UIN Alauddin Berbenah Menuju Unggul | Majalah Universum UIN Alauddin Makassar Edisi September 2022

Page 1

universum M a j a l a h

E d i s i

S e p t e m b e r

2 0 2 2

Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

UIN Alauddin Berbenah Menuju Unggul

universum 1 www.uin-alauddin.ac.id M a j a l a h


MEJA REDAKSI PENANGGUNGJAWAB Prof. Hamdan Juhannis M.A, Ph.D, PEMIMPIN REDAKSI Prof. Dr. H. Wahyuddin, M.Hum WAKIL PEMIMPIN REDAKSI Drs. H. Bustan Ramli, M.Si., REDAKTUR Drs. Fatahuddin, M.M PENYUNTING/EDITOR Andi Jamaluddin, S.E., M.M. Ismi Sabariah, S.A.B., M.Adm. SDA Jumrah, S.Ag REPORTER Muh. Aswan, S.Sos Andi Sahi Al-Qadri Asrullah STAF REDAKSI Najamuddin, S.Ag Dian Prima Putera FOTOGRAFER Ibrahim Suryansyah

Selamat bersua lagi para pembaca setia Majalah UNIVERSUM di Triwulan Ketiga Tahun 2022 ini, setelah lebih dari 2 (dua) tahun melewati masa Pandemi Covid-19. Kami segenap dewan redaksi Majalah UNIVERSUM mengucapkan syukur alhamdulillah puji syukur kehadirat Allah SWT atas izinNya sehingga Majalah Edisi September Tahun 2022 kali ini dapat terbit. Pembaca yang Budiman, terbitan Majalah UNIVERSUM periode September 2022 kali ini mengangkat Tema “UIN Alauddin Berbenah Menuju Unggul”. Pada Tahun ajaran 2022/2023 Tahun ini UIN Alauddin Makassar menerima 4.997 Mahasiswa Baru pada Sidang Senat Luar Biasa Pengenalan Budaya Akademik & Kemahasiswaan Mahasiswa Baru UIN Alauddin Makassar. Hadir membawakan Orasi ilmiah Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Andi Muhammad Bau Sawa Mappanyukki, SH., MH., dengan Tema Pengarusutamaan Moderasi Beragama dalam Bingkai RI. Pada berita lain Kementerian PUPR BPPW Sulsel melakukan Serah Terima Parsial Pemanfaatan Gedung Rumah Sakit Pendidikan UIN Alauddin Makassar. Rumah Sakit ini antinya digunakan sebagai tempat Pendidikan dna pengajatan, praktek klinik dan penelitian mahasiswa kedokteran UIN Alauddin. Selain itu Prodi Pendidikan Dokter dan Profesi Dokter

DESAIN DAN LAYOUT Asrullah

@uinalauddin.ac.id @uinmks Official UIN Alauddin

2

universum M a ja la h

Tim Majalah Universum

yang beberapa waktu lalu telah dilaksanakan Assessment Lapangan oleh Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM PTKES) berhasil memperoleh Akreditasi Baik Sekali. Dari segi prestasi Mahasiswa skala Internasional, terdapat satu orang mahasiswa Prodi Fisika Fak. Sains dan Teknologi UIN Alauddin yang berhasil mendapatkan medali perak pada ajang Kompetisi Inovasi Penemuan Internasional yang digelar Toronto International Society of Innovation and Advanced Skills (TISIAS) beberapa waktu lalu. Edysul Isdar, mahasiswa Angkatan 2019 itu, juga mendapatkan penghargaan khusus International atau International Special Award dari Jaringan Investor Kroasia. Penghargaan itu didapatkan Edysul Isdar setelah mengkuti cabang lomba Inovation Project, Rabu 5 Agustus 2022 di Kanada. Kemudian dilanjutkan penilaian dari investor pada 27 Agustus 2022. Kegiatan akademik dan non akademik serta prestasi mahasiswa lainnya juga dipaparkan dengan baik pada Edisi Majalah kali ini. Selamat menikmati sajian informasi Majalah UNIVERSUM kali ini. Semoga capaian dan keberhasilan yang telah diraih selama ini mampu menjadi stimulus bagi seluruh civitas akademika UIN Alauddin Makassar dalam mencapai VIsi, Misi, Tujuan dan meningkatkan kualitasnya ke depan.


DAFTAR ISI

08 UIN Alauddin Makassar Terapkan Presensi Berbasis Aplikasi

20 Mahasiswa Fisika Raih Penghargaan International dari Jaringan Investor Kroasia

28 32

Prodi Pendidikan Dokter Kukuhkan 26 Dokter Muda

Konjen Australia Launching Aussie Banget Corner di UIN Alauddin Makassar

universum 3 M a j a l a h


LAPORAN UTAMA

UIN Alauddin Terima 4.997 Mahasiswa Baru Universum - Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar mengadakan Sidang Senat Terbuka Luar Biasa di Masjid Agung Sultan Alauddin, Kampus II UIN, Romang Polong, Gowa, Senin (29/8/2022). Sidang itu pertama kali dilaksanakan offline di masa Pandemi Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan.

4

universum M a ja la h

Kegiatan itu dalam rangka Pengenalan Budaya Akademik Kemahasiswaan (PBAK) bagi 4.997 Mahasiswa baru UIN Alauddin Makassar tahun akademik 2022/2023. PBAK kali ini mengangkat tema pengarusutamaan Moderasi Beragama dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


LAPORAN UTAMA

Perwakilan Mahasiswa Baru membacakan Ikrar Mahasiswa UIN Alauddin Makassar

Foto bersama pimpinan, anggota senat dengan Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Andi Muhammad Bau Sawa Mappanyukki (tengah). Pada saat Pengenalan Budaya Akademik Kemahasiswaan (PBAK) di Masjid Agung Sultan Alauddin, Kampus II UIN, Romang Polong, Kab Gowa, Senin (29/8/2022).

Dalam sambutannya, Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof Hamdan Juhannis mengingatkan, Mahasiswa baru menjunjung tinggi keberagaman dalam bingkai NKRI. “Dalam konteks keberagaman, jangan mudah menyalahkan orang lain. Kalau berbeda, hargai perbedaannya pelajari pada ahlinya baru simpulkan,” ujarnya. Ditengah maraknya hoaks yang dapat memecah belah NKRI, lanjut Prof Hamdan Juhannis, lakukan verifikasi atau uji kebenaran. “Lakukan verifikasi, ujian kebenaran, falsifikasi. Dalam bahasa milenialnya saring sebelum share,” tekannya. Lebih lanjut, Prof Hamdan Juhannis menuturkan, PBAK pertama kali dilakukan di Masjid dengan tujuan agar para mahasiswa baru dapat dekat dan lekat dengan Masjid. “Hatinya terpaut pada masjid, sehingga dapat menjadikan masjid sebagai pusat transformasi spiritual dan intelektual,” bebernya. “Masjid adalah rumah peradaban, karena peradaban dibangun dari keadaban, dan pondasi utama keadaban adalah ibadah,” sambungnya. Di Masjid kata Prof Hamdan Juhannis, terjalinnya relasi antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama manusia dan manusia dengan alam raya. “Dari masjid, semoga nilai-nilai

spiritual dapat terejawantah menjadi praktik-praktik hidup dalam kehidupan sosial kemasyarakatan, khususnya bagi warga kampus UIN Alauddin Makassar,” pungkasnya. Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum Perencanaan dan Keuangan UIN Alauddin Makassar Prof Wahyuddin Naro menegaskan, Mahasiswa berturut-turut tidak membayar UKT selama dua semester dinyatakan mengundurkan diri. Turut hadir memberikan orasi ilmiah dalam PBAK itu, Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Andi Muhammad Bau Sawa Mappanyukki. Dalam kesempatan itu, Jenderal berdarah asli Sulawesi Selatan itu membawakan orasi dengan judul Moderasi Beragama Dalam Bingkai NKRI. Di hadapan kurang lebih 5 ribu Mahasiswa Baru, Mayjen Andi mengajak agar semangat menjalankan perintah agama baik itu yang bersifat wajib maupun sunnah sesuai dengan ajaran Agama Islam dengan ajaran tuntunan baik dalam Al-quran maupun Hadits. “Saat ini kultur Indonesia dalam beragama sangat moderat di dalam kalangan ormas-ormas Islam saat ini, tetapi kita harus waspada terhadap kultur yang sifatnya dimana banyak yang terjadi pemahaman kultur konvensional diberbagai Provinsi yang ada di Indonesia

universum 5 M a j a l a h


LAPORAN UTAMA

Foto bersama Rektor Prof Hamdan Juhannis didampingi oleh Wakil Rektor I Prof Dr Mardan dan Wakil Rektor III Prof Dr Darussalam foto bersama dengan perwakilan Mahasiswa Baru saat pelaksanaan PBAK. ini mungkin termasuk di Sulawesi Selatan,” ujarnya di Masjid Agung Sultan Alauddin, Kampus II UIN. Jenderal bintang dua ini juga mengingatkan kembali mengenai sejarah tentang intoleran dan radikal yang terjadi setelah kemerdekaan Indonesia diantara tahun 40-an menuju 60-an, dimana banyak goncangan yang dihadapi oleh bangsa ini terutama masalah pemberontakan yang diantaranya pemberontakan DI – TII, PKI dan PRRI permesta. “Ancaman nyata terhadap bangsa kita ini terkait dengan terorisme, radikalisme bahkan separatisme, saat ini sering terjadi seperti bencana alam, penyebaran obatobat narkotika, termasuk berita-berita hoax yang bisa merontokkan persatuan dan kesatuan anak bangsa, kemudian akan terjadi rentang atas konflik SARA termasuk akan menjadi ancaman yang separatisme maupun pemberontakan bersenjata,” tuturnya. Di akhir orasinya, orang nomor satu di Kodam Hasanuddin itu mengajak Maba menghargai sesama dalam berbangsa dan bernegara dan juga tidak bersikap ekstrem terhadap agama-agama lain. “Ekstrem dalam arti meyakini secara mutlak kebenaran satu tafsir agama dan

6

universum M a ja la h

menganggap tafsir sesat agama lain,” pungkasnya. Untuk diketahui, jumlah Maba UIN Alauddin yang diterima tiap fakultas sebagai berikut Fakultas Adab dan Humaniora 495 Mahasiswa, Fakultas Dakwah dan Komunikasi 809 Mahasiswa, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam 640 Mahasiswa. Selanjutnya, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan 407 Mahasiswa, Fakultas Sains Teknologi 785 Mahasiswa, Fakultas Syariah dan Hukum 782 Mahasiswa, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan 557 dan Fakultas Ushuluddin dan Filsafat 522 Mahasiswa.

Rektor Ajak Mahasiswa Jaga Keasrian Kampus Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof Hamdan Juhannis mengajak mahasiswa baru menjaga keasrian kampus. “Selama bergabung di UIN Alauddin Makassar, saya berharap menjaga keasrian kampus, jangan buang sampah sembarangan,” kata Hamdan. Ia menghimbau, Mahasiswa baru tetap menjaga kebersihan serta tidak merusak taman kampus yang telah dibangun dan dijaga selama ini. “Tetaplah jaga kebersihan, jaga

taman,” ujar Mantan Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Pengembangan Lembaga itu. Selain itu, Guru Besar Sosiologi Pendidikan itu, mengajak mahasiswa baru menjadi duta virtual UIN Alauddin Makassar. “Pada hari pertama ini kalian berinteraksi langsung dengan kampus saya harap lakukanlah selfi di taman taman kampus lalu update di media sosial. Jadilah duta virtual kampus bahwa kalian tidak kalah dengan kampus lainnya,” jelasnya. Ia menekankan, Mahasiswa baru yang mengikuti PBAK di UIN Alauddin Makassar merupakan putra putri terbaik yang berhasil dijaring melalui lima jalur. Sehingga, lanjut Prof Hamdan Juhannis, atas kelulusan di UIN Alauddin Makassar semua semoga melalui kampus ini kalian bisa mencapai kesuksesan. Tak hanya itu, Prof Hamdan Juhannis meminta para Mahasiswa baru UIN Alauddin Makassar harus mempunyai distingsi dengan kampus lainnya. “Sebagai mahasiswa kampus Islam, UIN Alauddin Makassar kalian harus memiliki distingsi. Distingsi itu pembeda. Apa yang pembeda anak anakku dengan mahasiswa lainnya,” bebernya.


LAPORAN UTAMA Wakil Rektor (WR) I UIN Alauddin, Prof Mardan menyampaikan paparannya saat Launching Aplikasi peningkatan layanan akademik UIN Alauddin melalui website terintegrasi berlangsung di Ruang Rapat Senat, Gedung Rektorat, Kamis (10/06/2021).

UIN Alauddin Berbenah Menuju Unggul Universum - 2022 menjadi tahun ke empat UIN Alauddin menyandang status sebagai perguruan tinggi akreditasi A. Predikat ini didapatkan setelah Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) mengeluarkan keputusan No 466/SK/BAN-PT/Akred/PT/XII/2018 yang dikeluarkan pada 20 Desember 2018 lalu dan akan berakhir 2023 mendatang. Jika empat tahun lalu, tingkatan akreditasi masih berupa A, B, dan juga C. Kini, predikat perguruan tinggi tersebut diubah menjadi Unggul, Baik, Baik Sekali, dan Tidak Terakreditasi berdasarkan pada penerbitan regulasi baru, yakni Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi (IAPT) 3.0 dan Instrumen Akreditasi Program Studi (IAPS) 4.0. Instrumen akreditasi terbaru yang diatur dalam Peraturan BAN-PT Nomor 1 Tahun 2020 tersebut berorientasi pada output dan outcome. Perubahan terhadap instrumen penilaian akreditasi dilakukan demi bisa mengikuti perubahan zaman. Dimulai dari perubahan pada tantangan masyarakat, kompetensi baru, dan juga perubahan pada tuntutan dunia kerja agar

lulusan perguruan tinggi bisa beradaptasi dengan perubahan - perubahan yang terjadi. Hal itu bertujuan untuk memastikan dan membantu setiap perguruan tinggi agar bisa memberi fasilitas yang memadai kepada seluruh mahasiswa dalam menggali ilmu dan mendapatkan keterampilan yang mendukung. Dengan begitu, para alumninya mampu beradaptasi dengan segala perubahan di masyarakat maupun industri. Perubahan ini kemudian menuntut setiap pengelola institusi pendidikan tinggi untuk segera mengurus proses penilaian akreditasi dengan instrumen baru. Menyambut kondisi tersebut, sebagai kampus berlabel akreditasi A, UIN Alauddin mulai mempersiapkan standarisasi yang dibutuhkan dalam meraih predikat Unggul 2023 mendatang. Penilaian akreditasi pada aturan sebelumnya untuk meraih A menggunakan tujuh standarisasi, diantaranya Visi, misi, tujuan dan strategi pencapaiannya, Tata pamong, kepemimpinan, sistem pemeliharaan dan penjaminan mutu,

