Issuu on Google+

Vol. 10 Oct - Nov 2010

Build Your Own Business Road to Wealth Question is The Answer

Growth Strategies

Story of Who Moved My Cheese

Smart Family

TUMBANG-nya Semi Mitos 2 & 3 Kita Harus Menabung dan Jangan Berhutang w w w. m on e y- a n d - i.com

Rp. 25.000,-


Vol. 1 0 O c t - Nov 2 0 1 0 -

3


wo rd sfrom t he

c ontents

d i re c tor Special Feature

Build Your Own Business

Pimpinan Perusahaan

Alex P. Chandra

07

Tim Redaksi M&I Magazine

Pimpinan Redaksi

danielGABE

Redaksi:

I Pt Agus Ariawan Mudda

Prad

Public Relation

Annisa Era Putri

Desain & Fotografi

Kopi Panas Productions

Supported by:

E. redaksi@money-and-i.com marcomm@bprlestari.com Direct Sales & Marketing for Advertisement T. 0361 744 884 www.money-and-i.com

Pembaca yang budiman, M&I bulan ini berbicara mengenai business building. Business adalah salah satu jenis vehicle investasi. Saya selalu mengibaratkan instrument-instrument investasi sebagai sebuah kendaraan, a vehicle. Kendaraan yang akan membawa kita dari tempat kita sekarang ke tempat yang kita cita-citakan.

Walaupun pemandangannya melelahkan.

fantastik,

perjalanannya

Road to Wealth

10

sangatlah

Alasan saya menceritakan hal ini adalah bahwa walaupun ‘bekerja’ sangat keras, tour guide dan driver yang mengantarkan kami tidaklah mendapatkan ‘income’ yang besar-besar amat. Mengapa demikian ?

Economic Focus

12

UMKM, Terbukti Tangguh Hadapi Bencana Ekonomi

Smart Family TUMBANG-nya Semi Mitos 2 & 3 Kita Harus Menabung dan Jangan Berhutang

29 Polling 88,6% Memilih Tanah daripada Mobil kalau dapat Pinjaman dari Bank

32 Note from the Guru Menuju Care with Character 34 Front of Mind Prof. Rhenald Kasali Ph. D. 36 Literature The Maverick Millionaire 38 Green Business Maya Ubud Resort & Spa

43 High-Tech Index

Innovative Business

44 After Hour

Bengkel Vespa Syam

Note: Kritik dan saran dapat dikirimkan ke: redaksi@money-and-i.com

Innovative Business Bengkel Vespa Syam

40 Community Enterprise Unit Produksi SMK NEGERI 2 Sukawati

M&I edisi ini dan beberapa edisi berikutnya akan mencoba menjelaskan how to build your business, how we can get leveraged untuk mencapai citacita kita, yaitu financial freedom.

Ilustrasi: Dedeth

22 26

30 Whats New The Stones, Entertainment Center

Dari Lhasa, ibukota Tibet ke Everest Base Camp tempat kita menginap sehari, harus menempuh kurang lebih 1.400 km. Perjalanannya memakan waktu total 4 hari, sehari menginap di base camp pertama Mt. Everest.

Business building, jika dilakukan dengan benar, menggunakan leverage untuk membantu pebisnisnya mendapatkan income sepuluh atau seratus kali lipat dibandingkan dengan orang lain dalam waktu yang sama.

- Vol. 10 O c t - Nov 2010

12 Economic Focus UMKM, Terbukti Tangguh Hadapi Bencana Ekonomi

16 Interview with The Millionaire Gede Ngurah Wididana (Pak Oles)

Question is The Answer

To get us from where we are to where we want to become.

Karena mereka bekerja tanpa leverage. Mereka mendapatkan income dengan menukar tenaga dan waktunya dengan income.

4

Road to Wealth Question is The Answer

18 Entrepreneur Interview Warung Nasi Bu Weti

Ketika menulis artikel untuk special issue bulan ini, saya dalam perjalanan ke Tibet bersama teman-teman. Dalam perjalanan menuju Mt. Everest, gunung tertinggi di dunia, saya diantar oleh seorang tour guide dan 2 orang driver. Rombongan saya menggunakan dua Land Cruiser four wheel drive. Alamat Redaksi: PT. BPR SRI ARTHA LESTARI Jl. Teuku Umar 110 Denpasar T. (0361) 246706 F. (0361) 246705

Special Feature Build Your Own Business

14 Growth Strategies Story of Who Moved My Cheese

Reporter

07 10

22

46 Sneak Peek

Vol. 1 0 O c t - Nov 2 0 1 0 -

5


co ntr ibu tor

p rof i l e

f

sp ecial eatu res Hermawan Kartajaya

Alex P. Chandra

Direktur Utama BPR Lestari

Pribadi Budiono

Asia’s Leading Marketing Strategiest CEO Of Mark Plus. Inc & Founder of MIM

Alex P. Chandra Direktur Utama BPR Lestari

Suzana Chandra

Direktur BPR Lestari

Managing Director- Lestari Living

Saya selalu mengibaratkan bahwa investasi sebagai kendaraan. Kendaraan yang membawa kita dari satu tempat ke tempat yang akan kita tuju. Ke tempat yang kita cita-citakan. A vehicle to get from where we are to where we want to become.

I Made Wenten B.

Dicky Lopulalan

da beberapa vehicle yang tersedia dalam dunia bisnis modern sekarang ini. Di antaranya real estate yang kita bicarakan dalam edisi M&I bulan-bulan kemarin. Kendaraan kedua yang powerful adalah business. Building business is my favorite.

Kabid Support& Operation BPR Lestari

Penulis dan fasilitator kewirausahaan sosial

A

Bisnis yang saya berhasil bangun inilah yang kemudian memberikan leverage bagi saya untuk berinvestasi pada kendaraan investasi yang kedua, yaitu real estate. HOW I BUILD MY BUSINESS Bisnis saya yang pertama adalah money changer business. Setelah keluar dari BCA, bersama teman-teman, saya membentuk perusahaan money changer. Namanya Trust Bali. Sampai sekarang masih beroperasi walaupun kepemilikan saya sudah saya jual sepenuhnya kepada partner yang mengelola bisnis ini. Bisnis inilah yang waktu itu memberikan modal kepada saya untuk mengakuisi bisnis saya yang kedua, BPR Lestari. ROOKIE MISTAKES Sambil membangun BPR Lestari inilah, saya berpetualang untuk mengekplorasi bisnis-bisnis lainnya. Saya bekerja sama dengan desainer Italia untuk berjualan garment, bekerja sama dengan seorang teman ekspor kayu parquet, bekerja sama dengan teman mengimpor batu batere dari Cina, membuka toko furniture di Ubud, membuka retailer furniture store di Sydney, sampai berjualan sepatu. Kesemuanya, kegagalan.

kecuali

BPR

Lestari

berakhir

dengan

Sekarang, ketika saya bertemu dengan teman yang mulai ‘terjun’ untuk membangun bisnisnya sendiri, maka saya melihat kecenderungan yang sama seperti ini, terjun ke dalam berbagai jenis bisnis dan biasanya bekerja sama dengan macam-macam partner.

6

- Vol. 10 O c t - Nov 2010

Build Your Own Business Kalau boleh saya menyarankan, sebaiknya cara seperti ini tidak ditempuh pada awal-awal masa kita membangun sebuah bisnis. Dari berbagai macam kegagalan tersebut saya percaya bahwa kalau kita kecil, maka strategi kita haruslah fokus. When we are small, we need to focus. Kita harus memfokuskan kekuatan kita yang masih kecil itu pada satu titik konsentrasi. Kalau kecil kekuatannya, jangan disebar. Ketika baru mulai, sumber daya (resources) yang kita miliki sangatlah terbatas. Nah, sumber daya yang terbatas itu sebaiknya dipusatkan pada satu titik saja. Yang saya maksudkan dengan resources bukan hanya terbatas pada modal, melainkan tenaga, waktu dan pikiran serta konsentrasi kita. Membangun bisnis membutuhkan perhatian penuh pada masa-masa awalnya. Seperti punya anak bayi. Dia membutuhkan konsentrasi kita penuh. Anak bayi akan rewel sepanjang hari, sering sakit-sakitan karena belum kuat. Membangun bisnis pada awalnya pun demikian. Rewel, tidak teratur dan gampang jatuh sakit. Vol. 1 0 O c t - Nov 2 0 1 0 -

7


f

f

spec ial eature s Jadi ini yang saya sebut sebagai kesalahan pemula (rookie mistake) seorang yang terjun membangun bisnis. Sekarang kalau saya melihat orang yang membuka bengkel dan usaha sampingan berjualan handphone, dan kemudian mengajukan tambahan kredit untuk membuka usaha rumah makan, saya merasa bahwa usahanya 80% - 90% akan gagal. THE RISK OF STARTING BUSINESS Membangun bisnis, jika berhasil sangatlah menguntungkan. Bukan hanya menguntungkan buat si pengusaha, melainkan juga buat orang lain. Akan menampung tenaga kerja, dan membayar pajak. Sebuah bisnis yang baik akan memberikan multiplier effect yang besar terhadap proses pensejahteraan sebuah bangsa. Dikatakan Singapore persentase penduduknya yang menjadi entrepreneur jauh melebihi Indonesia. Dan kini populer, sebagaimana dikatakan oleh Pak Ciputra dalam berbagai kesempatan, bahwa salah satu strategi pensejahteraan negara ini adalah dengan membangun pengusaha sebanyak mungkin.

sp ecia l eatu res belajar dan memperbaiki diri, berani bertindak dan cermat menghitung resiko. Majalah ini mencoba memberikan argumentasi bahwa entrepreneurial adalah disiplin ilmu yang bisa dipelajari secara sistematis. BAGAIMANA MEMBANGUN BISNIS DENGAN TINGKAT KEBERHASILAN 90% Dari data statistik yang sama dikatakan bahwa walaupun 96% dari start up business akan gagal, 4% bisnis yang berhasil itu ketika dianalisa, 90%-nya ternyata didirikan oleh orang-orang yang sudah ‘berpengalaman’. Jadi 90% dari bisnis yang sukses ternyata didirikan oleh orang-orang yang berpengalaman. Saya gagal di bisnis garment karena saya tidak berpengalaman di industry garment, lagipula ketika itu tidak punya pengalaman sama sekali bagaimana mengelola sebuah bisnis yang baik. Saya gagal mengekspor kayu parquet, gagal dalam mendistribusikan batere yang diimpor dari Cina, gagal

namun 90% bisnis yang didirikan dan dijalankan oleh orang yang berpengalaman ternyata berhasil.

kita sudah punya pengalaman. Kedua adalah bisnis yang kita senangi.

Tips saya yang pertama dalam membangun bisnis adalah get experienced.

Dalam kolom Road To Wealth, saya pernah menulis bahwa we have to love what we do.

RISK VS REWARD Sampai disini kita sudah sampai kesimpulan, bahwa ternyata membangun bisnis tidaklah terlalu ‘menakutkan’. Ternyata jika kita tahu dan mengerti apa yang kita lakukan, jika kita berpengalaman, 90% kans kita akan berhasil. Bagaimana jika saya tambahkan, bahwa di bisnis, kita tidak perlu berhasil 50%-nya. Misalkan dari 10 usaha yang kita coba jalankan, tidak perlu 5 yang berhasil. Kita hanya memerlukan 1 bisnis saja yang berhasil. Semua biaya, jerih payah, kesusahan, semuanya terbayar. Semua biaya dan jerih payah saya yang terbuang percuma atas kegagalan-kegagalan saya membangun bisnis, terbayar lunas bahkan berlipat-lipat kali dengan ‘sukses’-nya BPR Lestari yang saya kelola.

Walaupun menguntungkan, namun the facts mengatakan bahwa tingkat kegagalan sebuah bisnis sangat tinggi. Statistik mengungkapkan bahwa 80% start up business akan gagal pada 5 tahun pertama. Sedangkan 80% dari yang survive di 5 tahun pertama ternyata gagal di 5 tahun keduanya. Akhir kata dikatakan bahwa tingkat kesuksesan sebuah bisnis hanya 4% saja. Bayangkan hanya 4 dari 100 dari bisnis yang selamat.

Kombinasi keduanya menambah myth di sekitar entrepreneurship. Bahwa entrepreneur hanya bagi orangorang khusus saja, yang berbakat dagang katanya. Entrepreneurship itu bukan sebuah disiplin ilmu yang dapat dipelajari, melainkan talenta khusus yang diberikan kepada orang-orang tertentu. Majalah ini mencoba memberikan argumentasi bahwa menjadi entrepreneurial adalah sangat menguntungkan dan banyak memberikan manfaat. Multiplier effect-nya besar bagi proses pensejahteraan masyarakat. Majalah ini mencoba memberikan argumentasi bahwa jika kita belajar dengan benar, entrepreneurial tidak perlu terlalu beresiko. Majalah ini mencoba memberikan argumentasi bahwa menjadi pengusaha yang sukses bukanlah karena semata ‘beruntung’ melainkan karena disiplin untuk terus

8

- Vol. 10 O c t - Nov 2010

Pertanyaan berikutnya adalah apakah ada pasar yang cukup besar terhadap bidang yang akan saya bangun bisnisnya. Ingat, by the end of the day, tujuan sebuah bisnis adalah menjual produk atau service kepada sejumlah customer. Bagaimana kalau susah payah kita mendapatkan pengalaman atas bidang yang kita passionate about, dan ternyata tidak ada orang yang mau membeli atau ternyata sedikit yang mau membelinya. Kita menginginkan bahwa bisnis yang susah payah kita bangun, nantinya akan berkembang menjadi bisnis yang cukup besar. HOW TO START? Setelah cukup berpengalaman, misalkan dengan bekerja dulu selama beberapa tahun di bidang bisnis yang akan kita tekuni. Get yourself started dengan merancang bisnis yang akan kita tekuni.

