Page 1

LANGGANAN LOMBOK SUMBAWA ECERAN Rp 3.000

Rp. 50.000 Rp. 55.000

16 HALAMAN

SUARA NTB Pengemban Pengamal Pancasila

SENIN, 23 DESEMBER 2013

NOMOR 240 TAHUN KE 9 Online :http://www.suarantb.com E-mail: hariansuarantb@gmail.com

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257 (Suara NTB/ars)

HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004

DPD Demokrat NTB Gelar Kontes ’’Ayam Ketawa’’

Akomodir Hobi Seluruh Lapisan Masyarakat

Zainul Aidi

Mataram (Suara NTB) Berbagai segmen hobi masyarakat mulai bermunculan seiring beragamnya gaya hidup. Dari hobi memancing, futsal, lomba kicau burung, bonsai. Mereka yang kreatif kemudian meng – organized ini dalam per-

lombaan. Pun demikian dilakukan DPD Partai Demokrat NTB. Kali ini sedikit berbeda. Partai dengan dominasi warna biru langit ini menjadikan hobi baru masyarakat memelihara ‘’ayam ketawa’’ sebagai event lomba, Bersambung ke hal 5

ANTUSIAS - Peserta antusias mengikuti ‘’Kontes Ayam Ketawa Demokrat Cup I”.

C.01.08.13

TNI menyiapkan pasukan Batalyon untuk mem back up polisi. Total pasukan yang disiagakan 5.0205 personel. Sniper akan disiapkan untuk menindak setiap kali ada kecurigaan terhadap gerakan radikal. Terutama di

gereja – gereja yang merayakan Natal, sampai dengan perayaan tahun baru (Nataru) di lokasi wisata mendatang. Sedikitnya ada 46 gereja se NTB yang akan diberi pengamanan khusus. “Pasukan akan siaga dua bulan penuh,

Desember sampai Januari,” kata Kapolda NTB, Brigjen Pol. Drs. Moechgiyarto, SH, M.Hum usai memimpin gelar pasukan di Lapangan Gajahmada, Sabtu (21/12). Bersambung ke hal 5

NATARU - Pasukan berkuda dan kendaraan operasional lainnya, disiapkan Polda NTB untuk pengamanan Nataru.

TO K O H Siapkan Sanksi Tegas

Mataram (Suara NTB) Selain dicopot dari jabatan sebagai Kajari Praya, Lombok Tengah (Loteng), hukuman berat lainnya menanti Subri, SH, MH dari Kejaksaan Agung (Kejagung) RI. Namun Kejagung masih menahan sanksi itu, karena harus menunggu proses hukum yang dilakukan KPK.

JAJARAN Polda NTB sedang ‘resah’. Salah satu Kapolres harus berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang melibatkan institusi tetangga, Kejaksaan. Kapolres Lombok Tengah, AKBP Supriyadi, SIK harus memenuhi panggilan KPK sebagai saksi dalam kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) Kajari non aktif, Subri, SH, MH. Bersambung ke hal 5 Moechgiyarto

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung RI, Setia Untung Arimuladi, SH, MH dihubungi Suara NTB Minggu (22/12) mengatakan, saat ini proses secara internal sedang berlangsung. Selain investitasi yang dilakukan oleh tim penyidik utusan Kejagung beberapa waktu

lum tahu hasilnya (ivestigasi tim Kejagung dan Komisi Kejaksaan),’’ kata Untung. Bersambung ke hal 5

lalu, ada juga proses lain dari Komisi Kejaksaan. Pihaknya masih menunggu dua proses itu. ‘’Sementara ini, saya be-

Bulan Bakti Karang Taruna NTB 2013

Bangun Fasilitas MCK dan Bedah Rumah Tak Layak Huni Taruna (FPKT) Provinsi NTB melakukan bakti sosial di Desa Parado Rato, Kecamatan Parado, Kabupaten Bima. Bersambung ke hal 5

(Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) Serangkaian kegiatan Bulan Bakti Karang Taruna (BBKT) tahun 2013 tingkatprovinsi,ForumPengurusKarang

Ma'ruf Syamsudin

C.03.08.13

BAKTI SOSIAL - Serangkaian BBKT tahun 2013 tingkat provinsi, FPKT Provinsi NTB melakukan bakti sosial di Desa Parado Rato, Kecamatan Parado, Kabupaten Bima melibatkan masyarakat sekitarnya.

(Suara NTB/ars)

Mataram (Suara NTB) Gerakan radikal mengarah ke terorisme masih menjadi kekhawatiran utama Polisi dan TNI. Bahkan untuk tindakan tegas, polisi menyiapkan sniper di titik – titik tertentu. Sementara


SUARA NTB Senin, 23 Desember 2013

SUARA MATARAM

Halaman 2

Pinjam Lahan ENGGANNYA para pedagang pakaian rombengan di Pasar Tembeloq untuk direlokasi ke Pasar Mandalika, menyebabkan Pemkot Mataram harus berpikir ekstra untuk terus mengimbau mereka segera pindah. Pasalnya, Februari 2014 mendatang pembangunan jalan jalur dua dan drainase di jalan TGH. Faisal akan segera dilaksanakan. Mestinya, ada inisiasi untuk meminjamkan lahan pemerintah, agar masyarakat (pedagang, red) bisa pindah. Lurah Mandalika, H. A. Gufran dikonfirmasi Sab(Suara NTB/dok) tu (21/12) mengatakan H. A. Gufran persoalan enggannya pedagang pakaian rombengan di Pasar Tembeloq pindah ke Pasar Mandalika, karena pedagang menilai tidak representatif. Ia menambahkan sebagian pedagang juga telah mengalami cerita pahit ketika berjualan di Pasar Mandalika. “Kalau yang saya dengar di sana (Mandalika, red) kehidupannya keras,” katanya. Dikatakan Gufran, ada beberapa titik lahan milik Pemprov NTB yang tidak dimanfaatkan. Pihaknya telah mengusulkan dan menyurati Biro Umum Setda NTB untuk memberikan hak pinjam pakai. Karena pedagang hanya ingin pindah ke tempat lain, asalkan tidak direlokasi ke Mandalika. “Saya sudah bersurat satu bulan yang lalu, tapi belum ada tanggapan,” terangnya. Disebutkan, tanah milik provinsi yang tepat berada di sebelah kanan Kantor Lurah Mandalika seluas 5 are. Seandainya, pemerintah meminjamkan lahan tersebut, praktis pedagang dengan sendirinya mau pindah. Terkait dengan jumlah pedagang pakaian rombengan yang melebihi dari lapak yang akan disedikan Pemkot Mataram, Gufran mengatakan Pemkot telah mensurvei lokasi dan menentukan kapasitas yang akan disediakan. Menyinggung keinginan Pemkot Mataram, memindahkan lapak di eks Pelabuhan Ampenan untuk dijadikan sebagai tempat sementara bagi pedagang yang belum mendapatkan lapak setelah direlokasi. Diakuinya, selama ini belum mendapatkan informasi masih dari Dinas Koperindag Kota Mataram. “Belum saya dengar kalau masalah itu,” tuturnya. Dalam kesempatan itu, ia meminta kepada Pemerintah Provinsi, agar segera merealisasikan keinginan masyarakat. Demi memperlancar proses pembangunan di Kota Mataram. (cem)

Ibu Semua Anak di Mataram MINGGU (22/12) kemarin menjadi hari yang membahagiakan bagi semua ibu di penjuru dunia. Momen hari ibu pun diperingati dengan cara yang berbeda-beda. ‘’Bagi saya peringatan hari ibu, adalah momen untuk merenung sudah seberapa besar kita sebagai perempuan berbuat untuk keluarga, lingkumgan dan masyarakat,’’ kata Ketua Komisi II DPRD Kota Mataram, Nyayu Ernawati, S.Sos. Politisi PDI Perjuangan ini melihat sudah ada perubahan signifikan peran perempuan dalam pembangunan, khususnya di Kota Mataram. (Suara NTB/fit) Ini terbukti dengan cukup Nyayu Ernawati banyaknya perempuan yang menempati posisi tinggi di Mataram. ‘’Kita berharap makin banyak lagi perempuan-perempuan hebat yang bisa menempati posisi puncak,’’ ujarnya. Menurut Nyayu, perempuan-perempuan hebat yang ada di Mataram harus terus menunjukkan prestasi dan karya nyata dalam bidang yang ditekuninya. Dengan cara itu diharapkan sosok perempuan bisa mendapatkan tempat tertinggi tersebut, sehingga bisa memperjuangkan nasib masyarakat lebih mudah dengan posisi yang ada. Tidak saja di eksekutif, Nyayu juga berharap hal yang sama terjadi di parlemen. Karena sekarang saja dengan total kursi DPRD Kota Mataram, keterwakilan perempuan masih sangat minim, yakni tiga kursi. Anggota Dewan dua periode ini tidak menampik, memang tidak mudah meyakinkan masyarakat bahwa kaum hawa juga bisa punya kapasitas seperti kaum adam. ‘’Seharusnya tidak boleh ada pembedaan antara laki-laki dan perempuan,’’ imbuh Nyayu. Karenanya, ia mendorong kaum perempuan untuk terus meningkatkan kapasitasnya, sehingga masyarakat tidak ragu memberikan amanah kepada mereka. Ketika sudah sampai pada posisi yang sama dengan lakilaki, perempuan harus menunjukkan bahwa mereka tidak minta untuk diistimewakan. Nyayu mencontohkan rapat sampai malam, suka tidak suka, harus tetap diikuti. Tentunya semua ini bisa berjalan apabila mendaptkan restu dari keluarga. ‘’Apapun pekerjaan kita restu keluarga yang utama,’’ tandasnya. Sebagai perempuan yang duduk sebagai wakil rakyat, tidak cukup hanya menjadi ibu bagi anak kandungnya sendiri. ‘’Tapi kita juga harus menjadi ibu bagi semua anak di Kota Mataram,’’ demikian ibu beranak satu ini. Dengan alasan kesetaraan gender sekalipun, pihaknya tetap tidak akan memaksakan kehendak. Pilihan kembali kepada masyarakat. ‘’Ya kami berharap masyarakat pada saat memilih benarbenar menggunakan hak pilihnya dan memilih wakil yang mereka anggap benar-benar bisa menyuarakan aspirasinya. Sehingga lima detik di bilik suara tidak menyesal selama lima tahun. Karena keterwakilan di lembaga legislatif itu pengaruhnya sangat besar untuk menentukan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat,’’ terang Nyayu. (fit)

(Suara NTB/ars)

UKW - Sebanyak 17 Wartawan Suara NTB dan Koran Tokoh (Kelompok Media Bali Post), Sabtu (21/12) mengikuti Uji Kompetensi di Mataram. Dari 17 orang yang mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW), dua orang klasifikasi Utama, tiga orang klasifikasi Madya dan 12 orang klasifikasi Muda. Tampak tiga orang penguji (dari kanan ke kiri duduk), Alit Purnatha (Wakil Penanggung Jawab Bali Post), Nyoman Wirata (Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab Bali Post) dan Suryawan (Pemimpin Umum DenPost) saat foto bersama dengan peserta UKW.

Pemanfaatan Bilboard Tak Sesuai Aturan

Tahun 2014

NTB Siapkan Dana Jampersal Rp 10 Miliar Mataram (Suara NTB)Meskipun sudah tidak dianggarkan lagi oleh Kementerian Kesehatan, Pemprov NTB tetap menganggarkan dana program Jaminan Persalinan (Jampersal) pada tahun 2014 sebesar Rp 10 miliar. Dana sebesar itu dipergunakan untuk menjamin persalinan sebanyak 52 ribu hamil di daerah ini. “Begitu ada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) mulai Januari 2014, program Jampersal hilang. Tetapi pemerintah provinsi tetap mengalokasikan Rp 10 miliar untuk tahun mendatang,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB, drg. Eka Junaidi di Mataram, Sabtu (21/12). Eka menjelaskan, ibu hamil di wilayah NTB akan tetap mendapatkan jaminan pada 2014 mendatang walaupun Kementerian Kesehatan sudah tidak menganggarkan dana untuk itu. “Jadi orang yang

melahirkan, yang sebelumnya sudah dijamin kita tetap siapkan anggaran,” jelasnya. Nantinya, katanya, pemerintah kabuapten/kota juga mengalokasikan anggaran untuk itu. Prinsipnya, pemprov NTB dan pemda kabupaten/kota menanggung sama-sama 50 persen sesuai dengan jumlah ibu hamil yang melakukan persalinan pada tahun 2014 mendatang. Sehingga, lanjutnya, total anggaran yang disiapkan untuk program Jampersal 2014 tersebut sebesar Rp 20 miliar. “Jadi pemerintah provisi

sudah menyiapkan anggaran sekitar Rp 10 miliar. Kemudian kabupaten/kota juga 10 miliar. Prediksinya 52 ribu ibu hamil yang akan melahirkan tahun 2014,” sebutnya. Eka menambahkan, setiap tanggal 15 tiap bulannya, Dinas Kesehatan kabupaten/ kota akan melaporkan ibu-ibu hamil yang akan mendapatkan program Jampersal tersebut. Jika sudah didata, maka ibu hamil tersebut akan langsung diberikan pelayanan Jampersal pada layanan kesehatan yang ada. (nas)

Kegiatan BBM dan SMS

Diharap Bisa Memotivasi Kecamatan Lain

(Suara NTB/ist)

JALAN SEHAT - Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh didampingi isteri, Hj. Suryani Ahyar Abduh beserta Camat Selaparang, Irwan Rahadi dan lainnya pada saat mengikuti jalan sehat keliling Kelurahan Dasan Agung Baru dalam program BBM dan SMS, Sabtu (21/12). Mataram (Suara NTB)Kecamatan Selaparang kembali menyelenggarakan kegiatan Silaturahmi Masyarakat Selaparang (SMS) dan Bulan Bakti Masyarakat (BBM), Sabtu (21/12). Bulan November lalu, kegiatan ini dilaksanakan di Kelurahan Dasan Agung. Di bulan ini, Kelurahan Dasan Agung Baru yang menjadi tuan rumah. Kegiatan yang diikuti masyarakat umum dan pelajar ini diisi dengan jalan sehat sambil bergotongroyongmengumpulkansampah yang ditemui sepanjang jalan. Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh mengharapkan kegiatan BBM dan SMS yang rutin dilaksanakan Kecamatan Selaparang dapat

memotivasi kecamatan lainnya di Kota Mataram untuk menggelar acaraserupa.‘’Kegiataninimurniinisiatif dari kecamatan, dan masingmasing kecamatan punya ide yang berbeda-beda. Tapi harapannya kecamatanlainbisamenggagaskegiatan semacam ini,’’ ujarnya. Ahyar menambahkan, selain diisi dengan kegiatan olahraga bersama. Kegiatan ini juga sebagai ajang silaturahmi masyarakat sehingga dapat meningkatkan rasa kebersamaan. “Jalan sehatnya berkeliling lingkungan sekaligus bersih-bersih, kegiatan yang sangat positif,’’ tambahnya. Camat Selaparang Irwan Rahadi mengatakan, program SMS

telah dilaksanakan di tujuh kelurahan yang ada di Kecamatan Selaparang. Masih ada dua kelurahan yang belum menjadi tuan rumahyaituKelurahanKarangBaru dan Monjok. Kegiatan ini menurutnya gerakan spontanitas untuk memancing silaturahmi warga. Kelurahan yang menjadi tuan rumah dalam kegiatan ini bisa menunjukkan berbagai program unggulannya kepada masyarakat. Kegiatan SMS ujarnya menjadi ajang silaturahmi pemerintah dan masyarakat sehingga terjalin hubungan harmonis dalam mendukung program pembangunan Pemkot Mataram. Terkait format kegiatan diserahkan kepada kelurahan yang menjadi tuan rumah. ‘’Programapayangdiunggulkankelurahan bisa diekspose ke pemerintah kota, sekaligus juga masalah yang menjadi beban yang sifatnya urgen dan prioritas bisa disampaikankeWalikotaataukepalaSKPD yangmemangdiundangsaatkegiatan SMS dan BBM,’’ terangnya. Melalui kegiatan SMS dan BBM diharapkan masyarakat lebih peduli pada lingkungan, khususnya dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan. Setelah acara ini diharapkan motivasi masyarakat tumbuh untuk peduli lingkungan. ‘’Masing-masing kelurahan berkompetisi secara sehat untuk menciptakan wilayahnya yang bersih,’’ pungkasnya. (yan)

Pemilik akan Diberikan Sanksi Mataram (Suara NTB) – Laranganpemasanganalatperagakampanyedenganmenggunakan bilboard, tidak pernah diindahkan oleh calon legislatif. Padahal sesuai aturan, telah menyalahi aturan KomisiPemilihanUmum(KPU).Pemilik reklame yang menyewakan pun, akan diberikan sanksi tegas oleh Dinas Pertamanan. Pantauan Suara NTB tepatnya di depan Hotel Mataram, bilboard salah satu calon legislatif (Caleg) DPR RI terpasang sudah beberapa lama. Belum lagi, di jalan Bung Karno ada calon legislatif NTB. KepalaDinasPertamananKota Mataram, Makbul Ma’shum ketika dikonfirmasi di ruangan kerjanya, Sabtu (21/12) mengatakan secara aturan penertiban alat peraga kampanye yang memiliki adalah tim terpadu, yang terdiri dari KPU, Panwanslu, Pol PP dan Dinas Pertamanan. Ditambahkannya, pihaknya tidak bisa bergerak sendiri tanpa ada koordinasi dari tim KPU. Terkait pemilik izin reklame yang menyalahi aturan dari izin yang diusulkan sebelumnya, pihaknya akan diberikan sanksi. “Nanti kita coba tegur pemiliknya,” terangnya. Diakuinya, caleg yang memasang gambar di bilboard telah beberapa kali diberikan teguran. Katanya, pemilik berjanji akan menurunkan,kenyataannyabelum

sampai saat ini. Ditambahkan Makbul Ma’shum, pihaknya telah mendata titik bilboard yang dijadikansebagaitempatmemasangalat peraga kampanye. Setelah pendataan usai sambungnya, pihaknya akan mengkomunikasikan denganKPU,untuksegeraditertibkan. Ketika kembali menanyakan proses izin sehingga caleg dengan mudahnya menggunakan bilboard sebagai alat peraga? Ia mengakui padadasarnyasemuabilboardyang disediakan adalah milik pemerintah atau dinas pertamanan sebagai penanggungjawab. Namun bilboard tersebut, kontruksinya disewakan kepada pengusaha reklame, sehingga dikomersilkan sesuai dengan izin yang diberikan. Belakanganinitambahnya,pengusahareklametelahmenyalahiaturan di luar izin yang diberikan. Mengantisipasi pelanggaran yang tidak diinginkan,pihaknyaakanmemanggil pengusaha izin reklame. Disinggungbentukteguranyangdiberikan, Makbul Ma’shum menjawab tergantungberapakalipelanggarandilakukan oleh pemilik reklame. Pengalamannya, pemilik izin reklame satukaliditegurlangsungtidakmengulangi lagi. “Satu kali ditegur kita berikan sanksi administrasi, tapi kalau sudah tidak diindahkan, kita akancabutizinreklamenya,”demikian Makbul Ma’shum. (cem)

Curanmor Meresahkan

Warga Punia Pasang Portal Mataram (Suara NTB) Langkah antisipasi kejahatan curanmor ditempuh masyarakat lingkungan Punia Jamak, Kelurahan Punia, kecamatan Mataram. Merekasecaraswadayamembangun portaldisetiapganglingkungan.Langkah ini untuk mengantisipasi kasus curanmor yang sudah sangat meresahkan.Duabulanterakhir,limamotorraibdicuridilingkunganitu. Sementara ini ada tiga mulut gangyangbisadipasangiportaloleh warga.DiantaranyaGangKeroton, GangKenangadanJalanBiola.“Sebenarnya ada beberapa gang lain yangharuskamipasangiportal,tapi karena kekurangan biaya, sementara tiga titik dulu,” kata Sumadi, warga RT 05 kepada Suara NTB saat proses pemasangan portal. Warga berharap, dengan upaya itu setidaknya meminimalisir kasus curanmor. Tidak sekadar memban-

gunportalsaja,namunberdasarkan hasil rapat warga, portal akan dijagasecarabergilir.“Setiapwargayang masuk, kami tanyakan tujuannya bahkan identitasnya,” kata kepala keamananlingkungan,Hariyadi. Apalagi di lingkungan itu banyak dibangun kos – kosan. Pengamatannya, kos kosan di sana sering jadi sasaran curanmor karena banyak kendaraan diparkir begitu saja. Selain itu, mengantisipasi maling motor memanfaatkan kos kosan untuk memulai aksinya dan menyimpan motor curian. “Banyak kami amati, kos kosan ini tidak ditempati penyewanya, tapi orang lain. Penyewanyaentahkemana,ini yang harus kami waspadai,” terangnya. terlebihinformasidarikepolisian,kos kosan sering jadi tempat mengawali konsolidasi komplotan pencuri motordantempatpenyimpanansementarahasilcuriansebelumdijual.(ars)

(Suara NTB/ars)

PORTAL - Warga Punia Jamak sedang membuat campuran pasir dan semen untuk pemasangan portal di Gang Keroton. Pemasangan portal ini untuk mengantisipasi curanmor.

Rekomendasi Pansus LKPJ Walikota Belum Terlaksana Mataram (Suara NTB) Mantan Ketua Pansus (Panitia Khusus) LKPJ (Laporan Keterangan Pertanggungjawaban) Walikota Mataram tahun 2012 lalu, Sahram, ST., mengaku kecewa terhadap eksekutif dan pimpinan Dewan karena hingga saat ini masih ada dua rekomendasi strategis Pansus yang dipimpinnya waktu itu, ternyata belum ditindaklanjuti. Dua rekomendasi itu, kata Sahram kepada Suara NTB, Minggu (22/12), masing-mas-

ing rekomendasi soal pembentukan kerjasama daerah dan rekomendasi mengenai proyek-proyek yang bersumber dari kementerian wajib disampaikan kepada Dewan. ‘’Ini juga diatur dalam PP No. 50 tahun 2010, bahwa lembaga yang mengelola proyek pusat harus menyampaikan RKA (Rencana Kerja Anggaran),’’ ucapnya. Sebagai mitra, eksekutif mestinya menyampaikan bagaimana progresnya terhadap rekomendasi yang diberikan oleh Pansus. Nyatanya yang berlangsung hingga sekarang, demikian Sahr-

am, hanya masalahnya saja yang sampai kepada Dewan khusunya komisi III. Ia mencontohkan kasus pembangunan Jalan Gajahmada, Kota Mataram. ‘’Warga protesnya ke kita (Komisi III) itu. Padahal kami tidak tahu apaapa karena dari awal tidak dilibatkan,’’ akunya. Namun sebagai representatif masyarakat yang duduk di parlemen, Komisi III tentu tidak bisa menutup mata, sehingga mau tidak mau tetap memfasilitasi para pihak untuk mencari solusi terbaik bagi kedua pihak. Baik masyarakat maupun

pemerintah. Demikian halnya dengan rekomendasi pembentukan Pansus kerjasama daerah juga belum mendapat respon pimpinan Dewan. Bahwa untuk aset dengan nilai Rp 5 miliar yang dikerjasamakan dengan pihak ketiga, wajib mendapat persetujuan Dewan. Namun hal inipun sangat jarang dilakukan eksekutif. Politisi PAN ini menduga ada celah yang bisa ‘’dimainkan’’ kalangan eksekutif dengan memodifikasi nilai aset.

Padahal sambung Sahram untuk menyetujui adanya kerjasama daerah, dibutuhkan adanya kajian mendalam. Yang jelas, kedua catatan strategis itu belum mendapatkan perhatian yang serius. Mestinya ada respon terkait rekomendasi tersebut. Seperti di beberapa daerah misalnya Kota Bandung dan Kota Tangerang. Eksekutif di kedua kota tersebut bahkan menyampaikan progresnya secara tertulis. ‘’Sehingga jelas capaiannya,’’ pungkas Sahram.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Mataram Drs. HM. Zaini mengaku lupa dengan rekomendasi pembentukan pansus kerjasama daerah. Namun begitu ia menegaskan tidak ada unsur kesengajaan. ‘’Ya terima kasih kami sudah diingatkan,’’ ujarnya. Di tempat terpisah, Sekda Kota Mataram, Ir. HL. Makmur Said, MM., mengatakan kalau proyek dari pusat bukan Pemkot yang mengerjakan. Ia mencontohkan proyek Lapangan Malomba. ‘’Itu komite dan langsung

berhubungan dengan Menpora, karena bnyak yang ngomong yang gak jelas makanya pusat tarik kembali bahkan dananya dipotong yang tadinya Rp 15 miliar menjadi Rp 7,5 miliar,’’ terangnya. Yang berhubungan langsung dengan Kemenpora adalah komite dan Lapangan Malomba itu, katanya milik Pemprov. Justru, lanjut Sekda, pemerintah pusat tidak akan mau mentransfer dana kalau ada syarat harus lapor Dewan. (fit)


SUARA NTB Senin, 23 Desember 2013

Ranperda Minuman Beralkohol PEMERINTAH Kabupaten Lombok Utara (KLU) akan mempertegas distribusi dan peredaran minuman beralkohol, melalui usulan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Minuman Beralkohol kepada lembaga legislatif KLU. Salah satunya dalam Perda itu, diatur bahwa konsumsi minuman beralkohol harus dilakukan di tempat pembelian atau pada di tempat di mana distributor, toko atau kafe yang menjualnya. “Minuman beralkohol merupakan komoditas dalam pengawasan dan pengendalian pemerintah, sehingga izin tempat, izin menjual dan lainnya (Suara NTB/dok) harus diatur. Minuman beralKomang Karta okohol boleh dibeli, tetapi harus diminum di tempat di mana konsumen membelinya,” ungkap Kepala Bidang Perdagangan, pada Disperindagkop dan UMKM KLU, Drs. I Komang Karta, kepada Suara NTB, Sabtu (21/12). Hingga saat ini, akunya, Pemkab Lombok Utara melalui Disperindagkop dan UMKM belum menelurkan Perda pengawasan dan pengendalian minuman beralkohol. Mengingat peluang pasar di KLU cukup besar di sektor pariwisata, maka Perda pengawasannya dirasakan sangat penting dan mendesak diterbitkan. Tidak hanya konsumen lokal, pengunjung objek wisata yang berasal dari mancanegara juga harus mendapat perlindungan dari pemerintah. Ketiadaan Perda disebutnya, berdampak pada tidak diberlakukannya kebijakan yang bersifat memaksa kepada para penjual minuman beralkohol. Pemda KLU tidak dapat memaksa pelaku usaha untuk mengurus izin, terkecuali mereka dilayani karena keperluan legalitas yang dibutuhkan perseorangan. “Sanksi bagi yang melanggar telah diatur dalam Perda. Misalnya tidak minum di tempat pembelian, ada sanksinya. Tetapi sanksi ini ditidak diberlakukan kepada konsumen, melainkan kepada perusahaan,” sambungnya. Mencakup jumlah perseorangan atau badan yang mengurus izin peredaran minuman beralkohol, Komang Karta, memperkirakan total keseluruhannya mencapai 22 unit. Di antaranya 17 izin dikeluarkan oleh Disperindag, dan 5 izin lainnya dikeluarkan oleh KPPT pascaintegrasi perizinan 1 pintu. Izin-izin itu rata-rata dikeluarkan untuk hotel berbintang, dari bintang 3 hingga bintang 5, kafe dan restoran. “Pengawasannya dilakukan secara internal dulu, lembaga harus melapor tiap 3 bulan kepada pemerintah. Ada juga pengawasan luar, tetapi biasanya melibatkan tim, seperti BBPOM NTB, bea cukai, Disperindag dan aparat kepolisian. Kadar alkohol ditentukan oleh BBPOM, jika memang melebihi kadar, atau tidak terdaftar dan dinyatakan tidak boleh beredar, kemungkinan disita,” pungkas Komang. (ari)