Mahasiswa dan lulusan, Sumber daya manusia, Kurikulum, pembelajaran, dan suasana akademik, Pembiayaan, sarana dan prasarana, dan sistem informasi, serta Penelitian, pelayanan pengabdian kepada masyarakat dan kerjasama. Sementara untuk menjadi Unggul, perguruan tinggi harus menyiapkan sembilan standar akreditasi, diantaranya Visi, Misi, Tujuan, dan Strategi, kedua Tata Pamong, Tata Kelola, dan Kerjasama, ketiga Mahasiswa, keempat Sumber Daya Manusia, kelima Keuangan, Sarana, dan Prasarana, keenam Pendidikan, ketujuh Penelitian, kedelapan Pengabdian kepada Masyarakat, dan terakhir Luaran dan Capaian Tridharma. “Persiapannya sedang berjalan sejak Desember 2021 dibentuk kepanitiaannya, dan sudah mulai bekerja Januari 2022. Saat ini kita jalankan untuk mengonversi dulu dari A ke Unggul, dan sudah dilakukan ke program studi. Karena memang salah satu syaratnya minimal 12 program studi terakreditasi Unggul,” kata Wakil Rektor (WR) I UIN Alauddin, Prof Mardan. Selain bertambahnya kriteria pada syarat meraih Unggul, instrumen baru juga jelas mantan Dekan Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) tersebut adalah ditekankan agar perlu adanya mahasiswa asing. Terkait perbedaan A dan Unggul, dirinya mengatakan yang paling mencolok di wilayah tujuh kriteria ditambah menjadi sembilan. “Dua hal yang penting menjadi perhatian, pertama terkait publikasi dan sitasi para dosen. Sitasi artinya karya ilmiah yang dikutip oleh dunia. Semua karya ilmiah, baik buku, tulisannya sudah dipublikasikan, dan penelitiannya. Harus ada yang sitasi. Selanjutnya adalah harus didukung oleh teknologi yang berstandar internasional, karena yang paling mendasar memang adalah sarana tersebut,” paparnya.

universum 7 M a j a l a h


LAPORAN UTAMA

INOVASI ERA 5.0

UIN Alauddin Makassar Terapkan Presensi Berbasis Aplikasi Universum – Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar mengembangkan sebuah sistem sebagai upaya menyambut Era Society 5.0. Inovasi yang dikembangkan adalah Sistem Manajemen Online Berbasis Remunerasi atau disingkat Selebrasi. Sistem tersebut sebuah absensi berbasis aplikasi. Selain itu, dalam aplikasi tersebut sudah disinkronkan

8

universum M a ja la h

dengan Indikator Kinerja Utama. Kemudian, Laporan Kinerja Pegawai, Laporan Kinerja Dosen, Portal SDM, Kepegawaian, portal berita UIN Alauddin Makassar. Aplikasi yang dikembangkan Pusat Informasi dan Pangkalan Data (Pustipad) UIN Alauddin Makassar itu telah diluncurkan, Senin (18/7/2022) lalu. Aplikasi itu diluncurkan Rektor UIN

Alauddin Makassar, didampingi para Wakil Rektor dan para Kepala Biro usai pelaksanaan upacara hari kesadaran 17an di lapangan upacara depan gedung Rektorat Kampus II UIN Alauddin. Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum Perencanaan dan Keuangan, Prof Dr Wahyudin Naro M Hum mengatakan, aplikasi tersebut upaya peningkatan disiplin dan kinerja Dosen dan Pegawai.


LAPORAN UTAMA

Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum Perencanaan dan Keuangan, Prof Dr Wahyuddin Naro M Hum

Peluncuran aplikasi Sistem Manajemen Online Berbasis Remenureasi (Selebrasi) oleh Rektor UIN Alauddin Makassar didampingi para Wakil Rektor dan para Kepala Biro usai pelaksanaan upacara hari kesadaran nasional di lapangan depan gedung Rektorat Kampus II UIN Alauddin Senin (18/7/2022) lalu.

“Aplikasi Selebrasi ini berbasis area diciptakan guna peningkatan disiplin dan kinerja Dosen serta Pegawai ASN dan Non ASN dan untuk meminimalisir kecurangan terhadap kehadiran,” katanya. Lebih lanjut, Ia menjelaskan, berbasis area yang dimaksud adalah kalau ada pengukuhan guru besar di gedung auditorium maka Dosen atau pegawai absen berbasis lokasi tersebut. “Misalnya hari ini kita gunakan untuk upacara maka nanti kalau ada pengukuhan guru besar di auditorium absensinya ada di lokasi tersebut,” jelasnya. “Bagian kepegawaian akan memasang barcode di setiap kegiatan sebagai absensi. Kalau ada kegiatan di kampus I maka absensinya juga ada di sana,” tambahnya. Menurut Guru Besar Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan itu absensi tersebut akan terhimpun di dalam Remenureasi. “Ini upaya integrasi data, melalui aplikasi tersebut pegawai menginput hasil kinerjanya di LKP, begitupun Dosen yang mendapat tugas tambahan di IKUnya sementara Dosen yang tidak mendapat tugas tambahan LDK dan BKD masing masing,” ujarnya. Setelah launching, aplikasi ini dilakukan uji coba setiap pelaksaanan upacara dan apel setiap bulan pekan terakhir. Kemudian Aplikasi Selebrasi UIN Alauddin Makassar terus dibenahi. Hingga saat ini absensi berbasis aplikasi itu telah diterapkan secara menyeluruh.

“Implementasi presensi datang dan pulang itu diefektifkan 1 September setelah kita melakukan uji coba beberapa waktu,” ujarnya. Prof Dr Wahyuddin Naro M Hum menjelaskan, hadirnya Selebrasi, Dosen maupun tenaga pendidik dan kependidikan lebih memudahkan tugasnya. Ia menuturkan, Selebrasi berbeda dengan facelock. Menurutnya, facelock setiap orang harus masuk di Gedung untuk melakukan Presensi sementara Selebrasi tidak. “Selebrasi ini berdasarkan jarak Wifi UIN Alauddin yang sudah tetapkan. Presensi bisa dilakukan kampus I, II III dan Kopertais” ujarnya. Yang jelas kata mantan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Alumni dan Kerjasama Fakultas Sains dan Teknologi itu, tenaga pendidik dan kependidikan berada di area kampus Lebih lanjut, Ia menjelaskan, kebijakan aplikasi Selebrasi bertujuan memanfaatkan teknologi mobile di dalam memberikan kemudahan bagi tenaga Pendidik dan tenaga kependidikan. Selain absensi datang dan pulang, lanjut Prof Dr Wahyudin Naro M Hum, Selebrasi juga Presensi berbasis kegiatan atau lokasi. “Jadi kalau ada kegiatan misalnya di hotel itu akan absen di tempat itu. Kemudian, setiap melaksanakan upacara dan apel itu berbasis lokasi,” ujarnya. “Intinya Presensinya bisa dilakukan di mana saja dengan nantinya kita akan memasang barcode setiap kegiatan yang dilaksanakan,” sambungnya. Manfaat dari aplikasi itu, kata Guru Besar Pendidikan Islam itu, adalah akan menjadi rujukan dalam menghitung besaran P1, P3 dan P3. Selain itu pembenahan lainnya adalah, resolusi hanphone yang sebelumnya hanya Android 9 ke atas kini telah bisa diakses Android 8. “Kami terus memaksimalkan Selebrasi dengan melakukan penataan resolusi hp yang awalnya aplikasi versi 9 keatas, sekarang diturunkan setelah adanya masukan dari seluruh keluarga besar UIN Alauddin Makassar,” ujarnya. Tak hanya Android, Dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan ini mengatakan, kini Aplikasi Selebrasi bisa diakses pada versi Ios.

universum 9 M a j a l a h


LAPORAN UTAMA

Pengukuhan Prof Mustari Mustafa Resmi sebagai Guru Besar Ilmu Filsafat UIN Alauddin. Berlangsung di Gedung Auditorium Kampus II UIN Alauddin Makassar, Kamis (02/06/2022).

Prof Mustari Dikukuhkan Jadi Guru Besar Kobarkan Semangat Sultan Alauddin Universum - UIN Alauddin secara resmi mengukuhkan Prof Mustari Mustafa sebagai Guru Besar dalam bidang Ilmu Filsafat di Gedung Auditorium, Kampus II pada Kamis, Juni 2022. Pria kelahiran Desa Siru, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) 1971 silam ini mengawali pendidikannya di Sekolah Dasar Katolik (SDK) Nangalili, Kabupaten Manggarai Barat, 1984. Dilanjutkan pada 1987 mengenyam bangku SMP Santa Familia Nangalili, serta di MAN Ende, Kabupaten Ende, Jurusan Biologi pada 1990.

10

universum M a ja la h

Di perguruan tinggi, ia lanjut menimba pengetahuan di Fakultas Dakwah dan Komunikasi, IAIN Alauddin Ujung Pandang, Jurusan Penerangan dan Penyiaran Agama Islam. Untuk Jenjang Magister (S2), ayah dua anak ini memperdalam ilmunya di Pendidikan Ilmu Sosial, UNM pada 1998, serta berhasil meraih gelar Doktor (S3) Bidang Studi Filsafat, UGM, Yogyakarta pada 2009. “Tentu banyak bersyukur kepada Allah yang telah menganugerahkan dan memberi amanah kepada saya dalam jenjang karir akademik tertinggi sebagai Guru Besar Bidang


LAPORAN UTAMA

Prof Mustari Mustafa menyampaikan orasi ilmiah pada pengukuhannya sebagai Guru Besa Ilmu Filsafat UIN Alauddin Makassar, Kamis (02/06/2022)..

Ilmu Filsafat pada Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin sejak 2015,” kata mantan pejabat negara international Atase Pendidikan dan Kebudayaan di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Bangkok, Thailand pada 2017 hingga 2021 ini memulai orasi ilmiahnya. Kepada tamu yang hadir, Dosen Fakultas Dakwah ini mengusung orasi bertajuk “Identitas Lokal dan Tanggungjawab Sosial Perguruan Tinggi” dengan topik pembahasan semangat perjuangan Sultan Alauddin. Pendirian lembaga pendidikan kata dia, dapat dilihat sebagai bentuk tanggungjawab etis yang diamanahkan oleh konstitusi sebagaimana komitmen bangsa dalam pembukaan Undang-undang Dasar 1945, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa.

Pendidikan menurutnya, dimaksudkan untuk mengatasi kebodohan agar setiap individu mampu mengangkat harkat dan martabatnya melalui kecerdasan yang dimiliki. Aspek ilmu pengetahuan merupakan landasan pokok untuk membangun peradaban umat beragama. UIN Alauddin telah menawarkan nilai lokalitas. Nilai yang mengusung kearifan tokoh pahlawan asal Gowa, yakni Sultan Alauddin. “Kampus kita sejatinya senantiasa mengembangkan visi pendidikan sebagai bentuk reaktualisasi historis dari figur Sultan Alauddin. Hal ini dimaksudkan untuk menjawab tantangan yang ada demi mewujudkan peradaban di UIN Alauddin,” ujarnya. Aktualisasi nilai historis Raja Gowa ke 14 ini papar dia, adalah komitmen untuk mengejawantahkan tradisi jenius lokal yang tidak hanya sebagai identitas simbolik yang relevan dengan kemajuan lembaga pendidikan. “Nilai sejarah sekaligus spiritual Sultan Alauddin dapat kita aktualisasikan di Kampus Peradaban. Kita ingin membangun refleksi kritis guna menjawab persoalanpersoalan yang masih dijumpai di dunia pendidikan,” tuturnya. Selain sosok yang kritis, Kakek dari Sultan Hasanuddin ini jelas Mustari, juga mengajarkan kepada masyarakat, khususnya di Sulawesi Selatan, tentang adab dalam berperilaku saat menghadapi berbagai tantangan. Rasionalitas, reseptif, adaptif, dan dialogis adalah perilaku

kritis yang membawa I Manga’rangi Daeng Manrabbia mampu memimpin kerajaannya, melebarkan wilayah kekuasaan politiknya dan membangun peradaban yang didasari atas nilai-nilai Islam. Sementara itu, Rektor UIN Alauddin, Prof Hamdan Juhannis tak lupa menitipkan dua pesan pada prosesi pengukuhan Guru Besar ini. Ia meminta agar Prof Mustari Mustafa melihat kehidupan seperti bunga mawar yang memiliki dua sisi berbeda, penampilan yang mempesona namun terdapat duri yang melekat pada batangnya. “Mereka yang melihat sisi kecantikan, keindahan, serta harumnya semerbak itulah orang yang melihat hidup ini dengan penuh optimisme, dan ini ada pada diri Prof Mustari,” Pesan kedua adalah the art of leading people, the art of leadership, menjadi kuat tapi tidak lantas kasar, menjadi pemberani tapi tidak lantas menggertak, menjadi ramah dan baik hati tapi tidak lantas lemah, menjadi rendah hati tapi tidak lantas rendah diri, menjadi bangga tapi tidak lantas angkuh, memiliki humor, kejenakaan tapi tidak lantas menunjukkan ketololan. “Dua pesan inilah yang bersinergi membentuk dan menguatkan jati diri Prof Mustari hingga melahirkan profesor filsafat yang luar biasa, yang pada gilirannya akan mencetak bukan hanya Doctor of Philosophy, tapi lebih sejati dari itu, yakni Man of the Philosophy,” pungkasnya.

universum 11 M a j a l a h


LAPORAN UTAMA

Tim satgas Covid 19 melakukan penyemprotan disinfektan pada sejumlah ruangan di kampus II UIN Alauddin Makassar

Rektor UIN Alauddin Prof Hamdan Juhannis menyampaikan sabutan dalam acara Munas II Forum Dekan FDK se-Indonesia. Kegiatan itu dilaksanakan selama empat hari, 15 hingga 18 Juni 2022.

FDK UIN Alauddin Sukses Gelar Munas Fordakom Universum - Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Alauddin Makassar menjadi tuan rumah Musyawarah Nasional (Munas) II Forum Dekan FDK se-Indonesia. Kegiatan itu dilaksanakan selama empat hari, 15 hingga 18 Juni 2022. Dihadiri sebanyak 250 peserta yang terdiri dari dari para Dekan, Wakil Dekan I, Wakil Dekan II dan Wakil Dekan III FDK. Dekan FDK UIN Alauddin Makassar yang sekaligus penanggung jawab acara, Firdaus Muhammad mengatakan, Munas ini dapat mewujudkan cita-cita yang ingin dicapai oleh PTKIN yang berada di bawah naungan Kementerian Agama untuk tetap kompak dan dapat berkolaborasi untuk menciptakan sumber daya manusia hebat. “Tetapi cita-cita kita mau mensinkronkan antara berbagai perguruan tinggi yang serumpun

12

universum M a ja la h

seperti FDK ada dari STAIN, IAIN, dan UIN. Mereka yang berada di bawah naungan Kementerian Agama,” paparnya. “Ini kemudian berkolaborasi juga ada kebijakan pemerintah yang sangat positif misalnya ada pertukaran mahasiswa, pertukaran dosen malah dari satu kampus ke kampus yang lain itu berbasis mata kuliah. Itu harus dipayungi dari kerjasama makanya salah satu agenda serius kita nanti di acara pertemuan ini adalah membangun kerjasama,” pungkasnya. Kegiatan Munas Fordakom ini dibuka langsung oleh Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof Hamdan Juhannis, Hadirpula Ketua Fordakom, Prof Dr Suprapto M, Bupati Gowa diwakili Kabag Kesra, Anregurutta H. Abd. Rahim Assegaf (Puang Ramma) serta para guru besar lingkup FDK. Dihadapan para peserta Munas, Prof Hamdan Juhannis meminta peserta harus memahami


LAPORAN UTAMA

Suasana pembukaan Munas II Forum Dekan FDK se-Indonesia yang dihadiri sebanyak 250 peserta yang terdiri dari dari para Dekan, Wakil Dekan I, Wakil Dekan II dan Wakil Dekan III FDK. tentang filosopi Appasulapa atau empat penjuru angin alias 4 Yusuf, dari Sulawei Selatan. Yusuf dimaksud kata Pria asal Kabupaten Bone itu, Yusuf Kalla, Baharuddin Yusuf Habibie, Jenderal Yusuf dan Syekh Yusuf Al-Makassary. “Jadi kalau sudah kembali ke daerah masing-masing, dan ditanya apa hasil di Makassar, katakan saja, kami mendapatkan Filosopi Appasulapa,” pungkasnya. Firdaus Muhammad menambahkan, sebagai tuan rumah, Ia mendapat apresiasi dan bantuan dari berbagai instansi, diantaranya Pemerintah Provinsi Sulsel, Kota Makassar, Kabupaten Gowa dan Kabupaten Maros. Sesuai rundown acara, sejumlah agenda telah dilaksanakan. Hari pertama telah dilaksanakan gala dinner di Rujab Gubernur Sulsel Gedung Baruga Pattingalloang. Kemudian, pembukaan sekaligus seminar nasional di gedung Auditorium Kampus II UIN. Lalu dilanjutkan makan siang di Rujab Bupati Kabupaten Gowa.

