Page 1


Dari Redaksi REDAKSI PENGARAH Fithra Faisal Hastiadi PEMIMPIN REDAKSI Jimmy Hadi Susanto REPORTER Adam Badra Cahaya Herpin Dwijayanti Muhammad Akbar Sihotang Muhammad Fadlil Riski A. Wirawan EDITOR Adam Badra Cahaya Jimmy Hadi Susanto Rahma Hutami Rahayu DESIGNER Hamdika Muflih Isa Ansharullah Muhammad Akbar Sihotang Muhammad Fadlil Riski A. Wirawan Email : [buletin@ppijepang.org] Redaksi menerima pertanyaan, saran, dan kritik dari pembaca. Untuk setiap email yang masuk mohon mencantumkan nama, instansi (sekolah/tempat bekerja) dan kota tempat tinggal. sumber foto cover: https://picasaweb.google.com/God workswonders

Assalamualaikum Wr. Wb. Salam Sejahtera Rekan-rekan PPI Jepang Tidak terasa hampir genap satu tahun kebersamaan kita di kepengurusan kali ini, dan itu berarti tidak lama lagi bahtera besar yang bernama PPI Jepang ini akan berganti nakhoda. Banyak prestasi yang berhasil kita raih dalam satu tahun ini, salah satunya ada Gelaran PORMAS se-Jepang yang berhasil menyatukan seluruh Korda, mulai dari Hokkaido hingga ujung Okinawa dalam satu semangat olahraga. Dalam buletin kali ini, selain berita-berita seputar jepang yang sayang untuk dilewatkan, kami juga m e n y i s i p k a n k u m p u l a n a r t i ke l s e p u t a r P a n d u a n Menghadapi Kehidupan Baru di Jepang. Yang diharapkan dapat mempercepat adaptasi para mahasiswa Indonesia yang baru menginjakkan kaki di negeri sakura ini. Masih dengan semangat INTERAKSI (Integrity, Teamwork, Action, Solidarity), kami berharap buletin ini bisa menjadi media untuk saling merasakan keberadaan satu sama lain. Sehingga rasa kepemilikan terhadap PPI Jepang bisa membawa pada perbaikan pada organisasi kita ini serta memberikan kontribusi nyata kepada negara kita, Indonesia tercinta. Seperti kata pepatah, "Tiada gading yang tak retak", kami pun sadar buletin ini masih jauh dari sempurna. Untuk itu, kami mengharapkan kritik dan saran dari pembaca sekalian untuk Buletin PPI Jepang yang lebih baik ke depannya. Hormat Kami, Tim Redaksi

Interaksi

2


Daftar Isi

DAFTAR ISI Seputar PPI Jepang: Menyongsong Kepengurusan Baru Perjalanan Terjal Menuju Kebersamaan Bussiness Plan Competition Gelar PORMAS Se-Jepang In Japan: Saya Tak Rela Jadi Buta Huruf! Kita Tidak Sendiri kok Tips dan Trik Hidup Hemat di Jepang Hari-hari Libur di Jepang How to Deal with Japanese 4 Jiwa 4 Musim Kabar PPI Jepang: Berbagi Kehangatan Bersama Para Pengungsi Kisah Ramadhan dan Idul Fitri Galeri Foto Ramadhan dan Idul Fithri Sekilas Acara HSF 2011 Serba-Serbi: Penggalangan Dana Mesjid Meguro Dinamika Hisab dan Rukyat 3


Seputar PPIJ Menyongsong Kepengurusan Baru Aunuddin Syabba Vioktalamo Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang atau PPIJ adalah organisasi yang beranggotakan pelajarpelajar di Indonesia yang tengah menuntut ilmu di Jepang. Secara struktur kelembagaan sebagaimana tertuang dalam AD/ART PPIJ, organisasi ini terdiri dari 4 unsur yaitu pengurus pusat, Dewan Perwakilan Korda, Koordinator Daerah (korda) dan Komisariat. Saat ini, organisasi yang sudah berumur lebih dari 58 tahun ini menaungi hampir 2000 pelajar di seluruh Jepang. Tujuan organisasi ini antara lain: 1. Menggalang persatuan dan kesatuan di kalangan anggota berlandaskan rasa setia kawan dan kekeluargaan. 2. Membantu anggotanya agar menjadi masyarakat ilmiah yang bertanggung jawab untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang adil dan makmur. 3. Membina hubungan baik dengan masyarakat internasional. Untuk menjaga agar PPIJ tetap di rel tujuan yang benar maka perlu dibentuknya pengurus pusat PPIJ sebagai pusat koordinasi internal organisasi. Sejak tahun 2007, pengurus pusat yang sebelumnya mempunyai masa jabatan 2 tahun diganti menjadi 1 tahun melalui mekanisme kongres PPIJ. Kongres merupakan forum tertinggi PPIJ. Di kongres ini eksekusi kelembagaan diambil untuk menjawab tantangan dan merespon aspirasi anggotaanggotanya. PPIJ adalah organisasi yang dinamis, karena meski sudah lama berdiri, PPIJ tetap berusaha memberi penyegaran dan perubahan internal organisasi untuk menjadi lebih baik. Salah satu keputusan penting dalam setahun terakhir adalah terpecahnya korda Shikoku-Chugoku menjadi korda Shikoku dan

Interaksi

korda Chugoku yang inisiasinya berasal dari aspirasi pelajar di korda tersebut. Untuk urusan eksternal, PPIJ juga mengirimkan delegasinya ke PPI-Dunia dan ikut dalam proses bidding tuan rumah kongres PPI-Dunia tahun 2011. Bencana besar yang melanda Jepang pada bulan Maret 2011 membatalkan rencana PPIJ untuk menjadi tuan rumah kongres PPI-Dunia tersebut. Kita bisa mencoba proses bidding di kemudian hari, tapi hal penting yang bisa diambil adalah bagaimana keseriusan PPIJ untuk berperan aktif untuk kemajuan PPI-Dunia. Saat ini merupakan masa-masa akhir kepengurusan PPIJ 2010-2011 dibawah komando Fithra Faisal. Salah satu prestasi di kepengurusan PPIJ 2010-2011 adalah terselanggaranya PORMAS pertama di Shikoku pada bulan Juli 2011. Ide PORMAS ini sudah tercetus sejak kepengurusan sebelumnya, tapi karena terkendala waktu dan sumber daya akhirnya PORMAS baru bisa terlaksana di kepengurusan setelahnya. Ini hal baik yang patut kita apresiasi, tidak hanya masalah gebrakan PORMAS tapi bagaimana pengurus PPIJ 2010-2011 mampu menyerap aspirasi dari pengurus sebelumnya. Hal yang harus dipertahankan.

4


Seputar PPIJ Komunikasi PPIJ dengan KBRI, atau PPI dengan

beberapa hal yang perlu ditingkatkan. Untuk itu,

korda, atau komunikasi antarkorda makin di-

kepengurusan PPIJ di masa mendatang hendaknya

intensifkan di kepengurusan yang sekarang.

mengikuti apa yang telah dilakukan kepengurusan

Diawali oleh rapat koordinasi KBRI-PPIJ-Korda

sekarang: evaluasi dan dengarkan aspirasi dari

pada bulan Desember tahun 2010 di Kyoto,

kepengurusan sebelumnya.

berlanjut koordinasi di Shikoku pada waktu PORMAS

dan

sekarang

ko o r d i n a s i

terkait

mekanisme pergantian pengurus. Koordinasi-koordinasi menghasilkan

ini

keputusan

1 bulan lagi kepengurusan PPIJ 2010-2011 akan b e r a k h i r.

Semoga

di

hari-hari

terakhir

kepengurusan, PPIJ 2010-2011 bisa merampungkan perlu

untuk

bersama

program kerja yang tersisa. Semoga kandidat-

dan

kandidat yang akan menjadi ketua PPIJ bisa

menghindarkan dari prasangka-prasangka yang

menyiapkan diri agar bisa meningkatkan prestasi

tidak baik. Selain itu, pendayagunaan DPK sebagai

PPIJ sebelumnya. Partisipasi aktif anggota-anggota

badan pengawas mulai berjalan baik. Memang

PPIJ juga sangat diharapkan.

tidak semua urusan bisa dilaksanakan segera. Ada

SAMPAI JUMPA DI KONGRES PPIJ AWAL NOVEMBER 2011!!

5-6 5-6 November November 2011 2011

Interaksi

PPI Jepang

5


Seputar PPIJ

Perjalanan Terjal Menuju Kebersamaan Fithra Faisal Hastiadi

Setahun hampir berlalu semenjak pertama kali kepengurusan Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang (PPIJ) periode 2010-2011 dibentuk. Menengok ke belakang, apa yang telah kita capai hari ini merupakan sebuah pencapaian yang sangat luar biasa. Hampir tak ada satupun dari pengurus yang berani bermimpi untuk mendapatkan hasil yang kita raih pada titik ini. Betapa tidak, saat itu organisasi PPIJ berada dalam titik kejenuhan, jika tidak bisa dikatakan antiklimaks. Saat

itu kami

seakan-akan hanya melihat awan hitam yang menghilangkan kemampuan para kelasi untuk melakukan navigasi. Saat itu, bayangan akan karamnya sebuah kapal bernama PPIJ merupakan sebuah kenyataan yang hampir pasti. Tidak dapat dipungkiri, pragmatisme sebagian besar mahasiswa berkontribusi cukup signifikan terhadap pelbagai bayangan suram tersebut. Tentu mahasiswa tidak dapat disalahkan, beban studi yang sudah cukup berat membuat mereka berpikir 100 kali untuk bisa ikut aktif dalam kegiatan-kegiatan PPIJ. Namun, di balik awan gelap yang bergelayut, ada secercah harapan. Harapan itulah yang coba kami gali dan besarkan. Sedikit demi sedikit kami memberanikan diri untuk bermimpi. Ternyata mimpi saat itu adalah kenyataan di hari ini. Elemen yang paling penting utuk menguak tabir kegelapan itu adalah insentif. Manusia bergerak berdasarkan insentif, sebuah adagium yang sangat alami kiranya. Ini didasari pada sebuah konsep bernama biaya peluang (opportunity cost) dimana hal ini artinya adalah biaya yang dikeluarkan ketika memilih suatu kegiatan. Berbeda dengan biaya sehari-hari, biaya peluang muncul dari kegiatan alternatif yang tidak bisa kita lakukan. Biaya peluang terjadi karena kebutuhan manusia yang tidak terbatas pada keterbatasan sumber daya. Biaya peluang merupakan pengorbanan yang harus dihadapi oleh setiap pelaku ekonomi (mahasiwa juga merupakan pelaku ekonomi) ketika mengambil keputusan ekonomi.

Interaksi

6


Seputar PPIJ

Hal inilah yang menuntut manusia untuk bersikap rasional dalam menentukan berbagai pilihan sumber daya yang dimiliki untuk memuaskan kebutuhan hidupnya. Dalam waktu yang sama seseorang dapat melakukan berbagai pilihan kegiatan yang harus dipilih.

Apabila mahasiswa memilih untuk aktif dalam

kegiatan-kegiatan PPIJ sejatinya merupakan sebuah biaya peluang yang ia peroleh, sedangkan alternatif terbaik lainnya yang tidak digunakan (oportunity lost) adalah pengurangan segala aktivitasnya di lab. Jadi biaya peluang adalah nilai pilihan terbaik lain yang tidak digunakan. Sehingga, jika insentif untuk berorganisasi cukup besar maka pengurangan waktu untuk berada di lab akan terganjar dengan baik. Insentif ini pada gilirannya tidak hanya berguna untuk menggeliatkan roda organisasi an sich tetapi juga untuk menambah soft skill sebagai modal besar dalam bermasyarakat (hubungan dengan sensei, teman sejawat di lab, tetangga di apato, dll). Ketika tengah menanjak, kita dikagetkan dengan bencana besar yang melanda Jepang. Bencana yang menghantam Jepang pada 11 Maret yang lalu memang sangat dahsyat. Betapa tidak, Gempa bumi yang kemudian disusul Tsunami telah meluluhlantakkan Prefektur Miyagi dan sekitarnya. Saking dahsyatnya, gempa bumi ini bahkan disebut-sebut sebagai gempa terbesar dalam seratus tahun terakhir.

