__MAIN_TEXT__

Page 1

universum M a j a l a h

E d i s i

D e s e m b e r

2 0 2 0

Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

KADO AKHIR TAHUN

EMPAT PRODI RAIH AKREDITASI A

www.uin-alauddin.ac.id universum 1 M a j a l a h


MEJA REDAKSI Assalamu Alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh. Selamat bersua lagi para pembaca setia Majalah UNIVERSUM di Akhir Tahun 2020. Kami segenap redaksi Majalah UNIVERSUM mengucapkan puji syukur kepada Allah SWT atas izinnya sehingga Majalah Edisi kalii ini dapat terbit sesuai jadwal. Pembaca yang budiman, terbitan Majalah UNIVERSUM Periode Desember 2020 kali ini mengangkat Tema “Kado Akhir Tahun, Empat Prodi Raih Akreditasi A�. Satu tahun telah dilalui Prof. H. Hamdan Juhannis, M.A., Ph,D. selaku Rektor di Kampus Peradaban UIN Alauddin Makassar. Kurun Waktu ini tentu saja perlahan dan pasti mulai memperlihatkan arah dan jalan perubahan yang akan diraih melalui Pancacita Rektor ditunjukkan dengan beberapa prestasi dan capaian-capaian baik di tingkat regional, nasional meskipun kita masih dalam situasi Pandemi Covid-19. UIN Alauddin Makassar telah memperingati Dies Natalis ke 55, peringatan tersebut menjadi momentum menapaktilasi satu tahun kepemimpinan Prof Hamdan Juhannis menjadi Rektor. Terhitung sejak ia dilantik pada 23 Juli 2019 setahun lalu. Salah satu Rektor termuda PTKIN itu, memimpin UIN Alauddin Makassar dengan membawa visi-misi yang dituangkan dalam Pancacita. Pancacita adalah visi dan orientasi yang menjadi koridor dalam menjalankan kepemimpinannya. Pancacita tersebut terbagi menjadi Pancacita Bidang Akademik dan Pancacita Bidang Non-Akademik. Pancacita Bidang Akademik terdiri atas; Prodi yang andal, Moderasi beragama yang mengakar, Jejaring yang kuat, Publikasi yang aktif dan Data yang terintegrasi. Sementarai itu, Pancacita NonAkademik terdiri atas; Kampus yang asri, Tradisi yang terjaga, Bisnis yang produktif, Kesejahteraan yang meningkat dan Alumni yang kompetitif Pada Edisi kali ini kami melaporkan beberapa capaian yang telah diraih, diantaranya yang teranyar adalah Empat Prodi Raih Akreditas A, yaitu Prodi Teknik Arsitektur, Prodi Akuntasi, Prodi Manajemen dan Prodi Komunikasi Penyiaran Islam. Selanjutnya setelah sekian tahun Mangkrak Akhirnya Gedung Rumah Sakit Pendidikan UIN Alauddin Makassar dilanjutkan Pembangunannya. Tercatat tahun 2020 ini UIN Alauddin menjadi perguruan tinggi paling diminati dalam Ujian Masuk Perguruan Tinggi Kegamaan Islam Negeri (UMPTKIN), dengan jumlah pendaftar secara total 24,482 pendaftar. Kemudian UIN Alauddin Makassar berhasil menduduki peringkat 14 Perguruan Tinggi (PTN) dengan jumlah subscriber Youtube terbanyak seIndonesia dan Peringkat pertama Lingkup PTKIN. Yang tak kalah menariknya UIN Alauddin Raih Juara II Lomba Rektor/Ketua PTKN Bicara Korupsi. Disamping itu UIN Alauddin Makassar menjadi peringkat pertama dengan Jurnal Terakreditasi Nasional terbanyak dalam lingkup Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Dan beberapa laporan prestasi mahasiswa di tingkat, regional, nasional dan internasional. Semoga sajian informasi kami bisa bermanfaat untuk Masyarakat, Sivitas Akademika dan Keluarga Besar UIN Alauddin Makassar. *Redaksi

2 universum 02 universum M Ma aj aj al la ah h

DAFTAR ISI TOPIK UTAMA

04

Gubernur Harap UIN Alauddin Sinergi Bangun Daerah

10

Prof Hamdan Juhannis Mengokohkan Pancacita

19 25

33 38

WAWANCARA

PRESTASI

UIN Alauddin Raih Juara II Lomba Rektor/Ketua PTKN Bicara Korupsi

AKTIVITA

Dirjen Pendis Kemenag RI Bawakan Kuliah Umum di UIN Alauddin

AKTIVITA

UKM UIN Alauddin Terima Bantuan Penguatan Kearifan Lokal dari Kemensos RI

OPINI

Indonesia: Negara Paling Religius juga Sekaligus Paling Korup


universum 3 M a j a l a h


TOPIK UTAMA

GUBERNUR HARAP UIN ALAUDDIN SINERGI BANGUN DAERAH Dies Natalis ke 55 UIN Alauddin Makassar

Universum UIN Alauddin Makassar menggelar Dies Natalis ke55 UIN Alauddin Makassar. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Auditorium lt.2 UIN Alauddin Makassar, Jl. Romang Polong, Kab. Gowa. Rabu (11/11/2020). Perayaan Dies Natalis UIN Alauddin digelar melalui dua cara yakni Secara dalam jaringan (daring) melalui Aplikasi Zoom Meeting dan juga luar jaringan (luring). Turut hadir dalam kegiatan yakni Gubernur Sulawesiselatan Nurdin Abdullah, Kapolda Sulsel Irjen. Pol. Drs. H. Merdisyam, M.Si. Pj Walikota Makassar, Bupati Bone, Bupati Gowa, Bupati Enrekang, Pangdam XIV Hasanuddin dan sejumlah Pimpinan Perguruan Tinggi di Makassar. Dalam sambutannya, Nurdin Abdullah selaku Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) mengatakan bahwa Selamat Milad, sukses dies natalis yang ke-55 semoga semakin berkualitas dalam ilmu keagamaannya dan tetap bersinergi. “Selamat Dies natalis ke-55, tetap semangat dan bersinergi untuk bergerak maju,” ujar Nurdin Abdullah dalam sambutannya di Gedung Auditorium UIN Alauddin Makassar. Rabu, (11/11/2020). Prof Nurdin Abdullah juga berharap agar UIN Alauddin Makassar mampu mencetak mahasiswa yang unggul dan

4

universum M a j a l a h

bermoral serta bisa menjadi panutan karena berhasil dalam bidang ilmu keagamaannya. Bukan hanya itu saja, Prof Nurdin Abdullah juga berharap agat kampus IAIN/UIN Alauddin Makassar mampu bersinergi positif dan bersinergi dalam membangun kampus peradaban yang nantinya bisa menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang bersinergi dan aktif. “UIN punya mitra, terutama mahasiswa millenial yang tergabung dalam program KKN-DK. Saya berharap bisa bersinergi membangun daerahdaerah tempat mahasiswa KKN dengan program-program unggulan serta mampu membawa perubahan yang positif,” jelas Prof Nurdin Abdullah. Lebih lanjut, kata Gubernur Sulsel sinergi dan kolaborasi itu sangat penting untuk dipadukan dalam mengawal prestasi kearah yang lebih maju. Prof Nurdin sangat begitu mengapresiasi pelaksanaan Dies Natalis UIN Alauddin Makassar, dan pihaknya berharap semoga pendidikan di UIN terus berjalan fleksibel. “Sekali lagi, semoga UIN Alauddin Makassar bisa mencetak SDM yang bersinergi sehingga mampu mendorong negara Indonesia menuju arah yang lebih maju,” tutup Nurdin Abdullah.

GERAKAN 100 BUKU MODERASI BERAGAMA Sementara Rektor UIN Alauddin Makassar Prof Hamdan Juhannis menyiapkan sejumlah rencana untuk membangun kualitas Sumber Daya Manusia. Ia mencanangkan gerakan 100 buah buku yang bertemakan Moderasi Beragama yang direncanakan terbit setiap tahun. Hal itu bertujuan untuk membangun strategis dalam menyebarkan ide-ide moderasi, juga menjadi lumbung produksi dai-dai atau muballigh-muballigh yang secara rutin berinteraksi dengan masyarakat luas di kawasan Timur Indonesia. Modal ini tentu telah dan sedang dikapitalisasi secara bersama-sama dengan menghadirkan dai-dai alumni UIN Alauddin Makassar yang berkarir di berbagai tempat, baik pada panggung lokal maupun secara nasional. Selain itu, keberpihakan terhadap moderasi


TOPIK UTAMA Suasana pelaksanaan Dies Natalis ke-55 UIN Alauddin Makassar, Jl. Romang Polong, Samata Kab. Gowa. Rabu (11/11/2020).

beragama di tunjukkan kepada karyakarya akademik mahasiswa. “Insya Allah, selama periode kepemimpinan ini, nafas moderasi beragama ini akan terus kita jadikan tema sentral dalam gerakan 100 buku yang diadakan setiap tahun. Saya tentu berharap bahwa pada momentum dies natalis 55 ini, juga kita launching 100 buku referensi yang menandai diseminasi spirit moderasi beragama melalui berbagai karya akademik yang siap didistribusikan ke berbagai lembaga dan instansi terkait,” katanya. Pada momentum dies natalis ke-55 itu, Wakil Menteri Agama mencanangkan penandatanganan prasasti rumah moderasi beragama agar semua elemen kampus memiliki komitmen bersama dalam menyebarkan spirit moderasi keberagamaan kepada masyarakat luas. Selain itu, Guru Besar Sosiologi Pendidikan itu berpacu menaikkan akreditas Program Studi (Prodi). Ia

menargetkan dimasa kepemimpinannya tak ada lagi program studi berakreditasi C. Tak hanya itu, rencana disiapakan untuk membangun kampus yang dulu bernama Institut Agama Islam Negeri (IAIN). Mulai dari Target lebih besarnya berpacu membenahi kualitas pendidikan dari mahasiswa ketenaga pengajar. Takarannya yakni menaikkan akreditasi jurusan atau prodi. Akreditasinya, meningkat C harus naik B, atau B ke akreditasi A. Baginya akreditasi menjadi ruh atau nyawa kampus serta bekal lulusan ke depannya untuk percaya diri berkembang di luar setelah lulus. “Saya memang menargetkan hingga akhir kepemimpinan tidak ada lagi prodi yang akreditasinya C,” ucapnya. Ungkapnya tegas. DORONG JADI DESTINASI WISATA AKADEMIK UIN Alauddin Makassar sudah berusia

55 tahun . Beragam capaian telah diraih selama ini. Capaian capaian tersebut cukup signifikan. Salah satu nya, menjadi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri dengan peminat terbanyak tahun ini. UIN alauddin menyalip UIN Jakarta. Hal itu menujukkan kepercayaan masyarakat terhadap UIN Alauddin Makassar semakin meningkat. Kepercayaan itu ditandai dengan kepuasan para orang tua menitipkan anaknyamenempuh pendidikan di UIN. Capaian itu menjadi sejarah baru. Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof Hamdan Juhannis mengatakan, capaian itu tidak terlepas dari peningkatan mutu pendidikan yang dilakukan di UIN Alauddin Makassar. Terutama dalam peningkatan Akreditasi yang terus membaik di setiap program studi (Prodi). “Hampir tidak ada lagi prodi kita yang akreditasi C. Artinya, ada kemajuan yang kita tunjukan. Baik Prodi agama maupun umum. Misalnya, Prodi Teknik Arsitektur yang baru baru ini meraih Akreditasi A,” terangnya. Tahun ini, UIN Alauddin Makassar mampu menjadi PTKIN dengan jurnal terakreditasi terbanyak seluruh Indonesia. “Artinya gairah menulis atau napas dalam menyebarluaskan gagasan ilmiah di kampus kita ini juga sangat hidup,” ucapnya. Dari semua itu, Prof Hamdan berharap UIN Alauddin bisa menjadi kampus destinasi wisata Akademik. Beragam fasilitas bakal disiapkan untuk mendukung itu. Intinya, bagaimana menciptakan lingkungan kampus yang bersih asri dan sehat. “Jadi nanti orang bisa jogging keliling lihat-lihat menikmati keasrian dan udara dengan rimbunan pepohonan. Apalagi soal kebersihan sangat kita utamakan di kampus,” bebernya

universum 5 M a j a l a h


TOPIK UTAMA

Suasana visitasi Program Studi (Prodi) Akuntansi dan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Alauddin Makassar

Kado Akhir Tahun,

EMPAT PRODI RAIH AKREDITASI A Jelang tutup tahun 2020, sejumlah Program Studi (Prodi) di UIN Alauddin Makassar berhasil meraih peringkat akreditasi A. Prodi tersebut antara lain Prodi Arsitektur, Prodi Akuntansi, Prodi Manajemen dan Terakhir Prodi Komunikasi Penyiaran Islam. Menanggapi hal tersebut Rektor UIN Alauddin Makassar Prof Hamdan Juhannis menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya kepada para Dekan, Wakil Dekan, Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) dan apresiasi seting-tingginya kepada Ketua Prodi, Sekertaris Prodi dan seluruh tim borang yang sudah bekerja keras demi pencapaian terbaik itu. Prof Hamdan melanjutkan bahwa inilah salah satu bentuk jihad dan perjuangan sivitas akademika kampus,

6

universum M a j a l a h

yakni bagaimana meningkatkan kualitas akademik secara sungguh-sungguh. Apalagi, Prodi yang andal memang menjadi salah satu Pancacita Rektor yang termanifestasi dalam akreditasi unggul. “Akreditasi A itu adalah bukti dari kualitas akademik kita, bukti Prodi yang andal, semoga trend positif ini dapat terus berlanjut, ini kado akhir tahun bagi UIN Alauddin” tandas Rektor termuda UIN Alauddin itu saat dimintai tanggapan via WhatsApp, Selasa (15/12/2020). Senada dengan itu, Wakil Rektor Bidang Akademik Prof Mardan juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi pada seluruh pihak yang telah berkontribusi dan bekerja keras demi capaian akreditasi unggul tersebut. Dengan akreditasi unggul ini, lanjut

Prof mardan, pimpinan kampus akan terus mendorong peningkatan mutu dan kualitas penyelenggaran pendidikan serta sinergi dengan para alumni dan stakeholder terkait. “Semoga prodi-prodi yang lain dapat menyusul, kami sebagai pimpinan akan memberi dukungan sepenuhnya” Imbuh Guru Besar Fakultas Adab dan Humaniora tersebut.

PRODI AKUNTANSI DAN MANAJEMEN Program Studi (Prodi) Akuntansi dan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Alauddin Makassar berhasil meraih akreditasi A, masing-masing Prodi berhasil mendapatkan nilai unggul dengan Akuntansi 382 dan Manajemen 368. Dalam keterangannya, Wakil Dekan Bidang Akademik FEBI Dr Wahyuddin Abdullah menyampaikan bahwa capaian tersebut tidak lepas dari soliditas dan kerja keras semua unsur di FEBI, terkhusus program studi beserta tim borangnya, dan dukungan yang kuat dari pimpinan, baik Rektor maupun Dekan FEBI. “Kami selaku pimpinan dan tim KPM


TOPIK UTAMA

Senada dengan itu, Ketua Prodi Manajemen Rika Dwi Ayu Parmitasari mengatakan bahwa akreditasi A Prodi yang dinahkodainya merupakan hasil capaian dan kerjasama tim borang Prodi Manajemen yang telah dipersiapkan sejak tahun 2018 hingga tahun 2020. Selama proses tersebut, lanjut Rika, mulai dari penyusunan dan persiapan akreditasi, telah banyak suka duka dan tantangan baik dari sisi penyediaan data, pengelolaan data dan penyiapan dokumen pendukungnya. Prestasi ini juga dapat diraih, sambungnya, dengan komitmen yang kuat dari semua anggota tim borang prodi Manajemen, civitas akademika serta dukungan KPM, LPM, pimpinan fakultas dan universitas. “Atas nama keluarga besar Prodi manajemen, saya mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu proses akreditasi sejak penyusunan borang hingga pelaksanaan asesmen lapangan, semoga Akreditasi A ini dapat mendukung pencapaian Prodi Manajemen dan FEBI UIN Alauddin yang lebih baik” tutupnya. PRODI ARSITEKTUR

Suasana visitasi Program Studi (Prodi) Teknik Arsitektur Fakultas Sains dan Teknologi

FEBI sangat intens dan berkomitmen tinggi mendampingi tim borang dalam menyiapkan dan membenahi dokumendokumen borang, bahkan sampai menilisik celah-celah borang atau dokumen untuk memperoleh poin maksimal” ungkapnya. Wahyuddin menambahkan bahwa untuk asesmen lapangan akreditasi ini memang telah dipersiapkan secara matang, tidak jarang tim-tim borang bekerja membenahi borang sampai dengan larut malam di kampus bahkan tembus pagi. “Dengan capaian nilai akreditasi yang sangat fantastis ini, FEBI langsung berbenah untuk mempersiapkan prodiprodi tersebut terakreditasi internasional, mohon doa ta’ semua” Imbuhnya saat dihubungi via WhatsApp, Kamis

(17/12/2020). Sementara itu, Ketua Prodi Akuntansi Memen Suwandi mengungkapkan kesyukurannya atas perolehan akreditasi A tersebut, baginya, itu semua berkat kerjasama berbagai pihak baik tim borang, civitas akademik fakultas, pimpinan fakultas, pimpinan universitas, LPM, LP2M, PUSTIPAD, perpustakaan fakultas maupun universitas, para dosen akuntansi, alumni, mahasiswa, pengguna alumni dan pihak lain yang membantu dalam rangka akreditasi program studi akuntansi. “Perolehan Akreditasi A utk program studi akuntansi FEBI UINAM merupakan modal dasar persiapan menuju akreditasi selanjutnya yaitu akreditasi internasional” tandasnya.

Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) menempatkan Program Studi (Prodi) Teknik Arsitektur Fakultas Sains dan Teknologi UIN Alauddin Makassar meraih predikat Akreditasi A. Sebelumnya, Prodi yang dipimpin Ir Zulkarnain AS itu Akreditasi C. Hal itu membuat, Ketua Prodi termuda lingkup UIN Alauddin Makassar sangat bangga atas prestasi tersebut. “Alhamdulillah, tentunya rasa syukur dan bangga atas pencapaian luar biasa ini,” katanya, saat dihubungi Crew UIN Online (2/11/2020). Zulkarnain membeberkan proses penyusunan borang sudah lama dilakukan dan dua kali pengiriman ke BAN-PT yang memakan waktu kurang lebih lima tahun. “Proses penyusunan borang ini pada dasarnya sudah lama disusun bahkan di periode sebelumnya sempat juga dikirim file borang ke BAN-PT, kemudian di periode kepemimpinan kami yang baru tepat setahun di bulan ini kembali mengirim file borang ke BAN-PT Maret 2020 lalu,” katanya.

universum 7 M a j a l a h


TOPIK UTAMA

Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK)

Zul sapaan akrabnya menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses Akreditasi Teknik Arsitektur. “Ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu pemaksimalan proses Akreditasi mulai dari penyusunan borang sampai ke Assessment Laporan,” ucapnya. Tak terkecuali, Pimpinan Universitas dalam hal ini Rektor, Wakil Rektor, Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) dan jajarannya, Dekan Fakultas Sains dan Teknologi bersama para Wakil Dekan dan KPM FST, para Assesor Internal.  Selain itu, ia juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggitingginya terkhusus pada Civitas Akademika Prodi Teknik Arsitektur yang sangat antusias bersinergi bersama yakni para Dosen, para staf dan tenaga pendidikan, Ikatan Keluarga Alumni (IKA), Stakeholder seperti Mitra Pemerintah, Ketua dan Asosiasi Ikatan Arsitek Indonesia Sul-Sel, Konsultan dan Kontraktror) HMJTeknik Arsitektur dan Mahasiswa. PRODI KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM (KPI) Program

8

Studi

Komunikasi

dan

universum M a j a l a h

Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM) sukses meraih akreditasi A. Hasil tersebut diraih setelah ditetapkan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada Selasa 15 Desember 2020. Seperti diketahui visitasi ini dilakukan oleh tim asesor BAN-PT  pada tanggal 4-5 Desember 2020 secara daring karena pandemi Covid-19. Menanggapi hasil tersebut, Hamdan Juhannis selaku Rektor UINAM ditemani Wakil Rektor 1 menyambangi langsung FDK untuk mengucapkan selamat atas pencapaian Prodi KPI. “Alhamdulillah, saya ucapkan terima kasih kepada Dekan FDK, Wadek, dan apresiasi seting-tingginya kepada Ketua Prodi, Sekjur dan seluruh tim borang yang sudah bekerja keras atas semua keberhasilan” ucap penulis buku melawan takdir itu. Lanjutnya, ia mengatakan bahwa disinilah salah satu bentuk jihad dan perjuangan kita dan sebagai bentuk kesyukuran ia mengajak untuk makan malam disalah satu hotel di Makassar. Sejalan dengan itu, Rahmawati Haruna selaku ketua Prodi KPI mengatakan bahwa ini bukan hanya kerja kerasnya tetapi

berkat kerja keras dari tim borang. “Tentu saja ini hal yang sangat  membanggakan bagi kita semua. Capaian ini adalah hasil kerja keras tim borang KPI yang sudah bekerja sejak awal tahun 2020 hingga awal Desember dan bukti dedikasi yang tinggi kepada jurusan KPI khususnya, dan berkat pimpinan FDK juga Pihak LPM yang selalu mendampingi Tim KPI” Ujarnya saat diwawancarai. Sambungnya, secara khusus terima kasih kepada Rektor yang selalu memberikan dukungan termasuk ditengah kesibukan beliau pada hari pertama visitasi hadir menyambut asesor meskipun secara virtual. Tambahnya, untuk Ketua dan sekertaris LPM yang selalu mendampingi kami, dalam simulasi internal oleh Prof Bahaking juga memberi kontribusi besar dalam capaian ini. Dengan akreditasi unggul ini prodi berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu dan khualitas penyelenggaran pendidikan serta sinergi dengan para alumni dan stakeholder kedepannya. Dalam kunjungan Rektor di FDK untuk menyampaikan ucapan selamat, hadir juga Dekan, Wadek, Ketua Prodi dan beberapa Dosen serta tim borang KPI.


TOPIK UTAMA

Penandatanganan kontrak paket pembangunan RSP, di Hotel Claro Makassar, Jl Andi Pangerang Pettarani, Rabu (18/11/2020).

Pimpinan UIN Alauddin Makassar bersama PPK PSP-POP Wilayah Sulawesi Selatan, Direktur Operasi II PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) mengunjungi Rumah Sakit Pendidikan (RSP) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar

Pembangunan RSP UIN Alauddin Dilanjutkan Universum – Pembangunan gedung Rumah Sakit Pendidikan (RSP) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar di Jalan Sultan Alauddin dilanjutkan setelah sempat tertunda atau mangkrak. Hal tersebut ditandai dengan penandatanganan kontrak paket pembangunan RSP, di Hotel Claro Makassar, Jl Andi Pangerang Pettarani, Rabu (18/11/2020). Hadir menyaksikan pendatanganan kontrak tersebut Rektor UIN Alauddin Makassar Prof Hamdan Juhannis dan jajaran pimpinan kampus. Penandatanganan kontrak tersebut dilakukan oleh PPK PSP-POP Wilayah Sulawesi Selatan M Yamin bersama Direktur Operasi II PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) Mochamad Yusuf sebagai kontraktor pelaksana Direktur PT Genta Prima Pertiwi sebagai konsultan manajemen konstruksi. Nilai kontrak dengan kontraktor pelaksana senilai Rp 132 miliar, sementara konsultan manajemen konstruksi senilai Rp 1,5 miliar. Paket pekerjaan yang ditandatangani itu meliputi pekerjaan struktur, arsitektur, MEP, sarana dan

prasarana, serta site development. Pada 2019, Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan pengembangan Lembaga Dr Kamaluddin Abunawas mengaku akan bekerja sama dengan jepang selain Arab Saudi. Pasalnya, pembangunan rumah sakit itu membutuhkan biaya besar. Menurutnya, membutuhkan biaya sekitar Rp 300 Miliyar. “Dari Jepang yang akan memberikan bantuan terhadap Rumah Sakit, mungkin bantuan itu mengarah pengadaan di dalam rumah sakit,” Kegiatan penandatanganan kontrak tersebut dibuka oleh Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sulawesi Selatan Dr Ir H Ahmad Asiri diwakili Kepala Seksi Pelaksana Wilayah 1 Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sulawesi Selatan Arman Rahim yang membacakan sambutan. Dalam sambutannya, Ia berharap para penyedia jasa benar-benar melaksanakan pekerjaan mengacu pada semua ketentuan dan persyaratan administrasi yang ditetapkan dalam dokumen perjanjian maupun penyesuaian kondisi dan kebutuhan lapangan dalam rangka memenuhi persyaratan teknis bangunan gedung dan persyaratan tata bangunan yang ada.

“Dibutuhkan komitmen seluruh stakeholder agar tetap membantu sesuai dengan kapasitas masing-masing untuk merealisasikan apa yang kita dicita-citakan bersama,” imbuhnya. Sementara itu Rektor UIN Alauddin Makassar Prof Hamdan Juhannis menyampaikan rasa bahagianya atas penandatanganan kontrak tersebut, baginya kelanjutan pembangunan rumah sakit pendidikan menjadi salah satu prioritas utama di awal kepemimpinannya. Prof Hamdan berharap hadirnya rumah sakit pendidikan itu dapat dimaksimalkan untuk kepentingan pendidikan kedokteran dan berkontribusi meningkatkan mutu kesehatan masyarakat khususnya di Sulawesi Selatan. “Setelah semua pengerjaan konstruksi selesai, kita akan upayakan kesiapan Alkes, agar di awal tahun 2022, rumah sakit pendidikan ini sudah dapat dioperasikan” tandasnya. Hadir dalam kegiatan tersebut para Wakil Rektor, Kepala Biro, Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan serta ketua tim task force pembangunan rumah sakit pendidikan UIN Alauddin Makassar.

universum 9 M a j a l a h


WAWANCARA

Prof Hamdan Juhannis

Mengokohkan Pancacita

Universum - UIN Alauddin Makassar telah memperingati Dies Natalis ke -55, peringatan tersebut menjadi momentum menapaktilasi satu tahun kepemimpinan Prof Hamdan Juhannis menjadi Rektor. Terhitung sejak ia dilantik pada 23 Juli 2019 setahun lalu. Salah satu Rektor termuda PTKIN itu, memimpin UIN Alauddin Makassar dengan membawa visi-misi yang dituangkan dalam Pancacita. Pancacita adalah visi dan orientasi yang menjadi koridor dalam menjalankan kepemimpinannya. Pancacita tersebut terbagi menjadi Pancacita Bidang Akademik dan Pancacita Bidang Non-Akademik. Pancacita Bidang Akademik terdiri atas; Prodi yang andal, Moderasi beragama yang mengakar, Jejaring yang kuat, Publikasi yang aktif dan Data yang terintegrasi. Sementarai itu, Pancacita NonAkademik terdiri atas; Kampus yang asri, Tradisi yang terjaga, Bisnis yang produktif, Kesejahteraan yang meningkat dan Alumni yang kompetitif. Dalam wawancara khusus melalui aplikasi WhatsApp, Prof Hamdan Juhannis berbagi sejumlah capaian Pancacita selama setahun kepemimpinanannya, berikut Prof Hamdan Juhannis kutipan wawancaranya.

10

universum M a j a l a h


WAWANCARA

SEJAUH MANA CAPAIAN PANCACITA DI SATU TAHUN KEPEMIMPINAN INI PROF? Pertama-tama, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran pimpinan, sivitas akademik dan keluarga besar UIN Alauddin Makassar atas kerjasama dan kerja kerasnya memajukan kampus tercinta ini, kampus peradaban. Terkait dengan capaian Pancacita, saya ingin memulai dulu dari Pancacita Non-Akademik. Salah satu prioritas kami di awal kepimpinan adalah bagaimana mewujudkan kampus yang asri. Berbagai langkah telah kami lakukan bersama seluruh jajaran untuk mewujudkan impian tersebut. Seperti yang kini masih terus dilakukan adalah memastikan sistem kerja petugas kebersihan kampus berjalan secara efisien dan membangun kesadaran kolektif bagi seluruh sivitas kampus terkait pentingnya menjaga kebersihan kampus. Bekerjasama dengan provider mitra yang telah berpengalaman dan petugaspetugas kebersihan yang telah dibekali pelatihan khusus, mereka bekerja dengan standar profesionalitas yang baik, sebagaimana yang kami harapkan. Tidak terlihat lagi petugas-petugas kebersihan yang melalaikan tugasnya. Mereka secara reguler dikontrol oleh para pengawas kebersihan. Kondisi ini tentu menjadi spirit baru bagi kita dalam rangka menciptakan kampus bersih dan asri. SELAIN MEMBENAHI SISTEM KERJA PETUGAS KEBERSIHAN, APA STRATEGI LAIN MEWUJUDKAN KAMPUS ASRI PROF? Yah. Selain memastikan petugas kebersihan bekerja secara profesional, kami juga melakukan gerakan sadar kebersihan bagi semua elemen kampus, yang memang cikal bakalnya sudah terbangun sejak dicanangkannya Gerakan Bersih Kampus (GBK) pada kepemimpinan sebelumnya. Kita gerakkan semua elemen kampus untuk penciptaan kesadaran kolektif. Berulang kali kami melakukan kerja bakti massal dimana semua stakeholder kampus kita gerakkan, kita bagi zona yang menjadi tanggung jawab setiap fakultas dan lembaga.

Di ranah kemahasiswaan misalnya, Dewan Mahasiswa UIN Alauddin kita dorong dan berhasil mewujudkan pemilihan Duta Kampus Asri yang melahirkan jargon SAMATA (Sama-Sama Ambil SampahTa’). Para Duta inilah yang banyak mendampingi saya saat turun langsung berjibaku di lapangan. Hasilnya, perlahan tapi pasti, kampus UIN Alauddin Makassar yang kita cintai ini tampak lebih asri, hijau, rumputrumputnya tertata rapi karena secara berkala dilakukan pemeliharaan, tidak terlihat lagi tumpukan sampah yang biasanya berlindung di balik gedunggedung kampus, tidak ada lagi sampahsampah berserakan di sekitar kantin. Lapangan kampus yang menjadi titik episentrum kita pastikan kebersihannya. Selain itu, fasilitasi dengan jogging track yang menambah keasrian kampus. Warga kampus yang biasanya melakukan jogging di luar, kini mereka bisa memanfaatkan jogging track kampus. Kesadaran pentingnya menjaga kebersihan sudah mulai menyeruak di tengah-tengah kampus. Kesadaran itu tidak hanya hadir pada sebagian dosen, tetapi sebagian besar mahasiswa-mahasiswi kita sudah mulai memperlihatkan asa baru pentingnya menjaga keasrian kampus. Ini tentu menjadi modal awal bagi kita untuk mewujudkan kampus yang lebih asri sebagaimana kampus-kampus maju di luar negeri. Namun demikian, dalam menata kampus yang lebih asri, masih banyak hal yang harus dibenahi; jalan-jalan di dalam kampus perlu segera diperbaiki, manajemen parkir masih perlu penataan lebih jauh, rambu-rambu lalu lintas dalam kampus masih membutuhkan pengaturan yang lebih baik, serta perlunya menyediakan fasilitas-fasilitas publik bagi mahasiswa. Semua ini kita akan benahi secara bertahap demi perwujudan kampus asri sebagaimana mimpi saya di atas. Selain kampus yang asri, apa lagi capaian Pancacita Non-Akademik selama satu tahun kepemimpinan Prof Hamdan? Selain kampus asri, peningkatan kesejahteraan juga menjadi prioritas, ikhtiar itu kami mulai dengan dengan menaikkan upah tenaga honorer dan

sekaligus menaikkan gradenya. Kami menaikkan upah secara signifikan dengan membari tambahan gaji sebesar 700 ribu, dan khusus bagi operator, kita menaikkan gradenya dari 3a ke 3b. Bahkan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan bagi para pegawai dan dosen kita, untuk pertama kalinya, kita memberikan remun 13 (P1) di setiap akhir tahun dan remun 13 (LKD) khusus dosen pada pembayaran semester ganjil. LALU BAGAIMANA DENGAN CAPAIAN PANCACITA BIDANG AKADEMIK SENDIRI PROF? Dalam Pancacita bidang akademik, prioritas utama selama satu tahun ini adalah bagaimana meningkatkan sistem informasi dengan “Data yang terintegrasi�, dengan terintegrasinya data akademik maka sistem controlling dan monitoring mahasiswa-mahasiswa dan dosen-dosen dapat dengan mudah dilakukan. Misalnya saja, presentasi dan pelaporan pembelajaran pada masa pandemi ini, untuk mengontrol tingkat dan persentase kehadiran dosen-dosen setiap fakultas dan program pascasarjana dapat dilakukan dengan mudah. Pada semester genap tahun ini, kita bisa mendapatkan data yang akurat tentang pencapaian pembelajaran kita yang dilakukan secara daring; dari 5049 kelas, ada 4982 yang terisi, atau mencapai 99 %. Sisanya adalah pembelajaran praktikum yang harus dilakukan secara offline yang dimundurkan karena masalah covid 19. Kita juga bisa menyajikan data bahwa rata-rata dosen melakukan pertemuan sebanyak 15,2 persen, yang artinya semua sudah melakukan interaksi diatas 12 kali pertemuan. Bahkan kita bisa membaca data tentang mata kuliah dari dosen yang mahasiswanya 100 persen selalu mengikuti kuliah, atau mata kuliah dengan presentasi terendah kehadiran mahasiswanya. Kita juga bisa mentrace seberapa aktif seorang mahasiwa mengikuti mata kuliah yang mereka programkan. Tentu data akademik seperti ini sewajarnya memang harus tertata dan hanya bisa dengan sistem integrasi data yang baik, informasi akademik seperti ini dengan mudah

universum 11 M a j a l a h


WAWANCARA bisa dibentangkan untuk ditindaklanjuti dengan kebijakan yang tepat. Begitu pula dalam sistem pelaporan dosen ke depan, terutama pada penilaian BKD (Beban Kerja Dosen) dan LKD (Lembar Kinerja Dosen), dosen tidak perlu lagi disibukkan dengan menscan dokumen karena data-data kita sudah terintegrasi dalam satu sistem pada pangkalan data kita di PUSTIPAD. UIN ALAUDDIN KINI TELAH MEMEGANG AKREDITASI INSTITUSI A, MERAIH CAPAIAN DAN UNTUK MEMPERTANKANNYA TENTU TIDAK MUDAH, APA STRATEGI UNTUK ITU PROF? Tentu tidak mudah, akreditasi A tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi kami. Salah satu upaya yang terus dilakukan adalah mewujudkan “Prodi yang andal� sebagaimana yang tertuang dalam salah satu Pancacita bidang Akademik. Program studi yang andal dan unggul, indikatornya adalah akreditasi. Dalam satu tahun kepemimpinan kami, setidaknya ada dua jurusan baru yang telah berhasil memperoleh akreditasi, yaitu Prodi PIAUD di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan dan Prodi Ilmu Falak di Fakultas Syariah dan Hukum, keduanya mendapatkan akreditasi B. PUBLIKASI YANG AKTIF JUGA MENJADI BAGIAN DARI PANCACITA AKADEMIK YANG DIUSUNG, APA HASILNYA SETELAH SATU TAHUN PERJALANAN KEPEMIMPINAN INI PROF? Tidak ada pilihan lain, publikasi harus terus digenjot. Caranya, tidak hanya menyasar dosen-dosen baru, tetapi juga dosen-dosen senior. Saat ini kami sedang melaksanakan program penulisan 100 buku referensi. Program itu rencananya akan dilakukan setiap tahun dengan seleksi ketat, terbuka dan memakai standar turnitin yang ketat. Batas plagiasi yang kita jadikan panduan dalam penulisan buku referensi ini adalah 20 persen. Langkah ini kita lakukan demi mewujudkan buku-buku original yang berbeda dengan buku-buku yang sudah ada. Program ini diharapkan akan menghasilkan buku-buku referensi yang pada gilirannya tidak hanya disitasi

12

universum M a j a l a h

oleh lingkungan internal UIN Alauddin, tetapi buku ini akan dibaca oleh dunia global. Selain itu, dalam rangka peningkatan publikasi dosen-dosen, kami terus memberi support pada rumah jurnal yang terus berpacu dan berkreasi dalam meningkatkan level sinta mereka. Saat ini, jumlah jurnal yang terakreditasi sinta terus bertambah sehingga sekarang ini sudah terdapat 38 jurnal terakreditasi. Hanya saja, level sinta jurnal-jurnal tersebut masih berhenti pada level sinta 2. Kita belum memiliki jurnal bereputasi internasional yang biasanya diasosiasikan dengan jurnal level sinta 1. Level sinta satu ini sepertinya masih menjadi mimpi di kampus tercinta ini. Namun demikian, usaha menuju ke sana sedang kita lakukan. Insya Allah pada periode kepemimpinan kami, jurnal sinta 1 atau terindeks scopus

menjadi target utama. PENGUATAN JEJARING DALAM PANCACITA AKADEMIK, APAKAH JUGA JADI PRIORITAS DALAM SATU TAHUN INI PROF? Pastinya, sekarang ini UIN Alauddin Makassar tergabung dalam forum Human Capital Indonesia yang didalamnya terdapat 200 perusahaan yang siap menampung mahasiswa yang ingin mengikuti Program Magang Bersertifikat (PMMB) di berbagai bidang. Dari 200 perusahaan tersebut, terdapat 20 perusahaan yang sudah memiliki ikatan kerjasama dengan UIN Alauddin. Banyak mahasiswa kita yang berprestasi sedang melakukan magang di berbagai BUMN tersebut seperti Pelindo, Angkasa Pura, Semen Tonasa, BTN, Pertamina, BRI, Perusahaan Gas


WAWANCARA

Kampus II UIN Alauddin Makassar Tampak rindang saat didokumentasikan melalui drone

