Page 1

LEMBAGA PERS MAHASISWA EDENTS

KORAN EDENTS Dinamika Intelektual Mahasiswaw w w.lpmedents.com

Volume 6 Edisi 9 - 15 Mei 2016

Dari Redaksi Hal menarik di kampus FEB Undip Tembalang setiap memasuki pertengahan semester genap. Apalagi kalau bukan pertandingan antar angkatan yang diadakan oleh masing-masing Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) S1. Baik jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan, Manajemen, dan Akuntansi pada tahun 2016 ini serentak menggelar pesta olahraga untuk setiap angkatan. Meskipun bertajuk pesta olahraga, namun cabang pertandingan pun turut diisi dengan ajang akademis seperti lomba debat, rangking satu, dan closing ceremony yang ditujukan sebagai malam penutupan dan penyerahan hadiah kepada para pemenang dari masing-masing cabang perlombaan. Koran Edents Vol 6 Edisi 9-15 Mei 2016 ini menyajikan laporan khusus terkait penyelenggaraan ajang perlombaan disetiap jurusan. Mulai dari Accounting in Action, Management Events hingga Evolution kami bahas secara khusus. Sedangkan untuk rubrik laporan utama dari dapur redaksi menyajikan berita tentang munculnya isu akselerasi jabatan pada Organisasi Mahasiswa DI FEB Undip. Adanya isu tersebut menuai berbagai respon dari beberapa pihak. Ada pihak yang pro namun ada juga pihak yang kontra atas isu akan adanya akselerasi jabatan tersebut. Tanggapan dari Senat Mahasiswa pun kami sajikan guna menambah wawasan dan pengetahuan pembaca terkait isu tersebut. Terakhir dari dapu redaksi mengucapkan selamat membaca bagi para sahabat sekalian dan semoga dapat mengambil hikmah dari berita yang kami sajikan. Ekonomi jaya

Kordents Volume 6 Edisi 9 - 15 Mei 2016 Diterbitkan Oleh Lembaga Pers Mahasiswa Edents Pemimpin Umum : Akbar Sih Pambudhi; Pemimpin Redaksi : Nur Wahidin; Pemimpin Artistik : Anastania Shafira; Editor : Adhevyo Reza; Reporter : Fana Insanu,Riya Niri,Dewi Hastuti,Veronica Febriana,Albertus Agung,Intan Permatasari,Yayuk,Mutia Rahmania,Niki Agni Layouter : Dea Dwi Gustiani Sekretariat : Gedung PKM Lt. 1 FEB Undip, Tembalang Edents Call Center : 024-91181513

Laporan Utama

(Belum) Habis UKT & SPI, Terbitlah Akselerasi Munculnya isu akselerasi di tiap Ormawa membawa angin yang tak sedap bagi beberapa pihak. Ada pihak yang pro dan pihak yang kontra atas isu tersebut. Namun belum jelasnya kapan pelaksanaan akselerasi tersebut membuat Senat Mahasiswa FEB perlu melakukan kajian ulang serta sosialisasi lebih lanjut