Karena tingginya resiko, sebagian terbesar merasa penjadi pengusaha terlalu beresiko. Hanya orang-orang tertentu yang super saja atau yang sangat beruntung saja bisa menjadi pengusaha.

Bagi sebagian kecil yang berani mengambil resiko tersebut, sangat disayangkan 96%-nya akan menemui kegagalan.

Saya tidak akan bisa berhasil di bidang garment, karena saya tidak punyai passion terhadapnya (kecuali senang menonton modelnya di Fashion TV ). Saya akan sulit membangun bisnis di bidang pet shop misalnya karena saya tidak mempunyai passion terhadap binatang peliharaan.

Kita membangun bisnis, bukan mengerjakan hobi.

Kalau dilihat dari pengalaman pribadi saya, angka statistik tadi cukup relevan. Sebelum berhasil dengan BPR Lestari, hampir 6 bisnis yang saya jalani mengalami kegagalan.

Sebagian terbesar menghindari resiko menjadi pengusaha, walaupun tahu bahwa hasilnya akan sangat bagus jika berhasil.

Dengan mempunyai passion terhadap bidang yang akan kita tekuni, waktu bekerja yang berjam-jam akan terasa singkat. Bekerja seperti bermain. Kita tidak akan kesulitan menghabiskan extra hour untuk meneliti, bereksperimen, belajar dan seterusnya. Dengan passion kita bisa menjadi expert.

berjualan sepatu, gagal mengelola toko furniture juga karena satu hal. Tidak punya pengalaman di industri-nya, dan pengetahuan saya tentang business building masih terbatas, Saya cukup berhasil di BPR Lestari, karena punya pengalaman yang cukup di industri ini. Dan saya banyak belajar dari kegagalan-kegagalan saya yang sebelumnya. Boleh dikata ‘kesuksesan’ saya membangun bisnis di bidang perbankan lewat bendera BPR Lestari ini merupakan kombinasi atas pengalaman di industri dan bertambahnya pengetahuan saya seputar business building, terutama belajar dari kegagalan-kegagalan bisnis yang lainnya. Jadi jika kita mengikuti logika di atas, jika kita ingin mempunyai kans yang lebih besar dalam membangun bisnis yang sukses, maka langkah pertama adalah ‘jadikan diri kita berpengalaman di industri yang akan kita masuki’ dan belajar mengenai business building proses. Dengan demikian kita bisa mengalahkan statistik, dan menjadi 4% yang berhasil. Ingat, walaupun 96% start up business gagal,

Jadi jika kita berpengalaman, resiko kita untuk gagal secara dramatis berkurang, secara statistik kita bahkan punya kans 90% untuk berhasil. Bahkan kalaupun masih gagal, kalau kita mau terus belajar dari kegagalan-kegagalan tersebut, kita hanya perlu benar sekali. Kita tidak perlu benar 50%, hanya satu saja yang kita butuhkan.

Bagaimana memulainya ? Mulailah kecil-kecilan. Walaupun kita sudah berpengalaman, walaupun statistik sudah berada di pihak kita, masih ada kemungkinan kita gagal. Jadi bersiaplah kalau-kalau bisnis yang kita bangun itu gagal.

Banyak orang pandai yang saya temui, punya banyak sekali potensi, namun tidak pernah berani memulai. Akibatnya dia tidak memulai prosesnya, get experienced and get started. Kalau saja dia memulai prosesnya, kalaupun gagal, sepanjang kita bisa belajar dari kegagalannya, dia hanya perlu berhasil sekali, dia hanya perlu ‘benar’ satu kali saja.

Supaya kalau gagal kita tidak mati, maka selalu mulai dengan kecil-kecilan saja. Istilah saya kalau gagal kita cuma pingsan. Kalau pingsan kita bisa bangun kembali untuk membangun bisnis kedua, ketiga dan seterusnya. Sampai kita ketemu sama yang berhasil. Dan satu bisnis yang berhasil akan membayar semua kegagalan.

Jadi kunci kedua adalah get yourself started.

Start small, sehingga ketika kita gagal kita tidak mati.

WHAT KIND OF BUSINESS ?

Get experienced, find your passion, get started and start small..!

Pertanyaan berikutnya adalah apa bisnis yang perlu kita tekuni?

Edisi bulan depan, akan kita bahas, beberapa strategi yang dapat kita pakai untuk membangun bisnis kita.

Pertama adalah tentunya bisnis yang kita pahami, dimana Vol. 1 0 O c t - Nov 2 0 1 0 -

9


ro adto

w e al th

roa dto

w ealth

Alex P. Chandra Direktur utama BPR Lestari

I CAN NOT AFFORD IT VS HOW CAN I AFFORD IT

“QUESTION IS THE ANSWER”

K

ualitas hidup kita seringkali ditentukan dengan pertanyaan-pertanyaan yang kita ajukan.

Coba cek, berapa kali atau berapa sering kita mengatakan “tidak bisa”, “tidak mampu”, atau yang sejenisnya. Coba cek, apa yang kita lakukan setelah kita mengatakan “tidak bisa” atau “tidak mampu”. Biasanya setelah itu kita tidak melakukan apa-apa.

10

- Vol. 10 O c t - Nov 2010

Semuanya karena saya mengajukan pertanyaan yang berbeda. Mengubah pernyataan dari I can’t afford it menjadi pertanyaan how can I afford it? Kini saya melatih diri saya setiap kali menemui kesulitan, setiap kali ada opportunity yang tidak sanggup saya kerjakan, saya bertanya “bagaimana caranya?”. Seringkali pertanyaan saya itu kemudian menuntun saya kepada series of action yang lebih berdaya guna, ketimbang berdiam diri saja.

Ketika saya mulai berinvestasi di properti, banyak penawaran datang kepada saya, dan karena saya tidak punya uang, saya menjawabnya “tidak mampu”. Setelah itu saya berdiam diri.

Coba bandingkan pertanyaan-pertanyaan berikut:

Belakangan, ketika saya mendapatkan penawaran yang prospektif, saya mengubah pertanyaannya menjadi “bagaimana caranya saya bisa membeli properti itu?”. Tiba-tiba saja, otak saya menjadi aktif. Saya bertanyatanya bagaimana mendapatkan pinjaman, menganalisa bagaimana caranya membayar pinjaman tersebut, melakukan pre-sale dan menggandeng partner kerja. Dan dalam beberapa kesempatan, opportunity yang biasanya tidak bisa saya ambil karena tidak mampu tadi, akhirnya bisa saya ambil dan menjadi investasi yang menguntungkan.

Mengapa saya selalu sial? VS Apa yang kurang dalam diri saya sehingga saya sial?

Mengapa dunia begini tidak adil? VS Apa yang dapat saya lakukan dalam situasi seperti ini?

Saya tidak bisa mengerjakannya? VS Siapa yang saya kenal yang bisa membantu saya? Anda pilih yang mana? Ingat kadang kala kualitas hidup kita ditentukan dari kualitas pertanyaan kita. Kadang kala question is the answer.

Vol. 1 0 O c t - Nov 2 0 1 0 -

11


f

f

econ omic o c us

economic o c u s

UMKM

Terbukti Tangguh Hadapi Bencana Ekonomi Oleh Mudda

Bali dengan pariwisata sebagai sektor unggulan untuk mendongkrak perekonomian tak lepas dari berbagai bencana ekonomi. Isu keamanan yang dipicu oleh ledakan bom di Jalan Legian tahun 2002 dan ledakan bom yang terjadi di Jimbaran dan Kuta tahun 2005 telah menggegerkan korporat. Hotel, restoran, agen perjalanan wisata dan berbagai tempat hiburan lumpuh total pada waktu itu. Tetapi, lihatlah UMKM Bali. Mereka mampu bertahan ditengah-tengah badai tersebut.

H

asil identifikasi Dinas Koperasi dan PKM Bali saat ini, jumlah UMKM sekitar 377.248 perusahaan lebih atau 99,59 persen dari seluruh usaha yang ada di daerah ini. Jumlah usaha mikro di Bali mencapai 298.227 perusahaan. Sementara usaha kecil 74.727 perusahaan dan menengah mencapai 4.294 perusahaan. Berdasarkan angka tersebut dapat dipastikan bahwa UMKM memegang peranan penting dalam peningkatan ekonomi Bali. Apalagi UMKM dan koperasi hingga saat ini mampu menyerap tenaga kerja sebesar 15.744 orang.

12

- Vol. 10 O c t - Nov 2010

Dilihat dari kepentingan perbankan, UMKM adalah suatu segmen pasar yang cukup potensial untuk dilayani dalam upaya meningkatkan fungsi intermediasi-nya karena UMKM mempunyai karakteristik positif dan unik yang tidak selalu dimiliki oleh usaha besar, antara lain: Perputaran usaha (turn over) cukup tinggi, kemampuannya menyerap dana yang mahal dan dalam situasi krisis ekonomi kegiatan usaha masih tetap berjalan bahkan terus berkembang; Tidak sensitif terhadap suku bunga; Tetap berkembang walau dalam situasi krisis ekonomi dan moneter; Dan pada umumnya berkarakter jujur, ulet, lugu dan dapat menerima bimbingan asal dilakukan dengan pendekatan yang tepat. Simalakama Bank dan UMKM Bali Meski terbukti bertahan menghadapi guncangan ekonomi, Wayan Parsa pelaku UMKM yang ditemui M&I di Studio Keramik miliknya di Ubud mengungkapkan, UMKM tetap membutuhkan pembiayaan dari bank. Diakuinya selama ini tidak semua UMKM mendapatkan akses kredit perbankan. Ditanya kenapa? “Barangkali selama ini UMKM masih dianggap usaha yang tidak berkesinambungan oleh pihak bank. Memang, tidak selamanya pelaku UMKM berhasil. Untuk itu orang bank harus lebih rajin turun ke lapangan untuk menilai UMKM yang potensial,” ungkap pengusaha keramik ini dengan ekspresi semangat.

berkesinambungan, sistem laporan keuangan yang akuntable, dan usahanya paling tidak telah berjalan selama dua tahun. “Kenapa bank memerlukan kriteria tersebut? Toh, pihak bank juga tidak mau rugi,” ungkap pengusaha yang kerap menjadi pembicara di beberapa seminar dan talk show bertajuk ekonomi ini kepada M&I. Gayung bersambut. Untuk mempertemukan dua kekasih (baca: UMKM dengan Bank) pihak pemerintah melalui dinas Koperasi dan PKM Bali saat ini sedang gencar-gencarnya melakukan pembinaan terhadap UMKM. Pembinaan menyangkut peningkatan mutu manajemen UMKM, sosialisasi dukungan informasi penyedia permodalan, penyelenggaraan promosi produk UMKM, dan juga pemantauan penggunaan dana pemerintah oleh UMKM. “Mudah-mudahan upaya yang kami lakukan dapat menjawab kebutuhan berbagai pihak terhadap UMKM,” ungkap Dewa Nyoman Patra, kepala dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali. Semoga. (Foto: Yana, Dedeth)

Hubungan UMKM dengan bank bagai kisah“Romeo dan Juliet”. Hal tersebut diungkapkan oleh Alex P. Chandra, pelaku perbankan yang ditemui di ruang kerjanya belum lama ini. Bankir muda ini mengungkapkan bahwa bank tentu saja membutuhkan debitor untuk menjaga kesinambungan usahanya.“Ada belasan orang yang kami turunkan setiap hari. Menelusuri kampung, pasar dan mendatangi berbagai tempat usaha untuk mencari debitor. Jadi, disini menunjukan keseriusan pelaku perbankan untuk mencari orang yang ingin mendapatkan kredit, pelaku UMKM termasuk di dalamnya,” kata Dirut PT. BPR lestari ini menjelaskan. Alex menambahkan, untuk mempertemukan keduanya (UMKM dengan Bank) perlu pembenahanpembenahan. Pemerintah perlu melakukan pembinaan terhadap UMKM agar bankable, yakni memenuhi persyaratan mendapatkan pembiayaan bank. Antara lain memiliki dasar legalitas yang cukup, usahanya Vol. 1 0 O c t - Nov 2 0 1 0 -

13


s

s

growth t rate gi e s

growth trategies Sedangkan Cheese disini merupakan metafora dari apa yang kita inginkan dalam hidup, bisa berupa pekerjaan, persahabatan, cinta, uang, kemerdekaan, kesehatan, kedamaian, dan lain-lain.

I Made Wenten B. Kabid Support & Operation BPR Lestari

Story of Who Moved My Cheese Sabtu besok, saya harus memberikan training untuk materi Officer Development Program. Sempat terpikir, bahwa sebenarnya training itu bertujuan untuk membuat perubahan ke arah yang lebih baik. Dan yang namanya perubahan, itu baru akan terjadi apabila ada kemauan, keinginan atau motivasi dalam diri. Sebuah training/materi training itu hanyalah sebuah tools untuk berubah ke arah yang lebih baik. Tools ini baru akan berguna apabila ada keinginan dan kemauan untuk berubah.

K

emudian saya merencanakan untuk setiap training yang saya pegang akan selalu saya awali dengan sesi motivasi, yang bertujuan untuk membangun “will” dalam diri peserta. Untuk besok saya merencanakan sesi motivasi yang akan bercerita tentang buku “Who Moved My Cheese” yang ditulis oleh Spencer Johnson. Pada waktu membaca resume dari buku yang rencananya akan saya bagikan ke peserta, saya baru sadar ternyata cerita ini bagus sekali. (Resume saya download di internet).

