Page 1

HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK SUMBAWA ECERAN Rp 3.000

Rp. 50.000 Rp. 55.000

SUARA NTB

SELASA, 22 OKTOBER 2013

16 HALAMAN NOMOR 190 TAHUN KE 9 Online :http://www.suarantb.com E-mail: hariansuarantb@yahoo.co.id

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Pengemban Pengamal Pancasila

Pascapenangkapan IS

Dua Terduga Teroris Masih Diburu C.01.08.13

Mataram (Suara NTB) Penangkapan terduga teroris berinisial IS oleh Densus 88 Mabes Polri di Kota Bima beberapa waktu lalu, ternyata bukan akhir perburuan aparat keamanan. Densus 88, kini masih mengejar dua orang terduga teroris lainnya, yang diduga ada kaitannya dengan keberadaan IS di Bima. Kapolda NTB Brigjen Pol. Drs. Mochammad Iriawan, SH,MM, MH menyebutkan, berdasarkan informasi dari

Mabes Polri, masih ada dua orang yang sedang dalam pencarian. Bersambung ke hal 5

‘’

Ada upaya mencari kaderkader baru, bibit baru yang bisa diajak untuk mendalami pemahaman mereka. Mochammad Iriawan (Suara NTB/ars)

TNI - Polri Gelar Temu Tokoh

Keamanan NTB Harga Mati Mataram (Suara NTB) Aparat TNI - Polri tak henti-hentinya berusaha menjadikan NTB sebagai daerah kondusif. Masyarakat dari semua

(Suara NTB/dok)

Jangan Ada Keresahan Baru TINDAKAN aparat kepolisian dalam mendeteksi potensi terorisme mendapatkan apresiasi. Namun, aparat juga diingatkan untuk tetap bersikap profesional dalam menangani terorisme ini. “Kita tetap mengingatkan kepada polisi agar profesional. Terorisme memang membuat keresahan, tapi tindakan polisi mencegah terorisme juga jangan menimbulkan keresahan baru,” Suryadi Jaya Purnama Bersambung ke hal 5

dan kota di NTB berkumpul untuk satukan persepsi soal kamtibmas wilayah NTB. Dalam gelar pertemuan antartokoh yang berlangsung di Taman Kura – Kura

itu, hadir Kapolda NTB Brigjen Pol Mochammad Iriawan, SH.MH, Danrem 162/WB Kol.Inf. Sofyan Chandra, Bersambung ke hal 5

(Suara NTB/ari)

AMBIL NOMOR TES - Ratusan CPNS memadati halaman Sekretariat Panitia Rekrutmen CPNS BKD KLU, kemarin untuk mengambil nomor tes.

Pengambilan Nomor Tes CPNS

DMB Belum Setor Pelayanan Lamban, Peserta Luar Dividen Rp 41 Miliar Daerah Menginap di Masjid Lebih ENGAMBILAN nomor tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang melamar untuk kuota 149 pegawai lingkup Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU) dimulai sejak Senin (21/10) kemarin. Dalam tiga hari, Senin – Rabu, dijadwalkan pengambilan nomor tes CPNS. Ribuan peserta tes CPNS terlihat sudah memadati Sekretariat Panitia Rekrutmen CPNS pada Badan Kepegawaian Daerah (BKD), sejak pukul 07.00 Wita. Panitia rekrutmen PNS hanya menempatkan empat loket suara pemanggilan kepada pelamar. Jumlah loket yang minim, kontan turut mempengaruhi proses pelayanan menjadi lamban. Apes bagi pelamar asal luar daerah,

seperti Bali dan Jawa. Mereka kebingungan karena tiket yang dipergunakan sebagian ada yang tiket PP. ‘’Saya tidak tahu apakah akan dapat hari ini atau besok. Kalau tidak dapat nomor tes hari ini, terpaksa harus menginap di masjid, karena di Lombok Utara saya tidak memiliki satu pun sanak keluarga,” ungkap Angga, salah seorang pelamar asal Surabaya, di temui wartawan Senin (21/10). Bagi Angga, nomor tes CPNS ia perkirakan sudah ada di genggaman kemarin. Tetapi melihat menyemutnya pelamar yang belum kebagian dan lambannya pembagian, ia pun pesimis akan mengantongi nomor tes pada hari pertama. Padahal di tangannya juga sudah menggenggam tiket kembali ke Pulau Jawa, malam nanti. Bersambung ke hal 5

Mataram (Suara NTB) PT Daerah Maju Bersaing (DMB) sejak tiga tahun terakhir belum menyetor dividen ke kas daerah sebesar Rp 41 miliar. Untuk ituk itu, Pem-

prov NTB melalui Biro Perekonomian Setda NTB menyurati perusahaan milik daerah tersebut supaya segera menyetor dividen tersebut. Bersambung ke hal 5

Tidak Terbit Berkaitan dengan Hari Raya Galungan, SUARA NTB Rabu-Kamis (23-24/10) tidak terbit. Kami akan terbit kembali Jumat (25/10). Untuk itu kepada pembaca dan relasi iklan agar maklum. Terima Kasih Penerbit

Program Unggulan 99 Hari TGB-Amin

BPBD NTB Kembangkan Desa Tangguh Bencana

(Suara NTB/her)

FOTO BERSAMA - Kepala BPBD NTB , Wedha Magma Ardhi foto bersama dengan Kepala BPBD Lobar, H. Achmad Zaini serta para relawan yang akan dilatih.

(Suara NTB/her)

Wedha Magma Ardhi

Giri Menang (Suara NTB) - mengawal program tersebut, Masalah bencana mendapat Badan Penanggulangan Benperhatian serius Pemprov NTB cana Daerah (BPBD) di bawah kepemimpinan Dr. Bersambung ke hal 5 T G H . M.Zainul Majdi dan H. Moh. Amin, SH.M.Si (TGB-Amin). Buktinya, pasangan TGB-Amin memasukkan penanggulangan bencana dalam program 99 hari kerjanya seteIndonesia Lebih Sejahtera Dengan Ekonomi Syariah lah dilantik. Grand Launching 5 November 2013 di Taman Sangkareang Untuk

C.03.08.13

TO K O H

lapisan dirangkul dalam berbagai pertemuan. Termasuk yang dilakukan Senin (21/ 10) kemarin, perwakilan tokoh agama, tokoh masyarakat, dari seluruh kabupaten


SUARA NTB Selasa, 22 Oktober 2013

SUARA MATARAM

Halaman 2

Diduga Tak Sesuai Kondisi Ciptakan Lingkungan Nyaman MENJELANG penilaian Adipura seluruh SKPD, Camat, Lurah mulai berbenah. Mulai dari penanganan sampah hingga pengerjaan drainase. Seperti yang dilakukan di Kelurahan Pagesangan, pihak kelurahan mulai menjalankan petugas pengangkut sampah di setiap lingkungan. Lurah Pagesangan, I Made Gde Yasa menjelaskan, pihaknya ingin berbenah dan secara progresif ingin mendukung program pemerintah, dalam mempertahankan penghargaan sebagai kota bersih, aman dan nyaman. Dalam upaya (Suara NTB/dok) tersebut, ia menyebutkan I Made Gde Yasa telah menyiapkan motor Tossa dan gerobak sebagai tempat mendistribusikan sampah di setiap lingkungan. “Saya kerahkan alat angkut semua ke setiap lingkungan,” ungkapnya belum lama ini. Katanya untuk tetap menjaga lingkungan agar tetap bersih pihaknya telah menyiapkan tiga petugas kebersihan. Dengan secara konsisten setiap pagi berjalan, mengambil sampah dari rumah kerumah. Sayangnya, yang menjadi kendala, karena kelurahan pagesangan dekat dengan pasar tradisional. Sehingga volume sampah banyak setiap hari. Kemudian lanjutnya, tempat menaruh kontainer tidak ada. Sehingga warga kesulitan menempatkan sampah. “Sekarang ini kita kesulitan tempat menaruh kointainer,” terangnya. Akan tetapi dalam kesempatan itu, ia berharap masyarakat bisa meningkatkan kesadaran dalam menjaga kebersihan. Sehingga masalah kebersihan tidak hanya ketika saat momen Adipura, tetapi setiap hari masyarakat tetap konsisten dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman. (cem)

Pertamanan Diminta Buat Data Pembanding Soal PPJ Mataram (Suara NTB) Anggota Komisi II DPRD Kota Mataram, Lalu Suryadi mengusulkan Dinas Pertamanan Kota Mataram melakukan pendataan ulang terhadap titik-titik PJU (Penerangan Jalan Umum) yang ada di Kota Mataram. Usulan ini menyusul penerimaan pajak penerangan jalan (PPJ) yang diterima Pemkot Mataram diduga tidak sesuai dengan kondisi yang ada. Sebetulnya, demikian Suryadi, usulan untuk membuat data pembanding telah lama diusulkannya. Namun hingga saat ini, usulan itu belum mendapat respon positif dari Dinas Pertamanan. Padahal, Pertamanan sendiri juga sering mengeluhkan kondisi ini. Pasalnya, selama ini Pertamanan hanya menerima

saja PPJ yang berikan oleh pihak PLN. ‘’Kan PPJ ini nyantol di rekening listrik. Setiap tahun kok selalu defisit,’’ tanyanya. Namun demikian, karena tidak memiliki data pembanding, maka mau tidak mau, Pertamanan ‘’pasrah’’ menerima PPJ berdasarkan data yang disuguhkan PLN.

Kata Suryadi, kalau memang Pemkot Mataram benar-benar ingin menggarap potensi PPJ, maka harus dibarengi dengan data yang valid dari internal Pemkot Mataram. Tidak ada salahnya, lanjut Suryadi, Pertamanan menganggarkan kegiatan pendataan manual dari rumah ke rumah untuk mengetahui jumlah pe-

langgan listrik PLN di Kota Mataram. ‘’Kalau yang sekarang ini kan tidak jelas, jadinya kita diajak berkhayal. Dasar kurang atau lebihnya apa? Kita tidak punya data,’’ cetus politisi PAN ini. Ia memperkirakan, dengan anggaran Rp 300 juta, pendataan dimaksud bisa terlaksana. ‘’Kalau boleh dana aspirasi untuk pendataan, mungkin sudah saya pakai dana aspirasi saya, supaya clear smuanya,’’ tandas Suryadi. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pertamanan Kota Mataram, Ir. H. Makbul Ma’shum, MM., menyatakan,

Dinas Pertamanan Kota Mataram sudah beberapa kali melakukan rapat koordinasi dengan pihak PLN. Dari rapat koordinasi tersebut, sambung Makbul, Dinas Pertamanan dan PLN sepakat akan melakukan survai bersama. ‘’Memang semua akan disurvai, tidak bisa dilakukan dengan pola sampel supaya hasilnya betul-betul akurat,’’ terangnya. Katanya, persiapan awal terkait rencana survai itu telah dilakukan. Makbul berjanji, survai paling cepat dilakukan pada akhir Bulan Oktober ini atau paling lambat awal November mendatang. (fit)

Memang Dibutuhkan DPRD Kota Mataram kembali akan mengajukan tiga paket raperda hak inisiatif. Tiga paket raperda inisiatif DPRD Kota Mataram itu, masing-masing UKM Koperasi, penyelenggaraan reklame dan CSR (corporate social responsibility). Berbicara kepada Suara NTB di kantornya, Senin (21/10) kemarin, Wakil Ketua DPRD Kota Mataram, H. Didi Sumardi, SH., menegaskan, pengajuan raperda hak inisiatif itu tidak akan tumpang tindih dengan Perda Kota Mataram yang telah ada sebelumnya, yang notabene di(Suara NTB/fit) gagas eksekutif. H. Didi Sumardi Justru, Perda Kota Mataram, misalnya yang berkaitan dengan penyelenggaraan reklame membutuhkan penyempurnaan lebih lanjut. ‘’Termasuk penyesuaian dengan perkembangan keadaan. Termasuk di dalamnya, penyesuaian menurut hukum menurut peraturan terbaru,’’ terangnya. Menurut Didi, pengajuan paket raperda inisiatif Dewan ini, justru untuk penyempurnaan. Sementara untuk raperda tentang CSR, sambung politisi Partai Golkar ini, memang merupakan amanah undang-undang. ‘’Untuk menjalankan itu, kita pandang penting adanya sebuah peraturan daerah,’’ imbuhnya. Sehingga pengelolaan CSR dari perusahaan bisa terarah dan bersinergi dengan kebijakan daerah. Didi menyatakan, pengajuan raperda inisiatif bukan sekadar memenuhi amanah konstitusi, lebih dari itu, bahwa secara empirik, peraturan tersebut memang dibutuhkan. Ia mencontohkan soal penyelenggaraan reklame, dibutuhkan suatu gambaran tentang penyelenggaraan reklame yang baik. ‘’Blue printnya jelas, semua-semuanya jelas,’’ cetusnya. Sedangkan untuk raperda inisiatif mengenai UKM dan koperasi, pihaknya berpandangan bahwa keberadaan sektor UKM dan perkoperasian membutuhkan perhatian khusus. Seperti pembinaan, pengembangan dan pemberdayaan yang diharapkan benar-benar bisa mensejahterakan masyarakat dan bisa berkontribusi memajukan ekonomi daerah. ‘’CSR juga demikian, faktanya memang kita butuhkan,’’ kata Didi. Meski diharapkan pula berimbas pada pendapatan asli daerah, pengajuan tiga paket raperda inisiatif yang terpenting adalah bagaimana aturan yang telah dibuat itu, nantinya bermanfaat bagi masyarakat. Dalam arti bisa meningkatkan derajat sosial ekonomi masyarakat. Kalau itu berkonsekuensi pada peningkatan penerimaan PAD, itu katanya sebatas sebab akibat dari raperda itu. Pada bagian lain, Didi menyebutkan, penyelenggaraan reklame tidak bisa berdiri sendiri. Namun demikian, target pemerintah bukan semata-mata PAD tapi bagaimana menserasikan penyelenggaraan reklame. ‘’Baik lingkungannya, estetikanya, ada kepentingan sosialnya dan lain-lain, kami kira itu penting,’’ tandasnya. (fit)

(Suara NTB/ist)

LEPAS - Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana melepas tim terpadu melakukan penertiban atribut kampanye yang melanggar zonasi.

Atribut Kampanye Langgar Zona Ditertibkan Mataram (Suara NTB) – Aparat Satpol PP Kota Mataram, Dishubkominfo dan Dinas Pertamanan Kota Mataram yang tergabung dalam Tim Terpadu, Senin (21/10) sore, menertibkan sejumlah atribut kampanye, milik parpol. Penertiban ini menyusul terbitnya peraturan zonasi pemasangan alat peraga kampanye. Mengacu pada aturan tersebut, banyak atribut kampanye, utamanya milik para caleg melanggar zonasi tersebut. Tim terpadu ini dilepas oleh Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana di Halaman Kantor Walikota Mataram kemudian mulai

bergerak menertibkan atribut kampanye yang dipasang serampangan. Sementara penertiban alat peraga kampanye dengan konten yang memuat foto caleg, dianggap cukup sensitif. Sehingga untuk memastikan penertiban berjalan lancar, damai, dan tanpa gejolak, penertiban untuk baliho bergambar foto caleg ini disepakati baru dilaksanakan setelah dikomunikasikan terlebih dahulu dengan parpol atau caleg bersangkutan. Aturan yang membatasi pemasangan gambar foto caleg ini menurut KPU merupakan aturan baru yang berlaku secara nasional.

Tim yang telah dibagi dalam tiga zona wilayah, masing-masing zona tengah (Mataram-Selaparang) dengan koordinator Satpol PP Kota Mataram, zona barat (Ampenan-Sekarbela) dengan koordinator Dinas Perhubungan Kota Mataram, dan zona timur (Cakranegara-Sandubaya) dengan koordinator Dinas Pertamanan Kota Mataram, bergerak dalam dua hari, pada tanggal 21-22 Oktober 2013. Dimulai sejak pukul 16.00 sampai dengan pukul 18.00 Wita, dengan dibekali data valid dan akurat dari Panwaslu Kota Mataram mengenai atribut dan

alat peraga kampanye yang dianggap telah menyalahi aturan serta harus ditertibkan. Jenis atribut dan alat peraga kampanye yang dianggap menyalahi aturan adalah yang dipasang di fasilitas publik termasuk di pohon-pohon pelindung, dipasang di luar wilayah yang diperbolehkan, berukuran lebih besar dari ketentuan maksimal, maupun yang jumlahnya melebihi jumlah ketentuan maksimal. Khusus untuk baliho, KPU Pusat telah menggariskan bahwa baliho dengan konten tertentu tidak diperkenankan untuk dipasang baik di area pribadi maupun

di area publik, yaitu baliho yang memampang gambar foto calon legislatif. Baliho yang boleh dipasang hanya baliho parpol dengan konten gambar lambang parpol, visi misi, dan program parpol. Foto yang diperkenankan ada di baliho adalah foto pengurus parpol bersangkutan yang tidak mencalonkan diri. Gambar foto calon legislatif hanya boleh ada di spanduk, itupun dengan ukuran yang diperbolehkan (maksimal 1,5× x 7 meter), dipasang dengan memperhatikan aturan yang ditentukan dan tidak boleh lebih dari satu untuk tiap kecamatan. (fit)

Komisi I akan Awasi Pelaksanaan Tes CPNS Mataram (Suara NTB) Komisi I DPRD NTB akan melakukan pengawasan terhadap proses rekrutmen CPNS di lingkup pemerintahan provinsi (pemprov) NTB. Bahkan rencananya Komisi I akan langsung turun ke lapangan untuk mengawasi pelaksanaan tes tulis CPNS yang akan dilaksanakan 3 November mendatang. Demikian dis-

ampaikan Wakil Ketua Komisi I DPRD NTB, H. Rumaksi SJ, SH, Senin (21/10). “Komisi I nanti akan turun melakukan pengawasan di masing-masing tempat lokasi tes tulis CPNS. Kita akan melakukan pengawasan bagaimana kerja dari panitia itu. Karena ini betul-betul sangat rahasia, jangan sampai ada kebocoran soal,” terangnya.

Sebagai lembaga yang juga mempunyai fungsi kontrol, proses rekrutmen CPNS diharapkan benar-benar transparan tanpa ada titipan dan lain sebagainya. Sehingga peserta yang lulus adalah peserta yang mempunyai kemampuan sesuai dengan bidangnya. “Sehingga tenaganya bisa disumbangkan untuk kemajuan daerah kita,”

ujarnya. Tidak hanya memantau dan mengawasi proses rekrutmen CPNS, politisi Partai Hanura ini juga mengatakan pihaknya akan memantau proses seleksi untuk honorer Kategori Dua (K2). “K2 ini juga prosesnya akan kita pantau,” ujarnya. Proses pemantauan ini untuk menghindari berbagai per-

soalan terkait penetapan honorer K2. Hal ini lanjutnya belajar dari persoalan yang sama dalam proses penetapan honorer K1 yang terjadi di beberapa daerah yang banyak mendapat protes. “K1 saja kan masih yang banyak mengajukan keberatan. Banyak yang datang ke kami mengajukan keberatan mengenai penetapan K1 ini,” ujarnya. (yan)

Jika Tak Lulus Tes

Nasib Tenaga Honorer K2 Tergantung Kepala SKPD

(Suara NTB/dok)

HL. Makmur Said

Mataram ( Suara NTB ) – Kebijakan pemerintah yang hanya mengangkat 30 persen tenaga honorer K2 secara nasional, mengkhawatirkan karyawan sukarela yang mengabdi puluhan tahun.

Artinya ribuan tenaga honorer K2 lingkup Pemkot Mataram, menggantungkan nasibnya pada penambahan keputusan pemerintah pusat. Sekretaris Kota Mataram, Ir. HL. Makmur Said, MM., mengatakan terkait keputusan pemerintah yang hanya mengangkat 30 persen secara nasional tenaga sukarela di SKPD terkait, merupakan kebijakan dari pemerintah pusat. Kata Makmur Said, adapun sisa yang tidak lulus pada penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) di lingkup Pemkot Mataram masih berharap pada penambahan peraturan pemerintah pusat. “Kita sih berharap ada penambahan PP,” kata Makmur Said, saat dikonfirmasi Senin (21/10) di Pendopo Walikota. Menurutnya aturan mengenai K2 merujuk pada PP No. 1 tahun 2005. Bahwa karyawan yang dikatagorikan sebagai tenaga sukarela tidak mendapatkan gaji

dan hanya diberikan upah dari retribusi yang masuk di masingmasing SKPD. Ditanya akan di bawa kemana tenaga honorer yang mengabdi puluhan tahun? Makmur mengungkapkan tergantung dari kebijakan dari kepala dinas masing-masing. Katanya aturan pemerintah dalam PP, tidak bisa diganggu gugat. Tetapi dalam hal ini, Pemkot Mataram masih menggunakan asas kemanusian. “Kita kan di sini (Mataram, red) masih mengedepankan asas kemanusian,” terangnya. Sementara itu, Makmur Said menambahkan pelaksanaan CPNS yang berlangsung pada tanggal 3 November mendatang, akan dipusatkan di tiga sekolah, yakni SMP 1, SMP 2 dan SMP 15 Mataram. Katanya hingga saat, berkas ujian telah diterima oleh pemerintah provinsi NTB. Untuk menjamin keamanan soal. Sementara waktu dititipkan di Mapolda NTB. (cem)

2.260 Orang Jumlah Pemilih Berkurang dari Rekapitulasi DPT Mataram (Suara NTB) Ketua KPU NTB, Drs. H. Darmansyah, M.Si menyebutkan, jumlah pemilih yang berkurang dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang ditetapkan pada Minggu (20/10) lalu sebanyak 2.260 pemilih. Jumlah ini berkurang dari rekapitulasi DPT Pemilu 2014 pada tanggal 13 September lalu. Hasil rekapitulasi DPT pada tanggal 13 September tercatat sebanyak 3.489.642, sementara hasil rapat pleno rekapitulasi penetapan DPT pada tanggal 20 Oktober sebanyak 3.487.382. Rinciannya yaitu 1.689.427 pemilih perempuan 1.797.955 pemilih laki-laki.

Pengurangan ini karena sebelumnya telah dilakukan pembersihan data pemilih oleh KPU Kabupaten/Kota sebelum ditetapkan menjadi DPT. Ada beberapa persoalan yang ditemukan dalam proses pemutakhiran data pemilih yaitu data nihil dan ganda. “Data yang nihil ialah seseorang ada namanya dalam daftar itu tapi belum jelas tanggal lahir atau belum tercantum jenis kelamin dan alamatnya. Ini harus diperbaiki dan dicek kembali,” ujarnya. Sementara itu data ganda ialah pemilih dengan identitas sama juga terdaftar di daerah lain. “Misalnya namanya Ahmad dengan identitas sama ternyata namanya ada di bany-

ak tempat. Misalnya desa A, B, C, dan D. Bahkan namanya ada di kecamatan atau kabupaten berbeda bahkan ada beda provinsi. Ini tentu kita harus membersihkan. Kita harus pastikan dia memilih di TPS mana, kabupaten atau provinsi mana. Ini dilakukan sampai tanggal 20 Oktober kemarin,” terangnya. Pembersihan data ganda tersebut diakui Darmansyah merupakan salah satu kendala dalam melakukan proses pemutakhiran data pemilih. Karena untuk membersihkan data tersebut, pihaknya harus mengkonfirmasi secara langsung kepada yang bersangkutan dan menanyakan secara langsung akan memilih dimana.

“Misalnya untuk provinsi yang berbeda ini tidak mudah,” ujarnya. Apakah penetapan DPT tersebut bersifat final? Menanggapi ini Darmansyah mengatakan rekapitulasi DPT akan kembali dilakukan di tingkat pusat pada tanggal 23 Oktober besok. Namun masih ada ruang bagi data nihil dan ganda untuk diperbaiki. Bagi pemilih memenuhi syarat namun belum ada datanya dalam DPT, akan dimasukkan dalam daftar pemilih khusus sehingga nanti pada hari H pencoblosan mereka bisa datang ke TPS untuk menggunakan hak pilihnya. (yan)


SUARA PULAU LOMBOK Pelayanan RSUD Selong Harus Menyamai Swasta SUARA NTB Selasa, 22 Oktober 2013

Selong (Suara NTB) Wakil Bupati Lombok Timur (Lotim), H. Haerul Warisin meminta pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. R. Soedjono Selong bisa menyamai rumah sakit swasta. Dalam arti, para pasien saat dirawat di rumah sakit pemerintah ini merasa betah. Begitu juga dengan keluarga pasien atau pengunjung lainnya. ‘’Masuk rumah sakit yang tercium adalah bau parfum. Bukan bau pasien atau bau obat-obatan. Rumah sakit swasta seperti di Jakarta itu, sanggup membeli pengharum ruangan demi menyenangkan pengunjung dan pasien,’’ ungkapnya ketika menjawab Suara NTB di sela acara inpeksi mendadak (sidak)-nya ke RSUD Selong, Senin (21/9). Menurutnya, apa yang dilakukan di rumah sakit swasta itu bisa dilakukan di RSUD Selong. Apalagi, ujarnya, RSUD Selong dari sisi kebersihan dianggap sudah cukup menyenangkan dan cukup bersih. ‘’Bak-bak sampah tertata den-

gan baik, begitupun arsip-arsip tidak ada yang berserakan. Saya merasa puas,” katanya. Dari sisi pelayanan, katanya, juga tidak ada kritikan. Pelayanan kepada pasien dianggap sudah cukup baik dan tinggal ditingkatkan lagi, sehingga bisa lebih baik lagi dari tahun-tahun sebelumnya. Direktur RSUD Selong, dr. Made Pratnya Adi Putra mengaku cukup termotivasi dengan sidak yang dilakukan Wabup. Sesuai permintaan Wabup, pihaknya siap meningkatkan tingkat disiplin petugas di rumah sakit yang dipimpinnya. Permintaan Wabup agar RSUD Selong bisa menyamai swasta dikatakan merupakan cita-cita. “Wajar itu karena rumah sakit memang harus bikin suasana sehat. Begitu masuk cepat sembuh,” katanya. Rumah sakit swasta, katanya, bisa memberikan pelayanan lebih dikarenakan kelas masyarakat yang dilayani menengah ke atas. Berbeda dengan RSUD yang sebagian

Tunjuk Akademisi Unram PEMERINTAH Kabupaten Lombok Utara (KLU) menunjuk akademisi Fakultas Ekonomi, Universitas Mataram (Unram) untuk melakukan studi kelayakan bisnis (SKB) Bank Perkreditan Rakyat Lumbung Kredit Pedesaan (BPR LKP) di KLU. Prioritas lokasi studi kelayakan dipusatkan di Tanjung. Kepala Bagian Ekonomi, Setda KLU, Agus Tisno, S.Sos., di ruang kerjanya, Senin (20/10) usai meneri(Suara NTB/ari) Agus Tisno ma beberapa kalangan akademisi Unram mengakui, telah meminta para akademisi untuk bekerja mulai November ini. Dalam dua bulan atau akhir Desember, hasil studi sudah dapat dipaparkan kepada Pemda KLU. “Studi dipusatkan di Tanjung, karena untuk Kayangan dan Bayan sudah memiliki BPR. Kita ingin pastikan, jika memang menurut hasil studi layak dibentuk BPR, maka pada 2014 kita sudah start merekrut pegawai,” terang Agus. Tidak disebutkan berapa jumlah tim dari akademisi Unram itu. Hanya saja, beberapa nama yang langsung terlibat adalah Dr. Agusdin, Himawan Sutanto, MM., dan beberapa nama lain. Dalam keterangannya, Agus Tisno, memiliki target secepatnya untuk merealisasikan lembaga keuangan bank tersebut. Mengingat keperluan intermediasi kredit di kalangan pelaku UMKM cukup potensial dikembangkan di Ibu Kota. Ia mengakui, selama ini banyak pelaku usaha mikro yang tidak tersentuh oleh perputaran dana kredit lembaga perbankan swasta. Target BPR LKP KLU ke depan adalah mengakomodir permodalan nasabah pelaku UMKM mulai dari pinjaman di bawah Rp 500 ribu. “Izin Bank Indonesia akan kita urus secepatnya jika memungkinkan. Dari aspek modal kita sangat siap, karena untuk BPR saja, aturan BI mengharuskan modal disetor antara Rp 500 juta sampai RP 1 miliar,” ujarnya. Ditanya mengeni kesiapan Pemda terhadap lokasi Kantor BPR LKP KLU, Agus Tisno mengisyaratkan akan menempuh dua pendekatan. Pertama pemanfaatan salah satu aset Kantor pemerintah yang tidak termanfaatkan. Apabila tidak terpenuhi, maka pihaknya pun siap untuk menempuh sewa kantor untuk sementara waktu. Agus menyinggung, selain BPR LKP yang akan dibentuk ini Pemda KLU juga memiliki saham pada dua BPR LKP cabang milik Provinsi dan Lobar yang ada di KLU (Kayangan dan Bayan). Besaran saham Pemda KLU pada dua BPR itu tercatat 14 persen. Dominasi saham masih dipegang provinsi sebesar 51 persen, dan 35 persen lagi milik Lobar. “ Kita tidak dibolehkan mengambil saham secara parsial. Kalau harus mengakuisisi, maka harus membeli seluruh BPR di Lobar,” imbuhnya. (ari)

