Page 1

No. 23 / tahun 2012

Rp 12.500,-

I Slank U :

The Journey Of The Blue Island

@musiclive_magz

musiclive magazine

KONSER LOKAL BERSTANDAR INTERNASIONAL

Toto Widjojo

Sang Konduktor

Christina Perri

antara mimpi, Cinta & Keyakinan www.musiclive.co.id | musiclive © 2012

1


2

musiclive Š 2012 | www.musiclive.co.id


www.musiclive.co.id | musiclive Š 2012

3


Penerbit PT. Sekar Budaya Nusantara Musiclive Entertainment Jl. Duren Tiga No. 27 – Pancoran Jakarta Selatan 12760 – Indonesia Telp (021) 44446628 Fax (021) 7992238 Email : redaksi@musiclive.co.id www.musiclive.co.id

Harapan Meraih Kemenangan Beragam peristiwa telah berlalu, apapun kejadiannya, seandainya ada kemauan untuk dipandang secara positif, biar semua menjadi catatan sejarah masa lalu guna menyikapi langkah selanjutnya yang harus ditempuh. Karena hidup terus berjalan. Karena Harapan selalu ada dan akan selalu tetap ada. Kehadiran MUSICLIVE sebagai sarana informasi mengenai musik, budaya, gaya hidup serta edutainment juga menjadi proses dari sebuah perjalanan waktu guna menunjukan eksistensi dan meraih harapan yang lebih baik. Seiring waktu, MUSICLIVE sebagai sarana media cetak maupun media online melalui www.musiclive.co.id, senantiasa berusaha menyajikan informasi yang terbaik dan bermanfaat. Edisi kali ini, MUSICLIVE coba memaparkan sejarah perkembangan Bisnis Musik yang berlangsung di Indonesia. Ada juga wawancara khusus dengan Toto Widjoyo dari Sony Music Entertainment Indonesia seputar perkembangan industri musik di Indonesia. Beragam aktifitas music pun terekam dalam ulasan ringan yang menarik. Tak lupa, artikel dasar seputar budaya dan klinik musik juga tersaji secara ringan tanpa kesan menggurui. Harapan kami semoga apa yang dihadirkan MUSICLIVE selalu dapat diapresiasi secara positif dan mampu memberi manfaat. Bersama meraih harapan baru dan senantiasa semangat, Selalu meraih yang terbaik menuju hari Kemenangan. Selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan SELUK BELUK dan Selamat BISNIS MUSIK DI INDONESIA DARI WAKTU Hari Raya Idul KE WAKTU rIVer Band Fitri 1 Syawal Karya Fresh 1433H.

Pemimpin Umum / Pemimpin Redaksi Lita Manfaluthy Redaktur Pelaksana Fajar Irawan Redaktur Eddy Edo | Irish Riswoyo Redaksi & Kontributor Jakarta : Anton | Reno Azwir | Tedy Matondang | Lukman Haqeem | Puguh Kribo | Franky Sadikin| Amiroez | Merrick Fredrico Dias | Bandung : Derbi Gepenk Yogyakarta : Herry Machan Jawa Tengah : Toto Bross Eropa : Paola C Kontributor Foto Jakarta : Fikar Azmi | Donny Pratama | Rudolf Maurits Yogyakarta : Ihwan Mughofir

No. 23 / tahuN 2012

Advertising & Business Development Vian HN Marketing & Promosi Jakarta : Eka Kartika | Anton | Semarang : Toto Bross Yogyakarta : Herry Machan Art & Graphic: Ifhenx Finance: Rina IT Support Andre Tungga | Husin Alkatiri

hasrat

Melegenda

Percetakan PLATINUM MITRA GRAFIKA

DEPAN 6-9

COVER STORY : Christina Perri

10-11

Figure : Toto Widjoyo

12-17

Art & Culture : Keroncong IbukotaKu | Konser NewYorkarto | “APEL, I’M IN LOVE” | Konser Karawitan Manggala Gita | Wayang Urban : Sanditama Lagu Laga | Musikal Lutung Kasarung | Queencerto Collaboration with Angklung and Smaluci Gamelan Orchestra | 32 Tahun Kiprah Denny Malik

18-23

CONCERT : MAHAKARYA AHMAD DHANI | World Youth Jazz Festival Malaysia 2012 | “WE ARE THE IN CROWD BEST INTENTIONS SOUTH EAST ASIA TOUR 2012” | Kidung Abadi | The Legends | Manikmanik Khatulistiwa | Ponds Teen Concert 2012 | YES Fly From Here World Tour 2012

24

CLIP: Netta Puspita & Tio Duarte

25

HANGOUT: Diva Family Karaoke

4

JIwa rocKer

26 - 33

34 - 35 3

Wacana Musik dalam Dialektika Sosial 1

www.musiclive.co.id | musiclive © 2012

MOMENT : Djarum Super Mild Once & His Album | Stingray Friday | Anugerah Bintang Luminar | LA Lights Meet the Labels 2012 | Pergelaran Multimedia Tembang Harmoni | Buavita “Temukan 1001 Manfaat Buah” | Ramadhan in Harmony | Konser Cinta Beta | Nescafe Buka Mata Community | The Cardigans | PARAMORENITE : HERE WE GO (AGAIN!) BANDUNG | GRAND FINAL GUINNESS WORLD SERIES OF POOL 2012 | Gudang Garam Intermusic Rockstar | Concerto My Music My Dance | WANTED | Market Place of Creative Art

content “COMBINATION PATTERNS & PICKING DIRECTIONS (PART 1)” | Vocal Workshop (PART 3) | Basic Rudiment For Drum Set 1

22 - 23

BELAKANG

COVERSTAR : River Band FOCUZ : Seluk Beluk Bisnis Musik di Indonesia

8 - 13

STAR : Juliette | SUPER 7 | Stephanie Mayadewi Agung | Indra Mustafa | Phoa TJ/Gema Nada Pertiwi | Ziva Band | Abe | ATMOSFERA Band | Duo Ferdynal | ARI PRAMUNDITO | JAWARA Band

14 - 21

EDUTAINMENT : KUPAS SOUND BASS DONNY”GOD BLESS” FATTAH | Bass “Slap Gokil” | Gitar

COFFEE BREAK : Jiwa Rocker Memimpin Jakarta? BOOK : Chairul Tanjung Si Anak Singkong

24 - 25

MOVIE : The Amazing Spider-Man | Rock Of Ages | The Dark Night Rises | 18++ Forever Love | Jendral Kancil The Movie

26 - 29

REVIEW : Gatget | TwitSound | Product

30

TELCO : Layanan Gratis 3 Hari 3 Malam ++ Dari Indosat | Grand Final IM3 MOBILE ACADEMY Ke-5

31 - 33

BROADCAST : Malam Puncak AMI AWARDS 2012 | Result & Reunion Indonesian Idol 2012 | Program Baru Ramadhan di TRANS TV 2012 | Suasana Ramadhan di TRANS7 | Show Time Okevision | 50Th TVRI Mengabdi Pada Negeri | Kemuliaan Ramadhan RCTI |

PARTNER : I SLANK U

4-7

musiclive © 2012 | www.musiclive.co.id

Redaksi

MeMIMpIn JaKarta ?

musiclive magazine @musiclive_magz


t

www.musiclive.co.id | musiclive Š 2012

5


cover story

P

erubahan dalam hidupnya dimulai saat penyanyi, penulis lagu dan musisi yang lengkapnya bernama Christina Judith Perri diminta untuk membawakan lagu karyanya sendiri yang berjudul “Jar of Hearts” di acara FOX “So You Think You Can Dance” (Juli 2010). Penampilannya yang sangat emosional dihadapan penonton, berhasil melambungkan penyanyi kelahiran Bensalem, Philadelphia, Pennsylvania, Amerika pada 19 Agustus 1986 ini kepentas public yang lebih mendunia. “Jar of Hearts” hanyalah salah satu dari 12 lagu ​​yang Christina Perri (Perri) kenalkan pada “Lovestrong”, album pertamanya. Judul album tersebut sangat mencerminkan perasaan hati sekaligus jati dirinya. “Aku melihat album ini sebagai bagian utuh serta dua perasaan yang menjelaskan antara cinta dan kekuatan,” katanya. “Menulis tentang cinta itu adalah aku apa adanya. Aku sudah mencoba untuk menulis tentang hal-hal lain, tapi akhirnya ini yang aku hasilkan. “ tambahnya lagi. Melalui album “Lovestrong”, penggambaran diri Christina Perry tertuang lewat suaranya yang khas serta penghayatannya yang tinggi ditambah adanya iringan piano. Seperti lagu “Penguin” dan “Arms” yang menunjukkan kecerian serta harapan, “Bang Bang Bang” dan “Mine” yang sangat menyenangkan bila didengar, tentunya juga “The Lonely” dan “Jar of Hearts yang memilukan serta mendayu-dayu. Walau album “Lovestrong” terkesan monoton dikarenakan beberapa komposisi yang terlalu repetitive atau bisa dibilang Perry minim inovasi dan cenderung setipe dengan ‘Jar Of Hearts’ atau ‘Arms’, namun kita dapat merasakan semangat dan niat tulus Perri dalam menghasilkan musik yang bagus. Sebut saja ‘Distance’. Lagu ini mungkin saja dapat menarik perhatian yang lebih luas, sebuah power-pop dengan aransemen juara, yang meramu musik gesek dengan akustika dan juga vokal Perri

Christina Perri

ANTARA MIMPI,

Cinta dan Keyakinan yang menyanyi dengan sepenuh hati. Hasilnya? Sebuah lagu yang cukup menyentuh perasaan. “Saya merasa seluruh lagu itu pantas saya berikan untuk semuanya” kata Perri. “Saya sudah menulis banyak lagu sejak saya berumur 15 tahun, jadi saya mencari dan memilih salah satunya yang saya rasa orang lain harus

6

musiclive © 2012 | www.musiclive.co.id


dengar. Tujuan saya dalam berkarir di dunia musik sangat sederhana, saya ingin membuat orang-orang tidak merasa sendirian.” Perri menyiapkan “Lovestrong” dengan nada yang penuh harapan. Dengan single kedua yang bejudul “Arms”, Perri menunjukkan sebuah lagu akustik yang diiringi dengan denting gitar dan piano yang bercerita tentang kisah dari perjuangan antara hati dan pikiran. “Hati Anda ingin dicintai, tetapi pikiran Anda berkata bahwa Anda tidak boleh bersama dengan orang itu,” kata Perri. “Lagu ini berisi tentang perjuangan cinta dan akhirnya menyerah dan membiarkannya menang.” “Saat melakukan rekaman, saya merasa saya harus kembali ke tempat dan waktu yang membuat saya merasa lemah, rapuh, dan terluka untuk menyanyikan sebuah lagu, terkadang bisa dua lagu dalam sehari,” kata Perri. “ Secara emosional, itu adalah hari-hari tersulit dalam hidup saya, tetapi sangat layak karena hasil dari album ini 100 persen diri saya sendiri. Ini tulus, nyata, berani, jujur, rentan, penuh harapan, puitis,

McCommick dengan koreografi oleh Stacey Tookey. Para penonton kemudian mulai mendownload lagu Perri di iTunes, dan menjadikan “Jar of Hearts” Top 10 di Billboard Pop iTunes serta masuk ke Top 15 di chart secara keseluruhan dalam waktu semalam. Karena terkesan, produser SYTYCD mengundang Perri untuk menyanyikan lagunya dua minggu kemudian. Setelah Perri menyanyikan lagunya pada tanggal 15 Juli, “Jar of Hearts” berada di peringkat 25 di chart Billboard Hot 100, di urutan 1 di chart single digital Amazon, dan terjual 200.000 download dalam tiga minggu. Dalam sebulan, penjualan ‘Jar of Hearts’ sudah melampaui 100 ribu kopi dan music videonya masuk dalam jajaran top 20 VH1. “Sementara semua ini terjadi, saya hampir tidak tidur,” Perri mengatakan, “Karena aku takut itu hanya mimpi, dan saat aku akan bangun dan tak satu pun akan menjadi nyata. Satu menit saya tidak eksis di dunia musik dan menit berikutnya saya berhasil melakukan. “

kuat, cantik, dan sederhana.” Di produseri oleh Joe Chiccareli (White Stripes, Tori Amos) dan di mix oleh Michael Brauer (Coldplay, Regina Spektor), “Lovestrong” menawarkan sesuatu yang berani, sangat sesuai dengan kepribadian Perri yang bersemangat. Tubuh yang mungil, tato yang dimiliki, Perri selalu menjalani secara penuh kehidupannya saat ini. Pengalamannya yang banyak termasuk tur keliling dunia sebagai asisten band rock, menghabiskan satu tahun di sebuah universitas bergengsi, menghasilkan video musik populer, membuat minyak zaitun di Italia, dan bahkan sebagai barrista fashionista di Beverly Hills. Kilas balik sukses Christina Perri diawali pada tanggal 30 Juni 2010, saat Perri mendapatkan kabar bahwa “Jar of Hearts” akan tayang di sebuah acara TV So You Think You Can Dance sebagai back sound sepotong kenangan dari pasangan kontestan Billy Bell and Kathryn

Perri sebenarnya telah mempersiapkan momen besar sejak dia masih kecil. Putri penata rambut ini, pertama bernyanyi di depan umum saat Komuni Kudus pada usia enam tahun. Les piano dimulai pada usia 8 tahun. Permainan gitarnya dikuasai secara otodidak dengan menonton video Shannon Hoon dari grup Blind Melon saat tampil di VH1. Usia 15 tahun Perri sudah menciptakan lagu pertamanya dan terus mencipta hingga jumlahnya mencapai puluhan lagu. Cinta juga memberi pengaruh besar dalam kreatifitas bermusik Perri. “Saat usia 15, saya menulis sebuah puisi, tapi rasanya belum cukup. Kemudian dengan gitar saya memainkan kord D-G-A, judulnya ‘The Perfect Man For Me’, selanjutnya saya menciptakan ‘Tragedy’ karena dia menghianati saya,” ungkap Perri. Saat Perri bekerja di London sebagai pesuruh di band kakanya yaitu Silvertide Band, Perri mendapat www.musiclive.co.id | musiclive © 2012

