Page 1

MINGGU, 15 04 2018 NO. 13438/ TAHUN KE-49 24 HALAMAN Rp4.000/eks

(di luar P. Jawa + ongkos kirim)

Rp89.000/bulan

(di luar P. Jawa + ongkos kirim) E-mail: cs@mediaindonesia.com

www.mediaindonesia.com Hotline:

0811 123 7979 Customer Service:

(021) 5821303 Pemasangan Iklan:

J U J U R

(021) 5812113 & 5801480

B E R S U A R A

Harian Umum Media Indonesia

@mediaindonesia

@mediaindonesia

Media Indonesia

Sengkuni memastikan Pandawa mati konyol. Kemudian, Negara Amarta bubar dan semua kekuasaannya jatuh ke tangan Duryudana. Namun, benarkah demikian yang terjadi?” Pigura | Hlm 10

Jokowi Tokoh Muslim Berpengaruh di Dunia Dalam menentukan tokoh yang berpengaruh, RISSC menggabungkan kombinasi matriks sosial, opini publik, dan pendapat para ahli. Selekta | Hlm 2

Buru Terus Djoko S Tjandra

FOTO-FOTO: AFP/LOUAI BESHARA/MOD/KALLYSTA CASTILLO

SERANGAN KE SURIAH: Serangan udara oleh Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis menghacurkan kompleks Pusat Penelitian dan Penelitian Ilmiah (SSRC) di Distrik Barzeh, utara Damaskus (foto atas),

Kejaksaan masih menunggu perkembangan informasi dari International Criminal Police Organization yang memburu pelaku. Politik & Hukum | Hlm 3

Kenaikan Moody’s Yakinkan Investor Efek kenaikan peringkat Moody’s diperkirakan akan mendorong pertumbuhan realisasi investasi langsung (FDI) hingga 13,5%-14% atau lebih tinggi daripada tahun lalu yang mencapai 13,1%.

kemarin. Pesawat tempur Tornado GR4 milik Angkatan Udara Inggris bersiap mendukung operasi militer di Suriah dan rudal jelajah Tomahawk ditembakkan oleh AS dari kapal perang USS Monterey.

Dunia Cemas Selain meminta diadakannya rapat darurat DK PBB, Rusia juga mengancam akan mengirim sistem pertahanan rudal S-300 ke Suriah untuk menangkis serangan dari pihak Barat.

DENNY PARSAULIAN SINAGA denny@mediaindonesia.com

Umum | Hlm 4

K DUTA

“Kalau di buku, serigala memangsa gadis kecil itu. Kalau di sini, si serigalanya memakan harga buku itu. Makanya kenapa buku di sini didominasi segmen anak-anak.” Uli Silalahi Presiden Direktur PT Jaya Ritel, penyelenggara pameran buku Big Bad Wolf (BBW) Wawancara | Hlm 5

ONFLIK Suriah memasuki babak baru yang mencemaskan setelah Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis menembakkan lebih dari 100 rudal ke Kota Damaskus dan Homs. Rusia sebagai sekutu Suriah langsung mengecam keras serangan tersebut. Tindakan AS dan sekutunya, Jumat (13/4) malam (kemarin WIB), itu dikatakan sebagai balasan atas serangan gas beracun oleh Suriah yang menewaskan puluhan orang di Kota Douma pada pekan lalu. Tindakan ini juga merupakan intervensi terbesar Barat terhadap Presiden Suriah Bashar al-Assad. “Tujuan dari serangan itu ialah mencegah produksi, penyebaran, dan penggunaan senjata kimia,” kata Presiden Donald Trump dalam pidato yang disiarkan televisi AS. Juru bicara Pentagon Dana White menyatakan seluruh rudal berhasil mencapai sasaran. Ini membantah klaim Rusia bahwa Suriah mampu menghadang beberapa serangan. Letnan Jenderal Kenneth McKenzie dari militer AS menambahkan bahwa target serangan ialah tiga

lokasi penting yang menjadi pusat pembuatan senjata kimia Suriah. “Serangan kami sukses menghancurkan tempat-tempat itu,” ujarnya. Seorang wartawan AFP di ibu kota Suriah, Damaskus, mendengar beberapa ledakan keras yang membuat warga keluar rumah. Selama 45 menit, Damaskus dipenuhi gelegar ledakan dan suara pesawat militer. Di pagi hari, asap tebal mengepul dari bagian timur dan utara. Suriah sendiri menyebut tiga warga sipil terluka oleh serangan Barat. Kemarin, Rusia meminta Dewan Keamanan PBB untuk menggelar rapat darurat. Moskow juga mengaku tengah mempertimbangkan pilihan untuk mengirim sistem pertahanan rudal S-300 ke Suriah. “Aksi Amerika Serikat di Suriah semakin memperburuk kondisi kemanusiaan di negara itu dan sangat merugikan warga sipil. Aksi ini juga akan merusak seluruh sistem hubungan internasional,” kata Presiden Vladimir Putin. Sekjen PBB Antonio Guterres lalu menyatakan semua negara harus menahan diri dalam situasi berbahaya seperti sekarang dan menghindari tindakan yang memperburuk situasi dan membuat warga Suriah lebih menderita.

Jujitsu belum Dibentuk

Lindungi WNI Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi meminta semua pihak di Suriah menahan diri dan menghormati Piagam PBB yang mengedepankan keamanan dan perdamaian dunia. Terkait 1.500 WNI yang ada di Suriah, Menlu mengatakan telah mengontak para duta besar di Suriah dan negara Timur Tengah lainnya. “Kita pantau terus situasinya seperti apa. WNI merupakan prioritas bagi kita saat ini. Kita tidak mau ada korban WNI dari situasi ini. Rencana darurat sudah kita buat dan setiap dubes sudah alert akan situasi,” tegasnya di Jakarta, kemarin. Sementara itu, pengamat Timur Tengah, Hasibullah Satrawi, mengatakan, terlihat AS masih setengahsetengah melakukan serangan. Salah satu penyebabnya kemungkinan karena Trump tidak ingin keterlibatan Rusia dalam pemilihan presiden AS terungkap. Menurut Hasibullah, situasi di Damaskus saat ini masih aman. “Kalau terjadi serangan lagi, mungkin kita harus segera mengambil keputusan opsi berkaitan dengan pemulangan WNI,” sarannya. Babak baru konflik Suriah juga bisa berdampak kepada perekonomian Indonesia. Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef ) Bhima Yudhistira mengatakan harga minyak mentah berpotensi naik hingga melebihi US$80 per barel dalam waktu dekat. Hal itu akan memengaruhi subsidi

harus menambah subsidi BBM dan defisit anggaran terancam melebihi target yang ditetapkan, yakni 2,19%,” ujar Bhima. (Pra/AFP/Ant/X-11) Barat Menggempur... | Hlm 4

Seleksi para atlet jujitsu terus dilakukan dengan memantau hasil dan prestasi di berbagai uji coba serta turnamen di dalam dan luar negeri.

SELA

JEDA

Minyak Ikan dan Mata Kering

Karena Mereka Ingin Eksis pun Bermakna

SELAMA ini suplemen minyak ikan umum digunakan untuk menyembuhkan kondisi mata kering (dry eye). Namun, penelitian terbaru oleh tim dari Perelman School of Medicine at University of Pennsylvania meDUTA nunjukkan suplemen itu tidak bermanfaat. Suplemen omega-3 tidak lebih efektif daripada plasebo untuk mengurangi gejala-gejala mata kering, demikian bunyi kesimpulan penelitian yang dipublikasikan di New England Journal of Medicine, kemarin. Penelitian tersebut melibatkan 535 orang. Mereka yang mengikuti penelitian ini telah mengalami penyakit mata dari yang ringan hingga berat. Peserta penelitian secara acak diberikan dosis suplemen omega-3 dan plasebo minyak zaitun. Hasilnya, tidak ada perbedaan signifikan. (AFP/Hde/X-11)

bahan bakar minyak dan listrik di dalam negeri karena saat ini asumsi harga minyak mentah Indonesia hanya ditetapkan oleh pemerintah sebesar US$48 per barel. “Konsekuensinya pemerintah

BERAWAL dari Balai Kota DKI Jakarta, kiprah mereka kini berdampak ke penjuru Nusantara. Pembelajaran selama menjadi anak magang itu berdampak dalam, pun mangalir sampai jauh. Fiona Handayani, Direktur dan CoFounder Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan (PSPK), lembaga riset dan advokasi independen di bidang kebijakan pendidikan, salah satunya. Saat dijumpai Kamis (12/4), di kantornya yang berkonsep ruang kerja

bersama, di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Fiona dan dua kawannya sedang memproyeksikan riset kemampuan literasi di Sumatra Utara dan Kepulauan Mentawai. Targetnya, riset yang mendasari perumusan kebijakan di bidang pendidikan itu bisa diterima lintas kementerian dan lembaga, pun tetap dipakai kendati pejabat yang jadi mitranya tak lagi di posisi itu. “Saat ini fokusnya pada kebijakan kualitas pendidikan, terkait karakter

dan literasi, kami sedang membantu Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendikbud,” kata Fiona, alumnus Kellogg School Of Management Northwestern University, Amerika Serikat (AS) dan sempat berkarier di PT Unilever Indonesia serta Mckinsey & Company sebelum terjebak cinta pada urusan kebijakan gara-garanya interaksi dengan anggaran dan urusan tata Kota DKI pada era Gubernur Basuki Tjahaja Purnama. Berkontribusi untuk memperbaiki wajah Indonesia, dengan langsung mengarah pada otaknya, lembaga pembuatan kebijakan, agar masuk sistem dan dampak yang dihasilkan lebih bermakna, juga dilakukan Priska Sufhana. Dari semula berkantor di Jalan Medan Merdeka Selatan, pusat pemerintahan provinsi DKI, ia kini mondar-mandir ke Medan Merdeka

Olahraga | Hlm 8

Timur, kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan. Priska yang lulusan S-2 hukum University of Michigan Law School, Ann Arbor, AS itu tergabung dalam Satuan Tugas Pemberantasan (Satgas) Penangkapan Ikan secara Ilegal yang tersohor dengan aksi penenggelaman kapal pencuri ikan. Ia kini terlibat dalam tim perumus kebijakan manajemen perikanan berkelanjutan. Ide segar dan komitmen para milenial idealis di angkatan kerja pada pusaran pembentukan kebijakan negeri ini bisa menjadi kabar gembira bagi para pemimpin yang keren di mata mereka. Namun, mereka bisa sangat nyinyir pada pemimpin yang tak lurus. (Wan/M-1) Anak Bawang... | Hlm 6

MENGGUNAKAN KERTAS DAUR ULANG


2

SELEKTA

MINGGU, 15 APRIL 2018

Konsep Teologis untuk Pembangunan Perhutanan Sosial PERSPEKTIF teologis dan sosiologis harus dikedepankan dalam pembangunan kehutanan. Tujuannya menjaga keseimbangan dalam masyarakat dan lingkungan. Bukan malah sebaliknya mengatasnamakan pembangunan, melainkan faktanya justru merusak. “Sebagai ormas keagamaan Muhammadiyah berangkat dengan perspektif teologis. Ini mungkin dibilang utopis, tetapi melekat pada kehidupan sehari-hari sebab alam

dan hutan sejatinya titipan Tuhan harus dikelola untuk memberi manfaat bagi masyarakat, jangan merusak,” kata Ketua Umum PP Muhammadiyah Haidar Nasir, pada acara MoU dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya, di Kantor Kementerian LHK Jakarta, Jumat ( 13/4). Turut hadir Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Muti, Ketua Umum PP Asyiyah Siti Noorjanah, sejum-

lah rektor perguruan tinggi Muhammadiyah, angkatan muda Muhammadiyah, serta jajaran eselon 1 KLHK. Haidar Nasir mengingatkan, karena hutan titipan Tuhan, semua pihak jangan merasa absolut memilikinya, apalagi memanfaatkannya semenamena. “Jangan sampai ada yang mengelola semena-mena sebab ada amanat untuk berbagi. Bahkan ada yang mengelola hutan mengatasnamakan

“Sebagai ormas keagamaan, Muhammadiyah berangkat dengan perspektif teologis.” Haidar Nasir

Ketua Umum PP Muhammadiyah

pembangunan, tetapi sebenarnya merusak,” tegas Haidar seraya menambahkan pentingnya ormas Muhammadiyah, NU, dan ormas lainnya dalam pembangunan. Ia melanjutkan, dalam perspektif sosiologis, roda pembangunan harus diselaraskan dengan denyut kehidupan masyarakat setempat. Oleh sebab itu, dalam pembangunan kehutanan terdapat hutan adat dan lingkungan adat. “Jika kita membangun,

tetapi tidak hirau pada masyarakat setempat, itu akan mencerabut lingkungan masyarakat,” cetus Haidar. Terkait MoU dengan KLHK, Haidar menyatakan Muhammadiyah akan memantapkan program hutan pendidikan yang telah berjalan di lingkungan kampus Muhammadiyah di Sorong, Papua, dan Palangka Raya. Selain itu, ada juga hutan produktif dan hutan pemberdayaan. Untuk hutan pemberdayaan,

komunitas lingkungan hidup bekerja sama dengan PP Aisyiah. Dalam kesempatan itu, Menteri LHK Siti Nurbaya menginstruksikan seluruh jajaran Kementerian LHK berkomitmen melaksanakan MoU dengan Muhammadiyah. “Semoga dengan kerja sama dalam pembangunan perhutanan sosial dan pembangunan kehutanan lainnya dapat menyejahterakan masyarakat,” tegasnya. (Bay/N-3)

Prabowo Pernah Tawarkan Diri Jadi Cawapres

ANTARA/AJI STYAWAN

SILATURAHIM PENYULUH AGAMA DI JATENG: Presiden Joko Widodo berpidato saat menghadiri Silaturahim Penyuluh Agama Jawa Tengah 2018 di Semarang, Jawa Tengah, kemarin. Silaturahim yang diikuti 5.711 penyuluh lintas agama se-Jateng tersebut membahas sejumlah isu, di antaranya tentang kerukunan antarumat beragama dan penguatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) melalui penerapan nilai-nilai Pancasila serta Bhinneka Tunggal Ika.

Jokowi Tokoh Muslim Berpengaruh di Dunia Dalam menentukan tokoh yang berpengaruh, RISSC menggabungkan kombinasi matriks sosial, opini publik, dan pendapat para ahli. HENRI SALOMO SIAGIAN henri@mediaindonesia.com

P

RESIDEN Republik Indonesia Joko Widodo menjadi salah satu dari 10 tokoh muslim paling berpengaruh di dunia untuk kategori politisi. Hal itu berdasarkan daftar 500 tokoh muslim paling berpengaruh di dunia sepanjang 2018 yang disusun oleh The Royal Islamic Strategic Studies Centre (RISSC) yang bermarkas di Yordania. Dari tokoh dunia dengan kategori politisi, Presiden Jokowi menempati posisi sembilan. Adapun dari daftar 50 orang muslim paling berpengaruh di dunia dengan mengadopsi beragam kategori, Presiden Jokowi menempati posisi ke-16. Menurut RISSC, Jokowi terkenal dengan kebiasaan blusukan atau

melakukan kunjungan secara mendadak. Blusukan menjadi momentum melihat dan mendengar langsung beragam keluhan dan kritik dari masyarakat. Blusukan juga menjadi kesempatan dirinya untuk mengembangkan hubungan pribadi yang kuat dengan publik. Dalam terbitan itu, RISSC mengambil kutipan Presiden Jokowi seputar pluralisme di Indonesia, “Pluralisme selalu menjadi DNA Indonesia. Meskipun banyak tantangan, Islam di Indonesia selalu menjadi kekuatan untuk moderasi.” Selain Presiden Jokowi, ada dua nama lain dari Indonesia yang masuk Top 50, yaitu Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj di peringkat ke-22 dan ulama karismatis Habib Luthfi bin Yahya di peringkat ke-41 . Dalam menentukan tokoh yang berpengaruh, RISSC menggabungkan

kombinasi matriks sosial, opini publik, dan pendapat para ahli. Dalam menanggapi hal itu, pakar pemikiran Islam Modern Zainal Abidin mengapresiasi penghargaan yang diberikan kepada mantan Gubernur DKI itu. “Ini merupakan suatu kebanggaan kita sebagai rakyat Indonesia,” katanya saat dihubungi kemarin. Mantan Rektor IAIN Palu itu menyebutkan mantan Wali Kota Surakarta itu memiliki kontribusi dalam mengembangkan Islam yang moderat. “Kepemimpinan Pak Jokowi mambawa nilai yang positif bagi seluruh rakyat. Berbeda degan negara Islam lainnya yang hingga saat ini masih saja bertikai,” ujarnya. Sekretaris Jenderal DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Raja Juli Antoni, menyatakan masuknya Presiden Jokowi dalam The Muslims 500 membuktikan dunia internasional mengakui kepemimpinan Jokowi di negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. “Ini ialah sebuah penghargaan dan

pengakuan dari dunia internasional terhadap kepemimpinan Presiden Jokowi dalam membangun Islam moderat,” kata Antoni di Jakarta, kemarin.

SEBELUM mendeklarasikan diri menjadi calon presiden (capres), Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto sempat mengirim utusan untuk menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengonfirmasi kemungkinan dipasangkan menjadi calon wakil presiden (cawapres) Jokowi di Pilpres 2019. “Dua pekan lalu Prabowo mengirim utusan untuk menanyakan kelanjutan dirinya sebagai cawapresnya Jokowi,” kata Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy (Romy) di selasela Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama PPP di Hotel Patra, Semarang, Jumat (13/4). Namun, saat itu, kata Romy, Jokowi belum dapat memberikan jawaban karena masih harus mendengar masukan dari parpol pendukungnya. Wacana berpasangan dengan Prabowo sendiri, diketahui Romy, didasari alasan menjaga persatuan. Presiden berkaca pada pilkada DKI yang diwarnai ketegangan dan dikhawatirkan terulang pada Pilpres 2019 jika Jokowi dan Prabowo kembali berhadapan. “Mengapa saya mengetahui itu, karena Presiden meminta pendapat saya. Saat itu saya menyambut baik gagasan itu,” tambah Romy. Romy memaparkan, pada November 2017, Jokowi dan Prabowo dua kali bertemu, saat itulah terlontar ide tersebut. Prabowo menyatakan merasa terhormat.

Justru didatangi utusan Wakil Ketua Fraksi Partai Gerindra DPR Sufmi Dasco Ahmad ketika dihubungi Media Indonesia, kemarin, memastikan tidak ada utusan Prabowo yang menemui kubu Jokowi.“Tidak ada utusan. Apalagi hendak menanyakan kepastian Pak Prabowo menjadi cawapres mendampingi Pak Jokowi,” kata Dasco. Bahkan, lanjut dia, utusan Jokowilah yang menemui Prabowo. “Ada beberapa orang yang memiliki kapabilitas mengaku-ngaku sebagai utusan yang meminta Pak Prabowo mendampingi Pak Jokowi.”

Menghormati Gerindra Saat menanggapi pencalonan kembali Prabowo sebagai capres, Jokowi menyatakan menghormati keputusan Gerindra itu. Hal itu disampaikannya saat meninjau program padat karya tunai di Distrik Sorong Manoi, Sorong, Provinsi Papua Barat, Jumat. “Kita sangat menghormati dan menghargai apa yang telah diputuskan oleh Partai Gerindra untuk mencalonkan kembali Bapak Prabowo Subianto sebagai calon presiden 2019-2024,” ujar Presiden yang mengaku belum menyiapkan strategi khusus saat menghadapi 2019. Saat ini, yang masih menjadi fokus Kepala Negara ialah bekerja dan menjalankan program-program pemerintahan. “Ini masih jauh, masih panjang,” tandasnya. (Hnr/Pol/ AS/Nov/M-1)

Kerangka Ketuhanan Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa persatuan di Indonesia dibangun dalam kerangka Ketuhanan Yang Maha Esa. “Kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan semuanya dibangun dalam kerangka Ketuhanan. Harus kita pahami dan sadari bersama,” kata Jokowi dalam Silaturahim Penyuluh Agama se-Jawa Tengah di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah, kemarin. Dalam acara yang dihadiri oleh 5.711 penyuluh agama, baik dari perwakilan agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, maupun Konghucu tersebut, Presiden mengajak masyarakat tidak menghabiskan energi untuk mempertajam perbedaan, terutama menghadapi pilkada dan pilpres. (Opn/AS/Ant/X-4)

ANTARA/YULIUS SATRIA WIJAYA

MACET JALUR PUNCAK BOGOR: Antrean kendaraan

wisatawan menuju jalur Puncak, Gadog, Bogor, Jawa Barat, kemarin. Satlantas Polres Bogor memberlakukan rekayasa lalu lintas sistem buka tutup jalur dari arah Jakarta menuju Puncak ataupun sebaliknya untuk mengurai kemacetan kendaraan pada liburan akhir pekan dan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW.

Amien Dinilai Bawa Politik Pramodern

ANTARA/GALIH PRADIPTA

RANGKAIAN LRT TIBA DI JAKARTA: Pekerja menggunakan alat berat menurunkan

gerbong kereta ringan/light rail transit (LRT) di Pelabuhan Car Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (13/4). Sebanyak satu rangkaian atau dua gerbong kereta ringan/LRT tiba di Pelabuhan Car Terminal, Jakarta, yang selanjutnya akan dipergunakan pada LRT jalur Kelapa Gading-Velodrome untuk dipergunakan dalam perhelatan Asian Games 2018 pada Agustus mendatang.

PAKAR politik Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Airlangga Pribadi Kusman, menilai pendapat Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais tentang adanya partai setan dan partai Allah merupakan langkah untuk membelah konstituen. “Itu cuma cara politik Pak Amien untuk melakukan pembelahan politik di tingkat konstituen dan mengambil keuntungan di dalamnya,” kata Airlangga saat dihubungi, kemarin. Sebelumnya, Jumat (13/4), Amien mengeluarkan pernyataan yang mendikotomikan partai politik di Indonesia menjadi dua kutub, yakni partai setan dan partai Allah. Menurut Airlangga, Amien ingin mendorong partai politik

untuk memunculkan kandidat presiden dalam Pilpres 2019. “Agar partai percaya diri untuk menantang Jokowi, harus ada pembelahan politik masyarakat di lapis bawah. Nah, kita bisa melihat Pak Amien bergerak dalam ranah itu,” tambahnya. Airlangga juga menilai pendapat Amien itu membawa per adaban politik Indonesia ke zaman pramodern. “Dalam demokrasi modern, parpol berkontestasi dalam penguatan ideologi kerja yang mampu mengagregasi kepentingan konstituen, bukan pembelahan antara partai Tuhan dan partai setan,” tegasnya. Senada, Wasekjen Partai Golkar Ace Hasan Sadzily menilai pernyataan Amien justru mendorong polarisasi sosial dengan

menarik batas-batas masyarakat melalui justifikasi tafsir agama sesuai kehendak sendiri. “Tidak ada parpol di Indonesia yang dikategorikan sebagai partai setan. Semuanya berlandaskan Pancasila,” katanya. Sementara itu, Ketua Pusat Studi Hukum dan Konstitusi Universitas Andalas, Feri Amsari, mengatakan langkah politik buruk seperti pendapat Amien kerap dilakukan. “Namun, publik tentu tidak mudah diprovokasi karena punya catatan tersendiri terhadap partai yang menjual nilai religius, tapi dalam praktiknya malah jauh dari nilai-nilai agama,” tambahnya. Ketua DPP Bidang Media dan Komunikasi Publik Partai NasDem, Willy Aditya, berharap

politisi senior Amien Rais mau mengeluarkan pernyataan yang lebih menyejukkan dan tidak provokatif. Ketua Umum PPP Romahurmuzy juga senada, yaitu agar Amien tidak memancing polemik di tengah masyarakat. Di sisi lain, Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani, menginterpretasikan partai Allah sebagai kelompok yang selalu mengajak mendekat kepada kebaikan, sedangkan partai setan ialah kelompok yang mengajak kepada nilai-nilai yang buruk. Kendati demikian, Muzani enggan berandai-andai lebih jauh soal siapa partai politik yang dimaksud oleh Amien sebagai partai setan dan partai Allah. (Hnr/Alw/Gol/Ths/Mtvn/X-11)


POLITIK & HUKUM

MINGGU, 15 APRIL 2018

3

PKPI Ikut Pemilu, Hendropriyono Cari Calon Suksesor SERTIJAB PANGDIVIF 1:

MI/ADAM DWI

Panglima Kostrad Letjen Agus Kriswanto (tengah) salam komando dengan Panglima Divisi Infanteri-1 Kostrad Brigjen Agus Rohman (kiri) dan pejabat lama Mayjen Ainurrahman seusai sertijab Pangdivif 1 di Cilodong, Depok, Jumat 13/4). Mayjen Ainurrahman selanjutnya akan bertugas di Markas Besar TNI-AD.

Buru Terus Djoko S Tjandra Kejaksaan masih menunggu perkembangan informasi dari International Criminal Police Organization yang memburu pelaku. GOLDA EKSA

golda@mediaindonesia.com

AKSA Agung HM Prasetyo memastikan Korps Adhyaksa tetap bisa menjalankan putusan peninjauan kembali (PK) terhadap buron kasus cessie Bank Bali, Djoko S Tjandra. Saat ini kejaksaan masih menunggu perkembangan informasi dari International Criminal Police Organization (Interpol). Pada pertengahan 2009, Djoko berhasil lolos dari jerat hukum setelah melarikan diri ke Port Moresby, Papua Nugini (PNG). Kabar terbaru menye-

J

butkan bahwa Komisi Ombudsman PNG meminta otoritas setempat melakukan penyelidikan karena pemberian status kewarganegaraan PNG kepada Djoko diduga ilegal. “Kita tidak tahu persis apakah kabar seperti itu (dwikewarganegaraan). Namun, yang pasti kami meminta bantuan ke Interpol dari Polri dan kemudian dimasukkan ke red notice,” ujar Prasetyo di Kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (13/4). Menurut dia, meski Djoko terbukti memiliki dwikewarganegaraan, Korps Adhyaksa tetap bisa mengeksekusi

putusan peninjauan kembali (PK) yang sebelumnya diajukan jaksa. Bahkan, sambung Prasetyo, pengabulan gugatan uji materi terhadap UU 8/1981 tentang Hukum Acara Pidana yang dimohonkan Anna Boentaran, istri Djoko, di Mahkamah Konstitusi juga tidak membuat putuskan PK menjadi sia-sia. “Saya ingin sampaikan bahwa dalam upaya untuk menghambat eksekusi itu sebenarnya sudah ada juga gugatan ke MK yang diajukan oleh istri Djoko Tjandra. Saya mengatakan bahwa putusan MK tidak berlaku surut,” terang dia.

Tangkap buron Tim Tabur (Tangkap Buron) 31.1 Intelijen Kejaksaan Agung bersama tim Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan berhasil

menangkap buron terpidana kasus penipuan, Gordon Gilbert Hild, WN Jerman, di Bali, Jumat (13/4). Gordon yang masuk daftar pencarian orang (DPO) sejak Desember 2017 diamankan saat bersama istrinya, Ismayati. Setelah menjalani pemeriksaan, pasangan suami istri itu langsung diterbangkan ke Jakarta. “Kedua terpidana kami tangkap tanpa perlawanan di Desa Petulu, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, dan segera diterbangkan ke Jakarta,” ujar Jaksa Agung Muda Intelijen Jan Samuel Maringka. Mantan Kepala Kejati Sulsel itu juga mengapresiasi kerja cepat Tim Tabur 31.1. Ia menegaskan realitas itu sekaligus memberi pesan bahwa tidak ada tempat aman bagi pelaku

kejahatan. “Setiap Kejati diberi target minimal menangkap satu buronan pelaku tindak pidana setiap bulannya. Sejak program ini dicanangkan, Tabur 31.1 sudah berhasil menangkap 65 orang buron,” pungkasnya. Tidak hanya itu, tim gabungan Kejaksaan Agung dan Kejati Sultra berhasil mengamankan mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Tenggara periode 1999-2004, Siti Haola Mokodompit, Jumat (13/4). Siti merupakan terpidana kasus korupsi yang telah lima tahun buron. Ia ditangkap di Jalan Kweni Radio Dalam, Jakarta Selatan. “Ketika hendak ditangkap, sempat ada perlawanan dari pihak keluarga,” kata Jan Samuel Maringka. (P-3)

KOMISI Pemilihan Umum (KPU) menetapkan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) sebagai peserta Pemilu 2019 dalam rapat pleno terbuka yang digelar di Gedung KPU, Jumat (13/4). Ketetapan ini diambil sebagai konsekuensi dari putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) DKI Jakarta Nomor 56/G/SPPU/2018/PTUNJKT yang mengabulkan permohonan gugatan dari PKPI. “Pada hari ini, Jumat, tanggal 13 April 2018 bertempat di Kantor KPU, menetapkan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia sebagai peserta Pemilu 2019,” ujar Komisioner KPU Hasyim Asyari. Komisioner KPU, Evi Novida Ginting, menyampaikan PKPI mendapatkan nomor 20 karena mengikuti urutan yang sudah ada dari pengundian sebelumnya. Untuk diketahui sebelumnya terdapat 15 parpol nasional dan 4 parpol lokal dalam penetapan peserta Pemilu 2019 sebelumnya. Setelah PKPI resmi ditetapkan sebagai peserta Pemilu 2019, Ketua Umum PKPI Hendropriyono justru menyatakan pamit dari dunia politik. Hendropriyono mengaku sudah cukup berkiprah di dunia politik serta faktor usia yang mulai senja, yakni 72 tahun. “Saya dapat pengalaman di partai politik, susah payah setengah mati saya baru tahu. Oh, inilah parpol dan pengalaman pertama dan terakhir. Saya pribadi sudah merasa cukup untuk mengabdi di belantika politik nasional,” ujarnya di Kantor KPU. Oleh karena itu, PKPI akan menggelar kongres luar biasa untuk mencari pengganti dirinya. Ia meyakini banyak kandidat yang bisa menggantikan dirinya. Ia berharap calon

penggantinya kelak ialah sosok orang yang muda, jujur, dan tidak neko-neko. “Saya turun dan serahkan kepada kongres supaya PKPI melakukan kongres luar biasa sesegera mungkin dan mencari pengganti saya. Saya harap pengganti saya orang yang masih muda, jujur, lurus, dan jangan mau terbawa sogok menyogok, patgulipat, tidak ada itu,” jelasnya.

