Page 1

Kepuasan

Cukup itu Puas


Kepuasan Seorang penyair pernah menuliskan: Dari sananya, manusia itu degil Saat panas, ia ingin dingin. Saat dingin, ia ingin panas. Selalu mau apa yang sebaliknya. Sungguh suatu pengamatan yang cermat tentang sifat manusia! Mengapa kita tak pernah puas dengan apa yang kita miliki? Banyak orang meyakini kalau saja mereka punya lebih banyak uang untuk membeli lebih banyak barang, mereka akan puas. Namun kita segera menyadari, sebanyak apa pun yang kita kumpulkan, kita tak pernah merasa cukup. Semakin banyak yang kita miliki, semakin banyak yang kita inginkan. Akibatnya, setiap kali kita berhasil meraih apa yang kita inginkan, kita justru merasa semakin frustrasi, tidak puas, kecewa, dan tidak bahagia. Kita bertanya, “Bagaimana saya dapat menemukan kepuasan sejati? Apa yang bisa memuaskan hidup saya? Apakah kepuasan mungkin diraih?� Kami percaya kepuasan sejati mungkin untuk diraih. Renungan-renungan terpilih dari Santapan Rohani ini bertujuan untuk menolong Anda menemukan kunci untuk mengalami kepuasan dalam hidup. Jika Anda menikmati bacaan ini dan ingin menerima buku renungan Santapan Rohani secara rutin, silakan mengisi formulir permohonan yang tersedia dan mengirimkannya kembali kepada kami. Anda dapat menerima materi-materi yang kami terbitkan tanpa dikenai biaya apa pun. Pelayanan kami didukung oleh persembahan kasih para pembaca dan sahabat kami.

Š 2012 RBC Ministries. Hak cipta dilindungi Undang-Undang. Kutipan ayat-ayat Alkitab dikutip dari ALKITAB terjemahan Lembaga Alkitab Indonesia Š LAI 2003.


S

ebuah papan di tepi jalan bertuliskan demikian: “Aku sudah muak dengan persaingan. Saingannya semakin lama semakin banyak dan erSaingan gila.” Tidak diragukan lagi, banyak orang memang merasa demikian. iDup Meski ada kemajuan pesat dalam bidang teknologi, tingkat frustrasi Baca: manusia tampaknya selalu tinggi Pengkhotbah 4:1-8 atau bahkan semakin tinggi saja. Masalah utamanya ada pada sifat manusia yang tidak pernah berubah. Untuk siapa aku Hampir 3000 tahun yang lalu, berlelah-lelah . . . ? —Inipun kesia-siaan dan Salomo membuat tiga pengamatan hal yang menyusahkan. tajam tentang persaingan hidup pada —Pengkhotbah 4:8 zamannya. Pertama, ia mengamati bahwa “manusia bekerja begitu keras, hanya karena iri hati melihat hasil usaha tetangganya,” dan hal ini berakhir dalam kesia-siaan (Pkh. 4:4 bis). Kedua, mereka yang tersisihkan dari persaingan akan menjadi malas dan tidak produktif. Kemalasan semacam ini adalah tindakan yang bodoh dan merusak diri sendiri (ay.5). Ketiga, Salomo berkata, ada orang yang begitu terobsesi untuk mencari uang sehingga mereka tidak menjalin hubungan yang sehat dengan orang lain. Hal ini membuat mereka menjalani kehidupan tanpa arti dan tujuan, serta tidak pernah merasa puas dengan semua yang telah mereka hasilkan (ay.8). Ingatlah, “Segenggam ketenangan lebih baik daripada dua genggam jerih payah dan usaha menjaring angin” (ay.6). Untuk menghindari ketamakan yang berlebihan atau pelarian yang merusak diri sendiri, tempatkanlah Allah sebagai pusat hidup Anda dan bersyukurlah atas apa yang telah diberikanNya kepada Anda. Demikianlah caranya supaya Anda menang dalam persaingan hidup ini. —HVL Hari 1

p H

Tuhan, tolong aku agar tak mengarahkan hatiku Pada hal-hal sementara yang akan berlalu; Ajarku merasa puas dengan yang kumiliki, Dan selalu bersyukur kepada-Mu setiap hari. —Sper Orang kaya adalah orang yang merasa puas dengan apa yang telah dimilikinya.


