Issuu on Google+


A Group Painting Exhibition

March 22 - April 5, 2010 Afdhal

Adelano Evi Muheriyawan

Harlen Kurniawan

Herianto Maidil

I Made Bakti Wiyasa

Lia Mareza


DEMI GENGSI-KONSUMTIF Tommy F Awuy Kurator Suatu kecenderungan yang demikian kuat pada budaya urban adalah ”bungkusan” (packaging). Hal ini dimulai dari hasrat untuk memberikan sebuah penampilan yang menarik secara estetik dan mengejutkan selain untuk memproteksi. Namun langkah demi langkah makna bungkusan yang dianggap sebagai atribut ini sekarang berubah menjadi substansial. Bungkusan bukan lagi merupakan suatu wujud tindakan lanjut melainkan langkah awal bagi perwujudan sesuatu, seperti pergerakan memutar balik dari efek menjadi sebab. Imajinasi kita dibangun bukan lagi berawal dari pertanyaan bagaimana menciptakan sesuatu tapi bagaimana sesuatu itu terlihat. Jadi, proses penciptaan bukan berawal dari “apa yang kita lihat” melainkan “apa yang terlebih dulu dilihat orang lain”. Makna “bungkusan” pada dasarnya menambah rangsangan pengenalan kita akan ketidakpastian realitas, mana sebab dan mana akibat. Pengertian ”bungkusan” tidak lagi sekedar menunjuk pada benda yang kita lihat secara kasat mata, seperti kertas bungkusan sebuah hadiah. Kiriman karangan bunga, parsel, promosi, tingkah laku, tutur kata, cara berpikir, fesyen, lukisan, film dan lain-lain, semua itu adalah bungkusan. Bungkusan ada di mana-mana dan tujuannya jelas adalah untuk memikat. Bungkusan pada dasarnya adalah sebuah muslihat yang ingin memperdaya satu atau semua potensi indrawi kita. Mendengar seseorang berbicara artinya kita bersiap diri untuk terpedaya oleh ucapannya. Bungkusan sesungguhnya adalah suatu kerja mimetik, mempengaruhi (meme) dan kembali pada paragraf awal, bungkusan adalah performasi estetik; mempertunjukkan sesuatu tidak lain adalah tindakan mempengaruhi. 

Maka, “bungkusan” bisa dilihat dari dua pengertian; secara sempit dan luas. Membeli produk tertentu, kita merasa diberi nilai tambah apabila mendapatkan bungkusan yang bagus dan indah sehingga muncul perasaan agar tidak membuangnya bahkan dipajang atau dibawa ke mana-mana untuk kesan gengsi. Kita bisa dengan leluasa menyaksikan para konsumer di mall-mall berjalan lenggang-lenggok membawa atau menenteng bungkusan misalnya dari produk Louis Vuitton, Hermes, Versace, Armani, dan lain-lain, Arti sempit ini menunjuk langsung pada arti yang luas bahwa kata bungkusan itu sebenarnya tidak referensial atau mewakili bendanya, yakni gengsi yang dibangun oleh wacana-wacana atau teks-teks, khususnya iklan, yang sudah merasuki benak para konsumer itu. Wacana membentuk model berpikir dan perilaku seseorang. Wacana bukan sekedar alat yang bisa dilepas begitu saja apabila kita tidak lagi membutuhkannya. Diri manusia itu sendiri hanya mungkin dikenali sebagai salah satu yang berada secara kongkrit sejauh ketika dia berbicara, language turn. Produk dan gengsi di atas hanyalah salah satu contoh dari kesadaran bagaimana realitas hidup pada dasarnya adalah sebuah bungkusan dalam pengertian luas. Tidak ada dalam kehidupan ini yang eksis tanpa bungkusan (bahasa) dan bahasa pada dirinya adalah sebuah paradoks, tak terdefinisikan terkecuali hanya mengenalnya lewat suatu pilihan, referensial atau konvensi, denotasi atau konotasi, sintagmatik atau paradikmatik, dan seterusnya. Dengan ini realitas tampil serba kemungkinan tanpa otonomi total dan universal.