7


cover story kabar bahwa dia telah diterima di Universitas bergengsi di bidang seni dengan beasiswa yang cukup besar. Dia melewatinya selama setahun, tetapi kadang Perri mengambil cuti untuk mengunjungi keluarga besar ayahnya di Italia. “Saat itu saya berumur 19 tahun dan saya perlu mencari jati diri,” katanya. “Saya masih menulis lagu dan berkarir di dunia musik, tapi saya tidak tahu apa yang ingin saya lakukan dalam hidup saya.” Dalam pencarian, di usia 21, Perri pindah ke Los Angeles dengan berbekal sebuah koper, gitar dan keyakinan bahwa dirinya bisa menjadi penyanyi dan penulis lagu. Perri sempat menikah yang sayangnya hanya berjalan selama 18 bulan. Perri mulai memproduksi video music dan memposting dirinya yang sedang menyanyikan lagunya sendiri ke Youtube, sambil membagi cerita tentang perjuangannya selama ini secara menyenangkan. Salah satu videonya saat menyanyikan lagu “Tragedy”, menarik perhatian Bill Silva Management, dan akhirnya Perri memiliki kontrak dengan mereka hingga bergabung dengan label besar, Atlantic Records. Saat itu dimulailah perjalanan Perri. Tanggal 9 November 2010, Perri yang memilih genre pop, alternative rock dan soul ini sempat mengorbitkan beberapa koleksi lagunya kedalam sebuah mini album bertajuk “The Ocean Way Session” yang kemudian dilanjut dengan album studio pertamanya bertajuk “Lovestrong” yang dirilis pada 10 Mei 2011 . Karena materi lagunya sudah terkumpul lama, maka album pertamanya ini dikerjakan dengan sangat singkat, yaitu 3 hari dengan materi kebanyakan tentang cinta, lagu-lagu yang langsung diciptakan berdasarkan suasana hatinya. “Saya melihat album ‘Lovestrong’ sebagai potongan dari keseluruhan hidup yang saya jalani dengan dua tema yang menjelaskan antara cinta dan kekuatan.” Ujar Christina Perri. Melalui album “Lovestrong” yang berhasil meraih sertifikat Gold di Negara Australia, Inggris dan Irlandia serta beberapa penghargaan lain,

akhirnya mimpi Christina Perri menebar cinta terwujud juga, dengan serangkaian jadwal tur di beberapa Negara, Bahkan pada 5 Juni lalu, Warner Music Indonesia juga memilih Christina Perri untuk menggelar konser pertamanya di Indonesia bersama promotor Asia Live, Blackrock, StarD dan Marygops.Perri juga digaet Jason Mraz untuk terlibat dalam rangkaian konsernya di Amerika Utara di tahun 2012 ini. Perri juga sedang dalam proses persiapan album keduanya yang akan dirilis saat musim semi tahun 2013. “Setiap hari sesuatu terjadi yang berhembus pikiran saya,” katanya. “Kemampuan untuk bangun dan memutar musik lebih dari yang pernah saya impikan di hidup saya. Saya tak sabar untuk berbagi pengalaman saya, harapan saya, kekuatan saya, nyali saya, dan hati saya dengan dunia. “|eds-adysti-fjr. Foto: Istimewa & Donni Pratama Sumber : http://www.christinaperri.com & www.warnermusic.co.id

8

musiclive © 2012 | www.musiclive.co.id


Christina Perri Live In Jakarta

Lantunan Cinta Yang Menyempurnakan Malam

S

ebanyak 14 lagu terlantun indah melalui suara bening Christina Perri dalam lawatan konser perdananya di Asia yang berlangsung di Tennis Indoor Senayan, Jakarta (5/6/2012) yang dipadati sekitar 2300 penonton. Hajatan konser bertajuk “Christina Perri Live In Jakarta” yang dihelat promotor Asia Live, Blackrock, StarD Pro dan Marygops Studio, diawali dengan penampilan Christina Perri yang terkesan seksi dalam balutan gaun merah yang anggun sambil menyuguhkan tembang manis ‘Bang Bang Bang’ dan ‘Black + Blue”. Sebuah kesederhanaan yang indah dan harmonis, diatas panggung berlatar tulisan Christina Perri dan sebuah lambang cinta

melantun lagu yang dibuatnya khusus untuk film Twilight , Breaking Dawn   bertajuk  “ A Thousands Years”, tembang tentang mencintai seseorang selamanya, tembang apik yang mampu menghanyutkan suasana sehingga penontonpun melebur, ikut bernyanyi bersama. Ke senduan dalam nuansa cintapun terus berlanjut dengan tembang bertajuk “Run” dan “Lonely” . Usai mengharu birukan penonton, Perri langsung  membawa keceriaan dengan single “Mine” yang disusul permainan manis tuts piano lewat  hits single menyentuh yang mengawali kepopulerannya di dunia music yaitu “Jar of Hearts”. Lagu yang kemudian didedikasikan Christina Perri sebagai lagu untuk semua. Malam itu, Jakarta menjadi spesial, selain memang menjadi kota paling pertama yang disinggahinya dalam lawatan konsernya di Asia, ternyata juga menjadi konser terbesar dari seluruh konser yang pernah di lakoni Christina Perri. Akhirnya, Lewat lagu  “Tragedy” dan “Arms”, Christina Perri mengakhiri pesona cintanya dengan tebaran bunga mawar merah. (fjr) Foto: Donny Pratama

yang berhias kilauan lighting serta kualitas sound yang mumpuni, Perri berhasil menyuguhkan aksi prima dengan lantunan cinta yang menyempurnakan malam. Terlebih saat lagu ‘Distance’ yang menjadi keberuntungannya karena bisa benyanyi bareng idolanya, Jason Mraz terlantun diiringi histeria penonton yang tak henti meneriakan kata I Love U. Selanjutnya, Perri beralih ke piano dan tampil memesona dengan dua tembang sendu yang damai  bertajuk ‘My Eyes’ dan ‘Bluebird’. Bahkan Suasana ceria juga tercipta lewat lantunan lagu ‘Crazy’ yang bernuansa rock, dilanjut dengan ‘Be My Baby’. Malam penuh cinta dilanjut dengan aksi Peri membagibagi bunga mawar merah sambil www.musiclive.co.id | musiclive © 2012

9


figure

Toto Widjojo

r o t k u d n o K Sang ent Indonesia Sony Music Entertainm

onduktor atau biasa orang memanggilnya dengan sebutan dirigen, pada intinya, adalah orang yang bertugas untuk memimpin sebuah pertunjukan musik. Mengarahkan dan memberi panduan ataupun aba-aba kepada para pemain alat musik dan juga penyanyi, agar tempo dan irama sesuai dengan ketukan yang sedang dimainkan. Dengan begitu, akan terjaga serta tercipta lantunan suara musik dan olah vokal yang merdu nan harmonis. Tulisan di atas adalah sebuah gambaran tentang kepemimpinan. Bergerak seirama dengan hati sesuai peranannya. Dan untuk ini pula lah, sebuah predikat ‘Toto Widjojo  sang konduktor’ sangat pas. Kiprahnya di industri musik tanah air cukup menarik. Pria yang pernah mengenyam pendidikan di Atmajaya dan NUS Stanford dengan basic accounting ini, mengawali karirnya di DBS Land Indonesia selama 4 tahun (1994-1998). Selanjutnya, Toto Widjojo memutuskan bekerja sebagai Finance & Admin Director di Sony Music Entertainment  Indonesia pada tahun 1998. Pada tahun 2003 ia di beri tanggung jawab untuk mengembangkan departemen d   igital. 

K

10

musiclive © 2012 | www.musiclive.co.id

Tidak perlu lama-lama, Toto Widjojo sukses menjadikan Sony Music Entertainment Indonesia sebagai perusahaan  pertama yang meluncurkan nada tunggu (Ring Back Tones) ke pasar  industri musik tanah air pada tahun 2004 d   engan Telkomsel. Berkat ke-piawaian-nya, pada tahun 2005, ia diangkat sebagai Managing Director S  ony  Music Entertainment  Indonesia, dan  berhasil memimpin  masa transisi  dari  Sony Music  untuk SONY  BMG, dan kembali menjadi Sony Music  lagi. Perannya berhasil memimpin menjadi perusahaan nomor  satu  di industri  musik Indonesia dan membawa Sony  Music Entertainment  Indonesia dinominasikan  sebagai salah satu  TOP  20 perusahaan investasi asing.  Dalam menjalankan roda bisnisnya, Toto Widjojo melakoninya dengan prinsip kerja keras, kerja keras, kerja keras dan kerja keras yang menjadi motto-nya. Di sela-sela kesibukannya, MUSICLIVE beruntung berkesempatan untuk bincangbincang dengan pria yang ramah ini, di bilangan Kemang, Jakarta Selatan. Berikut petikan obrolan Musiclive dengan Toto Widjojo

Q: Bagaimana Perkembangan Musik di Indonesia saat ini? A: Konsumsi musik makin bertambah tetapi sayang bahwa kebanyakan masyarakat mengkonsumsi musik dari bajakan. Q: Apakah musik Indonesia sudah menjadi tuan rumah bagi industri dalam negeri sendiri? A. Musik Indonesia sudah menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan bahkan sudah menjadi salah satu musik favorit di Negara tetangga. Q: Bagaimana awalnya Anda bergabung dengan Sony Music Entertainment Indonesia? A: Saya mulai bergabung sebagai Direktur Keuangan dan kemudian dipercaya untuk mengembangkan Digital Musik sebelum dipercaya menjadi Managing Director. Q: Sejak kapan Anda tertarik dengan musik? A: Sejak kecil saya sudah menyukai musik terutama music Pop. Q: Apakah pekerjaan Anda ini ditopang oleh hobi atau murni strategi bisnis? A: Saya sangat menyukai pekerjaan yang saya geluti saat ini baik karena saya sangat menyukai musil Pop maupun karena saya tertantang dari segi bisnis yang ada (sangat bervariasi). Q: Bagaimana dengan bisnis label musik di Indonesia? Apakah menguntung-kan atau sedang kembang kempis/sekarat?


A: Bisnis label musik di Indonesia sedang mengalami kemunduran terutama sejak bisnis RBT diberikan aturan2 yang menyulitkan dan maraknya “illegal music download” maupun “pembajakan CD”. Kami memerlukan dukungan pemerintah untuk mengembangkan Binis Industri Ekonomi Kreatif terutama Bisnis Musik yang memiliki potensi besar untuk diekspor ke Negara tetangga. Q: Sony Music Indonesia merupakan anak perusahaan Sony Music Internasional. Apa misi dan visi dari Musik Indonesia/Internasional? A: Misi kami sangat sederhana yaitu memberikan alternatif-alternatif musik agar konsumen tetap mendapat pilihan musik yang beragam (tidak monoton). Kami sangat konsisten di dunia musik tanah air, setelah berhasil meluncurkan album Pop religi seperti Maher Zain, maka sebentar lagi kami akan meluncurkan produk album anak-anak yang sudah cukup lama menghilang. Kami menyajikan lagu anak-anak yang di nyanyikan oleh idola anak-anak sehingga mudah-mudahan konsep kami bisa diterima oleh anak-anak dan mereka bisa kembali menyanyikan lagu anak-anak. Q: Seberapa jauh SOP Sony Music Internasional dalam mengintervensi/ mempengaruhi manajamen Sony Music Indonesia? A: Kami sangat diberikan keleluasan yang besar. Q: Apa saja kendala yang anda hadapi dalam bisnis label? A: Banyak sekali namun dengan semangat dan kecintaan dari orang-orang yang mengerjakannya maka akan terasa ringan menghadapi kendala-kendala yang ada. Q: Apa prinsip kerja dalam membangun Sony Music Indonesia? A: Tim kerja yang solid! Tanpa tim kerja yang solid maka akan sangat sulit membangun perusahaan kami. Q: Bagaimana kiat anda dalam memotivasi tim/bawahan anda? A: Lead by example dan menjadi bagian dari tim kerja. Q: Dalam skala Nasional, dimana posisi Sony Music Indonesia? A: Puji Tuhan, saat ini kami menjadi salah satu yang teratas dan saya yakin bahwa kita bisa bersama-sama dengan perusahaan lainnya membangun terus Musik Indonesia. Q: Bagaimana prospek bisnis musik ke depan? A: Prospek Bisnis ke depan akan menjadi lebih bagus terutama jika pemerintah dapat membantu menutup semua situs illegal download. Q: Apa kendala yang sering dihadapi oleh label di Indonesia,

khususnya Sony Music Indonesia sendiri? A: Ada 4 hal yaitu; Pembajak, Pembajak, Pembajak dan Pembajak Q: Penjualan musik secara fisik (Cd), lalu secara Digital untuk saat ini masih relevan kah? A: Penjualan musik secara Digital akan menjadi tulang punggung Musik di tanah air namun untuk mencapai kesana maka bantuan pemerintah sangat diperlukan. Q: Industri musik di Indonesia dan dunia pernah mengalami tiarap, bagaimana Sony Music Indonesia melewati masa-masa itu? A: Kami senantiasa berinovasi dan memikirkan caracara lainnya untuk tetap bisa bertahan di dunia musik tanah air. Q: Sekarang banyak label, termasuk Sony Music Indonesia menjual cd-nya (distribusi) melalui jalur KFC, Indomaret dsb, kenapa? A: Sangat sederhana, karena baik KFC maupun Indomaret memiliki jumlah outlet yang sangat banyak sedangkan jumlah toko CD makin menurun sehingga kami mencari alternative tempat berjualan. Q: Apa strategi Anda dalam hal distribusi kedepan? A: Belum bisa saya ungkapkan. Q: Apa strategi anda dalam menghadapi pembajakan? A: Kami bersama-sama dengan Asosiasi Musik terkait terus berjuang dengan melakukan audiensi ke pemerintah untuk cepat bergerak mengatasinya. Q: Bagaimana Anda dalam memilih artis-artis yang masuk ke label Anda? A: Ada banyak cara yaitu ada yang mengirimkan CD demo langsung kepada kami, ada yang melalui produser musik, ada yang melalui audisi, dll. Q: Dan jenis musik apa serta kriterianya bagaimana yang bisa masuk dalam label Sony Music Indonesia? A: Jenis music yang pasti beragam, karena kami memiliki artisartis yang membawakan musik Pop, Hip Hop, Rock, Punk Rock, Jazzy, Dangdut dan anak-anak. Q: Apa harapan Anda kedepan demi kemajuan industri musik di Indonesia? A: Harapan saya illegal download dapat diatasi sebagaimana halnya di belahan dunia lainnya seperti di Amerika, Eropa dan Ausralia. Tanpa terasa waktu berjalan begitu cepat, obrolan kami akhiri dengan satu kata, “Success for you,  Mr. Toto, save the  music o   f Indonesia and  the industry,  we  will be waiting for  you!.”(eds|fjr|tm)

www.musiclive.co.id | musiclive © 2012

11


Art & Culture

Keroncong IbukotaKu Warisan Nusantara

Semangat Mempopulerkan Budaya Indonesia

P

erkembangan lagu- lagu keroncong yang menjadi ciri khas kota Jakarta serta penggalan sejarah ibukota sejak era dinamakan Sunda Kelapa, Jayakarta, Batavia hingga kini menjadi Jakarta terlantun dan tervisualisasi indah lewat suguhan konser memikat sarat nostalgia bertajuk “Keroncong IbukotaKu - Warisan Nusantara” yang dipersembahkan Yayasan Retno Dumilah serta Santos Production, Sabtu (16 Juni 2012) di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ). Nuansa nostalgia ceria namun khidmat mewarnai atmosfir GKJ yang dipadati pengunjung lintas generasi dan terhanyut dalam aksi memikat dari suguhan kelompok Keroncong Tugu CAFRINHO, yang tetap eksis mempertahankan kemurnian musik khas Tugu sejak didirikan Joseph Quicko di tahun 1925 dengan nama awal ‘Orkes Pusaka Keroncong Moresco Tugu Anno 1661’yang kemudian diteruskan oleh adik-adiknya Jacobus dan Samuel Quicko. Berubah nama menjadi CAFRINHO ditahun 1991, dan sejak tahun 2006 dipimpin oleh generasi ke-4 yaitu Guido Quicko, putra Samuel Quicko, dengan tetap menjaga ciri khas penampilannya yaitu memakai kostum celana batik, baju koko lengkap dengan baret dan syal. Selain itu, kolaborasi memikat lintas generasi bergema dalam keindahan lantunan penyanyi seriosa asal Italia Max Valerio, Armonia Choir dan Guido Quicko bersama Keroncong Tugu CAFRINHO yang menyanyikan