Isu tentang akselerasi kembali berhembus kencang di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Undip. Isu turunan dari universitas yang pada tahun sebelumnya mereda, kini muncul kembali pada Musyawarah Mahasiswa (Muswa) tingkat Universitas dengan adanya pembahasan mengenai akselerasi. Muswa yang berlangsung tanggal 2-3 April 2016 di gedung F Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) tersebut salah satunya membahas tentang Pedoman Pokok Organisasi (PPO) Universitas yang di dalamnya mengisyaratkan adanya persyaratanperyaratan minimal dan maksimal terkait lamanya tahun menjabat serta terkait angkatan yang menjabat sebagai ketua. Untuk BEM dan Senat mahasiswa di universitas maupun di fakultas maksimal 3 tahun, sedangkan untuk himpunan maksimal 2 tahun. Menurut Galuh Novinda, ketua Senat Mahasiswa (Sema) FEB Undip 2016 yang ikut dalam Muswa tersebut, latar belakang akselerasi disebabkan karena tiga hal: pemantapan Buku Biru terkait jenjang karir keorganisasian seorang mahasiswa, tuntutan akademis di beberapa fakultas bagi mahasiswa tingkat ketiga untuk fokus di akademiknya, serta kenaikan UKT & diterapkannya SPI bagi angkatan 2016. Buku Biru adalah buku pedoman kaderisasi organisasi mahasiswa Undip yang disusun dan dirangkai oleh PSDM BEM Undip, berisikan alur kaderisasi dimulai dari PMB hingga LKMM Madya, berikut materimateri dan target yang yang harus dicapai. “Jadi di buku biru itu sudah ada masa jenjang di mana mahasiswa yang aktuf di jurusan harus pindah ke fakultas, dari fakultas harus pindah ke UKM kayak gitu, nah di situ sudah di atur semester berapa semester berapa yang harus mewajibkan mahasiswa itu untuk berjenjang karir di organisaasi mahasiswa begitu,” jelasnya. Lalu kaitannya dengan kenaikan UKT dan penerapan SPI bagi angkatan 2016, menurut Galuh hal itu dikhawatirkan oleh pihak BEM dan Senat Universitas serta MWA unsur Mahasiswa jika nanti angkatan 2016 menjadi apatis dan terlalu fokus ke akademis. “Nah makanya kita bentuk yang namanya akselerasi. Jadi mahasiswa itu bisa tetep kuliah, bisa tetap berorganisasi dan mereka nggak merasa terbebani dengan adanya pengenaan UKT yang besar dan uang SPI,” terangnya. Pelaksanaan Kejelasan kapan akselerasi ini akan diterapkan, menurut Galuh, masih menunggu pengesahan dari pihak Rektorat, karena PPO yang dibahas dalam Muswa masih sampai pada tahap disepakati belum disahkan. Sembari menunggu pengesahan, Senat FEB akan melakukan konsultasi atau sosialisasi lebih lanjut lagi tentang penerapan PPO, sistem kaderisasi di universitas yang bakal di turunkan di fakultas, dan penerapan Buku Biru. “Nah disini nanti kita bakal lebih ke pematangan sosialisas terhadap PPO Universitas, karena kemarin kita hanya fokus kepada akselerasi yang bakal ditetapin di dalam PPO Univ. Kita masih belum membahas lebih jauh tentang bidang minimal di ormawa tersebut dan beberapa ketentuanketentuan lain yang ada perlu penyesuaian di fakultas, kayak gitu,” jelas Galuh. Di dalam PPO, untuk tingkat fakultas yang diharuskan untuk akselerasi hanya BEM, Senat Mahasiswa, dan Himpunan. LPM seperti Edents dan UPK lainnya seperti kelompok studi, olahraga, kesenian tidak terkena. Namun dikarenakan sudah ada UPK yang menerapkan dua tahun masa jabatan sebelumnya, menurut Galuh di FEB akan disama ratakan untuk akselerasi. “Masih banyak kontra juga dari ormawa kayak gitu, dan masih terus berlanjut untuk sosialisasi lagi,” ungkapnya. Dia juga menambahkan, khusus untuk LPM tidak akan ada akselerasi dan akan disejajarkan dengan BEM dan Senat dalam hal lamanya tahun menjabat. Solusi Senat Mahasiswa FEB pun memberikan beberapa solusi dalam menghadapi akselerasi jika disahkan nanti. Yang pertama adalah mematangkan sistem struktur di masing-masing Ormawa, terutama mengaktifkan anggota-anggota tahun pertama. Yang kedua adalah dengan pembentukkan Dewan Komisaris di tiap Ormawa tersebut yang bertugas mengawasi jalannya kinerja