Pameran Bersama di Philo Art Space berthema Packaging yang berlangsung tanggal 22 Maret – 5 April ini pengertian ‘bungkusan’ di atas baik secara luas maupun sempit, mengemuka. Afdhal membidik realitas kehidupan berupa serba kemungkinan yang bisa kita baca dari 3 karyanya, Memulai Kemungkinan, Di Antara Kemungkinan, dan Mengakhiri Kemungkinan. Karya pertama dan ketiga menggambarkan sosok yang berada di dalam ruang yang dibalut oleh tembok tinggi seperti penjara. Apabila kita membaca dua karya ini sebagai satu rangkaian, maka suasana yang bernuansa dramatis ini dapat dimaknai sebagai perjalanan anak manusia yang terikat oleh ruang-waktu problematik. Ruang dan waktu membungkus manusia sehingga menampakkan positivitas diri (kebertubuhan). Di sini soal ruang dan waktu sesungguhnya hanya kata lain dari bahasa. Perjalanan diri-kebertubuhan manusia terbentuk dan diarahkan oleh bahasa. Lalu masih adakah kita bicara soal peluang bagi manusia untuk melepaskan diri dari bentukan dan arahan bahasa? Afdhal menunjukkan jalan kemungkinan ini dan sekaligus ironi, yakni pintu. Pintu menjadi tanda bagi keluar-masuknya diri-kebertubuhan, seperti terlihat pada karya Di antara Kemungkinan, figur ada di luar ruangan, melepaskan diri dari ruang dramatik tadi, namun jangan lupa, ada unsur lain lagi yang kemudian masih membelenggunya yakni tali. Tembok-pintu-tali pada hematnya adalah metafor dari bahasa. Manusia mencipta bahasa tapi kemudian terperangkap oleh bahasa. Hanya bahasa unsur yang terkuat sebagai bukti bahwa manusia adalah mahluk yang tidak pernah bebas secara otonom karena ketika dia berbahasa saat itu juga dia terikat oleh komunikasi dengan orang lain.

Harlen dengan karya Alienated Youth of Mind dan Lapen tak jauhjauh berangkat dari persoalan diri-kebertubuhan yang galau mencari pembebasan. Diri teralienasi oleh apa? Banyak unsur yang bisa kita lihat dalam kedua karya ini di mana setiap unsur saling berhubungan membentuk sebuah sistem, lingkungan kehidupan. Sesosok manusia yang nampak kecil teralienasi oleh gantungan tali seperti hanya bisa bergerak apabila digerakkan oleh lingkungan kehidupannya secara luas yang jelas-jelas bukan dirinya (the other dan itulah yang disebut kesadaran-mind). Menurut para pemikir strukturalis, kenyataan ini tidak lain merupakan kerja bahasa karena lingkungan kehidupan adalah bahasa. Jadi manusia teralineasi oleh bahasa dan bagaimanapun dia ingin mencari kemungkinan-kemungkinan untuk terbebaskan. Harlen menunjuk kemungkinan itu pada karya Lapen, suatu aktivitas pembebasan imajinatif bahwa ’Lapen’ adalah sejenis minuman berkadar alkohol, murah, merakyat tentunya, bisa di temukan di sekitar daerah Malioboro, Yogya, dan berdaya kerja cukup efektif. Karya-karya Adelano mengambil suasana awal-awal kehidupan yang diwakili oleh figur bayi, telur, produk susu, dan kembang. Unsurunsur ini nampak kuat mewakili pemahaman kita tentang bungkusan bahasa dalam memulai kehidupannya seorang bayi sudah terbungkus oleh lingkungan kehidupannya, lewat pembahasaan orang-orang yang terdekat dengannya. Tak heran dalam kasus-kasus tertentu, bayi diprogram terlebih dulu orang keinginan orang tua seperti pemberian nama. Nama adalah bungkusan awal dan akhir (alfaomega) pada diri seseorang yang kadang membuat seseorang hidup melawan kontradiksi antara makna sebuah nama dengan pemikiran 


kota dunia-kosmopolit. Fesyen menandakan glamoritas pergaulan kontemporer yang kelihatannya bergerak demikian dinamis dan bebas. Namun demikian, kehidupan seperti ini pun sebenarnya tak luput dari ironi bahwa figur-figur tersebut dibungkus oleh teks-teks yang mencipta angka-angka, artinya diri-kebertubuhannya dibungkus oleh berapa ukuran berat dan tinggi badannya bahkan sampai pada organ-organ paling vital sekalipun. Fesyen menunjukkan identitas, Sementara Heryanto Maidil bergiat langsung dengan sistem paling tidak, ukuran gengsi tertentu, sekaligus menegaskan sebuah tanda (semeon). Karyanya berobyek figur perempuan yang diri- lingkungan kehidupan yang serba tak pasti dan cepat berlalu, sangatlah kebertubuhannya dibalut oleh sejenis tali (sarang laba-laba). Figur khas bagi sebuah gengsi konsumtif. perempuan sengaja dikedepankan karena masih cenderung dianggap sebagai sosok tak berdaya dalam sistem patriarki. Lingkungan Made Bakti mempertegas bagaimana hubungan fesyen, gengsi dan seringkali dengan begitu gampangnya mengartikan atau tepatnya konsumeristik ini menjadi �budaya bungkusan�. Dua karyanya berjudul mendifinisikan bahkan perempuan adalah makhluk begitu dan High Pristige dan Shopping Maniac, jelas di satu pihak memperlihatkan begini tanpa menyadari bahwa lingkungan tersebut pun sebenarnya suasana dinamik yang dikelilingi oleh produk-produk dan bungkusan nyaris tak berbeda. Relasi sosok perempuan dan sistem sama-sama masa kini yang diburu oleh kaum urban dengan agresif. Membeli produk merupakan bentukan bahasa yang diperdaya oleh kuasa. Lia Mareza sama halnya membeli jati diri dan syarat utamanya adalah �gaul� dan misalnya dengan karya berjudul Displacement memberikan tekanan terlebih dulu menarik perhatian media massa demi publisitas, tentu dengan bermain-main dalam sistem tanda, bahwa karena relasi saja. Mereka mungkin tidak peduli, sadar atau tidak, bahwa dunia yang seksualitas laki-laki dan perempuan sama-sama merupakan bentukan mereka perani adalah serba bungkusan, yang penting bagaimana hal bahasa maka sangat mungkin, betapa pun rumit dan perkasanya laki- itu menjadi identitas bergengsi betapapun hal itu hanya memberikan laki bak tembok benteng China, perempuan bisa mengendalikan dan mereka sekali saja bisa tidur dengan mimpi yang enak dan indah. membuatnya bertekuk lutut. Selamat berpameran! Tak kalah menantangnya, Evi Muheriyawan mengeksplorasi sosok perempuan dalam lingkungan kehidupan urban yang tak terlepas dari perkembangan dunia mode sebagaimana hal ini hadir di semua kotadan tingkahlakunya. Di samping itu bagaimana produk tertentu mensyaratkan bahwa jika bayi ingin bertumbuh sehat dan kuat maka minumlah susu ini atau susu itu. Bayi dibentuk oleh sistem kompetisi satu produk dengan produk lainnya dan sampai dewasa pun dia tak lepas dari sistem kompetisi itu pada tingkat mengkonsumsi produk bergengsi.




