Issuu on Google+

HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK SUMBAWA ECERAN Rp 3.000

Rp. 50.000 Rp. 55.000

SUARA NTB

SELASA, 3 SEPTEMBER 2013

16 HALAMAN NOMOR 149 TAHUN KE 9 Online :http://www.suarantb.com E-mail: hariansuarantb@yahoo.co.id

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Pengemban Pengamal Pancasila

Kunker ke Jeddah

Rombongan Kedua Komisi IV Batal Berangkat C.01.08.13

Mataram (Suara NTB) Sejumlah anggota Komisi IV DPRD NTB yang tergabung dalam rombongan ke dua sedianya dijadwalkan untuk berangkat kunjungan kerja ke Jeddah, untuk menelusuri persoalan TKI di sana, akhirnya memastikan membatalkan keberangkatannya. ‘’Kalau seperti ini kondisinya kami juga nggak mau berangkat,’’ ujar anggota Komisi IV DPRD NTB, Dra. Hj. Endang Yuliati, kepada Suara NTB, Senin (2/9) kemarin. Endang mengakui, pemberitaan menyangkut kunker para anggota DPRD NTB dan pejabat eksekutif tersebut

memang membuat mereka kehilangan gairah untuk mengikuti kunker tersebut. ‘’Meskipun harus berangkat, kami rasanya tidak mau juga berangkat kalau seperti ini,’’ tandasnya. Kalaupun toh akhirnya ada rekan – rekannya yang tetap berangkat, Bersambung ke hal 5

(Suara NTB/dok)

Kalau seperti ini kondisinya kami juga nggak mau berangkat Hj. Endang Yuliati

Tahun Ini, Pembebasan Lahan Mandalika Resort Harus Tuntas Mataram (Suara NTB) Pemprov NTB dan Pemkab Lombok Tengah (Loteng) dan pihak lainnya diminta menuntaskan

sisa pembebasan lahan seluas 135 hektar di kawasan Mandalika Resort selambatlambatnya akhir tahun ini. Tujuannya, agar kawasan

tersebut segera ditetapkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Nasional. Bersambung ke hal 5

“Pak Zaini Arony (AZAN) bukan memberi janji tapi bukti, dimana-mana pembangunan di segala lini sudah dirasakan masyarakat. Jalan-jalan mulus dari kota sampai gawah (pelosok), tidak ada ibu-ibu beranak di jalan karena puskesmas dimana-mana sampai di pelosok. Pembangunan sekolah juga sangat maju. Khusus kesenian, Pak Bupati peduli pada kesenian tradisional. Buktinya dengan adanya perkembangan budaya banyak mendapat subsidi dari Pemda. Pak Bupati mampu membangun pendidikan moral, melalui kesenian wayang yang masuk kurikulum aktif. Itu bentuk kontribusi dari Pak Bupati sendiri. Karenanya pantas Pak Zaini Arony melanjutkan pembangunan lima tahun ke depan,” Lalu Nasib

Pemberangkatan JCH NTB Mulai 9 September 2013 Mataram (Suara NTB) Pemberangkatan Jemaah Calon Haji (JCH) asal NTB, akan dimulai pada 9 September 2013 atau 35 hari sebelum Idul Adha 1434 Hijriah, melalui Embarkasi Lombok. ‘’JCH NTB terbagi dalam 12 kloter, dan pemberangkatannya dimulai pada 9 September un-

TO K O H Hentikan Penyelidikan

HI (Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia), dan 33 orang TKHI (Tim Kesehatan Haji Indonesia), sehingga totalnya mencapai 3.654 orang. Kloter pertama sebanyak 325 orang asal Kabupaten Lombok Tengah, yang dijadwalkan berangkat 9 September 2013 pukul 17.00 Wita dan kembali

ke Lombok pada 21 Oktober pukul 17.35 Wita. Kloter kedua sebanyak 325 orang asal Kabupaten Lombok Timur, yang dijadwalkan berangkat 10 September 2013 pukul 22.00 Wita, dan kembali ke Lombok pada 23 Oktober pukul 02.30 Wita. Bersambung ke hal 5

Subri

JEMBATAN - Dua ibu menyeberang melalui titian bambu di Kali Bangket, Lingkungan Petemon, Kelurahan Pagutan, Mataram. Sejak puluhan tahun lalu, masyarakat terpaksa menyeberangi kali selebar 8 meter tersebut dengan titian bambu. Berbagai jenis hasil pertanian juga terpaksa diangkut melalui jembatan bambu yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat.

Hari Pertama Kerja

Bupati Lotim Langsung Sidak Selong (Suara NTB) Hari pertama kerja Senin (2/9) kemarin, Bupati Lombok Timur (Lotim) H.Moch. Ali Bin Dachlan langsung sidak. Bupati yang dilantik Jumat (30/8) lalu, mendatangi sejumlah ruang kerja pejabat di lingkup Setda Lotim. Salah satu penegasan bupati saat sidak meminta para PNS tidak merokok di dalam ruang kerja. Larangan merokok katanya agar para PNS tetap bisa fokus bekerja dan tetap mmenjaga kesehatan. Kepada para PNS, bupati juga mengingatkan agar selalu semangat dalam bekerja. Hal lainnya coba dilihat Bupati, keadaan staf dan memperhatikan mekanisme kerja dari masing-masing PNS. Sebelumnya, di awal bulan September ini digelar apel awal bulan dan bertindak sebagai inspektur upacara adalah

Wakil Bupati Lotim, H. Haerul Warisin. Dalam sambutannya, Wakil Bupati Lotim menegaskan agar jajaran birokrasi mampu memberikan pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat. Birokrasi tidak boleh terhenti karena terkenda keterbatasan APBD. Di era kepemimpinannya dengan Bupati Ali Bin Dachlan, Haerul menyatakan sangat menjunjung tinggi sikap profesionalisme. Karenanya ia memandang perlu untuk dilakukan evaluasi dam perbaikan terhadap kinerja aparatur. Terutama dalam hal pelayanan. Proses evaluasi inilah yang berujung dilakukannya mutasi. Dihadapan ratusan PNS yang hadir dalam apel tersbeut, wabup mengharapkan, fenomena mutasi tidak dianggap sebagai suatu yang menakutkan. Bersambung ke hal 5

(Suara NTB/rus)

SIDAK - Bupati Lotim, H.Moch.Ali Bin Dachlan saat sidak, kemarin.

C.03.08.13

(Suara NTB/ars)

PENYELIDIKAN kasus pengalihan kas daerah milik Pemkab Lombok Tengah (Loteng) dari Bank NTB ke Bank Mandiri, akhirnya dihentikan Kejaksaan Negeri (Kejari) Praya. Pasalnya, pihak Kejari Praya tidak menemukan adanya bukti maupun indikasi penyimpangan dan pelanggaran hukum dalam kasus tersebut. Demikian diungkapkan Kajari Praya, Subri, S.H., kepada Suara NTB, Senin (2/9) kemarin. Bersambung ke hal 5

tuk kloter pertama dan kloter terakhir akhir September 2013,’’ jelas Kepala Kanwil Kementerian Agama NTB, H. Usman, di Mataram, Senin (2/9). Ia menyebut rombongan JCH asal NTB sebanyak 3.599 orang, ditambah 11 orang petugas haji TPHI (Tim Pemandu Haji Indonesia), 11 orang TPI-


SUARA NTB Selasa, 3 September 2013

SUARA MATARAM

Halaman 2

Mengurai Kemacetan PEMBANGUNAN ruas-ruas jalan baru di Kota Mataram dinilai sangat membantu terutama untuk memecah simpul kemacetan. Di Rembiga misalnya, pembukaan jalan Dakota yang kini mulai dimanfaatkan masyarakat terbukti telah mengurai kemacetan di kawasan ini. Camat Selaparang Irwan Rahardi kepada Suara NTB menyebutkan, perempatan Rembiga merupakan salah satu sentral di Kecamatan Selaparang, yang memiliki tingkat kemacetan tinggi. Terutama di pagi dan siang hari, saat masyarakat banyak beraktivitas. Jalan di kawasan inipun seringkali macet oleh banyaknya sepeda motor, mobil dan truk pengangkut barang yang melintas. Pembukaan jalan Dakota di kawasan inipun dianggap sebagai angin segar. Karena selain dapat mengurangi kemacetan di kawasan perempatan Rembiga, jalur yang dibuka Pemkot Mataram ini bisa menjadi salah satu jalur alternatif dari dan menuju Mataram dan perbatasan Lombok Barat. “Jalan Dakota bisa mengurangi arus kemacetan. Sehingga masyarakat khususnya yang menuju ke arah Ampenan ataupun dari Lombok Barat dan Lombok Utara maupun sebaliknya, dapat mengurangi kemacetan,” terangnya. Saat ini meski Jalan Dakota terhitung baru dibangun, tetapi sudah banyak masyarakat yang telah memanfaatkan jalur alternatif ini. Hanya saja, menurut Irwan, beberapa hal masih harus dievalusi. Terutama masalah titik keluar Jalan Dakota, dimana pengguna jalan masih harus saling tunggu dengan kendaraan lain. Selain dinilai dapat membantu menguraikan simpul-simpul kemacetan, pembukaan Jalan Dakota ini sekaligus dapat membantu e k o n o m i masyarakat. Menurut Irwan, dibukanya jalan baru ini diharapkan dapat lebih memberikan ruang k e p a d a masyarakat. Terutama bagi masyarakat Rembiga, yang dikenal sebagai salah satu kawasan kuliner di Kota M a t aram. (nia)

Irwan Rahardi (Suara NTB/nia)

Anggota Komisi III Usulkan Cidomo Dihapus Mataram (Suara NTB) – Anggota Komisi III DPRD Kota Mataram, Ahmad Tauhid, SHI., mengusulkan supaya cidomo-cidomo di Kota Mataram agar dihapuskan. Selama ini, cidomo dinilai kerap membuat kotor lantaran kotoran kuda dari alat angkutan tradisional tersebut banyak yang tercecer di jalan. Alternatif pengganti cidomo bisa saja menggunakan bentor. Terkait bentor, ia mengimbau, apa yang menjadi keinginan masyarakat jangan sembarangan dimunculkan. Apalagi bentor ini belum ada regulasinya. Hal itu dikhawatirkan akan berpotensi menimbulkan kemacetan baru. ‘’Ini saja, dengan adanya sepeda motor, tiap bulan, tiap hari, belum lagi mobil kita rasakan sekali, sekarang muncul yang namanya bentor. Ia memprediksi jumlah bentor yang beroperasi di Mataram akan semakin banyak karena masyarakat melihat hadirnya bentor menjadi peluang. Terutama di malam hari. Ia mengapresiasi kalau memang pemerintah ingin melegalkan keberadaan bentor

dengan membuat regulasinya disertai dengan batasanbatasan trayek. ‘’Cidomo-cidomo dihapus dan bentor itu menjadi alternatif penggantinya,’’ demikian Ahmad Tauhid kepada Suara NTB di DPRD Kota Mataram, Senin (2/ 9). Menurut dia, usulan untuk menghapuskan keberadaan cidomo di Mataram dan menggantinya dengan alternatif angkutan lainnya, sebetulnya sudah disampaikan sejak lama. Usulan penghapusan cidomo ini, tidak lain untuk menjaga kebersihan Kota Mataram. ‘’Ukuran kota itu kan tidak ada lagi kotoran di jalan dan menimbulkan penyakit, maka alternatifnya pakai bentor,’’ cetusnya. Menyinggung keinginan

Pemkot Mataram untuk tetap mempertahankan cidomo sebagai alat angkutan tradisional di Mataram, kata Tauhid, sebetulnya tidak menjadi soal, sepanjang jalur atau trayek cidomo diatur sedemikian rupa. ‘’Jangan sampai cidomo lewat di jalan protokol, tidak dilaranglarang,’’ ucapnya. Mengenai pelanggaran trayek oleh kusir cidomo juga sering disampaikan ke pihak Dishubkominfo. Namun, dari pihak Dishubkominfo, kata Tauhid, terkesan pasrah dengan mengembalikan persoalan itu kepada karakter masyarakat yang susah dilarang. Dikatakan politisi PKS ini, dalam hal mengatur keberadaan cidomo, harus ada ketegasan. Sebab, percumasaja ada aturan kalau aparat terkait, dalam hal ini Disbuhkominfo tidak bisa bertindak tegas terhadap pelanggaran yang terjadi. ‘’Ini kalau kita tidak tegas, akan terus begini,’’ katanya. Regulasi untuk bentor ini diharapkan mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang bergelut

Soal PAW

Bakesbangpol Tak Berwenang

(Suara NTB/fit)

ANGGOTA DPRD Kota Mataram, Misban Ratmaji angkat suara soal ancaman Bakesbangpol Kota Mataram yang akan menahan atau menunda pencairan dana bantuan parpol bermasalah. Meski pihak Bakesbangpol Kota Mataram dalam pernyataannya di media tidak menyebutkan partai mana yang dianggap masih ada masalah diinternalnya, namun Misban sangat yakin bahwa ancaman penundaan pencairan dana bantuan parpol yang dimaksud adalah bantuan parpol untuk PPI (Partai Pemuda Indonesia). ‘’Selama dana bantuan parpol itu tidak bisa dipertanggungjawabkan secara akuntansi, mungkin bisa dipermasalahkan oleh BPK,’’ ujar politisi PPI ini. Bahkan menurut Misban, bakesbangpol tidak berwenang sejauh itu (menahan bantuan parpol, red) dan tidak perlu terlibat sejauh itu. Bakesbangpol, lanjut anggota Komisi II DPRD Kota Mataram ini, tidak bijak kalau memvonis partainya ada masalah, hanya karena ada demo yang menuntut dirinya mundur Kamis (29/8). Misban khawatir, kalau hanya melihat secara kasat mata, kemudian bakesbangpol keliru memberikan dana bantuan tersebut kepada pihak yang tidak semestinya, tentu akan berkonsekuensi hukum. Yang jelas, kalau data pengurus telah disampaikan dengan benar, kemudan dihambat, partainya bisa saja mempermasalahkan hal itu. Misban tidak menampik, hasil audit BPK terhadap penggunaan dana bantuan parpol tahun 2012 lalu, ada parpol yang tidak membuat laporan pertanggungjawaban. Ia menambahkan bahwa temuan BPK bukan bertumpu pada persoalan kepengurusan. Namun demikian, Misban mengklaim bahwa kepengurusan PPI yang ia ketuai yang mendapat pengakuan dari DPP PPI. ‘’Sesuai SK yang ada sekarang,’’ tandasnya. Sebelumnya, Bakesbangpol Kota Mataram mengancam bakal menahan bantuan parpol yang bermasalah di internal mereka. Kebijakan ini, bukan hanya berlaku di lingkup Kota Mataram, melainkan secara nasional. Penjelasan dari Pemerintah Pusat, setiap parpol yang menerima bantuan, manakala masih terjadi permasalahan di internal parpol bersangkutan, maka Pemerintah berhak menunda dana bantuan untuk parpol itu. Sementara itu, mengenai parpol yang memiliki kursi di parlemen tetapi pindah partai, sepanjang ada pihak yang mempersoalkan, tetap akan ditunda jatah bantuan parpolnya. (fit)

Misban Ratmaji

(Suara NTB/cem)

CIDOMO - Sejumlah cidomo di depan Pasar ACC Ampenan tengah menunggu penumpang. Cidomo ini oleh anggota Komisi III DPRD Kota Mataram, Ahmad Tauhid, dihapuskan.

KPU Kirim Nama Pengganti ke DPRD Kota Mataram Mataram (Suara NTB) – KPU Kota Mataram akhirnya mengirimkan nama pengganti antar waktu menjawab surat DPRD Kota Mataram terkait nasib tiga anggota DPRD Kota Mataram yang nyaleg kembali melalui parpol lain. Nama pengganti ini diputuskan dalam rapat pleno yang berlangsung Jumat (30/8). Tepat sehari setelah DPRD Kota Mataram menjawab surat KPU Kota Mataram yang dinilai janggal dan membingungkan itu dan demo yang digelar sejumlah massa PPI (Partai Pemuda Indonesia). Komisioner KPU Kota Mataram, Agus Zaeroni yang dikonfirmasi Suara NTB, Senin (3/9) kemarin, mengungkapkan, menindaklanjuti surat Dewan, pihaknya sudah mengirimkan semua kebutuhan, baik DCT tahun 2009 di dapil anggota Dewan yang diusulkan untuk di-

PAW, form EB1 dan form ranking perolehan suara. Menurut dia, PAW hanya bisa dilakukan sesuai peraturan yang ada. ‘’Kami di KPU hanya memverifikasi dan memberitahukan kepada Dewan. Bahwa ranking perolehan suaranya ini. Surat sudah kami kirim tertanggal hari ini, Senin (3/ 9), dan sudah diterima Sekwan,’’ terangnya. Dikatakan Agus Zaeroni, ketika ada usulan PAW yang diajukan Dewan, adalah tugas KPU melakukan verifikasi, siapa yang berhak mengganti anggota Dewan yang diusulkan untuk diganti tersebut. Termasuk, terkait parpol yang berpolemik seperti PPI, dalam surat yang dikirim ke Dewan, KPU telah memberi catatan bahwa yang diajukan sebagai pengganti adalah caleg yang kala itu perolehan suaranya hanya berada di urutan keempat. ‘’Sedangkan yang ke dua dan keti-

ga masih ada,’’ imbuhnya. Agus Zaeroni memastikan, DPRD Kota Mataram tidak akan bingung dengan surat yang dikirim KPU Kota Mataram seperti surat sebelumnya yang sempat meminta Dewan melakukan verifikasi terhadap partai-partai yang mengajukan usulan PAW, sementara kegiatan melakukan verifikasi sama sekali bukan ranah tugas Dewan, melainkan KPU selaku penyelenggara pemilu. Sebelumnya, Sekretaris DPRD Kota Mataram, Lalu Aria Dharma BS, SH., mengatakan, pihaknya sempat bingung dengan permintaan verifikasi oleh KPU Kota Mataram. Namun setelah dikonfirmasi ke KPU yang rupanya karena sudah terlanjur bersurat kepada Dewan, tentu menunggu jawaban. Menurut Sekwan, surat itu lebih pada proses formalitas. (fit)

TPA Kebon Kongok Kembali Dilirik Investor Mataram (Suara NTB) – Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok di Desa Suka Makmur, Gerung, Lombok Barat yang dulunya sempat tidak bisa dimaksimalkan pengelolaannya, kini kembali dilirik oleh investor. Investor yang ingin berinvenstasi di sana, adalah PT. Dayak Eco Carpentry. Sebelumnya perusahaan asing yang dinahkodai oleh Prof. Dr. Laode M. Kamaruddin, dengan perusahaan yang berlabel Inggris telah ber minat dan bahkan telah menjalin komunikasi dan sempat menandatangi MoU dengan mantan Walikota Mataram, H. Moh. Ruslan. Akan tetapi karena terkendala masalah teknis, sehingga proyek pengelohan sampah tidak rampung dan mengakibatkan investor tersebut kabur. Data yang dihimpun koran ini, lahan produksi sampah di Kebon Kongok yang diinginkan oleh pihak investor sebanyak 32 Ha, namun jumlah tersebut tidak dapat terpenuhi. Mataram hanya dapat memenuhi 13,6 Hektar. Sementara untuk Kabupaten Lombok Barat hanya dapat memenuhi kuota lahan 8,6 Hektar. Sekretaris Dinas Kebersihan Kota Mataram, Ir. Gede Brata, Senin (2/9) mem-

(Suara NTB/dok)

Gede Brata

benarkan, ada investor dengan nama perusahaan yang sama, namun dengan pimpinan yang sama. Ia mengakui bahwa produksi sampah yang ada di TPA Kebon Kongok mencapai 300 ton perhari dari total sampah yang diangkut dari Mataram dan Lobar. Kandungan metan menjadi daya pikat investor asing tersebut, sekarang kembali lagi menaruh perhatian pada TPA Kebon Kongok, setelah kandungan alam tersebut, berubah menjadi listrik.

Terkait dengan jumlah muatan yang diterdapat dalam sampah tersebut, ia tidak bisa memastikan kapasitas muatan listrik yang terkandung pada sampah tersebut. Ia juga mengaku TPA Kebon Kongok telah lama dlirik oleh investor asing. Pihak investor telah melakukan penelitian dan pengujian kandungan listrik di TPA tersebut. Ke depan, lanjutnya, sampah yang telah lama tertimbun, akan dikeruk dan dijadikan kompos, untuk dijual kepada masyarakat. “Go atau tidaknya proyek tersebut, nanti Bulan Oktober,” ungkap Brata. Pasalnya Walikota Mataram telah memberikan apresiasi kepada pihak investor dalam upaya pengolahan sampah sebagai tenaga listrik. Tidak hanya itu, ia mengakui PT. Dayak Eco Carpentry telah mengantongi izin dari Menteri Lingkungan Hidup, untuk pengeksploitasian sampah sebagai energi listrik di TPA Kebon Kongok serta telah terdaftar dalam organisasi PBB. Ia berharap, investor tidak hanya memberikan angin surga kepada Pemkot Mataram, akan tetapi memberikan realisasi dari program yang telah diagendakan tersebut. Serta sampah yang ada di Kebon Kongok dapat diproduksi secara maksimal. (cem)

’’

Cidomo-cidomo dihapus dan bentor itu menjadi alternatif penggantinya dalam bidang alat angkutan roda tiga tersebut. Tauhid mengapresiasi hadirnya bentor sebagai alternatif tambahan alat angkutan di Mataram. Tetapi di sisi lain, kalau bentor terus dibiarkan berkembang tanpa ada aturan yang jelas, dikhawatirkan akan menjadi PR baru bagi Pemkot Mataram. Kalau berbicara tentang keamanan dan kenyamanan, memang harus ada regulasi dan regulasi tersebut harus ada ketegasan. Menurut Tauhid, Dishubkominfo tidak perlu saling tunggu dengan pihak kepolisian untuk sekadar melakukan penertiban. ‘’Ini harus ada inisiatif menurut saya. Ndak perlu tunggu polisi. Kalau polisi itu kan nanti setelah ada masalah,’’ imbuhnya.

(Suara NTB/fit)

Ahmad Tauhid

Yang perlu dilakukan sekarang adalah antisipasi permasalahan. Antara lain dengan regulasi. Kalau sekarang dilarang tentu akan menimbulkan persalan baru karena keberadaan bentor di Mataram ini sudah marak sekali,’’ katanya. (fit)

Tidak Beroperasinya Kano Karena Debit Jangkuk Berkurang Mataram, ( Suara NTB ) – Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana membantah operasional kano-kano yang di aliran Sungia Jangkuk Ampenan Kota Mataram, mangkrak. “Tidak ada yang mangkrak, itu hanya masalah teknis saja,” demikian Wakil Walikota Mataram ketika dikonfirmasi, Senin (2/9) kemarin. Menurut dia, kano yang telah dilaunching beberapa bulan lalu, di Sungai Jangkok, Mataram dihajatkan sebagai wahana rekreasi masyarakat dan sebagai ajang promosi Kota mataram. Akan tetapi, sejauh ini, diduga masih belum bisa dimaksimalkan. Terkait kendala beroperasinya kano di Sungai Jangkuk tersebut, katanya, hanya karena kurangnya debit air. Sehingga tidak bisa berfungsi secara maksimal kano tersebut. Ia juga membantah, bahwa kano yang telah di launcing beberapa bulan lalu tersebut, telah ada yang rusak. Mohan menegaskan bahwa dalam waktu dekat ini, kano akan dioperasikan kembali, setelah proses pengerukan dan pelebaran lahan di Sungai Jangkuk. “Kita sudah koordinasikan dengan PU kota

Mataram, untuk segera mengeruk Sungai Jangkuk,” tegasnya. Tidak hanya itu, masalah sampah juga menjadi keluhan pengunjung wahana tersebut. Ia mengaku, pihaknya telah membuat jaring untuk menghadang sampah, sehingga dapat meminimalisir sampah. Pihaknya telah berupaya melakukan perbaikan untuk menjaga kenyamanan masyarakat. Sebelumnya kano yang dijadikan sebagai ajang rekreasi masyarakat, khususnya anak-anak, remaja dan orang dewasa, sangat mengapresiasi hajat Pemkot Mataram, untuk pengadaan kano sebagai wahana permainan. Namun belakangan ini, kano tersebut sudah tidak lagi dipergunakan. Bahkan yang kano tersebut hanya tergeletak dan ditutupi terpal dibawah Kafe Sungai Jangkuk. Ada juga kano yang mulai rusak dan tidak bisa difungsikan lagi. Mohan berharap, ke depan masyarakat bisa memaksimalkan pemanfaatan wahana air tersebut sehingga sungai tidak menjadi tempat pembuangan sampah, tetapi juga bisa dijadikan sebagai promosi rekreasi Kota Mataram. (cem)

Pos Pengamanan Eks Pelabuhan Ampenan Segera Dioperasikan Mataram (Suara NTB) – Pos penjagaan di eks Pelabuhan Ampenan akan segera dioperasikan. Penjagaan tersebut rencananya diamanahkan kepada Babinsa, Polisi dan Satpol PP Kota Mataram. Tetapi sejauh ini, penjagaan masih akan dibahas secara mendalam terkait teknis pelaksanaannya. Disinggung mengenai kapasitas personel keamanan yang akan diterjunkan, Wakil Walikota Mataram yang juga Ketua Tim Revitalisasi Eks Pelabuhan Ampenan, H. Mohan Roslikana, ketika dikonfirmasi, Senin (2/9) mengaku tidak bisa memastikan secara jelas jumlah keamanan yang akan diterjunkan nanti. “Pokoknya Babinsa, Polisi dan Satpol PP akan kita terjunkan,” ungkapnya. Terkait maraknya oknum

masyarakat yang mengkonsumsi minuman keras di eks Pelabuhan Ampenan tersebut, Mohan menegaskan, akan terus berupaya mengentaskan perilaku negatif masyarakat. Salah satunya adalah dengan membangun pos keamanan serta akan menindak tegas oknum yang bersangkutan. Tidak hanya itu, aparat keamanan akan terus di-stand by-kan secara optimal dalam rangka memantau kondusivitas keamanan. Dalam kesempatan itu, ia mengharapkan masyarakat untuk terus mendukung pemerintah secara internal dan terus mendukung dalam mengupayakan pelaksanaan penertiban dan menciptakan kondisi aman dan nyaman, sehingga mendukung visi misi Kota Mataram yang maju, religius dan berbudaya. (cem)


SUARA NTB

Selasa, 3 September 2013

Puluhan Siswa Ikuti Workshop Penulisan Cerpen Mataram (Suara NTB) Minat siswa SMA di Pulau Lombok menulis sastra, khususnya cerita pendek (cerpen) cukup tinggi. Atas dasar ini, Gerakan Akino, Absano, Adono (3A) Provinsi NTB menggelar Workshop Penulisan Cerpen dengan tema ‘‘Duduk, Berpikir dan Mulailah Menulis’ di Aula SMKN 2 Mataram. Kegiatan ini menghadirkan pembicara tunggal Kiki Sulistiyo dan dihadiri 90 siswa. Direktur Bumi Mataram, Agus Sopiandi, ST, menyampaikan kegiatan ini dilatarbelakangi adanya kebutuhan akan minat baca dan tulis di tengah-tengah siswa. ‘’Mereka secara sadar atau tidak, sebenarnya telah mempunyai potensi untuk menulis, akan tetapi di samping banyaknya potensi tersebut, mereka juga perlu memperoleh pengetahuan seputar bagaimana menulis cerpen yang baik dan benar,’’ ujarnya. Kegiatan ini akunya, merupakan kegiatan lanjutan dari lomba menulis cerpen yang sebelumnya juga dilaksanakan oleh Gerakan 3A tahun 2012 silam. Kegiatan ini digelar setelah melihat tingginya animo siswa-siswi mengikuti lomba. Selain itu, dirinya juga meminta kepada semua pihak , tidak hanya pemerintah, tetapi NGO atau masyarakat luas secara umum. Termasuk pihak sekolah mendukung penuh potensi siswa-siswa yang gemar menulis tersebut, karena mereka berpotensi menjadi penulis-penulis hebat. (dys)

Pencairan Sertifikasi Guru Dinilai Berbelit-belit Mataram (Suara NTB) Pencairan dana sertifikasi guru di beberapa kabupaten/kota masih berbelit-belit. Para guru yang akan menerima dana sertifikasi ini diharuskan menandatangani Surat Pertanggungjawaban (SPJ) sebelum menerima transfer dana sertifikasi. Hal ini terungkap pada dengar pendapat tentang tunggakan sertifikasi guru di beberapa kabupaten/kota NTB yang dihadiri Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) NTB, Dinas Dikpora Kota Mataram, Ketua PGRI Kota Mataram, Ketua PGRI NTB dan Ombudsman RI Perwakilan NTB, Senin (2/9). Ketua PGRI NTB Drs. H. Ali H. Rahim, melihat penandatanganan SPJ ini terkesan berbelit-belit dan menghambat proses pencairan sertifikasi. “Lalu kalau guru dimintai tanda tangan sebelum dia menerima uang, menurut saya itu sangat menghambat dan mengada-ada. Karena hingga sekarang tidak kita temukan juknis yang seperti itu,” ungkapnya. Diakuinya, dari data Dinas Dikpora NTB, beberapa kabupaten/kota seperti Kabupaten Lombok Timur, Lombok Tengah dan Bima, guru baru mendapatkan transfer sertifikasi guru setelah guru bersangkutan menandatangani SPJ. Secara teknis, ujarnya, dinas kabupaten/kota mengajukan surat pengajuan pembayaran atau SPP. Dari SPP tersebut dibuatkan Surat Perintah Membayar (SPM) berupa surat perintah pencairan dana dari kas daerah di kabupaten/kota kepada bankbank penyalur. ‘’Dari sanalah guru yang namanya sesuai dengan rekeningnya akan ditransferkan sejumlah dana,’’ ujarnya. Dilihat dari segi efektivitas pun hal itu tidak perlu dilakukan, karena akan terjadi pemborosan. Sebab ketika guru akan tanda tangan, para guru harus jauh-jauh datang ke kota meninggalkan pekerjaannya di sekolah. ‘’Harusnya pencairan ini dilakukan sesuai dengan prosedur yang ada. Jadi tidak ada panduan juknis maupun nomenklatur ataupun dasar hukum yang mengisyaratkan seperti itu. Inikan berlaku nasional, jangan mengada-ada sesuatu yang tidak ada, sehingga dapat memperlancar semua proses itu,” ujarnya mengingatkan. Padahal menurut aturan yang ada, transfer dana harus dilakukan pada minggu pertama dan kedua setiap triwulannya. Baru setelah terbayar, akan dibuat laporan per triwulan. Hal ini dilakukan untuk mengetahui posisi keuangan daerah, apakah terjadi kelebihan dari jumlah guru yang sudah ditransfer atau kekurangannya. Kedua poin ini harus dilaporkan nantinya ke pusat. (nia)

Halaman 3

Antisipasi Poktan Fiktif

BP4KKPD Registrasi Ribuan Kelompok Giri Menang (Suara NTB) Mengantisipasi kelompok tani (poktan) fiktif, Pemkab Lombok Barat (Lobar) melalui Badan Pelaksana Penyuluh Pertanian, Perikanan, Kehutanan dan Ketahanan Pangan Daerah (BP4KKPD) melakukan registrasi 1.475 poktan. Penerbitan register poktan ini melalui SK penetapan poktan bidang pertanian, perikanan dan kehutanan. Kepala BP4KKPD, M. Najib menyatakan, registrasi ini merupakan bentuk pembinaan dan pengembangan poktan. “Sebanyak 1.475 poktan kami register, bertujuan agar tidak ada poktan fiktif,” ungkap Najib, Senin (2/9).

