasila

16 HALAMAN NOMOR 194 TAHUN KE 9 Online :http://www.suarantb.com E-mail: hariansuarantb@yahoo.co.id

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Selamat Pagi... Masyarakat Tanggap Bencana Oleh : Drs Cukup Wibowo, MMPd Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Mataram

ENCANA itu seperti tamu tak diundang. Tapi datangnya bencana selalu menyisakan penderitaan yang mendalam. Wilayah NTB, khususnya Pulau Lombok, sering mengalami gempa bumi dan banjir yang memakan korban jiwa dan harta benda. Bencana itu sela-

C.01.08.13

lu berulang di berbagai tempat, tapi meningkatkah kesiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana? Ini yang penting untuk dicatat dari kegiatan Pengurangan Risiko Bencana, di Kota Mataram, yang diselenggarakan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), beberapa waktu lalu. Barisan pulau di seluruh Indonesia berada di posisi geologis tepat pada “Cincin Api Pasifik” atau Ring of Fire, suatu kawasan sekitar 80 persen kerap diguncang gempa bumi. Indonesia memiliki 120 gunung

berapi aktif dan 5.860 sungai, karena itu merupakan daerah yang rawan gempa bumi, tanah longsor, tsunami, banjir, serta bencana alam lainnya. Tsunami di Aceh merupakan bencana alam paling mengenaskan dan dramatis menimpa Indonesia, yang mengakibatkan kerusakan luar biasa, hilangnya ratusan ribu nyawa, tempat tinggal, serta mata pencaharian bagi mereka yang bertahan hidup. NTB terdapat dua gunung api aktif, Bersambung ke hal 5

(Suara NTB/ist)

TINJAU - Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh meninjau communication mobile. Kendaraan ini dapat melaporkan secara langsung baik melalui audio maupun video dari lokasi kejadian bencana. Mobil seharga tidak kurang dari Rp 3 miliar tersebut merupakan bantuan dari BNPB pusat.

(Suara NTB/arn)

SEADANYA - Anak-anak Tanah SMEA belajar di sekolah gubuk dengan fasilitas seadanya (insert). Inilah kondisi rumah dinas SDN Tangkam Pulit yang nyaris ambruk.

TO K O H

BEBERAPA anak berseragam lusuh tampak berlari begitu melihat seorang pria setengah baya berpakaian rapi masuk ke dalam sebuah rumah yang lebih mirip sebuah gubuk kayu. Ternyata pria tersebut seorang guru honor dan gubuk itu adalah sekolah sementara yang dipinjamkan warga untuk kegiatan belajar anakanak SDN 3 Baturotok, di perkampungan Tana SMEA, Dusun Telu, Desa Baturotok, Kecamatan Batulante, Kabupaten Sumbawa. SDN 3 Baturotok ini, kondisinya tak jauh beda dengan SD Sampang Balu

Dipandang Sebelah Mata HARI Sumpah Pemuda yang dirayakan setiap 28 Oktober dijadikan momentum kebangkitan bagi pergerakan organisasi kepemudaan. Kilas balik bukti konkrit peran pemuda untuk bangsa Indonesia, menjadi bukti mulai era pra kemerdekaan, sumpah pemuda, proklamasi kemudian meruntuhkan rezim orde baru. Namun dewasa ini, pergerakan organisasi kepemudaan (OKP) seperti KNPI masih dipandang sebelah mata oleh pemerintah. Bersambung ke hal 5 Sulhan Mukhlis

yang beratapkan ilalang mirip kandang ternak. Sebuah ironi, tentang sarana pendidikan yang jauh dari kata layak dan memadai. Di tengah modernitas pendidikan kota dengan segala fasilitasnya. Jangan tanyakan lagi, fasilitas seperti komputer dengan internetnya, rak buku saja tak terlihat. Memunculkan kekhawatiran akan tergadainya mimpi sang anak menatap masa depan yang lebih baik. Potret buram pendidikan di wilayah tersebut. Bersambung ke hal 5

Kasus Rumput Laut

Kajati Evaluasi Keterlibatan Tersangka Lain Mataram (Suara NTB) Sudah tiga tersangka ditetapkan dalam kasus rumput laut pada BPBD Kota Mataram. Namun penyidikan Kejaksaan belum berakhir pada tiga tersangka itu. Dipastikan penyidikan masih berjalan untuk menelisik keterlibatan tersangka lain. Kemungkinan adanya tersangka lain itu dijawab Kajati NTB, Sugeng Pudjianto, SH, MH, setelah ditanya tidak disentuhnya Penanggung

Jawab Operasional Kegiatan (PJOK) dalam perkara itu. Sementara dalam juklak juknis dan perkembangan penyidikan, gagalnya proyek itu

diduga masih terkait dengan peranan PJOK. ‘’Ini (kasus) kan masih berproses. Nanti kita lihat dalam evaluasi menyeluruh, kalau memang ada tersangka baru. Akan kami kaji, kalau memang ada tersangka lain, tentu akan kami jadikan tersangka,’’ tegas Kajati, Senin (28/10). Soal peran PJOK memang sudah ditelisiknya sejak awal. Terbukti dengan permintaan

cananya mengumpulkan semua tim penyidiknya untuk menyimpulkan, sejauhmana perkembangan penanganan kasus dan kemungkinan akan ada tersangka baru. Diberitakan sebelumnya, Kejaksaan telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan korupsi pada proyek rumput laut BPBD Kota Mataram. Bersambung ke hal 5

keterangan terhadap pejabat Dinas Pertanian Kelautan dan Perikanan (PKP) saat kasus ini ditingkatkan ke penyidikan. ‘’Nanti kita lihat, setelah pemeriksaan mereka, apa saja keterangannya, ada kaitannya ndak?,’’ beber Kajati. Yang jelas, ia ingin jajarannya secepatnya memproses kasus tersebut, dengan harapan segera selesai dan dilimpahkan ke Pengadilan. Pekan ini, ia ren-

(Suara NTB/ars)

Curanmor Meresahkan

Sehari Satu Lusin Motor Hilang

Indonesia Lebih Sejahtera Dengan Ekonomi Syariah Grand Launching 5 November 2013 di Taman Sangkareang

C.03.08.13

DIAWASI - Puluhan kendaraan parkir di halaman sebuah pusat perbelanjaan di Cakranegara, dijaga tukang parkir. Idealnya, kendaraan yang diparkir diawasi tukang parkir, untuk meminimalisir kasus curanmor.

Mataram (Suara NTB) Tingkat keresahan masyarakat semakin tak terkendali akibat merajalelanya kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Jika dulu kasus curanmor di Kota Mataram hanya tiga kali sehari sudah cukup meresahkan, kini sudah tembus hingga 10 kali sehari. Bahkan jika digabung dengan wilayah hukum polres lain, curanmor mencapai angka 12 kasus sehari. Berdasarkan evaluasi Polda NTB sepekan terakhir, puncak kasus curanmor terjadi Jumat 25 Oktober lalu. Hari itu, curanmor mencapai 12 kasus. Terbanyak di Kota Mataram, mencapai 10 kasus. Bersambung ke hal 5


SUARA MATARAM

SUARA NTB Selasa, 29 Oktober 2013

Halaman 2

Lurah Dikeluhkan Kurang Greget

Perda Kebersihan Tak Maksimal

Belum Tahu Konsep KEINGINAN Komisi II DPRD Kota Mataram mendorong Kelurahan Ampenan Tengah menjadi kelurahan ramah anak tentu menjadi hal yang positif bagi masyarakat setempat. Terlebih dengan program Pemkot Mataram menata kota tua Ampenan sebagai kota bersejarah. Sayangnya, kelurahan setempat tidak mengetahui konsep kelurahan ramah anak tersebut. Lurah Ampenan Tengah Hj. Elya Hadiana mengaku belum mengetahui konsep kelurahan ramah anak. Pasalnya, belum ada kejelasan yang diberikan kepada pihaknya, sehingga apabila keinginan tersebut terealisasi, pihaknya akan meminta persetujuan dari Walikota atau Wakil Walikota Mataram. “Saya harus minta izin dulu sama Walikota atau Wakil Walikota,” terangnya ketika dikonfirmasi via ponsel, Senin (28/10) kemarin. Namun demikian, kata Elya, pihaknya menyambut positif rencana pembangunan eks pelabuhan Ampenan dan kelurahan ramah anak. Menyinggung mengenai lahan di kelurahan Ampenan, yang reprensentatif digunakan sebagai rumah pemulihan gizi anak, katanya, tidak ada lahan yang digunakan. Pasalnya di Kelurahan Ampenan banyak bangunan kota tua, sehingga perlu dipertahankan nilai sejarah di dalamnya. Apalagi sambungnya, rencana Pemkot Mataram menjadikan Kota Ampenan sebagai wisata destinasi wisata. “Sudah tidak ada lahan di Ampenan Tengah,” tuturnya. Ia menyebutkan di Kelurahan Ampenan Tengah dewasa ini, memiliki empat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan dua Taman Kanak-Kanak (TK), dijadikan sebagai pusat belajar dan rekreasi anak-anak sekitar. Persoalan masih maraknya pemuda dan atau masyarakat setempat, menjadikan eks pelabuhan sebagai tempat minum-minuman keras, kata Elya, tidak semua pemuda atau masyarakat Ampenan Tengah mengkonsumsi miras. Ia mengaku pemuda yang minum, sebagian besar datang dari luar Ampenan Tengah. Adapun upaya untuk meminimalisir perilaku negatif tersebut, pihaknya telah berkoordinasi dengan Satpol PP Kota Mataram, tetapi sejauh ini hasilnya belum maksim a l . (cem)

Mataram (Suara NTB) – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Mataram, Drs. HM. Noer H. Ibrahim menyatakan Perda Kota Mataram No. 10 tahun 2008 tentang kebersihan, tidak maksimal dalam tataran implementasinya. Dasar itu, ia bersama seorang anggota Komisi II, Misban Ratmaji mendatangi Dinas Kebersihan Kota Mataram. Dalam dialog dengan Kepala Dinas Kebersihan berikut jajarannya, Noer mengatakan, meskipun keberadaan Perda Kota Mataram tentang kebersihan, terbilang sudah cukup lama. Namun ironisnya, dalam praktiknya di lapangan, Perda tersebut justru tidak maksimal. ‘’Karena faktanya, masih banyak masyarakat dengan santai membuang sampah di

kali,’’ ujarnya. Mestinya, sambung Noer, untuk mengimplementasikan Perda Kota Mataram tentang kebersihan tersebut, harus dibuat plang yang berisi imbauan, atau bila perlu mengurai isi perda Kebersihan itu. Tetapi, sejauh ini, plang-plang imbauan yang semestinya dipasang di setiap kali, justru tidak dilakukan Dinas Keber-

sihan Kota Mataram. Noer mengaku prihatin dengan perilaku masyarakat yang menjadikan kali sebagai tong sampah. Kondisi tersebut tergambar dari Kali yang ada di Tanah Haji, Gubug Mamben, Karang Pule, Tanjung Ringgit dan sejumlah kali lainnya. ‘’Plang ini, harus mencantumkan isi Perda dengan sanksinya,’’ imbuh politisi

Partai Golkar ini. Untuk mengefektifkan pemasangan plang imbauan ini, sambung dia, harus ditempatkan satu petugas dari Dinas Kebersihan. Upaya memaksimalkan pelaksanaan Perda No. 10 tahun 2008 ini agar motto Kota Mataram yang bersih tetap terwujud. Apalagi Mataram sering mendapat Adipura. Menanggapi catatan yang diberikan Wakil Ketua Komisi II, Kepala Dinas Kebersihan Kota Mataram, Ir. Dedy Supriyadi justru terkesan mempersalahkan Lurah atas tidak maksimalnya penerapan Per-

da Kebersihan itu. Katanya, hampir semua Lurah yang ada di Kota Mataram tidak greget. Sampai-sampai dari mulut mantan Kepala Damkar Kota Mataram ini terlontar usulan supaya Lurah yang tidak greget itu dicopot dari jabatannya. Sebetulnya, sambung Dedy, awal bergulirnya Perda itu, plang-plang imbauan itu terpasang di setiap kali. ‘’Tapi sekarang ndak tau kemana,’’ cetusnya. Namun demikian, Dinas Kebersihan Kota Mataram menyanggupi untuk melakukan pengadaan plangplang itu kembali di tahun 2014 mendatang. (fit) (Suara NTB/ist)

PIMPIN - Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh memimpin upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda di halaman Kantor Walikota Mataram. Upacara ini dihadiri pejabat berikut pegawai Pemkot Mataram Hj. Elya Hadiana

PU Persilahkan Dewan Mengawasi Mataram (Suara NTB) Persoalan dugaan manipulasi absensi Tenaga Harian Lepas (THL) dalam proses pengerjaan drainase sehingga komisi III DPRD Kota Mataram akan melakukan pengawasan ketat terhadap Dinas Pekerjaan Umum. Kepala Dinas PU Kota Mataram, Mahmuddin Tura yang dikonfirmasi Senin (28/10) kemarin mempersilahkan anggota DPRD Kota Mataram untuk melakukan pengawasan. Pasalnya, dewan memiliki kewenangan secara universal. Ia menambahkan, sebenarnya tidak ada manipulasi, kemungkinan hanya kekeliruan administrasi yang terdapat pada THL. “Silahkan saja, kalau mau awasi kami (PU, red ),’’ terangnya. Menurut Mahmuddin, sebenarnya adanya dugaan manipulasi absensi, bermula dari adanya surat kaleng yang diterima oleh Inspektorat dan lain sebagainya. Sehingga dalam hal ini, Sekda Kota Mataram meminta Inspektorat menindaklanjuti. Dalam pemeriksaan itu, katanya konon akan diketahui, tetapi sejauh ini PU belum menerima NHP “Kalau itu ada penyimpangan, sekarang ini kami masih menunggu laporan dari Inspektorat, ungkapnya. Katanya, upaya mengetahui THL yang tidak masuk pada tahun 2011 dirinya pernah melakukan sidak terhadap buruh yang ada. Dalam sidak tersebut,

Harus Segera Disikapi WAKIL Ketua Komisi II DPRD Kota Mataram, HM. Noer H. Ibrahim Senin (28/ 10) kemarin mengunjungi SDN 2 Cakranegara. Selain silaturahmi, kedatangan unsur pimpinan komisi yang membidangi masalah pendidikan ini, didampingi salah seorang anggota Komisi II DPRD Kota Mataram, Misban ratmaji. Dalam kesempatan itu, Komisi II, katanya ingin melihat secara langsung proses belajar mengajar di SDN 2 Cakranegara. Ternyata, demikian Noer, di sekolah tersebut masih ada siswa yang masuk siang. ‘’Begitu kelas I pulang, giliran siang(Suara NTB/dok) nya masuk kelas II,’’ terangHM. Noer H. Ibrahim nya. Padahal kondisi belajar siang, sambungnya terbilang tidak representatif. Politisi Partai Golkar ini menyebutkan masih ada lima kelas yang harus mengikuti proses belajar mengajar secara bergiliran. Melihat kondisi ini, Noer Ibrahim mendorong Pemkot Mataram, dalam hal ini Dinas Dikpora untuk segera menyikapi kekurangan kelas ini. Ia menyadari, kondisi ini, tidak hanya dialami SDN 2 Cakranegara, tetapi juga sekolah-sekolah lainnya. Karenanya, Dinas Dikpora disarankan mulai menyicil pembangunan ruang kelas baru untuk menyikapi masih adanya sekolah yang menerapkan belajar siang. Pada bagian lain, Noer Ibrahim mengapresiasi SDN 2 Cakranegara. ‘’Sekolah ini pelaksanaan pertanggungjawaban BOS (Bantuan Operasional Sekolah)-nya tepat waktu. Ini sudah diperiksa. Kita juga ditunjukkan,’’ imbuhnya. (fit)

sambungnya didapatkan ada beberapa THL tidak masuk dengan alasan ada halangan dan keluarga sakit. Kemudian setiap tahun lanjutnya, ada pemeriksaan dari tim reguler dan tidak menemukan apa-apa. Adapun pemeriksaan pada tahun 2012, tidak ditemukan adanya manipulasi. Sehingga sulit untuk mengetahui adanya penyimpangan. “Kami sendiri tidak tahu kalau ada hal seperti itu, dengan adanya laporan dari masyarakat itu ditindaklanjuti. Tetapi kami masih menunggu hasil pemeriksaan,” tuturnya. Ia menyebutkan jumlah THL pada Dinas PU, fokus mengerjakan masalah drainase 170 orang. Perlu diketahui, lanjutnya, tenaga-tenaga ini bisa dikatakan 90 persen berasal dari Kabupaten Lombok Barat dan hanya sebagian masyarakat Kota Mataram. Dirinya selaku Kepala Dinas hanya mengontrol pengerjaan, proses pengerjaan diberikan kewenangan kepada Bina Marga untuk mengelola anggaran dan memantau hasil atau progres pekerjaan. Terkait adanya indikasi lemahnya pengawasan PU terhadap THL, sehingga terjadinya penumpukkan sedimentasi dan sampah di drainase. Mahmuddin Tura mengatakan, tidak ada sangkut pautnya antara manipulasi dan penumpukkan sampah dan lumpur. Pasalnya sampah dan lumpur, biasa terbawa oleh banjir. (cem)

Humas Optimis Realisasi Anggaran Tembus 90 Persen Mataram (Suara NTB) – Sempat dipublish sebagai salah satu SKPD rapor merah, tidak serta merta membuat Bagian Humas dan Protokol Setda Kota Mataram, gusar. Bahkan, kalangan Humas optimis kalau realisasi anggaran mampu menembus 90 persen pada Desember mendatang. Kritik yang dialamatkan kepada Humas, dijawab dengan kinerja tim Humas. KabagHumasdanProtokolSetda Kota Mataram, Drs. Cukup Wibowo, MMPd., kepada Suara NTB di ruang kerjanya, Senin (28/10) kemarin tidak menampik capaian Humas pada September lalu memang tercatat 48 persen dari total anggaran yang dikelola Humas sebesar Rp 2.267.545.000 tahun ini. Namun tim Humas yakin pada akhir November nanti mampu mencapai 80 persen. ‘’Sisanya sampai Desember, minimal bisa mencapai 90 persen,’’ sebutnya. Humas, demikian Cukup tetap mengawal sekaligus melakukan evaluasi rutin. Baik terhadap pengelolaan anggaran maupun kinerja staf humas. Bahkan, ia mengklaim Humas telah melakukan lompatan sedemikian rupa. Dimana salah satu tolak ukur kinerja jajaran Humasdan Protokol adalah produksi rilis yang tahun ini diyakini melampaui jumlah tahun lalu, atau sekitar 300 rilis. Demikian halnya dengan produksi sambutan yang mencapai 20 hingga 25 sambutan per bulan. Cukupmenyebut,penyebabcapaian Humas belum ideal saat ini, kare-

na memang kinerja jajaran Humas sedang berproses. Salah satunya, masih banyak belanja jasa media yangbelumterbayardankemungkinan bakal direalisasikan dalam Bulan November. Selain itu, adapula pengadaan furniture untuk Radio Suara Kota yang akan terlaksana pada bulan yang sama. Padabagianlain,Cukupmenyebutkan, dari anggaran Rp 2.267.545.000yangdikelolapihaknya, sebagian besar tersedot untuk belanja barang dan jasa. Termasuk biayapendampinganperjalanandinas kepala daerah dan pembayaranhonor.Dengankatalain,anggaran yang senyatanya untuk mendukungkegiatankehumasanbelum bisa dikatakan ideal. Namun begitu, tidak menyurutkan kreativitas Humasdalammengcoverkegiatankegiatan penting di Kota Mataram. Dengan telah ditetapkannya Mataram sebagai pusat kegiatan nasional, tentu ‘’memaksa’’ Humas

(Suara NTB/ist)

Cukup Wibowo bekerjaekstrakeras.Sehingga,tidak salah jika Humas mendambakan adanyapenambahananggaran.‘’Kalau ditambah, kita akan lebih kreatif lagi,’’ tandas Cukup. (fit)

’’Mataram Zero Drug’’

Lahir dari Kondisi Memprihatinkan Remaja Kota Mataram Psikologi remaja metropolis di Kota Mataram yang terbilang cukup labil terkadang membuat mereka rawan terkontaminasi obat-obatan terlarang. Sejumlah kasus penyalahgunaan narkoba dan obat keras lainnya, berhasil diungkap oleh aparat.Tentu kondisi ini sangat memperihatinkan sekaligus mengkhawatirkan bagi perkembangan keberadaan remaja di kota Mataram. APALAGI jika melihat perkembangan pengungkapan penyalahgunaan narkoba di wilayah Kota Mataram dari tahun ke tahun yang selalu mengalami peningkatan baik dari segi jumlah pelaku yang berhasil ditangkap maupun dilihat dari sisi jumlah barang bukti yang berhasil diamankan oleh pihak kepolisian. Data BNN Kota Mataram menyebutkan, pada tahun 2011 terdapat sebanyak 45 orang tersangka dengan barang bukti

ganja 511,88 gram, sabu 38,86 gr, ekstasi 1 butir, sedangkan pada tahun 2012 sebanyak 27 orang tersangka dengan barang bukti 8.220,83 gr dan jenis sabu 72,20 gram. Berbagai kasus penyalahgunaan obat-obatan terlarang di atas tentunya menjadi tanggung jawab bersama semua komponen masyarakat untuk melakukan berbagai tindakan preventif terhadap bahaya penggunaan obat-obatan terlarang, mulai dari pemerintah kota Mataram sebagai pengambil kebijakan, masyarakat

umum, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi-orgainsasi kepemudaan, LSM dan lain sebagainya. Seperti yang dilakukan oleh organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Mataram yang pada pertengahan tahun 2013 ini telah melaunching program Mataram Zero Drug. Program Mataram Zero Drug lahir atas kondisi memprihatinkan para remaja di Kota Mataram yang sudah mulai mengkhawatirkan, terang Ketua Bidang Perguruan Tinggi dan Kemahasiswaan HMI Cabang Mataram Amir Mahmud saat ditemui Suara NTB kemarin (28/10). Pasalnya, pengguna narkoba di Kota Mataram didominasi oleh para pemuda yang notabenenya masih berusia sangat produktif yaitu dari umur 18 sampai 40 tahun. Dari usia tersebut, kelompok muda yang

berusia antara 30 sampai 40 tahun mendominasi sejumlah kasus yang berhasil diungkap. Padahal di usia-usia produktif seperti itu, mereka harusnya mampu berkarya dan berinovasi tanpa terjebak pada penyelahgunaan obatobatan terlarang yang justeru membuat hilangnya masa depan mereka. Diterangkannya pula, bahwa usaha untuk memberikan pemahaman kepada para pemuda tentang bahaya narkoba di kota Mataram harus intensif dilakukan oleh semua pihak lewat berbagai media. Hal itu karena persoalan ini merupakan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat kota Mataram. Lebih lanjut Amir Mahmud mengaku program Mataram Zero Drug ialah program tahunan yang coba dicanangkan oleh HMI sebagai organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan di luar kampus dalam

ikhtiarnya untuk menghadapi semakin tingginya penyalahgunaan narkoba di kalangan para pemuda. Salah satu ikhtiar yang dilakukan ialah dengan melakukan sosialisasi bahaya narkoba di Kantor kelurahan Kekalik Jaya Senin (28/10). Dalam sosialisasi tersebut, turut hadir sebagai fasilitator perwakilan BNN Provinsi NTB, dan Polda serta perwakilan dari berbagai unsur kepemudaan kelurahan setempat, selain itu perkumpulan kepemudaan dan kemahasiswaan juga turut hadir dalam kegiatan sosialisasi tersebut. Diharapakan keterlibatan semua unsur dalam sosilisasi tersebut dapat memberikan efek positif bagi pencegahan penggunaan obatobatan terlarang di tengahtengah masyarakat kota Mataram (dys)

LOWONGAN KERJA PT. NIAGA MEDICA

Membutuhkan Tenaga Profesional yang Handal dan Inovatif Untuk Mengisi Posisi : 1. Front Office 2. Sopir Kualifikasi * Wanita ( 1 ) * Menguasai Komputer ( 1 ) * Pendidikan Minimal S1 ( 1 ) * Penampilan Menarik ( 1 ) * Menguasai Jaringan Internet ( 1 ) * Memiliki SIM C ( 1 ) * Pria ( 2 ) * Usia Maksimal 25 Tahun ( 1 & 2 ) * Minimal SMA / Sederajat ( 2 ) * Memiliki SIM A ( 2 )

Lamaran ditujukan kepada PT. NIAGA MEDICA Jl. Panji Tilar Negara No. 204 Mataram


SUARA NTB Selasa, 29 Oktober 2013

SUARA PULAU LOMBOK

Halaman 3

Dituduh Belajar Aliran Sesat

Jadi Percontohan Nasional PENANGANAN rumah kumuh yang sumber anggarannya dari Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) sebanyak 707 unit di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) tahun 2013 ini dipandang cukup sukses. Hanya dengan Rp 7,5 juta pembangunan rumah tidak layak huni itu memuaskan jajaran Kemenpera. Sistem pelaksanaan di Lotim ini akan dijadikan percontohan penanganan secara nasional. Demikian diungkap Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD) Lotim, H. Syamsuddin di Selong, Senin (28/10). Mantan Kepala Bagian Organisasi Sekretariat Daerah (Setda) Lotim ini mengungkapkan, pihak Kemenpera menjanjikan ada penambahan sebanyak 765 unit baru lagi yang akan ditangani pun tahun 2013 ini. “Karena dilihat pekerjaan kita baik. Bahkan terbaik penilaian kemenpera,” ucapnya. Tambahan ratusan unit perbaikan rumah tidak layak huni itu, katanya, di luar janji tahun 2014 mendatang. Khusus tahun depan, sudah komunikasi dengan kemenpera, ada sekitar 2 ribu rumah tidak layak huni yang akan diberikan bantuan. Rumah tidak layak huni di Lotim, lanjutnya, sampai saat ini masih cukup besar. Yakni sebanyak 58 ribu unit rumah tidak layak huni. Penanganannya diserbu dari berbagai pihak. Selain dari Kemenpera, Kemensos dan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM), APBD Provinsi dan dana aspirasi DPR pusat. “Kalau tahun 2013 ini, APBD Lotim kosong untuk rumah kumuh, tahun 2014 mendatang baru mulai,” ucapnya, seraya menambahkan 2014 dicanangkan sekitar 4 ribu unit rumah kumuh yang akan ditangani dan proses penganggarannya sudah dipersiapkan. (rus) H. Syamsuddin

Sejumlah Warga Beleke Diancam Dibunuh Giri Menang (Suara NTB) Lima orang warga Dusun Barak Bokong, Desa Beleke diancam akan dibunuh oleh warga masyarakat setempat , karena diduga menganut aliran sesat. Sejumlah warga menuduh mereka belajar aliran sesat dari seorang guru di desa setempat dan terpancing emosi melakukan tindakan kriminal. Khawatir adanya amuk massa, sejumlah warga dititipkan di Polsek Gerung untuk mendapatkan pengamanan dan perlindungan. Ditemui di Polsek Gerung, kelima orang itu antara lain, Sar (56), Mu (30), Mus (25), ZA (34) dan Mun (34) membantah tuduhan kalau mereka belajar aliran sesat. “Kami tidak belajar aliran sesat kok, mungkin kami difitnah,” ungkap Mu, Senin (28/10) mewakili warga sembari menyebut bahwa mereka tetap berpegang pada dua kalimat syahadat. Mereka tidak menampik, jika mereka belajar di salah seorang di desa itu. Namun, mereka tidak ada belajar perihal menyimpang

dari syariat Islam. Namun mempelajari kitab-kitab klasik yang sebenarnya tidak dilarang dan setiap kali bertemu diadakan diskusi. Namun karena sejumlah orang tidak senang dengan aktivitas itu, dianggap sesat. Reaksi pun muncul dari warga, lalu timbullah pengancaman terhadap mereka. Warga ini diancam akan dibunuh, karena belajar agama. Karena keselamatan meereka terancam, lalu mereka melapor meminta pendapat pihak desa dan dusun. Oleh pihak dusun dan desa setempat, mereka diamankan di Polsek Gerung, Jumat (25/10) lalu. Mereka pun curiga atas tuduhan itu karena adanya faktor

lain, seperti persaingan ekonomi dan lain-lain. Mereka pun meminta agar aparat desa segera menuntaskan permasalahan ini, sehingga mereka tidak terhalang mencari nafkah. Dihubungi terpisah Kepala Desa Beleke, H. Junaidi menjelaskan, pihaknya masih melakukan musyawarah dengan pihak dusun dan desa mengenai jalan keluarnya. Pihaknya baru akan mengadakan rembuk di kecamatan, karena Sabtu dan Minggu libur, sementara kejadiannya Jumat lalu. “Di masyarakat dusun sendiri sudah musyawarah, mereka diizinkan kembali asal bersangkutan tidak ngaji (belajar agama) di salah seorang warga yang diduga menga-

