Page 1

HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK SUMBAWA ECERAN Rp 3.000

Rp. 50.000 Rp. 55.000

16 HALAMAN

SUARA NTB Pengemban Pengamal Pancasila

SENIN, 21 APRIL 2014

NOMOR 41 TAHUN KE 10 Online :http://www.suarantb.com E-mail: hariansuarantb@gmail.com

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

H.M. Husni Djibril ’’Banjir’’ Suara di Kabupaten Sumbawa SOSOK legislator ulung Udayana, H. M. Husni Djibril B.Sc, tak asing lagi bagi banyak orang. Telah 20 tahun, politisi banteng ini menjadi wakil rakyat, menjadikannya semakin dekat dan paham dengan persoalan masyarakat. Terutama hak-hak yang mesti diberikan kepada rakyat. Pencerahan akan hak rakyat itulah yang disampaikannya dalam sosialisasi ataupun kampanye selama ini. Yang H.M.Husni Djibril

kemudian mengantarkannya menjadi legislator periode ke lima, 2014-2019. Dengan catatan fantastis, sebagai Caleg DPRD NTB dengan perolehan suara tertinggi di Kabupaten Sumbawa. Hasil Pleno Rekapitulasi KPU Sumbawa, yang berakhir, Minggu (20/4) kemarin, membuktikan suara H.M. Husni Djibril yang berada di nomor urut 1 Caleg PDI P untuk DPRD NTB khusus di Kabupaten Sumbawa, menembus angka 19.756 suara. Jauh meninggalkan perolehan suara Caleg No urut 2, Mus-

tami H. Hamzah yang memperoleh 10. 411. Dengan total suara partai 39.707. Bahkan perolehan suara Husni Djibril mengalahkan Caleg DPRD NTB dari parpol lainnya di Sumbawa. Sebagai perbandingan, angka terdekat dengan perolehan suara Husni Jibril diraih caleg Partai Hanura Hj. Rahma HM, yang mendapatkan 14.942 suara. Perolehan suara Husni Jibril paralel dengan keberhasilan PDI P Sumbawa yang mendapatkan enam kursi untuk DPRD Sumbawa dan menempatkan mereka mendapatkan jatah Ketua

DPRD Sumbawa untuk periode mendatang. ‘’Banjir’’ suara Husni yang juga Sekjen DPD PDIP NTB ini, tak lepas dari upayanya yang lebih banyak turun dan berdialog dengan masyarakat. Menyampaikan tentang hak dan kewajibannya sebagai anggota DPRD. Serta memberikan pemahaman tentang hak dan kewajiban rakyat selama masa sosialisasi dan kampanye. Sebab selama ini, masyarakat terkesan hanya disodori tentang kewajiban mereka, seperti membayar pajak. Bersambung ke hal 5

Perolehan Suara Tertinggi Sementara Caleg DPR RI Dapil Lotim

Hasil Sementara Suara Terbanyak di Lotim

Didominasi Caleg Nomor Urut Satu Selong (Suara NTB) Hingga Minggu (20/4) kemarin, KPU Lombok Timur (Lotim) masih melakukan proses rekapitulasi penghitungan suara hasil pemilu yang berlangsung 9 April lalu. Dari penghitungan sementara, tergambar dalam rapat pleno tersebut, caleg-caleg dengan nomor urut 1 paling banyak berpeluang masuk parlemen. Kecuali untuk caleg dari Partai Demokrat. Perolehan suara sementara, terbanyak diraih caleg DPR RI nomor urut 10 atas nama H. M. Syamsul Luthfi dengan perolehan 9.919 suara, mengungguli caleg nomor 1 atas nama Nanang Samodra. Juga caleg Partai Golkar, di mana Adi Putra Taher nomor urut 1 memperoleh 524 suara diungguli caleg nomor 2 dengan suara 654 atas nama Lalu Mara Satriawangsa. Demikian juga dengan caleg Hanura nomor 10 atas nama L. Gede Samsul memperoleh 1.202 suara, mengalahkan caleg Hanura nomor urut 1. Gambaran tersebut, sementara baru dari dua keca-

matan masing-masing laporan PPK Selong dan PPK Sakra Barat dalam rapat pleno yang dipimpin Ketua KPU Muhammad Saleh dan dihadiri Panitia Pengawas Pemilu, Miftahurrahman dan para saksi dari Partai Politik. Dalam laporan PPK Selong, para caleg DPR RI dari Partai Nasdem ada Dr. Kurtubi pada nomor urut 1 memperoleh suara sebanyak 457. Angka ini tertinggi dari caleg Nasdem lainnya. Di Sakra Barat, suara Kurtubi bersaing ketat dengan caleg nomor 2 dan 3 masingmasing 290 dan 351. PKB, nomor urut 1 Helmy Faishal Zaini juga memperoleh suara cukup banyak, 1.183. Fahri Hamzah dari

PKS pada nomor urut 1 dengan perolehan suara 1.149. PDIP ada Rachmat Hidayat juga nomor 1 memperoleh 2.650 suara. Golkar bersaing ketat, nomor urut 1 Adi Putra Taher memperoleh 524 suara dengan Lalu Mara Satriawangsa yang sedikit lebih unggul meski berada pada nomor urut 2 dengan perolehan 654 suara. Partai Gerindra dengan caleg Nomor urut 1, Wilgo Zainar dapat 347. Untuk Partai Demokrat, suara Nanang Samodra caleg Nomor 1 memperoleh 1.094 kalah jauh oleh caleg nomor urut 10 atas nama H. M. Syamsul Luthfi dengan perolehan suara 9.919 suara. Bersambung ke hal 5

’’Kartini’’ Lingkungan

(Suara NTB/dok)

1.

H.L.Suhaimi Ismy

8. 202

2.

Hj.Robiatul Adawiyah

7. 637

3.

Zulkarnaen

1. 585

(Suara NTB/ars)

Selong (Suara NTB) Pemungutan suara ulang di TPS 11 di Dusun Tangar Purnama, Desa Wakan, Kecamataan Jerowaru, Lotim, Sabtu (19/4) lalu sempat menuai protes dari sejumlah warga. Pemungutan suara ulang pun tertunda hingga beberapa jam. Dari 307 warga Wakan yang masuk daftar pemilih tetap (DPT), hanya 30 orang menggunakan hak pilihnya. Pemungutan suara ulang berlangsung di bawah pengawalan ketat aparat kepolisian bersenjata lengkap. Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) tidak berani menggelar pemungutan suara ulang. Kepanitiaan dalam pemilihan ulang pun diambil alih langsung oleh Penyelenggara Pemilu Kecamatan (PPK). Bersambung ke hal 5 PENGAMANAN - Pencoblosan ulang di TPS 11 Desa Wakan Sabtu (19/4), mendapat pengawalan ketat dari aparat keamanan.

(Suara NTB/rus)

Hari Ini, 10 Negara ASEAN Bahas Masalah Transportasi di NTB

MENJAGA lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Kepedulian terhadap lingkungan merupakan investasi masa depan yang hasilnya tidak dapat dirasakan saat ini, namun dirasakan dalam beberapa tahun mendatang. Itulah komitmen ‘’Kartini’’ lingkungan dari Komunitas Masyarakat Peduli Sampah dan Lingkungan (KMPSL) NTB, Aisyah Odist, Bersambung ke hal 5

Mataram (Suara NTB) NTB kembali ditunjuk dan dipercaya pemerintah pusat menjadi lokasi pertemuan 10 negara anggota-anggota ASEAN yang akan membahas masalah transportasi. Pertemuan tersebut akan dihadiri sekitar 160 orang dari perkumpulan negara-negara Asia Tenggara itu. Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) NTB, Drs. Agung Hartono, M.STr menjelaskan dua pertemuan tingkat ASEAN akan membicarakan masalah transportasi salah satunya Agung Hartono

Aisyah Oidist

Perolehan Suara

Nama Caleg

Dari 307 DPT, hanya 30 Warga Gunakan Hak Pilih

Jadikan Pelajaran

KO M E N TTAA R

No

Pencoblosan Ulang di Lotim

TO K O H TUJUH hari berturut – turut drama sidang praperadilan PT. Citra Gading Asritama (CGA) melawan Kejaksaan Tinggi NTB, berakhir dengan keputusan kemenangan pihak Kejaksaan. Bagi Kejaksaan, kemenangan itu bukan berarti sesuatu yang harus dirayakan, tapi justru bernilai edukasi untuk bekerja profesional. Pihak Kejaksaan punya terjemahan berbeda dari putusan hakim tunggal I Made Pasek, SH,MH, Rabu (16/4) lalu itu. menurut Kajati NTB, Sugeng Pudjianto, SH, MH, pelajaran penting justru dari prosesnya, bukan kemenangan yang diraih. Bersambung Sugeng Pudjianto ke hal 5

Perolehan Suara Sementara Terbanyak Calon Anggota DPD RI

(Suara NTB/dok)

Facilitation Transportation Working Group Meeting. Kegiatan itu dimulai pada Senin, 21-23 April 2014. “Kegiatannya dilaksanakan di Sheraton Hotel Senggigi Lombok Barat. Jumlah pesertanya sekitar 160 orang. Kementerian Perhubungan sebagai tuan rumah, melibatkan unit terkait seperti Kementerian Luar Negeri , Kementerian Kesehatan dan Kemenko Polhukam,” ujarnya. Agung mengatakan, pertemuan tingkat ASEAN itu akan mempunyai dampak yang cukup besar bagi NTB. Provinsi NTB yang masuk koridor V MP3EI, yang menekankan

pada ketahanan pangan dan pintu gerbang pariwisata nasional dinilai tepat sekali menjadi lokasi pertemuan.” Sehingga memberikan dampak positif bagi pengembangan pariwisata NTB,”katanya. Apalagi, kata Agung, ratusan peserta dari 10 negara ASEAN ini, usai rapat akan mengunjungi objek-objek wisata yang ada di Pulau Lombok. Kemudian, mereka juga melihat fasilitas transportasi yang ada di NTB. Untuk sampai ke NTB, lanjutnya, para peserta dari negara-negara ASEAN dapat dengan mudah. Pasalnya, sudah ada penerbangan langsung Lombok-Singapura

dan Lombok-Kuala Lumpur. “Sudah ada beberapa penerbangan langsung ke NTB, seperti melalui Singapura, Kuala Lumpur dan Jakarta menuju NTB,”imbuhnya. Selain itu, pertemuan tersebut juga diharapkan bisa mendorong terbukanya penerbangan langsung Lombok ke sejumlah negara-negara ASEAN lainnya, seperti Lombok-Bangkok, Thailand tentunya dengan melihat prospek yang ada. Acara tersebut, kata Agung akan dibuka secara langsung oleh Sekjen Kementerian Perhubungan RI dan dihadiri pejabat eselon I dan II lingkup Kementerian Perhubungan. (nas)


SUARA NTB Senin, 21 April 2014

SUARA MATARAM

Halaman 2

”Kartini - kartini” kini

WARGA Kota Mataram dilarang membakar sampah. Selain berdampak negatif terhadap kesehatan, aktivitas membakar sampah juga dapat mengurangi poin penilaian bagi Kota Mataram dalam upaya mendapatkan penghargaan Adipura tahun ini. Camat Cakranegara, M. Salman Rusdi mengatakan pihaknya juga sering mengimbau kepada warga Cakranegara untuk tidak membakar sampah. Sebaliknya warga diberikan sosialisasi bahwa sampah itu bisa bernilai ekonomis jika warga memiliki kreativitas untuk (Suara NTB/yan) mengolahnya. “Memang setiap M. Salman Rusdi saat selalu kita imbau kepada masyarakat bahwa tidak boleh lagi membakar sampah. Tapi mari sampah dibuat jadi komoditas untuk diolah, yang sebelumnya tidak berharga menjadi berharga,” terangnya. Rusdi mengakui memang masih ada warga yang melakukan pembakaran sampah. Begitu ada warganya yang dilihat membakar sampah, hal itu akan langsung dikoordinasikan dengan Lurah setempat. Kemudian Lurah yang akan langsung menegur warga yang ditemukan membakar sampah. “Ada beberapa kejadian seperti itu dan Lurah kita telepon dan langsung turun ke lapangan bersama Kepala Lingkungan (Kaling). Lurah menyampaikan kepada yang bersangkutan untuk dipadamkan,” ujarnya. Ia juga mengimbau kepada masyarakat agar sebaiknya sampah ditaruh atau dikumpulkan di tempat yang telah ditentukan. Saat ini di Kecamatan Cakranegara sudah ada beberapa kelompok yang mulai melakukan pemilahan dan pengolahan sampah. Salah satunya di Kelurahan Cakranegara Timur dan Cakranegara Barat. “Itu secara bertahap kita lakukan,” imbuhnya. Kelompok-kelompok yang telah melakukan pemilahan sampah, yang memisahkan sampah organik dan anorganik bisa menjual sampah-sampah tersebut ke Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Lisan (Lingkungan dengan Sampah Nihil) atau juga bisa melalui Bank Sampah. Dalam rangka mempersiapkan penilaian Adipura tahap dua, Rusdi juga mengimbau kepada para pemilik toko yang ada di kawasan Cakranegara agar menyiapkan tempat pemilahan sampah di toko mereka. Berdasarkan hasil pantau penilaian Adipura pertama (P1) khususnya di kawasan pertokoan dan pasar masih rendah atau masih di bawah angka 60. “Kita harapkan dari toko juga ada pemilahan sampah,” cetusnya. (yan)

Harus Cari Terobosan Baru WAKIL Ketua DPRD Kota Mataram, I Wayan Sugiartha menyarankan Pemkot Mataram mencari terobosan baru. Ini menyusul disetujuinya pembiayaan 90 ruas jalan rusak di Kota Mataram oleh PIP (Pusat Investasi Pemerintah). Jumlah ruas jalan yang akan dibiayai melalui pinjaman daerah ini bisa dikatakan masih jauh dari harapan. Pasalnya, pada pengajuan pinjaman ke PIP, Pemkot Mataram mengusulkan perbaikan sekitar 165 ruas jalan se-Kota (Suara NTB/fit) Mataram, namun nyatanya setI Wayan Sugiartha elah verifikasi lapangan disertai pengkajian dan analisis tim PIP, hanya 90 ruas jalan yang positif akan dibiayai dari pinjaman senilai Rp 60 miliar itu. Dengan begitu tersisa 75 ruas jalan rusak yang juga harus diperbaiki. Karenanya, pascamengetahui jumlah ruas jalan yang perbaikannya dibiayai PIP, Pemkot Mataram harus segera mencari terobosan lain. Wayan Sugiartha menyarankan pihak Pemkot Mataram melakukan lobi-lobi kepada Pemprov NTB. Bukan dalam bentuk sharing anggaran, melainkan penganggaran murni oleh Pemprov NTB. ‘’Kalau untuk perbaikan, ndak perlu sharing, kecuali pembukaan ruas jalan baru,’’ terangnya kepada Suara NTB, Minggu (20/4) kemarin. Menurut Wayan Sugiartha, Mataram tidak hanya sebagai ibukota provinsi tapi juga etalasenya NTB, untuk itu sudah seharusnya Pemprov ikut membantu. Ia tidak menampik terkait persetujuan terhadap jumlah ruas jalan maupun nama jalan yang akan diperbaiki, memang merupakan wewenang penuh dari PIP. ‘’Untuk menilai apakah jalan tersebut layak atau tidak untuk dibantu sesuai dengan persyaratan yang ditentukan oleh PIP,’’ imbuhnya. Politisi PDIP ini meminta lobi-lobi kepada Pemprov NTB agar dilakukan Pemkot Mataram secepatnya. ‘’Sebelum pembahasan ABT,’’ cetusnya. Saran meminta bantuan kepada Pemprov NTB, lantaran Wayan Sugiartha yakin, jika mengandalkan APBD Kota Mataram untuk membiayai 75 ruas jalan rusak yang tidak disetujui PIP, jelas sangat minim yang bisa dianggarkan. Menurut Wayan Sugiartha, masih ada alternatif solusi selain minta anggaran ke Pemprov. ‘’Kalau diperbolehkan oleh aturan, sebenarnya bisa juga minta ke Kementerian PU,’’ tandasnya. Pada bagian lain ia meminta kepada Pemkot Mataram agar menjelaskan kondisi pinjaman daerah kepada masyarakat. Sebab, awal diajukannya pinjaman tersebut Pemkot Mataram menyatakan dengan pinjaman senilai Rp 60 miliar itu akan mampu memperbaiki seluruh jalan rusak di Kota Mataram, termasuk jalan-jalan lingkungan. (fit)

Malu, sudah tidak lagi lekat dalam benaknya.Terik mentari dan hujan, seolah menjadi sahabatnya.Wajahnya terlihat jelas bekas noda hitam akibat sengatan mentari. Bergelut dengan asap kendaraan serta menjaga keamanan kendaraan adalah rutinitas yang dilakukan setiap hari. JURU Parkir (Jukir) atau biasa akrab dengan sebutan tukang parkir, sejatinya adalah tugas yang dilakukan oleh kaum pria. Membutuhkan tenaga ekstra di antara padatnya kendaraan yang berjejer di depan toko, warung maupun tempat lainnya. Tetapi, tidak bagi Nyoman Supartini, pekerjaan kasar yang sebenarnya tidak harus dikerjakan, terpaksa harus dilakukan dengan meninggalkan separuh jiwanya di rumah. Pekerjaan sebagai tukang parkir, digelutinya hampir delapan tahun. Kondisi ini, mau tidak mau harus dijalani dengan suka duka. Pasalnya, ketiga anaknya membutuhkan biaya sekolah dan memenuhi kebutu-

han dapur. Penghasilan suaminya yang hanya sebagai penjual ayam keliling, tidak mencukupi. “Anak saya tiga, yang satu kelas 4 SD dan dibawahnya TK,” aku Supartini ditemui, Minggu (20/ 4) di sela – sela kesibukan menjadi tukang parkir. Dikatakan, terik mentari dan hujan, sudah tidak dihiraukan lagi. Bekerja mulai pukul 07.00 hingga 17.00 Wita, dengan suara penuh bising. Penghasilannya pun, berkisaran Rp 30 ribu hingga Rp 40 ribu perhari. Itupun, kondisi kendaraan ramai untuk menyempatkan diri berbelanja. Supartini sedih ketika toko tempatnya sebagai tukang parkir harus libur beberapa hari. Ia pun bingung dan kewalahan

mencari pekerjaan lain, di sisi lain kebutuhan terus mendesaknya untuk bekerja. “Kalau pemiliknya capek, dia libur sampai dua hari. Saya sudah mulai bingung cari uang,” katanya. Terkadang sambungnya, dia harus bekerja sebagai tukang cuci dari rumah ke rumah. Tidak ayal, badannya terasa remuk dan bahkan sakit. Semuanya itu dilakukan, karena minimnya pendidikan yang ditempuh semasa sekolah. Kendati demikian, dia tidak tahu sampai kapan harus menjalani profesi kasarnya tersebut. Tetapi, satu yang ditanamkan pada dirinya, ia tidak menginginkan ketiga anaknya mengikuti jejak langkah orangtuanya. “Cukup saya dan bapaknya yang kerja sebagai pekerja kasar, saya mau ketiga anak saja bisa sekolah dan bekerja ditempat yang lebih baik,” harapnya. Selama delapan tahun menjadi tukang parkir, apa suka duka yang dihadapi? Ia menuturkan suka yang dirasakan,

(Suara NTB/cem)

Larang Warga Bakar Sampah

Hidupi Keluarga, Supartini Delapan Tahun Jadi Jukir

Nyoman Supartini beban di rumah terasa hilang, dibandingkan harus diam di rumah. Sementara, dukanya, ketika pengendara motor tidak membayar parkir. Padahal, ia harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk membalik sepeda motor tersebut. “Senangnya kalau di sini, beban di rumah hilang. Dan, paling sedih kalau parkir tidak dibayar,” keluhnya. Dari pekerjaannya tersebut, Supartini berharap, keadaannya

yang sekarang, sedikit bisa mengantarkan kehidupan dan pendidikan anaknya lebih baik. Menyinggung moment Hari Kartini, ia mengatakan lupa dengan hal tersebut. Pasalnya, harus memikirkan apa dan bagaimana memenuhi kebutuhan keluarganya sehari – hari. Mungkin apa yang dilakukan Supartini, setidaknya menjadi pahlawan pada keluarganya. Meski, tubuhnya terbakar matahari. (cem)

Uji Petik Parkir Udayana Dilakukan Setelah Puasa Mataram (Suara NTB) Uji petik terhadap potensi parkir di sepanjang Jalan Udayana akan dilakukan setelah puasa. Saat ini Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Mataram masih melakukan uji coba di kawasan tersebut. Kepala UPTD Perparkiran Dishubkominfo Kota Mataram, H. Syamsul Hakim, S.Sos mengatakan pihaknya telah mendata sebanyak 25 juru parkir di kawasan Udayana baik di tepi jalan bagian barat maupun timur. “Sudah kita data, sudah kita foto supaya tidak ilegal,” ujarnya. Sejak Bulan Maret lalu, retribusi parkir di kawasan itu juga sudah mulai disetorkan ke kas daerah. Namun nilai yang harus disetorkan setiap jukir belum bisa ditentukan. “Kita masih ujicoba. Sekitar bulan puasa atau setelah puasa akan kita adakan uji petik, seperti apa nanti pengaturannya karena di Jalan Udayana itu panjang dia punya lokasi parkir,” terangnya. Kepala Dishubkominfo Kota Mataram disebutkan Syamsul telah menginstruksikan agar lahan parkir di Udayana dibuatkan garis petak sehingga hasil uji petiknya tetap konsisten dengan yang ditargetkan. Dan juga bisa ditentukan berapa target setoran per minggu maupun per bulannya. Saat ini jumlah setoran yang mulai disetorkan para juru parkir di Udayana sekitar Rp 20 ribu-Rp 30 ribu per minggu. “Sementara ada yang Rp 20 ribuRp 30 ribu per minggu. Belum

berani kita pastikan berapa target yang sebenarnya karena kita belum uji petik,” jelasnya. Ditambahkan Syamsul jika sudah ada hasil uji petik, maka itu bisa dijadikan dasar penghitungan berapa layaknya retribusi yang akan dikenakan. Beberapa waktu lalu, Kepala Dishubkominfo Kota Mataram, Drs. H. Khalid mengatakan pihaknya merencanakan untuk membuat lahan parkir di sekitar kawasan itu sehingga pengunjung tak perlu memarkir kendaraan di badan jalan. Selain parkir di tepi Jalan Udayana, Dishubkominfo juga sedang mengkaji parkir di tepi jalan di depan Bank NTB dan Hotel Santika. Dimana telah dipasang larangan parkir tapi selalu dilanggar. Jika memungkinkan maka bisa ditarik parkir dari jalan tersebut. “Kemungkinan juga di badanbadan jalan lainnya akan kita tertibkan,” ujarnya. (yan)

Pemilik Toko Diminta Siapkan Tempat Pemilahan Sampah Mataram (Suara NTB) Camat Cakranegara, M. Salman Rusdi berharap kepada para pemilik toko yang ada di kawasan Cakranegara agar menyiapkan tempat pemilahan sampah di toko mereka. Selain untuk meminimalisir produksi sampah yang dibuang ke TPA, hal ini juga termasuk dalam rangka menyiapkan penilaian kedua (P2) dari tim pemantau Piala Adipura 2014. Hasil pantau penilaian Adipura pertama (P1) khususnya di kawasan pertokoan dan pasar masih rendah atau masih di bawah angka60.“Kitaharapkandaritokojuga ada pemilahan sampah,” cetusnya ditemui di kantornya, Kamis (17/ 4). Jika memang tidak ada tempat pemilahan sampah khusus, minimal para pemilik toko memilah sampah dengan meletakkanya di dalam kardus atau karung. Dengan demikian sampah nantinya dapat dipilah dengan gampang. “Memang setiap toko diharuskan untuk menyiapkan (tong sampah). Minimal pakai karung atau pakai kardus untuk tempat taruh sampahnya,” ujarnya. Untuk persiapan penilaian Adipura ini, Salman menyampaikan pihaknya juga telah memasang tempat sampah di beberapa titik di Jalan Selaparang. Ia juga berencana akan menambah gerobak sampah di Pasar Cakranegara. Untuk itu ia meminta kepada Badan Lingkungan hidup (BLH) Kota Mataram untuk menyiapkan satu tambahan gerobak sampah. “Saya koordinasi dengan BLH kita minta satu lagi gerobak untuk ditaruh di selatan. Rencana

semua akan kita pasangkan dan kerjasama dengan Kepala Pasar Cakranegara. Kita juga koordinasi dengan pemilik toko sehingga tidak mengganggu pengunjung toko, parkir, dan PKL. Kita menempatkan tidak berdasarkan keinginan tapi berdasarkan koordinasi kita dengan semua pihak terkait,” terangnya. (yan)

(Suara NTB/yan)

BERSIHKAN GULMA - THL Dinas PU Kota Mataram sedang membersihkan gulma yang ada di sekitar Dasan Cermen, Cakranegara. Untuk membersihkan gulma di sekitar Kecamatan Cakranegara dan Sandubaya, sekitar 20 pekerja dikerahkan.