Bocornya radiasi pada beberapa reaktor di PLTN Fukushima pada

gilirannya menambah derita negeri yang tengah berusaha untuk bangkit dari keterpurukan ekonominya. Salah satu contoh heroik yang bisa saya ceritakan disini adalah perjuangan para pelajar Indonesia yang bahu-membahu dengan masyarakat sekitar dalam meringankan beban penderitaan mereka. Perjuangan ini dimulai dengan terbentuknya crisis center di KBRI. Siang malam relawan bekerja tanpa lelah untuk mencari WNI di daerah bencana yang dilaporkan hilang oleh kerabat serta keluarganya. Dering telepon di call center KBRI seakan menjadi musik yang menemani aktivitas para relawan, belum lagi dengan tindakan heroik dua pelajar Indonesia, Miftakhul Huda dan Muhammad Asri yang langsung terjun ke lapangan bersama tim BASARNAS untuk menjemput korban WNI di daerah bencana.

Interaksi

7


Seputar PPIJ Klimaks dari rasa empati ini ditandai dengan besarnya dana yang berhasil dikumpulkan oleh Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang (PPIJ). Tak kurang dari 1 juta yen (sekitar 100 juta rupiah) terjaring dari proses penggalangan dana PPIJ yang telah berlangsung sejak bulan Maret. Animo yang besar tidak hanya ditunjukkan dari para WNI yang berdomisili di Jepang, hal ini setidaknya bisa dilihat dari kontribusi dana dari luar Jepang seperti misalnya dari PPI Australia, PPI Portugal dan Komunitas Mahasiswa Institut Teknologi Telkom Solo. Kombinasi dari kerja keras, kepercayaan dan harapan pada gilirannya akan membantu negara ini untuk bangkit. PM Naoto Kan bahkan berujar: “Ini adalah krisis terbesar sejak perang dunia kedua. Namun Negeri ini menjelma menjadi kekuatan ekonomi terbesar di dunia dalam waktu 40 tahun, berawal dari debu� . Dari Jepang PPIJ dapat belajar. Rakyat Jepang mempunyai sebuah ikon kata yang telah melegenda sebagai cerminan karakter kerja keras: Ganbatte! Kata ini, bila diterjemahkan secara bebas memiliki arti “kerjakan yang terbaik�! singkat dan sederhana namun kaya makna. Jika Jepang bisa bangkit dari debu, maka PPIJ percaya bahwa rintangan kecil ini dapat dilalui dengan Ganbatte! Perjalanan PPIJ memang masih jauh dari sempurna, namun segala proses rekonsiliasi yang terjadi telah membangun sebuah konsep besar bernama kebersamaan. Gerbong bernama perubahan hanya dapat diisi oleh tindakantindakan yang visioner. Di jepang, kita memiliki kurang lebih 2000 mahasiswa Indonesia. Sebuah potensi yang luar biasa jika dimanfaatkan dan dikoordinasikan.

Mari kita Bersama Bekerja untuk Berkarya!

Interaksi

8


T: Apakah ada tema khusus jenis bisnis yang diharapkan, misal berbasis IPTEK? J: Tidak ada. T: Apakah setiap peserta harus mewakili komsat tertentu? J: Tidak, lomba ini dibuat terbuka untuk semua anggota PPI tanpa harus memakai nama komsat tertentu.

T: Bagaimana format business plan yang diharapkan? J: Format dibebaskan agar peserta lebih bebas menuangkan kreativitasnya.

T: Apakah kenshusei (trainee) boleh ikut lomba ini? J: Boleh.

T: Kapan batas akhir pengirimannya? J: Deadline adalah tanggal 21 Oktober 2011.

T: Apakah ada batasan jumlah anggota kelompok? J: Tidak. Jumlah anggota kelompok dibebaskan.

Interaksi

9


Seputar PPIJ Gelar PORMAS Se-Jepang, PPI Jepang Pecahkan Rekor dan Eratkan Persatuan Antarkorda Atus Syahbuddin

Setelah 58 tahun berlalu rekor pun terpecahkan. Pada tanggal 17 Juli 2011 di Prefektur Tokushima, Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang (PPIJ) berhasil menggelar Pekan Olahraga Masyarakat antarkorda (koordinator daerah) se-Jepang yang disingkat dengan PORMAS PPIJ 2011. Dalam kegiatan ini, PPIJ Korda Shikoku bertindak sebagai tuan rumah dan m e m i l i h To k u s h i m a s e b a g a i t e m p a t p e n y e l e n g g a r a a n a c a r a . Te n t u b u k a n urusan mudah mengumpulkan sembilan korda dari ujung utara di Hokkaido hingga ujung selatan di Kyushu-Okinawa. Hampir saja PORMAS PPIJ 2011 diurungkan hanya beberapa hari sebelum acara tersebut d i g e l a r. O l e h k a r e n a i t u , d e n g a n terselenggaranya PORMAS PPIJ 2011 dengan lancar dan sukses, tidak ada kata yang pantas diucapkan selain syukur kepada Tuhan YME. Pada akhirnya semua korda dapat mengirimkan atlet-atletnya; kantor Gubernur Tokushima, KBRI dan KJRI mengutus perwakilannya; ketua umum PPIJ, tujuh ketua korda dan dua wakil ketua hadir menyaksikan; acara pembukaan dan pertandingan pun berjalan dengan lancar. Perjalanan Panjang yang Melelahkan Piala bergilir, hadiah yang menggiurkan, serta gengsi korda nampaknya menjadi penyemangat para atlet jauh-jauh datang ke Tokushima. Bayangkan saja, para atlet Hokaido telah

Interaksi

mengembara sejak H-2 menggunakan s h i n k a n s e n m e n u j u s t a s i u n To k y o . Selanjutnya, bersama Tohoku, Kanto dan panitia PORMAS PPIJ pusat, mereka meneruskan perjalanan dari stasiun Shinjuku tepat pada hari Jumat tengah malam/15 Juli 2011. Keesokan harinya pukul 07.00, delapan atlet dan ketua korda Chubu pun bergabung, berangkat dari Nishi Yanagi Koen Nagoya. Sekitar pukul 16.00 rombongan tiba di hotel penginapan kontingen PORMAS PPIJ 2011. Pada hari Sabtu siang, giliran korda Kansai, Hokuriku dan Kyushu-Okinawa merayap dengan menggunakan bis berukuran sedang menuju Tokushima. Sebelumnya KyushuOkinawa dan Hokuriku telah memulai perjalanan dari kordanya masing-masing menuju tempat berkumpul keberangkatan bis di Osaka. Nah, sekarang Chugoku punya cerita berbeda. Delapan atlet dan ketua korda Chugoku berangkat dari Saijo, Hiroshima dengan menggunakan mobil. Sebenarnya panitia sempat was-was, karena beberapa saat sebelum acara pembukaan PORMAS PPIJ 2011, belum satu pun kontingen Chugoku yang hadir. Setelah ditelusuri ternyata mobil yang ditumpangi rombongan sempat nyasar di jalan tol Hiroshima – Tokushima. Namun rombongan pun hadir lengkap dan selamat

10


Seputar PPIJ

sesaat setelah sambutan tuan rumah di acara pembukaan. Sementara itu rombongan tuan rumah dari Ehime berangkat pada hari Jumat/16 Juli 2011 pukul 21.00 dengan menggunakan bis, sedangkan dari Kochi, panitia telah meninggalkan Kochi di hari Sabtu waktu shubuh dengan menggunakan mobil.

Pembukaan PORMAS PPIJ 2011 Tidak main-main, Wakil Gubernur Tokushima, Mr. Hideo Saito; Konjen RI Osaka, Bp. Ibnu Hadi beserta istri dan Atase Pendidikan KBRI Tokyo, Bp. Prof. Edison Munaf turut hadir dan membuka PORMAS PPIJ 2011. Selain itu, 10 orang a n g g o t a To k u s h i m a I n d o n e s i a Yu k o u Kyokai, 8 pengurus pusat PPIJ, 7 ketua

korda dan 2 wakil ketua, serta 89 atlet dan panitia ikut menyemarakkan suasana acara pembukaan. D a l a m sambutannya, Wakil Gubernur Tokushima menyatakan ketakjubannya terhadap penyelenggaraan acara. Kegiatan yang banyak didukung oleh Tokushima Indonesia Yukou Kyokai ini menurut Mr. Hideo Saito merupakan sebuah tonggak penting dalam peningkatan hubungan baik antara Jepang, khususnya Tokushima dan WNI, khususnya pelajar yang sedang menempuh studi lanjut di Jepang. Laga Pertandingan PORMAS PPIJ 2011 Pada hari Minggu, 18 Juli 2011 laga nasional PORMAS PPIJ 2011 digelar di Tokushima. Hall besar yang dipersiapkan panitia terdiri dari tiga lapangan bulu tangkis dan lima meja tenis meja. Adapun cabang olah raga yang dipertandingkan meliputi: bulu tangkis (tunggal putra dan tunggal putri, ganda putra dan ganda putri) serta tenis meja (tunggal putra dan ganda putra). Berbeda dengan malam pembukaan sebelumnya dimana para atlet dan official dilayani oleh panitia lokal dari PPI To k u s h i m a d a n P P I K o c h i , k a l i i n i pelaksanaan pertandingan sepenuhnya diatur oleh panitia lokal dari PPI Aidai (Ehime University).

Gambar. Kontingen Kansai (kiri); Kyushu-Okinawa (tengah) dan Hiroshima (kanan)

Interaksi

11


Seputar PPIJ

a. Hokaido Gondol Emas Pertama Sebelum turun makan siang, kontingen Hokaido berhasil menggondol emas pertama sepanjang sejarah PORMAS PPI Jepang melalui Erwin Suwendi dari cabang tenis meja putra. Erwin yang sebelumnya di partai semifinal mengalahkan unggulan Shikoku, Andi Erwin Eka Putra, juga menghentikan langkah Wiwit Anggun Setiawan dari Kanto di partai final. Tidak berselang lama, perolehan medali korda Hokaido ditempel ketat oleh korda Tohoku. Di partai bulutangkis tunggal putra, Tohoku yang menurunkan Bayu Dwi Apri Nugroho berhasil menaklukan satu per satu lawannya. Di partai final, atlet Chugoku, Efsa Caesariantika, pun tak mampu membendung keperkasaan Bayu. Setelah sukses di tunggal putra, korda Tohoku kembali menambah perolehan medali melalui tunggal putri bulutangkis. Clara Lies Triana Dewi mempersembahkan medali emas setelah mengalahkan atlet putri Kansai, Khaerunnisa. Sementara itu, korda Kyushu-Okinawa berhasil menyapu bersih emas dari cabang bulutangkis ganda, baik putra maupun putri. Cecep Yandri Sunarie dan Heru Sukoco dengan garangnya menaklukkan unggulan dari Chubu dan Shikoku di partai final dan semifinal. Demikian pula Endah Komalasari dan Rita Tahir Lopa yang mengalahkan Kansai di partai final. b. Tohoku Raih Juara Umum PORMAS PPIJ 2011 Setelah memastikan kemenangan di cabang bulutangkis tunggal putra dan

Interaksi

tunggal putri, korda Tohoku melaju dengan 2 emas disusul korda Kyushu-Okinawa dengan jumlah emas yang sama dari bulutangkis ganda putra dan ganda putri. Namun atlet-atlet Tohoku, walau hanya berjumlah 5 orang, terus mendulang medali di partai lain meninggalkan KyushuOkinawa, sehingga menyudahi persaingan i n i . A h m a d R i d w a n T. N . d a n I k h t i a r mempersembahkan perunggu dari tenis meja tunggal putra dan ganda putra, sedangkan Ardiansyah Michwan bersama Zahrul Fuadi memperoleh perunggu dari bulutangkis ganda putra. Dengan demikian, edisi pertama PORMAS PPIJ 2011 kali ini telah menghasilkan korda To h o k u s e b a g a i j u a r a u m u m d e n g a n menggondol 2 emas 3 perunggu diikuti dengan korda Kyushu Okinawa sebagai runners up dengan menghasilkan 2 emas. Adapun urutan peroleh jumlah medali oleh korda dapat dilihat di tabel berikut ini. Tuan rumah, korda Shikoku nampaknya harus puas di tempat kedelapan diikuti Hokuriku sebagai juru kunci. Selamat ya buat sang pemenang!