14

- Vol. 10 O c t - Nov 2010

Kurang lebih resume dari buku tersebut adalah seperti ini: Who Moved My Cheese merupakan sebuah cerita singkat yang melibatkan 4 karakter imajiner yaitu 2 ekor tikus bernama Sniff dan Scurry dan 2 orang kurcaci bernama Hem dan Haw. Keempat tokoh ini mencoba mewakili suatu bagian yang sederhana dan kompleks dari diri kita dengan tidak memandang umur, jenis kelamin, ras ataupun kebangsaan. Sniff digambarkan sebagai seekor tikus yang dapat‘membaui’ perubahan dengan segera. Temannya, Scurry, sesuai dengan namanya selalu sigap dalam mengambil suatu tindakan. Sedang kurcaci Hem memiliki sifat selalu menolak dan melawan perubahan yang terjadi sehingga timbul rasa takut yang membawanya ke arah sesuatu yang lebih buruk. Sedang Haw mencoba beradaptasi setiap saat sehingga sesuatu yang lebih baik siap digapainya. Keempatnya hidup di suatu Labirin yang menggambarkan tempat kehidupan di luar kita yang penuh kegelapan dan ketidakpastian untuk mencari cheese. Labirin bisa berarti organisasi tempat kita bekerja, komunitas tempat kita bersosialisasi, bahkan bisa berarti keluarga.

Who Moved My Cheese? Mengisahkan 4 karakter tokoh, Sniff, Scurry, Hem, dan Haw yang mencari cheese di Maze yaitu suatu labirin yang gelap dan sering menyesatkan. Sniff, si tukang endus dan Scurry, si tukang lacak mulai berlari cepat menyusuri lorong. Dengan menggunakan instingnya, mereka memilih metode trial and error. Seringkali mereka tersesat ke jalan yang salah, tapi mereka terus mencoba mencari jalan yang lain. Sedangkan Hem dan Haw dengan kemampuan berpikir dan belajarnya juga berusaha mencari cheese yang lezat. Akhirnya keempatnya menemukan tumpukan cheese di suatu tempat bernama Cheese Station C. Mereka sangat bersuka cita dan mulai menikmati kelezatan Cheese tersebut sepuasnya. Setelah itu, setiap hari mereka rutin mengunjungi Cheese Station C. Sniff dan Scurry selalu bangun pagi menuju tempat itu, melepas sepatu, mengikat keduanya dan menggantungkan di lehernya, dan sebelum menikmati cheese, mereka memeriksa tempat itu apabila ada perubahan. Hem dan Haw mula-mula juga selalu bangun pagi namun lama kelamaan karena mereka sudah tahu jalan menuju cheese itu, mereka mulai bangun siang dan berjalan santai. Hem dan Haw merasa bahagia dan puas dengan tempatnya yang baru sehingga mereka menjadi arogan. Suatu hari mereka berempat menemukan bahwa Cheese Station C kosong. Cheese telah hilang!! Sniff dan Scurry tidak kaget dengan kenyataan itu karena mereka sadar bahwa cheese itu lama-lama akan habis karena setiap hari dimakan. Mereka siap dengan keadaan yang tak terelakkan ini. Segera saja Sniff dan Scurry memakai sepatu dan langsung berlari mencari cheese yang baru. Mereka melihat bahwa Cheese Station C telah berubah, maka merekapun memutuskan untuk berubah. Beda sekali dengan reaksi Hem dan Haw dalam menghadapi ini. Mereka kaget, marah, dan berteriak keras “Who Moved My Cheese?”. Hem menilai keadaan ini tidak adil karena mereka merasa berhak menikmati cheese itu selamanya dan menyalahkan orang lain yang telah memindahkan cheese itu. Sedang Haw mulai berpikir, bagaimana hal ini bisa terjadi. Mereka berdua takut, bagaimana mereka akan bisa hidup tanpa cheese itu. Di lain tempat, Sniff dan Scurry masih berlari kesana kemari tanpa kenal lelah mencari cheese yang baru. Berulang kali mereka melewati jalan buntu dan memasuki tempat yang kosong, tidak ada cheese. Tapi mereka terus mencoba. Akhirnya mereka sampai di suatu tempat bernama Cheese Station N yang berisi cheese. Cheese di situ ternyata lebih lezat dari cheese di tempat yang lama. Mereka menikmatinya dengan puas.

sia-sia. Hem diam dan putus asa. Sedang Haw mulai tidak tahan dengan keadaan seperti itu dan mencoba mencari cara untuk bisa menemukan cheese itu. Keduanya lantas memahat dinding tempat itu, ternyata cheese yang dicari tetap tidak dapat ditemukan. Haw mengajak Hem mencari cheese yang baru di luar. Tapi Hem menolak karena dia masih yakin cheese-nya akan kembali dan berpikir bahwa belum tentu mereka akan menemukan cheese di luar sana. Diam-diam Haw juga didera rasa takut untuk memasuki tempat-tempat asing yang gelap dan menyesatkan. Tapi dia telah membayangkan bahwa di luar sana dia akan mendapatkan cheese yang lezat. Haw menertawakan kebodohannya. Mengapa dia hanya membayangkan tapi tidak berusaha keluar? Karena Hem tidak mau diajak, Haw pergi sendiri. Di sepanjang perjalanan dia disergap rasa takut yang amat sangat. Ada kalanya dia ingin kembali ke tempat semula yang enak dan aman, tapi dia menyadari bahwa disitu tidak ada cheese lagi. Anehnya, semakin lama dia merasa langkahnya semakin ringan. Dia merasa nyaman telah terbebas dari rasa takutnya dan sangat menikmati saat melakukan hal-hal baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Di sepanjang jalan dia memberi tanda dengan menuliskan sesuatu di dinding. Dia berharap hal itu bisa dijadikan jejak yang dapat diikuti Hem, sahabatnya, jika Hem berniat menyusulnya. Akhirnya dia sampai di Cheese Station N dan menjumpai Sniff dan Scurry yang tengah menikmati cheese. Haw begitu gembira dengan penemuannya dan bersamasama Sniff dan Scurry menikmati cheese yang lezat. Haw hanya bisa berharap Hem segera dapat melepaskan diri dari rasa takut dan segera bergerak ke tempat lain. Replika kehidupan yang diwakili 2 ekor tikus dan 2 kurcaci itu cukup menggambarkan apa yang terjadi di kehidupan kita sebenarnya. Saat mendengar perilaku Sniff, Scurry, Hem atau Haw kita dapat merasakan selama ini diri kita seperti karakter yang mana. Dan seolah kita dibawanya mengulang kembali apa yang telah  kita lakukan saat kehidupan kita mengalami banyak perubahan. Bagaimana kita bersikap saat sesuatu yang berharga pernah lepas dari genggaman kita. Who Moved My Cheese?, melalui 4 karakter tokohnya memberi pencerahan bagaimana cara mengantisipasi perubahan, beradaptasi dengan perubahan secara cepat, menikmati perubahan dan selalu siap dengan perubahan yang terjadi secara cepat dan tak terelakkan. Namun bagaimanapun, semuanya kembali ke diri kita sendiri. Kita mau menjadi Sniff, Scurry, Hem atau Haw? Yang jelas, kehidupan selalu cepat berubah. Semua hal di sekeliling kita bahkan apa yang sudah kita miliki bisa berubah sewaktuwaktu. Hanya perubahan itu sendiri yang tidak akan berubah Mau menjadi siapakah kita nanti? Sniff, Scurry, Hem atau Haw?

Hem dan Haw masih terus mendatangi Cheese Station C dan berharap cheese-nya kembali. Tapi harapan mereka Vol. 1 0 O c t - Nov 2 0 1 0 -

15


interviewwiththe

m illionaire

Gede Ngurah Wididana

interviewwiththe

Oleh Prad

B (Pak Oles)

anyak hal yang terjadi dalam diri Pak Oles, sejak mendirikan perusahaan ramuan tradisional tahun 1997 lalu. Dari seorang dosen dan peneliti di Universitas Nasional, Jakarta, kini Pak Oles dikenal sebagi seorang pebisnis sukses dan politikus handal. Dalam rentan waktu itu, Pak Oles melakukan banyak hal baik untuk diri sendiri, ataupun perusahaannya. Merenung adalah salah satu kegiatannya yang diakui Pak Oles dapat menghasilkan ide yang selanjutnya diaplikasikan di dunia nyata. M&I mendapat kesempatan bagus untuk bisa berbagi pengalaman dengan sosok berpengaruh di Bali ini. M&I: Selamat sore Pak Oles, bisa ceritakan bagaimana awalnya Anda bisa seperti sekarang ini? Pak Oles: Selamat sore, cikal bakal perusahaan ini dimulai dari tahun 1997. Sebelumnya saya dulu sebagai peneliti di Universitas nasional. Kemudian saya terpikir untuk membuat ramuan tradisional yang bermanfaat untuk kesehatan masyarakat, tentu dengan melakukan berbagai uji klinis. Bekerja sama dengan orang yang ahli dalam ramuan tradisional, jadilah minyak oles Bokhasi itu. Namun produk tersebut baru dilempar ke masyarakat tahun 2000. M&I: Setelahnya apa yang dilakukan, apa perusahaan itu langsung berkembang?

Pak Oles: Ya ndak segampang itu. Saya akui banyak kesalahan dilakukan, yang mengakibatkan banyak produk tidak laku. Saya cari penyebabnya. Ternyata adalah saya terlalu banyak memproduksi, sementara produk ini belum dikenal banyak. Saya yakin produk saya berkualitas, tetapi rupanya hal itu belum cukup. Kerugian adalah hal yang sering saya alami kala itu. Kemudian saya belajar manajemen bisnis, pasang iklan di berbagai media massa, dan barulah tahun 2005 sedikit harapan muncul karena produk-produk Pak Oles mulai dikenal. Kemudian saya berpikir efektifitas produksi. Artinya begini, misal jika dulu saya langsung memproduksi 1000, lalu saya turunkan jadi 100, namun bisa habis terjual. Jika memang ada demand, ya kita produksi lagi.

Jangan Pernah Menyerah dan Senangi apa yang Dilakukan M&I: Apa yang Anda lakukan saat masa-masa sulit itu, apakah ada sistem tertentu? Pak Oles: Saya tidak menyerah. Banyak orang yang cepat menyerah jika sudah gagal sekali. Masih terkait efektifitas di atas, untuk bahan bakunya, jika dulu masih mendatangkan dari luar, kemudian saya tanam sendiri di kebun di desa Bengkel. Namun harus diakui bertahan dengan bisnis ramuan tradisional di tengah era modernisasi seperti sekarang bukan hal yang mudah.

m illionaire

benar-benar ditinggalkan ramuan tradisional ini. Untuk penyampain informasi itu harus dilakukan publikasi terus menerus, sementara harga iklan berbagai media itu sudah semakin melonjak. Kalau ini dibiarkan bisa menjadi masalah lagi pada perusahaan. Lalu dana publikasi itu saya buatkan sendiri media massa, baik cetak maupun elektronik. Tujuannya tentu untuk bisa menjaga pasar dan menginformasikan secara intens arti kesehatan dan kegunaan ramuan tradisional. M&I: Pak Oles, apa yang dapat dilakukan pembaca M&I agar bisa sukses seperti Anda? Dan warisan apa yang indi Anda tinggalkan? Pak Oles: Yang pertama adalah Anda harus memiliki produk yang berkualitas. Senangi apa yang Anda lakukan dan jangan pernah menyerah. Warisan yang ingin saya tinggalkan adalah masyarakat sehat dengan ramuan tradisional. M&I: Bagaimana memadukan antara spiritualitas dengan suksesnya perjalanan hidup Anda? Pak Oles: Spiritualitas itu sangat penting. Terutama untuk kontrol emosi dan menjaga semangat kita. Berbisnis itu resikonya tinggi, ada fase kita di atas dan ada saatnya menurun. Disinilah spiritualitas memegang peranan penting. M&I: Yang terakhir pak, apa masih ada peluang bisnis lain yang Anda lihat tapi belum atau tidak dikerjakan. Pak Oles: Peluang bisnis lain‌? Begini, saya hanya berbisnis jika bisnis itu saya senangi. Saya kira itu sudah cukup untuk menjawab pertanyaan itu. M&I: Baik pak, terima kasih waktu waktu yang berharga ini. Semoga banyak yang terinspirasi dengan kisah sukses Anda.

M&I: Maksudnya? Pak Oles: Ya‌ sekarang ini tendensi untuk menggunakan ramuan-ramuan modern (ke baratbaratan) makin besar. Sementara ramuan tradisional dengan bahan-bahan baku dari alam, yang khasiatnya lebih bagus, orang pada gengsi mengkonsumsinya. Jika informasi ke masyarakat tidak berkesinambungan, bisa

16

- Vol. 10 O c t - Nov 2010

Vol. 1 0 O c t - Nov 2 0 1 0 -

17


e ntrepreneurinterview

e ntrepreneurinterview

Warung Nasi Bu Weti Bila Anda berencana membuka suatu usaha baru, tentu memerlukan modal sebagai investasi awal. Besarnya modal yang dikeluarkan umumnya dikalkulasikan dengan nilai uang. Tetapi, ada modal yang tak dapat diukur dengan angka. Bahkan modal yang satu ini tak akan pernah habis-habisnya meski dipakai terus menerus. Nggak percaya? Yuk, kita tengok usaha Warung Nasi Ayam Kampung Bu Made Weti yang bertahan hingga tiga puluhan tahun. Oleh Mudda

A

wan tampak merah kekuning-kuningan saat matahari pagi perlahan-lahan menampakkan diri dari ufuk timur Pantai Sanur. Di sepanjang pinggir pantai ada aktivitas baru sedang dimulai. Para penjaga art shop menata kembali barang-barang dagangan untuk menarik perhatian pembeli. Tukang jukung (perahu cadik) memeriksa kondisi jukung dan peralatannya untuk memastikan kesiapan mengarungi laut. Karyawan hotel dan restoran setempat tampak terburu-buru. Tukang parkir mulai mengatur kendaraan yang datang satu per satu. Di ujung Jalan Segara Ayu, Bu Weti seakan tak mau ketinggalan, berpacu dengan waktu untuk mengais rejeki di pagi hari.