Jelang Penilaian Adipura

THL Dinas PU Kota Mataram Bersihkan Gulma Mataram (Suara NTB) Dalam rangka mempersiapkan diri untuk penilaian tahap dua (P2) Piala Adipura 2014, Pemkot Mataram melakukan berbagai langkah agar penghargaan tersebut dapat kembali diraih tahun ini. Salah satunya dengan membersihkan gulma atau rumput liar yang tumbuh di pinggir jalan-jalan utama di Kota Mataram. Pantauan Suara NTB, Sabtu (19/4) lalu, puluhan Tenaga Harian Lepas (THL) Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Mataram membersihkan gulma di sekitar Dasan Cermen, Cakranegara. Mandor pembersihan ruang milik jalan (rumija), Made Seladri mengatakan pembersihan gulma di jalan-jalan di Kota Mataram memang rutin dilaksanakan dan telah diprogramkan secara berkala. Fokus pembersihan gulma yang dilakukan saat ini yaitu di jalan-jalan protokol atau jalan nasional, jalan provin-

si maupun jalan kota. “Banyak sekali gulmanya, sampai tinggi-tinggi seperti ini. Ini memang rutin kami bersihkan,” ujarnya. Setiap hari puluhan THL bekerja membersihkan gulma di pinggir jalan dan tidak ditargetkan sampai kapan pekerjaan itu akan dilaksanakan. Untuk membersihkan gulma di berbagai ruas rumija di sekitar Kecamatan Cakranegara dan Sandubaya, dikerahkan sekitar 20 orang THL. “Dua puluh orang khusus untuk membersihkan rumija. Kalau pembersihan drainase itu dari (Bidang) Pengairan, kalau kita khusus untuk rumija saja,” cetusnya. Seladri mengatakan dalam sehari mereka bekerja sekitar delapan sampai sembilan jam, mulai pukul 08.00-16.00 Wita. “Kadang juga sampai jam lima sore,” ujarnya. Gulma yang berhasil dibersihkan itu kemudian diangkut ke TPA dengan menggunakan kendaraan mi-

lik Dinas PU Kota Mataram. Sebelumnya Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh meminta Kepala Dinas PU Kota Mataram untuk berkoordinasi dengan Balai Jalan Nasional untuk membersihkan gulma-gulma yang ada di pinggir jalan. Selain itu juga diminta untuk memantau dan menangani kebersihan sungai-sungai yang ada di Kota Mataram. Penghargaan Adipura 2014 ini disebutkan Walikota adalah harga mati. Tahun ini Pemkot Mataram harus bisa meraih dan mempertahankan penghargaan tersebut. Walikota mengatakan dari beberapa kriteria yang menjadi penilaian, ada beberapa kriteria yang potensial atau berbobot besar yang dapat menentukan nilai yang harus didapatkan Pemkot Mataram sehingga bisa melampaui passing grade. Hal itu harus menjadi perhatian semua pihak, mengingat penilaian kedua (P2) Piala Adipura akan dilaksanakan sekitar April-Mei. (yan)


SUARA NTB Senin, 21 April 2014

SUARA PULAU LOMBOK

Halaman 3

SKPD Dinilai Miskoordinasi

Dewan Telusuri Penerbitan Izin Bangunan Diduga Ilegal di Sekotong Giri Menang (Suara NTB) -

Ancaman Bupati Lombok Barat (Lobar), Dr. H . Zaini Arony, MPd, membongkar bangunan yang diduga liar dan menyalahi aturan, karena menutupi pemandangan pantai di kawasan wisata Sekotong didukung penuh kalangan DPRD. Komisi III DPRD Lobar akan menelusuri perizinan yang dikeluarkan Badan Perizinan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (BPPMPT) khususnya di kawasan Sekotong. DPRD menilai dalam mengeluarkan izin ini, SKPD terkait dalam hal ini BPPMPT, Dinas Pariwisata, Badan Lingkungan Hidup dan dinas terkait lainnya terjadi miskoordinasi, sehingga izin yang dikeluarkan pun diduga asalasalan. “Ada miskoordinasi antara SKPD terkait yang tangani perizinan ini (khusus Badan Perizinan), sehingga

muncul bangunan diduga liar di Sekotong itu. Diduga izinnya ini dikeluarkan asalasalan,” ungkap Ketua Komisi III DPRD Lobar, Bahrul Fahmi, Minggu (20/4). Menurutnya, perizinan dalam hal ini berhak mengeluarkan izin, namun tidak terlepas dari SKPD lain yang terkait, seperti Badan Lingkungan Hidup dan Dinas PU. Ia

menilai koordinasi antara dinas ini yang kurang, sehingga menyebabkan persoalan bangunan liar dan menyalahi aturan pun muncul. ‘’Ke depan semua dinas ini harus berkoordinasi secara baik,’’ ujarnya. Dalam hal ini, ujar politisi PPP ini, jika sudah ada bangunannya seperti di Sekotong, maka harus dikaji dan ditinjau ulang supaya tidak

merugikan semua pihak. Jika dibiarkan, maka tentu yang rugi Pemda dan masyarakat, karena menghalangi masyarakat dalam menikmati pemandangan pantai. Namun, jika bangunan ini melanggar ketentuan dan mengharuskan dibongkar, maka yang rugi adalah investor. “Maka perlu ada solusi dan jalan keluar biar semua tidak dirugikan,” ujarnya. Hal senada disampaikan anggota Komisi III DPRD Lobar lainnya, H. Yakti. Menurutnya secara aturan tembok itu tidak boleh melebihi 2,5 meter apalagi kawasan wisata tinggi tembok 2,5 meter baru di bagian atasnya meng-

gunakan terali. “Tapi kalau full menutupi pemandangan itu tidak boleh. Itu salahi aturan Perda. Karena itu perizinan diminta segera membongkarnya, karena selain salahi aturan juga merusak pemandangan,” tegasnya. Dalam hal ini, Komisi III yang membidangi masalah ini akan menelusuri instansi yang mengeluarkan izin bangunan di Sekotong. Menurut rencana, setelah selesai proses pemilu legislative, Komisi III akan turun ke lapangan untuk melihat kondisinya, “baru bisa berkomentar banyak nanti,” imbuhnya, seraya menambahkan, perizinan bukan hanya BPPMPT, namun semua SKPD ter-

kait harus dilibatkan. Terpisah, Kepala BLH Lobar, Mulyadin SH, MH, menyatakan pihaknya akan turun ke kawasan Sekotong untuk melakukan pendataan. Jika nanti setelah dilakukan pendataan dan tidak ada izin lingkungan, maka tentu izin yang lain bisa dicabut. “Anggaplah ada izinnya, namun kalau tidak ada izin lingkungan, maka semua izin lain akan bisa dicabut,” tegasnya sembari menyatakan hal ini sesuai UU Nomor 32 tahun 2011 tentang Pengelolaan dan Perlindungan Lingkungan Hidup. Jika izinnya dicabut, bangunan itu termasuk ilegal. Saat ini, pihaknya masih memverifikasi data yang

diperoleh dari BPPMPT terkait perizinan bangunan tiga tahun terakhir. Terhadap bangunan lama, pihaknya mencari solusi. Selain itu, BLH sudah menyisir 25 objek bangunan di Senggigi, setelah selesai di kawasan Senggigi barulah timnya akan berpindah ke selatan (Sekotong, red). Ditemui terpisah, Kepala BPPMPT Lobar, Rusmanhadi enggan berkomentar. “Saya mau selesaikan dokumen ini dulu,” katanya sembari berlalu. Sementara itu, Camat Sekotong, L. Edi Sadikin juga akan menurunkan tim untuk mengecek perizinan bangunan yang ada di kawasan Sekotong. (her)

Pemilihan Ulang di Loteng Dijaga Ekstra Ketat Targetkan Lulus 100 Persen PELAKSANAAN Ujian Nasional (UN) tingkat siswa SMA/MA, SMK dan Paket C yang telah dilalui 14-16 April lalu, berjalan lancar sesuai monitoring dan evaluasi Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU). Melihat persiapan yang matang dan pelaksanaan yang berjalan baik, Pemerintah KLU menargetkan angka kelulusan UN sempurna - 100 persen. “Harapan kita, kelulusan bisa 100 persen. Mudah-mudahan harapan ini bisa tercapai,” harap Wakil Bupati (Wabup) KLU, Dr. H. Najmul Akhyar, SH, MH, Sabtu (19/4). Wabup menilai proses pelaksanaan UN tahun ini mulai sejak awal sudah berjalan dengan baik. Pada tahun ini tidak dijumpai adanya siswa yang tidak ikut ujian, karena alasan kawin dini dan berbagai alasan lainnya seperti yang terjadi pada tahun lalu. “Jadi pada pelaksanaan UN tahun ini hampir tidak ada masalah. Semuanya lancar, dan tidak ada siswa yang tidak ikut UN, karena alasan menikah dini,” ujarnya. Kasus lain yang banyak terjadi di daerah lain, seperti beredarnya kunci jawaban, soal bocor, dan lainnya, kata dia, tidak terjadi di KLU. Ia bahkan menampik, kasus dimaksud sama sekali tidak terjadi di KLU. “Insya Allah di KLU tidak ada hal itu,” tegasnya. Sementara di salah satu PKBM yaitu PKBM Ardi Putra, Pendua - Kecamatan Kayangan yang menjadi peserta UN dengan melibatkan siswa Paket C, tercatat sebanyak 51 orang siswa Paket C yang berpartisipasi di UN kali ini. Siswa paket C yang ada di lembaganya merupakan siswa tidak belajar di sekolah reguler. Usia rata-rata siswanya tercatat di atas 20 tahun. Usia lanjut untuk level sekolah menengah itu, tidak menjadi kendala bagi siswa untuk meraih kelulusan. Pada penyelenggaraan UN Paket C tahun ini khususnya di KLU ada 4 PKBM, yaitu PKBM di Pemenang, PKBM di Gangga, PKBM di Bayan dan PKBMArdi Putra Pendua ini. Sehingga jumlah peserta secara keseluruhan yang mengikuti UN Paket C tersebut hampir mendekati angka empat ratusan. Khusus di PKBM Ardi Putra Pendua ini dari sejak tahun 2003 hingga tahun 2014, tercatat telah menamatkan 2.476 orang siswa, baik di Paket A, Paket B dan Paket C. (ari) H. Najmul Akhyar (Suara NTB/dok)

Tanam 1,5 Juta Pohon

Sekotong Raih Peringkat Pertama Tingkat Kabupaten Giri Menang (Suara NTB) Pemerintah Kecamatan Sekotong bersama dengan masyarakat setempat tahun 2013 lalu, berhasil menanam 1,5 juta lebih bibit pohon. Jumlah penanaman bibit ini melampaui target dari Pemkab Lombok Barat (Lobar) sebanyak 1 juta bibit pohon. Dalam hal ini, Kecamatan Sekotong berhasil menanam 1.539.000 bibit pohon dan surplus 539.000 bibit pohon. Keberhasilan ini, menempatkan Kecamatan Sekotong peringkat pertama penanaman bibit pohon terbanyak di tingkat kabupaten. ‘’Sekotong berhasil memperoleh juara 1 penanaman bibit pohon mencapai 1,5 juta lebih bibit pohon,” ungkap Camat Sekotong, L. Edi Sadikin, Sabtu (19/4). Menurutnya, penghijauan ini merupakan upaya menekan lahan kritis yang ada di Lobar, apalagi luas lahan kritis di Lobar termasuk tinggi. Diakuinya, Sekotong banyak memiliki potensi lahan tidur yang tak termanfaatkan. Lahan ini perlu memperoleh perhatian khusus untuk bidang kehutanan. Lebih-lebih kesadaran masyarakat mulai tinggi untuk penghijauan, hal ini dapat dilihat dari banyaknya permintaan bibit oleh anggota masyarakat. Untuk pengajuan permintaan bibit, jelasnya, biasanya kelompok tani (poktan) di masing-masing desa langsung minta bibit. Kecamatan dalam hal ini menemani poktan tersebut ke Dishut untuk meminta bibit, dinas pun langsung merespons. “Dinas pun meminta mengambil bibit di Dishut langsung,” ujarnya. Ia mengaku, persoalan lahan kritis masih menjadi persoalan di Sekotong, karena menurut catatan Dishut Lobar luas lahan kritis lumayan tinggi. Selain lahan kritis, lahan produktif di wilayah yang ditetapkan Pemda sebagai daerah wisata, pertambangan dan perikanan ini semakin menyempit karena dampak dari pembangunan perumahan, ruko dan bangunan lainnya. Karena itu menurutnya, salah satu caranya untuk mensiasti persoalan penyempitan lahan ini dengan cara membuka areal lahan baru. Di Sekotong, lanjutnya, memiliki potensi besar untuk membuka lahan baru dengan banyaknya lahan tidur. Pembukaan lahan baru dimaksudkan, meningkatkan status lahan itu menjadi lahan setengah teknis dengan memperbanyak embung dan sumur bor. Hal ini dapat mengganti lahan yang tadinya digerus atau hilang oleh pembangunan. Namun dinas terkait belum melirik potensi itu, sehingga ia pun mempertanyakan mengapa tidak membuka areal baru di Sekotong. Ia sering kali koordinasi untuk membuka areal baru, namun belum ada respons. “Nah inilah perlu mendapatkan perhatian besar juga,” harapnya. (her)

(Suara NTB/her)

TERIMA - Camat Sekotong L. Edi Sadikin menerima penghargaan dari Bupati Lobar H. Zaini Arony, karena keberhasilan Kecamatan Sekotong melampaui target penanaman bibit pohon yang ditetapkan Pemkab Lobar.

Praya (Suara NTB) Dua Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) masing-masing TPS 11 Desa Banyu Urip serta TPS 5 Desa Mekar Sari Praya, Sabtu (19/ 4) akhirnya bisa menggelar pemungutan suara ulang dengan sukses. Setelah sebelumnya, terindikasi telah terjadi pelanggaran pemilu pada pemungutan suara pertama hari Rabu (9/4) lalu. Suasana berbeda begitu terasa saat pemungutan suara ulang di TPS 11 Desa Banyu Urip dan TPS 5 Desa Mekar Sari Praya Barat, berlangsung. Tidak seperti pelaksanaan pemungutan suara sebelumnya, proses pemungutan suara ulang di dua TPS tersebut mendapat perhatian khusus. Terutama dalam hal pengamanan dari aparat kepolisian. Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 60 personel kepolisian diterjunkan untuk mengamankan jalannya pemungutan suara ulang di masingmasing TPS. Aparat kepolisian sendiri tampaknya tidak ingin kecolongan, sampai harus menerjunkan pengamanan ekstra ketat. “Karena ini dalam kondisi khusus, maka dalam

hal pengamanan juga khusus,” aku Kapolres Loteng, AKBP Supriyadi, S.IK, kepada wartawan. Pada pelaksanaan pemungutan suara sebelumnya, pengamanan terbilang longgar. Di mana dua sampai lima TPS hanya diamankan satu sampai dua personel kepolisian saja, mengingat jumlah TPS yang terbilang banyak. Sehingga tidak bisa menempatkan personel dalam jumlah banyak di satu TPS. “Tapi karena kali ini yang melaksanakan pemungutan suara ulang hanya dua TPS, maka personel yang ditempatkan jauh lebih banyak,” tegasnya. Terlebih di TPS bersangkutan, sebelumnya pernah ada persoalan, sehingga mau tidak mau harus ada pengamanan lebih. Selain untuk menjamin pelaksanaan pemungutan suara bisa berjalan lancar. Sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat ketika akan menggunakan hak pilihnya. “Pengamanan yang dilakukan tidak hanya pengaman terbuka saja. Tetapi juga pengamanan tertutup. Demi menjamin kelancaran proses pemungutan suara ulang,” tegas Supriyadi.

Kawal Produk Pangan Lokal Masuk Hotel Selong (Suara NTB) Produk-produk pangan olahan lokal banyak yang baik. Persoalan yang masih muncul sejauh ini hanya pada aspek kemasan. Jika dikawal terus, produksi pangan lokal hasil karya masyarakat NTB ini bisa masuk hotel. Demikian disampaikan Sekretaris Badan Koordinasi Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan NTB Ir. Hj. Husnanidiaty Nurdin, MM, dalam pembukaan acara pelatihan pengolahan pangan berbasis rumput laut di Pondok Pesantren Syafiiyah Darul Muhsin NW Labuhan Haji Lotim, Sabtu (19/4) lalu. Dicontohkan, Kopi Lombok bisa masuk hotel Sheraton. Itu artinya, kualitas produksi lokal tidak kalah dengan produk luar. Menurutnya, semua bisa dilakukan, asalkan bisa bergerak maju. Menurut mantan Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Provinsi NTB ini, persoalan pasar sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan. Pangsa pasar Lotim masih cukup besar, sehingga tidak perlu bicara soal ekspor. Ia meyakinkan, peluang besar jika ada kesungguhan. Dalam membuka usaha baru, ujarnya, jangan pernah takut gagal dan kapok. Orang sukses itu adalah, orang yang bisa berdiri dari kegagalan. “Kunci keberhasilan itu tidak boleh mengeluh,” ucapnya. Ketua Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP), Nunuk Nurhaerani mengaku sengaja memilih pondok pesantren sebagai tempat-tempat pelatihan. Harapannya, pondok pesantren bisa memiliki unit usaha mandiri dan sudah jelas pasarnya. Membuat produk jajanan lokal, katanya, tidak perlu terlalu banyak teknologi. Terpenting adalah langsung bisa memulai dan menghilangkan kesan tidak ada modal. Disebutkan, sejauh ini banyak produk jajan pabrikan yang masuk. Jajanan itu kerap tidak diketahui apa isi di dalamnya. Akan tetapi, produk jajan pabrikan itu cukup mampu menguasai pasar. Pasar pabrikan itu, lanjutnya, harus bisa direbut. Pimpinan Pondok Pesantren Syafiiyah Darul Muhsin Labuhan Haji, Ir. H. Iswandi, MM, menyampaikan, pascadilakukannya pelatihan pengolahan pangan di ponpesnya diharapkan bisa melahirkan unit usaha ekonomi produktif. “Harapannya dengan lahirnya usaha ekonomi produktif ini dapat menopang kemandirian ponpes,” ujarnya. (rus)

(Suara NTB/kir)

PEMILIHAN - Suasana pemilihan ulang di Loteng. Pada pemilihan ulang ini dijaga ketat aparat kepolisian. Kabag Ops Polres Loteng, Kompol. Trisal Prianggara, S.H, M.H, menambahkan, selain pengamanan TPS, pengamanan logistik juga lebih diperketat. Di mana logistik

dikawal langsung oleh aparat dengan pengawal penuh sejak dari kantor KPU Loteng hingga ke TPS. ‘’Logistik sendiri dikirim ke TPS yang melaksanakan pemungutan suara

ulang sekitar pukul 05.00 pagi,” jelasnya. Dan, langsung dibawa kembali ke KPU Loteng begitu hasil perolehan suara selesai dihitung oleh KPPS setempat. (kir)


SUARA PULAU SUMBAWA

SUARA NTB Senin, 21 April 2014

Halaman 4

Motivasi Dosen

Pleno KPU Sumbawa Tercepat dan Teraman

UNSA Gelar ’’Workshop’’ Penyusunan Proposal Penelitian

Sumbawa Besar (Suara NTB) KPU Sumbawa telah menyelesaikan Rapat Pleno terbuka rekapitulasi penghitungan suara untuk DPRD Kabupaten, DPRD NTB, DPR RI dan DPD, Minggu (20/4). Proses yang berlangsung selama dua hari tersebut berjalan aman dan lancar. Bahkan diklaim sebagai yang tercepat dan teraman di antara Kabupaten/Kota lainnya di NTB. Ketua Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU Sumbawa, Sudirman S.IP, menyatakan, proses rekapitulasi dari KPU Sumbawa dari 24 kecamatan 19-20 April telah dirampungkan. Rekapitulasi berjalan aman dan lancar tanpa ada kendala berarti. “Tanpa ada protes saksi luar biasa yang menghambat rekapitulasi,” katanya. Hal ini berarti, penyelenggara KPU, mulai dari KPPS , PPK hingga KPU sudah berusaha menyelesaikan tugasnya secara baik. Inilah yang ditampilkan ke masyarakat dan inilah hasil dari pelaksanaan Pemilu yang ada di Sumbawa. Untuk itu, pihaknya menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan mengawasi jalannya rekapitulasi ini. Kepada pihak keamanan dan juga kepada pihak pers (media) yang telah menyampaikan informasi tentang Pemilu secara baik. “Ternyata dari seluruh Kabupaten/Kota di NTB, kitalah yang pertama. Inilah hasil kerja keras tim yang telah mengawasi setiap tingkatan rekapitulasi,” tandasnya. Proses rekapitulasi di Sumbawa juga yang paling aman. Tidak ada kesengajaan dari penyelenggara pemilu ataupun proses manipulasi kecurangan. Meski diakuinya, memang ada beberapa perbaikan kesalahan penjumlahan secara manual. Tetapi memang karena faktor kelelahan cukup tinggi. “Substansinya model plano besar tidak pernah berubah. Itulah yang menjadi sumber pokok rekapitulasi suara pada hari ini,” tukas Sudirman. Ketua KPU, Syukri Rakhmat, menambahkan rasa syukurnya seluruh proses rekapitulasi yang berjalan aman dan lancar. Bahkan yang tercepat di NTB. Berkat kerja keras dan bantuan semua pihak, termasuk kalangan pers. (arn)

(Suara NTB/arn)

PEMATERI - Para pemateri dalam workshop LPPM Unsa. Sumbawa Besar (Suara NTB) Lembaga Peneliti dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) Unsa menggelar workshop penyusunan proposal penelitian. Dalam rangka

meraih hibah kompetitif nasional, Sabtu (19/4) lalu. Untuk memotivasi para dosen di Universitas Samawa (Unsa) dalam melakukan penelitian. Seperti dijelaskan Ketua Panitia Workshop, Supratman MPd,

keberadaan LPPM salah satunya untuk memfasilitasi para dosen Unsa dalam melakukan pengiriman proposal ke Dikti. Pada 2013 lalu, Unsa mampu menghasilkan sembilan judul proposal, pada skema hibah dosen pemula. Dengan anggaran masingmasing sekitar Rp 14 Juta hingga Rp 15 Juta. Harapannya, melalui workshop ini, dapat membangkitkan motivasi teman-teman dosen di lingkup Unsa, untuk melakukan penelitian. Ketua LPPM Unsa, Ikhlas Suhada, SP MSi, menargetkan pendanaan tahun 2015 mendatang sebanyak 30 judul penelitian. Mengingat salah satu indikator baik atau tidaknya kualitas universitas, memiliki riset yang banyak atau sedikit. Kegiatan ini diselenggarakan untuk meningkatkan atmosfer penelitian di kampus Unsa. Dengan menghadirkan Reviewer Hibah Penelitian Dikti, yang memiliki pengalaman bagus. Hingga kede-

pan, mampu membangun kesadaran para dosen untuk melakukan penelitian. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Rektor Unsa Prof Dr Syaifuddin Iskandar MPd, yang berpesan agar para dosen serius mengikuti workshop tersebut. Sehingga, itu membuktikan Rektor berkeinginan Unsa mampu menghasilkan penelitipeneliti yang handal. ‘’Itu pesan rektor,” tukasnya. Reviewer Hibah Penelitian Dikti yang juga Guru Besar Fakultas MIPA Universitas Negeri Malang, Prof Dr Siti Zubaidah MPd menjelaskan, dosen merupakan tenaga pendidik yang memiliki kewajiban Tridharma Perguruan Tinggi yakni, pengajaran, penelitian dan pengabdian, yang semuanya dilakukan secara selaras. Para dosen Unsa memiliki potensi besar dalam membuat proposal penelitian. Antusiasnya dalam mengikuti workshop juga dinilai baik. Dibuktikan dengan

adanya sektiar 20 judul proposal yang masuk untuk direview. Namun masih perlu diberikan dorongan dan masukan bagaimana menyusun proposal yang baik. Ada banyak skema penelitian yang bisa diikuti seperti, penelitian hibah bersaing, penelitian fundamental, penelitian pekerti atau kerja sama perguruan tinggi, serta lainnya. ‘’Kesulitan sebenarnya tidak ada, mungkin hanya perlu dimotivasi saja temanteman. Panduan untuk membuat proposal ini sudah ada. Ketika panduan itu dipedomani, saya kira teman-teman sudah bisa membuat yang baik,’’ tandasnya. Untuk penuhi target 30 proposal oleh Unsa, Prof Zubaidah berpesan kepada pihak LPPM untuk terus memacu dan memfasilitasi pada dosen. Hingga diharapan, para dosen juga bisa membagi waktu dan perhatian antara mengajar, penelitian dan pengabdian. (arn/*) (Suara NTB/ula)

KELELAHAN - Anggota PPS di Kecamatan Pekat terlihat istirahat di lorong ruang kantor KPU Dompu karena kelelahan, sementara yang lainnya bekerja, Minggu (20/4).

Pedagang Ikan di Taliwang Kucing-kucingan dengan Pol PP Taliwang (Suara NTB) Para pedagang ikan yang selama ini bertahan di pasar lama kota Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), nampaknya lebih memilih main kucing-kucingan dengan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) ketimbang harus berdagang di pasar baru di Tana Mirah. Kendati pun Pol PP gencar melakukan penertiban, namun jumlah pedangan ikan di pasar Tana Mirah yakni pasar resmi untuk wilayah kecamatan Taliwang tidak bertambah. “Tidak ada limpahan pedagang ikan baru di pasar sejauh ini,” kata kepala UPTD Pasar Tana Mira Taliwang, Zainul Amri, S.Sos kepada wartawan, Sabtu (19/4). Sejak dilakukan penertiban di pasar lama Taliwang para pedagang memang lebih memilih mencari celah lengah petugas. Terbukti di beberapa kesempatan, saat petugas tak melakukan penjagaan para pedagang tetap kembali berjualan di sejumlah titik lokasi pasar lama Taliwang. Amri memperkirakan, saat petugas melakukan penjagaan para pedagang lebih memilih berjualan keliling keluar masuk kampung. Pilihan model berjualan itu lebih efektif mendekatkan diri dengan pembeli sembari terus mencari celah kelalaian petugas Satpol-PP menjaga lokasi pasar lama Taliwang. “Begitu tidak ada penjagaan, mereka itu langsung menempati lokasi mereka lagi,” paparnya. Menurut Amri, sejak pemerintah mensterilkan lokasi pasar lama Taliwang pihaknya telah menyiapkan tempat untuk menampung para pedagang ikan. Sejumlah fasilitas dilengkapi mulai dengan meja berjualan hingga air bersih diadakan dengan harapan para pedagang ikan dari lokasi pasar lama Taliwang mau pindah dan bertahan. “Tapi ternyata mereka tidak tergiur dengan fasilitas yang kami sediakan. Terbukti mereka malah memilih mengambil resiko berurusan dengan petugas setiap kali ada penertiban,” timpalnya. Amri menegaskan, berdagang di pasar Tana Mirah sebagai lokasi jual beli resmi yang dibangun pemerintah tidak akan membuat pedagang merugi. Pasalnya minat masyarakat untuk ke pasar semakin tinggi yang dipicu karena semakin banyaknya jumlah kebutuhan yang dapat ditemui di pasar. “Kalau kunjungan ke pasar tinggi, tentu penjualan juga tinggi. Jadi kami bisa jamin pedagang ikan tidak akan rugi jika harus berjualan di pasar,” ujarnya. “Kalau alasannya fasilitas pasar yang kurang di Tana Mirah, saya kira tidak. Soal tarif juga kita pasang tarif sesuai kemampuan pedagang. Jadi kami tidak tahu kenapa mereka tetap enggan berjualan di pasar ini,” imbuhnya. (bug)

BeberapakekeliruandataperolehansuaraditingkatPPSmasihditemukan, tapi langsung diperbaiki.

Proses rekapitulasi PPK Pekat yang dilangsungkan sejak Sabtu (19/4) hingga Minggu (20/4)

malam, dari 12 PPS (Desa) di Kecamatan Pekat. Sementara rekapitulasi tingkat KPU Kabupaten

Kantor Camat Rasa NaE Barat Dikepung Simpatisan Caleg

(Suara NTB/bug)

Zainul Amri

Dompu (Suara NTB) Rapat pleno penghitungan suara di tingkat PPK kecamatan Pekat yang sempat tertunda akibat aksi unjuk rasa anarkis di kantor Camat Pekat oleh massa pendukung Caleg akhirnya dilangsungkan di kantor KPU. Rapat pleno rekapitulasi inipun berbarengan dengan proses rekapitulasi tingkat Kabupaten dengan penjagaan ketat dari aparat Kepolisian.

Kota Bima (Suara NTB) Selama tiga hari berturutturut, kantor Camat Rasa NaE Barat dikepung oleh puluhan pendukung Calon Legislatif (Caleg) dan simpatisan. Aksi pengepungan ini guna menuntut PPK setempat melakukan penghitungan ulang perolehan suara di Kecamatan setempat. Dalam pengepungan ini caleg dan simpatisan bahkan sempat melempar gedung camat serta terlibat saling dorong dengan aparat Kepolisian. Aksi pengepungan ini berlangsung sejak Jumat (18/4) malam. Sejumlah Caleg beserta simpatisan mendatangi Kantor yang terletak tepat di belakang Masjid Raya Bima ini. Mereka mencoba merangsek masuk ke dalam gedung yang tengah dilakukan rekapitulasi oleh petugas PPK. Namun keinginan caleg dan simpatisan ini ditolak oleh aparat Kepolisian. Para caleg dan simpatisan ingin agar penghitungan ulang suara, menyusul adanya informasi perbedaan selisih surat suara di Kelurahan Dara dan Kelurahan Tanjung. Lantaran kecewa, para simpatisan ini kemudian mendorong pagar sehingga sempat terlibat ketegangan dengan aparat Polres Bima dan jajaran yang melakukan penjagaan. Bahkan beberapa di antaranya langsung mengambil batu dan melempar ke arah kantor. Namun beberapa saat kemudian emosi warga dapat diredam dan aksi anarkis tidak berlanjut terlalu jauh. Lantaran adanya reaksi dari warga, PPK yang tengah melakukan rapat pleno rekapitulasi malam itu terpaksa menghentingan sementara.