Tanjung (Suara NTB) Sidang paripurna DPRD Kabupaten Lombok Utara (KLU) menyepakati Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) menjadi draf Rancangan ABPD di Gedung Serba Guna, Gondang, Senin (28/10) sempat memanas. Sedikitnya 5 anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD KLU yang dikenal kritis, mengultimatum untuk keluar dari arena sidang sesaat setelah sidang dimulai. Tensi tinggi sidang sudah tampak sejak awal. Tiga anggota Banggar DPRD KLU yang semuanya bercokol di Komisi I, yaitu, Jasman Hadi,SH., Ardianto, SH., dan Sopian Lamajidho, SH. SIP., menolak menandatangani daftar hadir. Ketiganya bahkan sempat berdebat dengan sejumlah anggota dewan lain yang terlihat membubuhkan tanda tangan lebih dulu. “Ini tanda tangan apa nih? Kalau untuk menyepakati kemauan mereka, biar saya tidak usah tanda tangan saja,” cetus Ardianto. Yang bersangkutan tampaknya telah mencium agenda sidang yang dinilai tidak prosedural. Tiga orang itu juga tampak sangat kecewa, karena ternyata sikap politik Ketua DPRD KLU tidak sesuai dengan mekanisme pembahasan KUA PPAS yang seharusnya. Kronologi pembahasan KUA PPAS sebelumnya, yaitu 3 hari pembahasan antara Banggar dan TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) belum menemukan kata sepakat atas 15 item krusial dari 47 item pertanyaan Banggar. Sampai dengan dilakukannya sidang paripurna kemarin, Pimpinan sidang, Mariadi, S.Ag., tidak juga menggelar pembahasan atas 15 item pokok persoalan yang memiliki anggaran dana besar itu. “Sebelum kesepakatan pada hari ini, ada kesepakatan sebelumnya yaitu tahapan pembahasan yang tidak dilaksanakan oleh pimpinan. Kalau kesepakatan ini diambil, rancangan kita mengambang karena ada beberapa (15) substansi yang tidak disepakati. Kalau ini tetap dilanjutkan, saya izin untuk keluar dari ruangan sidang,” tegas Jasman yang mengeluarkan interupsi perdana. Jasman menuntut dua hal dari paripurana itu. Pertama sidang diskors, dan kedua mendesak Ketua DPRD KLU untuk menghadirkan TAPD dan jajarannya untuk dihadirkan pada menit itu juga. Hingga kesepakatan 15 poin krusial dengan TAPD diperoleh, maka pihaknya siap melanjutkan agenda sidang paripurna KUA PPAS menjadi KUA PPA. Sopian tak kalah garang memberi interupsi. Ia mendesak Ketua DPRD KLU untuk komitmen pada kesepakatan terakhir di Hotel Jayakarta, untuk menuntaskan 15 item krusial. “Saya menuntut Pimpinan Sidang untuk membahas lagi, sebelum terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Dari dulu kita memang tidak pernah benar (dalam membahas APBD),” cetus Sopian. Representasi kalimat terakhir Sopian, ia menunjuk problem yang lepas dari pengamatan Dewan terkait APBD 2013. Dalam Draf APBD 2013, tertuang Silpa 2012 sebesar Rp 36 miliar, tetapi dalam APBD yang ditetapkan, Rp 6 miliar Silpa tibatiba lenyap. Demikian dengan dana Bansos pada APBD yang sama, dalam draf tertuang Rp 7,3 miliar, tetapi di APBD justru membengkak menjadi Rp 7,8 miliar. Ardianto juga mendesak pimpinan sidang untuk menuntaskan 15 item lebih dulu. Jika paripurna dilanjutkan, pihaknya tidak menjamin akan hadir saat sidang karena tidak mengetahui hal apa saja yang menjadi kesepakatan. Di luar 15 item yang dipandang krusial, Banggar DPRD tidak pernah mengambil kesepakatan apapun bersama TAPD. Ketua DPRD pada kesempatan itu langsung mengambil sikap, menskors sidang selama 10 menit. Ketua TAPD sekaligus Sekda KLU, H. Suardi, SH., dihadirkan seketika itu juga. Dalam rapat intern Banggar dan TAPD disepakati, sidang dilanjutkan dengan agenda semula, yakni persetujuan DPRD atas KUA PPA terkecuali pada 15 item, di antaranya penyertaan modal pada PDAM senilai Rp 4 miliar, status hukum pada Tanjung Square, Rp 3 miliar anggaran untuk penataan di 3 Gili, Rp 3 miliar untuk menambah anggaran BSM bagi 1.000 siswa tidak mampu, Bantuan Operasional Sekolah (BOS) SMP dan penunjang peralatan sekolah. “Kami minta item itu dibahas lagi, karena Dikpora menganggarkan dana itu tanpa bisa menunjukkan lampiran data anak-anak yang akan menerima BSM di luar bantuan pusat,” tutup Ardianto. (ari)

(Suara NTB/ari)

PROTES - Anggota Banggar Ardianto saat memprotes mekanisme pembahasan KUA PPAS APBD KLU, Senin (28/10).

nut aliran sesat,” katanya. Sementara itu Kapolsek Gerung, AKP I Ketut Bagia menyatakan masalah ini belum menjadi urusan Polsek. Karena masalah ini masih diselesaikan oleh warga setempat. Namun pi-

haknya tetap memberi perliindungan kepada warga. “Kami berharap pihak desa untuk menuntaskan masalah ini di bawah,” harapnya. (her)

Komisi IV Kurang Setuju Pemkab Lobar Berutang ke Bank Jabar

(Suara NTB/rus)

Sempat Memanas, Sidang KUA PPAS RAPBD 2014

(Suara NTB/her)

DITITIP - Warga Dusun Barak Bokong Desa Beleke yang diduga menganut aliran sesat dititip di Polsek Gerung.

(Suara NTB/zul)

PERIKSA - Beberapa petugas sedang memeriksa beras di Pendopo Bupati Lotim, Senin (28/10), yang siap didistribusikan kepada warga fakir miskin tanggal 1 Muharram 1435 Hijriah nanti.

Sambut Tahun Baru Islam

Lotim Bagikan 750 Ton Beras untuk Fakir Miskin Selong (Suara NTB) Bupati Lombok Timur (Lotim) H. Moch Ali Bin Dachlan akan membagikan secara gratis 750 ton beras plus mie instan kepada 50.000 warga fakir miskin di daerah itu. Di tahun baru Islam, 1 Muharram 1435 Hijriah itu, bupati memandang sebagai hari yang perlu disambut, lebih daripada perayaan tahun baru Masehi. ‘’Pada hari 1 Muharram itu, warga fakir miskin pun harus turut bergembira,” demikian Kabag Humas dan Protokol Setdakab a, Iswan Rakhmadi kepada Suara NTB di Selong, Senin (28/10). Selama sepekan sejak 1 Muharram itu, kata Iswan, beras 15 kg plus satu dus mie instant itu akan dibagikan ke warga fakir yang berada di seluruh desa di Lotim. Pembagian beras gratis untuk warga miskin itu merupakan salah satu rangkaian acara penyambutan tahun baru Islam di Lotim. ‘’Yang

patut dirayakan setiap tahun sebenarnya 1 Muharram, tahun baru Islam. Bukan 1 Januari, tahun baru Masehi,” katanya. Beberapa di antara kegiatan dimaksud antara lain pengobatan gratis warga miskin, gelar pasar rakyat dan pameran pembangunan, jalan sehat, pawai ta’aruf, dan sebagainya. Dijelaskan, beras dan mie instant untuk warga miskin tersebut saat ini disimpan di Pendopo Bupati Lotim. Dalam pendistribusiannya nanti, kata Iswan, masyarakat miskin sasaran tidak akan dibebankan biaya sepeser pun sampai paket tersebut diterima oleh warga. ‘’Kegiatan bantuan sosial ini dipolakan setiap pergantian tahun Islam, dan bila memungkinkan intensitas kegiatannya akan ditingkatkan. Bisa saja dua kali atau tiga kali dalam setahun, semisal saat menjelang Lebaran Idul Fitri,” demikian Iswan. (038)

Turun, RAPBD 2014 Lotim Selong (Suara NTB) RAPBD Lombok Timur (Lotim) yang dituangkan dalam Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2014 turun dari total Rp 1,6 triliun lebih pada awalnya dalam APBD induk 2013, menurun menjadi Rp 1,5 triliun lebih. “Terjadi penurunan sebesar 0,45 persen,” ungkap Wakil Bupati Lotim H. Haerul Warisin dalam penyampaian eksekutif pada sidang Paripurna DPRD Lotim, Senin (28/10) kemarin. Menurutnya, terjadinya penurunan disebabkan penerimaan anggaran ke kas daerah Lotim mengalami pengurangan. Dari total rencana anggaran Rp 1,583 triliun itu, terangnya, masih didominasi belanja tidak langsung, yakni Rp 1,1 triliun. Belanja ini sebagian besar masih dominasi belanja pegawai Rp 969 miliar. Belanja bunga Rp 2 miliar, hibah Rp 24 miliar. Bantuan sosial (bansos) Rp 51 miliar. Rp 63 miliar untuk desa, dan dana tidak terduga Rp 5 miliar. Sementara belanja langsung Rp 466 miliar. Adapun sumber pendapatan keuangan Lotim bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) direncanakan Rp 118 miliar. PAD itu ditarget bisa diraup dari pajak Rp 19 miliar, retribusi Rp 38 miliar, hasil pengelolaan kekayaan daerah Rp 4 miliar dan lainnya. Lainlain PAD yang sah 45 miliar. Diakuinya, dominasi dana perimbangan masih sangat kontras terlihat dalam struktur anggaran Lotim. Dana perimbangan Rp 1,229 triliun. Terdiri dari bagi hasil pajak dan bukan pajak Rp 97 miliar. Dana Alokasi Umum (DAU) Rp 1,02 triliun dan Rp 106 miliar berupa Dana Alokasi Khusus (DAK). Dana bagi

(Suara NTB/ist)

SAMPAIKAN - Wakil Bupati Lotim Haerul Warisin saat menyampaikan KUA PPAS Lotim 2014 di Sidang Paripurna DPRD Lotim, Senin (28/10). hasil pajak dengan provinsi Rp 39 miliar dan tunjangan pendidikan Rp 194 miliar. Secara normatif dijelaskan Wabup, rencana KUA PPAS telah sesuai dengan Permendagri 13 tahun 2006 sebagaimana dirubah dengan Permendagri Nomor 59 2007. Titik tekan penggunaan anggaran kepada program belum mencapai target sesuai RPJP dan RPJMD. Di Lotim, lanjutnya, sektor pendidikan masih jadi prioritas. Prioritas lainnya, rehab rumah kumuh sebanyak 4 ribu unit. Di Bidang pengembangan perekonomian masyarakat, Pemkab Lotim akan merevitalisasi 3 pasar, Tanjung Keruak dan Terara dengan anggaran dicanangkan Rp 32 miliar. Berikut akan ditingkatkan terus penyertaan modal kepada Perusahaan Daerah (Pemda). Melalui peningkatan investasi pemda ini bisa memberikan keuntungan lebih besar bagi daerah. ‘’Dermaga Labuhan haji akan juga diupayakan. Perbaiki kondisi yang belum terbangun. Dermaga yang dikatakan sudah mendapat pengakuan

pusat itu diharapkan berkembang makin luas,” harapnya. (rus)

Giri Menang (Suara NTB) Pro dan kontra terkait rencana Pemkab Lombok Barat (Lobar) meminjam dana Rp 90 miliar di Bank Jawa Barat (Jabar) mencuat. Ketua Komisi IV DPRD Lobar, M Zain Darmat kurang sependapat dengan rencana pemerintah daerah yang ingin meminjam dana Rp 90 miliar di Bank Jabar tersebut. Pemkab Lobar, ujarnya, seharusnya mampu membuat terobosan-terobosan untuk memaksimalkan efisiensi anggaran yang sudah ada dan mengelola potensi daerah (PAD) secara optimal. Menurutnya, hasil terobosan itu terlihat pada APBDP tahun ini yang menembus angka Rp 1 triliun lebih. ‘’Ini menunjukkan kalau potensi daerah untuk mengais PAD sangat besar. APBD P kita tembus Rp 1 triliun lebih, dengan membuat terobosan-terobosan efisiensi anggaran dan mengelola PAD dengan baik dan jujur. Bisa lah Lobar ini bangkit tanpa harus meminjam,” selorohnya, Senin (28/10). Diakuinya, pihak Dewan telah menerima surat surat dari eksekutif tentang rencana pinjaman Rp 90 miliar tersebut. Secara pribadi ia memandang, soal rencana itu belum tepat, karena seharusnya Pemda mengoptimalkan potensi daerah untuk mengais PAD. Rencananya, Selasa ini eksekutif akan melakukan ekspose di dewan tentang pinjaman tersebut. Karenanya, pihak

Dewan akan tahu secara menyeluruh apa alasan yang menjadi dasar Pemda meminjam dana. Sementara itu, Badan Anggaran DPRD Lobar mengingatkan pihak eksekutif agar mengkaji secara mendalam perihal adanya rencana Pemkab Lobar meminjam uang Rp 90 miliar di Bank Jabar. Hal ini perlu dilakukan mengingat banyaknya risiko yang bakal dihadapi Pemda jika mengambil langkah tersebut. Namun demikian, Banggar tidak bisa melarang adanya niat tersebut, karena hal itu diperbolehkan oleh aturan yang ada. “Secara prinsip masalah ini diatur dalam PP nomor 30 tahun 2011, Pemda diberikan ruang bisa meminjam sebagai salah satu alternatif menjadi sumber APBD, ini kewenangan daerah,” tandas Anggota Banggar, Wahid Syahril. Secara prinsip ia menjelaskan, dalam Peraturan Pemerintah (PP) nomor 30 tahun 2011 memberikan ruang kepada Pemda untuk bisa menempuh alternatif meminjam dana sebagai salah satu alternatif sumber APBD. Kendati menjadi kewenangan Pemda, namun tentunya rencana ini harus perlu melalui pengkajian yang matang. Langkah ini ditempuh jelas Wahid manakala tidak ada lagi alternatif bagi daerah. Ia menyarankan, Pemda mengkaji betul manfaat dan risiko yang bakal dihadapi setelah meminjam dana. Khusus manfaat dana ini tentu berkaitan dengan peruntukannya ke daerah. (her)

Tes Honorer K2

BKD Lotim Pastikan Tak Ada Intervensi Selong (Suara NTB) Formasi penerimaan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dari tenaga honorer Kategori 2 (K2) dalam waktu dekat dilakukan tes. Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Lombok Timur (Lotim) memastikan tidak ada intervensi. Semua murni dari pemerintah pusat. “Tes rencana tanggal 3 November mendatang,” terang Kepala Bidang Pengembangan BKD Lotim, M. Zaedar Rohman di Selong, Senin (28/10). Menurutnya, masalah soal tidak diketahui BKD, karena BKD hanya menjadi penyelenggara. Artinya, setelah tes dilakukan, naskah jawaban langsung diserahkan ke pemerintah pusat. Dalam pelaksanaan tes K 2, lanjutnya, disebar di 9 sekolah dengan materi tes, yakni Tes Kemampuan Dasar (TKD) dan

Tes kompetensi Bidang (TKB). Diketahui, formasi K2 yang ada di Lotim tercatat sebanyak 1799 peserta. Ada kemungkinan tambahan dua orang, sehingga jumlahnya 1801 orang. Dua orang itu, lanjutnya sudah masuk usulan. pemerintah pusat menghapus nama itu, karena ada kesamaan nama. ‘’Nama persis sama itu dalam aplikasi database ditolak,” tuturnya. Mengenai adanya try out pada peserta, pihaknya menegaskan tidak ada hubungannya dengan BKD. “Kita Ingin pisahkan, lembaga penyelenggara try out dengan BKD. Tidak ada kerjasama dan hilangkan kesan kalau tidak ikut try out itu bukan berarti tidak lulus,” tegasnya. Kepada seluruh K2 dipersilahkan untuk mempersiapkan diri menghadapi tes yang rencana hanya digelar sehari. (rus)


SUARA NTB Selasa, 29 Oktober 2013

SUARA PULAU SUMBAWA

Halaman 4

Diterjang Angin Puting Beliung

Seorang Luka, Ratusan Rumah Rusak

Dompu (Suara NTB) Angin puting beliung disertai hujan deras menerjang kota Dompu dan sekitarnya. Akibatnya, sekitar 164 unit rumah warga di Desa Mumbu Kecamatan Woja rusak berat. Seorang ibu harus dilarikan ke RSU Dompu untuk mendapatkan penanganan medis karena tertimpa bangunan yang roboh. Plt Kepala Desa Mumbu, Junaidin, SH kepada wartawan, Senin (28/10) mengungkapkan, angin puting beliung yang melanda desannya pada Minggu (27/10) sore sekitar pukul 17.30 wita merusak sekitar 164 unit rumah warga yang tersebar di tujuh dusun, desa Mumbu. Sebanyak 130 unit rumah di antaranya rusak ringan dan 34 unit rumah rusak berat. “Rumah milik Jamaluddin M. Nor bahkan semua atapnya diterbangkan angin hingga meliwati tiga rumah,” kata Junaidin. Selain kerusakan rumah, seorang ibu rumah tangga menjadi korban karena tertimpa bangunan akibat angin puting beliung. Rostina, warga Mada Mina yang sedang istrahat di kolong

rumahnya juga tertimpa bangunan sehingga mengalami luka cukup serius dan dilarikan ke RSU Dompu. “Saat ini masih dirawat di RSU karena informasinya luka parah,” katanya. Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M Yasin langsung meninjau korban angin puting beliung beserta jajarannya. Ia meminta kepada BPBD Dompu untuk melakukan pendataan terhadap korban angin puting beliung agar mendapatkan data yang valid. “Biar kita ajukan ke BNPB untuk mendapatkan bantuan,” ungkapnya. H. Bambang juga menginstruksikan kepada jajaran untuk mendata kebutuhan masyarakat yang sifatnya mendadak dan bisa dibantu pemerintah daerah, khususnya bagi korban yang parah. “Jangan sampai warga yang rumahnya rusak parah dan tidak bisa ditempati agar bisa diprioritaskan untuk dibantu dulu,” katanya. (ula)

Guru Gagal Sertifikasi Tetap Dapat Mengajar Taliwang (Suara NTB) Ratusan guru yang gagal mengikuti tahapan sertifikasi setelah ijazah mereka dinyatakan tak memenuhi syarat oleh pihak Universitas Mataram (Unram) setidaknya masih bisa sedikit berlega hati. Pasalnya meski dinyatakan tidak menuhi syarat legalitas, para guru tersebut masih dapat tetap mengajar di sekolah mereka masing-masing. “Tidak ada masalah. Mereka tetap bisa terus mengajar,” kata kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) Drs. Mukhlis ditemui di ruang kerjanya, Senin (28/10). Ia mengatakan, persoalan legalitas ijazah para tenaga guru tersebut hanya bermasalah pada proses sertifikasi. Karenanya tidak serta merta para guru itu harus kehilangan kesempatannya untuk tetap menjadi pengajar di sekolahsekolah tempat mereka mengabdikan diri selama ini. Terlebih lagi persoalan administrasi kepegawaian bukan merupakan kewenangan Dinas Dikbud. “Kami tidak punya kewenangan lebih jauh soal itu sebenarnya. Itu urusan Badan Kepegawaian,” urainya. Sebagai dinas teknis, Dinas Dikbud akan tetap mengakomodir para guru bersangkutan selama ingin mengabdikan diri sebagai pengajar. Ke depan Mukhlis berharap jika para guru bersangkutan akan kembali mengikuti program sertifikasi agar melengkapi persyaratan sesuai ketentuan yang berlaku. “Kami sebelumnya sudah mencoba untuk berkomunikasi dan memfasilitasi mereka ke Unram. Tapi memang Unram konsisten dengan aturan yang mereka yakini,” timpalnya. Dari 138 guru yang dianulir Unram tersebut, sebanyak 11 orang di antaranya berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Kasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Muhammad Solihin, S.Pd yang dikonfimasi membenarkan hal tersebut. Ia memaparkan, dari 11 orang itu, empat di antaranya masuk sebagai PNS dengan berbekal ijazah Sekolah Guru Olahraga (SGO) sementara tujuh orang lainnya lolos sebagai abdi negara kemungkinan dengan menggunakan ijazah yang dianulir oleh Unram pada proses sertifikasi. “Kalau yang empat orang memang sudah lama menjadi PNS tapi karena untuk penyetaraan mereka akhirnya pakai ijazah S1 yang kebetulan diterbitkan oleh perguruan tinggi yang dianulir Unram itu,” urainya. Pada bagian lain Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BK-Diklat) KSB Abdul Malik Nurdin, S.Sos dikonfirmasi terpisah menyatakan, sejak awal pihaknya telah meminta kepada Dinas Dikbud untuk mencari solusi terkait persoalan yang dihadapi para guru tersebut. Namun hal itu nampaknya kurang ditanggapi hingga akhirnya terbit putusan Unram yang menganulir persyaratan para guru. “Kami sejak awal sudah minta Dikbud agar bersama-sama ke Unram berkomunikasi dalam mencari solusinya,” katanya. Sejauh ini pasca terbitnya putusan Unram tersebut, belum satu pun para guru yang menyatakan keberatannya. Dinas Dikbud KSB sendiri berharap kepada para guru agar legowo menerima putusan tersebut, sebab selaku pantia sertifikasi pihak Unram memiliki kewenangan penuh untuk memutuskan. “Ambil hikmahnya agar jangan lagi jatuh pada kesalahan yang sama,” pungkas Mukhlis. (bug) Mukhlis

(Suara NTB/ula)

DITERJANG ANGIN - Kepala Desa Mumbu, Junaidin, SH menunjukkan rumah milik seorang korban angin puting beliung yang atapnya diterbangkan angin, Senin (28/10).

KSB Kembangkan Program Biogas Swadaya Taliwang (Suara NTB) Program biogas memanfaatkan kotoran ternak secara swadaya mulai dilaksanakan. Terhitung bulan ini, Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) pun mulai mendistribusikan perangkat pembuat energi terbarukan tersebut ke masyarakat. Kepala Dinas ESDM melalui Kabid Energi, Sutarno, Senin (28/10) mengatakan, perusahaan pelaksana program dalam waktu dekat akan mulai membangun fasilitas pembuat biogas berbahan baku kotoran ternak tersebut di masyarakat. Pada program tahap pertama ini, sebanyak 169 warga ditetapakan sebagai penerima. “Kita sebar di delapan kecamatan penerimanya. Dan sekarang kita sedang melakukan sosialisasi sambil kotraktor pelaksana pro-

gram bersiap membangun perangkat biogasnya,” jelasnya. Program biogas ini dijalankan secara swadaya. Di mana warga penerima diwajibkan memiliki hewan ternak minimal dua ekor sapi yang akan dijadikan sebagai penghasil bahan baku. Selain itu dalam proses pengadaan perangkat pengolahnya, warga bersangkutan juga diwajibkan menyediakan lokasi pengolah sekaligus membuat lubang penampung gas. “Di sini sisi swadayanya. Warga penerima program bisa secara berkelompok membangun tempat pengolah Biogas dan selanjutnya dengan memanfaatkan ternak yang dimilikinya menjamin ketersediaan bahan baku pabrik biogasnya masing-masing,” papar Sutarno. Sebagai sumber energi alternatif dan terbarukan teknologi biogas memanfaat-

kan kotoran ternak itu akan memberikan banyak manfaat bagi warga. Mulai selain gas untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar keperluan rumah tangga sehari-hari, warga juga bisa memanfaatkan olahan turunannya. Seperti misalnya memanfaatkan sisa kotoran hewan pasca diambil gasnya untuk dijadikan bahan baku pupuk alami, selain itu juga akan menjaga kebersihan lingkungan warga dari kotoran ternak yang selama ini kerap menjadi salah satu momok persoalan kebersihan. Sutarno berharap, program Biogas yang didanai oleh pemerintah pusat ini dapat berhasil guna. Dengan begitu masyarakat akan terus diperkenalkan dengan teknologi tersebut sehingga tingkat ketergantungan masyarakat terhadap bahan bakan minyak

(BBM) dapat berkurang. “Program ini merupakan bagian dari program konversi BBM ke gas yang rencananya untuk wilayah kita (KSB) akan dimulai 2014 mendatang,” imbuhnya. (bug)

Sutarno (Suara NTB/bug)

Bupati Dompu Gerah Akibat Kerusakan Kawasan Hutan Dompu (Suara NTB) Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin merasa gerah dengan aksi perladangan liar yang dilakukan warga Dompu. Polhut bersama aparat terkait lainnya diminta bertindak tegas terhadap pelaku perladangan yang mulai merusak kawasan hutan dan hutan penyangga mata air seperti daerah sonokling di Tekandahu. “Kenapa Polhut tidak bertindak. Apapun namanya, kalau sampai merusak kawasan hutan, itu harus ditindak,” tegas Drs H. Bambang M. Yasin kepada salah seorang Kepala Bidang di Dinas Kehutanan Dompu usai upacara hari kebangkitan nasional di kantor Pemda Dompu, Senin (28/10). H. Bambang mengaku, dia hanya bisa memaklumi apabila perladangan dilakukan warga pada daerah di luar kawasan hutan yang tidak ada hutannya. Tetapi kalau sampai merusak hutan dan masuk dalam kawasan hutan, hal itu merupakan tindakan melanggar hukum. “Dinas Kehutanan ini sedikit-dikit keluhkan soal anggaran. Apa tidak bisa masing-masing pakai sepeda motornya pergi melakukan pengawasan,” tanya H. Bambang. Ia juga menyesalkan pernyataan pejabat di Dinas Kehutanan yang mengaku dilematis dalam menghadapi pelaku perladangan di Dompu. Pernyataan itu seolah-olah menunjukkan bahwa warga berladang atas perintah Bupati untuk menanam jagung. “Kalau ada warga yang berladang dalam kawasan, ditindak sesuai hukum yang berlaku. Bukan menyatakan

dilematis. Kita tidak pernah menyuruh warga untuk menebang pohon apalagi sampai masuk kawasan hutan. Kita minta agar tanah yang terlantar selama ini (di luar kawasan hutan) dimanfaatkan untuk menanam jagung,” ingat H. Bambang kepada Sekretaris Dinas Kehutanan Dompu. Sejumlah kawasan hutan di Kabupaten Dompu kondisinya sudah semakin mengkhawatirkan. Merambahnya perladangan liar hingga masuk dalam kawasan hutan dan hutan penyangga mata air di Dompu didorong oleh kebijakan hutan kemasyarakatan (HKm) yang dilaksanakan pemerintah dan adanya indikasi komando dari oknum politisi bahkan oknum pejabat di lingkup Pemda Dompu. Padahal masalah HKm sendiri belum selesai di tingkat pemerintah daerah selaku pengawas di lapangan. Warga yang mendapat pembagian langsung membabat hutan untuk dijadikan area tanaman semusim seperti jagung dan berakibat beralihnya fungsi hutan. Perladangan warga ini memicu warga lain yang belum memperoleh kawasan HKm maupun yang sudah mendapat pembagian HKm untuk masuk ke kawasan hutan lain. Dinas Kehutanan Dompu sendiri seolah jalan sendirisendiri. Kepala Dinas Kehutanannya kini sedang sakit-sakitan sejak beberapa waktu lalu dan Kepala Bidang Pengawasannya kini tengah menjalani putusan hukum di Lapas Dompu atas kasus perusakan saat menjadi pejabat di Sat Pol PP Dompu. (ula)