Setelah itu, dilanjutkan city tour di Gowa dengan mengunjungi situs sejarah, seperti Balla Lompoa. Selanjutnya, forum dilaksanakan di Hotel Arthama, Kota Makassar. Penutupan kegiatan itu akan dijamu Wali Kota Makassar di Rujab Walikota, setelah itu peserta akan diajak berwisata ke Bantimurung di Kabupaten Maros. Setelah diadakan pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan Seminar Internasional dengan tajuk Dakwah Berwawasan Moderasi Beragama: Upaya Penguatan Outcome-Based Education. Seminar itu juga dihadiri tujuh orang pembicara dari 5 negara termasuk Indonesia, yakni Asemeh Ghasemi dari Iran, Phaisan Toryib dari Thailand. Kemudian Mohamad Fowz Hendric dari Afrika Selatan, Yusuf Khalid dari Brunai Darussalam, serta Nabilah Lubis, Azyumardi Azra, dan Mustari Mustafa dari Indonesia. Dekan FDK UIN Alauddin, Dr Firdaus Muhammad mengatakan bahwa Syekh Yusuf mendapat perhatian luar biasa

dalam seminar itu. “Memang sosok Syekh Yusuf perlu diperkenalkan terutama untuk mahasiswa FDK bagaimana Syekh Yusuf dalam berdakwah dan memperjuangkan kemerdekaan Indonesia,” katanya. Sementara itu, Prof Mustari Mustafa dalam paparannya mengatakan, sejumlah tokoh yang mempengaruhi pemikiran Syaech Yusuf. Diantaranya Imam AlGhazali. “Imam Al Ghazali sosok yang dikagumi Syaech Yusuf. Kemudian Ibnu ‘Athailah Al Iskandar, Syaech Abdul Kadir Jaelani Abdul Karim Al Jilli, Rabaiah Al Adawiyah,” ujarnya. Senada dengan itu, Anregurutta H. Abd. Rahim Assegaf (Puang Ramma) dalam pemaparannya menjelaskan, metodologi dakwah Syekh Yusuf yakni sufistik. “Intinya kami diajari Mursi tentang metodologi dakwah tentang sufistik. Selain itu, kami diajar berdakwah sentuh hatinya bukan hanya pikirannya,” bebernya.

universum 13 M a j a l a h


LAPORAN UTAMA

UIN Alauddin Boyong Tiga Medali di Pesona I Pekan Seni dan Olahraga Nasional (Pesona) I Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) yang diselenggarakan Kementerian Agama (Kemenag) RI di UIN Sunan Gunung DJati Bandung sukses digelar.

Universum - Pesona I itu dilasakanan selama enam hari tehitung, Senin 8 sampai 13 Agustus 2022 di Kampus I dan II UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Kota Bandung Provinsi Jawa Barat. Dalam ajang itu, UIN Alauddin Makassar mengirim 49 atlet. Mereka mengikuti 12 cabang lomba diantaranya MTQ, MHQ, Pop Solo Islami, Musikalisasi, Kaligrafi, Tenis Meja, Catur, Pencak Silat, Karate, Taekwondo, Bulu Tangkis dan Futsal. Pesona itu diikuti 62 PTKN seIndonesia, terdiri atas 24 UIN, 29 IAIN, 5 STAIN, dan 4 PTKN lain, yakni UHN I Gusti Bagus (IGB) Sugriwa Bali, IAKN Kupang, STAKN Pontianak dan STABN Sriwijaya Tangerang. Dalam kesempatan itu, UIN Alauddin Makassar berhasil membawa pulang 3 medali dengan posisi terakhir ke 13 dari 62 PTKN. Tiga medali itu berhasil dikantongi cabang olahraga Tennis Meja kategori ganda putri dan tunggal putri serta Musabaqoh Hifdzil Quran 30 Juz putri. Tennis meja kategori tunggal Putri diraih Nuraini S. Mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Tarbiyah dan Keguruan itu menyumbang medali emas. Pada ketegori ganda putri cabang olahraga Tennis Meja, juga diraih Nuraini S bersama temannya Mega Nur Trianingrum, Mahasiswi Prodi Pendidikan Agama Islam. Sementara Musabaqoh Hifdzil Quran 30 Juz kategori Putri diwakili Ananda Syamri. Mahasiswi Semester 5 Prodi Ilmu

14

universum M a ja la h

Al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin dan Filsafat itu menyumbang medali perunggu. Atas pencapaian itu, Nuraini S menyampaikan ucapan terima kasih dan merasa senang bisa mengharumkan almamater UIN Alauddin Makassar di Pesona I PTKN. “Alhamdulillah saya merasa senang dan bersyukur mendapatkan prestasi ini. Ini sebuah kehormatan bisa menyumbangkan medali emas untuk almamater UIN Alauddin Makassar,” katanya. Menurut Mahasiswi angkatan 2019 itu, pencapaian itu tidak luput dari doa orang tua, keluarga dan juga kontingen serta seluruh keluarga besar UIN Alauddin Makassar. Ia berharap, olahraga Tennis Meja semakin berkembang di UIN Alauddin Makassar. “Kedepannya semoga olahraga Tennis Meja semakin berkembang di UIN Alauddin Makassar, serta semakin banyak atlet tennis meja kuliah, begitupun cabang olahraga lainnya,” pungkasnya. Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UIN Alauddin Makassar, Prof Darussalam Syamsuddin M Ag mengapresiasi atas pencapaian tersebut. Menurut Guru Besar Politik Islam itu, Mahasiswa yang mendapat medali emas akan diberikan beasiswa sesuasi arahan Rektor, sementara perak dan perunggu juga akan diapresiasi. Kedepannya, Kata Prof Darussalam Syamsuddin akan mengoptimalisai

Pekan Seni dan Olahraga (PESONA) I Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) Tahun 2022 di Kampus II UIN Sunan Gunung Djati Bandung resmi dibuka Menag Yaqut Cholil Qoumas


LAPORAN UTAMA

Unit Kegiatan Mahasiswa sebagai wadah pengembangan bakat dan minat mahasiswa. Sementara itu, Official yang juga sebagai Kepala Bagian Kemahasiswaan dan Alumni, Baharuddin mengatakan, medali ini didapatkan atas perjuangan Mahasiswi dan kerjasama tim. “Alhamdulillah, kita bersyukur kepada Allah SWT berkat perjuangan adek adek kita dan kerjasama tim sehingga bisa mendapat dua medali, emas dan perak,” katanya. “Semuanya, kerja keras adek adek

kita selalu latihan untuk mencapai titik ikut dalam event ini,” sambungnya. Kedepannya, kata Baharuddin, jangan cepat puas memperoleh medali emas dan perak. “Jadikan ini sebagai motivasi untuk mendapatkan emas selanjutnya,” pesannya. Terakhir, Ia menyampaikan, Mahasiswa yang meraih prestasi diberikan reward sebagai motivasi dan penghargaan khusus UIN Alauddin Makassar. Sementara itu, Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas dalam sambutan pembukan Peona I mengatakan olahraga

dan agama adalah tarikan nafas yang tidak dapat dipisahkan. “Olahraga dan agama adalah tarikan nafas yang tidak dapat dipisahkan. Olahraga itu mencari prestasi, siapa yang ulet dia yang menang,” kata Yaqut dalam sambutannya. Menurut Yaqut, olahraga, seni, agama dan tuhan tidak dapat dipisahkan dan Allah mencintai keindahan. “Saya minta ini jangan putus, apalagi sudah ada piala bergilirnya, jangan nanti Dirjen ganti atau Direktur nya naik eselon 1 ini ditinggalkan,” ujarnya. Sejalan dengan itu, Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid Sa’adi saat penutupan mengatakan, Pesona ke-1 PTKN merupakan even sangat strategis. Sebab, pada aspek kompetensi yang dilahirkan melalui cabang-cabang yang dilombakan turut memperkuat mahasiswa di lingkungan PTKN. Tidak hanya handal di bidang intelektualitas dan religiusitas tetapi juga memiliki kesehatan prima baik secara fisik maupun mental, serta kemampuan di bidang etika dan estetika melalui bakat dan kemampuannya di bidang seni. “Even Pesona ini akan melahirkan mahasiswa yang mampu berpikir secara logis, sehingga mampu membedakan antara benar dan salah, memiliki kekuatan etika, sehingga mampu membedakan baik dan buruk; serta memiliki kemampuan estetis, sehingga mampu membedakan indah dan jelek; di samping memiliki kesehatan fisik yang prima dan komitmen yang tinggi terhadap keagamaannya,” ujarnya. Selain itu, lanjut Zainut, aspek substantif dalam penyelenggaraan Pesona yang melibatkan semua perguruan tinggi berbasis keagamaan berbedabeda, memberi pelajaran untuk selalu menjunjung tinggi keharmonisan dalam beragama yang diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Ini saya ingin tekankan dalam kesempatan yang berbahagia ini. Sebab, merawat keharmonisan atas berbagai perbedaan, terlebih di bidang agama dan kepercayaan, merupakan tantangan yang demikian kuat bagi kita semua,” jelas Wakil Ketua Umum MUI tersebut. Zainut Tauhid mengatakan menjalin keharmonisan atas berbagai keragaman merupakan modal utama

universum 15 M a j a l a h


LAPORAN UTAMA

1.

2.

3.

dalam mempertahankan identitas dan kelangsungan keindonesiaan. Jika tidak mampu merawat dan menjaga keharmonisan itu maka Indonesia di masa depan tinggal hanya sebuah nama. “Demikian juga keharmonisan dalam keragaman merupakan modal utama bagi kita untuk berkomitmen menjalankan moderasi beragama. Moderasi beragama hanya dapat dijalankan ketika kita saling menghargai atas keragaman, bertoleransi atas perbedaan, dan terus menjalin kerja sama atau berkolaborasi untuk memberikan kontribusi bagi kemaslahatan bersama,” tuturnya. Wamenag menyampaikan terima kasih kepada seluruh pimpinan dan civitas akademika dari berbagai perguruan tinggi keagamaan negeri, para dewan hakim, juri, wasit berbagai lomba dan pertandingan, para official dan mahasiswa peserta Pesona, panitia Pesona, serta

16

universum M a ja la h

semua tamu undangan yang telah turut menyukseskan kegiatan ini. “Wabil khusus kepada saudarasaudara yang telah meraih prestasi juara dalam even Pesona ini, saya ucapkan selamat dan tingkatkan terus prestasinya. Demikian juga Anda yang belum berhasil menjadi juara, jangan bersedih hati. Sebab, hemat saya, Anda sejatinya telah menjadi juara dan sungguh telah berprestasi. Tingkatkan terus kemampuan dan keahliannya, semoga kalian semua sukses,” paparnya. Reward Rektor UIN Alauddin Makassar Beri Beasiswa S2 Juara I Pesona PTKN Rektor UIN Alauddin Makassar memperjuangkan mendapatkan beasiswa bagi Mahasiswa yang meraih juara I dalam Pesona PTKN I di UIN Sunan Gunung DJati Bandung. Hal tersebut disampaikan Rektor UIN

Juara 1 Tennis meja kategori tunggal Putri diraih Nuraini S. Mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris bersama rekannya di cabang ketegori ganda putri yang meraih juara 2 Mega Nur Trianingrum, Mahasiswi Prodi Pendidikan Agama Islam. Juara 3 Musabaqoh Hifdzil Quran 30 Juz kategori Putri diraih oleh Ananda Syamri. Mahasiswi Prodi Ilmu AlQur’an dan Tafsir Foto bersama Rektor UIN Alauddin dan kontingen

Alauddin Makassar, Prof Hamdan Juhannis saat menyambangi penginapan Kontingen di Hotel Panen, Jl Riau, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, Senin (8/8/2022) malam. “Juara I, saya akan perjuangakan mendapatkan Beasiswa S2. Sementara Juara 2 dan 3 akan memberikan bonus kushus dari saya pribadi, soal jumlahnya nanti kita lanjuti,” kata Guru Besar Sosiologi Pendidikan itu. Menurut Mantan Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Pengembangan Lembaga itu, melihat semangat para atlet, Ia menargetkan UIN Alauddin Makassar masuk dalam tiga besar. “Kami menargetkan tiga besar, ada banyak peluang misalnya Pencak Silat, Tennis Meja, Musikalisasi Hadist, dan beberapa cabang seni dan olahraga lainnya,” harapnya.


LAPORAN UTAMA

Rektor UIN Alauddin Makassar Prof Hamdan Juhannis memberikan cenderamata berupa plakat kepada Asesor Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (LAM-PTKes).

Prodi Pendidikan Dokter dan Profesi Kedokteran Raih Akreditasi Baik Sekali Universum - Program Studi (Prodi) Pendidikan Dokter dan Profesi Dokter, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Alauddin Makassar berhasil meraih akreditasi Baik Sekali dari Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (LAM-PTKes). Hasil dari penilaian tersebut diterbitkan melalui Surat Keputusan (SK) LAM-PTKes Nomor: 0695/LAM-PTKes/Akr/ Sar/VIII/2022 tentang Peringkat Akreditasi Prodi Sarjana Kedokteran UIN Alauddin Makassar terakreditasi Baik Sekali. Kemudian, SK LAM-PTKes Nomor: 0696/LAM-PTKes/Akr/Pro/VIII/2022 tentang Peringkat Akreditasi Prodi Profesi Dokter UIN Alauddin Makassar yang juga terakreditasi peringkat Baik Sekali. Atas pencapaian itu, Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof Hamdan Juhannis menyampaikan ucapan selamat dan sukses yang diraih Prodi Profesi Dokter. “Selamat dan sukses atas capaian peringkat Akreditasi Baik Sekali Prodi Profesi Dokter,” ujar Guru Besar Sosiologi Pendidikan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan itu.