Rekapitulasi kemudian dilanjutkan keesokan pagi sekitar pukul 08.00 Wita. Namun pagi itu massa kembali terlihat di depan Kantor Camat. Mereka berkerumun dengan membawa tuntutan yang sama yakni meminta rekapitulasi ulang dilakukan. Salah seorang saksi dari Partai Golkar, Al Imran, SH yang dikonfirmasi, Sabtu (19/4) siang, menyebutkan sejumlah kecurangan tersebut yakni terjadi di TPS 6 Tanjung yang dialami oleh internal Partai Golkar terhadap C1. Angka yang diperoleh Partai berbeda dengan total. Pada angka tertera 48 suara sementara isi 60. Begitu pula, lanjutnya, dengan perolehan Caleg Jafar no urut 6 dari PAN yang tertera angka dua, pada C-1 Partai Hanura tertera 2 namun pada C-1 Golkar tertera 12. “Maka menyusul adanya indikasi ini, kita di Partai Golkar menuntut dilakukan penghitungan ulang untuk di Kelurahan Tanjung,” katanya. Perbedaan data ini, katanya, tidak hanya terjadi untuk caleg di Kota Bima. Seperti yang terjadi di Kelurahan Dara, surat suara untuk Caleg Provinsi juga terdapat perselisihan. Mengenai temuan ini, pihaknya sudah melaporkan secara resmi ke PPK dengan mengisi formulir keberatan. Sebelum dilaporkan, Panwascam pun sudah mengetahui adanya masalah ini. Sementara itu, salah seorang Caleg PKB, Salahudin meminta agar PPK membuktikan surat suara. Surat Suara yang didrop berbeda dengan berbeda dengan realitasnya. Jumlah yang didrop sebanyak 4.500 sementara yang terpakai 4.513. Adanya indikasi kecurangan juga diungkapkan oleh pengurus Partai Gerindra, Suriansyah. Kecurangan untuk partai Gerindra terjadi di Kelurahan Tanjung, Dara dan Kelurahan Pane.

Di Kelurahan Pane itu terkait data olah KPU di Mana Caleg atas nama Sudirman DJ perolehan suara berbedabeda. Pada data olah KPU 6 sementara data manual perolehan suara sebanyak 26. Selanjutnya di TPS 4 atas nama Atina pada TPS 4 yang memperoleh 4 suara sementara Sudirman Dj tidak ada. Namun pada D-1 Sudirman Dj justru mendapat suara 4 sementara Atina kosong. Untuk di Kelurahan Dara, perolehan Muhdar di TPS 1, pada C-1 sebanyak 13 namun pada D-1 tidak ada. “Selain itu kami juga menanyakan mengenai kelebihan 800 suara, KPPS tak mau bertanggungjawab, makannya kami minta perhitungan suara ulang,” tuturnya. Sementara itu, KPPK mengakui ada beberapa Parpol yang mengajukan keberatan dari para saksi maupun Caleg. Sampai sekarang pihaknya masih berusaha menemukan selisih penjumlahan suara sah dan tidak sah dengan jumlah suara di tingkat PPS tersebut. Itu terjadi di Kelurahan Tanjung dan Kelurahan Dara. “Tidak semua TPS, ada beberapa TPS saja,” katanya. Mengenai desakan perhitungan ulang, pihaknya menunggu rekomendasi dari Panwaslu. Sampai saat ini belum ada rekomendasi. Namun yang jelas pihaknya sudah menyelesaikan rekapitulasi perolehan suara. Menyusul adanya ketegangan di Kantor Kecamatan Rasa NaE Barat, aparat Polres Bima menambah penjagaan. Setidaknya, 1 peleton aparat Brimob disiagakan di lokasi. Pengamanan gabungan ini di bawah komando Kapolsekta Rasa NaE Barat, Kompol Nurdin. (use)

Dompu dilangsungkan, Minggu (20/4) pagi kemarin. Rekapitulasi PPK Pekat ini mendapat mengamanan ketat dari aparat Kepolisian yang di-back up anggota Brimob. Warga dan pengukung caleg yang tidak memiliki mandat sebagai saksi, tidak diizinkan masuk ke ruang sidang. Ketua KPU Dompu, Rusdyanto, STsaatmemimpinrapatplenopenghitungan rekapitulasi tingkat Kabupaten,Minggukemarin,mengatakan, berdasarkan jadwal tahapan pemilu,prosesrekapitulasiditingkatPPK pada 13-17 April. Untuk PPK Pekat, karena kondisi yang tidak memungkinkandansetelahdilakukanrapat bersama Panwaslu disepakati proses rekapitulasi PPK Pekat tetapdilakukanolehpengurusPPK Pekat. “Setelah proses rekapitulasi PPK Pekat selesai, bisa langsung dilakukan rekapitulasi untuk tingkat KPU Kabupaten,” jelasnya. KetuaPPKPekat,HSuryadikepadawartawanmengaku,penyelenggara pemilu di Kecamatan Pekat telahmendapatintimidasidarikelompok tertentu sejak sebelum hari pencoblosan. Proses rekapitulasi yang dipindahkan ke KPU cukup membantu pihaknya. “Keributan di Pekat masih ada beberapa PPS yang

melakukan rekap. Kekeliruan dalampenempatanperolehansuara antarcaleg dalam satu partai terjadi karena faktor capeknya teman-temandanterburu-buru.Tapikitalangsung perbaiki pada proses rekapitulasi di PPK,” terangnya. Dalam proses rekapitulasi di tingkat PPK Pekat ini ada beberapa selisih data dalam sertifikat D1 dan data perolehan suara antarcaleg di internal partai. Perbedaan datainilangsungdiperbaikidengan membuka D1 plano hingga C1 plano (hasil rekap papan di TPS). Sementara proses rekapitulasi di tingkat KPU Dompu, saksi PKB juga mengajukan keberatan atas perbedaan data yang diperolehnya hasil rekapitulasi di PPK Kilo. Data DA1 yang dipegangnya, suara partai PKB untuk DPR RI tercantum 76 dan data di PPK justru hanya 71 suara. pengurangan juga terjadi pada perolehan suara caleg no urut 8 DPR RI PKB, data yang dipegang saksi PKB 16 dan di PPK sebanyak 9 suara. PPK Kilo mengakui, data di saksi PKB merupakan data yang belum diperbaiki dari kekeliruan penjumlahan. “Saksi PKB dibuatkan keberatannya,” kata Rusdyanto yang memimpin rekapitulasi di tingkat KPU Dompu. (ula)

Demo Anarkis di Pekat

Polisi Tetapkan Dua Tersangka Dompu (Suara NTB) Polisi menetapkan dua tersangka dalam kasus demo anarkis yang menuntut pelaksanaan pencoblosan ulang di Kecamatan Pekat, kabupaten Dompu. Polisi berencana akan melakukan tindakan paksaterhadappelaku,tapimasihakan melihat waktu yang tepat karena masih konsentrasi pada pengamanan rapat pleno rekapitulasi perolehan suara. Pengamanan kantor Camat, Polsek dan petugas PPK Pekat akan diperketat dalam beberapa hari ke depan karena dikhawatirkan akan terjadi keributan. Kapolres Dompu, AKBP Purnama, SIK kepada Suara NTB, Minggu (20/4) mengatakan, kondisi keamanan di wilayah Pekat pascaaksi unjuk rasa anarkis di kantor Camat dan pemblokiran jalan menuntut pemilu ulang relatif kondusif. Ketegangan diperkirakan pascarekapitulasi tingkat PPK Pekat di KPU Dompu, sehingga peningkatan pengamanan di Mapolsek, Camat, dan kediaman anggota PPK Pekat terus dilakukan. “Perkiraan kita akan ada reaksi malam ini dan besok (di Pekat atas hasil rekapitulasi tingkat PPK). Pengamanan dan penjagaan akan diperketat di Polsek, kantor camat, rumah PPK Pekat,” kata Purnama. Kasus perusakan, penghasutan

dantindakpidanalainnyasaatdemo anarkis dari massa pendukung caleg di Pekat, Selasa (15/4) lalu masih dilakukan proses penyelidikan. Namun dari beberapa orang yang didugaterlibatdalamtindakpidana, hanya ada dua orang yang dinyatakan memenuhi syarat dalam kasus penghasutan. “Kita sudah tetapkan dua orang tersangka dalam kasus penghasutan,”terangnya. “Akan diambil tindakan paksa. Tapi kita lihat waktu yang tepat. Sekarang kita konsentrasi pada proses penghitungan suara dulu,” ungkap Purnama. Sebelumnya, aksi unjuk rasa massa pendukung caleg PKB dan Partai Nasdem di kantor Camat Pekat menuntut pemilu ulang. Aksi massa ini berujung tindakan anarkis dengan merusak kantor Camat Pekat. Bahkan nyaris dibakar karena telah disiapkan bom molotov oleh massa. Massa juga mengintimidasi penyelenggara pemilu dan memintanya untuk menandatangani rekomendasi pemilu ulang karena adanya pejabat yang mengajak PNS untuk mendukung caleg tertentu dan dugaan politik uang. Kasus ini juga membuat massa pendukung salah satu Caleg di Doropeti melakukan aksi blokir jalan sejak Rabu (16/4) malam hingga Kamis (17/4) sore. (ula)


SUARA NTB Senin, 21 April 2014

Didominasi Caleg Nomor Urut Satu Partai Amanat Nasional (PAN) ada caleg incumbent nomor urut 1 juga, M. Syafrudin memperoleh suara 713. PPP ada Edy Husni Bafadal meraih tertinggi 239. Sama dengan perolehan suara di Partai Demokrat, caleg nomor 1 disalip calag nomor 10 L. Gede Samsul dengan 1.202 suara. Sedangkan PBB dan PKPI tidak memperoleh suara signifikan di Kota Selong ini. Untuk DPD, sementara suara terbanyak diraih H. Lalu Suhaimi Ismy dan Hj. Robiatul Adawiyah. Suhaimi mampu meraup 8.202 suara sedangkan Robiatul memperoleh 7.637 suara. Calon DPD nomor urut 1 atas nama Zulkarnaen juga memperoleh cukup banyak suara dengan perolehan 1.585. Untuk caleg Provinsi NTB pun terlihat sama. Dari 12 parpol, sebagian besar caleg nomor urut 1 meraih suara terbanyak. Baik di Selong maupun Sakra Barat. Pengecualian hanya terjadi pada Partai Nasdem, suara tertinggi diraih caleg nomor nomor urut 2 sebanyak 700 suara. Sedangkan lainnya di PKB, ada Rukli Juhadi 612 suara di Selong sedangkan di Sakra Barat Makmun nomor satu meraih terbanyak 657. PKS tertinggi di Selong atas nama TGH Muhannan sebanyak 1.004 sedangkan di Sakra Barat ada H. Usmar Surambian sebanyak 1.307. Surambian dengan nomor urut 5 mengalahkan caleg PKS lainnya. PDIP, Hakam Ali Naizi memperoleh suara tertinggi di Selong dengan 627. Sedangkan di Sakra Barat ada Ahmad Sukro caleg nomor 1 memperoleh 512 suara. Golkar, di Selong, suara Isvie Rupaeda caleg nomor 1 memperoleh 562 suara. Suara terbanyak diperoleh M. Wasil 1.048. Sakra Barat, caleg nomor 1 Ardany Zulfikar memperoleh 553 dikalahkan oleh caleg nomor 2 Sahafari Asy’ari yang mendapat 938 suara. Gerindra, Muhammad Holidi 1.024. Sakra Barat H.M. Sakduddin terbanyak pertama sebagai caleg nomor 1 dengan perolehan 293 suara. Demokrat, Nasihuddin Badri di Selong memperoleh 2.727 di Sakra Barat ada M. Guntur Halba memperoleh 2.180 suara. Caleg nomor urut 1 Demokrat Husnuduat mendapat 833 suara. PAN nomor urut 1 Rizali Hadi 1.130, di Sakra Barat ada L. Aruman Wisri 549 suara, PPP ada TGH Hazmi Hamzar 358, di Sakra Barat Zohri Rahman 347 suara. Hanura di Lotim bagian Selatan ada Umi Sarkawi dapat 2.207. PBB, Machsun Ridwaini 866, dikalahkan Lale Yaquttunnafis 1.096 dan caleg nomor 10 Edwin Hadiwijaya 2.345. Di tingkat Kabupaten Partai Nasdem, nomor urut 1 H. Hulain dapat 901 suara di Selong. Suara Hulain dikalahkan caleg Nomor 8 Gulam Gahtan yang meraih 1.067. Sakra Barat suara terbanyak Nasdem diraih caleg Syamsul Rizal, 1.307 suara. PKB M. Marwan memperoleh suara 497, sedangkan urut 1, H. Murjoko dapat 479 suara. PKB di Sakra Barat perolehan suara terbanyak diraih Mohammad Tohri 160 suara. PKS di Selong perolehan terbanyak diraih caleg nomor urut 2 Tanwirul Anhar sebanyak 4.055 suara. Sedangkan Sakra Barat caleg nomor 1 Murnan dengan 1.133 suara. PDIP nomor urut 1 Tohri Alfiat, 742 suara. PDIP kembali terbanyak di Sakra Barat diraih Saprudin 861 suara. Golkar nomor 1, D. Paelori 440 suara. Suara Daeng dikalahkan di Selong oleh Sri Nuraini, caleh Nomor 3 dengan perolehan 1.286 suara. Suara Golkar di Sakra Barat terbilang kecil. Dimana terbanyak pertama caleg nomor 7 Lalu Hartawang 146 suara. Gerindra nomor 1 Muallani 318 dan Mahsun Faisal 370 suara. Di Sakra Barat ada Khaeril Anwar terbanyak 192 suara. Partai Demokrat, caleg Nomor 1 lagi paling banyak, atas nama H.M. Khaerul Rizal sebanyak 3.791. Kemudian ada H. Abdul Aziz dengan memperoleh 4.807 suara. PAN Nomor urut 1 Ir. Baidullah 1.688 suara. PAN di Sakra Barat ada H. Sahabudin yang memperoleh suara 905. PPP Nomor urut 1 Saifurrohaidi 1.289 suara, Hanura, M. Fadil Naim nomor 1 dengan 591 suara. Suara PPP, Hanura, PBB dan PKPI semua berada di bawah 1.000. Bahkan sejumlah caleg di satu kecamatan ini hanya mendapatkan 1 suara. (rus)

Dari Hal. 1

Jadikan Pelajaran ‘’Dengan adanya praperadilan, berarti ada pihak yang ingin menguji sah atau tidaknya proses hukum. Maka dari itu saya ingatkan jajaran, agar lebih hati – hati, teliti. Kalau bekerja harus sesuai aturan hukum agar tidak mudah di-praperadilan-kan pihak yang berkaitan dengan perkara,’’ pesan Kajati. Reformasi birokrasi dan pengawasan ketat, mendorong bahkan menuntut kinerja institusinya harus profesional dalam proses penyelidikan dan penyidikan. Hindari proses hukum yang ngawur, sembrono dan bermuatan kepentingan. Jika penyakit ini menjangkiti oknum diinsitutisnya, maka akan banyak pihak yang berpeluang mempersoalkan. “Artinya, setiap melakukan kegiatan (penyelidikan, penyidikan), apapun itu, harus berpedoman kepada aturan. Jangan berbuat sewenang – wenang,” tegasnya. Pada penyidikan kasus Dermaga Labuhan Haji, Lotim, Kajati yakin tim penyidiknya sudah profesional. Segala hal yang berkaitan, mulai dari penyelidikan, penyidikan, sampai dengan penyitaan kerugian negara sudah prosedural dan di bawah pengawasannya. Jika pun dipersoalkan secara hukum oleh rekanan pelaksana, maka dianggapnya sebagai risiko pekerjaan yang harus dihadapi dengan fakta hukum juga. Sedangkan apa yang menjadi keputusan hakim, membuat pihaknya lega. ‘’Putusan itu sudah benar dan tepat. Sehingga apapun itu, putusan hakim ini harus dihormati,’’ tegasnya. (ars)

Dari Hal. 1

Dari 307 DPT, hanya 30 Warga Gunakan Hak Pilih Ketua KPU Lotim, Muhammad Saleh kepada wartawan mengatakan, kegiatan pemungutan suara ulang di TPS 11 Wakan ini untuk memilih caleg DPR RI, DPD, DPRD NTB untuk Dapil IV dan DPRD Kabupaten untuk Dapil I II Lotim. Melihat tingkat partisipasi pemilih dalam pemungutan suara ulang ini, diakui Ketua KPU ini minim dibandingkan dengan DPT. Saleh memaklumi sedikitnya warga Wakan yang kembali datang mencoblos karena adanya penolakan dari sejumlah masyarakat. Kegiatan pemungutan suara ulang merupakan rekomendasi dari Panitia Pengawas Pemilu, akibat dugaan adanya pelanggaran. Indikasi pelanggarannya adalah adanya kecurangan dan dinilai cacat hukum hasilnya tidak bisa diterima. Meski terkesan dipaksakan dan adanya penolakan warga, proses pemungutan suara ulang ini dinilai Saleh berjalan lancar. Mengantisipasi kemungkinan buruk lainnya, penghitungan perolehan hasil pemungutan suara ulang ini, tidak dilakukan di TPS. Panitia langsung membawanya ke Kantor KPU Lotim. Bersamaan dengan pelaksanaan pemungutan suara ulang di Wakan, KPU Lotim juga sedang melakukan rekapitulasi penghitungan hasil perolehan suara masing-masing caleg. Dipertegas Saleh, pihaknya tetap mengadakan rapat pleno rekapitulasi meski masih ada suara yang belum masuk. Dikatakan Saleh, khusus untuk Kecamatan Jerowaru proses rekapitulasi penghitungan perolehan hasil pencoblosan akan dibacakan saat pleno di hari terakhir. Jadwalnya, rekapitulasi dilakukan mulai Sabtu (19/4) sampai dengan Senin (21/4) hari ini. Terkait kasus Wakan ini, sebelumnya dalam pembukaan rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara, Saleh mengatakan bahwa sejak semalam polisi sudah melakukan pengamanan. Diakui, ada upaya dari pihak-pihak tertentu yang menghalang-halangi pelaksanaan pencoblosan ulang. Ia katakan, munculnya kasus Wakan ini menjadi pelajaran dari parpol dan penyelenggara. Ketua Panwaslu Lotim, Joyo Supeno menjelaskan, rekomendasinya agar digelar pencoblosan ulang ini karena adanya laporan dan temuan dugaan pelanggaran. Laporan awal, di TPS 11 terjadi dugaan penggelembungan suara. Selain itu dugaan serupa terjadi di TPS 6. Setelah dilakukan klarifikasi, Panwaslu menyimpulkan dugaan kuat pelanggaran hanya terjadi di TPS 11 sehingga harus digelar pemungutan suara ulang. (rus)

RAGAM Pleno KPU Mataram Diwarnai Penolakan dari Saksi Parpol

Halaman 5

Mataram (Suara NTB) Rapat pleno penetapan hasil rekapitulasi penghitungan suara pemilu KPU Mataram yang digelar Minggu (20/4) kemarin, diwarnai kritik dan penolakan hasil dari pihak saksi parpol. Kritik dan penolakan hasil tersebut dikarenakan dalam proses pemungutan suara dan rekapitulasi di PPK dinilai banyak kekurangan. Ketua Bapilu PDIP, I Wayan Suharta Putra, dalam acara tersebut mengkritik KPU karena sebanyak 10.000 lebih masyarakat Kota Mataram memilih dengan menggunakan KTP. “Selain kurangnya C1, 10.000 lebih masyarakat Mataram memilih dengan KTP. Kami menyayangkan sistem pendataan pemilih KPU,” ujarnya. Pihaknya khawatir jika masyarakat yang memilih dengan KTP akan mencoblos dua kali. Selain itu, pihaknya juga menemukan adanya indikasi pemilih siluman di PPK Sekarbela dan Cakranegara. ‘’Jumlah pemilih yang mendaftar tidak sesuai dengan yang mencoblos. Dari mana datangnya pemilih siluman ini?,’’ tanyanya. Ketidaksesuaian jumlah yang mendaftar dan mencoblos ini terjadi merata untuk pemilihan DPRD Provinsi ataupun DPRD Kota Mataram yang dilakukan di Sekarbela dan Cakranegara. Sementara itu, Ketua PPK Sekarbela, Lalu Ramli, mengaku saat melakukan rekapitulasi pihaknya menggunakan rumus yang ternyata error. “Rumus yang kami gunakan ternyata error. Untuk itu kami mohon maaf,” akunya.

Selain itu, pihaknya juga mengaku bersalah atas hasil rekapitulasi PPKnya. “Kami mengaku bersalah. Untuk itu kami minta supaya masalah ini kita bisa selesaikan bersama,” imbuhnya. Untuk PPK Cakranegara, kasusnya sama dengan Sekarbela. Dengan adanya persamaan tersebut, para saksi parpol menolak juga hasil PPK Cakranegara dan meminta supaya form D1 dibuka. Setelah Panwas memberikan rekomendasi, pembukaan atas form tersebut pun akhirnya dilakukan. Namun, Keadaan ini tidak mengubah keputusan para saksi untuk menolak hasil rekapitulasi PPK Cakranegara. Pembahasan tahap rekapitulasi untuk PPK Sekarbela dan Cakranegara akhirnya diputuskan Ketua KPU Mataram, Ainul Asikin, untuk ditunda demi pengkajian apa yang terjadi sebenarnya. “Melihat permasalahan yang demikian, Maka pembahasan untuk PPK Sekarbela kita tunda,” tegasnya. Hal senada

(Suara NTB/ami)

PROTES - Ketua Bapilu PDIP, I Wayan Suharta Putra, dalam rapat pleno KPU Kota Mataram Minggu (20/4) memprotes, soal indikasi adanya pemilih siluman di PPK Sekarbela dan Cakranegara. juga dikatakannya ketika menunda pembahasan hasil rekap PPK Cakranegara. Rapat pleno penetapan ha-

I. Kecamatan Mataram Suara sah : 39.102 Suara tidak sah : 1.354

II. Kecamatan Sekarbela Suara sah : 25.279 Suara tidak sah : 2.130

III. Kecamatan Selaparang Suara sah : 35.170 Suara tidak sah : 1.886

IV. Kecamatan Cakranegara Surat Suara sah : 33.483 Suara Tidak Sah : 1.594

1. Nasdem 2. PKB 3. PKS 4. PDIP 5. Golkar 6. Gerindra 7. Demokrat 8. PAN 9. PPP 10. Hanura 11. PBB 12. PKPI

1. Nasdem 2. PKB 3. PKS 4. PDIP 5. Golkar 6. Gerindra 7. Demokrat 8. PAN 9. PPP 10. Hanura 11. PBB 12. PKPI

1. Nasdem 2. PKB 3. PKS 4. PDIP 5. Golkar 6. Gerindra 7. Demokrat 8. PAN 9. PPP 10. Hanura 11. PBB 12. PKPI

1. Nasdem 2. PKB 3. PKS 4. PDIP 5. Golkar 6. Gerindra 7. Demokrat 8. PAN 9. PPP 10. Hanura 11. PBB 12. PKPI

1.322 1.635 1.837 5467 7472 6.797 2829 1328 3.100 3696 1433 2196

1649 976 1375 1186 6941 1869 3491 915 3036 1009 1353 1481

“Khusus untuk Lotim ini memang ada dua sumber anggaran. Dari Pemprov NTB dan dari APBD Lotim, tahunnya sama, 2010. Kami sedang telusuri, apakah memang ada duplikasi penyaluran anggaran,” kata Kajati NTB, Sugeng Pudjianto, SH,MH, kepada Suara NTB Sabtu (19/4). Tim yang sudah dibentuknya beberapa waktu lalu, sedang menelusuri kemungkinan duplikasi anggaran ini dengan fakta lapangan dan dokumen yang sudah dikantongi untuk dikaji. Mulai dari proses penyaluran, sampai dengan petani penerima bantuan. ‘’Apakah petani yang menerima bantuan ini sama atau berbeda, kami perlu tahu juga,’’ ungkapnya. Catatan dalam proses penyaluran bantuan ini, sebagaimana penjelasan pihak Disbun Provinsi NTB dan Dishutbun Lotim, nomenklaturnya berbeda. Untuk bantuan dari Pemkab Lotim dalam bentuk penyaluran tungku yang dihargakan Rp 5 juta per unit. Sedangkan bantuan dari Pemprov NTB

dalam bentuk dana bergulir yang harus dikembalikan oleh petani secara periodik. Namun pengembalian dari petani tidak sepenuhnya lancar. Sambung Kajati NTB, selain soal dugaan duplikasi anggaran, ada beberapa item lagi yang diurai satu per satu dalam persoalan penyaluran bantuan bersumber dari Dana Bea Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH CHT) pusat ini. Mulai dari proses pengadaan ribuan tungku dari Pemkab Lotim, juklak juknis penyaluran, spesifikasi tungku dan satuan harga. Sedangkan bantuan dari Pemprov NTB, akan ditelisik jumlahnya, sasaran petani penerima, verifikasi juga bantuan. ‘’Jadi bukan satu item saja kami selidiki, mulai dari apakah ada penyimpangan, tepat sasaran atau tidak, ada pemotongan dana atau bagaimana, apakah tungku yang dikirim sesuai spek atau tidak,’’ beber Kajati. (ars)

1422 1338 2266 4026 5789 3547 5903 3552 3819 2245 450 803

Dari Hal. 1

’’Kartini’’ Lingkungan seperti disampaikan kepada Suara NTB, Minggu (20/4). Perjuangannya untuk membela kelestarian lingkungan sungguh luar biasa. Semangat ‘’Kartini’’ masa kini yang satu ini, pantas ditiru. Ia bekerja tanpa pamrih. Tidak ada yang menggajinya. Ia ke luar masuk kampung dan sekolah-sekolah hanya satu tujuan, ‘’selamatkan lingkungan’’. Berbagai upaya dilakukan untuk menjaga kelestarian lingkungan di daerah ini agar bebas dari sampah plastik yang sulit terurai. Salah satunya mendatangi masyarakat hingga pelosok-pelosok desa supaya memiliki kesadaran dan kepedulian agar tidak membuang sampah plastik sembarangan. Untuk selanjutnya, sampah-sampah plastic itu diolah menjadi produkproduk kreatif yang dapat menghasilkan uang. ‘’Kita sosialisaikan bukan hanya tentang sampahnya tetapi dampak lingkungannya yang lebih besar. Kepedulian terhadap lingkungan itu sebenarnya investasi seumur hidup. Itu yang kita tanamkan kepada teman-teman secara terus menerus. Sekarang kita menjaga lingkungan itu bukan terasa sekarang dampaknya, tetapi tiga tahun bahkan beberapa tahun mendatang,’ ’ujarnya. Disebutkan, saat ini pi-

haknya sudah mendampingi 18 bank sampah di Kota Mataram dan Lombok Barat. Bank sampah, katanya adalah sistemnya sebab dari satu bank sampah bisa mencakup 50 orang warga atau lebih berada di dalamnya. Dengan sistem bank sampah itu, kata Aisyah cukup efektif menumbuhkan kesadaran masyarakat peduli terhadap lingkungan. Selain masuk ke desa-desa, ia juga melakukan sosialisasi, pendidikan dan pelatihan dan share program mengenai pengolahan sampah, utamanya sampah plastik ke sekolahsekolah di Kota Mataram dan Lombok Barat. Sekolah-sekolah yang sudah dikunjungi seperti SMA 1 Mataram, SMA 3 Mataram, SMP 6 Mataram, SMK 4 Mataram,SMP 2 Mataram, SMP 3 Mataram. Selain itu SMA 1 Gerung, SMP 5 Gerung. ‘’Kemudian desa-desa juga kita kunjungi masuk melalui perangkat desa, RT, remaja masjid, karang taruna, PKK. Di Gunung Sari itu sudah banyak, seperti Desa Penimbung, Mekar Sari, Lendang Re, Dusun Apitaik, Guntur Macan, Gelangsar. Kita lebih ke pelosok-pelosok karena banyak desa berpotensi,”imbuhnya. Aisyah mengungkapkan, biasanya untuk ibu-ibu di desa-desa kurang bahkan tidak memiliki kesadaran

edukasi terkait lingkungan. “Mereka buang sampah begitu saja, itu menyumbat selokan, itu tidak bagus untuk lingkungan. Apalagi seperti di Guntur Macan itu adalah sumber mata air, itu bisa mempengaruhi. Memang tidak sekarang tetapi untuk jangka waktu ke depan itu bisa mempengaruhi kualitas air karena yang ditimbun adalah sampah plastik,’’ katanya mengingatkan. Untuk itu, edukasi-edukasi terus dilakukan di pelosokpelosok desa dengan harapan masyarakat semakin sadar menjaga lingkungannya. Dengan sosialisasi itu, masyarakat dilatih dan diajarkan mengolah sampah plastik menjadi produk-produk kreatif yang dapat dijual menghasilkan uang. ‘’Untuk produk dari sampah ini kita usahakan keluar lewat satu pintu. Kami ada marketing yang sudah menembus luar negeri. Kita ekspor ke Australia dengan lebel Lombok Eco Craft,’’ sebutnya. Dalam pemasaran produkproduk dari sampah ini, lanjut Aisyah, pihaknya sudah dapat kerjasama dengan Australia untuk membuka Artshop di Darwin Australia. ‘’ Barang-barang yang dihasilkan semua perajin daur ulang sampah di Lombok kita tampung dan dikirim ke Australia,’’ ujarnya. (nas)