Demo Sumpah Pemuda Berakhir Ricuh Kota Bima (Suara NTB) Aksi unjuk rasa mahasiswa yang tergabung dalam Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Eksekutif Bima, Senin (28/ 10) berakhir ricuh. Sedangkan aksi para aktivis dari LMND di Sumbawa mengajukan berbagai tuntutan kepada pemerintah. Puluhan Mahasiswa peserta aksi melakukan aksi provokasi sehingga dibubarkan paksa dan dikejar aparat di Bima. Aksi pembubaran dan pengejaran tersebut berlangsung saat para mahasiswa menggelar aksi di depan kantor DPRD Kabupaten Bima. Saat itu massa aksi berusaha mendobrak pintu gerbang. Rupanya aksi ini memancing reaksi dari aparat. Puluhan mahasiswa ini pun dikejar oleh aparat Polres Bima Kota. Dalam pengejaran tersebut beberapa orang berhasil diamankan. Namun setelah dikejar, para mahasiswa ini kembali mendatangi kantor DPRD Kabupaten Bima. Mereka meminta pihak Kepolisian melepas teman-teman mereka yang ditahan. Sebelumnya para mahasiswa yang membawa bendera khas warna merah ini mendatangi sejumlah lokasi. Termasuk BPN Kabupaten Bima dan Kantor Walikota Bima. Di Kantor Walikota, para mahasiswa sempat mencoba melakukan aksi hormat bendera, namun dihalangi oleh aparat Sat Pol PP yang khawatir terjadinya aksi anarkis yang berujung pada perusakan fasilitas pemerintah. Setelah melakukan aksi di titik tersebut, massa bergeser ke Kantor DPRD Kabupaten Bima. Untuk mengantisipasi aksi ini, aparat Kepolisian harus menerjunkan dua peleton Samapta dan satu unit kendaraan water cannon. Saat di BPN, salah satu orator Mawardin meminta bahwa Kepala BPN Kabupaten harus lebih cerdas dalam menertibkan sertifikat prona tanah rakyat, karena ketidakjelasan penerbitan sejumlah sertifikat fiktif yang menguntungkan sejumlah oknum. “Kepala BPN harus bertanggung jawab atas persoalan penertiban sertifikat tanah warga,” ujarnya. Setelah berorasi sekitar 20 menit, massa aksi melanjutkan gerakannya ke kantor walikota Sementara itu, Korlap Arafik saat menyampaikan orasi mengatakan bahwa mahasiswa menuntut pemerintah untuk melaksnakan Pasal 33 UUD 45 secara konsekuen. Mereka meminta pemerintah menolak segala pertambangan asing, renovasi

agraria, cabut UU 1 tahun 67 tentang penanaman modal asing, nasionalisasi industri dan pertambangan asing. Tolak kenaikan tarif dasar listrik, penegakan hukum serta tolak kapitalisme. Berselang sekitar satu jam, massa aksi kemudian membubarkan diri dengan damai. Segera Dibenahi Aktivis LMND yang juga menggelar aksi di Sumbawa pada hari yang sama, mendesak percepatan perbaikan jalan di kecamatan Ropang. Apalagi menjelang masuknya musim penghujan. Setelah sebelumnya bosan dijanjikan, karena buktinya sampai sekarang belum terealisasi. Dalam keterangannya, LMND menyebutkan, jalan yang ada di kecamatan Ropang khususnya di desa Lawin, Labangkar dan Ranan sangat tidak layak dan tak manusiawi. Akibatnya, sering terjadi kecelakaan, seperti kendaraan terbalik, angkutan umum masuk ke jurang yang sampai memakan korban. Serta rusaknya kendaraan di tengah hutan. Kondisi ini, menurut saloah satu perwakilan massa, Dedi Sanjaya, diperparah lagi saat musim hujan. Sebab masyarakat harus berjalan kaki sejauh tujuh kilometer hanya untuk ke ibukota kecamatan di Ropang, untuk berbagai urusan, karena jalan tak bisa lagi dilalui kendaraan umum. Padahal sebelumnnya, pemerintah pernah berjanji untuk mengalokasikan APBD untuk perbaikan jalan dimaksud. “Masyarakat Ropang seperti dianaktirikan oleh pemerintah. Kepala Bappeda sebelumnya sudah pernah berjanji akan membawa alat berat ke Ropang usai Lebaran. Tetapi sampai sekarang tidak ada realisasi. Kami butuh solusi, bosan dengan janji-janji,” pungkasnya. Menanggapi hal ini, Sekretaris Bappeda, Imam Sopingi, menyatakan, persoalan ini sudah disampaikan ke Dinas Pekerjaan Umum (PU). PT NNT pun sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 200 juta untuk perbaikan secara sporadis. Namun terkendala alat berat yang kini berada di Orong Telu. Kabid Sarana Bappeda Sumbawa, Prima Priyadi S.T, menambahkan, pengerjaan jalan sporadik di Ropang, memang terkendala alat berat. Alat berat Pemkab yang ada di Orong Telu mesti dipindahkan ke Ropang. Namun, belum ada kendaraan trailer untuk membawa alat berat di maksud. Makanya sempat diusulkan ke pihak ketiga, namun sampai saat ini belum ada yang menyanggupi. (use/arn)

(Suara NTB/bug)

Pemuda Pelopor Sumbawa Terima Penghargaan Sumbawa Besar (Suara NTB) Sebanyak 12 pemuda pelopor Sumbawa menerima penghargaan dari Bupati Sumbawa, Drs. H. Jamaluddin Malik, baik yang berprestasi di tingkat Kabupaten, Provinsi maupun nasional pada acara peringatan hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2013. Dari 12 pemuda pelopor tersebut, beberapa di antaranya berprestasi di tingkat provinsi dan nasional. Yakni, Nurmini Anggraini warga RT. 06 RW 03 desa Gapit kecamatan Empang bidang kepeloporan kewirausahaan, juara 1 provinsi dan juara 2 nasional. Kemudian, M. Iqbal S.Sos, desa Empang Atas, bidang sosial budaya juara IV nasional, Darto S.Pi, desa Kaung kecamatan Buer bidang kelautan juara I provinsi. Bupati Sumbawa dalam sambutan Sumpah Pemuda Menteri Pemuda dan Olahraga, menyatakan, semangat dan jiwa sumpah pemuda harus menjadi inspirasi untuk membangun kesadaran kolektif bangsa guna meningkatkan kualitas dan daya saing pemuda. Serta tetap menjaga eksistensi pemuda. (arn)

Jagung Lipatgandakan Penghasilan Petani Dompu Dompu (Suara NTB)Peluang pasar jagung di Kabupaten Dompu terus membaik dan jumlah produksi jagung juga mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. Peningkatan ini juga berimbas pada pendapatan petani seperti yang dialami Lukman Busra, dari Rp 2,5 juta untuk panen kedelai menjadi Rp 17 juta saat memanen jagung. Lukman Busra yang menanam jagung di So Doro Langgaja Kelurahan Kandai Satu mengungkapkan, awalnya ia menanam kedelai di lahan miliknya. Lahan seluas 1 ha miliknya bisa menghasilkan 8 ton per ha dan berhasil terjual hingga Rp 17,5 juta. Sebelumnya ia menanam kedelai dan hanya bisa menghasilkan uang Rp 2,5 juta per ha. “Alhamdulillah selama tiga kali musim tanam ini saya menanam jagung dan

hasilnya bagus terus,” katanya. Lukman mengaku, akan mendorong warga sekitar yang memiliki lahan tadah hujan untuk menanam jagung dengan mencontoh pada usahanya. Karenanya ia terus mengembangkan jagungnya agar bisa memotivasi petani sekitar. Bahkan ia menyewa lahan warga yang belum mau memanfaatkan lahannya untuk menanam jagung. “Ini juga bagian dari upaya saya agar warga sekitar mau ikut menanam jagung,” katanya. Bupati Dompu, Drs H. Bambang M Yasin kepada Suara NTB memberi apresiasi atas peningkatan pendapatan petani dari program unggulan yang dijalankannya selama ini. Peningkatan penghasilan petani ini memberi dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan rakyat dan pertumbuhan ekonomi masyarakat secara luas. “Lukman ini menja-

di contoh nyata peningkatan penghasilan petani. Jadi bukan saya karang-karang selama ini,” kata H. Bambang. Produksi jagung petani saat ini rata-rata sudah mencapai 8 ton/ha, bahkan di beberapa lokasi sudah mencapai 12 ton/ha. Harganya pun relatif stabil dan saat ini mencapai Rp 2.800,-/kg hingga Rp 3.100,-/kg. Bambang pun mengaku tidak keliru memilih program unggulan jagung untuk dikembangkan di Dompu. Apalagi beberapa tahun kedepan, pasar jagung diperkirakan masih tetap baik. Selain karena masih tingginya nilai tukar rupiah atas dolar, juga karena semakin banyaknya investor yang akan menampung jagung petani. “Saya terus mendorong petani untuk tetap menanam jagung khususnya pada daerah yang tidak dimanfaatkan selama ini,” katanya.

(Suara NTB/ula)

LIMBAH JAGUNG - Bupati Dompu, Drs H Bambang M. Yasin memperlihatkan hasil limbah jagung di lokasi tanah milik Lukman di so Doro Langgaja Kelurahan Kandai Satu beberapa waktu lalu. Petani yang memiliki uang dari hasil jual jagung untuk 2-3 tahun pertama akan mengalami euphoria dengan uang dimilikin-

ya, tetapi pada tahun berikutnya petani diharapkan sudah mulai saving pendapatannya untuk kelanjutan usahanya. (ula/*)


RAGAM

SUARA NTB Selasa, 29 Oktober 2013

Kajati Evaluasi Keterlibatan Tersangka Lain Tersangka pertama yang ditetapkan Kejaksaan adalah Kepala BPBD Kota Mataram, HM. Kemudian menyusul dua tersangka lainnya. Masing-masing, berinisial KH, diketahui perannya sebagai rekanan pelaksana dan HR adalah Direktur CV. TP pemenang tender proyek senilai Rp 2,1 miliar dari BPBD Kota Mataram itu. Tersangka kedua KH, diketahui perannya sebagai pelaksana proyek tersebut. KH mengeksekusi secara penuh proyek, mulai dari urusan teknis sampai pembayaran, setelah menerima kuasa dari HR. (ars)

Dari Hal. 1

Sehari Satu Lusin Motor Hilang Dari Hal. 1

Selebihnya di wilayah hukum Polres Lobar dan Pol-

res Bima Kota. Dua hari kemudian, kasus curanmor sempat turun, meski tak signifikan dengan 11 kasus pencurian. Terakhir, Minggu (27/ 10) lalu, kasus turun drastis hanya 3 kasus. Sementara hari hari sebelumnya, fluktuasi antara 5 kasus sampai 8 kasus sehari. Semua kasus itu didominasi terjadi di Kota Mataram. Kabid Humas Polda NTB, AKBP Muhammad Suryo Saputro, SIK harus mengakui, konsentrasi kasus curanmor terjadi di Kota Mataram. “Bukan bermaksud untuk pembenaran atau menghindari tanggung jawab, tapi memang tidak bisa dihindari, Kota Mataram ini kan status kota urban. Kota yang sedang berkembang. Jadi kejadian kejahatan seperti curanmor yang meningkat, memang sebuah keniscayaan,” terang mantan Kapolres KSB ini. Angka curanmor hingga belasan kasus sehari, tidak mengherankan jika dibanding kota – kota besar lainnya, seperti Bandung, Surabaya atau Jakarta. Disana bahkan bisa tembus puluhan kasus sehari. Kabid Humas menyebut, teori kota urban dengan tingkat kejahatan itu memang akan tetap berlaku. Apakah dalam hal ini aparat tidak bisa mengimbangi kemajuan Kota Mataram dalam hal pengamanan? Diakui Kabid Humas, hal ini juga tak bisa dibantah. Kemajuan sebuah kota, khususnya Kota Mataram, idealnya memang harus diimbangi dengan penambahan personel, sarana dan prasarana, dalam rangka menyesuaikan jumlah penduduk dan perkembangan pembangunan. ‘’Tetapi kembali kepada kemampuan finansial di tubuh Polri. Ketika harus tambah anggaran, tambah sarana seperti kendaraan, artinya kan beban anggaran. Nah, sekarang kalau anggaran tidak ada, tentu harapan penambahan personel tidak bisa dilakukan,” tegasnya. Sebagai masyarakat, tentu akan tetap membebankan tanggung jawab pengamanan kepada Polri dalam rangka meminimalisir kasus curanmor. Ini juga diakui Kabid Humas. Masyarakat pun tidak akan mau tahu, apa kendala yang dihadapi Polri. “Yang masyarakat inginkan, aman. Ini yang kami pahami. Tapi masyarakat, khususnya media juga harus objektif melihat. Di balik tingginya kasus ini, kami melalui satker yang ada di Polda dan Polres, tetap melakukan upaya pencehan dan penindakan,” bebernya. Pencegahan berupa sosialisasi melibatkan Binmas ke masyarakat khususnya pengendara, agar tetap waspada saat memarkir kendaraan. Terutama di pusat perbelanjaan, warnet, pasar, pertokoan. Penindakan, dengan mengungkap pelaku hingga jaringan curanmor. (ars)

Sekolah Numpang di Gubuk Warga, Gadaikan Mimpi Sang Anak Kesenjangan itu terlihat jelas, ketika Suara NTB di Sumbawa, dalam dua hari terakhir (Sabtu dan Minggu) berkesempatan mengunjungi beberapa sekolah di wilayah pelosok pegunungan tersebut. Sebuah rumah tanah dari papan kayu yang dibagi dalam tiga petak (ruangan kelas). Kursi dan meja berserakan seadanya ditambah sebuah papan tulis serta barang-barang rongsokan lain menumpuk dalam ruangan. Tak ada lemari apalagi tumpukan buku. Terabaikan dan nyaris tanpa perhatian sejak sekolah berdiri enam tahun lalu. Menempuh sekolah tersebut pun tak mudah. Apalagi saat memasuki musim hujan. Tanah becek berlumpur dengan bongkahan batu berserakan di jalan yang penuh tanjakan dan turunan tajam serta melewati sungai. Namun, kesulitan tersebut rasanya hilang ketika melihat senyum khas anak-anak. Wajah polos mereka tetap memancarkan semangat untuk belajar meraih mimpi dan cita-cita. Suhardiman misalnya, siswa Kelas V ini tetap masuk kelas belajar setiap hari meski dengan seragam yang sama dan kadang tanpa sepatu. Demi tekadnya menjadi seorang insinyur teknik yang nanti bisa mengangkat derajat hidup masyarakatnya. “Saya ingin tetap belajar agar bisa naik kelas dan sekolah tinggi pak,’’ katanya polos. Seorang guru, Amiruddin, menyebutkan, ada 30 siswa yang belajar di SDN III Baturotok. Dengan tujuh guru PNS dan GTT termasuk kepala sekolah. Sejak berdiri enam tahun lalu, belum sekalipun ada dana untuk pembangunan sekolah ataupun upaya untuk penambahan fasilitas. Makanya anakanak terpaksa belajar seadanya. Kadang sesekali siswa diberikan buku dan pakaian seragam. ‘’Ya beginilah pak, darurat. Walaupun seadanya proses belajar tetap berjalan. Guru-guru tetap masuk,’’ katanya. Meski demikian, orang tua murid, seperti Mustakim dan Hartono, tetap bersyukur anaknya bisa sekolah, meski sekolahnya memperihatinkan. Itupun atas kebaikan dari salah seorang warga yang merelakan rumahnya dijadikan sekolah tempat belajar. Warga Tana SMEA berharap, pemerintah dapat membangun gedung permanen. Apalagi warga sudah menyiapkan lahan sekitar setengah hektar untuk pembangunan gedung baru nantinya. “Kita sudah siapkan lahan,”ujarnya. Kondisi agak lebih baik, dialami SDN Tepal. Meski sejumlah ruangan kelasnya rusak berat, tetapi sudah semi permanen dan berdiri di tanah pemerintah. Hanya saja, siswa menumpuk dalam satu kelas dengan meja dan kursi yang terbatas. Dengan junmlah siswa keseluruhan 196 orang, sehingga tak cukup efektif untuk kegiatan pembelajaran. ‘’Ada empat ruangan kelas rusak berat. Sudah kita usulkan ke Diknas. Namun, belum pernah ditinjau,’’cetus Kepala Sekolah SDN Tepal, Jabarman. Beralih ke SDN Tangkam Pulit. Ruangan kelasnya cukup memadai. Namun, rumah dinasnya sudah hampir ambruk dan tidak pernah ditempati. Jadi, mangkrak, karena kebanyakan guru yang mengajar di tempat itu berasal dari dusun sekitar. Kepala Sekolah, H. Halik, sudah mengusulkan agar rumah dinas tersebut dirombak ulang dijadikan perpustakaan. Serta membuatkan talut pengaman, agar pagar sekolah tidak ambruk. “Mushola dan sebagian talut sudah kita kerjakan secara swadaya. Tinggal disambung menunggu kalau ada perhatian dan bantuan pemerintah. Sebab kalau tidak, pagar sekolah jelas rubuh,’’ kata H. Halik. Tak hanya bangunan SD, kondisi miris juga terlihat di MTS dan SMA Zainuddin di Desa Tepal. Meski pernah mendapat DAK 2010 lalu untuk rehab, namun rasanya belum mencukupi. Bangunan semi permanen tersebut masih saja terlihat rusak di sana sini. Apalagi fasilitas juga seadanya. Dengan jumlah siswa MTs 68 orang dan 47 siswa SMA yang kini gedungnya baru dibangun tiga kelas, tentu masih butuh perhatian. Sekolah yang pernah dikunjungi Gubernur NTB, Dr.TGH.M.Zainul Majdi tersebut membutuhkan fasilitas seperti perpustakaan dan tambahan buku referensi bacaan. Meski demikian, 17 guru swasta yang mengajar di sekolah ini tetap semangat mengajar. “Bangunan SMA belum selesai karena kita kekurangan dana. Kita juga butuh perpustakaan. Makanya kita sangat berharap kepada pemerintah dapat membangun sekolah swasta ini. Sebab sekolah ini sangat dibutuhkan di Tepal. Sementara SMA lain hanya ada di Baturotok yang jarak dan medannya sulit ditempuh dari Tepal,”harap Kepala Sekolah, Adam AK, S.Pdi. Itulah secuil gambaran pendidikan di daerah terpencil. Bangunan dan fasilitas seadanya. Minim perhatian, karena lokasinya yang jauh dengan medan yang sulit menjadi salah satu kendala minimnya perhatian bagi sekolah-sekolah tersebut. Tetapi toh itu anak-anak ini berhak mendapatkan pendidikan layak yang setara tanpa deskriminasi dengan kecamatan lainnya di daerah ini. Sebab pendidikan itu sejatinya hak dasar setiap warga negara untuk memanusiakan manusia. Yang akan menjadi tonggok masa depan perubahan di daerah ini. (arn)

Dari Hal. 1

Halaman 5

Soal Mandalika Resort, Pemprov Tunggu Respons Kementerian BUMN Mataram (Suara NTB) Pemprov NTB masih menunggu respon dari Kementerian BUMN terkait dengan mandeknya pembangunan Mandalika Resort Kuta Lombok Tengah. Pasalnya, Kementerian BUMN adalah kementerian yang membawahi langsung Bali Tourism Development Corporation (BTDC) yang telah ditunjuk mengelola kawasan tersebut, namun hingga saat kawasan tersebut masih ditelantarkan. “Pemerintah daerah dalam hal ini Gubernur sudah melakukan upaya-upaya. Terakhir kita sudah meminta kepada Kemenerian BUMN untuk difasilitasi dan untuk kita bahas lebih lanjut kemungkinan-kemungkinan dan solusi yang ditempuh. Namun apa opsi solusinya belum, masih kita menunggu respon dari Kementerian BUMN,”kata Wakil Gubernur NTB, H. Moh. Amin, SH, M.Si dikonfirmasi usai paripurna di Gedung DPRD NTB, Senin (28/10) siang kemarin. Dalam paripurna pengesa-

han enam buah raperda di DPRD NTB, kemarin, Pansus yang membahas tentang Perda Rancangan Induk Pariwisata Daerah (Riparda) merekomendasikan kepada Pemprov NTB supaya mencabut Hak Pengelolaan Lahan (HPL) Mandalika Resort. Pasalnya hingga saat ini, BTDC sebagai pengelola kawasan belum menunjukkan kinerjanya membangun dan mengembangkan kawasan yang sudah terbengkalai puluhan tahun tersebut. ‘’Memang wajar teman-teman di DPRD untuk meminta segera sudah cukup lama groundbreaking-nya dan cukup lama, masyarakat juga sudah menunggu. Padahal itu sebenarnya hanya lahan 135 hektar saja yang belum beres yang dikatakan menjadi kendala. Terhadap lahan 135 hektar inilah yang kita minta solusi ke Kementerian BUMN,” tuturnya. Menurut Amin, seharusnya lahan seluas 135 hektar jangan dijadikan sebagai alasan belum dikembangkannya ka-

wasan tersebut. ‘’Maksud kita, bangunlah dulu di kawasan yang di luar itu, masalah 135 hektar itu sambil jalan. Untuk menunjukkan iktikad baik dan tekad bahwa mereka betul-betul ingin membangun,” tambahnya. Ditambahkan, di luar 135 hektar yang belum tuntas pembebasan lahannya ada 900 hektar yang benar-benar sudah clear. Artinya, jika BTDC memang serius seharusnya membangun di lahan tersebut dulu. Untuk itu, ia meminta BTDC lebih terbuka mengenai persoalan yang dihadapi. “Supaya ada langkahlangkah konkrit pemerintah daerah,”ujarnya. Terkait dengan kemungkinan akan mencabut HPL, Amin mengatakan Pemprov NTB masih mengkaji hal tersebut. Menurutnya, pemprov masih mengkaji konsekuensi hukum apakah HPL tersebut bisa dicabut atau tidak. Ia juga mengatakan hal tersebut merupakan upaya terakhir yang akan dilakukan pemerintah daerah. (nas)

(Suara NTB/ars)

DIPERIKSA - Sekda Lobar Mohammad Uzair saat diperiksa di ruang Kasi Intel Kajari Mataram dalam kasus penjualan rumah dinas Pemda Lobar di Jalan Ciamis, Perumahan Taman Indah Mataram.

Kasus Penjualan Aset

Sekda Lobar Eksekusi Lahan Gagal, Warga Diperiksa Tujuh Jam Bersenjata Blokade Jalan

Giri Menang (Suara NTB) Eksekusi lahan dan rumah milik keluarga Nawiyah Inak Budiman yang berlokasi di Dusun Perampuan Timur, Desa Karang Bongkot , Kecamatan Labuapi, Lombok Barat (Lobar) digagalkan pemilik lahan tersebut. Pengadilan Negeri (PN) Mataram dan Polres Lobar, Senin (28/10) terpaksa menunda eksekusi rumah dan lahan tersebut lantaran penghuninya memblokade jalan menuju rumah tersebut dengan bambu. Selain itu, pemilik lahan ini bersenjata lengkap, sehingga polisi mundur. Aksi perlawanan ini pun sempat menarik perhatian warga sekitar. Pelaksanaan eksekusi tersebut dilakukan setelah keluar putusan perkara Pengadilan Negeri Mataram dalam perkara antara Hj Sukirah alias Hj Surya melawan Nawiyah Inak Budiman. Luas tanah yang akan dieksekusi seluas 1,5 are dan bangunan rumah luas 5 x 6 Meter. Sekitar pukul 11.00 lebih aparat Polres dan PN Mataram siap siaga melakukan ekseku-

si. Aparat polisi berpakaian dan bersenjata lengkap menuju lokasi, melalui gang sempit. Jumlah aparat polisi yang diturunkan berjumlah sekitar 60 personel. Pasukan. tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Shabara Polres Lobar, AKP Hardie. Namun setibanya sekitar puluhan meter dari lokasi rumah yang akan di eksekusi, pemilik lahan menutup jalan gang tersebut menggunakan bambu. Pemilik lahan ini bersenjatakan parang, dan senjata tajam lain. Anehnya, warga yang menghadang ini memakai cadar. Didekat blokade jalan itu, berdiri tegak empat orang lelaki dengan parang dan tombak. ‘’Kami tidak mau memaksakan kehendak yang berdampak pada aspek keamanan anggota dan warga sekitar, juga menghindari bentrok,’’ jelas Hardie disela-sela eksekusi itu.Selain itu katanya, Kades setempat juga menyarankan jangan dieksekusi dulu karena pertimbangan keamanan. Hardie menegaskan, pi-

haknya akan menghindari sengketa dan konflik-konflik seperti ini, pihaknya akan mengatifkan Babinkamtibnas dengan metode persuasif. Sementara itu, juru sita PN Mataram, Hari mengatakan melaksanakan putusan sesuai penetapan Pengadilan. Namun melihat kondsi keamanan tidak memungkinkan sementara waktu ditunda dulu. ‘’Dalam waktu dekat ini pasti akan dieksekusi,’’ ujarnya. Sengketa ini sendiri berawal dari proses jual beli sejak 1998 yang dibeli oleh Hj Sukirah alias Surya dengan Nawiyah Inaq Budiman. Sementara itu, Dinah seorang anak dari Hj Surya menyatakan tanah dan bangunan itu sudah dibeli sejak 1998, untuk modal Budiman ke Malaysia. Ketika itu perjanjiannya, diminta tinggal sementara dan akan dikembalikan setelah anaknya besar. ‘’Tapi setelah adik saya besar dan kita mengambil tanah dan bangunan itu, dia mengelak dan membantah tidak pernah melakukan jual beli dan mengambil uang,’’ tukasnya. (her)

Masyarakat Tanggap Bencana Dari Hal. 1 yakni Gunung Rinjani di Pulau Lombok dan Gunung Tambora di Pulau Sumbawa. Dua gunung itu mempunyai sejarah letusan luar biasa, hingga mempengaruhi musim di dunia. Menurut ahli geologi, gunung api yang pernah mengalami letusann dasyat dipastikan akan mengalami hal serupa, entah kapan wakrunya. Barisan gunung berapi di dasar laut, yakni Circum Pacific dan Circum Mediterania bertemu di Selat Lombok. Tak heran kalau Pulau Lombok sering terjadi bencana gempa bumi. Yang paling terakhir adalah gempa bumi di Kabupaten Lombok Utara, yang hingga kini sebagian besar masyarakat korban bencana yang rumahnya rata dengan tanah belum mendapat penanganan semestinya. Banyak rentetan bencana gempa bumi serupa di berbagai tempat di Lombok, tsunami di Sumbawa, juga banjir dan tanah longsor di banyak tempat. Sudah tumbuhkah kesadaran masyarakat, bahwa jika terjadi bencana mestinya sudah memiliki pemahaman dan pengetahuan dalam upaya penyelamatan diri maupun upaya mengevakuasi warga lainnya. Tanggap bencana ini sangat penting tidak saja dalam konteks Indonesia, tapi juga NTB. Siaga Bencana Dalam hal siaga bencana, Kota Mataram mempunyai persiapan yang memadai. Wali Kota Mataram, H Ahyar Abduh dalam pertemuan di Pendopo Wali Kota (7/10) sempat menjelaskan kepada Ketua BNPB, Jenderal Syamsul Maarif, beberapa program penanggulangan bencana, seperti pembangunan jalan, tanggul serta talut disepanjang pantai Ampenan. Masyarakat pesisir di pantai Ampenan secara rutin menjadi sasaran bencana gelombang pasang tiap musim Angin Muson atau angin barat. Syamsul Maarif yang berada di Mataram dalam rangkaian kegiatan Pengurangan Resiko Bencana, mengapresiasi komitmen Pemerintah Kota Mataram. Kota Mataram memiliki

COMOB (Communication Mobile) yang dapat melaporkan secara langsung baik melalui audio maupun video dari lokasi kejadian bencana. Mobil seharga tidak kurang dari Rp 3 miliar tersebut merupakan bantuan dari BNPB pusat. Dilengkapi dengan alat komunikasi, seperti RIG, SSB, Portable Repeater, GPS + telepon satelit, dan kamera video, dan terhubung langsung ke Pasifik Satelit Nusantara sehingga aksesnya menjadi lebih luas. Selain memiliki kelengkapan standar yang diperlukan saat terjadinya bencana, Kota Mataram menyiapkan personil taruna bencana alam yang siaga 24 jam, serta lahan publik yang juga berfungsi sebagai tempat evakuasi jika terjadi bencana. Penanggulangan bencana di Kota Mataram melibatkan semua pihak. Mulai dari Pemerintah Daerah, lembaga-lembaga usaha hingga masyarakat, juga melibatkan unsur TNI, Polri, SKPD Pemkot Mataram, Menwa dan relawan bencana yang berasal dari masyarakat. Tapi yang lebih penting dari semua kesiapan atau siaga bencana itu adalah upaya penyadaran masyarakat melalui berbagai sosialisasi dan antisipasi, secara fisik maupun mental,bahwa masyarakat harus memiliki pemahaman dan pengetahuan siaga bencana. Ini bagian upaya mengurangi risiko bencana mengingat besarnya kerugian yang ditimbulkan oleh terjadinya bencana. Pihak BDBP Kota Mataram melakukan penyuluhan, perekrutan relawan, pelaksanaan planning posko, koordinasi persiapan logistik, koordinasi persiapan alat-alat, hingga piket terpadu sebagai antisipasi kemungkinan bencana. Menyadarkan dan melatih masyarakat agar siaga bencana itu penting. Contohnya di Jepang, negara yang acapkali mengalami gempa bumi. Masyarakat di Negeri Matahari Terbit sana sudah dikategorikan tanggap bencana, masyarakat pun sudah tahu apa yang akan dilakukan bila terjadi bencana gempa bumi. Bandingkan dengan masyarakat kita, meskipun hidup di daerah gempa terbuk-

ti masih belum siap bila gempa bumi tiba-tiba datang. Masyarakat yang siaga bencana itu tidak serta merta muncul. Masyarakat Jepang juga belajar dari kasus gempa Kobe. Ketika dilanda gempa penduduk Kobe yang selamat hanya 1,7 persen yang berhasil bertahan hidup. Dari pengalaman itu Kota Kobe mengembangkan Bosai Fukushi Komyunithi atau disingkat Bokomi. Bokomi adalah kelompok-kelompok masyarakat tanggap bencana yang dibina langsung oleh Biro Pemadam Kebakaran Kota Kobe. Saat ini 191 distrik (setingkat kecamatan) di Kobe memiliki Bokomi. Keanggotaannya bersifat sukarela, karena itu anggotanya di tiap distrik tidak sama. Organisasi Bokomi terdiri atas kelompok informasi yang bertugas mengumpulkan data kebencanaan dan meneruskan kepada masyarakat. Kelompok pemadam kebakaran, kelompok penolong, tim pemandu penyelamatan saat bencana dan tim logistik dan dapur umum. Secara teratur anggota Bokomi mendapatkan pelatihan, kemudian mereka menularkan kepada anggota masyarakat. Memang saat ini di Indonesia berkembang respon luar biasa dari masyarakat tiap kali terjadi bencana. Segala upaya bantuan dari berbagai lembaga dan organisasi massa dengan cepat terkumpul melengkapi program bantuan pemerintah, khususnya pada hari-hari awal setelah bencana. Bantuan-bantuan itu tentu sangat penting dalam situasi tanggap darurat, apalagi koordinasi terpadu untuk secara cepat memastikan kebutuhan korban dan tepat teridentifikasi dan terpenuhi. Namun yang paling diperlukan saat bencana terjadi adalah kemampuan dan pengetahuan penyelamatan baik untuk diri sendiri, dan kalau mungkin menolong orang lain. Aparat pemerintah memiliki keterbatasan pada saat bencana melanda. Jadi yang paling baik adalah masyarakat sendiri yang harus tanggap bencana. Sinergi antara masyarakat dan aparat pemerintah dapat meminimalisir korban akibat bencana. (*)

Mataram (Suara NTB) Mendalami keterlibatan pihak pihak lain dalam kasus dugaan penjual aset Pemda Lobar secara ilegal, Kejaksaan Negeri Mataram akhirnya memanggil Sekda Lobar Drs.H.Mohammad Uzair. Selama sekitar tujuh jam, Sekda diperiksa sebagai saksi atas kasus penjualan rumah Dinas Sosial Lobar, di Jalan Ciamis nomor 11 Perumahan Taman Indah Mataram. Pemeriksaan Sekda dilakukan Kasi Intel Kajari Mataram, Mawardi, SH didampingi seorang timnya. Sekda datang memenuhi panggilan sekitar pukul 09.00 Wita, membawa sejumlah dokumen terkait status aset bekas Kantor Dinas Sosial tersebut. Usai pemeriksaan, Sekda mengaku memberi keterangan panjang lebar, intinya, rumah tersebut memang aset Lobar yang dijual secara ilegal oleh oknum pejabat Lobar. “Tadi saya jelaskan, bahwa rumah Jalan Ciamis itu memang aset Pemda Lobar. Kami mengetahui ternyata itu sudah dijual (oknum) setelah ada kasak kusuk,” kata Sekda. Memang, dalam hal penjualan aset, ia bertindak sebagai Ketua Tim Appraisal atau penaksir harga aset sebelum di lelang pada Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL). Diakuinya, aset di Jalan Ciamis itu pernah diajukan ke KPKNL setelah melalui proses Appraisal Tahun 2012 lalu. Harga lelang Rp 194.750.000. Namun karena tidak memenuhi syarat, akhirnya dikembalikan ke Pemda. ‘’Tapi tanpa sepengetahuan kami, ternyata aset ini dijual diam-diam oleh Burhanuddin (Kepala Kantor Aset, red),’’ kata Sekda.