Pihaknya tidak menampik, keberadaan poktan fiktif cukup banyak. Untuk itu, adanya registrasi ini bisa mengantisipasi keberadaannya. Register, lanjutnya, penting dalam menjaga akuntabilitas bantuan, sehingga setiap pemberi-

an bantuan ke kelompok dari pemerintah bisa terjamin. Di sisi lain, Lobar juga mengalami kekurangan penyuluh mencapai puluhan orang. Pasalnya, dalam dua tahun terakhir 40 persen penyuluh akan pensiun. Kurangnya

penyuluh ini, berdampak terhadap sosialisasi kepada petani terkait pertanian, peternakan dan kehutanan. Najib menyebutkan, jumlah penyuluh PNS sebanyak 126 orang, penyuluh THL sebanyak 84 orang. Totalnya sebanyak 210 orang. Dirincikan, penyuluh pertanian sebanyak 178 orang penyuluh, perikanan sebanyak 17 orang dan kehutanan sebanyak 15 penyuluh. “Masih sangat kurang penyuluh di Lobar, makanya kami berharap ada for-

masi penerimaan penyuluh,”ungkap Najib. Keberadaan tenaga-tenaga penyuluh di Lobar perlu adanya regenerasi dalam upaya meningkatkan kinerja. Terdapat 70 persen tenaga penyuluh yang telah berusia di atas 50 tahun yang harus segera diremajakan mengingat tugas berat yang harus dikerjakan tenaga penyuluh dengan kondisi topografi Lobar. Dari jumlah penyuluh yang ada, 70 persen di antaranya berusia di atas 50 tahun. (her)

Perlindungan Hukum, Masyarakat Adat dan Pengelolaan Hutan HAK atas hutan sebagaimana yang diatur dalam undang-undang acapkali mengabaikan keberadaan hak masyarakat adat dalam pengelolaan hutan. Meskipun berbagai hasil penelitian telah mengusulkan bahwa masyarakat hukum adat telah memiliki kearifan lokal dalam pengelolaan hutan. Konflik pengelolaan hutan antara negara disatu sisi dan masyarakat hukum adat di sisi lain acapkali berdampak pada hilangnya akses hak masyarakat adat atas sumberdaya hutan dan budaya (kearifan lokal) mereka yang pada gilirannya juga menyebabkan kerusakan hutan. Sedangkan hutan yang dikelola dengan berbasis pada negara berdasarkan undangundang banyak menimbulkan konflik sehingga kondisi hutan

(Suara NTB/ist)

banyak mengalami kerusakan. Hal tersebut disebabkan ada pihak-pihak yang menyalahgunakan wewenang seperti yang terjadi pada masyarakat Desa Sesaot di Lombok Barat. Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum empirik dengan pendekatan yuridis antropologis dan yuridis sosiologis dengan mengambil lokasi di Bayan Lombok Utara dan di Desa Sesaot Lombok Barat. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder, dengan tehnik analisis kualitatif. Masalah penelitian akan dikaji dengan teori perlindungan hukum, teori efektivitas hukum, teori pluralisme hukum, teori keadilan, teori negara hukum dan negara kesejahteraan,teori receptio in conplexu dan teori konflik hukum. Hasil penelitian ini menyimpulkan: 1) Masyarakat adat Bayan telah mempertahankan kearifan lokal dalam mengelola hutan adat dengan mengfungsikan pranata-pranata adat Bayan serta menerapkan awiq-awiq dan sanksi adat dalam pengelolaan hutan serta melaksanakan ritual adat “Selamatan Olor”, yang diyakini memiliki makna

filosofi yang sangat dalam untuk menjaga keseimbangan antara masyarakat adat dengan Tuhan, dengan sesama dan dengan alam lingkungan, sehingga hutan tetap terjaga dan lestari hingga sekarang. 2) Walaupun hutan adat Bayan sudah dijaga dengan ketat namun ada juga yang melakukan pencurian kayu di hutan adat yakni pada tahun 1988 oleh oknum aparat tahun 2009 dan tahun 2011 oleh masyarakat adat. Implikasi hukumnya pada penerapan awiq-awiq dan sanksi adat. Sedangkan konflik hukum yang terjadi di Sesaot adalah karena masyarakat menolak peraturan Dinas Kehutanan tentang Taman Hutan Raya dalam pengelolaan hutan kemasyarakatan sehingga masyarakat menolak dan menuntut untuk mengembalikan fungsi hutan menjadi hutan lindung dan produksi. Implikasi hukumnya diwujudkan dengan kesepakatan dan kesepahaman yang isinya bahwa masyarakat boleh melakukan penanaman sesuai aturan hutan kemasyarakatan pada areal taman hutan raya. 3) Hak - hak masyarakat adat dalam pengelolaan hutan adat dan hutan kemasyarakatan memang telah mendapat pengakuan dari berbagai perundang-undangan dan Peraturan Pemerintah maupun pengaturan dalam awiqawiq namun belum ada pasal yang menyatakan memberikan perlindun-

gan hukum sehingga model kontruksi perlindungan hukum yang dirumuskan adalah :1) Masyarakat hukum adat harus dilindungi hak-haknya dalam mengelola dan memanfaatkan hutan adat. 2) Hakhak masyarakat Sesaot dalam penanaman dan pemanfaatan hasil hutan pada

masa mendatang harus dilindungi secara berkesinambungan. 3) Masyarakat dilindungi hakhaknya dalam mengelola hutan adat dan hutan kemasyarakatan secara adil dari gangguan pihak ke tiga dalam memanfaatkan hasil hutan. (*)

Kata Kunci : Perlindungan hukum, masyarakat adat dan pengelolaan hutan. KOMISI PROMOTOR Promotor : Prof.Dr.I Nyoman Nurjaya,SH.,MH. Ko-Promotor : Prof. Dr.Lalu Husni,SH., M.Hum. Ko-Promotor : Dr.Rachmad Safa’at,SH.,M.Si. TIM DOSEN PENGUJI Penguji 1 : Prof.Dr. Koesno Adi, SH.,M.S Penguji 2 : Prof.Dr. Sudarsono,SH.,M.S Penguji 3 : Dr.Prija Djatmika,SH.,M.S Penguji 4 : Dr.Anang Husni,SH.,MH.

(Suara NTB/ist)

Ni Wayan Rasti, SH,M.Ag sedang memaparkan hasil disertasinya di hadapan Dewan Penguji (kiri). Sementara Ni Wayan Rasi, SH.M.Ag berkesempatan foto usai memaparkan hasil disertasinya.


11 Persen Desa di Bima Belum Tebus Raskin Kota Bima (Suara NTB)Hingga Agustus 2013, penyaluran beras miskin (raskin) untuk wilayah Kabupaten Bima, Kota Bima dan Kabupaten Dompu sudah mencapai 81 %. Dengan demikian, tercatat masih 11 % Desa yang ada di tiga daerah tersebut yang belum menebus raskin. Demikian diungkapkan Satuan Kerja (Satker) Penyaluran Raskin, Bulog Sub Divre Bima, Sukardin, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (2/9). Dijelaskannya, penyaluran raskin ini sejak bulan Januari hingga September ditambah raskin ke 13 dan ke 14. Sementara Raskin ke 15 belum disalurkan. Sebab, raskin baru bisa disalurkan setelah ditebus oleh panitia di tingkat desa. Jika hari ini dibayar, maka panitia di masing-masing desa bisa langsung menebus dengan menunjukkan bukti penyetoran. Hanya saja, dipekirakan 15 % desa tersebut belum dialurkan karena belum menebus dengan berbagai kemungkinan permasalahan. Salah satunya karena uang dari masyarakat belum terkumpul. “Cuma apa iya, masyarakat tidak bisa bayar?,” tandasnya. Sebab, harga raskin sendiri perkilo sebesar Rp 1.600. Untuk mengantisipasi ini, pihaknya menyarankan ke masing-masing desa untuk mengumumkan melalui masjidmasjid jika ada program seperti ini. Agar tidak muncul masalah dan diketahui oleh masyarakat luas. Berdasarakan data yang dimiliki pihaknya, jumlah raskin untuk ke tiga wilayah ini sendiri untuk tahun 2013 sebanyak 1.029 ton lebih untuk satu bulan. Di mana Kota Bima tercatat sebanyak 9.326 RTSPM (Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat), Kabupaten Bima sbanyak 39.204 RSTPM dan Kabupaten Dompu 2.133 RTSPM. “Masing-masing penerima ini mendapatkan jatah 15 kg raskin, sehingga total keseluruhan raskin untuk satu bulan sebanyak 1.029 ton lebih,” terangnya. (use)

SUARA PULAU SUMBAWA

Massa di Bima Bakar Raskin Bima (Suara NTB) Puluhan massa yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Anti Korupsi (Gerak) NTB, berakhir ricuh. Aksi puluhan pendemo ini terkait beras miskin (raskin) yang diduga tak berkualitas. Aksi yang dikoordinir Yasin ini digelar sekitar pukul 09.00 Wita. Massa berkonsentrasi di pertigaan jalan negara di Kecamatan Bolo. Namun baru lima menit melakukan aksi, bentrok pecah. Pasalnya, massa yang melakukan pemblokiran jalan memancing reaksi dari aparat. Aparat yang mencoba mengambil material yang digunakan untuk memblokade jalan, rupanya tidak diterima oleh massa. Mereka merasa aparat tidak melakukan konfirmasi terlebih dahulu untuk membuka blokiran jalan itu. Hingga akhirnya bentrok pecah selama lima menit. Setelah bentrok tersebut, massa kembali melanjutkan aksinya. Aksi ini berlangsung hingga pukul 11.30 Wita. Selain diwarnai aksi bakar ban bekas, aksi ini juga diwarnai dengan teatrikal membakar keranda

mayat. Bahkan, massa juga membakar raskin yang dinilai tak berkualitas sebagai bentuk kekecewaan. Hanya saja, saat aksi blokade berlangsung, massa juga nyaris bentrok dengan pengendara yang merasa perjalanannya terganggu. Dalam orasinya, Gerak NTB menuntut pemerintah segera mencopot kepala Bulog Cabang Bima yang menyalurkan beras busuk kepada masyarakat penerima raskin. Pasalanya, kualitas raskin yang disalurkan oleh Bulog dan mitranya tak bermutu. Bahkan tak sesuai standar yang ditetapkan oleh Pemerintah. Disamping itu, kuantitas beras juga sengaja dikurangi oleh pihak Bulog dengan maksud memperoleh keuntungan yang tinggi. “Kita minta secara tegas Kepada Pemerintah berwenang untuk mencopot Kepala Bulog Sub Divre Bima dari

jabatannya serta Kepala Gudang Bulog yang ada di Kecamatan Bolo,” tandasnya. Untuk itu, lanjutnya, masyarakat Kabupaten Bima khususnya masyarakat Kecamatan Madapangga tidak akan tinggal diam melihat penyimpangan yang dilakukan oleh Bulog. Pemerintah Kabupaten Bima, juga diminta tidak tinggal diam dan turun ke lapangan untuk melakukan peninjauan sejauh mana penyimpanganpenyimpangan yang terjadi. “Kalau kita kalkulasikan, berapa miliar kerugian negara dan uang rakyat yang dimaling oleh pihak Bulog,” katanya. Senada dengan Yasin, Rizal menegaskan rusaknya mutu beras yang dibagikan bukan indikasi lagi. Berdasarkan hasil temuan di lapangan, raskin yang disalurkan pihak Bulog tak layak dikonsumsi.

Taman Kota Sumbawa Segera Dibuka Sumbawa Besar (Suara NTB) Tahap pertama pembangunan Taman Kota Sumbawa yang terletak di samping kantor Bupati Sumbawa, sudah rampung. Pembangunannya dilanjutkan pada tahap kedua dan ketiga pada tahun depan. Namun, penggunaannya sudah bisa dilakukan tahun ini dan segera dibuka untuk umum. Sebagaimana disampaikan Kepala Bappeda, L. Suhardmaji, S.T, M.T, usai mendampingi Bupati Sumbawa saat meninjau Taman Kota dimaksud, Senin (2/9), pembangunan Taman Kota memakan waktu tiga tahap. Tahap pertama tahun ini telah diselesaikan dengan pagu anggaran sekitar Rp. 1,3 miliar. Tahap berikutnya juga dengan nilai anggaran yang sama dari APBN hingga 2015. Pada tahap berikutnya nanti, sebelah kanan taman akan dibangun permainan anak-anak. Pada setiap sisi tembok akan dibuatkan relief khas Sumbawa. Serta adanya penambahan lapak untuk para pedagang. “Sekarang sudah ada lima lapak. Untuk tempat makan, perlu ada meja, perlu ada dibuat ATM dan lainnya. Dalam beberapa hari ke depan, akan dioperasikan dan sudah bisa digunakan masyarakat,” terangnya. Bupati Sumbawa, Drs. H. Jamaluddin Malik menambahkan, proses pengerjaan memang masih cukup panjang. Namun, dalam waktu dekat sudah dapat digunakan masyarakat. Selain diharapkan menjadi ruang hijau terbuka, pembangunan RTH ini juga untuk menyelamatkan aset daerah. Pengelolaan taman ini diserahkan kepada BPM-LH. “Nanti akan kita lakukan uji publik dulu. Untuk mendapat kritik dan saran dari masyarakat,” demikian bupati. (arn)

(Suara NTB/arn)

TAMAN KOTA - Bupati Sumbawa Jamaluddin Malik meninjau Taman Kota, Senin (2/9). Tampak di belakang lapak yang akan digunakan para pedagang untuk berjualan di Taman Kota.

(Suara NTB/ist)

DEMO RASKIN - Aksi kelompok massa di Bima yang menuntut agar kualitas raskin lebih diperhatikan pemerintah, Senin (2/9). “Pokonya luar biasa baunya, juga tidak memenuhi standar kualitas,” ujarnya. Seharusnya, lanjutnya, Pemerintah bersikap tegas untuk menindak lanjuti masalah ini. Kapolsek Bolo, Iptu Burhanudin yang dikonfirmasi membantah ada anggotanya terluka dalam aksi ini. ‘’Memang

ada ketegangan dalam aksi, namun aksinya tidak terlalu panas,” katanya. ‘’Kami juga tidak terpancing, sebab massa juga jumlahnya tidak terlalu banyak,” sambungnya. Menurut Kapolsek, dalam aksi itu ada anggotanya yang terdorong sampai papan namanya jatuh. (use)

Dampak Kekeringan Mulai Dirasakan Warga Dompu

Perajin Tempe di Bima Berhenti Beroperasi Kota Bima (Suara NTB) Tingginya harga kedelai hingga mencapai Rp 8.000/kg berdampak langsung pada perajin makanan olahan termasuk perajin tahu-tempe. Bahkan beberapa pabrik tahu-tempe di Kota Bima terpaksa berhenti beroperasi lantaran stok kedelai di Kota Bima dan sekitarnya sudah habis. Bahkan disinyalir, stok kedelai dimonopoli oleh pemborong besar. Salah satu perajin tahu-tempe yang terpaksa menutup pabiknya yakni Sirajudin. Sirajudin dan kakaknya terpaksa menutup lantaran stok kedelai di Kota Bima sudah habis. Selama dua hari terakhir, dia sudah berupaya mencari di sejumlah pengumpul dan petani di sejumlah Kecamatan yang menjadi langganannya namun sudah tidak ada. Praktis, dia pun terpaksa menghentikan aktivitas produksinya. “Hari ini stop, karena tidak ada kedelai,” ujarnya. Menurut Sirajudin, stok kedelai ini habis sudah dua hari terakhir. Lantaran di Kota Bima sudah tidak ada, dia pun berupaya mencari ke sejumlah pengumpul dan petani di Kabupaten Bima yakni Kecamatan Sape dan Parado untuk menyambung usahanya. Namun hasilnya tetap nihil karena stok di Kabupaten Bima juga sudah habis. Bahkan yang dia dengar, stok di beberapa pengumpul di Kecamatan-Kecamatan di Kabupaten Bima habis karena diborong oleh pengusaha besar. “Saya telpon dia, katanya nanti ambil di Kota Bima. Tapi pas saya ke gudangnya, dia (pengusaha besar, red) bilang sudah tidak ada,” ujar Sirajudin lagi. Masih yang dia dengar, jumlah kedelai yang dimonopoli oleh pengusaha keturunan tersebut sebanyak 40 ton. Dijelaskannya, biasanya sebelum harga naik dan langka dia bisa mendapatkan sebanyak lima hingga enam ton kedelai. Untuk produksi sendiri, dia mampu menghabiskan dua ton kedelai dalam sehari. Masih berdasarkan pernyataan Sukardin, di Kelurahan setempat juga ada lima perajin tahu-tempe lainnya. Ada juga yang sudah tutup, ada yang stoknya menipis dan ada yang stoknya masih untuk lima hari ke depan. Menyusul adanya kelangkaan kedelai ini, dia pun meminta pemerintah Kota Bima melalui Diskoperindag untuk lebih aktif melakukan pengawasan. Sebab selama ini, Diskoperindag tak pernah memberikan kontrol. Hal senada juga diungkapkan oleh Eni, perajin tahu yang juga berlokasi di Kelurahan Penatoi. Meski Eni masih memiliki stok untuk beberapa hari kedepan namun dia tetap meminta pemerintah untuk turun tangan. Pasalnya, harga kedelai saat ini sudah mencapai Rp 7.000 bahkan Rp 8.000/ kg. “Itu pun sekarang sudah langka,” tandasnya. Sementara sebelumnya, pihaknya masih bisa bernafas lega menjalankan usahannya lantaran harga kedelai masih Rp 6.500. Berdasarkan informasi yang dia terima juga, bahwa kelangkaan pasokan kedelai ini karena adanya aksi borong oleh oknum pengusaha bermodal besar. (use)

Halaman 4

(Suara NTB/ula)

BAKAR BAN - Ahli waris Ompu Kula pemilik lahan di lokasi pembangunan TPA Bara bersama sejumlah aktivis membakar ban bekas saat melakukan aksi di simpang Sipon Desa Bara, Senin (2/9).

Dompu (Suara NTB) Musim kemarau yang melanda Kabupaten Dompu mulai berdampak pada lahan pertanian. Beberapa lokasi tanaman padi terancam gagal panen akibat kekeringan. Namun pemerintah mengaku belum menghimpun data kekeringan di setiap wilayah. Beberapa lokasi yang mulai merasakan kekurangan air seperti di lahan pertanian di Dusun Buncu Desa Matua dan di Bara dengan luas areal sekitar 10 ha. Di Buncu, tanaman padi petani terancam gagal panen karena tidak mendapatkan pasokan air. Begitu juga dengan di Bara. “Kalau di Bara, awalnya pemilik gagal panen kedelai karena banyaknya air. Ketika dia beralih menanam padi, sekarang dia kesulitan air dan terancam kekeringan,” kata Supardin, salah seorang pet-

ani di Bara. Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Dompu, Iwan Iskandar, API yang dihubungi terpisah, Senin (2/9), mengaku hingga saat ini belum mendapatkan laporan soal kekeringan. Biasanya, bila ada kekeringan pihak penyuluh maupun KCD Pertanian di Kecamatan akan memberikan laporan. “Sampai hari ini kita belum mendapatkan laporan dari KCD. Biasanya, kalau ada kekeringan langsung dihimpun petugas dan disampaikan ke Dinas,” katanya. Kalau pun ada yang mengalami kekeringan, dikatan Iwan Iskandar, saat ini masih bersifat sporadis. Tetapi bila kekeringan sampai menyebabkan gagal panen, pemerintah akan mengupayakan bantuan benih. “Tapi sampai hari ini belum ada laporan,” jelasnya. (ula)

Pemilik Lahan TPA Bara Tuding Pemda Tidak Berniat Selesaikan Masalah Dompu (Suara NTB) Ahli waris Ompu Kula pemilik lahan di lokasi pembangunan tempat pembuangan akhir (TPA) Bara Kecamatan Woja menuntut pemerintah untuk membayar ganti rugi lahan. WargPemilik Lahan TPA Bara Tuding Pemda Tidak Miliki Niat Selesaikan Masalah a menuding pemerintah daerah (Pemda) tidak memiliki niat baik untuk menyelesaikan persoalan lahan TPA. Penyiapan dokumen kepemilikan lahan yang disarankan Pemda justru diingkari. Tuntutan ahli waris ini disuarakan dalam aksi unjuk rasa yang mengambil posisi star di simpang Sipon Desa Bara Kecamatan Woja menuju kantor Camat Woja, Kantor Pemda Dompu dan kantor DPRD Dompu, Senin (2/9). Sebelum melanjutkan aksi ke kantor Camat Woja, massa aksi sempat memblokir jalan Negara di simpang Sipon Bara dan melakukan aksi bakar ban bekas. Tetapi aksi di Bara ini tidak berlangsung lama. Johansyah, koordinator aksi unjuk rasa dalam orasinya menjelaskan, masalah lahan TPA Bara bermula dari penguasaan oleh Ompu Kula kakek dari Guntur M. Hasan sejak tahun 1940-an.

Dalam perjalanannya, di masa kepemimpinan Drs H Hidayat Ali sebagai Bupati Dompu tahun 1997 ditunjuk menjadi lokasi pembangunan TPA. “Sejak penunjukannya sebagai lokasi TPA hingga saat ini belum pernah dilakukan ganti rugi atas kepemilikan lahan,” jelasnya. Upaya persuasif telah ditempuh pemilik lahan bersama pemerintah daerah (Pemda) dan disarankan untuk melengkapi dengan surat-surat kepemilikan lahan. Setelah surat Desa dan Camat serta bukti klasiran kepemilikan tanah, justru pemerintah kembali meminta bukti sertifikat. “Setelah diurus sertifikatnya, pemerintah melalui Sekda justru melarang BPN untuk menerbitkan sertifikat atas kepemilikan lahan warga,” kata Johansyah. Kini pemerintah mengklaim bahwa lahan di lokasi pembangunan TPA sebagai milik pemerintah dengan berpatokan kepada penguasaan lahan dan pemberian ganti rugi kepada penggarap lahan. Sementara ganti rugi atas kepemilikan lahan tidak dilakukan pemerintah. “Kita tantang pemerintah untuk menunjukkan bukti kalau lahan itu telah dibebaskan pemerintah,” tantangnya. Aksi unjuk rasa ahli waris

Ompu Kula yang berakhir di kantor DPRD Dompu ini diterima oleh beberapa anggota Dewan dan dipimpin Ilham Yahyu, S.Pd. Namun dalam aksi tersebut, Dewan hanya mendengarkan aspirasi dari pengunjuk rasa dan direncanakan pada Rabu (4/9) ini akan dipertemukan dengan Bagian Tata Pemerintah Setda Dompu, BPN dan Dinas PU Dompu. Kepala Bagian Humas Setda Dompu, Abdul Sahid, SH yang dihubungi terpisah, mengaku bahwa lahan di lokasi pembangunan TPA Bara sebagai lahan pemerintah. Bukti kepemilikan dan pembebasan lahan itu dimilikinya pemerintah. Apalagi lahannya telah dikuasai pemerintah sejak belasan tahun lalu sebagai TPA dan undang – undang pertanahan mengatur bahwa kepemilikan lahan apabila dikuasai dalam rentang waktu beberapa tahun. “Kita tetap mengacu bahwa lahan itu milik pemerintah,” katanya. Namun pemerintah tetap terbuka kepada masyarakat dan akan siap membayar ganti rugi bila ada kepemilikan lahan. Bukti kepemilikan dimaksud adalah sertifikat. “Karena kita tidak ingin ada masalah kemudian, seperti ada pihak lain yang mengklaim sebagai pemilik,” jelasnya. (ula)

Bupati Inginkan Gugatan Pengusaha Batu Gong Jalan Terus Sumbawa Besar (Suara NTB) Bupati Sumbawa, Drs. H. Jamaluddin Malik, menolak menghentikan gugatan kasus perdata yang dilayangkan para pengusaha Batu Gong di Pengadilan Negeri (PN) Sumbawa, meski pihak pengusaha telah mencabut gugatan dimaksud. “Kayak apa dulu pencabutannya, kita akan lihat. Pada prinsipnya kita akan teruskan. Jangan asal cabut saja,” tandas bupati ketika dikonfirmasi soal sikap Pemkab, Senin (2/9).

Kajari Sumbawa, Sugeng Hariadi, S.H, M.H, usai melaporkan perihal pencabutan gugatan pengusaha Batu Gong menyatakan, pihaknya mengikuti keinginan Pemkab selaku pemberi kuasa. ”Kalau lanjut, ya lanjut. Yang memberikan kuasa bilang lanjut, ya Saya lanjutkan. Siap jalan terus,” tukas Sugeng. Sebelumnya, salah satu kuasa hukum Pemkab Sumbawa, Burhan, S.H, M.H, juga menyatakan, pencabutan gugatan tidak bisa dilakukan tan-

pa persetujuan pihak tergugat yaitu Pemkab. Pihaknya akan melihat dulu, alasan pencabutan gugatan itu. Diketahui, pengusaha kafe Batu Gong melayangkan gugatan perdata kepada Pemkab Sumbawa, atas pembongkaran bangunan di wilayah tersebut. Dengan menuntut Pemkab ke PN Sumbawa untuk membayar ganti rugi miliaran rupiah. Namun, dalam proses persidangan, pihak penggugat mencabut kembali gugatannya. (arn)

(Suara NTB/ula)

KURANG AIR - Tanaman padi milik petani di Buncu yang terancam gagal panen akibat kekurangan air.

