Issuu on Google+

Komitmen Bersahabat Dengan Pelanggan Bandara Sultan Hasanuddin

Menuju Standar 

World Class Airport SHIAM Ciptakan

Kawasan  Eco Airport Travel Notes

Kuliner Favorit Paling Dicari di Makassar 

Bangun Mesjid di Kawasan Wisata Bantimurung


Check IN

Assalamu Alaikum Wr.Wb Dalam penerbitan Majalah SHIAM edisi ke-2 ini kami berharap dapat menberikan informasi yang lebih komprehensif tentang berbagai aktivitas PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara SHIAM. Dengan demikian diharapkan publik bisa lebih mengetahui dan memahami segala program yang dijalankan oleh kami dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan. Sebelumnya kami telah melaksanakan workshop bertema ‘Great Costumer Satisfication’ bagi para mitra usaha. Adapun kegiatan itu bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sehingga nantinya pengguna Bandara Sultan Hasanuddin semakin merasa nyaman. Sebagai perusahaan penyedia jasa pelayanan, kami sadar harus  meningkatkan kualitas pelayanan. Sebab kepuasan pelanggan yang utama. Akhirnya, selamat membaca dan tak lupa kami mengucapkan selamat merayakan Hari Raya Idul Adha 1434 H. *** Rachman Syafrie General Manager

Daftar Isi | Contents

04 05 World Class Airport 06 Kawasan Eco Airport Kuliner Favorit 07 08 Komitmen Bersahabat Dengan Pelanggan 4 Bandara Sultan Hasanuddin

Menuju Standar 

SHIAM Ciptakan

Pengarah General manager PT Angkasa Pura I (Persero) Pemimpin Umum Shared Service Departement Head Pemimpin Redaksi Sales Departement Head, Communication and Legal Section Head Redaktur Pelaksana Anis Didipu Pemasaran Eko Hardono, Lawansuka Yacob, Sigit Setyanggono, Iswahyudi, Andi Amiruddin, Hendrik Ressa, M.Nisyar, Anthony F.C. Sekretariat Redaksi & Tim Kreatif Septarina Dwi Nastia, Lia Analia, Yusran, Syahrul Ramadhan, M.Yusuf, Minda Aviani, Citra Utia Latif

Paling Dicari di Makassar 

Desain & tata Letak Yusran, Andrianto Sinaga, Tim Majalah Panakkukang

Angkasa Pura

Fotografer Tim Majalah Panakukkang

Bangun Mesjid di Kawasan Wisata Bantimurung COVER STORY WARDROBE & TATA RIAS Ayu Salon, Bridal & Rumah Pengantin (Usman) Jl. Urip Sumoharjo Lr.4/15 HP. 081 355 967 001 MODEL : Suci Septiati Bakri LOKASI : Bandara SHIAM FOTOGRAFER : Husni ‘Acil’

Kontributor Section and Departement di PT. Angkasa Pura I Bandara Sultan Hasanuddin, Majalah Panakkukang Distributor General Affair Section Head, Majalah Panakkukang Alamat Redaksi PT.Angkasa Pura I (Persero) Bandara Sultan Hasanuddin Makassar Jl.Airport Mandai, Makassar 90552 Telp.(0411) 550123 Fax (0411) 553183 Website: www.Hasanuddin-Airport.com, email: Humas@hasanuddin-airport.com.


Foto : Husni ‘Acil’

on time

Komitmen Bersahabat Dengan Pelanggan

P

T Angkasa Pura I (Persero) Bandara Sultan Hasanuddin Makassar menggelar Workshop Great Customer Satisfaction yang berlangsung di Hotel Aryaduta Makassar 16-17 September 2013.   Acara yang diikuti para mitra usaha dan termasuk pula petugas dari Polsek, Imigrasi, Bea Cukai, Karantina maupun mitra usaha lainnya ini dibuka GM PT Angkasa Pura I Sultan Hasanuddin International Airport Makassar (SHIAM), Rachman Syafrie.   Racham menjelaskan, workshop ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sehingga nantinya pengguna Bandara Sultan Hasanuddin semakin merasa nyaman. Sebagai perusahaan penyedia jasa pelayanan, PT Angkasa Pura I sadar harus  meningkatkan kualitas pelayanan. "Sebab kepuasan pelanggan yang utama," ujarnya. Sementara itu, Share and Services Department Head PT Angkasa Pura I