Afdhal

I

Memulai Kemungkinan 160 X 140 cm Acrylic on canvas 2009 


Afdhal

I

Mengakhiri Kemungkinan 170 X 150 cm Acrylic on canvas 2009 


Afdhal

I

Diantara Kemungkinan 160 X 140 cm Acrylic on canvas 2010 


Adelano

I

Di Antara.. 170 x 150cm Oil on Canvas 2010 


Adelano

I

I Love Milk 170 x 150 cm Oil on Canvas 2010 


Adelano

I

Bunga Tidur 170 x 150 cm Oil on Canvas 2009 10


Evi Muheriyawan

I

8 1 18 1 10 21 11 21 150 x 120 cm Mix Media on Canvas 2010 11


Evi Muheriyawan

I

18 1 3 11 1 7 9 14 150 x 120 cm Mix Media on Canvas 2010 12


I

Evi Muheriyawan 8 1 18 1 10 21 11 21

I 150 x 120 cm I Mix Media on Canvas I 2010 13


14

I

Harlen Kurniawan Alienated Youth of Mind

I 400 x 200 cm I Mix Media on Canvas I 2010


Harlen Kurniawan

I

Lapen 150 x 100 cm Mix Media on Canvas 2010 15


Herianto Maidil(Maidil)

I

Female Signs 180 x 140 cm Acrylic on Canvas 2010 16


I Made Bakti Wiyasa

I

High Prestige 120 x 100 cm Acrylic On Canvas 2010 17


I

I Made Bakti Wiyasa Shopping Maniac 18

I 120 x 100 cm I Acrylic On Canvas I 2010


Lia Mareza

I

Displacement 200 x 140 cm Acrylic, Oil on Canvas 2010 19


Curriculum Vitae

Afdhal

Dumai, 29 Maret 1981. Pendidikan 2000 – 2007. Minat Utama Seni Lukis, Fakultas Seni Rupa, Institut Seni Indonesia Yogyakarta Group Exhibition(s) 2010 : Pameran “Packaging”, Philo Art Space, Jakarta. Pameran Komunitas Seni Sakato, BAKABA, Jogja National Museum, Yogyakarta. 2009 : Pameran Exposigns, 25th ISI Yogyakarta, Jogja Expo Center, Yogyakarta. Pameran September Ceria 3RD Anniversary Of Jogja Gallery, Jogja Gallery. Pameran Tujuh Bintang Art Award 2009 “THE DREAM”[The Power of Dream], Jogja National Museum Yogyakarta. Pameran Komunitas Nostalgia, Nostalgilla Merayakan Keliaran Tanda dan Memainkan Persepsi,7 Bintang Art Space Yogyakarta. Pameran Kelompok Kecil, Diantara Nama dan Nama, Jogja National Museum Yogyakarta. Pameran Pesta Gagasan, Ars Longa Ruang Seni Yogyakarta. 2008 : Pameran Family Life, Taman Budaya Yogyakarta. Pameran Inner Scape, Edwin’s Gallery Jakarta. Pameran Nostalgia, Launching Joglo Seni Art Sociates, Jogjakarta. Pameran New AgeNew Blending: New Generation Chinese & Indonesian Artists Exchange, New Age Gallery Beijing Cina. Pameran Kecil Itu Indah, Edwin’s Gallery Jakarta. Pameran Missing Trees, Ide Global Art Bika Jakarta. Pameran Kaba Rang Rantau, Ego Gallery Jakarta. Pameran Komedi Putar, Jogja Gallery Jogjakarta. 2007 : Pameran Ruang & Rasa di Sika Gallery Bali. Pameran Kebangkitan Bangsa, Univ. Wangsa Manggala Yogyakarta. Pameran Global warming GWK ( Garuda Wisnu Kencana ) Bali. 2006 : Pameran Drawing di Jogja Villge Inn, Yogyakarta. Pameran Yang Error Parkir Space Yogyakarta. Pameran Jalin Bapilin, Benteng Vredeburg Yogyakarta. Pameran Art For Jogja, di Taman budaya Yogyakarta. 2005 : Pameran Kelompok 7 di Lana Gallery, Yogyakarta. Biennale Jogja VII Di Sini Dan Kini, Yogyakarta. Pameran Hari AIDS se-Dunia, Galeri LIP, Yogyakarta. 2004 : Pameran Kuburan di Sangar Sakato Yogyakarta. Pameran Eksperimental Art, ISI Yogykarta. Video Art Menggusung Peti Mati Sendiri, Yogyakarta. Pentas Teater PEKWILDA, Auditorium Teater ISI Yogyakarta. Pentas Performance Art Wed Action #4 Kedai Kebun Forum, Yogyakarta. Performance Art Tolak Taman Nasional Gunung 20