12

musiclive © 2012 | www.musiclive.co.id

tembang ‘Rayuan Pulau Kelapa’, ‘ Bandar Jakarta’, ‘Keroncong Kemayoran’, ‘Oud Batavia’, ‘Moresco’, ‘Schoon Ver Van Jou’ dan ‘’Jali-Jali’. Ada juga aksi Ajul Jiung yang mengingatkan kita kepada seniman besar betawi, Benyamin Sueb, menembangkan lagu ‘Sapu Lidi’ disusul dengan ‘Sirih Kuning’ yang


berduet dengan Zee Zee Shahab. Lewat suguhan apik nan menawan, Harry Dharsono hadir memainkan jemarinya di tuts piano yang disusul dengan penampilan Koes Hendratmo melantunkan tembang ‘Wanita’, ‘Juwita Malam’ dan ‘Sepasang Mata Bola’. Mewakili generasi muda, Dimas Beck tampil membawakan lagu “Keroncong Pertemuan’ yang dilanjut dengan kolaborasi Keroncong Tugu CAFRINHO bersama Ajul Jiung dalam lagu ‘Nonton

karena dikolaborasi dengan penggunaan alat-alat musik modern-klasik dari Eropa. Acara yang menjadi bagian dari program Jakarta Anniversary Festival X-2012 dari agenda tahunan GKJ dalam rangka memperingati HUT DKI Jakarta ini juga didukung oleh Djarum Apresiasi Budaya yang memiliki semboyan ‘Cinta Budaya, Cinta Indonesia’ dengan misi meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap kekayaan budaya Indonesia.(Teks&Foto:Fajar)

Bioskop’ ditambah kehadiran kembali Zee Zee Shahab untuk bersama menyanyikan lagu ‘Surilang’. Sebuah tembang religi bertajuk ‘Cahaya’ mengalun indah lewat suara merdu Prasanti yang kemudian disusul dengan lagu ‘Semusim’ lewat perpaduan suara bersama Max Valerio. Sebagai pemuncak, sukacita keceriaan larut dalam aksi sempurna Bondan & Fade 2 Black dengan lantunan lagu ‘Keroncong Protol’, ‘KicirKicir’ serta ‘Ya Sudahlah’ yang di medley dengan lagu ‘Tak Ingin Sendiri’ yang diaransemen ulang secara indah dengan balutan keroncong. Akhirnya, pesta Keroncong malam itu diakhiri oleh suara khas Max Valerio yang tampil bersama seluruh pendukung menyanyikan lagu ‘Indonesia Pusaka’. “Dengan semboyan ‘Keroncong…Yes!! Narkoba…No’, kami persembahkan ‘Keroncong IbukotaKu’ untuk lebih mengenal kesenian Jakarta lewat suguhan lagu-lagu Keroncong baik klasik maupun kontemporer yang mampu mewakili zamannya sebagai penyegaran yang bisa dinikmati secara lintas generasi.”, ujar Sasmiyarsi Katoppo, Ketua Pelaksana Keroncong IbukotaKu. Menurut ibu Nani Soedarsono selaku Ketua Yayasan Retno Dumilah, acara ini bertujuan untuk mengangkat musik Keroncong, khususnya yang masih memiliki ciri khasnya seperti kelompok Keroncong Tugu, agar diminati kembali dan dibanggakan oleh kalangan generasi muda Indonesia, sebagai musik asli Indonesia namun bernuansa Eropa

www.musiclive.co.id | musiclive © 2012

13


Art & Culture

Konser NewYorkarto

Sinkritisme Hip Hop Berbalut Gamelan Jawa

S

ebuah konser hip hop pertama di Indonesia yang memadukan music hip hop dengan orkestrasi musik gamelan dan string orchestra bertajuk “NewYorKarto’ : Orang Jawa Ngerap di NewYork menjadi gelaran konser sempurna yang menghibur persembahan Jogja Hip Hop Foundation (JHF) kala dihelat pada 27-28 April 2012 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Inovasi untuk memadukan music hip hop dengan orkestrasi musik gamelan dan string orchestra yang disempurnakan dengan elemen artistik pertunjukan lain seperti: multimedia, wayang dan fragmen monolog, koreografi tari, mampu menjadi kekukatan musical yang membuat konser NewYorKarto ini menjadi sebuah formulasi pentas hip hop yang boleh dibilang baru. Melalui konser restroprospektif selama 2 jam dari perjalanan karir dan musikalitas JHF sejak mulai manggung di kampung-kampung Jogja, Kraton hingga melanglang buana ke tanah leluhur Hip Hop, Amerika, sebagai usaha menyajikan karya dan secara konsisten meraih mimpi sembari terus memperjuangkan idealisme bermusik yang diyakini menjadi semangat yang menjadi inspirasi bersama. Formulasi pertunjukan NewYorKarto, pada akhirnya men-

“APEL, I’M IN LOVE”

Otokritik Menggelitik Nan Mengasyikan

“M

aling di Arab hukumannya potong tangan, di China potong leher, tapi di sini potong masa tahanan..,” sepenggal dialog yang mengundang gelak tawa penonton saat menyaksikan pertunjukan dari JogjaBroadway , bertajuk “Apel I’m In Love” (26-27/5/2012) yang dihelat di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta “Apel, I’m In Love” sendiri merupakan salah satu rangkaian “forum seni dan budaya” dari pertunjukan program Indonesia Kita yang digagas oleh Butet Kertaradjasa, Djaduk

14

musiclive © 2012 | www.musiclive.co.id

jadi sebuah upaya untuk menghasilkan sebuah konser musik (hip hop) yang secara artistik menarik, dan secara musikal juga baru dan segar. Dalam konser NewYorKarto ini, semua elemen artistik dan musik membangun sebuah struktur petunjukan yang berkesinambungan, yang alurnya disusun dari lagu-lagu karya Jogja Hip Hop Foundation. Konser yang didukung DJARUM foundation Bhakti Pada Negeri, DJARUM Apresiasi Budaya serta PKJ Taman Ismail Marzuki ini menyajikan 15 lagu yang terdiri dari 12 lagu yang dibawakan oleh Juki aka Kill The DJ bersama JHF, 1 lagu kolaborasi dengan Iwa K, dan 2 lagu bersama Saykoji. Dalam pertunjukan ini, selain JHF, Iwa K, Saykoji, juga ada Soimah, Li Catur Kuncoro, Butet Kartaredjasa dan Kua Etnika pimpinan Djaduk Ferianto. (teks & foto: hqeem)

Ferianto, Agus Noor, dan Djarum Apresiasi Budaya, yang percaya bahwa seni budaya mampu menjadi jalan bagi keberagaman untuk kembali berdialog secara kreatif, serta melahirkan dan menumbuhkan semangat ke-Indonesiaan yang lebih aktual dan relevan. Pertunjukan yang merefleksikan kecintaan kepada Indonesia, menghargai pluralism serta keberagaman dalam proses berbangsa dan bernegara ini menampilkan aksi sekelompok pekerja teater dari Yogyakarta yang dikemas dalam gaya theatre of broadway, dimana musik, tarian dan tata artistik digarap secara apik, membuat panggung menjadi sangat imajinatif. Lakon yang idenya sangat sederhana ini menjadi luar biasa ketika Gunawan Maryanto sebagai sutradara berhasil memasukan isu sosial dan politik, serta kisah cinta pada ‘Putri Apel’ dengan cara yang jenaka dan ringan. Mereka mengolah perkakas sehari-hari seperti ember, panci, sapu, gantungan baju, piring dan lain-lain menjadi sesuatu yang puitis, artistik dan hidup. Bintang tamu, Olga Lidya yang berperan sebagai ‘peri’ bermain enerjik dan terlihat sangat menikmatinya. Sementara para komedian Yogyakarta, Gareng Rakasiwi, Joned, Wisben dan Yu Ningsih tampil piawai mengolah kata mengundang tawa. Masih dalam alur cerita, mereka memunculkan otokritik yang menggelitik, namun tetap asyik. Memasuki tahun kedua, program Indonesia Kita yang telah sukses diawali dengan ‘Apel, I’m In Love’ segera disusul dengan 3 pertunjukan lainnya yang akan di gelar di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki Jakarta, yaitu ‘Kabayan Jadi Presiden’ yang mengolah khasanah seni yang tumbuh dan berakar pada kebudayaan Sunda, “Maling Kondang” yang megambil latar kisah dari Sumatera Barat (Minang), serta “Nyonya Nyonya Istana” yang memotret para sosialita Jakarta, di tahun 2012 ini.(eds) Foto:Fajar Irawan


Konser Karawitan Manggala Gita

Tembang Kebahagiaan Persembahan BudayaKu

K

eragaman suasana yang tersaji dalam alunan suara tembang dengan berbagai teknik dan garapan yang disertai dengan keragaman tangga nada pentatonic (slendro dan pelog), diatonic berikut tangga nada Arabic maupun sajian beragam instrument gamelan dalam keragaman warma bunyi dan teknik, menjadi suguhan memikat dalam pementasan konser Karawitan bertajuk “Manggala Gita” yang dipersembahkan BudayaKu (13-14 April 2012) di Auditorium

Bank Indonesia, Jakarta. Melalui konser ini, Manggala Gita (bhs Kawi) yang berarti tembang kebahagiaan dimaknai sebagai wujud rasa syukur atas datangnya sebuah kesempatan untuk bisa menyuguhkan kreativitas music yang berakar pada khasanah tembang dan gamelan Jawa yang terbingkai dalam keragaman teknik sajian, tangga nada dan suasana. Waluyo Sastro Sukarno selaku komposer bersama pemusik Danis Sugianto, Darno Kartawi, Sri Joko Rahardjo, Sugiyanto, Widodo, Iswanto, Singgih Sricundhomanik, Pramadyo, Endah Laras, Wijiastuti, Bayu, Heru, Jalu, Ardi, Gunawan dan Dewi dengan penata suara Susilo Hutomo serta kelompok Pemain Karawitan Bank Indonesia, mampu menghadirkan komposisi musik yang tergali dari suasana kegelisahan batin sebagai dampak dari kompleksitas problematika sosial yang terjadi di masyarakat. Dengan menyajikan komposisi musik bertajuk: Bonangan, Pakurmatan, Bedhaya ‘Nut Karsaning Gusti’, Kombangan, Suara Akar Rumput, Kedlarung, Sepuluh Wolu, Dhadhung Pinuntir, Menyapa serta Undur-Unduran, Manggala Gita mampu menawarkan suasana malam yang menyejukan dan penuh kedamaian sebagai wujud nyata dari mimpi BudayaKu yang didukung Bank Indonesia beserta Ikatan Pegawai Bank Indonesia untuk konsisten menjadi penggerak dan pendukung budaya di Indonesia.(Teks & Foto: Fajar)

Wayang Urban : Sanditama Lagu Laga

Budayaku Persembahkan

Karya Nanang Hape

P

rinsip hidup, harga diri dan pengabdian melatari pilihan yang harus ditempuh Adipati Karna dan Gatotkaca dalam melakoni hidupnya. Lakon klasik yang kemudian dipersembahkan BudayaKu kedalam pentas wayang urban bertajuk “Sanditama Lagu Laga” (5-7 April 2012) di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Saat bayi, Gatotkaca putra Bimasena pernah dilempar ke kawah candradimuka dan langsung menjadi pemuda sakti tanpa tanding. Sesungguhnya Gatotkaca adalah keponakan dari Adipati Karna, putra Dewi Kunti dari Batara Surya yang lahir tersia-sia karena di buang ibunya. Dibentuk oleh alam dan keadaan, Karna berhasil mewujudkan dirinya sebagai ksatria yang sakti dan disegani. Demi sebuah kebenaran yang sama-sama diyakininya, Gatotkaca diperintahkan mewakili Pandawa untuk menghadapi Karna yang menjabat sebagai panglima Kurawa Secara apik,unik dan menghibur, dalang dan sutradara Nanang Hape menyajikan wayang urban atau wayang kulit kontemporer dengan keragamannya yang memadukan musik karawitan dan musik modern ala

band, tari hingga teater. Cerita dituturkan dengan gaya ringan yang gaul, penuh guyonan dan mampu menarik antusias minat penonton dari kalangan tua dan muda. Didukung pemain seperti Candra Malik, Takako Leen, Kojack Kodrata, Meyke Vierna, Artasya Sudirman dan lainnya, naskah lakon Gatotkaca dan Karna juga ditulis oleh Nanang Hape dengan melibatkan Sugeng Yeah (peñata artistik) Usman C. Noer (peñata suara) dan Alim Jeni (manager panggung. Untuk musiknya digarap apik oleh Wayang Urban Plus. Pementasan Sanditama Lagu Laga dipersembahkan oleh BudayaKu sebagai komunitas budaya yang menjadi penggerak dan pendukung budaya di Indonesia dengan tujuan untuk menjadikan seni dan budaya Indonesia sebagai akar budaya bangsa dan menjadi tolok ukur dalam menerima budaya luar yang masuk terutama dikarenakan era globalisasi. (teks & foto: fajar)

www.musiclive.co.id | musiclive © 2012

15


Art & Culture

Musikal Lutung Kasarung

Legenda Sunda

K

Dalam Kemasan Modern

epedulian Wakil Gubernur Jawa Barat, Dede Yusuf bersama Imam Taufik, terhadap aspek sosio cultural masyarakat Jawa Barat diapresiasi dengan menggagas pertunjukan monumental opera “Musikal Lutung Kasarung: The Legend of The Lost Monkey” yang sukses digelar tahun 2011 di Bandung dan kembali dihelat pada 18-27 Mei 2012 di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Disajikan dalam cita rasa kekinian yang penuh inspiratif, imajinatif dan kreatif namun tetap memenuhi esensi dari nilainilai filosofis Kesundaan, latar budaya Bumi Pajajaran serta nilai kehidupan dalam masyarakat Jawa Barat, Yayasan Prima Ardian Tana dan Regukerja Didi Petet sukses menyuguhkan sebuah pentas yang menghibur dan dapat dinikmati semua kalangan, baik orang tua maupun anak-anak. Bersama Ratna Riantiarno (Pimpinan Produksi), Didi Petet (Sutradara) menggandeng Ismet Ruchimat & Iman Lukman ‘Sambasunda’ (penata musik); Ayo Sunaryo & Asep Cilok (penata tari); Kania Roesli & Deden Siswanto (penata kostum); Abdullah Yuliarso (Produser Eksekutif); Dave Laksono (Produser); Anti Yank & Aulia Mahariza (Produser Pelaksana) mengemas apik kisah yang ceritanya diadopsi dari legenda masyarakat Sunda lewat naskah yang ditulis oleh Getar Jagat Raya. Lutung Kasarung (Lutung yang tersesat) berkisah tentang perjalanan Sanghyang Guruminda dari Kahyangan yang diturunkan ke Bumi dalam wujud seekor Lutung dan menemukan sosok idaman hatinya pada sosok Purbasari Ayuwangi, seorang putri calon pemegang tahta kerajaan Pasir Batang yang terusir oleh kedengkian saudara-saudaranya. Sebagai sebuah hiburan yang berkelas dan mengasyikan, Musikal Lutung Kasarung disemarakan oleh keterlibatan 87 pemain terpilih asal Bandung dan Jakarta diantaranya Marcel Siahaan, Melly Goeslaw, Nina Tamam, Poppi Sovia, Candil, Ronny Waluya, Netta, Tony Q Rastafara, Nadhira Ulya Suryadi, Rachmi Awlya, Astri Hapsari, Yadi Kurnia, Erine Anggi Kisdiarini, Tiara Putri Effendi, Lily Nurundah Sari, Yuli dan Anggi Apriliani Martnda. (Teks & Foto: Fajar)