18

- Vol. 10 O c t - Nov 2010

M&I sengaja duduk di seberang jalan, diam-diam memperhatikan aktivitas Warung Nasi Bu Weti. Sekilas tak ada yang istimewa bila dibandingkan rumah makan dan restoran sekitar. Tapi, coba lihat! Pagi ini para pengemar nasi ayam kampung Bu Weti mulai berdatangan. Mereka adalah para karyawan hotel dan restoran setempat. Beberapa yang lain nampaknya sopir taksi dan pengunjung umum. Tak lama kemudian, beruntun datang rombongan anak SMU mengenakan pakaian olahraga, pasangan suami istri, kelompok sekeluarga, hingga rombongan wisatawan domestik. Bu Weti mulai sibuk melayani para pembeli. Gerak tangannya lincah menyajikan menu istimewa Vol. 1 0 O c t - Nov 2 0 1 0 -

19


e ntrepreneurinterview

e ntrepreneurinterview

untuk para pengunjung yang mulai berdesak-desakan menunggu jatah kursi kosong. Setengah jam kemudian pengunjung mulai lengang, M&I kemudian mendekat lalu mengisi salah satu kursi yang tampak kosong. Tak perlu ngomong, Bu Weti tentu sudah tahu setiap orang yang duduk disitu untuk memesan makanan. Sekejap kemudian, sepiring nasi ayam racikan tangan Bu Weti tersaji di depan mata. Dalam waktu sekejap pula, piring yang tadinya terisi penuh kini tampak kosong kembali. Hmmmm… maknyus! Daging suwir, kulit goreng garing, sambal goreng, sambal matah (mentah) dan sayur kacang panjang tumis benar-benar menjadi cita rasa sempurna. Sampai-sampai M&I hampir lupa tugas pokok mewawancarai Bu Weti.

Modalnya, Kepribadian yang Baik dan Hangat “Saya tidak bisa jawab kalau ditanya soal yang seriusserius, Mas,” kata Bu Weti kepada M&I ketika diminta kesediaannya untuk untuk menjawab pertanyaan seputar usahanya. Rupanya Bu Weti terganggu dengan kata-kata wawancara. Pelan-pelan M&I mengatur strategi agar tetap bisa mengorek informasi dari Bu Weti. “Lupakan wawancara! Lupakan liputan! Ngobrol santai saja,” ucap M&I dalam hati. Akhirnya, Bu Weti larut juga dalam pembicaraan penuh keakraban dengan M&I. Sebetulnya Bu Weti orang yang sangat terbuka.

Ibu Weti telah memulai usahanya sejak dulu; kapan persis tahunnya, Bu Weti tidak ingat. Beruntung ada Nyoman Lembut yang kebetulan memesan makanan coba mengingat. “Sejak tahun 1977 saya menjadi tukang jukung di sini sudah menjadi pelanggan Bu Weti. Kalau tidak salah waktu itu Bu Weti baru buka,” ucap pria yang sehari-hari berkerja sebagai tukang jukung ini. Menurut Bu Weti, sejak awal buka sampai sekarang, tempat usahanya tidak pernah pindah. Dulu pernah ada orang yang menawarkan tempat yang lebih bagus kondisinya. Namun, Bu Weti menolak dengan alasan sudah betah di tempat di sini. Tempat yang Bu Weti kontrak sekarang adalah bagian depan Pasar Seni yang dikelola oleh Yayasan Pembangunan Sanur.

Kepribadian Bu Weti yang baik dan nyaman bagi setiap orang yang datang adalah modal utama sebagai kekuatan usahanya. Para pelanggan yang datang punya kerinduan untuk bertemu Bu Weti, lebih dari sekedar menikmati makanan biasa. Satu hal lagi yang unik yang sudah menjadi daya tarik tersendiri adalah cara penyajian makanan di atas piring oleh Bu Weti. Semuanya dilakukan dengan tangan. Hal inilah yang dirindukan oleh penikmat Nasi ‘buah tangan’ Bu Weti. Apabila disajikan oleh orang lain, seakan-akan rasanya ada yang kurang. Makanya, bila Bu Weti berhalangan warung pasti tutup. Bu Weti dibantu oleh Nyoman Medari, Nengah Sumeti dan Erna demi kelancaran usahanya. Tiga orang tersebut merupakan karyawan tetap. Namun, orangorang di sekitar juga turut membantu. Nyoman Kari yang sehari-hari bekerja sebagai tukang parkir juga sering membantu Bu Weti disela-sela kesibukannya. Ia langsung ke belakang untuk mencuci piring, ambil air atau sekedar bersih-bersih. Sebagai imbalannya ia mendapatkan makanan gratis. Nenek dua orang cucu ini sudah mulai melakukan aktivitas dari jam empat pagi. Kegiatan memasak

biasanya selesai sampai jam setengah tujuh. Selanjutnya seluruh bahan makanan dibawa ke warung dengan menggunakan mobil tua yang dikendarai Bli Mandra. Mobil tersebut dibeli oleh Bu Weti beberapa tahun sejak membuka usaha. Bagi Bu Weti, mobil tersebut merupakan saksi sejarah perjalanan usahanya. Makanya, walau ada yang pernah menawar dengan harga tinggi untuk ukuran usia mobil tersebut, Bu Weti tetap mempertahankannya. Setiap hari Bu Weti menghabiskan empat sampai enam bakul nasi. Satu bakul rata-rata menghasilkan tujuh puluh porsi. Satu porsi dijual dengan harga Rp 15.000,-. Bila dirata-ratakan lima bakul setiap hari, maka untuk menghitung penjualan Bu Weti per hari sangat gampang. Lima bakul kali tujuh puluh porsi, kali Rp 15.000,-. Sehari Bu Weti rata-rata menjual sampai Rp. 5.250.000,-. Bila sebulan Bu Weti membuka dua puluh delapan hari, maka rata-rata per bulan menghasilkan Rp 147.000.000,-. Biaya produksi berkisar 50% untuk bahan baku, sewa kontrak tempat dan gaji karyawan. Maka, sudah dapat dipastikan Bu Weti mengantongi keuntungan sebesar Rp 73.500.000,- setiap bulan. Omzet yang baik bukan? (Foto: Dedeth)

Makan di warung Bu Weti serasa makan di rumah sendiri, sebab Bu Weti memperlakukan seluruh pelanggan seperti keluarga sendiri. Selalu tersedia ruang untuk membicarakan berbagai hal dengan pelanggan. Persoalan naik turunnya harga barang, situasi ekonomi lokal sampai pada persoalan-persoalan keluarga. Bu Weti mengenali ratusan pelanggan yang datang setiap hari. Kebanyakan pelanggan yang datang sudah datang lebih dari sekali. “Dulu saya punya pelanggan setia, seorang sopir di Hotel, kalau dia tidak meninggal, pasti dia berada di sini sekarang,” kata Bu Weti menerangkan.

20

- Vol. 10 O c t - Nov 2010

Vol. 1 0 O c t - Nov 2 0 1 0 -

21


innovative

b us i ne s s

i nnovative

Bengkel Vespa Syam Oleh: Mudda

Banyak orang yang menghabiskan uang demi untuk mewujudkan kegemaran. Bagi Syam, pemilik bengkel Vespa antik, kegemaran justru menjadi sumber rejeki, sesuatu yang bernilai ekonomis. Baginya, Vespa sudah menjadi bagian hidupnya. Bahkan kesayangannya pada skuter keluaran Itali ini sama seperti ia menyayangi keluarganya. Tak heran, bila anak ketiganya yang baru lahir beberapa hari yang lalu ia beri nama Jojo Piagio Ramadanu. M&I mengajak Anda menelusuri rekam jejak kreatif pria asal Kudus ini.

Kegemaran Berbuah Rejeki

S

Setelah memiliki Vespa, Syam kemudian mulai direpotkan dengan urusan-urusan mesin, sebab ada saja masalah yang timbul pada mesin Vespa keluaran tahun 1978 yang baru ia beli. Di sela-sela kesibukannya sebagai pengawas proyek bangunan, ia membawa Vespanya ke bengkel. Kejadian tersebut terus berulang hingga akhirnya Syam mencoba menangani sendiri

22

- Vol. 10 O c t - Nov 2010

cara yang dapat Anda tempuh. Pertama, Anda bisa membawa Vespa dalam keadaan mesin mati total. Untuk menghidupkan kembali mesin mati total, Syam hanya menarik biaya sebesar tujuh ratus ribu rupiah, dengan catatan Anda yang menyediakan alat-alat yang perlu diganti. Bila Vespa milik Anda ingin tampil lebih keren lagi, Syam juga melayani jasa pengecatan total dengan biaya sebesar satu juta tiga ratus ribu rupiah. Kedua, Anda yang tidak mau repot dapat memesan langsung Vespa antik yang telah siap pakai dengan harga mulai dari satu juta rupiah sampai puluhan juta. Harga Vespa antik tergantung dari tipe dan umur. Semakin berumur, harga Vespa semakin mahal. Menurut Syam, bisnis Vespa antik ke depan semakin menjanjikan sebab pengemar Vespa semakin meningkat jumlahnya dari tahun ke tahun. “Yah, namanya juga kegemaran, Mas. Orang tidak peduli harga semahal apapun. Semakin banyak permintaan Vespa antik, harga semakin naik karena jumlah Vespa antik yang terbatas. ” kata suami Sumi’ah menjelaskan pada M&I.

masalah mesin selagi bisa ia atasi. Lama-kelamaan Syam mulai meguasai seluruh bagian mesin Vespa. Satu masalah telah teratasi, namun masalah lain muncul ketika keahlian Syam diketahui oleh temantemannya sesama penggemar Vespa. Syam sering dititipi Vespa mogok untuk diperbaiki. Tahun 2003, Syam memutuskan untuk membuka bengkel sendiri di Jalan Tukad Pakerisan Denpasar.

ejak usia remaja Syam telah memendam hasrat untuk memiliki sebuah Vespa antik. Hasrat tersebut baru terwujud setelah ia bekerja di Bali tahun 1999. Ketika itu ia masih bekerja sebagai pengawas proyek bangunan. “Gaji yang pas-pasan waktu itu saya sisihkan untuk membeli sebuah Vespa. Karena duit belum cukup juga, ahkirnya saya bayar kredit aja sama teman,” kata bapak tiga orang anak ini dengan ekspresi wajah bahagia.

b u sin ess

Tahun ini Syam berhasil mengontrak sebidang tanah di Jalan Drupadi, Denpasar. Di atas tanah tersebut, Syam membangun rumah dan bengkel sederhana. Ada kepuasan di hati Syam, karena membuka bengkel Vespa tidak sekedar berorientasi pada keuntungan ekonomi, namun ada yang lebih bernilai yakni terbangunnya suatu relasi sosial yang kuat antar sesama penggemar Vespa. Syam tidak mematok harga kepada kawan-kawan klubnya. Kadang hanya membeli alat yang diperlukan saja. Biaya service berdasarkan kerelaan bahkan terkadang gratis. Komunitas Vespa terbilang cukup solid. Buktinya, waktu Syam membangun rumah, anggota komunitas Vespa yang tergabung dalam SBI (Scooter Brotherhood Indonesia) berbondong-bondong datang membantu. Berkat bantuan komunitas, hanya butuh waktu sepuluh hari untuk menyelesaikan sebuah rumah dari pondasi sampai atap.

Untuk memenuhi permintaan Vespa antik, Syam dibantu oleh teman-teman klubnya berburu “bangkai’ Vespa ke berbagai pelosok. Beberapa waktu yang lalu, Syam baru saja menerima kiriman puluhan “bangkai” Vespa dari Jawa. Berkat keahliannya, Syam merakit kembali dan menghidupkan mesin Vespa yang tertidur selama puluhan tahun. Anda tak perlu khawatir membeli Vespa antik di bengkel Syam, karena untuk memberikan kepuasan pada pelanggannya, Syam memberikan garansi service seumur hidup. Bagi Anda yang berminat, datang saja ke Bengkel Syam di Jalan Drupadi No. 5 E, di depan SMK 4 Denpasar. (Foto: Dedeth)

Bagi Anda yang ingin memiliki Vespa antik dapat datang ke bengkel Syam. Ada beberapa pilihan Vol. 1 0 O c t - Nov 2 0 1 0 -

23


S

iapa tak kenal IMBI, segerombolan geng motor yang selalu berkonvoi di jalan-jalan raya dengan motor gede yang bergemuruh. Tapi jangan salah ini bukan geng motor yang selalu buat onar dan melanggar peraturan. Ini adalah klub Ikatan Motor Besar Indonesia yang diregistrasi oleh pemerintah dibawah naungan Menteri Pariwisata, yang anggotanya adalah para penggemar motor besar Mereka adalah orang-orang yang boleh dibilang sukses dari berbagai macam profesi dan kalangan, baik dari kalangan pejabat, pengusaha, dokter, profesional serta masyarakat umum. Tentu saja kalangan ini saja yang jadi sebagian besar anggotanya karena harga motor besar cukup menguras kocek. Tujuan dibentuknya organisasi ini adalah menunjang kegiatan pemerintah dalam dunia pariwisata dan kegiatan sosial di masyarakat seperti perjalanan tour ke daerah maupun ke negara lain atau agenda rutin bhakti sosial kedaerah-daerah yang membutuhkan bantuan. Selain itu melaksanakan tertib lalu lintas melalui kegiatan safety riding bagi masyarakat luas, dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan tertib lalulintas serta berkendara secara aman di jalan. IMBI BALI dikukuhkan untuk pertama kali secara resmi pada tahun 1998, dengan 10 anggota dan terus berkembang sampai dengan saat ini menjadi 80 member, dan seiring banyaknya penggemar motor besar kemungkinan masih akan terus bertambah untuk jumlah anggotanya.