SUARA PULAU LOMBOK

Halaman 3

Tidak Beres, Data Kependudukan di Lotim Selong (Suara NTB) Data kependudukan Kabupaten Lombok Timur (Lotim) sampai saat ini tidak beres. Hal ini ditandai dengan masih maraknya data penduduk ganda. Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) yang kemudian diganti dengan sistem Automated Fingerprint Identification System (AFIS) dalam proses pembuatan Elektronik KTP (e-KTP) tidak mampu menyelesaikan data penduduk yang amburadul. Bahkan dinilai makin memperparah. Hal ini diungkap Wakil Ketua DPRD Lotim, Daeng Paelori kepada Suara NTB melalui ponselnya, Sabtu (21/ 12). Ia mengakui, amburadulnya data kependudukan sejauh ini masih belum terselesaikan. Padahal, persoalan itu sudah cukup lama. Kehadiran program E-KTP diharapkan awalnya bisa menjadi solusi. Namun fakta yang terjadi, dari 1,118 juta penduduk Lotim berdasarkan hasil sensus penduduk 2010 Badan Pusat Statistik (BPS), fakta ini berbanding terbaling dengan ditemukan terakhir anggota dewan yang telah sidak langsung ke Dukcapil. Ditemukan, jumlah penduduk Lotim sudah mencapai 1,6 juta jiwa. Data kependudukan yang masih amburadul, lanjut Ketua DPD Partai Golkar Lotim ini jelas akan berpengaruh pada

kualitas pemilihan umum (Pemilu) legislatif yang akan digelar 2014 mendatang. Tidak saja pemilu, dari sisi pelaksanaan program pemerintah yang telah dicanangkan pun akan menjadi terkendala. ‘’Tolok ukur hasil pembangunan menjadi tidak jelas,’’ kritiknya. Hal senada disampaikan Ketua Komisi II DPRD Lotim, H. Huspiani, persoalan data kependudukan di daerah yang terbanyak jumlah penduduknya seNTB ini harus segera dituntaskan. Paling dikhawatirkan, akibat data yang tidak beres itu terjadi ketimpangan-ketimpangan pelaksanaan program yang dijalankan eksekutif. Data kependudukan yang saat ini berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) diharapkan bisa dibenahi sistemnya, karena pemerintah pusat memiliki wewenang mengambil

alih proses penyelesaian sistem tersebut. Sebelumnya, Kepala Bidang Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) Edi Surya di Selong, Dukcapil Lotim tidak menampik persoalan data penduduk tersebut. Sampai saat ini, pihaknya masih disibukkan pada upaya menyelesaikan data kependudukan yang ganda. Persoalan utamanya di daerah, menjadi cukup sulit menghilangkan data penduduk ganda, karena terbentur kebiasaan sejumlah masyarakat. Meski sudah mengantongi Kartu Keluarga (KK), namun karena alasan yang dibuat-buat menjadi berulang-ulang membuat dokumen kependudukan itu. Tidak saja KK, pembuatan akta kelahiran yang sejatinya hanya bisa dilakukan sekali seumur hidup dilakukan berkali-kali oleh

sejumlah masyarakat. Dukcapil mendeteksi, terdapat 300 ribu orang yang memiliki data dokumen penduduk ganda. Upayanya mengatasi persoalan data ganda ini, beragam upaya dilakukan. Antara lain melakukan interkoneksi data SIAK dengan sistem AFIS. Sistem AFIS, ujarnya, bisa digunakan untuk mendata dan menjawab persoalan penduduk ganda jika langsung nyambung dengan data penduduk yang dibuat dalam SIAK. Menyadari hal itu, jajaran Dinas Dukcapil mencoba melakukan dengan menyambung data sistem AFIS ke sistem SIAK. “Interkoneksi ini kita sendiri di Lotim yang melakukan,” klaimnya. Harapan awal, kehadiran program E-KTP dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bisa memberikan solusi terhadap persoalan data penduduk ganda ini. Yakni melalui pemberlakuan sistem biometrik dalam AFIS. Menurut Edi, jika intekoneksi langsung saat pendataan penduduk via sidik jari AFIS, maka akantersambunglangsungdengan data jumlah penduduk yang tersa-

(Suara NTB/dok)

Daeng Paelori

ji dalam SIAK. Faktanya, tidak terjadi demikian. Ia menilai, pemerintah pusat ini tidak sempurna melakukan pembuatan E KTP. Sistem SIAK yang sudah ada sejak 2007 lalu itu sebenarnya bisa dimaksimalkan untuk mendata penduduk. Sehingga, tidak perlu membeli server banyakbanyak hingga ke desa-desa untuk proses aplikasi pendataan penduduk. “Maksimalkan saja SIAK, dengan demikian tidak perlu beli server mahal-mahal,” demikian ucapnya. (rus)

Sengketa Lahan Muncul

Dampak dari Ketidaktegasan Pemerintah Daerah Praya (Suara NTB) Munculnya sengketa lahan antara PT. Pantai Aan dengan pengusaha bernama Sugiharta alias Along yang kemudian menyeret Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Praya (non aktif), Subri, S.H.M.H., dalam kasus suap tidak lepas dari peran pemerintah daerah itu sendiri. Kasus sengketa lahan muncul akibat ketidaktegasan pemerintah daerah dalam menertibkan lahan-lahan yang diduga bermasalah. Terutama di kawasan wisata yang memang menjadi incaran banyak investor. Padahal pemerintah daerah dalam hal ini tahu kalau banyak lahan yang bermasalah. Tetapi justru dibiarkan, sehingga memicu sengketa. “Sejak awal kita sudah mengingatkan kepada pemerintah daerah. Supaya segera menyelesaian persoalan lahan bermasalah. Tapi toh peringatan tersebut tidak juga diindahkan,” aku anggota Komisi I DPRD Lombok Tengah (Loteng), M. Samsul Qomar, via ponselnya, Sabtu (21/12). Samsul mengaku kalau sudah ada aturan yang mengatur terkait hak dan kewenangan pemerintah terkait persoalan lahan. Namun pada kenyataannya, pemerintah daerah justru tidak menegakkan aturan tersebut, sehingga banyak lahan-lahan yang menjadi sengketa antara masyarakat dengan investor, maupun investor dengan investor itu sendiri. “Kan ada aturan yang mengatur kalau ada lahan yang ditelantarkan sampai jangka waktu sekian tahun pemerintah daerah bisa mengambil alih lahan tersebut. Tapi aturan itu justru tidak dilaksanakan oleh pemerintah daerah,” kritiknya. Adanya undang-undang tentang otonomi daerah, pemerintah daerah memiliki andil dan kendali penuh terhadap status lahan di wilayahnya. “Kita tidak tahu apakah pemerintah daerah tidak paham aturan tersebut atau karena memang ada kepentingan di balik ketidaktegasan pemerintah daerah itu sendiri,” tanyanya. Untuk itu, pihaknya mendesak Pemkab Loteng dalam hal ini segera bersikap. Terlepas dari persoalan hukum yang kini tengah menimpa Kajari Praya (non aktif), Subri, sehingga segera melakukan langkah-langkah penertiban dan penataan kembali lahanlahan di kawasan wisata yang masih bersengketa. Pasalnya, salah satu faktor penghambat perkembangan pariwisata Loteng saat ini karena banyak lahan yang bermasalah dan bersengketa. Akibatnya banyak investor-investor yang sebenarnya memiliki niat baik untuk membangun. Tetapi tidak bisa masuk, karena persoalan lahan. Akibat kondisi ini, lanjut politisi Partai Demokrat ini, yang rugi tetap masyarakat dan daerah. Karena banyak lahan di kawasan wisata yang akhirnya tidak bisa dikembangkan. Lantaran lahan-lahan tersebut lebih banyak dikuasai broker tanah, bukannya investor yang memang punya niat untuk membangun. “Selama banyak lahan kita yang kuasai oleh broker, jangan harap pariwisata akan bisa maju,” ujarnya. Terkait persoalan lahan tersebut, DPRD Loteng saat ini sudah mulai mewacanakan untuk membentuk Panitia Kerja (Panja). Tujuannya menelusuri dan mencari tahu inti persoalan yang sebenarnya terjadi.Sehinggabanyaklahanyangkemudianbersengketa.Daripenelusuran ini, nantinya pemerintah daerah akan mengambil langkahlangkah yang perlu dilakukan. Hal senada juga disampaikan pengamat hukum Loteng, L. Ranggalawe. Menurutnya, kasus yang menimpa Kajari Praya non aktif diharapkan bisa menjadi titik awal bagi perbaikan dan penataan lahan-lahan di kawasan wisata Loteng. Dan, bukan hanya pemerintah daerah saja. Pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) Loteng juga harus ikut bertanggung jawab. (kir)

(Suara NTB/kir)

CEK PERSONEL - Bupati Loteng, H.M. Suhaili FT, mengecek kesiapan personel yang akan diterjunkan dalam Operasi Lilin Gatarin menjelang Natal dan tahun baru, saat menjadi inspektur upacara pada apel gelar pasukan di halaman Mapolres Loteng, Sabtu (21/12). Pada pengamanan Natal dan tahun baru kali ini, Polres Loteng bakal menerjunkan hampir sepertiga kekuatannya. Dibantu dari pasukan gabungan dari unsur TNI dan Pol PP.

Pungutan PBB

Mobilitas Masyarakat Tinggi

Terancam Tidak Capai Target

Loteng Waspadai Masuknya Aliran Sesat

Selong (Suara NTB)Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) ditarget tahun 2013 mencapai Rp 8,8 miliar. Dari jumlah itu, hingga menjelang akhir tahun ini baru mencapai 53 persen lebih. Sisa target masih cukup banyak dan terancam tidak bisa dipenuhi . Kepala Bidang Pajak Dinas Pendapatan Pengelola Keuangan dan Aset (PPKA) Lombok Timur (Lotim), Muhammad Munir kepada Suara NTB di Selong, beberapa waktu lalu, mengaku, tidak tercapainya terget tahun ini, karena pengaruh Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) lalu. Menurutnya, garda terdepan yang melakukan pungutan di tingkat desa memandang proses pemungutan pajak sebagai salah satu unsur politis. “Para kadusnya ini terjadi saling intip,

sehingga pungutan PBB menjadi terhambat,” sambungnya. Penyebab lainnya, sistem penarikan Surat Tanda Terima Sementara (STTS) yang harus dilakukan di perbankan membuat sejumlah warga yang menjadi objek pajak terkendala. Sistem yang diberlakukan hanya tahun 2013 ini dianggap justru mempersulit proses pemungutan pajak. Tahun 2013 ini dikatakan menjadi tahun terakhir bagi daerah untuk menyetor PBB, khususnya PBB Pedesaan dan Perkotaan (P2). Mulai Tahun 2014 mendatang, semua pajak PBB P2 menjadi kewenangan daerah untuk memungut. “Tahun depan sudah masuk langsung ke kas daerah,” ucapnya. Sejauhdaerahhanyamenerima 35 persen dari total pajak yang disetor ke pusat tersebut. Selebihnya masuk ke kas provinsi dan pusat.

Pascadikelola daerah, PBB P2 yang ditarget juga bisa tembus Rp 8 miliar diyakini bisa dicapai. Dinas PPKA melihat potensi PBB P2 ini masih cukup banyak yang belum tergarap. Karena itu, tahun 2014 pihaknya akan memulai mengidentifikasi ulang potensi pajak. ‘’Dilihat di Selong saja, masih banyak wajib pajak yang ternyata masih belum masuk daftar kena pajak, karena tidak ada SPPT,’’ ujarnya. Diakuinya, sudah cukup banyak bangunan-bangunan megah di atas objek pajak yang dulu nilai jual objek pajak (NJOP) relatif rendah. Saat ini diyakini, NJOP sudah cukup besar, sehingga bisa menyumbangkan sumber pajak yang lebih besar bagi daerah. Proses pelayanan penerimaan pajak tahun 2014 yang langsung dilakukan di kantor PPKA ini siap akan dilaksanakan. (rus)

Bupati Ajak Toma dan Toga Bangun Lotim Selong (Suara NTB) Sabtu (21/12) lalu, ratusan tokoh agama (toga) dan tokoh masyarakat (toma) berkumpul di Pendopo Bupati Lombok Timur (Lotim). Silaturahmi para tokoh ini diterima langsung Bupati H. Moch Ali Bin Dachlan dan Wakil Bupati Lotim H. Haerul Warisin. Kepala Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Lotim Iswan Rakhmadi menjelaskan silaturahmi kepala daerah itu dimaksudkan untuk menyamakan persepsi, terutama pandangan dan bersinergis membangun Lotim ke arah yang lebih baik. “Sekitar 500 tokoh serta seluruh Muspida, pimpinan SKPD dan camat turut hadir,” ucap Iswan, Minggu (22/12). Pada kesempatan tersebut, ujarnya, bupati menjelaskan mengenai rencana kerja pembangunan yang akan dilakukan pada tahun 2014 mendatang. Di antaranya, optimalisasi zakat. Menurutnya, zakat merupakan potensi yang ada di tengah masyarakat yang bisa digalakkan untuk membangun.

(Suara NTB/ist)

PERTEMUAN - Toga-toma se-Kabupaten Lotim bertemu Bupati Lotim, Sabtu lalu Selain itu, ujarnya, dengan berzakat bisa mengentaskan kemiskinan. ‘’Zakat sangat penting dan harus terus dihidupkan di tengah masyarakat,’’ ujarnya. Melalui zakat, lanjutnya, sejumlah kegiatan bisa dilakukan. Antara lain, untuk menyantuni anak yatim, panti-panti asuhan dan asuhan keluarga yang membutuhkan sentuhan

agar bisa tetap ada. Di era kepemimpinan Bupati Ali Bin Dachlan dan Haerul Warisin, ditegaskan akan memberikan porsi cukup besar untuk kesejahteraan rakyat. Bansos ke masjid-masjid dan upaya pemberdayaan kepada para marbot atau pengurus masjid. “Para marbot akan diperhatikan,” demikian imbuhnya. (rus)

Praya (Suara NTB) Ancaman masuknya aliran-aliran kepercayaan sesat ke Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) diyakini masih belum hilang. Justru potensi masuknya aliran sesat tersebut semakin besar dengan semakin tingginya mobilitas masyarakat yang keluar masuk Loteng. Demikian diakui Kepala Kesatuan Bangsa Politik dan Dalam Negeri (Kesbangpoldagri) Loteng, H.M. Suhardi, S.H., kepada Suara NTB, Sabtu (21/12). Menurutnya, dengan makin berkembangkan suatu daerah, maka potensi ancaman masuknya berbagai jenis aliran kepercayaan, tidak terkecuali aliran sesat semakin tinggi. Sehingga upaya-upaya antisipasi sejak dini merupakan salah satu cara untuk bisa mencegah timbul konflik dari keberadaan aliranaliran sesat tersebut. Caranya, fungsi-fungsi lembaga pengawasan terhadap aliran kepercayaan harus terus diperkuat di tengah masyarakat. Mengingat sejauh ini peran dan fungsi pengawasan yang dilakukan lembaga pengawas aliran kepercayaan di Loteng khusus masih belum maksimal. “Kita di daerah sudah punya PAKEM (Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat). Tapi sejauh ini peranya belum optimal,” akunya. Untuk itulah, lanjutnya, ke depan peran serta fungsi PAKEM sendiri akan terus diperkuat. Misalnya dengan memperluas dan memperkuat jaringan pengawasan. Apalagi peran pengawasan tidak akan

bisa maksimal jika tidak didukung dengan kekuatan jaringan yang solid. Diakuinya, sejauh ini keberadaan aliran sesat di Loteng belum ada yang terdeteksi. Tetapi bukan berarti Loteng sudah terbebas dari keberadaan aliran kepercayaan. “Ancaman itu tetap ada walaupun belum ada yang terdeteksi sampai sejauh ini. Artinya, kewaspadaan harus tetap dijaga,” ungkapnya. Suhardi mengungkapkan, beberapa aliran yang saat ini masih ada di Loteng di antaranya aliran Salafiyah, termasuk Ahmadiyah. Khusus untuk Ahmadiyah, katanya, pergerakannya sudah bisa dilokalisir dan sejauh ini jumlah pengikutnya tidak terlalu banyak. Bahkan, keberadaan aliran Salafiyah beberapa waktu lalu, sempat memicu konflik. Tetapi bisa segera dinetralisir. Untuk itu, lanjutnya, peranan masyarakat dalam mengantisipasi masuknya aliran kepercayaan sesat sangat dibutuhkan. Mengingat yang paling tahu kondisi di bawah masyarakat itu sendiri. “Kita berharap peran masyarakat terus meningkat dalam upaya mengantisipasi masuknya aliran sesat di Loteng,” ujarnya. Paling tidak dengan melaporkan ke pemerintah di tingkat dusun hingga kabupaten, jika menemukan ada upaya-upaya penyebaran aliran sesat di tengah masyarakat, sehingga bisa segera ditindaklanjuti. Dan, masyarakat sendiri diharapkan bisa menahan diri dengan tidak melakukan hal-hal yang tidak diinginkan dan tidak memicu instabilitas wilayah. (kir)


SUARA PULAU SUMBAWA

SUARA NTB Senin, 23 Desember 2013

PARLEMENTARIA

Kerjasama DPRD Kabupaten Dompu dengan Harian Suara NTB

Pengesahan APBD 2014 Tepat Waktu Dompu (Suara NTB)Wakil Bupati Dompu, Ir. H. Syamsuddin H. Yasin, MM memberikan apresiasi terhadap kinerja DPRD Dompu yang menyelesaikan pembahasan APBD 2014 tepat waktu. Pembahasan RAPBD yang dilakukan dalam waktu cukup singkat tanpa mengabaikan kehati-hatian, tapi lebih akomodatif dan kesamaan cara pandang soal makna APBD. Namun Dewan mengingatkan pemerintah daerah untuk tidak menambah dan mengurangi anggaran serta program kegiatan tanpa melalui mekanisme pembahasan APBD. Paripurna pengesahan RAPBD Kabupaten Dompu tahun 2014 ini dipimpin oleh Ketua DPRD Dompu, Rafiuddin H Anas, SE dan didampingi dua wakil Ketua DPRD Dompu, Drs H. Hidayat Ali dan Iwan Kurniawan, SE, M.Ap, Jumat (20/ 12) malam. Wakil Bupati Dompu, Ir. H. Syamsuddin hadir mewakili Bupati Dompu yang berhalangan hadir. Dalam sambutannya, Wakil Bupati Dompu, Ir H. Syamsuddin H Yasin, MM, mengungkapkan, bahwa APBD merupakan harapan semua pihak. Sebagaimana dimaklumi bersama bahwa salah satu tolok ukur yang dapat kita persembahkan untuk rakyat adalah tercermin pada berbagai program dan kebijakan yang tertuang dalam APBD yang harus dilaksanakan berdasarkan aspirasi dan kebutuhan riil masyarakat. H. Syamsuddin juga memberikan apresiasinya terhadap pimpinan dan anggota DPRD Dompu yang telah menyelesaikan pembahasan APBD Dompu tahun 2014 dengan jadwal pem-

(Suara NTB/dok)

Wabup Apresiasi Kinerja Dewan

(Suara NTB/dok)

H. Rafiuddin H Anas

H. Hidayat Ali

bahasan yang begitu padat, dalam waktu yang singkat. “Ini menunjukkan kesungguhan dan kerja keras dari panitia anggaran legislatif dan eksekutif, serta menunjukkan kebersamaan dan keberhasilan yang signifikan. Pembahasan berlangsung secara lugas dan dibahas secara mendetail dan komprehensif. Semua itu merupakan wujud dari terakumulasinya berbagai pemikiran, pandangan dan telaahan yang seksama melalui mekanisme pembahasan yang penuh kehati-hatian dan sangat akomodatif serta mencerminkan kesamaan cara pandang yang lebih mengedepankan makna dan hakikat sesungguhnya dari APBD,” kata H Syamsuddin. Program yang realistis dan konstruktif yang bersifat sangat penting dan mendesak memerlukan penanganan segera melalui sentuhan kegiatan, dengan tetap mempertimbangkan kondisi riil dari komponen penerimaan daerah yang relatif terbatas. Dari beberapa program prioritas pembangunan daerah dan program pemerintah pusat dap-

at disinkronkan dengan program prioritas Pemprov dan Pemda. Sebelumnya, Banggar DPRD Dompu dalam laporannya yang disampaikan oleh Ilham Yahyu, S.Pd menyebutkan, struktur RAPBD Dompu tahun 2014 sebesar Rp 736,676 miliar atau mengalami kenaikan Rp 45 miliar dari APBD 2013 sebesar Rp 689,250 miliar. Terdiri dari pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp 49,021 miliar, dana perimbangan sebesar Rp 608,10 miliar, dan lainlain pendapatan daerah yang syah sebesar Rp 75,860 miliar. Belanja daerah sebesar Rp 742,125 miliar, terdiri dari belanja tidak langsung sebesar Rp 497,418 miliar, dan belanja langsung sebesar Rp 244,707 miliar. Tingganya belanja daerah menyebabkan RAPBD Dompu tahun 2014 mengalami defisit sebesar Rp 5,449 miliar. Pembiayaan daerah yang terdiri dari penerimaan dari Silpa tahun anggaran 2013 sebesar Rp 16,211 miliar dan pengeluarannya untuk pembentukan dana cadangan Pemilu sebesar Rp 5 miliar dan

untuk dana investasi sebesar Rp 15 miliar, sehingga dana pembiayaan juga mengalami kekurangan hingga Rp 3,788 miliar. Dalam proses pembahasan rancangan kegiatan dan anggaran (RKA) SKPD, banyak hal menjadi sorotanBanggarterhadapprogram kegiatan dan banyak saran perbaikan, di antaranya pembinaan karakter dan rohani bagi pelajar SLTP dan SLTA, program pengembangan perikanan tangkap, pengembangan sarana dan prasarana khususnya budidaya tebu dialihkan pada program pengembangan perkebunan rakyat lainnya, program pembinaan pengawasan pertambangan energi dirasionalisasikan pada program kegiatan Perindustrian Pertambangan lainnya. Begitupun Dinas – Dinas lain yang mengalami penggeseran program kegiatan dengan tidak mengurangi plafon anggaran. Seperti anggaran pengawasan hutan harus menjadi prioritas Kehutanan karena banyaknya hutan yang rusak. Program yang sifatnya mendesak untuk disesuaikan dengan Dana yang tersedia yaitu pengadaan mobil pick up untuk sarana prasarana kebersihan, ketersediaan tenaga dokter spesialis secara tetap melalui pengembangan kemampuan dokter umum yang ada ke arah spesialisasi seperti spesialis mata, THT, tulang dan lain – lain. Beberapa program yang mendesak dan membutuhkan penambahan biaya yaitu program peningkatan kapasitas aparatur Desa sebesar Rp 150 juta, dana dukungan dari pemerintah daerah untuk program luncuran pusat sebesar Rp 250 juta, program pelayanan untuk menunjang penghasilan guru pada SMA/SMK swasta sebe-

(Suara NTB/dok)

(Suara NTB/dok)

Iwan Kurniawan

H. Syamsuddin H. Yasin

sar Rp 580 juta, penambahan dana insentif tenaga sukarela di Perhubungan sebesar Rp 288 juta dari Rp 122 juta sebelumnya, dan peningkatan pengawasan keamanan pangan dan bahan berbahaya mengalami penambahan dari Rp 65 juta menjadi Rp 100 juta. Fraksi PKNU Merdeka yang dibacakan oleh M. Iqbal, SH mengungkapkan, RAPBD Dompu tahun 2014 dituntut konsisten terhadap prinsip anggaran sehingga terwujud postur APBD yang memiliki makna penting dan mengakomodir berbagai program kegiatan berskala prioritas serta menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Beberapa hal pokok yang tergambar dalam laporan Banggar bahwa terjadi keseimbangan belanja langsung dan belanja tidak langsung sebagai akibat terimpelementasinya sistem perencanaan yang di dalamnya mengakomodir secara utuh perencanaan politis atas dasar aspirasi masyarakat hasil reses DPRD. Fraksi Partai Golkar Dompu, Abdul Fakah, mengungkapkan

harapannya agar program kegiatan yang tertuang dalam RKA SKPD dan telah melalui persetujuan pembahasan untuk tidak mengalami perubahan terutama munculnya program kegiatan di luar hasil pembahasan serta penambahan dana di luar mekanisme pembahasan. “Itu merupakan salah satu penyimpangan dalam pelaksanaan APBD,” katanya. Fraksi Amanat Pembangunan, Drs Abdul Wahab mengungkapkan, APBD mengakomodir kondisi riil bagi daerah antara lain mengarah pada penekanan angka kemiskinan, membuka lapangan kerja, pendidikan dan kesehatan serta tersedianya akses infrastruktur daerah yang dapat menunjang pertumbuhan ekonomi masyakat. Karenanya, FAP menyarankan agar aset pemerintah daerah (Pemda) yang dianggap tidak efektif dari sisi ekonomi perlu dilakukan penghapusan karena akan menjadi beban APBD seperti Wisma Dompu di Mataram. Fraksi Hanura Bulan Bintang Matahari Bangsa, Ir Nursyamsu

lebih menyoroti penerimaan daerah sebagai salah satu instrumen sumber pembiayaan pembangunan daerah, maka kesungguhan kita semua untuk lebih mengkaji dan menganalisa kembali dan melakukan pembaharuan terhadap data-data sumber penerimaan daerah dalam hal ini termasuk regulasi aturan yang lebih memadai dan disesuaikan dengan tingkat pertumbuhan, sistem investasi di daerah agar lebih diberdayakan sehingga berbagai potensi dapat dikelola yang mampu mendorong peningkatan PAD. Fraksi GIAT DPRD Dompu, Arifuddin, SH lebih menyoroti dana sosial yang semakin meningkat menujukan aktivitas perubahan secara dinamis bagi kehidupan masyarakat itu sendiri dalam memenuhi sarana prasarana kebutuhan, karenanya merupakan salah satu kewajiban daerah dalam memenuhi dan melayani kepentingan sosial dan kemasyarakatan yang berkembang. Begitu juga dengan beberapa ruas jalan yang rusak seperti Mbawi Jambu, Madalandi Tanju, Jala nanga Huu dan lainnya untuk menjadi perhatian sungguh pemerintah diperbaiki. Fraksi Demokrat Kedaulatan Nasional Sejahtera, Ismul Rahmadin dalam pandangan akhir fraksinya, mengungkapkan pandangan akhir fraksi merupakan media untuk menyampaikan pandangan politik anggota Dewan sebelum Perda disetujui bersama. Namun terhadap Raperda APBD tahun 2014 dinilai telah memenuhi syarat dan mengakomodir kepentingan masyarakat secara luas sehingga dapat disetujui. (ula/*)

DPRD KSB Dukung Penundaan Larangan Pengiriman Konsentrat

Status Desa Tambak Sari Masih Belum Jelas Taliwang (Suara NTB)Badan Permusyawaratan Desa (BPD) desa Tambak Sari mengaku baru-baru ini telah melayangkan surat ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB terkait status desa mereka yang selama ini terkatung-katung tanpa kejelasan dari sisi legalitas formalnya. “Kami sengaja bersurat ke Disnakertrans provinsi, karena lahirnya desa kami berawal dari program transmigrasi yang membuat hingga kini desa kami jadi tidak jelas secara aturan,” timpal ketua BPD desa Tambak Sari, Rahmat Hidayat, S.Pd kepada media ini, Minggu (22/12). Satu hal yang dipertanyakan pihak BPD Tambak Sari dalam suratnya tersebut yakni terkait alasan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) yang hingga kini belum menyerahkan UPT Tambak Sari sebagai salah satu daerah binaan transmigrasi kepada pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Rahmat menyebutkan, belum adanya penyerahan oleh pusat kepada daerah membuat desanya hingga kini menemui sejumlah kesulitan dalam mengelola pemerintahan desa. Salah satu yang nyata kata dia yakni terkait legalitas formal desa. Rahman memaparkan hingga kini desa Tambak Sari belum dilengkapi Peraturan Daerah (Perda) sebagai payung hukum pembentukannya sebagai salah satu desa definitif di KSB. Hal ini menyebabkan desa sulit menjalankan roda pemerintahan secara efektif terutama di bidang aset, di mana selama ini beberapa aset yang dimiliki desa tidak dapat dikelola dengan baik karena adanya klaim dari desa induk. “Kalau mengacu sejumlah dokumen yang mengatur UPT Tambak Sari yang dikeluarkan pemerintah, ada beberapa aset dari desa induk yang menjadi hak kami. Tapi sampai sekarang masih tetap dikuasasi oleh desa induk karena saat diklaim, desa induk menyatakan Tambak Sari belum definitif,” urai Rahmat. Klaim oleh desa induk itu sendiri kata Rahmat, selama ini tidak dapat dipatahkan sebab faktanya demikian. Di mana hingga sekarang desa Tambak Sari belum memiliki Perda yang mengatur keberadaanya sebagai salah satu desa di KSB meski telah memiliki pemerintahan sendiri. “Kita punya perangkat pemerintahan, tapi kita tidak definitif sampai sekarang. Kita sempat mendesak pemerintah kabupaten untuk membentuk Perda desa ini, tapi alasannya belum ada pelepasan dari Kemenakertrans ke daerah,” urainya mengutip alasan Pemda KSB selama ini. “Yang saya heran kenapa kemudian, sudah dua kali kita melaksanakan Pilkades. Dan semua Kades terpilih SK-nya ditandatangani oleh bupati,” sambungnya. Persoalan yang dihadapi desa Tambak Sari tak sampai di situ, Rahmat menambahakan selama ini pihaknya sulit membentuk Peraturan Desa (Perdes) yang bakal mengatur potensi yang dimiliki desa untuk dijadikan sumber pendapatan asli desa (PADes). “Ini persoalan lebih berat lagi karena membuat Pemdes sulit mengembangkan sumber pendapatannya,” terangnya seraya menambahkan jika saat ini ada potensi pencaplokan lahan warga oleh perusahaan pemegang kuasa hak kelola tambak udang Poto Tano. “Semua tentu tahu UPT Tambak Sari lahir berama dengan keberadaan tambak. Tapi, pemukiman adalah sesuatu yang lain dengan tambak. Tapi kenapa sekarang perusahaan yang mengelola tambak itu ingin mencaplok lahan usaha yang sudah diberikan ke warga,” imbuhnya. (bug)

Taliwang (Suara NTB)Komitmen kalangan DPRD Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mendukung langkah para karyawan PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) menolak pemberlakuan larangan pengiriman konsentrat di bawah tingkat kemurnian 99 persen mulai 12 Januari 2014 mendatang, benar-benar ditepati. Para legislator tersebut, pasca berjanji kepada ribuan karyawan PT NNT kala menggelar aksi demonstrasi di depan gedung Graha Fitrah kantor bupati KSB awal pekan lalu, ternyata langsung berangkat ke Jakarta menyampaikan surat dukungannya ke pimpinan DPR pusat. “Surat itu sudah saya sampaikan secara langsung melalui sekretariat DPR RI pada hari Kamis. Tujuannya pun jelas, langsung kepada ketua DPR pusat,” terang wakil ketua DPRD KSB M. Saleh, SE kepada media ini, Minggu (22/12). Saat menyampaikan langsung surat tersebut, Saleh mengaku, beberapa daerah yang di wilayahnya terdapat perusahaan tambang mineral pun datang dengan maksud yang sama. Salah satunya Papua. Ia

menyebutkan beberapa elemen masyarakat dari Papua itu bahkan meminta kalangan DPR RI untuk segera membekukan kebijakan yang dianggap hanya akan menyengsarakan daerah penghasil. “Mereka lebih keras dari kita. Karena mereka minta agar hari itu juga DPR bersikap. Tapi tidak ditanggapi karena saat itu pimpinan DPR tidak ada,” katanya. Dalam suratnya, DPRD KSB memang tak secara langsung menolak pemberlakuan aturan yang menjadi amanat UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Minerba itu. Saleh memaparkan, pihaknya hanya meminta kepada DPR untuk menunda pemberlakuannya dan memberikan ruang dan waktu kepada seluruh perusahaan tambang mineral hingga mampu menyesuaikan diri. “Di satu sisi kami san-

gat mendukung kebijakan pusat itu karena semangatnya untuk memberi nilai tambah ekonomi kepada negara. Tapi tidak seperti ini caranya, karena faktanya seluruh perusahaan tambang mineral di negeri ini belum siap menjalankannya,” timpal politisi dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini. Tak hanya menyampaikan surat yang ditujukan kepada pimpinan DPR RI. Saleh mengaku dirinya sempat bertemu beberapa anggota Komisi VII yang diketahui membidani pertambangan. Meski pertemuan tersebut tidak berlangsung resmi, namun ia bersama rekan-rekan dari Papua menyampaikan sejumlah usulan terkait solusi membendung penolakan masyarakat terhadap pemberlakuan larangan pengiriman konsentrat tersebut. “Kami

(Suara NTB/bug)

DUKUNGAN - Spanduk berisikan dukungan warga KSB terkait penolakan pemberlakuan pengiriman konsentrat per 12 Januari 2014 mendatang. sampaikan bahwa kalau kebijakan itu tetap diberlakukan akan ada ratusan ribu pekerja tambang yang akan dirumahkan. Selain itu lebih dari jutaan masyarakat kita yang selama ini menggantungkan hidupnya dari kegiatan pertambangan akan kehilangan sumber penghidupannya,” tegasnya seraya menambahkan bahwa dirinya juga menyampaikan ancaman

Golput (golongan putih) pada Pemilu mendatang yang disuarakan para karyawan PT NNT sebelumnya. “Saya juga sampaikan kalau ada ada acaman boikot Pemilu yang disuarakan para karyawan di Pemilu 2014 mendatang, kalau DPR RI bersikap keras untuk tetap menjalankan kebijakan itu per 12 Januari mendatang,” tambah Saleh. (bug)

Pengadilan Mediasi Sengketa Lahan SD di Bima

(Suara NTB/bug)

KUMUH - Pemukiman di Desa Poto Tano tampak kumuh karena dipenuhi sampah dan genangan air. Ini disebabkan program pembangunan tanggul penahan ombak untuk melindungi desa belum sepenuhnya mampu menutupi areal genangan sebelah dalam tanggul.

