Page 1

LEMBAGA PERS MAHASISWA EDENTS

KORAN EDENTS Dinamika Intelektual Mahasiswa

Dari Redaksi Memilih pemimpin baru memang sudah menjadi keharusan bagi tiap organisasi. Hal ini lah yang akan dilakukan di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) dalam waktu dekat. Tanggal 3 November 2016 sudah diwacanakan sebagai hari Pemilihan Fakultas (Pemiltas), yaitu hari pemilihan ketua di tingkat fakultas, yakni Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), maupun di tingkat jurusan, yakni himpunan. Penjelasan secara menyeluruh terkait persiapan FEB dalam Pemiltas kami rangkum dalam rubrik Laporan Utama. Koran Edents Volume 10 edisi 19 September – 2 Oktober 2016 kali ini juga membahas tentang persiapan dan rangkaian Training Legislatif Fakultas oleh Sema FEB yang ditujukan kepada calon fungsionaris 2017. Rubrik kabar kampus kembali hadir di edisi ini, giliran UPK EECC yang berhasil menghelat acara Scholarship Show. Acara yang digelar di gedung LPPU Undip ini mengusung tema ready for global competiton berhasil menyedot perhatian peserta dengan adanya expo dan latihan kepenulisan. Selain rubrik kabar kampus, Kordents edisi 10 ini juga menyajikan informasi seputar prestasi mahasiswa FEB yang berhasil membawa pulang gelar juara pada ajang UPGRIS Taekwondo Championship 2016. Terakhir dari dapur redaksi mengucapkan selamat membaca bagi para sahabat Edents. Bangga jadi mahasiswa Ekonomi!

Kordents Volume 10 Edisi 19 Sept - 2 Okt 2016 Diterbitkan Oleh Lembaga Pers Mahasiswa Edents Pemimpin Umum : Akbar Sih Pambudhi; Pemimpin Redaksi : Nur Wahidin; Pemimpin Artistik : Anastania Shafira; Editor : Adhevyo Reza; Reporter : Sequoia satria, LSS Intan, Aradeya Tangguh, Riya Niri, Dewi Hastuti, Niki Agni, Mutia Rahmania, Albertus Agung; Layouter : Abdan Husnan Sekretariat : Gedung PKM Lt. 1 FEB Undip, Tembalang Edents Call Center : 024-91181513

Kabar Prestasi

Minggu Ini

w w w.lpmedents.com

Volume 10 Edisi 19 September - 2 Oktober 2016

di

lpmedents.com

Laporan Utama

Training Legislatif, Menuju FEB yang Lebih Baik “Karena dari Senat Universitas Diponegoro mewajibkan untuk para calon lembaga legislatif (tingkat mahasiswa) harus mengikuti training legislatif fakultas, jadi nanti ketika mereka didelegasikan ke Senat mereka udah siap,” – Muhammad Arifin selaku ketua panitia Training Legislatif Fakultas Senat Mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (Sema FEB Undip) akan menggelar Training Legislatif Fakultas (TLF) pada hari Sabtu, 24 September 2016. Acara ini akan diikuti oleh perwakilan dari setiap Organisasi Mawahasiswa (Ormawa) FEB Undip dan peserta umum. Training ini akan diadakan di Fakultas Perikanan dan Iilmu Kelautan (FPIK) Gedung D.304 selama 2 hari. Melatih mahasiswa Training ini ini bertujuan untuk melatih mahasiswa menjadi seorang senator yang mengetahui cara menyusun kebijakan, cara mengawasi kinerja Oramawa. Dan bisa menyampaikan keluhan, masukan, atau saran dan kritik mahasiswa kepada pihak pengelola universitas. “Karena dari Senat Universitas Diponegoro itu dia mewajibkan untuk para calon lembaga legislatif (tingkat mahasiswa) harus mengikuti training legislatif fakultas, jadi nanti ketika mereka didelegasikan ke senator mereka udah siap,” ujar Muhammad Arifin selaku ketua panitia. Selain itu, pada acara ini juga akan disampaikan bagaimana gambaran teknik sidang, dan cara membuat undang – undang yang baik. Arifin juga menjelaskan bahwa output yang diharapkan dari pelatihan ini adalah peserta dapat paham akan fungsi dan peran dari Senat. Pun peserta diharapkan mendapatkan output yang jelas dari pelaksanaan acara ini nantinya. Pre-Phase TLF Serangkaian acara TLF telah dilalui oleh pihak Senat, mulai dari pendaftaran pada tanggal 10 sampai 13 September 2016 lalu, pengumpulan berkas hingga tanggal 13 September 2016 diadakan pengumpulan berkas. Dan tanggal 14 September pengumuman peserta TLF baik ditingkat Ormawa ataupun umum. Serta pada tanggal 16 September 2016 diadakan Pre-Phase TLF di gedung PKM lt 2 FEB Undip. Pre-Phase ini menghadirkan beberapa pembicara dari aktivis Undip dan Universitas Negeri Semarang (Unnes). Seperti Galuh Novinda selaku ketua Senat FEB 2016, Dwi Swasana Romadhon selaku ketua Senat FEB 2015, Sigit selaku ketua Senat Universitas Diponegoro, dan Budi selaku ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa Unnes. Pada pelatihan ini panitia menargetkan 70 peserta baik dari Ormawa maupun umum. “Target peserta sih minimal 70 orang untuk umum dan dua untuk perwakilan Ormawa dan UPK,” jelas Arifin. Delegasi Ormawa Beberapa perwakilan Ormawa akan mengikuti TLF yang diadakan oleh Sema FEB Undip, salah satunya adalah Economics English Conversation Club (EECC). Pada Training Legislatif tahun ini EECC akan mengirimkan tiga delegasi.