Adapun indikator penilaian akreditasi antara lain adalah tata pamong (sistem yang menjamin penyelenggaraan perguruan tinggi), dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, serta fasilitas dan wahana pendidikan. Dekan FKIK, Dr dr Syatirah Jalaluddin Sp A M Kes menjelaskan, proses akreditasi ini persiapannya sudah berlangsung sejak tahun 2020 akhir, proses penyusunan borang agak lama baru selesai, sehingga submit baru tahun ini. Kendalanya papar dia, mulai dari personel tim dosen yang banyak sedang melanjutkan pendidikan, dan proses belajar mengajar yang juga banyak menyita waktu para penyusun borang. Harapannya kedepan, dr Syarirah mengaku akan terus berbenah, bersiap untuk proses surveilans tiga tahun kedepan, sehingga lima tahun yang akan datang sudah bisa berproses menjadi prodi yang unggul. “Alhamdulillah dengan akreditasi baik sekali di Prodi Pendidikan Dokter dan Profesi Dokter, maka FKIK UIN Alauddin sudah bebas dari akreditasi C, dan

salah satu Prodi sudah terakreditasi A,” tuturnya. Selanjutnya, pihak FKIK akan bersiap dengan akreditasi Prodi Keperawatan dan Prodi Profesi Ners yang diupayakan menuai hasil unggul. “Oh ya, target kedepan kita sudah dapat menambah jumlah peserta didik seiring dengan membaiknya predikat akreditasi, sehingga penambahan Sarpras, SDM, dan pendukung lainnya sudah menjadi perhatian utama para pimpinan,” pungkasnya. Sementara itu, dr Azizah Nurdin SpOG M Kes selaku Ketua Prodi Profesi Dokter, menerangkan proses panjang sudah dimulai sejak tahun lalu dengan menambah sarana komputer untuk CBT, dan penambahan manikin untuk ujian OSCE. Pihaknya juga memantau ketat proses pembelajaran yang dilakukan melalui Medical Education Unit (MEU) bersama GPM. Pemantauan berdasarkan standar mutu hingga proses penilaian berupa ujian OSCE, Long case, serta CBT setiap departemen berdasarkan SOP. “Dibuktikan dengan persentasi kelulusan UKMPPD (Uji Kompetensi Mahasiswa Profesi Dokter) first taker angkatan pertama yang tinggi yakni 92,8%,” ujarnya. Kedepannya, Profesi Dokter akan mengerjakan rekomendasi assesor untuk evaluasi saat surveylance demi meningkatkan mutu dan meraih akreditasi unggul nantinya. Melalui raihan ini, diharapkan kedepannya Prodi Pendidikan dan Profesi Dokter bisa mendapatkan akreditasi Unggul. Tak lupa dr Azizah mengapresiasi seluruh Dokter pendidik Klinik yang selalu membimbing mahasiswa sehingga bisa menghasilkan dokter yang berkualitas, begitu juga kepada Direktur RSUD Haji sebagai RSP utama serta kepala Puskesmas yang Sudah turut berperan serta dalam proses pendidikan dan akreditas Profesi Dokter UIN Alauddin. “Terima kasih juga kepada seluruh perangkat universitas mulai dari rektor dan jajaran, LPM, SPI, KPM di tingkat fakultas dan GPM serta penanggung jawab departemen di tingkat Prodi Dokter,” tutupnya.

universum 17 M a j a l a h


Prestasi

Muhammad Said mahasiswa Prodi Sosiologi Agama (SAA) memegang piala setelah meraih juara 1 lomba Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Provinsi Sulawesi Barat.

Mahasiswa SAA Raih Juara 1 MTQ se-Sulawesi Barat Muhammad Said yang merupakan mahasiswa Prodi Sosiologi Agama (SAA) angkatan 2019 Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar meraih juara 1 lomba Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Provinsi Sulawesi Barat, yang berlangsung di Stadion Prasamya Kabupaten Majene, (18-22/06/2022) Terdapat beberapa cabang lomba pada pergelaran MTQ ini diantaranya, Tilawah, Tartil, Tafsir, Syarhil Qur’an, Fahmil Qur’an, Kaligrafi, dan sebagainya. Muhammad Said memenangkan juara 1 pada cabang lomba tilawah remaja, ia juga sedari awal selalu optimis untuk memenangkan dan mendapatkan juara 1 terbaik pada kegiatan MTQ tersebut. “Saat pertama kali lolos MTQ ke tingkat nasional setelah penantian panjang 10 tahun lamanya, yang dimana MTQ ini diadakan sekali dalam dua tahun, harapannya semoga prestasi ini dapat kami pertahankan seterusnya dan tidak hanya ditingkat provinsi melainkan juga mampu bersaing di tingkat nasional tentunya,” harapnya. Ia juga menambahkan agar peserta lainnya tetap semangat dan berusaha semaksimal mungkin, “Pesan untuk saya pribadi dan juga teman-teman peserta lain tetap semangat dan berusaha semaksimal mungkin, hasilnya belakangan, dan tentunya tetaplah berprasangka baik karena sesungguhnya ‘Allah bersama prasangka hambanya’, “ ujarnya. Muhammad Said sendiri lahir dan besar di daerah Tande, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene.

18

universum M a ja la h

Mahasiswa BSA Juara III Debat Bahasa Arab seIndonesia Timur Tiga mahasiswa Bahasa dan Sastra Arab (BSA), Fakultas Adab dan Humaniora (FAH), UIN Alauddin berhasil meraih juara III Debat Bahasa Arab yang digelar di IAIN Parepare pada 17 hingga 19 Juni 2022. Kegiatan ini merupakan Kemah Bahasa Arab (KBA) II seIndonesia Timur yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Wilayah V, Ittihadu Thalabati al Lughah al Arabiyah bi Indonesia (ITHLA) atau Persatuan Mahasiswa Bahasa Arab se-Indonesia. Ketiga mahasiswa tersebut diantaranya, Faisal s Sangaji, angkatan 2019, Alif Rahmat Islami, angkatan 2019, serta Aqiilah Nurfitriah, angkatan 2020. Mewakili timnya, Faisal s Sangaji mengaku bersyukur atas raihan yang dicapai bersama ini. Menurutnya, keikutsertaannya tidak sekadar kompetisi semata, namun lebih daripada itu, yakni silaturahmi antar sesama mahasiswa bahasa arab. “Alhamdulillah, sangat bersyukur. Sebab Kegiatan ini selain sebagai wadah kompetisi kebahasaan, juga menjadi wadah silaturahmi antara mahasiswa bahasa arab lingkup Indonesia Timur,” katanya. Mahasiswa yang juga Ketua Umum Community of Santri Scholars of Ministry of Religious Affairs (CSSMoRA) UIN Alauddin ini berharap agar momentum seperti ini terus berlanjut dan kedepan lebih massif lagi. “Harapannya semoga momentum-momentum perkemahan bahasa arab ini lebih dimassifkan lagi karena merupakan wadah dimana mahasiswa mampu mengeksplor dan mengembangkan kemampuan berbahasa, utamanya bahasa arab,” pungkasnya berpesan.


Prestasi

Nuraini Shalehah Mahasiswi Pendidikan Bahasa Inggris berhasil meraih Juara II di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tenis Meja yang diselenggarakan Pengurus Pusat Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PP PTMSI), di Gor Among Rogo Yogyakarta, (1-6/7/2022).

Mahasiswa PBI Juara II Kejurnas Tenis Meja PTMSI di Yogyakarta Mahasiswi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Alauddin, Nuraini Shalehah berhasil mengharumkan nama perguruan tinggi di tingkat nasional. Mahasiswi angkatan 2020 ini meraih Juara II di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tenis Meja yang diselenggarakan Pengurus Pusat Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PP PTMSI). Ia mewakili Sulawesi Selatan (Sulsel) dan berhasil mengamankan Juara II Tunggal Putri Umum pada kegiatan yang digelar di Gor Among Rogo Yogyakarta, 1 sampai 6 Juli 2022 ini. “Kiat-kiat bisa bersaing dengan atlet lain tentunya adalah terus berusaha, berdoa, dan yang paling penting juga minta restu dan doa orang tua,” katanya. Meski begitu, ia mengaku kadang terkendala di biaya transportasi saat ingin berangkat ke lokasi pertandingan. demi menutupinya, ada kalanya dirinya harus

memakai uang pribadi. “Itu biasanya yang bikin down main, ya cuma dukung an orang-orang sekitar akhirnya tetap bertahan main. Harapannya untuk ajang selanjutnya semoga bisa juara lagi dan lebih konsisten lagi di setiap pertandingan,” tuturnya. Sebelumnya, gadis asal Soppeng ini kerapkali mengikuti ajang tenis meja. Saat ini dirinya telah mengantongi berbagai prestasi pada cabang olahraga tenis meja di tingkat nasional Diantara prestasi yang telah diraih diantaranya, juara satu tunggal putri kadet Unhas Cup se-Indonesia tahun 2016, juara tiga tunggal putri junior Unhas Cup se-Indonesia tahun 2016. Selanjutnya juara tiga beregu putri junior Kejurnas Jakarta tahun 2018, juara satu tunggal putri junior Piala Gubernur Sultra se-Sulawesi tahun 2020. Tak ketinggalan pada 2021 sebagai juara satu tunggal putri U-25 Kejuaraan

Daerah Tenis Meja Provinsi Sulawesi Selatan, juara satu kategori senior tunggal putri pada Open Tournament Tenis Meja se-Sulawesi Selatan dan Barat tahun 2021. Ajang terakhir yang diikuti, International Table Tennis Championship 2022 bertajuk “Smash on Drugs” yang dilaksanakan di Universitas Udayana, Bali pada 19 hingga 22 Juni 2022 lalu. Turnamen tersebut diadakan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) dan diikuti oleh 236 peserta yang berasal dari enam negara, diantaranya Thailand, India, Korea Selatan, Malaysia, Singapura dan Indonesia.

universum 19 M a j a l a h


Prestasi Edysul Isdar, Mahasiswa Jurusan Fisika Fakultas Sains dan Teknologi UIN Alauddin Makassar

Inovasi pembangkit energi listrik alternatif berbasis limbah industri pabrik gula

Mahasiswa Fisika Raih Penghargaan International dari Jaringan Investor Kroasia Edysul Isdar, Mahasiswa Jurusan Fisika UIN Alauddin Makassar berhasil meraih medali perak dalam ajang Kompetisi Inovasi Penemuan Internasional di Kanada atau iCAN 2022. Kompetisi itu diselenggarakan oleh Toronto International Society of Innovation and Advanced Skills (TISIAS). “Secara lokal kegiatan ini didukung Innovation Initiative Co-operative Inc., dan secara global didukung oleh International Federation of Inventors’ Associations (IFIA),” kata Edysul Isdar. Lomba yang diikuti Edysul Isdar adalah Inovation Project. Inovasi yang dibawakannya ialah Bagasse Bioelectricity yaitu pembangkit energi listrik alternatif berbasis limbah industri pabrik gula dengan menggunakan teknologi microbial fuel cell (MFC). Di bawah bimbingan Indonesian Invention and Innovation Promotion Association (INNOPA), Edysul Isdar mewakili Indonesia pada kompetisi yang diikuti 650 peserta dari 79 negara itu. Edysul Isdar sangat bersyukur dan tidak menyangka bisa memperoleh medali silver dari kompetisi iCAN 2022 tersebut.

20

universum M a ja la h

“Karena sempat insecure juga dengan tim lain yang inovasi dan bahasa inggrisnya lebih bagus,” kata mahasiswa semester tujuh tersebut, Rabu 5 Agustus 2022. Ia mengaku, motivasinya mengikuti iCAN 2022 karena ingin membanggakan orang tuanya. Selain itu, lanjut Edysul Isdar ingin menambah pengalaman di ajang Internasional untuk studi lanjut ke luar negeri. Sementara itu, Ketua Jurusan Fisika, Ihsan, mengatakan sangat bangga atas pencapaian yang diperoleh mahasiswanya. “Saya juga berterima kasih kepada Edysul Isdar karena prestasi ini tentunya mengharumkan nama jurusan, fakultas, dan UIN Alauddin di tingkat internasional,” ujarnya. Kompetisi iCAN 2022 diadakan secara offline bagi peserta dari negara Eropa, sedangkan untuk negara di luar Eropa diadakan secara online Setelah mendapatkan medali perak pada ajang Kompetisi Inovasi Penemuan Internasional yang digelar Toronto International Society of Innovation and Advanced Skills (TISIAS) beberapa waktu lalu. Mahasiswa Angkatan 2019 itu mendapatkan, penghargaan khusus

International atau International Special Award dari Jaringan Investor Kroasia. Penghargaan itu didapatkan Edysul Isdar setelah mengkuti cabang lomba Inovation Project, Rabu 5 Agustus 2022 di Kanada. Kemudian dilanjutkan penilaian dari investor pada 27 Agustus 2022. Dari situlah Edysul Isdar mendapatkan penghargaan tersebut. Hanya empat negara yang mendapatkan penghargaan itu diantaranya Malaysia, Polandia, Indonesia dan Angola. Inovasi yang digagas Edysul Isdar merupakan Energi terbarukan dan lingkungan yang berkelanjutan. Dalam project ini, Isdar membawa inovasi Pembangkit Energi Listrik Alternatif dari Bakteri dan Limbah Industri Pabrik Gula dengan menggunakan Teknologi MFC. Menurtunya, pembangkit listrik Alternatif terbuat dari ampas tebu industri pabrik gula dan bakteri selulotik sebagai katalis dari rumen/fases sapi. Dimana digunakan ampas tebu dari industri pabrik gula dan bakteri selulotik sebagai katalis dari rumen/fases sapi. “Harapannya dengan penelitian ini dapat menjadi solusi di masa depan akan pemenuhan energi terbarukan di Indonesia,” katanya saat dihubungi, Kamis (1/9/2022). “Sekaligus sebagai bentuk peningkatan nilai ekonomis dari rumen sapi dan ampas tebu sehingga dapat menjadi bentuk pemberdayaan bagi masyarakat luas khususnya peternak sapi dan petani tebu,” lanjutnya. Atas prestasi itu, Isdar menyampaikan ucapan terima kasih dan sangat beryukur bisa mengharumkan nama baik Indonesia khususnya UIN Alauddin Makassar di ranah Internasional. “Tentunya sangat bersyukur dan sangat berterimakasih kepada seluruh pihak yang turut membantu, khusunya teman teman HMJ Fisika dan Wakil Dekan 3 FST, mengingat tahap awal mengikuti lomba cukup banyak kendala. Namun dengan doa dan dukungan semuanya dapat berjalan lancar hingga tahap final,” pungkasnya.


Prestasi

Foto bersama pemenang Festival Pencak Silat yang diselenggarakan oleh TNI Kodam Bulukumba. (UKM) Tapak Suci UIN Alauddin Makassar berhasil keluar sebagai juara umum pada kegiatan ini.

UKM Tapak Suci Raih Tujuh Medali di Ajang Internasional Kontingen Pencak Silat Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, menorehkan prestasi dalam ajang Open Tournament Bali International Championship II tahun 2022. Para Mahasiswa yang meraih prestasi Internasional itu merupakan kader Unit Kegiatan Mahasiswa Tapak Suci UIN Alauddin Makassar. Mereka diantaranya Yusniar.J dan Hajrawati meraih Medali Emas cabang Seni Ganda Bersenjata Putri Dewasa. Kemudian Muh. Erwin Syah, meraih Medali Perunggu dan Alifka Atmo Ridho Bastiawan meraih harapan 1 cabang Tunggal Tangan Kosong Putra Dewasa. Pada cabang kategori tanding, Saldi, kelas A putra dewasa meraih Medali Perunggu. Ikrar Wisaldi Saiful kelas B putra dewasa, meraih Medali Emas. Selanjutnya, kelas B putra dewasa, Muh Alfaisal Rahman Putra meraih juara harapan. Ramadan Surgawi, kelas C putra dewasa meraih Medali Perunggu. Alifka Atmo Ridho Bastiawan kelas D putra dewasa meraih Medali Perunggu.