“Saya dapat pengalaman di partai politik, setengah mati. Inilah pengalaman pertama dan terakhir.” Hendropriyono Ketua Umum PKPI

Terkait rencana KPU mempertimbangkan peninjauan kembali ke Mahkamah Agung (MA) atas putusan PTUN, ia mengaku tidak ambil pusing. “Itu bukan urusan saya. Yang penting tugas saya selesai bawa partai ke sasaran,” ujarnya. Sementara itu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mempersilakan KPU melaporkan dugaan pelanggaran etik hakim PTUN ke Komisi Yudisial. “Baru wacana, nyatanya seperti apa ya wallahu alam,” kata Ketua Bawaslu Abhan di Sentul, Jawa Barat, kemarin. Menurut Abhan, seandainya KY menemukan pelanggaran etik hakim, hal tersebut tidak secara otomatis menganulir putusan hakim sebab yang bisa mengubah putusan hanya PK. (Nov/P-3)

CPNS Terlibat Narkoba Langsung Dipecat MENTERI Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly menegaskan tak ada toleransi bagi calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang terlibat narkoba. Yasonna memastikan yang bersangkutan langsung dipecat. Kasus CPNS terlibat narkoba sudah ditemukan di Provinsi Riau. Kemenkum dan HAM telah menemukan satu CPNS yang terbukti menggunakan narkoba. “Dia berhasil masuk karena kemampuannya sendiri. Namun, karena suatu hal dalam kehidupan sebelumnya pernah memakai ganja, sesudah lulus kemudian mungkin ada pesta kecil dengan teman lama dan kemudian berapa hari kemudian ada tes urine dan dia terindikasi positif,” jelas Yasonna saat memberikan pembekalan kepada 654 CPNS di Amel Convention Hall, Banda Aceh, Kamis (12/4)

WAWA N C A R A

Yasonna Laoly

Menteri Hukum dan HAM

lalu. Yasonna tak ingin akibat tindakan satu dua orang, institusi Kemenkum dan HAM tercoreng. Apalagi, kementeriannya sedang menggalakkan reformasi birokrasi, khususnya di lembaga pemasyarakatan. “Kalau dia kita terima dan dimaafkan, dia pada gilirannya bukan hanya akan memakai, tetapi juga mungkin akan memasok ke dalam LP,” jelas Yasonna. Yasonna berpesan kepada CPNS agar tak menyia-nyiakan jabatan yang telah dipercayakan negara. Jangan sekali pun tergoda dengan iming-iming rupiah demi meloloskan narkoba ke dalam LP. “Hati-hati karena orang akan mencoba kamu dengan uang, tetapi ingat selain akan masuk penjara, Anda juga akan kami pecat, maka siasialah pengorbanan Anda untuk lulus sekarang,” pesan

Yasonna tidak ingin tindakan satu atau dua orang membuat institusi Kemenkum dan HAM menjadi tercoreng. dia. Kedatangan Yasonna Laoly ke Aceh juga dalam rangka penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pelaksanaan hukuman cambuk dalam lembaga pemasyarakatan. Kebijakan itu diatur dalam Peraturan Gubernur Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pelaksanaan Hukuman Acara Jinayat yang dilaksanakan di lembaga permasyarakatan, atau rumah tahanan negara, atau cabang

rumah tahanan negara wilayah Aceh. Gubernur Aceh Irwandi Yusuf mengatakan pelaksanaan hukum cambuk bagi pelanggar syariat Islam tidak lagi dilakukan di tempattempat umum. “Hanya tempatnya yang berbeda dengan sebelumnya,” ujar Irwandi. Kedatangan Yasonna diwarnai demo yang salah satunya dilakukan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Aceh. Mereka menolak pemerintah Aceh menandatangani MoU hukuman cambuk di dalam lembaga pemasyarakatan. Yasonna Laoly mengatakan pihaknya hanya mengikuti aturan pemerintah setempat. “Kami dengan Pak Gubernur sudah kerja sama dan saya kira sudah ada pergub tentang itu. Sebagai instansi pemerintah, kita mendukung itu,” tandas dia. (Dro/MTVN/P-3)

ANTARA/AMPELSA

MOU HUKUM CAMBUK: Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly (tengah) bersama Gubernur Aceh Irwandi Yusuf (kanan) seusai menghadiri penandatangan kerja sama (MoU) Hukum Cambuk, di Banda Aceh, Kamis (12/4). Pemerintah Aceh menandatangani MOU Hukum Cambuk dengan Kanwil Kemenkum dan HAM Aceh terkait penetapan lokasi pelaksanaan hukum cambuk di dalam lembaga pemasyarakat yang sebelumnya dilakukan di tempat terbuka.

Energi Baru dan Motor Penggerak KEMENTERIAN Hukum dan HAM pada tahun lalu melakukan rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) baru. Wajah-wajah baru tersebut diharapkan bisa menjadi motor penggerak Kementerian Hukum dan HAM untuk menjadi institusi yang lebih baik dan efisien. Berikut wawancara warDOK MI tawan Media Indonesia Dero Iqbal Mahendra dengan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly sesaat sebelum memberikan penguatan integritas kepada CPNS Kementerian Hukum dan HAM di Banda Aceh, Kamis (12/4) lalu.

Kuantitas SDM selalu menjadi problem yang disuarakan oleh Kementerian Hukum dan HAM. Apakah rekrutmen ini dapat menyelesaikan persoalan tersebut? Kita menerima jumlah CPNS tahun ini 17.528 orang, 14 ribu di antaranya adalah sipir. Ini kita minta kepada Presiden melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi guna melakukan penguatan di lembaga pemasyarakatan. Selama ini kan kekurangan sipir. Misalnya, lembaga pemasyarakatan di Medan, isinya 3.500 narapidana, tetapi hanya dijaga 17-18 orang. Dengan sipir baru ini, saya ingin sekali mereka menjadi energi baru dan motor penggerak bagi lembaga pemasyarakatan. Sering kali orang berkata bahwa rekrutmen CPNS membutuhkan uang supaya bisa diterima. Apa pandangan Anda? Itu tidak benar. Anak-anak baru ini kita terima dengan bersih tanpa pungutan dan hal lainnya. Pada saat kami mengumumkan akan menerima 17.528 calon pegawai, saya sudah mengatakan jangan percaya

ada yang mengatakan kutipan-kutipan (pungutan). Saya sudah perintahkan kepada semua jajaran agar jangan ada kutipan. Kita buat pemilihan yang transparan yang bebas fee. Proses seleksi CPNS di Kementerian Hukum dan HAM menjadi rujukan bagi seleksi CPNS berikutnya sebagaimana dikatakan Menpan dan Rebiro. Kita mendapat penghargaan dari Ombudsman karena proses seleksi yang bagus, transparan, dan tanpa fee. Anda menyebut CPNS sekarang ini butuh penguatan. Penguatan seperti apa? Saya saya sudah berkeliling ke 14 daerah provinsi untuk menyampaikan secara langsung kepada para CPNS. Kita akan isi dengan integritas dan juga kerja keras sehingga akan ada perubahan kedepannya demi mewujudkan birokrasi yang bersih dan yang melayani. Namun, kalau anakanak yang baru ini kita terima dengan bersih tanpa pungutan dan lainnya, tetapi kita biarkan saja begitu tanpa ada penguatan dan pendidikan dari kita dan tanpa kita kuatkan integritasnya, nanti akan terpengaruh dengan yang lama. (P-3)


4

UMUM

MINGGU, 15 APRIL 2018

Program Padat Karya Tunai Diperbanyak PRESIDEN Joko Widodo menginstruksikan program padat karya tunai diperbanyak di daerah. Tujuannya membuka lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya, serta meningkatkan perputaran uang di desa-desa. Dengan demikian, masyarakat perdesaan bisa meningkatkan daya beli. Imbauan Presiden Joko Widodo ini disampaikan saat meninjau program padat karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat berupa pembangunan jalan di Kampung Kokoda, Kelurahan Klasabi, Distrik Sorong Manoi, Kota Sorong, Papua Barat, Jumat (13/4). Presiden juga berharap agar pemerintah daerah dapat menjalankan program padat karya tunai yang dibiayai APBD agar roda perekonomian daerah bisa bergerak dan menyejahterakan rakyat. “Saya tadi pesan ke gubernur, kalau bisa dari APBD provinsi dan APBD kabupaten/kota juga dilaksanakan sebagian dengan padat karya agar membuka lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya di masyarakat,” ujar Presiden. Di tingkat pusat, Presiden telah menginstruksikan kementerian-kementerian untuk memperbanyak pelaksanaan program padat karya tunai di daerah, terutama di tiga kementerian yang berkaitan langsung dengan pembangunan di daerah. “Seluruh kementerian juga saya perintahkan agar memperbanyak padat karya tunai, baik di Kementerian Desa, Perhubungan, maupun BUMN,” tegasnya. Di bawah guyuran hujan, Presiden meninjau pembangunan jalan lingkungan yang mempekerjakan tenaga setempat sebanyak 30 orang. Menurut Presiden, selama menjalankan pekerjaan pembangunan tersebut, para pekerja menerima upah sebesar Rp100 ribu hingga Rp150 ribu per hari yang dibayarkan seminggu sekali. Jalan lingkungan itu merupakan kelanjutan dari pembangunan jalan akses sepanjang 150 meter pada 2017. Rencananya jalan lingkungan yang akan dibangin sepanjang 75 meter. Jalan itu dilengkapi dengan saluran drainase sepanjang 150 meter. Nilai anggaran untuk pembangunan jalan tersebut sebesar Rp133 juta. Program padat karya tunai ini sudah dicanangkan pemerintah mulai Januari lalu. Pemerintah menetapkan pola baru dalam pemanfaatan dana desa se-Indonesia. Alokasi dana desa akan difokuskan ke sektor padat karya. Salah satu contoh padat karya ialah proyek infrastruktur. Dana desa selain untuk membeli bahan material infrastruktur, juga untuk membayar honor pekerja. Presiden juga memerintahkan Menteri PU-Pera Basuki Hadimuljono memperbaiki 84 rumah warga di wilayah itu. “Kalau jalan lingkungan sudah selesai, saya perintahkan Pak Menteri PU-Pera memperbaiki rumahrumah di sini menjadi rumah sehat dan layak huni,” pungkasnya. (Pol/N-3)

ANTARA/NYOMAN BUDHIANA

RAINBOW WARRIOR KUNJUNGI BALI: Penari membawakan tarian Baris saat menyambut kapal Greenpeace, Rainbow Warrior, di Pelabuhan Benoa, Bali, Jumat (13/4). Kunjungan

Greenpeace ke Bali merupakan tur Jelajah Harmoni Nusantara untuk mengampanyekan keseimbangan alam dengan manusia, khususnya bagi Bali yang kini menghadapi persoalan energi dan sampah plastik.

Kenaikan Moody’s Yakinkan Investor Efek kenaikan peringkat Moody’s diperkirakan akan mendorong pertumbuhan realisasi investasi langsung (FDI) hingga 13,5%-14% atau lebih tinggi daripada tahun lalu yang mencapai 13,1%. ANDHIKA PRASETYO

andhika@mediaindonesia.com

K

ENAIKAN peringkat utang Moody’s yang disematkan kepada Indonesia akan melahirkan optimisme pada membaiknya perekonomian di Tanah Air. Adanya kenaikan rating utang itu dinilai akan mendorong sentimen positif bagi investasi di sektor portofolio. “Satu minggu sebelum Moody’s mengumumkan upgrade rating, investor asing mencatat pembelian saham hingga Rp9,7 triliun, sedangkan investor domestik Rp19,7 triliun,” ujar ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef ) Bhima Yudhistira kepada Media Indonesia, kemarin.

Efek pada realisasi investasi langsung (FDI) bahkan diperkirakan tumbuh 13,5%-14% lebih tinggi jika dibandingkan dengan pertumbuhan tahun lalu yang hanya 13,1%. “Rating utang yang di-upgrade ini memberikan keyakinan kepada investor bahwa prospek investasi di Indonesia dalam jangka panjang cukup stabil dan aman,” lanjut Bhima. Ia memprediksi kenaikan rating Moody’s bakal berlanjut seiring dengan pemulihan konsumsi rumah tangga, besarnya stimulus fiskal dan kinerja ekspor yang membaik. “Jika pemerintah konsisten bisa menjaga fiskal agar tetap kredibel dan defisit terjaga di bawah target 2,19%, bukan tak mungkin lembaga pemeringkat lain seperti SnP dan Fitch bakal mengikuti jejak Moody’s dengan

menaikkan level Indonesia,” tutup Bhima. Sebagai informasi, lembaga pemeringkat Moody’s Investor Service (Moody’s) pada 13 April, meningkatkan sovereign credit rating (SCR) Indonesia dari Baa3 atau outlook positif menjadi Baa2 atau outlook stabil. Moody’s meng ungkapkan faktor kunci yang mendorong peningkatan rating ialah kerangka kebijakan fiskal dan moneter yang kredibel dan efektif sehingga membuat stabilitas makro ekonomi semakin kondusif. Dari sisi fiskal, pemerintah dipandang mampu menjaga fiskal defisit di bawah batas 3% sejak diberlakukan pada 2003. Adapun dari sisi moneter, Bank Indonesia (BI) mampu memprioritaskan stabilitas makro ekonomi.

Level tertinggi Hal senada disampaikan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso. Menurutnya, kenaikan peringkat utang Indonesia bakal berdampak positif pada pertumbuhan industri jasa keuangan dan stabilitas perekonomian Indonesia. “Peningkatan rating Moody’s ini akan meningkatkan kepercayaan investor untuk berinvestasi di Indonesia termasuk dalam industri jasa keuangan, khususnya di pasar modal,” kata Wimboh. Wimboh juga meyakini perbaikan rating Moody’s menunjukkan kepercayaan atas stabilitas sistem keuangan nasional yang tetap terjaga, di tengah dinamika ekonomi

global dan risiko geopolitik yang terjadi saat ini dan ke depan. Gubernur BI Agus Martowardojo menambahkan perbaikan rating pada level Baa2 oleh Moody’s itu merupakan level tertinggi yang pernah disematkan Moody’s kepada Indonesia. Itu juga menunjukkan bahwa pemerintah dapat mengelola utang dengan baik dan hati-hati. “Kajian mereka (Moody’s) menyebutkan Indonesia mampu mengelola utang dengan hatihati sehingga stabilitas makro ekonomi terjaga,” kata Agus seusai rapat koordinasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan BI, di Batam, Kepri, Jumat (13/4). (E-3)

KPK Bekukan Rekening Nindya Karya

MI/ADAM DWI

QUO VADIS PEPADI: (Dari kiri) Budayawan Taufik Rahzen, mantan Rektor

Universitas Lampung Sugeng P Harianto, moderator Sudarko Prawiroyudo, dalang Purbo Asmoro, dan budayawan M Sobari saat Sarasehan Dalang Nasional yang bertema Quo vadis Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi), di Jakarta, kemarin.

PASCAMENETAPKAN PT Nindya Karya sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi memblokir rekening badan usaha milik negara (BUMN) tersebut, kemarin. “Sebagai bagian dari upaya memaksimalkan asset recovery, penyidik telah melakukan pemblokiran dengan nilai sekitar Rp44 miliar dan kemudian memindahkannya ke rekening penampungan KPK untuk kepentingan penanganan perkara,” kata juru bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, kemarin.

Dirut PT Nindya Karya Indrajaja Manopol sempat mempertanyakan dana periode 2012-2017 tersebut. Ia menyebut nilainya Rp44,68 miliar. “Berhubung dana tidak jelas, kami mempertanyakan, dana pada rekening yang telah dibekukan KPK, apakah bisa digunakan untuk kebutuhan sekarang. Ternyata itu masih tetap dibekukan,” kata Indrajaja di Bogor, kemarin. PT Nindya Karya dan perusahaan swasta, PT Tuah Sejati ditetapkan sebagai sebagai tersangka, Jumat (13/4), terkait dugaan tipikor pada pelaksanaan pembangunan dermaga bongkar

pada kawasan perdagangan bebas, Sabang, Aceh, yang dibiayai APBN 2006-2011. Lembaga antirasywah pun menyita aset PT TS yang ditaksir mencapai Rp20 miliar, berupa satu unit SPBU dan SPBN di Banda Aceh, serta SPBE di Meulaboh. “KPK terus lakukan penelusuran aset terkait. Hingga hari ini sekurangnya 128 orang saksi telah diperiksa dalam penyidikan kedua perusahaan ini,” kata dia.

Korupsi korporasi BUMN Proyek dermaga bongkar senilai Rp793 miliar itu diduga dikorupsi kedua perusahaan itu melalui me-

lalui mantan Kepala PT Nindya Karya cabang Sumatra Utara dan Aceh Heru Sulaksono. Ini ialah kasus korupsi korporasi pertama yang menyandung BUMN. Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan bahwa kasus itu tidak ada dampaknya pada manajemen perusahaan. Ia justru mengapresiasi direksi saat ini memperbaiki kondisi perusahaan setelah bertahun-tahun merugi. Kementerian BUMN memastikan PT NK selaku BUMN akan mematuhi proses hukum dan berkordinasi dengan baik dengan penegak hukum. (Gol/Ths/Ant/J-3)

Barat Menggempur, Warga Damaskus Bergeming

D

ENTUMAN keras tiada henti saat menjelang fajar, kemarin, membangunkan warga Damaskus dari tidur mereka. Bergegas mereka menuju balkon dan teras rumah masing-masing dan menyaksikan kilatan sinar terang di atas Kota Damaskus. Selama sekitar 45 menit, mereka mendengar ledakan dan suara raungan menggetarkan Damaskus saat jet tempur AS, Prancis, dan Inggris menggempur ibu kota Suriah itu. “Saya mendengar serangan dan terbangun. Saya cek internet. Rupanya terjadi serangan oleh Amerika, Prancis dan Inggris,’ ungkap Sawsan Abu Tableh. Nedher Hammoud, 48, juga langsung terlompat dari tidurnya dan segera berlari menuju balkon rumahnya. “Saya naik ke atap

pagi ini dan menyaksikan rudalrudal berjatuhan ditembak seperti lalat,” ujarnya. “Sejarah akan mencatat Suriah menembak jatuh rudal. Bukan cuma rudal, mereka juga menembak jatuh arogansi Amerika,”. Dengan masih berpiyama, Hammoud bergabung dengan puluhan orang yang bergerak menuju Lapangan Umayyad untuk menunjukkan dukungan kepada Presiden Bashar al-Assad. Dengan naik mobil, motor, sepeda dan berjalan kaki mereka membanjiri lapangan tersebut. Banyak di antara mereka membalut tubuh dengan bendera Suriah. “Allah melindungi Damaskus!” teriak sejumlah orang. Lainnya juga menunjukkan dukungan mereka kepada al-Assad dan militernya.

“Awalnya sangat mengerikan,” kata Danny Makki, seorang jurnalis lepas di Damaskus kepada CNN. Makki mengaku mendengar sekitar 12 serangan terpisah. “Pertahanan udara Suriah mulai meluncurkan rudal dan pelacak api di langit dalam upaya untuk menjatuhkan beberapa rudal. Kamu bahkan seperti mendengar suara jet di langit,” ujarnya. Makki menuturkan setelah serangan senjata kimia yang dituduhkan kepada Al-Assad pada 7 April lalu, semua orang waspada. “Tetapi ini secara bertahap mereda karena serangan tampaknya tidak datang lagi.” Menurut Makki, mulanya mereka syok dan terkejut oleh serangan itu. “Setelah sekitar dua jam kekacauan awal, orang-orang kembali ke kehidupan mereka,”

urai Makki. “Orang-orang di sini telah menghabiskan tujuh tahun dalam perang sehingga mereka sudah terbiasa. Hidup berangsur-angsur kembali normal sekarang,” sambungnya. Secara terpisah, Firas Abdullah, seorang aktivis antipemerintah yang baru-baru ini dievakuasi dari Ghouta mengatakan serangan itu hanya serangan biasa. “Kami tahu dampak serangan ini. Ini tidak cukup untuk menghentikan (Presiden Suriah) Bashar al-Assad,” katanya kepada CNN. Assad juga tidak terpengaruh oleh serangan itu. Dalam cuplikan video yang dirilis kantornya, al-Assad terlihat berjalan santai memasuki kantornya dengan menenteng koper seperti hari-hari biasa. (AFP/Denny Parsaulian/I-1)

AFP/STRINGER

DUKUNGAN UNTUK PRESIDEN BASHAR: Warga melambaikan bendera nasional dan membawa foto Presiden Bashar al-Assad saat akan berkumpul di Alun-alun Umayyah di Damaskus, Suriah, kemarin. Mereka berkumpul untuk memberi dukungan bagi Presiden Bashar dan mengutuk serangan yang dilakukan oleh militer Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis ke Suriah.


WAWANCARA

5

MINGGU, 15 APRIL 2018

ULI SILALAHI

Kembali ke Buku

Naluri hidup manusia itu membaca. Dari ratusan tahun lalu, orang sudah menulis di batu hingga kertas, semua untuk dibaca.

ZUBAEDAH HANUM

hanum@mediaindonesia.com

“B

UKU itu tidak tergantikan meskipun sudah ada gadget,” ucap Uli Silalahi, Presiden Direktur PT Jaya Ritel, penyelenggara pameran buku Big Bad Wolf (BBW) saat berbincang dengan Media Indonesia, di acara BBW 2018 di ICE BSD, Tangerang, Kamis (5/4). Dengan kemampuan dan jaringan yang dimilikinya, perempuan multitalenta itu berhasil menjadikan BBW sebagai pameran buku terbesar di Asia Tenggara. Padahal, Uli mengaku pesimistis dengan ide menyelenggarakan pameran buku. Apalagi, sebagian besar rekannya sesama pengusaha terus mencemoohnya. “Kamu gila, bodoh ya. Hari gini orangorang sudah pegang gadget, toko buku banyak yang tutup, kamu masih mau datangi buku? Jutaan lagi, 24 jam lagi. Enggak ada logikanya kan,” ujar Uli mengutip omongan teman-teman bisnisnya saat itu. Namun, Uli bersyukur, dari 10 temannya yang mencemoohnya itu ada satu yang justru mendukungnya. Dari situlah semangat Uli kembali bangkit. Bagaimana suka duka Uli merintis penyelenggaraan BBW hingga akhirnya menjadi acara tahunan yang selalu dinanti masyarakat Indonesia? Berikut ini kisahnya.

Sejauh mana kedekatan Anda dengan buku? Awal mulanya, suami saya yang ke manamana baca buku. Dia memang penggila buku. Mau tidur baca buku, di jalan baca buku. Sementara itu, karena saya sering pergi sendirian, saya terbiasa pegang buku. Kalau saya tidak bawa buku, aneh rasanya. Jadi, pegang dompet itu nomor tiga, handphone nomor dua. Pegang buku nomor satu. Saya enggak bisa baca ebook di gadget karena mata saya sakit, tapi kalau saya pegang buku secara fisik, saya makin dipacu untuk sabar membaca halaman demi halaman. Saya dari kecil juga sudah langganan majalah anak-anak. Kisah-kisah tokoh fiksi di dalamnya. Saya sering dongengin anak-anak saya untuk menularkan minat baca mereka. Saya senang baca buku biografi tokoh dunia, seperti Mandela, Hillary, dan Obama, juga biografi pengusaha seperti Kolonel Sanders pendiri ayam goreng cepat saji. Di Indonesia saya suka baca biografi Presiden Abdurrahman Wahid juga istrinya. Mengapa memilih menyelenggarakan BBW? Big Bad Wolf itu mengambil filosofi cerita tentang seorang gadis berkerudung merah yang mau dimakan serigala. Kalau di buku, serigala memangsa gadis kecil itu. Kalau di sini, si serigalanya memakan harga buku itu. Makanya kenapa buku di sini didominasi segmen anak-anak. Perintis BBW memulai di Malaysia pada 2009 di sebuah toko kecil. Pak Andrew YEP namanya, dia ambil buku impor yang masih ada stoknya di gudang penerbit di Malaysia dan dijual dengan harga murah. Bukan buku bekas ya. Dia bisa ngumpulin akhirnya dapat segarasi rumah lah. Bagaimana ceritanya BBW sampai di Indonesia? Saya punya perusahaan advertising yang sudah lebih dari 20 tahun. Partner saya di Malaysia yang mengenalkan ke Pak Andrew tahun 2015. Saya awalnya bilang enggak mau, beberapa kali menolak. Waktu itu saya ketemu Pak Andrew di Eropa, saya bawa buku biografi Hillary Clinton. Saya beli buku itu US$50. Dia kasih buku yang sama yang harganya Rp85 ribu yang dipamerkan juga di BBW. Di situ saya kesal banget harganya bisa beda jauh. Secara enggak langsung, kekesalan itu membuat saya jadi penasaran. Saya berprinsip, tidak mau menjalin hubungan dengan sesuatu tapi tidak sukses. Tapi dengan gigihnya, teman saya ini selalu mendorong saya. “You are the right person.” Dia memang sudah kenal lama dengan saya. Akhirnya dia ngajak saya ke pameran di

HADRIANI ULI TI SILALAHI Tempat, tanggal lahir: Banjarmasin, 8 Maret 1966 Suami: Toni Sianipar Anak: Hezranov Oliver Parulian Helisa Rachel Pendidikan: 2006–2008 Master Degree Bidang Communication Management Universitas Indonesia 1984-1989 Sarjana Ekonomi Management Universitas Trisakti 1989-1990 Diploma Jurusan Marketing dan Advertising serta Public Relation di College of Professional Studies–Sydney Australia MI/ADAM DWI

Malaysia. Di situ saya terenyuh, Kenapa mereka bisa? Kenapa saya tidak bisa? Begitu saya balik ke Indonesia, saya masih belum mau. Tapi, Pak Andrew meyakinkan saya untuk melakukan itu. Saya melihat beberapa pameran buku tidak sukses. Sukses menurut saya, itu kalau bisa jual buku 10 ribu per hari. Itu tercapai saat saya adakan BBW. Bagaimana respons masyarakat Indonesia terhadap BBW? Mereka yang datang ke sini dari berbagai kalangan, mulai artis, pengusaha, akademisi, pejabat, pelajar, hingga masyarakat umum. Responsnya luar biasa. Awalnya kita mulai dengan diskon 30% di satu hall pada 2016. Setengah hall lagi untuk gudang. Enggak tahunya hari ke-5 membeludak. Yang tadinya kita pikir cuma dapat 100 ribu 12 hari, eh bukunya terjual dari lebih dari 350 ribu selama lima hari saja. Tahun 2018 merupakan tahun ketiga BBW. Sekarang ini, total 4 hall dari awalnya 1,5 hall kita booking di ICE BSD. Pertama, jumlah buku 2,5 juta dan sekarang naik jadi 5,5 juta buku. kebanyakan segmen anak-anak yang saya tambah 70% tapi bobotnya yang lain juga sama. Yang menarik, saya pernah mendapati anak umur 9 tahun mengantre membeli buku di BBW Surabaya. Dia beli hanya satu buku. Transaksinya itu Rp4.000 itu paling kecil. Mungkin dari uang jajannya. Waktu itu dia juga ngantre sendirian. Apa yang ingin ditawarkan BBW untuk Indonesia? Saya ingin, yang datang ke sini tidak gadget freak. Enggak ada yang keasyikan bermedsos di sini. Di sini mereka semua datang untuk buku. Begitu mereka masuk, mereka bersemangat lihat buku-buku di sini. Kemarin, saya lihat ada ibu yang menggendong bayinya berusia sekitar 6 bulan. Saat ibunya membaca buku, bayinya ikut juga melihat-lihat. Itu kebahagiaan saya. Berarti riset yang pernah saya baca itu tidak benar. Ada sebuah riset yang menyebutkan, dari 10 ribu orang Indonesia yang membaca buku cuma 1 orang. Ternyata bukan karena mereka tidak mau membaca, melainkan ketiadaaan fasilitas. Begitu ada

Pekerja Keras yang Pantang Mundur DUA pekan terakhir ini Uli Silalahi sedang bahagia-bahagianya, bukan karena kesuksesan pameran buku Big Bad Wolf (BBW) 2018 semata, melainkan juga karena urusanurusan lain. “Selain BBW urusan-urusan lain saya juga banyak dan saya happy banget selama dua minggu ini,” ujar Presiden Direktur PT Jaya Ritel, penyelenggara pameran buku Big Bad Wolf (BBW) itu dengan wajah semringah saat berbincang dengan Media Indonesia, Kamis (5/4) sore lalu. Wajahnya saat itu terlihat segar dengan sapuan tipis bedak, alis mata, dan pemulas bibir. Blus putih yang dipakainya dipadu-

padankan dengan sepatu kets kuning cerah membuat sore yang temaram menjadi terang seketika. Tak ada yang menyangka Uli sudah berusia separuh abad. Uli yang ceria dan energik memang selalu mampu menghidupkan suasana. Ia mengaku memang tidak bisa diam. “Tidur pun kayaknya mikir,” ujar Uli sambil tertawa renyah. Uli bercerita dia lahir di tahun dengan shio kuda api. Secara filosofi, kuda termasuk hewan pekerja keras dan memang tidak bisa diam. Kalau jalan pun maunya maju, tidak mau mundur.

Kalau di buku, serigala memangsa gadis kecil itu. Kalau di sini, si serigalanya memakan harga buku itu. Makanya kenapa buku di sini didominasi segmen anak-anak. fasilitas dengan harga terjangkau, mereka pasti memilih untuk membaca. Naluri hidup manusia itu sudah membaca buku lo. Dari ratusan tahun lalu, orang sudah menulis di batu hingga kertas. Itu untuk dibaca. Apa bedanya BBW dengan toko buku? Variasinya lebih banyak, harga terjangkau, dan saya tidak punya toko hanya pameran saja. Begitu selesai acara, kasir tutup. Barangnya kita dapat dari Amerika, London, Indonesia. Kita minta ke penerbit bukubuku apa yang tersedia dan kita infokan kebutuhan kita. Ada delapan tempat lokasi BBW. Di Malaysia ada tiga tempat, Indonesia dua, Bangkok, Thailand; Manila, Filipina, dan Kolombo. Ada ratusan judul buku dari ratusan penerbit di Inggris, Australia, dan Amerika Serikat. Bagaimana proses persiapan event BBW? Sekarang kita ada pameran di London, Inggris, business to business. Kita mulai beli buku untuk pemesanan setahun. Untuk hari H, kita rekrut 1.000 pekerja untuk tiga sif jam kerja. Perekrutan sudah dilakukan sejak 3 bulan lalu. Lewat outsourcing, Kita ambil dari kampus terpilih. Mereka mahasiswa mulai semester 4. Mengapa lokasi BBW tidak di pusat kota? Kalau saya booking di pusat Jakarta, tidak memungkinkan untuk mengadakan pameran selama lebih dari 12 hari. Kita juga sudah

mau booking di hanggar segala waktu itu. ICE BSD ini sudah kita booking selama 5 tahun ke depan karena syarat penyelenggara BBW itu, minimal acara harus 12 hari. Jadi, enggak boleh pameran cuma seminggu. Kalau bisa lebih dari 14 hari tidak apa-apa. Persyaratan kedua, harus 24 jam. Ketiga, kalau ada 80 kontainer bolak-balik di tengah kota kan cukup mengganggu. Kalau di BSD sini kan aman. Selain itu, karena di sini kan daerah perumahan. Saya berharap yang datang di siang hari para ibu-ibu. Lagi pula, penyelenggaraan BBW di dunia juga tidak ada yang di pusat kota tapi di pinggiran kota karena lebih murah, mudah, dan banyak orang. Sosialisasi BBW kita lakukan di beberapa channel. Kalau di media sosial, seperti di Instagram, mereka otomatis cerita sendiri. Kita kan kalau mau pakai baju baru narsis pamer kan malu. Tapi kalau mereka yang pamer, kan beda. Saya juga enggak nyangka. Saya juga gandeng beberapa media massa. Bagaimana dengan hitungan bisnisnya? Transaksi BBW sudah mencapai ratusan ribu. Waktu BBW pertama 2016, itu puluhan ribu. Target saya tahun ini 600 ribu pengunjung. Saya enggak bisa bilang, Tapi kalau hitunghitungan bisnis belum seperti yang diharapkan. Tapi yang penting biaya-biaya ketutup dan kita bisa balik lagi tahun depan. Transaksi tertinggi yang kami catat ialah Rp400 juta dari salah satu pengunjung. Kendala yang dihadapi? Bagaimana bilangin pengunjung untuk tertib kembalikan buku. Kita punya tenaga penyortir sebanyak 150 orang di tiga sif. Tapi akan lebih baik kalau pengunjung yang mengembalikannya sendiri. Cintailah buku. Lalu, agar pajak buku 10% itu dikurangi. Di negara lain enggak ada jadi kalau pergi ke Malaysia mungkin lebih murah. Karena enggak ada pajak, di sana diskonnya 90% di sini baru bisa 80%. Cita-cita saya menaikkan diskon buku di acara BBW. Apa bentuk dukungan pemerintah sejauh ini? Kami apresiasi Menristek Dikti yang mem-

“Itu benar juga filosofinya. Kata orangtua, dari kecil saya memang seperti ini. Tidak bisa diam,” ucap alumnus S-2 Bidang Communication Management di Universitas Indonesia itu. Karena itu, Uli mengaku tidak betah berdiam diri lama-lama. Dalam perjalanannya ke berbagai tempat, perempuan yang aktif di berbagai organisasi itu selalu mengajak ngobrol orang di dekatnya. “Dalam hitungan 10 menit saya sudah tahu bagaimana orang itu,” imbuhnya. Uli pun beruntung karena bakat, pendidikan, dan pekerjaan yang digelutinya hingga saat ini masih memiliki benang merah yang sama.

saya atur, tapi masuk dalam lingkaran itu,” tutur perempuan yang aktif di Kadin dan Kowani itu. Saat mengambil gelar S-2 pada 2006, Uli sempat diledek anak-anaknya karena dinilai sudah terlambat. “Anak saya ngeledek, Mama kenapa umur segini malah kuliah lagi? Saya berpikir saya kuliah lagi saat itu untuk nambah ilmu. Jadi, kalau sudah tidak bisa apaapa, saya masih bisa mengajar,” kata Uli. Meski punya seabrek-abrek aktivitas di luar rumah, Uli mengaku tetap berusaha memprioritaskan keluarganya, termasuk dua anaknya, Hezranov Oliver Parulian dan Helisa Rachel yang beranjak dewasa. Ada kenangan yang membekas di hati Uli soal ini.