Levana Tiopei, selaku ketua EECC mengatakan bahwa acara seperti ini sangat dibutuhkan oleh mahasiswa sebagai bekal generasi selanjutnya yang akan menduduki posisi Senat. Salah satu delegasi EECC, Chaviannisa Sagitha, menuturkan bahwa training legislatif ini memang dijadikanya sebagai bekal untuk menjadi senator. “Kalau aku sih, aku sebagai perwakilan Senat dari EECC, jadi sekalian latihan karena memang berniat masuk Senat tahun depan. Soalnya kata teman dari Senat, training legislatif itu di ajarin sidang dan lain – lain,” jelas Chaviannisa. Selain EECC, Ormawa lain yang mengikuti TLF adalah Pelayanan Rohani Mahasiswa Katholik (PRMK). Ignatius Raditya selaku ketua PRMK menyatakan bahwa akan mengirimkan tiga delegasinya. PRMK mengaku sangat terbantu oleh training ini. “Kegiatan Training Legislatif ini cukup membantu kami. Terutama untuk para delegasi, untuk bisa mengetahui banyak hal apabila berpartisipasi di Senat sebagai perwakilan Ormawa,” terang Ignatius. Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) juga dapat mengirim delegasinya, adalah UKM Volly. Pada training ini UKM Volly mengirimkan satu delegasi saja. Muhammad Shobirin selaku ketua UKM Volly, mengapresiasi acara ini. “Saya sangat mengapresiasi TLF ini, karena kita diberikan bekal berupa materi student governence, kelegislatifan, legal drafting dan teknik diskusi, tata cara bersidang dengan pembicara yang merupakan pakar dibidang legislatif kemahasiswaan, ketatanegaraan, hirearki lembaga kemahasiswaan, tupoksi lembaga mahasiswa, jalur koordinasi lembaga,” ujarnya. Penuh komitmen Setiap acara memiliki kendala, begitu pula TLF ini. Muhammad Arifin mengaku kendala yang dihadapi panitia saat ini adalah kurangnya delegasi yang diutus beberapa Ormawa. “Kalo kendala sih mungkin dari delegasi Ormawanya. Kita kan mewajibkan untuk delegasi Ormawanya itu 2, tapi ada dari beberapa Ormawa ada yang mengirimkan 1,” ujar Arifin ketika ditanya tentang kendala. Meskipun memiliki banyak kendala, Arifin tetap optimis akan TLF tahun ini. Pihak Ormawa mengharapkan manfaat untuk para delegasi nya dalam acara TLF ini. “Semonga Training Legislatif tahun ini bisa memberikan pengalaman yang bermanfaat kepada para delegasi Organisasi Mahasiswa, sehingga apabila ingin meneruskan langkah mereka sebagai senat perwakilan Organisasi, delegasi dapat menjalankan tugasnya dengan penuh komitmen,” ujar Ignatius. Levana juga berharap agar peserta yang ikut TLF nantinya dapat terlatih dan paham akan seluk beluk fungsi dan peran senator. (nw)