24

- Vol. 10 O c t - Nov 2010

Vol. 1 0 O c t - Nov 2 0 1 0 -

25


f

f

smar t ami l y

TUMBANG-nya Semi Mitos 2 & 3

s mar t amily

Oleh Suzana Chandra Managing Director- Lestari Living

Kita Harus Menabung dan Jangan Berhutang S

Negara kita, Indonesia, memiliki tingkat inflasi sedemikian tingginya, walaupun pemerintah selalu mengatakan bahwa inflasi terkendali. Yang dirasakan oleh masyarakat adalah bahwa segala sesuatu semakin mahal, sehingga cash atau uang yang ada semakin tidak memiliki nilai. Putri saya , pada saat belajar mengenal uang rupiah, merasa memiliki banyak uang ketika saya memberikan uang jajan Rp. 10,000.- (sepuluh ribu rupiah). Dalam pikirannya… ”wow… banyak sekali angka “0000”nya. Sampai saatnya

26

- Vol. 10 O c t - Nov 2010

Bagi sebagian besar savers (penabung) hutang adalah sesuatu yang buruk dan melunasi hutang adalah tindakan yang cerdas.

Tapi yang harus kita perhatikan adalah bagaimana“hubungan antara inflasi dan bunga yang didapat dengan menabung di bank”. Fenomena yang terjadi adalah, peningkatan nilai uang yang kita simpan/tabung , jauh lebih kecil daripada peningkatan inflasi yang terjadi . Dengan kata lain, Menabung sangat rentan terhadap “inflasi” , sehingga yang terjadi adalah “tabungan kita terdepresiasi”. Uang Rp.500 juta pada lima tahun yang lalu bisa membeli 5 are tanah di Batubelig, sekarang jumlah yang sama cuma bisa beli tanah ‘kurang’ dari 1 are.

YES!! Saya setuju sekali akan pernyataan di atas, TAPI, kalau saja kita mau meluangkan waktu untuk mempelajari “financial education”, kita dapat menggunakan “hutang” sebagai “leverage” (kemampuan untuk menghasilkan lebih banyak dengan lebih sedikit - Robert T. Kiyosaki) untuk mempercepat proses “wealth creations”.

“Its all about relativity”. relativitas.

Semuanya adalah tentang

Ya, menaruh uang di ”celengan” lebih baik daripada tidak menabung sama sekali. Menabung di bank, lebih baik daripada menaruh uang di bawah kasur. Menggunakan uang tabungan untuk membeli “asset producing income” (asset yang menghasilkan pendapatan), tentunya jauh lebih baik lagi. Contoh Ilustrasi dari relatifitas penggunaan uang sejumlah Rp.500juta di tahun 2005;

“Busyet dah… sekarang uang Rp.200,000 gak juga bikin keranjang belanjaan penuh” atau komentar seperti “sekarang apa-apa mahal”. Komentar-komentar ini seringkali kita dengar dan hampir 100% saya yakin itu ada di benak Ibu/Bapak sekalian pada saat kita mengevaluasi harga-harga. ebenarnya yang terjadi adalah “Inflasi”. Inflasi diterjemahkan sebagai kenaikan harga barang dan jasa secara umum dalam suatu perekonomian dalam masa tertentu.

(bunga berbunga), uang yang ditabung akan meningkat dengan jauh lebih cepat daripada dengan menaruh uang dibawah kasur.

dia membelanjakan uang tersebut. Ternyata tidak banyak yang bisa didapat dengan uang tersebut. Saya ingat sekali ucapannya “ Mom, kenapa uang rupiah banyak sekali angka “000” nya? Nah lho…mencoba menjelaskan kepada anak umur 12 tahun tentang inflasi?... susah juga ya. Kalau dibandingkan dengan mata uang dollar, rupiah memiliki angka “00000” yang lebih banyak, tapi daya beli uang kita jauh lebih sedikit. Ada sedikit kekuatiran, bahwa sebentar lagi, mungkin kita akan memerlukan kalkulator dengan digit yang lebih banyak lagi. Atau redenominasi dari pemerintah?  Pada saat kita menabung, kita merujuk kepada menabung “uang”. Yes!, dengan adanya annuity dan compounding interest

- Kalau uang Rp.500juta dibelikan mobil Mercedes brand new, sekarang di tahun 2010 nilai mobil tersebut sekitar Rp.300juta-an. - Dengan ditaruh di bawah kasur/celengan, uang Rp.500juta akan tetap menjadi Rp.500juta. Ini dengan asumsi kasurnya masih ada dan tidak ada tangan jahil yang mengambil/memakai uang tersebut. - Kalau uang sejumlah Rp.500juta saya taruh di deposito dengan bunga 10%, maka di tahun 2010 sekarang nilainya menjadi maksimum Rp.750 juta rupiah (maaf, saya tidak pakai kalkulator finance, jadi angkanya tidak tepat). - Kalau pada saat 5 tahun yang lalu, uang sejumlah Rp.500juta saya belikan 5 are tanah di daerah Batubelig/ Petitenget , sekarang nilai uang tersebut menjadi Rp. 2.5Milyar rupiah. Karena sekarang tanah di Batubelig harganya sekitar 500juta per are. Contoh di atas, menunjukkan bahwa bagaimana kita menggunakan uang tersebut di 5 tahun yang lalu, sangat mempengaruhi nilai uang tersebut di masa sekarang. Di tengah-tengah kondisi perekonomian dengan inflasi tinggi, menyimpan uang dalam bentuk tabungan ternyata sangat rentan terhadap depresiasi.

Bagaimana dengan Semi Mitos 3; Jangan Berhutang (Get out of Debt) Hutang itu memiliki 2 muka, Bad Debt (hutang yang buruk) dan Good Debt (hutang yang baik).

Jadi tujuan mempelajari “financial education” adalah untuk tahu kapan harus menggunakan hutang (other people’s money atau OPM) dan kapan menghindari hutang. Sekitar sepuluh tahun yang lalu, saya mulai berteman dengan “hutang” pada saat pembelian rumah investasi saya yang pertama. Sebelumnya, saya kenal hutang rumah (mortgage) hanya sebagai beban saja. Dimana setiap bulannya mengakibatkan “disposable income (pendapatan yang bisa saya belanjakan)” saya berkurang. Sampai suatu weekend, dimana saya meluangkan waktu untuk mengedukasi diri saya dengan “financial education”. Bayangkan, saya mendapatkan “Master Degree in Advance Specialisation in Finance” dari salah satu Universitas terkemuka di Australia. Dengan title yang sepanjang itu, seharusnya menjadikan saya salah satu expert in finance, tapi sampai weekend tersebut, saya baru menyadari bahwa saya tidak expert di “financial education”. Pada weekend tersebut saya belajar how to use your money (bagaimana menggunakan uang), how to spend your money (bagaimana membelanjakan uang), knowledge is money (pengetahuan adalah uang), the language of money (bahasa uang), how to use OPM (bagaimana menggunakan hutang). Suatu kenyataan yang menyedihkan adalah bahwa, sistem pendidikan kita tidak memberikan “financial education”. Sistem pendidikan kita memberikan pendidikan untuk mempersiapkan kita dalam mencari pekerjaan. Tapi tidak pernah ada pendidikan tentang bagaimana membelanjakan uang dan bagaimana menciptakan uang. Untuk mempersingkat cerita, ”sepuluh tahun yang lalu, setelah satu weekend mendapatkan “my first of many financial education” saya mulai berteman dengan bank, dan mulai menggunakan hutang (OPM) untuk membeli asetaset real estate saya. Saya dan suami, menggunakan OPM sebagai “leverage” dalam mempercepat wealth creation kami. Tapi sekali lagi saya menekankan, sebelum anda berteman dengan hutang (OPM) luangkan waktu untuk mempelajari “financial education”. Hanya setelah mengerti, maka anda bisa berkenalan secara ‘mesra’ dengan hutang (OPM). Selamat berkenalan dengan OPM dan jangan lupa berbagi cerita dengan saya di: chandra.suzana@gmail.com.

Vol. 1 0 O c t - Nov 2 0 1 0 -

27


p olling GED telah berkembang menjadi penyedia jasa layanan pengiriman udara yang mandiri. Sejak berdirinya GED telah memiliki komitmen yang tinggi untuk memberikan standar layanan yang sesuai dengan standar internasional untuk sebuah perusahaan courier dan cargo. Selain memiliki jaringan yang tersebar diseluruh Indonesia, kecepatan dan ketepatan waktu penghantaran, keleluasaan waktu pengambilan, informasi tracing dan tracking pengiriman yang akurat dan cepat, GED senantiasa mengedepankan tingkat layanan yang bersumber dari keunggulan sumber daya manusia dalam upaya memenuhi kepuasaan pelanggan.

SERVICES: Same Day Service Layanan pengiriman dengan waktu tiba di kota tujuan pada hari yang sama Overnight Service Layanan pengiriman untuk tiba pada keesokan harinya Regular Service Layanan pengiriman dengan masa tiba 1-2 hari International Courier Service Layanan pengiriman international door to door

PT. GANESHA EMAS DWIPA Jl. Pulau Kawe No. 53 Denpasar, Bali 80222 Phone : (0361) 264320, 234461 Fax : (0361) 247985 Email : denpasar@ged.co.id Website : www.ged.co.id

Karena Kami Percaya, Ibu Rumah Tangga Adalah Gudang Pengalaman Bali School of Writing (BSW) Mempersembahkan

Ketika Ibu Menulis

Kursus menulis untuk Ibu Rumah Tangga

Angkatan I: November 2010 4 x dalam sebulan/ setiap Rabu, Pukul 09.00 -11.00 WITA (2 jam pelajaran)

Tema: “Mengelola uang belanja dengan dana terbatas”

Hasil tulisan akan dibukukan dan diterbitkan

Kalau tidak sekarang? Kapan lagi Ibu menulis dan punya buku?

Tempat terbatas maksimal 18 orang Info & Pendaftaran Jl. Drupadi 15 D, (Depan SMK 4) Denpasar, Bali T: (0361) 9940292, E: balischoolofwriting@gmail.com Contact person: Daevy (0812 3680 9000)

28

- Vol. 10 O c t - Nov 2010

88,6% Memilih Tanah daripada Mobil kalau dapat Pinjaman dari Bank

Oleh Team Kopi Panas Hasil statistic : 1. Secara pilihan (tanah atau mobil) : • Dari 35 orang responden, sebagian besar, 31 orang atau 88,6% memilih untuk membeli tanah. • 4 orang atau 11,4% dari total responden memilih untuk membeli mobil Secara profesi : • 12 orang atau 34,3% berprofesi sebagai karyawan/ staff • 8 orang atau 22,9% berprofesi sebagai karyawan yang berkedudukan di Management ataupun Top Management • 6 orang atau 17,1% bekerja di bidang kreatif • 5 orang atau 14,3% adalah pengusaha • 2 orang atau 5,7% ibu rumah tangga • 2 orang atau 5,7% adalah mahasiswa

Berbagai alasan mengapa memilih untuk membeli tanah jika memperoleh pinjaman dari bank; dan rata-rata yang memilih tanah, memiliki alasan lebih dari 1. • Sebagai investasi dan terkait dengan pertimbangan harga. Sebagian besar dari responden yang memilih membeli tanah, yaitu 28 orang atau 90,3% dari mereka yang memilih membeli tanah, umumnya mengkaitkan investasi ini dengan harga; bahwa semakin bertambah tahun, harga tanah akan semakin naik dan sebaliknya dengan mobil. Jumlah ini sama banyak • Sebagai tempat tinggal : sebanyak 7 orang atau 22,6% dari total yang memilih membeli tanah, melihat tanah sebagai aset pribadi, yang bisa dimanfaatkan untuk membangun tempat tinggal. • Hampir sama seperti peruntukkan sebagai tempat tinggal, 3 orang atau 9,7% atau memilih tanah sebagai peluang untuk usaha; antara lain dikontrakkan kepada pihak ketiga, membangun rumah kos untuk kemudian menyewakannya, ataupun untuk membangun tempat usaha. Adapun 4 orang responden(11,4%) yang memilih membeli mobil jika dapat memperoleh pinjaman bank, memiliki jawaban beragam: • 1 orang Lebih memilih mobil karena saat ini sudah memiliki rumah (tanah) • 2 orang mempertimbangkan bahwa jika memilih mobil, maka mobil tersebut dapat disewakan, sehingga return of investment-nya lebih cepat, dan jika mungkan, dapat digunakan untuk membeli tanah. • 1 orang lainnya memilih mobil dengan alasan praktis, yaitu lebih berguna, sebagai sarana transportasi.

Vol. 1 0 O c t - Nov 2 0 1 0 -

29


whats

New

wh ats Status kepemilikan dan pengembangan dilaksanakan oleh PT. Citra Putra Realty yang merupakan anak perusahaan dari PT. Citra Putra Mandiri. Properti ini didesain oleh Singapore Based Architect & Design Consultant Eco ID. The Stones Hotel & Entertainment Center akan menawarkan tempat yang menarik bagi semua social event di Bali dan memberikan sebuah gaya yang berbeda di area Pantai Kuta. Pilihlah tempat yang sesuai suasana hati Anda; bersantap di Salt, memilih musik di Vynil; clubbing di Mods atau bersantai di Infamy. Everyting is possible.

The Stones

New

Vinyl adalah tempat untuk mendengarkan piringan hitam di private turntable Anda, mencari piringan hitam koleksi langka atau hanya membaca buku koleksi dan bercengkrama dengan kawan ditemani secangkir kopi dan hidangan penutup. Mods adalah club dengan desain 1960-an yang hip; nikmati vibe Mods ditemani oleh DJ dan band ternama. Hiburan dengan variasi musik yang berbeda seperti pop, dance, hip hop, Mods selalu memuaskan penikmat musik.

Entertainment Center

Sebuah Inovasi Bisnis di Tengah Kebangkitan Pariwisata Bali Oleh Mudda

The Stones Hotel & Entertainment Center adalah landmark di tepi pantai yang menginspirasi wisatawan dan komunitas lokal dengan berbagai variasi restoran, bar, butik dan juga hotel yang menawarkan suasana casual chic.

