__MAIN_TEXT__
feature-image

Page 1


A Group Painting Exhibition

Erizal AS Dedy Sufriadi Nyoman Sujana Kenyem Feri Eka Candra Rinaldi Deskhairi Ade Pasker Sujarwo June 27 - July 11, 2011




my space Hidup itu meruang, sudah dimulai sebelum munculnya kesadaran dan terutama ketika kita “terlempar� ke dunia. Manusia merasakan bahwa dia benar-benar ada dan hadir karena dia diselimuti oleh ruang, dan ketika pikirannya berinteraksi dengan ruang muncullah kemudiaan ruang yang satu lagi, ruang simbolik atau ruang pengetahuan. Setiap manusia dalam perkiraan optimis, merindukan ruang khusus, ruang pribadi yang menambah kenyamanan gerak hidupnya dan siapa pun memiliki peluang untuk menciptakan ruang simbolik darimana eksistensinya tampil. Ketika lahir manusia seperti terjebak dalam ruang kongkrit, ruang yang mendeterminir tubuhnya untuk sekian lama. Dalam ruang ini, anak manusia benar-benar tak berdaya, butuh perhatian atau penjagaan ekstra ketat dari orang tua hingga tubuhnya tumbuh kuat dan pikirannya mampu bermain-main dengan ruang abstrak seperti norma-norma dan rumus-rumus ilmu pengetahuan.

tak terlepas dari minat dan pergumulannya atas ruang-ruang tertentu. Pada pameran di Philo Art Space kali ini, kita berhadapan dengan ruang-ruang menurut pandangan atau pergumulan subjektif para seniman itu dan barangkali saja kita merasa terwakili dan terlibat dalam pergumulan yang sama. Menariknya, bahwa ruang-ruang subjektif yang tampil di manapun dan khususnya pada pameran ini senantiasa menyadarkan kita bahwa kita sudah tentunya hidup dalam ruang plural. Ruang subjektif mengandaikan ruang plural bahwa kita masing-masing memiliki pandangan yang berbeda tentang gerak, kesempatan, dan harapan hidup.

Ade Pasker, menampilkan ruang darimana kehidupan pribadinya ada di sana, ruang keramaian jalan. Ruang di mana kita bisa berinteraksi dengan siapa pun, sahabat dan orang asing, dalam waktu relatif lama maupun singkat, menunggu atau melepas waktu dengan percuma. Keramaian jalan merupakan salah satu simbol Karya seni muncul ketika manusia sanggup bermain-main dengan dari keseharian hidup manusia urban. ruang abstrak, ketika seniman mengekspos ruang-ruang sesuai dengan sudut pandangnya. Setiap karya seni merupakan tampi- Sedang Feri Eka Candra membidik sebuah ruang yang diam, medlan dari sudut pandang subjektif dari sang seniman sendiri karena itatif, steril, ruang perpustakaan darimana produk pengetahuan 


abstrak kita muncul dari sana. Ruang perpustakaan kemungkinan mana adalah teks dan setiap ruang dipenuhi jejak-jejak teks. Ke sebuah ruang yang dengan sendirinya mengambil garis batas yang mana lagi akan kita arahkan langkah kita dalam ruang tekstual? Tak tegas dan hampir tak bisa berkompromi dengan ruang keseharian lain marilah kita terus-menerus belajar membaca kehidupan. manusia pada umumnya. Pada Erizal AS, kita menemukan hamparan ruang yang luas sebagai Perhatian Deskhairi berbeda lagi, pada ruang yang lebih luas dunia kehidupan manusia. Ada kaitannya dengan relasi antara aku namun cukup memprihatinkan sebagai sebuah ekosistem yang dan kamu yang berada dalam suasana hati tertentu. Kegembiraan sedang terancam punah. Manusia seharusnya bagian dari alam menjadikan ruang bisa tak terbatas dan kita menari-nari meniknamun penciptaan ruang abstraknya yakni pengetahuan tak ter- mati hidup di sana. bantahkan lagi memampukannya mengambil posisi otonom di luar alam lalu mengendalikan bahkan sanggup menghancurkan Lain lagi dengan Rinaldi yang merepresentasikan ruang bawah alam itu sendiri. sadar yang cukup dramatis. Mimpi bisa dibaca sebagai puisi ataupun prosa kehidupan ketika kesadaran tak sanggup menampung Nyaris sama dengan ruang yang ditampilkan Nyoman Sujana keinginan atau harapan kita. Bahkan mimpi mungkin merupakan Kenyem, masih ada harapan bagaimana manusia dengan alam cerita traumatis yang demikian jujur bahwa kita masih menyisakan berinteraksi secara harmonis, masih menyisakan kegembiraan waktu untuk berbuat sesuatu. dan merayakan kehidupan. Bahkan dari sana manusia masih memiliki kesadaran bagaimana mengarahkan tapaknya menuju Selamat berpameran! ke ruang khusus dan di sana kita menemukan enerji kehidupan yang sesungguhnya. Tommy F Awuy kurator Ruang bagi Sujarwo khas representasi dari sosok-sosok urban yang kadang membutuhkan kesendirian alias sepi dari keramaian namun masih tetap bagian dari keramaian itu. Sering kesendirian merupakan momen atau dijadikan kesempatan introspeksif bahkan menyusun strategi kerja agar tetap survive. Bagi Dedy Supriadi ruang tak lain adalah garis yang mewujud teks. Tak ada ruang hampa termasuk diri manusia itu sendiri. Di mana