Sangat marketing

Jangan jadi mama gosip

“Saya tuh orangnya marketing banget. Hidup saya dan sekolah saya kan di marketing. Karier saya juga di marketing. Tidak

Suatu hari, anak-anak Uli bertanya, “Mengapa orang lain dijemput orangtuanya di sekolah tapi mereka tidak?”

buka acara ini, juga Menteri KKP, Mensos dan Menko PMK Puan Maharani. Lalu, Gubernur Jatim yang telah mendatangkan anak-anak dari pesantren dan sekolah di sana. Kalau Ibu Puan, juga karena menjadikan buku-buku ini untuk program 1.000 desa cerdas. Bea cukai juga membantu memperlancar pasokan buku-buku impor sampai tepat waktu. Apa keunikan BBW di Indonesia? Paling besar, paling luas areanya, pengunjung paling banyak. Padahal, harga kita masih agak mahal, dan selalu pembukaan itu kita jadi contoh. Yang mendukung kita banyak. Padahal, di negara lain susah mencari sponsor. Momen apa yang paling berkesan selama penyelenggaraan BBW? Saya terharu ya. Banyak yang mendukung saya akhirnya. Tadinya, banyak yang melecehkan saya. Dari 10 teman saya yang entrepreneur, enggak ada yang mau dukung saya. Satu teman saya yaitu, bapak Rachmat Gobel. Dia bilang, “Kamu seorang pengusaha tidak boleh takut.” Kalau kita kecemplung sungai, basah kan masih bisa kering lagi. Tapi kalau masuk jurang kan mati. Mula-mula saya buka 24 jam itu hanya weekend. Saya juga enggak yakin. Akhirnya kita buka terus sekarang. Makna 24 jam itu sebenarnya kita membaca buku nonsetop, pagi, siang, sore, malam, sampai subuh. Artinya, itu jadi gaya hidup. Kalau enggak ke sini jadi malu. Dengan upaya ini, saya berharap 15 tahun lagi enggak ada orang korupsi. Kita juga membagikan buku untuk mereka yang tidak punya akses ke sini. Salah satunya ke Sulawesi. Apa harapan Anda yang belum tercapai? Saya ingin agar masyarakat Indonesia menjadikan buku sebagai kebutuhan. Saya berharap ibu-ibu yang mengambil buku beraneka ragam judul di BBW bukan karena sekadar berbisnis, melainkan untuk kebutuhan membaca anaknya. Di sini bukan hanya buku untuk membaca, melainkan juga aktivitas untuk daya nalar, untuk imajinasi mereka. Buku itu tidak bisa tergantikan meskipun sudah ada gadget. Buktinya bisa dilihat di acara BBW ini. (M-1)

Pertanyaan itu mengendap di pikiran Uli hingga akhirnya ia pun mengajak kedua anaknya berdiskusi. “Apa mama berhenti kerja saja?” tanya Uli pada dua buah hatinya. Jawaban atas pertanyaan itu sungguh di luar dugaan. Kedua anaknya justru meminta Uli tetap bekerja seperti biasa. “Kok aneh? Mereka bilang, mereka tidak mau punya mama gosip seperti teman-temannya di sekolah. Makanya, saya disuruh kerja. Saya bersyukur anak dan suami mendukung saya,” ungkap perempuan kelahiran Banjarmasin itu. Masih ada satu cita-cita Uli yang ingin dia wujudkan, yakni masyarakat Indonesia menjadikan buku sebagai kebutuhan. “Sekarang saya baru bisa menciptakan tren agar mereka berbondong-bondong datang ke pameran buku. Nantinya, saya ingin orang Indonesia membaca buku, minimal sebulan 1 buku deh,” pungkasnya. (Zhi/M-1)


6

JEDA

MINGGU, 15 APRIL 2018

Jangan Jadi Hater, Ajukan Solusi POLITIK tak mesti jadi pemicu alergi. Michael Victor Sianipar kini sibuk mendorong orang-orang yang punya integritas dan kepedulian terhadap Indonesia jangan hanya berbicara, tetapi berkontribusi dengan masuk ke sistem. Terjun ke dunia politik mestinya jadi tren kekinian. Mereka yang bersiap menjadi pemimpin tentu yang punya kualitas dan kompetensi, seharusnya jadi idola, bukan diserbu dengan postingan ala haters di Instagram atau Twitter-nya. Michael Victor Sianipar yang menyandang sebutan sebagai kakak pertama di jajaran anak magang era Gubernur Basuki Tjahaja Purnama menyakini Indonesia diperbaiki, harus melalui parpol. Sesuai UUD, entitas yang bisa melakukan perubahan ialah partai politik. Bahkan, presiden, gubernur, wali kota, atau bupati sekalipun merupakan kepanjangan tangan dari parpol. Pasalnya, untuk maju, mereka memerlukan suara parpol. “Orang-orang baik harus berkumpul mendorong orang baik untuk muncul.”

Paling terdampak Michael, yang mendapat beasiswa sejak SMA hingga kuliah di Korea Selatan, menolak tawaran kerja di salah satu perusahaan besar di sana untuk membalas hutangnya kepada negara. “Kalau ke swasta, saya hanya mikirin diri saya doang,” kata dia. Masalah di rumah kita, kata Michael, tidak ada orang lain yang bisa membereskan, kecuali kita sendiri. “Yang paling terkena dampak dari persoalan yang tidak beres-beres ialah anak-anak muda karena akan hidup sampai 40 tahun ke depan.”

MI/IRFAN

Para penulis buku Ahok Catatan Anak Bawang Balai Kota merayakan peluncuran karyanya pada acara peluncuran di Jakarta, Jumat (6/4).

Anak Bawang yang Menolak Nyinyir

Gerakan kebangsaan Ronny Armando Pitojo, kawan Michael di Balai Kota, memutuskan jalan terbaiknya, berkontribusi dengan menginisiasi gerakan kebangsaan dan toleransi. “Anak muda tidak boleh menyerah karena melihat jalan terjal yang harus mereka lalui karena selalu ada jalan utuk perubahan yang lebih baik.” Kisah lainnya dikemukakan Andreas Santo Pen, senior bussiness consultant dalam program kerja sama pemerintah Australia dan Indonesia di bidang pertanian ini ajeg pada pilihannya membantu petani. “Setelah sempat melihat proses pembuatan kebijakan, saya jadi punya konteks dan gambaran proses pembuatan kebijakan,” kata dia. Andreas menekankan anak-anak muda di internal birokrasi harus menggerakkan digitalisasi untuk efisiensi dan transparansi.

Jalan pintas Data Bappenas menunjukkan, pada 2030-2040, Indonesia diprediksi akan mengalami bonus demografi ketika jumlah penduduk usia produktif, usia 15-64 tahun mendominasi. Dengan tingginya jumlah usia produktif, peran orang muda pun diperkirakan akan semakin besar, terutama dalam berkontribusi terhadap kebijakan. Agus Heruanto Hadna, Direktur Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan (PSKK) UGM, mengungkapkan, dengan revolusi industri 4.0 peran orang muda untuk tampil ke muka jauh lebih terbuka. Aspek-aspek partisipatif pun lebih terfasilitasi. “Jauh berbeda dengan dulu, yang harus melalui jalur politik, legislatif, atau pemerintah untuk bisa berkontribusi dalam kebijakan publik,” kata dia ketika dihubungi Media Indonesia. Dengan hanya menggunakan telepon pintar, orang muda sudah bisa bersuara untuk memberi masukan membuat kebijakan publik dan memengaruhi arah pemerintahan. Oleh sebab itu, anak muda harus bisa memanfaatkan peluang yang ada saat ini untuk hal positif. “Keberhasilan anak muda tergantung pada kemampuan mereka merespons perubahan-perubahan yang terjadi yang diakibatkan oleh revolusi industri 4.0,” kata dia. Dengan revolusi industri ini orang muda ditantang bermain di level global. Mereka ditantang keluar dari zona nyaman untuk memperbaiki keadaan dengan standar global. Pemuda harus bisa memanfaatkan peluang yang ada. Jika tidak bisa memanfaatkannya, tingginya jumlah usia produktif malah bisa menjadi musibah. Di sisi lain, pemerintah mestinya memfasilitasi dan meregulasi penciptaan sistem-sistem digital yang mendorong anak muda lebih kreatif dan partisipatif. Aturan main tetap harus ada untuk menghindari kejahatan dan informasi bohong. Saatnya yang muda punya cerita, tentu bukan kisah halu, ya!(AT/M-1)

DOK PRIBADI

Priska Sufhana (tengah) anggota Satuan Tugas Pemberantasan Penangkapan Ikan Ilegal Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Mereka tak mau jadi generasi frustrasi, apatis apalagi yang cuma pandai mengkritisi. SURYANI WANDARI

Ide segar

wanda@mediaindonesia.com

G

ITA Andriani, 24, yang mengawali interaksinya dengan urusan publik saat magang di Balai Kota kini meneruskan kontribusinya dengan konsisten mengurusi wajah Ibu Kota. Ia fokus pada pembenahan trotoar di beberapa ruas jalanan Jakarta. Berkarier di studio desaian Urban+, yang fokus pada perencanaan, desain perkotaan, arsitektur, lanskap, ia dan tim juga membantu pemerintah dalam menangani pembangunan kota. “Proyek yang saat ini sedang dikerjakan, yaitu beberapa pengembangan kawasan campuran di Surabaya dan Bekasi,” ujar Gita. Gita yang terpikat pada penataan kota, sebelumnya juga pernah magang di divisi lansekap sebuah konsultan multinasional. “Seringkali saya membatin mengapa Kota Jakarta rasanya belum nyaman ditinggali. Mengapa ruang publiknya masih banyak yang tidak berkualitas, sesederhana trotoar yang tidak layak. Ingin juga berbuat sesuatu untuk Kota Jakarta. Ketika Kantor Gubernur DKI Jakarta waktu itu membuka program magang, tanpa banyak berpikir, saya mengambil unpaid leave selama tiga bulan,” kata Gita. Pernah berinteraksi dengan suasana kerja dengan atmosfer global, diawal Gita harus beradaptasi dengan lingkungan birokrat yang serba formal dan hierarkis. “Itu merupakan tantangan yang cukup menarik juga karena kami, semua jauh lebih muda dibanding para PNS. Bagaimana pendekatan secara verbal dapat terjalin dengan baik tanpa menyinggung perasaan mereka yang lebih senior,” ucap Gita.

Belajar berkontribusi Inspirasi untuk tetap berkontribusi pada urusan publik yang didapat mereka pada periode 2016 hingga 2017, itu berpadu dengan aneka pembelajaran. Fiona Handayani, Direktur dan Cofounder Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan (PSPK), lembaga riset dan advokasi independen di bidang kebi-

MI/ADAM DWI

Fiona Handayani (tengah), salah pendiri Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan, berdiskusi dengan timnya. Usai menjalani magang di Balaikota DKI Jakarta, Fiona konsisten berkontribusi pada perumusan kebijakan publik, khususnya di bidang pendidikan. jakan pendidikan, mengaku ia meneruskan kultur kolaborasi yang diasahnya selama jadi anak bawang, istilah yang mereka gunakan untuk menyebut para magang Balai Kota. Pada buku Ahok dan Hal-Hal Yang Belum Terungkap yang diluncurkan pekan lalu, mereka menuliskan banyak kisah pembelajaran. Fiona mengaku kini memprioritaskan kolaborasi dengan banyak pihak. Lembaganya menjadi salah satu anggota dari kurang lebih 300 institusi pendidikan yang bergabung dalam Semua Murid Semua Guru. Komunitas itu berfilosofi, semua orang bisa menjadi murid dan menjadi guru dalam pendidikan. “Untuk menyelesaikan masalah pendidikan yang begitu kompleks, organisasi tak bisa bergerak sendirian, sekuat apa pun organisasinya,” kata Fiona yang kini tengah menjalin kerja sama untuk menyusun kebijakan Kemendikbud terkait literasi, mengganti teknik menghafal

dengan menalar serta sistem penilaian untuk ujian nasional serta standar pelayanan minimal. Sementara Priska Sufhana, seusai magang, kini bekerja di Satuan Tugas Pemberantasan (Satgas) Penangkapan Ikan secara Ilegal Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang tersohor dengan aksi penenggelaman kapal pencuri ikan. Ia kini terlibat dalam tim perumus kebijakan majemen perikanan berkelanjutan. “Jadi, apa pun isu dan topiknya, selama hal tersebut berhubungan dengan kebijakan dan penegakan hukum demi Indonesia yang lebih baik, pasti langsung aku jabanin,” kata Priska. Pengalamannya magang satu bulan yang ternyata terus memanjang hingga dua tahun, di bidang pendidikan, kesehatan dan kepegawaian menjadi pijakannya untuk terus bergiat pada urusan publik.

Kontribusi ide-ide segar dari anak muda ini diharapkan bisa diapresiasi, digunakan dan tidak disalahgunakan sebelum nantinya diimplementasikan.

Anak-anak muda yang idealis dan terus eksis di urusan kebijakan ini, menurut Agus Pembagio, pengamat kebijakan publik, sangat penting untuk menghasilkan sinergi antara swasta dan publik. “Kontribusi ide-ide segar dari anak muda ini diharapkan bisa diapresiasi, digunakan dan tidak disalahgunakan sebelum nantinya diimplementasikan. Namun, yang harus dipahami juga, untuk membuat peraturan atau kebijakan, harus dipahami pula dampak lainnya,” kata Agus. Belum lagi, lanjut Agus, untuk membuat kebijakan harus melewati proses panjang dari DPR, peraturan presiden sampai peraturan daerah, sesuai UU No 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan.

Pemimpin ideal mereka Berinteraksinya dengan birokrasi dan kekuasaan, dengan banyak warnanya, membuat anak-anak muda ini tak lagi alergi dengan topik politik, bahkan terjun ke dalamnya. Fenomena ini menggeser kisah tentang generasi apatis. “Pemimpin yang ideal ialah negarawan yang melakukan sesuatu untuk bangsa yang lebih baik, tidak hanya memikirkan politik sesaat untuk kepentingan pribadi atau kelompoknya,” kata Fiona. Terkait figur-figur yang mewarnai pesta politik pada 2018 dan 2019 mendatang, Gita menegaskan Indonesia membutuhkan pemimpin yang bisa meningkatkan kualitas bangsa agar dapat bersaing dengan negara lainnya, yang menurutnya, sangat bisa dimenangkan. Sementara, bagi Priska, pemimpin harus tulus melayani. Pemimpin idolanya, bukan hanya berprestasi pada zamannya, tetapi juga mempersiapkan sistem yang baik sebagai legacy atau warisan. “Yang penting punya integritas yang ucapan dan tingkah laku sejalan,” kata Priska. Anak-anak muda itu telah meninggalkan kisah tentang inovasi pemerintahan yang mengakomodasi ide-ide segar anak muda. Namun, kiprah yang tengah mereka rintis pun bisa jadi akan menjadi awal dari lahirnya pemimpin-pemimpin masa depan. (M-1)


SEPAK BOLA

7

MINGGU, 15 APRIL 2018 S U D U T PA N D A N G

TWITTER

Adam Alis Setyano Gelandang Sriwijaya FC

Kemenangan Roma Sebuah Keberuntungan

AFP/FABRICE COFFRINI

PENGUNDIAN SEMIFINAL LIGA CHAMPIONS: Mantan pemain sepak bola Ukraina sekaligus duta final Liga Champions 2017-2018 Andriy Shevchenko (kanan) dan Deputi Sekretaris Jenderal UEFA Giorgio Marchetti saat melakukan pengundian semifinal Liga Champions 2017-2018 di markas UEFA di Nyon, Swiss, Jumat (13/4). Hasil undian semifinal Liga Champions mempertemukan Bayern Muenchen dengan Real Madrid dan satu laga lainnya ialah Liverpool dengan AS Roma.

Pertarungan para Jawara Liga Benua Biru Pelatih Bayern Muenchen, Jupp Heynckes, pun berharap Cristiano Ronaldo yang menjadi ancaman tidak dalam kondisi terbaik. SATRIA SAKTI UTAMA

satria@mediaindonesia.com

P

ERJALANAN Real Madrid untuk merebut kembali titel Liga Champions Eropa musim ini bisa jadi yang tersulit dalam sejarah. Alasannya di setiap langkah di fase gugur, Los Blancos--julukan Madrid-- selalu bersua raja-raja di Eropa. Pada babak 16 Besar, Real Madrid melewati hadangan raksasa Prancis Paris Saint-Germain. Setelahnya bersua juara Serie A Italia enam tahun beruntun, Juventus. Di babak empat besar, Madrid akan melawan juara bertahan Bundesliga Jerman, Bayern Muenchen. “Ini merupakan pengundian Liga Champions Eropa yang sulit sejauh ini dengan melawan PSG, Juventus, dan sekarang Bayern,” kata Direktur Madrid Emilio Butragueno. “Langkah menuju partai puncak selalu sulit. Kami butuh hasil

yang baik di Muenchen dan kemudian membawanya kembali di Bernabeu. Dalam fase ini, Anda tidak mungkin tidak merasa menderita,” imbuhnya. Duel antara Madrid dan Muenchen akan menjadi pertarungan ketujuh kedua tim pada laga kandang-tandang di fase empat besar Liga Champions Eropa. Sejauh ini Muenchen lebih unggul dengan memenangi empat di antaranya, sedangkan Madrid hanya dua kali. Kendati demikian, Los Blancos-julukan Madrid-- tetap menjadi unggulan nomor satu untuk lolos ke partai final. Alasannya karena Sergio Ramos dan kawan-kawan selalu meraih kemenangan dalam lima pertemuan terakhir kontra Muenchen. Akan tetapi, momok utama Muenchen ialah Cristiano Ronaldo. Kapten timnas Portugal ini sukses sembilan kali menjebol gawang FC

Hollywood--julukan Barcelona-- dalam enam pertandingan. Ancaman Ronaldo memang tidak dapat dikesampingkan. Penyerang 33 tahun ini tengah dalam

kondisi terbaiknya saat ini. Ia merupakan pemegang rekor pencetak gol dalam 11 laga beruntun Liga Champions Eropa. Pelatih Bayern Muenchen Jupp Heynckes pun ber-

Setan Merah Fokus Amankan Posisi Kedua MANCHESTER United berhasil menunda pesta juara rival sekotanya, Manchester City, dengan kemenangan tipis 3-2 di Etihad Stadium pekan lalu. Namun, kini, ‘Setan Merah’-julukan Manchester United-- akan fokus mempertahankan peringkat dua klasemen Liga Primer Inggris ketika menjamu tim papan bawah West Bromwich Albion di Old Traf-

ford, Minggu (15/4) malam. L i v e r p o o l d a n To t t e n h a m Hotspur masih berpotensi menyalip skuat asuhan Jose Mourinho jika banyak melakukan kesalahan di enam pekan tersisa. Jarak Manchester United dengan dua kompetitornya tersebut hanya berbeda empat poin. Mou--sapaan Mourinho-- berharap performa anak asuhnya terus stabil seperti

laga sebelumnya saat bertemu the City. “Selama sepekan saya mencoba untuk berjuang mendapatkan hasil itu (kemenangan dari City) dengan bekerja keras dan memberikan pengertian bahwa itu tidak cukup untuk mengamankan posisi kedua. Kami perlu lebih banyak poin lagi setelah meraih tiga poin penting akhir pekan lalu,” ungkap eks

pelatih Chelsea ini. Mou dipastikan akan menurunkan tim terbaiknya setelah tidak ada pemain cedera di skuat inti. Paul Pogba yang tengah dalam penampilan terbaiknya akan kembali dipercaya mengisi gelandang jangkar bersama Nemanja Matic. Pogba dan Matic akan bahu-membahu menggalang keseimbangan di lini tengah.

harap Ronaldo tidak dalam kondisi terbaik saat itu. “Cristiano Ronaldo merupakan pemain terbaik di dunia. Di pertandingan seperti ini, performa tim sangat penting, tapi saya berharap dia tidak berada di hari terbaiknya saat melawan kami,” tutur Heynckes.

WAKIL Italia AS Roma menjadi kejutan terbesar Liga Champions Eropa musim ini. Tidak hanya sukses lolos empat besar untuk kali pertama sejak 34 tahun lalu, Il Lupi--julukan Roma-- juga mampu menaklukkan salah satu kandidat juara Barcelona. Roma melakoni pertandingan yang luar biasa di Olimpico pada Rabu (11/4) dini hari dengan sukses mengejar defisit skor 4-1 di pertemuan pertama. Kemenangan 3-0 di leg kedua membuat Roma unggul gol tandang dari Blaugrana-julukan Barcelona--. Meskipun demikian, gelandang Sriwijaya FC Adam Alis Setyano menilai keberhasilan Roma hanya sebuah keberuntungan. Ia menilai klub Ibu kota Italia tersebut akan kesulitan bersaing untuk menuju ke final. “Roma akan mengalami kesulitan. Hanya keberuntungan saja kemarin. Tapi saya sangat salut dengan perjuangan mereka,” tutur Adam. Secara personal, mantan pemain Persija Jakarta ini memilih mendukung Real Madrid besutan pelatih Zinedine Zidane sebagai juara Liga Champions Eropa musim ini. “Real Madrid dong. Madrid punya banyak pengalaman di Liga Champions,” tuturnya. (Sat/R-3)

Dugaan rekayasa Pengundian semifinal Liga Champions Eropa musim ini diduga telah direkayasa. Pasalnya, beberapa jam sebelum pengundian berlangsung di Nyon Swiss Jumat (13/4), situs resmi AS Roma sudah menjual tiket melawan Liverpool. Sejumlah warganet pun mengabadikan unggahan Il Lupi--julukan Roma-- yang memperlihatkan penjualan tiket terusan dua laga kandang. Salah satu yang menjadi perhatian ialah laga kandang melawan Liverpool yang akan digelar 2 Mei mendatang. Tidak lama laman tersebut telah terhapus. Yang menimbulkan kecurigaan karena hasil pengundian di Swiss 100% tepat. Roma akan menghadapi Liverpool dan laga kandang akan berlangsung di awal April. Hal ini membuat banyak pihak mencurigai undian tersebut sudah ditentukan sebelumnya. “Saya bahkan tidak percaya ini (ada rekayasa), tapi terkadang Anda akan dibuat terpana dengan ketepatan ini. Roma jelas sekali menjual tiket kandang dan tercantum di situ melawan Liverpool,” cicit akun @deejayfaremi. (Sat/ UEFA/AFP/R-3)

Di sektor depan, Alexis Sanchez, Marcus Rashford atau Anthony Martial menjadi opsi penyerang sayap untuk mendampingi Romelu Lukaku di tengah. Di kubu tim tamu, West Brom tangah membutuhkan tiga poin di Old Trafford untuk membuka asa keluar dari zona relegasi. The Baggies--julukan West Brom-- berada di dasar klasemen dengan 21 poin, tertinggal 10 poin Crystal Palace yang berada di zona aman terluar. (sat/AP/wba.co.uk/R-3)

TOPSKOR

Imran Nahumarury Pengamat sepak bola

Mental dan Pengalaman Jadi Penentu Utama LIGA Champions Eropa menyisakan empat tim tersisa. Dua tempat terakhir menjadi milik Real Madrid dan Bayern Muenchen pada Kamis (12/4) dini hari. Keduanya mengekor keberhasilan Liverpool dan AS Roma yang lebih dahulu memastikan tiket semifinal. Menurut pengamat sepak bola Imran Nahumarury, persaingan di posisi empat besar akan sengit. Namun, ia menyebut bahwa mentalitas dan pengalaman menjadi faktor utama untuk menentukan dua tim di partai puncak. Hanya Real Madrid dan Bayern Muenchen yang memenuhi syarat tersebut. Seperti diketahui, Liverpool terakhir kali mencapai babak semifinal Liga Champions Eropa sudah satu dekade lalu, sedangkan AS Roma baru dua kali mencapai fase empat besar setelah melakukannya pertama kali pada tahun 1983/1984. “Feeling saya Muenchen dan Madrid akan berlaga di partai puncak. Mentalitas dan pengalaman yang berbicara. Kedua tim tersebut punya story yang panjang,” kata pria yang juga mantan pemain timnas Indonesia tersebut. Soal kontroversi gol kemenangan Madrid, Imran justru menilai wasit telah melakukan tugasnya dengan baik. (Sat/R-3)

Tim Mutiara Hitam Dipaksa Main Imbang PERSIPURA Jayapura memamerkan insting juara saat melakukan lawatan ke kandang Sriwijaya FC pada Sabtu (14/4) sore. Melakoni laga di Stadion Gelora Jakabaring Palembang, ‘Mutiara Hitam’--julukan Persipura-- berhasil memaksa laga berakhir imbang meski sempat tertinggal 2-0 di babak pertama. Pelatih Persipura Peter Butler harus berterima kasih kepada penyerang asingnya Marcel Sacramento. Eks punggawa Semen Padang itu tampil apik dengan memborong dua gol untuk mengakhiri pertandingan dengan skor seri 2-2. Dwigol dalam laga ini membuat koleksi gol Sacramento berubah menjadi tiga. Di sisi lain, tambahan satu poin

membuat Persipura memuncaki klasemen sementara dengan delapan poin, sedangkan Sriwijaya harus puas tertahan di papan tengah karena baru mengoleksi lima poin dari empat laga yang dilalui. Meskipun gagal meraup poin penuh, asisten pelatih Sriwijaya FC Rasiman menyebut timnya beruntung dengan hasil imbang dalam laga ini. Absennya bek asing Mamadou N’Diaye juga menjadi menjadi faktor rapuhnya lini belakang Sriwijaya. “Tentu strategi yang disiapkan untuk meraih kemenangan. Tapi berisiko terlalu menyerang karena kecepatan pemain muda Papua sangat bahaya. Setiap poin di kompetisi ini sangat berharga,” tutur

Rasiman. Di sisi lain, bermain di depan publik sendiri di Stadion Marora di Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua, kemarin, Perseru Serui tampil percaya diri. Di babak pembuka, tim tuan rumah langsung menggebrak dan menggempur tamunya, Bhayangkara FC. Pada menit ke-9, Kunihiro Yamashita mampu menjebol gawang tim tamu, Kedudukan 1-0 untuk Perserui tidak berubah hingga peluit panjang ditiup. Kendati menang, pelatih Perseru Serui, I Putu Gede Swi Santoso, mengaku belum puas. “Saya bersyukur kami bisa meraih kemenangan pertama musim ini. Tapi, saya kecewa de-

ngan cara main tim yang tak sesuai pola yang telah dirancang saat latihan,” ujar Putu Gede. Dari Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, semalam, Persija memperdaya tamunya, Borneo FC, dengan skor 2-0. Tim asuhan Stefano Cugurra Teco meraih tiga poin berkat sumbangan gol dari Jaimerson da Silva Xavier pada menit ke-40 dan Rohit Chand pada menit ke-64. Persija yang tengah meningkat percaya dirinya setela menang menang besar 4-0 atas Johor Darul Takzim di Piala AFC sangat menguasai jalannya pertandingan. Dengan kemenangan itu, Persija melonjak peringkat ketiga. (Sat/R-3)

ANTARA/NOVA WAHYUDI

BERMAIN IMBANG: Pesepak bola Sriwijaya FC Esteban Gabriel Vizcarra (tengah) berebut bola dengan penjaga gawang Persipura Jayapura Dede Sulaiman (kiri) saat pertandingan Go-Jek Liga 1 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) Palembang, Sumatra Selatan, kemarin.


8

OLAHRAGA

MINGGU, 15 APRIL 2018

MELANJUTKAN DOMINASI: Pembalap tim Ferrari

asal Jerman, Sebastian Vettel, memacu kendaraannya saat sesi kualifikasi Formula 1 di Sirkuit Shanghai, Tiongkok, Kemarin. Sebastian Vettel melanjutkan dominasinya setelah menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 31,095 detik, dan meraih start pertama GP Tiongkok mengungguli rekan satu timnya, Kimi Raikkonen asal Finlandia, dengan selisih waktu 0,087 detik. AFP/JOHANNES EISELE

JELANG ASIAN GAMES 2018

Tim Jujitsu belum Dibentuk Seleksi para atlet jujitsu terus dilakukan dengan memantau hasil dan prestasi di berbagai uji coba serta turnamen di dalam dan luar negeri. BUDI ERNANTO

budi_ernanto@mediaindonesia.com

P

ARA atlet jujitsu yang masuk pemusatan latihan nasional (pelatnas) untuk diterjunkan pada multiajang Asian Games 2018, masih terus dipantau perkembangan perfoma mereka. Para atlet jujitsu yang terdiri dari dua putri dan enam putra masih terus berlatih keras di kawasan Senayan, Jakarta. Pelatih tim nasional jujitsu terus menilai hasil latihan. “Program promosi dan degradasi selalu ada. Kalau tidak, bisa-bisa mereka tidak termotivasi. Untuk Asian Games 2018

tentu jumlah atletnya bisa berubah dengan melihat perkembangan latihan selama ini. Kami kan harus objektif,” kata pelatih fisik jujitsu Indonesia Andri di Jakarta, kemarin. Seleksi secara mandiri juga dilakukan dengan memantau hasil dan prestasi mereka di berbagai uji coba dan turnamen. Salah satunya, uji coba yang menjadi ukuran lolos atau tidaknya, para atlet jujitsu mewakili Indonesia di Asian Games 2018 ialah turnamen di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, pada 23-29 April mendatang. “Para atlet jujitsu sudah berangkat ke Abu Dhabi sejak 15 April lalu karena mereka juga

harus mengikuti training camp selama sebulan,” jelas Andri. “Seleksi saat uji coba, tim pelatih akan memantau dan melihat saat mereka bertanding. Pemantauan juga dilakukan saat berlatih, beristirahat, dan hubungan sosial antaratlet,” papar Andri. Uji coba sebagai bagian seleksi bukan hanya di Abu Dhabi, Uni Emerat Arab, melainkan mereka juga akan dikirim untuk mengikuti turnamen di Korea Selatan pada Juni mendatang dan di Jepang pada Juli mendatang.