pengurus. Dewan Komisaris ini juga untuk menampung angkatan 2014 yang nanti kemungkinan besar dikorbankan dalam akselerasi ini. Atau untuk angkatan yang dikorbankan disarankan untuk bisa naik ke BEM atau Sema Fakultas maupun BEM atau Sema Universitas. Tanggapan Kesepakatan Muswa terkait akselerasi ini menimbulkan berbagai reaksi dari mahasiswa FEB. Roy Hansen Gultom, ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Akuntansi (HMJA) FEB Undip 2016 adalah salah satu yang menolaknya. “Karena menurut saya akselerasi ini akan berdampak buruk bagi kita yang sudah membuat sistem yang sangat baik, yang sudah sistemnya tiga tahun. Saya rasa ini bakal berpengaruh dengan sistem kerorganisasian dari KMA (Keluarga Mahasiswa Akuntansi, nama lain dari HMJA-red) itu sendiri dan mungkin organisasi-organisasi lain yang tiga tahun juga,” kata Roy. Dia menambahkan bahwa seharusnya Senat harus melihat juga budaya setiap orgaisasi dan setiap fakultas, Roy pun juga mengkritik tentang waktu penerapan akselerasi yang belum pasti. Menurutnya, isu akselerasi yang belum disahkan oleh Rektorat namun telah disosialisasikan terlebih dahulu dirasa kurang etis dan membuat kerancuan dalam organisasi terutama bagi angkatan 2014 dan 2015. Dari pihak Sema FEB, walaupun telah mengadakan rapat beberapa kali namun dia merasa informasi yang didapatkan belum memuaskan. Namun, ia tetap mengapresiasi langkah Sema FEB tersebut. ”Galuh sebagai Ketua Senat yang udah sangat mengayomi kita disini. Udah sangat, ibarat ya sahabat lah. Kita sama-sama belajar juga di sini. Sudah mewakili kita. Udah berusaha mengajak kita rapat, udah berusaha untuk cari jalan terbaik dan saya salut untuk sikap dari Ketua Senat,” tanggapnya. Jika akselerasi ini disahkan, Roy mengatakan bahwa ia tidak akan serta merta langsung menerima, namun tetap mengadakan pengkajian ulang terhadap keputusan itu. Selain itu, mahasiswa angkatan 2013 ini juga akan berkoordinasi dengan ketua BEM dan Sema FEB serta Ormawa lain. “Kita juga disini ingin terbuka lagi dengan gimana kebijakan fakultas lain dengan adanya akselerasi ini. Kita juga harus harus juga belajar dari mereka, apakah mereka mengikuti peraturan itu atau mau bagaimana,” jelasnya. Walau begitu, Roy menambahkan bahwa KMA tetap menyiapkan angkatan 2015 dengan salah satu caranya dengan mengikutkan mereka semua di LKMM Dasar. Untuk angkatan 2014 yang dikorbankan, menurutnya KMA lebih tidak mengadakan Dewan Komisaris. Lain lagi dengan Akhmad Benny, ketua KSEI FEB Undip 2016. Dia setuju dengan diadakannya akselerasi. “Ya nggak papa, maksudnya saya setuju dan sependapat soalnya kita juga menanggapi isu dari tahun yang lalu, kan tahun lalu ada isu aksel terus waktu kepengurusan saya menjadi ketua itu saya mengambil mayoritas itu yang angkatan 2015 yang berpotensi jadi memang kita sudah menyiapkan. Apabila jadi apa nggaknya aksel, nanti untuk pemilihannya kita serahkan kepada forum karena kita kan musyawarah tapi kalau misal aksel ya kita harus ngikutin regulasi itu,” jelasnya. Dia menambahkan bahwa dalam menyiapkan kadernya, dia mengandalkan sistem kaderisasi yang telah terstandar dari Fossei (Forum Silaturahmi Studi Ekonomi Islam) juga sistem kader yang ada di KSEI. Untuk angkatan 2014 yang dikorbankan, dia berpendapat bahwa akselerasi seakan-akan mematikan atau tidak memberikan kesempatan bagi 2014 untuk berkarya lebih di KSEI, terutama untuk menjadi ketua. “Jadi mungkin mereka (2014-red) nanti menjabat di dekom (dewan komisaris), dan disana mungkin perlu kerja keras juga karena dari KSEI sendiri yang saya ketahui itu dari tahun ke tahun memang ketuanya itu angkatan ketiga. Jadi kalo ini akselerasi yang angkatan kedua itu mungkin nanti kita sebagai dekom bekerja keras dalam memberi saran, masukan, bukan untuk mengintervensi tapi,” ungkap Benny. (nw)