P

ada abad kelima, seorang pria bernama Arsenius bertekad untuk menjalani hidup yang kudus. Jadi ia kenyamanan di antara ang ak ita meninggalkan masyarakat Mesir untuk menjalani gaya hidup yang papa di tengah utuHkan padang gurun. Meski demikian, kapan pun ia berkesempatan mengunjungi Baca: kota besar Alexandria, ia mengguna1 Timotius 6:6-11 kan waktunya untuk menyusuri pasar-pasar di kota itu. Ketika ditanya mengapa ia melakukannya, Asal ada makanan dan ia menjelaskan bahwa hatinya bersukacita memandangi semua hal pakaian, cukuplah. yang tidak lagi dibutuhkannya. —1 Timotius 6:8 Kita yang tinggal di tengah dunia yang dibanjiri dengan beragam barang dan perangkat perlu merenungkan teladan dari si pengembara gurun tersebut. Pada tahun 1976, suatu supermarket biasanya menjual sebanyak 9.000 jenis barang; di masa sekarang, jumlah itu meningkat hingga 50.000 jenis barang. Berapa banyak dari barang-barang itu yang benar-benar kita butuhkan? Dan berapa banyak yang tidak berguna? Sulit bagi kita untuk berkata jujur seperti Rasul Paulus yang berkata, “Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah” (1 Tim. 6:8). Dalam pergumulan kita yang terus-menerus melawan jebakan materialisme di tengah dunia ini, marilah kita mengikuti teladan Arsenius. Ketika kita berjalan menyusuri pasar dan pusat perbelanjaan, kita juga bisa bersukacita memandangi semua barang yang tidak kita butuhkan. Namun itu hanyalah langkah pertama. Langkah selanjutnya adalah bersikap lebih bijaksana dalam mengatur pengeluaran kita, lebih bermurah hati dalam memberi, dan lebih rela mengorbankan harta benda yang telah diberikan Allah kepada kita. —VCG Hari 2

Y B

t k

Tatkala kita mengumpulkan semakin banyak barang, Terkadang kita mengeluh karena merasa kurang; Namun mari bersyukur atas yang Allah berikan— Dengan makanan dan pakaian yang membuat kita puas. —Fitzhugh Kepuasan dialami bukan karena limpahnya kekayaan, tetapi dari sedikitnya keinginan kita.


Apakah Anda menerima manfaat dari bacaan ini? Berikan tanggapan dan usul Anda di sini. KOMENTAR

BACA ARTIKEL LAIN

Jika Anda ingin menerima Seri Pengharapan Hidup terbaru secara rutin atau ingin membagikan materi ini kepada orang lain, silakan: Daftar di sini


R

aja Salomo telah dengan tekun memperhatikan dan bekerja keras untuk memperoleh tujuan yang layak untuk dikejar. ruStraSi tau duniawi Lalu ia menyadari, bahwa setelah eraSa ukup kematiannya, seluruh kekayaannya akan jatuh kepada orang-orang yang tidak pernah bekerja untuk Baca: Pengkhotbah 2:17-26 mendapatkannya, bahkan mereka mungkin akan menyalahgunakanAku membenci segala nya. Hal ini membuatnya menyesal usaha yang kulakukan karena hari-hari kerjanya diwarnai dengan jerih payah kesusahan dan kesedihan, bahkan di bawah matahari, pada malam hari pun pikirannya tidak sebab aku harus tenteram (Pkh. 2:23). Bukan hanya meninggalkannya Salomo yang merasakan hal ini. kepada orang yang datang sesudah aku. Seorang pengacara sukses —Pengkhotbah 2:18 mengatakan kepada saya bahwa ia sering bertanya-tanya mengapa ia bekerja begitu keras. Ia berkata bahwa anak-anaknya telah menyalahgunakan uangnya dan mengacaukan hidup mereka sendiri. Ia tahu bahwa mereka mungkin akan menyia-nyiakan semua yang kelak ia tinggalkan bagi mereka. Seorang pria lain, yang telah bekerja keras dan mengelola uangnya dengan baik, berkata dengan sedih, “Saya sudah sangat bekerja keras, dan anak-anak saya tak sabar menunggu saya mati!” Namun, Salomo tidak tenggelam dalam rasa frustrasinya. Ia menemukan arti dan kepuasan hidup melalui iman kepada Allah. Ia berkata bahwa kepuasan batin merupakan karunia Allah bagi anak-anak-Nya, yang memungkinkan mereka menikmati hasil jerih payah mereka (ay.24). Allah menggantikan rasa frustrasi dengan kepuasan! Semakin banyak kita memberi tempat bagi Allah dalam hidup kita, semakin banyak “hikmat, pengetahuan, dan kesukaan” yang kita miliki (ay.26). Paulus menyimpulkannya sebagai berikut: “Ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar” (1 Tim. 6:6). —HVL Hari 3

F m

c

a

?