12


Seputar PPIJ Tabel: Hasil lengkap perolehan medali pada PORMAS PPIJ 2011 Cabang

Partai

Bulutangkis

Tunggal

Emas

Bayu Dwi Apri Nugroho

Tohoku

Putra

Perak

Efsa Caesariantika

Chugoku

Perunggu

Surya Hariyanto

Kansai

Hariel Pradja Kusumah

Kanto

1. Cecep Yandri Sunarie

Kyushu-Okinawa

Ganda

M edali

Emas

Putra

Nama Atlet

Korda

2. Heru Sukoco Perak

1. Endra Gunawan

Chubu

2. Agus Rusdiana Perunggu

1. Asep Hidayat

Shikoku

2. Agung Putra Pamungkas 1. Ardiansyah M ichwan

Tohoku

2. Zahrul Fuadi Tunggal

Emas

Clara Lies Triana Dewi

Tohoku

Putri

Perak

Khaerunnisa

Kansai

Perunggu

Ika Silalahi

Chubu

Hilda Lionata

Hokuriku

1.Endah Komalasari

Kyushu-Okinawa

Ganda

Emas

Putri

2. Rita Tahir Lopa Perak

1. Anggia Angraini

Kansai

2. Feranisa Prawita Raras Perunggu

1. Erika Wahyu Dewanti

Kanto

2. Riski Tsari Andriani 1. Ratna Tri Murwani

Hokaido

2. Ina Winarni Tenis M eja

Tunggal

Emas

Erwin Suwendi

Hokaido

Putra

Perak

Wiwit Anggun Styawan

Kanto

Perunggu

Andi Erwin Eka Putra

Shikoku

Ahmad Ridwan Tresna Nugraha

Tohoku

1. Andi Subhan Mustari

Chubu

Ganda

Emas

Putra

2. Hendi Dwi Ariyadi Perak

1. Ahmad Fitriadhy

Chugoku

2. Usep Surahman Perunggu

1. Ahmad Ridwan Tresna Nugraha

Tohoku

2. Ikhtiar

Interaksi

13


Seputar PPIJ Tabel: Akumulasi perolehan medali pada PORMAS PPIJ 2011

No

Korda

Jumlah

Medali

Atlet

Total

Emas

Perak

Perunggu

1

Tohoku

5

5

2

2

Kyushu-Okinawa

8

2

2

3

Chubu

9

3

1

4

Hokaido

7

2

1

5

Kansai

9

4

2

6

Chugoku

8

2

2

7

Kanto

9

3

1

8

Shikoku

8

2

2

9

Hokuriku

8

1

1

71

24

Jumlah Korda : 9

6

3

1

1 1

6

2

2

12

Gambar. Para atlet dan official berfoto bersama setelah upacara penutupan PORMAS PPIJ 2011

Interaksi

14


In Japan Saya Tak Rela Jadi Buta Huruf! Isti Winayu Mengingat kembali ketika pertama kali

Lalu, apakah saya menyerah begitu saja? Tidak,

menginjakkan kaki di Jepang, rasanya begitu

tentu saja tidak. Cerita seru saya justru bermula

jauh jarak antara diri saya yang dulu dengan

dari kebutahurufan dan kebisuan saya saat itu.

yang ada sekarang ini. Begitu banyak perubahan

Ketika sadar bahwa saya hanya akan setahun

yang saya alami dalam tataran positif yang

berada di Jepang, yang terpikir hanyalah

membuat saya bersyukur telah memberanikan

bagaimana memanfaatkan waktu tersebut sebaik-

diri datang dan belajar di Negeri Sakura ini.

baiknya. Telaah saja baik-baik, saya sudah dibiayai

Salah satunya ketika ingat betapa dulu saya tidak

datang ke Jepang, diberi jatah hidup bulanan yang

bisa bercakap-cakap dalam Bahasa Jepang.

tidak besar tapi cukup untuk hidup, dan diberi

Saat tiba di Jepang, pernahkah terlintas di

kemudahan akses berbagai informasi. Rasanya

benak kita bahwa seketika kita berubah menjadi

percuma kalau tidak bisa mengenal dan menikmati

buta huruf dan seperti orang yang tak tahu apa-

kehidupan di Jepang yang terkenal aman dan

apa? Lalu ke mana raibnya kepercayaan diri

memiliki tempat-tempat wisata yang juga menarik.

bahwa kita cukup berilmu setelah sekian belas

Namun, ketika melihat sekeliling yang semua

atau bahkan sekian puluh tahun duduk di bangku

berisikan kanji dan bahasa yang makin didengar

sekolah? Tenang, tidak ada yang salah dengan

makin asing bagi saya, saya mulai gamang dengan

hal itu. Hampir semua orang yang memulai

kemampuan saya.

bahasa Jepang-nya dari nol pasti merasakan hal yang sama saat tiba di sini.

“Masyaallah, saya jadi buta huruf!” itulah pekikan kaget saya saat setelah sekian menit

Beberapa tahun lalu, saya datang ke Jepang

menatap kosong papan pengumuman di Saga

dengan status mahasiswa program pertukaran

Daigaku kala itu. Tak ada satupun kanji yang saya

pelajar. Saat itu dengan sangat percaya diri saya

kenali dan bahkan membaca hiragana saja saya

berkata, “Iya, saya bisa bahasa Jepang kok.”

butuh waktu bermenit-menit. Saat itu, saya tinggal

Namun, begitu saya berinteraksi dengan orang

di Saga sebuah kota kecil di mana penduduknya

Jepang, bahkan di hari pertama kedatangan saya

jarang berbahasa Inggris. Selain semua info ditulis

pun saya langsung terduduk lemas dan

dalam kanji dan kana, percakapan sehari-hari pun

mengakui saya tidak tahu apapun tentang

terjadi dengan Bahasa Jepang dengan dialek Saga

bahasa ini. Saya memang bisa memperkenalkan

yang kental. Rasa-rasanya seperti jadi buta huruf

diri dan aisatsu (sapaan) tetapi itu tidaklah cukup.

sekaligus bisu padahal banyak hal yang ingin saya

Saya hanya pendengar pasif, bukan pembicara

ketahui. Saya tak ubahnya seperti kepompong

aktif sehingga tak ada komunikasi yang terjadi

yang tidak tahu dunia luar. “I am completely in the

seusai perkenalan dengan orang Jepang.

middle of nowhere,” batin saya saat itu.

Interaksi

15


In Japan Untungnya, penyakit buta huruf dan bisu saya segera terobati setelah saya mengumpulkan kenekatan untuk mendobrak ketakutan saya sendiri. Awalnya saya termasuk orang takut dinilai salah dan kena malu sesudahnya, termasuk dalam berbicara dalam bahasa Jepang. Namun, akhirnya saya sadar jika saya hanya diam saja, maka saya tidak akan naik tingkat alias segitu saja kemampuannya. Saya nekat memakai bahasa Jepang saya yang masih acak-acakan untuk Namun, sejak datang ke Jepang, dunia saya menyapa orang-orang Jepang di sekitar saya. rasanya menyusut luasnya karena lingkungan Saya lupakan saja aturan tingkatan kesopanan di saya terbatas hanya itu-itu saja. Maka saya dalamnya. Salah, biarkan saja dulu salah. Toh memberanikan diri menyambangi klub kegiatan mereka akan maklum dengan kondisi saya yang mahasiswa yang ada di kampus saat itu. Niat masih hijau tentang tata krama di masyarakat awalnya sederhana saja, demi memenuhi Jepang. Bermodal muka tembok dan “urat malu keingintahuan saya yang besar tentang budaya tiga belas�, saya akhirnya mulai berteman dengan Jepang. Namun, akhirnya saya menjadikannya orang Jepang dan di akhir bulan kedua setelah sebagai batu loncatan untuk memperluas jaringan saya datang, saya sudah mampu membuat dan media latihan percakapan bahasa Jepang. percakapan yang mengalir.

Dengan deg-degan takut ditolak, saya

Selain kenekatan dan tidak takut salah, kunci menyambangi klub kendo dan kyudo (panahan lain dari penguasaan bahasa Jepang adalah tradisional) di Universitas Saga. Para mahasiswa mencari peluang berbicara sebanyak-banyaknya. yang berlatih sempat kaget dan bingung Apakah kehidupan kampus cukup untuk bagaimana harus memperlakukan saya saat itu. mempercepat kemampuan berbahasa Jepang? Kaku dan berjarak, itulah yang saya rasakan. LagiMenurut pendapat saya, tidak. Kita mungkin lagi saya tebal muka lalu mulai bertanya banyak memperoleh kesempatan belajar bahasa Jepang hal tentang klub mereka. Alhamdulillah, kebekuan di kampus dengan setumpuk PR yang mesti tadi terpecahkan hingga di kesempatandikerjakan tiap hari. Setumpuk PR itu tidak serta kesempatan selanjutnya kedatangan saya untuk merta menjadikan kita jago bahasa Jepang lho. sekedar mampir nonton diterima dengan senyum Butuh usaha lebih dari sekedar dapat nilai hangat. Puncak keberhasilan saya adalah ketika sempurna di kelas!

saya akhirnya diterima masuk sebagai anggota di

Saya tipe orang yang tidak bisa diam dan suka klub archery (panahan modern) dan diperlakukan berinteraksi langsung dengan orang sekitar saya, dengan wajar oleh mereka.

Interaksi

16


In Japan Jalan saya memperoleh teman Jepang tidaklah

dunia akademis yang sesungguhnya di mana

mulus, tentu saja ada tantangan seperti sikap

penguasaan bahasa Jepang adalah mutlak. Saya

canggung, dingin, atau bahkan cuek mereka.

yakin itu tidak mudah tapi bukan berarti tidak

Namun, selama saya tidak menyerah dan

mungkin. Nikmati saja tiap fasenya, dari ulat,

menunjukkan keinginan untuk belajar bersama

kepompong lalu kupu-kupu. Kunci menguasai

mereka, mereka pun bisa luluh.

bahasa asing itu hanya dua sebenarnya, tidak

Kehausan saya akan komunikasi dalam

takut memakainya dan diulang terus-menerus.

bahasa Jepang terus berlanjut hingga akhirnya

Ketika saya akhirnya bisa kembali ke Jepang

saya mulai melirik info-info kegiatan luar kampus.

untuk menempuh program S2, bukan berarti saya

Meski tinggal di kota kecil, saya cukup beruntung

juga telah siap dengan kemampuan bahasa

karena di kota itu cukup banyak acara yang

Jepang saya. Belajar dari kepongahan saya yang

diselenggarakan untuk orang-orang asing. Dari

sok bisa dulunya, saya mulai lagi proses

seringnya “jelalatan� mencari info, akhirnya saya

pembelajaran saya. Bagi saya, belajar itu proses

bisa ikut latihan koto (semacam kecapi Jepang),

jadi tidak akan ada habisnya. Begitu pula halnya

memakai kimono, belajar ikebana, ikut acara jalan-

dengan penguasaan bahasa Jepang. Beban tugas

jalan yang kesemuanya gratis. Bahkan, tidak

akademis memang berat, tapi sayang jika sudah

jarang saya diundang untuk memperkenalkan

jauh-jauh ke sini tapi tak menikmati sepenuhnya

budaya ataupun masakan Indonesia ke orang-

kehidupan di Jepang. Jangan salahkan kanji-kanji

orang Jepang. Alhasil dalam setengah tahun saya

yang rumit itu ataupun bahasa yang berbelit-belit

di Jepang, saya berhasil berbicara dan mulai bisa

itu. Coba lihat sisi positifnya dengan berpikir

membaca kanji hingga akhirnya berani melakukan

bahwa itu bagian dari nikmat Tuhan untuk

backpacking sendirian dalam jarak jauh.

memanfaatkan kecerdasan otak yang kita punya.