Penanganan Ruas Jalan Negara di Sumbawa Terhambat Material Sumbawa Besar (Suara NTB) Penanganan ruas jalan negara di Sumbawa hingga simpang Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dekat Pelabuhan Tano, terkesan lamban dan sampai saat ini masih dikerjakan. Ternyata, pengerjaan tersebut memang membutuhkan waktu yang cukup panjang. Apalagi ada material yang harus dicari keluar daerah, karena tidak tersedia di Sumbawa. Kepala Bappeda Sumbawa, L. Suharmadji, S.T, M.T, didampingi Kabid Sarana, Priyadi Primaputra, S.T, Senin (2/9), membantah kalau dikatakan penanganan jalan tersebut berjalan lambat. Terasa lambat, karena dipengaruhi sejumlah faktor. Terutama ketiadaan salah satu material di dalam daerah, sehingga harus dicarikan ke tempat lain. “Ada jenis material yang tidak bisa didapatkan di Sumbawa,” jelasnya. Persoalan lainnya, struktur dasar tanah di wilayah barat Sumbawa yang labil, karena berada di pinggir laut. Seperti di depan SMK Alas, sehingga dibuatkan talut terlebih dahulu, agar air laut bisa turun secara perlahan. “Memang membutuhkan waktu. Untuk pengecoran saja butuh satu bulan, tanpa bisa dilakukaan

pengerjaan lain di atasnya. Hanya bisa melakukan pekerjaan minor, sehingga harus menunggu,” sebutnya. Ada pula beberapa jembatan yang butuh peremajaan. Dua di wilayah barat seperti di Labuan Burung, dan dua di wilayah timur. Seluruh ruas jalan negara juga butuh pelebaran sekitar enam meter. Meski demikian, pengerjaan jalan nasional fokus Sumbawa – Simpang KSB tuntas tahun ini. Sementara untuk jalan Kabupaten pada tahun ini kebanyakan bersifat lanjutan. Tidak ada pembangunan jalan baru. (arn)

L. Suharmadji

(Suara NTB/arn)

SUARA NTB Selasa, 3 September 2013


RAGAM

SUARA NTB Selasa, 3 September 2013

Tahun Ini, Pembebasan Lahan Mandalika Resort Harus Tuntas Karena, jika tahun 2014, dikhawatirkan pengurusan kawasan Mandalika Resort menjadi KEK bakal tidak terurus, karena pemerintah sibuk (tahun politik). ‘’Kemarin dalam pembahasan itu kita diminta untuk menyelesaikan lahan sebelum akhir tahun ini. Itu kendala yang harus diselesaikan sebelum penetapan KEK adalah masalah pembebasan lahan. Masalah lahan itu harus diselesaikan tahun ini karena Pak SBY diperkirakan sibuk pada 2014 mendatang, bakal tidak terurus kalau tidak beres tahun ini,” kata Direktur Pengembangan BTDC, Edwin Darmasetiawan dikonfirmasi Senin (2/9) kemarin dari Mataram. Dijelaskan, antara penetapan Mandalika Resort menjadi KEK dengan pembangunan di kawasan tersebut memang tidak berpengaruh. Penetapan kawasan itu menjadi KEK bersifat memberikan kemudahan kepada investor yang akan menamankam modalnya di daerah tersebut. ‘’Karena KEK ini hanya insentif bagi investor, bukan berarti belum ditetapkan jadi KEK akan menjadi kendala pembangunan. Sambil mengurus KEK, mengurus pembebasan lahan yang harus beres pada tahun ini,” tandasnya. Dikatakan, pada tanggal 10 Juli lalu telah dilakukan rapat koordinasi bersama Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, Bupati Lombok Tengah, H. Suhaili FT, pihak BPN, BTDC dan BKPM-PT NTB terkait dengan kerjasama penyelesaian pembebasan sisa lahan seluas 135 hektar tersebut. ‘’Saat itu sudah disepakti konsep kerjasama penyelesaian lahan seluas 135 hektar yang belum dibebaskan tersebut. Nanti BTDC akan diberikan Hak Guna Bangunan (HGB), dari itu Pemprov dan Pemkab Lombok Tengah dapat bagi hasil,”|terangnya. Terkait lahan seluas 135 hektar tersebut selama ini menjadi kendala investor merealisasikan investasinya. Pasalnya, mereka tidak bisa melakukan pembangunan berbagai fasilitas seperti hotel dan lainnya sebelum masalah lahan tersebut benar-benar tuntas. Diketahui, investor yang sudah berminat berinvestasi pada lahan seluas 1.175 hektar tersebut adalah PT Gobel International dan MNC Land yang sudah bekerjasama dengan investor asal Prancis, Club Med. (nas)

Dari Hal. 1

Rombongan Kedua Komisi IV Batal Berangkat Endang memastikan keberangkatan itu pasti akan melalui prosedur resmi dengan izin dari Pimpinan DPRD NTB. Meski tidak ikut bersama rekan – rekannya karena terkendala sakit, Endang menilai banyak sekali temuan rekan – rekannya selama kunker yang bisa dijadikan bahan untuk memperkaya pembuatan kebijakan di bidang ketenagakerjaan di NTB. Misalnya, pembenahan pada proses pelatihan di BLK – BLK yang bisa memastikan lahirnya TKI yang memang berkualitas dan memenuhi syarat skill dasar yang dibutuhkan di tempat kerja di Timur Tengah. Menurut Endang, upaya pemerintah daerah untuk mencari lapangan pekerjaan di luar negeri patut didukung dengan menyambungkan informasi peluang kerja di luar negeri dengan konstituen mereka yang membutuhkan lapangan pekerjaan. Endang menjelaskan, dalam berbagai kesempatan bertemu dengan konstituennya, banyak sekali masyarakat yang mengeluhkan persoalan minimnya lapangan pekerjaan yang tersedia di daerah. Karena itulah, ia menekankan perlunya upaya untuk mencarikan solusi dengan membuka peluang kerja di luar negeri. Kepergian mereka ke Timur Tengah, menurut Endang bisa menjadi salah satu upaya untuk membuka peluang tersebut. ‘’Kami ingin melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk masyarakat. Tapi kalau ini dipersepsikan lain, kami lebih baik tidak berangkat,’’ pungkasnya. Sebelumnya, anggota Komisi IV DPRD NTB, Drs. H. Marinah Hardy yang termasuk salah seorang dari sejumlah anggota Komisi IV dijadwalkan kunker ke Jeddah, Arab Saudi 2-7 September 2013 juga batal berangkat. Ia mengakui memang sebelumnya ada rencana ia masuk dalam rombongan kedua. Namun karena beberapa pertimbangan akhirnya ia tidak jadi (batal) berangkat. Walaupun agenda kunker tersebut untuk tujuan memantau para TKI dan mendalami persoalan TKI/TKW asal NTB di sana, namun karena munculnya penilaian masyarakat yang kurang respek terhadap kunjungan kerja ke luar negeri membuatnya memikirkan kembali keikutsertaannya. ‘’Syukur ada teguran-teguran (dari masyarakat), sehingga teguran itu menjadi pertimbangan,’’ ujarnya. Sementara, keberangkatan rombongan kedua pejabat beserta anggota DPRD NTB ke Jeddah, yang dijadwalkan pada awal bulan ini masih diselimuti ketidakpastian karena masih adanya sejumlah prosedur yang harus dilalui. (aan/yan)

Dari Hal. 1

Pemberangkatan JCH NTB Mulai 9 September 2013 Kloter ketiga sebanyak 325 orang asal Kabupaten Sumbawa, Lombok Timur, Sumbawa Barat, dan Kabupaten Bima, yang dijadwalkan berangkat 12 September 2013 pukul 01.40 Wita, dan kembali ke Lombok pada 24 Oktober pukul 09.28 Wita. Kloter keempat sebanyak 325 orang asal Kota Mataram, yang dijadwalkan berangkat 13 September 2013 pukul 03.30 Wita, dan kembali ke Lombok pada 25 Oktober pukul 12.30 Wita. Kloter kelima sebanyak 325 orang asal Kabupaten Lombok Timur, yang dijadwalkan berangkat 14 September 2013 pukul 19.30 Wita, dan kembali ke Lombok pada 26 Oktober pukul 17.28 Wita. Kloter keenam sebanyak 325 orang asal Kabupaten Lombok Tengah dan Lombok Timur, yang dijadwalkan berangkat 16 September 2013 pukul 23.46 Wita, dan kembali ke Lombok pada 27 Oktober pukul 23.28 Wita. Kloter ketujuh sebanyak 325 orang asal Kabupaten Lombok Tengah, Lombok Utara, dan Lombok Barat, yang dijadwalkan berangkat 18 September 2013 pukul 07.30 Wita, dan kembali ke Lombok pada 30 Oktober pukul 01.28 Wita. Kloter kedelapan sebanyak 325 orang asal Kabupaten Lombok Timur, yang dijadwalkan berangkat 19 September 2013 pukul 17.40 Wita, dan kembali ke Lombok pada 31 Oktober pukul 01.28 Wita. Kloter kesembilan sebanyak 325 orang asal Kabupaten Lombok Tengah dan Lombok Timur, yang dijadwalkan berangkat 20 September 2013 pukul 23.33 Wita, dan kembali ke Lombok pada 1 November pukul 15.41 Wita. Kloter ke-10 sebanyak 325 orang asal Kabupaten Lombok Tengah, yang dijadwalkan berangkat 22 September 2013 pukul 23.30 Wita, dan kembali ke Lombok pada 3 November pukul 15.25 Wita. Kloter ke-11 sebanyak 325 orang asal Kabupaten Bima, Dompu dan Kota Bima, yang dijadwalkan berangkat 24 September 2013 pukul 03.30 Wita, dan kembali ke Lombok pada 5 November pukul 15.25 Wita. Kloter ke-12 sebanyak 79 orang asal Kabupaten Lombok Tengah dan Lombok Timur, Kota Mataram, dan Kabupaten Sumbawa, yang akan bergabung dengan kloter dari embarkasi haji daerah lain. Keberangkatannya akan disesuaikan dengan kloter tempat bergabung, sehingga jadwal dan waktu keberangkatannya, tengah dikoordinasikan. Namun, diperkirakan akhir Oktober mendatang. Jumlah JCH NTB tahun ini relatif berkurang di banding tahun lalu, karena adanya pengurangan kuota terkait kebijakan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi mengurangi kuota haji yang mencapai 20 persen. Alasan pengurangan karena adanya renovasi di sekitar area ibadah Masjidil Haram yang belum selesai. Renovasi itu mengakibatkan pengurangan wilayah tempat tinggal jemaah. (ant/Bali Post)

Dari Hal. 1

Halaman 5

Dari Sosialisasi Nasional Penyelenggaraan Penataan Ruang untuk Pelajar SMA/SMK Tahun 2013 oleh Dinas PU Povinsi NTB di Kabupaten Sumbawa

(Suara NTB/ist)

SERAHKAN CENDERAMATA - Kasi Bidang Teknik Perencanaan Penataan Ruang Dinas PU Provinsi NTB , Ir. I Dewa Gede Supartha, IAI, (kiri) menyerahkan plakat cenderamata kepada Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Sumbawa Sudirman Malik, seusai membuka Sosialisasi Nasional Penyelenggaraan Penataan Ruang untuk Pelajar SMA/SMK Tahun 2013 oleh Dinas PU Provinsi NTB di Kabupaten Sumbawa, Selasa (27/8).

(Suara NTB/ist)

FOTO BERSAMA - Para Siswa SMA/SMK peserta Sosialisasi Nasional Penyelenggaraan Penataan Ruang untuk Pelajar SMA/SMK Tahun 2013 oleh Dinas PU Provinsi NTB di Kabupaten Sumbawa, Selasa (27/8) menyempatkan foto bersama seusai mengikuti sosialisasi.

Jumlah Dana Aspirasi Tak Merata Mataram (Suara NTB) Sekretaris Komisi I DPRD NTB, Drs. Ruslan Turmuzi, menegaskan bahwa pada prinsipnya, jumlah dana aspirasi yang pengusulannya dilakukan melalui anggota DPRD NTB tidaklah dibatasi secara tegas. Dana aspirasi yang diterima bisa bervariasi. Ruslan, saat dikonfirmasi wartawan, Senin (2/9) membantah, adanya anggapan keliru yang berkembang di publik terkait dana aspirasi. Menurutnya,

dana aspirasi bukanlah dana yang diberikan kepada anggota Dewan untuk dibagi-bagikan kepada masyarakat. Dana itu, menurutnya hanya berbentuk program atau kegiatan yang diusulkan melalui anggota Dewan lalu pelaksanaannya dilakukan oleh SKPD yang menangani bidang tersebut. Misalnya saja, jika ada usulan bantuan hand tractor dari kelompok petani tertentu, maka para anggota DPRD NTB akan meneruskan usulan itu untuk di-

alokasikan anggaran pengadaannya di Dinas Pertanian. Demikian juga jika ada usulan – usulan lainnya dari masyarakat. Dengan demikian, ujar Ruslan, penggunaan terminologi dana aspirasi sesungguhnya kurang tepat karena dana tersebut tidak benar – benar ada di kendali para anggota dewan. “Jadi pemahaman yang keliru kalau kita dibilang pegang uangnya itu. Itu hasil serapan kita, lalu eksekusinya ya tergantung eksekutif, di dinas mana itu,”

tandasnya. Karena itulah, Ruslan menegaskan bahwa besaran dana aspirasi untuk tiap anggota DPRD NTB juga bervariasi dan tergantung pada lolos atau tidaknya anggaran itu saat dibahas dan dititip pengalokasiannya di dinas tertentu. Karena itulah, Ruslan menyebut ada anggota DPRD NTB yang bahkan kehilangan ‘jatah’ aspirasi senilai Rp 350 juta karena aspirasi yang ia ajukan tidak tercantum dalam pos anggaran di dinas tersebut.

Ruslan juga menjelaskan bahwa program aspirasi sesungguhnya merupakan upaya untuk mengimbangi pola penyaluran aspirasi pembangunan melalui jalur eksekutif yang dilakukan dengan Musrenbang dari tingkat desa hingga ke tingkat akhir. “Kalau kita kan menyerap langsung dari aspirasi saat reses dan kunjungan ke masyarakat. Sementara eksekutif itu melalui hasil musyawarah,” pungkasnya. (aan)

KPU Batasi Alat Peraga Kampanye Mataram (Suara NTB) KPU baru saja menerbitkan Peraturan KPU nomor 15 tahun 2003 tentang kampanye yang antara lain membatasi jumlah alat peraga kampanye yang dipasang di zona kampanye tertentu. Peraturan ini diharapkan bisa diterapkan secara konsisten oleh para caleg. Anggota KPU NTB, H. Ilyas Sarbini, SH, yang dikonfirmasi wartawan, Senin kemarin mengutarakan beberapa materi yang diatur dalam ketentuan terbaru itu. Menurut Ilyas, dalam peraturan tersebut, ditambahkan sejumlah tempat yang tidak boleh dipasangi alat peraga kampanye. Peraturan sebelumnya membatasi, alat peraga kampanye tidak boleh dipasang di tempat ibadah, tempat pelayanan kesehatan, jalan protokol dan sebagainya. “Sekarang ditambah dengan

sarana dan prasarana publik, taman dan pepohonan,” ujar Ilyas. Pembatasan juga diberlakukan dalam jumlah alat peraga yang dipasang. Menurut Ilyas, para caleg di seluruh tingkatan (DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten Kota) paling banyak memasang satu alat peraga kampanye di tiap desa yang ada. Itupun berbentuk spanduk dengan ukuran maksimal 1,5 x 7 meter untuk tiap desa/kelurahan. “Satu orang hanya boleh memasang satu spanduk per satu zona. Itu untuk semua jenjang,” ujarnya. Sepintas, peraturan terbaru ini memang akan sangat membatasi ruang gerak para caleg dalam mensosialisasikan dirinya. Namun, menurut Ilyas, filosofi yang melandasi terbitnya peraturan ini adalah adanya keinginan untuk memberikan perlakuan dan kesempatan yang sama bagi

para calon, baik yang mampu secara finansial maupun yang tidak mampu. Jika dibiarkan tanpa batasan, bisa jadi hanya calon yang memiliki kekuatan finansial besar yang akan menghujani areal – areal publik dengan alat peraganya. Sebaliknya, calon yang tidak memiliki bujet besar akan tertinggal dalam sosialisasi. Diharapkan, dengan peraturan ini fenomena ketimpangan itu bisa dihindari. “Karena belum tentu calon yang mampu (secara finansial) itu lebih baik daripada calon yang tidak mampu,” tandas Ilyas. Ilyas tak menampik bahwa penerapan dari ketentuan ini memang akan sangat sulit di lapangan. Meski, KPU juga telah menyiapkan sanksi administratif bagi calon atau parpol yang melanggar ketentuan tersebut. “Kalau tidak ditaati, maka KPU akan

Percepat Kasus Alkes Lotim

KPK Siap Fasilitasi Polda NTB Mataram (Suara NTB) Kasus dugaan penyimpangan pengadaan alat-alat kesehatan (alkes) masih menjadi PR lama yang belum tuntas di tangan penyidik Ditreskrimsus Polda NTB. Sebagai upaya untuk terus mendalami penyidikan kasus itu, Polda NTB yang sebelumnya berkoordinasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), mendapat sedikit gambaran. ‘’Pihak KPK siap memfasilitasi kami untuk pemeriksaan saksi saksi,” kata Kasubdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda NTB, AKBP Nurodin, SH, SIK kepada wartawan, Selasa (2/ 9), menyampaikan hasil koordinasi, sepekan setelah timnya bertolak dari gedung KPK. Itulah gambaran hasil koordinasinya dengan lembaga super body tersebut. Pemeriksaan saksi dimaksud, terkait dengan rekanan yang belum hadir memenuhi panggilan sebagai saksi. Ada 14 rekanan yang terlibat dalam

pengadaan 25 item alkes senilai Rp 4 miliar lebih itu, namun baru empat yang sudah diperiksa. Masih ada 10 orang yang sudah dilayangkan panggilan. Komitmen KPK, akan memberi ruang untuk pemeriksaan para saksi. Karena selama ini, ketika pihaknya memanggil direktur rekanan berasal dari Bali, Surabaya dan Jakarta itu selalu kesulitan. Sehingga jalan tengah adalah, memanggil dan memeriksa mereka di KPK. ‘’KPK siapkan ruangan, kami yang layangkan panggilan,” sebutnya. Terkait kapan dilayangkan panggilan, Nurodin memastikan dalam waktu dekat. Secara internal pihaknya masih membahas itu dengan tim penyidik di Unit I. Apakah ini bagian dari cara untuk menentukan kerugian negara? Nurodin tidak menampik pertanyaan ini. Karena hingga kini metode perhitungan kerugian negara memang belum ditemukan. Dari

Nurodin

(Suara NTB/ars)

hasil Koordinasi dan Supervisi (Korsup) KPK, pihaknya disarankan untuk mendalami keterangan saksi. Berdasarkan keterangan saksi dari kalangan rekanan itu, setidaknya menjadi petunjuk menentukan kerugian negara. (ars)

Hentikan Penyelidikan Dari Hal. 1 Ditemui dikantornya, Kejari mengakui sampai saat ini sudah lebih dari 10 orang saksi yang dimintai keterangan terkait kasus tersebut. Namun dari semua saksi yang sudah dimintai keterangan, tidak ditemukan ada bukti penyimpangan yang dibisa digunakan sebagai dasar untuk melanjutkan proses penyelidikan. “Hasil penyelidikan sudah kita sampaikan ke Kejati NTB. Dan, kini kita masih menunggu petunjuk lebih lanjut dari Kejati,” ujarnya. Sebelumnya, jelas Subri, pihaknya menduga ada suap dalam kasus tersebut yang diberikan pihak Bank Mandiri kepada Pemkab Loteng. Dalam bentuk dana bantuan kepada beberapa sekolah dan

kelompok masyarakat. Sehingga pemerintah daerah kemudian mengalihkan sebagian kecil kas daerah yang ada di Bank NTB ke Bank Mandiri. Akan tetapi, setelah ditelusuri dana bantuan yang diterima sekolah dan kelompok masyarakat merupakan program dari Bank Mandiri pusat. Bukan program dari Bank Mandiri di daerah. Dimana pogram itu diberikan oleh Bank Mandiri pusat yang diambil dari dana CSR-nya dan tidak ada hubungan dengan pengalihan kas. Dengan kata lain, walaupun tidak ada pengalihan kas daerah, program dari Bank Mandiri pusat tetap berjalan. Termasuk adanya dugaan kalau ada oknum pejabat lingkup Pemkab Loteng yang memperoleh fee dari pengalihan kas tersebut, juga tidak

terbukti. Karena memang dari semua saksi dari unsur pemerintah daerah, tidak adapun yang pernah memperoleh fee dari pihak bank. ‘’Atas dasar itulah, pihaknya akhirnya berkesimpulan tidak ada pelanggaran dalam kasus tersebut. Dan, secara aturan pengalihan kas tetap dibolehkan selam tidak mengganggu likuiditas anggaran daerah,’’ tandas Subri. Kasus pengalihan kas tersebut sempat membuat heboh pemerintah daerah dan menjadi buah bibir ditengah masyarakat. Pasalnya, tanpa melalui pembahasan terlebih dahulu pemerintah daerah mengalihakan kas daerah sebesar Rp 25 miliar, dari Bank NTB cabang Praya ke Bank Mandiri Praya, dalam bentuk deposito. (kir)

Bupati Lotim Langsung Sidak Dari Hal. 1 Ia meminta tidak muncul pandangan subjektif dengan mengait-ngaitkan mutasi dengan perbedaan pilihan saat Pilkada beberapa waktu lalu. ‘’Pilkada telah berlalu. Saat ini sudah saatnya semau pihak bergandengan tangan untuk bersama mencapai tujuan, yakni mewujudkan

masyarakat Lotim yang sejahtera secara lahir dan bathin dalam bingkai persatuan dan kesatuan yang dilandasi iman dan taqwa,’’ ujarnya. Momentum pergantian kepemimpinan di Lotim, diharapkan bisa melahirkan semangat baru dalam penyegaran pelayanan kepada masyarakat. Bergantinya Bupati dan Wakil Bupati Lotim

tidak boleh melemahkan semangat. Menurutnya, semangat yang lemah kontraproduktif dengan hajat demokrasi. Haerul Warisin menambahkan, aparatur pemerintah dituntut untuk profesional. Menurutnya, hanya aparat yang prefesional dan berdedikasi bisa menghadirkan pelayanan yang sesuai harapan masyarakat. (rus)

memberikan peringatan kepada parpol dan calon untuk menertibkan sendiri alat peraga kampanye mereka, atau memindahkannya ke zona – zona yang diperbolehkan. Kalau tidak diindahkan, maka Bawaslu bekerjasama dengan Pemda akan menertibkan,” tandasnya. Dikonfirmasi terpisah, Wakil Sekjen DPPPartaiGolkar,Ir.JunaidiElvis,M.Hum, mengimbau agar parpol – parpol dan caleg – caleg yang bertarung di Pemilu 2014 mau bersikap konsisten dan mematuhi peraturan KPU terkait kampanye tersebut. Menurut Elvis, sebagai calon pemimpin, elemen – elemen partai dan caleg seharusnya memberikan contoh atau keteladanan dalam mematuhi ketentuan yang berlaku. “Kita ini sebagai contohlah bagi masyarakat dalam hal kepatuhan terhadap aturan,” ujarnya. (aan)

Tingkatkan Prestasi, NTB akan Terapkan Sistem ”Training Centre” Kafilah STQ Mataram (Suara NTB) Mulai tahun mendatang, Pemprov NTB akan menerapkan sistem training centre (TC) bagi seluruh kafilah Seleksi Tilawatuil Qur’an (STQ) NTB yang akan bersaing dengan provinsi lainnya di indonesia. Pasalnya, dalam ajang STQ nasional tahun 2013 yang dilaksanakan akhir Agustus lalu, NTB harus puas pada juara harapan. “Langkah kedepan tentunya kita akan mneingkatkan waktu pelaksanaan TC bagi kafilah. Sehingga mental dan kesiapan kafilah itu tentunya semakin matang sebelum diberangkatkan. Jadi kalau kita hanya melakukan TC sebentar itu tentunya berpengaruh terhadap mental dan kesiapan kafilah,”ujar Kepala Biro Administrasi Kesra Setda NTB, H. Suhaimi, SH dikonfirmasi usai menerima kontingen/kafilah NTB yang berlaga di STQ tingkat nasional di Bangka Belitung, Senin (2/90 kemarin di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB. Menurutnya, trainning centre kafilah sebelum diberangkatkan memegang peranan penting untuk meraih prestasi. Jika TC dilaksanakan lebih lama oleh pelatih kepada kafilah yang akan berlaga ditingkat nasional maka akan

lebih membuat para kontingen lebih matang dan percaya diri dari segi mental. “Tidak jauh beda konsepnya latihannya olahraga dengan ini. Karena ini bentuknya perlombaan dan olahraga bentuknya pertandingan. Ini perlombaan yang tentunya memerlukan persiapan-persiapan untuk mengikuti kegiatan itu.,”tandasnya. Ditanya terkait adanya peserta dari NTB yang membela daerah lain, Suhaimi menjelaskan, perlunya dicari bukti dan penanganannya kedepan. Tentunya, kata mantan Kabid Pemuda dan Olahraga Dikpora NTB ini perlunya ditetapkan regulasi yang disepakati bersama oleh Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) pusat dan LPTQ daerah terkait dengan hal tersebut. “Sama dengan olahraga, olahraga itu kalau ada perpindahan atlet dari daerah satu ke daerah lain ada batasannya, berapa tahunkah, ataudiamemerlukanregulasiyang lain. Itu perlu kita bahas dalam rakor LPTQ nasional. Makanya segala sesuatu itu harus ada regulasinya. Kalau senadainya dia dipindah dari NTB dan dipakai oleh provinsi lain kemudian itu tidak sesuai dengan regulasi tentunya kita bisa melakukan keberatan,”pungkasnya. (nas)

Pemprov Diminta Tolak Kebijakan Impor Produk Pertanian Mataram (Suara NTB)Fraksi PDI Perjuangan meminta kepada pemerintah provinsi (pemprov) NTB untuk menolak kebijakan impor produk pertanian yang dilakukan oleh pemerintah pusat. Karena kebijakan impor khususnya produk pertanian dinilai dapat merugikan para petani lokal. Saat ini banyak produk pertanian yang diimpor dari negara luar seperti kedelai, bawang merah, bawang putih, dan cabai. Demikian disampaikan Juru Bicara Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTB, Ir. Made Slamet, MM. Menurutnya kebijakan impor produk pertanian sangat kontra produktif dengankondisidaerahdanprogramyang dilaksanakan pemprov NTB. Padahal NTB merupakan salah satu penghasil produk pertanian terbaik seperti bawang merah dan jagung. “Kita melihat para petani bawang dan kedelai di Bima, petani jagung di Dompu yang kesulitan memasarkan produkproduk pertanian yang mereka hasilkan,” ujarnya.