Nur Hikmah dan Astriani kelas A putri dewasa masing masing meraih Juara harapan. Kejuaraan pencak silat yang digelar mulai dari Senin – Kamis (4–7) Juli 2022 di GOR Praja Raksaka, Kodam IX Udayana, Denpasar, Bali itu diikuti oleh pelajar – mahasiswa dari berbagai daerah se Nusantara. Ketua UKM Tapak Suci UIN Alauddin Makassar Yusniar. J, menuturkan, perjuangan tim UIN mulai dari persiapan keikutsertaannya sampai berhasil mengikuti Kejuaraan dan sukses meraih hasil terbaik. “Selama mengikuti kejuaraan Bali Internasional Championship II ini, mulai dari keberangkatan begitu banyak halang rintang yang mesti kami lalui, namun tidak menepis semangat kami untuk berjuang,” ujarnya. Lanjut Yusniar menjelaskan, mulai dengan nekat mencari dana hingga berjualan, dan bantuan dari para dermawan serta Ayahanda dan Kakanda serta teman-teman UKM Tapak Suci

cabang 18 UIN Alauddin Makassar. “Hasil dari kerja keras itu kami bisa mengikuti event Internasional itu dan Alhamdulillah mampu menampilkan yang terbaik membawa pulang 3 emas dan 4 perunggu,” paparnya. “Semoga kedepannya kami mampu untuk menampilkan yang lebih baik lagi, tidak cepat berbangga diri. Namun menjadi penyemangat untuk terus berlatih berlatih dan hingga akhirnya terlatih dengan baik,’ tambahnya. Sementara itu Pelatih merangkap Maneger Tim, St. Ulil Asmi menyampaikan, rasa syukur dan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi sehingga atlit UIN Alauddin bisa sampai pada kejuaraan ini. “Walaupun ajang ini banyak kendala dan kekurangan disana sini, karena kelihatan panitia sepertinya belum terlalu siap dan matang dalam pelaksanaan kegiatan, akan tetapi hal ini bukan menjadi rintangan bagi kami untuk tetap mengejar prestasi,” bebernya. “Selamat kepada atlet peraih medali juara, tentu ini sebagai ajang untuk terus mengukir prestasi bagi organisasi, juga sudah pasti mengenalkan prestasi UIN Alauddin Makassar ditingkat nasional hingga internasional,” pungkasnya.

universum 21 M a j a l a h


Prestasi

Andi Bakri, Mahasiswa Sejarah Peradaban Islam Fakultas Adab dan Humaniora dan Jesi Fitriani, Mahasiswa Ilmu Hukum Fakultas Syariah dan Hukum UIN Alauddin Makassar, mewakili Sulsel dalam ajang Pemilihan Putra-Putri Budaya Indonesia 2022.

Dua Mahasiswa UIN Alauddin Wakili Sulsel Pemilihan Putra Putri Budaya Indonesia 2022 Dua Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar lulus menjadi Finalis Putra dan Putri Budaya Indonesia 2022. Mereka adalah, Andi Bakri, Mahasiswa Sejarah Peradaban Islam Fakultas Adab dan Humaniora Angkatan 2019 mewakili Putra Budaya. Sementara Putri Budaya diwakili Jesi Fitriani, Mahasiswa Ilmu Hukum Fakultas Syariah dan Hukum UIN Alauddin Makassar. Kedua Mahasiswa itu terpilih mewakili Sulawesi Selatan dalam pemilihan Putra dan Putri Budaya yang akan dilaksanakan di Yogyakarta, pada 2 sampai 6 November 2022 mendatang. “Alhamdulillah, merasa bangga dan bersyukur bisa mewakili Sulawesi Selatan dalam ajang Nasional,” kata Andi Bakri saat ditemui di gedung Rektorat, Senin (12/9/2022). Menurut, Mahasiswa asal Kabupaten Wajo itu, terpilihnya mewakili Sulawesi Selatan merupakan prestasi yang sangat membanggakan. “Sebuah prestasi dapat mewakili Sulawesi Selatan dalam ajang tersebut, dimana itu bentuk

22

universum M a ja la h

pengabdian dalam hal pelestarian budaya,” ujarnya. Ia berharap, masyarakat serta elemen pemerintah dapat lebih memperhatikan budaya lokal yang saat ini hampir terkikis di era globalisasi. Untuk menjaga kelestarian Budaya, pihaknya akan mengadakan audiensi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata untuk membentuk organisasi Putra dan Putri budaya Sulawesi Selatan. Sejalan dengan itu, Jesi Fitriani mengatakan, pemilihan Putra dan Putri Budaya itu untuk mengedukasi dan pelestarian budaya Nasional dan Internasional. Lebih lanjut, Mahasiswi asal Kabupaten Gowa itu menjelaskan, sebelum Grand Final, ada karantina dengan membuat advokasi kebudayaan, Vidio bakat, foto shoot. Kemudian, kata Yesi, karantina deep interview dan penerimaan materi serta fashion show baju adat masing masing provinsi.

PRESTASI YESI FITRIANI Juara 1 Debat Ekonomi se sul-sel 2021 Juara 2 Nasional Debat Bioleaf 9 2021 Juara 2 Debat Konstitusi Poros Intim Juara 2 Debat Ekonomi Politik Unismuh se sulawesi 2020 Juara 3 Debat Konstitusi Nasional HMJ HTN UIN Alauddin 2020 Juara 3 Debat Konstitusi Oase Banda Aceh PTKI se-Indonesia 2021 Juara 3 Debat Ilmiah Peternakan Fest UIN Alauddin se sul-sel 2019. Harapan 1 Debat Hukum UNM 2021 Juara 1 lomba Debat Accounting Vol.III 2022


www.uin-alauddin.ac.id

Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sulsel Kementerian PUPR melakukan serah terima pemanfaatan dan pengelolaan gedung Rumah Sakit Pendidikan (RSP) UIN Alauddin Makassar. Berlangsung RSP, Kampus I UIN, Jl Sultan Alauddin, Kota Makassar, Selasa (26/7/2022).

PUPR BPPW Sulsel Serahkan Pemanfaatan Gedung RSP ke UIN Alauddin Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sulsel Kementerian PUPR melakukan serah terima pemanfaatan dan pengelolaan gedung Rumah Sakit Pendidikan (RSP) UIN Alauddin Makassar. Serah terima itu dilakukan antara Rektor UIN Alauddin Makassar Prof Hamdan Juhannis dengan Kepala BPPW Sulsel, Dr Ir H Ahmad Ahasiri M Si di lantai 1 gedung RSP, Kampus I UIN, Jl Sultan Alauddin, Kota Makassar, Selasa (26/7/2022). Dalam serah terima ini, Guru Besar Sosiologi itu didampingi Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum Perencanaan dan Keuangan UIN Alauddin Makassar, Prof Dr Wahyuddin Naro M Hum. Serta, Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Pengembangan Lembaga, Dr Kamaluddin Abunawas dan Kepala Biro Administrasi Akademik Kemahasiswaan dan Kerjasama, Dr Kaswad Sartono, Dekan FKIK Dr dr Syatira Jalaluddin M Kes. Dalam sambutannya, Prof Hamdan Juhannis mengatakan, serah terima tersebut merupakan penyerahan secara parsial. “Ini belum resmi baru penyerahan

parsial dan kami masih memantau sambil terlibat langsung dalam pemanfaatan,” katanya. Pada kesempatan itu juga, Ia meminta, pekerjaan RSP segera dirampungkan agar serah terima aset secepatnya dilakukan. “Saya menekankan dan memohon Direktur Prasta, ini dipercepat dan dimaksimalkan agar pengusulan serah terima aset secepatnya sehingga bisa menjadi aset resmi Kemenag,” bebernya. Menurut Dia, RSP tersebut sangat dibutuhkan Program Studi Kedokteran dengan memanfaatkan bagian RS untuk memaksimalkan pembelajaran. Dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan itu berharap setelah melakukan serah terima parsial, maka percepatan pembangunan semakin terlihat. “Mudah mudahan setelah ini maka percepatan semakin kelihatan, bukan pelambatan,” tandasnya. Terakhir, Ia menyampaikan, RSP milik UIN Alauddin Makassar itu merupakan RS pertama yang dibangun langsung Kemenag RI. Sementara itu, Kepala BPPW Sulsel, Dr

Ir H Ahmad Ahasiri mengatakan rehabilitasi Gedung RSP UIN Alauddin Makassar merupakan salah satu unit dengan status Konstruksi Dalam Pengerjaan (KDP) yang terhenti di tahun 2016. Pengerjaan itu dilakukan kata dia berdasarkan Perpres 43 tahun 2019, menyangkut rehabilitasi dan renovasi fisik prasarana perguruan tinggi dimana PUPR diberikan tanggung jawab menyelesaikan bangunan mangkrak. Dia menambahkan, pembangunan RSP UIN Alauddin Makassar sebagai upaya memenuhi RS yang mempunyai fungsi, pendidikan dan penelitian sekaligus layanan kesehatan terpadu di Makassar. Sehingga Ia berharap, RSP dapat dimanfaatkan mahasiswa terkhusus FKIK UIN Alauddin Makassar untuk meningkatkan SDM unggul dimasa yang akan datang. Untuk diketahui, proses pembangunan gedung RSP UIN Alauddin Makassar cukup panjang tahap pertama 2011, kemudian lanjut 2013 hingga 2015 dan pada akhirnya 2016 status mangkrak. Kemudian dilanjutkan 2019 dan selesai 2022.

universum 23 M a j a l a h


www.uin-alauddin.ac.id

Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof Hamdan Juhannis bersama Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan meninjau Rumah Tahfidz milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa di Kecamatan Bajeng, Selasa (28/6/2022).

Pemkab Gowa Gandeng UIN Alauddin Kelola Rumah Tahfidz Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengajak Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof Hamdan Juhannis meninjau Rumah Tahfidz Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa di Kecamatan Bajeng, Selasa (28/6/2022). Bupati Adnan mengatakan Pemkab Gowa akan melakukan kerjasama dengan UIN Alauddin Makassar dalam pengelolaan Rumah Tahfidz ini. Menurutnya, Pemkab Gowa akan melibatkan pengajar dari UIN Alauddin Makassar untuk mengajar di rumah Tahfidz ini. Adnan menjelasakan kedepan, santri yang mondok di rumah tahfidz ini tidak hanya akan dibekali dengan hafalan Al Qur’an saja, tetapi akan dibekali dengan ilmu pengatahuan yang berkaitan dengan Al Qur’an. “Jadi selain menghafal Al Qur’an, mereka juga akan diintegrasikan dengan

24

universum M a ja la h

program-program studi yang sesuai dan berkorelasi dengan program hafalan Al Qur’an, misalnya Prodi Ilmu Hadits,” ungkapnya. Sehingga kata Adnan santri maupun santriwati yang ada di rumah tahfidz ini ketika lulus, selain menjadi penghafal Al Qur’an yang baik juga akan memiliki pengetahuan umum dan ijazah S1 atau sarjana. Orang nomor satu di Kabupaten Gowa ini berharap alumni-alumni rumah tahfidz Kabupaten Gowa ini bisa mejadi imam-imam di masjid yang ada di dusun, lingkungan dan desa-desa dan kelurahan sekaligus menjadi da’i. “Jadi nanti santri dan satriwati yang ada di sini selain memiliki hafalan Al Qur’an yang baik, mereka juga memiliki pengetahuan umum yang baik dan tentunya akan menjadi da’i-da’i yang

moderat,” tambahanya. Sementara itu, Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof. Hamdan Juhannis menyambut baik rencana kerjasama ini. Menurutnya program ini sangat bagus, apalagi sudah didukung dengan gedung yang menurutnya sangat luar biasa. “Luar biasa gedung ini. Kalau misalkan sarana dan prasarananya sudah siap, kita pembelajarannya di sini,” kata Prof Hamdan. Turut mendampingi Bupati Gowa, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Gowa, Rusdi Alimuddin, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa, Taufik Mursad, Kepala Dinas PMD Kabupaten Gowa, Muh Basir, Kepala BPKD Kabupaten Gowa, Abd Karim Dania, Asisten Pemerintahan dan Kesejateraan Rakyat, Muh Rusdi, Kepala Bagian Organisasi, Sujjadan dan Camat Bajeng, Haerani. Sedangkan dari pihak UIN Alauddin Makassar hadir Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UIN Alauddin Makassar, Prof Darussalam Wakil Rektor I Bidang Akademik Prof. Dr. Mardan, M.Ag.


www.uin-alauddin.ac.id

Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan melakukan kunjungan ke UIN Alauddin bersama Tim Rumah Tahfidz Pemkab Gowa. Mereka diterima langsung oleh Pimpinan UIN Alauddin di Gedung Rektorat Kampus II UIN, Senin (4/7/2022).

UIN Alauddin Terima Kunjungan Pemkab Gowa, Bahas Kerjasama Pengelolaan Rumah Tahfidz Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar didampingi para Wakil Rektor menerima kunjungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa. Rombongan yang komandoi langsung Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan Yasin Limpo itu diterima langsung di ruang rapat Senat lantai IV Gedung Rektorat Kampus II UIN, Senin (4/7/2022). Kedatangan rombongan Bupati Gowa merupakan kunjungan balasan. Dimana, sebelumnya Rektor UIN Alauddin bersama Wakil Rektor Bidang Akademik dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan telah mengunjungi Rumah Tahfidz milik Pemkab Gowa itu. Kedua pihak itu membahas

pengelolaan Rumah Tahfidz yang berada di Jalan Poros Makassar Takalar, tepatnya di Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa. Prof Hamdan Juhannis dalam sambutannya mendukung program Pemerintah Kabupaten Gowa yakni 1 Desa atau kelurahan 1 hafidz. “Kami sangat mendukung program ini, apalagi Rumah Tahfidz ini pilot project yang nantinya menjadi legacy dan menjadi contoh, rujukan tidak hanya di Indonesia timur akan tetapi Indonesia pada umumnya,” ujarnya. Menurut Guru Besar Sosiologi Pendidikan itu, hasil dari pertemuan itu membahas dan membentuk tim kecil untuk konsep rumah tahfidz.

“Jadi Tim Kecil ini membahas terkait teknisnya saja. Semua sudah sepakat polanya seperti apa yang jelas ini menjadi pembahasan nanti,” bebernya. Adnan Purichta IYL menjelaskan, program tersebut salah satu dari lima program prioritas. Menurutnya, membangun Sumber Daya Manusia berkualitas di Kabupaten Gowa harus berlandaskan iman dan taqwa. “Kami yakin investasi agama dan pendidikan adalah investasi jangka panjang untuk mempersiapkan anak cucu kedepan yang unggul,” jelasnya. Olehnya itu, kata orang nomor satu di Kabupaten Gowa itu melibatkan pengajar dari UIN Alauddin Makassar untuk mengajar di rumah Tahfidz. Adnan menjelasakan kedepan, santri yang mondok di rumah tahfidz ini tidak hanya akan dibekali dengan hafalan Al Qur’an saja, tetapi akan dibekali dengan ilmu pengatahuan yang berkaitan dengan Al Qur’an. “Selain menghafal Al Qur’an atau menjadi Hafidz, mereka akan mendapatkan gelar Sarjana yang diintegrasikan dengan Prodi Ilmu AlQur’an dan Hadits,” ungkapnya. Sehingga kata Adnan santri maupun santriwati yang ada di rumah tahfidz ini ketika lulus, selain menjadi penghafal Al Qur’an yang baik juga akan memiliki pengetahuan umum dan ijazah S1 atau sarjana. Adnan berharap alumni-alumni rumah tahfidz Kabupaten Gowa ini bisa mejadi imam-imam di masjid yang ada di dusun, lingkungan dan desa-desa dan kelurahan sekaligus menjadi da’i. “Jadi nanti santri dan satriwati yang ada di sini selain memiliiki hafalan Al Qur’an yang baik, mereka juga memiliki pengetahuan umum yang baik dan tentunya akan menjadi da’i-da’i yang moderat,” tutupnya.

universum 25 M a j a l a h


www.uin-alauddin.ac.id

Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) meresmikan bantuan bangunan dinding Masjid Agung Sultan Alauddin, kampus II UIN Alauddin Makassar pada juni 2022 lalu.

