Page 1

Yeremia Salt and Light Publishing House

2017


Background

NABI YANG MEMBUJANG DAN HARUS DI PENJARAKAN SAAT ITU

Meskipun 70 tahun pertama kerajaan asyur cukup kuat untuk menghancurkan kerajaan utara israel, namun kemudian kekuatannya menurun, dan babel pada akhirnya mengalahkan baik asyur maupun mesir untuk mendapatkan sepremasi dunia. Kehidupan Yeremia melputi 40 tahun menuju kehancuran Yerusale, yang juga karena perbuatan kerajaan Babel. Nabi-nabi lain pada masa ini termasuk pula Zefanya, Habakuk, Daniel dan Yehezkiel. Yeremia” Nabi yang meratapi” memulai pelayanannya dari Yerusalem ketika ia berusia sekitar 20 tahun. Kemurtadan, penyembahan berhala, dan penyembahan yang sesat menguasai yehuda saat itu.

01

Key Point: karena Dosa maka yeremia berpikir bahwa itu merupakan tanggung jawab Yeremialah untuk menytakan hukuman yang akan menimpa Yehuda karena dosa yang mereka perbuat terus –menerus, karena kejahatan orang –orang yang terlalu besar. Yeremia meratap bukan hanya karena aniaya atas dirinya sendiri, tetapi juga atas penderitaan yang pahit yang menimpa bangsanya.


2

CONTENT Yeremia dengan keberaniannya mengerjakan tugas yang tidak mungkin di cemburui oleh yang lain yaitu menyatakan penghakiman Allah atas bangsa yang tidak bertobat. Ia bahkan tetap membujang sebagai tanda bahwa penghakiman akan terjadi di masa hidupnya(pasal 16). Yang tentu saja benar-benar terjadi. Aniaya menjadi bagiannya ketika para nabi palsu di tanah itu, seperti Hananya mengatakan kepada rakyat apa yang ingin mereka dengar dan bukannya kebenaran dari Allah. Pesan Yeremia yang tidak populer membawa penderitaan dari tentangan lawan, penjara, di kucilkan dari Bait Suci, dan deraan pukuan (pasal 20 dan 38). Tidak ada satu pun yang dapat menghentikannya. Meskipun demikian, ketika ia menubuatkan adanya kehancuran, Yeremia juga menjanjikan berkat, pemulihan dan sebuah perjanjian yang baru di masa yang akan datang. Setelah pengasingan Yehuda di Babel Yeremia juga menjajikan berkat, pemulihan dan sebuah perjanjian yang baru di masa yang akan datang. Setelah pengasingan Yehuda di Babel, Yeremia tetap tinggal di Yerusalem bersama sisa-sisa yang tinggal. Namun, ketika Gubernur Gedalya di bunuh, Yeremia pun di bawa ke Mesir sebagai sandera, di mana ia melanjutkan pelayanan kenabiannya.


“BUT BLESSED IS THE ONE WHO TRUSTS IN THE LORD, WHOSE CONFIDENCE IS IN HIM. THEY WILL BE LIKE A TREE PLANTED BY THE WATER THAT SENDS OUT ITS ROOTS BY THE STREAM. IT DOES NOT FEAR WHEN HEAT COMES; ITS LEAVES ARE ALWAYS GREEN. IT HAS NO WORRIES IN A YEAR OF DROUGHT AND NEVER FAILS TO BEAR FRUIT.”

Jeremiah 17:7-8

Yeremia  
Yeremia  
Advertisement