Minggu Ini di

lpmedents.com Sayembara Meme Tuai Kontroversi, Ini Jawaban Pihak BEM Undip Undip (8/5) - Berbagai cara dilakukan oleh mahasiswa Undip untuk menolak kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan Sumbangan Pembangunan Institusi (SPI). Setelah sebelumnya melakukan unjuk rasa di depan gedung rektorat (Widya Puraya), kali ini aksi penolakan berupa pembuatan Meme. Sayembara pembuatan Meme ini diprakarsai oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Undip. Namun, sayembara ini menuai pro dan kontra dari kalangan mahasiswa khususnya di aplikasi pesan singkat Line. Fantasi Warak Ngendog Meriahkan HUT ke-469 Kota Semarang Semarang (7/5) – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Semarang kembali dimeriahkan dengan kegiatan Semarang Night Carnival (SNC). Acara ini merupakan gelaran keenam sejak tahun 2011 saat Semarang merayakan HUT ke464. Berbeda dengan tahun sebelumnya, SNC kali ini mengambil rute sepanjang 1,3 kilometer yang dimulai dari depan Gereja Santo Yusuf (Gereja Gedangan) Jalan Ronggowarsito menuju kawasan Gereja Immanuel (Gereja Blenduk) di Jalan Letjen. Soeprapto, dan berakhir di Jembatan Berok Semarang. Bedah Buku, BI Jawa Tengah Hadirkan Dee Lestari Semarang (4/5) – Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Tengah menggelar bedah buku serial Supernova dengan menghadirkan penulis Dewi ‘Dee’ Lestari. Bertempat di ruang Lokapala lantai 8, acara yang dimoderatori Nessa Ghozal ini membahas perjalanan Dewi 'Dee' Lestari dalam membuat seri Supernova selama 15 tahun. Selain bedah seri Supernova, Dee juga membahas bagaimana kiat-kiat menulis yang baik, terutama bagi pemula.


Kunjungi ! Kabar Kampus

w w w.lpmedents.com

Volume 6 Edisi 9 - 15 Mei 2016

Manev 2016 “Be A Warrior, Not A Worrier”

Manev merupakan ajang pengenalan dan edukasi mengenai perlombaan yang adil dan kerjasama tim yang solid. Dengan mengenalkan sesuatu yang posistif, mahasiswa Manajemen diharapkan dapat lebih berprestasi dan berkontribusi terhadap almamater kedepannya. Manajemen Event adalah serangkaian acara yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen (HMJM). Manajemen Event merupakan nama yang cukup baru, mengingat sebelumnya acara tersebut dinamakan Manajemen Olimpic, namun pada tahun 2013 , nama tersebut diubah menjadi Manajemen Event (Manev). Acara yang mengusung tema “Be A Warrior, Not A Worrier” ini berlangsung dari bulan April hingga Mei 2016. Manev tahun ini terdiri dari 3 bagian, yaitu perlombaan yang bersifat Akademik, Non Akademik, dan Closing Ceremony atau biasa disebut dengan Manajemen Day. Detail dari rangkaian perlombaan yang diadakan oleh Manev yaitu Pertandingan Basket, Futsal, Tour De Manajemen, Eating Competition, Econimiy Debate, Essay, Marketing Race Competition, Ranking 1, dan Manajamen Day. Pertandingan tersebut melibatkan mahasiswa Manajemen angkatan 2013, 2014 dan 2015. Latar belakang Dengan diadakannya Manev, diharapkan potensi diri dari mahasiswa Manajemen dapat lebih digali, mempererat kesolidan antar sesama angkatan maupun lintas angkatan. Manev merupakan acara tahunan yang berada dibawah Divisi Project HMJM. Animo dari peserta dinilai cukup bagus dalam menyambut Manev, seperti seringnya terlontar pertanyaan ke pihak penitia terkait detail acara. Namun, bertolak belakang dengan animo yang tinggi dari peserta, animo penonton dirasa cukup kurang dalam mendukung angkatannya. “Animo peserta sudah cukup baik dalam menyambut Manev, hal tersebut tercermin dari banyaknya pertanyaan mengenai teknis Manev setelah kami launching, namun untuk animo penonton saya rasa cukup kurang,” tukas Mesach Hendri selaku Project Officer Manev 2016. Manev merupakan ajang pengenalan dan edukasi mengenai perlombaan yang adil dan kerjasama tim yang solid. Dengan mengenalkan sesuatu yang posistif, mahasiswa Manajemen diharapkan dapat lebih berprestasi dan berkontribusi terhadap almamater kedepannya. Namun harus diakui bahwa perlu adanya pembenahan sana-sini guna memperlancar ajang perlombaan