DPT Masih Bermasalah

Komisioner KPU Dompu Lowong Dompu (Suara NTB)Komisioner KPU Kabupaten Dompu periode 2008 – 2013 berakhir masa jabatannya sejak 4 Desember 2013. Komisioner baru hingga saat ini belum jelas jadwal uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) oleh KPU Provinsi, karena belum juga terbentuk. Di sisi lain, banyak masalah yang harus diselesaikan komisioner menjelang Pemilu 2014 mendatang, termasuk persoalan daftar pemilih tetap (DPT) akan jadi pekerjaan rumah (PR) bagi komisioner baru. Erfan Taufan, SE mantan

Halaman 4

Ketua KPU Dompu kepada Suara NTB saat dihubungi, Sabtu (21/12) mengungkapkan bahwa masa jabatannya sebagai komisioner KPU Dompu telah berakhir sejak 4 Desember 2013 lalu. Tugas administrasi penyelenggaran pemilu untuk sementara ditangani Sekretariat KPU di bawah supervisi sekretariat KPU Provinsi. Sementara kebijakan penyelenggaraan pemilu ditangani langsung oleh KPU Pusat. “Sebelum terpilih komisioner baru, tugas penyelenggaraan pemilu akan

ditangani oleh Sekretariat KPU Kabupaten di bawah supervisi sekretariat KPU Provinsi,” katanya. Sri Rahma, SE salah seorang mantan komisioner KPU Dompu yang kembali lolos dalam 10 besar seleksi komisioner KPU Dompu, mengaku hingga saat ini belum mendapatkan jadwal pelaksanaan fit and proper test bagi calon anggota komisioner KPU Dompu. Hingga saat ini, komisioner KPU Provinsi yang akan melakukan fit and proper test pihaknya juga belum terbentuk. “Sampai saat ini kita be-

lum mendapatkan jadwal pelaksanaan fit and proper test dari Sekretariat KPU,” ungkapnya. Selain Sri Rahma, SE, ada dua komisioner KPU Dompu yang kembali lolos dalam 10 besar seleksi komisioner KPU Dompu. Di antaranya Swaztari HAZ, SH dan Drs H Usman Idris. Tujuh calon anggotaKPUyanglolosseleksilainnyayaituIrFeriFirmansyah,Surya Irawan, SE, M Zaelani, SE, Suherman,S.Pd,AgusSetiawan,SH,Miftahuddin, SP, dan Zaenal SP. Sekretaris KPU Dompu, H Irham, SH yang dihubungi terpisah, membenarkan bahwa ko-

misioner KPU Dompu telah berakhir masa tugasnya sejak 4 Desember 2013 lalu. Tugas selaku komisioner untuk kebijakan dan penyelenggaraan Pemilu diambil alih oleh KPU RI dan tugas penyampaian informasi seperti melanjutkan ke Partai Politik (Parpol) dilaksanakan oleh Sekretariat KPU. “Untuk jadwal pelaksanaan fit and proper test bagi calon anggota KPU sampai hari ini belum ada. Karena KPU Provinsi yang akan melakukan fit and proper test terhadap anggota KPU Dompu juga belum terbentuk,” ungkapnya.(ula)

Bima (Suara NTB)Sengketa lahan SDN 1 dan SDN Inpres Keli, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima belum memasuki proses persidangan. Saat ini Pengadilan Negeri (PN) Raba Bima masih mengupayakan mediasi untuk ketiga kalinya terhadap Jakariah selaku ahli waris (pemohon gugatan) maupun masing-masing Kepala SDN dikuasakan ke Bagian Hukum Setda selaku termohon. Ketua PN Raba Bima melalui Humas Fatchu Rochman, SH yang dikonfirmasi, Minggu (22/12) siang menuturkan hingga kemarin sudah dilakukan upaya mediasi antara kedua belah pihak. Hanya saja, pada upaya mediasi kedua pihak dari Bagian Hukum yang dikuasakan oleh masingmasing kepala sekolah tak hadir. “Makanya kita akan lakukan upaya mediasi ketiga,” tandasnya. Di mana rencananya, sidang mediasi ketiga direncanakan pada tanggal 9 Januari 2014. Dia berharap pada sidang mediasi ke tiga tersebut, kedua belah pihak hadir dan menemui kata sepakat. Jika tidak, katanya, pihaknya akan menjadwalkan masuk pada materi persidangan perdata. Ditanyai mengenai adanya upaya dari pihak Pemkab yang menawarkan dana sebesar Rp 500 juta? Fatchu mengaku belum mendengarnya. Pasalnya, hingga kemarin belum ada pemberitahuan dari Pemkab secara langsung ke pihaknya. Jika memang demikian, dalam sidang

mediasi ketiga, PN akan mencoba mencari jalan agar kedua belah pihak bisa menemui titik temu. “Mudah-mudahan tanggal 9 Januari kedua belah pihak datang, kita akan upayakan cari jalan tengah, misalnya kalau harga yang diajukan tidak terlalu tinggi, begitu juga tawaran dari Pemkab agar tidak terlalu rendah,” tandasnya. Sebelumnya permasalahan sengketa lahan antara ahli waris dan Kepala Sekolah masingmasing SD ini sudah mencapai klimaks dengan disegelnya pintu pagar sekolah oleh ahli waris. Alasan penyegelan saat itu, lantaran ahli waris tak terima adanya suara sumbang yang menyebutkan jika sekolah tersebut sebelumnya memang tak bertuan. Akibat penyegelan ini, siswa kedua sekolah yang tengah ujian semester harus terganggu dan menumpang di rumah dan halaman warga sekitar. Sementara itu, sengketa lahan ini menjadi salah satu sengketa lahan yang terjadi antara warga dan Pemda. Sebelumnya, Kepala Sekolah SMAN 1 Woha Cq Pemda juga digugat oleh ahli waris karena lahan yang digunakan tak kunjung dibayar. Setelah melalui proses persidangan panjang hingga ke MA, Pemda pun kalah dan dinyatakan harus membayar ganti rugi. Lantaran banyaknya gugatan, diduga masalah lahan yang diklaim secara sepihak oleh Pemda banyak terjadi di Kabupaten Bima. (use)


RAGAM

SUARA NTB Senin, 23 Desember 2013

Halaman 5

Akomodir Hobi Seluruh Lapisan Masyarakat Dari Hal. 1 Minggu (22/12) kemarin di Kantor DPD Demokrat NTB Jl. Sriwijaya Mataram. Lomba yang diberi judul “Kontes Ayam Ketawa Demokrat Cup I” ini diikuti 150 peserta. Antusiasme masyarakat, tidak hanya dari jumlah, tapi keikutsertaan mereka yang berasal dari Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah dan Lombok Timur. Meski cuaca sedang hujan, peserta tetap antusias. “Kami pun tidak menyangka masyarakat akan antusias seperti ini, meskipun sedang hujan,” kata Sekretaris DPD Demokrat NTB, Zainul Aidi kepada Suara NTB, kemarin. Peserta semakin antusias dengan door prize yang disiapkan. Mulai dari kulkas, mesin cuci, dispenser, serta hadiah yang disiapkan untuk semua peserta tanpa terkecuali. Apa yang melatari DPD Demokrat menggelar lomba ini? Menurut Zainul, ‘’ayam ketawa’’ memang belum terlalu familiar di tengah masyarakat. Tapi partainya sudah melihat di beberapa tempat ‘’ayam ketawa’’ dilombakan. Partai yang dipimpin Dr. TGH.M Zainul Majdi, MA ini pun menangkap ini sebagai hobi baru, trend baru di tengah masyarakat dan patut diberi ruang untuk terus dikembangkan. “Dan untuk partai, kami yang pertama kali menggelar perlombaan ‘’ayam ketawa’’,” terangnya. Kesannya, kegiatan ini bobotnya ringan. Tapi menurut Zainul, pola inilah yang sedang dikembangkan partainya. Bergerak di ranah politik yang kompetitif tapi tetap santai. “Kita ingin tetap berkompetisi, tapi dengan cara cara yang sejuk, santai. Inilah yang kami sebut sebagai politic fun,” sebutnya. Target pihaknya setidaknya sudah mengakomodir semua lapisan masyarakat dengan berbagai latar hobi. Pernah sebelumnya, pertandingan Futsal TGB Cup I dan sedang dirancang untuk TGB Cup II. “Tidak menutup kemungkinan berbagai hobi

masyarakat lainnya kita akomodir untuk digelar dalam bentuk pertandingan,” terangnya. Bahkan event – event mengadopsi hobi masyarakat sudah sering dilakukan pengurus tingkat DPC bahkan secara personal oleh para caleg Demokrat. Inilah misi yang ingin dicapai. Misi mengusung nilai – nilai kebersamaan dengan masyarakat. Moto Demokrat sebagai partai Bersih, Cerdas dan Santun ingin disampaikan kepada masyarakat melalui kegiatan ringan tapi bermanfaat itu. “Kita ingin Demokrat diterima semua kalangan masyarakat,” harapnya. Sementara Ketua Panitia Pertandingan, H. Bono Maryadi menyebut, peserta yang membawa 150 ekor ayam ini berkompetisi untuk membuat frekwensi tertawa yang banyak. Semakin sering ayam itu tertawa, maka semakin tinggi poin yang diberikan. “Jadi yang kami nilai tertawanya yang banyak. Semakin sering ayam jantan itu tertawa, maka semakin tinggi nilainya,” sebut Bono. Setiap sesi pertandingan, peserta diberi waktu 10 menit untuk menunjukkan performa ayam mereka yang pijakannya pada sebuah mono pod berjejer di depan juri. “Seorang juri menilai empat ekor ayam,” sebutnya. Untuk kriteria ‘’ayam ketawa’’ belum bisa dinilainya, karena butuh juri dengan keahlian khusus untuk menilai durasi, keindahan atau kriteria yang membedakan antara ayam tertawa dengan ayam berkokok. “ Kedepan kami adakan untuk kontes menilai tertawanya, tapi perlu juri dari Sulawesi,” sebut Bono. “Karena lomba ini asalnya dari Sulawesi dan berkembang di Pulau Jawa, kemudian kami mengadopsinya sebagai lomba karena sudah banyak yang hobi memelihara ‘’ayam tertawa’’,” terangnya. (ars/*)

Bangun Fasilitas MCK dan Bedah Rumah Tak Layak Huni Dari Hal. 1 FPKT NTB bersama masyarakat setempat membangun fasilitas dasar yang sangat dibutuhkan masyarakat seperti tempat pemandian dan fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK). Selain itu, dilakukan juga bedah rumah tak layak huni di desa tersebut. Ketua Forum Pengurus Karang Taruna (FPKT) Provinsi NTB, Ma’ruf Syamsudin, M.Pd kepada Suara NTB mengatakan kegiatan bulan bakti karang taruna merupakan penjelmaan dari sifat kegotongroyongan yang dimiliki karang taruna dan masyarakat. Sifat kegotongroyongan tersebut lahir dari budaya asli bagsa Indonesia. ”Bagi Karang Taruna semangat kegotongroyongan merupakan modal utama untuk menumbuhkan kepedulian sosial dalam mempertahankan dan mengembangkan budaya gotong royong di tengahtengah masyarakat,”katanya di Mataram, Minggu (22/12) kemarin. Dikatakan, budaya sosial harus terus menerus diserukan kepada pengurus karang taruna kabupaten sampai tingkat kabupaten/kota dalam mendukung program pemerintah daerah melalui aksi nyata di tengah-tengah masyarakat. Aksi nyata tersebut melalui kerja bakti kebersihan lingkungan, pembuatan MCK, pembuatan bak penampungan air bersih, perbaikan sarana prasarana umum, penghijauan, membatu pelaksanaan posyandu dan program keluarga berencana. “Tidak hanya semangat yang tinggi dari karang taruna saja tetapi mudah mudahmudahan pemerintah dari tingkat desa dan kelurahan, camat dan bupati/wali kota benar-benar memperhatikan karang taruna sebagai mitra kerja dari semua tingkatan, ”ujarnya. Menurut Ma’ruf Syamsudin, peran karang taruna di tengah-tengah masyarakat cukup penting sebagai objek dan subjek pembangunan. Dikatakan, karang taruna di desa/kelurahan secara langsung maupun tidak langsung terlibat dalam proses pembangunan. Peran karang taruna, lanjutnya bisa mengurangi konflik antara generasi muda di tengahtengah masyarakat. Kegiatan bakti social dengan membnagun fasilitas umum berupa pemandian dan WC umum serta bedah rumah tak layak huni bagi masyarakat kurang mampu dinilai sejalan dengan program pemerintah dalam Melinium

Development Goals (MDGs). Dimana dalam MDGs tersebut tujuannya, tercapainya masyarakat sejahtera tahun 2015. Sebagai mitra pemerintah, karang taruna memiliki tanggung jawab untuk melaksanakanprogram MDGS agar tercapai kesejahteraan sosial dikalangan generasi muda. Strategi dalam menghadapi persaingan global, kata Ma’ruf Syamsudin, Karang Taruna telah mempersiapkan satu program kewirausahaan kaum muda yang diberi nama taruna wirausaha atau tawira. Keberadaan Tawira akan membina kaum muda dan pada saat yang sama merngubah pola piker kaum muda supaya tidak mengejar pekerjaan sebagai PNS semata. Semangat kewirausahaan diharapkan tidak hanya tumbuh pada wilayah ekonomi, tapi juga menyebar dalam wilayah sosial kemasyrakatan. “Jadi program ini sejalan dengan program pemerintah NTB dengan lahirnya usaha baru baik bidang perkoperasian maupun bidang bidang lain serta peningkatan percepatan penuntasan kemiskinan, ”tandasnya. Sehingga, katanya, karang taruna akan memberikan kontribusi bagi terwujudnya masyarakat Indonesia sejahtera serta dalam peningkatan IPM masyarakat NTB. Dihubungi terpisah, Ketua Panitia Bulan Bakti Karang Taruna Tingkat Provinsi NTB, Rafiuddin menambahkan kegiatan tersebut dilaksanakan dari tanggal 31 November – 1 Desember 2013 bertempat di Desa Parado Rato Kecamatan Parado, Kabupaten Bima. Kegiatan bakti sosial pembangunan tempat pemandian dan WC umum serta bedah rumah yang menjadi kegiatan inti dilaksanakan pada 1 Desember lalu dengan melibatkan seluruh masyarakat sekitar. “Respons masyarakat sangat tinggi, mereka berpartisipasi luar biasa. Masyarakat antusias menerima program. Bahkan Pemda Bima yang diwakili Camat Parado sangat mendukung luar biasa kegiatan tersebut,”terangnya, sembari berharap kegiatan tersebut tahun depan lebih besar lagi dan cakupannya lebih luas. (nas/*)

(Suara NTB/ars)

PADAT – Kendaraan berjubel di Jalan Cilinaya, Mataram Mall, Minggu (22/12) sore kemarin. Situasi ini biasanya terjadi ketika hari libur dan jelang hari besar nasional. Apalagi tanggal 25 Desember nanti ada perayaan Natal dirangkai dengan perayaan tahun baru 1 Januari, menyebabkan pusat – pusat perbelanjaan favorit ramai, jalan raya pun padat merayap.

Ajang SEA Games

Atlet NTB Sumbang 4 Perak dan 3 Perunggu Mataram (Suara NTB) Sebanyak 7 atlet NTB yang membela tim Indonesia di SEA Games Myanmar sudah semua tampil di nomor atau cabor yang di ikuti. Mereka sukses mempersembahkan empat medali perak dan tiga perunggu. Ketua Bidang Pembinaan Prestasi KONI NTB, Andy Hadianto, SH, MM, yang dihubungi Suara NTB via ponselnya, Sabtu (21/12), menjelaskan, medali yang disumbang atlet NTB tersebut dipersembahkan lewat cabang olahraga atletik, pencak silat dan sepeda BMX cross . Di pertandingan cabor atletik yang berakhir Jumat (19/ 12) lalu, atlet NTB Ridwan hanya mampu mempersembahkan medali perak di nomor spesialisnya 1.500 meter putra. Atlet yang sebelumnya meraih medali emas di nomor yang sama di SEA Games Palembang 2011 ini kalah saing dengan atlet-atlet naturalisasi dari Afrika yang membela tim Thailand. Di hari yang sama atlet BMX cross, I Gusti Bagus Saputra juga berhasil menyumbangkan medali perunggu di pertandingan sepeda BMX cross. Sementara empat medali perak sebelumnya dipersembahkan atlet atletik NTB, Andrian di nomor 400 meter

gawang putra, Iswandi di nomor 100 meter putra. Kemudian lewat tim estafet 4 x 100 meter putra. Pada nomor tim 4 x 100 meter itu terdapat empat atlet atletik NTB, yakni Iswandi, Safwaturrahman, Sudirman Hadi dan Fadlin, selanjutnya medali perak keempat diraih olet atlet pencak silat putri NTB, Mariati. Sedang medali perunggu sebelumnyadiraih oleh atlet atletik NTB, Ridwan 5.000 meter. Menurut Andy prestasi atlet NTB, Ridwan di nomot 1.500 meter putra cabor atletik menurun dibanding dengan hasil SEA Games di Palembang Tahun 2011 lalu. Di mana atlet NTB atas nama Ridwan sukses meraih medali emas di nomor 1.500 meter, namun di SEA Games kali ini, Ridwan hanya mampu menyumbangkan medali perunggu di nomor 1.500 meter serta medali 5.000 meter. Penurunan prestasi Ridwan di nomor spesialinya itu bisa saji dikarenakan Ridwan turun di dua nomor, karena pada SEA Games 2011 lalu hanya fokus di satu nomor yakni 1.500 meter putra. Namun Andy mengatakan dirinya belum tahu penyebab kegagalan Ridwan mempersembahkan medali di event tersebut, karena memang para atlet masih bera-

da di lokasi SEA Games. Meski demikian Andy serahkan hasil tersebut ke pengurus cabor atletik NTB untuk dievaluasi hasil prestasi tersebut, sehingga ke depan bisa lebih baik lagi. Pada bagian lain, meski atlet NTB gagal mempersembahkan medali emas di SEA Games , Andy mengaku sangat gembira. , pasalnya cabang olahraga BMX Cross yang bukan cabor unggulan berhasil mempersembahkan medali perunggu di SEA Games Myanmar. Bagi Andy, prestasi yang ditorehkan oleh atlet BMX NTB, I Gusti Bagus Saputra itu merupakan kejutan, karena merupakan pertama kalinya atlet BMX NTB mampu mempersembahkan medali perunggu di level Asia Tenggara. Ditempat terpisah Ketua Umum Pengprov Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) NTB, H. Arsyad Gani yang dikonfirmasi Suara NTB menilai bahwa menurun prestasi atlet atletik NTB Ridwan di SEA Games Myanmar bisa jadi disebabkan dua hal. Pertama, Ridwan diturunkan di dua nomor akibatnya kondisi fisik Ridwan terkuras, karena setelah tampil di nomor 5.000 meter, Ridwan kembali ikuti nomor 1.500 meter. (fan)

Pemprov Perkuat Koordinasi dengan Instansi Vertikal mulai rapat setiap tiga bulan. Kemudian kita sepakat untuk melakukan sinkroinisasi program unggulan Pemda dan program instansi vertical diantaranya melalui forum Musrenbang,”katanya. Zainul Majdi menjelaskan, Pemprov dan pimpinan instansi vertikal akan mengembalikan forum Musrenbang yang dulunya diikuti oleh para kepala /pimpinan instansi vertikl yang ada. Katanya, sebelum era otonomi daerah, semua pimpinan instansi vertikal dulunya ikut aktif dalam musrenbang. Namun setelah otonomi daerah, instansi vertikal cenderung tidak dilibatkan secara aktif. “Sekarang kita ingin, mulai tahun depan sinkronisasi

berjalan dan para kepala instansi vertikal diundang sebagai peserta aktif dan melakukan sinkronisasi program di daerah.Sehingga kita bisa berjalan bersamasama,”katanya. Selain itu, instansi vertikal juga akan memberikan laporan kepada Gubernur sebagai wakil dari pemerintah pusat di daerah. Selain laporan pimpinan instansi vertikal diarahkan ke pimpinannya di pusat maka laporannya juga ditembuskan ke Gubernur. Hal tersebut sesuai dengan implementasi PP dari PP 19 junto PP 23.”Sehingga kita bisa melihat evaluasi dan kinerja serta apa yang perlu kita selesaikan bersama-sama,” tandasnya. (nas)

Polisi Siapkan Sniper, TNI Turunkan Batalyon Dari Hal. 1 Ditanya kondusivitas NTB jelang perayaan Natal dan tahun baru, jika menilik peristiwa penangkapan teroris di Bima beberapa waktu lalu, Kapolda tidak ingin memberi kepastian. Sebab menurutnya, kondisi daerah yang kondusif, bisa saja tiba – tiba terganggu oleh ancaman teroris atau bentuk gangguan lain. “Saya tidak berani mengatakan NTB ini kondusif, tapi yang paling penting adalah langkah antisipasi, deteksi dini. Jika ada ancaman gangguan, kami cepat bertindak,” tegasnya. Soal antisipasi, apakah ada langkah khusus, seperti menyiapkan penembak jitu? “Oh, tentu, sniper kita siagakan dalam rangka antisipasi. Tapi saya tidak mau menyebut lebih spesifik, dimana penempatannya, karena ini

kaitan dengan kerahasiaan pola pengamanan,” terangnya. Namun secara umum disebut Kapolda, sniper akan membantu pengamanan terbuka oleh ribuan pasukan TNI dan Polri yang disiagakan. Selain soal kesiagaan, fasilitas pengamanan juga disiapkan. Ada 24 pos pengamanan disiapkan di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Pos pengamanan ini untuk membantu masyarakat yang membutuhkan pelayanan keamanan. Selain itu, ada 7 pos pelayanan, khusus untuk pelayanan masyarakat yang berkendara untuk kepentingan liburan dan pelayanan kesehatan. Dalam pengamanan nanti, ada total 5.0205 pasukan gabungan disiapkan. Didominasi Polisi, di back up TNI, serta pasukan tambahan dari Sat Pol PP. Khusus TNI yang termasuk di dalam pasukan itu,

Lebak (Suara NTB) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lebak, Banten, mendukung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberantas para pelaku korupsi guna mewujudkan rasa keadilan. “Kita terus memberikan semangat terhadap KPK yang berani memberantas pelaku korupsi karena menyengsarakan rakyat banyak, juga mengalami kerugian uang negara,” kata Ketua Bidang Fatwa MUI Lebak KH Baijuri di Rangkasbitung, Minggu (22/12). Menurut dia, MUI meminta KPK memberantas korupsi hingga ke akar-akarnya dan bisa memberikan efek jera kepada mereka agar tidak melakukan perbuatan yang melanggar hukum itu. MUI Lebak menilai kinerja KPK relatif baik dengan tidak pandang bulu, siapa pun pelakunya, termasuk menteri, kepala daerah hingga dinas/SKPD. MUI Lebak juga menilai korupsi adalah perbuatan yang bertentangan dengan ajaran agama dan hukum negara, oleh karena itu lembaga alim ulama ini berharap KPK berani menegakkan hukum terhadap pelaku korupsi. “Kami berharap komitmen KPK untuk memberantas korupsi di Tanah Air benar-benar dilaksanakan secara maksimal,” katanya. Ia mengatakan, MUI men-

dukung penegakan hukum terhadap Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah yang belum lama ini ditahan KPK. Namun MUI meminta KPK harus adil dan mengutamakan asas praduga tidak bersalah. “Kami setuju jika Atut dilakukan pemeriksaan tentang penyelewangan anggaran, namun jangan dikaitkan dengan politik,” katanya. Ia menyatakan apabila penegakan hukum bermuatan politik menghadapi 2014 sebaiknya ditunda terlebih dahulu karena bisa menimbulkan konflik di masyarakat, terlebih saat ini persaingan politik cukup kuat dan saling menjatuhkanya. “Kami minta KPK jangan ada intervensi dari pihak manapun dalam penegakan hukum bagi pelaku korupsi,” katanya seraya menyebutkan, pengusutan pelaku-pelaku korupsi yang saat ini ditangani KPK sangat baik dan profesional. Dia menilai korupsi timbul karena pelakunya tidak memiliki moral dengan hanya memikirkan kehidupan pribadi untuk memenuhi kesenangan dan gaya hidup berlebihan, selain sudah tidak memiliki jiwa kesetiakawanan. “Kami sangat prihatin melihat tayangan televisi pelakupelaku korupsi tertawa dan tersenyum serta melambaikan tangan tanpa malu-malu lagi,” katanya. (ant/Bali Post)

Siapkan Sanksi Tegas

Bakal Dilibatkan dalam Musrenbang

Mataram (Suara NTB) Pemprov NTB akan memperkuat dan mengoptimalkan koordinasi dan keterpaduan dengan instansi vertical dan perangkat kementerian/lembaga di daerah ini. Dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tahun mendatang, instansi vertical akan ikut menjadi peserta ktif yang memberikan masukan-masukan terhadap rencana pembangunan daerah tahun berikutnya. Hal tersebut dikatakan Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi dalam rapat Tim Koordinasi Pimpinan Daerah yang dihadiri seluruh pimpinan instansi vertikal di daerah ini.”Mulai sekarang kita