BPKH Resmikan Bantuan Bangunan Dinding Masjid Agung Sultan Alauddin Universum - Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) meresmikan bantuan bangunan dinding Masjid Agung Sultan Alauddin, UIN Alauddin Makassar. Peresmian itu dihadiri langsung Anggota Dewas BPKH Prof Dr H Abd Hamid Paddu MA, Kepala Divisi Pelaksanaan Monev dan Kemaslahatan BPKH, Indriayu Apriana. Kemudian hadir pula Koordinator Pelaksana lapangan Program Keselahamatan NU Care LazisNU, Suyatmo M Warman S E. Pada kesempatan itu juga, dihadiri langsung Wakil Rektor Bidang Akademik, Wakil Rektor Bidang AUPK, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Wakil Rektor Bidang Kerjasama. Kemudian, Dekan Sejajaran dan Direktur Pascasarjana, Ketua Satuan Pemeriksa Internal, Ketua Pembangunan Masjid, Dihadapan Dewas, Rektor UIN Alauddin

26

universum M a ja la h

Makassar Prof Hamdan Juhannis melaporkan progres pembangunan Masjid Agung Sultan Alauddin. Menurut, Prof Hamdan Juhannis, Masjid yang berlokasi di Jalan H M Yasin Limpo Kabupaten Gowa itu, pembangunannya sudah rampung sekitar 60 persen. Lebih lanjut, Ia menjelaskan Masjid tersebut merupakan simbol peradaban dan menjadi salah satu masjid terbesar di Sulawesi Selatan. “Masjid ini menjadi ikon baru, karena memiliki bangunan yang khas. Masjid ini juga akan menjadi wisata spiritual karena menjadi salah satu masjid terbesar,” jelasnya. Sehingga kata Dia, perlu adanya supporting dalam penyelesaian Masjid dari berbagai stakeholder termasuk bantuan lanjutan dari BPKH. Senada dengan itu, Prof Dr H Abd

Hamid Paddu MA mengatakan, Masjid Sultan Alauddin Makassar akan menjadi pusat peradaban di Sulawesi Selatan. “Insya Allah menjadi simbol di Sulawesi Selatan. Di masjid ini akan lahir berbagai aktivitas seperti pendidikan, penelitian, sosial khususnya keagamaan semua akan dijadikan titik sentrum,” harapnya. Terkait bantuan, Guru Besar Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin itu membeberkan, wajib hukumnya membantu pembangunan masjid. Menurutnya, Masjid yang akan menjadi pusat peradaban itu nantinya bukan hanya masyarakat UIN Alauddin Makassar yang akan menikmati akan tetapi seluruh lapisan masyarakat. “Apalagi jalan H M Yasin Limpo ini merupakan jalan Provinsi. Orang yang melintas akan singgah ke masjid ini,” pungkasnya.


www.uin-alauddin.ac.id

Program dari Trans TV Islam Itu Indah shooting di UIN Alauddin Makassar, dengan melibatkan Mahasiswa, Dosen, dan Pegawai dalam proses shooting tersebut. Berlangsung di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Jumat (26/8/2022) lalu.

Islam Itu Indah Trans TV Shooting di UIN Alauddin

Tim Islam Itu Indah program dari Trans TV mengunjungi dan mengadakan shooting di Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar. Proses shooting itu berlangsung di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Kampus II UIN, Kelurahan Romang Polong, Kabupaten Gowa, Jumat (26/8/2022) lalu. Dalam segmen itu, membahas Magnet Rejeki Di Dekat Kita. Ustadz Maulana hadir membawakan ceramah dalam program itu. Selain itu, turut hadir Akhmad Fadli sebagai host dan Ustadz Syam serta Habib Muhammad Bin Syahab sebagai narasumber. Habib Muhammad Bin Syahab dalam ceramahnya mengatakan, Kata Jaffar Assidiq jangan berteman dengan teman lima kategori ini. “Jangan berteman akrab dengan teman yang fasih. Tidak boleh berteman akrab dengan orang dusta atau bohong,” katanya. “Jangan berteman akrab dengan orang kikir. Orang punya sifat Ahmad, salah dan tidak mau mengakui kesalahannya dan tidak boleh berteman akrab dengan orang yang mutusin silaturahmi,” sambungnya. Sementara itu, Ustadz Maulana menjelaskan, salah satu magnet rezeki adalah saudara. “Saudara adalah magnet rejeki, dari saudara banyak bantuan,” jelasnya. Selain itu, lanjut Ustadz Maulana, magnet rezeki lainnya adalah pasangan. “Pasangan itu magnet rezeki, jangan pernah membuat Istri marah, hargai pasangannya,” jelasnya lagi. Senada dengan itu, Ustadz Syam menuturkan, salah satu pintu magnet rezeki adalah menikah. “Menikah itu membuka pintu rezeki dan berbuat baik kepada kedua orang tua dapat menjadi magnet rejeki,” tutupnya.

Foto bersama peserta seminar Keperawatan Islam Malaysia Indonesia di ruang rapat Senat lantai IV Gedung Rektorat Kampus II UIN, Jumat (24/8/2022).

Prodi Keperawatan, Kaji Kebaruan Keperawatan Islam Malaysia Indonesia Program Studi (Prodi) Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Alauddin Makassar menggelar Seminar Keperawatan. Kegiatan tersebut dilaksanakan hybrid melalui zoom meeting dan offline di ruang rapat Senat lantai IV Gedung Rektorat Kampus II UIN, Jumat (24/8/2022). Acara tersebut menghadirkan narasumber CEO M and T Network Consultancy Services Sdn Bhd, Mariam Mohd Nasir, Dosen Universitas Hasanuddin Hasnah, Manajer M and T Network Consultancy Services Sdn Bhd Norhanita Ahmad. Seminar yang digagas Prodi Keperawatan UIN Alauddin Makassar itu mengkaji update on Islamic nursing care in Indonesia dan Malaysia. Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof Hamdan Juhannis, berharap melalui kegiatan tersebut dapat mendukung dan meningkatkan mutu pendidikan serta menghasilkan kebaruan Ilmu Pengetahuan. “Apresiasi seminar ini antara Indonesia dan Malaysia karena seminar ini akan membawa kebaruan bagi Prodi keperawatan dan Prodi Profesi Keperawatan,” ujarnya Dekan FKIK UIN Alauddin Makassar, Dr Syatirah Jalaluddin SP A M Kes mengatakan, seminar keperawatan itu merupakan bagian dari Konferensi Internasional. Kegiatan itu dirangkaikan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara UIN Alauddin Makassar dengan M&T Malaysia Network Consultancy Services Sdn Bhd. Setelah itu dilanjutkan, penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Alauddin Makassar dengan M&T Malaysia Network Consultancy Services Sdn Bhd.

universum 27 M a j a l a h


www.uin-alauddin.ac.id

Prodi Pendidikan Dokter Kukuhkan 26 Dokter Muda Universum - Program Studi (Prodi) Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Alauddin Makassar berhasil mencetak 26 Dokter Muda. Mereka dilantik dan diambil sumpahnya oleh Dekan FKIK UIN Alauddin Makassar, Dr dr Syatirah Jalaluddin SP A M Kes di Maxone Hotel, Kota Makassar, Kamis (21/7/2022). Hadir dalam pelantikan itu, Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof Hamdan Juhannis. Dekan dan Para Wakil Dekan FKIK, Mantan Dekan FKIK Prof Dr dr Andi Armyn Nurdin M Sc, Direktur Rumah Sakit Haji, drg Hj Sukraeni Abdullah M Kes. Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof Hamdan Juhannis Ph D mengungkapkan,

28

universum M a ja la h

dari 58 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) baru tiga yang mendirikan Pendidikan Dokter. “Dari 58 PTKIN baru tiga PTKIN mengoperasikan pendidikan Dokter diantaranya UIN Jakarta, UIN Malang dan UIN Alauddin Makassar,” bebernya. Sehingga kata Dia, sebuah kesyukuran, PTKIN yang dipimpinnya melahirkan Dokter muda dengan waktu lima setengah tahun. “Kalian adalah cetakan pertama, lulus dengan waktu lima setengah tahun, sebuah lompatan yang tidak lazim di Perguruan Tinggi lainnya. Jangan sombong,” tandasnya. Guru Besar Sosiologi Pendidikan itu membeberkan, 10 tahun lalu pihaknya

tidak menyangka UIN Alauddin Makassar akan mencetak Dokter. “Sebagai produk panjang dari perjalanan UIN alauddin, sejak menjadi IAIN sampai bertansformasi menjadi Universitas, bahkan sampai 10 tahun yang lalu, tidak terbersit sedikitpun Alauddin akan mencetak dokter,” ujarnya. Dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan itu mengungkapkan, Pendidikan Dokter yang ada di UIN Alauddin Makassar berbeda dengan perguruan tinggi lainnya. “Alumni kedokteran UIN Alauddin Makassar memiliki prototipe, legacy bahwa selain menjadi Dokter pada umumnya, kita ini mencetak Dokter penghafal Al-Qur’an,” tuturnya. Mantan Wakil Rektor Bidang


www.uin-alauddin.ac.id

Suasana pengukuhan 26 Dokter Muda alumni pertama Prodi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) di Maxone Hotel, Kota Makassar, Kamis (21/7/2022).

Kerjasama dan Pengembangan Lembaga itu berpesan dokter yang telah disumpah itu diproduksi dengan prinsip kemandirian seperti dipegang pengelola. “Darah yang mengalir dalam nadinya kalian darah kemandirian jangan menjadi dokter hari ini setelah itu menjadi dokter cengeng suka sensi sedikit sedikit baper tinggalkan group,” pesannya. Darah kemandirian itu kata Dia, harus dibangun bagaimana diwujudkan memikirkan secara mandiri melanjutkan studinya dan mengambil spesialis. “Kalian jadi dokter itu memiliki nilai plus, bedanya produk UIN Alauddin Makassar, belum disuntik itu sudah disembuh.

Artinya, ada perilaku keagamaan dalam menyembuhkan,” bebernya. Selain itu, Prof Hamdan Juhannis menekankan, para alumni harus menjaga nama baik almamater. “Jagalah nama baik almamater, sumpah kode etik ke UIN. Dan lebih luas lagi kode etik kemanusiaan. Kalian harus ramah,” tuturnya. Selanjutnya, alumnus Australia National University itu menekankan alumni harus membangun sinergi. Menurutnya, tanpa kolaborasi semua tidak akan berjalan dengan baik. “Saya amati ada celah dalam dunia kedokteran, lemahnya pola atau strategi kolaborasi dan kerjasama banyak orang rajin bekerja, tapi lemah bekerjasama,” paparnya. Dia mengutip salah satu quotes yang mengatakan, kalau mau berjalan cepat berjalan sendiri, tetapi kalau mau berjalan jauh berjalan bersama. “Saya ingin tekankan kalaborasi, bekerjasama. Karena kerjasama lebih mendapatkan hasil lebih dari kemampuan kita, para Dokter yang dilahirkan hari ini coba camkan itu kuatkan kolaborasi, kerjasama,” pungkasnya. Sementara itu, Mantan Dekan FKIK yang menjadi salah satu perintis Prodi Pendidikan Dokter, Prof Dr dr Andi Armyn Nurdin M Sc dalam sambutannya mengungkapkan, ada empat prestasi yang diraih Dokter yang dicetak UIN Alauddin Makassar. Diantaranya, kata Dia, 26 alumni

merupakan lulusan tercepat dari delapan Prodi Kedokteran yang dibuka bersamaan di seluruh Indonesia. Prestasi selanjutnya adalah, Alumni Kedokteran UIN Alauddin Makassar tercatat dalam sejarah tingkat kelulusan Ujian Kompotensi Mahasiswa Program Profesi Dokter sebesar 92,8 persen. “Ini baru pertama, tidak ada dalam sejarah Fakultas Kedokteran Ujian Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter itu diatas 90 persen,” ujarnya. Prestasi ketiga lanjut Prof Armyn Nurdin, Pendidikan Dokter milik UIN Alauddin Makassar itu kurikulumnya mandiri, beda dengan UMI, Unismuh dan Bosowa itu dibina dari Unhas. “Kalau di Makassar Pendidikan Dokter itu ada di UMI, Unismuh dan Bosowa itu dibina dari Unhas, tetapi UIN Alauddin Makassar itu mandiri tidak tergantung dari Unhas,” ujarnya. Selain itu, Prof Armyn Nurdin membeberkan prestasi keempat adalah, alumni Pendidikan Dokter UIN Alauddin Makassar memiliki ciri khas, pembeda dengan Dokter lainnya. Menurut, Dosen S3 Prodi Kedokteran Universitas Hasanuddin itu, alumni UIN Alauddin Makassar tidak hanya mengetahui teori umum akan tetapi menjadi penghafal. “Ini adalah wujud kemandirian kurikulum Pendidikan Dokter UIN Alauddin Makassar, dengan konsep integrasi keilmuan,” pungkasnya.

universum 29 M a j a l a h


www.uin-alauddin.ac.id

Foto bersama Muh Edward Huznan Rafid dengan keluarga bersama Rektor UIN Alauddin Makassar Prof Hamdan Juhannis di sela-sela Pengukuhan Dokter angkatan pertama Pendidikan Dokter UIN Alauddin di Maxone Hotel, Kota Makassar, Kamis (21/7/2022).

dr Erward, Lulusan Pendidikan Dokter Berkat Hafal Al-Qur’an 30 Juz Universum - Rasa bangga dan penuh syukur menyelimuti keluarga besar Muh Edward Huznan Rafid. Betapa tidak, pemuda asal Desa Telle, Kecamatan Ajangale, Kabupaten Bone itu lulus menjadi Dokter. Anak dari pasangan Muh Rafid dan St Arifah ini baru saja dilantik dan diambil sumpahnya sebagai Dokter. Muh Edward Huznan Rafid merupakan penerima beasiswa jalur tahfizh Al Qur’an 30 Juz dan menjadi satu satunya melalui jalur tersebut. Pemuda berusia 23 tahun ini merasakan Mujizat Al Qur’an. “Berkah hafal Al Qur’an 30 juz. Alhamdullah saya bisa menyelesaikan studi kedokteran di UIN Alauddin Makassar,” kata Edward saat ditemui usai pengambilan sumpah di Hotel Maxone, Kamis (21/7/2022). dr Erward menceritakan, dirinya mencintai Alquran sejak SMP atau Tsanawiyah hingga SMA atau Madrasah Aliyah. Semasa sekolah, Edward hanya fokus menghafal Al Qur’an. Namun, dia memiliki cita cita tinggi sehingga mengikuti ujian bersamaan.