1.309 1.587 1.197 6.628 7.402 3.375 3.011 796 1.902 4.351 486 1.439

NTB Dapat Jatah 3.596 JCH Mataram (Suara NTB) Musim haji tahun 2014 ini, NTB mendapatkan jatah (kuota) dari pemerintah pusat sebanyak 3.596 Jemaah Calon Haji (JCH). JCH yang gagal berangkat tahun sebelumnya karena pemotongan kuota sebesar 20 persen secara nasional diprioritaskan berangkat haji tahun ini. “Untuk NTB jumlahnya 3.596 orang jemaah reguler tahun ini,” kata Kepala Bidang Haji dan Umrah Kementerian Agama Provinsi NTB, Drs. H. Maad Umar ketika dikonfirmasi Suara NTB,Sabtu (19/4) di Mataram. Ia menyebutkan, sebelum adanya kebijakan pemotongan jumlah JCH sebesar 20 persen, jatah (kuota) haji NTB per tahunnya sebanyak 4.494 orang. Dikatakan, jika digabungkan jumlah pemotongan tahun 2013 dan 2014 ini maka jumlah JCH yang kena pemotongan di NTB sudah 40 persen. Hal ini, katanya jelas akan berdampak pada semakin panjangnya daftar tunggu (waiting list) di NTB yang mencapai belasan tahun. “Yang terpotong kemarin (gagal berangkat,Red) dia nomor urut awal tahun ini,” imbuhnya. Kementerian Agama (Kemenag) menetapkan kuota haji

nasional pada 1435 H/ 2014 M sebanyak 168.800 orang. Rinciannya, 155.200 orang untuk kuota haji reguler dan 13.600 orang untuk kuota haji khusus. Ketetapan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Agama (KMA) No 64 Tahun 2014 tentang Penetapan Kuota Haji 1435H/2014 M. Disinggung mengenai besaran dan pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2014 ini, Maad mengatakan masih menunggu Kepres dan Peraturan Menteri Agama terkait dengan hal itu. Namun informasi awal yang diterima, regulasi tersebut akan keluar pada awal Mei mendatang. Terkait dengan upaya untuk bergabungnya JCH asal NTT ke embarkasi Lombok tahun ini dinilai cukup berat.Karena, jika hanya satu penerbangan dengan jumlah JCH 325 orang dinilai cukup berat dengan melihat fasilitas yang tersedia. “Mereka masih belum siap untuk gabung dengan embarkasi Lombok. Karena kalau satu penerbangan itu satu kali berat juga bagi mereka karena jumlahnya satu kloter 325 orang. Masih lebih efisien kalau lewat Surabaya,” pungkasnya. (nas)

H.M. Husni Djibril ’’Banjir’’ Suara di Kabupaten Sumbawa Dari Hal. 1

Dari Hal. 1

ga berita ini ditulis pukul 21.00 Wita, rapat pleno di KPU Mataram masih berlangsung. (ami)

Rekapitulasi Perolehan Suara Sementara Calon Anggota Legislatif DPRD Kota Mataram

Ditelusuri, Dugaan Duplikasi Anggaran Tungku Omprongan Mataram (Suara NTB) Satu dari beberapa item indikasi penyimpangan dalam penyaluran omprongan tembakau, terkait dugaan duplikasi anggaran. Sebab ada dua sumber bantuan yaitu dari Pemprov NTB dan Pemkab Lotim Tahun 2010 untuk item yang sama. Analisa data pihak Kejaksaan Tinggi NTB, duplikasi atau dobel anggaran terjadi ketika Pemkab Lotim melalui APBD 2010 menyalurkan dana bantuan untuk ribuan petani tembakau. Bantuan dalam bentuk tungku pengomprong tembakau yang dihargakan Rp 5 juta per unit, dengan total anggaran Rp 15 miliar lebih. Ditahun yang sama, petani Lotim juga mendapat bantuan dari Pemprov NTB sebesar Rp 13.960.000. Tidak hanya Lotim, pemprov juga menyalurkan bantuan dana bergulir untuk Loteng Rp 12.990.000. sehingga total untuk dua daerah Rp Rp 26,9 miliar.

sil rekapitulasi tersebut akhirnya dilanjutkan dengan pembahasan hasil pemungutan suara PPK lainnya. Hing-

Tetapi hak rakyat sedikit terabaikan baik oleh pemerintah maupun DPRD. Terutama masyarakat di Pulau Sumbawa, yang mungkin akibat jangkauan yang cukup jauh dari pusat pemerintahan provinsi di Pulau Lombok. Rakyat pun sepertinya tidak pernah menuntut hak-haknya. Padahal masyarakat memiliki hak secara langsung ataupun tidak langsung. Husni mencontohkan hakhak dimaksud. Selain, bentuk infrastruktur seperti jalan, jembatan, bendungan yang kerap disampaikan melalui Musrenbang, rakyat sesungguhnya juga memiliki hak meminta secara langsung yang harus dipenuhi pemerintah, baik itu gubernur, bupati dan presiden sekalipun. Dalam hal ini, rakyat juga bisa menyampaikannya ke dirinya, sebagai wakil rakyat ataupun anggota DPRD lainnya, sebagai fasilitator yang menghubungkan rakyat dengan pemerintah. “Pemahaman inilah yang saya sampaikan ke masyarakat dalam kampanye. Masyarakat juga berhak mendapatkan bantuan hibah ataupun bantuan sosial, dalam bentuk uang ataupun barang. Misalnya, masyarakat butuh bantuan bibit sapi untuk beternak dan ini harus dipenuhi pemerintah, karena memang pemerintah sudah menyiapkannya,” terang putra kelahiran Utan 60 tahun lalu ini. Diakuinya pula, dalam kampanye Pileg 2009 lalu, soal

hak rakyat ini jarang disampaikan. Termasuk oleh para legislator lainnya. Makanya, dalam pileg kali inilah, Husni memberikan pencerahan tentang hak-hak rakyat dimaksud. Agar rakyat sepenuhnya sadar dan mengerti akan hak yang selama ini mereka tidak ketahui. Sekolah baik negeri maupun swasta berhak mendapatkan bantuan. Begitu pula dengan institusi dan kelompok masyarakat lainnya. “Kesimpulannya, hak dan kewajiban harus seimbang. Kewajiban sudah dilaksanakan, rakyat tuntutlah hak sesuai aturan. Termasuk kepada masyarakat Pulau Sumbawa, saya minta pro aktif menjemput haknya,”tukas Husni yang sudah berkecimpung di dunia politik sejak 1992. Pemahaman akan hak inilah yang mungkin menjadi daya tarik dan nilai lebih Husni dibandingkan caleg lainnya dimata pemilih pada Pileg 2014 ini, hingga ‘’banjir’’ suara dan dukungan. Hak masyarakat jangan sampai tergadai dengan selembar uang seratusan. Masyarakat Sumbawa di mata Husni, sudah semakin cerdas menentukan pilihan politik. Diketahui, HM. Husni Djibril menjadi anggota DPRD Sumbawa, dua periode 19921997 dan 1999-2004. Bahkan sempat menjadi Pimpinan DPRD Sumbawa. Kemudian berlanjut ke DPRD NTB, periode 2004-2009, 2009-2014 dan kini ia kembali melenggang ke Udayana untuk periode 20142019. (arn/*)


OPINI

SUARA NTB Senin, 21 April 2014

Halaman 6

Kartini dan Modus Kebebasan Kartini adalah simbol yang dikonstruksi atas nama emansipasi. Pemikiran-pemikiran Raden Ajeng ini bukanlah pikiran yang liar, yang memberontak atau menolak dengan serta-merta suatu kondisi yang sedang terjadi dalam latar waktu dan kondisi saat itu. Pemikiran yang kemudian tampak darinya, terutama dalam surat-suratnya yang terkenal itu, adalah pikiran-pikiran yang dibisikkan dengan beban feodal di bahunya. Perubahan adalah keniscayaan, menjadi penting kemudian adalah bagaimana perubahan itu telah dipikirkan sebelumnya. Dalam hal emansipasi perempuan secara general, Kartini sesungguhnya tak memiliki peran yang besar. Tetapi lewat pikiran-pikirannya, apa yang terjadi sekarang dalam hubungannya dengan emansipasi itu menemukan titik temunya.

Membudayakan Semangat Kartini HARI ini, Senin (21/4) diperingati sebagai Hari Kartini. Peringatan hari lahirnya RA.Kartini yang dikenal sebagai pahlawan nasional ini, merupakan bentuk penghormatan terhadap Ibu Kita Kartini sebagai pelopor perjuangan kaum perempuan, simbol persamaan gender dan emansipasi wanita di Indonesia. Hari Kartini, di berbagai daerah diperingati dengan bermacam cara. Ada yang menggelar lomba memasak , lomba berhias, fashion show serta lomba-lomba lainnya yang berkaitan dengan aktivitas perempuan sehari-hari. Tidak saja beragam lomba, pada peringatan Hari Kartini, sekolah-sekolah juga mewajibkan siswinya mengenakan pakaian tradisional masing-masing daerah di Indonesia. Demikian juga dengan karyawati lingkup kantor pemerintahan dan swasta. Sebagai bentuk penghargaan terhadap perjuangan RA Kartini, mereka juga mengenakan pakaian tradisional. Jadi sebenarnya apa makna hari Kartini ? Apakah hanya sekadar mengenakan pakaian tradisional atau lomba-lomba yang berhubungan dengan aktivitas kaum perempuan? Kadang kita lupa akan makna sejati dari peringatan hari besar nasional yang kita peringati. Termasuk makna sejati peringatan lahirnya RA Kartini. Setidaknya, momentum ini bisa membuat rasa nasionalisme kita ada dan bertumbuh. Kemudian menyegarkan semangat kita untuk membangun bangsa kita dan terutama daerah kita kea rah yang lebih baik. Menjadikan perjuangan para pahlawan sebagai contoh dan inspirasi dalam memberi yang terbaik pada daerah sesuai dengan peran, fungsi dan profesi kita masing-masing. Memang perjuangan RA. Kartini sudah menginspirasi kaum perempuan untuk berkiprah lebih dalam arti tidak saja berperan sebagai ibu rumah tangga. Beberapa dekade setelah RA Kartini meninggal, pergerakan wanita semakin terasa dan membawa dampak luar biasa di seluruh pelosok Indonesia. Saat ini, kita bisa melihat kaum perempuan berada sejajar menempati posisi kepemimpinan, mulai dari kepala negara, pimpinan daerah, pimpinan parpol dan pimpinan lingkup pemerintah daerah dan swasta. Perempuan bisa sekolah setinggi tingginya dan mendapatkan hak yang sama dengan kaum pria. Tetapi, di balik itu, tak dipungkiri bahwa kondisi kaum perempuan saat ini masih banyak yang jauh dari harapan. Ada kaum perempuan menjadi tenaga kerja di luar negeri dan menjadi bahan pelecehan bahkan diperjualbelikan. Tak sedikit para TKW ini harus menderita akibat penganiayaan di tempatnya bekerja. Bahkan tak sedikit dari mereka yang pulang tinggal nama. Semoga makna Kartini di tahun ini dan juga tahun tahun mendatang bukan sekadar memperingati dengan kegiatan kegiatan serimonial semata. Tapi muncul ‘’Kartini Kartini’’ baru yang melegenda seperti Ibu Kartini. ‘’Kartini’’ yang mampu mengentaskan banyak persoalan yang masih banyak menimpa kaum perempuan. Habis Gelap Terbitlah Terang, merupakan sebuah buku kumpulan surat-surat Kartini yang dikirimkan kepada sahabatsahabatnya di Belanda. Buku tersebut merupakan bukti begitu besar keinginan seorang Kartini untuk melepaskan kaumnya dari diskriminasi yang sudah membudaya. Memang kita tidak harus terpaku dan meniru perjuangan Kartini seperti kondisi Kartini di masanya. Era telah berubah, tetapi semangat Kartini sampai kapanpun masih tetap dibutuhkan dan harus dijadikan budaya oleh generasi negeri ini. (*)

STASIUN RADIO

ejarah, kita tahu, membutuhkan ikon. Dan sejarah tak bisa berdiri sendiri ketika dihadapkan dengan berbagai wacana. Kita mencari pemikiran masa kini di masa lalu. Ketika kita menemukannya, kita seolah-olah melihat gelombang yang tak terputus, yang saling sangkut satu dengan lainnya. Dan ikon itu dikonstruksi untuk mengaitkan itu. Maka berbicara emansipasi perempuan di Indonesia kita tidak bisa melepaskan diri dari Kartini sebagai simbol, sebagai ikon. Kemudian, dari sana kita membuat komparasi dengan situasi hari ini. Kita tak tahu, apa yang akan dikatakan Kartini atas kondisi hari ini, dimana emansipasi itu sudah berkembang dengan demikian pesatnya bersama cabang-cabang pikiran yang menyertainya. Di zaman kebebasan ini susah membedakan pola yang baik dalam penerapan pikiran-pikiran itu. Kebebasan memiliki risiko sendiri yang sesungguhnya tak kalah beratnya dengan belenggu. Sekarang, perempuan sudah mendapat pendidikan dan peluang yang setara dengan laki-laki. Perempuan sudah menghapus sekian tabu yang selama ini melekat pada identitasnya. Banyak perempuan yang tampil dengan menakjubkan dalam berbagai bidang. Politik demokrasi yang diterapkan juga sudah mensyaratkan kuota bagi perempuan. Kemajuan seperti itu bergerak dengan kerentanan yang juga semakin kuat. Kebebasan memiliki batas, dan batas itu kerap kali datang dari sesuatu yang alami. Perbedaan genital antara perempuan dan laki-laki adalah batas yang alami itu. Sampai kiamat perempuan tak akan sama dengan laki-laki, begitu pula sebaliknya. Dalam kebebasan cara pandang seperti sekarang ini retakan dalam hubungannya dengan posisi perempuan justru datang dari kaum perempuan sendiri. Dalam kebiasaan pola berbusana misalnya. Sudah biasa bagi kita, bahkan di Kota Mataram yang konon religius ini, melihat banyak perempuan di tempat umum berpakaian sangat terbuka. Sudah pasti ini adalah bagian dari perubahan itu. Dan lalu bagaimana menyikapinya? Kenyataan ini menciptakan paksaan atas terjadinya benturan antara naluri dan kebebasan itu. Banyak kasus perkosaan yang terjadi diawali dengan terbukanya peluang ke arah sana akibat dari keinginan untuk bebas itu. Dalam berita-berita banyak kita baca, seorang gadis remaja diperko-

Oleh :

Kiki Sulistyo (Pegiat Komunitas Akarpohon, Mataram)

Pada diri perempuan terdapat keagungan. Surga terletak di telapak kaki ibu,dan seorang ibu adalah perempuan yang telah menempatkan keagungannya dalam cinta-kasih. Tetapi keagungan itu tak cukup di tengah arus dunia dengan impianimpian di dalamnya. Perempuan membutuhkan peran yang lebih dari sekadar urusan domestik. sa setelah sebelumnya dipaksa menenggak minuman keras. Kita tak bisa serta-merta menyimpulkan kata “dipaksa” itu sebagai sesuatu yang mutlak. Dia bersumber dari terbukanya sebuah pintu kebebasan. Tentu saja si pemerkosa bersalah, tetapi peristiwa bersalahnya itu diawali dengan relasi yang tidak bersalah. Bukan, ini bukanlah sebuah pembelaan, melainkan saran pada keberhati-hatian. Dalam kebebasan kita justru lebih mudah terjebak. Modus Sekarang ini bisa dibilang pemikiran Kartini sudah tertinggal jauh. Meskipun di daerah-daerah tertentu, terutama dalam cengkraman budaya patriarki, posisi perempuan masih termargnalkan. Kaum perempuan sudah bergerak dengan kemajuan yang pesat. Bersamaan dengan itu posisi Kartini sebagai ikon juga mulai digugat. Kepahlawanan Kartini, yang salah satunya ditandai dengan adanya poster dirinya di sekolah, mulai ditelisik dengan kecurigaan yang wajar. Gelar pahlawan adalah penobatan politis. Dan ketika peta politik berganti, apa yang direstui penguasa politik di masa lalu dipertanyakan kembali. Ada yang harus direkonstruksi ulang. Meskipun penghapusan-penghapusan tak mungkin dilakukan terhadapnya. Tanggal 21 April tetap diperingati sebagai Hari Kartini. Posisi Kartini sebagai ikon tetap tak tergoyahkan. Dalam per-

ingatan Hari Kartini anak-anak sekolah masih disuruh memakai kebaya, simbol ke-feminin-an itu. Semangat emansipasi masih disampaikan dalam seremoni-seremoni singkat. Seolah-olah perubahan belum terjadi dan kaum perempuan harus terus menuntutnya. Ada yang kemudian bersitegang lagi antara kepatuhan tradisional dengan kemerdekaan modern. Banyak yang tersangkut dalam ketegangan itu dengan kesadaran dan kewaspadaan, tapi tak sedikit yang memilih berada di salah satu di antaranya sebagai modus. Terutama perihal kebebasan itu. Dalam banyak hal entah kenapa, perempuan kerap diposisikan (atau memposisikan diri?) sebagai pihak yang ditindas. Meskipun bukannya tidak mungkin perempuan juga punya peluang untuk menindas. Kebebasan kemudian menjadi modus untuk menempatkan diri dalam posisi yang kemudian memiliki risiko yang besar untuk menjadi tertindas. Pada dasarnya kita tak bisa berharap pada kehati-hatian orang lain, kita yang mesti mengambil inisiatif untuk berhati-hati. Ada ungkapan yang menarik dari seorang artis perempuan di India, ketika kasus perkosaan begitu marak terjadi di negeri Mahabharata itu. “Sekalipun aku telanjang di jalan, tak seorang pun berhak memperkosaku,” demikian katanya. Secara esensi ungkapan ini benar adanya, tapi tidak secara praksis. Sebab kita tak bertang-

gung jawab terhadap nasib orang lain, dan kita tidak tahu menahu tentang orang lain. Kita tidak bisa menduga apa yang akan terjadi, karena itulah keberhati-hatian menjadi penting. Kita tak bisa membuka pintu rumah kita di malam hari dan menyangka tak ada pencuri yang akan masuk. Pada diri perempuan terdapat keagungan. Surga terletak di telapak kaki ibu,dan seorang ibu adalah perempuan yang telah menempatkan keagungannya dalam cinta-kasih. Tetapi keagungan itu tak cukup di tengah arus dunia dengan impianimpian di dalamnya. Perempuan membutuhkan peran yang lebih dari sekadar urusan domestik. Dan banyak perempuan yang sudah membuktikan bahwa mereka mampu memimpin dan mengatur. Tetapi di luar semua itu, ketika Kartini sebagai ikon dengan pikiran-pikiran yang membawa nilai-nilai tersendiri kita lekatkan dengan kenyataan itu, secara otomatis ia memiliki dua kemungkinan. Bahwa apa yang dicita-citakannya tercapai tapi tak terlepas dari guncangan dan akibat-akibat di luar perkiraan. Sebab, sekali lagi, laki-laki dan perempuan tetap berbeda, takkan bisa sama sampai kapan saja.

Investor luar negeri ragu berinvestasi di NTB Butuh langkah jitu yakinkan investor

*** Dewan telusuri penerbitan izin bangunan diduga ilegal di Sekotong Penerbit izin ilegal harus ditindak tegas

***

STASIUN RADIO

email: citrabima_957@yahoo.co.id Telp. 0374 42906/Hp. 085337841557, 087866878882, 082145977111

Penanggung Jawab: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar Staf Redaksi Mataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, M. Nasir, Hari Aryanti, Akhmad Bulkaini Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi, Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur: Rusliadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi. Sumbawa : Arnan Jurami. Dompu : Nasrullah. Bima : M.Yusrin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Jamaluddin, Wahyu W. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 10.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 10.000/mmk. Display F/C : Rp 20.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 8.000./mmk. Iklan Advertorial : Rp 5.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 450.000/bulan (25 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 250.000/kavling. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 50.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 55.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 3.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT Bali Post.

SUARA NTB

Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.


EKONOMI DAN BISNIS

SUARA NTB Senin, 21 April 2014

Halaman 7

Eks TKI NTB Belum Diberdayakan Petani Terancam Terpuruk PETANI sedang dalam posisi terancam terpuruk, di tengah akan diberlakukannya pasar Asean akhir 2015 mendatang. Mestinya petani sudah mampu mandiri, baik dari sisi kualitas produksi, hingga pemasaran. Fungsionaris Forum Ekonomi Rakyat Tani (Feratani) Lombok, Moh. Ali Imron menilai, petani hingga saat ini belum mampu berdiri sendiri. Bila melihat Nilai Tukar Petani (NTP) sebelumnya yang selalu berada di bawah 100 persen. Artinya biaya berproduksi yang dikeluarkan lebih besar dari pendapatan produksi. Hanya masih mampu bertahan dan berco(Suara NTB/bul) cok tanam karena adanya Ali Imron dukungan remitansi TKI. Aktivitas pertanian selama ini menjadi kegiatan yang bersifat tak menguntungkan. Imron mengatakan ada kesenjangan yang terjadi antara petani dengan pemerintah. Petani masih memiliki keterbatasan SDM, bidang pertanian yang digeluti masih bersifat kegiatan turunan dari nenek moyang. Kendati merugikan, tetap saja menjadi kegiatan usaha sebagai pilihan terakhir. Sementara pemerintah orientasinya belum fokus pada program peningkatan kesejahteraan petani. “Dalam menghadapi pasar global, perlu ditingkatkan kualitas petani dan kualitas produksinya, tidak cukup dengan kuantitas produksi tetapi kualitasnya tak mampu bersaing di pasar global,” demikian Imron menjawab Suara NTB di Mataram, Sabtu (19/4). Ada tiga persoalan yang dihadapi petani, yakni dari pra panen. Petani sering dihadapkan pada ketidaktersediaan sarana dan prasaran pendukung, utamanya pupuk, air, bahkan benih berkualitas. Hal itulah yang menyebabkan memicu pembengkakan biaya pra produksi. Selanjutnya, saat berproduksi tidak jarang petani masih mengandalkan cara-cara yang manual. Tentunya hal itu akan berdampak pada keterbatasan hasil produksi. Demikian juga pada pasca produksi, tidak ada jaminan khusus yang mendukung keberpihakan harga pada hasilhasil petani, baik petani nelayan, petani perkebunan, petani peternakan. Di sinilah menurutnya harus ada semacam resi gudang yang berperan menjadi pengaturan penyimpanan stok hasil petani. “Kalau ada resi gudang, petani bisa kapan saja menjual hasil produksi, atau hasil tangkapannya. Sehingga harga dan ketersediaan produksi di lapangan tetap stabil,” katanya. Harus ada sinergisitas yang terjalin antara petani dengan pemerintah dalam melakukan pendampingan dan pemberdayaan, dari hulu ke hilir. Perlu ada kelembagaan khusus yang berperan menangani manajemen petani. Dalam hal ini yang paling tepat sebagai kendaraannya adalah koperasi, lembaga keuangan daerah, BPD maupun lembaga Penjaminan Kridit Daerah (Jamkrida) yang ikut terlibat pada persoalan petani. “Tidak cukup hanya dengan program-program pemerintah juga, tetapi lembaga pembiayaan lainnya di daerah harus kuat berkontribusi,” sarannya. Persoalan besar lainnya yang sedang dihadapi petani pada sepuluh tahun kedepannya. Berdasarkan hasil riset lembaga dunia, diperkirakan akan terjadi kekeringan dan kelaparan. Serta 2 persen ekonomi dunia akan merosot. Di sinilah peran pemerintah daerah dan semua pihak untuk bersama-sama meningkatkan SDM petani dalam menghadapi perubahan situasi global, sehingga NTP juga bisa dipertahankan di atas 100 persen. (bul)

JUAL MOBIL

Mataram (Suara NTB)Sebagai salah satu lumbung TKI, maka eks TKI pun jumlahnya tidak sedikit di NTB. Hanya sayang, sekitar 95 persen dari keseluruhan purna TKI ini tak diberdayakan dengan baik. Para eks TKI itu sebenarnya telah memiliki keterampilan tersendiri, dan bahkan modal hasil kerja di luar negeri. “Mereka hanya butuh pengarahan atau informasi potensi apa yang bisa mereka garap setelah memiliki modal yang didapat dari menjadi TKI. Sistem informasi kita tidak ada,” kata Sekjen Asosisasi Penyalur Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI) Provinsi NTB, Zainul Majdi, SE, Sabtu (19/4). Bagi pengelola salah satu perusahaan pengerah TKI ini, sebenarnya sudah cukup bekal bagi para purna TKI untuk menjadi wirausahawan. Tetapi berbagai faktor yang masih men-

jadi persoalan di antaranya belum siapnya mental para purna TKI untuk berusaha, sehingga cenderung lebih konsumtif. Apa yang terjadi, sepulang dari luar negeri, pilihannya hanya membeli motor, membuat rumah, setelah itu kembali lagi menjadi TKI. Padahal, jika dikembangkan apa yang sudah didapatkan sebagai modal usaha. Menurutnya, sejarah NTB sebagai kantong TKI bisa dipatahkan. Bahkan tak menutup kemungkinan ekonomi masyarakat akan lebih berkembang dari keadaan yang sekarang. “Disinilah mestinya peran pemerintah daerah, Dinas Ten-

Apjati ingin mendorong pemerintah memberi sumbangsih balik kepada pahlawan devisa itu, setidaknya dengan memberdayakannya sesuai potensi yang ada di masing-masing daerah asalnya. Hanya butuh regulasi saja untuk itu. Pemberdayaan ini juga harus dari hulu ke hilir, misalnya dengan mengarahkan purna TKI menjadi perajin, pasar penjualannya harus jelas, guna menguatkan minat purna TKI untuk berwirausaha. Zainul mengatakan di seluruh desa, dan lingkungan yang ada di kabupaten kota di NTB, bahkan di tingkat pelosok terdapat puluhan purna TKI. Jika dari sekian diantaranya dapat diberdayakan, diyakini ekonomi NTB akan jauh lebih meningkat. Ini diharapkannya menjadi perhatian pemerintah daerah dalam menghadapi pasar bebas Asean mendatang. (bul)

Program pasar bersih dan higienis menjadi program hampir seluruh pemerintah kabupaten/ kota di Indonesia. Tak terkecuali di Lombok Timur. Pasar Masbagik, Loti m ini, merupakan pasar tradisional modern yang dibangun dengan anggaran sebesar Rp 34 miliar, yang merupakan pinjaman dari Pusat Investasi Pemerintah (PIP) tahun 2013 lalu. Pemkab Lotim kini sedang memproses para calon pedagang di pasar ini. (Suara NTB/ars)

Investor Luar Negeri Ragu Berinvestasi di NTB Mataram (Suara NTB)Jumlah kunjungan wisatawan ke NTB belum begitu valid datanya. Atas dasar itu juga, investor yang benar-benar serius, ingin berinvestasi, khususnya investor luar negeri, masih ragu mengembangkan usahanya di NTB. Hal ini wajar karena peluang pasar yang dilihatnya adalah sejauh mana ketertarikan wisatawan terhadap suatu daerah, selain menghitung potensi yang ada di dalam daerah. Demikian pandangan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Provinsi NTB, Yudistira Capriyadi pada Suara NTB di Mataram, Sabtu (19/4). Yadi, demikian dia disapa, mengatakan investor yang bet-

ul-betul serius ingin berinvestasi akan melakukan analisa jauh-jauh sebelumnya. Yang paling dibidik adalah sebesar apa tingkat kunjungan wisatawan. “Makanya banyak yang minta data kunjungan wistawan ke pemerintah daerah. Itu untuk memantau perkembangan,” katanya. Data yang ada di Badan Pusat Statistik (BPS) menurutnya tidak bisa menjadi acuan kuat, jika lalu lalang wisatawan belum bisa didata. Peran pemerintah daerah melalui dinas terkait, Dinas Pariwisata untuk memperkuat pendataan terhadap wisatawan yang ke luar masuk ke NTB. “Lihat saja wisatawan yang

RUPA-RUPA

RUPA-RUPA

MEBEL

LISNA JAYA MOTOR Menerima :

Ganti Oli - Spare Parts Service Mobil & Sepeda Motor

Hubungi : GEDE HP. 087 865 276 400 085 337 568 500

Jl. SULTAN HASANUDDIN 139 BLOK D CAKRA UTARA

MADU

Pada intinya semua ingin berhasil, tetapi informasi saja yang sangat kurang kepada mereka,” tambah Zainul. Apjati sendiri sudah menginisiasi akan melakukan pendataan kepada purna TKI dan memprogramkan sistem kontrol kepada kepada usaha yang bisa diperbuat sepulang menjadi TKI. Kurangnya sistem informasi dan tak ada pemberdayaan ini seringkali membuat pola pikir para purna TKI untuk menjadi TKI kembali. Sehingga banyak di antaranya yang bolak balik menjadi kuli dinegeri orang sampai sepuluhan kali. Dan itu hampir rata-rata sudah mampu mendapatkan modal usaha pada setiap kepulangannya. Baginya tidak ada istilah tidak berhasil bagi TKI yang bersungguh-sungguh. Kecuali kegagalan TKI biasanya diakibatkan tidak rajin bekerja, dan selalu bekerja berpindah-pindah.