Sebenarnya Burhanuddin selaku Kepala Kantor Aset pernah mengajukan draf lelang kepadanya. Namun draft lelang itu tidak disetujuinya, bahkan tidak digubrisnya. Pengganti H.L Serinata ini, mengaku, setelah tahu ternyata aset itu dijual diam-diam, akhirnya ia pun memerintahkan staf kantor aset untuk memasang plang di rumah tersebut. Ditanya keterkaitannya dengan persoalan itu, ia sama sekali tidak tahu. Namun tidak dipungkirinya ada yang menyebut dirinya juga menerima aliran dana dari penjualan rumah dinas itu. ‘’Itu isu – isu yang saya dengar, tapi itu tidak benar,’’ bantahnya. Terkait pemeriksaan dirinya atas kasus itu, baginya tidak jadi soal. Justru ia mengaku mendukung penuh langkah Kejaksaan mengusut siapa yang bertanggungjawab di balik proses ilegal penjualan rumah dinas itu. Ditingkatkan ke Penyelidikan Sementara Kasi Intel Kajari Mataram, Mawardi, SH menjelaskan, Sekda diperiksa dalam kapasitasnya sebagai Ketua Tim Appraisal. Permintaan keterangan terhadap Sekda, seputar apa yang diketahui tentang penjualan aset. ‘’Sebelumnya Kepala Dinas Sosial dan mantan Kepala Dinas Sosial Lobar juga sudah kami minta keterangan,’’ terangnya. Mawardi juga menginformasikan perkembangan penanganan kasus itu, sudah ditingkatkan ke penyelidikan. “Sekarang sudah masuk lid (penyelidikan) Pidsus,” sebut Mawardi. Dalam waktu dekat, jika ada bukti kuat, kasus itu akan segera ditingkatkan ke penyidikan dan menetapkan tersangka. (ars)

Dipandang Sebelah Mata Dari Hal. 1 Pasalnya, pergerakannya tak memberi tekanan kepada pemeritah atau eksekutif dalam hal memutuskan kebijakan. Di lain pihak, oraganisasi gerakan kepemudaan sangat minim perhatian pemerintah. Padahal KNPI hanya punya semangat dan sumber daya manusia yang perlu lebih didorong dan diperhatikan oleh pemerintah sehingga pemuda sebagai agen perubahan mampu memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah. ‘’Gerakan kepemudaan masih dipandang sebelah mata oleh pemerintah, karena tak bisa memberi pressure. Di samping itu, sangat minim perhatian,’’ kata Sulhan Mukhlis, Ketua KNPI NTB, Senin (28/ 10), menanggapi makna Sumpah Pemuda bagi pemuda. Dijelaskan Sulhan, peran pemuda sangat dominan dalam momentum-momentum kebangsaan. Di era pra kemerdekaan, mulai era Budi Utomo (1908), Sumpah Pemuda (1928), Proklamasi (1945) kemudian meruntuhkan rezim orde baru dengan angkatan 66 di bawah Akbar Tandjung dan Abdul Gafur. Begitu juga pada era reformasi yang mampu menggulingkan orde baru tahun 1998. ‘’Rentetan momentum itu, merupakan bukti konkrit peran pemuda untuk Bangsa Indonesia,’’ katanya. Ia mengurai, momentum kebangkitan pemuda di NTB puncaknya saat Gubernur Dr. TGH. M. Zainul Majdi (TGB) memenangi Pilkada NTB 2008 dan 2013 mengalahkan dominasi kaum tua . ‘’Kepemimpinan TGB merupakan representasi pemuda

NTB,’’ katanya. Akan tetapi ia menyayangkan, di era reformasi ini peran ormas dan OKP dieliminir oleh sistem pemerintahan negeri ini yang didominasi terlalu besarnya kewenangan politik. Hal ini kata Ketua Komisi II DPRD Lobar ini, bisa dilihat pada penentuan posisi strategis di negeri ini. Seperti jabatan Kapolri, Gubernur BI, KPK, MK harus melalui fit and propertest oleh DPR yang nota bene merupakan perwakilan parpol. Menurutnya, kondisi pemerintahan seperti ini membuat sebagian kompenen bangsa baik di pusat maupun daerah menjadi apatis terhadap keberadaan OKP atau ormas. Sehinggan peran dan eksistensi OKP seolah tereliminir. Karena itu, KNPI sebagai wadah berkumpul pemuda berupaya merekonstruksi ulang strategi sehingga mampu menunjukan eksistensinya. Beberapa upaya yang dilalukan kata Sulhan, melakukan advokasi hak-hak sipil khususnya pemuda untuk memperjuangkan tiga hak yang di atur dalam konstitusi negara yaitu hak belajar, hak bekerja dan hak berkarya. KNPI juga katanya mendorong pemuda khususnya di NTB untuk mampu menjadi proporsional di bidang keahliannya. Artinya mereka harus masuk dalam sistem baik di bidang ekonomi (pengusaha) eksekutif, legislatif maupun yudikatif. Dalam rangka mengawal demokrasi, KNPI akan membentuk relawan pemuda indonesia. Relawan ini akan melakukan pendidikan politik dan pemantauan terhadap pesta demokrasi mulai dari pileg sampai pilpres. (her)


OPINI

SUARA NTB Selasa, 29 Oktober 2013

Halaman 6

Nihilisme Demokrasi Nasionalisme Semakin Tipis MESKIPUN berbeda waktu dan situasi ketika Sumpah Pemuda dideklarasikan 85 tahun silam, tepatnya 28 Oktober 1928 dengan kondisi saat ini, namun orientasi, peran dan idealisme, semestinya tetap dipegang teguh guna menjawab persoalan kebangsaan. Meskipun cara yang ditempuh sudah pasti akan berbeda. Perjuangan para pemuda saat ini, jelas bukan dengan angkat senjata ataupun bambu runcing untuk melawan penjajah. Musuh kita sekarang bukan lagi kompeni, melainkan kemiskinan, keterbelakangan dan korupsi. Untuk menjawab persoalan tersebut, potensi bangsa dalam ikatan kebersamaan harus dikerahkan. Semangat sumpah pemuda dan pembuktian sejarah, ibarat fenomena rangkaian tabung air. Bahwa tekanan pada suatu permukaan mustahil serta merta menekan permukaan lainnya. Yang terjadi justru sebaliknya, tekanan pada suatu permukaan menjadi sebab naiknya bagian yang lain. Hal ini telah teraktualisasi dalam sejarah bangsa Indonesia untuk mencapai kemerdekaannya. Tekanan dan ancaman penjajah terhadap para pejuang justru semakin mengobarkan perlawanan pantang menyerah. Pada akhirnya kesadaran anak bangsa terakumulasi dalam suatu tekad menjadikan perbedaan sebagai pemersatu. Kemajemukan bukan alasan untuk mengkotak-kotakkan diri dalam entrosentrisme. Untuk itu, seluruh elemen anak bangsa menyingsingkan lengan baju untuk mengukuhkan negeri ini menjadi bangsa yang berdaulat. Sejak diikrarkannya Sumpah Pemuda, patriotisme kalangan pemuda makin mendapat tempat untuk selalu berada pada garis depan. Makna lain yang dapat kita petik, diperlukan waktu yang lebih singkat dalam meraih hasil perjuangan dibanding menjalani masa pahitnya. Syarat-syarat utamanya adalah kepatuhan untuk kokoh dalam rasa kebersamaaan. Rasa kebersamaan inilah yang menjadikan para pemuda berjuang tidak gentar menghadapi dentuman meriam penjajah. Gugur satu tumbuh seribu. Ada ketulusan berkorban yang luar biasa. Inilah hakikat pengabdian yang sesungguhnya dan sejarah mengabdikan sebagai mega karya anak bangsa. Sejumlah etos kultural yang termuat pada semangat Sumpah Pemuda di era pra Kemerdekaan ternyata ternodai di era pasca-kemerdekaan. Sejumlah etos kultural yang sederhana, namun sangat luhur yakni bersatu kita teguh bercerai kita runtuh dan berat sama dipikul ringan sama dijinjing. Nasionalisme semakin menipis seiring dengan arus perkembangan zaman. Semoga semangat sumpah pemuda menjadikan suri teladan bagi pemimpin serta perekat diantara kita dan sekaligus membangun komitmen bersama untuk menghilangkan primordialisme dengan mewujudkan filosofi bertanah air satu, berbangsa satu, dan berbahasa satu yaitu indonesia. Eksistensi perubahan justru tidak melahirkan semangat kebangsaan dan kebersamaan persepsi. Selamat Hari Sumpah Pemuda! (*)

Setelah 15 tahun reformasi berjalan, demokrasi Indonesia terperangkap dalam pusaran dua arus yang berlawanan. Pertama, demokrasi menyuburkan praktik kekuasaan yang dimonopli elite dan kelompok tertentu. Kedua, pada saat bersamaan, rakyat bergerak menuju aras ketidakpercayaan (distrust) pada lembagalembaga demokrasi seperti lembaga penegakan hukum, parlemen, dan partai politik. Demokrasi akan kehilangan jati dirinya jika rakyat mengalami kelesuan partisipasi. I permukaan, politik menampilkan adeganadegan kosong yang menyerupai sinetron. Di berbagai media, para pejabat negara ramai mempertontonkan iklan-iklan keberhasilan dan pencapaian mereka dalam mengatasi persoalan di masyarakat. Para politisi sibuk berdandan dan menyulap diri menjadi selebritis politik yang paling berbakat. Di sisi lain, pada wilayah yang jauh dari pikiran mereka, rakyat masih berjuang keras melawan kemiskinan, mahalnya sembako, pupuk yang sulit didapatkan, harga BBM yang melambung, dan sejumlah persoalan dasar lainya. Rupanya, pejabat negara dan politisi negeri ini lebih suka menampilkan mimpi-mimpi kosong dan janji palsu daripada menyelesaikan masalah di depan mata. Iklan politik membungkus para politisi sedemikian rupa. Tidak hanya untuk mempopulerkan partai, tetapi juga individu-individu politik guna meraup suara dalam pemilu. Tampil percaya diri, terlihat intelektual, gagah berani, dan penuh artifisial, mereka mencoba menampilkan diri sebagai “dewa penyelamat” segala bentuk persoalan rakyat. Iklan memang selalu menampilkan wajah “artifisial” dan permukaan yang ganjil, berisi janji-janji. Iklan mengandung daya pikat yang menarik, namun, selalu menyembunyikan kebenaran yang substansial. Karena itu, pemimpin yang terpilih melalui produk iklan, belum tentu mampu menyelesaikan masalah sebagimana dalam iklannya. Lihat saja iklan Partai Demokrat “Katakan Tidak Pada Korupsi”. Nyatanya, sederet politisi partai yang diketuai Presiden SBY itu kini menjadi “pasien” Komisi Pemberan-

Oleh :

Anhar Putra Iswanto

(Mahasiswa Pascasarjana Univeritas Muhammadiyah Malang; Pendiri Himpunan Mahasiswa Lombok Utara (HIMLU) Malang; Asal Leong Tengah, KLU) tasan Korupsi (KPK). Disinilah demokrasi menjadi kampiun politik tempat bergayanya elitisme, hedonimse dan narsisme. Mereka membangun solusi atas segala bentuk persoalan melalui citra (imaginary solution) dan kebohongan retorikal. Persoalan mendasar bangsa direduksi menjadi manipulasi pencitraan yang mines solusi riil dan kemampuan substansial. Demokrasi diyakini sebagai tempat rakyat mengekspresikan kebebasan dan aspirasi politiknya. Kini, berubah menjadi tempat bersarangnya imagologi politik yang berisi citra, jargon-jargon, strategi, dan rekayasa manipulatif yang menampilkan pejabat dan politisi “sok intelektual”, berpengalaman, berwibawa, dan merakyat. Di belakang, nyatanya mereka berprilaku korup, busuk, dan bermental tengik. Demokrasi Salah Arah Ketika reformasi berhasil menumbangkan sistem otoritarian Orde Baru 1998 melalui “gerakan rakyat” yang masif, euforia demokrasi mulai mencuat sebagai agenda mengembalikan kedaulatan rakyat. Di tengah euforia itu, dengan tergopoh-gopoh bangsa Indonesia mencaplok pendulum demokrasi liberal sebagai pilihan mengganti sistem otoritarianisme Orde Baru. Partai politik semakin berjejer, LSM bertebaran dimana-mana, organisasi masyarakat (ormas) berkibar di setiap tikungan jalan. Mereka bergerak mengisi ruang demokrasi yang membuka kran partisipasi dan kebebasan politik. Celakanya, di saat perayaan demokrasi liberal yang penuh euforia dan menghipnotis bangsa itu, kita lupa pada ideologi dasar dibangunnya bangsa Indonesia: Pancasila. Demokrasi memang membuka kesempatan partisipasi politik yang sama. Namun demokrasi liberal mendorong terjadinya eksklusivisme politik dan individualisme. Alih-alih telah berprestasi sebagai negara demokrasi terbesar ketiga di dunia (setelah Amerika Serikat dan India), bangsa Indonesia justru kehilangan karakter kebudayaan dan jati dirinya. Demokrasi liberal tertuju pada kepentingan politik individu, kelompok tertentu, dan mengabaikan prinsip musyawarah mufakat bagi kepentingan orang banyak. Demokrasi yang sedang berkembang sekarang ini telah mengabaikan

prinsip-prinsip universalisme, kesejahteraan, dan keadilan untuk seluruh rakyat Indonesia. Setelah bebas dari penjajahan kolonialisme, bangsa Indonesia meneguhkan Pancasila sebagai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Artinya, demokrasi bagi Indonesia harus memiliki relevansi dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Sayangnya, Pancasila kini hanya menjadi “frase mati” dan telah “dimusiumkan” oleh penguasa negeri ini. Akibatnya, politik berjalan menuju pandulum liberalisme politik, ekonomi dibangun berdasarkan prinsip kapitalisme yang mementingkan untung bagi pemodal. Kebudayaan terjungkir balik oleh gerusan globalisasi dan modernitas tanpa dapat diimbangi. Dalam kondisi demikian, kebenaran dan kejahatan tanpak samar-samar, karena bersembunyi di balik baju kekuasaan. Maka pantaslah, hakim konstitusi yang dianggap mulia sekalipun mengalami penyakit tuna moral dan korupsi. Dalam alam demokrasi, kedaulatan berada di tangan rakyat. Akan tetapi rakyat tidak dapat serta merta memimpin diri mereka sendiri dalam lembaga negara. Sehingga ruang kuasa dan kedaulatan itu dibiarkan kosong, dan siapa saja berhak menempati ruang tersebut sebagai wakil rakyat dan bersifat sementara (periodik) selama dipilih rakyat melalui mekanisme pemilu. Berdasarkan hukum ini, maka pada dasarnya rakyat dalam ruang demokrasi liberal tidak eksis sebagai kesatuan yang terwujud dalam perwakilan mereka masing-masing (Robertus Robert, 2010: 51). Gejala Nihilisme Selama ini pemerintah berargumentasi bahwa demokrasi Indonesia telah mencapai kemajuan melalui pemilu yang terselenggara secara periodik. Tetapi perlu diingat, indikator kesuksesan demokrasi tidak serta merta diukur dari kesuksesan terlaksananya pemilu. Banyak indikator yang perlu diperhatikan. Secara definitif, Indonesia dapat dikatakan telah mencapai level Negara Demokrasi Maju (NDM). Ini terlihat dari pemilu yang jujur, adil (jurdil), terbukanya kebebasan pers, terbukanya partisipasi publik, dan terbuka kebebasan berserikat untuk membentuk organisasi, dan seterusnya.

Di tengah kesusuksesan “berdemokrasi” itu, perlu dicatat bahwa pendulum demokrasi kita bergerak menuju nihilisme. Kita tidak sedang merayakan kebersamaan (brotherhood) sebagai satu kesatuan berdemokrasi. Justru pendulum itu bergerak menuju individulaisme yang berisi selfishness, egoisme, radikalisme, narsisme, dan fundamentalisme. Demokrasi kita hanya menampilkan penampilan di luar (surface), mengabaikan substansial. Pandangan-pandangan individu, kelompok, etnis, dan organisasi tertentu menjadi ukuran kebenaran, kebaikan, dan universalitas. Sehingga yang tidak sama harus diperangi, dan dikafirkan. Persoalan demokrasi yang terabaikan adalah diskriminasi terhadap minoritas yang belum tuntas. Kekerasan terhadap Ahmadiyah, kekerasan atas warga Syi’ah Sampang, Madura, menjadi contoh paling riil ketidakberesan pemerintah melindungi warganya. Sementara itu pemerintah terus mengkampanyekan kesuskesan “berdemokrasi”, padahal akar-akar demokrasi kita mulai tercabik oleh egoisme, radikalisme individu dan kelompok tertentu. Begitu pula kasus korupsi. Pada level lembaga negara, korupsi begitu akut dan banal. Korupsi telah menggerogoti seluruh lembaga negara. Jika hal ini tidak segera dibenahi, bukan hanya berpotensi menjadi negara demokrasi gagal, tetapi juga Indonesia berpotensi menjadi negara gagal!

Curanmor meresahkan, sehari satu lusin motor hilang Polisi harus kerja keras

*** Banyak TKI tewas akibat bekerja di sektor berbahaya TKI harus dibekali skill yang memadai

***

STASIUN RADIO

email: citrabima_957@yahoo.co.id Telp. 0374 42906/Hp. 085337841557, 087866878882, 082145977111

Penanggung Jawab: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar Staf Redaksi Mataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, Sumada, M. Nasir, Hari Aryanti, Akhmad Bulkaini, Karnia Septia Kusuma Ningrum. Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi, Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur: Rusliadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi. Sumbawa : Arnan Jurami. Dompu : Nasrullah. Bima : M.Yusrin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Jamaluddin, Wahyu W. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 8.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 8.000/mmk. Display F/C : Rp 15.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 5.000./mmk. Iklan 1 kolom (max 100 mmk): Rp 4.000/mmk. Iklan Advertorial : Rp 3.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 450.000/bulan (30 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 150.000/kavling. Iklan Paket (ukuran max 600 mmk), - 5 kali muat Rp 500/mmk, - 10 kali muat Rp 450/mmk, - 15 kali muat Rp 400/mmk. Pembayaran di muka. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 50.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 55.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 3.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT Bali Post.

SUARA NTB

Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.


SUARA NTB Selasa, 29 Oktober 2013

Tembakau Masih Berprospek KONDISI di lapangan, akibat merugi, banyak petani tembakau tahun ini berencana menjadi TKI ke Malaysia. Namun Dinas Perkebunan NTB sebaliknya mengklaim tembakau virginia masih berprospek. Kabid Pengembangan Usaha Dinas Perkebunan Provinsi NTB, M. Rusli menyebut, petani yang menjadi TKI usai musim tembakau sudah menjadi tradisi hampir setiap tahunnya. Tetapi tidak berkenaan langsung dengan kerugian yang diderita karena persoalan tembakau. Dijelaskannya, untuk tahun ini, petani tembakau masih memiliki peluang untung dan berprospek. Perbandingannya tahun 2013 produksi tembakau virginia memang menurun. Sehingga target serapan dari semua perusahaan sebesar 28 ribu ton, baru tercapai hanya 20 ribu ton. “Petani yang merugi rata-rata yang biasanya tidak mematuhi pola penanaman yang disarankan perusahaan mitra. Selain itu akbiat anomali cuaca menyebabkan terjadinya pergeseran waktu tanam dari yang biasanya,” terangnya pada Suara NTB di Mataram, Senin (28/10). Dijelaskan, petani disarankan menanam hingga hingga paling telat bulan Mei. Tetapi, curah hujan yang terjadi di beberapa wilayah di Lombok Timur dan Lombok Tengah, banyak di antaranya yang menanam melebihi batas ketentuan tersebut. Sehingga terjadi penanaman berulang-ulang sampai empat kali. Tentu hal tersebut berakibat pada pembengkakan biaya produksi, dari pembelian bibit dan biaya-biaya lainnya. Dari sanalah, perkiraan kerugian memang antara Rp 5 juta hingga Rp 10 juta/hektar. Bagian lain, untuk dukungan pemerintah kepada petani tembakau virginia melalui program intensifikasi tembakau, Rusli mengatakan tahun ini tidak melaksanakan program tersebut, khususnya Dinas Perkebunan Provinsi. Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) di provinsi sebesar Rp 99 juta, hanya dialokasikan untuk mendukung pengembangan tembakau rajangan. Dimana, dana tersebut diperuntukkan sebagai bantuan berupa pisau potong tembakau kepada kelompok tani. “Kalau untuk tembakau virginia dana yang ada di kabupaten/kota alokasinya seuai program masing-masing. Kami tidak tahu kalau Lombok Timur dan Lombok Tengah, mungkin untuk pemberian bantuan bibit atau apa,” terang Rusli. Diperhatikannya tembakau rajangan ini karena dianggap sudah memiliki pasar yang bagus, dengan banyaknya perusahaan yang terlibat untuk melakukan pembelian. Pada tembakau virginianya sendiri, Rusli menyebut, tahun ini petani lebih banyak tidak mengalami kerugian. Meski belum dikuatkan dengan melakukan evaluasi langsung secara mendalam. Namun yang menurutnya menjadi indikator utama adalah, tingginya kebutuhan perusahaan yang tidak sesuai dengan jumlah produksi. Tahun mendatangpun demikian menurutnya, animo masyarakat menanam tembakau virginia akan tinggi, karena setidaknya setiap musim tanam akan terserap langsung tenaga kerja di sekilingnya dengan banyaknya kegiatan operasional di tingkat petani mitra. (bul) M. Rusli (Suara NTB/bul)

Lowongan Perusahaan yang bergerak di Bidang Pariwisata membutuhkan Guide Korea dengan persyaratan : - Bisa Berbahasa Korea oral maupun tulisan - Umur dibawah 30 th bagi yang berminat hubungi Cang Hp. 081997715050 atau e-mail ke : ocang@sasaktour.co.kr

EKONOMI DAN BISNIS

Halaman 7

Banyak TKI Tewas Akibat Bekerja di Sektor Berbahaya Mataram (Suara NTB) Pemerintah Provinsi NTB pernah menerima penghargaan dari pemerintah pusat di bidang ketenagakerjaan. Namun pengiriman mayat dari negara negara penampung TKI tak surut, demikian juga kabar tenaga kerja yang cacat banyak yang tak terpantau. Menurut aktivis buruh migran, Muhammad Shaleh, banyaknya TKI yang tewas akibat kecelakaan kerja, terkorelasi langsung dengan penempatan kerja oleh Perusahaan Pengerah Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS). D i sektor berbahaya seperti buruh kelapa sawit dan ibu rumah tangga, disebutnya rawan terjadi eksploitasi oleh perusahaan atau majikan. “Sejak dulu pola ini tidak pernah berubah. Bisa dibayangkan, sejak tahun 70-an sampai sekarang, 95 persen lebih tenaga kerja kita bekerja di sektor berbahaya,” kata Shaleh, yang juga Koordinator Program Area NTB, Yayasan TIFA Indonesia ini. Kondisi ini sudah tak asing terjadi di seluruh Indonesia yang menjadi kantong - kantong TKI, tak terkecuali NTB.