PNS Harus Jadi Pelayan Masyarakat Praya (Suara NTB) Keberadaan PNS pada hakekatnya tidak lain sebagai abdi sekaligus pelayan bagi masyarakat. Untuk itu, mentalitas sebagai pelayan masyarakat harus terus ditempa dan dibina di kalangan PNS, termasuk PNS lingkup Pemkab Lombok Tengah (Loteng). Demikian disampaikan Wabup Loteng Drs. H.L. Normal Suzana, saat memberi pengarahan bagi peserta Prajabatan lingkup Pemkab Loteng, Senin (21/10). Menurutnya, tidak bisa dipungkiri kalau salah satu profesi yang paling diminati oleh masyarakat saat ini adalah profesi sebagai PNS, sehingga berbagai upaya dilakukan masyarakat untuk bisa menjadi PNS. Namun sayangnya, ketika sudah menjadi PNS, banyak diantaranya yang “bangga” dengan status PNS-nya, karena terlalu bangga dengan statusnya, banyak yang kemudian lupa pada hakekatnya sebagai PNS. ‘’Bahwa dirinya tidak lebih dari pelayan dan abdi bagi masyarakatnya. Lantaran terlalu bangga dengan statusnya sebagai PNS, malah mengikis kesadaran diri mereka sebagai aparat pelayan masyarakat,” ujarnya. Selaku PNS, tambah Wabup, menjaga disiplin merupakan sebuah keharusan. Karena dengan cara itulah, PNS menghargai profesinya selaku pelayan masyarakat. Apalagi di era kemajuan seperti sekarang ini, kompleksitas permasalahan yang terjadi sebagai konsekuensi perubahan dinamika lingkungan strategis, menuntut lahirnya aparatur yang andal, profesional, kreatif, inovatif, tangguh sekaligus bermental pelayan. Menurutnya, mulai dari kegiatan prajabatan inilah hal itu ditempa. Sebagai awal pembekalan yang bersifat komprehensif, sehingga CPNS mempunyai pengetahuan, kemampuan dan keterampilan untuk melaksanakan tugas sebagai aparatur negara sekaligus pelayan masyarakat. “Diklat prajabatan ini bertujuan membentuk karakter, disiplin dan etika PNS dalam rangka pembinaan SDM aparatur yang memiliki peranan penting dan strategis dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan,” paparnya. (kir)

besar adalah masyarakat miskin yang menggunakan Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) dan kartu yang lainnya. Meski demikian, tekad menyamai swasta yang itu akan menjadi salah satu tujuan. Dalam hal pelayanan, masukan-masukan dari masyarakat siap diterima sebagai kritikan yang konstruktif guna meningkatkan pelayanan ke arah yang lebih baik. Pada bagian lain, ungkapnya, jumlah ruang inap di RSUD Dr. R. Soedjono Selong sebanyak 360 unit. Sebanyak 80 di antaranya sedang proses penyelesaian. Jumlah itu dipandang masih belum cukup dan perlu penambahan 100 ruangan lagi. Dibutuhkan dana sekitar Rp 40 miliar untuk penambahan tersebut. Dana untuk pembangunan itu telah diusulkan ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan tidak ke Pusat Investasi Pemerintah (PIP). Komitmen bupati, katanya, tidak mau meminjam ke PIP karena

akan membebani keuangan daerah. “Kita sudah mengajukan proposal ke Kemenkes,” tuturnya. Besaran dana yang dibutuhkan itu berikut alat kesehatannya. Pasalnya, penambahan ruang tidak bisa tanpa penambahan alkes. “Gedung baru otomatis beserta alat kesehatannya, “ ujarnya. Usulan penambahan ruang inap itu diharapkan cair tahun 2014 mendatang, sehingga RSUD yang melayani sebagian besar pasien Jamkesmas ini bisa melakukan penambahan ruang. Penambahan ruang inap dibutuhkan seiring dengan terus terjadinya penambahan jumlah pasien yang dirawat di RSUD Dr. Soedjono Selong ini. Ditanyakan mengenai perlunya kehati-hatian dalam pengadaan alkes? Direktur baru RSUD Selong ini menegaskan sudah ada tim yang akan melakukan pengadaan. “Kan ada panitia lelangnya yang nanti akan melakukan seleksi,” demikian ucapnya. (rus)

Halaman 3

(Suara NTB/rus)

SIDAK - Wakil Bupati Lotim H. Haerul Warisin saat sidak di RSUD Selong, Senin kemarin.

Memalukan, Analisa Penilaian Adipura di Lotim Selong (Suara NTB) Analisa hasil penilaian Adipura Lombok Timur (Lotim) dinilai memalukan. Pasalnya, sejumlah item penilaian mengalami penurunan. Utamanya dari sisi penanganan kebersihan. Mulai dari terminal, keberadaan pasar, kantor intansi pemerintahan lingkup Pemkab Lotim semuanya menunjukkan hasil yang kurang menyenangkan. Sekda Lotim, H. Usman Muhsan dalam pertemuan pembahasan Adipura mengatakan, kegiatan menjaga kebersihan merupakan pekerjaan sederhana. Pekerjaan yang dianggap tidak perlu berpikir. Menurutnya, jika niat menjaga kebersihan dan keasrian semata untuk meraih piagam adipura diyakini tidak akan dapat apa-apa. Ia menyarankan, semestinya jaga kebersihan itu bukan

karena pamrih ingin meraih adipura. Namun harus berangkat dari kesadaran. Dalil agama sudah jelas katanya menyebut, “Annadzofatu minal iman” yang berarti kebersihan sebagian dari iman. Untuk itu, ia meminta agar upaya jaga kebersihan ini tidak, karena adanya keinginan meraih adipura. Kepala Badan Lingkungan Hidup dan Penanaman Modal (BLHPM) Lotim, H. R. Mu-

lyanto Tejo Kusumo menyebutkan hasil analisa penilaian tahap pertama dari keseluruhan item yang dinilai. Menurutnya, ada 12 item penilaian, di antaranya pasar, sekolah, kantor, terminal dan taman. Total analisa nilai untuk penilaian pertama (P1) baru terkumpul 62,68. Angka ini jauh dari standar dinyatakan bisa meraih adipura. Dituturkan Tejo, pada tahun 2009-2010 nilai akhir

penilaian Adipura Lotim 72,18. Menyusul tahun 20101011 meningkat menjadi 73,46. Tahun 2011-2012 meningkat menjadi 74,33 namun gagal total tahun 2012-2013 dengan nilai yang mengalami penurunan 72,69. Fakta penurunan itu dinilai Tejo mendebarkan. Padahal target untuk bisa merebut Adipura P1 harus tembus 75. Pada akhir Oktober dan awal November ini dikabarkan tim penilai dari pusat akan melakukan penilaian tahap pertama. Menyusul nanti pada penilaian kedua (P2) yang dijadwalkan Maret-April. Menurut Mulyanto Tejo, Adipura merupakan penghargaan tertinggi dari Presiden

dalam bidang lingkungan. Keberhasilan meraih piagam Adipura diyakini memiliki dampak yang sangat penting untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat. “Perwujudan dari kota yang bersih dan teduh itu memiliki dampak yang positif,” ucapnya. Sejauh ini, lanjutnya dilihat dari hasil analisa penilaian Lotim memang terlalu bernafsu meraih Adipura. Hanya saja belum ditunjukkan dengan kegiatan yang nyata dalam upaya mewujudkan Lotim kembali meraih piagam tersebut. Dalam upaya meraih kembali Adipura itu, Pemkab Lotim sudah membentuk Tim Pembina Adipura. (rus)

Dikhawatirkan Pekerja Perusda Mengadu ke Dewan Meluas, 20 Desa di Lobar Kekeringan

Belum Digaji Empat Bulan Giri Menang (Suara NTB) Sejumlah pekerja Perusahaan Daerah (Perusda) PT Tripat di Bagian Divisi Agrobisnis mendatangi kantor DPRD Lombok Barat (Lobar), Senin (21/10). Kedatangan 10 pekerja ini mengadukan pihak perusda yang belum membayar gaji mereka selama empat bulan. Para pekerja yang notabene remaja ini, menuntut agar gajinya segera dibayar. Perwakilan pekerja, PT Tripat, Faturrahman menjelaskan, pekerja hanya ingin menuntut gajinya yang 4 bulan belum dibayar. “Kami hanya ingin gaji, selama empat bulan belum dibayar pihak perusahaan (PT Tripat),”ungkap Faturrahman. Ia mengaku, jumlah pekerja yang ada di divisi tersebut sebanyak 20 orang. Sesuai kontak perjanjian para pekerja di kontrak selama enam bulan kerja. Kontrak itu dimulai sejak bulan Oktober 2012 sampai April kontrak itu habis. Kontrak itu pun tak diperbaharui. Selama kurun waktu itu, mereka hanya menerima tiga bulan pertama. Namun setelahnya, mulai Januari sampai April para

pekerja belum menerima gaji. Untuk menyuarakan tuntutannya ini, para pekerja pernah bertemu pihak perusda sebanyak 3 kali. Dirut PT Tripat, Azril Sopanhadi saat itu sanggup membayar tapi menunggu manager divisi terkait. Dirut waktu itu katanya, mengaku sudah membayar ke manager terkait akan tetapi tidak dibayar ke karyawan. Ia mengaku gaji pada saat training berbeda dengan kontrak. Saat training pekerja menerima Rp 450 ribu, sementara saat masuk kontrak menjadi Rp 700 ribu. Namun, gaji itu tak diberikan utuh, karena pihak Perusda menyicil pembayarannya. Bahkan pada bulan ketiga, para pekerja menerima Rp 350 ribu. Sekitar April, para pekerja berhenti bekerja di tempat itu. Praktis setelah itu, produksi nata de coco terhenti, karena peralatan rusak. Namun sebagian pekerja bertahan bekerja dan hanya membuat sirup. Menurut hitungan, dari 20 pekerja jika dikalikan gaji masing-masing pekerja Rp 700 ribu selama empat bulan, maka perusda mesti membayar Rp 50 juta lebih.

Ketua Komisi II DPRD Lobar, Sulhan Mukhlis yang menerima para pekerja itu mengaku akan mengklarififkasi masalah ini ke Pemda dan PT Tripat. “Karena kami baru mendengar sepihak saja, makanya perlu kita cross check ke Pemda agar memanggil PT Tripat,” ujarnya. Sulhan juga menyoroti upah pekejra yang masih dibawah UMP seharusnya Rp 900 ribu lebih. Menurutnya, seharusnya Perusda memberi contoh kepada perusahan lain terkait keberpihakan terhadap tenaga kerja. Sementara itu, Dirut PT Tripat, L. Azril Sopanhadi, mengatakan, pihaknya perlu bertemu dengan para pekerja untuk membahas masalah ini. Pihaknya akan melihat dan menyesuaikan SK pengangkatan masing-masing divisi oleh manager untuk mengecek apakah itu terkait dengan karyawan yang diangkat melalui induk atau Manager Divisi. Namun ia mengaku sanggup menyelesaikan kewajiban Perusda. “Gaji adalah kewajiban perusahaan berdasarkan SK pengangkatan karyawan,” ungkap Azril. (her)

Manajemen RSUD Lombok Utara Dilantik Tanjung (Suara NTB) Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Lombok Utara, akhirnya resmi ditetapkan dan dilantik, Senin (21/10). Tidak jauh beda dari jabatan sebelumnya, manajemen yang definitif ini sebagian besar merupakan muka lama pada masa jabatan pelaksana tugas. Direktur RSUD masih dijabat oleh dr. H. Lalu Bahrudin, selaku Plt. Direktur RSUD sebelumnya. Sebelumnya, yang bersangkutan menjabat juga sebagai Kepala Bidang Pencegahan Penyakit pada Dinas Kesehatan KLU. Kini jabatan itu sudah dilepas dan hanya memangku posisi Direktur RSUD KLU. Selain Bahrudin, Bupati juga melantik 10 pejabat pada beberapa jabatan di RSUD dan sejumlah Puskesmas yang baru dibangun. “Saya memiliki harapan besar bahwa RSUD Lombok Utara memiliki peran yang sangat strategis dalam mempercepat peningkatan derajat kesehatan masyarakat, yang pada muaranya akan berimplikasi terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lombok Utara kede-

pannya. RSUD dituntut mampu memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu bagi seluruh lapisan masyarakat,” ungkap Bupati. Bupati mengingatkan, pelayanan kesehatan yang bermutu adalah pelayanan kesehatan yang dapat memuaskan setiap pemakai jasa layanan. Penyelenggaraannya juga harus sesuai dengan standart dan kode etik profesi yang telah ditetapkan. Harus diakui bersama, lanjut Bupati, selama ini berkembang semacam persepsi di masyarakat layanan rumah sakit seringkali tak ramah bagi mereka yang berasal dari kalangan tak mampu. Tak heran, banyak masyarakat kita hanya bisa pasrah menghadapi penyakit yang mereka derita tanpa bisa berobat ke rumah sakit. Djohan Sjamsu berpesan, pelaksanaan manajerial RSUD tidak semata-mata mencari sebuah keuntungan (profit oriented) dari bisnis kesehatan. RSUD diharapkan lebih mengedepankan persoalan sosial dan kesehatan dari pada nominal bisnis. Manajemen RSUD yang baru juga dituntut melakukan reformasi dan inovasi guna

meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, namun tetap dalam koridor hukum. Menjaga suasana kerja yang kondusif serta membangun team work yang solid. Dalam melaksanakan tugas mengacu pada tagline kementerian kesehatan, yaitu pro rakyat, inklusif, responsif, efektif dan bersih. (ari)

Giri Menang (Suara NTB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Barat (Lobar) berusaha mengatasi masalah kekeringan yang terjadi di Lobar. Akibat dampak kekeringan yang terjadi pada musim ini, 20 desa di Lobar mengalami kesulitan air bersih dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah. Atas kondisi ini, BPBD Lobar sudah mendistribusikan air bersih ke 20 desa dan tetap siaga atas permintaan di lapangan. Sesuai hasil identifikasi, terdapat 54 titik rawan kekeringan di Lobar dengan kondisi daerah paling kritis di kawasan Sekotong, Lembar dan Batulayar. “Dari 54 titik rawan kekeringan dan kekurangan itu, sudah ada 20 titik yang sudah didrop air,” ungkap Kepala BPBD Lobar, H. Achmad Zaini, Senin (21/10). BPBD, kata Zaini, sudah mendistribusikan air bersih sejak 29 Agustus lalu, karena diminta pihak desa yang mengalami kekeringan. Dalam melakukan penanganan jangka pendek, pihaknya hanya melakukan pendropan air untuk memenuhi kebutuhan dasar warga. Pihaknya melakukan penanganan jangka panjang guna meminimalisir dampak kekeringan dengan meminta ke bupati agar jaringan PDAM bisa memasang jaringan pipa di daerah yang dekat dengan perpipaan PDAM. “Sudah ada desa yang dipasang,” ujarnya. Selain itu, tahun depan pi-

(Suara NTB/her)

H. Achmad Zaini

haknya akan mendapatkan bantuan empat sumur bor dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dan akan dibangun di titik rawan. Namun terlebih dahulu, lokasi itu akan dikaji oleh tim pusat terkait kelayakannya. Sementara itu, Kades Labuan Tereng Lembar, H. Taufiq Asyari menyatakan, selama kemarau melanda hampir semua dusun yang ada di atas gunung di desanya mengalami kekeringan. Karenanya, ia memfasilitasi ke pihak BPBD agar segera didistribusikan air. ‘’Dari 12 dusun di desa setempat, terdapat 7 dusun berada di pegunungan. Namun sebagian sudah masuk pipa PDAM. Antara lain Dusun Pelepok, Lendang Andus sudah masuk pipa PDAM,” katanya. Selain itu dusun berlokasi di atas gunung, antara lain Lendang Andus, Sambi Rempek, Pancor Emas dan Lendang Andus, Gerepek. (her)


SUARA NTB Selasa, 22 Oktober 2013

PARLEMENTARIA

SUARA PULAU SUMBAWA

Halaman 4

Kerjasama DPRD Kabupaten Dompu dengan Harian Suara NTB

Sepakati KUA/PPAS, RAPBD Perubahan 2013 Alami Defisit Dompu (Suara NTB) Rancangan APBD Perubahan 2013 mengalami defisit hingga Rp 28,169 miliar dan berpeluang pada tindakan ketidakpatuhan terhadap peraturan ketentuan pengalokasian keuangan daerah bila tidak dirasionalkan. Upaya merasionalisasi kembali beberapa program kegiatan yang dianggap belum terlalu mendesak menjadi salah satu solusi menekan defisit. Kendati defisit, pemerintah masih berusaha meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat walaupun melakukan rasionalisasi program yang belum urgen dilaksanakan tahun 2013. Sidang paripurna DPRD dengan agenda penyampaian laporan Banggar atas KUA PPAS RAPBD Perubahan 2013 ini dipimpin oleh Ketua DPRD

Dompu, Rafiuddin H Anas, SE dan didampingi oleh wakil Ketua DPRD Dompu, Iwan Kurniawan, SE, MAP. Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin dan wakil Bupati Dompu, Ir H. Syamsuddin H. Yasin, MM bersama Sekda Dompu, H Agus Bukhari, SH, M.Si juga ikut menghadiri paripurna penandatanganan kesepakatan bersama KUA PPAS RAPBD Perubahan 2013. Juru bicara Badan Anggaran (Banggar) DPRD Dompu, H. Didi Wahyuddin, SE pada paripurna DPRD Dompu, Senin (21/10) menyampaikan, berdasarkan struktur RAPBD yang tertuang dalam PPAS APBD Perubahan 2013 mengalami defisit yang cukup tinggi, sebesar Rp 28,169 miliar. Jumlah defisit ini sangat perlu disikapi sehingga akhirnya

Sekda Pantau Pegawai Indisipliner Sumbawa Besar (Suara NTB)Sekda Sumbawa, Drs. H. Rasyidi sedang memantau dan mengawasi sejumlah PNS yang kerap melakukan tindakan indisipliner. “Itu pengawasan khusus dan jumlahnya cukup banyak. Kita coba bina mereka supaya disiplin, termasuk melalui keluarganya,” tandas Sekda, Senin (21/10). (Suara NTB/arn) Artinya, pembinaan H. Rasyidi tetap menjadi prioritas terlebih dahulu. Ketika tak lagi bisa dibina, maka baru mengambil tindakan tegas sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Jadi, tidak semata-mata mencari kelemahannya saja. Sebab, yang paling penting saling mengingatkan agar semuanya bisa selamat. “Kasihan anak istrinya kalau langsung dipecat,” katanya. (arn)

tidak mengarah pada ketidakpatuhan terhadap peraturan ketentuan pengelolaan keuangan daerah yang berlaku. “Langkah kongkret yang harus ditempuh antara lain mengoptimalkan lagi penerimaan di sektor pendapatan asli daerah (PAD) melalui pendataan secara akurat terhadap berbagai potensi objek dan subjek pajak retribusi daerah,” katanya. Merasionalisasi kembali beberapa program yang dianggap belum mendesak untuk diselesaikan tahun 2013 seperti rencana pengalokasian sebagai pengganti DAK pada Dinas Pertanian sebesar Rp 2,673 miliar karena belum turunnya petunjuk teknis, dana pembebasan lahan BLK sebesar Rp 500 juta karena areanya belum memenuhi kebutuhan pembangunan BLK, peny-

ertaan modal pada BPR LKP dan BPD NTB sebesar Rp 4 miliar dipending Rp 1 miliar, dana sertifikasi Rp 5,7 miliar yang belum ada juknisnya dipending pada 2014, dan perolehan dana tambahan insentif PBB sebesar Rp 1,4 miliar tetap dituangkan pada komponen dana perimbangan. Dari lima program ini terkumpul dana Rp 11,2 miliar dalam menekan defisit dan diharapkan dapat ditekan kembali melalui mekanisme klinis RKA SKPD. Bupati Dompu, Drs H. Bambang M. Yasin dalam sambutannya saat menyampaikan nota keuangan RAPBD Perubahan 2013, mengungkapkan sesuai Perda APBD 2013 pendapatan daerah ditetapkan sebesar Rp 658,901 miliar, belanja daerah sebesar Rp 673,354 mil-

iar dan defisitnya sebesar Rp 14,452 miliar. Defisit ini ditutupi oleh pembiayaan netto sebesar Rp 14,452 miliar. Namun dalam rancangan struktur APBD Perubahan tahun 2013 yang diajukan untuk pendapatan Rp 691,644 miliar, belanja Rp 728,682 miliar sehingga defisitnya Rp 37,037 miliar. Pembiayaan nettonya Rp 10,085 miliar mengurangi defisit dan berakibat defisit murni tinggal Rp 26,952 miliar. Walaupun posisi rancangan APBD Perubahan 2013 mengalami defisit Rp 26,952 miliar, lanjut H. Bambang, pemerintah masih berusaha meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat berupa kegiatan yang menyentuh langsung masyarakat kendati beberapa program dirasionalkan. (ula/*)

(Suara NTB/ula)

KESEPAKATAN - Ketua DPRD Dompu, Rafiuddin H Anas, SE saat menandatangani kesepakatan bersama dengan pemerintah daerah tentang KUA PPAS RAPBD Perubahan 2013 di ruang rapat utama DPRD Dompu, Senin (21/10).

Soal Tapal Batas Sumbawa

Pemprov NTB Dinilai Lamban

Sumbawa Besar (Suara NTB) Pemerintah Provinsi dinilai lamban dalam menyelesaikan persoalan batas Kabupaten Sumbawa (KS) dengan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Hingga persoalan ini berlarut-larut dan imbasnya Pemkab kedua daerah juga sulit mengambil tindakan dalam menertibkan bangunan liar, termasuk kafe ilegal yang berdiri di wilayah sekitar batas. Kabag Pemerintahan Setda Sumbawa, melalui Kasubag Pertanahan, Budi Sastrawan, yang ditemui Senin (21/10) menjelaskan, Pemkab Sumbawa telah melayangkan surat kedua melampirkan bukti dokumen pendukung terkait persoalan batas KS-KSB. Yang diantar langsung Kasubag Pemerintahan Umum dan Oto-

nomi Daerah ke Dirjen Pemerintah Umum Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). “Ini surat kedua kita terkait data pendukung SumbawaKSB,” jelasnya. Setelah sebelumnya melayangkan surat pertama, sekitar Agustus 2012 lalu ke Gubernur NTB tembusan ke Dirjen Pemerintahan Umum Kemendagri.

Pihaknya berharap dalam tahun ini, batas KS-KSB bisa difasilitasi Provinsi ataupun pusat. Namun, sejauh ini belum ada informasi lebih lanjut. Pemkab sangat membutuhkan kejelasan mengenai skema penyelesaian batas kedua daerah. Mengingat persoalan ini sudah cukup lama. Sementara di sisi lain, pemer-

intah provinsi juga tampak lamban dalam mencari titik terang masalah ini. Bahkan terkesan apatis. “Yang penting ada kejelasan, mengingat masalah ini sudah cukup lama dari tahun 2005. Provinsi juga belum memberikan sinyal dan tidak jelas langkah yang akan diambil,” tandas Budi. Makanya, surat kedua langsung ke Kemendagri dengan harapan kronologis data-data pendukung dapat diverifikasi. Minimal ada skema penyelesaian yang jelas. Sebab masalah ini cukup krusial karena berimbas kepada investasi di daerah ini. “Sengketa batas

ini juga membingungkan investor, terkait dengan masalah perizinan. Apalagi sekarang di sana sudah ada indikasi kafekafe dan bangunan liar itu sehingga menyulitkan KS ataupun KSB karena wilayah itu masih status quo. Siapa yang akan menjadi eksekutornya. Ini menjadi kendala bagi daerah dalam melakukan penertiban,” keluhnya. Sedangkan terkait batas KS-Dompu, pada 23-24 Oktober mendatang, Pemkab telah diundang Dirjen Pemerintahan Umum Kemendagri terkait rancangan Permendagri batas KS-Dompu. (arn)

Buntut Keracunan Massal

Satu Rumah Warga Dirusak Kota Bima (Suara NTB) Kasus keracunan massal usai hajatan pernikahan pada Sabtu (19/10) lalu, berbuntut panjang. Mencuat isu jika keracunan tersebut sengaja dilakukan oleh seorang warga berinisial AM yang ikut memasak makanan untuk hajatan tersebut. Tak ayal warga pun beramairamai menuju rumah AM dan hendak menghakiminya. AM berhasil selamat setelah diamankan oleh aparat Kepolisian, namun rumahnya tak selamat setelah menjadi sasaran amuk massa. Wakapolres Bima, Kompol M. Nasution, SIK, SH yang dikonfirmasi, Senin (21/10) menuturkan peristiwa tersebut terjadi pada Senin siang. Ratusan warga datang menyerang ke kediaman korban dan hendak menghakiminya. Na-

mun yang bersangkutan berhasil diselamatkan setelah diamankan oleh aparat. “Yang bersangkutan sempat dianiaya dan sudah divisum,” katanya. Menurut Nasution, peristiwa ini merupakan buntut dari peristiwa keracunan yang terjadi dua hari sebelumnya. Di mana dalam sebuah hajatan, ratusan warga yang terdiri dari anak-anak mengalami keracunan setelah mengkonsumsi makanan. Setelah peristiwa tersebut, tim dari Dinas Kesehatan pun sempat turun untuk mengambil sampel karena menganggap ini merupakan kejadian luar biasa. Begitu juga dengan aparat Polsek Lambu, juga ikut turun mengambil sampel sebagai bahan penyelidikan. Hanya saja, lanjutnya, pagi kemarin muncul gejolak dari warga setempat. Mereka men-

curigai, keracunan massal tersebut merupakan ulah dari seorang ibu yang tak lain berinisial AM. Warga kemudian mendatangi rumahnya. Saat ini, AM sudah diamankan di Mapolres Bima Kota. Sementara itu, menyusul peristiwa penyerangan ini pihaknya sudah mengirimkan aparat untuk berjaga-jaga di lokasi. Termasuk juga penyidik Sat Reskrim untuk menyelidiki kasus keracunan dimaksud. Sejauh ini, katanya, tak ada yang meninggal dalam peristiwa keracunan itu. Menurut dokter, masa klimaks sudah terlewati karena para korban sudah muntah-muntah. Itu menandakan jika kondisi para korban sudah membaik. “Tapi kita belum tahu pasti berapa jumlah korban,” ujarnya. (use)

Seorang Tewas, Tiga Warga Disambar Petir Taliwang (Suara NTB) Hujan deras disertai petir di langit kota Taliwang, Senin (20/ 10), menelan korban jiwa. Tiga warga kelurahan Sampir yang tengah berada di sawahnya tersambar petir dan satu di antaranya langsung tewas dengan kondisi tubuh terbakar. Informasi yang dihimpun media ini, ketiga korban yang tersambar petir itu masingmasing bernama Lihin, Bahasin dan Norma. Ketiganya adalah satu keluarga yang saat kejadian tengah berada di sawah menjaga tanaman padinya dari gangguan hama burung di areal persawahan Olet Teliu Lang Sesat kelurahan Sampir. “Mereka saat kejadian itu ada di sawah,” jelas Iwan, salah seorang warga. Saat kejadian ketiganya

diperkirakan tengah berteduh di dangau (rumah sawah) untuk menghindari guyuran hujan. Namun tiba-tiba petir yang sejak awal menari-nari di atas langit pun menghantam dangau tempat ketiganya berteduh. Akibat sambaran itu, Lihin yang paling parah. Ihin yang merupakan suami dari Norma ini meninggal di tempat dengan kondisi sebagian tubuhnya terbakar. Bahasin dan Norma sendiri tidak sampai meninggal dunia. Namun Bahasin yang juga diperkirakan turut terkena sengatan langsung mengalami kejang di seluruh tubuhnya. “Kalau Norma tidak kena langsung, hanya saja dia terlindungi dari suaminya (Lihin). Dia cuma cidera tangan karena keseleo,” urainya.