Merapi, Fakultas Kehutanan. 2nd IAPAO { Internasional Association Performance Art Organizer} Meeting & Festival Rumah Nusantara Bandung. Pameran Seni Rupa Mempertimbangkan Tradisi Galeri Nasional Jakarta. Pemutaraan Video Performance Art di Galeri Popo Iskandar Bandung. Pameran WALHI di Benteng Vredeburg, Yogyakarta. 2003 : Pameran Philip Morris Art Award, Gedung ASEAN. Jakarta. Jak@rt Festival 2003 Jakarta. 2002 : Jak@rt Festival 2002 Jakarta. Pameran Gambar Bentuk ISI Yogyakarta. Pameran Glass Painting, ISI Yogyakarta. 2001 : Pameran Sketsa di Kampus ISI Yogyakarta. Performance Art Kereta Sewon Yogyakarta. Pameran Dies Natalis SASENITALA Galeri ISI Yogyakarta. Performance Art GPK-ISI Yogyakarta. Pameran Lukis Cat Air ISI Yogyakarta. 2000 : Jepit Mall Performance Art di Malioboro Yogyakarta. Pameran FKY Benteng Vredeburg Yogyakarta. Penghargaan: 2003 Finalis Philip Morris Award 2002 Lukis Cat Air Terbaik ISI Yogyakarta Gambar Bentuk Terbaik ISI Yogyakarta 2001 Sketsa Terbaik ISI Yogayakarta 2000 Lukis Cat minyak terbaik SMSR Padang Sum-Bar

Adrew Delano Wibowo

(Adelano.W.) Magelang, 18 Juli 1984. Pendidikan :2004-2009 Institut Kesenian Jakarta Exhibitions 2010 : Pameran “Packaging”, Philo Art Space, Jakarta. 2009 : Pameran “KARYA TUGAS AKHIR”, di Ruang Pamer Galeri Seni Rupa IKJ. Pameran sketsa “GETARAN ITU BERNAMAKAN CINTA”, Di kampus IKJ. Melukis dan Pameran bersama di Kediaman “ KEDUBES NORWEGIA “. Pameran “SELF STIRRING” di Galeri Cipta 3 Cikini. Pameran “# 1 @ 40 Tahun IKJ” di Galeri Cipta 2 Cikini. Pameran “VIRUS KREATIF” di Jakarta Convention Center. Pameran “FKI 6 (Festtival Kesenian Indonesia) 2009” di kampus IKJ Jakarta. 2007 : Pameran ”DIALOG DUA KOTA JAKARTA - YOGYAKARTA (Havefun ISI Yogyakarta, IKJ & UNJ)”,di Yogyakarta. Pameran Bersama “JAKARTA KOTAKU” di Galeri Tembi Rumah Budaya Jakarta. 2006 : Pameran ”MAYOR ABSTRAKSI 1” angkatan 2004 di Galeri Seni Rupa


IKJ. Pameran ”MAYOR ABSTRAKSI 2” angkatan 2004 di Galeri Seni Rupa IKJ. Pameran ”BERSAMA SENI MURNI IKJ” di lorong Seni Rupa IKJ. Pameran ”SATU IKJ SATU” di Graha Bakti Budaya. 2005 : Pameran ”EKSKURSI BALI” di kampus IKJ. Pameran ”ART EXPLODED” UNS, IKJ, ISI Yogyakarta di kampus UNS Solo. Pameran ”FOLKLORE” di FE UI Depok. Pameran ”MAYOR LUKIS 1” Angkatan 2004 di Lorong Studio Lukis Kampus IKJ. Pameran ”MAYOR LUKIS 2” Angkatan 2004 di Lorong Studio Lukis kampus IKJ. Pameran ”3 in 1” di Graha Bakti Budaya. Pameran di benteng Vrendeburg, Yogyakarta. Mural ”BEAUTIFUL WALL” di Kampus IKJ. 2004 : Pameran ”PENDIDIKAN DASAR SENI RUPA” (PDSR) angkatan 2004 di Galeri Cipta 2 Cikini. 2003 : Pameran ”JAMBORE SENI RUPA” di pasar seni ancol.