Queencerto Collaboration with Angklung and Smaluci Gamelan Orchestra

Queen Night Bersama Tjimahi Choir

S

ebuah eksplorasi musik tradisional yang dikemas dengan konsep modern dipersembahkan Tjimahi Choirs yang berkolaborasi dengan Smaluci Gamelan Orchestra dan Obby A.R dalam pentas bertajuk Q ueencerto Collaboration with Angklung and Gamelan Orchestra yang dihelat di Auditorium Gedung Kesenian Jakarta, Jl. Gedung Kesenian No.1 Jakarta Pusat. Pentas ini menjadi penampilan perdana Tjimahi Choirs diluar daerah asalnya, jawa Barat, sejak didirikan kang Agus, April 2011 lalu. Lantunan “Somebody To Love’, ‘Jealousy’, ‘Melancholy Blues’, ‘Save Me’, ‘Love Of My Life’ dan beragam tembang dari grup musik internasional QUEEN mampu menghadirkan atmosfir nostalgia romantis yang memikat terutama setelah dikolaborasi dengan gamelan dan ansembelan angklung dari Smaluci Gamelan Orchestra serta instrument bass (Ipung), keyboard (Aris), lead guitar (Bari & Ikin) dan drum (opik). Pertunjukan juga diseling oleh atraksi solo drum Iqbal Marauli yang sedang mengikuti kompetisi Mapex Drum

16

musiclive © 2012 | www.musiclive.co.id

Champion yang dilanjut dengan permainan alat musik budaya sunda dari maestro angklung Obby A.R yang secara istimewa ikut membagikan angklung ke penonton sambil mengajarkan cara memegang dan memainkannya untuk kemudian bersama-sama memainkan angklung lewat lagu yang sudah disiapkan partiturnya. Selanjutnya tembang ‘We are The Champion’ dan ‘Somebody To Love’ kembali menjadi aksi pamungkas dari 13 personil Tjimahi Choirs yang berpadu indah dengan alunan gamelan dan angklung yang sempurna. (teks & foto: fajar)


32 Tahun Kiprah Denny Malik

Hindu serta monolog Cornelia Agatha yang berperan sebagai Ratu Budaya. Didukung tata cahaya yang berkilau dan tata panggung yang indah serta iringan musik yang ditata apik oleh Oeblet Etnik Orkestra, ‘32 Tahun Kiprah Denny Malik’ mampu menghadirkan pergelaran tari musikal yang terbilang sempurna dan kaya warna dengan beragam unsur tradisi budaya Indonesia yang menawan. Penampilan memikat juga tersaji dari aksi pendukung lainnya yaitu Titi DJ, MAX 5, Daniel Christianto, Wawan Teamlo dan Ayu Diah Pasha lewat beragam lagu yang dipadu dengan iringan penari dalam balutan busana nusantara yang secara memesona diakhiri oleh penampilan memukau Denny Malik yang masih terlihat enerjik. (Teks & Foto : Fajar)

Eksotisme Kreatif Ragam Budaya Indonesia

D

alam sebuah hajatan megah nan meriah bertajuk “32 Tahun Kiprah Denny Malik Dalam Karya Seni Pertunjukan Budaya Adiluhung” (9/5/2012) yang dihelat di XXI Ballroom, Gedung Jakarta Theatre, Jakarta, Denny Malik sukses mewujudkan kecintaannya akan dunia seni, utamanya seni budaya Indonesia lewat pertunjukan spektakular berbalut warna- warni ragam budaya tradisional Indonesia. Pertunjukan yang digagas promotor Big Daddy Live Entertainment, Mutiara Nusantara dan PT Quantum Convex International ini dikemas dalam nuansa tradisi dan etnik budaya Indonesia sekaligus untuk merayakan 32 tahun Denny Malik berkiprah di ranah seni dan budaya Indonesia. Dengan konsep yang lebih mengusung pada eksplorasi musik dan tari, gelaran ‘32 Tahun Kiprah Denny Malik’ menampilkan 16 repertoir tarian dari hampir 100 tarian yang diciptakan Denny Malik dengan melibatkan sekitar 60 penari professional dari Denny Malik Entertainment serta model kenamaan seperti Okky Asokawati, Arzety, Citra Nartomo, Henidar Amroe, Dhanny Dahlan, Ira Duati, Ratih Soe, Sarita, Nana Krit dan Eka yang akan menampilkan karya-karya perancang busana ternama yaitu Itang Yunasz, Anne Avantie, Jazz Passay dan Iyarita W Mawardi. Pentas yang dikemas berdasarkan lini waktu ini diawali dengan tarian Sriwijaya Agung dari Sumatera Selatan yang mewakili budaya zaman Indonesia

www.musiclive.co.id | musiclive © 2012

17


concert

MAHAKARYA AHMAD DHANI

Bertabur Bintang Bertabur Pesona

K

onser Mahakarya Ahmad Dhani & Dewa 19 yang digelar di Jakarta Convention Centre, Senayan, Rabu (13/6), tak ubahnya seperti nostalgia karyakarya emas Ahmad Dhani Tampilnya Ari Lasso, Once hingga Agnes Monica, Vina Panduwinata, Titi DJ, Afghan dan sejumlah artis di bawah naungan Republik Cinta Management (RCM),seperti Mulan Jameela dan Mahadewi, TRIAD, MAHADEWA serta tiga anak Dhani,Al,El, dan Dul The Lucky Laki. Yang dimeriahkan juga dengan aksi bintang Indonesian Idol membuat konser tersebut betul-betul istimewa dan memesona. Konser yang baru dimulai jam 9 malam, dibuka dengan penampilan Agnes Monica yang membawakan ‘Dewi Cinta’ disusul Mulan Jameela dengan ‘Makhluk Tuhan Paling Seksi’ bersama The Law. Disaat penonton menikmati Video Klip Lagu NKRI Harga Mati - muncul sepasukan tentara Marinir, Pasukan Amfibi dari Angka-

18

musiclive © 2012 | www.musiclive.co.id

tan Laut berseragam lengkap yang seolah mengawal Dhani,Yuke,Andra,bersama Ari Lasso masuk panggung. Lagu ‘Restu Bumi’ dan ‘Elang’ mengalun lewat vokal Ari,mengajak penonton bernostalgia ke era 1990-an. “Selamat malam semuanya,” Dhani menyapa penonton.“ Ternyata lagu Restu Bumi cukup membuat saya meneteskan air mata. Ingat masa lalu, Dewa sekarang yang nonton hampir seumuran dengan saya.Kalau dulu kan anak-anak SMA,”kata Dhani dari atas panggung. Selanjutnya Ari Lasso melantunkan ‘Cintakan Membawamu Kembali’, Abdul Qodir Jaelani atau Dul - sang bungsu mengiringi bermain piano bersama sang ayah yang dilanjut dengan lagu ‘Aku Ada di Sini Untukmu’. The Lucky Laki, terdiri dari ketiga anak Ahmad Dhani, AL El dan Dul, bersama dengan sepupu mereka Raffy Marmen dan Hezkel, membawakan lagu yang disebut Dhani sebagai lagu tradisional keluarganya, yakni ‘Black Dog’ dari Led Zeppelin yang dilanjut dengan hist The Lucky Laki, ‘Superman’. Berikutnya secara berturut-turut tampil Mahadewi,Titi DJ, Afgan, Vina Panduwinata, Mahadewa, T.R.I.A.D,dan para finalis Indonesian Idol.Mantan vokalis Dewa,Elfonda Mekel alias Once,akhirnya kembali menghidupkan suasana feat kolaborasinya bersama Mahadewa- Dewa di lagu ‘Akulah Arjuna’. Usai penampilan Once, Ari Lasso kembali mentas lewat tembang lawas Dewa,seperti ‘Satu Hati’,’Kirana’, ‘Cukup Siti Nurbaya’ dan ‘Kangen’. Atraksi Ari Lasso berhasil membuat penonton larut dalam bernyanyi bersama,berteriak dan melompat mengikuti irama musik. Konser seolah akan berakhir setelah Once membawakan lagu Separuh Nafas.Seluruh pemain,termasuk Dhani, meninggalkan panggung tanpa mengucap sepatah kata pun. Teriakan penonton “Lagi.lagi.” akhirnya membawa para personil Dewa 19 kembali ke pentas. Ari Lasso dan Once duet membawakan lagu ‘Kamulah Satu-satunya’ yang menjadi klimaks konser penuh pesona di malam itu. (HQeem) Foto: Rudolf Maurits


World Youth Jazz Festival Malaysia 2012 Aksi The Tritorium di Negeri Jiran

P

UGUH KRIBO & THE TRITORIUM yang terdiri dari Puguh Kribo (lead guitar), Merrick F Dias (drum) dan Rico (bass), menjadi band Indonesia yang diundang secara resmi untuk tampil di World Youth Jazz Festival (WYJF) yang diselelenggarakan di Putra Jaya, Malaysia dari tanggal 23-27 Mei 2012 berbaregan dengan acara nasional muda belia yang diadakan oleh kementrian pemuda Malaysia. WYJF yang baru pertama kali di helat pihak Malaysia dimeriahkan dengan partisipasi 42 band yang diantaranya datang dari berbagai penjuru dunia seperti Dino Fiumara dari America (USA), Peter Dickson dari Australia, Tala dari India, Lektron dari Jerman, tricia Garcia dari Philipina, Benyamin Trio dari Singapura. The Tritorium yang tampil pada hari Jum’at, 25 Mei 2012 pukul 16.45 – 17.45 waktu Malaysia mempersembahkan beberapa komposisi yang popular di dunia music jazz seperti ‘Sunny’ karya Bobby Hebb, ‘MR.P>C’ karya Coltrane, ‘All of Me’ karya Simmons & Marks, ‘The Kribo’ karya Puguh Kribo serta komposisi ‘Rek Ayo Rek’ sebagai music tradisional dari kota Surabaya yang disuguhkan dalam versi Tritorium.

Puguh Kribo yang di endorse ‘Laney’ amplifier, adalah seorang gitaris progresif independen. Album pertamanya yang bertajuk “Black Kraken” menampilkan progresif instrumentalisme yang berkarakter unik yaitu dengan twin gitar (kanan kiri), yang digarap bareng Merrick F Dias, seorang drummer progresif independen yang juga memiliki karakter berbeda yaitu mengarah pada fusion dan funk rock serta Rico selaku additional bass yang berkarakter jazz. Aksi The Tritorium saat itu menampilkan jazz rock yang diramu dengan distortion pada gitar dan hentakan funk rock pada drum, sedangkan bassnya bernuansa jazz. Pada kesempatan terakhir Puguh kribo and The Tritorium menampilkan twin gitar, dengan ciri khas yang sering ditampilkan di beberapa panggung. (Puguh Kribo) Foto: Istimewa.