Ade Pasker




kuda besi / 150 x 120 cm / oil on canvas / 2011 


the legend of scooterist / 200 x 150 cm / oil on canvas / 2011




Talking to Scooter / 150 x 120 cm / oil on canvas / 2011 


Dedy Sufriadi




theory no.4 / 200 x 140 cm / acrylic on canvas / 2010 10


theory no.7 140 x 130 cm / acrylic on canvas / 2010 11


Deskhairi

12


gunung putih /140 x 90 cm / arcylic on canvas / 2011 13


air /140 x 90 cm / arcylic on canvas / 2011 14


Erizal AS

15


around the world / 225 x 160 cm /acrylic and pencil on canvas / 2010

16


the salsa 230 x 200 cm / arcylic and pencil on canvas / 2009 17


Feri Eka Candra

18


keep moving 180 x 225 cm / acrylic on canvas / 2010

19


Homework / 180 x 225 cm / acrylic on canvas / 2010 20


Nyoman Sujana Kenyem

21


menuju bulan 145 x 135 cm / mixed media on canvas / 2010 22


Rinaldi

23


mimpi / 160 x 200 cm / acrylic on canvas / 2010 24


Sujarwo

25


reading the life 165 x 145 cm / mixed media on canvas / 2011 26


mencari tubuh yang utuh 165 x 145 cm / mixed media on canvas / 2011 27


Ade Pasker Sungai Penuh, Sumatra Barat, 9 Agustus 1981. Indonesia Institute of Art (ISI) Yogyakarta Selected Exhibition 2011 : My Space, Philo Art Space, Jakarta. 2010 : Infinity 8, Elcanna gallery Jakarta. Jogja art share gumregah, Jogja national Museum. Action 2001, Taman Budaya Jogjakarta. Bakaba Sakato Comunity, Jogja National Museum. Underground felfet, Museum of Midle Surabaya. “Jogja Memang Istimewa“, Purnabudaya Yogyakarta. 2009 : The High Light, Jogja National Museum Jogjakarta. Senang-senang, Gallery Tujuh Bintang, Jogjakarta. Trapesium- Edwind gallery Jogjakarta. Up and Hope, Real art space Jakarta. Formisi- Taman Budaya Padang, West Sumatra. Exposigns, exhibition Visual Art Indonesia, Jogja Expo Center Jogjakarta.

2011 : My Space, Philo Art Space, Jakarta. Pameran Mandiri Prioritas, Jakarta. Pameran JingGey, Aseana gallery singapura. Intelectus Sindicate, AJBS Galery Surabaya. 2010 : Pameran “Unity: The Return to Art” at Wendt Gallery New York, USA. Pameran Asia Top Gallery And Hotel Art Fair, Soul Korea. Awards 2009 : Finalis Tujuh Bintang Art Award 2009, Yogyakarta. 2008 : Lima karya terbaik Kompetisi Seni Visual “Setelah 20 Mei”, Jogja Galery. 2000 : Finalis Philip Morris-Indonesia Art Award. 1999 : Finalis Nokia Art Award. 1998 : Finalis Winsor And Newton Art Competition. 1997 : Karya Seni Lukis Terbaik Feksiminas IV Yogyakarta. 1996 : Karya Sketsa Terbaik Fakultas Seni Rupa ISI Yogyakarta. Karya Seni Lukis Cat Air & Akrilik Terbaik Minat Utama Seni Lukis, Fakultas Seni Rupa ISI Yogyakarta.