KPK Didukung MUI Lebak

sebanyak 1.124 orang. “Kami juga siapkan pasukan dari Bataliyon 742 yang on call. Pasukan ini untuk membantu polisi jika setiap saat tiba – tiba ada gangguan keamanan,” kata Danrem 162/WB Kolonel Inf. Sofian Chandra. Pasukan dari Bataliyon ini juga ditempatkan di pusat perayaan natal dan tahun baru. Selain berperan dalam operasi bersandi “Lilin Gatarin” ini, pihaknya sebenarnya menggelar operasi rutin dalam pengamanan kondusifitas daerah dan NKRI umumnya. Apalagi dengan mencuatnya penangkapan teroris di Bima beberapa waktu lalu, pihaknya ikut bertanggungjawab melakukan antisipasi ancaman dari gerakan radikal. Sepakat dengan Kapolda, tempat – tempat paling diwaspadai menurutnya, gereja dan pusat wisata masyarakat. (ars)

Dari Hal. 1 Bagaimana reaksi Kapolda NTB Brigjen Pol. Drs. Moechgiyarto, SH, M.Hum jika status saksi Kapolres ditingkatkan menjadi tersangka oleh KPK? Ditemui usai memimpin upacara gelar pasukan operasi Lilin Gatarin 2013, Kapolda dengan tegas menyatakan, sanksi berat menanti Kapolres. “Kita tindak, tidak ada istilah tidak jika terbukti. Lihat saja nanti ,” jawab Kapolda. Dalam kasus ini Kapolda mengaku tidak akan secuil pun menutupi kesalahan jajarannya jika memang terbukti bersalah, termasuk dalam kasus Subri yang dikaitkan dengan Polres Lombok Tengah. Apalagi dalam konteks kesaksian, tidak hanya Kapolres yang dipanggil, namun juga Kasat Reskrim sampai penyidik yang menangani kasus Along, terlapor dugaan penggelapan sporadic tanah 26 are di kawasan wisata Selong Belanak. Bahkan Kapolda menyarankan wartawan untuk tetap mengikuti perkembangan kasus tersebut kemudian memantau langkah apa yang akan ditempuh pihaknya, jika setiap saat ada diantara jajarannya yang terlibat “per-

mainan” kasus itu. “Anda boleh cek nanti, apa tindakan saya,” tegas mantan Wakapolda Jawa Timur ini. Kaitan dengan kasus OTT Kajari Praya yang menyeret petinggi Kepolisian di Lombok Tengah itu, Kapolda sudah menyarankan agar kooperatif. Sebagai warga negara, bahkan penegak hukum yang baik, menurutnya wajib menghadiri panggilan KPK tersebut. “Tidak ada alasan untuk tidak hadir. Kita sebagai aparat penegak hukum kalau dipanggil KPK, ya wajib hadir lah,” tegasnya lagi. Sedikit diketahuinya kaitan dengan panggilan itu, langsung dilayangkan ke Kapolres. Tidak hanya itu, Kasat Reskrim dan penyidik juga dipanggil. Informasi diterima Kapolda, pemeriksaan akan dilakukan bertahap, mulai dari Kapolres, kemudian berlanjut ke penyidik dan Kasat Reskrim. Tapi kembali catatan disampaikannya, jajaran Propam sudah melakukan penyelidikan internal terkait kasus itu. hasilnya pun masih digodok di Bid Propam. Namun pada intinya, apapun langkah yang ditempuh KPK untuk memproses jajarannya, tidak akan dihalang halangi. “Saya mendukung sepenuhnya KPK,” tegas Kapolda. (ars)

Tindak Subri, Kejagung Tunggu KPK Dari Hal. 1 Namun hasil investigasi kedua pihak itu bukan satusatunya dasar untuk menindak Subri. Saat ini pihaknya masih menghargai proses hukum yang dilakukan KPK, sehingga sementara ini baru keputusan pencopotan terhadap Subri. Sanksi lain masih menunggu selesainya proses di KPK. “Saat ini yang bersangkutan sedang menghadapi proses hukum di KPK, kita tunggu perkembangannya ke depan,” kata Setia Untung. Tapi tidak sampai disana, masih ada proses lain di Pengadilan. Pihaknya menunggu

sampai ada putusan Pengadilan. ‘’(Subri akan diproses) Apabila kasus perkara pidananya telah putus dan terbukti secara sah melakukan tindak pidana dan memperoleh kekuatan hukum tetap,’’ terangnya. Sebagai ulasan, Kajari non aktif Subri ditangkap KPK diduga saat transaksi suap di kamar hotel Holiday Inn Senggigi Lombok Barat pekan lalu. Ia ditangkap saat menerima suap dari seorang pengusaha bernama Lusita Ani Razak (LAR). Suap itu diduga terkait perkara pidana terkait sengketa tanah di kawasan wisata di Selong Belanak, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah. (ars)


OPINI

SUARA NTB Senin, 23 Desember 2013

Halaman 6

Menyambut Sertifikat Hak Atas Kekayaan Intelektual

Dekranasda Perlu Kerja Keras

(Indikasi Geografis untuk Meningkatkan Ekonomi) Oleh :

“Suddenly I welcome myself back the reference point is no longer seen and last night’s dream’s is full of illusory images”

HINGGA akhir tahun 2013 ini, Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) Provinsi NTB mencatat semakin menurunnya jumlah pelaku industri kerajinan diantaranya kerajinan gerabah. Hal itu sebagai dampak melemahnya pasar, baik lokal, nasional lebih-lebih pasar luar negeri. Terbatasnya SDM para pelaku industri masih menjadi penyebab stagnannya perkembangan kerajinan yang menjadi salah satu brand NTB ini. Fakta ini, tentu menyedihkan. NTB khususnya Pulau Lombok, beberapa waktu lalu sangat terkenal dengan industri gerabahnya. Gerabah Lombok kala itu, hampir menguasai pasar luar negeri khususnya pasar Eropa. Pengusaha yang bergerak di industri ini pun sempat menikmati masa kejayaannya.Art shop di wilayah Banyumulek, Lombok Barat misalnya tumbuh bak jamur di musim hujan. Hasil kerajinan gerabah ini laris manis. Tidak saja memenuhi pasar luar negeri. Pasar regional pun memburunya, terutama Bali. Bali yang mengambil gerabah Lombok tidak langsung diekspor. Di Bali kerajinan ini diberi sentuhan khusus lagi, sehingga menjadi menarik dan harga jualnya pun melambung. Masa keemasan gerabah perlahan meredup menyusul insiden Bom Bali 1 tahun 2002 lalu. Ledakan bom yang meluluhlantakkan tempat hiburan di Kuta, Bali juga menghancurkan pasar gerabah di luar negeri juga regional. Perajin gerabah menangis dan masa keemasan itu nyaris sulit diraih lagi. Dari waktu ke waktu selain pasar turun, perajin pun kian ta bergairah lagi. Kepala Bidang Pengembangan Industri Kecil Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi NTB, Setya Budi tidak menampik kondisi ini. Untuk menggenjot pasar luar negeri sejauh ini masih terbatas. Dipengaruhi masih minimnya pengetahuan para pelaku industri dalam membaca selera pasar. Untuk mencegah kian merosotnya semangat perajin, perlu ada kebijakan khusus yang segera diambil oleh pemerintah daerah. Di masing-masing kabupaten/kota hingga provinsi ada Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) yang dikomandoi oleh masing-masing istri kepala daerah. Dekranasda dan stakeholder, tampaknya perlu kerja keras untuk menyelamatkan industri rumah tangga ini agar tidak tenggelam kemudian musnah. (*)

(Penulis, bergiat di Komunitas Rabu Langit Lombok Timur)

“Tiba-tiba saya menyambut diri sendiri kembali titik acuannya tak lagi nampak dan mimpi semalam dipenuhi oleh gambar-gambar ilusi” (Thich Nhat Hanh, 1999, pertapa Budha, Zen Master dari Vietnam) UMBAWA yang jauh dan sabar akhirnya resmi sebagai pemilik sah Madu Sumbawa bersertifikat hak atas kekayaan intlektual berupa indikasi geografis, bersama Susu Kuda Sumbawa, pada tanggal 10 Desember 2013 oleh Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Ahmad M. Ramli. Penantian yang lama, namun terbaca seperti tiba-tiba, di tengah kelengahan pemerintah yang nampak belum sepenuh hati menata lahan dan bantuan bagi petani madu dan susu di Sumbawa. Hemat saya, pengakuan ini penting, karena bisa berpengaruh dari sisi ekonomi, apabila di kelola secara baik dan benar. Indikasi Geografis menjadi tanda asal suatu produk atau komoditas. Tentu ini bukan mimpi yang dipenuhi gambar ilusi yang memenuhi imajinasi, ini sebuah fakta, yang seharusnya mampu merealisasikan mimpi Masyarakat petani madu dan susu, menjadi kenyataan yang berwajah bahagia. Dengan adanya sertifikat indikasi geografis itu, Masyarakat yang mengembangkan komoditas madu, memperoleh manfaat dari pemerintah, jika ada pelanggaran berupa pemalsuan produk madu asal Sumbawa, tetapi bukan diambil dari bumi Sumbawa, lalu di klaim sebagai madu Sumbawa, masyarakat bisa menuntut ganti rugi, dimanapun , seluas Republik Indonesia ini. Tentu pemerintah berkewajiban mengabarkan dan mengedukasi Masyarakat petani madu dan susu kuda Sumbawa. Bagaimana dua komoditas ini akan mampu meningkatkan pendapatan petani, menghalau kemiskinan, lebih baik lagi memberikan lapangan kerja, selain yang tak kalah pentingnya, pemerintah berkewajiban melindungi para petani lewat peraturan perundang-undangan, sebagai bentuk tanggung jawab pemilik sertifikasi intlektual berupa indikasi geografis, untuk madu Sumbawa dan Susu Kuda Sumbawa. Dan bukan tidak mungkin pemerintah menggandeng para akademisi dan para peneliti madu dan susu Kuda Sumbawa un-

Fatih Kudus Jaelani

tuk mengartikulasikan penemuanpenemuan mereka dalam sebuah buku yang dirancang menyeluruh, sebagai sebuah informasi, pengetahuan penting, dengan tujuan tidak hanya ekonomi, namun juga pelestarian hutan Sumbawa sebagai rumah lebah madu, kesediaan padang ilalang serta peremajaan Kuda penghasil Susu, secara periodik dan terencana , yang bermuara pada penyerapan tenaga kerja. Sehingga kabar baik ini, serupa kabar baik bagi peningkatan ekonomi Masyarakat di Sumbawa khususnya, juga kabar baik bagi peta peneliti dan praktisi bisnis, bukan sekedar kabar baik yang hanya menjadi mimpi yang dipenuhi gambar ilusi Masyarakatnya. Mempercayai Transformasi Ekonomi Lewat ’’Kitab Sejati Tanpa Aksara’’ Alam di Nusa Tenggara Barat, serupa kitab sejati tanpa aksara, tertera dan terhampar seluas-luasnya, akan tetapi seringkali tak terbaca. Maka untuk itulah, kita harus pandai-pandai memaknainya, mengelolanya, merawatnya bagi peningkatan ekonomi dan kesejahteraan rakyatnya. Satu persatu mulai terbaca. Sumbawa yang bertanah garang, namun ditakdirkan sebagai penghasil Madu yang lezat, Susu Kuda membuktikan ringkikannya, belum lagi Taman Nasional Geologi di Rinjani, Festival Bau Nyale yang menggoda hasrat bertandang di Kuta-Lombok dan mutiara berkedap-kedip mesra. Belum lagi kangkung garing yang hanya kalah oleh kerenyahan kerupuk, yang kini lahannya terdesak, dan banyak lagi , satu persatu, kitab sejati tanpa aksara di Nusa Tenggara Barat mungkin akan terbaca seperti lantunan kata-kata berikut: Menjulang tinggi adalah pegunungan Hijau adalah pepohonan Dalam adalah jurang dan lugas adalah ombak Angina bertiup lembut, rembulanpun cerah Diam-diam kubaca kitab sejati tanpa aksara ( Zenkei Shibayama “A Power Does Not Talk” Charles E. Tuttle, Tokyo 1970)

Begitulah, kekeliruan mendasar yang banyak dipraktikan adalah melakukan transformasi ekonomi ke sektor modern (Industri dan Jasa) dengan tergesa-gesa, demi mengejar pertumbuhan tinggi, tetapi mengorbankan pemerataan kesejahteraan dalam bingkai sebuah kesadaran. Catatan itu sudah tertera dalam sejarah yang melahirkan tanda tanya, tentang keberadaan Si asing yang mengeruk Bumi Sumbawa, mengambil tembaga dengan mineral emas, mencemari tanah di kedalaman rahasia, merambah jauh, membuat peta polusi alam, jadi gunjingan! Sebuah pekerjaan rumah yang belum tuntas, sebuah industri yang tidak bicara tentang pemerataan ekonomi, melainkan keinginan yang tergesa-gesa untuk memacu laju angka-angka. Pertembuhan ekonomi Indonesia yang relatif tinggi di masa lalu, tidak bertumpu pada sumber daya alam domestik, tetapi dari investasi, bahan baku, tekhnologi luar Negeri. Maka tidak mengherankan, bila saat ini terjadi gejala de-indutrialisasi, karena struktur industri kita tidak berakar kuat pada sumber daya alam domestik (kitab sejati tanpa aksara). Seharusnya NTB tidak mengulangi kesalahan wilayah-wilayah lain di Indonesia. Barangkali penetapan Madu Sumbawa dan Susu Kuda bersertifikat hak atas kekayaan intlektual berupa indikasi geografis, sebagai panggilan merdu, serupa nyanyian alam Sumbawa bagi pemerintah NTB untuk melindungi pasar domestik dengan bea masuk yang lumayan tinggi, agar produk lokal kita terjaga, seraya memberikan subsidi besar kepada petani Madu dan Susu Sumbawa, dengan pandangan pasti, bahwa komoditas lokal Sumbawa bersertifikat sebagai sektor yang sungguh potensial, dan mungkin saja akan sama pentingnya dengan sektor industri. Dua hal yang tidak bisa dipisahkan, dengan mengusung mantra , kebijakan yang berkeadilan. Ada baiknya bila kita mengingat khasanah cerita Sufi, pada suatu hari ada seorang pemuda cendikia mengamati seorang petani, Syeh tua yang sedang menanam Kurma dengan keringat bercucuran, membangun sejarah kasih dipunggungnya. Anak muda itu bertanya, “untuk apa melakukan pekerjaan sia-sia menanam kurma , baru akan berbuah 10 tahun lagi, masih sempat-

kah usiamu menikmati buahnya?” Syeh yang petani itu menjawab “apakah yang kau makan adalah hasil yang kau tanam sendiri?”, mendengar pertanyaan balik yang menukik, pemuda itu menyimpan malu pada langkah kakinya, lalu pergi! Melalui cerita sufi di atas, ada baiknya bila kita belajar memahami arti welas asih sang pencipta yang menitipkan kesuburan lebah Madu di Sumbawa, membuat rumah di gunung, gua, lembah, menelusuri padang bunga, memakan nektar agar menjadi madu, yang kita rawat bersama. Lalu dengan bijak kita akan mampu mengatakan, bahwa kita menikmati Madu yang kita tanam sendiri, kita minum susu kuda dari tanah kita sendiri, sewajarnya kitapun mengatakan dari kitab sejati tanpa aksara, seharusnya untuk kesejahteraan kita bersama. Serupa kabar baik yang tiba-tiba menyambut diri kita untuk kembali merawatnya. Mempertahankannya!**

Kerajinan lokal masih sulit berkembang Butuh kebijakan khusus dari pemda

***** Amankan Nataru, polisi siapkan sniper, TNI turunkan batalyon Yang penting keamanan masyarakat terjamin

STASIUN RADIO

email: citrabima_957@yahoo.co.id Telp. 0374 42906/Hp. 085337841557, 087866878882, 082145977111

Penanggung Jawab: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar Staf Redaksi Mataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, Sumada, M. Nasir, Hari Aryanti, Akhmad Bulkaini Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi, Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur: Rusliadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi. Sumbawa : Arnan Jurami. Dompu : Nasrullah. Bima : M.Yusrin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Jamaluddin, Wahyu W. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 8.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 8.000/mmk. Display F/C : Rp 15.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 5.000./mmk. Iklan 1 kolom (max 100 mmk): Rp 4.000/mmk. Iklan Advertorial : Rp 3.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 450.000/ bulan (30 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 150.000/kavling. Iklan Paket (ukuran max 600 mmk), - 5 kali muat Rp 500/mmk, - 10 kali muat Rp 450/mmk, - 15 kali muat Rp 400/mmk. Pembayaran di muka. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 50.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 55.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 3.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT Bali Post.

SUARA NTB

Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.


SUARA NTB Senin, 23 Desember 2013

Rindukan Gudang Pupuk PEMERINTAH Daerah (Pemda) Kabupaten Lombok Utara (KLU) melalui dinas terkait diminta untuk membangun gudang pupuk di KLU. Hal itu dimaksudkan sebagai salah satu bentuk antisipasi kelangkaan pupuk di setiap musim tanam, yang mana di satu sisi, pengadaan pupuk selalu berinteraksi dengan cuaca (penghujan) sehingga kerap dijadikan alibi kendala distribusi oleh distributor. “Kami meminta kepada Pemerintah melalui Bapak selaku Anggota DPRD agar kami, petani di KLU ini dibuatkan gudang pupuk. Seringkali kami hadapi, kelangkaan pupuk terjadi di saat musim tanam seperti sekarang ini,” ungkap salah satu Pengurus P3A Sadar Sankukun, Idris, dalam reses anggota DPRD, Zarkasi, S.Ag., di Dusun Sembaro, Desa Genggelang, Jumat (20/12) malam. Idris, petani Dusun Sembaro ini mengakui aspirasi gudang pupuk telah dikomunikasikan sebelumnya kepada pihak penyuluh maupun lingkup Dinas Pertanian KLU. Hanya saja, jawaban yang diperoleh, belum ada kepastian menyangkut gudang pupuk kepada untuk petani. Problem pupuk yang dijelaskan Penyuluh - Dinas Pertanian kepada Pengurus P3A Sadar Sankukun, lanjut Idris, bahwa Pupuk untuk KLU ditangani oleh tiga Distributor, yaitu Puskud, CV. Surya Tani, dan satu Distributor lagi berasal dari Lombok Tengah. Hanya saja, distribusi pupuk untuk wilayah Gangga, Kayangan, dan Bayan, kerap bermasalah. “Musim seperti ini kami dihadapkan pada harga pupuk yang terlampau tinggi (jauh melebihi Harga Eceran Tertinggi, red). Kami terpaksa harus membeli karena memang kami butuh pada momen itu,” sambungnya. Menanggapi itu, anggota DPRD, Zarkasi, S.Ag., menyambut baik aspirasi pengurus P3A Sadar serta usulan petani Dusun Sembaro. Zarkasi berjanji, akan memanggil lagi pihak Dinas Pertanian untuk mengantisipasi kelangkaan pupuk di momen musim hujan. “Di musim hujan semua aktivitas pasti sulit, sehingga jauh hari pupuk harusnya sudah disediakan oleh distributor. Jangan tidak adanya gudang pupuk jadi alasan sehingga petani harus terbengkalai,” ujar Zarkasi. Diterangkan Zarkasi dari hasil pertemuan DPRD dengan Dinas Pertanian, terungkap pula, penunjukan distributor pupuk untuk wilayah Kabupaten dilakukan melalui Kementerian Pertanian. Sayangnya, kinerja lapangan dari Distributor tersebut belum mampu mengimbangi kebutuhan petani, terutama ketika distributor memasang harga di luar HET. “Hal-hal seperti ini harusnya dipikirkan lebih dini oleh Dinas Pertanian. Masukan yang bagus dari Petani, dan saya pikir, Pak Bupati dan Dinas Pertanian, tidak harus bergantung pada gudang distributor. Harus ada intervensi Pemda untuk mengantisipasi kelangkaan maupun harga tinggi,” tandas ZarkaZarkasi si. (ari) (Suara NTB/dok)

Bulog Belum Optimal Serap Kedelai Petani Mataram (Suara NTB)Belum ada progres yang menggembirakan dari para petani penanam kedelai di Provinsi NTB. Dilihat dari minimnya serapan selama setahun ini. Divisi Regional (Divre) Bulog Wilayah NTB mengaku menyerap kedelai lokal sangat terbatas. Entah karena persoalan apa. Kepala Divre Bulog NTB, Ir. M. Hasim yang dikonfirmasi di Mataram, Sabtu (21/12) mengaku serapan selama setahun ini tak cukup banyak, hanya 1.000 Kg, atau sebesar 1 ton. Padahal, Perum Bulog pusat sudah menginstruksikan untuk melakukan serapan di daerah ini sebanyak-banyaknya. “Kita sangat serius bagaimana kedelai ini bisa diserap dalam jumlah banyak. Cuma dalam pelaksanaan di lapangan berbeda dengan yang kami hitung. Mestinya kalau sudah panen akan banyak kedelai yang bisa diserap. Tapi kami hanya bisa menyerap sebanyak 1.000 kg hingga terakhir ini,” terang Hasim. Di samping masih terbatasnya jumlah stok yang diserap dari masyarakat, persoalan lain yang masih dihadapi menurutnya adalah, tingginya harga jual yang ditawarkan para petani. Rata-rata di atas Rp 8.000/Kg. Dan petani sangat mempertahankan harga tersebut. Rencananya, Bulog akan menyerap dalam jumlah banyak kedelai lokal, untuk menjaga ketersediaan kebutuhan para perajin tahu/tempe. Mengingat pemerintah pusat juga membatalkan rencana impor dalam jumlah karena terjadinya gejolak harga beberapa waktu lalu. “Kami akan beli sesuai HPP (Harga Pembelian Pemerintah) sebesar Rp 7.400. Kemudian Bulog akan jual di perajin Rp 8.000. Tetapi petani malah menawarkan kepada Bulog seharga Rp 8.000an. Bagaimana kami bisa menjualnya di perajin nanti,” sebut Hasim. Di satu sisi, masih tingginya harga penjualan di tingkat petani mungkin wajar. Mengingat masih terbatasnya hasil panen di lapangan. Tetapi di sisi lainnya, Bulog sejauh ini belum bisa menjalankan bisnisnya dalam hal pemenuhan stok kepada perajin. Mengantisipasi limitnya stok kedelai lokal untuk tahun 2014 mendatang, Hasim mengatakan sudah membangun kerjasama dengan Dinas Pertanian. Melalui bantuan program oleh Kementerian Pertanian, dengan adanya subsidi benih, Hasim mengatakan pihaknya akan memberikan jaminan harga, tetapi batasannya tetap HPP. “Kemungkinan petani masih trauma karena anjloknya harga beberapa waktu lalu. Sehingga kedelai masih menjadi pilihan ketiga petani. Namun dengan adanya jaminan harga, semoga tahun depan petani bisa lebih bergairah menanam kedelai,” demikian diharapkannya. Seperti diketahui, persoalan kedelai ini menjadi hal yang cukup dilematis. Di satu sisi, jika harga kedelai, maka petani yang akan menanggung rugi. Di sisi lainnya, jika terjadi kenaikan harga, maka akan sangat memberatkan bagi para perajin tahun tempe. Namun, menurut Bulog, dengan adanya HPP ini setidaknya akan dapat menekan permainan para tengkulak. (bul)

EKONOMI DAN BISNIS

Halaman 7

Bongkar Muat di Lembar Masih Jadi Masalah Serius Mataram (Suara NTB)Hingga akhir tahun 2013 ini, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) NTB mencatat lambannya bongkar-muat sembako dan barang strategis di pelabuhan Lembar, Lombok Barat (Lobar), masih menjadi masalah serius dan sering jadi penghambat pendistribusian sembako. Hal itu malah kerap menimbulkan gejolak harga di lapangan. Meski demikian, stok kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako) dan komoditi strategis menjelang natal dan tahun baru (nataru) masih aman. “Hasil kesimpulan TPID, semua kebutuhan pokok dan barang strategis tersedia cukup sampai Desember. Secara keseluruhan kebutuhan pokok dan barang strategis tersedia cukup,” kata Kepala Disperindag NTB, Drs. H. L. Imam Maliki, MM di Mataram, Jumat (20/12). Disebutkan, sebanyak tiga kebutuhan pokok sejak awal 2013 lalu yang harganya masih bertahan. Tiga kebutuhan pokok tersebut yakni daging sapi, cabai dan bawang. Untuk cabai dan bawang, kata Maliki harganya sudah mulai stabil. Namun, untuk harga daging masih cukup tinggi. Ia menjelaskan untuk harga daging terjadi disparitas harga untuk pulau Lombok dan pulau Sumbawa. Harga daging di pulau Lombok dan

Sumbawa berbeda dengan selisih harga sekitar Rp 20 ribu. Di kabupaten Sumbawa harga daging berkisar antara Rp 70 sampai 75 ribu per kg, sementara di pulau Lombok harga daging sapi mencapai Rp 100 ribu per kg. Maliki menambahkan, hal yang sering menjadi penghambat ketersediaan kebutuhan pokok dan barang-barang strategis lainnya seperti semen dan pupuk selama ini adalah terbatasnya daya tampung atau kapasitas bongkar - muat di Pelabuhan Lembar. Daya tampung dermaga bongkar muat Pelabuhan Lembar saat ini hanya mampu menampung tiga buah kapal dengan kapasitas muatan 6 – 7 ton. Akibatnya, sebanyak 8 – 10 kapal yang terpaksa antre di kolam labuh. Barang-barang tersebut sudah ada di pelabuhan, namun tidak bisa langsung bongkar - muat karena pelabuhan kapasitas bongkar muat yang terbatas. “Ini yang

(Suara NTB/nas)

BONGKAR MUAT - Aktivitas bongkar - muat di dermaga Pelabuhan Lembar, Lobar, yang karena kurang mencukupinya fasilitas di sana, menyebabkan stok sembako dan kebutuhan strategis lainnya untuk NTB kerap terlambat didistribusikan. kadang menghambat persediaan di lapangan,” terangnya. Menyikapi persoalan ini, lanjutnya, sudah ada kesepakatan antara distributor dan agen untuk membuka gudang sampai tiga shift sehari atau dilakukan bongkar muat selama 24

jam. Namun dalam prakteknya hal itu tidak dipenuhi oleh perusahaan. Karena hasil peninjauan di lapangan pupukl 17.00 Wita gudang sudah tutup sehingga terjadi stagnasi pembongkaran. “Cuma dari pihak perusa-

haan ini menyetujui tetapi prakteknya tidak bisa. Pukul 17.00 atau pukul 18.00 sudah tutup sehingga terjadi stagnansi pembongkaran. Kalau ini saja terpenuhi, kelancaran arus barang sudah bisa teratasi. (nas)

Pemprov NTB Harus Kerja Kerajinan Lokal Masih Keras Entaskan Kemiskinan Sulit Berkembang Mataram (Suara NTB)Divisi Regional (Divre) Bulog NTB untuk tahun 2014 mendatang sudah menyiapkan stok distribusi beras miskin (Raskin) masih sama dengan tahun 2013. Pasalnya, pemerintah pusat sudah menetapkan bahwa tidak ada pengurangan, atau penambahan jumlah Rumah Tangga Sasaran (RTS) di provinsi ini. Dari kondisi ini, terukur bahwa usaha pemerintah daerah belum begitu baik dalam mensejahterakan masyarakat. Pengamat Ekonomi dari Universitas Mataram, Dr. Iwan Harsono, SE, M. Ec menanggapi ini sebagai persoalan serius yang harus ditangani pemerintah daerah. Sebab, di satu sisi berbagai upaya sudah dilakukan dalam hal pengentasan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan. Mestinya, dalam setahun harus ada perubahan tingkat perekonomian masyarakat. Salah satu barometernya adalah berkurangnya jumlah, atau menurunnya minat masyarakat untuk menerima jatah Raskin. “RTS penerima Raskin ini sudah berdasarkan penilaian dari pusat. Ini artinya pemerintah pusat masih menilai sekian persen masyarakatnya memang layak menerima bantuan raskin ini. Pemerintah daerah harus bekerja keras untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat,” demikian pandangan dosen Fakultas Ekonomi Unram ini dihubungi Suara NTB di Mataram, Sabtu (21/12). Mengukur tingkat kemiskinan di NTB, sebenarnya tahun 2013 ini sudah terjadi penurunan, dari 18 persen menjadi 17 persen, dianggap sudah cukup baik. Tetapi mestinya itu bisa dibarengi secara menyeluruh. Artinya, jumlah keluarga pra se-

(Suara NTB/dok)