Renovasi rampung Di sisi lain, Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Gatot S Dewa Broto mengatakan seluruh pengerjaan renovasi arena Asian Games 2018 telah rampung sebagian. Salah satu yang telah rampung ialah Kompleks

Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta. “(GBK) sudah selesai sejak Desember tahun lalu. Itu sesuai target pemerintah. Jika terlihat masih ada proyek, hanya penataan kawasan saja, lanskap, taman-taman, dan sarana pendukung,” kata Gatot di Jakarta, kematin. Namun, pembangunan arena cabang squash di kompleks GBK masih berlangsung. Gatot beralasan pembangunan lambat karena awalnya arena squash tidak dibangun di seputar kompleks GBK. Namun, kepada para wartawan, Gatot memastikan arena squash akan rampung dalam waktu dekat. Sebelumnya arena squash belum mendapatkan kepastian lokasi semula GOR Cendrawasih (Jakarta Barat) dan GOR Jakarta Utara. Akhirnya, diputuskan di kompleks GBK. (R-3)

Mercedes Trophy kembali Digelar PERUSAHAAN otomotif Mercedes-Benz kembali menggelar turnamen golf bergengsi yang bertajuk Mercedes Trophy Indonesia 2018 pada 2 Mei mendatang, Turnamen golf yang telah dilaksanakan ke-22 kali tersebut dikhususkan bagi para pemilik kendaraan MercedesBenz di seluruh penjuru Indonesia. Turnamen golf tahunan yang dihelat Mercedes-Benz itu merupakan bentuk apresiasi kepada para pelanggannya. Namun, turnamen juga sekaligus menyediakan kesempatan bagi para pegolf amatir terbaik untuk berkompetisi di turnamen serupa di tingkat nasional, regional, dan global. “Mercedes Trophy merupakan turnamen golf bergengsi yang diadakan sejak 1992, di sini pegolf amatir terbaik

yang juga pemilik kendaraan Mercedes-Benz dari seluruh Indonesia telah berpartisipasi dalam turnamen luar biasa ini,” ujar Wakil Direktur Komunikasi Pemasaran PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia, Hari Arifianto, pada jumpa pers di Jakarta. Jumat (13/4) Hari menjelaskan para pemilik kendaraan mobil Mercedes-Benz mereka yang berusia tidak lebih dari empat tahun dapat berpartisipasi dengan mendaftarkan diri di diler resmi Mercedes-Benz terdekat. Menurut Hari, pada turnamen Mercedes Trophy Indonesia 2018, untuk babak Final Indonesia akan berlangsung pada 2 Mei 2018 di Lapangan Golf Pondok Indah, Jakarta Selatan, dan menentukan tujuh pemenang. Tujuh pemenang dari final di

Indonesia tersebut akan memiliki kesempatan untuk mewakili tim Indonesia di Mercedes Trophy Acara Final Asia di Sanctuary Cove Resort, Australia, pada 5-8 Agustus, 2018. Selanjutnya, pemain terbaik di Final Asia akan memiliki kesempatan untuk bersaing di Mercedes Trophy World Final di Stuttgart, Jerman, pada 2-7 Oktober, 2018. Mercedes Trophy Indonesia 2018 menargetkan sebanyak 144 peserta tahun ini. Mercedes Trophy Indonesia 2018 dibagi menjadi empat kategori, terdiri dari flight A, flight B, flight C, dan ladies category. Dari semua kategori ini, tujuh pemenang akan dipilih 2 pemenang dari flight A, B, dan C, serta 1 pemenang dari kategori perempuan. Mereka akan mewakili Indonesia. (Gnr/R-3)

143 Peserta Lolos Djarum Beasiswa SEBANYAK 143 pebulu tangkis muda lolos tahap awal Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu Tangkis 2018 seri kedua yang digelar di Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), kemarin. Seluruh peserta putra dan putri yang merupakan gabungan dari kategori usia 11 tahun, 13 tahun, dan 15 tahun tersebut akan kembali diseleksi oleh tim pencari bakat PB Djarum, Minggu (15/4). Menurut Program Associate Bakti Olahraga Djarum Foundation Abraham Delta Oktaviari, pada hari pertama seleksi, ada 362 peserta yang berdatangan ke GOR Hevindo. Setiap peserta bertanding dengan lawan yang sesuai kategori usia masing-masing dalam durasi sepuluh menit. “Hari pertama ialah tahap screening yang bertujuan untuk mengetahui teknik dasar bermain bulu tangkis. Keputusan lolos atau tidak lolos, tidak berdasarkan atas hasil menang atau kalah dalam permainan. Yang menjadi tolak ukur ialah teknik dan daya juang peserta,” kata Abraham. Pada hari kedua, atau sesi turnamen, tidak hanya teknik dasar yang dilihat para pencari bakat, melainkan juga daya juang para peserta ketika berhadapan dengan lawan.

DOK.PB DJARUM

AUDISI DJARUM: Para pebulu tangkis muda mengikuti Audisi Djarum Beasiswa Bulu Tangkis 2018 seri kedua yang digelar di GOR Hevindo, Balikpapan, Kalimantan Timur, kemarin. Sebanyak 143 pebulu tangkis muda yang merupakan gabungan dari kategori usia 11 tahun, 13 tahun, dan 15 tahun lolos tahap awal dan akan kembali diseleksi hari ini, Minggu (15/4). Sesi turnamen menggunakan format sistem gugur. “Secara keseluruhan, pada tahap turnamen baru kita bisa lihat lebih jauh bakat dan teknik yang dimiliki para peserta. Kami optimistis bisa mendapatkan atlet yang berkualitas,” tambahnya. Sementara itu, legenda bulu tangkis Indonesia, Denny Kantono, yang merupakan salah satu anggota tim pencari bakat, sangat antusias ketika memberikan penilaian kepada para peserta. “Jumlah peserta juga semakin banyak. Mereka datang

tidak hanya dari Kalimantan. Ada yang dari Sulawesi dan juga Sumatra. Memang harus begitu, harus berani. Saya juga datang ke Kudus dengan modal keberanian. Kebetulan orangtua juga mendukung,” kata peraih medali perunggu Olimpiade 1996 itu. Seusai di Pekanbaru dan Balikpapan, PB Djarum akan melanjutkan Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu Tangkis di di Manado (Sulawesi Utara), Cirebon (Jawa Barat), Solo, Kudus, dan Purwokerto (Jawa Tengah), dan Surabaya (Jawa Timur). (Beo/R-3)


KHAZANAH

MINGGU, 15 APRIL 2018

9

Kehangatan Kain Cual Tenun cual mulanya merupakan kain adat muntok yang berarti celupan awal pada benang yang akan diwarnai. Kehalusan dan kerumitan pembuatan tenun cual merupakan buah hasil perjalanan religius si penenun. RENDY FERDIANSYAH

Arti di balik warna

rendy@mediaindonesia.com

B

ENANG sutra emas berpadu celupan benang berwarna merah marun tersusun rapi di atas sebuah alat penenun tradisional. Di tangan sang penenun, benang-benang tersebut dijalin menjadi selembar kain tenun cual dengan beragam motif flora maupun fauna. Tidak mudah menjadikan benangbenang sutra tersebut hingga berupa kain tenun. Dibutuhkan tingkat kesabaran dan ketelatenan yang begitu tinggi. Tak mengherankan jika penenun kain seluruhnya masih didominasi kaum hawa yang berusia lanjut. Kain tenun cual di Bangka Belitung memadukan tenun cungkit dan ikat. Kombinasi keduanya menghasilkan kain tenun khas dari provinsi itu. Selain pakaian kebesaran di acara adat maupun hari besar Islam, kain cual juga digunakan sebagai mahar dalam acara pernikahan. Pada tenun cual, motif flora digambarkan secara vulgar dan natural agar bisa mudah ditebak. Sebut saja motif bunga ketuyut atau kantong semar, bunga (kembang bahasa orang Bangka) gajah, bunga china, pucuk rebung, kecubung, dan kembangan pelawan. Sementara itu, motif faunanya berupa motif burung garuda, naga bertarung, burung hong, kucing tidur dan bebek. Berbeda dengan motif flora yang terlihat jelas pada kain, motif fauna justru disamarkan. “Alasannya, kain-kain bermotif fauna kerap digunakan untuk upacara adat yang sifatnya sakral dan bernuansai Islami,” jelas Ahmad Alfian, pemerhati Budaya Provinsi Bangka Belitung, belum lama ini. Setiap motif memiliki makna tersendiri. Salah satunya menentukan derajat kebangsawanan seseorang di mata masyarakat. Peruntukan kain laki-laki dan perempuan juga dibedakan. Laki-laki biasanya menggunakan kain cual bermotif naga bertarung dan garuda, sedangkan perempuan memakai motif burung hong atau kembang china. “Memang motif bunga kebanyakan

EBET

perempuan, tetapi tidak menutup kemungkinan ada motif hewan yang bisa digunakan perempuan seperti burung hong,” jelas Alfian. Motif flora lain yang digemari ialah kecubung yang bermakna dalam mengarungi bahtera kehidupan ini seseorang haruslah menghargai sesuatu, tidak hanya melihat dari fisik seseorang saja, tetapi harus dilihat secara keseluruhan. “Kecubung juga tampak indah tetapi memabukkan,” sebut Ahmad. Sementara itu, motif kembang china

memiliki makna bahwa seseorang yang mengenakannya harus ramah, bisa bergaul dengan baik dengan siapa pun. Tidak eksklusif dan punya sifat terbuka. Kemudian, motif lebah secara filosofis menggambarkan sifat yang bisa saling tolong bekerja sama dalam kehidupan. “Setiap tindakan bermakna bagi orang lain, tidak merusak alam dan lingkungan.” Selain itu, motif naga menjadi lambang keperkasaan dan kekuatan. Pemakainya haruslah kuat tegas cerdas, tangguh, dan memiliki kepribadian yang kuat. “Status

sosial tinggi ada pada motif naga bertarung dan garuda, sedangkan bagi perempuan, status sosial tertinggi diperlihatkan lewat motif burung hong atau kembang china,” ungkap Ahmad Alfian. Motif kain cual tidak harus terpisahpisah, tapi bisa dikombinasikan. Semua bergantung pada gagasan dan hasil kontemplasi penenunnya. Misalnya, burung hong dipadukan dengan kembang china. Lalu, bunga seroja atau lotus dipadukan dengan naga bertarung.

Filosofi yang terkandung pada kain cual bukan hanya dilihat dari motif saja, melainkan warna. Misalnya, warna merah marun yang menunjukkan kekuatan identitas dan jati diri masyarakat Bangka Belitung dalam mempertahankan adat istiadat serta berani dalam kebenaran. Sementara itu, warna kuning menunjukkan kesuburan dan kemakmuran masyarakat Bangka Belitung. Penggunaan benang emas pun memiliki sebutan sendiri. Jika terdapat benang emas bertaburan di bagian muka dan pinggir kain cual, itu dinamakan Bekandang, sedangkan benang emas berada di tengah dinamakan motif Betabur. Dahulu, kehalusan dan kerumitan pembuatan tenun cual merupakan buah hasil perjalanan religius si penenun. Awalnya kain cual mulai ditenun para perempuan di Kota Muntok, Bangka Barat, terutama saat masa Inggris berkuasa di Bangka pada 1812. Saat itu situasinya bisa dikatakan aman dan damai, jauh dari ingar bingar perang. Kaum perempuan pun mulai berkreasi melahirkan ide kreatif, melalui, pengalaman, rohani dan empiris, dengan kontemplasi, melahirkan ide-ide garapan, flora dan fauna, khas Babel sehingga melahirkan motif tenun cual. Sementara itu, untuk teknologi menenun, mereka mendapat warisan dari leluhur mereka dari Johor Siantan Malaysia. Dalam perjalanannya, sebut Ahmad, kain tenun cual itu sempat berkembang menjadi kain terbaik dunia dan dipasarkan hingga Eropa. Sayang, produksinya sempat terhenti pada 1914 ketika Perang Dunia I. Kain cual mendekati kepunahan karena para penenun kesulitan mendapatkan pasokan benang sutera dan benang emas. Tidak ada yang menjualnya baik di Batavia, Muntok, maupun Singapura. Puluhan tahun kemudian, sekitar 1980an, cual mulai diangkat lagi oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pangkalpinang. “Hingga kini kain cual melekat sebagai pakaian aparatur sipil negara (ASN), pelajar, dan acara-acara keagamaan serta upacara-upacara adat yang bersifat sakral,” tutup Ahmad. (M-4)

PUISI

CONIE SEMA Midoghforte Sebuah Tempat tidak Biasa

Midoghforte Mereka Baru Tiba

Midoghforte Kejujuran yang Melukai

Midoghforte Berkeliaran di Bukit-Bukit

Aku lupa mencatatnya pada musim hujan di kotamu ada lelaki bertopi angsa bermain biola di pojok pedestrian taman kota ada kolase peristiwa tumbuh ketika istri menanak sepatu bot di atas tempat tidur di meja makan anak-anak meninggalkan silsilah ibu melacak kaki-kaki di lantai batu menunggu anjing-anjing tiba dari kebun belakang lalu koran dibekukan hujan dan kau baca ulang berita melubangi tubuh perempuan dalam tipografi puisi mungkin lelaki di balik pintu terkunci dalam memori sunyi mungkin suara berderap-derap menerobos kamarku entah anjing entah kereta berbendera bunga-bunga berkibar pada putaran mesin mimetik memuntahkan sriwijaya di peradaban yang sibuk mencetak nama-nama entahlah mungkin gonggongan anjing mengantarku ke rimba fiksi yang tumbuh dari rahim ibu dalam rebusan sepatu kicauan biola dan mitos piano lelaki tua yang menunggu midoghforte, kita berjalan-jalan merajah lapis kenangan.

Pendar cahaya di kuncup rawa memintas waktu lisanku dari kepala ke lidahku dari kepala ke tanah lempung kau tulis semburat liris mungkin tangis sungai-sungai yang luka

Mungkin mereka ingin menyebut kejujuran dimulai dari tubuh di batang sungai surut ke utara di lalu lintas menuju muara di kelokan meander dangkal mereka melepas pakaian berpuluh abad menyayat-nyayat tubuhnya dalam sekat alam meringkus keterasingan tubuh itu sendiri mereka tak peduli ketelanjangan adalah sungai kering dilupakan ketelanjangan adalah tubuh dari humus daun patahan ranting pohon luruh diranggas musim

Mereka masih berkeliaran di bukit-bukit berseragam cerah berdiri menghadap ke laut, memunggungi hutan-hutan, hamparan sawit tua. Sebentar lagi kita menuju samudera menyeru ribuan orang di lembah berpuluh tahun tubuhnya menjadi kaki dermaga

Kemiling, 14 November 2017

Midoghforte Mereka-reka Perjumpaan Lelaki itu sebentar lagi jatuh ke tanah ia ingin mengganti paru-parunya menjadi respirasi hutan tropika merawat benih tanpa pupuk lalu siang dan hujan memicingkan garis cahaya menembus celah rumah oh ia datang lagi membawa sisa pesta tadi malam dengan botol-botol serupa menhir menancap di tanah pada tataran kosmis dan kenangan yang berjalan sendiri ia pun mengganti oksigen dengan kabondioksida yang menguap dari rawa di pesisir pantai timur sumatera menukar jantungnya dengan pepohonan di ranting sungai mengusir burung-burung pergi ke muara lalu mereka-reka perjumpaan memahat satu ingatan saat cahaya gelap terang saat kelelakian bukan amarah pada jalan-jalan yang dilumpuhkan. Kemiling, 29 November 2017

: Pesisir timur kelopak pagi masih tertutup kabut Siapa penyinta saat awan jatuhkan hujan di tanah belum menjadi apa-apa tumbuh mendewasakan pikiran menoleh masa perundagian kala tembikar mencetak logam membongkar huruf-huruf di kepalamu nah ini bahasa apa masa-masa terlupa jam-jam mengeja lisanku seingat anggrek rawa dari melayu Austronesia berkabar don song ketika guratan perunggu mengirap peradaban panjang dari tempat-tempat lain di jalan lembap dan hujan tak henti : Mereka baru tiba entah membawa apa. Kemiling, 7 Desember 2017

Inikah lanskap yang kau sebut-sebut tubuh terakhir di hamparan sawit dan akasia membekukan bentang pikiran akan sejarah dan peradaban sungai dan rawa kau berteriak menyebut kejujuran di tubuh sore itu di ruang-ruang imajinasi yang terbangun dari kekalahan demi kekalahan tetapi mereka bukan tubuh masa lalu bukan dunia sophie yang memainkan hakikat tubuh menuju tuhan menyebut sophie menanggalkan teks penutup tubuh oh menakutkan sekali, siapa memungut metafor itu ketika ketelanjangan menghambur di sungai dan kebun-kebun melaju dibawa angin 10 ribu tahun lalu. Kemiling, 10 Desember 2017

: Kenangan kampung pesisir timur hilang dalam sejarah Musim hujan saat gumpalan awan menggantung sendu di langit luas, di pedesaan yang suram dan dingin semua isyarat mendung belum juga membangunkan mereka di lembah lalu jutaan walet dan burung terbang meninggalkan goa pergi sebelum matahari dan orang-orang pun menanam tubuhnya menjadi kaki-kaki dermaga : Di bukit itu kapal-kapal kebun-kebun kanal-kanal pabrik-pabrik tumbuh seluas samudra menuju benua-benua Mereka masih berkeliaran di bukit-bukit bergulingguling tak terbaca prasasti talang tuwo di antara jutaan hektare sawit dan akasia yang menguasai seluas bentang alam, membagi negara berlapis-lapis kisah dalam berita yang selalu gembira mereka masih berkeliaran di bukit-bukit tak lagi dilintasi gajah harimau dan burung-burung, berkirim kenangan di hutan rawa. Kemiling, 3 Mei 2017

Conie Sema meski lahir di Palembang, saat ini berdomisili di Bandar Lampung. Laki-laki kelahiran 24 April 1965 ini aktif menulis esai, cerpen, dan puisi di sejumlah media massa. Novel pertamanya bertajuk Perahu (Pustaka Melayu) yang terbit pada 2009, sedangkan naskah terakhirnya Rawa Gambut mendapat Anugerah Rawayan Award 2017 yang diberikan Dewan Kesenian Jakarta.

Redaksi menerima kiriman puisi orisinal dan belum pernah diterbitkan media massa lain. Kirim ke puisi@mediaindonesia.com disertai identitas lengkap.


10

MINGGU, 15 APRIL 2018

CERPEN

Via Dolorosa sang Bhikkhu INDAH DARMASTUTI

cerpenmi@mediaindonesia.com

A

KU berpapas dengannya di tikungan Gandawyuha relief Candi Borobudur pada sebuah pagi di awal musim hujan. Gerimis lembut turun di permulaan hari yang jernih itu. Ia sedang menatap panil nidanaparivarta yang memperlihatkan Buddha berada di Jetavana bersama muridmuridnya. Ia menolehku, mengangguk sopan, dan sedikit senyum tersungging di bibirnya yang pucat. Bahu kanannya terbuka sudah basah oleh gerimis, pun jubah kashaya1 sewarna tembaga tanpa klem yang melilit tubuh kuningnya. Tetapi sanghati2 berwarna sama tetap tersampir di bahu kiri. Ada sebutir air jatuh di bulu matanya, seperti embun yang menempel di rerumput yang menghampar di halaman candi. Dia tidak sedang melakukan paradaksina, aku tahu itu. Ini hari ke tiga aku berada di area candi, dan selalu menyusuri lorong ini pada pagi sebelum matahari terbit untuk membaca panil-panil di pinggang candi, lalu akan aku lanjutkan menjelang sore saat matahari menjatuhkan bayang-bayang candi ke timur. Angin bertiup kuat dari perbukitan Menoreh mengirim bau pagi yang basah saat aku berada di depan panil Pangeran Sudhana dalam pengembaraan. Aku tidak naik ke Arupadhatu karena pasti di atas sana angin lebih kencang menerpa dan gerimis ini semakin kuat saja sehingga aku memutuskan menunda membaca relief Gandawyuha. Aku menimbang, apakah perlu melanjutkan meski gerimis makin kencang atau aku tunda saja. Akhirnya aku berbalik lalu turun ke lorong Kalyanamitra, sekali lagi berpapas dengan Sang Bhikkhu. Sanghati yang tadi tersampir di bahu kiri itu sudah ia pakai untuk melindungi dingin pagi. Dia berteduh di pintu penghubung, lalu ia tersenyum saat aku sekali lagi menyapa. Tiba-tiba aku merasa pernah bertemu dengannya. Tetapi di mana? “Apakah Bhikkhu memerlukan payung? sepertinya gerimis ini akan semakin deras. Jika iya, saya bisa pinjamkan di pos penjagaan,” kataku sambil terus memeras ingatan tentang sosoknya. Saat berpapas pertama tadi, pagi masih terlalu gelap tetapi sekarang aku bisa melihat parasnya lebih jelas. “Terima kasih, saya belum memerlukan,” jawabnya sopan.

Aku sulit mengingatnya karena tiga tahun terakhir aku banyak menghabiskan waktu mengunjungi candi baik di dalam maupun luar negeri khususnya Candi Budha. “Ibu naik sampai ke atas tadi?” ia bertanya mencairkan kebekuan, aku menggeleng. “Tujuan saya Gandawyuha. Baru beberapa panil, tapi gerimis sudah menjadi hujan ringan, nanti saja saya melanjutkan.” “Untuk studi?” aku mengangguk. Lalu, begitu saja aku menceritakan kalau aku sangat suka pada fable-fabel di relief Karmawibhangga juga cerita tentang Putri Manohara dan masih terus berbincang-bincang tanpa merisaukan cuaca. Aku dan Sang Bhikkhu sama-sama berdiri di pintu penghubung lorong, menatap pegunungan Menoreh. Di atas kami burung-burung kecil dan besar terbang melayang merayakan pagi dalam gerimis tipis. Langit berwarna putih susu dan ada gumpalan awan kelabu. Saat aku menoleh, Sang Bhikkhu juga sedang mengamati langit sepertiku. Hening dan bening. Tiba-tiba seekor burung kecil melayang oleng lalu terempas jatuh di telundak mengagetkan aku dan Sang Bhikkhu. Refleks dia bergegas menuju burung kecil itu. Menuruni telundak langkahnya lebarlebar sehingga kain yang melilit tubuhnya tersingkap cukup tinggi dan tertangkap mataku tato itu. Di atas mata kaki mengarah pada betisnya sebentuk salib panjang dililit sesulur bunga-bunga merah muda dan biru, dan ada satu kata ditato vertikal yang tak terbaca mataku. Tato di kaki itu membawa ingatanku saat aku dan seorang kawan berperahu menyusuri Chao Praya setelah lelah mengelilingi Wat Arun. Ketika tukang perahu menghentikan mesin, pemandu memberitahu bahwa kita akan memberi pakan ikan-ikan dalam sungai ini, aku menatapnya. Namun kemudian, dari sisi kananku aku melihat seorang Bhikkhu berdiri di dinding sungai mengulurkan galah, pada ujung galah itu ada keranjang yang berisi sebongkah roti putih. Aku mendongak. “Ambilah roti itu untuk pakan ikan, dan gantilah dengan 20 baht,” pemanduku berkata dalam Inggris. Tetapi aku tak lekas mengambil roti itu meski pecahan 20 Baht sudah di tanganku, aku masih menatap matanya. Aku menangkap

PIGURA

Njayeng Bawana ONO SARWONO

sarwono@mediaindonesia.com

P

RABU Duryudana terkekeh-kekeh di atas singgasana menyemburkan bau alkohol menyengat. Tuak yang tinggal sepertiga dalam gelas besar yang digenggamnya terguncang-guncang karenanya. Saking riangnya, Raja Astina ini berulang kali tersedak kerena terbahakbahak ketika tuak masih menggenangi ujung tenggorokannya. Pada saat bersamaan, Patih Sengkuni terkulai lemas di atas lantai sambil merabaraba pelan perutnya akibat kembung tuak. Dursasana, Durmagati, dan saudara lainnya keluarga Kurawa terkapar. Mereka berserakan, sebagian di antara mereka mendengkur. Pun tidak berbeda dengan para nayaka praja. Hanya Karna yang tidak ikut-ikutan mabuk. Pesta minum itu terjadi setelah Kurawa menang main dadu atas Pandawa. Dengan kekalahan itu, Pandawa (Puntadewa, Werkudara, Arjuna, Nakula, dan Sadewa) harus meninggalkan Amarta dan menjalani hukuman pembuangan di Hutan Kamyaka selama 12 tahun dan hidup menyamar satu tahun. Sengkuni memastikan Pandawa mati konyol. Kemudian, Negara Amarta bubar dan semua kekuasaannya jatuh ke tangan Duryudana. Namun, benarkah demikian yang terjadi? Itu hanyalah fiksi.

Kalah main dadu Alkisah, Duryudana terpikat terhadap istana Amarta ketika melihat langsung keindahan dan kemegahannya. Itu

ketika ia menghadiri inauguration istana tersebut pada suatu hari. Sebelumnya, wilayah tempat berdirinya istana Amarta merupakan hutan belantara Wanamarta yang sangat angker. Paham maksud hati sang raja, Sengkuni lalu menyusun strategi. Ia mengusulkan kepada Duryudana untuk mengundang raja Amarta, Puntadewa, yang juga sulung Pandawa, bermain dadu. Ketika masih kecil, Puntadewa memang sangat suka bermain dadu. Gayung bersambut. Puntadewa bersedia memenuhi undangan Duryudana. Namun, kesanggupannya itu sesungguhnya bukan karena ia masih suka bermain dadu-kegemaran yang sudah ia tinggalkan lama, melainkan karena semata-mata untuk menghormati Duryudana yang ia tuakan. Pandawa adalah putra Pandu yang adalah adik kandung Drestarastra, ayah Kurawa. Permainan dadu yang digelar di ruangan sisi kiri Istana Astina berlangsung gayeng. Awalnya, hanya dengan taruhan kecil-kecilan tetapi lama-kelamaan menjadi besar. Werkudara sempat menyarankan Puntadewa agar menghentikan permainan dadu karena tidak fair. Werkudara tahu bahwa sang kakak diakali oleh Kurawa yang dibekingi Sengkuni. Namun, Puntadewa tidak menggubris dan berlanjut hingga pada akhirnya ia kehilangan negara Amarta. Bahkan, istrinya, Dewi Drupadi,

sunyi yang dalam. Garis wajahnya seperti orang Indonesia, tetapi bukankah wajah-wajah orang Thailand dan Indonesia hampir sama? dia balas menatapku sebelum aku tergagap karena kawanku menyenggol lenganku. Buru-buru aku mengambil sebongkah besar roti putih itu dan menaruh pecahan 20 baht ke dalam keranjang yang diikat ujung galah. Saat Bhikkhu itu berbalik dan menaiki telundak, mataku sempat menangkap di kakinya ada tato salib yang dililit sesulur bunga merah dan biru dan sebuah kata yang tak terbaca mataku. Kini Sang Bhikkhu bersimpuh di lantai candi yang dingin, aku bergegas menyusul dan melihat di atas telapak tangannya barung kecil itu sekarat. Sayapnya berdarah, lehernya berdarah. Aku turut berdiri ketika ia berdiri dan melangkah menuruni telundak candi, gerimis tipis turun lagi. “Burung kecil ini sudah mati. Mungkin tadi ia diserang burung besar,” katanya dengan dua telapak tangan terangkat setinggi dadanya. Aku membuka payung, lalu memayungi Sang Bhikkhu dan burung sekarat itu. “Mari kita kuburkan burung malang ini di bawah pohon di sana,” katanya sambil melangkah, aku berjalan menyebelahi. “Bisakah ibu menggalikan tanah sekira duapuluh senti?” ia meminta ketika kami sampai di tanah basah di bawah pohon bodhi. Aku mengangguk dan menggunakan ujung payungku untuk mencongkel congkel

dipertaruhkian dan menjadi jarahan Kurawa karena Puntadewa kalah. Berdasarkan kesepakatan, yang kalah harus meninggalkan negaranya dan menjalani hidup tanpa bekal apa pun di Hutan Kamyaka selama 12 tahun. Bila mampu melewati masa pembuangan itu, Pandawa harus melakoni laku sesingitan (penyamaran) selama satu tahu. Bila tahap terakhir itu ketahuan, Pandawa mesti mengulangi hukuman dari awal. Kurawa memperkirakan Pandawa bakal lenyap dari permukaan bumi. Menurut perhitungannya, Pandawa tidak akan bertahan hidup dalam hutan tanpa bekal makanan. Bahkan, dikalkulasikan tidak sampai separuh masa hukuman, Pandawa bakal menemui ajal karena kelaparan.