angkatan tersebut, mengingat Manev adalah agenda tahunan di bawah naungan HMJM yang tak luput dari kekurangan, seperti opini salah seorang mahasiswi Manajemen 2015 berikut, ”Manev adalah acara yang mengasyikan dan memiliki sejuta manfaat, namun harapan saya kedepannya adalah supaya berlangsungnya acara dapat lebih kondusif lagi, mengingat adanya beberapa pertandingan yang cukup kasar dan membuat risih dari lawan main,” ujar Salvinia, pemenang basket putri Manev 2016. Pertandingan Sejauh ini, beberapa pertandingan telah selesai dihelat. Pertandingan basket adalah pertandingan pertama yang digelar. Bertempat di lapangan basket FEB Undip, perlombaan ini dibagi atas basket putra dan basket putri. Pada tanggal (29/4) digelarlah final basket putri dimana tim Manajemen 2015 keluar sebagai juara. Hasil ini diperoleh dari dua kemenangan atas Manajemen 2013 dengan skor 17-5 dan Manajemen 2014 dengan skor 8-4. Sedangkan pada tanggal (2/5) digelarlah pertandingan basket

putra, Manajemen 2014 berhasil meraih gelar juara setelah mengalahkan tim dari Manajemen 2013 dengan perolehan skor 8-5. Bersamaan dengan hari pertandingan final basket putra, pada tanggal (2/5) , digelar pula final futsal putra yang mempertemukan Manajemen 2013 dan 2014, dengan hasil akhir 4-2 yang membawa Manajemen 2013 sebagai juara. Pada tanggal (26/4) bertempat di Dome Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Undip, berlangsunglah Economic Debate Competition atau EcoDeb, pada pertandingan ini tiap angkatan diwajibkan mengirim 2 tim yang masing-masing tim terdiri dari 3 orang. Babak pertama yaitu penentuan tim yang akan lolos ke semifinal, tema debat babak pertama adalah Perkembangan dan Dampak Pengaruh dari Masyarakat Ekonomi ASEAN bagi Perekonomian Indonesia saat ini. Melalui babak ini diperoleh hasil tim yang masuk ke semifinal yaitu satu tim Manajemen 2015, dua tim Manajemen 2014 dan satu tim Manajemen 2013. Babak kedua atau babak semifinal mengusung tema Situasi Perekonomian Indonesia dari Sektor Perikanan pada Periode Kepemimpinan saat ini. Babak semifinal diperoleh hasil dua tim yang akan maju di babak final yaitu tim Manajemen 2013 dan Manajemen 2014. Tema debat dari babak final adalah Pengaruh dan tindak lanjut Ecommerce pada perdagangan Indonesia saat ini. Economic Debate Competition Manev pun dimenangkan oleh tim kontra dari Manajemen 2014 yang terdiri dari Darwis, Jihan dan Dipta dengan skor 181,5 mengalahkan tim pro dari Manajemen 2013 dengan skor 168. Harapan Harapan kedepan atas Manev 2016 ini dilontar kan oleh Mesach Hendri sebagai anak Manajemen, bisa lebih tau prestasi tiap angkatan selain potensi akademik, seperti basket dan seni, selain itu juga untuk lebih merekatkan warga Manajemen. Seluruh stakeholder yang terlibat dapat merasakan dampak posistif Manev dan kemauan mereka bisa lebih besar lagi dalam berkontribusi terhadap angkatan, jurusan, fakultas maupun almamater. (nw)