Iwan Harsono

jahtera I dan prasejahtera II yang menjadi tolok ukur ditetapkannya jumlah penerima raskin , juga dapat ditekan. Untuk itu diusulkannya, tahun 2014 mendatang, pemerintah dapat mengalokasikan lebih besar lagi porsi APBD untuk meningkatkan kreativitas masyarakat melalui kegiatan padat karya. Sehingga tidak menjadikan masyarakat menjadi manja, dengan menerima bantuan langsung, semisal raskin. Sebab cara ini dianggap tak menjadi solusi. Lainnya dengan memperbanyak upaya membuka lapangan kerja. Melihat data untuk tahun ini, tingkat pendapatan masyarakat di NTB masih terukur sebesar Rp 280.000/bulan/KK. Dengan asumsi, satu KK terdiri dari empat anggota keluarga. Idealnya, di Provinsi NTB ini bisa diupayakan pendapatan per-KK dalam sebulannya harus mencapai Rp 400.000. “Rp 400 ribu ini hanya untuk kebutuhan makan per-KK, baru seimbang. Ini kita masih bertah-

an di Rp 280 ribu. Tingkat kesejahteraan kita masih rendah, makanya dikasi jatah raskin tetap seperti tahun lalu. Ini harus menjadi fokus perhatian pemerintah daerah,” demikian menurutnya. Sementara itu, Kepala Biro Administrasi Perekonomian Setda Provinsi NTB, Drs. Hendro kartiko, M. Si secara terpisah mengatakan, bahwa pemerintah pusat menetapkan alokasi untuk raskin tahun 2014 masih sama dengan tahun 2013. Karena memandang masih perlunya RTS penerima terus distimulus. “Jumlah penduduk miskin kita masih sebesar 14 persen. Meskipun jumlah penerima raskin kita masih akan tetap sama. Tetapi bukan berarti tidak ada perubahan kesejahteraan, karena Raskin itu hanya stimulus dan sama halnya dengan Balsem,” katanya. Secara umum disebutkan, bahwa pertumbuhan ekonomi di daerah ini realtif sudah baik. Karena, angkanya peningkatannya sudah berada pada 5,29 persen di tahun 2013 ini. Tingkat kesejahteraan menurutnya tak bisa diukur langsung dengan jumlah angka penerima Raskin, tetapi harus berbicara secara makro. Pemberian jatah raskin menurutnya tak mungkin ditolak. Sebab banyak RTS yang dipandang oleh pusat masih harus di-support. Meski demikian, pemerintah daerah tetap berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Termasuk dengan memandirikan masyarakat dengan memperbanyak kegiatan padat karya, dan kegiatan yang berbasis wirausaha. (bul)

Mataram (Suara NTB)Hingga akhir tahun 2013 ini, Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) Provinsi NTB mencatat semakin menurunnya jumlah pelaku industri kerajinan gerabah. Hal itu sebagai dampak melemahnya pasar, baik lokal, nasional lebih-lebih pasar luar negeri. Terbatasnya SDM para pelaku industri masih menjadi cerita stagnannya perkembangan kerajina yang menjadi brand NTB ini. Kepala Bidang Pengembangan Industri Kecil Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi NTB, Setya Budi tidak menampik kondisi ini. Untuk menggenjot pasar luar negeri sejauh ini masih terbatas. Dipengaruhi masih minimnya pengetahuan para pelaku industri dalam membaca selera pasar. “Kita masih mengirim gerabah hanya sampai Bali. Di sana produk kita dipoles lagi, disesuaikan dengan selera pasar. Itu yang belum kita lakukan,” katanya, Sabtu (21/12). Untuk mempertahankan keberadaan para pelaku industri kerajinan gerabah ini, salah satu langkah yang mungkin bisa diterapkan menurut Setya Budi, memaksimalkan pasar lokal. Sebelumnya sudah ada kerjasama pemasaran dengan Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi NTB dengan pemerintah daerah. Nampaknya itu belum berjalan maksimal, kemungkinan karena masih belum seimbangnya antara kriteria produk yang diinginkan para pelaku hotel

dan restoran dengan hasil karya yang dibuat para pelaku industri kerajinan. Setya Budi menambahkan, untuk memancing terlaksananya program tersebut. Bisa saja pemerintah daerah mengagendakan setiap perayaan ulang tahun NTB untuk memberikan penghargaan kepada pelaku usaha hotel dan restoran yang paling berperan menggunakan produk lokal. “Kita berikan saja mereka reward, dengan begitu mungkin mereka bisa menggunakan dan menyerap produk kerajinan lokal untuk ditampilkan di hotelnya atau dengan menjadikannya souvenir pada setiap tamu yang berkunjung,” sebutnya. Atau terobosan yang bisa dilakukan adalah, memulai penggunaan produk lokal dari diri sendiri. Artinya pemerintah daerah, instansi segala lembaga yang ada di dalamnya untuk menggunakan kerajinan tersebut pada desain ruangannya. “Bisa saja, harus ada pergantian desain pajangan di ruang-ruang Gubernur misalnya, setiap tahun harus ada. Karena gerabah menjadi satu produk yang tahan lama. Kemungkinan karena itu yang menyebabkan pasar luar negeri tidak berkembang,” sebut Setya Budi. Dengan sentuhan kebijakan yang dimaksud ini, diharapkan pasar lokal bisa berkembang. Sebab, tidak menutup kemungkinan menurutnya jika pemerintah daerah memulainya, maka masyarakat di bawahnya otomatis perlahan akan mengikuti (bul)


SUARA NTB Senin, 23 Desember 2013

POLHUKAM

Halaman 8

Persoalan DPT Tanpa NIK Operasi Lilin Gatarin

Polres Lotim Kedepankan Aksi Kemanusiaan Selong (Suara NTB) Selama dua pekan mendatang, aparat Polres Lombok Timur bersama tim gabungan lainnya akan menggelar operasi bersandi “Lilin Gatarin” 2013. Kegiatan menyambut datangnya peringatan Natal dan Tahun Baru Masehi ini, pihak aparat keamanan akan mengedepankan aksi peduli kemanusiaan. Hal ini disampaikan Kepala Sub Bagian Humas Polres Lotim, Iptu I Komang Samia kepada Suara NTB via ponselnya, Minggu (22/ 12). Ia sebutkan ada 110 per(Suara NTB/rus) sonel lingkup Polres Lotim I Komang Samia yang disiagakan. Semua personel diambil dari perwakilan satuan yang ada di lingkup Polres. “Ada dari Sabhara, Lantas dan Intelkam,” sebutnya. Selama proses operasi lilin, dipastikan tidak ada penegakan hukum. Tidak ada penilangan dan tindakan lainnya. Operasi ini menitikberatkan pengamanan pada aspek kelancaran perayaan Natal 25 Desember 2013 dan tahun baru 1 Januari 2014 mendatang. Adapun posko dipersiapkan dipusatkan dititik-titik yang dianggap paling tinggi intensitas keramaiannya. Diantaranya, simpang empat Taman Rinjani Selong, simpang empat Masbagik dan satu lagi di Pelabuhan Kayangan. Ditambahkan, pos pelayanan juga disiagakan dengan keikutsertaan tim medis dalam tim, terutama di pelabuhan Kayangan. Arus lalu lintas diyakinkan akan memadati jalur jalan nasional. Warga NTB dari Sumbawa, diprediksi banyak yang akan pergi ke Mataram melalui Pelabuhan Kayangan. Aparat Polres pun siap melakukan pengawalan terhadap warga yang butuh pengawalan. “Kita standby dan siap melakukan pengawalan,” demikian imbuhnya. (rus)

Pemprov NTB Serahkan ke Kemendagri Mataram (Suara NTB) Pemprov NTB menyikapi Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang belum memiliki NIK dan invalid. Melalui melalui Dinas Sosial Kependudukan dan Catatan Sipil (Disosdukcapil), Pemprov langsung berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Tujuannya, agar terbit NIK dan perbaikan atas data yang invalid. Seperti diketahui, sebanyak 241 ribu orang lebih pemilih yang belum memiliki NIK dan 8.055 orang pemilih dengan NIK invalid. Sementara Pemilu legislatif dan pilpres Tahun 2014 segera dihelat. Kepala Disodukcapil NTB, Drs. H. Bachruddin, M.Pd yang dihubungi Suara NTB, Sabtu (21/12) siang mengatakan, persoalan ratusan ribu DPT yang belum memiliki NIK akan segera tuntas. Namun, untuk penyelesaian DPT invalid itu, memerlukan proses lama. “Jadi 8.055 DPT invalid itu sudah kita kirim ke Ditjen Administrasi Kependudukan Kemendagri di Jakarta untuk

diolah (diperbaiki),” kata Bachruddin. Sementara untuk 241 ribu lebih DPT yang belum memiliki NIK, datanya sudah ada diserver, sehingga lebih mudah diperbaiki atau diterbitkan. Menurut Bachruddin, untuk penyelesiaan DPT yang belum memiliki NIK paling tidak akhir Desember ini sudah tuntas. “Dalam dua minggu, itu sudah selesai kalau DPT tidak punya NIK. Tetapi kalau 8.055 DPT invalid itu selesainya akan lama karena berproses (Mendagri),” tuturnya. Meski demikian, sebelum pelaksanaan Pemilu 2014 berlangsung pada 9 April 2014

mendatang masalah DPT tersebut harus sudah tuntas. Dijelaskan, sebanyak 8.055 DPT invalid di NTB tersebut disebabkan mobilitas masyarakat yang keluar daerah dan keluar negeri yang cukup tinggi. Sementara, kesadaran untuk membuat surat keterangan pindah atau bekerja diluar negeri masih sangat minim. “Karena aturan pada saat pendataan yang berangkutan tidak ada, tidak punya surat pindah baik ke dalam dan luar negeri maka tidak boleh dimasukkan dalam Kartu Keluarga (KK). Akhirnya, kita mengambangkan dia, takutnya dia nanti dapat KTP ditempat

Gagal Pulang, TKW Ini Dipenjara di Arab Saudi Lagi- lagi nasib naas dialami TKI Lombok Barat. Tujuh tahun merantau di Arab Saudi TKW asal Ketejer Desa Suka Makmur Gerung, bernama Saenah tak jelas nasibnya. TKW ini beberapa kali ingin pulang namun selalu gagal, bahkan kabar diterima orang tuanya kalau dirinya masuk penjara dinegara tersebut. SAKMAH ibu TKW ditemui di kediamanya mengaku anaknya itu beberapa kali ingin pulang namun tetap gagal. Diketahui dari anaknya, kalau di negara itu sedang pemutihan sehingga semua TKI yang ber-

masalah dipulangkan, “Termasuk anak saya, berapa kali ia mau pulang tapi gagal. Saya khawatir ia kenapa-kenapa,” aku Sakmah, Minggu kemarin. Bulan lalu, anaknya menelpon memberitahukan kon-

dengan DPT invalid tersebut namun pihaknya belum mengetahui perkembangannya karena komisioner KPU NTB saat ini masih lowong, sebab masih dilakukan fit and proper test oleh KPU pusat. “Terkait DPT invalid ini harus dikembalikan pada aturan perundang-undangan yang berlaku. Artinya, apakah mereka nanti menjadi pemilih khusus atau seperti apa. Persoalan ini harus selesai,” tandasnya. Jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) tanpa memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) di NTB mencapai 241 ribu orang lebih dari jumlah DPT NTB sebanyak 3,4 juta lebih. Dari jumlah DPT sebanyak itu, 8.055 orang pemilih diantaranya memiliki NIK tidak valid. Pemilih yang masih bermasalah itu, menurutnya sangat berpotensi menimbulkan persoalan pada pemilu 2014 mendatang. (nas)

Polres Lobar Antisipasi Terorisme

Kaum Perempuan Dukung Jokowi Jadi Capres Depok (Suara NTB) Kaum perempuan, terutama ibu-ibu bakal memilih Gubernur Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta Joko Widodo (Jokowi) untuk menjadi Presiden RI menggantikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2014, demikian survei alumni FIS UI 78. Hubungan Masyarakat Alumni Fakultas Ilmu Sosial Universitas Indonesia (FIS UI) 78, Asri Hadi, pada Minggu mengungkapkan, berdasarkan survei yang diadakan pihaknya kepada para peserta Seminar Presiden Pilihan Perempuan yang diadakan Sabtu (21/12), memperlihatkan hasilnya sebagian besar memilih Jokowi sebagai Presiden. “Mayoritas peserta, yakni sebanyak 31 dari 59 perempuan memilih Gubernur Jokowi untuk menjadi pemimpin bangsa ini tahun depan,” katanya. Sisanya, lanjut dia, memilih Prabowo Subianto (7 orang), Sri Mulyani (6), M. Jusuf Kalla (5), Megawati (4), Abu Rizal Bakrie (4), dan Mahfud MD (2). Menurut dia, hasil tersebut merupakan pilihan para kaum perempuan yang terdiri dari pengusaha, ketua organisasi massa (ormas), anggota dewan, akademisi, dan mahasiswi yang tanpa didasari tindakan paksaan oleh pihak manapun pada saat itu. “Ini membuktikan bahwa kaum perempuan mendambakan sosok Jokowi sebagai pemimpin bangsa ini untuk lima tahun ke depan, karena dia memiliki sikap kepemimpinan yang sesuai dengan harapan para kaum ibu yang menghadiri seminar tersebut,” katanya. Ia mengatakan, sudah saatnya kaum perempuan di Indonesia menjadi subyek politik dan tidak lagi menjadi obyek politik dalam menghadapi Pemilu 2014. “Sebagai kaum perempuan, kita tunjukkan sikap politik” ujar Asri Hadi. Adapun pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Ikrar Nusa Bhakti, menilai bahwa kaum ibu sudah tidak mementingkan pencitraan yang baik yang dibentuk oleh kandidat presiden lainnya. “Terpilihnya Jokowi itu kan tandanya sudah ada proses kalau memilih pemimpin bukan dari kegantengan fisik,” ucap Ikrar, yang juga alumni FIS UI 1983. Saat ini, lanjutnya, kaum ibu lebih memilih pemimpin yang benar-benar memiliki integritas yang tinggi dan kejujuran, seperti Jokowi, yang juga bukan yang memiliki latar belakang militer. Sedangkan, Nina Akbar Tandjung selaku pengamat budaya menilai, perempuan harus yakin terhadap pilihannya saat ini adalah orang yang bisa memberikan pengaruh dan perubahan yang baik bagi kehidupan bangsa ke depannya. Istri politisi senior Akbar Tanjung tersebut berharap, presiden terpilih oleh ibu-ibu itu nantinya dapat menjaga pluralitas bangsa, karena keberagaman penduduk Indonesia adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari, sehingga penting menjaganya. “Pluralitas dimulai dari adanya saling pengertian dan adanya sikap toleran. Bagaimana memulai sikap saling pengertian dan adanya sikap toleran dari usia semuda mungkin,” ujar perempuan bernama lahir Krisnina Maharani itu. Alumni FIS UI itu menimpali, “Sudah saatnya kaum perempuan di Indonesia menjadi subyek politik dan tidak lagi menjadi obyek politik dalam menghadapi Pemilu 2014 mendatang.” (ant/balipost)

lain. Tetapi, kita sudah pesan kepada orang tuanya, kalau tidak memegang KTP ditempat lain maka dimasukkan ke KK orang tua atau dibuatkan KK baru untuk pembuatan KTP,”terangnya. Bachruddin menyebutkan, sebanyak DPT ivalid tersebut tersebar di enam kabupaten/ kota yakni Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Utara dan kabupaten Sumbawa. Namun tidak dirincikan jumlahnya untuk masing-masing kabupaten/kota tersebut. Sementara itu, Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu NTB, Bambang Karyono mengatakan penyelesaian DPT invalid tersebut paling lambat diselesaikan oleh KPU bersama pemerintah 14 hari sebelum pelaksanaan Pemilu pada 9 April 2014 mendatang. Ia mengatakan, KPU bersama pemda sudah melakukan perbaikan-perbaikan terkait

(Suara NTB/ist)

PENCARIAN - Basarnas saat proses pencarian Muslim, mahasiswa IKIP Mataram asal Bima yang hilang di Pantai Kerandangan, Senggigi Lobar.

Mahasiswa IKIP Hilang Terseret Ombak Pantai Kerandangan Giri Menang (Suara NTB) Tiga mahasiswa IKIP Mataram terseret ombak ketika berenang di pantai Kerandangan. Muslim, satu dari tiga mahasiswa itu dinyatakan hilang dan masih dilakukan pencarian oleh Basarnas NTB. Kejadian ini terjadi sekitar pukul 13.00 siang. Informasi yang dihimpun Suara NTB, mahasiswa asal Bima ini datang ke lokasi untuk berlibur sembari diskusi masalah kuliah. Mereka menyempatkan diri berenang di pantai Kerandangan III yang dikenal ombaknya ganas. Namun, naas ketika asyik berenang justru ombak menyeret

mereka sehingga ketengah. Dua mahasiswa lain berhasil selamat, sedangkan satu orang masih hilang. Humas SAR Mataram, I Putu Cakra membenarkan adanya kejadian itu. “Bertiga yang berenang, dua selamat, satu hilang atas nama Muslim asal Bima,”ungkap Putu, Minggu kemarin. Dijelaskan Putu, kronologi kejadian terjadi sekitar pukul 13.00, ketika para mahasiswa ini sedang berenang. Tiga mahasiswa ini sekittar beberapa menit berenang, tiba-tiba ombak menyeret mereka hingga ketengah. Dua mahasiswa salah satunya bernama Iman,

berhasil menyelematkan diri. Namun satu mahasiwa Muslim hilang terbawa ombak. Sejumlah rekannya pun mencoba menyelamatkan namun tak membuahkan hasil karena ombak besar. Setelah kejadian itu, sekitar pukul 14.00 lebih, timnya turun ke lokasi kejadian dan langsung melakukan pencarian. Jumlah tim yang diterjunkan sebanyak 10 orang. Diketahui, mahasiswa yang hilang terseret ombak adalah mahasiswa IKIP semester III. Ia megambil program studi (Prodi) Kimia di kampus tersebut. “Saat ini tim masih melakukan pencarian,” jawab Putu petang kemarin. (Her)

Warga Heboh, Lima ”Hand Tractor” Bantuan Pemda Hilang

Giri Menang (Suara NTB) Untuk pengaman Natal 2013 dan Tahun Baru 2014 di Wilayah Hukum Polres Lombok Barat, Sabtu (21/12) kemarin Polres melaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat “Lilin Gatarin – 2013” di Mapolres Lobar yang dihadiri oleh seluruh Personel polres Lombok Barat dan stakeholders yang ada di Lombok Barat. Pelaksanaan operasi ini, selain menitikberatkan pada antisipasi berbagai potensi Gangguan Kamtibmas dan Kamseltibcarlantas yang dapat mengganggu perayaan Natal 2013 dan Tahun Baru 2014, juga fokus pada antisipasi terhadap ancaman terorisme. Disamping itu, berbagai aksi anarkis juga menjadi ncaman yang harus mendapatkan atensi dalam pengamanan Natal dan Tahun Baru. Semua potensi ancaman tersebut, diharapkan mampu diatasi melalui langkah – langkah proaktif dan inovatif agar seluruh kegiatan masyarakat menjelang akhir Tahun 2013, dapat berjalan aman, lancar. Apel Gelar Pasukan dipimpin langsung Kapolres Lobar, AKBP Yulianus Yulianto SH, S.IK, MBA. Dalam amanat Kapolri yang dibacakan Kapolres, mengingatkan bahwa perayaan natal dan tahun baru selalu diikuti dengan meningkatnya dinamika situasi kamtibmas, sehingga memerlukan upaya dan langkah pengamanan secara komprehensif dari Polri, didukung oleh seluruh komponen Masyarakat. “Perayaan tersebut diprediksi akan menyebabkan meningkatnya mobilitas dan intensitas kegiatan masyarakat, terutama di tempat ibadah, jalan protokol, pusat perbelanjaan,

tempat hiburan, obyek wisata, serta jalur lalu lintas lainnya, yang puncaknya akan terjadi pada malam pergantian Tahun,” ungkap Kapolres. Hal ini jelas Kapolres berpotensi menimbulkan Gangguan Kamtibmas dgn terjadinya beberapa jenis tindak pidana, serta menyebabkan kemacetan dan kecelakaan lalu lintas. Selain itu, kondisi cuaca yang saat ini memasuki musim hujan, akan berimplikasi pada timbulnya bencana banjir dan rusaknya kondisi jalan, yang dapat menghambat mobilitas masyarakat dari satu tempat ke tempat lain. Karena itu, untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan dan kerawanan yang muncul menjelang, pada saat dan pascanatal 2013 dan tahun baru 2014, maka Polri bersama seluruh stakeholders menggelar Operasi “Lilin - 2013’’ selama 10 (sepuluh) hari, terhitung mulai tanggal 23 Desember 2013 sampai dengan tanggal 1 Januari 2014. Dalam pelaksanaannya, operasi ini jelas Yulianus mengedepankan kegiatan preventif yang didukung kegiatan intelijen serta penegakan hukum guna memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan prima kepada masyarakat. Ia menambahkan, Pada Operasi kali ini, Polres Lombok Barat menurunkan sebanyak 125 personel yg didukung dgn personel TNI, dan Instansi terkait beserta komponen masyarakat lainnya. Gabungan personel tersebut akan ditempatkan pada 3 pos pengamanan dan 1 pos pelayanan, yang tergelar di berbagai lokasi perayaan Natal dan Tahun Baru yang ada Wilayah Hukum Polres Lombok Barat. (Her)

Giri Menang (Suara NTB) Sebanyak lima unit hand tractor bantuan Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan Lombok Barat hilang. Alat pertanian itu hilang di kediaman TGH. Kaharudin, Gerung. Kejadian ini menghebohkan warga. Namun ada keanehan menurut warga, lantaran yang hilang justru handtraktor bantuan, sedangkan handtraktor milik warga justru tidak diambil oleh Pencuri. Mardan salah seorang warga setempat ditemui di Gerung, Minggu kemarin menurutkan, kejadian hilangnya handtraktor itu sekitar dua bulan lalu Pukul 03.00

Wita. Lima unit Handtraktor itu berderet dengan kendaraan roda dua. Namun anehnya, pencuri hanya mengambil hand tractor yang lebih berat dibanding sepeda motor. Hal ini pun sempat menghebohkan warga setempat. “Sempat heboh karena warga heran kenapa yang diambil justru hand tractor bantuan,” tuturnya. Terkait kejadian ini, Kepala Desa Suka Makmur, Saharudin membenarkan. Namun soal jumlah barang hilang dibantahnya lima unit, namun satu unit saja. Ketika itu hand tractor berderet dengan handtraktor lain beserta Kendaraan santri di

ponpes milik TGH. Kaharudin. Pasca kejadian itu, pihak desa tidak melaporkan masalah ini ke polisi, karena menurutnya kalaupun dilaporkan hand tractor tak akan bisa ditemukan. Kades menjelaskan, kondisi keamanan di desa setempat cenderung aman. Di desa setempat terdapat sejumlah penjaga dimasingmasing dusun, namun saat kejadian itu justru penjaga tak tahu. Sementaara itu Kasatreskrim Polres Lobar, Iptu Windy Trjahyadi mengaku belum ada laporan terkait masalah ini. “Belum ada masuk laporan Soal kasus ini,” jawabnya. (her)

GELAR - Gelar pasukan, dipimpin langsung Kapolres Lobar, AKBP Yulianus Yulianto di lapangan Mapolres setempat.

disinya. Saat itu anaknya ingin pulang namun gagal karena dokumennya bermasalah. Bulan ini, ia tak pernah menelpon. Ia pun dapat kabar kalau anaknya itu masuk penjara. Lantas ia pun mencari tahu kebenarannya namun hingga kini ia belum dapat kepastian.Diceritakan Sakmah, anaknya berangkat menjadi TKI tujuh tahun lalu melalui visa Umroh. Sementara itu Ketua perlindungan TKI Lobar, Nurzaeni mengaku belum mendapatkan info soal Saenah. Namun demikian dirinya akan berkoordinasi dengan BP3TKI untuk menanyakannya. “Saya belum dapat info, tapi saya akan tanya ke BP3TKI,”ujarnya. Sementara itu TKW asal Giri Sasak, Kuripan, Lombok Barat. Hj. Siti Aminatanza’rah, TKW deportasi asal Desa Giri Sasak, mengaku kapok men-

jadi TKW. Lantaran, ia sering kali disiksa majikan, gaji tidak dibayar hingga dipekerjakan layaknya budak. “Saya terpaksa menjadi TKW illegal, saya lari dari majikan karena sering saya disiksa. Gaji saya tidak sesuai perjanjian,”ungkap Hj. Siti Aminatanza’rah, Sabtu. Awalnya ia sendiri berangkat tahun 2009 lalu, secara legal melalui PT. Lombok Trisula. Ketika masuk ke negara Suriah, ia pun berganti ke PT Binaksa. Namun karena ia lari dari majikannya yang kejam setelah tujuh bulan bekerja, ia pun berubah status menjadi TKI illegal. Semenjak Illegal ia pindah ke satu majikan ke majikan lain hingga berpuluh kali. Ia mengakui, bekerja sebagai pembantu rumah tangga di rumah orang Arab cukup berat. Awal bekerja disana, dua

sampai tiga bulan pertama majikannya baik. Namun masuk empat sampai lima bulan, majikannya berubah menjadi tidak familiar. Sering kali istri majikannya menyiksanya saat suami majikannya tak ada ditempat. Ia sering kali dibentak dan dipukuli. Bahkan, ia jarang diberikan makan oleh majikannya. Tidak itu saja, ia dipekerjakan layaknya budak. Ia mulai kerja pukul 04.00 dini hari, sampai pukul 02.00 dini hari ia tak boleh istirahat sebelum majikannya benar-benar tertidur. Ia juga selain dipekerjakan di rumah majikannya. Namun juga di tiga rumah keluarga majikannya sekaligus. Apalagi waktu libur, hari jumat dan sabtu ia disiksa bekerja habis-habisan. Lantas ia hanya bertahan selama tujuh bulan bekerja dimajikannya itu. Itupun ia han-

ya dikasi 700 real yang seharusnya 5600 real. Dengan hitungan 800 real per bulannya. Karena menolak gaji itu, ia dipaksa melakukan sidik jari sebagai tandaterima gaji tersebut. Namun ia bersikeras tidak mau. Karena laporan gaji sesuai sidik jarinya itu menjadi bukti ke kantor Kedubes RI disana. Lantas ia pun lari dari majikannya itu, memilih mengamankan diri ke KBRI. Oleh KBRI diminta untuk kembali, atau jika keluar harus atas persetujuan Majikannya. Lagi-lagi ia menolak lantaran ia takut disiksa. Selepas lari dari majikannya itu, Ia pun memilih bekerja di Kantor KBRI atau disebut Safaroh Indonesia dengan gaji seadanya sembari ia menunggu dicarikan majikan pihak KBRI. Di Arab, jika TKI kaburan diberi gaji per bulan 200 real

(Suara NTB/her)

sedangkan kalau TKI resmi 800 real. Setelah sekitar dua bulan kerja di KBRI, ia pun difasilitasi oleh KBRI dengan majikan baru. “Setelah lari dari majikan saya itulah, saya pindah majikan berpuluh kali,”akunya. Namun setelah pindah majikan, gajinya lumayan besar sekitar 1500 real sebulan. Lantas apa alasan TKI illegal sering pindah majikan, karena kontraknya harian kadang-kadang tidak puas gaji. Sehingga para TKI semaunya. “Kalau kaburan tidak berani diamainkan gaji. Kalau lebih sebulan, TKI akan pindah,”ujarnya. Kini ia pulang dikampung halamannya karena dideportasi. Kalau tidak jadi TKW, ia tidak ada kerjaan lain. Ia pun belum terfikir apa yang dikerjakan. Yang pasti ia mengaku trauma menjadi TKW lagi. (her)


SUARA NTB Senin, 23 Desember 2013

BUDAYA DAN HIBURAN

Halaman 9

Jackie Chan Ultah Ke-60 Singapura Bintang laga Hong Kong Jackie Chan mengungkapkan bahwa ia berencana akan mengadakan konser “Perdamaian dan Persahabatan” untuk menandai ulang tahunnya yang ke-60 tahun depan, ketika ia bertemu dengan wartawan pada konferensi pers untuk film barunya “Police Story 2013” di Singapura, Selasa. Konser akan diselenggarakan di Beijing dan akan diramaikan para penyanyi dari Korea Utara, China, Jepang, Singapura dan sejumlah negara Asia lainnya. “Tempat telah dipesan. Saya ingin melakukan konser “Perdamaian dan Persahabatan” ini karena masyarakat saat ini benar-benar membutuhkan kedamaian,” kata Chan menjelaskan. “Ini adalah sesuatu yang saya selalu ingin lakukan tetapi belum kesampaian.” Terlepas dari rencana ulang tahunnya, sang aktor juga mengungkapkan bahwa ia memiliki banyak film laga dalam karya-karya, termasuk thriller film “Taken” dan sekuel film 2010 “The Karate Kid”. “Saya ingin syuting film-film laga lagi sementara aku masih muda!” kata Chan sambil tertawa kecil. Dia meyakinkan wartawan bahwa film laganya masih akan “turun ke bumi”, sebuah film yang tidak akan bergantung pada efek khusus seperti yang dihasilkan komputer, demikian AFP. (ant/balipost )

Jackie Chan

Hanung Penuhi Panggilan Polisi Jakarta (Suara NTB) Didampingi kuasa hukumnya, Hanung Bramantyo memenuhi panggilan Polda Metro Jaya terkait konflik film Soekarno dengan Rachmawati Soekarnoputri. Menurut Hanung, ini menjadi bukti kalau dirinya dan Multivision Plus tidak kebal terhadap hukum. “Kedatangan hari ini membuktikan bahwa kami adalah warga negara yang taat hukum. Ini untuk membuktikan bahwa baik saya maupun Pak Raam tidak kebal hukum,” ungkap Hanung di Polda Metro Jaya, Kamis (19/12) malam, tulis kapanlagi.com. Hanung penuhi panggilan polisi terkait Soekarno. Lebih kurang selama tujuh jam Hanung memberikan keterangan atas 20 pertanyaan yang diajukan penyidik. Di antaranya terkait kronologi tercetusnya pembuatan film Soekarno. “Tadi dari jam 11.00 dan sempat break dari jam 14.00 sampai jam setengah 4-an. Salat Ashar juga tadi. Saya menjelaskan banyak hal tentang kronologi bagaimana pertama kali film Soekarno itu dibuat,” paparnya. Hanung juga menegaskan, tak ada satu pencurian hak cipta dari ide film Soekarno. “Saya tegaskan bahwa tidak ada satu pun pencurian ide hak cipta apapun dari film Soekarno,” pungkasnya. (berbagai sumber)

(Suara NTB/ist)

BERKUNJUNG - Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh (kanan) beserta isteri Hj. Suryani (tengah) bersama Permaisuri Sultan Ternate Maluku Utara, Jou Kolano Mudaffar Sjah, Boki Nita Budhi Susanti (kiri) pada saat berkunjung ke Pendopo Walikota Mataram, Jumat (20/12) petang.