Dengan berbagai kebijakan impor produk pertanian ini, bangsa Indonesia dinilai belum sepenuhnya merdeka dari bangsa asing khususnya di bidang ekonomi. Karena negara agraris ini pun masih mengimpor produk pertanian dari negara luar. “Kami meminta pemprov NTB berani menolak kebijakan pemerintah pusat yang merugikan masyarakat khususnya petani seperti menolak masuknya hasil pertanian impor seperti jagung, kedelai, bawang putih, dan lain-lain,” tegas Made Slamet. Disamping itu, Fraksi PDI Perjuangan juga meminta kepada Bank NTB untuk memberikan kemudahan akses permodalan bagi para petani, peternak, nelayandanpengusahakecildalamrangka menyukseskan program pemerintah seperti Pijar dan penciptaan wirausaha baru. “Karena dalam kenyataannya petani, nelayan, peternak, dan wirausaha baru sangat sulit memperoleh kredit di Bank NTB,” ujarnya. (yan)


SUARA NTB Selasa, 3 September 2013

OPINI

Halaman 6

Bahkan Tahu Tempe Kena Krisis Memanjakan Wakil Rakyat ADANYA sinyalemen keinginan kalangan DPRD NTB untuk memperbesar jatah dana aspirasi telah memunculkan banyak praduga. Terlebih, keinginan ini muncul menjelang Pemilu 2014. Sejumlah kalangan menduga, keinginan memperbesar jatah dana aspirasi ini tak lain merupakan upaya para anggota dewan untuk memuluskan jalan mereka menuju pemilu tersebut. Sebelumnya, para anggota DPRD NTB telah memperoleh jatah sekitar Rp 1,7 miliar setahun. Dana ini dipakai untuk membiayai program pembangunan, bantuan dan kegiatan kemasyarakatan lain yang dihimpun oleh para anggota DPRD NTB dari konstituennya. Dengan dana ini, praktis anggota DPRD NTB memiliki ‘amunisi’ yang lengkap untuk berhadapan dengan konstituennya. Sebab, selain dana aspirasi, mereka juga dibekali dengan perangkat penghasilan tetap yang juga tak kalah menggiurkannya. Selain gaji dan aneka jenis tunjangan, mereka juga memperoleh dana reses, yang nilainya sekitar Rp 28 juta setiap kali turun reses. Dana itu masih pula ditambah aneka jenis honor yang diperoleh dari berbagai kegiatan mereka. Sayangnya, melimpahnya fasilitas yang dinikmati para anggota DPRD NTB itu tak sebanding dengan kinerja yang mereka perlihatkan. Berbagai perangkat kebijakan yang digodok DPRD NTB seolah hanya dibahas ala kadarnya. Bahkan, beberapa peraturan daerah yang urgen sifatnya, bisa diolah dan digodok dalam waktu yang sangat singkat. Hal ini membuat banyak sekali peraturan daerah yang tidak maksimal dan pada akhirnya merugikan daerah sendiri. Jika tak percaya, tengoklah perda APBD NTB yang dari tahun ke tahun tidak memperlihatkan perbaikan dari aspek kualitas. Meski kualitas APBD juga ditentukan oleh materi yang diajukan eksekutif, namun seringkali pembahasan di DPRD bukannya memperbaiki materi tersebut, melainkan justru sebaliknya. Penambahan jatah dana aspirasi, bisa jadi tidak akan memperbaiki kualitas para wakil rakyat di DPRD NTB. Sebab, persoalan utama dalam perbaikan kinerja lembaga legislatif bukanlah pada kurangnya fasilitas yang melekat pada mereka. Buruknya kinerja lembaga legislatif adalah imbas dari lemahnya rekruitmen politik yang terjadi di tubuh parpol. Hal inilah yang menghasilkan para wakil rakyat kita saat ini. Bertambahnya jatah dana aspirasi bagi para anggota DPRD NTB, hanya akan mempersulit regenerasi politik. Sebab, bukan tak mungkin banyak caleg DPRD NTB di luar sana yang sebenarnya jauh lebih berkualitas, namun harus gigit jari karena berhadapan dengan mereka yang sudah lebih dulu mengantongi amunisi dana aspirasi dalam jumlah yang sangat besar. Karena itulah, dalam pembahasan APBD Perubahan NTB 2013 ini, gubernur harus berani mengambil sikap tegas. Gubernur selaku pucuk pimpinan pengambil kebijakan di daerah ini harus berani menetapkan APBD NTB yang lebih memanjakan rakyat dan bukan memanjakan kepentingan wakil rakyatnya. (*)

UNGKIN beberapa puluh tahun lalu, kita jarang mendengar pengusaha tahu tempe mengeluhkan mahalnya harga bahan baku kedelai. Sehingga, setiap saat kita bisa dengan tenang mencicipi makanan bergizi tinggi, berbahan baku kedelai itu. Bandingkan kondisi sekarang, pengusaha tahu-tempe teriak-teriak. Apa pasal? Harga kedelei melambung tinggi, disebabkan kelangkaan pasokan dalam negeri dan kurs rupiah yang anjlok dari dolar Amerika. Sebagai rakyat kita pantas mengelus-elus dada, haruskah negara yang subur “gemah ripah loh jenawi” ini kekurangan produksi kadelai. Sebagai (katanya) langkah jitu, pemerintah kita lewat Bulog mengambil kebijakan pragmatis, yaitu jurus ampuh berupa impor kedelai dari luar negeri. Inilah wajah sesungguhnya negara liberal bernama Indonesia, bangga dengan pertumbuhan ekonomi tinggi lewat uang panas “hot money” yang mengintari pasar saham secara bebas. Bangga dengan tumpukan kertas dolar hasil royalti produk-produk tambang namun abai terhadap ekonomi nyata, produksi pangan yang nota bene urusan perut masyarakat kita. Dari berita menunjukkan, beberapa waktu mendatang Bulog akan melakukan impor 100 ribu ton kedelai dari Amerika Serikat untuk mengurangi teriakan pengusaha tahu tempe. Lihatlah, dengan jelas. Masyarakat dunia mengenal Amerika Serikat sebagai negara pencipta teknologi tinggi (high tect), negara glamor, sumber kapitalis dengan slogan “American Dreams” nya namun masih sempat-sempatnya berswasembada pangan kedelai. Bagaimana dengan tanah air kita Indonesia? Negara teknologi tinggi bukan, negara pertanian juga bukan, negara kelautan? Mana buktinya? Lalu mau jadi apa kita ini? Apakah sekadar mau jadi pedagang, yang menjajaki barang-barang Cina, Jepang, Korea dan lain-lain? Sehingga kita bangga dengan keikutsertaan kita sebagai anggota APEC, WTO dan semacamnya. Hanya sebatas itukah kebanggaan kita? Saya teringat petuah orang-orang tua (walau tidak sepenuhnya benar), kalau sekadar untuk jadi pedagang buat apa sekolah tinggi-tinggi. Buat apa kita punya profesor doktor yang melimpah. Jadi saja Ahmad Fathonah “makelar” yang berpenghasilan milliaran rupiah tanpa pekerjaan tetap. Silahkan jadi pedagang, tapi daganglah barang sendiri.

Oleh :

Dr. M Firmansyah (Dosen Ilmu Ekonomi FE Unram)

Dilema petani, pedagang dan konsumen menjadi semakin terbuka lebar. Petani kurang pasokan harga menjadi mahal, pedagang dan pengusaha yang membeli bahan baku dari petani teriakteriak karena bahan baku melambung tinggi. Pemerintah cari langkah langkah aman impor, harga rendah pengusaha pun aman namun petani gantung diri.

Ketika Tahu Tempe Menjadi Barang Mahal Kembali ke tempe. Bukan ingin mendeskreditkan pengusaha tahu tempe, dalam hati rasanya saya in-

gin ketawa terpingkal-pingkal. Bagaimana bisa sekarang untuk makan tahu tempe saja harus tergantung dari kurs mata uang, sehingga tahu tempe sejajar dengan Asus, Dell atau barang-barang elektronik lainnya, hebat sekali. Dengan demikian, tahu tempe bukan lagi makanan pribumi, sekarang tidak bisa seenaknya mengisi perut rakyat Indonesia yang terbiasa dengan tahu tempe. Kalau bukan untuk ngurusi pertanian, buat apa ada Kementerian Pertanian, buat apa ada Dinas Pertanian provinsi, di kabupaten-kota pun ada. Bubarkan saja lembagalembaga ini kalau tidak mampu swasembada pangan. Lalu apa yang selama ini mereka urus? Dilema petani, pedagang dan konsumen menjadi semakin terbuka lebar. Petani kurang pasokan harga menjadi mahal, pedagang dan pengusaha yang membeli bahan baku dari petani teriak-teriak karena bahan baku melambung tinggi. Pemerintah cari langkah langkah aman impor, harga rendah

STASIUN RADIO

STASIUN RADIO

pengusaha pun aman namun petani gantung diri. Mari, Serius Urusi Pangan Lebih dari satu abad yang lalu seorang pemikir ekonomi klasik, Robert Maltus pernah memprediksikan bahwa pertumbuhan pangan akan tidak sebanding dengan pertumbuhan populasi manusia. Sehingga, akan ada krisis pangan yang hebat. Pemikiran Maltus menjadi inspirasi bagi Charles Darwin dalam teori seleksi alamnya, katanya orang yang kuatlah yang menjadi pewaris dunia kelak (hukum rimba). Secara implementatif pemikiran Darwin dijalankan Adolf Hitler yang membunuh beberapa ras yang dianggap rendahan. Walaupun pemikiran Maltus banyak melencengnya namun saya ingin katakan pada pemerintah kita seriuslah mengurusi pangan. Pemerintah harus punya rencana untuk swasembada pangan, setidaknya untuk kebutuhan domestik kita (tidak lagi impor). Daerah yang kuat pangannya yang ke

depan menjadi penguasa. Tidak perlu takut akan tidak tercapainya target PAD, untuk daerah kita di Indonesia yakinlah tidak akan ada kata-kata bangkrut seperti Kota Detroit di Michigan. Daerah-daerah di Indonesia masih punya induk yang senantiasa memberi susu setiap tahun yaitu lewat transfer pemerintah pusat DAU. Bila tidak mampu capai swasembada pangan, pecat Menteri Pertanian atau lengserkan Kepala Dinas Pertanian. Sungguh aneh, malah Kementerian Pertanian ngurusi impor komoditi pertanian dan sekarang tersandung masalah dengan KPK. Tolong untuk diperhatikan, degradasi sektor pertanian akan berimbas luas secara ekonomi dan sosial. Secara ekonomi berupa hilangnya mata pencaharian mayoritas masyarakat kita, implikasi ekonomi akan berimbas pada implikasi sosial yaitu maraknya kejahatan, perang antarkampung kini menjadi hiburan, angka percerain menjadi meningkat dan seterusnya. Akhirnya, sebagai pecinta tahu dan tempe saya merasa was-was juga, jangan-jangan saya tidak bisa lagi mencicipi tahu dan tempe karena harganya selangit gara-gara rupiah melemah dari dolar. Apa mungkin sekalian beli tahu dan tempe di Amerika saja karena mereka kelebihan kedelai. Di sana juga tempat bercokolnya dolar yang menguat itu, barangkali tahu tempe di sana lebih murah. Sungguh sedih untuk dibayangkan.

Massa di Bima bakar raskin Kesabaran warga ada batasnya

*** Populasi ternak di NTB terus menurun Program BSS dipertanyakan

***

STASIUN RADIO

Penanggung Jawab: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar Staf Redaksi Mataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, Sumada, M. Nasir, Hari Aryanti, Akhmad Bulkaini, Karnia Septia Kusuma Ningrum. Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi, Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur: Rusliadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi. Sumbawa : Arnan Jurami. Dompu : Nasrullah. Bima : M.Yusrin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Jamaluddin, Wahyu W. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 8.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 8.000/mmk. Display F/C : Rp 15.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 5.000./mmk. Iklan 1 kolom (max 100 mmk): Rp 4.000/mmk. Iklan Advertorial : Rp 3.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 450.000/bulan (30 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 150.000/kavling. Iklan Paket (ukuran max 600 mmk), - 5 kali muat Rp 500/mmk, - 10 kali muat Rp 450/mmk, - 15 kali muat Rp 400/mmk. Pembayaran di muka. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 50.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 55.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 3.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT Bali Post.

SUARA NTB

Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.


SUARA NTB Selasa, 3 September 2013

EKONOMI DAN BISNIS

Halaman 7

Tip Memulai Usaha Kecil dan Meraih Sukses

”Carrefour” Siap Masuk ”CARREFOUR” sebagai salah satu retail modern skala besar, dalam waktu dekat akan membuka cabangnya di provinsi ini. Sekitar 80 persen kesiapan untuk membangun outlet pada lokasi yang sudah ditentukannya. “Kami sudah dan terus melakukan penjajakan terhadap potensi yang ada di provinsi NTB,” demikian Head of Public Affair Carrefour, Satria Hamid Ahmadi di Mataram, Senin (2/9). Dalam kurun waktu terakhir ini, secara intern pihaknya sudah melakukan penilaian terhadap kondisi yang berkembang di NTB. Berdasarkan pada laporan resmi yang dikumpulkannya bersama tim-tim yang sudah dibentuk. Dengan hasil tersebut, rencana perusahaan ini untuk mengembangkan diri di NTB baginya sudah mantap. Terdapat banyak hal yang dilihatnya yang dianggap menjadi daya dukung utama, di antaranya NTB saat ini menjadi salah satu daerah di Indonesia yang berkembang pesat. Baik dari sisi jumlah penduduknya maupun persentase perkapita daerahnya. Yang tak kalah penting adalah fungsi NTB sebagai lumbung pangan nasional, maka Carrefour melihat dua kepulauan di provinsi ini menjadi daerah yang prospektif untuk berkembangnya retail modern pada skala besar. Progres pengembangan wisata menjadi bagian utama yang dilihat perusahaan untuk membuka cabang di sini. Carrefour datang ke NTB, lebih lanjut diterangkan Satria sudah menyiapkan konsep khusus. Utamanya dalam pengembangan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Di mana perusahaan ini dalam operasionalnya nanti melakukan pembinaan kepada industri dalam daerah dengan menyiapkan stand khusus penjualan produk lokal. “Kami sudah siapkan program khusus untuk menampung produk daerah, namanya pojok rakyat. Di sana semuanya akan ditampung. Selain itu kami juga akan menyediakan lokasi penjualan khusus untuk produk dari luar daerah lainnya, Bali, misalnya. Sehingga Carrefour akan hadir sebagai penetrasi produk Indonesia,” katanya. Pada space penjualan yang disiapkan itu, pihak Carrefour akan melakukan pembinaan dalam bentuk menampung dan melakukan pembayaran kepada hasil produk lokal dalam jangka waktu 14 hari maksimal. Akan tetapi produk lokal yang dimaksudkannya ini adalah yang sudah memenuhi kriteria yang diinginkan, berdasarkan izin dari Kementerian Perdagangan RI, atau Dinas terkait yang ada di daerah. UKM binaan ini akan dipantau terus perkembangannya hingga dua tahun berturut-turut. Jika pasar penjualannya sudah cukup baik, maka UKM tersebut akan dilepas mandiri untuk selanjutnya melakukan pembinaan pojok rakyat kepada UKM lainnya, guna tercapainya pemerataan. Satria Hamid Ahmadi (bul)

KALAU Anda melihat Bill Gates atau Mark Zuckenberg, pasti Anda tergiur dengan kekayaan mereka yang luar biasa. Tapi sadarkah Anda, bahwa mereka juga memulai semuanya dari usaha kecil mereka. Dan tak satupun dari mereka yang menduga bakal mencetak keberhasilan seperti sekarang. Berikut aturan untuk memulai usaha kecil. Lebih realistis. Saat membuat model bisnis, coba lihat ke sekeliling dan cari contoh sukses dari model bisnis yang Anda kehendaki, lalu pelajari. Jangan menginvestasikan uang sendiri. Karena kebanyakan bisnis adalah perjalanan

yang berisiko, carilah partner. Jadi, jika semuanya tidak berjalan semua rencana, Anda tidak bakal bangkrut karena dana startup tadi, dan tidak dikejar utang. Perbudak diri sendiri. Jika Anda tidak bersedia bekerja keras, lembur, melupakan keuntungan pribadi dan kesehatan, maka wirausaha bukan untuk Anda. Pada awalnya, Anda pasti tidak akan mampu membayar karyawan, sekalipun karyawan yang murah. Jadi, karyawan Anda, adalah Anda sendiri. Hargai waktu. Beri nilai uang pada waktu Anda, misalnya Rp20 ribu perjam. Ini akan membantu saat Anda harus mengambil keputusan: Bila sebuah toko

mengenakan biaya Rp10 ribu untuk pengiriman setiap minggu, dan Anda membutuhkan waktu 2 jam untuk pergi ke toko tersebut sendiri, maka bayar terus ongkos kirim dari perusahaan tersebut, karena lebih murah. Ini mungkin bertentangan dengan aturan ke 3, tapi bahkan budak sekalipun juga memiliki nilai ekonomi. Rekrut karyawan dengan baik. Tanpa memedulikan ukuran usaha Anda, pada akhirnya Anda akan merekrut karyawan dari luar. Untuk itu, lakukan proses rekrutmen dengan hati-hati, tanpa tergesa-gesa, dan perlakukan hal tersebut sepenting saat Anda memulai usaha. Jual kelebihannya, bukan har-

Mataram (Suara NTB) Untuk merealisasikan penerbangan langsung Bandara Internasional Lombok (BIL) - Kupang, NTT, Pemprov NTB mendekati dua maskapai penerbangan nasional. Dua maskapai penerbangan yang diharapkan membuka direct flight itu adalah Lion Air dan Merpati Airlines. “Kita masih menunggu progresnya. sedang dilakukan evaluasi oleh pihak maskapai terkait pembukaan rute BIL-Kupang itu,” kata Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) NTB, Drs. Agung Hartono, Senin (2/9). Dikatakan, kedua pemerintah daerah baik NTB dan NTT terus mendorong percepatan realisasi pembukaan rute penerbangan langsung tersebut. Sehingga konektivitas antara kedua daerah semakin lancar, mudah dan lebih murah serta masyarakat mendapatkan pilihan-pilihan terkait dengan moda transportasi. Agung menjelaskan, saat ini yang dilakukan oleh kedua maskapai penerbangan tersebut adalah melakukan kajian dan hitung-hitungan terkait dengan pangsa pasar jika membuka rute penerbangan langsung BIL-Kupang. Berbagai aspek diperhitungkan secara terperinci mulai dari potensi jumlah penumpang dan infrastruktur bandara. Dengan demikian, katanya, dari hasil-hasil kajian tersebut maka akan bisa ditentukan jenis pesawat yang lebih efektif dan efisien untuk melayani rute tersebut. “Tentunya melakukan hitung-hitungan jumlah penumpangnya berapa sehingga pesawat apa yang memungkinkan dan lebih efektif dan efisien. Selain itu juga melihat infrastruktur bandara yang dilayani, panjang landasan dan daya dukung landasan yang dilihat,” terangnya. Diketahui, dengan adanya penerbangan langsung BILKupang diharapkan Jemaah Calon Haji (JCH) asal NTT bisa bergabung dengan embarkasi haji Lombok yang sudah mulai beroperasi sejak 2012 lalu. Dengan adanya pembukaan rute BIL - Kupang maka biaya perjalanan JCH asal NTT akan lebih murah dan efisien jika dibandingkan dengan berangkat dari Bandara Juanda Surabaya. (nas)

Mataram (Suara NTB) Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB menyajikan data jumlah ternak di NTB, di antaranya sapi dan kerbau, terus menurun setiap tahunnya. Dari hasil pencacahan Sensus Pertanian (ST) yang dilakukan pertengahan tahun 2013 lalu, jumlah ternak pada kondisi tanggal 1 Mei 2013 sebanyak 726,9 ribu ekor. Kepala BPS Provinsi NTB, Drs. Wahyudin di kantornya, Senin (2/9) menerangkan, selama periode 1 Juni 2011 sampai dengan 1 Mei 2013, populasi sapi dan kerbau mengalami penurunan sebanyak 64,3 ribu ekor. Dari jumlah 791,2 ribu ekor hasil Pendataan Sapi Potong, Sapi Perah, dan Kerbau (PSPK) menjadi 726,9 ribu ekor. Tiga kabupaten yang memiliki sapi dan kerbau paling banyak adalah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dengan populasi 187,4 ribu ekor, Kabupaten Bima 115,1 ribu ekor, dan KabupatenLombok Tengah 104.3 ribu ekor. Sementara itu, yang memiliki sapi dan kerbau paling sedi-

kit adalah Kota Mataram dengan jumlah populasi sebanyak 1,9 ribu ekor. Secara absolut, penurunan populasi sapi dan kerbau terbesar dari tahun 2011 ke tahun 2013 terjadi di Kabupaten Lombok Tengah dan penurunan terendah terjadi di Kota Bima. Yaitu masingmasing turun sebanyak 15,4 ribu ekor dan 859 ekor. Sementara itu, kenaikan populasi sapi dan kerbau terjadi di Kota Mataram, yaitu naik sebesar 157 ekor. Terdapat beberapa faktor yang menurutnya menjadi penyebab terjadinya penurunan jumlah ternak di NTB, yang dihitung sebesar 8,13 persen set-

iap tahunnya sejak 2011 lalu. Di antaranya, terjadi kecenderungan jumlah sapi yang dipotong paling banyak adalah sapi betina, padahal sapi betina seharusnya menjadi induk dan terus berkembang biak. Akibat dari banyaknya praktik tersebut, indukan-indukan tersebut praktis tak bisa diharapkan akan beranak pinak. “Sapi betina katanya lebih murah harganya ketimbang sapi jantan, sehingga yang paling banyak dicari itu sapi jantan. Disembelih kemudian dijual untuk konsumsi dalam daerah,” terangnya. Selain itu, konsumen daging di daerah ini disebut lebih menyukai konsumsi daging

(Suara NTB/dok)

Wahyudin

sapi ketimbang daging-daging ternak lainnya, kambing misalnya. Sehingga sasaran pemotongan dan penjualan lebih dominan sapi. Faktor lainnya yang terjadi di daerah adalah, banyaknya bibit sapi yang dikirim langsung ke luar daerah. Salah satunya di Sulawesi Tenggara. Karena, sapi dari NTB,

Jumlah sapi yang dipotong paling banyak adalah sapi betina, padahal sapi betina seharusnya menjadi induk dan terus berkembang biak menurut Wahyudin paling diminati dari sisi kualitasnya. “Tidak ada celah untuk impor daging ke NTB, sehingga pada hari-hari besar Maulid maupun hari raya, masyarakat lebih cenderung memburu daging sapi unmtuk konsumsinya,” demikian dikatakan Wahyudin. (bul)

Rendah, Serapan Gabah oleh KUD di KLU

DPRD Minta Bank NTB Inovatif Cari Modal Tambahan

Pemprov Upayakan Rute BIL-Kupang Dibuka

pajak. Lalu bagi semua itu dengan berapa hari dalam setahun Anda akan buka, dan… itulah angka dasar – jumlah minimum pendapatan yang Anda butuhkan setiap hari. Jika Anda tidak pernah berpikir tentang angka dasar, coba pikir ulang. Gunakan teknologi terbaru. Teknologi anyar seperti aplikasi dan penyimpaanan data dengan cloud technology sangat murah dan membuat perusahaan kecil dapat bersaing dengan perusahaan besar. Manfaatkan teknologi rendah biaya yang ada di pasaran. (berbagai sumber)

Populasi Ternak di NTB Terus Menurun

(Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) Terkait rencana penambahan penyertaan modal pemerintah provinsi (pemprov) kepada PT Bank NTB senilai Rp 15 miliar, beberapa fraksi di DPRD NTB mempunyai pandangan yang berbeda. Penambahan penyertaan modal tersebut ditujukan agar Bank NTB dapat memenuhi modal Rp 1 triliun sehingga target untuk mencapai level Buku Dua segera terpenuhi. Namun bagi Fraksi PAN, agar target tersebut dapat tercapai, Bank NTB juga diminta untuk inovatif dalam mencari tambahan modal. Juru Bicara Fraksi PAN DPRD NTB, Rizali Hadi, S.Pd menyatakan masih banyak cara yang bisa ditempuh untuk mendapatkan modal tambahan. “Misalnya kerjasama dengan pihak ketiga dengan membuat produkproduk perbankan,” sarannya. Sementara itu Juru Bicara Fraksi PKS, Hj. Istiningsih mempertanyakan efektivitas penambahan modal Rp 15 miliar tersebut karena waktu efektif pemanfaatannya hanya sekitar dua sampai tiga bulan. “Apakah kondisi yang luar biasa sehingga investasi di Bank NTB kita lakukan pada APBD Perubahan 2013? Mengapa alokasi anggaran ini tidak diarahkan untuk membantu masyarakat yang mengalami tekanan ekonomi dan gangguan produktivitas?,” tanyanya. Sementara itu, Wakil Ketua DPRD NTB, H. Lalu Moh. Syamsir, SH menyampaikan pihaknya masih akan mengkaji rencana penambahan nilai investasi di Bank NTB. Pihaknya akan mengevaluasi dan bagaimana implementasi dari penyertaan modal di Bank NTB tersebut. “Kita tidak akan pernah melakukan pemberian bantuan modal sekaligus,” ujarnya. (yan)

ganya. Saat Anda memulai usaha, sudah sewajarnya Anda frustasi memasarkannya.Tapi, jika Anda bersaing pada harga, Anda pada akhirnya kan menjual dengan harga pas-pasan atau bahkan di bawah modal. Kuasai keahlian berkomunikasi dengan pelanggan, untuk menjelaskan bahwa harga produkAnda lebih tinggi karena memiliki nilai yang lebih baik. Ketahui angka dasar. Mengetahui berapa banyak uang yang Anda butuhkan untuk menjalani usaha – mulai dari sewa toko, listrik, asuransi karyawan, sampai harga tinta printer, kertas, dan

(Suara NTB/bul)

TUKANG LAS - Makin meningkatnya pembangunan property di Kota Mataram dan sekitarnya, praktis membutuhkan sarana pendukung dan kelengkapan, seperti halnya pagar besi, pintu gerbang besi, terali jendela, dan sebagainya. Produsen las atau pande besi pun turut menuai keuntungan, dan bahkan tukang las di Babakan, Sandubaya, Mataram ini mengaku kewalahan memenuhi order dari pembelinya.

Tanjung (Suara NTB) Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Disperindagkop dan UMKM) Kabupaten Lombok Utara (KLU), Drs. H. Arkam, tak menampik arus lalu lintas perdagangan gabah petani di KLU lebih dimaksimalkan oleh pengusaha luar KLU. Keberadaan Koperasi Unit Desa (KUD) sebagai salah satu tulang punggung penyerapan justru terlihat tidak maksimal. “Penyerapan oleh KUD di Lombok Utara sangat rendah, tidak sampai 10 persen. Tidak bisa kita pungkiri, produksi petani dibeli oleh pengusaha luar daerah,” aku Arkam di Kantor DPRD KLU, Senin (2/9). Arkam melihat tidak optimalnya penyerapan gabah oleh KUD disebabkan oleh kapasitas KUD itu sendiri. Keberadaan KUD di KLU lebih banyak mengalami keterbatasan modal. Saat ini saja, hanya ada lima KUD di KLU dengan salah satu di antaranya “mati suri”. Kondisi ini pun tidak luput dari perhatian dinas untuk mengoptimalkan kembali peran KUD dalam pascapanen gabah petani. Perdagangan gabah (beras) antarpengusaha luar daerah yang tidak terikat regulasi, turut mempengaruhi pembelian di masyarakat. Situasi tersebut simetris dengan kebutuhan anggaran mendesak petani, sehingga transaksi seolah tak bisa dihindari. Namun demikian, Arkam menilai jika kapasitas sumberdaya KUD di

KLU cukup untuk berkompetisi dalam pengadaan gabah, maka potensi gabah keluar dapat diminimalisir. “KUD yang kita punya hanya lima, itu pun satu tidak aktif. Rata-rata modal KUD kecil, sehingga tidak mampu membeli gabah petani. Kelihatan sekali, gabah yang baru diproduksi petani KLU diambil pengusaha luar,” lanjutnya. Hingga saat ini, Disperindagkop dan UMKM KLU belum dapat memutuskan langkah untuk menekan gabah keluar tersebut. Dalam APBD belum satupun usulan mengenai sokongan modal untuk KUD yang disetujui, padahal ia menggaransi apabila modal KUD diperkuat maka pembelian gabah KUD dapat diberlakukan. Sebelumnya Kepala Dinas Pertanian, Peternakan, Kehutanan, Kelautan Perikanan dan Perkebunan (DPPKKP) KLU, Ir. Hermanto, melalui Kabid Pertanian, Sapdi, SP., mengakui, tren komoditas gabah yang keluar dari wilayah Lombok Utara terus meningkat. Saat ini saja, prediksi jumlah gabah yang diangkut pengusaha asal Lombok Tengah, Kota Mataram dan Lombok Barat di atas 50 persen dari produksi petani. “Stabilitas kemandirian pangan jelas terancam, karena serapan dari pengusaha lokal Lombok Utara sangat rendah. Di samping itu, banyak di antara Koperasi Unit Desa (KUD) yang tidak aktif lagi menyerap gabah masyarakat,” ungkap Sapdi. (ari)

Selong (Suara NTB) Musim pengomprongan tembakau virginia mulai tiba. Sejumlah petani sudah ada yang menjual tembakaunya. Pada musim ini, para perusahaan mitra tembakau kelas dunia ini diingatkan agar tidak mencari untung sendiri. Demikian ditegaskan Bupati Lombok Timur, H. Moch Ali Bin Dachlan. Menjawab wartawan di Selong, Senin (2/9), ia menyampaikan, dalam penentuan harga jual tembakau harus menggunakan mekanisme pasar yang ada. Soal kualifikasi tembakau (grade), harapannya tidak saja ditentukan oleh pihak pembeli. Petani juga harus memiliki standar grade sendiri sehingga bisa

mengawal harga jualnya. Ia menyatakan, petani harus dibela. Mengenai harga, tidak diinginkan terjadi kesan monopoli dari perusahaan tertentu. Karenanya, para pembeli ini harus banyak. Menurutnya, jika pembeli sudah banyak, maka akan berujung terjadinya kompetisi dan peningkatan harga yang diharap bisa memihak petani. Saat ini diketahui ada belasan perusahaan mitra tembakau virginia yang beroperasi di Lotim membeli tembakau petani. Harapan Ali BD, jumlah pembeli yang datang ini bisa jauh lebih banyak lagi. “Bila perlu seratus perusahaannya,” demikian katanya. (rus)

Inflasi Gabungan NTB Dekati Dua Digit Perusahaan Tembakau Diingatkan Tidak Cari Untung Sendiri Mataram (Suara NTB) Kondisi perekonomian Provinsi NTB, seiring terjadinya pembengkakan harga dan faktor-faktor lain telah mengakibatkan terjadinya inflasi. Gabungan di dua Kota, Mataram dan Bima mengkalkulasi angka inflasi hampir sepuluh persen dan dikhawatirkan akan mengakibatkan pemberatan pada ekonomi daerah kedepannya. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB merilis, bulan Agustus 2013, Kota Mataram dan Kota Bima mengalami inflasi gabungan sebesar 1,19 persen. Dengan angka inflasi tersebut, maka laju inflasi gabungan dari Desember 2012 sampai Agustus 2013 sudah mencapai 9,73 persen. “Angka inflasi kita sudah hampir mencapai dua digit sampai bulan Agustus. Kita belum menghitung beberapa bulan kedepan hingga berakhirnya tahun 2013,” dijelaskan Kepala BPS NTB, Drs. Wahyudin di kantornya, Selasa (2/9). Kuatnya inflasi gabungan terjadi karena adanya peningkatan kelompok bahan makanan sebesar 2,10 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,98 persen. Selain itu, kelompok sandang sebesar 0,89 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,80 per-

sen, menyusul kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,65 persen. Kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,22 persen, dan kelompok kesehatan sebesar 0,07 persen. Penyebab inflasi ini berdasarkan jenis komoditinya dirinci, paling besar dipengaruhi oleh 20 jenis komoditi, di antaranya paling besar penyumbang angka inflasi adalah naiknya harga bawang. Meski demikian, beberapa komoditi lainnya ikut menjadi penyumbang deflasi, di antaranya turunnya harga cabai rawit beberapa waktu lalu, ayam broiler, wortel, apel dan sejeninya usai perayaan-perayaan besar. Di tempat terpisah, pengamat ekonomi Unram, Dr. Iwan Harsono, SE., M. Ec mengingatkan, jika benar angka inflasi NTB akan mencapai dua digit. Maka banyak pengaruh yang akan dimunculkan, di antaranya program pemerintah dalam hal pengentasan kemiskinan akan mengalami pemberatan, daya beli masyarakat yang akan berkurang. Sehingga dipandang perlu disiapkan langkah-langkah strategis. Di antaranya bersamasama dengan seluruh stakeholders untuk berupaya melakukan pengurangan konsumsi terhadap bahan-bahan makanan yang mengakibatkan

(Suara NTB/bul)

Iwan Harsono

penambahan angka inflasi. Komoditi penyumbang inflasi paling besar, bawang misalnya serta jenis-jenis lainnya harus diupayakan untuk diubah pola tanamnya kepada petani. Tidak dilakukan serempak dalam waktu yang sama, tetapi di selang-seling jika memungkinkan. Melakukan upaya meningkatkan kuantitas komoditi ekspor di tengah melemahnya harga rupiah atas dolar. Dengan penjualan yang mahal keluar negeri, baginya akan mendukung upaya melakukan penekanan terhadap inflasi. “Target nasional inflasi ini 9 persen. Di NTB harus lebih sedikit dari itu. Kalau sudah dua digit, besar efeknya,” demikan menurutnya. (bul)

(Suara NTB/cem)

SIAP DIOMPRONG – Daun tembakau di kecamatan Sikur, Lombok Timur, yang baru saja dipanen dan segera akan diomprong, Senin (2/9).