Berdaulat penuh Karena Pandawa menjalani hukuman pembuangan, otomatis Amarta mengalami kekosongan kepemimpinan. Inilah yang dipastikan Kurawa bahwa Negara Amarta akan bubar, habis riwayatnya. Selanjutnya,

GUGUN PERMANA

tanah lalu kukeruk tanah itu dengan tanganku. “Sebentar, saya akan carikan daun-daun untuk alas tidur burung ini,” kataku lalu berdiri segera, memetik tiga lembar daun Bodhi remaja yang terjangkau tanganku. Kuletakkan dua lembar dalam liang kecil yang tadi kugali. Tangan Sang Bhikkhu terulur meletakkan burung mati itu lalu aku menutupnya dengan selembar daun terakhir dan kami sama-sama menguruk dengan tanah. Sang Bhikkhu merapal doadoa begitu khusyuk. Aku bergeming dalam hening pagi itu. Masih bersimpuh di tanah, ia bercerita bahwa burung itu mengingatkannya pada masa ketika ia kanak-kanak. Ketika ibunya harus bekerja siang-malam demi mendapatkan uang untuk pengobatan ayahnya. Di depan matanya, ia menyaksikan ibu kerap mendapat perlakuan kasar dan kejam dari majikan. Bahkan, juga dirinya sendiri mendapat perlakuan buruk ketika membantu ibunya menyelesaikan pekerjaan. Pernah suatu kali majikan memukulnya hingga di punggung dan pahanya ada bilur-bilur dan bercak darah. Tetapi baik ibu maupun ia harus bertahan agar bisa menebus obat ayahnya. “Namun saat obat demi obat tertebus dan pelan-pelan ayah sembuh, ayah meninggalkan kami entah ke mana. Tinggal aku dan ibu berjuang hidup sekuat kami bisa. Hingga suatu pagi aku mendapati ibu tidak bangun lagi. Mungkin raganya

Kurawa dengan gampang menguasai Amarta dengan seluruh kekayaannya. Inilah yang diimpikan Duryudana (Kurawa). Menguasai Astina sekaligus Amarta tanpa melewati perang Bharatayuda. Duryudana menepuk dada bahwa skenario dewa tentang perang habis-habisan di tegal kurusetra itu tidak akan terjadi. Sebelumnya, sudah menjadi perbincangan luas di seluruh pelosok marcapada bahwa bakal terjadi perang besar antarketurunan Abiyasa demi menguasai Astina dan Amarta. Itulah yang kemudian dirayakan Duryudana dengan menggelar pesta. Ia mempersilakan semua anggota keluarga besarnya serta para nayaka praja menikmati pesta sepuas-puasnya dan sebebas-bebasnya. Namun, perhitungan Kurawa ternyata keliru. Meskipun ditinggal para pemimpinnya, negara Amarta tetap berdaulat penuh. Secara de jure, Amarta memang dalam kekuasaan Duryudana sebagai konsekuensi pemenang main dadu. Tetapi secara de facto, Amarta masih dalam kendali penuh oleh para putra Pandawa. Amarta tetap tegak dan njayeng bawana, berjaya dan terkenal di dunia. Putra Amarta yang meneruskan kepemimpinan Amarta, antara lain Pancawala, Antareja, Gathotkaca, Antasena, Wisanggeni, Abimanyu, Bambang Priyambada, dan lainlainnya. Waris karib yang ikut mendampingi mereka adalah Setyaki dan tentunya juga Raja Dwarawati Prabu Kresna. Gathotkaca bersama para saudaranya menjaga Amarta dengan prinsip kolektif kolegial. Mereka juga menanamkan santiaji tijitibeh, yakni mati siji mati kabeh (mati satu mati semua) atau juga dimaknai mukti

sudah sakit dan kami sangat lapar. Lalu, seseorang menolongku dan aku dibawa ke biara sampai sekarang meski semua orang yang tinggal di biara tetap mengijinkan jika aku ingin ke gereja.” Suaranya begitu tenang dan bening. Lalu, Sang Bhikkhu mengela napas. Tenggorokanku sakit. Aku melihat masih ada bercak darah di kedua telapak tangannya yang mengingatkanku pada telapak tangan Kristus di kayu salib. “Mengapa ayah meninggalkan Anda dan ibu padahal dia sembuh karena kerja keras Anda dan ibu?” “Ayah menuduh ibu pelacur. Untuk mendapatkan obat itu, ayah menuduh ibu melacur.” aku tersentak, hingga kehilangan kata-kata. Lalu Sang Bhikkhu menyingkap jubah antarasavaka3 saffron4 itu hingga menampakkan kaki bertato. “Ibuku,” suaranya nyaris berbisik. Magdalena, aku mengeja kata yang ditato vertikal bersebelah dengan tato salib dililit sesulur bunga merah muda dan biru. Lalu, selekasnya Sang Bhikkhu merapikan kembali jubah antarasavakanya. “Saya pernah melihat seorang Bhikku dengan tato seperti itu saat saya berperahu di Chao Praya sekira satu tahun lalu,” kataku begitu saja. “Saya tahu, Bhikkhu yang ibu maksud adalah saya,” ia tersenyum lembut. “Ketika itu saya dikirim ke sana untuk belajar hidup. Ketika saya mengulurkan galah di tepi Chao Praya, saya melihat dua perempuan sedang berbicara Indonesia di dalam perahu. Saya teringat ibuku, teringat Indonesia.” Aku merasa pagi itu runtuh segala bangunan keangkuhan. Tiba-tiba pagi menjadi lebih dingin sehingga aku menggigil. “Setiap kita diberi salib sesuai kemampuan kita untuk memikulnya,” aku tahu suaraku berkarat. Sang Bhikkhu mengangguk kecil dan tersenyum damai. “Mari kita tinggalkan burung kecil ini, kita cuci tangan di pos penjagaan. Sepertinya ibu sudah kedinginan.” Lalu tangan itu menepuk kecil pusara burung. Ia terpejam sejenak dan merapal doa, saat mata itu kembali terbuka, aku tercekat, dua bulir air mata menetes berwarna merah. Sang Bhikkhu menangis darah. Aku tergugu dalam jernih pagi itu. Catatan kaki: 1. Jubah terluar yang dikenakan Bhhikkhu tradisi Theravada 2. Jubah esktra untuk melindungi dari dingin 3. Jubah bagian dalam sepanjang mata kaki yang dililitkan seperti sarung 4. Warna kuning tua menyerupai tembaga

Indah Darmastuti tinggal dan berkarya di Solo. Ia menulis puisi dan prosa di beberapa media. Sejumlah karyanya yang telah diterbitkan ialah Novel Kepompong (2006), Kumpulan Noveltte (2012) Kumcer, Makan Malam Bersama Dewi Gandari (2016).

Redaksi menerima kiriman naskah cerpen, ketik sebanyak 9.000 karakter, karya orisinal dan belum pernah diterbitkan di media massa lain. Kirim e-mail ke cerpenmi@mediaindonesia.com @Cerpen_MI

siji mukti kabeh (mulia satu mulia semua). Wilayah udara menjadi tanggung jawab Gathotkaca. Keamanan matra laut di bawah kepemimpinan Antasena, perut bumi dijaga Antareja, sedangkan Abimanyu mengamankan wilayah darat. Inilah yang membuat Duryudana dan Kurawa tidak pernah sekalipun bisa menyentuh istana Amarta selama Pandawa dalam pengasingan. Jangankan menguasai, untuk memasuki wilayah Amarta saja mereka tidak mampu.

Generasi penerus Pada bagian lain, Pandawa malah seperti menemukan habitatnya dalam masa pembuangan. Mereka menjalani hukuman itu dengan laku prihatin. Hidup dalam kondisi yang serba terbatas tersebut jusru mereka jadikan sebagai arena penggemblengan diri untuk menjadi para kesatria ulung. Sikap ini tidak terlepas dari didikan sang ibu, Kunti. Sejak mereka ditinggal mati sang ayah, Pandudewanata, praktis Kunti-lah yang nggulawentah (mendidik dan membesarkan) kelima anaknya. Garis ajarannya adalah menjadikan putra-putra sebagai kesatria berjiwa mulia. Maka, setelah selesai menjalani pembuangan di hutan dan dilanjutkan hidup menyamar di Negara Wiratha, Pandawa muncul sebagai kesatria-kesatria hebat. Inilah juga yang mengantarkan mereka kemudian berhasil merebut kembali hak kedaulatannya atas Astina lewat perang Bharatayuda. Sebaliknya, rezim Duryudana tumpas di Kurusetra. Hikmah kisah ini ialah kesigapan para putra Pandawa menjaga Amarta ketika terjadi krisis kepemimpinan. Dalam konteks kebangsaan, moralnya adalah bahwa generasi penerus bertanggung jawab penuh terhadap eksistensi bangsa dan negaranya. (M-3)


TIFA

MINGGU, 15 APRIL 2018

11

Seni Bunyi yang Menyembuhkan Hati Bunyi merupakan bagian dari seni rupa meski tidak sembarang orang yang bisa menangkapnya sebagai sesuatu yang mampu divisualisasikan. BAYU ANGGORO

anggoro@mediaindonesia.com

G

EMERCIK air hujan diiringi suara petir lirih terdengar jelas dari atas kepala. Nyanyian burung yang saling bersahutan pun ikut dilantangkan pengeras suara kecil berbentuk bulat yang terpasang kukuh di tengah ruangan. Kemerduan suara tadi dibuat semakin empuk oleh hadirnya bantal duduk yang tersimpan persis di bawah pengeras suara itu. Sebagai pelengkap, titik hitam setinggi mata tersaji tidak jauh dari tempat pengunjung memandang. Kolaborasi pengeras suara, bantal duduk, dan titik hitam dalam ruangan sempit itu memastikan efek tenang dan sunyi yang diharapkan Andrita Y Orbandi, seniman bunyi yang turut serta dalam Soemardja Sound Art Project (SSAP) 2018, yang digelar hingga 19 April mendatang, di Galeri Soemardja, Institut Teknologi Bandung, Jawa Barat. SSAP menyuguhkan 15 karya seni bunyi yang sudah dipamerkan sejak awal tahun ini, termasuk karya Andrita berjudul Sabda Hujan. Lewat karyanya itu, Andrita ingin menghadirkan suasana tenang yang bisa menenteramkan hati setiap pendengarnya. Penciptaan aura positif ini semakin dideskripsikan dengan pemberian warna muda pada pengeras suara dan bantal. Berbeda dengan hasil karya lain yang bisa jadi hanya memperdengarkan suara, Andrita berusaha beda karena kreasinya ini diharapkan mampu mengobati mental setiap pendengarnya. Baginya, mendengarkan suara-suara alam seperti bebunyian hewan, gemericik air, hingga gerimis hujan, mampu membuatnya rileks.

“Melalui ini saya membicarakan soal healing, dengan hati. Penyembuhan mental, bukan medis. Suara alam itu bisa bikin hati tenang,” papar perempuan lulusan Seni Rupa ITB ini saat berbincang dengan Media Indonesia. Ketertarikannya pada bebunyian berawal dari penilaiannya tentang kehidupan dunia yang sudah semakin riuh dan gaduh. Sudah semakin banyak manusia yang terjebak dengan rutinitasnya. Dengan karya bebunyiannya, ia mencoba menghadirkan ketenangan bagi pendengarnya. Sesuai dengan parasnya yang terkesan lembut, Andrita memilih setia dengan menekuni seni bunyi yang lembut dan menenangkan. Sabda Hujan merupakan kreasi bunyi merdunya yang ketiga, lanjutan dari karya-karya sebelumnya. Seni bunyi pertamanya diciptakan pada 2016. Dengan memperdengarkan suara di luar ruangan, Andrita menyuguhkan bebunyian yang silih berganti seperti gerak kaki orang berjalan dan nyanyian burung yang silih berganti. Pada karya seni bunyi keduanya, gadis yang mengenyam pendidikan SMA-nya di Amerika Serikat itu menanyai 30 orang dari 15 negara. Andrita ingin mengetahui bunyi seperti apa yang bisa jadi cerminan kedamaian di hati mereka. Berbeda dengan Andrita, Lintang Radittya justru menghasilkan bunyi yang tidak nyaman didengarkan. Lengkingan suara frekuensi yang bisa diatur rendah-tingginya terdengar jelas hingga dari luar ruang pamer. Sedikit memberi rasa manis pada suara melengking yang diciptakannya itu, Lintang menghadirkan wayang kulit yang berfungsi sebagai

MI/BAYU ANGGORO

SENI BUNYI: Seorang pengunjung tengah mendengarkan karya salah satu seniman bunyi yang turut serta dalam Soemardja Sound Art Project (SSAP) 2018, yang digelar hingga 19 April 2018 di Galeri Soemardja, Institut Teknologi Bandung, Jawa Barat. pengatur rendah-tinggi frekuensi yang ingin didengarkan. Dengan menggerakkan tangan wayang ke atas, pengunjung akan diperdengarkan suara frekuensi yang tinggi. Begitupun sebaliknya jika tangan wayang digerakkan ke bawah.

11 tahun Kurator SSAP 2018, Bob Edrian, mengatakan, pamerannya ini merupakan yang pertama setelah ajang serupa bertajuk Good Morning: City Noise!!! Sound Art Project pada 2007.

“Ini seni bunyi pertama setelah 11 tahun,” katanya. Sebelum diperdengarkan di Galeri Soemardja ITB, SSAP 2018 lebih dulu ditampilkan di Lawangwangi Creative Space dan Institut Francais Indonesia dan Spasial. Hasilnya, SSAP 2018 yang bekerja sama dengan institusi tersebut hadir dengan tiga gagasan besar yakni, Double-Coding Sonic Art yang menekankan pada aspek historis sound art, Immersed in Sonic Flux yang mengelaborasi fenomena bebunyian melalui eksplorasi

bentuk pertunjukan bunyi, dan Perceiving the Omnipresent Sound yang terfokus pada aspek spasial bunyi dan individu pencerap. “Di kita memang belum ada jurusan khusus seni bunyi. Beda dengan di perguruan tinggi di luar negeri, yang sudah memiliki jurusan seni bunyi,” katanya. Alumnus Seni Rupa ITB itu mengatakan, bunyi merupakan bagian dari seni rupa meski tidak sembarang orang yang bisa menangkapnya sebagai sesuatu yang mampu divi-

sualisasikan. “Bunyi memang sulit didefinisikan oleh orang awam sebagai sesuatu yang mampu divisualisasikan,” katanya. Sama dengan seni lain pada umumnya, seni bunyi terdiri dari berbagai subjek turunan, seperti akustik, elektronik, noise music, hingga media audio sehingga tidaklah mengherankan jika bunyi ini banyak ditemukan di hampir semua lini seperti lingkungan sehari-hari, bahkan gerak tubuh manusia sekalipun. (M-4)

Melantunkan Keindonesiaan hingga Pelosok

DOK. DJARUM FOUNDATION

TEATER KELILING: Pementasan Teater Keliling bertajuk Sang Saka karya seniman teater Rudolf Puspa dan Dolfry Inda Suri di Banjarmasin, Kalsel, Jumat (6/4).

Pendiri: Drs. H. Teuku Yousli Syah MSi (Alm) Direktur Utama: Lestari Moerdijat Direktur Pemberitaan/Penanggung Jawab: Usman Kansong Deputi Direktur Pemberitaan: Gaudensius Suhardi Direktur Pengembangan Bisnis: Shanty Nurpatria Direktur Keuangan dan Administrasi: Firdaus Dayat Dewan Redaksi Media Group: Abdul Kohar, Bambang Eka Wijaya, Djadjat Sudradjat, Don Bosco Selamun, Elman Saragih, Gaudensius Suhardi, Iskandar Zulkarnain, Kania Sutisnawinata, Lestari Moerdijat, Muhammad Mirdal Akib, Rahni Lowhur Schad, Saur Hutabarat (Ketua), Suryopratomo, Usman Kansong Redaktur Senior: Djadjat Sudradjat, Elman Saragih Kepala Divisi Pemberitaan: Teguh Nirwahyudi Kepala Divisi Content Enrichment: Ade Alawi Kepala Divisi Artistik & Foto: Hariyanto Asisten Kepala Divisi Pemberitaan: Ahmad Punto, Haryo Prasetyo, Jaka Budisantosa, Mochamad Anwar Surahman, Ono Sarwono, Rosmery C. Sihombing, Sabam Sinaga, Victor JP Nababan Kepala Sekretariat Redaksi: Sadyo Kristiarto Redaktur: Adiyanto, Agus Mulyawan, Agus Triwibowo, Agus Wahyu Kristianto, Anton Kustedja, Aries Wijaksena, Basuki Eka P, Bintang Krisanti, Cri Qanon Ria Dewi, Eko Rahmawanto, Eko Suprihatno, Henri Salomo, Heryadi, Ida Farida, Iis Zatnika, Irana Shalindra, M. Soleh, Mathias S. Brahmana, Mirza Andreas, Patna Budi Utami, Raja Suhud V.H.M, Soelistijono, Sitria Hamid, Widhoroso, Windy Dyah Indriantari

Staf Redaksi: Abdillah M. Marzuqi, Adam Dwi Putra, Agung Wibowo, Ahmad Maulana, Akhmad Mustain, Anata Syah Fitri, Andhika Prasetyo, Asni Harismi, Astri Novaria, Budi Ernanto, Cahya Mulyana, Christian Dior Simbolon, Denny Parsaulian Sinaga, Deri Dahuri, Dero Iqbal Mahendra, Dhika Kusuma Winata, Dwi Tupani Gunarwati, Emir Chairullah, Eni Kartinah, Fetry Wuryasti, Gana Buana, Ghani Nurcahyadi, Golda Eksa, Haufan H. Salengke, Hillarius U. Gani, Irene Harty, Irvan Sihombing, Iwan Kurniawan, Jonggi Pangihutan M, Mohamad Irfan, Muhamad Fauzi, Nur Aivanni Fatimah, Nurtjahyadi, Panca Syurkani, Permana Pandega Jaya, Puput Mutiara, Putri Anisa Yulianti, Ramdani, Retno Hemawati, Richaldo Yoelianus Hariandja, Rommy Pujianto, Rudy Polycarpus, Satria Sakti Utama, Selamat Saragih, Sidik Pramono, Siswantini Suryandari, Siti Retno Wulandari, Sugeng Sumariyadi, Sulaiman Basri, Sumaryanto, Susanto, Syarief Oebaidillah, Tesa Oktiana Surbakti, Thalatie Yani, Thomas Harming Suwarta, Usman Iskandar, Wisnu AS, Zubaedah Hanum Biro Redaksi: Dede Susianti (Bogor); Eriez M. Rizal (Bandung); Kisar Rajagukguk (Depok); Firman Saragih (Karawang); Sumantri Handoyo (Tangerang); Yusuf Riaman (NTB); Baharman (Palembang); Haryanto (Semarang); Widjajadi (Solo); Faishol Taselan (Surabaya) DIVISI TABLOID, MAJALAH, DAN BUKU (PUBLISHING) Kepala Divisi: Budiana Indrastuti Asisten Kepala Divisi: Tjahyo Utomo Redaktur: Sri Purwandhari CONTENT ENRICHMENT Periset: Heru Prasetyo (Redaktur), Desi Yasmini S, Gurit Adi Suryo Bahasa: Dony Tjiptonugroho (Redaktur), Adang Iskandar,

WAKTU telah menunjukkan pukul 19.19 Wita waktu setempat di Bukit Wisata Kiram Martapura, Banjarmasin, Jumat (6/4). Para kru masih sibuk memasangkan lampu merah di langit-langit pendopo untuk pementasan Teater Keliling berjudul Sang Saka. Sang Saka merupakan kelanjutan dari kisah Jas Merah yang pernah ditampilkan di delapan kota pada 2016 lalu. Naskah Sang Saka dibuat seniman teater Rudolf Puspa dan Ketua Yayasan Teater Keliling, Dolfry Inda Suri. Pada suatu masa, tersebutlah tiga orang sahabat bernama Komer, Koor dan Patty. Mereka sudah lama tidak berjumpa. Pada suatu kesempatan, mereka bertemu kembali untuk bertualang mencari harta karun yang sedang menjadi ulasan paling atas di dunia maya. Perjalanan perburuan itu membuka rahasia pada setiap diri mereka tentang pemuda pemudi yang lupa diri dan memupuskan rasa cintanya terhadap negeri. Harta karun berhasil mereka temukan, tetapi harta karun tersebut bukanlah sesuatu yang mereka

Meirisa Isnaeni, Ridha Kusuma Perdana, Riko Alfonso, Suprianto ARTISTIK Asisten Kepala Divisi: Rio Okto Waas Redaktur: Annette Natalia, Budi Setyo Widodo, Donatus Ola Pereda, Gatot Purnomo, Gugun Permana, Marjuki Staf Artistik: Ami Luhur, Ananto Prabowo, Aria Mada, Bayu Wicaksono, Briyan Bodo Hendro, Catherine Siahaan, Dedy, Dharma Soleh, Duta Amarta, Fauzi Zulkarnaen, Haris Imron Armani, Haryadi, Marionsandez G, Muhamad Nasir, Muhamad Yunus, Nana Sutisna, Nehemia Nosevy Kristanto, Novi Hernando, Novin Herdian, Nurkania Ismono, Nurul Arohmat, Pamungkas Bayu Aji, Reza Fitarza Z, Riri Puspa Destianty, Rugadi Tjahjono, Seno Aditya, Swielida Angraita, Tutik Sunarsih Olah Foto: Andi Nursandi, Sutarman PENGEMBANGAN BISNIS Kepala Divisi Marketing Communication: Fitriana Saiful Bachri Kepala Divisi Iklan: Gustaf Bernhard R Asisten Kepala Divisi Iklan: Wendy Rizanto Perwakilan Bandung: Sulaeman Gojali (022) 4210500; Surabaya: (031) 5667359; Yogyakarta: Andi Yudhanto (0274) 523167. KORESPONDEN Jawa Barat: Benny Bastiandy, SE (Cianjur/Sukabumi), Budi Mulia Setiawan, Depi Gunawan (Bandung), Nurul Hidayah (Cirebon), Reza Sunarya (Purwakarta), Setyabudi Kansil (Cianjur), Kristiadi (Tasikmalaya), Banten: Deni Aryanto (Tangerang Selatan) Jawa Tengah: Akhmad Safuan (Pekalongan), Djoko Sardjono (Klaten), Ferdinand (Solo), Liliek Dharmawan (Purwokerto), Tosiani S (Temanggung), Supardji Rasban (Brebes), Yogyakarta: Agus Utantoro, Ardi Teristi Hardi, Furqon Ulya Himawan,

bayangkan. Mereka justru menemukan Sang Saka yang telah lama terkubur. Sang Saka pun membawa mereka ke dalam sebuah dunia imajiner saat terjadi tapak tilas Proklamasi Kemerdekaan 1945. Harta itu menuntun mereka ke sebuah dimensi waktu imajiner detik-detik proklamasi kemerdekaan. Rudolf Puspa dalam pentas ini berperan sebagai veteran perang, perjalanan bersama dengan Teater Keliling membuatnya kaya dengan kisah suka dan duka. “Tapi sakit dan sedih bagi kami itu berkah karena membuat kami menjadi semakin berani. Kami ini boneknya teater Indonesia,” katanya. Dengan berkeliling teater, Rudolf mengaku semakin sadar dengan apa yang disebut dengan Bhinneka Tunggal Ika. “Selain itu kami juga berupaya menuangkan nilai-nilai keberagaman dalam naskah-naskah kami,” kata lelaki yang menyesal tidak mengenal sejarah lebih dini itu. Tak hanya Banjarmasin, lakon Sang Saka yang menghadirkan kolaborasi seni tari, musik, dan nyanyian ini juga diselenggarakan

Jawa Timur: Abdus Syukur (Pasuruan), Bagus Suryo Nugroho (Malang), Edy Saputra (Blitar), Heri Susetyo (Sidoarjo), Khoirul Hamdani (Banyuwangi), Muhammad Ahmad Yakub (Bojonegoro), Muhammad Ghozi (Madura), Sunarwoto (Madiun) Aceh: Amiruddin Abdullah (Pidie), Hendra Saputra (Banda Aceh), Sumatra Utara: Januari Hutabarat (Taput), Puji Santoso, Yennizar (Medan), Sumatra Barat: Hendra Makmur, Yose Hendra (Padang), Riau: Bagus Himawan, Rudi Kurniawansyah (Pekanbaru), Kepri: Hendry Kremer (Batam), Bangka Belitung: Rendy Ferdiansyah (Pangkalpinang), Bengkulu: Marliansyah, Jambi: Solmi, Lampung: Ahmad Novriwan (Bandarlampung), Kalimantan Barat: ArisMunandar (Sungai Raya), Kalimantan Tengah: Surya Suryanti (Palangkaraya), Kalimantan Selatan: Denny Susanto (Banjarmasin), Kalimantan Timur: Syahrul Karim (Balikpapan), Sulawesi Utara: Voucke Lontaan (Manado), Sulawesi Tengah: M Taufan SP Bustan (Palu), Subandi Arya (Poso), Sulawesi Barat: Farhanuddin (Mejene), Sulawesi Tenggara: Abdul Halim Ahmad (Kendari), Sulawesi Selatan: Lina Herlina (Makassar), Bali: Arnoldus Dhae (Denpasar), Gede Ruta Suryana (Kuta), NTT: Alexander Paulus Taum (Lembata), Palce Amalo (Kupang), Maluku Utara: Burhanuddin Arsyad (Ternate), Maluku: Hamdi Jempot (Ambon), Papua: Marcelinus Kelen (Jayapura) Telepon Layanan Pembaca: (021) 5821303 Telepon Iklan: (021) 5812113, 5801480 Fax Iklan: (021) 5812107, 5812110 Fax Customer Service: (021) 5820476,

di empat kota lain, yaitu Cirebon, Karawang, Pangandaran, dan Palangka Raya. Selain pertunjukan, Teater Keliling mengajarkan teater di SMP dan SMA untuk menebarkan manfaat positif dari seni berteater, yaitu pengembangan karakter, emosi, kerja kolektif, dan tanggung jawab tim. “Sebagai generasi penerus, kami merasa sangat penting mempelajari dan mengenalkan sejarah bangsa ini karena arah tujuan bangsa ini pun berada di tangan kami,” kata Dolfry. Teater Keliling berupaya menguatkan komitmen berkeliling dari Sabang sampai Merauke dan 11 negara di dunia, sejak didirikan pada 13 Februari 1974. Hingga kini mereka telah mementaskan lebih dari 1.600 pertunjukan. Adi Pardianto dari Bakti Budaya Djarum Foundation mengaku salut karena kelompok Teater Keliling berani memperkenalkan teater hingga pelosok Indonesia. “Kami yakin Indonesia akan semakin kuat jika memiliki masyarakat pecinta seni karena sulit dipecah belah,” kata dia. (Eno/M-4)

Telepon Sirkulasi: (021) 5812095, Telepon Distribusi: (021) 5812077, Telepon Percetakan: (021) 5812086, Harga Langganan: Rp89.000 per bulan (Jabodetabek), di luar P. Jawa + ongkos kirim, No. Rekening Bank: a.n. PT Citra Media Nusa Purnama Bank Mandiri - Cab. Taman Kebon Jeruk: 117-009-500-9098; BCA - Cab. Sudirman: 035-3065014, Diterbitkan oleh: PT Citra Media Nusa Purnama, Jakarta, Alamat Redaksi/Tata Usaha/Iklan/Sirkulasi: Kompleks Delta Kedoya, Jl. Pilar Raya Kav. A-D, Kedoya Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat - 11520, Telepon: (021) 5812088 (Hunting), Fax: (021) 5812105 (Redaksi) e-mail: redaksi@mediaindonesia.com, Percetakan: Media Indonesia, Jakarta, ISSN: 0215-4935, Website: www.mediaindonesia.com DALAM MELAKSANAKAN TUGAS JURNALISTIK, WARTAWAN MEDIA INDONESIA DILENGKAPI KARTU PERS DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA ATAU MEMINTA IMBALAN DENGAN ALASAN APA PUN


SELEBRITAS

MINGGU, 15 APRIL 2018

CUSTOMER SERVICE:

(021) 5821303

PEMASANGAN IKLAN:

(021) 5812113 / 5801480

HALAMAN 12

ANINDYA KUSUMA PUTRI

TEDDY ADHITYA

Ke Kepulauan Seribu dan Bali

Perempuan Harus Percaya Diri

PUTRI Indonesia 2015, Anindya Kusuma Putri, senang bukan kepalang ketika bersama 13 Finalis Miss Universe 2015 menggelar touring menggunakan jetski di Kepulauan Seribu. “Teman-teman berkunjung ke Kepulauan Seribu selama dua hari. Mereka asyik bermain jetski di Pulau Harapan dan Pulau Pari,” ujar Anindya, dalam keterangan tentang reuni itu, kemarin. Perempuan yang akrab disapa Anin itu mengaku sangat senang akan antusiasme yang ditunjukkan sahabat-sahabatnya tersebut. Mereka takjub setelah tahu bahwa tidak jauh dari pusat Kota Jakarta yang terkenal padat, terdapat tempat yang indah. “Yaitu Kepulauan Seribu,” ujarnya. Setelah puas bermain di Kepulauan Seribu, Anin dan teman-teman terbang menuju Bali. Selama berada di Pulau Dewata mereka akan mendatangi sejumlah lokasi. “Kami akan ke Karangasem, Seminyak, Uluwatu, dan sejumlah tempat lain untuk berolahraga dan rekreasi. Supaya mereka (Finalis Miss Universe 2015) tahu Indonesia negara kepulauan yang indah,” kata Anindya. Menurut perempuan kelahiran Semarang itu, kunjungan ke dua lokasi tersebut sangat penting bagi promosi pariwisata Indonesia. Mereka akan menceritakan keindahan Kepulauan Seribu dan Bali di negara masing-masing. (Pro/H-1)

Ia selalu kagum terhadap perempuan yang mandiri. Berharap kemajuan kaum perempuan Indonesia semakin besar seiring berjalannya waktu.

ANTARA

PUTRI ROSMALIA OCTAVIYANI

SENYAWA

putri@mediaindonesia.com

P

Raih Green Room Awards 2018

ENYANYI asal Yogyakarta, Teddy Adhitya, mendukung kemajuan dan emansipasi perempuan Indonesia. Perempuan Indonesia harus berani, percaya diri, dan mau mengembangkan diri dalam berbagai

DUO musikus indie, Rully Shabara ra dan Wukir Suryadi, yang terrgabung dalam grup Senyawa a berhasil meraih Green Room m Awards 2018. Keduanya mendapatkan itu u sebagai penghargaan terhadap karya mereka dalam kategori best music composition and sound design untuk kelas dansa, dengan karya musik mereka yang dimainkan mengiringi grup dansa dan koreografer asal Australia. Senyawa menjadi satu-satunya pegiat seni asal IndoDOK. INSTAGR AM nesia yang masuk daftar pemenang enang Green Room Awards 2018. 2018 Menariknya, mereka mendapatkan trofi kategori untuk musik mereka yang beraliran eksentrik instrumentalis dan alternatif itu sebagai pengiring dansa pegiat seni tari di Australia, yakni Lucy Guerin, Gideon Obarzanek, dan Dance North. Senyawa merupakan band lokal asal Yogyakarta yang kiprahnya jauh lebih harum di negeri orang dan berlalu-lalang di festival kelas internasional. Setidaknya sudah 30 negara mereka kunjungi untuk mengorbitkan karya-karya mereka. Australia, Jepang, dan Jerman menjadi negara langganan tempat mereka tampil menyuarakan karya musik alternatif. (medcom/H-1)

bidang. “Cewek harus lebih berani, percaya diri, dan percaya bahwa perempuan itu tidak lemah. Poin pentingnya itu,” ujar Teddy selepas tampil dalam mini konser bertema Perempuan di Mataku, di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, beberapa waktu lalu. Penyanyi yang karyanya kental dengan nuansa musik R&B tersebut mengaku selalu kagum terhadap perempuan yang mandiri, berani dalam bertindak, dan mampu menentukan arah hidupnya dengan tegas. “Sekarang sebenarnya sudah banyak perempuan yang independen. Bahkan kadang saking independennya tidak bisa dideketin, sangat mandiri. Sudah ada emansipasi wanita is real, saya juga senang,” ujar penyanyi berusia 26 tahun tersebut. Ia berharap kemajuan kaum perempuan Indonesia akan semakin besar seiring berjalannya waktu. Meski ia akui, pasti butuh waktu yang tidak sebentar untuk bisa mewujudkan hal itu secara merata di seluruh Tanah Air. “Jumlah penduduk Indonesia kan banyak banget. Edukasi seperti itu harus pelan-pelan. Itu mengapa harus banyak acara bertema perempuan seperti ini agar lebih menyuarakannya lagi,” ujar Teddy.

Saya senang, banyak perempuan Indonesia yang independen. Bahkan saking independennya, tidak bisa didekati, sangat mandiri.