Evi Muheriyawan Bandung 1974

Solo Exhibition(s) solo exhibition at soka gallery - jakarta solo exhibition at utterly art – Singapore Group exhibition(s) 2010 : Pameran “Packaging”, Philo Art Space, Jakarta. “Bunga-Bunga Bali” at Bali clif, Bali. “Jali-Jali Jakarta” at Rumah Jawa, Jakarta. ”Silence of The City” at Denindo Art House, Jakarta. “Karya terbaik kompetisi Jawa Barat” at Geleri Kita, Bandung. “Menilik Akar” at Galeri Nasional, Jakarta. “Subject Expose [s]” Arslonga Gallery, jakarta

I Made Bakti Wiyasa

Pemanis, Tabanan, Bali 10 April 1974. PENDIDIKAN : 1998-2005 FSR-ISI Yogyakarta. Selected Exhibition 2010 : Pameran “Packaging”, Philo Art Space, Jakarta. 2009 : Pameran Ilustrasi Cerpen Pilihan Kompas 2008 di Bentara Budaya Jakarta, Yoyakarta, Solo dan

Bali. 2008 : Pameran Finalis Jakarta Art Award 2008 di Gallery Seni Ancol Jakarta Utara. 2005: Pameran Bali Biennale-Astra Otoparts Art Award 2005 Denpasar Bali. 2003 : Pameran Finalis Indofood Art Awards di Galeri Nasional Jakarta. Pameran Pagelaran Seni Kria ISI di Museum Nasional Jakarata. Pameran Festival Kesenian Indonesia di Balai Pemuda Surabaya. 2002 : Pameran FKYXIV di Gedung Societed Militer Yogyakarta. 2001 : Pameran FKY-XIII di Benteng Vredeburg Yogyakarta. 1999 : Pameran Kompetisi Pratisara Affandi Adi Karya di Galeri ISI Yogyakarta. 1989 : Pameran Nuansa Prestasi Seni Lukis Anak Indonesia di Taman Budaya Bali. Group Exhibition(s) 2010 : Pameran “Packaging”, Philo Art Space, Jakarta. 2009 : Pameran Ilustrasi Cerpen Kompas di Bentara Budaya Jakarta, Bentara Budaya Yogyakarta, Solo dan Bentara Budaya Bali. Pameran Exposign Di Jogja Galeri, Yogyakarta. 2008 :Pameran Kisi-kisi Jakarta pada Jakarta Art Award 2008 di Gallery Seni Ancol, Jakarta Utara. Pameran Super Ego di Ego Gallery, Jakarta. Pameran AHIMSA di Bentara Budaya Jakarta. Pameran Bali Art Now: Hibridity, Yogya Gallery, Yogyakarta. Pameran Silence Celebration di Tony Raka Gallery, Ubud. 2007 : Pameran Shadow di Philo Art Space, Kemang Timur, Jakarta. Pameran Boeng Ajo Boeng (Mengenang Nilai-nilai Kemanusiaan Affandi) di Bentara Budaya Yogyakarta. Pameran ‘’Love Letter’’ di Tony Raka Gallery, Ubud. Beautiful of Death, di Darga Gallery, Denpasar. Pameran Sanur Village Festival, Darga Gallery, Denpasar. 2006 : Pameran Seni Rupa “Refreshing” di Danes Art Veranda, Denpasar – Bali. Pameran Seni Rupa Rupakata di Darga Gallery, Sanur – Bali. Pameran Reconsculture Global Healling II di Agung Rai Museum Art, Ubud-Bali. Officiated by Desmond Tutu penerima Nobel Perdamaian. 2005 : Pameran Summit Event Bali Biennale-Astra Otoparts Art Award 2005. Pameran Seni Rupa Instalasi “RTRWP” bersama kelompok Bunyibatu dan Galang Kangin (Dalam Rangka Hari Bumi) di Rumah Buku Cengkilung Denpasar. Pameran Bunyibatu dan Galang Kangin di Galeri Millenium Jakarta. 2004 : Pameran Seni Rupa “Having Fun” Sanggar Dewata Indonesia di Galeri Langgeng, Magelang Jawa Tengah. Pameran Dasa Muka, Bali Coruption Watch di Arma Ubud, Bali. Pameran Warming Up di Balerupa SDI Yogyakarta. Pameran Seni Rupa Kenduri Seni Desa di Nitiprayan. 2003 : Pameran TERMOGRAM SDI di Museum Neka Ubud Bali. Pameran Small di Paros Gallery, Sukawati-Bali. Pameran Kebersamaan Sanggar Dewata Indonesia di Societed Militer Yogyakarta. Pameran Pagelaran Seni Kria ISI di Museum Nasional Jakarta. Pameran Festival Kesenian Indonesia di Balai Pemuda Surabaya. Pameran Drawing di Bale Rupa SDI Yogyakarta. 21