SUARA NTB Selasa, 3 September 2013

POLHUKAM

Halaman 8

Rumah Caleg Dibobol Maling

Gerindra Lirik Kursi Pimpinan PASCADITERIMANYA DCT (Daftar Calon Tetap) Pemilu 2014, Partai Gerindra Kota Mataram langsung menyusun strategis. Ketua DPC Partai Gerindra Kota Mataram, I Gde Sudiartha kepada Suara NTB di ruang fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Mataram, Senin (2/9) kemarin mengungkapkan, pihaknya telah memberikan pengarahan kepada 40 calegnya. Dalam arahannya Sudiartha mengharapkan caleg-caleg dari partai Gerindra tidak mementingkan diri sendiri. ‘’Artinya, bekerja bersama-sama dengan teman untuk meraih 20 persen (Suara NTB/fit) suara di Kota Mataram khususI Gde Sudiartha nya, umunya di seluruh nusantara ini,’’ terang anggota DPRD Kota Mataram ini. Mengapa ia memberikan arahan seperti itu, menurut, tidak lain untuk mencapai misi Partai Gerindra yang ingin memegang kekuasaan di Indonesia. Gerindra ingin melakukan perubahan yang tentu saja berpihak kepada rakyat. Berdasarkan misi tersebut, Sudiartha menekankan kepada setiap caleg untuk mengedepankan kepentingan partai. ‘’Artinya, bukan nanti semata-mata gontok-gontokan antar calon di internal kami,’’ tandasnya. Bahkan, saat ini, sambungnya, ada satu dapil yang caleg-calegnya bekerjasama dalam mensosialisasikan dirinya kepada masyarakat. Siapapun pilihan rakyat nantinya, yang penting tetap Gerindra. Sementara itu ditanya mengenai target kursi di DPRD Kota Mataram nantinya, Gerindra tidak mau muluk-muluk. ‘’Satu dapil, adalah memperoleh satu kursi,’’ cetusnya. Ia sangat berharap pada dapil Mataram 1 yakni Kecamatan Mataram-Sekarbela, Gerindra berharap bisa mendapat dua kursi. Dengan demikian Gerindra bisa melirik kursi pimpinan DPRD Kota Mataram. ‘’Karena di sana kan 12 jumlah kursinya,’’ sebutnya. Bahkan, jika dikehendaki rakyat, Gerindra bisa masuk dalam unsur pimpinan 2014 mendatang. (fit)

Waspadai Penipuan Online KABAR tentang kasus penipuan via SMS, telepon, atau belanja online, termasuk penipuan melalui media sosial seperti facebook, berulangkali mencuat ke permukaan. Tapi bukan berarti jumlah kasus berkurang, malah tetap muncul di permukaan, kendati modusnya masih tetap sama. Pihak Laboratorium Cyber Crime Investigation Satellite Office (CCISO) Ditreskrimsus Polda NTB kini punya tugas berat untuk mengusut kasus yang mencuat ke permukaan itu. Tapi setidaknya, sebagai upaya pencegahan awal sebelumjatuhkorban,pihakDitreskrimsus mengingatkan masyarakat (Suara NTB/ars) agar tetap waspada penipuan Darsono semacam ini. “Jangan mudah percaya dengan undian undian berhadiah, baik melalui SMS, telepon, atau online,” kata Kanit II Subdit II Ditreskrimsus Polda NTB, Kompol Darsono, SIK. Jika memang warga mendapat konfirmasi berhadiah semacam ini, pihaknya menyarankan menempuh langkah langkah pertama mengkonfirmasi kepada pihak penyelenggara. “Semisal, jika SMS atau telepon itu mengaku dari Telkomsel atau XL atau dari Bank, konfirmasi ke manajemen langsung,” sebut Darsono. Dengan cara itu, masyarakat akan bisa mendapat gambaran jelas soal kebenaran informasi berhadiah itu. Atau langkah kedua dengan melapor ke pihak kepolisian. Cara ini juga dianggap efektif, karena polisi akan membantu melacak kebenaran informasi berhadiah itu. “sehingga bisa dibedakan mana penipuan, mana yang benar benar undian,” terangnya. Tidak hanya melalui ponsel, ada modus penipuan melalui belanja online. Masyarakat bisa dengan mudah tertipu karena kesannya belanja online asli dan bisa terhubung dengan penyedia barang. Namun setelah uang ditransfer, tidak ada barang dikirim. “Caranya untuk memastikan website belanja online itu, jangan dilihat konten yang dijual saja, tapi cek sampai halaman paling bawah, kalau ada tulisan copyright, itu asli,” sebutnya. Mudahnya masyarakat tergiur dengan undian atau promosi berhadiah serta belanja online ini, akan bisa dihindari jika ada tindakan cepat. Semisal, ketika sudah terlanjur transfer dana ke penyedia barang, kemudian korban sadar ditipu, segera konfirmasi ke pihak bank untuk dilakukan blokir. Inilah beberapa tips yang disarankannya kepada masyarakat, setidaknya bisa lebih berhati hati. Apalagi modus yang dijalankan para pelaku sama dengan media yang sama. (ars)

Rumah Warga Korsel Dirampok Mataram (Suara NTB) Warga Negara Asing (WNA) kembali menjadi korban tindak kejahatan. KaliinikorbannyawargaasalKoreaSelatan(Korsel),Mikasasari (40), yang menjadi korban perampokan di rumahnya, Desa Lawang Kuta Desa Lembar Selatan, Lembar, Lombok Barat. Kejadian berlangsung Sabtu lalu dan baru dilaporkan ke Kepolisian Senin (1/9). Kronologi kejadian versi pihak kepolisian, kawanan rampok bersenjata api itu beraksi menggunakan dua pucuk senpi jenis pistol dan empat buah senjata tajam jenis parang. “Jumlah pelaku tujuhorang,adaduaorangyangmembawa senpi, sebagian membawa senjata tajam,” ungkap Kabid Humas Polda NTB, AKBP M. Suryo Saputro, SIK Selasa kemarin. Kawanan rampok itu masuk dengan membobol pintu belakang menggunakan balok kayu. Kemudian, para pelaku masuk ke dalam rumahyangdihuniMikasasaridan dua anggota keluarganya itu. “Setelahberadadidalamrumah, parapelakumenyebarkekamarkorban. Mereka merusak paksa pintu kamarkorbanmenggunakanbalok,” sambung Kabid Humas menjelaskankronologikejadian.Setelahmendobrak pintu, Makasasari dan keluarganya diancam dibunuh jika berteriak. Setelah korban tak berdaya, kawanan pelaku menggasak seisi rumah. Mereka membawa kabur uangtunairatusanjutarupiahserta barang elektronik bernilai ratusan juta. “Kabar yang kami terima secaraumum,korbankehilanganuang ratusan juta dan sejumlah barang elektronik,”sebutnya. Tidak hanya merampas harta, para pelaku juga sempat menganiaya korban yang sudah tinggal bertahun tahun di rumah tersebut. Kini para pelaku masih dalam pengejaran. (ars)

(Suara NTB/ars)

DIBATASI – Bendera milik salah satu parpol tampak di pasang di pohon di jalan protokol. Pemasangan alat peraga kampanye nantinya akan dibatasi menyusul terbitnya Peratuan KPU nomor 15 tahun 2013. Berita selengkapnya di halaman 5.

Diduga Terlibat Pembunuhan

Ketua Komisi I DPRD Loteng Ditahan Kejaksaan Praya (Suara NTB) Setelah melalui beberapa kali perbaikan, berkas penyidikan Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), H.L. Ke., terkait kasus dugaan pembunuhan atas Sudirman, akhirnya dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Praya. H.L. Ke yang juga Sekretaris DPD II Partai Golkar Loteng ini pun kini telah resmi menjadi tahanan Kejari Praya, terhitung sejak Senin (2/9) kemarin. “Pelimpahannya tadi pagi sekitar pukul 09.30 wita,” aku Kajari Praya, Subri, S.H., kepada Suara NTB di kantornya, Senin siang. Pelimpahan berkas dari pihak kepolisian tersebut dilakukan, setelah semua petunjuk yang sebelum diberikan sudah dilengkapi. Setelah pelimpahan tersebut, pihak Kejari Praya kini bakal segera menyiapkan berkas dakwaan dalam waktu 20 hari. Kemudian setelah itu dilimpahkan ke pengadilan untuk bisa segera disidangkan. “Tahapannya sekarang yakni persiapan dakwaan,” jelasnya. Dalam kasus tersebut, lanjut Subri, H.L. Ke dijerat dengan empat pasal sekaligus. Berbeda denganpelaku-pelakulainyayanghanya dijerat dengan tiga pasal. Yakni Pasal 340, Pasal 338, Pasal 328 serta satu lagi Pasal 221 KUHP. Masing-masingtentang,pembunuhan berencana, penganiayan berat sampai meninggalkan dunia, penculikan serta tentang perbuatan menyembunyikan tersangka atau barang bukti kejahatan.

Ancaman hukuman paling berat yakni hukuman mati atau kurungan seumur hidup. “Kalau pelaku yang lain hanya tiga pasal. Sedangkan kalau H.L. Ke ditambah satu pasal lagi yakni Pasal 221 KUHP,” jelasnya, didampingi Kasi Pidum Kehjari Praya, Wahyudiono. Hal itulah yang menyebabkan berkas penyidikan terhadap H.L. Ke., dibuat tersendiri. Tidak digabung dengan berkas tersangka lainnya. Karena adanya penambahan pasal tersebut, maka kini tinggal satu berkas lagi yang masih belum selesai. Yakni berkas penyidikan atas tersangka Sa dan Si, yang memang belakangan ditangkap. Dari total 12 tersangka yang diamankan. Sementara tersangka lainnya sudah lebih dulu selesai, bahkan sudah ada yang menjalani proses persidangan. Tolak Penangguhan Subri menambahkan, terkait pelimpahan berkas dari pihak kepolisian tersebut, tersangka

melalui kuasa hukumnya sudah mengajukan permohonan penangguhan penahanan. Dengan alasan kesehatan. Dimana, tersangka kini tengah sakit-sakitan lantaran penyakit ginjal yang dulu pernah dioperasi kabuh lagi. “Kuasa hukum sudah mengajukan penangguhan penahanan, dengan alasan kesehatan,” akunya. Namun pihak kejaksaan menolak penangguhan penahanan atas dasar pertimbangan hukum. Karena penangguhan penahahan terhadap tersangka yang dijerat dengan pasal 340 atau pasal 338 selama ini tidak lazim diberikan dan tidak pernah ada yang dikabulkan dimanapun itu. “Kecuali kasus-kasus yang ringan, mungkin bisa dipertimbangkan. Tapi kalau kasus pembunuhan seperti ini, tidak lazim. Bahkan bisa dikatakannya tidak pernah ada tersangka kasus pembunuhan berat apalagi itu pembunuhan berencana yang diberikan penangguhan penahanan,” pungkasnya. (kir)

Mataram (Suara NTB) Saat sedang berjuang menghadapi pemilu legislatif, Fahrurrozi justru ditimpa musibah. Rumah Calon anggota legislatif (Caleg) DPRD Provinsi NTB dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini dibobol maling, Selasa (2/9) dinihari kemarin. Sepeda motor semata wayangnya, berikut sejumlah barang elektronik diembat maling. Peristiwa itu diperkirakan berlangsung Pukul 03.00 Wita. Saat itu Ozi – demikian ia disapa, terlelap tidur di kamar bersama istri dan dua anaknya. Tanpa disadarinya, maling mengacak acak ruang tamu rumahnya di RT 01 Lingkungan Karang Rundun Kelurahan Bertais, Kecamatan Sandubaya. Kepada Suara NTB, pagi kemarin, Ozi yang terlihat masih trauma dengan kejadian itu menuturkan, tidak ada gelagat atau suara benturan benda apapun yang memancing kecurigaannya. “Kami semua tertidur di dalam kamar,” kata mantan reporter senior Radio Global FM Lombok ini. Tiba tiba saat bangun pagi, ia mendapati jendelanya dalam keadaan rusak. Maling yang diperkirakan lebih dari satu orang itu masuk dengan mencongkel jendela, kemudian menggondol sejumlah barang berharga. Selain sepeda motor Supra Fit satu satunya kendaraan yang dipakai “blusukan” kampanye, sebuah laptop, modem, dua flashdisk, power bank,

data external 750 GB, Bluetooth Eksternal. “Semua barang barang itu tersimpan di kamar tamu. Mereka (maling) mudah masuk karena jendela belum dipasang terali,” tuturnya. Selain Ozi, rumah tetangganya persis di belakang rumahnya juga ikut dibobol. “Tetangga saya kehilangan sepeda motor Yamaha Vixion,” sebutnya. Ahmad Bulkaini, tetangga Ozi menuturkan, dirinya saat itu tidur terlelap di kamar tamu. Ia juga sama sekali tidak mendengar suara apapun. “Saya tertidur depan TV yang masih hidup,” tutur Bul. Diperkirakan, maling sedianya akan menyatroni rumah yang baru hitungan bulan dikredit itu, namun urung karena maling mengiranya masih terbangun di depan TV. Pagi itu juga Ozi ditemani Bul melapor ke Mapolsek Cakra. Mereka membeberkan kronologi kejadian. Sekitar Pukul 07.00 Wita, sejumlah anggota Polsek Cakra tiba melakukan olah TKP. Sementara Kapolsek Cakra, Kompol Arif Hidayat dihubungi via ponsel, membenarkan sudah menerima laporan dari korban. “Laporan sudah diterima di SPK,” terangnya. Dengan dasar laporan itu, pihaknya akan menelusuri jejak pelaku. Ditanya kemungkinan maling adalah pemain lama, ia tidak bisa berspekulasi. Namun dari modus yang dijalankan, ia memperkirakan pelakunya adalah kelompok curat yang selama ini diincar. (ars)

Kerugian Rp 55 Juta

”Cyber Crime” Polda NTB Usut Penipuan Facebook

Mataram (Suara NTB) Pelaku penipuan yang kian canggih, kini memanfaatkan media sosial sebagai sarana menjalankan aksi jahatnya. Korbannya Yoyon Hardiono, PNS Pemkab Lombok Barat. Ia kehilangan uang Rp 55 Juta hanya karena tertarik paras wanita yang menjanjikan investasi besar. Kasus tersebut kini ditangani Unit Cyber Crime, Subdit II Ditreskrimsus Polda NTB. Kejadian sekitar Juni lalu, ketika itu Yoyon yang sedang “galau” menyalurkan hoby berselancar di laman facebook, sampai akhirnya menemukan wanita berinisial FS. Setelah berkenalan, FS mengajaknya menikah, namun dengan syarat. “Syaratnya, korban harus mau mengeluarkan dana untuk investasi kepada FS ratusan juta,” kata Kanit II Subdit II Ditreskrimsus Polda NTB, Kompol Darsono kepada wartawan, Selasa (2/ 9) membeberkan kronologi. Korban manut dengan permintaan itu, kemudian

melakukan transfer via ATM dua kali. “Transfer pertama di ATM Mandiri, transfer kedua di ATM Bank NTB, sampai jumlahnya Rp 55 Juta,” sebutnya. Namun setelah dana ditransfer, FS mulai menunjukkan belangnya dengan mengatakan, dana itu belum sesuai kebutuhan. Tiba tiba FS menghilang dari pertemanan di facebook dengan korban. “Korban di sign out dari pertemanan di FB,” sebutnya. Korban yang kalangkabut dan kehilangan jejak, kemudian melapor ke pihaknya, Senin (1/9) kemarin. Dengan dasar laporan dan petunjuk itu, matan Wakapolres Lombok Timur ini mengaku sedang mendalami keterangan saksi korban. Pihaknya juga berencana menelusuri melalui transfer dana via ATM dengan bekerjasama ke pihak Bank. “Setelah semua saksi kami periksa, baru kemudian penelusuran ke lama FB menggunakan laboratorium Cyber Crime,” tuturnya. (ars)


SUARA NTB Selasa, 3 September 2013

BUDAYA DAN HIBURAN

Halaman 9

Sampaikan Nilai Moral Melalui Wayang Jakarta (Suara NTB) Wakil Presiden Boediono mengatakan pementasan wayang yang dikemas dengan cara menarik bisa digunakan untuk menyampaikan nilai moral, kesatria dan kejujuran kepada generasi muda.

Boediono

“Kemaslah wayang sebaik mungkin. Disitulah peran dalang yang ingin mewariskan kepada generasi muda,” kata Boediono saat memberikan sambutan sekaligus membuka “Wayang World Puppet Carnival 2013” di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Senin. Kegiatan yang melibatkan dalang dari dalam dan luar negeri tersebut berlangsung di Jakarta, 1-8 September 2013.

Menurut Wapres, kunci untuk melestarikan budaya adalah ada pada upaya untuk merangkul anak muda. “Sampai seberapa jauh pelestarian bisa diterima tentu tergantung kesuksesan kita merangkul anak muda. Disitulah kita harus merumuskan dengan tepat substansinya,” kata Boediono. Wapres menilai, budaya itu tidak statis dan berubah, meskipun esensinya sama,

tetapi penampilan dan variasinya berbeda. Boediono juga mengingatkan perlunya generasi sekarang memberikan ruang kepada generasi muda untuk memberikan sumbangan kreasi budayanya. Dicontohkan, saat anakanak menampilkan dan mendalami seni tari maka generasi sekarang tidak bisa terlalu mengharapkan. “Kalau kita mau realistis, itu tetap akan menjadi budaya massal karena saingannya banyak sekali. Yang perlu kita lakukan adalah memberikan substansi yang pas untuk menarik generasi muda,” katanya. (ant/balipost)

Daniel Radcliffe Berburu Ular Saat Syuting Film ‘’Horn’’ London Aktor Daniel Radcliffe harus berurusan dengan ular yang menghilang selama beberapa jam saat syuting film terbarunya “Horn”. Bintang Harry Potter itu telah menyelesaikan film thriller gelapnya itu dimana ia bermain sebagai pria bertanduk yang dituduh membunuh kekasihnya. Radcliffe harus berurusan dengan sekitar 100 ular selama proses syuting film, namun ada satu ular yang kabur dan menyebabkan para pemain dan kru harus mencarinya selama berjam-jam. Ia mengatakan kepada Total Film, seperti dilansir oleh laman arabnews.com, “Cukup menegangkan. Kami membawa ular-ular eksotis ke Kanada dan membiarkan mereka berkeliaran. Kami punya 100 ular, jadi kami juga harus pergi dengan 100 ular.” “Kami sedang syuting di tempat dengan begitu banyak sudut dan celah yang bisa digunakan untk ular kabur. Kami menghabiskan waktu sekitar setengah jam setelah beres syuting malam itu untuk mencari ulang terakhir. Ternyata dia (ular) bersembunyi di bawah api supaya hangat!” terangnya. Kendati demikian, Radcliffe bersikeras bahwa ia sangat menikmati saat-saat berdekatan dengan ular phyton. “Aku benar-benar menyukai ular pada akhirnya. Untuk sepertiga terakhir film ada python sep[anjang enam kaki dibelit di sekitar saya, benar-benar properti terkeren yang aktor manapun pernah dimiliki,” katanya. (ant/Bali Post)

(Suara NTB/ars)

FASILITAS WISATA - Pariwisata Lombok Barat terus menggeliat. angka kunjungan turis asing yang kian meningkat, diimbangi Pemkab Lombok Barat dengan membangun fasilitas pendukung. Saat ini, Pemkab sedang membangun tempat persinggahan wisatawan di tikungan Makam Batu Layar.

Avenged Sevenfold

Album Peringkat Pertama di Inggris

Agnes Ganti Nama ”Montana” PENYANYI yang tengah menggarap album internasionalnya, Agnes Monica, membantah isu dirinya mengubah nama demi karier internasionalnya. Beberapa bulan yang lalu, Agnes tampil di San Francisco menyanyikan “Coke Bottle”, hasil kolaborasinya dengan Timbaland. Disc Jokey yang mengiringi Agnes meneriakkan “give it up to Agnes one time” yang terdengar seperti “Montana”. Kabar ia berganti nama menjadi “Agnes Montana” pun merebak di dunia maya. “Itu nggak benar,” kata Agnes seraya tertawa saat mengadakan jumpa media peluncuran album barunya “Agnez Mo” di Indomaret Point Con(ant/balipost) venience Store, Kemang, JakarAgnes Monica ta Selatan, Jumat sore. Perihal albumnya yang berjudul “Agnez Mo” pun bukan dalam rangka mengganti nama untuk kariernya di mata internasional nanti. “Nama album itu karena nama (akun) Twitter @agnezmo. Jadi, nggak ada mau ganti nama,” jelas pelantun “Paralyzed” itu. Meski membantah mengganti nama, Agnes membenarkan dirinya tengah bekerja sama dengan Timbaland, produser yang telah banyak bekerja sama dengan penyanyi sekaliber Justin Timberlake. “Video klip dengan Timbaland itu benar,” katanya. Agnes Monica belakangan ini berada di Amerika Serikat untuk mengerjakan materi album internasionalnya. Ia menampik bila disebut pindah ke negeri Paman Sam. “Pekerjaan di sana cukup besar jadi lebih banyak di sana untuk sekarang. Pada akhirnya ada di dua negara,” katanya. (ant/balipost)

Mr. Shadow

Jakarta (Suara NTB) Album terbaru Avenged Sevenfold yang berjudul “Hail to the King” menempati posisi pertama di Inggris. Band heavy metal Amerika Serikat itu menggeser posisi duo Richard dan Adam Britain’s Got Talent dari tempat teratas selama empat pekan bertengger di sana dengan debutnya “The Impossible Dream”. Alexander Milas, editor-in-chief majalah musik Inggris Metal Hammer mengatakan, “Ini adalah prestasi luar biasa, kami tahu itu akan terjadi,” kata dia seperti dikutip dari laman Digital Spy. “Kami telah menyaksikan perjuangan Avenged Sevenfold selama bertahun-tahun, dan upaya mereka telah melahirkan basis penggemar yang tidak bisa dibuat oleh uang dan pemasaran yang cerdas.” Gitaris Avenged Sevenfold Zacky Vengeance juga berkata pada OfficialCharts.com, “Kami telah melalui jalan yang berliku dan saat album kami menempati posisi pertama di Inggris merupakan prestasi yang sangat berkesan bagi kami dan penggemar kami,” tuturnya. (ant/balipost)

Habib Selon Siap Polisikan Ustadz Solmed Jakarta (Suara NTB) Lagi-lagi Ustadz Soleh Mahmud atau Ustadz Solmed berulah. Komentar keras Habib Selon, ketua DPP FPI DKI Jakarta tentang pasang tarif yang dilakukan Ustadz Solmed, dinilai telah menyudutkan Solmed. Akibat ucapan Habib Selon, menurut Solmed, Ketua FPI, Habib Rizieq menugur Habib Selon. Habib Selon, sebagaimana dikutip Kapanlagi.com menegaskan, kalau apa yang diucapkan Solmed itu tidak benar. “Jadi waktu itu dia ngomong, katanya saya ditegur oleh Habib Rizieq, itu fitnah, dan Solmed telah melakukan pembohongan publik, nggak pantas jadi da’i,” ungkap Habib Selon usai acara aqiqah di kediaman Ustadz Guntur Bumi di kawasan

Bintaro, Jakarta Selatan, Minggu (1/9). Atas fitnah tersebut, pemilik nama lengkap Habib Salim Alatas itu akan melaporkan Solmed ke pihak kepolisian. Dirinya juga meminta pemeriksaan kepemilikan senjata api, lantaran Habib Selon pernah pernah diancam akan ditembak. “Kami minta untuk Mabes Polri untuk ijinnya, dan ini berlaku bagi setiap ustadz yang punya pistol. Pesan saya buat Ustadz Solmed, ’Solmed, ente jangan pernah ganggu ane, dan ane nggak pernah ganggu ente’,” pinta Habib Selon. Meski kesal dengan ulah Solmed, Habib Selon masih membuka pintu maaf. Habib Selon pun menegaskan kalau Solmed mau ber-tabayyun se-

mua akan selesai. “Saya tungggu, apakah Ustadz Solmed akan datang ke saya minta maaf. Kalau nggak saya yang akan datang ke rumah Solmed. Kalau saya yang datang, lain lagi ceritanya. Mungkin dua-tiga hari lagi saya datang,” tutup Habib Selon. (ant/balipost)

Ustaz Solmed

Habib Selon

Wayang Golek Lenong Betawi Darah seni yang mengalir dalam diri pria kelahiran Cikande, Banten 1950 silam, membawanya malang melintang di dunia seni pentas teater. Bersama Teater Ketjil pimpinan almarhum Arifin C Noor, Tizar Purbaya wara wiri di panggung Teater, sampai pada tahun 1974 dia mulai melirik peran dalam layar lebar dan mulai menekuni pewayangan.