Accounting In Action untuk Akuntansi Satu Keluarga ” Tujuannya untuk mempererat ikatan nggak cuma dalam satu angkatan, tapi antar tiga angkatan,”Alam Irwin Haldiaz selaku ketua panitia AIA 2016 Ada hal menarik di kampus FEB Undip Tembalang setiap memasuki pertengahan semester genap. Apalagi kalau bukan pertandingan antar angkatan yang diadakan oleh masing-masing Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) S1. Salah satunya oleh HMJ Akuntansi yang bertajuk Accounting In Action (AIA). Secara struktural, acara ini berada dalam naungan divisi Kaderisasi dan Pengembangan (Kabang). Tahun ini, tema yang diangkat dalam AIA adalah “Assasin: Slash the Challenge”. Lomba yang dipertandingkan antara lain futsal, basket, badminton, tarik tambang dan maraton. Tidak hanya bidang olahraga saja, lomba cerdas cermat, dan lomba makan pun masuk ke dalam daftar pertandingan. Tujuan AIA yang merupakan acara tahunan ini bertujuan untuk mempererat ikatan antar angkatan, sehingga semboyan Akuntansi sebagai satu keluarga dapat terwujud. Bagi mahasiswa jurusan Akuntansi, AIA adalah acara yang bergengsi. Hal ini karena setiap angkatan akan memperebutkan gelar juara umum dan supporter terbaik. “Tujuannya untuk mempererat ikatan nggak cuma dalam satu angkatan, tapi antar tiga angkatan,” ujar Alam Irwin Haldiaz selaku Ketua Panitia AIA 2016.Oleh karena itu, acara ini juga diharapkan dapat mempererat hubungan per angkatan sehingga menjadi lebih kompak dan solid. Pelaksanaan Dalam pelaksanaan lomba, lokasi yang digunakan berbeda-beda. Futsal dilaksanakan di Stadion Futsal Undip, basket di lapangan basket FEB dan FSM, badminton di Lapangan Pino Sendangmulyo, lomba cerdas cermat di dome FEB Undip, dan closing, maraton, tarik tambang, serta lomba makan di kampus FEB Undip. Setiap

cabang lomba dilaksanakan selama dua hari di akhir pekan. Namun, untuk cerdas cermat, maraton, tarik tambang, dan closing masingmasing dilaksanakan selama satu hari pada tanggal 13-14 Mei 2016. AIA sudah dilaksanakan sejak tanggal 16 April 2016 lalu yang didahului dengan upacara pembukaan. Cabang pertama yang dilombakan adalah futsal. Setiap angkatan wajib mengirimkan empat tim putra dan dua tim putri. Cabang ini termasuk yang paling ditunggu-tunggu. Terbukti dengan kemeriahan selama pertandingan futsal dilaksanakan. Bahkan para supporter membawa spanduk, bendera, megaphone, serta drum untuk mendukung delegasinya. Tak lupa nyanyian – nyanyian juga terdengar lantang disuarakan. Untuk cabang olahraga futsal putra, Akuntansi 2013 keluar sebagai juara, sedangkan futsal putri dimenangkan oleh Akuntansi 2014. Final berjalan dengan ketat, terutama pada cabang futsal putra yang mempertemukan Akuntansi 2013 dan Akuntansi 2015. Hingga babak pertama selesai, skor masih 0-0. Namun, Akuntansi 2013 berhasil mengungguli dengan mencetak gol pada saat-saat terakhir sehingga skor menjadi 1-0. Aksi para supporter pun tak kalah seru dalam mendukung delegasinya. Pada tanggal 23-24 April 2016, pertandingan basket turut digelar. Setiap angkatan wajib mengirimkan dua tim putra dan satu tim putri. Babak penyisihan dilaksanakan di lapangan basket FEB Undip. Namun, ada hal yang berbeda di cabang basket putri. Setiap tim bertanding sebanyak dua kali. Pemenang ditentukan berdasarkan jumlah kemenangan yang diperoleh. Hal ini karena hanya ada tiga tim yang bertanding. Semifinal dan final dilaksanakan di lapangan basket FSM Undip. Lagi-lagi, Akuntansi 2013 dan Akuntansi 2015 bertemu di final. Pada quarter pertama, Akuntansi 2015 berhasil unggul dengan skor tipis 10-9. Namun, pada quarter kedua Akuntansi 2013 berhasil