4

(Persero) Bandara Sultan Hasanuddin, Didik Catur Prasetya, dalam materi Workshopnya mengungkapkan kegiatan seperti ini akan mendorong percepatan peningkatan pelayanan prima yang menjadi tuntutan pasar dewasa ini. Oleh karena itu, kepuasan

Komitmen ini didasari bukan karena status SHIAM sebagai bandara internasional melainkan karena kewajiban sebagai perusahaan penyedia jasa. pelayanan itu bisa diukur dari pelayanan yang memuaskan dari para petugas maupun mitra kerja dan usaha PT Angkasa Pura I Bandara SHIAM. SHIAM | Edisi 02 | Oktober 2013

Kedepannya, lanjut Didik, para pengguna jasa Bandara SHIAM bisa menceritakan kepuasan yang mereka alamani tersebut kepada orang lain. "Sebab hal ini cukup penting untuk terus ditingkatkan," jelasnya. Ditambahkan, komitmen ini didasari bukan karena status Bandara SHIAM sebagai bandara internasional melainkan karena kewajiban sebagai perusahaan penyedia jasa. Menurut Didik, terdapat beberapa indikator dalam pemberian pelayanan kepada customer yang selalu dijadikan bahan evaluasi manajemen BUMN itu untuk perbaikan maupun pembenahan. "Kita harus mengukur saat ini sudah di level mana, jika sudah mengetahui kemudian berusah meningkatkannya," ujarnya.  Yang pasti, kata Didik, untuk peningkatkan pelayanan tidak melulu berkaitan dengan uang. Tapi melainkan bisa dilakukan dengan hal-hal kecil seperti respon cepat, tanggap dan komitmen bersikap bersahabat dengan pelanggan. ***


culture Bandara Internasional Sultan Hasanuddin

Menuju Standar 

World Class Airport

B

non-aero hingga dua kali lipat. “Kami akan meningkatkan pendapatan sebagai tolok ukur bahwa bandara kita masuk kategori  world class sebagaimana visi

“Kami akan meningkatkan pendapatan sebagai tolak ukur bahwa bandara kita masuk kategori world class sebagaimana visi kami,” ujar Syafri. kami,” jelas Rachman. Pertumbuhan pendapatan non-aero yang tahun ini ditargetkan meningkat dua kali lipat juga diharapkan membantu pengembangan bandara. Syafri mengatakan Angkasa Pura kesulitan mengembangkan bandara dengan pendapatan minim tersebut. “Jangankan untuk mengembangkan bandara, untuk perawatan saja sulit,” katanya. Menurut Syafri, Angkasa Pura telah melakukan studi banding di Bandar

Foto : Asrul Shany

andara Sultan Hasanuddin masih membutuhkan pendapatan dari sektor non-aero dua kali lipat lebih banyak dari yang ada saat ini. Hal tersebut untuk pengembangan bandara sebagai standarworld class airport. "Bandara Hasanuddin saat ini masih menuju pengakuan sebagai world class airport,” ujar General Manager PT Angkasa Pura I, Rachman Syafrie. Menurutnya, tolok ukur world class airport yang utama adalah porsi pendapatan non-aero di atas 50 persen dari total pendapatan bandara. Namun saat ini porsi pendapatan non-aero yang mencakup pendapatan yang tidak berhubungan langsung dengan pesawat, seperti sewa counter, business center, dan retail, baru mencapai kisaran 20 persen dari total pendapatan. Adapun pendapatan aero, di antaranya landing dan parking fee, mencapai porsi 80 persen. Karena itu pada 2013, Angkasa Pura akan berupaya meningkatkan pendapatan