Dampak yang terjadi akhirnya, TKI berontak. Faktor emosional dan psikologi yang tidak siap, akhirnya membuat mereka nekad melawan. Tidak jarang di antaranya yang melawan majikan, atau menganiaya bahkan membunuh. Para TKI ini pun, akhirnya menjadi korban atas tindakannya sendiri. Shaleh kemudian mengutip data yang pernah dirilis oleh Migrant Care. Sebanyak 265 TKI terancam Hukuman Mati. Secara rinci 213 TKI di antaranya di Malaysia, 33 orang di Arab Saudi, 18 TKI di China, dan 1 orang lagi di Iran. “Anehnya informasi seperti ini baru diketahui ketika penghujung proses eksekusi akan dilakukan,” kritiknya. Dari gambaran ini, memang tidak seiring dengan impian atau fakta yang dicita-citakan

para TKI. Sebab sebagian besar warga berangkat ke luar negeri bukan karena pilihan logis, tetapi karena keterpaksaan. “Salah satu keterpaksaannya adalah di dalam negeri atau di desa-desa tidak ada pekerjaan yang layak untuk sekadar bisa mempertahankan hidup sedikit layak. Parahnya lagi pemerintah atau negara dan para para pihak yang diberikan mandat yang harusnya menghadapi dan mengatasi soal ini tidak berdaya,” kritiknya lagi. Dalam persoalan TKI yang morat - marit itu diistilahkannya bukan sebagai penempatan TKI, tetapi memindahkan masalah di dalamnya negeri ke luar negeri. Dalam grand design perlindungan TKI yang sudah dikonsepnya bersama aktivis buruh migran, LSM dan pemerintah

lainnya, fokus menurutnya adalah pendataan, demi mangatasi Perlindungan TKI sangat minim dan terlambat. Seharusnya pemerintah dalam proses penempatan TKI ke luar negeri menyiapkan regulasi, pranata, penegak, dan pelaksana secara baik dan benar. Selama ini regulasi dibuat setelah berbagai masalah berjamuran dan muncul banyak desakan dari pemerhati. Masalah saat di desa hingga di luar negeri misalnya pemalsuan identitas, merekrut anakanak untuk bekerja, ada juga yang bekerja di tempat prostitusi, tidak digaji, kecelakan kerja, meninggal karena pembunuhan. Inilah pranata yang harusnya disiapkan pemerintah menurutnya, dirumuskan dalam regulasi sampai penegakan aturan. Sebagai contoh riil karut marut ini, dari kunjungan DPRD NTB dan eksekutif ke Jeddah beberapa waktu lalu, di kolong jembatan tidak kurang dari 75 ribu orang meminta pertolongan, tetapi hanya sedikit orang dipulangkan. Kesimpulan solusi yang

(Suara NTB/ist)

Muhammad Shaleh

seringkali disampaikan Shaleh adalah, pendataan ketika TKI atau TKW itu sudah ditempatkan bekerja di sektor tertentu. Tidak sampai disana, data berkaitan dengan kepindahan, juga perlu di update, sampai dengan proses (jika ada) deportasi. “Jika data ini sudah dikantongi, maka akan mudah memantau kondisi TKI kita disana, masalah yang dihadapi, sehingga cepat dicarikan solusi,” harapnya. (ars)

Krisis Air

Usaha Genteng Warga Gulung Tikar Tanjung (Suara NTB) Kebutuhan akan air bersih tidak hanya berdampak pada kondisi fisik dan psikis, tetapi juga berdampak secara ekonomis. Di Bayan, Kabupaten Lombok Utara (KLU), akibat air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lombok Utara tidak mengalir selama sekitar sebulan, warga kesulitan memperoleh air bersih. Tidak hanya itu, usaha produksi genteng milik warga juga bangkrut. Informasi yang dihimpun Senin (28/10), warga Bayan khususnya yang ada di Desa Akar-Akar, kelimpungan memperoleh air bersih. Konsumsi harian warga mengandalkan air yang bersumber dari PDAM, tidak lagi diperoleh sebulan belakangan. Salah seorang warga RT I, Dusun Karang Sugul, Desa Akar-Akar, Sumadi, menuturkan, air PDAM macet lebih dari sebulan lamanya. Di Kecamatan Bayan, pelanggan PDAM ditaksir mencapai 1.000 pelanggan. Menurut Sumadi, pihaknya tidak lagi memperoleh suplai air dari PDAM tanpa alasan yang jelas. Akibatnya warga Karang Sugul dan sekitarnya, mulai panik. Kalaupun tersuplai, air PDAM baru tersuplai pukul 03.00 dini hari. Itu pun debitnya sangat kecil. “Saya harus begadang tiap malam hanya untuk menunggu air PDAM datang atau tidak. Tadi malam saja, air PDAM datang jam 03.00 pagi, dan sampai pagi hanya dapat dua ember, sekadar untuk minum,” terang Sumadi. Warga lain di Dusun yang sama, juga tidak bisa berbuat banyak. Karena warga di sini,

Dengan 3,5 jt Bisa Umroh dan Dengan 5 jt Bisa Haji Plus, Htl. Bintang 5 .

PT. Arminareka Perdana. Hub. Nik 083840958710. Dibuka Kesempatan Juga Bagi yang Mau Jadi Agen di NTB Email : nikbambang@yahoo.co.id

hanya mengandalkan PDAM. Untungnya untuk keperluan mandi dan cuci, warga masih bisa mengandalkan air kali Raek. Meski jarak tempuh dari perkampungan sekitar 1 km lebih. Warga disebutkan Sumadi, telah melakukan konfirmasi kepada PDAM melalui Desa dan Camat setempat. Namun hingga kini, PDAM Lombok Utara yang memiliki Cabang di Bayan seolah tidak mampu menanggulangi persoalan ini. Dampak ekonomi yang harus ditanggung warga, sebagian besar usahanya harus gulung tikar karena tidak memperoleh suplai air. Produksi Genteng misalnya, tidak beroperasi sejak air

(Suara NTB/ari)

TERHENTI - Bisnis genteng milik warga di Desa Akar-akar, KLU, terhenti beroperasi karena krisis air. PDAM tidak lagi tersuplai. “Sudah sebulan ini, usaha genteng saya bangkrut. Pekerja saya tidak bisa berbuat apaapa karena tidak ada air,” sambungnya.

Sumadi juga memiliki usaha lain di rumahnya. Yaitu pembibitan berbagai jenis tanaman buah mulai dari jeruk, mangga, hingga pepaya california. Kesemua bibit yang sedang memer-

lukan air ini akhirnya tidak dapat diselamatkan atau dijual. “Kerugian dari usaha pembibitan ini jutaan rupiah. Saya belum bisa menghitung nilainya,” tutup Sumadi. (ari)


SUARA NTB

SUARA NTB Selasa, 29 Oktober 2013

Halaman 8

Kerjasama Bagian Humas Setda Sumbawa dengan Harian Suara NTB Mewakili NTB

SMP Negeri 1 Labuan Badas Tembus 8 Besar LPI Nasional Sumbawa Besar (Suara NTB) Tim sepak bola SMP Negeri 1 Labuan Badas, mewakili NTB, berhasil menembus babak utama 8 besar di ajang Liga Pendidikan Indonesia (LPI) Nasional. Setelah mengukuhkan diri sebagai Juara grup. Keberhasilan ini menjadi kebanggaan pemerintah dan masyarakat Sumbawa khususnya dan NTB pada umumnya. Bupati Sumbawa, Drs. H. Jamaluddin Malik, bersama Wakil Bupati, H. Arasy Muhkan, dan Sekda Sumbawa, Drs. Rasyidi, langsung menerima 25 anggota tim LPI SMPN 1 Labuan Badas yang terdiri dari pemain, official dan wasit, di Lantai 3 Kantor Bupati, Senin (28/10) kemarin. Bupati Sumbawa memberikan penghargaan dan apresiasi atas keberhasilan sejauh ini. Namun, Bupati mengingatkan agar jangan cepat berpuas diri, karena masih ada babak

berikut yang harus di jalani. Untuk itu, Bupati akan memberikan penghargaan kepada tim LPI SMPN 1 Labuan Badas, kalau nantinya bisa masuk semi final atau 4 besar LPI nasional yang akan digelar di Semarang 7-11 November mendatang. “Jangankan juara, masuk 4 besar saja nanti akan kita berikan penghargaan sesuai kemampuan daerah kita,” kata JM, seraya berpesan kepada pemain untuk tetap menjaga disiplin dan kesehatan. Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda Pemuda Olahraga, Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) Sumbawa, H. Amri S.Sos., M.Si., menyebutkan, Tim LPI SMPN 1 Labuan Badas yang mewakili NTB masuk 8 besar, bersama 7 daerah lainnya, yakni, Bali, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, D.I. Yogyakarta, DKI Jakarta, Jambi dan salah satu daerah di wilayah Banjarmasin. ”Tim yang sudah terseleksi sangat ketat ini akan bertarung di babak 8 besar di Semarang,” jelasnya. Untuk itu, pihaknya ber-

harap dukungan seluruh masyarakat NTB agar tim SMPN 1 Labuan Badas ini bisa melangkah lebih jauh di ajang LPI tingkat nasional. “Mari kita berikan dukungan dan doa kepada anak-anak kita yang berlaga di LPI,” ajak Amri. Sekaligus berharap prestasi ini dapat menjadi cambuk dan semangat bagi anak-anak lainnya untuk terus berprestasi. Ketua PSSI Cabang Sumbawa yang kebetulan juga Ketua Komite SMP Negeri 1 Labuan Badas, Burhanuddin AB, menambahkan, SMPN 1 Labuan Badas, yang mewakili NTB sebelumnya telah menjuarai Gruf F. Setelah berhassil menyingkirkan tim LPI Papua, Jawa Tengah dan Kalimantan Tengah. Setiap juara grup berhak lanjut ke babak 8 besar nasional. “Selangkah lagi kita juara. Mari kita berikan doa, agar mereka berhasil. Sebab ketika berlaga di tingkat nasional, maka tidak menutup kemungkinan 2 atau 3 pemain kita dari Sumbawa akan dilirik menjadi pemain nasional,”demikian Bur. (arn/*)

Foto bersama pimpinan daerah, dengan seluruh anggota tim

Para pemain dan official ditemui Bupati di lantai 3 Kantor Bupati

Bupati Sumbawa memberikan pesan saat menerima para pemain didampingi Wakil Bupati dan Sekda Sumbawa

Para pemain bersalaman dengan Bupati Sumbawa

Foto bersama para pemain dengan ketiga pimpinan daerah

Para pemain bersalaman dengan Wakil Bupati Sumbawa

BOS SDN 2 Cakranegara Belum Cair Mataram (Suara NTB) – Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang semestinya telah cair pada awal triwulan, hingga saat ini belum sampai ke rekening sekolah. Padahal jika sesuai jadwal, pencairan dana BOS triwulan IV tahun 2013 ini semestinya telah cair pada awal Oktober lalu.

(Suara NTB/nia)

BELAJAR MENGAJAR - Proses belajar mengajar di SDN 2 Cakranegara.

“BOS triwulan keempat belum cair, kemungkinan dalam minggu ini baru akan cair,” terang Kepala SDN 2 Mataram Hj. Hadijah Jumat (28/10) kemarin. Menurut Hadijah, selama ini pihak sekolah selalu mendapatkan pemberitahuan terlebih dahulu dari dinas setiap kali akan ada dana BOS masuk ke rekening sekolah. Menurutnya penyaluran BOS selama ini pun selalu lancar. Dengan syarat, menyerahkan laporan pertanggungjawaban penggunaan dana BOS selama satu triwulan. Setelah penyerahan SPJ, barulah sekolah mendapatkan surat rekomendasi pencairan

sekolah, SDN 2 Cakranegara juga harus membayar gaji 24 pegawai dan guru honor yang saat ini bekerja di SDN 2 Cakranegara. Namun khusus untuk gaji guru dan pegawai honor ini, sekolah selalu berusaha untuk membayarkannya di awal bulan. Tahun ini jumlah siswa penerima dana BOS di SDN 2 Cakranegara berkurang dari jumlah sebelumnya. Dimana saat ini ada sebanyak 943 siswa sementara tahun sebelumnya berjumlah 956 siswa. Untuk jenjang SD, siswa mendapatkan Rp 580.000 per siswa per tahun. (nia/*)

Kurang Jumlah

Evaluasi Pencairan Dana BOS 2013

Tak Sesuai Jumlah, Dikpora Kota Mataram Komplain Soal Data Mataram (Suara NTB) – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Mataram sempat melayangkan komplain, soal tidak sesuainya data jumlah siswa penerima dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dengan bantuan dana BOS yang disalurkan ke rekening sekolah. Manager BOS Dinas Dikpora Kota Mataram H. Zaenal Arifin Senin (28/10) kemarin menyebutkan, pencairan dana BOS tahun 2013 selama ini telah sesuai dengan petunjuk tekhnis pencairan BOS yaitu untuk 13 item. Sementara untuk triwulan empat, pencairannya belum dapat dilakukan lantaran belum sesuai datanya. “Kita sempat komplain kemarin, masalahnya jumlah dana BOS tidak sesuai dengan data jumlah siswa yang ada saat ini,” terangnya. Menurut data Dinas Dikpora pada semester III jumlah siswa SD yang menerima dana BOS sebesar 44.019 siswa sementara untuk SMP jumlah siswa yang memperoleh BOS sebesar 19.151 siswa. Menurut Zaenal, jumlah siswa ini mengalami penambahan dan pengurangan setelah penerimaan siswa baru yang dilaksanakan, dimana jumlah siswa SD pada triwulan Ke IV sebesar 43.944 siswa dan SMP sebesar 19.899 siswa. Sudah sejak lama Dinas Dikpora meminta kepada sekolah untuk mengirimkan data jumlah siswa penerima dana BOS. Data ini juga sudah disampaikan ke Dinas Dikpora Provinsi untuk selanjutnya dijadikan acuan pencairan dana BOS triwulan IV. Namun sangat disayangkan, karena pada kenyataannya dana BOS yang telah masuk ke rekening sekolah tidak bisa dicairkan lantaran ada perbedaan jumlah siswa. “Harusnya triwulan IV sudah memakai data baru, termasuk pembayaran kekurangan triwulan III tapi nyatanya masih sama dengan triwulan kedua,” pungkasnya. Dengan pengalaman tahun ini, pihak dinas berharap kedepannya ada perbaikan terutama pada pencairan dana BOS triwulan ke III dan IV. Dinas menyarankan agar pencairan dana BOS menggunakan metode tahun 2012 dimana pada triwulan III, pencairan menggunakan sistem dua tahap. Yaitu pencairan dana BOS Trirulan III A dan III B. Bukan seperti tahun ini dimana kekurangan dana di triwulan III dibayarkan pada triwulan ke IV. (nia/*)

dana BOS dari Dinas Dikpora sebagai salah satu syarat pencairan dana BOS. Keterlambatan pencairan dana BOS tahun 2013 ini memang baru kali ini terjadi. Sebab pada tahun-tahun sebelumnya, pencairan dana BOS selalu tepat waktu yaitu dicairkan pada awal triwulan. “Yang keempat ini kita belum terima pemberitahuan, biasanya tetap diumumkan kalau ada pencairan,” ungkapnya. Sekolah berharap, proses pencairan dana BOS pada tahun yang akan datang dapat dicairkan tepat waktu. Sebab selain untuk biaya operasional

BOS SMPN 7 Mataram Belum Dicairkan

H.M. Sibawaeh, S.Pd

(Suara NTB/nia)

KBM - Proses KBM di SMPN 7 Mataram Senin (28/10) kemarin.

Mataram (Suara NTB) – Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) triwulan IV yang saat ini telah masuk dalam rekening sekolah belum dicairkan sekolah lantaran tidak sesuai dengan data jumlah siswa yang ada. Hal ini disampaikan oleh Kepala SMPN 7 Mataram H.M. Sibawaeh, S.Pd. Senin (28/10) kemarin. “Karena jumlahnya belum sesuai dengan jumlah siswa yang ada di sekolah ini, jadi kita belum berani untuk mencairkan,” terangnya. Sibawaeh melanjutkan, kekurangan ini disebabkan jumlah dana BOS yang disalurkan ke rekening sekolah, tidak sesuai dengan jumlah data siswa SMPN 7 Mataram saat ini. Hal ini karena ada penambahan siswa pada proses penerimaan siswa pada tahun ajaran baru 2013/ 2014. Yaitu dari semula sebanyak 1.235 siswa menjadi 1.455 siswa. Sementara jumlah perolehan dana BOS sebesar Rp 710.000 per siswa per tahun. Sisa inilah yang sampai saat ini belum terbayarkan selama dua triwulan, yaitu selama triwulan ketiga dan triwulan keempat. Sementara pemerintah menjanjikan akan membayarkan sisa kekurangan dana BOS triwulan ketiga, pada penyaliran dana BOS triwulan keempat. “Triwulan tiga sudah kita terima dan cairkan, sisanya akan dibayar pada triwulan keempat ini,” jelasnya. Menurutnya hal ini merupakan kali pertama terjadi kekurangan jumlah dana BOS yang disalurkan. Terlebih pihak sekolah telah melakukan prosedur yang berlaku, yaitu dengan mengirimkan data jumlah siswa baru penerima dana BOS kepada Dinas maupun Dapodik pusat. Untuk menanganinya, sekolah berusaha menyiasati pembiayaan operasional sekolah dengan menggantungkan pada dana rutin yang diberikan oleh Pemda. Sementara itu terkait dengan proses pencairan dana BOS triwulan IV, pihaknya mengaku baru berani mencairkan dana tersebut setelah seluruh jumlahnya sesuai dengan data jumlah siswa di sekolah. (nia/*)


BUDAYA DAN HIBURAN

Selasa, 29 Oktober 2013

”Workshop” Seni Teater dan Seni Rupa

Seniman Diharapkan Lahirkan Kreasi Baru Mataram (Suara NTB) Setelah September lalu menggelar workshop seni tari dan musik, Taman Budaya NTB kembali menggelar kegiatan bagi para seniman. Berlangsung di Mataram sejak Tanggal 27-29 Oktober, digelar workshop seni teater dan seni rupa yang diikuti oleh para seniman se-NTB. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) NTB, Drs. Muhammad Nasir mengharapkan setelah workshop, kreatifitas para seniman di bidang seni teater dan seni rupa dapat melahirkan kreasi-kreasi baru. “Sehingga diharapkan ke depan workshop ini dapat memberikan pemahaman kepada para peserta bagaimana menerapkannya kreasinya ini sesuai perkembangan sekarang sehingga memiliki nilai jual,” ujarnya pada saat membuka workshop, Minggu (27/10) sore. Nasir juga mengingatkan kepada seniman untuk berlaku arif dalam berekspresi dan berkreasi. “Para seniman bisa bebas berekspresi tapi tetap dalam batas koridor berkesenian yang baik. Dengan workshop ini diharapkan para seniman semakin kreatif dan inovatif dalam mengembangkan kesenian,” pesannya. Workshop yang merupakan rangkaian dari program aktivasi Taman Budaya ini disampaikan Nasir sesuai dengan program pemerintahan Gubernur-Wakil Gubernur Dr. TGH. M. Zainul Majdi-Drs. H. M. Amin yang menjadikan kebudayaan sebagai salah satu programnya. Kesenian juga salah satu unsur penting dalam mengembangkan dan mempromosikan pariwisata. Sementara itu, Kepala Taman Budaya NTB, Drs. Zubair Muslim menyampaikan ada beberapa narasumber yang akan mengisi workshop. Dua narasumber didatangkan dari Bandung, Jawa Barat yaitu; Tisna Sanjaya dan Dian Anggraini. Sementara narasumber dari Mataram ada beberapa orang diantaranya; Salman Farisi dan Winsa. “Kegiatan ini tentu kita harapkan akan berlanjut terus dan harapan apa yang kita lakukan akan berlanjut terus setelah peserta workshop kembali ke masyarakat dapat ditularkan kepada para generasi muda,” harap Zubair. Program aktivasi Taman Budaya adalah program Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yang didukung pula oleh Disbudpar NTB dan diinisiasi oleh Taman Budaya. Peserta workshop juga dihibur oleh musikalisasi puisi dan penampilan Ary Juliant and Friends. (yan/*)

Pelaku Wisata Dunia Kunjungi Lombok

Pertanyakan Soal Jaminan Keamanan Mataram (Suara NTB) Anggota Komisi II DPRD NTB, Ir. H. Misbach Mulyadi mengungkapkan, beberapa waktu lalu pelaku pariwisata dunia asal Singapura, Ong Beng Seng berkunjung ke Lombok. Kunjungan pemilik jaringan hotel Four Season itu untuk mendapatkan informasi mengenai Lombok dari media-media baik nasional dan internasional yang memuat berita mengenai pariwisata di Lombok. Salah satu yang dipertanyakan adalah soal keamanan NTB. “Dia adalah pelaku pariwisata terkemuka di tingkat dunia. Dia datang ke Lombok untuk melihat kawasan BTDC (Mandalika Resort) dan Pantai Pink,” ujarnya. Misbach menyampaikan, Ong Beng Seng sempat mem-

pertanyakan bagaimana pemerintah membantu infrastruktur pariwisata ke daerahdaerah destinasi. Hal ini sebut Misbach sangatlah penting untuk diperhatikan. Untuk itu diminta kepada Bappeda NTB untuk mempriori-

taskan pembangunan infrastruktur pariwisata dalam pembahasan RAPDB 2014. Ong Beng Seng datang ke Lombok beberapa bulan lalu menggunakan pesawat jet pribadi dan hanya tiga jam berada di Lombok. Ong Beng Seng

(Suara NTB/ist)

Peluncuran Album Baru Nhavan

(Suara NTB/yan)

KPK - Ombudsman Gelar Sastra Antikorupsi Depok (Suara NTB) Ombudsman Republik Indonesia dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar sastra integritas bertajuk “Anti Maladministrasi dan Anti Korupsi” di Pusat Studi Jepang UI, Depok. “Kegiatan yang bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda ini hendak memahamkan pemuda akan bahaya praktik maladministrasi dan korupsi melalui gelaran budaya,” kata Ombudsman Bidang Pencegahan Hendra Nurtjahjo di Depok, Senin. Menurut dia pagelaran sastra integritas ini akan menampilkan deklamasi puisi Adhie M Masardi dan Hendra Nurtjahjo serta puisi Helvy Tiana Rosa dan Bengkel Sastra UNJ. Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja akan turut serta dalam pagelaran budaya merenungkan Hari Sumpah Pemuda ini. Acara ini juga mengagendakan penandatanganan pakta integritas oleh seluruh BEM se-Jabodetabek sebagai pernyataan perang melawan maladministrasi dan korupsi, lalu akan ditutup penampilan duo musisi, Endah n Rhesa. “Perilaku maladministrasi dan korupsi kian marak terjadi, oleh karenanya, diperlukan pemahaman yang tidak hanya bersifat formal tetapi juga melalui pemahaman kultural terutama kepada pemuda selaku tulang punggung bangsa,” kata Hendra. (ant/Bali Post)

datang bersama isteri dan timnya. Selain sebagai pemilik Four Season di seluruh dunia, isteri Ong Beng Seng juga mempunyai jaringan hotel bernama Como Group. “Ong Beng Seng ini juga liaison (penghubung) F1 Singapura dan Sepang,” ujarnya. Kedatangan Ong Beng Seng menurutnya tidak asal datang, tapi ada berbagai potensi yang dilihat. “Yang dia tanyakan sama saya adalah ada hal-hal yang harus diperhatikan. Dari segi alam menurutnya oke. Tapi dipertanyakan juga bagaimana masyarakat-

nya dan bagaimana jaminan keamanannya. Itulah selanjutnya tugas pemerintah kita,” ujar politisi Golkar ini. Ia pun menjelaskan kepada Ong Beng Seng dan tim bahwa pemerintah telah melakukan berbagai tahapan dalam pembangunan pariwisata di daerah. Misbach meminta kepada pemerintah daerah khususnya kabupaten/ kota untuk membenahi destinasi wisata yang ada. Disamping itu juga mempermudah izin investasi di daerah, serta hal terpenting adalah menjaga kondusivitas daerah. (yan)

Musisi Rock Amerika Lou Reed Tutup Usia

Nhavan berduet dengan Dinda membawakan lagu Biarkan Mereka Mencela dengan akustik dalam peluncuran album baru Nhavan, Hitam Putih Dunia Cermin di gedung tertutup Taman Budaya, Minggu (27/10) malam.

PEMBUKAAN - Musikalisasi puisi oleh Ary Juliant menjadi pembuka Workshop Seni Teater dan Seni Rupa yang diselenggarakan Taman Budaya yang didukung Kemenparekraf RI dan Disbudpar NTB, Minggu (27/10).

Halaman 9

Konser Tiga Sesi untuk ”Hitam Putih Dunia Cermin” Mataram (Suara NTB)Peluncuran album baru Nhavan Band di gedung tertutup Taman Budaya pada Minggu (27/10) malam berlangsung meriah. Grup band yang dimotori oleh Vee ini meluncurkan album baru mereka yang diberi judul “Hitam Putih Dunia Cermin”. Selain penampilan keren dan atraktif dari Nhavan, peluncuran album ini juga dimeriahkan oleh musisi lokal ternama, grup reggae Amtenar dan penampilan Ary Juliant and Friends. Konsep dalam peluncuran album ini dibuat dalam tiga sesi. Sesi pertama atau sesi pembuka dengan full band, sesi kedua akustik, dan sesi ketiga kembali menggunakan konsep full band. Di sesi pertama ini, Nhavan membawakan sekitar delapan lagu yang merupakan lagu di album barunya. Delapan lagu tersebut diantaranya; Tak Kubiarkan Terbengkalai, Kehilangan Terbesar Adalah Cinta, dan Cinta Abadi. Lagu Cinta Abadi ini adalah lagu milik grup Jalan Harmoni dalam album Anatomi Duka Lara yang diaransemen ulang oleh Vee Cs dan dimasukkan sebagai

salah satu lagu di album Hitam Putih Dunia Cermin. Setelah sesi pertama ini selesai, dengan surprise di pojok kanan atas dekat pintu masuk gedung telah duduk Ari Juliant and Friends untuk menghibur para penonton. Selain membawakan lagu sendiri, Ary Juliant juga membawakan salah satu lagu Nhavan. “Saya mencoba menginterpretasi lagu Novi (Vee) dengan nalar saya,” buka Ary, yang akrab dengan sebutan musisi ‘gerilya’ ini. Setelah Ary Juliant, masuk ke sesi dua dengan penampilan akustik Nhavan. Saat ini Nhavan digawangi oleh empat personil Vee (vokalis), Econ (gitaris), Bintang (bassist), dan Poci (drummer). Lagu ini dibuka dengan lagu Seperti Mimpi. “Seperti Mimpi itu lagu kangen untuk seorang perempuan. Perempuan itu mama saya. Mama berarti banget buat saya, rata-rata semua lagu yang saya ciptakan itu untuk mama saya,” jelas Vee. Di lagu kedua, Nhavan membawakan lagu Biarkan Mereka Mencela yang dinyanyikan bersama Dinda. Lagu ini mempunyai pesan untuk tidak menghiraukan omongan orang tentang diri kita. “Biarkan saja

dunia mau ngomong apa asalkan kita tetap di jalan lurus dan melakukan apa aja asalkan itu positif,” terang Vee mengenai isi lagunya. Di sesi ketiga dengan konsep full band, sesi ini dibuka dengan penampilan grup reggae Amtenar. Lagu Anak Pulau dibawakan Amtenar untuk membuka sesi ketiga ini. Dilanjutkan dengan kolaborasi bersama Vee membawakan lagu Nhavan berjudul Aku Bukan Playboy, kemudian dilanjut dengan lagu baru Amtenar, Oh Ya. Lagu Oh Ya disebut belum pernah dibawakan Amtenar di panggung manapun dan perdana dibawakan di konser peluncuran album Nhavan. Nhavan sangat mengapresiasi kehadiran Amtenar di peluncuran album barunya. Walaupun mempunyai berbagai kegiatan dan jadwal manggung yang padat, tapi Amtenar menyediakan waktunya untuk tampil dalam peluncuran album Hitam Putih Dunia Cermin. Sesi ketiga ini ditutup dengan penampilan Nhavan yang membawakan dua lagu. Nhavan menutup konser peluncuran album ini dengan lagu mereka di album sebelumnya, Kemanapun Sejauh Apapun. (yan)

New York Lou Reed, musisi yang memberi pengaruh pada blantika musik rock Amerika Serikat dengan kelompok Velvet Underground, tutup usia pada Minggu, dalam usia 71 tahun. Reed, yang dengan band-nya menggabungkan musik dan seni bekerja sama dengan artis pop Andy Warhol, meninggal di rumahnya di Long Island, tempatnya bermukim bersama istrinya, Laurie Anderson. Musisi yang mendapat penghargaan melalui lagu solo “Walk on the Wild Side” itu, meninggal akibat komplikasi dari pencangkokan hati, yang dijalaninya pada awal tahun, kata agennya, Andrew Wylie. “Bagi saya Reed adalah artis besar seperti yang semestinya,” kata Wylie. “Ini kehilangan yang besar,” katanya. The Velvet Underground didirikan bersama oleh Reed dan pemusik klasik asal Welsh, John Cale pada pertengahan 1960-an, sebagai pionir kelompok rock eksperimen. Band ini mendapatkan perhatian Warhol setelah mengguncang New York Club. Meskipun tidak pernah berhasil mendulang sukses dari sisi pemasaran, band itu menggebrak dunia rock pada 1960-1970-an dengan perpaduan pukulan gitar dan melodi lembut yang dinyanyikan oleh Reed atau Nico, si model Jerman. Velvet Underground sudah lama dikenal sebagai pemberi pengaruh pada aliran punk dan rock seperti yang tercermin dalam penjualan album pertama yang hanya terjual 10

ribu rekaman, tetapi semua pembelinya membentuk grup band. Neil Protnow, ketua Akademi Nasional Rekaman Seni dan Ilmiah, menyebut Reed “memperkenalkan avantgarde rock ke arus utama”. “Gaya yang unik dengan gitar protolan dan memainkan lirik-lirik puitis, berpengaruh besar di seluruh genre rock termasuk punk dan alternatif,” kata Portnow. Rekan sesama pionir, David Bowie yang membantunya memproduksi album kedua Reed dan yang sering disebut sebagai penerusnya, mengunggah rekaman ketika kedua bintang itu tampil bersama di laman Facebook dengan menulis kalimat tentang teman lamanya, “Ia adalah ahli.” Cale yang bermain bass, juga menulis di Facebook “Dunia kehilangan seorang penulis lagu dan puisi ... aku kehilangan seorang `teman sekolah`.” Reed dan Cale mengesampingkan perbedaan mereka untuk mengeluarkan album peringatan bagi Warhol tahun 1990 yang disebut “Songs for Drela”. Album itu merupakan reuni anggota The Velvet Underground untuk tampil bersama, yaitu dengan pemain gitar Sterling Morrison dan penggebuk drum Maureen Tucker pada awal 1990. Sebagai peminum berat dan pengguna narkoba selama bertahun-tahun, Reed menjalani operasi cangkok hati awal tahun ini di Cleveland, ungkap istrinya, setelah ia menunda serangkaian konser ke California yang dijadwalkan pada April. (ant/balipost)

Lou Reed

Kata Artis Tentang Sumpah Pemuda Jakarta (Suara NTB) Tepat tanggal 28 Oktober, tonggak utama dalam sejarah pergereakan kemerdekaan Indonesia, berwujud ikrar pemuda yang kemudian dikenal dengan “Sumpah Pemuda”. Tanggal 27-28 Oktober 1928 di Batavia Jakarta, dimana sumpah itu diikrarkan, memang sudah jauh berlalu. Tapi sejarah itu masih terpatri hingga kini menjadi semangat mewarnai kemerdekaan kaum muda. Dalam perkembangannya, banyak pemuda yang dengan karyanya, terus mewarnai ikrar itu demi mempertahankan kemerdekaan dan jati diri bangsa. Ironisnya, tidak sedikit dari pemuda yang justru jadi pelpor kerusakan moral. Bagaimana pendapat para actor dan atris Indonesia? berikut petikannya. Ayu Dewi: Pemuda Harus Punya Moral Baik Presenter Ayu Dewi mengatakan pemuda Indonesia harus tetap memiliki moral yang baik untuk mendukung terciptanya kehidupan yang lebih teratur dan nyaman. “Misalnya, orang-orang yang lagi menyetir mobil. Kalau para pemuda bermoral, mereka menghargai satu sama lain dan jadinya jalanan tidak macet karena tidak

‘rebutan’ jalan,” ujarnya ditemui di Jakarta Fashion Week 2014 pekan lalu. Selain menjaga moral yang baik, menurut Ayu, pemuda juga harus bekerja keras untuk menuai prestasi, dan tetap menjaga nilai sopan santun serta menghormati orangtua. “Kalau kita lihat orang-orang besar saat ini, pasti mereka punya prinsip seperti itu,” kata perempuan berusia 29 tahun itu. Sebagai orangtua, Ayu Dewi pun ingin membesarkan anaknya untuk menjadi bagian dari generasi muda Indonesia yang berkualitas. Sambil berseloroh, Ayu mengemukakan keinginannya untuk menjadi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia. Barli Asmara Janji Terus Berkarya Perancang busana Barli Asmara ingin meneruskan semangat Sumpah Pemuda dengan caranya sendiri. Barli mengemukakan komitmennya untuk memajukan bangsa di jalan yang positif, termasuk melalui dunia mode. “Kalau ada yang mau ikut berkecimpung di bidang fashion, harus punya komitmen,” katanya saat ditemui di

Jakarta Fashion Week 2014 baru-baru ini. Komitmen itu menurut dia adalah terus mengasah kemampuan di bidang fashion tanpa terlena dengan segala keglamoran yang ditawarkan dunia mode. “Saya janji akan membuat karya-karya terbaik untuk bangsa hingga akhir hayat,” kata Barli lalu mengatakan dia bertekad menjadi legenda mode yang karyanya selalu dikenang. Ayushita Bangga Dengan Prestasi Pemuda Indonesia Penyanyi dan aktris Ayushita Nugraha mengaku kagum dan bangga dengan anak-anak muda Indonesia yang bisa memberi inspirasi dengan beragam prestasi di dalam dan luar negeri. “Secara umum pemuda Indonesia banyak yang menginspirasi, contohnya desainer muda Indonesia yang mendunia,” kata Ayushita saat ditemui di ajang Jakarta Fashion Week 2014 pekan lalu. Perancang Indonesia yang karyanya sudah mulai mendunia antara lain Tex Saverio. Gaun rancangan Tex antara lain dipakai oleh Lady Gaga dan karakter Katniss Everdeen yang diperankan oleh Jennifer Lawrence dalam film “The

(ant/balipost)

(ant/balipost)

(ant/balipost)

(ant/balipost)

Barli Asmara

Ratna Riantiarno

Ayushita Nugraha

Ayu Dewi

Hunger Games: Catching Fire”. Menurut Ayushita, pemuda Indonesia punya banyak potensi untuk mendunia dengan kemampuan mereka. “Kalau saya sendiri ingin berkontribusi sesimpel berbuat baik dan membuat orang senang,” tutup dia.