Dunia penuh dengan beragam kebaikan Yang memberi kita sukacita dan kesukaan, Namun kepuasan sejati hanya didapatkan Ketika Kristus kita kasihi dan tinggikan. —Sper Orang yang merasa puas takkan pernah miskin; orang yang tak merasa puas takkan pernah kaya.


S

epertinya tiap pergantian generasi selalu membawa peningkatan dalam ukuran kepuasan diri. Dan rasanya, setiap perkembangan eDikit teknologi membuat kita memerlukan tau anYak lebih dan lebih lagi benda untuk memuaskan diri kita. Pada generasi orangtua saya, suatu keluarga biasa Baca: hanya memiliki satu mobil. Namun Filipi 4:4-13 generasi saya bertumbuh dengan mengharapkan setiap anggota keluarga memiliki mobil sendiri. Aku telah belajar Ketika saya tumbuh dewasa, kami mencukupkan diri tidak punya komputer. Namun saya dalam segala keadaan. mendengar anak muda sekarang —Filipi 4:11 mengeluh karena komputer yang dipunya sudah ketinggalan zaman. Namun, ukuran untuk kepuasan sejati tak pernah ketinggalan zaman. Abad ke-21 memberikan begitu banyak hal yang menakjubkan bagi dunia kita, tetapi tidak memberikan definisi yang lebih baik tentang kepuasan daripada perkataan Paulus 2000 tahun yang silam: “Aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan . . . Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan . . . Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku” (Flp. 4:11-13). Kunci kepuasan dapat ditemukan di dalam Kristus— bukan dalam penemuan manusia, peralatan yang membawa kemudahan hidup, perangkat teknologi, kekayaan, atau hiburan. Kuncinya ada pada sikap menerima apa yang Allah berikan dan memanfaatkan semuanya itu sebaik mungkin dengan kekuatan dari-Nya. Ini seperti yang dikatakan Maltbie Babcock, penulis yang hidup pada abad ke-19, “Kepuasan . . . berarti menggunakan apa yang kita miliki, sedikit atau banyak, dengan sikap penuh syukur, tekun, dan bermanfaat.” —JDB Hari 4

S a

B

Kebahagiaan sejati bukan berasal dari kekayaan, Kedamaian sejati tak pernah bisa kita beli; Kepuasan yang selama ini kita rindukan Ada di dalam Kristus yang berdaulat penuh. —Fitzhugh Kita menemukan kepuasan di tempat yang sama kita menemukan keselamatan—di dalam Kristus.


K

itab Ibrani memberi suatu pesan yang terdengar janggal bagi manusia yang hidup dengan nilainilai abad ke-21 ini. “Janganlah kamu iwa an menjadi hamba uang,” desak sang penulis, dan “cukupkanlah dirimu ompet dengan apa yang ada padamu” (13:5). Ia tidak mengatakan bahwa memiliki Baca: uang itu dosa, tetapi hal itu dapat Ibrani 13:5-6 menimbulkan masalah. Dunia ini telah terbuai mitos yang menyatakan bahwa kekayaan selalu membawa Janganlah kamu pada kepuasan, bahwa keduanya menjadi hamba uang seolah-olah sebanding. Namun, dan cukupkanlah dirimu dengan apa banyak orang kaya yang memiliki yang ada padamu. simpanan besar di bank ternyata —Ibrani 13:5 tidak merasa puas. Mereka selalu menginginkan lebih dan lebih lagi. Bukan itu saja, mereka juga takut kehilangan apa yang telah mereka miliki. “Cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu.” Nah, apa yang ada pada Anda? Apakah Anda langsung teringat pada rekening bank atau nilai saham Anda? Jika ya, berarti Anda salah paham. Penulis kitab Ibrani berkata, jika Anda hidup dalam iman kepada Tuhan yang kekal, Anda memiliki Dia. Dia telah berjanji, “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau” (13:5). Anda memiliki Dia, sebab itu dengan yakin Anda dapat berkata, “Tuhan adalah Penolongku; aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?” (ay.6). Jika Anda memiliki segala sesuatu kecuali Tuhan, sesungguhnya yang Anda miliki itu tidak berarti banyak. Namun, jika Anda menikmati kehadiran Allah walaupun tidak mempunyai banyak harta, Anda dapat merasa puas. Lebih baik memiliki jiwa yang puas daripada dompet yang tebal. —HWR Hari 5

J D D

Ia meraih semua yang diberi dunia kepadanya, Ia telah mencapai setiap sasaran yang ia tuju; Tetapi sayang, hidupnya itu sebuah kegagalan, Karena ia telah melupakan nasib jiwanya. —Denison Kekayaan terbesar kita adalah kekayaan yang kita miliki di dalam Kristus.