“WE ARE THE IN CROWD BEST INTENTIONS SOUTH EAST ASIA TOUR 2012” Konser Perdana Plan and Play Yang CIAMIK!ss

K

onser perdana yang dibesut promotor Plan and Play, ternyata sukses memuaskan kerinduan para penggemar ‘We Are The In Crowd’ lewat serangkaian aksi ciamiks pada konser bertajuk “Djarum Super Mild We Are The In Crowd : Best Intentions South East Asia Tour 2012” (5/4/2012) yang dihelat di Dago Tea

House Indoor Bandung. Konser yang didukung oleh Djarum Super Mild ini menjadi satu-satunya konser ‘We Are The In Crowd’ di Indonesia dalam rangkaian tour di Asia Tenggara untuk memperkenalkan album terbarunya yang bertajuk “Best Intentions’, setelah sehari sebelumnya band asal Poughkespie, Amerika ini menyambangi Singapura. Event yang didominasi para ABG kota Bandung ini juga dimeriahkan oleh aksi 3 band pembuka yang diawali oleh penampilan 5 personil Oh Chentaku asal Malaysia, Too Weak To Dance asal Bandung dan Gecko asal Bali. Puncaknya, We Are The In Crowd yang digawangi Taylor Jardine (vokal), Jordan Eckes (gitar, vokal), Cameron Hurley (gitar), Rob Chianelli (drum) dan Mike Ferri (bass) benar-benar mampu menampilkan aksi atraktif yang memikat lewat 13 lagu yang dibawakannya seperti : ‘For The Win’, ‘Kiss Me Again’,’Never Be What you Want’, ‘On Your Own”, ‘You’ve Got It Made’ dan tentunya ‘Both Sides Of The Story’ sehingga berhasil menghadirkan eforia kegembiraan yang ciamiks. (Derbi Gepenk) Foto: Istimewa

www.musiclive.co.id | musiclive © 2012

19


concert Konser Chrisye 2012: Kidung Abadi

S

pektakular....salut untuk hasil kerja keras music director Erwin Gutawa dan Jay Subiakto selaku creative director yang sukses menghadirkan kembali sang legenda Chrisye kehadapan penonton yang menyaksikan konser penuh kejutan bertajuk “Kidung Abadi” (5/4/2012) sebagai gelaran perdana promotor Live Action hasil kerjasama dengan Imagi Kreasi Chrisye yang berlangsung dalam dua tahap: pukul 16.00 WIB dan 20.00 WIB di Plenary Hall, JCC, Jakarta. Meskipun telah berpulang pada 30 Maret 2007, Chrisye yang aslinya bernama Chrismansyah Rahadi memang tak pernah seutuhnya terlupakan, lagu-lagu yang dipopulerkannya dan tak pernah lekang oleh waktu selalu menjadi inspirasi. Dan melalui teknologi canggih dengan sistem digital imaging yang sempurna seolah mampu menghidupkan kembali sang legenda pop, guna melipur rindu penggemar dan pecintanya setelah sebelumnya secara nyata juga pernah terhibur lewat konser “Sendiri” (1994), konser “Badai Pasti Berlalu” (2000) serta konser tunggal Chrisye sebelum menutup mata, “Dekade” ditahun 2003. Atraksi medley dari Erwin Gutawa Orchestra lewat lagu ‘Anak Jalanan’ dan ‘Merpati Putih’serta balutan indah gesekan biola Henry Lamiri dalam lagu ‘Kala Sang Surya Tenggelam’ plus ‘Galih dan Ratna’ menjadi awal dari gelaran konser yang disempurnakan oleh keterlibatan beberapa penyanyi papan atas Indonesia. Diawali penampilan menawan Gita Gutawa yang menyanyikan lagu ‘Baju Pengantin’, selanjutnya GIGI dengan formasi Armand Maulana (vokal), Dewa Budjana (gitar), Thomas Ramdhan (bas) dan Gusti Erhandy (drum) mampu menghangatkan suasana dengan sentuhan rock yang terlantun pada lagu ‘Ketika Tangan dan Kaki Bicara’, ‘Serasa’, ‘Ku Ingin’ dan ‘Juwita’. Berikutnya Suara emas Vina Panduwinata lewat tembang bertajuk ‘Simfoni Cinta’, ‘Cinta’ dan ‘Kisah Insani’ serta aksi ONCE (Elfonda Mekel) dalam senandung ‘Sabda Alam’, ‘Khayalku’, ‘Angin Malam’, ‘Resesi’ dan ‘Pelangi’.mampu menghanyutkan penonton kedalam nuansa nostalgia yang manis. Kejutan yang dijanjikan menjelma dengan hadirnya sosok legenda dalam format audio visual berupa cuplikan beragam konser Chrisye sebelumnya berbalut tembang riang seperti ‘Aku Cinta Dia’, ‘Nona Lisa’, ‘Hurahura’, ‘Anak Sekolah’ serta ‘Kala Cinta Menggoda’ dan ‘Seperti Yang Kau Minta’. Nuansa melankolis Chrisye

20

musiclive © 2012 | www.musiclive.co.id

Sempurnanya Konser Nostalgia Sang Legenda

diawali dengan lagu ‘Kidung’, Selamat Jalan Kekasih’, ‘Untukku’, ‘Kisah Cintaku’, dan ‘Cintaku’. Suasana menyentuh haru juga hadir lewat kolaborasi Sophia Latjuba bersama hologram sosok Chrisye yang menembangkan ‘Setangkai Anggrek Bulan’ dan ‘Kangen’. Karena efek teknologi canggih pulalah yang menyebabkan Chrisye mampu hadir sambil menyanyikan sebuah lagu baru bertajuk “Kidung Abadi’ karya cipta Erwin Gutawa yang terdiri dari 246 kata dan 100 master rekaman dimana music dan aransemennya juga diolah khusus oleh Erwin Gutawa sedangkan liriknya ditulis oleh Gita Gutawa. Klimaksnya, kesempurnaan konser ‘Chrisye Kidung Abadi 2012’ malam itu dituntaskan dengan kidung nostalgia cinta menyentuh ciptaan Tito Soemarsono yang berjudul ‘Pergilah Kasih’.


The Legends

Malam Nostalgia Bersama BBS & Paguyuban Bogor

A

tmosfir malam nostalgia sukses dihadirkan Bogor Beatles Society (BBS) dan Paguyuban Bogor saat menggelar hajatan konser music rock klasik bertajuk “The Legends” (7/7/2012) di Gumati Café, Paledang, Bogor. Gelaran acara yang ditujukan untuk mengobati kerinduan penggemar akan karya-karya emas dari 3 grup music kelas dunia yang melegenda yaitu The Beatles, Rolling Stones dan Bee Gees. Acara yang bisa disaksikan umum dengan tiket seharga Rp.70.000,- ini, dibuka dengan penampilan Endar Pradesa Band yang membawakan 17 lagu popular dari The Bee Gees yang dilanjut dengan rentetan aksi panas SnR lewat 15 lagu dari Rolling Stones. Puncaknya, Bogor Beatles Society yang merupakan paguyuban penggemar music The Beatles yang berdomisili di Bogor dengan anggota mencapai lebih dari 350 Beatlemania

menghadirkan G-Pluck yang secara memesona mampu menyajikan suasana yang ceria sarat nostalgia dengan 17 hits legenda manis The Beatles diantaranya Twist and Shout, Love Me Do, Help, Day Tripper, All My Loving, Ticket To Ride, Yesterday, Let It Be, Obladi Oblada, Hey Jude, I Want To Hold Your Hand dan I Saw Her Standing There. Kehangatan suasana semakin akrab kala beberapa penonton diantaranya ketua Umum Paguyuban Bogor, Bima Arya bersama istrinya Yane Ardian ikut berdendang dan menari mengiringi lantunan G-Pluck, bahkan Bima Arya pun menunjukan sumbangsihnya dengan ikut menyanyikan lagu Beatles favoritnya yang bertajuk ‘Should’ve Known Better’ di atas panggung. “The Legends kali ini merupakan acara yang ke lima kalinya di gelar sejak BBS (Bogor Beatles Society terbentuk pada 5 Maret 2006”, ujar Sofyan Kusuma Priatna, Ketua Bogor Beatles Society. “Acara The Legends dipersembahkan untuk mengobati kerinduan akan karya-karya legendaris dunia yang sangat hits sekaligus menjadi ajang silaturahmi dan pertemuan lintas generasi masyarakat Bogor sehingga diharapkan mampu bersama sama menikmati suasana malam yang ceria sekaligus untuk mempererat ukhuwah antar sesama warga Bogor. Selanjutnya Paguyuban Bogor juga akan lebih sering mengadakan event-event positif seperti ini guna terus menjaga tali silaturahmi” Ungkap Bima Arya, Ketua Umum Paguyuban Bogor.

Manik-manik Khatulistiwa Konser Interaktif Bernuansa Nostalgia

T

ampil sebagai host sekaligus pengarah music dan conductor, Jay Wijayanto mampu menghadirkan nuansa tradisi penuh ceria dalam gelaran konser interaktif bertajuk “Manik-manik Khatulistiwa” yang dihelat 26 Juni 2012 di Goethe Haus Concert Hall, Menteng, Jakarta. Sekitar 17 lagu nostalgia baik lagu daerah, lagu perjuangan maupun lagu pop tersaji secara apik oleh aksi kolaborasi sempurna The Indonesian Children Choir (TICC) dan The Indonesia Choir (TIC), sebagai paduan suara yang mewadahi penyanyi dan musisi Indonesia untuk mengembangkan musik tradisi, musik nasional dan musik dunia. Suguhan lagu-lagu tradisi yang damai terlantun lewat lagu pembuka bertajuk ‘Tarek Pukat’ yang berasal dari Aceh serta lagu indah lainnya seperti ‘Desaku’, ‘O Tano Batak’, ‘Di Timur Matahari’, ‘Si Patokaan’ dan ‘Ayam den Lapeh’. Ada juga sajian medley lagu karya A.T Mahmud yang juga menjadi tema lagu film “Ambilkan Bulan” karya Mizan Production yaitu ‘Ambilkan Bulan’, Pamanku’ dan ‘O, Amelia. Konser yang diwarnai iringan piano, gitar bahkan arkodion ini juga menampilkan lagu-lagu perjuangan diantaranya “Indonesia Pusaka’. Teristimewa kala lagu “Ave Maria di Nusantara” yang

membawa spirit keberagaman serta harmonisasi kerukunan beragama yang dikolaborasi dalam balutan keyakinan Khatolik tentang doa kepada Maria serta iringan ayat suci Al-Qur’an dari surah Al Maidah ayat 116 - 118, yang juga menyiratkan soal Mariam, terlantun penuh kedamaian dari Qori Ahmad Aprianto dan diiringi oleh koor bacaan Kalimat Syahadat dan Salam Maria. Akhirnya, tembang pop seperti ‘Moon River’, ‘Let’s Hang On’, ‘Sempurna’ dan ‘Puspa Indah Taman Hati’ menjadi pamungkas yang mengakhiri konser yang teramat mengasyikan untuk bisa dinikmati kembali. (Teks & Foto: Fajar)

www.musiclive.co.id | musiclive © 2012

21


concert Ponds Teen Concert 2012

Persembahkan Jessie J ‘Who You Are World Tour’

H

asrat untuk membuat penonton Indonesia menari dan bersenang-senang, menjadi janji yang coba diwujudkan Jessie J yang lengkapnya bernama Jessica Ellen Cornish lewat aksinya di “Jessie J Live in Concert”, bertajuk “Who You Are World Tour” yang dihelat di JIEXPO Kemayoran Hall D2 Jakarta. Konser yang digagas Asia Live Entertainment sekaligus menjadi hajatan besar Pond’s Teen Concert tahun 2012 ini diawali dengan penampilan Afgan serta girl band asal Asia yaitu Blush dengan personil Victoria, Natsuko, Angeli, Ji Hae dan Alisha. Sebagai bintang utama, Jessie J tampil memukau dengan aksi lincahnya sambil melantunkan lagu ‘Who’s Laughing Now’. Dalam balutan gaun berwarna biru yang terlihat seksi dan mempesona, penyanyi kelahiran Redbridge, Inggris, 27 Maret 1988 ini secara enerjik memberikan aksi panggung yang indah dan ceria lewat serangkaian lagu bernuansa pop dance sehingga mampu membuat atmosfir sekitar panggung larut dalam histeria suka cita. Total ada 14 lagu terlantun dari suara emas yang hingga kini telah memiliki satu album studio bertajuk ‘Who You Are’, enam single, enam videoclip dan satu single promosi. Sebagai catatan, single lainnya yang dirilis bulan Mei 2012 bertajuk ‘LaserLight’. Lagu lagu dari single hitsnya seperti ‘Nobody’s Perfect’, ‘Who You Are’ yang menjadi soundtrack film ‘Step Up 3D’, ‘Do It Like a Dude’, ‘Price Tag’ dan ‘Domino’ selalu diapresiasi positif penonton yang mengiringinya dengan nyanyian dan goyangan secara enjoy. Sebuah malam indah dan menyenangkan yang berhasil dipersembahkan peraih penghargaan untuk kategori Critics’ Choice pada 2011 BRIT Awards dan menjadi malam sempurna dari gelaran Pond’s Teen Concert tahun ini. (fjr) Foto: Donny Pratama

22

musiclive © 2012 | www.musiclive.co.id


YES Fly From Here World Tour 2012

Konser Bersahaja Nan Fantastis di Jakarta

K

erja keras Variant Entertainment, Andalan Production serta Melon Indonesia yang menjadi bagian dari TELKOM dengan program TIME (Telecomunication Information Media and Edutainment) yang berupaya mendorong industri musik melalui penyelenggaraan konser musik berskema CoPromotor dengan Promotor Nasional, untuk menghadirkan konser perdana YES di Indonesia membuahkan hasil yang sangat manis. Lewat aksi memikatnya, band rock progresif atau prog-rock yang terbentuk sejak tahun 1968 di Inggris ini berhasil memukau penikmat musik di Indonesia melalui lawatan konser bertajuk “Fly From Here” yang dihelat pada Selasa, 24 April 2012 di Grand Ballroom Ritz Carlton Pacific Place Jakarta. Dengan karismanya, Yes yang dalam konser ini digawangi oleh Chris Squire (bass, vokal), Steve Howe (gitar), Alan White (drums), Geoffrey Downes (keyboards) dan Jon Juano Davison (vokal utama) mengawali aksi primanya dengan lagu ‘Yours is No Disgrace’. Sebuah sajian pertama yang langsung diapresiasi positif oleh penonton.

Sekitar 1000 penonton yang rela membayar tiket seharga Rp. 1,5 juta – Rp. 9 juta untuk bernostalgia menyaksikan aksi prima para personil YES yang sudah memasuki usia senja. Dari panggung sederhana namun tampak megah oleh lighting yang mewah dan sempurna selanjutnya terlantun lagu-lagu epic yang cukup familiar ditelinga penggemarnya seperti Rempus Fugit, Your Move/Good People, Life On A Film Set serta And You And I. Pengunjung juga dibuat terkesima oleh atraksi solo gitar Steve Howe yang ciamiks yang dilanjut kembali dengan lagu Fly From Here, Wonderous Stories, Into The Storm, Heart Of Sunrise serta lagu fenomenalnya yan sangat popular di Indonesia bertajuk Owner Of Lonely Heart hingga diakhiri oleh lagu Starship Trooper. Aplaus penonton bergemuruh disertai teriakan we want more berulang kali, dan keriuhan semakin menjadi saat para personil YES kembali ke panggung untuk melantunkan lagu ‘Roundabout’ yang berhasil membuktikan penampilan prima yang membuat puas penonton. (Teks & Foto:Fajar) www.musiclive.co.id | musiclive © 2012

23


clip

Netta Puspita feat Tio Duarte

Romantisme Abadi Biarkan Cinta Menari

K

emesraan dan kebahagiaan dari perjalanan cinta penyanyi Netta Puspita bersama model dan pesinetron Tio Duarte tergambarkan melalui single bertajuk “Biarkan Cinta Menari” yang mereka perkenalkan di penghujung pertengahan tahun 2012. Melalui single yang diciptakan oleh Pasha Ungu ini, Netta dan Tio ingin menunjukan arti sebuah kesetiaan yang dialaminya setelah sekian lama menjalin hubungan dalam sebuah ikatan tali pernikahan. Hadirnya duet Netta dan Tio melalui single “Biarkan Cinta Menari” ini sekaligus menjadi langkah awal kembalinya Netta untuk aktif sebagai penyanyi. Pemilik album pop bertajuk “Takkan Kulepas” (1998), “Rindu Di Dada” (2002) dan album melayu bertajuk “Kemilau Pop Melayu” (2006) ini sempat vakum dari karir menyanyinya tak lama setelah sukses meraih penghargaan ‘Karya Produksi Lagu Melayu Terbaik’ di ajang AMI Awards tahun 2006 dengan alasan ingin serius menikmati masa-masa indah hidup berumah tangga. (Fjr)