(Suara NTB/bug)

DIRAWAT – Bahasin, korban tersambar petir saat ditangani petugas rumah sakit Taliwang, Senin (21/10).

Pasca kejadian, ketiganya sempat dilarikan ke rumah sakit Taliwang. Sayangnya nyawa Lihin tidak dapat terselamatkan, hanya Bahasin saja yang kemudian mendapatkan perawatan. “Jenazah pak Lihin sudah dipulangkan langsung oleh pihak keluarga,” tambah Iwan. Dari pantauan media ini di rumah sakit Taliwang, kondisi Bahasin cukup memprihatinkan. Meski tidak nampak sedikit pun luka pada bagian tubuhnya, namun sekujur tubuhnya membiru. Saat diajak berkomunikasi dengan petugas rumah sakit, ia tak sedikit pun merespon. Hanya saja matanya terlihat mengerut tanda menahan rasa sakit. Baharuddin salah seorang warga yang sempat melihat di awal ketika korban dirujuk ke rumah sakit menyebutkan, kondisi tubuh Lihin sangat mengenaskan. Bahkan secara kasat mata tubuhnya mengepulkan asap ketika ditempatkan di tempat tidur ruang perawatan. “Aromanya seperti karet ban yang terbakar,” katanya. Sementara itu Fauzi, warga Sampir menyebutkan, areal pertanian di Olet Teliu’ memang kerap menjadi areal sasaran sambaran petir. Lokasinya terbuka karena hanya diisi hamparan persawahan membuat petir kerap menyambar di sana. “Makanya orang tua dulu setiap mebuat dangau di sana selalu menempatkan bambu yang posisinya lebih tinggi. Itu fungsinya dijadikan arde, agar saat petir menyambar bukan dangau yang menjadi sasarannya tapi bambu itu karena posisinya lebih tinggi,” tuturnya. (bug)

(Suara NTB/arn)

INTEROGASI - Wakapolres Sumbawa tengah menginterogasi seorang oknum yang kedapatan membawa senpi dalam razia di Sumbawa, Senin (21/10).

Razia Rutin

Polres Sumbawa Amankan Senpi Sumbawa Besar (Suara NTB) Polres Sumbawa menggelar razia rutin di depan Mapolres, Senin (21/10). Dalam razia tersebut polisi mengamankan sepucuk senjata api (senpi) jenis airsoft gun beserta sejumlah peluru dari tangan seseorang yang mengaku oknum anggota Polhut. Kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut. Menurut Wakapolres Sumbawa, Kompol Sajimin, razia rutin yang ditingkatkan ini untuk mengantisipasi maraknya kasus curanmor, peredaran senpi, senjata lainnya, termasuk airsoft gun. “Jadi razianya ditingkatkan. Bisa setiap hari,

bisa gabungan, bisa juga lalulintas saja,” jelasnya. Dalam razia dimaksud, ditemukan salah satu orang yang berpakaian Polhut yang kemudian diidentifikasi bernama M. AS alias Mentos. Namun, pihaknya akan mengecek terlebih dahulu apakah yang bersangkutan benar anggota Polhut atau bukan. Termasuk soal keberadaan senpi dan pelurunya yang disita dari tangan Mentos. Harus dibuktikan dulu jenis pelurunya, apakah FN atau peluru tajam atau yang lainnya. Sebab peluru softgun juga ada yang mirip dengan peluru tajam. Berikut asal yang bersangkutan mendapatkan sen-

jata dan peluru dimaksud akan diselidiki lebih lanjut. “Pengakuannya dia (Mentos), senpi itu milik kawannya (Hk alias Jk). Kita cek dulu kawannya, apakah benar itu miliknya. Apakah senpi itu sudah dibeli atau dipinjamkan, kita tidak tahu. Dari mana pelurunya didapatkan, kita juga mesti selidiki dulu. Jadi belum bisa kita pastikan. Dia juga mengaku mendapatkan itu dari kawannya, karena dia bilang ada kawannya waktu di Polhut. Awalnya dia mengakui pelurunya ada empat, ini dari satu orang. Setelah ditanya lagi, katanya dari dua orang. Jadi kita tidak bisa percaya apa yang diomongkan.

Keempat pelurunya katanya sama. Setelah ditanya lagi, ada yang satu kecil. Kalau orang ngomongnya berbelit-belit, pasti ada yang disembunyikan,” tandas Sajimin. Lebih lanjut dijelaskannya, kalau memang itu hanya senpi dan pelurunya bukan tajam, maka tidak bisa diproses. Karena air softgun itu sejenis mainan. Cuma salahnya, air sofgunt hanya untuk di arena permainan, bukan untuk dibawa kesana-kemari. “Paling kita sita barangnya. Kalau misalnya itu peluru tajam, maka bisa kita kenakan UU Darurat. Itu ancamannya 12 tahun. Tapi kita cek dulu, kalau peluru senpi itu tidak bisa,” pungkas Wakapolres. (arn)

Ketua BK DPRD Bima Dianiaya Kota Bima (Suara NTB) Dua kelompok warga terlibat bentrok di depan RSUD Bima, Kamis (21/10). Bentrok ini dipicu oleh dugaan dianiayanya Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Bima, Ahmad Yani Umar saat melintas di depan RSUD Bima. Akibatnya, selain Yani, satu orang anggota Sat Intelkam Polres Bima yang melerai pertikaian massal ini mengalami luka di bagian tangan. Berdasarkan data yang dihimpun, bentrok tersebut dipicu penganiayaan terhadap Yani sekitar pukul 13.00 Wita. Saat melintas, mobil yang dikendarai oleh Yani menyenggol sepeda motor pengendara yang tak lain warga Raba Dompu sekitar RSUD Bima. Penyenggolan ini pun memancing reaksi dari pengendara sepeda motor yang

saat itu berbonceng tiga dengan memukul kap mobil Yani. Tak terima mobilnya dipukul, Yani kemudian berhenti dan terjadi adu mulut. Saat berdebat, seorang warga lainnya berinisial Mg kemudian turut campur. Yani kemudian dianiaya sehingga mengalami luka di bagian wajah. Bahkan dalam penganiayaan tersebut, Yani sempat dicekik dan dijepit dengan pintu mobil. “Yang memukul itu Mg,” tandasnya. Tak berapa lama, Yani kemudian dibawa masuk ke dalam RSUD untuk mendapat perawatan. Akibat penganiayaan tersebut, Yani mengalami luka bengkak di bagian rahang dan pelipis. Sementara itu, penganiayaan terhadap Yani memancing reaksi dari kelompok warga. Para warga tersebut da-

tang ke RSUD dengan membawa senjata tajam. Mereka hendak mencari pelaku penganiayaan terhadap Yani. Saat itu, bentrokan antara Kelompok yang tak terima perlakuan tersebut dengan kelompok warga pelaku tak dapat terhindarkan. Namun bentrok ini kemudian berhasil diredam oleh aparat Sat Intelkam yang berada di lokasi. Akibat melerai pertikaian ini, salah seorang anggota Intelkam mengalami luka sabetan pada bagian tangan. Setelah mendapat visum, Yani kemudian melaporkan peristiwa ini bersama kelompok pendukungnya. Sehingga suasana Sat Reskrim sempat tegang. Tak hanya warga yang tak terima perlakuan tersebut, kelompok dari warga pelaku penganiayaan pun juga ikut ke Sat Reskrim. Sehing-

ga sempat dikhawatirkan terjadi bentrok susulan. Wakapolres Bima Kota, Kompol M. Nasution, SIK SH yang dikonfirmasi membenarkan ketegangan kedua kelompok ini dipicu perselihan antara Yani dan pengendara di depan RSUD Bima. Kelompok tersebut datang dengan membawa senjata tajam karena tak terima korban dipukul dan hendak menganiaya Mg. “Anggota kami juga ada yang luka di tangan akibat terkena senjata tajam,” katanya. Setelah peristiwa ini, pihaknya sudah mengamankan satu orang pelaku, yakni Mg. Saat ini pihaknya tengah melakukan pengembangan perkara ini lebih lanjut. Sejauh ini, baru Yani yang melaporkan peristiwa dimaksud kepada polisi. (use)


RAGAM

SUARA NTB Selasa, 22 Oktober 2013

Dua Terduga Teroris Masih Diburu Dari Hal. 1 ‘’Masih ada satu atau dua orang yang sedang dalam pencarian,’’ sebut Kapolda. Apakah masih di wilayah Bima? Kapolda hanya tersenyum dan memilih tidak menjawab pertanyaan wartawan terkait posisi dua orang yang dicari. Alasannya, tugas Densus 88 sangat rahasia, yang gerakannya Kapolda sendiri tidak tahu. Upaya mengidentifikasi kawanan teroris yang diduga kelompok Abu Roban ini pun dilakukan tertutup. ‘’Intinya mudah- mudahan dalam beberapa hari ke depan kita bisa temukan,’’ sambungnya. Ditanya soal penangkapan IS, penjual es campur yang dibekuk di Jalan Gajah Mada Kelurahan Pena To’I, Kota Bima, Kapolda memang sudah mengetahuinya sejak penangkapan. IS diketahui berada di kelurahan itu sekitar tiga pekan. Sedikit informasi yang diketahui Kapolda, kehadiran IS di Kota Bima untuk tujuan bersembunyi dari kejaran aparat, dengan menyamar menjadi penjual es campur. Apakah akan ada rencana terror IS di Bima? Menurut

Kapolda, pihak Densus masih mendalami kemungkinan itu. Namun yang bisa dipastikannya, dalam pelariannya IS yang bernama alias Jendol ini akan melakukan kaderisasi. ‘’Ada upaya mencari kader -kader baru, bibit baru yang bisa diajak untuk mendalami pemahaman mereka,’’ beber Kapolda. Hanya saja upaya itu sudah terbaca lebih awal dengan proses pengintaian panjang oleh tim Densus 88. Terkait masuknya IS ke Kota Bima bukan berarti di luar dugaan pihak Densus, atau kemungkinan adanya unsur kecolongan. Menurut Kapolda, justru sejak masuk ke Kota Bima sudah dilakukan pengintaian sembari menunggu waktu yang tepat untuk penangkapan. Ditambahkan Kapolda, ada harapan kepada masyarakat untuk sama sama mewaspadai gerakan radikal atas nama agama yang masuk ke lingkungan masyarakat. Tanpa adanya proteksi dari masyarakat, aparat pun baginya akan terus menemukan kesulitan menekan gerakan terorisme. (ars)

Keamanan NTB Harga Mati Dari Hal. 1 Danlanal Mataram, Kol.Inf. Suhono, Kajati NTB, Sugeng Pudjianto, SH.MH. Dalam pertemuan itu, sejumlah budayawan NTB juga hadir, memberi masukan kepada kepolisian. Hadir juga Kapolres dari seluruh kabupaten dan kota di NTB. Kapolda NTB usai pertemuan menjelaskan, bersama tokoh agama tokoh masyarakat dalam silaturahmi itu, ditemukan suatu titik kesepakatan, yakni kamtibmas harus dijaga bersamasama oleh seluruh lapisan masyarakat. Tanpa peran serta masyarakat, maka polisi tidak akan mampu menjamin situasi kondusif sesuai harapan. Dalam menjaga kamtibmas, pihaknya akan selalu mengutamakan kepentingan bersama tanpa ada deskriminasi terhadap suatu kelompok ataupun pihak tertentu. ‘’Dalam acara temu tokoh juga beberapa pesan dan saran bisa kita akomodir, bahwa ternyata kita satu persepsi untuk kamtibmas di wilayah NTB secara umum baik itu Lombok maupun Sumbawa tidak ada perbedaan. Kita tidak pernah berpikir ada Sumbawa dan lain sebagainya. Yang jelas keamanan harga mati di wilayah NTB,’’ tegasnya. Ia menambahkan, sejauh ini kamtibmas di wilayah NTB masih dalam kondisi normal. Hal ini karena masih adanya kesadaran dari masyarakat untuk menjaga daerah tetap kondusif. Selain itu juga ia mengharapkan, jika adanya permasalahan kecil yang bisa men-

imbulkan keresahan di masyarakat, diharapkan agar diantispasi sehingga tidak meluas. Ia sebenarnya prihatin, banyaknya konflik justru dipicu persoalan kecil yang diawali dari perkelahian individu. Pemicunya awalnya, biasanya karena minuman keras. ’’90 persen konflik di daerah ini dipicu miras, ini menjadi tugas kita bersama untuk mengantisipasi,’’ tegasnya. Di kesempatan sama, Danrem 162/WB menambahkan, keamanan daerah akan menjamin investasi. Sebab, antara investasi dengan keamanan sangat erat kaitannya. ’’Sekarang, kalau daerah kita tidak aman, siapa yang mau datang untuk berinvestiasi, untuk mengembangkan ekonomi daerah kita,’’ tegasnya. Danrem mengaku, sebenarnya banyak investor dari Jakarta, atau luar daerah lainnya, bahkan luar negeri, berkeinginan untuk investasi di NTB. Tapi ada keraguan dari mereka, ketika mendapat kabar NTB sering terjadi konflik komunal. ’’Nah untuk bisa mendatangkan investor, kita yang harus meyakinkan mereka bahwa NTB ini memang bagus untuk berinvestasi,’’ harap Danrem seraya menambahkan, syarat itu, akan bisa dipenuhi, jika masyarakat mulai dari lapisan paling bawah mampu meredam situasi agar tetap kondusif. (ars)

Pelayanan Lamban, Peserta Luar Daerah Menginap di Masjid Dari Hal. 1 Berbeda dengan pelamar CPNS asal Pulau Bali. Berangkat ke Lombok Utara, Wayan bersama rekannya ini mengakui menggunakan motor dari Bali ke KLU. Masih untung bagi keduanya, mereka bisa pulang ke Mataram, menumpang menginap di kediaman keluarga yang bermukim di Sweta. ‘’Kalau tidak dapat nomor tes, ya kita balik ke Sweta, di sana ada keluarga. Besok balik lagi ke sini, siapa tahu dapat nomor tes pada hari kedua,” ujarnya. Pantauan Suara NTB, di lokasi Sekretariat Panitia Rekrutmen CPNS berjubel ribuan orang. Di antara ada sebagian yang terlihat antre nomor tes sambil menggendong bayinya. Hingga siang, ibu dan bayinya ini juga belum terlihat ada tanda-tanda akan

dipanggil untuk mengambil nomor tes. Salah seorang panitia, kepada wartawan mengakui pembagian nomor tes dalam 3 hari pertama dijatahkan untuk pelamar guru. Dari 11 ribuan lebih pelamar, dominan jumlah pelamar guru mencapai 8 ribuan. Dalam kurun waktu 3 hari, ditaksir tidak akan cukup untuk membagi seluruh nomor tes peserta kuota CPNS guru. Datu Anding, salah seorang Panitia CPNS memastikan pihaknya akan tetap memberikan pelayanan pengambilan nomor tes sesuai jam kerja yakni dari pukul 07.00 wita hingga pukul 16.00 wita. ‘’Peserta terkesan tidak sabaran untuk mendapatkan nomor test, padahal sudah memberikan waktu 3 hari masa pengambilan,” imbuhnya. (ari)

Jangan Ada Keresahan Baru Dari Hal. 1 ujar Wakil Ketua DPRD NTB, Suryadi Jaya Purnama, ST, kepada Suara NTB, Senin (21/ 10) kemarin. Pernyataan Suryadi itu disampaikan menyusul penangkapan terduga teroris di Kota Bima oleh Densus 88 belum lama ini. Bahkan, polisi kini masih mengejar dua orang terduga teroris lainnya, yang diduga ada kaitannya dengan keberadaan IS di Bima. Seperti diketahui, belakangan ini Bima memang dideteksi sebagai salah satu daerah tempat sel – sel terorisme mulai berkembang. Kuat dugaan, terduga teroris yang tengah menjadi incaran Densus 88 ini adalah mereka yang terafiliasi kepada kelompok Abu Roban. Suryadi memaklumi bahwa peran masyarakat dalam mencegah penyebarluasan praktik terorisme juga tak

kalah pentingnya. Penangkapan terduga teroris di Bima ini juga tak dipungkiri bisa menimbulkan keresahan baru. Karenanya, ia mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban di lingkungan masing – masing. Menurut Suryadi, pelibatan masyarakat dalam mencegah penyebarluasan pemahaman terorisme ini juga bergantung pada perlakuan pemerintah. Karenanya, ia menilai pemerintah juga harus lebih memprioritaskan pendidikan keagamaan untuk mengantisipasi penyebaran ideologi tersebut. “Justru pemerintah harus lebih memperhatikan pendidikan keagamaan supaya masyarakat tidak salah dalam mencari referensi keagamaan yang berakibat pada kekeliruan,” pungkasnya. (aan)

Halaman 5

Kerugian Negara Kasus Alkes Lotim Dihitung Ulang Mataram (Suara NTB) Perjalanan panjang untuk menemukan format baru perhitungan kerugian negara dugaan penyimpangan pada proyek pengadaan alat-alat kesehatan (Alkes) Lombok Timur (Lotim), akhirnya terjawab. Pihak BPKP Bali menyepakati metode perhitungan yang diajukan Ditreskrimsus Polda NTB, dengan format harga pembanding pengadaan Alkes. Tak hanya itu, BPKP Bali menyerahkan

sepenuhnya perhitungan kerugian negara itu ke BPKP Perwakilan NTB. Kesimpulan itu diperoleh langsung tim penyidik Unit I Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda NTB, setelah pekan lalu berangkat ke Bali dan berkoordinasi dengan auditor BPKP disana. Dirreskrimsus Polda NTB Kombes Pol. Drs. Triyono BP, M.Si melalui Kanit I Kompol AA Gede Agung menjelaskan, setidaknya ada dua poin hasil

pertemuannya dengan BPKP Bali, terkait kasus Alkes Lotim Tahun 2009 itu. ‘’Pertama, BPKP Bali menyimpulkan, kerugian negara kasus Alkes Lotim bisa dihitung dengan metode yang kami usulkan. Kedua, perhitungan dilakukan di Bali, tapi diserahkan sepenuhnya kepada BPKP NTB,” demikian Agung, menjawab Suara NTB, Senin (21/10). Metoda yang dimaksud Agung adalah, pola membandingkan harga pengadaan Alkes

Lagi, Seorang Jemaah Haji NTB Meninggal di Tanah Suci Mataram (Suara NTB) Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kementerian Agama NTB, Drs. H. Maad Umar mengatakan satu lagi jemaah haji asal NTB meninggal di Tanah Suci, Arab Saudi. Jemaah haji NTB tersebut berasal dari kloter 10 Lombok Timur atas nama Amaq Durahim bin Amaq Sinarep. Dengan demikian, jumlah jemaah haji asal NTB yang meninggal dunia di Arab Saudi sebanyak empat orang. Sementara itu, pemulangan perdana jemaah haji asal NTB kloter pertama dari Tanah Suci dimulai Senin ( 21/10) kemarin. “Terkahir ada informasi bahwa ada menianggal satu orang lagi jemaah haji kita. Sehingga jumlah jemaah kita yang meninggal dunia sebanyak empat orang,”katanya ketika dikonfirmasi Suara NTB, Senin (21/ 10) kemarin di Mataram. Maad menyebutkan, satu orang jemaah haji NTB yang meninggal atas nama Amaq Durahim bin Amaq Sinarep. Amaq Durahim bin Amaq Sinarep tergabung dalam kloter 10 dengan alamat Dasan Lekong Selebung Batukliang Lombok Timur. Meninggal dunia tanggal 19 Oktober 2013 pukul 24.00 waktu Arab Saudi. “Jadi jemaah kita yang meninggal dunia

itu, masing-masing dua dari Lombok Tengah dan dua dari Lombok Timur dari kloter 5 dan kloter 10,”terangnya. Maad menambahkan, pada tanggal 21 Oktober 2013 merupakan pemulangan perdana jemaah haji asal NTB yang tergabung dalam kloter pertama. Sesuai dengan schedule, katanya, jemaah haji kloter pertama Embarkasi Lombok akan tiba di Bandara Internasional Lombok (BIL) pada pukul 17.35 Wita. Namun, kemungkinan akan molor dua jam dari jadwal yang ada karena padatnya penerbangan di Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah, Arab Saudi. “Sehingga menyebabkan pesawat jemaah haji kita itu agak terlambat mendapat giliran untuk bisa terbang,” katanya. Ia mengatakan, setelah pemulangan jemaah haji NTB kloter pertama, selanjutnya jemaah haji kloter 2 juga akan tiba di BIL tanggal 23 Oktober dini hari. Total JCH NTB embarkasi Lombok tahun 2013 sebanyak 3.596 orang. Rinciannya Kota Mataram 346 orang, Lobar 245 orang, Loteng 977 orang, lotim 1.421, KLU 61 orang, KSB 42 orang, Sumbawa 156 orang, Dompu 59 orang, Kabupaten Bima 182 orang dan Kota Bima 107 orang. (nas)

Hasil Kerja Timsel KPU Dompu Dipersoalkan Dompu (Suara NTB) Hasil kerja tim seleksi (Timsel) KPU Kabupaten Dompu dipersoalkan lantaran adanya kesalahan pada proses pengumuman hasil tes. Ketidaksesuaian nomor dan nama peserta 20 orang yang dinyatakan lolos tes tulis, kesehatan dan tes psikologi dinilai sebagai tidak profesionalnya timsel KPU Dompu. Calon anggota KPU yang merasa dirugikan menuntut proses ulang dan meminta KPU NTB yang memprosesnya. Darmawansyah, calon anggota KPU Dompu kepada Timsel KPU Dompu di ruang kerjanya, Senin (21/10) kemarin mengatakan, anggota KPU merupakan aspek yang menentukan hasil pemilu mendatang karena sebagai penyelenggara pemilu. Bila anggota KPU yang dihasilkan cacat hukum, maka hasil pemilu 5 tahun ke depan akan sangat diragukan. ‘’Hasil tes yang di-

umumkan Timsel cukup meragukan,” katanya. Hasil tes yang diumumkan Timsel KPU Dompu cacat hukum karena tidak memberikan kepastian hukum sesuai asas penyelenggara pemilu. Dimana terdapat 9 orang yang dicantumkan nomor tes dan nama calon yang dinyatakan lulus tidak sesuai dengan nomor tes dan nama calon yang lulus. “Kami minta agar tahapan proses wawancara tidak dilaksanakan dulu sebelum masalah ini tuntas dan pelaksanaan wawancara dilakukan langsung oleh KPU Provinsi,” kata Darmawansyah. Ketua Timsel KPU Dompu, Drs H Zaenal Arifin HIR, MSI mengakui kekeliruan yang terjadi di luar kemampuannya. Kesalahan pada pencantuman nomor test terjadi saat entri oleh panitia seleksi dari Sekretariat KPU, karena pihaknya hanya mengumpulkan hasil tes dan diurutkan sesuai

hasil tes. Pihaknya kemudian langsung menentukan 20 nama yang memperoleh nilai terbanyak dari 41 orang. “Kami hanya menyerahkan nama saja ke panitia seleksi, karena pansel yang tahu nomor dan sebagainnya,” kata Zaenal Arifin. Namun pansel justru mengentri nomor daftar hadir saat psikotes dari seharusnya nomor saat pendaftaran dilakukan. “Kesalahan ini kami tidak mau limpahkan ke pansel, tetapi ini merupakan kesalahan kami di timsel, untuk itu kami minta maaf,” kata Zaenal. Dr Kafrawi, anggota timsel lainnya, mengatakan, kekeliruan yang terjadi akibat kesalahan entri dan bukan karena disengaja. Bila ditanya soal kepastian hukum, maka harus dituntut di Pengadilan Tata Usaha Negara atau pengadilan umum. “Kita siap menghadapi gugatan bila digugat,” katanya. (ula)

DMB Belum Setor Dividen Rp 41 Miliar Lebih Dari Hal. 1 “DMB ini untuk divestasinya belum menyetor sejak 2011. Sebesar Rp 41 miliar sejak 2011,” ujar Kepala Biro Keuangan Setda NTB, Dra. Hj. Selly Andayani di Mataram. Ia mengatakan penerimaan daerah dari PT DMB tersebut sangat dibutuhkan

untuk biaya pembangunan di daerah ini. Sementara itu, Kepala Biro Perekonomian Setda NTB, Drs. Hendro Kartiko, M.Si yang dikonfirmasi, Senin (21/10) membenarkan bahwa PT DMB belum menyetor dividen ke kas daerah. Namun, ia tidak mengetahui seberapa besar dividen yang belum disetor.