Foto dan teks : Paramayuda

CERITA pewayangan sudah disukai sejak kecil, hingga akhirnya Tizar belajar

dalang pada Cakra Hudaya dan Barna Soemantri di Jakarta, namun lebih banyak

belajar secara otodidak. Ketika itu ia mulai mencoba mentas dengan wayang golek Sunda dan menggunakan bahasa Indonesia di Taman Ismail Marzuki 1974. Tizar juga mencoba menggabungkan wayang golek Sunda dan Lenong Betawi dengan iringan musik tradisional Gambang Kromong, yang menjelma menjadi Wayang Golek Lenong Betawi. Sejak itu, Tizar mulai

membuat wayang dengan tokoh-tokoh Betawi terkenal, seperti Si Jampang, Si Pitung, Si Manis Jembatan Ancol dan lainnya. Wayang Golek Lenong Betawi berjudul “Si Manis Jembatan Ancol” pentas pertama kali tahun 2001 di Jakarta. Selanjutnya ia juga merancang beberapa tokoh wayang untuk cerita Betawi, dan bahkan berkembang untuk menjadikan tokoh-tokoh nasional

dan internasional untuk dijadikan tokoh wayang goleknya. Gubernur DKI Jakarta, presiden RI hingga presiden Amerika Barak Obama-pun termasuk tokoh yang dijadikan tokoh wayang goleknya. Di mata Tizar Purbaya wayang golek bukanlah sesuatu yang statis, namun terus berkembang seiring zaman, disamping upaya untuk terus melestarikan wayang-wayang tradisional. (ant/balipost)


SUARA NTB Selasa, 3 September 2013

SUARA PULAU LOMBOK

Halaman 10

Fokus pada Perbaikan

jalan,’’ ungkapnya, Senin (2/9). Dituturkan, proyek pembangunan jalan sekitar tahun 2010 dan 2011 rata-rata sudah mulai mengalami kerusakan. Ia memastikan, kerusakan bukan karena spesifikasi jalan yang dibangun para rekanan ini mengalami kerusakan. Alasannya, pihaknya sudah cukup ketat melakukan pengawasan. “Kalau spek ini tidak diragukan, hanya memang jalan ini yang kurang dipelihara,” akuinya. Penyebab tingginya kerusakan jalan ini akibat gangguan alam dan perilaku masyarakat yang kurang perhatian. Gangguan alam bisa berupa banjir. Dimana, jalan yang sudah tergenang air paling cepat mengalami kerusakan. Selain itu, adanya kebiasaan buruk sejumlah masyarakat yang memandikan kendaraan di pinggir jalan. Material bangunan acap kali juga dilihat ditumpah begitu saja oleh warga di pinggir jalan dan mengenai badan jalan yang mengakibatkan jalan rusak dan berlubang. (rus)

Sekda Ditunjuk Jadi PJS Bupati Giri Menang (Suara NTB) Bupati Lombok Barat (Lobar) resmi mengusulkan ke Sekda Lobar, H. M. Uzair ke Gubernur NTB sebagai Pejabat Sementara (PJS) atau Pelaksana harian (Plh) Bupati Lobar yang cuti pada masa kampanye tanggal 6 September hingga 19 September mendatang. Usulan PJS Bupati Lobar tersebut disampaikan Kepala Biro Pemerintahan Setda NTB, Dr. H. L. Sajim Sastrawan, SH, MH, Senin (2/9). Menurutnya, majunya bupati dan wakil bupati sebagai calon bupati pada pilkada Lobar September ini, H. M. Uzair sesuai aturan mesti ditunjuk PJS. Sesuai aturan, bupati bisa mengusulkan pejabat senior di lingkup Pemkab Lobar ke gubernur. Sajim mengaku usulan cuti bupati dan wakil bupati sudah disetujui gubernur. Atas dasar itu, maka terhitung sesuai jadwal KPU tanggal 6-19 September dua pejabat di Lobar tersebut resmi cuti. (her)

Panwaslu Waspadai Kampanye Terselubung Berkedok Kegiatan Sosial Giri Menang (Suara NTB) Ketua Panwaslu Lombok Barat, Suryadi Hidayat mewaspadai pergerakan semua tim sukses masing-masing pasangan calon. Apalagi adanya pengobatan gratis di Lingsar yang dilakukan salah satu pasangan mengundang perhatian Panwaslu, karena berbau kampanye. Menurutnya, kegiatan semacam itu melanggar ketentuan Pilkada, karena berkampanye di luar jadwal. “Kami mewaspadai kegiatan tim sukses, meski kegiatan sosial namun berbau kampanye,” ungkap Suryadi,Senin (2/9). Dijelaskan, terkait kegiatan pengobatan gratis di Lingsar itu belum diketahui apakah ada unsur kampanyenya atau tidak. Dari hasil penelusuran di lapangan, pengakuan mahasiswa yang melakukan kegiatan tidak menyebut salah satu calon. Dijelaskan, sebelum memasuki masa kampanye tidak diperbolehkan ada kegiatan tim sukses pasangan calon, baik berupa kegiatan sosial, maupun kegiatan apapun. Jika di dalamnya terdapat unsur kampanye, menyebut nama salah satu pasangan untuk dipilih. Ia menegaskan, hal itu masuk pelanggaran. Atas dasar itu, pihaknya tetap waspada dan mawas diri. Ia menegaskan, panwaslu dalam kondisi waspada untuk mengawasi semua pergerakan calon, terutama tim suksesnya. Sebelum memasuki masa kampanye tanggal 6 September sampai 19 September ini, semua pasangan calon diingatkan untuk mencopot alat peraga pilkada. Seperti di Lembar dan Sekotong, tampak masih terpasang sejumlah pasangan calon. Namun hal ini belum mendapatkan perhatian dan terdeteksi oleh panwaslu setempat. (her)

Pengiriman Terlambat

Kosong, Stok LPG di Sekotong dan Lembar Giri Menang (Suara NTB) Stok LPG di Lembar dan Sekotong Lombok Barat (Lobar) kosong sejak beberapa waktu terakhir. Akibatnya, stok LPG di pengecer kosong dan masyarakat bingung, karena kesulitan memasak. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lobar, Joko Wiratno, menyatakan, kosongnya stok tersebut murni, karena gangguan pengiriman. “Kan kita masih bergantung dari Depo Manggis, Bali. Karena terlambat pengiriman, makanya stok LPG kosong,” tandas Joko Wiratno, Senin (2/9). Joko, menambahkan, kosongnya stok LPG sempat terjadi di Kecamatan Sekotong-Lembar, karena di kecamatan lain, stok LPG tidak ada masalah. Stok untuk Lobar sendiri yang disimpan di SPBE di Lembar mencapai 31 ton atau 3.000 tabung lebih setiap hari. Jumlah ini melebihi kebutuhan Lobar, sehingga didistribusikan ke daerah lain. Sementara, sejumlah pengelola toko penyalur LPG mengaku rugi, karena stok LPG tidak ada. Mereka mengaku rugi jutaan rupiah, karena tak ada LPG yang dijual. Salah satu pengecer, Abdi mengaku selama seminggu ini suplai bahan baku dari agen tidak ada. Ia membeli LPG dari agen yang dipasok dari SPBE di Lembar. Biasanya para pengecer dari Sekotong mengambil LPG dari agen, karena sesuai prosedurnya. “Rugi sampai jutaan,” akunya. Ia sendiri menyetok 120 tabung LPG untuk dijual ke masyarakat. Ia membeli per tabung dengan harga Rp 127 ribu, sementara harga gasnya Rp 13 ribu. Ia sendiri tercatat sebagai pengecer, sehingga mendapatkan jatah di agen. Ia membutuhkan dana jutaan rupiah untuk menjadi modal usaha pengecer LPG. Abdi berharap pemerintah segera membangun Depo LPG supaya memiliki daya tampung yang besar dan tidak lagi bergantung dari Bali. (her)

TONG ILEGAL - Keberadaan tong atau tempat pengolahan hasil penggalian emas di Sekotong Lombok Barat sudah banyak beroperasi secara ilegal. Padahal, dampak dari pengolahan ini mencemari lingkungan sekitar. Seperti terlihat dalam gambar, air sungai tercemar. Pemkab Lobar mesti cepat bertindak tanpa harus menunggu dampak pencemaran yang makin parah.

(Suara NTB/cem)

H. Marhaban

JALAN di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) sepanjang 400 kilometer (km) yang sudah dihotmix diakui sudah banyak yang mengalami kerusakan. Termasuk jalan yang tersentuh dengan program akselerasi yang menelan dana puluhan miliar beberapa tahun lalu. Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Lotim Ir. H. Marhaban, mulai tahun 2014 memprediksi kebutuhan anggaran untuk pemeliharaan sebesar Rp 10 miliar. ‘’Pemerintah masih fokus pada perbaikan

Jadi Tambahan Penyertaan Modal

Dividen Bank NTB Rp 8,5 Miliar Dipertanyakan Selong (Suara NTB) Dipercaya memimpin kembali Lombok Timur (Lotim), H. Moch. Ali bin Dachlan langsung melakukan gebrakan. Sebagai orang yang pernah memimpin Lotim lima tahun silam, bupati langsung menanyakan penggunaan beberapa anggaran di beberapa bagian. Salah satunya, Bagian Ekonomi Setda Lotim, Senin (2/9). Kepada Kepala Bagian Ekonomi Setda Lotim Ahmad Darmawan, bupati mempertanyakan penggunaan deviden dari Bank NTB senilai Rp 8,5 miliar. Bupati mengungkapkan, sebelumnya pihaknya didatangi pihak Bank NTB. Katanya pihak bank milik daerah itu mengaku sudah

menyerahkan dividen ke Pemda. Sesuai kesepakatan sebelumnya, seluruh deviden tahun 2012 itu akan dijadikan langsung sebagai tambahan penyertaan modal Pemkab Lotim ke Bank NTB. Hanya saja sampai sekarang penyertaan modal itu tidak kunjung diterima pihak perbankan itu.

‘’Orang BPD yang datang mengaku belum,” ucapnya saat coba diklafirikasi. Ditanya penyebab utamanya sejauh ini belum diketahui. “Mana aku tahu,” jawabnya singkat saat ditanya mengenai penyebabnya. Menurutnya, setelah perjanjian disertai dengan berita

acara peyerahan sudah seharusnya langsung diserahkan. “Kita ini kan orang bank, kalau sudah buat berita acara menyerahkan, maka harus juga diserahkan,” katanya. Menjawab hal ini, Kabag Ekonomi Ahmad Darmawan memastikan uang deviden tersebut dipastikan tidak diganggu gugat keberadaannya. Deviden untuk Pemkab Lotim senilai Rp 8,5 miliar itu merupakan tahun buku 2012 lalu. Sesuai mekanisme APBD, deviden harus masuk dulu ke rekening kas daerah sebelum dis-

erahkan kembali ke bank NTB. Dari kas daerah, jajaran Pemkab Lotim akan membuat dokumen lanjutan sebagai bukti atas penyerahan modal kembali tahun 2013. “Ini akan menjadi modal tambahan pemerintah ke PT Bank NTB,” terangnya. Menurutnya, penegasan Bupati Lotim yang masuk kerja hari kedua pascapelantikan tersebut merupakan bentuk kontrol yang harus dilakukan pihaknya. Ia menerangkan akan langsung mengklarifikasi keberadaan dana tersebut ke kas daerah. (rus)

DPPKKP Lombok Utara Usulkan Warga Jual Raskin Bangun Jalan, Dewan Kritik Pemda Enam Embung ke Provinsi Tanjung (Suara NTB) Dinas Pertanian, Peternakan, Kehutanan, Kelautan perikanan dan Perkebunan (DPPKKP) Kabupaten Lombok Utara (KLU) mengusulkan 6 embung untuk dibangun tahun 2014 mendatang. Usulan tersebut dimaksudkan untuk mendukung keberadaan cetak sawah baru di wilayah Kecamatan sasaran. Kepala DPPKKP KLU, Ir. Hermanto, Senin (2/9), mengutarakan usulan embung tersebut telah disampaikan ke Pemprov NTB. Sedianya alokasi anggaran dukungan infrastruktur cetak sawah tersebut bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Pertanian. Ia pun berharap, selain dari dana DAK, Pemprov NTB juga menganggarkan sejumlah dana untuk mendukung tambahan pembuatan embung dari usulan yang telah disampaikan. Mengingat sumber dana DAK, maka kebutuhan KLU untuk membuat jaringan usa-

ha tani belum dapat terakomodir. Namun setidaknya, dengan adanya embung lebih dulu, maka pihaknya dapat mendesain jaringan irigasi usaha pertanian dari embung yang sudah ada. “Jumlah embung yang kita usulkan ada 6 unit, semuanya di wilayah Timur yaitu Bayan dan Kayangan. Kami sudah coba melihat potensi pembuatan embung di bagian barat seperti di Pemenang dan Tanjung, keliatannya belum mendesak,” ungkap Hermanto. Keberadaan 6 unit embung tersebut kata Hermanto, diperlukan untuk mengoptimalkan produksi pada areal lahan pertanian yang sudah dicetak sejak tahun 2012 lalu. Tingginya ekspektasi Provinsi terhadap cetak sawah baru di KLU mencapai 1.000 hektar mengharuskan adanya prasaran pendukung memadai. Jumlahnya tentu harus disesuaikan. Dalam hal ini, luasan areal yang mencapai 1000 hektar itu menuntut

tambahan embung dari usulan KLU. Program cetak sawah di KLU berjalan sejak 2012 dengan angka perencanaan dan realisasi 200 hektar. Jumlah ini bertambah di tahun 2013 sebanyak 200 hektar dan tambahan 100 hektar lagi pengalihan dari Pemprov NTB. Dengan demikian, total jumlah cetak sawah yang terealisasi mencapai 500 hektar. “Untuk tahun ini, kita sudah MoU dengan Kementerian Pertanian, dan diperkirakan akan selesai bulan Oktober 2013, sehingga pada musim hujan nanti masyarakat sudah bisa menanam,” ungkap Hermanto di ruang kerjanya. Tahun 2014 mendatang, Pemda KLU sudah disetujui akan memperoleh kuota program Kementerian Pertanian ini sejumlah 500 hektar. Tahun ini juga, Survey Investigative Design (SID) dilakukan oleh Konsultan, sehingga pada anggaran APBN tahun depan sudah dapat dilaksanakan. (ari)

Banggar DPRD KLU Pertanyakan Pasar UMKM Tanjung (Suara NTB) Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Lombok Utara (KLU) mempertanyakan keberadaan pasar UMKM. Sorotan Banggar mengarah kepada status tanah yang digunakan oleh Pemda KLU untuk membangun pasar tersebut. “Banggar mempertanyakan pembangunan pasar UMKM, pemerintah membahasnya bersama siapa. Dengan dana Rp 3,2 miliar (pagu Rp 3,6 miliar), aneh kalau kami di Banggar baru tahu setelah kegiatan (pembangunan) ada,” ungkap Anggota Banggar DPRD KLU, Ardianto, SH., di ruang kerjanya, Senin (2/9). Banggar dalam pembahasan APBD murni, tidak pernah diajak menyinggung terkait pembangunan pasar UMKM tersebut. Demikian pula penentuan lokasi pasar dan status lahan yang digunakan. Besar kemungkinan lahan yang digunakan Pemda adalah tanah pecatu yang selama ini dikelola oleh kepala dusun dan perangkat masjid. Menurut Ardianto, jika dana pembangunan pasar UMKM berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan tercantum dalam DPA Disperindagkop dan UMKM KLU, semestinya Banggar mendapat konfirmasi dari eksekutif bahwa dana itu dieksekusi Dinas Pekerjaan Umum Per-

tambangan dan Energi (PU Tamben) KLU. “Tanah yang digunakan untuk membangun adalah tanah pecatu dan produktif, sementara untuk Kantor Bupati tidak produktif, tetapi ini sama saja, tidak memegang komitmen untuk menjaga lahan-lahan produktif,” kritiknya. Tidak itu saja, Ardianto juga mempertanyakan sejumlah kebijakan aneh Pemda KLU, karena telah mengurangi dan mengalihkan beberapa proyek infrastruktur. Ruas Jalan Karang Kates - Dasan Bangket sepanjang 1,5 km sampai 2 km yang disetujui dalam pembahasan APBD, tetapi nyatanya terealisasi hanya 1 km. Ruas jalan Leong Timur ke Leong Tengah sepanjang 1,5 km dalam draf dan disepakati 2 km bersama Bappeda dan TAPD, tetapi dalam pengesahan APBD justru muncul hanya 1 km. Terdapat pula ruas jalan Kerujuk (Kecamatan Pemenang) sepanjang 1 km, tetapi fakta pengerjaan hanya 600 meter. “Gubernur harus tahu ada pengalihan anggaran seperti ini di kabupaten, bagaimanapun dia yang menyetujui APBD Kabupaten. Karena langkah seperti ini jelas melanggar pedoman pengelolaan keuangan daerah, dan kami merasa, BPK juga harus memeriksa item ini,” tandas Ardianto.

Terpisah Kepala Dinas PU Tamben KLU, H. R. Nurjati, kepada Suara NTB mengakui semua proses pelaksanaan proyek telah melalui prosedur. Termasuk proyek Pasar UMKM yang ada di depan Pasar tradisional Tanjung, Ia menyangkal tidak melalui pembahasan dengan Banggar. “Logikanya, semua proyek melalui proses pembahasan dengan DPRD, tidak ada satu pun proyek yang tidak disetujui lebih dulu dengan Banggar,” ungkap Nurjati. Hanya saja, Nurjati merasa belum banyak mengetahui kronologis proyek Pasar UMKM, mengingat perencanaan dan usulan pengajuannya dilakukan oleh Kepala Dinas lama. “Saya masuk di PU sudah trima DPA, hampir semua proyek sudah selesai dan anggarannya sudah jelas,” tambahnya. Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM KLU, Drs. H. Arkam, kepada Suara NTB, Senin (2/ 9), mempertegas anggaran pasar UMKM berasal dari DAK. Hanya saja, seluruh proses mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan, tidak melalui Disperindagkop dan UMKM meskipun bangunan proyek tersebut berkorelasi langsung dengan instansinya. “Tidak ada di Perindag, semuanya di PU, termasuk DPA Pasar UMKM juga ada di PU,” ujar Arkam ringkas. (ari)

Giri Menang (Suara NTB) Anggota Komisi I DPRD Lobar, H. Misrun mengaku prihatin dengan kondisi warga Loang Batu dan Lebah Suren yang membangun jalan dan jembatan dengan cara menjual beras miskin (raskin). Menurutnya, apa yang dilakukan masyarakat miskin tersebut harus dicontoh, meski dalam kondisi susah. “Jangan jual raskin untuk bangun jembatan, sayang sekali karena itu hak rakyat tak mampu,” ungkap caleg DPRD Lobar dari Dapil Sekotong tersebut pada Suara NTB, Senin (2/9). Ia meminta agar masalah itu disampaikan dalam bentuk surat resmi ke dewan. Atas dasar itu, pihaknya akan mengajukan ke Pemda untuk segera ditangani. Sementara itu, Kepala Desa Sekotong Tengah, L. Sarafudin menyatakan, pembangunan jalan dan jembatan menggunakan hasil penjualan raskin merupakan hasil musyawarah pihak dusun dengan masyarakat. ‘’Tidak unsur

paksaan atau permintaan dari pemerintah,’’ ujarnya. Disebutkan, panjang jalan di Serero sekitar 3,2 kilometer. Panjang jalan Loang Batu-Lebah Suren sekitar 3 kilometer. Pembangunan jalan di Dusun Serero dialokasikan dari PNPM integrasi sekitar Rp 400 juta lebih tahun 2013. “Kalau jalan di Loang Batu-Lebah Suren dikerjakan tahun 2014,” ujarnya. Sebelumnya, Kepala Dusun Lebah Suren, Amaq Diman menyatakan, warganya merelakan untuk dijual jatah raskinnya untuk membangun jalan dan jembatan. Hal itu, berdasarkan hasil musyawarah semua warga setempat. “Warga rela menjual jatah raskinnya untuk biaya bangun jembatan,” terangnya. Jumlah KK di dusun itu sekitar 100 KK, hampir semua mendapatkan raskin. Jika dihitung 5 kilogram per KK, maka mencapai 500 kilogram. Hasil penjualan raskin ittu dibayar ke desa untuk membayar setoran raskin, sementara sisa hasil penjualan digunakan membangun jalan dan jembatan. (her)

Minta PAW Dibatalkan

DPP PBR Surati DPRD Loteng Praya (Suara NTB) Pihak Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Bintang Reformasi (PBR) telah melayangkan surat kepada Sekretariat DPRD Lombok Tengah (Loteng) terkait permintaan supaya proses Pergantian Antarwaktu (PAW) lima anggota DPRD Loteng asal PBR dibatalkan. Hal ini sekaligus mengklarifikasi adanya surat permintaan PAW yang masuk sebelumnya. “Jumat (30/8) kemarin, surat dari DPP PBR sudah kita terima. Isinya permintaan untuk membatalkan proses PAW lima anggota Dewan Loteng asal PBR,” aku Sekretaris DPRD Loteng, H. Awaludin, S.H., kepada Suara NTB, Senin (2/9). Surat itupun, jelasnya sudah diproses dan diajukan ke pemerintah daerah sebagai bahan pertimbangan. Pasalnya, proses usulan PAW sebelumnya sudah disampaikan ke pemerintah daerah. Namun, adanya surat pembatalan PAW ini maka proses diserahkan ke pemerintah daerah. Dalam hal ini, tegasnya, pihaknya hanya menjalankan usulan yang masuk. Di mana sebelumnya, ada surat DPP PBR yang minta untuk di PAW, maka usulan itupun sudah diproses. Begi-

tu pula dengan adanya surat permintaan pembatalan PAW, permintaan itu juga tetap harus ditindaklanjuti. “Pedoman kita hanya menjalankan usulan. Kalau memang ada usulan PAW ya kita proses. Jika ternyata minta dibatalkan, ya kita proses juga,” tegasnya. Dikatakannya, pihak dalam ini bukan pada posisi mengklarifikasi keabsahaan surat usulan yang masuk, karena itu menjadi ranah dari partai bersangkutan. “Terlepas apakah surat usulan itu palsu atau tidak, pihaknya hanya menjalankan saja. Tidak ada kewenangan kita untuk mengatakan surat itu palsu atau sah,” tandasnya. Pasalnya, persoalan PAW itu menjadi kewenangan dari partai itu sendiri. Dengan kata lain, ada PAW atau tidak, tergantung keputusan dan kesemapatan partai. Pihaknya dalam hal ini hanya pada posisi menjalankan usulan sesuai mekanisme dan aturan yang berlaku. Ia mengakui, yang menandatangani surat permintaan pembatalan usulan PAW tersebut sama dengan yang menandatangani surat usulan PAW sebelumnya. (kir)


SUARA NTB Selasa, 3 September 2013

Halaman 11

Cetak ’’Hat-trick’’

Lionel Messi dan Neymar Jawab Keraguan

Dikutip dari goal.com, Messi mengemuka sebagai bintang utama dengan memborong seluruh gol El Barca dalam kemenangan 3-2 atas Los Che, tapi Neymar juga berperan memberikan sebuah assist untuk gol terakhir La Pulga.

Martino percaya ke depannya kedua striker bintang asal Argentina dan Brasil itu bakal terus bersinar saat tampil bersamaan. “Kemarin terdapat keraguan tentang koneksi Messi dan Neymar setelah laga per-

Percaya Diri Hadapi Porprov Mataram (Suara NTB) Berhasil mengukir prestasi di kancah nasional membuat, Yulia Prayanti semakin percaya diri menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB yang diagendakan di Mataram tahun 2014 mendatang. Atlet beladiri kempo asal Lombok Tengah (Loteng) ini optimis dapat menyumbang dua medali emas di pesta puncak olahraga tingkat regional NTB tahun 2014. Ditemui Suara NTB di Mataram, Senin(2/9), Yulia Prayanti yang biasa disapa Yuli mengatakan target tiga emas di Poprov NTB 2014 sangat realistis, setelah menengok hasil kejuaraan terbuka yang diikutinya di Bandung bulan Juli lalu. Saudara kandung Dwi Putri Kisnasri, atlet peraih medali emas PON XVII Kaltim, itu mengaku diriya sukses menyumbangkan satu emas dan satu perak. Medali emas diraih di nomor 48 Kg putri dan medali perak di nomor randori putri. Di kelas embu berpasangan putri pada kejuaraan yang melibatkan kensi-kensi nasional dan negara Asia Tenggara, Myanmar, Filipina dan Thailand itu, Yuli berpasangan dengan kakak kandungnya Dwi Putri Kisnasari. “Di kelas embu berpasangan putri, saya bersama kakak saya sumbang medali perak. Sementara di embu putri dapat medali emas,”ucapnya. Raihan prestasi di level nasional itulah yang membuat Yuli semakin optimis menghadapi Porprov NTB 2014. Guna memantapkan persiapan, dia mengaku sudah mulai melakukan persiapan. Rencananya di Porprov NTB 2014 ia akan ikuti tiga nomor, yakni randori 45 Kg putri, embu berpasangan putri dan embu beregu. (fan)

tama mereka bersama,” ujar sang entrenador usai pertandingan. “Hal tersebut telah dipecahkan dalam 24 jam,” tambahnya. Messi dan Neymar pertama kali bermain bareng dalam sebuah laga kompeti-

tif saat Barca dibendung tanpa gol oleh Atletico Madrid di leg II Supercopa de Espana, tengah pekan kemarin. (ant/bali post)

Lionel Messi dan Neymar

Mentalitas Menang di Mata Brendan Rodgers MANAJER Liverpool, Brendan Rodgers memaknai mentalitas menang sebagai meraih kemenangan dari setiap laga krusial, bukan sekedar rentetan torehan tekad bermanis-

Brendan Rodgers

manis di atas kertas. Mentalitas menang di mata Rodgers berbuah manis. The Reds menempati puncak klasemen Premier League setelah mengalahkan Manchester United (MU) 10 pada lanjutan Premier League di Stadion Anfield pada Minggu (1/ 9). Gol tunggal Liverpool dilesakkan oleh Daniel Sturridge. Rodgers mewarnai mentalitas menang dengan mengutarakan pujian atas penampilan anak asuhannya dengan menekuk Manchester United di Anfield, sebagaima n a dikutip dari situs S k y Sport. Men-

talitas menang kemudian diterjemahkan Rodgers dengan racikan strategi ciamik di lapangan. Manchester United menikmati dan menguasai benar penguasaan bola, sementara Liverpool terus menggalang lini pertahanan dengan kokoh, sampai menunggu saat tepat melancarkan serangan balik. Rodgers melihat bahwa penampilan para pemainnya tidak terguncang dengan tekanan yang diakibatkan dari denyut laga melawan Manchester United itu. Bermodal mentalitas menang itulah, para pemain Liverpool mampu menanggulangi rasa tertekan kemudian “menyulapnya” dengan penampilan ngotot. “Mentalitas kami menjadi kunci kemenangan. Kami tidak juga tampil seperti biasa, meski Manchester United tampil gemilang. Kami punya mental tahan banting yang membuat lini pertahanan makin kokoh,” katanya. “Semuanya itu sudah kami buktikan,” tambahnya. (ant/bali post)

(Suara NTB/ist)

Madrid Kerja sama apik telah mulai diperlihatkan Lionel Messi dan Neymar di Mestalla. Menurut Gerardo “Tata” Martino, Lionel Messi dan Neymar telah membungkam keraguan seputar prospek kerja sama mereka di lini depan Barcelona lewat permainan yang ditunjukkan dalam lawatan ke kandang Valencia dinihari WIB tadi.