T

he Stones Hotel & Entertainment Center telah diresmikan pada tanggal 16 Juli 2010 dengan gebyar perayaan sepanjang malam. Dihadiri oleh komunitas bisnis, public figures dan kalangan selebriti Indonesia. Selanjutnya akan diikuti oleh pembukaan The Stones Hotel pada akhir tahun 2011 dengan jumlah kamar 320 kamar, dengan kolam renang seluas 6.000 m2. Lantai pertama dengan convention center dapat digunakan untuk berbagai acara, yaitu bisnis meeting, konferensi dan pameran. The Hall terdiri dari ruang pameran dengan luas 3.000 m2 dan 8 ruang pertemuan dengan jumlah total kapasitas sebanyak 2.500 tamu.

30

- Vol. 10 O c t - Nov 2010

Salt of The Earth adalah restoran dengan view pantai yang bergaya kasual dan lounge yang menjanjikan kesan yang rileks dan kualitas makanan bermutu, yang mengundang semua orang untuk berbagi dan menikmati makanan. Seafood Platter, akan menjadi hidangan untuk berbagi bersama kawan dan keluarga. DJ akan memainkan musik yang disesuaikan dengan suasana hati Anda pada saat istimewa, seperti Sunday brunch, sunset cocktail atau bersantai setelah dinner. The Private Dining Room mempunyai teras pribadi dimana para tamu dapat menikmati pemandangan pantai yang menakjubkan, dilanjutkan dengan makan malam yang dipadu dengan wine. Private Dining Room didesain untuk event-event istimewa yang dapat menampung sampai dengan kapasitas 20 orang tamu.

Dimulai dengan pool bar yang santai pada siang hari, Infamy adalah tempat yang pas untuk semua itu. Bersantai di pinggir kolam renang, berendam di jacuzzi dan melihat matahari terbenam di atas Pantai Kuta. Nikmati martini di bar dan bercengkrama bersama kawan di Infamy. Stones Street adalah promenade menuju hotel, diisi dengan kafe, butik dan restoran yang mengelilingi kompleks. Selalu penuh dengan aktivitas dimulai dengan pasar seni sampai festival jalanan sepanjang promenade dan musik festival, Stones Street diciptakan untuk menjadi hot spot di area Pantai Kuta. Bagi Anda yang penasaran dengan The Stones Hotel & Entertainment Center, datang dan nikmatilah di Jalan Raya Pantai Kuta, Bali. Vol. 1 0 O c t - Nov 2 0 1 0 -

31


notefrom t he

g uru

no tefrom the

g u ru

Hermawan Kartajaya

Asia’s Leading Marketing Strategiest CEO Of Mark Plus. Inc & Founder of MIM

Menuju Care with Character K

ali ini saya ingin melanjutkan pembahasan saya di artikel sebelumnya mengenai perkembangan pelayanan konsumen, khususnya mengenai Care with Character. Sebagai rangkuman pembahasan sebelumnya, pelayanan yang diberikan perusahaan sudah mengalami perkembangan dari masa ke masa. Saat sebuah perusahaan tidak punya saingan untuk suatu produk, pelayanan konsumen memang tidak perlu. Tapi saat kompetisi bermunculan, perusahaan mulai menerapkan pelayanan, dengan konsep dasar Service Excellence. Namun ternyata saat kompetisi semakin sengit dan semua pemain sudah menerapkan service excellence, perusahaan harus “maju” dan mulai menerapkan yang disebut branded service. Pada dasarnya branded service adalah penerapan excellent service yang dicustomize sesuai dengan brand perusahaan. Sehingga pelayanan bersifat unik dan semakin memperkuat brand perusahaan.

32

- Vol. 10 O c t - Nov 2010

Selanjutnya, disinggung pula perlunya perusahaan berkembang menuju konsep Care with Character sehubungan dengan dunia konsumen dan bisnis yang semakin berubah, atau yang disebut oleh kami di MarkPlus sebagai New Wave Marketing. Konsep inilah yang ingin saya bahas lebih lanjut. Seperti sering saya bahas, dunia sekarang bergerak menuju dunia New Wave. Segala sesuatu menjadi semakin horisontal dan transparan, ini didorong oleh perkembangan teknologi, terutama personal computer dan Internet. Kini, setiap individu yang terhubungkan dengan Internet dapat menantang organisasi atau korporasi manapun dengan cara menggalang kekuatan berbagai individu di seluruh dunia yang saling terhubungkan. Inilah kekuatan Connect! Sehingga dalam marketing, branding yang konvensional sudah tidak cukup lagi, suatu produk atau perusahaan harus memiliki Character. Sedangkan layanan konsumen biasa juga perlu berubah menjadi Care.

Setelah memiliki fondasi karakter yang kuat, untuk mengembangkan kultur organisasi, ada tujuh elemen utama yang perlu dikembangkan. Pertama-tama adalah “the paradigm” yang akan mendasari seluruh elemen lainnya. Paradigm ini harus ditentukan sesuai dengan PDB perusahaan. Selanjutnya, enam elemen lainnya adalah: control systems, organizational structures, power structures, symbols, rituals and routines, stories and myths.

Jadi kalau pada awalnya pelayanan pelanggan fokus pada mencapai intellectual loyalty melalui service excellence, dan lalu berkembang untuk menggapai emotional loyalty, melalui branded service. Kini pelayanan harus bisa membentuk spiritual loyalty, yang hanya dapat dicapai dengan yang kita sebut Care with Character. Kalau excellent service diterapkan dengan menggunakan SOP dan branded service dicapai dengan service blueprint, dalam Care with Character diperlukan suatu metode yang benar-benar berbeda. Pelayanan harus datang dari jiwa masing-masing frontliners. Dengan kata lain, pelayanan sudah harus menjadi bagian dari karakter pribadi mereka. Sehingga yang diperlukan disini adalah pembentukan kultur organisasi yang benar-benar kuat dan fokus pada pelayanan, namun juga berdasarkan fondasi karakter yang kuat. Karakter yang kuat harus berdasarkan fondasi etika yang jelas pula. Menurut Josephson Institute, ada enam pilar karakter yang beretika. Enam pilar itu adalah, trustworthiness, respect, responsibility, fairness, caring, dan citizenship. Semua ini adalah fondasi dasar yang benar-benar dapat membentuk karakter yang tidak saja unik, tapi sustainable.

Saya melihat bahwa stories adalah salah satu elemen yang paling kuat di sini. Didalam sebuah wawancara eksklusif di Harvard Business Review yang berjudul “Story that moves People”, sang Mahaguru-nya screenwriting, Robert McKee mengatakan bahwa“cerita” bisa menyentuh emosi seseorang dan menggugahnya untuk bertindak berdasarkan pesan cerita itu. Sedangkan persuasi yang hanya menggunakan fakta, maksimal hanya membuat orang “berpikir” belum “bertindak”. Instruktur creative writing ini pun menyatakan bahwa ada empat tahap dalam sebuah ceritera yang bisa “menggugah” orang, yaitu: “Kondisi yang Normal”, lalu muncul “Kejadian Pemicu”, yang menyebabkan “Benturan dengan Realitas yang Bertentangan” dan pada akhir perjuangannya “Menemukan Kebenaran Baru”. Dengan memiliki empat tahapan ini, suatu cerita menjadi engaging dan bisa menyentuh siapapun yang mendengarnya. Jadi, jika anda ingin menciptakan karakter employee yang kuat supaya bisa memberikan Care with Character kepada konsumen, pertama-tama harus ditemukan dulu cerita-cerita mengenai pelayanan yang ada di perusahaan anda. Setelah itu, cerita tersebut perlu disusun menggunakan kerangka Robert McKee, dan selanjutnya di pergunakan untuk membentuk kultur organisasi bersama lima elemen lainnya. Kultur organisasi yang dibentuk melalui stories inilah modal dasar menerapkan Care with Character. Apakah perusahaan anda siap? Vol. 1 0 O c t - Nov 2 0 1 0 -

33


f rontof

m i nd

f rontof inilah lahir ide-ide cemerlang yang menawarkan solusi bermanfaat bagi individu, lingkungan dan ekonomi. “Saya sih berpikir, Rumah Perubahan ini harus dapat menjadi motor penggerak perubahan di Indonesia. Untuk menjadi motor perubahan saya kira kita perlu contoh. Contohnya nggak usah susah-susah. Dari kampung kita aja,” kata Rhenald Kasali menjelaskan pada M&I. Rumah Perubahan didirikan untuk Indonesia yang lebih baik melalui misi perubahan. Baik melalui level individu, komunitas, organisasi usaha atau sosial dan pemerintah. “Kalau kita lihat jauh ke depan, banyak hal yang perlu kita perbaiki. Jumlah tanah kita terbatas. Dan kita tidak memiliki semuanya untuk kita kerjakan sendirian. Kalau kita bisa mengerjakannya bersamasama dengan orang lain, saya kira kita dapat melakukan yang terbaik. Kalau kita lihat tempat ini dulu sebagai tempat pembuangan sampah,” tutur pendiri Yayasan Rumah Perubahan ini menjelaskan latar belakang tempat yang kini dijadikan Kampus Perubahan.

Prof. Rhenald Kasali Ph. D. Rumah Perubahan Untuk Indonesia Baru Oleh Mudda

R

Untuk mengenal sosok Rhenald Kasali dapat dilihat dari perwujudan ide-ide perubahan yang telah dikerjakan. Salah satu wujud ide tersebut adalah Rumah Perubahan yang berlokasi di Jalan Raya Hankam, Pondok Jatimurni, Bekasi, Jawa Angin Perubahan Barat. Beberapa waktu yang lalu Mudda, Sepi dan terpencil bukan penghalang untuk melakukan Reporter M&I mendapat undangan sebuah terobosan. Kampung dan pinggiran bukan sebagai peserta Pelatihan Dynamic menjadi pantangan untuk menciptakan kreasi masa Entrepreneur. Laporan berikut adalah depan. Inilah sebuah semangat perubahan yang telah berhembus sejuk sejak kepenatan ekonomi dan oleh-oleh spesial untuk Anda sekalian. ketidakpedulian individu akan lingkungan. Angin sejuk

henald Kasali adalah dosen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Selain bergerak sebagai akademisi, pria bergelar Ph. D. dari University of Illinois ini juga produktif menulis. Buku-buku yang ditulis oleh pria kelahiran Jakarta, 13 Agustus 1960 ini selalu menjadi perhatian kalangan bisnis dan dikoleksi oleh banyak mahasiswa.

dihembuskan oleh Rhenald Kasali melalui sebuah rumah yang bertajuk Rumah Perubahan. Dari rumah

34

- Vol. 10 O c t - Nov 2010

Aktivitas perubahan masyarakat diawali dengan merubah main set masyarakat terhadap sampah. Sampah yang selama ini yang menjadi masalah bagi lingkungan, dijadikan alat untuk menggerakkan perubahan. Kegiatan pengolahan sampah di Rumah Perubahan dilakukan secara terpadu yang mengakselerasikan berbagai aktifitas masyarakat dengan kepentingan pemangku kebijakan, serta dilakukan dengan sistematis. Rhenald Kasali menyebutnya dengan istilah “SIMASTER”, singkatan dari sistem mengolah sampah terpadu. Dalam merealisasikan Simaster, Rumah Perubahan bekerjasama dengan UKM binaan. Jika sampah saja telah berubah menjadi manfaat, maka tidak ada yang tidak mungkin untuk kita melakukan perubahan. Karena perubahan adalah menciptakan dan memperbaiki sesuatu hal yang bertujuan untuk menghasilkan manfaat. Oleh sebab itu Rumah Perubahan melakukan gerakan perubahan dengan cara memperbaiki rumah tidak layak di sekitar Rumah Perubahan agar menjadi rumah layak huni. Hal ini dimaksudkan agar tercipta keselarasan dan kesetaraan dalam lingkungan kemasyarakatan. Indonesia yang bersih dan sehat akan menjadi warisan generasi bangsa. Kepedulian Rumah Perubahan pada generasi bangsa juga di bidang kesehatan, yakni melalui program Posyandu. Memahami bahwa Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan terhadap masyarakat, yaitu fungsi

m in d

utamanya sebagai ujung tombak dalam memberikan pelayanan kesehatan terutama ibu dan anak dalam pelayanan kesehatan yang dilakukan dari dan untuk masyarakat.

Rhenald Kasali School for Entrepreneurs “Persiapan menghadapi masa depan mutlak harus dilakukan jauh-jauh hari. Persiapan tersebut terkait dengan perencanaan keuangan dan perencanaan bisnis yang bisa dijalankan ketika sudah berwirausaha, masih aktif bekerja atau menjalani masa persiapan pensiun,” ungkap Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini saat diwawancarai M&I diselasela kesibukannya mengisi materi dalam pelatihan Dynamic Entrepreneur. Rhenald mengungkapkan bahwa diperlukan pelatihan komprehensif dalam rangka memberikan bekal dan kenyamanan, sehingga mampu mengatur, membuat, dan mengelola perencanaan baik keuangan, bisnis dan kegiatan sosial. Pelatihan ini akan melatih peserta untuk menemukan berbagai ide bisnis berdasarkan potensi diri. Peserta akan diasah dan dibangkitkan menjadi pribadi-pribadi yang memiliki semangat entrepreneur dan daya juang yang tinggi. Peserta juga dilatih mengelola diri sendiri sehingga tetap hidup dengan penuh motivasi dan keyakinan. Disamping itu melalui pelatihan ini peserta akan memiliki wawasan yang lengkap mengenai kewirausahaan. Pembahasan mengenai bagaimana mengelola keuangan keluarga, bagaimana memilih dan mengelola usaha baru secara baik dan benar, mengenali dan mencari ide-ide usaha bisnis rumahan dengan modal kecil, dan materi kesehatan bagaimana menjaga stamina agar hidup tetap sehat lebih diintensifkan. Program Dynamic Entrepreneur dilaksanakan di Kampus Rumah Perubahan di areal seluas 2,75 Ha yang dilengkapi dengan fasilitas auditorium 200 orang, kelas-kelas 30 orang, arena outbound, laboratorium / bengkel bisnis rumahan, tempat menginap 60 orang dan cafe. Terakhir, suami Elisa Kasali ini berpesan pada M&I, “perubahan belum tentu membawa pembaharuan, tapi tanpa perubahan tidak akan ada pembaharuan, tidak akan ada perubahan. Perubahan itu sulit, tapi memungkinkan. Jangan sekali-kali mengatakan tidak bisa. Kita pasti bisa! Tentu diawali dengan langkahlangkah kecil menuju puncak kesuksesan.” Vol. 1 0 O c t - Nov 2 0 1 0 -

35


l iterat ure

l ite ratu re

MAVERICK MILLIONAIRE THE

bahwa saat Anda tiba ditujuan, hal itu benar-benar yang Anda inginkan. Jika Anda memiliki impian besar dalam hidup, maka Anda harus memaksimalkan seluruh upaya dengan cara yang paling efisien.