Tidak ada yang mustahil dipelajari asalkan ada

Info tentang kegiatan luar kampus sebenarnya

kemauan, tekad, dan kerja keras. Cerita yang saya

terbentang luas di depan kita asalkan kita pandai-

sampaikan di depan barangkali terdengar naif

pandai memasukkan kata kunci yang tepat ke

karena saya hanya setahun di Jepang. Namun,

mesin pencari di internet. Akhir kata, seperti kata

pada dasarnya kunci penguasaan bahasa asing itu

pepatah 'Malu bertanya, sesat di jalan', jangan

berlaku bagi siapapun, dalam bahasa apapun, dan

sungkan-sungkan memulai pembicaraan demi

tak berhubungan dengan lama tinggal. Bagi

menambah jaringan. Kalau saya bisa, kamu pun

teman-teman yang akan lama tinggal di Jepang

tentu bisa. Nihongo ni makenaide, ganbarimashou!

untuk kuliah S1 ataupun D3, tantangannya tentu lebih besar karena harus benar-benar terjun ke

Interaksi

17


In Japan Kita Tidak Sendiri kok Muhammad Akbar Sihotang

Hari itu langit tampak biru dan indah ketika aku sedang asyik mendengarkan materi yang disampaikan dosen di ruang kelas universitas ternama, di Depok. Aku dikagetkan dengan getaran handphone pada saku celana, sekilas aku melihat nomor dengan kode Jakarta tetapi tidak tersimpan di kontakku. Aku pun bergegas keluar kelas mengangkatnya. “Apakah ini dengan Muhammad Akbar Sihotang”, terdengar suara seseorang yang aku tak kenal. “Iya, benar” aku menjawab dengan ragu-ragu. “Selamat Pak, Anda berkesempatan melanjutkan beasiswa ke Jepang”. Aku hanya bisa mendengar dengan jelas bahwa aku berhasil mendapatkan beasiswa ke Jepang. Aku terdiam, kehilangan kata-kata, hampir saja aku lupa kalau telepon itu masih menyala. Aku sudahi percakapan dan langsung mengontak ibu untuk mengabarkan berita gembira ini. Hari-hari setelah itu pun berlalu sangat cepat sampai akhirnya sudah dekat dengan jadwal keberangkatanku ke negeri Sakura sana. Sesekali terbesit ketakutanku apakah aku bisa bertahan disana, apakah aku nanti bisa memahami pelajaran disana, soalnya hampir semua literature yang aku cari mengatakan bahwa Jepang merupakan negara yang sangat menjunjung bahasanya sendiri, jadi akan sulit mencari orang Jepang yang handal menggunakan bahasa asing sekalipun bahasa Inggris. Dengan modal nekat karena tidak sempat belajar bahasa Jepang, aku pun akhirnya berangkat bersama teman-teman. Setelah hampir delapan jam perjalanan akhirnya kami sampai di bandara Internasional Jepang. Kami pun disambut huruf-huruf unik yang ternyata setelah beberapa lama aku tahu itu adalah kanji. Angin masih berhembus dingin padahal kalau dilihat dari kalender, bulan April sudah merupakan musim semi yang seharusnya sudah mulai hangat. Hari-hari pertama yang aku takuti kulalui dengan luar biasa. Ternyata teman-teman Indonesia di Jepang menyambut kedatangan kami dengan meriah. Aku pun serasa berada di negara sendiri karena berkomunikasi lancar menggunakan bahasa Indonesia.

Interaksi

18


In Japan Hampir sebagian dari penerima beasiswa tahun angkatanku tidak mengerti bahasa Jepang sama sekali sehingga para senpai (istilah bahasa jepang untuk kakak kelas) sedikit memberitahukan hal-hal penting, dari cara naik kereta, di mana tempat beli makanan murah, dan tempat penjual makanan halal. Hari-hari bersama senpai berlalu seperti pacuan kuda, sangat cepat. Aku pun harus merelakan diriku setelah itu dengan aktivitasku sendiri, dari masak, nyuci baju, belanja, dan hal-hal lainnya. Kekaguman yang telah ada sedikit sebelum aku ke sini semakin bertambah ketika aku melakukan belanja pertamaku sendiri. Aku tidak perlu bingung tanya sana-sini untuk membeli belanjaan karena semuanya serba teratur, rapi dan bersih. Aku hanya perlu sedikit waktu untuk mencari barang yang aku mau. Sekilas, suasana sibuk sangat terasa ketika aku bepergian dengan kereta. Orang lalu-lalang, suara buka-tutup pintu kereta menjadi rutinitas yang kuhadapi sehari-hari. Meskipun aku sama sekali belum mengerti bahasa Jepang pada waktu itu, aku tetap bisa bepergian sendiri, karena sarana transportasi umum seperti kereta, cara penggunaannya hampir sama seperti waktu aku masih di Indonesia, hanya teknologi dan ketepatan waktunya saja yang berbeda. Sekali saja kita sudah bisa bepergian dengan kereta berarti kita bisa singgah kemana saja yang kita inginkan. Bulan April merupakan bulan yang ditunggu-tunggu sebagian orang Jepang, karena hanya pada saat itu bunga sakura menampakkan keelokannya. Tak hanya senang dengan adanya sakura, yang lebih menyenangkan lagi adalah hampir setiap tahun saat sakura mekar, kalendar Jepang menunjukkan tanggal merah selama lebih kurang satu minggu, artinya aku bisa kembali berkumpul dengan teman-teman Indonesia. Rasa khawatirku tentang ketidakcakapanku dalam berbahasa Jepang tidak pernah terlihat lagi setelah aku berada disini, walaupun terkadang aku bingung sendiri bagaimana cara online shopping pada situs yang menggunakan bahasa Jepang. Namun itu semua bisa teratasi karena bantuan teman-teman. Maka dari itu, jangan takut karena belum bisa bahasa Jepang, karena disini aku tidak sendiri, banyak sekali teman-teman yang membantu ketika aku dalam kesusahan, terutama mengenai bahasa Jepang.

Interaksi

19


In Japan Tips dan Trik Hidup Hemat di Jepang Feranisa Prawita Raras

Sebagai salah satu negara dengan biaya hidup tertinggi di dunia, kita harus hemat dan cermat dalam pengelolaan keuangan untuk bisa bertahan hidup di Jepang. Hidup hemat dan cermat sepertinya menjadi wajib dijalani, terutama bagi mahasiswa asing yang hidup mengandalkan kerja sambilan dan beasiswa yang jumlahnya terbatas. Setelah tinggal di sini lebih dari 5 tahun, penulis jadi sedikit mengerti celah-celah untuk hidup hemat di Jepang. Makanan dan minuman Memasak sendiri adalah cara paling tepat dalam menghemat pengeluaran untuk makan. Bahan makanan yang dibeli pada saat sale, misalnya saat menjelang toko/supermarket tutup, akan menjadi sangat murah karena diskon yang cukup besar. Belanja di supermarket grosir/pasar juga menguntungkan karena mereka menawarkan barang yang sama dengan supermarket biasa dengan harga yang jauh lebih murah. Apalagi kalau belanjanya saat sale, bisabisa harganya lebih murah daripada di Indonesia. Bagi yang beragama Islam, daging halal biasanya diimpor dari negara-negara nonmuslim seperti Brazilia dan Australia, harganya murah jika dibandingkan dengan daging Jepang. Ada juga beberapa daging halal dari Jepang, tapi tentu saja harganya relatif mahal. Selain masak, makan di luar juga bisa menjadi pilihan selama kita bisa menyiasatinya. Ada beberapa family restaurant seperti Saizeriya, Gusto dengan harga yang cukup terjangkau. Atau sushi muter (Kappa Sushi, Sushiro) yang sepiringnya hanya 105 yen, yang bahkan lebih murah daripada makan sushi di Indonesia. Bahkan pada saat promo harganya bisa 84 yen sepiring! Ada juga restoran Jepang (Meshiya) yang memberikan diskon 50% jika kita makan di sana satu jam sebelum tutup.

Interaksi

Untuk minuman, air dari kran bisa diminum langsung. Jadi nggak perlu beli air mineral atau merebus air kecuali saat ingin meminum minuman panas. Saat pergi ke restoran pun, biasanya air putih dan teh termasuk servis restoran, jadi kita tidak perlu membayar untuk minuman.

20


In Japan Pakaian Di negara yang mengenal 4 musim seperti Jepang, pakaian jadi harus disesuaikan dengan musim. Berbelanja pakaian saat sale di akhir musim bisa jadi salah satu cara menghemat. Misalnya saat musim dingin segera berakhir, pakaian musim dingin akan didiskon besarbesaran. Pakaian yang dibeli bisa dipakai saat itu atau disimpan untuk musim dingin berikutnya. Salah satu toko pakain yang terjangkau dan berkualitas ialah Uniqlo. Tempat tinggal Bagi mahasiswa, sebisa mungkin manfaatkan fasilitas asrama dari kampus. Biasanya universitas di Jepang menyediakan asrama untuk mahasiswa asing, walaupun hanya bisa tinggal di sana selama satu tahun. Keuntungan tinggal di asrama, selain harga sewanya yang jauh lebih murah (biaya sewa per bulan hanya 1/5-1/4) daripada apartemen/mansion, adalah tidak usah membeli furnitur seperti meja, kursi, tempat tidur serta peralatan eletronik s e p e r t i k u l k a s , mesin cuci, dan lainlain karena semuanya sudah tersedia. Selain itu bisa berteman dengan mahasiswa asing dari berbagai negara yang tinggal di asrama. Sayangnya, jumlah kamar di asrama sangat terbatas dan tidak semua orang mendapat kesempatan tinggal di asrama. Jika tidak mendapat asrama kampus, bisa tinggal di asrama JASSO yang biaya sewanya relatif sama dengan apartemen yang murah, namun dengan

Interaksi

kualitas bangunan yang bagus dengan kamar yang dilengkapi furnitur. Kalaupun ternyata harus tinggal di apartemen karena tidak bisa tinggal di asrama, tinggal bersama teman bisa jadi pilihan untuk menghemat. Namun, apartemen di sini biasanya kosong sama sekali, jadi kita harus mengisi sendiri furnitur dan peralatan elektronik. Untuk membelinya, toko recycle bisa jadi p i l i h a n , karena harganya yang murah, dan kalau pintar memilih kita bisa dapat barang yang masih bagus. Jika ingin membeli barang yang baru dan murah, website seperti Rakuten atau Kakaku yang kadang memberikan service bebas ongkos kirim kalau sedang ada promo. Cara lain yang lebih murah, beli barang-barang dari Sayonara sale, semacam “warisan� dari orang yang akan meninggalkan Jepang dan kembali ke negaranya. Bahkan beberapa barang diberikan secara cuma-cuma.

21


In Japan Kebutuhan buku Untuk mahasiswa, buku pelajaran bisa dibeli dari koperasi kampus. Jika menjadi anggota koperasi kita bisa mendapat diskon hingga 10%. Cara hemat lainnya adalah dengan beli buku bekas lewat internet di situs internet seperti Amazon. Walaupun tidak baru, kita bisa memilih sendiri kualitas buku yang diinginkan, harganya pun disesuaikan. Orang Jepang biasanya tidak bohong dan punya standar tinggi dalam menuliskan kualitas. Kalaupun ada cacat mereka akan sampaikan apa adanya. Mereka pun biasanya apik dan cermat dalam merawat buku, jadi buku bekas pun bisa seperti baru. Biaya kuliah B a g i p e n e r i m a b e a s i s w a Monbukagakusho, tidak ada biaya kuliah dan uang pangkal masuk universitas. Sedangkan bagi mahasiswa dengan biaya sendiri, bisa mengajukan keringanan biaya ke kampus. Kalau dapat, bisa hanya membayar separuhnya atau bahkan tidak perlu membayar sama sekali.

Transportasi/Jalan-jalan Sebaiknya pilih tempat tinggal yang tidak terlalu jauh dari tempat aktivitas utama. Jalan kaki dan naik sepeda ialah hal yang wajar disini, hitung-hitung sambil berolahraga. Kalaupun terpaksa tinggal di tempat yang agak jauh dari kampus dan harus naik kereta/subway/bus, manfaatkan commuter pass dengan student discount (gakuwari). Untuk jalan-jalan, ada free pass yang bisa dibeli tergantung kebutuhan, misalnya jika ingin jalan-jalan di Kansai ada Kansai Surutto Pass yang bisa digunakan untuk naik kereta dan subway di Kobe, Osaka, Nara, dan Kyoto. Ada bus pass dari Willer yang cukup murah untuk keliling Jepang naik bus, atau 18kippu dari JR untuk naik kereta JR se-Jepang.

Interaksi

22


In Japan Hobi Buat yang hobi berpetualang, bisa mencoba menjelajah Jepang dengan tiket-tiket murah. Buat yang hobi berolahraga, di sini fasilitas olahraga cukup lengkap dan biayanya relatif terjangkau jika menyewa lapangan indoor di tempat-tempat seperti community center. Fotografi juga asik karena banyak objek menarik, dan harga kamera dan lensa dengan kualitas bagus juga tidak semahal di Indonesia. Membaca juga bisa jadi hobi yang menyenangkan karena ada toko buku bekas seperti Book Off yang menyediakan buku-buku super murah. Beberapa buku juga ada dalam bahasa Inggris serta bahasa asing lainnya. Dan tentu saja Amazon yang menyediakan jenis buku apapun. Buat yang suka nyanyi, karaoke di sini menyenangkan dan murah. Telepon Banyak mahasiswa asing memilih telepon genggam Softbank karena menyediakan fasilitas sms gratis selama 24 jam dan telepon gratis sesama Softbank dari jam 1 pagi sampai 9 malam. Untuk mahasiswa, bisa memilih gakuwari yang bisa gratis abonemen per bulan selama 3 tahun. Untuk telepon internasional ke Indonesia, pakai Skype adalah pilihan terbaik. Dengan kualitas lumayan dan tarif telepon yang murah, Skype biasa menjadi pilihan. Sayangnya harus ada internet

Interaksi

untuk bisa memakai Skype. Jika tidak ada internet, jangan khawatir kita bisa pakai kartu seperti Brastel untuk sms dan telepon ke Indonesia dengan tarif bersaing. Sms murah bisa pakai sms pelangi lewat telepon genggam maupun komputer dengan tarif hanya 10 yen/sms dan penerima di Indonesia bisa membalas sms dengan tarif lokal.