mengungguli sehingga meraih kemenangan dengan skor 2311. Tidak hanya itu, Akuntansi 2013 juga berhasil meraih juara di cabang basket putri setelah menang berturut-turut melawan Akuntansi 2014 dan Akuntansi 2015. AIA dilanjutkan pada tanggal 30 April dan 1 Mei 2016. Cabang yang diselenggarakan adalah badminton. Lokasi yang digunakan adalah Lapangan Pino, Sendangmulyo. Pada pertandingan ini, setiap angkatan wajib mengirimkan dua pasang ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran. Final ganda putra mempertemukan Akuntansi 2013 (M. Anwar-Sofyan) dan Akuntansi 2015 (Hakase-Fadhil) yang dimenangkan oleh Akuntansi 2013. Di kategori ganda putri, Akuntansi 2013 (Ester S. Tarigan-Lilla Kondi) bertemu dengan Akuntansi 2014 (Agung Putri-Almira). Kemenangan diraih oleh Akuntansi 2014. Sementara itu, kejadian menarik terjadi di cabang ganda campuran, di mana kedua tim yang beradu berasal dari Akuntansi 2014 yaitu Wildan-Desti dan Ilham- Annisa. Pertandingan ini dimenangkan oleh tim Wildan-Desti. Sementara itu, cabang lomba makan, cerdas cermat, maraton, dan tarik tambang dilaksanakan pada tanggal 13-14 Mei mendatang sekaligus sebagai penutup rangkaian AIA 2016. Hambatan dan Harapan Dalam pelaksanaan AIA, Alam Irwin Haldiaz mengaku tidak ada hambatan yang cukup berarti. “Hambatan paling dari pihak eksternal sih, kaya futsal kemarin di stadion ada biaya kebersihan yang baru diterapin tahun ini jadi bikin anggaran sedikit membengkak,” ujarnya. Ia juga berharap agar AIA tahun depan bisa ditambah cabang lomba baru, animo masyarakat Akuntansi juga bisa ditingkatin lagi dan lebih kreatif. (nw)

Evolution, Pesta Perdana Ilmu Ekonomi Setelah beberapa tahun jurusan IESP belum turut serta menggelar pesta olahraga di FEB Undip, pada awal bulan April lalu HMJ IESP berhasil gelar Evolution untuk yang pertama kalinya Tak berbeda dengan himpunan jurusan lain, Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Ekonomi & Studi Pembangunan (HMJ IESP) Undip pun menggelar serangkaian acara bernama Economics Development Unity in Competition (Evolution). Acara ini berisi kompetisi debat dan olahraga yang mempertemukan angkatan 2012, 2013, 2014 dan 2015. Acara yang bertajuk "Be Brave and Creative" ini resmi dimulai dengan kompetisi debat yang diselenggarakan di Gedung PKM Lantai 2 (22/4). Kompetisi ini mengharuskan setiap angkatan mengirimkan satu tim yang terdiri dari tiga orang. Selanjutnya, perwakilan dari tiap tim mengambil nomor undian untuk memilih opsi yang disediakan oleh panitia, yaitu pemilihan kubu pro dan kontra dari masing-masing tim dan penentuan materi. Pada sesi pertama, Mahasiswa IESP 2013 sebagai nomor undi satu yang berada di Tim Kontra bertemu dengan IESP 2014 yang berada pada Tim Pro yang membahas mengenai kenaikan upah buruh di Indonesia. Setelah sesi pertama selesai, sesi kedua dimulai dengan mempertemukan IESP 2014 dengan IESP 2015 yang mengulas tema pro-kontra ‘outsourcing adalah solusi efektif bagi pengangguran di Indonesia’. Pada sesi terakhir, IESP 2013 bertemu dengan IESP 2015 yang memperdebatkan mengenai ‘Liberalisasi tenaga kerja berdampak positif bagi perekonomian’. Pertandingan Sementara dari cabang Futsal berlangsung pada tanggal 23 April 2016. Pada cabang Futsal Putra, babak semifinal mempertemukan Tim B IESP 2013 dengan Tim A IESP 2015. Pertandingan tersebut berlangsung dengan tensi yang cukup tinggi, sehingga Tim A IESP 2015 mendapatkan satu kartu merah. Hasil pertandingan Tim B