A

pakah Anda pernah merasa sangat haus? Bertahun-tahun yang lalu, saya mengunjungi Kathy, saudara perempuan saya, di Mali, angat auS Afrika Barat. Pada suatu sore ketika sedang menikmati pemandangan, Baca: temperatur udara meningkat jauh Mazmur 42 melebihi 37ºC. Karena merasa sangat kepanasan, saya berkata kepada Kathy, “Aku butuh minum.” Ketika Kathy menjawab bahwa Seperti rusa yang ia lupa membawa persediaan air merindukan sungai yang berair, minum, saya mulai merasa putus demikianlah jiwaku asa. Semakin jauh kami berkendara, merindukan Engkau, ya semakin saya membayangkan apa Allah. —Mazmur 42:2 jadinya kalau saya mati kehausan. Akhirnya, Kathy berkata, “Aku tahu ke mana kita bisa minum,” sambil melaju menuju gerbang sebuah kedutaan besar. Di gedung kedutaan itu, saya menyaksikan pemandangan yang paling indah—sebuah pendingin air minum! Segera saja saya meraih gelas kertas dan mengisinya berulang-ulang. Tubuh saya telah terlalu lama menderita dan sekarang membutuhkan banyak cairan untuk mengatasi pengaruh dehidrasi. Pemazmur membandingkan kehausan fisik dengan kehausan secara rohani: “Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah” (Mzm. 42:2). Kehausan pemazmur adalah kerinduan yang mendalam akan Allah—satu-satunya “Allah yang hidup” (ay.3). Apakah Anda rindu pada apa yang tidak dapat diberikan dunia? Ketidakpuasan yang Anda alami ini adalah kehausan jiwa Anda akan Allah. Datanglah kepada satu-satunya Pribadi yang dapat memuaskan rasa dahaga itu. “Sebab dipuaskanNya jiwa yang dahaga, dan jiwa yang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan” (Mzm. 107:9). —CHK Hari 6

S

H

Jika kita berserah kepada Kristus Dan tetap melangkah di jalan-Nya, Dia akan memberi kita kepuasan hidup Dengan tujuan pasti setiap hari. —Sper Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum! —Yesus (Yoh. 7:37)


Our Daily Bread Ministries PO Box 15, Kilsyth, VIC Australia Our 3137, Daily Bread Ministries PO Box 15, Kilsyth, VIC 3137, Australia Tel: (+61-3) 9761-7086, australia@odb.org

Tel: (+61-3) 9761-7086, australia@odb.org

Our Daily Bread Ministries Ltd Our Daily Bread Ministries Ltd PO Box 74025, Kowloon Central Post Office, Kowloon, Hong Kong PO Box 74025, Kowloon Central Post Office, Kowloon, Hong Kong Tel: (+852) 2626-1102, Fax: 2626-0216, hongkong@odb.org Tel: (+852)(+852) 2626-1102, Fax: (+852) 2626-0216, hongkong@odb.org

Apakah Anda ingin tahu lebih banyak ODB Indonesia ODB Indonesia tentangPO11025, Yesus, apa yang telah Box 2500, Jakarta 11025, Indonesia PO Box 2500, Jakarta Indonesia Tel: (+62-21) 2902-8950, Fax: (+62-21)Anda, 5435-1975, Tel: (+62-21) 2902-8950, Fax: (+62-21) untuk 5435-1975, disediakan-Nya indonesia@odb.orgindonesia@odb.org Daily Bread Co. Ltd dan bagaimana Anda dapat Daily Bread Co. Ltd PO Box 46, Ikoma Nara 630-0291, Japan PO Box 46, Ikoma Nara 630-0291, Japan Fax: (+81-743) 75-8299, japan@odb.org mengenal-Nya? Tel: (+81-743) 75-8230, Tel: (+81-743) 75-8230, Fax:Bread (+81-743) Our Daily Berhad75-8299, japan@odb.org