30

universum M a ja la h

“Saya seorang penghafal tidak sekolah seperti pada umumnya tidak belajar matematika, IPA dan sebagainya, tidak mungkin mau menjadi seorang dokter, jadi saya lulus dari SMA itu ikut ujian persamaan ambil jurusan IPA waktu itu,” ungkapnya. Soal cita cita menjadi dokter, dr Edward tidak pernah terbesit dalam pikirannya karena dirinya hanya seorang penghafal Alquran. Pada waktu itu, kata Edward ada seorang guru menyampaikan ada jalur khusus masuk kedokteran. Awalnya, informasi beasiswa itu dari Unhas, namun belakangan bukan di Unhas akan tetapi di UIN Alauddin Makassar. “Nah saat itu saya mendapatkan info dari seorang guru, yang diteruskan dari Facebook, guru saya mengatakan coba daftar dulu, saya daftar,” kenangnya “Alhamdulillah saat itu bulan ramadhan saya diterima masuk Kedokteran UIN Alauddin Makassar diberikan beasiswa full sampai menjadi dokter,” sambungnya. Saya tidak menyangka menjadi dokter, namun pada saat itu waktu saya dapat

info penghafal Al-Qur’an bisa menjadi dokter saya optimis. Edward bersyukur berkat hafal AlQur’an, semua langkahnya dimudahkan. Ia mengaku, seandainya tidak mendapatkan beasiswa Hafidz meski orang tua pekerjaannya Pegawai Negeri Sipil tidak akan masuk Kedokteran karena biaya mahal. “Meski PNS orang tua tidak mampu membiayai karena saudara kuliah, apalagi membayar ratusan juta ditambah biaya UKT puluhan juta,” bebernya. Ia berpesan, tidak semua penghafal keluaranya harus jadi Imam masjid akan tetapi menghafal Al Qur’an bisa meraih cita-cita tinggi. “Saya percaya ayatnya inna maal yusri yusra, setelah ada kesusahan ada kemudahan. Susah menghafal Al Qur’an akan tetapi lebih susah bermimpi menjadi orang hebat tanpa Al Qur’an,” paparnya. Menghafal Al Qur’an, kata dia bisa meninggikan derajat. “Insya Allah semua apa yang diinginkan dan kita lihat Allah pastikan wujudkan,” tuturnya. Kedepannya, Erward akan menjalani internship selama satu tahun didaerahnya. Setelah itu, akan melanjutkan pendidikan. “Saya selalu berprinsip dari orang tua lanjutkan pendidikan. Tidak ada orang yang rugi dengan pendidikan, tetapi banyak yang rugi putusnya pendidikan,” pungkasnya.


www.uin-alauddin.ac.id

Suasana pelaksanaan workshop pengarusutamaan Gender dalam Kurikulum yang dilaksanakan oleh Internasional Office dan Bagian Kerjasama UIN Alauddin Makassar bersama Australian Volunteer Program (AVP). Berlangsung di Hotel Swiss Belinn Panakkukang Kota Makassar, Senin (15/8/2022).

Internasional Office Gelar Workshop Pengarusutamaan Gender dalam Kurikulum Universum - Bidang Kerjasama dan Internasional Office UIN Alauddin Makassar bersama Australian Volunteer Program (AVP) menggelar workshop. Kegiatan tersebut membahas pengarusutamaan kesetaraan gender dalam kurikulum UIN Alauddin Makassar berbasis Program Studi (Prodi). “Kerjasama ini sangat dinantikan karena memberi dampak terhadap penguatan pengarusutamaan gender di Perguruan Tinggi, khususnya tingkat Prodi,” kata Prof Hamdan Juhannis di Hotel Swiss, Panakkukang Kota Makassar, Senin (15/8/2022). Menurut, Guru Besar Sosiologi Pendidikan itu, pengarusutamaan gender ditingkat Prodi sangat tepat karena menjadi eksekutor penguatan akademik dari beragam isu. “Istilahnya ada kroscutting dari ragam ilmu yang masuk untuk bisa memberi penguatan pada gender equality,” jelasnya. Prof Aisya Kara yang menjadi narasumber dalam kegiatan itu

berharap, hasil dari workshop tersebut melahirkan handbook berisi tentang prosedur kurikulum berbasis gender. Sementara itu, Ketua Internasional Office, Dr Muhaimin mengapresiasi Australian Volunteer Program telah membantu UIN Alauddin Makassar, dalam upaya penguatan gender. “Saya kira ini sangat memberikan manfaat dalam pengarusutamaan gender di Prodi,” ujar Dosen Fakultas Ushuluddin dan Filsafat itu. Menurut Dia, kegiatan tersebut memberikan manfaat yang sangat luar biasa terutama dalam konteks Prodi. “Ini sangat luar biasa biasa karena pada akhirnya akan memiliki panduan terkait gender mainstreaming pada kurikulum masing-masing yang bisa dipakai Prodi,” tutupnya. “Kita berharap melahirkan handbook berisi tentang prosedur kurikulum sehingga kedepannya di UIN Alauddin Makassar tinggal mengikuti prosedur yang ada,” ujarnya. Menurut Dia, di UIN Alauddin

Makassar sudah lama mengkaji isu-isu gender namun workshop tersebut proses kebijakan dari tingkat universitas hingga Prodi pengarusutamaan gender. “Outputnya menjadi dasar penyusunan RPS hal hal yang terkait dengan kurikulum berbasis gender,” pungkasnya. Sementara Fasilitator Workshop, Dr Muhsin Mahfudz M Ag mengatakan, kegiatan tersebut mengindentifikasi isu gender berbasis Prodi. “Kegiatan ini mengidentifikasi problem terkait isu gender lalu itu kemudian dituangkan dalam draft,” kata Dekan Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar itu. Lebih lanjut, Ia menjelaskan, hasil dari isu gender yang telah dituangkan dalam draft itu tidak langsung dicetak. Akan tetapi dilaksanakan FGD sebelumnya. “Muatan isu gender tidak langsung dicetak, nanti kita diskusikan jangan sampai ada bias gender. Ini tujuannya rujukan kita mengintegrasikan isu gender,” jelasnya.

universum 31 M a j a l a h


www.uin-alauddin.ac.id

Konjen Australia Launching Aussie Banget Corner di UIN Alauddin Makassar Universum -Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof Hamdan Juhannis bersama Konsul Jenderal (Konjen) Australia di Makassar, Bronwyn Robbins meluncurkan Aussie Banget Corner. Aussie Banget Corner itu ditempatkan di lantai I Gedung UPT Perpustakaan Syaech Yusuf, Kampus II UIN Alauddin Makassar, Senin (19/7/2022). Hal tersebut ditandai dengan pemotongan pita yang dilakukan oleh Rektor UIN Alauddin Makassar dan Konsul Jenderal Australia.

32

universum M a ja la h

Hadir dalam peluncuran Aussie Banget Corner itu, Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof Mardan M Ag, Kepala Biro AUPK Dr Bustan Ramli M Si, Kepala Biro AAKK Dr Kaswad Sartono, M.Ag. Kemudian, Dekan Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Dr Muhsin Mahfudz, Dekan Fakultas Sains dan Teknologi, Prof Dr Muhammad Khalifa, Internasional Office Dr Muhaimin, Kepala UPT Pusat Bahasa Prof Djuariah Ahmad dan alumni Australia. Prof Hamdan Juhannis mengucapakan terima kasih atas kehadiran Konjen

Australia di UIN Alauddin Makassar yang sudah mempersembahkan atau menghadiahkan pusat informasi, yaitu Aussie Banget Corner. “Ini akan menjadi tempatnya para mahasiswa ataupun para pelajar dan para alumni Australia untuk menginformasikan menjadi pusat informasi Australia baik yang mau belajar ke sana,” ujarnya. Konjen Australia, Bronwyn Robbins, mengungkapkan sangat bangga berada di UIN Alauddin Makassar untuk meluncurkan dan meresmikan Aussie Banget Corner.


www.uin-alauddin.ac.id

Konsul Jenderal (Konjen) Australia di Makassar, Bronwyn Robbins bersama Pimpinan UIN Alauddin meluncurkan Aussie Banget Corner di lantai I Gedung UPT Perpustakaan Syaech Yusuf, Kampus II UIN Alauddin Makassar, Senin (19/7/2022).

“Saya baru saja berdiskusi dengan Pak Rektor tentang hubungan yang ada, antara Australia dan UIN Alauddin serta peluang untuk mengembangkan keterlibatan dengan Australia,” ujarnya. Menurut Dia, kunjungan tersebut merupakan kunjungan perdana setelah kunjungan Perdana Menteri Australia dan Menteri Kabinet Senior ke Jakarta dan Makassar.

“Kunjungan saya dilakukan sekarang setelah kunjungan Perdana Menteri Australia dan Menteri Kabinet Senior ke Jakarta dan Makassar untuk menegaskan kembali pentingnya Indonesia bagi Australia,” bebernya. Lebih lanjut, Konjen Australia mengungkapkan, terdapat 39 Alumni Australia yang ada UIN Alauddin Makassar. “Kami berharap dengan Aussie Banget Corner ini akan mendorong lebih banyak mahasiswa untuk mendaftar Australia Award di masa depan.,” paparnya. Tujuan dari Aussie Banget Corner, tambah Bronwyn adalah untuk menyediakan sumber daya bagi mahasiswa untuk meningkatkan pemahamannya tentang Australia, dan hubungan bilateral Indonesia dan Australia. “Dengan adanya komunitas alumni yang kuat termasuk bapak ibu semua yang ada disini akan memegang peran kunci dalam menumbuhkan hubungan dengan para pemangku kepentingan di Australia,” bebernya lagi. Para mahasiswa juga, lanjut Bronwyn Robbins, dapat belajar tentang berbagai universitas dan beasiswa Australia. “Di Aussie Banget Corner mencakup berbagai topik termasuk budaya dan sejarah Australia. Budaya masyarakat pertama Australia, sains dan inovasi, industri kreatif,” tuturnya. Selain sumber daya yang ditawarkan untuk pelajar tentang Australia, Aussie Banget Corner juga memberikan titik fokus bagi komunitas alumni Australia di UIN Alauddin Makassar

“Kami berharap para alumni dapat memanfaatkan Aussie Banget Corner sebagai tempat acara dan kegiatan serta sebagai tempat untuk interaksi dengan siswa yang memiliki minat untuk belajar di masa depan di Australia,” jelasnya. Aussie Banget Corner di UIN Alauddin Makassar, kata Browyn merupakan bagian dari Aussie Banget Corner yang tersebar di Seluruh Indonesia. “Di Indonesia Bagian Timur, ada Aussie Banget Corner lainnya di Unhas di Makassar dan juga di Universitas Sam Ratulangi di Manado, dan juga beberapa Aussie Banget Corner di Universitas-Universitas yang berlokasi di Sekitar Pulau Jawa, Bali dan Nusa Tenggara,” pungkasnya. Sementara itu, Kepala UPT Pusat Bahasa, Prof Djuariah Ahmad mengatakan Aussie Banget Corner ini bisa digunakan oleh seluruh sivitas akademika UIN Alauddin. “Aussie Banget Corner ini untuk semua civitas akademika terutama para alumni Australia, terkait dengan berbagai kegiatan yang memberi manfaat bagi terjalinnya hubungan yg semakin erat antara Indonesia dan Australia,” ujarnya. Contoh kegiatan dimaksud, kata Dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan itu seperti kuliah umum, talk show, pameran. “Kegiatannya yang bisa dibuatkan proposal bantuan ke pihak Konjen Australia di Makassar terkait dengan penyediaan narasumber dari Australia misalnya, yang biayanya ditanggung sepenuhnya oleh pihak Konjen,” pungkasnya.

universum 33 M a j a l a h


www.uin-alauddin.ac.id

Pimpinan UIN Alauddin bersama pemateri Kasubdi Ketenagakerjaan Ruchman Basori S Ag M Si dan Prof Dr Abdul Mujib M Ag M Si dalam acara akselerasi kepangkatan berbasis prodi lingkup UIN Alauddin Makassar tahun 2022, berlangsung di Hotel Four Points by Sheraton Makassar. Sabtu (16/07/2022).

Dorong Akselerasi Guru Besar, UIN Alauddin Gelar Pelatihan Kepangkatan Berbasis Prodi Universum -UIN Alauddin Makassar menggelar kegiatan akselerasi kepangkatan berbasis prodi lingkup UIN Alauddin Makassar tahun 2022, berlangsung di Hotel Four Points by Sheraton Makassar. Sabtu (16/07/2022). Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber yaitu Ruchman Basori S Ag M Si yang merupakan Kepala Subdirektorat Ketenagaan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam dan Prof Dr Abdul Mujib M Ag M Si merupakan Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Rektor UIN Alauddin Makassar Prof Hamdan Juhannis dalam sambutannya mengatakan, UIN Alauddin menjadi PTKIN dengan jumlah guru besar terbanyak kedua setelah UIN Syarif Hidayatullah. “Jumlah guru besar UIN Alauddin saat ini sebanyak 56 orang. Dengan jumlah ini, UIN Alauddin menjadi supplier terbanyak kedua di PTKIN”. Terkait akselerasi guru besar, Prof Hamdan menambahkan, selama empat tahun masa jabatannya ia menargetkan sebanyak 20 tenaga pengajar menjadi

34

universum M a ja la h

guru besar. Target itupun kian mewujud dengan bertambahnya 18 guru besar pada tahun ketiga masa kepemimpinannya. Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum Kepegawaian dan Keuangan Prof Dr Wahyuddin Naro mengatakan, tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan mutu kelembagaan dan mutu sumber daya manusia. “Dari tema kegiatan, kita menggunakan istilah berbasis prodi karena kita berharap pada 2023 mendatang, kita sudah memiliki sumber daya guru besar di masing-masing prodi”. Prof Wahyuddin menambahkan, peningkatan jumlah guru besar memiliki dampak yang besar terhadap lembaga, jika jumlah guru besar mengalami peningkatan, maka akreditasi institusi UIN Alauddin ikut naik. Olehnya itu pihaknya tidak segan segan memberikan pembimbingan kepada pegawai dan tenaga pendidik dalam bentuk pelatihan. “Kegiatan pelatihan ini akan merangsang dosen kita untuk menyebarkan gagasannya dalam bentuk tulisan. Kita juga sudah punya program remunerasi

pembayaran P3. Pembayaran ini sebagai reward kepada dosen yang menyebarkan gagasan melalui penulisan di jurnal ilmiah. Dari sisi kebijakan kita support dan dari segi finance kita dorong” ungkapnya saat ditemui setelah kegiatan selesai. Ruchman Basori S Ag M Si saat menyampaikan materi ia mengatakan, ada empat poin yang didapatkan ketika menjadi guru besar. Pertama dapat meningkatkan kualitas individu dan kesejahteraan, kedua membantu mewujudkan tujuan pendidikan nasional melalui dosen yang berkompeten dan berkualitas. Ketiga meningkatkan mutu PTIKI dan menyehatkan iklim kerja PTKI dan yang terakhir memperluas jaringan dan koneksi dosen melalui rekognisi bereputasi nasional dan internasional. Sementara Prof Dr Abdul Mujib M Ag M Si mendorong dosen UIN Alauddin untuk segera mengajukan pengurusan guru besar. Karena setiap tahun tantangan regulasi pengurusan guru besar tidak akan lebih mudah, melainkan akan semakin sulit.


www.uin-alauddin.ac.id

Foto bersama disela-sela kegiatan workshop Pengarusutamaan Moderasi Beragama yang digelar oleh Fakultas Dakwah dan Komunikasi dan Deputi Pemberdayaan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI di gedung Auditorium Kampus II, Selasa (16/8/2022).