Pameran Unidentified Fucking Objeck (UFO); Homege to Doraemon di Kedai Kebun Forum Yogyakarta. Pameran Finalis Indofood Art Award di Galeri Nasional Jakarta. 2002 : Pameran “Living On The Edge” di Exspratri Art Gallery Jakarta.Pameran Gincu Rupa bersama kelompok TEMPERA-SDI di Bentara Budaya Yogyakarta. Pameran Kata Rupa di Gelaran Budaya Yogyakarta. Pameran Ruang Ekspresi di Gradika Bakti Praja Pasuruan. Pameran Jadikan Aku Pacarmu bersama kelompok Caping di Benteng Vredeburg Yogyakarta. Pameran FKY-XIV di Gedung Societed Militer Yogyakarta. Pameran Heterogen, Bunyibatu di Art Centre Bali. 2001 : Pameran “Sambung Lidah” bersama kelompok BLOBOR ISI di Benteng Vredeburg Yogyakarta. Eksperimental Art Manusia Angin di kampus ISI Yogyakarta. Eksperimental Art Menutup Botol Kosong di lorong kampus ISI Yogyakarta. Konseptor Performance Art “Koma” di GFJ Antara Jakarta. Pameran FKY-XIII di Benteng Vredeburg Yogyakarta. Pameran bersama Sanggar Dewata Indonesia di Galeri Nasional Jakarta. 2000 : Pameran Gelar Seni Pertunjukan Rakyat (GASPER) di ISI Yogyakarta. Kompetisi Grafiti di tembok Stadion Kridosono Yogyakarta. 1999 : Pameran Kompetisi Pratisara Affandi Adi Karya di Galeri ISI Yogyakarta. Pameran LUSTRUM ke-3 ISI Yogyakarta di Galeri ISI Yogyakarta. Pameran Seni Rupa Jelang Millenium III di Natour Garuda Hotel Yogyakarta.1998 : Pameran di Lorong Kampus bersama kelompok BLOBOR ISI Yogyakarta. 1996 : Pameran Bersama Kelompok Ngulat Taksu di Musium Sidik Jari Denpasar.Pameran Bersama perupa muda Denpasar di Grand Sudirman Agung Denpasar. 1993 : Pameran Bersama SMSRN Denpasar di Art Centre Bali. 1992 : Pameran Bersama Dalam Rangka 25Th SMSRN Denpasar di Art Centre Bali. 1989 : Pameran Nuansa Prestasi Seni Lukis Anak-anak Indonesia Taman Budaya Bali. PENGHARGAAN 2008 : Finalis Jakarta Art Award 2008. 2003 : Finalis Indofood Art Award 2003. Medali Sri Sin Moy dari United Stead, India. 2000 : Karya Lukis Cat Air Terbaik FSR ISI Yogyakarta. Juara Favorit Piala Presiden Lomba Grafiti Tembok Stadion Kridosono Yogyakarta. 1998 : Karya Sketsa Terbaik FSR ISI Yogyakarta. Gambar Bentuk Terbaik FSR ISI Yogyakarta. 1996 : Duta Bali Sebagai Remaja Berprestasi Seni Tingkat Nasional Tahun 1996. 1993 : Karya Terbaik SMSRN Denpasar. Juara I Karikatur 25 Th SMSRN Denpasar. Juara I Lomba Poster BKKBN Pemda TK II Gianyar, Bali. 1989 : Finalis Nuansa Prestasi Seni Lukis Anak Indonesia 1989