Permaisuri Sultan Ternate Kagumi Kemajuan Pariwisata Lombok Mataram (Suara NTB) Permaisuri Sultan Ternate, Maluku Utara Jou Kolano Mudaffar Sjah, Boki Nita Budhi Susanti mengagumi kemajuan pariwisata Pulau Lombok. Ia menilai pariwisata pulau pedas mengalami kemajuan yang luar biasa. Pujian itu disampaikan di hadapan Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh pada saat mengunjungi Pendopo Walikota Mataram, Jumat (20/12) petang. Boko Nita mengatakan, Pulau Lombok ke depan akan mengalami perkembangan yang cukup baik untuk menja-

di destinasi wisata populer di Indonesia. Sarannya, untuk mengembangkan sektor pariwisata, perlunya sinergitas pemerintah pusat dan daerah khususnya dalam pembangunan infrastruktur yang mendukung NTB khususnya Pulau Lombok menjadi kawasan pariwisata andalan di Indonesia. “Tapi yang lebih penting, kekhasan yang dimiliki Pulau Lombok harus lebih ditunjukkan lagi. Misalnya dengan desain yang memberi kesan berbeda saat wisatawan menginjakkan kaki ke Lombok atau

ke Kota Mataram,” ujarnya. Anggota Komisi II DPR RI ini juga mengapresiasi Walikota Mataram yang dinilai mempunyai kepedulian terhadap kebudayaan Indonesia. Kepedulian ini telah dibuktikan dengan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Festival Keraton dan Masyarakat Adat Asia Tenggara II tahun 2013 beberapa waktu lalu. Menurutnya, tidak semua pemimpin memiliki kepedulian pada adat dan budaya. Dengan diselenggarakannya Festival Keraton dan Masyarakat Adat Asia Tenggara II, Walikota di-

nilai telah berupaya dalam menggali kekayaan budaya Indonesia. “Pemimpin yang sejati adalah pemimpin yang memiliki kepedulian pada adat dan budaya,” sebutnya. Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh menyampaikan kedatangan Boki Nita merupakan suatu kehormatan. Kesempatan tersebut digunakan oleh Walikota untuk memperkenalkan dan menyampaikan potensi-potensi yang dimiliki Kota Mataram. “Kebetulan beliau merupakan anggota Komisi II DPR-RI, jadi beliau memiliki kesempatan untuk bisa lebih

membantu menyampaikan informasi mengenai Kota Mataram kepada Pusat,” katanya. Walikota Mataram beserta isteri, Hj. Suryani Ahyar Abduh juga menjamu Boki Nita dengan makan malam. Jamuan makan malam juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Mataram, Ir. H . Lalu Makmur Said, Kabag Humas Setda Kota Mataram, Cukup Wibowo, serta pejabat pemkot lainnya. Dalam acara jamuan makan malam, Boki Nita sempat mencari tahu mengenai makanan khas Sasak yang dinikmatinya. (yan)

Dana Rp 2 Miliar Belum Akomodir Semua Cabang Seni Mataram (Suara NTB) Tahun 2013, Taman Budaya NTB mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp 2 miliar dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Anggaran tersebut dialokasikan untuk aktivasi Taman Budaya yang merupakan program Kemenparekraf. Namun dana Rp 2 miliar tersebut mendapatkan kritikan dari beberapa pelaku budaya karena dinilai tidak bisa mengakomodir semua cabang seni yang ada di NTB ini. Menurut Ketua Dewan Kesenian NTB, Kongso Sukoco, dengan dana yang terbilang cukup besar, seharusnya bisa mengakomodir semua cabang seni yang ada di NTB ini. Dana Rp 2 miliar tersebut menurutnya lebih mengarah pada pengembangan ekonomi kreatif seperti musik karena Kemenparekraf lebih condong pada program ‘menjual’ kesenian sebagai sebuah pertunjukan yang bisa disaksikan wisatawan. “Keseniankesenian yang lain juga perlu disubsidi. Kalau ada dana besar seperti itu, Taman Budaya

harus benar-benar bisa memanfaatkannya, harus benar-benar diatur agar semua cabang seni bisa terakomodir,” terangnya. Seni tradisi menurutnya juga harus disubsidi. Apalagi seni tradisi yang hampir punah. Dengan demikian keberadaan seni tradisi tetap hidup di masyarakat dan tidak digeser oleh seni-seni kontemporer yang dekat dengan industri. Kongso mengatakan, dana Rp 2 miliar tersebut memang sudah ditetapkan penggunaannya oleh Kemenparekraf. Begitu juga item-

item kegiatannya. Di sisi lain ia juga mengapresiasi langkah Taman Budaya NTB yang berusaha menampilkan beberapa kesenian yang jarang ditampilkan pada acara Gebyar Budaya NTB. Namun dalam program tersebut memang diakui seni sastra tidak mendapatkan porsi besar. “Seniman kan mengharapkan semua bisa terakomodir. Memang ada juga seni sastra dan teater tapi memang terbatas,” ujarnya. Sementara itu, Kepala Taman Budaya NTB, Dra.

EndahSetyorini membantah tidak mengakomodir semua cabang seni. Ia menyebutkan dalam program Gebyar Budaya NTB 2013, semua seni dipertunjukkan. Seperti musik tradisi, tari, seni rupa, teater, dan lainnya. Tidak hanya menampilkan seni tradisi, tapi seni kontemporer juag dipertunjukkan. “Semua seni ada. Dari seni tradisi sampai kontemporer, jadi apa yang tidak dipertunjukkan?” bantahnya. Tahun 2014 mendatang Endah mengatakan program aktivasi budaya tidak ada lagi dari Kemenparekraf karena Taman Budaya di seluruh Indonesia secara bergiliran mendapatkan program tersebut. Tahun depan, pihaknya mendapatkan program revitalisasi Taman Budaya dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, tetapi ia belum tahu pasti berapa

dana yang akan diterima. “Saya belum bisa sebutkan berapa jumlah anggarannya karena saya kemarin baru dari Jakarta. Masih ada rapat lagi bulan Januari,” ujarnya. Untuk diketahui, beberapa waktu lalu Direktur Pengembangan Seni Pertunjukan dan Industri Musik Kemenparekraf, Juju Marsinah mengatakan pihaknya menggelontorkan anggaran Rp 2 miliar untuk pembenahan ruang kreatif di NTB khusus di tahun ini. Salah satu program yang diselenggarakan yaitu aktivasi Taman Budaya dengan menggelar Workshop Seni Tari dan Musik Daerah NTB pada akhir September. Sementara itu pada akhir Oktober lalu, Taman Budaya kembali menggelar Workshop Seni Teater dan Seni Rupa yang didikuti 50 orang pegiat teater dan 50 orang pelaku seni rupa se-NTB. (yan)

aktivis dan wartawan antiapartheid mendiang Stephen Bantu Biko yang tewas oleh kekejaman apartheid. Punggawa U2 Bono serta Paul Simon yang pernah membuat album “Graceland” bersama musisi Afsel mungkin akan terbang untuk menghormat Madiba. Mereka akan bergabung bersama Marti Ahtisaari, mantan PM Finlandia, yang pada 2007 lalu membentuk kelompok musik The Elders untuk mempromosikan perdamaian dan hak asasi manusia, dimana dalam promosinya Mandela juga ikutan serta. Pembawa acara terkenal Oprah Winfrey juga menyatakan akan hadir. Presiden Afsel Jacob Zuma mengumumkan, “mantan presiden Mandela akan mendapatkan upacara pemakaman kenegaraan, di Qunu, Provinsi Eastern Cape, pada 15 Desember mendatang”. Sementara itu, perayaan doa nasional digelar pada 10 Desember di Stadion Soccer City, Soweto yang berkapasitas 95.000 jiwa. Stadion inilah yang menjadi tempat final Piala Dunia 2010 yang mempertemukan tim Spanyol vs kesebelasan Belanda. Di tempat inilah Mandela tampil di depan publik untuk terakhir kalinya. Pemerintah bakal menyiapkan tiga layar raksasa di luar stadion tersebut agar warga dapat mengikuti prosesi penghormatan untuk terakhir kalinya. Juru bicara pemerintah Afrika Selatan Phumla Williams mengatakan sejumlah kepala negara akan menghadiri upacara doa bersama di Soweto dan sebagian lainnya akan menghadiri upacara pemakaman Mandela. Sayangnya, saat semua kenangan perihal bagaimana sulitnya Madiba mempersatukan suku bangsa yang terberai sete-

lah pemerintahan apartheid runtuh, pesan perdamaian seperti sulit menemukan tempatnya. Bahkan untuk di kawasan itu sekalipun. Rekonsiliasi bahkan hanya menjadi semacam gincu pemanis yang tak lagi mampu memupur keindahan jiwa kelompok manusia pendamba kekerasan. Saat para kepala negara menghormati Madiba, baik dalam doa bersama ataupun pada prosesi pemakaman nanti, di Republik Afrika Tengah kelompok masyarakat saling bunuh untuk kepentingan politis yang kerdil. Sepeninggal kepemimpinan Jean Bedel Bokassa yang mengangkat dirinya sebagai kaisar, republik berpenduduk 5 juta jiwa itu seperti menuai pertikaian yang seolah tak berujung. Saat ini puluhan ribu penduduk Republik Afrika Tengah mengungsi ke negeri tetangga mereka. Rasanya semilir angin perdamaian tak kunjung mampu mampir di sana. Sementara tak lama lagi jasad Madiba akan bersatu kembali dengan leluhur tanah kelahirannya. Bersatu dalam pusara bahagia masa kecilnya. Sebentuk misteri keagungan kehidupan telah terkuburkan dengan gunungan kembang-kembang cerah yang seolah meratap pada langit. Para tamu kehormatan mungkin telah berlalu ke hotel mewah tempat mereka menginap untuk segera berkemas pulang. Meninggalkan pusara yang sejatinya takkan pernah sepi karena doa begitu banyak warga dunia yang mencintainya. Kita akan senantiasa mendengarkan jiwa merdeka yang semilir seperti sedu bahagia dari kedalaman tanah pada pusara yang masih merekah kecoklatan. Jika tidak, artinya peradaban tak pernah bercermin dari sejarah keagungan seorang anak manusia bernama Nelson Mandela. (ant/balipost)

OASE

Rachmawati Soekarnoputri

Hanung Bramantyo

Jusuf Kalla Luncurkan Novel Tentang Ibu Jakarta (Suara NTB) Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla meluncurkan novel yang bercerita tentang ibundanya, bernama “Athirah” yang juga dijadikan sebagai judul novel tersebut. “Ibu merupakan tokoh sentral, di buku ini bercerita pengalaman, kisahnya dalam mengatasi masalah hidup tidak dengan menangis, tetapi dengan sikap positif,” kata Jusuf Kalla saat peluncuran novel tersebut di Jakarta, Minggu. Menurut dia, sosok yang ia sebut Emma itu lah yang membentuk Jusuf Kalla seperi sosoknya kini. Bagi dia, Emma adalah matahari yang selalu memberi nilainilai kehidupan dan prinsip-prinsip yang mewarnai hidupnya. Novel yang diluncurkan tepat pada Hari Ibu itu bertutur mengenai perjuangan seorang ibu yang menikah di usia muda dan harus pula berbagi suami dengan perempuan lain. Namun, kondisi itu menjadikan sosok yang jauh lebih kuat dalam mengarungi hidup, membesarkan anaknya dan tetap mendampingi suaminya. “Ibu saya memang menerima kenyataan dan pasrah, dia mengatasi itu dengan berdagang dan berdakwah, sehingga bisa membesarkan kesepuluh anaknya,” kata Jusuf. Dalam kelembutan, ketegaran dan kesabaran seorang ibu seperti Athirah, Jusuf Kalla dibesarkan. Jusuf berharap kehadiran novel tersebut bisa memberikan pembelajaran bagi masyarakat untuk selalu menghormati ibu. “Membesarkan anak butuh keistimewaan, ketauladanan, dia mengawal pendidikan,” katanya. Ketika disinggung mengenai ide untuk meluncurkan buku tentang dirinya seperti yang dilakukan sebagian tokoh atau politisi saat ini, Jusuf Kalla tersenyum dan berpendapat belum waktunya. “Saya tidak enak kalau meluncurkan tentang buku diri sendiri, lebih baik tentang ibu saya saja,” katanya. Novel tersebut ditulis oleh Alberthiene Endah yang menilai banyak kebijaksanaan yang diambil dari sosok Athirah, sehingga sisi-sisi emosional dalam novel tersebut sangat kuat dalam merangkai kisah Jusuf Kalla dan ibundanya. (ant/balipost)

Nyanyian Perdamaian dari Pusara Kecoklatan Dunia masih berduka sepanjang pekan ini. Kepergian Nelson Mandela dalam usia 95 tahun, Jumat silam, masih sulit diterima masyarakat dunia pecinta perdamaian. Padahal sejak 2010, ketika Afrika Selatan menjadi tuan rumah Piala Dunia, dirinya telah dirawat intensif karena penyakit kronis yang dideritanya. Setelah menyaksikan penutupan keriuhan perhelatan terbesar olahraga di seantero jagat itu yang berlangsung sukses, Mandela bolak-balik dirawat secara intensif di RS. Penyakit paruparunya nan akut yang konon mulai diidapnya saat mendekam di penjara adalah pembunuh yang merengut nyawanya. Oleh : Oscar Motuloh KABAR kematian Mandela yang dalam klan Zulu-nya akrab disapa dengan Madiba, diumumkan Presiden Afsel Jacob Zuma dengan wajah murung seraya menyampaikan 10 hari masa berkabung nasional. Puncaknya adalah prosesi upacara pemakaman kenegaraan bagi mendiang Madiba yang dijadwalkan berlangsung tanggal 15 Desember mendatang di desa kecil bernama Qunu, yang terletak di provinsi Eastern Cape. Di kawasan itulah Madiba dibesarkan sejak lahir di desa Mvezo pada 1918. Setelah ayahnya tak lagi menjabat kepala klan, keluarga Mandela pindah ke desa tetangga. Kala itu Madiba masih orok dan Qunu menjadi tempat tujuan mereka. Di tanah berundak dan berbukit inilah Madiba melewatkan masa kanak-kanan hingga dirinya beranjak remaja. Di desa kecil (hanya berpenduduk kurang dari 250 jiwa) ini, Mandela dalam biografinya yang terkenal, “Long Walk to Freedom” mengisahkan sepotong masa kecilnya yang bahagia. Dengan gembira dia bermain pedang-pedangan dengan bocah sebayanya, main di ladang dan membantu ayahnya menggembala ternak mereka. Seluruh kehidupan masa mudanya kemudian tercatat dalam sejarah kerap berhubungan dengan penahanan dan penjara. Maklum, dirinya kemudian menjadi aktivis politik yang menggelindingkan gerakan anti-apartheid yang butuh syaraf baja untuk menjalankannya. Kelak setelah dibebas-

kan oleh rezim Willem de Klerk, yang kemudian menjadi wakil presiden di era baru, Madiba membangun rumah sederhana di tanahnya dan setiap ada kesempatan dia menikmati pemandangan perbukitan dari jendela rumah di Qunu. Di sepotong tanah dimana kebahagian masa kecil Madiba itulah berdiri Museum Nelson Mandela yang berisi kisah masa kecil dan tentu perjuangan bersama rakyat Afrika Selatan meruntuhkan tirani apartheid yang keji itu. Museum itu berdiri di antara pondok dan rumah penduduk yang masih sangat jarang, diterpa angin pesisir yang terkirim bersama hembusan Tanjung Pengharapan. Hembusan semilir yang sama dengan yang menerpa wajah Madiba setiap dia memandang pesisir dari kisi-kisi penjara Robben. Mendiang Nelson Mandela, yang oleh de Klerk disebut sebagai manusia sekaligus negarawan terpenting abad ini, akan dikebumikan di tanah bahagia ini. Menlu Afsel Maite NkoanaMashabane mengatakan acara prosesi pemakaman Mandela bakal dihadiri 53 kepala negara dan perwakilan pemerintahan. Namun demikian, jumlah final pemimpin dunia yang akan hadir dalam upacara penghormatan pada Selasa ini, dan pemakaman pada Minggu pekan depan belum dapat dipastikan kehadirannya secara formal. Kantor Berita Reuters memberitakan Presiden AS Barrack dan Michele Obama akan hadir bersama empat bekas presiden

George W. Bush, Bill Clinton dan Jimmy Carter. Ada juga nama Pangeran Charles, PM Inggris David Cameron, Presiden Prancis Francois Hollande, serta Sekjen PBB Ban Ki-moon. Presiden Jerman Joachim Gauck, Presiden Komisi Uni Eropa Jose Manuel Barroso, Raja Belanda Willem-Alexander, dan Putra Mahkota Spanyol Felipe menyatakan memastikan hadir. Juga Presiden Brazil Dilma Rouseff, Presiden Palestina Mahmoud Abbas, dan Presiden India Pranab Mukherjee kemungkinan besar bakal menghadiri upara kenegaraan terbesar di dunia selama beberapa tahun ini. Presiden Iran Rouhani belum memastikan kehadirannya. Sementara Presiden Indonesia SBY, menurut Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha, dipastikan melewatkan kesempatan itu karena harus bertandang ke Tokyo. Begitu juga dengan PM Israel, Benyamin Netanyahu, yang membatalkan keberangkatannya karena ingin mengirit biaya perjalanan PM Israel ke luar negeri. Para pesohor dalam blantika musik tak ketinggalan menyatakan akan hadir dan mengambil bagian dari prosesi penting bagi salah satu dari sangat sedikit negarawan terpenting abad ini. Peter Gabriel, pendiri kelompok rock-progresif Inggris, yang sejak penahanan Mandela tempo hari telah meneriakkan pembebasannya melalui gerakan yang didukung para pemusik dunia. Nomornya yang berjudul “Biko” menjadi hits dimana-mana. Gabriel mengangkat perjuangan


SUARA NTB Senin, 23 Desember 2013

PENDIDIKAN

Halaman 10

Gubernur Ingatkan Ulama Harus Menjalin Silaturahmi Giri Menang (Suara NTB) Perpecahan yang terjadi di tengah-tengah umat Islam selama ini disebabkan perbedaan pemahaman dalam memahami berbagai ajaran Islam. Padahal, jika dilihat semua ajaran tersebut mempunyai landasan yang sama. Selain itu, minimnya silaturahmi antarpimpinan umat Islam juga menjadi penyebab terjadinya kesenjangan di tengah-tengah umat Islam. Hal itu disampaikan Gubernur NTB Dr. M. Zainul Majdi, saat menghadiri Haul pendiri Pondok Pesantren Selaparang Kediri Lombok Barat, TGH. Abdul Hafiz Sulaiman yang ke XXX, Sabtu (21/12). Selain itu, Gubernur juga meminta kepada para pimpinan ponpes agar senantiasa menjalin silaturahmi dengan berbagai kalangan seperti yang ditunjukkan para ulama masa lalu. “Karena hal itulah yang membuat para alim ulama terdahulu menjadi orang besar,” terangnya. Tidak hanya itu, kebesaran ulama terdahulu juga disebabkan kedalaman ilmu yang mereka miliki. Sehingga demikian, sudah menjadi ke-

wajiban bagi para murid dan santri sebagai penerusnya untuk terus melanjutkan tradisi dan ajaran para ulama agar ilmu mereka senantiasa terjaga. Tidak hanya itu, dalam kesempatan tersebut Gubernur juga didaulat me-launching buku biografi pimpinan ponpes Selaparang yang berjudul ‘TGH. Abdul Hafiz Sulaiman, Ilmu Bening Sebening Hati Sang Guru Sebuah Biografi’. “Saya menyambut baik terbitnya buku biografi ini, semoga ini bagian dari cara santri dan alumni untuk merawat ajaran-ajaran beliau,” ujarnya. Sementara itu, H.Patimura Farhan, MH.i, yang juga men-

jadi generasi ke tujuh dari TGH. Abdul Hafiz Sulaiman menyampaikan kegiatan haul ini merupakan agenda tahunan yang terus dirawat guna mengenang pendiri ponpes. Selain itu, haul dilaksanakan agar setiap santri dan alumni dapat terus melanjutkan ajaran dan petuah-petuah pendiri ponpes. ‘’Sehingga demikian, ajaran beliau dapat terus terjaga,’’ ujarnya. Dalam kesempatan tersebut, hadir juga bupati Lombok Barat, Dr. Zaini Arony, M.Pd, Wakil Bupati KLU, H. Najmul Akhyar yang juga alumni ponpes, Ketua DPRD Provinsi NTB, Drs. H. L. Sujirman dan anggota DPR RI, Fahri Hamzah. (dys)

(Suara NTB/dys)

HADIR - Dari kiri ke kanan Wakil Bupati KLU H. Najmul Akhyar, Ketua DPRD NTB H. L. Sujirman, Bupati Lobar H. Zaini Arony, anggota DPR RI Fahri Hamzah, Gubernur NTB TGH. M. Zainul Majdi saat menghadiri Haul pendiri Pondok Pesantren Selaparang Kediri Lombok Barat, TGH. Abdul Hafiz Sulaiman yang ke XXX, Sabtu (21/12).

178 Calon Dosen Tetap Pemkab Pinrang Studi Banding ke SMK PP Non PNS ’’Disebar’’ di 69 Perguruan Tinggi

Bangun Sekolah Pertanian

Fokus Belajar Bahasa Arab BUTUH ketekunan dan kesabaran untuk mempelajari bahasa Arab agar benar-benar bisa mahir dan memahami berbagai seluk beluk bahasa Arab. Berbagai kaidah dan aturan dalam bahasa menjadi hal mutlak untuk dipahami oleh siapa pun yang ingin mempelajari bahasa yang kini diakui oleh PBB sebagai bahasa dunia kedua setelah bahasa Inggris. Sadar akan posisi strategis bahasa Arab yang seperti itu membuat Hariska Rahmayanti sejak dua tahun silam intens mempelajari bahasa Arab. “Sejak duduk di bangku MTs saya serius belajar bahasa Arab” ungkapnya pada Suara NTB belum lama ini. Melalui bimbingan salah seorang guru mata pelajaran bahasa Arab, Hariska menemukan kenikmatan ketika mempelajari bahasa Arab. Hariska pun lahir sebagai siswa yang mahir dalam bahasa Arab. Berkat kemahirannya dalam berbahasa arab, siswi yang kini duduk pada kelas X MA NW Selaparang Kediri, pada tahun 2011 silam pernah meraih juara I pada kompetisi Expo Madrasah Tingkat Provinsi NTB. Selain itu, pada tahun yang sama terpilih mewakili Provinsi NTB pada kompetisi Expo Madrasah Tingkat Nasional (Kemnas) di Jakarta. Meskipun pada Kemnas dirinya tidak meraih tropi, namun Hariska merasa bangga dapat mewakili NTB pada ajang bergengsi tersebut. Siswi kelahiran Tembelok, Kecamatan Turide Mataram 14 Mei 1998 silam ini pun mengaku akan terus mempelajari bahasa Arab demi mewujudkan impiannya menjadi seorang dosen bahasa Arab. Oleh karena itu, siswi yang gemar bernyanyi dan membaca Al-Qur’an ini pun kini lebih serius mempelajari bahasa Arab. Apalagi didukung dengan lingkungan pondok yang membuatnya semakin fokus belajar bahasa Arab. Meskipun terkadang hidup dan tinggal dalam dunia pondok seringkali membuatnya merasa sedih, karena jauh dari orang tua. Namun, adanya kebersamaan antarsesama penghuni pondok membuatnya sedikit merasa terhibur. (dys)

Giri Menang (Suara NTB) Jajaran Pemkab Pinrang Sulawesi Selatan (Sulsel) melakukan kunjungan ke SMK Pertanian Pembangunan Negeri (PP) Mataram di Labuapi Lombok Barat, Sabtu (21/12). Ikut juga dalam kunjungan Kepala Dinas Pendidikan Pinrang bersama 40 kepala SMA/SMK se-Kabupaten Pinrang. Kedatangan mereka diterima Asisten II (Perekonomian dan Pembangunan) Setda NTB Drs. H. L. Gita Aryadi, MSi, Dinas Dikpora NTB, Dinas Dikpora Kota Mataram dan perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Barat. Kepala SMK PP Negeri Mataram Drs. H. Musta’in, SS, MM, menjelaskan, kunjungan dari jajaran Pemkab Pinrang ini, karena ingin mengembangkan sekolah pertanian di daerah tersebut. Apalagi, SMK PP Negeri Mataram memiliki sejarah panjang sebagai sekolah kejuruan di Indonesia. “Jadi mereka studi banding terhadap pengembangan yang dilakukan kita selama ini. Karena mereka (Pemkab Pinrang, red) punya sekolah khusus pertanian dan akan membangun dua lagi,” ungkapnya pada Suara NTB di ruang kerjanya Sabtu (21/12). Menurutnya, pembangunan 2 SMK Pertanian oleh Pemkab Pinrang, karena melihat potensi petanian yang cukup besar. Paling tidak, adanya SMK Pertanian di daerah tersebut akan mampu melahirkan tenaga-tenaga perta-

(Suara NTB/ist)

STUDI BANDING - Rombongan Pemkab Pinrang saat melakukan studi banding ke SMK PP Negeri Mataram di Labuapi Lobar, Sabtu (21/12). nian yang andal dan terampil. Adanya kunjungan ini, lanjutnya, membuat pihaknya merasa bangga dan menjadi dasar pihaknya untuk memperbaiki pola pendidikan di SMK PP Negeri Mataram, sehingga menjadi berkualitas di masa mendatang. Hal ini, lanjutnya, sesuai dengan sambutan penerimaan Asisten II Setda NTB H. L. Gita Aryadi, yang menegaskan, jika Pemprov NTB tetap fokus pada sekolah pertanian. Terlebih NTB masih mengandalkan pertanian sebagai program unggulan, seperti jagung, yang masuk dalam PIJAR (sapi, jagung dan rumput laut) serta dan lainnya. Meski demikian, ungkapnya, dalam mendukung program PIJAR, pihaknya masih

dihadapkan dengan sejumlah kendala. Dalam hal ini, sekolah membutuhkan kelengkapan sarana di laboratorium biologi dan kesehatan hewan. “Termasuk ruang belajar dan aula,” ungkapnya, seraya menambahkan perhatian penuh dari Pemprov NTB. . Dalam mendukung PIJAR, ujarnya di SMK PP ada 7 kompetensi keahlian, yakni peternakan, ternak ruminansia, perikanan, penyuluhan pertanian, tanaman hortikultura, teknologi pengolahan hasil pembibitan dan kurtur jaringan serta perkebunan. Selain itu, siswa diberikan kesempatan praktik di beberapa perusahaan, baik dalam dan luar daerah, sehingga mampu menghasilkan kualitas yang diharapkan. (ham)

Jakarta (Suara NTB) Sejumlah 178 lulusan pascasarjana siap ditempatkan di 69 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di seluruh Indonesia. Mereka adalah calon dosen penerima beasiswa unggulan yang ditempatkan di perguruan tinggi yang membutuhkan tenaga baru. “Kalau adik-adik lulusan yang baru selesai (pascasarjananya) ini bisa mengabdikan diri di sana, betapa bahagianya mereka mendapatkan dosen yang fresh. Saya kira adikadik di daerah akan cepat sekali berkembang,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh seperti dikutip Suara NTB dari laman Kemdikbud.go.id, saat memberi pembekalan kepada 178 calon dosen di Aula Kemdikbud, belum lama ini. Mendikbud mengatakan, penempatan calon dosen tetap non PNS di perguruan tinggi yang membutuhkan ini salah satu bentuk upaya Kemdikbud untuk membantu perguruan tinggi. Sebab jika untuk menelurkan lulusan S2 harus dengan biaya sendiri, belum tentu semua lulusan mau menjadi dosen. Faktanya, kebutuhan dosen berkualitas masih sangat tinggi. Dengan memberi beasiswa, Kemdikbud menciptakan “pabrik” dosen-dosen unggulan. Jumlah kebutuhan dosen dihitung per rasio. Idealnya perbandingan dosen dan mahasiswa

adalah 1:15 atau 1:20. Saat ini mahasiswa kita tercatat 2,6 juta orang. “Dosen keseluruhan saat ini tercatat 160 ribu orang,” katanya. Sedangkan yang bergelar doktor baru mencapai 10 persen dari 160 ribu. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Djoko Santoso mengatakan, penempatan calon dosen ini dilakukan sesuai dengan permintaan dari masing-masing perguruan tinggi. Dikti, kata dia, berperan sebagai penyedia tenaga melalui beasiswa unggulan. Program beasiswa unggulan sendiri diluncurkan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kemdikbud sejak 2011 lalu. “Sistemnya,first come first serve,” kata Djoko. 178 calon dosen ini merupakan gelombang kedua dari program penyebaran SDM unggul Dikti. Sebelumnya, gelombang pertama telah memberangkatkan 407 calon dosen ke 128 perguruan tinggi. Selama enam bulan, calon dosen ini akan diberikan gaji oleh Ditjen Dikti. Nilai gaji tersebut, kata Djoko, kompetitif dibandingkan dengan gaji PNS baru. Pada bulan ke-7, calon dosen diangkat sebagai dosen tetap non PNS oleh perguruan tinggi masing-masing. Ditjen Dikti juga akan memberikan NIDN beserta seluruh hak yang melekat sesuai undang-undang yang berlau sebagaimana dimiliki oleh dosen tetap lainnya termasuk PNS. (ham)

Wisudawan Diharapkan Buat ’’Tsunami’’ bagi Koruptor Hariska Rahmayanti (Suara NTB/dys)

Pemprov Harus Perbanyak Anggaran Pendidikan PENDIDIKAN di NTB membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah, khususnya sekolah menengah kejuruan. Sebagai sekolah yang menghasilkan lulusan yang siap kerja, pemerintah daerah perlu lebih banyak menganggarkan dana pendidikan untuk praktik. Selama ini, lahan praktik bagi siswa, khususnya sekolah yang berada di bawah naungan Pemprov NTB masih kurang.