24

musiclive © 2012 | www.musiclive.co.id

Proses & Konsep Video Klip Untuk pertama kalinya, pasangan suami istri ini membuat video klip dari single pertama mereka yang berjudul “Biarkan Cinta Menari” karya Pasha Ungu. Proses pembuatan yang berlangsung di studio MMT Tanggerang ini lebih menggambarkan kemesraan hubungan yang dijalani Netta dan Tio sebagai suami istri. Adegan dimulai ketika Netta bernyanyi dan Tio berada di latar sambil memainkan piano. Pengambilan gambar kemudian beralih ke suasana kafe dimana Tio Duarte untuk pertama kalinya melamar Netta dengan iringan lagu Biarkan Cinta Menari yang dibawakan oleh Windi, adik kandung Netta. Untuk menciptakan suasana romantis, Memet sutradara video klip tersebut mengikutsertakan banyak hiasan bunga dan lilin dengan sinar lampu redup yang berwarnawarni. Adegan ditutup dengan suasana romantis ketika Netta dan Tio berbulan madu dan menjalani kehidupan pernikahan mereka dengan keromantisan. Editing Bagi Memet, yang terpenting dalam pembuatan video klip adalah penampilan sang penyanyi harus “sempurna” hingga mampu mengidupkan sebuah lagu. Dan penampilan yang paling diutamakan adalah make-up dan kostum penyanyi. Untuk tema sendiri, biasanya Memet tidak memiliki aturan khusus, yang terpenting adalah video klip itu mampu mengekspresikan lagu kedalam bentuk visual. (Eka) Foto-foto: Donny Pratama/fjr


SeNSASI ALA Diva LAYAKNYA Rossa

R

ossa yang memiliki nama lengkap Sri Rossa Roslaina Handiyani, tidak saja mahir menyanyi, tapi kini juga mahir berbinis. Hal ini ia buktikan, dalam waktu singkat membuka cabang-cabang Diva Family Karaoke, sebagai branch bisnisnya di beberapa kota besar di Tanah Air. Diva Family Karaoke pertama hadir di Mangga Besar, menyusul Central Park, Palembang, Sukabumi, Pejanten, Karawang, Kalibata City, Pontianak dan Manado. Secara bertahap pada tahun ini outlet Diva juga akan dibuka di Makassar, Batam, Salemba, Abepura, Pekanbaru, Alam Sutera, Bandung, Jambi, Banjarmasin, Samarinda, Balikpapan, dan kota-kota lainnya. “Insya Allah hingga tiga tahun mendatang, target ada 50 Diva di seluruh daerah Indonesia,” kata Rossa.saat hadir di grand launching Diva Family Karaoke yang terletak di Apartemen Gardenia Boulevard Pejaten, Jakarta serta ditegaskan

kembali saat meresmikan Diva Family Karaoke di Mall Ramayana Karawang Lt.3 Jl. Raya Tuparev, Karawang, Jawa Barat. Diva Family Karaoke menjadi tempat karaoke keluarga terbaik di Indonesia saat ini. Merupakan satusatunya karaoke keluarga yang juga memakai sistem operator panggil lagu, sehingga bagi mereka yang tidak terbiasa dengan sistem komputer, bisa langsung memilih lagu melalui mic dan operator siap membantu. S elain menggunakan standar sound system yang mampu menghasilkan suara lebih jernih, Diva Family Karaoke juga dilengkapi dengan fasilitas recording diruangan, khusus diperuntukan bagi mereka yang memang ingin merekam suaranya seperti penyanyi professional. Spesifikasi alat dan roomnya sesuai standar studio rekaman yang biasa di gunakan untuk merekam lagu secara professional. Jadi hasil CD recording-nya bisa jauh lebih bagus. “Kami berharap, setiap pelanggan kami yang datang bisa bernyanyi

tanpa rasa malu serta serasa panggung menjadi miliknya” ungkap salah satu manajemen Diva Karaoke Karawang. I nterior dan luas ruangan terlihat sangat menarik, dengan konsep modern serta warna-warna cerah yang pas buat keluarga atau pribadi anda. Fasilitas yang ada juga bisa dimanfaatkan untuk acara meeting, pesta, arisan atau sekedar tempat hang-out. Diva Family Karaoke dilengkapi pula dengan wifi dan browsing internet gratis di area lobby, serta menyediakan beragam makanan dan minuman dengan harga yang sangat kompetitif. (eds) Foto: fajar www.musiclive.co.id | musiclive © 2012

25

hangout

Diva Family Karaoke


moment

Stingray Friday

Nuansa Berkelas di Stingray Club & Lounge

S Djarum Super Mild Once & His Album Once Rilis Album Solo Perdana

K

epuasan Once atau Elfonda Mekel, sebagai musisi akhirnya terwujud dengan totalitas karya yang terealisasi saat merilis album perdana self title Once produksi Aquarius Musikindo lewat gelaran special bertajuk “Djarum Super Mild Once & His Album” yang dihelat di 2 kota yaitu Atrium Surabaya Town Square (Sutos), Surabaya (14/06) serta Stingray Club & Lounge, Lobby Level Crowne Plaza Hotel, Jakarta (22/06/2012) yang mana albumnya juga didistribusi di jaringan toko buku Gramedia di seluruh Indonesia. Di tahun 1999, pemilik suara khas ini pernah mengawali karirnya dengan merilis single Anggun dan menggantikan posisi Ari Lasso sebagai vokalis Dewa ditahun 2000. Gebrakannya sebagai penyanyi solo terjadi di tahun 2005 dengan menyanyikan themesong DEALOVA yang sukses menjadi hits di Indonesia, Singapore dan Malaysia yang disusul dengan single-single hits berikutnya seperti ‘Kucinta Kau Apa Adanya’ (2007), ‘Pasti Untukmu’ (2010) & ‘Hilang Naluri’ (2011). Once pun pernah mengeluarkan single bertajuk “Symphony Yang Indah” (2010) yang direkam khusus untuk ‘40th Anniversary Aquarius’. Saat tampil eksklusif pada gelaran “Djarum Super Mild Once & His Album” yang berlangsung di Stingray Club & Lounge, Once membuktikan konsistensinya dalam bermusik dengan menyajikan suguhan lagu dengan beragam genre seperti rock, blues, pop dan western rock dari album solonya yang berisi 10 lagu yaitu ‘Pasti Untukmu’, ‘I Still Loving You’, ‘Hilang Naluri’, ‘Hidup Ini’, ‘Hari Ini Juga’, ‘Satu dari Sejuta’, ‘Missing You’, ‘Kucinta Kau Apa Adanya’, ‘Dealova’ serta ‘Mystified’ yang merupakan hasil kolaborasinya bersama Gugun Blues Shelter. “Saya mencintai musik, karena bermain musik itu lebih daripada suatu pekerjaan. Dan saya mencoba cu-

26

musiclive © 2012 | www.musiclive.co.id

etiap Jum’at malam, Stingray Club & Lounge yang berlokasi di Crown Plaza Hotel, Lobby Level, Jl. Gatot Subroto Kavling 2-3, Jakarta senantiasa menghadirkan program istimewa yang membedakannya dengan club-club lain yang ada di Jakarta, yaitu dengan mengemas program bertajuk “Stingray Friday”. Melalui program ini, Stingray Club & Lounge menyuguhkan sebuah acara ‘Friday Night’ yang dikonsep dengan memadukan live music & DJ serta menghadirkan artis ternama baik dari dalam maupun luar negeri yang dikombinasi dalam konsep hiburan bernuansa budaya. Dengan menyasar target pengunjung dalam kategori middle-up, pengunjung yang menyambangi Stingray Club & Lounge di Jum’at malam Sabtu juga dihibur oleh aksi home band SoundFhoria band/ Top 40 dengan personil vokal terdiri dari Jessica (Filipina), Putu Agus (Indonesia), Fariez (Indonesia), H-Roc (USA), Bass Gomes (Columbia), Drums B.J (New Zealand), Keyboards Ronald (Indonesia), Guitor Chris (England) yang menghibur serta atraksi seru home DJ yang mampu memanaskan suasana bersama DJ Popeye and DJ Mono. Erwin Budiman, General Manager Stingray Club & Lounge mengatakan bahwa Stingray Friday akan selalu menghadirkan kombinasi musisi papan atas seperti Mulan Jameela, Once, Groovy Setia Band dan lainnya yang dikombinasikan dengan hiburan bernuasa budaya sehingga mampu menyajikan nuansa hiburan yang berbeda dan berkelas. (Teks & Foto:Fjr)

kup puas dengan apa yang ada di album yang ekspresif ini karena saya diberi kebebasan untuk terlibat di dalam proses produksinya, semoga album ini bisa diterima oleh masyarakat pecinta musik.”, ujar Once sesaat sebelum performance di pentas Djarum Super Mild Once & His Album di Stingray Club & Lounge. (Teks & Foto: fjr)


LA Lights Meet the Labels 2012 Ajang Unjuk kemampuan Pendatang Baru Berbakat

S Anugerah Bintang Luminar Apresiasi Untuk Seniman Berprestasi Terbaik Indonesia

ebuah ajang audisi dan golden opportunity untuk mencari band, solo atau duo yang berbakat dan bertalenta guna menggapai mimpi masuk dapur rekaman yang bertajuk “LA Lights Meet the Labels 2012” usai digelar di tiga kota besar di Indonesia yaitu Surabaya (9/6), Yogyakarta (23/6) dan Banjarmasin (7/7/2012).Tercatat lebih dari 300 peserta baik band, solo maupun duo hadir mengikuti pre-casting hingga terpilih lebih dari 100 peserta berbakat dengan mengusung beragam genre seperti rock, pop, jazz, reggae,

T

ekad untuk memuliakan para seniman yang telah menjadi inspirasi Indonesia coba di apresiasi Yayasan Bintang Karya Cipta yang berkomitmen untuk menggelar ajang penghargaan bertajuk “Anugerah Bintang Luminar” (ABL) yang akan diberikan kepada para seniman terkemuka Indonesia yang telah membuktikan eksistensi, prestasi dan kontribusinya di dunia seni, hiburan dan mode di Indonesia. Komitmen tersebut akan diwujudkan dalam bentuk cetak tangan (hands-print), semacam Hollywood Walk of Fame atau Avenue of The Stars Hongkong dimana para peraih penghargaan berkesempatan mengukir nama serta cetak tangannya untuk di abadikan dan akan diletakan di Avenue of The Stars, E=eXion Mall, Kemang Village pada September 2012. Untuk tahun ini, Yayasan Bintang Karya Cipta akan memberikan trofi penghargaan di malam Anugerah Bintang Luminar untuk kategori Aktris Film/Televisi, Aktor Film/Televisi, Penyanyi Solo Wanita, Penyanyi Solo Pria, Penyanyi Duo/Band, Pembawa Acara Televisi Wanita, Pembawa Acara Televisi Pria, Perancang Mode dan Pengabdian Seumur Hidup dimana yang berhak menerimanya akan ditentukan berdasarkan prestasi oleh Komite Nominasi yang terdiri dari Mayong Suryolaksono, Bens Leo, Rosiana Silalahi, Jay Subiakto dan Irma Hardisurya selaku Ketua Tim Komite Nominasi ABL 2012. Selain itu ada juga kategori “Pilihan Masyarakat”, dimana masyarakat berkesempatan untuk menentukan pilihan tokoh seni yang pantas untuk menerima Anugerah Bintang Luminar dari 44 nama yang direkomendasikan. Partisipasi masyarakat ini bisa dilakukan dengan memilih satu nama melalui voting di website Anugerah Bintang Luminar di www.bintangluminar.com atau melalui SMS. Rencananya Anugerah Bintang Luminar akan menjadi agenda rutin tahunan dari Yayasan Bintang Karya Cipta yang akan disempurnakan dengan menghadirkan sejumlah karya lain yang akan meramaikan khasanah seni dan budaya di Indonesia,sehingga ajang ini mampu disetarakan dengan ajang bergengsi dunia lainnya. (Fjr, Foto: Irish)

country dan bahkan dangdut berunjuk gigi live audition dihadapan 5 perusahaan label music yaitu Alfa Records, Aquarius, E-Motion, Seven Music dan Warner Music Indonesia.

“Ajang ini merupakan wadah bagi mereka yang punya talenta bermusik untuk bertemu dengan pihak label, ternyata peserta yang mengikuti audisi sangat bervariatif dari sisi genre musiknya dan mampu menunjukan kreatifitas bermusik yang bagus pada saat live audition”, ujar Maya Shintawati, Brand Manager LA Lights, di The Only One Club, FX Lifestyle X’nter, Jakarta, Selasa (24/7). Ajang LA Lights Meet The Labels 2012 masih akan dilanjut ke beberapa kota lain seperti Medan, Bali, Balikpapan dan Pontianak dengan suguhan program yang dikemas kreatif dan atraktif sebagai cerminan dari nilai brand LA Lights yang Berani Enjoy! Ajang ini juga akan dimeriahkan oleh penampilan sederet musisi maupun band papan atas tanah air yang penuh inspirasi seperti Drew, The Titans, Endah N’Rhesa dan V Minutes. Bagi anda yang tertarik untuk berpartisipasi, bisa mengirimkan CD demo ke PO BOX 1502 JKS 12015 atau upload video di website LA Lights (www.la-lights.com) atau menyerahkannya ke radio partner dan partner lainnya di tiap daerah yang telah ditunjuk oleh panitia. Kesempatan ini masih terbuka hingga tanggal 6 Oktober 2012. Silahkan mencoba, kesempatan emas belum tentu datang untuk yang kedua kalinya. Text/ Foto: Irish www.musiclive.co.id | musiclive © 2012