PO Box 86, Taman Sri Tebrau, 80057 Johor Bahru, Malaysia Our Daily Bread Berhad buklet berjudul Kisahmalaysia@odb.org tentang Tel:Tebrau, (+060-7)80057 353-1718, Fax: (+060-7) 353-4439, PO Box 86, TamanTersedia Sri Johor Bahru, Malaysia Our Daily Bread Ministries Pengharapan, yang dapat lebih jauh Tel: (+060-7) 353-1718, Fax: (+060-7) 353-4439, malaysia@odb.org PO Box 303095, North Harbour, Auckland 0751, New Zealand

tentang Yesus kepada Our Daily Breadmemperkenalkan Ministries Tel: (+64-9) 444-4146, newzealand@odb.org Anda. Buklet ini dapat PO Box 303095, North Harbour, Auckland 0751, NewAnda Zealandperoleh Our Daily Bread Ministries Foundation Tel: (+64-9) 444-4146, newzealand@odb.org PO Box 47-260,Silakan Taipei 10399,menghubungi Taiwan R.O.C. tanpa dikenakan biaya. kami

Tel: (+886-2) 2585-5340, Fax: (+886-2) 2585-5349, taiwan@odb.org Our Daily Bread Ministries Foundation untuk mendapatkannya atau memindai QR-code ini Our10399, Daily Bread Ministries Thailand PO Box 47-260, Taipei Taiwan R.O.C. dengan ponsel Anda untuk membaca materinya PO Box 35, Huamark, Bangkok 10243, Thailand Tel: (+886-2) 2585-5340, Fax: (+886-2) 2585-5349, taiwan@odb.org secara online. Tel: (+66-2) 718-5166, Fax: (+66-2) 718-6016, thailand@odb.org

Our Daily Bread Ministries Our DailyThailand Bread Ministries Asia Ltd PO Box 35, Huamark,5 Pereira Bangkok 10243, Road, #07-01Thailand Asiawide Industrial Building, Singapore 368025 Tel: (+65) 6858-0900, Fax: (+65)thailand@odb.org 6858-0400, singapore@odb.org Tel: (+66-2) 718-5166, Fax: (+66-2) 718-6016, Our Daily Bread Ministries Asia Ltd Anda juga dapat mengakses 5 Pereira Road, #07-01 Asiawide Industrial Building, Singapore 368025 Tel: (+65) 6858-0900,santapanrohani.org Fax: (+65) 6858-0400, singapore@odb.org

untuk melihat materi cetak maupun materi digital yang kami terbitkan.


Ingin lebih mengenal Tuhan? Bacalah firman-Nya Ingin lebih mengenal Tuhan? Bacalah firman-Nya dengan bantuan renungan dengan bantuan renungan Santapan Rohani Santapan Rohani

Pilihlah media yang sesuai untuk Anda. Pilihlah media yang sesuai untuk Anda.

CETAK CETAK

Menerima edisi Menerima cetak edisi secara triwulan. cetak secara

triwulan.

E-MAIL E-MAIL

Menerima e-mail Menerima e-mail secara harian.

secara harian.

APLIKASI APLIKASI

Our Daily Bread/ Our Daily Bread/ Santapan Rohani di Android & iOS. Santapan Rohani

di Android & iOS.

HUBUNGI KAMI:

H U B21 U N2902 G I K A8950 MI: +62 +62 815 8611 1002 +62 21 2902 8950 +62 878 7878 9978 +62 815 8611 1002 Santapan.Rohani +62 878 7878 9978 indonesia@odb.org Santapan.Rohani santapanrohani.org ourdailybread.org/locations/ indonesia@odb.org

santapanrohani.org Materikami kami tidak tidak dikenakan Materi dikenakanbiaya. biaya. ourdailybread.org/locations/ Pelayanan kami didukung oleh

Pelayanan kami didukung lewat persembahan kasih dari para pembaca kami. persembahan kasih dari para pembaca kami.

Materi kami tidak dikenakan biaya. Pelayanan kami didukung oleh persembahan kasih dari para pembaca kami.


Profile for Our Daily Bread Ministries

Kepuasan  

Mengapa kita sering merasa kurang dan frustrasi? Renungan terpilih dari Santapan Rohani ini menolong Anda menemukan kunci kepuasan hidup.

Kepuasan  

Mengapa kita sering merasa kurang dan frustrasi? Renungan terpilih dari Santapan Rohani ini menolong Anda menemukan kunci kepuasan hidup.