Pribadi Budiono Direktur BPR Lestari

Jordan Wirsz

T

he Maverick Millionaire merupakan buku bisnis bagaimana cara Miliarder Muda Jordan Wirsz memulai bisnis di usia muda dan menjadikan seorang miliarder dalam usia dibawah 25 tahun. Jordan Wirsz adalah pendiri dan CEO Diamond Bay Investment Inc., perusahaan Las Vegas yang memiliki spesialisasi dibidang investasi Trust Deed (semacam reksa dana). Jordan begitu terpikat dengan investasi trust deed sehingga akhirnya pindah ke Las Vegas untuk menerima posisi sebagai pegawai bagian kredit institusional di sebuah perusahaan hipotek.

Setelah pengetahuannya mengenai bisnis peminjaman dan pasar real estate bertambah, Jordan Wirsz memperluas portofolio real estatenya sendiri dengan membeli berbagai jenis properti. Setelah membeli dan menjual jutaan dolar dalam bentuk real estate dan terus bermain di dunia investasi trust deed, Wirsz mendirikan Diamond Bay pada tahun 2004 yang telah membiayai berbagai transaksi bernilai ratusan juta dolar selama sejarah perusahaan yang masih relative singkat ini. Sebagai pendiri dan pimpinan Diamond Bay, Wirsz dengan senang hati berbagi pengetahuannya tentang jenis investasi dan bagaimana Wirsz menjadi seorang miliarder dalam usia dibawah 25 tahun. Dalam The Maverick Millionaire, miliarder berusia 24 tahun, Jordan Wirsz, berbagi rahasianya dalam membangun kekayaan pribadi dan memulai bisnis sendiri. Anda akan belajar menetapkan dan mengkaji ulang target, mengevaluasi rencana, membangun kekayaan dan memperbesar kesuksesan. Dan sembari Anda menjalankan rencana ini, Anda dapat mengaplikasikan sarana dan teknik disetiap level pada situasi dan impian Anda sendiri. Dengan menghadirkan kisah pribadi yang penuh motivasi dan contoh di kehidupan nyata, Jordan akan menginspirasi Anda pada akhirnya menjadi seorang Maaverick Millionaire (Miliarder Radikal) sejati. Meraih kesuksesan di dunia bisnis bisa menjadi sesuatu yang menantang, sayangnya tidak ada peta yang bisa dijadikan pedoman, yang berarti sebagian besar orang harus menemukan jalan mereka sendiri menuju kesuksesan. SATU cara PASTI untuk memperbesar kemungkinan Anda adalah mencaritahu tentang bagaimana orang lain mencapai kesuksesan. Dalam The Maverick Millionaire, Jordan Wirsz memperlihatkan bagaimana ia mengubah semangat kewirausahaannya yang kuat menjadi bisnis senilai miliaran dolar sebelum menginjak usia 25 tahun. Semua ketrampilan bisnis dapat dipelajari dan segala kesuksesan bisa diraih. Anda tinggal mengambil langkah pertama.

36

- Vol. 10 O c t - Nov 2010

Apa rahasia kesuksesan Jordan Wirsz? Awal kesuksesan Jordan dan Anda pun bisa mengikutinya, yaitu Anda harus mengikuti dimana ada pekerjaan. Artinya people mengikuti perdagangan, dengan adanya people maka segala aktivitas investasi maupun bisnis akan hidup. Seperti diwilayah kita dimana ada pekerjaan maka masyarakat akan berbondong-bondong untuk berpindah terutama ke wilayah urban. Dengan demikian perputaran ekonomi dengan segala efek dominonya akan mengikutinya. Kedua adalah keputusan untuk memulai bisnis sendiri. Kalau Anda untuk memutuskan menjadi miliarder, maka jalan yang paling utama yaitu dengan memulai bisnis sendiri, memang ada jalan lain selain bisnis yaitu sebagai CEO perusahaan besar, olahragawan, artis atau menikah dengan orang yang super kaya. Namun kemungkinan yang paling besar untuk menjadikan Anda seorang miliarder dengan memiliki bisnis sendiri. Jika Anda saat ini memiliki bisnis sendiri namun belum menjadi besar, maka ini adalah kesempatan Anda untuk menjadikan Anda seorang Miliarder. Anda sudah waktunya berhenti memfokuskan pada upaya memburu transaksi dan memproses transaksi, agar dapat mundur satu langkah dan berfikir secara strategis tentang perusahaan itu sendiri. Dengan kata lain, Anda harus memutuskan berhenti berpikir hanya seperti seorang ”pemilik bisnis” dan mulai berpikir – bertindak – seperti seorang CEO sejati. Seorang milliarder harus memiliki target. Target seperti apa yang harus dimiliki? Target adalah impian dengan tenggat waktu. Jadi, mulailah bermimpi... dan belilah kalender untuk memastikan bahwa Anda bisa memenuhi target yang telah ditetapkan. Impian adalah tempat hasrat dimulai. Jika Anda tidak bisa memimpikannya terlebih dahulu, maka hal tersebut tidak akan pernah menjadi kenyataan. Untuk mencapai apa yang Anda inginkan, Anda harus percaya hal tersebut dapat dilakukan. Untuk beralih dari impian ke target, Anda harus bergerak melebihi keinginan abstrak yang samar dan tidak spesifik. Tidak cukup hanya mengatakan ”Saya ingin kaya atau saya ingin sukses di dalam bisnis”. Anda harus menambahkan kekhususan. Batas waktu atau tenggat waktu adalah bagian dari kekhususan tersebut. Kekhususan merupakan hal penting. Hal tersebut mengerakkan pikiran sadar dan pikiran bawah sadar Anda untuk benarbenar terikat dengan target tersebut. Anda memperkuat target tersebut dalam pikiran Anda dan membuatnya jauh lebih nyata dengan berbagai hal spesifik dan tanggal pencapaiannya. Kekhususan juga membantu memastikan

Langkah berikutnya dalam menterjemahkan impian menjadi target adalah TULISKAN DI ATAS KERTAS. Menuliskan target diatas kertas bisa menjadi alat bantu ajaib untuk membantu Anda memulai proses pemindahan impian dari dalam ke luar. Mengapa...? Tindakan menulis memberi Anda kesempatan untuk berinteraksi dengan target secara fisik. Pengalaman fisik ini membantu menanamkan terget tersebut lebih dalam ke alam bawah sadar. Itulah mengapa Anda harus menulis target Anda dengan Tulisan Tangan, dan bukan mengetiknya dengan komputer. B e g i t u target ”direalisasikan” diatas kertas, target tersebut telah mengalami lompatan yang SANGAT BESAR. Target tersebut telah berpindah dari dunia imajinasi ke dunia panca indra. Target tersebut sekarang berada di dunia fisik yang nyata. Sekarang tinggal memindahkan dari eksistensi fisik di atas kertas ke bentuk fisik yang lain. Pelajari Para Milirder, Lakukan Apa yang Mereka Lakukan. Anda harus mempelajari orang-orang sukses. Mempelajari berarti benarbenar menempatkan mereka di bawah kaca pembesar agar lebih mudah untuk Anda ikuti. Sebagian besar Miliarder Berinvestasi di Real Estate. Sementara kita membicarakan tentang meniru para miliarder, Jordan menekankan secara singkat bahwa sebagian besar miliarder pada akhirnya terlibat dengan real estate sebagai cara untuk melindungi kekayaan mereka. Investor yang paling bijaksana dan paling kaya menggunakan real estate sebagai jangkar portfolio mereka. Mengapa para miliarder menganggap real estate begitu berharga dan menarik? Karena pengalaman menunjukkan real estate adalah investasi jangka panjang terbaik. Tidak ada komoditas investasi jangka panjang lain yang dapat Anda beli dengan aman dengan biaya relaif rendah, kemudian dijual dalam waktu 10 atau 20 tahun lagi dan pensiun sambil menikmati keuntungannya. Untuk Meraih Impian, Bangunlah TIM. Untuk meraih kesuksesan Jordan Wirsz dalam Maverick Millionaire, memberikan tips bahwa salah satu untuk mencapainya Anda harus membangun Tim. Bagi sebagian besar orang, membangun tim impian bukanlah tentang merekrut mahabintang terkenal. Proses ini untuk menemukan orang yang sesuai dengan ANDA dan TUJUAN

ANDA dan PERUSAHAAN ANDA dan yang dapat dilatih dan terdorong untuk bereaksi terhadap kesempatan itu. Semua tim bekerja secara kooperatif ke arah tujuan bersama. Selalu ingat, Jika Anda ingin membangun Tim Impian, Impian ANDA-lah yang diinvestasikan di dalam desain dan pertumbuhannya. Jadi, ANDA juga harus menjadi bagian yang integral dari tim itu. Melakukan investasi dalam diri karyawan dapat membantu mencapai satu target ”pencegahan”, yakni mencegah orangorang terbaik pergi. Jika Anda mengikat KOMPENSASI dengan PRODUKTIVITAS, maka karyawan Anda akan terjaga sepanjang malam, mengimpikan dan merencanakan halhal baru dan lebih baik untuk meningkatkan keuntungan perusahaan... karena mereka tahu itu akan menghasilkan uang bagi kantong mereka sendiri,” Cobalah lakukan. Hal Terbesar dalam Hidup Adalah Resiko. Resiko terburuk adalah Tidak Melakukan Apa Pun. Setelah semua target anda tulis, Tim Impian telah Anda bentuk. Anda harus mengambil langkah pertama yaitu dengan LAKUKAN. Tanpa melakukan apapun, apa yang Anda tulis, hanyalah sebuah tulisan belaka yang tidak mempunyai arti apa-apa. Mulailah denga hal kecil, mulailah menggulirkan bola. Apapun yang Anda lakukan, MULAILAH. Dalam melakukan tindakan yang lebih terarah maka carilah seorang model atau mentor untuk ditiru. Mentor yang baik adalah pelatih. Ia memberikan strategi untuk sukses dan dorongan semangat. Inti dari hubungan mentor adalah tentang mendapatkan manfaat dari pengalaman orang lain Seperti yang dikisahkan Jodan Wirsz, Kesuksesan datang setelah Anda mengambil resiko, setelah Anda bergerak melebihi level kenyamanan Anda sendiri dan level kenyaman rang-orang disekeliling Anda. Setiap target yang telah Anda capai dalam hidup ini, semua hal telah Anda lakukan dan Anda banggakan, berasal dari tindakan mengambil resiko. Semua orang harus mengambil resiko. Memulai bisnis adalah resiko... mempekerjakan orang adalah resiko... mengubah prosedur adalah resiko... mengadopsi target baru adalah resiko. Tugas CEO adalah mengambil resiko yang berpendidikan dan memastikan bahwa tidak ada resiko yang tidak perlu yang diambil. Jika Anda telah mengambil resiko tindakan dan tidak berhasil, Anda telah mendapatkan sesuatu yang ajaib dan akan memberikan dampak yang luar biasa terhadap keberhasilan Anda. Apa itu... BELAJAR. Semoga apa yang disarikan oleh Jordan Wirsz dalam The Maverick Millionaire dapat memberikan inspirasi bagi Anda untuk mengambil tindakan. Selamat membaca.

Vol. 1 0 O c t - Nov 2 0 1 0 -

37


green

b us i ne s s

green

Maya Ubud Resort & Spa

b u sin ess

bangungan Resort dan Spa ini hanya 10 persen dari 10 hektar lahan, yang artinya alam bebas jauh lebih luas. “Kami sangat beruntung 10 hektar lahan ini dikelilingi oleh persawahan dan hutan tropis. Hanya sepuluh persen digunakan untuk akomodasi dan fasilitan, sisanya dibiarkan tetap hijau agar tamu bisa menikmasi keasriannya,” jelas Paul Blake, General Manager. Seperti yang diharapkan, para tamu pun setuju. “Saya coba menanam beberapa pohon tropis di Negara saya, Jerman. Tetapi tidak berhasil, mungkin iklimnya beda. Sekarang di sini, saya bisa memiliki tanaman

Suguhkan Romantisme Alam Asri Oleh Prad

Bangun di pagi hari, lentera pagi mengintip dari celah jendala. Anda menunju ke arah itu menyingkap sang tirai. Hamparan hijau membentang, riak sungai menyapa seolah mengundang untuk dihampiri. Siapa yang tidak ingin berada dalam suasana demikian? Well... Maya Ubud Resort & Spa adalah solusinya.

sendiri. Saya akan ke sini lagi untuk mengetahui perkembangannya saat liburan musim depan,” terang Wolfgan Baerman, tamu yang sudah lima kali datang ke Maya Ubud.

aya Ubud Resort & Spa ini terletak di tengah kanal Sungai Petani yang melegenda, di Kabupaten Gianyar. Kesan green land sudah bisa dirasakan begitu memasuki kawasan ini. Apalagi jika sudah benar- benar masuk dan turun sampai ke lokasi sungainya. Hanya kepuasan yang bisa mengungkapkan wujud rasa begitu sudah meninggalkannya.