Aktris dan pemain teater Ratna Riantiarno punya kritik untuk kaum muda berkaitan dengan Sumpah Pemuda. “Saya lihat kaum muda tidak melihat Sumpah Pemuda sebagai sesuatu yang amat berharga dan yang harus diyakini. (Padahal) Itu kekuatan bangsa kita bertahan sampai sekarang ini,” kata Ratna

saat ditemui di Galeri Indonesia Kaya, Selasa. Dia menyebut bahwa kaum muda di kota besar cenderung mengetahui perayaan Halloween daripada Sumpah Pemuda. Ratna mengatakan, perayaan Halloween dan Valentine tidak ada saat ia muda. Ketika ia tinggal di Amerika Serikat pun ia tidak terpen-

garuh karena perayaan seperti itu bukan budayanya. “Dari segi konsumerisme, anak muda tertarik pada hal yang seperti itu,” katanya. Padahal, lanjutnya, beberapa daerah di Indonesia memiliki kegiatan budaya yang menarik diangkat. “Cuma, yang muda nggak pernah lihat,” katanya. (ant/balipost)

Ratna Riantiarno Kritik Kaum Muda


SUARA NTB Selasa, 29 Oktober 2013

PENDIDIKAN

Halaman 10

Belum Jelas, Pembayaran Tunggakan Sertifikasi Guru di Lobar (Suara NTB/ari)

Siapkan Lapangan Tembak SEBUAH aula yang dihajatkan sebagai tempat latihan tembak, akan dipersiapkan secara khusus oleh SMA Hang Tuah 3 Mataram. Ide ini tercetus seiring dengan semakin banyaknya prestasi menembak yang diperoleh siswa-siswi SMA Hang Tuah di berbagai ajang kejuaraan. Wakil Kepala SMA Hang Tuah 3 Mataram Budi Purwoko ditemui belum lama ini, menyebutkan, dibangunnya lokasi latihan tembak ini (Suara NTB/nia) dihajatkan untuk mendukuBudi Purwoko ng prestasi para siswanya di bidang menembak. Terlebih saat ini, beberapa siswanya telah berhasil membawa harum nama NTB baik di ajang kejuaraan tembak tingkat nasional maupun internasional. “Kita sudah siapkan lokasinya, tinggal menunggu kelengkapan alat. Kalau ini sudah ready semua secepatnya bisa langsung dipakai,” klaimnya Menurut Budi disiapkannya lokasi sebagai arena latihan tembak ini, merupakan komitmen sekolah untuk mendukung siswasiswi SMA Hang Tuah yang berprestasi. Tak tanggung-tanggung, pihak sekolah juga memberikan keringanan biaya sekolah bagi siswa yang berprestasi. Bahkan untuk yang sudah maju dan menang di tingkat nasional dan internasional, Hang Tuah menggratiskan seluruh biaya sekolah siswanya. “Untuk siswa yang berprestasi di tingkat provinsi kita beri keringanan 50 persen. Tapi kalau yang sudah menang di nasional dan onternasional kita gratiskan, mereka tidak perlu membayar biaya sekolah,” terang perwira pertama TNI Angkatan Laut berpangkat Kapten ini. Sampai saat ini, beragam prestasi telah diraih siswa-siswi SMA Hang Tuah, mulai dari lomba silat, drum band hingga lomba menembak. Untuk atlet menembak saja, SMA Hang Tuah memiliki empat atlet tembak, diantaranya I Nyoman Meta Ambara Yoga, Bima Putra Eka Budi K.W, Ni Wayan Yulianthi serta Lalu Rizal Saputra. (nia)

Giri Menang (Suara NTB) Tunggakan sertifikasi guru di Lombok Barat (lobar) sejauh ini mencapai Rp 14 miliar lebih. Nilai itu merupakan akumulasi tunggakan satu bulan pada tahun 2011 dan dua bulan pada tahun 2012. Pembayaran tunggakan sertifikasi inipun belum jelas, lantaran SK penerimaan belum turun dari pemerintah pusat. Sementara laporan jumlah penerima sendiri sudah dikirim oleh Dinas Pendidikan Kebudayaan (Dikbud) Lobar melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) NTB.

“Belum jelas kapan keluar SK penerima dari pusat, itu jadi dasar untuk pencairan,” ungkap Kepala Dinas Dikbud Lobar, Drs. H. Fathurrahim, Senin (28/10). Dijelaskan, mekanisme pencairan sertifikasi tersebut, data diserahkan ke provinsi lalu dari provinsi mengirim ke pusat. Setelah diterima pusat, maka keluar-

Peringatan Hari Sumpah Pemuda di Lotim Diwarnai Demo Selong (Suara NTB) Peringatan Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada Senin (28/10) kemarin di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) diwarnai aksi demo. Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) mendatangi kantor Bupati Lotim. Dalam orasinya, perwakilan mahasiswa Azwar Zamhuri mengingatkan kepada Bupati dan Wakil Bupati Lotim tidak melupakan visi dan misinya. Antara lain akan mensejahterakan rakyat dengan adil sebagaimana telah dituangkan dalam janji kampanyenya beberapa waktu lalu. Orator lainnya, Khaerul Ahmad Sibawaeh menyebutkan selama kurun waktu memimpin Lotim dipertanyakan apa yang telah dilakukan Bupati dan Wakil Bupati Lombok Timur. Mahasiswa mengingatkan bupati tidak melupakan janjinya, karena masih banyak masyarakat Lotim yang jauh dari kesejahteraan. Pada kesempatan tersebut, mereka mengkritik kinerja KNPI yang dianggap tidak memiliki kontribusi bagi pembangunan kepemudaan di Lotim. Massa pun menyegel Sekretariat KNPI sebagai bentuk kekecewaan. Sebelumnya, kegiatan memperingati hari sumpah pemuda di lingkup Pemkab Lotim, Wakil Bupati H. Haerul Warisin, M.Si, mengingatkan semangat dan jiwa sumpah pemuda harus menjadi inspirasi untuk membangun kesadaran kolektif bangsa guna meningkatkan kualitas dan daya saing pemuda dengan tetap menjaga eksistensi pemuda dalam percaturan global. Pemuda dalam kehidupan global akan tetap menjadi eksis apabila menunjukkan sebuah kapasitas kecerdasan yang inspiratif dalam menjalankan tugas dan tanggung ajawabnya, dan kreatif dalam berbagai kegiatannya. (rus)

(Suara NTB/rus)

AKSI - Aksi massa PMII di Kantor Bupati Lotim, Senin (28/10). Dalam aksinya, mereka meminta Bupati dan Wakil Bupati Lotim tidak melupakan janjinya pada warga Lotim.

2012 sebesar Rp 24 miliar. Satu bulan 2011 dan dua bulan 2012. Menurutnya, kendala dana tersebut masih berada di pusat, karena sejauh ini kewajiban daerah sudah selesai. Tinggal sekarang, tugas pemerintah pusat untuk menerbitkan SK berdasarkan data yang diperoleh dari daerah. “Kendalanya ada di pusat,” ujarnya. (her)

HMJ Biologi IAIN Mataram Gelar Olimpiade

Komisi IV Cek Dugaan Pemotongan Dana BSM Giri Menang (Suara NTB) Mencuatnya dugaan pemotongan dana Beasiswa Siswa Miskin (BSM) di SDN 2 Rumak, mengundang perhatian Komisi IV DPRD Lombok Barat (Lobar) yang tangani masalah pendidikan. Komisi IV menilai, tindakan ini tak semestiinya dilakukan oleh sekolah, karena BSM merupakan hak siswa. “Besok (hari ini, red) atau lusa kami akan turun langsung ke sekolah untuk cek dugaan pemotongan BSM itu,” ungkap anggota Komisi IV, Najatul Akbar, Senin (28/10). Menurutnya, atas alasan apapun sekolah semestinya tak memotong dana BSM yang diperuntukkan bagi anak tak mampu. Alasannya, pemerintah mengalokasikan dana BSM itu khusus untuk memenuhi kebutuhan siswa miskin. Senada dengan hal itu, Ketua Komisi IV DPRD Lobar, Zain Darmat menyayangkan adanya pemotongan tersebut. Menurutnya, tidak ada alasan-alasan yang membenarkan pemotongan BSM di mana saja. Namun ia lebih mengkritisi pembinaan dari dinas terhadap sekolah-sekolah. “Jika terindikasi sekolah melakukan pemotongan mengatas namakan apa saja, maka patut kami pertanyakan juga pembinaan dari dinas,” ujarnya, sembari meminta masalah ini perlu dievaluasi. Sebelumnya mencuat adanya dugaan pemotongan dana BSM sebesar Rp 100 ribu dari 19 penerima BSM di SDN 2 Rumak. Satu siswa menerima dana BSM sebesar Rp 350 ribu. Namun, Kepala SDN 2 Rumak, Hj. Ratminah membantah telah melakukan pemotongan dana BSM. Ia mengaku memang pihak meminta sumbangan Rp 100 ribu kepada wali murid untuk pembelian paving blok. “Tidak dipaksa dan uang itu bukan untuk diambil oleh guru atau saya pribadi,” kilahnya. (her)

lah SK penerima sertifikasi tersebut. Namun sejauh ini, SK tersebut belum keluar. Karena, pencairan sertifikasi itu tinggal menunggu SK tersebut. “Setelah adanya SK itu baru dicairkan dananya,” ujarnya. Diketahui, tunggakan sertifikasi itu sendiri mencakup 3 bulan, yakni satu bulan 2011 dan dua bulan pada

(Suara NTB/ari)

PAKAIAN ADAT - Petugas upacara di SMAN 1 Bayan menggunakan pakaian adat Bayan dalam peringatan Sumpah Pemuda, Senin (28/10).

Hari Sumpah Pemuda

Siswa Gunakan Pakaian Adat Tanjung (Suara NTB) Hari sumpah pemuda di Kabupaten Lombok Utara diperingati serentak, Senin (28/ 10), oleh kalangan pemerintah hingga siswa sekolah dasar. Khusus siswa, di Kecamatan Bayan, siswanya mengenakan pakaian adat Bayan saat upacara Hari Sumpah Pemuda. Pemandangan ragam corak pakaian adat khas Bayan disajikan oleh guru dan siswa di SMAN 1 Bayan dan SMA 2 Bayan. Bertempat di SMAN 1 Bayan, kedua siswa sekolah ini berbaur menjadi satu untuk menyelenggarakan upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2013. Bambang Siswanto, S.Pd., Kepala SMAN 1 Bayan, menjelaskan, pihaknya sudah mensetting sejak awal siswa tingkat SMA yakni SMA 1 dan 2 Bayan diharuskan mengenakan pakaian adat. Tidak hanya siswa, kalangan guru dan inspektur

upacara pun mengenakan pakaian adat. Manifestasi dari pakaian adat mengingatkan bagaimana dulunya kalangan pemuda pelopor kemerdekaan hanya mengenakan pakaian seadanya pada hari yang sama, 28 Oktober 1928 silam. Bertindak selaku Inspektur, Kabid Pendidikan Menengah, pada Dikbudpora KLU, Ainal Yaqien, sekaligus membacakan naskah pidato Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Roy Suryo. Sumpah Pemuda adalah momentum yang telah membangun komitmen untuk bersatu di tengah hegemoni kolonialisme terhadap Indonesia dan membangun aktualisasi untuk pemuda,” ungkap Ainal dalam pidatonya. Selain itu, peringatan sumpah pemuda diharapkan menjadi tonggak pembangunan karakter bangsa, di mana nasib bangsa dan negara ke depan berada di tangan pemuda dan pe-

mudi Indonesia. ‘’Indonesia saat ini dan masa yang akan datang, selalu memerlukan figur – figur pemuda inspiratif, cerdas, berprestasi serta mengedepankan sopan dan santun,’’ ujarnya. Salah satu siswa, Sulaimi, sependapat, pemuda saat ini merupakan tulang punggung perjuangan bangsa dan negara di masa pembangunan. Siswa Kelas XII IPA SMAN 1 Bayan ini menyebut, pemuda khususnya kalangan pelajar harus mengenal, memahami sejarah. Perjuangan kelompok pemuda di zaman penjajahan dahulu, lebih berat dari apa yang dirasakan oleh pemuda di zamannya saat ini. “Pemuda sekarang harus mampu mengukir sejarah seperti yang dilakukan pejuang dahulu, karena Pemuda adalah harta yang berharga yang menentukan masa depan bangsa di masa yang akan datang,” katanya. (ari)

Sumpah Pemuda

Pemerintah Dorong Pemuda Tumbuhkan Jiwa Kewirausahaan Mataram (Suara NTB) Pada peringatan sumpah pemuda tahun ini, pemerintah mendorong tumbuhnya jiwa kewirausahaan di kalangan pemuda. Apalagi dengan adanya PP Nomor 60 tahun 2013 tentang pembentukan Lembaga Permodalan Kewirausahaan Pemuda diharapkan semakin memperkuat hal tersebut. Hal itu dikatakan Wakil Gubernur NTB, H. Moh. Amin, SH, M.Si pada peringatan hari Sumpah Pemuda di Lapangan Bumi Gora kantor Gubernur NTB, Senin (28/10) pagi. Menurutnya, suatu hal yang penting dalam peringatan sumpah pemuda tahun ini berlaku secara penuh UU No. 40 tahun 2009 tentang kepemudaan pada Oktober ini. “Peraturan pemerintah ini diharapkan dapat memperkuat upaya-upaya pemerintah dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan pemuda Indonesia,”katanya. Amin mengatakan semangat dan jiwa sumpah pemuda harus menjadi inspirasi untuk membangun kesadaran kolektif bangsa guna meningkatkan kualitas dan daya saing pemuda. Dengan tetap menjaga eksistensi pemuda dalam percaturan global. Pemuda akan tetap menjadi eksis apabila menunjukkan sebuah kapasitas kecerdasan yang inspiratif dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, dan kreatif dalam berbagai kegiatannya. Pemuda, katanya, harus

(Suara NTB/ost)

SUMPAH PEMUDA - Wakil Gubernur H. Moh. Amin bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah pada peringatan Hari Sumpah Pemuda di Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB, Senin (28/10). tetap mempertahankan dirinya sebagai pemuda yang cerdas di tengah berbagai pendangkalan rasa simpatik dan empatik, serta perlawanan terhadap sikap-sikap pragmatis. Pemuda harus berusaha sebagai pemuda yang inspiratif, dan dalam berbagai kondisi tersebut, berusaha dan bekerja keras untuk selalu berprestasi. Pada tahun 2015, Indonesia memasuki era komunitas ASEAN, yang meliputi komunitas keamanan, ekonomi, dan sosial budaya. Era komunitas ASEAN 2015 tersebut mau tidak mau meminta kesiapan kita untuk mampu bekerja sama secara terbuka dalam mengelola arus barang

dan jasa. Serta menuntut kesiapan semua pihak untuk bekerja sama dengan berbagai komunitas dari berbagai negara ASEAN. “Kesantunan, kecerdasan, inspiratif, dan berprestasi tentu, mau tidak mau, harus didukung oleh ilmu pengetahuan yang memadai, berdisiplin tinggi, dan kerja keras,”imbuhnya. Ditambahkan, nilai-nilai tersebut selayaknya menjadi pegangan hidup pemuda agar Indonesia dapat segera mengentaskan dirinya menghadapi berbagai masalah dengan cara-cara yang lembut, ramah. Tetapi sekaligus memperlihatkan kinerja kecendekiaan, imajinatif, dan bermutu tinggi. (nas)

Mataram (Suara NTB) Himpunan mahasiswa jurusan (HMJ) Biologi IAIN Mataram, Senin (28/ 10) menggelar acara technical meeting bersama 100 calon peserta Olimpiade Biologi 2013 dari 300 sekolah se-NTB di Kampus II Jempong Baru. Kegiatan technical meeting ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai berbagai aturan pra olimpiade maupun pada saat digelarnya olimpiade tanggal 30 Oktober mendatang. Hal itu dilakukan agar peserta nantinya bisa mengikuti perhelatan ini dengan prosedur yang baik. Ketua Panitia Penyelenggara Olimpiade Biologi 2013 Amiruddin, menjelaskan, 100 peserta yang berasal dari sekolah-sekolah seNTB telah menyatakan keikutsertaannya ikut serta dalam olimpiade tersebut. ‘’Dalam olimpiade,

mereka akan diberikan sejumlah tes yang berkaitan dengan materi biologi. Termasuk, melakukan praktikum sebagai salah satu penilaian penting dalam ajang ini,’’ terangnya pada Suara NTB, Senin (28/10). Lebih lanjut Amiruddin mengungkapkan kalau kegiatan olimpiade biologi seperti ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan HMJ Biologi tiap tahunnya. Tidak hanya olimpiade, berbagai bentuk kegiatan dan agenda HMJ yang berkaitan erat dengan pengajaran biologi juga sering diprogramkan seperti bakti sosial, donor darah, seminar lingkungan hidup dan lain sebagainya. Dirinya berharap dari pelaksanaan olimpiade biologi ini akan mampu melahirkan peneliti baru yang mampu membawa perubahan bagi perkembangan bagi makhluk hidup dan kehidupan. (dys)

Belum Ada Kejelasan Kontrak Kerja

Program PSP3 Kemenpora Diduga Ada Penyimpangan Mataram (Suara NTB) Program Pemuda Sarjana Penggerak Pembangunan Pedesaan (PSP3) yang diluncurkan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) beberapa waktu lalu, diduga ada ketimpangan. Kejelasan kesejahteraan, biaya pengobatan, tempat tinggal dan modal usaha rintisan masyarakat pedesaan tidak tercantum dalam klausul kontrak kerja yang akan ditandatangani peserta. Salah seorang peserta PSP3 yang dikirim ke Jambi, Kumar Gauraf mengatakan gejolak peserta PSP3 sejak awal terjadi di Randon Jaya, Jakarta. Saat itu, katanya peserta mempertanyakan kepada Asisten Deputi Kemenpora terkait hak dan kewajiban peserta. Pertanyaan peserta pun, tidak dapat kejelasan. Alhasil setelah beberapa lama, Randon Jaya sebagai lembaga resimen induk penyalur memediasi peserta dengan Kemenpora. “ Sejak awal sudah ada gejolak ketika masih pelatihan di Randon Jaya,” terangnya kepada Suara NTB belum lama ini. Program teluran Kemenpora katanya, telah berlangsung lama. Tercatat hingga tahun 2013 sudah angkatan ke 21. Tetapi belum ada revisi pada kontrak kerja serta tidak ada dicantumkan besaran gaji dan biaya. Sepengetahuannya dalam Undang–Undang Tenaga Kerja, klausul besaran gaji tercantum dalam kontak kerja. Belum lagi katanya, modal usaha rintisan masyarakat dijanjikan Rp 5 juta hingga Rp 10 juta belum ada kepastian secara tertulis. “ Mana ada tercantum dalam klausul kontrak kerja,” keluhnya. Hingga saat ini, 24 peserta yang berada di Desa Sukamaju, Kecamatan Gerajai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur tidak tentu nasibnya. Karena biaya hidup dan biaya lainnya belum juga diberikan. Padahal peserta mulai bekerja pada tanggal 16 September kemarin. Ditanya mengenai nasib peserta PSP3 lainnya, Kumar mengatakan rekan – rekannya terpaksa harus bertahan, karena tidak ada ongkos dan sebagian ada yang merasa malu kembali ke kampung halaman masing-masing. Di tempat terpisah, Suzana Koordinator PSP3 di NTB, mengaku, semenjak dirinya bersama 20 peserta yang ditempatkan di NTB belum menandatangani kontrak kerja dari Kemenpora. Padahal sebenarnya logika hukum, kontrak kerja harus ditandatangani sebelum

mulai turun ke lapangan. “ Mana pernah saya lihat format kontrak kerja, apalagi tanda tangan,” keluhnya. Biaya hidup sehari-hari pun, katanya harus ditanggung pribadi. Ia mengakui sudah tidak tahan dengan kondisi seperti itu, karena tidak ada kejelasan mengenai nasib peserta PSP3. ia menambahkan seandainya tidak ditempatkan di NTB, mungkin dirinya paling awal pulang. Tetapi dirinya tidak memungkiri, kalaupun ada teman kelompoknya tidak tahan, meskipun belum mendapat gaji. Ia tidak melarang peserta untuk pulang “ Kalau ada teman-teman mau pulang silahkan, ngapain harus nunggu gajian dulu,” tuturnya. Hal senada juga dikatakan Zaharia Rumakefin, peserta PSP3 dari Sorong, Papua Barat. Ia mengaku tidak tahan dan bahkan untuk biaya hidup dan perlengkapan lainnya, harus meminta kepada orangtua. Fasilitas rumah yang layak dijanjikan ketika di Rindam Jaya, tidak sesuai dengan yang diharapkan. Hingga saat ini, ia tinggal di rumah dinas guru yang sesungguhnya tidak layak dihuni. Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga pada Dinas Dikpora NTB. Asnirawati dikonfirmasi lewat ponselnya mengatakan Dinas Dikpora Provinsi hanya memiliki kewenangan dalam menyeleksi peserta PSP3. Dalam proses rekrutmen Dinas Dikpora bekerjasama dengan Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Unram. Menurutnya, biaya operasional, biaya kesehatan dan transportasi disesuaikan dengan kondisi potensi lokal dan ditanggung dari Kemenpora Pusat. “ Semua biaya ditanggung dari Kemenpora,” terangnya. Persoalan adanya peserta PSP3 yang keluar daerah dengan alasan tidak adanya kejelasan klausul pada kontrak kerja. Ia membantah bahwasanya dalam kontrak kerja telah dicantumkan secara jelas hak dan kewajiban dari peserta PSP3. Mekanisme pemberian modal pengembangan ke masyarakat atau gaji Kata Asnirawati, peserta harus bekerja terlebih dahulu dan pemohon modal. Kelompok atau individu harus membuat proposal terlebih dahulu. “ Inikan uang negara, kalau mengeluarkan uang harus ada proposal dulu dong,” demikian kata Asnirawati. (cem)


Halaman 11

SUARA NTB Selasa, 29 Oktober 2013

Jaring Atlet Lewat Kejurda Karate Mataram (Suara NTB) Pengurus Provinsi (Pengprov) Institut Karate-Do Nasional (Inkanas) NTB akan menyelengggarakan Kejuaraan Daerah (Kejurda) Karate Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU) Cup 24 hingga 30 November mendatang. Kejuaraan yang akan melibatkan puluhan atlet Inkanas dari berbagai kabupaten /kota di NTB itu, juga akan melibatkan atlet Inkanas Bali dan NTT. Ketua Majelis Sabuk Hitam Inkanas NTB, Burhanuddin kepada Suara NTB di Mataram, Senin (28/10), menjelaskan, kejuaraan yang memperebutkan Piala Bupati KLU itu diselenggarakan untuk mengevaluasi kemampuan sejumlah atlet di kabupaten/kota di NTB. ‘’Bagi atlet yang meraih juara akan dipersiapkan mewakili Inkanas NTB di ajang tingkat nasional,’’ ujarnya. Sementara itu kategori kelas yang dipertandingkan di event tersebut yakni kelas pemula kadet, junior dan senior. pihak Inkanas NTB sengaja menggelar kejuaraan tersebut di KLU guna membangkitkan semangat masyarat KLU mengenal olahraga karate. Alasannya, Inkanas NTB segera membentuk Pengcab Inkanas KLU akhir tahun ini. Pada bagian lain Burhan menambahkan selain menggelar kejuaraan pihaknya juga akan menggelar Gashuku Nasional dan ujian Dan bagi atlet senior. (fan)

Kalahkan City

Mourinho Sentil Arsenal

London Jose Mourinho menegaskan tak punya pilihan dengan mengirimkan tim kurang kuat pada babak ke empat Piala Liga melawan Arsenal Selasa waktu setempat atau Rabu dinihari WITA.