23


In Japan Hari-hari Libur di Jepang Muhammad Fadlil

Berikut ini akan dijelaskan beberapa hari libur dan event-event yang dianggap penting di Jepang. Sebagai tambahan informasi, ada banyak sekali festival tahunan lokal di setiap daerah. ‫ ں‬1 Januari ( liburan nasional )

Tahun Baru (o-shogatsu) Ini merupakan hari liburan terpenting di Jepang. Meski hanya 1 Januari yang d i j a d w a l k a n l i b u r d a l a m k a l e n d e r, sebagian besar toko-toko tutup hingga 3 Januari.

N A

Hari Showa (showa no hi) Hari peringatan kelahiran mantan kaisar Showa. Sebelum tahun 2007, 29 April merupakan hari Kehijauan (midori no hi) yang kemudian dirayakan pada 4 April. Showa no hi termasuk ke dalam Golden Week.

‫ ں‬Senin kedua Januari ( liburan nasional )

J

Hari Kedewasaan (seijin no hi) Orang Jepang dianggap dewasa setelah menginjak umur 20 tahun dan biasanya dirayakan pada hari ini dengan semacam upacara.

Mulainya Musim Semi (setsubun) Setsubun bukan merupakan hari libur nasional, tapi selalu dirayakan di tiap-tiap kuil di seluruh Jepang. Beberapa adat Jepang pada setsubun ini antara lain, memakan kacang sejumlah umur masing-masing.

F

‫ ں‬11 Februari ( liburan nasional )

Peringatan Berdirinya Jepang (kenkoku kinenbi) Menurut sejarah, kaisar pertama Jepang diangkat pada hari ini tahun 660 SM.

‫ ں‬3 Maret

R A

A

‫ ں‬3 Mei ( liburan nasional )

‫ ں‬3 Februari

B E

R P

‫ ں‬29 April ( liburan nasional )

Hari Undang-undang (kenpo kinenbi) Hari peringatan disahkannya undangundang pertama kali di Jepang setelah perang dunia kedua. Hari ini juga termasuk ke dalam Golden Week. ‫ ں‬4 Mei ( liburan nasional )

I E

Hari Kehijauan (midori no hi) Sampai 2006, midori no hi dirayakan pada 29 April. Hari ini merupakan bentuk cinta mantan kaisar Showa kepada tumbuhan dan alam sekitar.

M

‫ ں‬5 Mei ( liburan nasional )

Hari Anak-anak (kodomo no hi) Disebut juga, festival anak laki-laki. Pada hari ini, biasanya dikibarkan koi nobori di rumah-rumah, yang melambangkan harapan keluarga di Jepang agar anaknya sehat layaknya ikan koi.

Festival Boneka (hina matsuri) Biasa disebut juga festival anak perempuan. ‫ ں‬Sekitar 20 Maret ( liburan nasional )

Spring Equinox Day (shunbun no hi) Hari dimana panjang waktu siang dan malamnya sama pada musim semi. Biasanya, orang Jepang pergi berziarah ke makam pada minggu-minggu ini (ohigan).

M

U J

N 24


In Japan ‫ ں‬7 Juli

Festival Tanabata (tanabata) Tanabata merupakan festival yang dilangsungkan berdasarkan legenda Orihime dan Hikoboshi. Salah satu adat pada hari ini adalah menggantungkan kertas berisi harapan masing-masing pada dahan pohon bambu.

U J

T K

‫ ں‬Hari Senin kedua bulan Oktober ( liburan nasional )

Hari Olahraga dan Kesehatan (taiiku no hi) Tokyo Olympic Games dimulai pada hari yang sama tahun 1964.

L

O

‫ ں‬3 November ( liburan nasional )

Hari Kebudayaan (bunka no hi) Hari untuk menghargai kebudayaan dan kecintaan pada kebebasan dan perdamaian. Pada bunka no hi, pemerintah dan masing-masing sekolah memberikan penghargaan pada orangorang yang meraih suatu prestasi dalam bidang kebudayaan.

‫ ں‬Hari Senin ketiga bulan Juli ( liburan nasional )

Hari Kelautan (umi no hi) Hari libur nasional yang baru diterapkan barubaru ini untuk merayakan kelautan. Hari ini menandakan kembalinya kaisar Meiji dari perjalanannya ke Hokkaido tahun 1876 menggunakan kapal laut.

‫ ں‬15 November ‫ ں‬13-15 Agustus

Obon Obon adalah festival untuk mengingat para leluhur yang telah m e n i n g g a l . D a l a m kepercayaannya, orang Jepang mempercayai bahwa arwah leluhur-leluhur mereka kembali ke rumah masing-masing pada malam Obon ini.

G A

U

Peringatan Usia 7-5-3 tahun (shichigosan) Festival untuk anak-anak. Di Jepang, merupakan suatu kebiasaan untuk melakukan peringatan pada saat anak berumur 7, 5, dan 3 tahun.

O

‫ ں‬23 November ( liburan nasional )

N

V

Hari Terima Kasih kepada Pekerja (kinro kansha no hi) Hari libur nasional untuk menghormati para pekerja.

‫ ں‬Hari Senin ketiga bulan September ( liburan nasional )

Hari untuk menghormati Orang Tua (keiro no hi) Penghormatan terhadap orang-orang tua dan harapan akan kelangsungan usia mereka dirayakan pada hari ini. ‫ ں‬23 Desember ( liburan nasional ) Hari Ulang Tahun Kaisar (tenno no tanjobi) ‫ ں‬Sekitar 23 September ( liburan nasional ) Hari ulang tahun kaisar selalu dijadikan hari Autumn Equinox Day (shubun no hi) libur nasional. Bila kekaisarannya berganti, Sama seperti Spring Equinox Day, suatu maka hari libur nasionalnya pun berubah kebiasaan untuk berziarah ke makam disesuaikan pada tanggal kelahiran kaisar yang pada minggu-minggu ini (ohigan). menjabat saat itu.

S

P E

‫ ں‬31 Desember

D

S E

Malam Tahun Baru (omisoka) Omisoka bukan merupakan hari libur nasional. Sama seperti di tempattempat lain, malam tahun baru di Jepang juga dirayakan dengan melakukan hitungan mundur (countdown) memasuki tahun yang baru. Salah satu adat kepercayaannya saat melakukan countdown dengan memukul lonceng kuil 108 kali untuk mengusir hal-hal yang buruk.

Di Jepang, bila hari libur nasional jatuh pada hari minggu, hari seninnya diliburkan. Dan hari di antara dua hari libur nasional juga dijadikan hari libur.

25


Her : h Ole

pin

aya Dwij

nti

Sebagai foreigner yang akan tinggal di Jepang dalam jangka waktu cukup lama untuk studi, maka kecakapan dalam interaksi intercultural menjadi hal yang penting. Kesuksesan studi juga sangat dipengaruhi oleh sejauh mana kita dapat mengetahui manner dan kebiasaan orang-orang Jepang sehigga kita dapat bersikap tepat. Lalu apa saja hal-hal yang perlu kita ketahui?

Interaksi

26


In Japan Ketepatan waktu Tidak ada alasan untuk terlambat di Jepang karena transportasi umum di Jepang sangatlah on time. Untuk memastikan waktu tiba/keberangkatan dengan transportasi umum, baik itu JR densha (Japan Railway), chikatetsu (subway) ataupun bus, kita bisa mengeceknya via web terlebih dahulu. Info jam keberangkatan dan jam sampai tertera dengan lengkap disana. Di dalam kehidupan keseharian pun orang Jepang biasa mengucapkan “ma ni aimasu ka?” (間 に 合 い ま す か ? )(bisa tepat waktu kah?). Untuk menunjukkan bahwa tiap orang disini terbiasa untuk tepat waktu. Ojigi (membungkuk) Di sini umumnya orang-orang tidak bersalaman namun membungkukkan badan sebagai tanda hormat. Semakin tinggi perasaan hormatnya, maka semakin dalam membungkuknya. Pada saat perkenalan atau pada saat mengucapkan terimakasih biasanya kita melakukan ojigi. Aisatsu (salam) Orang Jepang terbiasa melakukan salam di setiap kesempatan. Kata-kata yang sering diucapkan adalah seperti “ohayou gozaimasu” (selamat pagi), “konnichiwa” (selamat siang), “konbanwa” (selamat sore), dan “oyasumi nasai” (selamat tidur). Senyum dan mengangguk saja dianggap tidak cukup. Disini orang-orang yang mengucapkan salam dengan tepat dianggap sebagai orang yang mampu bekerja dengan baik. Arigatou (terimakasih) dan Sumimasen (maaf) Orang Jepang sangat mudah mengucapkan terimakasih dan maaf. Untuk kesalahan yang dirasa lebih dalam, maka digunakan kata “gomen nasai” atau “moushi wake gozaimasen”.

Interaksi

27


In Japan Kerja keras Sejak kecil orang Jepang dilatih untuk bekerja keras dan cepat. Siapapun Anda, orang Jepang sangat menghargai orang-orang yang bekerja keras. Mereka tidak akan segan-segan membantu Anda jika Anda menunjukkan performa yang maksimal. Ucapan yang menunjukkan penghargaan tinggi terhadap kerja keras adalah seperti “ganbatte kudasai” (selamat berjuang) dan “Otsukare sama desu” (diucapkan seusai bekerja seperti kata “Good Job” dalam bahasa inggris). Mereka biasa bergerak cepat dan cekatan dalam bekerja. Jangan heran jika pelayanan-pelayanan umum di Jepang sangatlah cepat dan memuaskan. Please be Silent! Orang Jepang cukup sensitif terhadap keributan. Dalam kehidupan bertetangga pun Anda harus memastikan rumah Anda tidak menimbulkan suara berisik yang mengganggu kenyamanan tetangga Anda. Bahkan di bus dan kereta pun mereka cenderung untuk diam.

Semoga catatan kecil ini berguna, namun dimanapun berada tunjukkanlah pribadi kita sebagai orang Indonesia yang ramah, jujur dan pekerja keras. Dan siapapun pasti akan menyukainya. Have a cheerful day!

Interaksi

28


In Japan

4 Musim 4 Jiwa Herpin Dwijayanti

冏

ć˜Ľ

Untuk kita yang berasal dari negara tropis, tentu pengalaman hidup di negeri empat musim seperti Jepang merupakan nuansa baru yang memberi kesan tersendiri. Jika dibandingkan dengan negara-negara empat musim lainnya pun, iklim di Jepang tergolong unik karena perbedaan di tiap musim sangatlah jelas serta adanya keunikankeunikan musim tertentu yang hanya dapat ditemukan di Jepang. Kepulauan Jepang yang termasuk dalam beberapa zona iklim serta letaknya yang berada di antara benua Asia dan samudera Pasifik menyebabkan perubahan musim yang dramatis.

秋

�

Interaksi

29


In Japan Dan bagi masyarakat Jepang, empat musim ini memiliki jiwanya tersendiri. Pada Musim Semi (春 ), masyarakat menyambutnya dengan sukacita karena merupakan tanda berakhirnya musim dingin yang cukup mencekam. Musim semi yang berlangsung sekitar bulan Maret hingga Mei ini menjadi simbol unik citra negeri Jepang. Musim ini ditandai dengan munculnya kuncup bunga pohon plum (梅 ). Lalu sekitar akhir Maret hingga pertengahan April, bunga Sakura (桜 ) bermekaran dan menghiasi jalan-jalan, taman-taman, bahkan menyambut anakanak di area sekolah untuk menyambut tahun ajaran baru. Hanami (花 見   artinya melihat bunga) menjadi aktivitas khas di musim ini dimana orang-orang piknik menikmati pemandangan bunga sakura di taman-taman atau lokasi lainnya. Tradisi hanami ini telah popular sejak periode Heian (794~1185). Suhu o di musim ini masih cukup dingin sekitar 6-14 C.