Dikatakan, semua penerimaan daerah dari BUMD yang ada seluruhnya masuk dalam Rancangan APBD. Untuk itu, pihaknya terus mengoptimalkan penyetoran dari BUMDBUMD yang ada untuk dipergunakan dalam membiayai berbagai program pembangunan pemerintah daerah. (nas)

tahun 2009 itu dengan Harga Perkiraan Sementara (HPS) Alkes di tahun yang sama. Dari perhitungan ini, akan ditemukan selisih harga untuk menemukan kerugian negara. Keberhasilan menemukan pola perhitungan ini, tidak lepas dari upaya penyidik Ditreskrimsus dua bulan terakhir berkoordinasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Di kurun waktu yang sama, penyidik juga memeriksa sedikitnya 14 saksi dari kalangan pe-

rusahaan distribusi 25 item Alkes dimaksud. Pemeriksaan dilakukan di Mapolda NTB dan di Jakarta, kemudian disimpulkan, tim menemukan pola perhitungan. Ditambahkan Agung, sebenarnya keinginan pihaknya untuk berkonsultasi sekaligus menyerahkan berkas kasus Alkes itu ke BPKP Bali untuk dihitung. ‘’Tapi arahan dari BPKP Bali, perhitungan kerugian negaranya dilakukan di BPKP NTB,” pungkasnya. (ars)

Jatim Siapkan Kapal Angkutan Komoditi dari NTB Mataram (Suara NTB) Pemerintah Daerah Jawa Timur (Jatim) saat ini sedang melakukan lobi kepada pemerintah pusat untuk merealisasikan pengadaan kapal khusus, sebagai alat pengangkut komoditi hasil transaksi kerjasama usaha dengan Provinsi NTB. Adakemungkinanditahun2014 mendatangkapalpengangkutyang sudah direncanakan sejak lama ini akan terwujud. Dalam hal ini, PemdaJatimsudahadakerjasamadenganKementerianPertanian.Selanjutnya masih ada proses komunikasi dengan pemerintah, khususnya di bidang perhubungan. “Kapal pengangkut ini masih ada pembicaraan khusus di tingkat pusat. Karena berkaitan dengan perhubungan,”kataKepalaDisperindag Provinsi Jawa Timur melalui Kabid Perdagangan Dalam Negeri, Ir. Any Mulyandari, MM pada kegiatan temu dagang di Mataram, Senin (21/10). Antara pemerintah Jatim dengan NTB selama ini sudah ada hubungan yang baik, yakni dalam hal pengiriman sapi. Sapi-sapi yang biasa dibawa dari NTB umumnya menggunakan truk untuk diseberangkan ke Jawa Timur. Tentu kondisi itu dipandang akan mengakibatkan stres, sehingga terjadi penyusutan berat sapi sebelum sampai tujuan. Harusnya ada kapal khusus yang digunakan, yang menyediakan

fasilitas yang memberi rasa nyaman pada sapi-sapi tersebut. Secaraumum,rencanapenyediaan kapal angkut ini adalah untuk mempermudah kiriman barang dari dan ke NTB. Hanya saja konsekuensinya yang dipertimbangkan, bolak - balik kapal harus ada jaminan kapal tersebut tak boleh kosong di setiap jadwalnya. Artinya, pengusaha di NTB harus menyiapkan barang secara berkesinambungan dengan kapasitas sesuai daya angkut minimal kapal. Any lebih lanjut mengatakan, penyiapan kapal ini merupakan bagian perwujudan komitmen usaha yang dilakukan pemerintah Jatim. Sebab itu juga, gencar diperbanyak Kantor Perwakilan Dagang (KPD) di 16 provinsi di luar Jawa, salah satunya di NTB. Perkembangan kerjasama tersebut dirasa sudah cukup baik, terlihat dengan besarnya nilai transaksi antara pengusaha setiap tahunnya. Pada tahun 2011 misalnya, nilai transaksi barang yang dibawa dari Jawa timur ke NTB mencapai Rp 8,6 triliun. Sementara pada tahun 2012 dicapai sebesar Rp 11,58 triliun. Demikian juga nilai transaksi produk dari NTB ke Jawa Timur. Pada tahun 2011 nominalnya Rp 9,3 triliun dan tahun 2012 sudah mencapai Rp 11,41 triliun. Menandakan cukup besarnya kiriman bahan baku dari NTB dan banyaknya bahan jadi dari Jawa Timur yang didrop ke NTB. (bul)

BK-Diklat KSB Mulai Bagikan Kartu Peserta CPNS Taliwang (Suara NTB) Badan Kepegawaian PendidikandanLatihan(BK-Diklat)Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terhitung, Senin (21/10) kemarin, resmi mulai membagikan kartu peserta tes tulis penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Pada hari pertama kemarin, ratusan calon peserta tes CPNS mulai memadati pelataran kantor BK-Diklat setempat. Proses pengambilan kartu peserta pun tidak terlalu pelik dan membuat para pelamar harus mengantri lama. Pihak BK-Diklat yang nampaknya telah dapat membaca suasana sebelumnya menyediakan sebanyak lima loket pengambilan kartu. Di setiap loket BK-Diklat membagi para pelamar sesuai dengan ruangan tempat mereka akan melaksanakan ujian nantinya. “Jadi sebelum mereka mengantri, peserta melihat dulu namanya di papan pengumuman. Baru setelah itu mereka ke loket untuk mengambil kartu ujiannya,” terang sekretaris BK-Diklat KSB Sahreen. AW. SAP kepada wartawan, Senin (21/10). Menurut Sahreen, meski terpusat pihaknya sengaja menyediakan loket pengambilan kartu lebih dari satu. Hal itu dilakukan selain untuk memudahkan petugas, juga memberikan kenyamanan pada para peserta. Mereka tak harus lagi mengantri lama karena setiap loket sudah dipatok melayani peserta sesuai dengan

ruangan tempat mereka akan mejalankan tes tulis nantinya. “Jadi mereka tidak lagi harus antri lama, karena kita sudah urai mereka menjadi 5 loket berbeda,” timpalnya. Kegiatan pembagian kartu peserta tes tulis ini sendiri akan berlangsung hingga tanggal 27 Oktober mendatang. Sahreen berharap, bagi peserta yang telah dinyatakan lulus seleksi administrasi dapat datang langsung ke kantor BK-Diklat selama jadwal tersebut untuk mengambil kartu peserta tesnya. “Karena ini tidak dapat diwakilkan, jadi yang bersangkutan harus datang,” tegasnya seraya menambahkan agar seluruh peserta segera mengambil kartu pesertanya. “Memang kita tetap memberikan kesempatan bagi peserta yang belum bisa mengambil kartunya hingga jadwal yang kita tetapkan (27 Oktober). Tapi ada baiknya mereka datang selama jadwal ini agar bisa tuntas semuanya,” sambungnya. Untuk lokasi pelaksanaan tes tulis pada tanggal 3 November mendatang, Sahreen menyebutkan, pihaknya akan memanfaatkan hampir seluruh sekolah di tiga kecamatan. Diantaranya kecamatan Taliwang, Brang Ene dan Brang Rea. “Ada puluhan sekolah yang kita gunakan ruang kelasnya. Karena selain jalur umum, kita juga melaksanakan tes bagi pegawai kategori dua (K2) tanggal 3 November,” imbuhnya. (bug)

BPBD NTB Kembangkan Desa Tangguh Bencana Dari Hal. 1 NTB mendorong pembentukan dan pengembangan Desa Tangguh Bencana. Dua desa di Lombok Barat yakni Desa Lembar Selatan dan Labuan Tereng Kecamatan Lembar menjadi pilot project. Dua desa ini akan mendapatkan pendampingan dan fasilitasi selama tiga tahun dari BPBD. “Program pengembangan desa tangguh bencana ini merupakan salah satu program unggulan pak Gubernur dalam 99 hari kerjanya,” kata Kepala BPBD NTB,Ir. Wedha Magma Ardhi, MT, Senin (21/10) usai membuka pertemuan fasilitasi dan pemberdayaan masyarakat menuju Desa Tangguh Bencana, Desa Lembar Selatan dan Labuan Tereng di Kantor Desa Labuan Tereng. Turut hadir dalam acara ini, Kepala BPBD Lobar, H. Achmad Zaini, Kepala Desa Labuan Tereng, H. Taufiq Asyari, Kepala Seksi Kesiapsiagaan BPBD NTB, Ridho dan sejumlah unsur terkait. Menurutnya yang melatarbelakangi kegiatan ini karena masyarakat yang berada di desa atau kelurahan adalah

penerima dampak langsung bencana sekaligus sebagai pelaku langsung yang merespon bencana. Karenanya, dengan memanfaatkan semua potensi sumber daya yang dimiliki, masyarakat dapat menjadi tangguh terhadap dampak bencana sehingga risiko korban jiwan kerugian harga, bisa diperkecil bahkan bisa dihindari. Karenanya, perlu dibentuk masyarakat yang tangguh bencana. Salah satu upayanya, BPBD memiliki program pengembangan desa tangguh bencana melalui program pemberdayaan masyarakat. Dijekaskan, di Lobar sendiri ada dua desa yang kedepannya akan dibina masyarakatnya untuk mencegah dan menangulangi risiko bencana, dalam arti dikembangkan menjadi desa tangguh bencana. Antara lain Desa Labuan Tereng dan Lembar Selatan. Di masing-masing desa akan dibina 30 orang relawan untuk di bimbing. Para relawan ini akan dibina dan difasilitasi supaya memiliki kemampuan, daya tangkap yang tinggi dalam mengatasi kebencanaan. Kenapa memilih dua desa

tersebut? Karena dua desa ini memiliki potensi bencana yang cukup tinggi. Setiap tahun sering terjadi banjir rob, kekeringan, gempa dan rawan longsor. Selain itu, jumlah masyarakatnya padat dan kemampuan ekonominya sangat bagus. Sehingga kalau terjadi bencana kemungkinan mereka akan kesulitan. Lebih lanjut Magma Ardhi, melalui fasilitasi ini diharapkan mampu memberikan mereka daya tahan terhadap bencana sebelum bantuan pemerintah datang. Untuk itu mereka akan dilatih menganalisis kemampuan terhadap potensi bencana, potensi pemetaan sampai dagan evakuasi bencana secara mandiri. Dalam kegiatan ini relawan dua desa akan dilatih kemampuanya mulai dari kesia-siagaan, rekontruksi sampai rehabilitasi bencana, yang nantinya akan mampu mengurangi risiko bencana. Dalam penanggulangan bencana sendiri jelasnya, ada yang namanya golden time (waktu emas) untuk menyelamatkan jiwa sendiri dan orang lain. ‘’Ini yang paling penting dan harus dipahami seorang

relawan,”tandasnya. NTB sendiri kata Magma Ardhi termasuk daerah rawan bencana. Dari 14 bencana berbahaya, 11 bencana bahaya diantaranya ada di NTB. Antara lain, gempa, banjir, tsunami, gelombang pasang, tanah longsor, kebakaran dan kekeringan. Ia menyebutkan, yang paling bahaya dan sering kali terjadi adalah bencana kekeringan, kebakaran dan banjir. Untuk menyukseskan program pengembangan desa tangguh bencana ini, pihak BPBD akan melakukan pendampingan selama tiga tahun terhadap relawan. “Nanti dievaluasi mutu dan implementasi lapangannya. Kalau sukses program ini akan direplika ke-seluruh desa-desa rawan bencana Se-NTB,”ujar mantan Kabid Tata Ruang Dinas PU NTB ini. Perlu diketahui, BPBD NTB menargetkan setiap tahun akan ada desa tangguh bencana baru. Sehingga nantinya akan terbentuk desa tangguh bencana, selanjutnya kecamatan tangguh bencana lalu naik ke kabupaten tangguh bencana. Sampai pada

akhirnya mampu dibentuk provinsi yang tangguh bencana hingga terbentuknya negara tangguh bencana. Sementara itu, Kepala BPBD Lobar H. Achmad Zaini menyambut baik adanya kegiatan ini di Lobar yang notabene masuk rawan bencana. Menurutnya, penanggulangan bencana merupakan tugas dan wewenang pemerintah, masyarakat dan dunia usaha. Sehingga jika semua pihak bersinergi maka risiko bencana dapat diperkecil. ‘’Kami berharap agar pihak provinsi mengadakan kegiatan-kegiatan pelatihan secara terus menerus. Karena semakin sering kita adakan kegiatan seperti ini, maka semakin terbentuklah desadesa tangguh bencana,” terangnya. Di Lobar sendiri terdapat lima kecamatan yang rawan bencana, antara lain Sekotong, Lembar, Gerung, Batu Layar dan Labuapi. Selama pelatihan yang akan dilaksanakan selama 15 hari ini para relawan akan diberi materi dan simulasi di dua lokasi antara lain di Cemare dan Kantor Desa Labuan Tereng. (her/*)


OPINI

SUARA NTB Selasa, 22 Oktober 2013

Halaman 6

Sosialisasi Berkualitas untuk Pemilih Pemula

Antisipasi Masalah Honorer K2 MESKI pemerintah telah memfasilitasi tenaga honorer K2 (Katagori Dua) untuk menjadi CPNS melalui jalur tes yang akan dilaksanakan bersamaan dengan tes CPNS yang diikuti peserta tes dari jalur umum, Minggu (3/11) mendatang, ternyata masih menyisakan masalah. Masalah yang mungkin timbul dari keberadaan tenaga honorer K2 pasca-tes tulis itu berlangsung. Nantinya, pasca-tes itu pasti akan diketahui berapa yang lulus. Sebab, aturan dari pemerintah pusat menyebutkan bahwa tenaga honorer yang akan diakomodir menjadi CPNS adalah 30 persen secara nasional. Bisa dibayangkan kalau yang diakomodir hanya 30 persen, tentu hanya hitungan jari tenaga honorer K2 yang akan menjadi CPNS. Apalagi 30 persen tenaga honorer K2 yang diakomodir diambil berdasarkan grade nilai tertinggi secara nasional. Sehingga, wajar kalau kalangan Komisi I DPRD Kota Mataram khawatir kalau hal ini bakal menimbulkan masalah setelah hasil tes diketahui. Sebab sampai saat inipun belum ada solusi yang pas terkait keberadaan tenaga honorer K2. BKD (Badan Kepegawaian Daerah) Kota Mataram sejauh ini hanya mensosialisasikan cara mengisi lembar jawaban. Mengenai sisa tenaga honorer K2, BKD menyatakan akan mengembalikan ke SKPD masing-masing, apakah masih akan dipekerjakan atau justru dilakukan pemutusan hubungan kerja. Kalaupun akan diberlakukan sistem kontrak, tentu akan disesuaikan dengan kemampuan daerah. Sebab, jumlah tenaga honorer K2 di Kota Mataram misalnya, tidak kurang dari 1.250 orang. Kalau yang terakomodir hanya beberapa, harus secepatnya ada solusi untuk menanggulangi masalah yang mungkin timbul. Pasalnya, sampai saat ini aturan untuk tenaga kontrak tersebut, belum turun. Mestinya, BKD tidak hanya mensosialisasikan cara mengisi lembar jawan, tetapi juga dampak pasca-tes. Seharusnya, dampak ini juga disosialisasikan dari jauh-jauh hari. Sehingga nantinya, apapun hasil tes itu, tenaga honorer K2 dapat menerimanya. Tetapi kalau sampai saat ini saja, tenaga honorer K2 tidak disosialisasikan bagaimana dampaknya kalau mereka tak lulus, jelas hal itu sangat mengkhawatirkan. Berkaca pada kasus tenaga harian lepas di Lombok Tengah yang dirumahkan beberapa waktu lalu, menuai protes dari kalangan THL yang dirumahkan. Masalah tenaga honorer K2 bukan sekadar masalah tes, lebih dari itu, masalah tenaga honorer K2 sudah mencakup masalah perut. Sehingga, perlu dicarikan solusi yang tidak merugikan kedua belah pihak, baik tenaga honorer, juga Pemkot Mataram. Mengembalikan tenaga honorer K2 ke SKPD-nya masingmasing tanpa komitmen yang jelas, juga bukan jalan keluar yang baik. Sebab, bisa jadi, tidak semua tenaga honorer K2 yang nantinya tidak lulus tes, dapat diakomodir sebagai tenaga kontrak. Sebab, ketika ada komitmen menjadikan mereka sebagai tenaga kontrak, tentu ada konsekuensi anggaran. Padahal, selama menyandang status sebagai tenaga honorer K2 mereka hanya menerima uang terima kasih. Jangan sampai, karena keputusan yang keliru justru menjadi beban baru bagi Pemkot Mataram. (*)

PESTA demokrasi rakyat yang umum disebut sebagai Pemilu ( Pemilihan Umum ) akan menyapa kita sebentar lagi. Tentunya seluruh komponen masyarakat yang sudah berhak memberikan suara dan aspirasinya dituntut untuk lebih dapat berpartisipasi aktif lagi dalam perhelatan lima tahunan ini. Proses Pemilu yang bertujuan untuk memilih calon Presiden, calon anggota legislatif baik tingkat nasional sampai tingkat daerah. Untuk menyambut perhelatan akbar pesta demokrasi masyarakat ini, tentunya segala aspek kesiapan dan persiapan yang matang mutlak diperlukan guna mencapai tujuan dari Pemilu itu sendiri. Yaitu memilih pemimpin-pemimpin dan wakil-wakil rakyat yang mampu membimbing negara ini ke arah yang lebih baik dari sekarang.

istem pemilihan umum di negara kita yang berlandaskan asas demokrasi membuat masyarakat dapat menyalurkan aspirasi mereka secara langsung. Memang sistem ini masih terbilang baru di negara kita, oleh sebab itu pembenahan di segala bidang untuk menyempurnakan pelaksanaan Pemilu harus lebih ditingkatkan lagi. Bukan hanya masalah sarana dan prasarana saja yan harus di tingkatkan, namun peserta aktif Pemilu tersebut juga harus lebih berkualitas sehingga terciptalah pemilihan umum yang sehat dan bermutu tinggi. Pentingnya Peran Pemilih Pemula Salah satu aspek yang penting adalah pemilih. Pemilih tentu saja memegang peranan sangat vital dalam suatu pelaksanaan Pemilu. Baik buruknya perhelatan suatu Pemilu dapat diukur salah satunya dari tingkat kuantitas dan kualitas para pemilih. Hal ini menjadi sangat penting mengingat di lapangan kita banyak sekali menemukan kasuskasus yang mencederai asas demokrasi yang dilakukan oleh para pemilih. Masyarakat sebagai pemilih tentu harus diberikan bekal-bekal pengetahuan tentang Pemilu sebagai dasar mereka untuk berpartisipasi aktif dalam menjalankan peran sebagai warga negara yang baik. Salah satu yang perlu menjadi perhatian adalah keberadaan pemilih pemula dalam pesta demokrasi yang akan berlangsung tahun depan. Pemiih pemula adalah golongan masyarakat yang baru pertama kali mendapatkan kesempatan untuk menyalurkan aspirasi mereka. Itu artinya, kalangan pemilih pemula adalah anak-anak remaja yang baru menginjak 17 tahun dimana umur tersebut adalah syarat bagi masyarakat untuk dapat menyalurkan aspirasi mereka. Karena

Oleh :

Januari Rizki Pratama Rusman (Anggota LPM Pena Kampus)

kalangan pemilih pemula adalah mayoritas kaum remaja, tentu saja aspek psikologis dan kematangan mental mereka harus sangat diperhatikan. Karena memilih calon Presiden maupun calon legislatif merupakan hal yang baru dan pertama kali bagi mereka. Maka diperlukan langkah-langkah yang konkret dari pemerintah untuk menyukseskan gelaran Pemilu tersebut, tentunya dengan membuat pemilih pemula berpartisipasi secara aktif dan sesuai dengan asas demokrasi yang ada. Oleh sebab itu, sosialisasi yang tepat dan benar mutlak dibutuhkan untuk memberikan bimbingan bagi pemilih pemula agar mereka dapat benar-benar memanfaatkan hak mereka dalam beraspirasi. Menyinggung masalah sosialisasi Pemilu bagi pemilih muda, yang diperlukan di sini bukan hanya sekadar sosialisasi bagaiman cara mencoblos atau menconterng yang benar. Lebih dari itu, mereka membutuhkan bimbingan sehingga harus dipandu untuk memilih calon yang berkualitas. Harus pula disampaikan informasi-informasi tentang kriteria calon Presiden dan calon legislatif yan baik, serta harus tersedia juga informasi yang cukup mengenai partai politik yang berkualitas. Pada kenyataannya, kalangan muda yang merupakan pemilih pemula sebenarnya sangat haus akan informasi mengenai calon Presiden dan calon legislatif serta partai politik yang menjadi peserta Pemilu. Akan tetapi, media saat ini kurang menyediakan informasi tersebut secara akurat. Artinya, media massa khususnya media elektronik banyak menyediakan informasi hanya terkait calon-calon tertentu saja. Hal tersebut tidak menutup kemungkinan menyebabkan penilaian terhadap satau calon akan menjadi timpa-

ng dan berat sebelah. Apalagi ditambah fakta bahwa beberapa calon yang memiliki kekuasaan di bidang media tentu saja memiliki keunggulan tersendiri. Hal tersebut akan berujung pada tidak objektifnya penilaian yang diberikan pada calon tersebut. Menghindari hal seperti itu, seharusnya pihak yang berwenang, contohnya KPU (harus lebih aktif lagi dalam memberikan dan menyediakan informasi terkait penyelenggaraan Pemilu tersebut. Informasi mengenai calon, partai politik dan teknis pelaksaan Pemilu harus disediakan secara merata bagi seluruh elemen masyarakat khususnya dengan menyasar pemilih muda yang jumlahya tidak sedikit. Fenomena pemiih pemula ini tentu menjadi hal yang sangat menarik untuk dijaga dan diperhatikan perkembangannya. Karena seperti yang kita ketahui, jumlah pemilih pemula yang ada di Indonesia mencapai sekitar 40% lebih, hal tesebut tentu menjadi target dari para kontestan peserta Pemilu untuk menjadikan para pemilih pemula sebagai lumbung suara mereka. Mengingat hal tersebut, maka tentu keberadaan pemiih pemula menjadi sebuah dilema. Karena di satu sisi keberadaan mereka sangat penting mengingat proses regenerasi dalam sistem demokrasi harus ada dan tidak mungkin diabaikan. Di sisi lain, pemilih pemula akan sangat rentan untuk dipengaruhi bahkan diboncengi oleh peserta Pemilu tersebut untuk kepentingan mereka. Hal ini terjadi karena kurangnya informasi, pengetahuan dan dasar yang jelas dari pemilih pemula sehingga sifat apatis mereka masih ada dan pada ujungnya berakhir pada politik uang dan tindakan-tindakan lainnya yang da-

pat mencederai demokrasi. Media Berperan Aktif Padadasarnya,parapemilihpemula sangat membutuhkan informasi yanglengkap,akuratsertaobjektifdari penyelenggara Pemilu. Informasi ini dibutuhkanuntukmenuntundanmendidik mereka dalam berpartisipasi dalamPemilu.Media-mediayangada harusbenar-benardimanfaatkan,dan tidak hanya mengandalkan mediamedia konvensional yang itu-itu saja semacamspandukdanbaliho.Pemilih pemulaadalahkalanganyangdekatdenganinternet,jadipenyelenggarapemiludapatmengarahkanmerekauntuk mencariinformasiyangakurattentang kontestan pemilu. KPU dan pemerintah sebagai penyelenggara juga harus turutmenyeddiakanpasokaninformasi yang akurat dan real tentang kontestan yang ikut berpartisipasi. Informasiyangtersediaharuslahbenar-benar objektif dan minus dari kepentinganpihak-pihaktertentu.

Pascapenangkapan IS, dua terduga teroris masih diburu Tingkatkan kewaspadaan

*** DMB belum setor dividen Rp 41 miliar lebih Harus segera dibayar

***

STASIUN RADIO

email: citrabima_957@yahoo.co.id Telp. 0374 42906/Hp. 085337841557, 087866878882, 082145977111

Penanggung Jawab: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar Staf Redaksi Mataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, Sumada, M. Nasir, Hari Aryanti, Akhmad Bulkaini, Karnia Septia Kusuma Ningrum. Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi, Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur: Rusliadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi. Sumbawa : Arnan Jurami. Dompu : Nasrullah. Bima : M.Yusrin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Jamaluddin, Wahyu W. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 8.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 8.000/mmk. Display F/C : Rp 15.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 5.000./mmk. Iklan 1 kolom (max 100 mmk): Rp 4.000/mmk. Iklan Advertorial : Rp 3.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 450.000/bulan (30 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 150.000/kavling. Iklan Paket (ukuran max 600 mmk), - 5 kali muat Rp 500/mmk, - 10 kali muat Rp 450/mmk, - 15 kali muat Rp 400/mmk. Pembayaran di muka. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 50.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 55.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 3.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT Bali Post.

SUARA NTB

Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.


SUARA NTB Selasa, 22 Oktober 2013

EKONOMI DAN BISNIS

Halaman 7

HET Mitan di Pulau Sumbawa Dinaikkan Disiapkan Rp 40 Miliar PT ASURANSI Jasa Raharja telah menyiapkan Rp 40 miliar untuk pemberian santunan korban kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas) untuk wilayah NTB, lebih besar sepuluh persen dari anggaran tahun lalu. Dari jumlah itu, klaim yang sudah diberikan kepada masyarakat, tersalurkan sebesar Rp 16 miliar lebih sejak Januari hingga September tahun ini. Bidang Humas Jasa Raharja Provinsi NTB, Erwin Setya Negara dihubungi di ruangannya, Senin (21/10) mengatakan, masih minimnya serapan klaim masyarakat lebih didominasi karena image (Suara NTB/bul) yang berkembang. Bahwa Erwin Setya Negara prosesnya akan berkaitan dengan pihak penegak hukum. “Kebanyakan masyarakat tidak mau repot melaporkan kecelakaan yang dialaminya atau keluarganya. Padahal, Jasa Raharja siap memberikan pelayanan 24 jam setelah kecelakaan sudah bisa diberikan santunan,” katanya. Ketentuannya, sesuai peraturan yang berlaku, bagi korban Lakalantas yang meninggal dunia, santunannya sebesar Rp 25 juta ditambah dengan biaya pemakaman sebesar Rp 2 juta. Cacat tetap diberikan sebesar Rp 25 juta, cacat biasa maksimal Rp 10 juta. Tak ada syarat yang berbelit menurut Erwin, hanya mencantumkan surat keterangan kecelakaan yang dikeluarkan pihak Kepolisian. Yang terpenting sebenarnya, ada keinginan korban atau keluarganya untuk melaporkan lakalantas yang dialami. Pihak Jasa Raharja sendiri sudah menyiapkan petugas khusus, sebagai layanan jemput bola yang diterapkan. “Begitu kecelakaan dilaporkan, sudah dicatat langsung oleh petugas Jasa Raharja,” terangnya. (bul)

Mataram (Suara NTB) Pemprov NTB resmi menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak tanah (mitan) subsidi di Pulau Sumbawa. HET itu ditetapkan berdasarkan peraturan Gubernur (Pergub) nomor 25 tahun 2013. Kepala Biro Perekonomian Setda NTB, Drs. Hendro Kartiko, M.Si mengatakan kenaikan HET mitan subsidi di Pulau Sumbawa ratarata sebesar 5,56 persen lebih dari HET mitan subsidi sebelumnya. “HETbarumitanbersubsidiiniberlaku sejak tanggal 24 September 2013,” ujarnya, Senin (21/10). Hendro merincikan, HET baru mitan subsidi itu masing-masing

Perusahaan yang bergerak di Bidang Pariwisata membutuhkan Guide Korea dengan persyaratan : - Bisa Berbahasa Korea oral maupun tulisan - Umur dibawah 30 th bagi yang berminat hubungi Cang Hp. 081997715050 atau e-mail ke : ocang@sasaktour.co.kr

Rp 2.785, radius 40-90 km sebesar Rp 2.835, 90 -130 km sebesar Rp 2.895 dan radius 130 km ke atas sebesar Rp 2.915. Sementara itu penyesuaian HET mitan subsidi yang diusulkan Hiswana Migas beberapa waktu lalu, untuk radius 0-40 km sebesar Rp 3.000, radius 40-90 km sebesar Rp 3.060, radius 90-130

ja/sopir juga setiap tahun mengalami peningkatan. Selain itu, adanya kenaikan harga BBM premium dan solar akhir Juni 2013 lalu. Sejak adanya peraturan terbaru tentang pemakaian BBM subsidi, lanjutnya, mobil pengangkut BBM tidak boleh menggunakan BBM subsidi. Mereka harus menggunakan BBM non subsidi. Dimana harganya dikisaran Rp 10 ribu sampai Rp 11 ribu per liter. “Mereka juga tidak boleh mengisi BBM di SPBU tetapi harus di Depo Pertamina,” tuturnya. (nas)

Pemprov akan Bubarkan KUD Bermasalah

Supran

Lowongan

untuk radius 0-40 km dari pangkalan sebesar Rp 2.940, radius 40-90 km sebesar Rp 3.000, radius 90-130 km sebesar Rp 3.060 dan radius diatas 130 km sebesar Rp 3.120. Sementara itu, HET mitan subsidi sebelumnya yang ditetapkan berdasarkan SK Gubernur No. 15 tahun 2008, dalam radius 0-40 km HET Mitan sebesar

km sebesar Rp 3. 120 dan radius 130 km ke atas sebesar Rp 3.180. “Kenaikan HET mitan subsidi ini kita upayakan serendah mungkin, sehingga tidak memberatkan masyarakat dan pengusaha juga tidak rugi,” tuturnya. Hendro menambahkan alasan Hiswana Migas mengajukan usulan penyesuain HET tersebut antara lain setiap tahun terjadi peningkatan biaya komponen seperti sparepart mobil angkutan yang dipakai mengangkut mitan. Kemudian, upah Minimum Provinsi (UMP) dari para peker-

(Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTB, Drs. H. Supran, MM men-deadline Koperasi Unit Desa (KUD) yang masih tercatat tak bisa berkembang hingga habis akhir tahun 2013 ini. Penertiban akan dilakukan, dengan menyisir seluruh koperasi secara administratif dan mengancam akan membubarkan KUD yang perkembangannya tak baik. Hal ini ditegaskannya usai membuka kegiatan pelatihan di Balatkop Provinsi NTB, Senin (21/ 10). Ia menyebutkan, khususnya KUD,berjumlahsebanyak134unit tersebardiseluruhkabupaten/kota. Sebanyak 60 persen KUD yang dalam kategori masih bisa dipertahankan untuk bisa berkembang. Sisanyaituyangkepengurusannya diancam akan dibubarkan. “Untuk apa banyak-banyak, satu dua saja, yang penting bisa berkualitas dan bisa memberikan kontribusi kepada masyarakat,” terangnya pada Suara NTB. Supranlebihlanjutmengatakan, revitalisasisudahdilakukandengan diterbitkannya Undang-Undang perkoperasiannomor17tahun2012. Dimanadidalamnyamengaturgaris besarkoperasiuntuklebihprofesional dengan mengembangkan satu usaha.Tidakmenggarapbanyakusaha yang disebutnya “urap-urap”. KUD tersebut dari hasil revitalisasi yang sudah dan sedang dilaksanakan, sebagian besar tidak berkembang. Tentu menurutnya pemerintah belum akan ambil kebijakanuntukmembangkitkankembali KUDtersebutdengansokongandana. Akantetapi,KUDyangmandektersebutmenurutnyaharusmampumembangun diri sendiri, baik dari sisi usaha maupun kelembagaannya. “Kalaudiatidur,jangankitayang membangunkannya lagi. Bisa-bisa KUD ini akan tidur lagi,” demikian diistilahkannya. KUD pada um-

Dengan 3,5 jt Bisa Umroh dan Dengan 5 jt Bisa Haji Plus, Htl. Bintang 5 .