SHIAM | Edisi 02 | Oktober 2013

Udara Internasional Incheon, Korea Selatan. Di sana fasilitas bandara tersedia lengkap. Kelengkapan fasilitas dan pusat bisnis serta leisure dianggap menambah penghasilan bandara. Oleh karena itu, rencananya Angkasa Pura akan membangun airport hotel dengan 32 kamar di area seluas 1.800 meter persegi. Hotel yang akan dibangun atas kerja sama dengan Accord International tersebut disiapkan dengan investasi Rp 30 miliar. Selain itu, tempat istirahat berupa taman yang akan menghabiskan dana Rp 200 juta akan dibangun. “Konsepnya, kami akan membuatstaging area dan restoran terapung di sana,” ungkapnya.   Upaya meningkatkan pendapatan juga dilakukan dengan membuka retail baru dengan International Chain, seperti Pizza Hut, McDonald, dan AW. Ke depan, Bandara Sultan Hasanuddin akan dikembangkan dengan konsep airport city, yang di dalamnya terdapat business center, hotel, rumah sakit, theme park, leisure, dan mal. *** (rusman madjulekka).

5


LOUNGE

SHIAM Ciptakan

Foto : Taufiq ‘IMAGI Photography’

Kawasan Eco Airport

S

ebagai bandara bertaraf internasional, Sultan Hasanuddin International Airport Makassar (SHIAM) di Maros senantiasa memperhatikan kualitas lingkungan di kawasan sekitar areal bandara dan pengelolaan limbah.  Hal tersebut diungkapkan oleh General Manager (GM) PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Sultan hasanuddin, Rahman Syafrie. Pihaknya sangat konsen dalam hal pengelolaan limbah dan kualitas lingkungan disekitar bandara. Hal tersebut dibuktikan dengan pihaknya khusus mengalokasikan dana hingga Rp 2 miliar dalam proyek pengelolaan limbah dan lingkungan hidup. Hal tersebut dilakukan BUMN ini sebagai upaya mewujudkan industri berbasis eco airport. Pemantauan yang dilakukan antara lain, lanjut Rachman, adalah monitoring

6

"Persoalan limbah dan lingkungan bandara merupakan salah satu objek vital yang selalu kami perhatikan.” kualitas udara dan kebisingan, limbah padat, pengelolaan tata ruang, kualitas air, kesehatan masyarakat dan CSR. "Persoalan limbah dan lingkungan bandara merupakan salah satu objek vital yang selalu kami perhatikan.

SHIAM | Edisi 02 | Oktober 2013

Olehnya data dari Badan Lingkungan Hidup Daerah Sulsel mengenai pengelolaan limbah AP I yang masuk daftar hitam kami sangat sesalkan," jelas Syafrie, Jumat (13/09). Pembangunan atau investasi fasilitas peralatan dalam pengelolaan limbah yang ada di Bandara Hasanuddin meliputi Water Treatment Plant (WTP) dan Water Softener dengan kapasitas 40 meter kubik, mesin incicerator untuk persampahan dengan kapasitas 1 meter kubik per jam,Sewage Treatment Plant (STP), program pembasmian hama serangga dan tikus serta gudang penyimpanan barang bekas.  Selain penambahan fasilitas pengolahan secara khusus PT Angkasa Pura I telah membentuk satu divisi organisasi bary di bawah direksi yakni Safety Health and Environment (SHE) Group Head. (*/rus).


travel notes

Kuliner Favorit

Paling Dicari di Makassar 

K

ota Makassar memang dikenal sebagai salah satu kota dengan hidangan makanan yang menggugah selera. Ada banyak kuliner khasnya yang membuat siapa saja ingin datang lagi di kota ini. Nah, berikut ini jenis kuliner favorit ala ‘kota daeng’ yang paling dicari adalah: Coto Makassar

Sop Konro / Konro Bakar

1. Coto Makassar Jenis kuliner ini sangat populer di Makassar. Disajikan dengan kuahnya yang gurih dan hangat, terasa begitu lezat ketika dinikmati dengan ketupat. Anda sisa pesan mau jenis coto yang hanya berisi daging, paru atau campur. Dibeberapa sudut kota terdapat warung yang menyajikan coto Makassar.