Bagaimana dengan musim panas  atau( 夏 ) ? Meski di Indonesia sudah terbiasa dengan yang namanya udara panas, tapi musim panas di Jepang terasa lebih dahsyat panasnya. Kelembaban udaranya tinggi sekali bahkan hingga mencapai 90 persen dengan suhu udara bisa mencapai 38 derajat. Jadi keringat akan mengalir dengan sendirinya meski dalam keadaan diam di dalam rumah. Tapi bagi orang Jepang, musim ini adalah musim yang fresh karena mereka tidak perlu menggunakan pakaian tebal yang hampir digunakan di tiap musim yang dingin. Festival atau matsuri (祭 り ) terbanyak diadakan di musim ini. Yang terkenal adalah Obon matsuri di pertengahan Agustus dan hanabi taikai (festival kembang api) di berbagai lokasi. Musim panas dimulai dengan adanya masa penghujan di sekitar bulan Juni atau disebut dengan tsuyu (露).

Interaksi

30


In Japan Musim selanjutnya adalah musim gugur atau aki (秋 ) yang berlangsung sekitar bulan September hingga November. Musim ini suhu udaranya sangat nyaman, sejuk dan berangin. Tapi di sekitar bulan September banyak taifun yang bertiup di aneka wilayah di Jepang yang kita perlu waspadai. Pemandangan khas musim gugur bisa dinikmati dimana daun-daun akan memerah atau disebut koyo (red leaves) yang akhirnya menguning dan gugur. Di musim ini juga terkenal buah kaki yang hanya berbuah di musim ini.

Musim terakhir adalah musim dingin atau fuyu (冏 ) yang cukup ekstrim dinginnya bahkan di o daerah Hokkaido bisa mencapai -20 C. Para snowboarder dan pemain ski sangat menantikan musim ini. Biasanya sekitar bulan Februari ada yuki matsuri (snow festival) di Sapporo yang menarik ribuan pengunjung dari berbagai wilayah. Di musim ini juga banyak orang menggunakan masker. Tetapi bukan untuk sekedar melindungi dirinya dari udara dingin, tapi lebih untuk menghindari orang lain tertular flu yang dideritanya. Sangat empatik ya.

Interaksi

31


Kabar PPI Korda & Komsat Berbagi Kehangatan Bersama Para Pengungsi (Kumpulan Catatan Perjalanan PPI Komsat Miyagi di daerah bencana) Bencana gempa bumi dan tsunami yang melanda Jepang 11 Maret 2011 lalu meninggalkan luka mendalam bagi banyak orang. Belum lagi efek dari bencana itu yang mengakibatkan krisis nuklir yang hingga saat ini masih belum terselesaikan dan menyebabkan ratusan ribu orang harus tinggal di tenda-tenda pengungsian darurat. Untuk meringankan beban para pengungsi, terutama di daerah Miyagi yang mengalami kerusakan terparah, PPI Komisariat Miyagi berinisiatif melaksanakan beberapa program tanggap darurat bencana, antara lain: 1.

Penyaluran santunan untuk trainee Indonesia di daerah bencana Selepas gempa Tohoku 11 Maret 2011, PPI Komsat Miyagi mendapat amanah dari PPI Jepang, Keluarga Alumni Tohokudai, serta beberapa organisasi lainnya untuk menyalurkan bantuan kemanusian ke korban gempa dan tsunami. Kegiatan penyaluran bantuan ini dimulai pada 24 April 2011 dengan kunjungan ke HigashiMatsushima, Ogawara, dan Kawata-machi (Fukushima). Selain itu bekerja sama dengan perkumpulan mahasiswa Malaysia, kami juga membuka dapur umum (takidashi) di Minamisanriku untuk menyajikan nasi goreng.

2.

Takidashi di Kesennuma Pada sabtu 7 Mei 2011 kami kembali melakukan takidashi di Kesennuma dengan masakan khas Indonesia, nasi goreng. Kondisi di lapangan sendiri pada saat itu masih banyak sekali kapal besar yang terbawa ke darat, di antaranya bekas terbakar. Bekas-bekas rumah dan perabotan serta mobil korban tsunami dikumpulkan di pinggir jalan. Dari bekas air yang menempel di dinding, tsunami di daerah tersebut tampaknya sekitar 6-7 m. Beberapa daerah masih tertutup, dijaga pasukan beladiri sehingga masih belum bisa diakses.

Interaksi

32


Kabar PPI Korda & Komsat 3.

Takidashi di Ayukawa Pada 8 Mei 2011, kami melakukan takidashi di Ayukawa, Ishinomaki. Kalau lihat di peta, Ayukawa adalah semenanjung yang sedikit terpisah dari pulau Honshu dan berupa pegunungan. Kurang lebih 3 jam perjalanan dari Sendai kami tiba di lokasi. Tempat pengungsian di Ayukawa berupa gedung kantor bertingkat 4. Di sana kami disambut oleh Endosan, koordinator volunteer yang ternyata bukanlah penduduk Ayukawa, melainkan Yokohama. Pada tanggal 11 Maret dia berencana main snowboard di daerah ini, tapi karena ada bencana, akhirnya dia bantu-bantu menjadi volunteer di tempat ini sampai sekarang.

4.

Ayukawa Project Melanjutkan misi sebelumnya di Ayukawa, kali ini PPI Komsat Miyagi mengadakan “proyek� yang lebih besar dengan tidak hanya melakukan takidashi, tetapi juga sekaligus membantu pembersihan puing-puing sisa tsunami yang berserakan di daerah tersebut (Gareki Tekkyo). Proyek ini didukung oleh PPI Jepang untuk menyalurkan dana dari Dompet Dhuafa. Untuk gareki tekkyo, tugas utamanya adalah membersihkan sampah-sampah di sekitar tempat pengungsian, mulai dari sampah lumpur, potongan-potongan kayu, alat-alat rumah tangga yang terseret arus, sampai kapal yang parkir tanpa izin di samping volunteer center (walaupun akhirnya tidak ada yg bisa memindahkan juga ^^). Pada kesempatan kali ini kami juga sempat menyerahkan 2000 kantong pasir hasil sumbangan Dompet Dhuafa.

Interaksi

33


Kabar PPI Korda & Komsat

5.

Takidashi di Shichigahama Hari Sabtu, 28 Mei 2011, PPI komsat Miyagi kembali melakukan kegiatan takidashi di Shichigahama, di antara Tagajo dan kota pelabuhan Shiogama di sebelah timur Sendai. Informasi keberadaan tempat pengungsian ini diperoleh dari seorang warga Indonesia yang sudah lama bermukim di Tagajo yang sempat menjadi saksi mata kedatangan tsunami ke rumahnya. Tempat pengungsiannya sendiri berada sedikit naik ke bukit kecil di pinggir laut. Dilihat dari bangunannya, tempat ini sepertinya dulu berupa hotel yang kemudian beralih fungsi untuk menampung para pengungsi. Nasi goreng yang kami siapkan kali ini berjumlah 200 porsi. Yang menarik pada kegiatan kali ini adalah adanya pertunjukan kesenian Bali untuk menghibur para pengungsi. Berdasarkan informasi, ternyata hari itu adalah hari perpisahan bagi sebagian pengungsi yang akan pindah ke rumah semi-permanen. Satu hal yang membuat kami cukup tercengang, ternyata para penampil kesenian tersebut hampir semuanya orang Jepang!

Interaksi

34


Kabar PPI Korda & Komsat 6.

Higashi Matsushima Fukko Matsuri Pada 29 Mei 2011, kami mengikuti sebuah festival sosial yang diselenggarakan bagi korban tsunami di Kota Higashi-Matsushima yang bernama “Higashi Matsushima Fukko Matsuri” (Festival rekonstruksi Higashi-Matsushima). Kami bekerja sama dengan ICJ (Indonesian Community in Japan) dan para perawat yang tergabung dalam program EPA (Economic Partnership Agreement).

Tanggapan pengunjung pada festival kali ini sangat luar biasa. Hanya dalam 1 jam nasi goreng yang kami siapkan habis tidak tersisa. Senang juga banyak yang suka, malahan ada beberapa yang menanyakan, “Ada ayam goreng gak?” Aih… seperti Warung Simpang Lima saja jualan nasi goreng, ayam goreng, apa kapan-kapan kita buka stand pecel lele ya? Hehe… 7.

Takidashi di Ayukawa Ayukawa-Ishinomaki rupanya telah menjadi daerah yang rutin kami kunjungi untuk kegiatan bakti sosial. Pada hari Sabtu, 25 Juni 2011 tim PPI komsat Miyagi kembali berangkat ke sana ketiga kalinya untuk takidashi. Sponsor kali ini masih sama seperti sebelumnya yaitu Wahdah Islamiyah. Seperti biasa, menu nasi goreng menjadi andalan, tetapi jumlah porsinya sekarang diminta sampai 300 porsi, dua kali lipat dari biasanya!

Interaksi

35


Kabar PPI Korda & Komsat 8.

Takidashi di Iwanuma Sesaat sebelum memasuki bulan Ramadhan, PPI Komsat Miyagi kembali melakukan takidashi. Kali ini adalah di Iwanuma Volunteer Center untuk menyalurkan dana dari Wahdah Islamiyah. Iwanuma tidaklah terlalu jauh dari pusat Kota Sendai. Kami hanya perlu waktu 50 menit untuk mencapai tempat ini. Saat itu, kondisi Iwanuma memang lebih baik dibanding daerah lainnya yang terkena tsunami. Listrik, air, dan gas sudah lancar ke rumah penduduk. Untuk penduduk yang kehilangan rumahnya, pemerintah menyediakan rumah semipermanen yang bisa mereka tempati. Alhasil, mereka tidak lagi bergantung kepada volunteer center. Untuk mengatasi jumlah porsi yang banyak agar bisa terbagikan, kami kemudian mendatangi rumah penduduk satu per satu. Perjalanan ke Iwanuma ini sangat menyenangkan karena kami bisa bertemu dengan banyak relawan dari berbagai organisasi dan bisa berbagi cerita. Kesimpulan yang kami dapatkan dari cerita teman-teman di sana, dengan adanya takidashi seperti ini (terlebih yang diadakan oleh komunitas orang asing), warga Jepang tak hanya didukung dari segi materi, tetapi lebih pentingnya adalah dari segi psikis. Dan tidak disangka pula pada hari itu ada kunjungan walikota Iwanuma yang sedang meninjau volunteer center. Lumayan ketemu pejabat, hehehe‌ Tapi omongan pejabat ternyata di manapun sama saja, membanggakan apa yang mereka lakukan untuk rakyat. Bedanya, kalau dibandingkan dengan di Indonesia, pejabat di sini memberikan bukti kerja keras yang nyata hasilnya, bukan omong kosong.

Interaksi

36


Kabar PPI Korda & Komsat Kisah Ramadhan dan Idul Fitri @ Tokyo (M.Fadlil) Ramadhan di Tokyo walaupun tidak semeriah di Indonesia, tetapi seluruh muslim di Tokyo bergembira dengan datangnya bulan penuh ampunan ini. Sejak awal Ramadhan, beberapa kegiatan dilangsungkan untuk mengisi waktu di bulan yang suci ini. Seperti, kegiatan buka puasa bersama, mabit (malam bina iman dan taqwa), Happyoukai anak-anak program tahfizh KMII Jepang, serta tarawih berjamaah tiap malam.

Ramadhan 1432 H @ Kyoto (M. Tri Andika) Meskipun jauh dari kampung Indonesia, aktifitas Ramadhan warga Indonesia di Kyoto tahun ini tidak kalah semaraknya. Kesibukan belajar atau bekerja, bukanlah menjadi penghalang bagi warga Indonesia di Kyoto untuk menghidupkan Ramadhan 1432 H. Energi Ramadhan telah merasuk tajam ke dalam sanubari Muslim Kyoto untuk bisa menggapai gelar takwa sekuatkuatnya. Setiap harinya di bulan Ramadhan, selain menjalankan ibadah puasa, warga Indonesia Kyoto punya sederet aktivitas ibadah bersama. Dimulai dari tilawah online setelah waktu subuh, tausyiah Facebook Ramadhan menjelang dhuha,

Interaksi

Suasana Idul Fitri di Tokyo pun, tidak kalah ramai dengan di Indonesia. Shalat Ied diadakan di SRIT tanggal 30 Agustus dan seperti tahun-tahun sebelumnya, diadakan dua sesi shalat. KBRI Tokyo pun kali ini kembali mengadakan open house pada 31 Agustus. Suasana saling bermaafan dan silaturahim dapat dirasakan saat berkumpul dengan temanteman, baik itu pelajar, kenshuusei (pekerja magang), perawat, maupun pekerja dari sekitar Tokyo. Duta Besar Bapak Lutfi juga hadir saat open house di KBRI Tokyo.

hingga di malam harinya selepas waktu isya dan tarawih dilanjutkan dengan taklim online Ramadhan. Tidak hanya itu, setiap pekannya selalu diiringi dengan silaturahim yang dirangkai dalam acara buka bersama. Alhamdulillah, semuanya berjalan dengan baik dan lancar. Rangkaian semarak Ramadhan pun disempurnakan dengan Silaturahim Akbar, alias Halal bi Halal. Bedanya, Halal bi Halal kali ini di Kyoto dilaksanakan selepas Sholat Ied. Warga berkumpul di sebuah aula yang sudah dilengkapi dengan sajian khas lebaran. Tak ayal, lebaran warga Indonesia Kyoto kali ini pun lebih terasa nuansanya.