Harlen Kurniawan

Bukit Tinggi, 19 Oktober 1980. ISI Yogyakarta 22

Group exhibition(s) 2010 : Pameran “Packaging”, Philo Art Space, Jakarta. “Air Seni Ruang Rawa”, Kali Bayem, Yogyakarta. “Bakaba”, Jogja National Museum, Yogyakarta. “Terapi Lewat Seni”, Joga International Hospital, Yogyakarta. “The Rakus of Something Wrong”, Taman Budaya Yogyakarta, Yogyakarta. Pameran “Abstrak”, Taman Budaya, Yogyakarta. Video Art “Alineated youth of mind”, YOGYAKARTA. 2009 : “Pesta Gagasan#1”, Ars Longa, Yogyakarta. “Minimaiz Packing Space”, Kedai Belakang, Yogyakarta. “Night With Us”, Ars Longa, Yogyakarta. “Persatuan Paguyuban”, Gallery Biasa, Yogyakarta. “Raba Rasa”, Jogja National Museum, Yogyakarta. 2008 : Pameran Para Perupa Minang, “Kabarang Rantau”, Ego Gallery, Jakarta. “Seiring Sejalan”, Denindo Art Space, Jakarta. “Silent of The City”, Denindo Art Space, Jakarta. “Hutan Tropis”, Bika Gallery, Jakarta. “Versus”, 678 Gallery, Jakarta. “Persatuan Paguyuban”, Taman Budaya Yogyakarta. 2007 : “The Young Artist”, Opening Sangkring Art Space, Yogyakarta. Pameran Bersama Komunitas Nitiprayan, “Jaman Bergerak”, Nitiprayan, Yogyakarta. 2006 : “Jalin Bapilin”, Benteng Vredeburg, Yogyakarta. Instalasi, “Seni Talok”, ISI Yogyakarta. Instalasi Seni BEM, ISI Yogyakarta. “Penggalangan Dana untuk Korban Gempa”, UTY, Yogyakarta. “Penggalangan Dana untuk Korban Gempa”, STIKER, Yogyakarta. “Penggalangan Dana untuk Korban Gempa”, Taman Budaya Yogyakarta. 2005 : “Yang Eror”, Kinoki, Yogyakarta. Pameran Perupa Minang, “Mempertimbangkan Tradisi”, Galeri Nasional Indonesia, Jakarta. 2004 : Pameran Kelompok “Kuburan”, Sanggar Sakato, Yogyakarta. “WALHI”, Benteng Vredeburg, Yogyakarta. Pameran Kesenian Nasional, Sanggar Nurani Senja, Jakarta. “High Risk Experimental Art”, Kepatihan, Yogyakarta. 2002 : Pameran Sanggar Sakato, Purna Budaya, Yogyakarta. Pameran Sa_aka ’99, Purna Budaya, Yogyakarta. Pameran Bersama Alumni SMSR Padang, Taman Budaya Padang. 2001 : Pameran Sanggar Sakato, Purna Budaya, Yogyakarta. Pameran Dies Natalis Sasenitala, Galeri ISI Yogyakarta. 2000 : Pameran Kelompok “Embrio ‘99”, Benteng Vredeburg, Yogyakarta. Others 2009 : “Musik Performance Suara Kaum Marjinal”, Taman Budaya Yogyakarta. 2008 : Melukis Bersama di Denindo Art Space, Jakarta. Melukis Bersama, “Ulang Tahun Girli”, Kepatihan, Yogyakarta. “Musik Performance”, Jogja National Museum, Yogyakarta. 2007 : Melukis Bersama Komunitas Girli, Malioboro, Yogyakarta. 2004 : Performance Art, “Oleh-oleh untuk Pecandu Perang”, Sanggar Sakato, Yogyakarta. Environmental Art Dies Natalis Sasenitala ISI Yogyakarta, Bebeng, Kaliurang, Yogyakarta. 2003 : Video Art, “Mengusung Peti Mati Sendiri”, di Yogyakarta. Workshop Seni Lukis di Sanggar Akar, Jakarta. 2002 : Performance Art, “Hari Air se-Dunia”, Malioboro, Yogyakarta


Herianto Maidil(Maidil)

Padang 11 Mei 1979. Institus Seni Indonesia Jogjakarta. Group exhibition(s) 2010 : Pameran “Packaging”, Philo Art Space, Jakarta. 2009 : Pameran bersama “MEMOART 2009”Arslonga gallery Jogjakarta. Pameran Bersama “Subject Exspose “Pure Art Space Jakarta. Pameran Bersama “Distance”Tony Raka Ubud Bali. Pameran Bersama “ Guru Oemar Bakrie”Jogja Gallery Jogjakarta. Pemeran Bersama “Pesta topeng monyet”Bidar sriwijaya Jogjakarta. 2008 : Pameran “Menyoal Patriarki”Philo Art Space Jakarta. Pameran Bersama”Indonesia today”Linda gallery Singapore. Pameran bersama “Sensi” Philo Art Space Jakarta. Pameran bersama Kebangkitan Nasional “ Setelah 20 Mei “ Jogja Gallery Jogjakarta. Pameran bersama “I Love you but I love me more “ AIR Show Room Jakarta. 2007 : Pameran bersama “Panorama” Sighi Art Gallery Bukit tinggi sumatera barat. Pameran bersama “Jalin Bapilin” Benteng Vredenburg Jogjakarta. 2005 : Pameran bersama “Art For Love”Borobudur Magelang. 2004 : Pameran berasama “Menimbang Tradisi”Galeri Nasional Jakarta. 2003 : Pameran bersama kelompok”Gledek”Taman Budaya Surakarta.