PT. Arminareka Perdana. Hub. Nik 083840958710. Dibuka Kesempatan Juga Bagi yang Mau Jadi Agen di NTB Email : nikbambang@yahoo.co.id

umnya diharapkan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat, sebagai tugas pokok dan fungsinya, adalah menyediakan kebutuhan bagi anggota dan masyarakat. Namun dalam perjalananya dilihat SDM pengelolaannya yang masih tidak menyesuaikan. Sehingga pembenahan harus dilakukan secara mandiri. Mengingat, sudah banyak langkah yang dilakukan pemerintah untuk mendongkrak perkembangan KUD. Pihaknya juga akan mengambil langkah untuk mengajukan penyempurnaan Peraturan Gubernur. Dimana di dalamnya akan diwajibkan KUD atau koperasi secara umum untuk melakukan Rapat Akhir Tahun (RAT). Karena dengan RAT tersebut, dapat dijadikan barometer untuk mengetahui pelaksanaan pengelolaan koperasi selama ini. “Melalui RAT ini, dapat diketahui apakah KUD itu dikelola oleh satu dua orang atau memang semua anggota. Kita tunggu rekapan datanya hingga akhir tahun ini,” katanya. (bul)

(Suara NTB/bul)

MERUGI - Komoditi tembakau Virginia Lombok, atau kerap disebut emas hijau, kini tak lagi bisa diandalkan oleh petani. Pasalnya, diperkirakan kerugian setiap petani tahun ini antara Rp 5 juta sampai Rp 10 juta. Dikhawatirkan usai musim tembakau jumlah calon TKI akan meningkat dari NTB. Tampak Inaq Zainuddin sedang berburuh menyortir tembakau virginia di salah satu pengepul tembakau di Sakra, Lombok Timur, Senin (21/10).


SUARA NTB Selasa, 22 Oktober 2013

MK Tolak Gugatan Pilkada Serang Jakarta (Suara NTB) Mahkamah Konstitusi memutuskan menolak permohonan gugatan Pilkada Kota Serang, Banten 2013, yang diajukan pasangan Wahyudin-lif Faiudin dan Suciazhi-Agus Budiman. “Mahkamah memutuskan menolak permohonan pemohon untuk seluruhnya,” ujar Ketua Majelis Panel Hamdan Zoelva saat membacakan putusan perkara yang diajukan Wahyudin-lif, di Gedung MK di Jakarta, Senin. Dalam pertimbangan penolakannya, Hakim Konstitusi Anwar Usman mengatakan bahwa eksepsi pemohon tidak beralasan menurut hukum, termohon sudah membuktikan menyelenggarakan Pilkada dengan cukup baik dan tidak terdapat bukti pelanggaran secara sistematis, terstruktur, dan masif layaknya yang didalilkan pemohon. “Sehingga mahkamah menilai dalil pemohon tidak beralasan menurut hukum,” kata Anwar Usman. Sementara dalam perkara gugatan yang diajukan pasangan bakal calon Suciazhi-Agus Budiman, Hamdan Zoelva selaku Ketua Majelis Panel juga menyatakan permohonan pemohon tidak dapat diterima. Dalam pertimbangannya Hakim Konstitusi Maria Farida Indrati menyampaikan bahwa mahkamah menilai pemohon tidak memiliki kekuatan hukum untuk mengajukan permohonan. Sebelumnya, pasangan calon Wahyudin Djahidi-lif Faiudin dan pasangan bakal calon Suciazhi-Agus Budiman mengajukan permohonan perkara sengketa Pilkada Kota Serang kepada Mahkamah Konstitusi. Dalam permohonannya, Wahyudin-lif mendalilkan telah terjadi pelanggaran sistematis, terstruktur, dan masif selama pelaksanaan Pilkada Kota Serang oleh KPU Kota Serang selaku termohon. Beberapa pelanggaran tersebut antara lain adanya keterlibatan PNS dan penyelenggara pemerintah Kota Serang, perusakan alat peraga kampanye pemohon oleh salah satu pendukung pasangan calon lain, serta pembiaran terhadap warga Serang yang melakukan pencoblosan lebih dari satu kali bagi pendukung pasangan calon nomor urut 1 Haerul Jaman-Sulhi di berbagai TPS di seluruh kecamatan Kota Serang. Pasangan bakal calon Suciazhi-Agus mempersoalkan ketidaklolosan mereka sebagai pasangan calon peserta Pilkada Kota Serang. Menurut Pemohon, KPU Kota Serang tidak berhak menilai keputusan Partai Indonesia Sejahtera yang telah memberikan dukungan kepada pemohon. Atas dalil tersebut para pemohon meminta MK menyatakan batal Surat Keputusan Penetapan Hasil Rekapitulasi Penghitungan Suara dalam Pilkada Kota Serang Nomor 1056/Kpts/KPU-015.436900/2013 g jo. Berita Acara Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Pilkada Kota Serang, mendiskualifikasi pasangan Haerul Jaman-Sulhi, dan memerintahkan KPU Kota Serang Melaksanakan Pemungutan Suara Ulang. (ant/bali post)

POLHUKAM

Halaman 8

Pembahasan APBD Lotim 2014 Terancam Molor Selong (Suara NTB) Pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2014 Kabupaten Lombok Timur (Lotim) terancam molor. Pasalnya, sampai saat ini pembahasan untuk Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) saja belum mulai dibahas. Biasanya, pembahasan APBD sudah mulai dilakukan dan sudah diketok bulan November mendatang. Demikian diungkapkan Ketua DPRD Lotim Ir. H. Edwin Hadiwijaya, MM, usai dilantik menjadi Ketua DPRD Lotim di Gedung DPRD Lotim, Senin (21/10). Diakuinya, sampai saat ini jajaran eksekutif belum mengajukan dokumen KUA PPAS ke Dewan. Namun, pihaknya membantah, molornya pembahasan KUA-PPAS ini, karena pimpinan Dewan sempat mengalami kekosongan. ‘’Katanya, Pemda menunggu Dana Alokasi Umum (DAU) definitif terlebih dulu. Dana dari pemerintah pusat itu ingin dipastikan keberadaannya. Pada pembahasan tahun-tahun sebelumnya, DAU masih memakai asumsi, sehingga pembahasan APBD bisa jauh lebih

cepat,’’ ujarnya. Keinginan pemerintah Lotim saat ini ingin DAU yang diterima dari pusat itu lebih nyata, ketika sudah masuk pembahasan APBD. Hanya saja konsekuensinya, pembahasan menjadi molor. Setidaknya, tanggal 30 November mendatang, anggaran sudah diketok. Sesuai aturan, sebulan sebelum memasuki tahun anggaran berikutnya APBD sudah disetujui anggota Dewan. Edwin berharap, pemerintah bisa segera menyampaikan usulan. Dimulai pembahasan APBD yang diawali dengan pembahasan KUA PPAS ini bisa terlaksana sesuai jadwal yang telah diatur. “Kan masih ada waktu, kalau

KUA PPAS bisa lebih cepat kita bahas,” ucapnya. Wakil Bupati Lotim, Drs. H. Haerul Warisin, MSi yang dikonfirmasi Suara NTB mengatakan eksekutif siap akan mempercepat penyerahan KUA PPAS dan rancangan APBD tahun 2014 mendatang. “Kita upayakan disegerakanlah ya,” sebutnya. Diakui, salah satu alasan sedikit terlambat karena Pemkab Lotim menunggu informasi dari Pemerintah pusat soal DAU. Tidak dalam bentuk dana langsung namun diharap sudah dapat diketahui gambaran pastinya berapa DAU yang akan diterima Pemkab Lotim. Gambarannya, kesehatan dan pendidikan tetap akan menjadi pos

Polda Sulteng Buru 22 DPO Terkait Terorisme Poso Palu (Suara NTB) – Polda Sulawesi Tengah masih memburu 22 orang yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) terkait kasus terorisme di Poso. “Masih 22 lagi yang kita kejar, termasuk Santoso,” kata Kapolda Sulteng Brigjen Pol Ari Dono Sukmanto saat memberikan paparan soal upaya kepolisian mencegah dan menangani konflik serta terorisme pada Rakor gubernur, bupati, dan wali kota serta seluruh camat se-Sulteng di salah satu hotel di Kota Palu, Senin. Ia mengatakan, gembong terorisme yang paling dicari polisi saat ini masih sembunyi di sekitar Gunung Biru, Kecamatan Poso Pesisir. “Di mana lokasi dia bersembunyi kami belum tahu karena Gunung Biru itu luas sekali,” ujarnya. Polisi, katanya, tidak boleh lengah dalam mengejar kelompok teroris tersebut karena aksi mereka terkait dengan ideologi yang disebarkan Abubakar Baasyir. “Kalau kita lengah, Poso bisa jadi daerah seperti di Suriah,” ujarnya. Ia mengaku bahwa polisi masih kesulitan dalam mengejar para DPO terorisme itu karena berbagai keterbatasan, apalagi masyarakat takut untuk memberikan keterangan kepada petugas. Sementara mengejar para DPO terorisme, Polda Sulteng juga gencar melaksanakan upaya deradikalisasi terorisme di daerah ini dengan menugaskan anggota, terutama bintara pembina kamtibmas untuk aktif bersilaturahmi dengan warga di tempat tugasnya. Untuk mengantisipasi munculnya pelaku-pelaku teror baru kata Ari Dono, pihaknya meminta dukungan pemerintah daerah mulai dari gubernur sampai para camat untuk membina anak-anak dari tersangka teroris yang telah tertangkap dan dihukum atau yang terbunuh dalam operasi. “Beberapa anak dari pelaku teror itu sudah berumur 9 sampai belasan tahun dan mengetahui siapa yang menangkap atau membunuh orang tuanya. Anak-anak seperti ini harus dirangkul dan dibina secara khusus agar tidak tumbuh menjadi orang dewasa yang kemudian terlibat lagi dalam kasus terorisme,” ujarnya. (ant/bali post)

terbesar. Baru menyusul sektor lain termasuk pertanian. Dalam APBD ke depan, Pemkab Lotim sudah melakukan rasionalisasi. Honor-honor Bupati dan wakil Bupati juga mengalami pemangkasan. Berikut bantuan sosial dari

kalangan aspirasi anggota dewan. Disebut ada bansos Rp 50 juta dikalikan 50 anggota dewan, maka harus teralokasi anggaran Rp 2,5 miliar. Dari hitungan tersebut dilihat mana yang dipandang tidak penting akan dipangkas. (rus)

Soal Ancaman Pencabutan Dukungan

Wabup Loteng Enggan Berpolemik

Dipecat, Oknum Polisi Pencuri Uang Wagub Riau Pekanbaru (Suara NTB) Ada kabar dari Riau, AS, oknum polisi yang terganggu jiwa sekaligus pelaku pencurian uang milik Wakil Gubernur Riau, Mambang Mit, segera dipecat dari kesatuan setelah lolos dari jeratan hukum. “AS ini tidak hanya terlibat pencurian uang itu, tapi juga terlibat penganiayaan dan pencurian di lokasi berbeda,” kata Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Riau, AKBP Guntur Tejo, di Pekanbaru, Senin. Dia mengutip keterangan Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Pekanbaru, Komisaris Polisi Arief Satria. Namun dalam perkara pencurian uang di rumah Mit, polisi tidak melanjutkannya karena korban telah mencabut laporan saat pelaku melalui keluarganya telah menyerahkan kembali uang yang dicurinya itu. Sudahlah mencuri, oknum polisi itu juga kemudian diketahui pecandu narkoba. AS yang tidak diungkap pangkat dan posisinya, terdaftar di Polres Indragiri Hilir. “Kasusnya sempat kami proses. Namun hasil uji kejiwaan di Rumah Sakit Jiwa Riau di Pekanbaru, tersangka ternyata mengalami gangguan jiwa akut,” katanya. Walau demikian, kata dia, berkas perkara AS tetap dilengkapi dan kemudian dilimpahkan ke kejaksaan negeri setempat. Akan tetapi, Kejaksaan Negeri Pekanbaru mengembalikan berkas perkara AS itu dan tidak melanjutkan dengan alasan AS terganggu jiwanya. “Memang demikian, orang yang gila tidak bisa diproses secara hukum,” kata Tejo. Sungguhpun dinyatakan gila, ternyata AS masih berdinas sebagai polisi aktif. Tejo sendiri heran, kenapa AS masih bisa dinyatakan laik dinas. (ant/bali post)

DILANTIK - Edwin Hadiwijaya dilantik menjadi Ketua DPRD Lotim bersama dua Wakil Ketua DPRD Lotim lainnya, Hj. Masruri Aeni dan Nurdin di Gedung DPRD Lotim, Senin (21/10)

(Suara NTB/ars)

BARANG BUKTI - Kasubag Humas Polres Mataram AKP Arief Yuswanto menunjukkan kepada wartawan barang bukti sabu sabu dan ekstasi yang disita dari tangan tersangka MU.

Residivis Ditangkap Edarkan Sabu dan Ekstasi Mataram (Suara NTB) Satuan Narkoba Polres Mataram berhasil menangkap pengedar sabu dan ekstasi Minggu (20/10). Tersangka berinisial MU (39), ditangkap di kediamannya Jalan Kali Brantas, Karang Sukun, Mataram sekitar Pukul 15.00 Wita. Dari penangkapan tersebut, polisi berhasil menyita barang bukti berupa enam poket sabu siap edar beserta empat butir pil ekstasi. Kasubag Humas Polres Mataram AKP Arief Yuswan-

to Senin (21/10) menjelaskan, penangkapan itu berdasarkan hasil giat rutin yang dilakukan Polres Mataram. Dari identifikasi lapangan, menemukan keterlibatan MU dalam jaringan narkoba jenis sabu dan ekstasi. Ia menjelaskan tersangka MU merupakan resdivis narkoba, karena sebelumnya tersangka pernah ditahan selama 11 bulan dalam kasus yang sama. Ia menerangkan, dalam kasus ini tersangka MU dijerat pasal berlapis, pasal pasal 112

Diperbolehkan, Pemasangan Alat Peraga di Kendaraan Umum Mataram (Suara NTB) Berbagai media dimanfaatkan oleh para peserta Pemilu 2014 untuk mensosialisasikan diri ataupun berkampanye. Tidak hanya memasang alat peraga kampanye di ruas-ruas jalan strategis, kendaraan umum atau transportasi publik pun digunakan untuk memasang alat peraga kampanye. Terkait hal ini, Anggota KPU NTB Divisi Hukum dan Pengawasan, H. Ilyas Sarbini, SH.,MH mengatakan pemasangan alat peraga kampanye di kendaraan umum diperbolehkan aturan. Dengan syarat kendaraan umum tersebut bukan milik BUMN atau BUMD. “Tapi yang tegas dilarang dalam PKPU Nomor 15 Tahun 2013 itu adalah kendaraan milik BUMN atau BUMD. Kalau milik pribadi tergantung dari yang punya apakah mengizinkan atau tidak,” terangnya ditemui di ruang kerjanya, Senin (21/10). Dalam PKPU Nomor 15 Tahun 2013 mengenai aturan kampanye atau pemasangan alat peraga tambahnya memang tidak secara eksplisit menyebutkan aturan pemasangan alat peraga di kendaraan umum, namun disebutkan secara jelas bahwa apapun fasilitas BUMN dan BUMD dilarang untuk digunakan sebagai sarana pemasangan alat peraga kampanye. Disamping pelarangan di fasilitas umum, sarana pendidikan dan kesehatan. Ilyas juga mengatakan pe-

masangan alat peraga di rumah pribadi juga tidak dilarang. Namun disyaratkan penempatannya di sekitar halaman rumah. Tidak sampai ke luar halaman rumah yang bersangkutan. “Kalau di luar halaman tidak boleh. Di dalamnya silahkan, tidak dilarang,” cetusnya. Yang dilarang adalah bentuk alat peraga. Jika baliho dipasang di rumah, itu tak diperbolehkan. Karena calon tidak boleh memasang baliho. “Tapi kalau spanduk silahkan,” sambungnya. Sementara itu terkait efektifitas penerapan PKPU tersebut, disebutkan beberapa KPU Kabupaten/Kota telah melakukan penertiban terhadap pemasangan alat peraga yang tidak sesuai dengan peraturan. “Penertiban itu tidak bisa secara langsung dan serentak kita lakukan. Tapi kita lakukan secara bertahap. Kenapa bertahap karena memang kita senantiasa berharap parpol dan calon itu sendiri yang melakukan (penertiban),” terangnya. KPU melakukan penertiban karena parpol maupun calon legislatif maupun DPD terlambat melakukan himbauan KPU untuk menertibkan sendiri. “Kota Bima sudah melakukan walaupun dinilai terlambat oleh Panwas. Kota Mataram akan melakukan penertiban pada hari ini (kemarin). Sehingga secara umum PKPU ini sudah dilaksanakan. Kalaupun masih ada, ini akan dilakukan secara bertahap,” pungkasnya. (yan)

ayat 1 pasal 114 ayat 1 dan pasal 127 ayat 1 UUD No. 35 tahun 2009 tentang kepemilikan dan penggedar narkoba, dengan ancaman hukuman pidana empat tahun kurungan penjara. Sampai saat ini, tersangka MU telah ditahan di Polres Mataram untuk dilakukan pemeriksaan yang lebih mendalam terkait adanya jaringan lain yang terlibat dalam kasus tersebut. Pengakuan tersangka, dirinya pemakai, sekaligus membantah bahwa barang haram tersebut akan diedarkan. (ars)

Praya (Suara NTB) Ancaman dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan yang bakal mencabut dukungan politiknya terhadap pasangan Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) Lombok Tengah (Loteng) saat ini, ditanggapi dingin Wabup Loteng, Drs. H.L. Normal Suzana. Orang nomor dua di Bumi Tatas Tuhu Trasna inipun mengaku enggan berpolemik dan lebih memilih untuk tidak berkomentar banyak, terkait persoalan tersebut. “Untuk persoalan itu saya tidak mau komentar,” ungkap saat dikonfirmasi Suara NTB, usai memberikan pengarahan kepada para peserta Prajabatan lingkup Pemkab Loteng, di Balai Latihan Karya (BLK), Senin (21/10). Ia pun tetap memilih bungkam saat terus didesak sejumlah pertanyakan prihal ancaman dari PDI Perjuangan tersebut dan mengarahkan ke Bupati Loteng. “Silahkan ke bapak Bupati saja ya…,” jawabnya sambil berlalu. Dikonfirmasi terpisah, Wakil Ketua DPRD Loteng, Drs. H. Fahrurrozi, yang dimintai tanggapan terkait persoalan yang sama, mengaku kalau ancaman pencabutan dari PDI Perjuangan tersebut lebih sebatas penyataan politik saja. Lagi pula, kalaupun dukungan dicabut tidak akan berpengaruh pada status Bupati dan Wabup Loteng saat ini.

Meski demikian, apapun keputusan yang diambil PDI Perjuangan tetap harus dihormati semua pihak, karena menjadi hak politik dari partai bersangkutan. Tanpa bisa diintervensi oleh pihak manapun. Disinggung kinerja pasangan Suhaili-Normal sejauh ini, politisi asal PBB ini mengaku sudah cukup baik. Kalaupun kemudian masih ada kekurangan, itu hal yang wajar. Mengingat masih banyak program yang belum selesai dan bisa dilaksanakan. “Kalau bicara kinerja, sejauh ini sudah cukup baik. Hanya memang harus terus dimaksimalkan,” tandasnya. Lagi pula, untuk bisa memuaskan semua pihaknya tidak mungkin. Pasti ada saja pihak-pihak yang kecewa atau belum puas atas kinerja pemerintahan saat ini. Walaupun kemudian pemerintah daerah telah berupaya maksimal memajukan pembangunan dan daerah. “Masalah puas tidak puas itu sangat relatif dan tidak bisa kita ukur secara pasti. Karena pasti ada yang puas dan ada juga yang belum puas,” tambahnya. Tinggal sekarang bagaimana kemudian, semua elemen masyarkat bisa memandang proses pembangunan yang kini tengah dijalankan secara positif. Tidak hanya memandang dari sisi negatifnya saja. (kir)

Dua Hari, Empat Tersangka Curanmor Ditangkap Mataram (Suara NTB) Dalam dua hari, Sabtu (19/10) lalu dan Minggu (20/10) lalu, tim Opsnal Polres Mataram berhasil mengamankan sedikitnya empat tersangka curanmor dari berbagai lokasi. Penangkapan ini tidak lepas dari keresahan masyarakat banyaknya kejadian curanmor. Penangkapan terbaru Minggu Pukul 22.00 Wita lalu. Dua tersangka asal Lingkungan Perigi Kelurahan Dasan Agung berinisial AJ (35) dan MJ (30). Mereka ditangkap di rumah masing masing. “Berdasarkan hasil penyelidikan, mereka diduga mencuri Yamaha Jupiter Z DR 5213 BF. Motor itu sebelumnya hilang sabtu 19 oktober pukul 13.30 Wita,” kata Kasubag Humas Polres Mataram AKP Arief Yuswanto. Sementara Sabtu lalu, tim Opsnal juga menangkap dua pemuda asal Lingsar Pukul 21.30 wita. Tersangka yang sudah diamankan itu, Ram (18) asal Desa Langko Linsgsar, dan Kam (17) asal desa yang sama. Kedua pemuda ini mencuri sepeda motor Jupier Z DR 3356 SA di Desa Dasan Longseran. “Modus yang dijalankan, dengan cara merusak kunci kontak menggunakan kunci T,” kata Arief. Dari dua kejadian itu, pihaknya kini mengembangkan kearah pelaku lainnya. (ars)

(Suara NTB/ars)

BARANG BUKTI - AJ (35) dan MJ (30), asal Kelurahan Dasan Agung menunjukkan barang bukti sepeda motor hasil curian di Mapolres Mataram.


SUARA NTB Selasa, 22 Oktober 2013

BUDAYA DAN HIBURAN

Halaman 9

Jelang Malam Grand Final

Angeline Loiusa Haryoso

Sepuluh Besar ”Ucapeci” Dikarantina Mataram ( Suara NTB ) – Sepuluh Finalis Udin Sedunia Cari Penyanyi Cilik (Ucapeci), mengikuti pemusatan latihan di Kantor DPD KNPI NTB. Dalam latihan tersebut, tampak kecerian setiap peserta mengikuti latihan koreografi, olah vokal dan modeling. Karantina yang diagendakan berjalan selama lima hari, langsung dinahkodai oleh Udin Sedunia dan Weka. Udin yang ditemui koran ini, Minggu (20/ 10) menjelaskan, latihan tersebut merupa-

Ikuti Les Vokal ANGELINE Loiusa Haryoso, bocah dengan segudang talenta yang tertanam dalam dirinya. Mungkin saja, hal tersebut tidak dimiliki orang anak seusianya. Mengawali keinginannya sebagai penyanyi dan penari, gadis kelahiran 8 November 2004 silam ini, terlihat sangat apik menunjukkan kemampuan berolah vocal di hadapan orangtua dan pelatihanya. Ditemui usai melakukan pemusatan latihan Ucapeci, Minggu (20/10), Angeline mengaku sejak usia empat tahun telah belajar menari dan bernyanyi. Bakatnya tersebut terus diasah dan dikembangkan dengan mengikuti les vocal Jepana Vokalista. Alhasil dengan kualitas suaranya yang unik, mengantarkannya sebagai sepuluh besar finalis Udin sedunia Mencari Penyanyi Cilik. “ Saya dari usia empat tahun suka nyanyi,” tuturnya polos. Putri dari pasangan Anatasia dan Herman ini mengaku beberapa kali telah menyabet juara. Baik dibidang modeling yang diselenggarakan di sekolahnya dan mendapat juara Internasional dancer. Prestasi yang didapatkan, katanya tidak terlepas dari dukungan orangtua. Sehingga dengan presetasi tersebut. Ia ingin memberikan kebanggaan kepada orangtuanya.. “ Papa sama mama selalu dukung Angel,” sebutnya. Tidak hanya pintar modeling, nyanyi dan nari. Angel sapaan akrabnya juga hobi memasak. Katanya, diberbagai kesempatan, ia membantu mamanya memasak di dapur. Ditanya mengenai cara membagi waktu sekolah dan hobinya, ia sama sekali tidak pernah meninggalkan kewajibanya sebagai siswa di SD Budi Luhur. Menurutnya menuntut ilmu juga penting, untuk masa depan. Disamping mengembangkan bakatnya sebagai entertain cilik. ( cem )

kan agenda persiapan untuk malam grand final Ucapeci yang diselenggarakan Malam Minggu, (27/10 ) mendatang. Katanya, pada malam grand final, setiap peserta akan membawakan satu lagu daerah dan indonesia yang telah diciptakan oleh Udin sedunia. “Malam grandfinal besok, setiap peserta bawakan lagu ciptaan saya sendiri,” tutur Udin dengan gaya khasnya. Melihat antusiasme peserta yang umumnya anak-anak, dirinya yakin akan lahir seniman baru yang mampu masuk di dunia industri entertain. Kegiatan tersebut lanjutnya, tidak terlepas dari dukungan DPD KNPI NTB dan Yuvathien Advertising yang telah mendukung kegiatan

tersebut. Disisi lain, ada harapannya pemerintah memberikan dukungan kepada generasi yang ingin menyalurkan potensinya. Karena menurut Udin, melihat talenta anakanak yang ikut audisi hingga grand final, sangat berpotensi “Saya sudah ke Dikpora dan Budpar, tapi gak ada respon,” keluhnya. Sementara itu, Vera ibunda dari Audrey Natasha Prabowo, salah satu peserta sepuluh besar Ucapeci mengungkapkan, dirinya merasa bangga melihat anaknya dalam kegiatan Ucapeci tersebut. Audrey dapat menyalurkan bakatnya. “Bangga lah, lihat Audrey bisa masuk sepuluh besar,” ujarnya sumringah. Katanya dengan kegiatan

(Suara NTB/cem)

FOTO BERSAMA - Sepuluh Besar ‘Ucapeci’ bersama pelatih Udin Sedunia dan Weka, foto bersama usai Mengikuti Latihan di DPD KNPI NTB. tersebut, anak-anak dapat dilatih kedisiplinan dan fokus

untuk mengasah kemampuannya. (cem)

Bupati Lobar Tegur Investor yang Tak Serius Mataram (Suara NTB) Warning tidak hanya disampaikan Pemkab Lotim dalam urusan investasi di bidang pariwisata. Investor yang ‘ogah- ogahan’ di Kabupaten Lombok Barat pun ditegur, dengan harapan mereka serius menggarap aset wisata yang sudah dikantongi izinnya. Ungkapan itu disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat, I Gede Renjana, terkait banyaknya perusahaan yang mengajukan izin investasi. Dimana, sebagian sudah menyatakan kesanggupan ditunjukkan dengan upaya pengurusan administrasi, namun tidak sedikit pula yang kurang serius. “Ada juga investor yang sudah mendapatkan izin di kawasan wisata justru tak serius mengembangkan kawasan itu. Bupati pun, mengambil langkah tegas dengan menegur

para investor itu,” kata Gede Renjana kepada Suara NTB beberapa waktu lalu. Tidak sedikit investor yang tak serius mengembangkan kawasan di Lobar. Beberapa dicontohnya, investor Bangko - Bangko. Empat investor yang telah memegang izin pengembangan kawasan itu justru macet, sehingga lahannya diterlantarkan. “Keempat investor ini pun telah diberi peringatan keras oleh Bupati. Pak Bupati memberi batas waktu bagi keempat investor untuk melakukan ak-

tivitas di daerah tersebut,” ungkapnya. Para investor yang menelantarkan lahannya, kalau tidak beraktivitas sampai batas waktu ditentukan izin mereka akan ditinjau kembali. Hal ini katanya upaya Pemda tidak memeberi toleransi bagi investor nakal. Padahal Pemda sendiri sudah memberi ruang masuknya investasi. Aawal-awal dikatakannya, banyak yang berminat, namun ditengah jalan dari banyak investor yang masuk hanya sebagian saja

yang serius mengurus izin saja namun selanjutnya tidak bekerja serius. Selain menggenjot keseriusan perusahaan investasi bidang wisata, Renjana menjelaskan, ada juga yang sudah terlihat progressnya. Investasi yang paling menonjol peningkatannya adalah perhotelan. Ini ditunjukkan oleh investor Tweenty One yang membangun Teluk Mekaki. Investor ini jelasnya sangat serius, terbukti setelah ground breaking mereka mulai aktivitas. “Artinya tidak berhenti pada peletakan batu pertama saja,” sebutnya. Seperti investor kebanyakan lainnya. Tidak saja di

Mekaki, Gili Nanggu juga dilirik invevstor dari Abu Dhabi. Bahkan, lampu hijau pembangunan dikawasan ini telah dilakukan pendekatan dengan pemilik Hak Guna Bangunan (HGB). Dikawasan ini akan dibangun hotel berbintang lima. Paling tidak titik temu akan disepekati akhir tahun ini. Sekaligus ada MoU antara investor dengan Pemda. (Her)

Milyuner Australia akan Buat ”Titanic II” Sidney Juragan bisnis tambang Australia yang juga pecinta taman dinosarus dan politikus, Clive Palmer, berencana membuat film “Titanic” versinya sendiri. Palmer bahkan akan membuat Titanic II —reflika kapal mewah yang karam lebih dari seabad silam— yang akan menyeberangi Atlantik untuk pertama kalinya pada 2016. “Karena minat besar dunia pada @titanic_ii saya telah mendaftarkan ‘Palmer Pictures’. Menantikan pembuatan film mengenai pelayaran perdana #titanic,” tulisnya dalam akun Twitter-nya. “@titanic_ii, kapal di mana impian terwujud.” Palmer yang baru saja memenangkan satu kursi parlemen September lalu berkata kepada kantor berita AAP bahwa film itu akan dibuat di kapalnya. “Film ini akan menjadi sebuah kisah cinta,” kata dia. “Kami punya aktor dari Hollywood, China dan Eropa yang ingin membintanginya.” Palmer sesumbar bahwa “Titanic” versinya itu akan amat berbeda dari versi yang dibuat James Cameron pada 1997 yang mencetak hit global dan dibintangi Leonardo DiCaprio dan Kate Winslet. Palmer sendiri akan muncul dalam film ini. Titanic II garapan Palmer ini akan menampilkan modifikasi modern dengan tetap selaras mungkin dengan aslinya yang karam karena menabrak gunung es pada 1912. Palmer mengatakan konstruksi kapal akan mulai dibangun Maret tahun depan di China. Kapal asli Titanic yang dibuat di Belfast, tenggelam dalam pelayaran perdananya dari Southampton di Inggris menuju New York, menewaskan lebih dari 1.500 dan awak. Palmer juga berencana membangun taman robot dinasurus terbesar di dunia di Coolum Resort miliknya di Gold Coast, Australia, demikian AFP. (ant/Bali Post)

( Suara NTB/her)

TUNGGU INVESTOR - Pemandangan eksotik di Pantai Gili Nanggu Sekotong, salah satu aset wisata di Kabupaten Lombok Barat yang menunggu digarap serius oleh investor.