Dana Praktik Diperbanyak PADA usia NTB ke 55 tahun 2013, kami mengharapkan Pemprov NTB mengalokasikan lebih banyak dana pendidikan. Termasuk, memperluas lahan praktik bagi siswa di SMK PP Negeri Mataram. Sekarang ini setelah pindah, lahan praktik sangat terbatas. Rohaniyah, SMK PP Negeri Mataram

Lebih Baik dari Sebelumnya SAYA melihat pendidikan di NTB sudah lebih baik dari sebelumnya. Sudah banyak prestasi yang dicapai karena sudah banyak yang berhasil. Saya melihat, hasil pembangunan NTB, baik pendidikan dan lainnya jauh lebih baik dari sebelumnya. I Nyoman Cintayasa (Wakil Kepala Sekolah Bidang Kehumasan SMK PP Negeri Mataram)

Palu (Suara NTB) Inspektur Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Haryono Umar berharap para sarjana baru akan menjadi pembuat “tsunami” bagi para koruptor yang kian merajalela di negeri ini. “Buatlah tsunami-tsunami untuk para koruptor di negeri ini,” kata Haryono dalam sambutannya pada wisuda sarjana ke-73 Universitas Tadulako (Untad) di Palu belum lama ini. Haryono mengibaratkan para wisudawan sebagai kupu-kupu yang baru selesai menjalani proses sebagai kepompong di bangku kuliah.

Menurut penelitian, katanya, sayap kupu-kupu itu ternyata bisa menimbulkan tsunami di lautan Pasifik. “Nah, seperti itulah harapan saya kepada kalian, bisa membuat tsunami bagi para koruptor,” ujar mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu. Ia menyebutkan penduduk negara ini sebenarnya sudah sejahtera, karena memiliki sumber daya alam yang melimpah, namun para koruptor membuat bangsa ini tetap memiliki banyak sekali penduduk miskin. “Lihatlah lahan-lahan tambang kita baik di darat maupun di laut. Semuanya bendera

negara-negara asing yang berkibar di situ. Saya berharap di tangan kalian nanti, benderabendera negara asing itu digantikan dengan bendera Merah Putih dan bendera Universitas Tadulako,” ujarnya yang disambut tepuk tangan hadirin. Sekarang, kata Haryono, wisudawan sudah menunjukkan dengan menyelesaikan kuliah, namun dalam dua atau tiga tahun ke depan, wisudawan diharapkan sudah bisa menunjukkan prestasinya kepada masyarakat. “Kalian adalah orang-orang terpilih untuk memperbaiki bangsa ini di masa mendatang,” ujarnya.

Karena itu, katanya, dari para wisudawan ini diharapkan muncul politisi yang tidak mudah disuap, penegak hukum yang adil, menteri kehutanan yang mencintai kelestarian lingkungan, gubernur, bupati, wali kota yang tidak berurusan dengan KPK karena korupsi. Wisuda ke-73 Untad ini diikuti 746 mahasiswa, 49 di antaranya lulusan program pascasarjana (S2). Dengan wisuda ini, universitas negeri satu-satunya di Sulteng yang kini membina 27.790 mahasiswa di 9 fakultas itu, kini telah mencatatr 44.206 alumni. (ant/bali post)

(Suara NTB/ist)

Haryono Umar

Raih Gelar Doktor, Presiden SBY Berbagi Rahasia Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Jumat (20/12) lalu, berbagi “rahasianya” saat mempertahankan disertasi untuk memperoleh gelar doktor di Institut Pertanian Bogor (IPB) lebih kurang sembilan tahun lalu. DI HADAPAN ratusan mahasiswa dan para guru besar institut itu, Presiden Yudhoyono mengawali orasi ilmiahnya dalam rangka Dies Natalis ke-50 IPB dengan mengisahkan ketegangannya menjelang ujian terbuka dan pandangan seorang penguji tentang penampilannya saat mempertahankan disertasinya. “Ada satu rahasia, satu dua malam sebelum saya mempertahankan disertasi di tempat ini, sejumlah teman menakuti. Kalau di universitas lain yang namanya ujian terbuka adalah deklarasi bahwa dia akan menjadi doktor. Tapi kalau di IPB ujian

ya ujian, bisa lulus bisa tidak lulus,” katanya. Ini adalah kali kedua Presiden Yudhoyono menyampaikan orasi ilmiah di IPB, setelah pada 4 November 2008 dengan judul “Ekonomi Indonesia Abad 21 Menjawab Tantangan Globalisasi”. Selain mengisahkan ketegangannya menjelang ujian terbuka, Presiden Yudhoyono juga bercerita tentang reaksi salah seorang penguji dalam ujian terbuka itu. Menurut kepala negara, ia diberitahu jika salah seorang profesor yang hadir dalam ujian terbuka itu menilai seharusnya dia tidak menjadi presiden. “Saya diberitahu, saya tidak mendengar langsung, tapi konon salah satu penguji, kebetulan salah satu profesor dari negara sahabat, menanyakan kepada kolega penguji dari Indonesia. Apakah betul yang kita uji tadi mau jadi presiden? Dijawablah oleh tim penguji yang lain, jika benar. Apa kata profesor itu, sayang sekali kalau hanya jadi presiden, harusnya

dia bisa jadi profesor di IPB ini,” katanya yang disambut tawa para tamu undangan. Saat Presiden Yudhoyono mempertahankan disertasinya pemilihan umum presiden putaran kedua telah selesai dilakukan. “Jadi nasehat saya kepada calon presiden, jangan beraniberani sama profesor,” katanya. Sementara itu dalam orasi ilmiahnya, Presiden Yudhoyono menegaskan sektor pertanian harus mendapatkan perhatian khusus karena memiliki peran yang penting untuk mendorong kesejahteraan masyarakat baik di tingkat nasional, regional dan global. Ia menggarisbawahi upaya penghapusan kemiskinan ekstrem dan kelaparan di muka bumi. Menurut Presiden, ketahanan pangan bukan hanya soal menyediakan pangan bagi semua warga, namun juga berkaitan dengan akses, dan bagaimana memproduksi dan mengkonsumsi pangan secara efisien dan berkelanjutan. Tantangan yang dihadapi saat ini semuanya bersifat

(Suara NTB/liputan6.com)

UJIAN - Presiden SBY saat menjalani ujian S3 di IPB beberapa tahun lalu. sistemik sehingga, tambah dia, penanganan masalah penyediaan pangan tidak dapat terlepas dari “nexus water-energyland-technology”. Mengutip laporan Bank Dunia pada tahun 2008, Presiden menyatakan, pertumbuhan sektor pertanian efektif untuk menurunkan angka kemiskinan, dua kali lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan sektor non pertanian terhadap penurunan

kemiskinan di banyak negara. Ditambahkannya, United Nations Environment Programme (UNEP) dan International Fund for Agricultural Development (IFAD) menegaskan pentingnya dukungan terhadap sektor pertanian, utamanya kepada petani lahan-kecil untuk pertanian berkelanjutan, sustainable agriculture, dan program percepatan pengentasan kemiskinan dunia. (ant/bali post)


Halaman 11

SUARA NTB Senin, 23 Desember 2013

Presiden Apresiasi Timnas U-23

RD Istirahat Setahun

Jakarta (Suara NTB) Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengapresiasi upaya tim nasional sepak bola U-23 Indonesia pada final SEA Games di Myanmar meski harus menyerah 0-1 dari Thailand, Sabtu malam.

(ant/bali post)

LEPAS - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) bersama Ibu Negara Ani Yudhoyono (kedua kiri) melepas peserta sepeda santai (fun bike) dalam rangka memperingati Hari Ibu di Jalan Medan Merdeka, Jakarta, Minggu (22/12).

Ibu Ani Lepas Peserta Sepeda dan Jalan Gembira Jakarta (Suara NTB) Ibu Negara Hj. Ani Yudhoyono pada Minggu pagi memberangkatkan ribuan peserta sepeda dan jalan gembira (Fun Bike dan Fun Walk) dalam rangkaian peringatan Hari Ibu ke-85 yang terdiri atas perwakilan dari kementerian/lembaga serta organisasi profesi. Ibu negara mengibarkan bendera “start” di halaman gedung Kementerian Pertahanan, Jalan Merdeka Barat, Jakarta, dengan didampingi oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dan Ibu Herawati Boediono. Kegiatan “Fun Bike dan Fun Walk” itu dilakukan di tengah guyuran hujan gerimis yang membasahi sebagian besar wilayah Jakarta sejak fajar, namun tidak menyurutkan semangat para peserta, yang terdiri dari 7.000-an peserta. Tercatat di panitia bahwa ada 5.000-an peserta jalan gembira dari sejumlah kementerian/lembaga, dan 500 orang peserta sepeda sehat dari TNI, komunitas bersepeda, Kowani dan polisi, serta 2.000-an orang dari Kementerian Pertahanan. Ibu Ani dan para tamu VVIP tampak mengenakan kaos abu-abu dalam acara yang mengusung tema “Gerakan Indonesia Bersih, Sehat, Ramah Lingkungan, Rapi dan Indah (BerSeRRi). Acara puncak peringatan Hari Ibu ke-85 telah diselenggarakan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada Kamis (19/12). (ant/bali post)

“Indonesia bangga atas perjuangan maksimal Tim Garuda U-23 dalam final SEA Games,” kata Presiden dalam akun twitternya @SBYudhoyono. Presiden meminta seluruh anggota tim memelihara semangat dan juga mengasah keterampilan untuk pertandingan-pertandingan berikutnya. “Terus semangat dan tingkatkan kualitas permainan,” kata Presiden dikutip dari halaman Twitter-nya, Minggu. Sebelumnya, dalam pertandingan final cabang sepakbola SEA Games Myanmar 2013, Indonesia harus puas meraih medali perak untuk cabang bergengsi itu. Indonesia terakhir meraih emas Sepakbola pada SEA Games Jakarta 1991. P a d a

bagian lain, Rahmad Darmawan akan istirahat jadi pelatih Timnas Indonesia U23 setelah gagal mempersembahkan medali emas pada SEA Games 2013 di Zeyar Thiri Stadium, Naypyitaw, Myanmar, Sabtu malam. “Saya akan istirahat tahun ini,” kata pria yang akrab dipanggil RD itu. Dalam satu tahun ke depan, pria kelahiran Metro Lampung itu akan konsentrasi dalam menangani klub Persebaya Surabaya yang turun di kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2013/2014. Meski demikian, mantan pelatih Sriwijaya FC, Persipura dan Arema Indonesia itu mengaku akan tetap memprioritaskan timnas jika tenaganya masih diperlukan “Kalau dipanggil, timnas akan tetap

menjadi prioritas,” katanya dengan singkat. Pria yang juga anggota TNI AL ini merupakan pelatih yang menangani Timnas Garuda Muda pada SEA Games 2011 dan SEA Games 2013. Hanya saja di dua event ini Indonesia yang diikuti baru mampu mempersembahkan medali perak. Pada SEA Games 2013, Timnas Indonesia diharapkan mampu memutus catatan buruk selama keikutsertaan pesta olahraga terbesar di Asia Tenggara karena selama 22 tahun tidak mendapatkan medali emas. “Kami mencoba yang lebih baik, tapi hasilnya seperti ini. Pemain kurang tenang meski di babak kedua mampu memberikan tekanan kepada Thailand,” kata RD menjelaskan.

(ant/bali post)

EKSPRESI - Ekspresi pesepakbola timnas Indonesia seusai dikalahkan Thailand pada pertandingan babak final sepakbola Sea Games ke-27 di Zeyar Thiri Sport Stadium, Naypyidaw, Myanmar, Sabtu (21/2). Indonesia kalah dengan skor 0-1 dan mendapatkan medali perak. RD mengaku, secara umum permainan anak asuhnya mulai menunjukkan peningkatan dibandingkan per-

tandingan sebelumnya. Hanya saja keberuntungan tidak berpihak pada Timnas Garuda Muda. (ant/bali post)

Westbrook Menangkan Thunder San Antonio Russell Westbrook mencetak 31 angka untuk memimpin Oklahoma City Thunder meraih kemenangan 113-100 atas San Antonio Spurs pada pertandingan antarpara pemimpin divisi pada Sabtu. Westbrook, yang juga mencatatkan delapan assist bagi Thunder, menyarangkan 11 angka pada kuarter ketiga ketika Oklahoma City memperbaiki rekor terbaik NBA mereka menjadi 22-4, sedangkan

Nainggolan Segera Tinggalkan Cagliari Milan Presiden Cagliari, Massimo Cellino, mengakui pesepakbola Radja Nainggolan hampir pasti dijual pada bursa transfer musim meski pemain Belgia itu mengklaim bahwa dirinya belum menerima tawaran apapun. Pemain internasional Belgia Nainggolan telah diincar sejumlah klub besar Italia dalam beberapa bulan terakhir, di mana Inter Milan yang dimiliki pebisnis asal Indonesia, Erick Thohir, dilaporkan juga memburunya. Nainggolan, yang memiliki ayah dari Indonesia dan lahir di negara ibunya di Belgia, menjadi sosok penting saat timnya bermain imbang 1-1 di kandang melawan kandidat juara Napoli pada Sabtu (21/12). Ia menyatakan, “Saya belum menerima tawaran apapun dan gembira di mana saya berada, yakni di Cagliari,” katanya. Bagaimana pun, Cellino, seperti dikutip situs La Gazzetta dello Sport, berkata, “Nainggolan dipastikan akan hengkang, dan ada enam atau tujuh klub yang mengincarnya. Jika ia tidak pergi, saya sendiri yang akan menjualnya. (ant/bali post)

Russell Westbrook

Spurs terpuruk 21-6. Ini merupakan kemenangan ke sembilan beruntun bagi Thunder sekaligus keemenangan tandang keelima beruntun, sedangkan San Antonio kalah untuk kedua kalinya dari empat pertandingan. Reggie Miller tampil sebagai pemain pengganti untuk menyumbang 21 angka, sedangkan Kevin Durant mencetak 17 angka dan p e b a s k e t asal Spanyol Serge Ibaka mencetak 14 angka dan menorehkan 1 4 rebound bagi pemuncak klasemen divisi Barat laut Oklahoma City, yang tetap berada di atas Portland (22-5). Spurs meny a m b u t kembalinya guard Prancis Tony Parker setelah cedera tulang kering kanan membuat dia absen selama dua pertandingan, dan Parker meresponnya dengan torehan 23 angka

dan delapan assist. Namun itu tidak cukup bagi San Antonio, yang juga mendapat 17 angka masing-masing dari Tim Duncan dan pebasket Italia Marco Belinelli, plus 14 angka dari pemain pengganti Boris Diaw dan guard cadangan asal Argentina Manu Ginobili. Belinelli menyarangkan semua nilainya pada babak pertama, ditambah dengan catatan lima dari enam lemparan tiga angka, sedangkan Duncan melakukan 10 reboundd dan Thiago Splitter melakukan 11 rebound bagi Spurs, yang masih memuncaki klasemen divisi Barat daya. Thunder menutup babak pertama dengan skor 61-50, dan Oklahoma City menjaga keunggulan 85-76 memasuki kuarter ke empat. San Antonio membukanya dengan lemparan Danny Green dan dua nilai dari beruntun dari Diaw untuk memangkas defisit menjadi 85-82, namun Durant dan Ibaka masing-masing menyarangkan lemparan tiga angka larut dan Thunder membungkam laju lawannya untuk menuntaskan perlawanan Spurs. Bersama dengan Portland dan rival-rivalnya di Wilayah Timur Indiana (21-5) dan Miami (20-6), Thunder dan Spurs merupakan tim yang memiliki jumlah anggota tim sedikit, namun mampu mendominasi NBA sepanjang dua bulan pertama musim ini, AFP melaporkan. (ant/bali post)

RAYAKAN - Pemain Bayern Munich merayakan keberhasilan timnya setelah menjadi juara Piala Dunia 2013 di Maroko.

Hadapi Kejurnas

Milasari Fokus Turunkan Berat Badan Mataram (Suaar NTB) Pesilat putri NTB, Indrya Milasari (24) terus memantapkan latihan guna menghadapi Kejurnas Pencak Silat di Jakarta April 2014 mendatang. Bagi atlet kelahiran Lombok Barat (Lobar) ini, persiapan mengikuti kejurnas kali ini cukup berat, sebab selain harus fokus menjalani latihan fisik dia juga harus mampu menurunkan berat badannya hingga 6 kilogram. Kepada Suara NTB di Mataram, Minggu (22/12), Indrya Milasari yang biasa disapa Mila mengatakan tantangan terberat dalam menjalani latihan penurunan berat badan itu adalah menahan makan. Dalam hal ini dia harus pandai-pandai membagi porsi makannya agar berat badannya bisa kembali normal. Dia yang gemar makan makanan ringan ini tentu harus bisa menghilangkan kebiasaannya itu. Menurutnya, pada Kejurnas di Jakarta bulan April mendatang rencannya dia akan ikuti kelas E putri atau kelas 65-70 Kilogram (Kg), sementara berat badannya saat ini naik mencapai 75 Kg. Untuk bisa mengikuti kelas E putri, Milasari harus mampu menurunkan berat badannya 5 Kg hingga 6 Kg. “Dengan sisa waktu kurang lebih empat bulan ini saya berusaha turunkan berat badan hingga 6 kilogram. Oleh karena itu saya harus pandai mengatur porsi makan,”ucapnya. Selama menjalani latihan penurunan berat badan atlet peraih medali emas di PON XVIII di Riau 2012 ini terus menjalani latihan fisik di GOR 17 Desember Mataram. Latihan fisik itu tidak dilakukan sendirian, saat ini dia latihan bersama sebanyak 9 atlet pencak silat lainnya. Mereka ditangani Pelatih IPSI NTB, Dedi S. Darere dan Suherman di padepokan silat Mataram. Pelatih Silat NTB, Suherman yang dihubungi terpisah membenarkan Milasari akan dipersiapkan untuk mengikuti Kejurnas di Jakarta April 2014 mendatang. Selain Milasari terdapat 9 atlet lainnya yang juga dipersiapkan untuk mengikuti event bergengsi tingkat nasional tersebut. Namun sebelum mengikuti kejurnas para atlet tersebut akan mengikuti kejurda di Dompu 22-27 Desember, ajang kejurda itu sebagai ajang seleksi atlet mengikuti kejurnas. (fan)

(ant/bali post)

Bayern Juara Piala Dunia Klub Dortmund dan Leverkusen Kalah Menyakitkan Berlin Bayern Munich tetap unggul tujuh angka di puncak klasemen Liga Jerman pada Sabtu setelah para pesaing terdekatnya Borussia Dortmund dan Bayer Leverkusen kalah pada pertandingan terakhirnya sebelum libur musim dingin. Tim peringkat kedua Leverkusen (37 angka) kemasukan gol pada menit ke-74 dari Santiago Garcia, ketika tuan rumah Werder Bremen memenangi pertandingan liga untuk pertama kalinya sejak November. Ini bahkan menjadi hari yang lebih buruk bagi tim peringkat ketiga Borussia Dortmund yang menelan kekalahan kandang ketiga mereka secara beruntun, ketika tim promosi Hertha Berlin bangkit dari keting-

galan untuk menang 2-1. Bayern, yang bertemu Raja Casablanca di final Piala Dunia Klub di Maroko pada Sabtu malam, akan memainkan satu pertandingan tersisa mereka pada Januari, karena Liga Jerman memasuki libur lima pekan. Hertha terlihat akan menjalani sore yang berat ketika kiper 18 tahun Marius Gersbeck, yang menggantikan Thomas Kraft yang cedera, melakukan kesalahan sehingga Marco Reus dapat mencetak gol pada menit ketujuh. Dortmund yang dihantam masalah cedera para pemain kemudian harus kemasukan golgol dari dua pemain muda Adrian Ramos dan Sami Allagui. Ramos menyambar operan Allagui pada menit ke-23 sebelum pemain Tunisia itu menambahi gol kedua menjelang turun minum. Dortmund tetap mengolek-

si 32 angka, selevel dengan Borussia Moenchengaldbach, yang menjamu VfL Wolfsburg pada Senin. Pemain Swiss Admir Mehmedi mencetak dua gol pada babak pertama untuk membantu tim peringkat ketiga dari bawah Freiburg menang 2-1 atas Hanover 96, kemenangan ketiga mereka di liga musim ini. Shinji Okazaki juga mencetak dua gol bagi Mainz 05, termasuk gol kemenangan menjelang pertandingan usai, ketika mereka menang 3-2 di markas Hamburg SV. Rafael van der Vaart mencetak satu gol untuk Hamburg, yang harus kehilangan Tomas Rincon akibat dikartu merah delapan menit menjelang pertandingan usai, demikian Reuters melaporkan. (ant/bali post)

Marrakech Juara Eropa Bayern Munich menambahkan Piala Dunia Klub pada koleksi piala kemenangan mereka, setelah mengalahkan Raja Casablanca 2-0 di final yang berlangsung Sabtu malam waktu setempat. Pemain bertahan Dante dan Thiago Alcantara mencetak gol pada 22 menit awal ketika Bayern tampil sebagai juara, menyusul piala sebelumnya yang sudah disabet mereka yakni Liga Champions, Bundesliga dan Piala Jerman, pada musim lalu. Raja yang mengalahkan juara Amerika Selatan Atletico Mineiro untuk sampai ke babak final, tidak sanggup menahan tekanan lawan dan hanya sesekali berhasil mengancam pertahanan lawan. Pelatih Bayern Pep Guardiola sudah memenangi turnamen itu dua kali bersama Barcelona, ketika klub Bavarians itu mengangkat Piala Interkontinental itu pada 1976 dan 2001. Guardiola mengawali permainan timnya tanpa diperkuat strike handal yang

bertindak sebagai pemain sayap, Xherdan Shaqiri, yang digantikan Mario Mandzukic. Raja, tim kedua dari luar Eropa atau Amerika Selatan yang maju ke babak final, sejak turnamen itu dimulai pada 2005, tidak dapat berbuat banyak dalam pertandingan itu. Mouhssine Lajour mendapat kesempatan bagus tapi tendangannya melebar pada menit kelima dan sejak itu tim tuan rumah praktis menyianyiapan setiap penguasaan bola mereka. Dua menit kemudian, Jerome Boateng menendang dari pojok lapangan dan bola diterima Dante, yang tidak terkawal di area berbahaya dan pemain bertahan dari Brazil itu dengan tenang menuntaskan tugasnya. Penjaga gawang Raja Khalid Askri dicoba Thomas Mueller dan David Alaba, sebelum Thiago Alcantara menambah angka Bayern ketika pertandingan berlangsung 38 menit. Chemseddine Chtibi mendapat peluang mendekati akhir permainan, tapi bola yang melayang dari kakinya melebar dari mulut gawang. (ant/bali post)


SUARA NTB

Senin, 23 Desember 2013

Halaman 12

EKSPEDISI 450.000

ADVERTISING

MEUBEL

800.000

Jl. TGH Abdul Karim Kediri (Depan PLN Kediri)

C.01.08.13

TANAH KAPLING

PET SHOP

TOKO MAINAN

PELATIHAN

BATIK

LAUNDRY

MAINAN ANAK

RUMAH MAKAN

PERHIASAN

SALON

SHOWROOM

FUTSAL

ADVERTISING

KONTRAKAN

FINANCE

Dengan 3,5 jt Bisa Umroh dan Dengan 5 jt Bisa Haji Plus, Htl. Bintang 5 .

PT. Arminareka Perdana. Hub. Nik 083840958710. Dibuka Kesempatan Juga Bagi yang Mau Jadi Agen di NTB Email : nikbambang@yahoo.co.id

PERAWATAN AC

BENGKEL

SUBDISTRIBUTOR SUBDISTRIBUTOR OBAT EKSTRAK KULIT MANGGIS GARCIA UTK WILAYAH TALIWANG ( KSB ), DOMPU, BIMA. HUB.081936739311 / 081316238057

BANK


SUARA NTB

Senin, 23 Desember 2013

KURSUS/BIMBEL

TENUN LOMBOK

BAHAN BANGUNAN & INTERIOR

Halaman 13

HOTEL

SALON

SIARAN TV RADIO

SABLON & KONVEKSI

BOUTIQUE

JUAL MOBIL

TELEVISI

SANGGAR SENAM

PROPERTY

KURSUS

RUKO

EVENT ORGANIZER

FASHION

RUMAH MAKAN

FASHION

BENGKEL & SPARE PART

PENGOBATAN ACCESORIES Menyediakan aneka hidangan & melayani pesanan nasi kotak, snack box dan menerima rantangan

RUPA - RUPA

RUPA - RUPA

RUPA - RUPA

PHOTOGRAFI

087 865 633 888 / 087 861 811 999

KOMPUTER

SERVICE

TRAVEL


SUARA NTB Senin, 23 Desember 2013

PERNIK

Halaman 14

Kelor, si Tanaman Ajaib Kelor alias moringa pterygosperma gaert banyak manfaatnya. Selain bermanfaat membantu mengoptimalkan perkembangan otak pada balita, juga baik untuk para manula untuk mencegah pikun. TANAMAN kelor ini merupakan tanaman dari keluarga Moringacaea. Bukan saja bunganya dapat dimakan dan terasa seperti jamur saat dimasak. Kelor telah digunakan dalam berbagai pengobatan tradisional, termasuk obat Ayurvedik di Filipina, Afrika dan Indonesia. Kelor dimanfaatkan mulai kulit kayunya, getah, akar, daun, biji, bunga, bahkan minyak digunakan dalam pengobatan tradisional. Getahnya dipergunakan sebagai perwarna biru alami di Jamaika. Konon minyak daun kelor yang telah disuling bisa dipergunakan buat kosmetik. Harganya sangat mahal. Tanaman kelor di Indonesia sangat familiar. Nyaris sebagian besar penduduk memiliki tanaman yang bisa dipakai sayur ini. Tanaman ini

dikenal dalam berbagai nama, misalnya kelor Indonesia, Jawa, Sunda, Bali, Lampung dan Lombok), Kerol (Buru), Marangghi (Madura), Moltong (Flores), Kelo (Gorontalo), Keloro (Bugis), Kawano (Sumba), Ongge (Bima), Hau fo (Timor). Kelor termasuk jenis tumbuhan perdu yang dapat memiliki ketinggian batang 7 - 11 meter. Di Jawa, Kelor sering dimanfaatkan sebagai tanaman pagar karena berkhasiat untuk obat-obatan. Pohon kelor tidak terlalu besar. Batang kayunya getas (mudah patah) dan cabangnya jarang tetapi mempunyai akar yang kuat. Daunnya berbentuk bulat telur dengan ukuran kecil-kecil bersusun majemuk dalam satu tangkai. Kelor dapat berkembang biak dengan baik pada daerah yang

mempunyai ketinggian tanah 300500 meter di atas permukaan laut. Bunganya berwarna putih kekuning-kuningan dan tudung pelepah bunganya berwarna hijau. Bunga kelor keluar sepanjang tahun dengan aroma bau semerbak. Buah kelor berbentuk segi tiga memanjang yang disebut klentang (Jawa). Sedang getahnya yang telah berubah warna menjadi cokelat disebut blendok (Jawa). Pengembangbiakannya dapat dengan cara stek (vegetatif) maupun dengan biji (generatif). Namun saya menganjurkan dengan cara stek, karena lebih cepat tumbuh besar. Secara tradisional daun kelor dimasak dan digunakan seperti bayam. Selain digunakan segar sebagai pengganti bayam, daun biasanya dikeringkan dan ditumbuk menjadi bubuk digunakan dalam sup dan saus. Sebagai catatan penting untuk diingat bahwa seperti kebanyakan tanaman kelor pemanasan di atas 60 derajat celcius dapat menghancurkan beberapa nilai gizi. (pusdat BP/dari berbagai sumber).