Dedy Sufriadi

Batu Sangkar, Sumatera Barat, 28 Desember 1972. Indonesia Institute of Art (ISI) Yogyakarta Selected group exhibition 2011 : My Space, Philo Art Space, Jakarta. 2010 : Pameran Seni Rupa “BAKABA” Komunitas Seni SAKATO di Jogja National Museum, Yogyakarta. Pameran Seni Rupa”ART 10 JOG” di Taman Budaya ,Yogyakarta. 2009 : Pameran “TRAP(ESIUM)” di Edwin’s Gallery Jakarta. Pameran “MENJELAJAH SPIRIT” di Galeri Biasa, Yogyakarta. Pameran Seni Rupa “Grup MOMENTASI “di Sangkring Art Space, Yogyakarta. Awards 2000 : Lima Karya Lukis Terbaik “NOKIA INDONESIAN ART

Palembang, 20 Mei 1976. Indonesia Institute of Art (ISI) Yogyakarta Solo exhibition 2010 : “Hypertext Discrepancy” Philo Art Space, jakarta. 2009 : “Hypertext” tembi contemporary Yogyakarta. 2007 : “Re-READING”, Melia Purosani Hotel Yogyakarta. “UN-Logical”, Jamaican Bar Yogyakarta. 2003 : “EKSISTENSIALISME”, FSR ISI Yogyakarta Selected group exhibition 28

Deskhairi


AWARDS 2000”. Semi Finalis “INDONESIAN ART AWARDS VII” 2001 : 84 Finalis “INDONESIAN ART AWARDS VIII” Erizal As Padang panjang, 3 februari 1979. Indonesia Institut of Art (ISI) Yogyakarta. Solo Exhibition 2007 : Solo Exhibition ‘lines Project’ Koong Gallery, Jakarta Selected Group Selected 2011 : My Space, Philo Art Space, Jakarta. Paiting Exhibition, ‘Intip’, Jakarta Art District, Jakarta. Painting Exhibition ‘ City of west, Green Art Space, jakarta. Painting Exhibition, Nusantara diatas kanvas, Mandiri Prioritas Bank, Sampoerna Strategic Square, Jakarta. 2010 : Pameran Seni Rupa ‘Bakaba, Komunitas Seni Sakato, Jogja Nasional Museum, Yogyakarta. 2009 : Pameran Lukisan ‘ TRAP(ESIUM)’ Edwins Gallery, Jakarta. Pameran Lukisan ‘Charity for Yayasan AIDS Indonesia, Linggar Gallery, Jakarta. Pameran Lukisan “ Borderless World’ Second Unniversary of Srisasanti Gallery, Yogyakarta. Pameran ‘Exposign’ Jogja Expo Center, Yogyakarta. Awards 2007 : As 20 nominees of visual art competition of The Thousand Mysteries of Borobudur. 2006 : Finalis Jakarta Art Awards, 2006. 2003: CP Open BIENNALE 2003. Finalis Indonesia Asean Art Awards. Finalis Indofood Art Awards. 2002 : Nominasi 10 Besar Lomba Lukis Selekda PEKSIMINAS VI. 2000 : Karya Terbaik Dies Natalies XVI ISI Yogyakarta. 1998: Finalis Philip Morris Art Awards V. 1997 : 10 Finalis, Lomba Keterampilan Siswa Tingkat Nasional, Jakarta. Juara Harapan, Lomba Lukis Wajah

pahlawan, museum Aditiawarman, Sumatra Barat. Feri Eka Candra Batu Sangkar, West Sumatra, 15 Desember 1978. Indonesia Institut of Art (ISI) Yogyakarta. Selected Group Exhibitions 2011 : My Space, Philo Art Space, Jakarta. ‘City of West’, Green Artspace, Jakarta. 2010 : ‘Bakaba’, Sakato Art Community, Jogja National Museum, Yogyakarta. 2008 : Singapore Art Fair 2008, Asian Contemporary Art, Sun City, Singapore. ‘Coherence’ Bika Gallery, Jakarta. ‘Manifesto’ Pameran Besar Senirupa Indonesia, Galeri Nasional, Jakarta. ‘Sin Sign’ Gracia Art Gallery, Surabaya. ‘Harlequin’ Langgeng Gallery, Magelang. ‘Hulu Fantasi’ One Gallery, Jakarta. ‘Boys/Girls’ Edwin’s Gallery, Jakarta. ‘Tekstur Dalam Lukisan’, Jogja Gallery, Yogyakarta. ‘Kompetisi Seni Lukis Jakarta Art Award II, Pasar Seni Ancol, Jakarta Nyoman Sujana Kenyem Born 9 September 1972 in Sayan, Ubud, Gianyar Bali. Studied at STSI Denpasar (1998). Selected Solo Exhibitions 2010: Embracing Nature’s Poem, Ganesha Gallery, Four Seasons Resort Bali at Jimbaran Bay 2009: The Bridges of Nature, D’Peak Art Space, Singapore 29