Gandeng Kemenpora Bahas Pengarusutamaan Moderasi Beragama Universum - Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar menggandeng Deputi Pemberdayaan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI menggelar workshop. Kegiatan tersebut membahas pengarusutamaan Moderasi Beragama dikalangan generasi milenial di era digital dalam memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. Acara tersebut dilaksanakan di gedung Auditorium Kampus II UIN, Kelurahan Romang Polong Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa, Selasa (16/8/2022). Rektor UIN Alauddin Prof Hamdan Juhannis mengatakan pemuda saat ini harus memiliki semangat untuk membangun kesadaran kritis dalam menghadapi situasi yang berkembang sangat kompleks. “Menjadi pemuda yang tidak kritis dalam situasi saat ini bisa membuat ketinggalan kereta atau terseret arus yang tidak semestinya diikuti,” kata Prof Hamdan.

Ia juga meminta mahasiswa harus punya komunikasi yang baik dengan memanfaatkan kemajuan teknologi yang ada saat ini. “Tidak cukup keilmuan, perlu juga IT, etika dan retorika. Harus lintas intelektualitas, sarjana yang menguasai bidangnya dan mempengaruhi bidang lain,” tutupnya. Sementara Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Kemenpora, Prof Faisal Abdullah mengatakan, Islam menjadi agama kasih sayang terhadap sesama manusia dan alam semesta serta kontra terhadap kekerasan dan agresivitas terhadap sesama manusia dan alam semesta. “Yang kita inginkan islam hadir sebagai rahmatan lilalamin, islam yang mengerti dan memahami bagaimana rasul menghadapi persoalan tidak bilang pokoknya,” katanya. Prof Faisal menjelaskan jika pemuda harus produktif sebagai generasi yang ada saat ini, bukan malah menjadi generasi yang tertinggal.

“Dengan tidak dicederai hal yang kurang baik atau tidak elok dan kita ini generasi yang ada sekarang adalah generasi yang merupakan generasi baru,” jelasnya. Olehnya itu, ia meminta pemuda tidak tertinggal terhadap kemajuan zaman yang ada saat ini dengan terus belajar. “Sekarang harus banyak belajar terkait dengan pemahaman agama. Oleh karena itu perlu pemahaman benar, pengetahuan bagaimana harus beragama karena kita semua keluarga tradisional,” terangnya. Olehnya itu, kegiatan ini diharapkan mampu memberi pemahaman yang baik dan benar bagi pemuda dan mahasiswa di UIN Alauddin Makassar. “Maka mudah mudahan kehadiran kita di siang ini, itu ada sharing yang benar, pemikiran yang lain mengambil kesimpulan baik dan menghasilkan perilaku yang baik dan berkesinambungan,” bebernya. Dalam kegiatan ini turut hadir pendakwah Habib Husein Ja’far Al Hadar yang menjadi pemateri dan memberi pemahaman bagi mahasiswa UIN Alauddin Makassar.

universum 35 M a j a l a h


PINI

Azyumardi Azra. Foto: tirto.id/Andrey Gromico

Prof. Azyumardi Azra, Transtelektual Penembus Batas

PROF. HAMDAN JUHANNIS M.A, PH.D

}

Rektor UIN Alauddin Makassar

Setelah Prof. Nurcholish Madjid, mungkin nama Prof. Azyumardi Azra yang paling sering muncul dan mewarnai jagat intelektualisme Islam di Indonesia. Ketokohoan akademiknya sangat paripurna, mulai dari jelajah keilmuan, kiprah pada institusi keilmuan, sampai pada sebaran goresan keilmuan yang setiap saat bisa diakses. Bahkan beliau berpulang saat menuju sebuah kancah yang disebut sebagai konferensi, arena pengabdian yang layak disebut “tiada tara”. Detak nafasnya berhenti pada “passion” kehidupannya, justifikasi fakta yang

36

universum M a ja la h

susah untuk tertolak. Beliau guru bagi banyak orang, khususnya bagi mereka yang ingin merintis intelektualitas Islam di negeri ini. Mereka ingin menjadi murid bagi semuanya. Motifnya sederhana, ingin mendapat pengesahan tentang keilmuan yang digeluti. Lebih dari itu, anak-anak intelektualnya ingin disebut dekat dengannya, karena cara itulah yang menjadi pemotivasi untuk memacu penguasaan bidang keilmuannya. Saya pun berharap seperti itu, meskipun tidak sesukses dengan yang lain. Saya sudah diajar oleh beliau


PINI Saya sebenarnya ingin mengatakan bahwa Prof. Azra adalah sosok Transtelektual sejati. Beliau perintis kajian transmisi jaringan dengan menulis disertasi transmisi jaringan ulama yang banyak diikuti oleh pengkaji jaringan berikutnya

sejak memulai usaha untuk belajar ke luar negeri melalui program karantina yang disebut “pembibitan dosen”. Buku-bukunya, kolomnya di media cetak menjadi bacaan utama. Tapi saya sangat tahu bahwa jarak intelektualitas itu terjadi karena saya kurang akseleratif dalam memacu keilmuan, dan sering kehilangan fokus dalam mengembangkan spesifikasi. Mungkin itulah yang membuat nama saya muncul tenggelam di benak beliau. Setidakepentingnya sebagai murid intelektual, saya masih tetap mendapat apresiasi dari beliau khususnya beberapa tahun terakhir. Setiap mengirim coretan pendek tentang fenomena sosial keagamaan di sebuah group WA di mana beliau mejadi anggota group, saya selalu mengecek apakah beliau sudah membacanya. Bahkan saya menjadi “gede’ rasa” saat coretan seri saya di setiap subuh Ramadan, secara konsisten dibukanya paling dahulu. Saya tidak tahu apa beliau membacanya atau sekadar membuka WA di group itu, tapi itu tidaklah begitu penting. Yang penting, saya juga menemukan justifikasi tentang jalan menuju kepedulian intelektual dari “suhu” dan “sumbu” keilmuan negeri ini. Satu yang paling membekas saat saya sempat berbicara di sebuah “seminar online” di mana beliau sebagai narasumber. Saya memperhadapkan sebuah paradigma keilmuan perguruan tinggi keagamaan yang saya sebuat sebagai “kereta keilmuan”. Lalu saya menyodorkan sebuah istilah “transtektual” sebagai stasiun dari kereta keilmuan tersebut. Saya mengurai bahwa tidak cukup hanya menjadi intelektual pada kehidupan yang penuh anomali. Kita butuh menjadi transtelektual, intelektul organik yang tidak ada matinya, intelektual yang tidak akan tertinggal di ruang kosong. Intelektual yang menguasai bidangnya, mempengaruhi pertumbuhan dan perdebatan bidang lain. Transtelektual terbentuk dari gerbong-gerbong kereta yang saling tersambung itu, mulai dari lokomotif institusi, gerbong Islam, gerbong Sains dan gerbong Teknologi.

Gerbong tersebut tersambung dengan inter, multi, dan transdisipliner. Beliau merespon secara apik, mengapresiasi istilah yang saya sodorkan, sambil menyampaikan kritik mengena dari tawaran paradigma itu. Beliau menyampaikan kereta itu jalannya lambat, seharusnya diganti dengan istilah kereta cepat (shinkansen), karena larinya cepat untuk sampai pada stasiun transtelektual. Saya sebenarnya ingin mengatakan bahwa Prof. Azra adalah sosok Transtelektual sejati. Beliau perintis kajian transmisi jaringan dengan menulis disertasi transmisi jaringan ulama yang banyak diikuti oleh pengkaji jaringan berikutnya. Beliau secara terstruktur membangun dan menguatkan jaringan keilmuan perguruan tinggi keagamaan dan memperkuat jati diri kesarjanaan dengan mendirikan jurnal Studia Islamika. Tak berhenti disitu, kesarjanaan beliau menembus sampai pada ruang aktualisasi yang lebih luas. Sebaran gagasannya setiap saat muncul bukan hanya pada ruang ilmiah yang besifat spesifik tetapi sampai pada ruang populer seperti layar kaca. Ciri penyampaian idenya dingin dan datar, tetapi kritis dan penuh makna. Seiring dengan usia yang makin lanjut, keberadaannya semakin berlanjut. Eksistensinya semakin terasa. Semangat keilmuannya tidak pernah redup, dan jiwa kewartawanannya tidak pernah surut. Dua sisi yang memperkuat identitasnya sebagai akademisi aktivis. Pergumulan gagasannya bahkan semakin jauh melintasi dirinya sebagai wujud yang mulai rapuh. Puncaknya menjadi ketua Dewan Pers Indonesia, dunia yang selama ini menjadi pernak penting dari jiwa kritisismenya, dan menjadi pelengkap utama dari isting instelektualitasnya. Beliau berpulang saat bertolak ke sebuah sentrum pergumulan media dan keilmuan. Wujudnya mati, tapi dua hal ini tetap menjadi sisi yang tidak pernah mati dari dirinya, karena kontribusi kehidupannya sudah begitu jauh melintasi sekat dunia, dan tak berbatas. Selamat jalan guru bangsa, guru peradaban, dan guru bagi para mahaguru.

universum 37 M a j a l a h


PINI

Pemuda Pulang dari Rantau, Membangun Desa. Ilustrasi: dutadamaisulawesiselatan.id/

Ke Depan dan Masa Depan, Mari Kita Taklukkan!

FATIHA IZZA TUSLAMIA, S. KEP., NS

}

Wisudawati Angkatan 93 Profesi Ners Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan

Pendidikan tak hanya dalam lingkup akademis, bergantinya baju seragam hingga memeroleh gelar sarjana. Pendidikan dalam fakultas kehidupan dengan kurikulum kemanusiaan, keadilan dan akhlak merupakan bingkai yang membentuk jiwa agar terus menyempurna meski dalam tataran strata sosial yang berbeda. Mendidik masyarakat dimulai dari mendidik diri. Sebab tiap diri memiliki tanggung jawab individu dan sosial untuk membentuk masyarakat berperadaban. Kerusakan dalam tatanan kehidupan berimplikasi pada dosa individu dan sosial jika diacuhkan. Mendidik diri agar punya prinsip hidup yang kokoh nan mulia, tak goyah di tengah kesenangan semu, tipu daya dunia dan senantiasa menjadi pribadi yang bermanfaat bagi nusa, bangsa dan

38

universum M a ja la h

agama adalah kewajiban bagi kita untuk menjaga adab sebagai ciri kemanusiaan yang harus dimiliki oleh tiap individu agar berbeda dengan perilaku hewan. Olehnya itu, agar tidak mengalami krisis identitas, penting adanya emansipasi kemanusiaan pancasilais bagi kita untuk keluar dari perbudakan fisikal, perang asimetris dan teknologi. Bukan hanya menuntut hak, kita juga berkewajiban melanggengkan ruh Pancasila. Generasi muda adalah generasi masa depan bangsa Indonesia. Di pundaknyalah cita-cita Pancasila dipikul. Oleh karena itu, pemuda masa kini harus mengembangkan diri melalui kegiatan yang positif dan kreatif. Saya sebagai salah satu pemuda mendambakan bangsa ini besar dan maju dalam segala lini terkhusus lini Pendidikan.


PINI Saya percaya, kampus adalah miniatur peradaban yang di dalamnya terdapat banyak dinamika, pelajaran dan pengalaman yang tak ternilai.

Kenapa pendidikan harus didahulukan? Karena pendidikan akan selalu mengalami perubahan disebabkan fenomena-fenomena dunia dan merupakan investasi jangka panjang yang tidak rentan punah dimakan oleh zaman. Pada tahun 70-an, Indonesia memfokuskan arah kebijakannya pada ketahanan nasional dimana pemerintah Indonesia menggunakan seluruh sumber daya untuk pertahanan sedangkan Malaysia pada pendidikan, dimana pemerintahnya mengirim beberapa warga negaranya untuk belajar ke negara-negara lain. Akhirnya, beberapa tahun kemudian terjadi resesi yang mengakibatkan perekonomian menurun. Itu artinya apa yang diusahakan pemerintah Indonesia harus dimulai kembali dari nol. Sedangkan Malaysia sudah siap dengan sumber daya manusianya yang berkualitas. Kasus yang terkini: ada orang yang lulus SMA langsung kerja. Dia merasa sudah cukup karena sudah bisa mendapatkan uang. Ternyata beberapa tahun kemudian, tuntutan kualifikasi di tempat kerjanya semakin meningkat (minimal S1). Akhirnya, orang tersebut kesulitan untuk berkembang karena terbentur oleh keterampilan dan pengetahuan yang minim. Jadi, prioritasnya jelas yaitu pendidikan di atas segalanya. Pendidikan akan tetap adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Mimpi yang besar itu bisa didapatkan dengan menempuh pendidikan. Kepercayaan diri akan pentingnya pendidikan itu membuat saya selalu ingin belajar dan menyelami lautan pengetahuan yang lebih dalam. Saya percaya bahwa masa depan bangsa ini bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa. Harapannya bahwa dengan meleknya anak-anak bangsa ini terhadap literasi dan juga pendidikan, mereka bisa memahami dan mempersiapkan mimpi yang akan diraihnya. Menjadi insan cerdas dan kompetitif yang dapat berdaya saing unggul. Pendidikan adalah pintu gerbang untuk menapak masa depan. Setelah tuntas menyelesaikan pendidikan, maka

kembalilah ke tempat asal, membangun kampung halaman. Istilah yang pas adalah “Kembali Pulang”. Menjadi Local Preneur dan menginspirasi sebanyakbanyaknya pemuda untuk maju. Mempertipis “gap” kesenjangan antara desa dan kota. Maka selain belajar dengan tekun dan mencari sebanyak-banyaknya pengetahuan, mahasiswa juga punya tugas yang tak kalah penting. “Berkhidmat”. Dalam Tri Darma Perguruan Tinggi disebut pengabdian kepada masyarakat. Memang tidak mudah untuk tetap bisa berdiri kokoh dan bertahan di saat seperti ini. Namun, menjadi manusia kuat itu perlu. Ada banyak persoalan rumit dalam hidup ini. Satu di antaranya adalah ketika kita dituntut berpikir sebelum berbuat, di saat yang sama, keinginan memaksa segera melakukan tindakan. Kerumitan-kerumitan ini, kadang membuat sebagian orang tak berdaya olehnya. Betul-betul butuh sebuah kesabaran, energi dan perenungan yang kuat. Tabiat manusia itu sederhana. Ia tidak senang dengan kerumitan. Ia lebih senang dengan kemudahankemudahan. Ketika ia merasakan sesuatu dan menginginkannya, saat itu pula ia berharap segera aktual. Namun, faktanya tidaklah demikian, mestilah didahului dengan berdarah-darah, mondar-mandir, banting otak kanan kiri, barulah harapan dapat segera dilakukan, itupun baru akan melakukan yang belum tentu berhasil. Sama halnya ketika kita menelaah pemikiran-pemikiran filosofis, pun didahului kondisi berdarah-darah, banting otak kanan kiri, jarang di rumah karena lebih banyak di luar demi untuk mendapatkan sesuap imajinasi dan alam ide. Begitu pula dengan pendidikan. Pendidikan sangat penting dalam kehidupan, karena tanpa pendidikan manusia akan sulit berkembang. Semakin tinggi kualitas pendidikan suatu negara, maka semakin tinggi pula kualitas SDM yang akan didapat. Saya percaya, kampus adalah miniatur peradaban yang di dalamnya terdapat banyak dinamika, pelajaran dan pengalaman yang tak ternilai.

universum 39 M a j a l a h


Selamat Kepada Wisudawan Wisudawati Angkatan 86 Periode Juli 2020 Rektor UIN Alauddin Makassar Prof. Hamdan Juhannis M.A, Ph.D,

40

universum M a ja la h