Chris John Tetap Latihan di Australia Semarang (Suara NTB) Pemegang gelar Super Champions kelas bulu WBA Chris John tetap menjalani latihan di Sasana Herry‘s Gym di Perth, Auastralia, meskipun sampai kini belum ada pemberitahuan soal pertarungan yang harus dijalani berikutnya. “Setelah saya menjadi bintang tamu pertarungan antara Andrew Green melawan Xavier Lucas beberapa hari lalu, saya tetap di sini untuk menjalani latihan yang sifatnya masih ringan,” kata petinju dengan rekor bertarung 48 kali menang (22 di antaranya dengan KO) dan tiga kali seri ketika dihubungi dari Semarang, Senin. Petinju dengan julukan The Dragon tersebut mengakui memang sampai kini belum ada perkembangan apa-apa soal pertarungan berikutnya. Namun, dirinya tetap latihan ringan sambil menungu kepastian soal pertarungan untuk mempertahankan gelarnya. “Saya memang sudah berlatih di Sasana Herry`s Gym terutama untuk fisik tetapi si-

fatnya masih ringan karena memang jadwal pertarungan untuk saya belum ada. Nanti kalau sudah ada, pasti saya kabari,” kata petinju asal Kabupaten Banjarnegara, Jateng, tersebut. Ia menyebutkan, latihan yang dijalani memang belum mengarah kepada keseriusan mengingat sampai kini jadwal pertarungan berikutnya belum ada. “Saya hanya latihan biasa seperti jogging, shadow box, dan sama sansak,” katanya. Chris John bersama dengan juara nasional kelas bantam super Rasmanudin (Sasana Satria Sindpro Semarang) menjalani latihan di Sasana Herry‘s Gym, Perth, Australia. Mereka berdua berangkat dari Indonesia pada Sabtu (17/8). Sejak merebut gelar juara dunia kelas bulu WBA dengan mengalahkan petinju Kolombia Oscar Leon melalui pertarungan ad-interim di Bali, September 2003, petinju dengan julukan The Dragon tersebut sudah 18 kali mempertahankan gelarnya termasuk tiga kali seri tersebut. (ant/bali post)

KONI Harus Cepat Gelar Pelatda PON Mataram (Suara NTB) Keberhasilan Pengprov Perbakin NTB meloloskan enam atlet menembak di ajang nasional baru-baru harus ditanggapi serius KONI NTB. Dalam hal ini KONI NTB harus secepatnya menggelar Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) PON bagi atlet menembak yang lebih awal lolos PON XIX 2016, sehingga persiapan enam atlet menembak NTB jauh lebih mantap menghadapi ajang tingkat nasional. Pelatih Menembak NTB, Andik Budi Hariono yang dihubungi Suara NTB, via ponselnya, Senin (2/9), enam atlet NTB, yakni Ni Wayan Yuliarthi, Liza Rizna Widjayanti, Dimas Restu Arindra Putra, I Nyoman Meta Ambara Yoga, L. Rizal Saputra dan Nila Anggraeni, telah resmi lolos PON dengan prestasi yang cukup memuaskan. Capaian prestasi yang diukir oleh penembak-penembak junior NTB itu patut mendapat perhatian penuh dari KONI dan Pemprov NTB, karena prestasi tersebut merupakan pencapaian tertinggi Perbakin NTB selama mengikuti kejurnas level Pra-PON. Kesuksesan atlet-atlet NTB itu boleh jadi menggambarkan bukti keseriusan pihak Perbakin NTB dalam mencetak atlet-atlet yang berprestasi nasional, karena dengan meloloskan enam atlet di PON, maka telah selesailah tugas cabor. Dalam hal ini KONI NTB harus segera menindaklanjuti persiapan atlet menuju event yang lebih bergengsi lagi, yakni PON XIX di Jabar 2016. (fan)

pematahan servis dari lawannya pada laga yang diwarnai beberapa kali “break”, ketika ia menghasilan delapan angka dari 13 “break point” yang terjadi. Djokovic mengatakan ia ingin mengakhiri pertandingan itu secepat mungkin, terlebih ia berhasil beberapa kali bermain net dengan baik, tapi lawan dapat melayaninya dengan meyakinkan. “Saya berusaha bermain net, tapi tidak bisa sebagus saat saya bermain `baseline`, tapi saya bekerja keras untuk

melakukannya,” kata pemain nomor satu dunia itu, yang memenangi 20 dari 30 poin pada permainan di dekat net. “Itu merupakan bagian dari permainan saya yang perlusaya perbaiki dan tingkatkan. Saya amat menyadarinya,” katanya. Djokovic, juara di Flushing Meadew pada 2011 dan kalah dalam laga lima set pada final tahun lalu atas Andy Murray, selanjutnya akan berhadapan dengan unggulan ke43 Marcel Granollers dari Spanyol. (ant/bali post)

Chris John

(ant/bali post)

Yulia Prayanti

New York Unggulan utama Novak Djokovic melaju ke putaran keempat turnamen tenis AS Terbuka, Minggu, setelah menang 6-0 6-2 6-2 atas Joao Sousa dari Portugal di Arthur Ashe Stadium. Pemain berusia 26 tahun dari Serbia itu, yang belum pernah kalah satu set pun, membuat 34 “winners” dibanding lawannya peringkat ke-95 yang membuat 10, lapor Reuters. Juara Australia Terbuka Djokovic mengalami dua kali

Karate Finnish Open 2013

Indonesia Borong Medali London Tim karate Indonesia berhasil memboyong total 19 medali (enam emas, lima perak, dan delapan perunggu) pada kejuaraan Karate Finnish Open 2013 di Tampere, Finlandia, 1 Agustus-1 September 2013. Kepala Fungsi Pensosbud KBRI di Helsinki, Made P Sentanajaya, Minggu, mengatakan, torehan prestasi ini melebihi target PB Forki pada kejuaraan ini yakni tiga medali emas saja. Medali emas Indonesia pada kejuaraan tersebut dipersembahkan atlit Sari

Srunita (kumite di bawah 50 kg), Indah Mogia (kumite di bawah 68 kg), Imam Ragananda (kumite di bawah 60 kg), Hirga Yoga (kumite di bawah 67 kg), Hendro Salim (kumite di bawah 84 kg) dan Siti Maryam (kata perorangan). PB Forki mengikutsertakan atlet-atletnya dalam Karate Finnish Open 2013 sebagai ajang persiapan menghadapi SEA Games XXVII 2013 di Myanmar. Sebanyak 15 atlet putra dan 14 atlet putri Indonesia diturunkan di berbagai kelas dalam Kejuaraan Karate bertaraf internasional di Finlan-

dia yang diikuti oleh 11 negara tersebut. Adapun yang berpartisipasi dalam kejuaraan tersebut selain atlet Indonesia dan tuan rumah Finlandia antara lain adalah karateka Rusia, Estonia, Swedia, Luksemburg, dan Turki. Tim karate Indonesia pada Karate Finnish Open 2013 dipimpin langsung Ketua Umum PB Federasi Olahraga Karate/Do Indonesia, Hendardji Supandji. Perjuangan para karateka di ajang tersebut mendapat dukungan penuh dari KBRI Helsinki dan masyarakat Indone-

sia yang ada di Finlandia khususnya di Tampere. Duta Besar Indonesia untuk Finlandia, Elias Ginting, turut hadir untuk mendukung perjuangan tim Indonesia di Gedung Pyynikin Palloiluhalli Tampere yang menjadi tempat penyelenggaraan kejuaraan tersebut. Kehadiran suporter Indonesia di gelanggang pertandingan untuk mengobarkan semangat juang karateka Indonesia mendapatkan apresiasi dari panitia penyelenggara. Meskipun kecil dalam

jumlah namun dukungan dan nyanyian yang diberikan tanpa henti kepada atlet Indonesia yang sedang berlaga selama kejuaraan dapat meningkatkan semangat juang atlet Indonesia untuk dapat mengalahkan lawan-lawannya. Atas torehan prestasi dan semangat juang para atlet dan suporter Indonesia, Panitia Finnish Open 2013 pada Closing Ceremony secara khusus menyampaikan penghargaan kepada Tim Karate Indonesia. (ant/ bali post)

Menanti Duet Bale dan Ronaldo Bagaimana jika dua pemain termahal bermitra bermain bareng di sebuah klub? Gareth Bale dan Cristiano Ronaldo kini berkongsi membela panji Real Madrid. PELATIH Carlo Ancelotti coba memberi misi kepada Cristiano Ronaldo mempertajam lini depan selama laga pra-musim. Kini, Bale bergabung. Apa dan bagaimana jadinya bila kedua sosok pemain itu berkolaborasi dalam naungan racikan pelatih asal Italia itu? Kini, Carletto, penggilan akrab Ancelotti, memberi peran anyar kepada pemain bintang asal Portugal itu dalam “starting XI”, sebagaimana dikutip dari situs Marca. Bale bakal menempati po-

sisi sayap kiri. Posisi itu sebelumnya menjadi teritori langganan bagi CR7, panggilan akrab Cristiano Ronaldo - beberapa musim lalu di Santiago Bernabeu. Pemain asal Wales itu punya kecepatan dan ketangguhan fisik. Bale biasanya menempati posisi sayap. Ia juga dianugerahi naluri mencetak gol. Faktor inilah yang membuat Carletto bisa saja memainkan dia sebagai pemain bertahan, tentunya bila memang ada situasi mendesak di kubu “Los Blancos”.

Kedatangan pemain asal Wales itu jelas-jelas mempertajam lini depan “Les Merengues”. Tim papan atas La Liga ini kian ofensif melumat setiap lawan. Bale punya kemampuan ekstra melepas tembakan deras menghunjam dari jarak jauh. Nilai tambah ini justru dapat mendorong kubu Madrid menempatkan dia di lini kanan. Kalau memang taktik itu dijalankan Carletto, maka Bale dan Cristiano menjadi kombinasi ideal di lini sayap bagi Madrid. Baik Bale maupun Cris-

tiano sama-sama punya senjata ofensif yang kian ganas mengancam lawan. Ini telah diakui dunia. Hanya saja, apakah Bale akan menempati posisi gelandang serang? Alternatif posisi lain bagi Bale yakni sebagai gelandang serang. Posisi ini memungkinkan dia sebagai pemain yang subur mencetak gol, sama ketika dia masih membela Tottenham. Sementara posisi

ini telah diemban oleh Oezil dan Modric, juga pemain anyar Isco. (ant/bali post)

Cristiano Ronaldo dan Gareth Bale

(Suara NTB/ist)

(Suara NTB/fan)

Djokovic Melaju


SUARA NTB

Selasa, 3 September 2013

Halaman 12

339 Instansi Pemerintah Buka Lowongan CPNS Jakarta (Suara NTB)Sebanyak 339 instansi pemerintah membuka kesempatan kerja calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang terdiri atas 69 kementerian dan lembaga pemerintah, 23 pemerintah provinsi, dan 237 pemerintah kabupaten/kota. ‘’Untuk pelamar umum ada 65.000 lowongan yang terbagi 40.000 untuk pemerintah daerah dan 25.000 untuk instansi pusat. Selain itu seleksi CPNS untuk tenaga honorer kategori 2 ada lebih dari 600.000 lowongan,’’ kata Deputi Bidang SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Setiawan Wangsaatmaja di Jakarta, Senin (2/9). Selain seleksi CPNS dari honorer K2 dan jalur pelamar umum, ada tiga ske-

ma seleksi CPNS lain, yakni formasi khusus untuk dokter, tenaga ahli tertentu yang tidak ada di lingkungan PNS, dan seleksi CPNS calon siswa ikatan dinas seperti Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). ‘’Apabila jumlah peserta seleksi K2 yang memenuhi passing grade kurang dari jumlah PNS yang pensiun pada instansi bersangkutan, mereka dialokasikan pada tahun 2013,’’ kata Setiawan. Dia mengemukakan, bila jumlah yang memenuhi passing grade lebih besar dari

jumlah PNS yang pensiun, maka untuk tahun 2013 didahulukan yang usianya lebih tua. ‘’Selebihnya untuk tahun 2014,’’ tambahnya. Pemerintah juga memberikan kesempatan bagi kelompok difabel, putra terbaik dari Papua, serta atlet berprestasi untuk menjadi CPNS. Panitia Seleksi Nasional

HILANG

• Usia maksimal 35 tahun • Pengalaman minimal 1 tahun di bagian ketok dan las mobil

(Panselnas) Seleksi CPNS menyiapkan tiga kategori soal tes, yaitu Tipe A (untuk SLTP dan SD), Tipe B (untuk SLTA, D1, D2, D3 atau sarjana muda) dan Tipe C (untuk jenjang pendidikan D4, S1, S2 dan S3). Penyusunan soal tes kompetensi dasar dilakukan oleh Panselnas dengan diban-

tu oleh konsorsium perguruan tinggi negeri (PTN). Soal tes kompetensi bidang disusun oleh instansi pembina masing-masing, misalnya pendidikan oleh Kemendikbud, kesehatan oleh Kemenkes serta bidang administrasi umum oleh Badan Kepegawaian Nasional. (ant/Bali Post)

PERSYARATAN:

STNK R2 DR2049AD NOKA/ NOSIN: VLXIT340976/TLXIM345751 NO.BPKB: 476814 1P AN.NI LUH SUTIWI HILANG DISEKITAR JL.SALEH SUNGKAR KEC.AMPENAN

SEGERA BAWA/KIRIM BERKAS LAMARAN KE Bagian PERSONALIA Lombok Taksi Jl. Koperasi No 102 Mataram Tlp. 087865493799 (cantumkan no telp di berkas lamaran Anda) Paling lambat tanggal 14 September 2013

JUAL BELI MOBIL

C.01.08.13

TRAVEL

RUPA-RUPA

EKSPEDISI

ADVERTISING

TRAVEL

EMAS & MUTIARA

C.05.08.13

C.06.08.13

JUAL MOBIL/MOTOR CEPAT LAKU TOKO MAINAN

LAUNDRY

Dimuat didua media sekaligus : Harian Suara NTB dan Radio Global FM Lombok Hanya : PETS SHOP

BATIK

C.04.08.13

TANAH KAPLING

D.02.08.13

PELATIHAN

Rp. 20.000,-/ 1 x muat Rp. 45.000,-/ 3 x muat Rp. 100.000,-/ 7 x muat

(Iklan maksimum 3 (tiga) baris) Hubungi : Bagian Iklan Suara NTB Jl. Bangau No.15 Tlp. 0370-639543 Cakranegara-NTB

7 hari belum laku (selanjutnya gratis selama 7 kali)


SUARA NTB

Selasa, 3 September 2013

KURSUS/BIMBEL

KOMPUTER

BAHAN BANGUNAN & INTERIOR

Halaman 13

HOTEL

SALON

SIARAN TV RADIO

SABLON & KONVEKSI

BOUTIQUE

JUAL MOBIL

TELEVISI

SANGGAR SENAM

PROPERTY

KURSUS

RUKO

EVENT ORGANIZER

FASHION

RUMAH MAKAN

FASHION

Menyediakan aneka hidangan & melayani pesanan nasi kotak, snack box dan menerima rantangan

BENGKEL & SPARE PART

PENGOBATAN ACCESORIES

RUPA - RUPA

RUPA - RUPA

RUPA - RUPA

PHOTOGRAFI

087 865 633 888 / 087 861 811 999

SERVICE

BANK

BENGKEL

PERAWATAN AC


SUARA NTB Selasa, 3 September 2013

KESEHATAN

Halaman 14

Kerjasama Suara NTB dengan RS. Risa Sentra Medika

Bersama dr. Dahlia, Sp.OG Pertanyaan : Dok, saya baru menikah dan usia saya 32 tahun. Selama ini saya memiliki tekanan darah 100/80 dan hb yang juga rendah. Kira – kira apakah ada efek samping dari hb yg rendah (sktr 10) dan tekanan darah yang juga rendah bagi ibu hamil? Dan apakah kehamilan pertama di usia lebih dari 30 tahun termasuk berisiko tinggi dok? terima kasih‌. Dari Ibu Ida di Sweta Jawab : Ibu Ida di Sweta yang sedang menikmati masa-masa menikahnya, Tekanan Darah 100/80 dan Hb 10 masih merupakan batas nilai normal pada seorang perempuan, termasuk dalam mempersiapkan diri untuk kehamilan. Dalam mempersiapkan kehamilan ada baiknya semenjak sekarang ibu mulai konsumsi asam folat dan tablet besi secara rutin. Usia diatas 30 tahun tentunya lebih beresiko terhadap kehamilan dibanding pada usia 20 an, sebisa mungkin rencanakan kehamilan anda sebelum usia 35 thn ya. Pertanyaan : Dok, saat ini kehamilan saya menginjak usia 20 minggu. Keluhan yang paling sering rasakan beberapa hari ini adalah batuk, pilek dan demam. Bolehkah saya minum obat untuk menghilangkan batuk, pilek, maupun demam ini? Dari Ibu Ratna di Pagesangan Jawab : Ibu Ratna di Pagesangan, seringkali keluhan yang dirasakan bumil pada umur kehamilan 20 minggu seperti yg ibu rasakan, ada beberapa obat batuk dan pilek yang dijual bebas di apotek dan aman digunakan untuk bumil. Namun sebaiknya penggunaan obat ini tetap sepengetahuan dokter spesialis kandungan atau bidan anda.

Kenali Gejala Penyakit Jantung MENURUT penelitian global, penyakit jantung koroner merupakan salah satu penyakit penyebab kematian tertinggi. Di negara-negara berkembang seperti Amerika, Inggris, Singapura, dan Indonesia, penyakit jantung koroner merupakan salah satu penyakit dengan resiko kematian tinggi 10-20 persen. Bagaimana ciri-cirinya? Bagi anda yang sering mengalami nyeri pada dada bagian kiri, tampaknya perlu waspada. Menurut dr. Amanukarti, Sp. PD, dokter spesialis penyakit dalam RSUD Kota Mataram, penyakit jantung koroner sering ditandai dengan gejala khas seperti mengalami nyeri pada bagian dada sebelah kiri atau nyeri pada ulu hati. Nyeri pada dada ini biasanya akan menjalar ke rahang, bahu atau lengan sebelah kiri. “Ada gejala yang khas sekali yaitu nyeri seperti tertindih atau nyeri seperti terbakar, pada dada kiri atau bagian ulu hati,� terang dr. Amanukarti. Gejala ini sering diikuti dengan gejala klasik seperti keringat dingin, pusing dan mual. Menurut dokter yang akrab disapa dr. Nunuk ini, penyakit jantung koroner terjadi karena adanya penyumbatan pembuluh darah pada jantung atau sering diistilahkan dengan penyakit jantung koroner. Namun terkadang pada pasien berusia lanjut, gejala seperti ini tidak muncul. Pada orang tua, penyakit jantung koroner biasanya ditandai dengan berkurangnya nafsu makan, mual, atau diare. Menurut dr. Nunuk, selain ditandai dengan nyeri dada atau ulu hati, masih ada faktor-faktor resiko lain yang dimodifikasi seperti penyakit diabetes, kebiasaan merokok, hipertensi, lemak yang tinggi di dalam darah, tidak melakukan aktivitas atau olah raga teratur serta kegemukan. Sementara untuk faktor resiko yang tidak dapat dimodifikasi adalah faktor usia. Penyakit ini rentan menyerang wanita yang telah menopause aatau berusia lebih dari 50 tahun ke atas. Namun laki-laki resiko tinggi terkena jantung koroner yaitu laki-laki yang berusia di atas 40 tahun. Mengapa laki-laki lebih beresiko dari perempuan? karena pembuluh jantung pada laki-laki yang lebih mudah terjadi suatu penumpukan plak. “Laki-laki lebih beresiko tinggi terkena jantung koroner dibandingkan perempuan,� terangnya. Menurut penelitian secara global, penyakit jantung koroner menyumbang angka kematian cukup tinggi yaitu 10-20 persen untuk kematian mendadak. Sisanya adalah kematian akibat jantung koroner yang telah mendapatkan pertolongan dan perawatan. Untuk itulah dokter harus agresif mengetahui gejala dan faktor resiko yang dialami pasien. Selain faktor resiko, penyempitan pembuluh darah koroner akibat penumpukan plak ini dipicu oleh asupan makanan yang berlebih. Terutama yang berasal dari makananmakanan berlemak dan mengandung kolestrol tinggi. Untuk itu bagi pasien penderita penyakit jantung koroner, disarankan untuk menghindari jenis makanan berlemak dan t i n g g i kolestrol seperti kuning telur. (nia) Amanukarti (Suara NTB/nia)

(Suara NTB/ist)

Mengenal Serangan Jantung DALAM istilah medis, serangan jantung disebut infark miokard akut. Serangan jantung terjadi karena adanya penggumpalan darah yang menyumbat di arteri (pembuluh nadi) koroner. Permasalahan pada koroner inilah yang mengakibatkan jantung jadi bermasalah dan terganggu fungsinya. Gumpalan darah itu terbentuk karena plak pada koroner pecah. Isi plak tersebut merangsang darah yg mengalir untuk menggumpal, sehingga gumpalan ini yang menyebabkan liang dari arteri koroner menjadi tersumbat total. Jika dalam kurun waktu 20 menit sumbatan itu tidak melarut, maka sel-sel jantung yang seharusnya mendapat “makan� dari arteri koroner mulai gugur satu per satu, semakin lama sumbatan itu terjadi semakin banyak pula jumlah sel jantung yang mati. Akibatnya, risiko komplikasi seperti gangguan irama jantung, bahkan kematian akan semakin besar. Wujud keluhan serangan jantung paling sering berupa rasa tidak nyaman pada bagian dada atau istilah medisnya disebut angina pectoris. Penderita umumnya mengeluh dada seperti tertekan benda berat yang menjalar ke bahu kiri, leher ,atau rahang bawah. Terkadang, nyeri dapat berupa rasa terbakar di dada kiri atau nyeri pada ulu hati

sehingga dikira sakit maag. Sebagian penderita mengeluhkan sakit di punggung, dan ada pula yang merasa leher seperti tercekik. Nyeri dada pada serangan jantung biasanya disertai dengan keringat dingin, perasaan mual, sesak napas, dan badan menjadi lemas sampai kehilangan kesadaran. Nyeri dada ini bisa disebabkan oleh plak yang menutup lebih dari 70% liang arteri koroner. Proses penyempitan liang koroner ini berlangsung perlahan sejak masi kanak-kanak atau dewasa muda. Penderita diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi, dan terutama bagi perokok, berisiko lebih tinggi mengalami serangan jantung daripada mereka yang tidak mempunyai faktor-faktor risiko tersebut. Bagaimana Jika Terjadi Serangan Jantung? Jika terjadi serangan serangan jantung pada diri anda, orang dekat anda, hal pertama yang penting adalah segera ke rumah sakit. Jika Anda ragu apakah keluhan itu serangan jantung atau bukan, biarkan dokter yang memeriksa penderita dan abaikan dugaan bahwa itu sekedar gejala masuk angin. Jika Anda mengantongi obat aspirin, segera berikan kepada penderita untuk dikunyah sebagai pengencer darah. Obat anti keping darah

clopidogrel juga wajib diberikan. Obat jenis nitrat seperti ISDN juga diberikan untuk melebarkan pembuluh darah. Umumnya diagnosis serangan jantung tidak terlalu sulit. Berdasarkan kriteria WHO, diagnosis serangan jantung bisa ditegakkan dari nyeri dada yang khas dan perubahan pada EKG. Enzim jantung seperti troponin , myoglobin, dan CK-MB dapat diperiksa untuk konfirmasi lebih lanjut. Prinsip utamanya adalah time is muscle, menyelamatkan otot jantung sesegera mungkin. Ada dua pilihan terapi untuk serangan jantung , yakni pemberian anti trombolitik dan PCI (Percutaneous Coronary Intervention). Pemberian obat anti trombolitik adalah menghancurkan gumpalan darah lewat infus. Efektivitas dari anti trombolitik hanya berkisar 60 % dan obat ini bekerja maksimal jika diberikan dalam kurun waktu tiga jam pasca serangan. PCI adalah suatu tindakan intervensi non bedah yang bertujuan melebarkan atau membuka sumbatan di arteri koroner dengan balon dan kebanyakan disertai dengan pemasangan stent (disebut juga ring atau cincin). Jika dilakukan pada fase akut serangan jantung, istilahnya menjadi Primary PCI. (Pusdat BP)

Waspada Penyakit Jantung Rematik pada Usia Remaja PENYAKIT jantung rematik adalah komplikasi penyakit yang terjadi akibat serangan demam rematik yang biasanya menyerang anakanak sampai remaja. Lalu setelah beberapa tahun penyakit yang awalnya dirasa sembuh oleh penderita ternyata menyerang jantung dan menjadi penyakit jantung rematik. Jantung rematik adalah salah satu dari berbagai macam penyakit jantung yang ada. Penyakit jantung rematik (PJR) atau dalam bahasa medisnya Rheumatic Heart Disease (RHD) ini adalah kondisi dimana terjadi kerusakan permanen dari katup jantung yang bisa berupa penyempitan atau kebocoran, terutama katup mitral yang disebabkan oleh demam rematik. Katup-katup jantung tersebut rusak karena proses perjalanan penyakit yang dimulai dengan infeksi saluran pernafasan bagian atas yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus â hemoliticus tipe A. Penyebab jantung rematik ini diperkirakan adalah reaksi imunologi (kekebalan tubuh) yang disebabkan oleh demam rematik. Demam rematik merupakan suatu penyakit sistemik yang dapat bersifat akut atau kronik, dan dapat terjadi setelah infeksi Streptococcus â hemolyticus tipe A pada saluran pernafasan bagian atas.

Demam rematik akut ditandai oleh demam berkepanjangan, jantung berdebar keras, kadang cepat lelah. Puncak insiden demam rematik terdapat pada kelompok usia 5-15 tahun, penyakit ini jarang dijumpai pada anak di bawah usia 4 tahun dan penduduk di atas 50 tahun. Tanda dan Gejala Penyakit Jantung Rematik Penderita umumnya mengalami sesak nafas yang disebabkan jantungnya sudah mengalami gangguan, nyeri sendi yang berpindah-pindah, bercak kemerahan di kulit yang berbatas, gerakan tangan yang tak beraturan dan tak terkendali, atau benjolan kecil-kecil di bawah kulit. Selain itu tanda yang juga turut menyertainya adalah nyeri perut, kehilangan berat badan, cepat lelah dan tentu saja demam. Gejala jantung rematik ini akan mulai tampak dari minggu pertama sampai minggu keenam setelah bakteri masuk ke kerongkongan. Untuk itu sangat bijak agar segera memeriksakan diri saat gejala-gejala demam rematik itu mulai terasa. Untuk memastikan terjadinya penyakit jantung rematik, pihak medis akan memeriksa kondisi fisik pasien, gejala - gejala pada fisik pasien, serta hasil pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan kadang

juga akan menggunakan Echocardiografi yang berfungsi melihat kondisi otot dan katup jantung. Untuk mengobati sakit jantung rematik, pihak medis biasanya akan memberikan obat untuk mengatasi kuman Streptococcus. Dan obat untuk menghilangkan peradangan yang terjadi. Sementara, untuk mencegah kemungkinan terjadinya komplikasi, biasanya pasien akan diberi diet yang bergizi tinggi. Ini dimaksudkan agar tidak terjadi penyebaran virus yang potensial menyebabkan trombo-emboli atau gagal jantung. Ini merupakan cara kedua pengobatan penyakit jantung rematik. Bagaimanapun mencegah jantung rematik jauh lebih baik daripada mengobatinya. Cara pencegahan paling efisien adalah dengan rajin membersihkan tempat tinggal. Karena bakteri Streptococcus, pembawa penyakit demam rematik yang memicu terjadinya jantung rematik, biasanya berkembang di lingkungan yang tidak bersih. Berolahraga dan mengonsumsi makanan yang sehat juga harus dilakukan untuk menjaga tingkat kekebalan tubuh. Memakai masker di udara berdebu sangat baik untuk dilakukan. Berhati-hati juga saat terjadi perubahan cuaca. Sebab di waktu tersebut biasanya bakteri Streptococcus sering menginfeksi. (Pusdat BP)

Hidup Sehat Hindari Sakit Jantung SECARA umum, faktor-faktor yang menyebabkan seseorang mengalami penyakit jantung antara lain: karena kelainan jantung bawaan, gangguan pada fungsi kerja katup jantung dan terganggunya pembuluh koroner yang berfungsi mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Dari ketiga hal tersebut, penyakit jantung yang umumnya ditakuti adalah jantung koroner karena menyerang pada usia produktif dan dapat menyebabkan serangan jantung hingga kematian mendadak. Faktor-faktor di atas erat kaitannya dengan pola konsumsi dan kehidupan yang bersangkutan, di antaranya merokok terlalu berlebihan selama bertahun-tahun, sering mengonsumsi makanan jenis lemak (kolesterol) tinggi, menderita tekanan darah tinggi, serta menderita penyakit kencing manis (diabetes). Berikut beberapa kiat untuk menjaga jantung tetap sehat dan dapat bekerja optimal. Berhenti Merokok Mungkin ini adalah langkah terbaik yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit jantung. Para perokok yang sudah setahun berhenti merokok, risikonya berkurang hingga setengahnya untuk terkena serangan jantung. Selain itu, berusahalah agar tidak menjadi perokok pasif. Olahraga Teratur Ada banyak alasan mengapa olahraga menyehatkan jantung. Pertama, olahraga rutin akan menurunkan kolesterol dan tekanan darah. Kita juga bisa

memperoleh berat badan yang ideal dari kegiatan ini. Berolahragalah minimal 30 menit setiap hari. Kurangi Kolesterol Jika pola makan dipenuhi oleh makanan-makanan yang kaya lemak dan kaya kolesterol, maka hasil tes kolesterol darah kita sangat mungkin sekali di atas normal. Upayakan agar kolesterol di bawah 200 mg/dl. Turunkan Tekanan Darah Tekanan darah tinggi sering dijuluki pembunuh diam-diam. Tekanan darah tinggi akan memberikan beban sangat berlebihan kepada jantung dan arteri hingga akhirnya dapat mengundang serangan jantung, selain stroke. Salah satu cara menormalkan tekanan darah adalah dengan mengurangi natrium (garam) dari pola makan kita. Kendalikan Stres Stres bisa membuat jantung menderita. Ada ban-

yak cara untuk meredakan stres, misalnya olahraga, istirahat, menarik napas panjang, meditasi, atau yoga. (pusdat BP)

(Suara NTB/ist)


SUARA NTB Selasa, 3 September 2013

SUARA NUSANTARA BLSM Tahap Pertama Capai 92 Persen Halaman 15

Jakarta (Suara NTB) – Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono mengatakan bahwa pendistribusian Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) tahap pertama mencapai 92 persen. “Sampai saat ini pendistribusian tahap pertama telah

ANTRE Pembagian BLSM Bekasi Sejumlah warga pemegang kartu perlindungan sosial (KPS) mengantre untuk mendapat Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) tahap kedua di kantor pos Bekasi, Jawa Barat, Senin (2/9). Pengambilan dana BLSM akan berlangsung hingga Desember tahun ini.