JAIS DARGA

Berbagi Kisah Hidup lewat Buku ART dealer Jais Darga, 61, meluncurkan buku biografinya berjudul Jais Darga Namaku. Buku setebal 517 halaman yang ditulis Ahda Imran tersebut mengisahkan perjalanan hidupnya sedari kecil di lingkungan menak Sunda, hingga ‘pengembaraannya’ ke berbagai negara yang membentuknya menjadi art dealer tangguh. Perempuan yang pernah membintangi film Gadis Marathon bersama Roy Marten itu menuturkan, sebetulnya ia tidak pernah berpikir untuk memiliki buku tentang kisah dirinya. “Sebab penulisan buku seperti ini pasti akan mengorek masa lalu saya. Sementara, saya orang yang selalu berpandangan ke depan. Bisa diibaratkan, masa lalu saya sudah saya kunci rapat, kuncinya pun saya buang ke laut. Nah, Kang Ahda ini menyelam, mengambil kunci itu, dan membuka kembali kisah masa lalu,” tutur perempuan yang beberapa kali sukses mendatangkan karya-karya lukis kelas dunia ke Tanah Air itu pada peluncuran buku tersebut di Jakarta, Kamis (12/4). Pemilik Darga Gallery itu mengakui, proses penulisan tersebut juga menjadi sarana terapi untuk berdamai dengan beberapa bagian dari masa lalu yang kurang nyaman di hatinya. (Nik/H-1)

Petualang dan ibu

MI/ADAM DWI

Laki-laki yang hobi berpetualang dengan cara backpacker tersebut mengatakan sosok perempuan yang sangat berpengaruh dalam hidupnya ialah ibu. Ibu merupakan sosok yang paling berjasa bagi dirinya dalam memulai karier bermusik. “Ibu yang pertama kali menggiring saya ke dunia nyanyi saat SMP. Didaftarkan pertama kali lomba sewaktu SMA. Ia yang pertama kali juga mengajarkan saya main gitar,” ujar Teddy. Kekagumannya pada sosok sang ibu juga yang membuatnya selalu mendukung kaum perempuan untuk terus berkembang. Sementara itu, dalam mini konser bertema Perempuan di Mataku yang berlangsung selama sekitar 60 menit, Teddy menyanyikan lagulagu yang tercipta berkat pengaruh besar atau terispirasi dari sosok perempuan. April dipilihnya sebagai waktu yang paling tepat untuk menyajikan tema mini konser Perempuan di Mataku karena pada bulan ini semangat untuk meningkatkan hak perempuan selalu kembali terangkat lewat hari kelahiran RA Kartini di 21 April. “Sengaja acaranya perempuan di April, di bulannya perempuan, Hari Kartini. Sebagai pengingat juga kepada kaum perempuan, Kartini saja di zaman yang lebih sulit ia berani. Mengapa perempuan di zaman sekarang tidak,” tutup Teddy. (H-5)

MI/ENI KARTINAH

ONLINE

Jokowi Salah Satu Tokoh Muslim Berpengaruh di Dunia THE Muslim 500 kembali menempatkan Presiden Jokowi sebagai salah satu muslim paling berpengaruh di dunia. Jokowi menempati urutan ke-16. The Muslim 500 ialah survei tahunan yang mencantumkan 500 sosok muslim paling berpengaruh di dunia. (Nusantara)

Distribusikan Rupiah ke Wilayah Terpencil BANK Indonesia bekerja sama dengan TNI-AL melaksanakan program pelepasan kas keliling berupa pendistribusian uang rupiah untuk masyarakat di wilayah terdepan, terpencil, dan terluar di Kepulauan Riau. (Ekonomi)

Agama dan Negara Harus Berjalan Beriringan AGAMA dan negara harus dapat berjalan beriringan dan saling memperkukuh, bukan untuk saling dipertentangkan. Demikian pernyataan Presiden Jokowi saat Silaturahim Penyuluh Agama se-Jawa Tengah di Kota Semarang. (Nusantara)

UNESCO Tetapkan Rinjani sebagai Geopark Dunia GUNUNG Rinjani di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), ditetapkan sebagai geopark dunia. Keputusan itu ditetapkan dalam sidang Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO). “Saya baru saja mendapat kabar bahwa sidang UNESCO Executive Board, Kamis (12/4) di Paris, telah menetapkan Geopark Rinjani sebagai anggota baru UNESCO Global Geopark,” kata General Manager Geopark Rinjani Chairul Mahsul, kemarin. Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Pemerintah Provinsi NTB itu berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu pencapaian status Gobal Geopark tersebut. “Selamat dan terima kasih kepada semua sahabat Rinjani yang telah membantu sehingga status Gobal Geopark tersebut bisa tercapai,” ujarnya.

Gunung Rinjani masuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR). Kawasan ini mencakup empat wilayah di Pulau Lombok, mulai dari Kabupaten Lombok Utara, Lombok Barat, Lombok Tengah, dan Kabupaten Lombok Timur. Salah satu pesona unggulan TNGR ialah Danau Segara Anak yang berada pada ketinggian 2.010 meter di atas permukaan laut. Danau tersebut berada di sebagian Gunung Rinjani yang tingginya mencapai 3.726 meter di atas permukaan laut. (H-1)

MI/PALCE AMALO

Budaya Kamoro Pikat Masyarakat Swiss SENI dan budaya Kamoro yang berasal dari pesisir Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, memukau masyarakat Swiss dalam kegiatan Explore Remarkable Indonesia yang digelar di Kultur & Sportzentrum-Pratteln, Swiss, 7-8 April lalu. Masyarakat Swiss antara lain terpukau oleh tarian dan ukirannya. Fokus acara Explore Remarkable Indonesia 2018 ialah untuk mempromosikan produk-produk usaha kecil menengah (UKM) dari daerah di seluruh Indonesia sekaligus menampilkan promosi budaya berupa tari dan musik, serta promosi pariwisata daerah. Yayasan Maramowe Weaiku Kamorowe (MWK) memboyong budaya Kamoro ke mancanegara sebagai bagian dari upaya melestarikan budaya asal Papua, yang selama ini sangat minim diketahui masyarakat nasional dan internasional. “Seni ukiran dan tari-tarian khas Ka-

ANTARA

moro lambat laun pasti akan punah bila tidak dilestarikan,” kata Ketua Yayasan MWK Luluk Intarti. Ketua Yayasan Temata, Rini Indyastuti, mengatakan kegiatan itu patut didukung berbagai pihak, terutama pemerintah daerah. Sebab, pada masa mendatang potensi ekonomi yang sangat besar justru akan datang dari pariwisata, khususnya ekowisata, wisata budaya, dan wisata kerelawanan. Tiga bidang subpariwisata tersebut, uajrnya, mampu mendongkrak potensi budaya lokal. (H-1)


MINGGU, 15 APRIL 2018

HALAMAN 13

HLM 15 Jelajah Darat Negeri Jiran

HLM 20 Perjalanan Farman 25 Tahun

HLM 21 Adu Kuah Rempah Kota Anging Mammiri

GAYA URBAN Ragam Genre dalam Satu Panggung Setahun setelah diresmikan, komunitas Dancewave Center (DWC) menjadikan pertunjukan tari sebagai agenda rutin. Tujuannya, sebagai apresiasi kepada guru dan murid setelah belajar teknik baru menari. SURYANI WANDARI PUTRI PERTIWI wandari@mediaindonesia.com

B

EGITU layar hitam disibakkan sebagai dimulainya pertunjukan, lampu sorot pun mengarah ke tubuh Rina Adityasari, perempuan yang sedang berbadan dua. Monolog singkat tentang perannya kali ini, Adit, begitu panggilan akrabnya menunjukkan ketegaran seorang ibu yang akan melahirkan anak perempuan kuat. Tidak hanya berdrama, Adit pun melenggak lenggokkan tubuhnya membawakan sebuah tarian perpaduan kontemporer dan tradisional. Dalam geladi bersih pekan lalu itu, Adit bersama rekannya dari Dancewave Center (DWC) memang sudah total ingin beraksi pada tari musikal bertajuk Roro Mendut, di Gedung Kesenian Jakarta, Sabtu (7/4) malam. Penampilan itu mengadaptasi kisah legendaris perempuan nelayan asal Pati, Jawa Tengah, Roro Mendut. Namun, DWC menuturkannya kembali dengan cara baru, yakni melalui rangkaian tari hip-hop, kontemporer, tradisi, tari perut, bahkan gaya Broadway. “Tantangannya, pasti saat menjahit beberapa genre ke dalam naskah. Dalam satu adegan saja harus memperhitungkan genre tari yang masuk tanpa mengubah cerita,” kata Adit yang juga penulis naskah dan

sutradara. Bahkan di penampilannya kali ini, ia tidak sekadar menari biasa. Mereka menggabungkan beberapa genre tarian yang sangat bertolak belakang sehingga membentuk sebuah cerita. Namun, itu tidak menghilangkan makna setiap tarian sehingga membentuk harmoni gerak dan tata panggung yang dinamis. Kisah Roro Mendut menggambarkan gadis menjadi simbol kekuatan daerah pesisir (pantai utara). Ia bahkan tidak pernah ragu menyuarakan pikirannya meski ia ditaklukkan kekuasaan Mataram.

TONTON VIDEONYA DI:

Resital tari Roro Mendut yang menggabungkan seni drama itu hadir tanpa dialog antarpemain. “Memang tak ada dialog, hanya ada monolog sebagai pengantar. Selebihnya kami bermain dengan ekspresi muka dan gerakan dalam tarian,” tambah Adit.

Tidak harus bisa menari Menurut Miftahul Jannah yang berperan sebagai tokoh utama sekaligus pendiri DWC, berperan sebagai Mendut tidaklah mudah. “Saya harus merepresentasikan perempuan Nusantara yang berintegritas, mandiri, dan berjuang demi kesetaraan. Ini terasa masih relevan hingga hari ini sehingga perlu belajar drama terlebih dahulu,” ujarnya. Mifta, panggilan akrabnya. Meskipun begitu, tambah Mifta, bukan hal baru bagi mereka menampilkan resital tari tersebut. Setahun setelah DWC dibuka, mereka memulai pertunjukan tari menjadi agenda rutin. Tujuannya, sebagai apresiasi kepada

guru dan murid setelah belajar teknik baru. “Ya ini semacam ujian dari semua pelajaran yang kita hasilkan, bukan hanya eksis. Kita bukan sekadar menari, melainkan membagikan cerita dari tarian yang kita bawakan,” imbuhnya. DWC adalah sebuah sanggar atau komunitas tari yang menyediakan kelas bagi semua usia. Ada kelas hip-hop, belly dance, contemporary, burlesque, dan tribal. Tari hip-hop mengacu ke musik hiphop yang dimulai dari pemuda AfrikaAmerika Latin di Bronx Selatan pada 1970-an, sedangkan belly dance & oriental lebih dikenal sebagai tari Timur Tengah atau tari perut, hingga tarian pole dance, yakni menari pada sebuah tiang tanpa menggunakan alat bantu dan memerlukan otot tangan dan kaki yang baru ada di DWC. “Pole dance itu bagaimana anggota DWC menunjukkan passion-nya, seperti pemain pole dance dalam pertunjukan ini misalnya ia yang berusia 49 tahun itu selalu mencoba genre tarian lain,” kata Adit lagi. Ia mengaku ingin mengubah pemikiran negatif orang terkait tari perut dan pole dance. Sesungguhnya tarian tersebut juga sama seperti tarian lainnya yang memiliki unsur seni dan patut diapresiasi. “Tari perut tak hanya soal seksi yang identik dengan perut bergetar dan berkonotasi negatif, semua tentu memiliki manfaat tersendiri bagi tubuh,” lanjut Adit. Bisa dibilang, semua orang yang bergabung dalam DWC berminat besar terhadap tari meskipun tak lihai menari. Sang pendiri dan pelatih pun mengatakan DWC merupakan rumah dan keluarga karena tidak semua anggotanya punya bakat besar. “Tapi kami punya passion besar. Itulah yang membuat mereka berdedikasi, bertanggung jawab dan berkomitmen tinggi. Kami beruntung punya rumah yang bisa mengembangkan diri,” tambah Adit. Begitu pun untuk bergabung, Adit mengatakan tak perlu lihai menari, mereka akan bersama-sama berlatih mulai teknik hingga sejarah tarian tersebut. Yang penting bagi mereka ialah komitmen dan rasa kekeluargaan. (X-7) FOTO-FOTO: MI/ADAM DWI

Terapi Terbaik Olah Rasa dan Tubuh MENARI dengan diiringi musik memang mengasyikkan, itulah yang dialami para penari di Dancewave Center (DWC). Menari dengan genre apa pun bukan hanya bicara estetika gerakan, melainkan bisa juga menyehatkan. Sebabnya, tubuh bergerak secara dinamis, apalagi dengan entakan atau beat yang cepat, seperti hip hop. Jumlah kalori yang terbakar pun akan berbeda, misalnya untuk belly dance dengan beragam gerakan hasilnya berbeda pula. Mulai dampak kecil, menengah, dan besar dalam membakar kalori. Tari perut dengan gerakan ringan yang dilakukan selama 1,5 jam bisa membakar

120 kalori. Dampak lain yang dirasakannya pun beragam, seperti tubuh menjadi lentur, bentuknya bagus, lebih percaya diri, dan lebih bisa mengontrol diri. Dampak itulah yang dirasakan Adit sejak ia menekuni dunia tari sejak 2009. “Saat menari otomatis bukan hanya tubuh yang bergerak, melainkan hati juga jadi bahagia. Menari adalah terapi terbaik,” tambah Adit. Apalagi, dengan kondisi tubuhnya berbadan dua, ia tidak pernah absen menari. Ia mengaku masih bisa mengikuti tarian dengan langkah lebih sederhana, seperti memutar atau melenggak-lenggok

KELAS BAGI SEMUA USIA: Dancewave Center adalah sebuah sanggar atau komunitas tari yang menyediakan kelas bagi semua usia. Ada kelas hip-hop, belly dance, contemporary, burlesque, dan tribal. pinggulnya. Adit percaya menari pun bisa menjaga kebugaran dan membantu dirinya dalam proses persalinan karena bisa menguatkan panggul dan perut. Manfaat serupa juga dirasakan Mifta, baginya menari merupakan belajar untuk mengolah rasa. “Menari adalah soal rasa. Mendengarkan musik dan meluapkannya melalui gerakan tari adalah suatu keuntungan bagi saya apalagi bisa menghasilkan sebuah karya,” jelasnya.

Saat mendengarkan lagu, Mifta merasakan ketukannya dan terhanyut dalam musik. Terkadang ada bagian yang merasa cocok dengan sebuah gerakan sehingga ia coba lakukan dan kembangkan menjadi sebuah penampilan tari secara utuh. “Ibarat menunjukkan sebuah rasa dalam gerakan, menari bisa menjadi pilihan. ketika bosan dengan pekerjaan atau bahkan mengekspresikan diri dalam segala suasana. (Wan/X-7)


14

PESONA

MINGGU, 15 APRIL 2018

Garis Sporty nan Mewah Perempuan masa kini memiliki banyak kegiatan sehingga butuh busana yang bisa dikenakan pada acara apa pun tanpa susah memadupadankannya. SITI RETNO WULANDARI

wulan@mediaindonesia.com

K

AIN beludru tak melulu memancarkan kesan feminin, bahkan pada atasan berpotongan mullet dengan padanan celana panjang lurus justru memberikan kesan sporty. Permainan paduan warna antara bagian lengan dan badan membuat gaya yang sederhana menjadi mewah. Gaya sporty lainnya ditunjukan dengan potongan celana bervolume dengan detail seperti perekat velcro maupun ritsleting. Sementara itu, gaya royal yang mewah hadir pada lengan busana berpotongan raglan, lalu detail garis-garis dan rajut yang berpadu dengan material satin, velvet, hingga korduroi. Pilihan warnanya pun semakin menguatkan gaya yang diinginkan, seperti burgundy, royal blue, juga hitam dengan potongan busana vertikal. Berbeda dengan koleksi sebelumnya, kali ini lini L.TRU memang ingin memberikan banyak pilihan bagi L.TRU Friends agar bisa tetap tampil gaya meskipun tertutup pada potongan yang besar. “Busana itu sarana berkomunikasi. Kami ingin menghadirkan perempuan yang ramah, pintar, dengan gaya sederhana. Istilahnya enggak ribet, mudah padu padanin antara koleksi kami per bagiannya,” ujar Brand Creative L.TRU, Aju Isni Karim, saat konfe-

FOTO-FOTO: MI/RAMDANI

rensi pers koleksi terbaru L.TRU yang bertemakan Let’s talk di Jakarta, Rabu (11/4).

Inspirasi kebutuhan perempuan Selain dominasi beludru, L.TRU juga menghadirkan nuansa metalik dalam potongan jaket bomber. Potongan asimetris banyak ditemukan pada tunik yang memang menjadi ciri khas dari label L.TRU. Model tersebut menambah segar koleksi yang dipersiapkan selama enam bulan. Apalagi, imbuh Isni, perempuan masa kini memiliki banyak kegiatan. Sehingga butuh busana yang bisa dikenakan pada acara apa pun tanpa susah memadupadankannya. “Sporty itu ada kadarnya, bukan berarti tidak bisa tampil mewah. Kami hadirkan kombinasi, kasual namun tetap glamor,” ujarnya. Pada peragaan tunggal yang kedua kali itu, L.TRU menghadirkan 48 koleksi dengan sentuhan empat gaya, yakni artsy, classic, royal, dan star. Pilihan warnanya pun semakin luas, seperti terracotta, ochre, navy, juga nude. Materialnya pun beragam mulai yang ringan, seperti satin dan mewah seperti beludru serta velvet, hingga berat seperti jacquard. Kombinasi harmonis terlihat pada busana santun dengan potongan longgar dan bahan tidak menerawang, tetapi tetap sealur tren mode saat ini. Presentasi yang dilakukan sebelum

mema suki bulan Ramadan itu bisa dijadikan acuan dalam gaya berbusana pada acara-acara saat puasa juga Idul Fitri.

Busana itu sarana berkomunikasi. Kami ingin menghadirkan perempuan yang ramah, pintar, dengan gaya sederhana. D a l a m p e r j a l a n a n ny a , L.TRU selalu mendengarkan apa yang diinginkan penggemarnya. Salah satu strategi mereka dengan menggandeng Fenita Arie sebagai brand ambassador. Gaya Fenita yang sederhana selaras dengan ciri khas L.TRU. Biasanya apa yang dikenakan publik figur belum tentu cocok pada orang biasa. Namun, L.TRU ingin mewujudkan apa yang diinginkan pelanggan, tentunya tetap sejalan dengan ciri khasnya. L.TRU pun berharap Fenita dapat menginspirasi perempuan lain yang merasa terbatas dalam bergaya busana santun. (X-7)


TRAVELISTA

MINGGU, 15 APRIL 2018

15

Berjalan jongkok melewati Gua Kelelawar.

Jelajah Darat Negeri Jiran Malaysia dengan bangga memamerkan alamnya pada para pelancong, mari menjajalnya dengan perjalanan menelusuri aspal.

Mendaki tebing di Paya Gunung.

Paya Gunung, Malaysia. FOTO-FOTO: MI AGUNG WIBOWO

AGUNG WIBOWO

akusastro@mediaindonesia.com

R

AUNGAN mesin 2.996 cc berkonvigurasi V6 Mercy SUV GLS 400 AMG Line membangkitkan gairah petualangan kami. Tapat pukul 10.00 peserta Mercedes-Benz Hungry Adventure dilepas VP Sales & Marketing Passenger Cars Mark Raine dari Art Printing Work, sebuah pabrik percetakan bersejarah yang mulai beroperasi sejak 1965. Kini bangunan itu difungsikan sebagai coffe, studio untuk shooting video, dan tempat nongkrong bergaya vintage. Peserta dari Indonesia, Singapura, dan tuan rumah Malaysia meluncur mengendarai mobil type SUV keluaran Mercedez-Benz mulai type GLC, GLE, dan GLS menuju Paya Gunung. Berbekal GPS kami menyusuri jalan Kota Kuala Lumpur yang terus menggeliat. Di beberapa sudut terlihat beberapa steger dan crane menjulang, dengan pekerja berpeluh keringat. Lalu lintas di ibu kota negeri jiran tidak begitu padat sehingga kami bisa memacu dan merasakan keandalan performa mesin 2.996 cc yang memiliki torsi 480 Nm dengan 333 Hp dari GLS 400. Kendaran bongsor berkapasitas 7 penumpang tersebut mampu melesat 100 km/jam hanya dalam waktu 6,6 detik. Perjalanan menuju Paya gunung yang berjarak lebih kurang 178 km kami tempuh dalam waktu 2, 5 jam. Waktu tersebut termasuk nyasar dan berhenti beberapa kali untuk mengambil gambar dan video. Jalur menuju Paya Gunung melewati perkotaan dan sebagian besar merupakan tol yang membelah hutan berbukit. Kami sempat nyasar ke kebun karet dengan lebar jalan yang

hanya muat satu mobil. Sesampainya dilokasi tujuan kami langsung bersiap untuk mengikuti petualangan menyusuri gua kelelawar dan mendaki tebing terjal berbatu. Beruntung mobil Mercy yang kami kendarai sangat nyaman. Sistem airmatic suspensi mampu meredam guncangan dengan lembut. Jok dengan busa tebal berbalut kulit berkualitas tinggi dan posisi duduk dikabin yang nyaman berhasil menjaga kebugaran kami tetap prima. Meskipun melewati jalan berkelak kelok, dan naik turun bukit selama 2,5 jam lebih tidak membuat kami lelah. Dari dua puluhan peserta belasan memilih menyusuri gua kelalawar dan sebagian lagi memilih jalan mendaki menaklukkan tebing Paya Gunung via Ferrata.

mit dan stalaktit. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 100 meteran kami harus melalui lubang yang sangat kecil sekitar 40 cm, yang hanya bisa dimasuki dalam posisi rebahan. Setelah berhasil masuk, kami dipaksa merangkak atau beringsut. Jalan berbatu kapur tanah sepan-

jang 50 meteran ini memang hanya memiliki tinggi langit-langit sekitar 1 meter. Peluh dingin bercucuran, baju kotor tak terelakkan, badan pegal jangan ditanya, sungguh pengalaman tak terlupakan, tantangan untuk mengeksplorasi kegiatan wisata luar ruang.

Berpeluh di gua kelelawar Wisata menyusuri gua kelelawar dibuka untuk pelancong sejak 2016. Untuk menuju gua kami harus melewati jalan setapak yang dikanan kirinya terdapat batu besar. Tangga kayu dengan panjang dua meteran disediakan untuk membantu wisatawan menaiki bibir mulut gua yang tidak begitu besar. Kondisi di dalam gua gelap gulita tidak ada cahaya terobosan dari sinar matahari. Penerangan hanya dari lampu senter. Kami merasakan kesejukan dari kelembapan perut bumi. Beberapa batu terlihat mengkilat seperti kristal saat terkena lampu senter di kepala. Pemandu dengan cekatan menyampaikan informasi terkait dengan gua dan tidak lupa mengingatkan kami agar tidak menggunakan lampu kilat saat mengambil gambar, karena dikhawatirkan akan mengehentikan pertumbuhan batu stalak-

Melewati Canopy Walk.

Setelah menyusuri gua selama kurang lebih 1 jam, kami menikmati santap siang sambil menunggu teman lain yang mendaki tebing Via Paretta Paya Gunung. Beberapa peserta perempuan mencoba memanjat tebing, sedangkan yang lain bersorak memberikan semangat.

Orkestra alam di Mutiara Taman Negara Pukul 15.30 kami meninggalkan Paya Gunung menuju Mutiara Taman Negara di Kuala Tahan Jeranut yang berjarak lebih kurang 100 km dan kami tempuh 1 jam. Sepanjang perjalanan kami bertemu dengan truk Mercy legendaris Mercedez-Benz L series, dilengkapi dengan mesin diesel direct injection OM352, 5700 cc, dengan 6 silinder, yang bisa menghasilkan tenaga maksimal 130 hp hilir mudik, mengangkut kayu gelondongan. Truk yang kita kenal dengan sebutan truk nonong/bagong buatan tahun 1970an tersebut, meskipun uzur masih menunjukkan keperkasaannya. Sesampainya di Tahan Jetty untuk sampai ke Mutiara Taman Negara, kami menyeberangi sungai menggunakan perahu motor dengan biaya 1 ringgit per orang. Cottage tempat kami menginap memiliki dua tempat tidur, satu berukuran double dan satu single dengan gaya arsitektur rumah tradisional. Bambu dan kayu melapisi dinding. Dari rimbunnya hutan terdengar orkestra alam menemani sepanjang malam.

Jembatan di puncak pohon

Truk pengangkut kayu yang melintas berpapasan dengan peserta jelajah menuju Paya Gunung.

Sinar matahari hangat menyapa. Jam menunjukkan pukul 10.00 waktu setempat. Hari kedua penjelajahan ini, kami akan menyusuri kawasan hutan menuju canopy walk. Jarak yang harus kami tempuh

sekitar 1,7 km. Kami dipandu petugas melewati jalan setapak yang terbuat dari serat fiber berpagar aluminium warna merah marun. Sepanjang perjalanan beberapa kali pemandu kami berhenti untuk menyampaikan informasi, mengekplorasi kekayaan hutan. Dia menunjukkan daun tapak harimau yang bisa berfungsi untuk obat demam. Sambil memeragakan cara mengolah daun melastoma atau senduduk, Basri, pemandu kami menceritakan khasiat tanaman tersebut, di antaranya untuk mengobati luka. “Tanaman ini bisa berfungsi sebagai antiseptik�, ujarnya. Di hutan tersebut terdapat juga pohon kasah yang tinggi menjulang dan bisa berusia 120 tahun. Setelah menapaki jalan yang landai, tiba saatnya kaki melangkah mendaki 1.000 anak tangga. Kami beristirahat melemaskan otot kaki dan mengatur napas, sebagian beranjak ke tandas atau toilet yang tersedia di lokasi, sebelum menapaki tangga menuju ikon Taman Negara tersebut. Setelah menempuh perjalanan selama lebih kurang 40 menit, kami pun sampai di depan pintu masuk. Di depan pintu masuk terdapat papan pengumuman dilarang merokok, dengan ancaman denda 5.000-10.000 ringgit Malaysia. Kaki melangkah pelan menapaki kanopi sepanjang 530 meter dengan ketinggian 40 meter diatas permukaan tanah. Hati berdesir saat jembatan gantung tiba-tiba bergerak miring. Tanpa komando kedua tangan bergerak cepat menyambar tali pengaman di sisi jembatan. Dari depan dan belakang terdengar jerit ketakutan. Sepanjang mata memandang di sekeliling terlihat panorama hutan tropis hijau menyejukkan mata. (M-1)

Kearifan Suku Batek

Menyusuri Sungai Tembeling.

DI hari ketiga petualangan bersama Mercedez–Benz, kami dijadwalkan mengunjungi permukiman Suku Batek di Taman Negara. Untuk sampai ke lokasi kami harus kembali menaiki perahu menyusuri Sungai Tembeling. Jalur yang kami tempuh kali ini agak berbeda dengan jalur sebelumnya. Perahu kami terombang-ambing oleh derasnya arus. Baju basah tak terelakkan, guyuran air sungai deras menyambar seakan mengajak bermain. Derasnya arus sungai ditambah ulah pemandu dan tukang perahu yang menggoyang-goyangkan perahu menambah seru perjalanan. Mulut pun tanpa sadar berteriak saat badan perahu oleng kekanan dan kekiri

seakan mau terbalik. Air masuk ke perahu sehingga seluruh badan kuyup. Tiba di lokasi, warga menunjukkan bagaimana cara mereka bertahan hidup, diantaranya cara membuat api dari kayu yang digesek dengan batang rotan. Ada pula pertunjukan penggunaan sumpit untuk berburu binatang. Untuk bertahan hidup mereka mencari makan dengan berburu dan mengandalkan apa yang ada di hutan. Ada 106 orang dari 14 keluarga yang mendiami kampung ini. Mereka tinggal dirumah sederhana beratapkan daun. Mereka ialah orangorang sederhana dalam menjalani hidup. Mengalir bagai air sungai yang tenang. Tanpa ambisi dan manipulasi. (Agung Wibowo/M-1)

Penduduk kampung Suku Batek bercengkerama.


16

MUDA

MINGGU, 15 APRIL 2018

Alunan Orkestra nan Optimistis dari Cibinong Bangunan sekolah ini sederhana saja, tapi selalu ada nada apik mengalun yang dihasilkan kerja keras para siswa. IIS ZATNIKA

muda@mediaindonesia.com

D

ENTINGAN piano, gema contra bass, liukan nada flute, hingga bunyi kantil, salah satu komponen gamelan Bali, terdengar susul-menyusul dari ruang-ruang SMKN 2 Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Bukan cuma dari ruang orkestra yang berisikan 20 anak dengan alat-alat musik klasiknya masing-masing, melainkan juga di kelas, kamar yang khusus ditempati baby grand piano, praktik karawitan, hingga teras. “Ya, di sekolah kami memang bisa main musik di mana pun, terutama kalau lagi latihan mandiri, di teras bisa, di bawah pohon juga bisa,” kata Siti Pujawati Nurmalasari di sela kesibukannya menjadi konduktor di Ruang Orkestra, bergantian dengan Kintan Melati Rahmanissa kepada Muda, Kamis (12/4). Keduanya siswa kelas 12 kompetensi keahlian seni musik klasik. Selesai menghadapi Ujian Nasional Berbasis Komputer, bukan berarti kesibukan SMK dengan jurusan musik klasik satu-satunya di Jawa Barat itu reda. Ada aneka pentas dan agenda yang harus mereka persiapkan, yang terdekat farewell party atau pesta perpisahan yang akan dihadiri orangtua.

Pembuktian Kesempatan buat menampilkan keterampilan itu bukan cuma soal memainkan alat musik. Mereka juga memperlihatkan hasil kerja keras meriset komposisi yang dimainkan, termasuk lewat Youtube hingga begadang membuat aransemen. Kintan dan Puja, sang concert master juga harus menjalin komunikasi dan rasa dengan anggota orkestra lainnya. Komitmen dan disiplin itulah yang mereka tampilkan di depan para orangtua. Target utamanya, meyakinkan pilihan

belajar musik secara formal, sukses menjadikan mereka terus bertumbuh. Mereka juga belajar tentang tanggung jawab untuk mempersiapkan masa depannya. Pesta pada Mei mendatang itu menjadi penanda tiga tahun perjalanan bermusik mereka, yang hampir 80%-nya tak punya pengalaman berinteraksi dengan nadanada sebelumnya. Keterampilan akademik mereka memang ditandai tampilan apik orkestra bertema Beauty and The Beast, di antaranya lagu When You Wish Upon The Star dan Be Our Guest yang diaransemen ulang. Akan ada betotan jari Difa Putra Karindra pada contra bass-nya pun arahan tangan Kintan Melati. Sang konduktor itu bahkan telah membuka jalan menjadi guru les sejak masih SMA. Kawan-kawannya yang lain, tengah bersiap meraih tiket untuk bergabung dengan korps musik militer, hingga bergabung dalam orkestra atau berkarir di band.

Kolaborasi seni tradisi Tak kalah istimewanya, di ruang karawitan, keterampilan berkolaborasi itu berpadu dengan komitmen pada seni tradisi. Aransemen Melidiam Amoris in Archipelago mereka mainkan dengan perpaduan gamelan Sunda, bali, violin, french horn, flute, hingga contra bass. Gendang sunda nan dinamis, pemade dan kantil, dua komponen gamelan Bali bersahutan padu dengan alat musik orkestra yang anggun. Sang konduktornya, Benekdiktus Gading Tirta, siswa kelas 11, juga menjadi arranger. Perbedaan itu sesungguhnya nyata. Jika Raihan yang memainkan french horn harus melihat partitur, belasan pemain gamelan cukup awas pada gerakan tangan dan tubuh Gading sebagai penanda. Namun, dengan rasa musik yang mereka bangun selama tiga tahun, pun komuni-

FOTO-FOTO: MI/IIS ZATNIKA

(Atas) Aksi kolaborasi karawitan dan orkestra pada permainan Kyai Gending Wiwitan SMKN 2 Cibinong. (Bawah) Persiapan siswa kelas 12 menuju pesta perpisahan.

kasi yang baik, karya yang keren sukses dimainkan. Pembelajaran karawitan yang menjadi pelajaran muatan lokal melengkapi musikalitas, pun menghubungkan siswa dengan seni tradisi yang kaya nilai. “Bermain gamelan kan memang harus pakai rasa sehingga peran sang pemimpin jadi sangat penting, juga harmoni dengan pemain lain. Dari gamelan yang nadanya pentatonis pun, kami dapat tantangan, ketika harus memadukannya dengan diatonis,” ujar Gading yang bersama temantemannya menamakan kelompok musik kolaborasi itu, Kyai Gending Wiwitan.