IESP 2013 maju ke final dengan skor 5-1. Sedangkan pada babak semifinal lain cabang futsal putra, Tim IESP 2014 maju ke final setelah mengatasi perlawanan dari Tim IESP 2012 dengan adu tendangan pinalti. Pada pertandingan final antara Tim B IESP 2013 dengan Tim IESP 2014, Tim B IESP 2013 lebih mendominasi pertandingan. Pada laga ini Tim B IESP 2013 berhasil keluar sebagai juara dengan skor akhir 6-1. Sedangkan cabang futsal putri dimenangkan oleh Tim IESP 2014 setelah menuntaskan perlawanan Tim IESP 2015 dengan skor tipis 1-0 di final. Berlangsung di GOR Wakiki Semarang, cabang olahraga badminton tak mau ketinggalan. Gelaran ajang badminton ini terbagi menjadi tiga kategori yaitu ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran. Dalam laga final Ganda Putra, Tim Ganda Putra IESP 2012 bertemu dengan Tim Ganda Putra IESP 2015 yang pada akhirnya dimenangkan oleh IESP 2012. Pada kategori ganda campuran, Tim Ganda Campuran IESP 2013 keluar sebagai juara setelah menang atas Tim Ganda Campuran IESP 2014 dengan skor 21-8 dan 21-6. Sedangkan pada kategori Ganda Putri yang dilaksanakan pada babak ketiga mempertemukan Tim IESP 2012 dengan Tim IESP 2015, Tim IESP 2012 menutup pertandingan ini dengan kemenangan. Pertandingan tersebut sekaligus menjadi penutup atas Evolution cabang Badminton, dengan Tim IESP 2012 yang memborong dua gelar juara sekaligus. Sedangkan untuk cabang perlombaan estafet dilaksanakan di Lapangan Tembak Tembalang, Semarang. Pada cabang estafet ini panitia membuka dua babak semifinal. Semifinal pertama mempertemukan Tim A IESP 2013 dengan Tim A IESP 2015 dimana Tim A IESP 2015 keluar sebagai pemenang. Sedangkan pada semifinal kedua mempertemukan Tim B IESP 2013 dengan Tim B

IESP 2014 yang dimenangkan oleh Tim B IESP 2014. Pada final Estafet Evolution 2016 Tim A IESP 2015 menutup pertandingan dengan menyandang gelar juara Evolution 2016 cabang Estafet setelah mengalahkan Tim B IESP 2014. Penutup Pertandingan terakhir dari serangkaian Evolution 2016 adalah cabang Ranking 1. Ranking 1 adalah kompetisi asah kemampuan individu yang dilaksanakan di Hall Gedung C lantai 4 FEB Undip pada 28 April 2016. Walaupun kompetisi ini sempat mundur beberapa menit dari jadwal, pertandingan tetap berjalan dengan baik dibuktikan dengan adanya antusiasme peserta yang riuh dan bersemangat saat menjawab pertanyaan yang disediakan panitia. Setelah pertandingan ini berjalan selama satu jam, peserta sedikit demi sedikit mulai tersisihkan. Akhirnya tepat pada pukul 16.00 WIB, pertandingan ini menyisihkan tiga peserta yang masuk ke babak final, yaitu satu perwakilan mahasiswa IESP 2012 dan dua perwakilan mahasiswa IESP 2015. Babak final kompetisi ini berakhir dengan perwakilan IESP 2012, Khairul Arifin keluar sebagai juara dan menutup kompetisi tersebut. Setelah beberapa pertandingan terlaksana, serangkaian acara Evolution ditutup dengan acara Evonite. Evonite adalah malam penutupan dari serangkaian kegiatan Evolution yang diisi oleh berbagai pentas seni mahasiswa dari perwakilan angkatan 2012, 2013, 2014 dan 2015. Selain pentas seni, pada akhir acara Evonite ini juga dilaksanakan pemberian sertifikat dan piagam penghargaan kepada para pemenang dari Kompetisi Evolution 2016. (nw)

Kordents Vol. 6 Edisi 9 - 15 Mei 2016  
Kordents Vol. 6 Edisi 9 - 15 Mei 2016  

Hal menarik di kampus FEB Undip Tembalang setiap memasuki pertengahan semester genap. Apalagi kalau bukan pertandingan antar angkatan yang d...

Advertisement