2008: Symphony of Life, Kemang Village, Jakarta Selected group exhibitions 2011 : My Space, Philo Art Space, Jakarta. Nusantara di atas Kanvas, Bank Mandiri Prioritas, Sampoerna Strategic Square. 2010: Myanmar-Indonesia At Exchange, New Zero Art Space, Yangon, Myanmar. Biennale Beijing China. 2009: Return to the Abstraction, Toniraka Gallery, Ubud, Bali. Apa Ini Apa Itu, Lepang, Klungkung, Bali. Ar(t)iculations, Hanna Art Space, Ubud, Bali. Bentara Budaya Bali. Gallery M, Daegu, Korea. Sampoerna Strategic Square, Jakarta. Borderless World, Srisasanti Gallery, Yogyakarta. Rinaldi 1976 Born in Pangkalan West Sumatra. Indonesia. Indonesia Institute of Art. (ISI) Yogyakarta Solo Exhibition 2008 : Kutak Kutik Kelapa. Gallery semarang. Semarang Selected Group Exhibitions: 2011 : My Space, Philo Art Space, Jakarta. City of west Green Artspace Jakarta. 2010 : Citra Ekspresi Jogja II Hotel Sultan, Jakarta. International Painting Competition Jakarta Art Award 2010, North Art Space Jakarta. Bienalle Indonesia Art Award 2010 Contemporaneity Galeri Nasional Jakarta. BAKABA Komunitas Seni Sakato, Jogja National Museum, Yogyakarta. 2009 : Pameran Besar Seni Visual “Exposigns” Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta. 2008 : Tekstur Didalam Lukisan, Jogja Gallery, Yogyakarta.

30

Awards 2010 : International Painting Competition Jakarta Art Award, North Art Space Jakarta. Bienalle Indonesia Art Award Contemporaneity Galeri Nasional Jakarta. 2005 : The Beppu Asia Binnale of Contemporary Art Japan. 2000 : Philip Morris Indonesia Art Award 2000, Gallery National Jakarta Sujarwo Born in Kendal, Central Java, 28 March 1964, Sujarwo is a selftaught artist. He worked as an illustrator for Indonesia National Encyclopedia Book from 1988 - 1992. Solo Exhibitions 2009 : Shopassion, Philo Art Space, Jakarta, Indonesia. 2008 : “Shopping Mall & Fashion”, Philo Art Space, Jakarta, Indonesia Selected Group Exhibitions: 2011 : My Space, Philo Art Space, Jakarta. Nusantara di Atas Kanvas, Sampoerna Strategic Square in Accordance with Bank Mandiri Prioritas, Jakarta, Indonesia. Cultural Bridge, Wendt Gallery, New York, USA. Surabaya di Mataku, House of Sampoerna, Surabaya, Indonesia. 2010 : Jakarta International Art Award, North Art Space Gallery, Jakarta, Indonesia. 2008: ”Jakarta Art Award, Jakarta , Indonesia. Global Warming, Pasar SEni Ancol Gallery, Jakarta, Indonesia. ”S[Y]URE, Philo Art Space, Jakarta, Indonesia


This catalogue is published in conjunction with a Group Painting Exhibition MY SPACE June 27 - July 11, 2011 @ Philo Art Space Jl Kemang Timur 90 C South Jakarta 12730 Indonesia t/f: (62 21) 719 84 48 m: +62 811 10 60 47 e: philoartspace99@gmail.com Curator: Tommy F Awuy Special thanks : Erizal AS I Dedy Sufriadi I Nyoman Sujana Kenyem Feri Eka Candra I Rinaldi I Deskhairi I Ade Pasker I Sujarwo Photography of Artworks: Artist Design: signsscape Published by Philo Art Space 2011

Copy Rights Š Philo Art Space All rights reserved. No part of this publication may be reproduced, stored in a retrieval system or transmitted in any form or by any means, electronic, mechanical, photography, recording or otherwise, without the written permission from Philo Art Space

31


32

Profile for Philo Art Space

my-space  

my-space  

Profile for milov
Advertisement

Recommendations could not be loaded

Recommendations could not be loaded

Recommendations could not be loaded

Recommendations could not be loaded