PASAR MASBAGIK –

KECANTIKAN

TOKO BANGUNAN

aga Kerja, Dinas Perdagangan, Dinas Sosial, dan Dinas Koperasi untuk memberdayakan para purna TKI,” tambahnya. Apjati sendiri telah menyuarakan persoalan TKI ini hingga ke pemerintah pusat, bahkan terakhir dengan mengadu langsung kepada Mantan Kedubes RI di Amerika Serikat, Dino Patti Jalal pada kunjungannya baru-baru ini ke NTB. Dia mencatat 5 persen dari 100 persen purna TKI ini sebenarnya sudah mulai kreatif berusaha. Ia contohkan salah satu mantan TKI di Lombok Tengah yang saat ini menjadi pengusaha besar karena mampu mengelola pendapatannya sebagai TKI menjadi modal usaha. “Sudah bisa jadi agen kebutuhan pokok di pasar, sudah beli mobil. Dan sangat enggan menjadi TKI lagi, bahkan sudah mampu membuka lapangan kerja bagi orang lain.

PENGOBATAN

KACAMATA

PELUANG USAHA

BATIK

TRAVEL

SHOWROOM

keluar masuk ke Gili Trawangan, itu tidak didata. Kalau belum, mestinya harus dilakukan, karena semakin besar data kunjungan ke NTB, maka akan menguatkan keyakinan investor,” tambahnya. Lain halnya dengan investor abal-abal, yang datang ke NTB hanya untuk mengejar izin yang diberikan pemerintah daerah sebagai agunan. Harapannya semoga investasi-investasi besar, khususnya yang merencanakan akan membangun hotel dapat terealisasi. Terpisah, Kepala BPS Provinsi NTB, Drs. Wahyudin mengakui tidak melakukan pendataan terhadap semua jalur lalu lalangnya wisatawan, termasuk disebutkan

lalu lintas dari Bali ke Gili Trawangan, Lombok Utara. Yang masuk pada ranah pendataannya adalah wisatawan yang menginap di hotel berbintang. Sementara untuk hotel kelas Melati, hanya beberapa sampel yang diambil. Itu pun didata tamu yang hanya menginap. “Dari lima ratusan jumlah hotel melati di NTB, hanya 104 yang kita ambil sample-nya. Yang lainnya tidak. Tetapi kalau yang hotel bintang tetap kita utamakan,” katanya. Wistawan yang datang ke Gili Trawangan, atau ke tempat-tempat lainnya tidak bisa didata, sebab alasan pihaknya tidak dapat meminta laporan resmi dari hotel atau tempat penginapan wisatawan. “Bagaimana kalau dia datang

pagi dan pulang lagi sore, itu juga tidak kami data. Dan kalau itu dilakukan, harus ada yang siaga di sana untuk mendata, sementara kami punya SDM juga terbatas,” terang Wahyudin, dan menegaskan oleh sebab itulah jika menginginkan data lengkap mestinya Dinas Perhubungan dapat ambil bagian. Sejauh pendataan yang dilakukan, selain hotel bintang dan beberapa hotel Melati, tetap dilakukan pemantauan jumlah kunjungan yang datang ke NTB melalui Bandara Internasional Lombok (BIL). Wahyudin juga menyebut, sebenarnya potensi jumlah wisatawan yang datang ke NTB akan sangat besar dari yang terdata selama ini. Itu jika dilakukan pendataan secara total. (bul)


SUARA NTB Senin, 21 April 2014

Caleg PBB Ancam Lapor ke DKPP

Video Diduga Kecurangan Pileg Beredar di Lobar Giri Menang (suara NTB) Video berdurasi sekitar 10 menit diduga berisi adegan kecurangan pemungutan suara yang dilakukan oknum di sejumlah TPS beredar di Lombok Barat. Perihal temuan Video ini telah dilaporkan oleh tim Caleg dapil II, H. Lukman Muktar yang berhasil menemukan video ini. Namun hingga saat ini, laporan ini tak ditindaklanjuti oleh KPU dan Panwaslu Lobar. Karenanya, tim Lukman Mukhtar akan membawa masalah ini ke dewan kehormatan penyelenggara pemilu (DKPP). Hal ini ditegaskan H. Lukman Mukhtar, Minggu (20/4) kemarin. Diterangkan, video ini ditemukan oleh timnya. Video pertama diduga terjadi di TPS 4, Gapuk Kecamatan Gerung. Dalam video berdurasi sekitar 7 menit ini terdapat sejumlah oknum bukan petugas KPPS dan ada juga petugas KPPS mengarahkan pemilih untuk mencoblos. Diduga salah satu keluarga caleg ikut mengarahkan pemilih untuk mencoblos. Diduga, caleg ini sengaja mengarahkan untuk mencoblosnya. Padahal sesuai ketentuan, tidak boleh pemilih diarahkan. Video kedua diduga terjadi di TPS 1, Giri Tembesi Gerung Diduga dalam video ini, sebelum pencoblosan dua orang dduga membawa surat suara dalam kresek kemudian dimasukkan ke dalam kotak suara. “Diduga dikoordinir oleh dua orang,” kata Ketua DPC PBB Lobar ini. Dalam video ini tampak petugas polisi, namun terkesan membiarkan, tak bertindak apaapa. Tampak juga anak-anak sedang bermain di dalam TPS. Ia menjelaskan, sesuai mekanisme PKPU persoalan ini seharusnya diselesaikan di tingkat pleno KPU dulu, baru jika tidak bisa selesai dbawa ke ranah atas dalam hal ini DKPP dan MK. Menurutnya, jika semua pelanggaran dilempar ke MK maka akan banyak yang akan ditangani. Ini saja katanya, pelanggaran di dua TPS tak digubris KPU dan meminta dibawa ke ranah MK. Belum lagi masalah lain di seluruh indonesia. Karena itu terpaksa pihaknya menempuh langkah melapor ke DKPP. Jika di DKPP juga mentok, maka akan dilanjutkan ke tingkat MK. Pihaknya sudah melapor resmi ke Panwaslu dan KPU Jumat lalu. Namun tidak ada tindak lanjut. Ia juga protes, wajib pilih yang meninggal justru tercatat ikut mencoblos, begitu pula pemilih yang pergi ke Malaysia justru ikut juga mencoblos. “Hal ini terjadi dan ditemukan dii wilayah Dapil II,” katanya. Ketua KPUD Lobar, Suhaimi Syamsuri menyakan pihak yang keberatan dengan hasil pemungutan suara bisa mencatat dalam form BB 2 untuk dijadikan dasar bahan perseilisihan di MK. “Jikapun seluruh parpol tidak tandatangan hasil pleno ini tidak ganggu tahapan sepanjang mekanisme dan prosedur benar,” ujarnya. Terkait video dugaan kecurangan menurutnya bukan ranah KPU karena itu tugasnya Panwaslu, sehingga pihaknya pun mengabaikannya. Ketua Panwaslu Lobar, Suryadi Hidayat menyatakan, laporan dugaan pelanggaran sudah ditindaklanjuti. Termasuk di Babbusalam, sudah direkomendasikan namun KPU menilai rekomendasi itu tidak mendasar. Terkait laporan video, pihaknya mengaku baru menerima tanggal 19 April, sehingga laporan ini termasuk kedaluarsa sehingnga tak bisa ditindaklanjuti. (her)

(Suara NTB/her)

VIDEO - Video berisikan dugaan kecurangan dalam pemungutan suara diduga terjadi di TPS 1 Giri Tembesi dan TPS 4 Gapuk Gerung Lobar. Tampak dua oknum mengisi kotak suara di TPS 1 dengan kertas suara yang dibawa dalam kresek.

Ekses Negatif Demo

Apkasi Minta Pilbup/Pilwal Digelar ”Rombongan” Tanjung (Suara NTB) Bupati Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu, SH., menilai peluang Bupati/Walikota dipilih oleh DPRD pada Pemilukada tahun 2015 mendatang telah tertutup. Artinya, Bupati/Walikota masih dipilih oleh rakyat melalui sistem demokrasi langsung. Namun demikian, Apkasi mengajukan 1 perubahan atas digelarnya Pilbup/Pilwal mendatang. “Saya pikir peluang Bupati dipilih oleh DPRD tertutup, karena hasil evaluasi dari Apkasi (Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia) sepakat, Pilbup/ Pilwal itu dipilih oleh rakyat. Tapi memang ada sedikit perubahan, mungkin (Pilbup/Pilwal) “dikasi” rombongan, rombongan I, rombongan II dan seterusnya,” kata Djohan Sjamsu, Sabtu (19/4). Bupati mengatakan, Pemerintah kabupaten/kota seluruh Indonesia cukup dirugikan atas sejumlah citra yang terbentuk di daerah atas berbagai aksi protes masyarakat selama musim Pemilukada. Hampir di seluruh Indonesia, tidak ada 1 daerah pun yang pelaksanaan Pemilukadanya berjalan lancar, aman dan tidak menyertakan protes dan pengaduan. Ekses seperti demonstrasi massa salah satu pasangan Calon Bupati/Walikota pun cukup berbekas bagi daerah. Situasi itu lantas membuat image daerah menjadi kurang bagus terlebih banyak diberitakan oleh media massa baik cetak maupun elektronik (TV dan radio). “Saya kira (usulan) sudah diterima oleh pusat. (Apkasi ingin) supaya jangan sepanjang tahun orang demo saja garagara Pilbup. Pemilu Rombongan I,misalnya diatur Kabupaten mana saja yang menyelenggarakan di tahun tertentu, supaya tidak tiap tahun ada perkara,” sambungnya. Sementara, menyikapi kebijakan Partai Demokrat Lombok Utara terhadap Pilbup 2015 mendatang, Ketua DPC Demokrat KLU ini mengatakan akan melihat hasil pleno KPUD Lombok Utara terhadap perolehan suara riil. Hasil Pileg merupakan barometer terhadap arah pilihan masyarakat. “Pileg bersifat langsung, merupakan barometer untuk melihat siapa saja yang rakyat inginkan. Termasuk Pilbup masih dipilih oleh rakyat, bukan oleh DPRD,” katanya. Sebagai pimpinan Parpol, ia belum dapat memberikan jawaban ke mana arah kebijakan politik demokrat di 2015 dalam Pilbup KLU. Bupati masih akan mengkaji untuk kemungkinan berkoalisi dengan Parpol lain, sehingga Pemilukada 2015 dapat dimenangkan kembali. “Tugas saya dalam 5 tahun banyak yang belum tuntas, tapi kita sudah meletakkan pondasi. Bangganya saya, secara statistik pencapaian pembangunan KLU rata-rata tertinggi di NTB, baik di angka kemiskinan, peningkatan IPM dan pernah mencatatkan angka kematian Ibu Nol di Indonesia,” pungkasnya. (ari)

POLHUKAM

Halaman 8

Saksi dan Caleg Diusir Paksa

Pleno Rekapitulasi KPU Lobar Memanas Giri Menang (Suara NTB) Pelaksanaan pleno rekapitulasi KPUD Lombok Barat hari pertama Sabtu (19/4) dan hari kedua Minggu (20/4) kemarin berlangsung alot. Pasalnya banyak saksi partai politik dan caleg yang memprotes hasil rekapan suara di sejumlah kecamatan. Bahkan, ketegangan karena interupsi itu sempat mengakibatkan situasi memanas sehingga saksi dan caleg diusir keluar ruangan rapat pleno. Saksi dan caleg ini rata-rata mempersoalkan dugaan kecurangan pelaksanaan Pileg yang tak direspon KPU dan Panwaslu. Rapat pleno rekapitulasi suara yang dipimpin langsung Ketua KPUD, Suhaimi Syamsuri dan komisioner lainnya hari pertama dimulai dari DPR RI dan DPD. Pada hari pertama pleno diwarnai protes dan interupsi saksi dan para caleg yang hadir. Situasi pleno hari kedua rekapan DPRD Provinsi, tak kalah tegang. Para saksi dan caleg yang notabene memperoleh suara rendah memprotes keras. Karena dinilai menghambat jalannya pleno, maka sejumlah saksi dan caleg ini pun terpaksa diusr keluar ruangan. Saksi PKPI Kecamatan Sekotong, Sahnil menyatakan sejumlah saksi parpol di Kecamatan Sekotong diintimidasi. “Saksi-saksi ditarik, sehingga situasi sempat memanas. Terpaksa demi pertimbangan keamanan saksi ini pergi,”

kata Sahnil, Minggu kemarin. Selain itu, pleno terkesan sengaja diundur-undur oleh PPK. Caleg Dapil II, Lukman Mukhtar memprotes perihal data pemilih yang menggunakan hak pilihnya. Karena pemilih yang meninggal dan tidak ada ditempat justru mencoblos. Ia sangat menyayangkan, ketika saksi dan caleg bersuara perihal masalah ini justru tak digubris. Ketua KPU Lobar, Suhaimi Syamsuri menyatakan jika ada masalah di level bawah (PPS dan PPS), seharusnya protes semacam ini disampaikan saat rekap di tingkat PPS dan PPK. Terkait dugaan intimidasi, sesuai penjelasan PPK saat pleno tidak ada. Bahkan menurut PPK, saksi dari PKPI saat pleno perolehan suara saat itu saksi PKPI justru meninggalkan tempat tanpa

PLENO - Suasana memanas saat pleno rekapitulasi KPU Lobar memberitahu. Menurut PPK Sekotong wajar saja ada kesalahan di PPK karena rekap di atas jam 02.00 malam. Pernyataan inipun memantik emosi Ketua DPC Demokrat,

Sahmad yang hadir dalam pleno. Menurutnya, kata wajar itu bukan jawaban melainkan bentuk tidak bertanggung jawabnya PPK. “Itu bukan jawaban tapi KPU dan PPK seolah mau cuci

tangan,”ujarnya. Hingga berita ini ditulis, pleno rekap masih berlangsung untuk tingkat DPRD provinsi, setelah itu dilanjutkan sore hari rekap suara tingkat DPR kabupaten. (her)

Dugaan Penggelembungan Suara

Warga Praya Timur Minta Penghitungan Ulang Praya (Suara NTB) Rapat pleno rekapitulasi perolehan suara Pemilu legislatif tingkat kabupaten oleh KPU Lombok Tengah (Loteng), Minggu (20/4) kemarin, diwarnai aksi demonstrasi oleh puluhan warga asal Praya Timur. Aksi dilakukan warga untuk mendesak KPU Loteng melakukan perhitungan ulang perolehan suara khusus untuk daerah pemilihan (dapil) III, Praya Timur-Pujut. Lantaran diduga telah terjadi penggelembungan suara di sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) di dapil tersebut. Sehingga menguntungkan caleg tertentu. Warga yang mulai datang sekitar pukul 10.00 wita, mulai bergerak dari kantor Panwaslu Loteng ke Aerotel, tempat berlangsungnya rapat pleno. Warga mengaku kesal atas sikap KPU Loteng yang terkesan tidak mengindahkan aspirasi yang mausk. Terkait adanya laporan dugaan kecurangan pemilu. Padahal laporan tersebut sudah sejak seminggu yang lalu dilaporkan. Namun hing-

ga saat ini, tidak ada respon sedikitpun dari KPU Loteng. Justru pihak KPU tetap ngotot menggelar rapat pleno rekapitulasi perolehan suara. Kendati tahu masih ada persoalan dibawah yang belum tuntas. Dalam orasinya, Koordinator aksi L. Agus, mengungkapkan, dugaan kecurangan di sejumlah TPS khususnya di wilayah Kecamatan Pujut, muncul setelah adanya perbedaan perolehan suara yang ada dipegang partai politik. Dengan perolehan suara di tingkat PPS hingga PPK. Kecurigaan semakin kuat, karena saat digelar pleno di tingkat kecamatan, PPK terkesan tertutup. Sampai-sampai saksi parpol yang sudah dituju, justru tidak diberikan masuk ke ruang rapat pleno. Sempat terjadi ketegangan antara demontran dengan aparat kepolisian. Karena para demonstran memaksa untuk tetap masuk. Namun situasi segera mencair setelah dua komisoner KPU Loteng, Sansuri, S.Pt., bersama Zaero-

ni, S.H., menemui demonstran. Pada kesempatan itu, Sansuri mengungkapkan kalau untuk dapil III belum dilakukan rekapitulasi suara. Adapun terkait tuntutan yang masuk, pihaknya akan membicarakan bersama dengan komisioner lainnya. Pengamanan Maksimal Ditempat terpisah, Kabag Ops Polres Loteng, Kompol Trisal Prianggara, S.H.M.H., yang dikonfirmasi Suara NTB, mengaku untuk mengamankan pelaksanaan rapat pleno KPU Loteng, pihaknya menerjunkan sekitar 500 personel. Baik dari personel Polres Loteng dibantu dari Dalmas dan Brimob Polda NTB. Ditambah dari tim gegana Polda NTB. Selain personel, tambah Trisal pihaknya juga sudah menyiapkan peralatan pendukung. Berupa kendaraan taktis serta security banner (kawat berduri) di depan Aerotel, tempat rapat pleno berlangsung. Dan, khusus di ruang rapat juga sudah disiapkan metal detector. (kir)

Pelantikan Bupati Terpilih

Gubernur Surati DPRD Lobar Mataram (Suara NTB) Menteri Dalam Negeri (Mendagri) telah mengeluarkan SK pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Lombok Barat (Lobar) terpilih, pasangan Dr. H. Zaini Arony,M.Pd dan Fauzan Khalid, S.Ag, M.Si. Terkait hal tersebut, Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi telah menyurati DPRD Lobar untuk segera menjadwalkan pelantikan. “Sudah keluar SK dari Mendagri, sebulan lebih. Pak Gubernur sudah bersurat ke Lombok barat meminta DPRD Lombok Barat segera menjadwalkan untuk pelantikan Bupati terpilih Lombok Barat pada tanggal 23 April,” terang

Kepala Biro Pemerintahan Setda NTB, Mahdi Muhammad,SH, MH ketika dikonfirmasi Suara NTB, kemarin. Mahdi menjelaskan, SK pelantikan dari Mendagri sudah keluar sejak sebulan yang lalu. Karena Bulan April ini bersamaan dengan pelaksanaan Pemilu Legislatif, maka pihaknya bersurat selesai pemilu legislatif beberapa waktu lalu. Setelah Gubernur bersurat, katanya, maka DPRD menjadwalkan pelantikan pada 23 April mendatang. DPRD Lobar akan melaksanakan sidang paripurna pelantikan bupati dan wakil bupati Lobar periode 2014-2019. “Tinggal

pelantikan oleh pak Gubernur, tidak boleh diwakilkan,”jelasnya. Pilkada Lobar dilaksanakan pada September 2013 lalu dan diikuti oleh empat pasangan yakni Dr. H. Zainy Arony,M.Pd-Fauzan Khalid. Kemudian Dr. H. MahripTGH. Munajib Khalid, Drs. Ridwan Hidayat-L. Syaeful Akhyar dan Zahrul MalikiIrwan Harimansyah. Zainy Arony merupakan calon bupati incumbent yang pada periode sebelumnya berpasangan dengan H. Mahrip. Dia juga merupakan ketua DPD Partai Golkar NTB. Sementara itu, Fauzan Khalid merupakan mantan Ketua KPU NTB. (nas)

(Suara NTB/met)

BERDUKA - Keluarga Rifki Azan Azori (korban) putra pasangan Ahyar Rosidi dan Yuliana berduka atas meninggalnya bocah 9 tahun itu.

Bocah Sembilan Tahun Tewas Terseret Ombak Mataram (Suara NTB) Suasana duka mewarnai komplek perumahan warga RT 01 di Lingkungan Montong Buwuh, Kelurahan Meninting Desa Batulayar Lombok Barat, Minggu (20/4) Pagi kemarin. Isak tangis, Yuliana, Ibunda Rifki Azan Arozi (9) tak terbendung. Putra bungsunya meregang nyawa setelah terseret ombakr, Sabtu (19/4) pada pukul 14.00 Wita. Menurut keterangan dari sang kakek, Abdullah (60) Rifki meninggal setelah mendapatkan perawatan di Puskesmas Meninting dan Rumah Sakit Umum Provinsi NTB. Abdullah mengatakan cucu sempat mengalami fase membaik dan memuntahkan air. Sayangya Rifki tidak mendapat penanganan lanjutan di puskesmas sehingga ia dirujuk ke RSUP NTB. “Sebelumnya kondisi cucu saya sempat membaik beberapa jam setelah mendapat pertolongan pertama, sayangnya dia tidak langsung di infus di Puskesmas dengan alasan tidak ada jarum infus. Seketika dokter yang menangani merujuk ke rumah sakit provinsi,” terangnya. Ia sangat menyayangkan ketika mendengar penjelasan bahwa di puskesmas tersebut tidak tersedia jarum infus. Ia berharap agar pihak puskesmas segera melakukan pembenahan sehingga tidak terulang kembali kejadian seperti

yang dialami oleh keluarga korban tersebut. Kronologi kejadian, korban pergi bermain ke pesisir pantai bersama delapan orang rekannya. Korban terseret bersama dua orang rekan lainnya, namun takdir berbeda dialami oleh Rifki. Dua orang kawannya berhasil diselamatkan. Dikatakan korban tenggelam dalam selang waktu hanya beberapa menit di lautan. “Dia tidak bisa berenang, dia bermain di pinggir pantai. Sebelumnya kami sempat melarang dia untuk ikutan tapi dia tetap menangis. Dia mendapat pertolongan dalam kondisinya yang sudah pingsan,” Kata H (11) rekan korban saat bermain ke pesisir pantai. Sementara itu dari pihak Puskesmas tidak ada yang bisa memberikan penjelasan terkait tidak tersedianya jarum infus di Puskesmas itu. Satu dokter jaga yang ditemui Suara NTB Minggu kemarin tidak berani memberikan keterangan dengan alasan dirinya tidak menangani pasien yang menjadi korban tersebut. “Saya tidak bisa memberikan keterangan, soalnya bukan saya yang menangai pasien tersebut. Silahkan bapak datang besok pagi saja dan ketemu langsung dengan dokter yang menangani pasien tersebut. Kebetulan hari ini beliau sedang lepas piket,” ungkap dr. Usman. (met)

Polres Lobar Waspadai Caleg Kalah Bentuk Aliansi Giri Menang (Suara NTB) Untuk mengamankan jalannya pleno rekapitulasi KPU Lombok Barat, Polres Lobar menerjunkan kekuatan 300 lebih personel. Disejumlah titik rawan personel menjaga lengkap dilengkapi senjata. Hal ini mengantisipasi gangguan yang kemungkinan bisa muncul dari protes saksi dan para Caleg. Polisi juga menitikberatkan letupan dari gerakan caleg yang kalah. Pihak polisi memperoleh informasi dari masyarakat bahwa ada sejumlah pihak khususnya dari caleg yang kalah berusaha membentuk aliansi untuk menyuarakan persoalannya. Hal ini tidak seharusnya ter-

jadi karena mekanisme protes sepatutnya melalui mekanisme yang ditentukan. Kapolres Lobar melalui Kasatreskrim, Iptu Sidik Priamursida, Minggu kemarin menyebutkan, Polres Lobar menerjunkan 245 personel ditambah 2 peleton pasukan dari Polda masing-masing 30 personel. Total back up dari Polda 60 personel. Titik pengamanan di sejumlah lokasi, lokasi pertama di sekitar pleno, areal lokasi dan jalan. Kekuatan pasukan dipusatkan di areal sekitar lokasi untuk mengantisipasi kejadian yang mungkin terjadi dari protes saksi dan caleg. Tamu undangan pleno berjumlah 150 orang, namun yang datang datang lebih banyak. Ditambah unsur dari pem-

da dan unsur lainnya. Diketahui, memasuki pleno tingkat PPK (kecamatan) dan KPU, Polres Lombok Barat (Lobar), sampai saat ini Polres tetap memberlakukan status siaga 1 untuk Lobar dan KLU. Kesiagaan Polres ini untuk mengatisipasi konflik pascaPileg 9 April lalu. Untuk membantu pengamanan pleno PPK, Polres pun dibantu dua Dalmas Polda NTB. Kapolres menekankan, pengamanan ekstra dilakukaan karena ada beberapa isu kekecewaan beberapa caleg yang tidak lolos terkait perolehan suara. Tentunya terkait masalah ini harus ditangani oleh pihak yang berkompeten yakni KPU dan Panwaslu. Polres hanya mengawal pengamanan. (her)

(Suara NTB/her)

PENGAMANAN - Polres Lobar melakukan pengamanan Pleno KPU.