Julita Chandra, Marketing Communication manajer Maya Ubud menerangkan bahwa para gardener akan merawat intensif pohon-pohon yang ditanam tersebut. “Biasanya parta tamu menulis pada plat yang disediakan di pohon, untuk sesuatu yang ingin diutarakan. Pesan dan harapan untuk keluarga, istri, teman, sahabat, alam atau lain sebagainya,” terang Julita. So... let’s keep our Bali green!

M

38

- Vol. 10 O c t - Nov 2010

Maya Ubud tak hanya menawarkan lokasi hijau itu bagi para tamu, namun ‘perangsang’ lain seperti aktivitas budaya, yoga, treking desa, bersepeda, menikmati tarian tradisional, atau ikut pelatihan melukis di desa dekatnya. Tidak itu saja, tamu juga bisa menanam sendiri pohon di areal yang disediakan. Kesan hijau ini bertambah dikarenakan penghargaan ASEAN Green Hotel Recognition 2010-2011. Persentase luas

Vol. 1 0 O c t - Nov 2 0 1 0 -

39


communi t y

e nte rp ri s e

Unit Produksi SMK NEGERI 2 Sukawati Sebuah Upaya promosi Karya Siswa Oleh Mudda

40

- Vol. 10 O c t - Nov 2010

co mmunit y

Senyum ramah Kadek Sudianti dan Kadek Wardani menyambut kedatangan M&I. Mereka adalah karyawan yang ditugaskan oleh pihak sekolah sebagai penjaga art shop. “Silahkan, Mas. Pilih barang yang bagus-bagus. Harganya juga bagus-bagus,” ucap Sudianti mempromosikan barang dagangannya. Setelah M&I menyampaikan maksud kedatangan untuk meliput, mereka tampak malu. Selain gaji pokok, Sudianti dan Wardani menerima bonus sebasar 10 persen setiap kelipatan Rp. 100.000,- dari keuntungan. Pemberian bonus bertujuan untuk memacu semangat kerja.

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) identik sebagai lembaga pencetak tenaga handal siap pakai di dunia kerja. Untuk mempertahankan predikat tersebut tentu butuh laboratorium untuk menguji kesiapan siswa. Sadar akan kebutuhan tersebut, SMKN 2 Sukawati mempersiapkan satu Unit Produksi yakni sebuah toko oleh-oleh khas Bali yang berlokasi di Pasar Guwang, Sukawati, Gianyar.

“M

Art shop dibuka setiap hari, mulai jam delapan pagi sampai dengan jam enam sore, kecuali pada hari-hari besar agama Hindu. I Komang Subrata, S.Pd adalah orang yang diberi kepercayaan oleh sekolah sebagai Ketua Unit Produksi SMKN 2 Sukawati, tugasnya antara lain melakukan pemeriksaan hasil penjualan.

e nterprise

dari karya siswa. Berhubung persediaan terbatas, maka untuk memenuhi permintaan sebagian barang dipasok dari alumni SMKN 2 Sukawati yang telah menjadi pengrajin berbagai barang seni. “Siswa dididik supaya mimiliki keterampilan agar mampu menghasilkan barang-barang kerajinan berkualitas tinggi. Setelah mampu menghasilkan produk, siswa juga harus dibekali dengan kemampuan di bidang pemasaran. Hal ini dimaksudkan agar anak-anak kita kelak tidak sekedar menjadi pengrajin, tetapi mereka juga diharapkan akan menjadi wirausahawan handal dibidang kerajinan,” kata Komang Subrata menjelaskan. Unit Produksi SMKN 2 Sukawati setiap bulan rata-rata menghasilkan keuntungan sebesar dua juta rupiah setelah dipotong biaya produksi. Biaya produksi berupa gaji karyawan, kebutuhan persembahyangan dan retribusi. “Keuntungan penjualan barangkali tidak terlalu besar, tetapi lumayan. Dari hasil usaha tersebut sekolah dapat membuat berbagai kegiatan dan memperbaiki fasilitas, terutama fasilitas keagamaan. Dengan demikian kami dapat memaksimalkan penggunaan anggaran sekolah untuk menunjang kegiatan belajar-mengajar,” papar Komang Subrata menutup obrolan dengan M&I.

Menurut Komang Subrata, tujuan utama unit produksi adalah sebagai tempat untuk memasarkan karya siswa SMKN 2 Sukawati. SMKN 2 Sukawati dulu disebut sebagai Sekolah Menengah Industri Kerajinan (SMIK). Persediaan barang yang dipasarkan melalui unit produksi dipasok

ampir, Pak. Silahkan lihat-lihat dulu,” kata para pedagang menyapa setiap pengunjung yang baru datang. M&I berlalu dengan senyum sembari mengamati setiap lapak untuk menemukan unit produksi SMKN 2 Sukawati. Sekilas, tak ada yang mencolok dari penampilan art shop SMKN 2 Sukawati dibandingkan art shop lain. Jenis barang yang dijual pun tidak berbeda, yakni Kaos Bali, tas, daster, kemeja, sandal, sepatu, blanket, celana, bros, topi, sarung bali dan berbagai aksesoris dari kayu dan perak. Papan kecil di atas pintu bertuliskan “Unit Produksi SMKN 2 Sukawati” merupakan satu-satunya penanda. Vol. 1 0 O c t - Nov 2 0 1 0 -

41


communi t y

t

e nte rp ri s e

hig h- e chindex

DSLR Canon Pertama Dengan

VariAngle LCD

C

anon meluncurkan DSLR penerus EOS 50D dengan resolusi 18 MP, fitur full HD movie yang bisa diatur manual serta creative filter. Layar LCD pada EOS 60D juga amat istimewa karena memiliki resolusi amat tinggi diatas 1 juta piksel, resolusi VGA dengan aspek rasio 3:2, lebar diagonal 3 inci dan bisa dilipat putar. Canon EOS 60D ternyata lebih kecil dan lebih ringan dari 50D. Hal ini karena bahan material bodinya bukan lagi memakai magnesium alloy tapi sejenis bahan polikarbonat. Kalau ingin merasakan bodi magnesium maka EOS 7D lebih tepat dibilang sebagai penerus EOS 50D.

  Canon EOS 60D memang ditargetkan untuk berada diantara EOS 550D (pemula) dan EOS 7D (semi-pro), sehingga kalau dibandingkan dengan EOS 50D justru ada beberapa penurunan spesifikasi atau pengurangan fitur. Sebutlah misalnya dengan meniadakan joystick, AF micro adjustment dan remote terminal. Canon mungkin menyiapkan EOS 60D untuk melawan calon penerus Nikon D90 (yang diprediksi akan dinamai D95 atau D7000).

 Berikut spesifikasi EOS 60D : * 18 MP APS-C CMOS sensor (sama seperti EOS 7D) * Advanced creative features with Basic + * Vari-angle LCD (pertama dalam sejarah DSLR Canon) * Full HD movies with manual control * DIGIC 4 * ISO 100-6400, bisa diangkat hingga ISO12800 * 5.3fps shooting for up to 58 JPEGs * shutter maksimum 1/8000 detik * 9-point cross type AF System (sama seperti EOS 50D) * flash sync 1/250 detik * pentaprism dengan viewfinder coverage 96% * iFCL metering with 63-zone Dual-layer Sensor * Integrated Speedlite transmitter * In-camera RAW processing

42

- Vol. 10 O c t - Nov 2010

Vol. 1 0 O c t - Nov 2 0 1 0 -

43


af ter

h ou r

a f ter

Susan Bachtiar

BISNIS-BISNIS

Olga Syahputra

Guru Cantik dengan Sederet Bakat Susan Meilani Bachtiar (lahir di Jakarta, 2 Mei 1973; umur 37 tahun) adalah seorang presenter, model, guru bahasa Inggris, bintang iklan dan bintang film layar lebar. Kariernya diawali dengan pemilihan cover girl majalah Mode dan berhasil meraih juara I. Sejak itu wajahnya mulai mengisi halaman majalah dan juga televisi dengan adanya kuis Galileo di Indosiar serta acaraacara rohani. Wanita setinggi 170 cm ini menikah dengan Sunardi Supangat pada 11 November 2000. Wanita beragama Katolik ini mempunyai hobi menonton, membaca, dan travelling. Wanita bersarjana pendidikan ini adalah alumni jurusan bahasa Inggris di Unika Atmajaya Jakarta. Saat ini ia mengajar Bahasa Inggris di TK St. Theresia.

P

Film pertama Susan, Perempuan Punya Cerita, dirilis di bioskop-bioskop Indonesia pada tanggal 17 Januari 2008 setelah sebelumnya diputar sebagai penutup JiFFest (Jakarta International Film Festival) pada tanggal 16 Desember 2007 di Djakarta Theater XXI.

Karena seringnya memakai perhiasan, kini Susan didaulat sebagai duta perhiasan oleh sebuah perusahaan asal Jepang, King Fook. “Aku di sini diminta untuk jadi duta King Fook. Perusahaan ini memproduksi perhiasan kalung dan cincin. Selain jadi duta, aku juga suka berinvestasi,” tegas Susan, saat ditemui.

Tidak hanya itu Susan Bachtiar juga mulai merambah bidang lain. Saat ini dia sudah memiliki gym center dan tempat bermain anak bernama “I Like Gym”. Bahkan presenter cantik yang juga penggemar fotografi ini baru saja menerima tawaran menjadi Chief Editor dari Majalah Hello Magazine Indonesia yang adalah salah satu media terbaru dari group MRA Media Group.

resenter Susan Bachtiar ternyata punya kepribadian unik. Setiap kali tampil di layar kaca, Susan mengaku selalu memakai perhiasan, baik berupa kalung atau cincin. Alasannya, ia kurang pede, apabila tampil tanpa asesoris tersebut.

44

- Vol. 10 O c t - Nov 2010

h ou r

S

iapa tak kenal Olga? Selebritis yang paling laris muncul di layar kaca TV saat ini. Hampir seluruh channel TV nasional menampilkan Olga Syahputra paling tidak satu segmen setiap minggunya. Bahkan beberapa waktu lalu saat bulan puasa presenter banyol ini muncul sekaligus di beberapa stasiun TV nasional setiap hari! Wooow… luar biasa. Jika kita runut awal karirnya adalah bukan hal yang mudah bagi dirinya. Kerja keras, ulet, dan bakatnya telah menghantarkan dia menjadi presenter yang paling laris saat ini.

Tidak hanya jadi presenter Olga juga sukses meraup keuntungan dari dunia film layar lebar seperti Skandal Cinta Babi Ngepet” dan “Mau Lagi”. atau “Cintaku Selamanya”. Juga di dunia komedi dan bidang tarik suara. Karir Olga sepertinya sudah mencapai puncaknya ketika Olga juga memenangkan penghargaan sebagai Presenter Acara Variety Show Music Terfavorit dan Pelawak Terfavorit dalam Panasonic Award ke 12 yang disiarkan di RCTI. Di umurnya 27 tahun, artis satu ini sudah memiliki pendapatan yang cukup besar dibanding usianya. Namun begitu, artis “ceriwis” ini sudah mulai pandai dalam mengelola keuangannya. Selain sudah memulai bisnis restaurant Jepang di area Kemang bernama Takigawa, dia juga dikabarkan sudah membeli tanah senilai lebih dari 5 miliar rupiah. Katanya dia akan memulai bisnis kos-kosan. Hmmm… pilihan yang cukup “smart”. Save dan pasti menguntungkan untuk kota metropolitan.

Vol. 1 0 O c t - Nov 2 0 1 0 -

45


s neakpe e k Namun nasib berkata lain, dimana perang terjadi, gerakan anti yahudi membuat rumah tangga Guido berantakan, dan pada hari ulang tahun anaknya, meraka dikirim kamp perbudakan. Disini Guido, diharuskan berpikir kreatif untuk membuat sang anak tetap merasa terhibur dengan keadaan sekeliling. Pengorbanan seorang ayah demi anak agar tetap merasa nyaman dan aman. Betapa pengorbanan orang tua yang rela berkorban demi apa saja, demi kenyamanan sang anak.. kebohongan demi kebohongan dia ciptakan demi anaknya, demi semata” melindungi kondisi phisikologis sang anak supaya tidak merasa tertekan. Usaha sang ayah mengundang tawa, dimana dia mengambil kesempatan tetap menyatakan rasa cintanya kepada isteri tercinta dengan berbagai cara. Sampai akhirnya pengorbanan diri nya sendiri yang harus dia lakukan demi semua itu… Anda akan merasa terhibur dengan kepolosan dan kejenakaan dari Guido… actor kawakan yang memenangkan penghargaan Oscar sebagai actor terbaik di tahun 1997, sekaligus juga sebagai sutradara dari film ini... Roberto Benigni…

Life is Beautiful

Oleh Elly Ten

A

pa yang ada di benak kita ketika mendengar “kata” tersebut? Pastilah kehidupan yang sempurna... yang indah… yang diimpikan setiap manusia... Tapi adakah kehidupan seperti itu? Life is Beautiful… sebuah kisah yang diangkat dari novel karya Anthony Hughes. Dimana menceritakan seorang pria keturunan yahudi yang bernama Guido Orefice di tahun 1939 yang mengadu nasib di negeri Italy pada perang dunia ke II. Dimana dia memulai kehidupannya dengan menjadi pelayan di sebuah hotel. Seorang pria yang penuh rasa humor yang tinggi dan selalu berpikir kreatif, dia jatuh cinta dengan gadis pujaannya yang dari golongan atas, tapi karena kelucuannya, dan semangat yang tidak gampang menyerah, akhirnya dia berhasil menikah dengan Dora, dan dikaruniakan seorang anak laki-laki, bernama Joshua.

46

- Vol. 10 O c t - Nov 2010

Film ini adalah salah satu film yang patut anda tonton, jangan berhenti di awal cerita yang terkesan datar, tapi tetaplah terus menonton, karena dijamin di akhir cerita anda pasti akan menahan napas dengan perasaan campur aduk di dalam dada.

Vol. 1 0 O c t - Nov 2 0 1 0 -

47


48

- Vol. 10 O c t - Nov 2010


Money&I ed 10