Enam Atlet FEB Sumbang Medali Bagi Kontingen Undip

Islamic Motivation Training Kenalkan Mentoring di Lingkungan Kampus FEB Undip (17/9) Bertempat di Gedung Labolatorium Kewirausahaan, Mizan FEB Undip kembali menyelenggarakan Islamic Motivation Training (IMOT). Acara tahunan Mizan ini merupakan pembukaan kegiatan mentoring untuk mahasiswa FEB angkatan 2016 atau biasa disebut GOM (Grand Opening Mentoring). Acara yang dipandu oleh Fathan Qoriba (Ketua BPMAI 2016) ini menghadirkan Luthfi Rahman (Wakil Ketua BEM 2016) serta Ustad Solikin Abu Izzudin (Penulis Buku Best Seller “Zero to Hero") sebagai pembicara. Seminar Nasional Provel Ciptakan Mahasiswa yang Kritis Akan Isu Terkini Semarang (10/9) – The Project of Economic Development (Provel) 2016 merupakan suatu acara tahunan yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan (HMJ IESP) FEB Undip. Pada tahun ini, rangkaian acara Provel resmi ditutup dengan seminar nasional yang mengangkat tema Pembangunan Infrastuktur untuk Memperkuat Fondasi Dimensi Unggulan. Menurut Putra Agung selaku ketua panitia acara tujuan diadakannya seminar ini yakni menciptakan mahasiswa yang kritis dan tanggap dengan isu-isu terkini. Seperti pembangunan infrastruktur untuk memperkuat dimensi unggulan. Public Hearing Keempat Bahas Seputar Organisasi dan Kemahasiswaan FEB Undip (7/9) - Senat Mahasiswa (Sema) FEB Undip kembali menggelar Public Hearing keempat yang membahas tentang organisasi dan kemahasiswaan. Bertempat di Hall Gedung C FEB Undip, Public Hearing kali ini menghadirkan Anis Chariri selaku Wakil Dekan I FEB Undip serta Rizal Hari Magnadi selaku akademisi FEB Undip.

doc. Pribadi

"Hasil latihan kita yang telah sebulan kita lakuin itu hampir mendekati target, yaitu dapet Juara Umum 1"–tutur Abdurrohman Hizbulloh

Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB), kembali berbangga setelah enam atlet Taekwondonya turut menyumbang medali bagi kontingen Undip yang berlaga pada “UPGRIS Taekwondo Championship 2016” tingkat kota Semarang di Universitas PGRI Semarang, Minggu (4/9). Mereka adalah Dena Aprilia A (Manajemen 2014) yang meraih emas, Abdurrohman Hizbulloh (Manajemen 2015) dan Givari Musa Hidayah (D3 Perpajakan) yang keduanya meraih perak, lalu Frans Exel (Manajemen 2016), M. Naufal (Akuntansi 2013), serta Aditya Jati (Manajemen 2013) yang masing-masing meraih perunggu. Prestasi tersebut berhasil mengantarkan kontingen Undip menyabet Juara Umum 2, setelah tuan rumah UPGRIS yang menyabet Juara Umum 1. Aab, sapaan akrab Abdurrohman Hizbulloh, mengatakan bahwa apa yang mereka raih tersebut hampir mendekati target. “Perasaannya tentu kita sangat senang dan hasil latihan kita yang telah sebulan kita lakuin itu hampir mendekati target, yaitu dapet Juara Umum 1,” tutur Aab. Khusus untuk mengikuti ajang ini, UKM

Taekwondo Undip mempersiapkan para atletnya sejak jauh hari, tepatnya sebelum perkuliahan semester ganjil dimulai. Latihan rutin dilaksanakan dari Senin hingga Jumat. Namun menjelang berlangsungnya kejuaraan latihan pun diistirahatkan terlebih dahulu untuk mempersiapkan kejuaraan. Selama rentang waktu sebulan, persiapan tersebut diakui Aab tidak mengalami kendala apapun, termasuk saat bertanding. “Menurut aku ya, latihan kita juga pake matras di Student Centre (Pusat Kegiatan Mahasiswa-red) terus kita juga ada pelatih yang udah pengalaman juga mahasiswa yang udah pengalaman, terus dana delegasi emang dari kita juga sih,” ujarnya. Namun, diakuinya hambatan secara tidak langsung justru dirasakan kontingen Undip melawan para atlet yang berasal dari kontingen Unnes. Alhasil, Aab mengakui bahwa tim taekwondo Unnes merupakan rival terberat mereka. Akan tetapi, hal yang amat disayangkan pun turut menghiasi prestasi UKM Taekwondo Undip. Ternyata, dari pihak universitas, tidak memberikan dukungan lebih terhadap kontingen Undip yang berlaga. Mereka hanya memberikan fasilitas matras untuk latihan para atlet sebelum mengikuti lomba. Saat ditanya