Indonesia, Pegadaian, Telkom dan BUMN lainnya. Penguatan jejaring dengan BUMN ini tidak hanya terkait beasiswa dan pengembangan skill mahasiswa, tetapi juga mengusahakan agar danadana Corporate Social Responsibility (CSR) mereka dapat mengalir untuk pengembangan UIN Alauddin. Selama satu tahun terakhir, PLN telah membuat taman baca elektrik yang indah di tengah-tengah kampus. Sebelum pandemi Covid 19, dalam upaya memperluas jejaring internasional sebagai salah satu pancacita akademik, UIN Alauddin Makassar dipercaya oleh pihak kedutaan Kanada untuk mengambil bagian dalam program pertukaran pelajar di Canada. UIN Alauddin Makassar menjadi satu satunya universitas dalam naungan PTKIN yang mendapatkan kesempatan untuk mengirim mahasiswa-mahasiswanya selama satu semester atau dua semester di universitas-universitas Kanada. Hanya saja, karena pandemi, maka program tersebut mengalami penundaan. Di tahun ini pula, kami mendirikan Unit Pengelolaan Zakat (UPZ) UIN Alauddin dibawah koordinasi langsung Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Sejak berdirinya, sudah berpartisipasi langsung untuk menyerap zakat, infaq, sadaqah, dan sumbangan dari warga kampus dan selanjutnya bekerjasama dengan Pusat Pengabdian kepada Masyarakat untuk penyaluran bantuan kepada masyarakat yang terkena bencana, baik yang bersifat alam maupun non-alam. OH IYA PROF, SELAMA SATU TAHUN INI BEBERAPA KALI MAHASISWA MELAKUKAN AKSI DEMONSTRASI, TERAKHIR ADALAH TUNTUTAN PEMBEBASAN UKT, BAGAIMANA ANDA MERESPONNYA? Gerakan mahasiswa yang menuntut pembebasan UKT adalah bagian dari dinamika kampus yang perlu dipikirkan solusinya secara arif dan bijaksana. Kita tidak pernah diam terkait suara mereka. Suara mereka juga menjadi pertimbangan pimpinan dalam merumuskan kebijakan yang tidak merugikan institusi sekaligus tidak abai

terhadap situasi dan kondisi mahasiswa. Kita tidak anti kritik, kritik konstruktif adalah bagian dari proses check and balance. Makanya, dua keputusan rektor terkait keringanan pembayaran UKT adalah bentuk respon dan pemihakan pimpinan terhadap tuntutan mahasiswa. Tentu saja, tidak mungkin menyetujui pembebasan UKT, hanya bisa memberikan porsi keringanan pembayaran UKT yang signifikan kepada mahasiswa yang terdampak akibat pandemi. Kami terus berusaha mencari jalan untuk meringankan beban mahasiswa selama pandemi Covid-19 ini. Di awal pandemi, kita memberikan paket sembako kepada mahasiswa terutama yang masih bertahan di kos-kos dan kontrakan. Aksi kemanusiaan dan kepedulian tersebut juga ditunjukkan oleh beberapa prodi dalam lingkungan kampus. Semua ikhtiar ini menunjukkan bahwa kita tidak diam dengan kondisi sulit para mahasiswa selama pandemi ini. TERAKHIR PROF, APA PESAN DAN HARAPAN SELAKU REKTOR KEPADA SELURUH SIVITAS AKADEMIK DAN KELUARGA BESAR UIN ALAUDDIN MAKASSAR? Apa yang kita lakukan ini bentuk kecintaan kita kepada universitas. Kita bekerja bukan untuk pencitraan diri. Kita ingin UIN Alauddin Makassar bisa sejajar dengan universitas-universitas maju baik di dalam maupun di luar negeri. Alasan untuk sejajar bahkan lebih bukanlah hal yang utopis. Tercatat tahun 2020 ini UIN Alauddin menjadi perguruan tinggi paling diminati dalam Ujian Masuk Perguruan Tinggi Kegamaan Islam Negeri (UMPTKIN), dengan jumlah pendaftar secara total 24,482 pendaftar. Menjadi PTKIN dengan pendaftar terbanyak adalah bukti valid yang tidak perlu lagi diperdebatkan, bahwa kualitas kampus kita terus meningkat. Mari kita bumikan Pancacita demi UIN Alauddin Makassar yang lebih maju dan berperadaban. Seperti yang saya sering bunyikan, mari terus bersinergi, karena sinergi pastinya menghadirkan energi.

universum 13 M a j a l a h


Prestasi Infografis Perguruan Tinggi Negeri dengan Subscriber Youtube Terbanyak Youtube Voice Alauddin

Data Perguruan Tinggi Negeri dengan Subscriber Youtube terbanyak (lifepal.co.id)

UIN Alauddin Peringkat 14 PTN dan Pertama PTKIN Subscriber YouTube Terbanyak Universum - UIN Alauddin Makassar berhasil menduduki peringkat 14 Perguruan Tinggi (PTN) dengan jumlah subscriber Youtube terbanyak seIndonesia. Hal ini didasarkan dari hasil riset Lifepal.co.id yang dipublikasikan pada 23 Juli 2020 lalu. Berjudul 20 perguruan tinggi terpopuler di media

14

universum M a j a l a h

sosial (https://lifepal.co.id/media/20perguruan-tinggi-terpopuler-di-mediasosial/). Sejak dibuat awal 2018 lalu, channel Youtube UIN Alauddin (youtube.com/ voicealauddin) memiliki 15.900 subscriber. Kini sudah memiliki 1,5 juta viewers dari 112 video.

Jika dikerucutkan dari laporan Lifepal, UIN Alauddin Makassar berada di peringkat pertama dengan jumlah subscriber terbanyak dalam lingkup Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). hanya disusul UIN Sunan Kalijaga yang memiliki 8530 subscribe Dalam publikasinya, Lifepal menyebutkan adopsi media sosial sudah menjadi hal yang sebaiknya dilakukan oleh perguruan tinggi di Indonesia. Selain amat bermanfaat sebagai media promosi, media sosial tentunya juga sangat berguna sebagai sarana komunikasi, apalagi di masa pandemi Covid-19, dimana perkuliahan tidak lagi dilakukan lewat tatap muka langsung. Selain mempublikasikan PTN dengan subscriber channel YouTube terbanyak, Lifepal juga merangking followers terbanyak di Twitter, jumlah like terbanyak di Facebook, dan followers terbanyak di Instagram. Mendengar informasi tersebut Rektor UIN Alauddin Prof Hamdan Juhannis merasa sangat senang, karena baginya hal itu menunjukkan tren kampus yang dipimpinnya tersebut semakin baik dalam skala nasional. “UIN Alauddin adalah kampus milenial, selaku Rektor bersama seluruh jajaran pimpinan terus berusaha menghadirkan yang terbaik sebagaimana visi di dalam Pancacita” terangnya. Sementara itu, Kasubag Humas UIN Alauddin Ismi Sabariah berharap kabar yang baik ini dapat bermanfaat bagi keluarga besar UIN Alauddin dalam memaksimalkan upaya untuk mencapai Visi dan Misi serta Tujuan UIN Alauddin. “Meskipun dalam masa pandemi tetap dapat eksis memberitakan kegiatan kampus, baik akademik maupun non akademik untuk masyarakat luas dan stakeholder lainnya” ungkapnya.


Prestasi

CONTOH Humas UIN Alauddin Makassar Ismi Sabariah berfoto disela-sela wawancara Rektor UIN Alauddin Makassar dengan sejumlah media

Aktif Publikasi Digital, Rektor Apresiasi Kinerja Humas UIN Alauddin Rektor UIN Alauddin Makassar Prof Hamdan Juhannis memberikan apresiasi atas kinerja Humas UIN Alauddin. Rektor menyebut Ismi Sabariah menjadi Humas terbaik sejak IAIN-UIN Alauddin berdiri. “Ini saya anggap sebagai kinerja humas terbaik sejauh UIN Alauddin ini hadir” puji Prof Hamdan disambut tepuk tangan yang meriah oleh hadirin dalam kegiatan pelantikan pejabat baru lingkup UIN Alauddin di Ruang Rapat Senat Gedung Rektorat UIN Alauddin. Jumat (4/9). Salah satu prestasi yang paling dibanggakan oleh Prof Hamdan adalah keberhasilan Humas UIN Alauddin dalam melakukan publikasi digital. Sehingga berhasil meraih peringkat pertama dengan subscriber channel YouTube terbanyak dalam kategori Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dan peringkat ke 14 pada tingkat Perguruan

Tinggi Negeri (PTN). Humas UIN Alauddin memang kini kian massif menyalurkan informasi melalui sosial media, seperti Instagram dan Facebook. Pada Instagram official UIN Alauddin @uinalauddin.ac.id saat ini telah memiliki 15 ribu lebih followers, sementara pada fans page Facebook telah disukai sebanyak 32 ribu pengikut. Selain itu, Humas UIN Alauddin juga memiliki majalah universum yang dapat dibaca dalam bentuk cetak dan dapat diakses dalam bentuk digital (issuu. com/majalahuniversum). Majalah ini dipublikasikan sejak 2017 lalu pada situs issuu.com dan telah dibaca oleh jutaan orang. Rektor UIN Alauddin berkomitmen akan selalu memberikan apresiasi atas kinerja dan prestasi yang diraih oleh sivitas UIN Alauddin.

“Ini sebagai wujud komitmen bagi kemajuan kampus dalam dalam periode kepemimpinan ini”. Sementara itu Humas UIN Alauddin Ismi Sabariah menganggap apresiasi yang diberikan oleh Rektor adalah bentuk dukungan dan dorongan Pimpinan kepada Tim Humas agar terus meningkatkan performa. Hal itu, lanjut Ismi, sebagaimana tertera dalam PANCACITA Rektor Bidang Akademik yaitu “Publikasi yang Aktif”. “Prestasi ini merupakan Hasil Kerjasama Team Kreatif yang baik, yang terdiri dari Para Staf Humas, Tim Web, Pustipad dan kerjasama beberapa Media Mitra UIN Alauddin yang selama ini terjalin dengan baik”, ungkap Ismi saat dihubungi via WhatsApp. Ahad (6/9). Ismi berharap semoga capaian yang diraihnya tidak selesai sampai di sini. Tetapi makin memacu semangat untuk lebih kreatif dan inovatif. “Apalagi di era Pandemi Covid-19 tentu perlu strategi khusus untuk terus meningkatkan kinerja dan Kompetensi SDM bidang kehumasan UIN Alauddin, agar visimisi, tujuan UIN Alauddin dan Pancacita Rektor dapat tercapai” tutupnya.

universum 15 M a j a l a h


Prestasi

Pelepasan 14 alumni Prodi Keperawan dan Kebidanan dari berbagai kampus akan diberangkatkan untuk bekerja di Jepang berlangsung di Ruang Rektor, Jumat, (4/12/2020).

KERJASAMA UIN ALAUDDIN DAN JEA

Lepas 14 Peserta Magang Ke Jepang Universum - Sebanyak 14 alumni Prodi Keperawan dan Kebidanan dari berbagai kampus akan diberangkatkan untuk bekerja di Jepang. Mereka adalah peserta program Care Worker kerja sama Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar dan Japan Education Academy (JEA). Pelepasan tersebut dilakukan oleh Rektor UIN Alauddin Makassar Prof Hamdan Juhannis, berlangsung di Ruang Rektor. Jumat (4/12/2020) Dalam sambutannya, Prof Hamdan menyampaikan ucapan selamat kepada para peserta yang telah mengikuti program dan akan segera diberangkatkan ke Jepang, baginya hal tersebut menunjukkan bahwa kualitas SDM generasi muda Indonesia semakin baik. Selama ini, sambung Prof Hamdan,

16

universum M a j a l a h

pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke luar negeri identik dengan pekerja yang tidak terdidik, berjadi murah dan yang menyedihkan tidak sedikit yang kerap menjadi korban perilaku tidak manusiawi.   “Program ini bisa menjadi pencetus aliran deras pengiriman Tenaga Kerja Terdidik (TKT) Indonesia, karena yang mengikuti  program ini adalah para Sarjana, sudah memiliki kemampuan standar dalam bidangnya dan telah lulus kemampuan dasar Bahasa Jepang sebelum berangkat dengan hasil tes terstandarisasi,” imbuh Rektor yang juga penulis buku Melawan Takdir tersebut. Sementara itu, Koordinator Wilayah Timur JEA, Syarifuddin Tancyo

mengungkapkan, sebelumnya sudah ada 8 orang yang lebih dahulu berangkat. Termasuk juga alumni dari UINAM. Selanjutnya Ada 14 peserta yang siap berangkat ke Jepang mulai Minggu, (6/12/2020). “Di UIN jadi tempat pembelajarannya di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN. Di sinilah mereka diberi materi dan sebagainya,” jelas Syarif, sapaannya. Program ini, kata dia, sebelumnya hanya menerima alumni keperawatan, kebidanan, dan kesehatan masyarakat. Namun, sekarang sudah dibuka lebih luas kepada seluruh alumni kesehatan. “Jadi di Makassar sudah ada. Tidak perlu lagi ke Jawa. Mulai dari pembelajaran, wawancara, sampai pemberangkatan semua di Makassar,” ungkapnya. Untuk ikut dalam program ini pun cukup murah. Hanya perlu membayar tiga juta rupiah. Itu sudah termasuk biaya pendidikan selama enam bulan. Sudah termasuk buku dan biaya nat test yang ditanggung tiga kali.


Prestasi Dua Mahasiswa Studi Agama-Agama Paparkan Hasil Penelitian di Kementrian Agama Universum - Sebagai bagian dari tahap akhir penelitian kompetitif SBKU yang dilaksanakan oleh Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan Kementrian Agama, dua mahasiswa Prodi Studi AgamaAgama Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar yang sebelumnya mendapatkan grant Penelitian dari Litbang Kemenag mendapatkan kesempatan untuk memaparkan hasil penelitiannya.   Dikarenakan Pandemi Korona yang belum berakhir, Seminar penelitian yang rencana awalnya akan dilaksanakan di Jakarta ini pada akhirnya dilangsungkan melalui aplikasi zoom.  Selama tiga hari dari tanggal 7-10 Oktober 2020, 22 Kelompok Peserta Kompetitif dan 24 Kelompok peserta penugasan bergantian memaparkan hasil temuannya. Muh. Irfan dan Kurnia yang merupakan

Muh. Irfan

mahasiswa Prodi Studi Agama-Agama pada Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar menjadi satu-satunya wakil mahasiswa yang lolos dalam grant penelitian untuk peserta kompetitif ini. Berangkat dari konsep moderasi beragama yang dibangun Kemenag, keduanya lalu meneliti tentang bagaimana pandangan mahasiswa bercadar tentang konsep moderasi beragama. Dalam temuannya, mereka menemukan bahwa cadar bukanlah penanda seseorang dapat serta merta dikategorikan sebagai orang yang tidak moderat dalam beragama. Meski isu moderasi beragama belum begitu dipahami dikalangan kelompok muslimah bercadar namun dalam keseharian, beberapa nilai-nilai moderasi seungguhnya mereka laksanakan. Meskipun dalam beberapa hal prinsipil, pemahaman mereka akan berbeda dengan indikator moderasi yang telah dibuat kemenag. Dr. Hj. Kustini, M.Si yang merupakan salah satu reviwer dalam pemaparan

penelitian ini menghargai apa yang telah dilakukan dua mahasiswa Prodi Studi Agama ini. Baginya, tema yang diangkat sangat menarik. Dan secara substantif laporannya sudah sangat memadai dan enak dibaca. Untuk ukuran mahasiswa, hal ini sangat perlu diapresiasi. Muh. Irfan, ketua tim peneliti ini awalnya tidak menyangka bahwa akan terpilih sebagai penerima grant penelitian. Apalagi dirinya harus bersaing dengan banyak nama besar. Keberhasilannya ini tidak hanya membuatnya senang namun juga membuat kedua orang tuanya ikut berbahagia. Apresiasi keduanya juga dialamatkan kepada pengelola Prodi dan dosen SAA yang terus memberikan mereka bimbingan selama proses penelitian ini dimulai dari awal hingga akhir. Kurnia, yang saat ini masih menjadi mahasiswi semester 7 Prodi SAA, mengungkapkan, kesyukurannya karena pemahaman tentang moderasi beragama justru didapatkannya di Prodi Studi Agama-Agama.  Kaprodi Studi Agama Agama UIN Alauddin, Sitti Syakirah Abu Nawas, M. Th.I mengungkapkan bahwa pencapaian dua mahasiswa SAA yang berhasil lolos dalam penelitian SKBU Litbang Kementerian Agama Pusat merupakan sebuah pembuktian bahwa SAA telah menjadi “Rumah Moderasi Beragama”. Moderasi beragama merupakan salah satu isu yang menjadi bagian dari kajian utama di Prodi Studi Agama Agama “Prodi berharap pencapaian kedua mahasiswa SAA, Irfan dan Kurnia, bisa menjadi inspirasi dan motivasi bagi temanteman mahasiswa yang lain untuk berprestasi di berbagai bidang baik akademik maupun non akademik.” ungkapnya. Dr. Muhsin, M.Th.I, Dekan Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar turut mengapresiasi sekaligus menyebutkan bahwa; “Prestasi di bidang publikasi di kalangan mahasiswa patut dibanggakan dan diapresiasi karena itu salah satu bentuk produk akademik sekaligus indikator berlangsungnya atmosfir akademik yg baik,” tutupnya.

Kurnia

17 universum17 universum M a M j aa l j aa hl a h


Prestasi Mahasiswa Pendidikan Matematika Presentasikan Penelitian di Konferensi Internasional

Akmal Riswandi peserta International Conference on Social and Humanities Approach to Islamic Studies (ICSHAIS) 2020

Universum - Akmal Riswandi mahasiswa jurusan Pendidikan Matematika mempresentasekan paper penelitiannya dalam kegiatan International Conference on Social and Humanities Approach to Islamic Studies (ICSHAIS) 2020 diadakan oleh STAI DDI Kota Makassar dan IAIN Sultan Amal Gorontalo. Konferensi internasional ini diikuti oleh puluhan peneliti muda dan peneliti senior dari  berbagai negara yang berlangsung dari tanggal 23 Oktober sampai 25 Oktober 2020. Output dari kegiatan ini akan dipublikasikan di jurnal berindeks Scopus.  Akmal Riswandi yang juga menjabat sebagai Ketua Umum HMJ Pendidikan Matematika UIN Alauddin Makassar itu mengatakan bahwa ia sangat bersyukur dan berterima kasih karena telah diberikan kesempatan untuk mempresentasikan paper dalam kegiatan yang luar biasa ini. Paper Penelitian yang di angkat oleh Akmal dalam konferensi ini adalah tentang Inovasi Media pembelajaran online yang bisa digunakan di tengah pandemi seperti saat ini khususnya, mata pelajaran Pendidikan Matematika. Ia menambahkan bahwa judul paper yang ia bawakan yaitu, Pengembangan E-Modul Berbasis Flip Book Pada Mata Pelajaran Matematika SMP Kelas VII.