Kelor Hilangkan ’’Flek’’ Wajah MUNGKIN saja di antara kita ada yang belum mengenal kelor, meskipun tanaman ini sangat terkenal dalam pepatah “Dunia ini tak selebar daun kelor!” Tanaman kelor dikenal dengan nama murong atau barunggai. Selain terkenal dalam kata pepatah itu, ternyata tanaman kelor ini bermanfaat dan berkhasiat sebagai obat tradisional, karena mengandung beberapa zat kimia untuk menyembuhkan penyakit. Daun kelor mengandung alkalid moringin, moringinan, dan pterigospermin. Selama ini, akar tanaman kelor berkhasiat sebagai peluruh air seni, peluruh dahak, atau obat batuk, peluruh haid, penambah nafsu makan, dan pereda kejang. Daun kelor mengandung pterigospermin yang bersifat merangsang kulit (rubifasien) sehingga sering digunakan sebagai param yang menghangatkan dan men-

gobati kelemahan anggota tubuh seperti tangan atau kaki. Jika daun segarnya dilumatkan, lalu dibalurkan ke bagian tubuh yang lemah, maka bisa mengurangi rasa nyeri karena bersifat analgesik. Selain itu, daun kelor berkhasiat sebagai pelancar ASI (galata gog). Oleh Karena itu, untuk melancarkan ASI, seorang ibu menyusui dianjurkan makan daun kelor yang disayur. Biji kelor berkhasiat mengatasi muntah. Biji kelor yang masak dan kering mengandung pterigospermin yang lebih pekat sampai bersifat germisida. Hasil penelitian Madsen dan Dchlundt serta Grabow dan kawankawan menunjukkan bahwa serbuk biji kelor mampu menumpas bakteri Escherichia coli, Streptococcus faecalis dan Salmonella typymurium. Karena itu di Afrika, biji kelor dimanfaatkan untuk mendeteksi pencemaran air oleh bakteri-bakteri

tadi. Caranya, yaitu dengan mengendapkan air keruh yang diduga tercemar, kemudian ditaburi serbuk biji kelor sebanyak 200 mg/ liter dan diaduk sampai larut. Kemudian buah kelor diketahui mengandung alkaloida morongiona yang bersifat merangsang pencernaan makanan. Buah kelor ini biasanya disayur asam sebagai sayur yang lezat bagi lidah orang Jawa. Namun, di antara bagian tanaman kelor yang banyak dimanfaatkan sebagai obat tradisional adalah daunnya. Bahkan, masyarakat di pedesaan memanfaatkan daun kelor itu untuk sayur asam dan lalap seperti halnya daun katuk. Daun kelor mentah yang digiling halus, kemudian dijadikan bedak atau campurkan dengan bedak, maka dapat menghilangkan noda hitam/flek/kokoloteun pada kulit wajah. (net/ist)

(Suara NTB/ist)

Khasiat Kelor SAKIT kuning, 3-7 gagang daun kelor, 1 sendok makan madu dan 1 gelas air kelapa hijau. Daun kelor ditumbuk halus, diberi 1 gelas air kelapa dan disaring. Kemudian ditambah 1 sendok makan madu dan diaduk sampai merata. Diminum, dan dilakukan secara rutin sampai sembuh. Reumatik, nyeri dan pegal linu. 2-3 gagang daun kelor, 1/2 sendok makan kapur sirih. Kedua bahan tersebut ditumbuk halus. Dipakai untuk obat gosok (param). Rabun ayam. 3 gagang daun kelor. Daun kelor ditumbuk halus, diseduh dengan 1 gelas air masak dan disaring.

(Suara NTB/ist)

(Suara NTB/ist)

Kemudian dicampur dengan madu dan diaduk sampai merata. Diminum sebelum tidur. Sakit mata. 3 gagang daun kelor. Daun kelor ditumbuk halus, diberi 1 gelas air dan diaduk sampai merata. Kemudian didiamkan sejenak sampai ampasnya mengendap. Air ramuan tersebut digunakan sebagai obat tetes mata. Sukar buang air kecil. 1 sendok sari daun kelor dan sari buah ketimun atau wortel yang telah diparut dalam jumlah yang sama. Bahan-bahan tersebut dicampur dan ditambah dengan 1 gelas air, kemudian disaring. Diminum setiap hari. Cacingan. 3 gagang daun kelor, 1 gagang daun cabai, 1-2 batang

meniran. Semua bahan tersebut direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas, kemudian disaring. Diminum. Biduren (alergi). 1-3 gagang daun kelor, 1 siung bawang merah dan adas pulasari secukupnya. Semua bahan tersebut direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 2 gelas, kemudian disaring. Diminum 2 kali sehari 1 gelas, pagi dan sore. Luka bernanah. 3-7 gagang daun kelor. Daun kelor ditumbuk sampai halus. Ditempelkan pada bagian yang luka sebagai obat luar. (net/ist)


SUARA NUSANTARA

SUARA NTB Senin, 23 Desember 2013

Halaman 15

Pintu M1 Bandara Soekarno-Hatta Ditutup 26 Desember Tangerang (Suara NTB) PT Angkasa Pura II akan menutup pintu M1 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada tanggal 26 Desember. “Mulai tanggal 26 Desember, pintu M1 bandara Soekarno -Hatta akan ditutup terkait pembangunan rel kereta,” kata Senior General Manager Angkasa Pura II, Bram Baroto Tjiptadi. Ia mengatakan, PT Angkasa Pura II telah menyiapkan rute pengalihan terkait penutupan M1 tersebut. Bagi pengendara dari arah Tangerang yang akan ke Jakarta, dapat melalui Jalan Suryadarma atau Jalan Daan Mogot - Jalan Pembagunan III - Jalan Juanda - Jalan Garuda - Jalan Halim Perdana Kusuma - Jalan Husein Sastranegara - Jalan Tol Sedyatmo dan sebaliknya. Sedangkan dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Tangerang bisa melalui Jalan P2 Bandara - Jalan Parimeter Utara - Jalan Suyadarma. Untuk itu, Angkasa Pura II bersama aparat kepolisian akan melakukan sosialiasi kepada masyarakat agar mengetahui mengenai pengalihan arus ini. “Nanti akan disosialisasikan,” katanya. Kapolres Bandara Soekarno-Hatta Kombespol CH Patopoy mengatakan, dalam pelaksanaannya nanti akan dilakukan sosialisasi dengan melibatkan dishub dan keamanan bandara. Para pengendara diharapkan dapat memahami mengenai kondisi ini dan tidak terjebak kemacetan. Terutama penumpang yang akan melakukan penerbangan. “Kita akan coba lakukan sosialisasi agar pengendara dan penumpang serta penjemput di bandara dapat mengetahuinya,” katanya. Pantauan dilapangan, sosialisasi mengenai penutupan pintu M1 sudah dilakukan Angkasa Pura II dengan memasang spanduk berukuran besar. Dalam pengumuman tersebut, diberitahukan bila akan adanya penutupan pintu M1 dan pengalihan arus berikut dengan gambar rutenya. (ant/Bali Post)

(ant/Bali Post)

OPERASI LILIN - Kapolda Jatim, Irjen Pol Unggung Cahyono (kiri), menunjukkan senjata pelontar gas air mata, saat pemeriksaan pasukan pada Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Semeru 2013 di Mapolda Jatim, Surabaya, Sabtu (21/12).

304 Pejabat Bermasalah Hukum

KPK Harus Proaktif ke Semua Daerah Banjarmasin (Suara NTB) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) seharusnya proaktif ke semua daerah, kata pengamat sosial kemasyarak dan Guru Besar di Universitas Palangka Raya (Unpar), Kalimantan Tengah, Prof Dr HM Noersanie Darlan MS PH. “Bukan cuma terpusat di Jakarta,” kata dosen pascasarjana Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Unpar itu kepada ANTARA News di Banjarmasin, Minggu (22/12). Pasalnya, menurut mantan aktivis Ikatan Pers Mahasiswa Indonesia (IMPI) tersebut, tidak menutup kemungkinan di berbagai daerah terjadi pula kasus-kasus korupsi besar. “Hanya saja, kasus-kasus korupsi tersebut mungkin belum banyak tercium pusat, sehingga petugas KPK tidak bisa segera menangkap tangan pelaku, karena lokasinya yang jauh atau sulit terjangkau,” ujar profesor yang pernah menjadi pesuruh kantor. Ia berharap, dengan keberadaan KPK di daerah-daerah, maka minimal bisa memberikan rasa takut kepada pelaku korupsi sekaligus menuntaskan penanganan tindak pidana korupsi yang berdampak terhadap kerugian rakyat. “Apalagi, misalnya proyek yang dipreteli itu, pembiayaan bersumber dari uang rakyat,” lanjut pria kelahiran di Desa Anjir Serapat, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, itu. Mantan Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng itu mengemukakan kagum atas kinerja KPK, terutama saat menangkap Kepala Kejari Praya. “Memang kebanyakan pelaku korupsi itu orang-orang yang sudah berkelas atau mampu menghidupi diri sendiri dan keluarganya. Tapi, mereka itu tidak tahan melihat uang untuk lebih kaya, dan ingin lebih kaya lagi,” ujarnya. Noersanie Darlan menimpali, “Mereka itu tidak sadar bahwa uang yang ia kelola atau korupsi tersebut, adalah uang rakyat, dan merupakan amanah untuk menyejahterakan rakyat.” (ant/Bali Post)

Ia menilai, mereka meliputi 21 orang gubernur, 7 wakil gubernur, 156 bupati, 46 wakil bupati, 41 walikota, dan 20 wakil walikota. “Dengan penahanan Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah, oleh KPK, berarti sudah 22 gubernur yang bermasalah dengan hukum,” kata politisi Partai Golongan Karya (Golkar), yang notabene separtai dengan Ny. Atut. Dengan demikian, ia menyatakan, fakta tersebut memberi

(ant/Bali Post)

Eva Kusuma Sundari

gambaran bahwa pemerintahan di sejumlah daerah tidak berjalan efektif. “Banyak kepala daerah juga merefleksikan penurunan tajam efektivitas pemerintahan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Wakil Presiden Boediono,” katanya menambahkan. (ant/ Bali Post)

Bambang Soesatyo

Suryadharma Ali Tunggu Rapimnas Terkait Capres 2014 Jember (Suara NTB) Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan Suryadharma Ali mengaku masih menunggu rapat pimpinan nasional mengenai pencalonannya sebagai bakal presiden Pemilu 2014. “Aspirasi kader partai dan sejumlah ulama yang meminta saya sebagai calon presiden

(ant/Bali Post)

Suryadharma Ali

(capres) akan dibawa dalam rapat pimpinan nasional (rapimnas) pada 7-8 Januari 2014 di Bandung,” kata Suryadharma usai acara konsolidasi partai di kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Kabupaten Jember, Jawa Timur, Minggu (22/12) Menurut dia, PPP akan mendeklarasikan siapa capres yang diusung partai berlambang Kabah itu pada 9 Januari 2014 dan deklarasi tersebut berdasarkan hasil rapimnas yang disetujui oleh semua kader partai. “Siapapun yang ditetapkan sebagai capres dalam rapimnas PPP, saya sebagai kader akan tunduk dan patuh terhadap keputusan itu,” ucap Suryadharma yang juga Menteri Agama itu. Ia mengaku mendapat dukungan dari internal partai terutama Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Sumatera dan sejumlah ulama yang memintanya untuk maju sebagai RI-1 pada Pemilu Presiden 2014. “Saya hanya

berharap kepada partai, agar bekerja maksimal untuk meningkatkan perolehan suara dan kursi dalam Pemilu Legislatif 2014, sebelum partai mengusung kandidat capres,” tuturnya. Perolehan suara dan kursi yang tidak signifikan, lanjut dia, akan mempengaruhi keinginan partai yang ingin mengusung capres sendiri dalam Pemilu Presiden 2014. “Kalau perolehan kursi PPP di DPR kecil, maka tidak mungkin partai bisa mencalonkan capres dan kemungkinan akan menjadi partai pendukung capres saja, sehingga saya minta seluruh kader bekerja keras dalam Pemilu Legislatif yang digelar 9 April 2014,” paparnya. Sementara Ketua DPC PPP Jember, Sunardi, dalam sambutannya menyatakan dukungannya kepada Suryadharma Ali untuk maju menjadi capres karena kader partai yang terbaik layak maju untuk memimpin bangsa. “Kami mendukung Pak Suryadharma Ali menjadi capres pada Pemilu Presiden 2014 dan mudah-mudahan keinginan partai bisa terwujud,” katanya. (ant/Bali Post)

(ant/Bali Post)

Jakarta (Suara NTB) Bertambahnya jumlah kepala daerah yang bermasalah dengan hukum menggambarkan maraknya korupsi di pusat dan daerah, sehingga sampai dengan September 2013 ada 304 pejabat bermasalah dengan hukum, kata anggota Komisi III DPR RI, Bambang Soesatyo, di Jakarta, Minggu (22/12).

Vonis Koruptor Manasuka Hakim Semarang (Suara NTB) Putusan hakim terhadap perkara apa pun bersifat independen dan manasuka, termasuk membebaskan terdakwa dalam kasus korupsi yang merugikan negara hingga miliaran rupiah, kata anggota Komisi III (Bidang Hukum) DPR RI, Eva Kusuma Sundari. “Putusan hakim itu independen dan berkuasa penuh, bahkan undang-undang yang ada pun terserah hakim mau dilaksanakan atau tidak. Contoh, meski dalam UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi ada hukuman minimal dan maksimal, banyak putusan yang kurang dari minimal,” ujarnya ketika dihubungi dari Semarang, Minggu (22/12) “Jadi, putusan pengadilan kasus-kasus korupsi amat tergantung integritas, komitmen politik, dan keberanian hakim untuk membuat putusan yang adil,” kata Eva menanggapi tetap tegaknya aspek keadilan terkait dengan vonis hakim terhadap para koruptor. Wakil Ketua Bidang Pengaduan Masyarakat Fraksi PDI Perjuangan DPR RI itu berpendapat, “Kita cukup kecewa dengan kinerja hakim tahun-tahun lalu. Pasalnya, hakim banyak membebaskan koruptor.” Ia lantas menyebutkan hasil penelitian Indonesian Corruption Watch (ICW) atas putusan bebas terhadap 224 terdakwa kasus korupsi. ICW pada bulan Januari 2010 mencatat, pengadilan umum telah memproses 199 perkara korupsi dengan jumlah terdakwa korupsi mencapai 378 terdakwa. Kendati demikian, kata Eva, putusan Hakim Agung Artidjo Alkostar yang notabene Ketua Kamar Pidana Mahkamah Agung (MA) menimbulkan harapan bahwa lembaga tinggi negara di ranah yudikatif itu pada posisi yang berubah, dan mulai di perahu kelompok pemberantasan tindak pidana korupsi melalui strategi penegakan hukum yang menjerakan. “Akan tetapi, tantangannya adalah apakah sikap progresif tersebut dijadikan rujukan hakim-hakim lain di jajaran MA? Semoga begitu,” demikian Eva, yang calon legislator PDI Perjuangan periode 2014 hingga 2019 dari Daerah Pemilihan Jawa Timur VI. (ant/Bali Post)

Ribka Tjiptaning Kritik Kepemimpinan Rano Karno Jakarta (Suara NTB) Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Ribka Tjiptaning mengkritik gaya kepemimpinan Wakil Gubernur Banten yang juga kader PDIP, Rano Karno, karena tidak memberi manfaat bagi rakyat Banten dan partai. “Kebobrokan Atut tetap tidak dapat dihindarkan dari Rano karena apa pun mereka berdua,” kata Ribka di sela-sela peringatan Hari Ibu oleh PDIP di Jakarta, Minggu (22/12). Ketua Komisi IX DPR RI itu mengatakan penampilan Lembaga Eksekutif Banten luar biasa glamor, padahal di Kota Serang angka kemiskinan naik, rumah sakit masih menolak pasien, dan atap sejumlah sekolah roboh. “Januari tahun lalu, saya sebagai Ketua DPD PDIP Banten mencabut dukungan kepada Atut dan Rano,” katanya. Rano Karno, lanjut Ribka, harus terus dikritisi meskipun tidak suka dengan gayanya mengkritisi. “Rano, yang kamu hadapi itu 12 juta rakyat. Bukan keluarga Si Doel yang cuma lima

orang. Nah, Rano harus tetap mendekat ke fraksi dan struktur supaya dia didukung kuat,” katanya. Ribka mengaku sayang kepada Rano Karno dan lebih memilih langsung mengkritisinya sebagai kakak perjuangan. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menginstruksikan kepada Menteri Dalam Negeri agar Wakil Gubernur Banten melantik Walikota dan Wakil Walikota Tangerang terpilih, Arief R Wismansyah-Sachrudin. “Wakil Gubernur Provinsi Banten diberikan wewenang melantik Walikota Tangerang. Persetujuan pendelegasian tersebut atas instruksi Presiden melalui Mendagri,” kata Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, Djoko Suyanto. Pada Jumat (20/12), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah, terkait kasus pemberian hadiah kepada Akil Mochtar semasa menjabat Ketua Mahkamah Konstitusi dalam menangani sengketa Pilkada Lebak. (ant/Bali Post)

Perempuan Usia 40 Tahun Rentan Kanker Payudara Jakarta (Suara NTB) Ketua Umum Perhimpunan Onkologi Indonesia (POI) Drajat Ryanto Suardi mengatakan perempuan yang berumur 40 tahun ke atas rentan terkena penyakit kanker payudara. “Kaum perempuan yang berusia 40 tahun ke atas memiliki risiko besar terkena kanker payudara karena perjalanan penyakit kanker tersebut memakan waktu cukup panjang. Mulai dari fase induksi, insitu, invasi dan diseminasi,” ujar Drajat di Jakarta, Sabtu (21/12). Dari fase induksi hingga ke insitu bisa memakan waktu 20 tahun. Kemudian fase invasi hingga 3 tahun. “Baru kemudian memasuki fase diseminasi atau menyebar,” katanya. Untuk itu, lanjut dia, bagi perempuan yang memasuki usia tersebut perlu melakukan pemeriksaan, baik dengan mamografi ataupun metode Clinical Breast Examination (CBE) yang dilaku-

kan tenaga kesehatan terlatih. “Jika usia sudah 40 tahun, silakan dilakukan pemeriksaan selama tiga tahun berturut-turut. Jika tidak baru dilakukan tiga tahun sekali,” jelas dia. Penyakit kanker payudara bisa disebabkan berbagai faktor yakni internal dan eksternal. Internal bisa disebabkan genetik maupun hormon estrogen. Sementara eksternal bisa disebabkan biologis, kimiawi, dan fisik.”Bisa disebabkan makanan berpengawet, rokok, dan sebagainya,” kata dia. Sementara itu, Kepala Sub Dit Penyakit Kanker Kemenkes Niken Wastu Palupi mengatakan kasus kanker payudara berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) mencapai 1,4 persen per 1.000 orang. Hingga saat ini, belum ditemukan obat pencegah kanker payudara. Berbeda dengan kanker mulut rahim yang sudah ditemukan vaksinnya...(ant/Bali

Mayoritas Publik Khawatir Pemerintahan Tidak Efektif di 2014 Jakarta (Suara NTB) Hasil riset terbaru Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menyebutkan, sebanyak 60,88 persen responden menyatakan khawatir pemerintahan 2014 tidak bisa bekerja efektif lagi karena sibuk mengurusi pemilu, sedang 31,27 persen yang masih meyakini tetap dapat bekerja dengan baik dan 7,85 persen responden tidak menjawab. Peneliti LSI Fitri Hari kepda pers di jakarta, Minggu (22/ 12) mengatakan, kekhawatiran publik ini merata di semua segmen masyarakat Indonesia. Namun mereka yang tinggal di desa, pendidikan rendah, dan kelas ekonomi bawah lebih merasa khawatir bahwa pemerintahan tidak akan bekerja lagi mengurusi rakyat di tahun politik dibanding dengan mereka yang tinggal di kota, berpendidikan tinggi, dan kelas ekonomi atas. Survei LSI itu dilakukan melalui quick poll pada tang-

gal 18—19 Desember 2013 dengan menggunakan metode “multistage random sampling” dengan 1.200 responden dan tingkat kesalahan +/- 2,9 persen. Survei dilaksanakan di 33 propinsi dan dilengkapi dengan penelitian kualitatif dengan metode analisis media, diskusi fokus grup, dan wawancara secara mendalam. Selain kekhawatiran umum mengenai jalannya pemerintahan di tahun politik, mayoritas publik pun khawatir bahwa presiden dan wakil presiden beserta para pembantunya (menteri) tidak akan fokus lagi dengan tugas-tugas pemerintahan. Sebanyak 77,42 persen responden khawatir bahwa para menteri KIB Jilid II tidak akan fokus bekerja karena harus membantu partai dalam Pemilu 2014. Sedangkan mereka yang yakin para menteri masih tetap fokus menjalankan tugasnya hanya sebesar 19,35 persen, sisanya 3,23 re-

sponden tidak menjawab. Fitri menjelaskan, ada sejumlah faktor yang menyebabkan munculnya kekhawatiran publik pemerintahan akan tidak efektif lumpuh pada di 2014, yaitu dampak pemerintahan koalisi, di setiap tahun menjelang pemilu nasional, partai yang ikut berkoalisi pun mulai bersaing dan presiden yang terpilih melalui pemilu mengajak sejumlah partai untuk berkoalisi (sebelum maupun sesudah Pilpres) dalam pemerintahan termasuk menempatkan menteri partai dalam kabinet. Dengan koalisi ini diharapkan setiap kebijakan pemerintahan dapat dengan mudah dijalankan karena dukungan mayoritas di Parlemen. Namun demikian, pemerintahan koalisi ini akan menghadapi ujian terberatnya ketika menghadapi pemilu. Karena semua partai yang terlibat dalam koalisi pemerintahan akan

fokus dengan kepentingan partainya masing-masing. Persaingan partai politik dalam merebut simpatik dan dukungan publik ini akhirnya mengganggu fokus pemerintah dalam menjalankan tugasnya sehar-hari. Faktor kurang pemahaman etika pemerintahan, misalnya menteri yang aktif berpolitik seperti menjadi caleg ataupun capres tidak mau mundur secara sukarela dari jabatannya. “Ada 10 menteri yang tercatat sebagai caleg dalam Pemilu 2014 nantinya,” kata Fitri. Fitri mengatakan, hasil survei LSI merekomendasikan kepada pemerintah saat ini untuk mengembalikan keyakinan publik terhadap pemerintahan di 2014, yakni pertama harus ada upaya sistematis mengurangi jumlah partai politik di parlemen agar partai makin besar (jumlah suara dan kursinya) dan kebutuhan koalisi partai makin berkurang, misalnya secara

berkala menaikan batas parliamentary threshold (PT), sehingga jumlah partai hanya 3 atau 5 buah saja. Kedua, presiden diharapkan menonaktifkan menteri yang aktif berpolitik atau menjadi pengurus partai politik. Ketiga, menteri yang aktif berpolitik di tahun 2014 sebaiknya mengundurkan diri. Untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap pemerintahan, para menteri yang saat ini terlibat dalam politik baik sebagai caleg ataupun capres sebaiknya mengundurkan diri untuk alasan etik dan menjaga kredibilitas pemerintahan. “Meski para menteri berusaha meyakinkan publik bahwa aktivitas kepartaiannya tidak mengganggu tugasnya dalam pemerintahan, namun publik memiliki logika berbeda. Bagi publik aktivitas politik para menteri akan mengganggu fokus mereka mengurusi rakyat,” demikian Fitri Hari. (ant/Bali Post)


SUARA NTB Senin, 23 Desember 2013

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Havana Presiden Kuba Raul Castro, Sabtu, memperingatkan bahwa negaranya akan tetap menjauhkan diri dari Amerika Serikat selama puluhan tahun jika Washington tidak menghentikan tuntutan-tuntutan politik. “Jika kita benar-benar ingin membuat kemajuan dalam hubungan bilateral, kita harus belajar menghargai perbedaan masing-masing dan menggunakan untuk hidup damai dengan mereka. Jika tidak, maka kemajuan tidak akan tercapai. Kita te-

lah 55 tahun seperti ini,” kata Castro dalam penutupan sidang legislatif. Raul Castro, 82 tahun barubaru ini menjadi berita halaman depan surat-surat kabar dunia karena berjabat tangan dengan Presiden Amerika Serikat Barack Obama pada

acara pemakaman pemimpin Afrika Selatan Nelson Mandela. Amerika Serikat dan Kuba tidak memiliki hubungan bilateral penuh. Washington mengenakan sanksi-sanksi terhadap Havana— satu-satunya negara Komunis di benua Amerika— sejak tahun 1962. Untuk memulihkan hubungan penuh dengan Kuba, undang-undang AS secara teknis menetapkan satu perubahan dalam pemerintah Kuba.

“Kita tidak meminta AS mengubah politiknya dan sistem sosialnya, begitu juga kita tidak setuju merundingkan masalah-masalah kami,” kata Castro terus terang. Kuba selalu siap berunding selama kemerdekaannya dan penentuan nasib sendirinya tidak dirusak, kata Castro. AS menguasai satu pangkalan Angkatan Udara di Provinsi Guantanamo Kuba yang bertentangan dengan keinginan Havana, tetapi negara itu menolak meninggalkan daerah itu. Lokasi itu dijadikan kamp penjara yang kontroversial bagi para teroris yang diperangi AS, demikian AFP melaporkan.(ant/Bali Post)

(ant/Bali Post)

Presiden Castro Peringatkan AS Meksiko Bongkar Jaringan Dagang Migran Asia Mexico City – Pihak berwenang Meksiko pada Sabtu waktu setempat membongkar satu jaringan perdagangan yang membawa para warga asing, sebagian besar dari Asia, ke Meksiko untuk diselundupkan kembali ke Amerika Serikat (AS). Pihak kejaksaan Meksiko mengumumkan, menahan tujuh warga Meksiko dan tiga warga Bangladesh yang dituduh membawa para migran

ke perbatasan utara Meksiko dengan AS berbiaya besar. Para migran itu datang dari tempat-tempat, seperti India, Bangladesh, Nepal dan Pakistan, selain ada yang berasal dari Iran dan Somalia. Jaringan itu bermarkas di Mexico City dan negara bagian pantai Karibia, Quintana Roo, kata seorang jaksa. Dalam operasi itu, polisi menemukan 13 orang (dua dari India, lima dari Bang-

ladesh dan enam dari Nepal) yang ditahan anggota sindikat dalam kondisi yang tidak sehat, dan mereka menunggu dipindahkan oleh para pedagang menuju AS Tidak segera diketahui berapa banyak orang yang telah diperdagangkan untuk satu periode, namun paling tidak 140.000 orang memasuki Meksiko setiap tahun yang berusaha mencapai AS, demikian Kejaksaan Meksiko. (ant/Bali Post)

Militer Rusia akan Kerahkan Rudal di Perbatasan NATO Moskow Satu keputusan tentang Rusia akan menyebarkan peluru kendali balistik taktis di dekat perbatasan dengan negara-negara Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) akan dilakukan segera bila ada ancaman militer, kata Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov. “Bila kebutuhan tersebut muncul, maka hal itu terserah kepada militer Rusia untuk memutuskan,” ujarnya dalam wawancara dengan RIA Novosti, akhir pekan ini. Lavrov menilai bahwa hanya pihak profesional yang bisa

memberikan penilaian yang dapat diandalkan risiko terhadap keamanan nasional Rusia yang akan ditimbulkan oleh segmen Eropa dari perisai rudal global Amerika Serikat (AS) sebagai pimpinan NATO. “Itu adalah cara bagaimana permainan ini dimainkan. Tidak ada pribadi, untuk berbicara,” katanya. Dia menegaskan, penyebaran Iskander-M (SS-26 Stone) sebagai sistem rudal berkemampuan nuklir di dekat perbatasan NATO akhirnya bisa menjadi bagian dari respon Rusia terhadap rencana per-

tahanan rudal NATO. Hal ini diklaim dalam laporan media akhir pekan lalu bahwa setidaknya 10 sistem Iskander telah diidentifikasi oleh foto satelit di eksklave Baltik Kaliningrad, Rusia, dan di sepanjang perbatasan dengan negara-negara Baltik dan anggota NATO yang melibatkan Estonia, Latvia dan Lithuania. Namun, Presiden Rusia, Vladimir Putin, pada Kamis (19/12) membantah laporan penyebaran Iskanders tersebut, dan mengatakan bahwa pemimpin Rusia belum membuat keputusan seperti itu. (ant/Bali Post)

Snt23122013  

Tindak Subri, Kejagung Tunggu KPK

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you