37


K i s a h

R a m a d h a n

d a n

I d u l

F i t r i

Kabar PPI Korda & Komsat Buka Bersama @ Fukui-Hokuriku 1432 H (Adrian Rabuna) 6 Agustus 2011 yang lalu atau bertepatan dengan tanggal 6 Ramadhan 1432 H, Forum Silaturahmi Masyarakat Fukui mengadakan acara Buka Puasa Bersama. Acara tahunan ini tidak hanya melibatkan WNI yang tinggal di Fukui saja, tetapi juga WNI yang berada di Ishikawa. Pada tahun ini, yang menjadi tema acara adalah “Indahnya Kebersamaan di Bulan Suci�. Acara ini turut dihadiri oleh perwakilan dari KJRI Osaka, yaitu Ibu Wulandari dan Ibu Lalita. Pada kesempatan ini dihadirkan juga pembicara Dr. Abas Mansur Tamam MA, Dosen Program Studi Kajian Timur Tengah dan Islam, UI. 50 orang lebih peserta acara tampak antusias mendengarkan tausyiah

yang bertemakan tentang “Puasa di Negeri Seberang�. Beliau menjelaskan tentang tantangan yang berat bagi seorang muslim ketika berpuasa di negeri yang mayoritas non-muslim. Namun dengan banyaknya tantangan itu insyaAllah akan diberi ganjaran pahala yang lebih oleh Allah SWT. Acara buka puasa bersama kali ini juga dihadiri WNI yang beragama nonmuslim. Diharapkan kebahagiaan pada bulan Ramadhan tidak hanya dirasakan oleh muslim saja, tapi dapat juga dibagi dengan yang non muslim. Dan seperti biasa, acara ditutup dengan foto bersama seluruh peserta. Diharapkan acara buka puasa bersama ini dapat terus berjalan rutin setiap tahun guna mempererat persaudaraan WNI di daerah Hokuriku.

Ramadhan dan Idul Fitri di Ujung Pulau Honshu @ Ube, Yamaguchi (Hanifa Faozia) Siapa sangka saya bisa merayakan Idul Fitri di kota kecil bernama Ube, di negara yang kebanyakan penduduknya tidak mengerti Islam, dengan orang-orang dari negara lain pula. Awalnya saya merasa kesepian karena harus berpuasa sendirian. Tetapi kemudian datang ajakan dari kenalan saya orang Malaysia untuk mengikuti pengajian dan shalat tarawih di Int'l House Yamaguchi Daigaku. Awalnya sulit menyesuaikan diri di antara orang asing, terutama karena saya kurang mengerti Bahasa Malaysia. Tetapi mereka semua baik dan perhatian terhadap saya. Meskipun saya bukan orang Malaysia, tidak ada diskriminasi sama sekali. Waktu kultum pun, penceramahnya sempat bertanya apakah saya merasa kesulitan untuk memahami isi ceramahnya. Seperti di tempat-tempat lainnya, setelah satu bulan berpuasa kami merayakan Idul Fitri. Berbeda dengan Indonesia, shalat Id di Ube tidak bisa dilaksanakan terlalu pagi karena kesibukan para mahasiswa. Shalat Id dan khotbah dilaksanakan pada pukul 10. Khotbah-nya tentu dalam Bahasa Malaysia. Siangnya, kami berkumpul untuk makanmakan dan silaturahim. Alhamdulillah, meski sampai ke ujung pulau Honshu, Allah masih memberikan nikmat-Nya.

Interaksi

38


Kabar PPI Korda & Komsat

d a n

Suasana di masjid Nagoya pada saat Ramadhan benar2 menakjubkan, dimana kita bisa bertemu dengan saudarasaudara muslim dari negara lain dan melakukan buka bersama. Benar-benar suasana yang penuh kekeluargaan, kebersamaan, dan kegotong-royongan antarsesama pendatang. Untuk acaraacara keagamaan, KMI-Nagoya juga

Tidak terasa Idul Fitri pun tiba. Sholat ied tahun ini dilakukan di Nagoya Port Messe pukul 09.30 pagi. Seperti biasa, khotbah dilakukan dalam 3 bahasa; arab, jepang, dan inggris. Saat mengarahkan jamaah, bahasa Indonesia juga sempat digunakan lho. Suasana sholat ied tidak terlalu berbeda dengan di tanah air, berpuluh-puluh atau bahkan beratusratus muslim melakukan sholat tersebut.

R a m a d h a n

Sudah dua kali Ramadhan dan lebaran aku lewatkan di Negeri Samurai. Tentu saja suasana Ramadhan di Jepang jauh berbeda dengan suasana yang kita rasakan di tanah air. Boro-boro ada yang membangunkan sahur, yang ada malah tidak sahur karena telat bangun.

menyelenggarakan acara pengajian bersama dan beberapa kali buka bersama ketika weekend tiba. Dirgahayu kemerdekaan Indonesia juga dilewatkan dengan buka bersama. Cukup mengobati kerinduan terhadap sajian buka puasa di tanah air seperti gorengan, es buah, bahkan es dawet.

K i s a h

Kisah Ramadhan @ Nagoya (Paramita Jaya Ratri)

I d u l F i t r i

Interaksi

39


Kabar PPI Korda & Komsat GALERI FOTO Ramadhan dan Idul Fitri

Suasana Open House di KBRI Tokyo Idul Fitri 1432 H, Tokyo

Peringatan HUT RI ke-66 dan Buka Puasa Bersama Ramadhan, Nagoya

Interaksi

40


Kabar PPI Korda & Komsat GALERI FOTO Ramadhan dan Idul Fitri

Acara Idul Fitri Nagoya Acara Buka Bersama Fukui

Lebaran di Ujung Pulau Honshu Ube

Foto Bersama Lebaran PPI Kyoto Kyoto

Interaksi

41


Kabar PPI Korda & Komsat SEKILAS ACARA Hokuriku Scientific Forum (HSF) 2011 Kanazawa, 11 September 2011 Hokuriku Scientific Forum (HSF) adalah salah satu kegiatan berbentuk forum ilmiah bagi warga negara Indonesia baik mahasiswa, kenshusei/trainee maupun warga yang telah menetap di Jepang, dengan tujuan berbagi ilmu sekaligus juga mempererat hubungan silaturahim antarmasyarakat Indonesia yang ada di wilayah Hokuriku (Fukui, Ishikawa, Toyama). Acara ini biasanya mengundang pemateri warga negara Jepang untuk sharing ilmu yang bermanfaat bagi masyarakat Indonesia. Kegiatan HSF pada mulanya dilakukan secara berkala yaitu saat liburan pergantian musim dan bergilir di setiap prefektur. Faktor kesibukan serta sulitnya mencari waktu yang tepat agar semua warga negara Indonesia di wilayah Hokuriku bisa hadir merupakan sebuah kendala untuk mengadakan kegiatan ini, sehingga jadwal acara bergeser yaitu pada kelulusan di bulan Maret, obon (liburan musim panas) dan kelulusan pada bulan September. Pada tahun 2011 ini HSF diselenggarakan di Desa Ookuwa, Kanazawa pada hari Minggu, 11 September 2011. Acara ini dihadiri dan dibuka secara resmi oleh pak Dwatmaji Hanomanresi bagian Fungsi penerangan, sosial dan Budaya KBRI Tokyo beserta rombongan. Acara HSF tahun ini kembali mendapat dukungan dana dari KBRI Tokyo seperti tahun-tahun sebelumnya. Acara yang dipandu oleh Pritta Etriana Putri (mahasiswi Kanazawa University) ini berlangsung dari jam 10 pagi dan berakhir hingga jam 5 sore. Acara seminar diisi oleh lima orang pemateri, yaitu: 1. Dr. Acep Purqon : Membangun kerjasama jepang-indonesia 2. Dr. Munadi : An Adaptive Dominant Type Hybrid Adaptive and Learning Controller for Trajectory Tracking Robot Manipulators 3. Afwa Firdausi : Infeksi oleh Bakteri 4. Prof. K. Kagawa : Physics education in developing countries 5. Dr. Christopher Yanto Barsulo : Serangga dan kesehatan lingkungan.

Interaksi

42


"Barang siapa membangun sebuah masjid, Allah akan membangun baginya sebuah rumah di surga" (H.R. Muslim)

Mencermati semakin besarnya jumlah masyarakat muslim Indonesia di Tokyo Jepang, kami, Keluarga Masyarakat Islam Indonesia di Jepang (KMII-Jepang), merasa perlu untuk membangun sebuah masjid yang bisa dijadikan pusat pendidikan Islam dengan nuansa Indonesia. Masjid ini sangat penting karena selain sebagai tempat ibadah rutin seperti sholat Jumat, juga dapat digunakan sebagai tempat membina Iman dan akhlak masyarakat Indonesia di tengah derasnya tantangan kehidupan di Tokyo.

Dengan segala kerendahan hati, kami panitia pembangunan masjid Meguro Tokyo mengharapkan dukungan Bapak, Ibu, Muslimin, dan Muslimah, baik dalam bentuk moril maupun materiil demi mempercepat proses pembangunan masjid ini. Semoga segala bentuk bantuan dan perhatian Bpk-Ibu dibalas dengan ganjaran pahala yang berlipat ganda oleh Allah SWT.

Pengiriman Donasi Japan Post Bank (ゆうちょ銀行) No. rekening : 10110-5357721

SMBC Cabang Meguro (三井住友銀行 目黒支店) Nomor Cabang (お店番号) : 694

Atas nama:目黒モスク協会 (Meguro Mosque Kyoukai) Katakana :メグロモスクキョウカイ

No Rekening (口座番号): 7113642 Atas nama :目黒モスク協会(Meguro Mosque Kyoukai) Katakana : メグロモスクキョウカイ

Kontak Panitia Pembangunan Masjid Meguro 〒153-0063, 4-6-6 Meguro, Meguro-Ku, Tokyo Fax : 81-3-3719-1786 Email :panitia@masjid-meguro-tokyo.org http://masjid-meguro-tokyo.org/

Interaksi

43


Serba-Serbi Dinamika Hisab dan Rukyat Oleh Agus Purwanto, diedit oleh Adam Badra Cahaya dengan rujukan dari tulisan-tulisan Thomas Djamaluddin

amadhan, bulan istimewa bagi umat Islam. Di bulan ini, umat Islam diwajibkan beribadah puasa selama sebulan penuh dengan misi peningkatan derajat iman. Pada hari kemenangan idul fitri 1 Syawal, seluruh umat Islam merayakan hari kemenangan. Menang dari berbagai godaan setan, setelah melalui penggemblengan spiritual. Dalam penentuan awal bulan ramadhan dan syawal masih sering terjadi selisih pendapat. Kasus teraktual adalah perbedaan 1 Syawal 1432 H, ada yang menetapkan bahwa 1 syawal bertepatan dengan tanggal 30 Agustus 2011, ada pula yang 31 Agustus 2011. Perbedaan tersebut muncul akibat adanya perbedaan para ulama dalam menggunakan sarana penentuan awal bulan Ramadhan dan Syawal. Sebagian ulama memilih rukyat, sebagian lainnya memilih hisab, dan ada pula yang menggabungkan antara rukyat dan hisab.