mengenai adakah uang delegasi atau reward lainnya, Aab pun menjawab hingga saat ini dia tidak tahu dan tidak ada kabar dari pihak universitas mengenai hal tersebut. “Iya, kita cuma minjem matras dari pihak universitas. Untuk uang delegasi nggak dikasih. Karena mungkin, denger-denger kabar katanya tingkat Semarang itu nggak dikasih uang delegasi,” ungkap Aab. Dia pun menambahkan, bahwa seharusnya dukungan dari pihak universitas sejatinya juga harus secara nyata diberikan kepada UKM. Mengingat latihan yang telah mereka jalani tersebut tidaklah main-main bahkan kini telah membuahkan prestasi yang gemilang bagi Undip. Beranjak dari ajang “UPGRIS Taekwondo Championship 2016” kini UKM Taekwondo Undip mulai mempersiapkan diri untuk mengikuti kejuaraan di tingkat Jawa Tengah dan DIY, yang nantinya akan dihelat pada bulan November 2016. “Target kita ya juara umum lagi dan bisa membawa banyak emas,” ujar Aab. Adapun harapan yang diutarakan Aab terhadap UKM Taekwondo Undip yaitu agar nantinya dapat menambah gelar juara di kejuaraan mayor dari tingkat regional, nasional, sampai dapat mengikuti kejuaraan internasional. (nw)


Kunjungi !

w w w.lpmedents.com

Kordents Vol. 10 Edisi 19 Sept - 2 Okt 2016

Laporan Utama

Pemiltas 2016: Fakultas dan Universitas Siap untuk Sinergis “Senat merekomendasikan itu untuk membuat mungkin sejarah baru lah di ekonomi, kayak gitu. Dimana fakultas, jurusan, sama universitas itu bisa sinergis,”-Galuh Novinda, Ketua Senat Mahasiswa FEB Undip

SEMARANG – Memilih pemimpin baru memang sudah menjadi keharusan bagi tiap organisasi. Hal ini lah yang akan dilakukan di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) dalam waktu dekat. Tanggal 3 November 2016 sudah diwacanakan sebagai hari Pemilihan Fakultas (Pemiltas), yaitu hari pemilihan ketua baik di tingkat fakultas, yakni Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), maupun di tingkat jurusan, yakni himpunan. Persiapan jelang Pemiltas Ketua Senat Mahasiswa FEB Undip, Galuh Novinda mengaku sudah melakukan beberapa persiapan terkait Pemiltas tahun ini. “Untuk pemiltas sendiri kebetulan kita sudah open recruitment Panlih (Panitia Pemilih-red) Pemiltas, kebetulan sudah terpilih juga ketuanya, Mustofa Hanif dari Fepala,” ujar Galuh. Selain open recruitment Panlih, Senat juga telah melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) ke Organisasi Mahasiswa (Ormawa) terkait peraturan yang menjadi persyaratan bagi ketua dan wakil ketua BEM nantinya. Selain terbentuknya Panlih dan terlaksananya RDP, sebelumnya Senat sudah membentuk panitia khusus (Pansus) yang terdiri dari perwakilan tiap komisi, pimpinan, serta staff ahli. Pansus bertugas untuk mengawasi jalannya Pemiltas sesuai peraturan dan prosedur yang ada. “Jadi Pansus nya nanti hanya mengarahkan aja, ini harus jalan, ini harus ini, harus mengacu pada ketetapan dan lain sebagainya,“ ujar Galuh. Setelah selesai dengan hal-hal terkait kepanitiaan, nantinya timeline akan disusun yang memerlukan koordinasi dengan pihak jurusan. Galuh juga menambahkan bahwa Panlih Pemiltas akan berkoordinasi dengan ketua suksesi dari masing-masing jurusan.