Musik mengungkit kehidupan Berawal dari 30 siswa pada 2014, tahun pertama sekolah ini

DUTA

dibuka, siswa terus bertambah hingga menjadi 72 pada angkatan terakhir. “Kami rutin melakukan roadshow ke SMP-SMP untuk memperkenalkan diri, para siswa bermain di sana,” ujar Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMKN 2 Cibinong, Citra Sekarpramanik. Upaya buat eksis juga dilakukan dengan berbagai konser yang digelar sendiri, yaitu praktik kerja industri (prakerin) di Gedung Tegar Beriman dengan tema Unity in harmony hingga kolaborasi dengan musikus Addie MS di Balai Sarbini. Saat itu, para siswa SMKN 2 Cibinong menjadi bagian dari Indonesia Youth Concert Orchestra. Pencapaian lainnya, menjadi bagian dari Gita Bahana Nusantara yang bermain di Istana Negara. Bermain di muka publik dan membawakan musik klasik yang dicitrakan identik dengan kalangan atas, menantang rasa percaya diri para siswa, yang menurut Citra sebagian besar berlatar ekonomi menengah juga bawah. Biola, flute, saksofon, yang biasanya lekat dengan anak-anak kaum urban, yang mengikuti les dengan ongkos mahal, disertai keharusan membeli sendiri alatnya yang berharga premium, di SMKN 2 Cibinong, bisa diakses semua siswa. Termasuk, mereka yang harus bergelut turun naik angkutan kota hingga kereta, dari rumahnya di Karawang hingga kawasan Bogor kota. “Fasilitas kami cukup lengkap, ada viola dan violin masing-masing 10, trombone 4, klarinet 4, hingga 6 piano, termasuk baby grand piano sehingga total sedikitnya ada 15 jenis alat musik orkestra yang kami punya. Prinsipnya, satu anak, satu alat dan satu guru dan mereka harus fokus pada satu alat itu selama tiga tahun. Jika ingin belajar yang lain, bisa di waktu senggang dari temannya, dan itu biasa terjadi,” ujar Citra yang mendatangkan tak kurang 30 musikus untuk mengajar. Interaksi dengan para praktisi, pun kolaborasi dengan berbagai pihak juga semakin sukses meyakinkan siswa SMKN 2 untuk berfokus pada kerja seni yang menghibur dan menjadi salah satu penanda identitas bangsa. Keterampilan mereka diasah setiap hari dalam kegiatan praktik dan teori, komposisinya 70% dan 30%. Mereka diuji pada sedikitnya lima konser yang wajib diikuti, belum terhitung kolaborasi dengan banyak pihak. Pantau Instagram @smkn-2-cibinong buat jadwal konser mereka ya!(M-1)

OPINI MUDA Siti Pujawati, Violin, Kelas 12

Aku ada aransemen yang aku buat untuk perta perpisahan bertema Beauty and the beast nanti. Aku membuatnya di rumah, di_ serahkan kepada guru untuk dilihat dan kemudian dilatih bersama dengan teman-teman.

Kintan Melati, Violin, Kelas 12

Setelah ujian nasional, aku bersiap-siap untuk ikut seleksi menjadi anggota korps musik di angkatan laut. Sebelumnya, mereka datang langsung ke sekolah, mengundang kita untuk mendaftar.

Difa Putra, Contra Bass, Kelas 12

Sebenarnya ketertarikan aku kepada musik diawali dengan ngeband sebagai pemain bas. Di sini pun, aku main contra bass, sengaja pilih ini karena efeknya yang dalam hingga ke dada. Walaupun jenis musiknya beda, tapi yang dipelajari di sini juga berguna buat band aku.

Benekdiktus Gading

karawitan Kyai Gending Wiwitan Aku buat aransemen Melodiam Amoris Archipelago yang memadukan gamelan Sunda, Bali, dan orkestra untuk teman-temanku di kelas 11 ini dengan piano. Aku memang akan fokus ke piano hingga lulus nanti.


MUDA HENDRIKUS YOHANES

Universitas Multimedia Nusantara muda@indonesia.com

S

EDIKITNYA delapan kompetisi menetapkan filmnya sebagai pemenang. Inilah filmmaker, pegiat film muda yang karya-karyanya eksis di berbagai lomba. Istimewanya, ia mengklaim filmnya enggak cuma indah secara visual, seperti yang kini ditonjolkan para sineas muda, tetapi juga sarat makna tentang manusia. Yuk ngobrol dengan pemuda asal Jambi ini! Ceritakan dong awalnya kamu tertarik dengan dunia film? Pas masih sekolah, di wihara, saat ada acara ulang tahun, suka ada pementasan seperti drama. Karena punya DSLR, terus hobi fotofoto sama videografi, akhirnya keterusan pas kuliah, ambil sinematografi. Siapa yang menginspirasi kamu? Ada beberapa tokoh yang gue jadikan panutan buat berkarya. Salah satunya, Wong Kar Wai yang kebanyakan karyanya film bergenre roman. Gue suka karena dia nakal dalam menyampaikan pesan melalui simbolsimbol. Di Indonesia juga ada beberapa tokohtokoh yang menjadi tolok ukur gue, yaitu mas Yoseph Anggi sama BW Purba Negara. Genre film kamu? Gue pribadi lebih tertarik dengan genre politik, sejarah, dan film-film berbau kemanusiaan. Gue pribadi mencintai genre yang berhubungan langsung dengan manusia karena yang menikmati karya kita itu manusia dan pada intinya berguna buat manusia. Apa gunanya kita berkesenian tapi enggak ada gunanya buat orang lain. Dari dulu film juga merupakan alat propaganda. Makanya dulu Jepang pernah bikin video propaganda tentang perang Indonesia dan itu berhasil. Ceritakan tentang proses kamu merintis pencapaian? Penghargaan pertama gue, film Wong Tjilik yang menang di UI Film Festival 2015 kategori angsa emas. Enggak lama setelah itu, mewakili Indonesia untuk mengikuti kegiatan pertukaran kebudayaan di Korea Selatan atau Future Oriented Youth Exchange Programme (FOYEP), sebagai utusan dari Kemenpora. Tiap Negara Asean mengutus lima mahasiswa untuk ikut, kami mengikuti workshop film dan pertukaran kebudayaan. Di sini kita dapat materi workshop tentang film dari pre, pro, pascaproduksi. Ada juga tukar pikiran tentang film di negara-negara Asia misalkan Kamboja, Thailand, dan lainnya, mengenai film pasar negara-negara tersebut. Pada sesi pertukaran kebudayaan antarnegara, gue memperkenalkan kain-kain tenun, batik. Itulah awal perjalanan gue di film. Karya kamu yang kamu nilai paling bagus? Film Mata Elang, karena ide-ide gue benarbenar bisa disampaikan. Seenggaknya 80% ide berhasil dituangkan. Lebih dari itu, dari film itu lahir lagu Semiotika Warna dari band The Cat Police, padahal rata-rata lagunya kan berbahasa Inggris, nah lagu yang berbahasa Indonesia hanya itu. Jadi, gue merasa karya ini bisa menghasilkan beberapa output seni. Band ini asal Tangerang dan di film itu mereka nyumbangin soundtrack-nya. Target kamu ke depan? Gue sih belum puas karena belum bikin film panjang. Apa sih dampak yang kamu rasakan dari karya-karya film itu? Kalau keuntungan sih banyak, misalkan keuntungan nonmateriel, gue bisa lebih dikenal, menambah relasi, nambahin portofolio. Kan namanya industri kreatif, pasarnya masih situ-situ saja. Industri ini hanya digeluti orang-orang yang bakalan kenal satu sama lain. Misalkan Joko Anwar pasti kenal tuh sama Riri Riza, gitu-gitu deh. Nah, untuk terjun ke situ kita harus punya

MINGGU, 15 APRIL 2018

17

karya biar dilihat. Kayak harus punya KTP biar diakui jadi warga Negara, hehehe. Terus kalo yang materiel sih yah cukup lah buat dibagi sama kru-kru yang lain, hehehe.. Kiat sukses kamu eksis di bidang film? Lebih percaya diri saja sih, terus konsisten dalam berkarya, bukan cuma temanya, melainkan karya yang dihasilkan selalu berkala, misalkan 1 tahun 1 karya. Harus ada target. Jangan mudah menyerah dan putus asa. Satu lagi, meskipun udah enggak sekolah formal, jangan pernah berhenti belajar. Belajar bisa di mana pun kok. Cara kamu membuat film kamu berkarakter? Gimana ya, itu sih tergantung pendalaman dalam sebuah tema dan karakter yang ingin kita ungkapkan. Lebih kepada interpretasi. Misalkan, kalau buat film kita harus bisa bayangkan adegannya. Habis itu, survei lokasi. Imajinasi sih yang yang paling penting, untuk menampilkan sense of human. karena, katakanlah desain logo atau apa pun pasti mengacu pada manusia. Film juga kan dikonsumsi sama manusia, nah kita harus tahu manusia itu sendiri. Gimana sih marah, gimana sih sedih. Lebih ke psikologis dan fakta. Makanya gue lebih realistis, dan yang paling penting harus banyak riset. Nah, kritik juga nih buat filmmaker muda. Kadang-kadang mereka sulit menemukan tujuan berkarya. Yang gue liat cuma visual yang keren tapi ceritanya enggak nyambung. Idealis sih pasti, dalam berkarya. Tapi, semakin ke sini, karya-karya akan semakin komersial. Kalo menurut gue, komersial itu bonus, ide yang mau disampein itu yang utama.

Tiga Film, Delapan Penghargaan Kisah-kisah tentang manusia ia tangkap dalam kamera, diabadikan, dan dibagikan pada publik lewat gambar dan kisah yang sama kerennya.

Apa saja tantangan yang kamu harus hadapi? Ketika merasa ingin menghasilkan karya yang bagus, tapi enggak sesuai harapan. Contohnya kayak film gue terakhir, yang kurang 2 scene karena ego, maunya gini, gitu. Tapi gue nikmatin sih naik turunnya, kan kita berusaha. Intinya tetap jadi motivasi sih buat melangkah lebih maju. Tantangan lainnya, masalah bujet. Tapi ini kan proses kreatif, jadi ngatasinnya juga pakai proses kreatif. Pokonya sebisanya, enggak ada akar, rotan pun jadi. Buat nombok bareng, itu pasti. Yang penting, kita serius buat karya. Tapi diluar itu, paling hal-hal teknis, lupa tripod, lupa bawa alat. Sampai pernah sekali mau syuting, udah nyampe, lupa bawa kamera, hahaha. Motivasi kamu untuk terus berkarya ? Gue selalu punya prinsip dalam berkarya harus selalu merasa gelisah. Misalnya, orang mengeluhkan BBM naik, nah gue selalu termotivasi menyuarakan lewat karya. Kan percuma kita sekolah tapi enggak berguna buat orang banyak. Kiat buat para filmmaker muda? Simpel saja, kenali diri lu sebelum kenal kamera, biar tahu apa yang mau lu sampein. Semakin ke sini, kita liat film karya sineas muda, visualnya cantik-cantik tapi ceritanya enggak enak. Terus, jangan pernah putus asa karena dunia film itu bisa benar-benar pahit. Kalau salah, kita bakalan kena marah dan jangan sampai membuat citra kita buruk. Industri kreatif Indonesia yang sempit bakalan bikin kita enggak diterima kalau citra sudah buruk. Anggap kesalahan ialah bahan pembelajaran, jangan berhenti belajar. Tingkatkan rasa kemanusiaan, film itu kan soal rasa dan cinta. (M-1)

WISNU DEWA BROTO Tempat, tanggal lahir:

Jambi, 23 November 1995

Pendidikan:

Universitas Multimedia Nusantara, Program Studi Film & Televisi 2013

Pencapaian : 1 Wong Tjilik

• Universitas Indonesia Film Festival 2015, penghargaan angsa emas • Piala Maya 2015, Best Short Film • Piala Maya 2015, Special Award for Young Director 2 Mata Elang

• Solo Documentary 2016, Film Favorit • Australia Indonesia Short Film Competition and Festival 2016, ReelOzIndo Best Documentary Film • Piala Maya 2016, Best Short Documentary Film • Festival Film Dokumenter Jogja 2016, Best Short Documentary Film 3 Rimba Kini

Forest Watch Indonesia Film Festival, juara III

Praktik membuat film dalam Future Oriented Youth Exchange Programme (FOYEP). FOTO-FOTO: DOK PRIBADI


18

KICK ANDY

MINGGU, 15 APRIL 2018

SUKSMA RATRI

Menebar Kebaikan dan Menemukan Cinta Pascavonis yang diterimanya, ia bangkit dan menolong sesama. Ia bahkan menemukan cinta.

FOTO-FOTO: MI/SUMARYANTO BRONTO

FERDIAN ANANDA MAJNI

ferdian@mediaindonesia.com

B

ANYAK alasan untuk membenci, tapi bagaimana belajar mencintai, baik itu mencintai Tuhan, sesama manusia, maupun diri sendiri? Belajar mencintai diri sendiri pun akan sulit bila dihadapkan dengan suatu penyakit berat. Belajar mencintai diri sendiri dan bermanfaat bagi orang lain, itu yang dilakukan Suksma Ratri. Seusai divonis HIV AIDS pada 2006, Ratri menjalani hidupnya secara normal dan membuat pribadinya tangguh. Ia menderita penyakit itu dari mantan suaminya yang menggunakan narkoba dengan jarum suntik. Mengetahui dirinya tertular HIV, Ratri memberi tahu ibu dan lima sahabatnya. Menurutnya, keterbukaan dan kejujuran merupakan langkah yang tepat untuk bisa menerima apa adanya. Ia pun membagi pengalamannya di blog pribadinya. Keterbukaannya itu mengantarkannya menjadi pembicara mengenai HIV AIDS dan aktif menyosialisasikan pencegahan penyakit mematikan itu. “Saya menulis jika lagi galau, kalau lagi senang malah saya tidak bisa nulis. Jadi, menulis itu terapi buat saya, bagaimana caranya saya mengalihkan energi yang ada dalam rongga kepala saya menjadi sesuatu yang lebih positif,” terangnya. Kebiasaannya nge-blog mengantarkannya menulis cerita pendek yang ke-

banyakan fiksi. Kebanyakan ceritanya terinspirasi dari lingkungannya. “Nulisnya macem, kebanyakan fiksi. Ada yang menyakut perasaan yang saya rasakan pada saat itu, ada juga terinspirasi dari cerita teman. Saya juga suka people watching, duduk sendiri dan memperhatikan ke sekeliling, bahkan mendengar obrolan orang-orang di sekitar,” lanjut penulis buku Dari Balik Lima Jeruji dan Siluet dalam Sketsa itu.

Mengabdi Sebelum divonis, Ratri bekerja di hotel. Karena memiliki pengetahuan tentang HIV AIDS, ia melamar di Rumah Cemara, yayasan nirlaba yang concern di bidang penanganan dan pencegahan HIV/AIDS di Kota Bandung “Saya tidak punya channel dan kenalan di sana, tetapi melalui media sosial saya berkenal dengan salah seorang staf di rumah cemara. Lalu, pada 2006 saya baru dikabari ada lowongan menjadi manajer kasus mendampingi ODHA, dan saya bergabung,” jelasnya. Meski ia mengidap HIV, Ratri tetap diterima bekerja di yayasan itu. Ratri sadar apa yang harus dilakukan agar harapan hidupnya tetap tinggi dan bermanfaat bagi orang lain. Ratri juga terlibat sebagai relawan di Malyasia. Ia bekerja di Coordination of Action Research on Aids and Mobility (CARAM Asia), LSM regional yang juga peduli masalah HAM dan kesehatan,

termasuk HIV/AIDS. Selama di Malaysia, Ratri merasakan kiprahnya sebagai aktivis HIV/AIDS makin nyata. “Di Malaysia isunya masih kesehatan, HIV tetapi target kerja adalah buruh migran. Jadi, saya meng-handle para buruh migran yang juga pengidap HIV/AIDS. Campaign yang kita lancarkan bahwa Tes HIV tidak boleh dijadikan alat rekrumen, pekerjaan apa pun,” paparnya. Ratri tidak ragu memperjuangkan nasib para buruh migran yang dipulangkan paksa lantaran menderita HIV/AIDS. Mereka berasal dari Indonesia, Thailand, Kamboja, Laos, Nepal, dan Bangladesh. “Yang terjadi di lapangan adalah tes HIV dijadikan alasan menolak, memberangkatkan, atau mendeportasikan buruh migran, karena dianggap ketika kamu HIV positif, kamu tidak akan bekerja atau berisiko menulari yang lain, padahal enggak segampang itu penularannya,” sebutnya. Ratri konsen di divisi pemberdayaan, tempat ia berkerja tidak hanya di Malaysia, tetapi juga di negara-negara pengirim buruh migran tersebut. “Target program saya, buruh migran yang sudah dideportasi karena HIV positif, seringnya ketika mereka dideportasi malah tidak tahu sudah terjangkit HIV Positif. Bahkan, tidak ada konseling dan penjelasan,” tegasnya. Sayangnya, masih ada 62 negara yang memberlakukan HIV related travel restriction (larangan memasuki suatu negara bagi penderita HIV/AIDS). Walaupun se-

benarnya epidemi HIV/AIDS sudah ada di negara-negara itu. Kiprahnya yang konsisten itu mengantarkan Ratri berbicara di forum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai perwakilan dari Coordination Of Action Research On AIDS and Mobility wilayah asia, pada 2008 di New York, Amerika Serikat. Di Indonesia, RAtri melihat sudah ada peningkatan kepedulian akan ODHA, termasuk layanan di rumah sakit.

Menikah Pascabercerai, Ratri bertemu dengan dengan cinta baru. “Dulu waktu saya kerja, saya sedang melakukan perjalanan ke Malaysia. Di sana sempat dikenalin sama pria asal Inggris. Berawal dari sana, saya dekat sama dia. Namanya Chris Pearman, dia sosok yang dewasa,” jelasnya. Dari awal Cris menunjukkan ketertarikannya dan Ratri terbuka dengan kondisinya. Semua itu dilakukan karena hubungannya kian serius. “Saya bilang sama dia untuk baca blog saya yang isinya kisah hidup saya. Saya buat blog itu karena terkadang saya mau menyampaikan kondisi saya tapi saya tidak bisa ngomong secara langsung. Saya kasih link, kamu baca ini,” sebutnya. Keduanya menikah pada 15 MAret 2014 dan suaminya menetap di negara asalnya. Chris menerima kondisi Ratri apa adanya. Namun, tantangan terberat ialah menjelaskan kepada anaknya. Bahkan, mereka

tidak pernah tahu kapan waktu yang tepat untuk menjelaskan agar anak-anak paham dengan kondisi itu. “Kita juga tidak tahu metode apa yang digunakan untuk menjelaskan kepada anak. Nah di Bangkok, ada FGD tentang bagaimana cara membuka status kita dan menjelaskannya kepada anak, disepakati pada usia mereka 10 tahun adalah waktu yang tepat,” lanjutnya. Ratri mengaku anak semata wayangnya mengetahui kondisinya saat usia 12 tahun. Padahal, ia berencana menceritakan pada anaknya di usia 10 tahun, tetapi ia batalkan karena masih ragu. “Dia sempat ngambek, tapi bukan karena status aku. Karena sepertinya ia bisa menerimanya, tapi karena ia menganggap saya tidak percaya kepadanya sehingga tidak bercerita,” sebutnya. Tidak terasa sudah 12 tahun Ratri hidup dengan virus HIV dalam tubuhnya. Namun, ia tidak merasakan kesehatannya yang menurun drastis. “Kalau karena perubahan cuaca, sepertinya kita semua ada ya. Mungkin saya juga sudah mengonsumsi antiretroviral (ARV) sejak 2014. Selain itu, saya juga minum vitamin tambahannya. berusahan mengurangi stres dan saya mengganti olahraga dengan dansa,” terangnya. Saat ini Ratri bekerja di sebuah LSM, Solidaridad Network Indonesia. Sebuah yayasan yang berfokus pada pengembangan pertanian dan pemberdayaan petani. (M-3)

MUHAMMAD GUNAWAN DAN CECILIA VITA LANDRA

Menggapai Puncak Dunia BICARANYA kelu, geraknya sudah tak segesit dulu, berat badannya jauh menyusut, dan usianya tak lagi muda. Dengan penyakit kanker yang di deritanya tak menyurutkan langkahnya untuk menaklukkan puncak-puncak gunung tertinggi. Muhammad Gunawan atau biasa disapa Ogun. Ditemani sang istri, Cecilia Vita Landra, berupaya merealisasikan impiannya. Ogun merupakan seorang pendaki gunung legendaris yang dimiliki Indonesia. Tahun 2015, menjadi tahun terberat Ogun. Ia divonis menderita kanker nasofaring stadium empat, jenis kanker yang tumbuh di rongga belakang hidung dan belakang langit-langit rongga mulut. Selain menyerang bagian tenggorokan, penyakit yang semula dia anggap misterius itu menjalar ke mata. “Suatu sore itu pandangan tiba-tiba dua. Wah, kurang tidur nih, kurang minum, dan kurang tidur. Istirahat dan bangun tetap dua. Ke rumah sakit dan dokter lihat benjolan, udah harus cepat biopsi. Ini kanker stadiumnya 4,” katanya. Bukannya bersedih dan mengurung diri, Ogun justru ingin mewujudkan impiannya mendaki puncak Gunung Everest. Seusai melakukan kemoterapi, ia kembali melakukan persiapan naik gunung. “Di pertengahan Juli 2016 setelah kemoterapi saya terbesit ingin kembali naik Everest,” katanya.

Cecile pun sempat marah karena melihat kondisi Ogun tidak memungkinkan. Bak tak mendengarkan istrinya, pascaradiasi, Ogun mendaki sejumlah gunung di Tanah Air. “Seminggu atau dua minggu setelah treatment radiasi, ketika saya tugas di luar kota, tiba-tiba ada fotonya di Gunung Parang,” paparnya.

Persiapan menuju Everest Ogun beralasan, kebiasaanya bekerja di luar kota membuatnya tidak bisa hanya berdiam diri di rumah. Bahkan, ada perasaan lega dan enak ketika ia beraktivitas seperti biasa meski seusai treatment radiasi. “Saya kangen juga bekerja, dan bekerjanya pergi ke luar kota. Saya juga aksesor untuk pemandu gunung. Padahal, dua hari setelah treatment saya sudah ke Manado,” sebut Ogun. Sedikitnya sudah tujuh gunung yang didaki pria berusia 60 tahun ini sejak divonis kanker. Di antaranya, Gunung Semeru (Jawa Timur), Gunung Merbabu (Jawa Tengah), tebing Gunung Parang Purwakarta, Gunung Arjuno Malang, Bukit Hitam Kepahiang Bengkulu, masuk ke perkampungan Badui Dalam, dan mendaki Gunung Gede Pangrango di Jawa Barat. Bahkan, pada April 2017, Ogun terbang ke Nepal untuk menaklukkan puncak Yala

di Pegunungan Himalaya, dan menjadi bagian dari tahapan untuk bisa mendaki Everest. Sambil melatih staminanya, Ogun mulai menyusun perjalanan bertajuk Ogun Roads to Mount Everest. Dukungan dari berbagai pihak pun terus mengalir, hingga lahirlah gerakan Ogun Roads to Everest (ORTE). Gerakan ini bertujuan untuk mendukung Ogun demi meraih impiannya dan juga meningkatkan kepedulian masyarakat luas untuk pantang menyerah terhadap kanker. Apalagi, ia telah berhasil menaklukkan Gunung Yala yang berketinggian 5.520 mdpl, Nayakanga (5.844 mdpl), Carstensz (4.884 mdpl), dan Elbrus (5.642 mdpl). Rencananya Ogun akan mendaki Everest di akhir 2018 ini. Menaklukkan Puncak Everest bukan perkara mudah. Ada base camp di beberapa titik seperti north col 7.100 mdpl, camp 5 (7.900 mdpl), dan last camp (8.200 mdpl) sebelum puncak atau Summit Attack di 8.848 mdpl. Suhu yang sangat dingin dan udara yang tipis jadi tantangan. “Dari satu camp ke camp tidak bisa langsung dalam satu jalan. Harus naik, turun, dan naik lagi untuk mengangkut peralatan dan perbekalan. Rata-rata dibutuhkan waktu dua bulan untuk pendakian. Belum termasuk badai yang sewaktu-waktu datang,” sebutnya.

Kesehatan naik turun Sayangnya, kondisi Ogun tahun ini tidak stabil. Apalagi, kondisi cukup drop saat naik Gunung Tambora sehingga memaksa Ogun untuk mengecek ulang data kesehatannya. “Hasilnya memang masih oke. Walaupun dari awal kita sudah tahu, ada penyebaran. Tetapi yang paling dianjurkan itu Ogun harus diet. Jadi, ia hanya boleh makan ikan, telur, dan kaldu ikan,” jelasnya. Di tengah penyakit yang dirasakan, Ogun selalu menyampaikan filosofi bu-

rung elang. Di usia 40 tahun ia harus memutuskan dan merevolusi tubuhnya agar bisa bertahan hidup lebih lama. “Nah, itu yang mendorong saya, doakan ya,” harap pria kelahiran Jakarta, 24 Maret 1958 itu. Sejumlah pihak mendukung impian Ogun. Pasalnya, ia pernah turut dalam Ekspedisi Mount Everest Indonesia 1997 bersama anggota Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Keikutsertaan dia itu merujuk pengalaman sebelumnya, pada 1994 Ogun pernah mendaki gunung tertinggi di dunia tersebut. (FD/M-3)


MEDIA ANAK

MINGGU, 15 APRIL 2018

Ingin Menulis Cerita? Jangan Lupa Meriset Ya! FATHURROZAK JEK

Yuk belajar dari perjalanan penulis cilik ini saat ia menyelesaikan bukunya. Walau ceritanya enggak nyata, kerja kerasnya beneran lo.

fathur@mediaindonesia.com

V

ICTORIA baru saja pindah ke Indonesia, dan belum lama tinggal di Jakarta. Namun, dia sedang khawatir nih jika harus pindah ke Prancis. Wah, kenapa ya? Kisah galau Victoria berawal dari kompetisi desain yang berhadiah beasiswa sekolah mode di Paris, Prancis, yang diikutinya. Ya, karena dia dan keluarganya belum lama pindah dari Ohio, Amerika Serikat, dan menetap di Indonesia. Victoria merasa belum siap jika harus berpisah dengan Indonesia dan jajanannya yang enak-enak, martabak, siomay, dan kue putu. Namun, kompetisi desain itu adalah kesempatannya menguji keterampilan mendesain, hobi yang dicintainya. Wah, apa ya keputusan yang akan diambil Victoria?

Ulos yang menginspirasi Keruwetan yang dihadapi

Victoria itu yang dipaparkan Mulan Teresa Tio Siringoringo, siswi kelas 6 Mentari Intercultural School Bintaro, Tangerang Selatan, Banten, dalam tulisannya yang berbahasa Inggris. Tulisan fiksi pertama Mulan berudul The Inspiring Ulos ini bahkan menang kompetisi lo! “Aku suka sekali menulis. Setiap kali guru menugaskan menulis esai, aku merasa senang dan semangat, sering kali sampai berlembarlembar dan minta tambahan kertas lagi,” kata Mulan sembari tertawa. Ia melanjutkan, “Namun bakatku ini baru dimulai pada awal kelas lima, ketika mulai benar-benar menikmati dan menghabiskan hampir semua waktu luang untuk membaca buku-buku fantasi, seperti Harry Potter karya JK Rowling, Dilan yang ditulis Pidi Baiq, serta The School for Good and Evil karya Soman Chainani, dan banyak lagi. Buku-buku itu menginspirasi aku menulis.”

Dua jam, satu cerita The Inspiring Ulos karya Mulan ini menjadi juara ketiga dalam kompetisi yang diadakan penerbit buku anak, Kid Publish, awal tahun lalu. Saat mengikuti lomba, mereka diharuskan menulis langsung di lokasi perlombaan di Sekolah Bunda Mulia di Jakarta Utara, selama dua jam. Cepat banget, ya! Wulan mengikuti lomba pada kategori Indonesian Culture, untuk siswa kelas 3-6. “Aku merasa lebih percaya diri kalau bahasa Inggris.” Keikusertaan Mulan mengikuti lomba menulis hingga mewakili sekolahnya itu berawal dari temuan pengajar guru bahasa Inggrisnya, Ibu Elaine yang juga guru favorit Mulan. Mulan yang tak mengikuti kelompok penulis di sekolahnya sempat kaget saat ditunjuk. Rupanya, hasil kerjanya pada tugas-tugas menulis esai dinilai baik oleh gurunya! Tentu saja, kuncinya adalah hobi Mulan membaca, khususnya cerita berbahasa Inggris.

Disusun jadi buku Wulan dan peserta yang lolos ke-20 besar diminta merevisi beberapa jalan ceritanya. Mulan pun dibantu mamanya dalam proses kreatif itu. “Saya sama ayahnya memberikan bimbingan saat Mulan meriset ide ceritanya. Selain itu, ia juga beberapa kali melakukan latihan, saya nilai, sebelum akhirnya ikut perlombaan,” cerita Mama Hafta yang memberi dukungan penuh untuk Mulan.

Ide dari liburan Lalu, mengapa Mulan memilih kisah tentang ulos? Kain tradisional suku Batak ini biasanya digunakan saat perayaan adat, seperti pernikahan dan kematian. “Proses menulis buku ini membutuhkan banyak riset, karena pengetahuanku sangat sedikit tentang ulos. Maka, aku mencari tahu fakta melalu media online tentang asal-usul,

Kuman tidak Kasatmata

tapi Berbahaya Sobat Medi pernah melihat, pakai atau justru membawa dalam tas, botol berisi cairan yang bisa kita semprotkan atau oleskan dan gosokkan pada tangan sebelum makan? Tahukah kamu, cairan itu dinamakan desinfektan yang dipercaya bisa membasmi sebagian besar kuman. Lalu, apa sih kuman itu, lalu apa bedanya dengan bakteri atau virus? Jangan salah paham ya, kuman adalah organisme mikroskopis atau tak bisa dilihat dengan mata telanjang, yang bisa menyebabkan penyakit dan infeksi bila mereka masuk ke dalam tubuh. Berikut ini beberapa jenis kuman. • Bakteri, contohnya salmonela yang bisa meracuni makanan. • Virus, misalnya, Rhinovirus penyebab demam. • Fungi atau jamur, seperti Trichophyton penyebab kaki berjamur • Parasit, yaitu Giaridia intestinalis penyebab diare. Disinfektan mengandung bahan kimia atau pengaruh fisika untuk mencegah terjadinya infeksi atau pencemaran jasad renik seperti bakteri

dan virus, juga untuk membunuh atau menurunkan jumlah mikroorganisme atau kuman penyakit lainnya. Disinfektan bukan cuma sangat penting bagi rumah sakit dan klinik yang setiap hari menangani pasien yang membawa kuman, tapi juga dalam kehidupan sehari-hari, termasuk buat anak-anak seperti kita lo!