Superman Is Dead

Album Kritik Pemerintah Jakarta (Suara NTB) Band punk rock asal Bali, Superman Is Dead (SID) baru meluncurkan album terbaru bertajuk Sunset Di Tanah Anarki. Menurut mereka, album tersebut dipersembahkan untuk pemerintah, tulis okezone.com. “Kalau ibarat hadiah, album ini salah satunya untuk penguasa. Karena secara implisit kita bercerita tentang penindasan. Kita berharap, lagu kita didengar penguasa supaya mereka tahu,” kata Jer-

inx, salah satu personel SID, saat konferensi pers di kantor Sony Music, Jakarta, Senin (21/ 10/2013). SID memang menyuarakan fenomena sosial dalam album barunya itu. Menurut mereka, masih banyak rakyat tertindas di negara yang penuh dengan kekayaan alam ini. “Indonesia negara yang sangat kaya, tetapi masih banyak rakyat kita yang tertindas. Hal ini yang ingin kita sampaikan,” ungkapnya. Dalam Sunset Di Tanah

Anarki, SID menyuguhkan 17 lagu. Musik mereka pun cukup bervariasi, mulai dari yang bertempo slow ballad, sampai full speed, dan distorsi. Beberapa lagu tersebut, antara lain, “The Opening”, “Bulan Dan Ksatria”, “Kita Adalah Belati”, “Turning Back Time”, “Bulletproof Heart”, “Water Not War”, “Kita Luka Hari Ini Mereka Luka Selamanya”, “Sunset Di Tanah Anarki”, “Running”, “Belati Tuhan”, dan lainnya. (berbagai sumber)

(Ant/Balipost)

ALBUM BARU - Grup band punk rock asal Bali, Superman Is Dead foto bersama pada peluncuran album terbaru mereka bertajuk “Sunset di Tanah Anarki” di Jakarta, Senin, (21/10).

Wayang Kulit Sasak

Masih Digandrungi, Tapi Krisis Regenerasi Bersaing dengan tayangan hiburan di televisi hingga pentas musik, pagelaran wayang kulit tetap eksis dan masih menjadi salah satu tontonan yang menarik bagi masyarakat di Pulau Lombok. Seni tradisional ini masih diminati masyarakat, terutama di daerah pedesaan. Sayangnya, keberlanjutan kesenian wayang terancam akibat minimnya regenerasi dalang.

(Suara NTB/her)

DALANG - Lalu Nasib ketika pementasan wayang kulit di salah satu desa di Lombok.

HAL ini diakui maestro wayang Sasak, H.Lalu Nasib. Menurutnya, para pihak yang tidak mendukung proses regenerasi, membuat sulit menemukan bibit-bibit dalang. Karena wayang sebagai aktor, maka sutradaranya adalah dalang. “Saya khawatir 10 atau 20 tahun lagi, wayang kulit Sasak ini akan punah,” kata Lalu Nasib. Nenurutnya regenerasi wayang ini sangat penting untuk menjaga kelestarian kesenian

ini. Terutama di tingkat anakanak. Mau tidak mau, sebagai tanggungjawab seorang dalang wayang kulit, ia pun harus perduli dalam rangka regenerasi ini. Lalu Nasip pun memulainya dari lingkungan keluarga. Dikalangan keleuarganya sendiri, saat ini sedang membina cucunya yang terlihat memiliki bakat sebagai dalang. Nama Lalu Nasib sangat dikenal di pulau Lombok, dan NTB pada umumnya. Mulai dari pedesaan di pelosok Kabu-

paten di Lombok, hingga di Kota Mataram, Lalu Nasip bukan nama yang asing bagi masyarakat termasuk sopir taksi dan pengojek. Saat ini ia tinggal di Dusun Perigi, Desa Gerung Selatan, Kecamatan Gerung, Lombok Barat. Menurut Nasib, wayang kulit Sasak Lombok menjadi satu dari tiga kesenian wayang kulit di Indonesia, selain wayang kulit Jawa dan Bali. Kisah utama atau pakem yang dipentaskan dalam wayang kulit Sasak ialah “Srat Menak”, saduran dari hikayat Amir Hamzah cerita dari negeri Persia yang diterjemahkan dalam bahasa Jawa Kawi oleh Yosodipuro II di zaman Kerajaan Mataram Islam. Kisahnya seputar perjalanan Nabi Muhammad SAW menyiarkan agama Islam pada masanya dahulu.

Di Jawa, kisah Srat Menak sudah jarang dipentaskan, yang sering adalah Ramayana dan Mahabarata. Sementara di Bali, hanya Ramayana dan Mahabarata yang selalu dipentaskan.Latar belakang keberadaan wayang kulit di Jawa, Bali dan Lombok pun berbeda. Menurut Nasib, wayang kulit Jawa berawal dari ide hiburan untuk para raja, dan di Bali, wayang awalnya digelar untuk sejumlah upacara ritual dan sakral. Sedangkan di Lombok, wayang pertama kali ada sebagai media dakwah Islam. Sepengetahuan Lalu Nasib, kesenian wayang kulit masuk ke Lombok pada abad 17-18 silam. Awalnya dibawa oleh murid Sunan Kali Jaga sebagai media dakwah Islam di pulau Lombok bagian Utara. L.Nasib mulai tertarik den-

gan wayang sejak kecil. Saat kelas 5 Sekolah Rakyat (SR) di Lombok Barat tahun 1957, ia mulai mendalang kecilkecilan bersama teman sebaya. Setelah lulus sekolah, tahun 1969 Lalu Nasib kembali menekuni wayang kulit. Bersama teman-teman sekampungnya yang punya hobby sama, Nasip pun mulai berani pentas. Selain sebagai dalang pertama di Lombok yang menggagas gubahan bahasa wayang dari bahasa Jawa Kawi ke bahasa Sasak Lombok dan Indonesia, Lalu Nasib juga mendapat tempat di hati masyarakat karena humorhumor khasnya lewat tokohtokoh lucu dalam wayang. “Tapi Sekarang (saya) tidak sekuat dulu, jadi saya batasi hanya tiga kali pentas dalam seminggu,” pungkasnya. (Her)


SUARA NTB Selasa, 22 Oktober 2013

PENDIDIKAN

Halaman 10

Tidak Merokok di Lingkungan Sekolah

Juara Taekwondo Internasional MESKI tampak seperti bocah seusianya yang masih senang bermain, tidak demikian dengan Aura Marsya Arindi. Siswi kelas 3 SDN 41 Mataram ini justru berhasil meraih prestasi di cabang olahraga (cabor) taekwondo dengan meraih emas pada Open Tournament Taekwondo terbuka di Yogyakarta, 15 Oktober lalu. Memperoleh emas dalam pertandingan taekwondo (kyorugi) bukanlah kali pertama, Marsya bahkan telah tercatat memperoleh emas dalam kejuaraan seni taekwondo (pomse) di Praya Lombok (Suara NTB/nia) Tengah belum lama ini. Marsya Aura Marsya Arindi berhasil meraih emas. Melalui latihan rutin yang dijalaninya, Medali emas di kejuaraan nasional Taekwondo di Solo, Jawa Tengah beberapa waktu lalu pun berhasil diraih. Selain itu, berbagai kejuaraan baik di tingkat kejuaraan daerah (Kejurda) maupun kejuaraan nasional (kejurnas) pernah diraih. Medali pertama didapatkannya dari kejurnas DKI Jakarta, tahun 2012 lalu. Medali emas pertama diraih dari Kejurda NTB 2012. Selanjutnya ia meraih perak di Bali Open Tournament 2013 dan medali emas di Kejurda NTB 2013 . Berkenalan dengan dunia taekwondo sejak duduk di bangku TK, tak lepas dari dukungan serta peran serta kedua orang tuanya. Ayah Marsya yang juga merupakan atlet PON Suhartono Toemiran mendorong kedua anaknya ikut berkecimpung di dunia taekwondo. Berbagai latihan pun ia lakoni, mulai dari rutin mengikuti latihan selama 3 kali seminggu hingga latihan setiap hari ketika menjelang turnamen berlangsung. Berbekal latihan rutin dan kemampuannya di bidang tekwondo, Marsya berhasil menjadi juara di berbagai pertandingan. Marsya pun ingin memperdalam ilmunya di bidang taekwondo dan menjadi atlet kebanggaan Indonesia. (nia)

Mahasiswa IAIN Tuntut Perbaikan Fasilitas Kampus Mataram (Suara NTB) Puluhan mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Mataram yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli IAIN Mataram, Senin (21/10) pagi menggelar aksi di depan kampus I (satu) IAIN Mataram Jalan Pendidikan Nomor 36 Mataram. Mereka menuntut perbaikan berbagai fasilitas kampus dan pelayanan maksimal kepada seluruh civitas akademika IAIN Mataram. Koordinator Lapangan Khairul Fahri, mengungkapkan, perbaikan model praktikum di IAIN Mataram dinilainya selama ini tidak efektif dan terkesan hanya sebagai program proyek kampus. Pasalnya, mahasiswa di setiap semesternya diwajibkan membayar uang sebesar Rp 200.000 untuk praktikum. Mahasiswa menilai uang tersebut dinilai terlalu besar dan pelaksanaannya tidak efektif. Mereka menuntut menuntut alih fungsi Rumah Susun Mahasiswa (Rusunawa) atau Ma’had ‘Ali di Kampus II Jempong yang terkesan hanya sebagai home stay semata bagi pihak-pihak tertentu. Padahal pembangunan rusunawa diperuntukkan bagi mahasiswa. Namun sampai dengan sekarang, rusunawa tersebut belum juga dipergunakan sebagaimana mestinya. Tidak hanya itu, mereka juga mengkritik proses rekrutmen mahasiswa yang akan melakukan studi banding ke Malaysia Student Camp yang dinilainya sangat tertutup, minim publikasi dan tidak bisa diakses oleh publik. Tidak hanya itu, proses rekrutmen yang singkat membuat banyak mahasiswa tidak bisa mengikuti proses seleksi secara menyeluruh. “Kampus putih tidak boleh dijadikan sebagai lahan bisnis,” ujarnya. Menanggapi hal ini, Rektor IAIN Mataram, Dr. H. Nashuddin, M.Pd, membantah apa yang dituduhkan mahasiswa. Dirinya menilai, mahasiswa tidak sepenuhnya memahami proses pelaksanaan berbagai bentuk pembangunan di kampus. Seperti soal pembangunan yang mereka nilai tidak transparan dan tidak dipublikasi. Menurutnya, pembangunan di samping Aula IAIN Mataram anggarannya hanya Rp 200 juta, sehingga tidak perlu dilakukan tender. “Pembangunan ini tidak main-main apa yang mau ditransparansikan proses pembangunannya, kita nggak mau masuk penjara, karena sudah ada buktinya,” ujarnya. Mengenai kebijakan praktikum, Nashuddin mengaku itu merupakan kebijakan fakultas yang bersangkutan. Dosen mata pelajaran tertentu yang ingin mengadakan praktikum diserahkan ke mereka sesuai dengan kebutuhan mahasiswa dan tidak menjadi tanggung jawab rektor. Pihaknya juga menjanjikan segera melakukan perbaikan terhadap sejumlah fasilitas umum yang tidak berfunsgi, seperti kamar kecil di kampus. Apalagi anggarannya sudah ada dan tinggal dipergunakan. Mengenai penggunaan rusunawa, Rektor mengaku, belum ada serah terima wewenang dari Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) kepada IAIN Mataram. “Karena itu merupakan bangunan sumbangan Kemenpera, jadi kita tunggu proses serah terima dari Kemenpera,” tandasnya. Dalam aksi yang berlangsung dari pagi hingga siang tersebut, massa sempat menyegel Sekretariat IDB yang juga sebagai tempat dilakukannya proses seleksi terhadap mahasiswa yang akan melakukan studi banding ke Malaysia. (dys)

Buta Aksara di NTB Masih Tersisa 35.890 Orang Mataram (Suara NTB) Data dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB menyebutkan jumlah masyarakat yang masih buta aksara di daerah ini sampai dengan tahun 2013 sebanyak 35.890 orang. Angka ini jauh menurun jika dibandingkan dengan jumlah angka buta aksara pada tahun 2009 yang mencapai 417.277 orang. Sekretaris Bappeda NTB, Husni Thamrin pada rapat evaluasi APBD NTB 2013 di kantor Gubernur NTB, belum lama ini, mengatakan dari 35.890 orang masyarakat yang masih buta aksara tersebut tinggal di dua kabupaten di NTB, yakni Lombok Tengah (Loteng) dan Lombok Timur (Lotim). Untuk itu, Pempov menargetkan sisa masyarakat yang buta aksara di dua kabupaten tersebut bisa dituntaskan atau mencapai angka nol tahun 2013 ini. Pasalnya sesuai dengan RPJMD NTB 2009-2013, Pemprov menargetkan angka buta aksara di daerah ini menuju nol bisa terealisasi. Sebelum memulai program ini, Pemprov NTB terlebih dahulu melakukan pendataan tahun 2009, sehingga diperoleh data by name dan by address warga yang masih buta aksara. Bahkan, juga disertai foto yang bersangkutan. Ditargetkan, 2010/2011 angka melek huruf bisa menembus angka 92,10 persen, tahun 2011/2012 ditargetkan 96,70 persen, dan tahun 2012/2013 ditargetkan 100 persen. Jumlah masyarakat yang buta aksara tahun 2009 mencapai 417.277 orang, jumlah warga yang telah dibelajarkan hanya 108.901 orang. Pada tahun berikutnya, Pemprov membelajarkan 83.558 orang, sementara tahun 2011 dibelajarkan 163.008 orang. Selain itu Husni juga menyebutkan Angka Drop Out menuju Nol (Adono) juga menurun. Ia mengatakan angka drop out atau putus sekolah SD-SMP rata-rata bisa ditekan ratarata 1 persen per tahun. ‘’Misalnya, angka putus sekolah untuk tingkatan SD tahun 2009 sebesar 1,09 persen turun menjadi 0,35 persen tahun 2013. Kemudian untuk tingkat SMP sebesar 1,83 persen tahun 2009 turun menjadi 0,58 persen tahun 2013,’’ klaimnya. (nas)

Tenaga Pendidik Harus Berikan Contoh yang Baik Mataram (Suara NTB) Banyaknya siswa yang merokok saat belajar atau jam istirahat sekolah merupakah salah satu dampak pergaulan di tengah masyarakat. Bahkan, banyak di antara mereka yang mengikuti gurunya merokok di lingkungan sekolah. Untuk itu, tenaga pendidik atau aparatur pendidikan di sekolah harus memberikan contoh yang baik kepada siswa dengan tidak merokok di lingkungan sekolah. Adanya tenaga pendidik yang merokok di lingkungan sekolah, menurut Sekretaris Tim Penilai Lomba Sekolah Sehat Tingkat Provinsi NTB H, Suhaimi, SH, menjadi bahan penilaian penting bagi tim penilai dalam menentukan juara.

Suhaimi yang juga Kepala Biro Administrasi Kesejahteraan Rakyat Setda NTB ini, mengungkapkan, mulai Senin (21/ 10) ini, Tim Penilai Lomba Sekolah Sehat melakukan penilaian di sekolah yang menjadi pemenang di Kabupaten Bima.

‘’Untuk itu, adanya Lomba Sekolah Sehat ini menjadi sangat strategis dalam memberikan penyadaran pada guru dan siswa untuk tidak merokok di lingkungan sekolah,’’ ungkapnya. Selain itu, lanjutnya, Lomba Sekolah Sehat merupakan keg-

iatan yang cukup baik dalam memberikan bimbingan dan pengetahuan kepada anak didik yang mulai dari dasar. Di mana, dalam Lomba Sekolah Sehat ditekankan mengenai kebersihan di ruangan kelas dan lingkungan sekitarnya. ‘’Apakah ventilasinya bagus, penggunaan kamar mandi dan wc untuk berapa orang. Termasuk, satu ruangan diisi berapa siswa,’’ terangnya, seraya menambahkan, jika sudah mulai dari sekolah, siswa bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Setelah melakukan penilaian ke seluruh pemenang Lomba Sekolah Sehat tingkat kabupaten/kota, lanjutnya, pihaknya akan menentukan sekolah yang pantas mewakili NTB di tingkat nasional. Tim-tim penilai yang terdiri dari Kementerian Agama, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Dinas Kesehatan dan Bappeda akan menentukan yang terbaik. ‘’Penilaian harus dilakukan secara objektif oleh tim penilai, karena pemenang tersebut mewakili NTB di tingkat nasional,’’ tandasnya. (ham)

Jadi Pintu Gerbang Pariwisata

SMPN 4 Mataram Percantik Diri

(Suara NTB/nas)

AKSI - Aksi KAMMI yang menuntut pemerintah daerah memperhatikan kondisi TKI asal NTB di luar negeri di depan Kantor Gubernur NTB, Senin (21/10).

Mahasiswa Soroti Lemahnya Perlindungan TKI Mataram (Suara NTB) Belasan mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiwa Muslim Indonesia (KAMMI) NTB menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Gubernur NTB, Senin (21/10) siang. Mereka meminta dan mendesak pemerintah daerah untuk memperketat pengawasan dan perlindungan terhadap TKI. Sebagai salah satu daerah pengirim TKI terbesar di Indonesia, pemerintah daerah diminta memiliki rencana strategis yang jelas terkait dengan hal tersebut. Koordinator Aksi, Ahmad Dahlan dalam orasinya, mengungkapkan, persoalan TKI yang terjadi seperti kasus penembakan, TKI ilegal, pelecehan TKI di luar negeri dan lainlain terletak pada lemahnya pengawasan dan perlindungan. Menurutnya, pemerintah daerah perlu memperketat pengawasan TKI sebelum diberangkatkan ke negara tujuan. “Karena kasus beberapa TKI yang kita evaluasi selama ini di NTB, masalahnya kompleks. Ada yang kurang skill

dan TKI ilegal. TKI ilegal ini pengawasannya kurang, kok bisa mereka sampai ke luar negeri,” tanyanya. Ia menuding, pemerintah daerah tidak tegas dalam pengawasan dan pemberian perlindungan. Semestinya, sejak perekrutan calon TKI oleh Perusahaan Pengerah Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) benar-benar diawasi secara ketat. Selain itu, TKI yang diberangkatkan hendaknya sudah memiliki keahlian yang dibutuhkan oleh negara tujuan. Ia melihat, TKI selama ini hanya dieksploitasi untuk menambah pemasukan negara dalam bentuk remitansi yang dikirim oleh TKI. “Kita tegaskan kepada pemeirntah kita yang sekarang. Memang harus ada regulasi terkait dengan pengawasan dan perlindungan ini. Selain itu fungsi-fungsi Balai Latihan kerja (BLK) yang ada di daerah ini agar difungsikan untuk skill para TKI. Sehingga para TKI yang dikirim benar-benar siap pakai di luar negeri. Sekarang ini BLK ini terkesan nganggur

tidak difungsikan,” tambahnya. Selain masalah TKI, mahasiswa juga menyoroti semakin berkurangnya jumlah petani di daerah ini sesuai dengan data BPS. Mereka menilai, berkurangnya jumlah petani di daerah ini disebabkan karena penerimaan petani dari sektor pertanian kurang menjanjikan. Pasalnya, ketika terjadi musim panen, hasil produksi petani pasti menurun. Sementara pada saat mereka mengolah dan memproduksi biaya yang dikeluarkan cukup tinggi. Akibatnya, mereka tidak bergairah bekerja sebagai petani. Untuk itu, mereka mendesak Pemprov NTB supaya memperhatikan persoalan ini. Apalagi, katanya, pembangunan sektor pertanian adalah program prioritas Pemprov NTB. Pantauan Suara NTB, tak satu pun pejabat pemprov yang menemui massa. Setelah berorasi sekitar satu jam, belasan mahasiswa yang dikawal aparat Polres Mataram tersebut membubarkan diri dengan tertib. (nas)

Mataram (Suara NTB) Berada di salah satu gerbang pariwisata NTB, SMPN 4 Mataram mulai berbenah diri. Salah satunya dengan memperbaiki gerbang dan taman, sebagai wajah depan lingkungan sekolah agar tampak lebih asri dan tertata. Kepala SMPN 4 Mataram M. Yahya kepada Suara NTB belum lama ini, menyebutkan, berlokasi di kawasan wisata kuliner ayam Taliwang tepatnya di Lingkungan Karang Taliwang, Kelurahan Cakra Utara, kecamatan Cakranegara, menjadikan kawasan ini kerap dikunjungi banyak tamu. Baik itu, wisatawan maupun tamutamu kedinasan. Hal inilah yang memicu sekolah untuk lebih mempercantik diri. “Selama inikan masih banyak yang tidak tahu dimana SMPN 4 Mataram, untuk itulah kita tata wajah depan sekolah agar lebih asri dan nyaman,” terangnya. Selain untuk kenyamanan para siswanya, penataan wajah SMPN 4 Mataram juga dilakukan untuk menarik minat siswa serta lebih menumbuhkan rasa percaya diri pada siswa bersekolah di SMPN 4 Mataram. Terlebih, saat ini Pemkot Mat-

aram tengah gencar membuat beberapa akses jalan baru di kawasan SMPN 4 Mataram, yang berdampak langsung pada semakin tingginya arus lalu lintas di kawasan ini. Saat ini, proses pembangunan pintu gerbang, pagar dan penataan taman di halaman sekolah masih terus berjalan. Sekolah juga menerapkan akses satu pintu, untuk akses keluar dan masuk sekolah. Pihaknya berharap dengan dibuatnya akses satu pintu seperti yang telah dilakukan saat ini, sekolah ingin lebih mengintensifkan pengawasan sekaligus keamanan di lingkungan sekolah. “Di samping keindahan, keamanan sekolah juga lebih terjamin, karena menggunakan akses satu pintu,” terang Yahya. Untuk sementara ini pembangunan gerbang serta penataan taman SMPN 4 Mataram masih dalam proses pembangunan. Respons positif pun datang dari berbagai pihak termasuk orang tua siswa. Dengan dana sumbangan dari guru, pegawai dan orang tua siswa, sekolah berharap akhir tahun 2013 ini seluruh akses yang tengah dalam proses perbaikan ini dapat segera dimanfaatkan. (nia)

(Suara NTB/nia)

PERCANTIK DIRI - SMPN 4 Mataram mulai mempercantik diri. Selain gerbang, sekolah juga memperbaiki taman serta menerapkan akses satu pintu.