2. Pallubasa Agak mirip dengan Coto Makassar, Pallubasa adalah kuliner berkuah. Sup daging sapi ini memiliki kuah yang dicampur dengan kelapa goreng. Rasanya gurih dan segar. Anda juga bisa pesan sajian dengan menambahkan kuning telur mentah. Yang banyak dikunjungi warung di Jl.Serigala dan Jl.Onta Lama.

3.Sop Konro & Konro Bakar   Sop Konro dibuat dari daging sapi pilihan yang dicampur kuah sup. Sedangkan Konro Bakar merupakan daging iga sapi pilihan yang dipanggang dan dipadu dengan bumbu kacang racikan khas Makassar. Yang ramai dikunjungi biasanya Warung Sop Konro milik Haji Hanafi di Jl.Lompobattang, tak jauh dari lapangan Karebosi (alun-alun).

4. Mie Kering   Mie kering yang diguyur kuah mirip cap cay. Hanya saja, bumbu dan jenis mie yang digunakan berbeda. Mie-nya lebih tipis ketimbang ifu mie.

Pallubasa Mie Kering

Cukup banyak tempat makan menjual mie kering dengan merk berbeda-beda. Misalnya, mie titi, mie awa, mie kwanton, mie ceng, mie anto, mie hengki, dll.

5. Pisang ijo Pisang ijo khas Makassar berupa es dengan bubur sumsum, sirup, dan pisang yang diberi lapisan warna hijau. Salah satu warung dengan es pisang ijo yang terkenal  adalah warung Bravo.

Es Pisang Ijo

6. Pallubutung Agak mirip dengan es pisang ijo,makanan ini bebahan dasar pisang. Bedanya, tidak ada lapisan hijau yang menyelimuti pisang. Warung makan Bravo juga menyajikan es pallubutung.

Es Pallubutung

7.Pisang Epe Semacam camilan khas Pantai Losari, namanya pisang epe. Pisang epe banyak dijual gerobak di sekitar Pantai Losari. Pisang epe adalah pisang bakar yang dijepit hingga pipih. Kemudian pisang bakar panas diberi bumbu durian, keju atau cokelat. Tergantung selera. *** (rus). SHIAM | Edisi 01 | September 2013

Pisang Epe

7


Bangun Mesjid di Kawasan Wisata Bantimurung

PT Angkasa Pura I (Persero) telah membuktikan komitmennya untuk mendukung kegiatan sosial, terutama di daerah yang menjadi wilayah operasional BUMN tersebut. Pada kamis, 5 September 2013, Angkasa Pura telah merampungkan pembangunan mesjid di kawasan wisata Bantimurung, kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Peresmian masjid itu dilakukan langsung oleh M.Hatta Rachman, Bupati Maros, yang turut dihadiri oleh Finance and IT Director PT. Angkasa Pura I (Persero), Gunawan Agus Subrata dan General Manager Bandara Sultan Hasanuddin, Rachman Syafrie.

8

SHIAM | Edisi 02 | Oktober 2013


‘Masjid ini dibangun sebagai bentuk kepedulian Angkasa Pura dalam program CSR (Corporate Social Responsibility) dengan dana sebesar Rp 340 juta yang mulai dikerjakan sejak tahun  2011,” jelas Gunawan. Sedangkan Bupati Hatta Rahman mengharapkan dengan kehadiran masjid ini menambah fasilitas bagi pengunjung di kawasan wisata Bantimurung. Sebelum hadirnya masjid yang diberi nama Ar Rahman ini, sarana ibadah di Bantimurung memang minim, dan hanya berupa musholah kecil saja. “Karena itu kami berterima kasih atas partsipasi Angkasa Pura,” ujarnya. (*/rus).

SHIAM | Edisi 02 | Oktober 2013

9


SHIAM Magazine Edisi 02 | Oktober 2013