27


moment

Pergelaran Multimedia

Tembang Harmoni Konser Untuk & Dari Anak Negeri Indonesia

K

epedulian untuk tetap mempertahankan dan memperjuangkan eksistensi bagi panggung artis, penyanyi dan musisi Indonesia di negeri sendiri utamanya dalam usaha menyeimbangkan beragam konser di Indonesia yang didominasi oleh artis-artis asing, menginspirasi Renny Djajoesman bersama seniman music Indonesia lainnya guna menyelenggarakan konser-konser musik karya anak bangsa. Salah satu bentuk kepedulian tersebut akan diawali dengan sebuah pergelaran multimedia yang di produksi Renny Djajoesman Enterprise bersama tim kreatif yang terdiri dari penggagas pertunjukan dan pengamat musik seperti Remy Sylado, Endi Aras, Onnie Koes Harsono, Sentot S, Sonny Soemarsono, Samuel Wattimena dan Bens Leo dalam bentuk konser musik bertajuk “Tembang Harmoni” dengan menyatukan aksi 5 penata musik serta musisi dan penyanyi Indonesia lintas dekade. Pergelaran multimedia yang mengambil tema Persatuan dan Kesatuan ini di konsep dalam perpaduan multimedia, audio dan visual dengan kolaborasi beragam unsur bernuansa budaya Indonesia seperti Nyanyi, Tari, Tata Panggung dan Tayangan Audio Visual yang diperindah dengan tata lampu dan tata suara. Pergelaran akbar yang akan menyajikan lagu-lagu lintas dekade mengenai kecintaan manusia pada alam dan sesama, semangat membangun negeri dan cinta Tanah Air yang mengajak untuk berjalan berdampingan dalam perbedaan seperti ‘Berkibarlah Bendera Negeriku’ (Gombloh), ‘Badai Pasti Berlalu’ (Eros Djarot & Jockie Suryo Prayogo), ‘Untuk Bumi Kita’ (SBY dan juga ‘Nusantara I’ (Koes Plus / Tony Koeswoyo). Konser ‘Tembang Harmoni’ yang akan memanggungkan lagu-lagu dengan tema Sketsa Sosial, Pelestarian Lingkungan, Cinta Tanah Air dan Spirit Persatuan

dan Kesatuan ini akan dimeriahkan dengan aksi Ebiet G Ade, Sandhy Sondoro, Harvey Malaiholo, Fariz RM, Vidi Aldiano, Dira Sugandhi, Joy Tobing, Cici Paramida, Rafika Duri, Dharma Oratmangun, Andi /rif, Rio Febrian, Berlian Hutauruk, Brothers & Co serta penyanyi berkualitas lainnya yang dikawal oleh kemegahan aransemen orchestra yang terinspirasi dari semangat berkawan, berkarya dan berbagi dari dan oleh 5 conductor ternama yaitu Addie MS, Dwiki Dharmawan, Yockie Suryo Prayogo, Andi Riyanto dan Oni Krisnerwanto. Konser Musik Multi Media Tembang Harmoni yang juga melibatkan sejumlah instrumentalis senior diantaranya Idris Sardi, Ireng dan Kiboud Maulana, keyboardist/ vokalis Fariz RM, gitaris Barce Van Houten, serta Menteri perdagangan yang juga pianis Gita Wirjawan ini akan digelar selama 120 menit mulai pk. 19.30 WIB di Hall D2 Convention Jakarta International Expo-Kemayoran pada tanggal 11 dan 12 September 2012. Tersedia 2000 kursi untuk satu pergelaran yang bisa disaksikan dengan tiket seharga Rp. 1.000.000,- (Kelas Emas), Rp. 500.000,(kelas Perak) dan Rp. 300.000,- (kelas Perunggu) yang dapat dipesan mulai tanggal 18 Juli 2012 melalui www. tiketnonton.com atau (021) 7229535 & 7220158 atau juga di Ibu Dibyo, Aquarius Mahakam, Fachriquest, Ticket Station serta semua outlet Disc Tarra. (Teks & Foto: Fajar)

Buavita “Temukan 1001 Manfaat Buah” Edukasi Manfaat Buah Untuk Masyarakat Indonesia.

Kesadaran masyakat Indonesia terhadap pentingnya menkonsumsi buah masih di rasakan sangat kurang,hal

28

musiclive © 2012 | www.musiclive.co.id

ini dibuktikan dengan adanya sebuah survei dimana hanya 40% dari populasi yang mengkonsumsi buah setiap harinya. Fakta lain juga menyebutkan bahwa 6 dari 10 orang Indonesia tidak mengkonsumsi asupan buah yang cukup. Dengan alasan itulah maka mulai Mei lalu Buavita mempersembahkan edukasi terbarunya yaitu “Temukan 1001 Manfaat Buah” yang menghadirkan pasangan Donna Agnesia dan Darius Sinathrya yang ditunjuk menjadi brand ambassador Buavita. Pemilihan pasangan suami istri tersebut dirasa cocok untuk mewakili masyarakat pencinta buah dan diharapkan masyarakat mampu mengadaptasi gaya hidup sehat mereka. “Buavita menemukan lebih banyak lagi manfaat mengejutkan dari buah dan ingin berbaginya dengan masyarakat Indonesia.”, ujar Anastasia Pamela, Assistant Brand Manager Buavita (Eka)


Ramadhan in Harmony Toleransi Beragama Dalam Keragaman Budaya

S

ebuah pentas musik modern, dipadu dengan pertunjukan atraksi kebudayaan Idonesia yang menunjukan kehidupan beragama yang damai dan indah bertajuk “Ramadhan in Harmony”segera digelar pada Sabtu, 11 Agustus 2012 di Plenary Hall – JCC, Jakarta. Konser yang digagas Venusa Production dan yayasan Addawah dalam bentuk kesatuan tembang harmoni berbalut budaya Indonesia ini dikemas secara indah dan megah dalam nuansa Ramadhan yang damai. Diantaranya adalah budaya Pela Gandong (persaudaraan dari Maluku) dan harmoni suara dalam Adzan Pitu (Aszan tujuh) asal Cirebon serta angklung (Jawa Barat) yang mampu menghadirkan nuansa harmoni yang cinta damai. Konser Ramadhan in Harmony akan menyajikan kolaborasi antara composer Erwin Gutawa yang akan memimpin orkestrasi sebanyak 75 pieces beserta 60 orang paduan suara dengan art director Jay Subiakto yang akan menampilkan tata visual yang menunjukan kekayaan khasanah budaya Indonesia. Dimeriahkan dengan penampilan Bimbo, Rosa, Gigi, Dira Sugandi, Gita Gutawa, Marcell, Glen Fredly serta koreografer Hartati Swarna Dwipa featuring angklung Obby A.R., “Ramadhan in Harmony” diharapkan akan menjadi

konser yang sangat mencerminkan toleransi beragama sebagai persembahan dalam rangka merayakan rachmat bulan Ramadhan sekaligus konteks kemerdekaan Indonesia. Karena dihelat saat Ramadhan, panitia juga akan menyiapkan makanan untuk berbuka beserta lokasi untuk menunaikan ibadah shalat, tersedia 3000 tiket dengan kisaran harga Rp.300 ribu hingga 1,5 juta rupiah untuk dapat menikmati konser Ramadhan in Harmony yang menjunjung nilai silaturahmi dan persaudaraan. (Teks & Foto: fjr)

Konser Cinta Beta

Aktualisasi 17 Tahun Kiprah Glenn Fredly

D

engan mengusung spirit dan romantisme Indonesia Timur untuk selalu menyatu menjadi Indonesia seutuhnya, promotor asal Yogyakarta yaitu “Rajawali Indonesia” menggagas “Konser Tunggal 17 Tahun Glenn Fredly” bertajuk “CINTA BETA” yang akan digelar pada tanggal 2 September 2012 di Istora Senayan, Jakarta. “Konser ‘CINTA BETA’ akan menyuguhkan kisah perjalanan karir Glenn Fredly baik sebagai musisi sekaligus pencipta lagu selama 17 tahun di Indonesia. Glenn juga akan memperkenalkan seni budaya dan keindahan dari tanah kelahirannya, Ambon. Konser ini juga sebagai

bentuk perayaan bersama dengan penikmat musik beta di tanah air guna menikmati suguhan apik lagu-lagi cinta Glenn seperti Januari, Kasih Putih, Sekali Saja, Salam Bagi Sahabat dan Terpesona.”, jelas Anas Syahrul Alimi, CEO Rajawali Indonesia di Jakarta. Selama 17 tahun berkiprah, Glenn Fredly telah menelurkan 11 album dan pernah bekerjasama dengan sejumlah musisi internasional seperti Amy Mastura, George Duke, Julio Iglesias dan Kenny G. Album ketiganya yang bertajuk ‘Selamat Pagi Dunia’ sukses meraih 3 Platinum Award dan 5 kali Platinum. Selama 2 jam Glenn Fredly dan sejumlah musisi pendukungnya akan memberi suguhan menghibur penuh semangat cultural yang mewakili semangat Indonesia dari Timur guna mengatmosfiri Istora Senayan dengan romantisme Cinta Indonesia. Sebanyak 6000 tiket disediakan Rajawali Indonesia untuk dapat menyaksikan “Konser Tunggal 17 Tahun Glenn Fredly: CINTA BETA” ini yang sudah dapat dipesan mulai 7 April 2012 di www.Rajakarcis.com dengan pilihan kelas VIP: Rp. 750.000,- Tribun A: Rp. 300.000,- Tribun B: Rp. 250.000,Festival A: Rp. 400.000 dan Festival B: RP. 350.000,- (fjr)

www.musiclive.co.id | musiclive © 2012

29


moment

Nescafe Buka Mata Community Memacu Ide & Kreatifitas Dari Hal Yang Sederhana

T

elah disosialisasi sejak bulan Mei di Universitas Indonesia Jakarta, Universitas Airlangga Surabaya, Universitas Gajah Mada Yogyakarta dan Institut Teknologi Bandung serta melalui Facebook Nescafe Id atau email: Nescafe.Indonesia@ID.nestle. com, NESCAFE sebagai merk kopi terkenal di dunia memperkenalkan “NESCAFE BUKA MATA COMMUNITY”. Sebuah program untuk komunitas anak muda di kampus maupun di dunia maya atau virtual yang

The Cardigans

Siap Manggung Di Jakarta

K

abar gembira datang dari promotor LOUD Production yang menyatakan telah dikonfirmasi oleh The Cardigans bahwa band asal Swedia yang beranggotakan Lars-Olf Johansson, Peter Svensson, Bengt Lagerberg, Nina Persson dan Magnus Sveningsson siap manggung untuk menyambangi penggemarnya di Jakarta pada tanggal 14 Agustus 2012, di Tennis Indoor Senayan. Istimewanya, hanya Indonesia dan Jepang, Negara di Asia yang disambangi The Cardigans. “The Cardigans mempunyai akar pengge-

30

musiclive © 2012 | www.musiclive.co.id

bertujuan memacu, memotivasi, dan memfasilitasi ide-ide kreatif anak muda Indonesia dengan melihat hal-hal disekitarnya yang dianggap biasa dengan cara berbeda dan ditindaklanjuti hingga mampu memberi warna dan berdampak positif bagi banyak orang dimana untuk mewujudkan idenya akan difasilitasi NESCAFE. Saat sosialisasi awal yang dihadiri Patrick Stillhart (Bussines Executive Manager Coffe PT. Nestle Indonesia), Irmawati Praharsi (Brand Manager Nescafe) dan Billy Boen (penulis buku inspirasi untuk anak muda ‘Young On Top’ sekaligus CEO Jakarta International Management & Consulting), di tahun 2012 ini, NESCAFE akan memilih 5 ide terbaik yang akan didukung perwujudannya dimana tiga eksekusi ide terbaik akan mendapat pengalaman “BUKA MATA” di Cina, Korea dan Thailand. Pendaftaran ide dilakukan hingga 30 Agustus 2012 dan akan dikaji dewan juri 31 Agustus – 8 September 2012 kemudian 12 September akan diumumkan 5 ide terbaik untuk diwujudkan 13 September – 20 Oktober 2012. Hasil 3 eksekusi terbaik diumumkan 24 Oktober 2012 yang kemudian selama seminggu mulai 4 November 2012 akan diberangkatkan ke Cina, Korea dan Thailand. (Teks & Foto: fjr)

mar yang cukup banyak di Indonesia, sehingga tak ada alasan untuk tidak memanggungkan band ini di Indonesia,” ujar Ridho Hafidz, yang notabene adalah juga Gitaris Slank selaku Promotornya. Sementara untuk harga tiket konser, pihak promotor mematok harga antara 450-550 ribu untuk tribun, dan 759 ribu untuk kelas festival. Loud Production adalah sebuah EO milik Ridho, dan The Cardigans adalah band Internasional pertama yang mereka usung ke Indonesia. Sejak berdiri sekitar tahun 2005, Loud Production berusaha menampilkan event-event yang bermutu dan mendidik seperti: Ngejinggo Bareng Slank, Bersama Kita Bintang, Charity for Hope with Rio Ferdinand Satu Bintang KFC dan lainnya. Text/Foto: Irish


PARAMORENITE : HERE WE GO (AGAIN!) BANDUNG, Suksesnya JAMBORE MINI PARAWHORES INDONESIA

S

ukses dengan gelaran paramoreNite pertama di Bandung tahun lalu, paramoreINA bekerjasama dengan Rise Your Glory Organizer kembali menggelar “paramoreNite” untuk kali kedua yang dihelatdi Fame Station, Bandung (26/5/2012). Sekitar 350 parawhores (sebutan untuk penggemar Paramore) yang berasal dari Bandung serta Jakarta, Bekasi, Bogor, Cirebon, Subang, Purwakarta dan Sumedang hadir dan memadati pelataran parkir Fame Station yang menjadi ajang unjuk kemampuan dari 9 band yang menjadi headliners yaitu: Novels,Flora,Final Riot!, Alice Story, Anonymous, Haybomb, Vena , Girliez dan bintang tamu utama Brand New Eyes yang merupakan Paramore Indonesia Tribute Band. Acara yang dipandu oleh MC Ardi (HIGHER) mampu menyajikan aksi memikat dari para band yang menjadi headliners hingga mencapai klimaksnya tatkala lima personil Brand New Eyes yang terdiri dari Fierza (Vokalis,TUFFA), Yai Item (Gitaris, AUDY Band,Higain,Sessions Player), Bounty Ramdhan (Drummer, Boys of Rock,Violet Athena,Solitaire Addict), Budskie (gitaris, AUDY Band,Spank,Sessions Player), dan Abi Ismail (Bass, Sessions Player) naik panggung. Yupz : BRAND NEW EYES! Walau baru tampil perdana namun mampu memanaskan suasana lewat 10 lagu yang dibawakannya dan membuktikan bahwa

GRAND FINAL GUINNESS WORLD SERIES OF POOL 2012 KARL BOYES Tampil Sebagai Juara Turnamen Speed Pool

D

alam partai puncak yan teramat seru, akhirnya pebilyar asal Inggris, Karl Boyes yang dijuluki Buzzin karena memiliki ritme permainan yang gesit dan konsisten tampil sebagai juara “Turnamen Speed Pool Guinness World Series of Pool 2012”

mereka layak menjadi “paramore nya Indonesia”. Banyak diantara audience , baik itu parawhores, talent, musisi dan pengunjung yang malam itu hadir memberikan apresiasi untuk Brand New Eyes. Sejarah pun tercipta untuk mereka : penampilan perdana yang sangat sukses! Kemeriahan malam itu pun berakhir saat brick by boring brick meluncur dari bibir panggung. Sebagian besar dari penonton, panitia, dan pengisi acara bernyanyi dan beraksi di atas panggung, melakukan headbang secara bersamaan, sungguh suasana yang benar benar “RIOT!” tercipta malam itu.(Derbi Gepenk) Foto: Istimewa