Nurul Berupaya Tampil Maksimal Mataram (Suara NTB) Nurul Imaniar, sprinter putri NTB yang sukses meraih medali perak di nomor 100 meter di Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII di Riau 2012 akan memperkuat tim estafet 4 x 100 meter Indonesia di SEA Games Myanmar Desember mendatang. Ia menjadi satu-satunya atlet putri NTB yang memperkuat tim Indonesia di nomor bergengsi tersebut. Nurul Imaniar yang dihubungi Suara NTB, via ponselnya, Senin (28/10), menjelaskan, keikutsertaannya di SEA Games di Myanmar bakal menjadi yang kedua kalinya. Alasannya, pada SEA Games di Palembang 2011 lalu dia juga ikut serta memperkuat tim atletik NTB. Bersama rekan satu tim estafet 4 x 100 meter putri Indonesia, Tri Setiyo Utami, Serafi Anelis dan Dedeh Erawati, meraih medali perak, setelah tim estafet Thailand yang menempati posisi pertama. Rencananya, pada SEA Games di Myanmar Desember mendatang dia akan tampil di nomor yang sama. Dia berharap pada SEA Games 2013 mendatang dia bisa tempil lebih baik lagi dari SEA Games yang pernah diikutinya tahun sebelumnya. “Mudah- mudahan saya bisa tampil lebih maksimal lagi,” ucapnya. Menghadapi event bergengsi tersebut, Nurul Imaniar , kini tengah serius menjalani pemusatan latihan nasional di Jakarta, kegiatan pelatihan itu sudah diikutinya cukup lama, dan kabarnya dia sudah berkali-kali menjuarai event tingkat nasional. (fan)

Jose Mourinho

(ant/bali post)

Mourinho menyerang penyusun jadwal Piala Liga yang membuat Chelsea harus melawat Emirates Stadium hanya 48 jam setelah kubunya menang 2-1 dari Manchester City pada liga reguler. Bos The Blues ini menuduh Arsenal diberi keuntungan yang tak adil, karena mereka bermain Sabtu lalu melawan Crystal Palace, sehingga memberi waktu istirahat lebih panjang menjelang derby London di Piala Liga. Meski manajer Gunners Arsene Wenger sering mengisi tim lapis kedua saat berlaga di Piala Liga, Mourinho tetap menurunkan tim terbaiknya nanti. “Kami akan mempersembahkan permainan yang penonton inginkan Selasa nanti,” kata Mourinho seperti dikutip AFP. “Jika orang menginginkan pertandingan besar antara

kedua tim di London, mestinya laga ini berlangsung Rabu, bukan Selasa,” sambung dia. Manajer Arsenal Arsene Wenger menyatakan tetap fokus dan enggan mengomentari Mourinho. “Ada orang yang tak percaya kami memiliki peluang, tapi satu-satunya yang bisa kami perbuat adalah memenangkan semua pertandingan kami,” kata Wenger. Di putaran empat lainnya, Manchester United akan memanfaatkan momentum bangkit saat menang 3-2 dari Stoke akhir pekan lalu, guna menghadapi Norwich di Old Trafford. Tottenham bertemu Hull untuk kedua kalinya dalam empat hari terakhir guna mengulang kemenangan 1-0 hari Minggu lalu. Newcastle yang baru saja dikalahkan Sunderland akan menghadapi Manchester City yang beberapa jam lalu disisihkan Chelsea, akan berhadapan di St James’ Park. Sanjung Torres Pada bagian lain, Jose Mourinho memuji Fernando Torres

yang telah bekerja keras setelah striker timnas Spanyol itu mengantarkan klubnya menang 2-1 dari Manchester City. Torres sempat tak tampil konsisten sejak pindah dari Liverpool pada Januari 2011 dan sepertinya akan melanjutkan aksi mengecewakannya pada laga Minggu malam tadi. Tapi dia cepat berubah dengan mengaransemen gol pembuka dari Andre Schurrle pada menit 33, lalu menciptakan golnya sendiri sebagai gol penentu kemenangan Chelsea pada menit-menit terakhir setelah Sergio Aguero sempat menyamakan kedudukan bagi City. Pemain berusia 29 tahun itu kini telah menciptakan tiga gol dalam dua pertandingan. Sebelumnya dia tak menciptakan gol pada enam pertandingan, namun Mourinho malah memujinya. “Itu adalah penampilan yang fantastik dan bahkan lebih baik,” kata dia seperti dikutip AFP.”Sepertinya momen ini adalah momen di mana Fernando berpikir, ‘Saya akan menjadi pemain terbaik di pertandingan ini,’’ terangnya. (ant/bali post)

Roma Kokoh di Puncak Klasemen Roma Gol semata wayang yang dilesakkan Michael Bradley meloloskan AS Roma dari penjara kekalahan atas Udinese di lanjutan Serie A Italia di Friuli, Minggu waktu setempat. Gol Bradley itu memperpanjang rekor “I Giallorossi” meraup kemenangan secara beruntun di sembilan laga awal musim. Roma menduduki tahta sebagai jenderal klasemen Liga Italia musim ini. Anak-anak asuhan pelatih Rudi Garcia itu kini bertengger di klasemen Liga Italia musim kompetisi 2012/13 dengan mengemas 27 poin dari sembilan laga. Pada pertandingan tersebut, Giallorossi mendominasi pertandingan, tetapi Udinese justru mampu bertahan. Udinese bukan tanpa peluang. Mereka punya peluang emas mencetak gol di menit 37 ketika Gabriel Silva mampu menaklukkan kiper De Sanctis dengan tendangan mencungkil, meski Leandro Castan melakukan aksi akrobatik menyelamatkan gawang Roma dari kebobolan. Ada fakta manis ketika Di Natale terperangkap offside. Ia serta merta minta maaf dengan mencium kening penjaga garis. Douglas Maicon menerima kartu kartu kuning kedua dari wasit Bergonzi setelah mengganjal Emmanuel Badu. Roma

tampil dengan 10 pemain, meski “pohon semangat” Roma terus bertumbuh untuk tiada henti melancarkan serangan bertubi-tubi. Rudi Garcia merekatkan awal yang yahud memulai kariernya bersama Giallorossi, dengan memenangi delapan laga Serie A, kemasukan satu gol dan menginspirasi anak buahnya untuk menjaringkan 22 gol. Laga ini benar-benar merupakan pokok percobaan besar bagi ketangguhan dan ketajaman skuad Roma, karena Francesco Totti dan Gervinho mengalami cedera. Adem Ljajic, Marco Borriello dan Alessandro Florenzi tampil sebagai tridente dari pola serangan. Kekalahan ini benar-benar memukul Udinese, mengingat skuad asuhan Francesci Guidolin tidak pernah terkalahkan di Stadio Friuli dalam hitungan 22 laga Serie A. Menurut catatan Liga Serie A, sepanjang pertandingan, Roma menguasai bola sebanyak 52 persen dan melepaskan enam tembakan dari 17 usaha, sementara Udinese menciptakan empat peluang emas dari 13 percobaan. (ant/bali post)

(Suara NTB/ist)

AKROBATIK – Aksi akrobatik pemain AS Roma saat menyelamatkan gawang AS Roma dari kebobolan saat melawan Udinese dalam lanjutan Liga Serie A Italia.

Platini Ingin Perbanyak Peserta Piala Dunia

Nurul Imaniar (Suara NTB/dok)

Li Na Peringkat Tiga Dunia Istanbul Penampilan mengesankan Li Na’ pada final penutup musim WTA Championships menarik perhatian banyak orang yang mengira masa dia telah berakhir. Sebaliknya pada usia 31, Li tak hanya menjadi petenis Asia pertama yang merengkuh nomor tiga dunia, namun telah mempersembahkan pertandingan cerdas yang membangkitkan harapan juara pada 2014. Kendati kalah 2-6, 6-3, 6-0 dari Serena Williams kemarin Minggu, dia terbukti telah meningkatkan kepercayaan diri dan taktiknya, sehingga mampu menumbangkan petenis nomor dua dunia Victoria Azarenka, dan mempersulit petenis nomor satu dunia di final kemarin. “Nomor tiga adalah tujuan awal tahun ini. Saya tak tahu, beruntung atau senang pada turnamen ini, saya berhasil,” katanya seperti dikutip AFP. “Ini sungguh akhir 2013 yang bagus,” kata Li Na seraya menjawab pertanyaan wartawan apakah dia kini membidik nomor satu dunia dengan, “Kenapa tidak?” Dia menegaskan akan terus fokus berlatih, selain memaksimalkan kemampuan yang selama ini belum dia manfaatkan, demikian AFP. (ant/ b a l i post)

Li Na (Suara NTB/ist)

Michel Platini (Suara NTB/ist)

London – Ketua UEFA Michel Platini ingin peserta putaran final Piala Dunia diperbanyak menjadi 40 tim mulai Piala Dunia 2018. Harapannya memberi tempat lebih banyak kepada wakil-wakil Afrika dan Asia tanpa mengurangi jatah Eropa. Eropa saat ini menghadirkan 13 wakilnya dari total 32 tim peserta putaran final Piala Dunia, sedangkan Afrika mendapat jatah lima, dan empat atau lima untuk wakil Asia yang salah satunya tergantung pada hasil playoff melawan tim Ameri-

ka Selatan. Presiden FIFA Sepp Blatter menulis pekan lalu, jika Afrika dan Asia layak menambah wakilnya mengingat kedua benua memiliki lebih banyak anggota FIFA dibandingkan Eropa dan Amerika Selatan. Platini yang mantan pemain timnas Prancis dan disebut-sebut calon pengganti Blatter di FIFA tersebut mengatakan berdasarkan kalkulasinya penambahan delapan tim akan membuat penyelenggaraan Piala Dunia hanya bertambah tiga hari. ”Ini baik untuk semua

pihak,” kata Platini dalam wawancara bersama koran Inggris, Times. ”Saya sangat setuju dengan pendapat Tuan Blatter bahwa kita perlu lebih banyak (tim) Afrika dan Asia. Namun tanpa mengurangi jumlah tim Eropa, kami mesti menambah menjadi 40 tim. “Kita bisa menambahkan dua tim Afrika, dua Asia, dua Amerika, satu Oseania dan satu Eropa.” Negara-negara dari Eropa dan Amerika Selatan telah memenangkan 19 gelar juara Piala Dunia, demikian Reuters. (ant/bali post)

Marquez Tak Ingin Gagal Tiga Kali Motegi Pendatang baru toGP yang sensasional Marc Marquez berharap tidak gagal untuk ketiga kalinya ketika kejuaraan dunia mendekati akhir seri

Mo-

di Valencia nanti. Pembalap Honda berusia 20 tahun itu hampir pasti menjadi pebalap termuda yang menjadi juara dunia Mo-

toGP, jika finish ke empat atau lebih baik dari itu pada 10 November. Dia melepaskan peluang menjuarai MotoGP Australia dan Jepang akhir pekan yang baru saja lewat. Pesaingnya yang sesama Spanyol Jorge Lorenzo, sang juara dunia sekarang, mengalahkan Marquez di Motegi kemarin untuk menghidupkan peluangnya menjadi juara dunia, kendati Marquez tetap favorit terkuat, padahal Lorenzo (26) jauh lebih berpengalaman. Inilah kali pertama sejak 2006 titel juara dunia ditentukan pada sesi balap terakhir. Marquez yang khawatir meyakini bahwa Lorenzo tengah berada pada performanya. “Saya sangat senang karena dalam musim pertama saya di MotoGP saya bertarung dengan Jorge yang mungkin dalam keadaan terbaik sepanjang karirnya,” kata Marquez. “Kami akan mencoba 100 persen kemampuan kami untuk meraih gelar ini,”

tambahnya. Lorenzo yang memperkuat Yamaha tahu bahwa dia akan sulit meraih trofi karena berselisih 13 poin dari Marquez. Tapi dia tetap optimistis, “Sampai kami mengakhiri lomba, kami tahu kejuaraan belumlah berakhir. Saya bukan pemimpin balapan, jadi itu tak tergantung saya, untuk itu mari kita lihat bagaimana strategi kami di Valencia,” ujarnya. Jika Marquez dimahkotai juara di negeri kelahirannya bulan depan, maka dia akan mencetak sejarah menjadi pebalap pendatang baru pertama yang menjadi juara dunia dalam 35 tahun terakhir. Rekannya sesama tim Honda yang berada pada peringkat tiga, Dani Pedrosa, yakin Marquez bakal jadi juara dunia. “Dia tampak memliki tekad yang kuat dan itulah mengapa dia sangat cepat,” aku Pedrosa seperti dikutip AFP. (ant/bali post)

Marc Marquez (Suara NTB/ist)


SUARA NTB

Selasa, 29 Oktober 2013

Halaman 12

EKSPEDISI 450.000

ADVERTISING

MEUBEL

ACTIV

F U R N I T U R E

800.000

BURUAN

Menyediakan Furniture : Bisa Kredit * Kasur berbagai Merek * Kursi, Lemari, Meja Berbagai Model, dll Kwalitas Terjamin Harga Terjangkau & Terima di Tempat

Hubungi & Datang Ke Alamat Kami

ZAKIA MEUBEL Jl. Teguh Abdul Karim Kediri ( Depan PLN Kediri )

HP. 087 864 414 934

C.01.08.13

PELUANG BISNIS

TANAH KAPLING

PET SHOP

TOKO MAINAN

PELATIHAN

BATIK

LAUNDRY

MAINAN ANAK

RUMAH MAKAN

PERHIASAN

SALON

SHOWROOM

FUTSAL

ADVERTISING

KONTRAKAN

FINANCE

JADI AGEN SUSU

BUBUK KAMBING ETAWA ORGANIK ( BKN MLM ) MODAL KECIL PROFIT BESAR. 1 KTK ISI 10 SACHET@20 gr.

INFO.

0811306462. www.g-milk.net

PERAWATAN AC

BENGKEL

BANK

DIJUAL DIJUAL KERTAS segel terbitan tahun 80_an. Hubungi 081236100519

DANA TUNAI Bnt dana u/ projek properti, pertmbngn Trm mediator dg komisi bsr.SDAI jkt Afry 081219448270,Wendy 081296165840

DISTRIBUTOR AGEN TRANSPORTIR BBM INDUSTRI JUAL SOLAR INDUSTRI SPEC PERTAMINA DG HARGA MURAH, ORDER SEMUA WILAYAH HUB 0823-3783-0923

LOWONGAN/ PELUANG BISNIS PRODUSEN SEPATU BANDUNG MEMBTH AGEN/RESELLER SE INDONESIA 081321212727 (TDK SMS), ADA KATALOG

HILANG HLG STNK R2 DR4271BF, NOKA/NOSIN : MH1HB61107K257479/HB61E1263714 AN.M. NURDIN, HILANG DISEKITAR JL. PEMUDA KOTA MATARAM


SUARA NTB

Selasa, 29 Oktober 2013

KURSUS/BIMBEL

KOMPUTER

BAHAN BANGUNAN & INTERIOR

Halaman 13

HOTEL

SALON

SIARAN TV RADIO

SABLON & KONVEKSI

BOUTIQUE

JUAL MOBIL

TELEVISI

SANGGAR SENAM

PROPERTY

KURSUS

RUKO

EVENT ORGANIZER

FASHION

RUMAH MAKAN

FASHION

Menyediakan aneka hidangan & melayani pesanan nasi kotak, snack box dan menerima rantangan

BENGKEL & SPARE PART

PENGOBATAN ACCESORIES

RUPA - RUPA

RUPA - RUPA

RUPA - RUPA

PHOTOGRAFI

087 865 633 888 / 087 861 811 999

SERVICE

TRAVEL


KESEHATAN

SUARA NTB Selasa, 29 Oktober 2013

Halaman 14

Cermat Memilih Metode Diet Sehat

Dedy Corbuzier sebelum dan setelah diet

Demi memiliki berat badan ideal, orang rela melakukan diet. Diet tengah menjadi tren dan gaya hidup di kalangan masyarakat modern saat ini. Beragam metode serta jenis diet pun ditawarkan, mulai dari diet berdasarkan golongan darah, mengkonsumsi obat atau suplemen diet, membatasi kalori yang masuk, hingga diet OCD ala Dedy Corbuzier.Tapi apakah semua cara itu sehat menurut medis? DIET untuk menurunkan berat badan, saat ini kian digandrungi berbagai kalangan masyarakat. Tidak hanya kaum hawa, kaum pria pun kini mulai tertarik melakukan diet untuk menurunkan berat badan dan memperbaiki penampilan. Namun kita perlu mengetahui lebih lanjut, apakah metode diet yang ditawarkan aman untuk tubuh. Nutritionist Consultant RSUD Kota Mataram Rini Fitriantini, S.Gz belum lama ini menyebutkan, untuk mengurangi berat badan yang dianjurkan medis sering diistilahkan dengan diet rendah kalori. Diet jenis ini dilakukan dengan cara mengurangi jumlah kalori yang dikonsumsi tubuh secara bertahap. Namun cara inipun tidak boleh di-

Rini Fitriantini, S.Gz

lakukan secara sembarangan. Sebelum menjalani diet, pasien harus melakukan check up kesehatan. Bagi orang yang benar-benar berniat menurunkan berat badan, harus dipastikan bahwa hasil laboratorium nomal. Tidak ada kelainan dan tidak memiliki riwayat penyakit degeneratif seperti hipertensi, jantung, maupun kencing manis. Jika semua sehat, pasien bisa melakukan diet secara maksimal dengan penurunan berat badan maksimal 4 Kg per bulan. “Jadi 2 Kg per 2 minggu itu untuk tahap awal. Kalau pada tahap awal ini pasien bisa menurunkan 4 Kg per bulan, kita bisa tambah lagi di bulan kedua dan ketiga,” jelasnya. Dengan diet, artinya merubah pola makan seseorang yang biasanya memiliki porsi makan banyak dan camilan kalori serta lemak tinggi menjadi porsi yang lebih sedikit dan kaya serat. Maka butuh waktu per bulan, untuk memantau perkembangan berhasil tidaknya diet yang dilakukan. Diet rendah kalori inilah yang dianjurkan oleh para ahli gizi karena dinilai lebih sehat dari cara-cara diet lainnya. Untuk itu komposisi yang diberikan antara pasien satu dengan lainnya tidak bisa saklek, tergantung tinggi badan, umur dan jenis kelamin. Jadi untuk laki-laki dan perempuan itu berbeda karena kebutuhan dan aktifitas berbeda. Begitu juga dengan profesi, seorang dokter misalnya lebih banyak ke bebean pikiran sementara petani lebih ke fisik, jadi kebutuhan kalori yang dibutuhkan tubuh pun berbeda. Semakin banyaknya metode diet

seperti OCD, menurutnya hal ini sahsah saja, tapi menurut ahli gizi, OCD itu dibuat untuk mereka yang memang olahraganya rutin dan lebih bersifat ke otot. Oleh karena itu, bagi mereka yang memiliki berat badan gemuk atau over weight dan ingin menerapkan metode diet OCD, perlu diimbangi dengan olahraga rutin. Berbeda dengan diet rendah kalori dimana metode ini dilakukan murni merubah pola makan seseorang hingga mencapai berat badan normal, maka komposisi makanan yang dikurangi harus disesuaikan dengan pasien. “Mau seperti apa,

Kerjasama Suara NTB dengan RS. Risa Sentra Medika

Bersama dr. Dahlia, Sp. Og

Tanya: Dok, usia saya 30 tahun, saya baru saja menikah 7 bulan yang lalu. Saat ini saya sedang program kehamilan, mengingat saat ini saya telat dan saya mengalami banyak perubahan semisal peka terhadap wangi-wangian, emosi saya tidak stabil, nafsu makan meningkat, suhu badan saya meningkat terutama di malam hari dan lain-lain. Apakah ini ciri-ciri saya hamil? Kapan waktu yang tepat untuk melakukan test kehamilan dok? Terima kasih (Ratih – Cakranegara) Jawab : Ibu Ratih di Cakranegara, kehamilan bisa ditandai dengan berbagai macam keluhan disebut sebagai tanda hamil tidak pasti dan tanda kehamilan pasti apabila telah terdeteksi hormon kehamilan dalam urin. Pola saat ini, ibu terlambat haid dengan riwayat haid sebelumnya teratur, ibu sudah dapat melakukan pemeriksaan dengan test pack. Bila hasilnya positif yang ditandai dengan dua garis, maka sebaiknya segera periksakan kehamilan ibu ke tenaga kesehatan. Tanya: Dok, saat ini saya sedang hamil anak kedua. Anak pertama sekarang berusia 22 bulan, anak pertama riwayat SC. Saya berdoa dan berharap sekali untuk yang kedua ini bisa normal. Berapa persen peluangnya dok? Langkah apa supaya saya bisa melahirkan normal untuk yang kedua ini? Terimakasih. (Ratna-Jl.Panji Tilar) Jawab : Ibu Ratna di Panjitilar, jarak kehamilan dengan riwayat SC sebelumnya sebaiknya dua tahun. Bila saat ini ibu sedang hamil anak pertama usia 22 bulan, peluang untuk melahirkan normal 5050, sebab hal ini tergantung pada perkembangan hamil saat trimester ketiga. Tanya: Dokter, saya sudah menikah 24 tahun yang lalu. Usia saya saat ini 46 tahun, beberapa bulan ini saya mengalami masalah menstruasi yaitu dua bulan sekali baru datang bulan. Apakah kondisi saya ini normal dokter? Di usia berapakah biasanya menopause itu terjadi pada wanita? Terimakasih. (Ibu Nina-Pagutan) Jawab: Ibu Bayu di Pagutan, dengan usia ibu yang 46 tahun dan keluhan haid yang sudah mulai tidak teratur, bisa saja ibu sudah memasuki masa premenopause ditandai dengan keluhan haid tidak teratur, wajah dan punggung terasa panas (hot flushes), sementara menopause apabila ibu sudah

tidak hais selama 12 bulan berturut-turut. Untuk saat ini usia menopause seorang perempuan bisa terjadi pada usia 45 tahun keatas. Tanya: Dok, ini kehamilan anak pertama saya dengan usia 10 minggu. Dari beberapa artikel yang saya baca di internet dikatakan bahwa posisi tidur yang baik bagi ibu hamil adalah miring ke kiri atau ke kanan? Saya pun mengikuti saran tersebut untuk tiudr dengan posisi miring. Yang jadi pertanyaan saya apakah memang tidur dengan posisi telentang kurang baik dibandingkan posisi miring dan apa pengaruh posisi tidur terhadap perkembangan janin dok? Terima kasih. (Yuli-Ampenan) Jawab: Ibu Yuli di Ampenan, posisi Tidur pada kehamilan muda (trimester I) tidak mempengaruhi perkembangan bayi. Namun bila hendak tidur miring sebaiknya miring ke kiri agar tidak aliran darah dan pasokan energi dari ibu dan bayi tetap baik. Tanya: Dok, saya sering sekali keputihan dengan ciri-ciri lendir berwarna putih susu kadang berwarna kekuningan sehingga sering terasa gatal. Apakah ini berbahaya dok? Terima kasih atas penjelasannya. (Rita-Mataram). Jawab : Ibu Rita di mataram, keputihan normal pada saat menjelang atau selesai haid, tanpa disertai keluhan gatal, berbau dan berwarna. Bila keluhan ibu disertai dengan rasa gatal maka sebaiknya ibu melakukan pemeriksaan di tenaga kesehatan untuk memastikan apakah keputihan ibu normal atau tidak.

kita kembalikan ke pasien. Termasuk jumlah dan jenis makanannya.” Jadi harus ada kerjasama antara ahli gizi dengan pasien, karena tidak mungkin kalau hanya sepihak sementara pasien tidak patuh dengan pola makan yang telah diberikan. Jika patuh dengan komposisi, hal ini dapat meminimalisir terjadinya penyakit akibat diet serta meminimalisir kalau ada kompliksi, pada pasien yang memiliki riwayat penyakit tertentu. Rini menganjurkan, memakan makanan yang kaya serat seperti sayur dan buah. Serat dalam tubuh

tidak akan dirubah atau disimpan dalam bentuk lemak, tapi akan langsung dikeluarkan menjadi fesces, urine dan keringat. Berbalik dengan karbohidrat yang akan dirubah menjadi glukosa. Glukosa dimanfaatkan untuk aktifitas energi sehari-hari baik itu untuk pikiran maupun organ tubuh yang lain. Jika makanan yang dikonsumsi mengandung kadar glukosa berlebih, maka glukosa yang berlebih itu akan disimpan di dalam tubuh dan disimpan di bawah kulit dalam bentuk lemak. “Untuk itu jika ingin menurunk-

an berat badan berlebih kita lebih bersifat ke pengurangan karbohidrat,” jelasnya. Karbohidrat seperti nasi, tepungtepungan, mie, ubi, kentang. Dan dianjurkan makan makan berserat seperti sayuran dan buah. Pantangan lain yang harus dihindari saat diet adalah ngemil makanan manis seperti coklat, kue basah, kue kering yang tinggi kalori. Kurangi jenis gorengan yang identik dengan lemak karena lemak itu terakhir dipecah menjadi energi apabila cadangan karbohidrat dan protein dalam tubuh kita berkurang. (nia)

Tetap Makan Enak dengan Diet OCD MESKI tergolong baru, metode diet yang diperkenalkan oleh Deddy Corbuzier dengan nama Obsessive Corbuzier’s Diet atau OCD makin banyak diminati berbagai kalangan terutama anak muda. Dengan metode diet ini, kita bisa tetap menyantap makanan apapun pada waktu yang sudah ditentukan. Metode diet ini menjadi sangat terkenal dan menjadi tren baru. Karyawan RSUD Kota Mataram Gita Esvanola ini misalnya, setelah mencoba beragam diet untuk mengurangi berat badan, akhirnya Gita memilih untuk mencoba diet OCD yang saat ini tengah hangat dibicarakan khalayak. “Kemarin pingin nurunin 3 kilogram aja sih. Cuma kayaknya susah sekali karena kita sudah umuran. Tapi setelah saya liat di tv banyak yang berhasil, jadi apa salahnya kita coba,” ungkapnya. Selain metode diet yang dianggap sehat, Gita berani mencoba. Apalagi metode diet yang ditawarkan menggunakan metode puasa, sama seperti umat muslim berpuasa di bulan Ramadhan. Buka metode diet yang mengharuskan untuk mengurangi makanan tertentu. Jadi dengan metode diet satu ini, ia tetap bisa menikmati makanan kesu-

kaannya asal konsisten dengan pola jam makan yang telah ditentukan. “Intinya disiplin kalau sudah ngambil 8 jam dimulai dari jam 12 siang sampai 8 malam, ya setelah 8 jam itu sudah benar-benar nggak boleh makan kecuali minum air putih. Baru boleh makan lagi setelah jam 12 siang esok harinya,” terangnya. Selain menjalani puasa, Gita juga mengimbangi dietnya dengan latihan belly dance tanpa ada olahraga lainnya. Namun selain belly dance seperti yang dilakukan Gita, diet ini bisa juga diimbangi dengan olahraga lain seperti jalan, angkat beban, maupun bersepeda. Dengan metode ini, Gita mengaku berhasil menurunkan berat badan dari semula 53 Kg menjadi 50 Kg. Gita berhasil mencapai berat badan yang diinginkannya dalam kurun waktu 3 minggu. (nia)

Gita Esvanola

Agar Diet Sukses 1. Mengurangi asupan kalori tinggi, terutama pada jenis makanan karbohidrat. 2. Memperbanyak serat sayuran dan sayuran. 3. Proses pemasakan, yaitu dengan mengurangi konsumsi goreng-gorengan. Ada alternatif pengolahan lain seperti lalapan, pepes, dibakar maupun dikukus. 4. Olahraga teratur minimal 3 kali seminggu terutama olahraga yang memecah lemak. Yang paling cepat itu terutama adalah jalan cepat dan bersepeda minimal 30 menit pertama. 5. Kurangi porsi makan malam. Makan malam perlu karena bagaimana pun kalau tidur otak jantung bekerja, tapi porsinya dikurangi terutama karbohidrat.

Tanya: Dok, saya ibu rumah tangga dengan satu anak, saya mencoba mengkonsumsi pil KB, tapi kenapa haid saya menjadi tidak lancar bahkan sangat sedikit. Apakah ini berbahaya dok? Terima kasih. (Siti-Gerung).

Makanan yang harus dihindari · Makanan berlemak dan berkolestrol tinggi seperti otak, jeroan, udang dan daging berlemak. · Makanan diolah menggunakan gula dan goreng-gorengan seperti biskuit, dan kue basah. · Makanan dan minuman dalam kaleng seperti sarden, kornet, sayuran, dan buah-buahan dalam kaleng. · Makanan yang diawetkan dengan gula seperti dendeng, abon, selai kacang, acar, manisan buah.

Jawab : Pemakaian KB Hormonal seperti pil, suntik atau implant biasanya akan berpengaruh pada siklus haid. Keluhan yang ditimbulkan biasanya mens jadi tidak teratur, mens menjadi banyak atau sedikit sepertinya keluhan yang ibu rasakan merupakan salah salah satu efek samping pemakaian pil dan hal tersebut normal.

Strategi Mengatur Diet 1. Jangan makan camilan berlebihan. 2. Jangan makan di atas jam 19.00, bila lapar makanlah buah 3. Strategi makan: minumlah air putih sebelum makan dan gunakan piring kecil untuk tempat makanan.