Mahasiswi MD Raih Juara 1 LKTIQ pada MTQ Sulbar

Syahrana Purna Aris, Mahasiswi Jurusan Manajemen Dakwah (MD) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Alauddin Makassar meraih Juara 1 LKTIQ pada MTQ Sulbar

18

universum M a j a l a h

Universum - Syahrana Purna Aris, Mahasiswi Jurusan Manajemen Dakwah (MD) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Alauddin Makassar meraih juara satu Lomba Karya Tulis Ilmiah Qur’an pada Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara. Kegiatan yang dilaksanakan selama lima hari terhitung pada 21 hingga 25 September itu dilaksanakan dalam jaringan aplikasi via Zoom. Menurut, Mahasiswi semester Lima itu, ia akan mewakili Provinsi Sulawesi Tenggara ke tingkat Nasional yang akan dilaksanakan di Padang Sumatera Barat. “Selanjutnya, ke tingkat Nasional yang insyaaAllah akan dilaksanakan di Padang, Sumatera Barat bulan November mendatang,” katanya. Sementara itu, Bupati Kolaka Ahmad Safei yang menyaksikan penutupan MTQ secara

virtual di aula sasana praja kantor Bupati Kolaka didampingi sekda Poitu Murtopo dan sejumlah pejabat pada Jumat sore terlihat bahagia dengan kemenangan yang diraih putra putri Kabupaten Kolaka yang kembali mengharumkan nama Mekongga di bidang keagamaan. Pada kesempatan itu Bupati Dua periode itu berharap pada para pemenang lomba supaya terus mengasah kemampuan dan bakat yang dimiliki sekaligus memberikan apresiasi kepada pelatih dan pendamping yang mempersiapkan peserta dengan baik dalam menghadapi lomba hingga menghasilkan juara. “Harapan kita agar terus dibina lebih maksimal lagi untuk berprestasi lebih baik lagi. Walaupun dilaksanakan secara virtual tidak menjadi suatu alasan untuk bisa ke jenjang MTQ Nasional,” harapnya.


Prestasi

Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) peserta even The 2nd Indonesia Inventors Day

Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar Prof Hamdan Juhannis dalam video lomba Rektor/Ketua PKN Bicara Cegah dan Lawan Korupsi yang diselenggarakan Inspektorat jenderal (Itjen) Kementerian Agama RI

UIN Alauddin Raih Juara II Lomba Rektor/Ketua PTKN Bicara Korupsi Universum - Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar Prof Hamdan Juhannis berhasil memperoleh juara II dalam lomba Rektor/Ketua PKN Bicara Cegah dan Lawan Korupsi yang diselenggarakan Inspektorat jenderal (Itjen) Kementerian Agama RI, pengumuman resmi peraih juara lomba tersebut diumumkan lewat akun resmi media sosial Itjen Kemenag RI, Selasa (17/11/2020). Mendapat informasi tersebut, Kepala Sub Bagian Humas UIN Alauddin Makassar Ismi Sabariah mengungkapkan kebahagiaanya, baginya capaian itu merupakan hasil kerjasama tim yang terlibat dalam proses produksi video Rektor UIN Alauddin bicara korupsi yang berjudul Perguruan Tinggi Melawan Korupsi. “Ini berkat kerjasama tim, sekali lagi selamat buat tim Humas UIN Alauddin” Sementara itu, Prof Hamdan menyampaikan apresiasinya kepada Itjen Kemenag RI yang telah menghelat lomba tersebut, menurutnya kompetisi

itu membuat para pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan semakin belajar tentang seluk beluk prilaku korupsi dan cara mencegahnya. Prof Hamdan melanjutkan bahwa dengan mengartikulasikan kiat-kiat pencegahan korupsi paling tidak menjadi proses untuk menggugah nurani para pimpinan perguruan tinggi untuk secara aktif melakukan berbagai soft approach untuk menciptakan clean governance yang tentunya banyak ditentukan oleh clean university governance. “Selaku Rektor kami bersyukur bisa mendapatkan juara dua yang tentunya juga menjadi kado yang kami berikan pada UIN Alauddin yang memperingati miladnya yang ke 55, terima kasih kepada Tim Humas yang telah bekerja maksimal”. Prof Hamdan berharap capaian ini akan semakin memotivasi untuk menjadikan kampus yang ia pimpin sebagai model bagi hadirnya tata kelola kampus yang memiliki jadi diri berintegritas.

Farmasi UIN Alaudin Raih Bronze Medali di Even Indonesia Inventors Day Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Alauddin mendulang prestasi dalam even The 2nd Indonesia Inventors Day (IID). Mahasiswa tersebut adalah Nurul Atika Jaya, Nurfajri Syamsi, Nur Afiah Alfrianti Nur, St Musdalifah Nur Sahabuddin. Kegiatan ini dilaksanakan 27 hingga 29 November 2020 secara virtual via zoom. Keempat mahasiswa tersebut membuat inovasi yang diberi nama Glyvita As A Healty Snack To Prevent Stunting (GLYVITA). Inovasi tersebut mendapatkan bronze medali pada kategori World Invention And Technology Expo (WINTEX). Ketua Tim Lomba, Nurul Atika Jaya menjelaskan GLYVITA merupakan makanan ringan yang dibuat khusus untuk anak-anak yang mengalami stunting, hal ini terinspirasi dari sekitar kampung halamannya dimana banyak anak-anak yang menderita gizi buruk. “GLYVITA terbuat dari kedelai, kacang hijau, dan ubi ungu yang dibuat dalam bentuk sereal. Cara penyajiannya pun sangat mudah, cukup diseduh dengan air panas lalu didiamkan beberapa menit kemudian siap untuk dikonsumsi,” katanya. Adapun persiapan yang dilakukan Atika bersama timnya dalam mengikuti even utu berlangsung selama satu bulan sejak Oktober, dimulai proses pendaftaran, seleksi kelayakan inovasi, hingga presentase online yang dilakukan pada 27 – 28 November dan pengumuman award pada 29 November 2020.

universum 19 M a j a l a h


Prestasi

Laode Agustino Saputra Mahasiswa wisudawan terbaik satu dengan IPK 4.0

Jadi Wisudawan Terbaik,

Laode Agustino Saputra Raih IPK 4.0 Universum - Laode Agustino Saputra Mahasiswa asal Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara itu menjadi Wisudawan Terbaik pada Rapat Senat Terbuka Luar Biasa Wisuda Angkatan 87 di Hotel Sultan Alauddin, Training Center, Jalan Sultan Alauddin Makassar. Rabu (23/09/2020) Ia berhasil menyelesaikan pada program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Alauddin dengan Indeks Predikat Kumulatif 4.00. Anak ke 7 dari 9 bersaudara ini menyelesaikan studinya dengan Judul skripsi Pengaruh Buerger Allen Exercise Terhadap Sirkulasi Perifer Ekstremitas Bawah Pasien Diabetes Melitus: A Literature Review. Laode panggilan akrabnya dikenal sabar dan santun ini menjadikan proses dalam menuntut ilmu adalah rangkaian

20

universum M a j a l a h

ibadah. Tekadnya yang kuat, menjadi motivasi tersendiri dalam menggapai cita citanya, walupun ia rela nginap di salah satu masjid. “Belajar keras dan berdoa kepada Allah Ta’ala. Jadikan proses menuntut ilmu sebagai ibadah kepada Allah, sehingga akan membuahkan hasil yang terbaik,” katanya kepada Reporter. Sabtu (26/90/2020) Selain kuliah, Laode juga aktif berorganisasi seperti HMJ Keperawatan, SEMA FKIK, Forum Kajian As-Sunnah, SCLERA, FLP ranting UIN Alauddin, UKM RITMA, Volunteer LKC Dompet Dhuafa. Menurut Dia selama kuliah tak pernah satupun alpa dalam proses pembelajaran. Untuk mengimbangi kuliah dan organisasi, Ia pakai skala prioritas. “Biasanya pakai skala prioritas yang mana dulu agenda di organisasi yang lebih penting dan target

juga misalnya tahun pertama masuk organisasi ini. Tahun kedua jadi pengurus, atau masuk organisasi itu. Yang penting organisasi yang dimasuki itu sesuai dengan visi misi dan passion kita kak supaya enak juga dijalankan dengan hati,” ujarnya. Dia menambahkan kuliah dan belajar di ruang kelas tetap jadi nomor satu. Menurut dia semua kuliah itu bagus. “Semua ilmu yang diberikan oleh dosen sangat bagus, bermanfaat dan membuka cakrawala keilmuan. Tapi yang paling berkesan itu adalah Kuliah Riset dan Penelitian, sama Biostatistik,” bebernya. Rencana kedepan dari Anak pasangan La Ode Marisi dan Wa Ode Ndoisa adalah Masih sementara lanjut profesi Ners. “Insyaa Allah mau cari pekerjaan atau lanjut studi ke jenjang berikutnya. Doakan yang terbaik,” ungkapnya.


Prestasi

Jurusan Farmasi Fakultas Kedokteran berhasil meraih Penghargaan Silver Medali Pada Ajang International Science dan Invention Fair 2020

Jurusan Farmasi Raih Silver Medali Pada Ajang ISI Fair Universum - Sebanyak tujuh mahasiswa jurusan Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Alauddin Makassar berhasil meraih penghargaan Silver Medali Pada Ajang International Science dan Invention Fair 2020. Kegiatan tersebut diadakan oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA) bekerja sama dengan Indonesian Internasional Institute For Life Science (I3L) yang berlangsung secara virtual. Senin (15/11/2020) Tim yang diberi nama Ana Ogi tersebut masing-masing semester tujuh yaitu Adrian jaya, Iyan Ariya, Alif setiawan amran, Reti Dayanti, Nurul Muamanah Amal serta Nurul

Atika Jaya, sementara Apt. Alwiyah Nur Syarif.M.Si sebagai Advisor. Advisor Tim Apt. Alwiyah Nur Syarif.M.Si menjelaskan bahwa tim ini membawa kearifan lokal pada produk yang dibuat atau disebut Tea ogi. “Event ini tentu sangat bermanfaat untuk mahasiswa kami agar bisa belajar dalam berkompetisi. Meskipun berlangsung secara online, mereka mampu mempersiapkan dan mengikuti kegiatan dengan penuh semangat,” katanya. Alwiyah menambahkan bahwa Event ini menjadi ajang belajar sekaligus untuk mengasah kompetensi yang mereka telah peroleh diperkuliahan. “Saya berharap mahasiswa kami mampu menjadi

katalisator antusiasme mahasiswa bidang lain terkhusus dikampus kami agar mengikuti kegiatan serupa,” harapnya. Ketua Tim Adrian Jaya menuturkan bahwa pada ajang tersebut Ana Ogi mengikutkan produk berupa Tea Ogi yang terbuat dari daun sirsak dan rambut jagung yang bisa digunakan sebagai alternatif pengobatan diabetes. “Alhamdulillah tim kami mendapatkan penghargaan silver medali untuk kategori others university. Meskipun diadakan secara online kami sangat senang atas berbagai pengalaman selama event ini berlangsung,” ucapnya. Ia juga berharap agar pandemi ini cepat berlalu dan mereka bisa tetap berpartisipasi di kegiatan berikutnya untuk membawa nama baik Farmasi dan UIN Alauddin. Dalam kegiatan ini terdiri dari beberapa kategori yaitu life science, environmental, technology, Physics, Energy, Engineering, and Other yang di ikuti oleh siswa SD, SMP, SMA dan juga Mahasiswa dari 30 negara dengan jumlah peserta 400 tim.

universum 21 M a j a l a h


Prestasi

Khairidha Azis,

Mahasiswi Kesehatan Masyarakat Raih Juara 2 Lomba Da’i Hari Santri se Nusantara Khairidha Azis, Mahasiswi Jurusan Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Alauddin Makassar berhasil meraih juara II pada lomba Da’i dalam Kompetisi Video Hari Santri se Nusantara (KVHS) yang dihelat secara virtual mulai 7 hingga 22 Oktober. Mahasiswi semester lima itu mengatakan, motivasi mengikut lomba tersebut, ingin memberikan yang terbaik untuk kampus UIN Alauddin. “Motivasi saya mengikuti lomba, ingin menguji dan ingin mengetahui sampai dimana kemampuan serta tentunya meharumkan nama UIN,” ucapnya. Ia menambahkan, hanya memerlukan waktu tiga hari persiapan mulai dari menghafal teks hinggal pengambilan video untuk diikutkan lomba. “Persiapan lombaku hanya tiga hari mengahafal untuk take video,” katanya. Selain itu, ia juga menceritakan proses penyeleksiannya yang begitu ketat mengingat jumlah pendaftar mencapai ratusan orang dari berbagai wilayah Indonesia. Walaupun begitu, ia mampu bersaing dan memperlihatkannya hingga tahap akhir dengan perolehan juara yang berhasil dicapainya. “Yang mendaftar ada 500 peserta dan saya alhamdulillah salah satu yang lolos masuk ke 20 besar. Setelah itu, diseleksi lagi dengan like dan viewers nya. Alhamdulillah, masuk ke tiga besar. Kemudian berlanjut menghapal sebanyak dua tema yang ditentukan oleh dewan juri dan Alhamdulillah dapat juara dua dengan penilaian juri seperti ini,” pungkasnya. Diketahui, Kegiatan tersebut digelar Pondok Pesantren Daaru Mukminin Doping adalah salah satu dari lembaga yang membina santri dan mengadakan kompetisi video tingkat nasional sebagai rangkaian kegiatan untuk menyemarakkan Hari Santri yang jatuh pada tanggal (22/10) kemarin.

22

universum M a j a l a h

Ibrahim Tasrikh Syafaat Assawala,

Kenalkan Adab Bersosial Media, Mahasiswa Farmasi Raih Juara 1 Lomba Poster Nasional Ibrahim Tasrikh Syafaat Assawala, Mahasiswa Program Studi Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Alauddin Makassar berhasil meraih Juara 1 Lomba Poster pada Pekan KeIlmuan Nasional (PIN) 2020. Kegiatan itu diselenggarakan Forum Studi Islam (FSI) Fakultas Psikologi (FPsi) Universitas Negeri Makassar (UNM). Pekan Keilmuan Nasional merupakan ajang perlombaan tingkat Nasional yang mengusung tema “Implementasi Khazanah Psikologi Islam sebagai Solusi Problematika Umat”. Dalam posternya Ibrahim mengangkat tema “Adab Bermedia Sosial sebagai solusi mengurangi dampak Psikologi pada Remaja”. Alasan mengambil topik itu menurutnya melihat masyakarat dewasa khususnya kaum remaja saat ini sangat akrab berdampingan dengan Media Sosial. Remaja dan Media Sosial adalah dua kosa kata yang satu dan tidak bisa dipisahkan. “Nah hal ini terkadang juga berdampak terhadap Psikis dan Psikologi remaja itu sendiri. Oleh karena itu Remaja yang cerdas mestinya dituntut untuk memiliki pengetahuan dan kemampuan etis sebagaimana yang dituntunkan dalam Al-Quran dalam berbagai Akhlakul Karimah yang kontekstual dalam menggunakan Media Sosial itu sendiri,” ungkapnya. Ia menambahkan tujuan kegiatan itu diharapkan dapat memperkarya pengetahuan dan pemahaman terkait dengan psikologi Islam dan Implikasinya terhadap problematika umat. “Kegiatannya ada Webinar tentang Kesehatan mental dan Problematika umat, adapun mata Lomba yang buka terdiri dari Lomba Essay dan dan Poster khusus mahasiswa. Setelah melalui tahap penjurian pada 11-14 November hasil lomba tersebut diumumkan dengan pengumuman pemenang tiap kategori lomba via daring. Mahasiswa yang juga karyanya pernah terpilih sebagai Logo Kabinet Dema UIN Alauddin 2020 membeberkan sangat bangga bisa berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. “Saya berharap agar kaum remaja dapat memfungsikan sosial media secara bijak untuk mengakses dan berbagi informasi secara fungsional,” tutupnya. (*)


Prestasi Rektor UIN Alauddin Prof Hamdan Juhannis Infografis 15 PTKIN dengan jurnal terakreditasi nasional terbanyak

JADI PTKIN DENGAN JURNAL TERAKREDITASI NASIONAL TERBANYAK,

Rektor Akan Beri Apresiasi Khusus Rumah Jurnal UIN Alauddin Makassar menjadi peringkat pertama dengan Jurnal Terakreditasi Nasional terbanyak dalam lingkup Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Hal tersebut sebagaimana dirilis oleh laman http:// sinta.ristekbrin.go.id dan SK Akreditasi Periode II Tahun 2020 pada Jumat (18/09/2020). Menanggapi hal itu, Rektor UIN

Alauddin Prof Hamdan Juhannis menyampaikan apresiasi atas capaian para pengelola jurnal yang menjadikan UIN Alauddin sebagai PTKIN dengan jurnal terakreditasi Sinta yang paling banyak, sekaligus sebagai prestasi yang ditorehkan oleh bidang akademik UIN Alauddin. Hal tersebut, sambung Prof Hamdan, tidak terlepas dari komitmen prodi-prodi

yang ada untuk meningkatkan kinerja akademik dan riset mereka dan tentunya mewujudkan apa yang digariskan dalam pancacita, yaitu prodi yang unggul. Prof Hamdan menambahkan bahwa capaian itu juga berkat kontribusi rumah jurnal UIN Alauddin yang selalu menjadi motor lahirnya jurnal-jurnal baru di UIN Alauddin. Selanjutnya bagaimana pencapaian secara kuantitas ini diimbangi dengan peningkatan kualitas dan grade jurnal. “Selaku Rektor, saya mendukung setiap langkah bagi pengelola jurnal untuk memperbaiki performa jurnal mereka. Kami bahkan akan memberi apresiasi khusus bagi pengelola jurnal yang berhasil mengantar jurnalnya ke level Sinta 1, terlebih lagi scopus” ungkap Guru Besar Sosiologi UIN Alauddin tersebut. Sementara itu Wakil Rektor I Bidang Akademik UIN Alauddin Makassar Prof Mardan mengungkapkan kesyukuran atas prestasi tersebut, menurutnya capaian itu berkat kerja profesional para pengelola jurnal yang senantiasa bekerjasama dengan Tim Task Force Jurnal Internasional UIN Alauddin. Karena itu, sambung Prof Mardan, Sivitas Akademika UIN Alauddin patut berbangga dan lebih banyak lagi bersyukur kepada Allah swt, terutama terhadap para Pimpinan, semoga mampu memberi apresiasi dan penghargaan dalam bentuk reward untuk memotivasi kinerja yang lebih profesional menuju akreditasi jurnal internasional. “InsyaAllah kemungkinan besar tahun 2021 akhir sudah ada yang berhasil sesuai dengan target semula, teruntuk para Dosen, kami himbau untuk meningkatkan kreativitas dan produktivitasnya dalam penulisan artikel ilmiah untuk mengisi 39 jurnal terakreditasi SINTA sebagai wadahnya yang telah disiapkan oleh institusi tercinta” pungkas Prof Mardan.

universum 23 M a j a l a h


www.uin-alauddin.ac.id

HMJ Pendidikan Dokter Gelar Alauddin Biomedical Olimpiade

Sekretaris Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora RI Dr. Amar Ahmad saat memberi Kuliah Umum di FDK UIN Alauddin (6/11/2020)

Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora RI

Beri Kuliah Umum di FDK Universum - Sekretaris Deputi Pengembangan Pemuda Kementrian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) Dr H Amar Ahmad, M Si membawakan Kuliah Umum di Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar. Kegiatan itu bertajuk ‘Peluang dan Tantangan Mahasiswa Menjadi Enterpreneur Pemuda di era 4.0’ dilaksanakan di Ruang Rapat, Gedung Rektorat Lantai I, Jumat, (6/11/2020). Dalam kegiatan tersebut hampir dihadiri oleh seluruh jurusan yang ada di Fakultas Dakwah dan Komunikasi. Kisaran 20 mahasiswa yang mengikuti kuliah umum secara luar jaringan (luring) dan sebanyak 300 lebih mahasiswa yang mengikutinya secara daring. Dosen yang juga alumni FDK itu dalam pemaparannya sedikit menyinggung terkait pemuda Milenial saat ini. Ia mengatakan pemuda saat ini harus bisa berkembang dan lebih kreatif dalam penerapan hidupnya. Pemuda harus bisa menjadi enterpreneur muda agar bisa berkembang di era saat ini. “Sekarang yang dibutuhkan itu pemuda yang kreatif, yang memiliki inovasi untuk maju, bukan hanya sekadar gaya saja,” tegas Dr. H Amar

24

Ahmad M.Si selaku pembicara pada kuliah umum kewirausahaan. Selain itu Amar juga menyinggung sedikit terkait produk lokal yang sudah lebih unggul di wilayah lain. Dirinya mengungkap bahwa produk-produk lokal Makassar saat ini sudah banyak dikalahkan oleh produk-produk daerah luar. Sebagai pemuda Makassar harus bisa bangkit dan meningkatkan produksi dan juga packing yang menarik agar bisa bersaing. “Saya kadang berfikir, kok bisa produk lokal lebih terkenal dan unggul di Wilayah lain ketimbang wilayah sendiri,” tuturnya. Bukan hanya itu saja, Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora RI tersebut juga berharap agar kampus UIN Alauddin Makassar bisa juga turut membangun jaring wirausaha kepada mahasiswa. “Untuk saat ini kampus-kampus umum, khususnya UIN diharapkan untuk bisa membangun jaring wirausaha,” harapnya. Untuk diketahui, kegiatan kuliah umum kali ini tidak hanya sekadar dihadiri oleh mahasiswa saja, melainkan turut hadir pula Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Dr. Firdaus Muhammad, MA serta dosen-dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi yang lainnya.

universum M a j a l a h

Pelaksanaan Biomedical Olimpiad (ABO) 2020 yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK).