STKIP Hamzanwadi Selong ’’Launching’’ Festival Hijau Wahana Mahasiswa Sosialisasikan Prodi Drama Tari Seni dan Musik Pelestarian Lingkungan

Selong (Suara NTB) Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Hamzanwadi Selong Lombok Timur (Lotim), me-launching Program Studi (Prodi) Pendidikan Drama Tari Seni dan Musik, Senin (21/10). Launching tersebut juga dimeriahkan grup musik Lombok Light Orchestra. Pembantu Ketua I STKIP Hamzanwadi Selong, Dr. Khirjan Nahdi menjelaskan, konsumsi seni di tengah masyarakat sangat tinggi. Apalagi di NTB, prodi tersebut masih belum ada. Bahkan, prodi ini satu-satunya di Bali – Nusa Tenggara yang memiliki program studi tersebut. Untuk itu, pihaknya mengharapkan di masa mendatang prodi ini mampu melahirkan pendidik yang mengisi ruang-ruang kosong dalam dunia pendidikan. Diakuinya, animo calon mahasiswa yang mendaftar cukup tinggi, namun yang diterima sebanyak 23 orang, karena terbentur izin operasional pembentukan program studi seni oleh kalender pendidikan STKIP Hamzanwadi. Terlepas dari itu, ujarnya, prodi ini tetap akan menjunjung visi misi YPDH, yang berbasis santri dan religi serta menjunjung nilai pluralis dan kultur. Adapun proporsi mata kuliah, katanya, akan disesuaikan dengan teori dan praktik. Untuk sementara, lanjutnya, sedang dika-

Dana BOS Cair Mataram (Suara NTB) – Pencairan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) triwulan ke empat di tingkat pendidikan dasar, yaitu jenjang SD dan SMP telah cair. Diharapkan dengan pencairan dana BOS ini, sekolah mampu lebih mengoptimalkan mutu sekolah serta memiliki inovasi. “Kita harapkan kepala sekolah beserta semua unsur

(Suara NTB/cem)

SAMBUTAN - Pembantu Ketua I STKIP Hamzanwadi Selong, Dr. Khirjan Nahdi, memberikan sambutan pada launching Prodi Pendidikan Drama Tari Seni dan Musik di Selong, Senin (21/10). ji profil lulusan yang berkaitan dengan metode apa yang akan diberikan kepada mahasiswa. Ditanya mengenai proses Praktik Pengalaman Lapangan (PPL ), pihaknya mengaku menggunakan kurikulum 2013, tetapi tetap magang di sekolahsekolah. Khirjan berharap adanya prodi ini dapat memberikan warna baru dan menjadi pilihan bagi mahasiswa. Ditemui terpisah, Salman Faris menjelaskan, adanya prodi baru ini, mahasiswa dapat mempelajari, mendalami

serta menjiwai seni tersebut. Konsepnya, dengan mensinergikan konsep pluralis dan religi, sehingga akan melahirkan produk baru. Mengenai teori yang akan dipelajari oleh mahasiswa, katanya, adalah dasar seni umum, musik, tari dan teater. ‘’Sehingga mahasiwa menguasi secara akademik, bukan secara autodidak. Ke depan diharapkan mahasiswa dapat berkiprah di dunia pendidikan, terutama seni dan menjadi tenaga pendidik yang profesional,’’ harapnya. (cem)

Mataram (Suara NTB) Pendidikan lingkungan hidup merupakan salah satu faktor penting untuk meminimalisasi kerusakan lingkungan hidup dan merupakan sarana yang penting dalam menghasilkan sumber daya yang dapat melaksanakan prinsip pembangunan berkelanjutan. Selain itu, pendidikan lingkungan juga sangat perlu dilakukan sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan kepedulian masyarakat dalam mencari pemecahan dan pencegahan timbulnya berbagai masalah lingkungan yang rawan terjadi setiap tahunnya. ‘’Sebagai contoh semakin meningkatnya lahan kritis, bencana banjir, gempa bumi dan bencana alam lainnya yang menimbulkan kerugian berupa materi, jiwa dan menimbulkan kerusakan infrastruktur dan pemukiman warga,’’ ungkap Ketua Mapala FKIP Universitas Mataram (Unram) Iskandar Humaidi saat memberikan sambutan pada pembukaan Festival Hijau di Arena Budaya Unram, Senin (21/10). Dalam memberikan pemahaman agar masyarakat menjadi sadar dan peduli terhadap lingkungan, ujarnya, tidak hanya dilakukan kalangan aktivis lingkungan, pemerintah, namun

juga harus melibatkan semua komponen yang memungkinkan kesadaran kolektif pentingnya pelestarian lingkungan sebagai sumber kehidupan dapat terwujud. Menurutnya, Festival Hijau yang digelar merupakan salah satu bentuk tanggung jawab mereka terhadap lingkungan sekitar. Pelestarian lingkungan, terangnya, sudah menjadi harga mati untuk terus dipertahankan agar proses pelestarian dan keberlangsungan kehidupan lingkungan di masa mendatang dapat terjaga. Iskandar Humaidi mengungkapkan usaha pelestarian lingkungan seperti ini merupakan suatu usaha mutlak yang harus dilakukan oleh semua pihak yang peduli terhadap lingkungan. Dengan dilaksanakannya event dua tahunan ini ada bentuk kesadaran baru yang lahir pasca-kegiatan ini berlangsung. Festival Hijau diisi beberapa rangkaian kegiatan, seperti seminar lingkungan hidup dan beberapa lomba yang bertemakan lingkungan, seperti lomba karikatur, lomba mading, lomba menulis cerpen, lomba karya ilmiah, lomba fotografi dan lainnya yang diikuti 288 peserta berasal dari siswa-siswi tingkat SMA/SMK,MA se-NTB. (dys)

Sekolah Diminta Optimalkan Mutu sekolah ini menyusun rencana pemanfaatan dana BOS. Supaya dana BOS ini ada hasil-hasil inovasi dari tiap sekolah,” terang Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) NTB Drs. H. Imhal Selasa (21/10). Tahun ini total perolehan dana BOS yang diterima NTB tahun ini sebesar Rp 436.211.330.000. Untuk triwulan ke empat telah cair sebe-

sar Rp 108.878.172.500. jumlah ini terdiri dari BOS SD sebesar Rp 77.514.100.000 dan untuk SMP Rp 31.364.072.500. Pihaknya berharap dengan pencairan dana BOS triwulan keempat ini, sekolah dapat memanfaatkan dana BOS sesuai dengan pedoman yang sudah ditertibkan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Termasuk, kepala sekolah beserta

semua unsur sekolah dapat menyusun rencana pemanfaatan dana BOS dengan baik. ‘’Misalnya untuk kegiatan ekstakurikuler di sekolah. Diharapkan melalui dana BOS yang telah cair, maka akan ada inovasi yang dilaksanakan sekolah melalui kegiatan ekstrakurikuler. Jadi para siswa yang memang memiliki kelebihan, supaya difasilitasi sekolah,’’ ujarnya. (nia)

H. Imhal (Suara NTB/ist)


Halaman 11

SUARA NTB Selasa, 22 Oktober 2013

Kalah, Pelatih Aston Villa Senang London Meski kalah dikandang sendiri, Paul Lambert, pelatih Aston Villa, yakin bahwa timnya telah membuat kemajuan. Hanya beberapa minggu setelah Spurs mengalahkan Aston Villa 4-0 di piala Capital One, pasukan Andre VillasBoas kembali mengalahkan The Villans dan meraih poin penuh berkat gol Andros Townsend dan Roberto Soldado pada laga Liga Premier Inggris, Minggu, (20/10). Kekalahan ini membuat Aston Villa tiga kali kalah dari empat pertandingan liga di kandang, tapi Lambert yakin timnya sedang menuju ke arah yang benar . “Saya melihat kemajuan sejak awal musim dan jika kami bermain seperti itu, kami akan memenangkan pertandingan, “ kata Lambert dikutip Sky Sports, (20/10).

“Saya tidak berpikir terlalu banyak ketika babak pertama pertandingan, itu pertandingan yang ketat. Saya pikir kami memulai babak kedua dengan baik dan kelihatan seolah-olah kita akan mencetak gol ,” kata mantan pelatih Norwich City ini. “Saya pikir kami bermain dengan baik dan nampak

menjanjikan. Saya tidak bisa menyalahkan pemain karena mereka sudah berusaha, itu bagus, pada hari yang lain kita mungkin bisa melakukannya,” tambah Lambert, pelatih kelahiran Glasgow, Skotlandia. Dalam pertandingan ini Christian Benteke kembali beraksi sebagai pengganti babak kedua setelah sebulan

absen, karena cedera pinggul dan ia nyaris mencetak gol untuk Aston Villa. Penyerang asal Belgia ini memiliki kesempatan yang baik sebelum Soldado mencetak gol kedua bagi Lily White dan Lambert mengakui itu adalah momen penting dalam pertandingan. “Saya pikir pada momen besar dan pertandingan besar, Anda harus mencoba untuk memainkan mereka. Dia (Benteke) kembali dan akan mencetak banyak gol untuk kami, itu sudah pasti,” kata Lambert. “Dia baru sembuh dan hanya berlatih beberapa hari den-

gan Belgia dan tim ini, jadi kita akan melihat bagaimana dia melakukannya selama seminggu ke depan,” tambah Lambert. Pada bagian lain, Andre Villas-Boas gembira setelah Tottenham Hotspur berhasil keluar dari masa sulit di awal pertandingan dan menang 2-0 atas Aston Villa. Villas-Boas senang dengan respons dari para pemainnya, dengan hasil ini Spurs berada di posisi kelima dengan tiga poin di belakang pemuncak klasemen sementara, Arsenal . “Pertandingan yang sulit di menit pertama. Itu sangat tidak terduga karena Villa terus memainkan bola-bola panjang di belakang

kami,” kata Andre Villas-Boas dilansir skysports, (20/10). Villas-Boas menambahkan, jika timnya pantas dengan hasil ini. Kami ingin membangun dari sini dan terus mengumpulkan poin sebanyak mungkin,” ujarnya. Para petinggi Spurs juga memuji peran Andros Townsend yang bermain mengesankan untuk tim nasional Inggris dan menandatangani kontrak baru dengan Spurs. “Dia membawa tim maju, dan dia memiliki kemampuan untuk mengarahkan dan melompati orang lain ketika ia sedang menguasai bola,” tambah VillasBoas. (ant/bali post)

(ant/bali post)

Paul Lambert

Moyes Menepis Faktor Ferguson Manchester David Moyes menolak anggapan tim asuhannya, Manchester United, sedang terseok-seok, karena faktor Sir Alex Ferguson. United bermain imbang 1-1 melawan Southampton, Sabtu (19/10), dan tertinggal delapan poin dari pemimpin Liga Premier Inggris, Arsenal, serta hanya empat poin di atas zona degradasi. Moyes menggantikan Ferguson pada musim panas lalu setelah manajer veteran tersebut memimpin United selama 26 tahun setengah di Old Trafford. Saat ini tim asuhan Moyes baru mengoleksi satu kemenangan dalam empat laga kandang di ajang Liga Inggris (Premier League). Kritik yang muncul sekarang adalah tim lawan yang berkunjung ke Old Trafford yakin dapat merepotkan tuan rumah, tapi Moyes menegaskan, selalu ada faktor ketakutan ada pada tim yang bermain di lapangan. “Para pemain menjadi penting karena kualitas mereka. Sir Alex pasti memiliki sejarah besar dan berpengalaman, tapi para pemain selalu menjadi faktor penting di lapangan,” kata mantan pelatih Everton berkebangsaan Skotlandia ini, sebagaimana dilansir dari Skysports.. Meskipun awal karir Moyes di United meragukan, namun Ferguson menegaskan memenangkan piala apapun dalam musim pertamanya akan menjadi kinerja patut dihargai. Untuk memenangkan trofi pertamanya, Ferguson pun butuh empat tahun setelah kedatangannya di Old Trafford dari Aberdeen, keberhasilan Piala FA 1990 memberinya ruang yang dibutuhkan untuk mengatur klub ini meraih 13 gelar Liga Inggris dan dua juara Liga Champions. “Untuk David, memenangkan piala akan menjadi prestasi yang fantastis,” kata Ferguson kepada MUTV, dilansir dari Skysports. Ferguson berada di tribun Sabtu lalu dan terlihat kecewa melihat Adam Lallana menyamakan kedudukan untuk Southampton di menit ke-89 dan memupus kemenangan The Red Devil. Moyes pun kecewa atas ketidakmampuan pemainnya untuk menjaga keunggulan setelah memimpin sejak babak pertama. “Ini mengecewakan karena kami ingin mendapatkan sedikit momentum dan kami tidak bisa melakukannya, “kata Moyes. (ant/bali post)

(Suara NTB/ist)

Marc Marquez

Phillip Island Marc Marquez bersumpah untuk melupakan kekeliruan besarnya pada MotoGP Australia dengan menegaskan dia masih berada di jalur benar untuk menjadi juara dunia MotoGP termuda. Pembalap Spanyol yang sebelumnya berselisih 43 poin dari penguntit terdekatnya Jorge Lorenzo, kini hanya 18 poin di depan Lorenzo, setelah didiskualifikasi di MotoGP Australia

gara-gara tak menghiraukan bendera hitam untuk berhenti. Lorenzo yang juara dunia saat ini membuat Yamaha memenangi lomba dan memberi harapan baru pada MotoGP Jepang di Motegi akhir pekan ini, sedangkan Marquez dan timnya Repsol Honda tak beroleh apa-apa. Marquez (20) tak boleh lagi tergelincir pada dua balapan terakhir jika ingin menjadi pembalap pendatang baru

NTB Tuan Rumah Kejuaraan Panjat Tebing ASEAN Mataram (Suara NTB) Setelah sukses menjadi tuan rumah penyelenggaran Kejurnas Panjat Tebing awal tahun 2013, kini NTB kembali ditunjuk sebagai tuan rumah penyelenggaraan ASEAN Championship. Event yang akan melibatkan atlet-atlet tingkat Asia Tenggara itu direncanakan dilaksanakan di Arena Panjat Tebing Gelanggang Pemuda Mataram, Oktober 2014. Ketua Bidang Kompetisi Pengprov FPTI NTB, Hadi Hendra Susanto kepada Suara NTB di Mataram, Senin (21/10), menjelaskan, penunjukan NTB sebagai tuan rumah penyelenggaraan ajang panjat tebing level internasional itu diputuskan le-

wat rapat internal pengurus panjat tebing tingkat negara-negara ASEAN bulan Mei lalu. ‘’Dan pihak Pengprov FPTI NTB telah menerima SK penunjukan NTB sebagai tuan rumah penyelenggaran kejuaraan panjat tebing yang melibatkan atlet dari negara-negara Asia Tenggara ini,’’ klaimnya. Pada bagian lain, Hadi menambahkan PB FPTI memberikan kuota atlet untuk tuan rumah sebanyak 20 atlet. Dalam hal ini, Hadi mengingatkan sejumlah atlet-atlet daerah mempersiapkan diri menghadapi seleksi atlet bertaraf internasional ini, sehingga mampu bersaing di level yang lebih tinggi. (fan)

pertama yang menjadi juara dunia sejak Kenny Roberts melakukannya 35 tahun lalu. “Kini kami mesti melupakan kejadian itu dan berkonsentrasi di Motegi,” kata Marquez yang dipaksa untuk berjaya di dua balapan tersisa di Motegi akhir pekan ini dan kemudian di Valencia pekan kemudian. Namun Lorenzo yang kemarin mencetak kemenangan ke enam di Phillip Island dan grand prixnya yang ke-40, tiba-tiba

mendapat harapan baru. “Kini kami memiliki opsi-opsi. Jika Marc terus konstan di podium maka mustahil menjuarai kejuaraan ini, tapi masih banyak lap yang mesti dilalui sehingga apa pun bisa terjadi,” kata Lorenzo seperti dikutip AFP. “25 poin, kemungkinan hasil terbaik, dan kami kini telah membuka (peluang pada) kejuaraan dunia, tapi itu masih sangat sulit. Kita lihat saja apa akan yang terjadi di Motegi,” tambahnya. (ant/bali post)

Tiga Pemain PS Mataram Diincar PS Badung Mataram (Suara NTB) Rencana pihak manajemen PS Badung Bali memboyong tiga pemain PS Mataram untuk memperkuat tim Divisi II PS Badung di laga lanjutan Divisi II Nasional belum jelas. Pasalnya, pihak Pengcab PSSI Kota Mataram belum menerima surat permintaan resmi dari PS Badung. Sekretaris Umum PSSI Kota Mataram, Hamdi, mengungkapkan, tiga pemain PS Mataram Edy Rahadi, Jefri Kurniawan dan

Chaerunnas diincar PS Badung. Tiga pemain tersebut diincar, karena penampilan ciamiknya waktu membela PS Mataram di Kompetisi Divisi II Nasional di Bali beberapa waktu lalu. Diakuinya, manajemen PS Badung menyaksikan langsung permainan ketiga pemain tersebut dan tertarik memboyongnya ke Bali. Namun, ketertarikan manajemen PS Badung baru disampaikan secara lisan dan belum bersurat ke PSSI Kota Mataram. (fan)

Evra Sebut Lizarazu ’’Parasit’’ Paris Bek Prancis dan Manchester United yang kontroversial Patrice Evra mengkritik sejumlah komentator sepak bola di Prancis. Salah satu di antaranya adalah sosok yang ikut membawa Prancis menjuarai Piala Dunia 1998, Bixente Lizarazu, setelah mereka mengkritik dirinya perihal pembicaraan pada saat turun minum yang disampaikan ke rekan-rekan setimnya. Evra dikritik karena menyuarakan pendapatnya pada saat istirahat di pertandingan kualifikasi Piala Dunia dengan Belarus pada September, di mana ia hanya menjadi pemain cadangan. Prancis memenangi pertandingan itu dengan skor 4-2, mengakhiri laju lima pertandingan tanpa kemenangan atau torehan gol, namun tetap harus menjalani pertandingan playoff untuk mengetahui apakah mereka bisa mencapai putaran final atau tidak. Evra, yang tidak pernah jauh dari kontroversi dan menjadi subjek pelecehan rasial oleh Luis Suarez di pertandingan Liga Utama Inggris mela-

wan Liverpool dua musim lalu, tidak terima dengan kritik yang ditujukan kepada dirinya dan melabeli Lizarazu serta tiga komentator lainnya sebagai “gelandangan” dan “parasit” di acara televisi Prancis “TeleFoot.” Ia belakangan diwajibkan oleh presiden Federasi Sepak Bola Prancis Noel Le Graet dan pelatih Prancis Didier Deschamps untuk datang ke Paris, dan menjelaskan katakata

yang diucapkan menyusul kemenangan 3-0 atas Finlandia di pertandingan terakhir kualifikasi Piala Dunia Selasa silam. Evra, mengatakan dirinya akan lebih memilih cerita mengenai ucapannya di masa turun minum tetap berada di ruang ganti, sebelum ia kehilangan kendali. “Terdapat beberapa komentator yang akan segera saya

sampaikan perbedaan-perbedaannya dengan saya... Mereka ingin menjual kebohongan kepada masyarakat Prancis yang tidak disukai Evra. Namun bukan itu masalahnya,” terangnya. Lizarazu, yang juga memenangi Piala Eropa 2000 bersama pemainpemain generasi emas terakhir Prancis, menyebut komentar-komentar Evra sebagai tidak dapat dipahami dan mengerikan. “Pertama kali ia masuk timnas saya sudah tidak lama lagi berada di sana dan ya saya satu kali terpilih sebagai bek kiri terbaik di dunia,” kata pria 43 tahun itu, yang bersama Evra terpilih masuk tim awal yang berisi 30 pemain untuk Piala Eropa 2004 sebelum Evra dicoret dari tim final oleh Jacques Santini. Evra memimpin pemogokan sepanjang putaran final Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, ketika ia menginstruksikan tim Prancis untuk tidak turun dari bus dan berlatih sebagai bentuk protes terhadap dipulangkannya Nicolas Anelka. (ant/bali post) Patrice Evra (Suara NTB/ist)

Sir Alex Ferguson dan David Moyes

(ant/bali post)

Real Madrid Siap Hadapi Juventus Madrid Real Madrid berlatih pada Minggu menghadapi laga Liga Champions melawan Juventus yang digelar pada Kamis dini hari WIB. Tak terkecuali, Raphael Varane yang terus menyiapkan diri dalam sesi latihan. Sembilan dari sepuluh pemain Madrid yang baru saja mengalahkah Malaga tampak berlatih dalam intensitas tidak terlalu tinggi, sebagaimana dikutip dari situs Marca. Ramos, Benzema dan Diego Lopez berlatih di luar lapangan. Xabi Alonso tampak berlatih sendiri dengan melakukan peregangan otot. Ia terus menjalani latihan pemulihan dari cedera. Pelatih Madrid, Carlo Ancelotti membagi para pemain dalam tiga kelompok. Kelompok pertama terdiri atas sembilan pemain dari sepuluh pemain yang turun dalam laga pada Sabtu pekan lalu. Pepe, Marcelo, Illarra, Khedira, Isco, Di María, Cristiano Ronaldo dan Morata tampak menjalani latihan dalam intensitas yang tidak terlalu berat. Kelompok kedua terus berlatih di luar lapangan, termasuk Varane. Sesudah melakukan peregangan otot, para pemain berlatih dengan bola yang bakal dipakai dalam ajang Liga Champions nanti. (ant/bali post)

(ant/bali post)

HARUS MENANG - Pemain Real Madrid berusaha memenangkan laga melawan Juventus di Liga Champions, Kamis dinihari besok. Mereka bertekad bisa meraih kemenangan agar bisa melaju ke final.


SUARA NTB

Selasa, 22 Oktober 2013

450.000

Halaman 12

EKSPEDISI

ADVERTISING

RADIO

TANAH KAPLING

PET SHOP

TOKO MAINAN

PELATIHAN

BATIK

LAUNDRY

MAINAN ANAK

RUMAH MAKAN

PERHIASAN

SALON

SHOWROOM

FUTSAL

ADVERTISING

KONTRAKAN

FINANCE

800.000

C.01.08.13

PELUANG BISNIS JADI AGEN SUSU

BUBUK KAMBING ETAWA ORGANIK ( BKN MLM ) MODAL KECIL PROFIT BESAR. 1 KTK ISI 10 SACHET@20 gr.

INFO.

0811306462. www.g-milk.net

PERAWATAN AC

BENGKEL

DISTRIBUTOR AGEN TRANSPORTIR BBM INDUSTRIJUALSOLARINDUSTRI SPEC PERTAMINA DG HARGA MURAH, ORDER SEMUA WILAYAH HUB 0823-3783-0923

DIJUAL DIJUAL KERTAS segel terbitan tahun 80_an. Hubungi 081236100519

DANA TUNAI AFILIASI investor asing &investor lokal,bnt dana U/ sgl projek seind,SDAI jkt Fifi 081218318068,Vani 081802698185

LOWONGAN/ PELUANG BISNIS PRODUSEN SEPATU BANDUNG MEMBTH AGEN/RESELLER SE INDONESIA 081321212727 (TDK SMS), ADA KATALOG

BANK


SUARA NTB

Selasa, 22 Oktober 2013

KURSUS/BIMBEL

KOMPUTER

BAHAN BANGUNAN & INTERIOR

Halaman 13

HOTEL

SALON

SIARAN TV RADIO

SABLON & KONVEKSI

BOUTIQUE

JUAL MOBIL

TELEVISI

SANGGAR SENAM

PROPERTY

KURSUS

RUKO

EVENT ORGANIZER

FASHION

RUMAH MAKAN

FASHION

Menyediakan aneka hidangan & melayani pesanan nasi kotak, snack box dan menerima rantangan

BENGKEL & SPARE PART

PENGOBATAN ACCESORIES

RUPA - RUPA

RUPA - RUPA

RUPA - RUPA

PHOTOGRAFI

087 865 633 888 / 087 861 811 999

SERVICE

TRAVEL


KESEHATAN

SUARA NTB Selasa, 22 Oktober 2013

Halaman 14

Berkhasiat Obati Penyakit, Pengobatan Herbal Mulai Dilirik Beberapa tahun belakangan, dunia pengobatan di Indonesia mulai diramaikan dengan berbagai macam pengobatan herbal. Menggunakan bahan-bahan alami, obat herbal makin diminati masyarakat karena dinilai lebih aman dan berkhasiat. Tak heran semakin banyak masyarakat yang beralih dari pengobatan medis ke pengobatan herbal. Namun sayangnya sampai saat ini, belum banyak penelitian tentang manfaat dan khasiat obat herbal. Sementara itu terkait dengan semakin maraknya praktik pengobatan herbal ini, Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr. Usman Hadi menyebutkan seiring dengan semakin tumbuh dan berkembangnya pengobatan herbal saat ini, belum dibarengi dengan penelitian secara ilmiah tentang manfaat dan khasiat obat herbal. “Memang ada beberapa obatobatan herbal yang telah diteliti secara ilmiah, sehingga dibuat baku. Seperti ekstrak daun jambu yang dimanfaatkan untuk penyakit demam berdarah,” terangnya. Tetapi pihaknya tidak setuju jika ada beberapa pihak yang menyebutkan bahwa menggunakan obat herbal tidak memiliki efek samping. Sebab sejauh ini belum ada uji klinis yang membuktikan bahwa obat-obatan herbal ini murni dan bebas dari bahan kimia. Selama ini banyak masyarakat yang beralih menggunakan obat herbal karena takut akan efek samping dari obat di apotek. Tetapi ingat karena beberapa obat herbal pun memiliki efek samping, hanya saja belum diteliti. Apalagi harga untuk obat-obatan herbal memiliki harga yang cukup tinggi jika dibandingkan dengan obat kimia. Terkait dengan banyaknya obat-obatan herbal ini, Dinas Kesehatan Kota Mataram mengimbau kepada masyarakat Kota Mataram yang ingin menggunakan obat herbal untuk berhati-hati. Pengguna obat herbal perlu memastikan terlebih dulu, apakah sudah ada izin dari badan

POM selaku pengawas obat dan makanan di Indonesia. Masyarakat juga harus memastikan bahwa obat herbal ini memang murni herbal, tidak ada campuran kimia. Karena ada beberapa jamu yang menggunakan campuran bahan kimia. Selain itu perhatikan juga proses pembuatannya, karena pembuatan obat harus melalui proses yang bersih, steril, dan menggunakan bahan-bahan yang aman, bebas dari bahan kimia. Obat Herbal untuk Anak Autis Tidak hanya dimanfaatkan untuk pengobatan penyakit yang menyerang fisik, pengobatan herbal juga mampu mengobati penyakit yang sifatnya psikis seperti autisme. Dengan ketelatenan dan kerjasama keluarga untuk menghindarkan sang anak dari berbagai makanan-minuman yang ‘berbahaya’ seperti mengandung penyedap makanan dan makanan cepat saji, anak-anak yang menderita autisme terbukti dapat disembuhkan. Menurut salah seorang praktisi pengobatan herbal, Sumiati, penyakit autis sendiri merupakan penyakit yang sebenarnya bisa disembuhkan, asalkan orang tua tertib baik memberikan obat secara rutin dan memberikan terapi dan perhatian penuh pada setiap perkembangan anaknya. Untuk penyakit ini wanita yang akrab disapa Mbak Sum ini memberikan racikan dari daun bebele yang dicampur dengan daun seledri yang berbatang besar. Bebele merupakan tanaman yang berkhasiat untuk memperbaiki system syaraf di kepala. Jika ini diminum secara rutin, maka secara perlahan, susu-

(Suara NTB/nia)

MUMNYA, obat herbal berasal dari tumbuhan yang diproses sedemikian rupa sehingga menjadi berbentuk serbuk, pil atau cairan yang dalam prosesnya tidak menggunakan zat kimia. Lantaran tidak menggunakan zat kimia, maka obat herbal relatif lebih aman dan nyaris tanpa efek samping. Berbagai jenis dan khasiat obat herbal ditawarkan. Mulai dari menyembuhkan penyakit ringan seperti batuk dan pilek, hingga berbagai penyakit golongan berat seperti penyakit kanker, tumor, diabetes, liver, darah tinggi, stroke, ginjal, darah rendah, anemia, kurang nafsu makan hingga mengobati penyakit autismee. Seluruh penyakit ini dapat diobati dengan menggunakan obat herbal, dimana seluruh bahan alaminya tumbuh di sekitar kita. Seperti tanaman sirih merah, sirih hijau, binahong, keladi tikus, kunyit putih, jahe merah, umbi, temu lawak, kencur, talas, daun sirsak, meniran, bebele hingga daun seledri. Campuran bahan keladi tikus dan seledri yang dapat digunakan untuk mengobati penyakit kanker payudara, enzim cacing tanah yang digunakan untuk mengobati penyakit tifus. Binahong untuk menyembuhan luka pada operasi, bebela untuk memperbaiki susunan syaraf otak dan mencegah kepikunan. Saat ini telah banyak rumah herbal maupun klinik herbal yang tersebar di masyarakat. Bahkan saat ini obat herbal dapat dengan mudah diperjualbelikan melalui jasa online. Harganya pun tergolong terjangkau dan dapat dengan mudah diakses masyarakat.

Berbagai jenis bahan pembuatan obat herbal yang telah diekstrak. nan syaraf di kepala dapat diperbaiki serta dapat disembuhkan. Tentu membutuhkan waktu lama, karena penyembuhan yang dilakukan harus bertahap. Yang paling penting selama masa pengobatan, anak lebih sering diajak bermain di alam dan menghindari berbagai makanan cepat saji dan mengadung MSG. Orang tua dan keluarga di sekitar anak pun harus

Sumiati dan suaminya, M. Saleh, diantara tanaman berkhasiat yang bisa diolah menjadi obat herbal.

(Suara NTB/nia)

Saat ini berbagai jenis pengobatan herbal telah banyak terbukti khasiatnya. Hanya saja belum mendapatkan pengakuan yang sah. Untuk itu harus ada penelitian untuk meneliti berbagai obat herbal yang ada di masyarakat. Agar pengobatan dengan bahan herbal ini dapat dikembangkan sebagai salah satu alternatif pengobatan di masyarakat. (nia)

Belajar Herbal dari Penyakit Suami

Enzim cacing tanah yang dikemas dalam plastik ini dapat digunakan untuk mengobati penyakit tifus.

Seledri

aktif berkomunikasi dengan anak. “Tentu harus bertahap, untuk penyakit autis bisa sampai dua tahunan. Tapi setelah benar-benar sembuh anak ini bisa menjadi seorang anak yang memiliki kecerdasan tinggi (Indigo). Seperti klien saya yang ada di Jakarta, setelah sembuh, anaknya justru sering menjadi juara di berbagai perlombaan,” ungkapnya.