SEKRETARIS Jenderal Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono yang biasa dipanggil Ibas meyakini semangat Sumpah Pemuda mampu mendorong Indonesia menjadi bangsa maju dan bermartabat dengan optimisme di dalamnya. “Saya yakin generasi muda Indonesia, termasuk saya sebagai agen perubahan bisa membawa Indonesia menjadi bangsa yang lebih maju lagi. Menurut saya generasi muda Indo(ant/bali post) nesia harus memiliki jenis darah dan semangat O Edhie Baskoro Yudhoyono plus (optimis) dan Positifsolutif,” kata Ibas dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin. Ibas mengajak generasi muda memiliki optimisme dan semakin berperan aktif memberikan kontribusi pembangunan di segala bidang karena Indonesia kini semakin maju dan membutuhkan semangat juang generasi muda dengan karya-karya nyatanya. “Generasi muda bersyukur, Indonesia hari ini lebih maju dan bermartabat dengan ditandainya peningkatan ekonomi, pembangunan yang berkelanjutan dan perkembangan di segala bidang termasuk demokrasi dan keterlibatan aktif di forum internasional,” ujarnya. Ibas meminta generasi muda menjaga nilai-nilai perjuangan bangsa agar tidak tergusur dengan perkembangan global. Ibas menambakan semangat Sumpah Pemuda memotivasi generasi muda untuk terus berprestasi dan menghasilkan karya-karya pembangunan untuk kesejahteraan rakyat Indonesia. (ant/bali post)

Halaman 15

Komisi I DPR Kunker ke Cina Jakarta (Suara NTB) – Komisi I DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Cina dalam rangka pembuatan dan penyusunan Rancangan UndangUndang (RUU). Tentang Hukum Disiplin Militer. “Kita memandang Cina selama ini salah satu negara yang memiliki sistem atau aturan yang baik dalam bidang hukum disiplin militer. Sehingga negara tersebut, akan dijadikan perbandingan dalam penyusunan RUU Disiplin Militer,” kata anggota Komisi I DPR RI yang ikut rombongan, Husnan Bey Fananie saat dihubungi Senin. Husnan menambahkan, selama delegasi Komisi I DPR RI melakukan kunjungan kerja ke China, telah dijadwalkan untuk bertemu dan berdiskusi dengan pakar dan ahli di China. “Salah satunya pertemuan dengan pakar dari Academy of Military Science PLA/National Defence University dan pertemuan dengan Prof. Neng Xinyu, Pakar Hukum Militer dari China University of Polical Science and Law ,” ujarnya. (ant/bali post)

Berikut agenda kunjungan kerja Komisi I DPR RI yang dimulai tanggal 26 Oktober -1 November. Sabtu 26 Oktober 20.40 WIB delegasi berkumpul di Bandara Soekarno -Hatta di terminal 2 D/E 22.40 WIB : take off menuju Bandara Beijing Capital Internasional Airport (PEK) pesawat GA 890 Minggu 27 Oktober 06.55 WIB, Delegasi tiba di Bandara Beijing Capital Internasional airport (PEK), langsung menuju Hotel . Dijemput KBRI 09.00 WIB tiba di Hotel Grand Millenium Jam 16.00-18.00 WIB, RDP Komisi I DPR RI dengan Dubes RI beserta jajarannya di Beijing , RRC; Acara: 18.000 -selesai Jamuan makan malam dengan Dubes LBBP RI dan Pejabat KBRI Beijing. Senin 28 Oktober 07.00 WIB : Sarapan pagi Jam 09.00 WIB : pertemuan denga pakar dari Academy of Military Science PLA/National Defence University. (to be confirmed, diatur ministry of national defence) 12.00 WIB: Makan siang dan pertemuan dengan atase pertahanan dan perwakilan BIN (diatur KBRI) 15.00 WIB makan malam (diatur KBRI) S Selasa 29 Oktober 07.00 WIB ; Sarapan Pagi 14.00 WIB : Pertemuan dengan Prof. Neng Xinyu, Pakar Hukum Militer -China University of polical science and law (tempat KBRI Beijing) Rabu 30 Oktober Siang -sore: kunjungan ke objek-objek yang berkaitan dengan ruang lingkup dan tugas Komisi I DPR RI Kamis , Kamis 31 Oktober 04.30 check out dari hotel 04.45 menuju beijing Capital International airport -Terminal 2 Jumat 01 November tiba di Bandara Soekarno Hatta.

Presiden Kunker ke Sumbar

Buruh akan Mogok Kerja 31 Oktober Jakarta (Suara NTB) – Para buruh berunjuk rasa di kawasan industri Pulogadung, Jakarta Timur, Senin, untuk “pemanasan” sebelum melakukan aksi mogok kerja massal pada 31 Oktober mendatang. Menurut Sekretaris Jenderal Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Muhammad Rusdi, sekitar 300.000 buruh akan terlibat dalam aksi mogok massal di kawasan industri Pulogadung pada 31 Oktober. “Semua akan mogok kerja dan unjuk rasa disini lagi,” katanya. Wakil Ketua DPC Federasi Serikat Pekerja Logam Elektronik dan Mesin Serikat Pekerja Seluruh Indonesia, Harry S, mengatakan serikat pekerja akan secara persuasif meminta izin perusahaan untuk melakukan unjuk rasa pada Kamis mendatang. Siang ini ratusan buruh yang mengenakan atribut Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia, Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia, dan Federasi Serikat Pekerja Kimia Energi Pertambangan Minyak Gas Bumi Dan Umum berkumpul di kawasan industri Pulogadung. Mereka menyampaikan beberapa tuntutan seperti kenaikan upah minimum tahun 2014 menjadi Rp3,7 juta per bulan, pencabutan Instruksi Presiden No. 9 tahun 2013, dan penghapusan sistem alihdaya. Para buruh juga menuntut pengesahan Rancangan Undang-Undang Pekerja Rumah Tangga dan pemberian jaminan kesehatan bagi seluruh warga negara Indonesia mulai 1 Januari 2014. (ant/bali post)

(ant/bali post)

SALAM KOMANDO - Kapolri Komjen Pol Sutarman (kiri) melakukan salam komando dengan pejabat lama Jenderal Pol Timur Pradopo

Timur Pradopo Serahkan Tugas Kapolri kepada Sutarman Jakarta (Suara NTB) – Jenderal (Pol) Timur Pradopo menyerahkan tugas dan program kerja kepada Kapolri baru Komisaris Jenderal (Pol) Sutarman. “Saya memberikan hal-hal yang harus dipertanggungjawabkan kepada pejabat baru,” katanya usai penyampaian memori serah terima jabatan Kapolri di Mabes Polri, Jakarta, Senin. Timur menjelaskan dirinya juga secara formal sudah

membuat laporan terkait program kerja dan tugas baik yang sudah maupun yang belum diselesaikan. “Pak Tarman (Sutarman) juga bagian dari pelaksana tugas yang saya laporkan tadi, sehingga bisa langsung nyambung, lebih gampang dan lebih akselerasi, sehingga langsung bisa melanjutkan apa yang telah dilaksanakan dan yang belum dilaksanakan,” katanya. Dia mengatakan salah satu tugas yang belum terselesai-

kan, yakni pengungkapan kasus penembakan terhadap personel kepolisian. Komjen Sutarman dilantik sebagai Kapolri menggantikan Timur Pradopo oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Kepresidenan pada Jumat pekan lalu. Pada Selasa (29/10), akan dilakukan serah terima jabatan Kapolri dari Timur Pradopo kepada Sutarman di Markas Komando Brimob, Kepala Dua, Depok, Jawa Barat. (ant/bali post)

Masyarakat Diimbau Awasi Seleksi CPNS

(ant/bali post)

BURUH - Buruh di kawasan industri Pulogadung, Jakarta Timur, berencana melakukan aksi mogok kerja pada 31 Oktober 2013.

Aliansi Buruh Aceh Tuntut Kenaikan Upah Banda Aceh (Suara NTB) – Seratusan buruh yang tergabung dalam Aliansi Buruh Aceh berunjuk rasa di halaman Gedung DPRA Aceh, Banda Aceh, Senin, menuntut kenaikan upah buruh dan pengesahan qanun ketenagakerjaan. Mereka mengusung spanduk berisi tuntutan, diantaranya berbunyi, “Naikkan Upah 2014 Sebesar 50 persen”. Tgk Syaiful Mar, koordinator aksi menyatakan, murahnya upah selama ini menyebabkan kehidupan buruh kurang layak, karena tidak mampu memenuhi kebutuhan hidupnya, apalagi untuk memiliki rumah sendiri. Gaji buruh Aceh, kata dia, hanya sekitar Rp1,5 juta. Untuk itu, para buruh mendesak Gubernur Aceh menetapkan upah buruh sebesar Rp2,3 juta. “Tolak upah murah. Kami mendesak Gubernur Aceh menetapkan upah minimum provinsi atau UMP Aceh 2014 sebesar Rp2,3 juta per bulan,” kata Tgk Syaiful Mar. Selain kenaikan upah, Aliansi Buruh Aceh juga menuntut DPR Aceh segera mengesahkan qanun atau peraturan daerah tentang ketenagakerjaan. Qanun ini merupakan jawaban berbagai persoalan buruh di Provinsi Aceh “Qanun ketenagakerjaan yang disahkan lembaga legislatif ini harus partisipatif dan mengakomodir kepentingan buruh. Qanun ketenagakerjaan ini merupakan amanat UU Nomor 11 Tahun 2006 tentang pemerintahan Aceh,” ungkap Tgk Syaiful Mar. Aksi unjuk rasa yang dikawal puluhan polisi tersebut sempat mengganggu jadwal sidang paripurna DPR Aceh dengan agenda pengesahan perubahan APBA 2013. Usai menggelar unjuk rasa di DPR Aceh, massa buruh bergerak ke Kantor Gubernur Aceh untuk menggelar aksi serupa. Sebelumnya, massa menggelar unjuk rasa di Bundaran Simpang Lima, Banda Aceh. (ant/bali post)

Jakarta (Suara NTB) – Wakil Ketua Komisi II DPR RI Arif Wibowo mengimbau agar masyarakat Indonesia turut serta mengawasi proses seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). “Saya harap masyarakat Indonesia turut memantau dan mengawasi proses seleksi CPNS,” kata Arif ketika dihubungi Antara di Jakarta, Minggu. Arif mengemukakan bahwa partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan terutama untuk melaporkan temuan yang janggal dalam proses seleksi CPNS. “Semua harus sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang benar, kalau masyarakat menemuka keganjilan bisa tolong bantu untuk melapor-

(ant/bali post)

Arif Wibowo

kan,” kata Arif. Pemerintah sendiri tahun ini sebetulnya juga sudah mengajak berbagai pihak sep-

erti Indonesia Corruption Watch (ICW) untuk memperkuat pengawasan proses seleksi CPNS. “Kami sangat membutuhkan pengawasan dari semua pihak, tidak hanya oleh legislatif dan pemerintah saja,” ujar Arif. Dia pun menambahkan bahwa sistem yang ada dalam proses seleksi itu harus aman dari peretas sehingga data yang sudah tersimpan di dalam sistem tidak dapat dimanipulasi oleh siapa pun dan berjalan sebagaimana adanya. “Ada ahli yang akan memastikan bahwa sistem tersebut harus aman dari peretas atau pun campur tangan pihak yang tidak bertanggung jawab,” kata dia. (ant/bali post)

Jakarta (Suara NTB) – Sumatera Barat. Presiden Susilo Bambang Selama melakukan kunjunYudhoyono didampingi Ibu Ani gan kerja di Sumatera Barat, Yudhoyono, Senin siang, tiba di Presiden dijadwalkan melangBandara Internasional Minangk- sungkan sejumlah acara di Buabau untuk melakukan kunjun- kittinggi dan Kota Padang. gan kerja hingga Kamis (31/10) Kegiatan Presiden selama di Provinsi Sumatera Barat. di Sumatera Barat antara lain Presiden dan rombongan meninjau perpustakaan, jemtiba pukul 12.20 WIB disam- batan kelok sembilan di Kabubut oleh Gubernur Sumatera paten Lima Puluh Kota, menBarat Irwan Prayitno dan ja- injau Istano Basa Pagaruyung jaran Muspida Provinsi dan menghadiri peringatan Sumatera Barat. hari Pangan Se-dunia di Kota Presiden didampingi oleh Padang. (ant/bali post) sejumlah menteri antara lain Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Mensesneg Sudi Silalahi, Seskab Dipo Alam, Menteri Keuangan Chatib Basri dan Jaksa Agung Basrief Arief. Bersama Presiden juga tampak Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman serta pejabat lainnya. Sebelum berangkat menuju Bukittingi, Presiden di ruang VIP Bandara Udara Internasional Minangkabau mendengarkan paparan mengenai perkembangan pembangunan di Susilo Bambang Yudhoyono

(ant/bali post)

Dorong Indonesia Jadi Bangsa Maju

SUARA NUSANTARA

Ketua MKGR Prihatin Kehidupan Berbangsa Saat Ini Jakarta (Suara NTB) – Ketua Umum Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) Priyo Budi Santoso mengaku prihatin dengan kehidupan berbangsa dan bernegara pascareformasi. Priyo mengungkapkan hal itu ketika berkunjung ke kediaman Try Sutrisno di Jakarta, Senin, sekaligus bersilahturahim dengan mantan wakil presiden tersebut. “Ormas MKGR secara khusus berkunjung ke Pak Try Sutrisno untuk mendapatkan prespektif yang utuh terhadap situasi sosial politik kita sekarang ini, terutama amandemen UUD 45,” kata Priyo. “Dengan reformasi, demokrasi kita peroleh dan dipraktikkan. Tapi dalam pelaksanaannya kemudian ada cost sosial yang dibayar negeri ini, yakni gesekan masyarakat yang semakin membuncah dan kemudian masyarakat kita gampang marah dengan masalah sepele, nilai-nilai gotong royonng, nilai persatuan dan lain sebagainya semakin terkikis.” Mencermati kondisi itu, MKGR berinisiatif akan menggelar road show ke tokoh-tokoh nasional seperti mantan presiden RI, BJ Habibie, Megawati Soekarnoputri, mantan wakil presiden, Amir Hamzah, Jusuf Kalla. “MKGR kuatir ka-

lau ini terjadi terus dan kalau dibiarkan, dikuatirkan akan terjadi ekses yang akan meruntuhkan rumah kebangsaan kita. Bhinneka Tunggal Ika menjadi semakin mahal hari ini justru ketika demokrasi kita lakukan,” kata wakil kedua DPR itu. Dia menambahkan, apa yang disampaikan Try Sutrisno sudah sangat pas dengan keprihatinan MKGR saat ini. “Apa yang disampaikan Pak Try sangat sama dengan MKGR, nyambung dengan MKGR dan kita berkomitmen bersama-sama berikhtiar bersama sehingga nilai-nilai luhur bangsa kita, seperti gotong royong, tenggang rasa dapat dipertahankan,” kata dia Dia menambahkan, nilainilau nasionalisme yang mulai luntur saat menjalankan demokrasi, mestimya berkaca pada pejuang-pejuang kita yang hebat. “Sumpah pemuda merupakan modal bagi kita sehingga berdiri tegak dan dihormati oleh bangsa lain. Sumpah pemuda memberi inspirasi bahwa sesungguhnya kita ini adalah negara besar dan dihormati bangsa lain.” Kedatangan Priyo bersama beberapa pengurus DPP MKGR ke rumah Try Sutrisno juga berkaitan dengan rencana digelarnya Rapat Kerja Nasional (MKGR) dalam waktu nanti. (ant/bali post)

Komisi III akan Lakukan Seleksi Hakim MK Jakarta (Suara NTB) – Anggota Komisi III DPR Eva Kusuma Sundari mengatakan pihaknya akan melakukan seleksi Hakim Mahkamah Konstitusi pada masa sidang berikutnya, untuk mengisi kekosongan pascatertangkapnya Ketua MK nonaktif Akil Mochtar oleh KPK. “(Pak Akil) Kan sudah diberhentikan (sementara) oleh Presiden, maka di masa sidang yang akan datang Komisi III akan melaksanakan seleksi,” kata Eva Kusuma Sundari melalui pesan singkat yang diterima di

Jakarta, Senin. Eva mengatakan dirinya telah mengusulkan agar dalam proses seleksi tersebut juga mengikutsertakan akademisi dari Fakultas Ilmu Psikologi agar mendorong adanya pernyataan dan komitmen calon hakim terhadap anti-korupsi. Eva juga mengatakan bahwa pemilihan hakim tersebut dilakukan layaknya pemilihan hakim konstitusi biasanya. Perihal siapa hakim yang akan menjabat sebagai Ketua MK nantinya, hal itu diserahkan kepada internal MK. “Pemilihan Ketua MK oleh

pleno di dalam. Lagi pula panel hakim yang diperlukan tujuh orang hakim, sekarang masih ada delapan, jadi tidak mendesak,” kata Eva. Ketua Komisi III Pieter Zulkifli mengatakan hal senada, menurut dia, Ketua MK dipilih oleh Hakim MK melalui rapat pleno internal. “Sedangkan usulan calon hakim konstitusi untuk mengisi kekosongan Akil Mochtar, dilakukan oleh DPR karena Akil Mochtar dulu diusulkan oleh DPR,” kata Pieter melalui pesan singkat. (ant/bali post)

Eva Kusuma Sundari

(ant/bali post)

SUARA NTB Selasa, 29 Oktober 2013


SUARA NTB Selasa, 29 Oktober 2013

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

NSA Lacak 60,5 Juta Pembicaraan Telepon Warga Spanyol Madrid Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat (NSA) melacak 60,5 juta pembicaraan telephon di Spanyol hanya dalam waktu satu bulan, demikian harian Spanyol, El Mundo, Senin. NSA melacak asal dan tujuan penggilan telephon serta durasi pembicaraan, demikian tulis blogger asal Amerika Serikat, Glenn Greenwald, di Harian El Mundo. Greenwald, yang menulis artikel tersebut bersama salah seorang temannya, mengatakan, dia mempunyai akses terhadap dokumen rahasia yang dibocorkan mantan kontraktor intelijen Amerika Serikat, Edward Snowden.

Berita tersebut muncul beberapa jam sebelum pertemuan pejabat Kementerian Luar Negeri Spanyol dengan Duta Besar Amerika Serikat untuk Kerajaan Spanyol, James Costos. Laporan pengintaian Amerika Serikat di Spanyol itu menambah rentetan skandal lain terkait tindakan spionase NSA terhadap warga biasa dan pemimpin negaranegara dunia, termasuk di antaranya Kanselir Jerman,

Angela Merkel. Pembicaraan telefon Merkel dikabarkan telah disadap NSA sejak 2002. Berita El Mundo itu menunjukkan volume harian pembicaraan telefon yang dilacak dalam 30 hari sampai 8 Januari 2013 Pelacakan tertinggi terjadi pada 11 Desember 2012 saat NSA mengintai lebih dari 3,5 juta panggilan telefon di Spanyol. NSA melacak asal, tujuan,

dan durasi panggilan telefon namun tidak merekam isi pembicaraannya. Tindakan NSA itu pelanggaran hukum di Spanyol, jika dilakukan tanpa surat perintah yang sah. Perdana Menteri Spanyol, Nariano Rajoy, mengatakan pada pekan lalu, dia tidak mempunyai bukti negaranya dimata-matai. Namun Rajoy memanggil Costos untuk meminta penjelasan. Dalam pertemuan puncak pada pekan lalu, 28 pemimpin negara anggota Uni Eropa menyepakati, mereka menghargai hubungan dengan Amerika Serikat namun me-

negaskan hubungan itu harus didasari pada prinsip saling percaya terutama dalam persoalan intelijen. Prancis dan Jerman sedang berupayamencapai nota kesepahaman dengan Washington mengenai hal itu pada akhir tahun ini. Rajoy sendiri menyatakan, Spanyol untuk sementara ini tidak akan bergabung dengan Paris dan Berlin untuk upaya tersebut. Dia menegaskan, persoalan intelijen adalah tanggung jawab pemerintah nasional masing-masing negara dan bukan Uni Eropa. (ant/bali post)

(ant/bali post)

SAMBUT OBAMA - Kanselir Jerman, Angela Merkel menyambut Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, di luar gedung Kekanseliran, Berlin, Jerman, belum lama ini.

DK PBB Adakan Pembicaraan Darurat tentang Kongo New York Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa akan mengadakan pembicaraan darurat pada Senin mengenai gelombang baru pertempuran di timur Republik Demokratik Kongo di mana penjaga perdamaian PBB tewas, kata para diplomat. Prancis menyerukan pertemuan itu saat pemimpin PBB Ban Ki-moon mengutuk keras pembunuhan seorang penjaga perdamaian asal Tanzania dalam serangan oleh pasukan DR Kongo terhadap pemberontak M23 di utara kota utama Goma. M23 telah memerangi pasukan pemerintah di daerah kaya sumber daya di timur DR Kongo sejak Maret 2012, demikian laporan AFP. Bentrokan baru meletus setelah pembicaraan perdamaian yang hampir gagal antara kedua belah pihak di Kampala. (ant/bali post)

TEROWONGAN - Seorang pekerja terowongan Palestina berbicara dengan temannya di dalam terowongan penyelundupan di bawah perbatasan Gaza-Mesir di bagian selatan Jalur Gaza.

Larangan Masuknya Bahan Baku Lumpuhkan Ekonomi Jalur Gaza Kota Gaza Bagi Awad Ja‘rour, pengelola pabrik pembuatan batu bata di Jalur Gaza, kondisi belakangan ini sangat berat. Ia baru saja menutup pabriknya dan memutuskan hubungan kerja dengan semua pegawainya. Penyebabnya ialah kekurangan bahan baku bangunan yang parah di daerah kantung Palestina itu. “Saya tidak menerima semen selama lebih dari tiga pekan,” kata Ja`rour kepada Xinhua, sementara ia menunjuk ke mesin pembuatan batu batanya. Sejak 30 Juni, ketika protes besar anti-presiden terguling Mohammed Moursi menenggelamkan tetangga Jalur Gaza, Mesir, kegiatan penyelundupan melalui ratusan terowongan ke Jalur Gaza telah berkurang. Setelah ketidakstabilan politik di Mesir meningkat, terowongan tersebut —yang menjamin semua jenis barang dan bahan mentah bagi pembangunan ke Jalur Gaza— menghadapi peningkatan tekanan. Belum lama ini, penyelundupan nyaris terhenti total, setelah militer Mesir menutup sebagian besar terowongan itu. Para pemilik terowongan di Kota Rafah, bagian selatan Jalur Gaza, di perbatasan dengan Mesir, mengatakan lebih dari 90 persen terowongan tidak lagi beroperasi akibat aksi yang dilancarkan lembaga keamanan Mesir. “Bahkan terowongan yang masih beroperasi ... tidak beroperasi secara layak, sebab pemiliknya berhatihati, dan tak mau mengambil risiko ditangkap. Mereka menolak untuk mengimpor semen dan bahan-bangunan lain,” kata seorang pemilik terowongan, sebagaimana dilaporkan Xinhua. Pada 22 September, Israel

mengizinkan impor semen dan bahan mentah bangunan dalam jumlah terbatas untuk sektor swasta untuk pertama kali dalam enam tahun. Namun, itu tidak berlangsung lama. Israel segera membatalkan keputusannya setelah menemukan satu terowongan yang digali gerilyawan Hamas dari Jalur Gaza ke dalam wilayah Israel. Belum lama ini, para pejabat di sektor bangunan di Jalur Gaza memperingatkan mengenai bencana ekonomi —yang bisa membuat Jalur Gaza kembali ke masa paling sulitnya pada 2007, ketika kemunculan Hamas ke tampuk pimpinan membuat Israel memberlakukan blokade terhadap daerah kantung tersebut. Menurut data resmi, Jalur Gaza menderita kerugian ekonomi setiap bulan sebesar 239 juta dolar AS akibat penutupan terowongan yang menghubungkan Jalur Gaza dengan Mesir baru-baru ini. “Melarang bahan bangunan menghalangi semua proyek penanaman modal di Jalur Gaza, dan sektor swasta menanggung beban paling berat,” kata Nabil Abu

Mo`eilek, pemimpin Perhimpunan Kontraktor Palestina di Jalur Gaza. Ia menambahkan, “Jalur Gaza sangat memerlukan penyelesaian krisis ini secepatnya.” Hatem Aweida, Direktur di Kementerian Ekonomi yang dioperasikan HAMAS di Jalur Gaza, memberitahu wartawan pertumbuhan GDP turun sampai tiga persen akibat peningkatan blokade yang diberlakukan atas Jalur Gaza. Ia menambahkan sebanyak 35.000 pekerja telah kehilangan pekerjaan sementara mereka di sektor pembangunan dan industri. Badan Pekerjaan dan Bantuan PBB buat Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA) juga memperingatkan mengenai parahnya krisis tersebut setelah Israel dan Mesir melarang masuknya bahan bangunan ke Jalur Gaza. Juru Bicara UNRWA di Jalur Gaza Adnan Abu Hasna memberitahu Xinhua bahwa proyek pembangunan UNRWA akan berhenti jika larangan atas bahan mentah berlanjut. (ant/bali post)

Pasukan pemerintah mengatakan, Minggu, bahwa mereka telah merebut kota-kota Rutshuru dan Kiwanja dari M23. Sekjen PBB mengatakan penjaga perdamaian Tanzania dibunuh oleh tembakan M23 di Kiwanja. Seorang juru bicara PBB mengatakan Ban mengecam pembunuhan itu. Amerika Serikat, Sabtu, mengaku khawatir mengenai laporan peningkatan pertempuran antara gerilyawan dan pasukan pemerintah di Republik Demokratik Kongo Timur, meskipun ada seruan internasional agar pihak-pihak yang terlibat menahan diri. “Kami sangat prihatin dengan laporan penembakan lintas perbatasan,” di Kivu Utara, kata Juru Bicara Departemen Luar AS Jen Psaki dalam sebuah pernyataan. Ia mendesak semua pihak “untuk menahan diri dari tindakan yang

bisa lebih meningkatkan ketegangan”. Pertempuran terakhir di bagian timur Republik Demokratik Kongo meletus pada Jumat, kurang dari sepekan setelah Kinshasa dan gerilyawan M23 mengumumkan bahwa perundingan perdamaian di Kampala gagal. Pertempuran lain terjadi pada Sabtu, ketika tentara menyerang posisi M23 di wilayah Mabenga, sekitar 80 kilometer (50 mil) utara Goma dan lebih dekat dengan perbatasan Uganda. Pernyataan Psaki itu mendesak semua pihak untuk kembali ke meja perundingan “guna mengatasi rintangan yang tersisa untuk penandatanganan kesepakatan perdamaian akhir, yang akan menciptakan gencatan senjata permanen dan meminta pertanggungjawaban pihak-pihak yang melakukan kejahatan serius”. (ant/bali post)

Pelaku Teror Harus Diusir dari Suriah Teheran Presiden Iran Hassan Rouhani, Minggu, mengatakan kepada Utusan PBB Liga Arab Lakhdar Brahimi - yang tengah berkunjung - bahwa salah satu bagian dari solusi untuk krisis Suriah adalah dengan mengusir kelompok pelaku teror dari negara itu, kata sebuah laporan. “Iran percaya bahwa dengan melanjutkan bantuan kemanusiaan, mencegah masuknya (dan) mengusir kelompok pelaku teror dari Suriah serta pemusnahan menyeluruh senjata kimia akan menjadi langkah pertama yang penting untuk men-

capai perdamaian stabil di Suriah,” kata Rouhani dalam komentar yang dilaporkan oleh kantor berita resmi Iran, IRNA. Rezim Suriah menyebut para gerilyawan yang berjuang untuk menggulingkan rezim Presiden Bashar al-Assad sebagai “kelompok teroris” yang menerima perintah dari negara-negara asing. Brahimi tengah melakukan tur di Timur Tengah untuk menggalang dukungan bagi rencana konferensi perdamaian di Jenewa bulan depan antara rezim dan perwakilan gerilyawan. Rouhani mengatakan hambatan utama untuk menyelesaikan krisis Suriah adalah kurangnya konsensus di antara pemain di kawasan tersebut dan internasional. “Masalah pertama adalah perpecahan di antara oposisi Suriah, kehadiran kelompok pelaku teror di antara mereka ... dan kurangnya konsensus di antara negara-negara tetangga Suriah dan negara-negaHassan Rouhani (ant/bali post)

ra besar dunia,” katanya. Dia menambahkan, “Iran siap untuk memainkan peran positif dalam setiap gerakan yang akan berkontribusi bagi kestabilan di Suriah, dan tidak ada bedanya jika upaya itu disebut konferensi Jenewa II atau apa pun.” Upaya yang disebut konferensi Jenewa II itu telah berulang kali ditunda di tengah perselisihan antara oposisi Suriah, dan perselisihan tentang negara mana saja, termasuk Iran, yang akan ikut berpartisipasi. Brahimi mengatakan di Teheran pada Sabtu bahwa partisipasi Iran adaah sesuatu yang dianggap perlu dan bersifat alami. Namun ia menekankan bahwa belum ada undangan yang dikirim untuk usul konferensi perdamaian internasional yang oleh PBB diharapkan dapat diselenggarakan pada akhir November itu. Prospek untuk inisiatif itu tampak redup seiring dengan oposisi Suriah yang terpecah belah belum memutuskan apakah akan hadir dan Bashar mengatakan “faktor-faktor belum siap” untuk konferensi. Konflik itu telah menewaskan lebih dari 115 ribu orang sejak meletus pada Maret 2011, ketika tindakan keras pemerintah terhadap protes damai berubah menjadi perang saudara, demikian laporan AFP. (ant/bali post)


Snt29102013