Universum - Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) menggelar Alauddin Biomedical Olimpiad (ABO) 2020. Kegiatan ini mengusung tema Respiratory Disease. Ketua Panitia, Kurniawan Arham Thaief menuturkan bahwa kegiatan ABO tahun ini memiliki perbedaan hanya dua cabang lomba yakni, olimpiade kedokteran dan juga video edukasi. “Di tahun ini mungkin sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya, terlebih kegiatan ini dilakukan secara virtual sehingga kami membuat dua cabang lomba,” ucapnya. Lanjut, ia mengatakan, cabang lomba video edukasi dikaitkan dengan kondisi saat ini Covid-19. “Kondisi seperti ini dijadikan benang merah dengan mengaitkan cabang perlombaan yaitu membuat video edukasi yang berhubungan dengan masa pandemi dan oliampiade dengan tema respiratory disease,” tambahnya. Sementara itu, Ketua HMJK Ahmad Fari Arief Lopa menuturkan bahwa ABO berawal dari antusias anak- anak SMA yang ingin melanjutkan pendidikan di Kedokteran. “Melihat antusias anak-anak SMA untuk bergelut melanjutkan pendidikan di kedokteran sehingga kami melihat ini bukan sekadar harapan tapi kami wujudkan keinginan adik-adik kita dengan melaksanakan ABO ini, dengan berbagai kegiatan yakni lomba olimpiade kedokteran, keliling kampus di kedokteran, seminar ilmu kedokteran, dan masih banyak lainnya,” paparnya. Ahmad juga berharap melalui kegiatan ini kedokteran UIN Alauddin bisa dikenal luas oleh masyarakat. “Dan kami juga berharap kedokteran UIN Alauddin bisa dikenal luas masyarakat terkhusus siswa SMA,” harapnya.


www.uin-alauddin.ac.id

Dirjen Pendis Kemenag RI, Prof Dr H Muh Ali Ramdani foto bersama dengan Pimpinan UIN Alauddin usai membawakan kuliah umum Dalam Rangka Dies Natalis UIN Alauddin Makassar ke-55”. Kuliah umum ini berlangsung di Ruang Rapat Senat Kampus II UIN Alauddin Makassar, Kamis (5/11/2020).

Dirjen Pendis Kemenag RI Bawakan Kuliah Umum di UIN Alauddin Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar menggelar kuliah umum bertema “Menguatkan Literasi IT Menuju Perguruan Tinggi Yang Memiliki Daya Saing dan Daya Sanding Dalam Rangka Dies Natalis UIN Alauddin Makassar ke-55”. Kuliah umum ini berlangsung di Ruang Rapat Senat Kampus II UIN Alauddin Makassar, Kamis (5/11/2020). Kuliah umum tersebut dibawakan langsung oleh Prof Dr H Muhammad Ali Ramdani, Dirjen Pendis Kemenag RI. Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof H Hamdan Juhannis, dalam sambutannya mengatakan bisa bersaing atau berkompetisi dan bisa bersanding, para dosen atau pendidik hendaknya dibekali dengan literasi. Di masa pandemi Covid-19 para dosen atau pendidik bisa dibekali penguatan literasi. Dengan hal itu bisa menghasilkan dengan baik. Ia juga melaporkan bahwa proses pembelajaran dengan daring berjalan dengan maksimal. “Alhamdulillah dengan upaya menggenjot akreditasi baik akreditasi jurnal. Tentu ini bersifat kauntitatif,” ujarnya.

“Ini adalah sebuah pencapaian dan Pak Dirjen mengakui itu bahwa prodi-prodi seperti Teknik Arsitektur itu berat dan pencapaian kelas. Kita bukan kaleng-kaleng,” bebernya. “Saya mengatakan kepada semua prodi-prodi bahwa Teknik Arsitektur adalah kebangkitan prodi-prodi di UIN Alauddin,” lanjutnya. Sementara, Dirjen Pendis Kemenag RI, Prof Dr H Muh Ali Ramdani mengapresiasi terhadap prestasi yang telah ditorehkan oleh UIN Alauddin. “Saya meyakini kampus peradaban ini telah menjadi sebuah sebagai episentrum,” ucapnya. Dia menjelaskan, menjastivikasi kebenaran harus mempunyai kemampuan literasi. Literasi adalah bagian penting. “Kemampuan kita cepat membaca adalah kamampuan itu menjadi bagian penting dalam literasi. Proses pencapaian literasi itu tergantung dari kita,” ujarnya. Keunggulan bersaing bangsa kita, kata dia, terletak pada tiga bagian, yang pertama kekuatan pasang, kedua stabilitas makro ekonomi, dan ketiga adalah dinamika pasar.

Sementara titik-tik lemah pada ruang inovasi, pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. “Jadi ketika kita coba memetakan bahwa dimana posisi Indonesia unggul, sesungguhnya Indonesia unggul pada poros sumber kekuatan alam. Jadi Indonesian ini dipandang sebagai punya keunggulan karena jumlah orangnya banyak. Jangan tidak diperhitungkan banyak potensial dan kemudian dinamika pasar relatif stabil,” ungkapnya. “Ketika membahas literasi kemampuan baca, saya merekronstruksi saya pribadi berapa buku yang telah habis dibaca dalam sebulan ini. Hobi boleh menulis tapi jagan lupa membaca. Kita itu terlalu percaya diri dengan ilmu yang kita miliki. Sebetulnya ilmu yang kita miliki sangat lawas. Jadi hari ini untuk meningkatkan kapasitas kita saya ingin mengajak semua untuk kembali membaca,” ujarnya. Dia mengungkapkan, bahwa ada berkah dari musibah pandemi Covid ini memicu untuk menghadirkan proses pendidikan yang memanfaatkan IT sebagai bagian proses penerima pendidikan dan memicu memanfaatkan teknologi sebagai pilar utama dalam peradaban. “Untuk dukungan dari sistem LMS (leadig model sistem) pada satu sisi, disisi lain kita mencoba skema bantuan dalam bentuk kouta mahasiswa maupun dosen,” pungkasnya.

universum 25 M a j a l a h


www.uin-alauddin.ac.id

Inspektur Jenderal Kementerian Agama RI Dr Deni Suardini menyampaikan sosiaisasi kebijakan pengawasan Inspektorat Jenderal sekaligus pembinaan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup UIN Alauddin Makassar. Jumat (4/12/2020).

Irjen Kemenag RI Sosialisasikan Kebijakan Pengawasan di UIN Alauddin Universum - Inspektur Jenderal Kementerian Agama RI Dr Deni Suardini melakukan sosiaisasi kebijakan pengawasan Inspektorat Jenderal sekaligus pembinaan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup UIN Alauddin Makassar bertempat di Ruang Rapat Senat Gedung Rektorat Kampus II UIN Alauddin. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Rektor, para Wakil Rektor, Dekan dan Wakil Dekan, Ketua Lembaga serta para Ketua Prodi sejajaran UIN Alauddin Makassar. Jumat (4/12/2020) Rektor UIN Alauddin Prof Hamdan Juhannis menyampaikan ucapan selamat datang dan terima kasihnya pada Dr Deni Suardini yang untuk kali pertama mengunjungi kampus peradaban tersebut

26

universum M a j a l a h

setelah diamanahi menjadi Inspektur Jenderal Kemenag RI. Prof Hamdan berharap kehadiran Dr Deni menjadi momentum bagi UIN Alauddin agar semakin memantapkan performanya menuju good and clean university governance. Sementara itu, Dr Deni Suardini menyampaikan bahwa Inspektorat Jenderal (Itjen) memiliki tugas untuk melakukan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Agama. Adapun fungsi Itjen Kemenag, lanjutnya, pertama, menyiapkan perumusan kebijakan pengawasan intern di lingkungan Kemenag. Kedua melakukan pengawasan terhadap kinerja dan keuangan melalui audit, review, evaluasi dan pemantauan. Ketiga, melaksanankan

pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan menteri agama. Keempat, menyusun hasil laporan pengawasan dan Kelima, pelaksanaan administrasi inspektorat jenderal. “Pengawasan intern difokuskan pada isu srategis atau program prioritas pembangunan nasional yang bersifat pencegahan dan pemberantasan korupsi,” paparnya. Selain itu, tambah Dr Deni, strategi pengawasan yang dilakukan adalah penguatan kapasitas Internal Itjen Kementerian Agama, berupa penguatan kompetensi SDM Itjen dan ketaaatan terhadap standar dan SOP berbasis risiko, peningkatan kapasitas Information and Communication Technology (ICT). “Adapun Pengawasan Intern atas penyelenggaraan tugas dan fungsi dan pengelolaan keuangan pada PTKN dilakukan Itjen untuk memberi nilai tambah atas efektifitas SPIP dan Manajemen Risiko guna mendorong terciptanya Good University Governance (GUC),” tandasnya.


www.uin-alauddin.ac.id

Foto bersama dengan Direktur Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama RI Prof Kamaruddin Amin setelah menyampaikan kuliah umum di hadapan civitas akademika UIN Alauddin Makassar . Jumat (4/12/2020)

Beri Kuliah Umum di UIN Alauddin Makassar

Dirjen Bimas Islam Dorong Penguatan Peran Keumatan dan Kebangsaan Universum - Direktur Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama RI Prof Kamaruddin Amin menyampaikan kuliah umum di depan civitas akademika UIN Alauddin Makassar dengan tema Positioning Perguruan Tinggi Dalam Isu-isu Keumatan dan Kebangsaan yang digelar di Ruang Rapat Senat Gedung Rektorat UIN Alauddin Makassar. Jumat (4/12/2020) Rektor UIN Alauddin Prof Hamdan Juhannis dalam sambutannya memberi apresiasi pada Dirjen Bimas Islam yang

telah menyempatkan waktunya untuk hadir memberi pencerahan kepada civitas akademika UIN Alauddin Makassar. Apalagi, lanjut Prof Hamdan, tema yang diangkat sangat sesuai dengan situasi aktual yang terjadi, dimana dinamika sosial politik beririsan dengan isu-isu keagamaan dan perguruan tinggi harus mengambil peran untuk merespons fenomena tersebut. “Sebagai akademisi, kita harus aktif merespons berbagai isu-isu aktual yang terjadi di tengah-tengah masyarakat, agar

perguruan tinggi tidak hanya duduk di atas menara gading dan berjarak dengan persoalan keumatan dan kebangsaan,” tandasnya. Sementara itu Prof Kamaruddin memaparkan pentingnya peran perguruan tinggi khususnya PTKIN dalam mewarnai dinamika keumatan dan kebangsaan. Menurutnya, di sejumlah negara-negara muslim, perguruan tinggi memegang peran kunci dalam membentuk paham keagamaan masyarakat. Olehnya, lanjut Prof Kamaruddin, moderasi beragama sebagai salah satu visi kementerian agama kini, harus menjadi salah satu agenda kunci perguruan tinggi keagamaan. Para akademisi harus aktif mengisi wacana publik dengan mengarusutamakan isu-isu moderasi melalui media informasi yang dengan mudah diakses oleh masyarakat luas, khususnya generasi milenial. “Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa generasi milenial jarang yang membaca buku atau karya yang ditulis oleh para dosen di perguruan tinggi, hal ini harus menjadi koreksi terhadap kiprah kita selama ini” ungkap mantan Dirjen Pendis Kemenag RI tersebut. Prof Kamaruddin menambahkan, bahwa perkembangan dunia digital menjadi tantangan bagi pandangan keagamaan washatiyah, karena menurutnya saat ini otoritas keagamaan telah mengalami pergeseran, banyak orang yang belajar agama melalui media sosial, sehingga tidak lagi merujuk pada para pakar di perguruan tinggi yang memahami agama secara mendalam. “Umat Islam di Indonesia ini berjumlah ratusan juta, jika kita hanya menulis di Jurnal, kira-kira yang bisa mengakses dan membacanya berapa orang?,” tanyanya. “Tentu menulis di jurnal-jurnal internasional yang terindeks scopus sangat penting, namun kita juga harus aktif mengisi ruang-ruang keumatan baik di media sosial maupun di tengah kehidupan real masyarakat” pungkas Guru Besar UIN Alauddin itu. Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas dan fakultas, guru besar, para dosen dan mahasiswa UIN Alauddin, baik secara luring maupun daring melalui live streaming di kanal media sosial UIN Alauddin Makassar.

universum 27 M a j a l a h


www.uin-alauddin.ac.id

Foto bersama Pimpinan UIN Alauddin Makassar dengan peserta Kuliah Kerja Nyata Dari Kampung (KKN-DK) Angkatan 64 di Kabupaten Bulukumba. Sabtu (07/11/2020).

Pimpinan UIN Alauddin Kunjungi Mahasiswa KKN-DK Universum - Sejumlah Pimpinan UIN Alauddin Makassar mengunjungi Mahasiswa yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Dari Kampung (KKNDK) Angkatan 64 di Kabupaten Bulukumba. Mereka adalah Dekan Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF) UIN Alauddin, Dr Muhsin Mahfudz, M Th I, Dosen Pembimbing, Dr Hj Rosmini Amin MA beserta BP KKN Andi Ariyanti, S Hi. Kunjungan itu  dilaksanakan di aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten

28

universum M a j a l a h

Bulukumba. Sabtu (07/11/2020) Kunjungan tersebut bertujuan untuk melaksanakan monitoring dan evaluasi terhadap proses pelaksanaan KKN-DK. Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Bulukumba, Dr H Muh Ali Yafie, M Pd I, mengapresiasi kehadiran mahasiswa KKN-DK.  “Selain sebagai tugas akademik, KKNDK sangat strategis bagi pengembangan kemitraan antara kampus dengan Kementerian Agama, khususnya

penguatan Pondok Pesantren, TPA/TKA dan Majelis Taklim,” jelasnya. Ia mendorong Mahasiswa bermitra dengan KUA setempat dalam rangka membantu penyelesaian itsbat pernikahan, suatu upaya untuk pencatatan kembali pernikahan siri dan pernikahan dini yang telah cukup umur agar mendapat pengakuan negara. Sementara itu, Dekan FUF UIN Alauddin Dr Muhsin Mahfud M Ag menekankan KKN-DK di masa pandemi memiliki keunikan dan tantangan tersendiri yang tidak dimiliki oleh KKN sebelumnya. Eks Ketua Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir itu mengingatkan tiga hal yang sangat substantif selama Ber-KKN. Pertama, KKN itu merupakan kesempatan terbaik untuk mengasah keterampilan hidup (life skill), di mana mahasiswa bersentuhan langsung dengan masyarakat secara nyata.  Kedua, KKN itu momentum di mana kompetensi personal, sosial dan kepemimpinan diuji di tengah masyarakat. Ketiga, suksesnya kegiatan KKN sangat


www.uin-alauddin.ac.id

Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum dan Perencanaan Keuangan (AUPK) Dr Wahyuddin M Hum didampingi oleh Ibnu Hajar Yusuf, S Sos M I Kom selaku pembimbing mengunjungi Mahasiswa KKNDK Zona Makassar 1. Selasa (10/11/2020).

ditentukan oleh keterlibatan secara aktif antara mahasiswa dengan masyarakat (community engagement). Pada kesempatan yang sama, Mahasiswa KKN-DK menyampaikan program kerjanya, baik yang sudah terlaksana maupun yang belum. Prinsipnya, program kerja mahasiswa telah mencakup bidang pendidikan, sosialbudaya, keagamaan, Kewirausahaan, kesehatan dan lingkungan. Bidang pendidikan, mahasiswa telah melakukan pembinaan TPA/TKA, pendampingan pembelajaran daring dan luring di Sekolah. Bidang sosial budaya, mahasiswa telah melakukan pelatihan seni tari untuk melestarikan budaya setempat. Bidang keagamaan, Mahasiswa memprogramkan Festival Anak Saleh. Bidang Kewirausahaan, mahasiswa menggandeng Balai Latihan Kerja (BLK) Kementerian Tenaga Kerja untuk memberikan pelatihan keterampilan menjahit bagi santri Pondok Pesantren AlFatihah. Bidang kesehatan, mahasiswa telah melakukan penyemprotan cairan disinfektan pada masjid dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Sedang, bidang lingkungan, mahasiswa dan masyarakat melaksanakan Jumat Bersih secara reguler. Dosen Pembimbing sangat

mengapresiasi program kerja mahasiswa yang sangat kreatif dan strategis. Dr. Rosmini Amin mengingatkan bahwa sangat penting mempertimbangkan sustainability (keberlanjutan) dari setiap program kerja. Selain itu, mahasiswa harus memastikan bahwa program kerja berpihak kepada masyarakat agar terasa keterlibatan bersama dalam mewujudkan tujuan bersama.  “Jangan lupa merespons masukan Kemenag Bulukumba tentang keterlibatan Mahasiswa dengan penyuluh dalam melakukan sosialisasi Anti pernikahan dini dan penyelesaian itsbat nikah,” pungkasnya. Sepanjang acara monev, Mahasiswa dan seluruh yang hadir sangat antusias dan tetap menjalankan protokol kesehatan secara ketat. WAKIL REKTOR II UIN ALAUDDIN KUNJUNGI MAHASISWA KKN-DK ZONA MAKASSAR 1 Sementara KKN-DK Zona Makassar dikunjungi oleh Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum dan Perencanaan Keuangan (AUPK) Dr Wahyuddin M Hum didampingi oleh Ibnu Hajar Yusuf, S Sos M I Kom selaku pembimbing mengunjungi Mahasiswa KKN-DK Zona Makassar 1. Selasa (10/11/2020). Dalam kunjungan tersebut,

Wahyuddin menyampaiakan pentingnya Mahasiswa memanfaatkan waktu dan adaptasi lingkungan tempat Mahasiswa mengaktualkan Tri Dharma Perguruan Tinggi. “Perlunya kita senantiasa menyesuaikan diri pada lingkungan dimana kita berada. Apalagi, di kala pandemi seperti ini, sangat perlu disesuaikannya berbagai program kerja dengan kebutuhan masyarakat sekitar dan tetap menyesuaikan dengan protokol kesehatan,” ucap Wahyuddin. Ia menambahkan bahwa “Mengingat waktu ber-KKN akan segera berakhir, teman-teman jangan terlena oleh waktu yang ada. Selepas KKN atau bahkan mengisi waktu yang tersisa ini, mulailah penyusunan laporan terkait KKN teman, dan juga bisa sesegera mungkin menyelesaikan studinya selepas dari berKKN ini.” Selain itu, Ia berharap untuk peserta KKN DK selalu menjaga hubungan baik dengan para stakeholders yang ada. “Tentunya kelancaran segala kegiatan kita, ada para stakeholders yang mendukung, baik itu dari pihak Kampus ataupun dari pihak Pemerintah setempat dan lain sebagainya. Tetap jaga silaturahmi dengan para stakeholders tersebut baik itu selama ber-KKN ataupun selepas KKN ini,” pesannya. Terakhir Ia mengingatkan untuk menyelesaikan proker yang telah diprogram. “Proker yang telah dicanangkan sebisa mungkin diselesaikan dengan baik dan tepat. Dan tentunya diharapkan segala proker yang temanteman laksanakan, itu dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar,” tutup Wahyudin.

universum 29 M a j a l a h


www.uin-alauddin.ac.id

Foto bersama peserta In House Training Jurnalistik (IHTJ) UKM LIMA di Rumah Baca Inninawa Kabupaten Maros. Sabtu (10/10/2020)

Wakil Rektor II Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan (AUPK) Dr. H. Wahyuddin Naro, M.Hum.