Keladi Tikus

DI rumahnya yang asri di kawasan Perum Kopajali, Lingkungan Mapak, Kelurahan Tanjung Karang Kecamatan Sekarbela Mataram, Sumiati atau yang kerap disapa mbak Sum tampak sedang asyik berbincang bersama suami dan anaknya. Di halaman rumahnya yang tidak terlalu luas ini, tumbuh puluhan pot tanaman seledri yang tampak subur dan asri. Selain memang dijual ke pengepul, ternyata tanaman seledri mengandung berbagai khasiat untuk menyembuhkan penyakit. Ya, seledri yang selama ini dimanfaatkan masyarakat untuk bahan masakan ternyata mengandung berbagai khasiat. Termasuk dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit jika komposisi dan cara meraciknya benar. Tidak hanya seledri, berbagai tanaman lain seperti sirih merah, sirih hijau, binahong, keladi tikus, kunyit putih, jahe merah, umbi, temu lawak, kencur, talas, daun sirsak, meniran hingga bebele, sengaja dia tanam dan dikembangbiakkan di halaman rumahnya. Semua ini merupakan bahan-bahan alami yang digunakan sebagai bahan dasar pembuatan obat herbal racikannya. “Semua kita buat dari bahan-bahan alami yang ada di sekitar kita. Mungkin banyak yang tidak terlalu paham bahwa tanaman-tanaman ini memiliki banyak manfaat, padahal semua tanaman ini memiliki khasiat untuk menyembuhkan penyakit,” terang Mbak Sum. Awalnya Mbak sum tertarik dan mulai belajar mengembangkan pengobatan herbal, karena penyakit suaminya yang parah. M. Saleh sang suami pernah dirawat di rumah sakit selama beberapa bulan karena penyakit liver. Saleh pun sempat koma selama beberapa hari di rumahnya, setelah medis menyerah mengobati penyakitnya. “Dulu sempat koma selama beberapa hari, tapi nggak mati-mati,” ungkap Saleh sembari bercanda. Dari sanalah mbak Sum memutuskan untuk mengobati suaminya dengan pengobatan herbal. Waktu itu ada salah seorang kenalannya yang ahli pengobatan herbal memberikan resep. Setelah diberikan obat tersebut, selang beberapa menit, suaminya langsung sadarkan diri. Berangsur-angsur suaminya pun kembali sehat berkat obat-obatan herbal yang dikonsumsinya. Terbukti dapat menyembuhkan sang suami, Mbak Sum pun mulai serius mempelajari berbagai macam pengobatan herbal. Selain belajar dari buku, dan ahli pengobatan herbal, mbak sum juga sering mengikuti acara pengobatan herbal dr. Hembing. Ia pun semakin tekun mempelajari pengobatan herbal sekaligus menjadi ‘dokter’ di keluarganya. Menurutnya berbagai jenis tanaman memiliki fungsi dan manfaat masing-masing. Ia menggunakan beberapa bahan alami seperti seledri dan keladi tikus yang telah dikembangbiakkan di pekarangannya untuk pengobatan penyakit kanker payudara. “Keladi tikus ini memang spesial untuk mengobati kanker payudara jika dia ditanam secara tumpang sari dengan tanaman seledri,” terangnya. Dengan rutin mengkonsumsi obat herbal dan menghindari beberapa makanan cepat saji dan seperti bakso, mie, makanan dan minuman kaleng, makanan mengandung penyedap rasa, maka penyakit-penyakit yang dikeluhkan akan berangsurangsur sembuh. Sebab dari berbagai makanan yang tidak sehat itulah seringkali memicu terjadinya penyakit. Saat ini obat herbal racikannya telah dikirimkan ke beberapa daerah seperti ke Jakarta, Bandung dan berbagai daerah lainnya. Rata-rata orang yang berobat kepadanya selama ini merasa puas dan mengaku ada perubahan. Bahkan ada salah satu pasiennya yang menderita autisme berhasil disembuhkan dan saat ini justru menjadi anak yang memiliki kelebihan (indigo). (nia)


(ant/bali post)

Tidak Ada Penjemputan MANTAN Ketua Umum Partai Demokrat Subur Budhisantoso menegaskan bahwa dia sama sekali tidak “dijemput” aparat Badan Intelejen Negara (BIN) dan juga tak dilarang meninggalkan kantor BIN pada Jumat (18/10). “Tidak ada penjemputan, penggelendangan, pencokokkan oleh BIN terhadap saya,” kata Subur kepada pers di Jakarta, Senin. Subur mengaku sejak Kamis (17/10) telah mengagendakan berkunjung ke BIN bersama sejumlah politisi dan akademisi guna berdiskusi dengan Kepala BIN Marciano Norman. “Saya sudah sekitar dua atau tiga kali ke BIN, sebelumnya untuk berdiskusi,” ujar Subur. Pakar Antropologi Politik Universitas Indonesia ini mengaku datang tidak sendiri, tapi bersama rombongan yang terdiri dari politisi, aktivis, dan akademisi untuk membicarakan apa yang dia sebut permasalahan bangsa. “Mereka datang ada yang dari Aceh, Kalimantan, hanya untuk berdiskusi,” ujar Subur, sembari menolak menjelaskan lebih detail substansi yang akan didiskusikan. Subur memaparkan, dia datang ke kantor BIN Jumat pagi dengan mobil pengawalan. Subur menduga hal tersebut yang membuat pengurus PPI M. Rahmad dan Sri Muryono mengira dia dijemput BIN. “Saya datang dengan mobil patwal yang pakai sirine segala, karena saya pakai manual (kendaraan manual). Sopir saya itu sudah tua dan tidak bisa, mungkin itu memberi kesan kalau saya dijemput,” katanya. Subur tiba di Kantor BIN Jumat pukul 10.00 WIB. Dia mengaku tengah menunggu pertemuan dengan Marciano hingga 11.30 WIB. Selagi menunggu, dia dan peserta rombongan makan di kantin BIN. “Namun, ternyata diinformasikan oleh BIN, bahwa Marciano harus menemui Presiden, jadi pertemuan itu tidak jadi, dan saya langsung ke bandara, mau ke Pontianak,” katanya. “Saya menunggu dengan makan di kantin, bukan di kantor BIN,” ujarnya. Setelah memutuskan langsung menuju Bandara pukul 11.30 WIB, dia mengatakan baru menerima informasi undangan diskusi yang disampaikan Ketua Presidium PPI Anas Urbaningrum melalui layanan Blackberry Messenger. Namun, dia tidak melihat secara keseluruhan informasi dari undangan tersebut. Subur menyayangkan kesalahpahaman yang akhirnya membuat heboh masayarakat selama beberapa hari terakhir. “Ini hanya miss communication, dan saya agak gusar. Jumat malam, saya hubungi Kepala BIN, untuk menjelaskan,” ujarnya. (ant/bali post) Subur Budhisantoso

LSM Minta Lembaga Survei Diatur dan Diawasi Jakarta (Suara NTB) – Lembaga-lembaga survei sebaiknya diatur dan diawasi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), sebab hasil survei dapat menguntungkan partai politik, calon legislatif maupun eksekutif. “Lembaga survei harus diatur dan diawasi. KPU dan Bawaslu harus membuat aturan yang jelas dan mengawasi survei yang berkaitan langsung dengan peserta pemilu,” kata Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilu untuk Rakyat (JPPR) M Afifuddin di Jakarta, Senin. Menurut Afif, hasil lembaga survei yang dapat menguntungkan partai politik, calon legislatif maupun calon eksekutif hingga ke tingkat calon presiden, bisa masuk kategori kampanye untuk meningkatkan popularitas. Dia mengusulkan lembaga survei yang seringkali juga merangkap menjadi konsultan untuk partai politik atau calon tertentu harus menjelaskan posisinya. Selain itu, Afif juga meminta setiap lembaga survei mengumumkan sumber pendanaan survei mereka. “Kalau surveinya untuk internal (partai politik atau calon) tidak masalah dan tidak perlu diumumkan,” ujarnya. (ant/bali post)

Sembilan WNA Pendaki Ditemukan di Grasberg Freeport Jayapura (Suara NTB) – Setelah sempat tersesat di Balidam Grasberg, di areal operasi PT Freeport Indonesia, akhirnya sembilan WNA pendaki ditemukan petugas keamanan perusahaan itu, sekitar pukul 14.00 WIT Minggu (20/10). Dari informasi diperoleh, Senin (21/10), salah satu dari sembilan WNA pendaki itu infeksi di kakinya. Setelah ditemukan, mereka langsung dibawa ke RS Mile 68 Tembagapura untuk berobat dan dipulihkan. Vice President Corporate Communications PT FI, Daisy Primayanti, mengatakan, para WNA pendaki itu berusaha ke puncak Gunung Carstensz dengan rute mereka sendiri. “Satu di antara mereka cidera ringan dan mereka memutuskan kembali melalui jalur area kerja PT FI,” kata Primayanti. Sebetulnya, PT FI sudah mengimbau mereka jangan mendaki melalui wilayah operasi perusahaan pertambangan raksasa Amerika Serikat itu di gletser Carstenz, dengan alasan keselamatan mereka. Bahkan, “PT FI tidak memberikan akses jalan melalui wilayah operasi perusahaan ke gletser Carstensz,” kata Primayanti. Secara terpisah, Panglima Kodam XVII/Cenderawasih, Mayor Jenderal TNI Christian Zebua, menyatakan, “Tidak ada yang disandera. Mereka masuk wilayah PT FI, kalau dulu mau ke Cartens bisa masuk lewat PT FI tapi sekarang kan dilarang.” Zebua menyatakan, rombogan pendaki ini tersesat setelah masuk areal PT FI, sebab itu dicari dan diselamatkan petugas keamanan PT FI. “Ceritanya begitu bukan ditangkap, kalau ditangkap lain,” katanya. Sebelumnya, sempat dikabarkan kesembilan WNA pendaki ini ditangkap PT FI karena memasuki area Gasberg PT FI. Mereka adalah Michael Writh Fragata (44) asal Switzerland, Silfonsend (54/Switzerland), Frenhard Busch (61/Jerman), Aloius Fackh (52/Austria), Mathius Hose (34/Switzerland), Frits Yacob (60/Switzerland), Daniel Mayercof (45/Switzerland), Mathius Fanderfueld (59/Belanda) dan Elena (42/Meksiko). Elena inilah yang infeksi pada kakinya dan hari ini akan diterbangkan ke Denpasar untuk perawatan lebih lanjut demikian juga delapan rekannya pada rombongan pendaki itu. (ant/bali post)

SUARA NUSANTARA

Halaman 15

Pemkab Lebak Bentuk Satgas Ular Berbisa Lebak (Suara NTB) – Aparat Pemerintah Kabupaten Lebak menyiapkan siasat untuk mengatasi masalah akibat gigitan ular berbisa, antara lain dengan membentuk satuan tugas penanggulangan gigitan ular berbisa. Rumah Sakit Umum Daerah Adjidarmo Rangkasbitung serta Dinas Kesehatan dan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Lebak akan membentuk satuan tugas itu untuk mencegah fatalitas akibat gigitan ular berbisa. “Pembentukan satgas ini efektif untuk penyelamatan dan pencegahan dari gigitan ular,” katan dr. Nuly Juariah dari Bagian Rekam Medis RSUD Adjidarmo Rangkasbitung, Senin. Ia menambahkan, para petugas medis perlu mendapatkan pelatihan menangani korban gigitan ular berbisa untuk mendukung satuan tugas khusus tersebut. Selain itu kebutuhan serum anti-bisa ular (SABU) juga harus tersedia dalam jumlah cukup untuk mendukung upaya pertolongan medis, katanya. Menurut dia, pembentukan satuan tugas itu penting karena jumlah kasus gigitan ular di wilayah cukup tinggi, antara 50 sampai 70 kasus per bulan. Rumah sakit menangani kasus gigitan ular antara satu sampai dua orang per hari, katanya. Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Venny Iriani, selama JanuariJuni 2013 tercatat ada 422

(ant/bali post)

ULAR TANAH - Ular tanah atau ular gebuk (Calloselasma rhodostoma atau Agkistrodon rhodostoma) termasuk jenis ular yang amat berbahaya dan gigitannya dapat menimbulkan kematian pada manusia. kasus gigitan ular berbisa jenis ular tanah (Agkistrodon rhodostoma). Sementara tahun 2012, lanjut dia, jumlah kasus gigi-

banyak warga yang membuka ladang di hutan tanpa menggunakan perlengkapan keselamatan. “Kami meminta warga jika

tan ular berbisa di Kabupaten Lebak mencapai 599 kasus. Menurut Venny, kasus gigitan ular biasanya meningkat pada musim hujan karena

DPR Diperkirakan akan Tolak Perppu MK

Tangerang (Suara NTB) – Mantan Presiden RI, Megawati Soekarno Putri mengajak makan bersama ribuan buruh PT KMK Global Sport Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten, yang memproduksi sepatu dalam kegiatan kunjungan kerja. Pantauan dilapangan, Megawati bersama rombongan yang terdiri dari Wakil Gubernur Banten Rano Karno, Rieke Diah Pitaloka dan CEO PTK KMK Global Sport, CK Song beserta jajarannya. Adapun menu makanannya yakni terdiri dari Telur sambel, Bakwan Goreng, Sayur Bening, tumis tempe dan buah pisang. Makan bersama yang dilakukan di aula tempat karyawan makan siang pun menjadi terlihat meriah. Sebagian buruh berusaha mengabadikan makan siang para pejabat tinggi tersebut. Mereka berkumpul di meja makan Megawati membuat suasana riuh. Dalam pidatonya, Megawati menuturkan, dari hasil pantuannya di PT KMK Glo-

Jakarta (Suara NTB) – Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Golkar Bambang Soesatyo memperkirakan DPR akan menolak Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang (Perppu) 1/2013 tentang Perubahan Kedua atas UU 24/2003 mengenai Mahkamah Konstitusi (MK). “Saya memprediksi DPR bakal menolak Perppu tersebut. Bahkan Perppu itu bisa gugur jika diuji oleh MK sendiri,” ujar Bambang di Jakarta, Senin. Dia menambahkan penerbitan Perppu itu terkesan dipaksakan dan mempunyai tujuan yakni menciptakan kegaduhan politik baru. Sehingga perhatian publik beralih dari sejumlah persoalan hukum yang diduga melibatkan kekuasaan ke masalah Perppu tersebut. “Selain persoalan Bunda Putri, juga masih ada beberapa kasus yang penanganannya belum ada kemajuan,” tukas dia. Misalnya saja, lanjut Bambang, mengenai kasus suap yang melibatkan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksanan Kegiatan Usaha Hulu Minyak

(ant/bali post)

Bambang Soesatyo

dan Gas (SKK Migas) Rudi Rubiandini. Dia meyakni Rudi tidak bermain sendiri. Buktinya, penyidik KPK menemukan uang sebesar 200.000 dolar AS di ruang Sekjen Kementerian ESDM.

“Penyelidikan kasus Rudi harus diarahkan ke atas, karena “deal” bisnis Migas memang ditetapkan dari atas,” lanjut dia. Jika terjadi kegaduhan politik, sambung dia, publik diperkirakan tidak akan mempergunjingkan lagi sepak terjang Bunda Putri dan menanyakan kelanjutan kasus Rudi. Presiden SBY menerbitkan Perppu dengan alasan untuk menyelamatkan MK, pascatertangkapnnya Ketua MK Akil Mochtar. Dalam Perppu yang sudah diterbitkan itu, ada tiga substansi penting, yakni, penambahan persyaratan untuk menjadi majelis hakim MK, memperjelas mekanisme proses seleksi, dan mekanisme pengajuan hakim MK. (ant/bali post)

kata dia, ada tiga hal yang dih- dan tidak mampu jangan ditadapi oleh masyarakat miskin inggalkan bahkan ditingkatIndonesia yakni pendidikan, kan, yang belum baik bisa diperbaiki dan disempurnakan,” kesehatan dan pangan. Atas dasar itu, ia melanjut- kata Presiden. (ant/bali post) kan, pemerintah menerapkan program-program seperti bantuan pendidikan, beras bersubsidi bagi keluarga miskin dan juga program jaminan sosial nasional. “Kalau mau jujur, lihat kehidupan rakyat Alhamdulillah lebih baik, meski ada yang banyak harus kita benahi,” katanya. Setahun lagi masa tugasnya berakhir dan dia berharap penggantinya melanjutkan programprogram yang bermanfaat bagi masyarakat banyak. “Program yang membawa manfaat bagi rakyat kita terutama rakyat miskin Susilo Bambang Yudhoyono

(ant/bali post)

Megawati Soekarno Putri

bal Sport, telah terjadi perubahan dalam sistem manajemen, kesejahteraan buruh yang baik, dan kondisi iklim di perusahaan yang telah sesuai prosedur. CEO PTK KMK Global Sport, CK Song mengaku kedatangan Megawati dapat memberikan semangat kerja pada buruh pabrik yang mayoritas perempuan itu. “Kami senang dengan kehadiran mantan Presiden RI ke sini,” ujanya. (ant/bali post)

Komisi II DPR Minta Penetapan DPT Diundur

Presiden Blusukan Jelang Penerapan Jaminan Sosial Sukabumi (Suara NTB) – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan rencana penerapan sistem jaminan sosial nasional tahun 2014 mendatang dilakukan berdasarkan kajian dan pengamatan panjang, termasuk pantauannya selama mengunjungi berbagai wilayah. “(Tahun) 2004, 2005, 2006, saya ‘blusukan’ ke seluruh wilayah Indonesia sambil mengelola kegiatan tanggap darurat rekonstruksi Aceh dan Nias,” kata Presiden pada acara sosialisasi gerakan sadar jaminan sosial yang diselenggarakan PT Askes di Sukabumi, Senin. “Mengapa saya ‘blusukan’, saya ingin tahu apa yang dihadapi rakyat kita terutama saudara kita yang tidak mampu. Meski pembangunan untuk semua, tidak diskirimantif, tapi secara moral pemerintah wajib memperhatikan keadaan saudara kita yang tidak mampu dan miskin,” jelasnya. Menurut hasil pengamatan,

ke ladang maupun hutan menggunakan sepatu karet atau sepatu bot untuk mencegah gigitan ular berbisa,” ujarnya. (ant/bali post)

Megawati Ajak Ribuan Buruh Makan Siang Bersama

(ant/bali post)

SUARA NTB Selasa, 22 Oktober 2013

Jakarta (Suara NTB) – Komisi II DPR RI meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk memundurkan jadwal penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) nasional yang sedianya dilakukan 23 Oktober 2013. Permintaan DPR itu merujuk pada masih banyaknya masalah terkait DPT yang telah ditetapkan KPU di tingkat kabupaten/kota. “Faktanya, daftar pemilih masih banyak yang bermasalah,” kata Wakil Ketua Komisi II DPR Arif Wibowo di Gedung MPR/ DPR/DPD RI, Jakarta. Selain dikarenakan faktor pemutakhiran daftar pemilih yang tak maksimal, sikap anggap enteng KPU terhadap hasil penyandingan Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan milik KPU dengan Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu dari Kementerian Dalam Negeri berpotensi menjadi pangkal kembali bermasalahnya DPT di 2014. “Masih terdapat 20,3 juta data pemilih yang belum sinkron dalam penyandingan. Di satu kecamatan, jumlahnya berkisar antara ratusan sampai ribuan data yang tidak memenuhi syarat tersebut. Jumlahnya menjadi 20,3 juta, dikarenakan data bermasalah itu tersebar di hampir seluruh kecamatan yang ada di Indo-

nesia,” katanya. Dicontohkan, masalah yang terjadi adalah terdapatnya Nomor Induk Kependudukan yang sama akan tetapi nama berbeda. Daerah dengan jumlah data bermasalah tertinggi adalah Jawa Barat dengan 4.395.881 nama, Jawa Tengah 2.232.808 nama, dan Jawa Timur 1.925.757 nama. “Kalau mau dibilang sudah clear, KPU tunjukkan dong. 20,3 juta itu jumlah yang sangat besar,” tandasnya. Karena itu, KPU diminta untuk realistis menyikapi persoalan DPT ini. Rencana rekapitulasi DPT secara nasional pada 23 Oktober mendatang, jangan sampai dipaksakan, dan membuka pintu kembali kacaunya daftar pemilih di 2014. “Sudahlah diundur saja, sebab sulit untuk diyakinkan bahwa pemutakhiran daftar pemilih telah memiliki akurasi yang tinggi. Diundur 2 minggu dibarengi kerja keras KPU secara serius,” katanya. Arif berpandangan terlalu berisiko jika menetapkan DPT padahal faktanya masih begitu bermasalah. Dalam melakukan penundaan pengumuman DPT secara nasional, menurutnya KPU tidak perlu menunggu rekomendasi dari Bawaslu. Tanpa adanya rekomendasi itu, KPU dapat menunda. (ant/bali post)

Jokowi Tegaskan Monorel Bukan Proyek Balas Budi Jakarta (Suara NTB) – Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menegaskan proyek monorel bukanlah bentuk balas budi kepada Ketua PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.

“Proyek balas budi gimana? Itu urusan ‘B to B’, urusan Pemprov DKI sama PT Jakarta Monorail, kalau mereka mau kerja sama dengan siapa ya terserah, mau sama JK mau sama Guber-

nur lama, terserah,” kata Jokowi di Balaikota, Senin (21/10). Jokowi menegaskan inisiatif pembangunan proyek yang sempat terhenti selama lima tahun tersebut murni

diperuntukan sebagai penyediaan transportasi publik guna mengurangi kemacetan Ibu Kota. Sebelumnya, diberitakan salah seorang Pengamat transportasi, Darmaningt-

yas, berpendapat pembangunan proyek monorail mengandung unsur politik balas budi karena Megawati adalah sosok yang mencanangkan pembangunan monorel. (ant/bali post)


Selasa, 22 Oktober 2013

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Antisipasi AEC

Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTB Latih 60 Tenaga Berketerampilan Khusus Tata Boga dan Rias Mataram (Suara NTB)ASEAN Economy Community (AEC) 2015 menjadi salah satu acuan untuk menyiapkan tenaga-tenaga terampil dan memiliki SDM yang memadai. Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTB kemudian menggarap program yang berbasis pijar dengan menyiapkan UMKM-nya. Salah satunya dengan memberikan kembali pelatihan kepada 60 peserta di bidang tata boga dan tata rias. Bekerjasama dengan Balatkop Provinsi NTB, pelatihan ini dilaksanakan selama empat hari kedepan. Dengan pembagian jadwal, dua hari

teori dan dua hari pelaksanaan praktik. Melibatkan instruktur lokal dan nasional. Pembukaan pelatihan, Senin (21/10) di Balatkop kemarin, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTB, Drs. H. Supran, MM dihadapan peserta dan seluruh jajarannya dan Kepala Biro Ekonomi Setda NTB, Drs. Hendro Kartiko, M. Si mengatakan perlu memaksimalkan persiapan SDM masyarakat dalam menghadapi pasar bebas ASEAN. Kenapa tata boga dan tata rias? Supran menyebut tata boga berkaitan langsung dengan pelaksanaan program pengembangan

Sapi Jagung dan Rumput Laut (Pijar). Dimana ketersediaan bahan baku didalam daerah yang sangat memadai untuk dilakukan pengolahan dalam bentuk jadi. Demikian juga untuk tata riasnya, NTB yang terdiri dari tiga suku, Sasak, Samawa dan Mbojo memiliki ciri khas dengan budaya yang beraneka ragam. Di dalamnya, terdapat banyak kegiatan yang membutuhkan keterampilan khusus di bidang kecantikan. “Banyak sekali adat nyongkolan kita yang membutuhkan jasa tata. Kalau sudah banyak yang memiliki SDM di bidang itu, pada persaingan

AEC nanti kita tidak perlu membutuhkan jasa rias dari luar,� sebut Mantan Kepala Biro Keuangan Setda NTB ini. Yang terpenting menurutnya, pelatihan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh peserta. Didukung dengan pembelajaran materi dan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan peserta. Sehingga dapat diserap dengan baik. Ia menyatakan komitmennya untuk tetap mendukung UMKM dalam hal penguatan modal, jika UMKM yang terkait memiliki kelayakan dan perkembangan usaha yang bisa dipertanggungjawabkan. Bisa saja dengan sup-

port pendanaan dari APBD, APBN, bahkan memfasilitasi langsung dengan lembaga penyedia kredit lunak. “Selain itu, hasil-hasil pelatihan ini akan terus dilakukan evaluasi kedepannya. Leading sector-nya Dinas Koperasi yang ada di Kabupaten/ kota yang memberikan rekomendasi pesertanya,� demikian Supran. (bul) Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTB Drs. H. Supran, MM memberikan pengarahan. (Suara NTB/bul)

Peserta pelatihan (Suara NTB/bul)

Narasumber pelatihan, jajaran dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTB dan Balatkop serta Kepala Biro Ekonomi Setda NTB.

(Suara NTB/bul)

(Suara NTB/bul)

Peserta pelatihan

Jajaran Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTB dan Balatkop

(Suara NTB/bul)

Serangan Bom di Kafe Baghdad Tewaskan 34 Orang Baghdad Ledakan bom pinggir jalan yang disusul dengan serangan bom bunuh diri di sebuah kafe di Baghdad, ibu kota Irak, menewaskan sedikitnya 34 orang, Minggu, kata beberapa pejabat keamanan dan medis. Serangan di daerah mayoritas Syiah, Al-Amil, di Baghdad selatan itu juga mencederai sedikitnya 50 orang, kata pejabat-pejabat itu, lapor AFP. Seorang kolonel polisi mengatakan, bom pertama meledak di dekat kafe pinggir jalan, dan setelah itu penyerang bunuh diri meledakkan bomnya ketika orang berkumpul di lokasi kejadian. Pertugas penanganan darurat segera membersihkan lokasi ledakan dan pasukan komando kepolisian menutup daerah sekitar serangan tersebut, kata seorang wartawan AFP. Militan berulang kali menyerang kafe di Baghdad dan wilayah lain di Irak tahun ini, dan juga tempat-tempat lain dimana massa berkumpul seperti pasar, masjid dan lapangan sepak-bola. Pemboman Minggu itu berlangsung dua hari setelah sebuah bom mobil meledak di dekat toko eks-krim di Baghdad timur, menewaskan sedikitnya 16 orang. Kekerasan di Irak telah

mencapai tingkatan yang belum pernah terlihat sejak 2008, ketika negara itu mulai bangkit dari konflik sektarian mematikan pada 2006-2007 yang merenggut puluhan ribu jiwa. Dengan kekerasan terakhir itu, lebih dari 480 orang tewas sepanjang bulan ini, dan jumlah kematian telah mencapai lebih dari 5.200 sejak awal tahun ini, menurut hitungan AFP yang berdasarkan atas sumber-sumber medis dan keamanan. Belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan-serangan tersebut, namun militan Sunni dan Al Qaida meningkatkan kekerasan tahun ini, khususnya terhadap warga Syiah yang mereka anggap menyimpang dari ajaran Islam. Hampir 900 orang sipil tewas di Irak pada September, menurut misi PBB di Irak. Kekerasan Kamis itu merupakan yang terakhir dari gelombang pemboman dan serangan bunuh diri di tengah krisis politik antara Perdana Menteri Nuri al-Maliki dan

mitra-mitra pemerintahnya dan pawai protes selama beberapa pekan yang menuntut pengunduran dirinya. Lebih dari 800 orang tewas dalam serangan-serangan selama Agustus, yang telah menjadi salah satu bulan paling mematikan di Irak. Berdasarkan data yang dihimpun PBB dan pemerintah Irak, Juli merupakan bulan paling mematikan dalam lima tahun dengan jumlah korban tewas lebih dari 1.000 orang. Jumlah kematian akibat serangan-serangan di Irak telah mencapai ribuan orang sejak awal tahun ini. Gelombang serangan di Irak meningkat sejak awal tahun ini, dan menurut laporan PBB, lebih dari 2.500 orang tewas dari April hingga Juni saja, jumlah tertinggi sejak 2008. Jumlah kematian pada Maret mencapai 271, sementara sepanjang Februari, 220 orang tewas dalam kekerasan di Irak, menurut data AFP yang berdasarkan atas keterangan dari sumber-sumber keamanan dan medis. Irak dilanda kemelut politik dan kekerasan yang menewaskan ribuan orang sejak pasukan AS menyelesaikan penarikan dari negara itu pada 18 Desember 2011, meninggalkan tanggung jawab keamanan kepada pasukan Irak. Selain bermasalah dengan Kurdi, pemerintah Irak juga berselisih dengan kelompok Sunni. Perdana Menteri Irak Nuri alMaliki (Syiah) sejak Desember 2011 mengupayakan penangkapan Wakil Presiden Tareq alHashemi atas tuduhan terorisme dan berusaha memecat Deputi Perdana Menteri Saleh alMutlak. Keduanya adalah pemimpin Sunni. (ant/bali post)

(ant/bali post)

SERANGAN BOM - Warga melihat lokasi serangan bom di Baghdad, Selasa (8/10). Bom meledak di ibukota Irak dan menewaskan 38 orang, menurut keterangan polisi, ketika tersangka militan Islamis Sunni mendorong kampanye yang memicu konflik interkomunal.

Snt22102013  

Pascapenangkapan IS Dua Terduga Teroris Masih Dicari