Delegasi dari Ormawa Sebelum Panlih terbentuk, kandidat-kandidatnya merupakan delegasi dari tiap-tiap Ormawa di FEB. Tanggapan mengenai adanya pengiriman delegasi dari tiap UPK cukup beragam. Rendi Arfiandi, selaku ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen (HMJM) tidak setuju mengenai hal tersebut. Rendi meragukan tingkat netralitas dari pengiriman delegasi ini. Ada kemungkinan jika delegasi tersebut mengangkat kepentingannya sendiri di Pemiltas. Kendati demikian, menurutnya hal baik yang bisa diambil adalah panitia bisa merangkul setiap elemen dari FEB. Berbeda dengan Rendi, Levana Tiopei, ketua Economics English Conversation Club (EECC) setuju dengan adanya pengiriman delegasi. “Setuju saja. Karena dengan adanya pengajuan delegasi dari tiap UPK kan Pemiltas bisa lebih sustainability (berkesinambungan¬red), bisa berjalan lebih cepat, lebih langsung dan most importantly mereka bisa lebih netral,” ujar Levana. Dari sisi mahasiswa manajemen, Rendi mengaku jika ia merasa bangga karena ada beberapa mahasiswa manajemen yang menjadi panitia Pemiltas. Rendi yakin jika mahasiswa manajemen mengikuti kepanitiaan dengan bekal ilmu manajemen yang mereka miliki serta berkompeten, mereka bisa berkontribusi secara maksimal. Sedangkan output yang diharapkan dari EECC menurut Levana adalah agar perwakilan dari EECC bisa menyuarakan pendapatnya, dapat mengajukan opini-opini yang membawa Pemiltas ke arah yang lebih baik, netral dan berkesan untuk seluruh warga FEB. Rendi berharap Pemiltas tahun ini tetap menjunjung tinggi demokrasi dan netralitas. “Yang pasti mereka tetap menjunjung tinggi demokrasi dan netralitas,” ujarnya. Terlebih lagi, kesadaran untuk melakukan pemilihan atau demokrasi diharapkan semakin meningkat di FEB sehingga seluruh elemen FEB dapat berkontribusi untuk memilih ketua BEM atau pemimpin baru FEB yang dapat memberikan dampak positif. Tidak jauh berbeda dengan Rendi, Levana berharap agar Pemiltas tahun ini lebih netral, tidak condong ke satu pihak, lebih aman dan lebih koordinatif. Timeline Galuh mengaku tanggal pemilihan adalah satu-satunya hal yang baru ditetapkan. Untuk rincian waktu kegiatan lain masih berupa gambaran kasar. Kendati demikian, Galuh menjelaskan bahwa tiga hari sebelum pemilihan akan ada masa tenang. Sebelum masa tenang terdapat masa kampanye selama dua minggu yang sebelumnya akan diawali dengan pengambilan nomor urut dari masing-masing calon ketua dan wakil ketua. Dan akan ada seleksi berkas yang akan diadakan selama satu hingga dua minggu. “Sebelum pengambilan

Kabar Kampus

nomor urut nanti sekitar seminggu atau dua minggu kita seleksi berkas dan lain sebagainya,” ujar Galuh. Berbarengan dengan Universitas Galuh mengatakan bahwa salah satu perbedaan Pemiltas tahun ini dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya adalah adanya kesamaan tanggal pemilihan baik dari jurusan, fakultas, maupun universitas. ”Makanya nanti kita akan mengadakan koordinasi juga bersama pihak jurusan, fakultas, dan pihak universitas,” ujar Galuh. Ia juga menyatakan bahwa akan ada panitia pengawas (Panwas) dari pihak universitas yang diambil dari perwakilan di tiap fakultas. “Jadi nanti ada perwakilan dari universitas satu orang di setiap fakultas yang ngawasin yang namanya pemilihan raya universitas,” ucap Galuh. Di sisi lain, ada ketakutan bahwa kegiatan-kegiatan Pemilihan Raya (Pemira) akan ‘berbenturan’ dengan kegiatan-kegiatan Pemiltas. “Takutnya nanti dari Pemira ini bakal ngebentur sama kegiatan Pemiltas kita, kayak gitu,” tukas Galuh. Maka dari itu, Galuh ingin agar pihak Pemiltas selalu berkoordinasi dengan ketua himpunan jurusan, juga kepada tiap-tiap ketua panitia suksesi di jurusan masing-masing. Galuh mengaku dengan adanya agenda Pemira dan Pemiltas yang berbarengan, akan menjadi sejarah baru bagi FEB Undip. “Makanya sekarang dari Senat merekomendasikan itu untuk membuat mungkin sejarah baru lah di ekonomi, kayak gitu. Di mana fakultas, jurusan, sama universitas itu bisa sinergis. Nanti harapannya bisa tercipta demokrasi yang benar-benar demokrasi, kayak gitu,” tambahnya. (nw)

Scholarship Show Ajang Para Mahasiswa Belajar Mengenai Beasiswa “Dengan semakin banyaknya mahasiswa atau masyarakat Indonesia yang keluar negeri, kita akan semakin siap untuk menghadapi kompetisi global yg semakin berat dan sangat kompetitif,” – Fadhil Rahandika, Ketua Panitia Scholarship Show 2016