Proses panjang meneliti Medi berjumpa dengan Pak Shigetoshi Okada, General Manager Vires Seven, produk desinfektan asal Jepang yang kini dipasarkan di Indonesia. Pak Okada, dengan pemaparannya dalam bahasa Jepang, dibantu penerjemah mengungkapkan, di Jepang desinfektan biasa digunakan di rumah, terutama untuk membersihkan kuman dari binatang peliharaan, sepatu yang telah kita gunakan atau gagang telepon. Selain itu, para ibu menggunakannya untuk lemari pendingin atau talenan yang digunakan untuk memotong-motong ikan atau sayur. “Ada benda-benda yang tidak bisa dibersihkan dengan sabun sehingga penyemprotan desinfektan akan meng-

hilangkan kuman yang bisa menyebar melalui tangan manusia, yaitu dari tangan yang menyentuh bendabenda kotor atau melalui udara, debu serta cairan yang dikeluarkan melalui mulut dan hidung manusia maupun binatang,” ujar Pak Okada yang menggunakan asam lemah hipoklorit sebagai senjata membasmi kuman. Penemuan formula ini tentunya didasari riset untuk membuktikan khasiat dan kecepatan kerjanya karena lazimnya desinfektan ini digunakan sebelum makan untuk membersihkan tangan. Selain itu, memastikan kandungannya justru tak beracun dan berdampak negatif buat kita. Wow, jadi butuh proses panjang ya untuk meneliti, menghasilkan produk, dan akhirnya memberikan manfaat. (Fathurrozak Jek/M-1)

DUTA

DOK PRIBADI

CARI TAHU YUK

Meriset itu Penting Kamu juga ingin menulis cerita seperti Mulan? Yuk, asah kemampuan kreatif menulis kamu, ada beberapa saran nih dari Mulan.

JANGAN MALAS RISET

Kalau kamu ingin menulis cerita, tentu riset saat ini menjadi modal utama ya. Semakin banyak meriset, pasti akan semakin bagus ceritanya, tinggal kamu rangkai dengan daya imajinasi kamu ya, Sobat Medi.

TEKAD KERAS

Nah, selain enggak malas untuk meriset, Sobat Medi juga harus memiliki tekad yang keras. Kalau kita menginginkan sesuatu, harus berkeinginan kuat untuk bisa meraihnya karena dipastikan akan ada banyak tantangan yang harus dihadapi, misalnya rasa bosan, malas, dan kesal saat dikritik. (Fathurrozak Jek/M-1) cara pembuatan, daerah penghasil, jenis, nama, kegunaan setiap jenis, motif serta, warna ulos. Fakta itu sangat membantu mendukung ide cerita awal Victoria sebagai fashion desainer muda.” Inspirasi ulos itu datang pada Mulan, dari koleksi pribadinya yang berwarna biru. Sementara itu, latar cerita, ia ambil di Pulau Samosir, Sumatra Utara, tanah asal ulos, yang semoat ia kunjungi saat liburan. Nah, Mulan juga sudah mulai berpikir mengenai buku keduanya nih Sobat Medi. Ceritanya akan melanjutkan perjalanan Victoria yang menekuni bidang perancang busana. Namun, karena Mulan akan ikut ujian nasional, jadi ia harus fokus dulu nih belajar. Tunggu ya bukunya! (M-1)

19


20

HIBURAN

MINGGU, 15 APRIL 2018

Perjalanan Farman 25 Tahun Sudah 25 tahun Farman berkecimpung di dunia musik. Untuk merayakannya, ia menggelar konser. FERDIAN ANANDA MAJNI ferdian@mediaindonesia.com

G

EMURUH penonton membahana saat namanya dipanggil. Pria berlesung pipit itu perlahan melangkah, menaiki panggung. Senyumnya merekah ke arah suara yang meneriaki namanya. Panggung sederhana itu didekorasi dengan sebatang pohon di kiri dan sebuah lampu taman di sebelah kanan. Panggung itu terasa sempit dengan belasan pengiring musik dari Jakarta Concert Orchestra. Mengenakan setelan jas dan celana biru dongker, musikus Farman Purnama mengawali konser tunggal bertajuk Karena Kau Ada, untuk cinta kasih dan persaudaraan dengan menyanyikan lagu Mekar Melati pada pentas 25 tahun perjalanan musiknya, Sabtu (7/4) di Balai Resital Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Farman Purnama dikenal sebagai penyanyi tenor senior yang sudah malang melintang di belantika musik Indonesia. Dalam rangka perjalanan karier musiknya, bersama dengan OTTAVA dan The Resonanz, ia membawakan 19 lagu andalannya. Di antaranya Take me as I am, La Fleur que M’avais Jetee, Detik tak Bertepi, Hati yang Katakan, Why God Why, Mande-mande, Un aura Amorosa, Suhut Namaku, With the Ddeepest Love from Jakarta, A Mio Padre, Kasih Sepanjang Jalan, dan Karena Kau Ada. Meskipun musik yang diusung Farman kurang populer layaknya

musik mainstream, Farman sukses membawa nama Indonesia di kancah internasional. “Saya sadar kalau genre musik yang saya tekuni memang kurang diminati di Indonesia. Tapi saya tetap bangga karena melalui musik ini saya sudah membawa Indonesia ke panggung International,” katanya. “Jadi buat saya dalam bermusik itu tidak ada yang namanya sekat-sekat. Semua punya tujuan yang sama yaitu ingin menghasilkan karya yang bisa dinikmati bersama,” lanjut lulusan Arsitektur ITB itu. Farman tidak tampil sendiri. Sejumlah musikus turut ambil bagian, seperti Aning Katamsi (sopran), Alicia K Hartono (mezzo sopran), Ferina

Widodo (dari Elfa’s Singers), dan Batavia Madrigal Singers, diiringi Avip Priatna. Konser malam itu dibagi menjadi beberapa subtema, dengan jeda 30 menit. Saat jeda itu penonton diarahkan menikmati break time dengan makanan dan minuman ringan. Di sesi kedua, Farman yang berganti kostum berduet dengan Aning. Tembang tenor Fra Gli Amplessi berhasil menghipnotis penonton. Tak terdengar gaduh penonton, hanya suara keduanya saling sambut-menyambung, ekspresi mereka juga semakin menambah hidup panggung.

Orkestra Nama Farman dikenal di industri

(Dari kiri) Alicia K. Hartono, Aning Katamsi, Ferina Widodo, dan Farman Purnama.

musik Indonesia lewat perjalanannya di ranah musik pop sehingga menghantarkannya berkolaborasi dengan nama-nama besar dalam industri musik pop di Tanah Air, seperti Elfa Secioria, Andi Rianto, dan Addie MS. Ia juga salah satu penyanyi dalam album Interlude dari Hati (bersama Magenta Orchestra) dan penyanyi utama dalam album Karena Cinta Kita Ada : Tribute to Erros Djarot. Bahkan, ia tampil kolaboratif membawakan karya musik alternative dari grup Emerson Lake & Palmer (ELP) di Komunitas Salihara pada Februari 2016. Tidak cukup dengan berkiprah di ranah pertunjukan vokal, Farman menyalurkan kecintaannya terhadap komposisi musik. Ia menciptakan beberapa aransemen dan lagu untuk musik paduan suara. Juni 2017, ia meluncurkan minialbum bertajuk FARMAN. Dalam album ini ia menyanyikan lagu-lagu ciptaannya dalam genre crossover. Pada 2009 ia menekuni karier di bidang musik profesional dengan mempelajari seni pertunjukan vokal klasik di Utrecht Conservatory (Hogeschoolvoor de Kunsten Utrecht) Belanda. Ia menyelesaikan pendidikan musik hingga tingkat master di bawah arahan maestro Henny Diemer. Namun, sebelum ia belajar ke Belanda, bakat seni vokalnya telah terbina terlebih dahulu di bawah bimbingan N Simanungkalit, Pranadjaja, A n e t t e F ra m bach, dan Avip Priatna. Selain itu, bersama Batavia Madrigal Singers dan Jakarta Concert Orchestra pimpinan maestro Avip Priatna, ia sering ditunjuk sebagai solois dalam beragam repertoir.

dalam opera Cavalleria Rusticana karya Pietro Mascagni (2005), Samson et Dalilakarya Camille Saint-Saënsse sebagai Samson (2006). Pada April 2016 ia berperan sebagai Don Jose,

Pertunjukan opera yang dilakoninya di luar negeri antara lain opera Il Ritornod’ Ulisse in Patria (2012) karya Monteverdi, memainkan peran Iro dan Giove, produksi Opera Studio Nederland.

yaitu tokoh utama pria dalam opera Carmen karya agung Georges Bizet. Salah satu peran tersulit di dunia opera bagi seorang tenor ialah tokoh Admeto dari opera Alceste karya Christoph W Gluck. Pada April 2015 Farman memerankannya dengan sangat gemilang di Utrecht. Ia juga pernah menjadi solois Misa Coronation (Mozart) di Singapura dan pada Macau International Music Festival di Macau, bersama Orchestra Ensemble Kanazawa dari Jepang. Pada 2007 ia menyanyikan bagian solo Missa Carl Maria Von Weber di Kanazawa Jepang, yang direkam dan diterbitkan Warner Classic Japan. Farman pun pernah berperan sebagai Sangkuriang dalam drama musikal Sangkuriang, komposisi musik Dian HP dan libretto Utuy Tatang Sontani pada 2013. Malam itu, Farman menutup penampilan luar biasanya dengan lagu Pure Imagination. Ia menyanyikannya dengan penuh penghayatan dan emosional dalam derap tepuk tangan penonton yang serentak berdiri. “Terima kasih semuanya, terima kasih untuk orang-orang yang telah berjasa dalam karier saya, terima kasih, karena kau ada untuk cinta kasih dan persaudaraan,” tutup pemeran Ferrando, dalam Dutch National Opera Academy di Kota Den Haag, Belanda. (M-3)

Opera

Pengiring musik dari Jakarta Concert Orchestra.

FOTO-FOTO: MI/FERDIAN ANANDA M

Di antara sekian banyak konser dan pertunjukan di Tanah Air terdapat opera-opera yang pernah dimainkannya, yaitu memainkan tokoh Turiddu

FILM

Persahabatan Manusia dan Hewan

DOK. RAMPAGETHEMOVIE.COM

MIRIS, belakangan ini banyak berita yang melaporkan perilaku semena-mena terhadap hewan. Mulai hewan peliharaan sampai hewan liar yang dilindungi. Sejatinya, jika manusia dan binatang bisa hidup berdampingan tanpa saling menyakiti, dipastikan kehidupan di muka bumi akan berjalan damai. Bagaimana jika binatangbinatang liar yang selalu menjadi buruan manusia, berubah jadi monster dan balik menyerang? Mengambil lingkup kedekatan emosional manusia dan hewan yang dilindungi. Film Rampage bercerita tentang seorang pakar primata bernama Davis Okoye (Dwayne Johnson). Ia menjalin hubungan erat dengan seekor gorila albino bernama George. Ditemukan di pelosok Afrika, binatang bertubuh besar ini telah ia pelihara sejak kecil. Suatu malam, sebuah insiden eksperimen genetik tak terkendali dari angkasa luar jatuh ke bumi. George berubah menjadi monster besar yang menakutkan. Tak hanya itu, dua predator lainnya, Ralph; serigala abu-abu dan Lizzie; buaya amerika ikut bertranformasi menjadi monster. Kejadian itu menjadi perhatian Okoye dan ilmuwan Dr Kate Caldwell (Naomie Harris). Mereka harus menemukan cara untuk mengembalikan binatang itu seperti keadaan semula.

Adaptasi gim video Rampage merupakan film bergenre petualangan sains fiksi yang diadaptasi dari gim arcade series berjudul sama Rampage karya dari Midway Game yang dirilis tahun 1986. Gim video itu memiliki enam seri, yaitu,

Rampage (1986), Rampage World Tour (1997), Rampage 2: Universal Tour (1999), Rampage Through Time (2000), Rampage Puzzle Attack (2001), dan Rampage: Total Destruction (2006). Sebelumnya, beberapa studio film kesulitan menemukan format dan cara membuat film adaptasi video gim baik yang diterima masyarakat luas. Setidaknya, film ini sukses dengan sinematografi yang sempurna sejalan dengan jalan ceritanya. Meskipun setiap beberapa tahun sekali, selalu hadir beberapa film adaptasi gim video, seperti Resident Evil (2002), Tomb Raider: Cradle of Life (2013), The Angry Birds Movie (2016), Warcraft (2016), dan Assassin’s Creed (2016). Sayangnya, tidak ada satu pun film yang bertahan dan dikenang sebagai film berkualitas. Melalui kolaborasi Ryan Engle, Carlton Cuse, Ryan J Condal, dan Adam Sztykiel mengembangkan alur cerita yang epik sehingga menghasilkan film adaptasi gim video yang menjadi hit di tangga box office. Brad Peyton selaku produser sekaligus sutradara, sepertinya berharap lebih dalam proyek keduanya bersama Dwanye Johnson. Ia juga melibatkan aktor ternama lainnya, di antaranya Jason Liles, Naomie Harris, Malin Akerman, Joe Manganiello, Jake Lacy, Marley Shelton, dan Jeffrey Dean Morgan. Jika Anda sempat menikmati konsol generasi lawas sepertinya tidak akan asing lagi dengan Rampage. Film ini akan tayang perdana di Britania Raya dan Rusia pada 11 April 2018, sedangkan di Tanah Air, Anda dapat menyaksikan mulai pekan ini di seluruh bioskop. (FD/M-3)


KULINER

MINGGU, 15 APRIL 2018

21

Adu Kuah Rempah Kota Anging Mammiri

Coto Makassar

Sejumlah soto ini bersaing untuk menjadi pilihan pengunjung di Kampoeng Tempo Doeloe, dalam rangkaian Jakarta Fashion & Food Festival (JFFF). FATHURROZAK

fathur@mediaindonesia.com

S

EMILIR angin malam di Utara Jakarta mengantarkan Media Indonesia pada deretan tenda yang sedang beradu di Kampoeng Tempo Doeloe di La Piazza, Summarecon Kelapa Gading. Pilihan jatuh pada kuah rempah, coto makassar. Coto makassar milik Haji Hasan Daeng Tayang yang saya cicipi memang sedang ‘mangkal’ di Jakarta. Coto makassar itu merupakan salah satu dari 10 Soto Nusantara yang terpilih. Layaknya menyantap coto, potongan ketupat dimasukan ke kuah coto daging yang penuh rempah. Rempah berwarna kecokelatan pekat memang menjadi kekuatan utama kuliner Makassar ini. Rempah yang digunakan, seperti jahe, lengkuas, dan serai sehingga kuah yang dihasilkan mampu memberik rasa hangat di tenggorokan. Potongan dagingnya pun cukup besar tetapi empuk dan tidak alot. Semua berpadu dengan lengkap se-

bagai penghangat perut saat dingin malam. Di samping tenda coto makassar Haji Hasan Daeng Tayang, ada pallubasa onta makassar. Saat melihat sekilas, saya sempat menduga, apakah ada bagian dari hewan unta yang menjadi bahan baku makanan? “Kami buka di Jalan Onta, Kota Makassar. Kalau pallubasa itu artinya makanan yang berkuah,” jelas Ruslan R pemilik dari pallubasa onta makassar bersama lima pekerja termasuk sang ibu yang meramu menu, ia juga sedang mampir ke Jakarta. Pallubasa hampir mirip dengan coto makassar. Sama-sama menggunakan daging sapi dan rempah-rempah sebagai bahan utama. Bedanya, dalam prosesnya, pallubasa memasak daging sapi beserta rempah-rempah sehingga bumbu meresap ke dalam daging. Kuahnya juga mengandung santan. Ciri khas makanan ini ialah bumbu kelapa atau di Jawa dikenal dengan serundeng, dan sesaat sebelum Pallubasa disajikan kuning telur mentah ditaruh di atasnya. Penikmatnya cukup mengaduk kuning telur itu secara merata, panas dari kuah pallubasa itu yang mematangkan telur itu.

Pallubasa mirip dengan Coto Makassar, tapi disajikan dengan telur mentah.

Soto Dua hidangan khas Makassar ini dapat dinikmati dari 10 soto Nusantara. Selain soto, berbagai makanan bisa dinikmati di Kampoeng Tempo Doeloe yang merupakan rangkaian Jakarta Fashion & Food Festival. Perhelatan yang diinisiasi Summarecon bekerja sama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta. Selain kedua hidangan itu, mereka yang ikut bersaing ialah Soto Betawi H Mamat, Soto Kadipiro Yogyakarta, Soto Kesawan Medan, Soto Madura H Ngatidjo, Soto Padang H Sutan Mangkuto, Soto Jakarta Pak H Yus, Soto Trisakti Solo, dan Tauto Pekalongan– Bumbu Pekalongan. Mereka akan bersaing mendapatkan perhatian dari pengunjung. Jadi, soto apa yang anda ingin cicipi? (M-3)

Tidak hanya soto, beragam makanan ikut di Kampoeng Tempo Doeloe.

FOTO-FOTO: DOK JFFF

Sehat

di Pagi Hari

Suasana Bistro Baron.

Suasana Kampoeng Tempo Doeloe di La Piazza.

FOTO-FOTO: MI/FERDIAN

SUASANA Paris yang homey dengan open kitchen menjadi konsep Bistro Baron yang buka sejak 2010. Pengunjung dimanjakan dengan aksi chef yang menyiapkan hidangan atau duduk santai di area bar. Restoran yang terletak di Plaza Indonesia itu menyajikan makanan klasik Prancis. Karena ingin menghadirkan masakan yang sehat, unik dan bergizi, chef menggunakan bahan-bahan didatangkan secara langsung dari Prancis. Menyambut World Health Day 2018, Bistro Baron dan Sembutopia bekerja sama mempromosikan sarapan sehat, seimbang kalori dan nutrisi. Ketua Sembutopia Kafi Kurnia mengatakan sarapan kerap dilewatkan dengan berbagai alasan, termasuk waktu yang terbatas atau padatnya aktivitas. Padahal sarapan jadi fuel alias bahan bakar untuk memulai aktivitas seharian atau eat good, feel good. “Kesalahan pola makan orang Indonesia. Keseimbangan nutrisi tidak tepat atau ngawur, seperti nasi dimakan sama mi, ya sama karbohidrat. Atau makanan yang berlemak dan

tinggi kolesetrol, seperti nasi uduk, lontong sayur, atau bubur ayam,” kata Kafi juga konsultan kuliner. Menurutnya, jika Anda makan pagi puas, makan siang akan normal sehingga bisa mengurangi ngemil sebelum makan siang. “Makanan untuk sarapan itu tidak bisa sembarangan. Karena sarapan merupakan makanan yang paling penting. Bisa menambah energi sepanjang hari, bagus untuk kesehatan, juga menghindari kita dari makan berlebih di siang hari,” sebutnya. Cecilia B Salim, perwakilan PR Bistro Baron, menyebutkan pihaknya menyajikan sarapan pagi dengan cita rasa kuliner klasik Prancis menggunakan buahbuahan segar berkualitas dari Amerika. “Kami senang menjadi bagian dari pentingnya sarapan sehat dan menjadi resto yang menyajikan kuliner autentik Prancis, semua menu sarapan dihidang ala minute dan menggunakan metode home cooking,” sebutnya. Media Indonesia, Rabu (11/4), ber-

Le Omelette

kesempatan mencicipi classic french toast. Rotinya yang lembut, berminyak dengan lumuran saus jeruk, dan stroberi terasa begitu kenyal dan manis di lidah. Tambahan potongan dadu buah blueberry, kurma, kiwi, jeruk dan stroberi kian menambah varian rasa saat dikunyah. Pilihan hidangan juga kombinasi antara karbohidrat dan buah-buahan. Semua bahan yang digunakan juga berkualitas. Seperti buah jeruk asal California, kurma medjool dari Arizona, apel dari Washington, dan kismis yang juga dari California. Sementara itu, signitures dish Bistro Baron, di antaranya le omelette, good old fashiod pancake, classic french toast, egg benedict, mixed fruit crepe, dan mixed fruit stuffed french toast. Restoran ini buka dari pukul 07.30 untuk Anda yang ingin menikmati menu sarapan pagi hingga pukul 24.00, sedangkan pada Jumat, Sabtu, dan Minggu, Bistro Baron buka hingga pukul 01.00. (FD/M-3)

Classic French Toast


22

MINGGU, 15 APRIL 2018

KARTUN

INTERMESO BIDASAN BAHASA

Pencitraan SUPRIANTO ANNAF

Redaktur Bahasa Media Indonesia

H

IRUK pikuk politik telah menyeret kata pencitraan ke aura persaingan. Kesan itu teramat sering kita dengar dari orang yang tidak sepihak dengan kandidat yang bukan bagiannya. Ada anggapan bahwa kata pencitraan memersonifikasi figur yang terlalu dibuatbuat, amatiran, dan juga dadakan. Kesan lain seolah kata pencitraan menyudutkan orang yang berbuat bukan karena kebiasaan. Lalu, apa sebenarnya kata pencitraan itu? Di dalam kajian sastra, pencitraan menjadi rasa yang dimunculkan oleh sebuah karya. Kesan itu ditangkap oleh indra, yang memantul berupa indah dan rasa. Citraan pun menjadi jiwa di dalam karya yang akan menjadi tafsir atas realitas yang ada. Sejauh masih di dalam lingkup sastra, pencitraan tetaplah menjadi daya pengungkap pesan yang hendak dikirim penyairnya. Puisi kekinian Sukmawati Soekarnoputri yang berjudul Ibu Indonesia bisa menjadi tamsil pengungkapan citra. Tak lama setelah puisi itu dibacakan muncul kegaduhan. Reaksi itu ditimbulkan oleh citraan yang teramat mudah ditafsirkan. Tanpa perenungan atau kotemplasi pesan puisi itu menyembulkan kontroversi. Dari puisi Sukmawati itu, tercitra jiwa dan sikap pengarang. Pun muncul interpretasi dari larik-larik Lebih cantik dari cadar dirimu//Lebih merdu dari alunan azanmu. Inilah citra yang mengungkap siapa penulis puisinya, apa tujuannya, dan kepada siapa dia mengirimnya. Kata Indonesia dalam judul itu pun

menggeneralisasi jiwa dalam kacamata penulis. Pada akhirnya, tanpa menjadi sastrawan, teramat vulgar citra puisi itu dapat diungkapkan. Sekarang bagaimana pencitraan dalam perpolitikan? Tentu saja kata pencitraan diseret untuk banyak kepentingan. Kata itu tidak lagi sebagai alat ungkap rasa dan keindahan, tetapi dimaknai sebagai laku kepura-puraan. Ketakbiasaan muncul saat-saat dibutuhkan, kebaikan hanya penutup kemurkaan, atau raut keindahan hanya manis di permukaan. Intinya tidak ada jiwa yang dijiwai, tak ada manis yang abadi, tak ada rupa yang mendasari. Semua polesan itu sebentar saja akan sirna. Hilang bersama waktu dan kekalahan. Pencitraan bukanlah laku kebiasaan, melainkan raut yang dikondisikan. Biasanya juga tak selaras dengan masa lalu yang hendak disulap dan dilepaskan. Interpretasi seperti ini terkadang anggapan dari lawan yang hendak menistakan. Semua yang dilakukan lawan politik pun selalu berakhir dengan penghakiman. Presiden Jokowi menaiki moge pun dipersepsi sebagai pecitraan: lalu memberi rujukan bahwa Presiden berjiwa kerakyatan dan mengesankan kesederhaan. Pun ketika para elite berbalas pantun. Kesan pencitraan dibangun tanpa beban. Seolah mereka tidak berlawan. Sejalan. Niat yang terang benderang disarukan lewat diksi yang berkelindan. Seolah-olah pula laras pantun menjadi media pelarian dalam mengemas persaingan. Apakah kita tidak rela kalau orang berbuat berbeda dari kebiasaan? Biarkanlah! Tak ada yang salah dari pencitraan, kecuali kita memang memberi kesan berlainan.

Pencitraan menjadi rasa yang dimunculkan. Kesan itu ditangkap oleh indra lewat realitas yang ada.

SUDOKU

Jawaban Edisi Minggu, 8 April 2018

Tanggapan dan komentar: miweekend@mediaindonesia.com SUDOKU atau dikenal juga dengan tebak angka (number place) merupakan teka-teki logika. Aturan mainnya sangat sederhana. Isilah kotak kosong hingga setiap kolom, baris, serta area kotak 3 x 3, terisi angka 1-9 tanpa ada pengulangan. Untuk memainkan Sudoku, Anda tidak harus pintar matematika. Anda hanya memerlukan logika dan penalaran. Selamat menghadapi tantangan!

LENSABISNIS

HUBUNGI KAMI BAGIAN IKLAN: 021 580 1480

Ha-Ka Hotel Semarang Hadir untuk Traveller Masa Kini

Pembukaan BPJS Kesehatan di RS Mitra Keluarga Kalideres

Yayasan LIA Gelar Rakernas Ke-8

SEMARANG memperoleh penghargaan sebagai tiga kota yang dianggap paling layak huni di Indonesia, selain Kota Denpasar dan Kota Palembang. Tidak mengherankan bila hotel terbaru di bawah naungan Parador Hotels & Resorts dan dimiliki PT HK Realtindo (HKR) bernama Ha-Ka Hotel Semarang hadir di kota yang terkenal dengan lumpia ini. Acara grand opening hotel yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani, Nomor 173, Semarang, itu dilakukan pada Kamis (29/3). Ha-Ka Hotel Semarang ingin memenuhi kebutuhan para traveler, baik untuk wisata maupun bisnis. Dengan mengusung konsep desain yang minimalis, modern, dan bergaya masa kini, diyakini membuat para tamu merasa nyaman menghabiskan waktu di sini. Ha-Ka Hotel Semarang merupakan hotel bintang dua yang mengusung konsep smart business hotel.

RS Mitra Keluarga Kalideres meresmikan pembukaan layanan BPJS Kesehatan pada Jumat (6/4). Acara yang meriah diawali dengan senam pagi dari masyarakat setempat dan diakhiri dengan pemeriksaan kesehatan dari pihak rumah sakit. Sejumlah pihak turut meramaikan acara itu, seperti camat, kapolres, lurah, pengurus RW dan RT, serta Puskesmas Kalideres. Pasien memperoleh standar pelayanan medis yang sama diberikan RS Mitra Keluarga Kalideres. Dengan demikian, masyarakat dapat mengakses pelayanan tersebut. “Harapannya dengan Masyarakat sudah mengetahui bahwa RS Mitra Keluarga kalideres sudah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan mereka akan bisa mengakses pelayanan ke kita, karena pasien di Jakarta Barat sudah lebih dari 80% yang sudah mendaftarkan BPJS,� ujar dr Jocelyn Adrianto selaku Direktur RS Mitra Keluarga Kalideres.

Yayasan LIA menyelenggarakan rapat kerja nasional (rakernas) ke-8. Rakernas itu diikuti perwakilan dari unit kerja dan 70 gerai milik LIA di 17 provinsi di Indonesia. Penyelenggaraan Rakernas LIA berlokasi di Grand Mercure Bandung Setiabudi mulai Rabu (4/4) sampai Jumat (6/4). Dengan mengangkat tema Human capital development, LIA berupaya menghadapi dunia yang penuh dengan ketidakpastian. Rakernas kali ini bertujuan selain konsolidasi rencana kerja dan anggaran 2018, juga memberikan pembekalan kepada para peserta dalam menyusun langkah strategis. Hal itu dilakukan untuk mencapai target pengembangan kualitas sumber daya manusia. Para peserta juga diminta selalu berkomunikasi dengan baik dan intensif dengan berbagai pihak.


METRO TV

MINGGU, 15 APRIL 2018

23


MINGGU, 15 APRIL 2018

FOTO

CUSTOMER SERVICE:

(021) 5821303

PEMASANGAN IKLAN:

(021) 5812113 / 5801480

HALAMAN 24

Warga berada di Sungai Citarum yang dipenuhi sampah.

Mengembalikan

Harum Citarum

Mengangkut sampah yang terhenti di jaring-jaring aliaran anak sungai.

Kesadaran para ibu mengumpukan sampah rumah tangga.

Mengambil bibit pohon untuk ditanam di bantaran sungai.

Anggota TNI memberi penyuluhan tentang kepedulian kebersihan lingkungan.

FOTO DAN TEKS: MI/M TAUFAN SP BUSTAN

S

EBANYAK 35,5 ton kotoran manusia, 56 ton kotoran ternak, 20.462 ton sampah, dan 340 ribu ton limbah cair dibuang ke Citarum setiap harinya. Oleh karena itu, sungai terpanjang di Jawa Barat ini dinobatkan Bank Dunia sebagai yang terkotor di dunia. Sungai dengan nilai sejarah, ekonomi, dan sosial yang penting ini, sejak 2007 menjadi salah satu sungai dengan cemaran tertinggi di muka bumi. Padahal, kehidupan jutaan orang tergantung langsung dari sungai ini. Ada 500 pabrik berdiri di sekitar alirannya serta tiga waduk PLTA dibangun di alirannya yang sepanjang 300 kilometer (km). Secara tradisional, hulu Citarum dianggap berawal dari lereng Gunung Wayang, di tenggara Kota Bandung, di wilayah Desa Cibeureum, Kertasari, Bandung, dan bermuara di ujung Karawang. Di sini, penggundulan berlangsung pesat. Nyaris tak ada hutan lebat di sekitar tujuh mata air yang menyatu di Situ Cisanti. Melalui Citarum Harum untuk Indonesia Emas 2045, yang ditetapkan Presiden RI Joko Widodo pada 1 Februari lalu, sebanyak 7.100 personel gabungan dilibatkan dalam program yang ditargetkan selesai 7 tahun tersebut. Mereka dibagi dalam 22 sektor, dari hulu hingga hilir, sepanjang hampir 300 km, dipimpin Pamen TNI berpangkat kolonel sebagai koordinator. Selain menangani sampah, para tentara ditugaskan kembali menghijaukan lahan kritis di sekitar Citarum. Berdasarkan data Kodam III Siliwangi, lahan kritis dan sangat kritis di cekungan Bandung, kurang lebih 80 ribu hektare, sedangkan di sektor 1 yang masuk wilayah hulu sebanyak 2.500 hektare. Pemicunya, alih fungsi lahan oleh masyarakat secara sporadis. Hutan lindung dan perkebunan teh, sekarang menjadi perkebunan sayur. “Reforestasi Citarum membutuhkan 125 juta pohon, 25 juta tanaman keras, dan 100 juta tanaman perdu. Targetnya, kegiatan kami ini, pada 5 tahun kedepan bisa mengurangi banjir, dan seluruh target selesai dalam 7 tahun,� kata Komandan Sektor 1 Kolonel Inf Yanto di pusat pembibitan dan penanaman Desa Taruma Jaya, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Kamis (15/3). Salah satu implementasi target besar itu, di sektor 6, sejumlah personel membersihkan sampah di seluruh anak dan cucu Citarum yang melintasi 11 desa. Ada pula 200 personel bersiaga di sektor 6, mengedukasi masyarakat di kiri dan kanan Citarum, wilayah kerja mereka, 14 kilometer bantaran sungai. Kerja keras mereka mulai berbuah, warga kini tak lagi melempar sampah ke sungai, tetapi menyerahkannya pada para prajurit yang menjemput. Citarum pasti akan resik dan harum kembali! (M-1)

Para tentara menggunakan perahu karet membersihkan sampah di hulu Citarum.

Mediaindonesia 15 04 2018 15042018051221  
Mediaindonesia 15 04 2018 15042018051221  
Advertisement