UIN Alauddin Beri Penghargaan Publikasi Jurnal Ilmiah Terakreditasi Kepada Dosen Universum Sebagai bentuk apresiasi, pimpinan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar akan memberikan penghargaan bagi para dosen yang berhasil mempublikasikan karyanya di Jurnal terakreditasi nasional dan internasional. Demikan yang disampaikan oleh Wakil Rektor II Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan (AUPK) Dr Wahyuddin Naro, saat ditemui di ruang kerjanya gedung Rektorat lantai III. Jumat (4/12/2020) Hal tersebut, kata Wahyuddin, dalam rangka meningkatkan akreditasi, baik di tingkat Jurusan maupun universitas dan mendorong para Dosen untuk menyebarluaskan ilmu pengetahuan yang dimiliknya. Hal itu juga, lanjutnya, sesuai dengan Pancacita Rektor dalam bidang akademik yaitu menciptakan Prodi yang andal sekaligus upaya untuk mewujudkan internasionalisasi kampus. “Kita akan memberikan apresiasi kepada Dosen yang turut

30

universum M a j a l a h

berpartisipasi menulis pada Jurnal terakreditasi nasional dan internasional seperti Scopus dan Sinta” ungkapnya. Bentuk apresiasi tersebut, bebernya, adalah berupa penggantian biaya publikasi sesuai dengan peringkat publikasi jurnal yang diterbitkan pada tahun 2020. “Untuk pemberian apresiasi tersebut sudah dimulai pada tahun 2020 dan akan dilanjutkan pada tahun 2021, apresiasi yang akan diberikan berupa penggantian biaya publikasi sesuai dengan peringkat publikasi jurnal yang diterbitkan,” tandas Wahyuddin. Wahyuddin menambahkan untuk tahun 2020 adapun jumlah penggantian biaya publikasi tersebut yaitu 20 Juta untuk jurnal SCOPUS Q1 dan Q2, 17,5 Juta untuk Q3 dan Q4, serta Sinta 1 dan sinta2 12,5 Juta, Sinta 3 dan sinta4 7,5 Juta. “Adapun di tahun 2021, semoga anggaran kita tidak terganggu karena wabah Covid 19, sehingga realisasinya untuk apresiasi publikasi tersebut berjalan lancar, kita berharap pandemi ini segera berakhir” tutupnya.

Gelar IHTJ, UKM LIMA Washilah Lahirkan 44 Generasi Baru Universum - Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Informasi Mahasiswa Alauddin (LIMA) Washilah UIN Alauddin Makassar sukses menggelar In House Training Jurnalistik (IHTJ) ke XIX di Rumah Baca Inninawa Kabupaten Maros. Sabtu (10/10/2020) Kegiatan yang bertajuk Washilah Mitra Kritis Peradaban itu berhasil mencetak sebanyak 44 orang generasi baru. Pimpinan Umum UKM LIMA Washilah Muhammad Aswan Syahrin mengatakan, kegiatan itu merupakan program utama sebab ruh organisasi. “Jadi, IHTJ ini adalah ruh organisasi, disini rahimnya. Setiap tahunnya kita adakan sebagai bentuk regenerasi UKM LIMA Washilah yang progresif,” katanya. Lebih lanjut, Mahasiswa Prodi Ilmu Politik itu berharap melalui IHTJ ini mahasiswa yang tergabung Washilah memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan dengan yang lainnya. Sementara itu Ketua panitia, M Soalihin mengungkapkan, IHTJ langsung dibekali praktik ke lapangan. Tujuannya, untuk mengetahui gambaran secara real dari peristiwa yang tengah terjadi. “Dengan terjun langsung ke lapangan, mereka akan merasakan langsung peristiwa yang terjadi dilapangan sehingga bisa menyampaikan informasi yang valid,” ungkapnya. Adapun tempat yang menjadi lokasi liputan adalah Taman Nasional Bantimurung, Pasar Pakalu, Masjid Nurul Muttaqin, Jembatan Layang Camba, dan Bendung Batubassi.


www.uin-alauddin.ac.id

Universum - Lembaga Kemahasiswaan (LK) Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema-U) Senat Mahasiswa Universitas dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Informasi Mahasiswa Alauddin (LIMA) Washilah UIN Alauddin Makassar Periode 2020/2021 turut serta menyalurkan donasi untuk korban bencana alam Masamba Luwu Utara. Penyaluran tersebut  bekerja sama dengan Posko Badan Eksekitif Mahasiswa (BEM) IAIN Palopo berada di pengungsian Patambua dan Meli di Dusun Lawadi Desa Radda Kecamatan Baebunta, Luwu Utara. Minggu (26/07/2020) Koordinator LK UIN Alauddin Peduli Masamba yang juga Wakil Sekretaris Jenderal Dema-U, Muh. Rizal mengatakan bantuan ini hasil dari donatur dan partisipasi mahasiswa UIN Alauddin Makassar serta masyarakat umum. “Bantuan logistik berupa pakaian, perlengkapan dapur, perlengkapan mandi, perlengkapan bayi, serta susu dan Foto bersama Lembaga Kemahasiswaan (LK) UIN Alauddin saat menyalurkan menyalurkan makanan bayi yang berasal dari Mahasiswa donasi untuk korban bencana alam Masamba Luwu Utara. Minggu (26/07/2020) dan masyarakat umum telah disalurkan,” ujarnya. Dia berharap, bantuan tersebut dapat meringankan beban para korban banjir bandang. “Semoga dengan adanya  bantuan yang kami salurkan dapat Banjir bandang di Masamba mengakibatkan kawasan pemukiman meringankan beban para korban bencana sebelumnya terjadi pada 13 Juli 2020. dan perkotaan Masamba lumpuh ditimpa banjir bandang di Kabupaten Luwu Utara, Banjir yang membawa luapan lumpur hingga tertimbun lumpur. sehingga mereka bisa bangkit kembali,” dan pasir dari Sungai Masamba ini harapnya.

Dema U, Sema U serta UKM LIMA Salurkan Donasi Untuk Masamba

KKN UIN Alauddin dan PPD Gelar Lomba Hias Telur dan Bagi Paket Maulid Universum - Komunitas Pemuda Peduli Desa (PPD) dan KKN-DK UIN Alauddin Makassar menggelar lomba hias telur serta berbagi 100 paket maulid berupa telur dan nasi ketan alias sokko’ ke pengguna jalan yang melintas di poros menuju Bira. Kegiatan tersebut sebagai upaya memeriahkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar oleh Masjid Nurul Irsyad Desa Salemba, Kecamatan Ujungloe, Kabupaten Bulukumba. Rabu (11/11/2020). Ketua PPD, Ihwan Kaddang mengatakan bahwa kegiatan ini hanya sekadar membantu memeriahkan untuk

memuliakan maulid nabi. Menurutnya, 100 paket maulid yang diberikan kepada pengguna jalan yang melintas dengan niat agar mereka bisa merasakan kegiatan di Masjid tersebut. “Karena kebetulan momentumnya, makanya kami membuat kegiatan begini. Biar lebih meriah dan warga sekitar semakin antusias,” jelas alumni Universitas Negeri Makassar itu. Ihwan menjelaskan, adapun lomba hias telur, diperuntukkan kepada warga sekitar. Hadiah yang diberikan berupa paket sembako dan akan diumumkan setelah ceramah agama maulid selesai. “Dan untuk 100 paket maulid, digelar

setelah selesai salat ashar sebentar ini. Jadi kita akan berbagi di depan masjid,” terangnya. Sementara itu, Koordinator Desa (Kordes) Salemba Yusril Zulhajar mengatakan, hal ini merupakan bentuk kolaborasi antara PPD dan KKN-DK UIN mengabdikan diri di wilayah tersebut. “Intinya ini adalah bentuk kolaborasi kami bersama teman-teman pemuda yang tergabung di komunitas PPD. Proses persiapannya pun terbilang singkat, kurang lebih tiga hari dan semoga dilancarkan,” paparnya.

universum 31 M a j a l a h


www.uin-alauddin.ac.id

Suasana kunjungan Kapolda Sulsel Irjen Pol Merdisyam di Kampus II UIN Alauddin Makassar. Senin (14/09/2020)

Kapolda Sulsel Kunjungi UIN Alauddin Universum - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi-Selatan (Sulsel) Irjen Pol Merdisyam melakukan kunjungan silaturahmi ke UIN Alauddin Makassar. Senin (14/09/2020) Dalam kunjungan itu, Irjen Pol Merdisyam mengucapkan terimakasih kepada Rektor dan segenap jajaran pimpinan UIN Alauddin yang telah menerimanya dengan hangat. “Saat saya masuk di UIN ini suasana kebatinannya dapat sekali, tenang, sejuk, saya berterimakasih sekali kepada Pak

32

universum M a j a l a h

Rektor,” ungkapnya. Kapolda yang baru dilantik pada Agustus yang lalu tersebut mengatakan bahwa sebelumnya ia sering berkomunikasi via WhatsApp dengan Prof Hamdan, walaupun belum pernah bertemu langsung. “Kita seharusnya berterimakasih dengan perkembangan jejaring teknologi ini, karena bisa menghubungkan kita,” ujarnya. Perkembangan teknologi ini, lanjutnya, merupakan sebuah tantangan baru dimasyarakat, khususnya didunia

kampus. Sehingga pola - pola lama yang selama ini berkembang dikampus seharusnya sudah mulai bergeser. “Bila yang dulu mencari jati dirinya dengan turun kejalan, sekarang seharusnya mulai menciptakan aplikasiaplikasi digital, harus lebih kreatif, pendekatannya pun harus berbeda,” katanya Irjen Pol Merdi menambahkan bahwa dunia kampus sangat berperan penting dalam melahirkan maupun mengawal kebijakan kebijakan pemerintah. Karena orang-orang di dalam kampus merupakan memiliki tingkat literasi yang tinggi, cerdas dan berpendidikan. “Jadi mahasiswa dan sivitas kampus itu memang berkewajiban untuk kritis, tapi kritisnya harus melahirkan solusi, dan ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama pak Rektor, Wakil Rektor, dan mahasiswa” pungkasnya. Sementara itu Rektor UIN Alauddin Makassar Prof Hamdan Juhannis mengatakan bahwa di kampus yang kini ia pimpin ada dua yang harus dipegang teguh mahasiswa saat memasuki pekarangan dan menyandang sebagai bagian dari almamater UIN Alauddin, pertama harus hapal Pancasila, yang kedua Pancacita. Pancacita itu, jelas Prof Jamdan, adalah visi yang kami kembangankan sebagai road map kepemimpinan, terbagi dalam lingkup akademik dan non akademik. Dalam bidang akademik, Pancacita itu diantaranya prodi yang andal, moderasi beragama yang mengakar, jejaring yang kuat, publikasi yang aktif dan data yang terintegrasi. Sementra dalam bidang non akademik, sambung Prof Hamdan, yaitu kampus yang asri, tradisi yang terjaga, bisnis yang produktif, kesejahteraan yang meningkat dan alumni yang kompetitif. “Karena salah satu tujuan yang ingin kita capai adalah menjadikan UIN Alauddin menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, sains dan teknologi yang bernafaskan Islam, khususnya di kawasan Indonesia bagian timur,” terangnya.


www.uin-alauddin.ac.id

Direktorat Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial, Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia memberikan bantuan penguatan kearifan lokal kepada dua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, di Ruang Rapat Senat Lantai 4 Gedung Rektorat UIN Alauddin Makassar, Gowa, Senin (23/11/2020).

UKM UIN Alauddin Terima Bantuan Penguatan Kearifan Lokal dari Kemensos RI Kementerian Sosial Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial memberikan bantuan penguatan kearifan lokal kepada dua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) UIN Alauddin Makassar, masing-masing UKM Seni Budaya eSA dan UKM Pramuka, bantuan tersebut diserahkan oleh Kepala Badan Pendidikan Penelitian dan Penyuluhan Sosial (BP3S), Prof Syahabuddin, Senin (23/11/2020) di Ruang Rapat Senat Lantai 4 Gedung Rektorat UIN Alauddin Makassar. Dalam sambutannya, Prof Syahabuddin menyampaikan bahwa amanat undangundang nomor 7 tahun 2012 tentang penanganan konflik sosial di pasal 32 menerangkan bahwa jika terjadi konflik

sosial upaya-upayanya adalah kerjasama anta pemerintah pusat dan daerah dengan mengedepankan pranata adat dan pranata sosial serta penguatan akses kearifan lokal. “Mappadendang, massempe’, massinrilik, maggambusu’, semua itu adalah kearifan lokal yang layak untuk dibanggkitkan, jika berbagai kearifan lokal itu hilang, maka muncullah sebab berbagai konflik sosial” ungkapnya. Apalagi, lanjutnya, di era revolusi industri 4.0 ini, nyaris tidak ada lagi ada’ muadda’ dan ta’lim wal muta’allim hampir-hampir hilang. “Pada idi, Pada elo, Rebba Sipatokkong, Mali Siparappe, dan Malilu

Sipakainge, jika ini semua hilang konflik sosial akan terjadi dimana-mana” tandasnya. Sementara itu Rektor UIN Alauddin Prof Hamdan Juhannis menjelaskan pentingnya kearifan lokal, karena menurutnya nilai budaya dalam kearifkan lokal itulah yang membentuk etos, dan etos itu membentuk definisi perilaku dari nilai lokal yang kita miliki. “Bagaimana etosnya orang BugisMakassar? Getteng. Itu etos” jelasnya. Prof Hamdan berharap bantuan penguatan kearifan lokal dari Kemensos tersebut menjadi awal untuk bantuanbantuan selanjutnya, misalnya untuk penguatan kontribusi mahasiswa yang kini tengah menjalani KKN dari kampung dan penguatan berbagai macam penelitianpenelitian berbasis kemasyarakatan. “Perlu juga kiranya ada MoU antara kementerian sosial dan UIN Alauddin Makassar untuk program-program penguatan tridharma perguruan tinggi yang relevan” tutup Guru Besar Sosiologi UIN Alauddin Makassar tersebut

universum 33 M a j a l a h


www.uin-alauddin.ac.id

Salah satu penampilan dari UKM Seni Budaya eSA pada kegiatan Rembuk Kebudayaan. Gowa, Minggu (29/11/2020).

UKM Seni Budaya eSA Sukses Gelar Rembuk Kebudayaan Universum - Rembuk Kebudayaan sukses digelar oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni Budaya eSA di Sekolah Sungai, samping Jembatan Kembar Sungguminasa Kab. Gowa, Minggu (29/11/2020). Rembuk Kebudayaan yang bertema “Menepuk Jalan Sunyi” dilaksanakan selama tiga hari terhitung 27 hingga 29 November 2020, dihadiri dari berbagai golongan mulai dari Budayawan, Akademisi, Maestro Budaya, Seniman, Penggiat Seni Budaya, OKP intra maupun ekstra kampus, Pekerja Seni Kampus, sanggar seni hingga masyarakat setempat. Kegiatan digelar secara tatap muka maupun virtual dan dibuka langsung Oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof. Darussalam Syamsuddin, M Ag. serta tetap mengacu pada protokol kesehatan. Dalam sambutannya, Prof Darussalam mengatakan apresiasi yang sebesarbesarnya kepada UKM Seni Budaya eSA atas kegiatan kebudayaan yang dilaksanakan di periode kali ini. Karena melestarikan nilai-nilai kebudayaan merupakan suatu keharusan bersama. 

34

universum M a j a l a h

“UKM Seni Budaya yang bergerak di bidang seni budaya semoga ke depannya semakin membuka ruang bagi seluruh mahasiswa untuk tetap mengajak mahasiswa untuk mengembangkan kreatifitas khususnya di UIN Alauddin Makassar,” katanya. Ia menambahkan bahwa “semoga eSA semakin produktif lagi dan tetap menjalin sinergitas yang baik bersama para lembaga kemahasiswaan khususnya dengan pimpinan kampus. Kami akan senantiasa memberikan dukungan dan apresiasi kepada UKM Seni Budaya eSA maupun seluruh jajaran lembaga di UIN Alauddin untuk selalu mngadakan kegiatan-kegiatan positif demi kemajuan UIN Alauddin Makassar. Terus berkarya dan selamat melaksanakan rembuk kebudayaan.” Rembuk Kebudayaan tersebut memiliki beberapa item seperti Talkshow Kebudayaan dan yang menjadi narasumber ialah (Prof Andi Faisal, S S M Hum (Budayawan), Dr Quraisy Mathar S Sos M.Hum (Akademisi), dan Maskur Al-Alief Dg Esa (Seniman) dan Workshop

Gendang yang dibawakan H. Tutu.  Kemudian di hari kedua dengan item kegiatan Pameran Lukis dan Foto. Lapak Baca dan Menulis Bersama, Pentas Seleksi Calon Aggota Penuh (ESCAPE) yang menampilkan 9 karya dari 6 Cabang seni yaitu, Karya Nurpurnama Sari dengan Judul Karya Masawwe Disayyang (Tari), Nurul Fajrianti Pulang (Vokal), Indah Tuladani Buka Cerita Tentang Cinta (Vokal), Tenri Puji Adha Tegar (Vokal), Muh. Fahrul Penyesalan (Musik), Ilham Hasradinata K! (Teater), Shilmy Sanrima Syam Gerbang Menuju Puya (Sinematografi), Nur Alim Eafora (Sinematografi), dan Fikram Kesucian Jiwa (Rupa). Setelah pementasan ESCAPE dilanjut pula dengan Ajang Musik Kebudayaan (AMUK) yang diisi dengan Lagu-lagu daerah oleh Cabang Seni Musik dan Vokal eSA, Dammu Cinna, Bunyi Zaman (BZ) serta Rampak Gendang oleh Sanggar Seni Kalegowa. Kemudian kegiatan ini ditutup dengan Panggung Ekspresi dengan mengajak seluruh tamu undangan untuk menampilkan karyanya. Sementara itu, Ketua Umun UKM Seni Budaya eSA Iwan Mazkrib mengungkapkan, Rembuk Kebudayaan yang bertemakan Menepuk Jalan Sunyi ini merupakan suatu bekal kepada seluruh anggota untuk tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kebudayaan di Indonesia khususnya di Sulawesi Selatan. Rembuk Kebudayaan ini selain sebagai media silaturahmi juga merupakan sebagai langkah kreatif menebus kerinduan dengan merembukkan konsep dan gagasan demi keberlangsungan aktifitas seni budaya di masa mendatang.  “Saya berharap semoga kegiatan ini mampu memberi manfaat juga sebagai metode dalam memberi interupsi kebudayaan terhadap budaya asing. Semoga eSA ke depannya mampu menjadi episentrum seni budaya demi melahirkan seniman-seniman maupun budayawan kampus khusunya di UIN Alauddin Makassar,” ujarnya.  Ia mengucapkan bahwa “Kami mengajak seluruh elemen sosial khusunya komunitas maupun penggiat seni budaya untuk tetap segar menjalankan aktifitas kesenian dan kebudayaan. Semoga silaturahmi tetap hangat dan kreatifitas senantiasa terjalin. Setelah ini esok apa lagi? Salam Budaya.”