Rukyat Rukyat bersandar pada cara penentuan awal dan akhir bulan Ramadhan versi Rasulullah saw. Mereka bersandar pada dalil-dalil naqli berikut. 1. p e r i n t a h b e r p u a s a k a r e n a t e l a h menyaksikan bulan (QS 2:185). Ayat ini dipahami bahwa setiap muslim yang menyaksikan hilal pada bulan Ramadhan, maka muslim wajib berpuasa. 2. h a d i t s r i w a y a t B u k h a r i y a n g b e r i s i perintah Rasulullah saw agar berpuasa karena melihat (rukyat) hilal (bulan sabit) dan menyempurnakan sampai 30 hari jika

Interaksi

terhalang kabut. Jika tidak dapat rukyah karena langit terhalang mendung, cukup menyempurnakan bilangan Sya'ban menjadi tiga puluh hari. 3. hadits Bukhari, "Sesungguhnya kami adalah umat yang ummi yang tidak dapat menulis dan menghitung. Bulan itu seperti ini dan seperti ini, maksudnya, satu bulan terkadang jumlahnya dua puluh sembilan hari dan kadang tiga puluh hari". Hadits ini menerangkan bahwa umat Islam adalah umat yang tidak dapat membaca dan menghitung. Untuk itu sebagai sarana termudah terutama untuk mengetahui awal bulan adalah dengan cara rukyat. 4. hadits larangan berpuasa sampai melihat hilal, "Janganlah kalian semua berpuasa sehingga kalian melihat hilal, dan janganlah kalian berbuka sehingga kalian melihat hilal. Jika hilal tertutup awan, maka hitunglah bulan itu". (HR. Bukhari). Hadits ini menyatakan bahwa puasa dilarang sebelum hilal dapat dilihat. Selain bersandar pada dalil naqli, kelompok rukyat juga bersandar pada dalil aqli. Puasa adalah ibadah, sebagaimana shalat dan haji. Sementara waktu ibadah sudah ada keterangannya yang jelas dari syariat. Dengan demikian, menggunakan ilmu hisab dalam hal yang berkaitan dengan ibadah tidak dibenarkan. Hal ini sesuai dengan kaidah ushul “al-ashlu fi al-'ibaadati al-ta'abudi wa al-ittiba'. Prinsip dalam beribadah adalah ta'abud dan ittiba'. Ajaran Islam adalah mudah (yusrun), dan diturunkan kepada umat Islam untuk kemudahan. Sementara falak adalah rumit dan

44


memberatkan umat. Berbeda dengan rukyat yang lebih mudah dan efisien dan dapat dilakukan oleh sebagian besar umat Islam. Dengan demikian, penggunaan rukyat lebih utama dibandingkan dengan hisab.

Ilmu Hisab Hisab berasal dari bahasa Arab, berarti hitungan, bilangan,atau pemeriksaan. Kata hisab banyak muncul dalam terminologi perhitungan pada Hari Kemudian. Dalam fikih ilmu hisab banyak merujuk pada perhitungan tempat dan waktu ibadah seperti arah kiblat, waktu shalat, bulan Qomariah. Sejak Rasulullah saw sampai beberapa tahun setelah Rasulullah saw wafat, umat Islam masih menggunakan satu metoda dalam penentuan awal dan akhir Ramadhan, rukyat. Seiring dengan meluasnya Islam ke negeri sekitar, mulailah terjadi interaksi antara pemikiran Islam dan pemikiran yang telah berkembang sebelumnya salah satunya adalah astronomi. Pada abad pertama hijriyah, hisab telah muncul di kalangan umat Islam. Tercatat sebagai ulama pertama yang membolehkan penggunaan hisab adalah ulama tabiin Mutsarrif ibn Adillah ibn asySyikhkhir (95 H/714 M). Secara umum kelompok hisab juga bersandar pada dalildalil naqli yang sama dengan kelompok rukyat tetapi dengan pemahaman yang berbeda. 1. QS 2:189 tentang Bulan sabit. Ayat ini menunjukkan bahwa peredaran Bulan merupakan petunjuk bagi waktu ibadah haji dan juga ibadah lainnya. 2. QS 10:5 peredaran Bulan dan Matahari dapat dijadikan pedoman bagi penentuan bilangan tahun atau waktu. 3. firman Allah dalam QS 2:185 dipahami secara lebih luas. Kata syahida (menyaksikan) dipahami secara lebih umum. Syahida dapat berarti melihat

Interaksi

sesuatu, memberi informasi, hadir atau menghadiri, atau juga mengetahui. Dalam ayat ini syahida boleh dipahami dengan empat makna tersebut secara keseluruhan, atau juga bisa salah satunya. 4. hadits riwayat imam Bukhari tentang perintah Rasulullah saw agar berpuasa dan berbuka karena rukyat hilal di depan juga dimaknai lebih luas. Seperti halnya syahida di QS 2: 185, rukyat mempunyai beberapa arti. Ra-a dan rukyat berarti: melihat dengan mata (QS 27:10), mengingatkan sesuatu (QS 18:63), bermimpi (QS 37: 102), mengetahui sesuatu (QS 105:1), perkiraan dengan akal pikiran (QS 37: 102), perhitungan (QS 34:6). Kata rukyat mempunyai beberapa arti tergantung dari konteks ayat. Dengan demikian, kata rukyat tidak dapat dipahami pada satu makna saja. Dengan demikian, rukyat bisa berarti melihat dengan mata, atau juga melihat dengan menggunakan akal pikiran. 5. Dalam hadits larangan berpuasa sebelum melihat hilal dikatakan bahwa jika pada akhir Sya'ban langit terhalang sesuatu, maka Rasulullah saw memerintahkan kita untuk menghitung bilangan pada bulan tersebut. Frasa faqduruulahu oleh imam Ibnu Hajar dan imam Ahmad diartikan sebagai hitungan. Sedangkan menurut Ibnu Qudamah, faqduruulah mengandung makna menyempurnakan hitungan 30 hari, melakukan perhitungan, atau mengambil yang singkat. 6. hadits riwayat imam Bukhari tentang status ummi umat Islam memperlihatkan bahwa saat itu nabi Muhammad saw diutus di tengah orang yang tidak dapat membaca dan menghitung. Karena itu, perhitungan bulan yang sederhana belum dikuasai oleh umat Islam saat itu sehingga melihat hilal secara langsung memang cocok untuk masa itu. Hanya

45


saja, hadits tersebut mengandung illah (syarat), yaitu tentang umat yang tidak dapat membaca dan menghitung. Dalam kaidah ushul dikatakan “al-hukmu yaduuru ma'a 'illatihi, wujuudan wa 'adaman�, ketentuan hukum akan sangat bergantung kepada illah. Jika illah tersebut telah hilang, maka hukum pun akan berubah. Demikian halnya dengan hadits di atas, jika umat Muhammad saw telah dapat membaca dan menghitung, maka rukyat harus ditinggalkan. Dengan kata lain, bahwa tidak menghisab dikarenakan memang tidak bisa, seandainya bisa maka metode hisab bil ilmi itu yang akan digunakan oleh Nabi saw untuk menetapkan kapan hadirnya hilal, atau wujudul hilal. Dalil aqli bagi kelompok hisab adalah sebagai berikut. Puasa adalah ibadah sebagaimana shalat dan haji. Waktu ibadah tersebut memang sudah ditentukan oleh syariat. Hanya saja, sarana mengetahui waktu dapat berubah sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan demikian, penggunaan ilmu hisab untuk mengetahui waktu ibadah dibolehkan. Kenyataannya, seluruh ulama sepakat menggunakan ilmu hisab dalam menentukan waktu shalat. Puasa adalah ibadah seperti halnya shalat. Dengan demikian, menentukan awal bulan puasa juga dapat menggunakan ilmu hisab sebagaimana shalat.

Rukyat versus Hisab Perbedaan antara pemegang prinsip rukyat dan hisab telah menjadi fakta sejarah yang sangat panjang. Di kalangan pemikir muslim muncul tekad untuk membuat dan merealisisasi kalender hijriyah. Umat Islam tidak pernah mempunyai sistem kalender kecuali beberapa tahun di jaman khalifah Umar ibnu Khattab yakni kalender

Interaksi

qamariyah dengan hisab urfi (jumlah hari bergantian 29, 30) yang kemudian diketahui menyimpang. Sampai saat ini yang ada hanya pseudocalendar mengingat kapan awal dan akhir Ramadhan belum diketahui dan belum ditetapkan karena masih menunggu rukyat dan sidang itsbat. Kalender lebih mudah direalisisasi jika kita menerima hisab sebagai penentu awal sekaligus akhir bulan qamariyah. Pandangan ini menjadi pandangan resmi Temu Pakar II untuk Pengkajian Perumusan Kalender Islam di Rabat Maroko 15-16 Oktober 2008. Masalah yang tersisa di kalangan pengikut hisab adalah adanya perbedaan kriteria visibilitas hilal saat maghrib. Di tingkat internasional belum ada keseragaman angka visibilitas. Di Indonesia sendiri terdapat dua kriteria yaitu imkanur rukyat 2 derajat versi pemerintah bersama beberapa negara ASEAN dan wujudul hilal yang direpresentasi oleh Muhammadiyah. Berikut adalah beberapa pengertian dasar dalam hisab. Konjungsi atau ijtimak adalah posisi Bumi-Bulan-Matahari pada satu garis bujur astronomis. Pada posisi ini semua bagian Bulan yang mendapat sinar Matahari membelakangi Bumi. Mengingat bidang edar Bulan mengelilingi Bumi membentuk sudut 5,2 derajat terhadap bidang ekliptika yaitu bidang edar Bumi mengitari Matahari maka pada saat konjungsi tidak identik dengan gerhana Matahari. Perioda konjungsi adalah sekitar 29,53 hari. Karena itu, jumlah hari dalam satu bulan qamariyah adalah 29 atau 30 hari, tetapi tidak selalu selang seling seperti dalam hisab urfi. Saat piringan atas Matahari sejajar horizon atau ufuk barat adalah saat maghrib, saat Matahari terbenam. Prinsip penentuan awal bulan adalah sebagai berikut. 1. hisab atau perhitungan dilakukan pada hari ke-29 setiap bulan. 2. p a d a h a r i k e - 2 9 d i t e n t u k a n w a k t u

46


konjungsi. Jika konjungsi terjadi setelah maghrib maka keesokan hari masih tanggal 30 bulan tersebut. Artinya, bulan baru adalah lusa yakni digenapkan (istikmal) dan tidak ada perbedaan antara kriteria imkanur rukyat dan wujudul hilal. 3. jika konjungsi terjadi sebelum maghrib maka harus dilihat satu dari tiga kemungkinan posisi Bulan dengan hilalnya. Kita ambil kasus di negera kita sendiri. Jika tinggi hilal negatif, maka semua kelompok hisab sepakat bahwa bulan digenapkan 30 hari atau tanggal

baru adalah lusa. Jika ketinggian hilal positif, kelompok hisab dengan kriteria wujudul hilal menetapkan keesokan hari adalah bulan baru. Tetapi kelompok hisab dengan kriteria imkanur rukyat (mungkinnya dilakukan rukyat) hanya akan menetapkan esok harinya sebagai bulan baru jika hilal memenuhi kriteria imkanur rukyat, yang meliputi tinggi hilal, jarak sudut antara bulan dan matahari, dan umur bulan. Apabila tidak memenuhi persyaratan tersebut, maka bulan baru ditetapkan jatuh pada lusa harinya.

Alhamdulillah, satu langkah menuju persatuan umat Islam dalam penetapan kalender hijriyah dapat dicapai dalam “Lokakarya Mencari Kriteria Format Awal Bulan di Indonesia� yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama RI di Hotel USSU, Cisarua, Bogor, 19 – 21 September 2011. Lokakarya dihadiri sekitar 40 orang ahli hisab-rukyat dari ormas-ormas Islam, perorangan, dan dari instansi terkait berhasil menyepakati penggunaan kriteria imkanur rukyat. Direncanakan sesudah lokakarya yang bersifat teknis ini akan dilanjutkan dengan musyawarah bersama para ulama, lalu disusul dengan musyawarah nasional ormas-ormas Islam. Berikut adalah hasil keputusan lokakarya tersebut.

Interaksi

47


Kritik dan Saran Kritik dan Saran Saran, Kritik, dan Isi Berita Kami sebagai Tim Redaksi Buletin PPI-Jepang sangat mengharapkan saran ataupun kritik dari para pembaca untuk memperbaiki kualitas buletin ini. Silahkan kirimkan langsung melalui email ke buletin@ppijepang.org. Selain itu, kami juga menerima berbagai berita tentang kegiatan anggota PPI-Jepang di mana pun berada. Kami berharap dengan saling menginformasikan kegiatan masingmasing, bisa menjadi bahan masukan untuk rekan-rekan yang lainnya. Selain itu, media ini juga bermanfaat untuk mempererat tali silaturahmi di antara anggota PPI-Jepang dari ujung utara, Hokkaido, sampai ujung selatan, Okinawa. Demi PPI-Jepang yang lebih baik!

Interaksi

48


Presented by:

Buletin Interaksi PPI Jepang - Oktober 2011  

Buletin Interaksi PPI Jepang Edisi ke-15 Bulan Oktober 2011

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you