SUARA NTB Senin, 21 April 2014

Siapkan Kompilasi ”Soundtrack” Makassar (Suara NTB) Grup musik Nidji tengah mempersiapkan peluncuran album kompilasi karya mereka yang menjadi lagu tema dari sejumlah film. Keyboardist Nidji, Randy, menjelang penampilannya pada Telkomsel “Digifest on Losari” di Makassar, Sabtu mengatakan album tersebut rencananya akan diluncurkan pada akhir bulan ini. “Isi albumnya kumpulan semua lagu “soundtrack”,” katanya. Karya musik Nidji yang digawangi Giring (vokal), Rama dan Ariel (gitar), Adrie (drum), Andro (bass) serta Randy (keyboard) yang menjadi lagu tema film diantaranya “Shadow” untuk film “Heroes”. Band ini kemudian dipercaya membuat lagu tema untuk film yang berjudul sama dengan novel laris karya Andrea Hirata, Laskar Pelangi. Menyusul kemudian karya-karya berikutnya antara lain “Tuhan Maha Cinta” lagu tema film “Sang Pencerah” dimana Giring sang vokalis juga ikut bermain di dalam film tersebut. Lalu tiga lagu tema karya mereka yang terbaru mengisi film “5CM”, “Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck” dan “Street Society”. Pada penampilannya kali ini di Anjungan Pantai Losari, Nidji akan membawakan 10 lagu paling hits milik mereka. Selain itu, akan tampil pula beberapa musisi asal Makassar, seperti The Jokes, perkusi dan kolaborasi disc jockey. (ant/balipost)

BUDAYA DAN HIBURAN

Halaman 9

Mencari Sosok Patriotisme Kartini Muda Mataram (Suara NTB) Sosok wanita yang masuk dalam daftar pahlawan nasional, Raden Adjeng Kartini, menjadi idaman kaum wanita. Lihat saja, lahirnya istilah kartini muda menjadi “tendensi” untuk berupaya menemukan dan membangkitkan kembali sosok yang fenomenal dengan karyanya “habis gelap terbitlah terang” itu. Itu lah yang terjadi pada sedikitnya 46 siswa SMP se Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat yang hadir dan mengikuti lomba menulis dan membaca surat kartini yang diselenggarakan oleh Museum Negeri NTB, Sabtu (19/4). Para siswa membacakan naskah surat yang dibuat sendiri oleh Raden Adjeng Kartini puluhan

tahun silam. “Tentunya kita selalu berharap agar lahirnya kembali jiwa dan nurani yang dimiliki oleh pahlawan nasional kita itu. Satu upaya dan langkah yang dapat kami lakukan adalah dengan memperkenalkan serta menumbuh kembangkan semangat juang Kartini kepada generasi muda yang akan menjadi penerus bangsa,” jelas Hafid, panitia penyelenggara kegiatan. Menurutnya, didalam agenda tersebut terdapat penggalian – penggalian nilai yang selama ini jarang disingkap oleh generasi muda. Berbagai nilai dan ispirasi yang memiliki daya semangat perjuangan bagi kartini ditanamkan kepada para siswa yang mengikuti acara. Dikatakan nilai – nilai itu terkandung dalam satu cakupan yang telah dikemas Kartini dalam karyanya Habis Gelap Terbitlah Terang. “Di dalam surat yang ditulis oleh R.A Kartini yang berjudul Habis Gelap Terbitlah Terang itu menyim-

pan sejumlah nilai yang patut ditiru oleh seluruh putri bangsa, beberapa diantaranya tentang peliknya perjuangan hidup ketika ia menjadi anak pingitan, perjuangannya menjadi tenaga pendidik, serta perjuangan dirinya dalam hal emansipasi wanita serta beberapa cita – citanya yang tertuang dalam garisan surat tersebut,” jelasnya. Kepala Bidang arsip dan Pustaka itu menerangkan terkait relevansi perjuangan kartini hingga di era sekarang. Pergolakan bangsa yang terjadi saat ini tidak akan pernah terlepas dari hadapan para pejuang dalam membangun bangsa ini. “Disini kita tidak terpaku pada titik Kartini pada kelampauannya. Semangat Kartini pada Abad ke-19 itu masih tetap dibutuhkan oleh generasi yang ada di Abad ke21 ini. Mengapa demikian, persoalan bangsa ini tidak akan pernah habis dan oleh sebab itu dibutuhkan semangat juang untuk menjawab seluruh tantangan demi menjawab persoalan itu,” imbuhnya. (met)

Lomba Kebaya untuk Pertahankan Identitas Kartini Mataram (Suara NTB) Lenggok kontestan fashion show dengan kostum kebaya menjadi pertunjukan meng-

hibur di cat walk Museum Negeri NTB, Sabtu (19/4). Pertunjukan itu merupakan salah satu rangkaian men-

yambut Hari Kartini, Senin (21/4). “Ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang sudah kami rancang semenjak awal bulan April lalu. Kami juga berharap agar generasi muda mampu mengenali sejarah bangsanya melalui museum ini,” kata Kepala Museum Negeri NTB Drs. H. L. Muhammad Faozal. Sekitar 64 siswi Taman Kanak – Kanak (TK) yang berasal dari berbagai sekolah di Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat berunjuk kemampuan dihadapan para juri dan penonton. Dihadapan penonton para peserta mempertunjukkan baju kebaya dengan motif berbeda menggambarkan ciri kedaerahan Indonesia. Loma ini dijelaskannya, museum sebagai salah satu

lembaga kebudayaan memiliki tugas untuk melestarikan dan mempertahankan budaya dan tradisi yang ada. “Tentunya dengan tidak mengesampingkan relevansi terhadap kondisi zaman yang terjadi,” jelasnya lagi. Adapun dengan diadakannya agenda fashion show tersebut merupakan salah satu langkah untuk memikat partisipasi generasi muda dalam merayakan, serta mengenang sesosok perempuan pahlawan nasional yang Lahir di Jepara – Jawa Tengah tersebut. Raden Adjeng Kartini yang dilukiskan dengan kostum kebaya merupakan salah satu latar belakang diadakannya kompetisi Fashion Show Kebaya Kartini di kalangan gadis – gadis cilik tersebut. “Ya tentunya dengan

adanya fashion show tersebut, kita menyimpan harapan besar untuk lahirnya kembali semangat perjuangan kartini di kalangan kaum muda dan sering kita sebut kartini muda,” terangnya lagi. Sementara itu salah satu wali murid siswi TK Al- Hikmah, Hj. Nurhasanah mengungkapkan kebanggaannya melihat anaknya yang semangat mengikuti kontes tersebut. Ajang itu dipandangnya sebagai salah satu media untuk mengembangkan mental anak serta menambah pengalaman bagi anak. “Intinya kami melihat kompetisi ini sebagai pengembangan mental bagi anak saja, selain kami berharap menjadi juara juga,” ujarnya sambil memeluk putrinya usai acara. (met)


SUARA NTB Senin, 21 April 2014

PENDIDIKAN

Halaman 10

UAS Dimajukan

Sekolah di Lotim Kelabakan

Hobi Imbangi Peningkatan Prestasi MENYALURKAN bakat atau hobi, tidak hanya dengan melakukan sesuatu yang bernuansa membahayakan atau terkesan hura – hura. Tetapi, penyaluran hobi dapat diimbangi dengan peningkatan prestasi. Seperti yang dilakukan Ismawani, siswa Kelas XI SMKN 1 Pringgasela Lombok Timur. Menurutnya, bela diri asli Indonesia tersebut, digeluti sejak duduk di bangku MTs. Tidak ayal, beberapa prestasi didapatkan selama mengikuti pertandingan tingkat perguruan hingga kabupaten. Disebutkan, prestasi yang didapatkan, yakni juara III di Kejuaraan (Suara NTB/cem) Pekan Olahraga Daerah (PopIsmawani da) pada katagori tarung. Selain itu, beberapa kali mendapatkan juara I perlombaan tingkat perguruan silat. “Dulu juara satu saja, cuman di Popda juara III,” tutur Ismawani saat dikonfirmasi di sekolahnya, Sabtu (19/4). Selain hobi, katanya, belajar pencak silat, bertujuan menjaga diri serta meningkatkan prestasi. Dijelaskan, perspektif masyarakat terhadap perempuan tidak boleh disepelekan. Selama ini, tambahnya, kecenderungan lelaki seenaknya memperlakukan perempuan dalam pergaulan. Adanya kemampuan bela diri bisa dijadikan bekal untuk berjaga diri saat terjadi kondisi membahayakan. “Untuk jaga diri saja,” jawabnya singkat. Gadis dengan tinggi 155 centimeter tersebut, menambahkan cita–citanya sejak kecil adalah menjadi seorang atlet, tidak hanya mengharumkan nama baik sekolah, tetapi daerah dan negara. Proporsi latihannya dilakukan tiga kali dalam seminggu. Di samping itu, ia secara mandiri belajar di rumah untuk mendalami teknik–teknik latihan. “Seminggu, saya latihan di perguruan tiga kali,” sebutnya. Tidak dipungkiri, kesibukannya di berbagai organisasi sekolah, terkadang membuatnya harus pintar–pintar mengatur waktu belajar, latihan dan membantu orang tua. Kendati demikian, ia tetap berharap dapat mengharumkan nama sekolah, perguruan dan daerahnya di ajang atau event–event bergengsi. (cem)

Minim, Penanaman Karakter di Keluarga

(Suara NTB/cem)

Selong (Suara NTB) – Minimnya penanaman sikap atau karakter dalam kehidupan keluarga, berimbas pada proses pembelajaran di lingkup sekolah. Pasalnya, peserta didik cenderung tidak konsentrasi dan bahkan siswa memilih untuk menikah dini. Demikian disampaikan Kepala SMKN 1 PringgasIslamuddin ela, Islamuddin saat ditemui Suara NTB di ruang kerjanya, Sabtu (19/4). Dijelaskan, pembelajaran dalam keluarga adalah penentu proses pendidikan siswa di sekolah. Alasannya, kurang lebih 60 persen, karakter siswa berimbas pada perilaku sehari – hari. Islamuddin mengakui, sebagian besar input siswa berasal dari keluarga broken home dan orang tua siswa menjadi TKI. Dampaknya, katanya, anak dititip ke nenek atau orang lain, sehingga secara psikologi maupun mental mempengaruhi tingkah laku siswa. Tidak hanya itu, pemikiran siswa akan lebih praktis, dengan memilih jalan yang tidak diinginkan. Misalnya, dengan menikah dini dan lain sebagainya. “Siswa kita di sini, sudah tiga pasang yang menikah,” sebutnya. Terkait upaya yang dilakukan pihak sekolah, dengan melakukan pendekatan – pendekatan baik secara emosional maupun kultural. Artinya, siswa diberikan pemahaman maupun perspektif tentang pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA), sehingga terbangun prinsip untuk mengembangkan daerah. Terlebih SMKN 1 Pringgasela memiliki jurusan Pertanian bidang Agrobisnis. Menurutnya, jurusan tersebut, sesuai dengan kondisi geografis masyarakat, yang notabenenya sebagai petani. Nantinya, dapat menciptakan iklim usaha dan menampung tenaga kerja. “Lihat saja, masyarakat banyak menanam buah nanas. Sebenarnya, itu prospek bagus kalau mau dikembangkan,” bebernya. Terlepas dari itu, peran serta pemerintah daerah, masyarakat dan stakeholders lainnya, sangat diharapkan untuk pengembangan terutama Sumber Daya Manusia (SDM). Dia berharap siswa – siswanya, dapat memberdayakan masyarakat setempat dengan pengetahuan yang dimiliki serta bermanfaat bagi masyarakat luas. (cem)

(Suara NTB/ist)

PEMBICARA - Gubernur NTB TGH. M. Zainul Majdi saat memberikan ceramah di hadapan ratusan siswa di Kota Mataram pada acara Gerakan Bumi Sasambo Mengaji di Masjid Raya At Taqwa Mataram, Minggu (20/4).

Jaga Akhlak Anak-anak

Gubernur Harapkan ’’One Day One Juz’’ Dibumikan di NTB Mataram (Suara NTB) Gubernur NTB, Dr. TGH.M. Zainul Majdi mengharapkan program one day one juz (satu hari satu juz) membaca AlQur’an bagi umat Islam di daerah ini terus menerus dibumikan. Hal ini penting dilakukan, terutama dalam menjadikan akhlak generasi penerus bangsa pada kondisi sekarang ini. “Inilah salah satu cara Allah SWT melindungi Al-Qur’an ini sebagai Kalamullah yang suci dan tetap terjaga kesucian sebagai pandangan hidup Islam. Teruskanlah kegiatan ini, besarkan dan sosialisasikan lebih luas, ajak keluarga dan masyarakat,’’ pesan gubernur saat memberikan sambutan pada acara Gerakan Bumi Sasambo Mengaji dengan tema one day one juz di Masjid Raya At-Taqwa Mataram, Minggu (20/4). Kegiatan ini diikuti ratusan siswa SD, SMP dan SMA di Kota

Mataram. Mereka dengan penuh antusias mengikuti apa yang disampaikan Gubernur NTB dalam ceramahnya. Gubernur menjelaskan, murojaah membaca Al-Qur’an sehari 1 juz tentunya bukan itu saja, namun harus ditambah dengan memahami arti kandungan satu ayat dalam sehari, sehingga, jika itu dapat dilakukan maka dalam setahun bisa memahami 365 ayat. “Amalkan dalam kehidupan keseharian, inilah yang dinamakan Tadabbur Al-Qur’an yang sangat dicintai Allah SWT,” ujarnya. Al-Qur’an, ujarnya, merupakan syakilan atau kandungan yang maha penting yang menjadi pedoman hidup manusia. Membaca, memahami dan mengamalkannya dapat mengasah kepintaran otak. Doktor lulusan Universitas Al Azhar Kairo Mesir ini men-

ceritakan Mesir merupakan negara yang mewajibkan pelajar atau mahasiswa yang kuliah di sana sebelumnya harus hafal Al-Qur’an 30 juz. Bukan saja mahasiswa yang jurusan ilmu agama tetapi juga jurusan ilmu-ilmu umum lainnya, seperti research aero plane, study nuclear dan lainnya.” Inilah yang luar biasa,” pujinya. Sebelumnya, Ketua Panitia Gerakan Bumi Sasambo Mengaji Alimin, menjelaskan, one day one juz merupakan “mantra” buat hidup tidak galau dan ketenangan jiwa, khususnya anakanak muda sebagai generasi penerus bangsa yang memiliki akhlak baik. Paling tidak, akhlak anak-anak sebagai generasi penerus bangsa tetap terjaga di tengah kondisi sekarang ini. Semuanya ada dalam Al-Qur’an, sehingga perlu terus digelorakan dan dilaksanakan. (nas)

Hadapi Lomba Debat Bahasa

Kontingen Lotim Matangkan Persiapan Selong (Suara NTB) Menjelang menghadapi lomba debat dua bahasa, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris tingkat Provinsi, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Lombok Timur (Lotim) mematangkan persiapan siswa-siswa yang akan menjadi wakil Lotim dengan melakukan pemusatan latihan di SMAN 1 Selong, Minggu (20/4). Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Dikmen) pada Dinas Dikpora Lotim, M. Supriyadi, mengatakan, pemusatan latihan ini dimaksudkan sebagai langkah pembinaan. Meski diakui tidak ada alokasi anggaran khusus dalam proses pembinaan ini, namun Dikpora Lotim merasa terpanggil. Adapun nama-nama siswa yang akan menjadi wakil Lotim, Baiq Okti Sulisnia Utari, Raiyan Kurniawan dan Sarah Dilla N. Ketiga siswa ini berasal dari SMAN 1 Selong. Untuk debat bahasa Inggris di pilih Nanda Nurlaeli dari SMAN 1 Selong, M. Ilhami dari SMAN 1 Sikur dan Danang Fajar Pamungkas dari SMAN 1 Aikmel. “Kita mengambil

(Suara NTB/rus)

LATIHAN - Para siswa utusan Lotim yang akan berlaga dalam ajang lomba debat Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia tingkat provinsi menggelar latihan di SMAN 1 Selong, Minggu (20/4). siswa-siswa yang terbaik,” ucapnya di sela-sela acara. Melihat kemampuan ke enam siswa tersebut, Supriyadi meyakini bisa merebut gelar juara di tingkat provinsi. Pasalnya, utusan Lotim sering menjadi wakil NTB untuk berlaga di tingkat nasional. Prestasi siswa yang menjadi pilihan ini, klaimnya rata-rata di atas 80. Dalam proses latihan kemarin, siswa yang sudah berpengalaman tampil di tingkat nasional langsung diadu dengan peserta yang akan menjadi wakil Lotim. Hal ini dilakukan untuk mengasah kemampuan siswa. Kepala SMAN 1 Selong, Sahlan menambahkan, kegiatan pelatihan ini dilakukan sebagai bagian dari proses pembinaan yang dilakukan. Bagi SMAN 1 Selong, pengiriman siswa berlaga dalam sejumlah ajang lomba sudah langganan. Tidak saja menjadi wakil Lotim, namun

juga tidak jarang menjadi wakil NTB di tingkat nasional. Selain lomba debat, ajang kompetisi siswa yang diikuti SMAN 1 Selong antara lain Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI). Pada ajang lomba tahun lalu ini, utusan SMAN 1 Selong ini bisa meraih medali emas dan perunggu. Kegiatan lomba lainnya adalah, Olimpiade Sains Nasional (OSN) dan sejumlah ajang lomba lainnya. Menurutnya, banyaknya siswa berprestasi di SMAN 1 Lotim ini tidak lepas dari proses pembinaan yang dilakukan secara terus menerus. Di samping itu, dalam melakukan rekrutmen siswa, dilakukan dengan cukup selektif. Pembinaan dilakukan karena disadari kemampuan siswa tidak akan bisa berkembang dengan baik tanpa pembinaan. “Bagaimanapun kalau tidak ada pembinaan secara matang, sulit akanberkembang,” demikian ucapnya. (rus)

Selong (Suara NTB) Keputusan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Lombok Timur memajukan jadwal Ujian Akhir Sekolah (UAS) bagi jenjang Sekolah Dasar (SD) melalui surat edarannya membuat kelabakan pihak sekolah. Pasalnya, jadwal pelaksanaan UAS yang semulanya digelar tanggal 19 Mei mendatang dimajukan menjadi Senin 21 April ini. Sejumlah sekolah pun kalang kabut mempersiapkan segala kebutuhan UAS yang terbilang mepet tersebut. Pasalnya Dikpora Kabupaten Lotim baru memberitahu pihak sekolah dua hari sebelum pelaksanaan. Kepada Suara NTB Yuti Fitriani, S.Pd, salah seorang guru kelas pada SDN 4 Pringgabaya mengaku kelabakan mempersiapkan segala persiapan pelaksanaan UN mulai dari persiapan secara teknis dan pengaturan jadwal dan lainnya. Untuk persiapan teknis, Yuti Fitriani mengaku berbagai kendala pun dihadapi pihaknya seperti listrik padam. Padahal dengan listrik padam, urusan teknis, seperti surat menyurat, prin nomor urut ujian siswa tidak dapat dilakukan terlebih kondisi geografi Pringgabaya yang terbilang jauh

dari akses yang memadai. Tidak hanya pihak sekolah yang kelabakan, Yuti mengaku para siswanya juga ketika diberitahu akan menjalani UAS juga terlihat kaget. Terlihat ada siswa yang mentalnya jadi turun, karena kaget. “Ada pemberitahuan dari Dikpora akan ada UAS, siswa juga merasa kaget, karena meleset dari jadwal awal tanggal 19 Mei, kasihan anakanak,” akunya, Minggu (20/4). Tentu, dengan pemberitahuan serba mendadak seperti ini, Yuti Fitriani mengaku pihaknya sebagai penyelenggara akan mempersiapkan UAS seadanya dan sebaik mungkin meski diterpa dengan kendala teknis pelaksanaan UAS. Karena bagaimana pun, posisi UAS bagi penentuan kelulusan siswa SD sangat penting, yakni salah satu komponen yang paling banyak menentukan kelulusan. (dys)

Buang Sampah pada Tempatnya Harus Diajarkan Sejak Dini Mataram (Suara NTB) Banyak cara bisa dilakukan pihak sekolah untuk mengajarkan kebiasaan positif terhadap peserta didik, seperti bertanggung jawab atas sampah sendiri dan membuang sampah pada tempatnya. Belum lama ini, saat Suara NTB berkunjung ke SDN 17 Mataram, ratusan siswa pada keluar main pertama terlihat antusias memungut sampah yang berserakan di area lapangan sekolah. Cara ini penting dilakukan agar siswa mampu menerapkan dalam kehidupan sehari-hari setelah dewasa. Kepala SDN 17 Mataram, Farida Nuryatni, S.Pd, menjelaskan, kegiatan memungut sampah bersama ini rutin digelar pihaknya untuk mengajarkan peserta didik bertanggung jawab atas sampah yang mereka buat sendiri. “Kegiatan ini rutin kami laku-

kan pasca keluar main karena biasanya pas keluar mereka banyak membawa sampah, karena jajanan. Oleh karena itu, melalui kegiatan memungut sampah sebelum mereka masuk kelas ini, mereka bisa sadar dan memiliki rasa tanggung jawab atas yang mereka buat sendiri,” terangnya pada Suara NTB belum lama ini. Selain itu, ujarnya, tujuan memungut sampah tidak terbatas hanya pada aspek timbulnya kesadaran bertanggung jawab atas sampah yang dihasilkan siswa. Namun, mereka secara tidak langsung diajarkan untuk disiplin membuang sampah sesuai pada tempatnya. Semua bagian sekolah mulai depan sekolah, lapangan, belakang dan di depan kelas masing-masing juga turut dibersihkan bersama siswa dan guru untuk selanjutnya dibuang di bak sampah yang disediakan oleh sekolah. (dys)

(Suara NTB/dys)

PUNGUT SAMPAH - Siswa SDN 17 Mataram saat memungut sampah di lapangan sekolah pada jam istirahat.

Lestarikan Kesenian Tradisional

Seni Gamelan Andalan SMPN 9 Mataram Melestarikan kesenian tradisional sejak dini penting dilakukan. Jika ini tidak dilakukan, maka apa yang merupakan warisan nenek moyang ini akan kalah dengan berbagai musik modern. APA yang dilakukan SMPN 9 Mataram dengan menerapkan seni musik gamelan sebagai salah satu kegiatan ekstrakurikuler patut diberikan apresiasi. Terlebih, program sekolah ini merupakan salah satu wahana efektif dalam melestarikan budaya daerah dan bangsa. Kepala SMPN 9 Mataram H. Ma’un, S.Pd, menyampaikan seni musik gamelan yang sedang dikembangkan di sekolahnya telah membawa nama harum sekolahnya di berbagai pagelaran lomba. Berbagai trofi dalam sejumlah ajang pun telah diborong siswanya mulai dari perlombaan seni musik tradisional tingkat Kota Mataram pada 2013 silam. “Saat itu, grup seni musik gamelan SMP Negeri 9 Mat-

aram berhasil menjadi jawara. Selain itu, di tingkat provinsi NTB pada tahun yang sama berhasil menyabet juara II, tentu ini prestasi yang membuat kami merasa bangga,” tuturnya. Lebih lanjut H. Ma’un mengaku merasa bersyukur, karena berkat keberhasilan grup seni musik gamelan meraih sejumlah trofi dalam ajang tersebut, belum lama ini grup seni musik gamelan SMPN 9 Mataram mendapatkan bantuan hibah untuk pengembangan seni musik gamelan di sekolah yang ia pimpin. Tidak hanya itu, bantuan satu set perlengkapan seni musik gamelan dan seragam para pemain juga diberikan oleh pemerintah pusat sebagai salah satu bentuk dukungan untuk mengembangkan seni musik gamelan. Untuk pengembangan seni musik gamelan di sekolah, H. Ma’un mengaku mendatangkan pembina khusus dari luar sekolah. Lewat pembinaan intensif tersebut, para siswa dapat leluasa belajar seni musik yang terbilang masih sepi peminat ini. Guna mempopulerkan seni musik gamelan, pihaknya pun telah menjadikan seni musik gamelan sebagai salah satu kegiatan ek-

(Suara NTB/dys)

LATIHAN - Para pemain seni musik gamelan SMPN 9 Mataram sedang latihan di bawah koordinasi guru pembimbing. strakurikuler di sekolah. Tidak heran, undangan pentas pun datang setiap saat mulai dari undangan formal dan kegiatan-kegiatan pemerintah lainnya. Melihat perkembangan jenis musik di era modern sekarang ini, H. Ma’un mengaku tidak khawatir terhadap ancaman kepunahan. Ia yakin, seni musik tradisonal seperti seni musik gamelan yang dikembangkan di sekolahnya dapat bersaing den-

gan jenis musik modern lainnya. Senada dengan itu, Wakil Kepala SMPN 9 Mataram Muhammad Ibnu Basuki, SE, menyatakan dirinya tidak terlalu khawatir atas persaingan jenis musik modern dan tradisional yang telah ada sekarang ini. Terlebih pada saat ini paradigma pendidikan seiring dengan perubahan kurikulum telah mengakomodir jenis-jenis kegiatan di luar sekolah dalam kategori non akademis. (dys)


Halaman 11

SUARA NTB Senin, 21 April 2014

Dibungkam Sunderland 1-2

Mourinho Kritik Kinerja Wasit London Pelatih Chelsea Jose Mourinho mengucapkan kritik terselubung kepada wasit setelah rekor tidak terkalahkan klubnya di Liga Utama Inggris (Premier League) berakhir ketika dibungkam Sunderland 1-2 di Stamford Bridge, London. saya pertanyaan lagi, saya akan mengulangi hal yang sama,” kata Mourinho, yang tidak berbicara pada tiga konferensi pers sebelumnya menyusul hukuman karena memasuki lapangan usai dikalahkan Aston Villa bulan lalu. Ia memberikan selamat kepada para pemain yang memberikan apa yang mereka miliki dan yang tidak mereka miliki. “Selamat kepada Sunderland karena mereka menang. Selamat kepada Mike Dean, karena ia membuat kinerja yang fantastis,” sindirnya. Mourinho juga memberikan selamat pada Mike Riley (koordinator wasit), karena melakukan hal fantastis sepanjang musim kejuaraan berlangsung. “Selamat kepada mereka semua dan tidak ada lagi yang bisa saya katakan,” ujarnya. Sebelumnya, Fabio Borini, yang dipinjam dari pemuncak klasemen Liverpool, mencetak gol kemenangan melalui penalti pada menit ke-82 setelah Cesar Azpilicueta menjatuhkan Jozy Altidore, sekaligus mengakhiri rekor 77 pertandingan kandang tidak terkalahkan milik Mourinho yang ditorehkan dengan Chelsea. Pemain Sunderland Connor Wickham menyamakan kedudukan pada menit ke-18 untuk membatalkan gol pembuka Samuel Etoo. Kekalahan ini membuat Chelsea tetap menghuni peringkat kedua dengan 75 angka dari 35 pertandingan dengan tiga pertandingan tersisa, tertinggal dua angka dari Liverpool. (ant/bali post)

(Suara NTB/ist)

The Blues yang membidik juara Liga Inggris kian sulit tercapai, karena Fabio Borini mencetak gol kemenangan Sunderland melalui titik penalti, setelah wasit Mike Dean menganggap Cesar Azpilicueta melanggar Jozy Altidore di kotak terlarang. Keputusan itu membuat Mourinho frustrasi dengan kinerja wasit di seluruh laga. Mou mengkritik kepala wasit Liga Inggris, Mike Riley, dalam sebuah wawancara p a s c a pertandingan kepada Sky Sports, Sabtu (19/ 4) waktu setempat. “Saya hanya ingin mengatak a n empat h a l , d a n s a y a minta maaf jika kalian tanyakan kepada Jose Mourinho

MENANG Pemain Sunderland meluapkan kegembiraannya setelah berhasil membungkam Chelsea di kandangnya.

(Suara NTB/ist)

Chelsea Iri Jadwal Pertandingan Atletico Madrid

Bawa Nama Klub

Real Madrid yang akan melawan Bayern Munich pada hari Rabu justru lebih istimewa, karena pertandingan liga melawan Real Valladolid telah dipindahkan pada 7 Mei mendatang. Sementara itu, Chelsea justru baru bermain melawan Sunderland pada Sabtu malam lalu. “Atletico bermain (Jumat) dan Madrid bahkan tidak bermain,” kata Steve Holland dilansir dari laman Football Espana, Sabtu (19/4). “Saya yakin mereka menghargai bantuan yang mereka terima dari federasi sepakbola mereka,” katanya. Holland mengemukakan, periode musim ini adalah sebuah tantangan, tidak hanya secara fisik, tapi mental. “Chelsea terbiasa memainkan banyak pertandingan tahun ini. Penting untuk memiliki pengalaman dan kami memiliki kombinasi yang baik dalam tim,” pungkas Steve Holland. (ant/bali post)

PSG Juara Piala Liga (Su ara NTB /do k)

ATLET peraih medali emas di nomor 200 meter dan 4 x 100 meter PON 2012, Fadlin siap ambil bagian di Kejuaraan nasional Atletik Jatim Open di Surabaya Jawa Timur (Jatim), 24 April mendatang. Meski PASI NTB tak memberangkatkan atlet, ia akan berangkat membawa nama Klub Atletik Kijang Emas Sumbawa. Pada kejuaraan atletik yang melibatkan seluruh pelari nasional itu, Fadlin rencananya akan turun di nomor 100 meter, 200 meter dan 4 x 100 meter. Dia bertekad akan tampil maksimal di ajang bergengsi tersebut dengan harapan bisa meraih tiket Pelatnas Persiapan SEA Games Singapura 2015. Untuk nomor 100 dan 200 meter dia punya target khusus, rencananya dia akan beusaha mempertahankan medali emas yang di raihnya di nomor 200 meter di PON 2012 lalu. Baginya peluang menjuarai di nomor 100 dan 200 meter bakal ada, sebab pelari andalan NTB, Iswandi tidak turun di kejuaraan tersebut. Sementara untuk nomor 4 x 100 meter Fadlin belum berani patok target, sebab di nomor estafet dia akan tampil bersama tim Kijang Emas Sumbawa, sehingga dia belum tahu kemampuan rekan timnya. Meski demikian dia berharap tim estafet atletik asal NTB bisa tampil maksimal. (fan)

London Chelsea mengaku iri dengan jadwal pertandingan Atletico Madrid yang lebih ringan menjelang bentrok kedua tim di semifinal Liga Champions. Demikian disampaikan Asisten Pelatih Chelsea Steve Holland. Steve Holland, orang nomor dua di Chelsea setelah Jose Mourinho, mengritik Asosiasi Sepakbola Inggris atas jadwal yang dikenakan pada Chelsea bila dibandingkan dengan jadwal Atletico Madrid di Liga Spanyol. Atletico memainkan pertandingan liga pada Jumat lalu dan sukses mengalahkan Elche 2-0. Jadwal tersebut memberikan Atletico satu hari ekstra untuk mempersiapkan pertandingan Liga Champions Eropa melawan Chelsea pada Selasa mendatang.