Selingan

Muhammad Ridha, Dosen Fakultas Ushuluddin dan Filsafat berfoto dengan istrinya saat berada di Turki

Arsu, Aisyah dan Ahmed Orang-orang dalam Perjalanan Singkat di Turki

Arsu

Namanya Arsu. Huruf S dieja seperti menyebut huruf Z. “Aarzu” katanya suatu kali memberi contoh penyebutan namanya. Umurnya 30 tahun. Lulus dari sebuah Universitas di Izmir, sebuah wilayah di Turki yang berbatasan langsung dengan Yunani, negeri para filsuf. Orangnya sungguh ramah dan memiliki wawasan yang cukup luas terkait sejarah umum kekaisaran Utsmani dan Turki modern. Di hari pertama, sesaat setelah bis mulai melaju, dia memperkenalkan diri. Rambutnya diikat. Rambut keriting dengan hidung mancung seperti orang eropa pada umumnya. Dia berkulit putih. Dan bilang: “kulit putih tanda orang miskin.” Dengan merentangkan tangan merendah dengan senyum. Di Turki, orang-orang kaya senang terlihat berkulit lebih gelap. Kulit terlihat terbakar matahari itu menandakan dia telah menghabiskan waktunya liburan di negerinegeri tropis hingga kulitnya terbakar sinar matahari. Di negeri kita, orangorang berlomba menjadi yang lebih

putih dan kinclong dari yang lain. Betapa makna kecantikan, persepsi atasnya dan apa yang manifes dalam tindakan untuk meraih defenisi itu berbedabeda di banyak tempat. (Jadi kalau berkulit putih biasa aja yah. Di bawah mentari yang sama ada orang yang menginginkan warna yang lebih gelap. Hehehe) Saat mengantar kami ke gunung Ulidag, di kota Bursa, dia ikut naik ke puncak. Dia mengakui takut ketinggian. Dan memberi ekspresi merinding melihat kota Bursa dari atas kawat baja raksasa di dalam kapsul kereta gantung. Dia tak begitu senang berfoto, meski jika diminta, dia akan senang hati berfoto. Saya dan dia takut di ketinggian. Sementara istri saya dan lima penumpang lainnya begitu tanpa beban dan bisa tertawa lepas di atas kereta. Saya ngobrol dengannya beberapa saat ketika di puncak. Orangorang telah sibuk berfoto satu sama lain. Berombongan atau sarusatu. Selfie atau groupi. Mereka semua terlihat menaiki bukit batu, mencari titik berfoto agar salju beberapa ratus meter di belakang kami bisa terlihat. Dia amat ramah. Dia menyesalkan: “saya tiga puluh tahun dan belum menikah. Sementara anda bersama istri sudah punya tiga anak”, sambil memiringkan kepala dan menggelar dua tangannya. Dia tinggal di Istanbul sisi asia. Bersama ibu dan ayahnya. Juga seorang adik lakilakinya. Ibunya dulu bekerja. Tapi sejak adiknya lahir, telah memilih berhenti bekerja. Ayahnya seorang tekhnisi mesin. Saat menjadi petugas tour seperti ini adalah saat yang dia nantikan. Dapat penghasilan tambahan, dapat tip dari toko mercandise atau makanan yang disinggahi, juga dapat kawankawan baru. Baru beberapa tahun ini dia menjadi tour guide untuk turis dari Indonesia. Sebelumnya dia selalu mengantar turis dari Amerika. Dia fasih berbahasa inggris. Tapi tidak ingin digunakannya sejak dia menjadi tour guide untuk orang indonesia. “Saya tidak mau berbahasa inggris. Saya takut lupa berbahasa indonesia” jelasnya. Pandemi ini memukulnya. Turis baru saja bisa datang sebulan terakhir. Dia harus tinggal di rumah untuk waktu yang sungguh panjang. Meski demikian dia tak mengeluh. Dia bilang “pandemi memukul

universum 35 M a j a l a h


Selingan seluruh dunia, saya kira”. Perjalanan kami yang dipimpin olehnya, adalah perjalanan kedua yang dia antar dari Indonesia untuk sebulan sejak buka lagi untuk turis. Dia terlihat senang dan bersemangat. Perempuan asli Izmir dan mengakui kalau perempuan dari wilayahnya adalah perempuan yang “dianggap tercantik” di Turki. Entahlah. Malam tadi, kami menginap di Izmir. Sebuah hotel bintang lima yang ambruk oleh wabah. Gedungnya terlihat baru saja dipakai. Pegawainya tak ada kecuali petugas kebersihan dan pelayan restoran. Arsu harus sibuk mengambil sendiri kuncikunci kamar untuk kami. Saya menginap di lantai dua. Interior desainnya mengingatkan saya dengan rumah kayu tua di kampung.

Aisyeh bersama Muhammad Ridha

Namanya Aisyeh (38 tahun) dan dia sungguh kukuh. Dia, sejak belasan tahun, telah membuat karpet dengan tangannya. Dari pelatihan beberapa kali bersama penenun yang telah lama mengerti teknik pembuatan karpet dengan tangan. Jadilah dia saat ini, bersama Nurten (56 tahun) dan Naszik (36 tahun): penenun karpet penuh waktu di rumah tenun karpet bazar 54 di Kapadokia, Turki Tengah. Dia adalah satu dari puluhan penenun karpet handmade di Bazar 54, di jalan raya Kapadokia-Angkara. Di bazar 54, ada ribuan karpet handmade yang terpajang

36

universum M a j a l a h

di beberapa ruang. Kantor dan juga workshop ini berukuran cukup kecil. Mungkin badan rumahnya berukuran tak lebih dari 30x40 m². Tapi tampak mewah dan besar karena halamannya yang cukup luas. Dari luar terlihat seperti rumah gedong untuk tinggal sebuah keluarga kelas menengah. Di bazar 54 ini, setiap pekerja yang trlah dilatih, boleh memilih bekerja di rumah menenun karpet atau bekerja di workshop. Aisyeh, Nurten dan Naszik sedang di workshop sore hari ketika kami datang mengunjungi workshop ini untuk melihat tabgan-tangan terampil ini menenun karpet. Kami singgah di workshop setelah sejak pagi berkeliling ke beberapa titik foto di lembah Kapadokia. Saya tak mengingat namanamanya yang begitu sulit. Tapi saya mengingat betul: fotofoto yang saya liat sungguh selalu indah. Ada tiga spot foto, ada toko pengrajin sultan stone, memberi makan merpati di depan castil uchisar dan juga ke kota bawah tanah. Dan terakhir: singgah melihatlihat karpet bermacam rupa, bermacam ukuran, dan tentu bermavam harga. Hehehe Karpet di bursa 54 ini terbilang mahal. Untuk karpet seukuran sajadah saja ada yang seharga 15 sampai 20juta. Ada karpet benang wol, ada karpet dengan bahan bambu, ada karpet dengan bahan sutera. Yang terakhir ini, dengan ukuran kirakira hanya 50 x 90 cm ada yang seharga 70juta rupiah. Saya jadi bertanyatanya: apakah shalat kita akan lebih khusyu’ di atas karpet yang sungguh mahal itu? Hehehe. Entahlah. Karpet disini dibuat dengan teknik satu ikatan. Hampir semua karpet tenun di dunia menggunakan teknik satu ikatan. Karpet Cina, karpet Afganistan, India, Pakistan atau wilayahwilayah Asia Tengah mwnggunakan teknik satu ikatan. Pengecualiannya hanya karpet persia, yang menggunakan teknik dua ikatan. Anda mengerti, kalau tidak mengerti dengan deskripsi saya, itu berarti level pemahaman saya dengan anda sama: samasama tidak mengerti. Tapi penjelasan itu, yang separuh berbahasa inggris separuh berbahasa indonesia, oleh Mehmet memberi penjelasan demikian. Dengan

menunjukkan sebuah papan nerisi gambang benang berikat dua simpul dan benang berikat satu simpul. Jadilah penjelasan saya di atas juga demikian. Aisyeh seorang perempuan asli Kapadokia. Di tinggal di apartemen tak begitu jauh dari workshop tempat dia bekerja. Dia satusatunya yang bisa berkomunikasi dengan bahasa inggris. Nurten dan Nazsik hanya bisa berbahasa Turki. Jadinya kami berbicara lebih banyak dengan Aisyeh. Tak banyak yang bisa kami obrolkan. Hanya nama, anaknya, juga keluarganya. Sudah itu kami langsung masuk ke ruang dimana para marketing dan manajer workshop ini memberi penkelasan kepada kami soal karpetkarpet, kualitaskualitanya, bahanbahannya dan terakhir: harganya. Setelah harga diberitahukan kepada kami semua, sebagian besar sungguh kendor. Mengkerut keningnya. Harganya seperti membeli sebuah motor, atau bahkan membeli sebuah mobil bekas di tanah air. Meaki, tentu saja, ini adalah tenun tangan yang dikerjakan antara 9 bulan sampai 2 tahun untuk selembar karpet! Karena itulah ketika kami bertanya kepada Aisyeh berapa lama prosea pembuatan karpetnya. Dia bilang dengan sedikit mendongakkan kepalanya: “two year for one carpet!” Sungguh waktu untuk duduk, menenun satu demi satu benang untuk menjadi sebuah karpet, yang tak sebentar... Bisa dibayangkan waktu yang dihabiskan Aisyeh untuk karpetkarpet yang ditenunnya bukan? Tapi dengan tangannya yang lembut, satu demi satu benang ditauttautkannya. Dia seperti menenun kehidupan di lembah nan dingin ini. Demi menghargai sambutan perusahaan ini, presentasenya yang hangat, teh hangatnya yang sungguh memecah dinginnya Kapadokia yang sore itu di gadget saya menunjukkan 6⁰ celsius, bos istri saya, kawan kami yang sungguh baik, berkenan membeli selembar ukuran sedang. Anda mau tau harganya? Nanti saja yah. Kami ingin bilang: Kapadokia ini sungguh cantik. Sebuah artikel perjalanan menuliskan kesannya atas kota ini: “janganlah mati dulu sebelum ke Kapadokia”.


Selingan

Foto bersama ahmed dan Muhammad Ridha

Hari terakhir di Kapadokya kami bertemu Ahmed (25 tahun) dan Zaenab (23 tahun). Dua orang yang dengan ramah melayani kami semua melihat proses pembuatan keramik Turki. Sebenarnya ada beberapa orang dari workshop ini, Mr Jamal, yang bekerja memutar roda di kakinya agar tanah liat di atas meja terputar dan bisa dibentuk. Dia memperlihatkan dengan terampil dan amat cepat membuat keramik mentah yang akan dipersiapkan untuk dibakar. Ada tiga yang lain yang melayani di kasir juga bolak balik menunjukkan produk dan harga di rumah keramik ini. Keramik Kapadokya salah satu yang terbaik di dunia. Bahannya adalah tanah liat merah, putih dan pasir pecahan giok di sungai di lembah kapadokya. Yang terakhir ini bahan yang termahal. Dia menghasilkan keramik yang bisa menyimpan cahaya. Jadi saat gelap dia akan menyala kehijauan. Dalam presentasenya, Ahmed dan Zaenab memperlihatkannya dalam ruangan yang dipenuhi keramik. Ahmed mematikan lampu ruangan sebelum bertanya kepada kami: “Ande siep?”. Lalu ruangan menjadi gelap dan keramikkeramik itu memendarkan cahayanya. Cahayanya makin terang saat ahmed menyentuhkan senter handponenya ke keramik. Lalu lampu dinyalakan lagi. Dia sedikit menjelaskan lagi soal sulitnya mengambil pasir dan pecahan batu di lembah untuk bahan keramik giok ini, terjalnya medan, juga dingin kapokya yang seperti mengajak untuk tidur saja. Saat belanja, kami membeli beberapa keramik kecil. Yang bisa kami jangkau. Itupun harus bergelut dengan Ahmed dan

Zaenab: tawar menawar. Zaenab memberi harga untuk keramik jam dinding ukuran kecil yang teryera harga duaratuslira dengan separuh harga. Kami menawarkan separuh harga dari harga separuh yang dia kasih. Lalu dia menggerutu: “tidak masuk akal”. Hahaha Kawan kami yang baik, bos istri saya, membeli beberapa jam dinding giok, juga keramik berukuran kecil dan besar. Juga keramik tempel untuk hiasan kulkas juga keramik meja berbentuk darwis menari memutar. Dia juga memilihkan untuk kami jam dinding giok, dan pernak pernik keramik kecil lain. Semua teman seperti riang gembira. Harga yang ditawarkan terbilang murah ketimbang harga karpet kemaren yang bikin kaget. Hehehe Ahmed memberi saya bonus. Membeli sepuluh buah hiasan kulkas dia kasih dua gratis. Saat jalan menuju bus, Zaenab memberi saya sebuah hiasan kulkas lagi: “free for you” dia bilang. Lalu saya teriak ke Ahmed: “Ahmed, free for me?”. Saya meminta gratis kepadanya karena belanja beberapa buah keramiknya. Dia memiringkan kepala tanda tak bisa. Ahmed, saya kira, adalah ujung tombak pariwisata. Dia bisa jadi metafora untuk seluruh tempat dan insan pariwisata dunia: ramah, persuasif, memberi penjelasan dan negosiatif. Karena paduan ini semua, kami.merasa kunjungan akhir di kapadokya menjadi kunjungan yang asyik meski tanpa naik balon udara yang dibatalkan karena angin kencang. Wisata naik balon udara adalah yang paling diminati di Kapadokya. Melihat lembah nan cantik ini dari balon udara warna warni menjadi kesan yang saya yakin amat menegangkan sekaligus juga menakjubkan. Sayangnya, rencana kami batal karena cuaca. Waktu kami duduk di bangku depan toko, sambil menunggu teman yang masih di dqlam untuk segera balik ke bus, Ahmed datang menanyakan ke saya: “siapa namamu?” Saya menjawab: “saya Ridho. Ridho Roma” Kami tertawa. Lalu saya menyebut nama dua kawan saya. Salah satunya memperknalkan diri ke Ahmed setelah saya perkenalkan. “Saya Cristiano Ronaldo”. Lalu ahmed bilang “saya Messi” Kami terlibat obrolan soal kesan kami dan dia atas kunjungan kami. Dia senang.

Kami juga senang. Dia bilang dengan indonesia yang patahpatah tapi terus diupayakan: “datang lagi ke mari yah...” Saat tulisan ini dibuat, saya sedang di kamar hotel di Ankara. Kemaren, di kota Ankara kami mengunjungi makam Mustafa Kemal Attatur yang sungguh luas. Kompleks makam ini seluas kurang lebih 700hektar di tengah kota yang saat ini adalah ibukota Turki. Tak pernah saya melihat kompleks makam semewah dan seluas ini. Bung karno, Presiden pertama republik indonesia yang kenal dengan Mustafa Kemal, dimakamkan disebuah kompleks makam tak seberapa besar di Blitar. Mungkin seratus kalilipat dengan kompleks makam disini yang sungguh luas dan mewah. Seluruh dinding dalam ruang makam adalah marmer. Ada yang merah, putih, hitam dan hijau tua. Langitlangitnya dilukis dengan motif karpet Turki. Memberi kesan amat mewah. Lalu di ujung ruangan ada tugu yang merupakan makam Mustafa Kemal Attaturk. Semua lapisan makam adalah marmer. Mengunjungi makam ini, saya merasakan kesan mewah. Meski kikuk karena banyak tentara berjaga dan beberapa saat memberi himbauan atau memberi teguran langsung bila ada aturan yang dilanggar pengunjung. Hari ini saya di Ankara. Menginap di satu hotel sekitar limabelas menit dari makam Attaturk. Kami dilarang keluar hotel oleh pemandu. Selain karena ini pandemi, daerah ini katanya rawan kriminal. Pencurian, pemalakan, copet atau penculikan bisa terjadi di sini. Lagi pula diluar hujan amat lebat. Keluar hoter berarti bersiap untuk basah kuyup. Hehehe Oh iya, waktu memasuki kota Ankara setelah beberapa jam perjalanan melalui bus, melewati kota Aksaray, kami berpapasan iringan mobil presiden Erdogan. Jika beruntung, saat di Istana Erdogan yang pagi ini akan kami kunjungi, bisa bertemu dengannya. Jika tidak, bisa melihatlihat istananya yang sangat besar. Eh ngomong ngomong soal presiden Erdogan, sebenarnya namanya bukan Erdogan. Tapi Retjeb Tayyeb. Erdogan adalah nama fam nya. Tapi mungkin sudah lebih akrab memanggilnya Erdogan. Orang Turki menyebut Erdogan tidak seperti kita menyebutnya. Seperti Arsu menyebut: Erdoaan. Seperti saat kita, dengan lidah Indonesia, menyebut mendoan.

universum 37 M a j a l a h


pini

Ilustrasi Korupsi (shutterstock)

Indonesia: Negara Paling Religius juga Sekaligus Paling Korup

ARIFUDDIN BALLA

}

Alumni UIN Alauddin dan Southern Illinois University, Amerika Serikat Dosen Institut Parahikma Indonesia

Sebuah kabar gembira meski sudah dapat diduga, Indonesia adalah negara yang paling religius sejagat raya. Hasil ini menurut hasil riset dari Pew Research Center. Sebuah lembaga non-partisan yang fokus membahas berbagai isu dari politik Amerika Serikat, sains dan teknologi serta agama dan kehidupan publik (public life). Dan sudah tentu lembaga ini dibuat sendiri oleh orang ‘barat’. Orang-orang yang oleh sebagian besar dari kita umat Islam Indonesia selalu menganggapnya sebagai musuh. Dan kini dengan terang benderang dari hasil studi mereka sendiri, mereka ditunjukkan hasil penelitian mereka sendiri. Dengan begitu mereka mengakui Indonesia sebagai nomor satu, juara paling jawara, tentu saja dalam hal religiusitas. Ada pun dalam hal sains, ilmu