(ant/bali post)

Tim Paskibra Palembang Dihadiahi Jalan-jalan ke Bangkok dan Singapura Palembang (Suara NTB) – Tim Pasukan pengibar bendera pusaka yang bertugas pada upacara bendera HUT RI 17 Agustus 2013 di Pemerintah Kota Palembang, mendapat kesempatan berwisata ke Bangkok, Singapura dan singgah di Batam. Tim Pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) yang berangkat menggunakan pesawat hari ini berjumlah 65 orang masing-masing 30 orang anggota Paskibraka, 10 orang anggota Purna Paskibraka dan selebihnya petugas dari Diknas setempat, kata panitia pendamping Eduwar Palestino di Palembang, Senin. Ia menjelaskan, kegiatan wisata tersebut merupakan penghargaan yang diberikan Pemerintah Kota Palembang karena dinilai telah berjasa dan berhasil menjalankan tugas menaikkan dan menurunkan bendera pusaka pada upacara HUT Kemerdekaan RI 17 Agustus lalu di lingkungan kantor Pemerintahan Kota Palembang. “Mereka wajar mendapat penghargaan dari Pemerintah Kota Palembang, karena untuk menjadi anggota Paskibraka tidak mudah, harus melalui rangkaian perjuangan panjang digembleng selama dua bulan,” katanya. Tim Paskibraka Kota Palembang tersebut sebelumnya mengikuti pembinaan antara lain masalah fisik, mental serta wawasan kebangsaan, sehingga mereka betul-betul menjadi pemuda yang cinta Tanah Air serta memiliki budi pekerti dan akhlak yang mulia, katanya. Sedangkan para pembinanya selama mengikuti pelatihan, selain dari para senior Paskibraka juga unsur TNI atau Polri. Menurut dia, setelah melalui rangkaian pendidikan dan pelatihan terutama masalah baris-berbaris, sampai mereka sukses menjalankan tugas menaikkan dan menurunkan bendera pusaka pada puncak HUT Kemerdekaan RI 17 Agustus lalu, sekarang giliran berwisata ke luar negeri. Kegiatan wisata ke luar negeri ini, kata dia, sudah menjadi program Pemerintah Kota Palembang yang diselenggarakan setiap tahun setelah selesai menjalankan tugas menaikkan dan menurunkan bendara pada upacara HUT Kemerdekaan RI. Ia menambahkan, tim Paskibraka itu selama lima hari di luar negeri selain berwisata, juga mendapat kesempatan menimba pengalaman serta belajar budaya di negara yang dikunjungi. (ant/bali post)

Dialog Jakarta-Papua Harus Samakan Persepsi Jayapura (Suara NTB) – Anggota DPD RI asal Papua Paulus Yohanes Sumino mengatakan bahwa dialog Jakarta-Papua yang terus digaungkan oleh berbagai pihak di daerah tersebut harus bisa menyamakan persepsi dahulu sebelum dialog itu benar-benar terwujud. “Kita harus samakan persepsi terkait usulan dialog Papua-Jakarta atau sebaliknya,” katanya kepada Antara Jayapura, Senin. Menurut dia, dialog itu perlu tetapi jangan dianggap bahwa dialog itu seperti menyelesaikan masalah Aceh karena masalah Aceh dan Papua berbeda sekali termasuk konstruksi dialognya juga berbeda. “Situasi Aceh dan Papua berbeda sekali. Karena itu masalah dialog disini kita selesaikan, rekonsiliasi semua potensi politik untuk kembali membangun Papua ini supaya energi Papua terfokus untuk membangun masa depan,” katanya. Paulus mengatakan bahwa Gubernur Papua Lukas Enembe pasti punya pemikiran-pemikiran yang baik terkait dialog tersebut. “Saya pikir Gubernur Papua sudah mempunyai pikiran-pikiran yang jelas. Dan dialog disini jangan diartikan atau menggunakan fasilitas asing. Inikan urusan dalam negeri. Ini yang masih ada perbedaan dalam cara pandang dialog tersebut,” katanya. Dialog ini, katanya, adalah dalam rangka mengimplementasikan UU Otsus, rekonsiliasi politik. Tapi kita mengacu kepada Otsus bahwa Otsus adalah penyelesaian yang bermartabat, yang tuntas terhadap masalah Papua. Jadi dialog itu ada di dalam koridor (Otsus) itu,” sambungnya. Legislator asal Papua itu berpendapat bahwa baik Jakarta maupun Papua bisa terjadi salah pengertian bahwa dialog itu harus melibatkan kelompok-kelompok radikal, orang asing. Itu hal yang keliru. Itu yang tidak diterima oleh Jakarta. Tapi, katanya menambahkan, dialog nanti harus menyertakan teman-teman di hutan, teman Papua Merdeka yang ada di luar negeri, tapi bukan kekuatan asing yang kita undang tapi orang Papua yang ada di luar negeri. Paulus juga mengatakan bahwa dialog Papua-Jakarta itu sudah lama didorong atau diperjuangkan oleh pihaknya kepada Pemerintah Pusat. “Usulan dialog ini sudah ada sejak kita selesaikan evaluasi UU Otsus 2011 kemarin, sudah selesai. DPD RI sudah usulkan hal itu ke pemerintah,” katanya. Pemerintah Pusat sebenarnya sangat merespon degan baik. “Oh, Presiden juga merespon baik, hanya saja rincian bagaimana dialog itu dilakukan. Itu masih harus di `fixed` kan dulu di tingkat pelaksana. Intinya Presiden merespon. Dan dalam berbagai pidato Presiden juga mengatakan hal itu. Tapi saat pidato 17-an, Papua disebutkan tapi tidak dalam kata dialog itu,” katanya. (ant/bali post)

mencapai 92,96 persen atau menjangkau 14,4 juta rumah tangga sasaran dari total 15,5 juta rumah tangga sasaran,” kata Agung Laksono di Jakarta, Senin. Capaian itu belum memasukkan wilayah Papua dan Papua Barat yang pendistribusian tahap pertama akan dilakukan sekaligus dengan pendistribusian tahap kedua, katanya. “Jika Papua dan Papua Barat dimasukkan dalam perhitungan, presentasi pembagian BLSM 2013 akan meningkat,” katanya. Agung menjelaskan terkait dengan evaluasi pelaksanaan BLSM tahap pertama meskipun banyak mendapatkan sorotan masyarakat, proses pendistribusian telah berlangsung dengan lebih baik dibandingkan dengan pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) tahun 2005 dan 2008.

Dia juga menambahkan bahwa dengan rampungnya pendistribusian BLSM tahap pertama pada bulan Agustus yang lalu, pemerintah melaksanakan pendistribusian BLSM tahap kedua yang akan dimulai hari ini, 2 September 2013. Menko Kesra Agung Laksono menegaskan bahwa bagi Rumah Tangga Sasaran (RTS) yang telah menerima Kartu Perlindungan Sosial (KPS) dapat melakukan pengambilan di Kantor Pos yang ditunjuk sesuai dengan jadwal yang ditetapkan dengan membawa KPS dan indentitas lainnya. “Kami harapkan dukungan dari masyarakat dan harapannya dapat bersama - sama mengawasi proses pendistribusian BLSM Tahap Kedua ini, serta pelaksanaan Program Kompensasi lainnya seperti Bantuan Siswa Miskin (BSM) dan Raskin,” katanya. (ant/bali post)

Kasus PON Riau Jakarta (Suara NTB) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terpidana kasus suap Wisma Atlet Jakabaring, Angelina Sondakh, terkait pelaksanaan pembangunan lanjutan venue Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII Riau. Mantan anggota DPR RI dari Partai Demokrat itu enggan memberikan komentar apapun seputar pemeriksaannya ketika masuk Gedung KPK Jakarta, Senin pukul 10.36 WIB. “Angelina Sondakh diperiksa sebagai saksi untuk tersangka RZ (Rusli Zainal),” kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha. Pada Rabu (21/8), Tim Penyidik KPK memeriksa mantan anggota DPR dari Partai Demokrat itu sebagai saksi dalam kasus dugaan penerimaan hadiah dalam pembangunan Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang untuk tersangka Anas Urbaningrum. Terkait kasus suap pembangunan PON XVIII Riau, KPK telah memeriksa Ketua Fraksi Partai Golkar Setya Novanto, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Alifian Mallarangeng, Anggota DPR RI Komisi X Fraksi Partai Golkar Kahar Muzakir, dan Wakil Ketua Komisi X DPR RI Utut Adiyanto. Saat bersaksi pada 31 Januari, Setya membantah sejumlah kedatangan Rusli Zainal ke ruangan Fraksi Partai Golkar untuk membahas persiapan PON, melainkan soal pertemuan acara temu kader Par-

tai Golkar se-Indonesia. “Keterangan Pak Novanto sama persis dengan keterangan yang disampaikan di perkara Lukman Abbas, pertemuan itu bukan pertemuan anggaran, tapi undangan ke Pak Setya Novanto untuk menjadi pembicara di acara partai, dan belakangan diketahui dua staf yang ikut dalam pertemuan itu salah satunya Lukman Abbas,” kata pengacara Setya, Rudi Alfonso yang menemani Setya Novanto. Nama dua politisi Golkar yaitu Setya Novanto dan Kahar Muzakhir disebut terdakwa mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Riau, Lukman Abbas, dalam sidang di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pekanbaru. Lukman mengaku menyerahkan uang 1.050.000 dolar AS (sekitar Rp9 miliar) kepada Kahar Muzakhir sebagai langkah permintaan bantuan PON dari dana APBN Rp290 miliar. Sementara, Kahar Muzakir mengaku tidak mengetahui dugaan aliran dana proyek pembangunan venue PON XVIII Riau ke sejumlah anggota DPR. “Tidak ada urusan sama Setya Novanto. Ini urusannya dengan Rusli Zainal,” kata Kahar tentang keterlibatan Ket-

ua Fraksi Partai Golkar itu. Rusli menjadi tersangka dalam tiga kasus yaitu pertama adalah kasus pembahasan Perda No 6 di provinsi Riau mengenai PON dengan sangkaan pasal 12 huruf a atau b atau pasal 5 ayat 1 atau pasal 11 Undang-undang No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 jo pasal 55 ayat 1 ke-1 tentang penyelenggara negara yang menerima hadiah atau janji terkait kewajibannya. Kasus kedua, Rusli disangkakan sebagai orang yang memberikan hadiah kepada pejabat negara dalam pembuatan Perda No 6 dengan sangkaan pasal 12 pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau pasal 13 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 jo pasal 55 ayat 1 ke-1. Selanjutnya Rusli juga menjadi tersangka dalam kasus korupsi penerbitan Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Hutan Tanaman (IUPHHK-HT) di Pelalawan Riau periode 20012006 dengan sangkaan pasal 2 ayat 1 atau pasal 3 Undang-undang No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 jo pasal 55 ayat 1 ke-1. (ant/bali post)

Angelina Sondakh (ant/bali post)

Polres Garut Tangkap 115 Imigran Garut (Suara NTB) – Polisi Resor Garut mengamankan 115 warga negara Myanmar, Bangladesh, dan Afrika di sebuah vila Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Minggu. Kepala Satuan Reskrim, Polres Garut, AKP Dadang Garnadi mengatakan para warga negara asing itu ditangkap setelah aparat menerima informasi dari masyarakat tentang sejumlah warga asing di vila Kampung Genteng, Desa Tanjung Jaya, Kecamatan Banjarwangi.

“Diduga kuat mereka akan menyeberang ke Negara Australia melalui kawasan pantai di Garut selatan,” kata Dadang Garnadi. Selain mengamankan imigran gelap, kata Dadang, pihaknya mengamankan dua orang wanita warga negara Indonesia asal Cilacap dan Semarang, Jawa Tengah yang merupakan istri dari dua warga negara asing. Berdasarkan keterangan warga negara Indonesia tersebut, kata Dadang, rombongan

itu berangkat dari Bogor, Jumat malam menggunakan kendaraan mini bus. “Kami masih menyelidiki untuk mengetahui siapa yang membawa rombongan imigran ini,” jelas Dadang. Kedatangan imigran gelap ke wilayah Garut merupakan kesekian kalinya yang berhasil diamankan polisi dalam kurun waktu selama tahun 2013. “Pantai Garut Selatan ini memang sering dijadikan tempat transit para imigran gelap yang mau ke Australia,” kata Dadang. (ant/bali post)

(ant/bali post)

KRI SOEHARSO - KRI dr Soeharso-990 dalam pelayaran di Tanah Air. Bersama empat kapal perang lain TNI-AL, dia juga sempat disiagakan untuk mengantisipasi dan menanggulangi dampak gempa Aceh. (Dinas Penerangan

Misi Kemanusiaan

KRI Soeharso Berlayar ke Pulau-pulau Terpencil Jakarta (Suara NTB) – KRI dr Soeharso-990 kini tengah berjibaku menembus gelombang laut, menuju misi kemanusian di pulau-pulau terpencil nusantara sejak Jumat lalu (30/8), bersamasama tiga koleganya sekelas, KRI Banda Aceh-593, KRI Makassar-590, dan KRI Surabaya-591. Khusus KRI dr Suharso/990 —kapal perang rumah sakit— misi pelayaran kini bagian dari Sail Komodo 2013, dalam Operasi Surya Bhaskara Jaya LXII/2013, ke pulau-pulau di Provinsi NTT, meliputi Kabupaten Lembata, Kabupaten Maumere (Sikka), Labuan Bajo, dan Kabupaten Sumba.

NTT dipilih karena pulaupulaunya sangat banyak namun akses bagi masyarakat masih sangat terbatas. terkhusus akses terhadap layanan kesehatan, sebagaimana dinyatakan Dinas Penerangan TNI AL. Satuan Tugas SBJ LXII/ 2013 dikomandani Kolonel Pelaut Taat Sunarto yang seharihari menjabat sebagai Komandan Satuan Kapal Bantu Komando Armada Indonesia Kawasan Timur TNI AL, sementara KRI dr Soeharso-990 dikomandani Letnan Kolonel Pelaut I Putu Darjatna. KRI dr Suharso-990 merupakan kapal kelas Landing Platform Dock sepanjang 122

meter berbobot mati 16.000 ton yang geladak apronnya mampu menampung tiga helikopter ringan ini buatan Korea Selatan seharga 37,5 juta dolar Amerika Serikat. Dia semula bernama KRI Tanjung Dalpele-572, yang lalu diubah menjadi kapal rumah sakit. Selain kesehatan, awak TNI AL yang ada di dalam lambungnya juga merenovasi sarana dan prasarana umum, penyuluhan ketahanan nasional dan penyerahan bahan keperluan sehari-hari di Lembata, Maumere, Waingapu, dan Labuhan Bajo, hingga pada acara puncak Sail Komodo pada Sabtu, 14 September mendatang. (ant/bali post)

Kemenkeu Buka Penerimaan CPNS Jakarta (Suara NTB) – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) membuka pendaftaran penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun anggaran 2013 untuk tingkat SMA hingga sarjana (S1) mulai 6 hingga 20 September 2013. Ketua Panitia Pusat Rekrutmen CPNS Kemenkeu 2013 yang juga Sekretaris Jenderal Kemenkeu Kiagus Ahmad Badaruddin dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Senin, menyebutkan unit eselon I yang membutuhkan pegawai baru adalah Sekretariat Jenderal, Ditjen Anggaran, Ditjen Pajak, Ditjen Bea dan Cukai, dan Ditjen Perbendaharaan. Selain itu, Ditjen Kekayaan Negara, Ditjen Pengelolaan Utang, Inspektorat Jenderal, Badan Kebijakan Fiskal dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. Kualifikasi pendidikan untuk tingkat S1 yang dibutuhkan adalah akuntansi, ilmu ekonomi/studi pembangunan, hukum, manajemen, statistik, sistem informasi, teknik informasi/ teknologi informasi. Kualifikasi untuk diploma III adalah pelayaran (nautika dan teknika), sementara diploma umum meliputi akuntansi/keuangan dan perbankan/perpajakan/manajemen perpajakan, teknik informatika, manajemen informatika/teknik komputer, analis kimia, far-

masi/analis farmasi. Sementara untuk SMK adalah SMK Pelayaran/ SPM Nautika dan SMK umum adalah teknik mesin/teknik perkapalan, teknik telekomunikasi, jelasnya. Jumlah formasi yang dibutuhkan secara keseluruhan mencapai sekitar 2.789 orang. Pendaftaran dilaksanakan secara online melalui website http://rekrutmen.kemenkeu.go.id mulai tanggal 6 September 2013 sampai dengan tanggal 20 September 2013. Seleksi penerimaan akan melalui empat tahap dengan sistem gugur yang meliputi seleksi administrasi, tes kompetensi dasar (TKD), psikotes lanjutan, dan tes kesehatan dan kebugaran serta wawancara. Wawancara hanya untuk pelamar dengan Tingkat Pendidikan Sarjana (S1). Tes akan diadakan di Banda Aceh, Medan, Padang, Palembang, Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, pontianak, Banjarmasin, Balikpapan, Makassar, Manado, Kupang dan Jayapura. Pelamar dapat melihat pengumuman pelamar yang dinyatakan lulus seleksi administrasi pada tanggal 25 September 2013 melalui portal Kementerian Keuangan www.kemenkeu.go.id atau http://rekrutmen.kemenkeu.go.id serta Kantor Perwakilan Kementerian Keuangan di daerah. (ant/bali post)


SUARA NTB Selasa, 3 September 2013

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

(ant/bali post)

MENENTANG INTERVENSI - Pengunjuk rasa menentang intervensi militer AS ke Suriah berdiri di sebelah gambar Presiden AS Barack Obama, dalam aksi di depan Gedung Putih, Washington.

Bolivia Pertanyakan Alasan AS Serang Suriah La Paz Presiden Bolivia Evo Morales, Minggu (1/ 9), mempertanyakan alasan Amerika Serikat bagi serangan militer terhadap Suriah, dan mengatakan akses ke minyak atau kendali regional Timur Tengah mungkin menjadi alasan sesungguhnya. Presiden AS Barack Obama mengatakan satu serangan militer terbatas yang diusulkan bertujuan “mencegah penggunaan lebih lanjut senjata kimia oleh Pemerintah Suriah” terhadap gerilyawan oposisi, tuduhan yang telah dibantah oleh Damaskus. “Di balik retorika kemanusiaan ini terletak kepentingan Pemerintah Amerika Serikat bagi minyak atau kendali geopolitik,” kata Morales dalam satu acara terbuka di Ibu Kota Bolivia, La Paz, untuk memperingati Hari Pengendara Sepeda dan Pejalan Kaki Nasional. Washington dikendalikan oleh rasa haus akan sumber daya alam, seperti kondisinya 10 tahun lalu, ketika AS menyerbu Irak - yang minyaknya kini berada di bawah kekuasaan Amerika Serikat, kata Morales. Morales, yang menyatakan Barat memiliki sejarah tindakan campur tangan serupa, mengatakan kekaisaran itu pertama kali memecah dunia pada 1494, ketika para penjelajah Eropa merampas Benua Amerika. Pada 1886, beberapa negara Barat kembali keluar untuk membagi kekayaan dunia di antara diri mereka, saat itu dengan menyerbu Afrika. “Pada 1916, Prancis dan Inggris membagi Timur Tengah di antara mereka sendiri. Prancis mengambil Suriah dan beberapa negara tetangganya, sedangkan Inggris menguasai negara lain,” kata Morales. Kepala Negara Bolivia itu mengecam berlanjutnya kehadiran pemerintah yang mengancam perang atau campur tangan militer seakan-akan dunia adalah harta benda mereka. Morales menyeru semua negara untuk berkaca pada kehancuran yang ditimbulkan oleh

aksi militer, dan mempertanyakan keabsahan campur tangan militer di negara merdeka. Sementara itu, Rusia mengirimkan sebuah kapal mata-mata ke perairan timur Mediterania di tengah rencana Amerika Serikat menyerang Suriah, demikian tulis kantor berita Interfax pada Senin. Kapal mata-mata bernama Priazovye itu meninggalkan pangkalan angkatan laut Rusia di pelabuhan Sevastopol, Laut Hitam Ukraina, pada Minggu malam dalam sebuah misi “untuk mengumpulkan informasi di wilayah konflik.” Namun, Kementerian Luar Negeri Rusia menolak berkomentar mengenai laporan tersebut. Sementara itu di Amerika Serikat, Presiden Barack Obama mengatakan pada Sabtu bahwa dia akan menunggu persetujuan Kongres untuk aksi militer terhadap rezim Presiden Bashar al Assad di Suriah setelah adanya dugaan penggunaan gas beracun sarin yang membunuh lebih dari 1.400 orang di Damaskus. Rusia mengatakan Amerika Serikat tidak dapat membuktikan tuduhan penggunaan gas sarin. Negara tersebut menduga bahwa serangan senjata kimia dilakukan oleh kelompok pemberontak untuk memicu negara barat mengintervensi perang saudara yang telah berlangsung selama dua tahun. Rusia adalah penyedia persenjataan terbesar Assad, negara tersebut juga mempunyai fasilitas pemeliharaan peralatan angkatan laut di pelabuhan Tartous, Suriah. Moskow tidak menyetujui intervensi militer di Suriah dan melindungi Damaskus dari tekanan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Interfax menulis, Priazovye akan beroperasi secara terpisah dari unit yang secara permanen ditempatkan di laut Mediterania. Unit tersebut ditempatkan oleh Presiden Vladimir Putin sebagai perlindungan terhadap kepentingan keamanan nasional. Pada minggu lalu, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan bahwa beberapa kapal perang akan dikirim ke Mediterania untuk menggantikan kapalkapal lain sesuai rencana rotasi. (ant/bali post)

Hujan Lebat, 5.000 Warga Jepang Mengungsi Osaka Lebih dari 5.000 orang di Jepang Barat dan Baratdaya, Senin, disarankan mengungsi karena ancaman banjir akibat hujan lebat, demikian laporan pers setempat. Di Prefektur Hyogo di Jepang Barat, yang beberapa bagiannya menghadapi curah hujan per jam antara 80 dan 100 milimeter sampai Senin siang, sebanyak 5.000 orang di Kota Kecil Taka diminta meninggalkan rumah mereka. Permukaan air di beberapa sungai di wilayah tersebut naik sampai ke tingkat bahaya, kata Nippon Hoso Kyokai (NHK), media siaran resmi Jepang. Laporan tersebut juga

mengatakan lebih dari 70 rumah terendam air sampai di atas atau bawah lantai pertama di beberapa kota kecil, termasuk Tamba dan Nishiwaki, dan di kota kecil di prefektur itu, kata Xinhua. Sebabnya ialah, air di beberapa sungai di dekat daerah tersebut juga meluap akibat hujan. Sementara itu di Jepang Barat-daya, hujan lebat yang terus mengguyur juga telah memaksa sebanyak 150 orang di Prefektur Kumamoto dan Kagoshima diungsikan sebab rumah mereka hampir berada di bawah air, tambah laporan tersebut. Badan Meteorologi Jepang (JMA) memperingatkan hujan lebat yang dibawa oleh hujan musim gugur dapat memicu tanah longsor dan banjir lagi di banyak daerah di Jepang Barat. Beberapa bagian wilayah itu, diramalkan menghadapi curah hujan sebanyak 50 milimeter sampai Selasa pagi. (ant/bali post)

Sonia Gandhi Periksa Kesehatan ke AS New Delhi Ketua partai yang berkuasa di India, SoniaGandhi,terbangkeAmerikaSerikat untuk menjalani pemeriksaan kesehatan, kata satu laporan, sepekan setelah ia masuk rumah sakit di New Delhi. Gandhi, politisi yang berpengaruh, pernah menjalani operasi di AS pada 2011 atas penyakit yang tidak diungkapkan dan tidak tampil di depan umum selama tiga bulan setelah itu. “Perjalanannya ke AS adalah untuk menjalani pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh,” kata tokoh senior partai - yang tidak bersedia disebut namanya, kepada kantor berita India, Press Trust of India (PTI), Minggu malam. Sonia Gandhi (66) menjalani pemeriksaan kesehatan sebelumnya pada Februari juga di AS dan bepergian ke negara itu lagi pada September tahun lalu. Ia masuk ke rumah sakit di New Delhi setelah dikabarkan jatuh sakit saat mengikuti debat parlemen mengenai masalah penting. Rekan-rekan partainya mengatakan bahwa Sonia mengalami demam

dan kelelahan setelah beberapa hari berunding untuk meloloskan undangundang mengenai kesejahteraan pangan. Kesehatan dan kehidupan pribadinya dijaga ketat oleh para penasehatnya dan Gandhi juga jarang seka-

li berbicara kepada wartawan. Pada 2011, sebuah majalah berita melaporkan bahwa Sonia Gandhi menjalani operasi kanker, namun penyakitnya tidak pernah diungkap secara resmi. (ant/bali post)

Sonia Gandhi

(ant/bali post)

Mursi akan Diadili dengan Tuduhan Mendorong Pembunuhan Kairo Presiden terguling Mesir Muhammad Mursi akan diadili di satu pengadilan pidana atas

tuduhan mendorong pembunuhan, kata stasiun televisi pemerintah Ahad tanpa menyebut tanggal penyidangannya.

Muhammad Mursi

(ant/bali post)

Televisi itu mengatakan ia akan diadili bersama dengan 14 tersangka lainnya dalam gerakan Ikhwanul Muslmin atas tuduhan menghasut pembunuhan dan tindak kekerasan pada Desember 2012 di mana terjadi bentrokan berdarah antara para pendukungnya dan penentangnya dekat istana presiden, lapor AFP. Ia juga dituduh terlibat aksi kejahatan berkaitan dengan pelariannya dari penjara. Mursi ditahan di satu lokasi rahasia sejak ia digulingkan oleh militer 3 Juli. Juga turut dituduh tokoh-tokoh senior Ikhwanul Muslimin termasuk Mohamed al-Beltagi dan para pemimpinnya seperti Essam elErian, wakil keketua Partai Kebebasan dan Keadilan, sayap politik Ikhwanul Muslimin.

Desember lalu, ribuan pengunjuk rasa berkumpul di depan istana presiden di Kairo untuk memprotes satu keputusan presiden yang memperluas kekuasaan Mursi dan satu rancangan konstitusi pro-Islam. Satu pengadilan Mesir Juli memerintahkan penahanan Mursi untuk diperiksa karena diduga punya hubungan dengan para gerilyawan Palestina dalam pembobolan penjara dan serangan-serangan terhadap polisi. Pemerintah Mesir melakukan satu tindakan keras terhadap Ikhwanul Muslimin sejak mantan presiden itu digulingkan dan secara efektif melumpuhkan kelompok itu dengan menahan pemimpin utamanya Mohamed Badie akhir

Agustus. Pihak berwenang juga menahan lebih dari 2.000 tokoh Ikhwanul Muslimin sejak Mursi digulingkan. Para tokoh kelompok itu, termasuk Badie menurut rencana diadili 26 Agustus tetapi ditunda karena alasan-alasan keamanan.Sidang baru akan diselenggarakan 29 Oktober. Badie dan para wakilnya Khairat al-Shater dan Rashad al-Bayoumi menghadapi tuduhan berkaitan dengan kematian para pemrotes yang menyerang markas besar Ikhwanul Muslim di Kairo pada 30 Juni. Tiga anggota gerakan itu akan diadil bersama dengan para tokoh itu, dituduh terlibat pembunuhan pada akhir Juni. (ant/bali post)


Snt03092013