Fadlin

(Suara NTB/fan)

LATIHAN - Usai latihan daya tahan, empat atlet pencak silat NTB lakukan latih tanding di GOR 17 Desember Mataram beberapa waktu lalu.

Atlet Pencak Silat Tingkatkan Stamina dan Daya Tahan Mataram (Suara NTB) Menghadapi kejuaraan nasional pencak silat di Jakarta 10-19 Mei mendatang, empat atlet pencak silat NTB, Mariati, Milasari, Nur Wahidah dan Abdul Hamid Faidi terus memantapkan latihan di Padepokan Silat GOR 17 Desember Mataram. Latihan ini lebih fokus pada peningkatan daya tahan dan stamina. Pelatih Pelatda Desentralisasi Sangeang, Dedi, S. Darere yang dihubungi beberapa waktu lalu, menjelaskan, bentuk latihan daya tahan dan stamina yang dilakukan adalah dengan lari zig-zag dan lari bolak-balik lintasan sepanjang 30 meter selama tiga ronde. Setiap satu ronde dilakukan selama 5 menit. Dijelaskannya, untuk latihan tekniknya dilakukan setiap sore harinya di Lapangan Lawata Mataram. Selain itu dilakukan latihan tanding sesama atlet Pelatda, karena jadwal untuk latihan uji tanding dengan atlet luar daerah tidak dilakukan, karena kondisi tidak memungkinkan. Ditanya soal target, Dedi mengatakan pihaknya tidak mematok target meraih banyak medali emas, karena target pihaknya bukan kejurnas. “Target medali emas bukan di kejurnas, namun target kita adalah Pra-PON dan PON,” tandasnya. Meski tak mematok target medali emas, Dedi meyakini kondisi stamina dan fisik atletnya saat ini sudah mumpuni mengukir prestasi di kancah nasional. Meski kondisi stamina cukup baik , namun mereka tak ingin membebankan atletnya dengan meraih medali emas, karena misi mereka adalah mengevaluasi hasil latihan. “Cuma kalau lihat kondisi stamina anak-anak, mereka berempat dipastikan bisa menyumbang medali emas,”akunya. (fan)

Paris Paris Saint Germain (PSG) menjuarai Piala Liga Prancis dengan mengalahkan Olympique Lyon 2-1 di final yang dimainkan di Stade de France untuk mengamankan satu gelar dari dua gelar domestik yang berpeluang mereka menangi. Edinson Cavani menjadi sosok penentu kemenangan bagi pasukan Laurent Blanc. Cavani mencetak dua gol pada babak pertama, salah satunya dari penalti kontroversial. Sementara pemain, Lyon Alexandre Lacazette mencetak gol balasan pada babak kedua. PSG membuktikan mereka masih terlalu kuat bagi Lyon yang mengalahkan mereka di Liga Prancis enam hari silam. Ini merupakan trofi kedua yang dimenangi klub ibukota Prancis itu sejak mereka diambil oleh Qatar Sports Investments pada 2011, dan menjalani transformasi untuk menjadi salah satu klub terkaya di Eropa, menyusul kesuksesan mereka menjuarai liga musim lalu. Dan kemenangan mereka di Piala Liga - Piala Liga keempat mereka dalam sejarah 20 tahun kompetisi ini - dapat diikuti oleh raihan mahkota Liga Prancis paling cepat pada Rabu mendatang. “Ini merupa-

kan keistimewaan dan kebanggaan untuk bermain di final, namun Anda harus memenanginya, dan kami memenanginya,” kata Blanc. PSG berada dalam kondisi kurang bersemangat menyusul disingkirkannya mereka dari Liga Champions oleh Chelsea pada awal bulan, dan kekalahan 0-1 mereka dari Lyon pada akhir pekan silam menambah tekanan terhadap Blanc, bahkan meski hal itu hanya memberi sedikit kerusakan nyata terhadap aspirasi gelar mereka. Dua pertandingan beruntun tanpa mencetak gol sejak mereka kehilangan pemain yang telah mencetak 40 gol Zlatan Ibrahimovic, karena cedera. Kondisi ini menambah tekanan terhadap pemain dengan rekor transfer tertinggi Cavani, namun pemain Uruguay ini menampilkan permainan menawan pada babak pertama di mana ia mencetak dua gol dan semestinya bisa mengemas dua gol lagi. Gol pembuka tercipta saat pertandingan baru berlangsung tiga menit, Maxwell memainkan operan satu-dua dengan Ezequiel Lavezzi dan menggulirkan bola melewati kiper Lyon Anthony Lopes untuk dituntaskan Cavani. Pada bagian lain, Presiden Olympique Lyon Jean-Michel Aulas mengecam wasit Lan-

noy yang memimpin laga. Ada pun dalam laga itu, PSG menang 2-1. Salah satu gol Les Parisiens berasal dari penalti, dan hal itu dianggap sang presiden sebagai kontroversi. Menurutnya, sang wasit tak semestinya memberikan tendangan 12 pas pada kubu Laurent Blanc, karena Anthony Lopes, kiper Lyon yang dianggap menjatuhkan Lucas Moura, melakukan tindakan tersebut tidak mutlak karena kontrak fisik dan terlihat terjadi di luar kotak penalti. “Saya melihat tayangan ulang. Bukan hanya pelanggarannya dua meter dari teras kotak penalti, tapi Anthony bertabrakan setelah sang pemain [Lucas] kehilangan bola,” buka Aulas dikutip Le10sports. “Hal ini sungguh sesuatu yang tak layak. Saya memberitahu ini kepada Lannoy selepas pertandingan,” ujarnya kecewa. Tak hanya Paris, menurut Aulas, dalam catatannya ada beberapa tim besar lainnya yang pernah diuntungkan oleh keputusan Lannoy. “Ada Lille, Monaco, Saint-Etienne, dan sekarang Paris. Apa yang mengganggu saya adalah ketika kesalahan seperti ini selalu datang dari arah yang sama. Ketika kecurangan terjadi dalam olahraga, ini akan membuat dampak yang mengkhawatirkan,” keluhnya. (ant/bali post)

(Suara NTB/ist)

MENANG - PSG berhasil meraih Piala Liga Prancis setelah menundukkan Lyon mesti diwarnai keputusan wasit yang kontroversial soal penalti. Tampak beberapa pemain PSG berpelukan setelah berhasil menjadi juara Piala Liga.

PASI NTB Tak Kirim Atlet ke Jatim Terbuka Mataram (Suara NTB) Harapan sejumlah atlet atletik unggulan NTB tampil Kejuaraan Atletik Jawa Timur (Jatim) Open di Surabaya, 24 April mendatang kandas. Mereka dipastikan absen di ajang seleksi atlet nasional (seleknas) tersebut, karena Pengprov PASI NTB tidak mengirim atlet. “Hampir semua atlet atletik yang mengikuti Pelatda desentralisasi tak berangkat ke Jatim Open, soalnya PASI NTB tak punya dana untuk berangkatkan atlet,” ucap Ketua Bidang Kepelatihan Pengprov PASI NTB, Kapten Inf. Muhdar yang dihubungi Suara NTB di Mataram, Minggu (20/4). Meski Pengprov PASI NTB tidak berangkatkan atlet di Jatim Open, namun bukan berarti semua atlet harus absen, karena ada beberapa atlet unggulan NTB berangkat menggunakan dana pribadi masing-masing. Selain itu ada juga atlet yang berangkat lewat klub atletik Kijang Emas Sumbawa, seperti Fadlin.

Selain itu, atlet unggulan NTB lainnya, seperti Arif Rahman juga akan ikut. Kabarnya pelari yang sukses meraih medali perak di PON XVIII/2012 ini akan berangkat dengan dana pribadi. Dia akan ikut nomor 400 meter putra dengan harapan bisa meraih tiket Pelatnas. “Meski PASI NTB tidak kirim atlet di Jatim Open, saya tetap berangkat, soalnya kejuaraan itu merupakan ajang seleksi atlet nasional,” ucap Arif Rahman saat dihubungi Suara NTB via ponselnya. Bagi Arif kejuaraan itu sangat penting, karena event itu merupakan ajang seleksi atlet nasional yang dipersiapkan mengikuti SEA Games Singapura 2015. Ia berambisi tampil di ajang tersebut, karena ingin menyabet tiket ke SEA Games Singapura 2015. Sementara itu Wakil Ketua Pengprov PASI NTB, H. Suhaimi, SH, yang dikonfirmasi Suara NTB membenarkan bila pihak PASI NTB tidak memberangkatkan atlet di Jatim Terbuka. (fan)

Roma Membayangi

Juve Masih Berada di Jalur Ciptakan Rekor Roma Juventus masih berada di jalur untuk mencatatkan rekor raihan angka saat mereka mendekat ke gelar Liga Utama Italia dengan kemenangan 1-0 atas Bologna, Sabtu. Gol di menit ke-64 oleh bintang Prancis Paul Pogba sudah cukup untuk memberi tiga angka bagi raksasa Turin itu dan membawa mereka mengoleksi 90 angka. Dengan empat pertandingan tersisa, dan catatan hanya menelan dua kekalahan pada sepanjang musim, Juventus dapat berharap bisa menjadi klub pertama yang melampaui raihan 100 angka. Hasil ini juga membuat mereka unggul 11 angka atas satu-satunya saingan peraih gelar liga, AS Roma berhasil memangkas selisih setelah menang 1-0 lawan Fiorentina. Radja Nainggolan membawa AS Roma meraih kemenangan yang ke delapan secara beruntun di Seri A saat tandang ke markas Fiorentina, Stadio Artemio Franchi, Minggu dinihari WIB. Gelandang asal Belgia keturunan Indonesia itu mencetak satu-satunya gol Roma (1-0) ke gawang tuan rumah. Tampil di kandang lawan tidak membuat Roma tampil bertahan. Justru tim besutan Rudi Garcia itu lang-

sung mengancam ketika laga baru berjalan dua menit melalui tendangan bebas Totti. Beruntung bagi tuan rumah arah bola belum tepat sasaran. Selang beberapa menit kemudian, peluang kembali tercipta melalui pergerakan Ljajic melewati pertahanan Fiorentina. Dia lantas menghujam tendangan kencang, meski akhirnya Neto belum bisa ditaklukkan. Menit ke-8, Roma mendapat peluang terbaiknya ketika Gervinho melanjutkan umpan silang Ljajic dengan sontekan datar. Tapi sayang, bola masih melebar ke kiri gawang. Di menit ke-26, Roma akhirnya mampu memecah kebuntuan saat Nainggolan sukses melanjutkan umpan terobosan Ljajic. Skor 1-0 untuk Roma bertahan hingga turun minum. Di menit-menit awal babak kedua, Ljajic kembali menampilkan perannya sebagai gelandang serang dengan melepaskan tembakan dari luar kotak penalti. Namun Neto masih sigap dan dapat menepis tendangannya. Di pertengahan babak kedua, Fiorentina mampu mendominasi permainan. Akan tetapi pertahanan Roma masih cukup rapat, sehingga sulit ditembus. Pertandingan pun berakhir untuk kemenangan AS Roma. (ant/bali post)


SUARA NTB

Senin, 21 April 2014

Halaman 12

DIJUAL MOBIL

RUPA - RUPA

SHOWROOM

KURSUS

SHOWROOM

DIJUAL

SEWA BADUT

MAINAN ANAK

RUMAH MAKAN

PERHIASAN

KOMPUTER

ADVERTISING

KONTRAKAN

TOKO MAINAN

PET SHOP

BATIK

SALON

FINANCE

FUTSAL

PERAWATAN AC

PELATIHAN

BENGKEL

BANK


SUARA NTB

Senin, 21 April 2014

KURSUS/BIMBEL

GORDEN

BAHAN BANGUNAN & INTERIOR

Halaman 13

HOTEL

RUMAH MAKAN Menyediakan aneka hidangan & melayani pesanan nasi kotak, snack box dan menerima rantangan

SALON SALON

LAUNDRY

RUPA- RUPA SABLON & KONVEKSI

EKSPEDISI

BOUTIQUE

TELEVISI

ADVERTISING

JUAL MOBIL

KURSUS TERASI

TENUN LOMBOK

SANGGAR SENAM

RUKO

EVENT ORGANIZER

COUNTER

BENGKEL & SPARE PART

SIARAN TV

FASHION

PENGOBATAN

ACCESORIES

RUPA - RUPA

RUPA - RUPA

TANAH

TRAVEL

RUPA - RUPA

PHOTOGRAFI

087 865 633 888 / 087 861 811 999

KOMPUTER

SERVICE

Jl. TGH Abdul Karim Kediri (Depan PLN Kediri)

TRAVEL

RUMAH MAKAN


SUARA NTB Senin, 21 April 2014

PENGABDIAN

Halaman 14

Dr. Umaiyah, SH, MH

Karena Kepercayaan yang Utama Dengan Undang – Undang Nomor 18 Tahun 2003, Advokat hadir membagi peran di lembaga peradilan, bersama dengan Kejaksaan dan Kepolisian. Sama halnya dengan profesi lain, Advokat terikat dengan kode etik agar profesional dalam perannya. Tak bisa dihindari, kehadiran dan makin kompleksnya perkara membuka peluang lahirnya kantor pangacara yang bertumbuhan, mengisi ruang – ruang “pembelaan” dan memberi pemahaman hukum terhadap masyarakat sipil. KEADAAN ini disebut Dr. Umaiyah, SH, MH sebagai terbukanya ruang kompetisi sehingga memberi banyak pilihan bagi publik untuk pendampingan dalam proses peradilan. Bertahan ditengah situasi itu, kepercayaan menjadi kata kunci Umaiyah untuk tetap berpegang pada prinsip bahwa profesionalisme dalam menjalankan peran sebagai advokat. Itu akan membuat Ketua Kongres Advokat Indonesia (KAI) ini tetap merasa menjadi bagian dari kepercayaan masyarakat, ditengah kian kompleksnya kasus hukum yang membelit warga sipil sehingga menuntut dirinya tetap mengikuti tiap perkembangan di masyarakat sosial. “Untuk mendapat kepercayaan publik, kami didalam pelayanan hukum selalu berusaha memberikan yang terbaik dan selalu membuka komunikasi dua arah dengan pihak klien, dan karenanya sangat menyadari kebutuhan klien dimasa sekarang dan masa yang akan datang, dan belajar dari perkembangan masalah-masalah

hukum itu sendiri,” kata managing partner untuk kantor advokat “DR. Umaiyah,SH.MH dan Rekan” ini ditemui Suara NTB di kantornya, Sabtu (19/4) lalu. Jauh sebelum lahirnya UU Advokat yang baru, Umaiyah yang kini di mata rekan – rekannya sebagai pengacara senior, sebenarnya sudah beracara sejak 1992 lalu. Kepercayaan itu mulai direngkuhnya ditandai dengan ditunjuknya dia sebagai lawyer untuk lembaga investasi bidang pariwisata, Lombok Tourism Development Center (LTDC). “Sejak saat itu saya full beracara untuk LTDC dan umumnya perkara tanah lainnya,” kenang Umaiyah. Harapan berkembang dan berdiri sendiri menjadi sebuah kantor pengacara terwujud dalam waktu tiga tahun kemudian. Tahun 1995, kantor pertama dibangunnya di Jalan Airlangga Mataram. Kian berkembangnya kantor advokad dipimpinnya membuatnya memutuskan untuk pindah ke kantor baru lantai dua di Jalan Bung Karno Nomor 37 Mataram. Beracara untuk klien di NTB memang mem-

Profil Umaiyah Dr. Umaiyah, SH. MH., Lahir di Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa Besar, Provinsi Nusa Tenggara Barat pada tanggal 02 Februari 1960, berprofesi sebagai Advokat sejak tahun 1995 sampai sekarang. Alamat kantor di Jl.Bungkarno Nomor 37 Mataram-NTB, Alamat Rumah di Jl. Nuri nomor 56 Monjok Mataram. bersama isteri Dra. Nurbudiati, penulis dikaruniai 3 orang anak yaitu Ahda Budiyansyah, M. Fahri dan Nadira Amalia. Penulis lahir dari orang tua yang bernama Umar Ahmad (Almarhum) dan ibunda Salmah (Almarhumah). Riwayat pendidikan, SDN 1 Labuhan Sumbawa Tahun 1966-1972, SMEP Sumbawa Tahun 1972 - 1975, SMEA Sumbawa Tahun 1975-1979, Kemudian dilanjutka di Universitas Mataram Tahun 1981-1986, Pasca Sarjana /S2 di Universitas Mataram pada tahun 2004-2006 dan program Doktor di Universitas Brawijaya pada tahun 2008-2012. Adapun Riwayat Pekerjaan penulis mulai dari tahun 1991 bekerja di PT. BTDC sampai sekarang, menjabat sebagai Konsultan Hukum, Kabag Hukum dan Jabatan lainnya. Pengalaman Organisasi mulai pada tahun1992 pernah sebagai pengurus GAKARI, pernah juga sebagai pengurus PKB pada tahun 1994, sebagai ketua DPD Ikatan Penasehat Hukum Indonesia (IPHI), NTB Tahun 2002 sampai sekarang, Ketua Tim Kerjasama dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH), KORPRI NTB Tahun 2003 sampai sekarang dan Ketua Kongres Advokat Indonesia (KAI) NTB dari Tahun 2 0 1 1 sampai sekarang. (ars)

bawa advokat kelahiran Sumbawa ini mengarungi banyak pengalaman sekaligus tantangan yang membuatnya bertekad untuk terus berkembang, dengan ekspansi untuk hadir di daerah lain. Keputusan pun diambilnya baru baru ini, dengan membuka kantor hukum dengan label yang sama di Surabaya, di Gedung Graha Pelni, Jalan Pahlawan Nomor 112 Lantai V/5 B Surabaya. Menjadi sukses setidaknya untuk lembaga yang dipimpinnya saat ini, diakui tidak akan pernah lepas dari perjuangan sekaligus pengembangan kapasitas. Tidak heran, setelah menyelesaikan pendidikan S1 (Sarjana Hukum) pada Universitas Mataram pada tahun 1986, dia beranjak pada pengembangan kapasitas disiplin ilmu dan telah menyelesaikan pendidikan di Program Pascasarjana Magister Hukum di Universitas Mataram tahun 2006. Kini dia tercatat satu diantara tiga advokat yang merengkuh gelar doktor, setelah menyelesaikan gelar Doktor di Universitas Brawijaya Malang pada

Umaiyah saat sidang di PN Mataram tahun 2013 yang didukung oleh latar belakang pendidikan singkat lainnya serta seminar-seminar hukum lokal maupun nasional. Banyak penghargaan sudah diraih dari berbagai kegiatan advokasi dan edukasi. Penghargaan rata- rata diperoleh ketika diminta hadir dalam kapasitas sebagai dosen luar biasa. Salah satunya dari simposium konservasi eksosistem trumbu karang, se Nusa tenggara. Sertifikat dari Lembaga Pengabdian Masyarakat Universitas Udayana Bali. Bahkan kantornya dijadikan tempat praktek mahasiswa sarjana hukum dari Bali. Kapasitas itu pun dibagi dengan mengajar di Magister Fakultas Hukum Universitas Mataram. Umaiyah disisi lain sadar, selain soal perjuangan, kapasitas dan doa, ada dukungan rekan advokat yang bernaung dibawahnya. Mereka, Siti Rachmi, SH, Suluh Utomo, SH dan Syarifah Isna Marifa, SH. Pelayanan jasa hukum pada Kantor Hukum “DR. Umaiyah, SH.MH & Rekan” miliknya, diberi-

kan oleh advokat yang berpengalaman dalam bidangnya, baik pengacara junior maupun senior yang tergabung dengan latar pendidikan sarjana hukum dari berbagai universitas, serta berpengalaman sesuai dengan bidang yang ditangani. “Sehingga dari pengalaman yang diperoleh selama ini, kami menyadari bahwasanya kebutuhan dimasa mendatang dari klien adalah penanganan yang profesional dan terkonsentrasi pada bidang tertentu. Dan karenanya menuntut kantor hukum kami harus fokus kepada bidang tertentu,” terangnya. Selain yang beracara di Mataram, pada akhirnya kantor Hukum “DR. Umaiyah,SH.MH & Rekan” telah berketetapan pada pendiriannya untuk berkonsentrasi kepada penanganan masalahmasalah dibidang hukum pidana, hukum perdata dan hukum bisnis di Surabaya, melibatkan advokat lainnya, seperti Samsoel Islam ,SH.MH, H. Abdul Malik, SH dan Hari Kurniawan ,SH. Itulah sekelumit rangkaian usaha Umaiyah untuk membangun

kepercayaan publik lewat konstruksi law office yang sudah lama dirintisnya. Dimasa masa mendatang, dengan konsistensinya saat ini dalam dunia advokat, Umaiyah berharap ekspansinya ke daerah – daerah lain akan terwujud. (ars)

Pahami Peran, Dukung LBH Pers GUGATAN perdata yang dihadapi Harian Suara NTB disebut menjadi sejarah pertama dialami perusahaan penerbitan di NTB, soal berurusan dengan lembaga peradilan. Peristiwa ini menjadi menarik, karena selain pertama kali dihadapi lembaga pers di NTB, hasil akhir putusan pengadilan Negeri Mataram yang memenangkan Suara NTB, menjadi catatan penting bagi banyak pihak untuk dijadikan referensi atau yurisprudensi. Dibalik putusan itu, ada rangkaian proses yang harus dilalui dan salah seorang yang paling dianggap berperan adalah Dr. Umaiyah, SH, MH selaku kuasa hukum tergugat Suara NTB. Bagaimana Umaiyah melalui rangkaian proses penting prasidang dan selama persidangan? Berikut petikan wawancaranya dengan Suara NTB. Bagaimana kesan Anda setelah diminta untuk pendampingan advokasi kasus Suara NTB? “Setelah menerima permintaan pendampingan Suara NTB, saya seperti perkara lain, mempelajari kasusnya dulu”. Apa yang Anda dilakukan pertama kali? “Setelah mempelajari detail kasusnya, saya cek apa kesalahan Suara NTB yang dijadikan celah hukum oleh penggugat. Saya kemudian lihat kliping – kliping pemberitaan Suara NTB, saya minta semuanya. Ternyata tidak ada. Karena narasumbernya jelas, faktanya ada. Sehingga saya menemukan, bahwa ini tidak dapat dipersalahkan. Saya lihat mekanisme dalam proses peliputan sudah ditempuh. Sehingga saya

berkeyakinan Suara NTB benar”. Karena ini kasus Pers pertama, apakah Anda sempat kesulitan referensi? “Sebenarnya tidak. Tapi saya terus diskusi dengan Pak Agus (H. Agus Talino, Penanggungjawab Harian Suara NTB) dan membuka referensi dari Undang – Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999” Apa kata kunci yang ditemukan sehingga yakin dalam eksepsi bahwa gugatan Suara NTB prematur? “Saya lihat, tulisan Suara NTB itu selalu menyebut kata “menduga”. Setiap pemberitaan itu memuat kata “dugaan”, sehingga saya yakin tidak salah. Saya juga katakan, ini tidak ada perbuatan melawan hukum, apalagi diminta ganti rugi. Kami akhirnya menemukan apa itu yang paling tepat dalam sengketa media,

adalah hak jawab dan disitu azas hukum lex specialis dalam Undang Undang Nomor 40 tahun 1999, mengenyampingkan ketentuan hukum umum. Disitu jelas mengatur peran pers itu yang utama” Dalam menangani kasus ini, apa yang Anda pahami tentang Peran pers? “Tentang filosofi dibentuknya Undang Undang Pers. bahwa ketentuan ini dibuat untuk melindingi media agar bisa memberikan berita yang fakta dan benar. Tapi jika pers ketentuannnya masuk dalam Undang Undang Umum, nanti sedikit – sedikit pers akan digugat, sehingga tidak bisa memberitakan yang faktual dan benar. Sehingga Undang Undang ini betul – betul melindungi pers, sehingga jika memang ada yang berkaitan dengan ketidak puasan, maka mekanisme ditempuh adalah hak jawab”

Umaiyah bersama keluarga

Insan pers menjadikan perkara gugatan Suara NTB ini sebagai pengalaman dan menganggap pentingnya dibentuk Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers. Bagaimana urgensi LBH Pers menurut Anda? “LBH pers harus segera dibentuk, disamping sudah ada kejadian (gugatan), juga sebagai bentuk antisipasi sebelum kejadian gugatan lain. Apalagi kehadiran LBH Pers sangat penting untuk jadi referensi, ketika ada hal – hal menyangkut berita dianggap melanggar hukum, perlu dikonsultasikan” Apa pesan Anda terhadap jurnalis NTB? “Harus memahami betul Undang Undang Nomor 40 Tahun 1999 ini, karena berkaitan dengan rambu dan kode etik. Jika sudah mengetahui dan melaksanakan, maka tidak ada celah hukum”.


SUARA NTB Senin, 21 April 2014

SUARA NUSANTARA

Halaman 15

Caleg Kalah Kerahkan Massa Duduki Kantor Distrik Jayapura (Suara NTB) Calon anggota legislatif di Kabupaten Nabire, Papua, yang kalah pada Pemilu, 9 April lalu, mengerahkan massa untuk menduduki kantor distrik atau setingkat kecamatan di wilayah setempat. Salah seorang warga Kelurahan Bumi Wonoreja, Distrik Nabire, Valentine Wayar kepada Antara di Jayapura melalui telepon seluler, Minggu (20/4) mengatakan, massa yang dikerahkan oleh caleg kalah juga menduduki kantor kelurahan. Sebagian massa caleg kalah itu di antaranya mengancam akan membakar kantor distrik dan kelurahan jika caleg yang dijadokannya tidak menang. “Sebagian besar massa caleg kalah fokus menduduki Kantor Distrik Nabire karena baru rekap suara tingkat distrik pada Sabtu (19/4). Mereka memenuhi halaman kantor distrik,” ujarnya. Kebanyakan di antara mereka (massa), kata dia, memegang senjata tajam seperti pisau dan parang pendek. Senjata tajam itu umumnya diselipkan di dalam baju. Menurut dia, dari tindakan itu, suasana Kota Nabire menjadi tegang. Warga Nabire waspada dan memutuskan tidak keluar rumah, sehingga aktivitas Kota Nabire lengang tidak seperti biasanya. Sementara itu, Micky, Ketua Panwas Nabire kepada Antara di Jayapura melalui telepon seluler mengatakan, massa caleg kalah juga memadati tempat pemungutan suara. Sebagian dari mereka berencana mengancam ketua KPPS dan petugas TPS. ‘’Bahkan rumah ketua KPU Nabire juga direncanakan dibakar. Tempat-tempat umum juga ditempati massa caleg kalah,’’ ujarnya. Meski demikian, katanya, aparat kepolisian bersenjata lengkap sudah menyebar di sejumlah tempat yang diduduki massa. Baracuda juga terparkir di mana-mana guna mengantisipasi kericuan. Dia menambahkan, meski demikian tidak mengganggu rekapitulasi suara yang berlangsung di tingkat distrik. Proses rekapitulasi suara berjalan lancar dan aman. (ant/ Bali Post)

Ketum PPP Suryadharma Ali Diberhentikan Sementara Jakarta (Suara NTB) Rapat pimpinan Nasional I PPP versi Romahurmuziy atau Romi memutuskan untuk memberhentikan sementara Ketua Umum PPP, Suryadharma Ali. Demikian salah satu keputusan Rapimnas I PPP yang berakhir Minggu (20/4) dini hari di DPP PPP, Jalan Diponegoro, Jakarta. “Rapimnas I PPP dengan tetap berpegang teguh pada AD/ART, mengoreksi sanksi yang diputuskan rapat pengurus harian PPP pada tanggal 18 April 2014 dari yang semula “peringatan pertama” menjadi pemberhentian sementata kepada Suryadharma Ali dari jabatannya selaku Ketua Umum PPP,” kata Sekretaris Rapimnas I PPP, Romahurmuziy atau Romi. Rapimnas I PPP juga menetapkan Wakil Ketua Umum PPP, Emron Pangkapi sebagai Ketua Umum PPP sementara atau Pelaksana Tugas (Plt). “Menetapkan Emron Pangkapi selaku Wakil Ketua Umum PPP untuk mengisi lowongan jabatan Ketum PPP sesuai dengan pasal 12 ayat 1 Anggaran Rumah Tangga PP sampai pelaksanaan Muktamar dipercepat,” kata Romi. Selain itu, Rapimnas I PPP memberikan mandat kepada Emron untuk menyelenggarakan Mukernas III pada Rabu 23 April 2014. “Rapimnas I PPP mengamanatkan kepada Mukernas III untuk menetapkan jadwal, waktu, tempat pelaksanaan Muktamar dipercepat,” kata Romi. (ant/Bali Post)

(ant/Bali Post)

PENGAMANAN PLENO PILEG - Aparat keamanan bersenjata lengkap menjaga ketat lokasi, pascakisruh rapat pleno rekapitulasi perhintungan perolehan suara pemilu Legeslatif oleh Komisi Indenpenden Pemilihan (KIP) Lhokseumawe, Provinsi Aceh. Sabtu (19/4). Kepolisian setempat terpaksa menurunkan pasukan pengamanan khusus untuk memberi rasa aman bagi penyelenggara pemilu di kota itu.