38

universum M a j a l a h

pengetahuan, teknologi apalagi sepakbola nanti sajalah kita bahas. Tetapi apakah yang dimaksud dengan religiusitas? Studi dari Pew mengajukan sebuah pertanyaan: apakah penting untuk percaya kepada Tuhan agar dapat bermoral dan berakhlak? Dari total 38.426 responden, Indonesia meraih 96% dalam hal penting untuk percaya kepada Tuhan agar memiliki moral dan akhak yang baik. Pokoknya paling juara dari 34 negara yang disurvei. Lebih tinggi dari Amerika Serikat (44%), Jepang (39%), Rusia (37%), dan Turki (75%). Jauh meninggalkan Israel dan Australia, masing-masing hanya 48% dan 19%. Hanya Filipina yang mampu menyaingi Indonesia. Yah walaupun raihan Indonesia ini sedikit menurun dari tahun-


pini apakah penting untuk percaya kepada Tuhan agar dapat bermoral dan berakhlak? ”

Studi dari Pew

tahun sebelumnya 2013 (99%), 2011 (97%) dan 2007 (98%). Tetapi tetap saja, Indonesia tetap superior dibandingkan negara-negara lain. Pada mulanya --sebelum saya mengetahui item pertanyaannya-- saya sempat sedikit terkejut karena mengira hasil survei tersebut adalah berarti negara yang paling Islami. Hal ini tentu sangat mengejutkan dan ajaib sebab selama ini negara-negara yang masuk dalam daftar negara paling Islami justru negara-negara yang minoritas berpenduduk Islam, Selandia Baru dan Singapura misalnya. Saya kemudian menyadari bahwa hasil studi tersebut adalah tentang negara paling religius. Dan religius tak serta merta satu garis lurus dengan Islami. Kata ‘religius’ dan ‘Islami’ adalah dua hal yang –seharusnya-saling berdekatan, kait-mengkait satu sama lain tetapi di saat yang bersamaan juga bisa berjarak sangat jauh. Apa yang dicita-citakan adalah satu hal, kenyataan adalah satu hal yang lain. Menurut studi Pew, Indonesia –dengan mayoritas penduduk yang 260 juta jiwa itu —adalah negara yang paling religius: ditinjau dari tradisi dan simbol-simbol keagamaan, baik dalam bentuk rumah ibadah atau dalam bentuk penampilan seperti pakaian sehari-hari. Jangan sesekali mencoba mengusik orang-orang Indonesia yang agamis, jangankan mengusik Tuhan mereka, mengusik calon presiden mereka saja bisa didemo sampai berjilid-jilid. Hemmm, saya jadi khawatir jika para awak Pew Research Center hanya khawatir jika tidak menempatkan Indonesia sebagai negara paling religius. Mereka takut didemo berseriseri jutaan massa. Untungnya, kekhawatiran ini kemudian terbantahkan dengan hasil survei jauh sebelumnya yang memang selalu menjuarakan Indonesia. Hanya saja hasil survei ini juga seperti sedang mengejek kita sendiri. Laporannya kita adalah negara yang paling religius tetapi menurut survei yang lain kita juga adalah negara paling korup. Dan bahkan jumlah penduduk muslim kita yang ratusan ribu juta tidak bisa berbuat apa-apa saat Scheherazade S Rehman dan Hossein Askari meneliti negaranegara Islami di dunia dan Indonesia ada di urutan ke-64, kalah Islami dari Singapura (22). Peringkat atas justru diduduki oleh negara-negara yang berpenduduk Islam minoritas, bahkan yang selama ini selalu dianggap liberal dan sekuler.

Dan sebenarnya yah tanpa embel-embel survei itu kita juga tahu bahwa Indonesia adalah negara paling korup. Cukup kita melihat perlakuan di tempat-tempat pelayanan publik, KPK yang tidak habishabisnya menangkap para koruptor dan layar tivi kita yang terus dipenuhi oleh beritaberita korupsi. Saking biasanya, kasus korupsi sudah dianggap sebagai hal biasa dan normal. Dan bahkan di saat orang-orang susah di tengah pandemi, anggaran untuk mengatasi pandemi pun masih juga dikorup. Maka saat Tamir, Connaughton dan Salazar dari Pew Research Center mengajukan pertanyaan “apakah kita perlu percaya kepada Tuhan agar berakhlak dan bermoral?” dan hampir setiap responden Indonesia mengatakan iya, kita menemukan paradoks. Untuk memiliki moral dan nilai-nilai yang baik (good values) kita perlu percaya kepada Tuhan. Moral dan nilai-nilai baik adalah intisari semua agama, tak terkecuali Islam. Ajaran Islam dan agama-agama lain mengajarkannya. Diulang-ulang dalam setiap ceramah. Maka integritas, keadilan, dan semua nilai-nilai baik adalah esensi hidup orang-orang beragama, orang-orang bertuhan, orang-orang religius. Seharusnya. Kepercayaan kepada Tuhan adalah juga perintah untuk bermoral dan berakhlak. Jika menjadi pelayan publik, ia melayani dengan sepenuh hati, dengan adil tanpa membeda-bedakan, amanah jika dipercaya dan seterusnya. Tetapi pada kenyataannya, kita juga menyaksikan orang-orang yang mengaku agamis dan religius adalah juga mereka yang disaat bersamaan mempertontonkan pelanggaran-pelangaran terhadap substansi ajaran agamanya sendiri. Mengapa mereka yang mempercayai Tuhan, yang percayai bahwa Tuhan melihat perbuatan mereka yang berkonsekuensi pada surga dan negara di saat bersamaan juga asik mengkhianati ajaran Tuhannya sendiri? Mengapa negaranegara yang penduduknya lebih banyak tidak beragama justru bisa lebih Islami? Hasil penelitian lain dari Pew Research Center juga malah menunjukkan bahwa mereka orang-orang ateis bisa jadi lebih bermoral dibandingkan dengan orang Kristen dan juga bisa jadi umat Islam. Jadi, ketika kita menyatakan “Percaya pada Tuhan” (Believe in God), apakah yang kita maksud dengan pernyataan ini?

universum 39 M a j a l a h


pini

Ilustrasi

Korelasi Patriotisme antara Bangsa dan Agama

MUHAMMAD TARIQ, S. AG

}

Alumnus UIN Alauddin Makassar Pegiat Literasi

Dalam kehidupan Berbangsa, Bernegara serta Beragama selaku pelaku kehidupan kita harus memiliki sikap semangat Patriotisme agar rasa cinta dan kasih sayang terwujud sebagai mana mestinya. Pada masa lalu pahlawan Nasioanlis telah berjuang untuk mempertahankan martabat Bangsa dan Negara tentunya Agama Islam sebaga jembatan sejarah untuk membuat Negara ini tetap utuh. Terus bagaimana pandangan Islam terhadap Patriotisme ? Patriotisme (cinta tanah air) sebagai asas pergerakan/ perjuangan pada umumnya sering ditandai dengan keloyalan, aktif dan agresif menegakkan agama dan bangsa dalam kehidupan kenegaraan dan kemasyarakatan. Di sini lah terlihat bahwasanya Patriotisme sejalan dengan Islam. Agama dan Negri adalah anugrah

40

universum M a j a l a h

nikmat dari Allah swt. Oleh karnanya itu setiap nikmat harus disyukuri seperti halnya dengan semangat patriotisme yang dapat menjaga keutuhan berbangsa, bernegara dan beragama sehingga lahirlah persatuan dan kesatuan yang dirasakan sampai saat ini. Patriotisme yang berkelanjutan harus ditanamkan sejak dini kepada pemudapemudi yang berkecimpun dalam suatu lembaga pemerintahan dan agama agar terjalin korelasi yang baik demi kemajuan dan keutuhan bangsa dan agama islam Patriotisme merupakan sikap mencintai atau membela tanah air, seorang pejuang sejati, pejuang bangsa yang mempunyai semangat, sikap dan perilaku cinta tanah air, dimana ia sudi mengorbankan segala-galanya bahkan jiwa sekalipun demi kemajuan, kejayaan dan kemakmuran tanah air. Sedangkan kalau kita memahami Patriotisme


pini Patriotisme merupakan wujud cinta tanah air yang lahir dari pada kesamaan pandangan suatu bangsa yang hidup bersama dalam negara.

” Muhammad Tariq

dalam artian khusus ialah faham kecintaan terhadap patriot (tanah air) sendiri dengan faham kecintaan kepada Negara, Negri dan Nasionalis. PATRIOTISME RELIGIUS Patriotisme dalam pemahaman Islam ada keterkaitan diantaranya yaitu kata Islam berasal dari bahasa Arab, aslama, yuslimu islaman yang berarti menyerah, patuh. Seoarang Muslim yang taat, dia menyerah dan patuh kepada Allah (Kepada Sunatullah), baik yang tertulis maupun tidak tertulis supaya selamat dan damai lahiriya dan rohaniyah. Selain dari pada itu patriotisme mengajarkan tentang asas kehidupan, karna hidup dan mati ummat islam semata-mata bagi Allah swt. Hidup dan mati selain kepada Allah adalah syirik.Sehingga dengan sikap patriotisme bagi ummat Islam mampu memberi pemahaman bahwa hidup dan mati adalah semata-mata bagi Allah swt yang menganugrahkan Negara dan Agama. Penulis teringat salah satu syiar orang mukmin yaitu Ihudal Husnayain, artinya meraih salah satu dari dua kebaikan. Yaitu memenangkan agama Allah, meninggikan kalimat Allah, atau gugur sebagai syahid dalam mempertahankan keimanan dan agama kita. Senada dengan QS AT-Taubah ayat 52 Allah berfirman “Katakanlah (Muhammad), “Tidak ada yang kamu tunggu-tunggu bagi kami, kecuali salah satu dari dua kebaikan (menang atau mati syahid). Dan kami menunggu-nunggu bagi kamu bahwa Allah akan menimpakan azab kepadamu dari sisi-Nya, atau (azab) melalui tangan kami. Maka tunggulah, sesungguhnya kami menunggu (pula) bersamamu.” Semangat Patriotisme inilah yang dipegang oleh kaum muslimin. Sejarah banyak mencatat kisah-kisah kepahlawanan dalam Islam salah satunya adalah Panglima Perang Khalid bin Walid ra. Suatu ketika dalam sebuah peperangan, orang kafir berkata kepada Khalid: “Wahai Khalid, pulanglah! Pasukanmu lebih sedikit, kami memiliki pasukan lebih banyak, dan kami memiliki pasukan yang berani mati. Pulanglah kamu! Daripada kamu sia-siakan nyawa pasukanmu”. Gertakan ini dijawab Khalid: “Lebih baik kalian yang pulang. Kami memiliki pasukan rindu kematian, seperti kalian merindukan khamer di waktu musim dingin.” Begitulah sifat pasukan Rasulullah.

Mereka tidak hanya berani mati tetapi rindu kematian. Karena dalam Islam orang yang mati syahid mendapatkan kedudukan yang mulia di sisi Allah. Salah satu bagian patriotisme dalam Islam adalah mencegah kemungkaran. Dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda: Dari Abu Sa’id Al Khudri ra: “Saya mendengar Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa melihat kemungkaran, maka ubahlah dengan tangannya, jika tidak mampu maka ubahlah dengan lisannya, jika tidak mampu maka (tolaklah) dengan hatinya, dan hal tersebut adalah selemah-lemahnya iman.” (HR. Muslim). Dari hadits itu kita diperintahkan untuk mengubah atau mencegah kemungkaran semaksimal yang kita bisa. Patriotisme berangkat dari nilai-nilai yang sudah terkandung dalam sikap bangsa Indonesia. Patriotisme bukan hasil renungan atau pemikiran seorang atau kelompok orang tertentu karena patriotisme sudah mengemuka sejak kisah-kisah kepahlawan bangsa atau bagian dari bangsa yang berwujud perlawanan fisik bersenjata, bahkan perlawanan dengan kekuatan berpikir terhadap pihak-pihak yang ingin menguasai dan memaksakan kehendak kepada eksistensi bangsa Indonesia. Patriotisme merupakan wujud cinta tanah air yang lahir dari pada kesamaan pandangan suatu bangsa yang hidup bersama dalam negara. Patriotsme selayaknya untuk diartikan sebagai fanatisme terhadap suatu sistem ataupun ideologi dari Negara yang dampaknya adalah pandangan kesetaraan antara landasan agama (Al-Qur’an dan Hadis) sebagai Ideologi suatu Negara yang beraagama Islam. Dan hasilnya keduanya mutlak berbeda lantaran memiliki esensi yang berbeda pula, Al-Qur’an hubungan antara individu dengan Tuhannya meskipun dalam pelaksanaannya tetap mengharuskan terjadinya hubungan antara individu dengan individu atau golongan seperti yang dijelaskan dalam kaidah-kaidah ilmu Fiqh bahwa peribadahan kepada Allah swt dapat melalui dua jalur, yaitu Ibadah Mahdhoh dan Ghairu Mahdhoh. Sedangkan ideologi dan patriotisme merupakan hubungan individu-idividu lainnya yang meskipun juga pada pelaksanaannya tetap mengharuskan adanya hubungan dengan tuhan seperti yang terkandung dalam butir pertama pada pancasila yang kita fahami bersama.*

universum 41 M a j a l a h


pini

Ilustrasi

Respons orang Beragama atas Covid-19

SYAMSUL ARIF GALIB

}

Sekertaris Prodi Studi AgamaAgama Fakultas Ushuluddin, Filsafat dan Politik UIN Alauddin

Terhitung sudah setahun sejak suspect Covid-19 pertama kalidiidentifikasi di daerah Hubei, China. Hinggatulisan ini diturungkan, dunia masih saja dilanda oleh kecemasan dan juga harapan. Cemas karena situasi ini menyebabkan manusia berada dalam ketidakpastian akan kapan pandemi yang tak kunjung berakhir. Namun juga dihinggapi harapan segera ditemukannya cara yang tepat untuk mengatasi wabah ini. Data yang ditunjukkan WHO per tanggal 18 Desember 2020 menyebutkan bahwa kasus yang terkonfimasi positif Covid-19 secara global berada di atas angka 73 juta kasus. Dengan jumlah

42

universum M a j a l a h

kematian mencapa 1,6 juta orang. Angka ini belum termasuk dengan mereka yang terdampak secara psikis dan juga ekonomis. Efek Covid bukan hanya berpengaruh pada fisik namun juga pada psikis bahkan ekonomi. Manusia baru tersadar, bahwa mereka tak sepintar yang dibayangkannya. Jika manusia selalu mengagungkan dirinya sebagai mahluk dengan kecakapan intelengensi yang luar biasa, kenyataannya, butuh waktu satu tahun lebih bagi manusia untuk mencoba berbagai macam cara dalam menghadapi pandemi ini. Protokol kesehatan yang kemudian


pini Perbedaan dalam merespon Covid-19 juga terlihat dari bagaimana orang beragama berusaha memahami apa sesungguhnya pesan langit yang ingin disampaikan�

Syamsul Arif Galib

dilakukan sebagai upaya untuk menghambat lajur penularan Covid akhirnya mengubah model interaksi masyarakat. Ada banyak kebiasaan yang berubah. Bahkan termasuk mengubahhal yang paling sakral dalam kehidupan manusia, model eribadatan dalam agama. Bagi masyarakat beragama, ibadah adalah hal yang esensial. Tak ada agama tanpa ibadah. Terlepas ibadahnya dalam bentuk ritual maupun non ritual, Ibadah adalah hal yang tidak terpisahkan. Dalam bahasa yang paling radikal, manusia beragama untuk beribadah. Kehadiran Covid-19 pada akhirnya memberikan pengaruh pada agama dan ritual keberagaman. Terutama bagi ritual-ritual yang selalu dilaksanakan secara bersama. Ritual yang dianggap suci dan seharusnya dilaksanakan dengan bersama akhirnya harus terbatasi. Tidak mengherangkan jika kita menyaksikan di awal munculnya kasus Covid-19, penolakan kelompok agama terlihat di beberapa tempat di berbagai belahan dunia. Tempat ibadah yang menolak tutup. Ataupun ummat lain yang menolak melaksanakan social distancing dalam ibadah. Sebahagian memahami bahwa keyakinan atas Yang Kuasa harusnya tidak tergantikan oleh ketakutan akan pandemi. Jika Tuhan adalah Maha Segala Pencipta, maka cukuplah kita berserah ke padaNya.Keyakinan akan kemahakuasaan sesuatu yang dianggap transendental tentu bukanlah hal yang salah. Namun keyakinan semacam ini menjadi berbahaya jika menghantarkan pemeluknya pada sikap yang fatalistik dan mengabaikan segalanya. Pada posisi seperti ini, Agama bisa saja berkontribusi atas peningkatan jumlah pasien. Menariknya, pada sisi yang lain, kita juga melihat bahwa agama ternyata tidak hanya memberi kesan menolak eksistensi Covid-19 karena keyakinan akan adanya yang transedental dan lebih berkuasa. Sebaliknya, agama melalui mimbar-mimbar agama dan juga pesanpesan agama digunakan juga untuk turut membantu dalam upaya mencegah

penularan covid-19. Dua fenomena di atas mengingatkan kita kemudian pada istilah the Ambivalence of the Sacredyang sering disebut oleh R.Scott Appleby. Ambivalensi Agama sendiri merupakan istilah yang digunakan oleh R. Scott Appleby dalam melihat bagaimana sesuatu yang dianggap suci namun dipahamai secara ambivalent oleh orang yang berbeda. Agama digunakan untuk kekerasan, namun agama juga digunakan untuk mengkampanyekan perdamaian. Perbedaan dalam merespon Covid-19 juga terlihat dari bagaimana orang beragama berusaha memahami apa sesungguhnya pesan langit yang ingin disampaikan. Sebahagian kelompok meyakinibahwa Pandemi ini adalah hukuman dari Tuhan kepada para pendosa. Namun sebagian yang lain menolaknya karena melihat bahwa sosok Tuhan tentulah bukan sosok yang Kejam. Ada yang melihat pandemi ini sebagai cobaan yang diturungkan sang Kuasa. Namun ada pula yang melihat pandemi ini sebagai sebuah upaya untuk kembali membangun kesadaran sosial yang dianggap hilang di tengah masyarakat yang semakin hari larut dalam identitas individual mereka. Di sisi lain, Pandemi kali ini menjadikan agama begitu dekat dengan teknologi. Ritual model baru pun bermunculan. Secara substansi tidak berubah, namun bentuk pelaksanaanya mengalami sedikit modifikasi. Ibadah online pun mulai sering dilaksanakan. Dan sudah barang tentu para penganut beragama akan berbeda pandangan dalam meresponnya. Dengan alasan sakralitas, sebagian orang menolak ibadah online. Namun dengan alasan keselamatan, sebagian yang lain menerimanya. Pada akhirnya, kita melihat bahwa responsorang beragama atas isu Covid-19 tidaklah seragam. Hal ini terjadi karena pemaknaan atas pesan-pesan langit tidak pernah tunggal dan dimaknai berbeda-beda oleh setiap pemeluknya. Wallahu A’lam bi Asshwwab.

universum 43 M a j a l a h


Pimpinan UIN Alauddin Makassar

44

universum M a j a l a h

www.uin-alauddin.ac.id

Profile for Majalah Universum

KADO AKHIR TAHUN, EMPAT PRODI RAIH AKREDITASI A | MAJALAH UNIVERSUM UIN ALAUDDIN EDISI DESEMBER 2020  

Advertisement