Lia Mareza

Yogyakarta, 4 Desember 1982 Group Exhibitions : 2010 : Pameran “Packaging”, Philo Art Space, Jakarta. Pameran BAKABA Sakato Art Community di JNM Yogyakarta. 2009 : Pameran DISTANCE di Tony Raka, Bali. Pameran KUNDURAN TRUK di Kersan Art Space, Yogyakarta. Pameran BORDERLESS WORLD di Taman Budaya Yogyakarta. Pameran 25 th EXPOSIGN ISI JEC Yogyakarta. 2008 : Pameran “Celebrating the Diferences” Elegance Gallery

Jakarta. Pameran “Untukmu Perempuan Indonesia” Gedung Arsip Nasional Indonesia Jakarta. Pameran KOMEDI PUTAR Jogja Gallery Yogyakarta. Pameran BOY’S ARE TOYS Srisasanti Gallery Yogyakarta. Pameran Visual Organik di Philo Art Space Jakarta. Pameran INI BARU INI di Vivi Yip Art Room Jakarta. Pameran Dies Natalies XXIV Emergence of Artist Gallery ISI Yogyakarta. Pameran (5+4) NINE Rumah Rupa Jakarta. Pameran Group Exhibition di A2A Gallery Jakarta. 2007 : Pameran HARLAH ASRI ke-57 di Benteng Vredeburgh Yogyakarta. Pameran “Extreme Little” di Jupri Art Gallery Pasuruan Jawa Timur. Pameran “CERMIN” di V Art Gallery Yogyakarta. Pameran “Space Test: Tribute to Young artist” di Sangkring Art Space Yogyakarta. Pameran “Belok Kanan Jalan Terus” Sangkring Art Space, Yogyakarta. Pameran “ Behind The Nation “ Srisasanti Gallery Yogyakarta. 2006 : Pameran SASENILOPE di Galeri Biasa Yogyakarta. Pameran Rentang Ruang dan Waktu di Galeri Livia Yogyakarta. Pameran JALIN BAPILIN di Benteng Vredeburg Yogyakarta. Pameran ART FOR JOGJA di Taman Budaya Yogyakarta, Yogyakarta. Pameran NISBI di Galeri Katamsi ISI Yogyakarta. Pameran Homage to Homsite, Eks ASRI Gampingan Yogyakarta. 1st Universal MOSA, Mouseum Small Art Mosa, Malaysia. Pameran GEMA WANITA Beber Seni di Benteng, Vredeburgh Yogyakarta. 2005 : Pameran 25 Terbaik HONDA MOTTO DESIGN di Benteng Vredeburg Yogyakarta. Pameran Sasenilope di Bunker Cafe Yogyakarta. Pameran Pratisara Affandi di Galeri ISI Yogyakarta dan Galeri SOKA Jakarta. 2004 : Pameran NO NAME Di Galery Semarang, Semarang. Pameran BAZART FKY di Benteng Vredeburg Yogyakarta. Pameran JAMUR 01 di Tom Silver Magelang. Workshop Seni Murni di SMU Muhammadiyah 1 Magelang. Workshop GEDEBOOK ! di Alun-alun Selatan Yogyakarta. Environmental Art, HUT Sasenitala di Bebeng Cangkringan Sleman Yogyakarta. 2003 : Pameran PUSER di Benteng Vredeburg Yogyakarta. Pameran Lampu Andong di Benteng Vredeburg Yogyakarta. Pameran Walhi Hari Lingkungan di Benteng Vredeburg Yogyakarta. 2002 : Pameran PUSER di Galeri ISI Yogyakarta. Pameran Dies Natalies Sasenitala di Galeri ISI Yogyakarta. Performance Art Hari Air di Yogyakarta. 2001 : Pameran Gelar Karya MSD Yogyakarta di Yogyakarta. Penghargaan Lukis Cat Air Terbaik Modern School Design, Yogyakarta Karya 5 Terbaik NISBI, di Galeri Katamsi ISI Yogyakarta

23


This catalogue is published in conjunction with a Group Painting Exhibition of

Colophon

March 22 – April 5, 2010 @ Philo Art Space Jl Kemang Timur 90 C South Jakarta 12730 Indonesia t/f: (62 21) 719 84 48 m: +62 811 10 60 47 e: philoartspace99@gmail.com Curator: Tommy F Awuy Special thanks : Dian Nitami Afdhal I Adelano I Evi Muheriyawan I Harlen Kurniawan I Herianto Maidil I I Made Bakti Wiyasa I Lia Mareza Photography of Artworks: Artist, Doc. Philo Graphic Design: Trizno Published by Philo Art Space 025/2010 Copy Rights Š Philo Art Space All rights reserved. No part of this publication may be reproduced, stored in a retrieval system or transmitted in any form or by any means, electronic, mechanical, photography, recording or otherwise, without the written permission from Philo Art Space

24


Jl. Kemang Timur 90 C South Jakarta 12730 Indonesia t/f: (62 21) 719 84 48 m: +62 811 10 60 47 e: philoartspace99@gmail.com


e-catalogue-packaging