Economics English Conversation Club (EECC) menggelar Scholarship Show 2016 bertemakan ready for global competiton pada Minggu, 18/9 di Gedung LPPU Undip, Tembalang. Acara yang mengusung tagline be a qualified grantee ini menghadirkan empat pembicara yang merupakan seorang ahli di bidangnya. Menurut Fadhil Rahandika selaku ketua panitia, acara ini bermaksud untuk memberikan informasi yang dibutuhkan para pencari beasiswa dan menularkan semangat menjadi individu yang siap dalam persaingan global. Wafi Yudhoyono sebagai peserta Scholarship Show 2016 mengungkapkan bahwa Ia memiliki beberapa motivasi untuk mengikuti acara tersebut. “Motivasi saya untuk mengikuti acara ini karena untuk mendapatkan ilmu, mendapatkan beasiswa secara menyeluruh, bagaimana caranya dan motivasi saya supaya kayak gitu,” jelas Wafi. Jalannya acara Pembicara pertama adalah Elizabeth Stella Sedjati atau yang akrab dipanggil Ella, seorang penerima beasiswa Ritsumeikan Asia Pacific Scholarship in Japan. Di sesi ini, Ella memaparkan mengenai bagaimana cara bisa mendapatkan beasiswa, proses dan persiapannya, tes dan tahapan dalam mendapat beasiswa, cara survive dan mempertahankan beasiswa, serta kesulitan kuliah di luar negeri. Kemudian pada sesi selanjutnya menghadirkan dua pembicara sekaligus, yaitu Agung Kurniawan dan Santri

Pertiwi, dua orang penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Sesi ini dimulai oleh Agung Kurniawan yang menjelaskan tujuan LPDP, sistematika pendaftaran, serta kriteria penerima beasiswa. Sedangkan Santri Pratiwi menjelaskan bagaimana pengalaman mengenai beasiswa LPDP serta berbagi tips dan trik agar bisa mendapatkan beasiswa. Adanya expo konsultan Hal yang menarik dalam acara ini adalah adanya expo dari beberapa konsultan akademi bagi mereka yang tertarik untuk melanjutkan

pendidikan ke luar negeri. Tentu saja ini merupakan sebuah kesempatan untuk mengulik lebih dalam mengenai pendidikan ke luar negeri. Antusiasme peserta pun terlihat dari ramainya booth konsultan akademi tersebut. Selain expo, peserta juga diberikan pelatihan menulis motivation letter dan essay expert. Perlu diketahui bahwa motivation letter adalah salah satu dokumen penting yang biasanya menjadi syarat untuk mengajukan beasiswa. Dalam pelatihan ini, dihadirkan seorang ahli dalam bidang kepenulisan yaitu Kuscahyo Budi Prayogo dari Lembaga Bahasa dan Pendidikan Profesional (LBPP) LIA yang memaparkan mengenai kiat-kiat dalam menulis dalam Bahasa Inggris. Fadhil mengaku bahwa kendala yang dihadapi ketika melaksanakan acara Scholarship Shows sama seperti acaraacara biasanya, yaitu pengumpulan dana. “Kita sudah melakukan berbagai macam upaya untuk mendapatkannya (dana-red), akan tetapi respon yang diberikan tidak sesuai harapan. Tapi pada akhirnya acara terlaksana sesuai dengan yang direncanakan,” jelas Fadhil. Wafi mengungkapkan bahwa banyak manfaat yang dapat diambil dalam acara ini. “Contohnya mbak Ella tadi yang dari Jepang. Dengan itu saya bisa melihatnya, mendengarnya, seenggaknya udah ada bayangan di luar gimana,” jelas Wafi. Senada dengan Wafi, Fadhil berharap semakin banyak lagi peserta yang dapat mengikuti acara tersebut. Bukan hanya mahasiswa, tapi masyarakat pada umumnya bisa mendapatkan informasi yang mereka butuhkan untuk mengajukan beasiswa ke luar negeri. (nw)

Kordents Vol. 10 Edisi 19 Sept - 2 Okt 2016  
Kordents Vol. 10 Edisi 19 Sept - 2 Okt 2016  

Tidak lama lagi FEB Undip akan mengadakan Pemiltas. Persiapan FEB dalam Pemiltas terangkum dalam rubrik Laporan Utama. Selain itu, Laporan U...

Advertisement