Empat Partai Intensifkan Koalisi Indonesia Raya Jakarta (Suara NTB) Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional Dradjad Wibowo mengatakan, empat partai politik intensif berupaya mewujudkan Koalisi Indonesia Raya. Koalisi tersebut digagas Amien Rais dalam pertemuan tokoh Islam di Cikini, Kamis (17/4), katanya di Jakarta, Sabtu dalam diskusi bertajuk “Ragu-Ragu Koalisi Baru” di Warung Daun, Cikini, Jakarta. Dia tidak mengungkapkan keempat partai itu karena enggan melangkahi Ketua Umum PAN Hatta Rajasa, namun menegaskan jika betul koalisi ini terbentuk maka akan menjadi kekuatan besar yang dahsyat.

Sementara itu ketika ditanya apakah Koalisi Indonesia Raya berhubungan dengan partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Dradjad tidak membenarkan namun juga tidak membantahnya. ‘’Kalau terkait atau tidak

dengan Gerakan Indonesia Raya silakan tafsirkan sendiri pada saatnya nanti,’’ kata Dradjad. Dradjad mengulas gagasan Koalisi Indonesia Raya dilontarkan karena Indonesia saat ini sangat majemuk, dengan

Gagal Digelar, Pemilu Ulang di Sampang Sampang (Suara NTB) Pelaksanaan pemilu ulang di 19 tempat pemungutan suara (TPS) di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, Sabtu (19/4), gagal digelar karena tidak ada warga yang bersedia menjadi anggota kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS). “Petugas PPS sejak kemarin hingga tadi malam dan dilanjutkan tadi pagi sudah melakukan rekrutmen anggota KPPS, tapi tidak ada yang bersedia. Akhirnya pencoblosan tidak terlaksana,” kata Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan Robatal Abdul Hamid. Di Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang, ada dua TPS yang dijadwalkan menggelar pemilu ulang atas

rekomendasi Panwaslu Sampang dan Bawaslu Jatim, yakni TPS 12 dan TPS 13 di Desa Pandiyangan. Namun, tidak ada warga setempat yang bersedia menjadi anggota KPPS, maka pelaksanaan pencoblosan ulang di 2 TPS itu gagal dilakukan. Sejak pagi, petugas gabungan dari Polres Sampang, dan Brimob Polda Jatim, serta dari unsur TNI telah berada di Desa Pandiyangan, Kecamatan Robatal, Sampang. Para petugas keamanan ini tiba ke Desa Pandiyangan bersamaan dengan pengiriman logistik pemilu dari KPU Sampang. Sebagaimana di 2 TPS di Desa Pandiyangan, pemilu ulang di 17 TPS di Desa Bira

Barat, Kecamatan Ketapang, Sampang yang rencananya digelar Sabtu juga batal dilaksanakan. Penyebab gagalnya pelaksanaan pemilu ulang di 17 TPS itu karena sebagian petugas KPPS secara tibatiba mengundurkan diri dengan alasan tidak mau menanggung risiko yang bisa mengancam keselamatan jiwa mereka. Anggota KPU Sampang Hernandi Kusuma Hadi menjelaskan, jumlah pemilih yang akan mengikuti pemilu ulang di 19 TPS kali ini sebanyak 5.056 orang, terdiri dari 4.251 orang di 17 TPS di Desa Bira Barat dan 805 orang di 2 TPS di Desa Pandiyangan. (ant/Bali Post)

Gunung Merapi Kembali Embuskan Asap (ant/Bali Post)

KISRUH RAPIMNAS PPP - Kader dan simpatisan PPP berusaha masuk ke ruang sidang saat berlangsung Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas PPP) di Kantor DPP PPP kawasan Jalan Diponegoro Nomor 60, Jakarta Pusat, Minggu (20/4).

Poros Baru Dinilai akan Gagal Jakarta (Suara NTB) Pengamat politik dari Pol Tracking Institute Hanta Yudha menilai pembentukan poros baru bisa gagal apabila pertemuan tokoh dan politisi Islam di Cikini, Kamis lalu hanya bermuara kepada dukungan terhadap partai tiga besar versi hitung cepat. ‘’Sejak hari pertama diumumkan quick count ada prediksi tiga koalisi, yakni koalisi PDIP, Golkar dan Gerindra. Kalau partai Islam ini bikin poros baru ya berarti memang harusnya benar-benar baru, tetapi kalau bergabung dengan salah satu dari tiga partai itu, namanya bukan poros baru,’’ ujar Hanta dalam diskusi bertajuk “Ragu-Ragu Poros Baru” di Jakarta, Sabtu (19/4). Dia menyampaikan sejatinya gagasan Koalisi Indonesia Raya menjadi peluang luar biasa bagi partai Islam untuk benar-benar bergabung, namun koalisi partai Islam yang benar-benar menggalang poros baru juga berat. “Kalau memunculkan nama capres sendiri di luar nama mainstream seperti Prabowo, Jokowi dan Aburizal Bakrie baru menarik, tapi peluangnya kecil karena partai Islam butuh menghadirkan figur baru yang kuat yang bisa menyatukan partai Islam,” katanya. Selain itu, tambahnya, andai ada kesepakatan mengenai sosok capres partai Islam, maka muncul kendala lain yaitu menentukan cawapres. ‘’Untuk cawapres juga terkendala karena semua partai Islam memiliki nama yang diusung,’’ ujar dia. Hanta mengatakan jika partai Islam benar-benar ingin menggalang poros baru, maka perlu figur yang dapat memikul peran jejaring komunikasi seperti peran Amien Rais pada awal era reformasi 1999. (ant/Bali Post)

Yogyakarta (Suara NTB) Gunung Merapi, yang berada di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), kembali mengembuskan asap yang menyebabkan hujan abu tipis di beberapa wilayah yang terletak 15 kilometer di sisi tenggara, selatan dan barat daya. ‘’Pada pukul 04.21 WIB mulai terekam gempa embusan dengan durasi sekitar 20 menit, dan pengamat kami mulai mendengar suara gemuruh pada pukul 04.26 WIB,’’ kata Kepala Seksi Gunung Merapi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Sri Sumarti di Yogyakarta, Minggu (20/4). Bersamaan dengan embusan asap juga terlihat bara api. Namun, Sri menegaskan, tidak ada lava pijar dalam kejadian embusan tersebut. Sri mengatakan, bara api tersebut dimungkinkan terjadi karena gas yang diembuskan dari dalam gunung memiliki suhu yang sangat panas. ‘’Kejadian embusan asap dari Gunung Merapi sudah seringkali terjadi pasca letusan 2010. Embusan kali ini pun hanya kejadian tunggal dan tidak disusul oleh aktivitas seismik lainnya,’’ katanya. Sri mengemukakan, belum dapat memastikan penyebab timbulnya embusan asap meskipun dua hari sebelumnya, pada Jumat (18/4) malam sempat terjadi gempa tektonik yang berpusat di 151 kilometer barat daya Gunung Kidul dengan kekuatan 5,6 Skala Richter (SR). Pada Sabtu (19/4), BPPTKG

juga mencatat adanya aktivitas seismik Gunung Merapi berupa gempa tektonik dalam sebanyak empat kali sejak pukul 08.00-20.00 WIB. Sementara, berbagai desa di kawasan Gunung Merapi, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Minggu pagi, dilanda hujan pasir selama beberapa saat, setelah sebelumnya masyarakat setempat mendengar suara gemuruh. ‘’Kejadiannya sekitar pukul 04.25—04.35 WIB, tetapi puncak Merapi berkabut, tidak terlihat secara visual dari sini,’’ kata petugas pengamatan Gunung Merapi di Pos Ngepos, Kecamatan Srumbung, Triyono, di Magelang, Minggu (20/4). Akan tetapi, katanya, hingga saat ini status aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih tetap “Normal”. Ia menyebut pelepasan material dari puncak Merapi

cukup kencang. Saat kejadian itu, Tidak terjadi hujan air di puncak Merapi. Hingga saat ini pihaknya belum mengetahui ketinggian embusan material dari puncak Merapi. Kepala Desa Babadan, Kecamatan Dukun, Ismael, mengatakan warga sempat kaget saat terjadi embusan material dari puncak Merapi. ‘’Setelah mendengar suara gemuruh itu, kemudian terlihat semburan kelihatan merah dari puncak. Warga sempat bingung, tetapi sekarang situasi sudah normal lagi,’’ katanya. Seorang warga Desa Sumber, Kecamatan Dukun, Sumantri, mengatakan suara gemuruh dari puncak Merapi terdengar saat subuh disusul kemudian hujan abu hingga desa setempat. “Subuh tadi terdengar suara gemuruh, lalu turun hujan pasir sampai di sini,” katanya. (ant/Bali Post)

(ant/balipost)

ASAP MENGEPUL - Gunung Merapi mengepulkan asap sulfatara pasca-letusan kecil dilihat dari Sleman, Yogyakarta, Minggu (20/4).

banyak suku bangsa, bahasa dan agama sehingga tidak mungkin segelintir pihak mengelola Indonesia seorang diri. “Tidak mungkin ada Superman yang bisa membangun Indonesia tanpa melibatkan sajadah panjang masyarakat Indonesia dengan segala warna warninya, itulah maka timbul gagasan gabungan partai Islam yang bergabung dengan gabungan partai nasionalis,” kata dia. Ketua DPP PPP Epyardi Asda yang juga hadir dalam

diskusi tersebut memperkirakan pada satu titik akan terbentuk sebuah koalisi yang mengerucut kepada Koalisi Indonesia Raya layaknya digagas Amien Rais. Epyardi bahkan memastikan keyakinannya bahwa Koalisi Indonesia Raya itu bermuara pada dukungan terhadap Prabowo Subianto. ‘’Sebagai politikus saya mempunyai nalar empat partai politik besar akan bergabung ke Pak Prabowo,’’ kata Epyardi. (ant/Bali Post)

Sejumlah Kendaraan di Buol Dirusak dan Dibakar Palu (Suara NTB) Sejumlah kendaraan pribadi milik polisi dan warga di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah dirusak lalu dibakar, Sabtu malam. Hingga pukul 23.30 WITA setidaknya terdapat dua motor dibakar dan tiga unit mobil dirusak oleh kedua belah pihak. “Kendaraan roda dua milik polisi sebanyak dua unit dibakar, sementara tiga mobil jenis kijang milik warga juga dirusak polisi,” kata Camat Biau Arfan Korompot saat dihubungi dari Palu, Sabtu (19/4)malam, terkait situasi terkini di Buol. Arfan Korompot mengatakan, saat ini kedua belah pihak sudah saling merusak kendaraan, sehingga situasi di Biau, ibu kota Kabupaten Buol masih mencekam. ‘’Karena warga masih bertahan di beberapa tempat dan polisi juga masih berjaga-jaga,’’ kata Arfan. Dia mengatakan pemerintah, tokoh masyarakat dan aparat kepolisian sudah saling berkoordinasi untuk menghindari terjadinya korban kedua belah pihak. ‘’Semua pihak sekarang sudah turun lapangan memberikan imbauan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,’’ katanya. Arfan mengatakan Bupati Buol Amiruddin Rauf sudah memberikan imbauan dan peringatan kepada warga agar menahan diri melalui pengeras suara di rumah ibadah. “Pak bupati langsung mengumumkan di masjidmasjid,” katanya. Arfan juga mengatakan serentetan peristiwa terjadi di Buol, Sabtu, berawal dari pengamanan pertandingan sepak bola Divisi I. Karena terjadi kekacauan usai pertandingan, maka polisi kemudian berusaha mengamankan situasi lalu mengeluarkan tembakan sehingga menimbulkan kepanikan. Dalam peristiwa itu seorang anak diduga kepalanya terbentur sehingga terluka. Selain itu terdapat seorang korban lainnya yang diduga terkena tembakan peluru

karet. ‘’Warga Buol ini masih trauma dengan peristiwa 2010, sehingga apa pun jenis pelurunya warga tidak menerima itu karena masalah dulu belum tuntas kasusnya,’’ katanya. Buol Masih Mencekam Situasi di Buol, Sulawesi Tengah, sampai Minggu siang masih mencekam karena kelompok massa terus melakukan serangan-serangan ke dua kepolisian sektor (polsek) yang dirusak sejak Sabtu malam (19/4). “Hingga minggu siang ini, sekelompok massa masih terus melakukan penyerangan ke Polsek Biau dan Momunu, namun anggota telah diperintahkan untuk tidak melakukan perlawanan dan bersikap pasif dan bertahan,” kata Pelaksana Tugas Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah (Polda Sulteng) Kompol Rostin Tumaloto yang dihubungi di Palu, Minggu. Kapolda Sulteng Brigjen Polisi Ari Dono Sukmanto sudah berangkat menuju Buol sejak Sabtu malam, dan diperkirakan tiba di lokasi kejadian pada Minggu siang ini untuk mengendalikan langsung situasi di sana. Menurut Kompol Rostin, akibat bentrokan yang terjadi sejak Sabtu malam itu, maka seorang warga cedera akibat kena lemparan batu, bukan karena tembakan polisi. “Sejak awal anggota sudah diperintahkan agar tidak melakukan tembakan sekalipun dengan peluru karet, kecuali tambakan peringatan ke udara untuk membubarkan massa,” ujarnya. Di pihak kepolisian, Rostin menyebutkan, markas Polses Biau dan Momunu rusak berat akibat lemparan massa, dan 12 rumah tempat tinggal anggota polsek dirusak, dan isinya dijarah, termasuk rumah Wakapolres Buol. Keluarga anggota polsek tersebut semuanya diungsikan ke tempat yang aman, sementara personelnya masih bertahan di markasnya masing-masing, katanya. (ant/Bali Post)


SUARA NTB Senin, 21 April 2014

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

AS Desak Rezim Bashar Hentikan Pemboman di Kota Homs Washington Amerika Serikat (AS) menyerukan rezim Bashar AlAssad untuk menghentikan “kebrutalan terhadap penduduknya sendiri” di Homs. Di mana militer Suriah telah belum meluncurkan ofensif lain untuk merebut daerah yang dikuasai pemberontak. Juru bicara Departemen Luar Negeri Jen Psaki mengatakan bahwa AS sangat prihatin dengan situasi yang mengerikan dan tragis di Homs. Termasuk mendesak rezim Bashar menghentikan serangan-serangan terhadap Kota Tua (Homs) serta memungkinkan pengiriman bantuan kemanusiaan. “Kami sangat mengutuk pe-

langgaran rezim dari penghentian permusuhan dan penyerangan brutal terhadap penduduk Kota Tua Homs,” tambahnya. “Pemboman rezim dan pengepungan kota itu adalah contoh keji dari penyerahan diri mereka yang kelaparan dan pendekatan medan perang,” tambahnya. Penghentian permusuhan, yang datang pada Februari, hanya berlangsung cukup lama untuk sekitar 140.000 orang yang harus diungsikan dari daerah tersebut. Pertempuran sengit kembali tak lama kemudian. “Di Homs, seperti di tempat lain, warga sipil harus diizinkan untuk datang dan pergi dengan bebas,” kata Psaki menekankan.

(ant/bali post)

Wartawan Senior Pakistan Ditembak Islamabad Wartawan kawakan Pakistan Hamid Mir cedera oleh ulah beberapa pria tak dikenal yang bersenjata di Kota Pelabuhan Karachi, Pakistan Selatan. Stasiun TV Geo, tempat Mir bekerja sebagai wartawan, mengatakan pencari berita tersebut sedang dalam perjalanan ke kantornya dari bandar Hamid Mir udara ketika ditembak oleh beberapa orang yang mengendarai dua sepeda motor. Mir dibawa ke Rumah Sakit Agha Khan untuk dirawat, namun kondisinya belum diketahui. Polisi menyatakan, Mir tertembak dua peluru dalam serangan tersebut. Presiden Pakistan Mamnoon Hussain mengutuk serangan itu, dan menginstruksikan rumah sakit agar menyediakan perawatan yang terbaik buat Mir. Mir, yang memulai karir di bidang jurnalistik pada 1987, mewawancarai banyak politikus, termasuk Condoleeza Rice, Tony Blair dan Hillary Clinton. Mir pernah ditangkap oleh Hizbullah pada Juli 2006, karena berusaha mengunjungi lokasi serangan udara Israel di Beirut, tapi belakangan dibebaskan setelah diyakini bukan mata-mata. Pada 2012, Mir diberi penghargaan Hilal-e-Imtiaz, penghargaan sipil tertinggi kedua di Pakistan, oleh presiden saat itu Asif Zardari. Mir mendapat pengakuan internasional ketika ia pergi ke Afghanistan Timur untuk menyelidiki pelarian mendiang pemimpin Al Qaida Osama bin Laden dari Gunung Tora Bora pada Desember 2001. Mir juga pernah mengunjungi gua tempat Osama berlindung dari pemboman Amerika Serikat. Pakistan dipandang sebagai salah satu negara yang paling berbahaya di dunia buat wartawan. (ant/bali post)

Warga Homs tidak harus tunduk kepada rezim sebelum menerima makanan yang sangat dibutuhkan dan bantuan kemanusiaan. Dalam hal ini AS, seiring dengan setiap anggota masyarakat internasional yang peduli dengan kesejahteraan sipil dalam konflik ini. AS tidak akan berhenti untuk menyerukan dan dukungan rakyat Kota Tua Homs dan semua warga sipil di Suriah yang tidak bersalah yang menderita begitu banyak dari perang brutal ini. Mengulangi seruan Dewan Keamanan PBB, kata Psaki, pemerintah Suriah harus memfasilitasi akses langsung dan tanpa hambatan bagi badanbadan kemanusiaan PBB ser-

ta mencabutt pengepungannya. Dan karena gagal untuk memenuhi persyaratan resolusi, pihaknya sengaja meningkatkan keputusasaan rakyat Suriah dalam upaya habis-habisan untuk mempertahankan kekuasaannya. “Kami akan terus menarik perhatian internasional terhadap situasi bencana ini sampai penderitaan rakyat Suriah berakhir,” katanya berkomentar. Pihaknya akan menyerukan kepada semua orang berpengaruh pada rezim untuk menyadari secara fundamental niat tidak manusiawi rezim Assad dan mendorong rezim bersangkutan menghentikan tindakan barbar terhadap warga sipil. (ant/bali post)

Mayoritas Penduduk Ukraina Timur Tolak Gabung Rusia Kiev Mayoritas penduduk Ukraina timur di Donetsk yang melakukan protes-protes Rusia tidak ingin bergabung dengan Rusia, tetapi menganggap pemerintah di Kiev tidak sah. Hal ini sesuai jajak pendapat yang disiarkan Sabtu. Sejumlah 52,2 persen penduduk yang ditanya di daerah itu, tempat aksi kekerasan separatis. Di tempat ini milisi pro-Moskow menduduk sejumlah kota dan menolak bergabung dengan Rusia. Sementara 27,5 persen menginginkan diperintah Moskow. Di antara 3.200 responden di seluruh Ukraira tenggara yang penduduknya berbahasa Rusia jumlah mereka yang menolak bergabung dengan Moskow meningkat menjadi 69,7 persen. Hal ini sesuai jajak pendapat Kievs Institute for International Sociology yang disiarkan dalam surat kabar Weekly Mirror berbahasa Rusia. Di daerah Donetsk, para separatis mengumumkan satu republik merdeka dan menuntut diselenggarakan satu referendum mengenai otonomi menuntut Ukraina yang feder-

alis dan 41 persen mengatakan mereka menginginkan desentralisasi kekuasaan. Penduduk di daerah timur tetap sangat curiga pada para penguasa sementara Kiev, yang mengambil kekuasaan dari Presiden Viktor Yanukovych yang pro-Moskow setelah digulingkan Februari seusai protes-protes berdarah. Sekitar 74 persen responden mengatakan mereka menganggap penjabat Presiden Oleksandr Turchynov tidak sah. Rusia, yang NATO katakan menggelarkan sekitar 40.000 tentara di perbatasan itu, mengatakan pihaknya punya hak untuk melakukan intervensi militer di Ukraina untuk melindungi penduduk yang berbahasa Rusia dan membantah tuduhan-tuduhan Barat bahwa Moskow berada di belakang aksi kekerasan separatis. Tetapi 57,2 persen dari mereka yang ditanya di Donetsk mengatakan mereka merasa hak mereka tidak dilanggar dan 66,3 persen mengataan mereak menentang intervensi militer Rusia, demikian AFP. (ant/bali post)

Awal Pekan, ”Krusial” dalam Pencarian MH370 Kuala Lumpur Pelaksana tugas Menteri Transportasi Malaysia Hishammudin Hussein mengatakan awal pekan ini merupakan hari yang “sangat penting” seiring daerah pencarian penerbangan MH370 telah makin menyempit. Kapal selam mini tanpa awak Bluefin-21 pekan depan selesai memindai daerah dasar laut yang diduga menjadi lokasi terakhir MH370 di Samudera Hindia. Sebanyak 11 pesawat dan 12 kapal Sabtu dijadwalkan membantu pencarian pesawat Malaysian Airlines yang hi-

lang, MH370, dan data dari Bluefin-21 tak memperlihatkan kontak apa pun. Menurut JACC di dalam keterangan terkininya, pada Jumat malam Bluefin-21 mengakhiri misi keenam pencarian di daerah bawah laut. Misi ketujuh Bluefin-21 telah dimulai. Bluefin-21 telah melakukan pencarian di daerah seluas 133 kilometer persegi sampai saat ini. “Data dari misi keenam saat ini sedang dianalisis. Tak ada kontak penting yang telah ditemukan sejauh ini,” kata JACC. Selain itu, Lembaga Keselamatan Maritim Australia telah

(Suara NTB/ist)

TUNGGU - Seorang anggota keluarga penumpang Ferry Sewol yang tenggelam di Korea Selatan hanya bisa memandang ke bangkai kapal yang karam di Pelabuhan Jindo. Dia berharap, anggota keluarganya yang ikut dalam kapal tersebut segera ditemukan. Hingga Minggu (20/4), tim berhasil menemukan 10 korban yang tewas. Kapal ferry tersebut membawa 476 penumpang dengan rincian 325 di antaranya adalah pelajar sekolah menengah dan 15 guru yang ikut serta dalam perjalanan tersebut.

Protes Tindakan Polisi

Massa di Brazil Bakar Bus dan Truk

Rio de Janeiro Para demonstran membakar empat bus dan truk, serta mobil pada Sabtu (Minggu WIB) di Brazil dalam aksi protes anti-polisi yang mereka tuduh sebagai penyebab tewasnya dua pemuda berusia 17 dan 21 tahun dalam dua hari terakhir di Niteroi, seberang Teluk Rio de Janeiro. Seorang pemuda tewas ketika motornya menabrak sebuah kendaraan lapis baja polisi, sedangkan lainnya diterjang peluru dalam baku tembak antara tersangka dan polisi, demikian l. Pada saat protes ada sekira30 pengunjuk rasa mengangkat barikade dan membakar kendaraan yang memblokir jalan besar di Niteroi, karena banyak warga mencoba ke luar kota untuk liburan akhir pekan Paskah. Adapun pihak keamanan Brazil berupaya meningkatkan keamanan negerinya hingga ke pelosok wilayah, karena Negeri Samba itu pada medio Juni hingga Juli akan kedatangan ribuan orang dari berbagai belahan bumi untuk menyaksikan Piala Dunia 2014. (ant/bali post)

(ant/bali post)

BAKAR BUS - Massa yang protes di Brazil membakar bus dan truk polisi pasca-tewasnya dua pemuda dalam dua hari terakhir, Sabtu (19/4).

Mobil Tabrak Trailer, 39 Orang Tewas di Pakistan (ant/bali post)

CARI MH370 - Bluefin 21, wahana bawah laut mandiri Artemis(AUV), diangkat di atas kapal Australia Ocean Shield untuk dibenamkan ke laut guna mencari MH370. merencanakan daerah pencarian visual dengan daerah seluas

50.200 kilometer persegi, di seluruh tiga daerah. (ant/bali post)

Islamabad Sedikitnya 39 orang tewas dan beberapa lagi cedera ketika satu van penumpang menabrak truk gandeng di Kabupaten Sukkur, Pakistan Selatan, Minggu (20/4). Fida Husain, Inspektur Polisi, mengatakan kecelakaan itu terjadi di Jalan Raya Nasional pada Ahad dini hari. Kecelakaan fatal tersebut terjadi di dekat Kota Kecil Pano Akil, Sukkur, kabupaten di Provinsi Sindh di bagian selatan negeri itu, ketika van tersebut bertabrakkan dengan trailer itu. Van tersebut, yang sedang dalam perjalanan ke Kota Pelabuhan Karachi di Pakistan Selatan dari Kabupaten Dera Ghazi Khan di bagian timur, rusak total dan ringsek akibat tabrakan itu, sehingga beberapa orang terjebak di dalamnya. Petugas pertolongan memecahkan kaca jendela dan memotong van tersebut untuk mengeluarkan korban cedera. Korban tewas meliputi lima perempuan, dua anak kecil dan enam anggota satu keluarga. Korban cedera dibawa ke satu rumah sakit yang berdekatan untuk diberi perawatan medis. Faisal Abdullah, Inspektur Polisi Jalan Raya, mengatakan kecelakaan tersebut terjadi, karena pengemudi van sembrono dan menabrak trailer sewaktu berusaha melewatinya dari jalur yang salah.

Kepala Menteri Sindh Qaim Ali Shah menyampaikan belasungkawa akibat kecelakaan itu dan menginstruksikan pengelola rumah sakit untuk memberikan perawatan medis terbaik buat orang yang cedera. Pakistan termasuk di antara negara yang memiliki catatan kecelakaan lalu lintas

mematikan terburuk di dunia, terutama akibat jalan yang buruk, kurangnya kemahiran pengemudi, kendaraan yang tak terpelihara dengan baik dan pelanggaran peraturan keselamatan jalan raya. Polisi lalu lintas mengatakan 90 persen kecelakaan di negeri itu terjadi karena kesalahan manusia. (ant/bali post)

Snt21042014  
Snt21042014  

Hasil Sementara Suara Terbanyak di Lotim Didominasi Caleg Nomor Urut Satu

Advertisement