(GWSOP 2012) yang dihelat pada 15 Juli 2012 di Atrium Mall Ciputra, Surabaya , setelah sukses mengalahkan Appleton yang juga asal Inggris dengan catatan waktu 5:03 menit melawan 7:03 menit lewat pertandingan yang ketat dan seru. Kemenangan yang diraihnya ,selain mengantar Karl Boyes sebagai sang juara juga berhak atas penghargaan yang diberikan Guinnes selaku sponsor utama berupa total hadiah ratusan juta rupiah. “Guinness menyediakan total hadiah sebesar 100.000 USD bagi juara pertama turnamen Speed Pool ini dan Karl Boyes pantas mendapatkan penghargaan tersebut” Ungkap Ken Holim, selaku representative dari Guinness Indonesia. Gelaran kompetisi Speed Pool “Guinness World Series of Pool” juga disaksikan oleh Asian Pocket Billiard Union (APBU) dan diselenggarakan oleh ESPN STAR Sports’ Event Management Group (EMG). Guinness menjadi sponsor utama. Fisherman’s Friend adalah sponsor resmi dalam acara ini. Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) menjadi saksi regional. Iwan Simonis & Aramith, masing – masing menyediakan alas meja biliar dan bola biliar resmi. Murey menyediakan meja biliar resmi sedangkan Predator menyediakan stik biliar resmi untuk GWSOP dan ESPN menjadi penyiar resmi untuk acara GWSOP 2012. (pr/fjr) Foto: Istimewa www.musiclive.co.id | musiclive © 2012

31


moment

Gudang Garam Intermusic Rockstar Bangkitkan Rockstars Baru Indonesia

A

jang “Gudang Garam Intermusic Rockstar” untuk melahirkan rockers baru menjadi gebrakan yang digagas Gudang Garam bersama Sony Music Entertainment Indonesia. Selain berkesempatan manggung bersama All Indonesian Rockstar (AIRS) yang terdiri dari Abdee Slank, Eno Netral, Baron, Yuke The Groove, Sandy Pas Band, Ivan Boomerang dan Candil Seurieus, rocker terbaik yang terpilih diajang ini juga berkesempatan untuk membuat rekaman dan kontrak bersama Sony Music Entertainment Indonesia. “Pada dasarnya kami ingin mewujufkan impian bibit-bibit rockers Indonesia. Jalur expres untuk jadi terkenal sekaligus berkesempatan langka manggung

dengan rockers sekaliber Abdee Slank dan Eno Netral”, ujar Chandra Gunawan, Brand Manager Gudang Garam International. Dengan format acara yang bersifat kompetisi, peserta hanya diwajibkan mengisi formulir pendaftaran dan menyerahkan CD demo yang terdiri dari dua lagu rock yaitu lagu rock terbaik pertama kreasi sendiri serta lagu rock kedua kreasi sendiri juga atau aransemen rock dari salah satu lagu pilihan yaitu: Aku Anak Indonesia (SID), Bukan Dia Tapi Aku (Judika), Betapa Aku Mencintaimu (Cokelat), Gak Kaya Mantanmu (Ello) dan Tak Terkalahkan (Bondan). Dihelat di 8 kota besar lewat serangkaian acara yang dimulai sejak 21 Maret 2012, ‘Gudang Garam Intermusic Rockstar’ juga melibatkan Baron dan perwakilan dari Sony Music Entertainment Indonesia, Shatria Dharma (Aden) sebagai juri. Dengan menampilkan 3 finalis akhir di masing-masing kota, gelaran final juga melibatkan masyarakat umum untuk memilih pemenang dimasing-masing kota dengan melakukan online polling atau sms juga diapresiasi dengan kesempatan meraih hadiah seperti Samsung Galaxy Young, Blackberry Apollo dan IPhone 4S. Sampai akhir Juni kemarin sudah terpilih beberapa band favorit yang mewakili daerahnya berdasarkan hasil voting yaitu: Malang (The Cigarette), Semarang (Good Morning Everyone), Purwokerto (Seems Like Idiot), Medan (Kredit), Palembang (Djantan), Tasikmalaya (Lidi), Jakarta (Mosca) dan Bandung yg diwakili oleh Krosboi. (fjr)

Concerto My Music My Dance Dance Competition jilid II dari Campina

S

ukses dengan luncuran varian Campina Concerto di tahun 2011 yang dibarengi dengan suksesnya event “Campina Concerto Funtastic Follow Me Dance” karena berhasil menarik animo luar biasa dari teman-teman pelajar se-Indonesia, kembali menginspirasi Campina untuk menggelar hajatan ”Dance Competition jilid II” yang bertajuk ‘Concerto My Music My Dance’, sebagai improvement dari kompetisi sebelumnya sebagai upaya agar Campina bisa lebih dekat lagi dengan target marketnya, yaitu remaja Indonesia. Nama “Concerto My Music My Dance” sendiri dipilih untuk memperkuat konsep music di setiap komunikasinya dan dikukuhkan lewat tagline baru “Concerto My Music”. Kompetisi yang diramaikan oleh beberapa musisi ternama seperti Vierra, Princess, Super Girlies dan Pink Panther ini digelar

32

musiclive © 2012 | www.musiclive.co.id

di 6 kota besar di Indonesia yaituMakasar (5-6 Mei), Jakarta (12-13 Mei), Surabaya (19-20 Mei), Bandung (26-27 Mei), Palembang (2-3 Juni ) dan berakhir di Yogyakarta (9-10 Juni 2012) dengan menawarkan hadiah yang cukup menarik, yaitu liburan bareng Campina ke Singapore + Universal Studio selama 3 hari serta uang tunai bernilai jutaan rupiah.[antonryd] Foto: Fajar


WANTED

Siap & Total di Music lewat Sharing Session

M

elalui semangat Go Ahead yang diproklamirkannya, komitmen Sampoerna A dalam memajukan industri musik Indonesia terus bergulir dengan kembali menggelar kompetisi WANTED sebagai ajang pencarian band baru berbakat yang melibatkan 45 kota dalam sembilan wilayah di Indonesia yaitu Medan, Pekanbaru,

Palembang, Bandung, Yogyakarta, Banjarmasin, Makasar, Surabaya dan Tangerang. Sempat vakum di tahun 2011, WANTED yang digelar sejak 5 tahun lalu sukses melahirkan beberapa band ternama hasil dari pemenang WANTED yaitu : D’Massiv (Jakarta/2007), Magneto (Makasar/2008), Supernova (Purwokerto/2009) dan The Lonely Bulls/ TLB (Surabaya/2010). Bahkan beberapa band jebolan Wanted seperti Geisha, Nyawa, Kanan Lima dan Vagetoz juga berhasil tampil sebagai idola di ranah music tanah air. Serangkaian kegiatan WANTED telah dimulai dengan tahap CD Submission pada 1 Maret – 1 Mei 2012 lalu yang dilanjut dengan CD selection yang akan memilih peringkat pertama di wilayahnya guna menjadi wakil di final WANTED yang akan berlangsung di Jakarta. Istimewanya,para peserta dan para finalis ditingkat regional selection juga mendapat pembekalan mengenai industri musik melalui ‘sharing session’ yang melibatkan beberapa juri seperti Noey Java Jive, Krisna Suckerhead, Indra K Thamrin, Harry Santoso dan juri tamu lainnya serta pengamat musik, alumni wanted dan komunitas musik berbakat. Para pemenang WANTED 2012 nantinya pun berkesempatan menjalani proses rekaman album di MUSICA Studio’s. (Teks&Foto: Fjr)

Market Place of Creative Art Festival Creative & Interaktif Berkelas International

B

ertempat di Bandung City Walk, Indonesia untuk pertama kalinya menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan Festival Kreatif dan Interaktif di Asia Tenggara. Acara yang berlangsung pada tanggal 14-15 April lalu dibuka oleh Marie Pangestu selaku Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia dengan disaksikan oleh Tanri Abeng selaku Penasehat Organizing Committee MarketPlace of Creative Art ke 4 dan Ybng Tun Musa Hitam yang menjabat sebagai Chaiman WIFE Foundation. Lebih dari 40 praktisi seni bertalenta berkumpul dari berbagai Negara yaitu Indonesia, Singapura, India, Thailand, Myanmar, Australia, Jepang, Kamboja, Brunei, Vietnam, Malaysia, Laos dan Fhiplina.

Mereka adalah para praktisi seni dari berbagai dimensi dalam industri kreatif seperti penyanyi, penulis lagu, penari contemporer, sutradara film, band fusion, musisi, penyair, ansambel, kelompok tari, pemain perkusi, pengusaha seni dan artis seni traditional. Dan untuk mendukung semboyan Marketplace yaitu “Bringing Business To Arts” maka diharapkan dengan acara ini mampu membawa kesempatan bisnis ke dalam sebuah seni dan The MarketPlace sendiri dapat berperan sebagai katalisator untuk mendorong perkembangan potensial ekonomi didalam seni dan mampu menjelajahi kesempatan-kesempatan yang ada didalam industri seni itu sendiri. eka

www.musiclive.co.id | musiclive © 2012

33


partner

I Slank U :

The Journey Of The Blue Island

KONSER LOKAL BERSTANDAR INTERNASIONAL

I

Slank U, The Journey Of The Blue Island, Itulah Tajuk konser super group Indonesia Slank yang di helat di Ritz Carlton Hotel, di kawasan SCBD Jakarta Selatan. Konser Slank kali ini tersasa sangat berbeda dengan konser konser musik lokal pada umumnya. MAM Live selaku promotor dari pertunjukan itu, mengkonsep sedemikian rupa, sehingga tontonan dari Konser Slank ini menjadi sangat berkelas. Dan memang sudah seharusnya atau selayaknya para musisi lokal dihargai semacam itu. Artinya, tidak hanya musisi manca negara saja yang di kemas bagus dengan tempat yang mewah. Walaupun sebenarnya terlambat, namun konsep ini memang harus dimulai, dan MAM Live sudah merintis untuk itu. K onsernya sendiri berjalan dengan sangat bagus, aman, dan jauh dari hal-hal yang tidak diinginkan. Hal ini juga dimungkinkan karena harga tiket yang dipatok lumayan mahal untuk ukuran konser band lokal. Tiket festival di patok dengan bandrol Rp. 450.000,/lembar. Dan tiket VVIP dijual dengan harga Rp. 1.250.000,-/ Lembar. Sehingga dengan tiket sebesar itu, sudah dapat dijadikan semacam filter agar para Slankers yang memang tidak mempunyai kemampuan membeli tiket seharga itu, tidak hadir di tempat pertunjukan. Atau banyak yang mempelesetkan dengan istilah penontonnya yang hadir adalah “Slankers  Wangi”. K   onser Slank yang sedianya akan digelar di Mata Elang Stadium di Ancol, namun entah karena alasan apa, akhirnya dipindahkan ke Ball Room Ritz Carlton Hotel, Tempat dimana Super Group  sekelas Yes juga menggelar konsernya disitu. Tetapi yang jelas, sejak kepastian pemindahan lokasi konser dari MEIS ke Ritz Carlton animo para Slankers langsung melonjak. Bahkan penjualan tiket yang semula lambat, langsung bergerak cepat begitu kabar perubahan tempat konser diberitahukan. Konser I  Slank U, The Journey Of The Blue Island,

34

musiclive © 2012 | www.musiclive.co.id

dibuka oleh band Naif. Lagu Memang, langsung diluncurkan oleh David, Jarwo, Pepeng dan Emil. Tepuk riuh penonton pun pecah.Kemudian disusul dengan hits I Miss You But I Hate You yang dibawakan dengan gimmick lucu dan musik retro,oleh Naif.Pada giliran berikutnya muncul Dira Sugandi, yang pada malam itu tampil


‘Orkes Sakit Hati’. Tak berhenti disitu, kolaborasi masih berlanjut bersama Poppy Sofia dan Yuyun lewat lantunan ‘Pandangan Pertama’ dan ‘Kupu Biru’. Kemegahan konser berdurasi 3,5 diakhiri dengan tembang ceria bernuansa reggae ‘Kamu Harus Pulang’ serta lantunan “Terbunuh Sepi” oleh Kaka Slank yang tampil fantastis dalam balutan sayap kupu-kupu biru dipunggungnya, sehingga membuat konser yang melibatkan Aghi Narottama, Ramondo Gascaro dan Bemby Gusti selaku music directors serta Indra Perkasa selaku konduktor ini mampu memberikan kepuasan maksimal kepada penontonnya. (irish/fjr) Foto : Donny Pratama

mengenakan gaun hitam. Suaranya yang khas, diramu dengan rhytm section membuat lagu ‘Foto Dalam Dompetmu’ menjadi terasa menjadi sangat jazzy. Dan yang mendapat giliran berikutnya adalah Sashi Gandarum yang dengan gitar akustiknya vokalis band Drew ini melantunkan dengan apik lagu ‘#1’. Sedangkan Alexa memberikan sentuhan yang berbeda di 3 lagu yaitu ‘Jakarta Pagi Ini’, ‘Terlalu Manis’ dan ‘Mawar Merah’. Tak ketinggalan, Tika, vokalis Tika and Dessident juga turut menjadi penyanyi berikutnya yang ada di kemasan konser ini, dengan membawakan lagu ‘Kirim Aku Bunga’. Sedangkan sebagai penampil terakhir adalah Pure Saturday, band asal Bandung yang membawakan lagu ‘Koepoe Liar ‘dan ‘Kalah’ dengan sentuhan aransemen pop rock modern. Secara keseluruhan, rangkaian show pembuka mampu menyajikan atraksi yang sangat menarik dan menghibur. Selanjutnya sebagai bintang utama, Slank mengawali aksinya dengan iringan lagu  ‘Pulau Biru’ dan ‘Bang Bang Tut’ dalam nuansa koor paduan suara dan musik orkestra. Dengan penampilan yang lebih flamboyan dan aksi memikat, Slank mengumandangkan lagu ‘Tong Kosong’, ‘Virus’, ‘Mars Slanker’, ‘Lo Harus Gerak’, ‘Jurus Tandur’ yang dikombinasi dengan ‘Garuda Pancasila’ dan ‘Pak Tani’. Sesi yang lebih hening diawali Bimbim dengan tembang ‘Bidadari Penyelamat’ yang dilanjut bersama Kaka dengan lagu ‘Lorong Hitam’. Nuansa koor dan Orkestrasi kembali menggema bersama lagu ‘Anyer 10 Maret’, ‘Piss’ dan ‘Ketinggalan Zaman’. Kolaborasi apik kembali terjalin saat lagu ‘Kilaf’ dilantunkan Slank bersama Sashi. Lalu tembang ‘Lembah Baliem’ dan dilanjut kebersamaan dengan Dira Sugandi melantun lagu ‘Maafkan’ dan ‘Ku Tak Bisa’ yang disusul dengan ‘Reaksi Kimia’ hasil kolaborasi bersama Tika yang disempurnakan eyang Titiek Puspa lewat dendang

www.musiclive.co.id | musiclive © 2012

35

Musiclive Magazine #23a  

Music, Lifestyle and Edutainment

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you